TUGAS MIKROBIOLOGI TETRACYCLINE

Disusun oleh : 1. Nur Putri Koto 2. Mufidah 3. Selly Pratiwi 4. Septianisa Reza Santosa 5. Erlina Ervamaulida 6. Shintya Wedha Maharani (08613140) (08613141) (08613143) (08613144) (08613145) (08613147)

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

2.1. 3. BAB. PENGGUNAAN KLINIS 3. Contoh obat…………………………………………… Efek samping obat……………………………………. Resistensi……………………………………………… DAFTAR PUSTAKA…………………………………………… . 2. 3.2.1. Sejarah dan asal mula………………………………….. Definisi Tetrasiklin…………………………………….3.YOGYAKARTA 2010 DAFTAR ISI BAB. 1.2.1. 3.1. BAB.4. Penyakit yang berkaitan……………………………….3.2.2. MEKANISME AKSI 2.. Farmakokinetik……………………………………….3. PENDAHULUAN 1. Farmakodinamik……………………………………… Interaksi obat………………………………………….

Tetracycline memicu pengembangan banyak antibiotik kimiawi berubah dan dalam melakukannya terbukti menjadi salah satu penemuan paling penting yang dibuat dalam bidang antibiotik. Aureomycin . paten perlindungan untuk fermentasi dan produksi juga pertama kali diterbitkan pada tahun 1950. Pada tahun 1950. Antibiotik golongan tetrasiklin yang pertama ditemukan adalah klortetrasiklin yang dihasilkan oleh Streptomyces aureofaciens. Sejarah dan asal mula Tetrasiklin pertama kali ditemukan oleh Lloyd Conover. Nubia mumi telah dipelajari pada 1990-an dan ditemukan mengandung level signifikan tetracycline. bekerja sama dengan Woodward. Tetrasiklin sendiri dibuat secara semisintetik dari klortetrasiklin. Benjamin Duggar membuat penemuan pertama dunia antibiotik tetrasiklin.Di bawah Yellapragada Subbarao . Berita tentang Tetrasiklin yang dipatenkan pertama kali tahun 1955. Sebuah tim riset dari tujuh ilmuwan di Pfizer. pada tahun 1945 (2). berpartisipasi dalam dua tahun penelitian yang mengarah ke penemuan tersebut (2).BAB I PENDAHULUAN 1. ada bukti bahwa bir brewed pada saat itu bisa saja sumbernya. nama merek untuk anggota keluarga tetrasiklin. Kemudian ditemukan oksitetrasiklin dari Streptomyces rimosus. Tetrasiklin merupakan antibiotika yang memberi harapan dan sudah terbukti menjadi salah satu penemuan antibiotika penting (1). Hal ini digunakan untuk mengobati bakteri gram . Para tetrasiklin adalah suatu keluarga besar antibiotik yang ditemukan sebagai produk alami oleh Benjamin Minge Duggar dan pertama kali dijelaskan pada 1948. Profesor Harvard Robert Woodward menentukan struktur kimia Terramycin. tetapi juga dapat diperoleh dari spesies Streptomyces lain (1).

Struktur Tetrasiklin (2) Tabel 1.1. Dalam keadaan kering. -OH -CH3. seperti beberapa antibiotik lainnya. bentuk basa dan garam HCl tetrasiklin bersifat relatif stabil. Demeklosiklin 5. Tetrasiklin mempunyai mempunyai potensi setara dengan tidak kurang dari 975 μg tetrasiklin hidroklorida. -H . Struktur kimia dari tetrasiklin adalah sebagai berikut: Gambar.HCl). atau denga fermentasi (3). 2. Minosiklin R1 -Cl -H -H -Cl -H -N(CH3)2 Gugus R2 -CH3. -OH -H. -H -H. -H -H. Oksitetrasiklin 3. tetapi bentuk garam natrium atau garam HClnya mudah larut. -H -H. Definisi Tetrasiklin Tetrasiklin merupakan basa yang sukar larut dalam air. Klortetrasiklin 2. -OH -CH3. -OH -CH3. juga digunakan dalam pengobatan jerawat (2). Dalam larutan.positif dan gram-negatif banyak dan beberapa protozoa. kebanyakan tetrasiklin sangat labil sehingga cepat berkurang potensinya (1). -H -H. -H -OH. Tetrasiklin adalah zat anti mikroba yang diperolah denga cara deklorrinasi klortetrasiklina. reduksi oksitetrasiklina.per mg di hitung terhadap zat anhidrat (4). Doksisiklin 6. Struktur kimia golongan tetrasiklin (1) Jenis tetrasiklin 1. -H R3 -H. Tetrasiklin 4. Ini. -H -OH.(C22H24N2O8.

dan yang lebih baru. dan memainkan peran historis dalam memerangi kolera di negara maju. tidak berbau. Menurut farmakope Indonesia Edisi 4. Actisite adalah seperti bentuk-serat benang. Tetrasiklin mempunyai kelarutan sangat sukar larut dalam air. praktis tidak larut dalam kloroform P. larut dalam alkali disertai peruraian (3). Hal ini juga digunakan untuk memproduksi turunan semi-sintetik beberapa yang bersama-sama dikenal sebagai antibiotik tetrasiklin (3). diindikasikan untuk digunakan melawan infeksi bakteri banyak. Itu dijual dengan merek Sumycin. Mekanisme kerja penghambatannya. yaitu tetrasiklin menghambat masuknya aminoasil-tRNA ke tempat aseptor A pada kompleks mRNA-ribosom. Tetrasiklin diketahui dapat menghambat sintesis protein pada sel prokariot maupun sel eukariot. larut dalam 50 bagian etanol (95%) P. Hal ini umumnya digunakan untuk mengobati jerawat hari ini. Terramycin. menjadi gelap. Tetracyn. rosacea . potensi berkurang dan cepat rusak dalam larutan alkali hidroksida (4). Larut dalam asam encer. Dalam laruta dengan pH lebih kecil dari 2.Tetracycline adalah spektrum luas Poliketida antibiotik yang dihasilkan oleh Streptomyces genus dari Actinobacteria . . Tetrasiklin adalah salah satu antibiotik yang dapat menghambat sintesis protein pada perkembangan organisme. antara lain. Stabil di udara tetapi pada pemaparan dengan cahaya matahari kuat. dan Panmycin. sehingga menghalangi penggabungan asam amino ke rantai peptide (7). Antibiotik ini diketahui dapat menghambat kalsifikasi dalam pembentukan tulang. digunakan dalam aplikasi gigi. Ini adalah inhibitor sintesis protein. dan dalam eter P. Tetrasiklin memiliki pemerian serbuk hablur kuning.

Absorpsi ini sebagian besar berlangsung di lambung dan usus halus bagian atas. Oleh sebab itu sebaiknya tetrasiklin diberikan sebelum atau 2 jam setelah makan (1). serta di dentin dan email gigi yang belum bererupsi.1.1. Doksisiklin dan minosiklin diserap lebih dari 90%. Tetrasiklin fosfat kompleks tidak terbukti lebih baik absorbsinya dari sediaan tetrasiklin biasa (1). klortetrasiklin dan oksitetrasiklin tiap 6 jam menghasilkan kadar sekitar 2.2. Obat golongan ini ditimbun dalam sistem retikuloendotelial di hati. Dalam cairan serebrospinal (CSS) kadar golongan tetrasiklin hanya 10-20% kadar dalam serum. Berbagai faktor dapat menghambat penyerapan tetrasiklin seperti adanya makanan dalam lambung (kecuali doksisiklin dan monosiklin). Distribusi Dalam plasma serum jenis tetrasiklin terikat oleh protein plasma dalam jumlah yang bervariasi. Mg2+. Masa paruh doksisiklin tidak berubah pada insufisiensi ginjal sehingga obat ini boleh diberikan pada gagal ginjal.0-2. pembentukan kelat (kompleks tetrasiklin dengan zat lain yang sukar diserap seperti kation Ca2+. Penetrasi ke cairan tubuh lain dalam jaringan tubuh cukup baik. Fe2+. Penetrasi ke CSS ini tidak tergantung dari adanya meningitis. Absorbsi Kira-kira 30-80% tetrasklin diserap lewat saluran cerna. FARMAKOKINETIK 2. dan terdapat dalam air susu ibu dalam kadar yang .BAB 2 MEKANISME AKSI 2. limpa dan sumsum tulang. Al3+. Pemberian oral 250 mg tetrasiklin.1. Golongan tetrasiklin menembus sawar uri. 2. yang terdapat dalam susu dan antasid). pH tinggi.5 μg/ml (1).1.

Tetrasiklin golongan ini cukup diberikan 1 atau 2 kali 100 mg sehari (1). b.1. Obat yang tidak diserap diekskresi melalui tinja (1). c. Metabolisme Obat golongan ini tidak dimetabolisme secara berarti di hati. klortetrasiklin dan oksitetrasiklin. Golongan tetrasiklin yang diekskresi oleh hati ke dalam empedu mencapai kadar 10 kali kadar serum. maka obat ini masih terdapat dalam darah untuk waktu lama setelah terapi dihentikan. yaitu : a. Ekskresi Golongan tetrasiklin diekskresi melalui urin berdasarkan filtrasi glomerulus.3. Sebagian besar obat yang diekskresi ke dalam lumen usus ini mengalami sirkulasi enterohepatik. Tetrasiklin. . Absorpsinya baik sekali dan masa paruhnya 17-20 jam. Doksisiklin dan minosiklin mengalami metabolisme di hati yang cukup berarti sehingga aman diberikan pada pasien gagal ginjal (1). Antibiotik golongan tetrasiklin yang diberi per oral dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan sifat farmakokinetiknya. Demetilklortetrasiklin. Doksisiklin dan minosiklin.relatif tinggi. daya penetrasi doksisiklin dan minosiklin ke jaringan lebih baik (1). Bila terjadi obstruksi pada saluran empedu atau gangguan faal hati obat ini akan mengalami kumulasi dalam darah. Dibandingkan dengan tetrasiklin lainnya. Absorpsi kelompok tetrasiklin ini tidak lengkap dengan masa paruh 6-12 jam. 2. Pada pemberian per oral kira-kira 20-55% golongan tetrasiklin diekskresi melalui urin. Absorpsinya lebih baik dari masa paruhnya kirakira 16 jam sehingga cukup diberikan 150mg per oral tiap 6 jam.4. 2.1.

INTERAKSI OBAT • Golongan tetrasiklin dengan antasida ( termasuk garan alimunium. FARMAKODINAMIK Golongan tetrasiklin menghambat sintesisprotein bakteri pada ribosomnya.2. • Golongan tetrasiklin dengan pengalkali urin (contoh: Na. Pengatasan : tetrasiklin diberikan 1 jam sebalum atau 2 jam setelah antasida. kedua melalui sistem transport aktif. Hal tersebut mencegah perpanjangan rantai peptida yang sedang tumbuh dan berakibat terhentinya sintesis protein (1) 2.3. Pengatasan : bismuth diberikan 2 jam setelah tetrasiklin • Golongan tetrasiklin dengan cholestyramine atau colestipol menyebabkan absorpsi tetrasiklin turun sehingga kadar serumnya juga turun. garam besi. Menyababkan absorpsi dan kadar serum tetrasiklin turun. atau magnsium). Efek antikoagualan meningkat karena berkurangnya vitamin K yang diproduksi bakteri dalam usus akibat pemakaian tetrasiklin. kalsium. Setelah masuk anti biotik berikatan secara revarsible dengan ribosom 30S dan mencegah ikatan tRNA – amino asil pada kompleks mRNA – ribosom. . Paling sedikit terjadi dua proses dalam masuknya anti biotik ke dalam ribosom bakteri gram negative. Pengatasan : bila perlu dilakukan penyesuaian dosis tetrasiklin. garan zink. pertama secara difusi pasif melalui kanal hidrofilik. K.2. Pengatasan : pemisahan waktu pemakaian 3-4 jam atau bila perlu dilakukan peningkatan dosis tetrasiklin ( jika pH urin naik signifikan) • Golongan tetrasiklin dengan anti koagulan oral. Laktat. • Golongan tetrasiklin dengan garam bismuth menyebabkan kadar serum tetrasiklin turun. Sitrat) menyababkan terjadi peningkatan ekskresi dan penurunan kadar serum tetrasiklin.

.Pengatasan : monitor parameter anti koagualan dan bila perlu dosis anti koagualan disesuaikan. Pengatasan : monitor kadar digoxin dan tanda-tanda toksisitasnya. Golongan tetrasiklin denga digoxin. sehingga menurunkan efeknya. • • Golongan tetrasiklin dengan kontrasepsi oral. Dapat terjadi peningkatan kadar serum digoxin pada sejumlah kecil pasien ( sekitar 10%). Tetrasiklin mempengaruhi resirkulasi enterohepatik kontrasepsi steroid.

Demam mereda dalam 1-3 hari dan ruam kulit menghilang dalam 5 hari.BAB 3 PENGGUNAAN KLINIK 3. . Limfogranuloma venereum. 2. Konjungtivitis inklusi Penyakit ini dapat diobati dengan hasil baik selama 2-3 minggu dengan memberikan salep mata atau obat tetes mata yang mengandung golongan tetrasiklin. Riketsiosis Perbaikan yang dramatis tamapak setelah pemberian golongan tetrasiklin. dewasa ini terjadi resistansi yang mengurangi efektivitas tetrasiklin. Infeksi Klamidia a. Dosis yang digunakan ialah 2 gram per hari selama 7-10hari atau 1 gram per hari selama 21 hari. Penyakit yang obat pilihannya golongan tetrasiklin ialah: 1. d. Untuk penyakit ini golongan tetrasiklin merupakan obat pilihan utama. Pada infeksi akut diberikan terapi selama 3-4 minggu dan untuk keadaan kronis diberikan terapi 1-2 bulan. c. Psikatosis Pemberian golongan tetrasiklin selama beberapa hari dapat mengatasi gejala klinis. Trakoma Pemberian salep mata golongan tetrasiklin yang dikombinasikan dengan doksisiklin oral 2 x 100 mg/hari selama 14 hari memberikan hasil pengobatan yang baik.1 PENYAKIT YANG BERKAITAN Karena penggunaan yang berlebih. b. Perbaikan klinis yang nyata telah tampak 24 jam setelah terapi dimulai. Empat hari setelah terapi diberikan bubo mulai mengecil.

Pemberian dapat mengurangi volume diare dalam 48 jam. maka dapat dipakai golongan tetrasiklin. tetapi terapi dengan golongan tetrasiklin juga memberikan hasil yang baik. 5. Infeksi Basil a. Kolera Doksisiklin dosis tunggal 300 mg merupakan antibiotik yang efektif untuk penyakit ini. b. Untuk kasus berat. Walaupun penyembuhan klinis cepat dicapai Mycoplasma pneumoniae mungkin tetap terdapat dalam sputum setelah obat dihentikan. Hasil pengobatan yang memuaskan biasanya didapat dengan pengobatan selama 3 minggu. Tularemia Obat pilihan utama untuk penyakit ini sebenarnya ialah streptomisin. Sampar Antibiotik terbaik untuk mengobati infeksi ini ialah streptomisin. d. Uretritis nonspesifik. Bila streptomisin tidak dapat diberikan. 4. Infeksi C. seringkali perlu diberikan bersama streptomisin 1gram sehari IM.e. Infeksi Mycoplasma Pneumoniae Pneumonia primer atipik yang disebabkan oleh mikroba ini dapat diatasi dengan pemberian golongan tetrasiklin. Infeksi Kokus . Pengobatan dimulai dengan pemberian secara IV selam 2 hari dan dilanjutkan dengan pemberian per oral selama 1 minggu. Infeksi yang disebabkan oleh Ureaplasma urealyticum atau Chlamydia trachomatis ini terobati baik dengan pemberian tetrasiklin oral 4 kali 500 mg sehari selama 7 hari. 3.trachomatis seringkali menyertai uritritis akibat gonokokus. Bruselosis Pengobatan dengan golongan tetrasiklin memberikan hasil baik sekali untuk penyakit ini. c.

bila perlu terapi dapat diteruskan sampai beberapa bulan dengan dosis minimal yang masih efektif. Infeksi Intraabdominal Tigesiklin efektif untuk pengobatan infeksi intraabdominal yang disebabkan oleh E. Infeksi lain a. 10. Dosis yang diberikan untuk ini ialah 2 kali 250 mg sehari selama 2-3 minggu.fragilis dan kuman-kuman lain yang peka. 7.Golongan tetrasiklin sekarang tidak lagi diindikasikan untuk infeksi stafilokokus maupun streptokokus karena sering dijumpai resistensi. 8. b. Antibiotika lain yang juga bermanfaat ialah kotrimoksazol dan koamoksiklav. C. Sifillis Tetrasiklin merupakan antibiotik pilihan kedua setelah penisilin untuk mengobati sifillis. Tetrasiklin juga efektif untuk mengobati chancroid dan granuloma inguinal. 9. Tigesiklin efektif untuk infeksi kulit dan jaringan lunak oleh streptokokus dan stafilokokus (termasuk MRSA) 6.freundii. Akne Vulgaris Tetrasiklin diduga menghambat produksi asam lemak dari sebum. Penyakit Paru Obstruksi Menahun Eksaserbasi akut penyakit paru obstruktif menahun dapat diatasi dengan doksisiklin oral 2 kali 100 mg/ hari. E. Karena itu dianjurkan memberikan dosis yang sama dengan dosis untuk terapi sifilis.faecalis. Frambusia . Dosisnya 4 kali 500 mg sehari per oral selama 15 hari. Infeksi Venerik a. Coli. B. Aktinimikosis Golongan tetrasiklin dapat digunakan untuk mengobati penyakit ini bila penisilin G tidak dapat diberikan kepada pasien.

Selain itu mungkin efektif untuk disentri yang disebabkan oleh strain Shigella yang peka. Conmycin Komposisi Indikasi Dosis : Tetracycline HCL : Infeksi karena organisme yang peka terhadap tetrasiklin : 1 kaps 4 x/ hr. Penggunaan Topikal Pemakaian topikal hanya dibatasi untuk infeksi mata saja. Selain itu salep mata ini dapat pula digunakan untuk profilaksis oftalmia neonatorum pada neonatus (1) 3. dalam posisi tegak. Salep mata golongan tetrasiklin efektif untuk mengobati trakoma dan infeksi lain pada mata oleh kuman Gram-positif dan Gram-negatif yang sensitif. Leptospirosis Walaupun tetrasiklin dan penisilin G sering digunakan untuk pengobatan leptospirosis. anak <12 tahun. c. Kontra Indikasi : Riwayat hipersensitivitas terhadap tetrasiklin. d. dan infeksi Plasmodium falciparum. efektifitasnya tidak terbukti secara mantap. yang lalin tidak memuaskan. Penggunaan obat : Berikan pada saat perut kosong 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dengan segelas air. Infeksi saluran cerna Tetrasiklin mungkin merupakan ajuvan yang bermanfaat pada amubiasis intestinal akut. Antibiotik pilihan utama untuk penyakit ini ialah penisilin. .Respons penderita terhadap pemberian golongan tetrasiklin berbeda-beda. Sifilis 30-40 g dalam dosis terbagi selama 15 hr. Pada beberapa kasus hasilnya baik. 11. Hamil. Dapat diberikan bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada GI.2 CONTOH OBAT Contoh obat yang mengandung tetrasiklin antara lain: 1. Brucellosis 500 mg 4 x/hr selama 3 minggu.

uretritis non-GO. dan enterokolitis. fotosensitif. infeksi traktus urinatius.Efek samping : Anoreksia. 2. mual. Kontra Indikasi Efek samping : Hipersensitif. gatal di anus dan vulva. infeksi bakteri pada trakusGI dan biliaris. 3. kolera. diare. akne vulgaris. otitis media. amubasis. Infeksi nafas seperti eksaserbasi akut bronkitis dan pneumonia karena mikoplasma 500 mg 4 x/hr. GO dan sifilis. Penggunaan Obat : Berikan pada saat perut kosong 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. bronkopneumonia dan atipikal pneumonia disebabkan oleh mikoplasma pneumonia. Dosis tinggi: uremia. psikatosis dan limfogranuloma venereum. Granuloma inguinal dan khankroid. lesi muntah. Profilaksis infeksi saluran respiratorius 250 mg 2-3 x/hr. gangguan ginjal. Dosis : Dewasa 250-500mg tiap 6 jam selama 5-10 hari (untuk kebanyakan infeksi). makulopapular eritematosa. anak < 7 tahun. : Gangguan GI. GO dan sifilis yang tidak sesuai dengan penisilin. trakoma. disfagia. bronkiolitis. angina vincenti. Corsatet Komposisi : Tetracycline HCl . infeksi pasca persalinan (endometritis). meningitis dan endokarditis. bronkiektasis terinfeksi. Hamil. ruam gossitis. bruselosis total dosis 2-3 g/hr. Perubahan warna gigi dan hipoplasia pada anak. infeksi jaringan lunak. inflamasi. hambatan pertumbuhan tulang sementara. bruselosis. tifus dan Q-fever. Corsamycin Komposisi Indikasi : Oxytetracycline HCl : Bronkitis akut dan kronis termasuk pencegahan eksaserbasi akut.

pneumonia.3 EFEK SAMPING OBAT Efek samping yang mungkin timbul akibat pemberian golongan tetrasiklin dapat dibedakan dalam 3 kelompok yaitu reaksi kepekaan. osteomielitis. 3. akut bronkopulmoner. Penggunaan obat : Berikan pada saat perut kosong 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dengan segelas air. bruselosis. tifoid. amubiasis. anthraks. otitis eksterna dan media. infeksi jaringan lunak. dosis terbagi. rocky mountain spotted fever. psittakosis. : Gangguan GI. Reaksi Kepekaan . dan disentri kronis. genitourinaria. Dosis : Dewasa 250 mg 4 x/hr. reaksi toksik dan iritatif serta reaksi yang timbul akibat perubahan biologik. Bruselosis kombinasi dengan streptomisin. pielonefritis akut dan kronis. akne. bronkitis GO. gangguan ginjal berat. limfograuloma venereum. ricketsia. infeksi bakteri campuran. Sifilis dosis total 30-40 g dalam dosis terbagi rata selam 10-15 hari. difteri. Kontra Indikasi Efek samping : Hipersensitif. kankroid. uretritis (non-GO). infeksi traktus granuloma inguinale. Jarang meningkatkan TIK. Anak 20-40 mg/kg/BB/hr. pertusis. faringitis. listeriosis. sinusitis. hamil. Dapat diberkian bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada GI. SLE. dalam posisi tegak. 1. infeksi basiler. tonsilitis. menyertai fibrosis kistik pankreas. infeksi yang bartonellosis. tularemia. Infeksi berat 1500-2000 mg/hr. Perubahan warna gigi dan hipoplasia gigi pada anak dalam masa pertumbuhan (6). sifilis.Indikasi : Abses. supersenitif. hepatotoksik dan nefrotoksik. pencegahan pra dan pasca bedah dan dental. anak < 12 tahun. demam scarlet.

makin sering terjadi reaksi ini. magnesium atau kalsium. Reaksi toksik dan iritatif Iritasi lambung paling sering terjadi pada pemberian tetrasiklin per oral. Demam dan eosinofilia dapat pula terjadi pada waktu terapi berlangsung. Diare seringkali timbul akibat iritasi dan harus dibedakan dengan diare akibat superinfeksi stafilokokus atau Clostridium difficile yang sangat berbahaya. lupus eritematosus . Sensitisasi silang antara berbagai derivat tetrasiklin sering terjadi. 3. bahkan kadangkadang menyebabkan infeksi sistemik. Manifestasinya berupa fotosensitivitas. faring. Pigmentasi kuku dan onikolisis. granulasi toksik pada granulosit dan trombositopenia. tetapi paling sering timbul pada pemberian dimetilklortetrasiklin.Reaksi kulit yang mungkin timbul akibat pemberian golongan tetrasiklin ialah erupsi mobiliformis. Makin besar dosis yang diberikan. Faktor predisposisi yang memudahkan terjadinya superinfeksi ini ialah diabetes melitus. urtikaria dan dermatitis eksfoliatif. Keadaan ini dapat diatasi dengan mengurangi dosis untuk sementara waktu atau memberikan golongan tetrasiklin bersama dengan makanan. Superinfeksi kandida biasanya terjadi dalam rongga mulut. terutama dengan oksitetrasiklin dan doksisiklin. Terapi dalam waktu lama dapat menimbulkan kelainan darah tepi seperti leukositosis. juga dapat terjadi. Manifestasi reaksi iritatif yang lain ialah terjadinya tromboflebitis pada pemberian IV dan rasa nyeri setempat bila golongan tetrasiklin disuntikkan IM tanpa anestetik lokal. 2. leukimia. Reaksi fototoksik paling jarang timbul dengan tetrasiklin. tetapi jangan dengan susu atau antasid yang mengandung alumunium. kadang-kadang disertai demam dan eosinofilia. limfosit atipik. pemberian golongan tetrasiklin kadang-kadang diikuti oleh terjadinya superinfeksi oleh kuman resisten dan jamur. Efek samping akibat perubahan biologik Seperti antibiotik lain yang berspektrum luas. yaitu lepasnya kuku dari dasarnya. Reaksi yang lebih hebat ialah edema angioneurotik dan reaksi anafilaksis.

tetrasiklin membentuk kompleks dengan bivalent ion ion metal seperti magnesium . Jika tetrasiklin tidak ada. dan masuk ke dalam sel dengan difusi pasif. Tetrasiklin (tet) merupakan molekul hidrofobik. di dalam sitosol.2. daya tahan tubuh yang lemah dan pasien yang mendapat terapi kortikosteroid dalam waktu lama (1). 2.Mekanisme Resistensi Tetrasiklin (2) 1. selain itu tetR juga akan melakukan siintesis proteinnya sendiri pada urutan operator tetO 3.diseminata. repressor tetR akan mencegah proses transkripsi gen tetA. 3.4 RESISTENSI Gambar.

perlindungan ribosomal protein. kemudian. itu semacam sebuah ikatan kompleks ke tetR. tetapi antipoerter tetR juga tersintesis 6. tidak hanya antiporter tetA. Setelah tetrasiklin dikeluarkan.4. dan inaktivasi obat melalui aksi sebuah monooxygenase . sehingga mengubah konformasi dan disosiasi nya dari bagian operator 5. mutasi rRNA 16S. dan memasukkan proton pada waktu yang bersamaan. sisa protein tetR mengikat rangkaian tetO lagi dan menonaktifkan tetA dan tetR. Resistensi terhadap tetrasiklin dapat timbul melalui penembusan obat. tetA mengeluarkan kompleks [tet-Mg2+] +H+ keluar dari sitosol.

Farmakologi dan Terapi. Gayabaru.org/wiki/Tetracycline. Nomor 1. Singapore Istriyati . Available at http://en. Jakarta Anonim. Depkes RI. Obat-Obat Penting Untuk Pelayanan Kefarmasian. Jakarta Anonim.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Edisi 3. halaman 45-50 . Berkala Ilmiah Biologi. 1979. Edisi 4. UGM-Press. Bagian Famasetika Fakultas Farmasi UGM. Depkes RI. Edisi 8. diakses pada tanggal 25 April 2010 Anonim. Yogyakarta Anonim. MIMS Indonesia petunjuk konsultasi. 2008. 2006. 2007. Bagian farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pengaruh Pemberian Tetrasiklin Pada Induk Mencit (Mus musculus L. Farmakope Indonesia. Farmakope Indonesia. Edisi Revisi.) Terhadap Struktur Skeleton Fetus. Tetrasiklin. Volume 5.wikipedia. 1995. CMPMedica Asia Pltd. Jakarta Anonim. 2007. Bejo Basuki. Juni 2006. Edisi 5. 2010.