P. 1
Manajemen Dan Kepemimpinan Dalam Keperawatan Konsep Dasar Perubahan

Manajemen Dan Kepemimpinan Dalam Keperawatan Konsep Dasar Perubahan

|Views: 1,170|Likes:
Published by Thia Wardani

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Thia Wardani on Oct 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2013

pdf

text

original

MAKALAH

Manajemen dan Kepemimpinan “Konsep Dasar Perubahan”
O L E H

T. Kusumawardani 042001s10043
Yayasan Pendidikan Kabupaten Sumbawa Akademi Keperawatan Samawa Sumbawa Besar 2011

Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “Konsep Dasar Perubahan” ini dengan baik. Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen mata kuliah Manajemen dan Kepemimpinan Akademi Keperawatan Samawa. Tidak lupa juga penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, diantaranya:

φ Dosen mata kuliah Manajemen dan Kepemimpinan selaku dosen pembimbing dan yang telah memberikan tugas ini. φ Keluarga yang telah memberikan dukungan baik secara material maupun spiritual. φ Serta teman – teman yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pembuatan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan oleh karena keterbatasan pengetahuan penulis. Untuk itu penulis dengan senang hati menerima kritik serta saran – saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga bermanfaat... Sumbawa, September 2011

Penulis

Daftar Isi

Kata Pengantar BAB I Pendahuluan a. Latar Belakang...........................................................................4 b. Rumusan Masalah......................................................................4 c. Tujuan Penulisan........................................................................4 d. Metode Penulisan.......................................................................4 e. Sistematika Pembahasan............................................................5

2

BAB II

Pembahasan a. Pengertian Perubahan...................................................................6 b. Fungsi Perubahan.........................................................................6 c. Teori - Teori Tentang Perubahan.................................................6 d. Hambatan Dalam Perubahan........................................................8 e. Metode Menangani Penolakan Terhadap Perubahan...................9 f. Respon Terhadap Perubahan........................................................9 g. Jenis - Jenis Proses Perubahan.....................................................10 h. Strategi Perubahan.......................................................................10

BAB III

Penutup

Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perubahan merupakan usaha sistematik untuk mendesain ulang suatu organisasi dengan cara melakukan adaptasi pada perubahan yang terjadi dilingkungan eksternal maupun internal untuk mencapai sasaran baru.

B. Rumusan Masalah

3

Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah: 1. Apa yang dimaksud dengan Perubahan? 2. Untuk apa perubahan itu dilakukan? 3. Adakah teori yang membahas tentang perubahan? 4. Adakah hambatan dalam melakukan perubahan? 5. bagaimana cara menangani penolakan terhadap perubahan? 6. bagaimana respon seseorang terhadap suatu perubahan? 7. Apa saja yang termasuk dalam proses perubahan? 8. Bagaimana cara mensiasati perubahan?

C. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh pola perubahan yang dapat terjadi dalam lingkungan di sekitar kita, baik di lingkungan sekitar maupun didalam kelompok. D. Metode Penulisan Dalam penyusunan makalah ini, penulis menggunakan dua metode, diantaranya:  Studi Kepustakaan : yaitu penulis membaca buku-buku dan kumpulan mata kuliah yang berkaitan dengan penyusunan makalah ini.  Selain menggunakan metode studi kepustakaan, penulis juga mengumpulkan berbagai data yang diperoleh dari internet yang berkaitan dengan penyusunan makalah ini. E. Sistematika Pembahasan a. Bab I Pendahuluan

4

Pada bab ini penulis berusaha menjelaskan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, serta sistematika pembahasan. b. Bab II Pembahasan Pada bab ini penulis memaparkan pembahasan yang sesuai dengan rumusan masalah, yaitu mengenai hal-hal yang menyebabkan terjadinya perubahan, manfaat perubahan itu sendiri, hambatan, respon, serta metode dalam menangani penolakan terhadap suatu perubahan. c. Bab III Penutup Pada bab terakhir ini akan dijelaskan mengenai kesimpulan dari keseluruhan pembahasan yang kemudian akan mampu menjawab rumusan–rumusan masalah yang ada dan juga diperolehnya gambaran umum yang singkat mengenai konsep dasar perubahan.

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Perubahan

Dalam hal ini perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang direncanakan yaitu suatu usaha sistematik untuk mendesain ulang suatu organisasi dengan cara melakukan adaptasi pada perubahan yang terjadi dilingkungan eksternal maupun internal untuk mencapai sasaran baru. 5

B.

Fungsi Perubahan  Perubahan ditujukan utk menyelesaikan masalah.  Perubahan ditujukan untuk membuat prosedur kerja lebih efisien.  Perubahan ditujukan untuk mengurangi kegiatan yang tidak penting.

C.

Teori - Teori Tentang Perubahan

TEORI KURT LEWIN (1951) Lewin (1951) mengungkapkan bahwa perubahan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tahapan, yang meliputi:  Unfreezing/pencairan: Membuat kebutuhan terhadap perubahan menjadi nyata sehingga individu, kelompok, atau organisasi siap menerima bahwa perubahan harus terjadi.  Changing: Menemukan dan mengadopsi sikap, nilai, dan tingkah laku baru dengan bantuan agen perubahan terlatih, yang memimpin individu, kelompok, atau seluruh organisasi melewati proses tersebut.  Refreezing/pemantapan: Transformasi pola tingkah laku baru menjadi norma lewat penguatan dan dukungan mekanisme. (Kurt Lewin,1951 dari Lancaster; J, Lancaster, W. 1982).

Faktor Pendorong Terjadinya Perubahan :  Kebutuhan dasar manusia : Kebutuhan yang belum terpenuhi akan memotivasi perilaku sebagaimana teori kebutuhan Maslow (1954).

6

 Kebutuhan dasar interpersonal : Manusia memilki tiga kebutuhan dasar interpersonal yang melandasi sebagian besar perilaku seseorang: 1) kebutuhan untuk berkumpul bersama-sama 2) kebutuhan untuk mengendalikan/melakukan kontrol 3) kebutuhan untuk dikasihi, kedekatan dan perasaan emosional.

Faktor Penghambat : Menurut New dan Couillard (1981), faktor penghambat (restraining force) terjadinya perubahan yang disebabkan oleh:  Adanya ancaman terhadap kepentingan pribadi.  Adanya persepsi yang kurang tepat.  Reaksi psikologis.  Toleransi untuk berubah rendah.

Alasan Perubahan : Lewin (1951) mengidentifikasi beberapa hal dan alasan yang harus dilaksanakan oleh seorang manajer dalam merencanakan suatu perubahan, yaitu:  Perubahan hanya boleh dilaksanakan untuk alasan yang baik.  Perubahan harus secara bertahap.  Semua perubahan harus direncanakan dan tidak secara drastis atau mendadak.  Semua individu yang terkena perubahan harus dilibatkan dalam perencanaan perubahan.

7

TEORI ROGER (1962) : Roger (1962) mengembangkan teori dari Lewin (1951) tentang 3 tahap perubahan dengan menekankan pada latar belakang individu yang terlibat dalam perubahan dan lingkungan dimana perubahan tersebut dilaksanakan. Roger(1962) menjelaskan 5 tahap dalam perubahan, yaitu: kesadaran, keinginan, evaluasi, mencoba, dan penerimaan atau dikenal juga sebagai AIETA (Awareness, Interest, Evaluation, Trial and Adoption).

TEORI LIPPITS (1973) : Lippit (1973) mendefinisikan perubahan sebagai sesuatu yang direncanakan atau tidak direncanakan terhadap status quo dalam individu, situasi atau proses dan dalam perencanaan perubahan yang diharapkan, disusun oleh individu, kelompok, organisasi atau sistem sosial yang mempengaruhi secara langsung tentang status quo, organisasi lain atau situasi lain.

D.

Hambatan Dalam Perubahan  Tidak mau atau tidak mampu untuk mengubah sikap dan tingkah laku yang lama menjadi kebiasaan.  Individu yang diberi kebebasan cenderung untuk kembali ke pola tingkah laku yang sudah menjadi kebiasaan.

E.

Metode Menangani Penolakan Terhadap Perubahan  Pendidikan dan Komunikasi, yaitu menjelaskan kebutuhan akan dan logika dari perubahan kepada individu, kelompok dan bahkan seluruh organisasi.

8

 Partisipasi dan Penyertaan, yaitu meminta anggota organisasi untuk membantu mendesain perubahan.  Memberi Fasilitas dan Dukungan, yaitu menawarkan program pelatihan, liburan, dukungan emosional dan memahami orang yang terpengaruh oleh perubahan.

F. Respon Terhadap Perubahan Terdapat beberapa respon yang berbeda-beda dari tiap-tiap individu terhadap suatu perubahan, diantaranya: 1. 2. 3. a. predictability). b. c. proficiency. d. e. sayang. f. Takut akan suatu kegagalan yang akan dihadapi. Takut kehilangan reward, benefit. Takut akan kehilangan respect, dukungan, kasih Takut akan kehilangan pengaruh. Takut akan kehilangan ketrampilan & Menerima dan mendukung Tidak menerima – tidak mendukung Menolak: Takut akan sesuatu yang tidak pasti (loss of

G.

Jenis - Jenis Proses Perubahan

1. Perubahan ditinjau dari sifat proses: a. Perubahan Spontan  Sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol 9

 Perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya b. Perubahan pada perkembangan Perkembangan/ kemajuan yang terjadi pada individu, kelompok dan organisasi dalam pertumbuhan-perkembangan. c. Perubahan yang direncanakan Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik, dapat dikontrol 2. Perubahan ditinjau dari sifat keterlibatan a. Perubahan partisipatif  Melalui penyediaan informasi yang cukup  Adanya sikap positif terhadap inovasi  Timbulnya komitmen b. Perubahan paksaan (coerced change)  Melalui perubahan total dari organisasi  Memerlukan kekuatan personal (personal power) 3. Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan a. Perubahan berencana  Menyesuaikan kegiatan dengan tujuan  Dengan titik mula yang jelas dan dipersipkan, sesuai dengan tujuan yang akan dicapai b. Perubahan acak/ kacau  Tanpa usaha mempersiapkan titik awal perubahan  Tidak ada usaha mempersipakan kegiatan sesuai dengan tujuan H. Strategi Perubahan (Chin & Benne) Bagaimana cara seorang individu maupunkelompok mengadakan perubahan rangkaian kegiatan menuju proses perubahan 1. Strategi rasional-empirik (empirical-rational strategies) a. b. Asumsi dasar: manusia adalah rasional Diyakini bahwa perubahan itu diperlukan→Riset dasar dan

desiminasi ilmu pengetahuan melalui pendidikan umum c. Pemilihan personel dan penggantian dari mereka yang tidak

sesuai dengan posisi yang diduduki; diperlukan orang yang tepat untuk jabatan/ posisi yang tepat (the right person in the right position).

10

d.

System analysts sebagai staf dan konsultan, terutama yang

berhubungan dengan kesukaran/ masalah system. 2. Strategi reedukatif normatif (normative-reeducative strategies), didasarkan pada:  Pola kegiatan dan perbuatan didukung oleh norma sosiokultural, dan oleh komitmen individual terhadap norma-norma tersebut.  Norma sosiokultural didukung oleh sikap dan sistem nilai individual.  Pendekatan normatif-reedukatif untuk mengadakan perubahan, melalui intervensi langsung dari “change agent”, intervensi yang didasarkan pada penerapan teori berubah yang mantap, ke dalam kehidupan sistem klien, baik individu, kelompok, organisasi atau komunitas. Beberapa elemen yang lazimnya terdapat pada pendekatan ini:  Pelibatan klien dalam proses penyusunan proses berubah; cara klien melihat dirinya sendiri dan melihat masalahnya harus diperhatikan dan dipadukan dengan pandangan change agent.  Melihat kemungkinan bahwa masalah terletak pada sikap, nilai norma, dan hubungan internal/ eksternal dari sistem klien, dan yang mungkin memerlukan perubahan arau reedukasi, sebagai kondisi untuk mengadakan penyelesaian masalah.  Change agent harus mempelajari cara intervensi timbal balik dan kolaboratif.  Unsur-unsur yang tidak disadari memberi saham/ mempunyai pengaruh pada penyelesaian masalah, harus dibawa ke permukaan.  Metode dan konsep ilmu perilaku merupakan sumber yang digunakan change agent dan klien secara selektif, relevan dan benar. 3. Strategi paksaan – kekuatan (power coercive approaches) Didasarkan pada penggunaan kekuatan/ kekuasaan pada umumnya didasarkan pada sanksi ekonomi dan politik. Bentuk strategi coercive lainnya adalah dengan menggunakan moral power dan political power:  Menggunakan institusi politik.  Melalui rekomposisi dan manipulasi kelompok penguasa (power elite).  Mengadakan perbaikan strategi (bila diperlukan).  Mengimplementasikan proyek perubhan (change project).  Mengadakan observasi dan mengendalikan/ mengatasi hambatan. 11

 Mengadakan evaluasi hasil perubahan/ berubah.  Memformulasikan rekomendasi untuk kegiatan masa depan atau modifikasi.

Daftar Pustaka

12

 http://rofiqahmad.wordpress.com/2008/05/07/perubahan-dalam-keperawatan/  http://www.anakciremai.com/?cx=partner-pub2013692070141448%3Ai70eq0-opgh&cof=FORID%3A9&ie=ISO-88591&q=konsep+dasar+perubahan&sa=Cari+Makalah+Anakciremai&siteurl=ww w.anakciremai.com%252F2008%252F05%252Fmakalah-manajemen-tentangperubahan-dan.html#940

13

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->