PERBANDINGAN SASTRA (http://ramlannarie.wordpress.

com/2010/06/09/pe rbandingan-sastra)
June 9, 2010 ramlannarie sastrawan Leave a comment Abstrak Jika membicarakan sastra Indonesia, tentu tidak terlepas dari permasalahan yang ada dalam masyarakat. Yaitu, sejak kapan sebetulnya sastra Indonesia itu ada ? Sebagian ahli berpendapat bahwa sastra Indonesia telah ada sejak manusia mendiami kepulauan nusantara ini. Tapi ragamnya masih terbatas pada sastra daerah yang hanya diketahui di daerah tersebut.Sebagian ahli lagi berpendapat bahwa sastra Indonesia mulai ada sejak tahun 1908. Hal ini disebabkan pada tahun tersebut didirikan Commisie Voor De Inlandsche School En Volkslechuur ( komisi bacaan rakyat ), yang didirikan oleh pemerintah Belanda, yang kemudian berubah nama pada tahun 1917 dengan nama Kantoor Voor De Volkscletuur, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Balai Pustaka.Tetapi, secara umum poin kedua diatas menekankan pada sastra Indonesia modern yang selanjutnya disebut sastra angkatan 20’an dan terus mengalami perkembangan sampai saat ini dengan angkatan 2000. Secara khusus dalam tulisan ini hanya akan dibicarakan pengaruh sastra angkatan ‘66 terhadap sastra angkatan 2000. 1. PENDAHULUAN Jika berbicara mengenai sastra tentu tidak terlepas dari banyaknya angkatan yang telah berkembang sejak dulu hingga sekarang. Angkatan-angkatan itu berkembang tidak dengan sendirinya, melainkan mengkuti perkembangan zaman yang ada. Tentunya yang menjadi ciri khas dari setiap angkatan itu berbeda-beda. Secara garis besar, angkatan dalam kesusastraan Indonesia dibagi menjadi 6 angkatan, yaitu : 1. Angkatan 20-an ( Angkatan Balai Pustaka ) 2. Angkatan 30-an ( Angkatan Pujangga Baru ) 3. Angkatan 45-an 4. Angkatan 66 5. Angkatan 80 ( Sering juga disebut awal mula angkatan 2000 ) 6. Angkatan 2000 Dengan pembedaan tersebut, menunjukkan perbedaan angkatan yang satu dengan angkatan yang lain. Pembagian angkatan tersebut, dikarenakan adanya perbedaan mendasar yang melandasi lahirnya setiap angkatan. Hal itu dapat kita lihat dari karakteristik yang menjadi ciri khas setiap angkatan itu sendiri. Seperti angkatan 20-an ( Balai Pustaka ) yang lebih menekankan pada tema kawin paksa. Penggunaan bahasa pada angkatan ini masih banyak dipengaruhi oleh bahasa Minangkabau. Hal ini wajar adanya, karena pada umumnya, karya sastra yang muncul pada saat itu kebanyakan berasal dari sastrawan Minangkabau. Hal tersebut tentu berbeda pada

Menggunakan gaya slogan dan retorik . Puisi Taufik juga disebut sebagai puisi yang menandakan suatu kebangkitan angkatan 66 dalam perpuisian Indonesia yang selama kurang lebih lima tahun dikuasai oleh pengarang-pengarang Lekra Taufik Ismail dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 25 Juni 1937. Taufik Ismail Taufik Ismail adalah pelopor puisi-puisi demonstrasi. yang disebut juga dengan era kebebasan.Masalah sosial. yaitu zaman reformasi. Ciri-ciri Puisi Struktur Fisik . Yaitu angkatan 33-an ( Angkatan Pujangga Baru ) yang mana pada angkatan ini masalah yang dibicarakan lebih kompleks lagi. Pada masa ini karya sastra yang lebih dikenal adalah puisi. a. demonstrasi . Latar belakang pendidikannya adalah lulusan Fakultas Kedokteran Hewan UI ( Sekarang IPB ) di . yang akan saya bahas dalam tulisan ini mengenai sastra angkatan ‘66 dan angkatan 2000. Siapa saja tokoh dan hasilnya ? 4. Bagaimana perbandingan kedua angkatan ? 2. terutama puisi-puisi demonstrasi atau protes sosial. Begitu juga dengan sastra angkatan 2000. pengangguran. dll. Puisi-puisinya adalah puisi mengungkapkan tuntutan membela kebenaran dan keadilan. Secara khusus. Dengan tergulingnya pemerintahan orde baru. Bagaimana sejarah munculnya kedua angkatan ini ? 2. sastrawan dapat menyuarakan kebenaran dan keadilan kepada masyarakat lewat hasil karya mereka. Termasuk di dalamnya puisi-puisi demonstrasi Taufik Ismail. Sastrawan Angkatan 66 1. yang mengalami zaman baru.Keagamaan Struktur Tematik .Berbentuk balada . esei. Bagaimana karakteristiknya ? 3. kemiskinan. Karakteristik Angkatan ‘66 Pada masa ini lebih didominasi oleh karya-karya yang beralihan realisme sosial kanan.angkatan sesudahnya.Perjuangan ( Berlatar revolusi ) .Menggunakan gaya repetisi . dll.Keagamaan 3. baik itu puisi. Setelah berpuluh tahun sastrawan dibelenggu untuk tidak mengeluarkan karya yang dapat memojokkan pemerintah.Kehidupan pelacur .Sosial .Kejiwaan . Tidaklah jauh berbeda. karena kedua angkatan sama-sama mengalami suatu keadaan peralihan. Yang mana pada angkatan ‘66 diwarnai dengan pergeseran kekuasaan dari orde lama ke orde baru.Bercorak kedaerahan . novel. Mansur Samin. Adapun yang menjadi batasan masalah dalam tulisan ini adalah : 1.

Tahun 1981 mendapat hadiah sastra ASEAN. Selain itu karya-karyanya banyak mendapat penghargaan dari Majalah Sastra dan Horison. redaktur. dan sajak-sajak Ladang Jagung (1973). dan penulis. Ladang. Bentneg (1966). Puisi-puisi Sepi (1971). kaum dan ibu kita. Buku Tamu Musium Pejuangan (1969). yang berjudul . Goenawan Mohammad Salah seorang penandatangan manifes kebudayaan ini pernah menerima Anugerah Seni dari pemerintah RI pada tahun 1972.Bogor. Catatan Pinggir 2 (1989). Puisi-puisi demonstrasi kebanyakan sangat prosaiS. bahkan lebih banyak puisi yang bukan puisi demonstrasi. Selain karirnya di bidang kewartawanan. Sex Sastra Kita (1981). Hari ini kita tangkap tangan-tangan kebatilan Kebanyakan anak-anak muda berumur belasan Yang berangkat dari rumah. Kota. tiada lagi berdaya Seorang ketika digiring. di bank-bank luar negeri Merekalah penganjur zina secara terbuka Dan menistakan kehormatan wanita. Kumpulan sajak-sajaknya ialah Tirani (1966). Pelabuhan. Puisi-puisinya tidak semuanya puisi demonstrasi. Angin dan langit (1971). ia juga pernah menjadi anggota MPR (1987). 2. Kamis Pagi Hari ini kita tangkap tangan-tangan kebatilan Yang selama ini mengenakkan seragam kebenaran Dan menaiki kereta-kereta kencana Dan menggunakan meterai kerajaan Dengan suara lantang memperatasnamakan Kawula dukana yang berpuluh juta Hari ini kita serahkan mereka Untuk digantung ditiang keadilan Bertahun-tahun lamanya Mereka yang merencanakan seratus mahligai raksasa Membeli benda-benda tanpa harga di mancanegara Dan memperoleh uang emas beratus juta Bagi diri sendiri. tersedu Membuka sendiri tanda kebesaran di pundaknya Dan berjalan perlahan dengan lemahnya. Sedangkan kumpulan esainya berjudul Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malinkundang (1972). pagi tanpa sarapan Telah kita naiki gedung-gedung itu Mereka semua pucat. Puisi-puisinya kebanyakan bersifat naratif dan prosais. Karya-karyanya berupa sajak telah dibukukan dengan judul “Paritkesit” (1971) dan “Interlude” (1973). Disini disajikan sebuah puisi karyanya. Dibawah ini adalah cuplikan puisi demonstrasi dan puisi keagamaan Taufik Ismail.

ketika Angling Darma menutupkan kembali kain ke dadanya dengan nafas dingin meskipun ia mengecup rambutnya Esok harinya permaisuri membunuh diri dalam api. Dongeng Sebelum Tidur “ Cicak itu. yang mana pemerintah banyak membredel media massa yang dianggap bertentangan dengan pemerintahan. sastrawan. patihku ? Mengapa harus seseorang mencintai kesetiaan lebih dari Kehidupan dan sebagainya dan sebagainya. . Para sastrawan pada angkatan ini mulai membicarakan masalah-masalah yang ada pada angkatan sebelumnya dianggap tabu untuk dibicarakan.” Interlude. lalu teaternya Rendra serta puisinya “Khotbah” dan “Nyanyian Angsa” juga semakin nyata dalam wawasan estetika perpuisian Sutardji Calzoum Bachri. Hal ini terus berlanjut pada tahun 90-an.“Dongeng Sebelum Tidur” yang dipetik dari Interlude. 1973 B. Penamaan agkatan ini awalnya dikarenaka para sastrawan yang menghasilkan karyakaryanya keluar dari aturan yang dipakai dalam angkatan sebelumya. Yaitu nonsens. Tema-tema yang diangkat juga bersifat pro-kontra terhadap karya sastra pendahulunya. “ Mengapakah tak percaya ? Mimpi akan meyakinkan seperti mataharipagi. ContohnyaSutardji Calzoum Bachri yang mendobrak dunia perpuisian Indonesia dengan puisi-puisi yang tidak lazim atau puisi-puisi yang tidak mengikuti kadahkaidah puisi yang ada sebelumnya. Sampai puncaknya pada tahun 1998 yang mana para mahasiswa.” Perempuan itu terisak.” Itulah yang dikatakan baginda kepada permaisurinya pada malam itu. berbicara tentang kita. dan segenap masyarakat Indonesia menginginkan perubahan mendasar dalam tubuh birokrasi Indonesia. Dan baginda pun mendapatkan akal bagaiman ia harus melarikan diri dengan pertolongan dewa-dewa. Sejarah munculnya angkatan 2000 Mulai terbentuknya angkatan 2000 sebenarnya bermula pada tahun 80-an. yang jelas punya wawasan estetika novel tersendiri. entah dimana – untuk tidak serta “ Batik Madrim mengapa harus. Sastra Angkatan 2000 1. Nafsu di ranjang telah jadi teduh dan senyap merayap antara sendi dan sprei. Hal ini semakin menjadi ketika pada tahun 80-90-an pemerintahan orde baru banyak mencekal karya sastra yang berisi kritikan pada pemerintahan. cintaku. yang mana dimulai dengan ovel-novel Iwan Simatupang.

Seperti dikatakan Ajip Rosidi (1977 : 6). . Sastrawan angkatan 2000 Sutardji Calzoum Bachri merupakan penggagas puisi kontemporer atau puisi embling. Karyanya antara lain diterbitkan dalam bentuk kumpulan puisi. Amuk (1977). Puisi bergaya mantera menggunakan sarana kepuisian berupa ulangan kata. disamping mencoba batas-batas kemungkinan berbagai bentuk. Stasiun (1977). Sah (1977). Budi Darma. Kumpulan cerpennya Bom (1978) Sastrawan lain yang terkenal ialah Iwan Simatupang dalam bidang novel. Menggunakan kata-kata yang sebelumnya dianggap tabu Struktur Tematik 1. Acep Zamzam Noor yang banyak menghasilkan cerpen dan puisi. Kapak (1979). Aduh (1975). Pol (1987). Karyanya antara lain. Kesadaran bahwa aspek manusia merupakan subyek dan bukan obyek pembangunan 3. 6. Protes terhadap kepincangan dalam masyarakat 2.2. politik. walau juga menghasilkan novel dan cerpen. Dag Dig Dug (1976). Dramanya antara lain : Lautan Bernyanyi (1967). Banyak menggunakan permainan bunyi 5. “ O “ (1973). Kritik sosial terhadap alangan birokrat Struktur Tematik 1. a. Sosial. adalah seorang sastrawan yang aktif mengarang Roman. Wiji Thukul yang terkenal dengan puisi-puisinya dll. Lho (1982). baik prosa maupun puisi. Sobat (1981). dan Rafilus (1988) Putu Wijaya merupakan sastrawan yang banyak menghasilkan drama. dalam Laut Biru Langit Biru. novel : Bila Malam Bertambah Malam (1971). Keok (1978). kemiskinan 2. Kejiwaan 3. Gaya bahasa para lelisme dikombinasikan dengan gaya hiperbola untuk memperoleh efek yang sebesar-besarnya serta menonjolkan tipografi. Ayu Utami yang terkenal lewat Novel Saman. 2. Nyali (1983). Mehifisik 3. bahwa : mereka seakan ingin menjajagi sampai batas kemungkinan bahasa Indonesia sebagai alat pengucapan sastra. Kumpulan-kumpulan puisi ini pada tahun 1981 diterbitkan dalam satu buku yang berjudul O Amuk Kapak. 3. Olenka (1983). Gerr (1986). karyanya antara lain. Gaya penulisan yang prosais. Karakteristik angkatan 2000 Pada masa ini para pengarang sangat bebas bereksprimen dalam penggunaan bahasa dan bentuk.. frasa atau kalimat. Puisi konkret sebagai eksperimen. Banyak mengungkapkan kehidupan batin religius dan cenderung mistis 4. sehingga perbedaan antara prosa dan puisi kian tidak jelas. Palorik(1976). Perjuangan hak-hak asasi manusia 6. Tak Cukup Sedih (1977). Banyak menggunakan kata-kata daerah untuk memberi kesan yang ekspresif 4. Cerita dan pelukisan bersifat alegoris dan parabel 5. Orang-orang Bloomington (1984). Anu (1974). Puisi Struktur Fisik 1. Ratu (1977). MS (1977).

Perbandingan Sastra Angkatan 66 dan Angkatan 2000 Dari segi tema angkatan 66 lebih menekankan pada kritikan terhadap pemerintahan orde lama yang gagal dalam mensejahterakan rakyat Indonesia dan gagalnya pemerintahan menciptakan stabilitas keamanan didalam negeri sehingga banyak daerah yang memberontak. alur dan sebagainya absurd. PENUTUP Dari pembahasan diatas bisa diambil beberapa kesimpulan mengenai perbandingan karya sastra angkatan 66 dan karya sastra angkatan 2000. Angkatan 2000 lebih menekankan kritikan terhadap demokrasi yang tidak berjalan dan hegemoni birokrat dalam setiap bidang serta ketidakmampuan pemerintahan orde baru dalam menciptakan stabilisasi ekonomi. sedang dalam angkatan 2000 karya sastra yang dihasilkan seolah mendobrak tradisi yang ada dan cenderung lebih bersifat kontemporer. . 3. Isi puisi dan prosa angkatan 2000 berisi imajinasi yang sulit dipahami karena perencanaan tema. Taufik Ismail lebih condong menghasilkan dua buah jenis puisi yaitu puisi keagamaan dan puisi demonstrasi. dan puisi yang dihasilkan kebanyakan puisi demonstrasi. Pada angkatan 2000 penggunaan bahasa lebih bebas dan menggunakan bahasa yang informal.C. yaitu : Puisi maupun drama yang dihasilkan sama-sama berisi kritikan terhadap pemerintah. Kedua angkatan ini. Dalam penggunaan bahasa pada angkatan 66 lebih sopan dan tidak menggunakan bahasa-bahasa yang bersifat sehari-hari (informal). Dalam penciptaan karya sastra angkatan 66 lebih mudah dipahami karena masih memakai aturan-aturan yang ada dalam penciptaan karya sastra. Puisi dan drama pada angkatan 2000 lebih banyak yang berjenis kontemporer. sama-sama mengalami masa transisi antara pemerintahan orde lama ke pemerintahan reformasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful