BAB I PENDAHULUAN Pernahkah saudara melihat ada seseorang di masyarakat yang mampu hidup sendiri, dalam arti dia

mampu memenuhi segala

kebutuhannya tanpa bantuan orang lain ? Jawabannya sudah pasti tidak akan dijumpai dalam kehidupan masyarakat ada orang yang mampu hidup sendiri, sekalipun dia dianugerahi harta yang berlimpah. Coba saudara renungkan ! kira-kira mengapa seseorang tidak mungkin dapat hidup sendiri di masyarakat ? Setelah saudara menganalisis dan menjawab pertanyaan di atas, sekarang silahkan cermati uraian sebagai berikut : From birth to death man lives out his life as a member of a society (Krech, Crutchfield, Ballachey, 1962 : 308), artinya bahwa sejak dari lahir sampai meninggal manusia mengalami kehidupannya sebagai anggota suatu masyarakat. Banyak contoh di dunia ini yang menunjukkan, bahwa tidak ada seorangpun manusia mampu hidup secara sendiri, misalkan seorang bayi, dia akan memerlukan seorang bidan atau dokter atau dukun beranak agar dia bisa lahir dari rahim ibunya; kemudian dia juga akan memerlukan orang lain untuk memandikannya, mengganti pakaiannya; menyusui dan sebagainya. Begitu juga ketika kita membaca ceritera tentang asal mulanya manusia, yaitu Nabi Adam, maka diapun tidak dapat hidup sendiri, sehingga didampingi oleh istrinya Siti Hawa. Atau mungkin ceritera Robinson Crusoe, yang pada akhirnya si pengarang memunculkan tokoh Friday sebagai temannya, begitu juga dengan ceritera tentang Tarsan yang hidup di tengah-tengah hutan dan ditemani oleh berbagai binatang, pada akhirnya dimunculkan seorang wanita sebagai teman hidupnya yang akan melahirkan keturunannya. Kesemuanya menunjukkan, bahwa tiada seorangpun manusia yang mampu hidup tanpa bantuan dan pertolongan orang lain. 1

Berbicara mengenai manusia, paling tidak ada tiga

pengertian,

yaitu manusia sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial; manusia sebagai makhluk monodualisme, yang terdiri dari 2 kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, yaitu unsur rohani dan jasmani, dan manusia sebagai makhluk yang berakal. Selain pengertian di atas, anda masih ingat tentang manusia sebagai makhluk zoon politicoon, yaitu manusia sebagai makhluk bermasyarakat, yaitu makhluk yang selalu hidup di masyarakat. Kemudian Ibnu Khaldun menyatakan, bahwa manusia itu harus hidup bermasyarakat. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut jelaslah, bahwa tiada seorangpun manusia akan mampu hidup seorang diri. P.J. Bouman menyatakan, bahwa “Manusia itu baru menjadi manusia, karena ia hidup bersama dengan manusia lainnya “, kemudian John Locke dan Thomas Jefferson menyatakan, bahwa di dalam sistem pergaulan hidup, secara prinsip manusia itu diciptakan bebas dan sederajat ( dikutip dari Dudu Duswara Machmudin, 2001 : 9-10 ). Soerjono Soekanto ( 1986 : 102-103), menyatakan, bahwa sejak dilahirkan manusia telah mempunyai yaitu:  Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya, yaitu nasyarakat  Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. Berdasarkan pendapat di atas, jelas bahwa sejak kelahiran dan secara kodrat manusia selalu ingin menyatu dengan manusia lain dan lingkungan sekitarnya dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat untuk saling memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk saling berinteraksi satu sama lain dalam upaya hidup bermasyarakat. Untuk dapat mempertahankan hidup dan kehidupannya atau dapat menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut, manusia dikaruni akal dua hasrat atau keinginan pokok,

2

fikiran

dan

perasaan Melalui

yang akal,

mendorong pikiran dan

untuk

melakukan

berbagai juga

aktivitasnya.

perasaannya

manusia

menghasilkan berbagai barang kebutuhan hidup dan kehidupannya. Misalnya untuk melindungi diri dari sengatan matahari, kucuran hujan dan serangan binatang buas, manusia membuat rumah; kemudian untuk mempertahankan kehidupannya manusia juga mencari dan menciptakan aneka makanan dsb. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa manusia dalam suatu tatanan masyarakat selalu saling berinteraksi satu sama lain untuk saling memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada hakekatnya setiap manusia yang secara psikologis merupakan bagian terkecil dari suatu masyarakat mempunyai cita-cita untuk dapat hidup damai, tertib dan sejahtera. Untuk mewujudkan keinginan atau harapan tersebut sudah barang tentu tidak akan dapat diusahakannya sendiri, akan tetapi harus dilakukan melalui upaya kerjasama dan saling pengertian di antara sesama manusia tersebut. Bagi bangsa Indonesia cita-cita dan harapan untuk dapat hidup damai, tenteram sudah bukan merupakan barang baru. Hal ini dikarenakan secara jelas telah tercantum dasarnya dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya dalam Alinea IV yang menyatakan… ikut melaksanakan

ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dalam pergaulan sehari-hari di antara sesama manusia sudah barang tentu ada yang mempunyai kepentingan yang sama, namun ada kalanya kepentingan setiap individu berbeda. Perbedaan kepentingan dalam suatu pergaulan antar manusia di masyarakat merupakan sesuatu karunia dalam suatu negara demokrasi, namun bila tidak segera diatasi perbedaan tersebut bisan menjadi sumber konflik.

3

yang menjadikan segala sesuatunya berjalan tertib dan teratur sesuai dengan apa yang dicita-citakan. diciptakanlah seperangkat aturan atau kaidah yang pada hakekatnya bertujuan untuk terjadinya suasana tertib dan damai di masyarakat. Namun keberadaan demikian bagaimanapun situasi dan kondisinya. Karena Volksgeist masing-masing masyarakat berbeda-beda atau belum tentu sama.Untuk merealisasikan apa yang menjadi cita-cita dan harapan seluruh lapisan masyarakat. yaitu :  Menertibkan masyarakat dan pengaturan pergaulan hidup  Menyelesaikan pertikaian 4 .P. maka hukumnya pun belum tentu sama atau berbeda-beda. Glastra van Loan sebagaimana dikutip Dudu Duswara M ( 2001 : 51 ) menyatakan. bahwa hukum suatu masyarakat mengikuti Volksgeist (jiwa/semangat rakyat) dari masyarakat tempat hukum itu berlaku. Dalam pergaulan hidup di masyarakat. Masing-masing masyarakat mempunyai kebudayaan dan cara berfikirnya yang belum tentu sama. karena bagaimanapun antara masyarakat dan kaidah tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Menurut Von Savigny sebagaimana dikutip Ranidar Darwis ( 1986 : 17 ) menyatakan. sehingga setiap anggota masyarakat akan menyadari apa yang menjadi hak dan kewajibannya. bagaikan satu mata uang dalam dua sisi. Masyarakat sendiri sudah barang tentu harus dapat mendukung upaya-upaya perwujudan ketertiban di lingkungannya dengan cara melaksanakan dan menghormati berbagai peraturan yang ada. bahwa dalam menjalankan peranannya hukum mempunyai fungsi sangat penting. kaidah atau norma dalam suatu masyarakat sangat mutlak. Hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat mencerminkan corak dan sifat masyarakat yang bersangkutan. J. Cirero kurang lebih 2000 tahun yang lalu menyatakan : "Ubi societas ibi ius" dimana ada masyarakat di situ ada hukum . kaidah berperan sedemikian rupa.

Hukum juga berfungsi menyelasaikan setiap perselisihan yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itulah masalah kepastian hukum dalam kehidupan bermasyarakat. bahwa dalam pergaulan hidup antar manusia di masyarakat kadangkala terjadi perbedaan kepentingan yang kalau tidak dicarikan solusinya bisa menjadi sumber konflik. Memelihara dan mempertahankan tata tertib dan aturan. supremasi hukum dapat ditegakkan. Selain itu masyarakat juga memerlukan rasa aman dan perlindungan hukum. bahwa dari yang banyak tersebut pada intinya ada 2. bahwa keberadaan hukum di tengah-tengah masyarakat tiada lain bertujuan agar tercipta ketertiban dalam pergaulan antar sesama manusia. Berdasarkan pendapat di atas. yaitu : yaitu aturan-aturan yang dibuat oleh negara dan aturan-aturan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Adapun kaidah atau norma yang ada di masyarakat sangat banyak dan bervariasi. tanpa melihat dari golongan mana masyarakat tersebut berasal. Sehubungan dengan kenyataan tersebut. Namun demikian kita dapat menarik kesimpulan. bernegara dan berbangsa menjadi idaman seluruh lapisan masyarakat. Yang dimaksud norma atau kaidah adalah atauran atau adat kebiasaan dan atau hukum yang berlaku. maka lahir dan berkembang norma atau kaidah dalam masyarakat. baik karena faktor perbedaan kepentingan ataupun karena faktor-faktor lain. 5 . kita dapat mengambil suatu kesimpulan. Sebagaimana dinyatakan pada uraian terdahulu. Dengan adanya kepastian hukum yang benar-benar mampu melindungi seluruh lapisan masyarakat. jika perlu dengan kekerasan  Mengubah tata tertib dan aturan-aturan dalam rangka penyesuaian dengan kebutuhan masyarakat  Memenuhi tuntutan keadilan dan kepastian hukum dengan cara merealisasikan fungsi hukum sebagaimana disebutkan di atas.

norma adat dan norma agama. namun masyarakat masih tetap memerlukan norma hukum. terlebih-lebih di Indonesia. baik norma agama. 2. norma adat maupun norma hukum.BAB II SEJARAH TATA HUKUM INDONESIA A. Masih banyak kepentingan-kepentingan manusia yang tidak dijamin oleh norma-norma tersebut. Konsekwensinya dalam melaksanakan segala keperluan hidup dan kehidupan setiap manusia harus melakukannya berdasarkan kepada aturan-aturan atau norma-norma yang ada dan berlaku di masyarakat. karena terikat oleh norma-norma yang ada dan berkembang di masyarakat serta terikat pula oleh kepentingan orang lain. Sebelum lahir dan berkembang norma hukum di masyarakat. Hal ini dikarenakan : 1. baik dalam hal hidup maupun kehidupannya. Sejarah Perkembangan Ilmu Hukum Pada hakekatnya manusia sebagai individu mempunyai kebebasan asasi. Hak asasi tersebut sudah barang tentu dalam pelaksanannya harus dilakukan berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku. artinya dalam pelaksanannya harus disesuaikan dengan kepentingan orang lain yang juga mempunyai hak asasi. norma susila. Manusia sebagai makhluk sosial ( zoon politicoon ) tidak bisa berbuat sekehandaknya. misalnya dalam pelaksanaan aturan lalu lintas yang mengharuskan setiap orang dan atau kendaraan berjalan di sebelah kiri 6 . di mana hak asasi berfungsi sosial. Tidak semua orang mengetahui. memahami. telah ada dan berkembang norma kesusilaan. menyikap dan melaksanakan aturan-aturan yang ada dan berkembang dalam normanorma tersebut.

Dalam mempelajari dan menyelidik hukum Romawi. Susah untuk mengatakan adanya masyarakat tanpa ada suatu ketertiban. Jerman. bagaimanapun kualitasnya. bahkan bisa juga dikatakan sebagai dua sisi dari satu mata uang. Berdasarkan alasan-alasan tersebut. yaitu mempelajari hukum Romawi sebagai Ilmu Pengetahuan.karena bangsa ini telah dianggap mempunyai hukum yang paling baik dan sempurna bila dibandingkan dengan hukum yang ada dan berkembang di negara-negara lain. Kitab undang-undang Hukum Romawi ( KUH-Romawi) diciptakan pada masa “ Caisar Yustinianus” yaitu “ Institutiones Yutinanae” yang disebut “ Corpus Juris-Civilis”. Adapun tujuan dilakukannya kodifikasi suatu hukum adalah agar tercipta kepastian hukum. dalam arti setelah mahasiswa dari negara yang bersangkutan mempelajari dan memperdalam hukum Romawi kemudian di bawa kenegaranya untuk dikembangkan lebih 7 . seperti Perancis.Konsekwensinya perkembangan dan penyempurnaan hukum di negara-negara lain selalu dipengaruhi oleh Hukum Romawi. maka diciptakanlah aturanaturan hukum yang dibuat oleh lembaga resmi. Secara teoritis ( theoritische Receptie ). bahwa masyarakat dan ketertiban merupakan dua hal yang berhubungan sangat erat. Kehidupan dalam masyarakat sedikit banyak berjalan dengan tertib dan teratur didukung oleh adanya suatu tatanan. karena tatanan inilah kehidupan menjadi tertib. Inggris mempelajarinya melalui 4 cara. Hukum dalam arti ilmu pengetahuan yang disebut ilmu hukum berasal dari Bangsa Romawi. bangsa-bangsa Eropa. Belanda. Satjipto Rahardjo ( 1993 : 13 ) menyatakan. yaitu untuk menjamin kelancaran hidup dan kehidupan manusia dalam pergaulan di masyarakat. Ada sebagian kepentingan-kepentingan yang bertentangan dengan norma tersebut padahal masih memerlukan perlindungan hukum.3. dengan tujuan agar terwujud ketertiban di masyarakat yang bersangkutan. yaitu : 1.

4. Suatu aturan hukum adalah suatu aturan yang sebanyak mungkin harus dipertahankan oleh pihak atasan dan yang biasanya diberi sanksi jika itu dilanggar. dan negaranegara tersebut dalam membuat dan melaksanakan Undang-undang selalu mengambil dasar dari hukum Romawi dijadikan Hukum Positif dalam negaranya masing-masing. baik dalam kedudukan dia sebagai pegawai di pengadilan ataupun badan-badan pemerintah lainnya. namun bisa juga pemerintah memberikan bantuan kepada seseorang untuk memperoleh haknya. 3. Secara praktis ( praktiche Receptie ) karena menganggap hukum Romawi ini lebih tinggi tingkatnya dari hukum manapun di dunia.au demikian tentu saja penerimaan hukum ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi negaranegara tersebut. Hukum Romawi yang telah dipejari oleh para mahasiswa hukum dikembangkan lebih lanjut di negara asalnya melalui perkuliahan-perkuliahan di perguruan tinggi. seperti masalah warisan. bangsa-bangsa Eropa Barat mempelajarinya dan melaksanakan atau menggunakan Hukum Romawi ini dalam kehidupannya sehari-hari dalam negaranya. seperti diatur dalam Hukum Acara Pidana.perbatasan dengan tetangga rumah. Begitu juga bila terjadi perselisihan atau persengketaan di antara sesama warga masyarakat. seperti halnya dalam Hukum Pidana. wa.perceraian. di mana setelah Perguruan-Perguruan Tinggi di Jerman dan Perancis. 2. Secara Tata Hukum ( Positiefrechttelyke Receptie ). 8 . Secara Ilmiah ( Wetenschappetyk Receptie ).lanjut. Hal ini karena tidak sedikit mahasiswa yang telah mempelajari hukum tersebut setelah kembali ke negaranya bekerja sebagai dosen. sewa menyewa. Sanksi itu berarti bahwa jika aturan tidak dijalankan dan dengan sendirinya pemerintah akan ikut campur tangan.

Tata hukum yang diharapkan berlaku pada masa yang akan datang dinamakan Ius Constituendum. Ius Constituendum dapat menajdi Ius Constitutum dan Ius Constitutum dapat diganti Ius Contituendum baru yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang senantiasa berkembang (Daliyo. memelihara dan melaksanakan tata tertib di kalangan anggota. Hal ini sesuai dengan batasan Hukum Perdata. 9 . Jika masyarakat itu masarakat negara. Aturan yang ditata sedemikian rupa menjadi “tata-hukum” tersebut antara yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan saling menentukan. Pengertian dan Tujuan Tata Hukum Pengertian : Tata Hukum adalah semua peraturan-peraturan hokum yang diadakan /diatur oleh negara atau bagian-bagiannya dan berlaku pada waktu itu di seluruh masyarakat dalam negara atau disebut juga ius constitutum. apakah kewajiban-kewajiban dan wewenang-wewenangnya yang kesemuanya itu menurut hukum Indonesia. Susunan hukum terdiri atas aturan-aturan hukum yang tertata sedemikian rupa sehingga orang mudah menemukannya bila suatu ketika membutuhkannya untuk menyelesaikan peristiwa hukum yang terjadi dalam masyarakat. Tata hukum yang sah dan berlaku pada waktu tertentu dan masyarakat tertentu dinamakan hukum positif (Ius Constitutum). maka akan berbicara Hukum Perdata.anggota masyarakat dalam negara itu dengan peraturan-peraturan yang diadakan oleh negara atau bagian-bagiannya. B.peerjanjian jual beli dan lain sebagainya. yang mensyahkan tata hukumnya adadalah penguasa negara itu. 1992:4). bagaimanakah kedudukan seseorang dalam masyarakat. Tata hukum adalah susunan hukum yang berasal mula dari istilah recht orde (bahasa Belanda). Tujuan mempelajari Tata Hukum Indonesia : agar mengetahui perbuatan atau tindakan manakah yang menurut hukum dan yang manakah bertentangan dengan hukum. Tujuan dibentuknya tata hukum adalah untuk mempertahankan. dkk. Tata hukum berlaku dalam masyarakat karena disahkan oleh pemerintah masyarakat itu.

10 .Tata hukum. sedangkan hukum materiilnya yaitu KUHP yang dewasa ini masih merupakan Rancangan Undang-Undang sedang di godok di DPR RI. Di Indonesia dewasa ini. Anda perlu mengetahui dahulum pembagian hukum dalam beberapa golongan seperti yang diuaraikan sebelumnya. Artinya produk-produk Hukum Kolonial Belanda ada yang masih dipergunakan. Setelah kalian mengkaji ulang macam-macam pembagian hukum tersebut. Hukum Pajak. Untuk menjelaskan atau menjawab pertanyaan tersebut. mana yang disebut Ius Naturale. dan Hukum Acara. Sedangkan yang termasuk hukum Privat diantaranya Hukum Perdata. maka yang termasuk hukum positif (Ius Constitutum) di Indonesia dewasa ini ialah sebagian dari pada hukum Publik dan Hukum Privat. dan Hukum Perburuhan sudah merupakan Hukum Nasional. mana yang disebut Ius Consituendum. dan Hukum Acara Administrasi yang dikenal dengan Peradilan Tata Usaha Negara (UU RI No. kecuali Hukum Islam dan Hukum Adat. sehingga belum sepenuhnya merdeka secara hukum”. Apakah hukum positif tersebut perlu dipertahankan? Sebelumnya harus dipahami bahwa “Secara yuridis lebih dari setengah abad kita tetap masih hidup dalam masa peralihan. mana yang disebut Ius Consitutum. dengan dasar Aturan Peralihan Pasal I UUD 1945 (setelah amandemen) dan yanag tidak sesuai lagi dengan Pancasila dan UUD 1945 perlu diganti atau direvisi dengan hukum nasional yang dicita-citakan. Hukum Perburuhan. Baik Hukum Publik maupaun Hukum Privat sebagian besar adalah produk kolonial Belanda. Hukum Pajak. 5 tahun 1986). 8 Tahun 1981). Hukum Nasional yang dicita-citakan akan menuju kepada Sistem Hukum Nasional (Ius Constituendum). Hukum Dadang. Yang termasuk hukum Publik diantaranya Hukum Pidana. suatu negara adalah tata hukum yang ditetapkan atau disahkan oleh pemerintah negara. Hukum Islam. Jadi tata hukum Indonesia adalah tata hukum yang ditetapkan dan disahkan oleh pemerintah negara Republik Indonesia. dan Hukum Adat. Hukum Acara Administrasi (Tatat Usaha Negara). Sedangkan hukum Acara Pidana. Misalnya Hukum Acara Pidana yang dikenal dengan KUHAP (UU RI NO.

yang berbunyi : Segala Badan Negara dan Peraturan yang ada masih langsung berlaku selama belum diadakan yang baru menurut UUD ini” 2.Peraturan Pokok pada jaman Hindia Belanda : 1. Regerings Reglemens (R. Regerings Verordening 3. Pasal 142 Ketentuan Peralihan UUDS 1950 : “ Peraturan Undang-undang dan ketentuan-ketentuan tata usaha negara yang sudah ada pada tanggal 17 Agustus 1950 tetap berlaku dengan tidak burubah sebagai peraturanperaturan RI sendiri. Indische Staatsregeling (IS) atau Peraturan Ketatanegaraan Indonesia.R) yang dikeluarkan pada tanggal 2 September 1854. selama dan sekedar peraturan-peraturan dan ketentuan11 . 3. Ordonantie 2. Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945. 1925/415 yang mulai berlaku 1 Januari 1926. disingkat AB (Ketentuan-ketentuan Umum tentang Peraturan Perundang-undangan untuk Indonesia. Pada tanggal 23 Juni 1925 RR iubah menjadi IS yang termuat dalam Stb. RR dan IS ini dapat dikatakan peraturan pokok yang merupakan : UUD Hindia Belanda” dan merupakan sumber peraturan-peraturan organic pada masa itu.) yang dikeluarkan pada tanggal 30 April 1847 2. Algeimene Bepaling van Wetgeving voor Indonesia. Peraturan Organik Pada Jaman Hindia Belanda : 1. Locale Verordening Peraturan Pokok pada Jaman Jepang Hanya ada satu yaitu Undang-undang nomor 1 tahun 1942 yang menyatakan berlakunya kembali semua perarturan perundangan Hindia Belanda yang tidak bertentangan dengan kekuasaan Militer Jepang. Dasar hukum berlakunya keanekaragaman hukum di Indonesia 1.

Jelaskan hungan pasal II antara aturan peralihan UUD 1945. Pasal 192 Ketentuan Peralihan Konstitusi RIS : “ Peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan tata usaha yang sudah ada pada saat Konstitusi ini mulai berlaku tetap berlaku dengan tidak berubah sebagai peraturanperaturan dan ketentuan-ketentuan Republik Indonesia sendiri selama dan sekedar peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan itu tidak dicabut. lex generalis 4. ditambah atau diubah oleh Undang-undang dan ketentuan-ketentuan tata usaha atas kuasa Konstitusi ini” Latihan : 1. pasal 142 ketentuan peralihan UUDS 1950 dan pasal 192 ketentuan peralihan konstitusi RIS. ditambah atau diubah oleh Undang-undang dan ketentuan tata usaha atas kuasa UUD ini” 3.ketentuan itu tidak dicabut. Manfaat apa yang kita peroleh dengan mempelajari tata hukum? 3. Jelaskan apa yang dimaksud tata hukum? Apa tujuan kita mempelajari hukum? 2. jelas dan tepat! Alghemeine Bepaling van Wetgeving voor Indonesia (Ab) Regelings Reglemens (R.R) Indische Staatregeling (IS) Lex specialis. 12 . Jelaskan istilah-istilah dibawah ini secara singkat.

Dalam sidang pertama ini pembicaraan dipusatkan pada usaha merumuskan dasar filsafat bagi negara Indonesia Merdeka. Rajiman Wediodiningrat dan dua orang wakil yaitu R.T. Pokok-Pokok Hukum Tata Negara 1.  Pada tanggal 1 Maret 1945 Panglima Tentara Keenambelas Letnan Jendral Kumakici Harada Penyelidik Usaha Usaha mengumumkan dibentuknya Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritu zyunbi Tjoosakai) atau BPUPKI. 13 .  Sidang Pertama BPUPKI tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945. Proklamasi bagi bangsa Indonesia mengandung makna :  Dimulainya persiapan bagi kemerdekaan Indonesia yang dimulai sejak diumumkannya Janji “Kemerdekaan Kelak di kemudian hari “ oleh Perdana Mentri Koiso kepada rakyat Indonesia pada tanggal 9 September 1944.BAB III POKOK – POKOK HUKUM TATA BEGARA DAN ADMINISTRASI NEGARA A.  Badan ini bertujuan untuk mempelajari hal hal penting mengenai masalah tata pemerintahan jika Indonesia merdeka. Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia Bangsa Indonesia yang telah memproklamasikan kemerdekannya tanggal 17 Agustus 1945 mempunyai makna yang sangat urgen dalam kehidupan ketatanegaraannya.Panji Suroso dan satu orang bangsa Jepang yang bernama Ichibangase.R. BPUPKI ini diketuai oleh K. Yang kemudian dikenal dengan Pancasila.

Sedangkan Piagam Jakarta yang disusun pada tanggal 22 Juni 1945 disetujui dijadikan sebagai Preambul/pembukaan dari UUD yang akan dibentuk.Muh Hatta dan dr. Berita ini juga diketahui oleh sebagian pemimpin pemuda. pembicaraan dititik beratkan pada perumusan UUD.Pada tanggal 7 Agustus 1945 Dokuritsu Junbi Cosakai dibubarkan sebagai gantinya dibentuk Dokuritu Zyunbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Hal ini bersamaan dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu. Radjiman Wediodiningart berangkat ke Dalat (Vietnam Selatan) atas panggilan Marsekal Darat Terauci. Para pemuda menghendaki Soekarno-Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia lepas dari Jepang. Kemudian pada tanggal 9 Agustus tiga tokoh pergerakan nasional yaitu Ir.Pada sidang kedua ini. Soekarno. Pihak Soekarno-Hatta masih ingin membicarakan pelaksanaan kemerdekaan itu di dalam rapat PPKI yang telah ditentukan pada tanggal 18 Agustus 1945.  Pada tanggal 15 Agustus 1945 Soekarno-Hatta tiba ditanah air.  Pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 tidak mengalami kesulitan dan berjalan dengan lancar serta diantaranya adalah :  menghasilkan keputusan yang penting Mengesahkan Undang Undang Dasar yang telah dipersiapkan oleh Dokuritu Zyunbi Tjoosakai ( yang sekarang dikenal sebagai UUD 1945). Untuk merumuskan Undang Undang Dasar dibentuklah Panitia Kecil yang diketuai oleh Ir. Rancangan UUD datang dari Mr Soepomo yang terdiri dari batang tubuh dan penjelasan. Drs. Dr. Soekarno. Pada sidang tanggal 31 Mei 1945 Prof. Supomo juga mengemukakan lima azas dasar negara  Sidang kedua BPUPKI tanggal 10-17 Juli 1945. 14 .

 Membentuk sebuah Komite Nasional untuk membantu Presiden selama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Perwakilan Rakyat (DPR) belum tersusun. Sunda Kecil ( Nusa Tenggara). Jawa Barat. Dengan demikian Proklamasi Kemerdekaan itu memiliki beberapa makna diantaranya adalah :  Proklamasi merupakan Negara Indonesia awal peristiwa penting bagi berdirinya  Adanya hak untuk berdaulat artinya rakyat Indonesia dengan tenaganya sendiri dan keinginan berdaulat dapat menyusun kekuatan untuk membentuk suatu Negara-Merdeka yang memiliki pemerintahan yang memiliki hak untuk mengatur negaranya sendiri tanpa campur tangan dari negara lain. dan Dewan  Pada tanggal 19 Agustus 1945 Presiden memanggil PPKI dan Pemuda untuk :   Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Soekarno sebagai presiden dan Moh. atas 8 propinsi yaitu Sumatera. Maluku serta Irian sekaligus memilih gubernurnya. Merancang Pembentukan 12 Departemen dan menunjuk para mentrinya. Jawa Tengah.  Demikianlah beberapa peristiwa penting yang terjadi sebelum dan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Bangsa Indonesia dapat melaksanakan pembangunan sesuai dengan aspirasi masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan yang telah lama diidam- 15 .  Awal dari dimulainya usaha untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat yang telah lama tertindas oleh kaum penjajah. Sulawesi. Hatta sebagai wakilnya. Jawa Timur. Kalimantan. Memilih Ir.  Menetapkan pembagian wilayah Republik Indonesia .

Dengan demikian Indonesia dapat mesejajarkan diri dengan bangsa-bangsa lain di dunia.. PRRI PERMESTA dll.idamkan. DI/TII. “ The founding fathers” juga memiliki cita-cita Negara yang ingin dibentuk itu adalah Negara yang merdeka. Namun demikian ditinjau dari segi hukum Proklamasi merupakan “ Source of the sources” atau dasar dari segala dasar ketertiban baru di negara Indonesia semenjak 17 Agustus 1945 . Selain itu pada alinea ketiga juga dapat ditemukan pernyataan kemerdekaan / declaration of independencenya Indonesia pada kalimat…….maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Pengaturan itu terdapat pada pasal-pasal atau dulu dikenal dengan batang tubuh UUD 1945. bersatu. Namun demikian usaha untuk mewujudkan Negara yang adil dan makmur itu tidak dapat dilaksanakan dengan segera begitu juga dengan UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan dengan sebaik- baiknya. berdaulat. Keadaan pada saat itu mengharuskan bangsa Indonesia untuk mempertahankan Negara baik dari bangsa Belanda yang ingin menjajah kembali bangsa Indonesia maupun pemberontakan dari bangsa Indonesia sendiri seperti Peristiwa Madiun. 2. 16 . adil dan makmur sebagaimana yang tercantum pada alinea kedua Pembukaan UUD 1945. Untuk mewujudkan Negara yang diidam-idamkan sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 perlu pengaturan lebih lanjut. Hubungan Proklamasi dengan Pembukaan UUD 1945 ? Isi Proklamasi sangat ringkas yaitu tentang pernyataan kemerdekaan dan pemindahan kekuasaan.

Perbedaan pertimbangan itulah yang menyebabkan bentuk negara yang dianut oleh setiap negara bisa berbeda-beda. pemerintah yang berdaulat. Setiap negara memiliki bentuk organisasi negara yang disebut bentuk negara. pada dasarnya bentuk negara (Staatsvormen) dapat dibedakan atas negara kesatuan (unitaris) dan negara serikat (federasi). Selain itu. Menurut paham modern. Hal ini menunjukkan bahwa negara kita memiliki bentuk negara kesatuan. dan geografis. dan memiliki bentuk penyelenggaraan pemerintahan yang kita kenal dengan istilah bentuk pemerintahan. ada bentuk lain yang disebut negara (konfederasi). Bentuk Negara dan Pemerintahan Negara merupakan organisasi kekuasaan yang memiliki kedaulatan. Pemilihan bentuk negara kesatuan merupakan hasil pertimbangan dan kesepakatan para pendiri negara (founding father). dan pengakuan yang satu satu sama lain saling berkaitan dan ketergantungan. Seperti halnya organisasi lain.3. politis. Penetapan bentuk negara yang digunakan tentu saja didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan antara lain aspek historis. Sekalipun demikian pengendalian tertinggi dalam menjaga dan menjalankan pemerintahan negara tetap ada di tangan serikat pemerintahan pusat yang memiliki kedaulatan ke luar dan ke dalam. negara memiliki unsur-unsur penduduk. wilayah. 17 . Negara Republik Indonesia sebagai negara kepulauan yang berciri nusantara memiliki wilayah sangat luas dan memiliki pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang bersifat otonom. Setiap negara memiliki hak untuk menentukan bentuk negara yang akan digunakan dalam menyelenggarakan organisasi negaranya.

Hal ini mengindikasikan bahwa bentuk Negara kesatuan lebih cocok digunakan di wilayah negara kita. negara kesatuan merupakan negara bersusunan tunggal yang berarti dalam negara itu tidak terdapat negara yang berbentuk negara bagian. Bentuk negara kesatuan yang telah ditetapkan para pendiri negara pada tahun 1945. ternyata lebih diperkuat dan dipertahankan oleh MPR RI melalui perubahan keempat UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dengan menegaskan bahwa ” Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan” (Pasal 37 ayat 5). Jika demikian. Dilihat dari susunannya.Dalam pasal 1 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia tahun l945 ditegaskan bahwa ” Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik”. sedangkan dalam bahasa Belanda disebut eenheidsstaat. sedangkan istilah ”republik” menunjukkan bentuk pemerintahan. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang. istilah negara kesatuan dikenal dengan istilah unitary state. Tentu saja putusan MPR tersebut tidak terlepas dari pengalaman sejarah bangsa kita yang pernah menggunakan bentuk negara serikat pada tahun 1949 – 1950. Negara kesatuan merupakan bentuk negara yang kekuasaan untuk mengatur seluruh daerahnya ada di tangan pemerintahan pusat. Menurut paham modern. apa yang dimaksud negara kesatuan? Dalam bahasa Inggris. negara kesatuan menunjukkan bentuk negara. 18 .

wilayah negara dibagi menjadi pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah. Dengan demikian. kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat”. Pasal 18 ayat (1) “ Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota. Pasal 18 ayat (2) “ Pemerintahan daerah provinsi. yang diatur dengan undangundang”. 19 . daerah tidak diberi kewenangan membuat peraturan untuk mengurus urusan daerahnya sendiri. yang tiap-tiap provinsi. sedangkan daerah hanya menjalankan perintah dan peraturan dari pemerintahan pusat. semua persoalan diatur dan diurus oleh pemerintahan pusat. Sedangkan dalam negara kesatuan dengan sitem desentralisasi. Dalam negara kesatuan dengan sistem sentralisasi. kondisi. Dalam sistem desentralisasi. dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tuga pembantuan”.Negara kesatuan dapat dibedakan menjadi negara kesatuan dengan sistem sentralisasi dan negara kesatuan dengan sistem desentralisasi. Pasal 18 ayat (6) ” Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan –peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan”. dan ciri khas daerah tersebut. kabupaten. Dalam pemerintahan daerah tersebut terdapat unsur pemerintah daerah dan DPRD. dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah. Contoh negara kesatuan dengan sistem sentralisasi adalah Jerman pada masa pemerintahan Hitler. daerah kabupaten. Pasal 18 ayat (5) ” Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya. daerah memiliki keleluasaan membuat peraturan untuk mengurus urusan rumah tangga sendiri (hak otonomi) sesuai dengan kebutuhan.

Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi memiliki kelebihan antara lain: a. pembangunan di daerah akan berkembang sesuai dengan ciri khas daerah itu sendiri d. peraturan dan kebijakan di daerah dirumuskan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah itu sendiri. Pemerintahan daerah provinsi. b. dan kota memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus urusan rumah tangganya sendiri. Kelebihan negara kesatuan dengan sistem sentralisasi antara lain: 20 . kebijakan. d. pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan lainnya. terdapat pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota. tidak bertumpuknya pekerjaan di pemerintah pusat. Pemerintahan daerah memiliki otonomi yang seluas-luasnya.Berdasarkan uraian di atas. yustisi. Sebagai bukti bahwa negara kita menganut sistem desentralisasi dapat dilihat dalam hal-hal berikut. sehingga jalannya pemerintahan lebih lancar. keamanan. Selain ada pemerintahan pusat. kecuali 6 (enam) urusan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. b. c. dan kemajuan pembangunan tiap-tiap daerah. a. moneter dan fiskal nasional. Adapun kekurangannya adalah adanya ketidakseragaman peraturan. pertahanan. dan agama. partisipasi dan tanggung jawab masyarakat terhadap daerahnya akan meningkat. kabupaten. Dalam melaksanakan kewenangannya. c. yaitu politik luar negeri. jelaslah bahwa negara kita merupakan ”negara kesatuan dengan sistem desentralisasi”.

perbedaan jumlah orang yang memerintah tersebut akan melahirkan bentuk pemerintahan yang berbeda. penghasilan daerah dapat digunakan untuk kepentingan seluruh wilayah negara b. Bentuk-Bentuk Pemerintahan Para ahli menggunakan kriteria tertentu dalam membedakan tentang bentuk-bentuk pemerintahan. adanya keseragaman atau persamaan peraturan di seluruh wilayah negara Sedangkan kekurangannya antara lain: a. d. c. beberapa orang. atau banyak orang. kebijakan dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah pusat sering tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah yang beraneka ragam.M). misalnya menggunakan kriteria dilihat dari jumlah orang yang memerintah. Demikian pula murid Plato yaitu Aristoteles (384-322 S. b. pemerintahan dapat dipegang oleh satu orang.) menggunakan kriteria kuantitatif (dilihat dari jumlah orang yang memerintah) dan kriteria kualitatif (dilihat dari tujuan yang hendak dicapai). peluang masyarakat di daerah untuk turut serta dalam pemerintahan sangat terbatas. keputusan dari pemerintah pusat sering terlambat. rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap pembangunan di daerahnya sangat rendah. Plato (429-347 S.M. Menurut Plato dan Aristoteles. bertumpuknya pekerjaan di pemerintah pusat sehingga seringkali menghambat kelancaran jalannya pemerintahan. Plato dan Aristoteles membagi bentuk pemerintahan ke dalam bentuk cita ( The ideal form) dan bentuk 21 . 4.a. Menurutnya. e.

aristokrasi. George Jellinek dan Leon Duguit memberikan kriteria yang berlainan untuk membedakan bentuk monarki dan republik. Jadi republik berarti suatu pemerintahan yang menjalankan kepentingan umum. bentuk-bentuk pemerintahan yang baik menurut Plato yaitu monarkhi. merupakan orang pertama yang mengemukakan bahwa bentuk pemerintahan hanya ada dua yaitu monarki dan republik. Niccolo Machiavelli (1469-1527) dalam bukunya II Principe. bentuk pemerintahan yang baik tersebut yaitu monarkhi. 22 . dan polity. Bentuk-Bentuk Pemerintahan Menurut Plato dan Aristoteles Pemerintahan Oleh Satu orang Beberapa orang Baik (Ideal) Monarkhi Aristokrasi Plato Jelek (Pemerosotan) Tyrani Oligarkhi Aristoteles Baik (Ideal) Monarki Aristokrasi Jelek (Pemerosotan) Tyrani Oligarkhi Banyak orang Demokrasi Mobokrasi/ Okhlokrasi Polity Demokrasi Berdasarkan bagan tersebut. dan demokrasi. Kemudian. Bagaimanakah bentuk-bentuk pemerintahan yang dikemukakan kedua filsuf Yunani Kuno tersebut? Coba Kalian cermati bagan di bawah ini. 5. Machiavelli tidak menjelaskan ukuran/kriteria untuk membedakan kedua bentuk pemerintahan tersebut. Unsur-unsur Negara Unsur-unsur konstitutif yang harus dipenuhi oleh suatu negara menurut Konvensi Montevideo (1933) meliputi: penduduk. dan publica yang berarti umum. Sedangkan menurut Aristoteles. aristokrasi. Sedangkan Republik berasal dari kata res yang berarti kepentingan.pemerosotan (The Corruption form).

artinya ketiga syarat tersebut harus terpenuhi secara lengkap untuk adanya suatu negara. wilayah. Karena ketiga unsur tersebut merupakan syarat utama yang harus dipenuhi untuk berdirinya satu negara. Ketiga unsur tersebut merupakan unsur pokok atau syarat mutlak. dan kemampuan mengadakan hubungan dengan negara lain. apabila salah satu unsur tidak terpenuhi. dan pemerintah yang berdaulat. maka ketiga unsur tersebut disebut unsur konstitutif atau unsur pembentuk. suatu negara memerlukan pengakuan oleh negara lain. Dalam rangka mengadakan hubungan dengan negara lain. DISKUSIKAN BAGAN DI BAWAH INI! Penghuni Negara Penduduk Bukan Warga Negara Bukan Penduduk Warga Negara Asli Keturunan Sistem pemerintahan yang dianut Indonesia 23 . maka negara itu tidak ada. Pengakuan tidak merupakan unsur pembentuk adanya suatu negara. pemerintah. Sedangkan menurut Oppenheim-Lauterpacht unsur konstitutif negara meliputi: rakyat (penduduk).wilayah. tetapi hanya merupakan unsur deklaratif saja. Pada dasarnya.

2003) pemerintahan Indonesia menerapkan sistem presidensiil. Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat dituntut pertanggungjawaban oleh Dewan Perwakilan Rakyat untuk disidangkan dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat. yaitu sidang gabungan antara Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Jika tuduhan bersalah itu dapat dibuktikan secara hukum oleh 24 .Konstitusi Indonesia tidak menegaskan secara eksplisit sistem pemerintahannya. Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat dimintakan bertanggungjawab langsung kepada rakyat yang pertanggungjawabannya secara hukum apabila Presiden dan/atau Wakil Presiden melakukan pelanggaran hukum konstitusi. Dalam menjalankan pemerintahan negara. yang ditandai oleh beberapa prinsip berikut: a. Presiden dan Wakil Presiden merupakan satu institusi penyelenggara kekuasaan eksekutif negara yang tertinggi di bawah Undang Undang Dasar. Namun. b. terlebih dulu harus dibuktikan secara hukum melalui proses peradilan di Mahkamah Konstitusi. c. kekuasaan dan tanggungjawab politik berada ditangan Presiden (concentration of power and responsibility upon the President). sebelum diberhentikan. Dalam sistem ini tidak dikenal dan tidak perlu dibedakan adanya kepala negara dan kepala pemerintahan. Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh rakyat secara langsung dan karena itu secara politik tidak bertanggungjawab kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) atau lembaga parlemen. Keduanya adalah Presiden dan Wakil Presiden. tuntutan pemberhentian Presidendan/atau Wakil Presiden yang didasarkan atas tuduhan pelanggaran atau kesalahan. Dalam hal demikian. Namun secara maknawi (Jimly. melainkan memilihnya.

Untuk membatasi kekuasaan Presiden yang kedudukannya dalam sistem presidensiil sangat kuat sesuai dengan kebutuhan untuk menjamin stabilitas pemerintahan. maka pengangkatan dan pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur Bank Indonesia. Lembaga-lembaga eksekutif yang dimaksud adalah Bank Indonesia sebagai bank sentral. Di samping itu. Kepolisian Negara dan Kejaksaan Agung sebagai aparatur penegakan hukum. Kepala Kepolisian Negara. Jaksa Agung. ditentukan pula bahwa masa jabatan Presiden lima tahun dan tidak boleh dijabat oleh orang yang sama lebih dari dua masa jabatan. Pemberhentian para pejabat tinggi pemerintahan tersebut tanpa didahului dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat hanya dapat dilakukan oleh Presiden apabila yang bersangkutan terbukti bersalah dan karena itu dihukum berdasarkan vonis 25 . Untuk menjamin hal itu. beberapa badan atau lembaga negara dalam lingkungan cabang kekuasaan eksekutif ditentukan pula independensinya dalam menjalankan tugas utamanya. d. MPR bersidang dan secara resmi mengambil putusan pemberhentian. dan Panglima Tentara Nasional Indonesia hanya dapat dilakukan oleh Presiden setelah mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat. tetapi dalam menjalankan tugas utamanya tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan politik pribadi Presiden. Menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dan karena bertanggung-jawab kepada Presiden. Kedudukannya tidak tergantung kepada parlemen. Para Menteri adalah pembantu Presiden.Mahkamah Konstitusi. dan Tentara Nasional Indonesia sebagai aparatur pertahanan negara. Meskipun keempat lembaga tersebut berada dalam ranah eksekutif. bukan dan tidak bertanggungjawab kepada parlemen. barulah atas dasar itu. e.

pengadilan yang bersifat tetap karena melakukan tindak pidana menurut tata cara yang diatur dengan Undang-Undang. (2) menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang sebagaimana mestinya. (5) Presiden dapat menyatakan keadaan bahaya. Angkatan Laut dan Angkatan Udara. 26 . 6. (8) Presiden memberikan amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR. membuat perdamaian dan perjanjian internasional dengan negara lain. (3) memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat. (7) Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan MA. dan (11) mengesahkan RUU yang telah disetujui bersama menjadi UU. (4) dengan persetujuan DPR menyatakan perang. tanda kehormatan sesuai dengan undang-undang. mempunyai kekuasaan untuk menetapkan aturan pemerintah (pouvoir reglement). (6) Presiden mengangkat duta dan konsul serta menerima duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR. Kewenangan yang bersifat eksekutif atau menyelenggarakan pemerintahan berdasarkan undang-undang dasar. Kedudukan dan wewenang Presiden menurut Undang Undang Dasar 1945 hasil perubahan Kedudukan presiden adalah sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan (pasal 4 ayat 1) atau lembaga eksekutif. (9) memberikan gelar. Wewenang dan fungsi presiden sebagai kepala negara yang sesuai dengan perubahan UUD 1945 ke empat adalah (1) mengajukan rancangan undang-undang ke DPR. tanda jasa. Jimly Asshiddiqie (2005:222) meguraikan kewenangan presiden yang mencakup : a. (10) membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden.

bukan ditangan lembaga eksekutif/presiden. e. yaitu menjalankan perhubungan dengan negara lain atau subjek hukum internasional lainnya dalam konteks hubungan luar negeri. maka presiden pun dalam menggunakan kekuasaannya perlu kerjasama dengan DPR dan MA.b. oleh karena itu dia menjadi simbol kedaulatan politik suatu negara dalam berhadapan dengan negara lain. Presiden merupakan pemimpin tertinggi dalam pemerintahan yang memiliki wewenang dan kekuasaan yang berbeda dengan lembaga lain. yaitu mengurangi hukuman. Kewenangan yang bersifat legislatif atau untuk mengatur kepentingan umum atau publik. agar kekuasan dan wewenang presiden tidak terlalu bebas. Presiden pun memiliki hak prerogatif dalam menentukan kabinetnya. Namun. Kewenangan yang bersifat diplomatik. 27 . Mengenai hubungan antara presiden dan lembaga negara tersebut akan dibahas dalam kegiatan belajar selanjutnya. c. Kewenangan yang bersifat administratif untuk mengangkat dan memberhentikan orang dalam jabatan-jabatan kenegaraan dan jabatan-jabatan administrasi negara. d. baik dalam keadaan perang maupun damai. Dalam sistem pemisahan kekuasaan. Presiden adalam pucuk pimpinan negara. ataupun menghapuskan tuntutan yang terkait dengan kewenangan pengadilan. Kewenangan yang bersifat yudisial dalam rangak pemulihan keadilan yang terkait dengan putusan pengadilan. kewenangan ini dianggap ada ditangan lembaga perwakilan.

Dikotomi antara lembaga tertinggi dan lembaga tinggi tidak dikenal lagi. Mahkamah Agung (MA). 28 . Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). struktur ketatanegaraan mengalami perubahan pula. Lembaga tinggi negara ada lima yakni : Presiden. a. Setelah UUD 1945 mengalami perubahan. Terdapat lembaga negara yang dihapuskan. Lembaga-lembaga negara menurut UUD 1945 hasil perubahan secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut. Hubungan Presiden dengan Lembaga-lembaga negara lainnya ? Sebelum UUD 1945 mengalami perubahan yang keempat. kelembagaan negera Indonesia dibagi menjadi dua yakni : lembaga tinggi negara dan lembaga tertinggi negara. Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Sedangkan lembaga tertinggi negara adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Kedudukan dan wewenang MPR setelah perubahan UUD 1945 antara lain : 1) MPR terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (pasal 2 ayat 1) 2) Melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden (pasal 3 ayat 2) 3) Memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden bila melanggar aturan (pasal 3 ayat 3) 4) Berwenang untuk mengubah dan menetapkan UUD 1945 (pasal 3 ayat 1). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) MPR tidak lagi menjadi sebuah lembaga tertinggi dan memegang kedaulatan rakyat sebab kedaulatan langsung berada di tangan rakyat. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Pertimbangan Agung (DPA).7. di samping terdapat beberapa lembaga baru.

29 . Beberapa hal yang berubah setelah UUD 1945 mengalami perubahan antara lain : 1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan oleh rakyat secara langsung (pasal 6A ayat 1). Kekuasaan Legislatif Setelah perubahan UUD 1945 kekuasaan legislatif memiliki fungsi dan kedudukan sebagai berikut.b. 2) Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (pasal 5 ayat 1). 1) Memegang kekuasaan membentuk UU (pasal 20 ayat 1). 3) Masa jabatan presiden dibatasi hanya sampai dua kali periode (pasal 7). 5) Dalam mengangkat duta dan konsul serta menerima duta negara lain. tanda jasa dan gelar lainnya diatur oleh undang-undang (pasal 15) 9) Penyataan perang atau membuat perjanjian internasional yang menyangkut akibat yang luas harus disetujui oleh DPR (pasal 11). 4) Presiden tidak dapat membubarkan/membekukan DPR (pasal 7C). 6) Dalam memberikan grasi dan rehabiliatasi harus memperhati kan pertimbangan Mahkamah Agung (pasal 14 ayat 1) 7) Dalam memberikan amnesti dan abolisi memperhatikan pertimbangan DPR (pasal 14 ayat 2). 8) Dalam memberikan gelar. harus mempertimbangkan DPR (pasal 13 ayat 2-3). Kekuasaan pemerintah (eksekutif) Kekuasaan pemerintah dalam hal ini adalah Presiden. c.

Anggota DPD merupakan wakil-wakil dari tiap provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Setiap provinsi memiliki wakil sebanyak 4 orang. 4) Melakukan pengawasan pelaksanaan UU yang berkaitan dengan otonomi daerah yang kemudian akan melaporkannya ke DPR untuk ditindak lanjuti (pasal 22D ayat 3) d. peradilan agama. Kedudukan dan fungsi DPD ini antara lain : 1) Anggota DPD dipilih melalui pemilihan umum (pasal 22C ayat 1). anggaran dan pengawasan (pasal 20A ayat 3) Anggota DPR berhak mengajukan usul rancangan undangundang (pasal Selain DPR terdapat Dewan Perwakilan Daerah (DPD). peradilan militer. Untuk lebih jelasnya mari kita ikuti uraian berikut ini : 1) Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh Mahkamah Agung dan peradilan yang ada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum. Kekuasan Yudikatif Kekusaan kehakiman yang ada di negara kita setelah perubahan konstitusinya ada tiga yakni Mahkamah Agung. 2) Berhak mengajukan RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah (pasal 22D ayat 1). peradilan tata usaha negara dan Mahkamah Konstitusi (pasal 24 ayat 2 30 . Komisi Yudisial dan Mahkamah Konstitusi. 3) DPD ikut serta dalam membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah (pasal 22D ayat 2).2) Fungsi DPR adalah legislasi.

BPK memiliki perwakilan di tiap-tiap provinsi.2) MA berwenang mengadili pada tingkat kasasi. menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang (pasal 22A ayat 1). memutus pembubaran partai politik dan memutus perselisihan hasil pemilu (pasal 24C ayat 1). memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh undang-undang dasar. 4) Pengangkatan Komisi Yudisial oleh Presiden dengan mempertimbangkan persetujuan DPR. Dalam pasal 23 dinyatakan bahwa BPK harus bebas dan mandiri. DPD dan DPRD. Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD yang kemudian akan diresmikan oleh Presiden. 31 . berbeda dengan bunyi pasal sebelum dirubah. Badan Pemeriksa Keuangan Pengaturan BPK dalam UUD 1945 hasil perubahan yang keempat lebih rinci. Laporan yang dibuat oleh BPK diserahkan kepada DPR. 5) Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. 3) Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung (pasal 24B ayat 1). 6) Mahkamah pendapat Konstitusi dewan wajib memberikan rakyat putusan atas perwakilan mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan/atau wakil presiden menurut Undang-Undang Dasar (pasal 24C ayat 2). e.

Presiden tidak bisa membubarkan atau membekukan DPR. Hubungan dimaksud adalah sebagai berikut. Jadi apabila MPR tidak berhalangan hadir. Sebagai gantinya presiden membentuk dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat pertimbangan kepada presiden (pasal 16). 1) Hubungan Presiden dengan lembaga lainnya Dalam pasal 5 ayat 1 UUD 1945 (naskah perubahan UUD 1945 pertama). Presiden harus mendapat persetujuan DPR bila akan menyatakan perang. Apabila diterima oleh DPR.UD 1945 hasil perubahan menghapus Dewan Pertimbangan Agung (DPA). apalagi bila DPR hadir semua berjumlah 550. UUD 1945 mengatur hubungan antarlembaga negara. maka presiden bersumpah dihadapan DPR. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain (pasal 11 UUD 1945 hasil perubahan ketiga). Selain menetapkan lembaga-lembaga negara. maka RUU tersebut akan disahkan dan ditanda tangani oleh Presiden. Presiden berhak mengajukan rancangan undangundang terhadap DPR. selanjutnya presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR 32 . presiden sebelum memangku jabatannya akan bersumpah dihadapan MPR atau DPR. karena pada hakikatnya itu DPR termasuk MPR juga. Di dalam pasal 9 ayat 1 UD 1945. Kemudian DPR bersama Presiden akan membahas bersama RUU (pasal 20 ayat 2). Pernyataan tersebut terdapat dalam pasal 7C UUD 1945 (naskah perubahan UUD 1945 ketiga). jumlah tersebut sudah melebihi 2/3 anggota MPR. Antara presiden dan DPR tidak bisa saling menjatuhkan. begitu pun juga DPR tidak bisa memberhentikan presiden.

Hakim konstitusi diajukan oleh DPR.bila mengangkat duta/konsul. Presiden dan wakil presiden terpilih dalam pemilu akan dilantik oleh MPR (pasal 3 ayat 1). MPR dapat memberhentikan Presiden sebelum masa jabatannya habis bila presiden melanggar hukum. dan Presiden sendiri. Anggota Komisi Yudisial diangkat dan diberhentikan oleh presiden dengan persetujuan DPR (pasal 24B ayat 3). 2) Presiden dengan MPR Presiden dan wakil presiden tidak lagi dipilih MPR. 3) Presiden dengan Lembaga Yudikatif Dalam memberikan grasi dan rehabilitasi presiden harus memperhatikan pertimbangan dari Mahkamah Agung (pasal 14 ayat 1 UUD 1945). Hakim Agung ditetapkan oleh presiden yang sebelumnya mendapat persetujuan dari DPR. Hakim konstitusi ditetapkan oleh Presiden. hak interpelasi. Presiden akan mengajukan RAPBN kepada DPR. Salah satu fungsi DPR adalah anggaran dan pengawasan. DPR juga mengawasi jalannya pemerintahan/kebijakan presiden dengan menggunakan hak budget. memberikan amnesti dan abolisi (Pasal 13 dan 14 UUD 1945). hak usul resolusi dan hak konfirmasi ataupun memilih calon pejabat tertentu. MA. Mahkamah Konstitusi memberikan 33 . akan tetapi pemilihan dilakukan langsung oleh rakyat. menerima penempatan duta negara lain. RAPBN akan dibahas oleh DPR dan Presiden dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan daerah. Presiden mengucapkan sumpah sebelum menjabat dihadapan MPR.

sebab meskipun isstilah yang dipakai berbeda namun obyeknya tetap sama.II/MPR/1983 tentang GBHN serta pidato-pidato resmi Kepala Negara. Istilah tersebut mirip dengan istilah yang resmi dipakai di dalam UUD yang pernah berlaku di Indonesia yaitu UUDS 1950.5 tahun 1986. menggunakan istilah Hukum Tata Usaha Pemerintahan (Vide Peradilan Tata Usaha Pemerintahan). Pokok-Pokok Hukum Administrasi Negara 1.putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran Presiden dan/atau Wakil Presiden. yaitu Undang-undang tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Selanjutnya istilah ini dipakai pula secara resmi sebagai nama bagi UU No. Istilah dan Pengertian Administrasi Negara Di kalangan ahli hukum dan berbagai peraturan perundangan serta kurikulum di Fakultas Hukum terdapat beberapa istilah-istilah yang berbeda untuk bidang ilmu ini. Istilah Hukum Tata Usaha Negara ditemukan secara resmi di dalam UU No. Sedangkan menurut Wirjono Prodjodikoro. Undang-undang yang 34 . Tugas : diskusikan bagaimana kedudukan lembaga-lembaga negara pasca perubahan UUD 1945 B. Perbedaan istilah tersebut tidaklah berarti ada perbedaan objek studi. Di antara istilah-istilah itu ialah Hukum Tata Pemerintahan. Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Usaha Negara. 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat No. Namun.0198/U/1972 tentang Pedoman Kurikulum Minimal secara resmi menggunakan istilah Hukum Tata Pemerintahan (Pasal 5C dan pasal 10 ayat 2). Dalam Peraturan Perundang-undangan menurut surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.

misalnya menulis buku berjudul “Inleiding in het Administratief Recht van Indonesia” yang diterjemahkan dengan “Pengantar Hukum Administrasi Negara”. tersebut menggunakan istilah Hukum Administrasi Negara (HAN). S. Universitas Airlangga dan Universitas Islam Indonesia (sampai dengan tahun 1986) menggunakan istilah Hukum Tata Pemerintahan. Sejak tahun 1986/1987 berdasarjan SK Rektor No.disebutkan terakhir tidak hanyamenggunakan satu istilah “Tata Usaha Negara” saja sebab di dalam pasl 144 UU tersebut ditegaskan juga bahwa “UU ini dapat disebut Undang-undang Peradilan Administrasi Negara”. Sunaryati Hartono dan E. Sarono.Prayudi Atmosudirdjo. 4 Tahun 1986 menggunakan istilah Hukum Administrasi Negara. Jadi dalam peraturan-peraturan yang resmi sekalipun istilah yang digunakan untuk lapangan studi ini tidaklah terlalu sama. 35 . Utrecht pada simposium dengan makalah menggunakan istilah Administrasi Negara. Sarjana lain seperti Rochmat Soemitro . ada istilah lain yang hampir mirip yaitu istilah hukum Tata Usaha Indonesia. WF. sedangkan Universitas Gadjah Mada. Dalam Kurikulum Perguruan Tinggi Dalam Kurikulum Perguruan Tinggi digunakan istilah yang berlainan. b. Kemudian keluarnya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pandangan para Sarjana Istilah Hukum Administrasi Negara banyak di jumpai di bebagai literatur. misalnya saja Universitas Padjadjaran dan Universitas Sriwijaya pernah menggunaka istilah Hukum Tata Usaha Negara. a. kemudian UII sejak tahun 1987/1988 menerapkan istilah Hukum Administrasi Negara.Prins.

Romeijn dan G. J. Istilah asal lainnya yaitu istilah Belanda “Bestuursrecht”. Pengertian Administrasi dalam arti sempit Administrasi dalam arti sempit berarti segala kegiatan tulis menulis. istilah itu yang diadopsi menjadi bahasa Indonesia mempunyai beberapa arti yaitu arti administrasi. ”Bestuurkunde” dan “Berstuurwetenschappen”. 2) Hukum Administrasi Negara adalah identik dengan HukumTata Pemerintahan (seperti pendapat JHPM Van der Grinten) 3) Hukum Administrasi Negara adalah lebih sempit dari hukum Tata Pemerintahan (seperti pendapat HJ. Istilah Asal Munculnya perbedaan itu disebabkan karena perbedaan terjemahan asal istilah dari lapangan studi ini atau juga disebabkan oleh perbedaan kecenderungan untuk memilih salah satu dati istilah-istilah yang berbeda-beda yang dipakai para sarjan terdahulu. surat menyurat. van Poelje).A. Pengertian a. 2. Kata bestuur dalam bahasa indonesia berarti pemerintahan. Salah satu istilah tesebut adalah istilah Belanda “Administratief Recht” dengan kata pokok “Administrasi”. ketik mengetik serta 36 . catat mencatat. dengan arti pemerintahan dan dengan arti tat usha (administrasi dalam artu sempit).c.R Stellinga mengidentifikasikan adanya 3 paham tentang hubungan antara Hukum Tata Pemerintahan dengan Hukum Administrasi Negara yaitu: 1) Hukum Administrasi Negara adalah lebih luas daripada Hukum Tata Pemerintahan (seperti pendapat Van Vollenhoven).

5) Menurut Dwight Waldo. negara atau swasta. Simon dalam bukunya “public Administration”.penyimpanan dan pengurusan masalah yang bersifat teknis ketatausahaan. Utrecht. b. 2) Menurut H. sipil atau militer dan usaha yang besar atau yang kecil. mengemukakan bahwa administrasi negara sebagai organisasi management perbekalan dan perwakilan. White. “administtration” yang pada mulanya berasal dari bahasa Latin “administrare” yang berarti to serve atau melayani. Administrasi dalam arti luas Kata administrasi berasal dari bahasa Inggris. administrasi negara adalah organisasi dan management dari manusia dan benda guna mencapai tujuan-tujuan pemerintah. administrasi atau gabungan negara sebagai complex/ambten/apparaat jabatan-jabatan administrasi yang berada di bawah pimpinan pemerintah melaksanakan tugas yang tidak ditugaskan kepada badanbadan pengadilan dan legislatif. 3) Menurut The Liang Gie. dalam bukunya “introduction on the study of public administration mendefinisikan administrasi sebagai suatu proses yanng umumnya terdapat padasemua usaha kelompok. mendefinisikan administrasi negara adalah sebagai kegiatan dari sekelompok manusia yang mengadakan usaha kerja sama untukmencapai tujuan usaha.A. 4) Menurut E. 37 . Ada beberapa pengertian administrasi menurut para ahli diantaranya: 1) Menurut Leanord D.

yaitu: 1) Sebagai aparatur negara. c. kita dapat mengambil beberapa pengertian atau definisi administrasi negara. 2) Sebagai fungsi atau sebagai aktifitas yakni sebagai kegiatan pemerintahan. aparatur pemerintah atau instansi politik (kenegaraaan).T Cansil mengemukakan tiga arti administrasi negara.6) Dalam buku karya Ddimock&Dimock. dan semua organ yang menjalankan administrasi negara. artinya sebagai kegiatan mengurus kepentingan negara. 3) Sebagai proses teknis penyelenggaran undang-undang. artinya meliputi organ yang ada di bawah pemerintah mulai dari presiden. mengenai seluruh aktifitas pemerintah yang tidak termasuk perundangan dan peradilan. Arti Hukum Administrasi Negara Setelah pengertian-pengertian teoritis tersebut di atas. Didalam buku E.S.Utrecht mengungkapkan bahwa hukum administrasi negara atau hukum tata pemerintahan mempunyai obyek yakni: 38 . Secara lebih terperinci C. administrasi negara adalah aktifitas-aktifitas negara dalam melaksanakan kekuasaan-kekuasaan politiknya. artinya meliputi segala tindakan aparatur negara dalam menjalankan undang-undang. Rahmat Soemitro mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Pemerintahan itu meliputi segala sesuatu mengenai pemerintahan yakni. menteri.

seperti dikutip oleh C. Ada dua macam sumber hukum yaitu sumber hukum materiil dan sumber hukum formal. 39 . oleh karena di Indonesia kekuasaan eksekutif dan kekuasaan administratif berada dalam satu tangan yaitu presiden maka pengertian Hukun Administrasi Negara yaitu.S. 3. 2) Sebagian aturan hukum mengenai hubungan hukum antara perlengkapan negara dengan perseorangan (privat). Sumber hukum materiil meliputi faktorfaktor yang ikut mempengaruhi materi (isi) dari aturan-aturan hukum sedangkan sumber hukum formal adalah berbagai bentuk aturan hukum yang ada. SUMBER-SUMBER HUKUM ADMINISTRASI NEGARA. yakni Hukum tata pengurusan rumah tangga negara (rumah tangga negara dimaksudkan segala tugas-tugas yang ditetapkan dengan undang-undang sebagai urusan negara). Tentang pengertian dan cakupan dari hukum administrasi negara Indonesia G.T Cansil mengemukakan bahwa. Hukum administrasi negara juga adalah perhubunganperhubungan hukum istimewa yang diadakan sehingga memungkinkan para pejabat negara melakukan tugasnya yang istimewa. Hukum Adminitrasi Negara dalam arti sempit.1) Sebagai hukum mengenai hubungan hukum antara alat perlengkapaan negara yang satu dengan alat kelengkapan negara yang lain. Pringgodigdo.

dalam studi perkembangan hukum. Sumber-sumber Filosofis Dari sudut filsafat ada dua masalah penting yang dapat menjadi sumber hukum. yaitu: 1) Undang-undang dan system hukum tertulis yang berlaku pada masa lampau di suatu tempat. b. Dari sudut sejarah ini ada dua jenis sumber hukum. Sumber hukum dari sudut historic ini yang paling relevan adalah Undang-undang dan sitem hukum tertulis dimasa lampau. c. Dapat juga dikatakan bahwa dari sudut sosiologis/ antropologis ini dapat dimaksud dengan sumber hukum adalah factor-faktor dalam masyarakat yang ikut menentukan isi hukum positif. pandangan ekonomis. Sumber Sosiologis / Antropologis Dari sudut ini ditegaskan bahwa sumber hukum materiil itu adalah seluruh masyarakat. Sumber hukum Historik ( sejarah ) Sejarah hukum atau sejarah lainnya dapat menjadi sumber hukum materiil dalam arti ikut berpengaruh atas penentuan materi aturan hukum. Karena hukum itu dimaksudkan.a. misalnya. antara lain. 2) Dokumen-dokumen dan surat-surat serta keterangan lain dari masa itu sehingga dapat diperoleh gambaran tentang hukum yang berlaku dimasa itu yang mungkin dapat diterima untuk dijadikan hukum positif saat sekarang. factor-faktor mana meliputi pandangan ekonomis. yaitu : 1) Ukuran untuk menentukan bahwa sesuatu itu bersifat adil. pandangan agamis psikologis. untuk 40 .

b) Konvensi. d. Sumber-suber hukum formal dari Hukum Adminisrasi Negara adalah: 1) Undang-undang sebagai sumber hukum formal. Sumber hukum formal Sumber hukum formal adalah sumber hukum yang berasal dari aturan-aturan hukum yang sudah mempunyai bentuk sebagai pernyataan berlakunya hukum. Sedangkan UU dalam arti materill adalah suatu penetapan kaidah hukum dengan tegas sehingga kaidah hukum itu mempunyai sifat mengikat. Konvensi yang menjadi sumber hukum administrasi negara adalah praktek dan keputusan-keputusan pejabat 41 . Hukum itu diciptakan agar ditaati. Untuk mengikatnya satu aturan hukum menurut Laband harus ada dua unsur secara bersama bagi aturan hukum itu yakni anordnung (penetapan secara tegas) dan „rechtssats‟ (peraturan atau isi hukumnya itu sendiri). Di Indonesia misalnya yang dimaksud dalam UU dalam arti formal adalah setiap produk hukum yang dibuat oleh Presiden bersama DPR (lihat pasal 5 ayat 1 dan pasal 20 ayat 1 UUD 1945).menciptkan keadilan maka hal-hal yang secara filosofis dianggap adil dijadikan juga sumber hukum materiil. 2) Faktor-faktor yang mendorong seseorang mau tunduk pada hukum. oleh sebab itu semua factor yang dapat mendorong seseorang taat pada hukum harus diperhatikan dalam pembuatan aturan hukum positif. UU dalam arti formal adalah setiap peraturan (keputusan pemerintah) yang isinya dikaitkan dengan cara terjadinya.

Padahal menurut hukum positif yang mengatur tentang hak uji materill tersebut hanya terletak pada Mahkamah Agung dalam pemeriksaan di tingkat kasasi. Pasal 26 UU No. 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman menyatakan bahwa : 42 .administrasi negara atau hukum tak tertulis tetapi dipraktekan di dalam kenyataan oleh pejabat administrasi negara. Tidak semua praktek dan keputusan pejabat administrasi negara menjadi sumber hukum yang konvensional dengan sendirinya. Keputusan hakim (yurispendensi) yang dapat menjadi sumber hukum administrasi negara adalah keputusan hakim administrasi atau hakim umum yang memutus perkara administrasi negara.  Keputusan yang berlaku tanpa ada peluang atau kemungkinan untuk adanya administratif beroep (yakni yang biasanya tidak mengena hak-hak orang lain). Keputusan hakim bisa juga menjadi sumber hukum formal dari HAN. Sebab setiap keputusan pejabat administrasi negara bisa menimbulkan dua macam respons yaitu :  Keputusan yang memberi kesempatan bagi yang terkena untuk minta banding (beroep). Masalah lain yang berkaitan dengan hal tersebut ialah bahwa dengan adanya kewenangan bagi hakim untuk membuat tafsiran terhadap aturan yang ada maka berarti hukum mempunyai hak uji material (toetsingrecht atau judicial review) bagi peraturan perundangan yang berlaku. c) Yurispendensi.

 Putusan tentang pernyataan tidak sahnya peraturan perundang-undangan dapat diambil berhubung dengan pemeriksaan dalam tingkat kasasi. Dengan demikian ada pembatasan-pembatasan tertentu dalam pengaturan hak uji materill ini. Pencabutan dari peraturan perundang-undangan yang dinyatakan tidak sah tersebut dilakukan oleh instansi yang bersangkutan.  Hak menguji itu hanya dapat dilakukan dalam pemeriksaan perkara di tingkat kasasi (berarti tidak boleh dilakukan oleh hakim pengadilan negeri maupun hakim pengadilan tinggi. yaitu :  Hak uji materill hanya mungkin untuk peraturan perundang-undangan yang derajatnya di bawah UU (PP ke bawah). III tahun 1978 tentang Kedudukan dan Hubungan Tata Kerja Lembaga Tertinggi Negara dengan/atau antar Lembaga-lembaga Tinggi Negara dalam pasal 11 ayat 4 menyebutkan bahwa. “Mahkamah Agung mempunyai wewenang menguji secara materill hanya terhadap peraturan-peraturan yang di bawah Undangundang”. IV tahun 1973 yang dikuatkan dengan Tap MPR No. Mahkamah Agung berwenang untuk menyatakan tidak sah semua peraturan perundangan dari tingkat yang lebih rendah dari Undang-undang atas asalan bertentangan dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi. sebab pencabutannya hanya 43 .  Pernyataan tidak sahnya satu peraturan perundangan berdasarkan hasil hak uji belum berarti pencabutan secara otomatis bagi peraturan itu. Selanjutnya Tap MPR No. dan berarti juga bahwa adanya hak uji diperlukan adanya perkara lebih dulu).

Doktrin atau pendapat para ahli dapat pula menjadi sumber hukum formal Hukum Administrasi Negara. Latihan : Diskusikan dengan teman sekelompok mengenai dampak perubahan UUD 1945 terhadap peran. sebab pendapat para ahli itu dapat melahirkan teori-teori dalam lapangan Hukum Administrasi Negara yang kemudian dapat mendorong timbulnya kaidah-kaidah HAN. fungsi dan kedudukan dan Ketetapan MPR! 44 .dapat dilakukan oleh instansi yang mengeluarkan peraturan perundangan yang bersangkutan. d) oktrin.

Walaupun hukum adat dilaksanakan dalam kehidup an sehari-hari. cara hidup dan pandang an hidup yang keseluruhannya merupakan kebudaya an masyarakat tempat hukum adat itu berlaku. PERISTILAHAN. unsur serta definisi hukum adat adalah untuk mendapatkan pengertian tentang. Selanjutnya dalam pengantar hukum adat ini dikaji juga mengenai sejarah perkembangan hukum adat dan menfaatnya mempelajari hukum adat. Hukum adat adalah merupakan bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia. Hukum Adat senantiasa tumbuh dari suatu kebutuhan hidup yang nyata. dalam A. DAN DEFINISI HUKUM ADAT 1. Juga sering orang mencampur-adukkan antara pengertian adat yang mengandung sanksi yaitu hukum adat dengan pengertian adat yang tidak mengandung sanksi yaitu kebiasaan saja. maka perlu diketahui dasar hukum berlakunya hukum adat tersebut."Apakah hukum adat itu"?Karena hukum adat adalah merupakan hukum positif bagi bangsa Indonesia. Oleh sebab itu dengan mempelajari hukum adat berarti kita telah mempelajari sebagian dari kebudayaan bangsa kita. tapi banyak orang yang kurang menyadari bahwa mereka melaksanakan hukum adat. Orang yang pertama kali memakai 45 . Peristilahan Tentang Hukum Adat Istilah hukum adat ini merupakan terjemahan dari istilah dalam bahasa Belanda "Adatrecht". UNSUR. Pengkajian mengenai peristilahan tentang hukum adat. yang merupakan pedoman bagi sebagian besar orang-orang Indonesia dan dipertahankan pegaulan hidup sehari-hari baik di kota maupun di desa.BAB IV POKOK-POKOK HUKUM ADAT Pengantar Hukum Adat adalah hukum tidak tertulis.

sebelum istilah adatrecht dipakai dalam perundang-undangan. hukum adat itu dinyatakan dalam berbagai istilah. Ia mengumpul kan data-data tentang hukum adat dan disusunnya secara sistimatis. Pada permulaan abad ke 20.istilah adatrecht ini adalah Snouck Hurgronje. dan kadang-kadang berarti kebiasaan saja. Hasil karyanya yang terkenal mengenai hukum adat adalah "Het Adatrecht Van Nederlandsch Indie" dan "De Ontdekking Van Het Adatrecht". jika dilanggar tidak ada sanksinya. ia belum pernah menginjakkan kaki di bumi Indonesia. Di dalam pergaulan hidup sehari-hari istilah "hukum adat" itu sendiri jarang diucapkan orang banyak. Nederburgh. Sebelumnya. 46 . Kemudian pemakaian istilah adatrecht itu dilanjutkan oleh Cornelis van Vallenhoven sebagai istilah teknis-juridis. yang sering didengar hanya kata "adat" saja. "kebiasaan". Juynboll dan Scheuer sudah memakai istilah adatrecht dalam literatur (kepustakaan) tentang hukum adat. Buku ini ditulis nya tatkala ia mengamati perang Aceh. Apa yang disusunnya mengenai hukum adat Indonesia tersebut sesuai dengan kenyataannya. yaitu untuk pertama kali dipakai dalam undangundang Belanda mengenai perguruan tinggi di negeri Belanda. Istilah adatrecht tersebut dipakai dalam bukunya "De Atjehers" dan Het Gayoland". Ia dapat dianggap sebagai bapak hukum adat Indonesia. yaitu jika dilanggar ada sanksinya. Dalam perundang-undangan dipakai istilah "godsdientige wetten" (undangundang agama) lembaga rakyat. lembaga asli . sedangkan pada saat penyusunan datadata itu. Istilah "adatrecht"itu baru muncul dalam perundang undangan pada tahun 1920. Dalam kenyataan kata "adat" yang diucapkan orang banyak itu kadangkala mengandung arti hukum. Sedangkan kata "adat" ini berasal dari bahasa Arab yang berarti "kebiasaan".

adat .basa (bicara) . Jadi hukum (adat) mereka yang beragama Islam adalah hukum Islam. Tapi mendapat tantangan dari Snouck Hurgronje dan Van Vollen hoven.Minahasa dan Maluku . Pendapat Van den Berg ini disokong oleh Keyzer. 2. Unsur Hukum Adat Pemakaian istilah godsdienstige wetten atau undang-undang agama untuk menyatakan hukum adat mencapai puncaknya pada bagian kedua abad ke 19. yaitu masyarakat Indonesia tidak mempunyai hukum adat yang asli.Di beberapa daerah di Indonesia dipakai berbagai istilah pula tentang "Hukum Adat" itu. dengan teorinya "Receptio in 47 . Kalau diperhatikan dengan seksama teori van den Berg ini. karena semuanya merupakan resepsi dari agama yang dianutnya. yang beragama Hindu adalah hukum Hindu.Gayo . yang beragama Katolik adalah hukum Katolik dan seterusnya.lembago atau adaik lumbago . hukum (adat) suatu golongan atau masyarakat adalah hasil penerimaan bulat-bulat atau resepsi seluruhnya dari hukum agama yang dianut oleh golongan masyarakat itu. Kekeliruan dalam pengertian hukum adat dalam praktek maupun dalam perundang-undangan pada zaman itu dipengaruhi oleh van den Berg Complesen" Menurut teori ini.misalnya di daerah: .Batak Karo .adat dan ngadat .Jawa Tengah dan Jawa Timur .Minangkabau .adat kebiasaan. Sedangkan semua agama itu tidak ada yang berasal dari Indonesia. ada hal yang tersirat dalam teori tersebut.Sunda .adat (eudeut) .

diresepsi dalam hukum adat. anak-anak mewaris dari ayahnya. Hanya sebagian kecil saja yang tertulis (seperti awig-awig di Bali. tidak semua bagian hukum agama diterima. bahwa hukum keluarga. merupakan hukum adat yang asli. yang hubungannya erat dengan kepercayaan dan hidup batin.piagam- 48 .Hanya beberapa bagian tertentu saja dari hukum adat dipengaruhi oleh hukum agama yang dianut masyarakat yang bersangkutan. walaupun pengaruh agama itu tidak begitu besar dan terbatas pada beberapa daerah saja. terutama bagian dari hidup manusia yang sifatnya mesra. dan bagian anak laki-laki dua kali anak perempuan. Terlihat nyata perbedaan hukum waris menurut adat Minang dengan hukum waris Islam. Unsur yang asli itu pada umumnya tidak tertulis. Menurut Ter Haar. anak-anak mewaris melalui ibu. Van Vollen hoven menarik kesempulan dari hasil kompromi kaum Umayah dan kaum Madinah. Ter Haar membantah sebagian pendapat Snouck Hergronje. sedangkan masyarakatnya adalah pemeluk agama Islam yang taat. Menurut hukum waris adat Minangkabau. Dengan kata lain ia berpendapat bahwa hukum adat itu mempunyai unsur-unsur asli maupun unsur-unsur keagamaan. Ia memberikan contoh hukum waris di daerah Minangkabau. sedangkan menurut hukum waris Islam. Bagian-bagian itu adalah : hukum keluarga. hukum perkawinan dan hukum waris. hukum waris dan wakaf dipengaruhi oleh hukum Islam. yaitu himpunan norma-norma yang cocok dengan susunan dan struktur masyarakat dalam alam Minangkabau.Menurut Snouck Hurgronge. Jadi unsur hukum adat itu ada yang asli dan unsur yang tidak asli. hukum waris merupakan hukum adat yang asli yang tidak dipengaruhi oleh Hukum agama. hukum perkawinan.

serta pengaruh (invloed) dan 49 . Merumuskan definisi mengenai hukum adat menurut Bushar Muhammad para ahli mengalami kesulitan karena:   Hukum adat masih dalam pertumbuhan Hukum adat selalu dihadapkan pada dua keadaan yang sifatnya bertentangan. Berikut ini dikemukakan beberapa definisi dari para ahli atau para peminat dalam hukum adat. Van Vollen hoven. atau peminat hukum adat mencoba mengemukakan definisi tentang hukum adat. Namun demikian.keputusan para fungsionaris hukum (dalam arti luas) yang mempunyai wibawa (macht). Hukum Adat adalah ( dengan mengabaikan bagian-bagiannya yang tertulis yang terdiri dari peraturan-peraturan desa. artinya tidak tertulis dalam bentuk kitab Undang-undang yang tertentu susunannya". seperti :    tertulis atau tidak tertulis sanksinya pasti atau tidak pasti sumber dari raja. patokan-patokan pada daun lontar).atau dari rakyat dan sebagainya. memberikan definisi tentang Hukum Adat ialah : "keseluruhan aturan tingkah laku positif yang disatu pihak mempunyai sanksi (oleh karena itu adalah hukum) dan dipihak lain tidak dikodifikasikan. tidak berpengaruh. Definisi Hukum Adat Dalam mempelajari sesuatu. Unsur yang tidak asli yaitu yang datang dari luar sebagai akibat persentuhan dengan kebudayaan lain dan pengaruh hukum agama yang dianut. dan sering dapat diabaikan saja.piagam perintah raja. surat-surat perintah raja ) keseluruhan peraturan yang menjelma dalam keputusan. Menurut Ter Haar. 3. untuk mendapatkan gambaran apa yang dipelajari sebaiknya diketahui definisi apa yang dipelajari tersebut. ada juga beberapa ahli atau para sarjana.

Misalnya definisi hukum adat dari Hazairin. DASAR HUKUM BERLAKUNYA HUKUM ADAT Hukum adat yang dilaksanakan pada saat ini. kesemua inilah merupakan "adat" atau "hukum adat" yang tidak tertulis yang disebut oleh pasal 32 Undang-undang Dasar Sementara Tahun 1950. dan lain-lain. adalah merupakan hukum positif di Indonesia. rapat desa. tentu ada dasar hukum atau 50 . wali tanah.yang dalam pelaksanaannya berlaku dengan serta merta (spontan) dan dipatuhi dengan sepenuh hati. ia mengabaikan bagian yang tertulis dan mengartikan hukum adat itu sebagai hukum tidak tertulis dalam arti luas. hukum yang hidup sebagai peraturan kebiasaan yang dipertahankan di dalam pergaulan hidup baik di kota-kota maupun di desa desa (Customary Law). Bushar Muhammad. Soekanto. istilah "Hukum Adat" dipakai sebagai sinonim dari hukum yang tidak tertulis di dalam peraturan legeslatif (Unstatutory Law). hukum yang timbul karena putusan-putusan hakim (Judgemade Law). Dewan perwakilan rakyat dan sebagainya).DR. Kalau hukum adat merupakan hukum positif. bahwa hukum adat yang berlaku itu dapat diketahui dalam bentuk keputusan-keputusan para fungsionaris hukum(hakim. petugas-petugas di lapangan agama dan petugas desa lainnya). atau teori keputusan. kepala adat. Menurut Prof.Soepomo. hukum yang hidup sebagai konvensi di badan-badan Negara (parlemen. Definisi yang dikemukakan Ter Haar ini terkenal dengan nama "beslissingenleer". Kusumadi C. Dalam definisi Soepomo. karena pada saat ini berlaku di Indonesia. Mengenai definisi tentang hukum adat yang lain silakan anda cari di dalam buku-buku tentang hukum adat. Terlihat.

Silakan dicari yang lainnya dalam Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950 tersebut. Di dalam undang-undang nomor 14 tahun 1970 itu ada beberapa pasalnya yang memperlihatkan berlakunya hukum adat atau hukum tidak tertulis. Tapi dari pasal 24 ayat 1.perundang. dasar hukum berlaku nya hukum adat itu adalah pasal II Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945 juncto pasal 131 Indische Staats regeling ayat 2 sub b. diganti dengan Undang-undang nomor 14 tahun 1970. Di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang dinyatakan berlaku kembali dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. misalnya pasal 32. Diantara pasal-pasal tersebut adalah :  Pasal 23 (1) yang isinya sama dengan pasal 17 Undang undang nomor 19 tahun 64 yang berbunyi : "Segala putusan Pengadilan selain harus memuat alasan-alasan dan dasar-dasar putusan itu.undangan berlakunya. Tidak satu pasalpun dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebut-nyebut hukum adat atau hukum tidak tertulis. juga harus memuat pula pasal-pasal tertentu dari peraturan-peraturan yang bersangkutan atau sumber hukum tak tertulis yang dijadikan dasar 51 . Pada permulaan kita merdeka. tetapi karena ada pasal dari Undang-undang tersebut yang bertentangan dengan jiwa Undang-Undang Dasar 1945. dijabarkan aturan pelaksanaannya Dari pasal 24 ini telah tentang yaitu "Undang-Undang ketentuan-ketentuan pokok kekuasaan kehakiman". yang berbunyi: "kekuasaan kehakiman dilaksanakan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain Badan Kehakiman". pada tahun 1964 yang dikenal dengan Undang-Undang nomor 19 tahun 1964. maka pada 17 Desember 1970. tetap tidak ada satu pasalpun yang menyebut berlakunya hukum adat. dengan judul yang sama. Kalau dalam Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950 banyak pasal-pasalnya menyebut tentang hukum adat. pasal 104 ayat 1. undangundang nomor 19 tahun 1964 itu dicabut.

wajib menggali."  Pasal 27 (1) yang isinya hampir sama dengan pasal 20 (1) Undangundang nomor 19 tahun 1964. gagasan. yaitu wujud kebudayaan :sebagai suatu kompleks dari ide-ide. Hukum adat adalah termasuk wujud ideal. mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat". hukum suatu masyarakat mengikuti Volksgeist (jiwa/semangat rakyat) dari masyarakat tempat hukum (adat) itu berlaku. Masing-masing masyarakat mempunyai kebudayaan dan cara berfikirnya yang belum tentu sama. HUKUM ADAT MERUPAKAN SALAH SATU ASPEK KEBUDAYAAN Menurut Koentjaraningrat.untuk mengadili. Karena Volksgeist masingmasing masyarakat berbeda-beda atau belum tentu sama. Jadi Undang-undang nomor 14 tahun 1970 ini dapat dijadikan dasar hukum atau perundang undangan berlakunya hukum adat pada saat ini. Dalam penjelasan Undang-undang nomor 14 tahun 1970 bagian 7 memberi petunjuk bahwa yang dimaksud dengan hukum tidak tertulis dalam Undang-undang ini adalah hukum adat. D. Sebagai benda-benda hasil karya manusia (wujud fisik). Hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat mencerminkan corak dan sifat masyarakat yang bersangkutan. kebudayaan itu mempunyai paling sedikit tiga wujud. norma-norma peraturan dan sebagainya (wujud ideal) Sebagai suatu kompleks aktivitas kelakukan berpola dari manusia dalam masyarakat (wujud sosial). maka 52 .Menurut Von Savigny. yang berbunyi : "Hakim sebagai penegak hukum dan keadilan. Cirero kurang lebih 2000 tahun yang lalu menyatakan : "Ubi societas ibi ius" (dimana ada masyarakat di situ ada hukum (adat). nilai-nilai.

yaitu: religio magis komunal kontan (tunai) kongkret (visual). FD Halleman yang pernah menjabat guru besar dalam mata pelajaran Hukum Adat di Leiden.hukumnya pun belum tentu sama atau berbeda-beda. SEJARAH PERKEMBANGAN HUKUM ADAT Hukum adat itu merupakan sesuatu yang hidup dalam masyarakat. perhatian dan pendirian para sarjana. Van Vollenhoven telah menjabarkan secara lengkap mengenai 53 . menyimpulkan adanya empat sifat umum Hukum Adat Indonesia. Bagaimana tanggapan. cara hidup dan pandangan hidup yang keseluruhannya merupakan kebudayaan masyarakat tempat "hukum adat" itu berlaku. corak dan sifat masyarakat Indonesia. Hukum adat Indonesia merupakan bagian dari kebudayaan. maka "Hukum Adat" itu senantiasa tumbuh dari suatu kebutuhan hidup yang nyata. para ahli dan peminat-peminat lainnya terhadap hukum adat dari dulu sampai sekarang. atau cara     berfikir masyarakat Indonesia. kita perlu mempelajari. E. Oleh sebab itu untuk memahami Hukum Adat itu. struktur berfikir. yang dipandang sebagai satu kesatuan. dalam pidato inaugurasinya yang berjudul "Corak Kegotong royongan di dalam kehidupan hukum Indonesia". Sebagaimana halnya dengan sistem hukum di bagian lain di dunia ini. Dengan kata lain merupakan penjelmaan kepribadian bangsa Indonesia. khususnya yang berhubungan dengan bidang hukum. yaitu sesuatu gejala sosial yang hidup. yang mengikuti Volksgeist dan cara berfikir bangsa Indonesia.

Memperhatikan penjelasan Van Vollenhoven dapat terlihat bahwa hukum adat Indonesia itu ditemukan sejak orang asing menyadari bahwa masyarakat Indonesia mempunyai sekumpulan peraturan-peraturan hukum yang khas yang mengatur tingkah laku. Dari buku Van Vollenhoven "De Ontdekking van het adatreacht" dapat disimpulkan oleh Bushar Muhammad. Hal ini tidak ada di negara asalnya. mengatur hidup kemasyarakatan. Dan juga dapat terlihat sejak kapan hukum adat Indonesia itu ditemukan. 90 % dari mereka adalah orang Barat. bahwa hukum adat Indonesia itu ditemukan sejak orang asing menyadari bahwa masyarakat Indonesia itu mempunyai sekumpulan peraturan-peraturan hukum yang mengatur tingkah laku. yang disadari oleh orang asing tersebut hal yang seperti itu tidak ada di negara atau kampung asalnya. Mengenai sejarah perkembangan hukum adat ini dapat dikelompokkan dalam sejarah perintis penemuan hukum adat.peminat lain terhadap hukum adat.perhatian terhadap hukum adat dan penemuan hukum adat dalam bukunya "De Ontdekking van het adatrecht" Dari jabaran Van Vollenhoven tersebut oleh Soekanto telah dipersingkatnya dalam buku"Meninjau Hukum Adat Indonesia". Dalam buku Van Vollenhoven telah dijelaskannya siapa-siapa yang telah berjasa menyelidiki. Pada umumnya Hukum Adat itu ditemukan oleh orang orang yang hidup di luar lingkungan masyarakat hukum adat itu sendiri. mengantur hidup kemasyarakatan yang menentukan dan mengikat karena mempunyai sanksi. menganalisa. yang menentukan serta mengikat karena mempunyai sanksi. menulis dan menyusun hukum adat itu. yaitu para sarjana. dan dipatuhi oleh anggotanya. Peraturanperaturan hukum itu pada umumnya tidak tertulis namun dipatuhi oleh masyarakat hukum adatnya. para ahli dan peminat. melaporkan. sejarah 54 .

seorang Belanda. Perintis Penemu Hukum Adat. Raffles yang pernah menjadi Letnan-Gubernur Inggeris di pulau Jawa dari tahun 1811 . Buku itu berisikan laporan tentang pemerintahan. 1. Penyelidikan dan pelajaran hukum adat Indonesia yang diadakan Raffles dimuat dalam suatu skema pajaktanah yang dapat dibaca dalam "Substance of a Minute". dapat dimasukan kedalam kelompok perintis penemu hukum adat. Hasil karyanya yang dikenal dengan judul "The History of Sumatera" yang dipublikasikan pada tahun 1783. Periode sampai tahun 1865 disebut zaman perintis oleh Van Vollenhoven dalam bukunya "De Outdekking van het adatrecht". Hasil karya Raffles yang dipublikasikan dikenal sebagai "History of Jawa". hukum. Herman Warner Muntinghe. karena padanyalah timbul kesadaran tentang kesatuan dan hubungan tali-temali dari daerah dan golongan suku-suku bangsa. yang di dalam perjalanan sejarah selanjutnya dari abad ke 19. kebiasaan dan adat sopan-santun orang-orang pribumi.penemuan hukum adat dan sejarah politik hukum adat. tetapi masih belum mengenal istilah "adatrecht".1816. Istilah adatrecht untuk pertama kali dipakai oleh Souck Hurgronje. Marsden disebut sebagai pionir dalam perintis penemuan hukum adat oleh Van Vollenhoven. yang keseluruhannya digolongkan-nya dalam kompleks yang lebih luas yaitu Melayu-polinesia. Raffles masih 55 . Seorang Inggeris yang bernama Marsden dapat dianggap sebagai pionier dalam perintis penemu hukum adat Indonesia. Muntinghe adalah orang Barat yang pertama yang secara sistimatis memakai istilah "adat". disebut Daerah Indonesia" dan "Orang Indonesia". Ia adalah penemu desa di Jawa sebagai suatu persekutuan hukum (rechtsgemeenshap) yang asli dengan organisasi sendiri dan hak-hak sendiri atas tanah.

baginya hukum adat itu adalah hukum rakyat asli. yang bertugas di Lombok dan Bali. J. Raffles dan John Crawfurd. Pengalamannya dituliskan dalam buku yang berjudul "History of the East Indian Archipelago" yang terbit tahun 1820. yaitu Wilken. ada tiga orang perintis penemu hukum adat. Crawfurd adalah seorang dokter. Ia seperti Marsden. tapi kemudian diserahkan tugas politik. Tapi dia sudah melihat hukum agama itu hanya sebagian kecil saja dari hukum asli. Menurut Van Vollenhoven. dalam sebuah himpunan "Opstellen Over Adatrecht". Wilken seorang anak Indo dari Menado.A. Penemu Hukum Adat. Ada tiga orang yang dapat dikelompokan Van Vollenhoven sebagai penemu hukum adat. orang Belanda. yang ketiga-tiganya orang Inggeris yaitu : Marsden. Liefrinck dan Snouck Hurgronje. Kemudian pada tahun 1926 Osenbruggen menerbitkan hanya beberapa karangan Wilken saja tentang hukum adat. Liefrinck. Pada umur 22 tahun datang ke Indonesia sebagai pamongpraja di berbagai daerah di Indonesia yang kemudian menjadi ilmuwan. juga melihat Indonesia sebagai suatu keseluruhan yang bulat yang tidak terpisah-pisahkan. Ia sudah memberikan tempat tersendiri tentang hukum adat. diantaranya sebagai duta di Kraton Jogjakarta. F. Pandangannya tentang hukum adat adalah merupakan campuran dari adat istiadat asli dan hukum Hindu serta Islam.mencampur aduk pengertian hukum agama dengan hukum asli (hukum adat). Ia belum memakai istilah adatrecht. Metode yang dipakainya adalah metode etnologi perbandingan. tidak mencampur adukan hukum agama dengan hukum asli. 2. tapi dibesarkan di Nederland. Ia juga telah memberikan tempat tersendiri terhadap 56 . seorang pamongraja. Pada tahun 1912 semua karangan Wilken dikumpulkan oleh Van Ossenbruggen dalam sebuah himpunan De Verpreide geschriften.

Dalam karya Van Vollenhoven berhubung dengan pelajaran hukum adat. Liefrinck dan Souck Hurgronje. Diantara Wilken. Ia adalah orang yang pertama kali memakai istilah adatrecht. yaitu Bali dan Lombok. Terdahulu telah disebutkan bahwa Snouck Hurgronje adalah orang pertama memakai istilah "adatrecht". dengan meyakinkan pembentuk Undang-undang itu bahwa hukum adat adalah hukum yang hidup yang mempunyai suatu jiwa dan sistem sendiri. yaitu Van Vollenhoven:  menghilangkan kesalah-fahaman yang melihat hukum adat identik dengan hukum agama (Islam)  membela hukum adat terhadap usaha pembentuk Undang undang untuk mendesak atau menghilangkan hukum adat. 57 . ada tiga hal yang penting. dengan ditemukannya istilah adatrecht itu. Ia adalah seorang sarjana bahasa yang menjadi negarawan. berbeda dari kelaziman dan keyakinankeyakinan lain yang tidak mengandung arti hukum. Hasil karyanya yang terkenal tentang daerah-daerah di Indonesia adalah "De Acehers" yang diterbitkan pada tahun 1893 dan 1894. Hasil karyanya terbatas hanya pada lingkungan adat tertentu.hukum adat seperti Wilken. Penemu hukum adat yang ketiga disebut Van Vollenhoven ialah Snouck Hurgronje. maka Snouck Hurgronje yang paling menampakan diri dengan jelas. dan "Het Gayoland" yang diterbitkan tahun 1903. yaitu adat yang bersanksi hukum.  Membagi wilayah hukum adat Indonesia dalam 19 lingkungan hukum adat (adatrechts-krungen). Kedua-duanya mengenai hukum adatt yang terpusat pada suatu lingkungan hukum belaka dan tidak mengadakan suatu perbandingan dengan daerahdaerah lain di Nusantara.

Menurut pandangan teoritis. Ringkasnya politik hukum adat yang dilakukan sampai tahun 1928 oleh Pemerintah Belanda. pertanian. Dari tahun 1945 sampai sekarang ada 3 pandang an para ahli hukum bangsa Indonesia terhadap hukum adat. buku Soepomo dan Djokosutomo tentang "Sejarah Politik Hukum Adat" jilid I dan II. perniagaan. serta pidato Hazairin yang meramalkan sifat dan corak hukum baru di Indonesia. Politik hukum adat itu adalah kebijaksanaan. agama Kristen dan sebagainya). pendirian dan sikap terhadap hukum adat dari zaman dulu sampai sekarang. yaitu: mempertahankan hukum adat sepenuhnya dan menerima hukum adat yang positif saja serta menolak hukum adat secara keseluruhan. MANFAAT MEMPELAJARI HUKUM ADAT Setelah ditemukannya hukum adat dan munculah ilmu hukum adat. Penyelidikan tentang hukum adat semakin digiatkan dan pengajaran 58 .3. "ilmu untuk ilmu". pengetahuan tentang hukum adat yang diperoleh adalah semata-mata untuk menjamin kelangsungan penyelidikan ilmiah hukum adat dan untuk memajukan secara terus menerus pengajaran hukum adat. Singkatnya menurut pandangan teoritis ini. Dengan ditemukannya hukum adat lahirlah ilmu hukum adat dan politik hukum adat. F. Apa manfaatnya mempelajari ilmu hukum adat itu dalam kehidupan sehari-hari. Mengenai sejarah politik hukum adat ini dapat dibaca dalam buku Van Vollenhoven "De outdekking vanhet adatrecht". Oleh sebab itu hukum adat dipelajari untuk memenuhi dua tugas yaitu penyelidikan dan pengajaran. Sejarah Politik Hukum Adat. adalah ditujukan untuk perlindungan kepentingan orang Belanda (kepentingan pemerintahan. dan juga buku "Hukum Adat di Kemudian hari" dari Soepomo.

menjauhkan hukum adat dari pengaruh modernisasi. Pandangan teoritis ini sama sekali tidak memanfaatkan ilmu hukum adat yang ditemukan itu untuk kepentingan masyarakatnya. tapi ilmu untuk masyarakat. dapat diikut sertakan. pandangan "Ilmu Untuk Ilmu" mulai ditinggalkan atau dijadikan nomor dua. Di Indonesia ilmu hukum adat yang ditemukan itu dipelajari dimanfaatkan untuk pembangunan masyarakat Indonesia dalam usaha mengisi kemerdekaan dan meningkatkan kemakmuran bangsa Indonesia. yaitu:  dari sudut pembinaan hukum nasional  dari sudut mengembalikan dan memupuk kepribadian bangsa Indonesia  dalam praktek peradilan. Dengan kata lain bukan ilmu untuk ilmu. hukum adat yang tumbuh dari masyarakat Indonesia. Tentu saja hukum adat yang positif. Sesudah Perang Dunia ke I dan Perang Dunia ke II. Maka manfaatnya mempelajari ilmu hukum adat itu haruslah bersifat praktis dan nasional. Pandangan teoritis ini cenderung menyimpan hukum adat dalam sifat dan corak aslinya. masih banyak hasil produk zaman kolonial. Ini terselubung maksudnya untuk memudahkan penelitian tentang hukum adat. yaitu yang dapat 59 . Sifat praktis dan nasional itu dapat terlihat dari tiga sudut. Tugas akademis dan universitas ditujukan pada pengabdian ilmu yang dipelajari itu untuk pembangunan dan kebesaran Nusa dan Bangsa.hukum adat di Universitas ditingkatkan. Sampai saat ini hukum yang digunakan di negara Indonesia . Oleh sebab itu di dalam penyusunan hukum nasional. Diperlukan hukum nasional yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan cara berfikir masyarakat Indonesia.

Di mana ada masyarakat. Hakim sebagai penegak hukum dan keadilan dalam memutuskan perkara. di sana ada hukum (adat). Ballachey. Jadi.mengikuti kehidupan masyarakat modern. Dapat mengembalikan kepribadian bangsa. Crutchfield. MASYARAKAT HUKUM ADAT. mengikuti dan memahami nilai. agar keputusannya itu tidak bertentangan dengan nilainilai yang hidup dalam masyarakat yang bersangkutan. Begitu juga dengan mempelajari hukum adat. wajib mempelajari. terutama yang menyangkut masalah adat. Masing-masing kelompok tersebut. HAK ULAYAT DAN TRANSAKSI TANAH From birth to death man lives out his life as a member of a society (Krech. manusia itu hidup berkelompok.kelompok dan bagaimanapun kecilnya kelompok itu. Atau dengan kata lain bahwa sejak dari lahir sampai meninggal manusia mengalami kehidupannya sebagai anggota suatu masyarakat. dan bagi mereka yang sudah tahu. ada yang berdasarkan teritorial. Inilah suatu kenyataan umum di seluruh dunia. 1962 : 308). atau genealogis teritorial dan teritorial genealogis. sudah tentu ada hukum yang mengatur kehidupannya. orang jadi mengetahui hukum adat. dan tidak bertentangan dengan hak asasi manusia. Masyarakat hukum yang berdasarkan genealogis itu terbagi lagi dalam bentuk bilateral (keibu-bapaan atau parental) dan unilateral 60 . mempunyai dasar persatuannya. dapat memupuk apa yang sudah diketahuinya. memupuk dan G. Sebagaimana yang dikatakan Cicero lebih kurang 2000 tahun yang lalu. yaitu ada yang berdasarkan genealogis. dalam bahasa Latin yaitu : Ubi societas. ibi ius.nilai hukum yang hidup dalam masyarakat.

masyarakat hukum wilayah (persekutuan desa) dan masyarakat hukum serikat desa. 61 . Pembahasan mengenai masyarakat hukum adat yang merupakan subjek dari hukum adat erat sekali kaitannya dengan pembahasan mengenai hukum kekeluargaan dan hukum perkawinan serta hukum waris. yang akan dibahas pada bagian lain. dapat disimpulkan bahwa ciri utama suatu masyarakat itu adalah suatu kumpulan manusia yang berinteraksi dan terorganisasikan. Unilateral terbagi lagi dalam bentuk kebapaan (patriachat) dan keibuan (matriachat).(sepihak). Juga dalam bagian ini akan diuraikan tentang hak ulayat dan transaksi tanah menurut hukum adat. 1. dan dubble-unilateral. Dalam praktek kehidupan sehari-hari perlu sekali kita mengetahui bentuk-bentuk atau susunan masyarakat hukum ini. sikap dan cara-cara bertindak bersama. Masyarakat Hukum Adat Pengertian masyarakat menurut Krech dalam bukunya “Individual in Society”. Bentuk lain ialah masyarakat hukum yang altenerend. Masyarakat yang memperkem bangkan ciri-ciri khas hukum adat. untuk menentukan kedudukan seseorang dalam keluarganya dalam kelompoknya. Masyarakat hukum yang berdasarkan teritorial juga macammacam bentuknya. kegiatan-kegiatannya bersama dan terpusat sekitar memiliki sekumpulan tujuan-tujuan cenderung kepercayaan. Juga untuk menentukan dengan siapa seseorang tidak boleh melakukan perkawinan serta siapa yang akan menjadi ahli waris seseorang atau dari siapa seseorang seharusnya mendapatkan warisan. yaitu masyarakat hukum desa. itulah yang disebut masyarakat hukum adat atau persekutuan hukum adat. Masyarakat itu adalah merupakan suatu sistem sosial.

milik keduniaan dan milik gaib. karena anak yang sudah dewasa lalu kawin. Contoh persekutuan hukum (masyarakat hukum) misalnya desa di Jawa. Tidak ada seorangpun dari mereka mempunyai pikiran akan membubar kan atau memungkinkan pembubaran kelom poknya itu. mereka akan mentas membentuk keluarga baru.kelompok yang bertingkah laku sebagai kesatuan terhadap dunia luar. Keluarga di Sunda atau Jawa belum memenuhi syarat untuk dapat dikatakan sebagai masyarakat hukum. Kelompokkelompok demikianlah yang bersifat persekutuan hukum (masyarakat hukum). Kelompok-kelompok ini mempunyai tata susunan yang tetap dan kekal.Ter Haar menulis bahwa diseluruh kepulauan Indonesia terdapat pergaulan hidup di dalam kelompok. 62 . Kelompok manusia tersebut mempunyai pengurus sendiri dan mempunyai harta benda. famili di Minangkabau. mempunyai penguasa. Bushar Muhammad menyimpulkan pendapat Ter Haar mengenai rumusan persekutuan hukum (masyarakat hukum) adalah : "Kesatuan manusia yang teratur. dimana para anggota kesatuan masingmasing mengalami kehidupan dalam masyarakat sebagai hal yang wajar menurut kodrat alam dan tidak seorangpun diantara para anggota itu mempunyai pikiran atau kecenderungan untuk membubarkan ikatan yang telah tumbuh itu atau meninggalkannya dalam arti melepaskan diri dari ikatan untuk selama-lamanya". menetap di suatu daerah tertentu. dan mempunyai kekayaan yang berwujud ataupun tidak berwujud. lahir dan bathin. dan orang sekelompok itu masing-masing mengalami kehidupan dalam kelompoknya sebagai hal yang wajar menurut kodrat alam.

Tonnies. ini terdapat dalam masyarakat hukum adat orang Batak. tidak dapat dikatakan sebagai suatu masyarakat hukum. Coba anda cari syarat apa yang tidak dipenuhinya sebagai suatu masyarakat hukum. Namun dalam kenyataannya adalah darahdaerah (genealogis -teritorial) atau daerah-darah (teritorial-genealogis).  pertalian keturunan menurut garis laki-laki. Ambon. ini terdapat dalam masyarakat hukum adat orang Sumendo. 2. Begitu juga Rukun Tetangga atau Rukun Warga dikota-kota tidak dapat digolongkan sebagai masyarakat hukum. Bentuk-bentuk susunan masyarakat hukum adat Susunan masyarakat hukum adat itu ada yang berasarkan darah (genealogis) dan ada yang berdasarkan daerah (teritorial). Minangkabau. kampung di kota merupakan Gemeinschaft. Manusia itu merasa terikat satu sama lain karena merasa keturunan (darah) atau sedaerah. yaitu :  pertalian keturunan menurut garis perempuan. Masyarakat hukum adat yang berdasarkan genealogis Masyarakat hukum adat yang bersifat genealogis ialah suatu Gesellschaft dan desa merupakan suatu masyarakat hukum adat yang para anggotanya merasa terikat dalam suatu ketertiban berdasarkan kepercayaan bahwa mereka semua merasa berasal satu keturunan (darah) yang sama. ada syarat yang tidak dipenuhinya. Ini secara teoritis. Kerinci dan orang 63 . Lampung dan lain-lain. Menurut istilah F. Ada tiga tipe pertalian keturunan dalam masyarakat hukum adat yang ditentukan oleh faktor genealogis. Bali. Berikut ini disajikan bagan susunan masyarakat hukum adat secara garis besar : a.Begitu juga kelompok copet atau garong.

tapi anak laki-laki putus sampai di dia. Masyarakat hukum adat yang bersifat genealogis ini ada macam-macam pula. Madura. tergantung dari pihak mana para anggota masyarakat hukum adat tersebut menarik garis keturunan. Toraja dll. melalui garis ibu (wanita) atau melalui garis bapak (laki-laki). Contoh mereka yang satu clan/suku dalam masyarakat keibuan adalah mereka yang diturunkan dari ibu atau nenek yang sama. sebagai suatu keharusan untuk dapat mempertahankan kelangsungan clan sendiri. Dayak . anaknya masuk suku isterinya. dan sifat perkawinannya harus exogami (exo = luar.kebapaan (patriachat) Masyarakat hukum adat keibuan (matrilinial) adalah masyarakat hukum adat yang susunannya didasarkan atas pertalian menurut garis perempuan. Ciri-ciri masyarakat hukum unilateral ialah terdiri dari clan (marga. Bugis. suku) sebagai kesatuan kecil dari masyarakat hukum adat itu. 64 . Para anggotanya menarik garis keturunan melalui satu pihak (pihak ibu atau pihak bapak). Para anggotanya merasa bersatu karena satu clan atau suku menurut istilah orang Minangkabau dan merasa diturunkan dari nenek yang sama. Anak perempuan melanjutkan suku ibunya. ini terdapat dalam masyarakat hukum adat orang Jawa Sunda. pertalian keturunan menurut garis ibu dan bapak. Masyarakat hukum adat unilateral ini terdiri dari masyarakat hukum .keibuan (matriachat) .  Masyarakat hukum adat Unilateral ialah masyarakat hukum adat dimana para anggotanya menarik garis keturunan melalui satu pihak. kawin dengan anggota luar clannya). seperti yang terlihat dalam bagan 1 (susunan masyarakat hukum adat).

sedangkan anak perempuan selama ia belum kawin ia tetap masuk marga bapaknya. Yang manakah diantara para anggota masyarakat itu yang menjadi anggota clan atau marganya ? Mereka yang diturunkan dari ayah atau kakek yang sama adalah satu clan. Anak laki-laki melanjutkan clan/ marga bapaknya. Sistem atau bentuk perkawinan pada masyarakat kebapaan adalah kawin jujur.Suku-suku itu dipertahankan dengan melakukan kawin exogami. Yang dimaksud dengan kawin jujur ialah pihak bekal suami mencari calon isteri (menantu) dari luar clannya. mencari calon suami (menantu) dari luar clannya. Kawin Sumendo ialah pihak bekal isteri. serentak pada saat jujur dibayar kepada pihak calon isteri. Salah satu bentuk kawin exogami dalam masyarakat hukum adat keibuan adalah kawin Sumendo. Masyarakat hukum adat ini terbagi dalam kesatuan-kesatuan yang kecil yang disebut clan atau marga. Tetapi kalau ia sudah kawin ia keluar dari marga asalnya (ayahnya) dan masuk marga suaminya serentak pada saat jujur dibayar. Anak-anak pada masyarakat keibuan ini masuk suku ibunya dan mewaris melalui ibunya. dan setelah kawin masing-masing tetap pada clan asalnya dan bersifat matrilokal. dengan membayar jujur. pihak calon isteri melepaskannya dari ikatan kekeluargaan dan masuk dalam lingkungan clan/marga dari calon 65 . Jadi masyarakat hukum adat kebapaan ialah masyarakat hukum dimana para anggotanya merasa bersatu karena merasa diturunkan dari bapak atau kakek yang sama. Pada masyarakat kebapaan sifat perkawinannya exogam yaitu suatu keharusan mencari calon suami atau isteri dari luar clannya. Masyarakat hukum adat yang susunannya didasarkan atas pertalian keturunan menurut garis laki-laki disebut masyarakat hukum adat kebapaan atau patriachat (patrilinial).

Sunda dan Madura. anak perempuan bukan sebagai ahli warisnya.suaminya. Contoh masyarakat hukum adat kebapaan yang dikenal adalah orang Batak. Masyarakat hukum adat bilateral ini ada yang berdasarkan keluarga (gezin) yaitu terdiri dari ibu. Seperti kita kenal. suatu pertalian keluarga. Dengan kata lain dapat juga dikatakan yaitu sekumpulan manusia yang merupakan kesatuan karena para anggotanya menarik garis keturunan melalui garis ibu dan bapak dan kedua garis itu dinilai dan diberi derajat yang sama bagi si anak. Contohnya di Jawa. banyak macam marga orang Batak itu. Anak-anak yang sudah dewasa kawin dan membentuk keluarga baru. terdiri dari rumpun-rumpun. Siregar. diantaranya ialah Nasution. sehingga nama kecilnya kalau sudah kawin jarang disebut. Tobing. Baik pihak ibu (famili ibu) maupun pihak bapak (famili bapak) dinilai sama oleh yang bersangkutan dan dipandang sama oleh masyarakat.  Masyarakat hukum adat Bilateral atau parental (keibu-bapaan) ialah masyarakat hukum adat yang susunannya didasarkan atas pertalian keturunan menurut garis ibu dan bapak. Pangabean. Hanya anak laki-laki yang menjadi ahli waris dari ayahnya. Akibat hukum dari perkawinan jujur ialah anak masuk marga ayahnya. Jadi pada masyarakat bilateral tidak ada clan. Sembiring dan lain-lain. Harahap. karena mereka menarik garis keturunan dari kedua belah pihak. yang di kenal marganya saja. terdapat di Dayak Kalimantan. Butar Butar. 66 . Rumpun merupakan kesatuan yang terdiri dari keluarga-keluarga. bapak dan anak-anak. Bagi orang Batak marganya melekat pada dirinya. Masyarakat hukum adat bilateral yang berdasarkan rumpun.

Masyarakat hukum adat yang berdasarkan teritorial Masyarakat hukum adat yang susunannya bersifat teritorial. ia masuk clan ibunya dan kalau ia laki-laki ia masuk clan ayahnya. maka anak-anaknya masuk clan ayah. yaitu :  masyarakat hukum desa 67 . Kalau orang tuanya kawin jujur. Kalau ia perempuan. Dimana Rejang itu? Dan apakah masyarakat hukum adat altenerend ini masih ada? Coba anda selidiki. Contoh masyarakat hukum adat yang dubble-unilateral ini terdapat di Timor.  Masyarakat hukum adat yang susunannya didasarkan atas pertalian keturunan menurut garis dubble unila teral adalah masyarakat hukum adat yang para anggota nya menarik garis keturunan melalui garis ayah dan garis ibu jalin menjalin. karena merasa berasal dari daerah yang sama. Ada tiga jenis masyarakat hukum adat yang strukturnya bersifat teritorial. adalah masyarakat hukum di mana para anggotanya merasa terikat satu sama lain. Masyarakat hukum adat altenerend dan masyarakat hukum adat dubble unilateral pada prinsipnya adalah masyarakat hukum adat unilateral. Tetapi pada masing masing terdapat penyimpanganpenyimpangannya. tergantung pada jenisnya. Masyarakat hukum adat yang susunannya didasarkan atas pertalian keturunan menurut garis Altenerend adalah masyarakat hukum adat yang para anggotanya menarik garis keturunan berganti-ganti secara bergiliran melalui garis ayah maupun melalui garis ibu sesuai dengan bentuk perkawinan yang dialami oleh orang tuanya. maka anaknya masuk clan ibu.  Masyarakat altenerend ini terdapat di Rejang. dan sekiranya orang tuanya kawin Sumendo.

yang tunduk pada peraturan-peraturan dan pejabat desanya. Masyarakat hukum wilayah adalah suatu kesatuan sosial yang teritorial yang melingkupi beberapa masyarakat hukum desa yang masing-masingnya tetap merupakan kesatuan-kesatuan yang berdiri sendiri. Contohnya adalah kurya di Angkola dan Mandailing. Kurya sebagai masyarakat hukum wilayah menaungi beberapa huta. cara hidup dan sistem kepercayaan yang sama. suatu tata susunan tertentu. masyarakat hukum wilayah (persekutuan desa)  masyarakat hukum serikat desa (perserikatan desa). Madura dan Bali. Masing-masing nya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat hukum wilayah sebagai kesatuan sosial teritorial yang lebih tinggi. yang disebut teratak atau dukuh. Contohnya Subak di Bali. Masyarakat hukum desa adalah sekumpulan orang yang hidup bersama berasaskan pandangan hidup. Masyarakat hukum desa ini melingkupi pula kesatuan-kesatuan yang kecil yang terletak di luar wilayah desa yang sebenarnya. Contohnya adalah desa-desa di Jawa. Beberapa desa berserikat untuk mengurus kepentingan pengairan dari desa-desa yang berserikat itu. yang dibentuk atas dasar kerja sama dalam berbagai lapangan untuk kepentingan bersama masyarakat hukum desa yang tergabung dalam masyarakat hukum serikat desa tersebut. Marga di Sumatera Selatan sebagai masyarakat hukum wilayah menaungi beberapa dusun. Kerja samaitu terbentuk mungkin kebetulan letaknya berdekatan. Sunda. Terdahulu sudah dibicarakan tentang penggolongan dan masyarakat masyarakat hukum adat yang bersifat genealogis 68 . Masyarakat hukum serikat desa adalah suatu kesatuan sosial yang teritorial. yang menetap pada suatu tempat kediaman bersama dan oleh sebab itu merupakan suatu kesatuan. baik ke luar maupun ke dalam.

Ada kecenderungan masyarakat matrilineal dan patrilineal itu berubah menuju masyarakat bilateral. Tiap masyarakat hukum adat mengandung kedua sifat tersebut. Perubahan Masyarakat Hukum Adat. Penggolongan kedua dasar tersebut itu hanya menurut teoritis. 3. 2) masyarakat hukum adat yang darurat 3) perkembangan hukum adat. tapi tergantung pada sifat mana yang lebih sifatnya diutamakannya. masyarakat hukum desa di Jawa. namun dalam desa ada keluarga yang bersifat genealogis. tapi suku suku itu berada di dalam suatu teritorial yaitu nagari. laki-laki harus membayar jujur kepada pihak perempuan dalam hukum perkawinan nya. secara murni desa adalah bersifat teritorial. Namun dalam praktek kenyataan yang sebenarnya tidaklah ada yang murni. Dari sudut hukum adat itu sendiri yaitu : 1) masyarakat hukum adat yang goyah a) goyah dalam perkawinan b) goyah dalam pewarisan. Contohnya nagari di Minangkabau. Masyarakat hukum adat sifatnya genealogis teritorial adalah unsur genealogisnya lebih kuat dan lebih diutamakan dalam kesatuannya daripada unsur teritorialnya. Menurut adat masyarakat kebapaan. Hal ini dapat terlihat dari tiga sudut/segi yaitu : a. Sekarang 69 .hukum adat yang bersifat teritorial. Di dalam nagari ada suku-suku yang merupakan kesatuan masyarakat hukum adat. Masyarakat hukum adat kebapaan yang goyah dalam perkawin an. Masyarakat hukum adat yang adalah unsur teritorialnya lebih teritorial-genealogis diutamakannya dan lebih kuat dari pada unsur genealogis nya. Contohnya.

Pada saat ini sudah banyak si ayah banyak yang memberikan sebagai hartanya kepada anak perempuannya semasa hidupnya melalui hibah. b. Ini sudah seperti masyarakat bilateral . dengan didenda adat. Begitu juga pada masyarakat keibuan. Pada sumendo bebas ini kehidupan keluarga tersebut sudah seperti keluarga pada masyarakat bilateral. asal tidak satu penghulu (sedatuk) . Agama sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Seharusnya mereka harus kawin exogam untuk mempertahankan kelangsungan clan (suku). Adatnya mengharuskan untuk mempunyai anak laki-laki. Tetapi pada saat ini banyak si bapak memberikan sesbagian atau seluruh harta pencariannya kepada anak-anaknya.kalau satu keluarga tidak mempunyai anak laki-laki hanya anak perempuan saja. Di Minangkabau terjadi perkembangan dalam bentuk perkawinannya dari Sumendo bertandang. sudah banyak yang kawin satu suku. 70 . keluarga tersebut namanya dalam keadaan darurat. Islam meridoi masyarakat bilateral. Bagi si anak tidak ada clan lagi karena ibu bapaknya sama clannya. sumendo menetap dan terakhir sumendo bebas. Dari sudut hukum Islam Masyarakat Indonesia kurang lebih 90 % beragama Islam. Oleh sebab itu keluarga tersebut dibolehkan mengawinkan anak perempuannya dengan laki-laki yang satu clan.sudah banyak jujur itu tidak dibayar. tidak pakai jujur-jujuran. Di Lampung. sudah serupaka pada masyarakat bilateral. Goyah dalam pewarisan pada masyarakat kebapaan yang seharusnya hanya anak laki-laki yang mendapat waris dari ayahnya. yang seharusnya anak-anak mewaris melalui ibu. Oleh sebab itu kemungkinan masyarakat Indonesia berubah kearah bilateral.Begitu juga pada masyarakat keibuan.

Apakah hak ulayat itu masih ada dalam masyarakat anda ? Kalau masih ada dalam bentuk apa ? 4. Faktor-faktor sosiologis yang murni yang dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia berubah kearah masyarakat bilateral antara lain adalah : revolusi . bagaimana hubungan hukum anda sebagai anak dengan kedua orang tua dan kedua belah pihak orang tua anda ! 6. Coba dijelaskan apa manfaatnya mempelajari bentuk kat hukum ! 2. Coba anda bedakan transaksi tanah sebagai objek dengan tansaksi tanah hanya tersangkut saja !Jika anda membeli rumah melalui BTN yang dicicil. Apakah ada adopsi dalam masyarakat tempat anda tinggal atau dari masyarakat anda berasal ? Apakah adopsi tersebut diharuskan oleh adat masyarakat yang bersangkutan Coba jelaskan ? 7. pendidikan.apanya yang anda cicil? Jelaskan ! 5. Latihan: 1.c. Apakah dalam keluarga Anda mengakui harta bersama ? Jelaskan alasannya? 9. Bagaimana bentuk masyarakat hukum dimana anda berada ? 3. Coba anda diskusikan dengan teman anda. Coba anda lihat dalam masyarakat dari mana anda berasal. 71 . Bagaimana bentuk perkawinan dalam masyarakat anda dan bandingkan dengan bentuk perkawinan pada masyarakat lain ? 8. bagaimana sistem pembagian waris di dalam masyarakat di mana anda berada atau berasal ? 10. komunikasi dan teknologi canggih. Faktor-faktor sosiologis yang murni Persentuhan dua atau lebih kebudayaan akan menimbullkan kebudayaan baru. kemungkinan masyarakat Indonesia cenderung berubah ke arah masyarakat bilateral ! bentuk masyara peperangan. Diskusikanlah dengan teman-teman Anda.

Sementara itu Belanda pernah dijajah oleh Perancis. Pada tahun ini hukum privat yang berlaku bagi golongan hukum Eropa dikodifikasi. Adapun yang dimaksud dengan asas konkordasi adalah asas penyesuaian atau asas persamaan terhadap berlakunya sistem hukum di Indonesia yang berdasarkan pada ketentuan pasal 131 ayat ( 2 ) I.S. yang 72 . terutama yang mempunyai hubungan langsung. maka pengaruh hukum Romawi juga amat dominan.maka kebijakankebijakan dalam hukum perdata tidak terlepas dari kebijakan yang terjadi dan diterapkan di negara Belanda. Menurut Kansil ( 1993 : 63 ). maka secara otomatis apa yang terjadi dalam perkembangan hukum di negara Perancis amat berpengaruh dengan kebijakan hukum di negara Belanda. tetapi diadakan beberapa perkecualian agar dapat menyesuaikan hukum bagi golongan hukum Eropa di Indonesia dengan keadaan istimewa. yakni dikumpulkan dan dicantumkan dalam beberapa kitab undang-undang berdasarkan suatu sistem tertentu. Belanda. Sejarah dan Pengertian Hukum Perdata Sejarah Perkembangan hukum Perdata di Indonesia tidak terlepas dari sejarah perkembangan Ilmu Hukum di negara-negara Eropa lainnya. tahun 1848 menjadi tahun yang amat penting dalam sejarah hukum Indonesia.BAB IV POKOK-POKOK HUKUM PERDATA A. resikonya hampir semua hasil kodifikasi tahun 1848 di Indonesia adalah tiruan hasil kodifikasi yang telah dilakukan di negeri Belanda pada tahun 1838. Indonesia sebagai negara yang berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda. dalam arti perkembangan hukum perdata di indonesia amat dipengaruhi oleh perkembangan hukum di negara-negara lain. Sarjana-sarjana Perancis banyak yang mempelajari hukumnya di negara Romawi. Dalam pembuatan kodifikasi dipertahankan juga asas konkordasi.

berbunyi “ Untuk golongan bangsa Belanda untuk itu harus dianut atau dicontoh undang-undang di negeri Belanda. Meskipun penyusunan sudah selesai sebelum 5 Juli 1830. Jadi selarasnya hukum kodifikasi di Indonesia dengan hukum kodifikasi di negeri Belanda adalah berdasarkan asas konkordasi. yaitu Code Napoleon tahun 1811-1838 akibat pendudukan Perancis di Belanda berlaku. KUHS sebagian besar adalah hukum perdata Perancis. Setelah pendudukan Perancis berakhir oleh pemerintah Belanda dibentuk suatu panitia yang diketuai Mr. Pada tahun itu dikeluarkan:  Burgerlijk Wetboek ( KUH Sipil )  Wetboek van Koophandel ( KUH Dagang ) 73 .M. tetapi Hukum Perdata Belanda baru diresmikan pada 1 Oktober 1838. maka Hukum Perdata berlaku di negeri Belanda sebagai Kitab Undang-Undang Hukum Sipil yang resmi. Hal ini menurut Kansil ( 1993 : 115 ) berarti bahwa hukum yang berlaku bagi orang-orang Belanda di Indonesia harus disamakan dengan hukum yang berlaku di negeri Belanda. J. Kemper dan bertugas membuat rencana kodifikasi hukum perdata Belanda dengan menggunakan sebagai sumber sebagian besar “ Code Napoleon” dan sebagian kecil hukum Belanda Kuno. Sedangkan dari Code Napoleon ini adalah Code Civil yang dalam penyusunannya mengambil karangan-karangan pengarang-pengarang bangsa Perancis tentang Hukum Romawi (Corpus Juris Civilis ) yang pada jaman dahulu dianggap sebagai hukum yang paling sempurna. Sumber pokok Hukum Perdata ialah Kitab Undang-Undang Hukum Sipil ( BW ) disingkat KUHS. tetapi dalam kitab tersendiri ialah Code de Commerce. Peraturan-peraturan yang belum ada pada jaman Romawi tidak dimasukkan dalam Code Civil.

Dengan demikian sepanjang belum ada peraturan yang baru. kodifikasi hukum perdata Belanda menjadi contoh bagi kodifikasi hukum perdata Eropa di Indonesia.d. Kodifikasi ini diumumkan tanggal 30-4-1847 Staatsblad No. terutama yang mengenai Bumi. termasuk apabila telah lahir peraturan perundang-undangan yang baru.23 dan mulai berlaku 1 mei 1848 di Indoensia.Berdasarkan asas konkordasi. Adapun pasal-pasal tersebut di antaranya adalah sebagai berikut : a. air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Contohnya masalah tanah yang telah ada Undang-undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria. begitu juga masalah Perkawinan yang telah ada Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Perkawinan. Ketentuan lain adalah dengan keluarnya Surat Edaran Mahkamah Agung nomor 3 tahun 1963 yang menyatakan bebera pasal yang ada dalam KUH perdata dinyatakan tidak berlaku lagi. Hal ini termasuk keberadaan Hukum Perdata. Adapun dasar hukum berlakunya peraturan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata di Indonesia adalah pasal II Aturan Peralihan UndangUndang Dasar 1945 yang menyatakan. maka apa yang ada dalam KUH Perdata tersebut dinyatakan tidak berlaku.kecuali ketentuan-ketentuan yang mengenai hipotek yang masih berlaku pada mulainya berlaku undang-undang ini. Pasal 108 s. 110 tentang ketidakwenangan bertindak dari istri : konsekweinsinya suami istri mempunyai kedudukan yang sama 74 . maka segala jenis dan bentuk hukum yang ada yang merupakan peninggalan dari jaman kolonial masih dinyatakan tetap berlaku. bahwa segala badan negara dan peraturan yang ada masinh langsung berlaku selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini. Hanya saja dalam pelaksanannya yang menyangkut keberlakuan hukum perdata ini disesuaikan dengan azas dan falsafah negara Pancasila.

maka dia mendapatkan hak untukmewaris dari orang tuanya yang meninggal. Pasal 1579 : yang menentukan bahwa dalam sewa menyewa barang. Dengan adanya pengakuan terhadap anak luar kawin ini. Konsekwensinya tidak mengharuskan penghibahan melalui akte notaris. sementara si penyewa masih mempunyai hak.dalam hukum. misalnya kalau dia bersama-sama dengan golongan 1.maka si pemilik harus memberikan kompensasi atau ganti kerugian kepada si penyewa sesuai dengan kesepakatan bersama. ini juga berarti bahwa apabila terjkadi proses hibah tidak perlu dilakukan melalui akte notaris. Pasal 1682 yang mengharuskan penghibahan dengan akta notaris. Konsekwensinya : boleh menghentikan. Hal ini diperkuat oleh bunyi pasal 31 Undang-undang nomort 1 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Perkawinan yang menyatakan bahwa hak dan kedudukan isteri adalah seimbang dengan hak dan kedudukan suami dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama dalam masyarakat. pemilik tidak dapat menghentikan sewa dengan alasan akan memakainya sendiri barangnya. 75 . sedangkan bila dia bersama-sama dengan golongan 2. d. sekalipun demikian apabila si pemilik akan memakai kembali barang yang disewakannya tersebut. dia akan mendapatkan bagian ½ dari harta warisan yang ditinggalkan pewaris tersebut. namun saksi-saksi sebagai bukti harus tetap ada. Pasal 284 ayat (3) tentang pengakuan anak luar kawin yang lahir dari wanita Indonesia Asli konsekwensinya : Tidak menimbulkan putusnya hubungan hukum antara ibu dan anak. sehingga si penyewa tidak merasa dirugikan. dia akan mendapatkan bagian 1/3 nya.masing-masing pihak (suami isteri) berhak untuk melakukan perbuatan hukum b. c.

e. Pasal 1238 yang menentukan, bahwa pelaksanaan suatu perjanjian hanya dapat diminta di depan hakim, jika didahului dengan penagihan tertulis. Konsekwensinya : tidak harus didahului dengan penagihan tertulis f. Pasal 1460 tentang resiko dalam perjanjian jual beli barang ditentukan resiko ada pada pembeli. Konsekwensinya resiko ditanggung bersama, artinya baik si pembeli maupun si penjual sama menanggung resiko, bahkan bila terdapat cacat barang yang tersembunyi tidak tertutup kemungkinan resiko tersebut menjadi tanggung jawab si penjual seluruhnya. Sebaliknya bila terjadi kasus overmacht atau keadaan memaksa, resiko bisa menjadi tanggungan si pembeli seluruhnya.Jadi mengenai resiko dari perjanjian jual beli amat tergantung dari persetujuan bersama, kecuali hal-hal yang diatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan. g. Pasal 1630 yang mengadakan diskriminasi antara orang Eropa dan bukan Eropa dalam perjanjian perburuhan. Konsekwensinya tidak ada diskriminasi dalam perburuhan. Bagaimana kondisi atau keadaan hukum perdata di Indonesia saat ini ? Keadaan Hukum Perdata di Indonesia dari dahulu sampai dengan sekarang tidak ada keseragaman ( Pluranisme ). Hal ini dikarenakan adanya kebijakan tentang pembagian penduduk di Indonesia, yaitu sebagai berikut : 1. WNI asli ( dahulu Bumi Putera ) berlaku Hukum Perdata Adat, yaitu keseluruhan aturan-aturan hukum yang tidak tertulis. Namun ada beberapa pasal dalam KUH Perdata dan KUHD yang dinyatakan berlaku bagi WNI asli tersebut, yaitu : a. Pasal-pasal yang berhubungan dengan pembagian kerja lama, yaitu: pasal 1601 tentang : persetujuan-persetujuan untuk

melakukan jasa-jasa yang diatur dalam ketentuan-ketentuan

76

khusus;1602 tentang kewajiban majikan dalam membayar upah pada buruh;1603 tentang kewajiban-kewajiban buruh. Selain itu ada juga pasal-pasal tentang perjanjian kerja baru yang khusus berlaku bagi golongan Eropa, yaitu pasal-pasal yang terdapat dalam Titel 7 A Buku III BW ). b. Pasal-pasal tentang permainan dan pertauran ( perjudian ) yaitu pasal-pasal: 1788 ( Undang-undang tidak memberikan suatu tuntutan hukum dalam halnya suatu utang yang terjadi karena perjudian atau pertaruhan); 1789 ( Dalam ketentuan tersebut di atas tidak termasuk permainan-permainan yang dapat

dipergunakan untuk olah ragam, seperti main anggar lari cepat dsb); 1790 ( Tidaklah diperbolehkan untuk menyingkiri berlakunya ketentuan-ketentuan kedua pasal yang lalu dengan jalan

perjumpaan utang ) dan 1791 ( Seorang yang secara sukarela telah membayar kekalahannya sekali-sekali tak diperbolehkan

menuntutnya kembali kecuali apabila dari pihaknya pemenang telah dilakukan kecurangan atau penipuan ). c. Pasal-pasal dari KUHD tentang Hukum Laut 2. WNI Keturunan Eropa berlaku Hukum Perdata Barat, termasuk WvK. Adapun yang dimaksud golongan Eropa menurut Soediman Kartohadiprodjo ( 1987:58) adalah : a. semua warga negara Nederland b. kesemuanya orang, tidak termasuk yang disebut (1) di atas yang berasal dari Eropa c. Kesemuanya warga negara Jepang d. Kesemuanya orang di luar 1 dan 2 yang hukum keluarganya sama dengan hukum Belanda e. Anak-anak dari 2 dan 3 yang lahir di Indonesia

77

2. WNI Keturunan Timur Asung : a. Non Tionghoa : Berlaku Hukum Perdata yang ditetapkan berdasarkan Lembaran Negara 1925 nomor 556 yaitu yang memberlakukan sebagian dari BW dan WvK, yaitu bagian-bagian yang mengenai Hukum Harta Kekayaan dan Hukum Waris yang dengan surat wasiat. Yang lainnya berlaku Hukum Adatnya, yaitu menurut Jurisprudensi tetap di Indonesia ialah Hukum Perdata Adat dari orang-orang Timur Asing yang tumbuh di Indonesia. b. Tionghoa : Diberlakukan Hukum Perdata sebagaimana diatur dalam LN 1925 nomor 557 yaitu berlaku seluruh Hukum Perdata (BW) dan WvK dengan pengecualian dan penambahan : 1) Pengecualiannya : Pasal-pasal mengenai upacara perkawinan dan mengenai pencegahan (penahanan ) perkawinan dari BW tidak berlaku bagi mereka ,karena mereka tetap tunduk kepada hukum adatnya sendiri. 2) Penambahannya : Peraturan-peraturan mengenai pengangkatan anak (adopsi) dan Kongsi (badan perdagangan ). Lembaga adopsi ini menjadi sangat penting mengingat masayarakat Tionghoa menarik garis keturunan laki-laki, sementara dalam BW tidak diatur mengenai lembaga adopsi.

Untuk mengurangi masalah pluralisme hukum perdata di Indonesia, Pemerintahan Kolonial Belanda mengeluarkan serangkaian kebijakan yang termuat dalam pasal 131 IS. Kebijakan ini dikenal dengan nama politik hukum pemerintah Belanda yang lengkapnya berbunyi :  Hukum Perdata dan dagang (begitu pula Hukum Pidana beserta Hukum Acara Perdata dan Pidana ) harus diletakkan dalam kitabkitab undang-undang yang dikodifisir ( asas kodifikasi )

78

dalam aturan-aturan. yaitu yang menurut penjelasan pasal 131 ayat (1) dinyatakan. Selain melalui kebijakan politik hukum. peraturan polisi dan administrasi diadakan perbedaan antara golongan Eropah.  Sebelum hukum untuk bangsa Indonesia ditulis di dalam undangundang. bagi mereka itu akan tetap berlaku hukum yang sekarang berlaku bagi mereka. Dalam ayat (2) pasal 131 IS disebut perkataan “ Europeanen” (sub a ) dan Indonesiers en Vreemde Oosterlingen ( sub.  Orang Indonesia asli dan Timur Asing sepanjang mereka belum ditundukkan di bawah peraturan bersama dengan bangsa Eropa. jikalau ketentuan-ketentuan dalam undang-undang ini. juga dikenal adanya penundukkan diri. Sistem Hukum untuk Europeanen “ dan sistem hukum untuk Indonesiers dan Vreemde Oosterlingen. bahwa IS dalam politik hukumnya tidak bersandar pada satu hukum. diperbolehkan menundukkan diri (onderwepen).Arab dsb ) jika ternyata kebutuhan kemasyarakatan mereka menghendakinya. melainkan menentukan akan berlakunya lebih dari satu sistem hukum di Indonesia. Untuk golongan bangsa Eropa dianut (dicontoh) perundang-undangan yang berlaku di Negeri Belanda (asas konkordasi )  Untuk golongan bangsa Indonesia Asli dan Timur asing (tionghoa. hukum pidana serta hukum acara perdata dan pidana. golongan Pribumi dan Golongan Tmur Asing. 1917 nomor 12 ada 4 macam. b ). maka kesemuanya ini dijalankan menurut aturan-aturan. Penundukan Diri sebagaimana diatur dalam Stb. dengan ketentuan nampak. dalam peraturan umum dan peraturan setempat. dapat menggunakan peraturan yang berlaku bagi golongan Eropa. yaitu : 79 . Dengan demikian jelaslah. bahwa pasal 131 IS memuat dasar politik hukum mengenai hukum perdata. yaitu Hukum Adat.

yaitu : Buku I Buku II Buku III Buku IV Van Personen Van Zaken Van Verbinsissen Van Bevijs En Verjaring ( mengenai orang ) ( mengenai Benda ) ( mengenai Perikatan ) (bukti dan kadaluarsa) 80 . B. ternyata bila dibandingkan dengan Kitab Undang-Undang hukum Perdata yang ada dan berlaku di negara lain tidaklah terlalu jauh berbeda. seperti yang dinyatakan berlaku bagi golongan Timur Asing. baik mengenai kecakapan seseorang dalam lapangan hukum. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau BW yang ada dan berlaku di Indonesia mempunyai sistematika yang terdiri dari 4 buku ( Buku-Titel-Bab. Hal ini dimungkinkan karena mengacu atau paling tidak mendapatkan pengaruh yang sama. yaitu dari hukum Romawi ( Code Civil). Sistematika atau isi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang ada dan berlaku di Indonesia.  Penundukan diri pada seluruh Hukum Perdata Eropa Penundukan diri pada sebagian Hukum Perdata Eropa.( Pasal-Ayat). mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perikatan dan hal-hal yang berhubungan dengan pembuktian dan lewat waktu atau kadaluarsa.   Penundukan diri mengenai suatu perbuatan hukum tertentu Penundukan diri secara diam-diam. yaitu hanya pada hukum kekayaan harta benda saja. mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan. SISTEMATIKA Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang dikodifikasikan di Indonesia pada tahun 1848 pada intinya mengatur hubungan hukum antara orang perorangan.

KUH Perdata berasal dari BW yang berasaskan liberalisme dan individualisme. Buku III tentang : Kebendaan d. tetapi juga merupakan bagian dari hukum kekeluargaan 4. ( kecuali beberapa bagian yang sudah dinyatakan tidak berlaku) adalah sebagai berikut : Buku Kesatu tentang Orang ( van persoon ) yang terdiri dari 18 bab. Seharusnya KUH Perdata hanya memuat ketentuan-ketentuan mengenai Hukum Privat Materiil. karena : 1. Ketentuan mengenai lewat waktu acquisitief 2. Hukum Perdata lebih tepat dibagi menjadi 5 Buku. yaitu : a. Buku II tentang : Perikatan c. bahwa pembagian sistematika sebagaimana diatur dalam KUH Perdata tersebut kurang memuaskan.Mengenai pembagian Hukum Perdata tersebut sudah barang tentu menimbulkan berbagaim komentar dan analisis dari para ahli ilmu Hukum. Buku IV tentang : Kekeluargaan e. yaitu mengatur : I II tentang menikmati dan kehilangan hak-hak kewenangan tentang akta-akta catatan sipil 81 . Kansil ( 1993 : 119 ) merasakan. Hukum waris bukan hanya bagian dari hukum benda. Buku I tentang : Ketentuan Umum b. sehingga perlu dilakukan berbagai perubahan untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat Indonesia 3. Ketentuan mengenai lewat waktu extinctief c. yaitu : a. Ketentuan mengenai Hukum Pembuktian b. Dalam KUH Perdata terdapat tiga aturan mengenai Hukum Perdata Formil. Buku V tentang : Waris Adapun hal-hal yang diatur dalam KUH perdata sebagaimana berlaku di Indonesia saat ini.

mengubah dan mencabut tunjangantunjangan nafkah XV XVI kebelum-dewasaan dan perwalian tentang beberapa perlunakan XVII tentang pengampuan XVIII tentang keadaan tak hadir Buku kedua tentang Kebendaan ( van zaken ). yang secara lengkapnya adalah sebagai berikut : I II tentang kebendaan dan cara membeda-bedakannya tentang kedudukan berkuasa (bezit) dan hak-hak yang timbul karenanya III IV tentang hak milik ( eigendoom ) tentang hak dan kewajiban antara pemilik-pemilik pekarangan yang satu sama lain bertetanggaan V tentang kerja rodi 82 .yang terdiri dari 21 bab.III IV V VI tentang tempat tinggal atau domisili tentang perkawinan tentang hak-hak dan kewajiban-kewajiban suami dan isteri tentang persatuan harta kekayaan menurut undang-undang dan pengurusannya VII VIII tentang perjanjian kawin tentang persatuan atau perjanjian kawin dalam perkawinan untuk kedua kali atau selanjutnya IX X XI XII XIII XIV XVa tentang perpisahan harta kekayaan tentang pembubaran perkawinan tentang perpisahan meja dan ranjang tentang kebapaan dan keturunan anak-anak tentang kekeluargaan sedarah dan semenda tentang kekuasaan orang tua tentang menentukan.

VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV tentang pengabdian pekarangan tentang hak numpang karang tentang hak usaha ( erfpacht ) tentang bunga tanah dan hasil se persepuluh tentang hak pakai hasil tentang hak pakai dan hak mendiami tentang perwarisan karena kematian tentang surat wasiat tentang pelaksanaan wasiat dan pengurus harta peninggalan tentang hak memikir dan hak istimewa untuk mengadakan pendaftaran harta peninggalan XVI tentang menerima dan menolak suatu warisan XVII tentang pemisahan harta peninggalan XVIII tentang harta peninggalan yang tak terurus XIX XX XXI tentang piutang-piutang yang diistimewakan tentang gadai tentang hipotik Buku Ketiga tentang Perikatan ( van Verbintenis ) yang terdiri dari 18 bab. yaitu lengkapnya sebagai berikut : I II tentang Perikatan-perikatan umumnya tentang Perikatan-perikatan yang dilahirkan darikontrak atau persetujuan III tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undangundang IV V VI VII VIII tentang hapusnya perikatan-perikatan tentang jual-beli tentang tukar menukar tentang sewa-menyewa tentang persetujuan-persetujuan untuk melakukan pekerjaan 83 .

Kekayaan perkawinan d. yaitu : Buku I tentang orang antara lain memuat : a.IX X XI XII XIII XIV XV XVI tentang persekutuan tentang hibah tentang penitipan barang tentang pinjam-pakai tentang pinjam-meminjam tentang bunga tetap atau bunga abadi tentang persetujuan-persetujuan untung-untungan tentang pemberian kuasa XVII tentang penanggungan XVIII tentang perdamaian Buku Keempat tentang Pembuktian dan Kadaluarsa ( van bewijs en verjaring ) yang terdiri dari 7 bab. selengkapnya adalah sebagai berikut : I II III IV V VI VII tentang pembuktian pada umumnya tentang pembuktian dengan tulisan tentang pembuktian dengan saksi-saksi tentang persangkaan-persangkaan tentang pengakuan tentang sumpah di muka Hakim tentang daluwarsa Berdasarkan rincian materi yang termuat dalam KUH Perdata tersebut. Subyek hukum atau hukum tentang orang b. Perwalian dan Pengampuan 84 . Perkawinan dan hak suami isteri c. maka agr tidak membingungkan berikut ini dikutipkan hal-hal yang pokok saja dari setiap Buku yang ada dalam KUH Perdata. Kekuasaan orang tua e.

seperti : 1) Jual beli 2) Tukar menukar 3) Sewa menyewa 4) Perjanjian perburuhan 5) Badan Usaha 6) Borgtocht 7) Perbuatan melanggar hukum Buku IV tentang Pembuktian dan lewat waktu yang memuat : a. seperti : 1) Surat 2) Saksi 3) Persangkaan 4) Pengakuan 5) Sumpah b. Erfpacht e. Opstal d. Eigendom c. Lewat waktu 85 . Gadai Buku III tentang perikatan yang memuat: a. Persetujuan-persetujuan tertentu. Istilah perikatan pada umumnya b. Macam-macam alat bukti. Timbulnya perikatan c.Buku II tentang benda yang memuat : a. Bezit b. Hipotek f.

hubungan antara orang tua dan anak.perwalian dan curatele. Hukum Kekeluargaan Hukum kekeluargaan mengatur perihal hubungan-hubungan hukum yang timbul sebagai akibat dari hubungan kekeluargaan. 2. 4. ternyata Hukum Kekeluargaan yang di dalam KUH Perdata atau BW dimasukkan ke dalam Hukum tentang diri seseorang.Hukum warisan ini juga mengatur akibat-akibat hukum keluarga terhadap harta peninggalan seseorang. Hukum Warisaan Hukum warisan adalah hukum yang mengatur tentang benad atau kekayaan seorang jikalau ia meninggal dunia. Hukum Kekayaan Hukum kekayaan adalah hukum yang mengatur perihal hubungan hukum yang dapat dinilai dengan uang. Berdasarkan sistematika sebagaimana disebutkan dalam KUH Perdata dan menurut para ahli ilmu hukum. yaitu:Perkawinan beserta hubungan dalam lapangan hukum kekayaan antara suami isteri. karena hubungan-hubungan keluarga memang berpengaruh besar terhadap kecakapan seseorang untuk memiliki hak-hak serta kecakapannya untuk mempergunakan hak-haknya tersebut. peraturan-peraturan perihal kecakapanuntuk memiliki hak-hak dan kecakapan untuk bertindak sendiri melaksanakan hak-haknya itu serta hal-hal yang mempengaruhi kecakapan-kecakapan itu. 3. Hukum tentang diri seseorang Hukum tentang diri seseorang ini memuat peraturan-peraturan tentang manusia sebagai subyek dalam hukum.Sedangkan Hukum warisan 86 .Sedangkan para ilmu hukum sebagaimana dikemukakan oleh Kansil ( 1994 : 16-17 ) mengemukakan sistematika Hukum Perdata sebagai berikut: 1. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang demikian itu biasanya dapat dipindahkan kepada orang lain. yaitu segala kewajiban-kewajiban yang dapat dinilai dengan uang.

Sekedar perbandingan mengenai sistematika Hukum Perdata. keluarga dan sebagainya ) Buku II : Tentang barang dan macam-macam kekayaan ( des biens et des differentes modifications de la propiete ) Buku III : Tentang berbagai cara untuk memperoleh kekayaan ( des differentes manieres dont on acquiert la propiete ).dimasukkan ke dalam hukum tentang kebendaan. Sementara itu perihal pembuktian dan lewat waktu sebenarnya adalah soal hukum acara. Perancis yang termuat dalam Code Civil. karena dianggap hukum warisan itu mengatur cara-cara untuk memperoleh hak atas benda-benda.perbuatan melanggar hukum dan sebagainya. yaitu : 1. sehingga kurang tepat dimasukkan ke dalam KUH Perdata. berikut ini dapat disajikan sistematika yang ada dan berlaku di negara-negara lain. perjanjian (termasuk perjanjian perkawinan atau yang dalam bahasa Belanda dinamakan huwelijkese voorwaarden ). Nah persoalan-persoalan yang mengenai alat-alat pembuktian dapat dimasukkan hukum acara materiil yang dapat diatur dalam suatu undangundang tentang hukum perdata materiil. yang juga sebagai sumber dari BW menganut sistematika sebagai berikut : Buku I : Hukum Perseorangan ( perkawinan. yaitu benda-benda yang ditinggalkan oleh seseorang. Jerman yang dinamakan Burgerliches Gesetzbuch Jerman ( dari tahun 1896) terbagi atas. yaitu : pewarisan. dan juga tentang gadai dan hipotik dan akhirnya tentang pembuktian 2. yang pada asasnya mengatur hukum perdata materiil. tetapi pernah ada pendapat yang menyatakan bahwa hukum acara itu dapat dibagi dalam bagian materiil dan formil. 87 . seperti Sistem Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Perancis dan Jerman sebagaiman dikemukakan oleh Subekti ( 1990 : 9-10 ).

1993 :135 ). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Yunani. yaitu : Bagian I Bagian II Bagian III Bagian IV Bagian V : Hukum Orang pribadi : Hukum Kekeluargaan : Hukum Waris : Hukum Kebendaan : Hukum Perikatan 2. Buku V : Hukum waris.perwalian dan sebagainya.Buku I : Bagian umum. tentang hubunganhubungan kekeluargaan. Buku II : Tentang hukum mengenai hutang-piutang. yang memuat ketentuan-ketentuan tentang perkawinan yang dalam code civil Perancis digolongkan pada hukum perjanjian. tentang badan hukum. Buku III: Hukum Benda. yang memuat hukum perjanjian. yang memuat ketentuan-ketentuan tentang orang. yang memuat ketentuan-ketentuan tentang hak milik dan hak-hak kebendaan lainnya Buku IV : Hukum Keluarga. Sementara itu Kansil ( 1993 : 135-136 ) mengemukakan sistematika Kitab Undang-Undang Hukum Perdata di negara Swis dan Yunani sebagai berikut : 1. yang mengatur soalpewarisan pada umumnya dan perihal surat wasiat atau testament. tentang penegrtian barang. yaitu : Buku I : Asas-asas umum 88 . tentang kecakapan melakukan perbuatan-perbuatan hukum. yang terdiri dari 5 buku ( Kansil. kekuasaan orang tua. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Swis “ Schwizeriches Zivilgesetzbuch” yang terdiri atas 5 bagian ( Kansil.1993:136). tentang daluwarsa dan lainlain. tentang perwakilan dalam hukum.

Yang dimaksud dengan “ zoon politicoon “ adalah…. manusia adalah makhluk beriman D. A. II. IV. manusia adalah makhluk beragama B. Pandecta Yaitu kumpulan pendapat-pendapat para ahli hukum bangsa Romawi yang termasyhur. yaitu : I. jelaslah bahwa pada mulanya hukum perdata berasal dari hukum Romawi yang termuat dalam Corpus Juris Civilis yang terdiri dari 4 bagian sebagaimana dikemukakan oleh Kansil ( 1993 : 97 ). manusia adalah makhluk sosial C. III. manusia adalah makhluk terdidik 89 . Novelles Yaitu himpunan tambahan-tambahan pada codex itu dengan pemberian penjelasan-penjelasan atau komentar LATIHAN : BERILAH TANDA SILANG ( X ) PADA SALAH SATU JAWABAN YANG BENAR DI ANTARA 4 KEMUNGKINAN JAWABAN YANG TERSEDIA ! 1. Institutiones Yaitu memuat segala sesuatu tentang pengertian (lembaga-lembaga) dalam Hukum Romawi dan dianggap sebagai himpunan segala macam undangundang. Codex Yaitu Himpunan undang-undang yang telah dibukukan oleh para ahli hukum atas perintah kaisar Romawi.Buku II Buku III Buku IV Buku V : Hukum Perikatan : Hukum Kebendaan : Hukum Kekeluargaan : Hukum Waris Bila kita kaji kembali sejarah perkembangan Hukum Perdata sebagaimana diuraikan pada Kegiatan Belajar 1.

Kodifikasi Hukum Perdata di Indonesia terjadi pada tahun…. Keamanan B.Dagang 6. Asas lex Specialis Derograt legi generalis mengandung makna…. A. karena hukum dapat menampung aspirasi yang berkembang dalam masyarakat C. keluarga dan warisan B.keindahan 4. Masyarakat dan … tidak dapat dipisahkan.menyikap dan berperilaku berdasarkan aturan yang berlaku B. karena tidak semua orang mengetahui. Alasan mengapa orang atau masyarakat memerlukan hukum adalah…. Turki B. Publik C. 1838 C. Pidana B.Dagang 5. kekayaan dan harta benda C. 1948 9. Pidana B.2. A. Perseorangan C. Manakah di antara negara di bawah ini yang bukan termasuk golongan Timur Asing ? A. hukum perdata meliputi hukum ….Jepang C. harta benda dan warisan 90 .memahami.Publik D. karena hukum bertujuan untuk mewujudkan perdamaian dalam masyarakat 3. Aturan-aturan umum yang berlaku secara terhadap hal-hal yang khusus C. bagaikan dua mata uang dalam satu sisi .ketertiban D. kedamaian C. Dalam arti yang luas. Aturan-aturan yang secara khusus berlaku bagi golongan bumi putera 8.India 7. A. A. kekayaan dan warisan D. Dalam pengertian yang sempit hukum perdata merupakan lawan dari hukum…. 1848 D. A. Maksud upaya “Penundukan Diri” pada hukum Eropa adalah dalam hal …. karena hukum dapat menciptakan rasa aman dan tertib dalam masyarakat D.Pakistan D.Perseorangan D. Aturan-aturan yang secara khusus termuat dalam KUH Perdata D. A. Aturan-aturan yang khusus berlaku terhadap hal-hal yang umum B. 1828 B. A.

Hukum Perdata lebih berasaskan pada falsafah…. hubungan negara dengan badan-badan dunia 12. dapat dinilai dengan uang C. hubungan orang perorang C. A. Akta-akta catatan sipil B. penipuan C. Hukum kekayaan mengatur perihal hubungan hukum yang berhubungan dengan …. A. A. suatu hukuman . Yang dimaksud ddengan “Kematian Perdata” adalah …. bahwa seseorang tidak dapat memiliki sesuatu hak lagi B. fitnah 13. Individualisme C. Manakah di antara hal-hal di bawah ini yang tidak diatur dalam Buku I KUH Perdata ? A. sosialisme D. sewa menyewa B. Code Civil B. A.10. Code Comercee 14.materialisme 15.Perkawinan 16. Menurut Kansil. A. suatu hukuman yang dijatuhkan pada seseorang untuk tidak melakukan transaksi dalam lapangan hukum perdata C. A. inmaterial dan material D. gotong royong B. Hukum Perdata yang berlaku di Romawi dinamakan…. seseorang yang karena sesuatu hal dinyatakan tidak cakap dalam hukum perdata 11. Hukum Perdata adalah hukum yang mengatur tentang…. pencemaran nama baik D.Perkawinan D. Contoh perbuatan atau tindakan yang berkaitan dengan hukum perdata adalah…. Hak milik B. berupa harta benda B. hubungan negara dengan negara D. Code Hammurabi D. hubungan orang dengan negara B. Code Penal B. seseorang yang tidak mempunyai hak untuk mengadakan transaksi dalam lapangan hukum perdata D. berupa benda bergerak 91 .

Sasaran umum tujuan Pembangunan Jangka Panjang II adalah terciptanya…. A. II C.masalah perikatan dimuat dalam Buku ….17. A. Novelles 21. Codex D. I B. kualitas sumber daya manusia hukum B. masyarakat B. Saksi 18. Perjanjian Badan Usaha 19. subyek hukum B. Perjanjian sewa menyewa D. Perjanjian jual beli C. A. Keberhasilan pelaksanaan pembangunan adalah mutlak merupakan tanggung jawab…. pemerintah B. Dalam lapangan hukum perdata manusia mempunyai kedudukan sebagai…. Sumpah D. pemerintah dan masyarakat D. Perjanjian obligator B. kualitas aparatur penegak D. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang tidak termasuk persetuajuan-persetujuan khusus sebagaimana di atur dalam Buku III KUH Perdata ? A. sasaran pembangunan hukum 92 . Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan alat bukti ? A. Pengakuan C. Pandecta C. Dalam Hukum Perdata Jerman.Kumpulan pendapat para ahli ilmu hukum yang termashur di Romawi dinamakan…. Dakwaan B. III D. sarana dan prasarana 23.pemerintah dan DPR 22. penentu keberhasilan hukum D. Institutiones B. A. kualitas materi hukum hukum C. A. IV 20. obyek hukum C.

A. dia berusia dewasa D. Tidak dikenal adanya perbedaan antar umat beragama B. Dikenal adanya perbedaan yang prinsip antara jenis kelamin pria dan wanita C. saat ini tidak berlaku lagi. juga …. Tidak dikenalperbedaan antara jenis kelamin 27. lembaga hukum B.17 tahun C. Rechtspersoon C. dia dalam kandungan. Selain manusia yang berkedudukan sebagai pembawa hak. 16 tahun B. Srtatus isteri yang semula dinyatakan tidak cakap hukum apabila dia menikah. C. A. A. Instruksi Presiden nomor 3 tahun 1963 D. Wenang hukum yang dimiliki seseorang berlaku sejak…. dia dilahirkan. Batasan usia dewasa menurut ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata adalah…. A. Tidak dikenal adanya perbedaan status sosial D. Orang yang bercorak sebagai manusia asli disebut….asosiasi hukum 25. Surat Edaran Mahkamah Agung nomor 3 tahun 1963 C. Peraturan Pemerintah Pengganti undang-Undang nomor 3 tahun 1963 93 .21 tahun D. tanpa peduli apakah saat dilahirkan hidup atau mati C. A.naturlijkepersoon B.perkumpulan hukum B. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan makna yang terkandung dalam pernyataan “ setiap manusia adalah orang”? A. Keputusan Presiden nomor 3 tahun 1963 B.badan hokum D. dia melangsungkan pernikahan 28.stablaad rechtspersoon 26.indische rechtspersoon D.24.apabila kepentingan hukum memerlukannya B.25 tahun 29.karena telah dicabut dengan keluarnya….

30. yang istilah asingnya adalah…. tidak mempunyai anggota.rechtspersoon D. yaitu lembaga warisan B. pendukung hak yang dinamis C. 24 C. A. yayasan yg diciptakan hk 33 Utrecht menamakan badan hukum dengan mengunakan istilah…. A. A. Hal ini dinyatakan dalam pasal…. Menurut Hukum Adat.rechts delicten persoon C. adalah bahwa yayasan…. bahwa semua warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.pendukung hak yang tak bertujuan 34. Badan hukum adalah…. mempunyai anggota dan pengurus B. personal rechts persoon 32. Dalam KUH perdata badan hukum disebut dengan istilah…. Menurut Hukum Eropa yaitu negara dan perhimpunan-perhimpunan C. 17 B. Selain manusia sebagai pembawa hak dikenalpula badan hukum. Menurut bukan Hukum Eropa yaitu perhimpunan D. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan jenis badan hukum sebagaimana dikemukakan oleh Achmad Sanusi? A. pendukung hak yang statis B. A. naturlijke persoon B. pendukung hak yang bertujuan D. tetapi mempunyai pengurus 94 . Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas menyatakan.rechts delicten persoon 35. A. perhimpunan yang diciptakan oleh hukum D. yaitu wakaf dan yayasan-yayasan 36. perkumpulan yang diciptakan hukum C. orang yang diciptakan oleh hukum B. Perbedaan yang prinsip atau mendasar antara yayasan dengan koorporatif.26 D. 27 31. naturlijke persoon C.rechtspersoon D. A.zedelijk Lichaam B. Menurut Hukum Islam.

perkawinan hanya merupakan hubungan….Pernyataan ini sejalan dengan teori….karena sesungguhnya tidak pernah ada. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan badan hukum publik? A.III D.poligami C.Otto von Gierke C.YAYASAN 38. Koperasi dan Perseroan terbatas 39. Monogamy B. VI B. Teori kekayaan bersama dikemukakan oleh….Brinz D. tidak mempunyai pengurus. Yayasan dan Perseroan Terbatas B.IV 42. tetapi mempunyai anggota D.kekayaan bersama 40. VIII D. A. kasih sayang untuk waktu yang lama 44. keperdataan C. PEMDA TINGKAT I B. Penempatan Hukum Perkawinan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata adalah pada buku…. A. Planial B. A.poliandri D. A.Tujuan Bersama D. A. badan hukum terdiri dari…. VII C. Dilihat dari sifatnya.Fiksi C. Koperasi dan Yayasan D. Organ B. cinta kasih antara seorang wanita dan seorang pria B. II C. A. I B.IX 43. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan syarat perkawinan sebagaimana diatur dalam KUH Perdata ? 95 . BUMN C. Perpisahan ranjang termuat dalam Buku I bab…. Badan Hukum itu hanya sekedar bayangan atau hanya sekedar ada dalam angan-angan.monoandri 45. Asas perkawinan yang dianut dalam KUH Perdata adalah…. PEMDA TINGKAT II D. kekeluargaan D. Menurut Subekti yang menguraikan lebih lanjut tentang pasal 26 KUH Perdata.C.Siccama 41. Yayasan dan BUMN C. tidak mempunyai anggota dan juga tidak mempunyai pengurus 37. A.

A. kedua pihak telah mencapai umur sebagaimana ditetapkan oleh undang-undang, yaitu 18 tahun bagi pria dan 15 tahun bagi wanita B. Adanya persetujuan bebas di antara calon mempelai C. Tidak ada larangan perkawinan bagi calon mempelai D. Dilakukan berdasarkan hukum agama dan kepercayannya masingmasing 46. Menurut ketentuan perundang-undangan perdata, perkawinan dinyatakan syah bila dilakukan A. berdasarkan hukum agama dan kepercayannya masing-masing B. di depan pegawai catatan sipil yang berwenang C. di muka pegawai catatan sipil D. di gereja dan disaksikan oleh pendeta 47. Di bawah ini adalah larangan-larang untuk melaksanakan perkawinan, kecuali A. saudara sepupu C.kawin dengan ipar B. paman kawin dengan keponakan D.kawin dengan saudara tiri 48. Bapak atau ibu berhak mencegah terjadinya perkawinan, jika… kecuali : A. anak sekalipun sudah dewasa tidak memperoleh izin yang diperlukan B. anak mereka belum mencapai umur tiga puluh tahun C. anak mereka belum mencapai umur 21 tahun D. calon suami berada di bawah pengampuan 49. Hak-hak yang dimiliki oleh seorang suami berarti membawa konsekwensi bagi isteri. Konsekwensi tersebut adalah… kecuali : A. isteri tidak mempunyai tempat tinggal bebas B. kemauan suami sangat menentukan dalam melaksanakan hak orang tua C. isteri mengikuti status kewarganegaraan suami D. suami mempunyai kecakapan bertindak yang terbatas. 50. Surat Edaran mahkamah Agung nomor 3 Tahun 1963 menyatakan pasalpasal di bawah ini dicabut,kecuali : A. pasal 108 B.pasal 109 C.pasal 110 D.pasal 111 51. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan peraturan perkawinan di Indonesia sebelum lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974?

96

A. Bagi orang-orang Indonesia asli yang beragama Islam berlaku hukum agama yang telah diresiplir dalam Hukum Adat B. Bagi orang-orang Indonesia asli lainnya berlaku Hukum Adat C. Bagi orang-orang Indonesia asli yang beragama Kristen berlaku Huwelijks ordonantie christen Indonesia berdasarkan S. 1933 nomor 74. D. Bagi orang Timur Asing lainnya dan WNI keturunan berlaku hukuk keluarga mereka 52. Manakah pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan indikatorpengertian perkawinan ? A. adanya ikatan lahir bathin B. bertujuan membentuk keluarga bahagia C. berdasarkan hukum agama dan kepercayannya masing-masing D. berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa 53. Syarat sahnya perkawinan adalah…. A. adanya ikatan lahir bathin B. bertujuan membentuk keluarga bahagia C. berdasarkan hukum agama dan kepercayannya masing-masing D. berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa 54. Perkawinan yang bukan dilangsungkan berdasarkan agama Islam harus dilakukan oleh…. A. Pegawai Catatan Sipil B. Pegawai Kantor Urusan Agama C. Pegawai kantor Pengadilan Negeri D. Pegawai kantor kelurahan setempat 55. Menurut undang-undang perkawinan nomor 1 tahun 1974, seorang lakilaki apabila akan melangsungkan perkawinan minimal harus berusia… A. 16 tahun B.17 tahun C.18 tahun D.19 tahun 56. Azas yang dianut undang-undang perkawinan Indonesia adalah…. A. Monogamy B.poligami C.kebersamaan D.religius 57. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan syarat poligami A. Isteri tidak dapat melaksanakan kewajibannya B. Isteri mendapat cacat badan C. Isteri tidak dapat melahirkan keturunan D. Isteri tidak cakap secara hokum 97

58. Manakah di antara pihak di bawah ini yang tidak dapat menggagalkan suatu perkawinan? A. Para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas dari suami atau isteri B. Suami atau isteri C. Pejabat yang berwenang Kepala kantor Catatan Sipil 59. Manakah di antara pasal di bawah ini yang tidak mengatur tentang hak dan kewajiban suami isteri ? A. 30 B. 31 C. 32 D. 35 60. Apabila terjadi perceraian antara PNS yang disebabkan kasus perzinahan pihak isteri, maka bagian gaji bekas isteri dari bekas suaminya ? A. tidak mendapatkan bagian C. mendapatkan bagian ¼ B. mendapatkan bagian 1/3 D. mendapatkan bagian ½ Jawablah semua soal di bawah ini 1. Jelaskan perbedaan Sistem yang dianut oleh Buku II dan Buku III dalam KUH Perdata ! 2. Kemukakan dengan disertai contoh mengenai perikatan-perikatan yang lahir dari undang-undang ! 3. Jelaskan empat syarat sahnya suatu perjanjian dan apa dasar hukumnya ! 4. Sebutkan asas-asas perjanjian dalam KUH Perdata dengan mengemukakan ketentuan hukum yang mengaturnya! 5. Jelaskan kapan seorang debitur dinyatakan “ Wanprestasi “ ? dan apa saja yang dituntut dari seseorang yang dinyatakan „wanprestasi tersebut “ ? 6. Apakah seorang debitur yang telah dinyatakan wanprestasi tersebut diwajibkan untuk membayar ganti kerugian ?Jelaskan jawaban saudara apabila dikaitkan dengan overmacht!

98

jika terdiri dari : a. Berapa bagiaahli warisnya masing-masing. 1 saudara dari ayah dan nenek. 2 saudara ayah d. =================================================================== 99 .-. Dalam ketentuan undang-undang ahli waris dikelompokkan ke dalam 4 golongan.000.-. ibu. Sebutkan keempat golongan tersebut dengan mengemukakan ketentuan hukumnya! 10.000. 4 anak kandung ( 1 di antaranya menolak jadi ahli waris sungguhpun dia sebenarnya telah mempunyai 3 orang anak ) dan 1 anak luar kawin yang diakui c. 2 anak luar kawin. Jelaskan hal tersebut dengan mengemukakan ketentuan hukum yang mengaturnya! 8. 2 anak kandung. Jelaskan perbedaan waris menurut undang-undang dan waris menurut wasiat! 9. ayah.7.000. 3 anak kandung dan 2 anal luar kawin yang diakui b. Seorang ahli waris meninggalkan harta warisan sebesar Rp. Subrogatie dapat terjadi dengan perjanjian dan penetapan undang-undang. 250. ayah.000. Biaya penguburan dan utang-utangnya sebesar 75.

di mana masing-masing golongan tersebut berlaku hukum yang berbeda. Hukum Pidana yangb tertulis dikodifikasikan itu tertera ketentuanketentuannya di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berasal dari zaman pemerintahan penjajahan Belanda. 1866 : 55 yaitu Undang-undang Hukum Pidana yang berlaku bagi bangsa Eropa. sedangkan bagi bangsa pribumi mengacu pada S. Kodifikasi hukum itu tertera dalam “Wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch-Indie” yang berlaku bagi seluruh bangsa Indonesia pada tanggal 1 Januari 1918. termasuk dalam lapangan hukum pidana. 100 . Pengertian dan Tujuan Hukum Pidana Hukum Pidana Indonesia bentuknya tertulis dikodifikasikan dalam sebuah kitab undang-undang dan dalam perkembangannya banyak yang tertulis tidak dikodifikasikan berupa undang-undang. Dasar berlakunya hukum yang berbeda tersebut adalah S. Bagaimanakah hukum pidana itu diaturnya? Untuk menjawab pertanyaan ini marilah kita tinjau dalam uraian sebagai berikut : 1. 1872 : 85.BAB V POKOK-POKOK HUKUM PIDANA A. Sejarah. Pada tahun 1915 dibentuk satu kodifikasi Kitab UndangUndang Hukum Pidana baru melalui S. Sejarah Hukum Sebagiaman halnya dalam lapangan hukum perdata.hal ini terjadi sebagai akibat adanya politik hukum pemerintah Hindia Belanda di Indonesia yang membagi penduduk Indonesia menjadi 3 golongan. dalam lapangan hukum pidana yang berlaku di Indonesiapun bersifat pluralisme. 1915 : 732.

pada tahun 1946 keluar Undang-Undang nomor 1 tahun 1946 yang menyatakan. Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945 menyatakan. bahwa segala badan negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku selama belum diadakan yang baru menurut UndangUndang Dasar ini. baik Pemerintahan Hindia Belanda . termasuk di dalamnya adalah Hukum Pidana. Artinya sepanjang aturan itu masih relevan bisa tetap dinyatakan berlaku.Pada zaman pendudukan Jepang. Uud 1945 pada tahun 1949 tepatnya tanggal 27 Desember 1949 berubah menjadi Konstitusi RIS 1949.maupun Jepang bisa dinyatakan langsung berlaku sepanjang belum diadakan badan atau peraturan yang baru. Dengan proklamasi berarti lahir tatanan hukum baru. bahwa Wetboek van strafrecht voor nederlands India setelah dilakukan berbagai perubahan di sana sini dinyatakanberlaku dengan nama Wetboek van strafrecht voor Indonesie. Pasal ini mengandung makna. Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekannya. satu hari sidang setelah PPKI memproklamasikan kemerdekannya melalui mengesahkan UUD yang berlaku di Indonesia adalah UUD 1945. Tatanan hukum baru tidak mengandung makna segala hukum atau aturan yang ada sebelumnya serta merta dinyatakan tidak berlaku. segala badan negara dan peraturan yang ada dan berlaku pada masa apemerintahan sebelumnya. Khusus mengenai hukum pidana. terlebih-lebih bagi bangsa Indonesia. pemerintah Jepang mengeluarkan suatu kebijakan bahwa aturan pidan yang berlaku sebelumnya masih tetap dinyatakan berlaku. kemudian tanggal 17 101 .

1 tahun 1958 ( 29 September 1958 ) .V. W. 102 .S. 73 tahun 1958 yang dinyatakan berlaku sejak tanggal 29 September 1958 yang menyatakan tentang berlakunya undang-undang nomor 1 tahun 1946 RI tentang peraturan hukum pidana untuk seluruh wilayah Indonesia dan mengubah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. dan Code Pnal Perancis bersumber dari hukum Romawi. Kemudian KUHP dinyatakan berlaku umum ( unifikasi hukum pidana ) melalui UU np. Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur tentang kejahatan dan pelanggaran terhadap kepentingan umum dan perbuatan tersebut diancam dengan pidana yang merupakan suatu penderitaan ( Sudarsono 1991 : 102).Agustus 1950 kita berubah lagi menjadi negara kesatuan. Negeri Belanda. Jadi sumber KUHP sebenarnuya dari hukum Romawi.V. bersumber dari Code Penal Perancis.S. maka melalui UU no. Kodifikasi KUHP adalah selaras dengan W. Dengan demikian maka sejak tanggal 29 September 1958 berlaku Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) bagi seluruh penghuni Indonesia dengan corak Unifikasi.

Bagan Riwayat Hukum Pidana Indonesia : CODE PENAL PERANCIS HUKUM HUKUM PIDANA NASIONAL 1886 BELANDA PIDANA SEBELUM 1886 DUALISME DALAM HUKUM PIDANA 1867 ( ORANG (ORANG INDONESIA EROPA) INDONESIA ) UNIFIKASI HUKUM PIDANA 1 JANUARI 1918 .SEKARANG 103 .

kepentingan negara. pencabutan hak tertentu serta pengumuman keputusan hakim. Ancaman hukumannya dapat berupa hukuman denda. diantaranya terdapat titel-titel yang penting. hukuman penjara dan hukuman mati. Semua perbuatan pidana yang tergolong pelanggaran diatur dalam Buku III KUHP ( Daliyo. misalnya tindak pidana korupsi. yang dikenal dengan tindak pidana khusus. 1992 : 88-90). narkotika. Pengertian Hukum Pidana Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur tentang kejahatan dan pelanggaran terhadap kepentingan umum. seperti :  Kejahatan terhadap keselamatan negara. Semua jenis kejahatan diatur dalam Buku II KUHP. Kejahatan adalah perbuatan pidana yang berat. dan kadang kala masih ditambah dengan hukuman penyitaan barang-barang tertentu. pemberontakan.2. ancaman hukumannya berupa denda atau kurungan Keistimewaan hukum pidana terletak pada daya paksaan yang berupa ancaman pidana sehingga hukum ini ditaati oleh setiap individu sebagai subjek hukum. Namun demikian masih ada jnis kejahatan yang diatur di luar KUHP. tindak pidana ekonomi. pengkhianatan 104 . Perbuatan tersebut (pelanggaran dan kejahatan) diancam dengan pidana yang merupakan suatu penderitaan atau siksaan bagi yang bersangkutan. subversi. Buku II berkepala “kejahatan” terdiri atas 31 titel memuat kurang lebih 400 pasal tentang perbuatan-perbuatan yang dinamakan kejahatan. Pelanggaran adalah prbuatan pidana yang ringan.

Beberapa titel penting dalam buku III :  Pelanggaran terhadap umum: kenakalan terhadap manusia. penjudian. merintangi pemilihan umum  Kejahatan –kejahatan terhadap ketertiban umum. perampokan-perampokan  Kejahatan terhadap kesusilaan: pencabulan. penghasutan untuk berbuat jahat. Kejahatan terhadap pelaksanaan kewajiban-kewajiban dan hakhak kenegaraan : mengacaukan sidang parlemen. penganiayaan hewan          Kejahatan-kejahatan terhadap kemerdekaan orang : penculikan Kejahatan-kejahatan terhadap jiwa orang ( pembunuhan ) Penganiayaan Pencurian Pemerasan dan ancaman Penggelapan Penipuan Penghinaan Kejahatamn jabatan : menerima suapan. penggelapan uang negara ( korupsi ) Buku III berkepala “Pelanggaran” trdiri atas 10 titel memuat kurang lebih 100 pasal. hewan atau barang yang dapat membahayakan keselamatan 105 . Titel-titelnya sama dengan Buku II. hanya perbedaannya ialah “kejahatan” diganti dengan “peknaggaran”. membulka rahasia negara. mengganggu rapat-rapat umum. karena perbuatan-perbuatan yang trsebut dalam Buku III itu dipandang sebagai perbuatan yang tidak sedemikian jahat seperti pada kejahatan-kejahatand alam buku II. pemalsuan surat-surat.

penjualan makanan dan minuman yang sudah rusak.  Pelanggaran terhadap ketertiban umum: membuat riuh yang mengganggu tetangga. Untuk mendidik orang yang telah melakukan perbuatan yang tergolong perbuatan pidana agar mereka menjadi orang yang baik dan dapat diterima kembali dalam masyarakat ( fungsi represif ) 106 . Tujuan Hukum Pidana Tujuan hukum pidana ada dua macam : a. memakai nama atau gelar palsu. memakai pakaian atau tanda-tanda pangkat yang ia tidak berhak memakainya. dan perbuatan mana diancam dengan sesuatu hukuman (pidana).umum. Jadi pada umumnya. berburu tanpa ijin. melalui jalan-jalan lain daripada yang telah ditentukan. jika pada tiap-tiap hari ada orang yang ditangkap polisi. ceritera-ceritera dan lagu-lagu yang tidak senonoh. penjualan minuman keras tanpa ijin.  Pelanggaran terhadap keamanan negara: memasuki tempattempat angkatan perang. pengemisan.  Pelanggaran terhadap kesusilaan: penyiaran gambar-gambar. lalu ia dituntut oleh jaksa kemudian diadili oleh hakim.  Pelanggaran terhadap kekuasaan umum: merobek/merusak pengumuman-penguman dari yang berwajib. maka orang itu tentu telah berbuat sesuatu yang dilarang oleh salah satu pasal dari Buku II atau Buku III KUHP. 3. Untuk menakut-nakuti setiap orang agar mereka tidak melakukan perbuatan pidana (fungsi preventif ) b.

103 ) Buku II : Mengatur tentang kejahatan terdiri dari 31 bab dan 385 pasal ( pasal 104 s.d.seperti : 107 . ialah suatu perbuatan atau rangkaian perbuatan yang dapat dikenakan hukuman pidana. Oleh karena itu dapat juga dikatakan bahwa tujuan hokum padana sama dengan tujuan pemidanaan yaitu melindingi masyarakat. semua orang dalam masyarakat akan enteram dan aman.d. yaitu : Buku I : Mengatur tentang ketentuan umum terdiri dari 9 bab.Jadi secara singkat dapat disimpulkan bahwa tujuan hokum pidana adalah untuk melindungi masyarakat.d. 448 ) Buku III : Mengatur tentang pelanggaran terdiri dari 10 bab yang memuat 82 pasal ( pasal 449 s. Sebaliknya jika seseorang telah melakukan perbuatan pidana dan karenanya dia dihukum. 569 ) C. B. Peristiwa Pidana Piristiwa pidana yang juga disebut tindak pidana (delict). tiap bab terdiri dari berbagai pasal yang jumlahnya 103 pasal ( pasal 1 s. Sistematika Hukum Pidana KUHP terdiri dari tiga buku. Apabila seseorang takut untuk mlakukan perbuatan tidak baik karena takut dihukum. pada akhirnya masyarakat akan menjadi aman dan tenteram. Peristiwa pidana juga berarti suatu kejadian yang mengandung unsur-unsuir perbuatan yang dilarang oleh undang-undang sehingga siapa yang menimbulkan peristiwa itu dapat diknai sanksi pidana (hukuman). Suatu peristiwa hukum dapat dinyatakan sbagai peristiwa pidana kalau memenuhi unsur-unsur pidananya. bila orang itu kemudian sadar setelah bertobat tidak akan melakukan perbuatan semacam itu lagi.

1. Obyektif Yaitu suatu tindakan (perbuatan) yang bertentangan dengan hukum dan mengindahkan akibat yang oleh hukum dilarang dengan ancaman obyketif

hukum. Adapun yang dijadikan titik utama dari pengertian adalah tindakannya. 2. Subyektif

Yaitu perbuatan seseorang yang berakibat tidak dikehendaki olh undangundang. Sifat unsur ini mngutamakan adanya pelaku ( seorang atau beberapa orang) Dilihat dari unsur-unsur pidana ini, maka kalau ada suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang harus memenuhi persyaratan supaya dapat dinyatakan sebagai pidana. Dana syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai suatu peristiwa pidana ialah : a. Harus ada perbuatan, yaitu suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang b. Perbuatan harus sesuai sebagaimana yang dirumuskan dalam undangundang. Pelakunya harus telah melakukan suatu kesalahan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. c. Harus ada kesalahan yang dapat dipertanggtungjawabkan. Jasdi perbuatan itu memang dapat dibuktikan sebagai suatu perbuatan yang melanggar ketentuan hukum d. Harus ada ancaman hukumannya. Dengan kata lain ketentuan hukum yang dilanggar itu mencantumkan sanksinya.

D. Delik-delik Khusus ( Bijondere Delicten ) Ancaman hukuman pidana itu ditujukan terhadap : 1. Jiwa seseorang : pembunuhan yang direncanakan, pembunuhan anak yang direncanakan, perampasan jiwa atas permintaan si korban,

108

pengguguran, menimbulkan kematian karena lalai atau kurang berhati-hati 2. Tubuh : penganiayaan, perkelahian, meninggalkan orang lemah, penyerangan dan perkelahian, menimbulkan cacat badan karena lalai kurang berhati-hati, membahayakan jiwa dan keselamatan orang lain. 3. Kemerdekaan pribadi : perdagangan anak, merampas orang,

merampas kemerdekaan orang lain dengan paksaan, mengancam dengan kejahatan, melarikan anak di bawah umur dari kekuasaan yang sah. 4. Kehormatan : penghinaan, fitnah, pengaduan yang memfitnah, penghinaan orang yang telah meninggal 5. Benda : pencurian dan penamunan, yaitu pengambilan hasil-hasil bumi milik orang lain, penggelapan, perusakan kekayaan, penipuan, membuka rahasia, pelanggaran atas hak pengarang, pelanggaran HAKI, pelanggaran atas hak merek, hak nama, atau firma 6. TIngkah laku terhadap susunan keturunan dan perkawinan:

penggelapan keturunan, perzinahan 7. Tingkah laku terhadap kesusilaan : perkosaan, perzinahan dan melakukan perbuatan yang melanggar kesusilaan dengan anak-anak di bawah umur yang sekelamin dengan orang yang dipercayakan, dan mlakukan planggaran kesusilaan di depan umum.

E.

Pmbagian Hukum Pidana Hukum Pidana dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Hukum Pidana Obyektif (Ius Poenale ) ialah keseluruhan peraturan yang memuat tentang keharusan atau larangan dengan disertai ancaman hukuman bagi yang melanggarnya. Hukum pidana obyektif dibedakan lagi menjadi :

109

a. Hukum Pidana material ialah semua peraturan yang memuat rumusan tentang :    Perbuatan-perbuatan apa yang dapat dihukum Siapa yang dapat dihukum Hukuman apa yang dapat diterapkan

Hukum pidana material merumuskan tentang pelanggaran dan kejahatan serta syarat-syarat apa yang diperlukan agar seseorang dapat dihukum. Hukum Pidana matril dibagi menjadi : Hukum pidana umum adalah hukum pidana yang berlaku bagi smua orang (umum) Hukum pidana khusus adalah hukum pidana yang berlaku bagi orang-orang tertentu, sperti anggota TNI atau untukperkaraperkara tertentu. b. Hukum Pidana formal adalah peraturan-peraturan hukum yang menentukan bagaimana cara memelihara dan mempertahankan hukum pidana material. Jadi hukum pidana formal mengatur antara lain bagaimana menerapkan sanksi terhadap seseorang yang melanggar hukum pidana material. 2. Hukum Pidana subyektif (ius puniendi) adalah hak negara untuk

menghukum seseorang berdasarkan hukum obyektif. Hak-hak negara yang tercantum dalam hukum pidana subyektif, misalnya :    Hak negara untuk memberikan ancaman hukuman Hak jaksa untuk menuntut pelaku tindak pidana Hak hakim untuk memutuskan suatu perkara

110

Perbuatan pidana dibedakan menjadi beberapa macam. Contoh :pencurian adalah perbuatan yang sesuai dengan rumusan pasal 362 KUHP. Perbuatan pidana (delik) formal ialah suatu perbuatan pidana yang sudah dilakukan dan perbuatan itu benar-benar melanggar ketentuan yang dirumuskan dalam pasal undang-undang yang bersangkutan.SKEMA PEMBAGIAN HUKUM PIDANA HUKUM PIDANA UMUM HUKUM PIDANA MATERIAL HUKUM HUKUM PIDANA OBYEKTIF PIDANA KHUSUS HUKUM PIDANA HUKUM PIDANA FORMAL HUKUM PIDANA SUBYEKTIF F. Macam-macam Perbuatan Pidana ( delik ) Perbuatan pidana adalah perbuatan seseorang atau sekelompok orang yang menimbulkan peristiwa pidana atau perbuatan yang melanggar hukum pidana dan diancam dengan hukuman. yaitu mengambil barang milik orang lain dengan maksud hendak memiliki barang itu dengan melawan hukum. 111 . yaitu : 1.

Contoh: pemberontakan akan menggulingkan pemerintahan yang sah. 4. Segi negatif dikaitkan dengan berlakunya KUHP dengan waktu terjadinya perbuatan pidana. penghinaan. Delik dolus adalah perbuatan pidana yang dilakukan dengan sengaja. yaitu akibat yang timbul dari perbuatan itu. Delik material adalah suatu perbuatan pidana yang dilarang. Contoh pasal 359 KUHP. Perbuatannya sendiri dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara. Kekuasaan Berlakunya KUHP Kekuasaan berlakunya KUHP dapat ditinjau dari dua segi. Contoh:pembunuhan berencana ( pasal 338 KUHP). Delik Culpa adalah perbuatan pidana yang tidak sngaja. Dalam kasus pembunuhan yang dianggap sebagai delik adalah matinya seseorang yang merupakan akibat dari perbuatan seseorang. 6. karena kealpaanya mengakibatkan matinya seseorang. Contoh : perzinahan. Jadi sebelum ada pengaduan belum merupakan delik. Artinya bahwa KUHP tidak berlaku surut. 5. Contoh : pembunuhan. 2. G. 3. Delik politik adalah delik atau perbuatan pidana yang ditujukan kepada keamanan negara baik secara langsung maupun tidak langsung. yaitu segi positif dan segi negatif.Dikatakan delik formal bila perbuatan mengambil barang itu sudah selesai dilakukan dan dengan maksud hendak dimiliki. Hal tersebut dapat dilihat dari ktentuan pasal 1 ayat (1) KUHP yang berbunyi : 112 . Delik aduan adalah suatu perbuatan pidana yang memerlaukan pengaduan orang lain.

H. Asas ini bertitik tolak pada orang yang melakukan perbuatan pidana. Asas ini dinamakan juga asas personalitet. Tetapi KUHP tidak berlaku bagi mereka yang memiliki hak kekebalan diplomatik berdasarkan asas “ eksteritorialitas” 3. Asas ini nampak dari bunyi pasal 1 ayat (1) KUHP. Asas-asas yang terkandung dalam KUHP 1. Asas teritorialitas ialah suatu asas yang memberlakukan KUHP bagi semua orang yang melakukan perbuatan pidana di dalam lingkungan wilayah Indonesia. Asas nasional pasif ialah suatu asas yang memberlakukan KUHP terhadap siapapun juga baik WNI maupun WNA yang melakukan perbuatan pidana di luar wilayah Indonesia.“Semua perbuatan tidak dapat dihukum selain atas kekuatan aturan pidana dalam undang-undang yang diadakan sebelum perbuatan itu terjadi. Kekuasaan berlakunya KUHP yang dikaitkan dengan tempat diatur dalam pasal 2 ayat (9) KUHP. 2. Asas nasional aktif ialah asas yang memberlakukan KUHP terhadap orang-orang Indonesia yang melakukan perbuatan pidana di luar wilayah Republik Indonesia. Artinya tidak ada perbuatan yang dapat dipidana kecuali atas kekuatan aturan pidana dalam perundangundangan yang telah ada sebelum perbuatan dilakukan. 4.” Kekuasaan berlakunya KUHP ditinjau dari segi positif artinya bahwa kekuasaan berlakunya KUHP tersebut dikaitkan dengan tempat terjadinya perbuatan pidana. Jadi yang diutamakan 113 . Asas ini dapat dilihat dari ketentuan pasal 2 dan 3 KUHP. Asas legalitas berdasarkan adagium nullum delictum nulla poena sine praevia lege poenale.

pemalsuan mata uang negara tertentu bukan negara Indonesia. Asas ini dinamakan juga asas perlindungan.adalah keselamatan kepentingan suatu negara. 5. Hukuman kurungan 4. Hukuman Pokok meliputi : 1. Hukuman tambahan hanya merupakan tambahan pada hukuman pokok sehingga tidak dapat dijatuhkan tanpa adanya hukuman pokok ( tidak mandiri ). Hukuman mati 2. Perampasan/penyitaan barang-barang tertentu 3. Jenis-jenis Hukuman Jenis-jenis Hukuman dapat dilihat dari ketentuan pasal 10 KUHP. Peristiwa pidana yang terjadi dapat berada di daerah yang tidak termasuk kedaultan negara manapun. I. berarti dapat dijatuhkan kepada terhukum secara mandiri. Hukuman penjara 3. Contoh: pembajakan kapal di lautan bebas. Asas universalitas ialah suatu asas yang memberlakukan KUHP terhadap perbuatan pidana yang terjadi di luar wilayah Indonesia yang bertujuan untuk merugikan kepentingan internasional. Pencabutan hak-hak tertentu 2. Hukuman denda Hukuman tambahan meliputi : 1. 114 . Pasal 10 KUHP menentukan adanya hukuman pokok dan hukuman tambahan. Pengumuman putusan hakim Perbedaan antara hukuman pokok dan hukuman tambahan adalah : Hukuman pokok terlepas dari hukuman lain. Jadi yang diutamakan oleh asas tersebut adalah keselamatan internasional.

Catatan : DPR masih membahas/menggodok RUU KUHP. Latihan Diskusikan dalam kelompok tentang asas “ Tidak ada suatu perbuatan yang dapat dikenai hukuman. kecuali pada saat perbuatan itu dilakukan sudah ada dasar hukumnya! 115 . walaupun tahun 1776 sudah ada perubahan dan penambahan beberapa pasal KUHP.

Hukum acara pidana atau hukum pidana formal adalah suatu rangkaian peraturan yang memuat cara bagaimana badan-badan pemerintah yang berkuasa yaitu kepolisian. satu sama lain untuk melaksanakan berjalannya peraturan hukum perdata. Hukum acara menunjuk cara bagaimana perkara diselesaikan di muka hakim atau alat negara lain yang diberi tugas menyelesaikan perselisihan hukum.BAB VI HUKUM ACARA A. 5. Begitu pula pada hukum Acara Peradilan Militer yang digunakan dalam proses peradilan mempunyai persamaan dengan hukum acara yang digunakan Pada Peradilan Umum untuk perkara pidana dengan beberapa perbedaan sesuai dengan sifat khusus dari Peradilan Militer yang bertugas dan berwenang memeriksa. 2. Hukum acara perdata atau hukum pardata formal adalah suatu rangkaian peraturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertindak terhadap dan di muka pengadilan dan cara bagaimana pengadilan itu harus bertindak. dan pengadilan harus berindak guna mencapai tujuan negara dengan mengadakan hukum pidana. Secara lebih rinci dapat diuraiakan sebagai berikut: 1. 4. memutus. dan menyelesaikan perakara pidana militer. 116 . memutus. dan menyelesaikan perkara tata usaha negara/administrasi negara. 3. Peradilan Tata Usaha Negara yang bertugas dan berwenang untuk memeriksa. Kecuali yang telah diatur secara khusus dalam Undang-undang ini. Hukum Acara (Hukum Formil) Hukum acara atau hukum formal menunjuk kepada cara bagaimana peraturan hukum material dipertahankan dan diselenggarakan. Hukum Acara yang berlaku pada Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Agama adalah hukum Acara Perdata yang berhak pada Pengendalian dalam lingkungan Peradilan Umum. kejaksaan.

117 . Hukum Acara Perdata 2. di dalam masyarakat dikenal dua hukum acara pada peradilan umum.Secara umum. yaitu: a. maka sidang dihadiri oleh Jaksa/Penuntut umum sebagai wakil dari pemerintah. 1. Peradilam Umum (yang berwenang menyelesaikan perkara perdata dan perkara pidana). b. Hukum Acara Pidana Hukum Acara Perdata dan Hukum Acara Pidana bagi Pengadilan Negeri diatur dalam Herzien Inlands Regelement (HIR) atau RIB/D yaitu Reglemen Indonesia yang dibaharui dan UU RI No. Peradilan Agama (yang berwenang menyelesaikan perkara perdata di bidang tertentu atas permohonan orang yang beragama Islam). Proses Beracara di pengadilan Kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 14 tahun 1970 Pasal 10 ayat (1) adalah kekuasaan kehakiman dilakukan oleh pengadilan dalam empat lingkungan peradilan yaitu: a. Perkara Pidana: Kerena perkara ini mengenai hubungan antara pemerintah dengan seseorang. Perkara-perkara yang disidangkan adalah: 1) Pencurian 2) Pencopetan 3) Perampokan 4) Pembunuhan 5) Penggelapan. b. Ada dua macam perkara yang diadukan ke muka sidang di Pengadilan Negeri. Perkara Perdata: mengenai hubungan antara seseorang dengan yang lain. 8 Tahun 1981. yaitu: 1. dan sebagainya.

Peradilan Tata Usaha Negara (yang berwenang menyelesaikan perkara tata usaha negara/administrasi negara). 6) pengampuan.c. 2) hak-hak dan kewajiban-kewajiban suami dan istri. 2. mencabut: Buku ke-II Kitab Undang-undang Hukum Perdata Indonesia (Hukum Kebendaan) sepanjang yang mengenai bumi. dan d. tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Tentang orang Tentang orang antara lain mengenai: 1) perkawinan. air serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya. b. 118 . Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960. Proses Beracara menyelesaikan perkara perdata Perkara-perkara perdata dapat timbul dalam peselisihan hukum yang antara lain menyangkut – sebagaimana diatur Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHA Perdata): a. c. 2) yang dilahirkan demi undang-undang. 5) sewa menyewa. 3) pembubaran perkawinan. kecuali ketentuan-ketentuan mengenai hypotheek yang masih berlaku pada mulai berlakunya undang-undang ini. 4) kekeluargaan sedarah dan semenda. 4) tukar-menukar. Peradilan Militer (yang berwenang menyelesaikan perkara pidana militer/tentara). Kebendaan. 3) jual-beli. 5) kekuasaan orang tua. Perikatan Tentang perikatan antara lain: 1) yang dilahirkan dari kontrak atau persetujuan. 6) perseroan.

Misalnya seorang mohon kepada pengadilan Negeri. Pembuktian dan daluwarsa. hakim. 5) pembuktian dengan sumpah di muka hakim. d. 2) pembuktian dengan saksi-saksi. Namun. bukti dengan saksi-saksi. persangkaan-persangkaan. 4) pembuktian pengakuan. Penggugat adalah pihak yang mulai membikin perkara. 3) pembuktian persangkaan. para ahli waris mohon penetapan dari Pengadilan Negeri tentang siapa yang menjadi ahli waris. tergugat. 7) Pembuktian keyakinan hakim setelah meninjau ke lapangan (objek yang disengketakan) Proses beracara menyelesaikan perkara perdata yang berada dalam pemeriksaan di muka hakim yang pada umumnya selalu sekurangkurangnya ada dua pihak yang berhadapan satu sama lain yaitu penggungat dan tergugat. 119 . 8) hibah. 6) pembuktian karena daluwarsa. Tentang pembuktian dan daluwarsa mengenai. Atau seorang meninggal dunia mempunyai uang simpanan disuatu Bank. alat-alat bukti (lima jenis alat bukti) yang dapat digunakan dalam proses pemeriksaan perkara perdata yaitu bukti tulisan. Menurut pasal 1866 KUH Perdata. ada kalanya orang mohon satu putusan dari hakim dengan tidak menarik orang lain di muka hakim. supaya ia ditetapkan sebagai wali dari seorang yang belum dewasa. pengakuan.7) perkumpulan. Pihak-pihak yang hadir dalam proses persidangan perkara perdata di Pengadilan Negeri secara lengkap meliputi penggugat. sedangkan tergugat adalah pihak yang oleh penggugat ditarik di muka penadilan. 9) pemberian kuasa. dan sumpah. 10) penanggungan. 1) pembuktian dengan tulisan.

dan panitera. mengadili dan memutus perkara. dasarnya adalah Putusan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2002 tanggal 26 april Tahun 2002 Tentang Acara Gugatan Perwakilan Kelompok. Berita acara ini merupakan dasar untuk membuat keputusan. yang diangkat oleh Menteri Kehakiman.penasihat hukum. Bila penggugatnya adalah masyarakat. Tugas Panitera-panitera (PP). hadir saksi-saksi dan ahli untuk memberikan keterangan. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut: a. Di samping itu. Oleh karena itu gugatan perwakilan kelompok merupakan hal baru dalam dalam dunia peradilan kita. dalam tugasnya dibantu oleh beberapa orang Panitera Pengganti yang diangkat oleh Ketua Pengadilan. Pejabat yang menyelesaikan perkara perdata di Pengadilan Negeri. maka dapat mewakilkan dengan nama gugatan perwakilan (Class Action). Panitra/Panitera Pengganti. yaitu: 1) 2) Hakim. Pihak-pihak yang berperkara: 1) 2) 3) Penggugat/ Kuasanya Tergugat/Kuasanya “Objek yang dipermasalahkan” c. Ia harus membuat berita acara sidang dan bersama-sama menandatangani dengan ketua sidang. b. wajarlah apabila timbul pertanyaan 120 . ialah mengikuti semua sidang serta musyawarah Pengadilan dan mencatat dengan teliti semua hal yanga dibicarakan. yang memiliki kesamaan fakta dan dasar hukum antara wakil kelompok dan anggota kelompoknya. Baik penggugat maupun tergugat bisa lebih dari pada satu orang. yang memeriksa. Petitum (Permohonan) Tergugat suapaya dikabulkan/diputuskan oleh Hakim. dan kemungkinan juga hadir seseorang untuk keperluan alih bahasa. Mahkamah Agung mendefinisikan gugatan perwakilan kelompok sebagai suatu prosedur pengajuan gugatan untuk dirinya sendiri dan sekaligus mewakili sekelompok orang yang jumlah banyak.

wajarlah apabila timbul pertanyaan seluas apa jangkauan Perma No. 23 Tahun 1997 disebutkan (Pasal 37 ayat (1)) bahwa: “Yang dimaksud hak mengajukan gugatan perwakilan adalah hak kelompok kecil masyarakat untuk mewakili masyarakat dalam jumlah besar yang dirugikan atas dasar kesamaan permasalahan. Maka dimulailaah fase baru dalam dunia peradilan kita. Sementara itu UU No. Dengan diundangkannya:  Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. yakni dimungkingkannya Guagatan Perwakilan Kelompok atau Class Action. Perlindungan Konsumen (UU No. 8 tahun 1999). 1/2002 itu? Apakah hanya mencakup masalahmasalah Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU No. 23 Tahun 1997). 41 Tahun 1999)? Jadi gugatan perwakilan kelompok dapat diajukan dalam kasus apapun yang membawa kerugian bagi banyak orang misalnya tabrakan kereta api.  Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. 8 Tahun 1999 menyatakan (Pasal 46 ayat (1))” “Gugatan atau pelanggaran pelaku usaha dapat dilakukan oleh:  Seorang konsumen yang dirugikan atau ahli waris yang bersangkutan  Sekelompok konsumen yang mempunyai kepentingan yang sama  Lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat. 41 Tahun 1999 dalam Pasal 71 disebutkan bahwa: 121 . Sedangkan UU No.seluas dunia peradilan kita. dan Kehutanan (UU No. Di dalam UU No. fakta hukum dan tuntutan yang ditimbulkan karena pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup”. dan  Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan .

Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut. Presiden RI Cq. Cq. Menteri Kehutanan RI (tergugat III)  Pemeritah Daerah Tk. Kab. Kampung Bojong jambu dan kampung Sindang Sari. yang menimpa Desa Mandalasari. Masyarakat berhak mengajukan gugatan perwakilan ke pengadilan dan atau melaporkan ke penegak hukum terhadap kerusakan hutan yang merugikan kehidupan masyarakat. Bupati Garut (Tergugat V). II. dan Desa Karang Mulya. 2003:35-38). Tingkat Banding (Pengadilan Tinggi). Gugatan mereka ditujukan kepada:  Direksi Perum Perhutani. dst. Kepala Unit Perum Perhutani Unit III Jawa Barat (Tergugat I)  Pemerintah RI Cq. 1 tahun 2002 (Krisna Harahap. dan Tingkat Terakhir (di Mahkamah Agung) sebagai beriktu: 1) 2) 3) 4) Surat Gugatan Jawaban Gugat Replik Duplik 122 . Jadi ketiga UU tersebut sama sekali belum menyinggung masalah acara atau proses memeriksa dan mengadili perkara yang diajukan oleh perwakilan kelompok oleh karena itu keluarlah Peraturan Mahkamah Agung No. Garut Propinsi Jawa Barat Cq. Kampung Buniaten dan Kampung Babakan Nenggeng. Presiden RI (Tergugat II)  Pemerintah RI Cq. Adapun urutan proses pemeriksaan perkara perdata mulai Tingkat Pertama (di Pengadilan Negeri). Coba Anda camkan betul kasus “Class Action” berukut ini Salah satu contoh peristiwa Longsor Gunung Mandalawangi. I Propinsi Jawa Barat Cq. Gubernur Propinsi Jawa barat (Tergugat IV)  Pemerintah Daerah Tk. Perwakilan dari mereka (9 Orang) yang merasa dirugikan mengajukan Gugatan Perwakilan (Class Action) ke Pngadilan Negeri kelas I Bandung. melalui Kuasanya tanggal 04 Februari 2003.  Hak mengajukan ….

penggelapan. kesopanan. Yang memastikan suatu perbuatan sebagai tindak pidana yakni perbuatan itu dilarang oleh aturan pidana dan pelakunya diancam dengan hukuman pidana. melanggar martabat kedudukan Presiden dan Wakil Presiden. ketertiban umum. perbuatanperbuatan yang dilarang tadi dikelompokan ke dalam dua kelompok yaitu kejahatan dan pelanggaran. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Tindak pidana merupakan perbuatan yang melawan hukum dan mrugikan masyarakat. memalsukan mata uang. sumpah palsu dan keterangan palsu. penipuan. Perbuatan-perbuatan yang dimasukkan ke dalam kelompok kejahatan antara lain mengenai keamanan negara. penghinaan. kekuasaan umum. memalsukan surat-surat. pencurian.5) 6) 7) 8) 9) Pembuktian Tanggapan Terhadap Alat-alat Bukti Musyawarah Majelis Hakim Putusan Pengadilan Negeri Banding 10) Putusan Pengadilan Tinggi 11) Kasasi 12) Putusan Mahkamah Agung 13) Peninjauan Kembali (PK) 14) Gugatan Pihak Ketiga 3. pemeriksaan dan ancaman. Proses Beracara Menyelesaikan Perkara Pidana Perkara-perkara pidana dapat timbul dalam hal seseorang melakukan tindak pidana (delict). 123 . membuka rahasia. Perbuatan-perbuatan yang dimasukkan ke dalam kelompok pelanggaran antara lain mengenai ketertiban umum. memalsukan materai dan merek. yaitu perbuatan yang oleh aturan hukum pidana dilarang dan diancam dengan hukuman pidana bagi yang melanggar larangan tersebut. penganiayaan. kekuasaan umum.

ditangkap. ataupun diadili tanpa alasan yang berdasarkan undang-undang dan/atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan. sederhana dan biaya ringan serta bebas. dan/atau dihadapkan di muka sidang pengadilan. d. Penangkapan. c. Kepada seorang yang ditangkap. wajib dianggap tidak bersalah (presumtion of innocence) sampai adanya putusan Pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap. Setiap orang yang disangka. wajib diberi ganti kerugian dan rehabilitasi sejak tingkat penyidikan dan para pejabat penegak hukum yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya menyebabkan asas tersebut dilanggar. e. menuntut (kejaksaan) dan mengadili (pengadilan) dari badan pemerintah yang berwenang harus dijalankan guna mencapai tujuan negara dengan mengadakan hukum pidana. Dalam hal badan pemerintahan yang berwenang menjalankan tugasnya – guna pemberian perlindungan terhadap keluhuran harkat dan martabat manusia – harus didasarkan pada asas-asas (10 asas) hukum acara pidana sebagaimana dapat dijumpai dalam penjelasan umum UndangUndang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana atau lazim disebut juga Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP): a. maka timbullah soal cara begaimana hak atau wewenang menyidik (kepolisian). penggeledahan dan penyitaan hanya dilakukan berdasarkan perintah tertulis oleh pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang dan hanya dalam hal dan dengan cara yang diatur dengan undang-undang. dipidana. b. ditahan. Perlakukan yang sama atas diri setiap orang di muka hukum dengan tidak mengadakan pembedaan perlakuan. dan/atau dikenakan hukuman administrasi. dituntut. Peradilan yang harus dilakukan dengan cepat. ditahan. dituntut. jujur dan tidak memihak harus diterapkan secara konsekuen dalam seluruh tingkat peradilan. 124 . dituntut. penahanan.Apabila suatu perbuatan dari seorang tertentu menurut aturan hukum pidana material merupakan perbuatan yang diancam dengan hukuman pidana.

yaitu: 1) Jaksa Penunut Umum (JPU) 2) Hakim 3) Panitra/Panitra Pengganti 125 . dan panitera. surat. i. Sidang pemeriksaan pengadilan adalah terbuka untuk umum kecuali dalam hal yang diatur dalam undang-undang. hadir saksisaksi dan ahli untuk memberikan keterangan. hakim. Pihak-pihak yang hadir dalam proses persidangan perkara pidana di Pengadilan Negeri secara lengkap meliputi terdakwa. keterangan ahli. g. h. Pengawasan pelaksanaan putusan Pengadilan dalam perkara pidana dilakukan oleh ketua Pengadilan Negeri yang bersangkutan. j. Pejabat yang menyelesaikan perkara pidana di Pengadilan Negeri. Jaksa selaku penuntut umum hadir di dalam persidangan perkara pidana di Pengadilan Negeri mewakili pemerintah (eksekutif) dari Kejaksaan Negeri pada tingkat Pemerintah Kota/Kabupaten yang memiliki tugas dan wewenang penyidikan tidak hadir dalam pesidangan perkara pidana karena tugasnya selesai pada tahap penyidikan tadi dan proses penuntutannya diserahkannya kepada Kejaksaan Negeri pada tingkat Pemerintahan Kota/Kabupaten. Di samping itu.f. jaksa selaku penuntut umum. Menurut Pasal 184 ayat (1) Undang Undang Nomor 8 Tahun 1981 (KUHAP). Pengadilan memeriksa perkara pidana dengan hadirnya terdakwa. dan keterangan terdakwa. sejak saat penangkapan dan/atau penahanan selain wajib diberitahu dakwaan dan dasar hukum apa yang didakwakan kepadanya. juga wajib diberitahu haknya itu termasuk hak untuk menghubungi dan minta bantuan penasihat hukum. dan kemungkinan juga hadir seseorang untuk keperluan alih bahasa. alat-alat bukti (lima jenis alat bukti) yang dapat digunakan dalam proses pemeriksaan perkara pidana yatu keterangan saksi. Setiap orang yang tersangkut perkara wajib diberi kesempatan memperoleh bantuan hukum yang wajib semata-mata diberikan untuk melaksanakan kepentingan pembelaan atas dirinya. Kepada seorang tersangka. petunjuk. Adapun rinciannya sebagai berikut: a. penasihat hukum.

yaitu: 1) Saksi/Tersangka/Terdakwa 2) Penasihat hukum (pembela) c. Selanjutnya dapat dilihat skema Proses pemeriksaan Perkara Pidana sebagai berikut: I. berdasarkan praturan yang berlaku. NEGARA MASYARAKAT II.b. Lembaga/ Instansi Proses III. PENYIDIKAN PENUNTUTAN PENYIDIK PNS PENYELDIK POLISI KEJAKSAAN PENGADILAN KEPOLISIAN KEJAKSAAN PENGADILAN PEMERIKSAAN HAKIM TINDAK PIDANA DI INSTANSI TINDAK PIDANA DI MASYARAKAT PENYELIDIK PENYIDIK PEMBANTU (POLISI) Sumber: Husni Thamrin (Pokok-Pokok Sistem Struktur dan Proses Acara Pidana dan Perdata) 126 . Pihak-pihak yang terlibat. Agar Pengadilan memutuskan/menghukum pihak yang salah secara adil.

GARIS BESAR PROSES PERADILAN PIDANA INSTANSI KEPOLISIAN kejaksaan KEJAKSAAN PENGADILAN PROSES PEMERIKSA PENYELI DIKAN PENYE LIDIK PENYI DIKAN PENYI DIK PENUNTUTAN PEMERIKSAAN HAKIM PENUNTUT UMUM HAKIM TEMUAN LAPORAN PETUGAS PENGADUAN YANG DIPERIKSA TERSANGKA TERDAKWA Sumber: Husni Thamrin (Pokok-Pokok Sistem Struktur dan Proses Acara Pidana dan Perdata) 127 .

bidang kewarisan. Untuk bidang kewarisan. serta bidang wakaf dan shadaqah. Tugas dan wewenang Pengadilan Agama di bidang perkawinan diatur dalam Undang Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. memutus. dan menyelesaikannya – berdasarkan Undang Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama Islam – meliputi bidang perkawinan. wasiat. wasiat. Proses Beracara Menyelesaikan Perkara Perdata di Bidang Tertentu Atas Permohonan Orang Yang Beragama Islam Perkara-perkara perdata di bidang tertentu atas permohonan orang yang beragama Islam (kedua pihak harus beragama islam) kepada Pengadilan Agama untuk memeriksa.Proses Pemeriksaan POLRI KEJAGUNG MAHKAMAHAG UNG POLDA LAPORAN KEJATI POLRES PENGADILAN TINGGI PENGADUAN POLSEK/ TA KEJARI PENGADILAN NEGERI PENYELIDIKAN & PENYIDIKAN PENUNTUTAN PEMERIKSAAN HAKIM Sumber: Husni Thamrin (Pokok-Pokok Sistem Struktur dan Proses Acara Pidana dan Perdata) 5. hibah yang dilakukan berdasarkan hukum Islam diatur dalam Undang Undang Nomor 7 Tahun 1989 itu. dan hibah yang dilakukan berdasarkan hukum Islam. Bagitu pula mengenai bidang wakaf dan shadaqah berdasarkan 128 .

dan panitera. yaitu 1) Penggugat 2) Tergugat c. hadir saksi-saksi dan ahli untuk memberikan keterangan. memutus. wakap. memutus. wasiat. dan sodaqoh berdasarkan hukum Islam. Pihak-pihak yang hadir dalam proses persidangan perkara perdata di bidang tertentu atas permohonan orang yang beragama Islam di Pengadilan Agama secara lengkap meliputi penggugat. 7 Tahun 1989 Pengadilan Agama merupakan pengadilan tingkat pertama untuk memeriksa. Menurut Penjelasan UU RI No. wasiat. kewarisan. dan menyelesaikannya bila timbul perselisihan atau perkara menyangkut hal itu. Pengadilan Tinggi Agama merupakan pengadilan tingkat banding terhadap perkara-perkara yang diputus oleh Pengadilan Agama dan merupakan pengadilan tingkat pertama dan terakhir mengenai sengketa mengadili antaraPengadilan Agama di daerah hukumnya. Di samping itu. 129 . hakim. Agar hakim memutuskan/mengabulkan permohonan Penggugat (Petitum) Baik penggugat atau tergugat termasuk orang-orang yang beragama Islam yang menyelesaiakan perkata-perkara di bidang perkawinan/perceraian. Pihak-pihak yang terlibat. hibah. hibah. penasihat hukum. Pejabat yang menyelesaikan Perkara Perdata tertentu (Agama) di Pengadilan Agama yaitu: 1) Hakim 2) Panitera/Wakil Panitera b. kewarisan.hukum positif Indonesia Undang Undang Nomor 7 Tahun 1989 tadi merupakan tugas wewenang Pengadilan Agama untuk memeriksa. wakap. dan shodaqoh berdasarkan hukum Islam. tergugat. dan menyelesaikan perkara-perkara antara orang-orang yang beragama Islam di bidang perkawinan. dan kemungkinan juga hadir seseorang untuk keperluan alih bahasa. Adapun rincian adalah sebagai berikut: a.

talaq. perceraian. ruju‟. dan perceraian dengan banding seperti gambar berikut ini: 130 .Untuk lebih jelasanya dapat dilihat salah satu proses penyelesaian perkara perdata tententu di bidang agama. yaitu tentang perkawinan.

131 .

Proses Beracara Menyelesaikan Perkara Pidana Militer Badan peradilan militer merupakan badan peradilan pidana militer. Yang dimaksud dengan tindak pidana koneksitas ialah tindakan pidana yang dilakukan oleh seorang sipil atau lebih bersama-sama dengan seorang atau lebih anggota militer/tentara atau angkatan bersenjata RI. maka perkara itu dapat diadili oleh 132 . orang yang menurut Undang-undang dan Peraturan Pemerintah ditetapkan sama dengan anggota militer/tentara atau anggota angkatan bersenjata RI. Dengan adanya aturan mengenai koneksitas. serta „orang lain” yang ditetapkan Menteri Pertahanan dengan persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia harus diadili dalam lingkungan peradilan militer. Yang masuk dalam kewenangan lingkungan peradilan militer yaitu orang yang pada saat melakukan tindak pidana adalah anggota militer/tentara atau anggota angkatan bersenjata RI. di mana orang sipil seharusnya diadili oleh peradilan militer. anggota suatu golongan atau jawatan yang dipersamakan atau dianggap anggota militer/tentara atau anggota angkatan bersenjata RI.6. Yang dimaksud dengan “orang lain” yang harus diadili dalam lingkungan peradilan militer tersebut lazim dikenal dengan perkara koneksitas yang diatur Pasal 89 sampai dengan Pasal 94 Undang Undang Nomor 8 tahun 1981 (KUHAP).

peradilan umum dan anggota militer/tentara atau anggota bersenjata RI seharusnya diadili oleh peradilan militer. Dengan adanya aturan mengenai koneksitas, maka perkara itu dapat diadili oleh peradilan umum atau peradilan militer tergantung dari titik berat dari perkara tadi. Tindak pidana militer tersebut dapat digolongkan ke dalam tindak pidana biasa, tindak pidana subvers, dan tindak pidana ekonomi. Pihak-pihak yang hadir dalam proses persidangan perkara pidana militer di Mahkamah Militer secara lengkap meliputi terdakwa militer/sipil, oditur militer, hakim militer, penasihat hukum, dan panitera. Di samping itu, hadir saksi-saksi dan ahli untuk memberikan keterangan, dan kemungkinan juga hadir seorang untuk keperluan alih bahasa. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut: a. Pejabat yang menyelesaikan Perkara Pidana Militer di Pengadilan Militer dan Pengadilan Militer Tinggi, yaitu: 1) Hakim 2) Oditur Militer/Oditur Militer Tinggi 3) Panitera b. Pihak-pihak yang terlibat, yaitu 1) Tersangka/terdakwa/terpindana 2) Penasihat hukum c. Agar supaya Pengadilan Militer dan Pengadilan Militer Tinggi memutuskan dan memberi sanksi kepada terpidana secara adil. Selanjutnya dapat dilihat skema Proses Perkara Pidana Militer sebagai berikut:

133

PROSES SAI PERKARA PIDANA
HAKIM DISIPLIN
SKEP KEMBALI KE ANKUM U/DI PLINKAN

ANKUM TUPRA MAHMIL EKSEKUSI MASMIL

MAHMILTI SKEPPERA USUL TUPRA DEMI KEPT PELAKU TP

KAP

POM

3AP
OTMIL OTMILTI

-PH -BAPAT

-UMUM

PAPERA

-HUKUM -MILITER

PANG TNI

RIK IDIK

TP GAR PLIN

-PLIN -TUP -SIDANG

SARAN DITKUMAD

7. Proses Beracara Menyelesaikan Perkara Tata Usaha Negara Pengadilan di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara berwenang memeriksa, dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara/administrasi negara. Yang dimaksud dengan sengketa tata usaha negara ialah sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha negara, antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau Pejabat Tata Usaha Negara, baik di pusat maupun di daerah sebagai akibat dikeluarkannya keputusan tata usaha negara termasuk sengketa

kepegawaian. Adapun yang dimaksud dengan keputusan tata usaha negara – berdasarkan Pasal 1 butir “3” Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara – ialah suatu penetapan tertulis (beschikking), yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,

134

yang bersifat konkret, individual, dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Sengketa tata usaha negara ialah sengketa yang timbul di bidang tata usaha negara antara orang atau badan hukum perdata dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara, akibat dikeluarkannya suatu keputusan/penetapan tertulis tata usaha negara. Jadi, yang dapat digugat di Pengadilan di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara adalah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara karena Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang dapat mengeluarkan suatu keputusan tata usaha negara. Sementara itu, yang berhak menggugat atau yang menjadi penggugat adalah orang atau badan hukum perdata, yang merasa dirugikan karena dikeluarkannya suatu keputusan tata usaha negara oleh Badan atau pejabat tata usaha Negara yang bersangkutan. Oleh karena sengketa Tata Usaha Negara itu selalu berkaitan dengan dikeluarkannya suatu keputusan Tata Usaha Negara, maka satu-satunya pihak yang dapat digugat di Pengadilan di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara adaah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Tata Usaha Negara adalah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Berdasarkan hal ini, maka dalam Acara Peradilan Tata Usaha Negara tidak dikenal adanya gugat balik atau gugat rekonvensi, atau dengan perkataan lain seorang Pejabat Tata Usaha Negara yang merasa dirugikan moril ataupun material karena adanya gugatan dari seorang atau badan hukum perdata, tidak dapat mengajukan gugat balik atau gugat rekonvensi. Hal ini disebabkan sengketa Tata Usaha Negara berkenaan dengan masalah sah atau tidaknya suatu keputusan tata usaha negara yang telah dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Sengketa mengenai kepentingan hak, termasuk hak menuntut ganti rugi tidak termasuk wewenang Peradilan Tata Usaha Negara untuk mengadilinya. Seorang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu keputusan tata usaha negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang, berisi tuntutan agar keputusan tata usaha negara yang disengketakan dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau rehabilitasi. Alasan yang dapat digunakan dalam gugatan yaitu

135

Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara pada waktu mengeluarkan keputusan telah menggunakan wewenangnya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang itu. Pejabat yang menyelesaikan Perkara Tata Usaha Negara di Pengadilan Tata Usaha Negara: 1) Hakim 2) Panitera Pengganti 3) Pihak ketiga b. Untuk lebih rincinya adalah sebagai berikut: a.keputusan tata usaha negara yang digugat itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang belaku. yaitu 1) Penggugat (orang atau Badan Hukum) 2) Tergugat (Pejabat atau Badan TUN) c. Masalah yang disengketakan adalah Suarat Keputusan yang dikeluarkan oleh Pejabat/ Badan TUN. serta Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara pada waktu mengeluarkan atau tidak mengeluarkan keputusan setelah mempertimbangkan semua kepentingan yang tersangkut dengan keputusan itu seharusnya tidak sampai pada pengambilan atau tidak mengambil keputusan tersebut. Selanjutnya dapat dilihat skema proses perkara Tata Usaha Negara berikut ini: 136 . Pihak-pihak yang terlibat. Agar Hakim dapat mengambulkan permohonan Penguggat yaitu membatalkan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Pejabat/Badan Tata Usaha Negara.

137 .

Latihan : Silahkan saudara membentuk kelompok-kelompok untuk mensimulasikan sidang pengadilan dengan perkara : pidana. militer dan agama! 138 . tata uasa Negara. perdata.

Istilah ini mempunyai pengertian ialah segala perbuatan perantara yang meliputi perbuatan membelikan atau menjualkan barang untuk memudahkan hubungan antara produsen dan konsumen serta untuk memajukan pembelian dan penjualan itu sendiri. Dua istilah tersebut digunakan oleh Negara-negara yang mengikuti system civil law. bukan istilah hukum. Ada istilah lain lagi untuk menerjemahkan Handelsrecht tersebut. maupun udara (Buku II KUHD).BAB VII POKOK-POKOK HUKUM DAGANG A. Istilah Commercial law (bahasa Inggris) tidak biasa digunakan oleh Negara-negara civil law (antara lain Indonesia). Pembentukan persekutuan perniagaan atau badan-badan usaha seperti firma. 4. perdagangan adalah perbuatan perantara kepada produsen dan konsumen yang jenis-jenisnya sebagai berikut: 1. Penyelenggaraan asuransi atau pertanggungan (Buku I KUHD) agar pedagang dapat menutup risiko. misalnya atas pengangkutan barang dengan asuransi. dan PT untuk memajukan perdagangan. istilah “dagang” merupakan istilah ekonomi. Istilah Commercial law lebih sering digunakan di Negara-negara Common law dan oleh fakultas ekonomi. 3. Sedangkan. 2. Perantara melalui perbankan sebagai salah satu sumber pembiayaan. laut. baik di darat. yaitu hukum komersial atau Commercial law. 139 . Pengangkutan untuk kepentingan perniagaan. Pada prinsipnya. termasuk oleh fakultas-fakultas hukum di Indonesia. CV. Istilah Hukum Dagang Hukum dagang merupkan terjemahan dari istilah Handelsrecht (bahasa Belanda) yang juga diterjemahkan menjadi hukum perniagaan.

Isi pokok daripada KUHD Indonesia itu ialah: a. 3. 140 . Kitab Undang-Undang Hukum Sipil (KUHS) atau Burgerlijk Wetboek Indonesia (B. yang memuat: Bab I : dihapuskan (menurut Stb. : Tentang bursa dagang. Bab II Bab III Bab IV Bab V : Tentang pemegang buku. makelar dan kasir. 4. : Tentang cek. dan 5 telah dihapuskan).K. KUHD yang mulai berlaku di Indonesia pada 1 Mei 1848 terbagi atas dua Kitab dan 23 bab: Kitab I terdiri dari 10 bab dan Kitab II terdiri dari 13 bab. b. Bab VI Bab VII : Tentang surat wesel dan surat order.B. ekspeditur. 2. Bab I yang berjudul: “Tentang pedagang-pedagang dan tentang perbuatan dagang”yang meliputi pasal 2.).). Bab VIII : Tentang reklame atau penuntutan kembali dalam hal kepailitan.W. : Tentang beberapa jenis perseroan. Hukum tertulis yang dikodifikasikan: a. 1938/276 yang mulai berlaku pada 17 Juli 1938. Hukum tertulis yang belum dikodifikasikan. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) atau Wetboek van Koophandel Indonesia (W. Kitab Pertama berjudul: Tentang Dagang Umumnya. pengangkut dan tentang juragan-juragan perahu yang melalui sungai dan perairan darat. Sumber-Sumber Dan Sistematika Hukum Dagang Hukum dagang Indonesia terutama bersumber pada (diatur dalam): 1. tentang promes dan kwitansi kepada pembawa. : Tentang komisioner. yakni peraturanperaturan khusus yang mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan perdagangan.

persetujuan pinjaman uang (contract of loan) Dalam hukum dagang selain diatur dalam KUHD dan KUHS juga terdapat dalam berbagai peraturan-peraturan khusus (yang belum dikodifikasikan) seperti misalnya: a. Hal-hal yang diatur dalam kitab III KUHS ialah mengenai Perikatan umumnya dan perikatan-perikatan yang dilahirkan dari persetujuan dan undang-undang seperti: a. persetujuan jual-beli (contract of sale) b. : Tentang pertanggungan (asuransi) terhadap bahaya kebakaran.Bab IX Bab X : Tentang asuransi atau pertanggungan seumumnya. : Tentang pengangkutam orang. Stb. 1905/217 yo. Bab IV : Tentang perjanjian kerja laut. 1908/348) c. persetujuan sewa menyewa (contract of hire) c. Bab V A Bab V B : Tentang pengangkutan barang. Bab III : Tentang nahkoda. Peraturan tentang Koperasi b. Peraturan Pailismen (Stb. b. Bab II : Tentang pengusaha-pengusaha kapal dan perusahaanperusahaan perkapalan. Kitab kedua berjudul: Tentang Hak-hak dan Kewajiban-kewajiban yang Terbit dari Pelayaran. yang memuat Hukum Laut: Bab I : Tentang kapal-kapal laut dan muatannya. 1922/54) 141 . anak kapal dan penumpang. Undang-undang Oktroi (Stb. bahaya yang mengancam hasil-hasil pertanian yang belum dipenuhi dan pertanggungan jiwa.

maka ketentuan dalam KUHD itulah yang berlaku. dan masih banyak lagi ketentuan-ketentuan baru lainnya.  Beberapa macam perseroan/badan usaha. Hubungan Hukum Dagang Dan Hukum Perdata Hubugan kedua hukum ini seperti genus (umum) dan specialis (khusus). Belakangan.C. kalau andaikata dalam KUHD terdapat ketentuan mengenai soal yang dapat aturan pula dalam KUHS. Sebagaimana hukum perdata.  Komisioner. hukum ini berlaku untuk Indonesia. maka ketentuan mengenai soal yang dapat aturan pula dalam KUHS. Sejarah Hukum Dagang Hukum dagang yang dikodifikasikan dalam Kitab UndangUndang Hukum Dagang berlaku sejak 1 Mei 1848 dan hingga kini merupakan hukum positif Indonesia. Sejak tahun 1993. beberapa hal yang diatur dalam KUHD diperbarui dengan peraturan setingkat Undang-undang. 142 . Pembaruan ini dilakukan untuk menjawab tuntutan kebutuhan masa kini. hukum dagang berasl dari negeri Belanda yang dberlakukan di Indonesia karena Indonesia dijajah Belanda. Adapun hal-hal yang diatur dalam KUHD adalah sebagai berikut:  Perniagaan pada umumnya. seperti kebutuhan pengaturan tentang bursa (ketentuan barunya dalam UU NO.  Pembukuan. maka sebagai Lex Specialis. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal).  Bursa. Semula. hukum dagang berlaku hanya untuk golongan Eropa saja dan kemudian baru untuk golongan Timur Asing. Dengan perkataan lain KUHD merupakan suatu Lex Specialis terhadap KUHS sebagai Lex Generalis. dll D.

” d. KUHS menurut Hukum Perdata dalam arti sempit. Van Kan beranggapan. bahwa Hukum Dagang adalah suatu tambahan Hukum Perdata yaitu suatu tamabahan yang mengatur hal-hal yang khusus. Latihan : Diskusikan dengan teman sekelompok mengenai pemisahan hokum perdata dari hukum dagang! Masalah-masalah perdagangan internasional dampaknya pada perdagangan nasional 143 . bahwa Hukum Dagang adalah suatu Hukum Sipil yang istimewa. bahwa pasal 1 KUHD “memelihara kesatuan antara Hukum Perdata Umum dengan Hukum Dagang…. Tirtaamijaya menyatakan. sedangkan KUHD memuat penambahan yang mengatur hal-hal khusus hukum perdata dalam arti sempit itu. Van Apeldroon menganggap Hukum Dagang suatu bagian istimewa dari lapangan Hukum Perikatan yang tidak dapat ditetapkan dalam Kitab III KUHS. Sukardono menyatakan.Adapun pendapat beberapa sarjana hukum lainnya tentang hubungan kedua hukum ini antara lain adalah sebagai berikut: a. b. c.sekedar KUHD itu tidak khusus menyimpang dari KUHS.

b. Kapankah kitab undang-undang Hukum Romawi (KUH-Romawi) dibuat : a. c. norma agama norma susila c. agar tidak terjadi konflik d. Pada masa Napoleon 3. agar tidak terasing c. menjamin kepastian hukum d. susila. norma adat 2. menjamin adanya kebahagiaan yang besar c. hukum dipelajari secara praktis di masyarakat c. Sebelum norma hukum berlaku di masyarakat. dan adat d. Apa tujuan hukum menurut Van Apeldoren… a. norma-norma apa sajakah yang telah hidup dan berkembang di masyarakat… a. Pada masa Plato d. Apa yang menjadi alasan orang mentaati hukum {menurut filsafat hukum} … a. norma agama.LATIHAN UJIAN AKHIR SEMESTER BAGIAN I PETUNJUK ! Jawablah semua pertanyaan di bawah ini dengan cara memilih dan memberi tanda silang (X) pada huruf alternatif jawaban yang tersedia ! 1. Pada masa Caisar Yustinianus b. mempertahankan perdamaian b. meminimalisir tindakan kejahatan 144 . mengatur masyarakat secara damai 5. hukum dipelajari secara ilmiah b. perlunya ketentraman dalam masyarakat b. hukum dikaji dari segi-segi teoritis d. Pada masa Aristoteles Mempelajari hukum dalam arti “theoritische Receptie”adalah… a. hukum dipelajari secara tata hukum dalam kehidupan ketatanegaraan 4.

d. Teoritis. BW b. Subekti c. ilmiah. Praktis. Hukum Positif b. Bellproid 10. Badan hukum adalah setiap pendukung hak yang tidak berjiwa atau lebih tepat yang bukan manusia. kebiasaan.6. kebisaan. Belanda. KUH Perdata c. peradilan b. Praktis. Undang-undang menurut Utrecht adalah…. Teoritis. yurispudensi.trakta. a. KUH Pidana 11.. Perancis. Transfer. Inggris dalam mempelajari dan menyelidiki hukum Romawi melalui berbagai cara. Praktis. 300 hari 9. doktrin. undang-undang. Buku I KUH Perdata d. Teoritis. ditentukan oleh penguasa c. Van Apeldorn d. kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat d. a. a. c. yaitu …. Konsep tersebut di kemukakan oleh… a. Seorang perempuan tidak boleh kawin lagi sebelum lewat…hari setelah perkawinan di putuskan. b. traktat c.. 100 hari b. jika sudah tidak ditaati lagi oleh masyarakat b. Utrecht b. Hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu adalah……. dan agama d. dicabut/dihapus oleh UU yang baru 12. Ilmiah. Tata Hukum 8. ilmiah. Transfer. Kapankah suatu undang-undang dapat berakhir… a. Transfer. 150 hari c. 200 hari d. dokrin dan agama 7. a. Praktis. Kedudukan badan hukum sebagai subyek hukum tidak tercantum dalam KUH Perdata akan tetapi hanya ada dalam … a. Jerman. undang-undang. Hukum Asasi 145 . Tata Hukum. Tata Hukum.

( Algemene Bepaling van wetgeving voor Indonesia) b. Hukum Administrasi Negara c.. Mempertahankan dan melaksanakan tata tertib di masyarakat c. A. Hukum Alam d. Hukum Peradilan d. Ius Constituendum dan Constitutum 13. Pasal 102 146 . a. Pasal 15 RR d. Regerings verordening 15. Yang termasuk tujuan mempelajari tata hukum… a. Menjamin kepastian hukum b. RRC (Regerings Regement) d. Hukum Pidana 17 Asar hukum dari kodifikasi itu tercantum dalam pasal . Pasal 76 ayat I RR b.B. Hukum yang mengatur cara negara atau alat-alat perlengkapan negara hendaknya bertingkah laku dalam menjalankan tugasnya itu adalah… a. Mengetahui perbuatan menurut hukum dan bertentangan dengan hukum b. Untuk menjaga peraturan-peraturan hukum 14. Untuk menjamin adanya kepastian hukum c. Ius Constituendum e. IS (Indisehe Staatsregeling) c. Untuk mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada rakyatnya d. Pasal 75 ayat 1 RR c. Tujuan dari Tata Hukum adalah… a. Menjaga peraturan hukum 16.c. Tata hukum Hindia Belanda dinyatakan dengan……… a. Hukum Tata Negara b. Untuk mengetahui hukum yang berlaku di masyarakat e. Mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada rakyatnya d.

yaitu Hukum adat. Regerings verordening d. b. Asas pembanding b... Adanya keseragaman tentang pembagian penduduk di Indonesia yang mengakibatkan hukum perdata mempunyai sanksi yang tegas. Yang bukan termasuk kedalam jenis peraturan organik.18. a. Hukum perdata dan dagang (begitu pula Hukum pidana beserta Hukum acara perdata dan Pidana ) tidak harus diletakkan dalam kitabkitab undang-undang yang dikodifisir. c. Locale verordening c. 147 . Politik hukum pemerintah Belanda yang tertulis dalam pasal 131 IS. Berkembang dengan pesat sesuai dengan perubahan zaman sekarang ini. Peraturan peralihan 19. bagi mereka itu akan tetap berlaku hukum yang sekarang berlaku bagi mereka. Asas keselarasan/ persamaan 20. Keadaan hukum perdata di Indonesia dari dahulu dengan sekarang tidak ada keseragaman (Plunarisme). Hukum perdata tidak berkembang karena mempunyai sanksi yang tidak tegas. d. Asas antar golongan d. Asas golongan c. 21. Bagaimanakah kondisi dan keadaan hukum perdata di Indonesia saat ini …. dikarenakan adanya kebijakan tentang pembagian penduduk di Indonesia. yaitu kecuali … a. Ordonnantie b. Asas Konkordansi adalah… a. Sebelum hukum untuk bangsa Indonesia ditulis di dalam undangundang. b. a.

Orang Indonesia asli dan Timur Asing sepanjang mereka belum di tundukkan di bawah peraturan bersama dengan bangsa eropa. arab dsb) jika ternyata kebutuhan kemasyarakatan mereka menghendakinya.c. Penundukkan diri secara langsung. 28 Oktober 1928 b. Van Vollenhoven 148 . Kapankah Tata Hukum Indonesia ditetapkan oleh masyarakat hukum Indonesia yang kemudian ditetapkan oleh Negara Indonesia…. Penundukkan diri mengenai suatu perbuatan hukum tertentu. yaitu…. Bahwasannya bangsa Indonesia mempunyai tata hukum pribadi asli itu dapat dibuktikan oleh adanya ilmu pengetahuan Hukum Adat. 18 Agustus 1945 d. Penundukkan diri pada sebagaian hukum Perdata Eropa 23. Untuk golongan bangsa Indonesia asli dan timur asing (tionghoa. a. a. b. b. 17 Agustus 1945 24. c.. 5 Juli 1949 c. Selain melalui kebijakan hukum juga dikenal adanya penundukkan diri. d. Hal tersebut merupakan hasil penyelidikan dari. Penundukkan diri sebagaimana diatur dalam stb. Penundukkan diri pada seluruh Hukum Perdata Eropa. Utrecht. Volmar d. 22. diperbolehkan menundukkan diri (Onderwepen) d. dapat menggunakan peraturan yang berlaku bagi golongan Eropa.. Bellproid c. 1917 no 12 yaitu KECUALI a.

Pasal 192 ketentuan Peralihan Konstitusi RIS 27. Satu-satunya peraturan pokok yang diadakan Pemerintah militer Jepang di Indonesia ialah yang menyatakan berlakunya kembali semua peraturan perundangan Hindia Belanda yang tidak bertentangan dengan kekuasaan Militer Jepang. Golongan warga negara bukan asli yang bukan berasal dari Tionghoa dan Eropa (Arab.. a. b. a.25. b. Yaitu…. Mengenai hukum kepribadian c. Mengenai hukum warisan 149 . c. Untuk golongan bangsa Arab dan India d. Dibawah ini bukan merupakan Peraturan pokok Hindia Belanda ialah …. Untuk golongan bangsa Tionghoa c. Mengenai hukum kekeluargaan d. Di dalam hukum perdata di kenal dengan istilah BW (Burgerlijk Wetboek) dan WVK (Wetboek Van Koophandel) dimana keduanya hanya berlaku bagi… a. Hanya bagian-bagian hukum kekayaan harta benda b. Algemene Bepoling van Wetgeving voor Indonesia. Lucale Verordening. Untuk bangsa Indonesia dan warga negara bukan asli 28. Pasal 142 Ketentuan Peralihan UUDS RI 1950 d. c. Indische staatsregeling d. India dan lain-lain) berlaku sebagian BW yaitu mengenai hal… a. 26. Regerings Reglement. 1 Tahun 1942. Pasal 3 Undang-Undang Balantetara Jepang Tahun 1942. Untuk golongan bangsa Indonesia Asli b. Undang-Undang No.

Penundukan pada seluruh hukum perdata eropa b.29. dan warisan b. Dalam hukum benda di kenal dengan adanya kekuasaan atas suatu benda dan kemauan untuk memiliki benda itu di sebut …. Hukum tentang diri seseorang. kekayaan dan warisan 31. Hukum tentang diri seseorang. Buku I “perihal orang” Buku II „perihal benda” Buku III “perihal perikatan‟ dan Buku IV “perihal pembuktian dan daluwarsa b. Hukum tentang diri seseorang. Hukum perdata menurut ilmu hukum sekarang ini lazim di bagi ke dalam empat bagian yaitu…. a. Penundukan pada sebagian c. dibawah ini yang tidak termasuk penundukan perdata adalah…. Buku I “perihal benda” Buku II „perihal orang” Buku III “perihal pembuktian‟ dan Buku IV “perihal perikatan dan daluwarsa c. kekeluargaan. Buku I “perihal orang” Buku II „perihal perikatan” Buku III “perihal benda‟ dan Buku IV “perihal pembuktian dan daluwarsa d. a. a. Hukum tentang seseorang. perkawinan. Postal d. Eigendom c. kekeluargaan. kekayaan dan perkawinan c. kekeluargaan. kekayaan. Penundukan mengenai suatu perbuatan hukum tertentu d. Buku I “perihal pembuktian” Buku II „perihal benda” Buku III “perihal perikatan‟ dan Buku IV “perihal orang 32. Dalam hukum perdata dikenal dengan adanya penundukan hukum barat. Sistematika yang dipakai oleh kitab Undang-Undang hukum perdata adalah….. Bezit b.. Ertpacht 150 . perkawinan dan warisan d. a. Penundukan secara diam-diam 30.

UU. Untuk orang yang beragama Islam pencatatan terhadap pernikahan dilakukan oleh a. Paspor 151 . c. Perikatan yang lahir dari undang-undang dapat dibagi lagi atas perikatanperikatan yang lahir dari …. Bukti otentik bahwa seseorang sudah secara sah menjadi sepasang suami istri adalah a. Tidak hadirnya salah satu mempelai d. a. Ada halangan yang sangat mengganggu c. 1 Tahun 1975 c. Apabila ada pihak-pihak yang tidak memenuhi syarat 38. 2 Tahun 1974 36. Eigendom c. Vruchtgebroik 34. Hak yang paling sempurna atas suatu benda disebut ….33. Bezit b. Pelaksanaan dan tata cara melaksanakan perkawinan diatur oleh … a. Kantor Catatan Sipil c. UU. Akta nikah dan buku nikah b. 1 Tahun 1974 b. 1 Tahun 1976 d. Suatu pernikahan dapat dicegah atau dibatalkan apabila… a. Undang-undang karena perbuatan yang berlawanan b. Ertpacht d. No. No. UU. d. Undang-undang karena suatu perbuatan dan perikatan-perikatan.. UU. Departmen Agama d. Departmen Kehakiman 37. Tidak hadirnya petugas pencatatan nikah b. Undang-undang karena suatu perikatan 35. Undang-undang saja dan undang-undang karena suatu perjajian orang.. No. a. Pegawai PPN (Pegawai Pencatat Nikah) atau P3 NTR b. No.

Pegawai Pencatatan Nikah 40. 1 Tahun 1974 a. Hukum Tata Usaha Negara adalah : a. c. Pengadilan Agama c. d. Hukum yang mengatur hubungan antar warga negara/orangperorangan. Keduanya memiliki kedudukan yang sama atas dasar persetujuan b. Serangkaian peraturan yang mengatur dan menentukan cara-cara pemerintah atau aparat administrasi negara untuk menjalankan tugasnya. Kantor Catatan Sipil d. Surat dispensasi nikah d. Apabila seorang calon mempelai belum cukup umur melangsungkan perkawinannya harus mendapat dispensasi nikah dari… a. Orang tuanya b. No.c. Hanya isteri yang boleh dan berhak atas harta bersama c. Bagaimana hak suami dan isteri terhadap harta bersama berdasarkan UU. Hanya anak saja yang berhak atas dasar bersama 41. 152 . b. Peraturan hukum yang membentuk alat-alat perlengkapan negara dan menentukan kewenangan kepadanya. Hanya suami yang boleh dan berhak atas harta bersama d. Surat Izin Nikah 39. Hukum yang merupakan bagian dari hukum publik yang mengatur hubungan antara warga negara dengan alat-alat perlengkapan negara.

asas manfaat. asas non diskriminatif. Asas legalitas. Pemerintahan. kepolisian. d. Sumber-sumber factual dari hukum tata usaha negara menurut E. hukum perdata. peradilan. b. Tertulis). traktat. Hukum keprajaan. Tertulis). Hukum keprajaan. b. asas kesamaan hak bagi tiap penduduk. 43. jurisprudensi. c. dan asas upaya pemaksa. dan organisasi negara. undangan. hukum peradilan. dan praktek administrasi negara. praktek administrasi negara. asas kesamaan. Tertulis).42. asas keadilan dan kebijaksanaan. asas tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan. jurisprudensi. Asas-asas hukum tata usaha negara terdiri dari : a. dan asas keadilan dan kebijaksanaan. hukum kepolisian. dan hukum perundang-undangan. UU (HAN. hukum kepolisian. anggapan para ahli HAN. asas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME. peradilan. organisasi negara. dan hukum perundang- 153 . hukum pidana. UU (HAN. UU (HAN. dan asas upaya pemaksa. c. c. Asas legalitas. dan hukum perundang-undangan... b. asas tidak boleh menyerobot wewenang orang lain. Pemerintahan. asas keseimbangan. dan asas upaya pemaksa. dan jurisprudensi. Asas legalitas. Lapangan hukum tata usaha negara menurut Van Vollenhoven terdiri dari : a. Asas legalitas. dan hukum perundangundangan. d. 44. Utrecht ialah: a.

4 Tahun 1960 b. d. 6 Tahun 1961 47. Hukum adat yang tidak memeras dan mengindahkan agama d. Hukum adat yang berakar dari budaya Indonesia b. No. 45. Hukum adat bagaimana yang dapat dijadikan landasan bagi pembentukan UUPA ? a. ekonomi dari rakyat b.. dan anggapan para ahli HAN. Hukum adat yang konvensional 48.. Monopoli tanah secara penuh dan berkuasa 154 . traktat. 5 Tahun 1960 c. UU. Karena hukum tata negara lebih menitikberatkan kajiannya pada individu dan organisasi negara. Meningkatkan taraf hidup bidang sosial. Karena hukum tata usaha negara memiliki sifat memaksa dan mengatur. UU.. 5 Tahun 1961 d. UU. tetapi juga berada diantara hukum pidana dan hukum privat. praktek administrasi negara.d. c. No. Karena hukum tata usaha negara tidak hanya merupakan bagian dari hukum publik. UU. Tertulis). Karena hukum tata usaha negara memiliki kajian yang di ambil dari hukum tata negara dan hukum perdata. UU (HAN. 46. b. No. Undang-Undang yang mengatur mengenai pertanahan di Indonesia diatur dalam … a. a. Hukum adat yang progresif c. Tujuan yang ingin dicapai UU agraria nasional adalah. No. Meningkatkan penghasilan dan pendapatan pemerintah c. Mengapa hukum tata usaha negara di sebut sebagai “hukum antara” ? a.

. Tanpa jasa timbal. Iuran rakyat sebagai pembayaran atas jasa tertentu yang khusus diberikan oleh pemerintah untuk kepentingan orang pribadi/badan. Hukum perdata 53. Hukum pidana d. Hukum pidana b. a. Iuran rakyat kepada negara dengan mendapat jasa timbal/kontraprestasi secara langsung. c. Yang dimaksud dengan pajak adalah…. Rangkaian kaidah hukum yang mengatur cara-cara bagaimana mengajukan suatu perkara kemuka suatu badan peradilan serta cara-cara hakim memberikan putusan. d. disebut sebagai… a. Iuran rakyat kepada Negara c.. Hukum material 52. Berdasarkan UU d. Penganiayaan d. Memindahkan pemerintah menguasai tanah yang ada di Indonesia 49. 50. Hukum perdata b. Hutang piutang c. Dengan balas jasa secara langsung. b. b. Rangkaian peraturan hukum yang menentukan bagaimana cara-cara mengajukan ke depan pengadilan perkara-perkara kepentingan- kepentingan perseorangan disebut… a. Hukum acara pidana c.d. Yang termasuk kedalam lapangan-lapangan hukum keperdataan itu diantaranya… a. Hukum acara c. Pembunuhan b. Hukum acara perdata d. kecuali…. Dibawah ini adalah unsur pajak. a. Iuran rakyat kepada negara secara sukarela. Iuran rakyat kepada negara berdasarkan UU dengan tidak mendapat jasa timbal yang langsung dapat ditunjukkan dan digunakkan untuk pengeluaran umum. Kehormatan 155 . 51.

Putusan yang dijatuhkan hakim tanpa hadirnya pihak tergugat disebut… a. Membacakan gugatan b. deklarator b. KUHD 57. Hal pertama yang dilakukan oleh seorang ketua pengadilan dalam melaksanakan sidang perdata adalah… a. yang berlaku digolongan Jawa dan Madura saat ini diganti oleh… a. Keputusan yang menimbulkan hukum baru disebut… a. eksepsi c. Memeriksa penggugat dan tergugat c. Burgelijk wet boek 56.54. Lembaga-lembaga hukum yang terdapat dalam lapangan keperdataan adalah… a. Reglement Indonesia yang dibaharui. Keputusan deklaratif d. KUHP c. Herziene Inlandsch Reglement c. Kantor pegadaian c. Kantor pajak b. verstek vonnis 156 . Rechtreglement Buitengewesten d. Mendamaikan kedua pihak d. Kantor pendaftaran tanah 55. Keputusan konstitutif c. KUHAP d. Hukum acara perdata yang berlaku bagi golongan Eropah di Jawa dan Madura disebut juga… a. verstek vonnis 59. Keputusan kondemnator b. Mempertimbangkan perkara 58. Reglement op de burgelijke rechtsvordering b. KUHS b. Kantor polisi d. kondemnator d.

Masalah Perdata c. Periode penjajahan Raffles di Indonesia dikenal ada 4 susunan pengadilan di Indonesia. Persangkaan c. dan singkat! 2. Pernyataan sesuatu pihak mengenai peristiwa tertentu atau sesuatu hak disebut… a. sistematika. Jelaskan perbeadaan adat sebagai kebiasaan dan adat sebagai hukum! Mengapa Hukum Adat dikatakan sebagai salah satu aspek kebuadayaan ? Kapankah suatu Hukum Adat dinyatakan tidak berlaku lagi ? 6. Mengapa Hukum Dagang dipisahkan dari Hukum Perdata ? 157 .60. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Tata Hukum Indonesia ! Tujuan dibentuknya Tata Hukum Indonesia dan Tujuan mempelajari Tata Hukum Indonesia ! 3. seperti Algeimene Bepaling van Wetgeving voor Indonesia. Bukti saksi b. Jelaskan pengertian dari masingmasing aturan tersebut. Masalah Pidana b. Regerings Reglements dan Indische Staatsregeling. Jelaskan perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata dilihat dari : pengertian. 7. Pengakuan d. dan dimana perbedaannya? 5. Masaalah Tata Usaha Negara d. Sebutkan dan jelaskan ke empat pengadilan tersebut ! 4. Pada jaman Hindia Belanda ada sejumlah peraturan yang diberilakukan. Masalah Peradilan Agama Dalam menjelaskan tersebut harus disertai masing-masing 1 (satu) contoh sederhana. Sumpah BAGIAN II PETUNJUK ! Kerjakan semua soal di bawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Apakah yang dimaksud dengan : a. tujuan dan sumbernya.

8. jenis hukuman dan upaya hukum yang dilakukan! 158 . Acara Pidana dan Acara PTUN dilihat dari : Proses mengadili. Jelaskan mengenai fungsi dan syarat pemungutan pajak ! 9. Jelaskan hubungan Hukum Tata negara dengan Hukum Administrasi Negara beserta contohnya! Jelaskan pula Hubungan antara Hukum Tata pemerintahan dengan Hukum Administrasi Negara! 10. Jelaskan perbedaan Hukum Acara Perdata. Jelaskan mengenai sumber dan subyek Hukum Internasional! 11. pihak yang menuntut. alat-alat bukti.

Bandung : Refika Aditama. ( 1983 ). Bandung.. ( 1991 ). Prdanya Paramita. Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Tata Hukum Indonesia. Charles Himawan (2003). Suroyo Wignyodipuro. Latihan Ujian Pengantar Hukum Indonesia. Sinar Grafika. Kompas. Citra Aditya Bakti. ( 2002). (1984). Pengantar Tata Hukum Indonesia.. Bandung.DAFTAR PUSTAKA Achmad Sanusi ( 1994 ). . Jakarta.Jakarta : Gunung Agung. Dudu Duswara Machmudin. Hukum. Bandung. Alumni. Bandung : PT. Balai Pustaka. Pengantar Ilmu Hukum. Pengantar Ilmu Hukum. Astim Riyanto (2000). Van Apeldorn (1986). Jakarta. Bandung. Yapendo. Remadja Karya CV. Kapita Selekta Hukum dalam Dinamika.. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Kansil ( 2001). Tarsito. Mochtar Kusumaatmadja (1996). PN. Politik Hukum Menuju Satu Sistem Hukum Nasional. Bandung. Jakarta.. Bandung. Soenarjati Hartono (1991). Hukum sebagai Panglima. Bachsan Mustafa. Satjipto Rahardjo. Sumber dan Dokumen : Jurnal : Jurnal Magister Hukum dan Ilmu Hukum Internet : Masalah-masalah yang terkait dengan materi dan pengayaan mata kuliah Pengantar Hukum Indonesia 159 . Jakarta. Bina Cipta. Masyarakat dan Pembinaan Hukum Nasional.. Sistem Hukum Indonesia. Pengantar Ilmu Hukum. Ilmu Hukum. Soedarsono ( 1991).. ( 2001 ). Rieneka Cipta.

160 .

830./23897..7.     .

: #..9:   ::2.2 2.9:7 /.3:2:2 ..!/.7./.!07/.7.9. !03. 507.2  0703 3.7. ::2 . 5..3/8 #0002039 #  . :2:2  / /...3 007 /.7.3 ::2 .3. /:..9.. !/.7./.3.  $0..9 /03.7.7./.9.   ::2. /.. !07/.8.. -. ::2 .

39.3....7.7.3 . 8/.3 / !03. 0703.7:/.7.3/-.3 0 2:. 5020739.9: ./:.3/.3&&#4 %. 3 20303.3 2. ..8. !/.3808047. . 2. 507./03.9: #002033/4308. :-:3./.  !07..7.3 /.2 507.3007 .:3  /. /:.8/./740.

3 203008.3 # 4247  9..3.3 507. 507/.3/03..!03:39:9 :2:280-.20303....  !07.39.9.347.2 &2:2 . / -/.3 -0703.9.3.380-.9:7 /./.808047.9: .3.2025.254.3..2. 0:.5/.3 0. 507/.:-:3./.5.8.3   !02-:3:.7.!07/.2.  !07.75020739.4509...3  0:.8.   .7../. /.9..3   !030.8.3./.7.3 /.2 &3/.3 0.././.3 507.3 40 503.3507.9.93:3.3...3 .:7. 507.3.7.3.7...  -  !07.3/8/.7.3   !03./.3 -0703.7.2.3 507.3   !07.3 203008.   !03.:..3 /. .3/.3 &3/.8.7././503.2.85072443.3.3-07.9   .2    .39079039:.3 /.3     !7480807.:3   !.  -  !07.

3. .3 203008.3 507.3 -0703.7. 5/./.3 907 . 2907..  !07.

3507.7.9.7..9.3-0703./.&8.30.7.3%.9039.9.3 /  !07. :8...3203008.0. . /.7.

3 :3/.830.3 :3/.7    80.7!44 !447. 0..9:79.203008.8 -07.  !07.9.2 .3 &3/.74397.3    .    5078074.8.-&3/.7.3 0.3 :3/.    503.: 5.3    :.3507.7 203:.2. -:2  .3 09039:.9.  .3 ::2 !07/.39.3507.7.9./..507/.7.3.3 .7.3 %039.380203/..3.3 .-:9::0 9.7. 3/4308.:3/.2/.3/.3  07/.3..7.2:.380/./. 507.  %039.-&3/.23.8.9.8../23897. .7.25:.7.3203.347.3/:3 //..3./.    !7480807.3    00:...3/.3 !07.9..3   .3 20303.39:.7.7.320303..    0:.  0. ::2 0-03/.2030.-07.39.507/. 09039:. -0    9:.:3.3 907.7.3:9 80-.347.5. &!07/.7.-. 54900 ./.:3   9039.992-:/.3 4247  %.38:.7.3 %039..3 .3 &3/.3507.3/.9.39.3  805.   507.3/02:3/..3 2.  !07.-.3::2 !07/.:507809::..9.3 20303.7 8079..3./.9:7.347.7.3 :3/..3    .30.9...3    .7..3::2.:.3  -  0-03/..3.250808. 203.3 .33  .3897    502-:-.

3-07.:.5./. /909.3.  80/.8.8 8..7..3../. 8047.3 907:./. .8  5078..9.3.20303.5..3 .3 2443 05.3 2033.9:8. 203./.7 47.3 507.3.5.7.:.78.3 9/.3    502-:9.3 / 2:.38:25.3 0079039..3  /  !02-:9.9: -:9 9:8..8.3  !74808 -07..2 574808 5078/. .3 5.703..78.8    502-:9. 03..9  !03:.3 /8:.78  03:7:9 5.  & !07/.3.3  -:9 /03.  %039. 507/. 507/.3/.. 2033.3    -. .5.3/. .3 0.3 2:. ..2  8. .. 5.2.3 /.:.:. /..9 .3. ..   503.2:3  .. 2025:3.7./.5 205:9 503:.2 574808 502078./. 507/. /. ...9:503:3.3 825.: 8047. ..3 / 2:. 202-3 507.9 .3 40 503:.3 /.39:8..3203.  .  9.35078.7.33.3 8./. 503.3 907:.    !02-:9.38.9: .   507:25:.3 2443 8.3 -0:2 /0.:..3/80309.3 007 80. 47./.7.38.3.8 8.78.9.38:25.9 /./7 /.3. / !03.9./.8.3 /.3. :2:23.3:3.3503.7.2 .3 . 5.7 . .3 507.3 80-. .3  ...7 8047.3  503.. /:3. 5.: 80:7..3/..3    502-:9.3 4-0 .9 /:3./.2 502078.2    502-:9.2 8090.38.9 -:9  .3.3 007  8:5.3:. ..9 -:9 2.3502-:9. :.    502-07./2:../.9 /9.3/03.3 507.5.3 -07.3 /.3.  !.   502-:9.2 /03./.78 2443 50309.3 :7.3    502-:9.9 .3././:.5. 203008.7 / 2:.9: 5:9:8.3/.9  .9.3.2    .3 /.3 5078.3/03.5. 038 .: 0 .7 !03.9  907:.7. 503.3 .3/03. 80.3  5./.

3 :.7.3507.8.33.3 .9.5:373./7 8./.3202:9:8507.8 8. !0.3007 ...253 9:  .8 /. :39: 202-07.. 503.-./7 808047.    !.80-./!03.9:   .507/.8.7.-.3 :39:0507:./.3  /.3 5.3203008.9 ::2  /.3 0907.   8.2 . /. ..3.-07:9 ...397.3202078.3.3907.3 02:33.9.//. 203.

3-07507..!03. !03. 203:9802:.2. ..3!.. 8/.3  .!03.3907.!..2:8..3.3  %:. 5.3 -078.9 40 09:..!03.3203..3/. 8/. /-.7.   !03:..9.3207:5.3.3/. .7:8 202-:. .7./-.3907.3907.8/..38079.940039070..29:.3.9.3 079. 203.3 09:.3 /03.7..3 /.9./. 8.8.3  /.9 -079.9 /03.47.3/.3 909 802:./.83..3/.3  - !.3.39:40-0-07.3907.39.905:9:8. 5.39 . !!  .5.2.7..7.8 !.7:39:202-:.3 /.2. .

8.9.:.   %07:.3.

3  %07:.3.3/5072.-:..3.8..9 8:.8..  -0.:.5.3  .  !099:2 !072443. /.

:.3 507.943  /. .3.800425447. :.2./.5.3 :.2.3 :..703.2 /:3..7.-.8.9: 57480/:7 503.3 .3 . 9: :.33.9.:820. :3 4247  %. .88 .3..3 80.3 9.3 507.7.3 1..3/03.3  04254 80-.9..2.0-/.3!07.8.92.3 :39: /73./5:9:8.:3   9.. 042543.9.75.3. 92-: 5079.  ...2.  .57 %.7.3:2.503:..93.3 ./. 503:..73.9.3202 08.9 2...8.2.3    ..9:47. :./. !:9:8. /..3 507.:5:3907:.8.39.9./... :3 203/0138.. .. 507.9-8.3 04254 207:5.2  .  0 . 04254 /. -.349.3 /.7..9.5.2 /..:3   %039.3 .3 40 .7 ::2 .304254  .3 .3.-. 8:.920.7: /./. . 803/7 /.3.

380:..3 !072.5.3.-.5.8.7.507. 4  .39. 80:.92-:5079..:. .8/:3. ./.3..

:. .3 O &3/.5. 07:. !0304.../.7.:3  /80-:9.3 04254 /.3 /.8.3 /2.7 .3 9:39:9.9 /..:3 /.9.3 .  . ..943   /.3 5072.3 &3/. /2:.3/:3/.2 .9   -..9.: ..3 /2:33.9 /.8:8 . 2.3 !0304..30:9. O &3/.9 :39: 20.02.:3   !073/:3..3 .-7..:5 2. 2.3 507.80 -.8.:3  ..3 .3 -.8. .5:3 .33.3 4247  %.. -08.3 202-.3 04254  .8.3 28.9.  .  9: 5.3.3.3 !07.703. 203... 2.3  ..3  1.3 !073/:3.7./. 04254 0..5  03.7 08..9.. 507.8. 1.3 /7:.3.3 9.3 4247  %.3 0709.3 &&4  %.2 :2.3 &3/.:3  %039.34247%.7: /.7.5.3/:5  O &3/.3 :. 47. ::2 /. 203.9.3 /:5 && 4   %.3.3. 9.3..3  !.30:9.:3%039.3 3:3..8 /.8.8.3..2 && 4   %.3 438:203 /..3 507.3 .3 /..3438:203 &&4 9.... -.:3  %039..8:/ .3 &3/.2.:.. 503./ :.9.88 .3 3:3.33.2 /:3.3 /92-:. :..

050393.9.5073/:3.:.340 O $047..8./80-:9.3:9.3.7.7.3..9.78.38.3438:203..5.:50.9. O 02-.9.3438:2038.7.8.3.2..:3/.32025:3.3/:5  $02039..3/7:../.3-. .9  $0/.3..3 !.2.3 O $004254438:203./.9/.3 3:3..    .3-078.9  :.::8.9:&&4 %..8.350.3..:.3&&4 %..: 507:8.:3203.2!.9.

/ 09. / !03.7.: 20.3 :.7.7:9  .9 %07:.3 507. /7:.3/./.:.7.203.9.3 203.4394 50789.7.88.. .3 007  %3.25:3.8.88 .9 .8  .8. .3/3 !03. 08..8. 2:.32070./:347.7. %   !74538 .2.-. .3   . :34 9.9   #05   :5   ..9  O !020739.9 .9.3 %3  /.-.5     4-..#6 !708/03# %07:.#6 !708/03#6 039070:9.3 .2./ 507..:.9.3  .3/.3:../.3 /. 43847:3:3 ..25:3 $3/.  7.3/:3  20.9.8.3 08.. 9: 0:. O 708 !07:2 !07:9..3/. ... .8.7:9 !74538 . 507/.9.5:3 :7:9.-.3 574808 502078.3..3  6  05.7 .2.9  O !020739.9'  /.3  0.943 -07::93 $. ..7.3 /89  .203../.8:8 . &39 !07:2 !07:9.3 .9  O !02079../. %3.7  /.9.9.903/.7:9 %07:...3507. !07.903 . ::2 907./.2.703.3.7..3 .3 !07..9  O .3 &39  ..2-: /.3.7 /. .547.25:3 443 ..2.305.3# 907:.-079:   $:7.9.25:3:3.30303 !07.3 20325..3.3 .3 :9.9 !079.9 6  :5.7. 80.3:.8.3/.:. O .3 .7. -0:2 2033:3 2.7. %    .. .3 %3.: 574808 202078..9'  O !020739.3 /.3 04254 40 .3 40 507.3 $.. .9 %07:.3 0 5030.9 6  :-073:7 !74538 ...7.:3  783.9%07..3 203.-:5.3 207.3 :.07.7.943  0 !3.7 2070.3 .2.32. .9-07.30/:5.-  . 8..9.5 07:8. 0-7:./. && 90780-:9 8.9: ../9::.:3 80-.9:.3 207:.3-09:.:.: :.3 007 0.9:7..07.. /.30503.7  :.

.7.7.38:.3 :2:2  8:25. !    :.8:  202.9..3 2.3 30.3 5/..3 93/.9  ..3   %.  .7 2.3. 04254 .7. :.5/..9.350. 5/.327:.09..39:/.3 :2:2 0845.7 .907.9:7. 507..2/03.39.3 20.2 /03. !07.35/.:3.3 /. /0.7.8.  20.9. 7./..3::2.3 507-:.9.8: /.9 0/:/:.3./.7.3 /.32.38:7.9.3 .9 .3%07.9.3!03.3 /. /.3.9 5033.8.9.3507-:.3 :2:2  0:.808047.8:.3 ::2.5.3.320.3.3./.3!03.08.3202.5.3.3 0907..3 0 /.8   !:9:8.- &3/.9.2 04254 50.2.9.5.8:.32070 202.79.8:.3 /2.3 20.3.3 .3.3.9:7./. . &!  507-:..8.:3   !033.3.3. 0.3 .3 ../ /04254. 207:5.32.2.3.3  502078.2 04254 0.7.2   !:9:8.8.3  5035:.3.9:9   :8.3.3 507-:...992-:/.9 ...3 . -.3 ::2 !/.. .3 20303.35/..3!07.7.3 ::2/..3. 5.89.:.3 ::2 5/.2 9..9:507-:.7. 93/./.3 .3 .340.3!.5/.3.2..380-.3 !708/03 /.9 8:7.9.3  !07-:.3%3   . !708/03  09079-.7.03008.3.3007   ..30/..3.3/..3 20303.39.3    ./.3 !07-:.8.7.3.9.3/3   !:9:8.3 507-:. 09079-.-.   !02-:9.9.3.!/.9.3 40 .3 :2:2  0:.2.  503.3 /.3 0 /.   !7480807.3 9..7.3  202-:. 5/.302-.. /.9: 507-:.3/2.9.3 &3/. ..3.3  5030.7...3.:.3.2 /:.7.3 507-:.:7.3.3  503.350.8:.3 202.3 5.7.8:.5.3 90780-:9  %3/..7.3 .9: 0.

/.3 50739. 203. .547. 5/.:. . /.3::25/. /.8.3  /9:39:9  /.3 203..-.3 :2:2 &3/. 9::.-&3/..-.3 ::2.3  -  !03.9: 507-:.3..3 503.!/. 9079:8 40 50.9.3 2..3./.3 :3/.:.3.!/.. .3 /...2/80-:9 :. -0.3.3 /8.342479.: 003. &!  . 207:5.3 907.3 /.2 5030.3.3.:.3 5020739.. 2.  /9.3 /..3.38.7./.3 ::2 5/.2.3 9079039: 203:7:9 .8.8   .3 40 :3/.3203.8.7 8047. 80-.3 5/.3203.8.3.3 -0703.  2.3..3 507-:..3...9 /.:.5.3.  .7:8 //.3  ./03.9:7.3.907.3 203/ 0548.3/2:.5  /9.  ..5 47.2.3 .79.3 &3/./.3.. 203.3.  :3..-.3 . .3. 8:.5.9.3 .3 :3.9 /:25..3 :3/.3 /.3 203:39:9 0./ 503. -. /.8.9 . 502-07.7..3.5.3. /.35039...3 50300/..8/7809.7.7.3 -07/./.83.  !07.3 5.3/./. 84.2 ..8.8  ::2 .2 .9...7.3 .3. 92-:.3 .9:7 /03.3:3/.3 -0703.7.7:8 /.3507./.7.3...3 5073/:3.8 .9./.5 0::7.39/.3 9:.9 2.9.3 /03.9.3 .7 -.3 /.3.  $09.3 /-07 003. ..::2/03.3 .3 :3/.3:8.8. 5.3 5020739.2 /03.3 /.3::2.7.:39039.7.2. .3 30.3::2.3502-0/.

/.3 /9:39:9 .3 :3/.25.3 / 2:.3::2909. .5  /  05.03.5.8.5 /9.0  8.3.3.9./..3  . 5708:2943 41 334.3 /.308..3/9.:5:3/.. -078..9.33.3..3 ../.8./.: /.9. 5:9:8.3202507400:.3./9..8047.3 .9. 8/.3 -07/.- /.7.3.5 9/. .3 203.3 503.3 !03./.35.3 :3/./.

- /-07 .7  /9:39:9  /5/.7.: ::2 .3 20303.9.-9.: .703...  /. ::2 . 2030-.: .3 /.-. 47..3 /907. 007:.8.33.9 5030. 50.3 803. 93.3 /.33.3  .3 70. 0. .3 /03.3 .39 07:.3 5.8 80.3. .9.3.9.3.9 503/.703..-.8 90780-:9 /.5.

3 80.:.8  0  !07.73./23897./..3.3-. 202.3/03..3.280:7:93././..9 80/07.3.39/.. 4380:03 /.3.5.05.: /03..7:8 /907. -0-.3    .3.7:8/.8  ::7 /.7.3::2..9507.3 8079.9.

8.3502-0.3:9 507.7.39:..9.- /-07 08025..5./.3 9078.8/73. /-07. 2. 1  $09.- 802.3.3 .3 /.9.3 9078.3.3 ::2 .  80.3050393.3.    05.3.9. 8.3 :39: 20. .9 503..3.9.5 47.3 20250740 -.3 . 8047.

3.-/-079.3 5:9:8.: 503...9/:3.8 /. 80.3//..3239.3    !03. :39: 203:-:3/...2 507.3 502078..3.8.3 007 5.3.907/..2  503.7 0.9. / !03.3 507. 93.  8:7. ..3202078.3.5.3 507.3..3 4247  %.3 007 20.3/.3 :.9 !020739..7::2.3/./7/ /..8.3 :3/.3.9: 0907./03.2:3/. .3 503.25748085078/..3.8.  :./.3 /.8.3 ./7 8.3907.3 80.  ..:/. 5...7. :39: 202-07.3007.5/.3.9 509:3: /.7.2 5078/..3 &3/./.8.   8./.9   &3/.. 5/.3:39:0507:.3:9./73.3.9 .3 50.:.507.5/../.3907/.-.: .3 5.80./..3.3. 5/..:3  &! .3 .3 0907.8. 9: 9072..3 007 80.7.3507.5.038. .3..3.39:.8.8.3  /.7.9-:9 .3 !03.  .   !. 5020739.9-:9 2.:503:39:9:2:2.3/./7 808047.8./.!03.8  0907. 5/..9:7/.9::2    !03..3.253 9:  .- /-079.: 503:39:9 :2:2  ..3-078.8.3. .3.3/.:.2.3 . 080:91  /../..5 205:9 907/. /.7.7.3 05.3/. /.. 49.3 02:33.-.34009:.30907.8 8./.3.9 ::2  /..3 8.    $/.3.8: .3   03:7:9  !.3.3503. 907-:.././ !03./7/. :39: :2:2 0..2 574808 502078. 03.

39/./7 /.8./.3503/. 5. 93.83.05. 8008. 9:.903. 9.3...7.32029:.3../.3 007 5.39.0../ /.. 5/.3 507./. .703../807.3574808503:39:9.-:5.3003.8/.3 49.9 !020739.33.2 508/..33.5 503/.

8.9:  ..397.9..!03:3:9&2:2 !&    .2   !. 80-.  !0.3007 .33.-.-07:9 ./!03.3203008./.903  /..7.5:3 73.5/.-:5.3507..3.

39   .!.!03.397.

9 . - !. 5.3907-.8..9:  $.

3.%078.

8.  !03.7 !03.  .  .%07/.9::2 502-0..3 202:9:8.3./.

8.3 8.!/./. 80./  -07/.7..7.9/.9:7.7. .3-07.3.80-. .3:93.!74808502078. -07:9   # $#%   02-.3...9802.357.203::2 5.5.:  $0..3!07..

9.3.3 !07/. -@D%9% $:2-07:83%.-./.7.. - 9-- 9- 9-- - 9-D-@D@- 9-- !74808   %! $%$  %! 9- $#% 9- 9- 9- 9 9- 9.38 9.            .!/. 389.273 !44 !44$8902$97:9:7/.3!74808.

.- .3!74808.7. 9-D-@D@ D. .!/. #$$#!# $$!#!  9- $%$  !# $$ !#$ - 9- - 9-  9- - 9-       9-D-@D@-  ©f¾ff° 9-- 9.273 !44 !44$8902$97:9:7/.3 !07/.9./.3.                .D. %&! # !& !%&$  !#$   %#$   %# $:2-07:83%.

2 205:9-/.3 /.3 507.7.9.3!07.!03.3 !03.3 &3/.9.2. .  202:9:8  /.3  .    !7480807.3 7.3.:3  9:  .3.7.2..7.78.7.:39039. -/. 507/.7.9.34247%.1 /.3 &3/.. .3.8.3 ..3 -07/.6.- .9:7 /.3 -..307..:./.3 !07/.3./.3  .3.3 003.2.2 !07.9:7/.  $:2-07:83%./..2&3/.2.7.  -07/. D-   9   9$@    9--  9-- @ 9-- @-  9-- -  9-D-@D@-  9.3 47.7:8-07..3. 20303.3 ::2 8.8.3 &3/.3..3 9079039: .3 -07.3.!/.3507.1 /././.34247 9.7.8. / -/.//./.3..!07/.3  -/.2 0/:.3 .03008.78.2 8079.3 0.3/.3 !07.8 /.3 4247  %.5.3 -07/.8.:3  9039.8.8 !072443.2./-/.2 05.3 8.3 /.8.3 ::2 8.8.8.2 /.7...3 8.33.9  /.3  &39: -/.:.3   .3 0. -/.3&3/.8 5072443.  %:./.3!74808.2.. 507.8..3 203008.-07/.3!07.8.9..6.9: 5:. !74808!02078..273 !44 !44$8902$97:9:7/.9  -.2 &3/.3 9    9 9-  D- .3%079039:9.7. :39: 202078.

 !07/..9  907:.2   !.9 5079.7.3 .07. 5.3:.2 / !03.2..3 .2.3.3 84/.7.3/5:9:840!03.3.9:   ./.3:39:0507:...9.9 -. ::2548913/4308.  !03.3907.9 ::2  /.2. .3 ./.  !0.2.::23. / -/.  .3 .3 %3 .33.5:373.3../. :39: 202078. 507/.3.9 -. :39: 202-07.5507.2.3 0907. 207:5. .3.. 80309.3 47.2.:39..2  503.3 ::28.3 203008./.3 203008.7 20303. 03.39.9  ./ 207:5. 80.-. /./7 8.2 / -/.3 .. 203.3 507.8.302:33.8 5072443.7.7..3  0.    /.3 .  / !03.8.3 ..3 9:.-07:9 .80-.7.5  /.  03:7:9 !030.64 -07/.9 5079./.7.3 ./.3 -07. 507..2..9..8 8.3 !03.9079039: .3 5./.3  ..3:9.5 205:9 503:.253 9:  .7. 507.-.-.2 574808 5078/.3 93.2./.9 ./.   8..3 -07. 8.3 907.3 !07.3 /.3 503.9.7.39.2.2.8 /.3 203008.8.7. :39: 202078.3 503.3&3/.8.9:  !. 207:5.92-:507808.3. 47.3507.:3  !03./.78..3  507.34247%.9.7./ ../7808047.203.2  !03...//.8 003.3 93.  202:9:8  /.2.2.  202:9:8  /.&3/././7 /.3 && # 4   %./.:507. 8.3.3207:5./.3 93.3/3 907.3907.7.3 503.3 47.3.3 9079039: .8.

!.. 5.3907.3907-.9:   !03:.2202:9:8. ..7.3.9 . - !.9   %07:.9 .

3.3 .3 -07.8: 47.203.-:. 507.35072443. 503:.3 47.2 .: 907:.9 .3.7.9 !099:2  ..9 9072.3 203008.9.3!03:.3 507. 8. / -/..3 507..2.9.

78.9 -.7.384/.507.64-07/.3 .8..07..3::28. .2    .5 /.8.3  0.

..7-07:93        .6  7::  507.3.3/03.3 .9 /.07. 9039039: / -/.3. 507/.. 8.9 8.  .8. /.3/3805079.3-...9: 574808 503008.3 507.2..3  9.2-.07.3 /.5.9: 9039.7.3 507. &39: 0- 0.9.3507.

        .

 ... 2907./.7...8:/.8.907   .33:3.. 2907  .7.9 20..3!07./.3 2.3 507.9:47.3./../.3.3.3 93/.349.2003././. 5/.3.:.35.3 -.    !7480807.3 507.3 5/.3 2907 207:5./. .32907.!/.3507.03008.3.

9.3 !020739.5.349.3 .3 :3/.349.: .7.9039. #  47.3 8.9:7.2. 2907.3 /. .3 .9.3 203:7:9 &3/. .9. /03. /909.3.3 -07803.3 !07.

.349.3.9.3/5078.349..3-07803.349.3.9. 2907. # . .9039.3.9.3.8:.:/.9.5. .: .9.:.3.7.9:443.2.9.

3.8.: . 8.2.3 /909.8:/ /03.3507.3 /.23:3.7:8/./.3 5/.2 3:3. /03.3 40 8047.3 .349. 93/. 8..9.3.8://03.3 47. &3/.9.3 03907 0.3 /.393/.3 507809::.43089.342479.3!.3  .5.//.2/03.3 507.9.3&3/..3 03907 !079.3/.3.2.3 . .9./03.3 .3 -07803.3 85 ..3.8.349. 43089. 5/.2.9:7!./.: 0- .3:8. .7.3/2.3 2907  ./03. 47.8 .: 0- -078.9.8 .3 8047. .3 .3507.8..8.3290790780-:9 .3. .3 /03.7:8 /./ /.3 /2. #  8079.:.7. 2907.:3 &! ..25.9039.3.

.9:7.9.3.# /2.47./ 40   ./40507.38580.9.8  2.3.3 20303./. 9: /.3.3-07803.32907  03.9 /./.: . . .7:83.3 . 507.7.5./.7. 43089.9.9039.

 507.349.2907.3./.3:2:2/.

3. 507.3.3 2907  03.8:-.9 /.290790780-:9/./ %3/.8.9:7.9.: 507.3 ...3 ..7. 2907.393/.5 205:9 907/. 5.7..3.39:3 /.9/. 43089.3 20303.-07803.078 /. .7./.9/443.5/.-.9039. ./ 40 507.9.7./7 /.7507.799-07.3. /.3.2 574808 5078/. 5/. 2907 / .3 507.5/..3 2907 907. 03.8  2.3 :2:2 .293/./ 40 507.#80. 9: /.349.04342  !.5/.3 0/.7:83.:.3./. 907 80.9.7./.9. 93/.5.3.2..5/.5./..

3  /.3 203008.3 :.3 .5:373.3907%3 .-07:9 ./..8/..80-.3 0907.3907./7 8047.8 8.2  /9:7907./.3 02:33./.3.85  4/9:7 2907  .8. 8...9:   ..    /.-..3 907 /.33.2539: .9::2 /.3 :39: 0507:.  !0.7. !/.22907 503.3.35. 907 / !03.3  !07.-. :39: 202-07.3.3 !03. .9 .8./78.

9 .3.3907.3907-. - !.9:   %078. /9:7907%3   !. 5..

907/..

/  $0.3.9::2 .8. !/. .3907%3202:9:8.   !03.78:5.7.3907/.3 202-078.3!03.9 /.9075/../././.3805. 907 80-.9 802.3.. /. !74808 !07.3:93. -07:9         .3/.90753/..5..7.3.!03.80.

D. 9  !   !!# D.       @D9     D  .  DD@D9 .  !# $$$!##! .9- 9.9@ 9D@9   9 9.D$ 9--  -D..    -D. .@  !% . DD.

   9@    - @D.7.7.7.3!07.   %!  9- @D9 -     !7480807.. 9. :8.0. 0.9..7.%..3 %.  /.9.3 203008.. 30.3  80309.3 / 3:3.3 202078.   !03..3 !07./.. -0703. &8.&8./..9.03008.7.

3-07/.7.8:/ /03.39.7. 8:./.7. :8.5:3 .7.. &8. .. 0..9: 50309.07.3 ..7.3 4247  %.7.:    .: -. 30.:3  9039.9%.3 9.340.3 05:9:8.7..:!0.8:/ /03..3. 0..8. 47..3507. .  .9.3 /2..9. :8.3 9079:8 -08.3 %. 9072.9 2.3 9. 05:9:8.7.7. /03.-.3  .3 9.9. :8.9:7.8.7./. / 5:8.3 /2.30.3-07893/.3  /. :8. .7. 30..3 80309.33.7./.3 !07..8.9.3 92-: /.5.7.3 ::2 507/.2 -/.3.3 . &8.9.&8.3 -.  .. 30.9.9 /0:.9 %.9. 050...  -07/.9..3.-.3-07.0.  .3507:3/./.7.8 30.. 80309.:8.. 30.9.3 :3/.3::2 9.  -. 9.3 &3/.:5:3 / /.9.9.-.8: 80309.3 /0:.  -:97   &3/..3 !.: !0. 80-.9./23897.

.9./:.3 ::2 507/.7. 0.-.9..943709 3/.9.32032-:.9 %. .9.7. /03.:-. &8.9::2-.3 ./. ..9..:8.-. 47./.9.: !0.39.30.313.39.7. 8:.7. /.3-0781.3::2507/.9 /0:.3.: -.33.9.392-:/-/.-.3./.  ..7.9.3.9.3 .3 . . :8.9: 05:9:8.80309.    $0309. 30.. 808047.

  9072.: !0./.3203. -0703.-.8.3 9..::. 8:.3 -078.5. &8..39.&8.:-.39 7: 9/.3:9. 20303.3 /03.9./.3    0 .3. 80309.7. .3 90./3.9.3 207.0.9 203. .:5:3 2. :8.7.3 .3 .3 .9.9 %.9.9. .7..40. 2..9.:.3. 30..9..9..9.3. &8. &8.78047. 30.3 /.038  . 0.9. 47. .: :. . 0.397:/.5.9: 05:9:8..-. . &8.9%.8.3 9.. /0:.9.7.7.7..-.33.3 2.9:05:9:8.3 . 0.9.0.9.:.9 /:.703.50309.3 %.: !0.9.9/. !03. 0. 050393.9.8.3.:8.9. 9: 80.3 8047.  %.3.7.7. &8.7.7.9: . 8. /7:.3!07.3 9079:8 05.3 / 3:3..3%.9 2030:./.3/.9: 8.7.3 ::2 507/.7.:.3 .3 ./.703. &8. 0...5.9.7.3 :.9: 05:9:8.703.9.5.9.30.203:.:./.5.99./.8:.9.9. %.33..3 40 .3 !07.7.9.9. :8.3%. .: -.9.3.../ .: !0. ./.3 :.9./.9.:50.9.2./.30. /7:. /0:.9.:9.7.5./. /03. 0.7.3 .038 .7. 07/. $02039.7.9/:./.3 /.3 .9 %.:8.9.97043. &8. 9072.:.-.  $047.9.7.3 ::2 507/.... 050393. .9:3. 0.9.0.0.3 /..8: 003./...9.9.9.9.703. 203:39:9 .  9/..3.3-07.7.9.3 9..    $0309./.:8.5.:9/.3 /0:. /.8: .9.: 9/.7.3 %. 0.: !0. 8:.. .8.!07./.3 207.9.9:05:9:8./.3 40 8:..3.9 %.-.7.9.9: 05:9:8..8./.3 /80309. . :8.3 9079:8 9.0.8. &8.9.7. &8..9..39. .. 0. &8./03.. 30.3 80309.9 %.35.3-0703.9.9:39:9.: -. &8./.9.7.: !0.3-. &8. :8..3 !07.3 2.9/!03.-.:/03. . /.7.33./503:.3 -0789:39:9./. .9.9...9 7043./.3 .3 . :39: 203.9.-...9 203.3 /03.&8./.9 / !03../. .3 ..3/3:3.9-.3 ..705:9:8.3/3.-.7./.30. .  .9.3 247 ..9. 3 /80-.. %.3::2 507/.8.3%.7.3 207. /7:.7..9.3 !0.: -07. 0././.907.3 507.9 %.3 8:.3./8079.9 -.

5.2:.9/:3.3.9...9:   .8..3.9.3/.:70.3/.-9.8 .

/.7 2.2   !.3 !03:.9 %. 8.3 /:./.3  !07.3 9.. 0.9. .9 .9.9.9 .: !0. 203:3.39   !./.2-:.3/0:.8://-07.3 . 5.7..-. 9/.3/.7.  .7.-.3 507.7.9 !0.3 /03.3.7..9.. :39: 9::.9.3 90.3 203008.7. 30. . 05:9:8.3 .9 203.33.5.3 05:9:8.7.-.3 9: 80.:  .9 9: -079039.9.2 /.3 9078.3907.9.-.905:9:8. 203.3 8090.3 05:9:8.9: 2030:.:!0./. &8.80-.3 :3/.:. %.3:9 /03..09.: 9/.0. 503..3 5072443.7 .33.9%.3 003.3.: 9/. 5.7.3.9:   !03:../.-.3::2    %07:./.003..3 . / !03..-07:9 .3 .3 802:.3 507:3/.25.9: 202-./..340!0.3 .7:83. -  !. &8.3%&  .39: 8079.3.9:7.9 47.3 ./.9./. 050393.  !0.3..3 -0.3 05:9:8.9. 5.9..!03.2-.   .3.. .3.9.:. 0. :8.3 $:7.9.2- 05:9:8. 2030:.3907-. &8. 0.9.9: 2030:. 20250792-. 5.7.9.3 90780-:9    &39:0-73.9.7.&8.3 %.

9.0.3/0:.9.340 !0.7..3/80309....&8.7./.-.3%.3.3.7./.  .905:9:8.$:..8..

&8./.9/.3:93.9802./..-07:9 3   .7.9. %.574808507.7.5.0..3%&  $0.

    .

3.:/. 507/. 2907 /.3.0.8.9.9.2..                               . 9.3 8. .9.7.3 8/.7./. 202-039: 04254 04254 :39: 20382:.5/.3503.3507.3 $.:.3/03..8.7.

 ' !   !  &&    89.89.389. -. 30..9.38 .3 /.3 ::  &  ..  507/..3   !03.9.  ..380-..7.8.3/ 0..3.340 0.3 .3/.3 /03.3/0870.3 -.20. ::&   !03003./ ::2 5073. .7.8:7. 30.. /. .. 503079. -07:9  !02-039:..3 -. 42207.32025:3..3..9 -.7.9. 80-.9...3 .9: ::2 42078.3:9.9.3 438:203 8079.3  207:5.8.39.::2.7.  9072.3 438:203 .3/0870.  89.3.: 5079. 574/:803 /..8:7. 507-:.3 40 0.7..8 ::2 / 3/4308. .:5:3:/.. ...350780:9:.3 :39: 202:/..3 507.3.805079 172.3 202-0.:-.7.3:9.38   !07.  /.3:8.3 203:9 88902 .3 ..3 :-:3.:.3 . /.5..04342-:. 0.3  -.3 503:.: 42207.3 5073.9 90780-:9 .3 -../:3..7.39..7.8 04342  $0/.7.9.3.3 207:5. 507-:.7.3 205:9 507-:. / /.3 9: 803/7  !.:9. 30..3     ../.3 /.3 :39: 050393.-.8.7 89.....7.. .3 507.3.3 3/4308. 573853. ' /.3 203.389.9:8:2-07502-./.:9..378 9/.7.9.7.3 .3:3..39.8 503.39. ..8: 40 1. 90780-:9 /:3.8.3507/.3 :.42207.9. 574/:803 /. 42243 .3 90702. .3 ::2 /.3 ...: 203:. 80.8..:507-. . .  89.3.8 1. 89.3 502-0.9 203:9:5 784  28.0-8073/:3.7.3 40 1.:9. .3!%:39:202.. :39: 2030702.7 50/.::2 89..3  :.39././.3 /./.35073. . /90702.9  ..7..:.:9  2. 05.3.3  89.7.3 038 0383. . . :39: 202.

. .3 507.-9.:09-40.     ::2 9079:8 .. .9:7.3.-!079.3::2.-907/7 /.3 -0:2 /4/1.3 &3/.5:8.3 /03.9.9:7./.3.3  .75..2   ::29079:8.8.3 507.3 203. .3&2:23.33/4308. 5..-&3/.7-.3 .7 -. -07.3$8902..9:7/.9:.9:7 9039.3  ::2/.-907/7/.::2.  0  907-.8.   $:2-07 $:2-07. ./.3 203:7:9 $9-  .    - 9.3 & .907:9.3 445.: / 3/4308. .9.- 8544/.3  & .9.  9.3 :8:8 .-07:/:%039.9.&3/4308.3 ::2 $5 &$  .3/4/1.39.-078:2-075..3 .2.: :707 09-403/4308.3507/.8/:.3 &3/.-/.3/03/4308.3 -07:-:3.9  . /.3-.- &3/.3202:..-   /.3 2:. 9./.2.9.-/..

: 5.3 50/./.7.38:7.- .-'  %039.3     .3 9.- '             %039.3 50/.38:7.3 -07:/: %039.3 . -07./. /.38 05.20 .5...3 :7.5:8. . /.3/.3:9 /.9.  :   . /.3.0385078074.87  ...0  9039.3 02-.3  %039.3     .3 9039.3 507.947/07   %039.3 2.: 8:3.0.3 . 05.   /.3507-:.-  .9080/.3/.9.  .3 /.3 20. 502-..35020.-  .3 70.3 574208 /.: 503:39:9..-'  %039.8.3 2:.3-0-07.9   .3205:95.3-:78..390.3 :7.7/.3-::  %039.-' %039.3 4284307  0850/9:7  503.39039./..-'  .7.9.2 .: .3 507.

.3:.0  - 507809::.3 .3507.- . .3.9.8:7..3&$:.7!0.9:7.  .3 :8:8 .- 0/:..2030..380..39039.5..5.38  907.9::2.2.3202:..3.3 . -0 .5.32:.9:7..3.3805079 .7.3 /.5.3/.9:7/./.:5079.38..3.3:3. /.3503:25. 503:8.7.5.35079.. 507809::.2 -07-.9. !07.:9   .3 ..-'   .3!.9.. ..9:7.7.3 503:8. 507809::. ..8..3.  ..9 /. /.3.- %039. .9.33.3 0.8 - !07. 907/..-' .3 507.:9 .380:2:23.3 :2:23.2 .9414..5 -.8 .3507..94170  .-.3 . !07. /...3  .-.3 203.    %039.34507.3:. 0-.3..3 /. 507.4397..7 507809::.3     -.3  .8 5079.307.5.353. . .3:3/. -07:/:  %039.3 0. 20303.33.-%039.3 ./.4397.-'%039. .   - 9.8203 $9-  .3 5079.3.4397.3 507.3  .-  %039.3.3:3.. .8:7.2 9..:9/.3 /.2&/.3 80507928.3 -0:2 /4/1.3%07-9/.380.2::2/.3:3.4/.3 507:8.-  &$ ..3-0:2/503:/.3 :3/. .9418.9:7..9.- %039.3/.3 507.9:7 /.3 507:8.3 .

4 $9-  .

3 974 $9- .3 :3/.  . &3/.

3:9.3-.3503.3    .3:9.    %039.7.3503.3  %039.247.

.: 80..3 :3/.3/.3.3 .9:7/.3 745.8.3 ::2 . 3 207:5...3 /4/1.8.7:.7 4/.. 3  805079 0-:9:. . $02:...8-.  O !02-::.::39:3/4308. /.  ::2/.9.9 &3/.2 & /507-.9:7.3 :39: 203.8.09039:.3.5.3 ::23-07.:.:.9:7...::2.2&.2 9.8/.7:.3/..- &3/.:.3 8093...0.  0  /.2 &&    9.3 ::2 /. ::2 507/.5.3 3.2.80-.3 %2:7 83 0. 09039:.3 503.3 ::2 54891 3/4308.3/.-07:9 O !073.3.3 02:/.2.3 2..9.. 8.7:3.3/3/4308.3 -07..33.3-07.   $0..:3  -0-07.3  O 0-07. /.:2:23./. .3 -:78..3-07. .3.3/-07. ./.3-..3.3 507./. :39: 443. /.3 /.730070.25078074.- 9:39:9..3 0-:9:.3/4308.3 -.:3  9039.3 -.703...9:7 /.35.3 3 /.. $0.3 /.3 09039:..5:3..32.3 &3/.3  !02-.  /.7: :39: 443. ::2/.3 !.7: /03.  $0-.7.3 9039.

 O :78.5.9: 0 $50..3:8.8 .5.9.3 5:./.2 & 907/.3 5:.9 .3 8:.2 & 9:..3::2!07/..9 09039:. . .. ::2 3 805079 03:8 :2:2  /.9:7.9:7.3 /.3.3/./.80-.3 850. 84.3 0/:.8 :8:8  03...3 507.-. .: ..8 907.3 /..3 20303. 09039:.. 09039:.. 84.3 .. /.9.0$50..00307.3 /.3 & 207:5.:    .9 . :-:...3::2.. /.5.. /.5&$80-.82.3 20303.3 -07.  O 4284307 /   :-:3.2 &$  2.2 &$  2..9..

5.8.3 -./.3 /.5 ::2 .  $:.9.7&$  / %79.3  -.3/.08.3.9: ::2$5./.3 203.3 50/7443 203. 9039.3 8:.3 8:8.. .39..34:2507/.3 3.3 /03..843. :8:8 ::2 507/.3902. '.9.....7/434203.3 203.2 9.5.5. ::2 .3 ::2 !07. /..3 :8:8 &$203:7:9::2!07/...5028.:8:820325.-.-&$  .7.5.9: 8:..9. ::2 !07/.9:..2.3.3..2-.. /.3.  .. 507/.79802599:  - '..33. &2:2 /03.. . 2.3 . 507/.3-07..30/:.           .3.8:.7 .. 8...5.5:3 503/..3 :-:3.3 .9.3 800/.::2..7::2/.7 &9:9/.3. .9.9.8. 5./.3 ::2 .3 & 202:.9:7 .. 203.5.3 .2-.9.2.9: 9.3.3 39073.38920. /.7980259 80/. ::2 . /.39.9.3  -.3.9 503../.25.8.2. /.3 ::2 !07/.3 .2.9 -0-07. 8:.9 /909.3.843.-07:9 .::23.3 .9:7 .5.3..3800425420303.7. .9..3 9/.7..3..  & 2020././.3 8920.9: -.3 .9:9.80-.7.

7:893. 3472.79/.3-08.9   .0590 .7./.78949008   0250.9::2<  .  !.9  / 3472.2..!.3 -  203.780.309.. !./431 /  20232.0#0.9073./:5/.:/2...2.9 -  .3::2#42.22./..8..907.30.2. -  3472..3.8.98/2./.7::2/..3507/..2..2.54043  .9.3.090397.30.9 .7.9 .79/.::2/.202/..3:8 -  !.390780/..5.7.9 .3.3/./.9...23.8.780..5079.9..3-0702-. 8:8.3::2 /  203./.-.347. ./..  2025079.8.-:3/.3.   $0-0:23472. /.3  5.8.2.7.9::.7.3..  203.7.8.3.7..3.907.8./..:7:1.  ::2/..89.390.32039.3.350/4703 .9.::2-07.3203.3/2.2.3202-07 9..2...9.7.8..7.8./..83 ..8.  ::2/50.-./.  507:3.9:72...8:8.8..0-./.79 904798..8.3  5...9::2203:7:918. -  ::2/50.802:.780..3/-..5.2305.3/.980.3::2203:7:9'.3    .94 / !. /-:.7 .91..2...8..  .2..7.      .3/03./. %&#$$%#   !%&& .20/:5.780 80904798 /  ::2/50..8793/..9 3472.57.  3472. 3472.2. & #42.. ../..7.3 :3/.   5.1.

340503:.8:/.20.3.3  .32.3 :3/.-:9.5020739.7.98 2.3.3. ./.9.::2 %7..8:-0::29/.  .9.5503/::3..8:.3 97.9 .9.3 2030/ ::2#42..30-.:0- 905.38107  .3 :3/..   !07.-40.5.98  /  %04798 !7.  :3/.3..9. 507.3909.38107 !7.3.2  .402.7     .7 /  .907..././.9 -  $:-09     . ::&!07/.3.  072.7.340  ..9 -  /9039:.9 .3-:.  ./.78090.  %04798 !7..9 /  /.::2   $047.9.5.8  0.8.9..98 %7.7 /.9..3507025:. %.5.397.3203:7:9&970.8.9/.2.32.:-07-.9.  %04798 2.39/..3 :3/.3 :3/.3  378 /.  -  &!07/.7 . %7. .9.7.3::280-.  / &!/.8.9.9: . %./.2.3:8.-07././..  &3/.3.  &970.350/473 / 0574/   0/:/:..9-07. '.39..98 2.8..3 -  0-8.809./.39/.9.3-.2 &!07/.  .3.7.:785:/038/4973/...7   .3/.  0805.9::3/.3.3::2..3/5:9:8.  507..   .9.7 -   .::2  -  !7...9.  ...3 :3/. /  /473/..3/.39:2/.       . 4380590780-:9/02:./9.2 20250.38107 %..80-0:20.

: 80.3 -07.8   .3-.3 -. 8:./.9 9079039: .7:  ::2 .  ::2!4891 -  ::28.  .5:840&&..9: 2.7../.8.7.

.9:..83.74/1.7.3 30.9 .::2  .8.320..39.3 -079039./3.302.3..3.3 /  ::2!/./...2:7...3/....39:2/.30-. /  03.      .9 50703.507..3  ...9 ..::23/. ..8.3.8:9::..25.9.3::2 .05.0.9##  .  &39:203/.39072.## / !. .79..: 507-:.3.3 507.3/.9 0  &39:203.  ::2%.  ## #00738#002039  /  #00738..3.9..9.4473/4308.89:907.7. ./.30-.3::2  %.-0793..3/.2:7.3/.0747/033   %::.: .3 /03.9##    - !.. 30.. /  &39:20309.::2.3.23.3.3::2  ::2 .9079-/2./..7...  .320250.9.8.9:7.3::2 -  025079.:::2.3.93.  03..  -  $ 3/800$9.507.8.302.5..  ::2.3 ::2 -  &39:203.987003  .9.  ::2!07. .  !./.35.:/.3 203.0.7%.3/03.9.  8.  !.2305..7.39:. 03/.9:7 .8.9.3.7.3.80.     0203005./.7.2203.9:7.9..93..9:7.7::2/./. .8.35..8.3-07.3090.:/2.9.3 203:7:9 ::2 /.9.8.  0309. -  ::2/23897.89.2 /  :843899:03/:2 0  :843899:03/:2/.7.3/.3.7.343899:9:2  .7.89.  03/.

0.  8.8443..38.  .0747/033 .8:0/.8080..7443.3.2038507.3507./.3 /  8.  8.3  8..9:7.84347/.7.8.39072.0747/033 /  !07.347.  #00738..9:7. .8.3-:.39.3/3 -  8.3 .3  .8502-.  7/433.390 -  4.

:.30./.3 !:3. .38. .38 .2.3 80.3...2.9. 3/4308. /03. /.2 :3/..3 .  0702-.9. 0807./.3/.43/8 /.9.0.  /.3::2 507/.3503/:/:/3/4308..5078.8  .7.2. 9/.  $0-0:2 ::2 :39: -.. 2025:3. 9/.:: /03.3  -.3 .3/./.7 /.: ::2 ./.9.3. 9: .90..703.9 808:.3.3 /..3.3 80.8.:-. 2070..3502-.$ ..0807.7.3 507:-..3 909.2070.703.7:8/09. ::2.8.9 3  .5 -07. 8.3 3  -  ::2 507/. -0702-.2.   .....3502-..3/4/187    ..3 -09: 5:.2.9:::2. -08079.9.8  /  0.3 -07..39079:8/.7.3 /03.2025:3.3 ::2 507/.3 :3/..3503/:/:/3/4308.38.3..7..3..9  -  ::2 507/.3::2507/.3 9/.9: 0./3/4308.39039.   !49::25020739.3  .-.3 :3/. /.25.3 9039. /9:8 / /..3 9/.3 80. / 3/4308..3 203.507/.3 . ::2 5/.3!/.- 9.. 0-.9.390.9.7820  /.29.-:3/.8.3 508././.

7.9 /-:9.3 20.3 40 2.3745..8 /.3 -.9.3. 507. ...3 ::2 :. /03.9  -  0574/ .3/720303.392:7.33. 3/4308.:.5. .3-.3.3 %2:7 83 805.9: & ..9 ::2 3/4308.8:. ::2 3/4308.38.9.80:7:::2!07/.3/.5. 443.3.3400.03      .745. .9 203:3.9./.3.38:3  -  !03:3/:. /909.3. ::2 57-.3.2.3/780.7 /  '.3'4034..3/4308.745..9:7. 2025:3.8.9.5.. 0-:9:. /03.3::29079039:  /  !03:3/:.3/75..  .3 02. .3 /7  !03:3/:...: -./. -.3 40 . 503:3/:.3 3/4308.  . 9.8/.  !03:3/:.9  .   $0..5.  :89:8 /  :89:8  . 90780-:9207:5.- /8.9:7.80-.3203:3/:./. /.  7.9: .8.3/4308.  /507-40.  /.3/75.302:/. 0745. %.85030/.7 .9:7 /.8 9: /.7. 9073..3/7 3/070503  /  &39:443./ . 2: 50309.3 /7 80-. .3 507..9.5.83 9434./.7.9.  !03:3/:.  .38.3 -07.  &970. -0:2 / 9:3/:.9.3::2!07/.3 2070.3.7.3 / -.: 0-..  '42.3 -078.3 . 20303/.3 2070.38.  94-07 -  : .9:507-:.2.8.2 89-   34  .7.3 ::2 /..3/909.

34 %. .3-.3.9:7.: 80-.39/.  .3 445.3. -07.02-.:3  -  !.3.3.  -  :.3%.  &3/.38.0..3 &3/.3  . 3/.3909.  020300543..-079039.3.7..-:.3 -.. 7./03.35443/.3 /..089.3.  3/8.3/4308.3 ' 09-40 '.7.38.7.  0303..8.3-07.3.3 .3 /  0303..3/03..9:7./.3 .8.30:.9:  .9:3.3.3    ..-/..2::2507/.0.987003 /  #00738#002039   $.3-07.8.3-:./.3-. .::200:.3!07.  !.3/4308.%434.  .  &39:443.78..3&&$#  /  !.33/.3.3/.79.3/0  /2.802:.9..  .8  443.-:. /  &39:-.. 507.  .:3.8.3!07./03.30.05.3!07..8.  &39:443.. .09039:.. -  0303..::2.3 544 ..9: 20303.-03/.3 745.33/.  -..389.:3  .3..3 ..3/.7%434.7..3 !020739.3::20.4473/4308.7.38. 2907 05.: -.0'0747/033  .3.7.3.9:7.3090.9: 8.3207:5. 0/:.3203.09039:.3 &3/.3 /3/4308.. /.::2057-./.3-.3 507:3/.&3/.30.3  -07.7. :70709-40  /.3./.8 -  &39:443./.3 .8.3 90705.3-:.38.507.9.343899:8#$  /.-...

 507./.3.8:.9.502-:9.80:7:::2507/.  !03:3/:. 507. 502-:9.3 /.3507/. -  ::  507. /.9./.. 47.3  ::  507.3/.9.3. -03/.  .3  ::  507.3 /  ::29039.502-:9.3  0.0745..3::' 507..  !489.9:/80-:9  .0:./03.302. .78.3  $8902.3 507..3.2 /. -  !03:3/:.8.3.3/.3/.3 /5./.  .9:507-:.78.3 /.:.- &3/.3.7.  -03/.47./..3 0.9.  .9. 507.3  .2::2-03/.3 0. 47.3/7808047..-03/.203:7:92:::280.3 .3::' 507... 47./.  !03:3/:..9.2::2507/..  09 -  03/42 .7.3 /.503:3/:.33..  ::29039.3::' 507. /  :: 507.3.9.  ::29039.. /.3  ::  507.3.3/.:..380.3..3 00:.3/7808047.39/.2 025.3/.7.3 00:.3.3/.78.3.507.78..3808047.3.9.3/.2/-.3.9.9  /-.502-:9.35.7.3 .7.3  ::  507./03.9.3  00:.  ::  507.3:39:202-03/.3::29079039: /  !03:3/:.3 /7 808047..3 &3/.3 /. -03/.3 507.35.9072./. :: 507. .88:..3/.  ::  507.9. /  795.3 507.  ::  507. .9:-03/.3 /..8:503:3/:./03.3..78..2  ::2507/..9     .3::2-.:. 40 9.9-../.:.320303.80-.9:  .7.3 -  ::2 9039.3 ::2 507/./03.3::' 507.  ::  507.0/.9.3 :: 507.78.

8.:.3-07.38:/.9.3.9.2.8507.3: ..9:5073.3 :3/.3507..5.3 8..7:3/.3 47..38025:73./805./.. - /..507-:.9.79203.  &3/.8:.509:.3 507..:3 /  && 4 %..5.38:.9.9.3.3/.3.3 -07.3507.9.2 503.9.9.9.3/.:3 -  && 4 %./73..3.7  .!03.9: 507..  && 4 %.. - !.7.8547    .  .9..3/..3/./.703..3947.9../73..7.8.  .0.90-74  !07.7/.3.. 8.3.  09 -  03/42 .9.8503.3 /.3.20203:8.5 5073.703....3 :3/.340 .703.3 507.9.9.38.3.3.3 :3/.3/. /.808047./.8.9.792030.7./. /  05.9.8:.2 897.3. 8:.703.3 :3/.9 /  '7:.3 .3  /  &3/.9:-03/.7/.3 907.9/. %/.9.203. / 5./80-:9  .-..5.3.3 :3/.3 .3   !0..3.:3 .3 :3/.  05.8.2.3.  !0.:/-.33.35...9.9.3. 9.3 -  &3/.3 :3/.2.3.8...39.9:20250.3-::3.-.39/.3..9:740 .9203..9.:!%# -  .88:.  795.9   :949039-.5.3$5 ...9:507-:.:3   &39: 47.  &3/.9:507.9. %/.3   $:.3. 5..!! !0.8.9.20. .80.3  ..  && 4 %. .9/-.

3.3-07.2. -07/.43 20250.39:.3-40/. . .-.3 /.3..3&&  4 %.330. . ::2 ..!03. /  . .3$5 / !0.7.7:8203/./.7.8.7.3-40/.79.3947.7.9:7 :-:3..3 8907907.8:.8.7 .8.-078.2..8/. - !03.8..   5../../. 0/:.9.2.3-07.7 ::2 5:- .3.3 203.38.8.2 /.3.2.9.3.3. ..9.9.3. / $:7...-078.2..8907..3 .2020/:/:.3 -.9.93.950703.9.39.::5 :2:7 20.3.33.79.3..3./..3 507.2. 30.   ::2%.  7./03.8/. 8047.   . .3.3 . -078.9.38:3.9 .9.39.7.3-07.2.&8.3 - .  .:3 .7-078.9.3. $:7..8.3 207:5.5.9/85038.5. -0:2 .7507809::.  -  ::2 ..8:.9:7 :-:3.30...7..7.83.3 203.79.83.0.7 ..7.2.9/85038.5.3.

83.7..330.9 .7...3  ..9:7.3::2.3.3003.3.7.9.3 50747.5.3 9:.950703.         .3 507.305.3 203039:.. 5020739.  /  $07. :39: 203.3 203./.3.7.3 .9:7..3 203039:.8 30.47.3202-039:. .  !07.7.: .3. ./23897.3 .9 .9:7 /.3.5./.

9.8  . 203:7:9 '.  /  8.8.3 ::2 9.3.8. .7 .-.8..30.8.8 30...7.8.5.    .3 ::2 507:3/.3./.8 2.9.502.8 0802-..3 ::2 507:3/..830.9  :7857:/038  /.3.3  /  ::2 057.:3././.    $:2-07 8:2-071./.3  .  &&   %079:8  :7857:/038  .808..3 ::2 507:3/.  /.8.3.3 /.3.3 /.3 :3/.8 0.90 .9 .8.:8.  8.347.   /..8 02.8..3 57..907/7/.  8.8:5.5 %:.90 .8.3  -  !020739.3  /..8.38..7..3 :3/../.8..3 '4034.7.-40203074-49003.8 .  507..30.8.8 0.3/..3 47.  ::2 057. 30.8.9.2.3  0548.5.8.8::29.7.   .3 .  -  &&   %079:8  57.3.9  .8 .7. :8.  &&   %079:8  97..9.3  .3  ::2 507/.38.3  ::2 0548.  /.3  ::2 5/.3  .3 :3/.7::29.3  ::2 0548.3  /.3.8  .8:5.3.9:.80.3  507.7.3:7857:/038  ./23897.:8.3.  !020739.9.91 .502.8 0.8.8.3.8 9/.3 :3/. -40 203.3 .  47.7.03 907/7 /.80.9../23897.9.7 .8 0.203:7:9 &970. 9.3  ..8.8 9/.5503/:/: /. .8 30.3 907.3.3 /.3.8.7..8  .3  ::2 507.3  /.3  /.8..8 30.8..  -  8.3.30-./.2.30-..3.8 08.9.9.3.3 09.8:5.3./.3    8..502.3 5.8343/8723.3 0:.3  /.31.3 ::2 507:3/.

:3  -  && 4 %.7.9.5.:3  .9 202.7. ::2 9../. ::2 9.9.7./.77.7..::29.1/:5-/.9.   %::.39.  .8.8.703.207:5.  033.   .9 /.7.7-:/.9.9.8.2. 502-039:.703.9  -  .39.343.7.9:7    &3/./. :8..3 &3/. .7 ::25:- 909.3/4308. ::2 9... 202 . 5.90 .9..&&.3/.3-07.3 .9.3.2- /.  && 4 %.5./80-:980-.35747081 .703.3&&! .3 .:3  ::2 .843..9 -.7/.30.9.9.3::2507/.-07.9.80.38.5..3. 3/.503:/.7.33.3. 5079.9.  ::2.  .7. 04342/.8/.9 -  033.  .  434549./.3503.9:7 20303.3 203.35.9.9.3 /.9  57.703. /  ::2..7.20207.  .  .3 /../:/.39/.7.7.::29.3 / ...3.7.3.8.39..::25/.3 / 3/4308.3. /.3 -. 30.5. /  &&   %079:8  97.  && 4 %.3 .32033/.5.3..9.  /  .3/.9:7/.5:.:8. /./.3. :8.:3 /  && 4 %../.3503/. ..7../.. 202 81.30./.  /./.7..3::2 57.3 .333/..7 ::29.3848.3./23897. ::2..7.     03.3-..2.9/.:8.8 30. 0- 2039-07.  ::2.9./..2  ./.. 30.9.830./.3-07:. 30.35020739.03843.3 203.347.3 .30. -  ::2.

9. 9079039: .8.35.357-.8....7.3 :8:8 /-07.  :7./3/4308...8://03. /  023/..35020739././.3.3 .  . 502-.347.  .:39:050393..203:.9 80-.3/2.8 .3.9./.3405020739..3 7.

..8.3  -  :7. /03.-. 30.7.3 7. 92-.3 203/.9 ././.9 05.5.

/.3. !02-:3:.. 203/..3 /80-:980-.7.7.35:9.3 .7.3507.:.7./.38:3 /.7..38:3  -  :7.3 . . ::2507/.9.....3.8..9.3/80-:9  - ::2.3 050393.8. ..35.. ::2 .7.3.5. -07/./.    -.35:9:8.7. ..7.3 7.35078047.3 503.  :7.3.9 /9:3:.9:507.38:3  .3.8: 0/.3. 30.38:.  07/.37.3..3 203./.7.3 507.57089.3 9072.7.80.2202-07.3 203039:. / ::2507/.. . 507. .:.9.2. !03.  .9 05.  03.3 ::2 0507/.7.3 /:3./.  .- ::25/.2.3. 050393..37..7.0.  ./.. 0.3 - :9.70. 92-.3./. 203.3 ./.3 -. ::2. ..3   .3-..7.. .507/.2 ..5..3 9/.   #.8:..5.3 .5/..:../ ::22.8.9:-.9.8:.92-.:38:75.3 507.30.905.3 ::2 .9:7 .. ::25/.02:. .4397.39.7...3..9.  .7. . 203.3 /.7.9:7..905.3&& /  %.3.8.3.. ::2.3 9: /.8.   #.3 && /03..5.7.9 .880.3 0 /05. -.....3 / 0472. .3 :39: 5030:.7.7.8..80.3:2:2  /  :7.3.38079.907.7.7.7.

3907:..3/-..3 745.9:. #00203945/0-:70070.3. 02-. 02-.:/443.3/.. .9/.2 20..35.3-07.3/0. 08058  - 43/023.7..3.93/.3:.3947503/.39.3 .3::2-.7..  ::2 ../.394750. 03/.38/.3/8.  !:9:8..7:/80-:9 ..947     - 05:9:8.29. / .7. 507/./. 443.7.343/023. ::2 ..2.3 /.47/073 - 070303./:7. 5079.3 -07.4338   .9 ..3 40 8047.07890. /. .:.4338   ./:7.5.07890.503:. .5.9.97002039:903008903 / :7009-40   #0020393/4308.#002039 .9.3 /. ./..7: .9.3 0507/.3. ./80-:9:.9/80-:9 .9.39475./ .98.3507/.3 09:..19.3. 05:9:8..3507.32032-:.5.8.5./..3 907/.3940 .30/:.3 .  02-.2. #0..8.3- .91 / .2 .947   05:9:8.343899:91 . 05:9:8. &! .3 . 503.947 / .907:..3947548 ./73.: -..  .3.3   - 02078./..7.3..3..  .9 /.3. &$    - &! / &  . /0...  / 0250792-.

%.9.9.9.3 507-0.3 .8.0 $9.3 /-07.3 .3802:.3 507-0/.320250.   0.3/.:.::2.1108/3/4308..9.9503.3 ::2 !07/.8..9/. /.3 .5..2.!/.84.9:7. 2.8:/ /03.3/03...3503.8./.83 2.8./.3/.3.8:8:3.::2/.9.7. 0-.3 /.83 2.8    !%&& 07. !078.. - .7::2!07/. 507.30.447 3/4308.7%.9:./..3 3/..83  8.383.5.8. 80:2.  .7 2.9: ..3 /-039:3.3 . ./.3 3/8. .    .9.9..3 %. ./... :98.3.:.9/.!07/.3/2.9.3/.3#. /.8. / .: 808:.3/58. ::2 3/4308.3 .    03. .::23/4308.9.390780-:9   !.22030..&8..8.507-0/.. /.   0.38:2-073.3 . 9079039: .3/.   !074/0503. #00738 #0020398/..8500-:.5.3.9  0..7:8 /8079.7  503079.0.9:  ./-..9 /.8:.83.%..3 .3  805079 02030 05.9:7...3 90780-:9. 20303. 0.388902.8  5.30.3/2./03...3 /2.9::. .3 .3 090./.987003  0./.9/3.3 /3/4308...9 80-.9.3././.39/./.9:::2/. $0-:9.3 /.9: 5. /80-:9  - !03..3.8.383.8...33.8. ::2 03..9. 50789..5..2.  !073.-07.4394 80/07.390780-:9 /.8://03.3 .8.3 / $:25.8..9 80-.380-./. .3.  %::.!07.3.30025.3%::.::2 3/4308..:.9.  .3 808:.3 ::2 !/.3 503079.8.

7.7...9.43943.9.8.7.38:-0::239073. .9.7.3 .3/. ::2 %./ 5.   0. /03.8. !/.3 507-0/.3 ::2 /23897.3 ::2 %.35.320303...35:..8.8:2-07/.3 :-:3.8 0.3 203:39:9 . !07/. -08079..3.3 .7.::2.7  !74808 203.9 .3                         .3:5.. :-:3.7.. !%& /.:.3/. .38. .9 /.9 -:9038::2. 30.8.320303.   0.7.3::2/23897.1:38/.9502:3:9.7. /.843.3/03.39..8. 5020739.80.0.   0.    0.3 ::2 .

3/:3!% 97.. ::2 3/4308./9.9 .78434    !03.3:89. .79.9.843.39.!03.7 7.39.9.79434   !49 ::2 03:: $..39. ::2 3/4308.9  $:744 34/5:74     !03.  4./. '  ./9.3/:3  ..2.72:::2/.3 !02-3.8.3 &.79.  .2.2.9594#.3 2...29.3/:3 :23  '.8  :/: :8. 425.  $.  :3:3 :3  $40/.9: $8902 ::2 .. !7/.38     !03.. $009.2 3.39.79.39.9.3:8  !03.8907::2/. 2.7 %. ..1. .72:::2 ./. ::2 /.3/:3 3.7 :8:2.7.79.3/:3 %.!.!:89.  .   $8902::23/4308.3503.          .3 !03.9.7 2: ::2 .59.8..  ! ..7 2: ::2 /..503/4  ..7 2: ::2  .7.394   .32:::2  3907309       . 59.9.907/.  $3.1.7.7.3/:3  #030..2:/3      !03.:.  .  .32.  $403.843..79.39..3907.3 %. .7894  892 #..32.9/03. :73..34:203 :73.39.7 ::2 3/4308.!. .8.3 ::2.3   ::280-.   ::2  .59.3/:3  #01.7.3.9 /.92...7082. %#!&$%  .3!03.3/:3 #02.  .7::23/4308./$. .8.   $:2-07/....7%.350/473  !03..::2 3/4308. .39.7/4   2:::2 .9..39.

       .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful