P. 1
Sejarah an Beton Prategang

Sejarah an Beton Prategang

|Views: 254|Likes:
Published by rosiva_sabrina

More info:

Published by: rosiva_sabrina on Oct 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2015

pdf

text

original

Sejarah Perkembangan Beton Prategang

Beton adalah suatu bahan yang mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap tekan, tetapi sebaliknya mempunyai kekuatan relative sangat rendah terhadap tarik.Beton tidak selamanya bekerja secara efektif didalam penampang-penampang struktur beton bertulang, hanya bagian tertekan saja yang efektif bekerja, sedangkan bagian beton yang retak dibagian yang tertarik tidak bekerja efektif dan hanya merupakan beban mati yang tidak bermanfaat. Hal inilah yang menyebabkan tidak dapatnya diciptakan struktur-struktur beton bertulang dengan bentang yang panjang secara ekonomis, karena terlalu banyak beban mati yang tidak efektif. Disampimg itu, retak-retak disekitar baja tulangan bisa berbahaya bagi struktur karena merupakan tempat meresapnya air dan udara luar kedalam baja tulangan sehingga terjadi karatan. Putusnya baja tulangan akibat karatan fatal akibatnya bagi

Untuk mengatasi hal tersebut oleh G. maka disarankan untuk memakai baja dengan kekuataan yang sangat tinggi dan perpanjangan yang besar. Koenen dari Jerman menyelidiki identitas dan besar kehilangan gaya prategang. Dengan kekurangan-kekurangan yang dirasakan pada struktur beton bertulang seperti diuraikan diatas. Steiner dari Amerika Serikat pada tahun 1908 mengusulkan dilakukannya penegangan kembali. yaitu dengan memberikan pratekanan pada beton melalui kabel baja (tendon) yang ditarik atau biasa disebut beton pratekan.W.R. Pada tahun 1886 telah dibuat hak paten dari kontruksi beton prategang yang dipakai untuk pelat dan atap. Jackson dari California. Eugen Freyssonet dari Perancis yang pertama-tama menemukan pentingnya kehilangan gaya prategang dan usaha untuk mengatasinya. Doehting dari Jerman memperoleh hak paten untuk memprategang pelat beton dari kawat baja. Sedangkan J. Mandl dan M.struktur. Penerapan pertama dari beton prategang dimulai oleh P. Pada waktu yang hampir bersamaan yaitu pada tahun 1888. Tetapi gaya prategang yang diterapkan dalam waktu yang singkat menjadi hilang karena rendahnya mutu dan kekuatan baja. Berdasarkan pengalamannya membangun jembatan pelengkung pada tahun 1907 dan 1927. Kemudian pada tahun 1940 diperkenalkan sistem prategang yang pertama dengan bentang 47 meter di Philadelphia (Walnut Lane Bridge) seperti gambar dibawah ini : .E. C.H. timbullah gagasan untuk menggunakan kombinasi-kombinasi bahan beton secara lain. Amerika Serikat.

Freyssenet sebagai bapak beton pratekan segera diikuti jejaknya oleh para ahli lain dalam mengembangkan lebih lanjut jenis struktur ini.Beton pratekan pertama kali ditemukan oleh EUGENE FREYSSINET seorang insinyur Perancis. Beliau memecahkan kesulitan dalam segi perhitungan struktur dari beton pratekan yang diakibatkan oleh gaya-gaya tambahan disebabkan oleh pembesian pratekan pada struktur yang mana dijuluki sebagai “Gaya Parasit” maka Guyon dianggap sebagai yang memberikan dasar dan latar belakang ilmiah dari beton pratekan. Freyssinet telah berhasil menciptakan suatu jenis struktur baru sebagai tandingan dari strktur beton bertulang. Karena penampang beton tidak pernah tertarik. Para ahli yang mengikuti jejak EUGENE FREYSSINET •Yves Gunyon •Yves Gunyon adalah seorang insinyur Perancis dan telah menerbitkan buku Masterpiecenya “Beton precontraint” (2 jilid) pada tahun 1951. Dengan demikian. yang hingga kini masih dipakai dan terkenal dengan system FREYSSINET. Disamping itu ia juga telah menciptakan suatu system panjang kawat dan system penarikan yang baik. Ia mengemukakan bahwa untuk mengatasi rangkak. . Beton pratekan untuk pertama kalinya dilaksanakan besar-besaran dengan sukses oleh Freyssinet pada tahun 1933 di Gare Maritime pelabuhan LeHavre (Perancis).relaksasi dan slip pada jangkar kawat atau pada kabel maka digunakan beton dan baja yang bermutu tinggi. maka seluruh beban dapat dimanfaatkan seluruhnya dan dengan system ini dimungkinkanlah penciptaan struktur-struktur yang langsing dan bentangbentang yang panjang.

Dengan demikian timbullah gagasan baru yang dikemukakan oleh P. Dan beton prategangan sekarang telah diterima dan banyak dipakai. Didalam struktur tidak terjadi lendutan dan karenanya tidak bekerja momen lentur apapun. Lin •T.Merkovoy. Yang mana didalam penampang diijinkan diadakannya bagi tulangan. sedangkan tegangan beton pada penampang struktur bekerja merata.Y. Keberhasilan beliau yaitu mampu memperhitungkan gaya-gaya parasit yang tejadi pada struktur. komponen bangunan seperti balok.•T. Struktur beton prategang mempunyai beberapa keuntungan. menurut berbagai penelitian biaya struktur dengan beton pratekan dan Full Prestressing dapat sampai 3.5 atau 4 kali lebih mahal dari pada struktur yang sama tetapi dari beton bertulang biasa dengan menggunakan tulangan baja mutu tinggi. Abeles untuk mengkombinasikan prinsip pratekan dengan prinsip penulangan penampang atau dikenal dengan nama “Partial Prestressing”.W. Lin adalah seorang insinyur kelahiran Taiwan yang merupakan guru besar di California University. yang akibatnya pada struktur dapat dihitung dengan mudah dengan menggunakan teori struktur biasa.Y.W. Dengan beton prategang dapat dibuat betang yang besar tetapi langsing. yang sangat gigih mendongkrak aliran” Full Prestressing”. Abeles adalah seorang insinyur Inggris. Abeles •P. Beban-beban lain diluar beban seimbang(beban vertikal dan horizontal) merupakan “inbalanced load”. •P. pipa dan tiang panjang. Sekarang telah dikembangkan banyak sistim dan teknik prategang. karena penggunaanya tidak kompetitif terhadap penggunaan beton bertulang biasa dengan menggunakan baja tulangan mutu tinggi. setelah melalui banyak penyempurnaan hampir pada setiap elemen beton prategang. Penggunaan Full Prestessing ini tidak ekonomis.W. misalnya pada jembatan. pelat dan kolom. antara lain : . terowongan dan lain sebagainya. lebar retak dapat dikombinasikan dengan baik. Ia mengemukakan teorinya pada tahun 1963 tentang “ Load Balancing”.

Disampimg itu. kecuali bila struktur itu memiliki redaman yang cukup atau kekakuannya ditambah. beton merupakan sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Jumlah berat baja prategang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah berat besi beton biasa. Dengan kekurangan-kekurangan yang dirasakan pada struktur beton bertulang seperti . Putusnya baja tulangan akibat karatan fatal akibatnya bagi struktur. sehingga menjadi dinamis instabil akibat getaran gempa/angin. Beton adalah suatu bahan yang mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap tekan. Maka struktur dengan bentang besar dapat langsing. maka lendutan akhirnya akan lebih kecil dibandingkan pada beton bertulang. karena terlalu banyak beban mati yang tidak efektif. Terhindarnya retak terbuka di daerah tarik. Perkembangan Beton Pratekan Dalam konstruksi. Hal inilah yang menyebabkan tidak dapatnya diciptakan srtukturstruktur beton bertulang dengan bentang yang panjang secara ekonomis. 6. Tetapi ini menyebabkan Natural Frequency dari struktur berkurang.1. 2. Beton tidak selamanya bekerja secara efektif didalam penampang-penampang struktur beton bertulang. Ketahanan gesek balok dan ketahanan puntirnya bertambah. Karena terbentuknya lawan lendut sebelum beban rencana bekerja. Kedap air. tetapi sebaliknya mempunyai kekuatan relative sangat rendah terhadap tarik. sebab seluruh luas penampang dipakai secara efektif. 5. Penampang struktur lebih kecil/langsing. 4. retak-retak disekitar baja tulangan bisa berbahaya bagi struktur karena merupakan tempat meresapnya air dan udara luar kedalam baja tulangan sehingga terjadi karatan. cocok untuk pipa dan tangki. hanya bagian tertekan saja yang efektif bekerja. 3. sedangkan bagian beton yang retak dibagian yang tertarik tidak bekerja efektif dan hanya merupakan beban mati yang tidak bermanfaat. jadi lebih tahan terhadap keadaan korosif.

berat sendiri lebih kecil.tegangan oleh beban-beban kerja. yaitu dengan memberikan pratekanan pada beton melalui kabel baja (tendon) yang ditarik atau biasa disebut beton pratekan. Beton pratekan pertama kali ditemukan oleh EUGENE FREYSSINET seorang insinyur Perancis. Freyssinet telah berhasil menciptakan suatu jenis struktur baru sebagai tandingan dari struktur beton bertulang. 2. 3. yang hingga kini masih dipakai dan terkenal dengan system FREYSSINET. Beton pratekan untuk pertama kalinya dilaksanakan besar-besaran dengan sukses oleh Freyssinet pada tahun 1933 di Gare Maritime pelabuhan LeHavre (Perancis). Freyssenet sebagai bapak beton pratekan segera diikuti jejaknya oleh para ahli lain dalam mengembangkan lebih lanjut jenis struktur ini Tujuan Tujuan pemberian gaya pratekan adalah timbul tegangan-tegangan awal yang berlawanan dengan tegangan. Ia mengemukakan bahwa untuk mengatasi rangkak.relaksasi dan slip pada jangkar kawat atau pada kabel maka digunakan beton dan baja yang bermutu tinggi. . lendutan lebih kecil. Hanya dapat memikul beban dalam satu arah. lebih aman/ tahan terhadap pengaruh cuaca sehingga bahaya karatan dari baja oleh merembesnya air atau uap-uap korosif dapat dibatasi. 4. Dapat dipakai pada bentang-bentang yang besar. maka seluruh beban dapat dimanfaatkan seluruhnya dan dengan system ini dimungkinkanlah penciptaan struktur-struktur yang langsing dan bentang-bentang yang panjang. Untung/ rugi dibandingkan beton bertulang 1. Dengan demikian. tidak mudah retak.kurang cocok untuk pembebanan bolak balik.diuraikan diatas. Disamping itu ia juga telah menciptakan suatu system panjang kawat dan system penarikan yang baik. Beton mutu tinggi. Dengan demikian konstruksi dapat memikul beban yang lebih besar tanpa merubah mutu betonnya. Bentuknya langsing. timbullah gagasan untuk menggunakan kombinasi-kombinasi bahan beton secara lain. Karena penampang beton tidak pernah tertarik.

jangkar. 6. Brazil ANZAC Bridge Sydney. pipa pembungkus. Australia Yanjinhe beam Bridge China . alat untuk memompa martel. California and Marin County. Lebih ekonomis apabila dipakai pada bentang-bentang yang besar. Beberapa Gambar Jembatan yang Menggunakan Konsep Prestress The Golden Gate Bridge San Francisco. dan lain-lain) dan juga diperlukan pengawasan pelaksanaan yang ketat. California Rio-Niteroi Bridge Rio de Janeiro and Niterói. Diperhitungkan alat-alat pelengkap (dongkrak.5. New South Wales.

  ¯f f f©f½f –f°–©f  n  f° °–f°©¯f f ¾ ° f¾f     ff°f°– ¾  f f° ff°f°½°°f f¯ f .ff¾ °–f° °f°– ¾f f½f f°–¾°–  @ f½ ° ¯ ° f f° -ff   °n f ¾ f°–  ¾ °––f ¯ °©f  °f¯¾ °¾f  f f – ff° – ¯½f$f°–°   nf f¾¯ ¯ f¯f°f°–n½ff ff°°f f¯ f   9  ¯ f°–f° °9f f° ff¯°¾¾  °¯ ½ff°¾ f ff° f°–°f°¯½¾f°–  f f¯ °f¾f–– –f f°½ °–f¾ ¯ °  °f ff¾f ff°f°–¯ ¯½°f ff°f°–°–– f f½ f°  f½ ¾ f°f¯ ¯½°f ff° f ¾f°–f ° f f f½f   °  f ¾ f¯f°f  ©f ¾ nff € €  ff¯ ½ °f¯½f°– ½ °f¯½f°– ¾ ° f°– f°f f–f°  f°¾f©f f°– € €  ©f ¾ f°–f° f–f° ° f°–  f  f–f° f°–  f  f  ©f € € f° f°f ¯ ½ff° f° ¯f f°–  f ¯f°€ff  f °f f°– ¯ ° f f°  f f½f°f n½ff° ¾ ¾ ° f°– °–f° °f°– f°– ½f°©f°– ¾ nff °¯¾  f °f  f f°f f°¯ff°– f € €  ¾f¯½¯–    f  f ¾ f f©f f°–f° ¾f  fff f– ¾ f °f ¯ ½ff° ¯½f ¯  ¾f½°ff f° fff  ff¯ f©f f°–f°¾ °––f  ©f  fff°  9¾°f f©f f°–f° f f fff° €ff f f°f f– ¾   °–f°  f°–f°  f°–f° f°– f¾ff° ½f f ¾ ° f°– ¾ ½  ff° ff¾ ¯ f–f–f¾f°°¯ °––°ff°¯ °f¾ ¯ °f¾ ff° ° ¾ nfff°  f °–f° ¯ ¯ f°½f f°f°½f f ° ¯ ff  f©f % ° °% f°– fff f¾f ¾  °½f f°  ° ½f f° ½ f¯f f  ¯f°   D- -@ ¾ f°– °¾° 9 f°n¾ f¯ °– ¯ff° ff°¯ °–ff¾f°–f  f¾f¾ f°¾½½f f©f°–f ffff½f ff ¯ff –°ff° ° f° f©ff°– ¯°–– ¾f¯½°– f ©–f  f ¯ °n½ff° ¾f ¾¾ ¯ ½f°©f°– ff f° ¾¾ ¯ ½ °ff° f°– f  .

f°– °––f ° ¯f¾ ½ff f°   °f °–f° ¾¾ ¯ -@   °–f° ¯f°   ¾¾°   f f¾ ¯ °n½ff° ¾f © °¾ ¾ f ¾ f–f f° °–f° f ¾ ° f°–  f °f ½ °f¯½f°– °  f ½ °f  f  ¯ff ¾  f° f½f ¯f°€fff° ¾ °f f° °–f° ¾¾ ¯ ° ¯°–°f°f ½ °n½ff° ¾ ¾ f°– f°–¾°– f° °f°– °f°– f°– ½f°©f°–   ° ½f f° ° ½ f¯f f°f f¾f°ff° ¾f ¾ff° °–f° ¾¾ ¾    ¾¾°  ½f f f°   f  .f¯  ½ f f°  f  %9 f°n¾%   ¾¾ °  ¾ f–f f½f ° ½f f° ¾ – f  © ©f°f   ½ff f f° ff¯ ¯ °– ¯ f°–f° f°©© °¾¾° @©f° @©f° ½ ¯ f° –ff ½f f° f ff ¯   –f°–f°  –f°–f° ff f°– ff°f° °–f°  –f°–f°   –f°–f°   f° f°  ©f   °–f° ¯f° °¾¾ f½f ¯ ¯ f°f°–  ¾ff°½f¯  f¯ °°f   D°°–$–  f° °–f° ° f°–   f½f ½ff½f f °f°– °f°–f°– ¾f    °°ff°–¾°–  f¾ °   n  ° f°  n    f°f f½f ¯ ¯ f° ff¯ ¾f ff f°– nn ° ½ ¯ f°f° f f    °¯°––  f¯ f f  f¯f°$ff° f f½½ °–fnfnf ¾ °––f ffffff° f f©f ¯  ¯ ¾°fffff½ f½¾€ f½f  ff¾      °¯¾f½f f ½ff½f f °f°– °f°–f°– ¾f    ½ °–f°ff ff½  °–f½% °–f ©f°–f ½½f½ ¯ °–¾ ff° ¯ ¯¯½f¯f   f°f° f°% f°©–f ½ f°½ °–ff¾f°½ f¾f°ff°f°–  f    .

°––°ff°°¾ ½9 ¾ ¾¾       @  °f   –         -   –   f° f° -   f f°f°n¾n . f½ff¯ f ¯ ff°f°–.

f°.f€°ff° .

° .

f€°f   -.

  –        f°©°  f¯  –  .

°f  °  - Jf ¾ ¾ff        .

                       .

                       .

       .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->