Pengantar Strukturalisme merupakan suatu gerakan pemikiran filsafat yang mempunyai pokok pikiran bahwa semua masyarakat dan

kebudayaan mempunyai suatu struktur yang sama dan tetap. Ciri khas strukturalisme ialah pemusatan pada deskripsi keadaan aktual obyek melalui penyelidikan, penyingkapan sifat-sifat instrinsiknya yang tidak terikat oleh waktu dan penetapan hubungan antara fakta atau unsur-unsur sistem tersebut melalui pendidikan. Strukturalisme menyingkapkan dan melukiskan struktur inti dari suatu obyek (hirarkinya, kaitan timbal balik antara unsur-unsur pada setiap tingkat) (Bagus, 1996: 1040) Gagasan-gagasan strukturalisme juga mempunyai metodologi tertentu dalam memajukan studi interdisipliner tentang gejala-gejala budaya, dan dalam mendekatkan ilmu-ilmu kemanusiaan dengan ilmu-ilmu alam. Akan tetapi introduksi metode struktural dalam bermacam bidang pengetahuan menimbulkan upaya yang sia-sia untuk mengangkat strukturalisme pada status sistem filosofis. (Bagus, 1996: 1040) Behaviorisme atau Aliran Perilaku (juga disebut Perspektif Belajar) adalah filosofi dalam psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme — termasuk tindakan, pikiran, atau perasaan— dapat dan harus dianggap sebagai perilaku. Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak hipotetis seperti pikiran. Behaviorisme beranggapan bahwa semua teori harus memiliki dasar yang bisa diamati tapi tidak ada perbedaan antara proses yang dapat diamati secara publik (seperti tindakan) dengan proses yang diamati secara pribadi (seperti pikiran dan perasaan).

Sejarah Psikologi
Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya tahun 1879, yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika. [2]

[sunting] Metode Psikologi
Beberapa metodologi dalam psikologi, diantaranya sebagai berikut : a. Metodologi Eksperimental

sikap seseorang. Jawabanjawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain. Pemeriksaan Psikologi Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. dan sebagainya. dan sebagainya. pandangan-pandangannya. seberapa sering melakukan penelitiannya. misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada. c. pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan. Angket Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. f. misalnya dari cerita ibunya. Sejarah Kehidupan Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri. arah minat seseorang.[3] d. seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya. tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya. dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu. tingkah laku anak yang sedang bermain. suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. perilaku orang dalam bencana alam. Observasi Ilmiah Pada observasi ilmiah. kapan akan melakukan penelitian. dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan. b. Wawancara Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya.[3] [sunting] Metode Psikologi Perkembangan .Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang. Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu. e. lalu menjawabnya secara tertulis pula.[3] Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. struktur kepribadian seeorang. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan.

dimana saat itu berkembang 2 teori dalam menjelaskan tingkah laku. Laboratorium Wundt Pada tahun 1879 Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di University of Leipzig. yaitu metode umum dan metode khusus. Fakultas ini terbagi lagi menjadi beberapa subfakultas. transversal. lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi ilmu pengetahuan. Berdirinya Aliran Psikoanalisa . merasa.Pada Metode Psikologi Perkembangan memiliki 2 metode. Dari pendekatan ini terlihat adanya data yang diperoleh secara keseluruhan perkembangan atau hanya beberapa aspek saja dan bisa juga melihat dengan berbagai faktor dari bawaan dan lingkungan khususnya kebudayaan. dan lintas budaya. pada metode umum ini pendekatan yang dipakai dengan pendekatan longitudinal. Psikologi Asosiasi Bagian dari psikologi kontemporer abad 19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya adalah asosiasi ide yaitu bahwa ide masuk melalui alat indera dan diasosiasikan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti kemiripan. [sunting] Psikologi sebagai ilmu pengetahuan Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam. Kita mengingat melalui subfakultas memori. maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia. [4] Sedangkan pada metode khusus merupakan suatu metode yang akan diselidiki dengan suatu proses alat atau perhitungan yang cermat dan pasti. akan tetapi karena kerumitan dan kedinamisan manusia untuk dipahami. Jerman. kemampuan psikologi terkotak-kotak dalam beberapa ‘fakultas’ yang meliputi berpikir. Dalam pendekatan ini dapat digunakan dengan pendekatan eksperimen dan observasi. Ditandai oleh berdirinya laboratorium ini. dengan berdirinya laboratorium ini pula. yaitu: Psikologi Fakultas Psikologi fakultas adalah doktrin abad 19 tentang adanya kekuatan mental bawaan. kontras. pembayangan melalui subfakultas imaginer. dan kedekatan. [4] [sunting] Psikologi kontemporer Diawali pada abad ke 19. dan berkeinginan. menurut teori ini. sehingga tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan. maka metode ilmiah untuk lebih mamahami manusia telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dan sebagainya.

Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli. Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S . prediksi atau estimasi Pengendalian.B. dokter berkebangsaan Austria bernama Sigmund Freud mengembangkan metode psikoterapi yang dikenal dengan nama psikoanalisis. [sunting] Fungsi psikologi sebagai ilmu Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu: • Menjelaskan. ketegangan mental. seperti keinginan. bagaimana. menilai. atau . [sunting] Pendekatan kognitif Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental. • • [sunting] Pendekatan perilaku Menurut pendekatan perilaku. dan melahirkan banyak sub-aliran. Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa. membandingkan.F. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. impuls. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari. seperti B. intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.Skinner. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar.R atau suatu kaitan Stimulus . dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. dan gangguan psikis lainnya. yaitu mampu menjelaskan apa. introspeksi. Hasil prediksi berupa prognosa. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif Memprediksikan. pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. serta terfokus pada menyelesaikan konflik alam bawah sadar. bagaimana. dan mengapa tingkah laku itu terjadi.Semenjak tahun 1890an sampai kematiannya di 1939.xx [sunting] Pendekatan psikoanalisa pendekatan Psikoanalisa yang dikembangkan oleh Sigmund Freud Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. dan mengapa tingkah laku itu terjadi. dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap.Respon. Pendekatan ini dipelopori oleh J. dan pengamatan klinis. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang. Pemahaman Freud tentang pikiran didasarkan pada metode penafsiran.

misalnya : studi tentang persepsi. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial. komunikasi hubungan kekuasaan. atribusi (sifat) • studi tentang proses-proses individual bersama. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan. karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. perilaku meniru dan lain-lain • studi tentang interaksi kelompok. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. konsep tentang dirinya.dorongan. psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial. kerjasama dalam kelompok. sikap sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian. Psikologi sosial Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup. karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2. seperti bahasa. Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah: 1. motivasi proses belajar. karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. [sunting] Pendekatan fenomenologi Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya. dan persaingan. . • 3. misalnya kepemimpinan. [sunting] Kajian psikologi Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius. dilengkapi oleh biologi dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya. yaitu : studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu.

Psikologi kognitif Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. kemampuan memori. mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. dilahirkan dengan dorongan-dorongan instingtif. tidak sosial. dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak 2. sosialisasi. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik.4. Psikoanalisa merupakan suatu metode penyembuhan yang bersifat psikologis dengan cara-cara fisik. misalnya. Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. proses belajar. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. 1. walaupun demikian. Menurut Freud teori kepribadian menyangkut 3 hal 1. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3. mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu. Struktur kepribadian Kepribadian terdiri dari 3 sistem . Manusia bersifat tidak rasional. atau sebaliknya. kemampuan bahasa dan emosi. dan destruktif terhadap dirinya sendiri ddan orang lain. Konsep pokok Pada mulanya Freud mengembangkan teorinya tentang struktur kepribadian dan sebabsebab gangguan jiwa. Manusia pada hakekatnya bersifat biologis. dan perilaku merupakan fungsi mereaksi secara mendalam terhadap dorongan-dorongan tersebut. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. Tokoh utama psikoanalisa ialah Sigmund Freud. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. atensi. seperti: Persepsi. Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan. [sunting] Wilayah terapan psikologi Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan.

• Id adalah aspek biologis yang merupakan sistem kepribadian yang asli. Fungsi interpretasi adalah membiarkan ego untuk mencerna materi baru dan mempercepat proses menyadarkan hal-hal yang tersembunyi. Proses dipusatkan pada usaha menghayati kembali pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak. penjelasan. Konselor terutam berkenaan dengan membantu klien mencapai kesadaran diri. Prosedurnya terdiri atas penetapan analisis. adalah klien mengemukakan segala sesuatu melalui perasaan atau pemikiran dengan melaporkan secepatnya tanpa sensor. didiskusikan. analisi mimpi. Sementara klien berbicara. Konselor memberikan perhatian kepada resistensi atau penolakan klien. ego. dan mengajarkan klien tentang makna perilaku dimanifestasikan dalam mimpi. ketulusan hati. Metode ini adalah metoda pengungkapan pangalaman masa lampau dan penghentian emosi-emosi yang berkaitan dengan situasi traumatik dimasa lalu. konselor mendengarkan dan memberikan penafsiran yang memadai fungsinya adalah pempercepat proses penyadaran hal-hal yang tersimapan dalam ketidaksadaran. resistensi dan hubungan terapeutik itu sendiri. dan super ego. Yang pokok. dalam menghadapi kecemasan melaui cara-cara realistis. Analisis mimpi . Satu karakteristik konseling ini adalah bahwa terapi atau analisa bersikap anonim(tak dikenal) dan bertindak dengan sangat sedikit menunjukan perasaan dan pengalamanya. dan berhubungan pribdi yang lebih efektif. Teknin-Teknik Terapi Asosiasi bebas Teknik pokok dalam terapai psikoanalisa adalah asosiasi bebas. • Ego adalah aspek psikologis yang timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan dengan dunia kenyataan. Konselor memerintahkan klien untuk menjernihkan pikiranya adari pemikiran sehari-hari dan sebanyak mungkin untuk mengatakan apa yang muncul dalam kesadaranya. asosiasi bebas. Interpretasi Adalah prosedur dasar yang digunakan dalam analisis asosiasi bebas. 3. analisis resistensi dan analisis transparansi. dan ditafsirkan dengan tujuan untuk merekontruksikan kepribadian. Pada umur 5 tahun hampir seluruh struktur kepribadian telah terbentuk. 2. Pertamam-tama konselor harus membuat suatu hubungan kerjasama dengan klien dan kemudian melakukan serangkaian kegiatan mendengarkan dan menafsirkan. Proses Konseling Tujuan konseling adalah membentuk kembali struktur karakter individu dengan membuat yang tidak sadar menjadi sadar pada diri klien. • Super ego adalah aspek sosiologis yang mencerminkan nilai-nilai tradisiona serta citacita masyarakt yang ada di dalam kepribadian individu. Perkembangan kepribadian Kepribadian individu menurutr Freud telah mulai terbentuk pada tahun-tahun pertama di masa kanak-kanak. Pengalaman masa lampau ditata. sehingga dengan demikian klien akan memantulkan perasaanya kepada konselor. dianalisa. pada tahun-tahun berikutnya hanya menghaluskan struktur dasar tersebut. Dinamika kepribadian Terdiri dari cara bagaimana energi psikis itu disitribusikan serta digunkan oleh id.

Dia mengeluarkan kertas kerjanya yang berjudul “Experimental Studies of the Perception of Movement” mengemukakan hasil eksperimennya dengan menggunakan alat yang disebut Stroboskop yaitu alat berbentuk kotak yang diberi alat untuk melihat ke dalam kotak itu. 3. B. Menurut Wertheimer. Kurt Koffka (1886-1941) Sumbangan Koffka kepada psikologi adalah penyajian yang sistematis dan pengamalan dan prinsip-prinsip Gestalt dalam rangkaian gejala psikologi. Dalam bukunya “Investigation of Gestalt Theory” (1923) ia mengemukakan hukum-hukum Gestalt yaitu : 1. gerak Stroboskopik ini tidak dapat diterangkan dengan teori strukturalisme dan elementisme hanya dengan teori Gestalt.transferensi muncul dengan sendirinya dalam proses terapeutik pada saat dimana kegiatan-kegiatan klien masa lalu yang tak terselesaikan dengan orang lain. Psikologi Hormik : tingkah laku tidak hanya bertujuan. Hukum ketertutupan : Hal-hal yang cenderung menutup akan membentuk kesan totalitas tersendiri. PSIKOLOGI GESTALT A. Interpretasi konselor terhadap resistensi ditujukan kepada bantuan klien untuk menyadari alasan timbulnya resistensi. tidak hanya merupakan proses mekanisme saja 9. menyebabkan dia mengubah masa kini dan mereaksi kepada analisis sebagai yang dia lakukan kepada ibunya atau ayahnya ataupun siapapun. Hukum kedekatan : hal-hal yang saling berdekatan dalam waktu atau tempat cenderung dianggap sebagai suatu totalitas. Hukum kesamaan : hal-hal yang mirip satu sama lain. mulai . Analisis dan interpretasi transferensi Transferensi (pemin dahan).Merupakan prosedur yang penting untuk membuka hal-hal yang tidak disadari dan membantu klien untuk memperoleh tilikan kepada masalah-masalah yang belum terpecahkan. Yaitu bahwa seseorang melihat lingkungannya secara menyeluruh. Max Wertheimer (1880-1943) Dianggap sebagai pendiri psikologi Gestalt pada tahun 1912. 2. Analisis dan interpretasi resistensi Freud memandang resistensi sebagai suatu dinamika yang tidak disadari yang mendorong seseorang untuk mempertahankan terhadap kecemasan. 1.

. Latihan-latihan akan memperkuat jejak ingatan. 10. PSIKO-ANALISA A. Kohler membuat eksperimen-eksperimen dengan kera dan membuktikan bahwa pada kera pun terdapat pemahaman.persepsi. sampai kepada psikologi belajar dan psikologi sosial. 2. yang berisikan kesadaran yang berfungsi menjaga keseimbangan antar keadaan diri dengan keadaan masyarakat (dapat diibaratkan sebagai joki atau penunggang kuda). belajar. C. utamanya pada simpanse. Kohler yang mengadakan eksperimen-eksperimen dari ide-ide tersebut dan Kaffka yang menulis teori-teori Wertheimer maupun hasil eksperimen-eksperimen Kohler. Wolfgang Kohler (1887-1967) Karya Kohler yang paling terkenal adalah penyelidikannya mengenai tingkah laku kecerdasan pada hewan. Bertitik tolak dari teori Thorndike yang beranggapan bahwa tingkah laku hewan pada dasarnya adalah tingkah laku coba salah. norma-norma. 3. yaitu : 1. Pada alam tersebut tingkah laku manusia banyak ditentukan. yang berisikan nafsu-nafsu yang selalu memuaskan keinginan (dapat diibaratkan sebagai kuda). mengingat. Perubahan-perubahan yang terjadi pada ingatan bersamaan dengan jalannya waktu tidak melemahkan jejak-jejak ingatan melainkan menyebabkan perubahan jejak. Beberapa teori Koffka tentang belajar : 1. Pada dasarnya struktur jiwa terbagi menjadi tiga bagian. Kohler memang tidak seproduktif Koffka dalam karya-karya tulisnya. Sigmund Freud Obyek psikologi ialah alam ketidaksadaran. Ego atau Das Ich. 3. Id dan Das Es. tetapi nampaknya memang sudah ada pembagian tugas antara tiga serangkai tokoh Gestalt ini : Wertheimer adalah tokoh yang mengemukakan ide-ide. Salah satu faktor yang penting dalam belajar adalah jejak-jejak ingatan 2. Super ego atau Das Uber Ich yang berisikan berbagai macam nilai luhur. (dapat diibaratkan sebagai tanda-tanda lalu lintas). Joki akan selamat mengendalikan kudanya kalau ia ingat dan mengikuti peraturan lalu lintas yang ada.

mobil. Karena bukunya inilah maka Le Bon terkenal sebagai tokoh psikologi sosial. 222 Behaviourisme Aliran ini sering dikatkan sebagai aliran ilmu jiwa namun tidak peduli pada jiwa. baik dorongan biologis maupun rasional yang diperoleh turun temurun.B. “irritable“. singkatan) dari proses perkembangan makhluk yang bersangkutan dari mulai tingkatnya yang paling sederhana sampai tingkat yang sempurna. . Sedangkan ‘jiwa’ tidak bisa diamati. pengaruhnya terhadap psikoanalisa juga besar karena Le Bon mencoba menerangkan tingkah laku kelompok “Crowd” dengan teori-teori tentang ketidaksadaran. Ia pernah mengundang Freud dan Jung dalam suatu symposium di Universitas Clark pada tahun 1909. Sekalipun demikian. dorongandorongan irasional. maka tidak digolongkan ke dalam psikologi. Di sini psikologi didefinisikan sebagai sains dan sementara sains hanya berhubungan dengan sesuatu yang dapat dilihat dan diamati saja. arkeologi dan biologi dan ia berkesimpulan bahwa individu-individu dalam kelompok bertingkah laku impulsif. artinya proses perkembangan individu sejak dia lahir sampai dewasa tidak lain adalah bentuk yang lebih singkat (rekapitulasi. Karena ia seolah-olah menerapkan teori evolusi dari Darwin kepada perkembangan jiwa. aliensi dan kepemimpinan dalam kelompok. intolerant. C. Granville Stanley Hall (1844-1924) Peranan Hall yang terpenting dalam perkembangan psikoanalisa adalah memperkenalkan psikoanalisa ke Amerika Serikat. Ivan Petrovic Pavlov memulai eksperimen psikologi yang mencapai puncaknya pada tahun 1940 – 1950-an. Gustave Le Bon (1841-1931) Dalam buku “The Crowd” itu ia membicarakan tentang konformitas. Teori Hall sendiri yang terkemuka adalah teori evolusi. Ia juga pernah menulis beberapa buku mengenai psikoanalisa. Teori evolusinya berbunyi “Ontogeny Recapitulates Phylogency“. suggestible dan dictatorial dan sebagainya itu karena kelompok dikuasai oleh semacam jiwa bersama “Group Mind” dan jiwa bersama inilah yang mengatur tingkah laku individu-individu dalam kelompok itu. Dengan teorinya ini ia sering disebut sebagai “Darwin of The Mind“. Ia menyelidiki tingkah laku kelompok dari sudut antropologi. Pada akhir abad ke-19.

Sikap yang diinginkan dilatih terus-menerus sehingga menimbulkan maladaptive behaviour atau perilaku menyimpang. Anjing tersebut tidak mengeluarkan air liurnya. Setiap kali si anak akan memegang tikus putih maka dipukullah sebatang besi dengan sangat keras sehingga membuat si anak kaget. baju berbulu dan topeng Sinterklas. Jadi aliran ini gagal memperhitungkan kesadaran manusia dan motif-motif tidak sadarnya. Ini yang dinamakan pelaziman dan untuk mengobatinya kita bisa melakukan apa yang disebut sebagai kontrapelaziman (counterconditioning). Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa kita akses (preconscious) dan ada yang sulit kita bawa kea lam tidak sadar (unconscious). Psikoanalisis disebut sebagai depth psychology yang mencoba mencari sebab-sebab perilaku manusia pada alam tidak sadarnya. Dalam hal ini air liur anjing menjadi conditioned response dan cahaya lampu menjadi conditioned stimulus. yaitu: a. yang hanya memikirkan kesenangan semata. b. c. anjing. Austria akhir abad ke-19. Kemudian muncullah aliran berikut: psikoanalisis. adalah pengawas realitas. harapan dan putus asa). Superego. Psikoanalisis Aliran behaviourisme dianggap gagal karena tidak memperhitungkan faktor kesadaran manusia. Salah satu contoh adalah ketika Pavlov melakukan eksperimen terhadap seekor anjing. semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. adalah berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya. Di alam tidak sadar inilah tinggal dua struktur mental yang ibarat gunung es dari kepribadian kita. Begitu percobaan ini diulang terus menerus sehingga pada taraf tertentu maka si anak akan menangis begitu hanya melihat tikus putih tersebut. Id. Bahkan setelah itu dia menjadi takut dengan segala sesuatu yang berbulu: kelinci. keimanan. Aliran ini berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang berkeinginan (homo volens). Di depan anjing eksperimennya yang lapar. Ego. Percobaan yang hampir sama dilakukan terhadap seorang anak berumur 11 bulan dengan seekor tikus putih. keberanian. Aliran behaviourisme tidak memperhitungkan faktor pengalaman subjektif masing-masing individu (cinta. Kemudian sepotong daging ditaruh dihadapannya dan anjing tersebut terbit air liurnya. . adalah berisi energi psikis. Begitu hingga beberapa kali percobaan.Aliran ini memandang manusia sebagai mesin (homo mechanicus) yang dapat dikendalikan perilakunya melalui suatu pelaziman (conditioning). Selanjutnya begitu terus setiap kali lampu dinyalakan maka daging disajikan. sehingga setiap kali lampu dinyalakan maka anjing tersebut terbit air liurnya meski daging tidak disajikan. Dalam pandangan Freud. Pavlov menyalakan lampu. Tokoh dari aliran ini adalah Sigmund Freud seorang neurolog berasal dari Wina.

Frankl mengembangkan teknik ini berdasarkan pengalamannya lolos dari kamp konsentrasi Nazi pada masa Perang Dunia II. Psikologi Humanistis Aliran ini muncul akibat reaksi atas aliran behaviourisme dan psikoanalisis. yaitu para tahanan yang putus asa dan para tahanan yang memiliki kesabaran luar biasa serta daya hidup yang perkasa. Kita memiliki kebebasan untuk memaknai apa yang kita lakukan dan apa yang kita alami bahkan dalam menghadapi kesengsaraan sekalipun. bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun. b.Sebagai contoh adalah berikut ini: Anda adalah seorang bendahara yang diserahi mengelola uang sebesar 1 miliar Rupiah tunai. Walau begitu kadangkala pada orang dewasa muncul sikap seperti primary process thnking. Proses pertama adalah apa yang dinamakan EQ (emotional quotient). Hidup memiliki makna. Anak-anak akan mencari pengganti jika tidak menemukan yang dapat memuaskan kebutuhannya (bayi akan mengisap jempolnya jika tidak mendapat dot misalnya). sedangkan proses kedua adalah IQ (intelligence quotient) dan proses ketiga adalah SQ (spiritual quotient). . yaitu mencari pengganti pemuas keinginan (menendang tong sampah karena merasa jengkel akibat dimarahi bos di kantor misalnya). Salah satu tokoh dari aliran ini – Abraham Maslow – mengkritik Freud dengan mengatakan bahwa Freud hanya meneliti mengapa setengah jiwa itu sakit. Frankl menyebut hal ini sebagai kebebasan seseorang memberi makna pada hidupnya. Adalah Viktor Frankl yang mengembangkan teknik psikoterapi yang disebut sebagai logotherapy (logos = makna). Sedangkan ego akan lebih berkembang pada masa kanak-kanak yang lebih tua dan pada orang dewasa. toh tak ada yang tahu!”. Id mengatakan pada Anda: “Pakai saja uang itu sebagian. Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah. Di sini disebut sebagai tahap secondary process thinking. Manusia sudah dapat menangguhkan pemuasan keinginannya (sikap untuk memilih tidak jajan demi ingin menabung misalnya). c. di mana dia mengalami dan menyaksikan penyiksaan-penyiksaan di kamp tersebut. janganjangan nanti ada yang tahu!”. Sedangkan ego berkata:”Cek dulu. dan pada tahap ini oleh Freud disebut sebagai primary process thinking. Tujuan hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri. bukannya meneliti mengapa setengah jiwa yang lainnya bisa tetap sehat. Pada masa kanak-kanak kira dikendalikan sepenuhnya oleh id. Pandangan ini berprinsip: a. Dia menyaksikan dua hal yang berbeda. Sementara superego menegur:”Jangan lakukan!”.

Ketika kita mengalami situasi transendensi (pengalaman yang membawa kita ke luar dunia fisik. yang dapat di ukur secara obyektif. unik dan tak tergantikan. Tingkah laku Tertutup : Tingkah laku. dengan begitu hidup kita menjadi bermakna. Ia merasakan suatu makna yang luar biasa dalam kehidupannya dan tak akan tergantikan oleh apapun. dengan gaji besar dan kedudukan tinggi. Sa’di (seorang penyair besar dari Iran) menggerutu karena kehilangan sepasang sepatunya di sebuah masjid di Damaskus. Demikian juga ketika kita menemukan seseorang yang mampu mendengarkan kita dengan penuh perhatian. c. Pada saat itu si bendahara mengalami makna yang luar biasa dalam hidupnya. Pendapatnya : Mempelajari tingkah laku. Ketika seseorang menemukan dirinya (self-discovery). ke luar suka dan duka kita. kebiasaan. Misalnya: seorang rakyat jelata tiba-tiba dikunjungi oleh presiden langsung di rumahnya. Kemudian tampaklah olehnya bahwa penceramah tersebut tidak memiliki sepasang kaki. berpikir (tidak bergerak-gerak secara halus sekali selama kita berpikir) Terbuka : . belajar. yang terbuka. yang bisa kita kelompokkan berdasarkan situasi-situasi berikut ini: a. seorang bendahara yang diserahi pengelolaan uang tunai dalam jumlah sangat besar dan berhasil menolak keinginannya sendiri untuk memakai sebagian uang itu untuk memuaskan keinginannya semata. Pada saat itulah ia merasakan kembali makna hidupnya. Tokoh : JOHN BROADUS WATSON (1878-1958) b. Ketika kita dihadapkan pada sikap bertanggung jawab. Ketika seseorang merasa istimewa. rangsang. tingkah laku yang nyata. Namun di tengah kejengkelannya itu ia melihat bahwa ada seorang penceramah yang berbicara dengan senyum gembira. Transendensi adalah pengalaman spiritual yang memberi makna pada kehidupan kita. Ilmu tentang tingkah laku. b. Hingga akhirnya dia putuskan untuk mundur dari pekerjaan itu dan memilih memiliki waktu luang bersama keluarganya. Di satu sisi ia mendapatkan kelimpahan materi namun di sisi lainnya ia kehilangan waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan istrinya. kontraksi otot-otot sekresu kelenjar (gerakangerakan yang lemah). Sebagai contoh: seseorang yang mendapatkan tawaran kerja bagus. Seperti contoh di atas. d. e. Maka tiba-tiba ia disadarkan. ke luar dari diri kita sekarang). BEHAVIORISME a. Dia menginginkan pekerjaan itu namun sekaligus punya waktu untuk keluarganya. namun ia harus pindah dari Yogyakarta menuju Singapura.Logoterapi ini sangat erat kaitannya dengan SQ tadi. Hidup menjadi tanpa makna ketika seseorang tak dapat memilih. bahwa mengapa ia sedih kehilangan sepatunya sementara ada orang yang masih bisa tersenyum walau kehilangan kedua kakinya. Makna muncul ketika seseorang menentukan pilihan.

Tingkah laku tidak dapat dipelajari terlepas dari tujuannya . PSIKOLOGI HORMIC a. Pendapatnya : Bahwa dalam alat kejiwaan tidak terdapat jumlah unsur-unsurnya melainkan Gestalt (keseluruhan) dan tisap-tiap bagian tidak berarti dan bisa mempunyai arti kalau bersatu dalam hubungan kesatuan . Tokoh : MAX WERTHEIMER (1880-1943) b. Pendapatnya : (Hampir sama Behaviorisme) . Tokoh : WILLIAM MC DOUGALL (1871-1944) b. GESTALT a.Tingkah laku tanpa tujuan itu refleks 7.Tiap-tiap tingkah laku ada yang mendasarinya yaitu tujuan / arah .6.