P. 1
Teori

Teori

|Views: 24|Likes:
Published by Mon Nom Est Em

More info:

Published by: Mon Nom Est Em on Oct 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2013

pdf

text

original

Teori-Teori Kependudukan

A. Teori Kependudukan 1. Teori Malthus (Thomas Robert Malthus) Orang yang pertama-tama mengemukakan teori mengenai penduduk adalah Thomas Robert Malthus yang hidup pada tahun 1776 – 1824. Kemudian timbul bermacam-macam pandangan sebagai perbaikan teori Malthus. Dalam edisi pertamanya Essay on Population tahun 1798 Malthus mengemukakan dua pokok pendapatnya yaitu : a. Bahan makanan adalah penting untuk kehidupan manusia b. Nafsu manusia tak dapat ditahan. Malthus juga mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dari bahan makanan. Akibatnya pada suatu saat akan terjadi perbedaan yang besar antara penduduk dan kebutuhan hidup. Dalil yang dikemukakan Malthus yaitu bahwa jumlah penduduk cenderung untuk meningkat secara geometris (deret ukur), sedangkan kebutuhan hidup riil dapat meningkat secara arismatik (deret hitung). Menurut pendapat Malthus ada faktor-faktor pencegah yang dapat mengurangi kegoncangan dan kepincangan terhadap perbandingan antara penduduk dan manusia yaitu dengan jalan : a. Preventive checks Yaitu faktor-faktor yang dapat menghambat jumlah kelahiran yang lazimnya dinamakan moral restraint. Termasuk didalamnya antara lain : 1) Penundaan masa perkawinan 2) Mengendalikan hawa nafsu 3) Pantangan kawin b. Positive checks Yaitu faktor-faktor yang menyebabkan bertambahnya kematian, termasuk di dalamnya antara lain : 1) Bencana Alam 2) Wabah penyakit 3) Kejahatan

4) Masalah urbanisasi yang terdapat dimana-mana 5) Taraf pendidikan rakyat tidak sama . Malthus tidak yakin akan hasil preventive cheks. Pada dasarnya pendapat-pendapat terhadap teori Malthus dapat dikelompokan sebagai berikut : a. karena dialah yang mula-mula membahas persoalan penduduk secara ilmiah.4) Peperangan Positive checks biasanya dapat menurunkan kelahiran pada negara-negara yang belum maju. Terhadap golongan yang tidak setuju. Teori Malthus salah sama sekali Golongan ini menganggap Malthus mengabaikan peningkatan teknologi. Malthus menjawab bahwa : 1) Tingkat pengembangan teknologi tidak sama diseluruh negara 2) Kemampuan yang berbeda-beda untuk mengadakan penanaman modal. perencanaan produksi. c. baik dari golongan ahli ekonomi. Ia tak membenarkan bahwa perkembangan kota-kota merugikan bagi kesehatan dan moral dari orang-orang dan mengurangi kekuatan dari negara Akan tetapi bagaimanapun juga teorinya menarik perhatian dunia. b. Beberapa Pandangan Terhadap Teori Malthus Bermacam-macam reaksi timbul terhadap teori Malthus. 3) Faktor kesehatan rakyat dan pengaruhnya terhadap penghidupan sosio ekonomi kultural. Teori yang dikemukakan Malthus terdapat beberapa kelemahan antara lain : a. Hingga saat ini teori Malthus masih dipersoalkan. Disamping itu essaynya merupakan methode untuk menyelesaikan atau perbaikan persoalan penduduk dan merupakan dasar bagi ilmu-ilmu kependudukan sekarang ini. sosial dan agama. penanaman modal. Ia tak menyukai adanya orang-orang miskin menjadi beban orang-orang kaya d. Ia tak yakin bahwa ilmu pengetahan dapat mempertinggi produksi bahan makanan dengan cepat.

. Mereka berpendapat bahwa untuk mencegah laju cepatnya peningkatan cacah jiwa penduduk harus dengan methode birth control dengan menggunakan alat kontrasepsi.Wanita yang kurang sehat tidak perlu menghadapi bahaya maut karena kehamilan . menunda – perkawinan) adalah tidak mungkin. Ia berpendapat bahwa pemakaian alat kontrasepsi tidak menurunkan martabat keluarga. Mereka beranggapan bahwa untuk mencapai tujuan hanya dengan moral restraint (berpuasa.Mereka yang berkeluarga tidak perlu mempunyai jumlah anak yang lebih banyak dari pada yang dapat dipelihara dengan baik. meskipun ada beberapa tambahan /revisi. Penganut golongan ini setuju dengan Teori Malthus. Pengikut Malthus ini disebut Neo Malthusionism. 2) Richard Callihie (1790 – 1843) Ia menulis buku yang berjudul ―What Is Love‖. Kemiskinan dan penyakit dapat dicegah. tetapi masih berlaku bagi negaranegara Asia. Besant (1847-1933) . apakah cinta itu menurut dia . melainkan akhirnya akan sampai pada suatu titik.6) Proses-proses sosial yang menghambat kemajuan 7) Faktor komunikasi dan infrastruktur yang belum sama peningkatannya 8) Faktor-faktor sosial ekonomi serta pelaksanaan distribusinya 9) Kemampuan sumber alam tidak akan mampu terus menerus ditingkatkan menurut kemampuan manusia tanpa batas. Pengikut-pengikut teori Malthus antara lain : 1) Francis Flace (1771 – 1854) Pada tahun 1882 menulis buku yang berjudul Illustration and Proofs of the population atau penjelasan dari bukti mengenai asas penduduk. b.Senggama dapat dipisahkan dari ketakutan akan kehamilan 3) Pengikut yang lain antara lain Any C. tetapi manjur untuk kesehatan. Teori Malthus memang benar dan berlaku sepanjang masa. 10) Masih banyak faktor lagi yang selalu tidak menguntungkan bagi keseimbangan peningkatan penduduk dengan produksi bahan-bahan sandang pangan Teori Malthus tidak berlaku lagi bagi negara-negara barat. dimana tidak dapat ditingkatkan lagi.

karena menurutnya paham Maltus bertentangan dengan nurani manusia. kelompok ini menyokong aliran Malthus.Menurut Marxist tekanan penduduk di suatu negara bukanlah tekanan penduduk terhadap bahan makanan. 3. b. jadi dengan demikian tidak perlu diadakan pembatasan penduduk.Ia menulis buku yang berjudul ―Hukum Penduduk. tetapi tekanan terhadap kesempatan kerja (misalnya di negara kapitalis). Pendapat Aliran Marxist a. Kemeralatan bukan terjadi karena cepatnya pertumbuhan penduduk. Ia berpendapat bahwa keluarga berencana dapat dilakukan tanpa merugikan kesehatan dan moral. Aliran Marxist (Karl Marx dan Fried Engels) Aliran ini tidak sependapat dengan Malthus (bila tidak dibatasi penduduk akan kekurangan makanan). Aliran Neo-Malthusian (Garreth Hardin & Paul Ehrlich) Pada abad 20 teori Malthus mulai diperdebatkan kembali. jika teknologi tidak menggantikan tenaga manusia sehingga tidak perlu menekan jumlah kelahirannya. Marxist juga berpendapat bahwa semakin banyak jumlah manusia semakin tinggi produk yang dihasilkan. akan tetapi lebih radikal lagi dan aliran ini sangat menganjurkan untuk mengurangi jumlah penduduk dengan menggunakan cara-cara ―Preventif Check‖ yaitu menggunakan alat kontrasepsi. tapi mempengaruhi kesempatan kerja. Beda pandangan Marxist dan Maltus adalah pada ―Natural Resource‖ tidak bisa dikembangkan atau mengimbangi kecepatan pertumbuhan penduduk. Semakin tinggi tingkat populasi manusia. Populasi manusia tidak menekan makanan. Tahun 1960an dan 1970an foto-foto telah diambil dari ruang angkasa dengan menunjukkan bumi terlihat seperti sebuah kapal yang berlaya dengan persediaan bahan bakar dan bahan makanan . Dasar Pegangan Marxist adalah beranjak dari pengalaman bahwa manusia sepanjang sejarah akan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. George Drysdale yang hidup tahun 1825 – 1904. tapi karena kaum kapitalis mengambil sebagian hak para buruh c. semakin tinggi produktifitasnya. 2. Karl Marx dan Friedrich Engels (1834) adalah generasi sesudah Maltus. ini berarti ia menolak teori Malthus tentang moral restraint untuk menekan angka kelahiran. Menurut anggapannya kontrasepsi adalah untuk menegakkan moral masyarakat. Paham Marxist umumnya tidak setuju dengan pandangan Maltus. akibatnya dan artinya terhadap tingkah laku dan moral manusia‖ 4) Pengikut yang tidak dapat dilupakan lagi ialah dr.

Kritikan terhadap Meadow umumnya dilakukan oleh sosiolog yang menyindir Meadow karena tidak mencantumkan variabel sosial-budaya dalam penelitiannya. seorang ahli filsafat dan ahli ekonomi berkebangsaan Inggris dapat menerima pendapat Malthus mengenai laju pertumbuhan penduduk melampaui laju pertumbuhan bahan makanan sebagai suatu aksioma. 4. b. Karena itu Mesarovic dan Pestel (1974) merevisi gagasan Meadow & mencantumkan hubungan lingkungan antar kawasan. Tahun 1871 Ehrlich menulis buku ―The Population Bomb‖ dan kemudian direvisi menjadi ―The Population Explotion‖ yg berisi: a. Tidaklah benar bahwa kemiskinan tidak dapat dihindarkan (seperti dikatakn Malthus) atau kemiskinan itu disebabkan karena sistem kapitalis (seperti pendapat Marx) dengan mengatakan ―The niggardline of nature.yang terbatas. melapetaka tidak dapat dihindari. hanya manusia cuma menunggunya. c. produksi industri. not the injustice of society is the cause of the penalty attached to everpopulation (Week. dan membatasi pertumbuhannya sambil mengelola alam dengan baik. John Stuart Mill John Stuart Mill. Keadaan bahan makanan sangat terbatas. melalui buku ―The Limit to Growth‖ ia menarik hubungan antara variabel lingkungan (penduduk. Dalam situasi seperti ini fertilitas akan rendah. Pemecahannya ada dua kemungkinan yaitu : mengimpor bahan makanan. produksi pertanian. Memperhatikan bahwa tinggi rendahnya tingkat kelahirann ditentukan oleh manusia itu sendiri. Pada suatu saat kapal ini akan kehabisan bahan bakar dan bahan makanan tersebut sehingga akhirnya malapetaka menimpa kapal tersebut. Dengan . Teori Kependudukan Kontemporer 1). Teori Fisiologi dan sosial ekonomi a. Lingkungan rusak sebab populasi manusia meningkat. Analisis ini dilengkapi oleh Meadow (1972). Kalau suatu waktu di suatu wilayah terjadi kekurangan bahan makanan. Namun demikian dia berpendapat bahwa pada situasi tertentu manusia dapat mempengaruhi perilaku demografinya. maka keadaan ini hanyalah bersifat sementara saja. Jadi taraf hidup (standard of living) merupakan determinan fertilitas. maka Mill menyarankan untuk meningkatkan tingkat golongan yang tidak mampu. Selanjutnya ia mengatakan apabila produktivitas seorang tinggi ia cenderung ingin memiliki keluarga kecil. sumber daya alam) dan polusi. 1992). atau memindahkan sebagian penduduk wilayah tersebut ke wilayah lain. Tapi walaupun begitu. Sudah terlalu banyak manusia di bumi ini.

meningkatnya pendidikan penduduk maka secara rasional maka mereka mempertimbangkan perlu tidaknya menambah jumlah anak sesuai dengan karier dan usaha yang ada. Sadler mengemukakan. 1992). Tesis dari Durkheim ini didasarkan atas teori evolusi dari Darwin dan juga pemikiran dari Ibn Khaldun. b. system kapilaritas sosial tidak dapat berjalan dengan baik. dan mengambil spesialisasi tertentu. sebaliknya jika kepadatan penduduk . dimana system demokrasi sangat baik. Kapilaritas sosial mengacu kepada keinginan seseorang untuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat. bahwa daya reproduksi manusia dibatasi oleh jumlah penduduk yang ada di suatu wilyah atau negara. Dalam memenangkan persaingan tiap-tiap tiap-tiap orang berusaha untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan. dan apabila kehendak mereka diperhatikan maka tingkat kelahiran akan rendah. Apabila Dumont menekankan perhatiannya pada faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. d. Apabila dibandingkan antara kehidupan masyarakat tradisional dan masyarakat perkotaan. akan terlihat bahwa pada masyarakat tradisional tidak terjadi persaingan dalam memperoleh pekerjaan. c. Ia melancarkan teori penduduk baru yang disebut dengan teori kapilaritas sosial (theory of social capilarity). daya reproduksi manusia akan menurun. maka Durkheim menekankan perhatiannya pada keadaan akibat dari adanya pertumbuhan penduduk yang tinggi (Weeks. Pada tahun 1980 dia menulis sebuah artikel berjudul Depopulation et Civilization. misalnya: seorang ayah selalu mengharapkan dan berusaha agar anaknya memperoleh kedudukan sosial ekonomi yang tinggi melebihi apa yang dia sendiri telah mencapainya. akibat dari tingginya pertumbuhan penduduk. Jika kepadatan penduduk tinggi. akan timbul persaingan diantara penduduk untuk dapat mempertahankan hidup. Hal ini disebabkan ada masyarakat industri tingkat pertumbuhan dan kepadatan penduduknya tinggi. Untuk dapat mencapai kedudukan yang tinggi dalam masyarakat. tiap-tiap orang berlomba mencapai kedudukan yang tinggi dan sebagai akibatnya angka kelahiran turun dengan cepat. Di negara Perancis pada abad ke-19 misalnya. Arsene Dumont Arsene Dumont seorang ahli demografi bangsa Perancis yang hidup pada akhir abad ke-19. Ia mengatakan. Michael Thomas Sadler dan Doubleday Kedua ahli ini adalah penganut teori fisiologis. Konsep ini dibuat berdasarkan atas analogi bahwa cairan akan naik pada sebuah pipa kapiler. tetapi pada masyarakat industri akan terjadi sebaliknya. dimana tiap-tiap individu mempunyai kebebasan untuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat. Di sampan itu Mill berpendapat bahwa umumnya perempuan tidak menghendaki anak yang banya. Di negara sosialis dimana tidak ada kebebasanuntuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat. Teori kapilaritas sosial dapat berkembang dengan baik pada negara demokrasi. keadaan seperti ini jelas terlihat pada kehidupan masyarakat perkotaan dengan kehidupan yang kompleks. keluarga yang besar merupakan beban yang berat dan perintang. Emili Durkheim Emile Durkheim adalah seorang ahli sosiologis Perancis yang hidup pada akhir abad ke-19.

Mereka mengkritik bahwa The Limit to Growth bukan memcahkan masalah tetapi memperbesar . Dengan tingkat teknologi yang ada sekarang ini mereka memperkirakan bahwa dunia ini mampu menampung 15 milliun orang dengan pendapatan melebihi Amerika Serikat dewasa ini. Proses pengertian dan recycling akan terus terjadi dan era ini disebut dengan era substitusi. tetapi dalam pertumbuhan alaminya rendah karena tingginya tingkat kematian. karen seluruh bumi ini terdiri dari mineral-mineral. Menurut Doubleday. hanya titik tolaknya berbeda. Kalau Sadler mengatakan bahwa daya reproduksi penduduk berbanding terbalik dengan tingkat kepadatan penduduk. kekurangan bahan makanan akan merupakan perangsang bagiu daya reproduksi manusia. maka Doubleday berpendapat bahwa daya reproduksi penduduk berbanding terbalik dengan bahan makanan yang tersedia.rendah. Namun demikian. sedang kelebihan pangan justru merupakan faktor penegkang perkembangan penduduk. Rupa-rupanya teori fisiologis ini banyak diilhami dari teori aksi an reaksi dalam meninjau perkembangan penduduk suatu negara atau wilayah. mereka akan mempertahankan diri dengan segala daya yang mereka miliki. Jadi kenaikan kemakmuran menyebabkan turunnya daya reproduksi manusia. dan akhirnya kekayaan itu akan jatuh kepada orang-orang miskin. sampai akhirnya dunia ketiga mengakhiri masa transisi demografinya. Teori ini dapat menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat mortalitas penduduk semakin tinggi pula tingkat produksi manusia. seringkali terdiri dari penduduk dengan keluarga besar. daya reproduksi manusia akan menungkat. Teori Doubleday hamper sama dengan teori Sadler. Mereka mampu mengubah kembali (recycling) barangbarang yang sudah habis dipakai. 1980). Jika suatu jenis makhluk diancam bahaya. sebaliknya orang yang mempunyai kedudukan yang lebih baik biasanya jumlah keluarganya kecil. tetapi penduduk dengan tingkat kesuburan tinggi dapat juga tingkat fertilitasnya rendah. Mereka beranggapan manusia dengan ilmu pengetahuannya mampu melipatgandakan produksi pertanian. tetapi pertumbuhan penduduknya juga tinggi. Dunia tidak akan kehabisan sumber daya alam. Ahli futurology Herman Kahn (1976) mengatakan bahwa negara-negara kaya akan membantu negara-negara miskin. Dalam golongan masyarakat yang berpendapatan rendah. Herman Khan Pandangan yang suram dan pesimis dari Mlthus beserta penganut-penganutnya ditentang keras oleh kelompok teknologi. Malthus mengatakan bahwa penduduk disuatu daerah dapat mempunyai tingkat fertilitas yang tinggi. penduduk tidak dapat mempunyai fertilitas tinggi. Dalam hal ini Malthus lebih konkret argumentasinya dari pada Sadler. India dan Cina dimana penduduknya sangat padat. Dalam beberapa decade tidak akan terjadi lagi perbedaan yang mencolok antara umat manusia di dunia ini. e. Mereka akan mengimbanginya dengan daya reproduksi yang lebih besar (Iskandar. Thomson (1953) meragukan kebenaran teori ini setelah melihat keadaan di Jawa. apabila tidak mempunyai kesuburan (fecunditas) yang tinggi.

dimana Pendapatan Nasional (GNP) tidak dinikmati oleh rakyat banyak adalahsalah satu contoh dari ketimpangan organisasi sosial tersebut. Penemuan obat obatan semakin maju. pendidikan meningkat. Teori Transisi Kependudukan Tahap Peralihan keadaan demografis: 1. angka kelahiran menurun . karena tidak meratanya distribusi pendapatan di negara-negara tersebut. ia berpendapat bahwa kemiskinan yang terjadi di negara berkembang akan dapat diatasi jika negara maju dapat membantu daerah miskin.Persebaran penduduk. Angka kematian terus menurun. sehingga kekayaan dan kemampuan daerah hidup itu akan didapatkan oleh orang-orang miskin.mendekati nol.komposisi penduduk .Pelayanan KB > Luas. Kejadian seperti ini di Brasilia.Ia beranggapan bahwa teknologi maju akan mampu melakukan pemutaran ulang terhadap nasib manusia pada suatu masa yang disebut ‗Era Substitusi‘. 3.. Struktur & persebaran penduduk Membahas : . Orang-orang miskin yang kelaparan. 2. Penduduk tetap/naik sedikit. kegunaan pengelompokan penduduk: . Adanya Urbanisasi. Keempat kategori ini akan didialami oleh negara yang sedang melaksanakan pembangunan ekonomi. Angka kematian menurun. 5. karena kedua-duanya tidak memperhatikan masalah-masalah organisasi sosial dimana distribusi pendapatan tidak merata. Tingkat kelahiran dan kematian tinggi.Teori ini dimotori oleh Herman Khan.tingkat kelahiran masih tinggi—pertumbuhan penduduk meningkat.permasalahan tersebut. 2). Angka kelahiran tetap tinggi.. Kelahiran dan kematian pada tingkat rendah pertumbuhan penduduk kembali seperti kategori I . usia kawin meningkat. Teori Teknologi Kelompok ini muncul untuk menolak pandangan Malthus yang pesimis dalam melihat perkembangan dunia. anggaran kesehatan meningkat.laju pertumbuhan penduduk menurun. . Kelompok Malthus dan kelompok teknologi mendapat kritik dari kelompok ekonomi. 4.

Umumnya ada empat tahap dalam proses transisi. Melalui gambaran piramid pddk dapat diket proses demografi yg telah terjadi pada penduduk Penerapan Transisi kependudukan Yang mencerminkan kenaikan taraf hidup rakyat di suatu negara adalah besarnya tabungan dan akumulasi kapital dan laju pertumbuhan penduduknya. Pada tahap ini laju pertambahan penduduk mungkin masih tinggi tetapi sudah mulai menurun. Membandingkan kead satu penduduk dengan penduduk lain 4. Mengetahui human resources yg ada menurut umur & jenis. Tahap 3: Tahap pembangunan lanjut. Ini terjadi pada fase kedua dan ketiga dalam proses kependudukan. dan kemajuan pendidikan mendorong banyak pasangan muda berumah tangga menginginkan jumlah anak lebih sedikit hingga menurunkan angka kelahiran. di mana angka kelahiran tinggi dan angka kematian tinggi menghasilkan laju pertambahan penduduk rendah. Negara-negara sedang berkembang mengalami fase transisi demografi di mana angka kelahiran masih tinggi sementara angka kematian telah menurun. Tahap 2: Tahap pembangunan awal. urbanisasi.1. Mengambil suatu kebijakan yg berhub dengan penduduk. Kedua hal ini disebabkan karena kemajuan pelayanan kesehatan yang menurun angka kematian balita dan angka tahun harapan hidup. di mana kemajuan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik menghasilkan penurunan angka kelahiran tak terpengaruh karena jumlah penduduk naik. di mana pasangan-pasangan berumah tangga melaksanakan pembatasan kelahiran dan mereka cenderung bekerja di luar rumah. 3. yaitu: Tahap 1: Masyarakat pra-industri. 2. Tahap 4: Kemantapan dan stabil. Banyaknya anak cenderung hanya 2 atau 3 saja hingga angka pertambahan neto penduduk sangat rendah atau bahkan mendekati no . Laju pertumbuhan yang sangat cepat di banyak negara sedang berkembang nampaknya disebabkan oleh fase atau tahap transisi demografi yang dialaminya. di mana terjadi penurunan angka kematian balita.

3503/:/:02-.3 2033..02.3.8 :8.3.7..320.9 !0302:.350304254.:5079:2-:.02.893 5079:2-:.302.3503/:/:  .304342    $97:9:7 50780-.3..93.805079.3//.3.7.35.80/9 .90.380/.9047 203/0.8  425488503/:/:  !0780-..&7-.0..3909.3503/:/: 203:7:3    0.3203:7:3 93.3503/:/:02-.3802.7.9    3.9.7.7.90473.934 0025.9.3203:7:3 .7.38./.32033.94-.3.7.8 503//.32033.32.9703/.3 502-.9  !0.34-..9.3503/:/:2033.3080.7.32.24030.3503/:/:   0:3.5079:2-:.3:3...3.8.: 3.593    3.9.9.3/.0.3:.9.9  /.3907:8203:7:3 .

:5079:2-:./5.3.3880503/:/:.3.8 /.393 203.- /2.8.350.3 203/0..3....80/.3401.0.190.893802039..32070.73.03/07:3-007.  %.203:7:3...-:3.9.3080. 3/:897 /2.02.39.39.3.0.3 502-..2-.7.3-.5.:.8.5.38..8.3/3. .7..503/:/:  !0307.9.9.30--./.309.3..5%.3 -0702-.20.3...350.3.:.5.9:0-.3.9. 30.::2.:8./8.502.203:7:3 0/:./503:7:3.5.388/0247./:.9.7.80.3.9/09574808/0247.907.3.8..3.3.9:503/:/:/03.3. 0.58:/.3503/:/:2:332.7.:.389.7.9.3/.703.3.3503/:/:./.3503/:/:    02-.3.3-07:-/03. 0309.3 !.77:2.9.3.257480897.9.025.  :7-.3 5..388/0247.3.:2. /2.3:9 /2.3:3..8. . 20333.393/.2-8:.9.3/.3.3203.59.3   0.3.3 .3-0702-.5.3...3.3-.2-.3.3.38.:2:.  .3.3503//.0.3.25748080503/:/:.2/5///.8.1/:57.9703/.80/.33.5/.3.934  .3./..0.3.907.33094503/:/:8. 203.-07:2.3. /80-.-.7.3.9.7.9.3/80-.3203../.:3..0723.32..3.9.3.5079.7. /.-08./.2-.05.3.907503..3.8097.-.3.357.3.5..3./..3.9.203:7:3  %.302.597.3 &2:23..30.9.9/8:.5.3/.9:  %..3.7.9.7.390.3./.3503/:/:703/.388 .23.25.9.39.5%.53...3..2:..9../.3080.32:/.1/2.02.30.5502-.3.3:2.3/..503/:/:3.203:7:9:2:7 038    03.21.08..8..3203:7:3.9.800/:.3.8.3.3%7.3503:7:3.3-07:2.3203/4743-.0-80/93.3.02.9/-.3503/:/:3.7.03/07:3 .99..02.303.7.7:.3.:-.703.9: 30.:9.2-.3/:5 3907.:.02.3./.   %.:5079.1..3/.: 5079.3..8.37084:7..30.1.893909.5502-.7.02.957./5.:5079:2-:.3:3.7.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->