LAPORAN KULIAH LAPANGAN KAMPUS ITB BIOSISTEMATIK (BI – 2104

)

Tanggal Kuliah Lapangan Tanggal Pengumpulan

: 17 September 2011 : 27 September 2011

Disusun oleh : Cattleya Adi Putri Virani (10609041) Aditya Mirzapahlevi Saptadjaja (10610001) Wisya Aulia Prayudi (10610011) Nanda Akmalia (10610015) William Theoputra (10610019) Ursula Nungky (10610024) Dyah Nadira Zarra (10610031) Andra Satria (10610065) Kelompok 2 Asisten : Satrio

PROGRAM STUDI BIOLOGI SEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Setiap tumbuhan memiliki karakteristik tertentu yang membedakan tumbuhan yang satu

dengan yang lainnya. Karakteristik tersebut menunjukan keunikan masing-masing individu. Semakin banyak perbedaan karakteristik, maka kekerabatannya semakin jauh. Semakin banyak persamaan karakteristik, maka kekerabatan semakin dekat. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada taksonomi tumbuhan. Taksonomi tumbuhan merupakan kajian tentang identifikasi (penamaan), klasifikasi (pengelompokan) suatu tumbuhan ke dalam takson atau taksa tertentu dan deskripsi dari tumbuhan tersebut berdasarkan nomenklatur botani atau kode Internasional tata nama tumbuhan yang berlaku secara universal (Tjitrosoepomo, 1991). Eichler pada tahun 1883 mengusulkan sistem untuk mengklasifikasikan kerajaan tumbuhan menjadi dua subkingdom: Cryptogamae dan Phanerogamae (Anonim 1, 2010). Tumbuhan tingkat tinggi merupakan tumbuhan yang memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tumbuhan tingkat tinggi masuk ke dalam subkingdom Phanerogamae. Tumbuhan dalam subkingdom ini semuanya memiliki bunga, oleh karena itu disebut flower plants (Anonim 1, 2010). Bagian-bagian yang menjadi karakteristik tumbuhan tingkat tinggi adalah daun, bunga, buah, batang, dan akar. Karakteristik-karakteristik dalam daun yang biasanya diamati adalah bagian dan bentuk daun, jenis daun, tata letak daun, dan susunan urat daun. Karakteristikkarakteristik dalam bunga yang biasanya diamati adalah macam-macam bunga, jumlah bunga, letak bunga, jumlah korola, jumlah kaliks, letak ovarium pada perhiasan bunga, bentuk dasar bunga, dan estivasi. Karakteristik-karakteristik dalam buah yang biasanya diamati adalah macam-macam buah seperti buah sejati dan buah semu. Karakteristik-karakteristik dalam batang adalah penampang batang, arah tumbuh, tipe percabangan, modifikasi batang, dan tipe batang. Karakteristik-karakteristik dalam akar yang biasanya diamati adalah sistem perakaran dan modifikasi akar. (Djuita, 2007)

Di ITB, terdapat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, terutama tumbuhantumbuhannya. Oleh karena itu, kuliah lapangan dapat membantu kita dalam memahami karakteristik dan kekerabatan tiap spesies.

1.2 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Tujuan Menentukan karakteristik yang terlihat pada Tabebuia argentea. Menentukan karakteristik yang terlihat pada Alternanthera sp. Menentukan karakteristik yang terlihat pada Bougainvillea spectabilis. Menentukan karakteristik yang terlihat pada Heliconia sp. Menentukan karakteristik yang terlihat pada Lagerstroemia flos-reginae. Menentukan karakteristik yang terlihat pada Pyrostegia venusta. Menentukan karakteristik yang terlihat pada Pterocarpus indicus. Menentukan karakteristik yang terlihat pada Ixora javanica. Menentukan karakteristik yang terlihat pada Erythrina crista-galli.

10. Menentukan karakteristik yang terlihat pada Nerium oleander.

1. akar serabut. Gambar 2. Akar tunggang berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah dan akar ini dimiliki oleh tumbuhan dikotil. html) .1 Akar Tunggang (Sumber: http://akartunggang. Sistem perakaran ini terbentuk pada saat akar primer membentuk banyak cabang sehingga cabang tidak menjadi besar dan akar primer menjadi mengecil. Berdasarkan jenisnya.blogspot.com/2009/06/akartunggang1. dan untuk menyerap garam mineral dan air.com/2011_02_01_archive. akar yang keluar dari umbi batang dan akar yang keluar dari batang (cangkokan) (Anonim 2. terdapat sejumlah akar kecil dan ramping yang semuanya memiliki ukuran yang sama. terdapat tiga jenis akar yaitu. dan akar adventif. Pada akar serabut. terdapat sebuah akar besar yang memiliki cabang dan serabut akar.files. Fungsi dari akar secara umum adalah sebagai penyokong bagi tumbuhan. Akar serabut dapat ditemukan pada tumbuhan monokotil.1 Akar Akar merupakan organ pada tubuh tumbuhan yang berada di dalam tanah.1 Karakter Tumbuhan 2.jpg) Gambar 2.1.2 Akar Serabut (Sumber: http://bukanpapantulis.wordpress. 2011).1. sebagai tempat tumbuhan melekat pada media (tanah). akar tunggang. Pada akar tunggang. Pada akar adventif terdapat akar yang tumbuh pada setiap bagian tubuh tumbuhan yang bukan merupakan akar primer.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

keluar dari batang pohon dan dahan paling bawah serta memanjang keluar menuju ke permukaan tanah (Anonim 3.  Akar rambat. yaitu akar yang memeiliki struktur seperti papan memanjang secara radikal dari pangkal batang (Anonim 3. ujung akar. 2008). 2008). Gambar 2. batang akar.sentra-edukasi.1. cabang akar. yaitu akar horizontal berbentuk seperti lutut yang terlipat di atas permukaan tanah.  Akar nafas.3 Bagian-bagian Utama Akar (Sumber: http://www. dan tudung akar. . 2008).Bagian-bagian utama dari akar adalah leher akar.  Akar tunjang.com/2011/06/struktur-jaringan-jenis-fungsi-akar. Membelok ke atas dan ke bawah dengan ujung yang membulat di atas permukaan tanah (Anonim 3. serabut akar.  Akar gantung. yaitu akar yang keluar dari cabang pohon di atas permukaan tanah dengan posisi menggantung. 2007). rambut akar. Contohnya adalah padapohon beringin (Rachmat. yaitu akar yang merambat pada batang tumbuhan lain (Rachmat. 2007) Akar lutut. 2008).html) Terdapat beberapa modifikasi dari akar. diantaranya:  Akar banir. yaitu akar udara yang tumbuh di atas permukaan tanah. Akar ini merupakan perluasan akar yang tumbuh secara horizontal (Anonim 3. yaitu akar udara yang berbentuk seperti pensil atau kerucut yang menonjol ke atas.

dan biasanya tumbuh tinggi. yang memiliki fungsi sebagai tempat fotosintesis. namun memiliki diameter kecil. 2004). yaitu batang yang tumbuh secara horizontal di atas permukaan tanah yang sebenarnya merupakan pemanjangan dari internodus. yaitu: pohon. memiliki percabangan mulai dari bawah. Percabangan monopodial adalah percabangan yang berada di samping-samping batang utama pohon. memiliki batang utama.  Stolon.  Kladodium. contohnya seperti pohon pinus. Umumnya daun berbentuk lembaran untuk memaksimalkan luas permukaan yang terkena sinar matahari. dan dikotom. merupakan batang yang tumbuh memipih dan tersusun atas beberapa internodus. 2. antara lain (Iriawati. Batang dapat dikelompokkan menjadi tiga. Perdu yaitu tumbuan dengan batang berkayu. seperti: daun. Percabangan dikotom adalah percabangan yang setiap kali bercabang terbentuk dua cabang yang sama persis.2 Batang Batang adalah bagian penting dari tumbuhan yang berada di permukaan tanah. contohnya adalah pohon sawo manila. Biasanya herba memiliki batang yang berwarna hijau (Rachmat. yaitu percabangan yang terbagi-bagi menjadi beberapa cabang yang tak tentu jumlah cabangnya. Tipe percabangan pohon dapat dibagi menjadi tiga. yaitu batang yang tumbuh di bawah permukaan tanah secara horizontal dan berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Daun . yaitu: monopodial. dan biasanya hanya tumbuh setinggi badan manusia. Pohon yaitu tumbuhan yang memiliki batang berkayu yang kuat dan tetap selama hidupnya. simpodial. batang yang tumbuh memipih dengan laju pertumbuhan terbatas. perdu. dan herba.1.  Filokladium. 2010). Batang tumbuh dari batang lembaga yang terdapat dalam biji.2. Herba yaitu tumbuhan berbatang lunak dan berair.3 Daun Daun adalah organ tumbuhan yang berfungsi untuk fotosintesis. Terdapat beberapa modifikasi dari batang. 2009):  Rhizoma.1. 2007). Batang berfungsi untuk mendukung bagian-bagian lain pada tumbuhan yang berada di atas tanah. Pohon memiliki diameter yang cukup besar. dan buah (Aryulina. contohnya seperti pada paku kawat (Purwanto. bunga. Percabangan simpodial.

dan lanset.1. a. Gambar 2. Palmatus (Sumber: Perring. d. Bentuk dasar daun dapat dibedakan menjadi bulat. yang memberikan warna hijau pada daun. menyilang (dekusatus).blogspot.5 Filotaksis. Secara luas. c.com/2011/04/biologiupaya-manusia-dalam-pengembangan. Alternatus. Daun majemuk dapat dibedakan menjadi menyirip (pinnatus) dan menjari (palmatus). Distikus.1. atau trifoliolatus (tiga anak daun). lonjong. diantaranya yag paling umum adalah klorofil. b. bersebrangan (distikus). Filotaksis (susunan daun pada batang) dapat dibedakan menjadi spiral. a. atau ekuitan (tanpa petiolus). 2011) Susunan daun majemuk juga dapat dikelompokkan menjadi unifoliolatus (satu anak daun). Gambar 2.html) . Dekusatus.mempunyai pigmen-pigmen fotosintetik untuk memfasilitasi fotosintesis. bifoliolatus (dua anak daun). Vertisilata (Sumber: http://mudztova.4 Jenis-jenis daun majemuk. daun dapat dibedakan menjadi dua macam: tunggal (satu petiolus untuk satu lembar daun) dan majemuk (banyak lembaran daun dalam satu petiolus). bulat telur. Pinnatus b.

. stamen (yang terdiri atas filamen dan antera) dan pistilum (yang terdiri atas stigma.6 Susunan Urat Daun (Sumber: Weiblen dan Deacon. korolla. dan ovarium). Tidak semua bunga memiliki organ jantan dan betina. Bunga terdiri atas kaliks.4 Bunga Bunga adalah organ seksual tumbuhan dan memiliki fungsi utama sebagai alat reproduksi. Gambar 2. bunga dapat dibedakan menjadi dua tipe utama: bunga tunggal dan bunga majemuk. Berdasarkan tipe perbungaan. stilus. beberapa spesies bersifat uniseksual (satu pohon hanya terdiri atas bunga jantan/betina). 2003) 2. Gambar 2.1. bunga majemk dapat dibedakan menjadi rasemosa (dari bawah ke atas dan dari luar ke dalam) dan simosa (dari atas ke bawah dan dari dalam ke luar).7 Bagian-bagian Bunga (Sumber: Knee.Urat daun dapat tersusun secara menyirip atau menjari. 2011) Secara anthotaksis.1.1.

org/info/termlistfiler/engeng. meskipun jumlah kaliks dapat berbeda denga jumlah korola.3 Herbarium Herbarium adalah sekumpulan contoh tumbuhan yg dikeringkan (diawetkan). disimpan. Fungsi herbarium secara umum antara lain: 1.2 2. Hal ini juga berlaku pada kaliks. digunakan dl penelitian botani. digunakan dl penelitian botani. Gambar 2. biasanya disusun berdasarkan sistim klasifikasi. kamar. Secara sederhana yang dimaksud herbarium adalah koleksi spesimen yang telah dikeringkan. diberi nama. petugas yang menangani jenis tumbuhan langka. disimpan dan diklasifikasikan. Jumlah korola dapat genap atau ganjil. Herbarium berasal dari kata ―hortus dan botanicus‖. atau juga bisa berarti kotak. ekologi.1. atau gedung untuk menyimpan kumpulan contoh tumbuhan yg dikeringkan (diawetkan).floranordica. . dan diatur berdasarkan sistem klasifikasi. Sebagai pusat referensi. artinya kebun botani yang dikeringkan. para petugas yang bergerak dalam konservasi alam.html) 2. merupakan sumber utama untuk identifikasi tumbuhan bagi para ahli taksonomi.8 Tipe Perbungaan (Sumber: http://www. pecinta alam.Simetri susunan korola dapat dibedakan menjadi bilateral (hanya simetris dalam 1 bidang) dan multilateral (simetri dalam segala bidang).

Sebagai lembaga dokumentasi.2. b. seperti tipe dari taksa baru. 5. tumbuhan yang mempunyai nilai ekonomi dan lain-lain. Spesimen diberi label dengan etiket gantung menggunakan pensil agar tidak hilang atau luntur yang bertuliskan nama specimen kolektor tanggal. Secara umum herbarium dibagi menjadi dua jenis. Adapun cara untuk mengambil spesimen dan mengawetkannya adalah sebagai berikut: a. ahli kimia memanfaatkannya untuk mempelajari alkaloid. ahli farmasi menggunakan untuk mencari bahan ramuan untuk obat kanker. karena dengan cara diawetkan tanaman dapat bertahan lebih lama. Spesimen ditata di antara kertas koran. Alat pembantu identifikasi tanaman Material pertukaran antar herbarium di seluruh dunia Bukti keanekaragaman Spesimen acuan untuk publikasi spesies baru Cara melakukan koleksi kering. dan sebagainya. d. Misal untuk bagian daun maka harus ada bagian atas dan bagian bawah yang terlihat. 6. Mengambil spesimen selengkap mungkin(diusahakan diambil batang. 2. merupakan koleksi yang mempunyai nilai sejarah. 4. contoh penemuan baru. beberapa kegunaan herbarium: 1. bunga. 3. daun. Kertas koran yang telah berisi spesimen dimasukkan dalam plastik besar dan disiram dengan alkohol 70% atau spirtus agar tidak membusuk dan daunnya tidak mudah rontok. dan buah). Kegunaan herbarium untuk kelengkapan koleksi dalam penelitian dan identifikasi. 3. . berdasarkan cara pengawetan ada hebarium basah dan herbarium kering. Material peraga pelajaran botani Material penelitian. penataan tersebut harus mewakili sebagian besar bagian tumbuhan. kemudian data-datanya dicatat selengkap mungkin karena nantinya bagian-bagian tersebut akan berubah warnanya menjadi coklat jika sudah kering. Sebagai pusat penyimpanan data. c.

Pada proses remounting. atau pada herbarium tersebut tidak dicantumkan kolektor maka dapat melihat pada buku lapangan yang beliau tinggalkan. Penempelan Spesimen yang sudah dikeringkan selanjutnya ditempel dikertas acid free. Penempelan spesimen menggunakan isolatip khusus. Untuk pengarangan ini dilakukan dua macam. Pada herbarium kering. Hal ini memudahkan pada saat proses remounting karena isolatip tidak menempel langsung pada specimen. tebal dan tidak memungkinkan dilakukannya pengawetan dengan cara koleksi kering. Isolatip tesebut hanya dapat menempel pada kertas acid free bila isolatip tersebut dipanaskan menggunakan pemanas yang berbentuk seperti solder. Dan untuk yang menggunakan oven listrik menggunakan suhu pemanasan 60°C -70°C g. Apabila collector ragu-ragu terhadap data yang ada. Hal ini untuk mencegah dari gangguan serangga. f. tempat koleksi dan catatan-catatan yang diperlukan sebagai penjelas. revisi nama specimen ditempatkan pada kertas kecil dan ditempelkan di atas label asli. Spesimen yang sudah kering dilengkapi datanya dari lapangan (kolektor) yang meliputi nama ilmiah. Proses pengepresan dengan menggunakan sasak atau menggunakan papan kayu yang diantaranya diberi kardus dan seng bergelombang agar panasnya merata dan spesimen tidak menjadi rusak dan rata. Ada yang dengan menggunakan oven arang dan ada pula dengan oven listrik. maka dilakukan koleksi basah. Alkohol 95% sebanyak 3500 ml (70 %) dan aquades 1500 ml (30%) sehingga total larutan keseluruhan adalah 5000 ml. Remounting.e. Jika kolektor sudah meninggal. Untuk oven arang suhunya tidak tentu karena hanya berdasarkan banyaknya arang dan suhunya tidak dapat diukur. Cara melakukan koleksi basah pada spesimen buah atau bunga yang memiliki bentuk yang j. atau label sudah rusak. Pengarangan / pengeringan di dalam oven. Dalam sehari bisa menghabiskan tiga karung arang. Penyimpanan di lemari pendingin pada suhu –20oC selama seminggu. dibagian bawah kertas diberi tanggal specimen tersebut diremounting. maka diberi tanda tanya. i. h. Misalnya warna asli dan habitus pada etiket tempel. nama daerah. selain itu isolatip khusus ini lebih tahan lama dari pada isolaip biasa. . Larutan umum yang dipakai: a. Proses remounting merupakan proses penempelan ulang spesimen yang sudah sangat lama atau hampir rusak.

sehingga harus dilakukan penggantian alkohol secara rutin. 2011). Contohnya adalah pada spesimen bunga Raflessia (Anonim 4. aquades 1050 ml (33) .b. Larutan blangko terdiri dari alkohol 95% sebanyak 3100 ml (62%) . Spesimen yang diawetkan kemudian dimasukkan dalam toples kaca. . Pada spesimen tertentu. dan gliserin 250 ml (5%). Ukuran toples disesuaikan dengan besar kecilnya spesimen yang diawetkan. kandungan alkohol akan berubah.

GKU timur .2-1 Alat dan Bahan No.beda.1 Waktu dan Tempat Kegiatan kuliah lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 17 September 2011 pukul 07.3 Metode Kerja 3.3.BAB III METODOLOGI 3. dengan catatan tidak ada 5 spesimen yang sama dengan kelompok besar. Selanjutnya adalah dalam proses pengambilan spesimen diusahakan mengambil bagian .00 WIB di sekitar taman tengah antara octagon dan TVST. 3.pool bus . lebih disarankan untunk mengambil sebagian besar dari pohon / perdu/ herba yang tumbuh umum (lebih dari satu pohon dalam lingkungan kampus). 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Alat Gunting stek Pressing board Koran Label etiket Galah panjang Pensil Papan berjalan Kamera Kantong plastik bening 10L Benang kasur Alkohol 70 % Bahan Spesimen dari arah labtek biru .30 sampai dengan 10. parkiran gerbang belakang pool bus dan sepanjang jalan menuju GKU Timur sampai CC Timur. 3.taman tengah oktagon tvst parkiran belakang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan koleksi adalah pengambilan spesimen disekitar kampus tidak disarankan dalam lingkungan yang berbentuk taman hias.CCtimur.1 Pengoleksian Praktikan ditugaskan untuk mengambil 10 spesimen yang berbeda.2 Alat dan Bahan Tabel 3.

eksudat. dan jamur. 3. buah). dan letak specimen yang diambil secara spesifik. morfologi batang yang meliputi penampang.2005). pemanfaatan secara lokal. Beberapa keterangan yang harus dicantumkan antara lain: lokasi. Penggantian koran dilakukan secara berkala 2 hari sekali.3. dipotong/ dipangkas sesuai dengan ukuran kertas koran (kompas) yang dilipat menjadi 2. batang. Pengeringan spesimen. maka yang harus diperhatikan adalah sifat batang. . permukaan batang. habit.3. macam daun. kolektor. tujuan memangkas specimen ini adalah memudahkan proses pengeringan. Tujuan penggantian koran ini adalah menjaga specimen dari binatang-binatang kecil. arah pertumbuhan batang. bentuk daun. sedangkan material herbarium tanpa bunga dan buah disebut herbarium steril (Onrizal. Dalam pengambilan spesimen juga diperhatikan bentuk hidup spesimen. maka berlanjut ke tahap pengeringan. nama daerah dan sebagainya.dalam hal ini adalah kelompok kecil.bunga. 3. modus pertumbuan. Semua specimen tanaman yang didapatkan. Bagian-bagian yang diperhatikan adalah letak bunga. tanggal kulap. kita memasang label etiket yang berisi nama spesies. susunan urat daun.setelah dilabel (etiket gantung) koleksi dimasukkan ke dalam lipatan kertas koran dimasukkan ke kantong plastik disiram dengan alkohol 70 % hingga basah dikeringkan. dan daun – dengan metode pengambilan anatomi lengkap seperti ini dapat memudahkan dalam proses identifikasi. kalau yang terlihat hanya batang – daun – bunga ataupun buah.3 Pembuatan herbarium  Mounting  Spesimen yang sudah kering dijahit atau dilem di atas kertas karton. Setelah bahan diambil. dengan dipangkas specimen akan dengan mudah dimasukkan dalam pressing board. Begitu juga dengan daun. Material herbarium dengan bunga dan buah jauh lebih berharga dan biasa disebut herbarium fertil. yang diperhatikan selanjutnya adalah bunga. warna (bunga. dan struktur bunga. yang harus diperhatikan adalah filotaksis dan letak daun.2 Pengeringan Setelah tahap pengoleksian. pollinator (kalau ada). urutan spesies yang diambil. bau. habitat. Setelah batang dan daun.

 Spesimen dipisahkan sesuai dengan kelompoknya kemudian diidentifikasi. ukuran 29 x 43 cm. Gunakan kertas yang kuat atau tidak cepat rusak dan kaku.  Untuk tumbuhan Palmae atau tumbuhan lain yang organnya besar.  Labeling  Label yang berisi keterangan-keterangan tentang tumbuhan tersebut diletakkan di sudut kiri bawah atau sudut kanan bawah. . 1 spesimen dimounting pada beberapa lembar kertas.  Dianjurkan membuat lembar label kosong untuk kemungkinan perubahan nama.

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 4.3 Bougainvilea spectabilis Sp.4 Heliconia sp Sp.2 Alternanthera sp Sp.1 Tabebuia argantea Sp.1 Hasil Pengamatan Sp.5 Lagerstroemia flos-reginae Karakter Nama Ilmiah Dokumentasi Pribadi Macam daun Tipe daun majemuk Filotaksis daun Tepi daun Bentuk daun Modifikasi daun Susunan urat daun Macam bunga Tipe perbungaan Simetri mahkota Susunan mahkota Jumlah korola Jumlah kaliks Jumlah epikaliks Jumlah stamen Panjang relative stamen Pelekatan ovarium majemuk palmatus dekusatus rata lanset x menyirip majemuk simos bilateral 5 4 tunggal x dekusatus rata jorong x menyirip majemuk rasemosa lebih dari 10 x tunggal x spiral rata bulat telur brachtea menyirip majemuk rasemosa bilateral 5 tunggal x ekuitan rata bulat telur lanset brachtea menyirip majemuk rasemosa belum mekar tunggal x dekusatus rata bulat telur lonjong stipula menyirip majemuk rasemosa bilateral 6 6 - .

7 Pterocarpus indicus x x x perdu simpodial berdiri tegak lurus berduri Sp.8 Ixora javanica x x x herba simpodial halus tegak lurus x Sp.Macam buah Jumlah kotiledon Endosperma Sistem akar Modifikasi akar Tipe batang Percabangan Permukaan batang Arah pertumbuhan Penampang melintang batang modifikasi batang Karakter Nama Ilmiah buah kering memecah x pohon simpodial kasar mengelupas tegak lurus x Sp.10 Nerium oleander Dokumentasi Pribadi Macam daun Tipe daun majemuk Filotaksis daun Tepi daun Bentuk daun Modifikasi daun Susunan urat daun Macam bunga Tipe perbungaan Simetri mahkota Susunan mahkota Jumlah majemuk bifolialatus berhadapan rata bulat telur lonjong x menyirip majemuk rasemosa bilateral 4 majemuk imparipinatus tersebar rata bulat telur lonjong x menyirip majemuk simosa bilateral 4 tunggal x dekusatus rata jorong x menyirip majemuk umbella komposita multilateral 4 majemuk hifolialatus tersebar rata ovatus x menyirip majemuk rasemosa bilateral 3 tunggal x dalam lingkaran rata lanset x menyirip majemuk rasemosa korimbus bilateral lebih dari 10 .9 Erythrina crista-galli buah kering memecah pohon simpodial kasar kulit mengelupas tegak lurus x Sp.6 Pyrostegia venusta x tunggang x perdu simpodial berambut tegak lurus x Sp.

korola Jumlah kaliks Jumlah epikaliks Jumlah stamen Panjang relative stamen Pelekatan ovarium Macam buah Jumlah kotiledon Endosperma Sistem akar Modifikasi akar Tipe batang Percabangan Permukaan batang Arah pertumbuhan Penampang melintang batang modifikasi batang 5 - 6 - - - - - - - - - perdu simpodial halus memanjat sulur pohon simpodial agak kasar tegak lurus x perdu simpodial halus tegak lurus x pohon simpodial halus tegak lurus x herba simpodial halus tegak lurus x Keterangan: (x): tidak ada. (-): tidak teramati .

didinamus. Jumlah corolla 5. bersayap. Tepi lamina (helai daun) rata. gamopetalus. Endosperma pada biji sangat sedikit. Terdapat stomata pada daun. Kulit kayunya berwarna kelabu dengan alur pada batang. Calyx dan corolla bunga terlihat jelas. dehisen.2.2.4. Bentuk daunnya lonjong berwarna hijau keabu-abuan. Daun tidak berpelepah. Kanopinya asimetrik dan terdiri dari dua atau tiga cabang. Komposisi daunnya majemuk.2 Deskripsi Menurut Literatur 4. burung. 1991). Spesimen ini tumbuh tegak. dikhasium. Polinasi dibantu oleh serangga. Kotiledon berkeping dua.com) Tabebuia argenta tumbuh hingga mencapai 25 kaki. pipih (Watson dan Dallwitz. Tabebuia argentea berupa pohon. Ovarium superus. Daun tidak mempunyai stipula. Estivasi segmen-segmen corollanya termasuk dalam imbrikata. Filotaksis daunnya adalah opposita atau berhadapan. Buah kering. berada di dekat dasar bunga. Pada batang terdapat kambium. Terdapat petiolus. argentea (Sumber: http://toptropicals.1 Tabebuia argentea Gambar 4. Tumbuhan hermaprodit. gamosepalus. 2011). dalam satu lingkaran. Anthotaxisnya inflorescentia (perbungaan) simosa. Daun palmatusnya tumbuh hingga panjang 11 inci (Starr. kapsula. Jumlah calyx 5. maupun kelelawar. palmatus dengan urat daun menyirip. . Termasuk bunga hipoginus. alternipetal. Daun dan Batang T.1 Bunga. dalam satu lingkaran. Jumlah stamen 2-5.

tidak berdaging. kapsula. Simetri corolla multilateral. estivasi segmen-segmen corollanya imbrikata. Kambium ada pada batang. 2011). bukan buah agregat. Tingginya kira-kira 10 cm (Anonim 5. . Endosperma pada biji dsangat sedikit (Watson dan Dallwitz. Calyxnya 3-5.2. Jumlah stamen 1-5. Spesimen ini biasanya hermaprodit. Alternanthera berupa perdu dan tumbuh tegak.2 Bunga dan Daun Alternanthera sp (Sumber: http://toptropicals. Ovarium superus.com) Alternanthera tumbuh dengan warna daun yang cerah. bisa dehisen atau indehisen. berdaun tunggal. kaku. Daun tidak berstipula. alternipetal. Tepi lamina rata. penampang melintang bulat. simosa. Filotaksis daun dekusatus (bersilangan). Biasanya terdapat dua variasi warna—satu cokelat kemerahan dan satu berwarna hijau dengan bagian teduhnya berwarna merah muda. tidak berpelepah. Buah ada yang berdaging atau kering. urat daun menyirip.4. 1991). Bunga hipoginus.2 Alternanthera sp Gambar 4. Anthotaxisnya inflorenscentia (perbungaa).2. polisepalus.

Endosperma pada biji melimpah. Daun tidak berstipula. urat daun menyirip.4. namun bila di tanah bisa tumbuh hingga 10 meter. Tanaman ini justru berbunga banyak dan tumbuh subur di tanah yang kondisinya tidak basah (kering). Stamen berjumlah 1-30. Tumbuhan hermaprodit. Filotaksis daunnya opposita (berhadapan). Bunga dan Batang B. Habitat asalnya berasal dari Brasil. Tepi lamina rata.2. Kotiledon berkeping dua (Watson dan Dallwitz. Calyx bunga (terlihat seperti corolla) berjumlah 3-10. Satu pistil berisi satu ovarium. Buah biasanya berada di dekat dasar bunga. kaku di bagian pucuknya. Karpel berkurang jumlahnya tergantung jumlah bunganya. simetri corollanya multilateral.3 Daun.3 Bougainvillea spectabilis Gambar 4. Pada batang terdapat kambium. indehisen. 1991).2. Bougainvillea spectabilis berupa pohon.org) Disebut juga bunga kertas. estivasi segmen-segmen corollanya valvatus. berbiji satu. tersusun dalam satu lingkaran. Mesofitik. simosa. spectabilis (Sumber: http://www. Komposisi bunganya adalah inflorenscentia. Termasuk buah kering. gamosepalus. ukuran sedang. Tumbuh 150-240 cm bila ditanam di dalam pot. Bunga hipoginus. arah pertumbuhan tegak. daun tidak berpelepah.hear. Tanaman yang bisa menjadi tanaman peneduh. atau memanjat. Dalam satu bunga terdapat satu karpel. Terdapat perisperm. alternisepal. . Bunga dilindungi braktea (biasanya beberapa braktea). berdaun tunggal.

hear. simetri corolla bilateral. jumlah 6. jumlah stamen tergantung jumlah bunga. 1991). Anthotaxisnya inflorenscentia (perbungaan).4 Heliconia sp Gambar 4. tegak atau malai yang menjuntai. sekresi nektar berasal dari ginosium (alat reproduksi betina). Stamen berjumlah 5. bergabung. dalam dua lingkaran. Terdapat stomata pada daun. Bunga terdiri tepal (petal dan sepal tidak bisa dibedakan). Batang tidak berkayu.2. Filotaksis daunnya distikha. petiolusnya panjang.4. Heliconia berukuran besar dan termasuk dalam herba (tinggi dari 75-700 cm). dan terdiri dari kelopak berlilin dan warna yang cerah. ovarium inferius. Berdaun tunggal. schizocarp.4 Bunga dan Modifikasi Daun Heliconia sp (Sumber: http://www. Polinasi dibantu burung.org) Heliconia memiliki 100-200 jenis tanaman berbunga yang berasal dari Amerika tropis dan Kepulauan Samudera Pasifik sebelah barat Indonesia. . Bunga dilindungi braktea. Tumbuhan perennial. berpelepah. dengan bunga kecil yang keluar dari kelopak. Bunga ini diproduksi dalam bentuk panjang. urat daun menyirip. Tepi daun rata. Anther basifikal.2. berbentuk elips. Kotiledon berkeping satu (Watson dan Dallwitz. Jumlah pistil 3 buah. Buah berdaging. Perbungaannya scapiflora. Ada nektarium pada bunga. Tumbuhan hermaprodit.

tajam). Jumlah corolla 6. Daun berstipula (stipula kecil). tanaman ini banyak dijumpai sebagai peneduh jalan. atau oranye. tergantung jumlah bunga. Corolla berkuku (duri. jumlahnya sangat sedikit). epicalyx ada. Anthotaxisnya inflorenscentia. Terdapat dua brakteola pada bunga. Kotiledon berkeping dua. dehisen. Jumlah stamen 8-16. Kambium ada.4. Buah kering. demikian juga dengan percabangannya.com) Disebut juga bungur adalah tanaman berbentuk pohon yang tingginya mencapai 5-25 meter. polinasi dibantu serangga.5 Lagerstroemia flos-reginae Gambar 4. . Calyx dan corolla pada bunga terlihat jelas. Penampang melintang pada batang muda adalah silindris. tersusun dalam satu lingkaran. Bunga hipoginus. Bungur termasuk dalam tumbuhan herba.5 Batang. Jumlah calyx-nya 6. bersayap unilateral. Filotaksis daunnya opposita. Bijinya tidak mengandung endosperm (kalaupun ada. berdaun tunggal. ungu. Ovarium superus. Satu bunga biasanya terdapat 2-4 pistil.2. polipetalus. Daun dan Bunga L. dengan jenis perbungaan simosa atau rasemosa. urat daun menyirip. alternisepal. flos-reginae (Sumber: http://toptropicals. biasanya berwarna merah. Tepi daun rata. Tumbuhan hermaprodit. 1991). dalam satu lingkaran. kaku di bagian pucuknya. Umumnya. kapsula.2. terlipat (Watson dan Dallwitz. Batangnya umumnya bengkok.

4.6 Bunga. Tumbuhnya dengan memanjat. Memiliki mahkota berbentuk corong seperti terompet dengan lima helai mahkota bunga berwarna jingga. Flame vine berupa perdu.com) Disebut stepanot jingga (atau flame vine) merupakan tanaman yang berasal dari Brazil selatan atau sekitar kawasan selatan Argentina dan Paraguay. bersayap. kapsula. burung. Kotiledon berkeping dua. Pada bunga terdiri dari calyx dan corolla yang terlihat jelas. gamosepalus. Pada batang terdapat kambium. venusta (Sumber: http://toptropicals. Tepi daun rata. berada di dasar bunga.2. Bunga hipoginus. daun tidak berpelepah. Corolla berjumlah 5. yang tersusun dalam satu lingkaran. yang tersusun dalam satu lingakran.2. Filotaksis daun opposita. . didinamus. Polinasi dibantu oleh serangga. dehisen. pipih (Watson dan Dallwitz.6 Pyrostegia venusta Gambar 4. Stomata terdapat pada daun. atau kelelawar. Anthotaxisnya inflorenscentia dengan perbungaan rasemosa. gamopetalus. Daun tidak berstipula. Tumbuhan hermaprodit. Stamen berjumlah 4. termasuk dalam daun majemuk pinnatus. Buah kering. Daun dan Modifikasi Batang P. Ovarium superus. alternipetal. Pada satu bunga biasanya terdapat dua karpel. Bijinya tidak mempunyai endoperm. 1991). Calyx berjumlah 5. Estivasi segmen-segmen corolla-nya imbrikatus.

ovarium superus. Daun berstipula. Angsana adalah tumbuhan yang berupa pohon.8 Bunga dan Daun I. Bunga terdiri dari calyx dan corolla yang jelas terlihat. yang tersusun dalam satu lingkaran. Daun.2. burung. gamosepalus. Bunganya memiliki satu karpel. indicus (Sumber: http://toptropicals. rasemosa panikula.com) Disebut juga angsana atau sonokembang. Endosperm pada biji tidak ada atau sangat sedikit.com/flowering_shrubs. atau biru. legume. indehisen. Tumbuhan hermaprodit.8 Ixora javanica Gambar 4. Arah pertumbuhan tegak. Filotaksis daunnya spiral.2. javanica (Sumber: http://www. Estivasi segmen-segmen corolla-nya adalah imbrikatus. pink. atau kelelawar. polipetalus.2.2. Buah kering. berdaun majemuk. merah. Bunga dan Buah P. jingga.htm) .7 Pterocarpus indicus Gambar 4. imparipinatus.7 Batang. Corolla berjumlah 5. Terdapat stomata pada daun.sybout. Calyx berjumlah 5. kuning. 4.4. yang tersusun dalam satu lingkaran. 1991). warna corolla biasanya putih. Anthotaxisnya adalah inflorescentia. Simetri corollanya bilateral. Kotiledon berkeping dua (Watson dan Dallwitz. Stamen berjumlah 9-10. ungu. Polinasi dibantu serangga.

dehisen. Bunga terdiri dari calyx dan corolla yang terlihat jelas. Buah berdaging. Simetri corolla-nya multilateral. rasemosa panikula. Tumbuhan hermaprodit. Simetri corolla-nya bilateral.2. Dadap merah merupakan pohon. burung. Polinasi dibantu serangga. Filotaksis daunnya spiral. Corolla berjumlah 5. Pohon ini gemar didatangi burung karena hewan tersebut suka memakan buah sepsimen ini.Soka merupakan tanaman hias yang cukup populer di kalangan pecinta tanaman hias. polinasi dibantu serangga. Calyx berjumlah 5. estivasi segmen-segmen corolla-nya adalah imbrikata. Stomata pada daun ada. polipetalus. Corolla berjumlah 4 atau 5. Filotaksis daunnya dekusatus. bifoliolatus. Daun berstipula. Anthotaxisnya adalah inflorescentia. Tumbuhan hermaprodit.2. Berdaun tunggal. Terdapat stomata pada daun. Pada bunga biasanya terdapat dua karpel (pistil). .com) Disebut juga dadap merah. 1991).9 Erythrina crista-galli Gambar 4. gamosepalus. Tepi daun rata. gamopetalus. polisepalus. Penampang melintang pada batang muda tetragonal. Anthotaxisnya inflorenscentia dengan perbungaan simosa. Pada biji terdapat endosperma. tersusun dalam satu lingkaran. berada di dekat dasar bunga.9 Daun dan Bunga E. Kambium ada pada batang. 4. Arah pertumbuhan tegak. Daun berstipula. crista-galli (Sumber: http://toptropicals. atau kelelawar. Stamen berjumlah 4 atau 5. Arah pertumbuhannya tegak. urat daun menyirip. Soka merupakan tumbuhan perdu. yang tersusund dalam satu lingkaran. yang tersusun dalam satu lingkaran. pipih (Watson dan Dallwitz. tidak bersayap. Calyx berjumlah 4 atau 5. Kotiledon berkeping dua. berdaun majemuk. yang tersusun dalam satu lingkaran. Bunga terdiri dari calyx dan corolla yang jelas terlihat. alternipetal. Ovarium inferus.

ovarium superus. jingga. Stamen berjumlah 9-10.10 Nerium oleander Gambar 4. atau biru. dehisen. legume. Bunga dan Biji N. berdaun tunggal. warna corolla biasanya putih. Biji biasanya pipih. ungu. kuning. ungu. 4. 1991). oleander (Sumber: http://toptropicals. Daun tidak berstipula. Corolla berjumlah 5. 1991). urat daun menyirip. endosperm pada biji tidak ada atau hampir tidak ada. alternipetal.Estivasi segmen-segmen corolla-nya adalah imbrikatus. simetri corolla-nya multilateral. indehisen. merah. berada di dekat dasar bunga. Buah kering. Tumbuhan hermaprodit. Bunga terdiri dari calyx dan corolla yang terlihat jelas. Daun berwarna hijau. yang tersusun dalam satu lingkaran. filotaksis daunnya berhadapan. pink. . Buah berdaging. Bunga mentega merupakan tumbuhan perdu. Kambium ada pada batang. Warna corolla putih. yang tersusun dalam satu lingkaran. merah. atau biru. kuning. Bunga dilindungi braktea.10 Daun. Kotiledon berkeping dua (Watson dan Dallwitz. Arah pertumbuhan tegak. Tepi daun rata. dengan perbungaan panikula. Ovarium superus.com) Disebut juga bunga mentega. pink.2. Bunganya memiliki satu karpel. gamopetalus. gamosepalus. Endosperm pada biji tidak ada atau sangat sedikit. Anthotaxisnya inflorenscentia. Kotiledonnya berkeping dua (Watson dan Dallwitz. Bunga hipoginus. Jumlah stamen 5.2. Calyx berjumlah 5. Terdapat dua karpel dalam satu bunga.

dan batang. bunga. bentuk bulak telur. Dilihat dari karakteristik bunga memiliki bunga majemuk simosa dengan simetrik mahkota bilateral. Dilihat dari karakteristik bunga memiliki bunga majemuk rasemosa. Karakteristik yang terlihat pada Bougainvilea spectabilis adalah daun. bentuk lanset. 5. dan jumlah korola 5. Dilihat dari karakteristik daun memiliki daun tunggal. tepi rata. permukaannya berdiri. filotaksis ekuitan. tanaman ini merupakan perdu dengan percabangan simpodial. jumlah kaliks 4. Karakteristik yang terlihat pada Heliconia sp. Dilihat dari karakteristik batang. permukaannya berambut. bunga.BAB V KESIMPULAN 1. adalah daun. permukaanya kasar mengelupas. 3. Dilihat dari . dan arah tumbuh tegak lurus. adalah daun. Dilihat dari karakteristik buah memiliki buah kering memecah. tanaman ini merupakan pohon dengan percabangan simpodial. dan arah tumbuh tegak lurus. Dilihat dari karakteristik akar memiliki akar tunggang. Karakteristik yang terlihat pada Alternanthera sp. Karakteristik yang terlihat pada Tabebuia argantea adalah daun. dan susunan urat daun menyirip. dan akar. tanaman ini merupakan herba dengan percabangan simpodial. buah. Dilihat dari karakteristik daun memiliki daun tunggal. Karakteristik yang terlihat pada Lagerstroemia flosreginae adalah daun. dan batang. tepi rata. filotaksis dekusatus. Dilihat dari karakteristik batang. jumlah korola 5. permukaannya halus. tepi rata. dan susunan urat daun menyirip. bunga. modifikasi brachtea. buah. Dilihat dari karakteristik batang. dan susunan urat daun menyirip. Dilihat dari karakteristik bunga memiliki bunga rasemosa dan jumlah korola lebih dari 10. susunan urat daun menyirip. Dilihat dari karakteristik batang. dan batang. filotaksis dekusatus. tepi rata. dan arah tumbuh tegak lurus. 2. Dilihat dari karakteristik daun memiliki daun tunggal. dan arah tumbuhnya tegak lurus. modifikasi stipula. dan batang. bunga. dan susunan urat daun menyirip. filotaksis spiral. tepi rata. tanaman ini merupakan perdu dengan percabangan simpodial. Dilihat dari karakteristik daun memiliki daun tunggal. bentuk bulat telur lonjong. filotaksis dekusatus. bunga. bentuk bulat telur lanset. Dilihat dari karakteristik daun memiliki daun majemuk palmatus. bentuk jorong. modifikasi brachtea. Dilihat dari karakteristik bunga memiliki bunga majemuk rasemosa dengan simetri mahkota bilateral. batang. 4.

tanaman ini merupakan pohon dengan percabangan simpodial. 7. tepi rata. permukaannya halus. dan susunan urat daun menyirip. Dilihat dari karakteristik batang. filotaksis berhadapan. tepi rata. dan batang. Dilihat dari karakteristik batang.karakteristik bunga memiliki bunga majemuk rasemosa dengan simetris mahkota bilateral. dan batang. Dilihat dari karakteristik daun memiliki daun majemuk hifolialatus. jumlah korola 4. bentuk jorong. Dilihat dari karakteristik daun memiliki daun tunggal. jumlah korola 4. dan susunan urat daun menyirip. tepi rata. 8. dan arah tumbuh tegak lurus. filotaksis dekusatus. dan jumlah korola 3. filotaksis tersebar. dan arah tumbuh tegak lurus. dan jumlah kaliks 6. Dilihat dari karakteristik buah memiliki buah kering memecah. Dilihat dari karakteristik bunga memiliki bunga majemuk rasemosa dengan simetri mahkota bilateral. bunga. 10. Karakeristik yang terlihat pada Pyristegia venusta adalah daun. Dilihat dari karakteristik bunga memiliki bunga majemuk simosa dengan simetri mahkota bilateral. tepi rata. filotaksis dalam lingkarang. dan arah tumbuh tegak lurus. dan jumlah korola 4. Karakteristik yang terlihat pada Nerium oleander adalah daun. Karakteristik yang terlihat pada Ixora javanica adalah daun. tepi rata. dan susunan urat daun menyirip. dan batang. bunga. Dilihat dari karakteristik bunga memiliki bunga majemuk umbella komposita dengan simetri mahkota multilateral. 9. permukaan kasar dan kulit mengelupas. dan batang. Karakteristik yang terlihat pada Pterocarpus indicus adalah daun. Dilihat dari karakteristik daun memiliki daun tunggal. dan batang. bunga. permukaannya halus. tanaman ini merupakan perdu dengan percabangan simpodial. bentuk bulat telur lonjong. filotaksis tersebar. dan susunan urat daun menyirip. tanaman ini merupakan perdu dengan percabangan simpodial. permukaannya agak kasar. jumlah korola 6. Dilihat dari karakteristik daun memiliki daun majemuk imparipinatus. dan arah tumbuh memanjat. Dilihat dari karakteristik batang. bunga. Dilihat dari karakteristik batang. bunga. dan arah tumbuh tegak lurus. bentuk . dan jumlah kaliks 5. Dilihat dari karakteristik daun memiliki daun majemuk bifolialatus. permukaannya halus. dan jumlah kaliks 6. 6. bentuk ovatus. Dilihat dari karakteristik bunga memiliki bunga majemuk rasemosa dengan simetri mahkota bilateral. tanaman ini merupakan pohon dengan percabangan simpodial. Karakteristik yang terlihat pada Erythryna cristagalli adalah daun. Dilihat dari karakteristik batang. bentuk bulat telur lonjong. tanaman ini merupakan pohon dengan percabangan simpodial.

lanset. . dan jumlah korola lebih dari sepuluh. tanaman ini merupakan herba dengan percabangan simpodial. Dilihat dari karakteristik bunga memiliki bunga majemuk rasemosa korimbus dengan simetri mahkota bilateral. Dilihat dari karakteristik batang. dan susunan urat daun menyirip. permukaannya halus dan arah tumbuh tegak lurus.

ac. 2007. Franklyn. Anonim 1. Ringkasan Pengetahuan Alam. Teknik Pembuatan Herbarium.undip. Nick. 2011. . pada tanggal 23 September 2011. Strukur. 2008.sentra-edukasi. Diakses dari http://www.html pada tanggal 21 September 2011 Tjitrosoepomo.ehow. Jakarta: Erlangga.id/profile/pdf/iriawati/bahankuliah/bahan-1/Batang%20dan%20pola%20percabangan. 2004. 2005.uk/trees/intro2.usu. & Fungsi Akar pada Tumbuhan. Jakarta: Grasindo. 2011. Buku Anti Remedial IPA Terpadu. Tabebuia Argentea Trees. Jakarta: Wahyumedia. 2011. Diakses dari http://www.id/kesemat/index. 2009.com/info_8596683_tabebuia-argentea-trees.htm pada tanggal 21 September 2011. L.cbs. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada. Inteactive Key to the Wooy Plants of Minnesota. Anonim 4. Ohio: Ohio State University. pada tanggal 25 September 2011. 2003. Diakses dari http://www.ac. Diakses dari http://toptropicals. Alternanthera sp. pada tanggal 25 September 2011.cam. Iriawati. Plant Kingdom. Morfologi Tumbuhan. Diakses dari http://repository.plantsci.html. Rudy (dkk). Diakses dari http://www. Jenis. Knee. George. 2010. with interactive identification and information retrieval‖.php pada tanggal 21 September 2011.com/doc/25325106/Pembuatan-Herbarium. How to use the key to identify an unknown leafy twig. Syst. 4: 681–695. pada tanggal 23 September 2011. Starr. 2011. M. Perring. Pembuatan Herbarium. ―The families of angiosperms: automated descriptions. Diakses dari http://geo. Diakses dari http://www-saps.id/bitstream/123456789/960/1/hutan-onrizal5. Anonim 5.com/content/science/science-i/diversity-living-organisms/plantkingdom.pdf. Dyah. 2011.ac. Rachmat. Nina Ratna. Jaringan. 1991. Biologi 2.tutorvista. Anonim 2. Diakses dari http://www.sith.com/catalog/uid/Alternanthera_sp. Bot. Michael.htm. pada tanggal 22 September 2011. pada tanggal 23 September 2011.edu/treekey/navikey. 2007. Batang. Dasar-Dasar Taksonomi Tumbuhan. Jakarta: Universitas Terbuka.php?option=com_content&task=view&id=112&Ite mid=1. Anthophyta: Evolution and Diversity. Onrizal. pada tanggal 23 September 2011. Anonim 3. Aust. Watson.umn. Diakses dari http://www. 2010.itb. Djuita.ac.html.pdf. 2011. Deacon. 1991.. G.scribd. Joyce. and Dallwitz. Mau Tahu Jenis-jenis Mangrove? Kenali Tipe Akarnya.J.DAFTAR PUSTAKA Aryulina.com/2011/06/struktur-jaringan-jenis-fungsi-akar. Purwanto. Weiblen.

Dilihat dari karakteristik batang. tanaman ini merupakan herba dengan percabangan simpodial. permukaannya halus dan arah tumbuh tegak lurus. .sepuluh.

2007. Purwanto. 2008. pada tanggal 23 September 2011.cbs. 1991.html. pada tanggal 23 September 2011. Diakses dari http://geo.html pada tanggal 21 September 2011 Tjitrosoepomo. pada tanggal 23 September 2011.php? option=com_content&task=view&id=112&Itemid=1. 2011.scribd. Jaringan. M. 2003.htm.id/kesemat/index. Nick. Teknik Pembuatan Herbarium. Jakarta: Universitas Terbuka. 2010.edu/treekey/navikey.uk/trees/intro2.umn.pdf.php pada tanggal 21 September 2011.htm pada tanggal 21 September 2011. Onrizal.com/catalog/uid/Alternanthera_sp. Alternanthera sp.DAFTAR PUSTAKA Aryulina. Djuita. 2009. Diakses dari http://www.pdf. Tabebuia Argentea Trees. “The families of angiosperms: automated descriptions. Starr. pada tanggal 22 September 2011. Strukur. Buku Anti Remedial IPA Terpadu. Batang. Weiblen.id/bitstream/123456789/960/1/hutan-onrizal5. pada tanggal 25 September 2011. Anonim 4.usu. 1991. Diakses dari http://www. Diakses dari http://www.com/content/science/science-i/diversity-living-organisms/plantkingdom. Plant Kingdom. Bot. & Fungsi Akar pada Tumbuhan. pada tanggal 23 September 2011. Ringkasan Pengetahuan Alam. L.tutorvista.. Joyce.com/info_8596683_tabebuia-argentea-trees. Diakses dari http://www. Deacon. 2011. Jakarta: Grasindo.ac. Dyah. Dasar-Dasar Taksonomi Tumbuhan. 2005. Watson. Diakses dari http://www-saps. . Jakarta: Wahyumedia. Franklyn. 2011. Knee. Anthophyta: Evolution and Diversity. Inteactive Key to the Wooy Plants of Minnesota. 2010. Anonim 1.itb.sentra-edukasi. 2011. Pembuatan Herbarium. 2007. and Dallwitz.ac. Ohio: Ohio State University. Diakses dari http://repository. Perring. Jenis. George. 2011.ehow. 2011. Diakses dari http://toptropicals.id/profile/pdf/iriawati/bahankuliah/bahan-1/Batang%20dan%20pola%20percabangan. Jakarta: Erlangga.ac. Iriawati.J. Diakses dari http://www. 4: 681–695. Michael. Diakses dari http://www.com/2011/06/struktur-jaringan-jenis-fungsi-akar. Biologi 2. with interactive identification and information retrieval”. How to use the key to identify an unknown leafy twig. Morfologi Tumbuhan. G. Aust. Mau Tahu Jenis-jenis Mangrove? Kenali Tipe Akarnya.ac.sith. pada tanggal 25 September 2011. Anonim 3. Anonim 2. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada. Syst.com/doc/25325106/Pembuatan-Herbarium. Anonim 5. Rachmat.cam.html. Rudy (dkk).plantsci. 2004. Nina Ratna.undip.