BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Dalam penyusunan karya ilmiah ini, tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai.

Adapun tujuannya adalah agar dapat: 1. Mengetahui bagian – bagian tanaman yang dapat dibentuk menjadi bonsai 2. Mengetahui tanaman bibit bonsai 3. Mengetahui tanaman bakal bonsai dan bagaimana cara menanamnya 4. Mengetahui bagaimana cara membuat tanaman bonsai 5. Untuk memenuhi tugas mandiri mata pelajaran bahasa Indonesia

B. Latar Belakang Menurut Rismunandar, (1993L tanpa halaman) menyatakan, “tanaman kerdil yang dipelihara di dalam pot yang beraneka ragam bentuk dan warnanya itu di Jepang diberi nama bonsai.” Dai kutipan di atas menunjukan tentang pengertian bonsai, jadi bonsai adalah tanaman kerdil yang bentuknya menyerupai tanaman di alam bebas yang di tanam di pot yang beraneka ragam bentuknya dan warnanya atau sering juga disebut tanaman hias, itu karena bentuknya yang indah dan menarik dan biasa dipajang di halaman rumah sebagai Hiasan untuk menambah keindahan rumah, sehingga orang yang melihat akan merasa tertarik. Pertama kalinya tanaman bonsai ini dikembangkan di Tiongkok pada abad ke XI, kemudian pada abad ke XV seni tanaman bonsai masuk ke Jepang, hingga seni tanaman kerdil ini disebut bonsai. Dengan keindahan dan keunikan dari tanaman bonsai ini akhirnya tanaman bonsai ini sampai merambah ke Amerika Serikat bahkan ke dunia Barat termasuk ke Indonesia bonsai ini banyak digemari dan diminati untuk bisa memiliki tanaman itu. Dengan demikian untuk bisa memenuhi hasrat itu, maka bonsai dalam penyusunan karya ilmiah ini. Hal ini sengaja penulis sajikan agar menambah kreatifitas bagi yang berminat tanaman hias. C. Metode Dalam penyusunan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode deskripsi dan pendekatan yang digunakan yaitu dengan pendekatan normative, dimana penulis menjelaskan dan memaparkan bagaimana cara membentuk tanaman menjadi tanaman bonsai dengan menggunakan literature yang ada D. Sistematika Penulisan Di samping karya ilmiah ini harus bersifat ilmiah, juga harus tersusun secara sistematis. Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai berikut: Dalam sistematika penulisan karya ilmiah ini diawali dengan isi yang terdiri dari daftar isi, dilanjutkan dengan isi yang terdiri dari beberapa Bab yaitu Bab I, Bab II, dan Bab III, yakni rinciannya sebagai berikut: Bab I Pendahuluan Isi dari Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub Bab yaitu; tujuan, latar belakang, metode; sistematika penulisan, dan terakhir Kegunaan Bab II Pembahasan Pembahasan ini menguraikan materi tentang tanaman bonsai secara teoritis dimana dalam hal ini terdiri dari beberapa sub yaitu: bagian tanaman, sifat dan fungsinya, bibit bonsai, bakal bonsai dan cara menanamnya; dan tahap-tahap pembentukan bonsai. Bab III Penutup Dalam Bab III ini diisi dengan penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran, dimana penulis setelah menguraikan materi tentang bonsai selanjutnya menyimpulkan dan memberikan saran sehingga karya ilmiah ini bisa bermanfaat. E. Kegunaan Manfaat dan kegunaan penyusunan karya ilmiah ini diharapkan bisa: 1. Menumbuhkan minat seseorang untuk bisa memiliki bonsai 2. Memberikan motivasi untuk bisa berkreasi dan kreatif 3. Memberikan pengetahuan dan pengalaman bagaimana membentuk tanaman bonsai

Akar lateral. Dengan adanya dahan-dahan tersebut dibentuklah mahkota pohon yang konis.Bagian vegetatif (organum nutritivum) . Batang pokok Dapat meningkat tingginya.BAB II PEMBAHASAN A. Karena bagian generatif kurang perannya dalam membentuk bonsai. Bagian ini terdiri dari: . Membuat bonsai pada hakikatnya mempengaruhi bagian-bagian tanaman sedemikian rupa sehingga bisa tampil pertumbuhan yang dikehendaki pemiliknya. Karena diperlengkapi dengan titik tumbuh pucuknya. Sebagai contoh akar tanaman di dalam pot atau keranjang akan melingkar-lingkar bilamana sudah tua umurnya. 2. Letak kambium di atas kayu. Dahan Tumbuh dari kuntum yang berada di ketiak daun pada batang pokok yang masih muda. dapat tumbuh ke arah yang beraneka ragam. Dan dapat memperbesar lingkaran batangnya Karena diperlengkapi dengan jaringan khusus yang disebut kambium. yang berarti dapat menyesuaikan diri dengan ruang lingkup di mana mereka berada.bagian generatif (organum reproductivum) Untuk landasan membuat bonsai dibatasi pada penguraian bagian vegetatif saja. Bagian yang berada di dalam tanah. maka dari itu uraian tentang bagian-bagian tanaman di bawah ini khusus ditujukan terhadap tanaman yang berkeping dua. Perlu diingat. Dampak pertumbuhan perakaran. 2. pyramidal. Sifat Dan Fungsinya Bagi seorang yang baru ingin mengembangkan daya kreasinya membentuk bonsai. serta sinar matahari dan suhu udara yang tidak konstan 2. misalnya akar tunggang menjadi lateral bila tumbuhnya terhalang oleh suatu benda yang tidak bisa ditembus. walaupun bersifat pasif. Bagian Tanaman. .Akar tunggang atau akar pokok yang tumbuhnya lurus ke bawah . perakaran yang tumbuhnya ke bawah atau ke dalam tanah dan menghindari matahari. Bagian-bagian tanaman dapat dibagi dalam dua bagian ialah: . dan di bawah kulit. nampak pula pada pertumbuhan batang pokok dahan dan sebagainya. ranting. Akar Akar sifatnya menghindari sinar matahari. Yang berada di atas tanah (batang pokok. Sifat dan fungsi bagian vegetatif 1. Tumbuhnya bisa mendatar atau membentuk sudut kurang dari 90°. sifat ini disebut “negatif phototropis”. Pertumbuhan ranting dapat dihentikan dengan reaksi membentuk ranting-ranting baru. Pertumbuhan akar tidak kaku. lonjong dan sebagainya. tidak dapat dipisahkan dari organ-organ yang berada di dalam tanah. a. 3. Fungsi Bagian Tanaman Organ-organ tanaman yang berada di atas tanah. namun rata-rata tumbuh ke luar arah dahan. bulat telur. 4. bahwa tumbuh-tumbuhan sebagai makhluk yang hidup. Organ-Organ Tanaman dan Sifatnya Hingga saat ini tanaman yang dikerdilkan pada umumnya termasuk keluarga besar “Dicotyledon” atau tanaman yang bijinya berkeping dua. daun) berada di dalam lingkungan yang penuh dengan udara dan lembap. tetap akan memberikan reaksi terhadap gangguan pada tubuhnya. 5. Bagian Vegetatif Bagian vegetatif dapat dibagi dalam 2 (dua) bagian: 1. terlebih dahulu memerlukan bekal pengetahuan ala kadarnya tentang tumbuh-tumbuhan. ketiak daun dan ada pula yang terpendam (tidak nampak) yang setiap waktu dapat tumbuh sebagai ranting atau dahan baru. akan berubah arahnya. 1. dahan. Kuntum Kuntum dapat berada di titik tumbuh. dan keluar dari dekat leher akar b. Ranting Tumbuh dari kuntum yang berada di ketiak daun dahan. tumbuhnya mendatar.

Daun merupakan pabrik untuk menghasilkan zat karbohidrat. tidak merupakan suatu problem yang pelit.Buang lendirnya dengan mengerok atau melap dengan kain yang kering .Balut mos atau tanah dengan lembaran plastik. mencangkok dan membuat okulasi merupakan seni tersendiri.Setek daun b. Sarana dari proses tersebut adalah: . B. Semai Bakal Bonsai Untuk mendapatkan bibit melalui penyemaian sendiri. sehingga dapat menghabiskan semangat untuk memulai mengayunkan langkah membentuk bonsai. Bibit Bonsai Bibit untuk bonsai atau bakal bonsai dapat diperoleh dari: .Setek lunak dan setengah lunak .Hijau daun yang sehat .Biarkan 3-4 hari . Zat-zat mineral ini pada umumnya diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Tanpa air atau kekurangan air tanaman akan nampak layu. yang ingin menyibukkan diri dalam seni bonsai dan harus didahului dengan membikin ekolusi sendiri. dan ikat baik-baik di bagian atas dan bawah . Air yang diserap bersama zat mineral.Kupas kulit dahan selebar 3-5 cm . Menyetek dan mencangkok dapat menghasilkan tanaman baru dalam jangka waktu yang relatif singkat (1-2 bulan).Udara yang mengandung zat asam arang (CO2) . Membikin Okulasi Bagi yang telah biasa menanam satu jenis pohon misalnya buah-buahan dalam bentuk okulasi untuk dijadikan bonsai. protein dan lemak. Cangkok Untuk mencangkok. dipilihlah dahan minimal sebesar pensil atau ibu jari. Cangkok Dan Okulasi Menyetek.Setek keras . Menyemaikan biji hingga dapat di tanam dalam pot banyak liku-likunya. Dikenal 3 jenis setek. diperlukan untuk berlangsungnya fotosintesa. Ketiga zat ini dibentuk melalui proses fotosintesa.Batang pokok bersihkan 15 cm di atas tanah . akan memakan waktu cukup lama. Teknik mencangkok . Tapi tidak demikian halnya bagi seorang pendatang baru.Batang bawah (onderstam) .Biji yang khusus disemaikan atau dari semai yang ada di alam bebas . a.Bongkah-bongkah tanaman yang masih bertunas dan masih nampak bertahan untuk hidup 1. Pesemaian bibit bonsai lebih baik diserahkan saja kepada perusahaan bibit (bonsai) yang sekaligus berkecimpung dalam pembikinan bonsai untuk di jual. c. perlu disadari bahwa setiap jenis tanaman dapat dengan mudah disetek. yang pembuatannya memerlukan sedikit keterampilan .Setekan atau cangkokan. terutama yang diserang terlebih dahulu bagian-bagian yang masih relatif muda. Bibit ekolusi terdiri dari 2 (dua) bagian ialah : .Batang atas (entrijs) Langkah-langkah dalam perokulasian: . Fungsi akar Fungsi akar yang utama adalah untuk menyerap zat-zat mineral yang larut di dalam air atau dari tanah. Setek.Okulasi . 2. yaitu: .Sinar matahari . Menyetek Sebelum mempraktekan teknis menyetek tanaman.Kemudian tutup lukanya dengan mos yang dibasahi atau campuran antara tanah dan remah dengan kompos yang tua dengan perbandingan 1:1 .Air b. Sedangkan membuat okulasi bisa membutuhkan waktu lebih dari 1 tahun. dan kulitnya mudah dikelupas (tidak lengket).a.Dengan jarum lembaran plastik dilubangi agar sirkulasi udara dapat berlangsung.

sehingga dapat mempertahankan kelembapannya. 4. usahakan matanya tidak tertutup .Kulit yang bermata. Tanah yang tidak dalam dan bercadas dalam musim kemarau banyak mengalami kekurangan air.Tanah di dalam pot harus yang cerul. yang serasi dan atraktif dengan kata lain berukuran seimbang dengan bentuk bonsainya.Membibitkan sendiri melalui penyemaian . sehingga pas betul menempel pada keratan pohon pokok . sehingga banyak mengandung udara bersih . sawo.Balut dengan tali raffia yang erat C. Dengan bonsai. masih dapat menyalurkan air ke bawah menjadi air tanah. sehingga merupakan lidah. Akibatnya ialah tanaman tahun yang tumbuh di atasnya tidak akan normal. kemudian potong separuhnya . pasir dan tanah bisa mengandung serangga tanah yang membahayakan tanaman bonsai. Lapisan paling atasnya atau topsil. dengan membikin keratan di bagian atas dan kanan kiri menurun ± 4 cm panjang . semua pot bonsai diperlengkapi dengan satu atau lebih lubang pembuangan air. segi lima. dan sebagainya) adalah: 50 % tanah liat sedang 20 % pasir dan 30 % kompos 2. penuh dengan humus. siram bakal bonsai dan tanahnya dengan mempergunakan spayer yang halus.Membeli dari penjual bibit di pinggir jalan atau kebun bibit . dengan kayunya sedikit dari bawah ke atas. kecil hingga kecil sekali.Tarik kulit ke bawah. Bakal Bonsai Dan Cara Menanamnya Prinsip-prinsip menanam bonsai ini ialah: . 1. Selain serangga. Kesuburan dan tinggi rendahnya pertumbuhan tanaman tahunan tergantung pada tebal tipisnya lapisan kedua dan ketiga. Air penyiraman harus bersih dan tidak berlumpur dan nentral (tawar). Cacing tanah atau cacing hujan walaupun tidak akan merusak akar namun tetap saja dapat merisaukan. oval. dan subur. Lapisan kedua masih lunak. Hentikan penyiraman jika air sudah .Pot dibikin dari tanah bakar. terutama cacing dan nematoda.Sayat kulit 10 cm dari atas tanah selebar 8 mm. Cara Menanami Bonsai Bakal bonsai dapat diperoleh melalui beberapa cara ialah: . Lapisan ketiga bisa berbentuk lapisan tanah yang banyak batu-batuan berukuran beraneka ragam dan akhirnya lapisan paling bawah adalah lapisan induk batu yang kedap air. 3. alias pendek. panjang ± 4 cm di atas mata yang merata.Sayat mata dari dahan entrijs. pot merupakan rangkaian yang harus harmonis. jenis-jenis penyakit yang dapat mengakibatkan pembusukan pun bisa berada di dalam tanah maupun pasir. Resep umum medium untuk tanaman yang berdaun lebar (Beringin. masukkan antara kayu dan kulit lidah batang pokok. Biji-biji rerumputan dan sebaginya terdapat pula di pasir. pertumbuhan akar tunggangnya terhalang. yang telah dibuka. porselin atau plastik . dan tempelkan kembali. yang ditutup dengan gas plastik atau yang lain Pada umumnya jenis tanaman tertentu membutuhkan campuran tanah yang khas bagi mereka. segi panjang dan sebagainya Ukurannya : besar.Jenis tanahnya adalah tanah yang tidak mudah padat atau plastik (liat/lengket) . Pemeliharaan Setelah Tanam Setelah penanaman selesai.Mencari di luar halaman atau di alam bebas 5. tebalnya tidak lebih dari 35 cm bersifat cerul. getahperca.. sedang.Angket kayu perlahan-lahan tanpa merusak matanya .Air di dalam pot yang berlebih harus dapat mengalir keluar dengan sendirinya . Pot dan isinya Pot merupakan sarana dalam kreasi bonsai yang tidak kalah penting dengan bonsai sendiri. tinggi hingga rendah seperti talam Warnanya : beraneka ragam Lubang pembuangan air : Selain pot berbentuk baki. Bila lapisan kedua dan ketiga bercadas. Mengisi Pot Mengisi pot untuk tanaman bonsai merupakan duplikasi dari keadaan yang sebenarnya di alam bebas.Daya serap tanahnya terhadap air baik. Pengamanan Isi Pot Batu kerikil. Pot bonsai dapat berbentuk: bulat.

Batang Pokok Batang pokok dapat diatur sikapnya menjadi: . sehingga habis pangkalnya. Tahap Pertama. 2. 1. ini merupakan pertanda bahwa lubang air tersumbat. Batang Pokoknya praktis sudah tidak tergoyahkan lagi dan sudah cukup mencapai ketinggian yang diperlukan pada akhirnya untuk dibentuk. Mungkin memenuhi persyaratan agar daunnya bisa mengecil.Tang yang runcing ujungnya . misalnya Beringin. sedang. Malapetaka kecil ini dapat diatasi dengan alat pengungkit. hingga cukup besar namun tetap di bawah ukuran yang normal. Kerangka dasar sementara sudah dimulai pada waktu memindahkan tanaman ke dalam pot bonsai. lo (ficus glomerata) dan sebagainya. Tanaman yang dapat memenuhi persyaratan untuk dikerdilkan adalah tanaman yang mempunyai daun berukuran kecil.Gunting pemangkas . . Misalnya tanaman advokat yang berdaun lebar dan panjang tidak. misalnya angin yang keras. Tempatkan kemudian bakal bonsai di tempat yang teduh. Bentuk bonsai dapat menggambarkan sejenis pohon yang bertahan terhadap keganasan alam. Pohon nampak porak-poranda namun tetap survive. Sebelum membentuk kerangka dasar. Tahap Kedua Merubah Arah Dan Bentuk Merubah bentuk dan arah tumbuhnya batang pokok dan dahan-dahan merupakan suatu paksaan dan memakan waktu hingga bentuk dan arah yang dikehendaki tercapai. Bonsai dapat menampilkan bentuk mahkota pohon indah secara individual. luka bekas dahan nampak rata dengan permukaan kulit batang pokok. Untuk keperluan tersebut diperlukan sarana untuk memudahkan pelaksanaannya sebagai berikut: .Pisau kecil yang tajam .Tali raffia . rencanakan terlebih dahulu masak-masak bentuk bonsai yang dikhayalkan. namun dapat pula berbentuk kebun mini. namun dapat pula berbentuk puncak gunung dengan beberapa tanaman kerdil. Penyempurnaan Bentuk Bonsai Tidak semua jenis tanaman dapat dikerdilkan. jeruk kingki (Triphasi aurantium).Berliku-liku namun menjulang ke atas . Penyempurnaan bonsai kini letaknya untuk menyusun ranting-ranting dengan daunnya yang cukup lebat. tidak banyak angin dan bebas dari gangguan anakanak atau hewan kesayangan. D.Tang untuk memotong kawat . Dapat ditutup dengan mos kering sebagai mulsa atau lumut hijau bilamana ada. Kebun mini ini dapat berbentuk rata. Namun yang lebih praktis adalah dibungkus dengan lembaran plastik. setelah mengalami pemindahan. delima (punika granatum). dan bagaimana kira-kira bentuk bonsai pada akhirnya nanti.Miring hingga menggelantung .Kawat kuningan dari beberapa ukuran diameternya . Bila air nampak mengenang dan tidak mau keluar lubang air. badai laut di pinggir pantai yang berlaut-laut. namun seimbang dengan bentuk dan ukuran bonsai keseluruhannya. Skala duplikasi ini bisa kecil. Puncak gunung dapat nampak hijau karena tertutup mos atau berbentuk batubatu karang yang menampilkan bentuk tanah yang kritis.berkelebihan dan mengalir ke luar melalui lubang air. Tahap-Tahap Pembentukan Bonsai Membentuk tanaman kerdil alias bonsai pada hakikatnya ialah membuat duplikat dari bentuk-bentuk pohonpohonan di alam bebas. pinus dll). Batu kerikil kecil-kecil dapat berfungsi juga sebagai mulsa. Tepatnya. Membentuk Kerangka Dasar Bakal bonsai yang sudah siap untuk diberi kerangka dasar adalah yang sudah benar-benar sehat kembali.Cellotape E. Untuk menghindari permukaan tanah di dalam pot cepat mengering.Gunting biasa .Berbatang pokok lebih dari satu yang tumbuh dekat leher akar atau lebih tinggi dan sebagainya. Kerangka dasar ini terdiri dari rangkaian batang pokok dan beberapa dahan Dahan-dahan yang dianggap berlebihan dipangkas dengan gunting pemangkas sedemikian rupa. Untuk mempercepat tumbuhnya kembali (recovering) bakal bonsai dapat diusahakan dengan menutup seluruh tanaman dengan kantung plastik transparan. jenis-jenis coniper (cemara.Tegak lurus dengan dahan membentuk mahkota yang sistematis atau asimatris . Di samping berukuran kecil hendaknya mempunyai sifat mudah rontok.

3. Daya serap tanah terhadap air baik.Jika perlu menambah lakukan dan sebaginya. . dan sebagai dasar yang harus tetap menonjol. Potonglah sedemikian rupa hingga lukanya rata dengan permukaan pangkal tumbuhnya. Bagian-bagian tanaman yang dapat dibentuk menjadi bonsai adalah. okulasi dan langkah-langkah tanaman yang masih bertunas. Tapi hasil yang cukup mengesankan baru dapat dicapai setelah beberapa tahun. 4. Langkah-langkah penyempurnaan ini terdiri dari. kedua-duanya merupakan kerangka dasar.Bila ingin membentuk ranting baru. Cara dan Waktu Pemangkasan Memotong dahan atau ranting.Bila memangkas cabang. Tindakan ini dilakukan selama pertumbuhan baru. Adapun prinsip atau cara menanam bonsai adalah: Pot dibuat dari tanah bakaran. Air di dalam pot harus dapat mengalir jika berlebih. Setiap bagian yang dilengkungkan. dilakukan sebagai berikut: . bila dibiarkan sekehendak hatinya. setekan. Skala duplikat ini bisa kecil. Tutup lukanya yang besar dengan paraffin. Jenis tanahnya harus yang tidak mudah padat. potong sedekat mungkin dengan ranting yang tumbuhnya sehat . Bonsai adalah tanaman kerdil yang dipelihara di dalam pot yang beraneka ragam bentuknya dan warnanya. Pengendalian pertumbuhan tersebut dilaksanakan melalui pemangkasan dan pengetipan / Pemetikan titik tumbuh Dengan pemangkasan dibuangnya: .Batang pokok dan dahan harus nampak tumbuh kuat.Ranting-ranting yang lemah pertumbuhannya 2. porslen atau plastik. Melilit Dahan Dengan Kawat Melilit dahan-dahan yang memanjang karena pertumbuhannya masih dapat dilaksanakan. ada yang tiga ada yang lima tahun lebih. Pengendalian pertumbuhan Setiap orang mengetahui.Pengetipan/pengurangan kuntum ranting maupun dahan . BAB III PENUTUP A. 2.Ranting-ranting yang tumbuhnya saling tindih yang tampil kurang sedap . 1. sebagai reaksinya ialah mengeluarkan kuntum baru yang dapat menjadikan dahan maupun ranting mengakibatkan kuntum di bawah titik tumbuh yang semula pasif (tidur) akan aktif dan tumbuh. masih memungkinkan tanpa mengganggu bentuk dan penampilan bonsai selanjutnya Langkah-langkah dalam penyempurnaan bonsai nampaknya sederhana. bila dibiarkan sekehendak hatinya. Walaupun bagaikan suburnya pertumbuhan daun namun dalam peryempurnaan bentuk bonsai. bahwa tanaman khususnya yang berbentuk pohon.Cabang/ dahan yang tumbuhnya di luar rencana akibat dari lengkungan atau yang tumbuh dari kuntum adventif .Pemangkasan . maka penulis menyimpulkan. akan berbentuk pohon. batang pokok. Tanah di dalam pot harus cerul.Potong sedekat mungkin dengan kuntum yang nampak sehat . batang pokok dan dahan harus nampak jelas tidak tertutup. sedang. dan menghasilkan ranting-ranting dan daun yang sehat. Bibit atau benih yang dapat dijadikan bakal bonsai dapat dihasilkan melalui penyemaian biji. cangkokan. 3. dahan ranting dan akar. . akan meningkat tingginya dan akan melebar mahkotanya. yaitu: 1. Setiap waktu yang senggang sering dimanfaatkan untuk meneliti pohon kerdil kesayangannya.Ranting-ranting yang tumbuh ke arah bawah atau ke arah batang pokok . Membentuk tanaman bonsai ialah membuat duplikat dari bentuk pohon-pohonan di alam bebas. Langkah-langkah penyempurnaan ini dalam hakikatnya sangat mengasyikan pemiliknya. Kesimpulan Setelah penulis mengadakan pengkajian secara normative pada Bab II. hingga cukup besar namun tetap dibawah ukuran. 5. sehingga banyak mengandung udara bersih.

merupakan suatu kesenian tersedirinya.B. karena membentuk tanaman kerdil dan memeliharanya hingga beberapa ratus tahun lamanya. . Belajar mengkerdilkan pohon tidak akan selancar yang diharapkan. MAKALAH BIOLOGI DAFTAR ISI JUDUL KARANGAN DAFTAR ISI PENDAHULUAN LATAR BELAKANG METODE PERALATAN DAN BAHAN KEGIATAN PENELITIAN HASIL EKSPERIMEN DAN PEMBAHASAN KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA 02 03 05 05 06 09 10 . Dengan demikian hendaknya bagi para pemula untuk memiliki kesabaran yang tinggi Jadikanlah kegagalan sebagai ujian untuk mengulang lagi lebih baik lagi. hendaknya memeliharanya dengan baik. Posted by Anakciremai at 2:06 PM Labels: CARA. kegagalan pasti akan dialaminya. 2. Bagi yang memiliki tanaman bonsai. Saran Agar dalam penyusunan karya ilmiah ini bisa memberikan manfaat yang besar maka penulis menyarankan: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful