Tujuh Dosa Besar

Rasulullah Saw. bersabda : ُ ِّ ِ ‫اِجْ تَنِبُواالسبع الووْ بِقَات اَلشزْ ك بِاهللِ والسِّحْ ز وقَتل النَّفس الَّتِي حزم هللاُ اِالَّ بِالحق و ٰاكل الزبَا و ٰاكل هال اليَتِيْن والتَّو لِّي يَوْ م الزحْ ف‬ ِ َّ َ ُ ْ َ ْ َّ َ َ ِ ْ ِ َ ُ ِ َ ِّ ُ ِ َ ِّ َ ْ َ َ َّ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ ُ ْ‫وقَذ فَ الوحْ صنَا ت الغَا فِالَ ت ال‬ ْ ِ ْ َ .‫ِ وؤ هنَا ت. رواه البخار ى و هسلن‬ َ ُْ ِ ِ ُْ Artinya : Jauhilah tujuh macam dosa yang bertingkat – tingkat (besar), diantaranya ialah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Mempersekutukan Allah Sihir Membunuh diri yang diharamkan Allah kecuali dengan hak. Makan harta riba Makan harta anak yatim Lari dari peperangan Menuduh wanita yang berimana yang tidah tahu menahu dengna perbuatan buruk dengan apa yang difitnakan kepadanya.

(HR Bukhari dan Muslim)

Tujuan Instruksional
Setelah mendapatkan materi ini, peserta diharapkan mampu:
  

Mengetahui apa saja yang termasuk kategori dosa-dosa besar dan bagaimana hukumnya serta menyebutkan contoh-contohnya. Menjauhi dosa-dosa besar dan segera bertaubat jika pernah melakukannya. Membenci dosa-dosa besar dan mencegah orang lain untuk melakukan dosa-dosa besar.

Titik Tekan Materi
Materi ini setidaknya menguraikan 5 dosa besar yang disebutkan oleh Rasulullah saw. Yakni syirik, sihir, durhaka pada orang tua, sumpah palsu, dan lari dari medan perang (desersi). Ada sejumlah dosa lain yang juga termasuk dalam kategori dosa besar. Allah SWT memberi hukuman yang berat bagi pelaku dosa besar.

berpaling dari medan perang. Beliau selalu mengulang-ulangnya sehingga kami berkata. ‘Andaikan beliau diam’" (HR Bukhari Muslim). Mereka menjawab. . Dalil-Dalil Hadis-Hadits "Tidakkah aku ceritakan kepadamu tentang dosa-dosa yang besar (3x). wahai Rasulullah’. ‘Jauhilah tujuh perkara yang menghancurkan (7 dosa besar)’. kermudian farjilah yang membenarkan atau mendustakannya’" (HR Muslim). zina lisan adalah berkata. zina kedua telinga mendengar. Sebagian ulama berpendapat. Bahaya sihir. ‘Yaitu menyekutukan Allah. Sebagian ulama berpendapat. Contoh sebagaimana tercantum dalam hadits di atas. kaba’ir adalah dosa yang dilakukan seseorang dengan menganggap enteng dan merasa bangga. makan harta anak yatim.Pokok-Pokok Materi       Dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits Nabawi tentang dosa-dosa besar. shagha’ir adalah dosa yang ditimbulkan oleh kelalaian dan pelakunya senantiasa menyesal sehingga mengurangi rasa nikmatnya bermaksiyat. memakan riba. sedangkan zinanya hati adalah menginginkan dan berangan-angan. Mereka berkata. durhaka pada orang tua -pada waktu itu beliau bersandar kemudian duduk. laknat dan kemarah-Nya. membunuh. zinanya kaki melangkah. ‘Apa saja. Definisi maksiyat (dosa) dan pembagiannya Maksiyat adalah ketidaktaatan baik mengerjakan hal-hal yang dilarang maupun mengabaikan perintah. sihir. "Beliau bersabda. Bahaya sumpah palsu. wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda. Maksiyat meliputi dua bagian. "Diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Nabi saw. zinanya tangan meraba. ‘Menyekutukan Allah.   Kaba’ir adalah setiap dosa yang mengakibatkan hukuman di dunia atau diancam oleh Allah dengan ancaman yang khusus di akhirat. yakni maksiyat yang tergolong dosa besar (kaba’ir) dan dosa kecil (shogho’ir). Shagha’ir adalah dosa-dosa yang tidak mengakibatkan hukuman di dunia dan tidak ada ancaman khusus di akhirat. bersabda. ‘Ya. Bahaya durhaka pada orang tua. dan menuduh keji wanita mu’minat baik-baik’" (HR Bukhari Muslim). mendapatkan adzab. Beliau bersabda. Bahaya syirik.demikian juga persaksian palsu dan ucapan palsu’. kemudian bersabda. Bahaya berpaling dari medan jihad. ‘Telah ditetapkan atas manusia bagiannya dari zina yang pasti dilakukannya: zina kedua mata adalah melihat.

" Mengambil contoh Ikhwanul Muslimin. yang tidak menciptakan sesuatu apapun. kemudian ia menghalaunnya. bahkan mereka sendiripun diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfa’atan dan tidak kuasa mematikan. Kemudian mereka mengambil ilah-ilah selain Dia (untuk disembah). sedangkan orang durhaka (al-fajr) melihat dosanya sebagimana lalat hinggap pada hidungnya. 3. dan tidak sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(-Nya). 2. Allah berfirman. Kewajiban ke 32) dan muwashofat yang harus dimiliki kader-kadernya. Sikap Muslim terhadap dosa Sikap Muslim terhadap dosa adalah sebagaimana diungkapkan oleh Abdullah ibnu Mas’ud. dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (25. Syirik Besar Syirik akbar adalah syirik dalam beribadah dengan menjadikan tuhan-tuhan selain Allah.Diriwayatkan oleh Umar ibnu Abbas dan lainnya. "Seorang mu’min melihat dosanya seolah-olah ia berada pada kaki gunung yang akan runtuh menimpanya. Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (yaitu al-Qur’an) kepada hamba-Nya. Syirik dapat digolongkan menjadi dua macam: syirik besar (asy-syirku al-akbar) dan syirik kecil (asy-syirku al-asghar). mereka berkata. "Tidak ada dosa besar bila disertai istighfar dan tidak ada dosa kecil bila dilakukan terus-menerus". Al Furqaan : 1-3) ." Imam Bukhari mengeluarkan sebuah hadits dari Anas yang mengatakan: "Sesungguhnya kamu melakukan pekerjaan maksiyat yang pada pandangan kamu lebih kecil ketimbang sehelai rambut. menjauhi dosa kecil dan terutama dosa besar merupakan salah satu kewajiban kader Ikhwan ([4]. 1. Lima macam dosa besar di antara dosa-dosa besar Syirik (menyekutukan Allah) Syirik adalah menyamakan Allah dengan yang lain dalam hal-hal yang menjadi kekhususan-Nya. sedangkan kami menganggapnya tergolong pada masalah-masalah yang akan membawa pada kehancuran. yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan. dan Dia tidak mempunyai anak. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. dan Dia telah menciptakan segala sesuatu.

02:/.#f°% ½f ff¯ f -f f–f f ¯ °©f ½ ¯ ½ °–ff° ½f f¾ ff¯   f°– ½°ff° -f f f©ff°f°– f° ¯  f°f f¯ ¯½°ff°f  f° f¾  f– -f ff¯ f¾ff°% -f%  f°f f¯ °n½ff°¾ –ff¾ ¾f  f°f¯ ° f½f° f° f°°f °–f°¾ f½ f½°f    ¯ f°¯  f¯ °–f¯ f f¾ f°f%° ¾ ¯ f% f°– f¯ °n½ff°¾ ¾f f½f½°  ff°¯  f¾ ° ½° n½ff° f° ff¾f°%¯ °f%¾ ¾f ¯ fff° f °f f° f%½f°¯ °–f¯ %¾ ¾f ¯f°€f#ff° f° ff¾f¯ ¯ff°  ¯ °– ½f° f° f%½f%¯ ¯ f°–f°  % ff°  %    ./. -07172./03. 80/../48.39/.3203.2.. 4.35007./.841./..7/.340-/:.891.9/48.3.-.73.7 /.8.35.:/48.3.80-...7 ./07..5:82907.3.0.3.3202-.3.7.3.  2.8 87:./:3.30 /.//:.0.87/.7207:5.2-.2:0-0.-3:./.55.203.32:.72030:..3..-07.-07..3870.3..53.8.3. ./48. ..9. 7.3203.9.-./../.3././48.32./.5.8.8 :/  $047.3/.4394.7./. 2.3/:7.5.. 1...3.-.-08.8 87:.3907:8 20307:8  S\ a_`W^SVS\V[_S $.2.2-07-.8.3203.8.2-:9 80/../073.380-:.5.9.8.9/48.3.2.7   ^W_S^ $7./..7-3:--.32: 2320.3 .... /8079.2.3.2: 20.39:./.9074435..340&2.3/.347. 2070..-.2. .3.3./.9/443.2203./07 .3.287-08./..3  ./03. /:33.3::823 203.5/48.  $7/.092-.3..9..3.:7. .3800.-08. .:.3907:9..3.2... .7:8/2 .9:0./.0.3$08:3:3.33.3 ( 0.:33.3203..80-./0:8:8.37:39: 20325.:. 5..3.ffnff°– f¯ °°f° ff°%ff .:3:3.  SSUSV[_STW_S^VSZ`S^SV[_SV[_STW_S^  ^WZ Wa`aSZS $7..5.3 8.9./98/.8/.380.3  03. %/.7 20./.7./.2.93.804.3..203.-.3.2:.3 9:.7-.

 .