BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Dalam penyusunan karya ilmiah ini, tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai.

Adapun tujuannya adalah agar dapat: 1. Mengetahui bagian – bagian tanaman yang dapat dibentuk menjadi bonsai 2. Mengetahui tanaman bibit bonsai 3. Mengetahui tanaman bakal bonsai dan bagaimana cara menanamnya 4. Mengetahui bagaimana cara membuat tanaman bonsai 5. Untuk memenuhi tugas mandiri mata pelajaran bahasa Indonesia

B. Latar Belakang Menurut Rismunandar, (1993L tanpa halaman) menyatakan, “tanaman kerdil yang dipelihara di dalam pot yang beraneka ragam bentuk dan warnanya itu di Jepang diberi nama bonsai.” Dai kutipan di atas menunjukan tentang pengertian bonsai, jadi bonsai adalah tanaman kerdil yang bentuknya menyerupai tanaman di alam bebas yang di tanam di pot yang beraneka ragam bentuknya dan warnanya atau sering juga disebut tanaman hias, itu karena bentuknya yang indah dan menarik dan biasa dipajang di halaman rumah sebagai Hiasan untuk menambah keindahan rumah, sehingga orang yang melihat akan merasa tertarik. Pertama kalinya tanaman bonsai ini dikembangkan di Tiongkok pada abad ke XI, kemudian pada abad ke XV seni tanaman bonsai masuk ke Jepang, hingga seni tanaman kerdil ini disebut bonsai. Dengan keindahan dan keunikan dari tanaman bonsai ini akhirnya tanaman bonsai ini sampai merambah ke Amerika Serikat bahkan ke dunia Barat termasuk ke Indonesia bonsai ini banyak digemari dan diminati untuk bisa memiliki tanaman itu. Dengan demikian untuk bisa memenuhi hasrat itu, maka bonsai dalam penyusunan karya ilmiah ini. Hal ini sengaja penulis sajikan agar menambah kreatifitas bagi yang berminat tanaman hias. C. Metode Dalam penyusunan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode deskripsi dan pendekatan yang digunakan yaitu dengan pendekatan normative, dimana penulis menjelaskan dan memaparkan bagaimana cara membentuk tanaman menjadi tanaman bonsai dengan menggunakan literature yang ada D. Sistematika Penulisan Di samping karya ilmiah ini harus bersifat ilmiah, juga harus tersusun secara sistematis. Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai berikut: Dalam sistematika penulisan karya ilmiah ini diawali dengan isi yang terdiri dari daftar isi, dilanjutkan dengan isi yang terdiri dari beberapa Bab yaitu Bab I, Bab II, dan Bab III, yakni rinciannya sebagai berikut: Bab I Pendahuluan Isi dari Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub Bab yaitu; tujuan, latar belakang, metode; sistematika penulisan, dan terakhir Kegunaan Bab II Pembahasan Pembahasan ini menguraikan materi tentang tanaman bonsai secara teoritis dimana dalam hal ini terdiri dari beberapa sub yaitu: bagian tanaman, sifat dan fungsinya, bibit bonsai, bakal bonsai dan cara menanamnya; dan tahap-tahap pembentukan bonsai. Bab III Penutup Dalam Bab III ini diisi dengan penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran, dimana penulis setelah menguraikan materi tentang bonsai selanjutnya menyimpulkan dan memberikan saran sehingga karya ilmiah ini bisa bermanfaat. E. Kegunaan Manfaat dan kegunaan penyusunan karya ilmiah ini diharapkan bisa: 1. Menumbuhkan minat seseorang untuk bisa memiliki bonsai 2. Memberikan motivasi untuk bisa berkreasi dan kreatif 3. Memberikan pengetahuan dan pengalaman bagaimana membentuk tanaman bonsai

Pertumbuhan ranting dapat dihentikan dengan reaksi membentuk ranting-ranting baru.Akar lateral. Bagian Tanaman. walaupun bersifat pasif. serta sinar matahari dan suhu udara yang tidak konstan 2. bulat telur. tumbuhnya mendatar. maka dari itu uraian tentang bagian-bagian tanaman di bawah ini khusus ditujukan terhadap tanaman yang berkeping dua.BAB II PEMBAHASAN A. Sifat Dan Fungsinya Bagi seorang yang baru ingin mengembangkan daya kreasinya membentuk bonsai. Sifat dan fungsi bagian vegetatif 1.Akar tunggang atau akar pokok yang tumbuhnya lurus ke bawah . Bagian yang berada di dalam tanah. Membuat bonsai pada hakikatnya mempengaruhi bagian-bagian tanaman sedemikian rupa sehingga bisa tampil pertumbuhan yang dikehendaki pemiliknya. Bagian ini terdiri dari: . tidak dapat dipisahkan dari organ-organ yang berada di dalam tanah. pyramidal. perakaran yang tumbuhnya ke bawah atau ke dalam tanah dan menghindari matahari. bahwa tumbuh-tumbuhan sebagai makhluk yang hidup. yang berarti dapat menyesuaikan diri dengan ruang lingkup di mana mereka berada.bagian generatif (organum reproductivum) Untuk landasan membuat bonsai dibatasi pada penguraian bagian vegetatif saja. Ranting Tumbuh dari kuntum yang berada di ketiak daun dahan. daun) berada di dalam lingkungan yang penuh dengan udara dan lembap. Kuntum Kuntum dapat berada di titik tumbuh. akan berubah arahnya. nampak pula pada pertumbuhan batang pokok dahan dan sebagainya. 4. terlebih dahulu memerlukan bekal pengetahuan ala kadarnya tentang tumbuh-tumbuhan. ketiak daun dan ada pula yang terpendam (tidak nampak) yang setiap waktu dapat tumbuh sebagai ranting atau dahan baru. Batang pokok Dapat meningkat tingginya. a. Sebagai contoh akar tanaman di dalam pot atau keranjang akan melingkar-lingkar bilamana sudah tua umurnya. tetap akan memberikan reaksi terhadap gangguan pada tubuhnya. misalnya akar tunggang menjadi lateral bila tumbuhnya terhalang oleh suatu benda yang tidak bisa ditembus. . Bagian Vegetatif Bagian vegetatif dapat dibagi dalam 2 (dua) bagian: 1. Pertumbuhan akar tidak kaku. namun rata-rata tumbuh ke luar arah dahan. dahan. Tumbuhnya bisa mendatar atau membentuk sudut kurang dari 90°. Dahan Tumbuh dari kuntum yang berada di ketiak daun pada batang pokok yang masih muda. Organ-Organ Tanaman dan Sifatnya Hingga saat ini tanaman yang dikerdilkan pada umumnya termasuk keluarga besar “Dicotyledon” atau tanaman yang bijinya berkeping dua. ranting. Karena bagian generatif kurang perannya dalam membentuk bonsai. 2.Bagian vegetatif (organum nutritivum) . Yang berada di atas tanah (batang pokok. dan di bawah kulit. dapat tumbuh ke arah yang beraneka ragam. Akar Akar sifatnya menghindari sinar matahari. Bagian-bagian tanaman dapat dibagi dalam dua bagian ialah: . Dan dapat memperbesar lingkaran batangnya Karena diperlengkapi dengan jaringan khusus yang disebut kambium. Perlu diingat. 5. Fungsi Bagian Tanaman Organ-organ tanaman yang berada di atas tanah. 1. 2. Letak kambium di atas kayu. lonjong dan sebagainya. 3. dan keluar dari dekat leher akar b. Dampak pertumbuhan perakaran. Dengan adanya dahan-dahan tersebut dibentuklah mahkota pohon yang konis. sifat ini disebut “negatif phototropis”. Karena diperlengkapi dengan titik tumbuh pucuknya.

Batang pokok bersihkan 15 cm di atas tanah .Setek daun b. Daun merupakan pabrik untuk menghasilkan zat karbohidrat. sehingga dapat menghabiskan semangat untuk memulai mengayunkan langkah membentuk bonsai. a. Menyetek Sebelum mempraktekan teknis menyetek tanaman.Setek lunak dan setengah lunak .Biarkan 3-4 hari .Hijau daun yang sehat . yang pembuatannya memerlukan sedikit keterampilan . c. Teknik mencangkok . yang ingin menyibukkan diri dalam seni bonsai dan harus didahului dengan membikin ekolusi sendiri. Bibit ekolusi terdiri dari 2 (dua) bagian ialah : .Balut mos atau tanah dengan lembaran plastik.Batang atas (entrijs) Langkah-langkah dalam perokulasian: .Okulasi . Pesemaian bibit bonsai lebih baik diserahkan saja kepada perusahaan bibit (bonsai) yang sekaligus berkecimpung dalam pembikinan bonsai untuk di jual. B. Dikenal 3 jenis setek. 2. Fungsi akar Fungsi akar yang utama adalah untuk menyerap zat-zat mineral yang larut di dalam air atau dari tanah. mencangkok dan membuat okulasi merupakan seni tersendiri. Air yang diserap bersama zat mineral. diperlukan untuk berlangsungnya fotosintesa.Udara yang mengandung zat asam arang (CO2) .Kupas kulit dahan selebar 3-5 cm . Tapi tidak demikian halnya bagi seorang pendatang baru.Dengan jarum lembaran plastik dilubangi agar sirkulasi udara dapat berlangsung. Semai Bakal Bonsai Untuk mendapatkan bibit melalui penyemaian sendiri. terutama yang diserang terlebih dahulu bagian-bagian yang masih relatif muda.Batang bawah (onderstam) .Kemudian tutup lukanya dengan mos yang dibasahi atau campuran antara tanah dan remah dengan kompos yang tua dengan perbandingan 1:1 . Membikin Okulasi Bagi yang telah biasa menanam satu jenis pohon misalnya buah-buahan dalam bentuk okulasi untuk dijadikan bonsai. yaitu: . protein dan lemak. Cangkok Dan Okulasi Menyetek.Bongkah-bongkah tanaman yang masih bertunas dan masih nampak bertahan untuk hidup 1. Menyemaikan biji hingga dapat di tanam dalam pot banyak liku-likunya.Setek keras . Bibit Bonsai Bibit untuk bonsai atau bakal bonsai dapat diperoleh dari: .Biji yang khusus disemaikan atau dari semai yang ada di alam bebas . Tanpa air atau kekurangan air tanaman akan nampak layu. dipilihlah dahan minimal sebesar pensil atau ibu jari. Sedangkan membuat okulasi bisa membutuhkan waktu lebih dari 1 tahun.Buang lendirnya dengan mengerok atau melap dengan kain yang kering . dan ikat baik-baik di bagian atas dan bawah . Ketiga zat ini dibentuk melalui proses fotosintesa.Air b. Setek. Cangkok Untuk mencangkok. dan kulitnya mudah dikelupas (tidak lengket). Zat-zat mineral ini pada umumnya diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.Sinar matahari . akan memakan waktu cukup lama.a. perlu disadari bahwa setiap jenis tanaman dapat dengan mudah disetek. Menyetek dan mencangkok dapat menghasilkan tanaman baru dalam jangka waktu yang relatif singkat (1-2 bulan).Setekan atau cangkokan. tidak merupakan suatu problem yang pelit. Sarana dari proses tersebut adalah: .

yang ditutup dengan gas plastik atau yang lain Pada umumnya jenis tanaman tertentu membutuhkan campuran tanah yang khas bagi mereka. Lapisan paling atasnya atau topsil. dengan membikin keratan di bagian atas dan kanan kiri menurun ± 4 cm panjang . porselin atau plastik . yang telah dibuka. sehingga pas betul menempel pada keratan pohon pokok . 4. 3. semua pot bonsai diperlengkapi dengan satu atau lebih lubang pembuangan air. tinggi hingga rendah seperti talam Warnanya : beraneka ragam Lubang pembuangan air : Selain pot berbentuk baki.Mencari di luar halaman atau di alam bebas 5. jenis-jenis penyakit yang dapat mengakibatkan pembusukan pun bisa berada di dalam tanah maupun pasir.Jenis tanahnya adalah tanah yang tidak mudah padat atau plastik (liat/lengket) . pasir dan tanah bisa mengandung serangga tanah yang membahayakan tanaman bonsai.Air di dalam pot yang berlebih harus dapat mengalir keluar dengan sendirinya . Dengan bonsai. yang serasi dan atraktif dengan kata lain berukuran seimbang dengan bentuk bonsainya. Biji-biji rerumputan dan sebaginya terdapat pula di pasir.. usahakan matanya tidak tertutup . terutama cacing dan nematoda. dengan kayunya sedikit dari bawah ke atas. Cacing tanah atau cacing hujan walaupun tidak akan merusak akar namun tetap saja dapat merisaukan. Cara Menanami Bonsai Bakal bonsai dapat diperoleh melalui beberapa cara ialah: . Tanah yang tidak dalam dan bercadas dalam musim kemarau banyak mengalami kekurangan air. Akibatnya ialah tanaman tahun yang tumbuh di atasnya tidak akan normal. sehingga merupakan lidah. dan tempelkan kembali.Sayat mata dari dahan entrijs. getahperca. segi lima. Resep umum medium untuk tanaman yang berdaun lebar (Beringin. Lapisan ketiga bisa berbentuk lapisan tanah yang banyak batu-batuan berukuran beraneka ragam dan akhirnya lapisan paling bawah adalah lapisan induk batu yang kedap air. panjang ± 4 cm di atas mata yang merata. sehingga banyak mengandung udara bersih . oval. tebalnya tidak lebih dari 35 cm bersifat cerul. Lapisan kedua masih lunak. Bakal Bonsai Dan Cara Menanamnya Prinsip-prinsip menanam bonsai ini ialah: . sehingga dapat mempertahankan kelembapannya. Mengisi Pot Mengisi pot untuk tanaman bonsai merupakan duplikasi dari keadaan yang sebenarnya di alam bebas. alias pendek.Tarik kulit ke bawah. Air penyiraman harus bersih dan tidak berlumpur dan nentral (tawar).Daya serap tanahnya terhadap air baik.Angket kayu perlahan-lahan tanpa merusak matanya . dan sebagainya) adalah: 50 % tanah liat sedang 20 % pasir dan 30 % kompos 2. masukkan antara kayu dan kulit lidah batang pokok. Pot bonsai dapat berbentuk: bulat. Pot dan isinya Pot merupakan sarana dalam kreasi bonsai yang tidak kalah penting dengan bonsai sendiri. segi panjang dan sebagainya Ukurannya : besar. Pemeliharaan Setelah Tanam Setelah penanaman selesai.Membibitkan sendiri melalui penyemaian . sawo.Kulit yang bermata. Kesuburan dan tinggi rendahnya pertumbuhan tanaman tahunan tergantung pada tebal tipisnya lapisan kedua dan ketiga.Sayat kulit 10 cm dari atas tanah selebar 8 mm.Membeli dari penjual bibit di pinggir jalan atau kebun bibit . Bila lapisan kedua dan ketiga bercadas. siram bakal bonsai dan tanahnya dengan mempergunakan spayer yang halus.Balut dengan tali raffia yang erat C. Pengamanan Isi Pot Batu kerikil.Tanah di dalam pot harus yang cerul. 1. sedang. kemudian potong separuhnya . masih dapat menyalurkan air ke bawah menjadi air tanah. Hentikan penyiraman jika air sudah . pot merupakan rangkaian yang harus harmonis. pertumbuhan akar tunggangnya terhalang. kecil hingga kecil sekali.Pot dibikin dari tanah bakar. penuh dengan humus. dan subur. Selain serangga.

Pisau kecil yang tajam .Tang yang runcing ujungnya . Tahap-Tahap Pembentukan Bonsai Membentuk tanaman kerdil alias bonsai pada hakikatnya ialah membuat duplikat dari bentuk-bentuk pohonpohonan di alam bebas.Kawat kuningan dari beberapa ukuran diameternya . hingga cukup besar namun tetap di bawah ukuran yang normal. D. Tahap Pertama. Kerangka dasar ini terdiri dari rangkaian batang pokok dan beberapa dahan Dahan-dahan yang dianggap berlebihan dipangkas dengan gunting pemangkas sedemikian rupa.Gunting pemangkas .Berliku-liku namun menjulang ke atas . Tempatkan kemudian bakal bonsai di tempat yang teduh.Cellotape E. ini merupakan pertanda bahwa lubang air tersumbat. Bonsai dapat menampilkan bentuk mahkota pohon indah secara individual. sehingga habis pangkalnya. Sebelum membentuk kerangka dasar. rencanakan terlebih dahulu masak-masak bentuk bonsai yang dikhayalkan. Batang Pokoknya praktis sudah tidak tergoyahkan lagi dan sudah cukup mencapai ketinggian yang diperlukan pada akhirnya untuk dibentuk. dan bagaimana kira-kira bentuk bonsai pada akhirnya nanti. jeruk kingki (Triphasi aurantium). Batu kerikil kecil-kecil dapat berfungsi juga sebagai mulsa. jenis-jenis coniper (cemara.Tegak lurus dengan dahan membentuk mahkota yang sistematis atau asimatris .Berbatang pokok lebih dari satu yang tumbuh dekat leher akar atau lebih tinggi dan sebagainya. Di samping berukuran kecil hendaknya mempunyai sifat mudah rontok. Bentuk bonsai dapat menggambarkan sejenis pohon yang bertahan terhadap keganasan alam. Batang Pokok Batang pokok dapat diatur sikapnya menjadi: . Untuk menghindari permukaan tanah di dalam pot cepat mengering.Tang untuk memotong kawat . namun dapat pula berbentuk puncak gunung dengan beberapa tanaman kerdil. 1. Pohon nampak porak-poranda namun tetap survive.berkelebihan dan mengalir ke luar melalui lubang air. .Tali raffia . Untuk mempercepat tumbuhnya kembali (recovering) bakal bonsai dapat diusahakan dengan menutup seluruh tanaman dengan kantung plastik transparan. luka bekas dahan nampak rata dengan permukaan kulit batang pokok. Dapat ditutup dengan mos kering sebagai mulsa atau lumut hijau bilamana ada. Kerangka dasar sementara sudah dimulai pada waktu memindahkan tanaman ke dalam pot bonsai. delima (punika granatum). misalnya angin yang keras. sedang. badai laut di pinggir pantai yang berlaut-laut. Skala duplikasi ini bisa kecil. Puncak gunung dapat nampak hijau karena tertutup mos atau berbentuk batubatu karang yang menampilkan bentuk tanah yang kritis. Penyempurnaan Bentuk Bonsai Tidak semua jenis tanaman dapat dikerdilkan. Malapetaka kecil ini dapat diatasi dengan alat pengungkit.Miring hingga menggelantung . Mungkin memenuhi persyaratan agar daunnya bisa mengecil. tidak banyak angin dan bebas dari gangguan anakanak atau hewan kesayangan. Membentuk Kerangka Dasar Bakal bonsai yang sudah siap untuk diberi kerangka dasar adalah yang sudah benar-benar sehat kembali. lo (ficus glomerata) dan sebagainya. pinus dll). namun seimbang dengan bentuk dan ukuran bonsai keseluruhannya. Tanaman yang dapat memenuhi persyaratan untuk dikerdilkan adalah tanaman yang mempunyai daun berukuran kecil. namun dapat pula berbentuk kebun mini. Bila air nampak mengenang dan tidak mau keluar lubang air. Namun yang lebih praktis adalah dibungkus dengan lembaran plastik. Misalnya tanaman advokat yang berdaun lebar dan panjang tidak. Penyempurnaan bonsai kini letaknya untuk menyusun ranting-ranting dengan daunnya yang cukup lebat. setelah mengalami pemindahan. Tepatnya. Kebun mini ini dapat berbentuk rata. misalnya Beringin. Untuk keperluan tersebut diperlukan sarana untuk memudahkan pelaksanaannya sebagai berikut: . 2.Gunting biasa . Tahap Kedua Merubah Arah Dan Bentuk Merubah bentuk dan arah tumbuhnya batang pokok dan dahan-dahan merupakan suatu paksaan dan memakan waktu hingga bentuk dan arah yang dikehendaki tercapai.

3. akan berbentuk pohon. Pengendalian pertumbuhan tersebut dilaksanakan melalui pemangkasan dan pengetipan / Pemetikan titik tumbuh Dengan pemangkasan dibuangnya: . Daya serap tanah terhadap air baik. . bila dibiarkan sekehendak hatinya. sebagai reaksinya ialah mengeluarkan kuntum baru yang dapat menjadikan dahan maupun ranting mengakibatkan kuntum di bawah titik tumbuh yang semula pasif (tidur) akan aktif dan tumbuh.Bila ingin membentuk ranting baru. porslen atau plastik.Jika perlu menambah lakukan dan sebaginya. 5. Skala duplikat ini bisa kecil. okulasi dan langkah-langkah tanaman yang masih bertunas. akan meningkat tingginya dan akan melebar mahkotanya. masih memungkinkan tanpa mengganggu bentuk dan penampilan bonsai selanjutnya Langkah-langkah dalam penyempurnaan bonsai nampaknya sederhana.Cabang/ dahan yang tumbuhnya di luar rencana akibat dari lengkungan atau yang tumbuh dari kuntum adventif . Cara dan Waktu Pemangkasan Memotong dahan atau ranting. Bibit atau benih yang dapat dijadikan bakal bonsai dapat dihasilkan melalui penyemaian biji. 2.Batang pokok dan dahan harus nampak tumbuh kuat. Adapun prinsip atau cara menanam bonsai adalah: Pot dibuat dari tanah bakaran. dan sebagai dasar yang harus tetap menonjol.Pengetipan/pengurangan kuntum ranting maupun dahan .Pemangkasan . Air di dalam pot harus dapat mengalir jika berlebih.Ranting-ranting yang tumbuhnya saling tindih yang tampil kurang sedap . cangkokan. Walaupun bagaikan suburnya pertumbuhan daun namun dalam peryempurnaan bentuk bonsai. hingga cukup besar namun tetap dibawah ukuran. bila dibiarkan sekehendak hatinya. Pengendalian pertumbuhan Setiap orang mengetahui. batang pokok. 3. Bonsai adalah tanaman kerdil yang dipelihara di dalam pot yang beraneka ragam bentuknya dan warnanya. Langkah-langkah penyempurnaan ini terdiri dari. dilakukan sebagai berikut: . setekan. Tindakan ini dilakukan selama pertumbuhan baru. yaitu: 1. Potonglah sedemikian rupa hingga lukanya rata dengan permukaan pangkal tumbuhnya. Membentuk tanaman bonsai ialah membuat duplikat dari bentuk pohon-pohonan di alam bebas.Potong sedekat mungkin dengan kuntum yang nampak sehat .Ranting-ranting yang tumbuh ke arah bawah atau ke arah batang pokok . bahwa tanaman khususnya yang berbentuk pohon. potong sedekat mungkin dengan ranting yang tumbuhnya sehat . Setiap bagian yang dilengkungkan. Tanah di dalam pot harus cerul. Bagian-bagian tanaman yang dapat dibentuk menjadi bonsai adalah. Jenis tanahnya harus yang tidak mudah padat. sedang. BAB III PENUTUP A. dan menghasilkan ranting-ranting dan daun yang sehat.Bila memangkas cabang. ada yang tiga ada yang lima tahun lebih. Tutup lukanya yang besar dengan paraffin. Melilit Dahan Dengan Kawat Melilit dahan-dahan yang memanjang karena pertumbuhannya masih dapat dilaksanakan. Tapi hasil yang cukup mengesankan baru dapat dicapai setelah beberapa tahun. maka penulis menyimpulkan. Langkah-langkah penyempurnaan ini dalam hakikatnya sangat mengasyikan pemiliknya. Kesimpulan Setelah penulis mengadakan pengkajian secara normative pada Bab II. Setiap waktu yang senggang sering dimanfaatkan untuk meneliti pohon kerdil kesayangannya. sehingga banyak mengandung udara bersih. kedua-duanya merupakan kerangka dasar. batang pokok dan dahan harus nampak jelas tidak tertutup.Ranting-ranting yang lemah pertumbuhannya 2. . 1. 4. dahan ranting dan akar.

merupakan suatu kesenian tersedirinya.B. MAKALAH BIOLOGI DAFTAR ISI JUDUL KARANGAN DAFTAR ISI PENDAHULUAN LATAR BELAKANG METODE PERALATAN DAN BAHAN KEGIATAN PENELITIAN HASIL EKSPERIMEN DAN PEMBAHASAN KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA 02 03 05 05 06 09 10 . Posted by Anakciremai at 2:06 PM Labels: CARA. hendaknya memeliharanya dengan baik. Saran Agar dalam penyusunan karya ilmiah ini bisa memberikan manfaat yang besar maka penulis menyarankan: 1. karena membentuk tanaman kerdil dan memeliharanya hingga beberapa ratus tahun lamanya. 2. Bagi yang memiliki tanaman bonsai. kegagalan pasti akan dialaminya. Dengan demikian hendaknya bagi para pemula untuk memiliki kesabaran yang tinggi Jadikanlah kegagalan sebagai ujian untuk mengulang lagi lebih baik lagi. Belajar mengkerdilkan pohon tidak akan selancar yang diharapkan. .