BAB I PENDAHULUAN Pernahkah saudara melihat ada seseorang di masyarakat yang mampu hidup sendiri, dalam arti dia

mampu memenuhi segala

kebutuhannya tanpa bantuan orang lain ? Jawabannya sudah pasti tidak akan dijumpai dalam kehidupan masyarakat ada orang yang mampu hidup sendiri, sekalipun dia dianugerahi harta yang berlimpah. Coba saudara renungkan ! kira-kira mengapa seseorang tidak mungkin dapat hidup sendiri di masyarakat ? Setelah saudara menganalisis dan menjawab pertanyaan di atas, sekarang silahkan cermati uraian sebagai berikut : From birth to death man lives out his life as a member of a society (Krech, Crutchfield, Ballachey, 1962 : 308), artinya bahwa sejak dari lahir sampai meninggal manusia mengalami kehidupannya sebagai anggota suatu masyarakat. Banyak contoh di dunia ini yang menunjukkan, bahwa tidak ada seorangpun manusia mampu hidup secara sendiri, misalkan seorang bayi, dia akan memerlukan seorang bidan atau dokter atau dukun beranak agar dia bisa lahir dari rahim ibunya; kemudian dia juga akan memerlukan orang lain untuk memandikannya, mengganti pakaiannya; menyusui dan sebagainya. Begitu juga ketika kita membaca ceritera tentang asal mulanya manusia, yaitu Nabi Adam, maka diapun tidak dapat hidup sendiri, sehingga didampingi oleh istrinya Siti Hawa. Atau mungkin ceritera Robinson Crusoe, yang pada akhirnya si pengarang memunculkan tokoh Friday sebagai temannya, begitu juga dengan ceritera tentang Tarsan yang hidup di tengah-tengah hutan dan ditemani oleh berbagai binatang, pada akhirnya dimunculkan seorang wanita sebagai teman hidupnya yang akan melahirkan keturunannya. Kesemuanya menunjukkan, bahwa tiada seorangpun manusia yang mampu hidup tanpa bantuan dan pertolongan orang lain. 1

Berbicara mengenai manusia, paling tidak ada tiga

pengertian,

yaitu manusia sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial; manusia sebagai makhluk monodualisme, yang terdiri dari 2 kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, yaitu unsur rohani dan jasmani, dan manusia sebagai makhluk yang berakal. Selain pengertian di atas, anda masih ingat tentang manusia sebagai makhluk zoon politicoon, yaitu manusia sebagai makhluk bermasyarakat, yaitu makhluk yang selalu hidup di masyarakat. Kemudian Ibnu Khaldun menyatakan, bahwa manusia itu harus hidup bermasyarakat. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut jelaslah, bahwa tiada seorangpun manusia akan mampu hidup seorang diri. P.J. Bouman menyatakan, bahwa “Manusia itu baru menjadi manusia, karena ia hidup bersama dengan manusia lainnya “, kemudian John Locke dan Thomas Jefferson menyatakan, bahwa di dalam sistem pergaulan hidup, secara prinsip manusia itu diciptakan bebas dan sederajat ( dikutip dari Dudu Duswara Machmudin, 2001 : 9-10 ). Soerjono Soekanto ( 1986 : 102-103), menyatakan, bahwa sejak dilahirkan manusia telah mempunyai yaitu:  Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya, yaitu nasyarakat  Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. Berdasarkan pendapat di atas, jelas bahwa sejak kelahiran dan secara kodrat manusia selalu ingin menyatu dengan manusia lain dan lingkungan sekitarnya dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat untuk saling memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk saling berinteraksi satu sama lain dalam upaya hidup bermasyarakat. Untuk dapat mempertahankan hidup dan kehidupannya atau dapat menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut, manusia dikaruni akal dua hasrat atau keinginan pokok,

2

fikiran

dan

perasaan Melalui

yang akal,

mendorong pikiran dan

untuk

melakukan

berbagai juga

aktivitasnya.

perasaannya

manusia

menghasilkan berbagai barang kebutuhan hidup dan kehidupannya. Misalnya untuk melindungi diri dari sengatan matahari, kucuran hujan dan serangan binatang buas, manusia membuat rumah; kemudian untuk mempertahankan kehidupannya manusia juga mencari dan menciptakan aneka makanan dsb. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa manusia dalam suatu tatanan masyarakat selalu saling berinteraksi satu sama lain untuk saling memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada hakekatnya setiap manusia yang secara psikologis merupakan bagian terkecil dari suatu masyarakat mempunyai cita-cita untuk dapat hidup damai, tertib dan sejahtera. Untuk mewujudkan keinginan atau harapan tersebut sudah barang tentu tidak akan dapat diusahakannya sendiri, akan tetapi harus dilakukan melalui upaya kerjasama dan saling pengertian di antara sesama manusia tersebut. Bagi bangsa Indonesia cita-cita dan harapan untuk dapat hidup damai, tenteram sudah bukan merupakan barang baru. Hal ini dikarenakan secara jelas telah tercantum dasarnya dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya dalam Alinea IV yang menyatakan… ikut melaksanakan

ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dalam pergaulan sehari-hari di antara sesama manusia sudah barang tentu ada yang mempunyai kepentingan yang sama, namun ada kalanya kepentingan setiap individu berbeda. Perbedaan kepentingan dalam suatu pergaulan antar manusia di masyarakat merupakan sesuatu karunia dalam suatu negara demokrasi, namun bila tidak segera diatasi perbedaan tersebut bisan menjadi sumber konflik.

3

Cirero kurang lebih 2000 tahun yang lalu menyatakan : "Ubi societas ibi ius" dimana ada masyarakat di situ ada hukum . Masyarakat sendiri sudah barang tentu harus dapat mendukung upaya-upaya perwujudan ketertiban di lingkungannya dengan cara melaksanakan dan menghormati berbagai peraturan yang ada. Dalam pergaulan hidup di masyarakat. yaitu :  Menertibkan masyarakat dan pengaturan pergaulan hidup  Menyelesaikan pertikaian 4 .Untuk merealisasikan apa yang menjadi cita-cita dan harapan seluruh lapisan masyarakat. bahwa hukum suatu masyarakat mengikuti Volksgeist (jiwa/semangat rakyat) dari masyarakat tempat hukum itu berlaku. Namun keberadaan demikian bagaimanapun situasi dan kondisinya. bahwa dalam menjalankan peranannya hukum mempunyai fungsi sangat penting.P. Menurut Von Savigny sebagaimana dikutip Ranidar Darwis ( 1986 : 17 ) menyatakan. kaidah berperan sedemikian rupa. Hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat mencerminkan corak dan sifat masyarakat yang bersangkutan. Karena Volksgeist masing-masing masyarakat berbeda-beda atau belum tentu sama. bagaikan satu mata uang dalam dua sisi. J. diciptakanlah seperangkat aturan atau kaidah yang pada hakekatnya bertujuan untuk terjadinya suasana tertib dan damai di masyarakat. yang menjadikan segala sesuatunya berjalan tertib dan teratur sesuai dengan apa yang dicita-citakan. karena bagaimanapun antara masyarakat dan kaidah tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Masing-masing masyarakat mempunyai kebudayaan dan cara berfikirnya yang belum tentu sama. Glastra van Loan sebagaimana dikutip Dudu Duswara M ( 2001 : 51 ) menyatakan. maka hukumnya pun belum tentu sama atau berbeda-beda. kaidah atau norma dalam suatu masyarakat sangat mutlak. sehingga setiap anggota masyarakat akan menyadari apa yang menjadi hak dan kewajibannya.

kita dapat mengambil suatu kesimpulan. baik karena faktor perbedaan kepentingan ataupun karena faktor-faktor lain. Namun demikian kita dapat menarik kesimpulan. bahwa dari yang banyak tersebut pada intinya ada 2. maka lahir dan berkembang norma atau kaidah dalam masyarakat. supremasi hukum dapat ditegakkan. Yang dimaksud norma atau kaidah adalah atauran atau adat kebiasaan dan atau hukum yang berlaku. bahwa keberadaan hukum di tengah-tengah masyarakat tiada lain bertujuan agar tercipta ketertiban dalam pergaulan antar sesama manusia. Adapun kaidah atau norma yang ada di masyarakat sangat banyak dan bervariasi. Memelihara dan mempertahankan tata tertib dan aturan. bernegara dan berbangsa menjadi idaman seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan pendapat di atas. tanpa melihat dari golongan mana masyarakat tersebut berasal. yaitu : yaitu aturan-aturan yang dibuat oleh negara dan aturan-aturan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Hukum juga berfungsi menyelasaikan setiap perselisihan yang terjadi di masyarakat. Selain itu masyarakat juga memerlukan rasa aman dan perlindungan hukum. Sehubungan dengan kenyataan tersebut. jika perlu dengan kekerasan  Mengubah tata tertib dan aturan-aturan dalam rangka penyesuaian dengan kebutuhan masyarakat  Memenuhi tuntutan keadilan dan kepastian hukum dengan cara merealisasikan fungsi hukum sebagaimana disebutkan di atas. Oleh karena itulah masalah kepastian hukum dalam kehidupan bermasyarakat. 5 . bahwa dalam pergaulan hidup antar manusia di masyarakat kadangkala terjadi perbedaan kepentingan yang kalau tidak dicarikan solusinya bisa menjadi sumber konflik. Dengan adanya kepastian hukum yang benar-benar mampu melindungi seluruh lapisan masyarakat. Sebagaimana dinyatakan pada uraian terdahulu.

memahami. Sebelum lahir dan berkembang norma hukum di masyarakat. namun masyarakat masih tetap memerlukan norma hukum. norma susila. norma adat maupun norma hukum. karena terikat oleh norma-norma yang ada dan berkembang di masyarakat serta terikat pula oleh kepentingan orang lain. Masih banyak kepentingan-kepentingan manusia yang tidak dijamin oleh norma-norma tersebut. 2. telah ada dan berkembang norma kesusilaan. Manusia sebagai makhluk sosial ( zoon politicoon ) tidak bisa berbuat sekehandaknya. menyikap dan melaksanakan aturan-aturan yang ada dan berkembang dalam normanorma tersebut. norma adat dan norma agama. Sejarah Perkembangan Ilmu Hukum Pada hakekatnya manusia sebagai individu mempunyai kebebasan asasi. di mana hak asasi berfungsi sosial. Konsekwensinya dalam melaksanakan segala keperluan hidup dan kehidupan setiap manusia harus melakukannya berdasarkan kepada aturan-aturan atau norma-norma yang ada dan berlaku di masyarakat. artinya dalam pelaksanannya harus disesuaikan dengan kepentingan orang lain yang juga mempunyai hak asasi. terlebih-lebih di Indonesia. Tidak semua orang mengetahui. baik norma agama. Hak asasi tersebut sudah barang tentu dalam pelaksanannya harus dilakukan berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku. misalnya dalam pelaksanaan aturan lalu lintas yang mengharuskan setiap orang dan atau kendaraan berjalan di sebelah kiri 6 . Hal ini dikarenakan : 1. baik dalam hal hidup maupun kehidupannya.BAB II SEJARAH TATA HUKUM INDONESIA A.

Dalam mempelajari dan menyelidik hukum Romawi.3. Satjipto Rahardjo ( 1993 : 13 ) menyatakan. dalam arti setelah mahasiswa dari negara yang bersangkutan mempelajari dan memperdalam hukum Romawi kemudian di bawa kenegaranya untuk dikembangkan lebih 7 . Jerman. Secara teoritis ( theoritische Receptie ). Belanda. bangsa-bangsa Eropa. karena tatanan inilah kehidupan menjadi tertib. Kehidupan dalam masyarakat sedikit banyak berjalan dengan tertib dan teratur didukung oleh adanya suatu tatanan. Adapun tujuan dilakukannya kodifikasi suatu hukum adalah agar tercipta kepastian hukum. yaitu untuk menjamin kelancaran hidup dan kehidupan manusia dalam pergaulan di masyarakat. yaitu : 1. yaitu mempelajari hukum Romawi sebagai Ilmu Pengetahuan. maka diciptakanlah aturanaturan hukum yang dibuat oleh lembaga resmi. bagaimanapun kualitasnya. dengan tujuan agar terwujud ketertiban di masyarakat yang bersangkutan. bahkan bisa juga dikatakan sebagai dua sisi dari satu mata uang. Inggris mempelajarinya melalui 4 cara. Ada sebagian kepentingan-kepentingan yang bertentangan dengan norma tersebut padahal masih memerlukan perlindungan hukum. Berdasarkan alasan-alasan tersebut.Konsekwensinya perkembangan dan penyempurnaan hukum di negara-negara lain selalu dipengaruhi oleh Hukum Romawi. seperti Perancis. Kitab undang-undang Hukum Romawi ( KUH-Romawi) diciptakan pada masa “ Caisar Yustinianus” yaitu “ Institutiones Yutinanae” yang disebut “ Corpus Juris-Civilis”. Susah untuk mengatakan adanya masyarakat tanpa ada suatu ketertiban.karena bangsa ini telah dianggap mempunyai hukum yang paling baik dan sempurna bila dibandingkan dengan hukum yang ada dan berkembang di negara-negara lain. Hukum dalam arti ilmu pengetahuan yang disebut ilmu hukum berasal dari Bangsa Romawi. bahwa masyarakat dan ketertiban merupakan dua hal yang berhubungan sangat erat.

seperti halnya dalam Hukum Pidana. Hukum Romawi yang telah dipejari oleh para mahasiswa hukum dikembangkan lebih lanjut di negara asalnya melalui perkuliahan-perkuliahan di perguruan tinggi. 8 . Secara Ilmiah ( Wetenschappetyk Receptie ). baik dalam kedudukan dia sebagai pegawai di pengadilan ataupun badan-badan pemerintah lainnya. Hal ini karena tidak sedikit mahasiswa yang telah mempelajari hukum tersebut setelah kembali ke negaranya bekerja sebagai dosen. 2. seperti masalah warisan. namun bisa juga pemerintah memberikan bantuan kepada seseorang untuk memperoleh haknya. seperti diatur dalam Hukum Acara Pidana. dan negaranegara tersebut dalam membuat dan melaksanakan Undang-undang selalu mengambil dasar dari hukum Romawi dijadikan Hukum Positif dalam negaranya masing-masing. Sanksi itu berarti bahwa jika aturan tidak dijalankan dan dengan sendirinya pemerintah akan ikut campur tangan.lanjut. Suatu aturan hukum adalah suatu aturan yang sebanyak mungkin harus dipertahankan oleh pihak atasan dan yang biasanya diberi sanksi jika itu dilanggar.perceraian.perbatasan dengan tetangga rumah. Begitu juga bila terjadi perselisihan atau persengketaan di antara sesama warga masyarakat.au demikian tentu saja penerimaan hukum ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi negaranegara tersebut. di mana setelah Perguruan-Perguruan Tinggi di Jerman dan Perancis. Secara praktis ( praktiche Receptie ) karena menganggap hukum Romawi ini lebih tinggi tingkatnya dari hukum manapun di dunia. Secara Tata Hukum ( Positiefrechttelyke Receptie ). 3. sewa menyewa. 4. wa. bangsa-bangsa Eropa Barat mempelajarinya dan melaksanakan atau menggunakan Hukum Romawi ini dalam kehidupannya sehari-hari dalam negaranya.

Tata hukum yang diharapkan berlaku pada masa yang akan datang dinamakan Ius Constituendum. Pengertian dan Tujuan Tata Hukum Pengertian : Tata Hukum adalah semua peraturan-peraturan hokum yang diadakan /diatur oleh negara atau bagian-bagiannya dan berlaku pada waktu itu di seluruh masyarakat dalam negara atau disebut juga ius constitutum. Tata hukum berlaku dalam masyarakat karena disahkan oleh pemerintah masyarakat itu. Tujuan dibentuknya tata hukum adalah untuk mempertahankan. Hal ini sesuai dengan batasan Hukum Perdata.anggota masyarakat dalam negara itu dengan peraturan-peraturan yang diadakan oleh negara atau bagian-bagiannya. 1992:4). Ius Constituendum dapat menajdi Ius Constitutum dan Ius Constitutum dapat diganti Ius Contituendum baru yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang senantiasa berkembang (Daliyo. 9 . B. Susunan hukum terdiri atas aturan-aturan hukum yang tertata sedemikian rupa sehingga orang mudah menemukannya bila suatu ketika membutuhkannya untuk menyelesaikan peristiwa hukum yang terjadi dalam masyarakat. maka akan berbicara Hukum Perdata. Tata hukum yang sah dan berlaku pada waktu tertentu dan masyarakat tertentu dinamakan hukum positif (Ius Constitutum). Tata hukum adalah susunan hukum yang berasal mula dari istilah recht orde (bahasa Belanda). apakah kewajiban-kewajiban dan wewenang-wewenangnya yang kesemuanya itu menurut hukum Indonesia. Jika masyarakat itu masarakat negara.peerjanjian jual beli dan lain sebagainya. yang mensyahkan tata hukumnya adadalah penguasa negara itu. dkk. bagaimanakah kedudukan seseorang dalam masyarakat. memelihara dan melaksanakan tata tertib di kalangan anggota. Aturan yang ditata sedemikian rupa menjadi “tata-hukum” tersebut antara yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan saling menentukan. Tujuan mempelajari Tata Hukum Indonesia : agar mengetahui perbuatan atau tindakan manakah yang menurut hukum dan yang manakah bertentangan dengan hukum.

Yang termasuk hukum Publik diantaranya Hukum Pidana. mana yang disebut Ius Consitutum. Apakah hukum positif tersebut perlu dipertahankan? Sebelumnya harus dipahami bahwa “Secara yuridis lebih dari setengah abad kita tetap masih hidup dalam masa peralihan. Artinya produk-produk Hukum Kolonial Belanda ada yang masih dipergunakan. 10 . sehingga belum sepenuhnya merdeka secara hukum”. maka yang termasuk hukum positif (Ius Constitutum) di Indonesia dewasa ini ialah sebagian dari pada hukum Publik dan Hukum Privat. Untuk menjelaskan atau menjawab pertanyaan tersebut. Hukum Pajak. dan Hukum Adat. Sedangkan yang termasuk hukum Privat diantaranya Hukum Perdata. Misalnya Hukum Acara Pidana yang dikenal dengan KUHAP (UU RI NO. Hukum Nasional yang dicita-citakan akan menuju kepada Sistem Hukum Nasional (Ius Constituendum). Setelah kalian mengkaji ulang macam-macam pembagian hukum tersebut. Hukum Pajak. Hukum Dadang. dan Hukum Perburuhan sudah merupakan Hukum Nasional. 5 tahun 1986). Baik Hukum Publik maupaun Hukum Privat sebagian besar adalah produk kolonial Belanda. suatu negara adalah tata hukum yang ditetapkan atau disahkan oleh pemerintah negara. Anda perlu mengetahui dahulum pembagian hukum dalam beberapa golongan seperti yang diuaraikan sebelumnya. dan Hukum Acara. dan Hukum Acara Administrasi yang dikenal dengan Peradilan Tata Usaha Negara (UU RI No. dengan dasar Aturan Peralihan Pasal I UUD 1945 (setelah amandemen) dan yanag tidak sesuai lagi dengan Pancasila dan UUD 1945 perlu diganti atau direvisi dengan hukum nasional yang dicita-citakan. Hukum Acara Administrasi (Tatat Usaha Negara). mana yang disebut Ius Consituendum. Hukum Perburuhan. kecuali Hukum Islam dan Hukum Adat. Jadi tata hukum Indonesia adalah tata hukum yang ditetapkan dan disahkan oleh pemerintah negara Republik Indonesia. mana yang disebut Ius Naturale. Sedangkan hukum Acara Pidana. Hukum Islam. 8 Tahun 1981).Tata hukum. Di Indonesia dewasa ini. sedangkan hukum materiilnya yaitu KUHP yang dewasa ini masih merupakan Rancangan Undang-Undang sedang di godok di DPR RI.

3. Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945. 1925/415 yang mulai berlaku 1 Januari 1926. RR dan IS ini dapat dikatakan peraturan pokok yang merupakan : UUD Hindia Belanda” dan merupakan sumber peraturan-peraturan organic pada masa itu. Pada tanggal 23 Juni 1925 RR iubah menjadi IS yang termuat dalam Stb. Pasal 142 Ketentuan Peralihan UUDS 1950 : “ Peraturan Undang-undang dan ketentuan-ketentuan tata usaha negara yang sudah ada pada tanggal 17 Agustus 1950 tetap berlaku dengan tidak burubah sebagai peraturanperaturan RI sendiri. Dasar hukum berlakunya keanekaragaman hukum di Indonesia 1. Algeimene Bepaling van Wetgeving voor Indonesia.Peraturan Pokok pada jaman Hindia Belanda : 1. Ordonantie 2. disingkat AB (Ketentuan-ketentuan Umum tentang Peraturan Perundang-undangan untuk Indonesia. Regerings Verordening 3.R) yang dikeluarkan pada tanggal 2 September 1854. Locale Verordening Peraturan Pokok pada Jaman Jepang Hanya ada satu yaitu Undang-undang nomor 1 tahun 1942 yang menyatakan berlakunya kembali semua perarturan perundangan Hindia Belanda yang tidak bertentangan dengan kekuasaan Militer Jepang. Indische Staatsregeling (IS) atau Peraturan Ketatanegaraan Indonesia. Regerings Reglemens (R.) yang dikeluarkan pada tanggal 30 April 1847 2. yang berbunyi : Segala Badan Negara dan Peraturan yang ada masih langsung berlaku selama belum diadakan yang baru menurut UUD ini” 2. selama dan sekedar peraturan-peraturan dan ketentuan11 . Peraturan Organik Pada Jaman Hindia Belanda : 1.

R) Indische Staatregeling (IS) Lex specialis. lex generalis 4. ditambah atau diubah oleh Undang-undang dan ketentuan-ketentuan tata usaha atas kuasa Konstitusi ini” Latihan : 1. Jelaskan istilah-istilah dibawah ini secara singkat.ketentuan itu tidak dicabut. Pasal 192 Ketentuan Peralihan Konstitusi RIS : “ Peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan tata usaha yang sudah ada pada saat Konstitusi ini mulai berlaku tetap berlaku dengan tidak berubah sebagai peraturanperaturan dan ketentuan-ketentuan Republik Indonesia sendiri selama dan sekedar peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan itu tidak dicabut. jelas dan tepat! Alghemeine Bepaling van Wetgeving voor Indonesia (Ab) Regelings Reglemens (R. Jelaskan hungan pasal II antara aturan peralihan UUD 1945. pasal 142 ketentuan peralihan UUDS 1950 dan pasal 192 ketentuan peralihan konstitusi RIS. Manfaat apa yang kita peroleh dengan mempelajari tata hukum? 3. ditambah atau diubah oleh Undang-undang dan ketentuan tata usaha atas kuasa UUD ini” 3. 12 . Jelaskan apa yang dimaksud tata hukum? Apa tujuan kita mempelajari hukum? 2.

Dalam sidang pertama ini pembicaraan dipusatkan pada usaha merumuskan dasar filsafat bagi negara Indonesia Merdeka. Rajiman Wediodiningrat dan dua orang wakil yaitu R.BAB III POKOK – POKOK HUKUM TATA BEGARA DAN ADMINISTRASI NEGARA A. Pokok-Pokok Hukum Tata Negara 1. Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia Bangsa Indonesia yang telah memproklamasikan kemerdekannya tanggal 17 Agustus 1945 mempunyai makna yang sangat urgen dalam kehidupan ketatanegaraannya.T.  Badan ini bertujuan untuk mempelajari hal hal penting mengenai masalah tata pemerintahan jika Indonesia merdeka. Yang kemudian dikenal dengan Pancasila.Panji Suroso dan satu orang bangsa Jepang yang bernama Ichibangase. 13 . Proklamasi bagi bangsa Indonesia mengandung makna :  Dimulainya persiapan bagi kemerdekaan Indonesia yang dimulai sejak diumumkannya Janji “Kemerdekaan Kelak di kemudian hari “ oleh Perdana Mentri Koiso kepada rakyat Indonesia pada tanggal 9 September 1944. BPUPKI ini diketuai oleh K.  Pada tanggal 1 Maret 1945 Panglima Tentara Keenambelas Letnan Jendral Kumakici Harada Penyelidik Usaha Usaha mengumumkan dibentuknya Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritu zyunbi Tjoosakai) atau BPUPKI.R.  Sidang Pertama BPUPKI tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945.

Berita ini juga diketahui oleh sebagian pemimpin pemuda. Soekarno. Sedangkan Piagam Jakarta yang disusun pada tanggal 22 Juni 1945 disetujui dijadikan sebagai Preambul/pembukaan dari UUD yang akan dibentuk. pembicaraan dititik beratkan pada perumusan UUD. Rancangan UUD datang dari Mr Soepomo yang terdiri dari batang tubuh dan penjelasan. Drs. Pihak Soekarno-Hatta masih ingin membicarakan pelaksanaan kemerdekaan itu di dalam rapat PPKI yang telah ditentukan pada tanggal 18 Agustus 1945.Pada tanggal 7 Agustus 1945 Dokuritsu Junbi Cosakai dibubarkan sebagai gantinya dibentuk Dokuritu Zyunbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Radjiman Wediodiningart berangkat ke Dalat (Vietnam Selatan) atas panggilan Marsekal Darat Terauci. Untuk merumuskan Undang Undang Dasar dibentuklah Panitia Kecil yang diketuai oleh Ir. Soekarno.Muh Hatta dan dr. Kemudian pada tanggal 9 Agustus tiga tokoh pergerakan nasional yaitu Ir. Hal ini bersamaan dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu.  Pada tanggal 15 Agustus 1945 Soekarno-Hatta tiba ditanah air.Pada sidang kedua ini. 14 . Supomo juga mengemukakan lima azas dasar negara  Sidang kedua BPUPKI tanggal 10-17 Juli 1945. Dr. Para pemuda menghendaki Soekarno-Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia lepas dari Jepang.  Pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 tidak mengalami kesulitan dan berjalan dengan lancar serta diantaranya adalah :  menghasilkan keputusan yang penting Mengesahkan Undang Undang Dasar yang telah dipersiapkan oleh Dokuritu Zyunbi Tjoosakai ( yang sekarang dikenal sebagai UUD 1945). Pada sidang tanggal 31 Mei 1945 Prof.

Kalimantan.  Demikianlah beberapa peristiwa penting yang terjadi sebelum dan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan demikian Proklamasi Kemerdekaan itu memiliki beberapa makna diantaranya adalah :  Proklamasi merupakan Negara Indonesia awal peristiwa penting bagi berdirinya  Adanya hak untuk berdaulat artinya rakyat Indonesia dengan tenaganya sendiri dan keinginan berdaulat dapat menyusun kekuatan untuk membentuk suatu Negara-Merdeka yang memiliki pemerintahan yang memiliki hak untuk mengatur negaranya sendiri tanpa campur tangan dari negara lain. dan Dewan  Pada tanggal 19 Agustus 1945 Presiden memanggil PPKI dan Pemuda untuk :   Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Merancang Pembentukan 12 Departemen dan menunjuk para mentrinya. Jawa Timur. Hatta sebagai wakilnya. Jawa Barat. Sulawesi. Bangsa Indonesia dapat melaksanakan pembangunan sesuai dengan aspirasi masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan yang telah lama diidam- 15 .  Membentuk sebuah Komite Nasional untuk membantu Presiden selama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Perwakilan Rakyat (DPR) belum tersusun. Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Moh. atas 8 propinsi yaitu Sumatera. Jawa Tengah.  Menetapkan pembagian wilayah Republik Indonesia . Sunda Kecil ( Nusa Tenggara). Maluku serta Irian sekaligus memilih gubernurnya.  Awal dari dimulainya usaha untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat yang telah lama tertindas oleh kaum penjajah.

maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.idamkan. Selain itu pada alinea ketiga juga dapat ditemukan pernyataan kemerdekaan / declaration of independencenya Indonesia pada kalimat……. Namun demikian usaha untuk mewujudkan Negara yang adil dan makmur itu tidak dapat dilaksanakan dengan segera begitu juga dengan UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan dengan sebaik- baiknya. Pengaturan itu terdapat pada pasal-pasal atau dulu dikenal dengan batang tubuh UUD 1945. Hubungan Proklamasi dengan Pembukaan UUD 1945 ? Isi Proklamasi sangat ringkas yaitu tentang pernyataan kemerdekaan dan pemindahan kekuasaan.. bersatu. “ The founding fathers” juga memiliki cita-cita Negara yang ingin dibentuk itu adalah Negara yang merdeka. 2. PRRI PERMESTA dll. Keadaan pada saat itu mengharuskan bangsa Indonesia untuk mempertahankan Negara baik dari bangsa Belanda yang ingin menjajah kembali bangsa Indonesia maupun pemberontakan dari bangsa Indonesia sendiri seperti Peristiwa Madiun. Namun demikian ditinjau dari segi hukum Proklamasi merupakan “ Source of the sources” atau dasar dari segala dasar ketertiban baru di negara Indonesia semenjak 17 Agustus 1945 . berdaulat. Untuk mewujudkan Negara yang diidam-idamkan sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 perlu pengaturan lebih lanjut. adil dan makmur sebagaimana yang tercantum pada alinea kedua Pembukaan UUD 1945. 16 . Dengan demikian Indonesia dapat mesejajarkan diri dengan bangsa-bangsa lain di dunia. DI/TII.

wilayah. Menurut paham modern. Seperti halnya organisasi lain. Sekalipun demikian pengendalian tertinggi dalam menjaga dan menjalankan pemerintahan negara tetap ada di tangan serikat pemerintahan pusat yang memiliki kedaulatan ke luar dan ke dalam. Pemilihan bentuk negara kesatuan merupakan hasil pertimbangan dan kesepakatan para pendiri negara (founding father). Setiap negara memiliki bentuk organisasi negara yang disebut bentuk negara. Hal ini menunjukkan bahwa negara kita memiliki bentuk negara kesatuan. politis. Penetapan bentuk negara yang digunakan tentu saja didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan antara lain aspek historis. Perbedaan pertimbangan itulah yang menyebabkan bentuk negara yang dianut oleh setiap negara bisa berbeda-beda. negara memiliki unsur-unsur penduduk. 17 . Negara Republik Indonesia sebagai negara kepulauan yang berciri nusantara memiliki wilayah sangat luas dan memiliki pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang bersifat otonom. dan pengakuan yang satu satu sama lain saling berkaitan dan ketergantungan. Setiap negara memiliki hak untuk menentukan bentuk negara yang akan digunakan dalam menyelenggarakan organisasi negaranya. pemerintah yang berdaulat. dan memiliki bentuk penyelenggaraan pemerintahan yang kita kenal dengan istilah bentuk pemerintahan. dan geografis. pada dasarnya bentuk negara (Staatsvormen) dapat dibedakan atas negara kesatuan (unitaris) dan negara serikat (federasi). Selain itu. ada bentuk lain yang disebut negara (konfederasi). Bentuk Negara dan Pemerintahan Negara merupakan organisasi kekuasaan yang memiliki kedaulatan.3.

Negara kesatuan merupakan bentuk negara yang kekuasaan untuk mengatur seluruh daerahnya ada di tangan pemerintahan pusat.Dalam pasal 1 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia tahun l945 ditegaskan bahwa ” Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik”. istilah negara kesatuan dikenal dengan istilah unitary state. sedangkan dalam bahasa Belanda disebut eenheidsstaat. Bentuk negara kesatuan yang telah ditetapkan para pendiri negara pada tahun 1945. negara kesatuan merupakan negara bersusunan tunggal yang berarti dalam negara itu tidak terdapat negara yang berbentuk negara bagian. Tentu saja putusan MPR tersebut tidak terlepas dari pengalaman sejarah bangsa kita yang pernah menggunakan bentuk negara serikat pada tahun 1949 – 1950. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang. 18 . Menurut paham modern. apa yang dimaksud negara kesatuan? Dalam bahasa Inggris. Dilihat dari susunannya. Hal ini mengindikasikan bahwa bentuk Negara kesatuan lebih cocok digunakan di wilayah negara kita. Jika demikian. negara kesatuan menunjukkan bentuk negara. sedangkan istilah ”republik” menunjukkan bentuk pemerintahan. ternyata lebih diperkuat dan dipertahankan oleh MPR RI melalui perubahan keempat UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dengan menegaskan bahwa ” Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan” (Pasal 37 ayat 5).

kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat”. Dalam negara kesatuan dengan sistem sentralisasi. Pasal 18 ayat (6) ” Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan –peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan”. Pasal 18 ayat (1) “ Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota. kabupaten. 19 . Pasal 18 ayat (5) ” Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya. dan ciri khas daerah tersebut. Dalam pemerintahan daerah tersebut terdapat unsur pemerintah daerah dan DPRD. semua persoalan diatur dan diurus oleh pemerintahan pusat. dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah. yang tiap-tiap provinsi. wilayah negara dibagi menjadi pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah. Dalam sistem desentralisasi. yang diatur dengan undangundang”. dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tuga pembantuan”. kondisi. daerah kabupaten. sedangkan daerah hanya menjalankan perintah dan peraturan dari pemerintahan pusat.Negara kesatuan dapat dibedakan menjadi negara kesatuan dengan sistem sentralisasi dan negara kesatuan dengan sistem desentralisasi. daerah tidak diberi kewenangan membuat peraturan untuk mengurus urusan daerahnya sendiri. Contoh negara kesatuan dengan sistem sentralisasi adalah Jerman pada masa pemerintahan Hitler. Dengan demikian. Pasal 18 ayat (2) “ Pemerintahan daerah provinsi. Sedangkan dalam negara kesatuan dengan sitem desentralisasi. daerah memiliki keleluasaan membuat peraturan untuk mengurus urusan rumah tangga sendiri (hak otonomi) sesuai dengan kebutuhan.

sehingga jalannya pemerintahan lebih lancar. kabupaten. jelaslah bahwa negara kita merupakan ”negara kesatuan dengan sistem desentralisasi”. keamanan. tidak bertumpuknya pekerjaan di pemerintah pusat. dan kemajuan pembangunan tiap-tiap daerah. a. c. yaitu politik luar negeri. Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi memiliki kelebihan antara lain: a.Berdasarkan uraian di atas. yustisi. partisipasi dan tanggung jawab masyarakat terhadap daerahnya akan meningkat. moneter dan fiskal nasional. pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan lainnya. kecuali 6 (enam) urusan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. d. Selain ada pemerintahan pusat. b. Pemerintahan daerah provinsi. pembangunan di daerah akan berkembang sesuai dengan ciri khas daerah itu sendiri d. pertahanan. terdapat pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota. dan kota memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus urusan rumah tangganya sendiri. c. Dalam melaksanakan kewenangannya. Kelebihan negara kesatuan dengan sistem sentralisasi antara lain: 20 . Adapun kekurangannya adalah adanya ketidakseragaman peraturan. b. kebijakan. peraturan dan kebijakan di daerah dirumuskan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah itu sendiri. Pemerintahan daerah memiliki otonomi yang seluas-luasnya. dan agama. Sebagai bukti bahwa negara kita menganut sistem desentralisasi dapat dilihat dalam hal-hal berikut.

Bentuk-Bentuk Pemerintahan Para ahli menggunakan kriteria tertentu dalam membedakan tentang bentuk-bentuk pemerintahan. Demikian pula murid Plato yaitu Aristoteles (384-322 S. penghasilan daerah dapat digunakan untuk kepentingan seluruh wilayah negara b.M). rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap pembangunan di daerahnya sangat rendah. keputusan dari pemerintah pusat sering terlambat. atau banyak orang. c.a. kebijakan dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah pusat sering tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah yang beraneka ragam.) menggunakan kriteria kuantitatif (dilihat dari jumlah orang yang memerintah) dan kriteria kualitatif (dilihat dari tujuan yang hendak dicapai). b. d. Plato (429-347 S. perbedaan jumlah orang yang memerintah tersebut akan melahirkan bentuk pemerintahan yang berbeda. beberapa orang. adanya keseragaman atau persamaan peraturan di seluruh wilayah negara Sedangkan kekurangannya antara lain: a. 4. pemerintahan dapat dipegang oleh satu orang. misalnya menggunakan kriteria dilihat dari jumlah orang yang memerintah. peluang masyarakat di daerah untuk turut serta dalam pemerintahan sangat terbatas. Menurutnya. e.M. Plato dan Aristoteles membagi bentuk pemerintahan ke dalam bentuk cita ( The ideal form) dan bentuk 21 . bertumpuknya pekerjaan di pemerintah pusat sehingga seringkali menghambat kelancaran jalannya pemerintahan. Menurut Plato dan Aristoteles.

Machiavelli tidak menjelaskan ukuran/kriteria untuk membedakan kedua bentuk pemerintahan tersebut. Kemudian. Bentuk-Bentuk Pemerintahan Menurut Plato dan Aristoteles Pemerintahan Oleh Satu orang Beberapa orang Baik (Ideal) Monarkhi Aristokrasi Plato Jelek (Pemerosotan) Tyrani Oligarkhi Aristoteles Baik (Ideal) Monarki Aristokrasi Jelek (Pemerosotan) Tyrani Oligarkhi Banyak orang Demokrasi Mobokrasi/ Okhlokrasi Polity Demokrasi Berdasarkan bagan tersebut. Bagaimanakah bentuk-bentuk pemerintahan yang dikemukakan kedua filsuf Yunani Kuno tersebut? Coba Kalian cermati bagan di bawah ini. merupakan orang pertama yang mengemukakan bahwa bentuk pemerintahan hanya ada dua yaitu monarki dan republik. Jadi republik berarti suatu pemerintahan yang menjalankan kepentingan umum. dan publica yang berarti umum. Niccolo Machiavelli (1469-1527) dalam bukunya II Principe. dan demokrasi. Sedangkan Republik berasal dari kata res yang berarti kepentingan. aristokrasi. George Jellinek dan Leon Duguit memberikan kriteria yang berlainan untuk membedakan bentuk monarki dan republik. 5.pemerosotan (The Corruption form). bentuk-bentuk pemerintahan yang baik menurut Plato yaitu monarkhi. 22 . dan polity. bentuk pemerintahan yang baik tersebut yaitu monarkhi. aristokrasi. Unsur-unsur Negara Unsur-unsur konstitutif yang harus dipenuhi oleh suatu negara menurut Konvensi Montevideo (1933) meliputi: penduduk. Sedangkan menurut Aristoteles.

wilayah. maka ketiga unsur tersebut disebut unsur konstitutif atau unsur pembentuk. suatu negara memerlukan pengakuan oleh negara lain. Pengakuan tidak merupakan unsur pembentuk adanya suatu negara.wilayah. Pada dasarnya. Ketiga unsur tersebut merupakan unsur pokok atau syarat mutlak. apabila salah satu unsur tidak terpenuhi. dan kemampuan mengadakan hubungan dengan negara lain. pemerintah. DISKUSIKAN BAGAN DI BAWAH INI! Penghuni Negara Penduduk Bukan Warga Negara Bukan Penduduk Warga Negara Asli Keturunan Sistem pemerintahan yang dianut Indonesia 23 . Dalam rangka mengadakan hubungan dengan negara lain. tetapi hanya merupakan unsur deklaratif saja. artinya ketiga syarat tersebut harus terpenuhi secara lengkap untuk adanya suatu negara. Karena ketiga unsur tersebut merupakan syarat utama yang harus dipenuhi untuk berdirinya satu negara. Sedangkan menurut Oppenheim-Lauterpacht unsur konstitutif negara meliputi: rakyat (penduduk). maka negara itu tidak ada. dan pemerintah yang berdaulat.

c. kekuasaan dan tanggungjawab politik berada ditangan Presiden (concentration of power and responsibility upon the President). Dalam hal demikian. Namun. b. Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat dituntut pertanggungjawaban oleh Dewan Perwakilan Rakyat untuk disidangkan dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat. terlebih dulu harus dibuktikan secara hukum melalui proses peradilan di Mahkamah Konstitusi. 2003) pemerintahan Indonesia menerapkan sistem presidensiil. Presiden dan Wakil Presiden merupakan satu institusi penyelenggara kekuasaan eksekutif negara yang tertinggi di bawah Undang Undang Dasar. Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh rakyat secara langsung dan karena itu secara politik tidak bertanggungjawab kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) atau lembaga parlemen. melainkan memilihnya. Keduanya adalah Presiden dan Wakil Presiden. Jika tuduhan bersalah itu dapat dibuktikan secara hukum oleh 24 . yaitu sidang gabungan antara Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah.Konstitusi Indonesia tidak menegaskan secara eksplisit sistem pemerintahannya. Dalam sistem ini tidak dikenal dan tidak perlu dibedakan adanya kepala negara dan kepala pemerintahan. Namun secara maknawi (Jimly. tuntutan pemberhentian Presidendan/atau Wakil Presiden yang didasarkan atas tuduhan pelanggaran atau kesalahan. yang ditandai oleh beberapa prinsip berikut: a. Dalam menjalankan pemerintahan negara. sebelum diberhentikan. Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat dimintakan bertanggungjawab langsung kepada rakyat yang pertanggungjawabannya secara hukum apabila Presiden dan/atau Wakil Presiden melakukan pelanggaran hukum konstitusi.

e. barulah atas dasar itu. Kedudukannya tidak tergantung kepada parlemen. bukan dan tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Pemberhentian para pejabat tinggi pemerintahan tersebut tanpa didahului dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat hanya dapat dilakukan oleh Presiden apabila yang bersangkutan terbukti bersalah dan karena itu dihukum berdasarkan vonis 25 .Mahkamah Konstitusi. Para Menteri adalah pembantu Presiden. Di samping itu. Untuk menjamin hal itu. d. Meskipun keempat lembaga tersebut berada dalam ranah eksekutif. Untuk membatasi kekuasaan Presiden yang kedudukannya dalam sistem presidensiil sangat kuat sesuai dengan kebutuhan untuk menjamin stabilitas pemerintahan. dan Tentara Nasional Indonesia sebagai aparatur pertahanan negara. MPR bersidang dan secara resmi mengambil putusan pemberhentian. beberapa badan atau lembaga negara dalam lingkungan cabang kekuasaan eksekutif ditentukan pula independensinya dalam menjalankan tugas utamanya. dan Panglima Tentara Nasional Indonesia hanya dapat dilakukan oleh Presiden setelah mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat. Kepolisian Negara dan Kejaksaan Agung sebagai aparatur penegakan hukum. Lembaga-lembaga eksekutif yang dimaksud adalah Bank Indonesia sebagai bank sentral. Menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dan karena bertanggung-jawab kepada Presiden. Kepala Kepolisian Negara. tetapi dalam menjalankan tugas utamanya tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan politik pribadi Presiden. maka pengangkatan dan pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur Bank Indonesia. ditentukan pula bahwa masa jabatan Presiden lima tahun dan tidak boleh dijabat oleh orang yang sama lebih dari dua masa jabatan. Jaksa Agung.

(8) Presiden memberikan amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR. tanda kehormatan sesuai dengan undang-undang. (9) memberikan gelar. tanda jasa. (2) menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang sebagaimana mestinya. 26 . dan (11) mengesahkan RUU yang telah disetujui bersama menjadi UU. Jimly Asshiddiqie (2005:222) meguraikan kewenangan presiden yang mencakup : a. Kedudukan dan wewenang Presiden menurut Undang Undang Dasar 1945 hasil perubahan Kedudukan presiden adalah sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan (pasal 4 ayat 1) atau lembaga eksekutif. membuat perdamaian dan perjanjian internasional dengan negara lain. 6.pengadilan yang bersifat tetap karena melakukan tindak pidana menurut tata cara yang diatur dengan Undang-Undang. (6) Presiden mengangkat duta dan konsul serta menerima duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR. (10) membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden. Kewenangan yang bersifat eksekutif atau menyelenggarakan pemerintahan berdasarkan undang-undang dasar. (4) dengan persetujuan DPR menyatakan perang. (7) Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan MA. (5) Presiden dapat menyatakan keadaan bahaya. mempunyai kekuasaan untuk menetapkan aturan pemerintah (pouvoir reglement). Wewenang dan fungsi presiden sebagai kepala negara yang sesuai dengan perubahan UUD 1945 ke empat adalah (1) mengajukan rancangan undang-undang ke DPR. (3) memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat. Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

d.b. Namun. c. bukan ditangan lembaga eksekutif/presiden. agar kekuasan dan wewenang presiden tidak terlalu bebas. baik dalam keadaan perang maupun damai. yaitu menjalankan perhubungan dengan negara lain atau subjek hukum internasional lainnya dalam konteks hubungan luar negeri. e. 27 . yaitu mengurangi hukuman. maka presiden pun dalam menggunakan kekuasaannya perlu kerjasama dengan DPR dan MA. Mengenai hubungan antara presiden dan lembaga negara tersebut akan dibahas dalam kegiatan belajar selanjutnya. Presiden pun memiliki hak prerogatif dalam menentukan kabinetnya. Kewenangan yang bersifat legislatif atau untuk mengatur kepentingan umum atau publik. oleh karena itu dia menjadi simbol kedaulatan politik suatu negara dalam berhadapan dengan negara lain. Kewenangan yang bersifat yudisial dalam rangak pemulihan keadilan yang terkait dengan putusan pengadilan. Presiden merupakan pemimpin tertinggi dalam pemerintahan yang memiliki wewenang dan kekuasaan yang berbeda dengan lembaga lain. ataupun menghapuskan tuntutan yang terkait dengan kewenangan pengadilan. Kewenangan yang bersifat administratif untuk mengangkat dan memberhentikan orang dalam jabatan-jabatan kenegaraan dan jabatan-jabatan administrasi negara. Dalam sistem pemisahan kekuasaan. Presiden adalam pucuk pimpinan negara. kewenangan ini dianggap ada ditangan lembaga perwakilan. Kewenangan yang bersifat diplomatik.

Dikotomi antara lembaga tertinggi dan lembaga tinggi tidak dikenal lagi. kelembagaan negera Indonesia dibagi menjadi dua yakni : lembaga tinggi negara dan lembaga tertinggi negara. Mahkamah Agung (MA). Lembaga tinggi negara ada lima yakni : Presiden. Kedudukan dan wewenang MPR setelah perubahan UUD 1945 antara lain : 1) MPR terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (pasal 2 ayat 1) 2) Melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden (pasal 3 ayat 2) 3) Memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden bila melanggar aturan (pasal 3 ayat 3) 4) Berwenang untuk mengubah dan menetapkan UUD 1945 (pasal 3 ayat 1). Hubungan Presiden dengan Lembaga-lembaga negara lainnya ? Sebelum UUD 1945 mengalami perubahan yang keempat.7. Dewan Pertimbangan Agung (DPA). di samping terdapat beberapa lembaga baru. Setelah UUD 1945 mengalami perubahan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Pertimbangan Agung (DPA). a. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) MPR tidak lagi menjadi sebuah lembaga tertinggi dan memegang kedaulatan rakyat sebab kedaulatan langsung berada di tangan rakyat. Lembaga-lembaga negara menurut UUD 1945 hasil perubahan secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut. struktur ketatanegaraan mengalami perubahan pula. 28 . Sedangkan lembaga tertinggi negara adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Terdapat lembaga negara yang dihapuskan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

c. 5) Dalam mengangkat duta dan konsul serta menerima duta negara lain. Kekuasaan pemerintah (eksekutif) Kekuasaan pemerintah dalam hal ini adalah Presiden. 1) Memegang kekuasaan membentuk UU (pasal 20 ayat 1). 4) Presiden tidak dapat membubarkan/membekukan DPR (pasal 7C). 3) Masa jabatan presiden dibatasi hanya sampai dua kali periode (pasal 7).b. 8) Dalam memberikan gelar. tanda jasa dan gelar lainnya diatur oleh undang-undang (pasal 15) 9) Penyataan perang atau membuat perjanjian internasional yang menyangkut akibat yang luas harus disetujui oleh DPR (pasal 11). Beberapa hal yang berubah setelah UUD 1945 mengalami perubahan antara lain : 1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan oleh rakyat secara langsung (pasal 6A ayat 1). 6) Dalam memberikan grasi dan rehabiliatasi harus memperhati kan pertimbangan Mahkamah Agung (pasal 14 ayat 1) 7) Dalam memberikan amnesti dan abolisi memperhatikan pertimbangan DPR (pasal 14 ayat 2). 29 . 2) Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (pasal 5 ayat 1). harus mempertimbangkan DPR (pasal 13 ayat 2-3). Kekuasaan Legislatif Setelah perubahan UUD 1945 kekuasaan legislatif memiliki fungsi dan kedudukan sebagai berikut.

2) Berhak mengajukan RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah (pasal 22D ayat 1).2) Fungsi DPR adalah legislasi. peradilan tata usaha negara dan Mahkamah Konstitusi (pasal 24 ayat 2 30 . Setiap provinsi memiliki wakil sebanyak 4 orang. anggaran dan pengawasan (pasal 20A ayat 3) Anggota DPR berhak mengajukan usul rancangan undangundang (pasal Selain DPR terdapat Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kedudukan dan fungsi DPD ini antara lain : 1) Anggota DPD dipilih melalui pemilihan umum (pasal 22C ayat 1). peradilan agama. Untuk lebih jelasnya mari kita ikuti uraian berikut ini : 1) Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh Mahkamah Agung dan peradilan yang ada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum. Anggota DPD merupakan wakil-wakil dari tiap provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Kekuasan Yudikatif Kekusaan kehakiman yang ada di negara kita setelah perubahan konstitusinya ada tiga yakni Mahkamah Agung. 3) DPD ikut serta dalam membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah (pasal 22D ayat 2). peradilan militer. 4) Melakukan pengawasan pelaksanaan UU yang berkaitan dengan otonomi daerah yang kemudian akan melaporkannya ke DPR untuk ditindak lanjuti (pasal 22D ayat 3) d. Komisi Yudisial dan Mahkamah Konstitusi.

Dalam pasal 23 dinyatakan bahwa BPK harus bebas dan mandiri.2) MA berwenang mengadili pada tingkat kasasi. menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang (pasal 22A ayat 1). 5) Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh undang-undang dasar. Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD yang kemudian akan diresmikan oleh Presiden. DPD dan DPRD. 31 . Badan Pemeriksa Keuangan Pengaturan BPK dalam UUD 1945 hasil perubahan yang keempat lebih rinci. 4) Pengangkatan Komisi Yudisial oleh Presiden dengan mempertimbangkan persetujuan DPR. 3) Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung (pasal 24B ayat 1). e. Laporan yang dibuat oleh BPK diserahkan kepada DPR. berbeda dengan bunyi pasal sebelum dirubah. memutus pembubaran partai politik dan memutus perselisihan hasil pemilu (pasal 24C ayat 1). BPK memiliki perwakilan di tiap-tiap provinsi. 6) Mahkamah pendapat Konstitusi dewan wajib memberikan rakyat putusan atas perwakilan mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan/atau wakil presiden menurut Undang-Undang Dasar (pasal 24C ayat 2).

Hubungan dimaksud adalah sebagai berikut. Di dalam pasal 9 ayat 1 UD 1945. jumlah tersebut sudah melebihi 2/3 anggota MPR. Apabila diterima oleh DPR. Kemudian DPR bersama Presiden akan membahas bersama RUU (pasal 20 ayat 2). maka presiden bersumpah dihadapan DPR. Sebagai gantinya presiden membentuk dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat pertimbangan kepada presiden (pasal 16). begitu pun juga DPR tidak bisa memberhentikan presiden. Presiden berhak mengajukan rancangan undangundang terhadap DPR. Jadi apabila MPR tidak berhalangan hadir.UD 1945 hasil perubahan menghapus Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Presiden tidak bisa membubarkan atau membekukan DPR. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain (pasal 11 UUD 1945 hasil perubahan ketiga). presiden sebelum memangku jabatannya akan bersumpah dihadapan MPR atau DPR. UUD 1945 mengatur hubungan antarlembaga negara. Pernyataan tersebut terdapat dalam pasal 7C UUD 1945 (naskah perubahan UUD 1945 ketiga). 1) Hubungan Presiden dengan lembaga lainnya Dalam pasal 5 ayat 1 UUD 1945 (naskah perubahan UUD 1945 pertama). karena pada hakikatnya itu DPR termasuk MPR juga. maka RUU tersebut akan disahkan dan ditanda tangani oleh Presiden. selanjutnya presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR 32 . apalagi bila DPR hadir semua berjumlah 550. Selain menetapkan lembaga-lembaga negara. Presiden harus mendapat persetujuan DPR bila akan menyatakan perang. Antara presiden dan DPR tidak bisa saling menjatuhkan.

MA. 3) Presiden dengan Lembaga Yudikatif Dalam memberikan grasi dan rehabilitasi presiden harus memperhatikan pertimbangan dari Mahkamah Agung (pasal 14 ayat 1 UUD 1945). akan tetapi pemilihan dilakukan langsung oleh rakyat. Presiden dan wakil presiden terpilih dalam pemilu akan dilantik oleh MPR (pasal 3 ayat 1).bila mengangkat duta/konsul. MPR dapat memberhentikan Presiden sebelum masa jabatannya habis bila presiden melanggar hukum. Hakim konstitusi diajukan oleh DPR. RAPBN akan dibahas oleh DPR dan Presiden dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan daerah. hak interpelasi. Mahkamah Konstitusi memberikan 33 . memberikan amnesti dan abolisi (Pasal 13 dan 14 UUD 1945). 2) Presiden dengan MPR Presiden dan wakil presiden tidak lagi dipilih MPR. dan Presiden sendiri. DPR juga mengawasi jalannya pemerintahan/kebijakan presiden dengan menggunakan hak budget. hak usul resolusi dan hak konfirmasi ataupun memilih calon pejabat tertentu. Presiden mengucapkan sumpah sebelum menjabat dihadapan MPR. Presiden akan mengajukan RAPBN kepada DPR. Salah satu fungsi DPR adalah anggaran dan pengawasan. Hakim konstitusi ditetapkan oleh Presiden. Hakim Agung ditetapkan oleh presiden yang sebelumnya mendapat persetujuan dari DPR. menerima penempatan duta negara lain. Anggota Komisi Yudisial diangkat dan diberhentikan oleh presiden dengan persetujuan DPR (pasal 24B ayat 3).

5 tahun 1986. Dalam Peraturan Perundang-undangan menurut surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. Di antara istilah-istilah itu ialah Hukum Tata Pemerintahan.putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran Presiden dan/atau Wakil Presiden. menggunakan istilah Hukum Tata Usaha Pemerintahan (Vide Peradilan Tata Usaha Pemerintahan). sebab meskipun isstilah yang dipakai berbeda namun obyeknya tetap sama. 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat No. Selanjutnya istilah ini dipakai pula secara resmi sebagai nama bagi UU No. Istilah tersebut mirip dengan istilah yang resmi dipakai di dalam UUD yang pernah berlaku di Indonesia yaitu UUDS 1950. Istilah Hukum Tata Usaha Negara ditemukan secara resmi di dalam UU No. Sedangkan menurut Wirjono Prodjodikoro. Undang-undang yang 34 . yaitu Undang-undang tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Usaha Negara. Tugas : diskusikan bagaimana kedudukan lembaga-lembaga negara pasca perubahan UUD 1945 B. Istilah dan Pengertian Administrasi Negara Di kalangan ahli hukum dan berbagai peraturan perundangan serta kurikulum di Fakultas Hukum terdapat beberapa istilah-istilah yang berbeda untuk bidang ilmu ini. Namun.II/MPR/1983 tentang GBHN serta pidato-pidato resmi Kepala Negara. Perbedaan istilah tersebut tidaklah berarti ada perbedaan objek studi.0198/U/1972 tentang Pedoman Kurikulum Minimal secara resmi menggunakan istilah Hukum Tata Pemerintahan (Pasal 5C dan pasal 10 ayat 2). Pokok-Pokok Hukum Administrasi Negara 1.

4 Tahun 1986 menggunakan istilah Hukum Administrasi Negara.Prayudi Atmosudirdjo. Pandangan para Sarjana Istilah Hukum Administrasi Negara banyak di jumpai di bebagai literatur. tersebut menggunakan istilah Hukum Administrasi Negara (HAN). Sarjana lain seperti Rochmat Soemitro .Prins. Sunaryati Hartono dan E. ada istilah lain yang hampir mirip yaitu istilah hukum Tata Usaha Indonesia. Jadi dalam peraturan-peraturan yang resmi sekalipun istilah yang digunakan untuk lapangan studi ini tidaklah terlalu sama. WF. Kemudian keluarnya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.disebutkan terakhir tidak hanyamenggunakan satu istilah “Tata Usaha Negara” saja sebab di dalam pasl 144 UU tersebut ditegaskan juga bahwa “UU ini dapat disebut Undang-undang Peradilan Administrasi Negara”. b. S. misalnya menulis buku berjudul “Inleiding in het Administratief Recht van Indonesia” yang diterjemahkan dengan “Pengantar Hukum Administrasi Negara”. Universitas Airlangga dan Universitas Islam Indonesia (sampai dengan tahun 1986) menggunakan istilah Hukum Tata Pemerintahan. misalnya saja Universitas Padjadjaran dan Universitas Sriwijaya pernah menggunaka istilah Hukum Tata Usaha Negara. sedangkan Universitas Gadjah Mada. Sejak tahun 1986/1987 berdasarjan SK Rektor No. Sarono. 35 . Dalam Kurikulum Perguruan Tinggi Dalam Kurikulum Perguruan Tinggi digunakan istilah yang berlainan. kemudian UII sejak tahun 1987/1988 menerapkan istilah Hukum Administrasi Negara. Utrecht pada simposium dengan makalah menggunakan istilah Administrasi Negara. a.

2. Istilah Asal Munculnya perbedaan itu disebabkan karena perbedaan terjemahan asal istilah dari lapangan studi ini atau juga disebabkan oleh perbedaan kecenderungan untuk memilih salah satu dati istilah-istilah yang berbeda-beda yang dipakai para sarjan terdahulu.A. Salah satu istilah tesebut adalah istilah Belanda “Administratief Recht” dengan kata pokok “Administrasi”. Istilah asal lainnya yaitu istilah Belanda “Bestuursrecht”. surat menyurat. 2) Hukum Administrasi Negara adalah identik dengan HukumTata Pemerintahan (seperti pendapat JHPM Van der Grinten) 3) Hukum Administrasi Negara adalah lebih sempit dari hukum Tata Pemerintahan (seperti pendapat HJ. istilah itu yang diadopsi menjadi bahasa Indonesia mempunyai beberapa arti yaitu arti administrasi. catat mencatat.c. J.R Stellinga mengidentifikasikan adanya 3 paham tentang hubungan antara Hukum Tata Pemerintahan dengan Hukum Administrasi Negara yaitu: 1) Hukum Administrasi Negara adalah lebih luas daripada Hukum Tata Pemerintahan (seperti pendapat Van Vollenhoven). Kata bestuur dalam bahasa indonesia berarti pemerintahan. dengan arti pemerintahan dan dengan arti tat usha (administrasi dalam artu sempit).Romeijn dan G. ketik mengetik serta 36 . Pengertian a. van Poelje). Pengertian Administrasi dalam arti sempit Administrasi dalam arti sempit berarti segala kegiatan tulis menulis. ”Bestuurkunde” dan “Berstuurwetenschappen”.

4) Menurut E. 5) Menurut Dwight Waldo. sipil atau militer dan usaha yang besar atau yang kecil. b. mengemukakan bahwa administrasi negara sebagai organisasi management perbekalan dan perwakilan. Administrasi dalam arti luas Kata administrasi berasal dari bahasa Inggris. “administtration” yang pada mulanya berasal dari bahasa Latin “administrare” yang berarti to serve atau melayani.A.penyimpanan dan pengurusan masalah yang bersifat teknis ketatausahaan. administrasi negara adalah organisasi dan management dari manusia dan benda guna mencapai tujuan-tujuan pemerintah. negara atau swasta. Utrecht. White. 3) Menurut The Liang Gie. Ada beberapa pengertian administrasi menurut para ahli diantaranya: 1) Menurut Leanord D. Simon dalam bukunya “public Administration”. mendefinisikan administrasi negara adalah sebagai kegiatan dari sekelompok manusia yang mengadakan usaha kerja sama untukmencapai tujuan usaha. administrasi atau gabungan negara sebagai complex/ambten/apparaat jabatan-jabatan administrasi yang berada di bawah pimpinan pemerintah melaksanakan tugas yang tidak ditugaskan kepada badanbadan pengadilan dan legislatif. dalam bukunya “introduction on the study of public administration mendefinisikan administrasi sebagai suatu proses yanng umumnya terdapat padasemua usaha kelompok. 2) Menurut H. 37 .

2) Sebagai fungsi atau sebagai aktifitas yakni sebagai kegiatan pemerintahan.Utrecht mengungkapkan bahwa hukum administrasi negara atau hukum tata pemerintahan mempunyai obyek yakni: 38 . kita dapat mengambil beberapa pengertian atau definisi administrasi negara. artinya meliputi organ yang ada di bawah pemerintah mulai dari presiden. artinya meliputi segala tindakan aparatur negara dalam menjalankan undang-undang. Arti Hukum Administrasi Negara Setelah pengertian-pengertian teoritis tersebut di atas. yaitu: 1) Sebagai aparatur negara.S. artinya sebagai kegiatan mengurus kepentingan negara. 3) Sebagai proses teknis penyelenggaran undang-undang. Rahmat Soemitro mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Pemerintahan itu meliputi segala sesuatu mengenai pemerintahan yakni. administrasi negara adalah aktifitas-aktifitas negara dalam melaksanakan kekuasaan-kekuasaan politiknya. menteri.T Cansil mengemukakan tiga arti administrasi negara. c. Didalam buku E. mengenai seluruh aktifitas pemerintah yang tidak termasuk perundangan dan peradilan. dan semua organ yang menjalankan administrasi negara.6) Dalam buku karya Ddimock&Dimock. aparatur pemerintah atau instansi politik (kenegaraaan). Secara lebih terperinci C.

yakni Hukum tata pengurusan rumah tangga negara (rumah tangga negara dimaksudkan segala tugas-tugas yang ditetapkan dengan undang-undang sebagai urusan negara). Sumber hukum materiil meliputi faktorfaktor yang ikut mempengaruhi materi (isi) dari aturan-aturan hukum sedangkan sumber hukum formal adalah berbagai bentuk aturan hukum yang ada. oleh karena di Indonesia kekuasaan eksekutif dan kekuasaan administratif berada dalam satu tangan yaitu presiden maka pengertian Hukun Administrasi Negara yaitu. Pringgodigdo. 39 . 2) Sebagian aturan hukum mengenai hubungan hukum antara perlengkapan negara dengan perseorangan (privat). 3. SUMBER-SUMBER HUKUM ADMINISTRASI NEGARA.S.T Cansil mengemukakan bahwa. Hukum Adminitrasi Negara dalam arti sempit.1) Sebagai hukum mengenai hubungan hukum antara alat perlengkapaan negara yang satu dengan alat kelengkapan negara yang lain. Tentang pengertian dan cakupan dari hukum administrasi negara Indonesia G. Ada dua macam sumber hukum yaitu sumber hukum materiil dan sumber hukum formal. seperti dikutip oleh C. Hukum administrasi negara juga adalah perhubunganperhubungan hukum istimewa yang diadakan sehingga memungkinkan para pejabat negara melakukan tugasnya yang istimewa.

Dapat juga dikatakan bahwa dari sudut sosiologis/ antropologis ini dapat dimaksud dengan sumber hukum adalah factor-faktor dalam masyarakat yang ikut menentukan isi hukum positif. Sumber-sumber Filosofis Dari sudut filsafat ada dua masalah penting yang dapat menjadi sumber hukum. c. Sumber hukum dari sudut historic ini yang paling relevan adalah Undang-undang dan sitem hukum tertulis dimasa lampau. Sumber hukum Historik ( sejarah ) Sejarah hukum atau sejarah lainnya dapat menjadi sumber hukum materiil dalam arti ikut berpengaruh atas penentuan materi aturan hukum. Dari sudut sejarah ini ada dua jenis sumber hukum. antara lain. misalnya. Karena hukum itu dimaksudkan.a. Sumber Sosiologis / Antropologis Dari sudut ini ditegaskan bahwa sumber hukum materiil itu adalah seluruh masyarakat. yaitu: 1) Undang-undang dan system hukum tertulis yang berlaku pada masa lampau di suatu tempat. untuk 40 . b. pandangan ekonomis. factor-faktor mana meliputi pandangan ekonomis. yaitu : 1) Ukuran untuk menentukan bahwa sesuatu itu bersifat adil. dalam studi perkembangan hukum. 2) Dokumen-dokumen dan surat-surat serta keterangan lain dari masa itu sehingga dapat diperoleh gambaran tentang hukum yang berlaku dimasa itu yang mungkin dapat diterima untuk dijadikan hukum positif saat sekarang. pandangan agamis psikologis.

Di Indonesia misalnya yang dimaksud dalam UU dalam arti formal adalah setiap produk hukum yang dibuat oleh Presiden bersama DPR (lihat pasal 5 ayat 1 dan pasal 20 ayat 1 UUD 1945). Sumber hukum formal Sumber hukum formal adalah sumber hukum yang berasal dari aturan-aturan hukum yang sudah mempunyai bentuk sebagai pernyataan berlakunya hukum. b) Konvensi. Sumber-suber hukum formal dari Hukum Adminisrasi Negara adalah: 1) Undang-undang sebagai sumber hukum formal. Hukum itu diciptakan agar ditaati. Konvensi yang menjadi sumber hukum administrasi negara adalah praktek dan keputusan-keputusan pejabat 41 . UU dalam arti formal adalah setiap peraturan (keputusan pemerintah) yang isinya dikaitkan dengan cara terjadinya. oleh sebab itu semua factor yang dapat mendorong seseorang taat pada hukum harus diperhatikan dalam pembuatan aturan hukum positif.menciptkan keadilan maka hal-hal yang secara filosofis dianggap adil dijadikan juga sumber hukum materiil. Untuk mengikatnya satu aturan hukum menurut Laband harus ada dua unsur secara bersama bagi aturan hukum itu yakni anordnung (penetapan secara tegas) dan „rechtssats‟ (peraturan atau isi hukumnya itu sendiri). Sedangkan UU dalam arti materill adalah suatu penetapan kaidah hukum dengan tegas sehingga kaidah hukum itu mempunyai sifat mengikat. 2) Faktor-faktor yang mendorong seseorang mau tunduk pada hukum. d.

Pasal 26 UU No. Padahal menurut hukum positif yang mengatur tentang hak uji materill tersebut hanya terletak pada Mahkamah Agung dalam pemeriksaan di tingkat kasasi.administrasi negara atau hukum tak tertulis tetapi dipraktekan di dalam kenyataan oleh pejabat administrasi negara. 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman menyatakan bahwa : 42 . Keputusan hakim (yurispendensi) yang dapat menjadi sumber hukum administrasi negara adalah keputusan hakim administrasi atau hakim umum yang memutus perkara administrasi negara. Masalah lain yang berkaitan dengan hal tersebut ialah bahwa dengan adanya kewenangan bagi hakim untuk membuat tafsiran terhadap aturan yang ada maka berarti hukum mempunyai hak uji material (toetsingrecht atau judicial review) bagi peraturan perundangan yang berlaku. c) Yurispendensi. Keputusan hakim bisa juga menjadi sumber hukum formal dari HAN.  Keputusan yang berlaku tanpa ada peluang atau kemungkinan untuk adanya administratif beroep (yakni yang biasanya tidak mengena hak-hak orang lain). Sebab setiap keputusan pejabat administrasi negara bisa menimbulkan dua macam respons yaitu :  Keputusan yang memberi kesempatan bagi yang terkena untuk minta banding (beroep). Tidak semua praktek dan keputusan pejabat administrasi negara menjadi sumber hukum yang konvensional dengan sendirinya.

III tahun 1978 tentang Kedudukan dan Hubungan Tata Kerja Lembaga Tertinggi Negara dengan/atau antar Lembaga-lembaga Tinggi Negara dalam pasal 11 ayat 4 menyebutkan bahwa. IV tahun 1973 yang dikuatkan dengan Tap MPR No. Mahkamah Agung berwenang untuk menyatakan tidak sah semua peraturan perundangan dari tingkat yang lebih rendah dari Undang-undang atas asalan bertentangan dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi. Pencabutan dari peraturan perundang-undangan yang dinyatakan tidak sah tersebut dilakukan oleh instansi yang bersangkutan. Selanjutnya Tap MPR No.  Putusan tentang pernyataan tidak sahnya peraturan perundang-undangan dapat diambil berhubung dengan pemeriksaan dalam tingkat kasasi. “Mahkamah Agung mempunyai wewenang menguji secara materill hanya terhadap peraturan-peraturan yang di bawah Undangundang”. Dengan demikian ada pembatasan-pembatasan tertentu dalam pengaturan hak uji materill ini.  Hak menguji itu hanya dapat dilakukan dalam pemeriksaan perkara di tingkat kasasi (berarti tidak boleh dilakukan oleh hakim pengadilan negeri maupun hakim pengadilan tinggi. yaitu :  Hak uji materill hanya mungkin untuk peraturan perundang-undangan yang derajatnya di bawah UU (PP ke bawah). sebab pencabutannya hanya 43 .  Pernyataan tidak sahnya satu peraturan perundangan berdasarkan hasil hak uji belum berarti pencabutan secara otomatis bagi peraturan itu. dan berarti juga bahwa adanya hak uji diperlukan adanya perkara lebih dulu).

Latihan : Diskusikan dengan teman sekelompok mengenai dampak perubahan UUD 1945 terhadap peran. fungsi dan kedudukan dan Ketetapan MPR! 44 . Doktrin atau pendapat para ahli dapat pula menjadi sumber hukum formal Hukum Administrasi Negara. sebab pendapat para ahli itu dapat melahirkan teori-teori dalam lapangan Hukum Administrasi Negara yang kemudian dapat mendorong timbulnya kaidah-kaidah HAN.dapat dilakukan oleh instansi yang mengeluarkan peraturan perundangan yang bersangkutan. d) oktrin.

Juga sering orang mencampur-adukkan antara pengertian adat yang mengandung sanksi yaitu hukum adat dengan pengertian adat yang tidak mengandung sanksi yaitu kebiasaan saja. Oleh sebab itu dengan mempelajari hukum adat berarti kita telah mempelajari sebagian dari kebudayaan bangsa kita. Selanjutnya dalam pengantar hukum adat ini dikaji juga mengenai sejarah perkembangan hukum adat dan menfaatnya mempelajari hukum adat. maka perlu diketahui dasar hukum berlakunya hukum adat tersebut. tapi banyak orang yang kurang menyadari bahwa mereka melaksanakan hukum adat.BAB IV POKOK-POKOK HUKUM ADAT Pengantar Hukum Adat adalah hukum tidak tertulis. dalam A. Orang yang pertama kali memakai 45 . Hukum adat adalah merupakan bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia. yang merupakan pedoman bagi sebagian besar orang-orang Indonesia dan dipertahankan pegaulan hidup sehari-hari baik di kota maupun di desa."Apakah hukum adat itu"?Karena hukum adat adalah merupakan hukum positif bagi bangsa Indonesia. unsur serta definisi hukum adat adalah untuk mendapatkan pengertian tentang. UNSUR. Peristilahan Tentang Hukum Adat Istilah hukum adat ini merupakan terjemahan dari istilah dalam bahasa Belanda "Adatrecht". PERISTILAHAN. cara hidup dan pandang an hidup yang keseluruhannya merupakan kebudaya an masyarakat tempat hukum adat itu berlaku. DAN DEFINISI HUKUM ADAT 1. Hukum Adat senantiasa tumbuh dari suatu kebutuhan hidup yang nyata. Walaupun hukum adat dilaksanakan dalam kehidup an sehari-hari. Pengkajian mengenai peristilahan tentang hukum adat.

sebelum istilah adatrecht dipakai dalam perundang-undangan. Apa yang disusunnya mengenai hukum adat Indonesia tersebut sesuai dengan kenyataannya. Sedangkan kata "adat" ini berasal dari bahasa Arab yang berarti "kebiasaan". Sebelumnya. sedangkan pada saat penyusunan datadata itu. Istilah "adatrecht"itu baru muncul dalam perundang undangan pada tahun 1920. lembaga asli . Juynboll dan Scheuer sudah memakai istilah adatrecht dalam literatur (kepustakaan) tentang hukum adat. Hasil karyanya yang terkenal mengenai hukum adat adalah "Het Adatrecht Van Nederlandsch Indie" dan "De Ontdekking Van Het Adatrecht". dan kadang-kadang berarti kebiasaan saja. Dalam kenyataan kata "adat" yang diucapkan orang banyak itu kadangkala mengandung arti hukum. Pada permulaan abad ke 20. Dalam perundang-undangan dipakai istilah "godsdientige wetten" (undangundang agama) lembaga rakyat. Nederburgh. Buku ini ditulis nya tatkala ia mengamati perang Aceh. jika dilanggar tidak ada sanksinya. Di dalam pergaulan hidup sehari-hari istilah "hukum adat" itu sendiri jarang diucapkan orang banyak. hukum adat itu dinyatakan dalam berbagai istilah. Ia mengumpul kan data-data tentang hukum adat dan disusunnya secara sistimatis. yaitu untuk pertama kali dipakai dalam undangundang Belanda mengenai perguruan tinggi di negeri Belanda. yaitu jika dilanggar ada sanksinya. Kemudian pemakaian istilah adatrecht itu dilanjutkan oleh Cornelis van Vallenhoven sebagai istilah teknis-juridis. 46 . ia belum pernah menginjakkan kaki di bumi Indonesia. "kebiasaan". yang sering didengar hanya kata "adat" saja.istilah adatrecht ini adalah Snouck Hurgronje. Istilah adatrecht tersebut dipakai dalam bukunya "De Atjehers" dan Het Gayoland". Ia dapat dianggap sebagai bapak hukum adat Indonesia.

Gayo . Sedangkan semua agama itu tidak ada yang berasal dari Indonesia.adat dan ngadat . ada hal yang tersirat dalam teori tersebut.Di beberapa daerah di Indonesia dipakai berbagai istilah pula tentang "Hukum Adat" itu. Unsur Hukum Adat Pemakaian istilah godsdienstige wetten atau undang-undang agama untuk menyatakan hukum adat mencapai puncaknya pada bagian kedua abad ke 19. Jadi hukum (adat) mereka yang beragama Islam adalah hukum Islam.Minahasa dan Maluku .adat . yaitu masyarakat Indonesia tidak mempunyai hukum adat yang asli.Jawa Tengah dan Jawa Timur . Kekeliruan dalam pengertian hukum adat dalam praktek maupun dalam perundang-undangan pada zaman itu dipengaruhi oleh van den Berg Complesen" Menurut teori ini.lembago atau adaik lumbago .misalnya di daerah: . Pendapat Van den Berg ini disokong oleh Keyzer. yang beragama Hindu adalah hukum Hindu.adat (eudeut) .Minangkabau .basa (bicara) . Kalau diperhatikan dengan seksama teori van den Berg ini. 2. Tapi mendapat tantangan dari Snouck Hurgronje dan Van Vollen hoven. hukum (adat) suatu golongan atau masyarakat adalah hasil penerimaan bulat-bulat atau resepsi seluruhnya dari hukum agama yang dianut oleh golongan masyarakat itu.adat kebiasaan. dengan teorinya "Receptio in 47 . karena semuanya merupakan resepsi dari agama yang dianutnya.Batak Karo .Sunda . yang beragama Katolik adalah hukum Katolik dan seterusnya.

sedangkan masyarakatnya adalah pemeluk agama Islam yang taat.piagam- 48 . Menurut hukum waris adat Minangkabau.Menurut Snouck Hurgronge. yang hubungannya erat dengan kepercayaan dan hidup batin. Menurut Ter Haar. Hanya sebagian kecil saja yang tertulis (seperti awig-awig di Bali. diresepsi dalam hukum adat. Terlihat nyata perbedaan hukum waris menurut adat Minang dengan hukum waris Islam. terutama bagian dari hidup manusia yang sifatnya mesra. Dengan kata lain ia berpendapat bahwa hukum adat itu mempunyai unsur-unsur asli maupun unsur-unsur keagamaan.Hanya beberapa bagian tertentu saja dari hukum adat dipengaruhi oleh hukum agama yang dianut masyarakat yang bersangkutan. Unsur yang asli itu pada umumnya tidak tertulis. Van Vollen hoven menarik kesempulan dari hasil kompromi kaum Umayah dan kaum Madinah. hukum waris dan wakaf dipengaruhi oleh hukum Islam. merupakan hukum adat yang asli. hukum perkawinan. hukum waris merupakan hukum adat yang asli yang tidak dipengaruhi oleh Hukum agama. anak-anak mewaris dari ayahnya. yaitu himpunan norma-norma yang cocok dengan susunan dan struktur masyarakat dalam alam Minangkabau. Bagian-bagian itu adalah : hukum keluarga. Ter Haar membantah sebagian pendapat Snouck Hergronje. anak-anak mewaris melalui ibu. Jadi unsur hukum adat itu ada yang asli dan unsur yang tidak asli. hukum perkawinan dan hukum waris. bahwa hukum keluarga. sedangkan menurut hukum waris Islam. Ia memberikan contoh hukum waris di daerah Minangkabau. tidak semua bagian hukum agama diterima. walaupun pengaruh agama itu tidak begitu besar dan terbatas pada beberapa daerah saja. dan bagian anak laki-laki dua kali anak perempuan.

Hukum Adat adalah ( dengan mengabaikan bagian-bagiannya yang tertulis yang terdiri dari peraturan-peraturan desa. Van Vollen hoven. Definisi Hukum Adat Dalam mempelajari sesuatu. tidak berpengaruh. Unsur yang tidak asli yaitu yang datang dari luar sebagai akibat persentuhan dengan kebudayaan lain dan pengaruh hukum agama yang dianut. atau peminat hukum adat mencoba mengemukakan definisi tentang hukum adat. artinya tidak tertulis dalam bentuk kitab Undang-undang yang tertentu susunannya". Menurut Ter Haar. Namun demikian. untuk mendapatkan gambaran apa yang dipelajari sebaiknya diketahui definisi apa yang dipelajari tersebut. patokan-patokan pada daun lontar). dan sering dapat diabaikan saja. 3. seperti :    tertulis atau tidak tertulis sanksinya pasti atau tidak pasti sumber dari raja.atau dari rakyat dan sebagainya. memberikan definisi tentang Hukum Adat ialah : "keseluruhan aturan tingkah laku positif yang disatu pihak mempunyai sanksi (oleh karena itu adalah hukum) dan dipihak lain tidak dikodifikasikan.piagam perintah raja.keputusan para fungsionaris hukum (dalam arti luas) yang mempunyai wibawa (macht). Berikut ini dikemukakan beberapa definisi dari para ahli atau para peminat dalam hukum adat. serta pengaruh (invloed) dan 49 . Merumuskan definisi mengenai hukum adat menurut Bushar Muhammad para ahli mengalami kesulitan karena:   Hukum adat masih dalam pertumbuhan Hukum adat selalu dihadapkan pada dua keadaan yang sifatnya bertentangan. surat-surat perintah raja ) keseluruhan peraturan yang menjelma dalam keputusan. ada juga beberapa ahli atau para sarjana.

Soekanto. kepala adat. Dalam definisi Soepomo. wali tanah. Mengenai definisi tentang hukum adat yang lain silakan anda cari di dalam buku-buku tentang hukum adat. ia mengabaikan bagian yang tertulis dan mengartikan hukum adat itu sebagai hukum tidak tertulis dalam arti luas. dan lain-lain. karena pada saat ini berlaku di Indonesia. Kalau hukum adat merupakan hukum positif.yang dalam pelaksanaannya berlaku dengan serta merta (spontan) dan dipatuhi dengan sepenuh hati.Soepomo. bahwa hukum adat yang berlaku itu dapat diketahui dalam bentuk keputusan-keputusan para fungsionaris hukum(hakim. petugas-petugas di lapangan agama dan petugas desa lainnya). tentu ada dasar hukum atau 50 . adalah merupakan hukum positif di Indonesia. Definisi yang dikemukakan Ter Haar ini terkenal dengan nama "beslissingenleer". Bushar Muhammad. rapat desa. hukum yang hidup sebagai peraturan kebiasaan yang dipertahankan di dalam pergaulan hidup baik di kota-kota maupun di desa desa (Customary Law). hukum yang timbul karena putusan-putusan hakim (Judgemade Law). Dewan perwakilan rakyat dan sebagainya). kesemua inilah merupakan "adat" atau "hukum adat" yang tidak tertulis yang disebut oleh pasal 32 Undang-undang Dasar Sementara Tahun 1950. DASAR HUKUM BERLAKUNYA HUKUM ADAT Hukum adat yang dilaksanakan pada saat ini. Misalnya definisi hukum adat dari Hazairin. Terlihat. hukum yang hidup sebagai konvensi di badan-badan Negara (parlemen. atau teori keputusan. istilah "Hukum Adat" dipakai sebagai sinonim dari hukum yang tidak tertulis di dalam peraturan legeslatif (Unstatutory Law). Kusumadi C. Menurut Prof.DR.

pasal 104 ayat 1. tetap tidak ada satu pasalpun yang menyebut berlakunya hukum adat. Tapi dari pasal 24 ayat 1. Silakan dicari yang lainnya dalam Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950 tersebut.undangan berlakunya. dengan judul yang sama. Diantara pasal-pasal tersebut adalah :  Pasal 23 (1) yang isinya sama dengan pasal 17 Undang undang nomor 19 tahun 64 yang berbunyi : "Segala putusan Pengadilan selain harus memuat alasan-alasan dan dasar-dasar putusan itu. Di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang dinyatakan berlaku kembali dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Di dalam undang-undang nomor 14 tahun 1970 itu ada beberapa pasalnya yang memperlihatkan berlakunya hukum adat atau hukum tidak tertulis. misalnya pasal 32. diganti dengan Undang-undang nomor 14 tahun 1970. maka pada 17 Desember 1970. Kalau dalam Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950 banyak pasal-pasalnya menyebut tentang hukum adat. yang berbunyi: "kekuasaan kehakiman dilaksanakan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain Badan Kehakiman". Pada permulaan kita merdeka. Tidak satu pasalpun dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebut-nyebut hukum adat atau hukum tidak tertulis.perundang. pada tahun 1964 yang dikenal dengan Undang-Undang nomor 19 tahun 1964. tetapi karena ada pasal dari Undang-undang tersebut yang bertentangan dengan jiwa Undang-Undang Dasar 1945. undangundang nomor 19 tahun 1964 itu dicabut. dijabarkan aturan pelaksanaannya Dari pasal 24 ini telah tentang yaitu "Undang-Undang ketentuan-ketentuan pokok kekuasaan kehakiman". dasar hukum berlaku nya hukum adat itu adalah pasal II Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945 juncto pasal 131 Indische Staats regeling ayat 2 sub b. juga harus memuat pula pasal-pasal tertentu dari peraturan-peraturan yang bersangkutan atau sumber hukum tak tertulis yang dijadikan dasar 51 .

yaitu wujud kebudayaan :sebagai suatu kompleks dari ide-ide. Sebagai benda-benda hasil karya manusia (wujud fisik). norma-norma peraturan dan sebagainya (wujud ideal) Sebagai suatu kompleks aktivitas kelakukan berpola dari manusia dalam masyarakat (wujud sosial). Dalam penjelasan Undang-undang nomor 14 tahun 1970 bagian 7 memberi petunjuk bahwa yang dimaksud dengan hukum tidak tertulis dalam Undang-undang ini adalah hukum adat. maka 52 . mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat". Karena Volksgeist masingmasing masyarakat berbeda-beda atau belum tentu sama. Masing-masing masyarakat mempunyai kebudayaan dan cara berfikirnya yang belum tentu sama. Hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat mencerminkan corak dan sifat masyarakat yang bersangkutan.Menurut Von Savigny. yang berbunyi : "Hakim sebagai penegak hukum dan keadilan. nilai-nilai.untuk mengadili. hukum suatu masyarakat mengikuti Volksgeist (jiwa/semangat rakyat) dari masyarakat tempat hukum (adat) itu berlaku. Hukum adat adalah termasuk wujud ideal. D. HUKUM ADAT MERUPAKAN SALAH SATU ASPEK KEBUDAYAAN Menurut Koentjaraningrat. kebudayaan itu mempunyai paling sedikit tiga wujud. wajib menggali. gagasan."  Pasal 27 (1) yang isinya hampir sama dengan pasal 20 (1) Undangundang nomor 19 tahun 1964. Jadi Undang-undang nomor 14 tahun 1970 ini dapat dijadikan dasar hukum atau perundang undangan berlakunya hukum adat pada saat ini. Cirero kurang lebih 2000 tahun yang lalu menyatakan : "Ubi societas ibi ius" (dimana ada masyarakat di situ ada hukum (adat).

Van Vollenhoven telah menjabarkan secara lengkap mengenai 53 . yaitu sesuatu gejala sosial yang hidup. menyimpulkan adanya empat sifat umum Hukum Adat Indonesia. struktur berfikir. perhatian dan pendirian para sarjana. cara hidup dan pandangan hidup yang keseluruhannya merupakan kebudayaan masyarakat tempat "hukum adat" itu berlaku. atau cara     berfikir masyarakat Indonesia. para ahli dan peminat-peminat lainnya terhadap hukum adat dari dulu sampai sekarang. FD Halleman yang pernah menjabat guru besar dalam mata pelajaran Hukum Adat di Leiden. Sebagaimana halnya dengan sistem hukum di bagian lain di dunia ini. Dengan kata lain merupakan penjelmaan kepribadian bangsa Indonesia. kita perlu mempelajari. yang mengikuti Volksgeist dan cara berfikir bangsa Indonesia. Oleh sebab itu untuk memahami Hukum Adat itu. khususnya yang berhubungan dengan bidang hukum. E. Hukum adat Indonesia merupakan bagian dari kebudayaan.hukumnya pun belum tentu sama atau berbeda-beda. SEJARAH PERKEMBANGAN HUKUM ADAT Hukum adat itu merupakan sesuatu yang hidup dalam masyarakat. corak dan sifat masyarakat Indonesia. maka "Hukum Adat" itu senantiasa tumbuh dari suatu kebutuhan hidup yang nyata. dalam pidato inaugurasinya yang berjudul "Corak Kegotong royongan di dalam kehidupan hukum Indonesia". yaitu: religio magis komunal kontan (tunai) kongkret (visual). yang dipandang sebagai satu kesatuan. Bagaimana tanggapan.

Dan juga dapat terlihat sejak kapan hukum adat Indonesia itu ditemukan. yang menentukan serta mengikat karena mempunyai sanksi.perhatian terhadap hukum adat dan penemuan hukum adat dalam bukunya "De Ontdekking van het adatrecht" Dari jabaran Van Vollenhoven tersebut oleh Soekanto telah dipersingkatnya dalam buku"Meninjau Hukum Adat Indonesia". melaporkan. Dalam buku Van Vollenhoven telah dijelaskannya siapa-siapa yang telah berjasa menyelidiki. bahwa hukum adat Indonesia itu ditemukan sejak orang asing menyadari bahwa masyarakat Indonesia itu mempunyai sekumpulan peraturan-peraturan hukum yang mengatur tingkah laku. mengatur hidup kemasyarakatan. menganalisa. yaitu para sarjana. sejarah 54 . Dari buku Van Vollenhoven "De Ontdekking van het adatreacht" dapat disimpulkan oleh Bushar Muhammad. Memperhatikan penjelasan Van Vollenhoven dapat terlihat bahwa hukum adat Indonesia itu ditemukan sejak orang asing menyadari bahwa masyarakat Indonesia mempunyai sekumpulan peraturan-peraturan hukum yang khas yang mengatur tingkah laku. Hal ini tidak ada di negara asalnya. mengantur hidup kemasyarakatan yang menentukan dan mengikat karena mempunyai sanksi. 90 % dari mereka adalah orang Barat. dan dipatuhi oleh anggotanya. Mengenai sejarah perkembangan hukum adat ini dapat dikelompokkan dalam sejarah perintis penemuan hukum adat. Pada umumnya Hukum Adat itu ditemukan oleh orang orang yang hidup di luar lingkungan masyarakat hukum adat itu sendiri. menulis dan menyusun hukum adat itu. Peraturanperaturan hukum itu pada umumnya tidak tertulis namun dipatuhi oleh masyarakat hukum adatnya. para ahli dan peminat.peminat lain terhadap hukum adat. yang disadari oleh orang asing tersebut hal yang seperti itu tidak ada di negara atau kampung asalnya.

Penyelidikan dan pelajaran hukum adat Indonesia yang diadakan Raffles dimuat dalam suatu skema pajaktanah yang dapat dibaca dalam "Substance of a Minute". Ia adalah penemu desa di Jawa sebagai suatu persekutuan hukum (rechtsgemeenshap) yang asli dengan organisasi sendiri dan hak-hak sendiri atas tanah. yang keseluruhannya digolongkan-nya dalam kompleks yang lebih luas yaitu Melayu-polinesia. Marsden disebut sebagai pionir dalam perintis penemuan hukum adat oleh Van Vollenhoven. Raffles masih 55 . yang di dalam perjalanan sejarah selanjutnya dari abad ke 19. kebiasaan dan adat sopan-santun orang-orang pribumi. Istilah adatrecht untuk pertama kali dipakai oleh Souck Hurgronje. Periode sampai tahun 1865 disebut zaman perintis oleh Van Vollenhoven dalam bukunya "De Outdekking van het adatrecht". disebut Daerah Indonesia" dan "Orang Indonesia".penemuan hukum adat dan sejarah politik hukum adat. Buku itu berisikan laporan tentang pemerintahan. karena padanyalah timbul kesadaran tentang kesatuan dan hubungan tali-temali dari daerah dan golongan suku-suku bangsa. seorang Belanda. Seorang Inggeris yang bernama Marsden dapat dianggap sebagai pionier dalam perintis penemu hukum adat Indonesia. Muntinghe adalah orang Barat yang pertama yang secara sistimatis memakai istilah "adat". Hasil karya Raffles yang dipublikasikan dikenal sebagai "History of Jawa". Hasil karyanya yang dikenal dengan judul "The History of Sumatera" yang dipublikasikan pada tahun 1783. Perintis Penemu Hukum Adat. hukum. tetapi masih belum mengenal istilah "adatrecht". 1. Herman Warner Muntinghe.1816. Raffles yang pernah menjadi Letnan-Gubernur Inggeris di pulau Jawa dari tahun 1811 . dapat dimasukan kedalam kelompok perintis penemu hukum adat.

Pada tahun 1912 semua karangan Wilken dikumpulkan oleh Van Ossenbruggen dalam sebuah himpunan De Verpreide geschriften. tapi kemudian diserahkan tugas politik. yang ketiga-tiganya orang Inggeris yaitu : Marsden.A. juga melihat Indonesia sebagai suatu keseluruhan yang bulat yang tidak terpisah-pisahkan. dalam sebuah himpunan "Opstellen Over Adatrecht". Ia juga telah memberikan tempat tersendiri terhadap 56 . Ia sudah memberikan tempat tersendiri tentang hukum adat. Wilken seorang anak Indo dari Menado. baginya hukum adat itu adalah hukum rakyat asli. yaitu Wilken.mencampur aduk pengertian hukum agama dengan hukum asli (hukum adat). ada tiga orang perintis penemu hukum adat. tapi dibesarkan di Nederland. Pandangannya tentang hukum adat adalah merupakan campuran dari adat istiadat asli dan hukum Hindu serta Islam. seorang pamongraja. Ia belum memakai istilah adatrecht. J. Penemu Hukum Adat. 2. yang bertugas di Lombok dan Bali. Ada tiga orang yang dapat dikelompokan Van Vollenhoven sebagai penemu hukum adat. Pengalamannya dituliskan dalam buku yang berjudul "History of the East Indian Archipelago" yang terbit tahun 1820. Liefrinck dan Snouck Hurgronje. tidak mencampur adukan hukum agama dengan hukum asli. Crawfurd adalah seorang dokter. orang Belanda. Menurut Van Vollenhoven. Kemudian pada tahun 1926 Osenbruggen menerbitkan hanya beberapa karangan Wilken saja tentang hukum adat. Tapi dia sudah melihat hukum agama itu hanya sebagian kecil saja dari hukum asli. Raffles dan John Crawfurd. F. Metode yang dipakainya adalah metode etnologi perbandingan. Pada umur 22 tahun datang ke Indonesia sebagai pamongpraja di berbagai daerah di Indonesia yang kemudian menjadi ilmuwan. Liefrinck. diantaranya sebagai duta di Kraton Jogjakarta. Ia seperti Marsden.

yaitu Van Vollenhoven:  menghilangkan kesalah-fahaman yang melihat hukum adat identik dengan hukum agama (Islam)  membela hukum adat terhadap usaha pembentuk Undang undang untuk mendesak atau menghilangkan hukum adat. Liefrinck dan Souck Hurgronje. Penemu hukum adat yang ketiga disebut Van Vollenhoven ialah Snouck Hurgronje. Terdahulu telah disebutkan bahwa Snouck Hurgronje adalah orang pertama memakai istilah "adatrecht". 57 . dengan meyakinkan pembentuk Undang-undang itu bahwa hukum adat adalah hukum yang hidup yang mempunyai suatu jiwa dan sistem sendiri. Hasil karyanya terbatas hanya pada lingkungan adat tertentu. Hasil karyanya yang terkenal tentang daerah-daerah di Indonesia adalah "De Acehers" yang diterbitkan pada tahun 1893 dan 1894. yaitu adat yang bersanksi hukum.  Membagi wilayah hukum adat Indonesia dalam 19 lingkungan hukum adat (adatrechts-krungen). berbeda dari kelaziman dan keyakinankeyakinan lain yang tidak mengandung arti hukum. Kedua-duanya mengenai hukum adatt yang terpusat pada suatu lingkungan hukum belaka dan tidak mengadakan suatu perbandingan dengan daerahdaerah lain di Nusantara. Ia adalah seorang sarjana bahasa yang menjadi negarawan. maka Snouck Hurgronje yang paling menampakan diri dengan jelas. yaitu Bali dan Lombok. ada tiga hal yang penting. dengan ditemukannya istilah adatrecht itu. Ia adalah orang yang pertama kali memakai istilah adatrecht. Dalam karya Van Vollenhoven berhubung dengan pelajaran hukum adat.hukum adat seperti Wilken. dan "Het Gayoland" yang diterbitkan tahun 1903. Diantara Wilken.

3. yaitu: mempertahankan hukum adat sepenuhnya dan menerima hukum adat yang positif saja serta menolak hukum adat secara keseluruhan. Oleh sebab itu hukum adat dipelajari untuk memenuhi dua tugas yaitu penyelidikan dan pengajaran. "ilmu untuk ilmu". buku Soepomo dan Djokosutomo tentang "Sejarah Politik Hukum Adat" jilid I dan II. Ringkasnya politik hukum adat yang dilakukan sampai tahun 1928 oleh Pemerintah Belanda. Sejarah Politik Hukum Adat. Dari tahun 1945 sampai sekarang ada 3 pandang an para ahli hukum bangsa Indonesia terhadap hukum adat. Singkatnya menurut pandangan teoritis ini. Mengenai sejarah politik hukum adat ini dapat dibaca dalam buku Van Vollenhoven "De outdekking vanhet adatrecht". Politik hukum adat itu adalah kebijaksanaan. adalah ditujukan untuk perlindungan kepentingan orang Belanda (kepentingan pemerintahan. Penyelidikan tentang hukum adat semakin digiatkan dan pengajaran 58 . pengetahuan tentang hukum adat yang diperoleh adalah semata-mata untuk menjamin kelangsungan penyelidikan ilmiah hukum adat dan untuk memajukan secara terus menerus pengajaran hukum adat. pendirian dan sikap terhadap hukum adat dari zaman dulu sampai sekarang. serta pidato Hazairin yang meramalkan sifat dan corak hukum baru di Indonesia. Menurut pandangan teoritis. agama Kristen dan sebagainya). dan juga buku "Hukum Adat di Kemudian hari" dari Soepomo. perniagaan. F. pertanian. MANFAAT MEMPELAJARI HUKUM ADAT Setelah ditemukannya hukum adat dan munculah ilmu hukum adat. Dengan ditemukannya hukum adat lahirlah ilmu hukum adat dan politik hukum adat. Apa manfaatnya mempelajari ilmu hukum adat itu dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan teoritis ini sama sekali tidak memanfaatkan ilmu hukum adat yang ditemukan itu untuk kepentingan masyarakatnya. Pandangan teoritis ini cenderung menyimpan hukum adat dalam sifat dan corak aslinya. yaitu yang dapat 59 . yaitu:  dari sudut pembinaan hukum nasional  dari sudut mengembalikan dan memupuk kepribadian bangsa Indonesia  dalam praktek peradilan. menjauhkan hukum adat dari pengaruh modernisasi. dapat diikut sertakan. Maka manfaatnya mempelajari ilmu hukum adat itu haruslah bersifat praktis dan nasional. Sampai saat ini hukum yang digunakan di negara Indonesia . tapi ilmu untuk masyarakat. Diperlukan hukum nasional yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan cara berfikir masyarakat Indonesia. pandangan "Ilmu Untuk Ilmu" mulai ditinggalkan atau dijadikan nomor dua. Dengan kata lain bukan ilmu untuk ilmu. Sesudah Perang Dunia ke I dan Perang Dunia ke II. Di Indonesia ilmu hukum adat yang ditemukan itu dipelajari dimanfaatkan untuk pembangunan masyarakat Indonesia dalam usaha mengisi kemerdekaan dan meningkatkan kemakmuran bangsa Indonesia. Sifat praktis dan nasional itu dapat terlihat dari tiga sudut. Oleh sebab itu di dalam penyusunan hukum nasional. Ini terselubung maksudnya untuk memudahkan penelitian tentang hukum adat. hukum adat yang tumbuh dari masyarakat Indonesia. Tentu saja hukum adat yang positif. Tugas akademis dan universitas ditujukan pada pengabdian ilmu yang dipelajari itu untuk pembangunan dan kebesaran Nusa dan Bangsa. masih banyak hasil produk zaman kolonial.hukum adat di Universitas ditingkatkan.

HAK ULAYAT DAN TRANSAKSI TANAH From birth to death man lives out his life as a member of a society (Krech. Atau dengan kata lain bahwa sejak dari lahir sampai meninggal manusia mengalami kehidupannya sebagai anggota suatu masyarakat. Hakim sebagai penegak hukum dan keadilan dalam memutuskan perkara. Crutchfield. Masyarakat hukum yang berdasarkan genealogis itu terbagi lagi dalam bentuk bilateral (keibu-bapaan atau parental) dan unilateral 60 . 1962 : 308). manusia itu hidup berkelompok. dan tidak bertentangan dengan hak asasi manusia. Dapat mengembalikan kepribadian bangsa. sudah tentu ada hukum yang mengatur kehidupannya. ada yang berdasarkan teritorial. Begitu juga dengan mempelajari hukum adat. mempunyai dasar persatuannya. terutama yang menyangkut masalah adat. agar keputusannya itu tidak bertentangan dengan nilainilai yang hidup dalam masyarakat yang bersangkutan. wajib mempelajari. dalam bahasa Latin yaitu : Ubi societas. Ballachey. memupuk dan G. mengikuti dan memahami nilai. atau genealogis teritorial dan teritorial genealogis. dapat memupuk apa yang sudah diketahuinya.nilai hukum yang hidup dalam masyarakat. ibi ius. Sebagaimana yang dikatakan Cicero lebih kurang 2000 tahun yang lalu. orang jadi mengetahui hukum adat.mengikuti kehidupan masyarakat modern. dan bagi mereka yang sudah tahu. MASYARAKAT HUKUM ADAT. Jadi.kelompok dan bagaimanapun kecilnya kelompok itu. yaitu ada yang berdasarkan genealogis. Di mana ada masyarakat. Inilah suatu kenyataan umum di seluruh dunia. di sana ada hukum (adat). Masing-masing kelompok tersebut.

Juga dalam bagian ini akan diuraikan tentang hak ulayat dan transaksi tanah menurut hukum adat. Masyarakat hukum yang berdasarkan teritorial juga macammacam bentuknya. 61 .(sepihak). Unilateral terbagi lagi dalam bentuk kebapaan (patriachat) dan keibuan (matriachat). yang akan dibahas pada bagian lain. sikap dan cara-cara bertindak bersama. kegiatan-kegiatannya bersama dan terpusat sekitar memiliki sekumpulan tujuan-tujuan cenderung kepercayaan. 1. masyarakat hukum wilayah (persekutuan desa) dan masyarakat hukum serikat desa. Bentuk lain ialah masyarakat hukum yang altenerend. yaitu masyarakat hukum desa. Masyarakat yang memperkem bangkan ciri-ciri khas hukum adat. itulah yang disebut masyarakat hukum adat atau persekutuan hukum adat. Masyarakat itu adalah merupakan suatu sistem sosial. Dalam praktek kehidupan sehari-hari perlu sekali kita mengetahui bentuk-bentuk atau susunan masyarakat hukum ini. Pembahasan mengenai masyarakat hukum adat yang merupakan subjek dari hukum adat erat sekali kaitannya dengan pembahasan mengenai hukum kekeluargaan dan hukum perkawinan serta hukum waris. dan dubble-unilateral. dapat disimpulkan bahwa ciri utama suatu masyarakat itu adalah suatu kumpulan manusia yang berinteraksi dan terorganisasikan. untuk menentukan kedudukan seseorang dalam keluarganya dalam kelompoknya. Masyarakat Hukum Adat Pengertian masyarakat menurut Krech dalam bukunya “Individual in Society”. Juga untuk menentukan dengan siapa seseorang tidak boleh melakukan perkawinan serta siapa yang akan menjadi ahli waris seseorang atau dari siapa seseorang seharusnya mendapatkan warisan.

karena anak yang sudah dewasa lalu kawin. Kelompokkelompok demikianlah yang bersifat persekutuan hukum (masyarakat hukum). milik keduniaan dan milik gaib. mempunyai penguasa. Bushar Muhammad menyimpulkan pendapat Ter Haar mengenai rumusan persekutuan hukum (masyarakat hukum) adalah : "Kesatuan manusia yang teratur. Contoh persekutuan hukum (masyarakat hukum) misalnya desa di Jawa. dan mempunyai kekayaan yang berwujud ataupun tidak berwujud. mereka akan mentas membentuk keluarga baru. Tidak ada seorangpun dari mereka mempunyai pikiran akan membubar kan atau memungkinkan pembubaran kelom poknya itu. famili di Minangkabau. dan orang sekelompok itu masing-masing mengalami kehidupan dalam kelompoknya sebagai hal yang wajar menurut kodrat alam.kelompok yang bertingkah laku sebagai kesatuan terhadap dunia luar. Kelompok manusia tersebut mempunyai pengurus sendiri dan mempunyai harta benda. 62 . Keluarga di Sunda atau Jawa belum memenuhi syarat untuk dapat dikatakan sebagai masyarakat hukum. Kelompok-kelompok ini mempunyai tata susunan yang tetap dan kekal. lahir dan bathin. dimana para anggota kesatuan masingmasing mengalami kehidupan dalam masyarakat sebagai hal yang wajar menurut kodrat alam dan tidak seorangpun diantara para anggota itu mempunyai pikiran atau kecenderungan untuk membubarkan ikatan yang telah tumbuh itu atau meninggalkannya dalam arti melepaskan diri dari ikatan untuk selama-lamanya".Ter Haar menulis bahwa diseluruh kepulauan Indonesia terdapat pergaulan hidup di dalam kelompok. menetap di suatu daerah tertentu.

tidak dapat dikatakan sebagai suatu masyarakat hukum. Namun dalam kenyataannya adalah darahdaerah (genealogis -teritorial) atau daerah-darah (teritorial-genealogis). Coba anda cari syarat apa yang tidak dipenuhinya sebagai suatu masyarakat hukum. ini terdapat dalam masyarakat hukum adat orang Batak. Kerinci dan orang 63 . Menurut istilah F. Manusia itu merasa terikat satu sama lain karena merasa keturunan (darah) atau sedaerah. Masyarakat hukum adat yang berdasarkan genealogis Masyarakat hukum adat yang bersifat genealogis ialah suatu Gesellschaft dan desa merupakan suatu masyarakat hukum adat yang para anggotanya merasa terikat dalam suatu ketertiban berdasarkan kepercayaan bahwa mereka semua merasa berasal satu keturunan (darah) yang sama. Ada tiga tipe pertalian keturunan dalam masyarakat hukum adat yang ditentukan oleh faktor genealogis. Berikut ini disajikan bagan susunan masyarakat hukum adat secara garis besar : a. Bali. ini terdapat dalam masyarakat hukum adat orang Sumendo. Lampung dan lain-lain. Bentuk-bentuk susunan masyarakat hukum adat Susunan masyarakat hukum adat itu ada yang berasarkan darah (genealogis) dan ada yang berdasarkan daerah (teritorial). 2. ada syarat yang tidak dipenuhinya. Minangkabau. Tonnies.Begitu juga kelompok copet atau garong. kampung di kota merupakan Gemeinschaft.  pertalian keturunan menurut garis laki-laki. Ini secara teoritis. yaitu :  pertalian keturunan menurut garis perempuan. Ambon. Begitu juga Rukun Tetangga atau Rukun Warga dikota-kota tidak dapat digolongkan sebagai masyarakat hukum.

64 . Anak perempuan melanjutkan suku ibunya. Para anggotanya merasa bersatu karena satu clan atau suku menurut istilah orang Minangkabau dan merasa diturunkan dari nenek yang sama. anaknya masuk suku isterinya.  Masyarakat hukum adat Unilateral ialah masyarakat hukum adat dimana para anggotanya menarik garis keturunan melalui satu pihak. Toraja dll. Bugis. sebagai suatu keharusan untuk dapat mempertahankan kelangsungan clan sendiri. tergantung dari pihak mana para anggota masyarakat hukum adat tersebut menarik garis keturunan. Masyarakat hukum adat unilateral ini terdiri dari masyarakat hukum . pertalian keturunan menurut garis ibu dan bapak. dan sifat perkawinannya harus exogami (exo = luar. kawin dengan anggota luar clannya). seperti yang terlihat dalam bagan 1 (susunan masyarakat hukum adat). Ciri-ciri masyarakat hukum unilateral ialah terdiri dari clan (marga. Masyarakat hukum adat yang bersifat genealogis ini ada macam-macam pula. ini terdapat dalam masyarakat hukum adat orang Jawa Sunda. melalui garis ibu (wanita) atau melalui garis bapak (laki-laki). Para anggotanya menarik garis keturunan melalui satu pihak (pihak ibu atau pihak bapak). Contoh mereka yang satu clan/suku dalam masyarakat keibuan adalah mereka yang diturunkan dari ibu atau nenek yang sama. Dayak . tapi anak laki-laki putus sampai di dia.keibuan (matriachat) . suku) sebagai kesatuan kecil dari masyarakat hukum adat itu.kebapaan (patriachat) Masyarakat hukum adat keibuan (matrilinial) adalah masyarakat hukum adat yang susunannya didasarkan atas pertalian menurut garis perempuan. Madura.

Sistem atau bentuk perkawinan pada masyarakat kebapaan adalah kawin jujur. pihak calon isteri melepaskannya dari ikatan kekeluargaan dan masuk dalam lingkungan clan/marga dari calon 65 . Yang dimaksud dengan kawin jujur ialah pihak bekal suami mencari calon isteri (menantu) dari luar clannya. Pada masyarakat kebapaan sifat perkawinannya exogam yaitu suatu keharusan mencari calon suami atau isteri dari luar clannya. Salah satu bentuk kawin exogami dalam masyarakat hukum adat keibuan adalah kawin Sumendo. Masyarakat hukum adat yang susunannya didasarkan atas pertalian keturunan menurut garis laki-laki disebut masyarakat hukum adat kebapaan atau patriachat (patrilinial). sedangkan anak perempuan selama ia belum kawin ia tetap masuk marga bapaknya. Anak-anak pada masyarakat keibuan ini masuk suku ibunya dan mewaris melalui ibunya. Yang manakah diantara para anggota masyarakat itu yang menjadi anggota clan atau marganya ? Mereka yang diturunkan dari ayah atau kakek yang sama adalah satu clan. serentak pada saat jujur dibayar kepada pihak calon isteri. Kawin Sumendo ialah pihak bekal isteri. dengan membayar jujur. Masyarakat hukum adat ini terbagi dalam kesatuan-kesatuan yang kecil yang disebut clan atau marga. dan setelah kawin masing-masing tetap pada clan asalnya dan bersifat matrilokal. mencari calon suami (menantu) dari luar clannya. Jadi masyarakat hukum adat kebapaan ialah masyarakat hukum dimana para anggotanya merasa bersatu karena merasa diturunkan dari bapak atau kakek yang sama.Suku-suku itu dipertahankan dengan melakukan kawin exogami. Tetapi kalau ia sudah kawin ia keluar dari marga asalnya (ayahnya) dan masuk marga suaminya serentak pada saat jujur dibayar. Anak laki-laki melanjutkan clan/ marga bapaknya.

suatu pertalian keluarga. yang di kenal marganya saja. Masyarakat hukum adat bilateral yang berdasarkan rumpun. Rumpun merupakan kesatuan yang terdiri dari keluarga-keluarga. Masyarakat hukum adat bilateral ini ada yang berdasarkan keluarga (gezin) yaitu terdiri dari ibu. anak perempuan bukan sebagai ahli warisnya. Seperti kita kenal. Tobing. terdiri dari rumpun-rumpun. Pangabean. Dengan kata lain dapat juga dikatakan yaitu sekumpulan manusia yang merupakan kesatuan karena para anggotanya menarik garis keturunan melalui garis ibu dan bapak dan kedua garis itu dinilai dan diberi derajat yang sama bagi si anak.suaminya. Sunda dan Madura. Akibat hukum dari perkawinan jujur ialah anak masuk marga ayahnya. 66 . karena mereka menarik garis keturunan dari kedua belah pihak. Siregar. sehingga nama kecilnya kalau sudah kawin jarang disebut. Jadi pada masyarakat bilateral tidak ada clan. Bagi orang Batak marganya melekat pada dirinya. Butar Butar. Contoh masyarakat hukum adat kebapaan yang dikenal adalah orang Batak. terdapat di Dayak Kalimantan. banyak macam marga orang Batak itu. diantaranya ialah Nasution. bapak dan anak-anak. Baik pihak ibu (famili ibu) maupun pihak bapak (famili bapak) dinilai sama oleh yang bersangkutan dan dipandang sama oleh masyarakat.  Masyarakat hukum adat Bilateral atau parental (keibu-bapaan) ialah masyarakat hukum adat yang susunannya didasarkan atas pertalian keturunan menurut garis ibu dan bapak. Sembiring dan lain-lain. Hanya anak laki-laki yang menjadi ahli waris dari ayahnya. Contohnya di Jawa. Harahap. Anak-anak yang sudah dewasa kawin dan membentuk keluarga baru.

 Masyarakat hukum adat yang susunannya didasarkan atas pertalian keturunan menurut garis Altenerend adalah masyarakat hukum adat yang para anggotanya menarik garis keturunan berganti-ganti secara bergiliran melalui garis ayah maupun melalui garis ibu sesuai dengan bentuk perkawinan yang dialami oleh orang tuanya. adalah masyarakat hukum di mana para anggotanya merasa terikat satu sama lain. Dimana Rejang itu? Dan apakah masyarakat hukum adat altenerend ini masih ada? Coba anda selidiki. Kalau orang tuanya kawin jujur. Masyarakat hukum adat altenerend dan masyarakat hukum adat dubble unilateral pada prinsipnya adalah masyarakat hukum adat unilateral. maka anak-anaknya masuk clan ayah. Tetapi pada masing masing terdapat penyimpanganpenyimpangannya. tergantung pada jenisnya. Kalau ia perempuan. Ada tiga jenis masyarakat hukum adat yang strukturnya bersifat teritorial. Masyarakat hukum adat yang berdasarkan teritorial Masyarakat hukum adat yang susunannya bersifat teritorial. dan sekiranya orang tuanya kawin Sumendo.  Masyarakat altenerend ini terdapat di Rejang. karena merasa berasal dari daerah yang sama. Contoh masyarakat hukum adat yang dubble-unilateral ini terdapat di Timor. yaitu :  masyarakat hukum desa 67 . ia masuk clan ibunya dan kalau ia laki-laki ia masuk clan ayahnya. maka anaknya masuk clan ibu.  Masyarakat hukum adat yang susunannya didasarkan atas pertalian keturunan menurut garis dubble unila teral adalah masyarakat hukum adat yang para anggota nya menarik garis keturunan melalui garis ayah dan garis ibu jalin menjalin.

Marga di Sumatera Selatan sebagai masyarakat hukum wilayah menaungi beberapa dusun. suatu tata susunan tertentu. masyarakat hukum wilayah (persekutuan desa)  masyarakat hukum serikat desa (perserikatan desa). Contohnya adalah kurya di Angkola dan Mandailing. Contohnya Subak di Bali. Contohnya adalah desa-desa di Jawa. Kerja samaitu terbentuk mungkin kebetulan letaknya berdekatan. Sunda. yang dibentuk atas dasar kerja sama dalam berbagai lapangan untuk kepentingan bersama masyarakat hukum desa yang tergabung dalam masyarakat hukum serikat desa tersebut. Kurya sebagai masyarakat hukum wilayah menaungi beberapa huta. Masyarakat hukum desa ini melingkupi pula kesatuan-kesatuan yang kecil yang terletak di luar wilayah desa yang sebenarnya. Masing-masing nya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat hukum wilayah sebagai kesatuan sosial teritorial yang lebih tinggi. Masyarakat hukum desa adalah sekumpulan orang yang hidup bersama berasaskan pandangan hidup. Terdahulu sudah dibicarakan tentang penggolongan dan masyarakat masyarakat hukum adat yang bersifat genealogis 68 . Masyarakat hukum wilayah adalah suatu kesatuan sosial yang teritorial yang melingkupi beberapa masyarakat hukum desa yang masing-masingnya tetap merupakan kesatuan-kesatuan yang berdiri sendiri. yang menetap pada suatu tempat kediaman bersama dan oleh sebab itu merupakan suatu kesatuan. Masyarakat hukum serikat desa adalah suatu kesatuan sosial yang teritorial. baik ke luar maupun ke dalam. Madura dan Bali. yang tunduk pada peraturan-peraturan dan pejabat desanya. yang disebut teratak atau dukuh. cara hidup dan sistem kepercayaan yang sama. Beberapa desa berserikat untuk mengurus kepentingan pengairan dari desa-desa yang berserikat itu.

Masyarakat hukum adat kebapaan yang goyah dalam perkawin an. Contohnya. masyarakat hukum desa di Jawa. Dari sudut hukum adat itu sendiri yaitu : 1) masyarakat hukum adat yang goyah a) goyah dalam perkawinan b) goyah dalam pewarisan. tapi suku suku itu berada di dalam suatu teritorial yaitu nagari. Ada kecenderungan masyarakat matrilineal dan patrilineal itu berubah menuju masyarakat bilateral. Masyarakat hukum adat yang adalah unsur teritorialnya lebih teritorial-genealogis diutamakannya dan lebih kuat dari pada unsur genealogis nya. Masyarakat hukum adat sifatnya genealogis teritorial adalah unsur genealogisnya lebih kuat dan lebih diutamakan dalam kesatuannya daripada unsur teritorialnya. Hal ini dapat terlihat dari tiga sudut/segi yaitu : a. namun dalam desa ada keluarga yang bersifat genealogis. tapi tergantung pada sifat mana yang lebih sifatnya diutamakannya. 2) masyarakat hukum adat yang darurat 3) perkembangan hukum adat. Namun dalam praktek kenyataan yang sebenarnya tidaklah ada yang murni. 3. Di dalam nagari ada suku-suku yang merupakan kesatuan masyarakat hukum adat. Contohnya nagari di Minangkabau. Perubahan Masyarakat Hukum Adat. secara murni desa adalah bersifat teritorial. laki-laki harus membayar jujur kepada pihak perempuan dalam hukum perkawinan nya. Menurut adat masyarakat kebapaan.hukum adat yang bersifat teritorial. Sekarang 69 . Tiap masyarakat hukum adat mengandung kedua sifat tersebut. Penggolongan kedua dasar tersebut itu hanya menurut teoritis.

