I

oJ

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PENGEMBANGAN USAHATANI PALA (Myristicafragrans) DAN USAHA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK MELALUI PEMASARAN DENGAN PEMBENTUKAN KELOMPOK USARA

BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN MASYARAKA T

Disusun oleb: NADIA LARASATI U. A14104085 ARIANI DIAN PRATIWI A14104061 TANTRI DEWI P. A14104105 NUGRAHA ARlEF A14104123 GANGGA NANDA A.S H34063434

Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota

(2004) (2004) (2004) (2004) (2006)

INSTITUT PERTANIAN BOGOR Dibiayai oleh Oirektorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa Nomor 001/SP2H/PKM/DP2M/I1I2008 tgl 26 Februari 2008

t

r;
\

r

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan 2. Bidang kegiatan 3. Bidang llmu Pengembangan Usahatani Pala (Myristicafragrans) dan Usaha Peningkatan Nilai Tambah Produk Melalui Pemasaran Dengan Kelompok Usaha ( ) PKMP ( ) PKMK ( ) PKMT ( X ) PKMM ( ) Kesehatan ( ) Pertanian ( ) MIPA ( ) Teknologi dan Rekayasa (X ) Sosial Ekonomi () Kesehatan ( ) Pendidikan Nadia Larasati Utami A14104085 Agribisnis Institut Pertanian Bogor Komplek PDK Jalan Olahraga Blok.F8 No.59 Bogor 16710 send2nanien@yahoo.com 5 orang Etriya, SP, MM 132.310.809 Rp. 5.957.000,Bulan Maret - Mei 2008

4. Ketua pelaksana a. Nama lengkap b.NRP c. Departemen d.lnstitut e. Alamat rumah f. Alamat email 5. Anggota pelaksana 6. Dosen Pembimbing a. Nama dan gelar b. NIP 7. Biaya kegiatan total 8.Jangka waktu pelaksanaan

1

Menyetujui, Ketua Departemen Agribisnis Institut Pertanian Bogor

Bogor, 26 Juni 2008 Ketua Pelaksana

Dr~g Kusnadi. MS NIP. 13] 415082 Wakil Rektor Bidang Akademik dan
Kernahasiswaan,

Nadia Larasati Utami NRP. A14104085 Dosen Pembimbing

~~

~

~rof.Dr.lr. Vonny Koesmaryono, MS NIP. 131 473999

Etriya. SP, MM NIP. 132.31 OJW9

KATAPENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala nikmat-Nya sehingga kami dapat Usahatani menyelesaikan laporan akhir ini yang berjudul

"Pengembangan

Pala tMyrtstica /ragrans) dan Usaha Peningkatan

Nilai Tambah Produk Melalui Pemasaran Dengan Kelompok Usaha". Laporan ini ditujukan untuk melaporkan kegiatan pada Program Kreativitas Mahasiswa

bidang Pengabdian Masyarakat tahun 2008. Laporan Program-program
t

ini menguraikan

beberapa

program

yang

telah

dijalankan.

ini bertujuan memanfaatkan

potensi sumberdaya

lokal di Desa

Warung Menteng, dan Desa Dramaga, Kabupaten Bogor. IImu yang disampaikan juga diharapkan usahatani dapat dan diaplikasikan oleh petani sasaran untuk mendukung dari

kegiatan

pernasaran. Kemudian keberlanjutan
sepenuhnya

pelaksanaan

aplikasi program ini diharapkan dapat beriangsung secara berkala.
I'

Kami menyadari sempuma. memperbaiki Oleh karena

bahwa laporan ini masih sangat jauh dari rnembangun atau

itu, saran dan kritik yang bersifat

laporan ini sangat kami harapkan.

Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dalam penulisan ini. Semoga laporan ini dapat menggambarkan dapat menjadi bah an evaluasi. kegiatan yang dijalankan sehingga

Bogor, Juni 2008

Penulis

... .. II III IV V Latar Belakang Perumusan Masalah. ..DAFTARISI ........... 3 4 4 ..........2 Hasil Kegiatan di Desa Warung Menteng Hasil Kegiatan di Desa Darmaga Kendala yang Dihadapi Solusi yang Diupayakan Jadwal Kegiatan Laporan Keuangan Dokumentasi Kegiatan 21 23 25 25 26 28 30 83 8...1 8.........6 8.. I Halaman KATA PENGANTAR DAFTAR lSI DAFT AR T ABEL DAFT AR GAMBAR II iii IV V Judul Program .... 5 6 21 Tujuan Program Luaran Yang Diharapkan Kegunaan Program ...............7 LAMPIRAN • .....5 8.. ......4 8.............. .J .. VI VII VIII Metode Pelaksanaan Hal yang Sudah Dilaksanakan 8.....

Jadwal Kegiatan Laporan keuangan Halaman 26 28 I . 2.DAFTAR TABEL No 1.

Pengisian Pre Test Oleh Peserta Materi Pertemuan Pertemuan Pemberian Kedua Materi Pembuatan dan Pengemasan Sirup Pa1a Pertama Ha1aman 30 30 31 32 32 33 33 3.DAFTAR GAMBAR No 1. 4. 6. 5. Tanya Jawab Peserta dengan Pembicara Praktek Pembuatan Sirup Pala Contoh Label Sirup Pal a . 7. 2.

dan mampu Pertanian.1 persen. Sektor pertanian juga berperan besar dalam penyediaan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam rangka memenuhi hak atas pangan. Bagian buah yang bernilai ekonomi cukup tinggi adalah biji pala dan fuji (mace) yang dapat dijadikan minyak pala. Buah pala terdiri dari daging buah sebesar 77. dan kehutanan. dan biji sebesar 13. Salah satu sektor pertanian yang memiliki potensi adalah sektor perkebunan. Sektor pertanian secara umum mencakup tanaman bahan makanan. Salah satu rempah-rempah yang asli berasal dari Tanaman pala (Myristica fragrans houtt) dikenal dengan tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomis merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari kepulauan Banda dan Maluku. LATAR BELAKANG Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi pertanian yang cukup besar dan dapat berkontribusi terhadap pembangunan dan ekonomi nasional. karena merupakan di dunia penghasil rempah-rempah. fuli sebesar 4 persen. Indonesia adalah pala.5 persen dari total angkatan kerja di Indonesia. Rempah-rempah tanaman perkebunan diperhitungkan yang potensial intemasional merupakan salah satu jenis Indonesia cukup salah satu negara untuk diperdagangkan. Indonesia kaya akan tanaman perkebunan yang bernilai tinggi dan mampu bersaing di pasar dunia. peternakan.1 persen.8 persen.7 persen bagi GNP (Departemen 2006).I. tempurung sebesar 5. hortikultura. menyerap perkebunan. • memberikan kontribusi sebesar 14. Sedangkan daging buah pala dapat . Hasil tanaman pal a yang biasa dimanfaatkan adalah buah pala. Pertanian juga mampu 46. JUDUL PROGRAM USAHATANI NILAI PALA (Myristica fragrans) PRODUK MELALUI DAN USAHA PEMASARAN PENGEMBANGAN PENINGKA TAN TAMBAH DENGAN KELOMPOK USAHA II. peri kanan.

Kenaikan produksi itu terutarna tanaman pala yang sekitar 90 persen merupakan pertanaman rakyat. Hanya sekitar 40 persen dari Granada. Berdasarkan data Ditjen Perkebunan (2000). yaitu sekitar 60 persen. dan sisanya dipenuhi oleh negara lain. dan beberapa negara dipenuhi penghasil pala lainnya. Produksi pala relatif stabil dan cenderung meningkat sejak tahun 1994 yang berkisar antara 19. Irian Jaya. Daging buah pala yang merupakan bagian terbesar dari hasil panen buah pala merupakan suatu potensi yang besar untuk dimanfaatkan. Sulawesi Selatan. Pala yang dihasilkan langsung dijual oleh petani tanpa dilakukan pengolahan lebih lanjut untuk meningkatkan nilai tambah. besar tanaman palanya dibudidayakan di perkebunan rakyat. dodol pala. Jawa Barat. pala dan sirup pala .. Salah satu sentra penghasil pala adalah Bogor. Padahal jika pala diolah menjadi produk turunannya.dimanfaatkan untuk diolah menjadi manisan pala.000-19. Salah satu upaya pemanfaatan daging buah pala adalah pembuatan manisan pala yang umumnya 2 . harga jualnya akan lebih tinggi. terutarna di daerah-daerah Maluku. Indonesia merupakan negara pengekspor biji pala dan fuli terbesar di pasaran dunia. Sedangkan 60 persen kebutuhan Indonesia.950 ton. Hasil pala Barat. Srilangka dan Papua New Guinea. seperti Grenada. India.950 disebabkan oleh perluasan ton per tahun. pala dunia dipenuhi yakni berupa biji pala dan selaput biji (fuli) kering yang dapat menghasilkan devisa cukup besar. Jawa daerah sentra tanaman pala. India. selai . dan Aceh yang merupakan Indonesia mempunyai keunggulan di pasaran dunia karena memiliki aroma yang khas dan memiliki rendaman kebutuhan pala dunia minyak yang tinggi. Salah satu daerah di Kabupaten Bogor yang mengusahakan tanaman pala adalah Desa Warung Sebagian Menteng (proposal awal) dan/atau Desa Dramaga (revisi proposal). Peranan ekspor pala tersebut cukup berpengaruh besar bagi petani. Sulawesi Utara. asinan pala. produksi pala Indonesia tahun 2000 adalah sebesar 19.

dan mengembangkan usahataninya. Selain dari itu. sampai minyak atsiri yang memiliki nilai jual yang tinggi. ilmu usahatani penting guna membantu petani pala untuk merencanakan. pemberdayaan petani-petani pala melalui pengembangan usahatani dan usaha kecil atau pengrajin produk turunan pala sangat diperlukan. Pala diketahui memiliki banyak alternatif pengolahan produk turunannya seperti manisan. sehingga 3 . komoditas nilai ekonomi yang cukup tinggi dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani yang mengolahnya. Manisan yang dihasilkan belum mempunyai merek dan belum dikemas seeara menarik. Padahal. sirup. sebagian besar dari mereka masih melakukan pemasaran yang konvensional strategi dan belum melakukan inovasi produk. Namun. Padahal. Salah satu kendala yang ada karena petani pala pada umumnya tidak mengetahui pentingnya ilmu usahatani. seperti manisan pala. dan teh pala. III. Pemberdayaan ini diharapkan mampu untuk meningkatkan kemampuan berusahatani para petani pal a dan kemampuan mengolah produk turunan pal a. Kemudian keberadaan strategi dan kelompok usaha untuk mendukung menghimpun kegiatan-kegiatan tersebut juga direkomendasikan untuk dibentuk. sebagian besar petani pala masih belum memahami pentingnya komoditas memiliki penanganan pasca panen guna meningkatkan nilai tambah suatu pala pala tersebut.dilaksanakan oleh usaha kecil rumah tangga atau yang disebut dengan pengrajin manisan pala. teh pala. serbuk sari pal a. jika ditinjau lebih dalam. serta merumuskan pemasarannya. Kendala lain yang teidapat Banyak petani yang memasarkan di desa sasaran adalah masalah pemasaran. Oleh karena itu. serbuk sari pala. komoditas pala tanpa pengolahan. melaksanakan. PERUMUSAN MASALAH Potensi pertanian seperti pala di Desa Warung Menteng Keeamatan Cijeruk Kabupaten Bogor (proposal awal) dan/atau Desa Dramaga Keeamatan Dramaga Kaupaten Bogar (revisi proposal) seringkali tidak terrnanfaatkan karena keterbatasan-keterbatasan dengan baik yang ada.

Oleh sebab itu. Memberi pengetahuan kepada petani tentang ilmu usahatani.Selain itu. LUARANYANGDIHARAPKAN Hasil dari progam ini diharapkan petani memahami ilmu usahatani sehingga membantu kelanjutan mereka usahatani. hal ini juga membuat pemasaran pala di kalangan petani menjadi tidak efisien. 3. para petani pala lebih senng rnenjual hasil palanya secara perorangan (individu) sehingga bargaining power mereka rendah. kelompok tani atau koperasi yang dapat menampung hasil produk turunan pala dapat terbentuk. 4 . Belum lagi. 5. v. • IV. koperasi. Membantu petani dalam merumuskan strategi pemasaran produk pala. dalam perencanaan dan pengambilan keputusan untuk Selain itu. Memberikan motivasi kepada para petani pala tentang pentingnya berkelompok yang dapat meningkatkan kesejahteraan bagi petani. TUJUAN PROGRAM Tujuan dari program ini adalah : I. petani mernahami pentingnya nilai tambah kornoditas pala dan termotivasi untuk melakukan pengolahan produk turunan pala lebih lanjut sehingga diharapkan petani memperoleh tambahan pendapatan. dan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.harga yang diterima petani rendah. menciptakan efiensi pemasaran pala. Membantu petani dalam pengolahan produk turunan pala. Memberikan pemahaman akan pentingnya nilai tambah. pembentukan modal bersama yang relatif besar. Strategi pemasaran produk turunan pala yang lebih baik juga diharapkan dalam program ini. suatu keJompok usaha (dapat berbetuk kelornpok tani aktif. 4. Belum lagi. seperti pengemasan dan pemberian label. Hal ini turut andil dalam pembentukan harga pala yang rendah dan juga turut mempersulit petani dalam pembentukan modal yang cukup besar. untuk meningkatkan bargaining power petani pala. 2.komoditi pala. atau kelembagaan sejenis) perlu dibentuk.

b. 3.sehingga memudahkan para petani dalam memasarkan produk maupun penggalangan modal bersama yang lebih besar. khususnya mengenai usahatani pala. meningkatkan kelompok bargaining power petani melalui kelompok sejenis. dan bertanggung jawab. Memperoleh bantuan informasi secara tidak langsung dalam masalah pertanian. arif. b. Memperoleh bantuan informasi secara tidak langsung tentang pengolahan lanjutan komoditas pala. Sebagai sarana pembelajaran dalam mengasah dan menerapkan kemampuan akademik serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mandiri. Mendapatkan tambahan wawasan mengenai berbagai macam pengolahan komoditas pala. dan pengembangan usahataninya. Bagi pemerintah Kegunaan program ini bagi pemerintah adalah : a. b. sehingga tani. Masyarakat pembukuan (sasaran) usahatani mendapatkan sehingga pengetahuan membantu mengenai dalam pentingnya perencanaan. VI. Membantu pemasaran. 5 . c. Bagi diri sendiri Kegunaan program bagi diri sendiri adalah sebagai berikut: a. koperasi. atau lembaga mampu mendapatkan harga jual yang layak dan dapat mempermudah untuk mendapatkan permodalan yang lebih besar. pelaksanaan. Bagi masyarakat (sasaran) Kegunaan program bagi masyarakat (sasaran) adalah sebagai berikut: a. Meningkatkan kepedulian tentang pertanian Indonesia. Membantu dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pal a sehingga mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga petani. 2. KEGUNAAN PROGRAM 1. c.

Lokasi dan Waktu Pada proposal awal kami mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan di aula desa yang berada di desa Warung Menteng.I • VII. Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor (proposal awal) danJatau Desa Dramaga. • 2. 6 . Program usahatani ini terdiri atas beberapa kegiatan sebagai berikut: I. Namun. Kabupaten Bogor. kami mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan di aula desa yang berada di desa Desa Dramaga. Kecamatan Cijeruk. Kegiatan direncanakan berlangsung selama 2 bulan. program strategi pemasaran produk olahan pala. mulai bulan Mei-Juni. pada revisi proposal. mulai dari persiapan hingga penyajian hasil program. METODE PELAKSANAAN 1. Program Usahatani Program usahatani dilakukan agar petani sasaran program mampu melakukan perencanaan dan pengambilan keputusan dalaui kegiatan usahatani. Penyuluhan mengenai ilmu usahatani dan manfaatnya dalam kegiatan usahatani petani sasaran. Kegiatan direncanakan berlangsung selama 6 bulan. Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. mulai bulan Februari hingga Juli 2006 mulai persiapan hingga penyajian hasil program. Sasaran Program Sasaran langsung dari program pengabdian masyarakat ini adalah para petani dan pengrajin pala yang berlokasi di Desa Warung Menteng. Strategi dan Tabapan Kegiatan Bentuk kegiatan yang akan dilakukan selama program ini berjalan terdiri dari program usahatani. 3. 3. Kecamatan Dramaga. dan program kelembagaan dan organisasi.1. program peningkatan nilai tambah pada komoditi pala. Kabpaten Bogor (revisi proposal).

Usahatani (1986). Analisis Pendapatan Menurut perhitungan pengurangan masa pencatatan. penurunan nilai inventaris (penyusutan) dan bunga modal. Kolom passiva terdiri dari kewajiban dan modal. Analisis pendapatan keadaan pengeluaran usahatani memerlukan dua keterangan pokok. akhir. Neraca terdiri dari kolom aktiva dan kolom pasiva. pendapatan usahatani tunai merupakan usahatani hasil dengan adalah Soekartawi dari pengurangan jumlah penerimaan tunai usahatani.• bertambah atau berkurang. Selisih Selisih inventaris nilai menggambarkan nilai penyusutan dari inventaris atau penambahan yang dimiliki oleh petaniselama b. neraca awal. biaya tunai dan biaya yang diperhitungkan. Kolom aktiva terdiri dari aktiva lancar dan tetap. b. Nilai akhir merupakan nilai awal dikurangi dengan nilai penyusutan atau ditambah dengan jumlah penambahan didapat dari pengurangan antara nilai awal dan inventaris.2 Outflow Pengeluaran usahatani adalah seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi terdiri dari biaya variabel dan biaya tetap. Tujuan utama dari analisis pendapatan menggambarkan keadaan sekarang suatu kegiatan usaha dan menggambarkan keadaan yang akan datang dari perencanaan atau tindakan (Soeharjo dan Patong. 1995) membedakan biaya dalam usahatani berdasarkan : 1. Neraca biasanya disusun untuk periode satu tahun terakhir atau satu periode pencatatan. dan neraca akhir. • 1973). laporan rugi laba. Pendapatan usahatani diperlukan pencatatan berupa cashjlow (outflow dan inflow). yaitu selama usahatani dijalankan dalam waktu yang ditetapkan dan penerimaan (hasil produksi x harga jual). b.I Neraca Awal Neraca awal disusun berdasarkan pencatatan inventaris modal dan aset usahatani. (Hernanto. Jumlah output yang dihasilkan 8 .

pupuk.3 Inflow Penerimaan usahatani adalah suatu nilai produk total dalam jangka waktu tertentu. seperti pengeluaran untuk obat-obatan. misalnya pajak tanah. sewa lahan serta penggunaan investasi dan penyusutan peralatan. obat-obatan serta biaya tetap lainnya seperti upah tenaga kerja luar keluarga. (Soekartawi. penyusutan alat-alat bangunan pertanian yang dihasilkari. konsumsi rumah tangga petani unutk pembayaran dan yang disimpan. dan biaya tenaga kerja atau upah. • Biaya variabel : biaya yang berhubungan langsung dengan jumlah produksi. sewa tanah. • Biaya tidak tunai (diperhitungkan) : biaya penyusutan alat. Penerimaan ini semua produk yang dijuaI. baik untuk dijual maupun untuk dikonsumsi . b. sewa laban (biaya tetap) dan biaya tenaga kerja dalam keluarga (biaya variabel). Contoh : Biaya sarana produksi yang terdiri dari pupuk. benih.• '_* Biaya tetap : biaya yang besar kecilnya tidak tergantung pada besar kecilnya produksi. 2. TR=PxQ Dimana TR = Penerimaan tunai usahatani (Rp/Kg) P = hargajual di tingkat petani (Rp) Q = jumlah yang diproduksi (Kg) 9 . bibit. Biaya tidak tunai ini untuk melihat bagaimana manajemen suatu usahatani. Contoh : tenaga kerja keluarga. Berdasarkan yang langsung dikeluarkan dan diperhitungkan • Biaya tunai : biaya tetap dan biaya variabel yang dibayar tunai. 1986) menyatakan bahwa penerimaan usahatani merupakan hasil kali dari nilai yang diproduksi dengan harga jual di tingkat petani. Biaya tunai ini berguna untuk melihat pengalokasian modal yang dimiliki oleh petani. mencakup sendiri.

• RIC Ratio Rasio penenmaan yang akan diperoleh usahatani. 1990) . dirnana proyek ini mernberikan NPV biaya yang sarna atau NPV penerimaan yang kurang lebih sarna setiap tahun. B/C Ratio. 1993).b. (Hernanto. mengukur penerimaan Rasia tingkat atas atas biaya menunjukkan dari setiap atas rupiah biaya berapa besarnya penenmaan dalam produksi untuk ratio yang dikeluarkan produksi dapat artinya apakah penerimaan keuntungan biaya digunakan dari angka relatif dapat usahatani.. Ukuran ini bertujuan untuk mengurutkan alternatif yang dipilih karena adanya kendala biaya modal. berarti biaya dapat dikernbalikan persis sarna besar oleh proyek. Nilai RIC ratio lebih kecil dari satu menunjukkan bahwa penambahan biaya Rp 1 akan menghasilkan penerimaan yang lebih besar dari Rp 1. Surnbersumber yang dipakai proyek tersebut lebih baik dialokasikan pada kegiatan lain yang lebih menguntungkan (Gray et. diketahui terse but suatu usahatani menguntungkan atau tidak. sebaliknya nilai RIC ratio lebih kecil dari satu berarti penambahan biaya Rp 1 akan menghasilkan penerimaan kurang dari Rp 1. • Net Present Value (NPV) Net Present Value (NPV) dari suatu proyek adalah nilai sekarang (Present Value) dari selisih antara penerirnaan dan biaya pada tingkat diskonto tertentu. Suatu usahatani dikatakan layak dan menguntungkan jika nilai RIC bernilai lebih besar dari satu. Sedangkan jika NPV lebih kecil dari nol. Usahatani dinyatakan layak atau bermanfaat jika NPV lebih besar dari no1. (Soeharjo dan Patong. Pada kondisi ini proyek tidak untung dan tidak rugi.4 Cashflow • Dalam perhitungan cashflow diperlukan perhitungan Net Present Value (NPV). dan sebaliknya 10 .al. proyek tidak dapat menghasilkan senilai biaya yang dipergunakan dan ini menunjukkan bahwa proyek tidak layak dilakukan. Jika NPV sarna dengan nol. 1973). dan Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return-IRR). RIC Ratio.

Tingkat diskonto tertentu sekarang dari penerimaannya yang menyamakan biaya sebuah proyek dari nilai merupakan hal yang sangat penting. dalam seperti inilah bermanfaat mengevaluasi proyek-proyek modal. 11 . Jika tingkat pengembalian internal melebihi biaya uang yang digunakan untuk mendanai proyek. Karena jika IRR kurang dari suku bunga deposito. • B/C Ratio Interpretasi pada Net B/C sarna dengan interpretasi dari RJC ratio yaitu tingkat keuntungan yang didapatkan tiap satu satuan biaya yang dikeluarkan. opportunity cast untuk disimpan atau ditabung di bank lebih besar jika diinvestasikan ke usaha tersebut. dan surplus ini akan diberikan kepada pemegang saham perusahaan. maka akan terdapat surplus dalam pembayaran modal. Jika IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman pada bank.usahatani dikatakan belum menguntungkan atau tidak layak apabila nilai RIC suku bunga pinjaman kurang dad satu. Nilai RIC ratio belum memperhitungkan bank yang berlaku dan nilai waktu dari uang. Oleh karena itu. menerima sebuah proyek yang nilai IRR melebihi biaya modalnya akan meningkatkan Karakteristik kekayaan impas para pemegang yang saham. membuat begitu IRR pula sebaliknya. • Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return-IRR) IRR dinyatakan sebagai tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang dari ekspektasi arus kas masuk suatu proyek ke sekarang dari biaya proyek. Dalam menganalisis melanjutkan dunia usaha IRR juga dari para clapat clitafsirkan pembuat kebijakan sebagai alat untuk untuk keputusan investasinya perusahaan atau tidak. maka keputusan untuk investasi adalah keputusan yang tepat. Namun pada Net B/C sudah memperhitungkan tingkat suku bunga pinjarnan yang berlaku dan nilai waktu dari uang. karcna dengan logika bahwa IRR dari suatu proyek adalah ekspektasi tingkat pengembaliannya.

Selain penerimaan usahatani. dan biaya 12 .6 N eraca Akhir Neraca akhir terdiri dari jumlah aktiva dan jurnlah passiva pada akhir tahun atau akhir peri ode waktu peneatataa.. penjualan.5 Laporan Rugi Laba (R/L) Berdasarkan data yang diperoleh mengenai penenrnaan dan pengeluaran usahatani. peningkatan atau penyusutan terhadap aktiva tetap dapat diketahui. maka dapat dibuat Iaporan rugi laba per musim tanam. Berdasarkan neraca awal dan neraca akhir dapat diketahui apakah suatu kegi:m1lansahatani melakukan pembelian. biaya furadan. 2) Pengeluaran Tunai Pengeluaran Tunai adalah besamya uang yang dibayarkan untuk pembelian input usahatani. Laporan laba rugi terdiri dari selisih antara penerimaan dan biaya yang merupakan pendapatan.. Pinjaman kepada pihak luar juga dapat diketahui dari neraca innii. Pendapatan Tunai Usahatani usahatani seperti biaya pupo. b. b.7 Analisa Pendapatan Ramah Tangga Usahatani Ada beberapa komponen yimg diperlukan dalam penghitungan pendapatan rumah tangga usahatani antara lain sebagai berikut : 1) Penerimaan Tunai Penerimaan tunai usahatani seeara keseluruhan berasal dari penjualan hasil panen. Kemudian pendapatan dikurangi dengan beban bunga yang selanjutnya didapat penghasilan. pestisida. u atau perbaikan aktiva tetap .. penerimaan juga didapatkan melalui penerimaan dari luar usahatani. biaya bibit. 3) Pendapatan Tunai Usahatani Pendapatan Tunai Usahatani adalah selisih antara penerimaan dengan pengeluaran tunai usahatasi. lP'erulbahan nilai aktiva tetap seperti cangkul dan parang terjadi karena adanya penyusutan.k. Oleh karena itu.b.

bib it. baik tunai maupun tidak tunai atau biaya yang diperhitungkan (implicit cost). peningkatan nilai inventaris mencerminkan nilai produksi usahatani.Pengeluaran Total Usahatani 7) Pendapatan Tunai Rumah Tangga Usahatani Pendapatan tunai rumah tangga adalah jumlah pendapatan tunai usahatani dengan upah atau pendapatan lain di luar usahatani. Biaya tetap. pakan ternak). bawon. Pengeluaran Total Usahatani = Pengeluaran Tunai + Pengeluaran diperhitungkan + Penurunan Nilai Inventaris 6) Pendapatan Bersih (Net Farm Income) Usahatani Pendapatan Bersih adalah selisih penerimaan kotor dengan pengeluaran total usahatani. dan penurunan nilai inventaris. Pendapatan Tunai Rumah Tangga Usahatani = Pendapatan tunai usahatani + pendapatan non usahatani 13 . Ukuran pendapatan ini juga dapat dijadikan sebagai salah satu ukuran kesejahteraan petani. Total penerimaan kotor usahatani = Penerimaan tunai ustan tanarnan musiman (per tahun) + Penerimaan tunai ustan tanaman tah unan 5) Pengeluaran Total Usahatani tidak Pengeluaran Total adalah Biaya Variabel. baik yang dijual (Tunai) maupun yang tidak dijual (tidak tunai : konsumsi keluarga.Pengeluaran Tunai Usahatani 4) Penerimaan Kotor/ Total Usahatani Penerimaan Kotor/Total adalah Penerimaan dalam jangka waktu (biasanya satu tahun atau satu musirn).= Penerimaan Tunal Usahatani . Pendapatan Bersih Usahatani = Penerimaan Kotor Usahatani . Hal ini mencerminkan uang tunal yang tersedia bagi keluarga petani untuk pembayaran-pembayaran yang tidak ada kaitannya dengan usahatani.

Jika pendapatan bersih usahatani dikurangi dengan nilai kerja keluarga.bunga 14 . hal ini mencerminkan imbalan kepada modal petani. Penghasilan bersih rumah tangga = Pendapatan bersih usahatani ~ bunga pinjaman Penghasilan bersih rumah tangga usahatani mencerminkan imbalan terhadap semua sumberdaya milik keluarga.8 Pembentukan Modal Usahatani Dalam menghitung pembentukan modal usahatani. selain diperlukan komponen penghitungan pada analisis pendapatan.8) Pendapatan non usahatani diperoleh dari : Pendapatan Non Usahatani = Penerimaan Non Usahatani ~ Pengeluaran Non Usahatani b. diperlukan juga beberapa komponen lain sebagai berikut : I) Penghasilan bersih rumah tangga usahatani Penghasilan bersih rumah tangga usahatani adalah selisih antara pendapatan bersih usahatani dengan bunga pinjaman. Penghasilan Keluarga = Penghasilan bersih rumah tangga usahatani + Pendapatan rumah tangga non usahatani 3) Pendapatan Kerja Petani Pendapatan kerja pet ani merupakan penjumlahan dari penenmaan total usahatani ditambah kenaikan nilai inventaris dikurangi dengan bunga. Penghasilan keluarga mencerminkan imbalan kepada seluruh modal. 2) Penghasilan Keluarga Penghasilan Keluarga merupakan jumlah penghasilan bersih rumah tangga usahatani dengan pendapatan rumah tangga dari luar usahatani. Pendapatan kerja petani = Penerimaan total usahatani + kenaikan nilai inventaris .

Pembentukan Modal Usahatani = Pengeluaran Investasi nol karena tidak adanya penambahan nilai dari Investasi + Sisa 15 . Pendapatan Kerja Keluarga = Penghasilan kerja petani + Nilai tenaga kerja keluarga 6) Kebutuhan Rumah Tangga Kebutuhan Rumah Tangga = Pengeluaran Non Usahatani .Keterangan : Kenaikan nilai inventaris bernilai nol karena tidak ada penambahan inventaris yang ada.Pajak Tanah dan Bangunan 7) Pengeluaran Usahatani = Pengeluaran Rutin/total usahatani + Pengeluaran Investasi Keterangan: Nilai Pengeluaran inventaris yang ada. 4) Penghasilan Kerja Petani Penghasilan Kerja Petani merupakan penjumlahan petani dengan penerimaan tidak tunai. Penghasilan Kerja Petani dari pendapatan kerja nilai dari = Pendapatan Kerj a petani + Penerimaan tidak tunai 5) Pendapatan Kerja Keluarga Pendapatan Kerja Keluarga merupakan penjumlahan dari penghasilan kerja petani ditambah nilai tenaga kerja keluarga.

Penerimaan Usahatani Penerimaan Non Usahatani Penerimaan Rumah Tangga 1 ~ ~ ~ Non Usahatani Usahatani I Sisa ~ ~ Pengeluaran Rutin Pengeluaran Investasi Kebutuhan RT Pembentukan Modal Usahatani Gambar 1. berasal dari penerimaan rumah usahatani dan penerimaan untuk non Penerimaan tangga dialokasikan Pengeluaran kembali kegiatan biasanya usahatani dan non usahatani. . Pembentukan pengeluaran modal usahatani dapat diperoleh dari menjumlahkan nilai investasi dengan sisa dari penerimaan rumah tangga yang telah dikurangi pengeluaran untuk kegiatan usahatani dan non usahatani. digunakan untuk pengeluaran Sedangkan usahatani rutin kegiatan usahatani dalam satu tahun. Pembentukan Modal Usahatani Dari gambar 1. dapat dilihat bahwa penerimaan rumah tangga dalam satu peri ode pencatatan usahatani. digunakan untuk memenuhi pengeluaran kegiatan kegiatan non usahatani kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

analisis perencanaan usahatani dilakukan dengan analisis angaran parsial karena tidak memerlukan banyak data bila dibandingkan dengan anggaran usahatani keseluruhan iwhole-farm budgeting). rencana dan perencanaan pembiayaannnya. Perencanaan perencanaan dimana tanaman dan ternak ditinjau dan usahatani dipertimbangkan berdasarkan keseluruhan kegiatan. Dalam analisis parsial. 17 . harga dan teknologi tertentu. anggaran disusun hanya dengan memperhatikan aspek yang dipengaruhi secara langsung oleh perubahan yang diusulkan. Dalam pelatihan usahatani serta pembiayaannya (farm planning ini. harus menunjukkan urutan kegiatan dan pengaturan waktu untuk alokasi Perencanaan pembiayaan usahatani oleh faktor produksi serta biaya dari perencanaan tidak karena dapat dibuat secara itu disebut terpisah dengan usahatani tersebut. Juga karena sifatnya. Karena itu analisis parsial pada umumnya lebih sederhana dari pada analisis usahatani keseluruhan. Analisis Perencanaan Perencanaan sumberdaya Usahatani bersifat mengun usahatani implikasi pengaturan kernbali kepada usahatani usahatani. Perencanaan usahatani dapat dilakukan dengan (whole-farm planning) menyeluruh merupakan penggunaan sumberdaya perencanaan menyeluruh usahatani atau sebagian (partial analysis). Analisis anggaran parsial tidak memerlukan informasi mengenai segi-segi usahatani yang tidak dipengaruhi oleh perubahan yang sedang diamati karena keragaan bagianbagian ini tidak akan berubah. Anggaran disusun berdasarkan semua penerimaan dan pengeluaran usahatani.perencanaan budget). Perencanaan tidak hanya mengacu bagaimana seharusnya petani mengalokasikan sumberdaya untuk mencapai tujuan tertentu.c. Dalam setiap perencanaan usahatani. Juga dalam hal ini perhatian terarah kepada sejumlah usahatani yang representatif dan anggaran yang disusun berdasarkan usahatani ini dipakai sebagai dasar guna memperoleh proyeksi keseluruhannya untuk tujuan perencanaan pembangunan. tetapi juga berusaha merarnalkan bagaimana petani akan mengalokasi sumberdayanya dengan perangsang. anggaran parsial dapat diterapkan pada keadaan usahatani yang lebih luas daripada anggaran usahatani keseluruhan.

Pengeluaran ini adalah biaya-biaya yang dalam metode produksi yang berlaku sekarang. Tabel2.e Pertimbangan lain yang perlu diperhatikan : . Keuntungan juga dapat dibagi menjadi dua kelompok. tetapi dapat ditiadakan apabila perubahan yang diusulkan itu dilaksanakan. Kedua. Langkah kedua adalah mendaftar dan menghitung keuntungan dan kerugian yang didapat dari perubahan itu. yaitu pendapatan kotor atau penghasilan yang hilang dan tidak akan diterima lagi sebagai akibat perubahan tersebut. Kerugian dapat dibagi menjadi dua kelompok. tetapi besar pengaruhnya dalam membuat keputusan untuk melaksanakan perubahan yang diusulkan.Langkah pertama dalam analisis anggaran parsial ialah menjelaskan perubahan dalam organisasi usahatani atau metode produksi secara hati-hati dan tepat. Anggaran Parsial untuk Perubahan dalam Penggunaan Pupuk Perubahan yang dituju Perubahan penggunaan pupuk kimia dengan pupuk organik Tanggal Kerugian Biaya tambahan: (a) - April . yaitu tiap pengeluaran atau biaya yang dihernat akibat perubahan seharusnya dikeluarkan tersebut. yaitu pengeluaran atau biaya tambahan yang terjadi karena ada perubahan. Pertama.Juni 2006 Keuntungan Biaya yang dihemat: (c) - Penghasilan yang hilang: (b) Kerugian total: (a + b) = Penghasilan tambahan (d) e Keuntungan total: (c + d) = f Keuntungan tambahan: f . Kedua. Pertama. yaitu tambahan tersebut Perubahan keuntungan usahatani yang berkaitan dengan perubahan anggaran dapat dihitung dengan cara mengurangi keuntungan total dengan kerugian totaL Langkah berikutnya didaftar juga faktor-faktor penting yang tidak berkaitan pendapatan kotor atau penghasilan yang timbul akibat perubahan dengan keuangan.

2. teh pala. Pemberian merek dan label akan berguna sebagai indentitas produk dan menghindari duplikasi. dan sari pal a instan. 19 . Pembuatan desain kemasan. dan percobaan penetrasi pasar pada produk turunan pala. Desain kemasan berguna agar produk dapat terlihat lebih rapi dan enak dipandang serta mampu menarik perhatian konsumen. • Teh pala Teh pal a merupakan salah satu alternatif minuman yang berbahan dasar dari buah pala. Serbuk pala ini dapat diseduh dengan air hangat dan dapat dinikrnati sebagai minuman. Produk ini merupakan salah satu produk turunan pal a yang bernilai ekonomis dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. 2 Program Peningkatan Nilai Tambah Produk Pala Kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain: I. Program pemasaran produk turunan pala iru Juga akan direkomendasikan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor. Program Strategi Pemasaran Produk Turunan Pala Program pemasaran terdiri dari kegiatan sebagai berikut: 1. 2. Penyuluhan mengenai produk olahan pal a dan pentingnya sentuhan nilai tambah pada komoditas pala. pemberian merek dan label. Pelatihan pengolahan instan. akan dicoba melakukan pcnetrasi pasar untuk memasarkan produk tersebut. Setalah itu. dan san pala peningkatan pendapatan Penyuluhan akan memberikan infonnasi kepada petani dan pengrajin sasaran akan pentingnya pernasaran dan pemberian sentuhan jasa dalam rangka meningkatkan penghasilan.3. • Serbuk sari pala Serbuk sari pala merupakan salah satu produk turunan dari buah pala. Penyuluhan mengenai manajemen pemasaran dan manfaatnya dalam produk turunan pal a seperti teh pala. seperti rnanisan pala.

organisasi. Uji dua arah Median Y di populasi A tidak sarna dengan di populasi B Perhitungan secara manual dapat dilakukan dengan menggunakan Zhit dan Za. locus) uji nonparametrik untuk menguji dua sampel yang dimana skala pengukuran dari variabel Y (internal dan external yang digunakan minimal ordinal. 3. dan kepemimpinan untuk memotivasi petani sasaran.4 Pembentukan Kelompok Usaha Program pembentukan berkelanjutan yang telah dilakukan tersebut kemudian diperkuat dengan kelompok usaha yang bertujuan mengkoordinasi keuntungan yang maksimal.5 Evaluasi Program Untuk mengetahui tingkat sumberdaya lokal dan dilakukan pendampingan pemahaman masyarakat terhadap mated penyuluhan dan presentasi. Za. sedangkan Zhit dapat diperoleh dari rumus sebagai berikut : 20 . Adapun hipotesa dalam pengujiannya adalah sebagai berikut : Ho HI : Median Y pada kedua populasi tidak berbeda a. kesadaran dan keinginan dari petani sasaran oleh Kelornpok dibentuk berdasarkan dengan mengoptimalkan pelaksana program. Penyebaran kuesioner dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) pelatihan kepada peserta pelatihan. Uji tanda merupakan berhubungan. kegiatan agar Pembentukan tentang dan menghasilkan kelompok dilakukan dengan terlebih dahulu mengadakan penyuluhan kelembagaan. dapat diperoleh dari a tertentu dalam tabel Z. Data mengenai kondisi sebelum dan sesudah peserta mengikuti pelatihan dapat dilihat dari total nilai hasil kuesioner Rotter Scale. dilakukan dengan cara membagikan Kuesioner Rotter Scale. Uji satu arah Median Y di populasi A lebih besar daripada di populasi B atau Median Y di populasi A lebi kecil daripada di populasi B b.. dimana a adalah 5 persen. Uji statistika yang akan digunakan untuk mengetahui kondisi objek pada dua waktu yang berbeda (sebelum dan sesudah pelatihan) adalah Uji Tanda (Sign Test Statistic).3.

HAL YANG SUDAH DILAKUKAN 8. peningkatan nilai tambah 21 . Penjabaran tersebut banyak menimbulkan pertanyaan sehingga diskusi dan tanya jawab pun berlangsung. dan target yang akan dicapai. pengolahan produk. Bila IZhitl >Za/2 ~Simpulkan Sedangkan perhitungan (l software SPSS 13.0 hasi1 dapat diperoleh dari informasi yang tersaji pada cutput SPSS sebagai berikut : Bila . Pertemuan ini dihadiri oleh masyarakat manisan sasaran di Desa pala.s. Exact Sig(2 . Cijeruk. mulai dari pelaksana.tailed) 2 < a maka simpulkan . Pertemuan ini dilaksanakan di SON Maseng. yang bertanda positif atau yang bertanda negatif tolak Hopada taraf nyata dengan menggunakan (untuk uji 2 arah). Kemudian maksud dan tuj uan dari kegiatan PKM dijabarkan secara rinci. hit = S-O. Bi1a IZhitl >Za ~ Simpulkan tolak Hopada tarafnyata a (untuk uji 1 arah).(2 . Selanjutnya mahasiswa memperkenalkan diri kepada peserta. Acara terakhir dilakukan pre-test kepada peserta tentang pembukuan usahatanil usaha yang dilakukan.JN Oimana: Di N S = Perbedaan observasi pada pasangan ke-i = Banyak Di yang tidak no1 = Banyak D. jadwal pertemuan. tujuan kegiatan. materi yang akan disampaikan.Z. Pertemuan I Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal IS Maret 2008 pukul 14.5N o.Sig. Sebelumnya yaitu petani buah pala dan pengrajin mahasiswa telah menyebar undangan sebanyak 30 buah ke tiga R W di desa tersebut tetapi yang datang pada pertemuan I hanya berjumlah IS orang. tolak Ho pada taraf nyata a (untuk uji satu arah) Bi1a Asymp. Pertama-tama mahasiswa membagikan buku tulis dan pulpen untuk digunakan selama kegiatan.00.1 Hasil Kegiatan di Desa Warung Menteng a.tailed) < a maka simpulkan tolak Ho pada taraf nyata a (untuk uji dua arah) VIII.00-16.

Peserta cukup tertarik dengan materi yang disampaikan karena mereka baru menyadari pentingnya pembukuan ini untuk kelancaran usaha yang dijalankan. Dalam pengisiannya. Hasil dari pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar petani buah pala dan pengrajin manisan pala belum melakukan pembukuan terhadap usahanya karena mereka menganggap pembukuan adalah pekerjaan yang sulit. Rencana selanjutnya adalah mengadakan pertemuan kedua dengan pengisian materi pertama. Pertemuan II Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 16 Maret 2008 pukul 14. Para peserta dibagikan modul (terlampir) yang berisi penjabaran materi dan lembar latihan yang bertujuan agar peserta dapat melakukannya sendiri setelah pelatihan. b. Sedangkan petani buah pala belum pemah memetik hasil karena bibit pala sendiri baru dibagikan akhirakhir ini. dan motivasi dan solidaritas berkelompok. yaitu pembukuan usahatani. peserta melakukan latihan pada secara sederhana agar peserta mengerti lembar latihan yang telah dibagikan. Waktu dan tempat pertemuan selanjutnya disepakati bersama antara peserta dan mahasiswa.00. Mereka memasarkan hasil olahannya tidak dengan kelompok melainkan secara individu. Peserta juga mulai mengerti tahap- 22 . Materi disampaikan maksud dan tujuan yang akan dicapai. Pertemuan ini dilaksanakan di SDN Maseng dan dihadiri oleh lima orang. Seluruh pengrajin manisan pala belum mengolah buah pal a tersebut menjadi produk olahan selain manisan paia dan mereka hanya mengemas manisan pala dengan plastik polos tanpa merek. Peserta yang hadir adalah petani buah pala dan pengrajin manisan pala.00-16. satu peserta didampingi satu mahasiswa sehingga penjelasan dapat dengan mudah dan rinci disampaikan. Pedagang langsung mengambil manisan pala ke pengrajin. Peserta mencoba mengisi sesuai dengan usaha yang dijalankan. Pertemuan ini membuat peserta menjadi lebih menyadari pentingnya melakukan pembukuan terhadap usahanya. Materi yang disampaikan adalah pencatatan usahatani dan pencatatan aset modal usahatani.dan pemasaran. Seiring dijelaskannya materi tersebut.

2 Hasil Kegiatan di Desa Dramaga a. Rencana selanjutnya akan dilakukan pembagian undangan kepada peserta untuk memberitahukan pertemuan selanjutnya. Pertemuan IV Pertemuan keempat dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 28 Maret 2008 yang bertempat di SDN Maseng. Peserta berpendapat bahwa kegiatan seperti ini sebenarnya sudah pemah mereka dapatkan tetapi tidak dalam satu rangkaian kegiatan. Namun.00 dan disepakati pertemuan selanjutnya dilaksanakan minggu depan. Rencana kegiatan akan dilaksanakan pada pukul 14. c. peserta. maka diputuskan untuk tidak melanjutkan kegiatan di Desa Cijeruk ini.00-16.00. Pertemuan ini dihadiri oleh lima orang. Oleh karena kendala yang dihadapi kedua belah pihak. peserta tidak ada yang datang sehingga pertemuan ketiga ini tidak dilaksanakan. materi yang akan disampaikan adalah materi lanjutan tentang pembukuan usahatani. Peserta kegiatan ini adalah ibu-ibu pengrajin manisan pala yang tergabung dalam suatu kelompok yang bernama Usaha Bersama.00-17. setelah kami menunggu selama satu setengah jam di tempat pertemuan. Pertama-tama mahasiswa memperkenaLkan diri dan Kemudian memaparkan maksud dan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan. dilanjutkan dengan diskusi dan tanyajawab tentang rencana kegiatan. 23 .00. d. Pertemuan diakhiri pukul 16. Pertemuan ini membicarakan Pertemuan ini hanya dihadiri lima orang komitmen dan kesediaan peserta dalam melaksanakan kegiatan ini. Pertemuan ini belangsung dari pukul 16. Pertemuan I Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7 Mei 2008 yang bertempat di Posyandu Desa Dramaga. Mahasiswa dan peserta berdiskusi tentang kelanjutan kegiatan. 8. Pertemuan III Pertemuan ketiga dilaksanakan pad a hari Minggu tanggal 23 Maret 2008 yang bertempat di SDN Maseng.• tahap yang hams dilakukan dalam melakukan pembukuan.

Pembicara juga memberitahu cara pengemasan sirup pala yang baik kepada peserta. Praktek pembuatan sirup pala ini hanya menghasilkanjumlah sirup yang sedikit. Pelatihan disarnpaikan oleh Dosen IPS yang juga mernpunyai usaha pengolahan obat tradisional. Selain itu. diberikan pengetahuan mengenai pentingnya pemberian label yang berisi merek dagang. b. Pembukuan hukan aktivitas rutin yang mereka lakukan. karena hanya sebagai contoh bagi peserta. yaitu Dr. peningkatan nilai tambah dan pemasaran. yaitu menjadi wajit jel. dan motivasi dan solidaritas berkeiompok. Sebagian besar peserta mengolah buah pala menjadi manisan pala. prosedur Pada akhir acara selama ini. kornposisi sirup. pukul 14. hanya beberapa orang yang mengolah pala selain rnenjadi manisan. Pembicara memberitahukan cara pembuatan sirup pala dan mempraktekkan langsung. Pedagang langsung mengambil manisan pala ke pengraj in.Terakhir peserta mengisi pre-test tentang pembukuan usahatani/usaha.00. Pembicara juga menjelaskan perizinan pembicara dan pendaftaran usaha ke departemen terkait. Pertemuan merupakan pelatihan pembuatan Pertemuan ini belangsung dari ini dihadiri oleh sepuluh orang. dan nomor izin usaha. agar sirup dapat tahan lama. Pengemasan dilakukan di dalam botol kaca.00-16. 24 . 1. Urni Cahyaningsih.2 liter air matang. berbagi pengalarnan mengenai usaha yang dilakukan sehingga menambah motivasi bagi peserta untuk melakukan usaha keeil mandiri. dan J/4 kg gula pasir. Pertemuan ini produk olahan buah pal a menjadi sirup pala. hanya dilakukan saat terjadi transaksi jual beli saja. pengolahan produk. Mereka hanya mengemas manisan pala dengan plastik polos tanpa merek. Dalam praktek tersebut. digunakan 1 kg buah pala. Pertemuan II Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 15 Mei 2008 yang bertempat di halaman Kantor Desa Dramaga. MS. Mereka memasarkan hasil olahannya tidak dengan kelompok melainkan secara individu.

Masyarakat sasaran kegiatan kemudian dirubah menjadi pengrajin pala di Desa Darmaga. Ternyata sebagian besar peserta berpendapat bahwa mereka tidak perlu mengikuti kegiatan ini. Sehingga. yaitu Usaha Bersama. Peserta berpendapat bahwa kegiatan yang kami adakan pernah mereka ikuti sebelumnya. mahasiswa mengadakan diskusi dengan peserta mengenai kelanjutan kegiatan. masyarakat sasaran juga kurang antusias dalam mengikuti kegiatan. Sehingga diambil keputusan bersama untuk tidak melanjutkan kegiatan di Desa Warung Menteng. pengrajin para di Desa Darmaga merupakan binaan dari Departemen Koperasi Kabupaten Bogor. mereka tergabung dalam satu kelompok pengrajin pala. Pemilihan masyarakat sasaran yang kedua ini berdasarkan kesediaan dan antusias yang besar dari mereka untuk mengikuti kegiatan ini. 8. 25 . Selain jumlah kuota yang tidak sesuai target. Diskusi tersebut membahas komitmen dan kesediaan peserta untuk mengikuti kegiatan. Kecamatan Cijeruk.8. Pada awalnya mereka merasa tertarik dengan kegiatan yang akan kami laksanakan di desa mereka. Selain itu.3 Kendala yang Dihadapi Kendala yang dihadapi adalah respon dari masyarakat sasaran awal. Sehingga kegiatan yang kami lakukan dapat membantu pengrajin pala untuk mengembangkan usaha mereka. yaitu petani dan pengrajin pala di Desa Warung Menteng. Namun. namun tidak dalam satu rangkaian kegiatan. karena sudah pernah mendapatkan materi yang serupa.4 Solusi yang telah Diupayakan Untuk menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Kecamatan Cijeruk. Respon masyarakat ternyata tidak seantusias ketika kami rnelakukan izin awal pelaksanaan kegiatan. Pengrajin pala di desa ini terutama ibu-ibu rumah tangga. mereka merasa tidak perlu mengikuti kegiatan ini. ketika kegiatan sudah berjalan selama dua kali pertemuan jumlah masyarakat sasaran yang mengikuti kegiatan tidak sesuai dengan kuota yang telah ditentukan sebelumnya.

.....= if.l o ~o I o o .... ... ........:t('..... o o rrl o o \0 I I. "<:t ~. 0 ~g ~ .! VO c::O 00 01 ~~--------~------------+-------------+----------~------+------- ... ~ "<:t o 00 N ..r! ci o "<:t o o . o o "<:t \0 o o \0 o o \0 o o o . o ..

.o l'"'-- o .. I o o \Ci .... I o o N o o I"Q o c: v 00 N Q) o o ~ 00 o o N 00 ..........

000 6. 7. 42.000 41. 14. 30. 2. 40. 15 .000 10.000 1.000 10. 4. 38.000 15.100 3. 37.200 30.000 . 28.000 14. 19.000 14.000 5. 44.000 16. 29.500 23.000 4. . 5.500 3.000 10. 3.000 655.000 10. [0. 34. 36.000 344.600 5. 29 Maret 2008 8 April 2008 5 Mei 5 Mei 9 Mei 9 Mei 9 Mei 9 Mei 9 Mei 9 Mei 9 Mei 9 Mei 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 SALDO DanaDikti Fotokopi Pre-test Tinta Printer Kompor Panci Print Fotokopi dan Jilid Print Aqua Fotokopi Fotokopi dan Jilid 3.000 38.000 26.700 24. 26. 18.000 8.000 16. 43.000 10. 28. 23. 8. 39. [6. 24. 13.6 LA PO RAN KEUANGAN ~. 41. 32. 20.000 65.8..000 19.972.900 Pemasukan 1.500 20.000 3. 27.000 200. 33. 29. Tanggal 4 Maret 2008 6 Maret 2008 6 Maret 2008 8 Maret 2008 8 Maret 2008 9 Maret 2008 9 Maret 2008 10 Maret 2008 14 Maret 2008 14 Maret 2008 J 4 Maret 2008 14 Maret 2008 14 Maret 2008 14 Maret 2008 14 Maret 2008 14 Maret 2008 14 Maret 2008 14 Maret 2008 16 Maret 2008 16 Maret 2008 16 Maret 2008 16 Maret 2008 23 Maret 2008 23 Maret 2008 23 Maret 2008 23 Maret 2008 23 Maret 2008 23 Maret 2008 23 Maret 2008 28 Maret 2008 28 Maret 2008 28 Maret 2008 28 Maret 2008 29 Maret 2008 Ketcrangan Dana Dikti Bensin 3 motor Jas Hujan 2 buah Printmodul Fotokopi modul Fotokopi proposal+surat Amplop Bensin I motor Alat tulis+buku peserta Fl ipeart dan kapur Konsumsi Print Pre-test Tambahan alat tulis Bensin 1 motor Aqua Transportasi (angkot) 2 orang Transportasi (angkot) 1 orang Fotokopi Konsumsi Bensin I motor Transportasi (angkot) 2 orang Piring kertas Bensin 1 motor Konsumsi Transportasi (angkot) 1 orang Fotokopi lsi spidol ATK Bensin 2 motor Konsumsi Aqua Bensin I motor Transportasi (angkot) 2 orang TOTALPENGELUARAN Pengeluaran 30.000 17. 25. No. 22. 9. 6. [I. 31. 17.000 12.000 27.000 77.600 12. [2.200 18.200 300 20.000. 21.500 5. 35.000 15.000 83.000 10.000 90.

000 5. 37.597.000 7. 43.000 8.000 1.000 48.450 3.000 2.000 2.800 9.000 5.45. 49. 48. 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 15 Mei 2008 16 Mei 2008 16 Mei 2008 Jilid Print Wama Fotokopi Print Pulsa Pemateri Konsumsi Korek api Gula pasir 2 kg Aqua boto1 4 buah Amplop 3 buah Sendok sayur Minyak tanah Buah pala Angkot TOTALPENGELUARAN SALDO 12. 46. 46.650 • .000 300 12.000 20.000 718. 47. 42. 38. 40. 41. 39. 48. 44.000 150. 47. 45.450 23.

.. Materi Pertemuan Pertama 30 . Gambar 1.• 8. . Pengisian Pre Test Oleh Peserta Gambar 2.7 Dokumentasi Kegiatan • Desa Warung Menteng .

Pertemuan KeduaDesa Darmaga 31 .• • • Gambar 3.

Tanya Jawab Peserta dengan Pembicara • 32 .Gambar 4. Pemberian Materi Pembuatan dan Pengemasan Sirup Pala Gambar 5.

Praktek Pembuatan Sirup Pala Gambar 7. I • Gambar 6. \ . Contoh label Slrup Pala 33 ...

. 2.1 Kesimpulan Berdasarkan program yang dijalankan. yaitu sirup pala. I XI. Cijeruk. Secara umum. Pengrajin pala Desa Dramaga hanya mengusahakan usaha manisan pala. Pelatihan juga dilakukan dengan membuat produk olahan pala selain manisan pala. 9. 2. Pemahaman akan pentingnya nilai tambah komoditi pala telah disampaikan kepada pengrajin manisan pala di Desa Dramaga. dan pembuatan contoh merek. Mereka belum pernah memasarkan produk olahan pala yang lain selain manisan pala. serta melakukan pembuatan merek dan label pada produk. Pengetahuan tentang ilrnu pembukuan usahatani telah disampaikan kepada petani dan pengrajin di Desa Warung Menteng. KESIMPULAN DAN SARAN 9. Pengolahan produk pala selain manisan pala sebaiknya dilakukan karena banyak produk olahan pala yang belum diusahakan tetapi memiliki nilai jual yang tinggi. peserta belum mengetahui pentingnya pembukuan pada usaha yang mereka jalankan. Program dilaksanakan dengan cara penyuluhan dan pelatihan langsung oleh peserta. 1 . maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Petani dan pengrajin manisan pala sebaiknya melakukan pembukuan terhadap usahanya agar usaha yang dijalankan dapat dilakukan pengendalian dan perencanaan untuk kelancaran usaha.2 Saran Adapun saran yang dapat direkomendasikan adalah : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful