P. 1
PERENCANAAN KARIER

PERENCANAAN KARIER

|Views: 80|Likes:
Published by Jerry Makawimbang

More info:

Published by: Jerry Makawimbang on Oct 08, 2011
Copyright:Attribution Share Alike

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

PERENCANAAN KARIER

I.

PENGANTAR Suatu karier adalah semua pekerjaan (atau

jabatan) yang dipunyai (atau dipegang) selama kehidupan kerja seseorang. Bagi banyak orang, pekerjaan-pekerjaan tersebut merupakan suatu bagian dari rencana yang disusunnya secara hatihati. Bagi orang lain, karier mereka mungkin sekedar 'nasib'. Memang perencanaan karier tidak menjamin keberhasilan karier, Sikap atasan, pengalaman, pendidikan dan juga nasib memainkan peranan penting dalam permasalahan ini. Tetapi, bagaimana juga perencanaan karier diperlukan bagi para karyawan Untuk selalu siap menggunakan kesempatan karier yang ada. Orang-orang sukses biasanya mengembangkan berbagai rencana karier dan kemudian berupaya untuk mencapai rencana-rencana mereka. Pendek kata karier harus dikelola melalui suatu perencanaan yang cermat. Bila tidak, para karyawan akan sering tidak siap memanfaatkan berbagai kesempatan karier, dan departemen personalia akan menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan penyrsunan personalia (staffing) internal organisasi.

PERENCANAAN KARIER

Page 1

II. PEMBAHASAN A. Konsep Karier Istilah "karier" telah digunakan r:ntuk menunjukkan orang - orang pada masing-masing peranan atau status mereka. Literatur ilmu pengetahuan mengenai perilaku (behavioral science) pada umunnya menggunakan istilah tersebut dengan tiga Pengertian. 1. Karier sebagai suatu urutan promosi atau pemindahan (transfer) lateral ke jabatan - jabatan yang lebih menuntut tanggung jawab atau ke lokasilokasi yang lebih baik dalam atau menyilang hirarki hubungan kerja selama kehidupan kerja seseorang. 2. Karier sebagai penunjuk pekerjaan-pekerjaan yang membentuk suatu pola kemajuan yang sistematik dan jelas - jalur karier. 3. Karier sebagai sejarah pekerjaim seseorang, atau serangkaian posisi yang dipegangnya selama kehidupan kerja. Dalam konteks ini semua orang dengan sejarah kerja mereka disebut mernpunyai karier. Konsep-konsep dasar perencanaan karier di atas secara lebih terinci dapat diuraikan dalam gambar 7.1 berikut ini

PERENCANAAN KARIER

Page 2

Banyak orang gagal mengelola karier mereka, karena mereka tidak memperhatikan konsep-konsep dasar perencanaan karier ini. Mereka tidak menyadari bahwa sasaran-sasaran karier dapat memacu karier mereka dan menghasilkan sukses yang lebih besar. Pemahaman akan konsep-konsep tersebut tidak menjamin kegiatan, tetapi bila hal itu mengarahkan pada penetapan sasaran karier, perencandan karier lebih cenderung terlaksana Meskipun karier masing-masing orang adalah unik, gambar 7.2

menjelaskan secara umum proses perencanaan dan pengembangan karier. proses perencanaan irri memungkinhan para karyawan untuk

mengidentifikasikan sasaran - sasaran karier dan jalur - jalur menuju ke

PERENCANAAN KARIER

Page 3

sasaran-sasaran

tersebut.

Kemudian

melalui

kegiatan-kegiatan

atau

pengembangan para karyawan mencari cara-cara urrtuk meningkatkan dirinya dan mengembangkan sasaran-sasaran karier mereka

B. Departemen Personalia dan Perencanaan Karier Departemen personalia harus mengambil peranan aktip dalam perencanaan karier karyawan. Perencanium karier perlu ditangani karena rencana-rencana strmberdaya manusia menunjukkan berbagai kebutuhan staffing organisasi di waktu yang akan datang dan berkaitan dengan kesempatan-kesempatan karier. Di samping itu, manajer personalia selalu berkepentingan dengan ke sempatan kesempatan latihan atau pengembangan. Berbagai manfaat yang akan diperoleh bila departemen personalia tertbat dalam perencanaan karier adalah :
PERENCANAAN KARIER Page 4

1.

Mengembangkan Para Karyawan Yang Dapat Dipromosikan. Perencanaan karier membantu untuk mengembangkan suplai karyawan internal.

2.

Menurunkan Perputaran Karyawan. Perhatian terhadap karier indvidual akan meningkatkan kesetiaan

organisasional dan, oleh karena itu menurunkan perputaran karyawan. 3. Mengungkap Potensi Karyawan. Perencanaan karier mendorong para karyawan untuk lebih menggali kemampuan-kemampuan potensial mereka karena mereka mempunyai sasaran-sasaran karier tertentu 4. Mendorong Pertumbuhan. Berbagai rencana dan sasaran karier memotivasi para karyawan untuk tumbuh dan berkembang. 5. Mengurangi Penimbunan Tanpa perencanaan karier, para rnanajer akan mudah "menimbun" bawahanbawahan kunci yang berketrampilan dan berprestasi kerja tinggi. Perencanaan karier menyebabkan karyawan, manajer dan departemen personalia menjadi sadar akan kualifikasi karyawan. 6. Memuaskan Kebutuhan Karyawan Dengan sedikit penirnbunan dan meningkatnya kesempatan - kesempatan untuk turnbuh bagi karyawan, kebutuhan-kebtrttrhan penghargaan individual, seperti penghargaan dan prestasi akan lebih terpuaskan.

PERENCANAAN KARIER

Page 5

7.

Membantu Pelaksanaan Rencana-rencana Kegiatan Yang Telah Disetujui Perencanaan karier dapat rnembantu para anggota kelompok agar siap untuk jabatan-jabatan yang lebih penting. Persiapan ini akan membantu pencapaian rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui.

Dalam praktek, departemen personalia rnendorong perencanaan karier dengan tiga cara: rnelalui pendidikan karier, penyediaan informasi, dan konseling. a. Pendidikan Karier Dalam kenyataannya banyak karyawan yang kurang atau tidak tahu tentang perencanaan karier. Mereka sering tidak mengetahui kebutuhan dan keuntungankeuntungan perencanaan karier. Karyawan juga sering kurang mempunyai informasi yang diperlukan untuk membuat rencana-rencana karier mereka secara sukses. Departemen personalia bertugas untuk mengatasi kedua keterbatasan tersebut. Dep artemen personalia dapat rneningkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya perencanaan karier. b. Informasi Pada Perencanaan Karier. Departemen personalia seharusnya memberikan kepada karyawan berbagai informasi yang mereka butuhkan untuk merencanakan karier. Seiagian besar informasi ini. telah tersedia sebagai bagian sistem informasi sumber daya

manusia. Departemen personalia dapatmendorong perencanaan karier melalui penyediaan informaii tentang berbagai altematif jalur karier Informasi ini mencakup juga persyaratan-persyaratan jabatan yang harus dipenuhi.

PERENCANAAN KARIER

Page 6

c.

Konseling Karier Untuk membantu para karyawan rnenetapkan sasaran-sasaran karier dan

menentulan jalur-jalur karier yang tepat, departemen personalia bisa menawarkan bimbingan karier. Bimbingan ini hendaknya dilakukan oleh pembirnbing yang cakap sebagai sumber saran. Pembimbing (konselor) mungkin hanya perlu mendengarkan minat karyawan dan memberikan informasi pekerjaan tertentu. Atau pembirnbing bisa rnernbantu para karyawan menyingkap minat meieka dengan melakukan dan menginterpretasikan tes-tes bakat dan keterampilan. pembimbing karier perlu rnenyadari bahwa suatu karier hanyalah merupakan bagian dari rencana hidup seseorang; sehingga rencana karier yang disarankan seharusnya adalah bagian integral rencana hidup itu. Ini berarti bimbingan karier mencakup penilaian diri karyawan. Di samping rencana hidup, penilaian diri juga meliputi persediaan diri.

C. Pengembangan Karier Implementasi rencana-rencana karier memerlukan pengembangan karier. Pengembangan karier merupakan upaya - upaya pribadi seorang karyawan untuk mencapai suatu rencana karier. Kegiatan-kegiatan ini mungkin didukung departemen Personalia. Berikut akan dibahas taktik-taktik yang dapat digunakan para karyawan dalam pengembangan kaner, dan kemudian dirinci peranan departemen personalia dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
1.

Pengembangan Karier Individual

PERENCANAAN KARIER

Page 7

Titik awal pengembangan kader dimulai dari diri karyawan setiap orang bertanggung-jawab atas pengembangan atau kemajuan kariernya. Setelah komitmen pribadi dibuat, beberapa kegiatan Pengembangan karier dapat dilakukan. Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup : a. Prestasi Kerja Kegiatan paling penting untuk memajukan karier adalah prestasi kerja yang baik, karena hal ini mendasari sernua kegiatan pengembangan karier lainnya. Kemajuan karier sangat tergantung pada prestasi kerja (performance)

b. Exposure Kemajuan karier juga ditentukan oleh exposlrre. Exposure berarti menjadi dikenal oleh orang-orang yang memutuskan promosi, transfer dan kesempatan-kesempatan karier lainnya. Tanpa exposure, karyawan yang berprestasi baik mungkin tidak memperoleh kesempatan untuk mencapai sasaran-sasaran kariernya Para manajer mendapatkan exposure terutama melalui prestasi, laporan-laporan tertulis, presentasi lisan, kerja panitia pelayanan masyarakat, dan bahkan lama jam kerja mereka.

c. Permintaan Berhenti Bila seorang karyawan melihat kesempatan karier yang lebih besar di tempat lain, permintaan berhenti mungkin merupakan suatu cara untuk mencapai sasaran-sasaran karier. Banyak karyawan - terutama para manajer profesional - berpindah-pindah perusahaan sebagai bagian strategi karier mereka. Bila hal

PERENCANAAN KARIER

Page 8

itu dilakukan secara efektip, mereka biasanya mendapatkan promosi, kenaikan gaji, dan pengalaman baru. Permintaan berhenti untuk melanjutkan karier di perusahaan lain sering disebut leveraging. Bagaimanapun juga bila teknik ini terlalu sering digunakan akan merugikan karyawan sendiri.

d. Kesetiaan Organisasional Dalam banyak organisasi, orang-orang meletakkan kemajuan karier tergantung pada kesetiaan organisasional. Kesetiaan organisasional rendah pada umunmya ditemui pada diri para sarjana baru (yang mempunyai pengharapan tinggi, sehingga sering kecewa dengan perusahaan pertama mereka) dan para profesional (yang kesetiaan pertamanya adalah pada profesi mereka). Dedikasi jangka panjang terhadap perusahaan yang sama akan menurunkan tingkat perputaran tenaga kerja.

e. Mentors Dan Sponsors. Seorang mentor adalah orang yang menawarkan bimbingan karier informal. Karyawan atau mentor dalam banyak perusahaan menyadari bahwa hubungan diantara mereka ada dan berguna bagi pengembangan karier. Bila mentor dapat menominasi karyawan untuk kegiatan kegiatan pengembangan karier, seperti program-progam latihan, transfer, atau promosi, maka dia menjadi sponsor. Seorang sponsor adatah orang dalam organisasi yang dapat menciptakan kesempatan-kesempatan Pengembang karier bagi orang-orang lain. Siring sponsor karyawan adalah atasan langsung.

PERENCANAAN KARIER

Page 9

f.

Kesempatan-kesempatan untuk tumbuh Bila karyawan meningkatkan kemampuan, misal melalui program latihan, pengambilan kursus-kursus atau penambahan gelar, maka berarti mereka memanfaatkan kesempatan untuk tumbuh . Hal ini berguna baik bagi departemen personalia dalam pengembangan sumberdaya manusia internal maupun bagi pencapaian rencana karier karyawan.

2.

Peranan Departemen Personalia Dalam Pengembangan Karier Pengembangan karier sehanrusnya tidak hanya tergantung pada usaha-usaha

individual saja karena hal itu tidak selalu sesuai dengan kepentingan organisasi. Departemen personalia perlu mengusahakan dukungan manajemen, memberikan umpan balik kepada karyawan dan membangun suatu lingkungan kerja yang kohesif untuk meningkatkan kemampuan dan keinginan karyawan dalam melaksanakan pengembangan karier. a. Dukungan manajemen Berbagai usaha departemen personalia untuk mendorong pengernbangan karier akan mempunyai dampak kecil tanpa dukungan dari para manajer. Komitmen oleh manajemen puncak adalah krusial untuk mendapatkan dukungan para manajer lainnya. b. Umpan balik. Tanpa umpan balik tentang upaya pengembangan karier mereka adalah sulit bagi para karyawan untuk meneruskan persiapan bertahun-tahun yang kadang-kadang dibutuhkan untuk mencapai sasaran-sasaran karier

PERENCANAAN KARIER

Page 10

c. Kelompok-kelompok kerja kohesif. Bagi para karyawan yang ingin mencapai suatu karier dalam organisasi, rnereka harus merasa bahwa organisasi adalah lingkungan yangmemuaskan. Bila mereka merasa sebagai bagian kelompok kerja kohesif, usaha-usaha pengembangan karier mereka akan lebih terarah menuju peningkatan kesempatan - kesempatan karier dalarn organisasi.

III. Kesimpulan. 1. Pandangan orang – orang tehadap karier dalam pekerjaan berbeda – beda. ada yang menganggap karier tersebut sangat penting sehingga harus direncanakan secara hati – hati dan bertanggung jawab, ada pula yang menganggap karier tersebut hanya sebagai “nasib” dalam arti siap yang memiliki nasib baik pasti dia akan memiliki karier yang baik pula. 2. Dalam melaksanakan tugasnya seorang pekerja yang harus membuat suatu perencanaan terhadap kariernya sehingga disaat ada kesempatan yang baik dia dapat menggunakannya dengan baik. 3. Pengembangan Karier seseorang merupakan upaya - upaya pribadi seorang karyawan untuk mencapai suatu rencana karierjuga didukung oleh departemen Personalia.

PERENCANAAN KARIER

Page 11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->