Pengertian pemarintahan presidensial dan pemerintahan parlementer?

pengertian pemarintahan presidensial dan pemerintahan parlementer di indonesia

5 bulan lalu

Lapor Penyalahgunaan

by Baskoro Anggota sejak: 05 Oktober 2007 Total poin: 1423 (Level 3)
• •

Tambahkan ke Kontak Saya Blokir Pengguna

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak
Presidensil adalah : Sistem pemerintahan, dimana semua menteri bertanggung jawab kepada Presiden. Dapat dikatakan bahwa wewenang penuh dalam aktivitas pemerintahan dipegang oleh Presiden. Sedangkan parlementer : Sistem pemerintahan, dimana semua menteri bertanggung jawab kepada parlemen (DPR/MPR). Pada sistem ini, pemegang wewenang penuh dalam aktivitas pemerintahan adalah Perdanan mentri. Sedangkan Presiden atau Raja dapat dikatakan hanya sebagai Simbol (seperti di Indonesia waktu RIS, Presidennya Soekarno dan Perdana Menterinya Syahrir)

pemerintahan presidential adalah sistem pemerintahan suatu negara dimana dewan menteri bertanggung jawab penuh kepada presiden, sedangkan pemerintahan parlementer adalah sistem pemerintahan suatu negara dimana dewan menteri bertnggung jawab kepada parlemen

saya mau tanya,,, 1. apa kelebihan sistem pemerintahan presidensial di indonesia? 2. apa kekurangannya? terima kasih

1 bulan lalu

Lapor Penyalahgunaan

by Chingoks... Anggota sejak: 14 Juni 2008 Total poin: 20343 (Level 6) Gambar Badge: Berkontribusi Dalam: Pemerintah Politik Lain-lain - Politik & Pemerintahan
• •

Tambahkan ke Kontak Saya Blokir Pengguna

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak
Bro, mo berbagi... Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut. 1. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden tidak dipilih oleh parlemen, tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. 2. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. 3. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. 4. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. 5. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. 6. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial: 1. Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. 2. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Misalnya, masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun, Presiden Indonesia adalah lima tahun. 3. Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. 4. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri.

2. atau parlemen. Apa persamaan dan perbedaan sistem presidensial dan parlementer? • 1 bulan lalu Lapor Penyalahgunaan by Ve Anggota sejak: 06 Desember 2007 Total poin: 1414 (Level 3) • • Tambahkan ke Kontak Saya Blokir Pengguna Jawaban Terbaik . Dalam presidensiil. Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama.Dipilih oleh Penanya Sistem parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. 3. tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislatif.Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial: 1. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan. yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. menuju kritikan dari beberapa yang merasa kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan yang ditemukan dalam . sering dikemukakan melalui sebuah veto keyakinan. Sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. Oleh karena itu. Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung dari dukungan secara langsung atau tidak langsung cabang legislatif. namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja.

sebuah republik kepresidenan. . bagian tidak sehingga. Presiden memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen. Friedrich). terdiri dari beberapa bagian yang mempunyai hubungan fungsional. Sistem Pemerintahan Istilah sistem pemerintahan merupakan gabungan dari dua kata. . Sistem presidensiil (presidensial). dengan kepala pemerintahan adalah perdana menteri. karena kefleksibilitasannya dan tanggapannya kepada publik. Presiden tidak bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif. merupakan sistem pemerintahan negara republik di mana kekuasan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasan legislatif. itu maka menimbulkan akan suatu ketergantungan antara bagian-bagian yang akibatnya jika salah satu bekerja dengan mempengaruhi keseluruhannya itu. Sistem parlemen dipuji. dibanding dengan sistem presidensiil. “sistem” dan “pemerintahan”. dan kepala negara ditunjuk sebagai dengan kekuasaan sedikit atau seremonial. baik antara bagian-bagian maupun hubungan fungsional terhadap keseluruhannya. hubungan baik. seperti dalam Republik Weimar Jerman dan Republik Keempat Perancis. Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasan eksekutif presiden bukan kepada kekuasaan legislatif. Kekuasan eksekutif presiden diangkat berdasarkan demokrasi rakyat dan dipilih langsung oleh mereka atau melalui badan perwakilan rakyat. Namun beberapa sistem parlemen juga memiliki seorang presiden terpilih dengan banyak kuasa sebagai kepala negara. memberikan keseimbangan dalam sistem ini. Ciri-ciri pemerintahan presidensiil yaitu: Dikepalai oleh seorang presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala negara. Sistem parlemen biasanya memiliki pembedaan yang jelas antara kepala pemerintahan dan kepala negara. atau disebut juga dengan sistem kongresional. “Sistem” adalah suatu keseluruhan. (Carl J. Kekurangannya adalah dia sering mengarah ke pemerintahan yang kurang stabil.

Sistem Pemerintahan Parlementer Sistem parlementer adalah sebuah sistem permerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Kedua negara tersebut sampai sekarang konsisten menjalankan dua negara prinsip-prinsip tersebut. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan di atas. Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciri-ciri yang ideal dari sistem pemerintahan yang dijalankannya.Sistem pemerintahan di dunia terbagi atas sistem pemerintahan parlementer dan presidensial. yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan. di mana seorang raja tak dapat diganggu gugat (the king can do no wrong). 1. di mana sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden presiden dan seorang perdana menteri. Dalam presidensil. Sistem parlementer. terlahir dari adanya pertanggung jawaban menteri. kemudian pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain di belahan dunia. pemerintahannya. Bahkan. namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja. Negara Inggris dianggap sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer. tetap Amerika dalam Dari Serikat juga sebagai pelopor dari dalam sistem sistem pemerintahan presidensial. Seperti halnya yang terjadi di Inggris. Inggris disebut sebagai “mother of parliaments” (induk parlementer). yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. maka jika terjadi perselisihan antara raja dengan rakyat. Berbeda dengan sistem presidensil. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan. Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. menterilah yang . Pada umumnya. sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial. negara-negara di dunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut.

Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer . parlementer ini adalah kelanjutan dari bentuk negara Monarchi Konstitusionil. Dari pertanggung jawaban pidana ini. bahwa Sistem sistem parlemen telah terjadi sejak permulaan abad ke-18 di Inggris. di India.bertanggung jawab terhadap segala tindakan raja. Sebagai contoh. bahwa dalam pemerintahan kabinet parlementer. sekalipun tidak dapat dielakkan suatu “dualisme antara pemerintah dan dewan perwakilan rakyat” a. Dari ketatanegaraan. Karena itulah di Inggris dikenal istilah “the king can do no wrong”. kemudian lahir pertanggung jawaban politik. Kabinet yang terdiri dari perdana menteri dan menteri-menteri. di mana kekuasaan raja dibatasi oleh konstitusi. Karena itu di dalam Inggris. Kalau tidak. Pertanggung jawaban menteri kepada parlemen tersebut dapat berakibat kabinet meletakkan jabatan dan mengembalikan mandat kepada kepala negara manakala parlemen tidak lagi mempercayai kabinet. Kemudian karena terbukti. seperti Negera Belanda dan negara-negara Skandinavia. sistem raja parlementer. perlu dicapai adanya keseimbangan melalui mayoritas partai untuk membentuk kabinet atas kekuatan sendiri. Beberapa negara. dikatakan. di mana para menteri harus bertanggung jawab atas seluruh sejarah kebijaksanaan pemerintah dapatlah terhadap parlemen. menteri tersebut dijatuhi hukuman mati oleh majelis tinggi. Sebagai catatan. maka dibentuk suatu kabinet koalisi berdasarkan kerjasama antara beberapa partai yang bersama-sama mencapai mayoritas dalam badan legislatif. Kesalahan yang dilakukan oleh kabinet tidak dapat melibatkan kepala negara. kedudukannya adalah sebagai kepala negara. bertanggung jawab sendiri satau bersama-sama kepada parlemen. di raja atau dan ratu dan presiden. Contoh kedudukan ratu Muangthai presiden Selanjutnya yang disebut eksekutif dalam sistem parlementer adalah kabinet itu sendiri. pada umumnya berhasil mencapai suatu keseimbangan. Thomas Wentworth salah seorang menteri pada masa Raja Karel I dituduh melakukan tindak pidana oleh majelis rendah.

6) Dalam sistem banyak partai. Kabinet harus meletakkan atau mengembalikan mandatnya kepada kepala negara. Sedangkan partai politik yang kalah akan berlaku sebagai pihak oposisi. adalah sebagai berikut : 1) Raja/ratu atau presiden adalah sebagai kepala negara. formatur kabinet harus membentuk kabinet secara koalisi. 7) Apabila terjadi perselisihan antara kabinet dan parlemen dan kepala negara beranggapan kabinet berada dalam pihak yang benar. maka . 2) Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri.Beberapa ciri dari sistem pemerintahan parlementer. Kepala negara ini tak bertanggung jawab atas segala kebijaksanaan yang diambil oleh kabinet. Kepala negara tak memiliki kekuasaan kedaulatan pemerintahan. yang ditunjuk sebagai pembentuk kabinet dan sekaligus sebagai perdana menteri adalah ketua partai politik yang memenangkan pemilu. 4) Eksekutif bertanggung jawab kepada legislatif. 3) Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih lansung oleh rakyat melalui pemilihan umum. karena kabinet harus mendapat dukungan kepercayaan dari parlemen. manakala parlemen mengeluarkan mosi tidak percaya kepada menteri tertentu atau seluruh menteri. dan Ia hanya berperan keutuhan sebagai simbol negara. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. Dan yang disebut sebagai eksekutif di sini adalah kabinet. 5) Dalam sistem dua partai.

Kelebihan a. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan pemecahan masalah-masalah . Biasanya suatu kabinet ekstra-parlementer yang bersifat mempunyai program kerja yang terbatas dan mengikat diri untuk menangguhkan fundamental. Sebagai akibatnya. Kelebihan dan kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer 1. Kalaupun ada menteri yang merupakan anggota pertai. Dalam hal terjadinya suatu krisis kabinet karena kabinet tidak lagi memperoleh dukungan dari mayorits badan legislatif. Sebaliknya. apabila partai oposisi yang memenangkan pemilu. maka dengan sendirinya kabinet mengembalikan mandatnya dan partai politik yang menang akan membentuk kabinet baru. b. apabila partai politik yang menguasai parlemen menang dalam pemilu tersebut.kepala negara akan membubarkan parlemen. Dalam keadaan semacam ini terpaksa dibentuk suatu kabinet ekstraparlementer. b. kadang-kadang dialami kesukaran untuk membentuk suatu kabinet baru. oleh karena pandangan masing-masing partai tidak dapat dipertemukan. maka kabinet akan terus memerintah. Pembuatan kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. maka secara formil dia tidak mewakili partainya. yaitu suatu kabinet yang dibentuk tanpa formateur kabinet merasa terikat pada konstelasi kekuatan politik dalam badan legislatif. Dan menjadi tanggung jawab kabinet untuk melaksanakan pemilu dalam tempo 30 hari setelah pembubaran itu. Hal ini karena kekuasaan legislatif dan eksekutif berada pada satu partai atau koalisi partai. Dengan demikian bagi formateur kabinet cukup peluang untuk menunjuki menteri berdasarkan keahlian yang diperlukan tanpa menghiraukan apakah dia mempunyai dukungan partai.

kedudukan eksekutif tak tergantung pada badan perwakilan rakyat. 2. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan menjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya. Karena pengaruh mereka yang besar di parlemen dan partai. 2. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. seorang presiden menunjuk pembantu-pembantunya yang akan memimpin departemennya masing-masing dan mereka itu hanya bertanggung jawab kepada presiden. Sistem Pemerintahan Presidensial Dalam sistem pemerintahan presidensial. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tak bisa ditentikan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktuwaktu kabinet dapat bubar c. Karena pembentukan kabinet itu tak tergantung dari badan perwakilan rakyat atau tidak memerlukan dukungan kepercayaan dari badan perwakilan rakyat.publik sehingga kabinet menjadi berhati-hati dalam jelas menjalankan c. . Adapun dasar hukum dari kekuasaan eksekutif dikembalikan kepada pemilihan rakyat. Kedudukan badan eksekutif/kabinet oleh sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan parlementer b. Sebagai kepala eksekutif. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet pemerintahan. anggota kabinet pun dapat menguasai parlemen d. maka menteri-pun tak bisa diberhentikan olehnya. Kekurangan a. Hal ini terjadi bila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal darin partai mayoritas. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif.

a. Contohnya adalah Amerika dengan Chek and Balance. terpisah satu sama lain secara tajam dan saling menguji serta saling mengadakan perimbangan (check and balance). Kekuasaan membuat undang-undang ada di tangan congress. maka sebagai kepala eksekutif ia hanya bertanggung jawab kepada rakyat. sedangkan presiden mempunyai hak veto terhadap undangundang yang sudah dibuat itu. presidensial menerapkan teori Montesqueu secara murni melalui pemisahan kekuasaaan (Separation of Power ). Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Presidensial 1) Penyelenggara negara berada di tangan presiden. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Sedangkan yang diterapkan di Indonesia adalah pembagian kekuasaan (Distribution of Power). tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan/majelis 2) Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Karena presiden dipilih oleh rakyat. Trias Dalam Politika Praktiknya. di mana kedudukan tiga kekuasaan negara yaitu legislatif. Kabinet bertanggung jawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen/legislatif 3) Presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen karena ia tidak dipilih oleh parlemen 4) Presiden tak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem . dan kekuasaan legislatif berada di tangan DPR atau Konggres sistem (Senat dan Parlemen di Amerika). eksekutif dan legislatif. Presiden tak dipilih oleh parlemen. Kekuasaan eksekutif ada pada presiden dan pemimpin-pemimpin departemen. Pelaksanaan kekuasaan kehakiman menjadi tanggung jawab Supreme Court (Mahkamah Agung). yaitu para menteri yang tidak bertanggung jawab pada parlemen.Sistem ini terdapat di Amerika Serikat yang mempertahankan ajaran Montesquieu.

Kekuasaan eksekutif di luar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat b. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Anggotanya pun dipilih oleh rakyat 6) Presiden tidak berada di bawah pengawasan langsung parlemen b. Penyusunan program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya d. Badan eksekutif lebih stabil kedudu-kannya karena tidak tergantung pada parlemen b. Pembuatan keputusan/kebijakan publik umumnya hasil tawarmenawar antara eksekutif dengan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. . Kelebihan 1. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri 2. masa jabatan presiden Amerika Serikat adalah 4 tahun dan presiden Indonesia selama 5 tahun c. Sistem menciptakan pertanggung kekuasaan jawabannya kurang mutlak jelas c. Misalnya. dan Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial Kelebihan a. Kekurangan a.parlementer 5) Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan menjabat sebagai lembaga perwakilan.

plis. 3) Tidak ada keanggotaan yang tumpang tindih antara eksekutif dan legislatif Apa sistem pemerintahan di amerika dan inggris? ini tugas sekolah.Menyadari adanya kelemahan dari masing-masing sistem dan atau pemerintahan. bantu ya. 2) Masa jabatan yang tetap bagi presiden dan dewan perwakilan.. thanks. keduanya tidak bisa saling menjatuhkan (menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang). • • 5 hari lalu . diadakanlah mekanisme cheks and balance. menjalankan pemerintahan dan mengangkat pejabat-pejabat pemerintahan yang terkait. dimaksudkan negara-negara pun agar kelemahan berusaha memperbaharui tersebut dapat dicegah berupaya mengkombinasikan dalam sistem pemerintahannya Hal ini dikendalikan. bikin pusing. terutama antara eksekutif dan legislatif. pada sistem pemerintahan presidensial terdiri dari 3 (tiga) unsur yaitu : 1) Presiden yang dipilih rakyat.. Misalnya.tandai ini sebagai Pertanyaan Menarik! . Menurut Rod Hague. maka untuk mencegah kekuasaan presiden yang besar.19 jam tersisa untuk voting Lapor Penyalahgunaan • 0 bintang . di Amerika Serikat yang menggunakan sistem presidensial..

..... tapi Kepala Negaranya Ratu Elzabeth II )..artinya Kabinet ( Menteri ) dibentuk oleh Parlemen ( semacam DPR ) dan dipimpin oleh Perdana Menteri....Siapa yang menilainya menarik Jadilah orang pertama yang menandai pertanyaan ini sebagai pertanyaan yang menarik! • • Email Simpan o Tambahkan ke Daftar Pantau pribadi o Simpan ke My Web o RSS Jawaban (2) • Penjawab 1 Kalo gak parlementer..( Kepala Pemerintahannya Perdana Menteri.Perdana Menteri tdk bisa membubarkan Kabinet ( ttp Parlemen bisa membubarkan kabinet ).. presidensil o 5 hari lalu Sign in untuk memberikan suara! 0 Penilaian: Jawaban Bagus 0 Penilaian: Jawaban Buruk Lapor Penyalahgunaan Penjawab 2 o o o • Klo di Amerika Sistem Presidensiil artinya Kepala Pemerintahan mempunyai hak membentuk Kabinet ( Menteri ) dan Kabinet bertanggung jawab kepada Presiden ( Kepala Pemerintahan sekaligus Kepala Negara ). Klo di Inggris Sistem Parlementer.....Presiden bisa membubarkan Kabinet..biasanya Perdana Menteri berasal dari partai yg mempunyai kursi terbanyak di Parlemen .. o 5 hari lalu .Kabinet bertanggung jawab kepada Parlemen .......

Memang UUD 1945 yang disusun dalam Perang Dunia Kedua itu secara sadar memakai sistem ”concentration of power and responsibility . Memang benar menjelang berakhirnya Republik Pertama pada tanggal 27 Desember 1949 terjadi tiga kali selingan dipakainya sistem presidensial. UUD 1945 memakai sistem presidensial. dari 63 orang anggota Dokuritsu Zyumbi Cho Sakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan) yang hadir pada waktu pemungutan suara. Dengan kelebihan suara yang menyolok.” Selama Republik Kedua (27 Desember 1949-17 Agustus 1950) dan Republik Ketiga (17 Agustus 1950-5 Juli 1959). kita kembali memakai sistem presidensial. UUD 1949 dan UUD 1959 memakai sistem parlementer. sebanyak 55 orang memilih bentuk ”republik” yang dikepalai oleh seorang presiden dan sistem pemerintahan yang dianut ialah sistem presidensial. namun hal ini merupakan ”exception to the rule. Beberapa Pemikiran Oleh Harun Alrasid Dari perspektif sejarah adalah menarik bahwa sistem parlementer yang berlaku di Inggris tidak dianut di Amerika Serikat yang nota bene adalah bekas tanah jajahan (koloni) Inggris. Adalah menarik untuk disadari bahwa dengan berlakunya kembali UUD 1945 muncul diktatordiktator. Apakah sebabnya? Menurut pendapat saya karena baik Inggris maupun Belanda menempatkan raja/ratu sebagai Kepala Negara (Head of State) sebagai lambang persatuan dan kesatuan yang tidak bisa berbuat salah (The King/Queen can do no wrong) sedangkan yang bertanggung jawab mengenai kebijakan pemerintahan ialah Perdana Menteri (serta para Menteri) sebagai Kepala Pemerintah (Head of Government).Sistem Parlementer versus Sistem Presidensial. yaitu sistem parlementer. Namun perlu dicatat bahwa belum sampai tiga bulan merdeka kita meninggalkan sistem presidensial dan menggantinya dengan sistem parlementer dengan dibentuknya kabinet Sjahrir yang pertama pada tanggal 14 November 1945. Amerika Serikat memakai sistem presidensial. Selama Republik Keempat (5 Juli 1959 – sekarang) yaitu dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden. Begitu pula Indonesia sebagai bekas tanah jajahan Belanda tidak menganut sistem pemerintahan yang berlaku di negara yang menjajahnya.

Batas masa kerja kabinet ialah antara dua pemilihan umum. sebab tidak tertutup kemungkinan terjadi pemilu yang dipercepat (early election). Memang betul terdapat ”aturan main” yang memungkinkan Presiden dijatuhkan dalam masa jabatannya (removal from office) seperti di Amerika dan Filipina. Apakah yang dimaksud dengan sistem hubungan antara pemerintah dan badan yang mewakili rakyat (Parlemen/DPR) di mana Menteri tidak bertanggung jawab kepada raja/ratu tetapi bertanggung jawab kepada parlemen. dengan perkataan lain tidak representatif lagi. Jadi. namun dalam prakteknya betul ada satu Presiden pun yang jatuh karena hasil . meskipun Juara I ialah Partai Buruh. maka Partai Buruh-lah yang mendapat giliran untuk memerintah selama tiga tahun mendatang atau pemilu berikutnya. Selama masa jabatan Presiden (di Amerika 4 tahun. di Filipina 6 tahun) dia dapat memerintah dengan relatif aman (stabil). Inilah yang lazim terjadi. Tetapi syaratnya harus disusul dengan pemilihan umum untuk membentuk parlemen baru. yaitu melalui lembaga impeachment. Pemerintah (kabinet) sewaktu-waktu dapat dijatuhkan oleh parlemen dengan mengeluarkan mosi tidak percaya (mencapai mayoritas suara) sehingga akibatnya Perdana Menteri mengembalikan mandatnya kepada raja/ratu yang akan menunjuk formatur untuk membentuk kabinet baru (biasanya disebut dengan nama sang Perdana Menteri). kabinetlah yang harus jatuh. Apabila ternyata sikap parlemen baru sama saja dengan parlemen yang lama. maka Kepala Negara tidak boleh membubarkan parlemen untuk kedua kalinya. Namun bisa juga terjadi alternatif lain. Contoh konkret ialah Kabinet John Howard (koalisi Partai Liberal dan Partai Nasional) yang memenangkan Pemilu 1998.upon the President” (pemusatan kekuasaan dan tanggung jawab pada Presiden). di Indonesia 5 tahun. Bukannya kabinet yang jatuh tetapi parlemen yang dibubarkan oleh Kepala Negara jika dinilainya tidak menyuarakan kemauan rakyat. Jika dalam Pemilu 2001 Partai Buruh berhasil mencapai mayoritas suara di parlemen (House of Representatives). Berbeda dengan sistem (pemerintahan) presidensial di mana Pemerintah (yaitu Presiden) tidak dapat dijatuhkan dengan mosi tidak percaya dari parlemen. yaitu 75 kursi dari 148 kursi.

yaitu jumlah partai yang ideal untuk suatu sistem presidensial. Diharapkan Pemilu 2004 akan menghasilkan empat besar (Big Four) seperti pada Pemilu 1955. Satu-satunya kasus impeachment yang pernah terjadi di Amerika ialah terhadapPresiden Andrew Johnson (1865) namun pemungutan suara di Senat tidak mencapai kuorum. Dalam rangka untuk mencapai penyederhanaan kepartaian yang pernah dilakukan oleh Presiden Soekarno. Selanjutnya menjelang Pemilu 2009 UU Pemilu diubah lagi. yaitu electoral threshold dinaikkan dari 10% menjadi 20%. Di Indonesia. tidak terdapat aturan main yang memungkinkan jatuhnya Presiden. Pertanyaan yang muncul akhir-akhir ini ialah sistem pemerintahan manakah yang cocok untuk negara kita? Menurut pendapat saya yang cocok untuk Indonesia ialah sistem presidensial. Penulis adalah Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia . PAN dan PBB. saya menyarankan agar electoral threshold dinaikkan dari 2% menjadi 10%. Ini berarti setiap partai harus meraih minimal 100 kursi. dengan perkataan lain. PPP. Ini berarti partai pemenang pemilu harus meraih minimal 50 kursi. lambat laun sistem multipartai akan berganti dengan sistem dua atau tiga partai. tidak dipaksakan dari atas seperti pada masa Orde Baru. barulah kita memakai sistem pemilihan presiden secara langsung. Pada Pemilu 2004 nanti ada enam partai politik yang berhak ikut pemilihan umum. Partai Golkar. Yang menjadi pertanyaan ialah apakah jumlah kursi DPR yang harus diraih (electoral threshold) masih tetap 2 (dua) persen atau 10 kursi. dengan catatan bahwa sistem kepartaian harus mengalami persesuaian. Sedangkan jatuhnya Presiden Estrada bukan karena hasil proses impeachment tetapi karena dorongan people’s power. Namun prosesnya harus alamiah.impeachment. PKB. Alhasil. Kalau tahap ini sudah tercapai. dalil saya ialah sistem presidensial inheren dengan sistem dua/tiga partai. Bagaimana pun. Diharapkan Pemilu 2009 akan menghasilkan Tiga Besar atau Dua Besar. yaitu PDI-P. menurut UUD 1945.

dan kepala negara ditunjuk sebagai dengan kekuasaan sedikit atau seremonial. kesalahan yang dilakukan oleh kabinet tidak dapat melibatkan kepala negara (The king can do no wrong). bila tidak dapat diterima dan parlemen tidak mempercayai kabinet lagi. Sebagai konsekuensi lebih lanjut. dibanding dengan sistem presidensiil. Eksekutif dalam sitem parlementer adalah kabinet. tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislatif. presiden) dan kepala pemerintahan (perdana menteri). di mana sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri. dapat berakibat cabinet meletakkan jabatan. Dalam presidensiil. yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung dari dukungan secara langsung atau tidak langsung cabang legislatif. Sistem parlemen biasanya memiliki pembedaan yang jelas antara kepala pemerintahan dan kepala negara. ratu. sering dikemukakan melalui sebuah veto keyakinan. dalam sistem parlementer terdapat pemisahan tegas antara kepala negara (raja. Namun beberapa sistem parlemen juga memiliki seorang presiden terpilih dengan banyak kuasa sebagai kepala negara. Oleh karena itu. namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja. karena kefleksibilitasannya dan tanggapannya kepada publik. Perlu ditegaskan. kabinet harus mempertanggungjawabkan kebijaksanaannya kepada parlemen. Sistem parlemen dipuji. terdiri dari perdana menteri dan menterimenteri yang bertanggung jawab sendiri atau bersama-sama kepada parlemen. presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan. kebijaksanaan pemerintah atau kabinet tidak boleh menyimpang dari yang dikehendaki oleh parlemen. menuju kritikan dari beberapa yang merasa kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan yang ditemukan dalam sebuah republik kepresidenan.Sistem parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. seperti dalam Republik Weimar Jerman dan Republik Keempat Perancis. Kekurangannya adalah dia sering mengarah ke pemerintahan yang kurang stabil. Berbeda dengan sistem presidensiil. Setiap kabinet yang dibentuk harus memperoleh dukungan kepercayaan dengan suara terbanyak dari parlemen. Dalam sistem parlementer terdapat hubungan yang erat antara eksekutif dan legislatif. Karena itu. Dengan demikian. Pertanggungjawaban menteri kepada parlemen. memberikan keseimbangan dalam sistem ini. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan. . dengan kepala pemerintahan adalah perdana menteri. atau parlemen. kabinet harus mengembalikan mandatnya kepada negara. Dengan demikian.

di masa depan Parlemen akan menjadi lebih kuat. Kedudukan presiden rangkap sebagai kepala negara dan kepal a pemerintahan 7. Pengaruh parlemen ke pemerintahan sangat mutlak 10. walaupun dipimpin seorang Presiden. jika pencalonan presiden/wapres berlangsung seperti disebut di atas. Pertanggungjawaban cabinet langsung ke parlemen 9. maka diperkirakan di masa depan bobot parlementer dalam sistem pemerintahan akan meningkat. maka pertanggungjawaban eksekutif (presiden) terhadap parlemen (MPR) akan menjadi suatu yang bersifat nyata yang sewaktu-waktu dapat diminta oleh parlemen. Presiden dan Perdana Mentri berwenang terhadap jalannya pemerintahan 3. Jika kita lihat dari Pasal 4 dan 17 Undang-undang Dasar 1945 sebelum/setelah perubahan. maka terlihat bahwa Undang-undang Dasar 1945 sebelum/setelah perubahan tidak menganut sistem pemerintahan presidensial sepenuhnya. yaitu presiden menjadi kepala eksekutif dan mengangkat serta memberhentikan para menteri yang bertanggungjawab kepadanya. dan hubungannya dengan eksekutif akan bersifat sangat mempengaruhi. Namun jika dilihat dari Pasal 5 ayat (1) sebelum/setelah perubahan dalam hubungannya dengan Pasal 21 sebelum/setelah perubahan. DPR sebagai lembaga legislative Sistem Pemerintahan Bangsa Indonesia dan dasar hukumnya Bahwa sistem pemerintahan Indonesia. Tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislative 4. Keadaan inilah yang dimaksudkan dengan meningkatnya bobot parlementer dalam sistem pemerintahan kita.ciri sistem pemerintahan parlementer : 1. Memiliki seorang presiden dan seorang perdana mentri 2. Ciri. ditunjukkan bahwa Undang-undang Dasar 1945 menganut pemerintahan presidensial. Mengingat posisi politik parlemen terhadap eksekutif sebagaimana dikatakan di atas. Pembentuk cabinet adalah parlemen 8. karena menurut pasal-pasal . Sistem pemerintahan Indonesia di bawah Undang-undang Dasar 1945 (UUD '45).Hubungan parlemen dan eksekutif akan bersifat sangat mempengaruhi. Hal ini akan terjadi jika kebijaksanaan eksekutif dirasakan oleh parlemen telah menyimpang dari yang telah digariskan. Eksekutif dalam sitem parlementer adalah kabinet 5. Karena dengan cara itu. Perdana menteri diangkat parlemen 6. Karena beberapa ciri parlementer juga melekat dalam hubungan Presiden dengan Parlemen. tidaklah dapat sepenuhnya dikatakan menganut system Presidensil. Dengan demikian. dan bukan hanya sekali dalam lima tahun. Karena memang secara konstitusional parlemen (MPR) dapat mengadakan sidang setiap waktu. Ini sesuai dengan pasal 2 ayat (2) UUD '45 yang menyatakan: "Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun".

Secara umum perbedaannya sebagai berikut : Model Inggris 1. Sering jatuh bagunnya cabinet karena mosi tidak percaya parlemen memicu terjadinya krisis kabinet 3. jika ia gagal atau tidak mampu lagi dalam melaksanakan kehendak rakyat melalui majelis. Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat sama-sama berhak untuk mengajukan rancangan undang-undang yang menunjukkan sistem pemerintahan presidensial di Indonesia bukan merupakan pelaksanaan dari ajaran trias politika. Sehingga berdasarkan Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 UUD 1945 sebelum perubahan. Dilihat dari sudut pertanggungjawaban presiden kepada MPR. 2. Karena itu majelis berwenang mengangkat dan mengesahkan suatu pemerintah (eksekutif) dan sekaligus memberhentikan pemerintah yang diangkatnya itu. berarti eksekutif dapat dijatuhkan oleh lembaga negara lain—kepada siapa presiden bertanggungjawab —maka sistem pemerintahan di bawah UUD 1945 sebelum perubahan dapat disebut sebagai “quasi presidensial. Pertanggungjawaban presiden kepada MPR mengandung ciri-ciri parlementer dan juga kedudukan presiden sebagai mandataris pelaksana GBHN menunjukkan supremasi dari majelis (parliamentary supremacy) yang melambangkan sifat dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang tidak habis kekuasaannya dibagi-bagikan kepada lembaga-lembaga negara yang ada dibawahnya. sistem pemerintahan Indonesia adalah presidensial.tersebut di atas. karena presiden adalah eksekutif. Pengaruh rakyat terhadap politik negara sangat besar 2. sedangkan menteri-menteri adalah pembantu presiden. Model ini prinsip-prinsip demokrasi benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik Kelemahan : 1. Sering terjadi protes dari rakyat sehingga situasinya cenderung lebih rawan Praktek sistem pemerintahan Parlementer Bagi negara-negara penganut Parlementer umumnya mengikuti 2 type yaitu model Inggris dan non inggris/eropa barat yang biasanya mengadopsi model Spanyol dan Jerman. Menekankan pentingnya sidang paripurna parlemen dibanding sidang komisi . Pemerintah akan bekerja lebih professional agar tidak dijatuhkan oleh parlemen 3. Lebih mementingkan perdebatan formal dan serius di parlemen. Kondisi negara labil sehingga pembangunan bisa terganggu 2. Keunggulan dan kelemahan model parlementer Keunggulan : 1.

Jepang (sejak 1945) Model presidensial dianut oleh Amerika Serikat. Republik Rakyat Cina (sejak 1982). Anggota parlemen dipilih langsung dalam pemilu Model eropa barat (Spanyol-Jerman) 1. Lebih menekankan sidang komisi dimana terjadi perdebatan mengenai isu kebijakan-kebijakan tertentu.3. masih juga terdapat perbedaan-perbedaan lain seperti dapat dilihat dibawah ini: Perbandingan Sistem Pemerintahan Parlementer dan Presidensial Parlementer Presiden atau Raja Perdana Menteri Berasal dari Parlemen dan disetujui oleh Perdana Menteri Parlementer Ya Ya Tidak Kadang-kadang Parlemen Presidensial Presiden Presiden Merupakan Pembantu Presiden Presidensial Tidak Tidak Ya Tidak Tidak ada Kepala Negara Kepala Pemerintahan Eksekutif/Kabinet Eksekutif anggota parlemen? Eksekutif bisa membuabarkan parlemen? Masa Jabatan Eksekutif Tertentu? Parlemen Mengawasi Eksekutif? Pusat Kekuasaan . Indonesia dan sebagian besar negara-negara Amerika Latin dan Amerika Tengah. Disamping itu. Filipina. dimana sstem presidensial dipimpin oleh seorang presiden. ada dua sistem besar yang dipakai di dunia. Perbedaan Presidensial dengan Parlementer Dalam mempelajari sistem pemerintahan terkait dengan lembaga eksekutif. menekankan pentingnya lobi diluar sidang resmi 2. yaitu sistem pemerintah parlementer dan sistem pemerintah presidensial. Rakyat memilih parpol dan parpol akan menentukan wakilnya berdasar urutan nama calon yang sudah ditentukan sebelumnya Model parlementer dianut juga oleh Swedia (sejak 1975). Anggota parlemen dipilih berdasarkan daftar yang disodorkan partai politik. Sidang paripurna kurang diberi tempat 3. Perdebatan lebih moderat. sementara system parlementer dipimpin oleh seorang perdana menteri. Perbedaan utama dari sistem ini adalah kepala pemerintahan.

Ada kekuatan di luar parlemen yang mengatur suara parlemen Sistem Yang Dianut Indonesia Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan. Hal lain yang bisa dipelajari dari system ini adalah: Syarat-syarat negara Presidensial yang stabil 1.Parlemen Mengatur Urusannya sendiri Tidak Ya Beberapa negara di dunia tidak menerapkan system presidensial ataupun parlementer secara kaku. Eksekutif bisa mengatur suara dari parlemen Penyebab kegagalan pemerintahan parlementer 1. dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya . tidak mudah jatuh atau berganti. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. Konflik dan pertentangan antarpejabat negara dapat dihindari. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. Karena itui tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR. Presiden harus dipilih untuk masa jabatan tertentu 3. kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. Namun. Munculnya Demokrasi Caesarisme (eksekutif sangat berkuasa dan legislatif lemah) 2. Hamper semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Presiden tidak bisa membubarkan atau mengurangi kekuasaan parlemen Penyebab kegagalan pemerintahan presidensial 1. Parlemen bubar 3. Kepala negara memperoleh kekuasaan penuh 2. tetapi terkadang berupa variasi di antara keduanya. maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. Presiden harus dipilih langsung oleh rakyat 2. Mekipun adanya kelemahan. Sistem pemerintahan lebih stabil. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. Militer memperoleh kekuasaan politik 3.

namun tetap masih kalah rendah dari sistem parlementer. Presiden juga masih malu-malu menunjukkan kekuasaannya lebih kuat dari parlem . sebenarnya sejak masa presiden Soekarno sampai Abdurrahman Wahid. Artinya. Artinya. Meski sistem presidensil juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi. demokrasi dan pembangunan. akan muncul perubahan besar-besaran ketatanegaraan. Dari hasil riset di 139 negara.Menurut pendapat saya: Sistem parlementer membuat kepala pemerintahan diangkat dan diberhentikan oleh parlemen. kepala pemerintahan mulai dari pusat sampai daerah akan diangkat oleh DPR dan DPRD. Jika Indonesia menginginkan pertumbuhan pembangunan demokrasi dan stabilitas ekonomi jadi lebih baik. Apalagi. Ini dibuktikan dengan berhasilnya parlemen menjatuhkan presiden. tapi adalah ketegasan dari Presiden sebagai pemimpin negara. menunjukkan sistem parlementer lebih populer untuk pertumbuhan stabilitas ekonomi. Persoalan mendasar bangsa ini sebenarnya bukanlah sistem presidensiil atau parlementer. dalam sistem presidensil sekarang ini. berlaku sistem parlementer. sistem parlementer jalannya. jika sistem parlementer diberlakukan.

Namun hal itu menjadi kenyataan saat Tokugawa Leyasu (15431616) berhasil mengalahkan pesaing-pesaingnya melalui suatu pertempuran di Sekigahara. Hal ini terwujud dalam sebuah gerakan reformasi untuk mengembalikan Kaisar sebagai pemegang kekuasaan politik ( Restorasi Meiji ). yaitu dengan ditetapkannya Konstitusi Meiji pada 1889. tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislatif. Periode kepemimpinan Jepang : · Periode Tokugawa Bangsa yang pernah terlibat dalam perang saudara selama kurang lebih 100 tahun ( periode Sengoku /Warring States Period. Dalam hal ini presiden hanya menjadi simbol kepala negara sedangkan perdana menteri ditunjuk sebagai kepala pemerintahan. Kehidupan politik berkembang sangat pesat sehingga periode ini disebut sebagai Taisho Democracy karena masyarakat memperoleh pengalaman dalam menyelenggarakan kehidupan demokrasi. yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Dalam periode ini kemajuan. Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung dari dukungan secara langsung atau tidak langsung cabang legislatif. Oleh karena itu. baik di bidang ekonomi. yang berarti "negara matahari terbit" merujuk kepada kedudukan relatif Jepang di sebelah timur benua Asia. Periode Meiji merupakan periode dimana Jepang sebagai negara Asia pertama yang memperkenalkan kehidupan berkonstitusi. Parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan. 1467-1573 ) hampir merasakan persatuan pada masa Oda Nobunaga (1534-1582) dan Toyotomi Hideyoshi (1537-1598). dan angkatan bersenjata maju dengan pesat. · Periode Meiji dan Taisho Periode terakhir Tokugawa diwarnai dengan perpecahan pendapat antara mereka yang ingin membuka negeri dan mereka yang ingin tetap mempertahankan politik menutup diri setelah rombongan Angkatan Laut Amerika Serikat dibawah pimpinan Komodor Matthew Perry berlabuh di Teluk Uraga pada 1853 dan menuntut Jepang agar membuka pelabuhan-pelabuhannya bagi perdagangan luar negeri. atau parlemen. konstitusi ini mengikuti model Konstitusi Prussia dimana kekuasaan tertinggi negara dinyatakan berada di tangan Kaisar dan bukan di tangan rakyat. pendidikan. yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. impor teknologi. sering dikemukakan melalui sebuah veto keyakinan. Kekuasaan negara yang sangat besar pada periode Meiji menjadi lebih longgar pada masa Kaisar Taisho (1912-1926). Dalam sistem ini terdapat seorang presiden dan seorang perdana menteri. · Periode Showa . JEPANG Jepun disebut Nippon atau Nihon dalam bahasa Jepang.PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN PARLEMENTER ANTARA JEPANG DAN INGGRIS Sistem parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Perbedaan pendapat tersebut akhirnya dimenangkan oleh mereka yang ingin membuka diri.

• Menyelesaikan perjanjian-perjanjian. Konstitusi (Undang-Undang Dasar) Jepang yang mulai berlaku pada tahun 1947. dan yudikatif (pengadilan) terpisah dan bekerja dengan cara check and balance antara satu dengan lainnya. Diet . Kedudukan dan tugas-tugas kabinet selain melakukan tugas administrasi adalah[2] : • Mengurus hukum secara jujur. Ø BADAN EKSEKUTIF ( Kabinet ) Pemerintahan di Jepang menganut sistem kabinet perlementer. yaitu Early Showa (1926-1945) dan Later Showa (19451989).Kokkai atau Diet Nasional ) “Parlemen Jepang merupakan organisasi tertinggi dalam kekuasaan (wewenang) negara. dan penolakan perang. Ø BADAN LEGISLATIF ( Parlemen Jepang. ratifikasi perjanjian luar negeri. · Periode Heisei Periode ini ditandai dengan pemerintahan yang kurang stabil setelah berakhirnya dominasi Liberal Democrtic Party (LDP). pembuatan anggaran belanja negara. Masa Later Showa merupakan masa dimana secara politik Jepang menjalankan praktek kehidupan demokrasi parlementer yang relatif stabil dan secara ekonomi berhasil membangun dirinya kembali dalam waktu yang relatif singkat. melaksanakan urusan-urusan Negara. dan penunjukan perdana Menteri. didasarkan pada tiga prinsip : kedaulatan rakyat. Early showa merupakan masa kemunduran kehidupan politik demokratis yang dirintis pada masa Taisho karena pihak militer ternyata mengeksploitasi kelemahan Konstitusi Meiji. Dalam konstitusi dinyatakan bahwa seseorang tidak diperbolehkan menjadi anggota dua majelis tersebut. Meskipun demikian. dan satu-satunya organ pembuat undang-undang”. dimana kekuasaan legislatif (Diet atau Parlemen). Sedangkan anggota Majelis Tinggi dipilih melalui dua sistem cara yang berbeda. Anggota kedua majelis adalah hasil pemilu dan menjadi wakil seluruh rakyat. atau dengan kata lain seseorang hanya diperbolehkan menjadi salah satu anggota majelis saja. [ [ . Anggota dari Majelis Rendah dipilih berdasarkan sistem pemilihan distrik. Sampai saat ini periode Heisei belum berakhir dan masih berlangsung hingga saat ini. Jumlah kursi yang tersedia sejak tahun 2000 untuk Majelis Rendah adalah 480.[1] Parlemen Jepang atau Diet Nasional terdiri dari dua kamar (majelis). yaitu majelis rendah (House of Representative) dan majelis tinggi (House of Concillors). Majelis Rendah lebih tinggi kedudukannya terutama dalam masalah pembuatan RUU. Konstitusi ini memberlakukan sistem pemerintahan berbentuk parlementer. sedangkan untuk Majelis Tinggi adalah 247. dimana dalam masalah ini Majelis Tinggi lebih berperan sebagai badan pertimbangan guna menjamin pembahasan secara mendalam. Diantara kedua majelis ini. dimana satu distrik diwakili 3-5 orang. yang disebut Sistem Distrik Menegah (Chusen Kyoku-Sei). eksekutif (kabinet). hormat terhadap hak-hak asasi manusia. hal tersebut harus sebelumnya memperoleh. yaitu 100 orang dipilih berdasarkan sistem proporsional berimbang dan sisanya dipilih berdasarkan sistem distrik dari distrik pemilihan yang dibentuk pada 47 prefektur (semacam propinsi). Kekuasaan eksekutif berada di tangan kabinet yang terdiri dari perdana menteri dan para menteri yang secara kolektif bertanggung jawab kepada Diet. Konstitusi 1947 juga bahkan tidak luput dari usaha reformasi walaupun saat itu Jepang sedang diduduki Amerika Serikat.Pada periode ini terbagi menjadi dua periode. • Mengelola urusan-urusan Luar Negeri.

INGGRIS Inggris adalah negara bagian terbesar dan terpadat penduduknya dari negara-negara bagian yang membentuk Persatuan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland). Mahkamah Agung terdiri dari Ketua Mahkamah Agung. Parlemen Inggris dan Parlemen Skotlandia membentuk Kerajaan Britania Raya yang baru dan membubarkan kedua perlemen itu. • Memutuskan atas amnesti umum. dan pengadilan sumir. dan 14 Hakim lainnya. dengan menggantikannya dengan Parlemen Britania Raya yang berbasis di bekas tempat parlemen Inggris. yaitu dewan masyarakat umum (House of Commons) dan dewan kerajaan yang dimunculkan dan perimbangan kekuatan antara parlemen dan kerajaan berubah secara dramatis. Juga ada pengadilan sumir. pengurangan hukuman.atau tergantung pada keadaan. sesuai dengan standar yang diadakan oleh undang-undang. • Mengurus dinas-dinas sipil. KEDUDUKAN KAISAR Sesuai dengan Konstitusi 1947. Kebanyakan kasus ditangani oleh pengadilan distrik yang bersangkutan. Ø BADAN YUDIKATIF ( Peradilan ) Kekuasaan yudikatif terletak di tangan Mahkamah Agung dan pengadilan-pengadilan yang lebih rendah. dewan . serta atas nama rakyat melakukan tugas-tugas seperti mengumumkan undang-undang. Asal usul parlemen atau dewan kerajaan Kembali pada abad 12 dimana dewan kerajaan selain membahas tentang politik . Perdana Menteri mempunyai kekuasaan seperti yang tercantum dalam Konstitusi. kaisar adalah lambang negara dan persatuan rakyat. UU Parlemen kembar digolkan secara berturut-turut. persetujuan kemudian dari Diet. menunda pelaksanaan hokum dan pemulihan hak-hak. • Menyatakan berlakunya keputusan-keputusan kabinet. seperti pengadilan tinggi. • Mempersiapkan anggaran belanja dan pendapatan Negara. yang menangani kasus seperti pelanggaran lalu-lintas. Dewan kerajaan berkembang menjadi parlemen Menyusul Perjanjian Persatuan pada tahun 1707. dll. seperti melantik Perdana Menteri serta Ketua Mahkamah Agung yang masing-masing ditunjuk oleh Diet dan Kabinet. Kepala negara dijabat oleh Ratu dan kepala pemerintahan oleh Perdana Menteri. dan mengajukan kepada Diet. memilih dan memecat anggota-anggota kabinet termasuk di dalamnya menteri-menteri negara. PARLEMEN DAN INSTITUSI POLITIK Parlemen sebagai institusi politik telah berkembang ratusan tahun yang lalu. semuanya ditunjuk oleh kabinet. Kaisar hanya melakukan tugas sermonial yang tercantum dalam Konstitusi. Inggris adalah negara yang berbentuk kerajaan. pengadilan distrik. pertimbangan serta perpajakan namun juga membahas tentang keikutsertaannya baron dan uskup. amnesti khusus. yaitu mengajukan rancangan undang-undang atas nama kabinet kepada parlemen. KEDUDUKAN PERDANA MENTERI Perdana Menteri mengepalai kabinet. Selama periode tersebut terdapat dua dewan. selain itu juga memiliki wewenang untuk mengawasi berbagai macam cabang-cabang administrasi. Dari waktu ke waktu.

Dalam hal ini presiden hanya menjadi simbol kepala negara. daripada puterandanya yang Katolik. Nama parlemen sendiri biasanya digunakan untuk lembaga DPR. Menyusul Restorasi. PARLEMEN DAN KERAJAAN Pertentangan besar antara raja dan parlemen terjadi di masa pengganti James I. yang notabene memiliki dua sistem majelis. sedangkan perdana menteri ditunjuk sebagai kepala pemerintahan. . yang tentunya memiliki tugas dan wewenang yang berbeda satu sama lain. sehingga ia sadar untuk memanggil kembali parlemen lain. Selain itu fungsi dan kedudukan kaisar serta perdana menteri benar-benar dijalankan tanpa ada kecurangan. Mereka yang mendukung parlemen disebut parlementarian atau 'Roundheads'. Parlemen memutuskan bahwa ia telah meletakkan tahtanya. dimana kekuasaan eksekutif berada di tangan kabinet yang terdiri dari perdana menteri dan para menteri yang secara kolektif bertanggung jawab terhadap Diet. sang raja kemudian menutup parlemen dan berkuasa tanpa mereka selama 11 tahun. dewan umum dan dewan kerajaan telah berkembang. Sebelumnya saya akan sedikit membahas mengenai sistem parlamenter itu sendiri. Charles I. Pertentangan untuk kekuasaan dengan raja menimbulkan Perang Saudara Inggris.ini mengambil aturan lebih formal dan masing-masing perwakilan mewakili daerah atau propinsinya. dimana wakil rakyat yang telah mendapatkan kursi di salah satu majelis tidak dapat memperoleh kursi di majelis yang lain. dipaksa meninggalkan negeri pada tahun 1688. Pada abad 14. Pemerintahan Jepang menganut sistem kabinet parlementer. Dalam analisis ini saya akan mencoba membandingkan sistem pemerintahan parlementer antara Jepang dan Inggris. Namun. Namun. Hanya setelah ada masalah keuangan sebagai akibat perang. Meski menyetujui petisi itu. sehingga raja menutup kembali setelah baru 3 minggu. ini disebut Parlemen Pendek. Namun tiada jaminan jelas atas kebebasan parlemen hingga masa James II. kota maupun kota besar. penguasa Katolik tak populer. Pada tahun 1649. yang kemudian dilanjutkan oleh kelebihan dan kekurangan sistem pemerintahan kedua Negara tersebut Seperti kita tahu bahwa perlemen merupakan badan legislatif yang anggotanya terdiri atas wakil-wakil rakyat yang dipilih melalui pemilu. yaitu sistem majelis rendah (House of Representative) dan sistem majelis tinggi (House of Concillors). meminta mereka agar kembali memiliki hak. Parlemen baru cukup suka melawan. dan menawarkannya kepada puterindanya yang Protestan Mary. ia terpaksa memanggil parlemen agar bisa mengatur perpajakan. Charles dihukum mati oleh Rump Parliament dan digantikan oleh kediktatoran militer Oliver Cromwell. ini merupakan awal dari bergabungnya masyarakat dalam parlemen. hal ini tak menolong raja dengan masalah keuangannya. ANALISIS Pemaparan data diatas menunjukkan asal usul. Sedangkan dewan kerajaan mewakili kaum bangsawan dan alim ulama. Sistem parlementer sendiri merupakan sistem pemerintahan dimana terdapat seorang presiden dan seorang perdana menteri. pada tahun 1628. Mary II berkuasa bersama suaminya William III. periode serta proses suatu sistem pemerintahan berkembang. Dewan umum merupakan perwakilan daerah atau propinsi. House of Commons mengirimi Petition of Right. penguasa setuju untuk memanggil parlemen secara berkala. monarki dikembalikan pada tahun 1660. setelah kematian Cromwell. MPR. Kelebihan sistem parlementer Jepang salah satunya dapat dilihat pada peluang yang cukup rata bagi wakil rakyat yang akan duduk di badan legislatif.

hal ini menghasilkan kekuasaan parlemen melebihi kekuasaan kerajaan. dan yudikatif) dalam sistem pemerintahan parlementer Jepang merupakan wujud check and balance. . Kekurangan sistem pemerintahan parlementer Inggris dapat dilihat salah satunya dari asal usul parlemen atau dewan kerajaan yang merupakan representasi dari kaum bangsawan dan alim ulama. namun lembaga eksekutif Jepang tidak berbentuk sistem presidensiil model Amerika Serikat. Parlemen Inggris pun memiliki hubungan yang saling kait mengkait satu sama lain. Saran dan persetujuan kabinet diperlukan untuk semua tindakan Kaisar. melainkan model parlementer Inggris. sedangkan Mahkamah Agung dapat mengawasi berjalannya cabinet apakah sesuai dengan undang-undang atau tidak. kecuali apabila majelis rendah dibubarkan dalam waktu 10 hari setelah diterimanya mosi itu. sedangkan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Parlemen bertanggung jawab dalam memberikan ataupun mencabut semua hukum.Meskipun konstitusi 1947 dibuat pada masa pendudukan Amerika Serikat. namun sampai saat ini belum pernah anggota majelis tinggi yang menjadi perdana menteri. eksukutif. Kelebihan sistem parlementer Inggris adalah pada saat perjanjian hak asasi manusia disetujui tahun 1689. Hal itu menunjukan bahwa masing-masing lembaga mempunyai hubungan yang erat satu sama lain. Kekurangan sistem pemerintahan parlementer Jepang adalah dalam hal pemilihan perdana menteri. KESIMPULAN Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem pemerintahan parlementer antara Jepang dan Inggris kurang lebih mempunyai fungsi dan kedudukan yang sama. Dimana Raja hanya mempunyai kedudukan sebagai kepala negara. Hubungan kekuasaan antara ketiga lembaga (legislatif. Kabinet memilih ketua Mahkamah Agung dan Hakim Agung. yaitu : Diet dapat memilih Perdana Menteri dan melakukan mosi tidak percaya pada kabinet. Kelebihan lain dari sistem perlementer Jepang adalah pada saat kabinet harus mengundurkan diri apabila majelis rendah Diet mengeluarkan mosi tidak percaya atau menolak mosi percaya terhadap pemerintah. Mengapa tidak ada dewan yang merupakan representasi dari kaum buruh atau setingkatnya. Dikatakan bahwa seorang perdana menteri boleh saja ditunjuk dari anggota kedua majelis (majelis rendah dan majelis tinggi). hal ini dapat dilihat pada adanya dewan masyarakat umum (House of Commons) dan dewan kerajaan beserta perimbangan kekuatan antara parlemen dapat membuat kerajaan berubah secara dramatis. sedangkan kabinet dapat membubarkan majelis rendah. Disini dapat terlihat bahwa meskipun raja adalah seorang kepala negara tapi yang berhak mengatur pemerintahannya adalah perdana menteri sebagai kepala pemerintahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful