BAB II DASAR TEORI

II.1. Pengertian Bor Bor adalah salah satu mesin perkakas, yang secara umum digunakan untuk mengebor suatu benda kerja. Pada mesin ini juga dapat dilakukan pekerjaan – pekerjaan yang lainnya seperti, memperluas lubang, pengeboran untuk tirus pada bagian suatu lubang atau pembenaman. Dalam pelaksanaannya pengeboran sesungguhnya adalah suatu poros yang berputar, dimana pada bagian ujungnya (bagian bawah) disambungkan mata bor yang dapat mengebor terhadap benda kerja yang di jepit pada meja mesin bor. Jadi secara umum dalam pelaksanaan pengeboran suatu lubang pada benda kerja diperlukan suatu mesin bor yang bekerja baik dan teliti. Mesin dapat mengebor benda kerja secara terus menerus dan mempunyai kecepatan poros yang dapat disetel menurut kebutuhannya dan dapat dilakukan bermacam –macam pengeboran yang sesuai kebutuhan.

II.2.1 Bagian Utama Mesin Bor Bagian utama mesin bor adalah sebagai berikut : 1. Spindel pada mesin bor berfungsi menggerakkan mata bor 2. Drill head pada mesin bor berfungsi menopang mekanisme penggerak pisau potong dan menghantarkan ke benda kerja.

3. Lengan Radial, bagian dari mesin bor radial yang dapat bergerak naik turun maupun berputar dimana motor penggerak dan drill head terpasang kuat. 4. Meja, bagian yang menopang seluruh bagian mesin bor dimana meja terbuat dari material besi cor dengan kekuatan yang tinggi dan stabilitas yang mantap.

II.3. Jenis – jenis Mesin Bor II.3.1 Mesin Bor Meja Mesin bor meja digunakan untuk proses bor sederhana (aplikasi ringan) dimana dalam pengoperasiannya digunakan penekanan tangan pada hand feed lever atau otomatik untuk menurunkan mata bor menuju benda kerja yang dilubangi.

Gambar 2.1

Gambar 2. Gambar 2.3.3 .3.II.3 Mesin Bor Radial Mesin bor radial mampu digunakan untuk benda kerja dengan dimensi yang relatif besar dengan pisau potong (mata bor) yang juga besar.2 II.2 Mesin Bor Tegak Mesin bor tegak merupakan jenis mesin bor meja dengan kemampuan mengerjakan benda kerja ukuran yang lebih besar dimana proses pemakanan dari mata bor dapat dikendalikan secara otomatis naik turun.

. Jadi bantalan dalam permesinan dapat disamakan peranannya dengan pondasi pada gedung. Bantalan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1.4 Bearing (bantalan) Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban. biasanya empat spindel dengan satu buah meja. Mesin in digunakan untuk melakukan beberapa operasi sekaligus sehingga lebih cepat. sehingga putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara halus.3. Atas Dasar Gerakan Bantalan Terhadap Poros. Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik.II. aman dan panjang umur. Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi seluruh sistem akan menurun atau tidak dapat bekerja secara semestinya.4 II. Gambar 2.4 Mesin Bor Gang Mesin bor gang mempunyai lebih dari satu spindel.

Bantalan Radial. b. 2. Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perantaraan lapisan pelumas. Elemen gelinding seperti bola atau rol dipasang antara cincin luar dan dalam. Bantalan ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak lurus dengan sumbu poros. Dengan memutar salah satu cincin tersebut. Bantalan Gelinding Khusus. Bantalan Gelinding. bola atau rol akan melakukan gerakan gelinding sehingga gesekan akan jauh lebih kecil.4. Bantalan Radial. Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu poros. dan rol bulat. rol atau rol jarum dan rol bulat. rol atau rol jarum. Untuk bola atau rol. c. Bantalan gelinding mempunyai keuntungan dari gesekan gelinding yang sangat kecil dibandingkan dengan bantalan luncur. a. b. II. ketelitian tinggi . Bantalan Luncur.a. Atas Dasar Arah Beban Terhadap Poros.1 Bantalan gelinding Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan bagian yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru). Arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros. Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru).

Harga ini untuk suatu bantalan yang mempunyai bantalan empiris. dapat menerima sedikit beban aksial. Membawa beban aksial Bantalan radial mempunyai sudut kontak yang besar antara elemen dan cincinnya. Kelakuan terhadap putaran Diameter d (mm) dikalikan dengan putaran permenit n (rpm) disebut harga d. Bantalan bola macam alur dalam. Kelakuan gesekan Bantalan bola dan bantalan rol silinder mempunyai gesekan yang relatif kecil dibandingkan dengan bantalan yang lainnya. maka besarnya beban yang dipakai harus memiliki ketahanan dan kekerasan yang sangat tinggi. gesekan bantalan merupakan penentuan ketelitiannya. bantalan bola kontak sudut. .n. Kelakuan Bantalan Gelinding : 1. Karena luas bidang kontak antara bola dan rol dengan cincin sangat kecil. dan bantalan rol kerucut merupakan bantalan yang dibebani gaya aksial kecil. 3.dengan bentuk dan ukurannya merupakan suatu keharusan. Untuk alat-alat ukur. 2. yang besarnya tergantung pada macamnya dan cara pelumasannya.

dan letak bantalan menjadi pertimbangan dalam pemilihan. kebulatan cincin. 2004. II. keadaan sangkarnya. Kelakuan dalam bunyi dan getaran. kekerasan elemen-elemen tersebut.1. kondisi kerja. : Jenis bantalan gelinding Sumber : Sularso. Gambar 2.4.4. Faktor lain yang mempengaruhi adalah ketelitian pemasangan. dan kelonggaran dalam bantalan. konstruksi mesin (yang memakai bantalan tersebut).2 Sistem Pelumasan Pada Bantalan Penggunaan bantalan pada suatu mesin. Hal ini dipengaruhi oleh kebulatan bola dan rol. . sehingga konstruksi. dan kelas mutunya. haruslah memperhatikan sistem pelumasan yang akan digunakan. bentuk serta kekerasan alur minyak juga merupakan faktorfaktor penting. Tempat pelumasan.

5. Cara ini untuk beban ringan dan sedang. Pelumasan ini dipakai seperti dalam hal pelumasan tetes. Pelumasan cincin Pelumasan ini menggunakan cincin yang digantungkan pada poros sehingga akan berputar bersama poros sambil mengangkat minyak dari bawah. Pelumasan tetes Dari sebuah wadah. kecepatan rendah. Cara ini digunakan untuk melumasi torak dan silinder motor bakar torak yang berputar tinggi. Cara ini dipakai untuk beban sedang. 3. . minyak diteteskan dalam jumlah yang banyak dan teratur melalui sebuah katup jarum. Pelumasan percik Dari suatu bak penampung.Dalam pelumasan bantalan. Pelumasan tangan Cara ini sesuai pada beban ringan. 2. dikenal bermacam-macam cara. atau kerja yang tidak terus menerus. minyak dipercikkan. Kekurangannya adalah bahwa aliran pelumasan tidak selalu tetap. atau pelumasan menjadi tidak teratur. Pelumasan sumbu Cara ini menggunakan sebuah sumbu yang dicelupkan dalam mangkok minyak sehingga minyak terhisap oleh sumbu tersebut. 4. antara lain : 1.

Pelumasan pompa Pelumasan pompa dipergunakan untuk mengalirkan minyak ke dalam bantalan. Besar-kecilnya beban yang dikenakan . Tinggi rendahnya putaran poros 2. Cara ini cocok untuk bantalan dengan poros tegak. Jenis bahan yang dikenakan 3. Bantalan dalam permesinan seperti halnya dalam pondasi bangunan. perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Cara ini dipakai untuk kecepatan sedang dan tinggi pada kecepatan keliling sebesar 10-15 m/s. Pelumasan gravitasi Pada bantalan diletakkan sebuah tangki. 7. Dalam memilih bantalan yang akan digunakan. Disini perlu diberikan perhatian pada besarnya gaya gesekan. seperti pada turbin air. karena tahanan minyak. kenaikan temperatur dan kemungkinan masuknya kotoran atau benda asing. minyak dialirkan oleh gaya beratnya.6. Pelumasan celup Sebagian dari bantalan dicelupan dalam minyak. Cara ini dipakai untuk melumasi bantalan yang sulit letaknya. maka sistem tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. 8. Artinya apabila bantalan tidak berfungsi dengan baik. seperti pada bantalan utama motor putaran tinggi dan beban besar.

...................2004) : fh = fn ..3 Keterangan : n = Kecepatan putar ....fh3 Keterangan : Lh fh = Umur bantalan (jam) = Faktor umur umur (fh) dihitung dengan menggunakan rumus ……………………………………………….. Perhitungan umur bantalan tersebut menggunakan rumus (Sularso........................ 2004) yaitu : fn = (33......... 2. C/P Keterangan : fn = Faktor kecepatan .....................2004) Lh = 500............. 2....1 Faktor (Sularso.......4. Kemudahan perawatannya Adapun analisa terhadap bantalan.... 2....... dilakukan untuk menghitung umur bantalan berdasar beban yang diterima oleh bantalan.............................. Ketelitian elemen mesin 5....2 C = Kapasitas dinamik spesifik P = Beban yang diterima (N) Sementara fn untuk bantalan peluru dihitung dengan rumus (Sularso...........3/ n)1/3 ....

Cara ini cukup baik untuk meneruskan daya kecil dengan putaran yang tidak tepat. . dan daya lebih besar. Penggunaannya dimulai dari alat pengukur yang kecil dan teliti seperti jam tangan. Untuk ini. Alat yang menggunakan cara kerja semacam ini untuk mentranmisikan daya disebut roda gesek.II. Kelebihan ini tidak selalu menyebabkan dipilihnya roda gigi di samping cara lain. Untuk mentransmisikan daya besar dan putaran yang tepat tidak dapat dilakukan dengan roda gesek. yang dapat berbentuk silinder atau kerucut. maupun pemeliharaannya. putaran lebih tinggi dan tepat. Pemakaian roda gigi sebagai alat transmisi telah menduduki tempat terpenting disegala bidang selama 200 tahun terkhir ini. karena memerlukan ketelitian yang lebih besar dalam pembuatan. Namun demikian. yaitu dengan sabuk atau rantai. Di luar cara transmisi di atas. disebut roda gigi. pemasangan. ada pula cara lain untuk meneruskan daya. Roda bergigi semacam ini. kedua roda tersebut harus dibuat bergigi pada kelilingnya sehingga penerusan daya dilakukan oleh gigi-gigi kedua roda yang saling berkait.5 Roda Gigi Jika dari dua buah roda gigi berbentuk silinder atau kerucut yang saling bersinggungan pada kelilingnya salah satu diputar maka yang lain akan ikut berputar pula. sampai roda gigi reduksi pada turbin besar yang berdaya puluhan megawatt. transmisi roda gigi mempunyai keunggulan dibandingkan dengan sabuk atau rantai karena lebih ringkas.

sehingga pemindahan momen atau putaran melalui gigi-gigi tersebut dapat berlangsung dengan halus.1.2 Roda Gigi Miring Roda gigi miring mempunyai jalur gigi yang membentuk ulir pada silinder jarak bagi.II. kedua bidang silinder tersebut bersinggungan dan yang satu menggelinding pada yang lain dengan sumbu tetasejajar.1 Macam-macam Roda Gigi naikkan II.5. jumlah pasangan gigi yang saling membuat kontak serentak adalah lebih besar dari pada roda gigi lurus.5.1 Roda Gigi Lurus atau Sejajar Roda gigi dengan poros sejajar adalah roda gigi dimana giginya berjajar pada bidang silinder (disebut ”bidang jarak bagi”).1. Roda gigi lurus merupakan roda gigi paling dasar dengan jalur gigi yang sejajar poros. Pada roda gigi miring ini.5. II. Sifat ini sangat baik untuk .

II. kecepatan keliling.5.1.5.5 Pinyon dan Batang Gigi Batang gigi merupakan dasar profil pahat pembuat gigi. Pasangan antara roda gigi dan pinyon dipergunakan untuk mengubah gerakan putar menjadi lurus atau sebaliknya. tetapi pembuatannya sukar.1. karena pinyon terletak di dalam roda gigi. II.mentrasmisikan putaran tinggi dan beban besar. II. perbandingan reduksi. Dengan roda gigi ini. akan saling meniadakan. dan daya yang diteruskan dapat diperbesar. II.5.3 Roda Gigi Berbentuk V Gaya aksial yang timbul pada gigi yang mempunyai alur yang berbentuk V tersebut. adalah yang paling mudah dibuat dan paling sering dipakai. Tetapi roda gigi ini sangat berisik karena .6 Roda Gigi Kerucut Dalam hal roda gigi kerucut. Namun roda gigi miring memerlukan bantalan aksial dan kotak roda gigi yang lebih kokoh.1.4 Roda Gigi Dalam Roda gigi dalam dipakai jika ingin alat tranmisi dengan ukuran kecil dengan perbandingan reduksi besar.1.5. bidang jarak bagi merupakan bidang kerucut yang puncaknya terletak di titik potong sumbu poros. dalam hal roda gigi miring ganda. karena jalur roda gigi yang membentuk ulir tersebut menimbulkan gaya reaksi yang sejajar dengan poros. Roda gigi kerucut lurus dengan gigi lurus.

II. Juga kontruksinya tidak mungkin pemasangan bantalan pada kedua ujung poros-porosnya.1.1.5. Poros untuk meneruskan daya diklasifikasikan menurut pembebanannya sebagai berikut : . Sudut poros kedua roda gigi ini biasanya dibuat 90 derajat.6 POROS Poros merupakan bagian terpenting dari setiap mesin.8 Roda Gigi Cacing Roda gigi cacing meneruskan putaran dengan perbandingan reduksi besar.5.9 Roda Gigi Hipoid Rada gigi hipoid adalah seperti yang dipakai pada roda gigi diferensial otomobil.5. II.1. dan pemindahan gaya pada permukaan gigi berlangsung secara meluncur dan menggelinding. II. Hampir semua mesin menggunakan poros untuk meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran.perbandingan kontaknya yang kecil. Roda gigi in mempunyai jalur gigi yang berbentuk spiral pada bidang kerucut yang sumbunya bersilang. dapt meneruskan putaran tinggi dan beban besar.7 Roda Gigi Kerucut Spiral Roda gigi kerucut spiral karena mempunyai perbandingan kontak yang lebih besar. II.

tetapi jika lenturan atau defleksi puntirnya terlalu besar. c. disebut spindel. seperti poros utama mesin perkakas. . b. rantai. disebut gandar. Daya ditransmisikan kepada poros ini melalui kopling. Kekakuan Poros. Poros Transmisi Poros macam ini mendapatkan beban puntir murni atau puntir dan lentur. puli sabuk atau sproket. dimana beban utamanya berupa puntiran. roda gigi. Meskipun sebuah poros memiliki sebuah kekuatan yang cukup. Untuk merencanakan sebuah poros. hal-hal berikut yang perlu diperhatikan: a. bahkan kadang-kadang tidak boleh berputar. Spindel Poros transmisi yang relatif pendek. kecuali jika digerakan oleh penggerak mula dimana akan mengalami beban putir juga. Gandar Poros yang dipasang pada roda kereta barang. akan mengakibatkan ketidak-telitian pada mesin perkakas atau getaran dan suara.a. Gandar ini hanya mendapat beban lentur. naikkan Karena itu disamping kekuatan poros kekakuannya juga harus diperhatikan dan disesuaikan dengan macam mesin yang akan dilayani poros tersebut. dimana tidak mendapat beban puntir.

Putaran Kritis Bila putaran suatu mesin dinaikkan. c. Korosi Bahan-bahan tahan korosi (termasuk plastik) harus dipilih untuk poros propeler dan pompa bila terjadi kontak dengan fluida yang korosif. maka pada suatu harga putaran tertentu dapat terjadi getaran yang luar biasa besarnya. harus diperhatikan. dan dapat mengakibatkan kerusakan pada poros dan bagian-bagian yang lainnya. lentur atau gabungan antara puntir dan lentur. Jika mungkin. d. Juga ada poros yang mendapat beban tarik atau tekan seperti poros baling-baling kapal atau turbin. Sampai batas-batas tertentu dapat pula dilakukan perlindungan terhadap korosi. dan poros-poros mesin yang sering berhenti lama.sebuah poros harus direncanakan hingga cukup kuat untuk menahan beban-beban diatas. motor listrik. Kelelahan tumbukan atau pengaruh konsentrasi pengaruh tegangan bila diameter poros diperkecil (poros bertangga) atau bila poros mempunyai alur pasak. poros harus direncanakan sedemikian rupa sehingga puturan kerjanya lebih dari putaran kritisnya.b. Demikian pula untuk poros-poros yang terancam kavitasi. Kekuatan Poros Suatu poros transmisi dapat mengalami beban puntir. Hal ini dapat terjadi pada turbin. Putaran ini disebut putaran kritis. .

Poros-poros yang dipakai untuk meneruskan putaran tinggi umumnya dibuat dari baja paduan dengan pengerasan kulit yang sangat tahan terhadap keausan beberapa diantaranya adalah baja khrom. sehingga daya rencana ( Pd ) dapat dihitung. harus diperhitungkan terlebih dahulu daya yang ditransmisikan P (kW). kadar karbon terjamin). dan putaran poros n (rpm). baja karbon kontruksi mesin yanag dihasilkan dari igot yang di-“kill” (baja yang dideoksidasikan dari fero silicon dan dicor. Atas dasar pertimbangan keamanan maka poros ini diberi nilai keamanan atau faktor koreksi fc. bahan ini kelurusannya agak kurang tetap dan dapat mengalami deformasi karena tegangan yang kurang seimbang misalnya diberi alur pasak karena ada tegangan sisa di dalam terasnya. . (Sularso. nikel. Sekalipun demikian pemakaian baja paduan khusus tidak selalu dianjurkan jika alasannya hanya untuk putaran tinggi dan beban berat. Dalam hal demikian perlu dipertimbangkan penggunaan baja karbon yang diberi perlakuan panas secara tepat untuk memperoleh kekuatan yang diperlukan Dalam perencanaan sebuah poros. Meskipun demikian. Bahan Poros Poros untuk mesin umumnya terbuat dari baja batang yang ditarik dingin dan difinising.e. 2004). Tetapi penarikan dingin membuat permukaan poros menjadi keras dan kekuatannya bertambah besar. baja khrom nikel molibden.

mm) maka.0 0. 2.5 Sehingga naikkan 2. ( ⁄ )( ⁄ ) fc 1.5 ………………………………….……. Jadi batas kelelahan puntir adalah 18% dari kekuatan tarik  B (kg/mm 2 ).Pd  f c  P (kW) ………………………………………………. 2004).4 Keterangan : Pd = Daya rencana (KW) fc = Faktor koreksi P = Daya nominal motor penggerak (KW) Tabel 2.2 – 2. 2004 Jika momen puntir (disebut juga sebagai momen rencana) adalah T (kg.2.Sularso. .6 Tegangan geser yang diizinkan  a ……………………………………………….2 1.2 Faktor-faktor Koreksi Daya yang akan Ditransmisikan (fc) Daya yang akan ditransmisikan Daya rata-rata yang diperlukan Daya maksimum yang diperlukan Daya nominal Sumber : .8 – 1. (kg/mm 2 ) untuk pemakaian puntir yang umum pada poros dihitung atas dasar batas kelelahan besarnya diambil 40% dari batas kelelahan tarik yang besarnya kira-kira 45% dari kekuatan tarik  B (kg/mm 2 ). sesuai dengan setandar ASME..0 – 1. (Sularso..

......5 jika terjadi sedikit kejutan dan 1. Besarnya diameter poros dapat dihitung dengan..... [ ( ⁄ √( ) ) ( ) ] ⁄ ………………………………… 2.. Sedangkan faktor koreksi momen lentur Km besarnya 1.... 2004)... Dari hal-hal di atas maka besarnya τa (kg/mm 2 ) dapat dihitung dengan.......7 Kemudian....8 keterangan : d  a = Diameter poros (mm) = Tegangan geser yang diijinkan (Kg/mm2) ....0 jika beban dikenakan secara halus...Untuk harga ini faktor keamanan diambil sebesar 1/0..6 untuk bahan SF dengan kekuatan yang dijamin dan 6.0 untuk beban dengan tumbukan ringan dan 2 sampai 3 untuk beban dengan tumbukan besar.....0 jika beban dikenakan dengan kejutan atau tumbukan besar.. (Sularso... 1...0 untuk bahan S-C dengan pengaruh masa dan baja paduan...  a=  B /(Sf1 ×Sf2) .18 = 5. Faktor ini dinyatakan dengan Kt dipilih1..5 sampai 2..5 untuk pembebanan tetap..... karena pengaruh konsentrasi tegangan sangat besar.. 2.. Faktor yang dianjurkan oleh ASME juga dipakai di sini. Faktor ini dinyatakan dengan Sf1.3 sampai 3..0 sampai 1.. keadaan momen puntir itu sendiri juga harus ditinjau.. (Sularso. 1. Selanjutnya perlu ditinjau apakah poros akan diberi alur pasak atau dibuat bertetangga........ 2004).. Untuk memasukkan pengaruh-pengaruh ini dalam perhitungan perlu diambil faktor yang dinyatakan sebagai Sf2 dengan harga sebesar 1.5 sampai 3.0..

. 2...........mm) l = Panjang poros (mm) ds = Diameter poros (mm) Besarnya deformasi yang disebabkan oleh momen puntir pada poros harus dibatasi....... Untuk poros yang dipasang pada mesin umum dalam kondisi kerja normal.......3 0.. .mm) Defleksi Puntiran   ..9 keterangan : G = Modulus geser T = Momen puntir (kg. besarnya defleksi puntiran dibatasi sampai 0..........mm) = Torsi (kg....25 0 0..........Km Kt M T = Faktor koreksi momen lentur = Faktor koreksi momen puntir = Momen lentur (kg.....................................

:39:5:9. 54748  . /-07 .:/.7-43.3.3 907.3/   -.3/.80.8 .5. 90./:. 5.703.. .3..3 /1383  -.3 /5.3... -08.3  -..3.3-0-.3 50307.32.3 502.3 93 :2:23.8/.3 /..3/-07507.2 50703.3/./.9 /. .3 .9..905.3. 0.750792-. 90.3 /9.47  .2.7-43 4397:8 2083 .7../.5 503.5 /.3 /33 202-:./.8.7 .3. 742  30  -.33.: 1. . 742 30 24-/03  $0.9 203.749.3 :7.3 3 0:7:8.:. /.8..7.3. .9:39:202507400:.7.3 /03.703.2.3507: /50792-.354748203.3.3 802-../07. 907-:.23  085:3 /02. .3-.8. .5:3 /02.7..3. :39: 20307:8.5 0.3/97.7.30..8../:.95072:..:8..3 .2 /01472.3503:3.9 /9:3  $:.9.3 80-:. !/  /..0  .  803.547483/-073.3 28... /. :7. /-:.3 909.3.2-.-079.33.3 :8:89/.5.3!4748 !4748 :39: 2083 :2:23.35.5.3 .43 /.2 907.784    .3 88.9.9 9..30:.3 5:9.3 8.3.71074 8.9.8...83.7  !4748 54748 .8. -.3/.39.  %09. -.9 .3.3//048/.::/.3-07.3/507:. /.9 /. 703.7-43907..3 .35:9..3.5.2.8 80..3!  /.3 :9 .3 -0-07./.:7 5.7 -..947 4708 1.33..3.3 9070-/.7 /33 /..393/.3...3.3:7. / /.3-.7:8 /5079:3..7..8/.354748 3 752 9./02...7 -..3828.

24203703.3828.3 0807 .3/507:..242035:397 /80-:9:... 7. .  .7.-0 .2.3 1..  .3 /3.3423../.3 : .3/97.3.3 .3828.3.3  !/.9..784     {  {{  { 1 .3...     %.82:2....3.!/  1 .%  22 2.9474708 !. $:2-07 $:.703.3/507:.3..3 ...  $:..3423.. 3.80-.397..   1.9.3.3 .9474708. L !   0907.               $03..2494750307..784   .947 1.3   %0.

.8. 7.7 -.73. /.9.3 -08.8 00. /. 7..39.3 :2:2 5.73.3  5:397 .7 .7 -.2-   /.22   :39: 502. 54748 /9:3 ./.9.8 /.3 9.8 00.3 -08..9..7 9   .7 0:.9.

/ -.35:397.7 9   .9..9.22   ..  /.7 0:.3 9./.8 00.

22   808:. /03.3 809.7 $  %    .3/.

3/.3.7.7.31.9470.&39:.2.2-80-08.

7  &39: 202..2 5079:3.3:93.7 .3 /03.3 /3.73.947 .703.  /.507:/93.:75.. ..7. -08.:.3 $  /03.  :39:-..8.3 $1  $0.9.7: 503.7: 4380397.3  .3 . 503..25.3/-07.2- 1.9 -08.3 $ /03. / .3 /..3 -.8 90.3 8.8.:/-:. $1 /03.3   :39: -.3./:. 80-08. 5. .7   8.9.9.  ...5.3 503.3 503.9 -07909.3 .3 0:.3 80-.3.947 3 /3.. „.3..9.7: 2.8 2.8:.3 507: /.   .9..23 /.7: 3 /.54748.

3  $:.5. 9  .9 /9:3 /03.784    : .22   /.

73.3..25.31.3 /.3 9:2-:. $1 $1    02:/. -0-..784       {   { {H {   {H {    0907.9.3 .3  / : .25..7:8 /93.:  .3 9 /5  .39:2-:.2090754748/.5.3-08.   .3 /03.30:9.   :39:-0-.2090754748 22  %0.3-08.7. 907.947 .3 24203 5:397 9: 803/7 :.3/3.   :39: 502-0-.3 /./.25.38.:39:-0-.373.9/9:3/03. ..30807.3   8.3  0.3 /03.3/.    .3 /03.:8    8.3.25.73.7 $0/. .9474708 24203 039:7 2 -08.947 3 /3.7  08.5    8./. -0-.3.9.3:7./ 80/9 0:9. ..3 909.3 80.3  $:.3/03.3.3.. / 83  .:9:2-:.3/03.3 40 $ :. /5.3/03.

22  .

 54748.3.3 7   %      0907.9.9.3/-.2083:2:2/.3 40 24203 5:397 5.354748 22  /8.3/5. /01472.3 4/::80807 %42035:397  22  !.           .  -08.2 43/8 07. 3472.3././.2 9  %  .35.73.947470824203039:7 .2090754748 22  08.73.7:8/-.8. /01085:397.8 &39:54748.8 .25.3 /80-..-.88.9474708242035:397 4203039:7  22  %478  22  0108!:397.

  .