PERKEMBANGAN KONSEP AKUNTANSI MANAJEMEN

:
PERKEMBANGAN KONSEP AKUNTANSI MANAJEMEN Kelompok I : NINO SRI PURNAMA YANTI SONNY SAMSIR RIO RAHMAT YUSRAN

Pengertian Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, dan Akuntansi Manajemen :
Pengertian Akuntansi Keuangan , Akuntansi Biaya , dan Akuntansi Manajemen Akuntansi Keuangan adalah suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pelaporan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu perusahaan

Slide 3:
Akuntansi biaya adalah suatu proses pengidentifikasian , pendefinisian , pengukuran , pelaporan , dan analisis berbagai unsur biaya langsung dan biaya tidak langsung sehubungan dengan menghasilkan dan memasarkan produk A kuntansi M anaj emen adalah proses identifikasi, mengukur, menganalisis, men ginterpretasikan , dan mengkomunikasikan informasi untuk pihak manajemen dalam mencapai tujuan organisasi. Akuntansi manajemen merupakan bagian integral dari proses manajemen , dan akuntan manajemen sebagai mitra strategis penting dalam tim manajemen organisasi .

PERKEMBANGAN AKUNTANSI MANAJEMEN :
PERKEMBANGAN AKUNTANSI MANAJEMEN Akuntansi Manajemen Tahap Awal Profesi akuntansi mulai tumbuh pada saat era Pacioli dalam abad ke 15 dengan mengembangkan tata buku berpasangan. Sesuai dengan lingkungan bisnis Pacioli, maka dikembangkan akuntansi untuk usaha perdagangan yang melibatkan pengiriman barangbarang ke luar negeri untuk dipertukarkan dengan barang lain yang terdapat di negara tersebut.

Slide 5:
Adanya perubahan-perubahan tersebut mengakibatkan tata buku berpasangan dikembangkan oleh para pengusaha menjadi tata buku biaya berpasangan, yang digunakan untuk: (a) membantu pembuatan keputusan dan pengendalian dalam pabrik, (b) menentukan besarnya bahan baku dan upah buruh, (c) menghasilkan informasi tenaga kerja dan biaya produksi, dan (d) untuk mengetahui efisiensi dan perubahan biaya dari waktu ke waktu.

Orientasi pengendalian biaya menjadi terlalu umum. Penentuan wewenang manajemen banyak didasarkan pada pengalaman dan posisinya daripada keahlian dan kualifikasi profesionalnya. Akuntansi manajemen hanya memusatkan pada biaya produksi. Akuntansi manajemen cenderung reaktif.Slide 6: B. Masalah ketersediaan kapasitas. Pusat perhatian akuntansi manajemen hanya untuk transaksi historis kurang prospektif perencanaan. dan akibatnya efisiensi relatif rendah. Hirarki organisasi yang banyak digunakan menekankan pada hierarki lini dan peranan fungsi staf hanya bersifat sekunder. Slide 8: f. Slide 7: Dengan kondisi tersebut akuntansi manajemen menitikberatkan pada: a. dan inovasi teknologi. pengembangan produk. dan lalai memperhatikan biaya pemasaran. bahkan banyak perusahaan yang gagal menghadapi persaingan dengan industri-industri baru di kawasan Asia Timur (Jepang). . c. seperti Amerika Utara dan Inggris. biaya membuat dan memasarkan tinggi. Inovasi produk dan proses produksi relatif sedikit karena produk yang ada dapat dijual dengan relatif mudah dan proses produksinya mudah dipahami. akibatnya pengendalian manajemen terutama berorientasi kearah pemanufakturan dan administrasi internal daripada ke arah strategik dan pertimbangan lingkungan. Perkembangan Tahun 1980-an dan Selanjutnya Pada tahun 1980-an banyak perusahaan Inggris dan Amerika Serikat mengalami kemunduran. dan inovasi. e. Akuntansi manajemen cenderung reaktif kurang proaktif. Banyak menggunakan model-model dan teknik-teknik pemrograman dalam pembuatan keputusan dan proses pengendalian Slide 9: C. pengembangan produk. Namun banyak juga perusahaan yang berhasil memodernisir dengan teknologi maju sehingga mendorong biayanya menjadi efektif dan lebih bersaing. i. b. pembuatan keputusan dan pengendalian. Keputusan yang dibuat oleh manajemen dianggap bersifat sangat terstruktur dan formal serta tujuan dan alternatif-alternatif pembuatan keputusan dapat diidentifikasikan dengan jelas. Akuntansi manajemen hanya memusatkan pada biaya produksi dan lalai memperhatikan biaya pemasaran. g. j. baru mengidentifikas i m asalah dan tindakan jika timbul penyimpangan antara rencana dan pelaksanaannya. h. Perkembangan setelah Perang Dunia ke II Perkembangan dalam tahun 1950-an sampai dengan 1960-an didasarkan pada posisi pasar internasional yang kuat bagi negara-negara industri Barat. sehingga gaya manajemen bersifat mekanistik tidak inovatif.

kontribusi balas jasa. promosi masa . 3. Riset untuk memahami aspek sosial dan politik pada perusahaan dan akuntansi manajemen dan riset mengenai efektivitas akuntansi manajemen dalam sektor publik. Riset mengenai model-model komputer untuk menghad a pi ketidakpastian jangka pendek.Teori agensi menjadi lebih penting untuk meneliti konflik terhadap pengendalian. isu-isu strategi umum dan pemasaran. antara lain: Slide 10: 1. 4. dan distribusi masa ) Harga Murah ( sebagai daya saing ) Slide 13: Paradigma Manajemen Baru Fokus pada Pelanggan ( Asumsi : persaingan tajam dan teknologi memadai ) Produk Beragam Slide 14: 3/13/2011 14 Economic of Scales dan Economic of Scopes Multidimensi sebagai daya saing ( kualitas bagus .Pada tahun-tahun tersebut banyak dilakukan riset-riset dalam bidang akuntansi manajemen. serta akuntansi manajemen yang lebih proaktif dan berorientasi pada lingkungan eksternal. 2. Riset akuntansi manajemen untuk menghadapi lingkungan pemanufakturan yang berubah d engan tajam. PERBEDAAN PARADIGMA MANAJEMEN LAMA DAN BARU: 11 PERBEDAAN PARADIGMA MANAJEMEN LAMA DAN BARU Paradigma Manajemen Lama Fokus pada Produksi ( Asumsi : tidak ada persaingan dan teknologi tidak memadai ) Slide 12: Produk Standar Economic of Scales ( produksi masa . pelayanan cepat . Inovatif . dan harga murah ) Slide 15: . Riset akuntansi manajemen untuk menyusun model yang lebih realistik dan menginterpretasikan perilaku manajerial dan peranan sistem pengendalian. dan informasi. misalnya ABC dan backflush costing.

Akuntansi keuangan dan akuntansi menajemen juga berfungsi sebagai penyedia informasi keuangan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Tujuan Utama Pihak eksternal Pihak internal 2. dan catatan atas lap. hubungannya dengan teori keputusan manajemen 3.TUNTUTAN MANAJEMEN TERHADAP AKUNTANSI Manajemen sebagai pelanggan akuntansi Akuntan harus mampu memuaskan pelanggan dan Akuntan harus mampu memuaskan manajemen dalam rangka menciptakan daya saing perusahaan Pendekatan Manajemen Baru: 3/13/2011 16 Pendekatan Manajemen Baru Perbaikan Berkelanjutan Fokus Internal Dan Eksterna l Kepuasan Pelanggan Adalah Nomor Satu Analisis Rantai Nilai Menyeluruh Faktor Sukses Utama : Biaya Kualitas Waktu Inovasi Slide 17: HUBUNGAN AKUNTANSI BIAYA.Laba rugi -> AKUNTANSI KEUANGAN Untuk perencanaan biaya . Dasar Penyusunan Laporan Prinsip akuntansi yang berterima umum Biaya dan manfaat . Akuntansi Biaya ( Informasi biaya per unit) -> informasi ini digunakan untuk : Untuk Penilaian Persediaan di Neraca dan HPP di lap. Orientasi laporan Orientasi masa lalu Orientasi masa depan 5. Bentuk Laporan Ringkas. dan berhubungan dengan perusahaan secara keseluruhan Terinci untuk setiap kegiatan . Pengendalian Biaya . jenis produk . lap. yaitu : Baik akuntansi keuangan maupun akuntansi manejemen merupakan pengolah informasi yang menghasilkan informasi keuangan. Laba rugi . Slide 19: Selain perbedaan yang ada seperti yang disajikan pada tabel diatas . . devisi . antara akuntansi keuangan dan akuntansi menajemen memiliki persamaan. dan pengambilan keputusan -> AKUNTANSI MANAJEMEN PERBEDAAN AKUNTANSI KEUANGAN DENGAN AKUNTANSI MANAJEMEN : PERBEDAAN AKUNTANSI KEUANGAN DENGAN AKUNTANSI MANAJEMEN No FAKTOR PERBEDAAN AKT KEUANGAN AKT MANAJEMEN 1.laporan arus kas . AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN Tujuan akuntansi keuangan : menghasilkan laporan keuangan ( neraca . dll . Objek yang diukur dan dikomunikasikan Kondisi dan kemampuan ekonomi perusahaan secara keseluruhan Prestasi para manajer pada berbagai tingkatan organisasi . Lap perubahan modal. 4. daerah . dan pengendalian biaya . Keuangan berdasarkan SAK) Tujuan akuntansi manajemen adalah membuat perencanan .

Slide 22: TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM ) Prinsip TQM adalah kualitas produk dan jasa ditentukan oleh pelanggan bukan oleh entity yang bersangkutan . Akibat dari JIT Production ini tugas akuntan bergeser dari pencatatan kemasalah manajemen . Menurut philosopi ini apabila tidak ada keterbatasannya maka sudah pasti entity ini dapat memproduksi dan menjual produk dalam jumlah yang tidak terhingga serta jumlah laba yang tidak terhitung . Membantu manajer dalam pengarahan dan pengawasan aktivitas operasional .TUJUAN DARI AKTIVITAS AKUNTANSI MANAJEMEN : TUJUAN DARI AKTIVITAS AKUNTANSI MANAJEMEN Kegiatan Akuntansi Manajemen memberikan nilai tambah bagi organisasi melalui lima tujuan berikut : Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan dan perencanaan dan partisipasi yang proactive sebagai bagian dari manajemen tim dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan . Melalui TQM akuntan manajemen akan mengukur secara kuantitatif tentang seberapa jauh tingkat keterandalan produk (Product realibility ). Memotivasi manajer dan karyawan lain untuk mencapai tujuan organisasi .00 buah per bulan setelah perusahaan menerapkan JIT Production. AKUNTANSI MANAJEMEN DIDALAM LINGKUNGAN PRODUKSI BARU : AKUNTANSI MANAJEMEN DIDALAM LINGKUNGAN PRODUKSI BARU JUSTIN-TIME ( JIT ) JIT Production adalah suatu bagian dari philosopi ” Lean Production”. penyerahan jasa atau layanan (Service delivery) dan juga pengukuran secara tradisional seperti profitability dan lainnya . sub unit. Lean production mengharuskan pengosongan persediaan diantara departemen produksi dan meletakkan prioritas kepada kualitas produk dan efisiensi . Manajemen diharuskan melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk mencapai tingkat kepuasan maksimum dari pelanggan . apakah itu bermotif laba atau tidak pasti memiliki keterbatasan (Constrains). para manajer dan karyawan dalam organisasi . Survey menunjukkan bahwa Hewlet Packard dapat menghilangkan “journal entries” sebanyak 100. Philosopi ini jelas mempengaruhi dimensi akuntansi manajemen terutama dalam proses penentuan standar prestasi atas kualitas produk dan tingkat kepuasan pelanggan . Slide 23: THEORY OF CONSTRAINS (TOC)/TEORI KETERBATASAN Entiti apapun . Menilai posisi kompetitif organisasi dan bekerja dengan manajer lain untuk meyakinkan daya saing organisasi dalam jangka panjang di industrI . Mengukur kinerja dari aktivitas .

jasa dan aktivitas pada level terbaik dari prestasi yang dapat dicapai . Untuk mempertinggi kekuatan rantai tersebut bisnis diharuskan dapat mengidentifikasi untaian rantai yang paling lemah . Untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi aktivitas baru yang dapat meningkatkan kinerja masa depan dari organisasi . TOC ini memandang suatu entity bisnis sebagai suatu deretan proses atau rantai yang mentransformasikan input menjadi output yang dapat dijual .. yang disebut sebagai constrains. Slide 25: SISTEM MANAJEMEN BIAYA Adalah : Sebuah system perencanaan dan pengawasan manajemen dengan tujuan berikut : Untuk mengukur biaya dari sumber daya yang dikonsumsi dalam kinerja aktifitas yang signifikan dari organisasi . . Philosopi bencmarking dan perbaikan terus menerus ( continous improvement) berpegang pada prinsip ” The Race with no finish “ ( Berpacu tanpa akhir ) karena berlandaskan kepada sifat manusia yang tidak pernah puas . Untuk menjelaskan efisiensi dan efektifitas dari semua kinerja aktivitas dalam perusahaan . Slide 24: BENCHMARKING DAN PERBAIKAN TERUS MENERUS Adalah suatu proses terus menerus dalam hal mengukur produk . Konsep ini juga mendorong manajemen untuk mencapai prestasi tertentu yang sebelumnya dianggap tidak mungkin tercapai . Untuk mengidentifikasi dan mengeleminasi biaya yang tidak bernilai tambah .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful