P. 1
Manusia Sebagai Khalifah Allah

Manusia Sebagai Khalifah Allah

|Views: 18|Likes:

More info:

Published by: Suhendrahadiningrat Jayawijaya on Oct 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2014

pdf

text

original

MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH ALLAH

“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Q. S. Shaad (38): 26) Siapakah khalifah itu? Dalam ayat alquran tersebut di atas, khalifah adalah penguasa yang diberi mandat oleh Allah untuk melaksanakan hukum Allah dengan benar dan berbuat adil di muka bumi. Allah menjadikan manusia sebagai khalifah dalam artian penguasa adalah untuk meninggikan derajat sebagian manusia dengan sebagian manusia lainnya dengan memberikan manusia ujian sehingga bisa terlihat di antara manusia tersebut yang benar-benar menjalankan kekhalifahannya. Sebagaimana yang telah Allah jelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al An'aam (6) ayat 165, yang artinya: “Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” Manusia sebagai khalifah harus berbuat adil. Yang dimaksud adil disini adalah memberikan keputusan atau perkara dengan proporsional, menempatkan segala sesuatu pada tempat seharusnya. Khalifah juga tidak mengikuti hawa nafsu karena akan membawa ke jalan yang sesat, dan manusia yang terjerumus pada jalan kesesatan akan mendapatkan kemurkaan dan balasan dari Allah SWT. Selain itu manusia yang mengikuti hawa nafsu tidak akan dilindungi dari siksaan Allah yang akan menghisab kita di akhirat nanti. Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ar-Rad (13) ayat 37, yang artinya: “Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah” Dengan demikian manusia harus banyak berdo’a, dengan merendahkan diri dan memohon kelancaran segala aktivitas yang dikerjakannya dan terhindar dari segala hal yang membuat

dengan model pendidikan interventif dan pembelajaran kreatif imajinatif yang dapat dipakai . Karena dapat dilihat dari berbagai media masa.” Pendidikan yang dapat menyucikan diri dan menyempurnakan fungsi manusia sebagai khalifah adalah pendidikan yang mengedepankan perbaikan moral dan menanamkan nilainilai agama.‟ Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. tidak dapat menjalankan pendidikan yang baik jika hanya berdiri sendiri-sendiri. Sebagaimana firman Allah dalam surat Asy-Syam (91) ayat 7-9. remaja. Pendidikan yang dapat menyucikan diri kita dari hal-hal buruk menjadi hal-hal yang berguna bagi kehidupan kita sebagai seorang hamba. lebih senang untuk membuka auratnya di depan umum. niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sebagai contoh. yang dapat membentuk individu-individu berkualitas. tetapi bisa di jalankan secara keseluruhan. Bunyan memiliki sistem pendidikan. agar selanjutnya orang tua dapat mendidik moral anak benar dan tepat. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang berkesinambungan dan keseluruhan. yang artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: „Berdoalah kepada-Ku. Tetapi untuk memperbaiki pendidikan tidak bisa satu persatu. bahwa moral generasi atau anakanak remaja pada umumnya memiliki moral yang memprihatinkan. Untuk lebih menghasilkan perbaikan yang lebih maksimal maka." Untuk lebih mendapatkan kesempurnaan dalam menjalani fungsi sebagai khalifah Allah. Seperti yang Allah perintahkan dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’min (40) ayat 60. Keluarga dan masyarakat harus dapat bekerjasama dengan baik dalam mendidik anak. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. tidak hanya sekadar untuk mengasah otak agar anak menjadi cerdas secara pengetahuan tetapi juga pendidikan harus mencerdaskan moral anak. mulai dengan pembinaan moral orang tua sekaligus pembinaan moral anak. orang tua yang harus dibina secara moral terlebih dahulu. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Jadi pendidikan.diri manusia menjadi sesat dan akan mendapatkan kemurkaan dari Allah SWT. membanggakan diri dengan kemolekan tubuh. Hal-hal yang demikian harus diperbaiki oleh pendidikan. maka kita harus membina dan melatih diri dengan cara tarbiyah atau pendidikan. yang artinya: “dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). baik yang dilakukan di dalam keluarga maupun di masyarakat.

oleh lembaga atau sekolah dan juga pendidikan di dalam keluarga. . Dengan sistem pendidikan bunyan. Dan orang tua pun tidak perlu khawatir lagi karena dengan adanya bunyan. diharapkan anak akan menjadi generasi yang kokoh secara iman dan menjadi pribadi yang utuh. anakanak dapat mengekspresikan keseluruhan aspek dirinya lewat berbagai kegiatan yang termasuk ke dalam pembelajaran kreatif dan imajinatif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->