Pengantar Strukturalisme merupakan suatu gerakan pemikiran filsafat yang mempunyai pokok pikiran bahwa semua masyarakat dan

kebudayaan mempunyai suatu struktur yang sama dan tetap. Ciri khas strukturalisme ialah pemusatan pada deskripsi keadaan aktual obyek melalui penyelidikan, penyingkapan sifat-sifat instrinsiknya yang tidak terikat oleh waktu dan penetapan hubungan antara fakta atau unsur-unsur sistem tersebut melalui pendidikan. Strukturalisme menyingkapkan dan melukiskan struktur inti dari suatu obyek (hirarkinya, kaitan timbal balik antara unsur-unsur pada setiap tingkat) (Bagus, 1996: 1040) Gagasan-gagasan strukturalisme juga mempunyai metodologi tertentu dalam memajukan studi interdisipliner tentang gejala-gejala budaya, dan dalam mendekatkan ilmu-ilmu kemanusiaan dengan ilmu-ilmu alam. Akan tetapi introduksi metode struktural dalam bermacam bidang pengetahuan menimbulkan upaya yang sia-sia untuk mengangkat strukturalisme pada status sistem filosofis. (Bagus, 1996: 1040) Behaviorisme atau Aliran Perilaku (juga disebut Perspektif Belajar) adalah filosofi dalam psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme — termasuk tindakan, pikiran, atau perasaan— dapat dan harus dianggap sebagai perilaku. Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak hipotetis seperti pikiran. Behaviorisme beranggapan bahwa semua teori harus memiliki dasar yang bisa diamati tapi tidak ada perbedaan antara proses yang dapat diamati secara publik (seperti tindakan) dengan proses yang diamati secara pribadi (seperti pikiran dan perasaan).

Sejarah Psikologi
Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya tahun 1879, yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika. [2]

[sunting] Metode Psikologi
Beberapa metodologi dalam psikologi, diantaranya sebagai berikut : a. Metodologi Eksperimental

seberapa sering melakukan penelitiannya. misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain. misalnya dari cerita ibunya. pandangan-pandangannya. b. Pemeriksaan Psikologi Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. kapan akan melakukan penelitian. Sejarah Kehidupan Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri. f. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya. pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan. Observasi Ilmiah Pada observasi ilmiah. e.[3] d. tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya. dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu. dan sebagainya. seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya. dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan. dan sebagainya.[3] [sunting] Metode Psikologi Perkembangan .Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. perilaku orang dalam bencana alam. Jawabanjawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki. c. arah minat seseorang. Angket Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. sikap seseorang. Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu. tingkah laku anak yang sedang bermain. struktur kepribadian seeorang. Wawancara Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. lalu menjawabnya secara tertulis pula. alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang.[3] Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen.

Dalam pendekatan ini dapat digunakan dengan pendekatan eksperimen dan observasi. maka metode ilmiah untuk lebih mamahami manusia telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dan berkeinginan. yaitu metode umum dan metode khusus. Ditandai oleh berdirinya laboratorium ini. pada metode umum ini pendekatan yang dipakai dengan pendekatan longitudinal. Jerman.Pada Metode Psikologi Perkembangan memiliki 2 metode. maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia. Laboratorium Wundt Pada tahun 1879 Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di University of Leipzig. menurut teori ini. sehingga tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan. akan tetapi karena kerumitan dan kedinamisan manusia untuk dipahami. dan kedekatan. Fakultas ini terbagi lagi menjadi beberapa subfakultas. yaitu: Psikologi Fakultas Psikologi fakultas adalah doktrin abad 19 tentang adanya kekuatan mental bawaan. Kita mengingat melalui subfakultas memori. [4] Sedangkan pada metode khusus merupakan suatu metode yang akan diselidiki dengan suatu proses alat atau perhitungan yang cermat dan pasti. Psikologi Asosiasi Bagian dari psikologi kontemporer abad 19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya adalah asosiasi ide yaitu bahwa ide masuk melalui alat indera dan diasosiasikan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti kemiripan. Dari pendekatan ini terlihat adanya data yang diperoleh secara keseluruhan perkembangan atau hanya beberapa aspek saja dan bisa juga melihat dengan berbagai faktor dari bawaan dan lingkungan khususnya kebudayaan. dengan berdirinya laboratorium ini pula. dimana saat itu berkembang 2 teori dalam menjelaskan tingkah laku. merasa. [sunting] Psikologi sebagai ilmu pengetahuan Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam. transversal. [4] [sunting] Psikologi kontemporer Diawali pada abad ke 19. lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi ilmu pengetahuan. dan lintas budaya. Berdirinya Aliran Psikoanalisa . pembayangan melalui subfakultas imaginer. dan sebagainya. kontras. kemampuan psikologi terkotak-kotak dalam beberapa ‘fakultas’ yang meliputi berpikir.

[sunting] Pendekatan kognitif Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental. introspeksi. prediksi atau estimasi Pengendalian. Pemahaman Freud tentang pikiran didasarkan pada metode penafsiran. bagaimana. dan mengapa tingkah laku itu terjadi. dokter berkebangsaan Austria bernama Sigmund Freud mengembangkan metode psikoterapi yang dikenal dengan nama psikoanalisis. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang. intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan. seperti keinginan. seperti B. dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Hasil prediksi berupa prognosa.Skinner. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S . dan gangguan psikis lainnya.R atau suatu kaitan Stimulus . • • [sunting] Pendekatan perilaku Menurut pendekatan perilaku. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. impuls. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan. menilai. dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Pendekatan ini dipelopori oleh J.Respon.Semenjak tahun 1890an sampai kematiannya di 1939. pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. bagaimana. dan pengamatan klinis. dan melahirkan banyak sub-aliran. [sunting] Fungsi psikologi sebagai ilmu Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu: • Menjelaskan.B. atau . Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari. serta terfokus pada menyelesaikan konflik alam bawah sadar. ketegangan mental. membandingkan.xx [sunting] Pendekatan psikoanalisa pendekatan Psikoanalisa yang dikembangkan oleh Sigmund Freud Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif Memprediksikan. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. yaitu mampu menjelaskan apa.F. dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap.

. konsep tentang dirinya. • 3. atribusi (sifat) • studi tentang proses-proses individual bersama. perilaku meniru dan lain-lain • studi tentang interaksi kelompok. misalnya : studi tentang persepsi. Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah: 1. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan. kerjasama dalam kelompok. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.dorongan. karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2. dan persaingan. dilengkapi oleh biologi dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. [sunting] Kajian psikologi Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius. yaitu : studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu. sikap sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial. komunikasi hubungan kekuasaan. motivasi proses belajar. [sunting] Pendekatan fenomenologi Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial. karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. misalnya kepemimpinan. seperti bahasa. Psikologi sosial Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup. harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya.

mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. Manusia bersifat tidak rasional. Tokoh utama psikoanalisa ialah Sigmund Freud. misalnya. dilahirkan dengan dorongan-dorongan instingtif. [sunting] Wilayah terapan psikologi Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. atau sebaliknya. Psikologi kognitif Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. Struktur kepribadian Kepribadian terdiri dari 3 sistem . 1. seperti: Persepsi. Psikoanalisa merupakan suatu metode penyembuhan yang bersifat psikologis dengan cara-cara fisik. dan perilaku merupakan fungsi mereaksi secara mendalam terhadap dorongan-dorongan tersebut. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3.4. kemampuan bahasa dan emosi. proses belajar. Menurut Freud teori kepribadian menyangkut 3 hal 1. mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu. dan destruktif terhadap dirinya sendiri ddan orang lain. tidak sosial. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. sosialisasi. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan. Konsep pokok Pada mulanya Freud mengembangkan teorinya tentang struktur kepribadian dan sebabsebab gangguan jiwa. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik. Manusia pada hakekatnya bersifat biologis. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak 2. atensi. walaupun demikian. dan emosi. kemampuan memori.

Dinamika kepribadian Terdiri dari cara bagaimana energi psikis itu disitribusikan serta digunkan oleh id. asosiasi bebas. Yang pokok. Pada umur 5 tahun hampir seluruh struktur kepribadian telah terbentuk. Konselor memerintahkan klien untuk menjernihkan pikiranya adari pemikiran sehari-hari dan sebanyak mungkin untuk mengatakan apa yang muncul dalam kesadaranya. dan berhubungan pribdi yang lebih efektif. analisis resistensi dan analisis transparansi. konselor mendengarkan dan memberikan penafsiran yang memadai fungsinya adalah pempercepat proses penyadaran hal-hal yang tersimapan dalam ketidaksadaran. sehingga dengan demikian klien akan memantulkan perasaanya kepada konselor. dalam menghadapi kecemasan melaui cara-cara realistis. dan ditafsirkan dengan tujuan untuk merekontruksikan kepribadian. ego. 2. analisi mimpi. dianalisa. • Super ego adalah aspek sosiologis yang mencerminkan nilai-nilai tradisiona serta citacita masyarakt yang ada di dalam kepribadian individu. Satu karakteristik konseling ini adalah bahwa terapi atau analisa bersikap anonim(tak dikenal) dan bertindak dengan sangat sedikit menunjukan perasaan dan pengalamanya. Analisis mimpi . dan super ego. 3. Teknin-Teknik Terapi Asosiasi bebas Teknik pokok dalam terapai psikoanalisa adalah asosiasi bebas. Sementara klien berbicara. Konselor terutam berkenaan dengan membantu klien mencapai kesadaran diri. ketulusan hati. penjelasan. Proses dipusatkan pada usaha menghayati kembali pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak.• Id adalah aspek biologis yang merupakan sistem kepribadian yang asli. Prosedurnya terdiri atas penetapan analisis. Pengalaman masa lampau ditata. Metode ini adalah metoda pengungkapan pangalaman masa lampau dan penghentian emosi-emosi yang berkaitan dengan situasi traumatik dimasa lalu. pada tahun-tahun berikutnya hanya menghaluskan struktur dasar tersebut. Fungsi interpretasi adalah membiarkan ego untuk mencerna materi baru dan mempercepat proses menyadarkan hal-hal yang tersembunyi. resistensi dan hubungan terapeutik itu sendiri. Perkembangan kepribadian Kepribadian individu menurutr Freud telah mulai terbentuk pada tahun-tahun pertama di masa kanak-kanak. Pertamam-tama konselor harus membuat suatu hubungan kerjasama dengan klien dan kemudian melakukan serangkaian kegiatan mendengarkan dan menafsirkan. adalah klien mengemukakan segala sesuatu melalui perasaan atau pemikiran dengan melaporkan secepatnya tanpa sensor. • Ego adalah aspek psikologis yang timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan dengan dunia kenyataan. Proses Konseling Tujuan konseling adalah membentuk kembali struktur karakter individu dengan membuat yang tidak sadar menjadi sadar pada diri klien. Interpretasi Adalah prosedur dasar yang digunakan dalam analisis asosiasi bebas. dan mengajarkan klien tentang makna perilaku dimanifestasikan dalam mimpi. didiskusikan. Konselor memberikan perhatian kepada resistensi atau penolakan klien.

Hukum kesamaan : hal-hal yang mirip satu sama lain.transferensi muncul dengan sendirinya dalam proses terapeutik pada saat dimana kegiatan-kegiatan klien masa lalu yang tak terselesaikan dengan orang lain. Hukum ketertutupan : Hal-hal yang cenderung menutup akan membentuk kesan totalitas tersendiri. Menurut Wertheimer. 2. Analisis dan interpretasi resistensi Freud memandang resistensi sebagai suatu dinamika yang tidak disadari yang mendorong seseorang untuk mempertahankan terhadap kecemasan. Hukum kedekatan : hal-hal yang saling berdekatan dalam waktu atau tempat cenderung dianggap sebagai suatu totalitas. Dia mengeluarkan kertas kerjanya yang berjudul “Experimental Studies of the Perception of Movement” mengemukakan hasil eksperimennya dengan menggunakan alat yang disebut Stroboskop yaitu alat berbentuk kotak yang diberi alat untuk melihat ke dalam kotak itu. 1. PSIKOLOGI GESTALT A. gerak Stroboskopik ini tidak dapat diterangkan dengan teori strukturalisme dan elementisme hanya dengan teori Gestalt. Dalam bukunya “Investigation of Gestalt Theory” (1923) ia mengemukakan hukum-hukum Gestalt yaitu : 1. mulai . tidak hanya merupakan proses mekanisme saja 9. Kurt Koffka (1886-1941) Sumbangan Koffka kepada psikologi adalah penyajian yang sistematis dan pengamalan dan prinsip-prinsip Gestalt dalam rangkaian gejala psikologi. Max Wertheimer (1880-1943) Dianggap sebagai pendiri psikologi Gestalt pada tahun 1912. B. Analisis dan interpretasi transferensi Transferensi (pemin dahan). Interpretasi konselor terhadap resistensi ditujukan kepada bantuan klien untuk menyadari alasan timbulnya resistensi. Psikologi Hormik : tingkah laku tidak hanya bertujuan. Yaitu bahwa seseorang melihat lingkungannya secara menyeluruh.Merupakan prosedur yang penting untuk membuka hal-hal yang tidak disadari dan membantu klien untuk memperoleh tilikan kepada masalah-masalah yang belum terpecahkan. 3. menyebabkan dia mengubah masa kini dan mereaksi kepada analisis sebagai yang dia lakukan kepada ibunya atau ayahnya ataupun siapapun.

Kohler membuat eksperimen-eksperimen dengan kera dan membuktikan bahwa pada kera pun terdapat pemahaman. yang berisikan kesadaran yang berfungsi menjaga keseimbangan antar keadaan diri dengan keadaan masyarakat (dapat diibaratkan sebagai joki atau penunggang kuda). Perubahan-perubahan yang terjadi pada ingatan bersamaan dengan jalannya waktu tidak melemahkan jejak-jejak ingatan melainkan menyebabkan perubahan jejak. yaitu : 1. tetapi nampaknya memang sudah ada pembagian tugas antara tiga serangkai tokoh Gestalt ini : Wertheimer adalah tokoh yang mengemukakan ide-ide. Super ego atau Das Uber Ich yang berisikan berbagai macam nilai luhur. sampai kepada psikologi belajar dan psikologi sosial. belajar. Beberapa teori Koffka tentang belajar : 1. 10. PSIKO-ANALISA A. Pada dasarnya struktur jiwa terbagi menjadi tiga bagian. Kohler yang mengadakan eksperimen-eksperimen dari ide-ide tersebut dan Kaffka yang menulis teori-teori Wertheimer maupun hasil eksperimen-eksperimen Kohler. Bertitik tolak dari teori Thorndike yang beranggapan bahwa tingkah laku hewan pada dasarnya adalah tingkah laku coba salah. yang berisikan nafsu-nafsu yang selalu memuaskan keinginan (dapat diibaratkan sebagai kuda). norma-norma. mengingat. 2. Sigmund Freud Obyek psikologi ialah alam ketidaksadaran. Pada alam tersebut tingkah laku manusia banyak ditentukan. Joki akan selamat mengendalikan kudanya kalau ia ingat dan mengikuti peraturan lalu lintas yang ada. (dapat diibaratkan sebagai tanda-tanda lalu lintas). 3. Latihan-latihan akan memperkuat jejak ingatan. Salah satu faktor yang penting dalam belajar adalah jejak-jejak ingatan 2. 3.persepsi. Wolfgang Kohler (1887-1967) Karya Kohler yang paling terkenal adalah penyelidikannya mengenai tingkah laku kecerdasan pada hewan. utamanya pada simpanse. . C. Id dan Das Es. Ego atau Das Ich. Kohler memang tidak seproduktif Koffka dalam karya-karya tulisnya.

intolerant. Karena ia seolah-olah menerapkan teori evolusi dari Darwin kepada perkembangan jiwa. baik dorongan biologis maupun rasional yang diperoleh turun temurun. dorongandorongan irasional. Sedangkan ‘jiwa’ tidak bisa diamati. Pada akhir abad ke-19. arkeologi dan biologi dan ia berkesimpulan bahwa individu-individu dalam kelompok bertingkah laku impulsif. Dengan teorinya ini ia sering disebut sebagai “Darwin of The Mind“. Teori Hall sendiri yang terkemuka adalah teori evolusi. Ia juga pernah menulis beberapa buku mengenai psikoanalisa. Ia pernah mengundang Freud dan Jung dalam suatu symposium di Universitas Clark pada tahun 1909. Di sini psikologi didefinisikan sebagai sains dan sementara sains hanya berhubungan dengan sesuatu yang dapat dilihat dan diamati saja. aliensi dan kepemimpinan dalam kelompok. Sekalipun demikian. Ia menyelidiki tingkah laku kelompok dari sudut antropologi. Granville Stanley Hall (1844-1924) Peranan Hall yang terpenting dalam perkembangan psikoanalisa adalah memperkenalkan psikoanalisa ke Amerika Serikat. mobil. C. artinya proses perkembangan individu sejak dia lahir sampai dewasa tidak lain adalah bentuk yang lebih singkat (rekapitulasi. Gustave Le Bon (1841-1931) Dalam buku “The Crowd” itu ia membicarakan tentang konformitas. suggestible dan dictatorial dan sebagainya itu karena kelompok dikuasai oleh semacam jiwa bersama “Group Mind” dan jiwa bersama inilah yang mengatur tingkah laku individu-individu dalam kelompok itu. maka tidak digolongkan ke dalam psikologi. pengaruhnya terhadap psikoanalisa juga besar karena Le Bon mencoba menerangkan tingkah laku kelompok “Crowd” dengan teori-teori tentang ketidaksadaran. “irritable“. Teori evolusinya berbunyi “Ontogeny Recapitulates Phylogency“. . 222 Behaviourisme Aliran ini sering dikatkan sebagai aliran ilmu jiwa namun tidak peduli pada jiwa. Ivan Petrovic Pavlov memulai eksperimen psikologi yang mencapai puncaknya pada tahun 1940 – 1950-an. singkatan) dari proses perkembangan makhluk yang bersangkutan dari mulai tingkatnya yang paling sederhana sampai tingkat yang sempurna.B. Karena bukunya inilah maka Le Bon terkenal sebagai tokoh psikologi sosial.

yaitu: a. Setiap kali si anak akan memegang tikus putih maka dipukullah sebatang besi dengan sangat keras sehingga membuat si anak kaget. keberanian. Di alam tidak sadar inilah tinggal dua struktur mental yang ibarat gunung es dari kepribadian kita. Salah satu contoh adalah ketika Pavlov melakukan eksperimen terhadap seekor anjing. Psikoanalisis Aliran behaviourisme dianggap gagal karena tidak memperhitungkan faktor kesadaran manusia. adalah pengawas realitas. Id. sehingga setiap kali lampu dinyalakan maka anjing tersebut terbit air liurnya meski daging tidak disajikan. . Bahkan setelah itu dia menjadi takut dengan segala sesuatu yang berbulu: kelinci. Selanjutnya begitu terus setiap kali lampu dinyalakan maka daging disajikan. Tokoh dari aliran ini adalah Sigmund Freud seorang neurolog berasal dari Wina. baju berbulu dan topeng Sinterklas.Aliran ini memandang manusia sebagai mesin (homo mechanicus) yang dapat dikendalikan perilakunya melalui suatu pelaziman (conditioning). Anjing tersebut tidak mengeluarkan air liurnya. Percobaan yang hampir sama dilakukan terhadap seorang anak berumur 11 bulan dengan seekor tikus putih. keimanan. Begitu percobaan ini diulang terus menerus sehingga pada taraf tertentu maka si anak akan menangis begitu hanya melihat tikus putih tersebut. Di depan anjing eksperimennya yang lapar. Psikoanalisis disebut sebagai depth psychology yang mencoba mencari sebab-sebab perilaku manusia pada alam tidak sadarnya. Pavlov menyalakan lampu. Superego. yang hanya memikirkan kesenangan semata. Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa kita akses (preconscious) dan ada yang sulit kita bawa kea lam tidak sadar (unconscious). Kemudian sepotong daging ditaruh dihadapannya dan anjing tersebut terbit air liurnya. Ini yang dinamakan pelaziman dan untuk mengobatinya kita bisa melakukan apa yang disebut sebagai kontrapelaziman (counterconditioning). b. Aliran behaviourisme tidak memperhitungkan faktor pengalaman subjektif masing-masing individu (cinta. harapan dan putus asa). Ego. Dalam hal ini air liur anjing menjadi conditioned response dan cahaya lampu menjadi conditioned stimulus. Dalam pandangan Freud. semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. adalah berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya. Kemudian muncullah aliran berikut: psikoanalisis. Austria akhir abad ke-19. Begitu hingga beberapa kali percobaan. Sikap yang diinginkan dilatih terus-menerus sehingga menimbulkan maladaptive behaviour atau perilaku menyimpang. adalah berisi energi psikis. c. Jadi aliran ini gagal memperhitungkan kesadaran manusia dan motif-motif tidak sadarnya. Aliran ini berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang berkeinginan (homo volens). anjing.

Frankl menyebut hal ini sebagai kebebasan seseorang memberi makna pada hidupnya. Frankl mengembangkan teknik ini berdasarkan pengalamannya lolos dari kamp konsentrasi Nazi pada masa Perang Dunia II. Proses pertama adalah apa yang dinamakan EQ (emotional quotient). Tujuan hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri. Sementara superego menegur:”Jangan lakukan!”. Anak-anak akan mencari pengganti jika tidak menemukan yang dapat memuaskan kebutuhannya (bayi akan mengisap jempolnya jika tidak mendapat dot misalnya). Dia menyaksikan dua hal yang berbeda. Di sini disebut sebagai tahap secondary process thinking. bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun. toh tak ada yang tahu!”. Pandangan ini berprinsip: a. c. janganjangan nanti ada yang tahu!”. Id mengatakan pada Anda: “Pakai saja uang itu sebagian. Pada masa kanak-kanak kira dikendalikan sepenuhnya oleh id. bukannya meneliti mengapa setengah jiwa yang lainnya bisa tetap sehat. Adalah Viktor Frankl yang mengembangkan teknik psikoterapi yang disebut sebagai logotherapy (logos = makna). Sedangkan ego akan lebih berkembang pada masa kanak-kanak yang lebih tua dan pada orang dewasa. yaitu para tahanan yang putus asa dan para tahanan yang memiliki kesabaran luar biasa serta daya hidup yang perkasa. yaitu mencari pengganti pemuas keinginan (menendang tong sampah karena merasa jengkel akibat dimarahi bos di kantor misalnya). dan pada tahap ini oleh Freud disebut sebagai primary process thinking. Hidup memiliki makna. b. Salah satu tokoh dari aliran ini – Abraham Maslow – mengkritik Freud dengan mengatakan bahwa Freud hanya meneliti mengapa setengah jiwa itu sakit. sedangkan proses kedua adalah IQ (intelligence quotient) dan proses ketiga adalah SQ (spiritual quotient). Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah. . Manusia sudah dapat menangguhkan pemuasan keinginannya (sikap untuk memilih tidak jajan demi ingin menabung misalnya).Sebagai contoh adalah berikut ini: Anda adalah seorang bendahara yang diserahi mengelola uang sebesar 1 miliar Rupiah tunai. Psikologi Humanistis Aliran ini muncul akibat reaksi atas aliran behaviourisme dan psikoanalisis. Walau begitu kadangkala pada orang dewasa muncul sikap seperti primary process thnking. di mana dia mengalami dan menyaksikan penyiksaan-penyiksaan di kamp tersebut. Kita memiliki kebebasan untuk memaknai apa yang kita lakukan dan apa yang kita alami bahkan dalam menghadapi kesengsaraan sekalipun. Sedangkan ego berkata:”Cek dulu.

Hingga akhirnya dia putuskan untuk mundur dari pekerjaan itu dan memilih memiliki waktu luang bersama keluarganya. Makna muncul ketika seseorang menentukan pilihan. Di satu sisi ia mendapatkan kelimpahan materi namun di sisi lainnya ia kehilangan waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan istrinya. Tingkah laku Tertutup : Tingkah laku. Pada saat itu si bendahara mengalami makna yang luar biasa dalam hidupnya. kebiasaan. seorang bendahara yang diserahi pengelolaan uang tunai dalam jumlah sangat besar dan berhasil menolak keinginannya sendiri untuk memakai sebagian uang itu untuk memuaskan keinginannya semata. Ketika seseorang menemukan dirinya (self-discovery). Hidup menjadi tanpa makna ketika seseorang tak dapat memilih. Transendensi adalah pengalaman spiritual yang memberi makna pada kehidupan kita.Logoterapi ini sangat erat kaitannya dengan SQ tadi. Ilmu tentang tingkah laku. berpikir (tidak bergerak-gerak secara halus sekali selama kita berpikir) Terbuka : . Seperti contoh di atas. Ketika kita dihadapkan pada sikap bertanggung jawab. Misalnya: seorang rakyat jelata tiba-tiba dikunjungi oleh presiden langsung di rumahnya. yang dapat di ukur secara obyektif. Dia menginginkan pekerjaan itu namun sekaligus punya waktu untuk keluarganya. namun ia harus pindah dari Yogyakarta menuju Singapura. Demikian juga ketika kita menemukan seseorang yang mampu mendengarkan kita dengan penuh perhatian. Tokoh : JOHN BROADUS WATSON (1878-1958) b. kontraksi otot-otot sekresu kelenjar (gerakangerakan yang lemah). Pendapatnya : Mempelajari tingkah laku. Namun di tengah kejengkelannya itu ia melihat bahwa ada seorang penceramah yang berbicara dengan senyum gembira. belajar. d. c. Ketika seseorang merasa istimewa. rangsang. e. dengan begitu hidup kita menjadi bermakna. Pada saat itulah ia merasakan kembali makna hidupnya. yang terbuka. ke luar dari diri kita sekarang). Kemudian tampaklah olehnya bahwa penceramah tersebut tidak memiliki sepasang kaki. yang bisa kita kelompokkan berdasarkan situasi-situasi berikut ini: a. Sebagai contoh: seseorang yang mendapatkan tawaran kerja bagus. b. dengan gaji besar dan kedudukan tinggi. ke luar suka dan duka kita. BEHAVIORISME a. Sa’di (seorang penyair besar dari Iran) menggerutu karena kehilangan sepasang sepatunya di sebuah masjid di Damaskus. tingkah laku yang nyata. Ketika kita mengalami situasi transendensi (pengalaman yang membawa kita ke luar dunia fisik. bahwa mengapa ia sedih kehilangan sepatunya sementara ada orang yang masih bisa tersenyum walau kehilangan kedua kakinya. unik dan tak tergantikan. Maka tiba-tiba ia disadarkan. Ia merasakan suatu makna yang luar biasa dalam kehidupannya dan tak akan tergantikan oleh apapun.

Tokoh : MAX WERTHEIMER (1880-1943) b.Tingkah laku tanpa tujuan itu refleks 7.Tiap-tiap tingkah laku ada yang mendasarinya yaitu tujuan / arah . Pendapatnya : Bahwa dalam alat kejiwaan tidak terdapat jumlah unsur-unsurnya melainkan Gestalt (keseluruhan) dan tisap-tiap bagian tidak berarti dan bisa mempunyai arti kalau bersatu dalam hubungan kesatuan . Tokoh : WILLIAM MC DOUGALL (1871-1944) b.Tingkah laku tidak dapat dipelajari terlepas dari tujuannya . GESTALT a. PSIKOLOGI HORMIC a.6. Pendapatnya : (Hampir sama Behaviorisme) .