Pada saat ini sudah banyak si ayah banyak yang memberikan sebagai hartanya kepada anak perempuannya semasa hidupnya melalui hibah. Agama sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Oleh sebab itu kemungkinan masyarakat Indonesia berubah kearah bilateral.Begitu juga pada masyarakat keibuan. Oleh sebab itu keluarga tersebut dibolehkan mengawinkan anak perempuannya dengan laki-laki yang satu clan. tidak pakai jujur-jujuran. Dari sudut hukum Islam Masyarakat Indonesia kurang lebih 90 % beragama Islam. Pada sumendo bebas ini kehidupan keluarga tersebut sudah seperti keluarga pada masyarakat bilateral. b. Islam meridoi masyarakat bilateral. Di Lampung.sudah banyak jujur itu tidak dibayar. Seharusnya mereka harus kawin exogam untuk mempertahankan kelangsungan clan (suku). asal tidak satu penghulu (sedatuk) . Goyah dalam pewarisan pada masyarakat kebapaan yang seharusnya hanya anak laki-laki yang mendapat waris dari ayahnya. dengan didenda adat. Bagi si anak tidak ada clan lagi karena ibu bapaknya sama clannya.kalau satu keluarga tidak mempunyai anak laki-laki hanya anak perempuan saja. Tetapi pada saat ini banyak si bapak memberikan sesbagian atau seluruh harta pencariannya kepada anak-anaknya. Ini sudah seperti masyarakat bilateral . yang seharusnya anak-anak mewaris melalui ibu. sudah serupaka pada masyarakat bilateral. sudah banyak yang kawin satu suku. 70 . Begitu juga pada masyarakat keibuan. Adatnya mengharuskan untuk mempunyai anak laki-laki. sumendo menetap dan terakhir sumendo bebas. keluarga tersebut namanya dalam keadaan darurat. Di Minangkabau terjadi perkembangan dalam bentuk perkawinannya dari Sumendo bertandang.

Bagaimana bentuk perkawinan dalam masyarakat anda dan bandingkan dengan bentuk perkawinan pada masyarakat lain ? 8. Apakah hak ulayat itu masih ada dalam masyarakat anda ? Kalau masih ada dalam bentuk apa ? 4. Latihan: 1. Coba anda lihat dalam masyarakat dari mana anda berasal. 71 . Apakah ada adopsi dalam masyarakat tempat anda tinggal atau dari masyarakat anda berasal ? Apakah adopsi tersebut diharuskan oleh adat masyarakat yang bersangkutan Coba jelaskan ? 7. Faktor-faktor sosiologis yang murni yang dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia berubah kearah masyarakat bilateral antara lain adalah : revolusi . Coba anda diskusikan dengan teman anda.apanya yang anda cicil? Jelaskan ! 5. Bagaimana bentuk masyarakat hukum dimana anda berada ? 3. Coba anda bedakan transaksi tanah sebagai objek dengan tansaksi tanah hanya tersangkut saja !Jika anda membeli rumah melalui BTN yang dicicil. komunikasi dan teknologi canggih. bagaimana hubungan hukum anda sebagai anak dengan kedua orang tua dan kedua belah pihak orang tua anda ! 6. Diskusikanlah dengan teman-teman Anda. Faktor-faktor sosiologis yang murni Persentuhan dua atau lebih kebudayaan akan menimbullkan kebudayaan baru. kemungkinan masyarakat Indonesia cenderung berubah ke arah masyarakat bilateral ! bentuk masyara peperangan. pendidikan. bagaimana sistem pembagian waris di dalam masyarakat di mana anda berada atau berasal ? 10. Coba dijelaskan apa manfaatnya mempelajari bentuk kat hukum ! 2.c. Apakah dalam keluarga Anda mengakui harta bersama ? Jelaskan alasannya? 9.

yang 72 . Adapun yang dimaksud dengan asas konkordasi adalah asas penyesuaian atau asas persamaan terhadap berlakunya sistem hukum di Indonesia yang berdasarkan pada ketentuan pasal 131 ayat ( 2 ) I. maka secara otomatis apa yang terjadi dalam perkembangan hukum di negara Perancis amat berpengaruh dengan kebijakan hukum di negara Belanda. Menurut Kansil ( 1993 : 63 ).maka kebijakankebijakan dalam hukum perdata tidak terlepas dari kebijakan yang terjadi dan diterapkan di negara Belanda. Belanda. Dalam pembuatan kodifikasi dipertahankan juga asas konkordasi. tahun 1848 menjadi tahun yang amat penting dalam sejarah hukum Indonesia. maka pengaruh hukum Romawi juga amat dominan. Sarjana-sarjana Perancis banyak yang mempelajari hukumnya di negara Romawi. tetapi diadakan beberapa perkecualian agar dapat menyesuaikan hukum bagi golongan hukum Eropa di Indonesia dengan keadaan istimewa. terutama yang mempunyai hubungan langsung. Sementara itu Belanda pernah dijajah oleh Perancis. resikonya hampir semua hasil kodifikasi tahun 1848 di Indonesia adalah tiruan hasil kodifikasi yang telah dilakukan di negeri Belanda pada tahun 1838. Sejarah dan Pengertian Hukum Perdata Sejarah Perkembangan hukum Perdata di Indonesia tidak terlepas dari sejarah perkembangan Ilmu Hukum di negara-negara Eropa lainnya. dalam arti perkembangan hukum perdata di indonesia amat dipengaruhi oleh perkembangan hukum di negara-negara lain. Pada tahun ini hukum privat yang berlaku bagi golongan hukum Eropa dikodifikasi.BAB IV POKOK-POKOK HUKUM PERDATA A.S. Indonesia sebagai negara yang berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda. yakni dikumpulkan dan dicantumkan dalam beberapa kitab undang-undang berdasarkan suatu sistem tertentu.

Sumber pokok Hukum Perdata ialah Kitab Undang-Undang Hukum Sipil ( BW ) disingkat KUHS. yaitu Code Napoleon tahun 1811-1838 akibat pendudukan Perancis di Belanda berlaku. Kemper dan bertugas membuat rencana kodifikasi hukum perdata Belanda dengan menggunakan sebagai sumber sebagian besar “ Code Napoleon” dan sebagian kecil hukum Belanda Kuno. tetapi dalam kitab tersendiri ialah Code de Commerce. Pada tahun itu dikeluarkan:  Burgerlijk Wetboek ( KUH Sipil )  Wetboek van Koophandel ( KUH Dagang ) 73 . Setelah pendudukan Perancis berakhir oleh pemerintah Belanda dibentuk suatu panitia yang diketuai Mr. maka Hukum Perdata berlaku di negeri Belanda sebagai Kitab Undang-Undang Hukum Sipil yang resmi. tetapi Hukum Perdata Belanda baru diresmikan pada 1 Oktober 1838.M. Jadi selarasnya hukum kodifikasi di Indonesia dengan hukum kodifikasi di negeri Belanda adalah berdasarkan asas konkordasi. Sedangkan dari Code Napoleon ini adalah Code Civil yang dalam penyusunannya mengambil karangan-karangan pengarang-pengarang bangsa Perancis tentang Hukum Romawi (Corpus Juris Civilis ) yang pada jaman dahulu dianggap sebagai hukum yang paling sempurna. Peraturan-peraturan yang belum ada pada jaman Romawi tidak dimasukkan dalam Code Civil. KUHS sebagian besar adalah hukum perdata Perancis. Meskipun penyusunan sudah selesai sebelum 5 Juli 1830. J. Hal ini menurut Kansil ( 1993 : 115 ) berarti bahwa hukum yang berlaku bagi orang-orang Belanda di Indonesia harus disamakan dengan hukum yang berlaku di negeri Belanda.berbunyi “ Untuk golongan bangsa Belanda untuk itu harus dianut atau dicontoh undang-undang di negeri Belanda.

Berdasarkan asas konkordasi. termasuk apabila telah lahir peraturan perundang-undangan yang baru.d. Hal ini termasuk keberadaan Hukum Perdata.kecuali ketentuan-ketentuan yang mengenai hipotek yang masih berlaku pada mulainya berlaku undang-undang ini. maka segala jenis dan bentuk hukum yang ada yang merupakan peninggalan dari jaman kolonial masih dinyatakan tetap berlaku. 110 tentang ketidakwenangan bertindak dari istri : konsekweinsinya suami istri mempunyai kedudukan yang sama 74 . Pasal 108 s.23 dan mulai berlaku 1 mei 1848 di Indoensia. maka apa yang ada dalam KUH Perdata tersebut dinyatakan tidak berlaku. kodifikasi hukum perdata Belanda menjadi contoh bagi kodifikasi hukum perdata Eropa di Indonesia. Adapun dasar hukum berlakunya peraturan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata di Indonesia adalah pasal II Aturan Peralihan UndangUndang Dasar 1945 yang menyatakan. terutama yang mengenai Bumi. Hanya saja dalam pelaksanannya yang menyangkut keberlakuan hukum perdata ini disesuaikan dengan azas dan falsafah negara Pancasila. Kodifikasi ini diumumkan tanggal 30-4-1847 Staatsblad No. Contohnya masalah tanah yang telah ada Undang-undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria. begitu juga masalah Perkawinan yang telah ada Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Perkawinan. Ketentuan lain adalah dengan keluarnya Surat Edaran Mahkamah Agung nomor 3 tahun 1963 yang menyatakan bebera pasal yang ada dalam KUH perdata dinyatakan tidak berlaku lagi. Adapun pasal-pasal tersebut di antaranya adalah sebagai berikut : a. Dengan demikian sepanjang belum ada peraturan yang baru. bahwa segala badan negara dan peraturan yang ada masinh langsung berlaku selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini. air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.

maka si pemilik harus memberikan kompensasi atau ganti kerugian kepada si penyewa sesuai dengan kesepakatan bersama. dia akan mendapatkan bagian ½ dari harta warisan yang ditinggalkan pewaris tersebut. Pasal 1682 yang mengharuskan penghibahan dengan akta notaris. c. maka dia mendapatkan hak untukmewaris dari orang tuanya yang meninggal. namun saksi-saksi sebagai bukti harus tetap ada.masing-masing pihak (suami isteri) berhak untuk melakukan perbuatan hukum b. sedangkan bila dia bersama-sama dengan golongan 2. pemilik tidak dapat menghentikan sewa dengan alasan akan memakainya sendiri barangnya. Dengan adanya pengakuan terhadap anak luar kawin ini. sekalipun demikian apabila si pemilik akan memakai kembali barang yang disewakannya tersebut. dia akan mendapatkan bagian 1/3 nya. sehingga si penyewa tidak merasa dirugikan. Pasal 284 ayat (3) tentang pengakuan anak luar kawin yang lahir dari wanita Indonesia Asli konsekwensinya : Tidak menimbulkan putusnya hubungan hukum antara ibu dan anak. d. Konsekwensinya tidak mengharuskan penghibahan melalui akte notaris. sementara si penyewa masih mempunyai hak. misalnya kalau dia bersama-sama dengan golongan 1. Hal ini diperkuat oleh bunyi pasal 31 Undang-undang nomort 1 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Perkawinan yang menyatakan bahwa hak dan kedudukan isteri adalah seimbang dengan hak dan kedudukan suami dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama dalam masyarakat. Pasal 1579 : yang menentukan bahwa dalam sewa menyewa barang.dalam hukum. 75 . Konsekwensinya : boleh menghentikan. ini juga berarti bahwa apabila terjkadi proses hibah tidak perlu dilakukan melalui akte notaris.

e. Pasal 1238 yang menentukan, bahwa pelaksanaan suatu perjanjian hanya dapat diminta di depan hakim, jika didahului dengan penagihan tertulis. Konsekwensinya : tidak harus didahului dengan penagihan tertulis f. Pasal 1460 tentang resiko dalam perjanjian jual beli barang ditentukan resiko ada pada pembeli. Konsekwensinya resiko ditanggung bersama, artinya baik si pembeli maupun si penjual sama menanggung resiko, bahkan bila terdapat cacat barang yang tersembunyi tidak tertutup kemungkinan resiko tersebut menjadi tanggung jawab si penjual seluruhnya. Sebaliknya bila terjadi kasus overmacht atau keadaan memaksa, resiko bisa menjadi tanggungan si pembeli seluruhnya.Jadi mengenai resiko dari perjanjian jual beli amat tergantung dari persetujuan bersama, kecuali hal-hal yang diatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan. g. Pasal 1630 yang mengadakan diskriminasi antara orang Eropa dan bukan Eropa dalam perjanjian perburuhan. Konsekwensinya tidak ada diskriminasi dalam perburuhan. Bagaimana kondisi atau keadaan hukum perdata di Indonesia saat ini ? Keadaan Hukum Perdata di Indonesia dari dahulu sampai dengan sekarang tidak ada keseragaman ( Pluranisme ). Hal ini dikarenakan adanya kebijakan tentang pembagian penduduk di Indonesia, yaitu sebagai berikut : 1. WNI asli ( dahulu Bumi Putera ) berlaku Hukum Perdata Adat, yaitu keseluruhan aturan-aturan hukum yang tidak tertulis. Namun ada beberapa pasal dalam KUH Perdata dan KUHD yang dinyatakan berlaku bagi WNI asli tersebut, yaitu : a. Pasal-pasal yang berhubungan dengan pembagian kerja lama, yaitu: pasal 1601 tentang : persetujuan-persetujuan untuk

melakukan jasa-jasa yang diatur dalam ketentuan-ketentuan

76

khusus;1602 tentang kewajiban majikan dalam membayar upah pada buruh;1603 tentang kewajiban-kewajiban buruh. Selain itu ada juga pasal-pasal tentang perjanjian kerja baru yang khusus berlaku bagi golongan Eropa, yaitu pasal-pasal yang terdapat dalam Titel 7 A Buku III BW ). b. Pasal-pasal tentang permainan dan pertauran ( perjudian ) yaitu pasal-pasal: 1788 ( Undang-undang tidak memberikan suatu tuntutan hukum dalam halnya suatu utang yang terjadi karena perjudian atau pertaruhan); 1789 ( Dalam ketentuan tersebut di atas tidak termasuk permainan-permainan yang dapat

dipergunakan untuk olah ragam, seperti main anggar lari cepat dsb); 1790 ( Tidaklah diperbolehkan untuk menyingkiri berlakunya ketentuan-ketentuan kedua pasal yang lalu dengan jalan

perjumpaan utang ) dan 1791 ( Seorang yang secara sukarela telah membayar kekalahannya sekali-sekali tak diperbolehkan

menuntutnya kembali kecuali apabila dari pihaknya pemenang telah dilakukan kecurangan atau penipuan ). c. Pasal-pasal dari KUHD tentang Hukum Laut 2. WNI Keturunan Eropa berlaku Hukum Perdata Barat, termasuk WvK. Adapun yang dimaksud golongan Eropa menurut Soediman Kartohadiprodjo ( 1987:58) adalah : a. semua warga negara Nederland b. kesemuanya orang, tidak termasuk yang disebut (1) di atas yang berasal dari Eropa c. Kesemuanya warga negara Jepang d. Kesemuanya orang di luar 1 dan 2 yang hukum keluarganya sama dengan hukum Belanda e. Anak-anak dari 2 dan 3 yang lahir di Indonesia

77

2. WNI Keturunan Timur Asung : a. Non Tionghoa : Berlaku Hukum Perdata yang ditetapkan berdasarkan Lembaran Negara 1925 nomor 556 yaitu yang memberlakukan sebagian dari BW dan WvK, yaitu bagian-bagian yang mengenai Hukum Harta Kekayaan dan Hukum Waris yang dengan surat wasiat. Yang lainnya berlaku Hukum Adatnya, yaitu menurut Jurisprudensi tetap di Indonesia ialah Hukum Perdata Adat dari orang-orang Timur Asing yang tumbuh di Indonesia. b. Tionghoa : Diberlakukan Hukum Perdata sebagaimana diatur dalam LN 1925 nomor 557 yaitu berlaku seluruh Hukum Perdata (BW) dan WvK dengan pengecualian dan penambahan : 1) Pengecualiannya : Pasal-pasal mengenai upacara perkawinan dan mengenai pencegahan (penahanan ) perkawinan dari BW tidak berlaku bagi mereka ,karena mereka tetap tunduk kepada hukum adatnya sendiri. 2) Penambahannya : Peraturan-peraturan mengenai pengangkatan anak (adopsi) dan Kongsi (badan perdagangan ). Lembaga adopsi ini menjadi sangat penting mengingat masayarakat Tionghoa menarik garis keturunan laki-laki, sementara dalam BW tidak diatur mengenai lembaga adopsi.

Untuk mengurangi masalah pluralisme hukum perdata di Indonesia, Pemerintahan Kolonial Belanda mengeluarkan serangkaian kebijakan yang termuat dalam pasal 131 IS. Kebijakan ini dikenal dengan nama politik hukum pemerintah Belanda yang lengkapnya berbunyi :  Hukum Perdata dan dagang (begitu pula Hukum Pidana beserta Hukum Acara Perdata dan Pidana ) harus diletakkan dalam kitabkitab undang-undang yang dikodifisir ( asas kodifikasi )

78

yaitu Hukum Adat. dengan ketentuan nampak. Untuk golongan bangsa Eropa dianut (dicontoh) perundang-undangan yang berlaku di Negeri Belanda (asas konkordasi )  Untuk golongan bangsa Indonesia Asli dan Timur asing (tionghoa. golongan Pribumi dan Golongan Tmur Asing. hukum pidana serta hukum acara perdata dan pidana.  Orang Indonesia asli dan Timur Asing sepanjang mereka belum ditundukkan di bawah peraturan bersama dengan bangsa Eropa. diperbolehkan menundukkan diri (onderwepen). juga dikenal adanya penundukkan diri. Dengan demikian jelaslah. Dalam ayat (2) pasal 131 IS disebut perkataan “ Europeanen” (sub a ) dan Indonesiers en Vreemde Oosterlingen ( sub. peraturan polisi dan administrasi diadakan perbedaan antara golongan Eropah. dalam aturan-aturan. yaitu : 79 . melainkan menentukan akan berlakunya lebih dari satu sistem hukum di Indonesia. Penundukan Diri sebagaimana diatur dalam Stb.Arab dsb ) jika ternyata kebutuhan kemasyarakatan mereka menghendakinya.  Sebelum hukum untuk bangsa Indonesia ditulis di dalam undangundang. dalam peraturan umum dan peraturan setempat. jikalau ketentuan-ketentuan dalam undang-undang ini. Selain melalui kebijakan politik hukum. dapat menggunakan peraturan yang berlaku bagi golongan Eropa. bagi mereka itu akan tetap berlaku hukum yang sekarang berlaku bagi mereka. b ). yaitu yang menurut penjelasan pasal 131 ayat (1) dinyatakan. maka kesemuanya ini dijalankan menurut aturan-aturan. bahwa pasal 131 IS memuat dasar politik hukum mengenai hukum perdata. Sistem Hukum untuk Europeanen “ dan sistem hukum untuk Indonesiers dan Vreemde Oosterlingen. bahwa IS dalam politik hukumnya tidak bersandar pada satu hukum. 1917 nomor 12 ada 4 macam.

B. Sistematika atau isi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang ada dan berlaku di Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau BW yang ada dan berlaku di Indonesia mempunyai sistematika yang terdiri dari 4 buku ( Buku-Titel-Bab. yaitu : Buku I Buku II Buku III Buku IV Van Personen Van Zaken Van Verbinsissen Van Bevijs En Verjaring ( mengenai orang ) ( mengenai Benda ) ( mengenai Perikatan ) (bukti dan kadaluarsa) 80 . baik mengenai kecakapan seseorang dalam lapangan hukum.  Penundukan diri pada seluruh Hukum Perdata Eropa Penundukan diri pada sebagian Hukum Perdata Eropa. mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan. SISTEMATIKA Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang dikodifikasikan di Indonesia pada tahun 1848 pada intinya mengatur hubungan hukum antara orang perorangan. Hal ini dimungkinkan karena mengacu atau paling tidak mendapatkan pengaruh yang sama. seperti yang dinyatakan berlaku bagi golongan Timur Asing. ternyata bila dibandingkan dengan Kitab Undang-Undang hukum Perdata yang ada dan berlaku di negara lain tidaklah terlalu jauh berbeda. yaitu dari hukum Romawi ( Code Civil).( Pasal-Ayat). mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perikatan dan hal-hal yang berhubungan dengan pembuktian dan lewat waktu atau kadaluarsa. yaitu hanya pada hukum kekayaan harta benda saja.   Penundukan diri mengenai suatu perbuatan hukum tertentu Penundukan diri secara diam-diam.

yaitu : a. Seharusnya KUH Perdata hanya memuat ketentuan-ketentuan mengenai Hukum Privat Materiil. Ketentuan mengenai lewat waktu acquisitief 2. yaitu : a. Hukum Perdata lebih tepat dibagi menjadi 5 Buku. bahwa pembagian sistematika sebagaimana diatur dalam KUH Perdata tersebut kurang memuaskan. Buku V tentang : Waris Adapun hal-hal yang diatur dalam KUH perdata sebagaimana berlaku di Indonesia saat ini. karena : 1. Buku I tentang : Ketentuan Umum b. Dalam KUH Perdata terdapat tiga aturan mengenai Hukum Perdata Formil. Kansil ( 1993 : 119 ) merasakan. Buku IV tentang : Kekeluargaan e. tetapi juga merupakan bagian dari hukum kekeluargaan 4.Mengenai pembagian Hukum Perdata tersebut sudah barang tentu menimbulkan berbagaim komentar dan analisis dari para ahli ilmu Hukum. ( kecuali beberapa bagian yang sudah dinyatakan tidak berlaku) adalah sebagai berikut : Buku Kesatu tentang Orang ( van persoon ) yang terdiri dari 18 bab. Buku III tentang : Kebendaan d. sehingga perlu dilakukan berbagai perubahan untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat Indonesia 3. Ketentuan mengenai Hukum Pembuktian b. Ketentuan mengenai lewat waktu extinctief c. Hukum waris bukan hanya bagian dari hukum benda. Buku II tentang : Perikatan c. KUH Perdata berasal dari BW yang berasaskan liberalisme dan individualisme. yaitu mengatur : I II tentang menikmati dan kehilangan hak-hak kewenangan tentang akta-akta catatan sipil 81 .

mengubah dan mencabut tunjangantunjangan nafkah XV XVI kebelum-dewasaan dan perwalian tentang beberapa perlunakan XVII tentang pengampuan XVIII tentang keadaan tak hadir Buku kedua tentang Kebendaan ( van zaken ). yang secara lengkapnya adalah sebagai berikut : I II tentang kebendaan dan cara membeda-bedakannya tentang kedudukan berkuasa (bezit) dan hak-hak yang timbul karenanya III IV tentang hak milik ( eigendoom ) tentang hak dan kewajiban antara pemilik-pemilik pekarangan yang satu sama lain bertetanggaan V tentang kerja rodi 82 .yang terdiri dari 21 bab.III IV V VI tentang tempat tinggal atau domisili tentang perkawinan tentang hak-hak dan kewajiban-kewajiban suami dan isteri tentang persatuan harta kekayaan menurut undang-undang dan pengurusannya VII VIII tentang perjanjian kawin tentang persatuan atau perjanjian kawin dalam perkawinan untuk kedua kali atau selanjutnya IX X XI XII XIII XIV XVa tentang perpisahan harta kekayaan tentang pembubaran perkawinan tentang perpisahan meja dan ranjang tentang kebapaan dan keturunan anak-anak tentang kekeluargaan sedarah dan semenda tentang kekuasaan orang tua tentang menentukan.

yaitu lengkapnya sebagai berikut : I II tentang Perikatan-perikatan umumnya tentang Perikatan-perikatan yang dilahirkan darikontrak atau persetujuan III tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undangundang IV V VI VII VIII tentang hapusnya perikatan-perikatan tentang jual-beli tentang tukar menukar tentang sewa-menyewa tentang persetujuan-persetujuan untuk melakukan pekerjaan 83 .VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV tentang pengabdian pekarangan tentang hak numpang karang tentang hak usaha ( erfpacht ) tentang bunga tanah dan hasil se persepuluh tentang hak pakai hasil tentang hak pakai dan hak mendiami tentang perwarisan karena kematian tentang surat wasiat tentang pelaksanaan wasiat dan pengurus harta peninggalan tentang hak memikir dan hak istimewa untuk mengadakan pendaftaran harta peninggalan XVI tentang menerima dan menolak suatu warisan XVII tentang pemisahan harta peninggalan XVIII tentang harta peninggalan yang tak terurus XIX XX XXI tentang piutang-piutang yang diistimewakan tentang gadai tentang hipotik Buku Ketiga tentang Perikatan ( van Verbintenis ) yang terdiri dari 18 bab.

Subyek hukum atau hukum tentang orang b. Perwalian dan Pengampuan 84 . maka agr tidak membingungkan berikut ini dikutipkan hal-hal yang pokok saja dari setiap Buku yang ada dalam KUH Perdata. Kekayaan perkawinan d. selengkapnya adalah sebagai berikut : I II III IV V VI VII tentang pembuktian pada umumnya tentang pembuktian dengan tulisan tentang pembuktian dengan saksi-saksi tentang persangkaan-persangkaan tentang pengakuan tentang sumpah di muka Hakim tentang daluwarsa Berdasarkan rincian materi yang termuat dalam KUH Perdata tersebut.IX X XI XII XIII XIV XV XVI tentang persekutuan tentang hibah tentang penitipan barang tentang pinjam-pakai tentang pinjam-meminjam tentang bunga tetap atau bunga abadi tentang persetujuan-persetujuan untung-untungan tentang pemberian kuasa XVII tentang penanggungan XVIII tentang perdamaian Buku Keempat tentang Pembuktian dan Kadaluarsa ( van bewijs en verjaring ) yang terdiri dari 7 bab. Perkawinan dan hak suami isteri c. Kekuasaan orang tua e. yaitu : Buku I tentang orang antara lain memuat : a.

Hipotek f.Buku II tentang benda yang memuat : a. Macam-macam alat bukti. seperti : 1) Jual beli 2) Tukar menukar 3) Sewa menyewa 4) Perjanjian perburuhan 5) Badan Usaha 6) Borgtocht 7) Perbuatan melanggar hukum Buku IV tentang Pembuktian dan lewat waktu yang memuat : a. Opstal d. Eigendom c. Lewat waktu 85 . Gadai Buku III tentang perikatan yang memuat: a. Bezit b. Erfpacht e. Persetujuan-persetujuan tertentu. seperti : 1) Surat 2) Saksi 3) Persangkaan 4) Pengakuan 5) Sumpah b. Timbulnya perikatan c. Istilah perikatan pada umumnya b.

peraturan-peraturan perihal kecakapanuntuk memiliki hak-hak dan kecakapan untuk bertindak sendiri melaksanakan hak-haknya itu serta hal-hal yang mempengaruhi kecakapan-kecakapan itu.perwalian dan curatele.Sedangkan para ilmu hukum sebagaimana dikemukakan oleh Kansil ( 1994 : 16-17 ) mengemukakan sistematika Hukum Perdata sebagai berikut: 1. Hukum Kekeluargaan Hukum kekeluargaan mengatur perihal hubungan-hubungan hukum yang timbul sebagai akibat dari hubungan kekeluargaan. 2. hubungan antara orang tua dan anak.Hukum warisan ini juga mengatur akibat-akibat hukum keluarga terhadap harta peninggalan seseorang. 3. 4. Hukum Warisaan Hukum warisan adalah hukum yang mengatur tentang benad atau kekayaan seorang jikalau ia meninggal dunia. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang demikian itu biasanya dapat dipindahkan kepada orang lain. Hukum Kekayaan Hukum kekayaan adalah hukum yang mengatur perihal hubungan hukum yang dapat dinilai dengan uang. ternyata Hukum Kekeluargaan yang di dalam KUH Perdata atau BW dimasukkan ke dalam Hukum tentang diri seseorang.Sedangkan Hukum warisan 86 . Berdasarkan sistematika sebagaimana disebutkan dalam KUH Perdata dan menurut para ahli ilmu hukum. yaitu:Perkawinan beserta hubungan dalam lapangan hukum kekayaan antara suami isteri. yaitu segala kewajiban-kewajiban yang dapat dinilai dengan uang. karena hubungan-hubungan keluarga memang berpengaruh besar terhadap kecakapan seseorang untuk memiliki hak-hak serta kecakapannya untuk mempergunakan hak-haknya tersebut. Hukum tentang diri seseorang Hukum tentang diri seseorang ini memuat peraturan-peraturan tentang manusia sebagai subyek dalam hukum.

berikut ini dapat disajikan sistematika yang ada dan berlaku di negara-negara lain. yaitu : pewarisan.dimasukkan ke dalam hukum tentang kebendaan. karena dianggap hukum warisan itu mengatur cara-cara untuk memperoleh hak atas benda-benda. yaitu : 1. 87 . keluarga dan sebagainya ) Buku II : Tentang barang dan macam-macam kekayaan ( des biens et des differentes modifications de la propiete ) Buku III : Tentang berbagai cara untuk memperoleh kekayaan ( des differentes manieres dont on acquiert la propiete ). tetapi pernah ada pendapat yang menyatakan bahwa hukum acara itu dapat dibagi dalam bagian materiil dan formil.perbuatan melanggar hukum dan sebagainya. Jerman yang dinamakan Burgerliches Gesetzbuch Jerman ( dari tahun 1896) terbagi atas. yang pada asasnya mengatur hukum perdata materiil. seperti Sistem Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Perancis dan Jerman sebagaiman dikemukakan oleh Subekti ( 1990 : 9-10 ). Perancis yang termuat dalam Code Civil. perjanjian (termasuk perjanjian perkawinan atau yang dalam bahasa Belanda dinamakan huwelijkese voorwaarden ). Sekedar perbandingan mengenai sistematika Hukum Perdata. yang juga sebagai sumber dari BW menganut sistematika sebagai berikut : Buku I : Hukum Perseorangan ( perkawinan. Nah persoalan-persoalan yang mengenai alat-alat pembuktian dapat dimasukkan hukum acara materiil yang dapat diatur dalam suatu undangundang tentang hukum perdata materiil. yaitu benda-benda yang ditinggalkan oleh seseorang. dan juga tentang gadai dan hipotik dan akhirnya tentang pembuktian 2. sehingga kurang tepat dimasukkan ke dalam KUH Perdata. Sementara itu perihal pembuktian dan lewat waktu sebenarnya adalah soal hukum acara.

yang memuat ketentuan-ketentuan tentang hak milik dan hak-hak kebendaan lainnya Buku IV : Hukum Keluarga. kekuasaan orang tua.perwalian dan sebagainya. yaitu : Buku I : Asas-asas umum 88 . Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Yunani. yang terdiri dari 5 buku ( Kansil. tentang daluwarsa dan lainlain. yang memuat ketentuan-ketentuan tentang orang. yaitu : Bagian I Bagian II Bagian III Bagian IV Bagian V : Hukum Orang pribadi : Hukum Kekeluargaan : Hukum Waris : Hukum Kebendaan : Hukum Perikatan 2.1993:136). tentang badan hukum. yang memuat ketentuan-ketentuan tentang perkawinan yang dalam code civil Perancis digolongkan pada hukum perjanjian. yang mengatur soalpewarisan pada umumnya dan perihal surat wasiat atau testament. tentang perwakilan dalam hukum.Buku I : Bagian umum. tentang penegrtian barang. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Swis “ Schwizeriches Zivilgesetzbuch” yang terdiri atas 5 bagian ( Kansil. 1993 :135 ). Buku V : Hukum waris. Buku III: Hukum Benda. yang memuat hukum perjanjian. Sementara itu Kansil ( 1993 : 135-136 ) mengemukakan sistematika Kitab Undang-Undang Hukum Perdata di negara Swis dan Yunani sebagai berikut : 1. Buku II : Tentang hukum mengenai hutang-piutang. tentang hubunganhubungan kekeluargaan. tentang kecakapan melakukan perbuatan-perbuatan hukum.

manusia adalah makhluk terdidik 89 . Novelles Yaitu himpunan tambahan-tambahan pada codex itu dengan pemberian penjelasan-penjelasan atau komentar LATIHAN : BERILAH TANDA SILANG ( X ) PADA SALAH SATU JAWABAN YANG BENAR DI ANTARA 4 KEMUNGKINAN JAWABAN YANG TERSEDIA ! 1. Institutiones Yaitu memuat segala sesuatu tentang pengertian (lembaga-lembaga) dalam Hukum Romawi dan dianggap sebagai himpunan segala macam undangundang. A. jelaslah bahwa pada mulanya hukum perdata berasal dari hukum Romawi yang termuat dalam Corpus Juris Civilis yang terdiri dari 4 bagian sebagaimana dikemukakan oleh Kansil ( 1993 : 97 ). manusia adalah makhluk sosial C. Yang dimaksud dengan “ zoon politicoon “ adalah…. III. Pandecta Yaitu kumpulan pendapat-pendapat para ahli hukum bangsa Romawi yang termasyhur. manusia adalah makhluk beriman D. IV. II.Buku II Buku III Buku IV Buku V : Hukum Perikatan : Hukum Kebendaan : Hukum Kekeluargaan : Hukum Waris Bila kita kaji kembali sejarah perkembangan Hukum Perdata sebagaimana diuraikan pada Kegiatan Belajar 1. Codex Yaitu Himpunan undang-undang yang telah dibukukan oleh para ahli hukum atas perintah kaisar Romawi. manusia adalah makhluk beragama B. yaitu : I.

A. Aturan-aturan yang khusus berlaku terhadap hal-hal yang umum B. Aturan-aturan yang secara khusus termuat dalam KUH Perdata D. Maksud upaya “Penundukan Diri” pada hukum Eropa adalah dalam hal ….2. karena hukum bertujuan untuk mewujudkan perdamaian dalam masyarakat 3. Alasan mengapa orang atau masyarakat memerlukan hukum adalah…. keluarga dan warisan B. Aturan-aturan umum yang berlaku secara terhadap hal-hal yang khusus C. harta benda dan warisan 90 . 1828 B.memahami.ketertiban D. A. 1948 9. A.Perseorangan D. karena hukum dapat menampung aspirasi yang berkembang dalam masyarakat C. Dalam pengertian yang sempit hukum perdata merupakan lawan dari hukum…. Aturan-aturan yang secara khusus berlaku bagi golongan bumi putera 8.keindahan 4. Perseorangan C. karena tidak semua orang mengetahui.Pakistan D. A. Pidana B. kekayaan dan warisan D. hukum perdata meliputi hukum …. Dalam arti yang luas. Keamanan B. kedamaian C.Jepang C. Publik C.Dagang 6.Dagang 5. A. Turki B. Pidana B. bagaikan dua mata uang dalam satu sisi . Masyarakat dan … tidak dapat dipisahkan.India 7. A. 1848 D. Kodifikasi Hukum Perdata di Indonesia terjadi pada tahun….Publik D. 1838 C. Asas lex Specialis Derograt legi generalis mengandung makna…. karena hukum dapat menciptakan rasa aman dan tertib dalam masyarakat D. A. kekayaan dan harta benda C. Manakah di antara negara di bawah ini yang bukan termasuk golongan Timur Asing ? A.menyikap dan berperilaku berdasarkan aturan yang berlaku B.

sosialisme D.Perkawinan 16. seseorang yang tidak mempunyai hak untuk mengadakan transaksi dalam lapangan hukum perdata D. Hukum Perdata adalah hukum yang mengatur tentang…. pencemaran nama baik D. Akta-akta catatan sipil B.materialisme 15.Perkawinan D. Hukum Perdata yang berlaku di Romawi dinamakan…. sewa menyewa B. Contoh perbuatan atau tindakan yang berkaitan dengan hukum perdata adalah…. Manakah di antara hal-hal di bawah ini yang tidak diatur dalam Buku I KUH Perdata ? A. Code Penal B. suatu hukuman . Code Hammurabi D. gotong royong B. Menurut Kansil. fitnah 13. berupa harta benda B. inmaterial dan material D. seseorang yang karena sesuatu hal dinyatakan tidak cakap dalam hukum perdata 11. hubungan negara dengan badan-badan dunia 12. hubungan orang dengan negara B. Yang dimaksud ddengan “Kematian Perdata” adalah …. hubungan negara dengan negara D.10. dapat dinilai dengan uang C. penipuan C. Hak milik B. bahwa seseorang tidak dapat memiliki sesuatu hak lagi B. Hukum Perdata lebih berasaskan pada falsafah…. A. hubungan orang perorang C. A. Code Civil B. suatu hukuman yang dijatuhkan pada seseorang untuk tidak melakukan transaksi dalam lapangan hukum perdata C. A. Hukum kekayaan mengatur perihal hubungan hukum yang berhubungan dengan …. Code Comercee 14. berupa benda bergerak 91 . A. A. Individualisme C. A.

masalah perikatan dimuat dalam Buku …. Perjanjian obligator B. Sumpah D. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan alat bukti ? A. Perjanjian Badan Usaha 19. I B. IV 20. A. II C. Pengakuan C. Codex D. kualitas sumber daya manusia hukum B. Dakwaan B. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang tidak termasuk persetuajuan-persetujuan khusus sebagaimana di atur dalam Buku III KUH Perdata ? A. A. kualitas aparatur penegak D. pemerintah dan masyarakat D. Pandecta C. Institutiones B. A. kualitas materi hukum hukum C. III D.Kumpulan pendapat para ahli ilmu hukum yang termashur di Romawi dinamakan…. penentu keberhasilan hukum D. obyek hukum C. Dalam Hukum Perdata Jerman.Sasaran umum tujuan Pembangunan Jangka Panjang II adalah terciptanya…. masyarakat B. Perjanjian jual beli C. Novelles 21. sarana dan prasarana 23. Perjanjian sewa menyewa D.pemerintah dan DPR 22.17. pemerintah B. A. A. Saksi 18. subyek hukum B. Dalam lapangan hukum perdata manusia mempunyai kedudukan sebagai…. Keberhasilan pelaksanaan pembangunan adalah mutlak merupakan tanggung jawab…. sasaran pembangunan hukum 92 .

badan hokum D.perkumpulan hukum B. dia melangsungkan pernikahan 28. juga …. A. C. Peraturan Pemerintah Pengganti undang-Undang nomor 3 tahun 1963 93 . Dikenal adanya perbedaan yang prinsip antara jenis kelamin pria dan wanita C. Wenang hukum yang dimiliki seseorang berlaku sejak….21 tahun D.karena telah dicabut dengan keluarnya…. tanpa peduli apakah saat dilahirkan hidup atau mati C. 16 tahun B. dia dilahirkan. Batasan usia dewasa menurut ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata adalah…. Tidak dikenalperbedaan antara jenis kelamin 27. Keputusan Presiden nomor 3 tahun 1963 B.stablaad rechtspersoon 26. A. Srtatus isteri yang semula dinyatakan tidak cakap hukum apabila dia menikah. lembaga hukum B. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan makna yang terkandung dalam pernyataan “ setiap manusia adalah orang”? A. Instruksi Presiden nomor 3 tahun 1963 D.indische rechtspersoon D.17 tahun C.asosiasi hukum 25. Selain manusia yang berkedudukan sebagai pembawa hak. A.naturlijkepersoon B. Orang yang bercorak sebagai manusia asli disebut…. saat ini tidak berlaku lagi. Tidak dikenal adanya perbedaan status sosial D. Surat Edaran Mahkamah Agung nomor 3 tahun 1963 C.apabila kepentingan hukum memerlukannya B. Rechtspersoon C. A.24. dia berusia dewasa D. Tidak dikenal adanya perbedaan antar umat beragama B. A.25 tahun 29. dia dalam kandungan.

yaitu wakaf dan yayasan-yayasan 36. naturlijke persoon B. Menurut Hukum Adat.26 D. perkumpulan yang diciptakan hukum C.rechts delicten persoon 35. yang istilah asingnya adalah…. personal rechts persoon 32. Menurut Hukum Islam. perhimpunan yang diciptakan oleh hukum D. naturlijke persoon C. 27 31. A. 17 B. pendukung hak yang statis B. 24 C. pendukung hak yang dinamis C. orang yang diciptakan oleh hukum B. Hal ini dinyatakan dalam pasal…. A. pendukung hak yang bertujuan D. adalah bahwa yayasan….zedelijk Lichaam B. A.pendukung hak yang tak bertujuan 34. mempunyai anggota dan pengurus B. Menurut Hukum Eropa yaitu negara dan perhimpunan-perhimpunan C.rechtspersoon D.rechtspersoon D. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan jenis badan hukum sebagaimana dikemukakan oleh Achmad Sanusi? A. tetapi mempunyai pengurus 94 . bahwa semua warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Selain manusia sebagai pembawa hak dikenalpula badan hukum. A. yayasan yg diciptakan hk 33 Utrecht menamakan badan hukum dengan mengunakan istilah…. yaitu lembaga warisan B.rechts delicten persoon C. Badan hukum adalah…. Menurut bukan Hukum Eropa yaitu perhimpunan D. Dalam KUH perdata badan hukum disebut dengan istilah….30. A. Perbedaan yang prinsip atau mendasar antara yayasan dengan koorporatif. tidak mempunyai anggota. Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas menyatakan. A.

A.Tujuan Bersama D.poligami C. Badan Hukum itu hanya sekedar bayangan atau hanya sekedar ada dalam angan-angan. Organ B. VIII D. BUMN C. A.IV 42. VII C. Monogamy B.Siccama 41. VI B. kekeluargaan D. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan badan hukum publik? A. A. tidak mempunyai anggota dan juga tidak mempunyai pengurus 37. Koperasi dan Perseroan terbatas 39. I B. cinta kasih antara seorang wanita dan seorang pria B. Teori kekayaan bersama dikemukakan oleh…. Planial B. Dilihat dari sifatnya. Yayasan dan BUMN C. tidak mempunyai pengurus. Asas perkawinan yang dianut dalam KUH Perdata adalah…. perkawinan hanya merupakan hubungan….Fiksi C. Penempatan Hukum Perkawinan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata adalah pada buku….karena sesungguhnya tidak pernah ada.kekayaan bersama 40.poliandri D. PEMDA TINGKAT II D.Pernyataan ini sejalan dengan teori….IX 43. keperdataan C. badan hukum terdiri dari…. Yayasan dan Perseroan Terbatas B.Brinz D. Perpisahan ranjang termuat dalam Buku I bab….III D. Koperasi dan Yayasan D. A. tetapi mempunyai anggota D. Menurut Subekti yang menguraikan lebih lanjut tentang pasal 26 KUH Perdata. PEMDA TINGKAT I B.YAYASAN 38. A.monoandri 45.Otto von Gierke C. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan syarat perkawinan sebagaimana diatur dalam KUH Perdata ? 95 . A. kasih sayang untuk waktu yang lama 44.C. A. II C.

A. kedua pihak telah mencapai umur sebagaimana ditetapkan oleh undang-undang, yaitu 18 tahun bagi pria dan 15 tahun bagi wanita B. Adanya persetujuan bebas di antara calon mempelai C. Tidak ada larangan perkawinan bagi calon mempelai D. Dilakukan berdasarkan hukum agama dan kepercayannya masingmasing 46. Menurut ketentuan perundang-undangan perdata, perkawinan dinyatakan syah bila dilakukan A. berdasarkan hukum agama dan kepercayannya masing-masing B. di depan pegawai catatan sipil yang berwenang C. di muka pegawai catatan sipil D. di gereja dan disaksikan oleh pendeta 47. Di bawah ini adalah larangan-larang untuk melaksanakan perkawinan, kecuali A. saudara sepupu C.kawin dengan ipar B. paman kawin dengan keponakan D.kawin dengan saudara tiri 48. Bapak atau ibu berhak mencegah terjadinya perkawinan, jika… kecuali : A. anak sekalipun sudah dewasa tidak memperoleh izin yang diperlukan B. anak mereka belum mencapai umur tiga puluh tahun C. anak mereka belum mencapai umur 21 tahun D. calon suami berada di bawah pengampuan 49. Hak-hak yang dimiliki oleh seorang suami berarti membawa konsekwensi bagi isteri. Konsekwensi tersebut adalah… kecuali : A. isteri tidak mempunyai tempat tinggal bebas B. kemauan suami sangat menentukan dalam melaksanakan hak orang tua C. isteri mengikuti status kewarganegaraan suami D. suami mempunyai kecakapan bertindak yang terbatas. 50. Surat Edaran mahkamah Agung nomor 3 Tahun 1963 menyatakan pasalpasal di bawah ini dicabut,kecuali : A. pasal 108 B.pasal 109 C.pasal 110 D.pasal 111 51. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan peraturan perkawinan di Indonesia sebelum lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974?

96

A. Bagi orang-orang Indonesia asli yang beragama Islam berlaku hukum agama yang telah diresiplir dalam Hukum Adat B. Bagi orang-orang Indonesia asli lainnya berlaku Hukum Adat C. Bagi orang-orang Indonesia asli yang beragama Kristen berlaku Huwelijks ordonantie christen Indonesia berdasarkan S. 1933 nomor 74. D. Bagi orang Timur Asing lainnya dan WNI keturunan berlaku hukuk keluarga mereka 52. Manakah pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan indikatorpengertian perkawinan ? A. adanya ikatan lahir bathin B. bertujuan membentuk keluarga bahagia C. berdasarkan hukum agama dan kepercayannya masing-masing D. berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa 53. Syarat sahnya perkawinan adalah…. A. adanya ikatan lahir bathin B. bertujuan membentuk keluarga bahagia C. berdasarkan hukum agama dan kepercayannya masing-masing D. berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa 54. Perkawinan yang bukan dilangsungkan berdasarkan agama Islam harus dilakukan oleh…. A. Pegawai Catatan Sipil B. Pegawai Kantor Urusan Agama C. Pegawai kantor Pengadilan Negeri D. Pegawai kantor kelurahan setempat 55. Menurut undang-undang perkawinan nomor 1 tahun 1974, seorang lakilaki apabila akan melangsungkan perkawinan minimal harus berusia… A. 16 tahun B.17 tahun C.18 tahun D.19 tahun 56. Azas yang dianut undang-undang perkawinan Indonesia adalah…. A. Monogamy B.poligami C.kebersamaan D.religius 57. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan syarat poligami A. Isteri tidak dapat melaksanakan kewajibannya B. Isteri mendapat cacat badan C. Isteri tidak dapat melahirkan keturunan D. Isteri tidak cakap secara hokum 97

58. Manakah di antara pihak di bawah ini yang tidak dapat menggagalkan suatu perkawinan? A. Para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas dari suami atau isteri B. Suami atau isteri C. Pejabat yang berwenang Kepala kantor Catatan Sipil 59. Manakah di antara pasal di bawah ini yang tidak mengatur tentang hak dan kewajiban suami isteri ? A. 30 B. 31 C. 32 D. 35 60. Apabila terjadi perceraian antara PNS yang disebabkan kasus perzinahan pihak isteri, maka bagian gaji bekas isteri dari bekas suaminya ? A. tidak mendapatkan bagian C. mendapatkan bagian ¼ B. mendapatkan bagian 1/3 D. mendapatkan bagian ½ Jawablah semua soal di bawah ini 1. Jelaskan perbedaan Sistem yang dianut oleh Buku II dan Buku III dalam KUH Perdata ! 2. Kemukakan dengan disertai contoh mengenai perikatan-perikatan yang lahir dari undang-undang ! 3. Jelaskan empat syarat sahnya suatu perjanjian dan apa dasar hukumnya ! 4. Sebutkan asas-asas perjanjian dalam KUH Perdata dengan mengemukakan ketentuan hukum yang mengaturnya! 5. Jelaskan kapan seorang debitur dinyatakan “ Wanprestasi “ ? dan apa saja yang dituntut dari seseorang yang dinyatakan „wanprestasi tersebut “ ? 6. Apakah seorang debitur yang telah dinyatakan wanprestasi tersebut diwajibkan untuk membayar ganti kerugian ?Jelaskan jawaban saudara apabila dikaitkan dengan overmacht!

98

Seorang ahli waris meninggalkan harta warisan sebesar Rp. ayah. 2 saudara ayah d. Jelaskan perbedaan waris menurut undang-undang dan waris menurut wasiat! 9. Biaya penguburan dan utang-utangnya sebesar 75. 3 anak kandung dan 2 anal luar kawin yang diakui b.000.000. Subrogatie dapat terjadi dengan perjanjian dan penetapan undang-undang. 2 anak kandung. 1 saudara dari ayah dan nenek. Sebutkan keempat golongan tersebut dengan mengemukakan ketentuan hukumnya! 10.000. 2 anak luar kawin. ibu.7. 250. Berapa bagiaahli warisnya masing-masing.-.000. Jelaskan hal tersebut dengan mengemukakan ketentuan hukum yang mengaturnya! 8. jika terdiri dari : a.-. =================================================================== 99 . ayah. 4 anak kandung ( 1 di antaranya menolak jadi ahli waris sungguhpun dia sebenarnya telah mempunyai 3 orang anak ) dan 1 anak luar kawin yang diakui c. Dalam ketentuan undang-undang ahli waris dikelompokkan ke dalam 4 golongan.

Pada tahun 1915 dibentuk satu kodifikasi Kitab UndangUndang Hukum Pidana baru melalui S. Bagaimanakah hukum pidana itu diaturnya? Untuk menjawab pertanyaan ini marilah kita tinjau dalam uraian sebagai berikut : 1. Kodifikasi hukum itu tertera dalam “Wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch-Indie” yang berlaku bagi seluruh bangsa Indonesia pada tanggal 1 Januari 1918. 1915 : 732. 100 .BAB V POKOK-POKOK HUKUM PIDANA A. Dasar berlakunya hukum yang berbeda tersebut adalah S. termasuk dalam lapangan hukum pidana. Sejarah. Pengertian dan Tujuan Hukum Pidana Hukum Pidana Indonesia bentuknya tertulis dikodifikasikan dalam sebuah kitab undang-undang dan dalam perkembangannya banyak yang tertulis tidak dikodifikasikan berupa undang-undang.hal ini terjadi sebagai akibat adanya politik hukum pemerintah Hindia Belanda di Indonesia yang membagi penduduk Indonesia menjadi 3 golongan. sedangkan bagi bangsa pribumi mengacu pada S. Hukum Pidana yangb tertulis dikodifikasikan itu tertera ketentuanketentuannya di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berasal dari zaman pemerintahan penjajahan Belanda. di mana masing-masing golongan tersebut berlaku hukum yang berbeda. 1866 : 55 yaitu Undang-undang Hukum Pidana yang berlaku bagi bangsa Eropa. Sejarah Hukum Sebagiaman halnya dalam lapangan hukum perdata. dalam lapangan hukum pidana yang berlaku di Indonesiapun bersifat pluralisme. 1872 : 85.

Dengan proklamasi berarti lahir tatanan hukum baru. Tatanan hukum baru tidak mengandung makna segala hukum atau aturan yang ada sebelumnya serta merta dinyatakan tidak berlaku.Pada zaman pendudukan Jepang.maupun Jepang bisa dinyatakan langsung berlaku sepanjang belum diadakan badan atau peraturan yang baru. satu hari sidang setelah PPKI memproklamasikan kemerdekannya melalui mengesahkan UUD yang berlaku di Indonesia adalah UUD 1945. baik Pemerintahan Hindia Belanda . Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekannya. terlebih-lebih bagi bangsa Indonesia. Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945 menyatakan. Artinya sepanjang aturan itu masih relevan bisa tetap dinyatakan berlaku. Pasal ini mengandung makna. bahwa segala badan negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku selama belum diadakan yang baru menurut UndangUndang Dasar ini. Khusus mengenai hukum pidana. pada tahun 1946 keluar Undang-Undang nomor 1 tahun 1946 yang menyatakan. segala badan negara dan peraturan yang ada dan berlaku pada masa apemerintahan sebelumnya. termasuk di dalamnya adalah Hukum Pidana. Uud 1945 pada tahun 1949 tepatnya tanggal 27 Desember 1949 berubah menjadi Konstitusi RIS 1949. pemerintah Jepang mengeluarkan suatu kebijakan bahwa aturan pidan yang berlaku sebelumnya masih tetap dinyatakan berlaku. bahwa Wetboek van strafrecht voor nederlands India setelah dilakukan berbagai perubahan di sana sini dinyatakanberlaku dengan nama Wetboek van strafrecht voor Indonesie. kemudian tanggal 17 101 .

dan Code Pnal Perancis bersumber dari hukum Romawi. Kemudian KUHP dinyatakan berlaku umum ( unifikasi hukum pidana ) melalui UU np. Negeri Belanda. 73 tahun 1958 yang dinyatakan berlaku sejak tanggal 29 September 1958 yang menyatakan tentang berlakunya undang-undang nomor 1 tahun 1946 RI tentang peraturan hukum pidana untuk seluruh wilayah Indonesia dan mengubah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur tentang kejahatan dan pelanggaran terhadap kepentingan umum dan perbuatan tersebut diancam dengan pidana yang merupakan suatu penderitaan ( Sudarsono 1991 : 102). Jadi sumber KUHP sebenarnuya dari hukum Romawi. 102 . Kodifikasi KUHP adalah selaras dengan W. maka melalui UU no. bersumber dari Code Penal Perancis.S. Dengan demikian maka sejak tanggal 29 September 1958 berlaku Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) bagi seluruh penghuni Indonesia dengan corak Unifikasi.S.V. W. 1 tahun 1958 ( 29 September 1958 ) .Agustus 1950 kita berubah lagi menjadi negara kesatuan.V.

Bagan Riwayat Hukum Pidana Indonesia : CODE PENAL PERANCIS HUKUM HUKUM PIDANA NASIONAL 1886 BELANDA PIDANA SEBELUM 1886 DUALISME DALAM HUKUM PIDANA 1867 ( ORANG (ORANG INDONESIA EROPA) INDONESIA ) UNIFIKASI HUKUM PIDANA 1 JANUARI 1918 .SEKARANG 103 .

Pelanggaran adalah prbuatan pidana yang ringan. Semua perbuatan pidana yang tergolong pelanggaran diatur dalam Buku III KUHP ( Daliyo. hukuman penjara dan hukuman mati. dan kadang kala masih ditambah dengan hukuman penyitaan barang-barang tertentu. pencabutan hak tertentu serta pengumuman keputusan hakim. diantaranya terdapat titel-titel yang penting. 1992 : 88-90). seperti :  Kejahatan terhadap keselamatan negara. ancaman hukumannya berupa denda atau kurungan Keistimewaan hukum pidana terletak pada daya paksaan yang berupa ancaman pidana sehingga hukum ini ditaati oleh setiap individu sebagai subjek hukum. Perbuatan tersebut (pelanggaran dan kejahatan) diancam dengan pidana yang merupakan suatu penderitaan atau siksaan bagi yang bersangkutan. pemberontakan. subversi. Ancaman hukumannya dapat berupa hukuman denda. Namun demikian masih ada jnis kejahatan yang diatur di luar KUHP.2. Pengertian Hukum Pidana Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur tentang kejahatan dan pelanggaran terhadap kepentingan umum. kepentingan negara. misalnya tindak pidana korupsi. tindak pidana ekonomi. yang dikenal dengan tindak pidana khusus. Kejahatan adalah perbuatan pidana yang berat. narkotika. Buku II berkepala “kejahatan” terdiri atas 31 titel memuat kurang lebih 400 pasal tentang perbuatan-perbuatan yang dinamakan kejahatan. Semua jenis kejahatan diatur dalam Buku II KUHP. pengkhianatan 104 .

penganiayaan hewan          Kejahatan-kejahatan terhadap kemerdekaan orang : penculikan Kejahatan-kejahatan terhadap jiwa orang ( pembunuhan ) Penganiayaan Pencurian Pemerasan dan ancaman Penggelapan Penipuan Penghinaan Kejahatamn jabatan : menerima suapan. penggelapan uang negara ( korupsi ) Buku III berkepala “Pelanggaran” trdiri atas 10 titel memuat kurang lebih 100 pasal. merintangi pemilihan umum  Kejahatan –kejahatan terhadap ketertiban umum. membulka rahasia negara. penjudian. perampokan-perampokan  Kejahatan terhadap kesusilaan: pencabulan. hanya perbedaannya ialah “kejahatan” diganti dengan “peknaggaran”. pemalsuan surat-surat. mengganggu rapat-rapat umum. Titel-titelnya sama dengan Buku II. hewan atau barang yang dapat membahayakan keselamatan 105 . Beberapa titel penting dalam buku III :  Pelanggaran terhadap umum: kenakalan terhadap manusia. penghasutan untuk berbuat jahat. karena perbuatan-perbuatan yang trsebut dalam Buku III itu dipandang sebagai perbuatan yang tidak sedemikian jahat seperti pada kejahatan-kejahatand alam buku II. Kejahatan terhadap pelaksanaan kewajiban-kewajiban dan hakhak kenegaraan : mengacaukan sidang parlemen.

Untuk mendidik orang yang telah melakukan perbuatan yang tergolong perbuatan pidana agar mereka menjadi orang yang baik dan dapat diterima kembali dalam masyarakat ( fungsi represif ) 106 . Untuk menakut-nakuti setiap orang agar mereka tidak melakukan perbuatan pidana (fungsi preventif ) b. melalui jalan-jalan lain daripada yang telah ditentukan. penjualan minuman keras tanpa ijin. Tujuan Hukum Pidana Tujuan hukum pidana ada dua macam : a. berburu tanpa ijin. penjualan makanan dan minuman yang sudah rusak. dan perbuatan mana diancam dengan sesuatu hukuman (pidana).  Pelanggaran terhadap ketertiban umum: membuat riuh yang mengganggu tetangga. jika pada tiap-tiap hari ada orang yang ditangkap polisi. lalu ia dituntut oleh jaksa kemudian diadili oleh hakim. maka orang itu tentu telah berbuat sesuatu yang dilarang oleh salah satu pasal dari Buku II atau Buku III KUHP.umum. memakai pakaian atau tanda-tanda pangkat yang ia tidak berhak memakainya. pengemisan. 3.  Pelanggaran terhadap keamanan negara: memasuki tempattempat angkatan perang.  Pelanggaran terhadap kekuasaan umum: merobek/merusak pengumuman-penguman dari yang berwajib.  Pelanggaran terhadap kesusilaan: penyiaran gambar-gambar. Jadi pada umumnya. memakai nama atau gelar palsu. ceritera-ceritera dan lagu-lagu yang tidak senonoh.

103 ) Buku II : Mengatur tentang kejahatan terdiri dari 31 bab dan 385 pasal ( pasal 104 s. tiap bab terdiri dari berbagai pasal yang jumlahnya 103 pasal ( pasal 1 s. Suatu peristiwa hukum dapat dinyatakan sbagai peristiwa pidana kalau memenuhi unsur-unsur pidananya. 569 ) C. Peristiwa Pidana Piristiwa pidana yang juga disebut tindak pidana (delict). bila orang itu kemudian sadar setelah bertobat tidak akan melakukan perbuatan semacam itu lagi.seperti : 107 . pada akhirnya masyarakat akan menjadi aman dan tenteram. 448 ) Buku III : Mengatur tentang pelanggaran terdiri dari 10 bab yang memuat 82 pasal ( pasal 449 s. yaitu : Buku I : Mengatur tentang ketentuan umum terdiri dari 9 bab. Oleh karena itu dapat juga dikatakan bahwa tujuan hokum padana sama dengan tujuan pemidanaan yaitu melindingi masyarakat. Apabila seseorang takut untuk mlakukan perbuatan tidak baik karena takut dihukum.Jadi secara singkat dapat disimpulkan bahwa tujuan hokum pidana adalah untuk melindungi masyarakat. B. Sebaliknya jika seseorang telah melakukan perbuatan pidana dan karenanya dia dihukum. semua orang dalam masyarakat akan enteram dan aman. Sistematika Hukum Pidana KUHP terdiri dari tiga buku.d.d. ialah suatu perbuatan atau rangkaian perbuatan yang dapat dikenakan hukuman pidana.d. Peristiwa pidana juga berarti suatu kejadian yang mengandung unsur-unsuir perbuatan yang dilarang oleh undang-undang sehingga siapa yang menimbulkan peristiwa itu dapat diknai sanksi pidana (hukuman).

1. Obyektif Yaitu suatu tindakan (perbuatan) yang bertentangan dengan hukum dan mengindahkan akibat yang oleh hukum dilarang dengan ancaman obyketif

hukum. Adapun yang dijadikan titik utama dari pengertian adalah tindakannya. 2. Subyektif

Yaitu perbuatan seseorang yang berakibat tidak dikehendaki olh undangundang. Sifat unsur ini mngutamakan adanya pelaku ( seorang atau beberapa orang) Dilihat dari unsur-unsur pidana ini, maka kalau ada suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang harus memenuhi persyaratan supaya dapat dinyatakan sebagai pidana. Dana syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai suatu peristiwa pidana ialah : a. Harus ada perbuatan, yaitu suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang b. Perbuatan harus sesuai sebagaimana yang dirumuskan dalam undangundang. Pelakunya harus telah melakukan suatu kesalahan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. c. Harus ada kesalahan yang dapat dipertanggtungjawabkan. Jasdi perbuatan itu memang dapat dibuktikan sebagai suatu perbuatan yang melanggar ketentuan hukum d. Harus ada ancaman hukumannya. Dengan kata lain ketentuan hukum yang dilanggar itu mencantumkan sanksinya.

D. Delik-delik Khusus ( Bijondere Delicten ) Ancaman hukuman pidana itu ditujukan terhadap : 1. Jiwa seseorang : pembunuhan yang direncanakan, pembunuhan anak yang direncanakan, perampasan jiwa atas permintaan si korban,

108

pengguguran, menimbulkan kematian karena lalai atau kurang berhati-hati 2. Tubuh : penganiayaan, perkelahian, meninggalkan orang lemah, penyerangan dan perkelahian, menimbulkan cacat badan karena lalai kurang berhati-hati, membahayakan jiwa dan keselamatan orang lain. 3. Kemerdekaan pribadi : perdagangan anak, merampas orang,

merampas kemerdekaan orang lain dengan paksaan, mengancam dengan kejahatan, melarikan anak di bawah umur dari kekuasaan yang sah. 4. Kehormatan : penghinaan, fitnah, pengaduan yang memfitnah, penghinaan orang yang telah meninggal 5. Benda : pencurian dan penamunan, yaitu pengambilan hasil-hasil bumi milik orang lain, penggelapan, perusakan kekayaan, penipuan, membuka rahasia, pelanggaran atas hak pengarang, pelanggaran HAKI, pelanggaran atas hak merek, hak nama, atau firma 6. TIngkah laku terhadap susunan keturunan dan perkawinan:

penggelapan keturunan, perzinahan 7. Tingkah laku terhadap kesusilaan : perkosaan, perzinahan dan melakukan perbuatan yang melanggar kesusilaan dengan anak-anak di bawah umur yang sekelamin dengan orang yang dipercayakan, dan mlakukan planggaran kesusilaan di depan umum.

E.

Pmbagian Hukum Pidana Hukum Pidana dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Hukum Pidana Obyektif (Ius Poenale ) ialah keseluruhan peraturan yang memuat tentang keharusan atau larangan dengan disertai ancaman hukuman bagi yang melanggarnya. Hukum pidana obyektif dibedakan lagi menjadi :

109

a. Hukum Pidana material ialah semua peraturan yang memuat rumusan tentang :    Perbuatan-perbuatan apa yang dapat dihukum Siapa yang dapat dihukum Hukuman apa yang dapat diterapkan

Hukum pidana material merumuskan tentang pelanggaran dan kejahatan serta syarat-syarat apa yang diperlukan agar seseorang dapat dihukum. Hukum Pidana matril dibagi menjadi : Hukum pidana umum adalah hukum pidana yang berlaku bagi smua orang (umum) Hukum pidana khusus adalah hukum pidana yang berlaku bagi orang-orang tertentu, sperti anggota TNI atau untukperkaraperkara tertentu. b. Hukum Pidana formal adalah peraturan-peraturan hukum yang menentukan bagaimana cara memelihara dan mempertahankan hukum pidana material. Jadi hukum pidana formal mengatur antara lain bagaimana menerapkan sanksi terhadap seseorang yang melanggar hukum pidana material. 2. Hukum Pidana subyektif (ius puniendi) adalah hak negara untuk

menghukum seseorang berdasarkan hukum obyektif. Hak-hak negara yang tercantum dalam hukum pidana subyektif, misalnya :    Hak negara untuk memberikan ancaman hukuman Hak jaksa untuk menuntut pelaku tindak pidana Hak hakim untuk memutuskan suatu perkara

110

Perbuatan pidana (delik) formal ialah suatu perbuatan pidana yang sudah dilakukan dan perbuatan itu benar-benar melanggar ketentuan yang dirumuskan dalam pasal undang-undang yang bersangkutan. yaitu mengambil barang milik orang lain dengan maksud hendak memiliki barang itu dengan melawan hukum. 111 . Perbuatan pidana dibedakan menjadi beberapa macam. yaitu : 1.SKEMA PEMBAGIAN HUKUM PIDANA HUKUM PIDANA UMUM HUKUM PIDANA MATERIAL HUKUM HUKUM PIDANA OBYEKTIF PIDANA KHUSUS HUKUM PIDANA HUKUM PIDANA FORMAL HUKUM PIDANA SUBYEKTIF F. Macam-macam Perbuatan Pidana ( delik ) Perbuatan pidana adalah perbuatan seseorang atau sekelompok orang yang menimbulkan peristiwa pidana atau perbuatan yang melanggar hukum pidana dan diancam dengan hukuman. Contoh :pencurian adalah perbuatan yang sesuai dengan rumusan pasal 362 KUHP.

Contoh:pembunuhan berencana ( pasal 338 KUHP). Delik Culpa adalah perbuatan pidana yang tidak sngaja. Jadi sebelum ada pengaduan belum merupakan delik. Kekuasaan Berlakunya KUHP Kekuasaan berlakunya KUHP dapat ditinjau dari dua segi. 2. 6. Contoh : pembunuhan. Artinya bahwa KUHP tidak berlaku surut. 4. Delik politik adalah delik atau perbuatan pidana yang ditujukan kepada keamanan negara baik secara langsung maupun tidak langsung. Perbuatannya sendiri dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara. Delik material adalah suatu perbuatan pidana yang dilarang. Segi negatif dikaitkan dengan berlakunya KUHP dengan waktu terjadinya perbuatan pidana.Dikatakan delik formal bila perbuatan mengambil barang itu sudah selesai dilakukan dan dengan maksud hendak dimiliki. karena kealpaanya mengakibatkan matinya seseorang. G. Contoh pasal 359 KUHP. yaitu segi positif dan segi negatif. yaitu akibat yang timbul dari perbuatan itu. 5. Dalam kasus pembunuhan yang dianggap sebagai delik adalah matinya seseorang yang merupakan akibat dari perbuatan seseorang. Hal tersebut dapat dilihat dari ktentuan pasal 1 ayat (1) KUHP yang berbunyi : 112 . Contoh : perzinahan. Delik dolus adalah perbuatan pidana yang dilakukan dengan sengaja. 3. penghinaan. Delik aduan adalah suatu perbuatan pidana yang memerlaukan pengaduan orang lain. Contoh: pemberontakan akan menggulingkan pemerintahan yang sah.

Kekuasaan berlakunya KUHP yang dikaitkan dengan tempat diatur dalam pasal 2 ayat (9) KUHP. Asas teritorialitas ialah suatu asas yang memberlakukan KUHP bagi semua orang yang melakukan perbuatan pidana di dalam lingkungan wilayah Indonesia. Asas nasional pasif ialah suatu asas yang memberlakukan KUHP terhadap siapapun juga baik WNI maupun WNA yang melakukan perbuatan pidana di luar wilayah Indonesia. Asas ini dinamakan juga asas personalitet. Artinya tidak ada perbuatan yang dapat dipidana kecuali atas kekuatan aturan pidana dalam perundangundangan yang telah ada sebelum perbuatan dilakukan. Asas ini dapat dilihat dari ketentuan pasal 2 dan 3 KUHP. Asas-asas yang terkandung dalam KUHP 1. H.” Kekuasaan berlakunya KUHP ditinjau dari segi positif artinya bahwa kekuasaan berlakunya KUHP tersebut dikaitkan dengan tempat terjadinya perbuatan pidana. Asas ini nampak dari bunyi pasal 1 ayat (1) KUHP.“Semua perbuatan tidak dapat dihukum selain atas kekuatan aturan pidana dalam undang-undang yang diadakan sebelum perbuatan itu terjadi. Asas ini bertitik tolak pada orang yang melakukan perbuatan pidana. 2. Jadi yang diutamakan 113 . 4. Asas legalitas berdasarkan adagium nullum delictum nulla poena sine praevia lege poenale. Tetapi KUHP tidak berlaku bagi mereka yang memiliki hak kekebalan diplomatik berdasarkan asas “ eksteritorialitas” 3. Asas nasional aktif ialah asas yang memberlakukan KUHP terhadap orang-orang Indonesia yang melakukan perbuatan pidana di luar wilayah Republik Indonesia.

Hukuman mati 2. Hukuman Pokok meliputi : 1. 114 . Asas ini dinamakan juga asas perlindungan. Jadi yang diutamakan oleh asas tersebut adalah keselamatan internasional. berarti dapat dijatuhkan kepada terhukum secara mandiri. Contoh: pembajakan kapal di lautan bebas. Hukuman penjara 3. Hukuman tambahan hanya merupakan tambahan pada hukuman pokok sehingga tidak dapat dijatuhkan tanpa adanya hukuman pokok ( tidak mandiri ). 5. pemalsuan mata uang negara tertentu bukan negara Indonesia. Pencabutan hak-hak tertentu 2. Asas universalitas ialah suatu asas yang memberlakukan KUHP terhadap perbuatan pidana yang terjadi di luar wilayah Indonesia yang bertujuan untuk merugikan kepentingan internasional.adalah keselamatan kepentingan suatu negara. Pengumuman putusan hakim Perbedaan antara hukuman pokok dan hukuman tambahan adalah : Hukuman pokok terlepas dari hukuman lain. Hukuman kurungan 4. Peristiwa pidana yang terjadi dapat berada di daerah yang tidak termasuk kedaultan negara manapun. Perampasan/penyitaan barang-barang tertentu 3. Pasal 10 KUHP menentukan adanya hukuman pokok dan hukuman tambahan. Jenis-jenis Hukuman Jenis-jenis Hukuman dapat dilihat dari ketentuan pasal 10 KUHP. I. Hukuman denda Hukuman tambahan meliputi : 1.

walaupun tahun 1776 sudah ada perubahan dan penambahan beberapa pasal KUHP.Catatan : DPR masih membahas/menggodok RUU KUHP. kecuali pada saat perbuatan itu dilakukan sudah ada dasar hukumnya! 115 . Latihan Diskusikan dalam kelompok tentang asas “ Tidak ada suatu perbuatan yang dapat dikenai hukuman.

kejaksaan. 5. 4. Hukum Acara yang berlaku pada Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Agama adalah hukum Acara Perdata yang berhak pada Pengendalian dalam lingkungan Peradilan Umum. satu sama lain untuk melaksanakan berjalannya peraturan hukum perdata. dan menyelesaikan perkara tata usaha negara/administrasi negara. Secara lebih rinci dapat diuraiakan sebagai berikut: 1. Hukum acara menunjuk cara bagaimana perkara diselesaikan di muka hakim atau alat negara lain yang diberi tugas menyelesaikan perselisihan hukum. dan menyelesaikan perakara pidana militer. dan pengadilan harus berindak guna mencapai tujuan negara dengan mengadakan hukum pidana.BAB VI HUKUM ACARA A. 116 . Hukum Acara (Hukum Formil) Hukum acara atau hukum formal menunjuk kepada cara bagaimana peraturan hukum material dipertahankan dan diselenggarakan. 3. Peradilan Tata Usaha Negara yang bertugas dan berwenang untuk memeriksa. Hukum acara perdata atau hukum pardata formal adalah suatu rangkaian peraturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertindak terhadap dan di muka pengadilan dan cara bagaimana pengadilan itu harus bertindak. Begitu pula pada hukum Acara Peradilan Militer yang digunakan dalam proses peradilan mempunyai persamaan dengan hukum acara yang digunakan Pada Peradilan Umum untuk perkara pidana dengan beberapa perbedaan sesuai dengan sifat khusus dari Peradilan Militer yang bertugas dan berwenang memeriksa. memutus. Kecuali yang telah diatur secara khusus dalam Undang-undang ini. memutus. Hukum acara pidana atau hukum pidana formal adalah suatu rangkaian peraturan yang memuat cara bagaimana badan-badan pemerintah yang berkuasa yaitu kepolisian. 2.

Perkara-perkara yang disidangkan adalah: 1) Pencurian 2) Pencopetan 3) Perampokan 4) Pembunuhan 5) Penggelapan. 8 Tahun 1981. Perkara Pidana: Kerena perkara ini mengenai hubungan antara pemerintah dengan seseorang. Proses Beracara di pengadilan Kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 14 tahun 1970 Pasal 10 ayat (1) adalah kekuasaan kehakiman dilakukan oleh pengadilan dalam empat lingkungan peradilan yaitu: a. Peradilam Umum (yang berwenang menyelesaikan perkara perdata dan perkara pidana). Peradilan Agama (yang berwenang menyelesaikan perkara perdata di bidang tertentu atas permohonan orang yang beragama Islam). b. yaitu: 1.Secara umum. maka sidang dihadiri oleh Jaksa/Penuntut umum sebagai wakil dari pemerintah. yaitu: a. Perkara Perdata: mengenai hubungan antara seseorang dengan yang lain. 1. Ada dua macam perkara yang diadukan ke muka sidang di Pengadilan Negeri. b. Hukum Acara Perdata 2. dan sebagainya. 117 . di dalam masyarakat dikenal dua hukum acara pada peradilan umum. Hukum Acara Pidana Hukum Acara Perdata dan Hukum Acara Pidana bagi Pengadilan Negeri diatur dalam Herzien Inlands Regelement (HIR) atau RIB/D yaitu Reglemen Indonesia yang dibaharui dan UU RI No.

3) pembubaran perkawinan. b. 3) jual-beli. Peradilan Militer (yang berwenang menyelesaikan perkara pidana militer/tentara). 6) pengampuan. Proses Beracara menyelesaikan perkara perdata Perkara-perkara perdata dapat timbul dalam peselisihan hukum yang antara lain menyangkut – sebagaimana diatur Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHA Perdata): a. 4) tukar-menukar. Tentang orang Tentang orang antara lain mengenai: 1) perkawinan. 5) sewa menyewa. Perikatan Tentang perikatan antara lain: 1) yang dilahirkan dari kontrak atau persetujuan. mencabut: Buku ke-II Kitab Undang-undang Hukum Perdata Indonesia (Hukum Kebendaan) sepanjang yang mengenai bumi. tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Kebendaan. 118 . air serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960. dan d. kecuali ketentuan-ketentuan mengenai hypotheek yang masih berlaku pada mulai berlakunya undang-undang ini. c. Peradilan Tata Usaha Negara (yang berwenang menyelesaikan perkara tata usaha negara/administrasi negara). 2) yang dilahirkan demi undang-undang. 2) hak-hak dan kewajiban-kewajiban suami dan istri. 4) kekeluargaan sedarah dan semenda. 2.c. 5) kekuasaan orang tua. 6) perseroan.

8) hibah. 119 . 5) pembuktian dengan sumpah di muka hakim. Menurut pasal 1866 KUH Perdata. 10) penanggungan. alat-alat bukti (lima jenis alat bukti) yang dapat digunakan dalam proses pemeriksaan perkara perdata yaitu bukti tulisan. 4) pembuktian pengakuan. d. Penggugat adalah pihak yang mulai membikin perkara. 9) pemberian kuasa. dan sumpah. Misalnya seorang mohon kepada pengadilan Negeri. 2) pembuktian dengan saksi-saksi. 6) pembuktian karena daluwarsa. para ahli waris mohon penetapan dari Pengadilan Negeri tentang siapa yang menjadi ahli waris. 1) pembuktian dengan tulisan. supaya ia ditetapkan sebagai wali dari seorang yang belum dewasa. Tentang pembuktian dan daluwarsa mengenai. 7) Pembuktian keyakinan hakim setelah meninjau ke lapangan (objek yang disengketakan) Proses beracara menyelesaikan perkara perdata yang berada dalam pemeriksaan di muka hakim yang pada umumnya selalu sekurangkurangnya ada dua pihak yang berhadapan satu sama lain yaitu penggungat dan tergugat. Pihak-pihak yang hadir dalam proses persidangan perkara perdata di Pengadilan Negeri secara lengkap meliputi penggugat. pengakuan. tergugat.7) perkumpulan. hakim. 3) pembuktian persangkaan. ada kalanya orang mohon satu putusan dari hakim dengan tidak menarik orang lain di muka hakim. Pembuktian dan daluwarsa. bukti dengan saksi-saksi. sedangkan tergugat adalah pihak yang oleh penggugat ditarik di muka penadilan. Namun. persangkaan-persangkaan. Atau seorang meninggal dunia mempunyai uang simpanan disuatu Bank.

Petitum (Permohonan) Tergugat suapaya dikabulkan/diputuskan oleh Hakim. yaitu: 1) 2) Hakim. Panitra/Panitera Pengganti. wajarlah apabila timbul pertanyaan 120 . Adapun rinciannya adalah sebagai berikut: a. Ia harus membuat berita acara sidang dan bersama-sama menandatangani dengan ketua sidang. Mahkamah Agung mendefinisikan gugatan perwakilan kelompok sebagai suatu prosedur pengajuan gugatan untuk dirinya sendiri dan sekaligus mewakili sekelompok orang yang jumlah banyak. Baik penggugat maupun tergugat bisa lebih dari pada satu orang. ialah mengikuti semua sidang serta musyawarah Pengadilan dan mencatat dengan teliti semua hal yanga dibicarakan. b. Oleh karena itu gugatan perwakilan kelompok merupakan hal baru dalam dalam dunia peradilan kita. Berita acara ini merupakan dasar untuk membuat keputusan. hadir saksi-saksi dan ahli untuk memberikan keterangan. Tugas Panitera-panitera (PP). dasarnya adalah Putusan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2002 tanggal 26 april Tahun 2002 Tentang Acara Gugatan Perwakilan Kelompok. Di samping itu.penasihat hukum. yang memiliki kesamaan fakta dan dasar hukum antara wakil kelompok dan anggota kelompoknya. Bila penggugatnya adalah masyarakat. dan kemungkinan juga hadir seseorang untuk keperluan alih bahasa. Pejabat yang menyelesaikan perkara perdata di Pengadilan Negeri. yang diangkat oleh Menteri Kehakiman. mengadili dan memutus perkara. dan panitera. dalam tugasnya dibantu oleh beberapa orang Panitera Pengganti yang diangkat oleh Ketua Pengadilan. maka dapat mewakilkan dengan nama gugatan perwakilan (Class Action). yang memeriksa. Pihak-pihak yang berperkara: 1) 2) 3) Penggugat/ Kuasanya Tergugat/Kuasanya “Objek yang dipermasalahkan” c.

Sementara itu UU No.seluas dunia peradilan kita. Di dalam UU No. 23 Tahun 1997). yakni dimungkingkannya Guagatan Perwakilan Kelompok atau Class Action. fakta hukum dan tuntutan yang ditimbulkan karena pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup”. 41 Tahun 1999)? Jadi gugatan perwakilan kelompok dapat diajukan dalam kasus apapun yang membawa kerugian bagi banyak orang misalnya tabrakan kereta api. wajarlah apabila timbul pertanyaan seluas apa jangkauan Perma No. Maka dimulailaah fase baru dalam dunia peradilan kita. Dengan diundangkannya:  Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Perlindungan Konsumen (UU No. Sedangkan UU No. 23 Tahun 1997 disebutkan (Pasal 37 ayat (1)) bahwa: “Yang dimaksud hak mengajukan gugatan perwakilan adalah hak kelompok kecil masyarakat untuk mewakili masyarakat dalam jumlah besar yang dirugikan atas dasar kesamaan permasalahan. 1/2002 itu? Apakah hanya mencakup masalahmasalah Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU No.  Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. 8 tahun 1999). dan  Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan . 8 Tahun 1999 menyatakan (Pasal 46 ayat (1))” “Gugatan atau pelanggaran pelaku usaha dapat dilakukan oleh:  Seorang konsumen yang dirugikan atau ahli waris yang bersangkutan  Sekelompok konsumen yang mempunyai kepentingan yang sama  Lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat. 41 Tahun 1999 dalam Pasal 71 disebutkan bahwa: 121 . dan Kehutanan (UU No.

Kampung Buniaten dan Kampung Babakan Nenggeng. dan Tingkat Terakhir (di Mahkamah Agung) sebagai beriktu: 1) 2) 3) 4) Surat Gugatan Jawaban Gugat Replik Duplik 122 . Perwakilan dari mereka (9 Orang) yang merasa dirugikan mengajukan Gugatan Perwakilan (Class Action) ke Pngadilan Negeri kelas I Bandung. Jadi ketiga UU tersebut sama sekali belum menyinggung masalah acara atau proses memeriksa dan mengadili perkara yang diajukan oleh perwakilan kelompok oleh karena itu keluarlah Peraturan Mahkamah Agung No. Gugatan mereka ditujukan kepada:  Direksi Perum Perhutani. Presiden RI Cq. dan Desa Karang Mulya.  Hak mengajukan …. Bupati Garut (Tergugat V). Garut Propinsi Jawa Barat Cq. Kepala Unit Perum Perhutani Unit III Jawa Barat (Tergugat I)  Pemerintah RI Cq. Gubernur Propinsi Jawa barat (Tergugat IV)  Pemerintah Daerah Tk. 2003:35-38). Tingkat Banding (Pengadilan Tinggi). Kampung Bojong jambu dan kampung Sindang Sari. Coba Anda camkan betul kasus “Class Action” berukut ini Salah satu contoh peristiwa Longsor Gunung Mandalawangi. dst. yang menimpa Desa Mandalasari. Masyarakat berhak mengajukan gugatan perwakilan ke pengadilan dan atau melaporkan ke penegak hukum terhadap kerusakan hutan yang merugikan kehidupan masyarakat. Menteri Kehutanan RI (tergugat III)  Pemeritah Daerah Tk. Cq. melalui Kuasanya tanggal 04 Februari 2003. Presiden RI (Tergugat II)  Pemerintah RI Cq. II. Adapun urutan proses pemeriksaan perkara perdata mulai Tingkat Pertama (di Pengadilan Negeri). 1 tahun 2002 (Krisna Harahap. I Propinsi Jawa Barat Cq. Kab. Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut.

Yang memastikan suatu perbuatan sebagai tindak pidana yakni perbuatan itu dilarang oleh aturan pidana dan pelakunya diancam dengan hukuman pidana. memalsukan surat-surat. kesopanan. melanggar martabat kedudukan Presiden dan Wakil Presiden. pemeriksaan dan ancaman.5) 6) 7) 8) 9) Pembuktian Tanggapan Terhadap Alat-alat Bukti Musyawarah Majelis Hakim Putusan Pengadilan Negeri Banding 10) Putusan Pengadilan Tinggi 11) Kasasi 12) Putusan Mahkamah Agung 13) Peninjauan Kembali (PK) 14) Gugatan Pihak Ketiga 3. ketertiban umum. penipuan. Perbuatan-perbuatan yang dimasukkan ke dalam kelompok pelanggaran antara lain mengenai ketertiban umum. memalsukan mata uang. memalsukan materai dan merek. 123 . perbuatanperbuatan yang dilarang tadi dikelompokan ke dalam dua kelompok yaitu kejahatan dan pelanggaran. kekuasaan umum. sumpah palsu dan keterangan palsu. Tindak pidana merupakan perbuatan yang melawan hukum dan mrugikan masyarakat. membuka rahasia. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Perbuatan-perbuatan yang dimasukkan ke dalam kelompok kejahatan antara lain mengenai keamanan negara. penganiayaan. penggelapan. Proses Beracara Menyelesaikan Perkara Pidana Perkara-perkara pidana dapat timbul dalam hal seseorang melakukan tindak pidana (delict). kekuasaan umum. yaitu perbuatan yang oleh aturan hukum pidana dilarang dan diancam dengan hukuman pidana bagi yang melanggar larangan tersebut. pencurian. penghinaan.

menuntut (kejaksaan) dan mengadili (pengadilan) dari badan pemerintah yang berwenang harus dijalankan guna mencapai tujuan negara dengan mengadakan hukum pidana. 124 . dipidana. Dalam hal badan pemerintahan yang berwenang menjalankan tugasnya – guna pemberian perlindungan terhadap keluhuran harkat dan martabat manusia – harus didasarkan pada asas-asas (10 asas) hukum acara pidana sebagaimana dapat dijumpai dalam penjelasan umum UndangUndang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana atau lazim disebut juga Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP): a. Kepada seorang yang ditangkap. Setiap orang yang disangka. Penangkapan. Peradilan yang harus dilakukan dengan cepat. wajib diberi ganti kerugian dan rehabilitasi sejak tingkat penyidikan dan para pejabat penegak hukum yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya menyebabkan asas tersebut dilanggar. ditahan. ataupun diadili tanpa alasan yang berdasarkan undang-undang dan/atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan. penahanan. c. dituntut. d. ditangkap. dan/atau dihadapkan di muka sidang pengadilan. dituntut. jujur dan tidak memihak harus diterapkan secara konsekuen dalam seluruh tingkat peradilan. wajib dianggap tidak bersalah (presumtion of innocence) sampai adanya putusan Pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap.Apabila suatu perbuatan dari seorang tertentu menurut aturan hukum pidana material merupakan perbuatan yang diancam dengan hukuman pidana. penggeledahan dan penyitaan hanya dilakukan berdasarkan perintah tertulis oleh pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang dan hanya dalam hal dan dengan cara yang diatur dengan undang-undang. dan/atau dikenakan hukuman administrasi. maka timbullah soal cara begaimana hak atau wewenang menyidik (kepolisian). Perlakukan yang sama atas diri setiap orang di muka hukum dengan tidak mengadakan pembedaan perlakuan. b. e. ditahan. dituntut. sederhana dan biaya ringan serta bebas.

dan panitera. g. hakim. keterangan ahli. j. Sidang pemeriksaan pengadilan adalah terbuka untuk umum kecuali dalam hal yang diatur dalam undang-undang. dan kemungkinan juga hadir seseorang untuk keperluan alih bahasa. alat-alat bukti (lima jenis alat bukti) yang dapat digunakan dalam proses pemeriksaan perkara pidana yatu keterangan saksi. Adapun rinciannya sebagai berikut: a. i.f. jaksa selaku penuntut umum. Pejabat yang menyelesaikan perkara pidana di Pengadilan Negeri. Menurut Pasal 184 ayat (1) Undang Undang Nomor 8 Tahun 1981 (KUHAP). Kepada seorang tersangka. hadir saksisaksi dan ahli untuk memberikan keterangan. Pengawasan pelaksanaan putusan Pengadilan dalam perkara pidana dilakukan oleh ketua Pengadilan Negeri yang bersangkutan. Di samping itu. Pihak-pihak yang hadir dalam proses persidangan perkara pidana di Pengadilan Negeri secara lengkap meliputi terdakwa. petunjuk. sejak saat penangkapan dan/atau penahanan selain wajib diberitahu dakwaan dan dasar hukum apa yang didakwakan kepadanya. surat. h. dan keterangan terdakwa. Pengadilan memeriksa perkara pidana dengan hadirnya terdakwa. Jaksa selaku penuntut umum hadir di dalam persidangan perkara pidana di Pengadilan Negeri mewakili pemerintah (eksekutif) dari Kejaksaan Negeri pada tingkat Pemerintah Kota/Kabupaten yang memiliki tugas dan wewenang penyidikan tidak hadir dalam pesidangan perkara pidana karena tugasnya selesai pada tahap penyidikan tadi dan proses penuntutannya diserahkannya kepada Kejaksaan Negeri pada tingkat Pemerintahan Kota/Kabupaten. penasihat hukum. juga wajib diberitahu haknya itu termasuk hak untuk menghubungi dan minta bantuan penasihat hukum. yaitu: 1) Jaksa Penunut Umum (JPU) 2) Hakim 3) Panitra/Panitra Pengganti 125 . Setiap orang yang tersangkut perkara wajib diberi kesempatan memperoleh bantuan hukum yang wajib semata-mata diberikan untuk melaksanakan kepentingan pembelaan atas dirinya.

berdasarkan praturan yang berlaku. PENYIDIKAN PENUNTUTAN PENYIDIK PNS PENYELDIK POLISI KEJAKSAAN PENGADILAN KEPOLISIAN KEJAKSAAN PENGADILAN PEMERIKSAAN HAKIM TINDAK PIDANA DI INSTANSI TINDAK PIDANA DI MASYARAKAT PENYELIDIK PENYIDIK PEMBANTU (POLISI) Sumber: Husni Thamrin (Pokok-Pokok Sistem Struktur dan Proses Acara Pidana dan Perdata) 126 . Selanjutnya dapat dilihat skema Proses pemeriksaan Perkara Pidana sebagai berikut: I. Agar Pengadilan memutuskan/menghukum pihak yang salah secara adil.b. Lembaga/ Instansi Proses III. yaitu: 1) Saksi/Tersangka/Terdakwa 2) Penasihat hukum (pembela) c. NEGARA MASYARAKAT II. Pihak-pihak yang terlibat.

GARIS BESAR PROSES PERADILAN PIDANA INSTANSI KEPOLISIAN kejaksaan KEJAKSAAN PENGADILAN PROSES PEMERIKSA PENYELI DIKAN PENYE LIDIK PENYI DIKAN PENYI DIK PENUNTUTAN PEMERIKSAAN HAKIM PENUNTUT UMUM HAKIM TEMUAN LAPORAN PETUGAS PENGADUAN YANG DIPERIKSA TERSANGKA TERDAKWA Sumber: Husni Thamrin (Pokok-Pokok Sistem Struktur dan Proses Acara Pidana dan Perdata) 127 .

Untuk bidang kewarisan.Proses Pemeriksaan POLRI KEJAGUNG MAHKAMAHAG UNG POLDA LAPORAN KEJATI POLRES PENGADILAN TINGGI PENGADUAN POLSEK/ TA KEJARI PENGADILAN NEGERI PENYELIDIKAN & PENYIDIKAN PENUNTUTAN PEMERIKSAAN HAKIM Sumber: Husni Thamrin (Pokok-Pokok Sistem Struktur dan Proses Acara Pidana dan Perdata) 5. memutus. hibah yang dilakukan berdasarkan hukum Islam diatur dalam Undang Undang Nomor 7 Tahun 1989 itu. Proses Beracara Menyelesaikan Perkara Perdata di Bidang Tertentu Atas Permohonan Orang Yang Beragama Islam Perkara-perkara perdata di bidang tertentu atas permohonan orang yang beragama Islam (kedua pihak harus beragama islam) kepada Pengadilan Agama untuk memeriksa. dan hibah yang dilakukan berdasarkan hukum Islam. bidang kewarisan. wasiat. serta bidang wakaf dan shadaqah. wasiat. Tugas dan wewenang Pengadilan Agama di bidang perkawinan diatur dalam Undang Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. dan menyelesaikannya – berdasarkan Undang Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama Islam – meliputi bidang perkawinan. Bagitu pula mengenai bidang wakaf dan shadaqah berdasarkan 128 .

yaitu 1) Penggugat 2) Tergugat c. tergugat. dan menyelesaikan perkara-perkara antara orang-orang yang beragama Islam di bidang perkawinan. 7 Tahun 1989 Pengadilan Agama merupakan pengadilan tingkat pertama untuk memeriksa. memutus. Pihak-pihak yang hadir dalam proses persidangan perkara perdata di bidang tertentu atas permohonan orang yang beragama Islam di Pengadilan Agama secara lengkap meliputi penggugat. dan sodaqoh berdasarkan hukum Islam. dan kemungkinan juga hadir seseorang untuk keperluan alih bahasa. kewarisan. Agar hakim memutuskan/mengabulkan permohonan Penggugat (Petitum) Baik penggugat atau tergugat termasuk orang-orang yang beragama Islam yang menyelesaiakan perkata-perkara di bidang perkawinan/perceraian. dan shodaqoh berdasarkan hukum Islam. hakim. wasiat. wasiat. Di samping itu. hadir saksi-saksi dan ahli untuk memberikan keterangan. penasihat hukum. Pejabat yang menyelesaikan Perkara Perdata tertentu (Agama) di Pengadilan Agama yaitu: 1) Hakim 2) Panitera/Wakil Panitera b. hibah. dan menyelesaikannya bila timbul perselisihan atau perkara menyangkut hal itu. Adapun rincian adalah sebagai berikut: a. dan panitera. Pihak-pihak yang terlibat. memutus. Pengadilan Tinggi Agama merupakan pengadilan tingkat banding terhadap perkara-perkara yang diputus oleh Pengadilan Agama dan merupakan pengadilan tingkat pertama dan terakhir mengenai sengketa mengadili antaraPengadilan Agama di daerah hukumnya. Menurut Penjelasan UU RI No.hukum positif Indonesia Undang Undang Nomor 7 Tahun 1989 tadi merupakan tugas wewenang Pengadilan Agama untuk memeriksa. hibah. wakap. wakap. 129 . kewarisan.

yaitu tentang perkawinan.Untuk lebih jelasanya dapat dilihat salah satu proses penyelesaian perkara perdata tententu di bidang agama. perceraian. ruju‟. dan perceraian dengan banding seperti gambar berikut ini: 130 . talaq.

131 .

Yang masuk dalam kewenangan lingkungan peradilan militer yaitu orang yang pada saat melakukan tindak pidana adalah anggota militer/tentara atau anggota angkatan bersenjata RI. Yang dimaksud dengan “orang lain” yang harus diadili dalam lingkungan peradilan militer tersebut lazim dikenal dengan perkara koneksitas yang diatur Pasal 89 sampai dengan Pasal 94 Undang Undang Nomor 8 tahun 1981 (KUHAP). orang yang menurut Undang-undang dan Peraturan Pemerintah ditetapkan sama dengan anggota militer/tentara atau anggota angkatan bersenjata RI.6. Yang dimaksud dengan tindak pidana koneksitas ialah tindakan pidana yang dilakukan oleh seorang sipil atau lebih bersama-sama dengan seorang atau lebih anggota militer/tentara atau angkatan bersenjata RI. Dengan adanya aturan mengenai koneksitas. Proses Beracara Menyelesaikan Perkara Pidana Militer Badan peradilan militer merupakan badan peradilan pidana militer. anggota suatu golongan atau jawatan yang dipersamakan atau dianggap anggota militer/tentara atau anggota angkatan bersenjata RI. serta „orang lain” yang ditetapkan Menteri Pertahanan dengan persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia harus diadili dalam lingkungan peradilan militer. maka perkara itu dapat diadili oleh 132 . di mana orang sipil seharusnya diadili oleh peradilan militer.

peradilan umum dan anggota militer/tentara atau anggota bersenjata RI seharusnya diadili oleh peradilan militer. Dengan adanya aturan mengenai koneksitas, maka perkara itu dapat diadili oleh peradilan umum atau peradilan militer tergantung dari titik berat dari perkara tadi. Tindak pidana militer tersebut dapat digolongkan ke dalam tindak pidana biasa, tindak pidana subvers, dan tindak pidana ekonomi. Pihak-pihak yang hadir dalam proses persidangan perkara pidana militer di Mahkamah Militer secara lengkap meliputi terdakwa militer/sipil, oditur militer, hakim militer, penasihat hukum, dan panitera. Di samping itu, hadir saksi-saksi dan ahli untuk memberikan keterangan, dan kemungkinan juga hadir seorang untuk keperluan alih bahasa. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut: a. Pejabat yang menyelesaikan Perkara Pidana Militer di Pengadilan Militer dan Pengadilan Militer Tinggi, yaitu: 1) Hakim 2) Oditur Militer/Oditur Militer Tinggi 3) Panitera b. Pihak-pihak yang terlibat, yaitu 1) Tersangka/terdakwa/terpindana 2) Penasihat hukum c. Agar supaya Pengadilan Militer dan Pengadilan Militer Tinggi memutuskan dan memberi sanksi kepada terpidana secara adil. Selanjutnya dapat dilihat skema Proses Perkara Pidana Militer sebagai berikut:

133

PROSES SAI PERKARA PIDANA
HAKIM DISIPLIN
SKEP KEMBALI KE ANKUM U/DI PLINKAN

ANKUM TUPRA MAHMIL EKSEKUSI MASMIL

MAHMILTI SKEPPERA USUL TUPRA DEMI KEPT PELAKU TP

KAP

POM

3AP
OTMIL OTMILTI

-PH -BAPAT

-UMUM

PAPERA

-HUKUM -MILITER

PANG TNI

RIK IDIK

TP GAR PLIN

-PLIN -TUP -SIDANG

SARAN DITKUMAD

7. Proses Beracara Menyelesaikan Perkara Tata Usaha Negara Pengadilan di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara berwenang memeriksa, dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara/administrasi negara. Yang dimaksud dengan sengketa tata usaha negara ialah sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha negara, antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau Pejabat Tata Usaha Negara, baik di pusat maupun di daerah sebagai akibat dikeluarkannya keputusan tata usaha negara termasuk sengketa

kepegawaian. Adapun yang dimaksud dengan keputusan tata usaha negara – berdasarkan Pasal 1 butir “3” Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara – ialah suatu penetapan tertulis (beschikking), yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,

134

yang bersifat konkret, individual, dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Sengketa tata usaha negara ialah sengketa yang timbul di bidang tata usaha negara antara orang atau badan hukum perdata dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara, akibat dikeluarkannya suatu keputusan/penetapan tertulis tata usaha negara. Jadi, yang dapat digugat di Pengadilan di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara adalah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara karena Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang dapat mengeluarkan suatu keputusan tata usaha negara. Sementara itu, yang berhak menggugat atau yang menjadi penggugat adalah orang atau badan hukum perdata, yang merasa dirugikan karena dikeluarkannya suatu keputusan tata usaha negara oleh Badan atau pejabat tata usaha Negara yang bersangkutan. Oleh karena sengketa Tata Usaha Negara itu selalu berkaitan dengan dikeluarkannya suatu keputusan Tata Usaha Negara, maka satu-satunya pihak yang dapat digugat di Pengadilan di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara adaah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Tata Usaha Negara adalah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Berdasarkan hal ini, maka dalam Acara Peradilan Tata Usaha Negara tidak dikenal adanya gugat balik atau gugat rekonvensi, atau dengan perkataan lain seorang Pejabat Tata Usaha Negara yang merasa dirugikan moril ataupun material karena adanya gugatan dari seorang atau badan hukum perdata, tidak dapat mengajukan gugat balik atau gugat rekonvensi. Hal ini disebabkan sengketa Tata Usaha Negara berkenaan dengan masalah sah atau tidaknya suatu keputusan tata usaha negara yang telah dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Sengketa mengenai kepentingan hak, termasuk hak menuntut ganti rugi tidak termasuk wewenang Peradilan Tata Usaha Negara untuk mengadilinya. Seorang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu keputusan tata usaha negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang, berisi tuntutan agar keputusan tata usaha negara yang disengketakan dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau rehabilitasi. Alasan yang dapat digunakan dalam gugatan yaitu

135

yaitu 1) Penggugat (orang atau Badan Hukum) 2) Tergugat (Pejabat atau Badan TUN) c. Pejabat yang menyelesaikan Perkara Tata Usaha Negara di Pengadilan Tata Usaha Negara: 1) Hakim 2) Panitera Pengganti 3) Pihak ketiga b. Selanjutnya dapat dilihat skema proses perkara Tata Usaha Negara berikut ini: 136 . Masalah yang disengketakan adalah Suarat Keputusan yang dikeluarkan oleh Pejabat/ Badan TUN. Agar Hakim dapat mengambulkan permohonan Penguggat yaitu membatalkan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Pejabat/Badan Tata Usaha Negara. Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara pada waktu mengeluarkan keputusan telah menggunakan wewenangnya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang itu. Untuk lebih rincinya adalah sebagai berikut: a.keputusan tata usaha negara yang digugat itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang belaku. serta Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara pada waktu mengeluarkan atau tidak mengeluarkan keputusan setelah mempertimbangkan semua kepentingan yang tersangkut dengan keputusan itu seharusnya tidak sampai pada pengambilan atau tidak mengambil keputusan tersebut. Pihak-pihak yang terlibat.

137 .

perdata. tata uasa Negara. militer dan agama! 138 .Latihan : Silahkan saudara membentuk kelompok-kelompok untuk mensimulasikan sidang pengadilan dengan perkara : pidana.

misalnya atas pengangkutan barang dengan asuransi. Pada prinsipnya. 3. perdagangan adalah perbuatan perantara kepada produsen dan konsumen yang jenis-jenisnya sebagai berikut: 1. 4. Penyelenggaraan asuransi atau pertanggungan (Buku I KUHD) agar pedagang dapat menutup risiko. Istilah ini mempunyai pengertian ialah segala perbuatan perantara yang meliputi perbuatan membelikan atau menjualkan barang untuk memudahkan hubungan antara produsen dan konsumen serta untuk memajukan pembelian dan penjualan itu sendiri. Istilah Commercial law (bahasa Inggris) tidak biasa digunakan oleh Negara-negara civil law (antara lain Indonesia). istilah “dagang” merupakan istilah ekonomi. Pembentukan persekutuan perniagaan atau badan-badan usaha seperti firma. dan PT untuk memajukan perdagangan. maupun udara (Buku II KUHD). CV. 2. bukan istilah hukum. baik di darat. Pengangkutan untuk kepentingan perniagaan. Perantara melalui perbankan sebagai salah satu sumber pembiayaan. laut. Dua istilah tersebut digunakan oleh Negara-negara yang mengikuti system civil law. Istilah Hukum Dagang Hukum dagang merupkan terjemahan dari istilah Handelsrecht (bahasa Belanda) yang juga diterjemahkan menjadi hukum perniagaan. Istilah Commercial law lebih sering digunakan di Negara-negara Common law dan oleh fakultas ekonomi. Sedangkan.BAB VII POKOK-POKOK HUKUM DAGANG A. termasuk oleh fakultas-fakultas hukum di Indonesia. Ada istilah lain lagi untuk menerjemahkan Handelsrecht tersebut. yaitu hukum komersial atau Commercial law. 139 .

W. Kitab Undang-Undang Hukum Sipil (KUHS) atau Burgerlijk Wetboek Indonesia (B. 3. Bab II Bab III Bab IV Bab V : Tentang pemegang buku. makelar dan kasir. 4. 2. Hukum tertulis yang dikodifikasikan: a.). yakni peraturanperaturan khusus yang mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan perdagangan. Sumber-Sumber Dan Sistematika Hukum Dagang Hukum dagang Indonesia terutama bersumber pada (diatur dalam): 1. b. Isi pokok daripada KUHD Indonesia itu ialah: a.). : Tentang bursa dagang. Hukum tertulis yang belum dikodifikasikan. 140 . Kitab Pertama berjudul: Tentang Dagang Umumnya. ekspeditur. : Tentang cek. 1938/276 yang mulai berlaku pada 17 Juli 1938. yang memuat: Bab I : dihapuskan (menurut Stb.K. KUHD yang mulai berlaku di Indonesia pada 1 Mei 1848 terbagi atas dua Kitab dan 23 bab: Kitab I terdiri dari 10 bab dan Kitab II terdiri dari 13 bab. Bab VIII : Tentang reklame atau penuntutan kembali dalam hal kepailitan. pengangkut dan tentang juragan-juragan perahu yang melalui sungai dan perairan darat. dan 5 telah dihapuskan). : Tentang komisioner. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) atau Wetboek van Koophandel Indonesia (W. tentang promes dan kwitansi kepada pembawa.B. : Tentang beberapa jenis perseroan. Bab I yang berjudul: “Tentang pedagang-pedagang dan tentang perbuatan dagang”yang meliputi pasal 2. Bab VI Bab VII : Tentang surat wesel dan surat order.

Kitab kedua berjudul: Tentang Hak-hak dan Kewajiban-kewajiban yang Terbit dari Pelayaran. anak kapal dan penumpang. persetujuan sewa menyewa (contract of hire) c. : Tentang pengangkutam orang. persetujuan pinjaman uang (contract of loan) Dalam hukum dagang selain diatur dalam KUHD dan KUHS juga terdapat dalam berbagai peraturan-peraturan khusus (yang belum dikodifikasikan) seperti misalnya: a. Peraturan tentang Koperasi b. Bab V A Bab V B : Tentang pengangkutan barang. Bab II : Tentang pengusaha-pengusaha kapal dan perusahaanperusahaan perkapalan. Bab IV : Tentang perjanjian kerja laut. Stb. b. persetujuan jual-beli (contract of sale) b. 1905/217 yo. 1922/54) 141 . bahaya yang mengancam hasil-hasil pertanian yang belum dipenuhi dan pertanggungan jiwa. Bab III : Tentang nahkoda.Bab IX Bab X : Tentang asuransi atau pertanggungan seumumnya. : Tentang pertanggungan (asuransi) terhadap bahaya kebakaran. Hal-hal yang diatur dalam kitab III KUHS ialah mengenai Perikatan umumnya dan perikatan-perikatan yang dilahirkan dari persetujuan dan undang-undang seperti: a. Undang-undang Oktroi (Stb. yang memuat Hukum Laut: Bab I : Tentang kapal-kapal laut dan muatannya. Peraturan Pailismen (Stb. 1908/348) c.

dll D. Sebagaimana hukum perdata. dan masih banyak lagi ketentuan-ketentuan baru lainnya.  Pembukuan. Dengan perkataan lain KUHD merupakan suatu Lex Specialis terhadap KUHS sebagai Lex Generalis.  Beberapa macam perseroan/badan usaha. Hubungan Hukum Dagang Dan Hukum Perdata Hubugan kedua hukum ini seperti genus (umum) dan specialis (khusus). hukum dagang berasl dari negeri Belanda yang dberlakukan di Indonesia karena Indonesia dijajah Belanda.  Bursa. Sejarah Hukum Dagang Hukum dagang yang dikodifikasikan dalam Kitab UndangUndang Hukum Dagang berlaku sejak 1 Mei 1848 dan hingga kini merupakan hukum positif Indonesia. hukum ini berlaku untuk Indonesia. Sejak tahun 1993. 142 . hukum dagang berlaku hanya untuk golongan Eropa saja dan kemudian baru untuk golongan Timur Asing. beberapa hal yang diatur dalam KUHD diperbarui dengan peraturan setingkat Undang-undang. Pembaruan ini dilakukan untuk menjawab tuntutan kebutuhan masa kini. Belakangan.  Komisioner. Semula. maka ketentuan mengenai soal yang dapat aturan pula dalam KUHS.C. seperti kebutuhan pengaturan tentang bursa (ketentuan barunya dalam UU NO. Adapun hal-hal yang diatur dalam KUHD adalah sebagai berikut:  Perniagaan pada umumnya. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal). maka sebagai Lex Specialis. kalau andaikata dalam KUHD terdapat ketentuan mengenai soal yang dapat aturan pula dalam KUHS. maka ketentuan dalam KUHD itulah yang berlaku.

bahwa Hukum Dagang adalah suatu tambahan Hukum Perdata yaitu suatu tamabahan yang mengatur hal-hal yang khusus. c. Van Kan beranggapan. Latihan : Diskusikan dengan teman sekelompok mengenai pemisahan hokum perdata dari hukum dagang! Masalah-masalah perdagangan internasional dampaknya pada perdagangan nasional 143 . Van Apeldroon menganggap Hukum Dagang suatu bagian istimewa dari lapangan Hukum Perikatan yang tidak dapat ditetapkan dalam Kitab III KUHS. Tirtaamijaya menyatakan.Adapun pendapat beberapa sarjana hukum lainnya tentang hubungan kedua hukum ini antara lain adalah sebagai berikut: a. Sukardono menyatakan. bahwa Hukum Dagang adalah suatu Hukum Sipil yang istimewa. KUHS menurut Hukum Perdata dalam arti sempit. b. bahwa pasal 1 KUHD “memelihara kesatuan antara Hukum Perdata Umum dengan Hukum Dagang….sekedar KUHD itu tidak khusus menyimpang dari KUHS. sedangkan KUHD memuat penambahan yang mengatur hal-hal khusus hukum perdata dalam arti sempit itu.” d.

Apa yang menjadi alasan orang mentaati hukum {menurut filsafat hukum} … a. dan adat d. hukum dipelajari secara tata hukum dalam kehidupan ketatanegaraan 4. b. menjamin adanya kebahagiaan yang besar c. Pada masa Plato d. susila. c. agar tidak terasing c. Sebelum norma hukum berlaku di masyarakat. norma adat 2. norma-norma apa sajakah yang telah hidup dan berkembang di masyarakat… a. Pada masa Aristoteles Mempelajari hukum dalam arti “theoritische Receptie”adalah… a. mempertahankan perdamaian b.LATIHAN UJIAN AKHIR SEMESTER BAGIAN I PETUNJUK ! Jawablah semua pertanyaan di bawah ini dengan cara memilih dan memberi tanda silang (X) pada huruf alternatif jawaban yang tersedia ! 1. agar tidak terjadi konflik d. mengatur masyarakat secara damai 5. Kapankah kitab undang-undang Hukum Romawi (KUH-Romawi) dibuat : a. perlunya ketentraman dalam masyarakat b. meminimalisir tindakan kejahatan 144 . hukum dipelajari secara ilmiah b. hukum dikaji dari segi-segi teoritis d. Apa tujuan hukum menurut Van Apeldoren… a. Pada masa Napoleon 3. norma agama. norma agama norma susila c. Pada masa Caisar Yustinianus b. hukum dipelajari secara praktis di masyarakat c. menjamin kepastian hukum d.

ilmiah. peradilan b. Transfer. Van Apeldorn d. Hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu adalah……. a. Utrecht b.. a. Bellproid 10. Belanda. Jerman. Praktis. 100 hari b. doktrin.trakta. 300 hari 9. Undang-undang menurut Utrecht adalah…. Kapankah suatu undang-undang dapat berakhir… a. d. Badan hukum adalah setiap pendukung hak yang tidak berjiwa atau lebih tepat yang bukan manusia. dan agama d. undang-undang. yaitu …. Hukum Asasi 145 . Praktis. c. Ilmiah. Kedudukan badan hukum sebagai subyek hukum tidak tercantum dalam KUH Perdata akan tetapi hanya ada dalam … a. traktat c. Seorang perempuan tidak boleh kawin lagi sebelum lewat…hari setelah perkawinan di putuskan. Transfer. Tata Hukum.. Hukum Positif b. Transfer. Perancis.6. KUH Pidana 11. a. ditentukan oleh penguasa c. Teoritis. Teoritis. ilmiah. kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat d. a. dicabut/dihapus oleh UU yang baru 12. Praktis. dokrin dan agama 7. KUH Perdata c. Tata Hukum. Buku I KUH Perdata d. Konsep tersebut di kemukakan oleh… a. Subekti c. 150 hari c. Inggris dalam mempelajari dan menyelidiki hukum Romawi melalui berbagai cara. jika sudah tidak ditaati lagi oleh masyarakat b. kebisaan. Tata Hukum 8. BW b. Praktis. yurispudensi. Teoritis. b. undang-undang. kebiasaan. 200 hari d.

Hukum Tata Negara b. Hukum Pidana 17 Asar hukum dari kodifikasi itu tercantum dalam pasal . Untuk menjaga peraturan-peraturan hukum 14. a. Untuk mengetahui hukum yang berlaku di masyarakat e. Menjaga peraturan hukum 16.B. A. Pasal 75 ayat 1 RR c. Yang termasuk tujuan mempelajari tata hukum… a.. Hukum Administrasi Negara c. Mempertahankan dan melaksanakan tata tertib di masyarakat c. Menjamin kepastian hukum b. Hukum Peradilan d.c. Mengetahui perbuatan menurut hukum dan bertentangan dengan hukum b. Tata hukum Hindia Belanda dinyatakan dengan……… a. Ius Constituendum e. Untuk menjamin adanya kepastian hukum c. Hukum Alam d. ( Algemene Bepaling van wetgeving voor Indonesia) b. Pasal 102 146 . Pasal 76 ayat I RR b. Hukum yang mengatur cara negara atau alat-alat perlengkapan negara hendaknya bertingkah laku dalam menjalankan tugasnya itu adalah… a. Mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada rakyatnya d. Ius Constituendum dan Constitutum 13. Regerings verordening 15. Tujuan dari Tata Hukum adalah… a. Untuk mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada rakyatnya d. RRC (Regerings Regement) d. IS (Indisehe Staatsregeling) c. Pasal 15 RR d.

Keadaan hukum perdata di Indonesia dari dahulu dengan sekarang tidak ada keseragaman (Plunarisme). Regerings verordening d.18. Hukum perdata tidak berkembang karena mempunyai sanksi yang tidak tegas.. c. Asas Konkordansi adalah… a. Asas golongan c. Asas keselarasan/ persamaan 20. 21. Hukum perdata dan dagang (begitu pula Hukum pidana beserta Hukum acara perdata dan Pidana ) tidak harus diletakkan dalam kitabkitab undang-undang yang dikodifisir. Sebelum hukum untuk bangsa Indonesia ditulis di dalam undangundang. 147 . Asas antar golongan d. d. Berkembang dengan pesat sesuai dengan perubahan zaman sekarang ini. bagi mereka itu akan tetap berlaku hukum yang sekarang berlaku bagi mereka. Politik hukum pemerintah Belanda yang tertulis dalam pasal 131 IS. Locale verordening c. b. dikarenakan adanya kebijakan tentang pembagian penduduk di Indonesia. b. a. Ordonnantie b. Asas pembanding b. yaitu kecuali … a. yaitu Hukum adat. Bagaimanakah kondisi dan keadaan hukum perdata di Indonesia saat ini …. Peraturan peralihan 19. a. Adanya keseragaman tentang pembagian penduduk di Indonesia yang mengakibatkan hukum perdata mempunyai sanksi yang tegas.. Yang bukan termasuk kedalam jenis peraturan organik.

.. 22. Penundukkan diri sebagaimana diatur dalam stb. Utrecht. dapat menggunakan peraturan yang berlaku bagi golongan Eropa. arab dsb) jika ternyata kebutuhan kemasyarakatan mereka menghendakinya. Penundukkan diri pada seluruh Hukum Perdata Eropa. Orang Indonesia asli dan Timur Asing sepanjang mereka belum di tundukkan di bawah peraturan bersama dengan bangsa eropa. Kapankah Tata Hukum Indonesia ditetapkan oleh masyarakat hukum Indonesia yang kemudian ditetapkan oleh Negara Indonesia…. yaitu…. d. Penundukkan diri secara langsung. a. Penundukkan diri mengenai suatu perbuatan hukum tertentu. Van Vollenhoven 148 . c. Untuk golongan bangsa Indonesia asli dan timur asing (tionghoa.c. 1917 no 12 yaitu KECUALI a. Bahwasannya bangsa Indonesia mempunyai tata hukum pribadi asli itu dapat dibuktikan oleh adanya ilmu pengetahuan Hukum Adat. b. Penundukkan diri pada sebagaian hukum Perdata Eropa 23. 28 Oktober 1928 b. diperbolehkan menundukkan diri (Onderwepen) d. b. a. 5 Juli 1949 c. 17 Agustus 1945 24. Selain melalui kebijakan hukum juga dikenal adanya penundukkan diri. Volmar d. Bellproid c. 18 Agustus 1945 d. Hal tersebut merupakan hasil penyelidikan dari.

26. Pasal 192 ketentuan Peralihan Konstitusi RIS 27. a. Untuk bangsa Indonesia dan warga negara bukan asli 28. Dibawah ini bukan merupakan Peraturan pokok Hindia Belanda ialah …. Mengenai hukum kekeluargaan d. Satu-satunya peraturan pokok yang diadakan Pemerintah militer Jepang di Indonesia ialah yang menyatakan berlakunya kembali semua peraturan perundangan Hindia Belanda yang tidak bertentangan dengan kekuasaan Militer Jepang. c. Lucale Verordening.. Mengenai hukum warisan 149 . Pasal 3 Undang-Undang Balantetara Jepang Tahun 1942. Undang-Undang No. Di dalam hukum perdata di kenal dengan istilah BW (Burgerlijk Wetboek) dan WVK (Wetboek Van Koophandel) dimana keduanya hanya berlaku bagi… a. Mengenai hukum kepribadian c. 1 Tahun 1942. Untuk golongan bangsa Indonesia Asli b. Golongan warga negara bukan asli yang bukan berasal dari Tionghoa dan Eropa (Arab. a. Pasal 142 Ketentuan Peralihan UUDS RI 1950 d. b. Untuk golongan bangsa Tionghoa c. India dan lain-lain) berlaku sebagian BW yaitu mengenai hal… a. Algemene Bepoling van Wetgeving voor Indonesia. b. Hanya bagian-bagian hukum kekayaan harta benda b.25. Untuk golongan bangsa Arab dan India d. c. Indische staatsregeling d. Regerings Reglement. Yaitu….

Hukum tentang diri seseorang. Hukum perdata menurut ilmu hukum sekarang ini lazim di bagi ke dalam empat bagian yaitu…. Hukum tentang diri seseorang. kekeluargaan. perkawinan. Penundukan mengenai suatu perbuatan hukum tertentu d. Bezit b. Penundukan pada sebagian c. a... Buku I “perihal benda” Buku II „perihal orang” Buku III “perihal pembuktian‟ dan Buku IV “perihal perikatan dan daluwarsa c.29. Hukum tentang seseorang. kekeluargaan. Dalam hukum perdata dikenal dengan adanya penundukan hukum barat. dibawah ini yang tidak termasuk penundukan perdata adalah…. Penundukan pada seluruh hukum perdata eropa b. perkawinan dan warisan d. Eigendom c. Buku I “perihal orang” Buku II „perihal benda” Buku III “perihal perikatan‟ dan Buku IV “perihal pembuktian dan daluwarsa b. kekeluargaan. kekayaan. Dalam hukum benda di kenal dengan adanya kekuasaan atas suatu benda dan kemauan untuk memiliki benda itu di sebut …. a. Ertpacht 150 . kekayaan dan perkawinan c. Buku I “perihal orang” Buku II „perihal perikatan” Buku III “perihal benda‟ dan Buku IV “perihal pembuktian dan daluwarsa d. Penundukan secara diam-diam 30. Postal d. Hukum tentang diri seseorang. kekayaan dan warisan 31. dan warisan b. a. Buku I “perihal pembuktian” Buku II „perihal benda” Buku III “perihal perikatan‟ dan Buku IV “perihal orang 32. a. Sistematika yang dipakai oleh kitab Undang-Undang hukum perdata adalah….

UU. UU. Ada halangan yang sangat mengganggu c. Kantor Catatan Sipil c. Bukti otentik bahwa seseorang sudah secara sah menjadi sepasang suami istri adalah a.. Apabila ada pihak-pihak yang tidak memenuhi syarat 38. 1 Tahun 1976 d. Departmen Agama d. Tidak hadirnya salah satu mempelai d. UU. 1 Tahun 1975 c. Paspor 151 . Departmen Kehakiman 37. Undang-undang karena suatu perbuatan dan perikatan-perikatan. Pegawai PPN (Pegawai Pencatat Nikah) atau P3 NTR b. Bezit b. No. 2 Tahun 1974 36. No. c. Pelaksanaan dan tata cara melaksanakan perkawinan diatur oleh … a. Eigendom c. Hak yang paling sempurna atas suatu benda disebut …. a. Ertpacht d. Suatu pernikahan dapat dicegah atau dibatalkan apabila… a. Undang-undang karena suatu perikatan 35. Perikatan yang lahir dari undang-undang dapat dibagi lagi atas perikatanperikatan yang lahir dari …. Undang-undang karena perbuatan yang berlawanan b. Undang-undang saja dan undang-undang karena suatu perjajian orang. Vruchtgebroik 34. Tidak hadirnya petugas pencatatan nikah b. 1 Tahun 1974 b.33. Akta nikah dan buku nikah b. Untuk orang yang beragama Islam pencatatan terhadap pernikahan dilakukan oleh a. UU. d.. No. a. No.

c. Pengadilan Agama c. Apabila seorang calon mempelai belum cukup umur melangsungkan perkawinannya harus mendapat dispensasi nikah dari… a. Hanya suami yang boleh dan berhak atas harta bersama d. Surat dispensasi nikah d. 1 Tahun 1974 a. Orang tuanya b. Hukum yang merupakan bagian dari hukum publik yang mengatur hubungan antara warga negara dengan alat-alat perlengkapan negara. Hukum yang mengatur hubungan antar warga negara/orangperorangan. No. Keduanya memiliki kedudukan yang sama atas dasar persetujuan b. Bagaimana hak suami dan isteri terhadap harta bersama berdasarkan UU. Kantor Catatan Sipil d. Surat Izin Nikah 39. Serangkaian peraturan yang mengatur dan menentukan cara-cara pemerintah atau aparat administrasi negara untuk menjalankan tugasnya. b. Hanya isteri yang boleh dan berhak atas harta bersama c. 152 . Pegawai Pencatatan Nikah 40.c. Peraturan hukum yang membentuk alat-alat perlengkapan negara dan menentukan kewenangan kepadanya. d. Hukum Tata Usaha Negara adalah : a. Hanya anak saja yang berhak atas dasar bersama 41.

anggapan para ahli HAN. peradilan. dan hukum perundang- 153 . d. peradilan. asas keseimbangan. dan jurisprudensi. Sumber-sumber factual dari hukum tata usaha negara menurut E. dan asas upaya pemaksa. d. c. jurisprudensi. hukum peradilan. UU (HAN. asas tidak boleh menyerobot wewenang orang lain. b. hukum kepolisian. dan hukum perundang-undangan. organisasi negara. hukum perdata. dan asas upaya pemaksa. dan asas keadilan dan kebijaksanaan. asas kesamaan hak bagi tiap penduduk. Lapangan hukum tata usaha negara menurut Van Vollenhoven terdiri dari : a. Asas-asas hukum tata usaha negara terdiri dari : a. Tertulis). dan hukum perundang-undangan. Pemerintahan. Tertulis). asas manfaat. UU (HAN. jurisprudensi. undangan. asas kesamaan.42. dan hukum perundangundangan. hukum pidana. 44. Hukum keprajaan. c. b. b. c.. dan asas upaya pemaksa. hukum kepolisian. praktek administrasi negara. dan praktek administrasi negara. asas tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan. kepolisian. Tertulis). dan organisasi negara. Asas legalitas. Pemerintahan. Asas legalitas. traktat. asas non diskriminatif. Utrecht ialah: a. UU (HAN. Asas legalitas. asas keadilan dan kebijaksanaan. asas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME.. Hukum keprajaan. Asas legalitas. 43.

d. No. c. Tujuan yang ingin dicapai UU agraria nasional adalah. a. Hukum adat yang berakar dari budaya Indonesia b. Hukum adat yang konvensional 48. UU. Meningkatkan penghasilan dan pendapatan pemerintah c. 5 Tahun 1961 d.. Mengapa hukum tata usaha negara di sebut sebagai “hukum antara” ? a. Hukum adat bagaimana yang dapat dijadikan landasan bagi pembentukan UUPA ? a. Tertulis). Karena hukum tata negara lebih menitikberatkan kajiannya pada individu dan organisasi negara. Hukum adat yang progresif c. traktat. tetapi juga berada diantara hukum pidana dan hukum privat. Karena hukum tata usaha negara memiliki sifat memaksa dan mengatur.. UU. d. Undang-Undang yang mengatur mengenai pertanahan di Indonesia diatur dalam … a. ekonomi dari rakyat b. praktek administrasi negara. Hukum adat yang tidak memeras dan mengindahkan agama d. 45. UU. Karena hukum tata usaha negara memiliki kajian yang di ambil dari hukum tata negara dan hukum perdata. 4 Tahun 1960 b. UU. No. UU (HAN. b. 46. 6 Tahun 1961 47.. No. Monopoli tanah secara penuh dan berkuasa 154 . Karena hukum tata usaha negara tidak hanya merupakan bagian dari hukum publik. dan anggapan para ahli HAN. Meningkatkan taraf hidup bidang sosial. 5 Tahun 1960 c. No.

Tanpa jasa timbal. Rangkaian kaidah hukum yang mengatur cara-cara bagaimana mengajukan suatu perkara kemuka suatu badan peradilan serta cara-cara hakim memberikan putusan. Hukum material 52. 51. Hukum acara pidana c. a. Hukum pidana d. a. Dibawah ini adalah unsur pajak. disebut sebagai… a. Rangkaian peraturan hukum yang menentukan bagaimana cara-cara mengajukan ke depan pengadilan perkara-perkara kepentingan- kepentingan perseorangan disebut… a. Hutang piutang c. Dengan balas jasa secara langsung. d. Yang termasuk kedalam lapangan-lapangan hukum keperdataan itu diantaranya… a. 50. Memindahkan pemerintah menguasai tanah yang ada di Indonesia 49.. Hukum perdata b. Hukum perdata 53. Yang dimaksud dengan pajak adalah…. Iuran rakyat kepada negara berdasarkan UU dengan tidak mendapat jasa timbal yang langsung dapat ditunjukkan dan digunakkan untuk pengeluaran umum. b. Kehormatan 155 . Iuran rakyat kepada Negara c. Hukum pidana b. Iuran rakyat kepada negara secara sukarela. Berdasarkan UU d. c. Penganiayaan d.d. Iuran rakyat sebagai pembayaran atas jasa tertentu yang khusus diberikan oleh pemerintah untuk kepentingan orang pribadi/badan. Iuran rakyat kepada negara dengan mendapat jasa timbal/kontraprestasi secara langsung. b.. Hukum acara perdata d. kecuali…. Pembunuhan b. Hukum acara c.

Kantor pendaftaran tanah 55. Memeriksa penggugat dan tergugat c. yang berlaku digolongan Jawa dan Madura saat ini diganti oleh… a. Kantor pajak b. deklarator b. Mendamaikan kedua pihak d. KUHS b. verstek vonnis 156 . Mempertimbangkan perkara 58. Putusan yang dijatuhkan hakim tanpa hadirnya pihak tergugat disebut… a. Keputusan deklaratif d. Herziene Inlandsch Reglement c. Rechtreglement Buitengewesten d. Reglement Indonesia yang dibaharui. Membacakan gugatan b. Keputusan kondemnator b. Hal pertama yang dilakukan oleh seorang ketua pengadilan dalam melaksanakan sidang perdata adalah… a. Kantor polisi d. Keputusan konstitutif c. KUHP c. Reglement op de burgelijke rechtsvordering b. Lembaga-lembaga hukum yang terdapat dalam lapangan keperdataan adalah… a. Kantor pegadaian c.54. verstek vonnis 59. Burgelijk wet boek 56. KUHAP d. Keputusan yang menimbulkan hukum baru disebut… a. Hukum acara perdata yang berlaku bagi golongan Eropah di Jawa dan Madura disebut juga… a. KUHD 57. eksepsi c. kondemnator d.

Sumpah BAGIAN II PETUNJUK ! Kerjakan semua soal di bawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Mengapa Hukum Dagang dipisahkan dari Hukum Perdata ? 157 . 7. Regerings Reglements dan Indische Staatsregeling. Masalah Pidana b. Pernyataan sesuatu pihak mengenai peristiwa tertentu atau sesuatu hak disebut… a. sistematika. tujuan dan sumbernya. seperti Algeimene Bepaling van Wetgeving voor Indonesia. Persangkaan c. Periode penjajahan Raffles di Indonesia dikenal ada 4 susunan pengadilan di Indonesia. Jelaskan perbeadaan adat sebagai kebiasaan dan adat sebagai hukum! Mengapa Hukum Adat dikatakan sebagai salah satu aspek kebuadayaan ? Kapankah suatu Hukum Adat dinyatakan tidak berlaku lagi ? 6. Jelaskan perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata dilihat dari : pengertian. Masaalah Tata Usaha Negara d. Sebutkan dan jelaskan ke empat pengadilan tersebut ! 4. Masalah Perdata c. dan dimana perbedaannya? 5.60. Masalah Peradilan Agama Dalam menjelaskan tersebut harus disertai masing-masing 1 (satu) contoh sederhana. Apakah yang dimaksud dengan : a. dan singkat! 2. Bukti saksi b. Pada jaman Hindia Belanda ada sejumlah peraturan yang diberilakukan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Tata Hukum Indonesia ! Tujuan dibentuknya Tata Hukum Indonesia dan Tujuan mempelajari Tata Hukum Indonesia ! 3. Pengakuan d. Jelaskan pengertian dari masingmasing aturan tersebut.

jenis hukuman dan upaya hukum yang dilakukan! 158 . Jelaskan hubungan Hukum Tata negara dengan Hukum Administrasi Negara beserta contohnya! Jelaskan pula Hubungan antara Hukum Tata pemerintahan dengan Hukum Administrasi Negara! 10. Jelaskan mengenai sumber dan subyek Hukum Internasional! 11. alat-alat bukti. Jelaskan mengenai fungsi dan syarat pemungutan pajak ! 9.8. pihak yang menuntut. Acara Pidana dan Acara PTUN dilihat dari : Proses mengadili. Jelaskan perbedaan Hukum Acara Perdata.

Sumber dan Dokumen : Jurnal : Jurnal Magister Hukum dan Ilmu Hukum Internet : Masalah-masalah yang terkait dengan materi dan pengayaan mata kuliah Pengantar Hukum Indonesia 159 . ( 1983 ). Hukum sebagai Panglima. Bandung. Suroyo Wignyodipuro. Kompas. Mochtar Kusumaatmadja (1996). Kapita Selekta Hukum dalam Dinamika. Bandung. Bandung : PT. Yapendo. Hukum. Dudu Duswara Machmudin. Soedarsono ( 1991).. (1984). Balai Pustaka. Jakarta. Bandung. Kansil ( 2001).Jakarta : Gunung Agung. . Remadja Karya CV. Pengantar Ilmu Hukum. Politik Hukum Menuju Satu Sistem Hukum Nasional. Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Tata Hukum Indonesia. Bandung.DAFTAR PUSTAKA Achmad Sanusi ( 1994 ). Citra Aditya Bakti. Ilmu Hukum. Pengantar Ilmu Hukum. Bandung : Refika Aditama.. ( 2001 ). Bachsan Mustafa.. Sistem Hukum Indonesia.. Latihan Ujian Pengantar Hukum Indonesia. Alumni. Masyarakat dan Pembinaan Hukum Nasional. Van Apeldorn (1986). Jakarta. PN. Astim Riyanto (2000). Prdanya Paramita. Rieneka Cipta. Bandung. Tarsito. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Bina Cipta. Jakarta.. Jakarta. Soenarjati Hartono (1991).. Charles Himawan (2003). ( 1991 ). ( 2002). Satjipto Rahardjo. Bandung. Pengantar Tata Hukum Indonesia. Sinar Grafika. Pengantar Ilmu Hukum.

160 .

7./23897.830.     ..

. :2:2  / /.2 2./.9:7 /./.3.9 /03.7./.2  0703 3.. ::2 .. 5. -..!07/.9.9..7.7.7.3 007 /. ::2 .9.9:   ::2.3:2:2 .7.7. /.3 ::2 . !07/. !/.3/8 #0002039 #  .7.   ::2...!/. /:..3..8..  $0.: #. !03. 507.

3/-..3808047.. :-:3./:.3 2./03.8..3.8/.3&&#4 %.3 0 2:..:3  /.9: #002033/4308. 0703. 8/.39./740.. /:. . 5020739.7:/. 3 20303.7. !/.3 /.3007 .7./. .2 507. 507.3 / !03.7.3/.7. 2.3 .  !07.9: .

3.7.808047..7.3.9   .3   !030.!07/./503.2.:7./.9.3 -0703.93:3.3/8/.2. 507/.3-07..9: .3 /.:.  !07.254.3 ./../.9.  !07.3/03.2 &3/.8.!03:39:9 :2:280-.7...8....9. /.3 # 4247  9.380-.3507.2 &2:2 .3   !02-:3:.39.3.3.8..3 /.2.2.20303..3   !07.5/.3.347.3.  -  !07.7.2    ./.3 507.4509.3 -0703.3 203008.9:7 /.3 507.7.9.75020739.3   !03.3/.  -  !07.7.3 40 503. 507.5.3 0.3 /.3 0.3./.3 &3/..7.   !03..3 203008.39079039:.2025./.:3   !.:-:3.7.85072443.8.3 507.3. / -/.   ..3     !7480807.. 0:./. .3  0:.../.3. 507/.

 ..  !07. 2907.7.3 907 .3 507.3 203008. 5/.3./.3 -0703.

 .30.9.7. /.7../.7.3203008.3-0703.9..&8.3 /  !07..7.0. :8.9039.9.3507.3%.

507.320303..3 &3/.7    80.347.:3   9039...    503.3.7 8079.  0.2 .9.3::2.33  .    5078074.3.9.380/.7.3 907.3 4247  %.9.    0:.3 :3/.3 :3/.9.3.3  07/.992-:/.250808.2030.3 &3/.39.347.-&3/.    !7480807..7.-.2/.3 :3/./.7./....7.507/..3 %039. &!07/.8.3/.9:7.  !07.74397.8.3  -  0-03/.3 2.38:..3    00:./.7. 09039:.  %039..203008.:3/.3::2 !07/.2.7.8 -07.3 ..5./23897.-07.39.3/:3 //.7 203:.7..7.3    .7.2:.:.7.347./.9.3   .3.3 %039.3    ..-. 0.30.3/.3/. ./.  !07.3507.7.380203/. -0    9:.3  805.-&3/.3    .3203. ::2 0-03/.23..39:... -:2  .9.7.:507809::.3897    502-:-.3 09039:.3/02:3/.25:.   507.39.3 .3. 54900 .3507..9:79.  .-:9::0 9.3.3 20303.3 :3/.7.9.. 203.3 !07.830.507/.3 ::2 !07/.:3.9..: 5.8.3    :.3 20303.7.3 .3:9 80-.7.7!44 !447.3 .3507.3 0. 3/4308.

3  .38.3502-:9.3  -:9 /03..7.3/03./. /. .38:25.9: .5./.3 / 2:. :2:23.9.3.7.3:3. ..9 .5.39:8.  %039.2.7.3 9/.38:25.3 0079039. 503....8.3 907:.3 907:.2    502-:9..3 507.3 /./7 /.8 8.2  8./.3 007 80.8.3.3.8 8.78 2443 50309. 5.3 -0:2 /0. .3    502-:9.2 574808 502078./.3 :7.:.7 / 2:.3/.3 4-0 .2 /03.8  5078.3 5..2    ..   503.3    502-:9.3  /  !02-:9. 507/.3    502-:9.7.    502-07.3 2443 05. 203././.3.:.3/..3.. .3.9.. .9. 5./.8    502-:9.5 205:9 503:. 80.5.3 507.9. 2033.3 0.3 825.3  503. 2025:3.38.3 /8:.5.9: 5:9:8..3503.5.3.:.3 40 503:./..   502-:9.703.    !02-:9.9 /9. 507/.3/03. 038 . .3/80309..3 2443 8. 8047. 5.3..2 502078./:. ..3.5.9 -:9  .3/03.  & !07/. 507/.  !.9  .:.3 5078. /909.3.3-07./.9:8.3.33.3..3/.78.9 /:3.3 /.7 47.78.3 /.20303.3:.8..7.: 0 .9  !03:.9 .2 574808 5078/.  9.7 8047.3 007  8:5./.5. /.7. :.35078./.3 /. .3  5.. 503. .3 507..9:503:3. .   507:25:.  .38./. / !03.3 2033.3203.3 80-..3    -.7 .: 8047.3 / 2:..9 ..3 ..9  907:.9: -:9 9:8.. . 203008. 47.3  !74808 -07.3 2:.7 !03..2 ./2:.2 8090..9 /.7.: 80:7. 202-3 507. /:3.  80/.3.78  03:7:9 5./.3 /.9 -:9 2.3 8. ..2:3  .:.3 .3/.3 . 03./.78.3 -07.

507/.. !0./.8 8.80-.33.3202:9:8507. /.7.3.3907.3..3202078.3  /..3 .8 /.3 5.9..-07:9 .9:   .3 0907.8.3507.2 .9.    !.3 02:33./!03././7 808047.9 ::2  /.   8.//. 503.253 9:  . 203.397.-.. :39: 202-07./7 8.3 :. .5:373.8.-..3203008.3007 .3 :39:0507:.7.

 !!  .. 203:9802:..7:8 202-:.905:9:8.83.3907.940039070.8/. 203. 8/.9 -079./.3/.29:.2.9 40 09:.3  %:.47.3207:5. !03.7. 5.3/.!03.3/.3 /. /-.39:40-0-07.3907.9.3.3 -078. .9. . 8. .7.3.3 079.3  ..3  - !..!03..3 /.7.7..3907.39...3. 8/.8.3203./...3 09:.7:39:202-:.39 .9.!./-..3907.3.3!.3  /.3-07507.2..7.5.2:8.!03.9 /03.   !03:. .38079.3/.8 !.3 /03.3 909 802:.2. 5..

9.:.   %07:.8.3.

3.3/5072.8.8..3. /.5.  -0.:.  !099:2 !072443..3  %07:.3  .-:..9 8:.

503:.57 %.3 80.3... .39.7.3.2.93.920.. 04254 /.  0 .:5:3907:. 503:.9:47.8. .3    .5.9.3 1..8.3/03.2 /:3.  .. 9: :. .92./..9.3 /. :3 4247  %.3 .9.3 9.7: /.3 40 . :..3 507.3 :.7.3 :39: /73.3 .88 .7.800425447.9 2. -../.2.9: 57480/:7 503.3 .3.  .. 92-: 5079. !:9:8.3202 08./.5.73.304254  .-..3.703.. /.:3   9.3!07.8.9-8.9.2.:.3 507.943  /./. 803/7 /.7.9.0-/..:820. 507.../.349.3 507.:3   %039..2.3  04254 80-.3 ..33... 8:. .3. 042543.2 /.75./5:9:8...2  .3 04254 207:5.7 ::2 . :3 203/0138.2.3 .-.3:2.8.9. :.3 :.

3.8/:3.8.5.3.. .7.-./. 80:.3 !072.380:.39.. . 4  ..507.:.5.92-:5079.

:3  %039.2.:3  %039.02.:5 2.9 /.3.-7. ::2 /.. -08.80 -.3 9:39:9. .30:9.....:3%039.8....3.3  !.33.3 /2:33.8:8 ..3 /.3 /92-:.3 202-.9.34247%.:.3 /:5 && 4   %. 203.9 :39: 20.9   -..8.3 507..3 .3/:3/.8. 2.  .3 &3/. . 1.7.3 ..7 .3 &3/.5.3/:5  O &3/.3 04254 /.3 . 9.5.  . 203.30:9..5  03.3 &3/.9.  9: 5.3.3 0709.9..3 :..3 -.3 . 07:.. !0304.3 3:3.3 9. .3 !0304..3 3:3..:3   !073/:3.7 08..8.3  1.8.3 04254  .8.33.3 /2./. O &3/.3 &&4  %.3 !073/:3. -.703..8 /.3 28.3.:3 /.8. 04254 0.2 :2.9..9.3 4247  %.3.2 ./ :.3 !07.:3  /80-:9.3 5072.7.3 /. 47.7..3 /7:.3.3 438:203 /.9 /.: .5:3 ./.3 507.8:/ . 2.3438:203 &&4 9. 503.943   /.3 4247  %..88 . :.3  .3 O &3/.. 507.:3  . 2.7: /..2 && 4   %.9.3.2 /:3.. /2:..:..

.050393.5073/:3. ./.340 O $047.9  :.3-.9  $0/./.350.::8..2.:.3 !./80-:9.3.3.7...3/:5  $02039.3-078..3:9.:3/.5.3/7:.2.3 O $004254438:203.9:&&4 %.3.2!.:.9/.3438:2038..9.8.9.: 507:8.32025:3.9.7.8.3..3438:203.3 3:3.38.8.3&&4 %..:50.:3203.    .78.3. O 02-...9.9.7..

.7.:.9.3 207:.903 .8. ...9 !079.3 574808 502078.9 6  :-073:7 !74538 .4394 50789.3 /89  .3 ./9::.5     4-..3 . O .3# 907:.7.3/..: 574808 202078.8.2...9  O !020739.7.  7.9.30503.#6 !708/03# %07:..2..3 40 507.9 ..7.3 203..9  O !02079./:347. && 90780-:9 8.3 .305.3:.7  /.7 /.3507.. O 708 !07:2 !07:9.-.7.3 &39  . 0-7:.9.2.:.9.8.3-09:.5 07:8.7  :.9   #05   :5   .3 !07.3 %3  /.25:3.203.3 08.9  O .7.:.3 007  %3.:3 80-. -0:2 2033:3 2.:3  783. .9.. ..2.3.#6 !708/03#6 039070:9./ 09. ..3 007 0. /7:.8. :34 9. 8..7.88.3  ..943 -07::93 $.3/:3  20. .3 507.3. .7 2070. 2:.3 203. .9.9:7.9  O !020739./.-  .-:5..3 :.3   .9'  O !020739.9 ./.-079:   $:7. !07.:.3 .9.3 :9..2.7:9 %07:.3 /. ..3 %3.: :.5:3 :7:9.3 20325.903/.3 /./.9'  /.3/3 !03...-. %    ...703.8./.3...3:.07.9%07.7. .3 04254 40 .3  0.9.3 :.8:8 .32070./ 507.3 .3/.203./.25:3 $3/.7 .25:3 443 . &39 !07:2 !07:9..3 0 5030.9 %07:. 9: 0:.7.3.2.943  0 !3. 507/.3 $.9 %07:. / !03.. 80.7:9  .7.7.547.9.7:9 !74538 .8.3/.: 20.9 6  :5.8  ..3 ./..88 .3  6  05. ..30/:5. 08. %3.32.9-07. 43847:3:3 .9:.9: .25:3:3.-.3/.2-: /.7. /..07.30303 !07. %   !74538 . ::2 907.3 207.

3%07.327:.3.3!07.. 5/...3 2.:7.3 507-:.8   !:9:8.. &!  507-:.38:.3 507-:.7.3 :2:2  8:25.9.3.7..3 20303.3 30./.3 &3/.3.03008. 207:5.   !02-:9.3  5030.3 :2:2  0:.3 ::2 !/..3 . 0. /0.3./ /04254.39.3..3.3!03.3    ..2 /03.3.9:9   :8.8..3.9.3././.380-.9..7..3  502078.3 20..3/3   !:9:8.9.:3.8:.08.3 0907.2/03.3 9.9 8:7.9:507-:..3 5/.2.3!.3.3 :2:2 0845.3.3 .9: 0.8:.3 .  503.2 04254 0.9.7 2.3  5035:.3 /2.2. .9.9.3%3   .2 /:. -..8:.2 9.3.7.35/.7.35/. :.3 .9 .:.3/.7.38:7.9.9.2 04254 50.992-:/.9: 507-:.3 ::2/.3 ::2.2.5.7.3!03.-. /./.5/.3 40 .79..9.3 507-:.3 !07-:..:.32.808047.8:..9:7.3 90780-:9  %3/..3 5.3 0 /. 5.3 202.3 /. /.302-. 09079-.9..30/.89.3 20303.3.3 .3202.32.3 /.3/2.8.3 20.320.3007   ..3.3 /.9 0/:/:. !708/03  09079-. 507.3 0 /.9. 04254 .3  503.9.39:/.3.7.3.8..3.8.3 507-:.:3   !033.3 ::2 5/..7 .3 .3507-:.  .3  !07-:.2   !:9:8.3.340./.  20.09.2.. .3 93/.9 .7.8.3 .7.7..3.7.8:.9 5033.350..- &3/..5/.7.   !7480807.3.8:  202.3   %.3.9  .3 !708/03 /. 7. 93/.9..8: /.!/.32070 202.5.5. .3  202-:. !    :. !07.907./..39.3..3::2.3 :2:2  0:. 5/.3.350.3 /.7.9:7.5.3 .3.7.3.

3.:.5 47.3.8...-..3 5/.3..:..3 507-:.3 9079039: 203:7:9 .3502-0/. 5/.3. 80-.3  -  !03..9. &!  . 9079:8 40 50.7.3 .7:8 /..  !07.. 502-07.3 5020739..3.  $09.3 50739.3 503.3 :3/.8.9 /:25..3  . /./03..!/.3 :2:2 &3/.3 203..-&3/. 2..!/.9.3 50300/.7.3 30..  .:.3.  :3.2.3 :3/.3 /.38. . /.3.2 5030.3 907.3 ::2.2 . 207:5. 8:. .8   .3.3 9:.3 2.5.3.342479. 92-:./.8  ::2 .7.3 5.3::2.2..5.3.9.7.:.3:3/.. /.8/7809.3 /.3.3 /.8 . 9::..3.3  /9:39:9  /.3 5020739.3:8.3.3::2.-.3 40 :3/.3 . 5.3.3 -07/.:39039.3 /.3 203:39:9 0.3 /-07 003.: 003.-.2 /03.3 .8.2 .3 5073/:3.9:7.3./.9 .3 &3/.. .  2./.5  /9.::2/03.9.3 /.7.83.2..3 203/ 0548.3203.3 -0703.7. -0.  /9.3.8./.7:8 //. ./. .3.5./ 503./.9:7 /03.3/. /.9 2. 203.35039.3 :3.547...907.9 /.3 .3::25/.5 0::7.3.3/2:. -.7 8047.3 .7...8.79.7 -.3 /.7.8.3 :3/.3 /03..3 ::2 5/.8.3203. 84./. .3 /8.3 -0703..3 .9.3 ..9.  ..39/.3507. 203.3./.9: 507-:.3.2/80-:9 :.7.

.3 203.9.3 503.33.:5:3/.3 /9:39:9 ..3..3.3::2909..3/9. 5708:2943 41 334.3.5  /  05.9.0  8.8.3 ./9.3.25../.- /.8.3  .308.3 /./.3 -07/.3202507400:.3 !03.3 / 2:.9.3.5 9/./.: /. 8/.9.3 :3/. ./.5 /9.3 :3/.5.8047./. ..7..03. -078.35. 5:9:8./.3 .

7. ::2 .3 70.703.8 80..: .-9.8.9 5030. 93.3.3 /907.3. .3 20303.9.39 07:. 50.- /-07 ..3 /.7  /9:39:9  /5/.3 5.9.9. 47.8 90780-:9 /.3 803.3  .: ::2 ..33.-.5.3 /03. .3.3 .3 /.-. 0. 2030-.9 503/.: . 007:.703.33.  /..

.3... 202./.7.9507..05. -0-./23897.9..3/03.3.3.3-. 4380:03 /.3    .9 80/07..280:7:93.:.3.39/.8  0  !07.73.3::2.: /03.7:8 /907.7:8/./.3 80.8  ::7 /./.3 8079.3.5.

3.8/73.  80.7.3.3 :39: 20..3 .3 .5.3.3. 2.3 9078.9. 1  $09.3:9 507.3502-0.9.5 47.9 503. /-07.3.3 9078.3 /.    05..3 ::2 .39:.8. 8047.3050393.- /-07 08025.- 802.9.9. 8.3 20250740 -../. .

:/.9-:9 .7 0.3/.3239.  .3.3 507./03./ !03.3 :3/.7. / !03.2 574808 502078.../7/. .3 02:33.  .3/..9 ::2  /././7 8.3..3-078.3 5:9:8.8.    $/.5/. 5020739....3 0907../.7.. 80.. 5..3.3//.5.-/-079.3..8 /.3 &3/.2..3..3507.3 ./.9 .038.3.: 503:39:9 :2:2  ../.80. /.7../7 808047.3 /.3 8.3 !03. 9: 9072./.8..253 9:  .!03.: .9/:3.  8:7.. :39: 203:-:3/.: 503./.34009:.3. :39: 202-07.2 507.3907/.7.8.3:9.3007.3   03:7:9  !. 93.   8.3202078.8: .8..3.2 5078/.9-:9 2.9   &3/. .3907../7/ /. 5/.. 080:91  /.30907.5.3./73.3.9 509:3: /.8.3 507..39:.3 05.3.3.-.:3  &! . /.907/. 5/.7.:.3.3/.8.9:7/.  :.3.:503:39:9:2:2.3 007 5. 907-:.3503.3 502078.8.3 80.7..3 007 80..3    !03.3  /.3. :39: :2:2 0.3/...3 503.8.8.3 .3.5/.3 ../.9: 0907.9::2    !03.2  503./..8.3. 5/.507.3:39:0507:. ..5 205:9 907/.3/.3 4247  %.:. 49.3 007 20.3.3./..3 5.8 8.   !..-. 03.- /-079. .8  0907.9.25748085078/.3 50.2:3/.3 :.9 !020739.7::2.

3503/..703. 5../7 /.3 007 5.. 9:./.5 503/.8.33. 9..2 508/.39.7.33.9 !020739.05. ../ /.903.39/.3003.3 507.0.32029:.83../807.3574808503:39:9.-:5.3 49./.8/. 8008..3.3. 93. 5/./.

 80-..-:5.33.2   !./!03.-.9.9:  .  !0.5:3 73.8.397.5/.7..3507.3.3007 .-07:9 ../.!03:3:9&2:2 !&    ..3203008.903  /.

397.!03.39   .!.

8. - !.9 .9:  $.3907-. 5..

%078.3.

/.9::2 502-0.8.3 202:9:8.  .  .%07/.7 !03..  !03.3.

 . 80.3-07.3!07.203::2 5.3 8..3.80-.7.7.3.357./  -07/. .9802./...5.3:93.9/.8.9:7..!74808502078..!/.7. -07:9   # $#%   02-.:  $0.

9.3 !07/./..-.3.            . -@D%9% $:2-07:83%.38 9.7. - 9-- 9- 9-- - 9-D-@D@- 9-- !74808   %! $%$  %! 9- $#% 9- 9- 9- 9 9- 9.3!74808. 389.!/.273 !44 !44$8902$97:9:7/.

D./. #$$#!# $$!#!  9- $%$  !# $$ !#$ - 9- - 9-  9- - 9-       9-D-@D@-  ©f¾ff° 9-- 9.3.3 !07/. %&! # !& !%&$  !#$   %#$   %# $:2-07:83%.273 !44 !44$8902$97:9:7/.!/.9. .- .3!74808.                . 9-D-@D@ D.7..

3.3. 507/.8. ..3 ::2 8.:.3 ..:3  9039.3 9079039: . -/.3  &39: -/.7.7:8-07.3 7.8 5072443.9  -.3 8.3!07.3 0.8.3 ::2 8.1 /.    !7480807..3  -/.3 !03.2.2.7.3.3!74808.78.2 8079.8.2.3.8.3 &3/.3 .. D-   9   9$@    9--  9-- @ 9-- @-  9-- -  9-D-@D@-  9.3 8.3 !07/. / -/.7.7..8.7.2 05. :39: 202078.3.. .3.:39039.9  /..3 507. 507.6.3.9.9./.3  .3&3/.9:7 /.8.:3  9:  .8 /.!/.6.  -07/.3 -07./.8.//./. !74808!02078.34247%.:.3/. 20303.3%079039:9. -/...3 -07/.3 203008.3 &3/.././.8 !072443.7.2 !07.273 !44 !44$8902$97:9:7/.5.8.7.3 &3/.78.9./-/.3.34247 9.3507.3 !07.3 /.03008..3 003.2 205:9-/..!03./.3 47.3  .-07/./.2.2.8.  $:2-07:83%.3   .3 -07/...3 4247  %.  202:9:8  /.- .2&3/.2 &3/.3 /.9.2 /.1 /.!07/.  %:.7.307..9:7/.33.3 9    9 9-  D- .2.9: 5:.7.3 0.3 -.2 0/:.3!07.8.3.

 / !03.2.9 5079.9 5079./7808047..3 9:.2   !. :39: 202078.7.9.9 -. 507.203..5:373.  03:7:9 !030./.3 9079039: .8 5072443.:3  !03.3 ::28.34247%.3.&3/..7..3 && # 4   %.7.3 ..2.3. 5. .5507.8.3 93.3/5:9:840!03./. 03.2. 47./.3.    /./ ././.7.9.3 -07.7.2./.   8. 207:5. :39: 202-07.9079039: .5 205:9 503:.//.9 -.2.3 507..3 ..7.-.7..3 503.3  0.3.3.3.3 !03.253 9:  . 80309.8 003.5  /.-./ 207:5.3 203008.9:   ./. /.3/3 907.-.2.7.  202:9:8  /.3  .7. 8.2 / !03.3 47..3&3/.3:././..3.9:  !.  !03.8.9 . 507/.3 907.39. :39: 202078.8. !07/.2.33.3907..3 203008.3207:5.::23.2 / -/./.3 93.9  .80-.3:9.3 !07.8.3 503.2.  !0.. 8. / -/.2 574808 5078/.2.9 ::2  /.3 84/.3 .3 %3 .3:39:0507:.2.3 /.3 5.9. ::2548913/4308.  .  202:9:8  /.3 .7 20303.8 /..2  !03.7.07.3 0907. .3 93.3 ..3 -07.. 207:5. 80.302:33. 507.:39.3 203008./7 8.3907.7.3./.-07:9 .2  503.9.3  507.3 ./.92-:507808.3 ..2./.3507..64 -07/. 203.9  907:./7 /.:507..2..39.8.78.8 8.3 47.3 .3 503.

3.9 ..!.9   %07:.2202:9:8.9:   !03:.3907. 5. .9 .3907-.7. - !..

9 . 8.35072443. 503:.7.9 9072.8: 47.9..3 507.: 907:.3!03:.. / -/..3.3 .3 507.203.9 !099:2  .3.3 -07.2 .3 203008.3 47.2.9.-:. 507.

3  0.507..8.07.3 .7..78.9 -.5 /. .8.64-07/.2    .384/.3::28.

9 8.07.7-07:93        .3 /.3  9.2..07.6  7::  507.3507.9.9: 9039.3/3805079.3 .3 507..3 507.3-.3..9 /. 8. &39: 0- 0..8.  ..5. /.3/03.7. 9039039: / -/.2-. 507/.9: 574808 503008..3.

        .

/.3 93/.3 5/.8. . 2907  .35./.9 20.3507./..907   .7.2003.:.3 -.3.33:3.3 2.. 2907.8:/.3 507.03008../.3 507../.3 2907 207:5./. . 5/.3!07.9:47./..3.    !7480807.3.3.32907.3.349.!/...7.

9:7.3 !07.2.9039. /909. .3. .3 :3/. /03.5.349.3 -07803.349.9. #  47.3 203:7:9 &3/.9.3 8.3 !020739.3 /.3 .: .7. 2907.9.3 .

 # .3.8:.349.9.3.. .9.5.. 2907.:.9.9.349.9039.:/. .7.3.: .349.2.3/5078.9:443.3-07803.3.3.9.9.

2.2.9.3 /909.:./.2.5. 93/.3 03907 !079.2 3:3.3507.3./03.3.3 ..: .:3 &! .8 .3 /.3 5/.3.9:7!.3.3 85 ..3 507809::.3/2.342479.3 .23:3.3  .3 8047. #  8079..25.3 507.8:/ /03.3!./. 47.3 /2.8.3:8. &3/.9. 5/.8://03.393/.43089.3 /03.. . .: 0- -078.3 40 8047.3 . 8.3 2907  .8. /03.9039.: 0- .3507.7:8 /. 43089.349.3 .7:8/.8.8 ./03. .3.2/03./ /..3 47. 8.9.3.9.3 /.3 03907 0.3&3/.3290790780-:9 .349. 2907.7.8. .3 -07803.3/.7.9.//.

47./.38580. ./.# /2.3. ./.3 .5.7:83./ 40   .9.3 20303.9.3.9 /.32907  03.: . 43089. 507.9.8  2.9039../40507. 9: /.7.7.3-07803.9:7.3.

3.3:2:2/./. 507.349.2907.

8:-.3 507./7 /.799-07. /.7.-07803.5.5/.8  2.9. 907 80./ %3/././.: 507.290790780-:9/. 5.5/.3 2907  03.293/.9.3 20303.3..9/.8./ 40 507..078 /.3.9.7. .. ./.2 574808 5078/./.7507.393/.9.3 2907 907. 03.5.#80.7. 9: /.3 0/.7:83.3.9/443.7.5 205:9 907/.9039.39:3 /. 2907 / .2. 5/.3.3 ..5/.7../ 40 507.3.. 93/.:.349.5/.-. 507..04342  !.3.9:7. 2907.3 . 43089.3 :2:2 .3.9 /.

9 ././.3 :.  !0.3 0907.85  4/9:7 2907  .8 8.3...9:   ./7 8047.-./.9::2 /.33.3 203008.-./78.5:373..3 907 /.-07:9 .8..2539: . 8.8/. :39: 202-07. 907 / !03..3.3907%3 . ..3  /.3 :39: 0507:.3.80-.7.35.3 !03.    /.2  /9:7907.3 02:33.22907 503.3 .8. !/.3  !07.3907.

 5.3907. /9:7907%3   !.9:   %078. - !.9 .3907-..3.

.907/.

8.3.3!03..9 /. .. !/.!03.90753/.78:5.3 202-078.80.9075/.5..7./.3.. !74808 !07. 907 80-.   !03.3907/./  $0.3:93.9::2 .9 802.3907%3202:9:8.3805./.3. -07:9         .7. /./.3/.

D. DD.  !# $$$!##! .  DD@D9 ..D$ 9--  -D. 9  !   !!# D.@  !% .       @D9     D  . .9- 9.9@ 9D@9   9 9.    -D.

 /.3 203008.. -0703.7.7..3  80309.3 / 3:3.%.3 %.03008.7.3 202078.7.3 !07.&8./.7. :8.   !03.3!07...9. 30.0../. &8. 0.9.   9@    - @D.9. 9.   %!  9- @D9 -     !7480807...

9.9 2.9..3507.. :8.3 9.7.7..3::2 9.3-07/.9: 50309. /03.340..8.. 30.8.5:3 .8 30. 80309. . .3-07.9.7.:5:3 / /.3  /.3 9.9. 9072.. .7.:!0.3 -.7. 47. :8.  .9:7.-../. / 5:8.7.3 92-: /.3 4247  %..8: 80309.  -07/.9..3 .3. &8. 8:.3  . 05:9:8./. &8.7.9..-.9 %.7. 30.-./23897.7.9%.3 /2.5.8..3-07893/.39.3507:3/..3 &3/.9.9. 30.9.3 :3/.: !0.07.3 /2..3 9079:8 -08.3 05:9:8. 30.  .3..7.3 9.7.33.3 . 80-.30.  . 050.&8..3.8:/ /03.:3  9039..0.3 80309. :8.  -:97   &3/.  -.:    .3 !07.7. 9.3 ::2 507/.8:/ /03. :8..9.7.././.:8.7.9 /0:. 0.3 /0:.9.3 !.3 %.: -. 0.9.2 -/.

3 ::2 507/.3./.9: 05:9:8. /03.9.:-././:.39.3.9.7.3::2507/. 30.9.392-:/-/.. .313.. 8:.3.: -.9.    $0309..9. 808047.-.39. 47.9 %..30.3 .9..9.80309.32032-:. .-.-.7.943709 3/. :8.7.7.9.3 ..  .: !0. /.:8. 0.3-0781. &8. .7.9::2-./.3 .9.33.9 /0:.

: 9/.9. .3 /. /7:././.-. /7:. %.9/!03. .3. /7:.9..9..9: 05:9:8. 0. 07/.3.9.3 .3 . &8.  9/. :8.9. &8.9:3.3 -078./.: !0..9. 050393.7..3 / 3:3.::..9.8: 003.3.3 9.3 9.3-. !03.3...30.9%.9.3%.0. 203:39:9 .7..3 /. 8:. /. .3 40 .3 !0..8./.3.:.7.9-.50309.9. 0..5./503:.9.3 :.-..9.:/03.3 .. 9072. 3 /80-.2.8:.9 -.3/3.9 / !03.-.0.9 203. 050393.3 /03.:.7. &8.3 90. 8:.9. &8. &8. .&8.9.-.-. . 9: 80.9.9..9: 05:9:8././03.3%.3 80309../.9. $02039..3. 0.7. /0:.9: .3 /0:.9.038 .3././..39 7: 9/.3/3:3. :8.9./.9.7.  .30./.8.9.3 8047. .3 /.3 ::2 507/.3 ..9.3%.7.3 .5..5.30.35. &8./3.7. 2. :39: 203.3.39.907.397:/.703..9 203.33.9: 05:9:8.9.9.8: . 20303./..: :.:8.3 .3 9079:8 05.203:./.7.3 207.3 ::2 507/. &8. 0./.99.9.9. .705:9:8.:8.39..: !0.7.7.3 9. 0. :8.7.: -.3 %../.7.9. 8. 47.3/.8.9/. .3 . 0.3 %.8.3-0703./8079. .:..3 /80309.9.&8.3 9079:8 9..: -07. 30..5./.9/:.9.. 30.7.:. &8.703.3    0 . .3-07. 80309.8. .703.: !0.3:9./. 0. 0.7. 0.!07.  9072. :8. &8.:.9.:-.703. .3 2.7.:50.9.9....9 %.-./.9 7043.: -..:5:3 2.9:05:9:8. -0703.9 /:./.0.7.    $0309.9: 8.9. .8. &8.:8.9.33.3 207.7.7.3 .9.-.5..9.3 .3 2..3 ..3 !07.7.3 247 .0.97043.5.0. /03. .9..7.9.3 -0789:39:9.8.7../.3!07.:9.9.9 %.7.3.9 %.9./.3 8:.3 507.:9/. 30./.9.5.3 40 8:.9.9.40.78047./.7.3 .3 !07.3::2 507/.9. ..33. &8. /0:./.  $047.7.9 %.3 /03.7..3 .3 207.. .9:05:9:8.3 :.9.9 %.. %..-.9.038  ./.7. &8. 0.9:39:9..9 2030:./ .9.9. /.7.  %.9..9.: !0.: !0.3203.

:70.3/.2:.9.9:   ..5.3.9.3/.8..3..9/:3.-9.8 .

-07:9 .0.3/.7:83. &8.3.   ./.9:7..9.3 .-..3 /:.33.9 !0.: !0. 20250792-.9.9../.9 .3907-.7..3 003..9: 202-.3 8090.:. 5.3 90.  .2-. 5.3 05:9:8.7.8://-07.9.3:9 /03.7 .:.9%.3 90780-:9    &39:0-73.7. &8. 30. ..3 9.3..003. 0...7.-..7.2- 05:9:8.3 9078.3%&  ./.&8.3 :3/.9.9 47./.9 203.9: 2030:. 9/. 503.9 .3 507:3/.2-:.80-.3907. 203././.:  ./.3 05:9:8.3.2 /.3 .  !0.3 -0.3 802:. 8.3  !07.3 .9.9:   !03:. 203:3.39: 8079.905:9:8.3/0:.09. &8. 2030:.7. / !03.9.7.3 %.3 05:9:8...2   !.9.: 9/.7 2.3 203008. 050393.3 !03:.:!0.: 9/.3 $:7.9.3.9.9.7. .7. 05:9:8. 0. :8.3.-.3./.5..!03.-.39   !.340!0. 0.9.9 %.9.9: 2030:. %.3::2    %07:.3 9: 80.33.25.3 5072443.3 .3 507.3 .3 .3 /03. :39: 9::. ./.9. 5.7.9. 5. -  !.3.9 9: -079039.-.

...3/80309.-../.905:9:8.7.0.$:.7.9./.340 !0.  .7.8.&8..3/0:..3.3.9.3%.

9/.9802. %.-07:9 3   .../.9.3:93.0.7.574808507.3%&  $0.&8.7.5./.

    .

 202-039: 04254 04254 :39: 20382:..3.3/03.0. 2907 /.7.3 $.:.                               .3 8. .7.5/.3507.9. 9.3503.8.3.3 8/.:/.2./. 507/..8.9.7.9.

 :39: 202. .3 207:5. 503079.3 .3:9. .9.3:8..3.3 40 0.3./..7.3.7 89. 80-.3 ::2 /.:9..8 04342  $0/.8: 40 1.8 1.3.0-8073/:3. 30..7.3 -.3 .389.3/.3 -./:3..3  89...32025:3. -.3. 30. .8..3  :.04342-:.3 507. 05. .:-.7.3507/.7..9.378 9/.7.350780:9:../.39. /..:9.380-.3 /.3 :.7. .3 203:9 88902 .3 9: 803/7  !.3 438:203 ...7.3     . .:5:3:/..:9  2.389. / /.7.7..: 5079.3:3.8:7..38 .3 -..  89.39.  507/.5..8:7.3.9:8:2-07502-.7 50/./ ::2 5073. 80.. 574/:803 /.3 :39: 202:/. :39: 2030702.3 /03.. .805079 172.8.9.3/ 0.3 205:9 507-:...: 42207..3 ::  &  .3 203..  9072. .39.3/0870. /./.8. 42207.9..:507-.9 -.3 /.3 90702.3 :39: 050393.9.38   !07..9  .3/0870. .3.3 202-0.9. 89. 573853. 90780-:9 /:3.89. 574/:803 /.. .8.3 5073.8 ::2 / 3/4308...39..:9.3!%:39:202.3 /.3 438:203 8079.3   !03..9..:./.  /.  ../..::2.3 502-0. .7. ' !   !  &&    89..3 038 0383.42207.7. ::&   !03003.3 .9: ::2 42078.. 0.7.3 507. .20. ' /.3  207:5.8 503..3 503:. 30.7.340 0.3.35073.9.7. 507-:..9 90780-:9 .8...3 .: 203:.3:9.  89.3 40 1. -07:9  !02-039:.7.39. /90702..-.3 3/4308.3 .3 :-:3. 42243 .::2 89.7.3 .:. . 507-:.3  -.9 203:9:5 784  28.

3-...8.3 &3/.3  .9:7/. /.9.3 & .  0  907-.- 8544/. 9.9:7.-07:/:%039./.8.3 &3/. ..-078:2-075.9:.3&2:23.-&3/.3 -07:-:3.3 2:.8/:.9:7 9039.&3/4308. -07..-!079.75.3 203:7:9 $9-  .-/.3  ::2/./.5:8. .     ::2 9079:8 .3 -0:2 /4/1. 5.3 445.9...9:7.3 ::2 $5 &$  ./.::2.2   ::29079:8.- &3/.: :707 09-403/4308.9.3 507.: / 3/4308.-/.3 /03.9.3/03/4308. .7 -.39.3 507.3202:. . .3 ..3 203.-   /.907:9.3 .:09-40.3$8902.-907/7/.7-.3 :8:8 .3.  9.3  & ..3::2.   $:2-07 $:2-07.2.-9.9.3.-907/7 /.3507/.33/4308.9  .    - 9.3/4/1.2.

-' %039.: ..2 .9.- '             %039..390.3  %039..-'  %039. /.3 02-.7.3/.3-0-07..3 70...3 507.-  .: 8:3.3 20.3 4284307  0850/9:7  503.3 /.947/07   %039.- .3 507.3.38 05.3     ./. .3-:78.3-::  %039.8.3507-:.  :   .5:8./. 502-.3/.  .9080/.3 .9. /.3:9 /.87  . -07.-'  %039.7.38:7.9   .3205:95.3 2..3 2:.39039.0  9039.3 -07:/: %039.20 ./.3 50/..3     .38:7.3 9.3 50/.3 .-'  .35020.3 :7.5.3 574208 /.3 9039.0385078074.   /. 05.9.7/. /.: 5.: 503:39:9.-  .0.3 :7.

2::2/.5.3.39039.  .33.3 /.32:.2.3.3  .3.3.3 5079.8203 $9-  .3 507:8.2 9... !07.3 0..3 :3/.9..5. 507.3 507.5.9. 507809::.9418.3 0. -0 .-%039..9 /.3.    %039.2&/.3507.3  .3:.   - 9. 20303.94170  . ..8:7.3!. .-' .-  &$ . -07:/:  %039.. .. ../.3 80507928.3 /.7.3:3..-  %039.3 ..2 -07-.7.5..:9 .380. 507809::. /.7!0.3:3..4397. 907/.9:7.-'%039.38  907.- 0/:.5 -.9.:9/...3 . .4397. /.9:7/.3-0:2/503:/.0  - 507809::. 503:8..-.9./.7. .9:7..8 5079.9414.3     -. !07.33.3 507.3805079 .3..3.3.- .9:7.2 ..9.:9   .3  .5.3%07-9/.3:.3/.8 - !07..3.3/.3 /. .  .3 203.9:7.380.353.3 .3 . /.3 .4397....3 503:8.2030.7 507809::.3503:25.5..38.3:3.4/.3&$:.8:7.3 :2:23. 0-.-. .- %039.3 :8:8 ..3202:.:5079.307.3 .9:7 /.380:2:23.9::2.8 ..3 -0:2 /4/1.3 507.3507. .35079.3 507:8.34507.3:3/..8.-'   .- %039.

4 $9-  .

3 :3/.  . &3/.3 974 $9- .

7.3-.3  %039.3    .247.3:9.3503.    %039.3:9.3503.

.9.:.3 .3. ::2/.80-.3 9039. ..3 /..33. /.9:7/.7:.3 -.3 ::2 /.3 :39: 203.9 &3/. /./.3 507.3/4308. $0.- &3/.3.8.3/-07.7:3.09039:.. 09039:..3 :3/.:2:23.2 &&    9..7: /03.8.3 %2:7 83 0.::39:3/4308.8/.3. .  0  /.3/.7.703..3.:3  9039./.3/.2.3 0-:9:. 3  805079 0-:9:.: 80.730070.8-..:3  -0-07.  $0-.5:3...:..0.:..   $0..-07:9 O !073. .3 3.3 !. 3 207:5.  O !02-::.2 & /507-.3.- 9:39:9..9:7.9:7 /.3 &3/.3 745.32.3 ::23-07.3 503.3/.3 -. /.3 /.2 9.3  O 0-07. :39: 443..3 09039:.9... ::2 507/.2&.::2.3 -:78. 8.  ::2/.35.3 02:/.3-.3 ::2 ..3 -07.9:7..3 3 /./.25078074.. $02:.3 ::2 54891 3/4308.2.3 8093.5..7 4/.  /.3 /4/1.3  !02-.3/3/4308..8.7:..3-07. ..3-07.7: :39: 443.5.3 2.

 .80-.  O :78.9.9.3 .9:7. . .-. 84../.3::2!07/.3 0/:.9 .3::2.5&$80-.5.3 850. /.0$50..: .2 &$  2..:    .9 ../.3 /.3:8.3/. :-:..3 20303..00307..3 5:.2 & 9:.3 /.82...2 &$  2..3 & 207:5.3 507.9:7.8 ...3 -07. 84.5.  O 4284307 /   :-:3..3. 09039:.3 /.8 :8:8  03.8 907.3 8:.3 20303. /.9.. ::2 3 805079 03:8 :2:2  /.5.2 & 907/... /..3 5:. 09039:..9 09039:.9: 0 $50.

2 9.. 2.3 39073.3..9.5 ::2 .. &2:2 /03.9..30/:.9...9.3 .3 /03. 507/.7.-07:9 ..  & 2020.3 .9.7/434203.3  -.9.  ..9: -. /.5. 203.-&$  .9: 9.9.3902. :8:8 ::2 507/./..3. /.3800425420303.::2.9: ::2$5.3./.3 ::2 !07/.2. /..3 203.8:./.5.3-07.7980259 80/. ::2 !07/.9:././.3 :8:8 &$203:7:9::2!07/.39.39.3.7.3.3 9/. .3. .843. ::2 ...3.3 /.9.9 503. 8.3.3 50/7443 203..2-.34:2507/. .3 . /.2.3..5.5.8. 507/. ::2 .3 .7::2/. 9039.38920.7.33..3 .3 -.3 .9 /909.3 8920.3.5..3 & 202:.5:3 503/.25..3 :-:3.3 203..3.7 &9:9/.3/. './.3 ::2 !07.  $:.. /.7&$  / %79.9 -0-07.5028.:8:820325.2-.7..843....9:9.9:7 ..3 8:8.9.-.80-.3 3.           .3 8:. 8:.2.3 ::2 .5. 5.9: 8:..::23... ..7 .3  -.79802599:  - '.8.9:7 ..08.2.8.5.3 800/.

9..23.83 ..5.9 .. & #42.8.0590 .9::2<  . .98/2.3-0702-. /-:..  !.3/03.9  / 3472...5079.91.3  5./431 /  20232.9.7:893. 3472.780 80904798 /  ::2/50..3:8 -  !.3202-07 9.2.7.8793/. /..9./.9:72.0#0.3::2203:7:9'.1.3.3/.94 / !.8.  2025079.89.780.-.3.2.3-08.  3472./..980.780.:/2.7::2/.7.9 .9./..2.347...!.7 .22.3203.8.8.8.202/. -  ::2/50.32039.   $0-0:23472./../..-.  203.8./.7.  ::2/.0-.20/:5.3::2#42.2...::2/.7.8./.390.907....::2-07.2.57.-:3/.8.3/2.8.3 :3/.7.  .8...2..8:8..802:.3/..7.3. !..3/-.9::2203:7:918.30.79 904798. 3472....3.3  5.780.090397.30..3. %&#$$%#   !%&& ...7..3 -  203.8..9 3472.. .9 .78949008   0250.2305.8./.2.907.9 -  ..3507/.2. -  3472./.79/.2.54043  .2..9073..350/4703 .9.3.7.79/.9::.3.  507:3./:5/.:7:1.   5.3::2 /  203.390780/./.3    ..7.9   .      ..7..5.  ::2/50.8.3..7.309..././. 8:8...2.

8.9.  &3/.7 .5.3.8.8.2 &!07/./.3 :3/.8.38107 %..5503/::3.39/.9.-40.9 /  /...  507.340  .  %04798 !7...7     .7   .   !07.9::3/.2.  0805.9 -  $:-09     .:785:/038/4973/.397.9.98 2.:-07-.30-.5.::2 %7. 4380590780-:9/02:.3.3203:7:9&970.3::280-..340503:..3.9.9.2  ..2 20250.7 /.  .3./..3.  072.  / &!/.3/.8  0./. %7.9.9-07.3 :3/.98 %7.98  /  %04798 !7. /  /473/.  -  &!07/.  ...3  378 /..78090.3909.8:.  %04798 2..9.3.5.3-:.7.80-0:20..32.3::2.7 -   .3507025:.9..:0- 905.  :3/.-:9.39/.9: .3.   .3  ..  ./..350/473 / 0574/   0/:/:.3 :3/.9.9/.3/5:9:8..9.39. './.       .907.  .5020739.7.9 .  &970.3 2030/ ::2#42.8:-0::29/./.9. .3 97.32.39:2/.::2  -  !7.38107 !7.7.38107  .98 2.402.7.9 . ::&!07/.3:8.7 /  .809..9.3/.9 -  /9039:. .20.3 -  0-8.-07. 507.3 :3/..3-.. %.3. %./9..3././.::2   $047..9..8:/...3 :3/.2.

/..3 -.9 9079039: .7:  ::2 .8.: 80.9: 2.8   .3 -07.  ::2!4891 -  ::28. 8:.  ..7.5:840&&./.7.3-.

.  8. 30.3 203...5.7%.8.9:7.987003  .9..2 /  :843899:03/:2 0  :843899:03/:2/.7.89..3/.2:7..9...39072.35.8:9::. .: . .30-.9..3-07.  &39:203/.3.     0203005.3.. /  03..89:907.3.8..9:.4473/4308.  ::2.507..302../.9 .## / !.: 507-:..8.35.8.  03.9.  03/..3090.      . .9.9:7 .9 .3 -079039.8.3 ::2 -  &39:203.:/2.9:7.3 /  ::2!/..7::2/.9 0  &39:203.0747/033   %::./.7..9##    - !.2:7..25.3::2  %.3/..3.93.  0309.8..  .320.3/03.507.-0793.  ::2%.89.39:2/.2203. -  ::2/23897.74/1.9.9.::2  .::2./.3.3/.3.302./.  -  $ 3/800$9.3.9.93.343899:9:2  .  !.3.9./..7.  ## #00738#002039  /  #00738..3  .7.9.:::2.83. /  &39:20309.9##  . 03/.7.05.7.80. .320250.7.:/.7.9:7.3::2 .3.  ::2!07.3/.23./.3/...3./3.0..3 203:7:9 ::2 /.3 30.3 507.0.::23/..79.9079-/2.3::2  ::2 .. .3::2 -  025079.2305.8...8.9 50703..  !.39.3.39:.7..30-.3 /03.

347.3-:.  8.38.7443.8443.3507.8.  8....0747/033 /  !07.7.0.3  8./.39072.84347/.  .  #00738.39.9:7.3  .8502-.8.3/3 -  8..2038507.0747/033 .8080.3 .390 -  4.  7/433.3 /  8.8:0/.9:7.3. .

:: /03.-./.3 203.8  .2.9...9: 0.0807.3503/:/:/3/4308.3 .9.   .. -0702-..3 80./. ::2.3 9/.-:3/.2070. /03.9.3 :3/.3 3  -  ::2 507/.7.9 3  .7820  /.38.2.3/.3 ::2 507/..3 /03.3 .3503/:/:/3/4308.7:8/09.9.7 /. / 3/4308..3 :3/. 0807. . 8.703.2. 2025:3.: ::2 .9  -  ::2 507/./3/4308.2.3 9/.7.8.90.39079:8/.3 -09: 5:. ::2 5/.7.3.3 9039..3. 3/4308.. 0-.3/4/187    ./.. 2070.9:::2.3502-... .:..2025:3./..3.3 80.43/8 /.7..8.3 80.3::2507/.3 /.39039.3 .3... /9:8 / /.  0702-.3/.3 507:-.38 .3 909.30.3 508.2 :3/.3 !:3..0.703.  /.3502-. 9/.  $0-0:2 ::2 :39: -...$ ./. /.3  .3!/.9 808:.3 -07../. -08079.5078.3  -.25. 9: ..3.3.9.8  /  0. /..9.3::2 507/.- 9.2. 9/.8..5 -07.390.38.9.507/.29.   !49::25020739..:-.

8.38.9:7 /. %.3/909./.3 507..38:3  -  !03:3/:.9 ::2 3/4308.  ..9.5./. .3/4308.302:/.  !03:3/:.9: .: -.03      ..9.  /507-40.3/.3 %2:7 83 805.  &970.7.3.3400. .5.3 /7  !03:3/:.3 -.33.  . ::2 3/4308.9.  /.3 / -.: 0-.3 ....85030/. 443. 507.9:507-:.5..3 40 2.5.38.9: & .3/75.5.8 /. 2025:3.  '42./.3/720303. /.80:7:::2!07/.   $0.3 2070.7.38.9 /-:9.3/7 3/070503  /  &39:443.. /03.  7.9.. ::2 57-. 0745.2 89-   34  .3/75.7 /  '.3 2070.3.8:.3 40 .745.3.9  -  0574/ .  :89:8 /  :89:8  . -.2.8. 0-:9:.- /8.2.3::29079039:  /  !03:3/:..83 9434.  ..8.9.9:7.9.7.3 3/4308.7. -0:2 / 9:3/:.3 ::2 /.  !03:3/:.3/780.3 -078.8/.3.3203:3/:.3 -07. .7.  94-07 -  : .3.9  . 2: 50309.80-.:. 20303/. ..3::2!07/.3-. 503:3/:..3 /7 80-.8 9: /./.392:7. 90780-:9207:5..3/4308.745. .9:7.3 ::2 :./ . /909.3.3 02.9 203:3. 9073. 9.9.3745.3. 3/4308.7 ..3 20.3'4034. /03.

 !./...3/4308.: -...%434.3-07./03. 507.3 -./.3.089.-:.3 745.  &39:443.  .  &39:443..-079039.02-.33/.8.:3  -  !.-03/..3.3.3    .3 /.3!07.7.7.7.8.3  -07.3 445..78.3 90705./. ..8  443. -07.3 544 .3-:.7%434.  3/8.3::20.9: 8.987003 /  #00738#002039   $.3 &3/.3&&$#  /  !.3 ' 09-40 '.09039:.9:  .3203..../..7.3090.  .3-..  .05..38.30:. 3/.3-... 0/:. .:3  .::2057-.3-.3!07.3 .4473/4308.8.3/.3 !020739.2::2507/.3/.::200:.3 /  0303.3.8 -  &39:443.3.3909.802:.  .-../.30.3.3-:.38.3!07.39/.79.30.3/0  /2.9:7./03.  -..:3.9:7. 2907 05.38.9.35443/.3.507.&3/.0..3 .38..343899:8#$  /.7.3%.09039:.389.3. -  0303.3/4308.8.  020300543.::2.. /  &39:-.3 .: 80-.3.9:7.3.9: 20303.9:3.-/.3 /3/4308.34 %...3-07.-:. /.9.33/.0..3 .3207:5..3 507:3/.  0303.3.  &3/.3 &3/. 7.3.8.3  . :70709-40  /.3.8.  -  :. .7.0'0747/033  .7.3/03.

:: 507../.503:3/:.0745.78.3.3  ::  507..3 .78.3.. 507./03.35./03.3/.  ::  507.9.3/..78.3::2-.9. -03/.9.3/./.3  ::  507..203:7:92:::280. .3 /5.7.- &3/..3/.7.3  0.3.  !489.3 /7 808047..  ::  507. .3::' 507.3::' 507.3 /.2 025.3  ::  507.380.  09 -  03/42 . .9.3 .3/7808047.78.320303.3 /.3 &3/. -  ::  507. /  795./.7.. 40 9.9.8:.9:507-:..  .78.  .9.3 507.  ::  507.80-.2::2507/..3 ::2 507/.3 00:.3/.9:/80-:9  .3.:.9     .  . -03/.507..8..3.3. /.:.9072.3:39:202-03/.0:.3 507.2::2-03/.502-:9. /. /  :: 507./.3  ::  507..9..9:-03/.7.502-:9.47. -  !03:3/:./03.  !03:3/:..-03/.302.3808047.39/.35.8:503:3/:.3..502-:9.33..3 0. 47. 507./.3 00:.78.9.9  /-.  ::29039.3/.3  $8902.3 -  ::2 9039.2 /.88:.80:7:::2507/.:.  !03:3/:.9:  .3 /.0/.3../.9.9-. 502-:9.3 /.3.3507/.9.3 :: 507.3..3 /. 507..:..2  ::2507/.3 0.3  00:.3.9.7.3/7808047.3::' 507.2/-.3/.3.3::' 507.3 507.3::29079039: /  !03:3/:./03./.3  .3/.  ::29039.3 /  ::29039.  ::  507.  -03/.3.7.9. 47. 47..

 &3/.3. %/.9.8. - /..8.2.35.-.:..9.3 :3/.507-:.3: ..3.5.3 .3 :3/..8:.38:..3.5 5073.703.3..  795..5..90-74  !07....38. /  05.:!%# -  . 5.39/.9.9.3. %/.3/.9.2 897.20.9./.7..9:20250.9: 507.!! !0.3507.39.3  ./.7/. ..  !0.3.2..9/-.9:740 .20203:8.!03.3 507.7/.0./.8547    . / 5.9/.3$5 .3 907.509:.3 507.  ..9.3 :3/.3-07.3/.3.3./73.9.3 :3/.9./80-:9  ..33.88:.9.9.3-::3..3 .8:.7.703.9.9203.3   $:. - !.. 9..  && 4 %.38025:73..3..80.3/...3 :3/.9:-03/.9.7.9:5073.3.3 47.-.  09 -  03/42 .3 -07. 8.3.2 503.9./805.703.:3 /  && 4 %.9.8.3/.9.9   :949039-.3.8503.8.3947.3 :3/.2.3 /./73.3.9.  . ..3  /  &3/.5.7  .9:507..3 :3/..:/-./.203.  &3/.:3   &39: 47.3/.9.:3 .8.3 8.3   !0.7:3/.9... /.9.340 .79203.792030.3.9:507-:.:3 -  && 4 %.5.8507.9.9 /  '7:.3507.38:/.808047...3..3 -  &3/.8.  05.703. 8:..9.  && 4 %.3.3.

/.3 203.9. 0/:. - !03.3-40/.3. /  .3.3.38.  .   .8.7.3 .43 20250.7.93.79...8. 8047. .-078..3.8:. -0:2 .7.::5 :2:7 20./03.:3 .-.-078.  7.3.3.3 203.3 .950703.3.3 /.9.38:3..79..2.. ::2 ..9. ..79.3.3$5 / !0. -078. .8907.7. $:7.7507809::.5.3&&  4 %.2.8/.83.39..330.3.9 .9./.2.&8.8/.2 /.7:8203/..../.3.8:.9:7 :-:3..39:. / $:7.8...9.2020/:/:.7.83.7-078.5.8.7. .!03.3-40/.8.. .3-07.3-07.9.3.   5.8.39..2.9/85038..9/85038.3.2.9.3 8907907.2..   ::2%.. 30.2.3 507.3947.3.7.9.5.30.2.0.3 207:5.3 -.33. -07/.7.3 - .9:7 :-:3.7 ::2 5:- .3-07. .9.  -  ::2 .7 .7 ./.

 !07. . .3 9:.3 203039:.5. :39: 203.7.950703.3 50747.7.330.9:7.3 .305.3 .7.3 203.3 203039:../.8 30.9 . 5020739..3./.3 507.  /  $07.: .3./23897.9:7 /.9:7..3.3::2.47..3  .         .83..3202-039:.9.7.3.9 .3003.7.5.3..

9  :7857:/038  /..38.3 5.8 30..3.502.8 2.   .7 .8 9/.  /.7./23897.3 /.  ::2 057.8 30.7 ..90 .9.3  507..3 0:.8  ...3  ::2 507/.91 .30.  8..5503/:/: /.03 907/7 /.7.:8.2./.   /.3..8.  8.8 ./.3 :3/.8.3  .  !020739...5.8 0.3  ./.8 0.8 9/.3  /./.9.8.3.. .8./.3.8 02.3.8.8 08.7.  -  &&   %079:8  57.. :8.347.3..8.8 0802-.-40203074-49003.3  /..8.8.:8.8:5.3 47.3  ::2 0548.9.8  .3 57.7.9 .7.808./23897..3/.9:.  47. 30.8.3 ::2 507:3/. 203:7:9 '.3.30-.7::29..    $:2-07 8:2-071. .3 ::2 507:3/.8:5.8..8 0.3  .3 09.8 30.3 '4034.3 .3.8  .8./.3.8::29. 9.3 :3/.3    8.830.3  0548.  &&   %079:8  97.3 ::2 507:3/.  -  8.80.3  /.8.907/7/.  &&   %079:8  :7857:/038  .3 ::2 507:3/. -40 203..3  ::2 5/.3  ::2 0548.8.9  .3.-.3  /  ::2 057.9.3.9.7.3.30.  507.9..8.3 ::2 9.5 %:.8.7.8 .90 .8:5.30-.38.3.    .502.7.8343/8723.3 ..3  /.3.3:7857:/038  .:3.  /.80.3  -  !020739.502.3 /..31.2.203:7:9 &970.8.3  ::2 507.  /  8.3  .8.5.3 :3/.9.3 907.8..8.3 /.9./.8 0.9.3 :3/.8.3.3  /.3...

.39.35020739./.3 / 3/4308.7.3 .3.:3  -  && 4 %.343..7.38.9..  .  && 4 %./.30./23897.7.9:7/.39.:8.333/.3503../:/.  . 5079.9.9.5.843.3.3/.90 .39. :8..7.7/.3848.3 -.2.503:/.:3  ::2 .9  -  .7-:/.20207.3.9./. ::2 9. 0- 2039-07../.7.9.03843.9.  ::2.703.9 -.7..703.   %::.3 .9 202. ::2 9./.     03.3-.  && 4 %.3 /. 5.::25/. 3/.347..  ::2.  /..5..3 203./.2  . 30....9.3503/.207:5.3 &3/.3 . 04342/.:3  .   .9:7    &3/.3-07:.::29. :8.8. /  ::2.77.5.7.9./.3..  .. /. ::2 9.3 .3/4308.7.9./.30.9  57. 30.::29.830.1/:5-/.8./.3. .7.9.  .9 -  033. /.5.3..3 /..3.2- /.:8.703.703.-07..3::2507/.3::2 57.2.&&.3 203.3 / ..  /  .9.  .3/.30.8 30.80. . 30.7 ::29.3. -  ::2.35747081 .5../.7 ::25:- 909.7..8.7. 202 81.  434549..5:.7.35./.3.7./80-:980-.33.3-07.9.  033. 502-039:..3&&! ..9.7.8/.9/. ::2.9.32033/.39/. /  &&   %079:8  97. 202 .7.9.9 /.8.3 .9.9:7 20303.:3 /  && 4 %./.

9.3 7..3/2./.3.3405020739..  :7..3.:39:050393. 9079039: .8.7.347.3 ./3/4308./.203:..8...3 :8:8 /-07.8://03. 502-. /  023/..35.8 .9./.  .9 80-.357-.35020739..  .

/..3  -  :7.5.9 .3 7.9 05. /03.-.3 203/.8. 92-.7. 30../.

/. 050393.3507. .....3 503.907.35:9.3.7.   #. / ::2507/.7.  .57089.. .. ::2.9.7.2. !02-:3:.37. 92-. ..7./. !03.. ::2507/.2202-07.- ::25/./..3 /:3./..3 :39: 5030:.35:9:8. ::2 ./..3.9.7.3 9/.:38:75.3 0 /05.    -.3 ::2 .507/.2 .3 - :9.9 ..  03.3 .. 30.8:. ::2../.3 -.7.9:-.02:.:..7.:.30.8.9:7.39.38:.3. .3 507.8.8:.7.3 203.35078047.3 050393.9 /9:3:..37.3 9: /. .9.5.... ::25/.3..8.8.7.7. .5.8.2.7.3-.38:3  .905.905...3./.5...7.3 && /03.  .3.70.3&& /  %.  :7.3 9072.  .880..7..5/.9./ ::22.3 .3.3.3 /.7.9.3..7.3/80-:9  - ::2.3.3 / 0472. 203..9 05. .3 203039:.3 .7.7. ..38:3  -  :7.4397.7.80. .  .3 7.92-.3 /80-:980-.9:507..3. 0.. 203/.0.   #.35.3 ::2 0507/. 203..80./.. -. -07/.8: 0/.7.3 507.  07/..9:7 .. 507.3 .3.7.7.3.8.3   .38079..38:3 /. .:.7.5.3:2:2  /  :7.

3   - 02078. &! .3 09:.3 ..47/073 - 070303. 503.3947503/. #0..3 0507/.30/:.9 .39475.98. ./.3 ..8..: -.3/..907:.947 / .35.  .343899:91 ...3 .7.3 907/.9/80-:9 .3.19.3::2-.343/023.  . 02-.503:.9:.3947548 .4338   .29.3 745.3 /.07890.5.9.3/0.2 .7.. . 08058  - 43/023.9 /.. #00203945/0-:70070.3 /.9.7... /.  02-.  !:9:8.3.3 -07.947   05:9:8.97002039:903008903 / :7009-40   #0020393/4308.7.. 443.5.9/.2 20.9.3.4338   ..7:/80-:9 .3- . 05:9:8.:/443.3507./:7.3907:..91 / .93/. 5079.7.3.5..3.32032-:. 03/.3507/.  ::2 .8.5.3/-.7: . 02-.3:..3/8./. .394750./ .9.3./.. 05:9:8. /0.. .2.947     - 05:9:8.3-07./. &$    - &! / &  .#002039 .38/./80-:9:..  / 0250792-.39.3 40 8047.3. ::2 . / ./73./.3. .2./:7.07890....:. 507/..3940 .

7.83 2.39/.3 /-07.8.3 .9..8.3/.3 /3/4308.3 .3. /80-:9  - !03.&8.84. .3/.380-.9.9: ...8.7:8 /8079.:.3 ::2 !/...9.  !073.3 / $:25. / ..30.388902. ..9:7.   0.::2 3/4308.22030.5. 9079039: .    03./..2..3 /.3 .9 80-.9..38:2-073.   0.83 2.3503.383.8.83. 80:2.  %::.9:::2/. :98.987003  0.:.:.320250.3 ./.3 090. !078..3 .9.2.3 /2..7  503079./. /.8  5..0 $9.8.8:/ /03.8    !%&& 07..30.3 ::2 !07/.3/.3/58.5.8500-:. - . 2.8. #00738 #0020398/.507-0/. 20303. ./..::23/4308.. /.9503..9: 5.9.3.8.3%::.9 80-...9  0...8:.3./.447 3/4308.390780-:9 /.3.9/. 0.3 507-0/.9 /.9.  .3 507-0../-. .0.8.   !074/0503.3802:.7 2.9.9:7./.9/.3 .4394 80/07.7::2!07/.3 .8.9. /.390780-:9   !.  .!07/..::2.!07.83  8./.1108/3/4308. .3 808:.3/2././.9:  .3#.30025.33. $0-:9.3/..!/.383.3/2.7%.-07.: 808:.9.9::.9.9:. ::2 03. 507.. 0-.3 .. ::2 3/4308.9.3  805079 02030 05.3 90780-:9.%.3 /-039:3.9/3.::2/.5..3 3/.8://03.3 %.3/03.8....3 /.3 3/8.3.8:8:3.3...3 .    ././.3 503079.8.8.%.3. . 50789./03..5.8.

3 ::2 . . !07/.7.   0.7..80.3 ::2 %.9502:3:9.3 507-0/. -08079.7..3.7  !74808 203.843.   0.3 .9. 30.38.8. /.    0. ::2 %. :-:3. .9.0..   0....3 ::2 /23897.8.7.7.8:2-07/.3/..9 .8 0.3/.::2.:.3::2/23897.3 .320303.9 /.7.43943.39.9..9 -:9038::2. /03.3/03..35. ./ 5. !/.8.3 :-:3.7.1:38/.8.8.3:5.35:.3 203:39:9 .7.320303.38:-0::239073. !%& /. 5020739.3                         .

 .7...78434    !03.503/4  .2:/3      !03.32:::2  3907309       . :73...3   ::280-.39.3 %. ::2 3/4308.  .9.3 !03.3/:3  .29.!:89.39.39.   ::2  ..::2 3/4308.  .39..7::23/4308.8907::2/. ::2 3/4308..9.3/:3 3.3/:3  #01. ::2 /..907/.7/4   2:::2 .79..7 2: ::2 .8  :/: :8.7 7..59.8.7.39.3:8  !03. . !7/.843.2 3.9.7894  892 #. .9: $8902 ::2 .34:203 :73..9 /.   $8902::23/4308.72:::2 .39.          .843.8.350/473  !03.   $:2-07/./.3:89. 59..  $403.7 ::2 3/4308.7 2: ::2  .3/:3 %.79.39.72:::2/.9594#.3503..79.  $3..39. 425.7082.  . $009. 2. .7 %.1.32..3/:3  #030.3 !02-3.9/03.59. %#!&$%  .32.7...8..92.9.3 ::2. .:./..79434   !49 ::2 03:: $.3 2.9 . .!03.3/:3!% 97.79..7.8.3!03.  4. .2.3 &...39.  ..7%.  :3:3 :3  $40/. '  .2./9.  ./9.79.9.7 2: ::2 /.7 :8:2../$.3907.  $.3/:3 :23  '.1.9  $:744 34/5:74     !03.7.3/:3 #02.!.394   .9.!.  ! .2.38     !03.3.

       .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful