I.

DEFINISI KEPEMIMPINAN
Berikut ini beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai definisi kepemimpinan: 1. George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17) Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 2. Kartini Kartono (1994 : 48) Kepemimpinan itu sifatnya spesifik, khas, diperlukan bagi satu situasi khusus. Sebab dalam suatu kelompok yang melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, dan mempunyai suatu tujuan serta peralatan-peralatan yang khusus. Pemimpin kelompok dengan ciri-ciri karakteristik itu merupakan fungsi dari situasi khusus. 3. Harold Koontz (1989) Pengaruh, seni, atau proses mempengaruhi orang-orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan kemauan dan antusiasme. 4. R.K. Merton “ The Social Nature of Leadership”, American Journal of Nuns”, 1969. Kepemimpinan sebagai suatu hubungan antar pribadi dalam mana pihak lain mengadakan penyesuaian karena mereka berkeinginan untuk itu, bukannya karena mereka harus berbuat demikian. 5. P. Pigors “Leadearship and Domination” Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong yang mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama, melalui interaksi yang berhasil dari perbedaan-perbedaan individual.

6. H.H. Jennings “Leadership – a dynamic redefinition”, Journal Education School, 1944. Kepemimpinan muncul sebagai suatu hasil interaksi yang melibatkan perilaku yang memuat seseorang terangkat ke peranan sebagai pemimpin oleh individu-individu lain. 7. J.K. Hemphill - Dalam “ The Leader and his Group”. Kepemimpinan adalah perilaku seorang individu sementara ia terlibat dalam pengerahan kegiatan-kegiatan kelompok. - Dalam “ A Propossed Theory of leadership in small groups; Technical report”. Memimpin berarti terlibat dalam suatu tindakan memulai pembentukan struktur dalam interaksi sebagai bagian dari proses pemecahan masalah-masalah bersama.

1

8. Ralp M. Stogdill (1950)

Is the process of influencing group activities toward goal setting and goal achievement (proses mempengaruhi kegiatan kelompok, menuju ke arah penentuan
tujuan dan mencapai tujuan). - Dalam “Individual Behavior and Group Achievement” Kepemimpinan adalah permulaan pembentukan struktur dan memeliharanya dalam harapan dan interaksi. - Dalam “A Handbook of Leadership” yang dikutip oleh Prof. Drs. S. Pamuji, MPA, a. Leadership As A Focus Of Group Process (Kepemimpinan sebagai titik pusat proses kelompok) b. Leadership As Personality And Its Effects (Kepemimpinan sebagai kepribadian seseorang yang memiliki sejumlah perangai (Traits) dan watak (Character) yang memadai dari suatu kepribadian) c. Leadership As The Art Of Inducing Comliance (Kepemimpinan sebagai seni untuk menciptakan kesesuaian paham, kesepakatan) d. Leadership As The Exercise Of Its Influence (Kepemimpinan sebagai pelaksanaan pengaruh) e. Leadership As Act Or Behavior (Kepemimpinan sebagai tindakan atau perilaku) f. Leadership As A From Of Persuasion (Kepemimpinan adalah bentuk persuasi) g. Leadership As A Power Relation (Kepemimpinan sebagai suatu hubungan kekuasaan/kekuatan) h. Leadership Is An Instrumental Of Goal Achievement (Kepemimpinan adalah sarana pencapaian tujuan) i. Leadership As An Effect Of Interaction (Kepemimpinan adalah suatu hasil dari interaksi) j. Leadership As A Deferentiated Role (Kepemimpinan adalah peranan yang dipilahkan) k. Leadership As The Initiation Of Structure (Kepemimpinan sebagai awal dari pada struktur) Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktek seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari perannya memberikan pengajaran/instruksi. Tiga konsep umum kepemimpinan, yaitu: 1. Kepemimpinan tradisional, mengacu pada aturan lama yang sangat statis, biasanya mengacu pada agama atau adat. 2. Kepemimpinan rasional, mendapat kewenangannya dari aturan formal, serta hukum yang disepakati.

2

3. Kepemimpinan kharismatis, lebih menonjolkan kewibawaan dan kharisma seseorang di tengah masyarakat yang dipimpinnya. Otoritas kepemimpinan seseorang didapat dari proses yang lama, yang diakui oleh masyarakat.

Sekilas Mengenai Kepemimpinan Adat
Model kepemimpinan suatu masyarakat selalu mengikuti perkembangan sosial masyarakat itu sendiri. Pada awalnya, ketika komunitas-komunitas adat masih berbentuk kelompok suku yang biasanya dalam satu garis keturunan, maka pemimpinnya adalah berdasar senioritas baik menurut umur maupun kekuatan yang dimiliki. Ketika sebuah komunitas menjadi lebih kompleks dalam bentuk keluarga luas dan etnis, maka pemimpin telah ditentukan melalui proses “memilih”. Hanya saja proses dan aturan memilih ini kebanyakan sudah ditentukan misalnya berdarah bangsawan, dari kelompok marga tertua, secara turun menurun, dan lain-lain. Dalam kedua kasus di atas maka kekuasaan yang melekat pada seseorang adalah given. Oleh karena itu kadang-kadang lebih banyak bersifat sabda penguasa. Pola-pola pemilihan dan kepemimpinan semacam itu belum tentu tidak demokratis, dalam arti terbuka, transparan, dan menyelesaikan persoalan secara damai. Ada jenis “demokrasi” yang berbeda antara yang berlaku dimasyarakat adat dengan yang kita kenal selama ini. Kalau standar demokrasi seperti yang kita kenal ini yang dipakai, tentu saja komunitas adat bisa dilihat sebagai yang tidak demokratis. Sejak zaman pra-penjajahan hingga saat ini, model kepemimpinan yang dianut oleh masyarakat adat mengalami fluktuasi yang dapat digambarkan sebagai berikut:  Sebelum kedatangan penjajah, setiap masyarakat adat memiliki model kepemimpinan asli, belum terkooptasi oleh kekuatan manapun di luar masyarakat adat itu sendiri.  Pada masa kolonialisme, tatanan masyarakat adat mulai dicampuri oleh penjajah. Sebagian dielaborasikan pada sistem kolonialisme, sebagian dihilangkan.  Tahun 1948, setelah Indonesia merdeka, terdapat UU yang mengatur tentang struktur pemerintahan: propinsi, kabupaten, desa/dengan nama lain (masyarakat adat masih diakomodir).  Tahun 1979, melalui UU No. 5/1979, terjadi penyeragaman wilayah pemerintahan terendah; desa adat dilebur menjadi desa.  Tahun 1999, dalam UU No. 22/1999 tentang Otonomi Daerah, masyarakat adat kembali diakomodir. Kepemimpinan masyarakat adat, saat ini, mempunyai 3 wajah:  Berhubungan dengan negara/pemerintah  Berhubungan dengan konstituennya, masyarakat  Berhubungan dengan pasar (bisnis).

3

Menurut Bintaro. 4 . dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.II. Pengertian desa/pedesaan Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma dikemukakan sebagai berikut: desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri. seperti mengentaskan rakyat miskin.500 jiwa. Sayangnya sederet tujuan tersebut mandek di atas kertas. Dalam kamus sosiologi kata tradisional dari bahasa Inggris. adat istiadat. kepribadian dalam berpakaian. yang sebenarnya desa masih dianggap sebagai standar dan pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong-menolong. desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi. baik itu elite kabupaten. memberikan layanan sosial desa. Landis. provinsi. Dari definisi tersebut. berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. keguyuban. kekayaan alam. meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat. yang keuntungannya direnguk oleh aktor yang melaksanakan pembangunan di desa tersebut. gotong-royong. kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai ciri yang jelas. Sedang menurut Paul H. Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa. c) Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti: iklim. sebetulnya desa merupakan bagian vital bagi keberadaan bangsa Indonesia. hingga memperdayakan masyarakat dan membuat pemerintahan desa lebih modern. Karena pada kenyataannya desa sekedar dijadikan obyek pembangunan. politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah). persaudaraan. Vital karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. ekonomi. Dengan ciri-ciri sebagai berikut: a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa. keadaan alam. Memang hampir semua kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan pembangunan desa mengedepankan sederet tujuan mulia. tradition artinya adat istiadat dan kepercayaan yang turun menurun dipelihara dan ada beberapa pendapat yang ditinjau dari berbagai segi bahwa pengertian desa itu sendiri mengandung kompleksitas yang saling berkaitan satu sama lain di antara unsur-unsurnya. yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. mengubah wajah fisik desa. Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh. sosial. kesenian. KARAKTERISTIK MASYARAKAT PEDESAAN Masyarakat Pedesaan (masyarakat tradisional) a. Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pengertian desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah. sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan. desa adalah penduduknya kurang dari 2. b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan.

dari dan oleh desa. Menyimak realitas diatas. kesetiaan dan kemesraan. Partikularisme: pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. tetapi belum dituangkan ke dalam buku yang khusus dan lengkap.bahkan pusat. tidak suka menonjolkan diri. orientasi penggunaan dananya pun lebih untuk pembangunan fisik. untuk menunjukkan sesuatu. Askripsi: yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja. perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja (lawannya universalisme). Inilah tantangan yang harus segera dijawab. Konsep ini. Perasaan subyektif. meski sudah sering dilontarkan oleh banyak kalangan. b. Bahkan. cinta. c. alangkah baiknya jika menerapkan konsep: ”Membangun desa. Desa adalah unsur bagi tegak dan eksisnya sebuah bangsa (nation) bernama Indonesia. pembangunan fisik menjadi indikator keberhasilan pembangunan. Afektifitas: ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang. Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang ada sejak tahun 2000 dan secara teoritis memberi kesempatan pada desa untuk menentukan arah pembangunan dengan menggunakan dana PPK. menumbuhkan kota”. karangan Ruman Sumadilaga. yaitu mereka mementingkan kebersamaan. seorang ahli Sosiologi. d. Karena itu. memang benar bahwa yang selama ini terjadi sesungguhnya adalah “Pembangunan di desa” dan bukan pembangunan untuk. tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan (lawannya prestasi). Kekabaran (diffuseness): sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar. tidak suka akan orang yang berbeda pendapat. Di desa. karena kuatnya peran kepala desa (disana disebut klebun) dalam mengarahkan dana PPK untuk pembangunan fisik semata. menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih. Orientasi kolektif: sifat ini merupakan konsekuensi dari afektifitas. b. menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mengenal ciri-ciri sebagai berikut: a. 5 . e. di Sumenep (Madura). Kalaupun derap pembangunan merupakan sebuah program yang diterapkan sampai ke desa-desa. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung. intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan. Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik) Dalam buku Sosiologi “Talcot Parsons”. istilah PPK sering dipelesetkan menjadi proyek para klebun. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong.

meskipun ditengah kengkraman feodalisme raja dan penjajah desa tetap berkembang menjadi desa yang demokratis. huta (Batak) dan lainlain.2000 hal.III. 1. Hal ini merupakan salah satu pengakuan dan penghormatan pemerintah terhadap asal usul dan adat istiadat setempat. menurut definisi universal. Orde Baru Dan Era Reformasi Dalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia. tetapi desa secara sosiologis mengandung makna kesatuan masyarakat yang bertempat tinggal yang homogen. tergantung pada alam dan berada diluar kota atau pedalaman dalam entitas tertentu. Opcit). Begitu pula segala istilah dan institusi di desa dapat disebut dengan nama lain sesuai dengan karakteristik adat istiadat desa tersebut. sementara misalnya di Bali dikenal dengan dusun. 1998). Munculnya Politik Desa Politik desa mengalami pasang surut ditengah pergulatan mencari identitas Republik ini. Sejak diberlakukannya otonomi daerah. desa telah menjadi suatu institusi politik yang kuat. Masuknya penjajah merupakan kelanjutan dari depolitisasi masyarakat desa karena antara kaum penjajah dengan para raja melakukan kerjasama politik untuk menundukan masyarakat desa. atau udik. Era feodalisme dijaman raja-raja pra kolonial politik desa sangat diwarnai oleh dominasi para tuan tanah yang kemudian menjadi elit di pedesaan (Suzzan K. nagari (Sumatera). Sebutan desa (Suhartono. mengambil alih kepemilikan atas tanah ulayat masyarakat desa sampai pada memaksa untuk menjadi buruh kepada belanda dengan sistem Tanam Paksa (Hans Anlof (2001) dan Suhartono. menilai bahwa desa mengandung ciri-ciri sebagai masyarakat yang demokratis yakni adanya rapat desa (tempat dimana rakyat bermusyarawah dan bermufakat). Di Indonesia. 9) mulanya hanya dikenal dalam masyarakat Jawa. desa memiliki dinamika peran sejarah tersendiri karena sebelum bangsa Indonesia meraih kemerdekaan pun. KEPEMIMPINAN MASYARAKAT PEDESAAN Desa. sedangkan di Kutai Barat. sehingga masyarakat desa hanya dimobilisasi untuk kepentingan tenaga kerja. Hatta (dalam Suhartono). Menariknya. Kondisi itu mungkin dapat meruntuhkan argumentasi rasionalitas politik barat bahwa demokrasi hanya bisa berkembang dalam iklim politik 6 . misalnya di Sumatera Barat disebut dengan istilah nagari. Kalimantan Timur disebut dengan istilah kampung. Kalimantan Timur disebut Kepala Kampung atau Petinggi.) Politik Desa Masa Kemerdekaan. Dalam perkembangan selanjutnya masyarakat desa pun harus menerima kenyataan penjajah bangsa Eropa (Belanda) yang disamping pengeksploitasi desa. adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). istilah desa dapat disebut dengan nama lain. yang dipimpin oleh Kepala Desa. marga di Sumatera Selatan. Tetapi apapun istilah yang digunakan. adanya hak-hak untuk mengadakan protes dan mulai adanya kesadaran untuk melakukan tolong menolong diantara sesamannya. di Bali disebut dengan istilah banjar dan di Papua dan di Kutai Barat. istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan. dan raja (para tuan tanah) itu menjadi pemilik dan pengatur kehidupan masyarakat desa.

berbeda dengan desa masa kolonial yang eksploitatif terhadap manusia dan sumber daya alamnya. Apalagi setelah masuknya PKI dipedesaan dengan ideologi politik yang membela kaum tani desa memicu konfliks- 7 . Perkembangan politik masyarakat desa di Jawa jaman kemerdekaan merupakan ideologi komunal dari pada ideologi rasional tetapi bila dilihat dalam aspek pendidikan politik sudah mengalami kemajuan. 2001. Politik Desa Masa Kemerdekaan Keberhasilan para pendiri negara merebut kemerdekaan tahun 1945. komunalis dan ikatan sosial yang kuat. Parlemen desa yang merupakan tempat kekuatan masyarakat dan berkumpul di tingkat grass root sangat mengharapkan dapat menampung aspirasi masyarakat secara komprehensip untuk menjamin adanya pemerintahan yang demokratis. Sosialismanto (ibid) melihat dari sudut analisis ekonomi politik. salah satunya adalah bagaimana menyiapkan sistem ekonomi kerakyatan (pertanian) sebagai basis utama demokrasi politik di desa. Desa masa orde lama telah memperkenalkan dunia politik (politisasi) yang bergerak pada masyarakat desa. Ada dua paradigma dalam pengembangan sistem politik di Indonesia. Hal ini membuat suatu kegelisahan dimana bangsa ini sangat mendambakan suatu sistem pemerintahan yang mengatur kekuasaan rakyatnya dan disisi lain kita juga terbentur dengan kondisi masyarakat yang sangat memprihatinkan. Pembangunan politik desa tentu diperlukan persiapan yang matang. Partai-partai politik di pedesaan berusaha membangun politik desa dengan pertama-tama menghilangkan nilai-nilai kolonialisme khususnya sistem ekonomi kapitalisme di desa akibat pengaruh kolonial. apalagi sebelumnya demokrasi sudah sangat membudaya dalam masyarakat kita. Konstatasi tersebut menjadi wacana awal ketika membahas bagaimana perubahan-perubahan politik dipedesaan dari masa ke masa setelah kita mencapai kemerdekaan. hal 4 ) misalnya pada tahun 1957. Munculnya politisasi disatu sisi berakibat pada disharmonisasi kehidupan pedesaan yang harmonis. Karena berarti bahwa kemerdekaan yang terpenting adalah kemerdekaan dibidang politik. yang pertama indonesia baru saja memasuki dunia yang lepas dari kengkraman kolonial yang ingin menata dan mengambil alih struktur kekuasaan dari tangan penjajah dan yang kedua adalah bahwa menjalankan demokratisasi yang merupakan reslisasi dari kemerdekaan (Suhartono.2002). 2001).yang demokratis (tanpa sistem feodalisme dan kolonialisme) argumentasi universalitas demokrasi yang dipandang barat lahir dalam kondisi dimana kebebasan dijamin oleh konstitusi yang juga ditandai dengan persamaan kedudukan dimuka hukum dan adanya perbedaan dapat terbantahkan oleh suatu kenyataan politik desa yang dapat mengembangkan demokrasi di atas tekanan (kengkraman) atas kebebasan dan persamaan derajat (Nasir. Parlemen desa adalah organisasi politik yang mulai dikenal sangat masif oleh masyarakat desa. Pada pertengahan 1965 ideologi nasional berkembang di desa dengan pendekatan ideologi yang bersifat komunalistik. setelah sengketa Irian Jaya Soekarno melakukan nasionalisasi perusahaan Belanda di Indonesia. puluhan tahun silam. Dalam catanan (Sosialismanto. peranan desa sebagai organisasi kekuasaan telah mengalami pergeseran peranan. tentunya membawa perubahan penting dalam politik pedesaan.

memunculkan adanya pemikiran untuk kembali kepada semangat UUD 1945 secara murni dan konsekuen. berlangsungnya partisipasi warga negara. 8 . Pergolakan politik pertama tahun 1955 yang demokratis membuat adanya partisipasi politik desa yang lebih menonjol dari pada sebelumnya. agama dan Komunis). Disamping muncul faktor-faktor integratif tetapi juga semakin memudarnya nilai-nilai demokrasi asli desa seperti gotong royong. Oleh karena itu Orde baru menerapkan strategis stabilitas politik dan pertumbuhan (ekonomi).konfliks politik di desa. Politik pedesaan masa demokrasi terpimpin akhir Orde lama memperlihatkan adanya ketidakstabilan politik di akar rumput. Politik Desa Masa Orde Baru Munculnya era Orde baru di bawah Presiden Soeharto segera setelah duketa PKI yang gagal dalam mengganti idiologi dalam perebutan kekuasaan negara. kedua. Suasana politik desa sangat dipengaruhi oleh realitas politik demokrasi terpimpin (guided democracy) yang mengedepankan praktek politik utopis dimana konsepsi demokrasi terpimpin tidak dapat membantu demokratisasi di wilayah pedesaan. Desa yang semula tidak menjadi panggung politik sebagai akibat demokratisasi 1955 menjadi panggung politik penting. terjadinya polarisasi dan friksi politik desa. Duta Sosialismanto mengemukakan bahwa: Pilihan yang dilakukan oleh pemerintah Orde baru untuk melakukan modernisasi di Indonesia adalah menempatkan pembangunan politik sebagai subordinat dari pembangunan ekonomi. musyawarah mufakat untuk memutuskan suatu masalah yang menyangkut kepentingan umum (masyarakat desa). Indikator ini bisa dilihat dalam dua perspektif. Bukti masyarakat desa sebagai floating mass dalam pemilihan umum. Hal itu berpengaruh penting pada perubahan masyarakat desa yang semula berproses melalui pendekatan politik berubah menjadi birokrat desa. Kuntowijoyo (dalam Duta S:2001) menulis bahwa gabungan kekuatan sejarah tertentu masyarakat desa kembali kepada “kawula” masyarakat desa harus belajar dari awal dalam kondisi sosial ekonomi yang baru. Dan bahkan pada saat Sukarno mengenalkan idiologi Nasakom (nasionalis. Sistem pemerintah desa berubah menjadi media birokrasi pedesaan negara Orde baru. Sementara itu diferensiasi sosial yang sudah terjadi dipedesaan sudah lama berjalan tanpa henti-hentinya. Pertama. Pengalaman pahit pada masa demokrasi liberal menunjukkan bahwa stabilitas politik merupakan syarat mutlak bagi adanya pemerintahan yang stabil yang cukup mempunyai waktu untuk merealisasikan program-program. Hal itu menunjukkan bahwa masuknya politik di desa menyebabkan masalah baru dalam masyarakat desa. Identitas kultural desa menjadi berubah seperti dalam kehidupan masyarakat perkotaan. Partai Komunis Indonesia telah mendominasi kekuatan politik di pedesaan dengan basis politik pertanian (Suhartono. Dalam tesis kekuasaan Soeharto bahwa penyelewengan kepada semangat UUD 1945 dan Pancasila sesebabkan oleh paradigma pembangunan yang lebih menonjolkan kebebasan politik warga negara. Dalam konteks politik Soeharto menjadikan masyarakat desa sebagai masyarakat yang diambangkan (floating mass). 2001). sebelum mereka sungguh-sungguh memasuki tahap demokrasi.

Secara nasional pemerintah terrendah di desa dipegang oleh pegawai negeri. Dalam bidang pemerintah mulai juga berubah dimana muncul kooptasi negara terhadap desa.Dinamika pembangunan Orde baru yang tengah mengejar ketertinggalan dalam sektor ekonomi (dalam perspektif pertumbuhan Orde baru) menggeser dinamika masyarakat desa dari politik ke ekonomi. 4. Sehingga jangan heran kemudian muncul semacam kapitalisme masyarakat desa. Lembaga-lembaga masyarakat desa seperti LMD dan LKMD bahkan organisasi untuk kepentingan petani desa seperti forum tani dan lain-lain. Penyeragaman struktur organisasi pemerintah desa. 2. 3. Struktur elite desa (tuan tanah) berubah menjadi elite baru (birokrat desa) yang loyal terhadap negara orde baru. konstitusi nomor 5 itu adalah awal dari politisasi negara. UU nomor 5 tahun 1979 dinilai para ahli politik seperti Donald K Emerson sebagai intervensi negara terhadap masyarakat. dan sementara itu. Wiratno (1979) melihat desa masa orde baru sebagai berikut: 1. partai politik (PDI dan PPP) tidak diperbolehkan sampai pada masyarakat desa. Penghapusan lembaga perwakilan masyarakat desa. kelembagaan birokrasi negara segera masuk dan berkembang di desa. Kondisi ini menyebabkan masyarakat desa sebagai masyarakat mayoritas di negeri agraris ini hanyalah menjadi sumber legitimasi politik kekuasan Orde baru. Institusi ini bukan saja berfungsi untuk melakukan monopoli hasilhasil pertanian di desa tetapi juga menggeser tradisi dari pertanian tradisional (barter) menjadi ekonomi pertanian modern. Sehingga sebetulnya selama Orde baru berkuasa masyarakat desa mengalami kemandekan pertumbuhan dibidang politik karena saluran aspirasi politiknya samasekali tidak diberikan. Inisiatif pembentukannya lebih banyak dipengaruhi oleh peran birokrasi tingkat desa pada atas dasar musyawarah dan mufakat masyarakat desa sendiri. Birokrasi masuk desa semacam ini membawa dampak masa mengambang di desa. Konsepsi desa juga dianggap sebagai model penyeragaman politik (political uniform) pemerintah terhadap masyarakat Indonesia yang pluralistik S. Adanya pemisahan antara kelurahan dengan desa yang otonom. 9 . 5. Karena itulah berarti bahwa posisi masyarakat desa menjadi dependent society (masyarakat bergantung) dari pada independent society (masyarakat yang independen) dimana peran negara desa begitu sentral dalam proses pengambilan keputusan di desa. dalam pemilu Orde baru yang penuh dengan rekayasa. Seluruh Indonesia diterapkan dengan pendekatan struktur top down yang disamaratakan sehingga menghilangkan identitas desa atau nagari atau sebutan yang lainnya. Istitusi politik desa yang sebelumnya kuat dengan konfigurasi politk desanya berubah menjadi lembaga-lembaga seperti Koperasi Unit Desa (KUD). Pengukuhan kepala desa sebagai pusat kekuasaan di desa. Dampak lain dari kebijakan politik masa mengambang Orde baru adalah nampak pada munculnya mental fatique (sikap apolitis) sehingga masyarakat desa sangat apolitis dalam kehidupan politik dan bahkan mereka mengalami trauma sekali. Birokratisasi desa yang merupakan bagian dari Golkar disatu sisi.

Pertama. melakukan proses sosialisasi yang intens tentang otonomi daerah yang disertai dengan pembentukan wadah-wadah penyangga demokratisasi desa diluar parlemen seperti forum alternatif yang menjadi pengawal parlemen desa maupun pemerintahan desa. melakukan revitalisasi terhadap budaya demokrasi yang sempat terabaikan khususnya selama massa Orde baru yang tentunya dengan pendekatan dialogis dan partisipatoris. Kedua. Demokrasi bukan berarti tinggal mengadopsi seperti apa yang diterapkan dalam masyarakat demokratis barat tetapi dapat berupa suatu sistem demokrasi yang bersifat local genius artinya akar demokrasi lahir dari tradisi sosial budaya masyarakat desa di Indonesia. Bila upaya-upaya strategis itu dapat dilakukan. maka akan dapat memperkuat partisipasi politik masyarakat secara otonom. Masyarakat desa mengalami proses partisipasi politik yang termobilisasi oleh faktor birokrasi pemerintah desa. Adanya kebijakan otonomi daerah melalui UU /22/1999 lalu menegaskan tentang pentingnya penguatan masyarakat ditingkat akar rumput (masyarakat pedesaan).Perkembangan Muktahir Politik Desa Era Reformasi Terjadinya pergantian dari Orde baru kepada Orde reformasi sejak 1998 telah menyebabkan kemunculan kembali kekuatan-kekuatan politik desa. Dengan kuatnya ekonomi masyarakat. memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sistem pertanian neomodernisme (mengolah pertanian dengan memadukan antara sistem tradisional dengan tekhnologi modern). Demokrasi terpimpin. Sebagai parlemen desa. dinamika politik pasca Orde baru itu lebih bersifat “democrazy” (kebebasan yang anarkis) tetapi yang paling penting adalah ketika dimunculkannya perubahan paradigma pembangunan dari orientasi struktural birokrasi sentralistik berubah menjadi sistem birokrasi desentralistik. liberal dan pancasila telah mengalami kegagalan tetapi demokrasi desa merupakan harapan ditengah transisi menuju demokrasi yang sedang mngecewakan masyarakat Indonesia dewasa ini. BPD memang belum memiliki kerangka teknis dari pemerintah daerah. Upaya pendahuluan tentunya harus dimulai dengan mengembangkan kesadaran politik desa dengan beberapa cara. Tetapi justru disitulah kelihatan betapa pentingnya peran masyarakat dalam merumuskan kebijakan politik desa termasuk melibatkan diri dalam suksesi kepala desa secara demokratis. Bagaimana pun proses perubahan politik desa masa reformasi yang baru berjalan empat tahun lebih ini sebagai embrio dimana partisipasi masyarakat desa yang otonom itu dapat segera terwujud menjadi kenyataan. Ketiga. Meskipun. BPD sebagai institusi baru ditengah masyarakat yang mengalami kemandekan peran secara politik adalah suatu yang tidak gampang untuk sampai kepada konsepsi yang ideal yakni BPD sebagai mitra kritis pemerintah desa dan sebagai sarana mewujudkan kedaulatan rakyat di desa. 10 . Kelahiran Badan Perwakilan Desa (BPD) sebagai turunan dari konstitusi otonomi itu harus dilihat sebagai peluang strategis membangun desa kembali. maka akan sangat pemantu kearah pembangunan politik desa yang bersifat berkelanjutan.

Kewenangan desa adalah: 11 . dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas.) Kepemimpinan Desa menurut Konteks Birokrasi Pemerintahan di Indonesia Desa di Indonesia Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa. Selama masa reformasi (1998) politik desa mengalami penguatan kembali sejalan dengan kebijakan otonomi daerah dengan diberalakukannya UU nomor 22 tahun 1999. LKMD. KUD dan lain-lainnya lebih banyak diinisiatifi oleh aparatur pemerintahan desa dari pada masyarakat sendiri.Kelebihan dan Kekurangan Desa di Indonesia telah mengalami perkembangan dalam waktu yang sangat panjang. berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dimana fokus yang dikembangkan adalah bidang ekonomi dan stabilitas Collim Mc Andrew (1995). tetapi tidak serta merta merubah budaya politik yang demokratis. Dalam perkembangan kemudian memang ada kelebihan yang sangat signifikan dari orde baru secara gelobal pada tingkat ekonomi. Semasa orde baru politik desa mengalami kevakuman akibat politik masa mengambang (floating mass). sehingga meskipun diterapkan sistem feodalisme atau kepempinpinan yang otoriter. yang menyebabkan terjadinya depolitisasi di tingkat desa. Berbeda dengan kelurahan. Dalam UU itu juga mnegatur adanya mekanisme politik di desa yang dikenal dengan “parlemen desa” sebagai wakil rakyat dalam mengatur tata kehidupan masyarakat desa dan pemerintahan desa. dimana politik desa mengalami pasang surut. karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota. Dimana birokrasi desa menyadi alat kontrol masyarakat desa oleh penguasa yang hanya menjadikan Golkar partai yang mendapat dukungan oleh masyarakat desa. Desa bukanlah bawahan kecamatan. Diawal orde lama politik desa mengalami masa kejayaan seiring dengan sistem politik yang Pluralistik sebelum kemudian memasuki demokrasi terpimpin. 2. Namun dalam perkembangannya. Hal ini tidak mengurangi dimana desa tetap menjadi institusi yang berpeluang untuk membangun demokrasi politik di Indonesia. sebuah desa dapat diubah statusnya menjadi kelurahan. karena budaya ini telah berkembang lebih awal sejak jaman raja-raja walaupun dalam kepemimpinan-kepemimpinan di Jawa Anlov mengatakan para tuan-tuan tanah sangat bersikap otoriter. karena dalam Orde Baru lembaga-lembaga tersebut lebih merupakan kepanjangan tangan dari penguasa yang sangat sentralistik dan pro penguasa. disebut bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. Secara umum bagaimanapun desa tetap mengalami proses demokrasi. walaupun dihadapkan dengan banyak faktor yang menghambat. Adapun LMD (Lembaga Musyawarah Desa).

 Urusan pemerintahan lainnya yang diserahkan kepada desa. 12 . Pemerintahan Desa Desa memiliki pemerintahan sendiri. Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa. perbekel (Bali). Kepala desa tidak bertanggung jawab kepada Camat. Pemilihan Presiden. terlibat dalam kampanye Pemilihan Umum. karena Lurah adalah Pegawai Negeri Sipil yang bertanggung jawab kepada Camat. sebuah Kelurahan dipimpin oleh Lurah. yakni urusan pemerintahan yang secara langsung dapat meningkatkan pelayanan masyarakat. Jabatan kepala desa dapat disebut dengan nama lain. Istilah Lurah seringkali rancu dengan jabatan Kepala Desa. hukum tua (Sulawesi Utara). misalnya wali nagari (Sumatera Barat) . Pemerintah Provinsi. pambakal (Kalimantan Selatan). berdasarkan keputusan musyawarah BPD. Tentu saja keduanya berbeda. Masa jabatan kepala desa adalah 6 (enam) tahun. sedang Desa dipimpin oleh Kepala Desa. Kepala Desa dapat diberhentikan atas usul Pimpinan BPD kepada Bupati/Walikota melalui Camat. merangkap jabatan sebagai Anggota DPRD. namun hanya dikoordinasikan saja oleh Camat. Pemerintahan Desa terdiri atas Pemerintah Desa (yang meliputi Kepala Desa dan Perangkat Desa) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kepala Desa Kepala desa adalah pemimpin dari desa di Indonesia. di Jawa pada umumnya. sedang Kepala Desa bisa dijabat siapa saja yang memenuhi syarat (bisa berbeda-beda antar Desa) yang dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Kepala Desa merupakan pimpinan dari pemerintah desa. Memang. dan Pemerintah Kabupaten/Kota. merangkap jabatan sebagai Ketua atau Anggota BPD. dan Pemilihan Kepala Daerah. dan dapat diperpanjang lagi untuk satu kali masa jabatan berikutnya.  Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang diserahkan pengaturannya kepada desa. secara historis pemimpin dari sebuah desa dikenal dengan istilah lurah. Namun dalam konteks Pemerintahan Indonesia. Wewenang kepala desa antara lain:  Memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  Mengajukan rancangan peraturan desa  Menetapkan Peraturan Desa yang telah mendapat persetujuan bersama BPD  Menyusun dan mengajukan rancangan peraturan desa mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) untuk dibahas dan ditetapkan bersama BPD Kepala Desa dilarang menjadi pengurus partai politik (namun boleh menjadi anggota partai politik).  Tugas pembantuan dari Pemerintah. dan lembaga kemasyarakatan.

 Tidak dicabut hak pilihnya.  Berusia paling rendah 25 tahun.  Memenuhi syarat lain yang diatur Perda. 72 Tahun 2005 sebagai berikut:  Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu perangkat desa adalah Sekretaris Desa. serta Pemerintah.Kepala Desa dipilih langsung melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) oleh penduduk desa setempat. 3) membina perekonomian desa. Perangkat Desa lainnya diangkat oleh Kepala Desa dari penduduk desa. Kab. unsur pelaksana dan unsur wilayah. 6) mewakili desanya di dalam dan diluar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukumnya. yang diisi dari Pegawai Negeri Sipil. 22 Tahun 1999 adalah: 1) memimpin penyelenggaraan pemerintah desa. Anggota BPD adalah wakil dari 13 ./Kota.  Bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa. Cara pemilihan Kepala Desa dapat bervariasi antara desa satu dengan lainnya. Perangkat Desa terdiri dari Sekretaris Desa dan Perangkat Desa Lainnya. Perangkat Desa Perangkat Desa bertugas membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Badan Permusyawaratan Desa Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Sekretaris Desa diangkat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atas nama Bupati/Walikota.  Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan dengan hukuman paling singkat 5 tahun.  Penduduk desa setempat. 4) memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat desa. yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.  Berpendidikan paling rendah SLTP atau sederajat.  Belum pernah menjabat Kepala Desa paling lama 10 tahun atau 2 kali masa jabatan.  Setia kepada Pacasila sebagai dasar negara. Kepala Desa dibantu oleh perangkatperangkat desa lainnya baik dari unsur staf. 5) mendamaikan perselisihan masyarakat di desa. UUD 1945 dan kepada NKRI. Dalam menjalankan tugasnya tersebut. 2) membina kehidupan masyarakat desa. Syarat-syarat menjadi calon Kepala Desa sesuai Peraturan Pemerintah No. perangkat desa juga mempunyai tugas untuk mengayomi kepentingan masyarakatnya. Tugas dan Kewajiban Kepala Desa sebagaimana yang diatur dalam pasal 101 UU No. Pemilihan Kepala Desa dan masa jabatan kepala desa dalam kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan yang diakui keberadaannya berlaku ketentuan hukum adat setempat.

Lembaga kemasyarakatan Di desa dapat dibentuk lembaga kemasyarakatan. hasil gotong royong Bagi hasil Pajak Daerah Kabupaten/Kota bagian dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah bantuan keuangan dari Pemerintah. Masa jabatan anggota BPD adalah 6 tahun dan dapat diangkat/diusulkan kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat.penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah. Keuangan desa Penyelenggaraan urusan pemerintahan desa yang menjadi kewenangan desa didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa). Belanja Desa dan Pembiayaan. Salah satu fungsi lembaga kemasyarakatan adalah sebagai penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan. golongan profesi. pemangku adat. pasar desa. Hubungan kerja antara lembaga kemasyarakatan dengan Pemerintahan Desa bersifat kemitraan. Penyelenggaraan urusan pemerintah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa Sumber pendapatan desa terdiri atas: Pendapatan Asli Desa. Pimpinan dan Anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa. BPD berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa. Penyelenggaraan urusan pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa didanai dari APBD. hasil swadaya dan partisipasi. Lembaga kemasyarakatan ditetapkan dengan Peraturan Desa. bangunan desa). dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan. Pembentukan Desa (Pembagian Administratif Desa) Desa dibentuk atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal-usul desa dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Kepala Desa bersama BPD menetapkan APB Desa setiap tahun dengan Peraturan Desa. Pinjaman desa       APB Desa terdiri atas bagian Pendapatan Desa. hasil kekayaan desa (seperti tanah kas desa. yakni lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat. Pemerintah Provinsi. atau pembentukan desa di luar desa yang telah ada. menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Rancangan APB Desa dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa. antara lain terdiri dari hasil usaha desa. atau pemekaran dari satu desa menjadi dua desa atau lebih. Anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga. konsultatif dan koordinatif. Pembentukan desa dapat berupa penggabungan beberapa desa. atau bagian desa yang bersandingan. bantuan pemerintah dan bantuan pemerintah daerah. pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat lainnya. 14 .

Pemerintah Desa Sibuk Pelayanan Birokrasi Fungsi sebuah pemerintahan dapat dikelompokkan menjadi: (1) Fungsi Pengaturan atau lebih dikenal sebagai fungsi regulasi dengan segala bentuknya. (2) Fungsi Pelayanan yang membuahkan keadilan dalam kehidupan bernegara di tengah masyarakat. termasuk pengelolaan sumberdaya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman. Desa yang berubah statusnya menjadi Kelurahan.) Pengembangan Desa Masa Kini Desa dalam UU dimaknai sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. kekayaannya menjadi kekayaan daerah dan dikelola oleh kelurahan yang bersangkutan untuk kepentingan masyarakat setempat. Perdesaan cenderung semakain terpuruk akibat keterkaitan kegiatan ekonomi antara sektor pertanian dengan sektor industri pengolahan dan jasa penunjang serta keterkaitan antara kawasan perdesaan masih sangat rendah. Kondisi ini tidak terlepas karena tingginya ketergantungan pada kegiatan budidaya pertanian sedangkan tingkat penguasaan lahan pertanian oleh rumah tangga petani masih sangat lemah. dan rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja perdesaan. Sedangkan Perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian. 3.Desa dapat diubah atau disesuaikan statusnya menjadi kelurahan berdasarkan prakarsa Pemerintah Desa bersama BPD dengan memperhatikan saran dan pendapat masyarakat setempat. pelayanan jasa pemerintahan. yang merupakan bagian wilayah kerja pemerintahan desa dan ditetapkan dengan peraturan desa. Lurah dan Perangkatnya diisi dari pegawai negeri sipil. Fungsi ini dimaksudkan sebagai usaha untuk menciptakan kondisi yang tepat sehingga tercipta kondisi yang kondusif atas keberlangsungan berbagai aktifitas dan terciptanya tatanan sosial yang baik di berbagai kehidupan masyarakat. Desa yang berubah menjadi Kelurahan. rendahnya akses masyarakat kepada sumber permodalan dan sumber daya ekonomi produktif lainnya. terbatasnya alternatif lapangan kerja. dan kegiatan ekonomi. serta terbatas dan belum meratanya tingkat pelayanan prasarana dan sarana dasar bagi masyarakat. berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembagian Administratif Padukuhan (Dusun) Dalam wilayah desa dapat dibagi atas dusun atau padukuhan. Sisi lain dari lemahnya perdesaan adalah rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan masyarakat perdesaan. dan 15 . Kondisi kawasan perdesaan pada umumnya bercirikan masih besarnya jumlah penduduk miskin. Desa mempunyai ciri budaya khas atau adat istiadat lokal yang sangat urgen. pelayanan sosial.

 pembagaan sosial dan ekonomi perdesaan sesuai dengan karateristik desa. banyaknya kegiatan bermuara pada pemerintah desa yang harus melaksanakan dan berbenturan dengan masyarakat karena adanya kebijakan atau fungsi pengaturan dan pemberdayaan yang “kurang tepat” untuk dilakukan di desa. dimana pemerintah mengarahkan masyarakatnya menuju kemandirian dan pembangunan demi terciptanya kemakmuran di dalam kehidupan masyarakat. Program demokratisasi dengan pemilihan langsung dari bupati. 16 . terdapat beberapa bagian kegiatan yang ”selayaknya” dilakukan oleh Pemerintah Daerah yaitu:  memberikan bantuan usaha. berakibat pada aparatur pemerintahan desa “hanya” disibukkan dengan fungsi pelayanan dan fungsi pengaturan. Program pengemtasan kemiskinan dengan BLT dan raskin yang berakibat pada “hilangnya” kegotong royongan masyarakat desa.  memberi kemudahan untuk mendapatkan status kepemilikan lahan.(3) Fungsi Pemberdayaan. Perlu dibangun sebuah kesadaran berpikir global bertindak dan berlaku lokal untuk kemajuan masyarakat desa. dengan kondisi semua kebijakan dan program berhubungan dengan masyarakat dilakukan oleh pemerintah desa.  memberikan pendampingan dalam menyusun perencanaan pembangunan perdesaan. dan/atau  memberikan kemudahan dalam penggunaan dan pengembangan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan kearifan lokal. Dari sekian banyak departemen di tingkat pusat. Tantangan industrialisasi dan teknologi adalah bagian lain yang menjadi sangat penting dalam pembinaan kesiapan mental masyarakat untuk menerimanya. Masyarakat tidak cukup sebagai pemakai tetapi harus menjadi pemanfaat dari kemajuan industri dan teknologi.  mengembangkan lembaga keuangan di perdesaan. Sumber daya manusia. sumber daya alam.  keterampilan dan penyuluhan. Hanya melalui pendidikan yang terus-menerus. semua merupakan bagian yang penting untuk “dicerdaskan” dalam koordinasi yang tepat demi kemajuan desa. gubernur sampai presiden yang pada akhirnya menghasilkan “politik transaksional sesaat” dan banyak program dan kebijakan lain yang kurang tepat sasaran dan tepat guna. Dengan kecerdasan dari masyarakat desa dan pemerintah desa. maka diharapkan akan lahir pelopor pemberdayaan desa yang sebenarnya.  menjamin ketersediaan lapangan kerja sesuai potensi desa. Dalam pemberdayaan masyarakat desa. Dalam tata kelola pemerintah di tingkat desa. sumber daya sosial. Pelopor pemberdayaan desa ini bisa perangkat desa maupun warga masyarakat desa itu sendiri. maka akan dapat diraih perubahan mental di kalangan masyarakat desa. Pemberdayaan Desa Dalam rangka pemberdayaan baik desa maupun pemerintah desa yang menjadi sangat penting adalah fungsi negara yang pertama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

tetapi juga dibutuhkan pengelola (manager) yang handal untuk melihat potensi dan mengembangkan untuk keperluan kesejahteraan masyarakat desa. masyarakat desa bisa mengakses dan mengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI). untuk dataran rendah (pesisir). Berdaya tanpa Bantuan Pemerintah Dengan kesadaran untuk maju bersama dari masyarkat desa. yaitu dengan membuat dan menjalankan bursa komoditas. Pada bagian lain. Tidak hanya dibutuhkan pemimpin (leader) untuk memajukan desa. beberap hal tersebut tidak dilakukan oleh pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten Kota. Daerah rawa untuk diisi dengan bibit ikan. Namun dengan beban politik dan birokrasi yang ada. dan lain-lain. 17 . maka dengan gotong royong masyarakat desa bisa dan mampu mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) praktiknya bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada di wilayahnya. dan sektor jasa sangat terbuka luas untuk dikembangkan seperti mengembangkan Koperasi Kredit. menumbuhkembangkan adat-istiadat dan budaya lokal. komunitas peduli desa dengan ketrampilan. pengembangan tanaman organik. di desa tipikal dataran tinggi. Dalam rangka peningkatan ekonomi pedesaan bisa dengan memanfaatkan lahan yang kosong untuk kegiatan yang produktif. Keberanian memulai dengan kekuatan sendiri atau swadaya adalah semangat yang harus dibangun oleh masyarakat desa itu sendiri. Kembali lagi pada hal yang sangat penting adalah kesiapan desa dan pemerintah desa untuk menerima dan mencermati kebesediaan komunitas peduli desa (relawan desa) dalam peran sertanya ikut mengembangkan desa. kemampuan akses. Jasa pembayaran online dan yang lainnya. dan kewirausahaan adalah elemen yang sangat diharapkan partisipasinya.

Merasa harga diri dilecehkan oleh sikap sewenang-wenang lelaki kaya raya yang berasal dari seberang. Pemimpin suku Dayak. maksudnya gagah perkasa dalam sikap dan perbuatan. langit adalah ayah dan angin adalah nafas kehidupan. para pangkalima yang diundang datang dan berkumpul di pulau Kupang. Dengan demikian Kemanapun pergi. Singkat kata. bila kaki telah berpijak dibumi takut dan gentar tak akan pernah mereka miliki. dimanapun berada. Pasukan Nyai Undang yang didukung oleh para pangkalima handal berhasil memenangkan pertempuran. Totok bakakak berarti sandi atau kode atau bahasa isyarat yang umum dimengerti masyarakat suku Dayak.) Konsep Kepemimpinan Suku Dayak Khususnya di Daerah Kalimantan Tengah Suku Dayak amat taat dan setia kepada pemimpin yang telah mereka akui sendiri. untuk mendapatkan pengakuan dari penduduk. tetapi ia juga mampu mengontak dan melobi mereka dalam waktu yang sangat singkat. Apa yang diucapkan benar dan berguna. seorang pemimpin harus benar-benar mampu mengayomi dan mengenal masyarakatnya dengan baik. berani bertanggung jawab. Dalam sikap dan perbuatan selalu adil. ia mampu mengkoordinir kekuatan para pangkalima atau panglima suku yang tersohor kemampuannya. Pemimpin yang disegani ialah pemimpin yang mampu dekat dan memahami masyarakatnya antara lain bersikap: o Mamut Menteng. Namanya Nyai Undang. dari masyarakat. Sesungguhnya Nyai Undang telah memiliki kekasih hati. Nama baik bahkan jiwa raga dipertaruhkan demi keberpihakannya kepada warganya. namun justru sebaliknya. oleh seorang lelaki kaya raya. Demi keberpihakan kepada warga sukunya. bukan seorang yang hanya memberi perintah atau menerima pelayanan lebih. namun dari apa yang telah ia lakukan. kota Pamatang Sawang yang terletak di wilayah Kalimatan Tengah sekarang ( Disini kota artinya benteng pertahanan yang terbuat dari kayu tabalien/kayu ulin/kayu besi atau dapat pula terbuat dari batu ).IV. Lamaran tersebut juga diiringi ancaman bahwa apabila ditolak maka peperangan tidak dapat dihindarkan. Namun akibat kecantikannya yang sangat tersohor. Di lain pihak. Dalam sekejap. Tombak bunu tersebut dikirimkan ke segala penjuru untuk mengundang para pangkalima untuk segera hadir ditempatnya. Dalam bahasa isyarat apabila mengirimkan lunjo buno berarti minta bantuan karena akan ada serangan. Berani berbuat. Lunju Bunu adalah totok bakakak. pertempuranpun meletus di Pulau Kupang. Bagi mereka tanah adalah ibu. Sarana komunikasi yang digunakan adalah Lunjo Buno atau Ranying Pandereh Bunu atau Renteng Nanggalung Bulau yaitu tombak yang diberi kapur sirih pada mata tombak. Ia disegani bukan dari apa yang ia katakan. Sikap mamut menteng yang dilengkapi dengan tekad isen mulang atau pantang menyerah telah mendarah daging dalam kehidupan orang Dayak. ia dilamar lengkap dengan emas kawin yang memukau. Tidak dapat dipungkiri kenyataan itu sebagai akibat kedekatan manusia Dayak dengan alam. Bukan saja mengkoordinir. KONSEP KEPEMIMPINAN DI BERBAGAI DAERAH NUSANTARA 1. para pemimpin dan pangkalima perang 18 . Salah satu contoh sikap mamut menteng dan keberpihakan para pemimpin Dayak kepada warga sukunya jelas terlihat dalam kisah perempuan pejuang Dayak.

raga dengan rutin dan berkala. Cahaya matanya memancarkan keadilan. o Bahadat maksudnya beradat. Dimanapun berada. Sikap demikian tentu saja mengagetkan pemilik rumah namun meninggalkan kenangan indah kepada keluarga yang dikunjungi. Kecerdikannya mampu menjadikan dirinya sebagai seorang pemberi inspirasi bahkan sebagai seorang the greatest inspirator bagi warganya.dengan tulus dan ihklas siap bergabung untuk bersama maju perang menanggapi ajakan seorang warga suku yang merasa dilecehkan. keakraban yang tidak dibuat-buat. ia akan selalu disenangi dan disegani. Mereka tidak takut ditertawakan. sehingga kendali diri pegang peranan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. menarik. Bukan hanya mengerti dan memahami hukum adat dan hukum pali dengan baik. Sebagai contoh. seorang pemimpin Dayak dalam kesibukannya selalu berusaha meluangkan waktu maja atau mengunjungi rumah warganya dengan keakraban yang tidak dibuat-buat. Segalanya dilakukan dengan tulus dan kesungguhan sehingga kelecakan atau kesombongan rontok berkeping-keping. ia telah terlebih dahulu menditeksi segala kemungkinan yang bakal terjadi dilingkungannya. mana yang salah. tetapi maja atau berkunjung tersebut dilakukan karena memang mereka senang melakukannya. Berani berlaku tidak adil konsekwensinya hukuman akhirat akan diterima setelah kematian terjadi. serta membersihkan dan menyucikan jiwa. menjadikan seorang pemimpin suku Dayak memiliki kepekaan yang tajam. Kokoh kilau sanaman yang artinya sekokoh besi. tidak takut pula akan adanya penghianatan. Maksudnya mereka tidak bersikap sok akrab untuk mendapatkan dukungan. Semua ini secara otomatis akan muncul apabila segala tugas dan tanggung jawab dilaksanakan dengan ihklas tanpa pamrih. namun nyata terlihat dalam tindakan sehari-hari. Kemampuan dalam berkomunikasi dengan warganya. o Harati berarti pandai. Disamping pandai ia juga seorang yang cerdik dalam arti positif. karena pada dirinyapun tidak terbersit sedikitpun niat untuk berkhianat pada warganya. Peka maksudnya sebelum peristiwa terjadi. Pemimpin yang berjiwa mamut menteng siap serahkan jiwa raga demi mengayomi dan keberpihakan kepada warga masyarakatnya. Terkadang tanpa diduga kunjungan mendadak tersebut dibarengi permintaan makan kepada keluarga tersebut. o Bakena berarti tampan/cantik. Telinganya selalu terbuka bagi siapapun. perlindungan. dan bijaksana. Hal ini bukan berarti bahwa pemimpin 19 . menata sikap untuk tetap kokoh berpegang pada tujuan agar tidak mudah terombang ambing. o Bakaji maksudnya berilmu tinggi dalam bidang spiritual. Mampu membedakan mana yang benar. Lebih luas maksudnnya Inner beauty yaitu ketampanan/kecantikan yang terpancar dari dalam jiwa. Ia selalu berusaha untuk mencapai hening. rasa aman dan bakti. Ranying Hatalla atau Allah Yang Maha Kuasa turut serta mengawasi setiap tindakan yang dilakukan oleh para pemimpin. o Barendeng berarti mampu mendengarkan informasi juga keluhan warganya. Saat hening adalah saat yang paling tepat untuk berdialog dengan diri sendiri.

sabar. Memang. Dalam buku “More About Beyond Leadership” tulusan Dr. 7075). Ternyata nilai-nilai yang penting yang harus dimiliki pemimpin ada dalam budaya Jawa. pemimpin Dayak mengetahui banyak situasi dan kondisi setiap keluarga. seorang pemimpin mampu menangkap dan merekam luka. api. sedangkan “brata” artinya langkah. Secara etimologis. dan kemarahan terpendam warganya. maka nilai-nilai kepemimpinan Jawa yang sudah ditanamkan sejak awal pada diri seseorang di dalam budayanya akan membuat seseorang menjadi pemimpin yang efektif. Salah satu contoh dalam kehidupan sehari-hari dapat disaksikan dalam tradisi mihup baram atau minum tuak. air.suku Dayak hanya menghabiskan waktunya dengan menerima kunjungan warga untuk berkeluh kesah dan bersilaturahmi dengannya. zaman telah berganti. Budaya Jawa memberi kesan bahwa nilai-nilai budayanya menekankan kehalusan budi dan cerita serta etikanya dalam dengan falsafah nilai. 2. maka visi dan misi dipastikan tidak akan ada artinya.) Nilai Kepemimpinan Jawa Mitos kepemimpinan di Indonesia mengatakan bahwa “pemimpin bangsa Indonesia sebaiknya orang Jawa” sebenarnya memiliki makna yang kadangkala ada benarnya. Tradisi babusau sebagai sarana merekam isi hati warga masyarakat sudah seharusnya ditinggalkan karena terlalu besar resikonya. Hal ini terjadi dimasa lalu. Apa yang tertulis disini hanya sebagai kisah masa lalu. bulan. tidak pernah mengeluh. tetapi nilai budaya Jawa diajarkan di semua lini strata sosial mulai dari elit sampai ke rakyat jelata. angin. Salah satu nilai penting dalam kepemimpinan adalah ajaran Hasta-Brata (atau HastoBroto) yang asal mulanya dari India (Jakarta: Elex Media Komputindo. hal. 2008. Etika Kepemimpinan dalam masyarakat Jawa dikenal dengan istilah “Hasta Brata”. babusau atau mabuk atau minum minuman yang mengandung alcohol hingga mabuk. kekecewaan. tanah yang menggambarkan sifat teguh. Walaupun nilai-nilai kepemimpinan ada di setiap suku dan perlu digali karena tidak kalah maknanya. Secara terminologis berarti delapan langkah yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam mengemban misi kepemimpinannya. Djokosusanto Moeljono yang salah satu bagiannya membahas juga tentang kepemimpinan Jawa. dan menerima apa adanya yaitu 20 . Ia telah menyediakan hati dan telinganya untuk menampung dan mendengarkan lalu mengolahnya menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawabnya. termasuk di dalamnya etika kepemimpinan. pemimpin Dayak selalu berusaha mengendalikan kesadarannya sehingga dengan sarana mihup baram sampai babusau atau minum baram hingga mabuk. Bila di literatur kepemimpinan Barat penekanan kepada pentingnya setiap organisasi membangun nilai-nilai utama (core values). tidak membeda-bedakan. Sekalipun dalam keadaan mabuk. salah satu kehebatan Indonesia adalah begitu beragamnya suku dan kaya akan nilai-nilai kehidupan yang luar biasa. Bila kepemimpinan tanpa nilai-nilai. Tanpa bertemu langsung dengan orang perorang. angkasa. sehingga dia menjadi suatu yang nampak dalam praktika. menerima segalanya. “hasta” artinya delapan. Istilah ini diambil dari buku Ramayana karya Yasadipura I yang hidup pada akhir abad ke-18 (1729-1803 M) di keraton Surakarta. dan bintang.  Pertama. matahari. Langkah-langkah tersebut mencontoh delapan watak dari benda-benda di alam yakni bumi (tanah). kuat.

di mana berani membakar segala kekurangan dan memperbaiki kembali sehingga menjadi lebih baik. Keenam. Ini menyatakan pemimpin harus ada di di segala lapisan masyarakatnya dan dekat dengan mereka tanpa membedakan berdasarkan status sosialnya. Pemimpin yang berlaku demikian akan membuat mereka tahu apa yang dikehendaki rakyatnya. Memang apa yang disebutkan dalam Hasta-Brata ini masih idealisasi nilai kepemimpinan karena realitanya hampir tidak ada pemimpin yang begitu memiliki kesempurnaan ini. Kelima. di mana saja ada. Kedelapan. Seorang pemimpin adalah mereka yang mampu membangun daya hidup dan mendorong bawahan atau rakyatnya untuk dapat berkarya. Di sini pemimpin harus menjadi teladan bagi bawahan atau rakyatnya. Gambaran tanah adalah sepatutnya menjadi watak pemimpin yang memiliki ketangguhan dan tidak mudah cengeng.       apa yang jatuh di atasnya baik yang baik maupun buruk. bulan menggambarkan sinar terang yang diberikan pada waktu malam. Ia juga harus mampu mengendalikan diri terhadap masukan yang pisitif dan negatif dengan penuh kesabaran. Namun dengan memiliki nilai-nilai kehidupan seperti ini kita akan bisa lebih efektif sebagai pemimpin. api menggambarkan panas sekaligus suci. Kewajiban memiliki “core values” pada setiap pemimpin ternyata nilai itu telah ada sejak lama di bumi ini yaitu langkah kepemimpinan “Hasta-Brata”. air dilambangkan dengan mengalir ke mana-mana dan seimbang dirasakan semua. sebagaimana yang ditulis dalam Hasta-Brata ini. angin menggambarkan keberadaannya di segala tempat. 3. rasa aman. maka nilai-nilai kepemimpinan Jawa ini harus mulai dipelajari kembali. Pemimpin harus tampil berani dalam penegakan hukum. dan kepercayaan kepada rakyat ketika sedang mengalami krisis dan berbagai kegelapan yang dihadapinya termasuk mengangkat dari kebodohan. Mudah-mudahan pemimpin di negeri kita mampu terus belajar meningkatkan nilai-nilai itu.) Pemimpin Batak 21 . bintang menggambarkan suatu benda alam yang menjadi pedoman atau kompas. dan tidak mudah dipengaruhi untuk berubah-ubah pikiran. karena ketika kredibilitas kepemimpinan menurun. angkasa adalah berbicara tentang keluasan dalam menampung apa saja. Ketiga. kata dan laku masih seperti pepatah “jauh panggang dari api”. Keempat. Maka di sini pemimpin harus mengusahakan kemakmuran dan kesejahteraan secara merata dan sama-sama memiliki derajat yang mulia. matahari lambang dari sumber energi yang menopang kehidupan semesta dan segala yang ada di bumi. Pemimpin patut menjadi orang yang memberikan terang yaitu semangat. Pemimpin sepatutnya memiliki keluasan hati dan mempunyai hati yang luas sehingga dapat menerima masukan dari bawahannya. Ketujuh. tegas dan tuntas tanpa memandang bulu. Kedua.

Penyempurnaan ini. telah melunturkan tatanan yang ada dengan meng-generalisasi-kan kelembagaan masyarakat dan peraturan secara nasional. Proses sentralisasi diakui atau tidak. Untuk memenuhi syarat “harajaon” yang memiliki criteria sarat moral. dilakukan sebuah upacara dan mohon doa kepada Mulajadi supaya kelak anak yang dikandung layak jadi pemimpin dan memiliki kehidupan yang layak.Batak. merencana. adat dimaknai seperti kegiatan rutin dalam proses perkawinan. rukun dan demokratis. masyarakat Batak modern menganggap budaya Batak itu sebatas “paradaton” dengan kaitan kekerabatan “partuturon” dengan dihiasi unsur seni tradisional musik dan tari. merupakan implementasi aturan hukum dalam pergaulan itu yang tidak terpisah dari ketataprajaan “bius”. Sadar atau tidak kebenaran itu mulai nyata. tatkala masyarakat terpaku mengikuti assesori budaya dan pada akhirnya sudah kehilangan makna. Adat istiadat. Tang. Kebudayaan/Adat sudah mulai berkurang kekuatan daya untuk menggerakkan partisipasi dan keswadayaan tatkala masyarakat adat/budaya tergantung pada hiasan (assesori) budaya itu. Semasa dalam kandungan misalnya. Kelahiran merupakan proses awal melihat munculnya seseorang baru yang diharapkan muncul jadi pemimpin masa depan. Kebudayaan masyarakat saat ini hanya dianggap sebagai rutinitas. sulit dipisahkan arti pemimpin “monarki” dalam memahami demokrasi. disempurnakan dengan adanya aturan. bobot pada keturunannya. Hubungan ini diatur pula dengan system ketataprajaan dalam konsep bius di beberapa wilayah yang telah “disempurnakan” menurut standart yang tersirat. Tapi jelas terlihat arti proses demokrasi batak dan proses munculnya kepemimpinan sesuai aspirasi masyarakat. Batak telah memiliki bahasa dan alpabet. kelahiran dan pesta tugu tanpa memahami lagi makna ketataprajaan dan makna kepemimpinan. mekanisme proses kehidupan bermasyarakat. diartikan dengan berjalannya proses munculnya keteraturan dan kepemimpinan pejuang untuk kehidupan damai. Anak Magodang “Tang”. pengharapan “mombang marsundut” yaitu menurunkan “nilai kepemimpinan” kepada generasi penerus ditanamkan hingga dalam tahap menuju dewasa. Dalam kebudayaan batak. Kearifan dalam hubungan kemasyarakatan dan proses kepemimpinan sudah hampir dilupakan dengan teori kepemimpinan baru dalam peradaban masa sekarang ini. adalah suku bangsa yang telah memiliki peradaban diantara suku yang ada di Indonesia. bersikap. kematian. Dengan berbagai ragam muatan dengan metode pengajaran tradisional. Kenyataan. bebet. dan bekerja. Saat ini. dilihat dari kedewasaaan fisik dan berpikir. masyarakat Batak sudah mulai melakukan penggemblengan bibit. yang bagi kalangan intelektual dan perilaku bisnis sudah menjemukan dan bertele-tele tanpa makna. Dari kemampuan inilah 22 . merupakan proses pertama dilakukan kepada seorang anak menguji kemampuan berpikir. Melihat kenyataan ini. bertindak dan mengambil keputusan. Anak Tubu.

Merupakan istilah umum yang sering didengar hingga saat ini. Napinajolo. Disini dia diuji kemampuannya melakukan tugas perutusan atau duta dalam tingkat musyawarah yang formal seperti horja. Dalam tahap ini proses pendewasaan semakin dimatangkan. tata bicara. sebuah keluarga sehingga disebut “anak mangoli atau boru muli” dalam sebuah perkawinan . Na-Pinaraja dapat diartikan mewakili ayahandanya yang diakui sebagai Raja dalam klannya dan Horja. Bila terjadi kesalahan dan kegagalan atas keputusannya. Dalam harajaon klannya. kreasi dan rancangan keputusan yang bersifat internal kekeluargaan dalam kerabat terdekat yang disebut “na satataring” Natunggane. perilaku. Anak Manjae. “natunggane” adalah tingkat pertama menuju keterwakilan dalam “harajaon”. Dia diberi peluang berkompetisi (awal) melakukan perbuatan yang bermanfaat dan layak diterima masyarakat. Tahap ini adalah merupakan tingkat kedewasaan pemikiran dan peran yang lebih luas dalam hubungan kemasyarakatan.dia diberangkatkan ke alam baru. dia sudah diberi wewenang pengambilan keputusan awal. Proses pembekalan masih tetap berlanjut hingga mampu mendirikan sebuah keluarga yang mandiri. Dia harus memahami bahwa dalam tradisi Batak tidak ada kesalahan yang tidak mendapat hukum. manakala seseorang diutus di depan mewakili kelompok marga menjadi “raja parhata”. Raja ini adalah sosok formal yang individual. Pinaraja. bius dalam melakukan tugas adat maupun musyawarah sosialisasi hukum kemasyarakatan dan hukum adat. Dalam hubungan masyarakat. Raja hanya memberikan pertimbangan. Dalam harajaon yang tertata dalam bius dulunya. Sikap. Saat itu dia berada dalam tingkatan “anak manjae” (mandiri). Dapat juga dalam keterwakilan dalam adat istiadat. Ini dinilai sejak dia dalam proses anak magodang (dewasa) tadi. Dia dicoba membawakan peran seperti halnya yang diwakilinya. Akan diberikan kesempatan memberikan pandangan. Pendewasaan “kepemimpinan” formal dalam harajaon batak harus ada garis tegas yang diberlakukan sebagai monitoring dan evaluasi. Dia dilepas melakukan kendali sendiri berdasarkan kekuatan yang ada. kemampuan berstruktur dan yang paling utama dinilai adalah hasil dari apa yang dilakukannya. Seseorang yang mewakili “harajaon” turun temurun dalam klannya. maka dalam musyawarah semua kesalahan akan diambil pertimbangan “dipabenda” ditarik tugasnya sementara waktu dan diambil alih raja yang memberikan penugasan sebelumnya. Kebiasaan ini masih terlihat saat ini dalam acara adat. Bagi calon 23 . Dia legal formal mewakili klannya dalam musyawarah dan pengambilan keputusan dalam tingkat horja.

) Asta Dasa Berata Pramiteng Prabu Ajaran Kepemimpinan Gajah Mada (Hindu-Bali) Arti kata Asta Dasa Berata Pramiteng Prabu: Asta Dasa artinya 18 (delapan belas). Raja Kita pisahkan sementara pemahaman saat ini seperti raja yang berlaku bagi setiap orang batak sebagai status “hula-hula” dalam “partuturon”. Mereka yang menajdi tokoh pelaku dalam proses upacara adat batak. Dia tidak lagi mengalami euphoria kepemimpinan. Ini tidak lagi bermasalah karena semenjak muda sudah digembleng dan dibekali beragam pengalaman yang didelegasikan kepadanya. adalah sebutan santun kepada seseorang walau tidak didasari kapasitas dan otoritas kepemimpinan. Kriteria harajaon kurang dipenuhi sifat-sifat kepemimpinan untuk mendapatkan kenyamanan mendapatkan sebutan itu. adalah Raja dalam status kekerabatan.pemimpin yang karismatik. Mereka memiliki raja pendukung sesuai peran dan tugas yang sebutannya. Asta Dasa Berata Pramiteng Prabu artinya 18 (delapan belas) kewajiban pokok pengendalian diri seorang pemimpin. Dalam pemahaman ini. Dia yang menjadi perutusan kekerabatan “partuturon” dalam suatu acara adat. Pramiteng Prabu artinya Raja (Kepala Negara). hingga Filipina selatan. Gajah Mada Keturunan Dewa Brahma Patih Gajah Mada populer sebagai seorang tokoh nasional pada masa kejayaan Majapahit. Egalitarian Batak tanpa batas menjadi sangat ringan menyatakan “ai sude do raja” semua adalah raja. Salah satu karya sastra tersebut adalah Kakawin (nyanyian sakral) 24 . Banyak karya sastra dan mitos yang berkaitan dengan tokoh yang mempersatukan Nusantara sampai ke Kepulauan Madagaskar. Berata artinya pengendalian diri yang merupakan kewajiban pokok seorang pemimpin. Pemimpin utama adalah yang bendapat sebutan “pangulu Bolon” Kedua. Kita mengartikan seseorang yang melanjutkan “harajaon” yang dipangku orangtuanya sebelumnya. Keempat. Biasa dalam ucapan sehari-hari kepada pihak hula-hula. adalah seorang pemimpin yang memegang kendali penegakan hukum dan pensejahteraan masyarakatnya. adalah Raja sebagai pemimpin formal. tapi dia dihormati karena kepribadiannya itu. Pertama. hukuman “dipabenda” adalah sangat berat dan berdampak luas kepada dirinya menjadi seorang bijaksana atau menjadi pecundang. Stuktur “suhi ni ampang naopat” adalah komposisi formalnya. 4. Walau tidak formal memiliki otoritas kepemimpinan. Ketiga. Penganugerahan gelar Raja akhirnya menjadi mudah. Raja dalam pengertian tradisi batak ada beberapa pemahaman. ada yang berbeda pada wilayah beda. adalah Raja menjadi sebutan karena sifat dan karakternya yang terpuji. Mereka pemimpin komunitas dalam satu wilayah “huta dan bius”. Hukum harajaon untuk pemimpin batak harus diemban dipundaknya. Malaysia.

Dalam KGM ditemukan berbagai taktik. seperti ajaran kepemimpinan yang populer dengan nama Asta Berata yang dituangkan dalam kakawin Ramayana. namun dapat membuat kejutan dengan menunjukkan sifat-sifatnya yang tidak terpuji. terutama raja (4) Kejayaan batin didapat berkat sifat-sifat tersebut di atas pada guru agama dan pada ajaran-ajaran yang terdapat dalam kitab agama sebagai persiapan menuju Moksa (rohani dan jasmani langsung ke Sorga Loka). Gajah Mada dijadikan sarana citra. Gajah Mada adalah penjelmaan Sang Hyang Narayana (Dewa Wisnu) ke atas dunia. Penyair KGM menganggap Gajah Mada seorang yang digjaya Nindyeng sarat (jaya tidak tercela di seluruh dunia). Gajah Mada mampu memotivasi sesamanya. 25 . yang ditampilkan sebagai berikut: Gajah Mada sebagai Keturunan Dewa Brahma. Seorang pemimpin hendaknya : 1) Rajin sembahyang. Karena dalam agama Hindu. Digambarkan bahwa sejak anak-anak. digambarkan kesempurnaan dirinya yang mampu memasukkan dewa-dewa kahyangan ke dalam tubuhnya. meskipun ditulisnya juga bahwa kepercayaan orang Bali. ketaatan dan kesetiaannya pada mereka yang diabdinya. keluarga serta keturunannya sebagai anggota yang terhormat dari masyarakatnya. ialah sebagai pencetus gagasan-gagasan yang dapat mengantarkannya mencapai kedudukan yang tinggi sebagai Mahapatih kerajaan Majapahit (3) Kejayaan dalam pemikirannya didapat berkat keturunannya yang agung dan juga karena bakti. Gajah Mada suka sembahyang atau meditasi. misalnya dalam menghadapi Kebo Wawira (Kebo Iwa) (2) Jaya secara lahiriah. terutama dalam memajukan sistem pertanian. Meditasi sering dilakukan malam hari dan sering mendapatkan vision (penglihatan) dewata yakni mendapat petunjuk dari dewa Brahma. sifat-sifat kepemimpinan yang menonjol biasanya diambil dari sifat-sifat dewa Wisnu atau Narayana. Sumber ajaran kepemimpinan Asta Berata ini adalah Kitab Manawa Dharma Sastera. Dalam KGM. Ajaran kepemimpinan dalam KGM dapat dijumpai pada bagian awal hingga akhir dari karya sastra kakawin ini. Demikian juga Gajah Mada disebutkan mampu tampil sebagai Dewa asmara yang tampan. 3) Mampu memberi semangat dalam kerja keras dan berat. ayah spiritualnya. Sebagai tokoh. yang tampak dalam setiap penjelmaan (awatara-awatara)-Nya.Gajah Mada (disingkat KGM). Tentunya ada pula hal-hal negatif yang tidak patut untuk diteladani. Tokoh Gajah Mada begitu dikagumi. 2) Menjadi pelopor dan memiliki wawasan ke depan. Pengarang kakawin adalah Ida Cokorda Ngurah dari Puri Saren Kauh Ubud. meditasi atau samadhi. Dalam KGM tidak hanya mitos tentang Gajah Mada. Gajah Mada selalu menjadi pelopor dan mengambil inisiatif yang pertama serta bekerja keras diantara temanteman sebayanya. sehingga terbentuk berbagai mitos tentang dirinya. dan ajaran kepemimpinan yang dilaksanakan Mahapatih Gajah Mada yang relevan untuk dikaji dari perspektif model kepemimpinan Hindu dalam masyarakat Bali. cemerlang dan jaya yaitu: (1) Tokoh yang pada mulanya datar. strategi. Gajah Mada adalah sosok orang Indonesia berdarah rakyat.

Hal ini tampak mengkirstal dalam 10 butir ajaran kepemimpinan dalam KGM. Penyusun KGM rupanya telah membaca semua referensi dalam naskah-naskah Bali. dan melaksanakan upacara yadnya. Dengan cara demikian itu Gajah Mada akan mudah melihat wajah raja Bali pada saat itu. dan memuji Kebo Wawira (Kebo Iwa) supaya bersedia mengawini putri Jawa tersebut. 7) Senantiasa menuntut ilmu pengetahuan. Karena penampilannya yang sopan dan ramah. khayangan tiga. 5) Mampu menarik simpati. apalagi yang bersangkutan sedang menikmati makanan. Tidak menghina rakyat jelata. cerdas dan kreatif. Pembagian wilayah serta menempatkan penguasa dengan Sistem Majapahit di Bali. 26 . 8) Senantiasa melindungi warga dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. banjar.Kharismanya tampak sejak anak-anak. Gajah Mada diutus oleh raja Jawa yang mempunyai putri yang sangat cantik. dan senantiasa melakukan tapabrata dan semadhi. yakni melakukan penipuan. Hal ini tampak ketika Gajah Mada pertama kali mengabdikan dirinya di istana maha patih yang sudah mulai tua yang bernama Arya Tadah. tidak mementingkan kesukaan duniawi. menghargai para pahlawan. Kecerdasan Gajah Mada tampak pula ketika ia ingin mengetahui wajah asli raja Bedahulu dengan cara minta dijamu sayur pakis yang utuh sedepa panjangnya. tunduk kepada aturan (hukum). baik terhadap raja Majapahit yang menghubungkan bahaya kelaparan di Majapahit akibat perbuatan raja Bali. termasuk memimpin sidang. 9) Seorang pemimpin hendaknya gagah berani. 10) Menghormati orang bijaksana. Dalam berbagai kesempatan Gajah Mada digambarkan dapat memimpin sidang. mempelajari kitab suci. Demikian pula ia telah menipu Kebo Wiwara dan Pasung Grigis. akhirnya Kebo Wawira (Kebo Iwa) berhasil ditipu oleh Gajah Mada. dan subak. Warisan monumental beliau adalah dengan adanya sistem pemrajan. menegakkan keadilan. memiliki keterbukaan dan memimpin yang memberikan kesejukan kepada bawahannya. bertanggung jawab. dan kemudian dia dikawinkan dengan putrinya yang bernama Dyah Bebed. minumnya satu bumbung legen. 6) Sopan dan ramah. hal ini tentu mengurangi kredibilitas kepemimpinan yang dilakukan Gajah Mada. Gajah Mada sangat sopan dan ramah ketika ia ditanya oleh Kebo Wawira (Kebo Iwa) dan Pasung Grigis tentang maksud kedatangannya ke Bali. ia bersedia makan dihadapan raja. lauk pauknya setumpuk usus ayam. dan tangguh dalam menghadapi berbagai masalah. Walaupun ajaran tersebut sangat ideal namun Gajah Mada juga melakukan strategi atau taktik politik yang licik. dan tidak menjilat kepada penguasa (atasan). hatinya terbuka dan kata-katanya manis bagai air kehidupan. Dalam khasanah sastra Bali memang terdapat adigium musuh wenang linyokin (musuh dapat ditipu atau dibohongi). dan raja tidak boleh membunuh utusan raja Majapahit ini. Sistem ini rupanya merupakan kelanjutan dari sistem yang diterapkan pada zaman Bali kuno yang dikenal sebagai ajaran Mpu Raja Krita yang menjabat sebagai Senapati Kuturan yang kemudian lebih populer dengan sebutan Mpu Kuturan. 4) Ahli memimpin. kemana Gajah Mada pergi diikuti oleh temanteman sebayanya. tiada duanya di Wilatikta.

berburu. maka dipastikan berdampak merosotnya kehidupan masyarakat yang dipimpin. Dan perlu diingat tiga hal yang membuat pemimpin itu rusak ialah judi. Ajaran kepemimpinan dalam KGM rupanya tidak jauh bila dikaji dari perspektif model kepemimpinan Hindu dalam masyarakat Bali. Setiap orang jadi pemimpin dirinya sendiri. barulah ia menjadi pemimpin orang lain. Arjuna. Sudah beberapa kali ia kalah.Sistem inilah yang ditengarai mampu membentengi Bali dari berbagai perubahan akibat perkembangan kehidupan. Sebut saja Yudistira dalam Mahabharata. sampai era globalisasi dewasa ini. Seorang pemimpin masyarakat tidak lepas dari kepemimpinan handal yang ada pada dirinya sendiri. Namun semakin menjadi-jadi. Sahadewa. sampai-sampai ia mempertaruhkan kerajaannya. kita memahami bagaimana seharusnya seorang pemimpin berbuat demikian pula bagaimana seharusnya seorang anggota. bermain wanita. Dengan mengerti kepemimpinan. dan para Resi Bhagawan sebagai penasehat.7. Jika sudah mampu memimpin diri sendiri. terburu nafsu menggebu dan hilangnya keseimbangan jiwa. Konsep atau ajaran kepemimpinan tidaklah hanya berguna bagi pemimpin atau calon pemimpin. dan melukai badan. Yudistira menerimanya dengan cepat. Betapa pun pandainya. merupakan pemimpin yang menjalankan dharma. tanpa keseimbangan jiwa. Pemimpin Mesti Kendalikan Diri Dari manakah pemimpin itu harus memulai untuk mencapai kesempurnaan? Adalah dari diri sendiri. memfitnah. Benteng pertahanan Indra Prasta yang kuat dan ia memiliki para pendamping yang siap membantu jalannya pemerintahan. minuman keras. atas akal bulus raja Gandara Sakuni. Pada saat ia diundang untuk bermain dadu. tetapi berguna bagi setiap orang termasuk pula menjadi anggota yang dipimpin. jika tanpa pengendalian diri. Hendaknya pemimpin tidak kehilangan kontrol diri dan keseimbangan. Sesuai dengan apa yang dimuat dalam kitab Manawa Dharma Sastra. Itu sudah cukup menjadi petunjuk. Yudistira seorang raja yang baik. Suatu ketika Yudistira pernah kehilangan kontrol diri. Nakula. ia kehilangan pengendalian diri dan keseimbangan jiwa. maka Yudistira kehilangan Indra Prasta di meja judi. terbukti kehidupan rakyat Indra Prasta yang makmur. Kita bisa belajar menjadi pemimpin dari tokoh terdahulu yang diuraikan dalam kitab-kitab agama atau pun naskah-naskah kuno. seperti Bima. Hanya karena kontrol dan pengendalian diri. Untuk menjadi pemimpin yang baik hindarilah hal itu.52. Karena model kepemimpinan Hindu yang dituangkan dalam kitab suci Veda dan Susastra Hindu telah dituangkan dalam khasanah kesusastraan jawa kuno atau kawi dan hal ini merupakan sumber utama ajaran atau model kepemimpinan Hindu di Bali. melawan raja Gandara Sakuni. Saptakasyasya wargasya Sarwatraiwanu sangginah Purwam purwa gurutaram Widyadwyasanamatmawan 27 . dan harta yang dipertaruhkan sudah banyak pula. Tak bisa lepas dari pengendalian diri atau kontrol panca indrianya sendiri baik jasmani maupun rohani. merampas harta benda. VI. sesuai ajaran Agama Hindu yang dianutnya.

pemimpin harus memiliki sifat kekal seperti Indra. Vayu. Samatis theddiwanisam. maka seorang pemimpin pastilah muncul sebuah taksu atau karisma. 28 . Pemimpin hendaknya menjadi panutan bagi yang dipimpin dalam hal pengendalian diri.Artinya : Seorang pemimin hendaknya mengendalikan diri dari ketujuh jenis itu. seperti berikut: Indryanam jaye yogam. dapat menguasai diri. Begitu pentingnya pengendalian diri. pasti mengendalikan rakyatnya. yang mampu mempengaruhi masyarakat. perlu pengendalian diri. dan kekacauan. Sekali lagi. Jitendriya hi caknoti Wage sthapayitum prajah Artinya: Pemimpin hendaknya siang dan malam seharusnya mengendalikan diri sekuat tenaga. Varuna. Itulah mengapa dalam slokasloka mengenai kepemimpinan sangat banyak memuat tentang pengendalian diri. • Yama seorang pemimpin harus tegas. Chandra dan Kuwera (Manawa Dharmasastra VII. Namun untuk mengendalikan diri inilah yang sulit apalagi mau membuat karisma diri dan mengendalikan rakyat. Sifat-sifat kedewataannya itu tersurat dalam sloka: Indra nilaya markanam Agni ca waruna sya ca Candra wite ca yo caiva Matra nir hertya cacwatih Artinya: Untuk memenuhi maksud tujuan itu. Agni. sebagaimana kejahatan yang disebutkan di atas. tumpang tindih. Surya. • Vayu seorang pemimpin harus adil seperti hakim. semua akan terkontrol. Yama. Pengendalian diri memegang kontrol segala kegiatan untuk mencapai kinerja yang baik dan berhasil. Untuk itulah seorang pemimpin berpedoman pada sifat kedewataan dan menerapkannya pada kepemimpinannya. 4) Yang dimaksud: • Indra adalah seorang raja harus mampu mengayomi dan memberikan kehidupan seperti hujan yang turun menyuburkan tanah. • Agni seorang pemimpin harus mampu mengobarkan semangat rakyat. karena ia telah menundukan indrianya sendiri. tidak ada kesimpang siuran. Menjadi pemimpin memang tidak mudah. • Varuna atau laut seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan luas. • Surya seorang pemimpin harus mampu memberikan penerangan. Jika sudah saling mengendalikan diri.

raja jahat rakyatpun jahat. Ia pergi ke hutan untuk melakukan pengendalian diri. Tuhan menciptakan raja. ketika salah mengendalikan dirinya maka seolah-olah alampun mempercepat kehancuran dirinya. Bhuta. Demikian juga ketika dia mampu mengendalikan dirinya. Kemarahan dalam hati harus dihilangkan. Pada hari yang keseribu dari tapa bratanya. mahluk halus. dan yang terakhir • Kuwera seorang pemimpin itu harus berdana. Asura. Ketika manusia diberi kedudukan sebagai Raja. dan lain-lain Manusia identik dengan alam. Yang kesemuanya tersebut tertuang dalam ajaran Asta Brata. lenyapkan orang mabuk. yaitu berdiri mengangkat tangannya ke atas. “Hentikan tapa brata anda dan katakan permintaan anda. Candra dan Kuwera. gelisah. Dosa yang bertubi-tubi menimbulkan keonaran dan kehancuran. Yama. Raja Mabuk Rakyat Teler Seorang raja Kerajaan Nandaka yang bernama Birhadratha. Sang raja juga bingung melihat mahluk-mahluk besar memiliki superioritas yang lebih besar.• Chandra seorang pemimpin harus bisa menyejukkan hati rakyatnya. hilap hatinya. untuk kesejahteraan rakyat. Kesaktian apa yang anda inginkan?” Raja Birhadratha menyahut dan menyatakan kebingungannya atas ketidakabadian tubuhnya. Mereka dapat menghancurkan para Gandharwa. penghinaan jangan dilakukan. perbuatan baik merupakan sahabat mulia dan utama. Dosa besar orang yang doyan minum. Yaksha. Lagi pula bila ada rakyat yang kelihatan jahat. nyamuk. Maksudnya adalah seorang pemimpin memerlukan tuntunan. Rakyat akan mengikuti sang raja. 29 . Dalam Nitisastra disebutkan kalau raja saleh. dengan wejangan sebagai berikut: “Hilangkah sifat-sifat angkara murka. agar mampu berjalan sesuai dengan peraturan dan perundangundangan yang telah disepakati. Rakyat yang baik budi dan setia akan berbalik haluan. Bayu. mabuk. Kalau dicermati kata dasar dari pemimpin adalah “pimpin” yang artinya “tuntun”. ular. Agni. pepohonan besar. sedang mengalami kebingungan. Raja identik dengan pemimpin. Igama dan Ugama. Untuk mencapai tujuan itu maka sang Raja harus memiliki sifat-sifat yang kekal pada Dewa Indra. sambil menatap matahari. datanglah pendeta bernama Sakyanya. rerumputan. jangan tinggal diam terhadap hal itu. dalam ajaran Agama Hindu. untuk melindungi ciptaanNya. Demikian pula dengan alam mengalami kepunahan. hendaknya lekas melakukan tindakan yang tegas. Seperti serangga kecil bersayap. rakyatpun saleh. maka alampun dirasakan ikut mendukung karena alam dipercayai sebagai penyebab membawa kebaikan maupun keburukan. angkuh dan jahat. Surya. Untuk dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin yang bijaksana maka harus mendasarkan diri kepada konsep Agama. dan berniat jahat. hantu. sebagaimana raja begitulah rakyatnya. sebagai simbolis kekuasaan kepada Bharata. musuhlah yang mendekat. pelupa. sombong. Waruna. Kawan baik makin menjauh. Selanjutnya dijelaskan dalam Ramayana pada saat Rama menyerahkan Terompah. akan menimbulkan keonaran yang sudah tentu akan menjadi buah bibir. Lagi pula jangan bohong dan berbuat hina. tekebur. Rakhasa. itu muncul dan lenyap.

pandai bericara dan meyakinkan pendengar. Kalau rajanya mabuk. Satya bhakti a prabhu. 3. tegas dan jujur. Natanggwan. Sila Krama dan Sima Krama. rakyatnya juga teler. 13. maka ia merupakan adat yang mempunyai kesamaan dan perbedaan di masing-masing desa adat. Dibya cita. seni sastra. patra dan desa. Patih Gajah Mada dalam mengendalikan Bali setelah ditaklukkan. sehingga rakyat juga terkena dampaknya. Apabila rajanya bingung. selalu mengabdi dan mendahulukan kepentingan negara. bersikap kasih sayang kepada semuanya. dikasihi oleh semuanya. Prasaja. Sila Krama adalah Pelaksanaan ajaran-ajaran di atas di dalam masyarakat Bali yang disesuaikan dengan kala. menggunakan konsep Asta Dasa Berata Pramiteng Prabhu. Waspada Pubha wisesa. Igama adalah ajaran ketata susilaan bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat di Bali. 15.Konsep berasal dari Panca Talaning Wisata Budaya. kalau rajanya bingung dengan pergi ke hutan melakukan tapa berata. Matri Wira. 16. Sarja wopasana. berani membela yang benar. cerdik menggunakan pikiran. 7. Sumantri. 11. Igama. 8. 12. Agama adalah agama Hindu yang ada di Bali yang kaya akan falsafah dan mythologi serta ajaran-ajarannya karena ia merupakan perpaduan yang serasi antara Hinduisme. jangan terikat/mengikatkan diri pada satu golongan atau persoalan. 5. Wagmi wak. Ugama. Hindu Jawa dan unsur kebudayaan Bali asli. 4. Sima Krama adalah Pekraman/ silahturahmi anggota masyarakat desa adat yang sudah dilaksanakan sejak waktu yang lalu. mendapat kepercayaan rakyat. Ugama adalah pelaksanan dari ajaran agama di bidang upacara dan upakara. 18. 30 . Ambeg Paramartha. waspada selalu/introspeksi. taat kepada pemimpin/pemerintah. Kalau rajanya bingung. 10. 9. bersikap tenang dan bijaksana. Rajanya gila. Kemudian menimbulkan adanya seni tari. kemudian melakukan pengendalian diri melalui mengkonsumsi minuman keras dan mabuk-mabukan berarti dipengaruhi sifat Tamas. 17. toleran terhadap pendirian orang lain. terdiri dari: Agama. Wijaya. Sih Semesta buwana. Anayaken musuh. seni ukir dan seni budaya yang lainnya. Negara Ginang Pratidnya. Tan satresna. maka seorang raja akan lebih banyak dipengaruhi oleh sifat sattwamnya. hiduplah sederhana. selalu bersikap rendah hati. Masihi semesta Buwana. Sehingga segala peraturan yang ada dalam kitab suci akan dilaksanakan dengan baik. 6. kemudian melakukan pengendalian diri melalui kegiatan berburu di hutan berarti dipengaruhi oleh sifat Rajas. seni krawitan. rajin dan tekun bekerja. Dirotsaha. 2. Wicak saneng naya. 14. Kutipan di atas menunjukkan bahwa. selalu dapat memperdaya musuh. sehingga rakyat juga ikut merusak alam seperti membabat hutan. pandai mendahulukan hal-hal yang lebih penting. Yang dimaksud dengan Asta Dasa Berata Pramiteng Prabhu dari Gajah Mada adalah 18 (delapan belas) kewajiban pokok pengendalian diri seorang pemimpin yaitu : 1.

Cukup melaksanakan Agama. 31 . sesuai ajaran Agama Hindu. Ugama dan Igama.rakyatnya cenderung gila-gilaan. Rakyatnya sebagai pedagang kecil di warung ditangkap menjual miras rajanya harus juga ditangkap. Kalau negara ini ingin baik. tidaklah sulit bagi seorang pemimpin.

blogspot.r_gc.com/2008/03/22/hasta-brata-filosofi-kepemimpinan-jawa/ http://data.nla.html http://azhar1010.com/bali/cultural_my.2.1l12l0&bav=on.tp.parissweethome.or.html http://www.jappy.0.wordpress.html http://kepemimpinan-fisipuh.php?id=9 32 .htm http://www.r_pw.html http://diandrabooks.multiply.2.html http://www.ac.google.1.org/adat/proceed_tot2c.2..blogspot.REFERENSI http://appehutauruk.id/#sclient=psyab&hl=id&source=hp&q=kepemimpinan+masyarakat+pedesaan&pbx=1&oq=kep emimpinan+masyarakat+pedesaan&aq=f&aqi=&aql=&gs_sm=e&gs_upl=847087l 857181l0l857543l32l20l0l5l5l2l1430l4475l21.gov.cf.nla.id/dokumen/moral+dan+etika+pemimpin http://dayakblogs.com/blank_3.au/Record/4579929 http://chiell.com/2009/03/definisi-kepemimpinan.blogspot.com/2010/12/konsep-kepemimpinan-suku-dayak.8m.ireyogya.gov.com/2010/08/prisnsip-kepemimpinan-etnikbatak.osb&fp=69aae8bcc6b06cdf&biw=1246 &bih=590 http://www.com/calendar/item/10006/Etika_Akhlak_Pemimpin http://catalogue.com/kepemimpinan_bali_ke_depan.au/Record/1964373 http://catalogue.co.

.3.308...8-.8...7.3/23897./..3 502-..   02-.7.3/-039: 40 2.8 2.3 207:5. 8.7/08.3:3.3 43/8 848.5./.3...3 297. 0. 2..5.9 809025.9 -07:5.3 -0-07. -078.8.  .9. 02.9.3 90.3/03..9.3447/3.3:3.:0- .3.3 .8.: 5020.9: 1:38 02-.9.3!020739. 809.3/.50..7.2 502-.7. /-. :8:/08.5.9.907/7. 503.3 /03.2.3. /03.3!02-.3 !07.02.49.8.9/-039:02-.9108.3 2. 50703.. . 08..7. /.9 /..9.308.02.. -:/.857.. 02./.02.-0781.857.3!03/.5 9..9 808:./.7.7..3  :-:3.91   !02-039:.3 ! 08.8.9/03.3 .-:3.3.3 503.9.8.35020739.//:.3  .  05.8..90297. 80-.9:/08.3 /08.38:2-.   !08. ! 20309..9..: -. /.3 /..3/08.27.3 .5.7.3 /909.9.9. !02-.3 0-:9:..9  !02-039:.9./08.9  02-.8...3/3.:3 /03..302-..9..7.3 08.3  -.2 2:8.203.91/.  $.2..3:7:8./.3  /08.....203...2.3...8.308.25:3.3 !07..39/.:7.5.5.3 /08.7..02-. /08.3  438:9.8 /.3 08.08. /08..   08. 503. /.09.3 /08..9.2 202-07/.    .3 /.8.7..3/08..7.3 ! 08.3 07.7..3  #././-039:.3.8.78..3202507.75..78. 5020739.3 -078.:502-039:.9:7../:.3 /.9:7..3.9   !3.39.8.

7.3/. :2.8.3.8.3 507/08.9/. 93.9:83.8 . 93..9.3 /.!020739.33. .8:/...3.8.9  -07/.3 80947 3/:897 5034.750.7..9 ::2 .93..389.3.2025:3..8../   :38 !03.9.3 /.902. 203.3  50. .8 -08.7.  8079.. 507/08. 703/. ..8.3 /04. 80-..3 ..8 /03.. 43/8 .. 5079.38.3747.9.9809025.2.300785   08.3 0.3.8.9/04254.3 8079./.3207:5.3 0907.8.39:3.3 80/.3.. 5079.  /.3 2. 80-.8.5.59. .3 !07/08.9:.   $0/.33.3.8.5020739.3  9072..3507/08..88./ 0:7.3   .3.3.3 /. ..308.7-.. /.38:3..5.91 .3 0. 0. 08.07.9 809025..3203.9  5072:2..8..91!.380-.3 .3  0.3/23897.304342   43/8 ..9/:-.. .2 0/:5./.35079. 507/08.950./08.9.3/08.9./ 0:7.3 .3 !07.2.. .   !07/08..9 2.3 703/.9 503//.3 9075:7: .3 2....7.3 57. 0907.343/8 .8.7..9. 503:3.8 .7.3./.3  43/8 3 9/.3503/. 1:38 70:.07.3.3. 8:2-07 50724/. :8:  /./.203..3 8:2-07/.9 05.3 -.3 -07-..3 04342 .5.2.8..9073. -07.3/08.3 848. 89.3 93.9.3 .: 0- /03..93.8 0-07.9.8.. 90705.3 07.78.3 .9 574/:9.7.3407:2./8/.3.7 02.9 89.9.7.!/03.3.9 803./.3.2. /.38.3 :8:3   .. 203.3/.3 43/:81 ..8 /...3 80.3..73.3.94.3:9.08.3.35.3 -078.3 -07:-.9:7. 907-.7-:/..88.8  :3880-:.3 2.8.3 :39: 050393./. :383/2.8.3  703/..3.59.3 2...83. 9.3 203:7:8 050393. / -07-..3 202 -. .9:83.. /.9 507/08.3  :39: 203..8/:8:3. 203.   $8 .3.3 -0703.3/03.32.7.9.9    :38 !0..39.3 .9:7.3.3 905.3-07/.9 0907./ 0.7.8. 907.3 .2 && /2.3.3 /..3/909.-078.9:703   !02-.. 80947 5079.32.: /.3507.9.9 809025.9./.9 503:.7. -039:3.3/472.7. 04342 574/:91 .7.7.8 -..8 /.9/-..989.9.08.:/808:.. 5020739.:8.3 .3.3 8:2-07 /.9.3 /.919.9.. 503/:/: 283  907-...3 -0730.3 1:38 . ..     !0302-.9.7.3.3 80-.3 /..:.3 /.9703/.3.5.9./. 0907.9:.8.3 5.3/03. :2:23..3#05:-3/4308.509..9.3 -://.9   08..7.8. 9025..03/07:3 802.3 -0:2 207../././0:7.288902!020739.9...3 2025:3...3  :7.9 809025.38.5020739.3 .3 2.9  08.5.39./::./::..3.9/.:5.$-:!0.7. 40 0:7..3.3 848.2 /03.25.3 0..2..8././.7.. 933. 08.8. 0.9.3.3202507.3 907.9. 0/:5.  /.9   !020739.5..3 -07:-...08.9:7 /.3.30.3 ..3 -.357.59.:39:203.3 .-..3  08./.3. .3.9./.3..32.8.703.7.3 8:8:3.8 903./.3  50.8:  50304.3 202-:.. 07. / 903...8.3 :9.808 2.

 5747.7..3/7.9 9/.3.9/02 02.  2.07.780.7.3-07.9  /. .3.9/08.  .3-.9    ..9 /7.9: 203.:.3/.3 -.33/:897/.  202-07.350393:39: /.  8:2-07 /.9-0-07..32.-.3.843.33/:897.59..5708/03...3.3 1:38 50.83..5020739.9 50393 /..9 :39: 203072.7-:5.3 2.9./ 8. /03./08.3 /08. -0793/.3.5.3-../. .3 0-.38.389.2 /.32.3 /03.   !02-07/./08.7.7.3 08.7.2 502-3.3 /.7.3905.549038/08...8.3.8.8. 9: 803/7   $:2-07 /.9 /08..3-07-039:7.3.3 80.:.. /.3 /03.07/..2447/3. .3/./8.  !07: /-.3 /08.:5:35020739.  /8-:. 1:38 30.390344..8.7 2.3:3 80-:.3 /.38..3 /03.31.7.:.3  502-.3848.3.3 :7.3./ 502. .3..8.3 0/:5. 5020739... 2./.3 7.3203.95.3502. /. 909.0-..  !04547 502-07/.3.9 :-073:78...3 2039.5.9/08..-.7 504547 502-07/.98.7.3  0907./05.  -07.8.7..29..7.3:3.95:8.3. 502./08.2 /0247.808:.8.3  /2.. .38:3/.3.3:39:203/.3:3.5.7:820..8/03. 3 -8.5..3.32.20.73.8..   .9 50393 .3203.9:3.5.3 /..3.2.9/08. 2.3905. 2.9 ../.7.3.3/08.7..3.3/..3 -0757 4-.8.39... 507. .23090780/.9 /08...3...3/507/08.33.7. 907/.7 02. 0-. 02.3..790203/93.27.  8:2-07 /.3/03.8.3 -.9:7.5 .8. 808.3 .3-. / .7.5020739.-.2502-07/.. /08.3.  :38 !02-07/.7.3.3:8.7.3 0.3  203.04.8.3 -07...3.502-07/...3 507/08..3.8.343/8802:. 5.. /.3.3..9:80502.. 2.9.:.3 5747.8./..2..: 1:38 503..3 5.  03.2 -07:-:3.07/.3.8.9 /08..3/.7:8 203.9. .308..7./93.3/.07/.:503//.3 40 5020739./03.93.3   .39:.  20302-.3 549 97.3 /.7../..:.3 2.8.3 .3905..3.304342507/08. .9 /08.7.: 4.9:7.3 /..3503::.3.3 503/.3 5020739./.3 / /08.5.20/:5.3.5.3:7.3-..7.-./.5.8. /08.3 /..0. /. ..8.3 905.. .25.. 203.3 502-.3 0283.3.3 5079.253..340!020739.3.. !747.8/. :39: 02..:5:3 .::5 80-.2:7.8..9. 203:: 02.2 203:8:3 50703.31:38503..703.3 2.302-.3 /08.9 -..3.9 /. 207:5.9:7 5020739.8..3 /02 907.:.9 /.32.9  :39: /.3-072:.3 80-03. 049437443..3 502-. 848.3. .   %.98.3 502-07/. 507:-./.3.3.2  802:.390344 .90789/08.3 % /.0:.7.8.2 503029.3 /.9/08.. 203. 08.9.9:  202-07.307../.3 2039.  !747..  202-0702:/.3..3 .25.73..3 .9 5.3907:8 20307:8 2..  .3 / /.3:8.30..3808:.3 2.

3 02:/.9 :3.2.37./..2 503:3.9.   .3202.9..3 /.3/03.31.30...34.3 /.:  202-07..71.3 90344 905.3 50302-.3.3:3.

 /. ...3.5:.9.. 424/9. 802.3 08.3 .25..9 /.:920302-./.3502253 0.3:39:0507:.307.9 549038 /.90-080/.-8. /.8 50/:/08./.3!020739.8.8.3.9 /08.3.3 203.7 2.3.8.3 %! //08.:.2:3/03.  03.3 93  .3.8 70/9 . .3.9907-:..3-747.9. 909.3.3/08.3 --9 .: -078.3  42:39.2./.3.90349.9/08.31./.7:8 /-.3 .9.3.3574/:91 /.7.35.  08.380947./03.3./03..7./.2507. 95.3 202:.3 4507.3 8.3 .  7.8:39: /02-.3-0-.3 02.382.9.3 202-:.31..8./.3.5.07.3549/.3/08./.3..9: /03.9.3.320304.: 8.7985.3  :39: /.3.3:3 40 2..3   ./.7.:5:3.8.3-8.-:5.3 20302-.38:2-07/.25: 20304./-:9:..32.3203.808 /. /.3.. 5. -8. 502-.3/08.3 4330 /.9 /08.38079.3097./.3 50304./.                        .34843:39:0.9 89.  07/.9. :39: /8 /03...7.9/. .25:.-8.   %/.8.808/..3202.3-:/.3 . /-:9:.07.3 /08.4. 08./07 :39:202.   0-07.9 /08.8  50302-.27.3.:.39.  .7.33.3 805079 20302-.8. :39: 20....5.3 803/7 ...2.3.3405020739.203.3 -:78..907./.5033.9!00. 50887  2.38.202.850/:/08..39:.8.9.3 703/./.5..83.3.9 .342:39.2.3. /.7.. 2.3 0:. /03. &08 57.3. -0-07./08. ./.. 203:2-:02-.  2./. 70.:8.3.93..3.9/.9 50393 .347.3 2.%025.3 /./.7. /03.3 4943 7443 2..3.7. /.3.3 &8.... -...9/08. 9: 803/7  !.9.9..3 :39: 2.072.    .-.3 .30434250/08.90780-:99/.3080. /.00203 .3.   02-.7.!74.35.07  .8.3 .3/.3.3 5020739.:.7. .:39:203072.3.3..3.

8:/3.9  .: 408047.-./.25: 203439..5 2.9.3 %03.3  03.3 8..7..3 .5 2. 2.9 0.9.7.3  07.93. 3.3 /. .3 507-:..2 -. /03.3 204-2070. ..3 50:..3 5. /.3..9.: :5.9.7. .5./-:29.793. 503:7: :39: 203:3/.8::3.50.2:3 .: 4/0 .. .8. 5079025:7. -03903 5079.'  $!!!##&$%#   438050502253.320303.3 /:3/..3 -.9../. /73 ..8.9.3 %03.2.28. 05.3 8.3 . ..: 5.3 0-075.5.2.3 /02 0-075.../.507025:.-.8.7.33. 2070.79239. 203447/37  909.3.-. !.1..20372. .3 9/.7.9/.3.9.3 -07-:.7... 8.3  %42-./.5.9 8:: .3.  $:: .7. 7.9.9. 05.28....3 5.3.9 9078447  .3.9...: :5.. / .3 503.39.3 -07:3. 502253 .9.7..3.  :3: :3: .2  .33 ....9 /.3 ..3.8. 2. :34 :34 .9  -07. 8.9.5. 942-.4394 8.3  49.9 /.-.3 47. /5079.42/.9 .5.3.3 90780-:9 :.3 -:. 5.3  3. !02253./03.7:. /7 /0. 7.7 ./.5.9/3/.-.7 .8.3:3 .9: 942-. 9.3507-:.5:3-07. :39: 8007.3 /80.3.9: .93.2.07.7 .: #03903 .7..3:8.5 ... 8:: .3  .39.:.-.3  07. .3 -. 2  $.7..2 2.5. 2070. 202 0. 502253 . .-075.3/ .3 .9:.8.3 /.3 40 8.  -:...8.9 /.502253../7 /9025.. /. .7 80-07.: 5. -:  .2.39:.  .8.3 0 80.3 /03.2.3.3 90709.3 .5 /03.0.2.2800.3 .  :39: 203/. -...3. 202-07 50739.  !02253 8:: .2:3 /.983.2..3 8047.2 8.2.2.3 :2:2 /203079 2.3  83 49.3 90.3 5..2:9 203903 /. &3/.8 .. -07.3-078.32..9 0/0..3 $.0./.2:3:897:80-. .5.3 .2. .3 /.  %/.3 .3 /.9 9.3.:3 :.9 /5:37 03.5/.7:8-03. .. .3 /. .5  4 .9.3 -03.  .3 .  $./  5.7 /.3 .3 5073.33.9.25:203.5/03.03. /.30- /.. ./80.3 /:3. .3.7. .2. .05.. &3/.3.  :. 2.33 !.507.. .39. 9494 -./.3 -07. -.3202:...: #./.30.9.. 50507.7.3 90.3.. -:3: 90780-:9 /72.8 0/:5./ 803 2:. .3 -07:25: / 5:. /94.3 /02.2.39..7..-  .3 9078447 02.3.3  $3.3 03. .79.35:3 2009:8/ !:. /.90..72.:8:83..3 5.2:903903 2././..5:3 507 /2.3 80. 90.79 8.3 .:.3 90.3.3 02..7.  $08:3:3./..7. :.3 .7....9 .3 809.  . 2. .7./.: -./.33.25:..3 90.3 9: 80-..3039.3 502253.8.807.3  $.9...25: /0.3 -079.:9/.3.39 .3 907-:.. 5. .72.5 5.3 .3/070 :3: .5:7 875.: 203072.: 803/7   .3 . 8.3$::. /.25: 203447/37 0:.: .7.. .5 8003. . 2070.3 2.  .3. 203/.2.7 503/:/:  8047.:. -.8./.8907.3:34-:34-07.9.3.9.302.9.3.3 8.. . /.3 2.2 0/:5.3 /:.9 3..  %494 -.7.5 /.3 202.5.7 -03. .8 .3 0.: 9. . 42:3.7.2:9 203903 .2.3 20307. 80.93.703.. .3 /-07 .703.9 ./.9 .

: :3..

.9 5:.3 02   . 907-:.9 /.7 -. .2. &3/.3 .3/.5.3 .5.: /.3.3.3 //::3 40 5.: -08 . -07.9.8 20203.8:.9:  !.3 5079025:7.7.

8 /03. 203...-:3 :39: -078.35. 9. /.3.9 :39: -07..703 507239.2. .- :39: 203/. .8:/3. 507.5807./.3 .  0..9 -:.: 507.3502-073857.3 9::8 /..8:/3. ...3.7.947 -. 90.3  .7. /-:./.5:3 9/.3/:3:3   4 .3 ..3. .3..: 203:3:3 7:2.25:.07/ /..3.2 08-:.3.4394  8047.3 -03. 20:..3 0.39. 9/.3 8047. -07.2 -0742:3.7./././.  02.202.3 9::8 /. %07./02203. 0:.3 . 02:33.3-07.5 2. :. 2.3.3.3/73. 8047. 8::3.25.-.  8..305.3 .3 /03.3 80-.7.7.5 .33.33.3 203/..3 203.3 -.3 !02253.5 -07.:.25:203.3 8.3. /.3.2.3 05. .3 .7.3 502 7:2.374394-07053 053   4 .320..33..9.7.: -07:3:3 90780-:9 /.:.25:202-0/.7  2..7.3 9039: 8./.3 .9 -07.8::.703. 80-0:2 50789.3207..9.//:./  . /-:..33. 2.3 9/. .38047.:: 203/90880./0./.3 08:3:.3 9..3/.8 -.0-075.42/.  070.9089 3857.7./..3 502253 .3 /.7.9..//3:3.-.5. .79 54891 0.3 .:.3 2.80-. -078..93.3 05.3 .. 5..3.. 907./. 2.30-075.253 5.  5.7. 8047. 503.: -07:8.3  9/..  ./.0. 502253 /.3/.9  .7.09.703.2  !0.8.9.3 3/./.9  203.3.. 202 050..3  909..05. .32.8.3 803.7.  $0.  $0-.8047.3 .5 /02. /03.3 /03.3 5.3 03.3 90 70. 2070. ..3.5 84 .3.3.:9 /9079.2:3 2033.3 .3.:0842-43.2:9 2039038. 9070-/.9 -:.07/.3 502253 8:: .. . .2 ..2. 9/.00..3. 3. /73. 907.9 5.803.7.79 5..3.03.32070. 80.:9 5:.8 8.:3:3.7. 90780-:9 /-.. 90780-:9  $.3 9/.79 9.2..7.0:.9.9: 2.3 /::3.. 9. 907-0789 80/95:3 3.3 .

 0- :.8 2.3.7  /.3.8:/33. 3307-0.3 -.:9.9:09.3..8.25..39  203.

.:8.3907.3.03/./.7.3.3./.3 -.3 80..2. ./.::2.35.3. 3 80.: .2.2 93/.3 .3405. -07.27   4 .793...3 /. 2..3.5 :39: 909. 203079 /.. .98 .3507.3..7.3 5.80. :. 8..2 -/.7/.3.3.8 809.9. :39: 203./. .-. 8..8090.3  $02:.3 /7 803/7  203.:.2.8 /.9.3:3 ./.202-078.../750.39075..8..3 .9 .3:3.39.5...5 44-0750.3.02./03...: 9/.3.: /803.0.33 .3 5.:-07:8.9:. .3. 4942..2 20.7. /03. 90742-.9.3203:.. .033 8079.3../   4 .5 93/.7  #.3 9:.8.3 -07.3.89.2-3 44.-/.9..9 :39: -07/.9. 2.3.9 /.38579:.3 /.8:/3.8/.9 2.5:3 -07.9..3/.  3.  .9 /.  $.8044-08     .-3. 9::.8.9  2... 2:/.. 80. 203.3 ::2 5.  07.502253 803...3 /80.3 80.3.3 905..9 033 . -072: 93/.7 ..2:3 3..3/03..3  7.7 9/.3 202.3 -.3 2:3./ 43800383.9. 9:7:9 8079.8.7. 7.3 -07.:.2 ::2 .3./. .7/.3.37:93/..  .3.5.3/9072.3/.3  5073/:3. 5..3 9..9  :.8:/3.. 202. 907.39.3 0.3 /.4 /03./.

2 -:: 470 -4:9 043/ 0. /. 8079. .2 0.3.. 90723448 -07.943$:7.25.  02. 09.9.3.  80-03.  %. .3.8. -07902: .-.8.2-:/. 3 -:. .5. .3.9.3 ..3 3/4308.3 .7.3 502253 /.25: 203/03.2 20302-.   $0.3.9808047. 80.  $..33./.3..7 -.7:8 /2 8047.:-08.2 8 ./..3 -7.. 9/.7..3.3 .9: 00-..203./8-.: . 092448  .9 ..8: / /.. 47.3.5 0:.3897..73.: 907-:. /03.1.9 .3 .2:5 -./907./0     /07. 203.3.3 .3 . 8.809..7 -:: #.  -. .3.  9072.//2.2:./.:8.79.3 80.3 02..2:.  89..8./.3 507: /. /.3.33.3 8.3 /:5 5..8..79 -. .8.2.25./.. . /93.3 203/03. . .894 7494  .5.79 /0..:.3.3.-:  502253 . 502253 8:: . 0/:5.3.3.9: .39. -03.3//.80-.: .  00.5.38.3 .380.. 3. .9:.3.:     . 3 /..8. 7..-:8.8.770843.3 43/8 809./03. 9039.7 /.9 /. 909..89.3.3  . /.:5:3 3..7.350393.9:3.95030..3    .: ..3907.8.3.3 -078. /03.4 .7...7.. 80.7 /./.3 2070..503933.3  80/.2 97.9./.. :9..3 50747. 2030/.3.257. 3. .9.9./5:7. 203.  -:....8.89.3/.793.3 . 0502253.3/802:.20502253..4394 /./9. 3. 7.:2034.5 47.  . 3.: 23:2 23:2.9.79:.3 1..3.3/:3 ..2-:/.5:3 /.38:/./.39 %7.3 28 /5.3 /. 2.8/. 2. .3 31472....: 23:2 9:.2 .3.25: 203.7 3/.7:8/2502253..2 ..8.3. 0:. 0502253.3-39..703/03 -07.3 .7.793.3 202-:.3 89. :3:3. 09.7.2.79 2.3.8.3.9. ..8/.25.7 . .   %073. 8.3 .35..2 2..-: .3 203072.8 :.5 /./.8 :./0785  9::8.3.2 3.3 203.39079:8/83.3  8. .  %03.2./. -:/. 2.. 3.3:3 3.703...3 .23.4394 /0.3 9/.3.3.  .. 90780-:9 203. 202-07 08.7.././..5.  948 0502253../. .80.9./7808047..89./.   .470.7...7.9.7. -03/.3.3 0.-3..20303/.3 2.3 :./502253.390.44 3.7.39.9.  $0..38.3.3.0. .3 0502253.3 3.9.9 /8.73. 2. 3/4308. 20309.3 .35. 502253 -...3 .9:3./.:-07:8. .9.2 :.7.3 /.2..9:7.3 / 3/4308. /03.3 -..: 23:2 -..9../8 2:5 -.. 8.-:/.98:/. 8.-07. .  .. 907.848.7.3 . 3.38.3. 90..2 8.7.7.  .. 0502253.3. -.9..703.3..23.394 40434 . 202 2.3-:2 9.33 .3 502253 2..3 .5:3  .3 47.0502253.53.: -.2- /. 8.../..79. 3. ... 5. 8:: /. / 809..38:3 /03.5 .3  502253 .: 2.33. .2 /03. ./8:.803./.  $.3.3.3 903. 3.-:8. -09: -07.07.2 0/:5.7.079.2 /03.7. 0502253. -.3 -:/ /.50393/.5 8:: /./-. 202-.3203.9.301091   9.9: -.3 -07.3 7  448:8.3 . 3..3 2.3.5.. 80-.:08  2.  .7.7.. 0 0/.  :/.-:  8047.8 /. . :39: 203./0.3 -.7-03/./. 803.7.  2.2.3 ..3.90.8 202-.89..3 28 0502253.709 8.33. :39: -070: 08.5.305.793.8..7..-8.203.3:3.3 .7:83.9.25:3 /.:80-.7.3.3 907503/.3  /./. 2030.-:8.7 .33.  .3.. 425:93/4     .2. 0502253.9:70502253.308.. 89:..-:  $0.3. 3. 2070.

/.3.2 788 /.3 -09: 202 08025:73./.3907.8 3.  !02253 . 7.7 /.7.25:3 .9:93.907.7.3 -39.3   09:: 2.320345.70-4/4. 00./.3 0-07..2:/.9. 0502253..02-.38.3. 2.8:.9: .7.3.9.8 83502253.203..320209..3 -07-.2:/.7 02-.-. 2.70/-9.9  / 2. 0:7.3 -07.9.35..5  2.3   003.2-.3 /.. :-. 9. 7.5.3.2-.2-.25: 20303/.32.78:2-070307.. /.9: ..3/.3/.3.3. 805..39/.3 9/.2 .3 .3 802-..202/07.3 80.9:802.89.  !02253 805.2-.25-07.7.5.9 7.9.3    02.53.3 3  80-.9072.7.:88:.3:. !079. 202 0:.8.35..9  .09.. 8.9:-03/.8.5.7.7.3 203.3.0303   0/:. -.5..9.3 . / 80.. .3 .5 502253 9073././. 502253 .3 . / -:2  $047. 7.: 425.3202507-.3 9.8.2  !022535. 80/.38:.3.7.. ./. 2:/. 9039.3 30.3 -07/.3.  .2.8.9.9 203072. /.9.9.3 2.3 .7:8 203:8. 0502253.3-. . 8../. 70.32:. .2 203. !02253.3  /..257 9/..9:93./.3:3 /..3.502253.203.3.3 0:.3 503: 08.7:8 9.   02.7 2033.. ..803. .3 502253 . 3.3.89.9.3.:7..9 /..9. 9.91 /03.80502253.9 . .7./.3 203072. .7 907.  0.2-.3.: 7. . ./90./.9.3203.93.8..2. .3-8.9:9203..5 2.3802089....80.703. 0502253. 3  .39:39. /. .3 -.7 0 2.9/.3 05.990: 8.9./..7 ....: 5.3 /7.3 2070.3 /80-:9.3203:7:3 .  .3202-.5./503.   0025.5.2. 809.3.502253   :/.5.3.3 :.9..93. .-07. 3.2  -:.7 :.83.9:/.7:8 2:. -07-..89.3  /.8.33 203. 5073.:5:3 -:7:  .5.3 .2.   0/0.202.3-::   09.. . 2070.  3203.8./.57. 3. .380507939.8.3..380.8 /0. ./....3 502253 / 3007 9./50/42. /2.  . .9 09.2 . .9:8 848. .5203.3 203/4743 -.../.9..9: 2.2:7.3 203.2-.3 203.3 /./0--.3 5891 /.0/:5.2.-.3 83..30/:5. :39: /.7:8203. :. 3 .780.3202-:.7:8 2./..92070. 8.8:. 9: 90.7.3/0.3/./..3 2025:3.93.8:203.5..703.0-0109180-..2:3 /03. / -:2 3 .3 02. 2030:  9/.3 0507.3 5.7.3 89.7. 2.7. 3..9.3 /-07.3. 7.33.2..25: 907:8 -0.880..3. /50.//80.9 203072.3 .3/.3 080.3/003/.3 /9:8 /.7 -././47.3 /03..3203.. 202-0/.3502253... -0/.7::39:-07:-. 2..3 /7 907.. / 83 502253 .. .3. 3.  9/.3 202 ./.2.2-.3. .:.3::2 90..3.9 -07.3./.58.9.        .9...2-.8 805079 505..9. 3 2. 80.381.3203.8/.  .3202-07.:2.3 /.3 3.3 .3 802:.3 /.35.3.. 202-0/.470 . /.3/.3 .9: .25030.33.7.3.9 /03.3 /.7:8. 9025.89.-..:/02.3 2023.207. /:5 /..25: 202-./.8 803....3 .3.3/.93.-.:08  5.

 2.79.9./.9.-.: 9/.: .71.3 ::2 /.3 203 0307.3 90787.9  !03025:73.3 5.3 2502039.3 002-.9..90758./843.8.7.35.32.5.2. 24/073 203.  $..9 89.39/.3..9:7.3/.9   :-:3..9.7.3-072.8::-.9:7./.73.33.: 9/..7../.3.3 20.202.32.3 0..8..9.: 203:9.. 0907.0502253.8..9 /.3.3.. .3/.93 .3 7:93/.9  207:5.7.3 .3 02.32./..7: /.7 ./. 9:80-.3 2.   0-:/..09.38.3.9:7.5 -:/.202507. ./. !02253..8.580-.9.3 8:/. 03.8..9::9.3 -07900 900 9.39.3 39009:.302.3 .35089.90.3.9.9.3/.: -838 8:/..9 9075..3/...38205748080/:5.57.3 /..9 .57.3.-.9. /03. 20:39:7. 20302:.390..8 ../3/4308.2:-:3./.:3.:./.3 3  2. ./.3.9 03.35..3/. 0-03.9.2574808507.7.3 3 /.3 -.3.  9.350:..3574808 0502253.7.3 .8 .3.79:9:743 /03.8. .3 /03.3. 3.9.7.3   0..3..2 .8050790.843. ..3 0502253.3 9.3 3  /./.2.39.  .93..880847-:/.3 /.7.3 9047 0502253..98.3.. .9.3.5././.9.3/0247.9.3 . /.8.7.9.33   !74808 80397.8 /.3/.943 /03. /8025:73.3  203:7:9 89..3-.7..8:38:7 80397.3 /03.2:8/.3/.7.3/.9:7 5:.9. 0-:/..9. 3.80..3 80.7.. 574808 2:3.3 -:8 $.2 507..8 5..9.3-07.32.57.3 9: 2:.8./.8:/.-.3 88902 09.257 /:5..9..-09 /8025:73.3 90.2 507..3.8.9.3:39:0/:5.2 43805 -:8 / -0-07.3007.3/03.7:939.3..8 .0.35.79 ..3 9: ./.709.7 0... 2.3/.9:7.98   /./..9.3 507..8::.  90.3.9/2. /03.3 507.8.202-. 7::3/.

9.3 5..9.308.9..3 0:.2.8/. :39: 20307.39..7985.-07:7.8./.9.3 /..9 8:/../. 2:../.7.

..8 -. 8:/.-:/.9./.3 .3 -007..3  207:5.8. 0502253. /.9: 203:7:3.3  /.7.79 574808 /0247.:.  %.9.8..33..3/.3/:3./.82./.9./.7.3 574808 5079...7:./ 8:5.2 2:..3  %.3 . 09:7:3..79 502253 243.3 50302-03../.78:3/:9  .:.2.25:..3 574808 2:3.32020/:5.3 /03.3  ..3.7907.8 50307:8 /9.  503.3 242-.3  05..3.3.8  %.. /05..39:35. 05.857.  8:9 /58..3 203.8.3 --9  -0-09  -4-49 5.8.  $02.880847 -:/.:3..9 . /.: .7.7...3574808.3 18 /.3 .9.8 907..3 2443 /4. /.7.3 2094/0 503.5 0.8.3808:.:3. 203: 02.2 9./502253 /.3 28. ..4/.3  03.9 .25:.3 -07-./843.7.3 202 . 7. .3 80-:.7..3 05..5 203:: /0./ 502253 2.7.3-.3 -0757  20703.8. 8047.7.3 3.3 2. :5.2- 05:9:8.9:   .7  /..92:3.9 .3 3.. /.:.   ..0502253.43  .3 -.9 247.  /.7.3207:5.907.5  -0793/.2 .3/:3 .3 -0757  -078.3.3.3.2 0-:/.9   &39: 20203: 8. /.   3.5.3 /. 0..20. 2:.. 8.9 /.3 2:3.2 202. /.808047.  2.3.7 02.   3.  /...8. 20.%:-:  0...5. .2.2 /0247.3 3.:.3 97. 0307.7 0/0.

.7.33.98. .  3 /3..79:.2 0907..  02.  $08047.3 ::2 ...9.2 2:8.:.7..: /:9../ 08. .8 507:9:8.  -:8 /...8.5-07..3:93.207...2-.303/.7:  80-:.78 90../..79.3 9:.7. /.8.-..   !3.:.2 93.35027..3 20. 802:.3.8/.9 ::2  !03/0.3 80-.8  . 848.. 0:.7.3 08025..3 5.7....:  9.3 0.33.30-:. 805079 47. /.3/.9 2. 8484 1472.7 3.:. /.7.2 .5 3 .9:/. /-07003..8909. 2...9.90/0. #..43 9:7:3902:7:3/.3 -072..3./. /-07 50:.8 /..2-.305:9:8.43 -.3 9079./  $.43 .808047.9.. .7:8 .44  83 /.3/:9:8/ /05..7.7.9  .3 802.3-0781.34 ...5.9..3 0 ..33..3507. .00:.2 -. /-07.3 47.. .320. /80-:9 .350792-.3/7 .9:3.3 /.8/.3 .32.2 574808 .3.9 2.3.9.. 3 .2 :-:3../.3 /-07.. .7. 203/.7. 2439473 /.2 93.3 0.820.3 .9. -07..3 -07897:9:7 /.3.9..:.3.2 20. /.8.3 8073 //03.3..8./8 .43   .3.2 .3 /. /.8 .43 ..  .3 503.  /.3. /3..93/.7. .380-:.:.. /..3805079. 803..30  07:5.7.9. .. .9..305:9:8.3..3 507-:..2 .9 . 8.3./.3..2 .9.8907.9:.25:203/7..5  507.37.3507.2 97.2 2:8..3..8.3/.3..3 2.3202-07.2 9.33...2..25:.25:.3/80-:9 3..3  ..3.3 .2.3/.2-.3  .9 /.3 -07425098 .2 -:8 /::3.280-:.5.3/.  2.3..803/7-07/.9. 203:: 0907.939073. -.3/..3. :2:2 .3 /. 08.9:3./ 7./.8 05:9:8.-03/.3  1472.3 :9.2.042542.7./..8....2.9 .3.4-.8 .3/.: 80-.2.203.3/. 8:/...73   .9  3.:.53.3. 907.  0-.2 ..3.. /.83.3 /.8...9.3 /2. /..7./. !3.3 9/.9 /./.:. .2 -.32.3 1472. /.5 3 574808 503/0./.2:-:3.7.3503:.3/.7.8.2..8 ::2 02.9 2:8. /9.../.320.3 0502253./. 0.2 93./..3 3/..4/.8.3 9:.  20. .:-47:2: /. 80..3   3.9.8. .8.3 89.3 .33.332. #./:.7.7.9.7.30:.:5:3 2:8.3 .3 02.3./05.3503.3  70.7..380-0:23.3.7:8 202. /: 02.7. .9 47.3 05:9:8.989.3.202-07.393.33..43  . 9/..3 /..9 3  %. 20. 1472.3 /0.3.0:.3 /5.9.31. /..  .802039. 20..202-.. 2.33.9./.3 5...3..2.5./.  #. .9  $.9907/0.3 .7.9 5079.9.  .5.0  2.3 /-07.7.3/.7. 93.9.30  ./9072.3 ..7. 2.  9..0  !74808502-0./.3/7  ..8. /.5..507. /.7. 207:5./../..  ..3 202-07...2-50792-.08..9 9: /.   ..8.3  . .

/.-:.43 :39: 502253 -. 202 49479.9 070.39075: .33..33..9 0502253.7.. :9.2 502.32020..: -. 07.3  9.808047.  0025.   .  .3 203.3./.705..9/.9.8 0.80-:9.8.9:8 :..5.: 9/.507.793. :. 89..9. 07.2903!7./.. 502253 42:39..2574808:5.2503079.7..3.9.30502253.80-0:23.3..  .9.  ..79:9:743 /.8.09:7:3. #.3 03.8.  3 9/.3 /503: 81.9-07. /472. 809.. 203. 0 05:.3 .2903 !7. .79. .2 0:547.  89.!7.9:8 007.3 3 ..8:/0/47..  ....703..2.7..793.3203.. #.3 20.7 .-. ./50.3:47. 05. 2:/. 425488 1472../.7.5.9  .5 47. /0. #. 502. !7..9.3 2025078.380-:9..2903!7../..3-07-0/.805.3 ::2 /. -07.:3/.-.9.3 /-0.3 502253   .7. ...793.3 05..7...793..3/78047.  3..3  . -.8./.3.7.3.39:.782.5..5. 057-.39:305..3 50380.8. 1472. !7.5.9.3 944 .3/.80502253.3 /03.5030.980-:9.9 81.7.5 /..7.8203.907.25.9:./.. .3-. .3 2.35..8.3 .8. 3/: ..2.2027..:203. 802:.39:    89.3 . /.7.380-:9. ..9..9073.3... /.9:  09.8 /.9. . 0502253./ 507:9:8./.3-0./.:./.89. . .//.7.3.. .3203.9.3:9.25....3 /5.2 8.703.7:8 /02-.973./. 502253 1472.3 502253  !7.    !03.9/..81./.2..3 3..7. :.7. !02253:9.3 .503/::3808:.3 -:8  $9:9:7 8: 3 .3 203/.3. . 80-.7 #. 58.9.3.8/. ..7.3 .3-07/.3 -0.3.0. -072.-03/. . 8..397.39.9 ./.07.380.2:./.8.45.3 808047.. 80203.203.3 /7 .843.3-03/. 070.9:./8-..545:0780-.9.2.5. .43 :7.3/5.:9/.3.7.203.9./.  070./94450.2 503././8047.3 :8.73.5./.25.8.8. /02-03 /...3 03/.9..9 ::2.3 5.9  .5.9./.39:.8047../80-:9.  /0.5.9..80-.  !.3 //00. :./73.3 .3 007. 9.7  ./2:/.897.39443..8...8.2903 !7./8.43 .  9..3 .8.-.3   #.3. .3-..9.93../.3 2948 .3 -07.3 :39: 203/.-0/..9.#. 9/..8.-0-07..:..5.3 207:5.3::443  0/:. /.2.30.3 8.-:. 7907././.-: 89.38.89. 8...5.. 0.8..3 /5:3/. 203. 203.-..354450303/.3 802039.9-.703.79:9:743  .9.../.2 89.  .2 5./..9 3 805079 7./.: /.28:.. 50303/. 8:/.2...9..9.3.3 -07.3 0.   79 .7. /.2.8  07.5.3:07..3 49479.8 0502253.2.3 .9: .-: .3    #.3 5.502.9 ./.3 544 8047.  ::2 . 8047.2.3 502253 .3  !079..3 0.502253.3./.

 5./. 9.703.30.3/. 0-4. 07..5.3.2-.3..3/.5 .2-.3 /73..53.    03.8 /.89.5.3 .8.: 8.30502253. . -07:9 .2..../.3..9.2.. ..3.: 20/9.29489039...9. ..3 203.5.3 .2..3 !03.0207.3 0502253.3 .3 2. .7..3../. 8. 3/:  81.9 81.3. . -.7.3..8 808.3 :39: /.3:...5078..7 50785091 24/0 0502253..3 9/...7..5.2  /902:.9:9:39:/90.9 509:3: /.3.9./ 504547 /.3 .7.3545:07 /03.33.3/9.7.3 . .91.   .. $.7. .9 0502253./.3 2.29/.:2 803.3700.3 902.7.3 .  .380-.09:8 .5..3 0502253.3 802-.2 ...3:.9-07.8 5.33.3 /0.897.3 2. 7. 4.9/./.3..9 07.7./.2- /.9.9 /0..3. /.  .33.8 /. ./.3/..7...9.7.3.8579:. 902.  ./..93.3. 07./.8..:7. 0507..38:3 0 $47.3 3/: /. 7.39.5.909:7:3..7.    .. 907:9.3 /.2  /. .380-.350225303/. 80.3  .2. 8047.2.. . .3 .3.30809.9..703.3 ..3..  ..3 89.3  $. ....3 3.3.3.. /.3/.3 /.8.2 202.5 50302.3 . /80-:9.3 /.2. .9.9  2085:3 /9:83.25: 20249..3 /.7..3 -.703. /83..3.: .3 3/4308.3 /03.0.25: 202-07 802.8.9 203. .3.9   0. 0/:/:./.7 /../. 3/038. 8079.5.9   .93.3 .7.:&-:/   %44.3.3 202 .. 74.80-. 2:.7.29:-:3.    . 805079. 203.9 ....9.    0.9.7./  . 80-..:.9 /.3/.3 ...8.9 /:25.3 907472.5.25027.3.2.3.-09:/. .82.33.7...3. ./80:7:/:3.9 -07.3 /73. /.7 81.3 88902 5079././.. 90780-:9 .3 8.7  3.9.3 203434 -.5 0-4 . .33..9 . .907-039:-07-./. .7..9  907:9. 0.3.2.  .3.7 2.25: 202. 80-./. .3..5.7.7. -..  !03....9  897.. 503.07.9 81.3./.3 /. 07./.29..3  .  . 0...90  /..3 93 80-.....39. /...843 503.3 08025:73.72.2 809.3907/.3 .: 203..3 .33.2:3 /.91 . 3./. .3 -07-.5./.7.. :7: . 9.9. 09:7:3. /0. .3 .2070.7.3. 8079.7!:7$..   #.25 80-..25.3./.. /.//..50302.2   . :.. 2.39/.2.- ..7.9 /..    ./.. 80-.2..:3/.8 .25: 9.8  0/9.9..9 09.9.7.2 203..2.447/.:. /..3.9/.33 $047. 8. .2.9:    %44 .  ..3 8073 203/.9 202-:.25.7.9 .7.3  /0. 802-./../.93 //.2...3 5079.     .3 0 /05.897./.3203::48.3 203:3:.   $:2-07 ..3 5.3#./.97. /. 09:7:3..7 /0.. 80.9.  0:.3 203/.7  203.25.-/3./.9: ..7. 9075:  28.3  20/9.3. ./.349.3/9:. /.8:.7./ 504547 /.5..7..83: 0.. -07/.9 81.. .  02.2.3 .. .. 3 . ..9 0:9.5.39.9 90780-:9 / . 80.2 07.9 81.5. .2- 38.907.. -007.-.7/..7.3.3 -.29489039.5:... 8484 47.5.3 0../..8/:3. .3 -07..3./.8 8073 /.8.3 0502253.  %039:3. ..3 47..   $0-. .-..2 2.3 9.7.3.82.8.30/.9 81.3$. . 944 /..5. . 8:.8907..3 .8. 80. /.9.3 5. 83: .7.3 81.3 8...

 ... 0-0/  0..3.3. .3.3...35035:.8. 08025.3 /03.25. .35::9:7..320.2..: /-443  .39.3 .5:97.3...25../.8. 0-4.2-.8.2 203.. 2.38:-..3 9.. 0-4 . %.8.3 202253 . 80-. 8079.3 907/. .3 .73..././. 8.3 70.9 .. 3 9039: 203:7.5./.91  ..9..3 9: .3..33 20309. .  /./ ..3  /..3 .350225303/./.33.3!.3 /.3 0502253. 20.30. /.9.3.3 203:-:3.. -0780/.3 -..8:/0/. 203:39:9 2: 50309..8.8 0502253.9 .7.5. .92.7. 5:..3 -. /.3 7.. ..:7 5.:.7. 7./.37. . /.3 :9: 80/05.3.39 9. 203025. .93 .. 3.3 / ./..3.8: 202253 8/...3 7.3 90780-:9 8.3/.3.7 0/:5.38.8 /.3 5:..-././.703. .-.320.9 47.3 $8902 ..302:/.2.:3..0-4.90 . 09.. 8:5.8..  $8902 3 7:5./.25: 203.8.3.3845.3 5:973.8.-7. 9:.3 /.. 88902 5027.8:3789039. 5.9.3 902. .3.907.5..9.507/:940902..7. 90780-:9 . 9/..3:/. 3. . 203.30-545:07/03.38 -.3 .8/95:40.9/ . .9.    .07/.5.: . 2020393. 239.3 0.3 503:..3 -.. .9 /95: .7.3.09.3.3 202-07.3.. /..3 /03.380-:9.32025:3.7.3    03472.3 .3 080.09.3  .3.39.3:9.:.3  -.9.3 /73.3   $45. 5. 20. 8. /.90.3..3 /. .3:5.  02. 7.3 08:..23./.9  .3 ./.3 /.:5:3 ..33.2   .3 2. ..  20250..203.2   -:97 .. .3 2:/.2: 8.9. /.802:.3 70/-9. .93./. 20.3 .: ./:.3 .:.2 -07-./9. 0.3 20::/..380/.3 080:...5.3  .5.7...3 -079.. 202././.. 907-:.380-.. 7. 3 9.9 .78.3802.3. 203789.9845.8 7.3:9.: 5.202-.7.39...7.3.7 88902 .3 7.2. 203/:3 .37.400-4 .3:3.5.3. 0-4. ./.3  202 0907-:.07/.3 /./.. 2033..2.33. 2035: 0-4 . /.-0780/.  9:3/: 05.5.37.-/. 79..79. -0..57. .7 825.905.2:3 . .907.3-078. 809:25: :8:8 . .9. /..5.33.3 02:/.2./:9:8407..3202:0-4.3 -073.8.-07.897. 207:5.3 803..8.3 8:/.3 /.782.3. 2:.    $03.39./.3 5. 5. :34 .203.9 80-. .3 !.-.3 897./3..9  2030.0.9. /02. /03.8.8.3   $047.3 /:3.5 -07-. /.8 . 5.8.9.35: #.  .     202253  9072.305.7. $03.9.5.  03. .7. 9..:.39/.  /...503:... . .2.7.3/.:: /03.3 203.3 .   !02-.3/.8. .39..:. :.2 .. 5079.9 507-:.3 /.    $03.8.99. /.9./...25.80.3 .9:7.7  .25.9 9:  /.9549..7. 8..503.. ..3. 2. /. / 89..5.3../. 02.-8:.9.9:9:7.3 7.7.3  9/.    .7. -40 202-:3: :9:8.9 /0.5.3 .32032.3.2. /03. 2.35:97.3 -073.3 /907.:9.3 243:2039././    !03:8:37:5..../.32..3. 5.. 90.. 3 9../.7. . 0/.9 202253 8/./.. .3 343 2:8: /.. -07.3 ::2  %/. ..5././:2 2:8: 03. 2..70107038/.9: -:2-:3 003  .3.25..  203.9 .3.2  23:23.8:3 78  ..  ..9 .90..

/.3.3.8....7. 0802-.3 /.-. 8.7.3   .. 5:3 5.7 50303/.35./03.89.3 07.7.9.3 50303/./50225347.3 2...92..9 3/7.3/9:.3 ..7:83./0.33.3 3/: ..9 /.3203. 0.9. 502253 9/.3 2.3 .3/5253   9.3/..3 43974 /7 /. .25:7.9.5.18: 2030-: /.30502253.203.$.3.2:3 802... 502253 9: .-.8  202193.9..950702-.9/.8.3 /. 0.7/7803/7 $09..8:5:......7203.9. 20748493.3/.3/.3  &39:203. 808:.7.. !7.803/7 . 202.703.5. /.3 203079 0502253.  /.70502253. / 20. $8902 3. 3/: 90.8.33.8.8.3 8.3 3/: /.3.-0.3..7.3/..25..-::87.9.5-07:3.3:39:-072.8 /.: . 0.38./.89. 2..8..2 9.7 2.3 /5079.. :/897.3:8.8..3502253.3/.05.25.-8.503/.  7:3.3 43974 /7  ..2 9.89.3.3. !7.2.7..3 .  9: 8:/.:. 2025079./.3.  /.3   $047. /.8:/.- .5.3  9.3 8:2-07 :9.3/.79.. 0802-.3.   43805.380-.:-.3.7:.502253.3.80.3.3.7. 2.3 3/7./.79. /.7:. 50303/.33/:/. 08025:73.3/7  9.547.3/:7.. /73..7 -07-.. $. /9:.3-.3502253-07-:..37  .3...3 8:/. -../502253/73.3 20:. 24/0 0502253.72.:24/00502253..7.8.  207.3 7.30802-.25: 202-03903 .:5:3 74. ... 8047. !.3/.5202-.3 0802-.897.. '0/.07.8047.2.809.3.. . . 803/7 -.7:8 202:. 05.3 8050792.9. -03/.2...9: 09.#08... ./.-.89. . 5. :34  $0-:9 8.3.703.2.3 . !:7..:.-0-07.:7:9.:3 :/897..39072. .7944907/.  ..25.7:83.3.:/ -07-:7: -072.3.7.39:.2:7  03903 5079.8./03.9 /.-.   !0225308903/.3.9/02. 43974 /.750785091 24/0 0502253.25: 202253/7803/7 -..3. 507:-.9. 3/7.35:.9 .3 -.7.3  09. 3. '     $.3.8.7.35. 5073.547. 9.: 43974 5.203072.- 9. 5:.3 50303/. -.  :/897.2.3 3/7.8. :/ ..3 /903.99.3   .3.9. 207:5.3.3 203.2 /.349.::.. .3/.3 7.39./:3/..  .82..3.3.72./:  20.33..7.25. . !7.37.30502253.  ./ . . 80.3-07/.- 8:.: ./.95022539:7:8..05.3 .253.5./.7:.97.3/7/. :34 .-07:3.35022532.99/.9 $:/.  2.2 2...2 -.7. 3 207:5...3:93.  23:2.3 . 0/:5.3..3./.9. $.3. /5. 3/: .2.3 /./  8.: 5:3 3.35. .203. .503.897.-./..3.3. 8047.3.29.3..  907-:9 0/:5.3. .43502253 909.3 /7 .8/. 08:8.8.80. :39: 203.7. /.897.:3   03/. :/897.27:5.::5 203.$.3 07../502253/.2.-.59.$.3202-:.5020739...9   $:.7.7..3 $:8. 803/7  %.7.8/0.3 /5253  03.3..4-. -8.3.9: $08:.3 507:/3.33.3  ...3.2 .2 . 2025.3.. :/897..25.8.32.3 /.3.3/2:.8..3/.3 :...3.8 . 0.349.3.30/:5..3 . /.. .3 /7  907-:7: 3../ 509:3:  .39/.../502253.

 202:.8:/ W 3/7.7:8 2.3 0/:5.3502253.32.2  903/7.3.3 -07..7: 2.3 /5253 /.. 203:3/:..2 .9 -.349 .3 8.. ../.3:. . .7 09:: 038 9:  80-.9  &39: 9:.9.. /7  5.9./805079.3 /7  805079-07:9  3/7...  507: 50303/.089.5.3 8:7.97.7:8 202 81.3.3 20303/..7.5.3 502253 -0750/42.3. 81.3...782. 0502253.38. /.9.37.  $0.9  W'.7.390743974 9/..42 /.3.3502253.93.  793.8    . 84.3/7.4.3 9:  502253 ..3/7 802:..3802.3 202-07.3 :07.37079.8: . .9 .3/7.7:890.3 /7  !0303/.. 0.7:82.9.203.9 0/0.284.34397480. 2:/.3 2..:  . &39: 20203: 2.8  W$:7.2.35022535.7:3.9 0. /7 /.'    .3 8:9 ..8  !02253 03/.2.3 805079:.3-...5.8..3 /.2..3:9..9 81.   09:503933./..7:3.. 20303..307.7:82.90.8.:.2:3 :39: 20303/.3.3 7.. 9:9078:7.  3  '.3 9/.  ./ 502253 202..3 3/7./. . 803/7  /.3./.8. 203. $047. ..8:/ 9::... .793.25:2034-.897. 50303/.39.3/80-:9.3. 2. 20303/.280.25:202-07.  $1../.2.9.8047..3/780:.8. .:8047.2:3.  $:7.3 0..3  W38047.3..3. ...9:257./ 5.9  793.3/. 9.  ..8:/.9 9039.9..:80-:.3 93/ /.3. 8047. 0502253.33.:98047..2  W.3. /.72..3  9:25.782..:.25: 202503.2.3/.8047..3 50223 03/.3 -.3/7 .0.2.3 20307.3 /7 /.:.04.9.703. 805079 3/7.33. .3 /7 3.8.7:83...3502253..33.3/72020.97.320303/.3/7 2.3502253. .89 20303/.20303/.3/2.9  .3.  W'..3 7.9 203:.3:39:203.3 5.. 0825..350307.2 84..9 0/0.8   03.3 50303/..89.  3/7.9890//.8.7:820250309..5.9903.7:3.: ..5. 5.8047.: 202-:.3. !0225303/.5.3.7:8.39:7:3203:-:7.2 3.2  $.  .  '.3 9:.3502253..7. 90. 8047.50303/.25: 203.3.9/.

3 .32.2:  707:25:9. 8047.9 48.5.3:8. #.9..3 . 20307. 8.79..3 :9 203/::3 .2 203. ...3 -443 /.3 203:9 8. /.3 80-.3.7.7 /. 5:. 3 .9 81....3 502253 . 203../. ...9 7.95:3 8. 0.7 /. 20303/./. .3 /7 05.  2.3 203.3./.9%007  $047.2.3.-:  . /. -07:9 .2 /507.2.  /03. /0.  02..: -08. 4.3 /73.2..3507239.9.3 23:2  2.3.  . 0..9 3.2 98.2 907.39:-:3. 8047.907.7:8-07/.8047.3 0.. 507 0 :9. .3 8:/. 5.7:8 -8.7 202 8:507479. /.3 /73. 7.07.3..3  $05079 807.   $0.3  #..3 5:.5 . /039 /03..-:#.-:  507-:..9. /03.  .3 0- -08.3 . &39:203. ./.25:-07.9  &39: /..: 2.:.: . . 3/7.7.3/4./.. /805.7.2 .7  !.3 -07-.3507:3/.3203.3 /. 5.9.3.3..7. 8.  02.5 .9 2..3 /7  . /.3 .2.3. .37.- 202-.7 9:2:3. 5:.59.3-08.37... 02.5 $.35022539:. .2.. 2.3  .30802:.2.3 809.3 9: 2...8.3/7.3 043.3.3 #..3/:    .5. 82-48 0:.0  7.3.3 . 8.9.. 2:7..3203.7./7.:.3.  5033.3 505443.3   .3.7:8 202 81.9 . .33.. .9.25: 20303/.3 2./ -:.-7./.5..3 #.3  48. --7  .37..8   %:..3 .3808:.   #..9..9::.. $:7.: /. 08..503/09./..7.  039.3. 7.2.  /.7:8 203/.  08.3-073.9.. .  2.3  .37.7:8 /.9. 81.3 .747..3..3.3 &. -09:.:  ..-.9 .9 /.9..9  .3 2032-:..3.3 /..3... . /. /80-:9..3/.25:3 202507..3 907.809/.9 0..9.3.3 502253  .3 05.$.8 20.7  070. /.33./.3.7.72.:7.9.3..3 :.3203/0.:8  .33. 2030:.3 0.9 7. 9039: . .3 -.7.9 .8 .2. 9:  03/.9 .3 ..3 ..3.  80-. /.3  .2.9  . 7.3.  .7.0-. 207:5.3 -079:- 9:- 2032-:.9 .3 0.3 -07-:.390...-3:320.-.3/..9 #.9 203.25:3 /7.39: :.2  09.:/.3/7. .3 :3/.9 . 2.3 -. .. 0.3 .9: -07/7 203..389.3 :9.. 0 .3507.3 502253 20207:.3203..7:3.3 502253 ..  #..3. 80/.3 /.3.3 90.39:39:3....9  #.-073.-7..9.2- 203. 43805 .5..7 .:..793.05..5  3.9. 9:39:3  .8:/3.90780-:99079:.5.7 W:07.3. 5030-.3 50303/.: 2:8:.3203. /.3/.3 :39: 20.7 502253 ...3 0.897.3/.9..3/.. -. 5253  . -078..3: /. .:7.9 9..95:3 .8.3 8.9 . 80-.3/./.8  8. 804.3.3./039 /03. -:/ /.5 2.3 93.-08.7..: 7.3 -073./.2.8..072.2 05:3...7.3 0807-: /. .3.  842-43  900-:7  ..8.5.8.:..3 ..3 -.9. 2.3:93.3 .3 47.3 ...:7.W ./...8.93./-07 0/:/:.2.3  03.7.5..3 043.  .. 8.9  /.9.93...3..8..3.2.  8:7.39.9./03.9:7..3:8.59.3 7.  50:5.8.2.:..7.:5:30-:7:.2.3 /73.  09.303.3 93/.3-.3 %07425.. 09..0  7.:9/.3 5.703. /.2 0-3:3.9 ..3 80-.. :39:203/:3.  80-.9   #.. 2. :39:080..3 80-./7.3 /.3:07.3.3.3 /.3. 8047.  :9.93.9 2:..2 #.30-3:3.9 81..

.3. /.  $. !0.2.7 8038.2../-/...3 803 :7 /..9 .2 2.3 .7.. 207:5. ./ .3 5075..7.3 .. /./.3 -.2.9.3 803 -:/.1. ..8039.97.703.50..2..8..8.3.7...3.8 ./.3 807.3 /03.8.8..8.. .9.  &...3.3.7 .3/:.3 /808:. 8037./.9.3.2.9 / .2..2./.3 2944 8079./:.3$2.3 503/:5./.3:5..7.7..2.3 2..3. .2.7.3. $..7 !.3:5.7.3 1.!07..3.2.3 :38:7 0-:/.3 . .. 8:8. %.2.7.3 09. :/..2.3 .39.3/.7../.33.7..7.7.. /../. /.  907/7 /.7. ...7.  5. .8 &.8. $2.9. 3/:820  3/: .8 / /.3 /..3 ..3 . . 0/:5.  . 7.33 8. /.. .897.3 / ../. .33.. .32032-:. 02:/..2. 43805 -07.3 .3/08. .7.

3./.9./.3 ..3 43805 89.8./.8..    .-:  .3 .3202-0. /9.  /0.90507.5.2903 !7.3203/.57. .9   !.37.../.7.3 /2. !7.3 2025:3..3.-07..3/2.3/.8.3-03.7    .3 -0.8.5903..9.08. !7.9.83 2.8  0. .8:/ /03.2.-078.3/78047.9 . .83/08.354450303/..3502253. ... /.502253./..9    $.3507-0/..9.977. 207:5. 07.2 20303/.9: .2.905.9:7.8.3 80...7 . 8090.349.9.-: /.:  2.8..3-.. ./. 07..2903 !7.5.3. ../.9 .3 . /.-..3/.2.-:9.9 ..:.9:   .3 89.-.9/08.3  203:3.3 8:/. ...

8..-07..7.3    $.38.7    .2.3033.8.390:3-007.320.80.5020739..97083.3503/03.    %.3.7.5.9.    ..07/203:3.3/..3.9    7498..5703/./..45.:-078..7.3/.357.3907.3.

85.9.:.8..305./.: 203../.8/.  0.3 050393.9407.88. 3.3.032:8:80.5.203./.8802089.5503/7.3   $:2.347.9202507/.808..   $$02089.3::7   3.3.-078.   -.:/. 80.3 203/./.840802:.80.3.::../.:50784./.802:.-/ /.3.9/3.-:.3.3   .5.7..9.85.9.3907.3 !7.:.9:443.3.2:8:   .!:-.7.39790.3/75.3 30..

5. 2.3 .3/.:.3.79.3 07. .3 20.-07...25.3 . .    :95./:5.9:7./503.3 /03.3 /7 20.. -3:3  02:/.23..3..-:. .7.: 7.99.. /. .9 #.3 -07-:7: / :9.93..3 /.3 50303/.320.9:.8 803..8  803.2805079202-.8.30-50393   !7.3 2.3 /7 20.: 7./.-. :.8 203:3:.:.3.39...3 .30--.3 -07..203/.8.3..8 /.9.8047.7.3 20.. -3:3 /03. 9007  #.  ..    .9 :.9 8.7: 40 81.9.3 -.2.. 7.3.7: 81.::.80/07.3.5..9 %.2 9.:7.: 0.3 -07..7:40 81. -3:3  02:/..-: 2...3 507 0 :9.: 203438:28 23:2.79 /503.3.:9207:8. /.  $03.2.3 -.39748508   2-0!.-:  7..-..9:9.3..3. 507..:. 7.3.9.3 / . 90703.  5.79 /503.. 2. 80.- 8:..3 50303/..37.

27.3.3.3.93.3/:                                              .2.. 80-.7:8:.7.  9/.. &..7. 50/.3 502253  ::5 20.2..3 0.03/07:3 .3./. .. .3.8.87. 8047. / .3.3.. 8:9 -.2.7:3 /9.5203:./9.: 30... 3 33 -.2.7..5   .93...3  #. 808:..

##$    995.

.

42..550:9.:7: -48549 .

  .

.

3 093 -. 92  995.9.578385 0502253.

.

.42..7  2:95 .

..7.03/.

902.

 .

*!02253  995.9.*.

.

.. .4:0 3.:.9. 4.

47/.#0.

  995.

.

4.9.:.. ..4:0 3.

47/.#0.

  995.

.

42.0 47/57088 ..

 .

.

.

. -7..89.9. 14841 0502253.3 .

  995.

.

/.9. 95 ../.

/4:203.

3 09.247. /. 502253  995.

.

42./..-48 -48549 .

  .

.

3 8:: /.. 92  995.43805 0502253.

.

3/7./.-448 .42.

3*-.3 92  995.0502253.*0*/05.

.

0502253.3 185: -48549 .42.

 .

.

/0138 0502253.3 92  995.

.

4 /. 440 .

8.9 50/08.- / 84:7...8.7.3 2.3 2.8.0-.3 .9 50/08.03958 ...6 .43  47 7*. 7*5 ./1 - -   995.7.3 5- 4605 02253...1 48- 15.61 .- ..6 8*820 8*:5            -.05 60502253.

.

 704. 47.

/.9..

00/*949.574. 92  995.

.

42.55 2 . .

3* 92  995.-.

.

788009420 .42. 5.

.-.

*2 55/      .:9:7..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful