Hukum Perburuhan / Hukum Ketenagakerjaan

Aspek Hukum Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3)
Dahsan Hasan,SH. MH.

Pokok Bahasan K-3
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pengantar Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Dasar Hukum K-3 Organisasi K-3 Pengawasan dan Pembinaan K-3 Hak dan Kewajiban Tenaga Kerja Ruang Lingkup Berlakunya K-3 Kecelakaan Akibat Kerja Hubungan Kerja Hubungan Industrial ( HI )

10. Perlindungan Upah bagi Tenaga Kerja 11. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 12. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)

Landasan Hukum K-3
UNDANG-UNDANG DASAR 1945
Pasal 27 Ayat 2

“ Tiap-Tiap Warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan ”

Pengantar Pentingnya K-3
UUD 1945
Hak tiap Warga Negara atas Pekerjaan dan Penghidupan yang layak bagi Kemanusiaan

PEKERJA

Memenuhi Kelayakan bagi kemanusiaan

Sebagai akibat dari bekerja

Cacat, Kematian, Kecelakaan Kerja, Sakit, dll

JIKA K-3 NYA TIDAK TERJAMIN

Bertentangan dengan Kemanusiaan

Perlu Penerapan Prinsip & Kaidah K-3

di dalam air. bahkan di udara. . landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan yang sasarannya menyangkut segala tempat kerja baik di darat. pesawat. di permukaan air. di dalam tanah. alat kerja.PENGERTIAN “KESELAMATAN KERJA” Keselamatan yang berkaitan dengan mesin. bahan dan proses pengelolaannya.

PENGERTIAN “ KESEHATAN KERJA” Spesialisasi dalam bidang ilmu kesehatan/ kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/ masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya. . dengan usahausaha preventif dan kuratif. baik fisik atau mental maupun sosial. terhadap penyakitpenyakit atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum.

PENGERTIAN K-3 Ilmu pengetahuan yang penerapannya dalam usaha mencegah atau mengatasi kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja di tempat kerja .

PENGERTIAN ASPEK HUKUM K-3 Kaidah / aturan yang bertujuan untuk mencegah atau mengatasi kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja di tempat kerja .

MAKSUD DAN TUJUAN K-3 Maksud K-3 adalah untuk menjamin hak-hak dasar pekerja dan menjamin kesamaan kesempatan dan perlakuan tanpa diskriminasi guna mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya dalam rangka hubungan industrial yang berkeadilan atau untuk melindungi tenaga kerja dari kejadian atau keadaan yang dapat merugikan keselamatan dan kesehatannya dalam melakukan pekerjaannya dengan berusaha menghilangkan. . mengurangi/ menekan sekecil-kecilnya hal-hal yang dapat menimbulkan kecelakaan akibat kerja di tempat kerja.

Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktifitasnya. . Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja 3. Menjaga supaya sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan berdaya guna.MAKSUD DAN TUJUAN K-3 Tujuan K-3 (Keselamatan Kerja) adalah untuk: 1. 2.

Meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi tingginya baik fisik maupun mentalnya dan aspek sosialnya. Meningkatkan produktifitas kerja. .MAKSUD DAN TUJUAN K-3 Tujuan K-3 (Kesehatan Kerja) adalah untuk: 1. 2. Menyesuaikan tenaga kerja dengan pekerjaannya (aspek ergonominya) 3.

UU No. import.DASAR HUKUM K-3 o o o o o o o o UUD 1945 Pasal 27 ayat 2 UU no. 14 Tahun 1993 tentang Jamsostek Kepmen 02/ 1970 ttg Pembentukan Panitia Pembina K-3 Kepmen 01/ 1978 ttg K-3 dalam Pembangunan dan Pengangkutan kayu .25 Tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan. menyalakan serta perdagangannya.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja UU Uap Tahun 1930 tentang Mesin Uap UU Petasan Tahun 1932 ttg Pembuatan. UU No.

DASAR HUKUM K-3 o o o o o o o Kepmen 03/ 1978 ttg Syarat. Kepmen 01/ 1980 ttg K-3 pada industri bangunan Kepmen 02/ 1980 ttg Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam K-3 Kepmen 03/ 1984 ttg Pengawasan terpau ketenagakerjaan Kepmen 01/ 1987 ttg Perlindungn bagi anak yang terpaksa bekerja . penunjukan dan wewenang serta kewajiban pegawai pengawas dan ahli K-3 Kepmen 04/ 1978 ttg Peraturan umum instalasi listrik di tempat kerja. Kepmen 01/ 1979 ttg Penyakit akibat kerja yang wajib dilaporkan.

Pada tingkat daerah di Kanwil Dirjen Perlindungan Perawatan Tenaga Kerja terdapat pengawas keselamatan kerja yang memeriksa setiap perusahaan tentang dipatuhinya ketentuan K-3 Juga diadakan PERUM ASTEK yang menjamin kecelakaan yang terjadi bagi tenaga kerja di tempat kerja. Listrik. . Pengawasan serta penyempurnaan dalam penetapan Norma K-3 di bidang mekanik. Uap. Fungsinya: Melaksanakan Pembinaan. dan Pencegahan Kebakaran.ORGANISASI K-3 PADA PEMERINTAH Direktorat Pembinaan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja & Direktorat Jenderal Perlindungan dan Perawatan Tenaga Kerja.

2. Kedudukannya di perusahaan berbeda-beda. Panitia Keselamatan Kerja yang terdiri dari wakil pimpinan perusahaan . dan Dokter perusahaan. Teknisi K3. Wakil Buruh/ pekerja. . pelaksanaannya menetap dan anggarannya tersendiri. Tugasnya kontinyu. Organisasi sebagai bagian dari Struktur Organisasi di Perusahaan. Pembentukannya atas Dasar Undang-Undang.ORGANISASI K-3 PADA PERUSAHAAN 1.

Menunjang terlaksananya tugas pemerintah di bidang peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan tenaga kerja di perusahaan. Dll. Menuju tercapainya keseragaman tindakan dalam menanggulangi masalah K-3 Fungsinya antara lain: Menghimpun dan meningkatkan kerjasama antara dokter di perusahaan. Juga melakukan riset. industri. pendidikan dan latihan serta penerangan ttg keselamatan kerja di perusahaan. dll 2. ahli higiene dan kesehatan kerja serta ahli keselamatan kerja di Indonesia.ORGANISASI K-3 YANG INDEPENDEN Salah satunya adalah Ikatan Higiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang didirikan pada tgl 27 Juli 1971 di Jakarta yang bertujuan: 1. .

keselamatan dan kesehatan kerja adalah unsur PENGAWASAN & PEMBINAAN Ketenagakerjaan. Ahli K-3 yaitu tenaga kerja berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang diberi wewenang oleh menteri tenaga kerja untuk melaksanakan segahagian dari tugas pegawai K-3. Tugasnya mendeteksi secara dini di lapangan sehingga masalah yang ada dapat segera diatasi. Panitia PengawasK-3: 1. yaitu pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh menteri Tenaga Kerja. 2. . Pegawai Pengawas K-3.PENGAWASAN & PEMBINAAN K-3 Salah satu unsur yang berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan.

khususnya dalam merealisasikan K-3 serta dalam melancarkan proses produksi pada umumnya. Unsur Tenaga Kerja Kedua unsur tersebutharus bekerjasama dalam melaksanakan kewajiban bersama. Unsur Perusahaan (Pimpinan Perusahaan) 2. .PENGAWASAN & PEMBINAAN K-3 Panitia Pembina K-3: Adalah suatu badan yang dibentuk disuatu perusahaan untuk membantu melaksanakan dan menangani usaha-usaha K-3 yang keanggotaannya terdiri atas: 1.

4. . Memberikan penerangan teknis dan nasihat kepada pengusaha dan tenaga kerja ttg hal-hal yang dapat menjamin efektifnya ketentuan K-3.PENGAWASAN & PEMBINAAN K-3 Kewajiban Pengawas K-3: 1. Mengumpulkan bahan tentang soal-soal K-3 yang diperlukan 3. Merahasiakan rahasia perusahaan terkait dengan jabatannya. Dan lain-lain yang diserahkan kepadanya oleh UU dan peraturan lainnya. Mengawasi berlakunya ketentuan K-3 2. 5.

Menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. 3. . Menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang kondisi dan bahaya yang dapat timbul di tempat kerja dan semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang wajib digunakan oleh tenaga kerja 2. Memenuhi dan menaati semua syarat dan ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankannya.PENGAWASAN & PEMBINAAN K-3 Kewajiban Panitia Pembina K-3: 1.

Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan 3. Memenuhi dan mentaati semua syarat K-3 yang diwajibkan 4. 5.PENGAWASAN & PEMBINAAN K-3 Kewajiban Tenaga Kerja: (terkait dengan tugas pengawas) 1. . Menyatakan keberatan bekerja pada pekerjaan yang syarat K-3 serta alat perlindungan dirinya tidak memenuhi syarat. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau ahli Keselamatan Kerja 2. Meminta kepada pengurus agar diaksanakan semua syarat K-3 yang diwajibkan.

3. . Harus terjun langsung ke lapangan untuk melihat permasalahannya sehingga dapat dijamin objektifitasnya. Pengawasan diarahkan pada usaha preventif dan edukatif.PRINSIP PENGAWASAN K-3 Menyangkut tentang sikap dan tidakan pengawas dalam menjalankan fungsinya terhadap K-3: 1. 2. namun tindakan represif baik yustial maupun non yustisial akan dilaksanakan secara tegas terhadap perusahaan yang sengaja melanggar ketentuan yang telah ditetapkan. sehingga dapat lebih cepat penanganannya. Lebih peka dan cepat bertindak terhadap masalah yang timbul dan mungkin timbul di lapangan.

kesehatan. Hak memiliki atau pindah pekerjaan sesuai dengan bakat dan kemampuannya. 6. Hak atas pembinaan keahlian untuk memperoleh serta menambah keahlian dan keterampilan kerja. 3. serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama. Hak atas upah 2. Hak mendirikan dan menjadi anggota perserikatan tenaga kerja. 4.HAK & KEWAJIBAN TENAGA KERJA HAK TENAGA KERJA 1. Hak atas kesejahteraan ( Jamsostek) . pemeliharaan moral kerja. kesusilaan. Hak untuk mendapatkan perlindungan atas keselamatan. 5.

Melakukan pekerjaannya dengan baik 2. .Kewajiban membayar ganti rugi dan denda.Mentaati setiap peraturan terkait melakukan pekerjaan di tempat kerjanya 3.HAK & KEWAJIBAN TENAGA KERJA KEWAJIBAN TENAGA KERJA 1.

maupun di udara yang berada dalam wilayah Negara Hukum Republik Indonesia.RUANG LINGKUP BERLAKUNYA PERATURAN K-3 1. di dalam tanah. TEMPAT KERJA Tiap-tiap ruangan atau lapangan. tertutup atau terbuka. bergerak atau tetap. . Yang meliputi Darat. yang menjadi tempat tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan usaha dan terdapat sumber bahaya kerja. dipermukaan air. di dalam air.

baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Orang Muda ( laki-laki atau wanita berumur 15 tahun atau lebih dan kurang dari 18 tahun) dilarang dalam kondisi tertentu. TEMPAT SUMBER BAHAYA KERJA . 2. Anak (orang laki-laki atau wanita yang berumur di bawah 15 tahun) di larang untuk dipekerjakan kecuali dalam hal dibenarkan UU. 3. Terdapat 3 golongan Tenaga Kerja yang diatur secara khusus dalam K-3: 1. Wanita (yang telah berumur 18 tahun atau lebih) dibatasi ruang kerjanya 3.2. TENAGA KERJA YANG BEKERJA DITEMPAT ITU RUANG LINGKUP BERLAKUNYA PERATURAN K-3 Setiap orang laki-laki atau wanita yang sedang dalam dan atau akan melakukan pekerjaan.

Wanita (yang telah berumur 18 tahun atau lebih) dibatasi ruang kerjanya 3.2. Anak (orang laki-laki atau wanita yang berumur di bawah 15 tahun) di larang untuk dipekerjakan kecuali dalam hal dibenarkan UU. Orang Muda ( laki-laki atau wanita berumur 15 tahun atau lebih dan kurang dari 18 tahun) dilarang dalam kondisi tertentu. TENAGA KERJA YANG BEKERJA DITEMPAT ITU RUANG LINGKUP BERLAKUNYA PERATURAN K-3 Setiap orang laki-laki atau wanita yang sedang dalam dan atau akan melakukan pekerjaan. Terdapat 3 golongan Tenaga Kerja yang diatur secara khusus dalam K-3: 1. 3. 2. TEMPAT SUMBER BAHAYA KERJA . baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

cuaca. gas. uap. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja. 3. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya. 7. asap. 4. 5. infeksi dan penularan. hembusan angin. peracunan. mengurangi dan memadamkan kebakaran. kotoran.1 Tahun 1.SYARAT KESELAMATAN KERJA 1970 tentang K-3 Pasal 3-4 UU No. . Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan. suara dan getaran. debu. Memberi pertolongan pada kecelakaan. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu. 2. sinar radiasi. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis. 8. kelembaban. 6. Mencegah dan mengurangi kecelakaan. Mencegah.

kesehatan dan ketertiban. menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik. mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat.SYARAT KESELAMATAN KERJA 1970 tentang K-3 Pasal 3-4 UU No. mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. perlakuan dan penyimpanan barang.1 Tahun 9. 14. mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. 16. 10. 11. . lingkungan. tanaman atau barang. 15. 18. menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. cara dan proses kerjanya. alat kerja. memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. 12. 13. memperoleh keserasian antara tenaga kerja. 17. binatang. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. memelihara kebersihan.

Dan kecelakaan lainnya. Kontak dengan bahan kimia berbahaya 9. Kecelakaan tertimpa benda yang jatuh 3. Pengaruh suhu tinggi (panas atau dingin) 7. . Kecelakaan karena benturan benda keras 4. Kecelakaan karena arus listrik 8. Kecelakaan karena terhimpit benda 5. Kecelakaan karena terjatuh 2.KLASIFIKASI KECELAKAAN AKIBAT KERJA Menurut Jenis Kecelakaannya: 1. Gerakan melebihi kemampuan 6.

dll ) 3. dll) 5. Radiasi. Alat angkut diatas rel. darat. Penyalur. dll) 4. gas. Peralatan lain ( Bejana bertekanan. Pengolah kayu. Human Error .dll ) 2.KLASIFIKASI KECELAKAAN AKIBAT KERJA Menurut Penyebab Kecelakaannya 1. Mesin ( Pembangkit tenaga. Dapur pembakar. Alat Angkut dan alat angkat ( Mesin angkat. Zat dan Radiasi (Bahan peledak. Angkutan udara. cairan dan zat kimia. Debu. Pertanian. Instalasi listrik. benda melayang. Bahan . air. Pertambangan. alat – alat listrik. Tangga. Instalasi pendingin.

Pengaruh Radiasi 2. Memar/ Luka dalam 5. Regang otot/ urat 15. dll 4. Geger otak/ remuk 9. Amputasi 6. Mati lemas 12. Patah Tulang 13. Luka dipermukaan. Luka tersayat 8. Dislokasi/ Keseleo 14. Luka Terpotong 7. Akibat suhu/ cuaca 3.KLASIFIKASI KECELAKAAN AKIBAT KERJA Menurut Sifat Luka atau Kelainan: 1. Keracunan mendadak 11. Luka bakar 10. Pengaruh Listrik .

PENYEBAB KECELAKAAN AKIBAT KERJA 1.Perbuatan manusia yang tidak memenuhi syarat K3 2.Keadaan Lingkungan dan Mekanik .

Penelitian secara statistik 8. Pengawasan 4. Penelitian Psikologis 7. Penelitian bersifat Teknik 5. Usaha Keselamatan di perusahaan . Standarisasi 3. Asuransi/ Insebtif Finansial 11. Penggairahan 10. Pendidikan dan Latihan 9. Peraturan Undang-Undang 2.PENCEGAHAN KECELAKAAN AKIBAT KERJA 1. Riset Medis 6.

.HUBUNGAN KERJA Hubungan kerja adalah hubungan antara pekerja dengan pengusaha yang terjadi setelah adanya perjanjian kerja.

PERJANJIAN KERJA "Perjanjian kerja adalah suatu perjanjian di mana pihak kesatu (si buruh). mengikatkan dirinya untuk di bawah perintah pihak yang lain (si majikan) untuk suatu waktu tertentu melakukan pekerjaan dengan menerima upah“ Pasal 1601 a KUHPerdata .

25 tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan. baik untuk waktu tertentu maupun untuk waktu tidak tertentu yang memuat syarat-syarat kerja. dan kewajiban para pihak .PERJANJIAN KERJA Undang-undang No. pasal 1 angka 6: "Perjanjian kerja adalah suatu perjanjian antara pekerja dan pengusaha secara lisan dan/atau tertulis.. hak.

karena itu menurut hukum jika pekerja meninggal dunia. pekerjaan tersebut haruslah dilakukan sendiri oleh pekerja.UNSUR PERJANJIAN KERJA 1. hanyalah dengan izin majikan ia dapat menyuruh seorang ketiga menggantikannya". Hal ini dijelaskan dalam KUHPerdata pasal1603a yang berbunyi: "Buruh wajib melakukan sendiri pekerjaannya. . maka perjanjian kerja tersebut putus demi hukum. hanya dengan seizin majikan dapat menyuruh orang lain. Sifat pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja itu sangat pribadi karena bersangkutan dengan keterampilan/keahliannya. UNSUR PEKERJAAN Dalam suatu perjanjian kerja harus ada pekerjaan yang diperjanjikan (obyek perjanjian).

Hubungan tersebut bukan merupakan hubungan kerja karena dokter. Di sinilah perbedaan hubungan kerja dengan hubungan lainnya.UNSUR PERJANJIAN KERJA 2. pengacara tidak tunduk pada perintah pasien atau klien. pengacara dengan klien. . UNSUR PERINTAH Manifestasi dari pekerjaan yang diberikan kepada pekerja oleh pengusaha adalah pekerja yang bersangkutan harus tunduk pada perintah pengusaha untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan yang diperjanjikan. misalnya hubungan antara dokter dengan pasien.

UNSUR WAKTU Adanya waktu yang dimaksudkan adalah dalam melakukan pekerjaan harus disepakati jangka waktunya. Unsur jangka waktu dalam perjanjian kerja dapat dibuat secara tegas dalam perjanjian kerja yang dibuat misalnya untuk pekerja kontrak. sedangkan untuk pekerja tetap hal ini tidak diperlukan .UNSUR PERJANJIAN KERJA 3.

seorang mahasiswa perhotelan yang sedang melakukan praktik lapangan di hotel. . Seperti seorang narapidana yang diharuskan untuk melakukan pekerjaan tertentu.UNSUR PERJANJIAN KERJA 4. Sehingga jika tidak ada unsur upah. bahkan dapat dikatakan bahwa tujuan utama seorang pekerja bekerja pada pengusaha adalah untuk memperoleh upah. maka suatu hubungan tersebut bukan merupakan hubungan kerja. UNSUR UPAH Upah memegang peranan penting dalam hubungan kerja (perjanjian kerja).

Kemauan bebas kedua belah pihak. 2. Pekerjaan yang diperjanjikan tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum. Adanya pekerjaan yang diperjanjikan. 3. kesusilaan. dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4.SYARAT SAH PERJANJIAN KERJA 1. . Kemampuan atau kecakapan kedua belah pihak.

Secara normatif bentuk tertulis menjamin kepastian hak dan kewajiban para pihak.BENTUK & JANGKA WAKTU PERJANJIAN KERJA Perjanjian kerja dapat dibuat dalam bentuk lisan dan/atau tertulis. sehingga atas dasar kepercayaan membuat perjanjian kerja secara lisan. Namun tidak dapat dipungkiri masih banyak perusahaanperusahaan yang tidak atau belum membuat perjanjian kerja secara tertulis disebabkan karena ketidak mampuan sumber daya manusia maupun karena kelaziman. sehingga jika terjadi perselisihan akan sangat membantu proses pembuktian. .

Ketentuan ini dimaksudkan untuk lebih menjamin atau menjaga hal-hal yang tidak diinginkan sehubungan dengan berakhirnya kontrak kerja. 25 tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan). Sedangkan untuk perjanjian kerja yang dibuat untuk waktu tidak tertentu biasanya disebut dengan perjanjian kerja tetap dan status pekerjanya adalah pekerja tetap. dan waktu tidak tertentu bagi hubungan kerja yang tidak dibatasi jangka waktu berlakunya atau selesainya pekerjaan tertentu. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak boleh mensyaratkan adanya masa percobaan . Status pekerjanya adalah pekerja tidak tetap atau pekerja kontrak. Perjanjian kerja yang dibuat untuk waktu tertentu lazimnya disebut dengan perjanjian kerja kontrak atau perjanjian kerja tidak tetap.BENTUK & JANGKA WAKTU PERJANJIAN KERJA Jangka waktu perjanjian kerja dapat dibuat untuk waktu tertentu bagi hubungan kerja yang dibatasi jangka waktu berlakunya. Perjanjian kerja yang dibuat untuk waktu tertentu harus dibuat secara tertulis (vide pasal17 Undang-undang No.

alamat perusahaan. . dan jenis usaha b) nama dan alamat pekerja c) jabatan atau jenis pekerjaan d) syarat-syarat kerja yang memuat hak dan kewajiban pengusaha dan pekerja e) besarnya upah dan cara pembayarannya f). h) tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat. i) tanda tangan para pihak dalam perjanjian kerja.PERJANJIAN KERJA SECARA TERTULIS MINIMAL MEMUAT: a) nama. tempat pekerjaan g) mulai berlakunya perjanjian kerja.

25 tahun 1997).Kewajiban memberikan istirahat/cutij pihak majikan/pengusaha diwajibkan untuk memberikan istirahat tahunan kepada pekerja secara teratur. . 2. kematian telah dijamin melalui perlindungan Jamsostek sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. tetapi juga bagi pekerja yang tidak bertempat tinggal di rumah majikan. Perlindungan bagi tenaga kerja yang sakit. . Kewajiban mengurus perawatan dan pengobatanj majikan/ pengusaha wajib mengurus perawatan/pengobatan bagi pekerja yang bertempat tinggal di rumah majikan (pasal1602x KUHPerdata).KEWAJIBAN PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN KERJA 1. Selain itu pekerja juga berhak atas cuti panjang selama 3 bulan setelah bekerja terus-menerus suatu perusahaan (pasaI102. kecelakaan. Dalam perkembangan hukum ketenagakerjaan saat ini kewajiban ini tidak hanya terbatas bagi pekerja yang bertempat tinggal di rumah majikan. Dengan demikian diharapkan gairah kerja akan tetap stabil. 103 Undangundang No.3 tahun 1992. Hak atas istirahat ini penting artinya untuk menghilangkan kejenuhan pekerja dalam melakukan pekerjaan. Cuti tahunan yang lamanya 12 hari kerja untuk 6 hari kerja dalam seminggu atau 10 hari untuk waktu kerja 5 hari kerja dalam seminggu. KEWAJIBAN PENGUSAHA/ MAJIKAN 1.

Kewajiban memberikan surat keterangan. Surat keterangan itu juga diberikan meskipun inisiatif pemutusan hubungan kerja datangnya dari pihak pekerja. KEWAJIBAN PENGUSAHA/ MAJIKAN 3. Kewajiban ini didasarkan pada ketentuan pasal 1602a KUHPerdata yang menentukan bahwa majikan/pengusaha wajib memberikan surat keterangan yang diberi tanggal dan dibubuhi tanda tangan. . Dalam surat keterangan tersebut dijelaskan mengenai sifat pekerjaan yang dilakukan.KEWAJIBAN PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN KERJA 1. Iamanya hubungan kerja (masa kerja). sehingga ia diperIakukan sesuai dengan pengalaman kerjanya. Surat keterangan tersebut sangat penting artinya sebagai bekal pekerja dalam mencari pekerjaan baru.

. maupun pengaturan upah dalam Peraturan Pemerintah No. Campur tangan pemerintah dalam menetapkan besarnya upah ini penting guna menjaga agar jangan sampai besarnya upah yang diterima oleh pekerja terlampau rendah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup pekerja meskipun secara minimum sekalipun. KEWAJIBAN PENGUSAHA/ MAJIKAN 4. Kewajiban membayar upah Dalam hubungan kerja kewajiban utama bagi seorang pengusaha adalah membayar upah kepada pekerjanya secara tepat waktu. 8 tahun 1981 tentang perlindungan Upah.KEWAJIBAN PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN KERJA 1. . Ketentuan ten tang upah ini juga telah mengalami perubahan pengaturan ke arah hukum publik. Hal ini terlihat dari campur tangan pemerintah dalam menetapkan besarnya upah terendah yang harus dibayar oleh pengusaha yang dikenal dengan nama upah minimum regional (UMR) .

maka berdasarkan ketentuan' peraturan perundangundangan jika pekerja meninggal dunia.KEWAJIBAN PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN KERJA KEWAJIBAN PEKERJA/ BURUH 1. meskipun demikian dengan seizin pengusaha dapat diwakilkan.Buruh/pekerja wajib melakukan pekerjaan. Melakukan pekerjaan adalah tugas utama dari seorang pekerja yang harus dilakukan sendiri. . Untuk itulah mengingat pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja yang sangat pribadi sifatnya karena berkaitan dengan keahliannya. maka hubungan kerja berakhir dengan sendirinya (PHK demi hukum).

Aturan yang wajib ditaati oleh pekerja sebaiknya dituangkan dalam peraturan perusahaan sehingga menjadi jelas ruang lingkup dari petunjuk tersebut. .KEWAJIBAN PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN KERJA KEWAJIBAN PEKERJA/ BURUH 2. Buruh/Pekerja wajib menaati aturan dan petunjuk majikan/ pengusahaj dalam melakukan pekerjaannya buruh/pekerja wajib menaati petunjuk yang diberikan oleh pengusaha.

. maka sesuai dengan prinsip hukum pekerja wajib membayar ganti-rugi dan denda.Kewajiban membayar ganti rugi dan denda jika buruh/pekerja melakukan perbuatan yang merugikan perusahaan baik karena kesengajaan atau kelalaian.KEWAJIBAN PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN KERJA KEWAJIBAN PEKERJA/ BURUH 3.

Adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja.13/2003 . perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja Pasal 61 ayat1 UU No. Berakhirnya jangka waktu Perjanjian kerja 3. Pekerja Meninggal Dunia 2.BERAKHIRNYA PERJANJIAN KERJA 1. Adanya putusan pengadilan atau penetapan lembaga P2HI yang telah mempunyai kakuetan hukum tetap. 4. aturan perusahaan.

PERJANJIAN PERBURUHAN / KESEPAKATAN KERJA BERSAMA . Perjanjian perburuhan diatur dalam Undang-undang No. 25 tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan. sehingga semangat undang-undang ini juga tidak lepas dari filosofi tersebut. . Undang-undang ini merupakan salah satu dari undangundang yang dinyatakan dicabut dengan Undangundang No. Sesuai dengan semangat itu masing-masing pihak yang membuat perjanjian perburuhan cenderung berupaya membela kepentingannya sehingga tidak jarang pihak yang satu melakukan tekanan kepada pihak yang lain jika kepentingannya tidak terpenuhi. dan sejalan dengan perkembangan yang terjadi dalam hukum perburuhan khususnya dengan lahirnya konsepsi Hubungan Industrial Pancasila (HIP). Undang-undang No. 21 tahun 1954 tentang Perjanjian Perburuhan antara Serikat Buruh dengan Pengusaha/Majikan. 21 tahun 1954 lahir pada saat bangsa kita menganut demokrasi liberal. maka istilah perjanjian perburuhan diganti dengan istilah Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) yang dalam pembuatannya mengutamakan musyawarah & mufakat sesuai dengan nilainilai Pancasila. Konsep tersebut tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

mengenai syaratsyarat kerja yang harus diindahkan pada waktu membuat perjanjian kerja. Perjanjian Perburuhan yang sekarang lazim dikenal dengan istilah Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Collective Labour Agreement (CLA). perjanjian ini dikenal dalam khasanah hukum Indonesia berdasarkan ketentuan dalam KUHPerdata. . atau dalam bahasa Belanda disebut dengan Collective Arbeids Overemkomst (CAO) .PENGERTIAN PERJANJIAN PERBURUHAN . Dalam KUHPerdata pasal 1601 disebutkan bahwa Perjanjian Perburuhan adalah peraturan yang dibuat oleh seorang atau beberapa orang perkumpulan majikan yang berbadan hukum dan atau beberapa serikat buruh yang berbadan hukum.

perkumpulan majikan yang berbadan hukum. majikanmajikan. .PENGERTIAN PERJANJIAN PERBURUHAN . Dalam Undang-undang No. yang pada umumnya atau semata-mata memuat syarat-syarat kerja yang harus diperhatikan dalam perjanjian kerja. 21 tahun 1954 tentang Perjanjian Perburuhan antara Serikat Buruh dengan Majikan disebutkan Perjanjian Perburuhan adalah perjanjian yang diselenggarakan oleh serikat atau serikat-serikat buruh yang terdaftar pada Kementerian Perburuhan dengan majikan.

HUBUNGAN INDUSTRIAL Hubungan Industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan atau jasa ang terdiri dari unsur pengusaha. . pekerja/buruh dan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Melakukan penindakan terhadap setiap pelanggaran peraturan perundangundangan ketenagakerjaan. . Menetapkan Kebijakan. Melaksanakan Pengawasan. 3. 4. 2. Memberikan Pelayanan.FUNGSI PARA PELAKU HUBUNGAN INDUSTRIAL ( FUNGSI PEMERINTAH) 1.

Memberikan kesejahteraan kepada pekerja secara terbuka. . Mengembangkan Usaha. Menciptakan hubungan kemitraan. 4. Memperluas lapangan kerja. 3.FUNGSI PARA PELAKUHUBUNGAN INDUSTRIAL (FUNGSI PENGUSAHA) 1. demokratis dan berkeadilan. 2.

3. Mengembangkan ketrampilan dan keahliannya. Bekerja sesuai kewajibannya 2. Menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi. Memperjuangkan kesejahteraan anggota serta keluarganya. Memajukan perusahaan. 4. .FUNGSI PARA PELAKU HUBUNGAN INDUSTRIAL (FUNGSI PEKERJA ) 1. 5. 6. Menyalurkan aspirasi secara demokratis dan positif.

3.HUBUNGAN INDUSTRIAL dijalankan melalui sarana: 1. Serikat Pekerja/ Buruh Organisasi Pengusaha/ Asosiasi Lembaga Kerjasama Bipatrit Lembaga Kerjasama Tripartit Peraturan Perusahaan Perjanjian Kerja Bersama UU Ketenagakerjaan Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial . 2. 5. 7. 4. 6. 8.

LEMBAGA BIPATRIT & TRIPATRIT Bipatrit adalah Forum komunikasi dan konsultasi tentang hal yang berkaitan dengan hubungan industrial di satu perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha dan serikat pekerja/ buruh yang sudah tercatat sebagai instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan atau unsur pekerja/buruh Lembaga kerjasama bipatrit wajib dibentuk setiap perusahaan yang mempekerjakan 50 orang pekerja atau lebih Tripatrit adalah forum komunikasi. konsultasi dan musyawarah tentang masalah ketenagakerjaan yang anggotanya terdiri dari unsur organisasi. lembaga ini memberikan pertimbangan. saran dan pendapat kepada pemerintah dan pihak terkait dalam penyusunan kebijakan dan pemecahan masalah ketenagakerjaan . Serikat pekerja/buruh dan Pemerintah.

SERIKAT PEKERJA / BURUH Adalah organisasi yang dibentuk dari. . oleh dan untuk pekerja/ buruh baik di perusahaan maupun diluar perusahaan. terbuka. membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. mandiri. yang bersifat bebas. demokratis dan bertanggungjawab guna memperjuangkan.

Federasi terdiri dari minimal 5 serikat pekerja. FEDERASI & KONFEDERASI Serikat Pekerja terdiri dari minimal 10 orang pekerja. Konfederasi terdiri dari minimal 3 Federasi .SERIKAT PEKERJA.

pelaksana dan penanggungjawab pemogokan pekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebagai pihak dalam pembuatan perjanjian kerja bersama dan penyelesaian perselisihan industrial. Sebagai wakil pekerja dalam lembaga kerjasama dibidang ketenagakerjaan 3.dinamis dan berkeadilan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 2. . Sarana penyaluran aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya. 5. Sebagai wakil pekerja dalam memperjuangkan kepemilikan saham di perusahaan. 4. Sebagai perencana. 6. Sarana menciptakan hubungan idustrial yang harmonis.FUNGSI SERIKAT PEKERJA / BURUH 1.

3. Jika tidak memenuhi syarat maka dapat ditangguhkan pencatatannya dengan pemberitahuan selambat-lambatnya 14 hari kerja sejak pemberitahuannya. Dalam waktu selambat-lambatnya 21 hari kerja. Menyampaikan secara tertulis kepada pihak pemerintah yang bertanggungjawab dibidang ketenagakerjaan dengan melampirkan Daftar nama pendiri. AD/ART dan susunan Pengurus. Bagi yang telah memiliki nomor bukti pencatatannya harus memberitahukan secara tertulis keberadaannyakepada mitra kerjanya sesuai tingkatannya .PROSEDURE PENDIRIAN SERIKAT PEKERJA/ BURUH 1. pemerintah wajib mencatat dan memberikan nomor bukti setelah memenuhi syarat. 5. Pencatatan dapat dilihat setiap saat dan terbuka untuk umum 4. Dengan membuat AD/ART 2.

Membentuk lembaga atau melakukan kegiatan berkaitan dengan usaha peningkatan kesejahteraan pekerja 5. Membuat perjanjian kerjasama dengan pengusaha 2. Mewakili pekerja dalam menyelesaikan perselisihan industrial 3.HAK SERIKAT PEKERJA/ BURUH 1. Mewakili pekerja dalam lembaga ketenagakerjaan 4. Melakukan kegiatan lainnya di bidang ketenagakerjaan yang tidak bertentangan dengan UU yang berlaku .

KEWAJIBAN SERIKAT PEKERJA/ BURUH 1. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggota dan keluarganya 3. Mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi kepada anggotanya sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya . Melindungi dan membela anggota dari pelanggaran hak-hak dan memperjuangkan kepentingannya 2.

Perusahaan tutup dan menghentikan kegiatannya untuk selama-lamanya yang berdampak pada putusnya hubungan kerja bagi seluruh pekerja di perusahaan setelah seluruh kewajiban pengusaha terhadap pekerja telah diselesaikan menurut UU yang berlaku. Dinyatakan oleh anggotanya dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangganya.PEMBUBARAN SERIKAT PEKERJA/ BURUH 1. 2. 3. Dinyatakan bubar dengan putusan pengadilan .

kepentingan. .Perselisihan Hubungan Industrial Adalah perbedaan pendapat tang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha dengan pekerja/ buruh atau serikat pekerja/ serikat buruh karena adanya perselisihan mengenai hak. PHK dan perselisihan antara serikat pekerja dalam satu perusahaan.

4. 2. Perselisihan Hak Perselisihan Kepentingan Perselisihan PHK Perselisihan Antar Serikat Pekerja atau serkat buruh hanya dalam satu perusahaan .Perselisihan Hubungan Industrial Meliputi: 1. 3.

perjanjian kerja.Perselisihan Hak Adalah perselisihan yang timbul karena tidak dipenuhinya hak. peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. . akibat adanya perbedaan pelaksanaan atau penafsiran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perselisihan Kepentingan
Adalah perselisihan yang timbul karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai pembuatan dan atau perubahan syarat-syarat kerja yang ditetapkan dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Perselisihan PHK
Adalah perselisihan yang timbul karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh salah satu pihak.

Perselisihan Antara Serikat Pekerja
Adalah perselisihan yang timbul antara serikat pekerja yang ada dalan satu perusahaan karena tidak adanya persesuaian paham mengenai keanggotaan, pelaksanaan hak dan kewajiban keserikatpekerjaan.

Perselisihan Antara Serikat Pekerja
Penyelesaiannya dapat dilakukan melalui:

1. Mediasi Hubungan Industrial 2. Konsiliasi Hubungan Industrial 3. Arbitrase Hubungan Industrial 4. Pengadilan Hubungan Industrial

kepentingan. perselisihan PHK dan perselisihan antar serikat pekerja dalam satu perusahaan melalui musyawarah yang ditangani oleh seorang atau lebih mediator yang netral .Mediasi Hubungan Industrial Adalah penyelesaian perselisihan hak.

perselisihan PHK dan perselisihan antar serikat pekerja dalam satu perusahaan melalui musyawarah yang ditangani oleh seorang atau lebih konsiliator yang netral . kepentingan.Konsiliasi Hubungan Industrial Adalah penyelesaian perselisihan hak.

Arbitrase Hubungan Industrial Adalah penyelesaian perselisihan hak. kepentingan. perselisihan PHK dan perselisihan antar serikat pekerja dalam satu perusahaan melalui musyawarah yang ditangani oleh seorang atau lebih konsiliator yang netral .

. Yang dimaksud dengan PHK massal yaitu PHK terhadap 10 (sepuluh) orang pekerja atau lebih pada suatu perusahaan dalam satu bulan atau terjadi rentetan PHK yang dapat menggambarkan itikad pengusaha untuk mengadakan PHK secara besarbesaran. Setiap PHK yang terjadi harus mendapatkan izin dari P4D untuk PHK perorangan dan P4P untuk PHK massal.Pengertian PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) Pengakhiran hubungan kerja antara pengusaha dengan pekerja yang terjadi karena berbagai sebab.

Pekerja yang hubungan kerjanya berdasarkan kesepakatan kerja waktu tertentu dikarenakan masa berlakunya telah berakhir atau karena pekerjaan yang diperjanjikan telah selesai. • • • pekerja telah mencapai usia pensiun yang ditetapkan dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan atau kesepakatan bersama. Pekerja mengajukan permintaan pengunduran diri secara tertuIis atau kemauan sendiri tanpa mengajukan syarat.Ketentuan PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) • • PHK dapat dilakukan oieh pengusaha tanpa meminta izin dari P4D atau P4P dalam hal: Pekerja dalam masa percobaan. Pekerja meninggal dunia .

kecuali telah diatur dalam peraturan perusahaan atau kesepakatan kerja bersama. (Pasal2 ayat (4) Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. dan Ganti Kerugian). .PHK Dilarang apabila : • • • • • Selama pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena sakit menurut keterangan dokter selama waktunya tidak melampaui masa 12 (dua belas) bulan berturut-turut. Pekerja mempunyai ikatan pertalian darah dan atau ikatan perkawinan dengan pekerja lainnya di dalam suatu perusahaan. uang Penghargaan Masa Kerja. Selama pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban terhadap negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya dan disetujui pemerintah Pekerja wanita melaksanakan kewajiban menyusui bayinya yang telah diatur dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan atau kesepakatan kerja bersama atau peraturan perundang-undangan. 150 tahun 2000 tentang Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan uang Pesangon.

&#&  :7:.

 /:3. -07.3 /03. /. ! /02 ::2 .. -07/.2.3 .3. /.3 &39: 9:.:..3 507.3 09039:. -07..9 5007.8.7.3 40 5007.20..703.3 5007.93.:.7:8 /./ 81.9:7.8 :9. .3 07.3 /03. .:.3 :3/./.9..9 57-.3 8.33.5007.7 8047.3 507:3/.3 . .3.9 /..3 0.3 803/73.:. 2033.3 .3 803/7 2085:3 /02..3 5007. 2. 5007.3 5007.3 /. : -:3.3 803 503:8. 2... .3 . 9:.7 /03..3 0.5. 2033.

!#! !## !#.

&#&  :7:.

!007.9 ..3 509:3: 2.203..3 /.9:7. .3..

-:7:.. 503:8. /.3 5007.33..2 20..:.

3.7 509:3: 90780-:9 .5007..8 7:.203./ 0.3 /..3 803.3 40 503:8.3 3:5 /.9 509:3: .3 507:8./9.3 .3 /-07... 9:7.3.3 .9:7.9 40 5007.. /9:.. .2 507. 203.. 80-.

!#! !## !#.

3 202-.39 7: /. .. -:7:.3 /03/.-.7 .&#&  0.

0803.3 57385 ::2 5007.3 507-:.:..5007.3 2..3 ..3 507:8.39 7: /. .703.9.: 0.. 20.... .7 ..3 /03/. /03.9. 808:..3 207:.202-. .3 -.3 .

/.3.3 507.9: !07. .  /. 033. 5:9:8.3 07.: 50309. .9.3 /.5.3.2 507.9 && 4 .3 .3. 0.3 07.:09. :-:3./.  .3./.## !##  !007.3 -07.39:2.  07. 2025:3. ! ..: 0.3 ..5.3.3 ::2 909. !.3 07.-. .9 2030-.2.9:7..3.5  /..3 /.3 /. .73..9. . :3.3 507:8.8.3 9079039: .. -078..3 503.3 90.73.3 07.3 02-.

  .

!#!#&#&.

7.3 :3/.39. $!%##$ !07..9 :7: /03.3.3 !07-:7:.2 &3/.:3  9039.3 507-:7:.3 .. $07.3 /.3 !03:8.3 4  9.3 !07.3.9:7 /.

3 3 :..3 /. 907503: 43805 90780-:9 9/. 802.3 &3/. /03. 438058 :-:3.3 8.33.3 8. /.2.2 ::2 507-:7:..73. 9/..3 ..83 2.3 3/:897..7 :3/.3 /. 078. /03.. /03. 507..3.33. :.8 -07..3 :3/. 9.:3  .3 &3/.3 :3/.. ..9.3 507-:7:. 3.3 05. !.7.3.3 907./. 202 -0.:3  9039.3 .3./ /.3 507-:7:.3 /.39 /03.3 80..7. .3.38.3:9 /0247.83 5. 203. 808:.3 :3/.3 4  9.9 :3/.3 :8:83.2.. .3 /03.3 /3.3 . 89.3.3.9 9: 2.3 3 207:5.3 89.3 . 203:9..3.9 808:. 9/.2 502-:.8. 0805.9 507. 2:1.3 .33.3 3.3.3 -..3 ..3 202-:.3 :3/.3 0903.38. 05.3 50702-..9. !./.3 90...3 802.3 4  9./. 9/..3 :3/.07.. ! 2.8 /.3 5.  .3 07. . 8.9 -.9.-:9 /03. 050393.3 &3/. 050393.7 5.7 14841 90780-:9 $08:.3 057-. /0 3.3 2:8.03/07:3 -07:5. 5.9: 20. 803.9: /. . 803.8. 8.

9. ...3 .3 07.3 07.9 507. /80-:9 /03.9 8. ..9./.2 /03./.3 89.2 &!07/.3 ::2 /..3.3 !07-:7:.   /80-:9.3 3 /03.9././. -07/.3 .0 7-0/8 . 0805.3 -07-. 507. 807.3 /-:.9 -:7: ...3.9..9: 202-:.: -0-0 7.3 2.2 -.8. 8.9:7.3/.3.: -0-07.3 89.3 !07-:7:. /03... !07.3 .-4:7 7002039  .3 ::2 20303. 0.2.8..3 507:25:.9. 8.3 .7.2 &!07/.3 .. 5.07024289  507.: /.2 .3.3 09039:.9. ::2 3/4308. /.7.  /.5. 40.9.0 .2 -. 378 /03.8.3 80.3 -07-.9 40 8047.7:8 /3/.3 .3 40.3 -.. .9.7.3.9 07.8.5. 078.!#%!#!#&#& !07.3 .3 .3 5. /03. 47.7. .3 /.

7./.3 .3 40 807.3 2.3 .3 !07-:7:.3 .3 907/.7.9 807. 2.:3  9039.2 507...19. .9 -:7: . 507..9.9. $07.7 5..9 8.9 .3 /03.3.3.!#%!# !#&#& .3.3 !07.7. :2:23.7:8 /507.3.3 5.3 . 202:.9..7.: 807./..3 ..3 2.9. .3 2..3 ::2 .3 !07-:7:.3 -07-.3 !07.: 802.3 /80-:9.3 2.3 /.3 /8003./.3 !07-:7:.9 07.9 :7: /03..3 . 0203907.3 07.3 507 :25:. ./.9.9 8.39.2 &3/.3 4  9.3 :3/.

7 :38:7 503:8.3 907-039: .3 3/:897.3 .7.8. 5007. .9: 88902 :-:3..3 907/7 /.&&&$%# :-:3.3 /.3 ..9. 50.: /.39./. 5.: . 8:.2 574808 574/:8 -..7. .7.

8.3 //.8. !./.3 5. 3.-:7: /.3 5020739. .. 3.3 &&  .7. /.3.

07.9:7..3 02-07.3.3.3 !0.5809..&$!#!&&& &$%# &$!#%     0309.3 0.8.:.30903.3 0.3 !03.3507:3/..8.3907.5 50..3 0-.3 .3 :3/.5.7.3507...35033/.3../.3.

8 ./.7.3 .&$!#!&&& &$%# &$!&$     03.. /0247.907.3 0297.3 05.3 080. 80..98 /.3 :-:3.5../.3 0302-. 5007.59. 02507:..3 &8.3.3.3 07. 907-:..3 -070. 02-07.

./0247. 8079.  02.907.  03.3 54891  0302-.:.3097.0:..349.3 0..&$!#!&&& &$%# &$!#  007..7.3.880. .3 574/:8  03.3507:8..808:.3/.3.3  02507:.3.3/020.38:3.33.09079-.25.:7.0..33.-.3.3080.857.3.7.98/.

9!007.:8.320.3.7..         $07.3.&&&$%# /.

8!03:8.38..:7: 7.

078.848..2...07.3 !07.9:7..3!07:8.%75.2..799 !07.3 :-:3.3!07808.3. &&0903.5.33/:897.3 02-.307..07.8..979 02-.07.2.8.8 02-.. .!03008.

8/.33/:897.95007.7503:8.3.9:507:8..9.3.907/7/.3/03..3438:9.89039..349../8.3 .!%#% %#!%#% 5./.3..47:242:3.979.3 -07.3:-:3.3807./.

::38:75007..-/-/.980-.9..07.3 0903.907.3.3-079..38..3:3.3 8:/.-:7:.389..9.

5507:8.95007.8 438:9..32:8..0903.3.8 $07.07.7:38:7 47.-:7: 02-..907/7/.8.8/...3 47.979.38..:0- %75..147:242:3. 9039.2./.35007.-5.979 .3.-/-039:809.7.8..07.32.9..349.3 2025007..3.3.

.3 2.7. /.3503/....5.3/..350792-.3 8.5020739.907./.35.3.3!020739.8.3 .2503:8:3.07.9/.. 02-.905.35020.3 202-07..0903.-:7:/.30-.3/..

$#%!#.

3 :39: 5007.8 .38. 47..3 /-039: /.&#& /.7 40 /.

. -:7: -. 203/:3 .3:3.7 507:8.3 -0781.3 5007.3 050393. 2.3.:5:3 /:.8 907-:. 202507:..3 202-0.... / 507:8.3 .3 2. /. 8079..3/7 /0247.3 -079.:3.98 /.9 -0-.

3 5007. .3.3 0:. 2033.9.-:7: 8079..907.3 080. /.7.

  47.8907/7/.9!007.35007.$#%!# #$   #$ $07.7232.7232.7232.8907/7/. 4310/07. 0/07.8 .907/7/.9 5007. 0/07.807.

&$$#%!#.

.:7.3.3 507.3 507.3 507808.&#&  $0-. /-/.59.349.3 .3  $. 5.3 808:.3:3.3 :-:3.8 /.9:7..:  $. . /03.2 202507:.8. 808:..2.2 / 507:8.9:7.. /. /. 07... -078.. /.3 5007.2 202507:.. /.3.3 07.3 8.8.3 0502.3.:  $0-.3 /:897.2.3 503008.3 .3 . ..857.50244. 203.3.3 050393.3.2 02-. .. 5007. /03.  $0-../.3 . /. 503.3 .3 -07.72438 /3.3 507.3 503. /.7. 50. 50703.28 /.07.  $0-.2 502-:.3..7.9.3 -07..3 0903..3 3/:897.3..3 ... 5007.3 ..3 -070.3.

!# $&#!# $#%!#.

9 .3 202-:.&#&  03.

3 20.3 -079. 5020739.3 .2.#%  03.19..7 3.3 /03.3:3.3 0903.3 80. 9079:8 05.. 503/7 . 5.257.. ..25..7./.07./-/..

:.. 297.7. 808:.:.33..3:.3 202-07.5. /.9.:.3 /./.3 34247 -:9 8090. 93.3. /03.7 07. .33. 07.3 !03:7:8  .. 20203: 8. 5020739. 80. 202 34247 -:9 503.. .3 80.7.05.9 2.7.9 !03.9 /.. 9/. .203. 20203: 8.9.2-. 502-079.390.7:8 202-079.3 907-:.9 /.9..  ..  .9.9 .3 8:8:3.3 503.9 /. 9079:8 0-07.33.9.2-.9 .9.3 502-079.9 809.9: 80.9.33. . :39: :2:2  .2-.2-.5 8.#%/./..33.5.2 .93. .3 80..7 07.9..93.9 /9.

 $#%!#.

.33. /.  0.  0.3 0.3 :8.3 -07. 5007. / -/. 5033. ...:.3 /03.3-07..3 080..3.3 5007.3 07.3  02-039: 02-.3 &&. -079039. 0903.9..3 0903.3 .9.07.9..39/.3...07. /03.8..  0.2 02-.2 203008.: .2.3 503:8.3 /03.907.. 5007.: 20.3 507808.9.:.9. /.3 0.9 507.3 3/:897.3 .&#&  02-:..

 $#%!#.

8.7 50.  02507:.349. 808:.9.38. /. /.349.3 47.3 /.33.3:3. .3 7:2.3.3.907.8 05.3 5033.-.3 202507:.7./.3.3..  025079. 9.7 /.3.3./.3 202-0.3 0:.3 .3 0. .3.349.3 050393.3 .3 080.3.7.7. .3 . /03..3.9. .&#&  03/:3 /.7.3 .

!&# $#%!#.

.9...3 0.:39:80.8.3 .7.3..907.23.3-:-.3.../.3#:2./8008.35:9:8. 80:7:0..  !07:8..340.&#&  3.7.5:9:83.:  3.5./.3203:7:9&&.39:9:5/..9.7/03..33.2. -.38090.9.90.-.9.349./.2.3 -07/.3503.3 .3 -07./507:8.80:7:5007..:-:3.33.307./.5 5007.3.3203039.3503:8.3.7/.25.

3 503:8.3 5007. 507-0/.: .3 203.-.3:-:3.9. 503:8.9 9. /03..5.33/:897. .. /.-:3.3 ..9.3 5079039.3 503/.39.7.3.!07808..

-:7: .9.9 5007.: 807.

7. 807.39.3 507808.. 050393../. . /.3.9: 507:8.3 .3 ! /.3 .703. 807.9 5007. 507808.. .9 -:7: .2 8.3 20303.

 05:9     !07808.33/:897.9 !007. !07808..3 !07808.9: 507:8.3:-:3.9 -:7: .: 807..3 050393. .7 $07. /..3.!07808.3 39.3 .2 8.3 ! !07808.3 .9.

/.: 507.9. 507-0/.3. 507808.3 92-: .!07808.9:7.2. 507.3.3 507:3/.3 .3 907.3.9:7.. .3. 9/.703.8.9. -078.187.3 07..: 503.5 09039:.3 .3 507./.... .3 507. /. .3 .3 :3/. /503:3.3.3 50.3 507:8.9 .3 07.-.3.

9..3 503/.3 .3 /.3 92-: ...3 .3 8.9 20303.3 .: 507:-.9. 9/.. 502-:.7.3 07.!07808..3.3.2. .3 /..5.2 507.: 507.703.3 07. 0808:.9 8.3 /. -078.3050393.9:7. .3.9 07. 507808.5.9. .3 507:8./.7.3 /909. .9.: 507.

 503.7.. 507808.3 40 8.3 :-:3.!07808.3 07.3 92-: . . ..9: 5.3! /. 8. 9/.3 ./. .:.5.3 /.9 20303.3 503/..703.3. 0808:.

 $07.. /.9 5007.. 807.3 0807. . 9/. 0...9!007.3 .39. ..3.!07808.2 20303.339./.3./.7. /.3 5.8.3 92-: . /..3 .9: 507:8..703.3 50.3 0.3 .. 507808.3 .95007..-. 507808:.349.7.3 .3 8.

 $07.3 :-:3.3 3/:897.3 3/:897. .:  0/.3 3/:897.339.8 :-:3.80 :-:3./. !03008.7..9/.3 3/:897.  !03.5.8 :-:3.  438.:.!07808.9!007./.33.3 20.  7-97.

 .3 3/:897.947 .8:-:3.9: 507:8. /.3 507808.3 .: 2:8.39..3 ! /...: 0- 20/..3 40 8047.7.3 507808.3 . /.3 3097.. 503008.2 8. 050393.3 507808.3 .9.3 20.7 807.0/.3. ..3 /9.9 5007.

.3 20. /.3 507808. .: 0- 438. 503008.9: 507:8..3 .: 2:8.438.3 /9. ..9. 050393.947 .8:-:3..2 8.7.3.3 3097.3 507808.7 807.39.3 3/:897.3 . /.3 ! /.3 .3 40 8047...9 5007.3 507808.

7-97..3 .3 507808.3 507808.3 507808.9: 507:8.7 807.3 ! /.3 /9.3..: 2:8.3 3097.80:-:3. 503008.3 20.9.7.2 8.3 . .3 40 8047.39. /.3 3/:897.947 .. 050393.. /. .3 .: 0- 438..9 5007..

3 907.7 -08.3 9. . .3 ./.3 3 /.3 :-:3.3 907./ 703909.39. . 80-. 8:.2-.9.: 0- 5../ .3 ! 80.5 ! ..703.3 .3 07.7. -07-.3 !&%&$&&# ! !03.9: -:.!03079.88.3 /2.2 8. 503:8.7:8 203/.. :39: 203./.9 203. -08.3 /..9: ! 907. .3 5007.3 !! :39: ! 2.: 907.9.5  805:: 47.7./.3 ! .3 /.7.7.- $09..9: 507:8.8:/ /03./ 503:8..7 ! :39: ! 50747. /03.3 5007.88..9./ .5. .5.3.3 ! 2..7.3 /.

9.3 /.4-. 9079:8 .2 .. :8..3 /507. -07. 203.7 . 90.:.9. 5038:3 .2.3 8. .3 . .: !!/.8.7.3 07.7 !.7.: 02. 203.5.3 40 503:8.9.3 507239..35. W W W W W !007. -07..9. !007.5. /:3..09039:.:.:..3 . 203. 9.3 /7 80.3 507:8. 3 /.35.3 90.2 2.703..3 07.3 503:3/:7.3 07.:3. 90.9.9 5007.9:7.9.3 !&%&$&&# ! !/. -07/.8.. 2033..: .2 507. 8008.:. 5007.3 0805. .703.... 507.7.3.3 -078. !007.3 803/7 9.9. /.9: 9079039: /.3 /909.3 :-:3.8. 20239.3 !007..: 0805.5..3 2. .3.3.9 /.: 507.

/. ..8.9:3.9.3 . 90..3 5079.3 507:8.7.3 /4907 80.9:7.3 203:8: -.3 !0309. /.2.9:7.:.5.2 507.3..: .3 /03. !.9.3.3 -079:7:9 9:7:9 $0. 8.9.3 !08. / /.9  05:9:8.3 507:8. 5007. -07.3 907.9:7 /..2.. 20203: 0.3 07.9.9. .:3  9039.39 07:.3 5007.9 203:7:9 0907.3.3 /50739. .3 .3 5007.: 507... 5007.9.703.-.33./..3..2.8.7. .3 5007.3 03907 %03.3 !02:9:8..: 507.3 0.2 507..3 07.2.3.2 8:.  /:.2. !007.39. 4  9.3 203...: 0805.703. /.3 . . -078.3 !03008. . .3 90.3.9:7.: 0805. 07./. 203. 20.: 2..343 :. 808:.3. -078.3 :.. 07.3 07..3 07.3 507:3/. ..9:7.3 ..3 .3 -.3.8.3.7.2.3 ..9: 507:8. ...3 507..3 . /.8 -:.3 -07.3.3 !007.3.3.-.!.3 .3 203.9.5. /. -07. /03.3 507...7.33. .9. /.: !007.9.3 :3/. 20 .3.5 30. 9/.3 507:3/.3 :-:3. -0.3.3 !03.3 0..9:7 /.3 /809:: 5020739.8.-. 2025:3.33. W W W W W $0.3 /.25. ..3 :3/.