rute ke bromo Rute yang bisa kita tempuh (Berdasarkan pengalaman, saya urutkan dari rute yang paling

sering dilewati adalah): 1. Dari Probolinggo, Dari Surabaya (Terminal Bungurasih) kearah Prolinggo (Terminal Bayu angga) naik bis kecil menuju Cemoro Lawang, desa terakhir sebelum Bromo (foto satelit dibawah pada titik A) setelah dari Cemoro Lawang tinggal sekitar 6 km menuju kaldera gunung Bromo anda bisa memilih jalan kaki, naik jeep off-road kalau dengan keluarga, naik motor, atau berkuda kalau tidak kuat jalan. Kelebihan jalur ini adalah anda relatif tidak berjalan kaki terlalu jauh, dekat dengan akomodasi dan sekaligus anda bisa mengunjungi air terjun Madakaripura. Rute ini juga dapat menjadi satu paket wisata bila anda dari atau menuju pulau Bali. 2. Dari Pasuruan, Dari Surabaya menuju Pasuruan terus kearah Tosari, Dari Tosari yang merupakan salah satu kecamatan tertinggi di pulau Jawa anda bisa melanjutkan menuju Penanjakan (foto satelit dibawah pada titik B). Dari Penanjakan seluruh lautan pasir kelihatan, sepertinya titik ini adalah tempat terbaik untuk memotret, terutama saat matahari terbit atau pagi hari saat golden time. 3. Purwodadi atau Lawang-Malang, Dari Surabaya kearah Malang turun di pertigaan Kebun Raya Purwodadi belok kiri kearah Kecamatan Tutur (Nongkojajar), atau kalau ingin menambah perbekalan dulu, gak ada salahnya turun di Lawang. dari Lawang juga ada angkutan yang menuju Tutur (Nongkojajar). Sepertinya rute ini paling asyik untuk backpacker yang dananya relatif kecil, kalau anda punya rencana jalan kaki (hiking), jalan malam hari sambil melihat bintang (bahkan bintang jatuh) atau bahkan memakai kendaraan roda dua, disini anda bisa mampir dulu di agrowisata Apel Sugro kemudian jalan pas senja, melewati hutan. Kalau toh anda tidak mau melewati hutan sebaiknya anda terus menuju ke Tosari dan menuju ke Penanjakan, tetapi anda dapat juga memotong kompas menembus hutan dan berakhir tepat dibawah lereng Penanjanakan (foto satelit dibawah pada B). Bila anda berangkat malam hari dari Tutur tiba ditempat ini kurang lebih 4 jam jalan kaki. Kelebihan jalur ini adalah, anda bisa bisa mampir dulu ke Taman Safari Prigen atau satu paket dengan wisata di Malang. 4. Tumpang-Malang, disebut juga rute pendaki karena menjadi rute menuju Gunung Mahameru. Dari Malang Menuju ke Tumpang terus dari sini jalan kaki atau naik jeep off-road menuju Ranu Pane/Ranu Gumbolo kearah gunung dan berjalan kaki berakhir di Oro-oro Ombo (foto satelit dibawah pada titik C)

Wisata "Negeri Diatas Awan Gunung Bromo" (2)

SETELAH seharian berwisata agro di “Negeri Setuja Apel” sabtu (28/7/2006) kami meneruskan perjalanan kami ke Bromo. ADA beberapa pilihan rute mencapai Bromo. Yang paling populer, melalui Probolinggo. Alternatif lain menuju Penanjakan adalah melalui Wonokitri di barat laut Bromo yang bisa dicapai dari Malang atau Pasuruan, atau melalui Lumajang di tenggara Bromo. Pilihan terakhir ini jarang dilakukan karena jalan sulit dilalui. Kami sengaja mengambil rute melalui Probolinggo karena kami menggunakan Bus Pariwisata yang tidak memungkinkan melalui jalur Wonokitri yang sempit dan berliku itu. Begitu berbelok ke kanan dari arah Surabaya-Probolinggo sebelum memasuki kota atau yang dikenal dengan Tongas jalan mulai menanjak dan berkelok, tetapi beraspal mulus hotmix. Jam 19.00 kami telah sampai di Grand Bromo Hotel Desa Sukapura yang masih berada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Penginapan ini termasuk salah satu hotel berbintang terbaik di Probolinggo. Sebenarnya anda bisa juga memilih penginapan di Desa Ngadisari atau Desa Cemoro Lawang. Desa-desa ini adalah sebagian kecil dari desa-desa lain yang dihuni oleh masyarakat Tengger.

Meskipun hotel penginapan kami agak jauh dari Gunung Bromo tetapi hawa dinginnya teramat menusuk sampai ketulang. Jalanan gelap. meskipun beberapa kali jip kami saling susul. Sayang tempat yang disediakan di Penanjakan untuk menyaksikan terbitnya Matahari terlalu sempit. Semua telah siap menodongkan kameranya kearah pegunungan.00 karena matahari akan muncul sekitar jam 05. Seperti juga rata-rata jip hardtop lainnya. Dengan pelupuk mata masih berat. mengikuti petunjuk batu-batu putih. pantesan kami tidak menemui Air Condition yang biasanya menjadi fasilitas pelengkap hotel berbintang. menandakan ada beberapa orang yang bertujuan sama seperti kami. Jam 03. Pakaian pun harus cukup tebal karena suhu di Penanjakan bisa mencapai lima derajat Celsius atau kurang. Secara beriringan kami menyusuri jalan tanjakan yang berliku. kami berangkat naik jip sewaan. Sepanjang jalan kami tidak berpapasan dengan kendaraan lain. Pengemudi kami memilih rutenya sendiri. jip yang kami naiki terawat sangat baik meskipun buatan akhir tahun 1970-an. tak jarang pengemudi yang asli orang Tengger itu mengoper perseneleng ke gigi yang lebih rendah. Sekitar satu jam kemudian kami mulai memasuki lautan pasir. Sebelum istirahat kami menyempatkan untuk nongkrong dulu di lobby lounge sembari menukarkan kupon welcome drink kami dengan segelas minuman hangat bandrek yang bisa menghangatkan badan. sehingga setiap orang berjubelan berusaha mencari tempat terbaik. Alasannya. . jalan menanjak terjal dan perjalanan malam hari bisa merepotkan untuk yang tak mengenal jalan di sana. Terlihat satu-dua rombongan orang berjalan kaki. berkelok-kelok.00 kami semua telah siap di lobby. ada juga yang naik kuda. Sampailah kami di dataran tertinggi Penanjakan. moncong-moncong kamera itu sudah tidak sabar menunggu moment terbitnya sang Matahari diufuk timur. dari kejauhan terlihat satu-satu sorot lampu mobil. Saya tak bisa menyembunyikan kegembiraan saya karena memang sebelunya tidak pernah menyaksikan langsung penguasa siang itu datang.00. Petugas hotel memberitahukan kepada kami untuk bersiap di lobby jam 03. Begitu moment yang ditunggu muncul semua pengunjung bersorak bahkan sampai bertepuk tangan. Ternyata rombongan kami tidak sendirian terlihat beberapa rombongan turis asing juga telah bersiap untuk “Berburu Matahari Bromo” bersama rombongan tamu domestik lainnya. sehingga tanjakan curam dia libas dengan mudah. Perjalanan ke Penanjakan hanya boleh menggunakan jip Toyota four-wheel drive milik penduduk Tengger yang memang disewakan untuk keperluan ini. dan terus menanjak. tidak mengikuti batu-batu putih penunjuk jalan yang tersusun di atas pasir.

Perlahan matahari mulai bergerak semakin tinggi. dan Kursi dengan latar belakang Gunung Semeru. Setelah puas menikmati pemandangan gunung Bromo dari dataran tertinggi kita segera meneruskan perjalanan lagi menuju gunung Bromo. Sejauh mata memandang yang tampak adalah kombinasi antara sinar Matahari pagi dan kabut yang mengambang di lereng Gunung Batok. Mungkin disinilah film Pasir Berbisik yang dibintangi Christine Hakim dan Dian Sastrowardoyo di buat. Jip kami bergerak turun dari Penanjakan dan kembali melintasi lautan pasir. Sampai disini kita musti jalan kaki atau naik kuda menuju ke kaki tangga. Bromo. . kendaraan berhenti. Betul-betul pemandangan dramatis serasa kita berada di “Negeri Diatas Awan”. Di dekat kuil yang digunakan untuk upacara Kesada di kaki Bromo. Pada pagi hari semua terlihat jelas dan sejauh mata memandang tampak lautan pasir dan puncak-puncak gunung. menurut saya pemandangan kali ini lebih menyedapkan mata. Perjalanan selanjutnya adalah menuju kawah Bromo.

Gitu aja kok repot. biasanya berMio hehe. kemudian ini pun hal yang bisa dikompromikan karena semua orang berhenti setiap kali merasa lelah. Tetapi.. Bila selama ini praktis kami tidak perlu terlalu banyak menggerakkan fisik. Hanya anak muda yang merasa tidak sabar pada barisan yang bergerak lambat yang menggunakan tangga turun untuk naik ke atas dengan cepat. . Mungkin supaya pelancong bisa mudah mendaki gunung makanya dibuatlah tangga itu. Lho kok gunung ada tangganya toh. Tidak perlu waktu lama kami telah sampai di kaki tangga. maka mendaki 245-an anak tangga merupakan ujian (tidak pernah ada yang sepakat tentang jumlah anak tangga ini.Perjalanan dengan naik kuda sangat menegangkan buat saya karena selain jalanannya terjal dan mendaki kebetulan saya juga tidak biasa berkuda. tetapi kira-kira antara 240-250 anak tangga). dasar katrok saya wong ndeso.

Mulut kawah tidak terlalu luas. tetapi mengeluarkan asap dan bau belerang yang menyengat. Menurut cerita setiap upacara Kasada aneka hasil bumi dan unggas dilempar kemulut kawah. Setelah puas menikmati atraksi Matahari terbit dan keindahan “Negeri Diatas Awan” lalu bercanda dengan “Pasir . namun dibawah bibir kawah telah banyak orang yang siap berebut menangkap aneka persembahan tersebut yang berharap sebagai berkah.

30 pagi sesuai kesepakatan kami untuk berkumpul kembali di jip masing-masing. Semua foto diambil dengan kamera digital abal-abal dengan resolusi maximum 3.Berbisik” tiba saatnya kami untuk turun gunung. Bener-bener wong ndeso semua.2 Mega Pixel 2. baru terlihat bahwa di kiri-kanan jalan yang kita lewati adalah lereng-lereng terjal. Disana sudah menunggu pesawat dengan tempat duduk seperti angkot. Jam telah mununjuk angka 8. Dari Grand Bromo Hotel di Sukapura setelah menikmati sarapan pagi kami langsung checkout dan bus kami segera tancap gas menuju ke Bandara Juanda Surabaya. Wisata "Negeri Sejuta Apel" (1) SETIAP tahun kami para buruh pabrik ini selalu membikin acara piknik mengunjungi tempat-tempat menarik untuk sekedar melepaskan kepenatan setelah bekerja keras setahun. biar bisa melihat gunung dari atas awan. siapa cepat dia dapat cendela. kami berlarian menuju pesawat Air Asia berlomba mendapatkan tempat duduk dekat jendela. yang sebagian besar ditanami tanaman sayur oleh penduduk. Setelah kunjungan kami ke Grand Bromo Hotel saya mendengar kabar bahwa sekarang hotel itu telah tutup untuk sementara waktu karena tingkat hunian dan kunjungan wisatawan ke Bromo turun disebabkan oleh akses jalan di Porong terendam lumpur. Maka kembalilah kami di kehidupan normal kami di Jakarta sebagai buruh pabrik roti. selain jurang. Kebetulan waktu itu saya berhasil merayu . NB: 1. Ketika kembali ke Sukapura.

kijang. Kotatif Batu. Saat itu ruas tol Porong masih bisa dilalui kendaraan meskipun bekas-bekas luberan lumpur lapindo masih tampak membekas setelah sempat meluber gara-gara tanggul jebol. memang tidak terlalu sulit. Bukan hanya apel saja yang ada di hamparan wisata agro seluas 10 hektar ini tetapi aneka buah segar siap diunduh macam jeruk dan strawberry. akomodasi sampai obyek wisata yang akan dikunjungi.juragan untuk mencoba melancong ke Jawa Timur. Kami tidak rugi berkunjung ke objek wisata andalan Pemda Jawa Timur (Jatim) ini sebab fasilitas yang diberikan pengelola serba komplet. Bisa makan buah apel langsung memetik dari pohonnya. dan hewan lainnya di kebun binatang mini yang berada di kompleks perkebunan ini.000 per kepala. atau bersantap makanan dengan menu serba buah apel. Kejutan pertama kali adalah waktu kami melewati jalan tol Surabaya-Gempol. para pengunjung cukup membayar karcis masuk Rp 15. Dengan ongkos itu para pengunjung masih mendapat pelayanan welcome drink berupa minuman jus yang terbuat dari buah apel. saat memasuki ruas tol Porong kami telah mendapatkan pemandangan tanggul raksasa disebelah kanan dan kiri jalan. . kanguru. Panderaman. serta Gunung Anjasmara. Sabtu pagi sesampai di Stasiun Pasar Turi Surabaya kami telah ditunggu oleh Bus Pariwisata yang telah kami charter dari Jakarta untuk mengantarkan kami jalan-jalan selama dua hari itu. Di ini kita diperbolehkan memetik Apel langsung dari pohonnya. bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar satu jam. Persiapan segera disusun saya ditunjuk untuk mengatur tetekbengeknya mulai perjalanan. Ini. Para pengunjung juga ‘dimanjakan’ dengan melihat tingkah polah kera yang lucu. Jumat malam (27/7/2006) kami berangkat dari Jakarta menumpang kereta api Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya. Jatim. itu. Dari arah selatan Kota Surabaya. Untuk bisa berkeliling sembari metik sendiri buah apel di kebun langsung. Perjalanan dilanjutkan ke kota Malang “Negeri Sejuta Apel” untuk mengunjungai Kusuma Agrowisata Batu. Bromo menjadi pilihan yang menarik karena kebanyakan dari rekan belum pernah mengunjungi Gunung Bromo. lokasi yang berjarak sekitar 90 km ini. Kecamatan Batu. Malang. Objek wisata berhawa sejuk dengan suhu 15-25 derajat celcius (musim kemarau) atau 20-30 derajat celcius (musim hujan). Untuk berkunjung di lokasi Kusuma Agrowisata yang terletak di Desa Ngaglik. burung onta. lantaran lokasi agrowisata tersebut diapit Gunung Arjuna.

Obyek Wisata Kawah Ijen . Namun bila hari-hari besar atau liburan sekolah. Dan sebelum memasuki kota Probolinggo kami berbelok melewati Tongas jalan terpintas menuju Bromo. Bila pengunjung ingin membawa pulang sebagai buah tangan atau oleh-oleh. Dari Malang kami mengarah ke Probolinggo melewati Pasuruan.Selain itu kami juga menyediakan beberapa Paket yang nantinya akan memberi kemudahan kepada Anda dalam kunjungan yang ada di Malang Jawa Timur : . Obyek Wisata Pulau Sempu dll.000 orang. Berkunjung di Kusuma Agrowisata dijamin menyenangkan. hanya cukup membayar Rp 8. bisa membeli dengan harga murah. Obyek Wisata Bromo . baik lokal maupun mancanegara ke tempat ini.500/kg. Untuk jenis apel Wangli yang berasa manis dengan warna hijau kemerah-merahan misalnya. Promosi tersebut sepertinya memang tidak berlebihan. Benar-benar perjalanan seharian yang melelahkan.000 hingga 15.Buah apel yang dipetik sendiri itu hanya boleh disantap di tempat. Obyek Wisata Semeru . Sampai akhirnya kami tiba di penginapan yang telah kami booking Grand Bromo Hotel di desa Sukapura. sebab objek wisata ini pada hari-hari biasa. Juga untuk buah apel Manalagi dan Anna. pengunjung cukup mengeluarkan kocek Rp 8. pengunjung bisa mencapai 10. Khusus pada Sabtu dan Minggu pengunjung bisa mencapai 300 sampai 500 orang.000/kg. Puas jalan-jalan di Malang “Negeri Sejuta Apel” perjalanan kami lanjutkan ke wisata utama tujuan kami Gunung Bromo. Wisata Malang Bromo 14 Oktober 2009 08:31 | dibaca 354 kali Minakjinggo Tour & Organizer merupakan Biro Perjalanan yang berpengalaman di bidang ke Pariwisataan selama 3 tahun. rata-rata tak kurang 30-an wisatawan. Obyek Wisata Surabaya . Obyek Wisata Banyuwangi .adapun Obyek Wisata yang nantinya akan Anda kunjungi : Obyek Wisata Malang .

sekitar 3 km ke bawah tepatnya di pasar Tosari dapat ditemui beberapa warung makanan yang buka dan menjajakan makanannya hingga pukul 9 malam. mulai dari losmen sampai dengan hotel berbintang 4 dapat di jadikan pilihan untuk menginap di Bromo.Batu ~ Hotel Malang . Tempat Bersantap Agak sedikit sulit untuk menemukan tempat makan di area ini terutama pada malam hari. Anda dapat menyewa kuda yang banyak tersedia disana. Rata rata setiap hotel memasang tarif yang terjangkau.Bromo ~ Paket Wisata Pulau Sempu ~ Paket Wisata Malang . Ada empat pintu gerbang utama untuk memasuki kawasan taman nasional ini yaitu: desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo. jika hanya ingin berkeliling di sekitar area lautan pasir Bromo.Batu ~ Villa Malang . Adapun rute yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut: Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km. Berkeliling Anda dapat berkeliling ke sekitar areal Taman Nasional dengan menyewa kendaraan jenis jeep 4x4.Batu ~ Rafting ~ Trekking ~ Out Bound OUt Door / In Door ~ Tiket ~ Sewa Mobil ~ Sewa Bus Pariwisata dll AyoBuruan datang berlibur ke Obyek Wisata Malang Jawa Timur bersama Minakjinggo Tour & OrganizerBelum pernah ke Obyek Wisata Malang Jawa Timur? Cara Mencapai Daerah Ini Anda dapat mencapai daerah ini dengan menggunakan mobil pribadi pun menyewa kendaraan. Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 kmAtau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-WonokitriPenanjakan sekitar 83 km Tempat Menginap Berbagai hotel dan penginapan dapat ditemukan disekitar area Taman Nasional BromoSemeru.~ Paket Wisata Malang Jawa Timur ~ Paket Wisata Bromo ~ Paket Wisata Bromo Midnight ~ Paket Wisata Kawah Ijen ~ Paket Wisata Semeru ~ Paket Wisata Malang . Jangan bingung Minakjinggo Tour & Orgizer ada solusinya . Hubungi Hot line Kami di: Telp : 0341-475 891 . desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan. Atau. desa Ngadas dari jalur Malang dan desa Burno adalah jalur Lumajang. Akan tetapi. apabila Anda menginap di desa Wonokitri.

Junggo. Untuk mendaki Gunun arjuno ada beberapa jalur yang dilalaui seperti : Jalur Lawang (Perkebunan teh Wonosari). Gunung ini secara administratif masuk kedalam wilayah Kabupaten Malang. Gn. Batu. Gn.com Website : www.0341-9188554 081 336 449 855 081 937 750 840 Fax : 0341-475 892 E-mail : minakjinggotravel@yahoo. Kendaraan yang menuju kawasan wisata Tretes ini berupa . Terdapat beberapa gunung di sekitar Gunung Arjuna diantaranya : Gn. Hutan Gunung Arjuno termasuk kedalam hutan tropis dan disepanjang perjalanan banyak sekali batu-batuan. Gunung ini merupakan gunung kembar yang saling bertetanggaan dengan gunung Welirang dengan ketinggian 3156 mdpl yang merupakan gunung api yang masih aktif dengan kawah yang selalu menghembuskan asap dan cairan belerang. Claket. dan Mojokerto. Kembar II (3126 mdpl).com Gunung Arjuno Welirang GUNUNG ARJUNO (3339 mdpl) Puncak Arjuno tampak dari Lembah kijang Gunung Arjuno merupakan salah satu gunung api tua yang terletak di Propinsi Jawa Timur tepatnya di Kota Malang. Kembar I (3051 mdpl). Welirang (3156 mdpl).minakjinggotravel. Jalur Tretes jalur utama yang sering dilalui pendaki. turun di Pandaan dan ganti kendaraan ke jurusan Tretes. Ringgit (2477 mdpl). Gn. Pasuruan. Sumber Berantas. Tretes dan masih banyak jalur lainnya. AKSES KE SANA Gunun Arjuno dan Welirang mempunyai banyak jalur sehingga dijuluki gunung seribu jalur. MALANG-PANDAAN-TRETES Dari Malang naik bus jurusan Surabaya. Karna Penulis memulai pendakian melalui jalur Tretes. Gunung ini merupakan kompleks gunung yang membentuk barisan. maka penulis akan mendeskripsikan jalur Tretes. Purwosari.

Terdapat pula tempat perkemahan yang ramai dikunjungi para pelajar pada hari-hari libur. Jalur tretes cukup landai sepanjang 20 Km ke puncak Arjuno dan 18 Km ke Puncak Welirang.000. Waktu tempuhnya ialah sekitar 30-45 menit. Tretes merupakan tempat Wisata dan Hutan Wisata serta terdapat air terjun yang indah yaitu Air terjun Kakek Bodo. Dan terdapat warung makanan di sisi jalan. Di perjalanan menuju Tretes terdapat sebuah Candi Jawi peninggalan jaman Hindu. Hingga Pet Bocor jalur masih rapi disemen dengan kemiringan yang sangat tajam. dan dikiri .500.serta diwajibkan menitipkan katu tanda pengenal. Dari pintu masuk ini jalanan sudah di semen hingga Pos Pet Bocor. Setelah mengurus perizinan di pos PHPA Tretes. Berjalan sekitar 200 meter kita akan bertemu dengan percabangan yang ke kanan menuju Bumi Perkemahan dan Air Terjun Kakek Bodo. PET BOCOR-KOKOPAN Dari Pet Bocor perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalanan berbatu yang sudah rusak. Jalur sangat lebar bisa dilewati Jip. Dengan tarif Rp.Izusu L300 yang berhenti di pertigaan Pasar Buah Pandaan. Dengan membayar biaya pendaftaran Rp.. Turun di depan hotel Tanjung.per orang. Dan disepanjang perjalanan Tampak berdiri gagah Gunung Penangguhan di sisi kanan. Dan terdapat kebun binatang hewan kijang yang dilindungi yang berada di belakang pos perizinan. PENDAKIAN TRETES-PET BOCOR Jalur tretes merupakan jalur yang paling aman dilalaui pendaki karena setiap hari dilalui oleh lalu lintas para penambang belerang di Gunung Welirang. pendaki daoat memulai pendakian. sehingga bisa dijadikan pemanasan pendakian yang cukup menguras nafas dan tenaga.4. Tempat pendaftaran berada di pinggir jalan raya. dengan kondisi alam yang terbuka.5. tepatnya di seberang hotel Tanjung.. Dari Pos pendaftaran kita berjalan mengikuti jalan aspal sekitar 200 meter kita akan sampai di pintu masuk Taman Wisata Air Terjun Kaket Bodo yang berada di belakang hotel Surya. landai ditengah hutan gundul yang jarang terdapat pohon. Di pos pendaftaran ini terdapat empat buah kamar mandi umum. Dengan suasana lingkungan yang bersih dan sejuk karena masih terlindungi oleh pohon-pohon besar. Di Pet Bocor terdapat tempat yang sangat luas untuk membuka beberapa tenda. Sedangkan ke kiri (lurus) menuju Pet Bocor arah menuju puncak Gunung Welirang. Terdapat pula sumber air yang berasal dari pipa-pipa saluran air yang bocor sehingga tempat ini dinamakan Pet Bocor..

Jalur ini melintasi kawasan hutan yang cukup lebat dan diselimuti semak-semak belukar yang rapat. Jalur berupa jalan berbatu yang terjal sehingga sangat menguras tenaga terutama bila pendakian dilakukan di siang hari. Waktu yang dibutuhkan sekitar 4 jam untuk menuju Pos Pondokan. Di siang hari udara terasa dingin dan seringkali berkabut. kokopan merupakan sebuah dataran dan terdapat pondok-pondok yang didirikan oleh para penambang Belerang. Tidak ada rambu-rambu penunjuk arah. Jalur ini biasa digunakan oleh Jip pengangkut belerang hingga Pos Kokopan. atau pagi hari. Sehingga pendaki bisa juga menuju ke Pos Kokopan dengan menumpang Jip yang hanya ada bila memang hendak mengambil belerang saja. Jalur yang sering digunakan para pendaki adalah jalur utama yang berupa punggungan gunung yang lurus. sehingga jalur ini selalu berdebu terutama di siang hari. Di sepanjang jalur pendaki disuguhi pemandangan ke arah Tretes dan gunung Penanggungan yang sangat indah dan gagah. serta dilengkapi dengan MCK sederhana. Bagi pendaki yang baru pertama kali mendaki gunung Welirang disarankan menggunakan . Jalur ini cukup landai namun lebih jauh karena memutar dan menyimpang 2 hingga 4 punggungan gunung dari punggungan utama jalur pendaki. Di siang hari jalur akan terasa sangat panas dan berdebu. di malam hari jalur pendaki ini akan susah dikenali karena tertutup semak-semak.kanan jalan hanya ditumbuhi alang-alang dan ditanami pisang untuk mengatasi alang-alang. Di pertengahan jalan pendaki akan akan menjumpai warung kecil. Jalur yang lain untuk menuju Pos Pondokan adalah jalur para penambang. malam. Terdapat pula warung makanan yang hanya buka pada hari-hari libur. Terdapat banyak jalur untuk menuju Pondokan. Setelah berjalan sekitar 3-4 jam pendaki akan sampai di Pos Kokopan yang berada pada ketinggian 1600 meter dari permukaan laut. sehingga sebaiknya pendakian dilakukan di sore. KOKOPAN-PONDOKAN Kokopan berada diketinggian 1600 mdpl. Dari Pos Kokopan perjalanan dilanjutkan menuju Pos Pondokan. Pendakian di siang hari cukup nyaman karena banyak terdapat pohon-pohon besar di sepanjang jalur pendakian. Kawasan ini bisa menampung cukup banyak tenda dan dikelilingi pohon-pohon cemara. Jalur penambang setiap hari digunakan oleh para penambang untuk menurunkan belerang dari Pondokan ke Kokopan dengan menggunakan gerobak sederhana. Nyaman untuk menginap karena cukup terlindung dari hembusan angin. Terdapat pula sungai kecil yang airnya cukup melimpah.

Di area ini pendaki sudah dapat menyaksikan kegagahan puncak Arjuna yang berdiri gagah. Arjuna dan Puncak Gn.300 mdpl dan masuk kedalam wilayah hutan lindung Lali Jiwo. Kembar 2). LEMBAH KIJANG-PUNCAK ARJUNA Di Lembah Kijang terdapat sumber air yang berada di ketinggaan sekitar 2. kira-kira 30 buah dan terdapat musholah.Welirang ( lewat Gn. Dari Lembah Kidang Jalur kembali menanjak dan selanjutnya akan bertemu dengan persimpangan jalur yang menuju puncak Gn. Arjuna dan terdapat batu yang sebagian tersusun rapi seperti pagar dan tanahnya rata agak luas. jalur kembali menanjak.jalur para penambang. Setelah beristirahat di pondokan. Berjalan menyusuri hutan cemara. Di puncak Gn. Waktu yang dibutuhkan sekitar 4 hingga 5 jam untuk menuju Pos Pondokan dari jalur penambang ini. Arjuna banyak terdapat batu-batu besar yang berserakan. Dari sini untuk ke Puncak G. Lintasannya agak mendatar dan banyak ditumbuhi pohon rumput yang agak tinggi dan pohon pinus. ketinggiannya hampir sama dengan puncak G. Arjuna hanya memakan waktu ± 10 menit. Terdapat pondok-pondok sederhana yang dibangun oleh para penambang Belerang. Persediaan air minum disiapkan dari Pos Pondokan ini. pendakian di lanjutkan dengan menempuh jalur ke arah kiri di depan musholah pondokan. Hutan lindung tersebut mampunyai luas 50. Di sebelahnya terdapat sungai dengan debit air yang sangat kecil. Ada juga sebuah batu yang dikeramatkan masyarakat. setelah berjalan sekitar 1. Pada hari Minggu dan musim liburan kadangkala ada warung makanan yang buka. Di pos ini pendaki biasanya bermalam untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendakian ke puncak gn-Welirang atau menuju gn. batu tersebut berbentuk seperti kursi.Arjuna. Sumber air berupa bak penampungan yang dialiri air dari pipa-pipa yang berasal dari rembesan air sungai. PONDOKAN-LEMBAH KIJANG Pos Pondokan berupa tanah terbuka yang cukup luas dengan ketinggian berkisar 2250 mdpl. Dari puncak ini kita dapat menukmati panorama yang sangat indah seperti Kota Malang.000 ha. Di Puncak ini anginnya sangat kencang dan suhu antara 5-100 C. Laut Utara dan gunung- . Melintasi hutan pinus dan setelah berjalan sekitar 30 menit akan sampai di Lembah Kijang. Kembar1 dan Gn. karena jalurnya cukup lebar dan sangat jelas. Di Lembah kijang terdapat mata air yang tertampung didalam bak seluas 4X5 m2.5 jam dari persimpangan kita akan melewati tempat yang dinamakan "Pasar Dieng".

tokoh yang dipercaya sebagai nenek moyang masyarakat Tengger. Jalanan terasa sepi saat kami mulai menyusuri aspal yang masih basah karena embun yang mulai sedikit menguap karena hangatnya aspal. kita dapat menempuh perjalanan selama 30 menit untuk sampai di Tumpang. Rifky dan Bobsaid. Dari kota Malang. Ketiganya memang bukan orang asli Malang. Masyarakat Tengger yang menghuni desa Ngadas menjunjung tinggi kearifan tradisional dalam mengelola wilayah mereka. Jalanannya saat ini sudah lebih baik karena sudah dilakukan pengecoran. bersama 3 orang teman saya. Jalur yang kami tempuh malam ini adalah melewati kota Tumpang. selain kota Batu tentunya. tetapi sudah lama menetap untuk study mereka di perguruan tinggi. Gubuk Klakah adalah sebuah desa kecil yang merupakan salah satu penghasil apel.000 untuk setiap kendaraan roda dua. wortel. 4. Arjuna. Musim kemarau memang membuat udara malam semakin kering dan dingin. ada sebuah pos perijinan yang dikelola oleh masyarakat dibawah naungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. tanjakan serta berlubang menjadi hiasan sepanjang perjalanan menuju ke Gubuk Klakah. Dua buah kuda besi tunggangan kami meraung memecah gelapnya malam. kol. Sesampainya di desa Ngadas. perjalanan kami dilanjutkan menyusuri jalanan kampung menuju ke Gubuk Klakah. Upacara ini biasanya dilakukan saat dini hari dengan mengarak sesajian ke Puncak Gunung Bromo untuk dilarung kedalam kawah Bromo dengan tujuan untuk meminta doa kepada yang Maha Kuasa agar selalu diberikan keselamatan. atau sekitar 15 km. seperti kentang. panen yang berlimpah dan dijauhkan dari segala bala. Lukman. Jalanan yang halus beraspal. perjalanan dapat ditempuh sekitar 30-45 menit. saat kami terus melaju menuju Ngadas. . Untuk mencapai desa Ngadas. berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Mereka selalu memperhatikan kelestarian hutan disamping mereka harus berladang sayur-sayuran. yang ada hanya pemandangan canopy-canopy dedaunan dan pepohonan di kanan-kiri perjalanan serta udara dingin yang mulai menusuk. Arjuna disebut juga dengan Puncak 'Ogal-Agil' atau 'Puncak Ringgit’. menurut orang Tengger). Tengger berasal dari legenda masyarakat tentang Roro Anteng dan Joko Seger.00 WIB.500 tiap orang serta membayar Rp. yang diadakan tiap bulan purnama pada setiap bulan Kasodho (bulan ke sepuluh pada penanggalan Jawa. sebuah kota kecil yang berjarak sekitar 25 km selatan kota Malang. Lepas dari desa ini ditandai dengan gapura selamat tinggal dan perjalanan akan memasuki hutan dengan jalur yang mulai menanjak terus dan berkelok-kelok. Desa Ngadas merupakan salah satu desa yang didiami oleh suku Tengger.gunung disekitar Gn. Lepas kota Tumpang. 2. Cerita tentang masyarakat Tengger ini berhubungan juga dengan ritual upacara Kasodho. Puncak G. dimana masih banyak lubang disana-sini yang tentunya sangat menyusahkan bila kendaraan terperosok kedalamnya. Gunung Bromo via Jalur Tumpang Malam masih terasa hitam pekat saat saya mengawali perjalanan menuju ke Gunung Bromo. Jam tangan menunjukkan pukul 03. kubis ataupun bawang. Aroma pupuk kandang yang semakin kerap kita temui sepanjang perjalanan menandakan desa Ngadas sudah semakin dekat. Kita hanya menunjukkan kartu identitas kita disini dan mengisi buku tamu serta kontribusi Rp.

Beberapa frame foto kami abadikan untuk melukiskan pagi yang indah yang jarang kami temui di lokasi manapun. melayang beberapa centi dari dasar. Perjalanan kami lanjutkan dengan menuruni bukit. Suasanya mulai berangsur-angsur terang saat kami mencapai sabana.membelah gunung Widodaren dan Gunung Kursi. Kabut halus pagi itu bergerak pelan menyapu setiap areal sabana dan padang pasir. yang sudah masuk dalam wilayah Kabupaten Lumajang. Deru angin gunung yang seolah bernyanyi menyambut setiap pengunjung yang datang. Perjalanan dari desa Ngadas menuju Jemplang bisa ditempuh dalam waktu 20-30 menit. dan kami memutuskan untuk istirahat sembari menghangtkan badan dengan menikmati kopi panas. celetuk Lukman seraya menunjukkan batas vegetasi sabana dan lautan pasir kepada saya. Keistimewaan sabana dan lautan pasir memang yang membawa kami untuk memutuskan melewati jalur yang jarang sekali ditawarkan oleh paket wisata yang berorientasi pada Gunung Bromo. Areal kawasan Lautan Pasir yang seluas hampir 5. setelah sampai di Jemplang. membuat suasana pagi itu terasa menyejukkan. sebuah titik pertigaan yang menandakan jalur awal menuruni bukit untuk menuju ke Lautan Pasir Bromo. Bila kita melanjutkan perjalanan naik. meski kami masih harus berjibaku melawan dinginnya malam. dengan pemandangan yang terlihat samarasamar karena memang kondisi masih sedikit gelap. tanpa pintu dan jendela tentunya. Rumputnya yang terlihat lembut seperti karpet dari titik kami dan beberapa pohon perdu yang menghiasi halamannya. menjadi salah satu daya tarik di jalur ini. Titik ini sering dinamakan “spot sejuta umat”. atau sekitar 6 km. serasa memandang – seperti digambarkan dalam trilogi “Lord Of The Rings”. Suasana ini terasa lengkap saat beberapa penunggang kuda suku Tengger melewati sabana ini yang menimbulkan kepulan debu-debu pasir membelah sabana dengan ringkihan suara kudanya. karena memang banyak sekali pengunjung yang berfoto-ria dengan background Bukit Teletubbies.Selepas desa Ngadas. Matahari mulai sedikit membagi sinarnya membelah kabut-kabut halus yang mulai terangkat diantara rerumputan sabana. Jalur ini sudah lebih baik saat ini dengan dilakukannya pengecoran sampai dataran sabana. Pagi itu kami menikmati matahari terbit dengan cara berbeda dari kebanyakan orang. Samara-samar dikejauhan sudah terlihat lembah sabana yang terhampar begitu luasnya . kita akan menuju ke Jemplang.200 hektar merupakan lahan yang sangat luas untuk di-explore pada tiap sudutnya untuk mencari daya tarik tersendiri. selain Puncak Penanjakan dengan view sunrise-nya. gunung berapi aktif tertinggi di pulau Jawa. menambah suasana dingin pagi ini. maka kita akan mencapai desa Ranupani. menambah suasanya menjadi lebih ramai. Temperatur bisa mencapai 4-6O C pada musim kemarau seperti ini. Desa Ranupani merupakan titik awal pendakian ke Gunung Semeru. Bukit kecil yang terlihat seperti “rumah bukit”-nya Teletubbies. yang mereka lebih memilih untuk menimkmati matahari terbit dari Puncak Penanjakan . Kami berempat menikmati pemandangan tak biasa pagi itu sambil meneguk kopi panas di atas matras yang digelar sedari tadi. “Seharusnya film Lord Of The Ring mengambil scene di tempat ini”. Kurang lebih dibutuhkan waktu 10-15 menit untuk menuruni jalur ini. dan memantulkan cahaya kemerah-jingga yang halus karena sinar matahari mulai menghangatkan suasana kami pagi itu. Selendang sarung mereka berkibar-kibar seperti ksatria berkuda Bangsa Rohan yang siap bertempur melawan pasukan Orc-nya Mordor. Di titik perhentian kami . Pertigaan ini ditandai dengan adanya sebuah shelter pantau.terlihat sebuah bukit kecil di sebelah utara yang sedikit terpisah dengan punggungan utama Gunung Widodaren. tepat dibawah gunung Kursi. Perlahan kabut mulai menyapu lembah sisi selatan.

yang berarti mereka berangkat dari jalur Probolinggo. Tengger serta beberapa acara adat yang dilakukan disini. hamparan lautan pasir dan gunung Batok sebagai pendamping setia Gunung Bromo disisi Barat Laut. bisa menemukan pula beberapa jajanan tradisional seperti lupis dan cenil. dengan halamannya yang luas. merupakan titik awal untuk mendaki ke puncak Bromo. meski lebih susah karena harus ber-manouver kiri kanan untuk mencari jalan yang lebih aman layaknya kejuaraan slalom. dengan daunnya yang hijau dan merah sedikit menghiasi perjalanan menuju ke Puncak Bromo. atau lebih dikenal dengan Pura Luhur Poten. Pura Bromo/ Pura Luhur Poten. Sungguh seperti berbicara dengan teman seperjalanan. gethuk. Perjalanan dilanjutkan menuju ke Pura Bromo. dengan membelah kabut diatara sabana dan mencumbu dinginnya pasir di lautan pasir Bromo. kita butuh waktu 15-20 menit. Disekitar anak tangga kita juga masih dapat menjumpai para pedagang dan para pengojek kuda yang masih dengan setia menawarkan jasa mereka. kemudian sampai pada anak tangga yang sudah dibangun sampai ke Puncak Bromo. Beberapa pohon cantigi yang masih tersisa. Untuk menempuh sampai ke Puncak. dapat ditempuh selama 30 menit jika menggunakan motor. untuk kembali mengantarkan tamu-tamu yang kebanyakan menginap di areal penginapan Cemoro lawang. Kebanyakan dari mereka adalah penduduk lokal dari sekitar Wonokitri. Sampai di puncak Bromo (2392 mdpl). dengan hiasan belasan tower-tower BTS-nya atau juga kita bisa melihat mobil-mobil beriringan meninggalkan Bromo menuju Cemoro Lawang. atau juga para penjaja cindera mata kaos.(2770 mdpl). Langit biru musim kemarau. dan sekitar 15 menit jika menggunakan kendaraan jeep 4x4WD. sisi Timur Laut. Perjalanan dari sabana menuju ke pura Bromo. Letusan terakhir terjadi pada tahun 2004 silam. Jika kita beruntung. Kuda besi sering kali slip dan bergerak zig-zag karena harus menghindari pasir-pasir halus agat tidak terjebak kedalamnya. Disisi puncak sudah terpasang pagar beton pembatas. yang merupakan titik awal pendakian untuk mencapai puncak Gunung Bromo. Puncak Bromo merupakan sebuah puncak dengan gigir punggungan yang tipis dan langsung berhadapan dengan Kawah Bromo yang selalu mengeluarkan asap putih belerangnya. Disinilah petualangan membelah Lautan Pasir dimulai. Kami lebih memilih yang “down to earth”. yang merupakan salah satu spot utama para wisatawan mengabadikan keindahan alam Bromo-Tengger-Semeru.tetel ketan. Para bapak pengojek kuda juga menawarkan perjalanan untuk mengelilingi lautan pasir atau mengantar sampai titik tangga pendakian ke puncak Bromo. Keramahan terasa kental di sini karena mereka juga sering mengajak para pengunjung untuk mengobrol dan menceritakan sejarah asal usul Bromo. Adrenalin mulai terpacu saat membelah lautan pasir dengan motor tunggangan kami. Dikejauhan kita dapat melihat Gunung Penanjakan. 10 menit pertama berupa jalan berpasir melewati punggungan-punggungan kecil. . yang kesemuanya merupakan jajanan pasar masyarakat Tengger dan Jawa pada umumnya. pemandangan menjadi lebih luas dan menakjubkan. dapat kita jumpai para pedagang makanan ringan dan minuman. dan Pura Bromo/ Pura Luhur Poten dengan segala sesuatunya yang terlihat kecil. sebagai pelindung bagi pengunjung agar tidak terperosok ke dalam kawah. desa yang dapat kita jumpai jika kita berangkat dari Pasuruan via Tosari atau Malang via Purwodadi – Nongkojajar. meski kita hanya sekali itu mengenal mereka. kupluk atau sarung tangan dengan tulisan “Bromo” atau bergambar “Gunung Bromo-Semeru”. Di areal parkir dekat pura ini. tergantung kondisi fisik.

berjarak tempuh sekitar 83 km dengan rute MalangPurwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan. harus telebih dahulu melewati lautan pasir untuk kemudian naik ke gunung Penanjakan. dan jalur Probolinggo yang akan bermuara di Cemoro Lawang. 4. Dari Cemoro Lawang. Salah satu pemandangan yang unik lagi di Gunung Penanjakan adalah adanya belasan tower BTS yang merupakan stasiun relay komunikasi provider operator seluler maupun radio amatir. niscaya susah sekali untuk mendapatkan spot bagus untuk membidikkan lensa. Kita hanya bisa melihat pemandangan sepanjang jalur ini saat turun saja. yaitu Malang. Kenapa? Karena dari start point ini. . Sangat dianjurkan untuk berhati-hati saat melewati jalur ini. Beberapa penyedia akomodasi dan penginapan dapat kita temui disini karena memang titik yang strategis untuk ke Bromo. dimana sudah terdapat tempat seperti tribun kecil yang disiapkan untuk menikmati sunrise.500 untuk wisatawan domestik dan Rp 20. atau bila berangkat dari Malang. Ada 2 jalur lain yang biasa tempuh untuk mencapai ke Bromo.Puncak Bromo merupakan titik akhir perjalanan.000 untuk wisatawan mancanegara. Bromo serta Semeru yang seperti berbaris memperlihatkan keelokannya. wisatawan langsung dapat menikmati indahnya lautan pasir Bromo dari tempat penginapan mereka yang ada di sekitar Cemoro Lawang. Gunung Batok. Waktu tempuhnya sekitar 20 menit untuk sampai di Pura Bromo. Titik tujuan utama jalur ini adalah Gunung Penanjakan (2770 mdpl). Jalur Pasuruan yang nantinya akan bertemu dengan jalur Malang via Purwodadi-Nongkojajar. yang sering kali merupakan paket standar yang ditawarkan untuk para wisatawan. dari jalur manapun kita berangkat. Merupakan akses yang lebih mudah jika kita berangkat dari Surabaya. Jalur Probolinggo Salah satu akses favorit adalah Probolinggo. jika lewat dari utara. Jangan heran jika kita terlambat sedikit saja untuk sampai di Puncak Penanjakan. Alternative Kawasan Bromo Tengger Semeru merupakan salah satu kawasan wisata konservasi yang berada di bawah naungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kawasan ini berada dalam 4 wilayah kabupaten. dimana setiap pengunjung diharuskan membayar biaya tiket sebesaar Rp. kita bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Lautan Pasir dan Gunung Bromo. dengan menuruni jalan yang beraspal yang berkelok-kelok dengan pembatas tebing di sebelah kanan. Setelah puas menikmati panorama sunrise dan lautan pasir yang kadang masih tertutup kabut. Jarak tempuhnya sekitar 71 km. dan merupakan daya tarik utama kawasan Bromo ini. Di desa wonokitri terdapat pos perijinan milik Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. dengan rute Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Penanjakan. karena pada umumnya pengunjung berangkat sekitar dini hari pada kondisi yang masih pagi buta. yang tentunya menggunakan kendaraan jeep 4x4WD atau L300 yang telah disediakan oleh beberapa jasa penginapan. tempat start untuk mendaki Gunung Bromo. Bila ingin menikmati matahari terbit di puncak Penanjakan. pengunjung dapat langsung turun ke Lautan Pasir bromo. yang merupakan titik observasi utama untuk menikmati pemandangan lautan pasir. Jalur pasuruan Jalur ini pada dasarnya akan bertemu dengan jalur Malang. Probolinggo dan Lumajang. Pasuruan.

Jika kita menyewa kendaraan biasanya dikenakan tarif Rp. . jadi ada baiknya jika reservasi dahulu karena pada peak season (September-Januari) harga dapat berubah. tarif sekitar Rp.000 dan handycam Rp.000 dan handycam Rp. biaya kamera Rp. tiket masuk sebesar Rp. Perijinan dapat dilakukan pada ketiga titik utama akses menuju Bromo. Untuk Jalur Tumpang di Desa Ngadas. 6.000. 4.000. Jika kita ingin menikmati suasana camping. 4.000.000. Jika ingin mengelilingi kawasan Lautan Pasir Bromo. Ada perbedaan harga untuk wisatawan domestik dan mancanegara. kita bisa menemukan Tari Sodor (tongkat) dan aneka jajan dan makanan tradisional.000.000 untuk kelas ekonomi dan sampai 350. Tidak semua hotel memiliki kelas ekonomi.000-10.000-750.000. tiket masuk sebesar Rp. Untuk kendaraan roda 2 juga dikenakan biaya sebesar Rp. kemudian dilanjutkan menuju ke Cemoro Lawang dengan menggunakan jasa travel. 6. karena angkutan umum memang tidak ada trayek khusus yang dapat langsung mengantar ke Bromo. Untuk wisatawan domestik.000 dan kendaraan roda empat dikenakan biaya sebesar Rp.000 untuk sekali tunggangan. Sayangnya tidak ada sumber mata air disekitar sini.000 untuk kelas family dengan beberapa fasilitas dan service tambahan tentunya. Untuk wisatawan mancanegara. utamanya di sekitar Cemoro Lawang dan TosariWonokitri. Low season biasanya pada bulan Januari-Mei dan high season pada bulan Mei-September. 20. kita bisa menggunakan angkutan menuju Tosari dengan tarif sekitar Rp. 50. 15. Hari Raya Karo biasanya dimulai dari Desa Tosari dan diakhiri di Desa Wonokitri hampir sekitar 710 hari. 300. yang dilaksanakan setiap tanggal 15 pada bulan Karo (kedua) tahun Saka. Di Tumpang bisa menghubungi Pak Noe (0341-787550).Transportas dan akomodasi Untuk mencapai ke Kawasan Bromo.000 di loket perijinan. Penginapan juga banyak tersedia. Harga penginapan berkisar antara 90. Kalau di Cemoro Lawang bisa lebih banyak lagi karena beberapa penginapan juga menyediakan jasa penyewaan kendaraan. Jalur lain jika dari Surabaya bisa menuju ke Probolinggo dengan tarif Rp. 6. 150. yaitu Hari Raya Karo. Dari Surabaya kita bisa menggunakan bus AC Patas menuju Malang dengan tarif Rp. biaya kamera Rp.000. 50. Langkah ekonomis juga bisa dilakukan dengan menginap di losmen-losmen kecil milik warga di sekitar pos ijin Wonokitri. Wilayah ini sering disebut dengan Brang Kulon (Pasuruan). atau ada sebuah camping ground di sebelah Timur Pura Luhur Poten yang muat untuk menampung sekitar 4-5 tenda.000. dengan harga yang bisa dinego tentunya. 5. 15. kita harus membayar biaya sebesar Rp. 20.000 untuk jeep 4x4WD berkapasitas 5-6 orang. bisa memanfaatkan para pengojek kuda dengan tarif Rp. dan jika turun di Pasuruan. atau langsung mencari sewa kendaraan dari Pasuruan. Atau jika dari Wonokitri bisa menghubungi 0343-571048. Jika ingin melihat salah satu perayaan masyarakat Tengger. 15. yang jadwalnya sudah diatur oleh dukun suku Tengger.500. 5. sudah plus asuransi. memang dianjurkan untuk membawa/menyewa kendaraan sendiri atau mengikuti paket wisata yang ditawarkan oleh beberapa operator perjalanan. untuk jalur Malang-Purwodadi-Nongkojajar dan PasuruanTosari di Desa Wonokitri dan untuk jalur Probolinggo di Cemoro Lawang. Camp Ground dapat ditemukan di sekitar Cemoro Lawang.000 sampai di Terminal Arjosari kemudian dilanjutkan dengan angkutan pedesaan Malang-Tumpang dengan tarif Rp.

Tosari.436000 Fax (+62 335) -427222 6. (+62 335) -434000. Café Lava Hotel. (+62 335) -547019 4. (+62 335) – 541021 7. Cemorolawang. (+62 343) – 571333/ (+62 31) – 8975788 ---------------------- . Yossi Guest House. Pasuruan Phone. (+62 335) -541018 3. Cemoro Lawang Phone. Cemoro Lawang Phone. Cemara Indah Hotel. Cemoro Lawang Phone. (+62 341)491828 MALANG – EAST JAVA INDONESIA Hotel dan penginapan 1. Cemoro Lawang Phone.O. Lava View Lodge. BOX 54. Bromo View Hotel Probolinggo Jl. (+62 335) -541021 Fax. PHONE. Bromo Cottage Hotel. Bromo Permai Hotel. 6 P. R. (+62 343) – 571222/ (+62 31) – 8978888 Fax.Informasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jl. Raya Bromo km 05 Probolinggo Phone. (+62 335) -541020 Fax. (+62 335) -541020 5. Sukopuro – Probolinggo Phone: (+62 335) -541009 Fax: (+62 335) -541147 2. INTAN NO.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful