P. 1
Isi Makalah Sosped Kepemimpinan Masyarakat Pedesaan

Isi Makalah Sosped Kepemimpinan Masyarakat Pedesaan

|Views: 1,124|Likes:
Published by vieyraa

More info:

Published by: vieyraa on Oct 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2015

pdf

text

original

I.

DEFINISI KEPEMIMPINAN
Berikut ini beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai definisi kepemimpinan: 1. George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17) Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 2. Kartini Kartono (1994 : 48) Kepemimpinan itu sifatnya spesifik, khas, diperlukan bagi satu situasi khusus. Sebab dalam suatu kelompok yang melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, dan mempunyai suatu tujuan serta peralatan-peralatan yang khusus. Pemimpin kelompok dengan ciri-ciri karakteristik itu merupakan fungsi dari situasi khusus. 3. Harold Koontz (1989) Pengaruh, seni, atau proses mempengaruhi orang-orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan kemauan dan antusiasme. 4. R.K. Merton “ The Social Nature of Leadership”, American Journal of Nuns”, 1969. Kepemimpinan sebagai suatu hubungan antar pribadi dalam mana pihak lain mengadakan penyesuaian karena mereka berkeinginan untuk itu, bukannya karena mereka harus berbuat demikian. 5. P. Pigors “Leadearship and Domination” Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong yang mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama, melalui interaksi yang berhasil dari perbedaan-perbedaan individual.

6. H.H. Jennings “Leadership – a dynamic redefinition”, Journal Education School, 1944. Kepemimpinan muncul sebagai suatu hasil interaksi yang melibatkan perilaku yang memuat seseorang terangkat ke peranan sebagai pemimpin oleh individu-individu lain. 7. J.K. Hemphill - Dalam “ The Leader and his Group”. Kepemimpinan adalah perilaku seorang individu sementara ia terlibat dalam pengerahan kegiatan-kegiatan kelompok. - Dalam “ A Propossed Theory of leadership in small groups; Technical report”. Memimpin berarti terlibat dalam suatu tindakan memulai pembentukan struktur dalam interaksi sebagai bagian dari proses pemecahan masalah-masalah bersama.

1

8. Ralp M. Stogdill (1950)

Is the process of influencing group activities toward goal setting and goal achievement (proses mempengaruhi kegiatan kelompok, menuju ke arah penentuan
tujuan dan mencapai tujuan). - Dalam “Individual Behavior and Group Achievement” Kepemimpinan adalah permulaan pembentukan struktur dan memeliharanya dalam harapan dan interaksi. - Dalam “A Handbook of Leadership” yang dikutip oleh Prof. Drs. S. Pamuji, MPA, a. Leadership As A Focus Of Group Process (Kepemimpinan sebagai titik pusat proses kelompok) b. Leadership As Personality And Its Effects (Kepemimpinan sebagai kepribadian seseorang yang memiliki sejumlah perangai (Traits) dan watak (Character) yang memadai dari suatu kepribadian) c. Leadership As The Art Of Inducing Comliance (Kepemimpinan sebagai seni untuk menciptakan kesesuaian paham, kesepakatan) d. Leadership As The Exercise Of Its Influence (Kepemimpinan sebagai pelaksanaan pengaruh) e. Leadership As Act Or Behavior (Kepemimpinan sebagai tindakan atau perilaku) f. Leadership As A From Of Persuasion (Kepemimpinan adalah bentuk persuasi) g. Leadership As A Power Relation (Kepemimpinan sebagai suatu hubungan kekuasaan/kekuatan) h. Leadership Is An Instrumental Of Goal Achievement (Kepemimpinan adalah sarana pencapaian tujuan) i. Leadership As An Effect Of Interaction (Kepemimpinan adalah suatu hasil dari interaksi) j. Leadership As A Deferentiated Role (Kepemimpinan adalah peranan yang dipilahkan) k. Leadership As The Initiation Of Structure (Kepemimpinan sebagai awal dari pada struktur) Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktek seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari perannya memberikan pengajaran/instruksi. Tiga konsep umum kepemimpinan, yaitu: 1. Kepemimpinan tradisional, mengacu pada aturan lama yang sangat statis, biasanya mengacu pada agama atau adat. 2. Kepemimpinan rasional, mendapat kewenangannya dari aturan formal, serta hukum yang disepakati.

2

3. Kepemimpinan kharismatis, lebih menonjolkan kewibawaan dan kharisma seseorang di tengah masyarakat yang dipimpinnya. Otoritas kepemimpinan seseorang didapat dari proses yang lama, yang diakui oleh masyarakat.

Sekilas Mengenai Kepemimpinan Adat
Model kepemimpinan suatu masyarakat selalu mengikuti perkembangan sosial masyarakat itu sendiri. Pada awalnya, ketika komunitas-komunitas adat masih berbentuk kelompok suku yang biasanya dalam satu garis keturunan, maka pemimpinnya adalah berdasar senioritas baik menurut umur maupun kekuatan yang dimiliki. Ketika sebuah komunitas menjadi lebih kompleks dalam bentuk keluarga luas dan etnis, maka pemimpin telah ditentukan melalui proses “memilih”. Hanya saja proses dan aturan memilih ini kebanyakan sudah ditentukan misalnya berdarah bangsawan, dari kelompok marga tertua, secara turun menurun, dan lain-lain. Dalam kedua kasus di atas maka kekuasaan yang melekat pada seseorang adalah given. Oleh karena itu kadang-kadang lebih banyak bersifat sabda penguasa. Pola-pola pemilihan dan kepemimpinan semacam itu belum tentu tidak demokratis, dalam arti terbuka, transparan, dan menyelesaikan persoalan secara damai. Ada jenis “demokrasi” yang berbeda antara yang berlaku dimasyarakat adat dengan yang kita kenal selama ini. Kalau standar demokrasi seperti yang kita kenal ini yang dipakai, tentu saja komunitas adat bisa dilihat sebagai yang tidak demokratis. Sejak zaman pra-penjajahan hingga saat ini, model kepemimpinan yang dianut oleh masyarakat adat mengalami fluktuasi yang dapat digambarkan sebagai berikut:  Sebelum kedatangan penjajah, setiap masyarakat adat memiliki model kepemimpinan asli, belum terkooptasi oleh kekuatan manapun di luar masyarakat adat itu sendiri.  Pada masa kolonialisme, tatanan masyarakat adat mulai dicampuri oleh penjajah. Sebagian dielaborasikan pada sistem kolonialisme, sebagian dihilangkan.  Tahun 1948, setelah Indonesia merdeka, terdapat UU yang mengatur tentang struktur pemerintahan: propinsi, kabupaten, desa/dengan nama lain (masyarakat adat masih diakomodir).  Tahun 1979, melalui UU No. 5/1979, terjadi penyeragaman wilayah pemerintahan terendah; desa adat dilebur menjadi desa.  Tahun 1999, dalam UU No. 22/1999 tentang Otonomi Daerah, masyarakat adat kembali diakomodir. Kepemimpinan masyarakat adat, saat ini, mempunyai 3 wajah:  Berhubungan dengan negara/pemerintah  Berhubungan dengan konstituennya, masyarakat  Berhubungan dengan pasar (bisnis).

3

persaudaraan.II. baik itu elite kabupaten. kekayaan alam. c) Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti: iklim. Vital karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. sosial. 4 . Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh. desa adalah penduduknya kurang dari 2. Dengan ciri-ciri sebagai berikut: a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa. ekonomi. b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan. seperti mengentaskan rakyat miskin. tradition artinya adat istiadat dan kepercayaan yang turun menurun dipelihara dan ada beberapa pendapat yang ditinjau dari berbagai segi bahwa pengertian desa itu sendiri mengandung kompleksitas yang saling berkaitan satu sama lain di antara unsur-unsurnya. Sayangnya sederet tujuan tersebut mandek di atas kertas. Dari definisi tersebut. Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pengertian desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah. kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai ciri yang jelas. hingga memperdayakan masyarakat dan membuat pemerintahan desa lebih modern. adat istiadat. Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa. Karena pada kenyataannya desa sekedar dijadikan obyek pembangunan. yang keuntungannya direnguk oleh aktor yang melaksanakan pembangunan di desa tersebut. yang sebenarnya desa masih dianggap sebagai standar dan pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong-menolong. Dalam kamus sosiologi kata tradisional dari bahasa Inggris. kepribadian dalam berpakaian. Menurut Bintaro. sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.500 jiwa. politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah). gotong-royong. keguyuban. Pengertian desa/pedesaan Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma dikemukakan sebagai berikut: desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri. memberikan layanan sosial desa. Sedang menurut Paul H. dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. kesenian. sebetulnya desa merupakan bagian vital bagi keberadaan bangsa Indonesia. Memang hampir semua kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan pembangunan desa mengedepankan sederet tujuan mulia. berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Landis. keadaan alam. provinsi. meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat. desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi. KARAKTERISTIK MASYARAKAT PEDESAAN Masyarakat Pedesaan (masyarakat tradisional) a. mengubah wajah fisik desa. yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat.

istilah PPK sering dipelesetkan menjadi proyek para klebun.bahkan pusat. tidak suka akan orang yang berbeda pendapat. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong. kesetiaan dan kemesraan. c. Kekabaran (diffuseness): sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Konsep ini. menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih. tetapi belum dituangkan ke dalam buku yang khusus dan lengkap. Menyimak realitas diatas. Orientasi kolektif: sifat ini merupakan konsekuensi dari afektifitas. meski sudah sering dilontarkan oleh banyak kalangan. karena kuatnya peran kepala desa (disana disebut klebun) dalam mengarahkan dana PPK untuk pembangunan fisik semata. Askripsi: yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja. d. Inilah tantangan yang harus segera dijawab. menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mengenal ciri-ciri sebagai berikut: a. di Sumenep (Madura). orientasi penggunaan dananya pun lebih untuk pembangunan fisik. b. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung. pembangunan fisik menjadi indikator keberhasilan pembangunan. 5 . b. memang benar bahwa yang selama ini terjadi sesungguhnya adalah “Pembangunan di desa” dan bukan pembangunan untuk. yaitu mereka mementingkan kebersamaan. Kalaupun derap pembangunan merupakan sebuah program yang diterapkan sampai ke desa-desa. Perasaan subyektif. cinta. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar. untuk menunjukkan sesuatu. menumbuhkan kota”. Afektifitas: ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang. Karena itu. tidak suka menonjolkan diri. dari dan oleh desa. Di desa. intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan. Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik) Dalam buku Sosiologi “Talcot Parsons”. Bahkan. alangkah baiknya jika menerapkan konsep: ”Membangun desa. perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja (lawannya universalisme). karangan Ruman Sumadilaga. Partikularisme: pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. e. Desa adalah unsur bagi tegak dan eksisnya sebuah bangsa (nation) bernama Indonesia. seorang ahli Sosiologi. Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang ada sejak tahun 2000 dan secara teoritis memberi kesempatan pada desa untuk menentukan arah pembangunan dengan menggunakan dana PPK. tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan (lawannya prestasi).

Di Indonesia. misalnya di Sumatera Barat disebut dengan istilah nagari. huta (Batak) dan lainlain. 1. Orde Baru Dan Era Reformasi Dalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia. Kalimantan Timur disebut dengan istilah kampung. adanya hak-hak untuk mengadakan protes dan mulai adanya kesadaran untuk melakukan tolong menolong diantara sesamannya. Kondisi itu mungkin dapat meruntuhkan argumentasi rasionalitas politik barat bahwa demokrasi hanya bisa berkembang dalam iklim politik 6 . Era feodalisme dijaman raja-raja pra kolonial politik desa sangat diwarnai oleh dominasi para tuan tanah yang kemudian menjadi elit di pedesaan (Suzzan K. di Bali disebut dengan istilah banjar dan di Papua dan di Kutai Barat. Masuknya penjajah merupakan kelanjutan dari depolitisasi masyarakat desa karena antara kaum penjajah dengan para raja melakukan kerjasama politik untuk menundukan masyarakat desa. Hatta (dalam Suhartono). sehingga masyarakat desa hanya dimobilisasi untuk kepentingan tenaga kerja. Dalam perkembangan selanjutnya masyarakat desa pun harus menerima kenyataan penjajah bangsa Eropa (Belanda) yang disamping pengeksploitasi desa. nagari (Sumatera). menilai bahwa desa mengandung ciri-ciri sebagai masyarakat yang demokratis yakni adanya rapat desa (tempat dimana rakyat bermusyarawah dan bermufakat). menurut definisi universal. Hal ini merupakan salah satu pengakuan dan penghormatan pemerintah terhadap asal usul dan adat istiadat setempat. Opcit). desa telah menjadi suatu institusi politik yang kuat. Tetapi apapun istilah yang digunakan. adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). 1998). istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan. istilah desa dapat disebut dengan nama lain. mengambil alih kepemilikan atas tanah ulayat masyarakat desa sampai pada memaksa untuk menjadi buruh kepada belanda dengan sistem Tanam Paksa (Hans Anlof (2001) dan Suhartono. tetapi desa secara sosiologis mengandung makna kesatuan masyarakat yang bertempat tinggal yang homogen.) Politik Desa Masa Kemerdekaan. meskipun ditengah kengkraman feodalisme raja dan penjajah desa tetap berkembang menjadi desa yang demokratis. KEPEMIMPINAN MASYARAKAT PEDESAAN Desa. sedangkan di Kutai Barat. Begitu pula segala istilah dan institusi di desa dapat disebut dengan nama lain sesuai dengan karakteristik adat istiadat desa tersebut. dan raja (para tuan tanah) itu menjadi pemilik dan pengatur kehidupan masyarakat desa. yang dipimpin oleh Kepala Desa. Munculnya Politik Desa Politik desa mengalami pasang surut ditengah pergulatan mencari identitas Republik ini. desa memiliki dinamika peran sejarah tersendiri karena sebelum bangsa Indonesia meraih kemerdekaan pun. atau udik. Kalimantan Timur disebut Kepala Kampung atau Petinggi.III. 9) mulanya hanya dikenal dalam masyarakat Jawa. Menariknya. Sejak diberlakukannya otonomi daerah. Sebutan desa (Suhartono.2000 hal. marga di Sumatera Selatan. tergantung pada alam dan berada diluar kota atau pedalaman dalam entitas tertentu. sementara misalnya di Bali dikenal dengan dusun.

Munculnya politisasi disatu sisi berakibat pada disharmonisasi kehidupan pedesaan yang harmonis. tentunya membawa perubahan penting dalam politik pedesaan. Parlemen desa yang merupakan tempat kekuatan masyarakat dan berkumpul di tingkat grass root sangat mengharapkan dapat menampung aspirasi masyarakat secara komprehensip untuk menjamin adanya pemerintahan yang demokratis. puluhan tahun silam. Partai-partai politik di pedesaan berusaha membangun politik desa dengan pertama-tama menghilangkan nilai-nilai kolonialisme khususnya sistem ekonomi kapitalisme di desa akibat pengaruh kolonial.yang demokratis (tanpa sistem feodalisme dan kolonialisme) argumentasi universalitas demokrasi yang dipandang barat lahir dalam kondisi dimana kebebasan dijamin oleh konstitusi yang juga ditandai dengan persamaan kedudukan dimuka hukum dan adanya perbedaan dapat terbantahkan oleh suatu kenyataan politik desa yang dapat mengembangkan demokrasi di atas tekanan (kengkraman) atas kebebasan dan persamaan derajat (Nasir. 2001. 2001). peranan desa sebagai organisasi kekuasaan telah mengalami pergeseran peranan. Hal ini membuat suatu kegelisahan dimana bangsa ini sangat mendambakan suatu sistem pemerintahan yang mengatur kekuasaan rakyatnya dan disisi lain kita juga terbentur dengan kondisi masyarakat yang sangat memprihatinkan. Politik Desa Masa Kemerdekaan Keberhasilan para pendiri negara merebut kemerdekaan tahun 1945. Perkembangan politik masyarakat desa di Jawa jaman kemerdekaan merupakan ideologi komunal dari pada ideologi rasional tetapi bila dilihat dalam aspek pendidikan politik sudah mengalami kemajuan. berbeda dengan desa masa kolonial yang eksploitatif terhadap manusia dan sumber daya alamnya. Parlemen desa adalah organisasi politik yang mulai dikenal sangat masif oleh masyarakat desa.2002). yang pertama indonesia baru saja memasuki dunia yang lepas dari kengkraman kolonial yang ingin menata dan mengambil alih struktur kekuasaan dari tangan penjajah dan yang kedua adalah bahwa menjalankan demokratisasi yang merupakan reslisasi dari kemerdekaan (Suhartono. Pada pertengahan 1965 ideologi nasional berkembang di desa dengan pendekatan ideologi yang bersifat komunalistik. Ada dua paradigma dalam pengembangan sistem politik di Indonesia. Sosialismanto (ibid) melihat dari sudut analisis ekonomi politik. Desa masa orde lama telah memperkenalkan dunia politik (politisasi) yang bergerak pada masyarakat desa. Konstatasi tersebut menjadi wacana awal ketika membahas bagaimana perubahan-perubahan politik dipedesaan dari masa ke masa setelah kita mencapai kemerdekaan. apalagi sebelumnya demokrasi sudah sangat membudaya dalam masyarakat kita. Dalam catanan (Sosialismanto. salah satunya adalah bagaimana menyiapkan sistem ekonomi kerakyatan (pertanian) sebagai basis utama demokrasi politik di desa. Karena berarti bahwa kemerdekaan yang terpenting adalah kemerdekaan dibidang politik. komunalis dan ikatan sosial yang kuat. setelah sengketa Irian Jaya Soekarno melakukan nasionalisasi perusahaan Belanda di Indonesia. hal 4 ) misalnya pada tahun 1957. Apalagi setelah masuknya PKI dipedesaan dengan ideologi politik yang membela kaum tani desa memicu konfliks- 7 . Pembangunan politik desa tentu diperlukan persiapan yang matang.

Sistem pemerintah desa berubah menjadi media birokrasi pedesaan negara Orde baru. Disamping muncul faktor-faktor integratif tetapi juga semakin memudarnya nilai-nilai demokrasi asli desa seperti gotong royong. Politik Desa Masa Orde Baru Munculnya era Orde baru di bawah Presiden Soeharto segera setelah duketa PKI yang gagal dalam mengganti idiologi dalam perebutan kekuasaan negara. berlangsungnya partisipasi warga negara. Pergolakan politik pertama tahun 1955 yang demokratis membuat adanya partisipasi politik desa yang lebih menonjol dari pada sebelumnya. Kuntowijoyo (dalam Duta S:2001) menulis bahwa gabungan kekuatan sejarah tertentu masyarakat desa kembali kepada “kawula” masyarakat desa harus belajar dari awal dalam kondisi sosial ekonomi yang baru. Dalam konteks politik Soeharto menjadikan masyarakat desa sebagai masyarakat yang diambangkan (floating mass). sebelum mereka sungguh-sungguh memasuki tahap demokrasi. 2001). Bukti masyarakat desa sebagai floating mass dalam pemilihan umum. memunculkan adanya pemikiran untuk kembali kepada semangat UUD 1945 secara murni dan konsekuen. musyawarah mufakat untuk memutuskan suatu masalah yang menyangkut kepentingan umum (masyarakat desa). Duta Sosialismanto mengemukakan bahwa: Pilihan yang dilakukan oleh pemerintah Orde baru untuk melakukan modernisasi di Indonesia adalah menempatkan pembangunan politik sebagai subordinat dari pembangunan ekonomi.konfliks politik di desa. Hal itu berpengaruh penting pada perubahan masyarakat desa yang semula berproses melalui pendekatan politik berubah menjadi birokrat desa. Oleh karena itu Orde baru menerapkan strategis stabilitas politik dan pertumbuhan (ekonomi). Pertama. Hal itu menunjukkan bahwa masuknya politik di desa menyebabkan masalah baru dalam masyarakat desa. Identitas kultural desa menjadi berubah seperti dalam kehidupan masyarakat perkotaan. Sementara itu diferensiasi sosial yang sudah terjadi dipedesaan sudah lama berjalan tanpa henti-hentinya. Dan bahkan pada saat Sukarno mengenalkan idiologi Nasakom (nasionalis. agama dan Komunis). terjadinya polarisasi dan friksi politik desa. Indikator ini bisa dilihat dalam dua perspektif. 8 . Politik pedesaan masa demokrasi terpimpin akhir Orde lama memperlihatkan adanya ketidakstabilan politik di akar rumput. Pengalaman pahit pada masa demokrasi liberal menunjukkan bahwa stabilitas politik merupakan syarat mutlak bagi adanya pemerintahan yang stabil yang cukup mempunyai waktu untuk merealisasikan program-program. Partai Komunis Indonesia telah mendominasi kekuatan politik di pedesaan dengan basis politik pertanian (Suhartono. Dalam tesis kekuasaan Soeharto bahwa penyelewengan kepada semangat UUD 1945 dan Pancasila sesebabkan oleh paradigma pembangunan yang lebih menonjolkan kebebasan politik warga negara. Suasana politik desa sangat dipengaruhi oleh realitas politik demokrasi terpimpin (guided democracy) yang mengedepankan praktek politik utopis dimana konsepsi demokrasi terpimpin tidak dapat membantu demokratisasi di wilayah pedesaan. Desa yang semula tidak menjadi panggung politik sebagai akibat demokratisasi 1955 menjadi panggung politik penting. kedua.

UU nomor 5 tahun 1979 dinilai para ahli politik seperti Donald K Emerson sebagai intervensi negara terhadap masyarakat. Kondisi ini menyebabkan masyarakat desa sebagai masyarakat mayoritas di negeri agraris ini hanyalah menjadi sumber legitimasi politik kekuasan Orde baru. Pengukuhan kepala desa sebagai pusat kekuasaan di desa. Penyeragaman struktur organisasi pemerintah desa. Institusi ini bukan saja berfungsi untuk melakukan monopoli hasilhasil pertanian di desa tetapi juga menggeser tradisi dari pertanian tradisional (barter) menjadi ekonomi pertanian modern. dalam pemilu Orde baru yang penuh dengan rekayasa. kelembagaan birokrasi negara segera masuk dan berkembang di desa. 5. 3. 9 . Penghapusan lembaga perwakilan masyarakat desa. 2. Konsepsi desa juga dianggap sebagai model penyeragaman politik (political uniform) pemerintah terhadap masyarakat Indonesia yang pluralistik S. Lembaga-lembaga masyarakat desa seperti LMD dan LKMD bahkan organisasi untuk kepentingan petani desa seperti forum tani dan lain-lain. Struktur elite desa (tuan tanah) berubah menjadi elite baru (birokrat desa) yang loyal terhadap negara orde baru. 4. Sehingga jangan heran kemudian muncul semacam kapitalisme masyarakat desa. Birokrasi masuk desa semacam ini membawa dampak masa mengambang di desa. Istitusi politik desa yang sebelumnya kuat dengan konfigurasi politk desanya berubah menjadi lembaga-lembaga seperti Koperasi Unit Desa (KUD). Sehingga sebetulnya selama Orde baru berkuasa masyarakat desa mengalami kemandekan pertumbuhan dibidang politik karena saluran aspirasi politiknya samasekali tidak diberikan. Karena itulah berarti bahwa posisi masyarakat desa menjadi dependent society (masyarakat bergantung) dari pada independent society (masyarakat yang independen) dimana peran negara desa begitu sentral dalam proses pengambilan keputusan di desa. dan sementara itu. Dampak lain dari kebijakan politik masa mengambang Orde baru adalah nampak pada munculnya mental fatique (sikap apolitis) sehingga masyarakat desa sangat apolitis dalam kehidupan politik dan bahkan mereka mengalami trauma sekali. Secara nasional pemerintah terrendah di desa dipegang oleh pegawai negeri. konstitusi nomor 5 itu adalah awal dari politisasi negara. Adanya pemisahan antara kelurahan dengan desa yang otonom. Dalam bidang pemerintah mulai juga berubah dimana muncul kooptasi negara terhadap desa. Seluruh Indonesia diterapkan dengan pendekatan struktur top down yang disamaratakan sehingga menghilangkan identitas desa atau nagari atau sebutan yang lainnya.Dinamika pembangunan Orde baru yang tengah mengejar ketertinggalan dalam sektor ekonomi (dalam perspektif pertumbuhan Orde baru) menggeser dinamika masyarakat desa dari politik ke ekonomi. Inisiatif pembentukannya lebih banyak dipengaruhi oleh peran birokrasi tingkat desa pada atas dasar musyawarah dan mufakat masyarakat desa sendiri. Wiratno (1979) melihat desa masa orde baru sebagai berikut: 1. Birokratisasi desa yang merupakan bagian dari Golkar disatu sisi. partai politik (PDI dan PPP) tidak diperbolehkan sampai pada masyarakat desa.

Adanya kebijakan otonomi daerah melalui UU /22/1999 lalu menegaskan tentang pentingnya penguatan masyarakat ditingkat akar rumput (masyarakat pedesaan). maka akan sangat pemantu kearah pembangunan politik desa yang bersifat berkelanjutan. Ketiga. Upaya pendahuluan tentunya harus dimulai dengan mengembangkan kesadaran politik desa dengan beberapa cara. maka akan dapat memperkuat partisipasi politik masyarakat secara otonom. 10 . Demokrasi terpimpin. Demokrasi bukan berarti tinggal mengadopsi seperti apa yang diterapkan dalam masyarakat demokratis barat tetapi dapat berupa suatu sistem demokrasi yang bersifat local genius artinya akar demokrasi lahir dari tradisi sosial budaya masyarakat desa di Indonesia. BPD memang belum memiliki kerangka teknis dari pemerintah daerah. BPD sebagai institusi baru ditengah masyarakat yang mengalami kemandekan peran secara politik adalah suatu yang tidak gampang untuk sampai kepada konsepsi yang ideal yakni BPD sebagai mitra kritis pemerintah desa dan sebagai sarana mewujudkan kedaulatan rakyat di desa. memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sistem pertanian neomodernisme (mengolah pertanian dengan memadukan antara sistem tradisional dengan tekhnologi modern). Dengan kuatnya ekonomi masyarakat. melakukan proses sosialisasi yang intens tentang otonomi daerah yang disertai dengan pembentukan wadah-wadah penyangga demokratisasi desa diluar parlemen seperti forum alternatif yang menjadi pengawal parlemen desa maupun pemerintahan desa. Masyarakat desa mengalami proses partisipasi politik yang termobilisasi oleh faktor birokrasi pemerintah desa. Pertama. dinamika politik pasca Orde baru itu lebih bersifat “democrazy” (kebebasan yang anarkis) tetapi yang paling penting adalah ketika dimunculkannya perubahan paradigma pembangunan dari orientasi struktural birokrasi sentralistik berubah menjadi sistem birokrasi desentralistik. Sebagai parlemen desa. Kedua.Perkembangan Muktahir Politik Desa Era Reformasi Terjadinya pergantian dari Orde baru kepada Orde reformasi sejak 1998 telah menyebabkan kemunculan kembali kekuatan-kekuatan politik desa. Kelahiran Badan Perwakilan Desa (BPD) sebagai turunan dari konstitusi otonomi itu harus dilihat sebagai peluang strategis membangun desa kembali. Tetapi justru disitulah kelihatan betapa pentingnya peran masyarakat dalam merumuskan kebijakan politik desa termasuk melibatkan diri dalam suksesi kepala desa secara demokratis. Bila upaya-upaya strategis itu dapat dilakukan. liberal dan pancasila telah mengalami kegagalan tetapi demokrasi desa merupakan harapan ditengah transisi menuju demokrasi yang sedang mngecewakan masyarakat Indonesia dewasa ini. Bagaimana pun proses perubahan politik desa masa reformasi yang baru berjalan empat tahun lebih ini sebagai embrio dimana partisipasi masyarakat desa yang otonom itu dapat segera terwujud menjadi kenyataan. melakukan revitalisasi terhadap budaya demokrasi yang sempat terabaikan khususnya selama massa Orde baru yang tentunya dengan pendekatan dialogis dan partisipatoris. Meskipun.

yang menyebabkan terjadinya depolitisasi di tingkat desa. disebut bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. karena dalam Orde Baru lembaga-lembaga tersebut lebih merupakan kepanjangan tangan dari penguasa yang sangat sentralistik dan pro penguasa. Kewenangan desa adalah: 11 . karena budaya ini telah berkembang lebih awal sejak jaman raja-raja walaupun dalam kepemimpinan-kepemimpinan di Jawa Anlov mengatakan para tuan-tuan tanah sangat bersikap otoriter. Semasa orde baru politik desa mengalami kevakuman akibat politik masa mengambang (floating mass). 2. dimana fokus yang dikembangkan adalah bidang ekonomi dan stabilitas Collim Mc Andrew (1995). Namun dalam perkembangannya. tetapi tidak serta merta merubah budaya politik yang demokratis. sehingga meskipun diterapkan sistem feodalisme atau kepempinpinan yang otoriter.Kelebihan dan Kekurangan Desa di Indonesia telah mengalami perkembangan dalam waktu yang sangat panjang. LKMD. Berbeda dengan kelurahan. berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selama masa reformasi (1998) politik desa mengalami penguatan kembali sejalan dengan kebijakan otonomi daerah dengan diberalakukannya UU nomor 22 tahun 1999.) Kepemimpinan Desa menurut Konteks Birokrasi Pemerintahan di Indonesia Desa di Indonesia Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa. karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota. Dalam perkembangan kemudian memang ada kelebihan yang sangat signifikan dari orde baru secara gelobal pada tingkat ekonomi. Desa bukanlah bawahan kecamatan. dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. walaupun dihadapkan dengan banyak faktor yang menghambat. sebuah desa dapat diubah statusnya menjadi kelurahan. Secara umum bagaimanapun desa tetap mengalami proses demokrasi. desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Adapun LMD (Lembaga Musyawarah Desa). Hal ini tidak mengurangi dimana desa tetap menjadi institusi yang berpeluang untuk membangun demokrasi politik di Indonesia. Dalam UU itu juga mnegatur adanya mekanisme politik di desa yang dikenal dengan “parlemen desa” sebagai wakil rakyat dalam mengatur tata kehidupan masyarakat desa dan pemerintahan desa. Dimana birokrasi desa menyadi alat kontrol masyarakat desa oleh penguasa yang hanya menjadikan Golkar partai yang mendapat dukungan oleh masyarakat desa. KUD dan lain-lainnya lebih banyak diinisiatifi oleh aparatur pemerintahan desa dari pada masyarakat sendiri. dimana politik desa mengalami pasang surut. Diawal orde lama politik desa mengalami masa kejayaan seiring dengan sistem politik yang Pluralistik sebelum kemudian memasuki demokrasi terpimpin.

 Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang diserahkan pengaturannya kepada desa. Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa. Kepala Desa dapat diberhentikan atas usul Pimpinan BPD kepada Bupati/Walikota melalui Camat. Istilah Lurah seringkali rancu dengan jabatan Kepala Desa. dan lembaga kemasyarakatan. Wewenang kepala desa antara lain:  Memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  Mengajukan rancangan peraturan desa  Menetapkan Peraturan Desa yang telah mendapat persetujuan bersama BPD  Menyusun dan mengajukan rancangan peraturan desa mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) untuk dibahas dan ditetapkan bersama BPD Kepala Desa dilarang menjadi pengurus partai politik (namun boleh menjadi anggota partai politik). Memang. Pemerintahan Desa terdiri atas Pemerintah Desa (yang meliputi Kepala Desa dan Perangkat Desa) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kepala Desa Kepala desa adalah pemimpin dari desa di Indonesia. hukum tua (Sulawesi Utara). Pemilihan Presiden. pambakal (Kalimantan Selatan). Namun dalam konteks Pemerintahan Indonesia. sedang Desa dipimpin oleh Kepala Desa. Jabatan kepala desa dapat disebut dengan nama lain. Masa jabatan kepala desa adalah 6 (enam) tahun. misalnya wali nagari (Sumatera Barat) . di Jawa pada umumnya. Kepala desa tidak bertanggung jawab kepada Camat. 12 . Pemerintah Provinsi. sebuah Kelurahan dipimpin oleh Lurah. dan Pemilihan Kepala Daerah. yakni urusan pemerintahan yang secara langsung dapat meningkatkan pelayanan masyarakat. Kepala Desa merupakan pimpinan dari pemerintah desa. Pemerintahan Desa Desa memiliki pemerintahan sendiri. dan Pemerintah Kabupaten/Kota. merangkap jabatan sebagai Anggota DPRD. merangkap jabatan sebagai Ketua atau Anggota BPD. dan dapat diperpanjang lagi untuk satu kali masa jabatan berikutnya. namun hanya dikoordinasikan saja oleh Camat. berdasarkan keputusan musyawarah BPD. Tentu saja keduanya berbeda.  Urusan pemerintahan lainnya yang diserahkan kepada desa. perbekel (Bali). karena Lurah adalah Pegawai Negeri Sipil yang bertanggung jawab kepada Camat. terlibat dalam kampanye Pemilihan Umum. sedang Kepala Desa bisa dijabat siapa saja yang memenuhi syarat (bisa berbeda-beda antar Desa) yang dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). secara historis pemimpin dari sebuah desa dikenal dengan istilah lurah.  Tugas pembantuan dari Pemerintah.

22 Tahun 1999 adalah: 1) memimpin penyelenggaraan pemerintah desa. unsur pelaksana dan unsur wilayah. Badan Permusyawaratan Desa Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Pemilihan Kepala Desa dan masa jabatan kepala desa dalam kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan yang diakui keberadaannya berlaku ketentuan hukum adat setempat. Dalam menjalankan tugasnya tersebut.  Tidak dicabut hak pilihnya.  Penduduk desa setempat.  Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan dengan hukuman paling singkat 5 tahun. Perangkat Desa terdiri dari Sekretaris Desa dan Perangkat Desa Lainnya. 72 Tahun 2005 sebagai berikut:  Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Berusia paling rendah 25 tahun. yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa. Kepala Desa dibantu oleh perangkatperangkat desa lainnya baik dari unsur staf.  Bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa. 6) mewakili desanya di dalam dan diluar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukumnya.  Memenuhi syarat lain yang diatur Perda. Anggota BPD adalah wakil dari 13 . UUD 1945 dan kepada NKRI.  Setia kepada Pacasila sebagai dasar negara.  Berpendidikan paling rendah SLTP atau sederajat. 5) mendamaikan perselisihan masyarakat di desa./Kota.  Belum pernah menjabat Kepala Desa paling lama 10 tahun atau 2 kali masa jabatan. Kab. serta Pemerintah.Kepala Desa dipilih langsung melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) oleh penduduk desa setempat. Perangkat Desa Perangkat Desa bertugas membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. 2) membina kehidupan masyarakat desa. Tugas dan Kewajiban Kepala Desa sebagaimana yang diatur dalam pasal 101 UU No. perangkat desa juga mempunyai tugas untuk mengayomi kepentingan masyarakatnya. 4) memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat desa. Perangkat Desa lainnya diangkat oleh Kepala Desa dari penduduk desa. Sekretaris Desa diangkat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atas nama Bupati/Walikota. 3) membina perekonomian desa. Syarat-syarat menjadi calon Kepala Desa sesuai Peraturan Pemerintah No. Salah satu perangkat desa adalah Sekretaris Desa. Cara pemilihan Kepala Desa dapat bervariasi antara desa satu dengan lainnya. yang diisi dari Pegawai Negeri Sipil.

Pembentukan Desa (Pembagian Administratif Desa) Desa dibentuk atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal-usul desa dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. atau pembentukan desa di luar desa yang telah ada. Pemerintah Provinsi. pasar desa. hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat. Lembaga kemasyarakatan Di desa dapat dibentuk lembaga kemasyarakatan. bantuan pemerintah dan bantuan pemerintah daerah. Penyelenggaraan urusan pemerintah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa Sumber pendapatan desa terdiri atas: Pendapatan Asli Desa. atau pemekaran dari satu desa menjadi dua desa atau lebih. Hubungan kerja antara lembaga kemasyarakatan dengan Pemerintahan Desa bersifat kemitraan. dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan. Pimpinan dan Anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa. antara lain terdiri dari hasil usaha desa. Lembaga kemasyarakatan ditetapkan dengan Peraturan Desa. Keuangan desa Penyelenggaraan urusan pemerintahan desa yang menjadi kewenangan desa didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa). Pinjaman desa       APB Desa terdiri atas bagian Pendapatan Desa. menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. yakni lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat. Belanja Desa dan Pembiayaan. hasil gotong royong Bagi hasil Pajak Daerah Kabupaten/Kota bagian dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah bantuan keuangan dari Pemerintah. Masa jabatan anggota BPD adalah 6 tahun dan dapat diangkat/diusulkan kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. Salah satu fungsi lembaga kemasyarakatan adalah sebagai penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan. bangunan desa). BPD berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa. Kepala Desa bersama BPD menetapkan APB Desa setiap tahun dengan Peraturan Desa. Rancangan APB Desa dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa. pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat lainnya. hasil kekayaan desa (seperti tanah kas desa. konsultatif dan koordinatif. 14 . hasil swadaya dan partisipasi. atau bagian desa yang bersandingan. pemangku adat. Penyelenggaraan urusan pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa didanai dari APBD. Pembentukan desa dapat berupa penggabungan beberapa desa. golongan profesi. Anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga.penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah.

Lurah dan Perangkatnya diisi dari pegawai negeri sipil. Kondisi kawasan perdesaan pada umumnya bercirikan masih besarnya jumlah penduduk miskin. 3. Desa yang berubah menjadi Kelurahan. serta terbatas dan belum meratanya tingkat pelayanan prasarana dan sarana dasar bagi masyarakat. Sedangkan Perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian. (2) Fungsi Pelayanan yang membuahkan keadilan dalam kehidupan bernegara di tengah masyarakat. yang merupakan bagian wilayah kerja pemerintahan desa dan ditetapkan dengan peraturan desa. Kondisi ini tidak terlepas karena tingginya ketergantungan pada kegiatan budidaya pertanian sedangkan tingkat penguasaan lahan pertanian oleh rumah tangga petani masih sangat lemah. pelayanan sosial. dan 15 . dan kegiatan ekonomi. Perdesaan cenderung semakain terpuruk akibat keterkaitan kegiatan ekonomi antara sektor pertanian dengan sektor industri pengolahan dan jasa penunjang serta keterkaitan antara kawasan perdesaan masih sangat rendah.) Pengembangan Desa Masa Kini Desa dalam UU dimaknai sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. Desa mempunyai ciri budaya khas atau adat istiadat lokal yang sangat urgen. Pemerintah Desa Sibuk Pelayanan Birokrasi Fungsi sebuah pemerintahan dapat dikelompokkan menjadi: (1) Fungsi Pengaturan atau lebih dikenal sebagai fungsi regulasi dengan segala bentuknya. termasuk pengelolaan sumberdaya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman. Desa yang berubah statusnya menjadi Kelurahan. kekayaannya menjadi kekayaan daerah dan dikelola oleh kelurahan yang bersangkutan untuk kepentingan masyarakat setempat. Sisi lain dari lemahnya perdesaan adalah rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan masyarakat perdesaan. berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembagian Administratif Padukuhan (Dusun) Dalam wilayah desa dapat dibagi atas dusun atau padukuhan. dan rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja perdesaan.Desa dapat diubah atau disesuaikan statusnya menjadi kelurahan berdasarkan prakarsa Pemerintah Desa bersama BPD dengan memperhatikan saran dan pendapat masyarakat setempat. Fungsi ini dimaksudkan sebagai usaha untuk menciptakan kondisi yang tepat sehingga tercipta kondisi yang kondusif atas keberlangsungan berbagai aktifitas dan terciptanya tatanan sosial yang baik di berbagai kehidupan masyarakat. terbatasnya alternatif lapangan kerja. rendahnya akses masyarakat kepada sumber permodalan dan sumber daya ekonomi produktif lainnya. pelayanan jasa pemerintahan.

Dalam tata kelola pemerintah di tingkat desa. Dari sekian banyak departemen di tingkat pusat. maka diharapkan akan lahir pelopor pemberdayaan desa yang sebenarnya. Pemberdayaan Desa Dalam rangka pemberdayaan baik desa maupun pemerintah desa yang menjadi sangat penting adalah fungsi negara yang pertama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Program demokratisasi dengan pemilihan langsung dari bupati. maka akan dapat diraih perubahan mental di kalangan masyarakat desa. dengan kondisi semua kebijakan dan program berhubungan dengan masyarakat dilakukan oleh pemerintah desa. dimana pemerintah mengarahkan masyarakatnya menuju kemandirian dan pembangunan demi terciptanya kemakmuran di dalam kehidupan masyarakat. semua merupakan bagian yang penting untuk “dicerdaskan” dalam koordinasi yang tepat demi kemajuan desa. berakibat pada aparatur pemerintahan desa “hanya” disibukkan dengan fungsi pelayanan dan fungsi pengaturan. sumber daya sosial. Masyarakat tidak cukup sebagai pemakai tetapi harus menjadi pemanfaat dari kemajuan industri dan teknologi. gubernur sampai presiden yang pada akhirnya menghasilkan “politik transaksional sesaat” dan banyak program dan kebijakan lain yang kurang tepat sasaran dan tepat guna. Program pengemtasan kemiskinan dengan BLT dan raskin yang berakibat pada “hilangnya” kegotong royongan masyarakat desa. Dengan kecerdasan dari masyarakat desa dan pemerintah desa.  memberi kemudahan untuk mendapatkan status kepemilikan lahan. Perlu dibangun sebuah kesadaran berpikir global bertindak dan berlaku lokal untuk kemajuan masyarakat desa.  memberikan pendampingan dalam menyusun perencanaan pembangunan perdesaan.  pembagaan sosial dan ekonomi perdesaan sesuai dengan karateristik desa. Dalam pemberdayaan masyarakat desa. dan/atau  memberikan kemudahan dalam penggunaan dan pengembangan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan kearifan lokal.  menjamin ketersediaan lapangan kerja sesuai potensi desa. terdapat beberapa bagian kegiatan yang ”selayaknya” dilakukan oleh Pemerintah Daerah yaitu:  memberikan bantuan usaha. Sumber daya manusia.  mengembangkan lembaga keuangan di perdesaan. banyaknya kegiatan bermuara pada pemerintah desa yang harus melaksanakan dan berbenturan dengan masyarakat karena adanya kebijakan atau fungsi pengaturan dan pemberdayaan yang “kurang tepat” untuk dilakukan di desa. 16 .(3) Fungsi Pemberdayaan.  keterampilan dan penyuluhan. Hanya melalui pendidikan yang terus-menerus. Pelopor pemberdayaan desa ini bisa perangkat desa maupun warga masyarakat desa itu sendiri. Tantangan industrialisasi dan teknologi adalah bagian lain yang menjadi sangat penting dalam pembinaan kesiapan mental masyarakat untuk menerimanya. sumber daya alam.

Namun dengan beban politik dan birokrasi yang ada. beberap hal tersebut tidak dilakukan oleh pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten Kota. Berdaya tanpa Bantuan Pemerintah Dengan kesadaran untuk maju bersama dari masyarkat desa. untuk dataran rendah (pesisir). di desa tipikal dataran tinggi. dan sektor jasa sangat terbuka luas untuk dikembangkan seperti mengembangkan Koperasi Kredit. Pada bagian lain. Tidak hanya dibutuhkan pemimpin (leader) untuk memajukan desa. menumbuhkembangkan adat-istiadat dan budaya lokal. Daerah rawa untuk diisi dengan bibit ikan. Keberanian memulai dengan kekuatan sendiri atau swadaya adalah semangat yang harus dibangun oleh masyarakat desa itu sendiri. masyarakat desa bisa mengakses dan mengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI). pengembangan tanaman organik. komunitas peduli desa dengan ketrampilan. yaitu dengan membuat dan menjalankan bursa komoditas. 17 . dan kewirausahaan adalah elemen yang sangat diharapkan partisipasinya. maka dengan gotong royong masyarakat desa bisa dan mampu mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) praktiknya bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada di wilayahnya. kemampuan akses. Jasa pembayaran online dan yang lainnya. Kembali lagi pada hal yang sangat penting adalah kesiapan desa dan pemerintah desa untuk menerima dan mencermati kebesediaan komunitas peduli desa (relawan desa) dalam peran sertanya ikut mengembangkan desa. dan lain-lain. Dalam rangka peningkatan ekonomi pedesaan bisa dengan memanfaatkan lahan yang kosong untuk kegiatan yang produktif. tetapi juga dibutuhkan pengelola (manager) yang handal untuk melihat potensi dan mengembangkan untuk keperluan kesejahteraan masyarakat desa.

KONSEP KEPEMIMPINAN DI BERBAGAI DAERAH NUSANTARA 1. Dalam sekejap. Dalam bahasa isyarat apabila mengirimkan lunjo buno berarti minta bantuan karena akan ada serangan.) Konsep Kepemimpinan Suku Dayak Khususnya di Daerah Kalimantan Tengah Suku Dayak amat taat dan setia kepada pemimpin yang telah mereka akui sendiri. Berani berbuat. Tidak dapat dipungkiri kenyataan itu sebagai akibat kedekatan manusia Dayak dengan alam. Demi keberpihakan kepada warga sukunya. Bukan saja mengkoordinir. seorang pemimpin harus benar-benar mampu mengayomi dan mengenal masyarakatnya dengan baik. maksudnya gagah perkasa dalam sikap dan perbuatan. Bagi mereka tanah adalah ibu. Apa yang diucapkan benar dan berguna. Sikap mamut menteng yang dilengkapi dengan tekad isen mulang atau pantang menyerah telah mendarah daging dalam kehidupan orang Dayak. untuk mendapatkan pengakuan dari penduduk. tetapi ia juga mampu mengontak dan melobi mereka dalam waktu yang sangat singkat. berani bertanggung jawab. Salah satu contoh sikap mamut menteng dan keberpihakan para pemimpin Dayak kepada warga sukunya jelas terlihat dalam kisah perempuan pejuang Dayak. namun dari apa yang telah ia lakukan. Lunju Bunu adalah totok bakakak. kota Pamatang Sawang yang terletak di wilayah Kalimatan Tengah sekarang ( Disini kota artinya benteng pertahanan yang terbuat dari kayu tabalien/kayu ulin/kayu besi atau dapat pula terbuat dari batu ). para pangkalima yang diundang datang dan berkumpul di pulau Kupang. dimanapun berada. bukan seorang yang hanya memberi perintah atau menerima pelayanan lebih. langit adalah ayah dan angin adalah nafas kehidupan. Merasa harga diri dilecehkan oleh sikap sewenang-wenang lelaki kaya raya yang berasal dari seberang. ia mampu mengkoordinir kekuatan para pangkalima atau panglima suku yang tersohor kemampuannya. Nama baik bahkan jiwa raga dipertaruhkan demi keberpihakannya kepada warganya. Namun akibat kecantikannya yang sangat tersohor. Namanya Nyai Undang. Dalam sikap dan perbuatan selalu adil. namun justru sebaliknya. Pemimpin yang disegani ialah pemimpin yang mampu dekat dan memahami masyarakatnya antara lain bersikap: o Mamut Menteng. Ia disegani bukan dari apa yang ia katakan. dari masyarakat. Lamaran tersebut juga diiringi ancaman bahwa apabila ditolak maka peperangan tidak dapat dihindarkan.IV. para pemimpin dan pangkalima perang 18 . oleh seorang lelaki kaya raya. ia dilamar lengkap dengan emas kawin yang memukau. Sesungguhnya Nyai Undang telah memiliki kekasih hati. Pemimpin suku Dayak. Di lain pihak. Totok bakakak berarti sandi atau kode atau bahasa isyarat yang umum dimengerti masyarakat suku Dayak. Dengan demikian Kemanapun pergi. Singkat kata. pertempuranpun meletus di Pulau Kupang. Pasukan Nyai Undang yang didukung oleh para pangkalima handal berhasil memenangkan pertempuran. Sarana komunikasi yang digunakan adalah Lunjo Buno atau Ranying Pandereh Bunu atau Renteng Nanggalung Bulau yaitu tombak yang diberi kapur sirih pada mata tombak. Tombak bunu tersebut dikirimkan ke segala penjuru untuk mengundang para pangkalima untuk segera hadir ditempatnya. bila kaki telah berpijak dibumi takut dan gentar tak akan pernah mereka miliki.

Segalanya dilakukan dengan tulus dan kesungguhan sehingga kelecakan atau kesombongan rontok berkeping-keping. Disamping pandai ia juga seorang yang cerdik dalam arti positif. Hal ini bukan berarti bahwa pemimpin 19 . sehingga kendali diri pegang peranan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Saat hening adalah saat yang paling tepat untuk berdialog dengan diri sendiri. Ranying Hatalla atau Allah Yang Maha Kuasa turut serta mengawasi setiap tindakan yang dilakukan oleh para pemimpin. Kokoh kilau sanaman yang artinya sekokoh besi. o Bakaji maksudnya berilmu tinggi dalam bidang spiritual. serta membersihkan dan menyucikan jiwa. Cahaya matanya memancarkan keadilan. Peka maksudnya sebelum peristiwa terjadi.dengan tulus dan ihklas siap bergabung untuk bersama maju perang menanggapi ajakan seorang warga suku yang merasa dilecehkan. Semua ini secara otomatis akan muncul apabila segala tugas dan tanggung jawab dilaksanakan dengan ihklas tanpa pamrih. dan bijaksana. namun nyata terlihat dalam tindakan sehari-hari. karena pada dirinyapun tidak terbersit sedikitpun niat untuk berkhianat pada warganya. menata sikap untuk tetap kokoh berpegang pada tujuan agar tidak mudah terombang ambing. o Bahadat maksudnya beradat. Mampu membedakan mana yang benar. Maksudnya mereka tidak bersikap sok akrab untuk mendapatkan dukungan. Mereka tidak takut ditertawakan. Dimanapun berada. Berani berlaku tidak adil konsekwensinya hukuman akhirat akan diterima setelah kematian terjadi. menjadikan seorang pemimpin suku Dayak memiliki kepekaan yang tajam. tidak takut pula akan adanya penghianatan. seorang pemimpin Dayak dalam kesibukannya selalu berusaha meluangkan waktu maja atau mengunjungi rumah warganya dengan keakraban yang tidak dibuat-buat. menarik. mana yang salah. o Barendeng berarti mampu mendengarkan informasi juga keluhan warganya. Pemimpin yang berjiwa mamut menteng siap serahkan jiwa raga demi mengayomi dan keberpihakan kepada warga masyarakatnya. Kecerdikannya mampu menjadikan dirinya sebagai seorang pemberi inspirasi bahkan sebagai seorang the greatest inspirator bagi warganya. tetapi maja atau berkunjung tersebut dilakukan karena memang mereka senang melakukannya. raga dengan rutin dan berkala. Terkadang tanpa diduga kunjungan mendadak tersebut dibarengi permintaan makan kepada keluarga tersebut. Kemampuan dalam berkomunikasi dengan warganya. Telinganya selalu terbuka bagi siapapun. Lebih luas maksudnnya Inner beauty yaitu ketampanan/kecantikan yang terpancar dari dalam jiwa. o Bakena berarti tampan/cantik. keakraban yang tidak dibuat-buat. rasa aman dan bakti. Sebagai contoh. Ia selalu berusaha untuk mencapai hening. ia telah terlebih dahulu menditeksi segala kemungkinan yang bakal terjadi dilingkungannya. perlindungan. Bukan hanya mengerti dan memahami hukum adat dan hukum pali dengan baik. Sikap demikian tentu saja mengagetkan pemilik rumah namun meninggalkan kenangan indah kepada keluarga yang dikunjungi. ia akan selalu disenangi dan disegani. o Harati berarti pandai.

tetapi nilai budaya Jawa diajarkan di semua lini strata sosial mulai dari elit sampai ke rakyat jelata. api. Bila kepemimpinan tanpa nilai-nilai. tidak pernah mengeluh. Walaupun nilai-nilai kepemimpinan ada di setiap suku dan perlu digali karena tidak kalah maknanya. tanah yang menggambarkan sifat teguh. sedangkan “brata” artinya langkah. sabar. tidak membeda-bedakan. Budaya Jawa memberi kesan bahwa nilai-nilai budayanya menekankan kehalusan budi dan cerita serta etikanya dalam dengan falsafah nilai. Istilah ini diambil dari buku Ramayana karya Yasadipura I yang hidup pada akhir abad ke-18 (1729-1803 M) di keraton Surakarta. matahari. Memang. Tanpa bertemu langsung dengan orang perorang. babusau atau mabuk atau minum minuman yang mengandung alcohol hingga mabuk.  Pertama. Ternyata nilai-nilai yang penting yang harus dimiliki pemimpin ada dalam budaya Jawa. Ia telah menyediakan hati dan telinganya untuk menampung dan mendengarkan lalu mengolahnya menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawabnya. Langkah-langkah tersebut mencontoh delapan watak dari benda-benda di alam yakni bumi (tanah). bulan. 2008. Etika Kepemimpinan dalam masyarakat Jawa dikenal dengan istilah “Hasta Brata”. kekecewaan.) Nilai Kepemimpinan Jawa Mitos kepemimpinan di Indonesia mengatakan bahwa “pemimpin bangsa Indonesia sebaiknya orang Jawa” sebenarnya memiliki makna yang kadangkala ada benarnya. Salah satu contoh dalam kehidupan sehari-hari dapat disaksikan dalam tradisi mihup baram atau minum tuak. air. salah satu kehebatan Indonesia adalah begitu beragamnya suku dan kaya akan nilai-nilai kehidupan yang luar biasa. 7075). seorang pemimpin mampu menangkap dan merekam luka. termasuk di dalamnya etika kepemimpinan. “hasta” artinya delapan. hal. kuat. dan menerima apa adanya yaitu 20 . angkasa. Tradisi babusau sebagai sarana merekam isi hati warga masyarakat sudah seharusnya ditinggalkan karena terlalu besar resikonya. zaman telah berganti. pemimpin Dayak mengetahui banyak situasi dan kondisi setiap keluarga. Secara terminologis berarti delapan langkah yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam mengemban misi kepemimpinannya. Apa yang tertulis disini hanya sebagai kisah masa lalu. angin. Hal ini terjadi dimasa lalu. menerima segalanya. maka visi dan misi dipastikan tidak akan ada artinya.suku Dayak hanya menghabiskan waktunya dengan menerima kunjungan warga untuk berkeluh kesah dan bersilaturahmi dengannya. Dalam buku “More About Beyond Leadership” tulusan Dr. pemimpin Dayak selalu berusaha mengendalikan kesadarannya sehingga dengan sarana mihup baram sampai babusau atau minum baram hingga mabuk. Secara etimologis. sehingga dia menjadi suatu yang nampak dalam praktika. Djokosusanto Moeljono yang salah satu bagiannya membahas juga tentang kepemimpinan Jawa. dan kemarahan terpendam warganya. Bila di literatur kepemimpinan Barat penekanan kepada pentingnya setiap organisasi membangun nilai-nilai utama (core values). dan bintang. Salah satu nilai penting dalam kepemimpinan adalah ajaran Hasta-Brata (atau HastoBroto) yang asal mulanya dari India (Jakarta: Elex Media Komputindo. 2. Sekalipun dalam keadaan mabuk. maka nilai-nilai kepemimpinan Jawa yang sudah ditanamkan sejak awal pada diri seseorang di dalam budayanya akan membuat seseorang menjadi pemimpin yang efektif.

angin menggambarkan keberadaannya di segala tempat. 3. Kelima. angkasa adalah berbicara tentang keluasan dalam menampung apa saja. Gambaran tanah adalah sepatutnya menjadi watak pemimpin yang memiliki ketangguhan dan tidak mudah cengeng. Ketiga. Kewajiban memiliki “core values” pada setiap pemimpin ternyata nilai itu telah ada sejak lama di bumi ini yaitu langkah kepemimpinan “Hasta-Brata”. dan tidak mudah dipengaruhi untuk berubah-ubah pikiran. di mana saja ada. Keenam. api menggambarkan panas sekaligus suci. Kedelapan. Pemimpin yang berlaku demikian akan membuat mereka tahu apa yang dikehendaki rakyatnya. Ia juga harus mampu mengendalikan diri terhadap masukan yang pisitif dan negatif dengan penuh kesabaran. Memang apa yang disebutkan dalam Hasta-Brata ini masih idealisasi nilai kepemimpinan karena realitanya hampir tidak ada pemimpin yang begitu memiliki kesempurnaan ini. karena ketika kredibilitas kepemimpinan menurun.) Pemimpin Batak 21 . di mana berani membakar segala kekurangan dan memperbaiki kembali sehingga menjadi lebih baik. kata dan laku masih seperti pepatah “jauh panggang dari api”. Pemimpin harus tampil berani dalam penegakan hukum. Namun dengan memiliki nilai-nilai kehidupan seperti ini kita akan bisa lebih efektif sebagai pemimpin. bulan menggambarkan sinar terang yang diberikan pada waktu malam. dan kepercayaan kepada rakyat ketika sedang mengalami krisis dan berbagai kegelapan yang dihadapinya termasuk mengangkat dari kebodohan. bintang menggambarkan suatu benda alam yang menjadi pedoman atau kompas. Seorang pemimpin adalah mereka yang mampu membangun daya hidup dan mendorong bawahan atau rakyatnya untuk dapat berkarya. tegas dan tuntas tanpa memandang bulu. Di sini pemimpin harus menjadi teladan bagi bawahan atau rakyatnya. Keempat. Pemimpin sepatutnya memiliki keluasan hati dan mempunyai hati yang luas sehingga dapat menerima masukan dari bawahannya. maka nilai-nilai kepemimpinan Jawa ini harus mulai dipelajari kembali. rasa aman. Mudah-mudahan pemimpin di negeri kita mampu terus belajar meningkatkan nilai-nilai itu. air dilambangkan dengan mengalir ke mana-mana dan seimbang dirasakan semua. Ketujuh. Maka di sini pemimpin harus mengusahakan kemakmuran dan kesejahteraan secara merata dan sama-sama memiliki derajat yang mulia. matahari lambang dari sumber energi yang menopang kehidupan semesta dan segala yang ada di bumi. sebagaimana yang ditulis dalam Hasta-Brata ini.       apa yang jatuh di atasnya baik yang baik maupun buruk. Ini menyatakan pemimpin harus ada di di segala lapisan masyarakatnya dan dekat dengan mereka tanpa membedakan berdasarkan status sosialnya. Kedua. Pemimpin patut menjadi orang yang memberikan terang yaitu semangat.

mekanisme proses kehidupan bermasyarakat. disempurnakan dengan adanya aturan. bersikap. bobot pada keturunannya. Hubungan ini diatur pula dengan system ketataprajaan dalam konsep bius di beberapa wilayah yang telah “disempurnakan” menurut standart yang tersirat. tatkala masyarakat terpaku mengikuti assesori budaya dan pada akhirnya sudah kehilangan makna. yang bagi kalangan intelektual dan perilaku bisnis sudah menjemukan dan bertele-tele tanpa makna. Kebudayaan/Adat sudah mulai berkurang kekuatan daya untuk menggerakkan partisipasi dan keswadayaan tatkala masyarakat adat/budaya tergantung pada hiasan (assesori) budaya itu. Proses sentralisasi diakui atau tidak. kelahiran dan pesta tugu tanpa memahami lagi makna ketataprajaan dan makna kepemimpinan. kematian. Kelahiran merupakan proses awal melihat munculnya seseorang baru yang diharapkan muncul jadi pemimpin masa depan. merencana. Penyempurnaan ini. telah melunturkan tatanan yang ada dengan meng-generalisasi-kan kelembagaan masyarakat dan peraturan secara nasional. Anak Magodang “Tang”. Anak Tubu. Dengan berbagai ragam muatan dengan metode pengajaran tradisional. Batak telah memiliki bahasa dan alpabet. dan bekerja. Untuk memenuhi syarat “harajaon” yang memiliki criteria sarat moral. pengharapan “mombang marsundut” yaitu menurunkan “nilai kepemimpinan” kepada generasi penerus ditanamkan hingga dalam tahap menuju dewasa.Batak. adat dimaknai seperti kegiatan rutin dalam proses perkawinan. adalah suku bangsa yang telah memiliki peradaban diantara suku yang ada di Indonesia. Tang. Saat ini. diartikan dengan berjalannya proses munculnya keteraturan dan kepemimpinan pejuang untuk kehidupan damai. Kebudayaan masyarakat saat ini hanya dianggap sebagai rutinitas. Adat istiadat. Kenyataan. Dari kemampuan inilah 22 . masyarakat Batak sudah mulai melakukan penggemblengan bibit. Dalam kebudayaan batak. Kearifan dalam hubungan kemasyarakatan dan proses kepemimpinan sudah hampir dilupakan dengan teori kepemimpinan baru dalam peradaban masa sekarang ini. bertindak dan mengambil keputusan. dilihat dari kedewasaaan fisik dan berpikir. masyarakat Batak modern menganggap budaya Batak itu sebatas “paradaton” dengan kaitan kekerabatan “partuturon” dengan dihiasi unsur seni tradisional musik dan tari. Sadar atau tidak kebenaran itu mulai nyata. dilakukan sebuah upacara dan mohon doa kepada Mulajadi supaya kelak anak yang dikandung layak jadi pemimpin dan memiliki kehidupan yang layak. Semasa dalam kandungan misalnya. merupakan proses pertama dilakukan kepada seorang anak menguji kemampuan berpikir. merupakan implementasi aturan hukum dalam pergaulan itu yang tidak terpisah dari ketataprajaan “bius”. Tapi jelas terlihat arti proses demokrasi batak dan proses munculnya kepemimpinan sesuai aspirasi masyarakat. Melihat kenyataan ini. rukun dan demokratis. bebet. sulit dipisahkan arti pemimpin “monarki” dalam memahami demokrasi.

Dia legal formal mewakili klannya dalam musyawarah dan pengambilan keputusan dalam tingkat horja. Na-Pinaraja dapat diartikan mewakili ayahandanya yang diakui sebagai Raja dalam klannya dan Horja. sebuah keluarga sehingga disebut “anak mangoli atau boru muli” dalam sebuah perkawinan . Pendewasaan “kepemimpinan” formal dalam harajaon batak harus ada garis tegas yang diberlakukan sebagai monitoring dan evaluasi. Dapat juga dalam keterwakilan dalam adat istiadat. Dalam harajaon klannya. manakala seseorang diutus di depan mewakili kelompok marga menjadi “raja parhata”. Dalam hubungan masyarakat. Pinaraja. Saat itu dia berada dalam tingkatan “anak manjae” (mandiri). Raja hanya memberikan pertimbangan. Sikap. Dia harus memahami bahwa dalam tradisi Batak tidak ada kesalahan yang tidak mendapat hukum. Disini dia diuji kemampuannya melakukan tugas perutusan atau duta dalam tingkat musyawarah yang formal seperti horja. bius dalam melakukan tugas adat maupun musyawarah sosialisasi hukum kemasyarakatan dan hukum adat. Dia diberi peluang berkompetisi (awal) melakukan perbuatan yang bermanfaat dan layak diterima masyarakat. dia sudah diberi wewenang pengambilan keputusan awal. Bila terjadi kesalahan dan kegagalan atas keputusannya. Napinajolo. Bagi calon 23 . Seseorang yang mewakili “harajaon” turun temurun dalam klannya. Akan diberikan kesempatan memberikan pandangan. Tahap ini adalah merupakan tingkat kedewasaan pemikiran dan peran yang lebih luas dalam hubungan kemasyarakatan.dia diberangkatkan ke alam baru. maka dalam musyawarah semua kesalahan akan diambil pertimbangan “dipabenda” ditarik tugasnya sementara waktu dan diambil alih raja yang memberikan penugasan sebelumnya. kemampuan berstruktur dan yang paling utama dinilai adalah hasil dari apa yang dilakukannya. Proses pembekalan masih tetap berlanjut hingga mampu mendirikan sebuah keluarga yang mandiri. perilaku. Merupakan istilah umum yang sering didengar hingga saat ini. tata bicara. Dalam harajaon yang tertata dalam bius dulunya. Dia dilepas melakukan kendali sendiri berdasarkan kekuatan yang ada. Dalam tahap ini proses pendewasaan semakin dimatangkan. Raja ini adalah sosok formal yang individual. Ini dinilai sejak dia dalam proses anak magodang (dewasa) tadi. Anak Manjae. kreasi dan rancangan keputusan yang bersifat internal kekeluargaan dalam kerabat terdekat yang disebut “na satataring” Natunggane. Kebiasaan ini masih terlihat saat ini dalam acara adat. Dia dicoba membawakan peran seperti halnya yang diwakilinya. “natunggane” adalah tingkat pertama menuju keterwakilan dalam “harajaon”.

Raja Kita pisahkan sementara pemahaman saat ini seperti raja yang berlaku bagi setiap orang batak sebagai status “hula-hula” dalam “partuturon”.pemimpin yang karismatik. adalah Raja dalam status kekerabatan. Pramiteng Prabu artinya Raja (Kepala Negara). Banyak karya sastra dan mitos yang berkaitan dengan tokoh yang mempersatukan Nusantara sampai ke Kepulauan Madagaskar. adalah Raja menjadi sebutan karena sifat dan karakternya yang terpuji. Pertama. Ketiga. Penganugerahan gelar Raja akhirnya menjadi mudah. hukuman “dipabenda” adalah sangat berat dan berdampak luas kepada dirinya menjadi seorang bijaksana atau menjadi pecundang. 4. adalah seorang pemimpin yang memegang kendali penegakan hukum dan pensejahteraan masyarakatnya. Dia tidak lagi mengalami euphoria kepemimpinan. Salah satu karya sastra tersebut adalah Kakawin (nyanyian sakral) 24 . Kita mengartikan seseorang yang melanjutkan “harajaon” yang dipangku orangtuanya sebelumnya. Keempat. adalah Raja sebagai pemimpin formal. Raja dalam pengertian tradisi batak ada beberapa pemahaman. Biasa dalam ucapan sehari-hari kepada pihak hula-hula. Mereka pemimpin komunitas dalam satu wilayah “huta dan bius”. Malaysia. Pemimpin utama adalah yang bendapat sebutan “pangulu Bolon” Kedua. Mereka yang menajdi tokoh pelaku dalam proses upacara adat batak. Asta Dasa Berata Pramiteng Prabu artinya 18 (delapan belas) kewajiban pokok pengendalian diri seorang pemimpin. Ini tidak lagi bermasalah karena semenjak muda sudah digembleng dan dibekali beragam pengalaman yang didelegasikan kepadanya. tapi dia dihormati karena kepribadiannya itu. Berata artinya pengendalian diri yang merupakan kewajiban pokok seorang pemimpin. Dia yang menjadi perutusan kekerabatan “partuturon” dalam suatu acara adat. adalah sebutan santun kepada seseorang walau tidak didasari kapasitas dan otoritas kepemimpinan. Dalam pemahaman ini. Kriteria harajaon kurang dipenuhi sifat-sifat kepemimpinan untuk mendapatkan kenyamanan mendapatkan sebutan itu. Walau tidak formal memiliki otoritas kepemimpinan. hingga Filipina selatan. Stuktur “suhi ni ampang naopat” adalah komposisi formalnya. Mereka memiliki raja pendukung sesuai peran dan tugas yang sebutannya.) Asta Dasa Berata Pramiteng Prabu Ajaran Kepemimpinan Gajah Mada (Hindu-Bali) Arti kata Asta Dasa Berata Pramiteng Prabu: Asta Dasa artinya 18 (delapan belas). Gajah Mada Keturunan Dewa Brahma Patih Gajah Mada populer sebagai seorang tokoh nasional pada masa kejayaan Majapahit. Hukum harajaon untuk pemimpin batak harus diemban dipundaknya. ada yang berbeda pada wilayah beda. Egalitarian Batak tanpa batas menjadi sangat ringan menyatakan “ai sude do raja” semua adalah raja.

meskipun ditulisnya juga bahwa kepercayaan orang Bali. Dalam KGM tidak hanya mitos tentang Gajah Mada. Tokoh Gajah Mada begitu dikagumi. strategi. Gajah Mada adalah sosok orang Indonesia berdarah rakyat. Demikian juga Gajah Mada disebutkan mampu tampil sebagai Dewa asmara yang tampan. yang ditampilkan sebagai berikut: Gajah Mada sebagai Keturunan Dewa Brahma. terutama raja (4) Kejayaan batin didapat berkat sifat-sifat tersebut di atas pada guru agama dan pada ajaran-ajaran yang terdapat dalam kitab agama sebagai persiapan menuju Moksa (rohani dan jasmani langsung ke Sorga Loka). Sumber ajaran kepemimpinan Asta Berata ini adalah Kitab Manawa Dharma Sastera. 25 . Gajah Mada adalah penjelmaan Sang Hyang Narayana (Dewa Wisnu) ke atas dunia. cemerlang dan jaya yaitu: (1) Tokoh yang pada mulanya datar. terutama dalam memajukan sistem pertanian. seperti ajaran kepemimpinan yang populer dengan nama Asta Berata yang dituangkan dalam kakawin Ramayana. Meditasi sering dilakukan malam hari dan sering mendapatkan vision (penglihatan) dewata yakni mendapat petunjuk dari dewa Brahma. Gajah Mada mampu memotivasi sesamanya. meditasi atau samadhi. ialah sebagai pencetus gagasan-gagasan yang dapat mengantarkannya mencapai kedudukan yang tinggi sebagai Mahapatih kerajaan Majapahit (3) Kejayaan dalam pemikirannya didapat berkat keturunannya yang agung dan juga karena bakti. misalnya dalam menghadapi Kebo Wawira (Kebo Iwa) (2) Jaya secara lahiriah. 3) Mampu memberi semangat dalam kerja keras dan berat. yang tampak dalam setiap penjelmaan (awatara-awatara)-Nya. 2) Menjadi pelopor dan memiliki wawasan ke depan. Digambarkan bahwa sejak anak-anak. ayah spiritualnya. Karena dalam agama Hindu. Dalam KGM. Gajah Mada selalu menjadi pelopor dan mengambil inisiatif yang pertama serta bekerja keras diantara temanteman sebayanya. Ajaran kepemimpinan dalam KGM dapat dijumpai pada bagian awal hingga akhir dari karya sastra kakawin ini. Seorang pemimpin hendaknya : 1) Rajin sembahyang. namun dapat membuat kejutan dengan menunjukkan sifat-sifatnya yang tidak terpuji. sifat-sifat kepemimpinan yang menonjol biasanya diambil dari sifat-sifat dewa Wisnu atau Narayana. Dalam KGM ditemukan berbagai taktik. sehingga terbentuk berbagai mitos tentang dirinya. Pengarang kakawin adalah Ida Cokorda Ngurah dari Puri Saren Kauh Ubud. digambarkan kesempurnaan dirinya yang mampu memasukkan dewa-dewa kahyangan ke dalam tubuhnya. dan ajaran kepemimpinan yang dilaksanakan Mahapatih Gajah Mada yang relevan untuk dikaji dari perspektif model kepemimpinan Hindu dalam masyarakat Bali. Penyair KGM menganggap Gajah Mada seorang yang digjaya Nindyeng sarat (jaya tidak tercela di seluruh dunia).Gajah Mada (disingkat KGM). Gajah Mada dijadikan sarana citra. ketaatan dan kesetiaannya pada mereka yang diabdinya. keluarga serta keturunannya sebagai anggota yang terhormat dari masyarakatnya. Tentunya ada pula hal-hal negatif yang tidak patut untuk diteladani. Sebagai tokoh. Gajah Mada suka sembahyang atau meditasi.

Demikian pula ia telah menipu Kebo Wiwara dan Pasung Grigis. Dalam berbagai kesempatan Gajah Mada digambarkan dapat memimpin sidang. Dalam khasanah sastra Bali memang terdapat adigium musuh wenang linyokin (musuh dapat ditipu atau dibohongi).Kharismanya tampak sejak anak-anak. 7) Senantiasa menuntut ilmu pengetahuan. termasuk memimpin sidang. tidak mementingkan kesukaan duniawi. Pembagian wilayah serta menempatkan penguasa dengan Sistem Majapahit di Bali. Penyusun KGM rupanya telah membaca semua referensi dalam naskah-naskah Bali. Dengan cara demikian itu Gajah Mada akan mudah melihat wajah raja Bali pada saat itu. dan tidak menjilat kepada penguasa (atasan). hatinya terbuka dan kata-katanya manis bagai air kehidupan. 6) Sopan dan ramah. dan tangguh dalam menghadapi berbagai masalah. yakni melakukan penipuan. 10) Menghormati orang bijaksana. bertanggung jawab. 9) Seorang pemimpin hendaknya gagah berani. Gajah Mada diutus oleh raja Jawa yang mempunyai putri yang sangat cantik. dan memuji Kebo Wawira (Kebo Iwa) supaya bersedia mengawini putri Jawa tersebut. kemana Gajah Mada pergi diikuti oleh temanteman sebayanya. ia bersedia makan dihadapan raja. akhirnya Kebo Wawira (Kebo Iwa) berhasil ditipu oleh Gajah Mada. cerdas dan kreatif. 4) Ahli memimpin. dan kemudian dia dikawinkan dengan putrinya yang bernama Dyah Bebed. 8) Senantiasa melindungi warga dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. minumnya satu bumbung legen. dan subak. Tidak menghina rakyat jelata. memiliki keterbukaan dan memimpin yang memberikan kesejukan kepada bawahannya. mempelajari kitab suci. 26 . tiada duanya di Wilatikta. khayangan tiga. Walaupun ajaran tersebut sangat ideal namun Gajah Mada juga melakukan strategi atau taktik politik yang licik. Sistem ini rupanya merupakan kelanjutan dari sistem yang diterapkan pada zaman Bali kuno yang dikenal sebagai ajaran Mpu Raja Krita yang menjabat sebagai Senapati Kuturan yang kemudian lebih populer dengan sebutan Mpu Kuturan. lauk pauknya setumpuk usus ayam. hal ini tentu mengurangi kredibilitas kepemimpinan yang dilakukan Gajah Mada. 5) Mampu menarik simpati. apalagi yang bersangkutan sedang menikmati makanan. banjar. Kecerdasan Gajah Mada tampak pula ketika ia ingin mengetahui wajah asli raja Bedahulu dengan cara minta dijamu sayur pakis yang utuh sedepa panjangnya. baik terhadap raja Majapahit yang menghubungkan bahaya kelaparan di Majapahit akibat perbuatan raja Bali. Hal ini tampak ketika Gajah Mada pertama kali mengabdikan dirinya di istana maha patih yang sudah mulai tua yang bernama Arya Tadah. menghargai para pahlawan. dan raja tidak boleh membunuh utusan raja Majapahit ini. dan melaksanakan upacara yadnya. menegakkan keadilan. Warisan monumental beliau adalah dengan adanya sistem pemrajan. tunduk kepada aturan (hukum). Hal ini tampak mengkirstal dalam 10 butir ajaran kepemimpinan dalam KGM. dan senantiasa melakukan tapabrata dan semadhi. Gajah Mada sangat sopan dan ramah ketika ia ditanya oleh Kebo Wawira (Kebo Iwa) dan Pasung Grigis tentang maksud kedatangannya ke Bali. Karena penampilannya yang sopan dan ramah.

melawan raja Gandara Sakuni. Seorang pemimpin masyarakat tidak lepas dari kepemimpinan handal yang ada pada dirinya sendiri. dan para Resi Bhagawan sebagai penasehat. Yudistira menerimanya dengan cepat. Ajaran kepemimpinan dalam KGM rupanya tidak jauh bila dikaji dari perspektif model kepemimpinan Hindu dalam masyarakat Bali. sampai-sampai ia mempertaruhkan kerajaannya. Arjuna. Yudistira seorang raja yang baik. maka dipastikan berdampak merosotnya kehidupan masyarakat yang dipimpin. seperti Bima. sesuai ajaran Agama Hindu yang dianutnya. Dan perlu diingat tiga hal yang membuat pemimpin itu rusak ialah judi. Sesuai dengan apa yang dimuat dalam kitab Manawa Dharma Sastra. atas akal bulus raja Gandara Sakuni. tetapi berguna bagi setiap orang termasuk pula menjadi anggota yang dipimpin. Nakula. Jika sudah mampu memimpin diri sendiri. Suatu ketika Yudistira pernah kehilangan kontrol diri. Saptakasyasya wargasya Sarwatraiwanu sangginah Purwam purwa gurutaram Widyadwyasanamatmawan 27 . dan melukai badan. terbukti kehidupan rakyat Indra Prasta yang makmur. Kita bisa belajar menjadi pemimpin dari tokoh terdahulu yang diuraikan dalam kitab-kitab agama atau pun naskah-naskah kuno. Namun semakin menjadi-jadi. barulah ia menjadi pemimpin orang lain. tanpa keseimbangan jiwa. ia kehilangan pengendalian diri dan keseimbangan jiwa. Tak bisa lepas dari pengendalian diri atau kontrol panca indrianya sendiri baik jasmani maupun rohani. Betapa pun pandainya. merupakan pemimpin yang menjalankan dharma. memfitnah. Hendaknya pemimpin tidak kehilangan kontrol diri dan keseimbangan. Sahadewa. Konsep atau ajaran kepemimpinan tidaklah hanya berguna bagi pemimpin atau calon pemimpin. Sudah beberapa kali ia kalah. Hanya karena kontrol dan pengendalian diri. Karena model kepemimpinan Hindu yang dituangkan dalam kitab suci Veda dan Susastra Hindu telah dituangkan dalam khasanah kesusastraan jawa kuno atau kawi dan hal ini merupakan sumber utama ajaran atau model kepemimpinan Hindu di Bali. berburu. VI. maka Yudistira kehilangan Indra Prasta di meja judi. Pada saat ia diundang untuk bermain dadu. merampas harta benda. minuman keras. Benteng pertahanan Indra Prasta yang kuat dan ia memiliki para pendamping yang siap membantu jalannya pemerintahan.7. Pemimpin Mesti Kendalikan Diri Dari manakah pemimpin itu harus memulai untuk mencapai kesempurnaan? Adalah dari diri sendiri.52. Sebut saja Yudistira dalam Mahabharata. dan harta yang dipertaruhkan sudah banyak pula. Dengan mengerti kepemimpinan. terburu nafsu menggebu dan hilangnya keseimbangan jiwa. jika tanpa pengendalian diri. Itu sudah cukup menjadi petunjuk. sampai era globalisasi dewasa ini. kita memahami bagaimana seharusnya seorang pemimpin berbuat demikian pula bagaimana seharusnya seorang anggota.Sistem inilah yang ditengarai mampu membentengi Bali dari berbagai perubahan akibat perkembangan kehidupan. Untuk menjadi pemimpin yang baik hindarilah hal itu. bermain wanita. Setiap orang jadi pemimpin dirinya sendiri.

Vayu. Pengendalian diri memegang kontrol segala kegiatan untuk mencapai kinerja yang baik dan berhasil. Agni. Yama. Untuk itulah seorang pemimpin berpedoman pada sifat kedewataan dan menerapkannya pada kepemimpinannya. pasti mengendalikan rakyatnya. 4) Yang dimaksud: • Indra adalah seorang raja harus mampu mengayomi dan memberikan kehidupan seperti hujan yang turun menyuburkan tanah. semua akan terkontrol. • Vayu seorang pemimpin harus adil seperti hakim. seperti berikut: Indryanam jaye yogam. Jitendriya hi caknoti Wage sthapayitum prajah Artinya: Pemimpin hendaknya siang dan malam seharusnya mengendalikan diri sekuat tenaga. • Surya seorang pemimpin harus mampu memberikan penerangan.Artinya : Seorang pemimin hendaknya mengendalikan diri dari ketujuh jenis itu. Sifat-sifat kedewataannya itu tersurat dalam sloka: Indra nilaya markanam Agni ca waruna sya ca Candra wite ca yo caiva Matra nir hertya cacwatih Artinya: Untuk memenuhi maksud tujuan itu. Samatis theddiwanisam. maka seorang pemimpin pastilah muncul sebuah taksu atau karisma. Namun untuk mengendalikan diri inilah yang sulit apalagi mau membuat karisma diri dan mengendalikan rakyat. tumpang tindih. 28 . Sekali lagi. • Agni seorang pemimpin harus mampu mengobarkan semangat rakyat. Menjadi pemimpin memang tidak mudah. dan kekacauan. Chandra dan Kuwera (Manawa Dharmasastra VII. karena ia telah menundukan indrianya sendiri. yang mampu mempengaruhi masyarakat. Begitu pentingnya pengendalian diri. • Varuna atau laut seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan luas. sebagaimana kejahatan yang disebutkan di atas. Jika sudah saling mengendalikan diri. perlu pengendalian diri. pemimpin harus memiliki sifat kekal seperti Indra. Varuna. dapat menguasai diri. Pemimpin hendaknya menjadi panutan bagi yang dipimpin dalam hal pengendalian diri. • Yama seorang pemimpin harus tegas. Surya. tidak ada kesimpang siuran. Itulah mengapa dalam slokasloka mengenai kepemimpinan sangat banyak memuat tentang pengendalian diri.

untuk melindungi ciptaanNya. yaitu berdiri mengangkat tangannya ke atas. tekebur. Demikian pula dengan alam mengalami kepunahan. Lagi pula jangan bohong dan berbuat hina. sombong. Tuhan menciptakan raja. sambil menatap matahari. lenyapkan orang mabuk. Surya. dan yang terakhir • Kuwera seorang pemimpin itu harus berdana. Sang raja juga bingung melihat mahluk-mahluk besar memiliki superioritas yang lebih besar. hantu. Kawan baik makin menjauh. Dosa yang bertubi-tubi menimbulkan keonaran dan kehancuran. nyamuk. hilap hatinya. Ketika manusia diberi kedudukan sebagai Raja. Rakhasa. Raja Mabuk Rakyat Teler Seorang raja Kerajaan Nandaka yang bernama Birhadratha. Pada hari yang keseribu dari tapa bratanya. 29 . ketika salah mengendalikan dirinya maka seolah-olah alampun mempercepat kehancuran dirinya. pepohonan besar. rerumputan. Rakyat akan mengikuti sang raja. Candra dan Kuwera. Dosa besar orang yang doyan minum. rakyatpun saleh. dan lain-lain Manusia identik dengan alam. maka alampun dirasakan ikut mendukung karena alam dipercayai sebagai penyebab membawa kebaikan maupun keburukan. Raja identik dengan pemimpin. raja jahat rakyatpun jahat. penghinaan jangan dilakukan. Yama. untuk kesejahteraan rakyat. perbuatan baik merupakan sahabat mulia dan utama. Waruna. Bayu. sedang mengalami kebingungan. Rakyat yang baik budi dan setia akan berbalik haluan. Kesaktian apa yang anda inginkan?” Raja Birhadratha menyahut dan menyatakan kebingungannya atas ketidakabadian tubuhnya. gelisah. Maksudnya adalah seorang pemimpin memerlukan tuntunan.• Chandra seorang pemimpin harus bisa menyejukkan hati rakyatnya. Yang kesemuanya tersebut tertuang dalam ajaran Asta Brata. dan berniat jahat. Kalau dicermati kata dasar dari pemimpin adalah “pimpin” yang artinya “tuntun”. agar mampu berjalan sesuai dengan peraturan dan perundangundangan yang telah disepakati. sebagaimana raja begitulah rakyatnya. sebagai simbolis kekuasaan kepada Bharata. Kemarahan dalam hati harus dihilangkan. Bhuta. Agni. ular. dengan wejangan sebagai berikut: “Hilangkah sifat-sifat angkara murka. dalam ajaran Agama Hindu. Mereka dapat menghancurkan para Gandharwa. itu muncul dan lenyap. Asura. Untuk dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin yang bijaksana maka harus mendasarkan diri kepada konsep Agama. Ia pergi ke hutan untuk melakukan pengendalian diri. Yaksha. akan menimbulkan keonaran yang sudah tentu akan menjadi buah bibir. jangan tinggal diam terhadap hal itu. Selanjutnya dijelaskan dalam Ramayana pada saat Rama menyerahkan Terompah. Dalam Nitisastra disebutkan kalau raja saleh. pelupa. Untuk mencapai tujuan itu maka sang Raja harus memiliki sifat-sifat yang kekal pada Dewa Indra. datanglah pendeta bernama Sakyanya. angkuh dan jahat. musuhlah yang mendekat. Lagi pula bila ada rakyat yang kelihatan jahat. Demikian juga ketika dia mampu mengendalikan dirinya. mahluk halus. Seperti serangga kecil bersayap. “Hentikan tapa brata anda dan katakan permintaan anda. Igama dan Ugama. mabuk. hendaknya lekas melakukan tindakan yang tegas.

kemudian melakukan pengendalian diri melalui mengkonsumsi minuman keras dan mabuk-mabukan berarti dipengaruhi sifat Tamas. Kalau rajanya bingung. Wicak saneng naya. 15. Prasaja. menggunakan konsep Asta Dasa Berata Pramiteng Prabhu. berani membela yang benar. Dibya cita. Ugama adalah pelaksanan dari ajaran agama di bidang upacara dan upakara. Sih Semesta buwana. toleran terhadap pendirian orang lain. 17. Satya bhakti a prabhu. mendapat kepercayaan rakyat. waspada selalu/introspeksi. dikasihi oleh semuanya. selalu mengabdi dan mendahulukan kepentingan negara. Igama. Sehingga segala peraturan yang ada dalam kitab suci akan dilaksanakan dengan baik. sehingga rakyat juga ikut merusak alam seperti membabat hutan. pandai mendahulukan hal-hal yang lebih penting. Ambeg Paramartha. 7. selalu dapat memperdaya musuh. Masihi semesta Buwana. sehingga rakyat juga terkena dampaknya. Kemudian menimbulkan adanya seni tari. patra dan desa. Kalau rajanya mabuk. kemudian melakukan pengendalian diri melalui kegiatan berburu di hutan berarti dipengaruhi oleh sifat Rajas. maka ia merupakan adat yang mempunyai kesamaan dan perbedaan di masing-masing desa adat. Rajanya gila. jangan terikat/mengikatkan diri pada satu golongan atau persoalan. seni krawitan. 12. 4. Dirotsaha. bersikap tenang dan bijaksana. Patih Gajah Mada dalam mengendalikan Bali setelah ditaklukkan. seni ukir dan seni budaya yang lainnya. bersikap kasih sayang kepada semuanya. Matri Wira. 5. Natanggwan.Konsep berasal dari Panca Talaning Wisata Budaya. 30 . Ugama. Apabila rajanya bingung. 16. maka seorang raja akan lebih banyak dipengaruhi oleh sifat sattwamnya. 11. rakyatnya juga teler. cerdik menggunakan pikiran. 8. Tan satresna. tegas dan jujur. Agama adalah agama Hindu yang ada di Bali yang kaya akan falsafah dan mythologi serta ajaran-ajarannya karena ia merupakan perpaduan yang serasi antara Hinduisme. Kutipan di atas menunjukkan bahwa. 9. 14. rajin dan tekun bekerja. Hindu Jawa dan unsur kebudayaan Bali asli. 13. 2. Sila Krama adalah Pelaksanaan ajaran-ajaran di atas di dalam masyarakat Bali yang disesuaikan dengan kala. Wijaya. 10. Igama adalah ajaran ketata susilaan bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat di Bali. Sima Krama adalah Pekraman/ silahturahmi anggota masyarakat desa adat yang sudah dilaksanakan sejak waktu yang lalu. Sumantri. kalau rajanya bingung dengan pergi ke hutan melakukan tapa berata. hiduplah sederhana. selalu bersikap rendah hati. Yang dimaksud dengan Asta Dasa Berata Pramiteng Prabhu dari Gajah Mada adalah 18 (delapan belas) kewajiban pokok pengendalian diri seorang pemimpin yaitu : 1. Waspada Pubha wisesa. seni sastra. 3. terdiri dari: Agama. 6. Anayaken musuh. pandai bericara dan meyakinkan pendengar. Sarja wopasana. Sila Krama dan Sima Krama. 18. Negara Ginang Pratidnya. Wagmi wak. taat kepada pemimpin/pemerintah.

tidaklah sulit bagi seorang pemimpin. Ugama dan Igama. Cukup melaksanakan Agama. sesuai ajaran Agama Hindu. Rakyatnya sebagai pedagang kecil di warung ditangkap menjual miras rajanya harus juga ditangkap. Kalau negara ini ingin baik.rakyatnya cenderung gila-gilaan. 31 .

htm http://www..au/Record/1964373 http://catalogue.html http://kepemimpinan-fisipuh.parissweethome.blogspot.com/bali/cultural_my.au/Record/4579929 http://chiell.com/2010/12/konsep-kepemimpinan-suku-dayak.1.multiply.cf.blogspot.id/dokumen/moral+dan+etika+pemimpin http://dayakblogs.google.com/blank_3.jappy.or.1l12l0&bav=on.html http://azhar1010.php?id=9 32 .nla.gov.tp.html http://www.r_gc.REFERENSI http://appehutauruk.osb&fp=69aae8bcc6b06cdf&biw=1246 &bih=590 http://www.ac.com/kepemimpinan_bali_ke_depan.nla.r_pw.2.8m.id/#sclient=psyab&hl=id&source=hp&q=kepemimpinan+masyarakat+pedesaan&pbx=1&oq=kep emimpinan+masyarakat+pedesaan&aq=f&aqi=&aql=&gs_sm=e&gs_upl=847087l 857181l0l857543l32l20l0l5l5l2l1430l4475l21.2.ireyogya.2.co.com/2010/08/prisnsip-kepemimpinan-etnikbatak.com/2008/03/22/hasta-brata-filosofi-kepemimpinan-jawa/ http://data.gov.html http://www.com/2009/03/definisi-kepemimpinan.0.com/calendar/item/10006/Etika_Akhlak_Pemimpin http://catalogue.html http://diandrabooks.blogspot.org/adat/proceed_tot2c.wordpress.

3 /08..3447/3.. !02-.9.308.91/. 02. 0.3  :-:3./..  .7/08.7.3 297.   02-.3.3/03.  05.203.8.02.: 5020.7..3 ..9.3.8-..:502-039:.2 202-07/. 2.:7.3 .9/-039:02-.3 2.3 90.857.9   !3..:3 /03.. /03.3  438:9.25:3..9.39.3 43/8 848..   08.3 !07.3 -078.302-. 503..3 08.75.. :8:/08.3:3..35020739..3.3 /03../. /-.7..3  /08.8.907/7.9.7..9 -07:5.38:2-.7..3  .3!020739.7.9. ! 20309.8 2..5..9.3 ! 08.9 809025.78..3.9.3 0-:9:. /..3.3202507.9.39/.9.7.9108..3 /08.3 . 809..7.-:3..//:.5./-039:.02..8..857..2.8.308. 8.5.9:7./.27.9/03../.9...9:/08.3/..   !08.203.9 /..8.8.3/08.78.3 /.8.9.5.8.3!02-.  $..3 /.3:3./08...7.9.02.3 /08...50..7. /08.3 /909.3.3  -..308.3!03/.3 07.3/08.3 207:5.-0781.2.9:7.3  #. .7.8.7.9 808:.9  02-.09.    .2 502-.5 9.91   !02-039:.3.5.3./.3/-039: 40 2.8 /. -078. /.3 /.3/3.3 502-..3 503.3 ! 08.3 08.90297. /08.: -.3 !07.3 -0-07...7.... 08.9: 1:38 02-.5. 50703.49.:0- ./:.2 2:8.. -:/.8. 02.. 5020739. 503./.8.3:7:8.02-. 80-.3/23897..08.9.9  !02-039:.8.2. /.

 907.33..08..3  9072.9.3 .750.7.3 -078.3.83.9.3203.3 848./ 0.3202507.3.3507.2 && /2.   !07/08.   $8 .7.38:3..919..5.3.3.3 ../...9.33.. /.9.3 -0703.3  08.: 0- /03./8/.8 . 507/08.9.3.3.9:703   !02-. .3  :7.9:83.08.././ 0:7.9:.8  :3880-:.8.7.3 2../.7.2.3#05:-3/4308.. 8:2-07 50724/....7.     !0302-. 507/08..902.2 0/:5.3 93.: /. 203.3 43/:81 .3503/.8 /03.25.3747. :2.9:7. .808 2.  /.7.3  43/8 3 9/..3 .3 .8.3 -://. 203.3 80947 3/:897 5034.3 8:2-07/.78.989./...$-:!0.!020739.9.203.9 809025. 0.8 0-07..3.. 08.3 2.38.9   !020739.35079.. 80-.343/8 .59.:.3 -0730.:39:203.950.   $0/..7./..3207:5.3 .703.3 .3 /.3 203:7:8 050393..3 !07/08.3 :9..3 :39: 050393..9.304342   43/8 .9:7 /.3 848.9.9.9.73. 907-.3 :8:3   ...9 503:.9 ::2 .7... / -07-.3.3 57. 9.2.3 2.9.9/. 0./   :38 !03..357. 90705.8:  50304.3. 933.7.3.3 -07:-.7. :2:23.3. 9025.9  5072:2./08.9/:-..3/03..8.8 903.9   08.3.8.3  :39: 203.3 80/..3 2.8.3 0.3 2025:3.9.32.. 0907.. ..8.3 9075:7: ..5.9:7.8. 203.3/23897.3.3 0907.3:9..  /.03/07:3 802.308.9:83.9  -07/..8:/.3 -...2.7-:/.8. 5020739.3.8.3. 0/:5.9.3.. 43/8 ..9 89.3/909.3 -0:2 207.3/08.2025:3..9 803..9.9.3/. 93.3  703/...08.. :383/2./::.3 .3 .3407:2.3 /...3./.3/08.3 0..9.3 /.7.7.93.30.91 .. 04342 574/:91 .88.8..5020739.9.9073..3 -07-. 0907.3 80-.9..3 04342 ..8.:/808:.07.9    :38 !0..3  0. 503/:/: 283  907-../.7.8.3 8:2-07 /.3  50..3 .3 /04. 80947 5079. ..3/03. / 903.32. /.9 809025.3 ..3 8:8:3.2.35.3 1:38 .3. .9703/..3 5./.. -039:3.8.5.3/472.9 05./0:7. :8:  /./..8. 1:38 70:.32.3.8. 5079.8 -.9.-078.8/:8:3.9.8.9.. /.8.7-.2 /03.5.8.5..389.3   .!/03.3 703/.38.7 02..9  08.59.380-.9/-.8 -08.-.3-07/.9 2.3 .3 80.8 /...9.9809025./. .509.3 202-:.:5./.94.3.3 -.3 /..3.9 574/:9.3 /.. 503:3.3507/08.5020739.7. 07.3.8. 703/.9/04254.. .2. ..9 503//.7.:8.3 -07:-.3 !07. 08. 93./.7..9 809025.3.8 .3/.38.3  50. .3.3 8079.59.8./ 0:7.07..39.3.5.288902!020739.3.88.3 907. .3.3 507/08./::.9:.3.  8079.8 /. 40 0:7...9/.3 2.8.9 507/08. 89.7.91!..7.39:3.3 905. 5079.3.3.3 07.9 0907.7. 80-.39..3 /. -07././.3 202 -./.300785   08.3 /.93.3.8.3 0..

-.2  802:.3..808:.3:3. !747.3  /2.302-.3-07. 502.  /8-:..7.2.7.8.::5 80-.2 /.3 40 5020739.2 203:8:3 50703.3.7. 02.39:.9/02 02.3 /.:.3 /08. 203:: 02.2 502-3.343/8802:.7.7.29./08.  .20/:5. 909..3/..3.3 /02 907.../05.3 2.7.3/.9 /08.-.  202-07.04.3/03.9 /.3 0-.9  :39: /.9..3.7..3. 08.3 2039.3..3 7. 2.39. 2./.. 0-.33/:897. /03.07/.3.8.:5:3 ..33/:897/.3 /08..3 .8..9/08..3 /08.3.3 /03.07/.:.:..3 5.3.308.   .3 ..3 507/08.3.3 2.38.502-07/.3/.5..0.780..390344.3905.3  0907. / .7..3.3-07-039:7.3/.2447/3. 3 -8.9:3.. .307.8./03./ 8.3 80..3 0283.. ..3502.3. -0793/.9 :39: 203072.3..  !747.7:8 203.73.7. /08. 808.7.9 .5..../.3 2..31:38503.3-.07/.7.9:7 5020739.3.23090780/.9:7..3 :7.3 /.9  /.3 /.5.3 502-.3 /03.:503//.3. 2. 207:5.32.32.9 /08. 9: 803/7   $:2-07 /.73.5.8/.3 /03.3808:..  !07: /-.3 549 97.3:8.5020739.7. 848.3 / /.3 -..3848.3..549038/08.3.3   .8/03.3203...3./.3 /.:.95. 5.32.3905.5 ..3  502-.7 2..7.: 1:38 503.7./8.3.790203/93.3 2039.8..9 /08.7:820.5.8.3 1:38 50.9.3 .3-. 2.8.340!020739..8. ...9 :-073:78.9..7. 5020739. /.3/507/08..3 502-07/..7.350393:39: /.3 /.33.9-0-07. .: 4.-.3905.8.3 / /08. .3.9:7.7.3.  8:2-07 /..3 -0757 4-.2502-07/.3 /.31.9 50393 /..3-.253.3..3.3-072:.8.3 2. /08.7.3.9 /08.3503::..5708/03.  -07.9 /. /.38. .. :39: 02.3:3 80-:. 203..3203.3 ...  .:. 507:-.8.9/08.07. 907/. . .3/..9:  202-07.   %.3 -.8.9/08..390344 . /./..304342507/08.2. /.5.3.3.3 % /.3.3 5079...3/08..9:80502./.5.3:8.0:.3.8.3.5.2 -07:-:3.  20302-../08.90789/08./. ./.9 -.  03.3 0/:5..8. 507./93. ..9    .3.32.:.9/08.2 503029... 049437443.7 02.8.8.9./08.9.3 0..3 905.95:8.8... .3 08..8.9: 203. 5747.3 503/.3.5020739..  202-0702:/./.7.   !02-07/.3/7.2 /0247.9 50393 .25.7.  !04547 502-07/.93.98.3.0-./ 502.3-.8. 203.3.  :38 !02-07/.7 504547 502-07/..2:7.9 5.3  203.3..3907:8 20307:8 2.389.-...9 9/...59./.3.3..3 502-.3:3.8.83.7-:5.25..7.3 5747..3 -07.703.27.3:39:203/..3:7.  2.20.38:3/.:5:35020739.98.30. 1:38 30.  8:2-07 /.3 /.9 /7.8.843.3 80-03..3 5020739.

   .3 /.3202..2 503:3.3 50302-..3/03.71.37.9...3 /.31.2.3 02:/..3.34.9 :3.30./.3 90344 905.3:3.9.:  202-07.

7.90-080/./.3 /. :39: 20.31. 909.07.9 /08.8.2:3/03..9/.5:..27. /.380947.3.8.3-8.3.3 .83.3 -:78.9.3.8  50302-./.3. /.9 549038 /.2.   02-.8.3 .9 50393 ./.3 08./.5. 203:2-:02-.7985./07 :39:202.3.3  :39: /.3..3   .3. /.3-747.3 4330 /..3 :39: 2.320304.9/08. 08.2507.3 703/.3 ../08.07  .3 .3080.7.808/.9 /08.7.3 4507./03.3./.3 %! //08..202.  .3.35.907.38079.:39:203072.3 93  .7.-:5.5.8./03.3 4943 7443 2..3203.5033. &08 57.25:./.9/. 70.32. 802.-. 424/9.7.3 8.3-0-.  07/..8 50/:/08.3.3202.8.07.3 --9 .00203 . -8.3  42:39.2.9!00..3 803/7 .../.:..3:3 40 2.9 /.3.7 2.3!020739.3 202-:.3 20302-..3549/.808 /..93.4.3 02./.:5:3.342:39.3. /.072.:920302-. .3. 2.3.8 70/9 .3 5020739.9 ..3 202:./.-8.39.9..3 50304.3.33.  7.3.3 ..   0-07.7.3 &8..3.3..7..3/08..9..9: /03..3405020739.9.9 /08.90780-:99/./. . 9: 803/7  !. -.3.9 89.850/:/08.-8.3.347..  2.: -078.3.3/08. /03.9.8.3/.9/08.2.:.3 203.3.3.3 .3 0:.9. /.3 805079 20302-.25: 20304...: 8.90349.  03.7.5... 5.8.3. /.9..    .3 2.   %/.8.34843:39:0.38:2-07/. . /03. .25.382.3:39:0507:.7. :39: /8 /03.3574/:91 /.8:39: /02-.3097.3 /08..3502253 0.9./.38./.3..35.3-:/.:8.3. 95./.39:.3.203.30434250/08..!74.%025.31.8./-:9:.7:8 /-. -0-07.:.9907-:. 502-.9.3./.  08.                        .307../. /-:9:.3/08.7.3. . 50887  2.

: #. :.7. 203/. 202 0.42/.72.: -..: :5.2./. 8.. 502253 .7..7. /5079..9 9. 8:: .. 3.3.: 5... 2.3 20307..3  49.: 9.7.3 %03..39.-.3 /:3/. 50507.7:8-03.07.9  . :39: 8007. -07.  $.3 /02..9.7. /73 .7 ..9.9. ..9.3 -07:3..9 . 2070.9:.3 204-2070.'  $!!!##&$%#   438050502253.. .3 .3..  .3 -07:25: / 5:.. 2.5  4 .7.3 .03.703. !02253..:.9.3/ .  %494 -.3 507-:. .3:34-:34-07.3 9: 80-.2.7. .3 ...7 80-07. / .79 8.2:3 .-.7 503/:/:  8047.3 90. 05.3 /.3 03.5 /03.3..3202:.3 809.7:.  .3 90..3 8047.2.5.9.3 -:.3. 42:3.3 .9.3..3 . . !.. .7.3 5..2800. 5.79239. &3/.3 -07.3507-:.2.8:/3.3 8.3 90709..:8:83.8.28.9 .: :5.2.5/03.50.-  .7 ..3.3 %03.3  07.3 02.3 -03.. /7 /0. . 9.30- /.3 -079.: 803/7   .3 $.: 5.2:3:897:80-.  -:.3.3 9/.3 .93.3.5.3 503..3 /.7. -:  .  .. 942-.3 8.8..3 0-075.5 2.9 0.7 /.2. 05.9: 942-..3  $. /94. .-075.  $08:3:3.3 90..5./. /.7. . 8././.25: /0.8.8::3.79../.3 ...3 202.5/.3 9078447 02.9  -07.9.9: . &3/.7.5. /.33./  5.-.4394 8./7 /9025.320303.: #03903 .2.3 2.9.2:903903 2.3./.3./. 2.3.5 /.7.39.3 90780-:9 :.3 502253.. .8.5.9/.2  .302.2 0/:5./..3..3:3 .3.5.:.5 2. /.2:9 203903 .9.30.9 .93.3./-:29.25: 203439.2.39.9 /5:37 03...9.3 5073.507025:.3-078.3 . 9494 -.9.  :.3 /-07 ./03. /. 2070. /03.5 5.05..3 40 8. 5079025:7.3/070 :3: .8. 203447/37  909.3  3.3 -07-:. .5.703.2.5:3-07. .9 /.3. -03903 5079.28.:. /.: 4/0 .5:7 875. . . ..3 47. .3  03. ..3 .8.3039.3  %42-.3. .3 5..9. .7 -03.3 5.33.3.9.3  $3. 502253 .93.  :39: 203/.3 .2 2.20372.3 -./80.9. .3  07...3  83 49.33.3 -.9 /. ..9.3 5. :34 :34 .: 408047.7.2 8. 7..  $:: .3 /02 0-075./ 803 2:.9/3/...32..9 .  !02253 8:: .5.7.3.7 .-.3 .0.72.5.3 907-:.3.3 0...  :3: :3: .8 .3 /80. 2070. 8..25: 203447/37 0:. . . 2.9..8. ..39 .: 203072.2./.33 !. -.3.807.983.3 8.2. 2  $. 503:7: :39: 203:3/. .25:.2:9 203903 /../..2. -:3: 90780-:9 /72.25:203.8.33 .  .8.3 /:3. 7.3 /.9 9078447  .8907.9 3./.3$::. 202-07 50739.9 0/0.3 80...7.7.5:3 507 /2. 5. .3.3 0 80.507. .8 0/:5.3 /.:9/.0.9 /..7.5 8003.3 50:.502253.9...3..3 ..  %/.8 .:3 :.793. ./.3  . /.7.2.3 .3 90.3 /03.3 :2:2 /203079 2.. 90.5 ./.7.9.39:.8.2:3 /.-./. 80..7.90.3 /.3 2.1. .35:3 2009:8/ !:../.2.3 /:..9 8:: .3:8.: .3 .2 -.-.39.. -. -.

.: :3.

3 5079025:7.3 02   .7 -.3 .3..8:.3/.3 .: /.5.7.8 20203. 907-:.5.9:  !.3.9 /. . -07.: -08 . &3/.3 //::3 40 5.9.2.9 5:.

5 2.2:9 2039038.3 03.3.7.-. %07. 3.9089 3857.7.3.3 .5 -07...3 08:3:..7.9: 2..  02.3 8047..2.3 90 70.9 5.:9 5:./.947 -.32070.3 9/.35.3 .2 -0742:3.:: 203/90880.3 80-.3 203/. 02:33.9.7. 8::3.7..3 803.39.:3:3. 2..3. .3 .80-..//3:3. 2070.//:.3.9 -:.3 9/.  $0-./0...3.8 8.25:..09.:.3502-073857./.. 90.3.9./..93. 502253 /. . 9070-/.05.9.7.3.3/73./  ..3 05.305. 8047.8 /03..9 -07.3 502 7:2.9  203.79 5. 9/./. 503.703 507239.8047.79 9. .. 9. /.3 ..8.2  !0. 80.3207.7.8:/3.3 05.: -07:8. .00..  070.: 203:3:3 7:2. /73.  $0.25:203.:0842-43. 907-0789 80/95:3 3.3  909.5 .25.3 502253 ..7.3 .07/ /.0:.7./. 202 050.3.3  .3/:3:3   4 ..7.3 . 9.3 . .32.42/.:9 /9079.3.202.0.4394  8047.. 90780-:9  $. .253 5.803.- :39: 203/.7.3. 90780-:9 /-.3 3/.7.3/.3.3-07.3 2.3.03.-..3..: 507. 203.38047. :.8::.7. 907. 907.703.3 5..:. 20:.9  .33.3 ..3 . 5.3.3 9039: 8.3 8.3..2 08-:. . 0:.320.2:3 2033.9 :39: -07.  . /-:.-:3 :39: -078. /-:.3 9::8 /.5:3 9/.33.3 !02253.07/.3 0. .3 9.3/.2.3 203.5 84 .3 9::8 /.. . 80-0:2 50789.33..30-075. -07.. 2.3.8:/3..3 /03./.9.5 /02..3 /::3.7././.  8..././02203.3 /03. 507.  5./.2 .8.5..5807.3  9/.8 -. -078.3 ./.3.33.0-075.3 -. /.3 502253 8:: .9.3 .. .374394-07053 053   4 .7.9 -:.: -07:3:3 90780-:9 /.7.703.2.2.25:202-0/.3 /. 9/.:. 2. /03.3 -03.. .  0.7  2..3.79 54891 0. 8047.

 0- :. 3307-0.8:/33.3 -.:9.8.3.25.3..9:09.39  203.8 2.7  /..3.

3.:-07:8. 907..3 -.3 80.2 20.7.2 -/.9 .9.39.27   4 ./.3.8 809.8090.2-3 44.3 202./ 43800383.3.3507. 2.: 9/..033 8079. 203079 /.7.3.2 93/..7 . 3 80. 7.3 -07.3/9072..9:. .98 .3 5.33 .3 /7 803/7  203. /03...5 93/. 9:7:9 8079.8/.7. 4942. :.  3.3.3 .3 -07.7.7  #.:8.3./.3..3:3 .-. ..38579:.8.3:3..3 9./..9 /.. 8./. ... :39: 203./. 90742-.3 80.2 ::2 .  $..3/.39. .5 44-0750.3.202-078.-3.37:93/..3 /.5.8.: /803.3.9 2.3.8:/3.3  7..8:/3. -072: 93/.3.3  5073/:3..9 :39: -07/.9  2.9..3 ::2 5.. 2.  .0.. 80. 9::.3 905.3 2:3.9  :.2.::2.3.7 9/.502253 803.3907.35.2:3 3.3 9:.3.8.3.9./.39075..  07.9./.8.3  $02:. -07.3.7/...3/..3 .:.8044-08     .3 /80.3.:..4 /03.89..2./03.3.9 /.  .5:3 -07.3 0....-/.3 /. 8.9.8 /.9 033 . 2:/.9.9.02.5.: ..80..3203:.2.3405.3 -.3 /.3/03. .5 :39: 909. ../750.03/.3.. 203. 202.3 5..7/. 5./   4 ..793.

 3.. 092448  .3 2.80-. 203.793.89.5 8:: /.3.9..//2. 9039.3.33. 8.3 0.3 28 /5.9./.3.3/:3 . 80-.3./.793. 203.-:  502253 .3 /:5 5.38.793. 2030/.  .3 -:/ /. 2070..:80-. 907.  $./5:7.-07.3./.9808047.7. 3.3.2:. 90780-:9 203.5 47. /03. . .-:  $0. 3./502253./0785  9::8.394 40434 . 0502253././-. 803..7 -. 0/:5.25. 7. 80.3 .8.:-07:8. 8./.3 02.  -:.  $.7-03/./03.2.3 203.2.: 907-:.: 2.38.8/...3.3 47. :39: 203.2 /03..3.3.9.8 :.-.3 ..3 203072.8.3 9/.25: 203....3    .9: .33. :9.33.7 /. 3.3:3.-8.3 89.3 .9:70502253.079.2 0.7..7.3 ...: 23:2 -. 90723448 -07.:08  2.4394 /0.: 23:2 9:. 0502253. -:/.3.7.2 8 .9..703.79.-:8. 3/4308.9.3.7.7.3 /.2 97. ...80.39 %7.89. 3./.3 ..: .5. -03.. /..95030.5 /. 47.-:  8047.3..:.3.7. 5.3 .  948 0502253. 20309.3 903.23.848.3..3.5:3  . 202 2. 90.709 8.2.8 202-.3:3 3. 3.809.-:/.3/802:..3203...  ... :3:3.3 50747.3-:2 9.3 /. .9.7 3/.3897.1.7.:2034. 502253 8:: .350393...  ...79 -.3.8.73.503933..8.3  .35.3 . 909.3./0. .3 502253 2.3./.7. 2030.3 507: /.7.803.9.3 203/03.3 -.7.7 .7.89.3 .38. . 3 /.2../.5:3 /..2 . 09. .  80-03.3 502253 /.79. 0502253. ..703/03 -07. . /93.5 .79 /0...3 .39079:8/83.3 1./8-.35.301091   9..943$:7.  ..07.3  /.89.3//..3 .7..8/.50393/.3 -7.4 . /03.9.2 20302-./8 2:5 -.7.73.3././907.. 425:93/4     . 202-. .2 3.3  80/.3 .3 2070..8.2 8.3.8: / /.3.-3./. -.7:8/2502253../.3 31472.3 :.7 /...25.5 0:.7 .  00./. 89:.3. .33. 8079.770843.   .3./.  . 502253 -.0.3 .8. 0 0/.3 -07..9 .7.: . 80. -.2 /03.2-:/.79:./.3. . -09: -07.5..  9072.3 8.8..2:5 -.-:8.38:/.9:7.9 /.  %..3.  02. 2.9.2 0/:5.9:3.894 7494  ... . . /.7.   $0.:5:3 3.9. 0502253.470. -07902: .: 23:2 23:2.9 .3 . .3 .3.  -..2- /.9: 00-.3 7  448:8.3.39. 8..3 -078. / 809.3..8.  89.2:.:8. .3.3 28 0502253.../.9:3.390..3 .-: . 7.3.2 .703. .3 .305.9 /8. 3.3.98:/.25.7.7.9:. 3.  :/. 3.3  8. .2 :.2 -:: 470 -4:9 043/ 0... /03. 9/.20502253. -03/.5.7../7808047..39.:-08. 2. .2-:/.3.9.  .3-39.23.9.3 . 09./. 202-07 08.3/.8.33.8.20303/.2.3.   %073..7:8 /2 8047.203... 0:. 0502253.9.9: -.... 8. 2..3 0502253.7.3. 8:: /. 2...8.-:8..3907.33 .. 3 -:./8:./.7.: -.25: 203/03.../.2 2.3 80.:     .25:3 /.3.3 / 3/4308.257..7.3 .3. 3.8./9...44 3.3.3 43/8 809. ..3.0502253.  $0..3 3/4308. .4394 /.3 3.9.7:83.3 2..9.3..90..7 -:: #.380.3 202-:.8 :..79 2.. :39: -070: 08.2./0     /07.3 -.5.  %03./. . .3  502253 . 8..3.203.8 /.308.9.  2.3 907503/.5.: .53.5.7. /.38:3 /03..

//80.3 -07-./.9 . /50.5.-07.3 -07.9:802.9. 9...93..3   09:: 2.3202-:.3.3 /9:8 /.3 .9.3-::   09.9.3/003/..3 .33.3 /.9: .3 0507.203.9.92070.3 0:.9:93.2 203.7::39:-07:-.3203:7:3 ./.. 805.25:3 .3203.3 /-07.8:.3  /.3 -09: 202 08025:73...9072.7:8203. 9039.3 83.3 0-07.57.880.8.3202507-..8:203.3.3 80.3 05.3.7 907. 2070.257 9/.2  -:.3802089.5  2.33.35. ..3 9/.9 /.203..2.25-07.3 .5.32.3 203.:.3 /.-.        .:88:.3/..3 . 202-0/..9:8 848. 9025.25: 202-./.3 /.89.2-.502253   :/./.: 425. 8. .8:.7./.9. 9: 90.9.8.2./.3::2 90.2 788 /.5203.3.3. 3.8 3.207.7. .3 203/4743 -. .3.  !02253 .3 502253 / 3007 9. .3 2070. 2.3 502253 . !02253. . /2.2./.  !02253 805.381.  ..70-4/4.9 203072.9.5 502253 9073.30/:5... 8.3.3 080. -0/.  .3/. /.9 7..38.703.3 9.9:/.8.9 09.5..3/.3 30.3.3/0. .25: 907:8 -0. . !079.9.7 2033.89..7 :..3 802-.7../0--.3 /.2 . 2.470 .3.25: 20303/. 3 .39/.09.5.3-.3.  . ..   0025.703.9.3 -./.32:.. 3  . .5.7 -.3/.80502253.9:9203.3    02.9. 0502253.3.3:3 /.. .320345.9  . 809. /.3.7.-. 7.7 /.780..33 203./90. -07-. / 83 502253 .9: 2..89.. /:5 /.7..38:. . . 3 2.8.. / -:2  $047..2-.2:7.2-.3 3  80-. 3.3 /. ./...3 203072.: 5.8.89. 8.3. .25030.:7.9 /03.8 803. 80.3/.3  /. 3.3 503: 08.2. 00.3202-07.35.2:3 /03../503.9: ...78:2-070307..3907..3 . .3 /7 907. :-.9.3. 0:7.2 ..5. 70. 2:/.9  / 2. .2-.3 .9.8 805079 505.3.3.80.7:8 9.2-.2-. 80/..3 ./..3 5891 /.3 202 .7:8 203:8.83.3 -07/.39:39. 502253 .3 2025:3.3 203..3 /7.3.9.7:8 2.7./.9.3..7:8 2:.3 89.9./.2:/.320209.3.202.5. 7.35.93.8 /0.. 9.:5:3 -:7:  .2.2./50/42. :.502253.3 5.  9/.02-. /.:2.7:8.803./.:08  5.. / -:2 3 .3 -39. 3.. 7.70/-9.: 7.3502253..:/02.0/:5.9 203072.2.9.3203.93. 7.   02..3-8. .0-0109180-..93. 0502253. 2. :39: /.../47.7.  .2  !022535..58. 202 0:.3 .3.9. /./.9. .3:.3.9:-03/.3 .3 802:...9: .. . 2030:  9/.-.9 -07.7. -.0303   0/:.53..-.8.3.7. 3. / 80.8.3   003...3 2..3..3 02.202/07.2-.3 .3 203. 0502253. 2.380507939.907.3 /80-:9.8 83502253.9/.3/.380././.3 2023..7. 5073.5.8/.3..990: 8.  0./../.7..8.7.5 2.7.2-.3 :..2:/.3.7.7 02-.3 3.91 /03..   0/0.3 /03.5.3203.  3203.7 0 2../..7 . ./.3202-.. 202-0/.3.9:93.

9 /..3 90787.3.7: /.9:7.8 .7. /.880847-:/.3/0247. 574808 2:3.9..3 9: 2:.9.9:7./. 2.9 9075.2574808507.9  !03025:73.7.9.3.9. 0-:/.2 43805 -:8 / -0-07.32..8.5./. .9.35.3.57../843. 03.3/.7.3 -:8 $.9.: 9/..9.: 9/.3 02.2:8/.-09 /8025:73.90.3.9 03.. 20:39:7.7.90758.3.  90.9.3.3.57.3/.73.9::9.8.33   !74808 80397.57.2.3 .3 .3.9  207:5.9 89.9/2.. /03..8.2 507.32.8 /..3-07../.7 . /03.79 .80.38205748080/:5.9.8. 24/073 203.8:38:7 80397..8. /8025:73.3 5.0502253.3/.09.3 002-.8::.3..: -838 8:/.9:7 5:.7.8:/././.98.8.8.3 90. 3../..302.8::-.3 3  2.79..3 3 /.3 /.... 9:80-..35.3 80. !02253. 7::3/. 20302:..3-072..32.390.9..0.9   :-:3..9:7.93.709.7.3 507././...3/..3 20.8 ..8.3   0./.8.3 3  /.3 203 0307. .3.3 -07900 900 9.2:-:3. .3 ..3 507./.9:7..2..93 .79:9:743 /03. ..35.-.9.2 .257 /:5.8.3  203:7:9 89..-..:3.3 /03.943 /03.2 507.7.9.71.9.3 88902 09...7..3 2..9.3 7:93/.7.3 /.3 0502253./.3-.   0-:/.9..39.843.3. 0907.35089.: 203:9.3/.3:39:0/:5.9. 3.3.:.  .7.9../3/4308.3 2502039.3 9047 0502253.3.3.202.7.3 -.3 0.3 /03.5 -:/.39/.-.8 5.38.  $.3.3/.9. 0-03.3 9.3/03.3 .33.9.202-..8050790.98   /..3/..39..  9.3007.9.350:.3/.8 ./..7.3 39009:.3 ::2 /.5.3574808 0502253./.202507.580-.3 8:/.3 9: ../. .7 0.9.3.3.7:939. .3/.9 . 2../.: .32.

3 5..9../. :39: 20307./.7985.3 0:.8..-07:7...8/.9.308.9.39.3 /./.9 8:/..2. 2:.9.7.

/ 8:5.8 50307:8 /9..  8:9 /58.3/.3 3./..   .25:.8 907.7.7 0/0.3 574808 2:3.2 /0247./.3808:./.  2.3 97. 0502253.  $02.3 /03.7907.7  /.3.8..33./843.3 -007.   3.3/:3 ./.9.%:-:  0..3  207:5.32020/:5..2 0-:/.3 2094/0 503.9   &39: 20203: 8.3  03.3... .25:..5 203:: /0. /.20.7.0502253.857.. /.78:3/:9  .:.92:3.82.8.3 50302-03.3 -..9 .9.7. 2:.3  %.3 574808 5079.4/..9.3 3..43  . 7.3 /.3 28. /.3 -07-.  %. 05.-:/.7:.7.3  05..  /.7. :5.3.5.3  /.8..3 .3/:3.7.3 202 .2.:.3 2:3.7 02.3 .3 3./502253 /.79 574808 /0247.8  %..2..9 247.. 0307.8 -.9 /.3 05. 09:7:3.: ..2 2:.3  .3 -0757  -078.3 ..:3.3. 8.3.. .2- 05:9:8.3 18 /.5  -0793/.. 8:/.8. /.3 242-.. 8047.79 502253 243...3 --9  -0-09  -4-49 5.3 2443 /4.:3. /05.8.9: 203:7:3.8.39:35..5.880847 -:/.907.. .9:   .3..7.7.3.   3.3 2.2 9.5 0.2 202.3 80-:.2 ..7..7.3574808. /.  503.  /.3 -0757  20703./ 502253 2...9 . 203: 02. 20..808047.3 203.3207:5.:.9.9 .3-./.:.8. 0. /.

3/7  .53. /..3 0502253./8 . /.3. 207:5.7.3 . /.25:.3/..2 -.7..3  1472..3.3 .2 9.5...3 202-07.. /.2././.3/. /.3.808047..3507..8.3/.8. 8:/. 203/.3 .2 .  20.  2.34 .3.8.9 /.8  .. 805079 47.3805079.30:..5  507.:.3 08025.3 -072.. .3-0781.3 1472.33.:..305:9:8.3  .9907/0..0  !74808502-0.3  .9.9 .3. /.207.7.9.3 /.3/.2..332.9 2:8.7..3 0.. /.....2.8 ..3 ..7...3503. 8.:.9..3 802.37. .83..8 ..8 /..8../.9  . 8484 1472.  -:8 /. 2.3 /-07.8.7:  80-:.25:203/7../.8 ::2 02./.43 9:7:3902:7:3/./.8.3 /..78 90.. .7.8 05:9:8..7.43 .3.7...7./.44  83 /.3.8907.. 0.43 -.4-.  .9 /...3 2. .3..7.305:9:8. . -07./.33.3 -07897:9:7 /.3 02.3 9/.0  2. /80-:9 .3. .3   3.303/.3 :9.93/.2 .9.9:/.3 0 .2..3/.  .7.7.3. 907.2 -:8 /::3. 2439473 /.3/80-:9 3.43  . 9/..-03/.2 .0:..3.9.9 3  %.3  .2 :-:3.7.3 80-.9 47.: /:9.9. /9.:-47:2: /.  #..3 /...8.8.7.08./.3.3 /5.9.:./ 08.350792-...3..32.31.5-07.3 5. .7:8 202...8..2-50792-.:5:3 2:8..  02.2 2:8.2:-:3.2-.380-0:23..9 . .7.5 3 .73   . 803. ./. 802:.3/.2.9.7...2 93.3/.9:3.....203./.3202-07.  9..3 507-:.. /-07003.3 /0.  /.33.3 47.2 93.30  .3 .3../  $.3 .9.32..3/.33.5.9.2 97.820. 20. . .2 -. 2. 08.  0-.3 503.:.3.320.  .:.25:.8..9  3.802039.7.3/.2-. /.7.042542.35027.79./.3.8/.7.803/7-07/.   . /-07 50:.3./.: 80-..7.3 5.00:.3 9:.. 0:..3 0.5.33./9072. /.7./:.3 9:. 3 ..33.2-.9  $.393..3.8909.5.3..3 ::2 .5.. #.8/. :2:2 .3 8073 //03.43 .3 -07425098 . #.9..3507. 2..9 2. /-07...../ 7. . !3.320.3 20.:.989.3.3 /.. /.  .30-:./..4/.7 3.2 2:8.2 0907.90/0.5 3 574808 503/0.3 .9 ::2  !03/0..2. /.7.202-.2 574808 .507.3:93. /: 02.3.9:3.3 05:9:8.9..8.2 ../. ./05...202-07.....:  9.9:.9..2 .9. 203:: 0907..33..   !3.9 9: /. 1472.9 5079. /.7. 20.3 /.  3 /3..3./.2.3.3  70.9.-.2 20.3/7 .3 89..380-:.3 9079.  $08047.2 93..939073.3503:..8 507:9:8.30  07:5.3 /-07.98.7:8 ./.3 3/.7..8..9 2.9. 93.9. 80.3 /2. -. .9. .7.7.3. 848. /3.43   .280-:..3.8..79:.3/:9:8/ /05.

3 49479.. 07.8.-.808047./8-.9. .2.43 :39: 502253 -. 9...5...3 5.9 ::2./..3 05. .: 9/.  3.25.3..80-.33...5.3.43 .3 544 8047.-..    !03.2574808:5..5 /. 203.3.9 070.39:305. 502. 502253 42:39. :. /0.9:.793./..-.!7...3 944 .380-:9.38.3.:.  070. !7.782../.507.-0/.7:8 /02-.3.  .3 :8.3-0..39:.9 0502253. #..2903!7.380. .2903 !7.3 203/.3 /5.  9..3::443  0/:.502./ 507:9:8.380-:9.9... 9/. . .9-.  .//.  0025../50./.89. .9073.7..3 808047.8. 070./.5.8.39:    89.30. 1472.2 502... !02253:9..3 007..09:7:3.3 5.9 .-: 89..: /.7./..3 .. .3 207:5.:.. 0 05:..3 802039.3  !079.9. 203.2:.5. /02-03 /./.3.705..3:47.8.3 /03.3 2025078.8.9..2903!7.703.3 ..3 502253 . 0502253..3 /-0. .#.5.8.3/78047. .8 0.3 :39: 203/.8/. 07.80502253.9..  ./8.7.5030.5.3.9  .9. 202 49479.../.3 ../80-:9.843.9 . 802:.203.3 .703.  89.9:.3 -0.28:.. /472./.25.2 8.980-:9. 50303/.3 .3203.9./.7..9.3. 05. !7.3 8.8203. 809.3 -07.3 ..9-07.79. 80203../.. 80-. /.-:.:203.9:8 007..3-03/.81.7.35..:3/.3/5.397..8.8.3 /7 .5.8:/0/47.9:8 :.5...9.9./8047. 8047..39443.3 03/.9. .3..9.8 0502253.3-.3:9. /. ..3 /5:3/.703.7.9/.   .07.9.: -..0.9/..5.  /0.7.32020.79:9:743  .8../.2.-: .2..3 2948 .8047.793.80-:9.907.503/::3808:.203./.. :.7.3 203.3/. 203..2./.8./2:/.3 0././94450.89..3.8.-03/. #./.5..7...9./.9. . :.9:  09. #..2.9  ...-:.2./.80-0:23.  .3 50380.3 /503: 81. .3.39.8. :9. 2:/./.973./. 58.7 . 8./.2 5.3.793. -072.   79 .25.8  07.../.3-.3 03.8.3 3 .7 #.7.3 502253  !7.897.2 89.805..30502253.2903 !7.5.3 ::2 /./.3 ....9./.3203.-0-07../.3 0.79:9:743 /.3-07-0/.7.33.. 425488 1472.545:0780-.93.  !.3 -07.3 3.2027.2503079.9.354450303/.3-07/. /.39075: . .8.8 /./73. 8:/.9... 057-..9.2 503.. -...3:07.3    #.3 502253   . 89.7.3 .  .3  . 7907..7.8.5.7  .9 3 805079 7.502253..9: . 3/: . 0.  ::2 .3./.3   #.2.2 0:547.3 //00.7.5 47.9 81.. 502253 1472.3 -:8  $9:9:7 8: 3 .3 2.45.9.3 20.2.3. 8. -07.43 :7.3  9.9. /.39:.  3 9/. ..793. .7.:9/..2.73.7.-.

80-.:7. /. 0.-/3.9 0502253.3 0.. ... 07. 907:9. .2:3 /.53.9 203. /0..    ./.5 .3 -.3 -07.8 /.5.3.3:. 80.8.3 202 ././.5.3 08025:73..93.    .8 808.3 ... 0-4.2- 38...29:-:3.3  . 902.9 . .2.3 203/.    .39..8 5.30502253./.7 /.33.7.2 2.5.3.2  /902:. . $..72.2..2 .3 88902 5079.  .9.9.7.909:7:3./ 504547 /../.3#./.:3/.25 80-.3.8:.7!:7$.30/..2- /.33.  . . :. 07... ..  0:.3 /03.9 .9 /..9 81..3/.3. 80.:&-:/   %44.3 9/..7.380-../80:7:/:3.  .9.3/.91.3 8.: 20/9.7. /80-:9.5. 8:.3 .3.7..3 .9 81.3 /.:.7.3 ./.3 ..33. .3 5079.3/9:.3.29489039.380-.. .447/..3 0502253.3  20/9.3. 7.2.3.:..2   .3. /83.. .  .9 /.25027.3 /..8/:3.2...3 907472..3/.39...3 802-.7.2 07..25: 202. 944 /...7./..9.9. 0507.. ../. 80-.9.8.3 3. 80.3 3/: /.3700...9 202-:.2 809.3 0 /05.     ./.9.5.30. 4.5./.3:.3.3 81.3 89.9/.   $0-.7 /0.3 /. .3  .2.3 3/4308.8 /.8.3 /0.: 203.3 /73.- . -. /.-09:/. 2:.7. 503.8.25: 20249.9   .9. 74./.3...5./.3.8.7....7.30809.3. .843 503.3../.3 2.703.. 09:7:3./.3 /..3.3.3 203434 -..5 50302.3 .7. .7  203.83: 0.3.    0..2070.2.7  3. /.3$...3545:07 /03./.907-039:-07-.3 .7.5..8907.   $:2-07 .50302.9:9:39:/90..9.90  /.... .9/. .. 8484 47. 2.3.3  $.3 .3.7. 3/:  81.3 -.3 ..25.3907/. 8079.9 90780-:9 / .3.07..9:    %44 .7 50785091 24/0 0502253.2. 9.. -.3. . 203../.3 /.. .09:8 .. 0/:/:.33 $047. . /.7./. 80-. . 8079.9  2085:3 /9:83..9 /:25.7. 80. ..0207.7.9: .3.2-..    03. 9. ..5.7 2.33.. ../..-. 7.2 202.7 81..3.3 902.3 /73..8 .7..3..9 509:3: /.25. :7: . .2..3 ..3... 3 .9.5078.7.   #.7.82.25: 9.9 81./. -07/.3 -07-.2 203./.3 5.97. 5.39/.7.9 81.9./. 8.3 93 80-. 0.3.2.9-07.93.703..  %039:3.3/.349.8.0.5:.3 8./..8579:.8.33.29. 07... ..9  907:9.//.29/. 8047. 3/038.9 0:9.5.9.. 09:7:3.9.-.:2 803.2.3 0502253. 3. 80-.5.3/9.897. /.3 .8. -007..9 07..   .9 81. /.7/.7.3 0502253../ 504547 /.3  /0..3 :39: /.2-.3 9.. 802-./.  . ..703.9 . . 805079. . /..3 2.2./..7.3.3.3...3 8073 203/. -07:9 .5.: .89.5 0-4 .350225303/.  02.9   0.8 8073 /.3 ..3 5.9  897.897.9 09..3 2.7.25.38:3 0 $47..  ../.3 . 8.3./.5. .39./. .3203::48.3 !03.9..2  /.. .3 47.25: 202-07 802.93 //.2./.2.  ..3.  !03.8  0/9...7...2.9 /0.907. /.: 8...33..7.9 -07.7.. . 83: ..3 ..29489039.7..3 203:3:.7.3 .3.9..3/../  .7....5.3 ..3.3 203. /. . 9075:  28.7.5. 90780-:9 . .82.91 ..

7. 203/:3 .     202253  9072. /03. .3   $047.99.30-545:07/03.3.0-4./9.3 /03..3.7.3 !. .9.3 343 2:8: /..507/:940902.9..-.3 70./.8. -40 202-:3: :9:8. .    ...9.3 .802:.. /.320. 5.9 47.3 .3/. .7.90.5.3.90.  /..3 /.3:3. 2.3.8:/0/.2   -:97 .9...7.703. 20.    $03..8. 2035: 0-4 . 3 9.: .8..9 80-.38 -.:9.35035:.8... 02.3.3:9.23.8.33..3 -.7.3 /.3 897. 5:.. 9:. .37.3 8:/.3 5./. .78.57.5..3  . .907..3   $45...-7. -07.3:/./.9 ... 907-:./.9 9:  /.8. 8.3 .3 /. 3. 09.3 . 2.7  .. /.39. /.. 202.3 .2.9.3 9: . -0. ./.350225303/. .3 02:/.3 ./..9 ./. ... 7.:7 5.5:97.2.3 080.39.9 507-:.3..:.3 7.35::9:7. /..9.3. 8:5.3 503:.5./.3:9. 5079.9 .0.9:7.-8:.3 90780-:9 8. / 89.. 203025.9 202253 8/../.3/..3    03472.3 203..9...3 080:. ..3 -.8.  03./.3 /.9.3 0.:.7.37...3 08:./.7 825.3 -073.3 7.  /.9845. 90780-:9 ./ .79.09.3 5:973.:.9 /0..907. 90. 2... .9:9:7.:5:3 .8 7.9  2030.25.9.2.39. 88902 5027.35: #. . .73...2 -07-.202-.380-..3 /.38:-.5.. 8079.2. 207:5.7.8 /.2-.. 2.3 -. 9/. :34 .3 5:.3.3.2..3.09. 0.2  23:23.  9:3/: 05.:.3 .3802.3-078. 80-. 3 9039: 203:7.3..3 .07/.38.5.33..90 .8:3 78  .:..93 ./. ./    !03:8:37:5.2....9 /95: ..302:/.2 203.8: 202253 8/. 8..39.25..7.. 5. 203:39:9 2: 50309.3 7.3 202-07.2.380-:9.-.  203.91  . .3 -079.3 /73./././:9:8407..2 .3 203:-:3.7. .8/95:40..32025:3.203...5.../..3 /./.9  .33 20309. /. 9.3.3 /:3.7.  02. .503.7. . $03.    $03..3 .3.320.30.3 902. 7.8:3789039.3 2:/.7. . -0780/./. 0-4.. /. 2:. 5.. 7.5.-07.25. ..7 0/:5.8. .: 5../:.3..782.:: /03.07/.9.9.3 $8902 .3... . 809:25: :8:8 .37...3.3.3 /.5.32. .7.7.32032.: ./. .897.8.5 -07-.35:97.. 3.-0780/.9.400-4 . .: /-443  ..3 9.  ./.3.7.3 202253 ./.8.8.70107038/.9 . .305...2: 8.3  /.25.2:3 ../.7.5.3. /.3 803.3 :9: 80/05. 5. 0/.3 .-/. ..3 7.25.3 ::2  %/..503:.3  202 0907-:../.. .3  ..3 70/-9.3  -.3 0502253./.5.3./:2 2:8: 03./.  .-.5. 20.3.905.9/ . 8.5.9: -:2-:3 003  .7 88902 . 08025.3.3  9/.80.8 0502253. /... :.9...  $8902 3 7:5.3 -073. /02.39/..3.8.3 2.5.3. %..8.39.3!.8. 0-0/  0.25: 203. 2020393.3 243:2039..:3.3./.3845./3.380/.    . 79.3:5..3202:0-4.  20250. /03. .   !02-. 0-4 .33. 3 9.. 5.3 / .3/.39 9. 203.93... 239.3 20::/. . /. 20.9 .3. 0-4.92..3 ..3 /03.3 907/. /. /.3.8. 203789.3 /907.9549.203.8 ..33.2   .. 2033.

3.9   $:.33.. -. 803/7 -..2.$.33/:/.3./ 509:3:  .3502253.30802-.9.   43805.8.79.3.. 9.70502253. 20748493.8:/.8/0. 24/0 0502253.349... 3..:3 :/897. ./  8.9.3.:24/00502253.9. /9:.3/7/.7.3 /7  907-:7: 3.3 /5253  03..7:83.30502253.. 08025:73..-07:3.3./03..25.3.25: 202-03903 .3/.3 43974 /7 /.8.7.39/./0..3 /. /.3/7  9. 0802-.. 08:8. $.59..547. .3 -. ....8047.8.2 2. -.2. /.3 3/: /.5./502253/. $.7:. !.2:3 802.3202-:.18: 2030-: /.. /.35.  7:3.203.  . !7.25.7..9.$.  907-:9 0/:5.25:7.3 ../. /5.5.72..32.  /. :39: 203.5.8 .3 8050792.  :/897.3.3-.2.89.8.8.. 803/7  %. 808:. :/897.8.. -03/.. :/897.809.. 80.3 $:8. 5073.80.3.9. 202... 05. 43974 /.7 50303/.3 /903./502253.7.35:.7944907/./ .9.3 07.8  202193...3 203079 0502253.3/.2 -.25.3.3/.27:5.3  09.05.7203. / 20. 50303/.3:93.-..203.3 .9: $08:.. !7. 8047.3 :.-..3/.2 . ./50225347./:3/.3.  ..803/7 ./..::5 203.3..8.703.: 5:3 3.9.8.3. 0.897.3 203.39..4-.-::87.2 .3.3.:3   03/.. 2025079.-0-07..-.3:8.3..3.9: 09..7.3 50303/./:  20.3.: .7.3 .. -8.:7:9..2 /. /.3.  9: 8:/. 0.- 8:.9. !7.9 3/7.3.:-. :/ . 507:-..3:39:-072..  23:2.3.3 .2.....35.8../03.29.37.3.  207. :34  $0-:9 8.05.8/.3 .25.95022539:7:8..3 7..7.7.3.. 0.#08.35022532.. 3/: ./.:. 5:.380-.8.9 . 5.253.-.7.503/.. 502253 9/.3203. .7.3 2.89. :34 .3 /.3  &39:203. 207:5.  .-. 3 207:5..::.30/:5.8.503.547.92. .2. '0/./..3-07/.3 3/: . 0.7.3. '     $.3 . 2.3/.:/ -07-:7: -072.8.43502253 909..3..: 43974 5.3 /5079.9/02..3/9:.502253.9 $:/.3.3 /...2 9.25. .3.80.30502253..9. !:7..3 3/7.39072.3.3   $047.8:5:.7:8 202:. 502253 9: .3  9..3  .8.7:..3 43974 /7  . 2025.3/.-8. .5-07:3.3/2:.7 2. .7..9/.97.7/7803/7 $09. /. . $8902 3.25: 202253/7803/7 -.7..3 /7 .3.3.72.2./.7. . ./502253/73.3.37  ..3 07.39:.703.3 3/7...89.89.3/. .33.3 507:/3.3.:5:3 74.: .3 8:/.3. :/897.3 8:2-07 :9.99/.7:.38.3 50303/.82.3.3 .3 /.9.3502253-07-:.99.   !0225308903/.8 /..897.2:7  03903 5079.2 9.33.33.35.$.3 7.3/:7.- 9.203072.2.7 -07-. 3/: 90..7. /73..5202-. 8.3.750785091 24/0 0502253..3 0802-.  /.3.3. 3/7.5020739. 0802-.3/.-.3 20:.3./.349..3 2./..9 /.8.7. 8047.3/5253   9./.7..7:83..3.. 0/:5.  2..3.9 /. 5:3 5.3 8.79.897.3   .. 2.07.-0.5.- .950702-.:.3   . .3/./.3.

8047.9.8. $047.9 .9 0/0.3 502253 -0750/42.04.39:7:3203:-:7.3..3/7 802:.7:82.8   03.782.  .3502253.3 9/. 90. /...50303/.  793.3502253.782.3.'    ..3 /7 /..3 /7  !0303/.7:3.3 0/:5.20303/.:.:. 803/7  /. 50303/.25: 203.3 5.3 8.7:8 2.3  W38047.8.3/780:.9890//.  3  '.9:257..  '.284.  W'. /.9.3 20303/..5.8047.2:3.280.7:890..2 3..25:2034-.3 -07.3 -..: 202-:.2 84./805079..97..8.307. .  $1.3 20307.. .8.3 3/7. . /7 /.7:820250309.7:3..  $0.9 9039...3 8:9 .37079.5./.3-. 9:9078:7. 81.3.3 0./.3:.3.3.350307..3802../ 5..89.9 203:. .32.  .3.89 20303/.3/7....5.3.3/72020.93.3.3 /7  805079-07:9  3/7.9  793.9/.2  $.2:3 :39: 20303/.3/7 2.7: 2.2  903/7./.3 9:.25: 202503..3 /7 3.2. 0825.33.3502253.. 2:/... ../ 502253 202.3.97.3.3/.. 0502253. .9.3:9..3 805079:.203.39.. 0502253. /7  5.320303/.7. 8047.9  W'. 84.9  .. .9.5.8:/. 9.3  9:25.2 .8:/ 9::.3./...3502253.:8047.4..33.. 203:3/:..9  &39: 9:.3 50223 03/.  3/7..35022535..390743974 9/.. .9.349 .8  !02253 03/.2...3 202-07.72. !0225303/.3. 2. &39: 20203: 2.9 81.: .8  W$:7.. .42 /.:80-:.3 9:  502253 ..2.2.34397480.. 805079 3/7..3 7.3/80-:9.90. 8047.38.7:8.793.9903.3.3 2.5.3502253. 5.:  .7. . 0.897.:98047.2  W.2.3.3 /5253 /. 203...8: .8.25:202-07.3 7.3/.089..8    .   09:503933.3 93/ /.5.3:39:203. 20303/.3 8:7.37.8047.9 -.3 50303/.9 0/0..0.7:83.9.33.9..7:3.. 202:./.3 /.8:/ W 3/7.3.  507: 50303/.7:82.:.7:8 202 81.3 :07. .3/7 . 20303.  ..3/2.7.8.9 0.  $:7.703.3..3/7.2.7 09:: 038 9:  80-.

.3 .9 7. 203./.3 /.793.. 80/.2.72. 8.  80-. 9:39:3  . .-073.3:8. 5:.303.3203./039 /03.:5:30-:7:.3 .. . 804.3 :.3 0. 81.3/. /.  039.: 2..3.7. 8..:9/.8.3/7. -:/ /....3 043. #.389..3 5:.9 .3 :9. 5.. 4.3 . 0.3 0.3.3/.. 8047.3 043.:7. -078.7:8 /.. 5..3 /..9  &39: /.93.9 #.3 0.3.3  48.7:8 -8.3203.3507:3/.3 -.3 /73.2.. 7.39: :.7:3.5 .3/. 2:7. .907.39.35022539:.897.3 502253 20207:. --7  .9 .3.9 81.8 .703.9..05.9 .7.3 80-. .9  .9. :39:203/:3.3  .3.3.  50:5.3. 09.3.2.3.3.25:3 202507.3 80-.: 2:8:..:7.9 2.7.2- 203. 0.: 7.3.7./.  09.: /. /.../-07 0/:/:..7. . -09:.3 -.  ./.25:3 /7.3.3 203.2.3/.  .7 /.2 /507.-7.3 /.9... 2.39:-:3.33.  8:7.-3:320.3.3 -. $:7.2. .9%007  $047.30802:.8./.9 .9 81.2.:/.3 /73.39:39:3.3 .3 -07-:.3 502253  .-.3.3 ...  2../.5 2.3.9. 20307.3 90..../7.2. 207:5.3 :3/.2  09.7.:.7.5 $.7 502253 .3 505443.3 502253 .3  03.. &39:203. 8.3 7.2.8  8.3 502253 .9: -07/7 203.3.3.7 .3 93/.2 ..3 50303/.9..9 7./. 3 .   $0.. 2.3 /7 05.. /039 /03.9..9 2:.2..-7.9::. :39:080..3/:    ..8 20.:.  08.3 8:/.3. .59. /. 5253  .7.93.9..  /03.3 :39: 20.3 &..3:07. ./ -:. /80-:9. 43805 ..3.9.W . 507 0 :9.  .0-....37.3 2032-:.25: 20303/.. 7.3 #.. 80-. .7.3 %07425.3 #...2...3.2.37..9.9. 0.3: /.5  3.3 /. 20303/.3 2.90780-:99079:.7  070.32.3.3507.503/09.. 2.3:93.9  .3808:.3/. 2030:.:  .3 .33.. -07:9 .9 0.0  7.:8  ...3 .2 #..8..809/. 82-48 0:. /.  02.9  /.3.5 .9:7..30-3:3./03.- 202-. /03.3 -07-..3.0  7.  02.  5033.3 5..9 9.9./.93./7.3 9: 2.79.3.3   .3 80-..8.9.3  .3.59.7.2 0-3:3.3 907.3 203:9 8./.9 .-:  ...3 /73.3 /.  /..9 .3.:.2 907.9.7..7.7 /..  .3.3  . 8...3 93..2.3.2:  707:25:9.3-073.37.7:8-07/. 8047.3 .3 05.-:#. 5:.3203..3..7 W:07.9 .8.. . .2 203.:.8. 9:  03/.072.7:8 202 81. /.3  $05079 807..3 .2.. 7. 3/7.3-08..3/.3 ...$.9 203.3 8.:7.9 48.9.3 .  :9.8   %:.3507239.3.5.390./.9 .37.-:  507-:..9.3 0. /. 8047.5.3 /7  .3 0- -08.9 /.3 0807-: /. . .95:3 8. 0 .5... . /.9..3/7.8..2 05:3.: -08.3 -079:- 9:- 2032-:.2 98.  #..9..3:8.  80-.3.3  #.7 202 8:507479.3 47.8.3-..5.. 2.-.3 -073. 9039: . /.3 -443 /.2..   #.95:3 .25:-07. 02.5...  842-43  900-:7  .3.3 809.3203. .07.33.8047.3 23:2  2. 08..9...8:/3.7..7  !.  2. . /805..3 . 5030-.7 9:2:3.747.9   #. /0. -.5. ..-08.3/4..3../.3203/0. /.3 .: ..7:8 203/.9 3.......3 :9 203/::3 .9  #.:.5./.

9.897.7.39. 0/:5.3 :38:7 0-:/.7.../.  .3 / .3$2../ .2.7 !.. . . 7.8..32032-:. ./-/.3. 207:5..3 . .3 2.2.3. .  $..3 /808:.3 803 -:/.3 .3 807.3 /..7. $.3 803 :7 /.33.9 ..7..7./.7 8038.7.2..3 . $2.3 1. . /.3 .7...9.1.2.2./.3.!07./:.3./.3.7. 8037...3.../. .7.7.. :/. . ..33..50.2..7 .3 5075.  907/7 /.97.8.8..8 &..3 2944 8079..3 -..2 2.9....3/:.3:5..  &.3.8../.9 / .2. 3/:820  3/: .3:5.3 /03. /. 43805 -07. /./.7. %.2..2.2. 8:8.2. ..7. . 02:/.3.3 ..3 503/:5.7./. .8 .3/08..2. /.7.8039.3 .3/.33 8...703.9.8 / /.8.3 . !0.. /.3.7.  5.3 09.8.2..

/.354450303/.7    .5.905. .9..-: /..57.  /0.2903 !7.349..9 .2903 !7. 8090.9/08.9.3 -0.3.3 . !7.90507.9   !.-:  ...3 89.9.3202-0.9.8...3 ...08.3/78047.5. .:  2. .5903.9 .    . /9..3203/.7.37.502253. .8.8  0..../.2 20303/. . /. ..3 /2.8.2..3./.83/08.83 2./. .3 43805 89.-07.3/.3 80./.9 .9:7. 07.9    $.8:/ /03.3/..-.3 .9: .3  203:3./.3507-0/.3-03.8....-. 07.2.8.-078.3502253.3 2025:3.:. 207:5.9:   .3/2. /.2.3.7 .-:9..3 8:/.977..8. !7.3-..9./.

3503/03.7    ..320.7.5.97083.357.9..    ./.3.5703/.5020739.3033.3907.-07.3.07/203:3.3    $.:-078.7.38.3/.8..3/.3..80.2.9    7498.    %.8...7.390:3-007..45..

3.:. 80.032:8:80.:/.80.39790.3   $:2..3   ..7.5503/7.../.85.802:./.203../.-:.85.-078.8/.88./.9/3..808.7.   $$02089.  0./.9.5.3 !7.5.   -.3/75.3 203/.3 30. 3.8802089.3::7   3.8.:50784.3.840802:.!:-.-/ /.2:8:   .3.347.3 050393.9:443.::.3.9202507/.:./.3.3907.: 203.9407.305.9.9.3.

3 -07-:7: / :9..3..5.9:7.8.3 507 0 :9. 9007  #.:..3 50303/.3 ..8.3 -07.-: 2.3 20.    :95.: 0.3 2.  .8 203:3:. 90703.37.3.3 .:..9.7.3.-:. :. 80.3 /03...3.::.2.3 / .3 -.3 ..3.30-50393   !7.3..79 /503.- 8:.99.79 /503.  5... .: 7.:9207:8.3 /.3.2805079202-.79.8 /.3 20. .: 203438:28 23:2.3.203/.3 -.3/. /. .-:  7..7:40 81.3 /7 20..80/07..2..23.3 07... 507..3 50303/.30--.9.320.9 %.. -3:3  02:/.. -3:3  02:/.25.9 8.  $03.-07.. /./.-.    ..9.9:9.9 :.3 -07.3.: 7. 2.7: 81.5..2 9.8047.7: 40 81. .:7.3 /7 20.93.8  803.-.3./503.7.39748508   2-0!.:./:5. -3:3 /03..39..9 #.9:. 7.. 2. 7..8 803.

3. .3.3.3. .03/07:3 ./. 80-.: 30.5   .3... 3 33 -..7.. 8:9 -.. 808:. 8047. 50/....87..7:8:.3/:                                              .  9/...3 502253  ::5 20..2. &.93. / .7.7.3 0.3  #./9.5203:.2.27.8.7:3 /9.93.2.2.3.3.

##$    995.

.

:7: -48549 .42..550:9.

  .

.

578385 0502253.3 093 -. 92  995.9.

.

42..7  2:95 ..

03/...7.

902.

 .

9.*!02253  995.*.

.

9.:. 4..4:0 3.. .

47/.#0.

  995.

.

:..9.. .4:0 3. 4.

#0.47/.

  995.

.

0 47/57088 .42..

 .

.

.

89.3 . -7.9.. 14841 0502253..

  995.

.

.9. /. 95 ./.

/4:203.

 /.3 09. 502253  995.247.

.

/.42.-48 -48549 ..

  .

.

 92  995.3 8:: /..43805 0502253.

.

-448 ./.3/7.42.

*0*/05.3*-.3 92  995.0502253.

.

3 185: -48549 .0502253.42.

 .

.

/0138 0502253.3 92  995.

.

4 /. 440 .

.6 8*820 8*:5            -..7.- .3 5- 4605 02253.61 .6 ..3 2..9 50/08..1 48- 15..03958 .9 50/08.7..0-.8.43  47 7*.8.3 .3 2.05 60502253.8. 7*5 ./1 - -   995.- / 84:7.

.

47. 704.

9../.

00/*949. 92  995.574.

.

42. .55 2 .

-.3* 92  995.

.

42.788009420 . 5.

-..

*2 55/      ..:9:7.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->