Nama NIM Kelas

: Dwi Adhi Iswiyanto : 1005045059 : Reguler Pagi B

Mata Kuliah : Belajar dan Pembelajaran Rangkuman BAB 4 Kecerdasan Emosional Sebagai Hasil Belajar, Buku Belajar Pembelajaran oleh Dr. Aunurrahman, M. Pd

KECERDASAN EMOSIONAL SEBAGAI HASIL BELAJAR

PENDAHULUAN Dalam perkembangan dasawarsa belakangan ini, semkain banyak tulisan dan kajian yang menyorot secara kritis pentingnya peran kecerdasan emosional dalam mewujudka keberhasilan ataau sukses seseorang. Pandangan sebelumnya yang menempatkan kecerdasan intelektual (IQ) sebagai satu-satunya predictor untuk menentukan keberhasilan seseorang semakin ergeser pada pandangan yang melihat adanya kecerdasan-kecerdasan lain yang juga tidak kalah pentingnya dalam menentukan sukses seseorang. Pembelajaran saat ini tidak lagi dipahami sekedar proses transfer pengetahuan berupa mata pelajaran atau materi pelajaran kepada siswa, tetapi sebagai wahana untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi siswa secara holistik melalui peran aktif mereka menuju perubahan yang lebih baik. Oleh sebab itu, guru perlu mengembangkan dimensi-dimensi emosional siswa agar mereka semakin mampu menghadapi berbagai persoalan, bersemangat, ulet, tekun, bertanggung jawab, serta mampu menjalin komunikasi secara sehat dengan individu atau kelompok lain.

A. PENGERTIAN KECERDASAN EMOSIONAL Istilah kecerdasan emosional pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh psikolog Peter Salovey dari Harvard University dan John Meyer dari University of New Hampshire (Shapiro, 1997:5). Beberapa bentuk kualitas emosional yang dinilai penting bagi keberhasilan, yaitu:

1

1. Empati 2. Mengungkapkan dan memahami perasaan 3. Mengendalikan amarah 4. Kemandirian 5. Kemampuan menyesuaikan diri 6. Disukai 7. Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi 8. Ketekunan 9. Kesetiakawanan 10. Keramahan 11. Sikap hormat Salovey dan Meyer mendefinisikan kecerdasan emosional adalah himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan dan emosi baik pada diri sendiri maupun pada orang lain, memilah-milah semuanya, dan menggunakan informasi ini untuk

membimbing pikiran dan tindakan. Dengan kata lain keterampilan IQ dan EQ harus saling berinteraksi secara dinamis, baik dalam tingkat konseptual maupun empirik. Perbedaan paling mendasar antara IQ dan EQ adalah bahwa EQ tidak dipengaruhi factor keturunan, dengan demikian maka kecerdasan emosional lebih merupaka hasil dari aktivitas individu dalam melatih fungsifungsi emosional dri sendiri atau oleh orang lain sehingga merupakan hasil belajar.

B. CIRI-CIRI KECERDASAN EMOSIONAL Kesadaran diri adalah kecakapan yang diusahakan untuk diperkuat oleh sebagian besar perangkat psikoterapi, karena seperti dikemukakan oleh Freud bahwa sebagian besar kehidupan emosional berada dalam alam bawah sadar; perasaan-perasaan yang bergejolak dalam diri kita tidaklah senantiasa melintasi ambang kesadaran. Bila pengenalan diri dapat dilakukan dengan baik, maka akan sangat membantu seseorang untuk dapat menguasai diri,

2

maka akan sangat membantu seseorang untuk dapat menguasai diri. Ketahanan menghadapi frustasi 3. nafsu. sebagai orang tua maupun guru hendaknya dapat membantu mengembangkan tumbuhnya motivasi diri anak. Untuk itu. kecemasan dan depresi. Kecerdasan 3 . Flow merupakan keadaan batin yang menandakan seorang anak sedang tenggelam dalam tugas yang cocok. hendaknya model ini dikembangkan di sekolahsekolah untuk menghindari kebosanan dan sekaligus menguasai rasa kecemasan di kalangan anak (De Porter. tidak tenggelam dalam permasalah serta tidak mudah pasrah. seseorang perlu mengenali dirinya sendiri melalui pemikiran yang jernih untuk menyadari perasaan diri sepenuhnya. Kemampuan memotivasi diri sendiri 2. Oleh sebab itu. Keadaan flow merupakan puncak kecerdasan emosional. Selain itu. Kemampuan mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan 4. 2000). Agar emosi tidak berkembang ke arah negatif. Kemampuan memotivasi diri sendiri merupakan kemampuan internal pada diri seseorang berupa kekuatan menjadi suatu energi yang mendorong seseorang untuk mampu menggerakkan potensi-potensi fisik dan psikologis atau mental dalam melakukan aktivitas tertentu sehingga mampu mencapai keberhasilan yang diharapkan. Goleman menggambarkan ciri-ciri kecerdasan emosional yang terdapat pada diri seseorang berupa: 1. Bilamana pengenalan diri dapat dilakukan dengan baik. berempati dan berdo’a.yakni kemampuan untuk menghadapi badai emosi seperti amarah. Kemampuan menjaga suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir. Kemampuan mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan menjadi ciri dari kecerdasan emosi. kemampuan mengadakan hubungan anatar pribadi atau keterampilan sosial dan kemampuan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir juga merupakan ciri dari kecerdasan emosional.

dan merupakan suatu kekuatan. Biasanya ada keseimbangan antara pikiran emosional dan pikiran rasional. Namun pikiran emosional dan rasional merupakan kemampuan-kemampuan yang semi mandiri. misalnya dengan memberlakukan aturan-aturan untuk mengurangi gejolak emosi. masing-masing mencerminkan kerja jaringan sirkuit yang berbeda. pikiran-pikiran terkoordinasi secara istimewa. Di dalam banyak atau sebagian besar peristiwa. Yang 4 . C. karena dengan adanya emosi itu manusia dapat menunjukkan keberadaannya dalam masalah-masalah manusiawi. terutama nafsu yang terlampau bebas dalam diri manusia yang seringkali mengalahkan nalar. Betapa pentingnya keseimbangan antara akal dan emosi. Perasaan sangat penting bagi pikiran. dan pikiran sangat penting bagi perasaan. saling melengkapi dalam mencapai pemahaman guba mengarahkan seseorang menjalani kehidupan duniawi. Sehingga antara akal dan emosi harus berjalan dengan seimbang. Secara universal. pada umumnya bekerja dalam keselarasan yang erat. dan pikiran rasional memperbaiki dan terkadang memveto masukanmasukan emosi tersebut. mengatasi. Kekuatan emosi sering kali mengalahkan kekuatan nalar. dan bilamana keseimbangan ini goyah akan terjadi perseteruan nalar dan perasaan. Kedua cara pemahaman yang secara fundamental berbeda ini bersifat saling mempengaruhi dalam membentuk kehidupan mental manusia. manusia memiliki dua jenis tindakan pikiran yaitu tindakan pikiran emosional (perasaan) dan tindakan pikiran rasional (berpikir). Kedua fikiran tersebut.Emosional Spiritual (ESQ) merupakan suatu metode dan konsep yang jelas dan pasti dari kekosongan batin/jiwa. dan mendisiplinkan kehidupan emosional. EMOSI DAN KEGUNAANNYA Kecerdasan emosi merupakan bagian dari aspek kejiwaan seseorang yang paling mendalam. yang emosional dan yang rasional. namun saling terkait di dalam otak. dimana emosi memberi masukan dan informasi kepada proses pikiran rasional. sehingga harus ada upaya untuk mengendalikan.

Beberapa pendapat menunjukkan menghilangkan atau menurunkan depresi pada anak. bergaul lebih baik dengan orang tua. 5 . misalnya dengan mengidentifikasi konsekuensi sebelum melakukan suatu tindakan. meningkatnya kekacauan masa remaja dan beberapa ekses perilaku negatif lainnya. dan cara menafsirkan kegagalan yang memicu timbulnya depresi. dan depresi pada anak-anak. Depresi atau kemerosotan emosi merupakan gejala universal kehidupan modern. dan keadaan ini akan semakin parah bilamana keluarga tidak lagi dapat berfungsi dengan baik dalam meletakkan landasan yang kuat bagi kehidupan anak. KECAKAPAN-KECAKAPAN EMOSIONAL Tanda-tanda kekurangan perhatian terhadap aspek emosi terlihat dari banyaknya peristiwa-peristiwa kekerasan di kalangan siswa. Tinjauan baru terhadap penyebab depresi pada kaum muda menunjukkan dengan jelas adanya cacat dalam dua bidang keterampilan emosional. Sebuah kemampuan penting untuk mengendalikan dorongan hati adalah mengetahui perbedaan antara perasaan dan tindakan. Cara yang paling baik untuk mencegah terjadinya berbagai tindakan kekerasan serta depresi adalah dengan mengembangkan keterampilan emosional melalui penemuan ketahanan diri pada anak. bukan sekedar perlu diobati melainkan harus dicegah. Apapun penyebab depresi dapa orang muda merupakan masalah yang mendesak.mendasari semua ini adalah bagaimana seseorang dapat memahami pemggunaan emosi secara cerdas sehingga dia akan dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan lebih baik dalam suatu keseimbangan. melatih untuk terampil menjalin persahabatan. melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial yang diminati. D. yaitu keterampilan membina hubungan. dapat dilakukan dengan mengajarkan cara melihat dan memahami kesulitan itu sendiri. dan mengubah pikiran-pikiran yang menekan.

Anak-anak dengan sikap empati tinggi pada umumnya lebih disukai oleh rekanrekannya dan memliliki kemampuan lebih besar untuk menjalin hubungan dengan orang lain. laki-laki teramcam bila ada sesuatu yang dapat menantang kemandiriannya. serta mahir mengungkapkan dan mengkomunikasikan perasaan-perasaannya. Anak perempuan mahir membaca. Laki-laki bangga dengan kemandirian dan kemerdekaannya yang berpikir ulet dan mandiri. Sedangkan anak laki-laki menjadi cakap dalam meredam emosi berkaitan dengan perasaan rentan. Perbedaan-perbedaan perlakuan orang tua terhadap anak laki-laki dan anak perempuan ketika masih anak-anak dan perbedaan pandangan laki-laki dan perempuan itu sendiri terhadap suatu persoalan memperkuat sinyal perbedaan ketika mereka dewasa. sehingga dirinya mampu merasakan apa yang orang lain rasakan. takut dan sakit. sementara perempuan lebih terancam oleh putusnya hubungan yang mereka bina (Carol Gilligan). baik sinyal emosi verbal maupun nonverbal. salah. Beberapa cara untuk mengembangkan sikap empati dan kepedulian adalah: 6 . Dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu. PENERAPAN KECERDASAN EMOSIONAL Daya-daya emosi yang dimiliki oleh orang-orang dewasa sesungguhnya berakar dari masa kehidupan anak-anak. sementara anak perempuan melihat dirinya sebagai bagian dari jaringan hubungan. Anak-anak yang memiliki empati kuat cenderung tidak begitu agresif dan rela terlibat di dalam kegiatan sosial. Upaya-upaya untuk mengembangkan kecerdasan emosional anak adalah: 1. Perbedaan-perbedaan dalam pendidikan emosi menghasilkan keterampilan-keterampilan yang berbeda. aktivitas dan bentuk-bentuk spesifik pembelajarannya. Mengembangkan Empati dan Kepedulian Empati adalah suatu sikap atau kemampuan menempatkan diri sendiri dalam posisi orang lain.E. penetapan kecerdasan emosional dapat dilakukan secara luas dalam berbagai sesi.

Memperketat tuntutan pada anak mengenai sikap peduli dan tanggung jawab. Mengajarkan dan melatih anak mempraktekkan perbuatan-perbuatan baik. dan sekolah b. namun hal ini dapat menjadi masalah bila berbohong menjadi kebiasaan atau berbohong dalam hal yang penting bagi kepentingan diri mereka yang lebih substantive. karena perbuatan ini menghianati kepercayaan orang lain. Menghormati privasi anak 3. antara lain: a. Berbohong menikis kedekatan dan keakraban. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru atau orang tua untuk menumbuhkan kejujuran anak. Kebiasaan berbohong menumbuhkan benih ketidakpercayaan. Kebanyakan pengamat masalah anak-anak menilai bahwa walaupun berbohong. 2. Mengajarkan Kejujuran dan Integritas Ada bermacam-macam alasan mengapa anak berkata bohong. pada batas-batas tertentu dapat dimaklumi dari segi perkembangan anak. untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan atau untuk mendapatkan pujian dari sesama teman. Mengajarkan Memecahkan Masalah Pada umumnya orang tua dan guru kurang memberikan kepercayaan penuh kepada anak-anak untuk memecahkan masalah. Melibatkan anak di dalam kegiatan-kegiatan layanan masyarakat. b. Anak remaja sering berbohong untuk melindungi privasinya.a. kelas. Anak kecil paling suka berbohong untuk menghindari hukumman. untuk menguji kewibawaan orang tua dan untuk melepaskan diri dari rasa malu. Kebanyakan orang tua begitu cepat memberikan bantuan kepada anak dalam menyelesaikan sesuatu. padahal bantuan itu belum betul-betul 7 . Membangun kepercayaan c. c. Usahakan agar pentingnya kejujuran terus menjadi topik perbincangan dalam rumah tangga.

Pendidikan kesehatan dan kesejahteraan. Langkah-langkah pemecahan masalah yang tepat untuk diterapkan yaitu: a. kemampuan anak untuk memecahkan masalah umumnya sejalan dengan peningkatan usia. Anak-anak sanggup memecahkan masalah yang lumayan rumit bila mereka terbiasa dibimbing menggunakan istilah-istilah yang akrab dan kongkrit bagi mereka. Kesadaran global dan keterampilan konservasi. Keterampilan teknologi baru. Dalam praktik pembelajaran. pikiran kritis dan kreativitas. anakanak harus sesering mungkin diajak untuk memecahkan masalah yang sesuai dengan tingkat usia dan pengalaman yang mereka dapat. mengajarkan anak memecahkan masalah aka lebih baik bilamana juga sekaligus diajarkan cara-cara berpikir sistematik.dibutuhkan. Pertumbuhan intelektual dan emosional anak didorong oleh proses pemecahan masalah. d. matematika dan sains. siswa akan membutuhkan pengetahuan. Memikirkan alternatif pemecahan. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran. keterampilan berkomunikasi dan membangun sinergisitas kelompok. Seperti keterampilan EQ yang lainnya. Hal yang sangat penting yang harus diketahui para pendidik adalah kemampuan memecahkan masalah merupakan bagian yang menyatu dengan proses pertumbuhan. h. Mengidentifikasi masalah. 8 . Kemampuan pemecahan masalah. Kesadaran estetika. Untuk menghadapi tantangan masa depan. Kemampuan berbahasa. Orientasi moral dan etika. e. Pendidikan seumur hidup untuk kemandirian belajar. Kesadaran sosial. g. c. sikap dan nilai di sembilan area kunci yaitu: a. b. Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi yang harus diajarkan kepada siswa. i. f. b. keterampilan.

guru perlu mengembangkan suasana yang mendukung pemecahan masalah tersebut yang memungkinkan mereka merasa lebih percaya diri serta merasa memiliki keleluasaan dalam mengambil keputusan yang tepat. karena anak-anak belajar memecahkan masalah melalui pengalaman-pengalaman mereka. guru hendaknya memperhatikan pengalaman siswa. Disamping itu.c. Membandingkan alternatif-alternatif pemecahan yang mungkin akan dipilih. d. Upayakan sedapat mungkin memberikan tantangan untuk memecahkan masalah. Menentukan pemecahan yang terbaik. tanpa banyak campur tangan guru. Dalam mengajarkan siswa memecahkan masalah. 9 .

Menjelaskan maksud prinsip-prinsip belajar 2. M.Nama NIM Kelas : Dwi Adhi Iswiyanto : 1005045059 : Reguler Pagi B Mata Kuliah : Belajar dan Pembelajaran Rangkuman BAB 5 Prinsip-Prinsip Belajar. PRINSIP-PRINSIP BELAJAR Dalam proses pembelajaran. 10 . Menjelaskan implikasi prinsip-prinsip belajar dalam pembelajaran. Aunurrahman. guru dituntut untuk mampu mengembangkan potensi-potensi peserta didik secara optimal. Upaya untuk mendorong terwujudnya perkembangan potensi peserta didik tersebut tentunya merupakan suatu proses panjang yang tidak dapat diukur dalam periode tertentu. Mengemukakan beberapa contoh penerapan prinsip-prinsip belajar. Buku Belajar Pembelajaran oleh Dr. Setelah mengkaji bagian ini diharapkan kita memiliki kompetensi : 1. 3. maka pembelajaran harus dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar. sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Menjelaskan beberapa prinsip belajar yang esensial. yang bertolak dari kebutuhan internal siswa untuk belajar. apalagi dalam waktu yang sangat singkat. Pd PRINSIP-PRINSIP BELAJAR PENDAHULUAN Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan guru adalah berkenaan dengan prinsip-prinsip belajar dan asas-asas pembelajaran. Agar aktivitas yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran terarah pada upaya peningkatan potensi siswa secara komprehensip. A. Davies (1991:32). Pemahaman dan keterampilan menerapkan prinsip-prinsip belajar dan asas pembelajaran akan membantu guru untuk mampu mengelola proses pembelajaran secara tepat. 4.

B. maka ia lebih termotivasi untuk belajar. mengemukakan bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan). 2. IMPLIKASI PRINSIP-PRINSIP BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN 1. Setiap murid belajar menurut tempo (kecepatannya) sendiri dan untuk setiap kelompok umur. Untuk menumbuhkan perhatian diperlukan adanya motivasi. yaitu : 1. memungkinkan murid belajar secara lebih berarti. Prinsip Perhatian dan Motivasi Perhatian dan motivasi merupakan dua aktivitas yang memiliki keterkaitan yang sangat erat. Tidak seorangpun yang dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya. Hal apapun yang dipelajari murid. Prinsip-prinsip belajar juga memberikan arah tentang apa saja yang sebaiknya dilakukan oleh guru agar para siswa dapat berperan aktif di dalam proses pembelajaran. Penguasaan secara penuh dari setiap langkah-langkah pembelajaran.mengingatkan beberapa hal yang dapat menjadikan kerangka dasar bagi penerapan prinsip-prinsip belajar belajar dalam proses pembelajaran. Sejumlah hasil penelitian bahwa hasil belajar pada umumnya meningkat jika anak memiliki motivasi yang kuat untuk belajar. 4. dan ia akan belajar dan mengingat lebih baik. Apabila murid diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri. Perubahan energi di dalam diri seseorang tersebut kemudian membentuk suatu aktivitas nyata dalam bebagai bentuk kegiatan. Hamalik (2001). Prinsip belajar menunjuk kepada hal-hal penting yang harus dilakukan guru agar terjadi proses belajar siswa sehingga proses pembelajaran yang dilakukan dapat mencapai hasil yang harapkan. 3. 5. terdapat variasi dalam kecepatan belajar. maka ia harus mempelajarinya sendiri. Seorang murid belajar lebih banyak bilamana setiap langkah segera diberikan penguatan (reinforcement). 11 .

b. orang tua dan teman seusia berpengaruh terdapat motivasi dan perilaku. Motivasi eksternal adalah dorongan yang berasal dari luar diri individu. Semakin besar kebutuhan seseorang akan sesuatu yang ingin ia capai. c. 1994:41). Motivasi bertambah bila para pelajar memiliki alasan untuk percaya bahwa sebagian besar dari kebutuhannya dapat dipenuhi. sosial dan emosional. akan tetapi individu perlu juga dorongan untuk mencapai sesuatu yang lebih dari yang ia miliki saat ini. f. Motivasi dapat bersifat internal dan eksternal. Motivasi eksternal melalui proses belajar dan interaksi individu dengan lingkungannya dapat berubah menjadi motivasi internal. 12 . maka akan semakin kuat motivasi untuk mencapainya.Motivasi terkait erat dengan kebutuhan. Kajian dan penguatan guru. bilamana guru memahami beberapa aspek yang berkenaan dengan dorongan psikologis sebagai individu dalam diri siswa sebagai berikut : a. Setiap individu tidak hanya didorong oleh pemenuhan aspek biologis. Hanya dengan motivasilah anak didik dapat tergerak hatinya untuk belajar bersama teman-temannya yang lain (Djamarah. Motivasi dipengaruhi oleh unsr-unsur kepribadian. 2006:148). Kebutuhan yang kuat terhadap sesuatu akan mendorong seseorang untuk mencapainya dengan sekuat tenaga. d. Pengetahuan tentang kemajuan yang dicapai dalam memenuhi tujuan mendorong terjadinya peningkatan usaha. Motivasi internal atau motivasi intrinsik adalah dorongan dari dalam diri individu untuk melakukan suatu aktivitas. e. Rasa aman dan keberhasilan dalam mencapai tujuan cenderung meningkatkan motivasi belajar. Beberapa penulis atau ahli yang lain menyebutnya motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Proses perubahan dari motivasi ekstrinsik menjadi motivasi intrinsik pada seseorang disebut “transformasi motif” (Dimyati dan Mudjiono. Penerapan prinsip-prinsip motivasi dalam proses pembelajaran akan dapat berlangsung dengan baik.

Agar motivasi belajar siswa dapat tumbuh dengan baik maka guru harus berusaha :        Merancang atau menyiapkan bahan ajar yang menarik. Mengoreksi sesegera mungkin pekerjaan siswa dan sesegera mungkin pula memberitahukan hasilnya kepada siswa. Mengupayakan pemenuhan kebutuhan siswa di dalam belajar (misalnya kebutuhan untuk dihargai.g. memang ada bahayanya bila anak bekerja karena ingin mendapat hadiah dan bukan karena memang ingin belajar. c. Insentif dan hadiah material kadang-kadang berguna dalam situasi kelas. Menggunakan metode dan teknik pembelajaran yang menyenangkan. Mengkondisikan proses belajar aktif. 2. Proses belajar dan kegiatan yang dikaitkan kepada minat pelajar saat itu dapat mempertinggi motivasi. Bahan yang bermakna bagi pelajar dapat diserap lebih baik. h. Kompetisi dan insentif dalam waktu tertentu dapat meningkatkan motivasi. tidak merasa tertekan. Sikap yang baik untuk belajar dapat dicapai oleh kebanyakan individu dalam suasana belajar yang memuaskan. Memberitahukan nilai dari pelajaran yang sedang dipelajari siswa dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata sehari-hari. dsb) Meyakinkan siswa bahwa mereka mampu mencapai suatu prestasi. b. Retensi seseorang dipengaruhi oleh kondisi psikis dan fisik dimana proses belajar itu terjadi. j. Latihan yang terbagi-bagi memungkinkan retensi yang lebih baik. Prinsip Transfer dan Retensi Berkenaan dengan proses transfer dan retensi terdapat beberapa prinsip yaitu : a. Tujuan belajar dan daya ingat dapat menguat retensi. 13 . d. i.

yang pada gilirannya nanti dapat lebih memperkuat retensi dan transfer. Proses saling mempengaruhi dalam belajar akan terjadi bila bahan baru yang sama dipelajari mengikuti bahan yang lalu. prinsip dan generalisasi dapat diserap dengan baik dan dapat diterapkan lebih berhasil dengan cara menghubung hubungkan penerapan prinsip yang dipelajari dengan memberikan ilustrasi unsur-unsur yang serupa. 3. tidak sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi. h. Proses belajar cenderung terjadi bila kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang memuaskan. jiwa mengolah informasi yang kita terima. g. Menurut teori belajar Kognitif. i. keterampilan dan konsep dapat meningkatkan retensi. Prinsip Keaktifan Keaktifan belajar ditandai oleh adanya keterlibatan secara optimal. belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif. Pengetahuan bukanlah suatu barang yang dapat ditransfer begitu saja dari pikiran orang yang mempunyai pengetahuan ke pikiran orang 14 . Pandangan mendasar yang perlu menjadi kerangka pikir setiap guru adalah bahwa pada prinsipnya anak-anak adalah makhluk yang aktif.e. Daya keaktifan yang dimiliki anak secara kodrati itu akan dapat berkembang ke arah yang positif bilamana lingkungannya memberikan ruang yang baik untuk tumbuh suburnya keaktifan itu. Individu merupakan manusia belajar yang aktif dan selalu ingin tahu. j. Tahap akhir proses belajar seyogyanya memasukkan usaha untuk menarik generalisasi. emosional dan fisik jika dibutuhkan. baik intelektual. f. Transfer hasil belajar dalam situasi baru dapat lebih mendapatkan kemudahan bila hubungan-hubungan yang bermanfaat dalam situasi yang khas dan dalam situasi yang agak sama dapat diciptakan. Pengetahuan tentang konsep. Penelaahan bahan-bahan faktual.

Menggunakan multi metode dan multi media di dalam pembelajaran. Implikasi prinsip keaktifan atau aktivitas bagi guru di dalam proses pembelajaran adalah: a. Dalam proses konstruksi itu menurut Glasersferld. ide dan pegertian kepada seorang murid. pemindahan itu harus diinterpretasikan dan dikonstruksikan oleh si murid lewat pengalamannya (Glasersferld dalam Battencourt. Memberi kesempatan. c. (1) kemampuan mengingat dan mengungkapkan kembali pengalaman. b. Bahkan bila seorang guru bermaksud mentransfer konsep. dan (3) kemampuan untuk lebih menyukai pengalaman yang satu daripada pengalaman yang lain. Memberikan pujian verbal dan non verbal terhadap siswa yang memberikan respons terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. mengambil keputusan (justifikasi) mengenai persamaan dan perbedaan. Implikasi prinsip keterlibatan langsung bagi guru adalah: 15 . Prinsip Keterlibatan Langsung Sejumlah hasil penelitian membuktikan lebih dari 60% sesuatu yang diperoleh dari kegiatan belajar didapatkan dari keterlibatan langsung. penyelidikan atau inkuiri dan eksperimen. Memberikan kesempatan melakukan pengamatan. 1989). Edgar Dale dalam penggolongan pengalaman belajarnya yang dituangkan di dalam kerucut pengalaman belajar mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui penglaman langsung. Memberikan tugas individual dan kelompok melalui kontrol guru. (2) kemampuan membandingkan. diperlukan beberapa kemampuan. Keterlibatan langsung siswa memberi banyak sekali manfaat yang langsung dirasakan pada saat terjadinya proses pembelajaran tersebut. d.yang belum mempunyai pengetahuan. peluang seluas-luasnya kepada siswa untuk berkreativitas dalam prose pembelajarannya. 4. e.

tidak saja disebabkan oleh adanya stimulus. Bagi siswa. c. pengarang buku The 7 Habits of Effective People. Psikologi ini berpandangan bahwa munculnya respons. Memberi keleluasaan kepada siswa untuk melakukan berbagai percobaan atau eksperimen. maka daya-daya tersebut semakin lambat perkembangannya. 5.a. mengingat. mengemukakan bahwa kebiasaan sebagai titik pertemuan dari 16 . Prinsip Pengulangan Teori belajar klasik yang memberikan dukungan paling kuat terhadap prinsip belajar pengulangan ini adalah teori psikologi daya. Melalui latihan-latihan maka daya-daya tersebut semakin berkembang. prinsip pengulangan ini juga didasari oleh teori Psikologi Asosiasi atau Connecsionisme yang dipelopori oleh teori Thorndike dengan salah satu hukum belajarnya “Low of exercise” yang mengemukakan bahwa belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respons. mengamati. Memberikan tugas-tugas praktik. manghafal. (2) siswa dituntut untuk aktif mengerjakan tugastugas. Mengaktifan peran individual atau kelompok kecil di dalam penyelesaian tugas. Sebaiknya semakin kurang pemberian latihan. menanggapi dan sebagainya. belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang meliputi daya berpikir. Stephen R. Covey. implikasi prinsip keterlibatan langsung ini adalah: (1) siswa harus terdorong aktif untuk mengalami sendiri dalam melakukan aktivitas pembelajaran. Berdasarkan teori ini. d. b. Pandangan psikologi condisioning juga memberikan dasar yang kokoh bagi pentingnya proses latihan. Menggunakan media secara langsung dan melibatkan siswa untuk melakukan berbagai percobaan atau eksperimen. akan tetapi lebih banyak disebabkan karena adanya stimulus yang dikondisikan. Di samping teori psikologi daya.

keinginan untuk melakukan. Mengimplementasikan kegiatan-kegiatan pengulangan yang bervariasi. Pengetahuan adalah paradigma teoritis. Sedangkan pada siswa sangat dituntut untuk memiliki kesadaran yang mendalam agar bersedia melakukan pengulangan latihan-latihan baik yang ditugaskan oleh guru maupun atas inisiatif dan dorongan diri sendiri. Mengembangkan soal-soal latihan. 17 . Agar sesuatu bisa menjadi kebiasaan dalam hidup kita. kita harus mempunyai ketiga hal tersebut. c. d. Dan keinginan adalah motivasi. mengapa) KEBIASAAN Keterampilan (bagaimana melakukan) Keinginan (mau melakukan) sebagai berikut: Implikasi prinsip-prinsip pengulangan bagi guru adalah: a. Memilah pembelajaran yang berisi pesan yang membutuhkan pengulangan. apa yang harus dilakukan dan mengapa. b. Keterampilan adalah bagaimana melakukannya. Merancang kegiatan pengulangan. keterampilan dan keinginan.pengetahuan. Pandangannya ini digambarkan Pengetahuan (apa yang harus dilakukan.

prinsip. Beberapa bentuk kegiatan berikut dapat dijadikan sebagai acuan bagi guru untuk menciptakan tantangan dalam kegiatan belajar. mengemukakan bahwa siswa di dalam suatu situasi belajar berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis. 3) Mendorong siswa untuk membuat kesimpulan pada setiap sesi pembelajaran. Jika tuntunan terlalu sedikit. dan mereka memiliki peran di dalam pengambilan keputusan. Jika tuntutan terlalu besar untuk diatasi. Mihaly Csikszentmihalyi. Goleman menjelaskan tentang keadaan flow ini. psikolog dari Universitas Chicago dikenal karena penelitiannya dalam mendokumentasikan suatu “keadaan dimana seseorang sangat terlibat dalam sebuah kegiatan sehingga hal lain seakan tak berarti lagi”. siswa menemukan fakta. konsep. 6) Merancang dan mengelola kegiatan diskusi. menantang serta ramah. mereka akan menjadi cemas. Kurt Lewin dalam sebuah teori yang dinamakannya “Teori Medan” (Field Theory). Flow terjadi di daerah genting antara kebosanan dan kecemasan. dan 18 . 2) Memberikan tugas-tugas pemecahan masalah kepada siswa. maka ia dapat mengabaikan aktivitas lain yang dapat mengganggu kegiatan belajarnya. Prinsip Tantangan Deporter (2000:23) mengemukakan bahwa studi-studi menunjukkan bahwa siswa lebih banyak belajar jika pelajarannya memuaskan. yaitu : 1) Merancang dan mengelola kegiatan inquiry dan eksperimen. 4) Mengembangkan bahan-bahan pembelajaran yang menarik. orang akan menjadi bosan.6. 5) Membimbing generalisasi. Bilamana anak merasa tertantang dalam suatu pelajaran.

yaitu penguatan yang diberikan guru berupa katakata/kalimat yang diucapkan. tersenyum. Mengendalikan dan mengubah sikap negatif peserta didik dalam belajar ke arah perilaku yang mendukung belajar. Prinsip Balikan dan Penguatan Prinsip balikan dan penguatan pada dasarnya merupakan implementasi dari teori belajar yang dikemukakan oleh Skiner melalui Teori Operant Conditioning dan salah satu hukum belajar dari Thorndike yaitu “law of effect”. d. Menumbuhkan kemampuan berinisiatif secara pribadi. siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik. “smart”. 19 . Memberi penguatan (reinforcement) merupakan tindakan atau respon terhadap suatu bentuk perilaku yang dapat mendorong munculnya peningkatan kualitas tingkah laku pada waktu yang lain. e. Penguatan gestural dapat berupa. 2) Penguatan gestural. Membangkitkan motivasi belajar peserta didik. c. dengan kata lain penguatan positif dan negatif dapat memperkuat belajar. Menurut hukum belajar ini. apalagi hasil yang baik merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengaruh positif bagi upaya-upaya belajar berikutnya. “tepat” dan sebagainya. Sumantri dan Permana (1999:274) mengemukakan secara khusus beberapa tujuan dari pemberian penguatan. Terdapat beberapa jenis penguatan yang dapat dilakukan guru: 1) Penguatan verbal. Hasil belajar. “baik”. akan tetapi juga terdorong oleh penguatan yang tidak menyenangkan. Merangsang peserta didik berpikir lebih baik. anggukan. tepuk tangan.7. Menimbulkan perhatian peserta didik. seperti: “bagus”. yaitu penguatan berupa gerak tubuh atau mimik muka yang memberi arti/kesan baik kepada peserta didik. dan sebagainya. yaitu: a. b. Namun dorongan belajar. menurut Skinner tidak hanya muncul karena penguatan yang menyenangkan. acungan jempol.

mengusap kepala peserta didik. (1) memberikan balikan dan penguatan secara tepat. baik tenik. yaitu memberikan penguatan kepada peserta didik berupa simbol-simbol atau benda-benda. Penguatan ini dapat berupa komentar tetulis atas karya peserta didik. piagam. (2) memberikan kepada siswa jawaban yang benar. (4) memberikan catatan pada hasil pekerjaan siswa baik berupa angka maupun komentar-komentar tertentu. Implikasi prinsip-prinsip balikan dan penguatan bagi guru antara lain. lencana. 5) Penguatan dengan cara memberikan kegiatan yang menyenangkan. yaitu perhatian guru terhadap perilaku peserta didik dengan cara mendekatinya. 4) Penguatan dengan cara sentuhan. Ketepatan pemberian dan penggunaan penguatan harus mendapat perhatian guru. maka akan memberikan pengaruh yang positif terhadap aktivitas belajar peserta didik. seperti peserta didik yang pandai bernyanyi diberikan kesempatan untuk melatih vokal pada temannya. menjabat tangan. Penguatan dengan cara mendekati ini dapat dilakukan ketika peserta didik menjawab pertanyaan. 6) Penguatan berupa tanda atau benda. berdiskusi atau sedang melakukan aktivitasaktivitas lainnya. (7) memberikan penghargaan. Memberikan penghargaan kepada kepada kemampuan peserta didik dalam suatu bidang tertentu. hadiah. Sebaliknya bilamana penguatan itu dipergunakan secara tepat. maka hal itu dapat kehilangan keefektifannya. waktu maupun bentuknya. (3) mengoreksi dan membahas pekerjaan siswa. (6) mengumumkan atau menginformasikan peringkat secara terbuka. seperti menepuk pundak. bertanya. yaitu penguatan yang dilakukan guru dengan cara menyentuh peserta didik. 20 .3) Penguatan dengan cara mendekati. atau bentuk-bentuk lainnya. Bilamana penguatan dipergunakan pada situasi dan waktu yang tidak tepat. (5) memberikan lembar jawaban atau kerja siswa. dan sebagainya.

lebih suka melihat peta daripada mendengar penjelasan. 1998:5). Orang-orang yang kinestetik. Pembelajaran yang bersifat klasikan yang mengabaikan perbedaanperbedaan individual dapat diperbaiki dengan beberapa cara. Orang-orang yang visual. yang sering ditandai suka berbicara sendiri. yaitu: a.8. Perbedaan individual ini merupakan kodrat manusia yang bersifat alami. seperti sikap siswa. berbicara dengan tepat. Setiap individu pasti memiliki karakteristik yang berbeda dengan individu lainnya. berbeda satu sama lain dan tidak satupun yang memiliki ciri-ciri persis sama meskipun mereka itu kembar. Dalam pandangan DePorter & Hernacki (2001:117) terdapat tiga karakteristik atau modalitas belajar siswa yang perlu diketahui oleh setiap pendidik dalam proses pembelajaran. Prinsip Perbedaan Individual Hasil sejumlah riset menunjukkan bahwa keberagaman faktor. Upaya lain yang dapat dilakukan guru adalah dengan menambah waktu belajar bagi siswa-siswa yang memiliki kemampuan rendah. sulit untuk duduk dan diam. Cara-cra yang dapat ditempuh oleh guru antara lain penggunaan metode atau pendekatan secara bervariasi sehingga semakin besar memberikan peluang tumbuhnya perhatian siswa di dalam latar belakang perbedaan individual. pengetahuan serta memberikan dan konteks pembelajaran merupakan komponen yang memberikan dampak sangat penting terhadap apa yang sesungguhnya harus siswa-siswa pelajari (Killen. banyak menggerakkan anggota tubuh ketika berbicara. Peserta didik adalah individual yang memiliki keunikan. kemampuan dan gaya belajar. yang sering kali ditandai suka mencoretcoret ketika berbicara di telpon. lebih suka mendengarkan ceramah atau seminar daripada membaca buku. lebih suka berbicara daripada menulis. Orang-orang yang auditorial. atau 21 . yang sering ditandai berpikir lebih baik ketika bergerak atau berjalan. b. c.

bahan dan metode yang selaras dengan minat. dan latar belakang mereka. 4) Para siswa harus dapat dibantu untuk memahami kekuatan dan kelemahan dirinya serta pemenuhan kebutuhan belajar maupun bimbingan yang berbeda dengan siswa-siswa yang lain. a) Perhatian harus dipusatkan pada aspek-aspek lingkungan yang relevan sebelum proses belajar kognitif terjadi. 5) Kesempatan-kesempatan yang tersedia untuk belajar dapat lebih diperkuat bilamana para siswa tidak merasa terancam oleh proses yang ia ikuti serta lingkungannya sehingga mereka memiliki keleluasan untuk berpartisipasi secara efektif dalam kegiatan belajar. 22 . Implikasi atau penerapan prinsip-prinsip perbedaan individual dalam proses pembelajaran. Hal ini terutama disebabkan para pesrta didik cenderung memilih kegiatan belajar yang sesuai dengan pengalaman masa lampau yang mereka rasakan bermakna untuk dirinya. tugas. 6) Para siswa yang telah memahami kekuatan dirinya akan lebih cenderung memiliki dorongan dan minat untuk belajar secara lebih sungguh-sungguh. Prinsip Belajar Kognitif Beberapa hal berikut ini sangat penting diperhatikan dalam proses pembelajaran kognitif. tujuan. 3) Peserta didik membutuhkan variasi layanan. 2) Para siswa harus terus didorong memahami potensi dirinya dan untuk selanjutnya mampu merencanakan dan melaksanakan kegiatan. terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan guru sebagai berikut: 1) Para siswa harus dapat dibantu untuk memahami kekuatan dan kelemahan dirinya dan untuk selanjutnya mendapat perlakuan dan layanan kegiatan belajar yang mereka butuhklan.memberikan pengayaan bagi siswa-siswa yang memiliki kemampuan lebih dari yang lain.

Prinsip Belajar Afektif Pembelajaran afektif dapat dilaksanakan dengan baik dalam upaya mencapai hasil belajar yang diharapkan bilamana guru memperhatikan beberapa hal berikut: a) Sikap dan nilai tidak hanya diperoleh dari proses pembelajaran langsung. 23 . penerapan. c) Bentuk-bentuk kesiapan perbendaharaan kata atau kemampuan membaca. menafsirkan dan menganalisis masalah dan memungkinkan tumbuhnya kemampuan berpikir yang multi dimensional (divergent thinking). pendefinisian resmi dan penilaian sangat diperlukan untuk menguji bahwa suatu konsep benar-benar bermakna. para siswa harus dibantu untuk mendefinisikan dan membatasi lingkup masalah. Perilaku mencari. f) Dalam pemecahan masalah. kecakapan dan pengalaman berpengaruh langsung terhadap proses belajar kognitif. menemukan informasi yang sesuai. d) Pengalaman belajar harus diorganisasikan ke dalam satuan-satuan unit-unit yang sesuai. kebermaknaan dalam konsep amatlah penting. f) Proses belajar di sekolah dan kesehatan mental memiliki hubungan yng erat.b) Hasil belajar kognitif akan bervariasi sesuai dengan taraf dan jenis perbedaan individual yang ada. d) Bagaimana para siswa menyesuaikan diri dan memberi reaksi terhadap situasi akan memberi dampak dan pengaruh terhadap proses belajar afektif. e) Dalam banyak kesempatan nilai-nilai penting yang diperoleh pada masa kanak-kanak akan tetap melekat sepanjang hayat. akan tetapi sering diperoleh melalui proses identifikasi dari orang lain. b) Sikap lebih mudah dibentuk karena pengalaman yang menyenangkan. c) Nilai-nilai yang ada pada diri individu dipengaruhi oleh standar perilaku kelompok. e) Bila menyajikan konsep.

24 . h) Latihan yang cukup yang diberikan dalam rentang waktu tertentu dapat memperkuat proses belajar psikomotorik. kemampuan belajar untuk memadukan dan memperluas gerakan motorik akan lebih dapat diperkuat. h) Para siswa dapat dibantu agar lebih matang dengan cara memberikan dorongan bagi mereka untuk lebih mengenal dan memahami sikap. f) Faktor-faktor lingkungan memberikan pengaruh terhadap bentuk dan cakupan penampilan psikomotor individu.g) Model interaksi guru dan siswa yang positif dalam proses pembelajaran di kelas. Prinsip Belajar Psikomotorik Terdapat beberapa hal penting yang perlu diketahui guru berkenaan dengan pembelajaran psikomotorik: a) Perkembangan psikomotorik anak. i) Tugas-tugas psikomotorik yang terlalu sukar bagi siswa dapat menimbulkan keputusasaan dan kelelahan yang lebih cepat. b) Di dalam tugas suatu kelompok akan menunjukkan variasi kemampuan dasar psikomotorik. demonstrasi dan partisipasi aktif siswa dapat menambah efisiensi belajar psikomotorik. sebagian berlangsung secara beraturan dan sebagian diantaranya tidak beraturan. peranan serta emosi. e) Seirama dengan kematangan fisik dan mental. d) Melalui aktivitas bermain dan aktivitas informal lainnya para siswa akan memperoleh kemampuan mengontrol gerakannya secara lebih baik. dapat memberikan kontribusi bagi tumbuhnya sikap positif di kalangan siswa. c) Struktur ragawi dan sistem syaraf individu membantu menentukan taraf penampilan psikomorik. g) Penjelasan yang baik.

Aunurrahman. Setelah mengkaji bagian ini. Pengembangan model pembelajaran yang tepat pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat belajar secara aktif dan menyenangkan sehingga siswa dapat meraih hasil belajar dan prestasi yang optimal. Modelmodel pembelajaran dikembangkan utamanya beranjak dari adanya perbedaan 25 . HAKIKAT MODEL PEMBELAJARAN Seluruh aktivitas pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru harus bermuara pada terjadinya proses belajar siswa. Model-model pembelajaran yang dipilih dan dikembangkan guru hendaknya dapat mendorong siswa untuk belajar dengan mendayagunakan potensi yang mereka miliki secara optimal. Pd MODEL-MODEL PEMBELAJARAN PENDAHULUAN Keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan guru mengembangkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keterlibatan siswa secara efektif di dalam proses pembelajaran. Dalam sebuah situs tentang pembelajaran Huitt (2003). Menjelaskan kelompok model-model pembelajaran 4. M. Menjelaskan dasar pemikiran perlunya model pembelajaran 2. Menjelaskan hakikat model pembelajaran 3. diharapkan kita memiliki kompetensi: 1. Menguraikan jenis-jenis model pembelajaran A. mengemukakan rasionalitas pengembangan model pembelajaran.Nama NIM Kelas : Dwi Adhi Iswiyanto : 1005045059 : Reguler Pagi B Mata Kuliah : Belajar dan Pembelajaran Rangkuman BAB 6 Model-Model Pembelajaran. Buku Belajar Pembelajaran oleh Dr.

5. Kemampuan ini sangat tergantung pada kapasitas intelektual. namun dalam prosesnya. yakni pengetahuan dalam arti informasi dan fakta. minat. Di samping didasari pertimbangan keragaman siswa. Itulah sebabnya maka di dalam menentukan model-model pembelajaran yang akan dikembangkan. kebingungan bahkan ketidak senangan. kecerdasan sosial seseorang dan kesempatan belajar yan tersedia. (2) tiap individu mengalami proses perubahan dimana situasi belajar yang baru sangat mungkin menimbulkan keraguan. Strategi kognitif. yaitu kemampuan mengatur cara belajar dan berpikir seseorang dalam arti seluas-luasnya. tetapi di pihak lain banyak juga yang menyenangkan (Mangkuprawira. dan karakteristik pribadi lainnya. keterampilan gerak. Sikap dan nilai. (1) setiap individu pada setiap tingkatan usia memiliki potensi untuk belajar. keberhasilan antar individu akan beragam. tulis. 2. yakni sejumlah pengetahuan mulai dari kemampuan baca. motivasi. Keterampilan intelektual. termasuk kemampuan memecahkan masalah. 3. 26 . keragaman kemampuan. Keterampilan motorik. yakni kemampuan dalam bentuk keterampilan menggunakan sesuatu. yaitu: 1. hitung sampai kepada pemikiran yang rumit. ada yang cepat dan ada yang lambat bergantung pada motivasi dan cara digunakannya. yakni hasil belajar yang berhubungan dengan sikap. Kerangka pikir Gagne yang menegaskan lima kemampuan manusia yang merupakan hasil belajar sehingga memerlukan berbagai model dan strategi pembelajaran untuk mencapainya. 4. Informasi verbal. 2008: 1). Perlu dikaji kembali beberapa asumsi tentang belajar.berkaitan dengan berbagai karakteristik siswa. pengembangan berbagai model pembelajaran juga dimaksudkan untuk menumbuhkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa. guru harus memiliki pemahaman yang baik tentang siswa-siswanya. 1998/1999: 16). intensitas emosional (Depdiknas. agar mereka tidak jenuh dengan proses belajar yang sedang berlangsung.

Sementara setiap guru juga menyadari bahwa untuk dapat memenuhi harapan tersebut bukanlah sesuatu yang dapat dianggap mudah. memberikan kemudahan bagi siswa untuk memahami pelajaran sehingga memungkinkan siswa mencapai hasil belajar yang lebih baik. Huitt (2003: 4) mengingatkan meskipun keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran di kelas merupakan hal yang sangat penting. akan tetapi guru harus tetap dapat mengontrol aktivitas perilaku siswa di kelas (classroom management activities). guru dituntut untuk memiliki pemahaman yang komprehensip serta mampu mengambil keputusan yang rasional kapan waktu yang tepat untuk menerapkan salah satu atau beberapa strategi secara efektif (Killen. 27 . mengingatkan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan guru dalam memlilih dan menentukan model pembelajaran dengan mengkaji kemana pembelajaran akan dititikberatkan. mencermati perbedaan-perbedaan antar siswa serta karakteristik masing-masing individu. karena setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh sebab itu. 1998). Dari keberagaman pribadi yang dimiliki oleh siswa tersebut. apakah pada outcome.Pada dasarnya setiap guru menginginkan agar materi pelajaran yang disampaikan kepada anak didiknya dapat dipahami secara tuntas. Penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat mendorong tumbuhnya rasa senang siswa terhadap pelajaran. menumbuhkan dan meningkatkan motivasi dalam mengerjakan tugas. Lieach & Scott (1995). Untuk memberikan pelayanan yang sama tentunya kita perlu mencari solusi dan strategi yang tepat. maka guru harus merumuskan beberapa pertanyaan untuk dirinya sendiri tentang. sehingga harapan yang sudah dirumuskan dalam setiap rencana pembelajaran dapat tercapai. Terdapat beberapa aspek kegiatan yang harus dilakukan guru: a. proses atau content. kita sebagai guru hendaknya mampu memberikan pelayanan yang sama sehingga siswa yang menjadi tanggung jawab kita di kelas itu merasa mendapatkan perhatian yang sama. Bilamana guru memutuskan untuk mengarahkan proses pembelajaran pada outcome.

b. 28 . Bilamana guru memutuskan untuk menitikberatkan pada content pembelajaran. 5) Bagaimana saya dapat meminimalisasi atau mengurangi kekeliruan pemahaman dan miskonsepsi pada siswa.sikap dan keterampilan yang saya harapkan. Bilamana guru memutuskan untuk menitikberatkan pada proses pembelajaran.1) Apa yang saya harapkan dari siswa-siswa pada akhir pembelajaran. sikap dan keterampilan apa yang seharusnya penting dimiliki siswa yang harus saya ajarkan. 7) Bagaimana cara saya mengetahui bahwa siswa dapat mengembangkan pengetahuan. 1) Apa saja materi esensial yang harus dimengerti oleh siswa untuk mendukung hasil belajar yang saya harapkan. 2) Jenis pengetahuan dan dorongan seperti apa yang saya harapkan dapat dimiliki oleh siswa. 5) Mengapa saya mengharuskan siswa-siswa mempelajari hal ini. Mengapa hal itu penting untuk dilakukan. 6) Pengetahuan. 3) Kemampuan berpikir siswa seperti apa yang perlu dinilai dan bagaimana cara saya melakukan penilaiannya. 2) Apa yang menjadi sumber-sumber belajar yang dapat dipergunakan untuk mendukung materi pembelajaran. c. maka guru harus merumuskan beberapa pertanyaan untuk dirinya sendiri tentang. 1) Bagaimana strategi yang harus dilakukan agar para siswa dapat lebih mudah memahami melalui pembelajaran yang dilakukan. 4) Sikap dan nilai-nilai apa yang seharusnya dimiliki oleh siswa. 4) Kekeliruan pemahaman dan miskonsepsi seperti apa yang umumnya terjadi dalam penyampaian materi yang dilakukan. maka guru harus merumuskan beberapa pertanyaan untuk dirinya sendiri tentang. 3) Jenis keterampilam seperti apa yang saya harapkan dapat didemonstrasikan oleh para siswa.

8) Seberapa banyak waktu.2) Bagaimana siswa dapat mengembangkan keterampilan- keterampilannya. keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk mendukung strategi pembelajaran yang dikembangkan. keterampilan dan pengetahuan yang dikembangkan melalui proses pembelajaran yang dilakukan. 3) Bagaimana siswa dapat mengembangkan sikap dan nilai. 9) Apakah strategi pemotivasian dapat dipergunakan untuk mempercepat tumbuhnya rasa percaya diri para siswa. 29 . 6) Bagaimana merancang dan mengorganisasi materi pelajaran agar siswa mudah mempelajarinya. 5) Apa saja jenis atau bentuk strategi pembelajaran yang menjadi penekanan jika dikaitkan dengan jenis sikap. 4) Bagaimana struktur pengorganisasian kelas yang harus dikembangkan untuk mendukung terjadinya proses pembelajaran yang efektif. 10) Bagaimana cara mengetahui bahwa pembelajaran yang dilaksanakan telah dapat dilaksanakan secara optimal seperti yang direncanakan. ruang dan sumber-sumber belajar yang dimiliki sehingga dapat mendukung strategi pembelajaran yang digunakan. 7) Apakah siswa memiliki pengetahuan.

    .

950393  . .  .3 507: /50792-.7:8 207:2:8.9.35.499   2033.3 05.  $.5. 502-0.8 . 2.8207:5..8.5.803/79039.3 8.8. .9.7:8909.25: 203. //3... 502-0./.5...9 /.3 . 80-.3 /.5. 803. .8 202-07.:7:202:9:8.3 -0-07.439039  %07/.3 ..7.9.7.9 803.907 50..9.7.3-. 809..2574808502-0.9 /5.5 50./:  0.3574808502-0...  . 5.  0 80-.39.420  574808 .302:/.7 -.2- 05:9:8. .3. 01091 03    :99     2033.9.88. :7: .3 .: .3.3   ./ 9./.8079.7.3 2085:3 0907-..3..  . /.843.3/0...3. 202 .3897.420  2.9.9 -0-07.7 .7.7.5.7.3 8:/.7..9: .2.9 507-0/.38..3.3 88.3905.3.3905.3.90.3 /99-07.3 88.90 80.908  203.9.3 /2 40 88.5.3 249.8507.3 88.7.3. ..25.3 ...9.- 9:  :7: /9:39:9 :39: 202 502.3 -0-07..7 2. 803. 90780-:9  9.507:203..5.3:39:203.3 .. 203.!.703.5.072.9.3 .2.3 .3909. 809.02039 .3:3 .3 .3 0- -./.9: .3 50.9 :39: 20307.5/..3 /..3 -07-0/.  !03:3..2 809.5.3 8.5 88.3 905.9039:3. 02.: -0-07.7.5 703. 808:.5.7 0-07.5.3 .5 2:/.3 203. 203.3 :7: /.9 907.. 5079.:88.9 20203: .3 90780-:9 -:./ .5. /7:2:8. 809.7.5 :7: 20333.3 24/0502-0.5:7:..7 88..3 57-.3..3 /03.8 -0. 8.3  ./.83 2./0.7. 4:9.9.833/.7.3 :39: /73.9.3..9.907892. 907....2 202 /.3 507-0/..5..3 50.2 50.3 /.5...5.3 507.38.3 203039:.3 .3. :39: /. 9:39. 2.- 9..8...887442 2.3 2033. .5.3 203.2.3 .3 24/0 502-0.920343974.2..3 /8. 203/.3 . .7..3.  &39: 202-07..39:.5.3  203:2-:. / 0.3.2 80.3 425700385 8079. ..3. :7: 03/.3 803.3.:39: 202.3 7././...2.3 .7. /. 88.7.9/.73..5.5 :7: :.220307.9: .9203/47439:2-:3.5.3 /.25: 202-07.784:8/. 4:9.850 0../.90789 .3:7: .9.9. 897.7.8/. 7.:.3 8.7:8 /...8  $02039.8 9: 207.2. 202:33.

8 ..3 507: /3. 3.8..5.3 /.25.3/.3 502.7:8..3..20309.3.5.3.2.3 502.220.3 :2:23.7./.803/79039.920302-.  .5/.88.7.2.9 //0243897.3284380585.:.3 28438058 805079 .7. 88.3503.8.7. 574808 502-0./.3 :39: /73.90 .5 /.7..8.3 ...5.3/.. 5079.3   .3 0907.25:.  .    $.    038 0907.3 :39: 2039-07. :7: .20250.7.:.3    !0309.7. .  5.8..5..3 007:..3 -.3 .32.3/.7:8 207:2:8.5..788..7.7.9 /507:3. 2. .88. .3    .. 5079.25.7:83.3 203.3 5.380.5. /. :7: .5.3 /.3805079.7.7. /.2.5...38.9 20232...7:83.3.3 -0-07..3 5.5.9:50393 :39:/.7:8 /203079 40 88.5.3 -0-07.3 8.38. ..33..:.2.5..2 805079 .3. ./....3.5.7.5..7 5.3 :39:203/::32....5.3 :39: 2039-07. . :7: 202:9:8.. 03./ 8:2-07 8:2-07 -0..9.3  -  .88.3/.:.:.5.3.3 50309.3/.7..5.25.3 80. /..:502-0.3 -0757 88. 88.9 /24088..2.3 8..2503.907 08038.5/.7:88.203.907502-0. 8.38.20.2... :39: 203/::3.7...7.:.3/.//.3405.3 :39: /73.7..25.3.7 ..5..5.439039 502-0.9 0- 2:/.2.7:8 /.:.9.897./24088.:-. 88. 50393 /288.3.8.5.3 . 8.388.3    02.2..3.3    007:.3/4743..3    .. ./..3  2./.3    .: 203:7.907.3..3 .3  2..30907.9..3    03850309.3 /. 805079 .3    5.803/79039.5.:.5. :7: 202:9:8.8-0.202.    03.7..3  8. 907.5.3..7:8 207:2:8..33. .7502-0.3   5..38.

 202 50309.2.3 /2 803.380.3.   .....3 ...3 /. 038 . /.8.3 /02-.3.82.788.25.  .8..: -.33.:.7 .88.2.3 .9 203/::3 897..    5.90 502-0.3...3 90.9/.3 /03.90750.320347.8.8.574808502-0.5.3    $0-07.38..9.9:  7:..3..5.7:8/02-.9050249.207.5 .3 203.90 502-0./3..3/.    . .3 8:2-07 8:2-07 -0. 8.3    5.25.38.5.: 574808 502-0..7.3 /:3.2.805079.5.3.3 .7. /.7.3.3 0907.8.3 . -.3.7.3 /.9 20302-.3. 20309.9 9:2-:3./75.7.3 /..: -039: 897.5  0907.3 0..3 .3.3 /02-. 88.3.3 ..3:39: 202507.507.. 2:/..3 /.3/.5/.7..897:9:750347.3 .3.2.4592.5.3.:.20250.. /.7..33..3      .25.5. 88.3.25.8.3 /.38..7.3 /507:.88.3  0907. .3 :39:203/::3907.9...3.3 :39: 203/::3 897.7.9/507:3.73.90 502-0.:.3 50309.3.05.7.3 0907. 502-0.3/703.3 20.897.3    ./.920302-.3 8.3 038 8./.301091    5./ 5030..3.3..7.2...    .3.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful