P. 1
Pemerintahan Presidensial Dan Parlementer

Pemerintahan Presidensial Dan Parlementer

|Views: 4,211|Likes:

More info:

Published by: Laksmi Mahendrati Dwiharja on Oct 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

Pengertian pemarintahan presidensial dan pemerintahan parlementer?

pengertian pemarintahan presidensial dan pemerintahan parlementer di indonesia

5 bulan lalu

Lapor Penyalahgunaan

by Baskoro Anggota sejak: 05 Oktober 2007 Total poin: 1423 (Level 3)
• •

Tambahkan ke Kontak Saya Blokir Pengguna

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak
Presidensil adalah : Sistem pemerintahan, dimana semua menteri bertanggung jawab kepada Presiden. Dapat dikatakan bahwa wewenang penuh dalam aktivitas pemerintahan dipegang oleh Presiden. Sedangkan parlementer : Sistem pemerintahan, dimana semua menteri bertanggung jawab kepada parlemen (DPR/MPR). Pada sistem ini, pemegang wewenang penuh dalam aktivitas pemerintahan adalah Perdanan mentri. Sedangkan Presiden atau Raja dapat dikatakan hanya sebagai Simbol (seperti di Indonesia waktu RIS, Presidennya Soekarno dan Perdana Menterinya Syahrir)

pemerintahan presidential adalah sistem pemerintahan suatu negara dimana dewan menteri bertanggung jawab penuh kepada presiden, sedangkan pemerintahan parlementer adalah sistem pemerintahan suatu negara dimana dewan menteri bertnggung jawab kepada parlemen

saya mau tanya,,, 1. apa kelebihan sistem pemerintahan presidensial di indonesia? 2. apa kekurangannya? terima kasih

1 bulan lalu

Lapor Penyalahgunaan

by Chingoks... Anggota sejak: 14 Juni 2008 Total poin: 20343 (Level 6) Gambar Badge: Berkontribusi Dalam: Pemerintah Politik Lain-lain - Politik & Pemerintahan
• •

Tambahkan ke Kontak Saya Blokir Pengguna

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak
Bro, mo berbagi... Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut. 1. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden tidak dipilih oleh parlemen, tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. 2. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. 3. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. 4. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. 5. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. 6. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial: 1. Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. 2. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Misalnya, masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun, Presiden Indonesia adalah lima tahun. 3. Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. 4. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri.

Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan. presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan. yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. 2.Dipilih oleh Penanya Sistem parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Apa persamaan dan perbedaan sistem presidensial dan parlementer? • 1 bulan lalu Lapor Penyalahgunaan by Ve Anggota sejak: 06 Desember 2007 Total poin: 1414 (Level 3) • • Tambahkan ke Kontak Saya Blokir Pengguna Jawaban Terbaik . Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung dari dukungan secara langsung atau tidak langsung cabang legislatif. sering dikemukakan melalui sebuah veto keyakinan. 3. atau parlemen. Oleh karena itu. menuju kritikan dari beberapa yang merasa kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan yang ditemukan dalam . Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. Dalam presidensiil.Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial: 1. Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislatif.

dibanding dengan sistem presidensiil.sebuah republik kepresidenan. Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasan eksekutif presiden bukan kepada kekuasaan legislatif. “Sistem” adalah suatu keseluruhan. Ciri-ciri pemerintahan presidensiil yaitu: Dikepalai oleh seorang presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala negara. atau disebut juga dengan sistem kongresional. Sistem parlemen biasanya memiliki pembedaan yang jelas antara kepala pemerintahan dan kepala negara. dan kepala negara ditunjuk sebagai dengan kekuasaan sedikit atau seremonial. Presiden memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen. seperti dalam Republik Weimar Jerman dan Republik Keempat Perancis. hubungan baik. Sistem Pemerintahan Istilah sistem pemerintahan merupakan gabungan dari dua kata. bagian tidak sehingga. baik antara bagian-bagian maupun hubungan fungsional terhadap keseluruhannya. “sistem” dan “pemerintahan”. Presiden tidak bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif. Sistem presidensiil (presidensial). . terdiri dari beberapa bagian yang mempunyai hubungan fungsional. (Carl J. itu maka menimbulkan akan suatu ketergantungan antara bagian-bagian yang akibatnya jika salah satu bekerja dengan mempengaruhi keseluruhannya itu. dengan kepala pemerintahan adalah perdana menteri. merupakan sistem pemerintahan negara republik di mana kekuasan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasan legislatif. Kekuasan eksekutif presiden diangkat berdasarkan demokrasi rakyat dan dipilih langsung oleh mereka atau melalui badan perwakilan rakyat. . Namun beberapa sistem parlemen juga memiliki seorang presiden terpilih dengan banyak kuasa sebagai kepala negara. karena kefleksibilitasannya dan tanggapannya kepada publik. Kekurangannya adalah dia sering mengarah ke pemerintahan yang kurang stabil. Sistem parlemen dipuji. memberikan keseimbangan dalam sistem ini. Friedrich).

tetap Amerika dalam Dari Serikat juga sebagai pelopor dari dalam sistem sistem pemerintahan presidensial. maka jika terjadi perselisihan antara raja dengan rakyat. negara-negara di dunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut. Negara Inggris dianggap sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer. Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciri-ciri yang ideal dari sistem pemerintahan yang dijalankannya. Seperti halnya yang terjadi di Inggris. Inggris disebut sebagai “mother of parliaments” (induk parlementer). Pada umumnya.Sistem pemerintahan di dunia terbagi atas sistem pemerintahan parlementer dan presidensial. Sistem parlementer. presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Kedua negara tersebut sampai sekarang konsisten menjalankan dua negara prinsip-prinsip tersebut. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan di atas. pemerintahannya. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan. kemudian pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain di belahan dunia. di mana sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden presiden dan seorang perdana menteri. Sistem Pemerintahan Parlementer Sistem parlementer adalah sebuah sistem permerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. di mana seorang raja tak dapat diganggu gugat (the king can do no wrong). Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. Dalam presidensil. terlahir dari adanya pertanggung jawaban menteri. yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial. Bahkan. namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja. 1. Berbeda dengan sistem presidensil. menterilah yang .

Kalau tidak. Karena itu di dalam Inggris. di mana para menteri harus bertanggung jawab atas seluruh sejarah kebijaksanaan pemerintah dapatlah terhadap parlemen. seperti Negera Belanda dan negara-negara Skandinavia. menteri tersebut dijatuhi hukuman mati oleh majelis tinggi. bertanggung jawab sendiri satau bersama-sama kepada parlemen. sistem raja parlementer. di India. di mana kekuasaan raja dibatasi oleh konstitusi. Dari ketatanegaraan. parlementer ini adalah kelanjutan dari bentuk negara Monarchi Konstitusionil. sekalipun tidak dapat dielakkan suatu “dualisme antara pemerintah dan dewan perwakilan rakyat” a. bahwa Sistem sistem parlemen telah terjadi sejak permulaan abad ke-18 di Inggris. maka dibentuk suatu kabinet koalisi berdasarkan kerjasama antara beberapa partai yang bersama-sama mencapai mayoritas dalam badan legislatif. Thomas Wentworth salah seorang menteri pada masa Raja Karel I dituduh melakukan tindak pidana oleh majelis rendah. Kemudian karena terbukti.bertanggung jawab terhadap segala tindakan raja. Kabinet yang terdiri dari perdana menteri dan menteri-menteri. kemudian lahir pertanggung jawaban politik. Sebagai contoh. dikatakan. Contoh kedudukan ratu Muangthai presiden Selanjutnya yang disebut eksekutif dalam sistem parlementer adalah kabinet itu sendiri. perlu dicapai adanya keseimbangan melalui mayoritas partai untuk membentuk kabinet atas kekuatan sendiri. pada umumnya berhasil mencapai suatu keseimbangan. bahwa dalam pemerintahan kabinet parlementer. kedudukannya adalah sebagai kepala negara. Dari pertanggung jawaban pidana ini. Karena itulah di Inggris dikenal istilah “the king can do no wrong”. di raja atau dan ratu dan presiden. Pertanggung jawaban menteri kepada parlemen tersebut dapat berakibat kabinet meletakkan jabatan dan mengembalikan mandat kepada kepala negara manakala parlemen tidak lagi mempercayai kabinet. Beberapa negara. Kesalahan yang dilakukan oleh kabinet tidak dapat melibatkan kepala negara. Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer . Sebagai catatan.

formatur kabinet harus membentuk kabinet secara koalisi. dan Ia hanya berperan keutuhan sebagai simbol negara. 3) Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih lansung oleh rakyat melalui pemilihan umum.Beberapa ciri dari sistem pemerintahan parlementer. maka . Kepala negara tak memiliki kekuasaan kedaulatan pemerintahan. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. 2) Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala negara ini tak bertanggung jawab atas segala kebijaksanaan yang diambil oleh kabinet. 5) Dalam sistem dua partai. Kabinet harus meletakkan atau mengembalikan mandatnya kepada kepala negara. 6) Dalam sistem banyak partai. karena kabinet harus mendapat dukungan kepercayaan dari parlemen. Sedangkan partai politik yang kalah akan berlaku sebagai pihak oposisi. adalah sebagai berikut : 1) Raja/ratu atau presiden adalah sebagai kepala negara. 4) Eksekutif bertanggung jawab kepada legislatif. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri. Dan yang disebut sebagai eksekutif di sini adalah kabinet. 7) Apabila terjadi perselisihan antara kabinet dan parlemen dan kepala negara beranggapan kabinet berada dalam pihak yang benar. manakala parlemen mengeluarkan mosi tidak percaya kepada menteri tertentu atau seluruh menteri. yang ditunjuk sebagai pembentuk kabinet dan sekaligus sebagai perdana menteri adalah ketua partai politik yang memenangkan pemilu.

apabila partai oposisi yang memenangkan pemilu. maka secara formil dia tidak mewakili partainya. b. maka dengan sendirinya kabinet mengembalikan mandatnya dan partai politik yang menang akan membentuk kabinet baru. Pembuatan kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Sebagai akibatnya. oleh karena pandangan masing-masing partai tidak dapat dipertemukan. Kelebihan dan kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer 1. Biasanya suatu kabinet ekstra-parlementer yang bersifat mempunyai program kerja yang terbatas dan mengikat diri untuk menangguhkan fundamental. Dalam keadaan semacam ini terpaksa dibentuk suatu kabinet ekstraparlementer. Dan menjadi tanggung jawab kabinet untuk melaksanakan pemilu dalam tempo 30 hari setelah pembubaran itu. Kelebihan a. yaitu suatu kabinet yang dibentuk tanpa formateur kabinet merasa terikat pada konstelasi kekuatan politik dalam badan legislatif. Sebaliknya. Dengan demikian bagi formateur kabinet cukup peluang untuk menunjuki menteri berdasarkan keahlian yang diperlukan tanpa menghiraukan apakah dia mempunyai dukungan partai. b.kepala negara akan membubarkan parlemen. Kalaupun ada menteri yang merupakan anggota pertai. kadang-kadang dialami kesukaran untuk membentuk suatu kabinet baru. apabila partai politik yang menguasai parlemen menang dalam pemilu tersebut. Hal ini karena kekuasaan legislatif dan eksekutif berada pada satu partai atau koalisi partai. Dalam hal terjadinya suatu krisis kabinet karena kabinet tidak lagi memperoleh dukungan dari mayorits badan legislatif. maka kabinet akan terus memerintah. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan pemecahan masalah-masalah .

maka menteri-pun tak bisa diberhentikan olehnya. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tak bisa ditentikan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktuwaktu kabinet dapat bubar c. Adapun dasar hukum dari kekuasaan eksekutif dikembalikan kepada pemilihan rakyat. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan menjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya. Sebagai kepala eksekutif.publik sehingga kabinet menjadi berhati-hati dalam jelas menjalankan c. anggota kabinet pun dapat menguasai parlemen d. 2. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet pemerintahan. Karena pengaruh mereka yang besar di parlemen dan partai. Karena pembentukan kabinet itu tak tergantung dari badan perwakilan rakyat atau tidak memerlukan dukungan kepercayaan dari badan perwakilan rakyat. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Hal ini terjadi bila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal darin partai mayoritas. Kekurangan a. Sistem Pemerintahan Presidensial Dalam sistem pemerintahan presidensial. Kedudukan badan eksekutif/kabinet oleh sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan parlementer b. 2. seorang presiden menunjuk pembantu-pembantunya yang akan memimpin departemennya masing-masing dan mereka itu hanya bertanggung jawab kepada presiden. kedudukan eksekutif tak tergantung pada badan perwakilan rakyat. . Kabinet dapat mengendalikan parlemen.

Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Presidensial 1) Penyelenggara negara berada di tangan presiden. Kabinet bertanggung jawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen/legislatif 3) Presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen karena ia tidak dipilih oleh parlemen 4) Presiden tak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem . a. dan kekuasaan legislatif berada di tangan DPR atau Konggres sistem (Senat dan Parlemen di Amerika). maka sebagai kepala eksekutif ia hanya bertanggung jawab kepada rakyat. Trias Dalam Politika Praktiknya. Kekuasaan membuat undang-undang ada di tangan congress. Presiden tak dipilih oleh parlemen. Sedangkan yang diterapkan di Indonesia adalah pembagian kekuasaan (Distribution of Power). di mana kedudukan tiga kekuasaan negara yaitu legislatif. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan/majelis 2) Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. terpisah satu sama lain secara tajam dan saling menguji serta saling mengadakan perimbangan (check and balance). eksekutif dan legislatif. Contohnya adalah Amerika dengan Chek and Balance.Sistem ini terdapat di Amerika Serikat yang mempertahankan ajaran Montesquieu. Karena presiden dipilih oleh rakyat. Kekuasaan eksekutif ada pada presiden dan pemimpin-pemimpin departemen. sedangkan presiden mempunyai hak veto terhadap undangundang yang sudah dibuat itu. Pelaksanaan kekuasaan kehakiman menjadi tanggung jawab Supreme Court (Mahkamah Agung). yaitu para menteri yang tidak bertanggung jawab pada parlemen. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. presidensial menerapkan teori Montesqueu secara murni melalui pemisahan kekuasaaan (Separation of Power ).

Misalnya. dan Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial Kelebihan a. masa jabatan presiden Amerika Serikat adalah 4 tahun dan presiden Indonesia selama 5 tahun c. Pembuatan keputusan/kebijakan publik umumnya hasil tawarmenawar antara eksekutif dengan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Penyusunan program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya d. Kekuasaan eksekutif di luar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat b. Kelebihan 1.parlementer 5) Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan menjabat sebagai lembaga perwakilan. Kekurangan a. . Badan eksekutif lebih stabil kedudu-kannya karena tidak tergantung pada parlemen b. Sistem menciptakan pertanggung kekuasaan jawabannya kurang mutlak jelas c. Anggotanya pun dipilih oleh rakyat 6) Presiden tidak berada di bawah pengawasan langsung parlemen b. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri 2.

tandai ini sebagai Pertanyaan Menarik! . pada sistem pemerintahan presidensial terdiri dari 3 (tiga) unsur yaitu : 1) Presiden yang dipilih rakyat. maka untuk mencegah kekuasaan presiden yang besar. Menurut Rod Hague. Misalnya. 2) Masa jabatan yang tetap bagi presiden dan dewan perwakilan.. bantu ya. menjalankan pemerintahan dan mengangkat pejabat-pejabat pemerintahan yang terkait..Menyadari adanya kelemahan dari masing-masing sistem dan atau pemerintahan. bikin pusing. diadakanlah mekanisme cheks and balance. keduanya tidak bisa saling menjatuhkan (menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang). thanks. • • 5 hari lalu . di Amerika Serikat yang menggunakan sistem presidensial. terutama antara eksekutif dan legislatif.19 jam tersisa untuk voting Lapor Penyalahgunaan • 0 bintang .. 3) Tidak ada keanggotaan yang tumpang tindih antara eksekutif dan legislatif Apa sistem pemerintahan di amerika dan inggris? ini tugas sekolah. dimaksudkan negara-negara pun agar kelemahan berusaha memperbaharui tersebut dapat dicegah berupaya mengkombinasikan dalam sistem pemerintahannya Hal ini dikendalikan. plis.

biasanya Perdana Menteri berasal dari partai yg mempunyai kursi terbanyak di Parlemen . o 5 hari lalu ..Presiden bisa membubarkan Kabinet. Klo di Inggris Sistem Parlementer........ tapi Kepala Negaranya Ratu Elzabeth II ).....( Kepala Pemerintahannya Perdana Menteri..Siapa yang menilainya menarik Jadilah orang pertama yang menandai pertanyaan ini sebagai pertanyaan yang menarik! • • Email Simpan o Tambahkan ke Daftar Pantau pribadi o Simpan ke My Web o RSS Jawaban (2) • Penjawab 1 Kalo gak parlementer.... presidensil o 5 hari lalu Sign in untuk memberikan suara! 0 Penilaian: Jawaban Bagus 0 Penilaian: Jawaban Buruk Lapor Penyalahgunaan Penjawab 2 o o o • Klo di Amerika Sistem Presidensiil artinya Kepala Pemerintahan mempunyai hak membentuk Kabinet ( Menteri ) dan Kabinet bertanggung jawab kepada Presiden ( Kepala Pemerintahan sekaligus Kepala Negara )....Kabinet bertanggung jawab kepada Parlemen .Perdana Menteri tdk bisa membubarkan Kabinet ( ttp Parlemen bisa membubarkan kabinet ).....artinya Kabinet ( Menteri ) dibentuk oleh Parlemen ( semacam DPR ) dan dipimpin oleh Perdana Menteri.

Adalah menarik untuk disadari bahwa dengan berlakunya kembali UUD 1945 muncul diktatordiktator. Memang UUD 1945 yang disusun dalam Perang Dunia Kedua itu secara sadar memakai sistem ”concentration of power and responsibility .Sistem Parlementer versus Sistem Presidensial. Apakah sebabnya? Menurut pendapat saya karena baik Inggris maupun Belanda menempatkan raja/ratu sebagai Kepala Negara (Head of State) sebagai lambang persatuan dan kesatuan yang tidak bisa berbuat salah (The King/Queen can do no wrong) sedangkan yang bertanggung jawab mengenai kebijakan pemerintahan ialah Perdana Menteri (serta para Menteri) sebagai Kepala Pemerintah (Head of Government). UUD 1949 dan UUD 1959 memakai sistem parlementer. Amerika Serikat memakai sistem presidensial. Memang benar menjelang berakhirnya Republik Pertama pada tanggal 27 Desember 1949 terjadi tiga kali selingan dipakainya sistem presidensial. yaitu sistem parlementer. namun hal ini merupakan ”exception to the rule. Beberapa Pemikiran Oleh Harun Alrasid Dari perspektif sejarah adalah menarik bahwa sistem parlementer yang berlaku di Inggris tidak dianut di Amerika Serikat yang nota bene adalah bekas tanah jajahan (koloni) Inggris. kita kembali memakai sistem presidensial. UUD 1945 memakai sistem presidensial. sebanyak 55 orang memilih bentuk ”republik” yang dikepalai oleh seorang presiden dan sistem pemerintahan yang dianut ialah sistem presidensial. Begitu pula Indonesia sebagai bekas tanah jajahan Belanda tidak menganut sistem pemerintahan yang berlaku di negara yang menjajahnya. Selama Republik Keempat (5 Juli 1959 – sekarang) yaitu dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden. dari 63 orang anggota Dokuritsu Zyumbi Cho Sakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan) yang hadir pada waktu pemungutan suara. Namun perlu dicatat bahwa belum sampai tiga bulan merdeka kita meninggalkan sistem presidensial dan menggantinya dengan sistem parlementer dengan dibentuknya kabinet Sjahrir yang pertama pada tanggal 14 November 1945.” Selama Republik Kedua (27 Desember 1949-17 Agustus 1950) dan Republik Ketiga (17 Agustus 1950-5 Juli 1959). Dengan kelebihan suara yang menyolok.

sebab tidak tertutup kemungkinan terjadi pemilu yang dipercepat (early election). Pemerintah (kabinet) sewaktu-waktu dapat dijatuhkan oleh parlemen dengan mengeluarkan mosi tidak percaya (mencapai mayoritas suara) sehingga akibatnya Perdana Menteri mengembalikan mandatnya kepada raja/ratu yang akan menunjuk formatur untuk membentuk kabinet baru (biasanya disebut dengan nama sang Perdana Menteri). maka Partai Buruh-lah yang mendapat giliran untuk memerintah selama tiga tahun mendatang atau pemilu berikutnya. di Filipina 6 tahun) dia dapat memerintah dengan relatif aman (stabil).upon the President” (pemusatan kekuasaan dan tanggung jawab pada Presiden). yaitu melalui lembaga impeachment. Bukannya kabinet yang jatuh tetapi parlemen yang dibubarkan oleh Kepala Negara jika dinilainya tidak menyuarakan kemauan rakyat. meskipun Juara I ialah Partai Buruh. Tetapi syaratnya harus disusul dengan pemilihan umum untuk membentuk parlemen baru. Selama masa jabatan Presiden (di Amerika 4 tahun. di Indonesia 5 tahun. Berbeda dengan sistem (pemerintahan) presidensial di mana Pemerintah (yaitu Presiden) tidak dapat dijatuhkan dengan mosi tidak percaya dari parlemen. Apakah yang dimaksud dengan sistem hubungan antara pemerintah dan badan yang mewakili rakyat (Parlemen/DPR) di mana Menteri tidak bertanggung jawab kepada raja/ratu tetapi bertanggung jawab kepada parlemen. Namun bisa juga terjadi alternatif lain. kabinetlah yang harus jatuh. Batas masa kerja kabinet ialah antara dua pemilihan umum. Jika dalam Pemilu 2001 Partai Buruh berhasil mencapai mayoritas suara di parlemen (House of Representatives). Jadi. Inilah yang lazim terjadi. Memang betul terdapat ”aturan main” yang memungkinkan Presiden dijatuhkan dalam masa jabatannya (removal from office) seperti di Amerika dan Filipina. Contoh konkret ialah Kabinet John Howard (koalisi Partai Liberal dan Partai Nasional) yang memenangkan Pemilu 1998. namun dalam prakteknya betul ada satu Presiden pun yang jatuh karena hasil . yaitu 75 kursi dari 148 kursi. dengan perkataan lain tidak representatif lagi. Apabila ternyata sikap parlemen baru sama saja dengan parlemen yang lama. maka Kepala Negara tidak boleh membubarkan parlemen untuk kedua kalinya.

Dalam rangka untuk mencapai penyederhanaan kepartaian yang pernah dilakukan oleh Presiden Soekarno. yaitu PDI-P. Yang menjadi pertanyaan ialah apakah jumlah kursi DPR yang harus diraih (electoral threshold) masih tetap 2 (dua) persen atau 10 kursi. Di Indonesia. menurut UUD 1945. Namun prosesnya harus alamiah. Ini berarti partai pemenang pemilu harus meraih minimal 50 kursi. Sedangkan jatuhnya Presiden Estrada bukan karena hasil proses impeachment tetapi karena dorongan people’s power. PKB. Selanjutnya menjelang Pemilu 2009 UU Pemilu diubah lagi. dalil saya ialah sistem presidensial inheren dengan sistem dua/tiga partai. dengan catatan bahwa sistem kepartaian harus mengalami persesuaian. Pada Pemilu 2004 nanti ada enam partai politik yang berhak ikut pemilihan umum. PAN dan PBB. barulah kita memakai sistem pemilihan presiden secara langsung. dengan perkataan lain. Pertanyaan yang muncul akhir-akhir ini ialah sistem pemerintahan manakah yang cocok untuk negara kita? Menurut pendapat saya yang cocok untuk Indonesia ialah sistem presidensial. saya menyarankan agar electoral threshold dinaikkan dari 2% menjadi 10%. Kalau tahap ini sudah tercapai. Satu-satunya kasus impeachment yang pernah terjadi di Amerika ialah terhadapPresiden Andrew Johnson (1865) namun pemungutan suara di Senat tidak mencapai kuorum.impeachment. lambat laun sistem multipartai akan berganti dengan sistem dua atau tiga partai. Alhasil. Partai Golkar. Diharapkan Pemilu 2004 akan menghasilkan empat besar (Big Four) seperti pada Pemilu 1955. yaitu electoral threshold dinaikkan dari 10% menjadi 20%. Bagaimana pun. tidak terdapat aturan main yang memungkinkan jatuhnya Presiden. yaitu jumlah partai yang ideal untuk suatu sistem presidensial. Penulis adalah Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia . Ini berarti setiap partai harus meraih minimal 100 kursi. tidak dipaksakan dari atas seperti pada masa Orde Baru. PPP. Diharapkan Pemilu 2009 akan menghasilkan Tiga Besar atau Dua Besar.

bila tidak dapat diterima dan parlemen tidak mempercayai kabinet lagi. Dalam presidensiil. kabinet harus mempertanggungjawabkan kebijaksanaannya kepada parlemen. Kekurangannya adalah dia sering mengarah ke pemerintahan yang kurang stabil. dan kepala negara ditunjuk sebagai dengan kekuasaan sedikit atau seremonial. Sistem parlemen dipuji. terdiri dari perdana menteri dan menterimenteri yang bertanggung jawab sendiri atau bersama-sama kepada parlemen. sering dikemukakan melalui sebuah veto keyakinan. namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja. yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. dibanding dengan sistem presidensiil. yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Perlu ditegaskan. Berbeda dengan sistem presidensiil. Namun beberapa sistem parlemen juga memiliki seorang presiden terpilih dengan banyak kuasa sebagai kepala negara. Setiap kabinet yang dibentuk harus memperoleh dukungan kepercayaan dengan suara terbanyak dari parlemen. dalam sistem parlementer terdapat pemisahan tegas antara kepala negara (raja. Sistem parlemen biasanya memiliki pembedaan yang jelas antara kepala pemerintahan dan kepala negara. menuju kritikan dari beberapa yang merasa kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan yang ditemukan dalam sebuah republik kepresidenan. Dengan demikian. kesalahan yang dilakukan oleh kabinet tidak dapat melibatkan kepala negara (The king can do no wrong). kebijaksanaan pemerintah atau kabinet tidak boleh menyimpang dari yang dikehendaki oleh parlemen. Dengan demikian. Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung dari dukungan secara langsung atau tidak langsung cabang legislatif. ratu. dengan kepala pemerintahan adalah perdana menteri. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan. atau parlemen. seperti dalam Republik Weimar Jerman dan Republik Keempat Perancis. Sebagai konsekuensi lebih lanjut. presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan. dapat berakibat cabinet meletakkan jabatan. Eksekutif dalam sitem parlementer adalah kabinet. tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislatif. di mana sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri. presiden) dan kepala pemerintahan (perdana menteri). . memberikan keseimbangan dalam sistem ini. Dalam sistem parlementer terdapat hubungan yang erat antara eksekutif dan legislatif. karena kefleksibilitasannya dan tanggapannya kepada publik. Karena itu. kabinet harus mengembalikan mandatnya kepada negara.Sistem parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Pertanggungjawaban menteri kepada parlemen. Oleh karena itu.

Jika kita lihat dari Pasal 4 dan 17 Undang-undang Dasar 1945 sebelum/setelah perubahan. Memiliki seorang presiden dan seorang perdana mentri 2. Ciri. maka diperkirakan di masa depan bobot parlementer dalam sistem pemerintahan akan meningkat. maka terlihat bahwa Undang-undang Dasar 1945 sebelum/setelah perubahan tidak menganut sistem pemerintahan presidensial sepenuhnya. dan bukan hanya sekali dalam lima tahun. Hal ini akan terjadi jika kebijaksanaan eksekutif dirasakan oleh parlemen telah menyimpang dari yang telah digariskan. Karena memang secara konstitusional parlemen (MPR) dapat mengadakan sidang setiap waktu. Dengan demikian.ciri sistem pemerintahan parlementer : 1. Karena dengan cara itu.Hubungan parlemen dan eksekutif akan bersifat sangat mempengaruhi. Pertanggungjawaban cabinet langsung ke parlemen 9. dan hubungannya dengan eksekutif akan bersifat sangat mempengaruhi. Eksekutif dalam sitem parlementer adalah kabinet 5. maka pertanggungjawaban eksekutif (presiden) terhadap parlemen (MPR) akan menjadi suatu yang bersifat nyata yang sewaktu-waktu dapat diminta oleh parlemen. Keadaan inilah yang dimaksudkan dengan meningkatnya bobot parlementer dalam sistem pemerintahan kita. Pembentuk cabinet adalah parlemen 8. DPR sebagai lembaga legislative Sistem Pemerintahan Bangsa Indonesia dan dasar hukumnya Bahwa sistem pemerintahan Indonesia. walaupun dipimpin seorang Presiden. Tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislative 4. Sistem pemerintahan Indonesia di bawah Undang-undang Dasar 1945 (UUD '45). Karena beberapa ciri parlementer juga melekat dalam hubungan Presiden dengan Parlemen. ditunjukkan bahwa Undang-undang Dasar 1945 menganut pemerintahan presidensial. karena menurut pasal-pasal . Kedudukan presiden rangkap sebagai kepala negara dan kepal a pemerintahan 7. Ini sesuai dengan pasal 2 ayat (2) UUD '45 yang menyatakan: "Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun". Namun jika dilihat dari Pasal 5 ayat (1) sebelum/setelah perubahan dalam hubungannya dengan Pasal 21 sebelum/setelah perubahan. tidaklah dapat sepenuhnya dikatakan menganut system Presidensil. yaitu presiden menjadi kepala eksekutif dan mengangkat serta memberhentikan para menteri yang bertanggungjawab kepadanya. Pengaruh parlemen ke pemerintahan sangat mutlak 10. Perdana menteri diangkat parlemen 6. jika pencalonan presiden/wapres berlangsung seperti disebut di atas. Presiden dan Perdana Mentri berwenang terhadap jalannya pemerintahan 3. di masa depan Parlemen akan menjadi lebih kuat. Mengingat posisi politik parlemen terhadap eksekutif sebagaimana dikatakan di atas.

Karena itu majelis berwenang mengangkat dan mengesahkan suatu pemerintah (eksekutif) dan sekaligus memberhentikan pemerintah yang diangkatnya itu. Pengaruh rakyat terhadap politik negara sangat besar 2. Model ini prinsip-prinsip demokrasi benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik Kelemahan : 1. sistem pemerintahan Indonesia adalah presidensial. 2. Dilihat dari sudut pertanggungjawaban presiden kepada MPR. Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat sama-sama berhak untuk mengajukan rancangan undang-undang yang menunjukkan sistem pemerintahan presidensial di Indonesia bukan merupakan pelaksanaan dari ajaran trias politika. berarti eksekutif dapat dijatuhkan oleh lembaga negara lain—kepada siapa presiden bertanggungjawab —maka sistem pemerintahan di bawah UUD 1945 sebelum perubahan dapat disebut sebagai “quasi presidensial. Sering jatuh bagunnya cabinet karena mosi tidak percaya parlemen memicu terjadinya krisis kabinet 3. Menekankan pentingnya sidang paripurna parlemen dibanding sidang komisi . sedangkan menteri-menteri adalah pembantu presiden. Pemerintah akan bekerja lebih professional agar tidak dijatuhkan oleh parlemen 3. Keunggulan dan kelemahan model parlementer Keunggulan : 1. Secara umum perbedaannya sebagai berikut : Model Inggris 1. jika ia gagal atau tidak mampu lagi dalam melaksanakan kehendak rakyat melalui majelis. Sering terjadi protes dari rakyat sehingga situasinya cenderung lebih rawan Praktek sistem pemerintahan Parlementer Bagi negara-negara penganut Parlementer umumnya mengikuti 2 type yaitu model Inggris dan non inggris/eropa barat yang biasanya mengadopsi model Spanyol dan Jerman.tersebut di atas. Pertanggungjawaban presiden kepada MPR mengandung ciri-ciri parlementer dan juga kedudukan presiden sebagai mandataris pelaksana GBHN menunjukkan supremasi dari majelis (parliamentary supremacy) yang melambangkan sifat dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang tidak habis kekuasaannya dibagi-bagikan kepada lembaga-lembaga negara yang ada dibawahnya. karena presiden adalah eksekutif. Kondisi negara labil sehingga pembangunan bisa terganggu 2. Sehingga berdasarkan Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 UUD 1945 sebelum perubahan. Lebih mementingkan perdebatan formal dan serius di parlemen.

sementara system parlementer dipimpin oleh seorang perdana menteri. yaitu sistem pemerintah parlementer dan sistem pemerintah presidensial. Filipina. Rakyat memilih parpol dan parpol akan menentukan wakilnya berdasar urutan nama calon yang sudah ditentukan sebelumnya Model parlementer dianut juga oleh Swedia (sejak 1975). Perbedaan utama dari sistem ini adalah kepala pemerintahan. ada dua sistem besar yang dipakai di dunia. Perbedaan Presidensial dengan Parlementer Dalam mempelajari sistem pemerintahan terkait dengan lembaga eksekutif. dimana sstem presidensial dipimpin oleh seorang presiden. masih juga terdapat perbedaan-perbedaan lain seperti dapat dilihat dibawah ini: Perbandingan Sistem Pemerintahan Parlementer dan Presidensial Parlementer Presiden atau Raja Perdana Menteri Berasal dari Parlemen dan disetujui oleh Perdana Menteri Parlementer Ya Ya Tidak Kadang-kadang Parlemen Presidensial Presiden Presiden Merupakan Pembantu Presiden Presidensial Tidak Tidak Ya Tidak Tidak ada Kepala Negara Kepala Pemerintahan Eksekutif/Kabinet Eksekutif anggota parlemen? Eksekutif bisa membuabarkan parlemen? Masa Jabatan Eksekutif Tertentu? Parlemen Mengawasi Eksekutif? Pusat Kekuasaan .3. Republik Rakyat Cina (sejak 1982). Indonesia dan sebagian besar negara-negara Amerika Latin dan Amerika Tengah. Disamping itu. menekankan pentingnya lobi diluar sidang resmi 2. Sidang paripurna kurang diberi tempat 3. Anggota parlemen dipilih berdasarkan daftar yang disodorkan partai politik. Anggota parlemen dipilih langsung dalam pemilu Model eropa barat (Spanyol-Jerman) 1. Perdebatan lebih moderat. Jepang (sejak 1945) Model presidensial dianut oleh Amerika Serikat. Lebih menekankan sidang komisi dimana terjadi perdebatan mengenai isu kebijakan-kebijakan tertentu.

Hal lain yang bisa dipelajari dari system ini adalah: Syarat-syarat negara Presidensial yang stabil 1. tetapi terkadang berupa variasi di antara keduanya. Karena itui tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR. Hamper semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Presiden harus dipilih untuk masa jabatan tertentu 3. Presiden tidak bisa membubarkan atau mengurangi kekuasaan parlemen Penyebab kegagalan pemerintahan presidensial 1. Munculnya Demokrasi Caesarisme (eksekutif sangat berkuasa dan legislatif lemah) 2. Namun. Presiden harus dipilih langsung oleh rakyat 2. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. Eksekutif bisa mengatur suara dari parlemen Penyebab kegagalan pemerintahan parlementer 1. kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid.Parlemen Mengatur Urusannya sendiri Tidak Ya Beberapa negara di dunia tidak menerapkan system presidensial ataupun parlementer secara kaku. Ada kekuatan di luar parlemen yang mengatur suara parlemen Sistem Yang Dianut Indonesia Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan. Mekipun adanya kelemahan. dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya . sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. Militer memperoleh kekuasaan politik 3. Sistem pemerintahan lebih stabil. tidak mudah jatuh atau berganti. Kepala negara memperoleh kekuasaan penuh 2. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. Parlemen bubar 3. Konflik dan pertentangan antarpejabat negara dapat dihindari.

tapi adalah ketegasan dari Presiden sebagai pemimpin negara. akan muncul perubahan besar-besaran ketatanegaraan. Artinya. Artinya. dalam sistem presidensil sekarang ini. Persoalan mendasar bangsa ini sebenarnya bukanlah sistem presidensiil atau parlementer. berlaku sistem parlementer. kepala pemerintahan mulai dari pusat sampai daerah akan diangkat oleh DPR dan DPRD. sistem parlementer jalannya. Ini dibuktikan dengan berhasilnya parlemen menjatuhkan presiden. jika sistem parlementer diberlakukan. Jika Indonesia menginginkan pertumbuhan pembangunan demokrasi dan stabilitas ekonomi jadi lebih baik. Presiden juga masih malu-malu menunjukkan kekuasaannya lebih kuat dari parlem . Dari hasil riset di 139 negara. namun tetap masih kalah rendah dari sistem parlementer. Apalagi.Menurut pendapat saya: Sistem parlementer membuat kepala pemerintahan diangkat dan diberhentikan oleh parlemen. sebenarnya sejak masa presiden Soekarno sampai Abdurrahman Wahid. Meski sistem presidensil juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi. menunjukkan sistem parlementer lebih populer untuk pertumbuhan stabilitas ekonomi. demokrasi dan pembangunan.

yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. yaitu dengan ditetapkannya Konstitusi Meiji pada 1889. Dalam periode ini kemajuan. baik di bidang ekonomi. Kekuasaan negara yang sangat besar pada periode Meiji menjadi lebih longgar pada masa Kaisar Taisho (1912-1926). sering dikemukakan melalui sebuah veto keyakinan. 1467-1573 ) hampir merasakan persatuan pada masa Oda Nobunaga (1534-1582) dan Toyotomi Hideyoshi (1537-1598). Kehidupan politik berkembang sangat pesat sehingga periode ini disebut sebagai Taisho Democracy karena masyarakat memperoleh pengalaman dalam menyelenggarakan kehidupan demokrasi. dan angkatan bersenjata maju dengan pesat. Oleh karena itu. Hal ini terwujud dalam sebuah gerakan reformasi untuk mengembalikan Kaisar sebagai pemegang kekuasaan politik ( Restorasi Meiji ). yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. impor teknologi. Perbedaan pendapat tersebut akhirnya dimenangkan oleh mereka yang ingin membuka diri. Periode kepemimpinan Jepang : · Periode Tokugawa Bangsa yang pernah terlibat dalam perang saudara selama kurang lebih 100 tahun ( periode Sengoku /Warring States Period. pendidikan. · Periode Showa . Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung dari dukungan secara langsung atau tidak langsung cabang legislatif. Dalam hal ini presiden hanya menjadi simbol kepala negara sedangkan perdana menteri ditunjuk sebagai kepala pemerintahan. tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislatif. yang berarti "negara matahari terbit" merujuk kepada kedudukan relatif Jepang di sebelah timur benua Asia. · Periode Meiji dan Taisho Periode terakhir Tokugawa diwarnai dengan perpecahan pendapat antara mereka yang ingin membuka negeri dan mereka yang ingin tetap mempertahankan politik menutup diri setelah rombongan Angkatan Laut Amerika Serikat dibawah pimpinan Komodor Matthew Perry berlabuh di Teluk Uraga pada 1853 dan menuntut Jepang agar membuka pelabuhan-pelabuhannya bagi perdagangan luar negeri. Dalam sistem ini terdapat seorang presiden dan seorang perdana menteri. Periode Meiji merupakan periode dimana Jepang sebagai negara Asia pertama yang memperkenalkan kehidupan berkonstitusi. Parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan.PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN PARLEMENTER ANTARA JEPANG DAN INGGRIS Sistem parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Namun hal itu menjadi kenyataan saat Tokugawa Leyasu (15431616) berhasil mengalahkan pesaing-pesaingnya melalui suatu pertempuran di Sekigahara. konstitusi ini mengikuti model Konstitusi Prussia dimana kekuasaan tertinggi negara dinyatakan berada di tangan Kaisar dan bukan di tangan rakyat. JEPANG Jepun disebut Nippon atau Nihon dalam bahasa Jepang. atau parlemen.

Jumlah kursi yang tersedia sejak tahun 2000 untuk Majelis Rendah adalah 480. Konstitusi ini memberlakukan sistem pemerintahan berbentuk parlementer. yang disebut Sistem Distrik Menegah (Chusen Kyoku-Sei). dan yudikatif (pengadilan) terpisah dan bekerja dengan cara check and balance antara satu dengan lainnya. yaitu Early Showa (1926-1945) dan Later Showa (19451989). sedangkan untuk Majelis Tinggi adalah 247. Konstitusi (Undang-Undang Dasar) Jepang yang mulai berlaku pada tahun 1947. dimana kekuasaan legislatif (Diet atau Parlemen). Kedudukan dan tugas-tugas kabinet selain melakukan tugas administrasi adalah[2] : • Mengurus hukum secara jujur. · Periode Heisei Periode ini ditandai dengan pemerintahan yang kurang stabil setelah berakhirnya dominasi Liberal Democrtic Party (LDP). dan satu-satunya organ pembuat undang-undang”. pembuatan anggaran belanja negara.Pada periode ini terbagi menjadi dua periode. atau dengan kata lain seseorang hanya diperbolehkan menjadi salah satu anggota majelis saja. didasarkan pada tiga prinsip : kedaulatan rakyat. Ø BADAN EKSEKUTIF ( Kabinet ) Pemerintahan di Jepang menganut sistem kabinet perlementer. dimana dalam masalah ini Majelis Tinggi lebih berperan sebagai badan pertimbangan guna menjamin pembahasan secara mendalam. Sampai saat ini periode Heisei belum berakhir dan masih berlangsung hingga saat ini. Majelis Rendah lebih tinggi kedudukannya terutama dalam masalah pembuatan RUU. melaksanakan urusan-urusan Negara. Diantara kedua majelis ini. • Mengelola urusan-urusan Luar Negeri.Kokkai atau Diet Nasional ) “Parlemen Jepang merupakan organisasi tertinggi dalam kekuasaan (wewenang) negara. Masa Later Showa merupakan masa dimana secara politik Jepang menjalankan praktek kehidupan demokrasi parlementer yang relatif stabil dan secara ekonomi berhasil membangun dirinya kembali dalam waktu yang relatif singkat. Anggota dari Majelis Rendah dipilih berdasarkan sistem pemilihan distrik. Dalam konstitusi dinyatakan bahwa seseorang tidak diperbolehkan menjadi anggota dua majelis tersebut. dan penunjukan perdana Menteri. dimana satu distrik diwakili 3-5 orang. yaitu 100 orang dipilih berdasarkan sistem proporsional berimbang dan sisanya dipilih berdasarkan sistem distrik dari distrik pemilihan yang dibentuk pada 47 prefektur (semacam propinsi). Konstitusi 1947 juga bahkan tidak luput dari usaha reformasi walaupun saat itu Jepang sedang diduduki Amerika Serikat. Kekuasaan eksekutif berada di tangan kabinet yang terdiri dari perdana menteri dan para menteri yang secara kolektif bertanggung jawab kepada Diet. dan penolakan perang. eksekutif (kabinet). Meskipun demikian. Anggota kedua majelis adalah hasil pemilu dan menjadi wakil seluruh rakyat. Sedangkan anggota Majelis Tinggi dipilih melalui dua sistem cara yang berbeda. ratifikasi perjanjian luar negeri. hal tersebut harus sebelumnya memperoleh. • Menyelesaikan perjanjian-perjanjian. [ [ . Ø BADAN LEGISLATIF ( Parlemen Jepang.[1] Parlemen Jepang atau Diet Nasional terdiri dari dua kamar (majelis). hormat terhadap hak-hak asasi manusia. yaitu majelis rendah (House of Representative) dan majelis tinggi (House of Concillors). Diet . Early showa merupakan masa kemunduran kehidupan politik demokratis yang dirintis pada masa Taisho karena pihak militer ternyata mengeksploitasi kelemahan Konstitusi Meiji.

PARLEMEN DAN INSTITUSI POLITIK Parlemen sebagai institusi politik telah berkembang ratusan tahun yang lalu. dengan menggantikannya dengan Parlemen Britania Raya yang berbasis di bekas tempat parlemen Inggris. yaitu mengajukan rancangan undang-undang atas nama kabinet kepada parlemen. KEDUDUKAN KAISAR Sesuai dengan Konstitusi 1947. Mahkamah Agung terdiri dari Ketua Mahkamah Agung. Selama periode tersebut terdapat dua dewan. INGGRIS Inggris adalah negara bagian terbesar dan terpadat penduduknya dari negara-negara bagian yang membentuk Persatuan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland). Kepala negara dijabat oleh Ratu dan kepala pemerintahan oleh Perdana Menteri. Kebanyakan kasus ditangani oleh pengadilan distrik yang bersangkutan. • Memutuskan atas amnesti umum. persetujuan kemudian dari Diet.atau tergantung pada keadaan. pengurangan hukuman. dll. dan pengadilan sumir. seperti pengadilan tinggi. amnesti khusus. Ø BADAN YUDIKATIF ( Peradilan ) Kekuasaan yudikatif terletak di tangan Mahkamah Agung dan pengadilan-pengadilan yang lebih rendah. • Mempersiapkan anggaran belanja dan pendapatan Negara. memilih dan memecat anggota-anggota kabinet termasuk di dalamnya menteri-menteri negara. Parlemen Inggris dan Parlemen Skotlandia membentuk Kerajaan Britania Raya yang baru dan membubarkan kedua perlemen itu. dewan . • Menyatakan berlakunya keputusan-keputusan kabinet. Asal usul parlemen atau dewan kerajaan Kembali pada abad 12 dimana dewan kerajaan selain membahas tentang politik . Juga ada pengadilan sumir. menunda pelaksanaan hokum dan pemulihan hak-hak. Dewan kerajaan berkembang menjadi parlemen Menyusul Perjanjian Persatuan pada tahun 1707. Kaisar hanya melakukan tugas sermonial yang tercantum dalam Konstitusi. serta atas nama rakyat melakukan tugas-tugas seperti mengumumkan undang-undang. pertimbangan serta perpajakan namun juga membahas tentang keikutsertaannya baron dan uskup. Inggris adalah negara yang berbentuk kerajaan. selain itu juga memiliki wewenang untuk mengawasi berbagai macam cabang-cabang administrasi. • Mengurus dinas-dinas sipil. KEDUDUKAN PERDANA MENTERI Perdana Menteri mengepalai kabinet. semuanya ditunjuk oleh kabinet. pengadilan distrik. dan 14 Hakim lainnya. yaitu dewan masyarakat umum (House of Commons) dan dewan kerajaan yang dimunculkan dan perimbangan kekuatan antara parlemen dan kerajaan berubah secara dramatis. yang menangani kasus seperti pelanggaran lalu-lintas. kaisar adalah lambang negara dan persatuan rakyat. Dari waktu ke waktu. dan mengajukan kepada Diet. Perdana Menteri mempunyai kekuasaan seperti yang tercantum dalam Konstitusi. UU Parlemen kembar digolkan secara berturut-turut. sesuai dengan standar yang diadakan oleh undang-undang. seperti melantik Perdana Menteri serta Ketua Mahkamah Agung yang masing-masing ditunjuk oleh Diet dan Kabinet.

PARLEMEN DAN KERAJAAN Pertentangan besar antara raja dan parlemen terjadi di masa pengganti James I. sedangkan perdana menteri ditunjuk sebagai kepala pemerintahan. Parlemen baru cukup suka melawan. monarki dikembalikan pada tahun 1660. dan menawarkannya kepada puterindanya yang Protestan Mary. Menyusul Restorasi. Dalam hal ini presiden hanya menjadi simbol kepala negara. pada tahun 1628. penguasa setuju untuk memanggil parlemen secara berkala. periode serta proses suatu sistem pemerintahan berkembang. Namun tiada jaminan jelas atas kebebasan parlemen hingga masa James II. yang tentunya memiliki tugas dan wewenang yang berbeda satu sama lain. setelah kematian Cromwell. Parlemen memutuskan bahwa ia telah meletakkan tahtanya. Namun. dimana kekuasaan eksekutif berada di tangan kabinet yang terdiri dari perdana menteri dan para menteri yang secara kolektif bertanggung jawab terhadap Diet.ini mengambil aturan lebih formal dan masing-masing perwakilan mewakili daerah atau propinsinya. sehingga raja menutup kembali setelah baru 3 minggu. Pada abad 14. Sedangkan dewan kerajaan mewakili kaum bangsawan dan alim ulama. Selain itu fungsi dan kedudukan kaisar serta perdana menteri benar-benar dijalankan tanpa ada kecurangan. Mary II berkuasa bersama suaminya William III. Pertentangan untuk kekuasaan dengan raja menimbulkan Perang Saudara Inggris. Pada tahun 1649. dewan umum dan dewan kerajaan telah berkembang. dimana wakil rakyat yang telah mendapatkan kursi di salah satu majelis tidak dapat memperoleh kursi di majelis yang lain. Dalam analisis ini saya akan mencoba membandingkan sistem pemerintahan parlementer antara Jepang dan Inggris. ini disebut Parlemen Pendek. MPR. hal ini tak menolong raja dengan masalah keuangannya. sang raja kemudian menutup parlemen dan berkuasa tanpa mereka selama 11 tahun. Mereka yang mendukung parlemen disebut parlementarian atau 'Roundheads'. ANALISIS Pemaparan data diatas menunjukkan asal usul. Meski menyetujui petisi itu. meminta mereka agar kembali memiliki hak. daripada puterandanya yang Katolik. yang kemudian dilanjutkan oleh kelebihan dan kekurangan sistem pemerintahan kedua Negara tersebut Seperti kita tahu bahwa perlemen merupakan badan legislatif yang anggotanya terdiri atas wakil-wakil rakyat yang dipilih melalui pemilu. sehingga ia sadar untuk memanggil kembali parlemen lain. Charles dihukum mati oleh Rump Parliament dan digantikan oleh kediktatoran militer Oliver Cromwell. penguasa Katolik tak populer. . Dewan umum merupakan perwakilan daerah atau propinsi. Charles I. Sebelumnya saya akan sedikit membahas mengenai sistem parlamenter itu sendiri. kota maupun kota besar. Sistem parlementer sendiri merupakan sistem pemerintahan dimana terdapat seorang presiden dan seorang perdana menteri. yaitu sistem majelis rendah (House of Representative) dan sistem majelis tinggi (House of Concillors). Hanya setelah ada masalah keuangan sebagai akibat perang. Nama parlemen sendiri biasanya digunakan untuk lembaga DPR. ia terpaksa memanggil parlemen agar bisa mengatur perpajakan. House of Commons mengirimi Petition of Right. dipaksa meninggalkan negeri pada tahun 1688. Kelebihan sistem parlementer Jepang salah satunya dapat dilihat pada peluang yang cukup rata bagi wakil rakyat yang akan duduk di badan legislatif. yang notabene memiliki dua sistem majelis. Namun. Pemerintahan Jepang menganut sistem kabinet parlementer. ini merupakan awal dari bergabungnya masyarakat dalam parlemen.

Dikatakan bahwa seorang perdana menteri boleh saja ditunjuk dari anggota kedua majelis (majelis rendah dan majelis tinggi). hal ini dapat dilihat pada adanya dewan masyarakat umum (House of Commons) dan dewan kerajaan beserta perimbangan kekuatan antara parlemen dapat membuat kerajaan berubah secara dramatis. Dimana Raja hanya mempunyai kedudukan sebagai kepala negara. hal ini menghasilkan kekuasaan parlemen melebihi kekuasaan kerajaan. Parlemen Inggris pun memiliki hubungan yang saling kait mengkait satu sama lain. eksukutif. Kabinet memilih ketua Mahkamah Agung dan Hakim Agung. KESIMPULAN Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem pemerintahan parlementer antara Jepang dan Inggris kurang lebih mempunyai fungsi dan kedudukan yang sama. Kekurangan sistem pemerintahan parlementer Inggris dapat dilihat salah satunya dari asal usul parlemen atau dewan kerajaan yang merupakan representasi dari kaum bangsawan dan alim ulama. Kelebihan lain dari sistem perlementer Jepang adalah pada saat kabinet harus mengundurkan diri apabila majelis rendah Diet mengeluarkan mosi tidak percaya atau menolak mosi percaya terhadap pemerintah. yaitu : Diet dapat memilih Perdana Menteri dan melakukan mosi tidak percaya pada kabinet. kecuali apabila majelis rendah dibubarkan dalam waktu 10 hari setelah diterimanya mosi itu. Parlemen bertanggung jawab dalam memberikan ataupun mencabut semua hukum. Hubungan kekuasaan antara ketiga lembaga (legislatif.Meskipun konstitusi 1947 dibuat pada masa pendudukan Amerika Serikat. sedangkan Mahkamah Agung dapat mengawasi berjalannya cabinet apakah sesuai dengan undang-undang atau tidak. namun sampai saat ini belum pernah anggota majelis tinggi yang menjadi perdana menteri. sedangkan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Kekurangan sistem pemerintahan parlementer Jepang adalah dalam hal pemilihan perdana menteri. . dan yudikatif) dalam sistem pemerintahan parlementer Jepang merupakan wujud check and balance. melainkan model parlementer Inggris. Saran dan persetujuan kabinet diperlukan untuk semua tindakan Kaisar. Kelebihan sistem parlementer Inggris adalah pada saat perjanjian hak asasi manusia disetujui tahun 1689. Disini dapat terlihat bahwa meskipun raja adalah seorang kepala negara tapi yang berhak mengatur pemerintahannya adalah perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Mengapa tidak ada dewan yang merupakan representasi dari kaum buruh atau setingkatnya. sedangkan kabinet dapat membubarkan majelis rendah. namun lembaga eksekutif Jepang tidak berbentuk sistem presidensiil model Amerika Serikat. Hal itu menunjukan bahwa masing-masing lembaga mempunyai hubungan yang erat satu sama lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->