BAB II DASAR TEORI

II.1. Pengertian Bor Bor adalah salah satu mesin perkakas, yang secara umum digunakan untuk mengebor suatu benda kerja. Pada mesin ini juga dapat dilakukan pekerjaan – pekerjaan yang lainnya seperti, memperluas lubang, pengeboran untuk tirus pada bagian suatu lubang atau pembenaman. Dalam pelaksanaannya pengeboran sesungguhnya adalah suatu poros yang berputar, dimana pada bagian ujungnya (bagian bawah) disambungkan mata bor yang dapat mengebor terhadap benda kerja yang di jepit pada meja mesin bor. Jadi secara umum dalam pelaksanaan pengeboran suatu lubang pada benda kerja diperlukan suatu mesin bor yang bekerja baik dan teliti. Mesin dapat mengebor benda kerja secara terus menerus dan mempunyai kecepatan poros yang dapat disetel menurut kebutuhannya dan dapat dilakukan bermacam –macam pengeboran yang sesuai kebutuhan.

II.2.1 Bagian Utama Mesin Bor Bagian utama mesin bor adalah sebagai berikut : 1. Spindel pada mesin bor berfungsi menggerakkan mata bor 2. Drill head pada mesin bor berfungsi menopang mekanisme penggerak pisau potong dan menghantarkan ke benda kerja.

3. Lengan Radial, bagian dari mesin bor radial yang dapat bergerak naik turun maupun berputar dimana motor penggerak dan drill head terpasang kuat. 4. Meja, bagian yang menopang seluruh bagian mesin bor dimana meja terbuat dari material besi cor dengan kekuatan yang tinggi dan stabilitas yang mantap.

II.3. Jenis – jenis Mesin Bor II.3.1 Mesin Bor Meja Mesin bor meja digunakan untuk proses bor sederhana (aplikasi ringan) dimana dalam pengoperasiannya digunakan penekanan tangan pada hand feed lever atau otomatik untuk menurunkan mata bor menuju benda kerja yang dilubangi.

Gambar 2.1

2 II.3. Gambar 2. Gambar 2.3.2 Mesin Bor Tegak Mesin bor tegak merupakan jenis mesin bor meja dengan kemampuan mengerjakan benda kerja ukuran yang lebih besar dimana proses pemakanan dari mata bor dapat dikendalikan secara otomatis naik turun.II.3 Mesin Bor Radial Mesin bor radial mampu digunakan untuk benda kerja dengan dimensi yang relatif besar dengan pisau potong (mata bor) yang juga besar.3 .

Gambar 2.4 Bearing (bantalan) Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban.II. Mesin in digunakan untuk melakukan beberapa operasi sekaligus sehingga lebih cepat. Bantalan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1.3. Jadi bantalan dalam permesinan dapat disamakan peranannya dengan pondasi pada gedung. biasanya empat spindel dengan satu buah meja. sehingga putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara halus. Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik. Atas Dasar Gerakan Bantalan Terhadap Poros. . Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi seluruh sistem akan menurun atau tidak dapat bekerja secara semestinya.4 Mesin Bor Gang Mesin bor gang mempunyai lebih dari satu spindel. aman dan panjang umur.4 II.

Bantalan gelinding mempunyai keuntungan dari gesekan gelinding yang sangat kecil dibandingkan dengan bantalan luncur. Arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros. a. rol atau rol jarum dan rol bulat. 2. Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru).1 Bantalan gelinding Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan bagian yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru). bola atau rol akan melakukan gerakan gelinding sehingga gesekan akan jauh lebih kecil.a. Bantalan Luncur. II. Atas Dasar Arah Beban Terhadap Poros. Bantalan Radial. Dengan memutar salah satu cincin tersebut. Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu poros. Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perantaraan lapisan pelumas. rol atau rol jarum. Bantalan ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak lurus dengan sumbu poros. c. Elemen gelinding seperti bola atau rol dipasang antara cincin luar dan dalam. Untuk bola atau rol. Bantalan Gelinding Khusus. b. Bantalan Radial. Bantalan Gelinding. dan rol bulat. b. ketelitian tinggi .4.

. dapat menerima sedikit beban aksial.n. Bantalan bola macam alur dalam. Kelakuan terhadap putaran Diameter d (mm) dikalikan dengan putaran permenit n (rpm) disebut harga d. Untuk alat-alat ukur. Kelakuan Bantalan Gelinding : 1. Harga ini untuk suatu bantalan yang mempunyai bantalan empiris. Karena luas bidang kontak antara bola dan rol dengan cincin sangat kecil. 3. bantalan bola kontak sudut. yang besarnya tergantung pada macamnya dan cara pelumasannya. maka besarnya beban yang dipakai harus memiliki ketahanan dan kekerasan yang sangat tinggi. 2. Kelakuan gesekan Bantalan bola dan bantalan rol silinder mempunyai gesekan yang relatif kecil dibandingkan dengan bantalan yang lainnya. Membawa beban aksial Bantalan radial mempunyai sudut kontak yang besar antara elemen dan cincinnya.dengan bentuk dan ukurannya merupakan suatu keharusan. dan bantalan rol kerucut merupakan bantalan yang dibebani gaya aksial kecil. gesekan bantalan merupakan penentuan ketelitiannya.

Kelakuan dalam bunyi dan getaran. Hal ini dipengaruhi oleh kebulatan bola dan rol. dan kelonggaran dalam bantalan. kondisi kerja.2 Sistem Pelumasan Pada Bantalan Penggunaan bantalan pada suatu mesin. dan kelas mutunya. Faktor lain yang mempengaruhi adalah ketelitian pemasangan. keadaan sangkarnya. 2004. kekerasan elemen-elemen tersebut.1. dan letak bantalan menjadi pertimbangan dalam pemilihan. bentuk serta kekerasan alur minyak juga merupakan faktorfaktor penting. : Jenis bantalan gelinding Sumber : Sularso. sehingga konstruksi.4.4. Tempat pelumasan. konstruksi mesin (yang memakai bantalan tersebut). Gambar 2. . kebulatan cincin. haruslah memperhatikan sistem pelumasan yang akan digunakan. II.

kecepatan rendah. Pelumasan cincin Pelumasan ini menggunakan cincin yang digantungkan pada poros sehingga akan berputar bersama poros sambil mengangkat minyak dari bawah. Pelumasan percik Dari suatu bak penampung. Pelumasan tangan Cara ini sesuai pada beban ringan. minyak diteteskan dalam jumlah yang banyak dan teratur melalui sebuah katup jarum. Kekurangannya adalah bahwa aliran pelumasan tidak selalu tetap. 4. Cara ini dipakai untuk beban sedang.Dalam pelumasan bantalan. antara lain : 1. atau kerja yang tidak terus menerus. Pelumasan ini dipakai seperti dalam hal pelumasan tetes. 2. Cara ini digunakan untuk melumasi torak dan silinder motor bakar torak yang berputar tinggi. Cara ini untuk beban ringan dan sedang. Pelumasan tetes Dari sebuah wadah. minyak dipercikkan. Pelumasan sumbu Cara ini menggunakan sebuah sumbu yang dicelupkan dalam mangkok minyak sehingga minyak terhisap oleh sumbu tersebut. atau pelumasan menjadi tidak teratur. 5. . dikenal bermacam-macam cara. 3.

perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Disini perlu diberikan perhatian pada besarnya gaya gesekan. Cara ini cocok untuk bantalan dengan poros tegak. seperti pada turbin air. Bantalan dalam permesinan seperti halnya dalam pondasi bangunan. Artinya apabila bantalan tidak berfungsi dengan baik. minyak dialirkan oleh gaya beratnya. Cara ini dipakai untuk kecepatan sedang dan tinggi pada kecepatan keliling sebesar 10-15 m/s. Pelumasan celup Sebagian dari bantalan dicelupan dalam minyak. Jenis bahan yang dikenakan 3. 7. Pelumasan gravitasi Pada bantalan diletakkan sebuah tangki. kenaikan temperatur dan kemungkinan masuknya kotoran atau benda asing. 8. karena tahanan minyak.6. Dalam memilih bantalan yang akan digunakan. Besar-kecilnya beban yang dikenakan . maka sistem tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. seperti pada bantalan utama motor putaran tinggi dan beban besar. Cara ini dipakai untuk melumasi bantalan yang sulit letaknya. Pelumasan pompa Pelumasan pompa dipergunakan untuk mengalirkan minyak ke dalam bantalan. Tinggi rendahnya putaran poros 2.

.........3 Keterangan : n = Kecepatan putar .. Perhitungan umur bantalan tersebut menggunakan rumus (Sularso....... C/P Keterangan : fn = Faktor kecepatan ....2004) Lh = 500.. dilakukan untuk menghitung umur bantalan berdasar beban yang diterima oleh bantalan.................... 2004) yaitu : fn = (33.......... 2.........................fh3 Keterangan : Lh fh = Umur bantalan (jam) = Faktor umur umur (fh) dihitung dengan menggunakan rumus ………………………………………………. Ketelitian elemen mesin 5... 2........ Kemudahan perawatannya Adapun analisa terhadap bantalan..1 Faktor (Sularso...................3/ n)1/3 ....2004) : fh = fn ............4...................................2 C = Kapasitas dinamik spesifik P = Beban yang diterima (N) Sementara fn untuk bantalan peluru dihitung dengan rumus (Sularso. 2...

sampai roda gigi reduksi pada turbin besar yang berdaya puluhan megawatt. yaitu dengan sabuk atau rantai. disebut roda gigi. pemasangan. Untuk mentransmisikan daya besar dan putaran yang tepat tidak dapat dilakukan dengan roda gesek. Namun demikian. ada pula cara lain untuk meneruskan daya.II. Di luar cara transmisi di atas.5 Roda Gigi Jika dari dua buah roda gigi berbentuk silinder atau kerucut yang saling bersinggungan pada kelilingnya salah satu diputar maka yang lain akan ikut berputar pula. transmisi roda gigi mempunyai keunggulan dibandingkan dengan sabuk atau rantai karena lebih ringkas. Kelebihan ini tidak selalu menyebabkan dipilihnya roda gigi di samping cara lain. putaran lebih tinggi dan tepat. kedua roda tersebut harus dibuat bergigi pada kelilingnya sehingga penerusan daya dilakukan oleh gigi-gigi kedua roda yang saling berkait. Untuk ini. Pemakaian roda gigi sebagai alat transmisi telah menduduki tempat terpenting disegala bidang selama 200 tahun terkhir ini. Roda bergigi semacam ini. Cara ini cukup baik untuk meneruskan daya kecil dengan putaran yang tidak tepat. Penggunaannya dimulai dari alat pengukur yang kecil dan teliti seperti jam tangan. . dan daya lebih besar. Alat yang menggunakan cara kerja semacam ini untuk mentranmisikan daya disebut roda gesek. maupun pemeliharaannya. yang dapat berbentuk silinder atau kerucut. karena memerlukan ketelitian yang lebih besar dalam pembuatan.

Pada roda gigi miring ini.5. II.1.1. kedua bidang silinder tersebut bersinggungan dan yang satu menggelinding pada yang lain dengan sumbu tetasejajar.5. jumlah pasangan gigi yang saling membuat kontak serentak adalah lebih besar dari pada roda gigi lurus. Sifat ini sangat baik untuk . Roda gigi lurus merupakan roda gigi paling dasar dengan jalur gigi yang sejajar poros. sehingga pemindahan momen atau putaran melalui gigi-gigi tersebut dapat berlangsung dengan halus.5.II.2 Roda Gigi Miring Roda gigi miring mempunyai jalur gigi yang membentuk ulir pada silinder jarak bagi.1 Macam-macam Roda Gigi naikkan II.1 Roda Gigi Lurus atau Sejajar Roda gigi dengan poros sejajar adalah roda gigi dimana giginya berjajar pada bidang silinder (disebut ”bidang jarak bagi”).

Namun roda gigi miring memerlukan bantalan aksial dan kotak roda gigi yang lebih kokoh. dan daya yang diteruskan dapat diperbesar. II. dalam hal roda gigi miring ganda.1. Dengan roda gigi ini. perbandingan reduksi. Roda gigi kerucut lurus dengan gigi lurus. Pasangan antara roda gigi dan pinyon dipergunakan untuk mengubah gerakan putar menjadi lurus atau sebaliknya. kecepatan keliling.5. Tetapi roda gigi ini sangat berisik karena . tetapi pembuatannya sukar. II.1. II.1. karena jalur roda gigi yang membentuk ulir tersebut menimbulkan gaya reaksi yang sejajar dengan poros.5.5.5 Pinyon dan Batang Gigi Batang gigi merupakan dasar profil pahat pembuat gigi.5.mentrasmisikan putaran tinggi dan beban besar.1. karena pinyon terletak di dalam roda gigi. adalah yang paling mudah dibuat dan paling sering dipakai.6 Roda Gigi Kerucut Dalam hal roda gigi kerucut.4 Roda Gigi Dalam Roda gigi dalam dipakai jika ingin alat tranmisi dengan ukuran kecil dengan perbandingan reduksi besar. akan saling meniadakan. II. bidang jarak bagi merupakan bidang kerucut yang puncaknya terletak di titik potong sumbu poros.3 Roda Gigi Berbentuk V Gaya aksial yang timbul pada gigi yang mempunyai alur yang berbentuk V tersebut.

8 Roda Gigi Cacing Roda gigi cacing meneruskan putaran dengan perbandingan reduksi besar. II.7 Roda Gigi Kerucut Spiral Roda gigi kerucut spiral karena mempunyai perbandingan kontak yang lebih besar. Sudut poros kedua roda gigi ini biasanya dibuat 90 derajat. II.perbandingan kontaknya yang kecil.1.5. Roda gigi in mempunyai jalur gigi yang berbentuk spiral pada bidang kerucut yang sumbunya bersilang. Poros untuk meneruskan daya diklasifikasikan menurut pembebanannya sebagai berikut : . dapt meneruskan putaran tinggi dan beban besar.1.5.6 POROS Poros merupakan bagian terpenting dari setiap mesin.5. II. Hampir semua mesin menggunakan poros untuk meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. dan pemindahan gaya pada permukaan gigi berlangsung secara meluncur dan menggelinding.9 Roda Gigi Hipoid Rada gigi hipoid adalah seperti yang dipakai pada roda gigi diferensial otomobil.1. Juga kontruksinya tidak mungkin pemasangan bantalan pada kedua ujung poros-porosnya. II.

roda gigi. naikkan Karena itu disamping kekuatan poros kekakuannya juga harus diperhatikan dan disesuaikan dengan macam mesin yang akan dilayani poros tersebut. rantai. bahkan kadang-kadang tidak boleh berputar. dimana beban utamanya berupa puntiran. Kekakuan Poros. tetapi jika lenturan atau defleksi puntirnya terlalu besar. Gandar ini hanya mendapat beban lentur. Meskipun sebuah poros memiliki sebuah kekuatan yang cukup. kecuali jika digerakan oleh penggerak mula dimana akan mengalami beban putir juga. c. akan mengakibatkan ketidak-telitian pada mesin perkakas atau getaran dan suara. Spindel Poros transmisi yang relatif pendek. b. .a. Untuk merencanakan sebuah poros. Gandar Poros yang dipasang pada roda kereta barang. disebut gandar. disebut spindel. Poros Transmisi Poros macam ini mendapatkan beban puntir murni atau puntir dan lentur. hal-hal berikut yang perlu diperhatikan: a. puli sabuk atau sproket. Daya ditransmisikan kepada poros ini melalui kopling. seperti poros utama mesin perkakas. dimana tidak mendapat beban puntir.

. lentur atau gabungan antara puntir dan lentur. Sampai batas-batas tertentu dapat pula dilakukan perlindungan terhadap korosi. harus diperhatikan. dan dapat mengakibatkan kerusakan pada poros dan bagian-bagian yang lainnya. poros harus direncanakan sedemikian rupa sehingga puturan kerjanya lebih dari putaran kritisnya. Kekuatan Poros Suatu poros transmisi dapat mengalami beban puntir. Demikian pula untuk poros-poros yang terancam kavitasi. dan poros-poros mesin yang sering berhenti lama. Jika mungkin. Hal ini dapat terjadi pada turbin. Putaran ini disebut putaran kritis. maka pada suatu harga putaran tertentu dapat terjadi getaran yang luar biasa besarnya.b. Kelelahan tumbukan atau pengaruh konsentrasi pengaruh tegangan bila diameter poros diperkecil (poros bertangga) atau bila poros mempunyai alur pasak. c. Korosi Bahan-bahan tahan korosi (termasuk plastik) harus dipilih untuk poros propeler dan pompa bila terjadi kontak dengan fluida yang korosif. Putaran Kritis Bila putaran suatu mesin dinaikkan. Juga ada poros yang mendapat beban tarik atau tekan seperti poros baling-baling kapal atau turbin. d.sebuah poros harus direncanakan hingga cukup kuat untuk menahan beban-beban diatas. motor listrik.

baja karbon kontruksi mesin yanag dihasilkan dari igot yang di-“kill” (baja yang dideoksidasikan dari fero silicon dan dicor. . sehingga daya rencana ( Pd ) dapat dihitung. (Sularso. Atas dasar pertimbangan keamanan maka poros ini diberi nilai keamanan atau faktor koreksi fc. Tetapi penarikan dingin membuat permukaan poros menjadi keras dan kekuatannya bertambah besar. 2004). Bahan Poros Poros untuk mesin umumnya terbuat dari baja batang yang ditarik dingin dan difinising. kadar karbon terjamin). Sekalipun demikian pemakaian baja paduan khusus tidak selalu dianjurkan jika alasannya hanya untuk putaran tinggi dan beban berat. dan putaran poros n (rpm). Meskipun demikian. Dalam hal demikian perlu dipertimbangkan penggunaan baja karbon yang diberi perlakuan panas secara tepat untuk memperoleh kekuatan yang diperlukan Dalam perencanaan sebuah poros. bahan ini kelurusannya agak kurang tetap dan dapat mengalami deformasi karena tegangan yang kurang seimbang misalnya diberi alur pasak karena ada tegangan sisa di dalam terasnya. nikel. baja khrom nikel molibden.e. Poros-poros yang dipakai untuk meneruskan putaran tinggi umumnya dibuat dari baja paduan dengan pengerasan kulit yang sangat tahan terhadap keausan beberapa diantaranya adalah baja khrom. harus diperhitungkan terlebih dahulu daya yang ditransmisikan P (kW).

.5 ………………………………….. .2 Faktor-faktor Koreksi Daya yang akan Ditransmisikan (fc) Daya yang akan ditransmisikan Daya rata-rata yang diperlukan Daya maksimum yang diperlukan Daya nominal Sumber : .0 0. 2004).Sularso. (kg/mm 2 ) untuk pemakaian puntir yang umum pada poros dihitung atas dasar batas kelelahan besarnya diambil 40% dari batas kelelahan tarik yang besarnya kira-kira 45% dari kekuatan tarik  B (kg/mm 2 ).…….mm) maka.2 – 2.4 Keterangan : Pd = Daya rencana (KW) fc = Faktor koreksi P = Daya nominal motor penggerak (KW) Tabel 2. sesuai dengan setandar ASME. (Sularso.8 – 1. 2. ( ⁄ )( ⁄ ) fc 1.0 – 1.5 Sehingga naikkan 2.2.Pd  f c  P (kW) ……………………………………………….6 Tegangan geser yang diizinkan  a ………………………………………………. Jadi batas kelelahan puntir adalah 18% dari kekuatan tarik  B (kg/mm 2 ). 2004 Jika momen puntir (disebut juga sebagai momen rencana) adalah T (kg.2 1.

Selanjutnya perlu ditinjau apakah poros akan diberi alur pasak atau dibuat bertetangga. [ ( ⁄ √( ) ) ( ) ] ⁄ ………………………………… 2.. Faktor ini dinyatakan dengan Kt dipilih1..... Sedangkan faktor koreksi momen lentur Km besarnya 1. 1. (Sularso......0 jika beban dikenakan secara halus..0... Dari hal-hal di atas maka besarnya τa (kg/mm 2 ) dapat dihitung dengan.7 Kemudian.5 sampai 3.3 sampai 3.......... Untuk memasukkan pengaruh-pengaruh ini dalam perhitungan perlu diambil faktor yang dinyatakan sebagai Sf2 dengan harga sebesar 1.5 sampai 2.. keadaan momen puntir itu sendiri juga harus ditinjau.... karena pengaruh konsentrasi tegangan sangat besar.............0 untuk bahan S-C dengan pengaruh masa dan baja paduan....... 1.... Faktor yang dianjurkan oleh ASME juga dipakai di sini.6 untuk bahan SF dengan kekuatan yang dijamin dan 6. 2..  a=  B /(Sf1 ×Sf2) .......0 jika beban dikenakan dengan kejutan atau tumbukan besar..0 untuk beban dengan tumbukan ringan dan 2 sampai 3 untuk beban dengan tumbukan besar... 2004). Besarnya diameter poros dapat dihitung dengan.5 untuk pembebanan tetap.Untuk harga ini faktor keamanan diambil sebesar 1/0. 2004). (Sularso.5 jika terjadi sedikit kejutan dan 1..18 = 5....8 keterangan : d  a = Diameter poros (mm) = Tegangan geser yang diijinkan (Kg/mm2) .0 sampai 1.. Faktor ini dinyatakan dengan Sf1.

..... besarnya defleksi puntiran dibatasi sampai 0.........................................Km Kt M T = Faktor koreksi momen lentur = Faktor koreksi momen puntir = Momen lentur (kg...... 2....mm) Defleksi Puntiran   ......mm) l = Panjang poros (mm) ds = Diameter poros (mm) Besarnya deformasi yang disebabkan oleh momen puntir pada poros harus dibatasi.3 0.. Untuk poros yang dipasang pada mesin umum dalam kondisi kerja normal............. .25 0 0.9 keterangan : G = Modulus geser T = Momen puntir (kg..........mm) = Torsi (kg...

...8/.95072:.5 /..2.9 203.7.3  -.9 9.. -.3 .71074 8.:7 5.. /-:.5 503. :7.3 :8:89/.8.5.8.2. / /.80.3.7 /33 /.703. .3/   -.8 80.3 :9 .3/.8.8..3.3 88.3.7:8 /5079:3.7.3. /.3.5.::/.3 8..7.32.83.9 /9:3  $:.9 /.7 .393/. 0..2.3//048/. .784    .3 28. .2 50703.3 ..33.3/507:./.3/-07507.3 /.3/. .:8.3 907.3-07.703.. 54748  ..3:7.35:9..7-43907../02.9. 90. 90.30:.7-43. /.-079.5./.3... /-07 .43 /.3 :7.7..905. 5..3. 742  30  -.3-0-..30.7-43 4397:8 2083 .3 93 :2:23.7. -.8.3-...7 -.3.3/. ./. .33.947 4708 1.. !/  /. :39: 20307:8.3 80-:. 742 30 24-/03  $0. -08.5 0.3503:3.3828.3 802-.354748203.8 .: 1./.3 5:9.3 /5.8.35.3!  /.3 3 0:7:8..749.3!4748 !4748 :39: 2083 :2:23.3-.  %09.9 /.3 ./:.9..3.3 /9.39.. /.5:3 /02.33.9./07.:/. 907-:./:.7 -.3.3507: /50792-.3 .354748 3 752 9.3 909.3.9.9:39:202507400:.3 50307.3 /33 202-:...3.2 /01472. 703.0  .3 502.7  !4748 54748 .5.750792-.:.3 /1383  -.:39:5:9.547483/-073.3..9 .3/97.3 -0-07...3.3..3.3 9070-/..2 907.8/.7.2-.3 /03.47  .  803...23  085:3 /02.

.9.%  22 2... $:2-07 $:.242035:397 /80-:9:.7.80-.  ..!/  1 .3  !/.  .3 .3 .3.3/97.947 1.3 .3..2.3 1.3.3..3828.. 3..24203703....784   ..-0 . 7.  $:.9.3 : . L !   0907./.703.3 /3..3828... .3423.               $03.3423.3   %0..784     {  {{  { 1 .3/507:.3 0807 ..3.9474708 !.     %..   1.397.2494750307.3/507:.3..82:2.9474708.

8.7 .8 00./..3 :2:2 5.8 /.7 -.39.9.73..3  5:397 . 7. /.3 -08.. /. 54748 /9:3 .22   :39: 502.7 0:.9.8 00.73.9.2-   /.9.7 9   ..3 9.7 -.3 -08. 7.

7 9   .22   ./.8 00.9.35:397.9...7 0:.  /.3 9./ -.

3 809.22   808:. /03.3/.7 $  %    .

2-80-08.2.7.3/.31.&39:.7.3.9470.

7: 503. 503.3   :39: -.8.9.5.25. / .3.3 -.23 /.3 .9.3 $  /03.3 507: /.  ..:.7: 2. 80-08.3 $ /03.:/-:.:75.3 503...3 8.3 503.9. 5.2- 1.3 0:. .7 . .3.9 -07909.7  &39: 202.3 /03.3 /3.3 80-.7. -08.947 3 /3.7   8.54748. „..8 90.3  ..8.  :39:-...8 2.3 $1  $0.703.947 .9.7: 3 /.   ...2 5079:3.9.3..3:93./:.3/-07.9 -08.  /..3 /.7: 4380397.507:/93.8:. $1 /03.3 .73.

5.22   /. 9  .3  $:.784    : .9 /9:3 /03.

31.3 9 /5  .3 24203 5:397 9: 803/7 :.25.373.39:2-:.73.7  08.3 /03.3 /.2090754748/. /5.3/.5.3.3/03.38.7..3:7.3 /.9.3 80.3. $1 $1    02:/./ 80/9 0:9.3 9:2-:.:8    8.:9:2-:.3. .:39:-0-.3-08.3   8.3 /03.25.25.3/03. -0-.3 909..   :39: 502-0-.3  0.   :39:-0-.30:9.5    8.7:8 /93.. / 83  ./.73. .3 40 $ :.784       {   { {H {   {H {    0907.3/3.3  $:.3 .:  .30807.947 .    .3.. .25..2090754748 22  %0. -0-.3/03.9474708 24203 039:7 2 -08.9/9:3/03.9.3-08. 907.3.947 3 /3.3  / : .3 /03..7 $0/./.   .

22  .

9.           .947470824203039:7 .8 . 3472.2 43/8 07.3/5.3/-.354748 22  /8.9. /01472.88.8.8 &39:54748. 54748.73.  -08.3 40 24203 5:397 5.9474708242035:397 4203039:7  22  %478  22  0108!:397./.2090754748 22  08.2 9  %  .2083:2:2/. /01085:397.-..7:8/-.3.73.3.3 7   %      0907.25./.3 /80-.35.3 4/::80807 %42035:397  22  !.

  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful