PEMILIHAN DAN PENENTUAN STRATEGI PEMBELAJARAN

Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan digunakan oleh pengajar untuk memilih strategi kegiatan belajar yang akan digunakan sepanjang proses pembelajaran. Pemilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, sumber belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

1. Batasan Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif. Kemp mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree). Dalam strategi exposition, bahan pelajaran disajikan kepada siswa dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan tersebut. Sebagaimana yang dikutip oleh Wina, Roy Killen menyebutnya dengan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). Mengapa dikatakan strategi pembelajaran langsung? Sebab dalam strategi ini, materi pelajaran disajikan begitu saja kepada siswa; siswa tidak dituntut untuk mengolahnya. Kewajiban siswa adalah menguasainya secara penuh. Dengan demikian, dalam strategi ekspositori guru berfungsi sebagai penyampai informasi. Berbeda dengan strategi discovery. Dalam strategi ini bahan pelajaran dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa melalui berbagai aktivitas, sehingga tugas guru lebih banyak sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswanya. Karena sifatnya yang demikian strategi ini sering juga dinamakan strategi pembelajaran tidak langsung. Strategi belajar individual dilakukan oleh siswa secara mandiri. Kecepatan, kelambatan, dan keberhasilan pembelajaran siswa sangat ditentukan oleh kemampuan individu siswa yang bersangkutan. Bahan pelajaran serta bagaimana mempelajarinya didesain untuk belajar sendiri. Contoh dari strategi pembelajaran ini adalah belajar melalui modul, atau belajar bahasa melalui kaset audio.

Ini sangat penting untuk dipahami. belajar kelompok dilakukan secara beregu. Strategi pembelajaran deduktif adalah strategi pembelajaran yang dilakukan dengan mempelajari konsep-konsep terlebih dahulu untuk kemudian dicari kesimpulan dan ilustrasi-ilustrasi. ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan: a. atau bahan pelajaran yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang abstrak. maka pada saat itu juga kita semestinya berpikir strategi apa yang harus dilakukan agar semua itu dapat tercapai secara efektif dan efisien. Strategi kelompok tidak memperhatikan kecepatan belajar individual. kemudian secara perlahanlahan menuju hal yang konkrit. pada strategi ini bahan yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang konkrit atu contoh-contoh yang kemudian secara perlahan siswa dihadapkan pada materi yang kompleks dan sukar. Sekelompok siswa diajar oleh seorang guru atau beberapa orang guru. dan kondisi siswa ? 3) Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan gaya belajar siswa ? d. sebaliknya siswa yang memiliki kemampuan kurang akan merasa tergusur oleh siswa yang mempunyai kemampuan tinggi. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan adalah: 1) Apakah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berkenaan dengan aspek kognitif. Ketika kita berpikir informasi dan kemampuan apa yang harus dimiliki oleh siswa. Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan kemampuan baru. hukum. bakat. belajar dalam kelompok dapat terjadi siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan terhambat oleh siswa yang mempunyai kemampuan biasa-biasa saja. Bentuk belajar kelompok itu bisa dalam pembelajaran kelompok besar atau pembelajaran klasikal. Pertimbangan-pertimbangan lainnya: 1) Apakah untuk mencapai tujuan hanya cukup dengan satu strategi saja ? 2) Apakah strategi yang kita tetapkan dianggap satu-satunya strategi yang dapat digunakan ? 3) Apakah strategi itu memiliki nilai efektivitas dan efisiensi ?[9] Dari berbagai pertanyaan di atas. Oleh karena itu. Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya. afektif.Berbeda dengan strategi pembelajaran individual. atau teori tertentu ? 2) Apakah untuk mempelajari materi pembelajaran itu memerlukan prasyarat tertentu atau tidak ? 3) Apakah tersedia buku-buku sumber untuk mempelajari materi itu ? c. sebab apa yang harus dicapai akan menentukan bagaimana cara mencapainya. konsep. apakah tingkat tinggi atau tingkat rendah ? 3) Apakah untuk mencapai tujuan itu memerlukan keterampilan akademis ? b. Pertimbangan yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai. Pertimbangan dari sudut siswa: 1) Apakah strategi pembelajaran sesuai dengan tingkat kematangan siswa ? 2) Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan minat. strategi pembelajaran juga dapat dibedakan antara strategi pembelajaran deduktif dan strategi pembelajaran induktif. atau psikomotor ? 2) Bagaimana kompleksitas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Strategi ini kerap dinamakan strategi pembelajaran dari khusus ke umum. Strategi ini disebut juga strategi pembelajaran dari umum ke khusus. Misalkan untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan aspek . Setiap individu dianggap sama. Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran: 1) Apakah materi pelajaran itu berupa fakta. Sebaliknya. merupakan bahan pertimbangan dalam menetapkan strategi yang ingin diterapkan. Sebelum menentukan strategi pembelajaran yang dapat digunakan. dengan strategi induktif. atau bisa juga siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil semacam buzz group.

peserta akan memperoleh pengalaman belajar langsung setelah melihat. Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu. metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Demonstrasi merupakan praktek yang diperagakan kepada peserta. (2) demonstrasi. demonstrasi dapat dibagi menjadi dua tujuan: demonstrasi proses untuk memahami langkah demi langkah. dll. Selain itu. (9) symposium Ceramah Pengertian Metode ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah dengan kombinasi metode . ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah yang cenderung interaktif. tulisan-tulisan di kartu metaplan dan/kertas plano. dll). (3) diskusi. (5) laboratorium. melakukan. bahan presentasi yang ditayangkan dengan LCD. yaitu melibatkan siswa melalui adanya tanggapan balik atau perbandingan dengan pendapat dan pengalaman siswa.Biasanya. Karena itu. akan memiliki strategi yang berbeda dengan upaya untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan aspek afektif atau aspek psikomotor. Sebagai hasil. setelah demonstrasi dilanjutkan dengan praktek oleh peserta sendiri. diantaranya: (1) ceramah.kognitif. (7) brainstorming. dan demonstrasi hasil untuk memperlihatkan atau memperagakan hasil dari sebuah proses. (8) debat. Media pendukung yang digunakan. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran. Tujuan dari demonstrasi yang dikombinasikan dengan praktek adalah membuat perubahan pada rana keterampilan. transparansi yang ditayangkan dengan OHP. penugasan. ceramah dilakukan dengan ditujukan sebagai pemicu terjadinya kegiatan yang partisipatif (curah pendapat. dll. diskusi. dan merasakan sendiri. (4) simulasi. studi kasus. seperti bahan serahan (handouts). (6) pengalaman lapangan.

Selain itu. Diskusi biasanya digunakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari penerapan berbagai metode lainnya. dilengkapi. Kesepakatan pikiran inilah yang kemudian ditulis sebagai hasil diskusi. penugasan. Diskusi Umum (Diskusi Kelas) Pengertian Metode ini bertujuan untuk tukar menukar gagasan. disko. pada . dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung. informasi. seperti bahan serahan (handouts). diskusi kelompok. kesimpulan). ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah yang cenderung interaktif. sehingga dicapai kesepakatan pokok-pokok pikiran (gagasan. dari semua peserta. studi kasus. Untuk mencapai kesepakatan tersebut. permainan. curah pendapat.yang bervariasi. Berbeda dengan diskusi. pengetahuan. dikurangi. atau tidak disepakati) oleh peserta lain. transparansi yang ditayangkan dengan OHP. dll. seperti: penjelasan (ceramah). Mengapa disebut demikian. informasi/ pengalaman diantara peserta. tulisan-tulisan di kartu metaplan dan/kertas plano. yaitu melibatkan peserta melalui adanya tanggapan balik atau perbandingan dengan pendapat dan pengalaman peserta. pleno. Curah Pendapat (Brain Storming) Pengertian Metode curah pendapat adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan. pengalaman. dan lain-lain. para peserta dapat saling beradu argumentasi untuk meyakinkan peserta lainnya. pendapat. pemikiran. Media pendukung yang digunakan. bahan presentasi yang ditayangkan dengan LCD. sebab ceramah dilakukan dengan ditujukan sebagai pemicu terjadinya kegiatan yang partisipatif (curah pendapat. dll).

proses dilanjutkan dengan diskusi pleno. Tujuan curah pendapat adalah untuk membuat kompilasi (kumpulan) pendapat. dalam kelompok-kelompok kecil. pengalaman semua peserta yang sama atau berbeda. peta pengalaman. Tujuan penggunaan metode ini adalah mengembangkan kesamaan pendapat atau kesepakatan atau mencari suatu rumusan terbaik mengenai suatu persoalan. Bermain Peran (Role-Play) Pengertian Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk ‘menghadirkan’ peranperan yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu ‘pertunjukan peran’ di dalam kelas/pertemuan. diskusi kelompok adalah pembahasan suatu topik dengan cara tukar pikiran antara dua orang atau lebih.penggunaan metode curah pendapat pendapat orang lain tidak untuk ditanggapi. Hasilnya kemudian dijadikan peta informasi. Diskusi Kelompok Pengertian Sama seperti diskusi. Metode ini dapat membangun suasana saling menghargai perbedaan pendapat dan juga meningkatkan partisipasi peserta yang masih belum banyak berbicara dalam diskusi yang lebih luas. informasi. Pleno adalah istilah yang digunakan untuk diskusi kelas atau diskusi umum yang merupakan lanjutan dari diskusi kelompok yang dimulai dengan pemaparan hasil diskusi kelompok. yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta .Setelah diskusi kelompok. atau peta gagasan (mindmap) untuk menjadi pembelajaran bersama.

). dan kemudian memberikan saran/ alternatif pendapat bagi pengembangan peran-peran tersebut. Sandiwara . seorang peserta melakukan simulasi suatu metode belajar seakan-akan tengah melakukannya bersama kelompok dampingannya. Misalnya: menilai keunggulan maupun kelemahan masing-masing peran tersebut. Pendamping lainnya berperan sebagai kelompok dampingan yang benar-benar akan ditemui dalam keseharian peserta (ibu tani.Contoh lainnya. dan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran. Misalnya: sebelum melakukan praktek penerbangan. pengurus kelompok. Simulasi Pengertian Metode simulasi adalah bentuk metode praktek yang sifatnya untuk mengembangkan ketermpilan peserta belajar (keterampilan mental maupun fisik/teknis). dalam sebuah pelatihan fasilitasi. dsb. Dalam contoh yang kedua. metode ini memang mirip dengan bermain peran.memberikan penilaian terhadap . Metode ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam ‘pertunjukan’. bapak tani. peserta lebih banyak berperan sebagai dirinya sendiri saat melakukan suatu kegiatan/tugas yang benar-benar akan dilakukannya. Situasi yang dihadapi dalam simulasi ini harus dibuat seperti benar-benar merupakan keadaan yang sebenarnya (replikasi kenyataan). seorang siswa sekolah penerbangan melakukan simulasi penerbangan terlebih dahulu (belum benar-benar terbang). Tetapi dalam simulasi. Metode ini memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan untuk melakukan praktek di dalam situasi yang sesungguhnya.

Karena itu.Pengertian Metode sandiwara seperti memindahkan ‘sepenggal cerita’ yang menyerupai kisah nyata atau situasi sehari-hari ke dalam pertunjukkan. dan demonstrasi hasil untuk memperlihatkan atau memperagakan hasil dari sebuah proses. Tujuannya adalah sebagai media untuk memperlihatkan berbagai permasalahan pada suatu tema (topik) sebagai bahan refleksi dan analisis solusi penyelesaian masalah. Demonstrasi merupakan praktek yang diperagakan kepada peserta. setelah . rana penyadaran dan peningkatan kemampuan analisis dikombinasikan secara seimbang. Penggunaan metode ini ditujukan untuk mengembangkan diskusi dan analisa peristiwa (kasus).Biasanya. demonstrasi dapat dibagi menjadi dua tujuan: demonstrasi proses untuk memahami langkah demi langkah. Dengan begitu. Demonstrasi Pengertian Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu.

Karakteristik permainan adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan . Kegiatan ini dilakukan di ‘lapangan’. Jadi. sehingga dapat memicu kemampuan peserta dalam mengembangkan kemampuannya. Keunggulan dari metode ini adalah pengalaman nyata yang diperoleh bisa langsung dirasakan oleh peserta. Tujuan dari demonstrasi yang dikombinasikan dengan praktek adalah membuat perubahan pada rana keterampilan. maupun di masyarakat. Sebagai hasil. populer dengan berbagai sebutan antara lain pemanasan (ice-breaker) atau penyegaran (energizer). Sifat metode praktek adalah pengembangan keterampilan. penuh semangat. peserta akan memperoleh pengalaman belajar langsung setelah melihat. Arti harfiah ice-breaker adalah ‘pemecah es’. yang bisa berarti di tempat kerja. Permainan (Games) Pengertian Permainan (games). dan antusiasme. arti pemanasan dalam proses belajar adalah pemecah situasi kebekuan fikiran atau fisik peserta. Praktek Lapangan Pengertian Metode praktik lapangan bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya.demonstrasi dilanjutkan dengan praktek oleh peserta sendiri. dan merasakan sendiri. melakukan. Permainan juga dimaksudkan untuk membangun suasana belajar yang dinamis.

Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit atau berat. Wilayah perubahan yang dipengaruhi adalah rana sikap-nilai. yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. nilai. rumusan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. dan c. atau pelajaran-pelajaran). b. Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang dipilih oleh guru selayaknya didasari pada berbagai pertimbangan sesuai dengan situasi. Permainan sebaiknya dirancang menjadi suatu ‘aksi’ atau kejadian yang dialami sendiri oleh peserta. guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Pemilihan strategi pembelajaran umumnya bertolak dari a. Permainan digunakan untuk penciptaan suasana belajar dari pasif ke aktif. kondisi dan lingkungan yang akan dihadapinya. Dalam hal ini. teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. jenis materi pelajaran yang akan dikomunikasikan. analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihasilkan. Misalkan. A.(fun) serta serius tapi santai (sersan). dari kaku menjadi gerak (akrab). bukan hanya untuk mengisi waktu kosong atau sekedar permainan. 2. dengan penggunaan metode diskusi. penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri.Sebaiknya permainan digunakan sebagai bagian dari proses belajar. Kozma dalam Gafur (1989) Secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan . kemudian ditarik dalam proses refleksi untuk menjadi hikmah yang mendalam (prinsip. dan dari jenuh menjadi riang (segar). Demikian pula. perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif.

Artinya tanpa adanya kegiatan pendahuluan yang menarik atau dapat memotivasi peserta didik dalam belajar maka kegiatan penyampaian informasi ini menjadi tidak berarti. peserta didik akan segera mengetahui apakah jawaban yang merupakan kegiatan yang telah mereka lakukan itu benar/atau salah. Merril (1977. Latihan dan praktek seharusnya dilakukan setelah peserta didik diberi informasi tentang suatu pengetahuan. Melalui umpan balik yang diberikan oleh guru. Umpan Balik Segera setelah peserta didik menunjukkan perilaku tertentu sebagai hasil belajarnya. prosedur dan prinsip. saran atau tanggapan) (Kemp. yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu. 1977). tepat/tidak tepat atau ada sesuatu yang perlu diperbaiki. 1978. a) Urutan penyampaian b) Ruang lingkup materi yang disampaikan c) Materi yang akan disampaikan Materi pelajaran umumnya merupakan gabungan antara jenis materi yang berbentuk pengetahuan (fakta dan informasi yang terperinci). 4. konsep. Tes Serangkaian tes umum yang digunakan oleh guru untuk mengetahui (a) apakah tujan pembelajaran khusus telah tercapai atau belum. yaitu: a. maka . 2. Penyampaian Informasi Penyampaian informasi seringkali dianggap sebagai suatu kegiatan paling penting dalam proses pembelajaran. keterampilan (langkah-langkah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian informasi adalah urutan. 3. Dalam masyarakat belajar dikenal istilah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang diterjemahkan dari’ SAL (Student Active Learning) yang maknanya adalah bahwa proses pembelajaran akan iebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan-latihan secara langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan (Dick dan Carey.37) membedakan isi pelajaran menjadi 4 jenis yaitu fakta. sikap dan keterampilan telah benar-benar dimiliki oleh peserta didik atau belum. Terdapat beberapa hal penting yang berhubungan dengan partisipasi peserta didik. keadaan dan syarat-syarat tertentu) dan sikap (berisi pendapat ide. Komponen strategi pembelajaran 1.yang dipilih. sikap atau keterampiian tertentu. 5. Partisipasi Peserta Didik Berdasarkan prinsip student centered maka peserta didik merupakan pusat dari suatu kegiatan belajar. b. h. dan (b) apakah pengetahuan. prosedur. ruang lingkup danjenis materi. Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan Kegiatan pendahuluan sebagai bagian dari suatu sistem pembelajaran secara keseluruhan memegang peranan penting. guru memberikan umpan batik (feedback) terhadap hasil belajar tersebut. Kegiatan Lanjutan Kegiatan yang dikenal dengan istilah follow up dari suatu hasil kegiatan yang telah dilakukan . h 108). padahal bagian ini hanya merupakan salah satu komponen dari strategi pembelajaran.

Efektivitas Pada dasarnya efektivitas ditujukan untuk menjawab pertanyaan seberapajauh tujuan pembe¬lajaran telah dapat dicapai oleh peserta didik. Peserta didik seharusnya menerima tindak lanjut yang berbeda sebagai konsekuensi dari hasil belajar yang bervariasi tersebut. guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Dengan konsep itu. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. Berorientasi pada tujuan pembelajaran 2. 3. setiap kali setelah tes dilakukan selalu saja terdapat peserta didik yang berhasil dengan bagus atau di atas rata-rata : a. dan keterlibatan peserta didik. 3. Strategi Kontekstual Pendekatan kontektual(Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. efektivftas. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). antara lain: . Efisiensi Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat dan pemilihan metode yang mendukung tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. 1. Dalam kelas kontektual. Gunakan media pembelajaran yang sebanyak mungkin memberikan rangsangan pada indera peserta didik.seringkali tidak dilaksanakan dengan baik oleh guru. Pilih teknik pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki saat bekerja nanti (dihubungkan dengan dunia kerja). bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual Beberapa strategi pengajaran yang dapat dikembangkan oleh guru melalui pembelajaran kontekstual. Gerlach dan Ely (1990. yaitu: 1. Maksudnya. 3. 2. hanya menguasai sebagian atau cenderung di rata-rata tingkat penguasaan yang diharapkan dapat dicapai b. Strategi pembelajaran yang besifat inkuiri pada umumnya dapat memberikan rangsangan belajar yang lebih intensif dibandingkan dengan strategi pembelajaran yang hanya bersifat ekspositori. Kriteria pemelihan strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam memilih strategi pembelajaran. Perlu diingat bahwa strategi yang paling efisien sekalipun tidak otomatis menjadi strategi yang efektif. Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Dalam kenyataannya. Keterlibatan Peserta Didik Pada dasamya keteriibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh tantangan yang dapat membangkitkan motivasinya dalam pembelajaran. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. him 173) menjelaskan pola umum pemilihan strategi pembelajaran yang akan digambarkan melalui bagan berikut ini: pemilihan strategi pembelajaran yang didasari pada prinsip efisiensi.

Memanfaatkan lingkungan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar Guru memberikan penugasan yang dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan siswa antara lain di sekolah. Memberikan aktivitas kelompok Aktivitas belajar secara kelompok dapat memperluas perspektif serta membangun kecakapan interpersonal untuk berhubungan dengan orang lain. Pembelajaran berbasis masalah Sebelum memulai proses belajar-mengajar di dalam kelas. tugas kelompok. Supaya dapat melakukannya. dan menggunakan pengetahuan yang telah mereka peroleh. dan mendengarkan perspektif yang berbeda dengan mereka. siswa harus lebih memperhatikan bagaimana mereka memproses informasi. menyediakan waktu yang cukup. Setelah itu. . Misalnya. Siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung tentang apa yang sedang dipelajari. menganalisis dan menggunakan informasi dengan sedikit atau bahkan tanpa bantuan guru. 3. lima maupun delapan siswa sesuai dengan tingkat kesulitan penugasan. dan masyarakat. menerapkan strategi pemecahan masalah. Menerapkan penilaian autentik Dalam pembelajaran kontekstual. siswa keluar dari ruang kelas dan berinteraksi langsung untuk melakukan wawancara. Selain itu. penilaian autentik dapat membantu siswa untuk menerapkan informasi akademik dan kecakapan yang telah diperoleh pada situasi nyata untuk tujuan tertentu. keluarga. siswa terlebih dahulu diminta untuk mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu. penilaian autentik memberikan kesempatan luas bagi siswa untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama proses belajar-mengajar. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan-permasalahan yang muncul. 5. 6. Membuat aktivitas belajar mandiri Peserta didik tersebut mampu mencari. Guru dapat menyusun kelompok terdiri dari tiga. Adapun bentukbentuk penilaian yang dapat digunakan oleh guru adalah portfolio. Misalnya meminta siswa untuk magang di tempat kerja.1. kerja sama juga dapat dilakukan dengan institusi atau perusahaan tertentu untuk memberikan pengalaman kerja. kemampuan dasar dan materi pembelajaran. Tugas guru adalah mengarahkan siswa untuk bertanya. tugas guru adalah merangsang siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. membuktikan asumsi. dan menyusun refleksi. demonstrasi. serta berusaha tanpa meminta bantuan guru supaya dapat melakukan proses pembelajaran secara mandiri (independent learning). Pengalaman belajar merupakan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa dalam rangka mencapai penguasaan standar kompetensi. 2. Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar di luar kelas. 4. Menurut Johnson (2002: 165). Pengalaman pembelajaran kontekstual harus mengikuti uji-coba terlebih dahulu. Membuat aktivitas belajar bekerjasama dengan masyarakat Sekolah dapat melakukan kerja sama dengan orang tua siswa yang memiliki keahlian khusus untuk menjadi guru tamu. Hal ini perlu dilakukan guna memberikan pengalaman belajar secara langsung dimana siswa dapat termotivasi untuk mengajukan pertanyaan.

Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang . siswa diharapkan dapat memiliki kecakapan untuk memecahkan permasalahan hidup sesuai dengan kegiatan belajar yang mengarahkan siswa untuk terlibat secara langsung dalam konteks rumah. siswa dituntut untuk menggunakan ketrampilan berpikir yang lebih tinggi agar dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Tugas kelompok dalam pembelajaran kontekstual berbentuk pengerjaan proyek. melainkan juga dari lingkungan sekitar baik di rumah maupun di masyarakat. siswa diminta membentuk kelompok untuk membuat naskah drama dan mementaskannya dalam pertunjukan drama. dan teknik. Bentuk laporan tertulis dapat berupa surat. minat. Dalam penilaian melalui demonstrasi. metode. Portfolio merupakan kumpulan tugas yang dikerjakan siswa dalam konteks belajar di kehidupan sehari-hari. Beda Strategi. petunjuk pelatihan teknis. brosur. essai penelitian. Keberhasilan penerapan pembelajaran kontekstual perlu melibatkan berbagai pihak. Siswa diharapkan untuk mengerjakan tugas tersebut supaya lebih kreatif. Model. melainkan melihat pada proses siswa sebagai pembelajar aktif. Selain itu. Kegiatan ini merupakan cara untuk mencapai tujuan akademik sambil mengakomodasi perbedaan gaya belajar.dan laporan tertulis. Sebagai contoh. Mereka memperoleh kebebasan dalam belajar. Para penonton dapat memberikan evaluasi pertunjukkan siswa. penulis menyarankan supaya pihak sekolah dan masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya beberapa hal. pihak sekolah dan masyarakat perlu memberikan dukungan baik materiil maupun non-materiil untuk menunjang keberhasilan proses belajar siswa. oleh karena itu tugas ini dapat meningkatkan partisipasi siswa. Sebagai contoh. essai singkat. Bentuk penilaian yang terakhir adalah laporan tertulis. Sebagai contoh. serta bakat dari masing-masing siswa. siswa diminta untuk melakukan survey mengenai jenis-jenis pekerjaan di lingkungan rumahnya. portfolio juga memberikan kesempatan yang lebih luas untuk berkembang serta memotivasi siswa. Dengan demikian. Dalam hal ini. masyarakat maupun tempat kerja. Guru sebagai pelaksana kurikulum dapat menerapkan strategi pembelajaran kontekstual supaya dapat memberikan bentuk pengalaman belajar. siswa diminta menampilkan hasil penugasan kepada orang lain mengenai kompetensi yang telah mereka kuasai. yaitu:sumber belajar tidak hanya berasal dari buku dan guru. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut. Menurut Brooks&Brooks dalam Johnson (2002: 172). dan Teknik Pembelajaran Banyak yang tidak paham dengan perbedaan anatara strategi. model. Penilaian ini tidak perlu mendapatkan penilaian angka. pendekatan. Metode. Isi dari proyek akademik terkait dengan konteks kehidupan nyata. kurikulum berbasis kompetensi perlu dikembangkan supaya dapat diterapkan secara efektif di dalam proses belajar mengajar. bentuk penilaian seperti ini lebih baik dari pada menghafalkan teks.pendekatan. Berdasarkan penjabaran yang telah dikemukakan diatas. siswa diminta membentuk kelompok proyek untuk menyelidiki penyebab pencemaran sungai di lingkungan siswa. strategi pembelajaran kontekstual memiliki banyak variasi sehingga memungkinkan guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang berbeda dengan keajegan yang ada.

. Guru dapat berganti.menginsipi rasi. Kembali ke pembelajaran. dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. warna. Dari metode. nyata. dan teknik pembelajarantersebut dinamakan model pembelajaran. dan teknik secara spesifik. metode. metode. Sebagai sebuah model.langkah. Model guru tersebut dapat pula berbeda dengan model guru di sekolah lain meskipun dalam persepsi pendekatan dan metode yang sama. bentuk. Teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu. Dari uraian di atas.disajikansecara khas oleh guru di kelas. saat ini banyak remaja putri menggunakan model celana Jablai yangterinspirasi dari lagu dangdut dan film Jablai.langkah. menguatkan. dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Sebagai ilustrasi. dan teknik yang sama. dan bermanfaat bagi siswa. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai strategi yang di dalamnya terdapat pendekatan. Perbedaan tersebut terletak pada sajian. dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. guru dapat berkreasi dengan berbagai model pembelajaran yang khas secara menarik. dapat dikatakan bahwa sebenarnya aspek yang juga paling penting dalam keberhasilan pembelajaran adalah penguasaan model pembelajaran. metode. menyenangkan. Metode pembelajaran adalah prosedur. Bungkus dari penerapan pendekatan. Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi. urutan. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran. model. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan.ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif. dan teknik pembelajaran. dan disainnya. celana jablai berbeda dengan celana model lain meskipun dibuat berdasarkan pendekatan. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.