P. 1
4B205388d01

4B205388d01

|Views: 467|Likes:
Published by Amatya Pradhana

More info:

Published by: Amatya Pradhana on Oct 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/23/2013

pdf

text

original

APLIKASI VALUE ENGINEERING TERHADAP ELEMEN PLAT dan FONDASI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

SEMARANG

SKRIPSI Diajukan Dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata 1 Untuk Mencapai Gelar Sarjana Teknik

Oleh Dwi Ari Ustoyo NIM 5150402019

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi dengan judul ”APLIKASI VALUE ENGINEERING TERHADAP ELEMEN PLAT dan FONDASI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG” telah disetujui oleh dosen pembimbing Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang.

Hari Tanggal

: Jumat : 4 Mei 2007

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Toriq Arif G., ST. MSCE. NIP.132 134 676

Drs.Tugino, MT NIP.131 763 887

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul ”APLIKASI VALUE ENGINEERING TERHADAP ELEMEN PLAT dan STRUKTUR PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG”. Oleh : Nama NIM : Dwi Ari Ustoyo : 5150402019

Telah dipertahankan dihadapan sidang panitia ujian Skripsi Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : : Susunan Dewan Penguji, Penguji I Penguji II

Toriq Arif G., ST. MSCE. NIP.132 134 676 Mengetahui, Dekan Fakultas Teknik

Drs.Tugino, MT. NIP. 131 763 887

Ketua Jurusan Teknik Sipil

Prof. Dr. Soesanto, M.Pd NIP.130 875 753

Drs. Lashari, MT NIP. 131 741 402

iii

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis didalam skripsi ini benar-benar karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya orang lain, baik sebagian maupun seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang,

2007

Dwi Ari Ustoyo NIM.5150402019

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto: 1. Dalam menentukan pilihan ikutilah kata hatimu, dalam menggapai cita-cita kobarkanlah semangat pantang menyerah dan jangan bergantung pada keadaan sebelum kita berusaha terlebih dahulu. 2. Belajarlah karena manusia tidak dilahirkan pandai, dan orang berilmu tidaklah sama dengan orang bodoh (Imam Safii). 3. Alangkah indahnya dianugerahi mencintai&dicintai oleh orang lain walaupun semuanya itu, mungkin hanyalah sebuah buku yang tertata rapi dalam ruang kalbu dan tumpukkan angan tanpa pernah jadi kenyataan. Rahasia hati akan slalu tertanam dalam dasar jiwa karena lebih bijak berkorban demi kebahagiaan Sang Dewi, walau hati slalu tertunduk ragu menahan rindu..........

Persembahan: Skripsi ini kupersembahkan untuk: 1. Bapak dan ibu yang saya hormati dan kakak serta adikku yang saya cintai. 2. Spesial untuk (Radhik, Zaeni, Rinouw) yang selalu bersama-sama berjuang demi terselesainya skripsi ini. 3. Orang yang selalu menjadi cahaya dan mengisi dasar jiwaku dengan doa, harapan serta selalu menjadi inspirasi dalam kehidupanku (semoga akhirnya ku menemukanmu). 4. Rekan-rekan seperjuangan Teknik Sipil angkatan ’02. 5. Semua orang yang telah mengkritik, mendidik dan membantu dalam kehidupanku.

v

SARI
Ustoyo Dwi Ari. 2007. Aplikasi Value Engineering Pada Elemen Struktur Pada Proyek Pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Pembimbing II Drs. Tugino, MT. Kata kunci : Value Engineering, Saving Cost, Existing, Struktur Value Engineering adalah suatu cara pendekatan yang kreatif dan terencana dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengefisienkan biaya-biaya yang tidak perlu. Value engineering digunakan untuk mencari suatu alternatifalternatif atau ide-ide yang bertujuan untuk menghasilkan biaya yang lebih baik/ lebih rendah dari harga yang telah direncanakan sebelumnya dengan batasan fungsional dan mutu pekerjaan. Penerapan value engineering dilakukan pada pekerjaan plat dan fondasi. Analisis value engineering dilakukan pada proyek pembangunan gedung rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana memunculkan alternatif-alternatif sebagai pengganti pekerjaan existing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya cost saving yang terjadi setelah dilakukan penerapan value engineering. Penelitian dimulai dengan melakukan survey mencari data untuk kemudian dianalisis value engineering. Data-data primer didapat dengan melakukan survey mencari data-data proyek. Data-data sekunder didapat dengan melakukan survey mencari buku-buku literature, referensi yang berkaitan dengan value engineering dan brosur daftar harga bahan yang diperlukan. Dalam melakukan proses value engineering dibagi menjadi 5 tahap, yaitu tahap informasi, kreatif, analisis, pengembangan dan rekomendasi. Untuk memilih pekerjaan alternatif terbaik, sebelumnya harus dilakukan perhitungan dari segi desain struktur dan rencana anggaran biaya, baru dilakukan perhitungan value engineeringnya. Hasil penelitian didapat bahwa penerapan value engineering pada pekerjaan pekerjaan plat dengan menaikkan mutu beton keuntungan yang diperoleh, diantaranya adalah dimensi plat menjadi lebih kecil dan terdapat cost saving sebesar Rp 17.454.680, sedangkan dengan menggunakan plat precast keuntungan yang didapat antara lain, waktu pelaksanaan menjadi cepat, mutu terjamin, terdapat pengurangan tenaga kerja dan menghasilkan cost saving sebesar Rp 13.199.407. Pada pekerjaan fondasi dengan menggunakan tiang pancang diameter 35 cm keuntungan yang didapat antara lain, pengurangan jumlah fondasi, waktu pelaksanaan menjadi cepat dan menghasilkan cost saving sebesar Rp 11.907.650, sedangkan dengan menggunakan fondasi sumuran keuntungan yang didapat adalah pengurangan jumlah fondasi, tetapi tidak terdapat cost saving, karena biaya rencana lebih besar dari existing.

vi

Soesanto.. Thoriq Arif G. 4.. M. Ketua Prodi Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Henry Apriyatno. penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. taufiq. vii . ST. MT. 3.Pd. Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Dr. Prof.KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah. Dalam penyusunan skripsi ini penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan. Lashari.. Dosen Pembimbing I yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan. Drs. Drs. MT. MSCE. bantuan dan dukungan moriil maupun materiil sehingga dapat memudahkan dalam penyelesaiannya. 2. hidayah dan inayah-Nya. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. arahan dan evaluasi dalam penyusunan skripsi. sebagai salah satu syarat yang wajib ditempuh mahasiswa dalam memperoleh gelar Sarjana Teknik pada program studi Teknik Sipil di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada : 1.

Bapak dan ibu selaku orang tua yang selama ini telah memberikan dorongan baik moriil maupun materiil.5. Mei 2007 Penulis viii . Tugino. MT. Semua pihak yang telah membantu sehingga terselesaikannya skripsi ini. 7. Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan. Semoga Allah SWT berkenan memberikan balasan kepada mereka semua sesuai amalnya. arahan dan evaluasi dalam penyusunan skripsi. 6. Akhirnya penulis berharap semoga dengan adanya skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kita semua. Drs. Semarang.

............................. Sari .. Kata Pengantar ................................ Value Engineering................................................................................................................................................................................................................................................................................................ Pengesahan Kelulusan........................ Latar Belakang ....... xiii Daftar Tabel .................................................................... Batasan Masalah .................... Sistematika Penelitian .... 1 4 5 5 6 6 xix xx BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.................... Motto dan Persembahan........................................................................................................................... Daftar Isi ........................................ Daftar Lampiran ... xvii Daftar Gambar.........................................................................................................................DAFTAR ISI Halaman Judul................................................................................................................................................................................................................................................ C........................................................................ Tujuan Penelitian .......................... Manfaat Penelitian ................................... 8 ix ............................................................................................... Persetujuan Pembimbing.................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN A..................... B................................................... i ii iii v vi vii ix Daftar Notasi .............................................................................................................. E.................................................. Rumusan Masalah ........ F....................................... D.....................................

1...................................................................................................... 1.. Pekerjaan Srtuktur Bangunan ...... Rencana Anggaran Biaya ........ Beton Precast / Pracetak ............................................. D........ D.. SAP 2000................................................ Fondasi .......................... Flow Chart Penelitian ...................................... 3......... B........ Data Penelitian .. Proses Penelitian .................... B............................................................................ Hasil Analisis ............................... Karakteristik Value Engineering....................... Jenis Penelitian................................ Pengertian Value Engineering......... C................................................. Plat Dua Arah. 2....................................... 3........................ E..................... 3................................. C......... Tempat Penelitian .................. 4.............. Tahapan-tahapan Dalam Value Engineering .................................................................................................................... F...................................................................................................................... 8 11 12 29 30 31 32 35 35 45 51 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A... 1............................................................... Tahap Persiapan ........................................................................................................ 5.......................................................... 2.................. Metode Pengumpulan Data ........................................................... Beton ............................. Plat Precast .... Analisis Data ........................................................................ 2............................................................................ 63 64 64 64 65 65 66 71 71 x ....................................................

................. 3... Tahap Pengembangan . Cost Model ......................................................................................................... Teknik Mengidentifikasi Pekerjaan yang Akan di VE ................... 124 4.................... Rencana Anggaran Biaya Proyek............................ 1. Analisis Value Engineering pada Item Pekerjaan Plat....................... Tahap Kreatif ................... 114 H................ G. Tahap Analisis......... 118 2................................................... Tahap Analisis............. 2....................... 75 76 77 78 78 78 82 83 84 86 87 88 90 94 4................................................................................................................... Latar Belakang Proyek...................... 2................. Analisis Value Engineering pada Item Pekerjaan Fondasi ................. B.................................... 1.. Tahap Kreatif ......................... C........... Tahap Informasi .............. F........................................................... 117 1....................... Data Proyek....................................... 1......................... 114 5.......................................................................................... 158 xi ......................................................... E............... 120 3................................................................................BAB IV ANALISIS VALUE ENGINEERING PROYEK GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG A... Breakdown ................... Studi Value Engineering........................... Tahapan Dalam Analisis VE pada Pekerjaan Struktur Atas ............................ D...... 2. Tahap Pengembangan ........................................................... Tahap Rekomendasi .......... Tahapan Dalam Analisis VE pada Pekerjaan Bawah....................................................................... Tahap Informasi ............................. Struktur Organisasi Proyek .........................................................

......... 158 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A..................................................... Saran ... 162 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN xii ............................................ Kesimpulan .................... 161 B......................................................................................................5..... Tahap Rekomendasi ...........................

= besarnya suku bunga tahunan ( % ) = jumlah tahun = sejumlah uang pada saat ini.DAFTAR NOTASI EKONOMI TEKNIK A F i n P = sejumlah uang yang dibayar seiap tahun = sejumlah uang pada saat yang akan datang. PERHITUNGAN PLAT DUA ARAH Aslx Asly Astx Asty Atul b dx dy Dx Dy f’c fy h hmin k Ib1 ln = luas tulangan lapangan per meter lebar arah-x = luas tulangan lapangan per meter lebar arah-y = luas tulangan tumpuan per meter lebar arah-x = luas tulangan tumpuan per meter lebar arah-y = luas tulangan per diameter = lebar plat per 1m = tinggi efektif d dalam arah-x = tinggi efektif d dalam arah y = diameter tulangan arah-x = diameter tulangan arah-y = kuat tekan beton yang ditentukan. MPa = tegangan leleh yang diisyaratkan dari tulangan baja = tebal plat = tinggi minimum plat = koefisien tahanan = momen inersia balok tepi -1 = bentang bersih plat yang menentukan (sisi panjang) xiii .

65 ρ ρ min ρ maks = rasio penulangan plat = rasio tulangan minimum ρ aktual = rasio tulangan yang diperlukan = rasio tulangan maksimum xiv .70 .komponen struktur dengan tulangan sengkang biasa = 0. dan aksial tarik dengan lentur= 0.85 untuk f’c ≤ 30 MPa 0.008(f’c – 30) untuk f’c = 30 – 55 MPa 0. dan aksial tekan dengan lentur .85 – 0.Is1 Mlx Mly Mtx Mty n p s α1 = momen inersia pelat tepi-1 = momen lapangan maksimum per meter lebar di arah-x = momen lapangan maksimum per meter lebar di arah-y = momen tumpuan maksimum per meter lebar di arah-x = momen tumpuan maksimum per meter lebar di arah-y = jumlah tulangan = selimut beton = jarak spasi antar tulangan = kekakuan balok tepi dan plat pada arah sisi pendek (tepi-1) = nilai rerata kekakuan balok tepi dan plat = nilai banding sisi panjang dan sisi pendek = ly / lx . ly > lx αm β β1 = faktor reduksi kuat tekan beton 0.65 untuk f’c ≥ 55 MPa Ф = faktor reduksi kekuatan aksial tarik.komponen struktur dengan tulangan spiral maupun sengkat ikat = 0.8 aksial tekan.

PERHITUNGAN PLAT PRECAST a As Atul d D L Mn Mr Mu = tinggi distribusi tegangan persegi dari muka balok tekan = luas tulangan lapangan per meter lebar = luas tulangan per diameter = tinggi efektif = diameter tulangan = panjang precast = momen nominal penampang = momen rencana = momen perlu ultimate PERHITUNGAN FONDASI TIANG PANCANG A bo b1 B d Eg F Fmax My Mx n1 O P qc Q Qijin th = luas dasar tiang pancang (cm2) = keliling daerah kritis = lebar kolom = lebar pile cap = tinggi efektif pile cap = end bearing piles. diasumsikan 1.0 = rasio penulangan yang diperlukan = rasio penulangan maksimum = momen yang terjadi terhadap titik o searah sumbu x = momen yang terjadi terhadap titik o searah sumbu y = jumlah fondasi = keliling tiang (cm) = beban aksial bangunan = perlawanan ujung sondir (kg/cm2) = beban yang didukung oleh tiang = kapasitas ijin pondasi = tebal pile cap xv .

Tf Vu xi yi Σ(x2) Σ(y2) ФVc = total friksi sondir (kg/cm2) = kuat geser terfaktor pada penampang = jarak tiang ke-i terhadap titik o searah sumbu x = jarak tiang ke-i terhadap titik o searah sumbu y = jumlah kuadrat jarak x terhadap titik o = jumlah kuadrat jarak y terhadap titik o = tegangan geser yang diijinkan PERHITUNGAN FONDASI SUMURAN c Df D1 D2 f = kohesi tanah = kedalaman fondasi = diameter sumuran luar = diameter sumuran dalam = gaya perlawanan akibat lekatan per satuan luas Nc.8) = sudut gesek internal β2 γ ϕ xvi . Nq. N γ = faktor daya dukung Terzaghi Qu R SF = daya dukung ultimate = jari-jari sumuran = faktor keamanan = 2-3 = angka faktor gaya gesek = berat jenis tanah (tabel 2.

7 Beban Mati Bahan Bangunan dan Komponen Bangunan..................................................5 Metode Zero-One Mencari Indeks ..12 Jarak Fondasi Tiang Minimum ................. fy = 240 MPa.......................... 62 Tabel 4...2 Breakdown Pekerjaan Struktur................................................... Berat Tulangan perDiameter ............. 59 Tabel 2........................................ fy = 240 Mpa..3 Metode Zero-One...... 83 Tabel 4..................... 23 Tabel 2.........................................14 Hubungan β 2 dan ϕ (Sudut Gesek Dalam Tanah).....6 Matrik Evaluasi.................... 25 Tabel 2............... 22 Tabel 2... 88 xvii .....................................................................DAFTAR TABEL Tabel 2................8 Beban Hidup Pada Lantai Gedung.......... 19 Tabel 2.15 Rasio Penulangan f’c = 25 Mpa................ 52 Tabel 2.. 79 Tabel 4.......................1 Breakdown .....2 Analisis Fungsi................4 Metode Zero-One untuk Mencari Bobot........................................... 26 Tabel 2.. 46 Tabel 2.................. 40 Tabel 2.......11 Luas....13 Nilai-Nilai Faktor Daya Dukung Terzaghi ............................................9 Momen Yang Menentukan per Meter Lebar Dalam Jalur Tengah Pada Plat Dua Arah Akibat Beban Terbagi Rata ................................... 39 Tabel 2......................................... 15 Tabel 2................. 59 Tabel 2...............................10 Rasio Penulangan f’c = 30 Mpa..................... 47 Tabel 2.............................. 41 Tabel 2...............1 Rencana Anggaran Biaya Secara Global ......................................3 Informasi Umum dan Kriteria Desain Pekerjaan Plat..............................

18 Metode Zero-One Mencari Bobot Pekerjaan Fondasi ...............16 Perbandingan Harga Existing dan Alternatif Struktur Bawah .......4 Analisis Fungsi Pekerjaan Plat...15 Kriteria Desain Alternatif Pekerjaan Fondasi ... 109 Tabel 4....................... 119 Tabel 4................. 108 Tabel 4...........7 Perbandingan Harga Existing dan Alternatif Pekerjaan Plat.......................5 Keuntungan dan Kerugian Alternatif PekerjaanPlat ............................Tabel 4.............................. 154 Tabel 4.....................................................19 Metode Zero-One Mencari Indeks ..........6 Kriteria Desain Alternatif Pekerjaan Plat....................... 118 Tabel 4.........17 Analisis Fungsi Pekerjaan Fondasi ............................... 122 Tabel 4..... 152 Tabel 4................11 Matrik Evaluasi Pekerjaan Plat...10 Metode Zero-One Mencari Indeks ................... 107 Tabel 4................................... 151 Tabel 4..... 113 Tabel 4.......20 Matrik Evaluasi Pekerjaan Fondasi ..12 Informasi Umum dan Kriteria Desain Struktur Bawah ......................13 Analisis Fungsi Pekerjaan Fondasi .................. 123 Tabel 4...14 Keuntungan dan Kerugian Alternatif Pekerjaan fondasi ..................................................................................8 Analisis Fungsi Pekerjaan Plat......................... 157 xviii .. 110 Tabel 4......... 89 Tabel 4................. 92 Tabel 4.. 93 Tabel 4..9 Metode Zero-One Mencari Bobot Pekerjaan Plat.......................................... 150 Tabel 4........

........................11 Penampang Pile Cap................................................. 19 Gambar 2...7 Diagram Momen Rancang ..... 64 Gambar 3............. 75 Gambar 4....9 Penulangan Topping ......4 Grafik Hubungan Pekerjaan Fondasi Dengan Biaya Rencana.......................................................... 39 Gambar 2.................................................. 159 xix ............DAFTAR GAMBAR Gambar 2............2 Cost Model Untuk Gedung Standar .................................... 51 Gambar 2................................4 Penulisan Diagram Soal .......10 Kelompok Fondasi Tiang ...................3 Distribusi Biaya Total ....1 Berbagai Elemen Yang Mempengaruhi Perencanaan Biaya Suatu Bangunan Gedung.............. 41 Gambar 2............................... 80 Gambar 4............................... 37 Gambar 2............................................................................ 30 Gambar 2.........................................1 Flow Chart Penelitian......................................1 Struktur Organisasi Proyek .... 84 Gambar 4................................................................................................8 Penulangan Plat ..................... 27 Gambar 2....... 57 Gambar 2..........................................12 Penampang Fondasi Sumuran ................. 45 Gambar 2.......................5 Plat Precast .................................2 Cost Model Proyek Gedung Rektorat Unimus......................... 116 Gambar 4...............................................................6 Plat Dua Arah ..................3 Grafik Hubungan Antara Pekerjaan Plat Dengan Biaya Perencanaannya................................................. 58 Gambar 2......................... 8 Gambar 2.................

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Output Perhitungan SAP 2000 Lampiran 2 Perhitungan Pekerjaan Plat Lampiran 3 Perhitungan Pekerjaan Fondasi Lampiran 4 Data Spesifikasi Survey Bahan Lampiran 5 Data Penyelidikan Tanah Proyek Gedung Rektorat Unimus Rencana Lampiran 6 Kerja Syarat (RKS) Proyek Gedung Rektorat Unimus Lampiran 7 Rencana Anggaran Biaya Proyek Gedung Rektorat Unimus xx .

Latar Belakang Rencana Anggaran Biaya (RAB) suatu proyek bangunan harus direncanakan dengan efisien dan optimal. Ilmu tersebut dikenal dengan nama Value Engineering/ Rekayasa Nilai. Banyak hal yang dapat dilakukan sebelum membuat RAB. karena akan menunjukkan mutu dan kualitas daripada bangunan tersebut. Dalam Manajemen Konstruksi (MK) terdapat suatu disiplin ilmu teknik sipil yang dapat digunakan untuk mengefesienkan dan mengefektifkan biaya. Pemilihan desain dan bahan sangat penting dilakukan. Value Engineering (VE) adalah suatu cara pendekatan yang kreatif dan terencana dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengefisienkan biaya-biaya yang tidak perlu. karena masuk ke Indonesia mulai tahun 1980-an. Pemerintah baru menggunakannya pada tahun 1990-an dan keberadaan Value Engineering itu sendiri masih sebagai badan konsultan serta hanya dibutuhkan oleh proyek-proyek tertentu saja yang membutuhkan jasa konsultan Value Engineering. Setelah RAB selesai.1 BAB I PENDAHULUAN A. terkadang masih ada beberapa item pekerjaan yang memiliki anggaran biaya yang besar. diantaranya pemilihan desain dan bahan yang akan dipakai. Value Engineering merupakan suatu ilmu baru dalam dunia MK.VE digunakan untuk mencari suatu alternatifalternatif atau ide-ide yang bertujuan untuk menghasilkan biaya yang lebih 1 .

Analisis VE dalam penelitian ini dilakukan pada pekerjaan struktur atas khususnya pekerjaan plat dan pada pekerjaan struktur bawah khususnya pekerjaan fondasi. Dalam RAB biasanya pekerjaan struktur memiliki biaya dan bobot pekerjaan yang besar. Dalam perencanaan VE biasanya melibatkan pemilik proyek. para ahli yang berpengalaman dibidangnya masing-masing dan konsultan VE. perencana. Biaya yang besar tersebut dipengaruhi dari segi pemilihan desain dan bahan yang digunakan. Analisis VE dilakukan dengan memunculkan ide-ide yang kreatif untuk mengganti perencanaan existing pekerjaan struktur. kolom dan plat menggunakan beton bertulang. Pekerjaan ini memiliki biaya dan bobot yang lebih besar. Analisis VE dilakukan pada pekerjaan struktur. Selain itu. Bangunan ini terdiri dari 4 lantai dengan luas perlantai 558 m2. Pekerjaan . Pada penelitian ini.2 baik/ lebih rendah dari harga yang telah direncanakan sebelumnya dengan batasan fungsional dan mutu pekerjaan. murah. perencanaan VE dilakukan pada tahap setelah perencanaan proyek. Setelah dilakukan analisis VE diharapkan nanti terdapat cost saving/ penghematan biaya dari biaya pekerjaan struktur secara keseluruhan. kuat dan ekonomis. pemilihan desain dan bahan alternatif pengganti pekerjaan struktur nantinya juga akan berpengaruh pada pembiayaan dari segi waktu dan metode pelaksanaan. Dalam memunculkan alternatif-alternatif pengganti pemilihan desain dan bahannya harus tepat. Pada pembahasan Value Engineering disini dilakukan pada proyek pembangunan gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang. Perencanaan awal struktur atas khususnya balok.

Plat topping adalah plat yang dicor diatas plat precast agar plat precast menjadi satu kesatuan dengan struktur balok. Sebagai alternatif pengganti. Analisis VE dilakukan pada struktur bawah khususnya pekerjaan fondasi karena adanya perubahan beban bangunan yang ditumpu oleh fondasi. Dengan adanya pengurangan volume pekerjaan otomatis biaya pekerjaan akan menjadi berkurang. nantinya akan diusulkan plat precast/ pracetak. Disamping itu nanti juga dimunculkan alternatif dengan menaikkan mutu beton pada pekerjaan plat. Dengan adanya plat precast bisa mengurangi volume pekerjaan plat. Sebagai alternatif pengganti nantinya akan diusulkan fondasi tiang pancang silinder diameter 35cm dan fondasi sumuran. Perencanaan awal fondasi menggunakan mini pile segitiga 37x37x37cm. Perubahan beban bangunan ini disebabkan karena adanya perubahan desain dan bahan struktur atas saat dilakukan analisis VE. Pertimbangan dipilihnya alternatif pengganti karena adanya pengurangan jumlah pondasi yang nantinya dapat mengurangi anggaran biaya struktur bawah.3 struktur plat dipilih karena memiliki biaya yang lebih besar dibanding pekerjaan struktur atas beton bertulang lainnya. Dengan adanya perbandingan-perbandingan desain dan bahan lain dalam perencanaan VE pada pekerjaan plat dan fondasi diharapkan akan menghasilkan anggaran biaya total proyek yang efisien dan optimal . seperti tidak diperlukannya pekerjaan perancah saat pengecoran plat topping.

Harga-harga bahan untuk pekerjaan alternatif didapat dari brosur harga bahan dengan melakukan survey terhadap perusahaan yang berkepentingan. 2. data penyelidikan tanah dan data-data lainnya dari proyek tersebut. Batasan masalah yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Data-data untuk merencanakan desain struktur ulang pekerjaan alternatif didapat dari RKS. Perhitungan desain struktur dibantu dengan program komputer SAP 2000 versi 7. .4 B. . 3. Perhitungan beton bertulang menggunakan pedoman SKSNI – 1991 4.42. Batasan Masalah Karena penelitian VE dilakukan setelah tahap perencanaan. 5. 6. Perhitungan harga satuan untuk menghitung anggaran biaya pekerjaan alternatif diambil dari daftar harga satuan pekerjaan dari Balai Pengujian dan Informasi Konstruksi (BPIK) kota Semarang bulan NovemberDesember 2005. maka asumsi-asumsi yang dipakai dalam analisis VE adalah asumsi-asumsi pada saat perencanaan. Analisis VE dilakukan pada struktur atas khususnya pada pekerjaan plat dan pada struktur bawah khususnya pekerjaan fondasi.

2. Mengetahui alternatif penggunaan bahan dan desain struktur apa yang digunakan dalam menganalisis atau merekayasa nilai (value engineering) terhadap struktur plat dan fondasi.5 C. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang yang dikemukakan diatas diambil permasalahan sebagai berikut : 1. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Bagaimana memunculkan atau mencari alternaif-alternatif desain dan bahan dalam aplikasi Value Engineering yang dapat membuat perencanaan anggaran biaya struktur bawah khususnya pekerjaan fondasi menjadi efisien dan optimal dengan fungsi dan mutu pekerjaan tetap sesuai dengan rencana awal? D. Mengetahui berapa besarnya nilai cost saving yang terjadi dalam perencanaan biaya total proyek setelah dilakukan analisis Value Engineering. . Bagaimana memunculkan atau mencari alternatif-alternatif desain dan bahan dalam aplikasi Value Engineering yang dapat membuat perencanaan anggaran biaya struktur atas khususnya pekerjaan plat menjadi efisien dan optimal dengan fungsi dan mutu pekerjaan tetap sesuai dengan rencana awal? 2.

Mengetahui perbedaan biaya total proyek yang telah direncanakan sebelumnya dengan biaya total proyek yang sudah dilakukan analisis Value Engineering. Memberikan informasi atau rekomendasi baik kepada owner. Sistematika Penelitian Penelitian ini disusun dalam lima bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut : Bab I Pendahuluan Pendahuluan memuat tentang latar belakang permasalahan. rumusan masalah. manfaat penelitian. E. Mengetahui nilai suatu proyek sampai tahap pengembangan proyek tersebut dalam sistem periode “Cost of Life Cycle” dengan umur proyek dan bunga bank yang direncanakan. 2. tujuan penelitian.6 3. dan sistematika penelitian. . diantaranya : 1. perencana maupun pelaksana mengenai alternatif-alternatif apa saja yang dapat mengefisienkan biaya untuk pekerjaan plat dan fondasi dari suatu proyek. batasan penelitian. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan memberikan banyak manfaat. F.

7 Bab II Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori Bab ini menjelaskan pokok-pokok kajian tentang definisi value engineering. tempat penelitian. Analisis dilakukan dengan menghitung ulang desain dan rencana anggaran biaya alternatif desain struktur. beton. beton precast/ pracetak. pekerjaan struktur bangunan. Bab III Metodologi Penelitian Bab ini membahas tentang jenis penelitian. kemudian baru diaplikasi value engineering.. Bab V Penutup Pada bab penutup berisi tentang kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan penelitian tentang aplikasi value engineering terhadap elemen struktur bangunan. Bab IV Analisis Penelitian dan Pembahasan Bab ini menguraikan data-data untuk dilakukan analisis dan pembahasan. langkah penelitian. Rencana Anggaran Biaya (RAB). metode pengumpulan data. Pembahasan dilakukan pada tahap rekomendasi yang merupakan fase terakhir dalam tahapan aplikasi value engineering. dan proses penelitian meliputi. SAP2000. fondasi. . ekonomi teknik.

Untuk mengetahui dan memperjelas penggunaan value engineering dalam hubungannya dengan elemen pekerjaan tersebut dapat kita lihat pada gambar 2.8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. 8 . elektrikal. mekanikal. diantaranya arsitektur. Value Engineering (VE) 1. struktur. Sipil dan Struktur Arsitektur Elektrikal Mekanikal Gambar 2.1 Berbagai Elemen Yang Mempengaruhi Perencanaan Biaya Suatu Bangunan Gedung ( Dell’Isola. Pengertian Value Engineering Dalam perencanaan anggaran biaya suatu proyek bangunan dipengaruhi oleh beberapa elemen pekerjaan dalam ilmu keteknik sipilan.1. 1974 ).

kadang-kadang dapat membuat anggaran biayanya menjadi besar dan mempengaruhi biaya total proyek. Oleh karena itu diperlukan suatu usaha pendekatan VE untuk merencanakan penghematan biaya yang masih berpedoman pada desain utama. sipil. mekanikal. dalam elemen arsitek perencanaan desain dan bahan yang dipakai untuk membuat suatu bangunan tampak indah dan menarik. Keputusan yang diambil dalam masing-masing elemen pekerjaan tersebut akan mempengaruhi biaya baik didalam elemen tersebut maupun secara keseluruhan. seperti arsitektur. Metode tersebut dalam manajemen konstruksi disebut Value Engineering. Dell’Isola (1974) mendefinisikan value engineering adalah suatu pendekatan sistematis untuk memperoleh hasil yang maksimal dari setiap biaya yang dikeluarkan. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu metode yang dapat membuat biaya elemen tersebut menjadi optimal. Miles (1971) dalam Barrie dan Poulson (1984) mengatakan Rekayasa Nilai/ Value Engineering adalah suatu pendekatan yang terorganisasi dan kreatif yang bertujuan untuk mengadakan pengidentifikasian biaya yang tidak perlu. sesuatu yang menghidupkan penampilan yang baik ataupun sifat yang diinginkan oleh konsumen. Dimana diperlukan suatu usaha kreatif untuk . Biaya yang tidak perlu ini adalah biaya yang tidak memberikan kualitas. maka akan mempengaruhi biaya total keseluruhan. misalnya apabila terjadi pembengkakan biaya pada salah satu elemen.1 menjelaskan bahwa biaya total bangunan dipengaruhi oleh berbagai elemen pekerjaan. kegunaan. Sebagai contoh.9 Gambar 2. elektrikal dan lain-lain.

pemeliharaan. Menurut Donomartono (1999) Value Engineering adalah suatu metode evaluasi yang menganalisa teknik dan nilai dari suatu proyek atau produk yang melibatkan pemilik. operasi atau pelaksanaan. . perencana dan para ahli yang berpengalaman dibidangnya masing-masing dengan pendekatan sistematis dan kreatif yang bertujuan untuk menghasilkan mutu dan biaya serendah-rendahnya. Menurut Heller (1971) dalam Hutabarat (1995) Rekayasa Nilai merupakan penerapan sistematis dari sejumlah teknik untuk mengidentifikasikan fungsi-fungsi suatu benda dan jasa dengan memberi nilai terhadap masing-masing fungsi yang ada serta mengembangkan sejumlah alternatif yang memungkinkan tercapainya fungsi tersebut dengan biaya total minim. yaitu dengan batasan fungsional dan tahapan rencana tugas yang dapat mengidentifikasi dan menghilangkan biaya-biaya dan usaha-usaha yang tidak diperlukan atau tidak mendukung. pergantian alat dan lain-lain.10 menganalisa fungsi dengan menghapus atau memodifikasi penambahan harga yang tidak perlu dalam proses pembiayaan konstruksi.

Bagaimana proses perencanaan biaya dari komponen-komponen item pekerjaan tersebut. b. Karakteristik Value Engineering Menurut Hutabarat (1995) karakteristik Value Engineering diantaranya adalah : a. c. Berorientasi pada fungsi Perancangan dimulai dengan mengidentifikasi fungsi-fungsi yang dibutuhkan. Dalam penerapan VE harus jeli mencari elemen pekerjaanpekerjaan yang memiliki potensial untuk dilakukan analisis VE.11 2. seperti . melihat keterkaitan antara komponen- komponennya dalam mengidentifikasikan dan menghilangkan biayabiaya yang tak diperlukan. Dalam melakukan analisis VE pada suatu item pekerjaan harus memperhatikan perencanaan anggaran biayanya. Berorientasi pada sistem Perancangan harus dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh dimensi permasalahan. agar nantinya dapat dilakukan pengidentifikasian dan penghilangan biaya-biaya yang tidak diperlukan. Untuk itu diperlukan berbagai ilmu dalam bidang keteknik sipilan. sehingga dapat menghasilkan penghematan biaya total proyek. harus diperhitungkan dulu dari segi perencanaan desain struktur dan anggaran biayanya. Multi disiplin Perancangan melibatkan berbagai disiplin keahlian. Suatu pekerjaan sebelum dilakukan perhitungan analisis VEnya.

Tahap rekomendasi . Banyaknya alternatif yang diusulkan akan membuat banyaknya pilihan untuk dijadikan alternatif pengganti dengan membandigkan alternatif-alternatif tersebut dan memilih salah satu alternatif yang terbaik. Misalnya.12 struktur beton. Berorientasi pada siklus hidup produk Melakukan analisis terhadap biaya total untuk memiliki dan mengoperasikan fasilitas selama siklus hidupnya. Tahap analisis d. Tahap kreatif c. Rencana Anggaran Biaya (RAB). Tahapan-tahapan Dalam Value Engineering Menurut Hutabarat (1995) tahapan-tahapan dalam aplikasi VE dibagi menjadi 5 yaitu : a. teknik fondasi dan lain-lain. Dalam mencari alternatif pengganti dapat diusulkan sebanyak-banyaknya secara kreatif. Pola pikir kreatif Proses perancangan harus dapat mengidentifikasikan alternatif-alternatif pemecahan masalah secara kreatif. d. bahan. maka harus diperhitungkan apakah investasi modal yang ditanamkan dalam produk tersebut bisa kembali dalam jangka waktu yang pendek. siklus hidup produk tersebut direncanakan dalam jangka waktu pendek. e. 3. Tahap informasi b. Tahap pengembangan e.

Seberapa sering penggunaan desain ini setiap tahunnya. . Masalah khusus apa yang ada pada sistem atau proyek. Tahap Informasi Dalam Hutabarat (1995) menyebutkan tahap informasi adalah mengumpulkan sebanyak mungkin data mengenai proyek. Menurut Dell’Isola (1974) dalam Barrie dan Poulson (1984) informasi suatu item pekerjaan dapat berupa jawaban dari pertanyaanpertanyaan sebagai berikut : Itemnya apa ? Apa fungsinya ? Berapa nilai fungsi tersebut ? Berapa total biayanya ? Area mana yang mempunyai indikasi biaya tinggi atau nilai yang rendah ? Selain itu informasi penting lainnya dapat berupa : Sudah berapa lama desain itu dibuat atau digunakan.13 Untuk lebih jelasnya. Sistem alternatif material atau metode apa yang digunakan dalam konsep aslinya. tahap-tahap tersebut akan diuraikan sebagai berikut : a.

Bila memiliki bobot pekerjaan . Unsur-unsur desain (komponen konstruksi dan bagian-bagian dari proses). daerah sekitar. Teknik-teknik tersebut akan dijelaskan sebagai berikut : 1) Breakdown Menurut Dell’Isola (1974) breakdown adalah suatu analisis untuk menggambarkan distribusi pemakaian biaya dari item-item pekerjaan suatu elemen bangunan.14 Informasi umum suatu proyek menurut Donomartono (1999) dapat berupa : Kriteria desain teknis. Perhitungan desain. Partisipasi publik. Kebutuhan-kebutuhan regular. Jumlah biaya item pekerjaan tersebut kemudian diperbandingkan dengan total biaya proyek untuk mendapatkan prosentase bobot pekerjaan. kondisi tanah. breakdown. Riwayat proyek. cost model. Teknik-teknik yang dapat dipergunakan pada tahap informasi yaitu. dan analisis fungsi. Kondisi lapangan (topografi. Batasan yang dipakai untuk proyek. gambar sekitar). Utility yang tersedia.

Untuk mengetahui item pekerjaan tersebut potensial untuk dilakukan VE adalah dengan memperbandingkan jumlah item pekerjaan tersebut dengan biaya total proyek. maka potensial dilakukan VE. dalam memilih item pekerjaan dapat ditinjau dari segi bahan dan desain yang nantinya dapat memunculkan berbagai macam alternatif pengganti. Pekerjaan C 4. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. Biaya Rp …………………………… Rp…………………………… Rp…………………………… Rp…………………………… Rp…………………………… Rp…………………………… Rp M Rp N = Rp M / Rp N = …% . Pekerjaan A 2.1. Pekerjaan D 5.15 besar. maka item pekerjaan tersebut potensial untuk dianalisis VE. Pekerjaan E 6. Pekerjaan F Total Biaya total proyek keseluruhan Persentase Sumber : Dell’Isola (1974) Tabel 2. Bila memiliki prosentase besar. nantinya dipilih salah satu item pekerjaan A-F yang memiliki potensial untuk dilakukan analisis VE. Selain memiliki biaya yang besar.1 Breakdown Item Pekerjaan 1. Setelah diidentifikasi. Pekerjaan B 3. Tabel.1 dapat dijelaskan sebagai berikut : Pekerjaan A-F merupakan item-item pekerjaan dari suatu elemen bangunan yang memiliki potensial untuk dilakukan VE. 2. Item pekerjaan tersebut dipilih karena memiliki biaya yang besar dari elemen pekerjaan yang lainnya.

Dengan cost model dapat diketahui biaya total proyek secara keseluruhan dan dapat dilihat perbedaan biaya tiap elemen bangunan. .2. Perbedaan biaya tiap elemen bangunan tersebut dapat dijadikan pedoman dalam menentukan item pekerjaan mana yang akan dianalisis VE. Untuk lebih jelasnya cost model dapat dilihat pada gambar 2. Penggambarannya dapat berupa suatu bagan yang disusun dari atas ke bawah.16 2). Bagian atas adalah jumlah biaya elemen bangunan dan dibawahnya merupakan susunan biaya item pekerjaan dari elemen bangunan tersebut. Cost Model Dell’Isola (1974) mengatakan cost model adalah suatu model yang digunakan untuk mengambarkan distribusi biaya total suatu proyek.

2 Cost Model Untuk Gedung Standar (Dell’Isola 1974) . Spec termasuk kontijensi Finishing Dalam Pemadam Kebakaran Sistem lain = Ideal Cost Vertikal Trans. Vertikal 17 = Aktual Worth Horizontal Gambar 2.17 Gedung Standar Kondisi Lapangan Persyaratan & Spec. umum Sistem Dasar Arsitek Mekanikal Elektrical Pondasi Alat Kondisi umum Normal Konstruksi Internal Dinding luar & Atap Pemipaan Umum Abnormal HC Sistem special Struktur Keterangan : Kond.

dalam hal ini fungsi merupakan karakterisitk produk atau proyek yang membuat produk atau proyek dapat bekerja atau dijual. Analisis Fungsi Menurut Hutabarat (1995) fungsi adalah kegunaan atau manfaat yang diberikan produk kepada pemakai untuk memenuhi suatu atau sekumpulan kebutuhan tertentu. pemadam kebakaran. seperti pada elemen mekanikal terdapat item pekerjaan pemipaan.18 Gambar 2. mekanikal. Fungsi primer adalah fungsi. Secara umum fungsi dibedakan menjadi fungsi primer dan fungsi sekunder.2 menjelaskan suatu bagan cost model yang menggambarkan distribusi perencanaan biaya suatu proyek gedung standar. Biaya total proyek diperoleh dari penjumlahan elemen bangunan. Nantinya dapat dilihat perbedaan antara biaya perencanaan awal proyek dengan biaya proyek yang sudah dilakukan analisis VE. Biaya elemen bangunan merupakan penjumlahan dari item-item pekerjaan yang terdapat dalam elemen tersebut. elektrikal dan lain-lain seperti pada gambar. 3). sedangkan pada bagan dengan garis putus-putus/ aktual worth merupakan rencana anggaran biaya setelah dilakukan analisis VE. HC. Analisis fungsi merupakan suatu pendekatan untuk mendapatkan suatu nilai tertentu. Untuk bagan dengan garis utuh/ ideal cost adalah biaya perencanaan awal dan merupakan rencana anggaran biaya proyek. tujuan atau prosedur yang . seperti arsitek.

2 dapat dijelaskan sebagai berikut : - Analisis fungsi hanya menerangkan item pekerjaan yang akan dianalisis VE dan definisi fungsi dari kata kerja dan kata benda. B merupakan komponen-komponen dari item pekerjaan yang akan dianalisis fungsinya... Analisis fungsi dapat dilihat pada tabel 2... Fungsi sekunder adalah fungsi pendukung yang mungkin dibutuhkan untuk melengkapi fungsi dasar agar mempunyai nilai yang baik.. ΣRp C Jumlah Sumber : Donomartono (1999) Nilai cost / worth = ΣRp C / ΣRp W Dari tabel 2.. ΣRp W Rp...2 Tabel Analisis Fungsi NO KOMPONEN FUNGSI VERB NOUN KIND WORTH ( Rp ) COST ( Rp ) 1 2 A B menahan meneruskan beban beban P S Rp.2. Rp. .. - A.19 merupakan tujuan utama dan harus dipenuhi serta suatu identitas dari suatu produk tersebut dan tanpa fungsi tersebut produk tidak mempunyai kegunaan sama sekali.... Analisis fungsi selain digunakan pada tahap informasi nantinya juga dimunculkan pada tahap analisis... Rp..... 2..... Agar perancang dapat mengidentifikasikan komponen-komponen dan menghasilkan komponen-komponen yang diperlukan. Analisis fungsi bertujuan untuk : Mengidentifikasikan fungsi-fungsi utama ( sesuai dengan kebutuhan ) dan menghilangkan fungsi-fungsi yang tidak diperlukan.. Tabel..

noun dan kind merupakan identifikasi fungsi daripada komponen. Bila nilai cost/worth kurang dari 1. - Nilai cost/worth hanya menunjukkan besarnya efesiensi penghematan item pekerjaan tersebut. Untuk itu diperlukan adanya pemunculan ide-ide guna memperbanyak alternatif-alternatif yang akan dipilih. Untuk kind merupakan identifikasi fungsi jenis daripada komponen. sedangkan lebih dari 1 terjadi penghematan. bahan. Pada worth diisi biaya untuk komponen pekerjaan alternatif setelah dilakukan perhitungan anggaran biayanya. maka tidak ada penghematan. - Pada kolom cost diisi biaya dari komponen pekerjaan existing. b. P merupakan fungsi primer/ pokok.20 - Pada kolom fungsi yang terdapat kolom verb. Sebagai bahan . Untuk verb merupakan identifikasi fungsi kata kerja pada komponen. waktu pelaksanaan. Tahap Kreatif Menurut Hutabarat (1995) Tahap kreatif adalah mengembangkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa memenuhi fungsi primer atau pokoknya. sedangkan S merupakan fungsi sekunder. maka semakin besar pula penghematan yang terjadi. Untuk noun merupakan identifikasi fungsi kata benda daripada komponen. Apabila semakin besar nilainya lebih dari 1. Alternatif tersebut dapat dikaji dari segi desain. metode pelaksanaan dan lain-lain.

Metode Zero-One Menurut Hutabrat (1995) metode zero-one adalah salah satu cara pengambilan keputusan yang bertujuan untuk menentukan urutan prioritas fungsi-fungsi. Dalam mengevaluasi dapat menggunakan teknik diantaranya. Keuntungan metode ini adalah mudah dimengerti dan pelaksanaannya cepat dan mudah. Fungsi yang “lebih penting” diberi nilai satu (one). Prinsip metode ini adalah menentukan relativitas suatu fungsi “lebih penting” atau “kurang penting” terhadap fungsi lainnya. Tahap Analisis Dalam tahap ini diadakan analisa terhadap masukan-masukan ide atau alternatif.3.21 pertimbangan dalam mengusulkan alternatif dapat disebutkan keuntungan dan kerugiannya. Metode zero-one dapat dilihat pada tabel 2. . Alternatif atau ide yang timbul diformulasikan dan dipertimbangkan keuntungan dan kerugiannya yang dipandang dari berbagai sudut. c. Untuk lebih jelasnya teknik-teknik tersebut akan diuraikan sebagai berikut : 1). Ide yang kurang baik dihilangkan. Sebagai dasar penilaian/ pertimbangan untuk dilakukan analisis VE dapat dipilih kriteria-kriteria dari item pekerjaan. Kriteriakriteria tersebut nantinya sebagai bahan evaluasi untuk memilih alternatif yang dipilih. metode zero-one dan matrik evaluasi. sedangkan nilai yang “kurang penting” diberi nilai nol (zero). kemudian dibuatkan suatu ranking hasil penilaian.

. sehingga ada matriks akan terisi X. D (berdasarkan jumlah nilai). kemudian disusun dalam suatu matriks zero-one yang berbentuk bujursangkar. Sebaiknya baris 2 kolom 1 bernilai 0. Pada tahap analisis menggunakan dua bentuk tabel metode zero-one yang berbeda. Nilai-nilai pada matriks ini kemudian dijumlah menurut baris dan dikumpulkan pada kolom jumlah.3 Metode Zero-One Fungsi A B C D E Jumlah 4 1 1 1 1 X A 2 1 1 0 X 0 B 3 1 1 X 1 0 C 0 0 X 0 0 0 D 1 X 1 0 0 0 E Sumber : Hutabarat (1995) dengan : 1 = Lebih penting 0 = Kurang penting X = Fungsi yang sama Cara pelaksanaan metode zero-one ini adalah dengan mengumpulkan fungsi-fungsi yang tingkatannya sama. artinya fungsi A lebih penting dari fungsi B. B. Dari matriks diatas diperoleh urutan prioritas adalah A.5). Setelah itu dilakukan penilaian fungsi-fungsi secara berpasangan. Sebagai contoh pada tabel 2.22 Tabel 2. Bobot dan indeks tersebut nantinya digunakan dalam menghitung matrik evaluasi (tabel 2. yaitu metode zero-one mencari bobot untuk kriteria yang diusulkan (tabel 2. C.4) dan metode zero-one untuk mencari indeks (tabel 2.6). E.3 diatas pada baris 1 kolom 2 bernilai 1.

Kriteria-kriteria yang dipakai harus sama dengan kriteria yang dimunculkan pada tahap kreatif. Pemberian nilai X adalah fungsi A-E pada kolom dan baris mempunyai fungsi sama penting.4 Metode Zero-One untuk Mencari Bobot Kriteria A B C D E Nomor Kriteria 1 2 3 4 5 Nomor Kriteria 1 X 1 0 0 0 2 0 X 0 0 0 3 1 1 X 0 0 4 1 1 1 X 0 5 1 1 1 1 X Total 3 4 2 1 0 Ranking 2 1 3 4 5 Bobot Sumber : Isworo.23 Tabel 2.4 dapat dijelaskan sebagai berikut : Pada kolom fungsi A-E merupakan kriteria komponen dari item pekerjaan yang di VE. Suryanto (1999) Tabel 2. misalnya dalam melaksanakan suatu pekerjaan harus direncanakan dari segi biaya. Pemberian nilai 1 adalah fungsi A-E pada kolom lebih penting dari baris A-E. waktu. asal masih berhubungan dengan pekerjaan tersebut. Nomor kriteria baik kolom maupun baris merupakan pemberian angka sesuai urutan kriteria. tenaga kerja dan sebagainya. Kolom total merupakan penjumlahan pada baris penilaian . Dalam menentukan kriteria harus berhubungan dengan pekerjaan tersebut. Pemberian nilai 0 adalah fungsi A-E pada kolom kurang penting dari baris A-E. Tugino. Sutikno.

kondisi lapangan. misalnya pembiayaan. selanjutnya terus turun sampai yang total terendah mendapat angka ranking 1. misal pada tabel terdapat 5 kriteria (A-E).24 - Pemberian angka pada ranking sesuai jumlah kriteria yang ada. Matrik Evaluasi Menurut Hutabarat (1995) matrik evaluasi adalah salah satu alat pengambilan keputusan yang dapat menggabungkan kriteria kualitatif (tak dapat diukur) dan kriteria kuantitatif (dapat diukur). jumlah tenaga. - Menurut Hutabarat (1995) menentukan bobot dengan mengambil skala bobot total 100 dan bobot dihitung dengan rumus : = {angka ranking yang dimiliki / jumlah angka ranking}x 100. Kriteria-kriteria pada metode ini dapat ditinjau dari aspek item pekerjaan yang dipilih. waktu pelaksanaan. 2). - Pemberian ranking dilakukan secara terbalik. yaitu yang mendapat total tertinggi angka ranking 5. maka terdapat ranking 1-5. Cara . berat struktur pelaksanaan metode ini adalah : Menetapkan alternatif-alternatif solusi yang mungkin Menetapkan kriteria-kriteria yang berpengaruh Memberikan penilaian untuk setiap alternatif terhadap masing-masing kriteria Menghitung nilai total untuk masing-masing alternatif Memilih alternatif dengan nilai total terbesar dan sebagainya.

B.5 Metode Zero-One Mencari Indeks Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 0 C 0 1 X Jumlah 0 2 1 Indeks 0 2/3 1/3 Sumber : Hutabarat (1995) Tabel 2. Pemberian nilai X adalah fungsi A.6.C. Indeks merupakan perbandingan jumlah dengan total jumlah pada fungsi. Pemberian nilai 0 adalah fungsi A.C pada kolom lebih penting dari baris A.B.B.B.25 Dalam menghitung matrik evaluasi menggunakan dua tabel.C pada kolom kurang penting dari baris A. yaitu metode zero-one untuk mencari indeks dan matrik evaluasi.B.5 dan tabel 2. Tabel 2. .C pada kolom dan baris mempunyai fungsi sama penting.B. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.C.C adalah item pekerjaan yang dianalisis VE Pemberian nilai 1 adalah fungsi A. Kolom jumlah merupakan penjumlahan pada baris.5 dijelaskan sebagai berikut : A.

26 Tabel 2.6 Matrik Evaluasi No Fungsi Bobot 1 2 3 A B C Kriteria 1 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 2 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 3 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 4 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 5 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 6 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 7 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 8 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 9 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y ΣY ΣY ΣY Total Sumber : Hutabarat (1995) dengan : Y = Bobot x Indeks ΣY = jumlah total pada baris Y 26 .

4.C adalah item pekerjaan yang dianalisis VE Untuk baris kriteria 1 sampai dengan 9 merupakan asumsi kriteria dari item pekerjaan yang dianalisis VE. diestimasikan dalam life cycle cost dari desain asal dan dengan desain yang baru diusulkan.5.B.27 Tabel 2. Untuk baris bobot diambil dari metode zero-one tabel 2. Untuk mencapai total biaya yang optimal diperlukan studi . Nilai indeks diambil dari metode zero-one tabel 2. dibuatkan gambaran solusi. Life Cycle Cost Menurut Donomartono (1999) dalam perencanaan biaya total suatu proyek harus memperhatikan sistem yang disebut life cycle cost atau cost of life cycle agar total biaya ultimate dari pekerjaan konstruksi. pemeliharaan dan pergantian alat dapat diperhitungkan dengan baik. Untuk lebih jelasnya life cycle cost diuraikan sebagai berikut : 1). operasional. d.6 dijelaskan sebagai berikut : A. Tahap Pengembangan Menurut Donomartono (1999) pada tahapan pengembangan ini menyiapkan semua ide atau pendapat secara keseluruhan untuk diteliti ke dalam desain preliminari. Untuk pekerjaan alternatif yang dipilih dilihat dari yang memiliki total indeks dikali bobot (ΣY) terbesar. kemudian dipresent value (PV).

Life Cycle Cost Inisial Operasi Pemeliharaan Pergantian Gambar 2. biaya konstruksi/ pelaksanaan.3 menjelaskan total biaya keseluruhan yang dikeluarkan untuk sebuah proyek. Perencanaan pembiayaannya berdasarkan umur rencana proyek yang ditentukan. pemeliharaan dan pergantian merupakan pembiayaan yang dikeluarkan setelah proyek tersebut selesai dan bangunannya sudah digunakan/ dipakai. .3 Distribusi Biaya Total (Dell’Isola. Life cycle cost biasa dipakai sebagai alat bantu dalam analisa ekonomi untuk mencari alternatif-alternatif berbagai kemungkinan dalam pengambilan keputusan dan menggambarkan nilai sekarang dan nilai akan datang dari suatu proyek selama umur manfaat proyek itu sendiri dengan memperhatikan faktor ekonomi dan moneter yang saling dependen satu sama lainnya. 1974) Gambar 2. seperti biaya perencanaan. Untuk biaya inisial adalah pembiayaan untuk pembangunan proyek tersebut. biaya supplier (material).28 VE dan untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai biaya yang dikeluarkan oleh proyek dapat dilihat pada gambar 2.3. Untuk biaya operasi.

jelas. Dalam menyusun anggaran biaya dapat dilakukan dengan dua cara. Anggaran Biaya Teliti Anggaran biaya teliti adalah anggaran biaya bangunan atau proyek yang dihitung dengan teliti dan cermat sesuai dengan ketentuan dan syarat- . 2. B. Rekomendasi ini nantinya digunakan untuk menyakinkan owner atau pengambil keputusan.29 e. Walaupun namanya anggaran biaya kasar. Rencana Anggaran Biaya (RAB) Menurut Ibrahim (1994) Rencana Anggaran Biaya suatu bangunan atau proyek adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah tenaga kerja serta biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut. Tahap Rekomendasi Tahapan ini bisa berupa suatu presentasi secara tertulis atau lisan yang ditujukan kepada semua pihak yang terlibat dalam memahami alternatif-alternatif yang akan dipilih dalam usulan tim VE yang dapat disampaikan secara singkat. yaitu : 1. cepat dan tanpa memojokkan salah satu pihak. Anggaran Biaya Kasar ( Taksiran ) Dalam menyusun anggaran biaya kasar sebagai pedoman digunakan harga satuan tiap meter persegi (m2) luas lantai. namun harga satuan tiap m2 luas lantai tidak terlalu jauh berbeda dengan harga yang dihitung secara teliti.

... Gambar Bestek...(pers. Secara umum rumus menghitung RAB dapat disimpulkan sebagai berikut : RAB pekerjaan = Σ (volume x harga satuan pekerjaan).. Keunggulan program SAP2000 antara lain ditunjukkan .. Gunanya untuk menentukan/ menghitung besarnya masing-masing volume pekerjaan..... Inc) untuk analisis dan desain struktur yang berorientasi obyek. c..... b. SNI atau harga satuan dari BPIK.3) C. Rumusnya sebagai berikut : Bobot = {(volume x harga satuan) / harga bangunan }x 100%.2... SAP2000 merupakan program versi terakhir yang paling lengkap dari seri-seri program analisis struktur SAP..(pers.2) Persentase bobot pekerjaan adalah besarnya persen pekerjaan siap dibanding dengan pekerjaan siap seluruhnya.. baik SAP80 maupun SAP90....2..... SAP2000 Menurut Wigroho (2001) SAP2000 adalah perangkat lunak yang dikeluarkan oleh CSi (Computer and Struktur.. Penyusunan anggaran biaya yang dihitung dengan teliti didasarkan atau didukung oleh : a.30 syarat penyusunan anggaran biaya. B e s t e k Gunanya untuk menentukan spesifikasi bahan dan syarat-syarat teknis.. Harga Satuan Pekerjaan Didapat dari harga satuan bahan dan harga satuan upah berdasarkan perhitungan analisa BOW......

yang diisyaratkan dengan atau tanpa prategang dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama . D. Disamping itu juga adanya profil. agregat kasar dan air dengan atau tanpa bahan tambahan membentuk masa padat. agregat halus. Kuat tarik leleh fy adalah kuat tarik leleh minimum yang diisyaratkan atau titik leleh dari tulangan dalam mega pascal (MPa). 3. Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang lain. fasilitas sehingga desain pengguna baja tidak dengan perlu mengoptimalkan penampang menentukan profil untuk masing-masing elemen. baik untuk material baja maupun beton.31 dengan adanya fasilitas untuk desain elemen. Beton Istilah-istilah beton menurut SK SNI T-15-1991-03 diantaranya : 1. Kuat tekan yang diisyaratkan f’c adalah kuat tekan beton yang ditetapkan oleh perencanaan struktur (benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm). dinyatakan dalam mega pascal (MPa). dipakai dalam perencanaan struktur beton. tetapi cukup memberikan data profil secukupnya dan program akan memilih sendiri profil yang paling optimal atau ekonomis. . 2.sama dalam menahan gaya yang bekerja. Beton bertulang adalah beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum. 4.

kolom. Beton Precast/ Pracetak Beton pracetak menurut SK SNI T-15-1991-03 adalah elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi bangunan. plat dan pondasi.Bubble floors .Planks floors . E. Terdapat 4 jenis plat pracetak yang ada dipasaran.Double-tee floor slab . diangkut dan dipasang pada posisi akhir untuk disatukan dengan komponen lain membentuk suatu bangunan utuh.32 5.Hollow core floor units . Komponen-komponen ini dipersiapkan di tempat lain untuk kemudian diangkat. yaitu : . Jenis beton pracetak diantaranya balok. Menurut Triwiyono (2005) beton pracetak biasanya tersusun dari komponen-komponen yang dibuat atau dicetak tidak pada posisi akhir. Beton normal adalah beton yang mempunyai berat isi 2200-2500kg/m3 menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah yang tidak menggunakan bahan tambahan.

4. .33 Agar plat pracetak menjadi satu kesatuan. termal Membuat lantai berperilaku sebagai diafragma Membuat finishing lantai lebih baik dan menerus Menaikkan stabilitas horizontal Persyaratan topping antara lain : Tebal minimum 40 mm Kuat tekan beton fc = 22. akustik. biasanya diatasnya dicor beton bertulang yang disebut dengan topping.5 MPa atau lebih Rasio tulangan minimal ρ = 0.0013 Gambar plat precast dapat dilihat pada gambar 2. Alasan pemakaian topping antara lain : Kekakuan lentur lebih besar Meningkatkan ketahanan terhadap getaran.

4 Plat Precast/ Pracetak (Triwiyono. 2005) 34 .34 Gambar 2.

Plat Dua Arah Menurut Vis dan Kusuma (1993) plat dua arah adalah struktur statis tak tentu yang keempat tepinya ditumpu. Plat dapat ditumpu oleh balok. plat. kolom. dan kayu. Struktur bawah khususnya fondasi direncanakan sesuai dengan kondisi tanah tempat proyek itu berada. suatu balok mencakup bagian dari plat pada tiap sisi balok sebesar proyeksi balok yang berada di atas atau di bawah plat. . Pada konstruksi monolit atau komposit penuh. kalau bangunan struktur bawah terdiri dari sloof sampai ke bagian fondasi. tetapi tidak boleh lebih besar dari empat kali tebal plat (SK SNI T – 15 – 1991 – 03). baja. sehingga tidak bisa dipisahkan dalam perhitungan perencanaannya Desain struktur atas khususnya plat biasanya terbuat dari bahan beton. diambil yang terbesar. Dimana kedua bagian bangunan itu mempunyai hubungan saling keterkaitan satu sama yang lain. Bangunan struktur atas terdiri dari kontruksi balok. rangka atap dan banyak lagi. kolom. Pekerjaan Struktur Bangunan Menurut RKS (Rencana Kerja dan Syarat) proyek pembangunan Gedung Rektorat Unimus (2005) sebuah bangunan bertingkat dibagi dalam dua bagian struktur bangunan yaitu bangunan struktur atas dan bangunan struktur bawah. Pekerjaan plat dan fondasi akan diuraikan sebagai berikut : 1. Untuk beton sendiri ada yang menggunakan beton konvensional maupun beton precast/ pracetak.35 F.

5 Plat Dua Arah b hs hb α3 lx ln.4.4) dengan : α1 = kekakuan balok tepi dan plat pada arah sisi pendek (tepi-1) α1 = kekakuan balok tepi dan plat pada arah sisi panjang (tepi-2) Ib1 = momen inersia balok tepi -1 = 1/12 .2. b1 . 2.………………………………(pers.y Gambar 2.4. lnx ..a) Is1 = momen inersia pelat tepi-1 = 1/12 . Perhitungan Pekerjaan Plat Dua Arah Menurut Apriyatno (2004) α4 α1 α2 ly hb ln.2..b) .x 1).………………………………(pers. Menghitung Tebal Plat α1 = Ib1 / Is1 α1 = Ib2 / Is2 α3 = Ib3 / Is3 α4 = Ib4 / Is3……………………………. hs3……………………………………………. hb13…………….(pers.36 a..

..2.0 → hmin = 90 mm hmin = {(0.8 + fy/1500)ln}/ 36…………...……. hs3 αm = (α1 + α2 + α3 + α4) / 4………………. Menghitung Beban Kerja Beban hidup (LL) KN/m2 (tergantung fungsi) Beban mati (DL) KN/m2 (beban luar + berat sendiri plat) Beban berfaktor = Wu = 1...2 DL + 1.. lny .37 Ib2 = 1/12 ..………………….…….. ly > lx………………………………………….0 → hmin = 120 mm αm ≥ 2..5) dengan : α m = nilai rerata kekakuan balok tepi dan plat Dalam segala hal untuk : αm < 2. b2 .8 + fy/1500)ln}/ 36 + 5β { αm – 0.6) hmin = {(0. hb23 Is2 = 1/12 .2.2..…..(pers...2.8 + fy/1500)ln}/ 36 + 9β………………………..…….a) αm = nilai rerata kekakuan balok tepi dan plat hmin = tinggi minimum plat 2)..6..7) hmaks = {(0.……………………………(pers.2.6 LL .…..(pers.(pers..8) dengan : ln = bentang bersih plat yang menentukan (sisi panjang) β = nilai banding sisi panjang dan sisi pendek = ly / lx .(pers.12 (1 + 1/β)}….

8 3). Wu . Wu .001 . . lx2 Mly = Cty . lx2 Mlx = Clx .(pers. untuk beban mati dapat dilihat pada tabel 2.6 Diagram Momen Rancang Mtx = Ctx .7 LL = beban hidup.001 . Wu . 0.001 .9) Untuk nilai C dapat dicari pada tabel 2.………………. 0. lx2 Mty = Cty .001 ..38 dengan : Wu = beban berfaktor per satuan luas DL = beban mati.2.. untuk beban hidup dapat dilihat pada tabel 2. Wu . 0.9. Momen Rancang Gambar 2. 0. lx2…………………………….

s minimum 0. dan beton.dari kapur. dengan bentang 7 maksimum 5 m dan jarak s. dengan tebal 1 – 4mm Penggantung langit-langit (dari kayu). per cm tebal : 21 .satu batu 250 .2. per cm tebal Sumber : Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983 (Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan.lempung dan lanau 1000 Air Adukan.80 m 24 Penutup lantai dari ubin semen portland.kaca. tanpa penggantung langit-langit atau pengaku). semen merah atau tras Dinding pasangan bata merah 450 .dari semen 17 . teraso.semen asbes (eternit dan bahan lain sejenis).7 Beban Mati/ Sendiri Bahan Bangunan dan Komponen Gedung Bahan Bangunan dan Komponen Bangunan Nilai Beban (kg/m2) 2400 Beton bertulang 2000 Tanah.k. dengan tebal 11 maksimum 4mm 10 . Bandung) .39 Tabel.terdiri dari : . tanpa adukan .setengah batu Langit-langit dan dinding (termasuk rusuk-rusuknya.

c. dan rumah sakit Lantai ruang olah raga Lantai ruang dansa Lantai dan balkon dalam dari ruang-ruang untuk pertemuan yang lain dari pada yang disebut dalam a s/d e.untuk lantai bawah . bordes tangga. asrama. dengan minimum Lantai gedung parker bertingkat : . bioskop. toko buku. ruang pergelaran. 400 800 300 l. f. toserba. toko besi. ruang rapat. ruang arsip.untuk lantai tingkat lainnya Balkon-balkon yang menjorok bebas keluar harus direncanakan terhadap beban hidup dari lantai ruang yang berbatasan. dan gang dari yang disebut dalam c Tangga. j. bengkel Lantai sekolah. bordes tangga. b. d.f dan g Lantai untuk: pabrik. bengkel. Sumber : Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983 (Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. gudang. h. restoran. m. Bandung) . dan ruang mesin harus direncanakan terhadap beban hidup yang ditentukan tersendiri. toko.f dan g Lantai ruang pelengkap dari yang disebut dalam c. 2.40 Tabel. seperti masjid. kecuali yang disebut dalam b Lantai dan tangga rumah tinggal sederhana dan gudang tidak penting yang bukan untuk toko. dan gang dari yang disebut dalam d.8 Beban Hidup pada Lantai Gedung No Uraian a. ruang kuliah. dengan minimum Nilai Beban (kg/m2) 200 125 250 400 500 600 500 300 500 250 g. ruang alat-alat. pabrik. e. gereja. kantor.e.e. hotel. Lantai dan tangga rumah tinggal. perpustakaan.d. dan panggung penonton dengan tempat duduk tetap Panggung penonton dengan tempat duduk tidak tetap atau untuk penonton berdiri Tangga. i. k.

0 1.X Mty= -0.Wu.001.Wu.X Mtx= -0.6 1.41 Tabel 2.0 2.001.4 1.ln .0 1 2 3 4 Mlx= 0.X 2 2 2 25 25 51 51 34 22 63 54 42 18 72 55 49 15 78 54 53 15 81 54 58 15 82 53 62 14 83 51 65 14 83 49 Sumber : Vis dan Kusuma (1993) 41 .8 2.Wu.9 Momen Yang Menentukan per Meter Lebar Dalam Jalur Tengah Pada Plat Dua Arah Akibat Beban Terbagi Rata No Momen per meter lebar ly/lx =1.2 1.001.Wu.5 3.ln2.ln .ln .X Mly= 0.001.

.2.10) Arah y → dy = h-p-Dx. Menghitung Tinggi Efektif Plat Dy Dx dx dy h p b = 1000 mm Gambar 2.(pers.(pers.……………………………….11) dengan : dx = tinggi efektif d dalam arah-x dy = tinggi efektif d dalam arah y h = tebal plat p = selimut beton Dx = diameter tulangan arah-x Dy = diameter tulangan arah-y .7 Penulangan Plat Tinggi efektif : Arah x → dx = h-p-Dx / 2………….2.dy/2…………………….42 4).………………….

.2. dy Astx = ρ . β 1 / fy) x (600 / 600 + fy)}.(pers.………………………………………….b.16) ρ min = 1.….17) ρ aktual = Aslx / b ...2...13) Aslx = ρ .b... b.85 . d ………………………………………….(pers.2.19) ρ min < ρ aktual < ρ maks → ok .. b.dx2 k = Mty / Ф...(pers.. dx Asly = ρ .2. d ρ aktual = Asly / b . Menghitung Jumlah Tulangan k = Mlx / Ф..dx2 k = Mly / Ф.(pers. dy……………………………………………………... dx Asty = ρ .2.10 Tabel Rasio Penulangan (kmin)………. b.15) s = 1000 / n……………………………………………... d ρ aktual = Asty / b .14) n = Aslx / Atul n = Asly / Atul n = Astx / Atul n = Asty / Atul………………………………………………………(pers..dy2 k = Mtx / Ф.12) ρ min = → tabel 2...2. d ρ aktual = Astx / b ...(pers.4 / fy…………………………………………………….2.75 {(0.(pers.…………….2.b. b.b.dy2 ……….(pers.43 5)... f’c .18) ρ maks = 0......

44 dengan: Mlx = momen lapangan maksimum per meter lebar di arah-x Mly = momen lapangan maksimum per meter lebar di arah-y Mtx = momen tumpuan maksimum per meter lebar di arah-x Mty = momen tumpuan maksimum per meter lebar di arah-y Ф = faktor reduksi kekuatan = 0.11) n = jumlah tulangan s = jarak spasi antar tulangan ρ = rasio penulangan plat ρ min = rasio tulangan minimum ρ aktual = rasio tulangan yang diperlukan ρ maks = rasio tulangan maksimum .8 b = lebar plat per 1m dx = tinggi efektif dalam arah-x dy = tinggi efektif dalam arah-y k = koefisien tahanan Aslx = luas tulangan lapangan per meter lebar arah-x Asly = luas tulangan lapangan per meter lebar arah-y Astx = luas tulangan tumpuan per meter lebar arah-x Asty = luas tulangan tumpuan per meter lebar arah-y Atul = luas tulangan per diameter (lihat tabel 2.

System Pada Proyek Pembangunan Apartemen Perwira Tinggi PTIK Kebayoran Jakarta Selatan (September 2006) a. Beban berfaktor Beban hidup (LL) KN/m2 (tergantung fungsi) Beban mati (DL) KN/m2 (beban luar + berat sendiri plat) Beban berfaktor = Wu = 1.85 – 0. untuk beban hidup dapat dilihat pada tabel 2.8 . MPa fy = tegangan leleh yang diisyaratkan dari tulangan baja 2. Plat Precast Perhitungan Plat Satu Arah Beton Precast Menurut PT JHS.2 WD + 1.7 LL = beban hidup.008(f’c – 30) untuk f’c = 30 – 55 MPa 0.85 untuk f’c ≤ 30 MPa 0.45 β 1 = 0. untuk beban mati dapat dilihat pada tabel 2.6 WL dengan : Wu = beban berfaktor per satuan luas DL = beban mati.65 untuk f’c ≥ 55 MPa f’c = kuat tekan beton yang ditentukan.

0123 0.0059 0.0176 k 3.5459 2.0162 0.46 Tabel 2.6516 3.0063 0.0140 0.5029 2.0147 0.6316 2.1588 3.3992 1.0902 2.2211 3.1380 3.2418 3.10 Tabel Rasio Penulangan ( ρ ) vs Koefisien Tahanan ( k).0114 0.0058 0.0120 0.1171 3.1996 2.0119 0.0139 0.2214 2.8731 Sumber: Apendiks (Dipohusodo.0117 0.1559 2.7526 3.0144 0.0092 0.0098 k 1.0071 0.7929 3.2625 3.0113 0.0463 2.0121 0. fy = 240 MPa ρ 0.7169 2.0682 2.5907 3.0149 0.7381 2.0166 0.0170 0.0142 0.2432 ρ 0.5244 2.0091 0.1999) 46 .7806 2.5674 2.6529 2.1778 2.6921 3.7123 3.0115 0.0023 2.0143 0.0065 0.0136 0.0124 k 2.0068 0.0116 0.0173 0.0088 0.0545 3.1340 2.6469 1.0963 3.6110 3.0094 0.9582 1.6743 2.0145 0.4670 1.0172 0.4896 1.0171 0.4445 1.0754 3.0169 0.5888 2.0061 0.0070 0.0085 0.6956 2.6102 2.3039 3.3766 1.6718 3.0090 0.3245 3.0066 0.6021 1.1796 3.0138 0.0087 0.8018 ρ 0.0110 0.0167 0.0146 0.0064 0.0096 0.7325 3.0148 0. fc = 30 MPa.0118 0.0243 2.6313 3.9902 2.2832 3.7728 3.3539 1.0137 0.0141 0.0122 0.0112 0.5121 1.0089 0.0175 0.0084 0.7594 2.0174 0.5347 1.0086 0.0163 0.0060 0.5571 1.0062 0.0168 0.8130 3.8330 3.6693 ρ 0.0093 0.6245 1.8631 3.0165 0.9361 1.0150 K 3.4218 1.0072 k 1.0164 0.5796 1.0067 0.0069 0.2004 3.3451 ρ 0.1121 2.0095 0.0097 0.0111 0.

16 6.80 4.18 Berat Tulangan (kg/m) 2.00 2.89 1.91 5.08 9.31 5.55 3. Berat Tulangan per Diameter Diameter Tulangan d (mm) 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Luas Tulangan A (cm2) 0.99 Sumber : Ibrahim (1994) 47 .01 2.33 1.48 4.83 5.85 4.13 1.75 0.30 0.15 0.71 7.13 7.61 7.55 7.55 5.55 8.50 0.64 0.23 2.39 1.72 2.93 6.62 10.62 0.73 6.46 3.21 1.55 9.07 7.17 4.11 Luas.27 2.38 0.50 0.58 1.77 2.26 3.39 0.54 1.18 5.47 Tabel 2.14 Berat Tulangan (kg/m) 0.20 0.28 0.04 1.98 3.04 8.95 1.22 0.15 4.52 4.46 Diameter Tulangan d (mm) 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Luas Tulangan A (cm2) 3.78 2.79 0.83 3.54 2.31 6.

8 Penulangan Topping a)..…………………….20) dengan : Mu = momen perlu ultimate Wu = beban berfaktor per satuan luas L = panjang precast Tul.4/ fy As = ρ. precast Plat Precast b Gambar 2. b.4 / fy . Wu. melitang Topping p d h Tul. memanjang Tul. L2………………………….48 b. d n = As / Atul s = 1000 / n ρ min = 1. 2. Perhitungan Penulangan Plat Topping 1).(pers. Penulangan arah memanjang (tulangan utama) Mu = 1/8. Kapasitas Momen/m’ d = h – d – 1/2D ρ = 1.

49

ρ aktual = As / b . d ρ maks = 0,75 {(0,85 . f’c . β 1 / fy) x (600 / 600 + fy)}
ρ min < ρ aktual < ρ maks
a = (As. fy) / (0,85. f’c. b)…………………………….……………..(pers.2.21) Mn = As. fy (d – a/2)………………………………………………..(pers.2.22) Mr = Ф Mn > Mu …………………………………………………..(pers.2.23) dengan : h = tebal plat D = diameter tulangan p = selimut beton d = tinggi efektif b = lebar plat per 1m As = luas tulangan lapangan per meter lebar Atul = luas tulangan per diameter n = jumlah tulangan s = jarak spasi antar tulangan

ρ = rasio penulangan
ρ min = rasio tulangan minimum

ρ actual = rasio tulangan yang diperlukan ρ maks = rasio tulangan maksimum
β 1 = 0,85 untuk f’c ≤ 30 MPa
0,85 – 0,008(f’c – 30) untuk f’c = 30 – 55 MPa 0,65 untuk f’c ≥ 55 MPa

50

f’c = kuat tekan beton yang ditentukan, MPa fy = tegangan leleh yang diisyaratkan dari tulangan baja a = tinggi distribusi tegangan persegi dari muka balok tekan Ф = faktor reduksi kekuatan = 0,8 Mn = momen nominal penampang Mr = momen rencana

2). Penulangan arah melintang (tulangan bagi) As = 0,002 . b . h…………………………………………………….(pers.2.24) n = As / Atul s = 1000 / n

3). Cek Stage Erection (saat konstruksi) a). Perhitungan Momen/m’ Mu = 1/8. Wu. L2 = Mu < Mr half slab

51

3. Fondasi Menurut Hardiyatmo (1996) fondasi adalah bagian terendah bangunan yang meneruskan beban bangunan ke tanah atau batuan yang berada di bawahnya. Terdapat dua klasifikasi fondasi, yaitu fondasi dangkal dan fondasi dalam. Fondasi dangkal didefinisikan sebagai fondasi yang mendukung beban secara langsung, seperti : fondasi telapak, fondasi memanjang dan fondasi rakit. Fondasi dalam didefinisikan sebagai fondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah keras atau batu yang terletak relatif jauh dari permukaan, contohnya fondasi sumuran dan fondasi tiang.

a. Fondasi Tiang Pancang Menurut Hardiyatmo (2001) fondasi tiang digunakan untuk mendukung bangunan bila lapisan tanah kuat terletak sangat dalam. Fondasi tiang digunakan untuk beberapa maksud, antara lain: - Untuk meneruskan beban bangunan yang terletak di atas air atau tanah lunak, ke tanah pendukung yang kuat. - Untuk meneruskan beban ke tanah yang relatif lunak sampai kedalaman tertentu, sehingga pondasi bangunan mampu memberikan dukungan yang cukup untuk mendukung beban tersebut oleh gesekan dinding tiang dengan tanah di sekitarnya. - Untuk mengangker bangunan yang dipengaruhi oleh gaya angkat ke atas akibat tekanan hidrostatis atau momen penggulingan.

.Untuk menahan gaya-gaya hotisontal dan gaya yang arahnya miring. sehingga kapasitas dukung tanah tersebut bertambah.Untuk memadatkan tanah pasir.5d atau 75 cm 2d atau 60 cm 3 – 5d atau 75 cm .52 .12 Jarak Fondasi Tiang Minimum Fungsi tiang Tiang dukung ujung dalam tanah keras Tiang dukung ujung pada batuan keras Tiang gesek Sumber : Hardiyatmo (2001) Jarak as-as tiang minimum 2 – 2. sehingga pusat berat kelompok tiang dan pusat berat poer terletak pada satu garis vertikal. Dalam masalah kelompok tiang yang terpenting adalah jarak tiang. sehingga tidak mampu bila digunakan satu tiang. Jadi kelompok tiang merupakan kumpulan dari beberapa tiang yang bekerja sebagai satu kesatuan.12 Tabel 2. Kelompok tiang umumnya digunakan bila beban yang diterima oleh fondasi tiang terlalu besar. Penyatuan kelompok tiang dengan pelat beton atau yang biasa dikenal dengan pile cap (poer). Pada umumnya susunan tiang dibuat simetris (jarak tiang sama).Untuk mendukung fondasi bangunan yang permukaan tanahnya mudah tergerus air. Jarak minimum tiang dapat dilihat pada tabel 2. .

. A/ 3) + (Tf .....2.2..2. diasumsikan 1.……(pers...0 ....2.………. Perhitungan Fondasi Tiang Pancang Menurut Muyasaroh dan Joko (Tugas Kuliah Rekayasa Fondasi II......….....28) dengan : n1 = jumlah tiang dalam satu pile cap Pu = beban aksial bangunan = P kolom + berat pile cap.(pers.....…. Menghitung Kapasitas Ijin Pondasi A = 1/4 .a) Eg = end bearing piles..……….. 3..2. Eg)……………………... My Dari data sondir diperolah : qc....... Jumlah tiang pancang n1 = Pu/ (Qijin ..28..25) O = 3. D2………………………………..26) Qijin = (qc .14 ..……(pers.. 2006) Dari perhitungan SAP didapat : Pu..53 1).27) dengan : A = luas dasar tiang pancang (cm2) qc = perlawanan ujung sondir (kg/cm2) O = keliling tiang (cm) Tf = total friksi sondir (kg/cm2) Qijin = kapasitas ijin pondasi b)....(pers.. Tf a)..... D …………………………………………..(pers.. O) / 10………………….…………………...14 ... Mx.

xi) / Σ(x2) + (Mx ..9 Kelompok Fondasi Tiang c)..29) dengan : Q = beban yang didukung oleh tiang My = momen yang terjadi terhadap titik o searah sumbu x Mx = momen yang terjadi terhadap titik o searah sumbu y xi = jarak tiang ke-i terhadap titik o searah sumbu x yi = jarak tiang ke-i terhadap titik o searah sumbu y Σ(x2) = jumlah kuadrat jarak x terhadap titik o Σ(y2) = jumlah kuadrat jarak y terhadap titik o .54 1 o 3 y x 4 2 yi L yi xi B xi Gambar 2. Daya dukung per tiang Q = Pu/n1 + (My .(pers.2. yi) / Σ(y2) ………….……..

……….. MPa fc .. atas Sudut 45° o Tul. Cek Terhadap Geser Pons kolom b1 x b1 Tul.………………(pers.2.. bawah xi xi th d p Tiang pancang Gambar 2.6 fc = kuat tekan beton.31) . bo ..(pers. 1/3 .55 d). dengan : bo = keliling daerah kritis b1 = lebar kolom d = tinggi efektif pile cap ФVc = tegangan geser pons yang diijinkan Vu = kuat geser terfaktor pada penampang Ф = factor reduksi kekuatan = 0. d > Vu pons……………….2.30) ФVc = Ф .10 Penampang Pile Cap Vu pons = Pu bo = 2 ( b1+ d) + 2 (b1 + d)……………………….

85.2... d .……………………..8 …………………………. Menghitung tebal pile cap (th) . fc .2.1 .15% .…………………………. B .35) k = Mn / (0.40) n = As tul atas / A tul dengan : Mu = momen perlu ultimate .2.2.33) . d >Vu geser lentur……….2.56 e).2.………………………(pers.2.39) ρmin = 1.Dengan rumus th = d + p + 1/2 D.………………………(pers.. fc / fy………………. B .38) F < Fmax → tulangan tunggal As = F ..th diambil dengan syarat fondasi masih didalam bidang geser/ didalam garis sudut 45° fc .(pers..…(pers... d………..2k……………………….……………………………. B .………………………..2.4 / fy Asmin= ρmin . Cek Terhadap Geser Lentur Vu geser lentur = total Q tiang ФVc geser lentur = Ф .………………….……………………………..(pers. Perhitungan Tulangan Pile cap : Mu = Q .. d2)………………….85 .(pers. b . 450 / 600+ fy………………….(pers.36) F = 1 .. d n = As / A tul Tulangan atas = 0. 0.(pers.....(pers.32) f). B.34) Mn = Mu / 0..………..xi + Q .. xi …………………………….. 1/6 .37) Fmax = β1 .2.

Fondasi kaison bor dibuat dengan cara mengebor lebih dulu untuk membuat lubang di dalam tanah. Fondasi kaison yang berbentuk silinder atau kotak beton dibuat dengan membenamkan silinder beton ditempatnya.57 Mn = momen nominal penampang k = koefisien tahanan F = rasio penulangan yang diperlukan Fmax = rasio penulangan maksimum B = lebar pile cap Asmin = luas tulangan minimum lapangan per meter lebar ρ min = rasio tulangan minimum b. Fondasi kaison merupakan jenis peralihan antara fondasi dangkal dan dalam. Di Indonesia fondasi kaison sering dibuat berbentuk silinder. Kaison bor dibedakan menurut materialnya. Fondasi ini dimaksudkan untuk mengirimkan beban besar . sehingga umumnya disebut fondasi sumuran karena bentuknya mirip sumur. kaison beton dilengkapi dengan inti baja dalam pipa baja. kaison beton terselubung pipa baja atau pipa beton. Bagian tubuh kaison dapat dilindungi pipa yang merupakan bagian dari fondasi atau pipa pelindung ditarik setelah pengecoran. kemudian lubang diisi beton. yaitu kaison bor dan kaison. bersamaan dengan penggalian tanah. yaitu kaison bor beton. Fondasi Sumuran atau Kaison Menurut Hardiyatmo (2001) fondasi kaison terdiri dari dua tipe.

2.58 yang harus melalui air atau material jelek sebelum mencapai tanah pendukung yang kuat. γ . Menghitung Kapasitas Ijin Fondasi Menurut Suryolelono (1994) Qu = π .2.R.R. 1).………(pers.Nq + 0.42) dengan : Qu = daya dukung ultimate R = jari-jari sumuran c = kohesi tanah Nc.7) Df = kedalaman fondasi f = gaya perlawanan akibat lekatan per satuan luas = β 2 .41a) . f.R2(1.3 cNc + γ .6. Pemakaian fondasi sumuran digunakan karena fondasi tiang pancang tidak diperbolehkan berhubung getaran akibat proses pemancangan tiang mengganggu stabilitas bangunan di sekitarnya. c………………………………………………(pers... Nq.41) Qijin = Qu / SF………………………………………….10 kg/cm2 = 10 KN/m2 ϕ = 20 ° a).(pers.N γ ) + 2 π .13) γ = berat jenis tanah (tabel 2. Df. N γ = faktor daya dukung Terzaghi (tabel 2. Perhitungan Fondasi Sumuran Dari perhitungan SAP didapat : Pu Dari data boring diperoleh : c = 0.2..Df.

3 9.7 35.4 12.5 5.4 100.62 5.0 1.8 95.0 42.8 258.5 1.13 Nilai-nilai Faktor Daya DukungTerzaghi ϕ 0 5 10 15 20 25 30 34 35 40 45 48 50 Keruntuhan Geser Umum Nc 5.9 415.3 173.5 36.97 .9 17.3 287.3 347.1 N 0.01 7.2 2.5 41.4 297.7 19.06 2.70 3.2 52.6 Nq 1.0 9.6 2.7 22.2 Sumber : Hardiyatmo (1996) Tabel 2.14 Hubungan β 2 dan ϕ (Sudut Gesek Dalam Tanah) Sudut gesek dalam tanah ( ϕ ) β2 10 15 20 25 30 35 40 45 Sumber : Suryolelono (1994) 1.27 10.153.4 7.36 17.6 12.1 37.7 4.59 β 2 = angka dari tabel 2.14 SF = faktor keamanan = 2-3 Tabel 2.60 2.4 81.1 1.7 25.7 7.6 57.5 780.7 172.

d n = As / A tul . fc . Perhitungan Tulangan Pile cap : ρ min = kmin → tabel 2. b . (b + d) + 2 (b + d) ФVc = 0. fc . d > Vu e). b. Cek Terhadap Geser Pons Menurut Muyasaroh dan Joko (2006) Kolom = b x b Vu pons = P bo = 2 .15 Asmin = ρmin . 1/6 .6 .6 . 1/3 . Jumlah Fondasi Sumuran n1 = Pu/ (Qijin. d > Vu pons d). bo . Cek Terhadap Geser Lentur Tebal pile cap (th) = d + p + 1/2 D Tebal pile cap (th) = diambil dengan syarat fondasi masih didalam bidang geser/ didalam sudut 45° Vu geser lentur = Total Q tiang ФVc geser lentur = 0.60 b). Eg) c).

14 D1 = diameter sumuran luar D2 = diameter sumuran dalam n = As / A tul Tulangan tegak Beton Siklop Tulangan melingkar D1 D2 Gambar 2. π .. D12 – 1/4 .………. π .43) dengan : π = 3.(pers.2. (1/4 . Perhitungan tulangan sumuran : Tulangan tegak : ρ min = kmin → tabel 2..……. D22)………….15 As = ρ min.61 f).11 Penampang Fondasi Sumuran .

0175 0.0145 0.0171 0.0111 0.6578 3.6355 1.0167 0.0123 0.0142 0.0173 0.0091 0.5913 1.0117 0.5470 1.2214 Ρ 0.5248 1.0126 3.62 Tabel 2.0069 0.0118 0. Rasio Penulangan ( ρ ) vs Koefisien Tahanan ( k).5691 1.0067 0.0138 0.0166 0.3463 1.0143 0.0061 0.1359 2.2001 2.0067 2.6219 2.9851 2.0147 0.7837 3.0065 0.0176 k 3.0168 0.1339 3.0088 0.2343 3.2142 3.0098 k 1.0146 0.0122 0.0139 0.0136 0.0137 0.0089 0.6427 2. fc = 25 MPa.9635 1.4965 2.5899 3.5508 3.0734 3.0144 0.6289 3.0162 0.0113 0. fy = 240 MPa ρ 0.0084 0.9201 1.0141 0.0140 0.6871 3.0072 k 1.0172 0.0148 0.4755 2.0174 0.0110 0.0060 0.0936 3.0714 2.0120 0.0531 3.0071 0.0096 0.1573 2.9418 1.0094 0.6843 2.6094 3.2542 3.1942 3.1999) 62 .0062 0.0119 0.0163 0.4134 1.7257 2.5026 1.0929 2.1741 3.6575 ρ 0.6134 1.3911 1.5175 2.7258 3.0058 0.0116 0.4803 1.5593 2.0097 0.2742 3.0063 0.0093 0.8029 Sumber : Apendiks (Dipohusodo.0124 k 2.4580 1.0283 2.7452 3.7463 2.0169 0.5384 2.7670 ρ 0.3687 1.0068 0.1787 2.6635 2.0087 0.0121 0.6011 2.4357 1.7644 3.0112 0.7065 3.0064 0.2941 ρ 0.0085 0.1137 3.0090 0.0165 0.0329 3.5704 3.5802 2.1540 3.0499 2.0150 k 3.0114 0.0070 0.1144 2.0086 0.0066 0.7050 2.0092 0.0095 0.0059 0.6483 3.0115 0.0149 0.15 Tabel.0170 0.0164 0.5312 3.

63 .

suatu set kondisi. maupun masyarakat. Menurut Nazir (2003) metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia. gambaran atau lukisan secara sistematis. kelompok. Subjek penelitian dapat saja individu. lembaga. sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. ataupun status dari individu. lembaga dan sebagainya. Hasil dari penelitian kasus merupakan suatu generalisasi dari pola-pola kasus yang tipikal dari individu. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi. Jenis Penelitian Untuk memecahkan dan membahas permasalahan yang terjadi peneliti menggunakan penelitian deskriptif atau survey dengan metode penelitian studi kasus. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang. yang kemudian dari sifat-sifat di atas akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum. sifat-sifat serta karakterkarakter yang khas dari kasus. ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. suatu objek.63 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. kelompok. faktual dan akurat mengenai fakta -fakta. Studi kasus atau penelitian studi kasus adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. suatu sistem pemikiran. 63 .

diantaranya : 1. Setelah mendapatkan data proyek kemudian peneliti melakukan survey ke lokasi proyek untuk mendapatkan gambaran umum kondisi lapangan. C. peraturan-peraturan Departemen Pekerjaan Umum dan peraturan-peraturan lainnya yang dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan tambahan pengetahuan. Selain itu peneliti juga melakukan studi pustaka baik melalui buku-buku pustaka. . Proses Penelitian Langkah-langkah dan hal-hal perlu dilakukan dalam proses penelitian. kontraktor maupun pada Dinas Pekerjaan Umum yang menangani proyek-proyek besar. Tahap persiapan Sebelum melakukan proses penelitian peneliti harus melakukan tahap persiapan. Tempat Penelitian Penelitian kali ini dilakukan pada pembangunan gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang yang bertempat di jalan Kedung Mundu Semarang. internet.64 B. Pencarian data dapat dilakukan baik pada konsultan. diantaranya mengumpulkan atau mencari data-data proyek yang memiliki nilai biaya diatas 1 (satu) milyard.

Rencana Anggaran Biaya (RAB). Data primer dapat berupa data-data teknis dari proyek. Selain itu peneliti juga melakukan observasi langsung ke lokasi proyek tersebut. data alat-alat berat. data bahan atau material bangunan yang digunakan. peraturan-peraturan bangunan gedung dari Departemen Pekerjaan Umum dan data-data lainnya yang dapat dijadikan referensi dalam menganalisis VE.65 2. seperti gambar bestek. Rencana Kerja dan Syarat (RKS). b. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara : a. 3. Data Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian dikelompokkan menjadi 2. data tenaga kerja. Data sekunder. Data Sekunder Data sekunder adalah data-data pendukung yang dapat dijadikan input dan referensi dalam melakukan analisis VE. yaitu : a. Metode Pengambilan Data Primer Yaitu metode dengan cara melakukan survey langsung pada konsultan maupun pelaksana yang menangani proyek tersebut. diantaranya data mengenai daftar harga satuan dan analisa pekerja. Data Primer Data primer adalah data pokok yang digunakan dalam melakukan analisis value engineering. .

Analisis Data Dari data-data yang telah dikumpulkan dilakukan analisis VE untuk menghasilkan adanya suatu penghematan biaya atau saving cost. Perusahaan itu dapat meliputi perusahaan bahan/ material bangunan. kontraktor. Analisis VE dilakukan tiga tahap.Nilai proyek . yaitu : a. Informasi umum yang diperlukan antara lain adalah : . (seperti BPIK. instansi yang menangani masalah jasa dan konstruksi bangunan. persewaan alat-alat berat.66 b.Luas bangunan . Tahap Informasi Pada tahap awal ini dilakukan upaya-upaya untuk mendapatkan informasi sebanyak-sebanyaknya yang relevan dengan obyek studi yang akan dievaluasi. 4. Metode Pengambilan Data Sekunder Yaitu metode dengan cara melakukan survey langsung pada instansiinstansi atau perusahaan-perusahaan yang diangap berkepentingan.Nama proyek . konsultan.Pemilik proyek . Dinas KIMTARU dan lain-lain ) dan perusahaan- perusahaan lainnya yang bisa dijadikan bahan referensi.Lokasi proyek . pemborong tenaga kerja. dimana data dan informasi tersebut diolah menurut kebutuhan pada tahap selanjutnya.

Adapun yang termasuk didalam obyek studi. Penentuan sasaran studi Untuk mengetahui sasaran studi dan berapa besar perkiraan target penghematan biaya didapat dengan membuat struktur biaya dari keseluruhan elemen obyek studi yang memperlihatkan dengan jelas bagian dan elemen yang ada sebagai sasaran studi tersebut. dan lain-lain.67 . Dalam proses evaluasi selanjutnya. yaitu : Gambar-gambar perencanaan Spesifikasi biaya Perkiraan biaya Pendekatan desain Perhitungan desain/ konstruksi Data-data kondisi setempat Jadwal kegiatan. 2). data informasi tersebut dapat dijadikan kumpulan data yang dibutuhkan dan disusun dalam suatu deskripsi permasalahan dan tujuan penghematannya. Pengulangan desain informasi Adalah pelaksanaan mengumpulkan semua informasi yang menyangkut segala aspek kepentingan obyek studi.Spesifikasi proyek Langkah-langkah penunjang yang biasa diterapkan dalam tahap informasi adalah sebagai berikut : 1). .

68 3). b. Hanya karena memiliki merk atau . presentasi pembagian pekerjaan (bobot). berfikir kreatif adalah hal sangat penting dalam mengembangkan ide-ide untuk memunculkan alternatif- alternatif dari elemen yang masih memenuhi fungsi tersebut. maka dapat dipilih elemen-elemen obyek studi yang mempunyai potensi penghematan optimum dengan metode perbandingan (rasio) antara biaya asal dan target biaya. diantaranya : 1). Bahan atau material Pemunculan penggunaan alternatif bahan dikarenakan semakin banyaknya jenis bahan bangunan yang diproduksi dengan kriteria mempunyai fungsi yang sama. Alternatif-alternatif tersebut dapat ditinjau dari berbagai aspek. Pemilihan elemen dengan potensi penghematan optimum Dari struktur dan perkiraan target penghematan biaya tersebut. kemudian disusun secara sistematis. Tahap Kreatif Didalam value engineering. dan perhatian diutamakan kepada rasio yang menyolok. Cara ini dikenal dengan analisis fungsi yang menguraikan rasio cost dengan worth. Seiring dengan berkembangnya kemajuan teknologi jenis bahan yang mempunyai fungsi yang sama dapat dibuat atau dicetak dengan mutu dan kualitas yang hampir sama juga.

kualitas dan fungsi yang sama dengan rencana awal tapi dengan harga lebih rendah dapat dilakukan 2). Dengan demikian. karena semakin pendek waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan. Pada zaman dulu cara menyelesaikan suatu pekerjaan hanya mengandalkan tenaga manusia dengan alat-alat sederhana. crane dan lain-lain yang dapat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan konstruksi bangunan. adanya alat-alat berat seperti dozer. maka pemilihan alternatif bahan dapat dilakukan dalam analisis VE. maka harga bahan tersebut menjadi berbeda. sehingga waktu penyelesaian pekerjaan dapat membutuhkan waktu yang cukup lama. bahwa suatu pekerjaan konsrtuksi bangunan yang dikerjakan dengan tenaga manusia dan alat-alat sederhana akan membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan dikerjakan menggunakan alat-alat yang lebih modern. semakin kecil pula biaya yang dikeluarkan. Cara atau metode pelaksanaan pekerjaan Dalam melaksanakan suatu pekerjaan pastinya mempunyai cara atau metode sendiri-sendiri. Sebagai contoh. Pencarian bahan dengan mutu. Maka dalam analisis VE dapat berpedoman pada metode pelaksanaan. sehingga pekerjaan dapat cepat selesai. Dengan demikian dapat dilihat. kini muncul alat-alat bantu yang lebih canggih dalam menyelesaikan pekerjaan.69 lisensi yang berbeda. Seiring dengan kemajuan teknologi. . excavator.

Waktu pelaksanaan pekerjaan Setiap pekerjaan dalam suatu proyek pastinya sudah mempunyai jadwal pelaksanaan dalam perencanaan time schedule. diantaranya dengan mengganti metode pelaksanaan. Dengan demikian.Banyak cara yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. alternatif pengurangan waktu pelaksanaan dapat dijadikan pedoman karena akan berpengaruh pada perhitungan anggaran biaya. . asalkan pekerjaan tersebut tidak terdapat dalam jalur kritis. kemudian melakukan eliminasi ide-ide yang kurang praktis dan menilai ide kreatifitas tersebut dari segi keuntungan dan kelemahannya dengan mencari potensi penghematan biaya untuk setiap ide yang dievaluasi. c. matrik evaluasi dan lain-lain. Kemudian dibuatkan suatu ranking hasil penilaiannya. Pemilihan dapat dilakukan dengan metode zero-one.70 3). menambah jumlah tenaga kerja dan lain-lain. Tahap Analisis Alternatif yang timbul diformulasikan. Terkadang dengan bobot pekerjaan yang tetap. waktu pelaksanaan pekerjaan dapat dikurangi.

biaya annual dan operasi. Langkah-langkah tahapan pengembangan adalah sebagai berikut : . . D. Tahap Rekomendasi Memberikan rekomendasi yang dapat berupa presentasi secara tertulis atau lisan dari alternatif yang sudah dipilih dalam usulan tim VE untuk ditujukan kepada semua pihak. Tahap Pengembangan Mempersiapkan rekomendasi yang telah dilengkapi informasi dan perhitungannya secara tertulis dari alternatif yang dipilih dengan mempertimbangkan pelaksanaan secara teknis dan ekonomis. . baik pemilik. biaya operasi dan pemeliharaan. Hasil Analisis Hasil analisa ini dibagi 2 (dua) tahap. yaitu : a.71 5. Flow Chart Penelitian Untuk memudahkan pengertian dan tahapan-tahapan proses dalam penelitian dapat dibuat sebuah flow chart penelitian seperti pada gambar 3.Membuat konsep/ desain untuk dibandingkan satu sama lain.Membandingkan analisa life cycle cost dari biaya investasi/ awal.Membandingkan konsep semula dengan desain usulan/ alternatif. perencana maupun pelaksana. .1. Dalam tahap rekomendasi dapat juga berisi usulan alternatif yang direkomendasikan beserta dasar pertimbangan. b.

72 Start Konsep Reduksi Biaya Cost Model Analisis Fungsi Breakdown Struktur Atas Struktur Bawah Alternatif Struktur Atas Alternatif Struktur Bawah Present Value Optimasi terbaik Rekomendasi Terbaik Stop Gambar 3.1 Flow Chart Penelitian .

1 menggambarkan urutan-urutan dalam tahapan proses penelitian aplikasi Value Engineering (VE) dan dijelaskan sebagai berikut : . . Jadi disini mencari sebanyak mungkin alternatif-alteratif pekerjaan struktur yang nantinya untuk dianalisis VE.Bagian start sampai analisis fungsi dan breakdown Dalam tahapan VE bagian ini termasuk tahap informasi. Pada bagian “konsep biaya reduksi” menganalisis data primer yang sudah diperoleh yaitu data rencana anggaran biaya proyek.Bagian struktur atas dan bawah Bagian ini termasuk dalam tahap kreatif. Sebelum dilakukan perhitungan VE. alternatif juga diperhitungkan dari segi desain. Dalam pengidentifikasian supaya lebih mudah harus berpedoman pada cost model yang sudah dibuat.73 Gambar 3. Analisis dilakukan sasaran mengidentifikasi bagian elemen bangunan mana yang mempunyai potensi untuk dianalisis VE. Untuk memudahkan dalam mencari dibuatlah cost model. . Jadi penelitian dimulai dengan mencari data-data baik primer maupun sekunder untuk digunakan dalam proses tahapan VE selanjutnya. Analisis fungsi dan breakdown adalah teknik yang dipakai dalam mengidentifikasi elemen bangunan yang akan di VE. . yaitu sebuah bagan yang menggambarkan distribusi rencana biaya proyek secara keseluruhan. Semua alternatif yang diusulkan dianalisis untuk nantinya dipilih satu alternatif terbaik untuk mengganti existing.Bagian alternatif struktur atas dan bawah Bagian ini termasuk dalam tahap analisis pada tahapan VE. bahan dan biaya.

Bagian present value Pada tahapan VE bagian ini termasuk dalam tahap pengembangan. Disini nantinya dibuat rekomendasi berupa presentasi baik secara tertulis maupun lisan mengenai alternatif terbaik yang diusulkan. .74 . Disini nantinya dilakukan perhitungan perbandingan struktur lama dengan struktur alternatif dalam siklus hidup life cycle cost. .Bagian rekomendasi terbaik Bagian ini termasuk dalam tahap rekomendasi atau tahapan terakhir dari VE. Dalam perhitungan biayanya kedua pekerjaan tersebut dipresent value-kan / perhitungan biayanya dibuat menjadi harga sekarang (PV).

gedung Rektorat UNIMUS itu sendiri menjadi satu gedung dengan Yayasan Muhammadiyah yang terletak di Jalan Singosari no. Selain itu juga digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa UNIMUS. Sebelumnya. 75 . UNIMUS ingin menciptakan suatu area pendidikan yang menampilkan/ menonjolkan kehandalannya sendiri untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.75 BAB IV ANALISIS VALUE ENGINEERING PROYEK GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG A. Tak lain halnya dengan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) yang menginginkan tambahan sarana gedung guna memperlancar proses pendidikan. hal ini untuk menunjang dalam proses belajar mengajar. Untuk mewujudkan hal tersebut UNIMUS membangun sebuah gedung Rektorat yang terletak di Jalan Kedung Mundu Raya Semarang. Latar Belakang Proyek Sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan sangatlah penting. Gedung ini nantinya digunakan sebagai sarana untuk mengurusi segala hal yang berhubungan dengan kegiatan administrasi Universitas. 33 Semarang. Gedung ini merupakan salah satu dari sekian gedung yang direncanakan akan dibangun oleh UNIMUS.

76 B.000 : 180 hari : 90 hari . Data ini dijadikan sebagai acuan agar fungsi dan kegunaan gedung nantinya tidak berubah dari rencana awal.250. PT. Data Proyek Dalam melakukan studi Value Engineering (VE) data perencanaan asli mengenai pembangunan gedung Rektorat UNIMUS sangat diperlukan.202.232 m2 (terdiri dari 4 lantai) Luas lantai1 = 558 m2 Luas lantai 2 = 558 m2 Luas lantai 3 = 558 m2 Luas lantai 4 = 558 m2 Pondasi Struktur Atap Biaya Pelaksanaan Pemeliharaan : Mini pile ex. WIKA : Beton bertulang : Kap baja profil siku : Rp 5. Adapun data proyek yang didapat untuk diolah adalah sebagai berikut: Nama gedung Pemilik Lokasi gedung Fungsi gedung : Rektorat Universitas Muhammadiyah : Universitas Muhammadiyah Semarang : Jalan Kedung Mundu Raya Semarang : Untuk urusan administrasi Universitas dan sarana proses belajar mengajar (terdapat fasilitas ruang kelas) Luas lantai : 2.

77

C. Struktur Organisasi Proyek Dalam pelaksanaan pembangunan proyek gedung Rektorat UNIMUS diperlukan suatu manajemen dan sistem organisasi yang terarah dan teratur. Apabila dua hal tersebut dapat terealisasi dengan baik, maka akan mempermudah pengaturan kerja , sehingga pekerjaan berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami keterlambatan serta adanya pembengkakan dana anggaran. Dalam mendapatkan hasil pekerjaan yang optimal diperlukan juga adanya pengawasan dan pengendalian yang baik, maka dalam hal ini dibentuk struktur organisasi proyek, diantaranya Perencana proyek termasuk tim VE, Pelaksana proyek, Pengawas proyek. Semua kegiatan dalam struktur organisasi masih dalam pengawasan dan pengendalian pemilik proyek. Adapun tugas dan kewajiban serta tanggungjawabnya dapat dilihat pada gambar 4.1. Pemilik UNIMUS

Perencana PT. Pola Dwipa

Manajemen Konstruksi

Peneliti VE

Kontraktor/ Pelaksana PT. Sarana Dwipa Garis komando Garis koordinasi Gambar 4.1 Struktur Organisasi Proyek

78

D. Rencana Anggaran Biaya Proyek Rencana anggaran biaya direncanakan berdasarkan volume pekerjaan yang akan dikerjakan. Daftar analisa harga dan bahan pekerjaan disesuaikan dengan kondisi dan standar harga di daerah Semarang. Tiap pekerjaan dibagi menjadi beberapa pos-pos pekerjaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa biaya per pos pekerjaan dan untuk memudahkan pembagian biaya dalam hal pelaksanaan pekerjaannya nanti. Pos-pos pekerjaan beserta rencana pembiayaan secara global dapat dilihat pada tabel 4.1. RAB ini akan dijadikan acuan untuk memonitor besarnya saving cost yang terjadi setelah dilakukan VE dan untuk lebih lebih jelasnya rencana anggaran biaya secara keseluruhan dapat dilihat pada lampiran 7. E. Teknik Mengidentifikasi Pekerjaan yang Akan di Value Engineering 1. Cost Model Cost model dilakukan dengan membuat suatu bagan pekerjaan yang dikelompokkan menurut elemen pekerjaannya masing-masing. Pada bagan tersebut juga dicantumkan rencana anggaran biaya tiap item pekerjaan. Cost model ini dibuat untuk memilih pekerjaan mana yang akan di VE dengan melihat alur bagan pekerjaan. Dapat kita lihat perbedaan biaya tiap elemen pekerjaan yang kita jadikan untuk pedoman dalam analisis VE. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.2.

79

Tabel 4.1 Rencana Anggaran Biaya Secara Global
N o A B I II Sub No Uraian Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Struktur dan Atap Pekerjaan Tanah Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 a. Pekerjaan Struktur Lantai 1 b. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 c. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 d. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 Jumlah Pekerjaan Rangka Atap dan Atap Pekerjaan Finishing Arsitektur Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a. Pekerjaan Pondasi Batu Belah b. Pekerjaan Pas. Batu Bata/Plesteran c. Pekerjaan Kosen Lantai 1 d. Pekerjaan Plafond e. Pekerjaan Pasang Lantai dan Dinding f. Pekerjaan Sanitair g. Pekerjaan Cat-catan Jumlah Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a. Pekerjaan Pas. Bt Bata/Plesteran, Beton Praktis b. Pekerjaan Kosen Lantai 2 c. Pekerjaan Plafond d. Pekerjaan Pasang Lantai dan Dinding e. Pekerjaan Sanitair f. Pekerjaan Cat-catan Jumlah Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a. Pekerjaan Pas. Bt Bata/Plesteran, Beton Praktis b. Pekerjaan Kosen Lantai 3 c. Pekerjaan Plafond d. Pekerjaan Pasang Lantai dan Dinding e. Pekerjaan Sanitair f. Pekerjaan Cat-catan Jumlah Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 a. Pekerjaan Pas. Bt Bata/Plesteran, Beton Praktis Harga Pekerjaan 7,050,000.00 2,312,675.00 699,254,070.50 424,306,723.50 404,906,710.50 745,378,727.00 2,273,846,231.50 221,928,799.00 Bobot Pekerjaan (%) 0.136 0.044 13.441 8.156 7.783 14.328 43.708 4.266

III C I

60,154,138.00 59,715,146.16 109,676,625.00 38,481,400.00 167,553,984.50 14,115,000.00 29,234,280.00 478,930,573.66

1.156 1.148 2.108 0.74 3.221 0.271 0.562 9.206

II

36,445,925.93 322,940,375.00 40,828,900.00 89,580,365.88 14,115,000.00 25,232,010.00 529,142,576.81

0.701 6.208 0.785 1.722 0.271 0.485 10.172

III

36,130,820.94 75,876,500.00 39,710,150.00 99,480,639.63 14,115,000.00 25,463,010.00 290,776,120.57

0.695 1.459 0.763 1.912 0.271 0.489 5.589

IV

51,588,400.74

0.992

00 43.63 2.00 5.00 752.394 0.753.151.00 53.026 8.410.000.20 1.776 1.37 136.800.230.618 0.196.202.63 14.682.489 1.000.054 1.00 436.677 14.870.653.000.443.80 b.691 1. Pekerjaan Sanitair f. Pekerjaan Kosen :(Lt.900.514.971.00 77.070.00 84.29 106. 4 + Dak) c.115.350.800.753.100.350.200.000. Pekerjaan Plafond d.639.00 98.888 0.000.46 100 Sumber : Rencana Anggaran Biaya Proyek Pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang.250. Pekerjaan Cat-catan D E F I II III IV V VI Jumlah Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan Halaman Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal Pekerjaan AC Pekerjaan Instalasi Plumbing Pekerjaan Sound System (Tata Suara) Pekerjaan Telepon Pekerjaan Instalasi Listrik Pekerjaan Instalasi Penangkal Petir Jumlah Total 92.271 0.00 377.750.00 131.257 2. Pekerjaan Pasang Lantai dan Dinding e.220.00 35.00 35.841 7.382.385. .533 2.

150 Pek.892.350 Halaman 131.495 AC 106.464.531 Mekanikal 191.050.021.676.000 Inst.385 Struktur atas 1.705 Arsitek 1.753.971.800.385 Fondasi 383.928.070 Sound 35.250. Lainnya 136.653.350 Plumbing 84.19 Pek.2 Cost Model Proyek Gedung Rektorat UNIMUS 81 .411 Kusen 600. Persiapan 7.200.629 Finishing dalam 180.142. Petir 35.151.070 Elektrikal 561.81 Rektorat UNIMUS 5. Lain 268.363. Listrik 436.553.250 Plafond 196.471 Dinding 244.000 Struktur 2.710 Gambar 4.175.799 Keramik 454.000 Penang.800 Pek.202.175.000 Struktur atap 221.845.876.870.983.682.034.087.498.

2.82 Gambar 4. Dari RAB dapat dilihat bahwa pekerjaan struktur memiliki rencana biaya yang besar dibanding pekerjaan lainnya. Tiap elemen bangunan mempunyai rencana anggaran biaya yang berbeda-beda. maka breakdown akan dilakukan pada pekerjaan tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Dari cost model dapat diketahui perbedaan biaya tiap elemen bangunan tersebut yang nantinya dijadikan pedoman dalam menentukan item pekerjaan mana yang akan dianalisis VE. sedangkan pada bagan dengan garis putus-putus/ aktual worth merupakan rencana anggaran biaya setelah dilakukan analisis VE.2 menjelaskan cost model dari rencana anggaran biaya proyek gedung Rektorat Unimus. Untuk melihat potensi item pekerjaan yang akan di VE. biaya dari item pekerjaan tersebut dibandingkan dengan biaya total keseluruhan proyek. Untuk bagan dengan garis utuh/ ideal cost adalah rencana biaya pada saat perencanaan.2 . Breakdown Analisa Breakdown dilakukan dengan mengidentifikasi pekerjaan yang akan di VE pada proyek pembangunan gedung Rektorat UNIMUS.

Pekerjaan galian tanah 2.186.800 Rp 8.928.148 Rp 593.83 Tabel 4.75 Rp 194. Pekerjaan fondasi tiang pancang 5. Hal tersebut dapat dilihat pada besarnya prosentase bila dibandingkan dengan biaya total proyek.19 / Rp 2.018 % Distribusi biaya pada tabel merupakan harga pekerjaan pada elemen struktur.705.087. Pekerjaan beton lainnya 10.343.833.154.682.50 Rp 5.498.75 Rp 435.50 = 48.560.250.560.19 = Rp 5.604. Pekerjaan urugan pasir 3.202.25 Rp 221. - Nantinya dipilih pekerjaan plat dan fondasi untuk dianalisis VE.799 Rp 2.107. Pekerjaan struktur atap Total Biaya total proyek keseluruhan Persentase - Biaya Rp 2. Pekerjaan lantai kerja 1:2:3 4.932.839.675 Rp 6.250.418. karena mempunyai potensial untuk terjadi penghematan biaya. Studi VE juga dapat dilakukan pada item pekerjaan yang memiliki potensi untuk dilakukan penghematan biaya. Pekerjaan balok 8.682. Pekerjaan plat 9.2 Breakdown Pekerjaan Struktur Item Pekerjaan 1. Pekerjaan sloof 6. Pekerjaan kolom 7.257. Pekerjaan tersebut dipilih karena mempunyai biaya yang besar dari biaya elemen bangunan lainnya.705.202.903.50 Rp 365.426.087.50 Rp 600.75 Rp 69. .498.312. Studi Value Engineering ( VE ) Dari teknik breakdown dan cost model dapat diketahui bahwa studi VE nantinya dapat dilakukan pada pekerjaan yang memiliki biaya yang besar atau yang memiliki bobot pekerjaan yang besar. F.

yaitu: 1. dan tangga. . Pada proyek ini pekerjaan struktur atas semuanya menggunakan beton bertulang konvensional. jadi potensial untuk dilakukan analisis VE. Pekerjaan tersebut diantaranya adalah pekerjaan balok. Analisis dilakukan pada pekerjaan struktur bawah. Analisis VE Pada Item Pekerjaan Struktur Atas Khususnya Plat Struktur atas adalah semua pekerjaan struktur di atas pekerjaan sloof dan di bawah pekerjaan atap. Jadi bisa terjadi penghematan biaya. sehingga nantinya dapat dipilih satu pilihan terbaik sesuai dengan kriteria yang dikehendaki. Value Engineering pada item pekerjaan struktur atas khususnya plat 2. Value Engineering pada item pekerjaan struktur bawah khususnya fondasi Adapun alasan dilakukannya analisis VE pada item tersebut adalah : Item pekerjaan struktur atas memiliki bobot pekerjaan yang besar. 1. Analisis dilakukan dengan memunculkan alternatf desain struktur sebagai pembanding. plat. kolok. karena adanya perubahan beban yang ditahan fondasi.84 Studi VE atas proyek pembangunan gedung Rektorat UNIMUS dilakukan pendekatan dan pembatasan terhadap pekerjaan struktur . karena adanya pengurangan jumlah fondasi. Asumsi analisis dengan meninjau dari segi material/ bahan yang nantinya dapat menghasilkan penghematan dari segi biaya maupun waktu dari item pekerjaan tersebut.

85 Adapun batasan masalah yang digunakan dalam melakukan analisis VE adalah sebagai berikut : Analisis VE hanya dilakukan pada pekerjaan plat dengan memunculkan alternatif desain sebagai pembanding. perlu dilakukan perhitungan ulang pada perubahan yang terjadi pada struktur tersebut. Penggunaan alternatif beton pracetak untuk struktur plat dengan petimbangan efisiensi dan efektivitas bahan. Dalam penggunaan alternatif nantinya juga harus diperhitungkan dari segi struktur agar mutu dan kualitas desain alternatif tetap terjaga. Refensi untuk menghitung desain struktur dan anggaran biaya dibantu dengan buku-buku literature dan brosur dari survey ke instansi pemerintah maupun perusahaan yang berkepentingan. . Penggunaan alternatif tetap beton bertulang dengan perubahan mutu dan dimensi plat atas dasar pertimbangan penghematan biaya. Dengan adanya perubahan desain plat. baik dari segi volume maupun dari segi anggaran biaya. serta waktu pelaksanaan.

salah satunya adalah pekerjaan fondasi. Karena perubahan desain struktur fondasi tidak mempengaruhi perubahan bentuk dari segi arsitekturnya. Adapun batasan masalah untuk analisis VE adalah sebagai berikut : Analisis VE dilakukan dengan memunculkan alternatif pembanding untuk pekerjaan fondasi. Alternatif mengganti jenis fondasi adalah dengan mengganti fondasi sumuran Perhitungan beban bangunan yang ditahan fondasi dengan bantuan program computer SAP2000 versi 7. Analisis VE Pada Item Pekerjaan Struktur Bawah Khususnya Fondasi Pekerjaan struktur bawah cukup potensial untuk dilakukan analisis VE.. maka asumsi dalam perhitungan biayanya hanya berpedoman pada segi bahan.42. waktu kerja dan metode pelaksanaan.86 2. Alternatif perubahan dimensi adalah dengan mengganti minipile segitiga menjadi tiang silinder. Penggunaan alternatif fondasi dengan merubah bentuk dimensi fondasi tiang dan merubah jenis fondasi. .

Hal ini menjadi alasan mengapa perlu dilakukan analisis VE pada item pekerjaan tersebut. . Pada proyek pembangunan gedung Rektorat UNIMUS struktur platnya menggunakan struktur beton bertulang. Selain itu kurangnya perencanaan desain struktur yang optimal dengan perhitungan yang berlebihan atau pemilihan bahan yang kurang tepat bisa menyebabkan pembengkakan biaya pelaksanaan. yaitu dengan mengganti mutu bahan dan menggunakan beton pracetak. Alasan pemilihan alternatif adalah adanya penghematan dari segi biaya maupun waktu dengan adanya perubahan volume pekerjaan. Adanya berbagai alternatif yang dipilih untuk membuat perencanaan struktur menjadi efektif dan efisien perlu dilakukan dalam melakukan analisis VE. Dalam penerapan VE pada struktur plat akan dicoba alternatif dengan mengganti bahan.87 G. Tahapan Dalam Analisis VE Pada Item Pekerjaan Plat Pekerjaan struktur atas khususnya plat pada sebagian besar proyek biasanya memiliki alokasi biaya yang besar.

Lantai 2 + 4.45 .68 m3 .45 .Lantai 4 = 63.Tebal plat 12 cm . 4.Tebal plat 10 cm .Plat atap atas + 20.12 m3 .3 Informasi Umum dan Kriteria Desain Pekerjaan Plat Uraian Data Teknis Proyek Plat Lantai : Kriteria Desain .Lantai 4 + 12.98 m3 Rp 600.Lantai 3 = 63.90 m3 .Diameter tulangan 10 mm Plat Atap : .90 m3 .Plat atap bawah +16.343.Plat atap atas = 18.Mutu beton K225 .35 .35 Volume plat : .Diameter tulangan 8 mm Beban hidup 250 kg/m2 Perhitungan beton menurut SKSNI 1991 Unsur Desain Ketinggian plat : . Tahap Informasi a.Plat atap canopy = 4.Mutu Baja fy 240 Mpa .80 Perkiraan Biaya .88 1.Lantai 3 + 8.Plat atap bawah = 33.Lantai 2 = 61. Informasi Umum dan Kriteria Desain Proyek Item : Pembangunan Gedung Rektorat UNIMUS : Pekerjaan Struktur Atas Tabel.45 .154.67 m3 .

937. . .Nilai worth yang belum bisa ditampilkan akan diisi setelah dilakukan perhitungan biaya pekerjaan alternatif pada tahap analisis.75 Worth Belum dihitung Belum dihitung Belum dihitung Belum dihitung Belum dihitung . .Analisis fungsi pada tahap ini hanya menerangkan item pekerjaan yang akan dianalisis dan definisi fungsi dari kata kerja dan kata benda terukur.00 130.907.4 Tabel Analisis Fungsi Pekerjaan Plat No 1 2 3 4 Uraian Beton Besi tulangan Begesting Perancah Jenis Kata Kerja Menyalurkan Menyalurkan Mencetak Menahan P = primer S = sekunder Fungsi Kt.89 b.Analisis fungsi secara lengkap akan ditampilkan pada tahap analisis.00 600.343. 89 .763.872. 4.50 219. Analisis Fungsi Pekerjaan Struktur Tabel.611.25 133. Benda Beban Beban Plat Beban Jenis P P P P Cost 115.000.Nilai cost didapat dari rencana biaya existing.000.406.154.

5 MPa .Mutu beton K350.Perhitungan beton berpedoman pada SKSNI 1991 . fc = 22.Pembebanan direncanakan menurut PBI untuk gedung tahun 1983 . Tahap Kreatif Pada tahap ini akan dimunculkan dua alternatif sebagai pembanding perencanaan awal yang sudah ada . Alternatif 2 : Penggunaan beton precast untuk struktur plat Data-data : . Alternatif 1 : Penggunaan beton bertulang dengan perubahan mutu beton untuk struktur plat Data-data : .Mutu baja plat topping fy = 240 MPa .Pembebanan direncanakan menurut PBI untuk gedung tahun 1983 .90 2. Kedua alternatif tersebut adalah : a.Mutu beton plat topping K275.Diameter tulangan 10 mm untuk plat lantai .Perhitungan struktur plat berdasarkan referensi dari PT JHS untuk proyek pembangunan Apartemen Perwira Tinggi PTIK Kebayoran Jakarta Selatan .Spesifikasi plat precast didapat dari Adhimix Precast (lampiran 4) .Perhitungan beton berpedoman pada SKSNI 1991 b.Diameter tulangan 8 mm untuk plat atap . untuk harga didapat dari Jati Kencana Beton (lampiran 4) .

91 . seperti terdapat pada tabel 4.Tebal plat atap precast 6 cm dan topping 4 cm .Tebal plat lantai precast 6 cm dan topping 6 cm . Untuk memudahkan perhitungan VE dalam memilih alternatif terbaik dapat dimunculkan kriteria-kriteria dari item pekerjaan plat.6. Kriteria tersebut merupakan komponen-komponen/ aspek-aspek dalam pelaksanaan pekerjaan plat.Diameter tulangan untuk topping plat atap toping 6 mm Sebagai bahan pertimbangan untuk memilih alternatif dapat digambarkan keuntungan dan kelemahan setiap alternatif. . Dalam tabel juga dijelaskan perbandingan keuntungan dari kriteria yang diusulkan.5.Diameter tulangan untuk topping plat lantai 8 mm .Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.

92 Tabel.Perencanaannya mudah perubahan mutu K225 .Sarana yang digunakan untuk menjadi K350 banyaknya tenaga kerja pelaksanaan pekerjaan lebih sederhana .Dapat menghemat biaya dengan adanya pengurangan volume beton .Dimensi plat lebih kecil Beton bertulang dengan 1.Pelaksanaannya membutuhkan peralatan berat/ .Pelaksanaannya tidak memerlukan . 4. Beton pracetak untuk struktur plat menentukan alternatif yang dipilih.Pelaksanaan pekerjaan hanya bisa dikerjakan .Memerlukan kerjasama yang baik karena .Mutu terjamin karena dikerjakan modern dan teknologi tinggi oleh orang yang ahli dibidangnya . kurang terjamin .Perlu diperhatikan dalam perencanaan mekanikal elektrikal adanya begesting .Keuntungan dan kelemahan dari alternatif yang diusulkan nantinya bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam perhitungan VE untuk 2. 92 .Mutu beton tergantung banyak faktor sehingga .Biaya pelaksanaan menjadi oleh orang yang ahli sehingga tidak begitu ekonomis dengan adanya efesiensi mudah diperoleh di lapangan dan efektifitas bahan .5 Keuntungan dan Kerugian Alternatif Pekerjaan Plat No Usulan/ Alternatif Keuntungan Kelemahan .

Plat Alternatif 1 dengan Mengganti Mutu Beton Waktu Pelaksanaan Lama karena pembuatan 1. . Berat. Cepat. Membutuhkan ruang kerja yang luas. Harus diperhatikan. Cukup lama. Banyak. 5.93 Tabel 4. 9. 7. bekisting. Tidak berpengaruh. Plat Alternatif 2 dengan Plat Precast Cukup cepat karena menggunakan peralatan modern dan bahan yang sudah dicetak terlebih dahulu Biaya bahan mahal Biaya pelaksanaan tidak terlalu mahal karena adanya percepatan waktu pelaksanaan 2. 3. 8. ready mix. perlu diperhatikan pada pekerjaan cold joint. Tidak terlalu ketat karena menggunakan beton ready mix. Pembiayaan Biaya bahan cukup murah karena mudah didapat. Tidak terlalu sulit. Pek. semakin tinggi mutu semakin mahal. 4. Biaya pelaksanaan mahal karena terkait dengan tenaga kerja.6 Kriteria Desain Alternatif Pekerjaan Plat No Kriteria Pek. concrete pump. tower crane. Jumlah tenaga kerja lapangan Koordinasi pelaksanaan Tidak banyak. 6. Membutuhkan ruang kerja yang luas. Pengawasan dan pengendalian Kondisi lapangan Kondisi cuaca Pekerjaan finishing Berat struktur Kontrol yang cukup ketat. Berat. . Cukup sulit karena tenaga yang banyak.Kriteria-kriteria pada tabel nantinya digunakan untuk perhitungan analisis VE dalam metode zero-one dan matrik evaluasi pada tahap analisis.

94 3.Plat atap bawah .154.550 Rp 893.Plat lantai 3 .Plat canopy .615 66.980 m3 @ Rp 67.437.000 m2 Perancah 8.175 b).680 m3 = 18.900 m3 = 33.550 @ Rp @ Rp 6.Plat lantai 4 .120 m3 = 63. Tahap Analisis a.250 m3 c).400 Rp 543.300 Rp 470. Perhitungan Estimasi Biaya Pekerjaan Plat 1). Harga total untuk pekerjaan plat = 246. a).343 . Pekerjaan Existing Perhitungan existing pekerjaan plat diambil dari Rencana Anggaran Biaya Proyek Pembagunan Gedung Rektorat UNIMUS.200 Rp 2. Volume plat : .437.000 m2 Begesting @ Rp 470.900 = 61.175 = Rp 600.Plat lantai 2 .000 m3 Beton K225 135. Perhitungan harga satuan Harga satuan 1m3 pekerjaan plat menurut rencana anggaran biaya : 1.000 kg Pembesian 8.025 Rp 530.900 m3 = 63.Plat atap atas = 4.670 m3 Total = 246.25 m3 x Rp 2.

Pekerjaan Plat Alternatif 1. yaitu Mengganti Mutu Beton K225 menjadi K350 a).980 / 0.000 Rp 590.12) x 0. tk.500 Rp 410. batu pekerja @ Rp 410.10 = 53.000 6.500 32.000 @ Rp 32.120 / 0.100 1.900 / 0.680 / 0.500 @ Rp 22.10 = 53.10 = 50.000 m3 Beton K350 0.000 mandor kep.482 m3 Total = 51. Jati Kencana Beton pada bulan November 2005.09 = 30.12) x 0.900 / 0.312 m3 Volume plat atap atas = (18. batu tk.10) x 0.300 0.10) x 0.12) x 0. Volume plat lantai 2 = (61. lampiran 4) : 1.500 @ Rp 35.250 m3 Volume plat lantai 4 = (63.000 Rp Rp Rp 9.670 / 0.750 .95 2). Perhitungan harga satuan : Harga satuan pekerjaan beton 1m3 menurut BOW BPIK (K350 ex.09 = 16.10) x 0.000 @ Rp 32. Perhitungan volume : Tebal plat lantai 10 cm dan plat atap 8 cm didapat dari perhitungan struktur plat (lampiran 2).430 m3 Volume plat atap bawah = (33.803 m3 Volume plat atap canopy = ( 4.600 m3 b).933 m3 Volume plat lantai 3 = (63.09 = 4.250 m3 Total = 157.750 3.500 Rp 135.

750 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 21.500 Rp 6.750 Rp 157.200 @ Rp 850.033 0.775 . besi pekerja @ Rp @ Rp 6.500 @ Rp 22.000 Rp 3.500 Rp 12.0150 kg kawat besi 0. besi tk.0003 0.75 24. kayu tk.50 Rp 6861.0070 mandor kep.500 @ Rp 35.0007 0.75 1m2 Pasang bekesting untuk lantai SNI-03-3435-2002 (BPIK) : 0.000 @ Rp 32.500 @ Rp 22.000 9.725 6.500 @ Rp 35.50 Rp Rp 9.000 72.0070 0.96 Pembesian per kg SNI-03-2495-1991/SK SNI S-05-1990-F (BPIK) : 1. tk. kayu pekerja @ Rp 750.000 @ Rp 32.000 @ Rp 32.0400 m3 kayu cetakan 0. tk.000 btg dolken diameter 8-10cm/4m 0.000 @ Rp 12.300 Rp 142.000 @ Rp 8.000 @ Rp 60.300 mandor kep.500 Rp 227.50 Rp 157.350 lbr plywood tebal 9mm 6.015 m3 balok kayu 0.50 @ Rp 32.330 0.006 0.400 kg paku 0.0500 kg besi 0.000 Rp 30.000 195 1155 10.

775 = Rp 1.6 x Rp 6861.1 m3 Bekesting = 1 x 1 = 1 m2 Per 1m3 = 1 / 0.057 Harga bekesting = 10 x Rp 157.97 c).62 = 80.11 m2 D8-12.09 = 0.11 Vbekesting = 1 x 11.39 = 77.5 cm . Perhitungan harga pekerjaan plat Desain tulangan diperoleh dari perhitungan struktur plat (lampiran 2) Plat lantai D10-20 cm 100 100 Besi = 7 + 6 x 100/10 x 0.11 = 11.09 m3 Bekesting = 1 x 1 = 1 m2 Per 1m3 = 1 / 0.75 = Rp 553.1 =10 Vbekesting = 1 x 10 = 10 m2 Harga besi = 80.6 kg Vbeton = 1 x 1 x 0.1 = 0.09 = 11.99 kg Vbeton = 1 x 1 x 0.577.750 D10-15 cm - Plat atap D8-12.5 cm 100 100 Besi = 9 + 9 x 100/9 x 0.

750 Total = Rp 2.775 = Rp 1.752.878.880 - Harga satuan beton bertulang 1 m3 untuk plat lantai : Beton = Rp 590.721.11 x Rp 157.577.663 .778 - Perhitungan harga pekerjaan plat : Harga beton plat = (157.999.98 Harga besi = 77.99 x Rp 6861.148 Harga bekesting = 11.721.557) + (51.148 Bekesting = Rp 1.750 Tulangan = Rp 553.878.057 Bekesting = Rp 1.75 = Rp 535.752.557 Harga satuan beton bertulang 1 m3 untuk plat atap : Beton = Rp 590.750 Tulangan = Rp 535.430 m3 x Rp 2.880 Total = Rp 2.778) = Rp 576.600 m3 x Rp 2.

400.400.115m3 Karena kondisi lapangan membutuhkan tambahan pipa.000 Pengecoran lantai 3 : Volume plat lantai 3 = 53.000 + 4 x Rp 25.400.000 Pengecoran plat atap : Volume = 30.93 = 55. Jumlah pipa 10 batang @ 3m kelebihannya Rp 25.482 + 50.500.000/batang (lampiran 4) Pengecoran dilakukan tiap lantai : Pengecoran lantai 2 : Volume = canopy + plat lantai 2 = 4.25m3 Biaya sewa pompa = Rp 1.000 = Rp 1.000 + Rp 1.500. maksimal volume 60m3 kelebihannya Rp 25.000 = Rp 5.312 + 16. Persewaan pompa Harga pemakaian pompa hanya untuk satu lokasi sekali pakai Rp 1.25m3 Biaya sewa pompa = Rp 1.400.000 .400.700.412 Biaya sewa pompa = Rp 1.000 Pengecoran lantai 4 : Volume plat lantai 4 = 53.400. maka : Biaya sewa pompa = Rp 1.000/m3.803 = 47.000 + Rp 2.800.99 d).000 Total biaya sewa pompa = Rp 1.000.

Volume plat lantai existing (tebal plat = 12 cm) : Lantai 2 Lantai 3 Lantai 4 = 61. Biaya total untuk alternatif 1 pekerjaan plat : = Rp 576. Perhitungan volume : Tebal plat precast dan topping untuk plat lantai dan plat atap didapat dari perhitungan struktur plat (lampiran 2).700.50 m2 = 63.Volume plat lantai precast : Lantai 2 Lantai 3 Lantai 4 = 61.90 m3 = 63. yaitu dengan Menggunakan Plat Precast a).Volume plat atap existing (tebal plat = 10 cm) : Plat atap bawah Plat atap atas Plat atap canopy = 33.699.12 m3 = 63.663 2).90 m3 .50 m2 = 1574.33 m2 = 63.000 = Rp 582.98 m3 .33 m2 . .67 m3 = 4.12 = 532.90 / 0.12 / 0.12 = 509.68 m3 = 18.100 e).12 = 532.90 / 0.663 + Rp 5.999. Pekerjaan Plat Alternatif 2.

980 / 0.95 m3 lantai 4 = (63.63 m2 .46 m3 .06 = 31.80 m2 Total volume plat precast = 1574.06 = 31.80 m2 = 18.04 = 1.468 m3 Volume plat atap canopy = ( 4.06 = 30.12) x 0.900 / 0.98 / 0.Volume plat topping lantai (tebal plat = 6 cm) : lantai 2 = (61.120 / 0.12) x 0.10) x 0.Volume plat atap precast : Plat atap bawah Plat atap atas Plat atap canopy = 33.10 = 186.992 m3 Total = 22.56 m3 lantai 3 = (63.04 = 13.30 = 2147.900 / 0.472 m3 Volume plat atap atas = (18.101 .12) x 0.10 = 336.33 + 573.67 / 0.10 = 49.68 / 0.932 m3 .70 m2 = 4.95 m3 Total = 94.80 m2 = 573.670 / 0.10) x 0.10) x 0.04 = 7.Volume plat topping atap (tebal plat = 4 cm) : Volume plat atap bawah = (33.680 / 0.

500 Rp 135.300 0.50 @ Rp 32.000 @ Rp 32. lampiran 4) : 1.500 32.500 Rp 227.0007 0.000 9. besi pekerja @ Rp @ Rp 6.500 Rp 385. tk.750 Pembesian per kg SNI-03-2495-1991/SK SNI S-05-1990-F (BPIK) : 1.000 Rp 565.0003 0. batu pekerja @ Rp 385.300 Rp 142.50 Rp 157.50 Rp 6861.000 @ Rp 32.75 24.102 b).0070 mandor kep.000 mandor kep.000 6.500 @ Rp 35. batu tk.500 @ Rp 35.0150 kg kawat besi 0.75 .500 Rp 6.000 @ Rp 32. besi tk.50 Rp Rp 9.000 m3 Beton K275 0.500 @ Rp 22. tk.750 3.0500 kg besi 0. Perhitungan harga satuan : Harga satuan pekerjaan beton 1m3 menurut BOW BPIK (K275 ex.000 Rp Rp Rp 9. Jati Kencana Beton bulan November 2005.100 1.0070 0.500 @ Rp 22.

06 = 16. - Topping plat lantai D8-12.021 Harga bekesting = 4 x Rp 52.500 Rp 10.100 . tk.750 Rp 52.000 Rp 30.5 cm D8-20 cm 100 100 Besi = 9 + 6 x 100/6 x 0.0400 m3 kayu cetakan 0.330 0.39 = 97.725 Rp 6.75 = Rp 669.200 195 1155 @ Rp 32.67 Vbekesting = 0.500 @ Rp 35.5 kg Vbeton = 1 x 1 x 0.67 = 4 m2 Harga besi = 97.000 @ Rp 8.400 kg paku 0.06 m3 Bekesting = 4 x 0.24 x 16. kayu pekerja @ Rp 750.000 @ Rp 32.300 mandor kep.000 Rp Rp Rp 3.103 1m2 Pasang bekesting untuk lantai SNI-03-3435-2002 (BPIK) : 0.06 = 0.24 m2 Per 1m3 = 1 / 0.025 = Rp 208. kayu tk.033 0.5 kg x Rp 6861.006 0.025 c). Perhitungan harga pekerjaan plat Desain tulangan diperoleh dari perhitungan struktur plat (lampiran 4).06 = 0.500 @ Rp 22.

104

-

Topping plat lantai D6-10 cm D6-12,5 cm 100 Besi = 9 + 11 x 100/4 x 0,22 = 110 kg Vbeton = 1 x 1 x 0,04 = 0,04 m3 Bekesting = 4 x 0,04 = 0,16 m2 Per 1m3 = 1 / 0,04 =25 Vbekesting = 0,16 x 25 = 4 m2 Harga besi = 110 kg x Rp 6861,75 = Rp 754.793 Harga bekesting = 4 x Rp 52.025 = Rp 208.100 100

-

Harga satuan topping plat lantai 1 m3 : Beton (K275) Tulangan Bekesting = Rp 565.750 = Rp 669.021 = Rp 208.100 Total = Rp 1.442.71

-

Harga satuan topping plat atap 1 m3 : Beton (K275) Tulangan Bekesting = Rp 565.750 = Rp 754.793 = Rp 208.100 Total = Rp 1.528.643

105

-

Perhitungan harga pekerjaan plat :

Volume precast = 2147,63 m2 Harga precast = Rp 150.000/m2 (harga precast ex. Adhimix Precast pada bulan November 2005, lampiran 4). Harga plat precast = 2147,63 x Rp 150.000 = Rp 322.145.000 Harga plat topping = (94,46 m3 x Rp 1.442.871) + (22,932 m3 x Rp 1.528.643) = Rp 171.348.436

d). Persewaan pompa untuk mengecor topping : Harga pemakaian pompa hanya untuk satu lokasi sekali pakai Rp 1.400.000, maksimal volume 60m3 kelebihannya Rp 25.000/m3. Jumlah pipa 10 batang @ 3 m kelebihannya Rp 25.000/batang (lampiran 4). Pengecoran topping plat lantai Volume topping = 94,46 m3 Biaya sewa pompa = Rp 1.400.000 + 34,46 x Rp 25.000 = Rp 2.261.500 Pengecoran topping plat atap Tambahan 4 batang pompa, karena panjangnya daerah yang akan dicor. Biaya sewa pompa = Rp 1.400.000 + 4 x Rp 25.000 = Rp 1.500.000 Total biaya sewa pompa = Rp 2.261.500 + Rp 1.500.000 = Rp 3.761.500

106

e). Perkiraan sewa alat berat untuk memasang plat precast Perkiraan 1 hari memasang 8 m3 plat precast Pekerjaan selesai = 128,858 m3 / 8 m3 = 16,2 → 17 hari Biaya sewa alat crane Mobilisasi = Rp 25.000.000/bulan = Rp 45.000.000

Biaya erection dan dismantle = Rp 18.000.000 Biaya operator = Rp 50.000/hari, 2 orang = Rp 100.000 Biaya operator pemasangan = 17 hari x Rp 100.000 = Rp 1.700.000 Total = Rp 25.000.000 + Rp 45.000.000 + Rp 18.000.000 + Rp 1.700.000 = Rp 89.700.000 f). Biaya total alternatif 2 pekerjaan plat = Rp 322.145.000 + Rp 171.348.436 + Rp 3.761.500+ Rp 89.700.000 = Rp 586.954.936

199. diantaranya sebagai berikut : • • • • Analisis fungsi (tabel 4.10) Matrik evaluasi (tabel 4.8) Metode zero-one mencari bobot (tabel 4.936 Penghematan Rp 13.7 Perbandingan Harga Existing dan Alternatif Pekerjaan Plat No Item Existing Alternatif 1 Penghematan 1 Harga Rp 600. yaitu dengan menggunakan mutu beton K350 bila dibandingkan dengan pekerjaan existing memiliki penghematan biaya sebesar Rp 17.663 Rp 17. Dalam perhitungan analisis VE menggunakan metode.954. tetapi nantinya juga dilihat dari analisis VE pada kriteria-kriteria dari pekerjaan plat yang diusulkan pada tahap kreatif.199.407 Dari tabel didapat : Harga untuk pekerjaan alternatif 1.680.699.154.9) Metode zero-one mencari indeks (tabel 4. yaitu dengan menggunakan plat precast bila dibandingkan dengan pekerjaan existing memiliki penghematan biaya sebesar Rp 13.107 Tabel 4. Untuk memilih alternatif terbaik tidak hanya dilihat dari segi penghematan biaya saja.680 Alternatif 2 Rp 586.343 Rp 582. Harga untuk pekerjaan alternatif 2.454.454.407.11) 107 .

154. 108 .343.00 89.75 / 582.50 219.50 5.000.00 Cost/Worth = 1. baik pada pekerjaan alternatif 1 maupun alternatif 2 karena nilainya lebih dari 1. walaupun penghematan yang terjadi tidak begitu besar.00 600.000.30 Cost/Worth = 1.343.699.763.50 114.348.00 130.907.75 Worth 1 123.30 338.663. Benda Beban Beban Plat Beban Beban Beban Pekerjaan Pekerjaan Jenis P P P P P P P P Cost 115.400.00 171.03 Worth 2 322.700.02. Untuk kolom worth 1 nilainya didapat dari biaya pekerjaan alternatif 1 atau dengan merubah mutu beton.954.154.872.500.343.00 586.484.472.000.154.790.936 = 1.145.700.25 133.03 dan cost/worth2 = 600.611.833. Analisis Fungsi Pekerjaan Plat Tabel 4.699. Nilai cost/worth diatas berarti menunjukkan adanya penghematan.000.936.02 - Untuk kolom cost nilainya didapat dari biaya pekerjaan existing.406.761. Perhitungan Value Engineering Pekerjaan Plat 1).954.681.663.00 582. Untuk kolom worth 2 nilainya didapat dari pekerjaan alternatif 2 atau dengan menggunakan plat precast.8 Analisis Fungsi Pekerjaan Plat No 1 2 3 4 5 6 7 8 Uraian Beton Besi tulangan Begesting Perancah Plat precast Plat topping Pompa beton Alat crane Jenis Kata Kerja Menyalurkan Menyalurkan Mencetak Menahan Menerima Menerima Membantu Membantu P = primer S = sekunder Fungsi Kt. - Nilai cost/worth1 = 600.00 3.436.30 = 1.937.000.75 / 586.108 b.

109 2).00 Total Ranking Bobot .33 8. Pemberian nilai 0 adalah nomor kriteria pada kolom kurang penting dari nomor kriteria pada baris. .11 13. yaitu yang mendapat total tertinggi angka ranking 9.44 2.00 15. .Pemberian nilai 1 adalah nomor kriteria pada kolom lebih penting dari nomor kriteria pada baris.Untuk bobot dihitung dengan rumus = {angka ranking yang dimiliki / jumlah angka ranking}x 100.22 6.67 100. yaitu rangking 1-9. . sebagai contoh diambil kriteria waktu pelaksanaan. Pemberian nilai X adalah nomor kriteria pada kolom dan baris mempunyai fungsi sama penting.56 11.89 4. selanjutnya terus turun sampai yang total terendah mendapat angka ranking 1.Metode zero-one pada tabel digunakan untuk mencari bobot yang nantinya digunakan dalam menghitung matrik evaluasi.9 Metode Zero-One Mencari Bobot Pekerjaan Plat Kriteria Waktu Pelaksanaan Pembiayaan Jumlah Tenaga Koordinasi Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Kondisi Lapangan Kondisi Cuaca Pekerjaan Finishing Berat Struktur Nomor Kriteria 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 X 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 X 0 0 0 0 0 0 0 3 1 1 X 0 0 0 0 0 0 Nomor Kriteria 4 1 1 1 X 0 0 0 0 0 5 1 1 1 1 X 0 0 0 0 6 1 1 1 1 1 X 0 0 0 7 1 1 1 1 1 1 X 0 0 8 1 1 1 1 1 1 1 X 1 7 8 6 4 5 3 1 0 2 Jumlah 8 9 7 5 6 4 2 1 3 45 17.78 20.Pemberian angka pada ranking sesuai dengan jumlah kriteria. Metode Zero-One Mencari Bobot Tabel 4.78 109 . bobot = {8 / 45}x 100 = 17. Pemberian ranking dilakukan secara terbalik.

Tabel 4. Dalam menganalisis VE kriteria-kriteria komponen plat yang digunakan seperti yang diusulkan pada tahap kreatif. Kriteria Waktu Pelaksanaan Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 1 2 Indeks 0 1/3 2/3 2.11. pekerjaan existing dan pekerjaan alternatif juga harus dianalisis VE dengan metode zero-one untuk mendapatkan indeks yang akan digunakan dalam tabel matrik evaluasi. Metode Zero-One Mencari Indeks Sebelum menggunakan matrik evaluasi. Kriteria Jumlah Tenaga Kerja Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 1 2 Indeks 0 1/3 2/3 .110 3). Untuk metode zero-one dapat dilihat pada tabel 4.10 dan matrik evaluasi pada tabel 4. Penjelasan : Fungsi A = Pekerjaan Existing Fungsi B = Alternatif 1 = meningkatkan mutu beton menjadi K350 Fungsi C = Alternatif 2 = dengan menggunakan plat precast/ pracetak. Kriteria Pembiayaan Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 0 C 0 1 X Jumlah 0 2 1 Indeks 0 2/3 1/3 3.10 Metode Zero-One Mencari Indeks 1.

Kriteria Koordinasi di Lapangan Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 1 2 Indeks 0 1/3 2/3 5. Kriteria Pengawasan dan Pengendalian Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 1 2 Indeks 0 1/3 2/3 6. Pekerjaan Finishing Fungsi A B C A X 0 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 0 2 Indeks 0 0 1 9. Kriteria Kondisi Lapangan Fungsi A B C A X 0 0 B 0 X 0 C 1 1 X Jumlah 1 1 0 Indeks ½ ½ 0 7. Kondisi Cuaca Fungsi A B C A X 0 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 0 2 Indeks 0 0 1 8.111 4. Berat Struktur Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 0 C 0 1 X Jumlah 0 2 1 Indeks 0 2/3 1/3 .

112 Penjelasan tabel 4. maka diberi tanda 0. pada baris B mempunyai jumlah 1. .Untuk jumlah merupakan hasil penjumlahan pada baris. Mempunyai kebalikan dengan baris kedua. Pada baris pertama : . dimana C pada kolom mempunyai fungsi lebih penting dari A pada baris dan diberi tanda 1.C = 0+1+2 = 3.A pada kolom mempunyai fungsi kurang penting dari C pada baris.Indeks ini nantinya digunakan pada tabel matrik evaluasi.Untuk indeks adalah perbandingan antara jumlah dengan total jumlah.10. Misal. pada baris A mempunyai jumlah 0. .A pada kolom mempunyai fungsi kurang penting dari B pada baris. Mempunyai kebalikan dengan baris ketiga. . maka diberi tanda 0. yaitu waktu pelaksanaan. Misal total jumlah A. . C = 2/3. dimana B pada kolom mempunyai fungsi lebih penting dari A pada baris dan diberi tanda 1. pada baris C mempunyai jumlah 2.B. B = 1/3. sedang untuk indeks A = 0/3. .A pada kolom mempunyai fungsi sama dengan A pada baris maka diberi tanda X .Untuk metode zero-one kriteria-kriteria yang lain penilaianya menggunakan cara yang sama. sebagai contoh diambil tabel kriteria nomor satu. .

33 1/3 6.48 54.19 2/3 10.22 0 2/3 4. Total hasil adalah jumlah dari bobot dikali nilai.00 Indeks =0 3 15.C dibagi menjadi dua bagian.93 2/3 11.44 1/2 4.37 0 1/3 3. B adalah pekerjaan alternatif 1 dan C adalah pekerjaan alternatif 2.67 0 1/3 5.89 Indeks = 1/2 7 4.41 0 1/3 4. Matrik Evaluasi Tabel 4.44 0 0 0 0 0 1 4.67 Indeks = 0 4. - Pada baris A.B. yaitu bagian atas diisi indeks dan bagian bawah diisi nilai bobot dikalikan indeks.78 Indeks = 0 Bobot x indeks = 17.9.70 2/3 7.56 Indeks =0 4 11.11 Matrik Evaluasi Pekerjaan Plat No Fungsi 1 Bobot 17.113 4).22 Total 1 A 2 3 B C 41.44 0 2/3 13. Untuk memilih pekerjaan alternatif dilihat dari yang memiliki total nilai terbesar dan dari tabel diatas diketahui bahwa pekerjaan alternatif 2 atau menggunakan plat precast dapat dipilih karena memiliki total nilai terbesar 113 .45 1/3 2.89 4.44 0 0 0 1 2.44 2/3 8.85 2 20.10.07 - A adalah pekerjaan existing.22 Indeks = 0 9 6. sedangkan indeks didapat dari tabel 4.78 x 0 = 0 1/3 5.44 Indeks = 0 8 2.11 Indeks = 0 Kriteria 5 13.33 Indeks = 0 6 8. Pemberian nilai pada bobot berdasarkan kepentingan kriteria pada item pekerjaan plat atau didapat dari tabel 4.

maka tidak memerlukan biaya operasional dan pemeliharaan. pada tahap pengembangan ini tidak dilakukan perhitungan pekerjaan plat dalam siklus life cycle cost.154. . Desain Awal : 1). Tahap Rekomendasi a.343. Biaya perencanaan sebesar Rp 600. 3). 2).114 4. Selain itu tenaga kerja di lapangan juga banyak. 4). Tahap Pengembangan Proyek : Pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang Item : Pekerjaan Struktur Atas Pekerjaan plat karena terletak dibawah ubin/tegel dan tertutup oleh plafond serta dalam perencanaannya sudah direncanakan kuat menahan beban. Tebal plat 12 cm dengan pembesian diameter 10mm untuk plat lantai dan diameter 8mm untuk plat atap. Struktur plat menggunakan beton bertulang dengan mutu beton K225 dan mutu baja fy = 240 MPa. Untuk itu. Pelaksanaan konstruksi dengan metode konvensional (cast in situ). sehingga waktu pelaksanaannya lama. 5. sehingga membutuhkan koordinasi yang ekstra ketat.

Penggunaan beton bertulang dengan merubah mutu beton menjadi K350 dan mutu baja tetap fy 240 MPa. Keuntungan yang didapat sebagai berikut : Menghemat waktu pelaksanaan Mutu pekerjaan terjamin karena adanya pengawasan yang ketat Jumlah tenaga kerja dapat direduksi/ dikurangi Lingkungan kerja yang relatif bersih karena penggunaan bekesting dapat dikurangi Pengerjaannya tidak bergantung cuaca Biaya perencanaannya sebesar Rp 586.954. a). Usulan : 1).199. .699. a). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4. Penggunaan plat dengan sistem plat pracetak/precast.407 Dari dua alternatif yang diusulkan dapat dibuat grafik untuk menggambarkan besarnya biaya perencanaan yang terjadi.3.454.663. Keuntungan yang didapat sebagai berikut : Dimensi plat menjadi kecil Perencanaan dan pelaksanaannya mudah dikerjakan Biaya perencanaannya sebesar Rp 582.115 b. sehingga terjadi penghematan biaya sebesar Rp 13. sehingga terjadi penghematan biaya sebesar Rp 17.936.680 2).

954.00 Rencana anggaran biaya 595.000.154.343.00 600.00 570.000. walaupun nilainya tidak terlalu besar.3 menjelaskan hubungan antara biaya dengan pekerjaan plat.000.00 590.3 Grafik Hubungan Antara Pekerjaan Plat Dengan Biaya Perencanaannya Gambar 4.936.00 600.000. c.000.000.000.000. baik existing maupun pekerjaan alternatif yang diusulkan. Pemilihan Pekerjaan Alternatif yang Dipakai Dari analisis yang dilakukan.00 580.000.000.663.00 582.000.000. Setelah dilakukan analisis VE ternyata terdapat penghematan biaya.116 605.000.000.000.00 586.00 Existing Alternarif 1 Item pekerjaan plat Alternatif 2 Gambar 4.00 585. maka dipilih pekerjaan alternatif 2 sebagai alternatif terbaik dengan dasar pertimbangan sebagai berikut : Penghematan biaya Penghematan waktu Tidak mengurangi estetika dan fungsi dasar struktur Pengurangan jumlah tenaga kerja .699.00 575.000.

Hal menjadi alasan mengapa perlu dilakukan analisis VE pada item pekerjaan tersebut adalah karena adanya perubahan berat bangunan yang ditahan oleh fondasi akibat perubahan yang dilakukan pada struktur atas saat dilakukan analisis VE. Tahapan dalam Analisis VE pada Item Pekerjaan Struktur Bawah Pekerjaan struktur bawah yang memiliki potensial untuk dilakukan analisis VE adalah pekerjaan fondasi. yaitu dengan fondasi pancang bulat diameter 35 mm dan fondasi sumuran.117 H. Dalam penerapan VE nantinya akan dicoba alternatif dengan mengganti bahan fondasi. . Alasan pemilihan alternatif tersebut adalah adanya penghematan dari segi biaya maupun waktu dengan adanya perubahan bahan/ material dan pengurangan jumlah fondasi. Pada proyek pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang struktur bawah menggunakan fondasi pancang minipile segitiga 37x37x37.

Kedalaman pondasi sampai tanah keras 12 m .14 Informasi Umum dan Kriteria Desain Struktur Bawah Uraian Data Teknis Proyek Fondasi : Kriteria Desain .Tahap Informasi a.Dimensi tergantung dari jumlah fondasi Perhitungan beton menurut SKSNI 1991 Unsur Desain .75 Perkiraan Biaya .Mutu baja fy 320 MPa .Dimensi pile cap : P2 = 50 cm P3 = 60 cm P4 = 70 cm P5 = 70 cm Rp 363.Mutu beton K225 .Beban bangunan dihitung dengan menggunakan SAP2000 versi 7.118 1.339.Menggunakan minipile segitiga 37x37x37 . Informasi Umum dan Kriteria Desain Proyek Item : Pembangunan Gedung Rektorat Unimus : Pekerjaan Struktur Bawah Tabel. 4.Terdapat 180 titik pancang .42 Pile cap : .186.

800. .480.186.695.00 427.50 Belum dihitung Belum dihitung Belum dihitung Jenis P = primer S = sekunder .Nilai worth yang belum bisa ditampilkan akan diisi setelah dilakukan perhitungan biaya pekerjaan alternatif pada tahap analisis.833.Nilai cost didapat dari rencana biaya existing.050.00 8.50 2.119 Tabel 4.000. . Benda Beban Beban Elevasi Lubang Kegiatan Alat Tiang pancang Jenis P P S S S S S Cost 222.00 376.00 139.Analisis fungsi pada tahap ini hanya menerangkan item pekerjaan yang akan dianalisis dan definisi fungsi dari kata kerja dan kata benda terukur.00 8. 119 .833. .Analisis fungsi secara lengkap akan ditampilkan pada tahap analisis.604.604.00 1.625.885.000.000.050.15 Analisis Fungsi Pekerjaan Fondasi No 1 2 3 4 5 6 7 Uraian Tiang pancang Pile cap Galian tanah Urugan kembali Lantai kerja Mobilisasi Kupas tiang pancang Kata Kerja Mendukung Meneruskan Menyesuaikan Menutup Meneruskan Memindahkan Memotong Fungsi Kt.625.059.75 1.25 Worth Belum dihitung Belum dihitung 1.00 427.885.756.500.

42 Data tanah berdasarkan penyelidikan sondir b. Kedua alternatif tersebut adalah : a. Alternatif 2 : Penggunaan fondasi sumuran Data-data : Diameter sumuran direncanakan sesuai pembebanan yang terjadi Mutu beton pile cap K300 Mutu baja fy = 240 MPa Mutu beton sumuran K250 Mutu baja fy = 240 MPa Mutu beton siklop K225 Harga beton didapat dari Jati Kencana Beton (lampiran 4) . harga beton didapat dari Jati Kencana Beton (lampiran 4) Mutu baja pile cap fy = 320 MPa Pembebanan direncanakan berdasarkan SAP2000 versi 7. Data-data : Diameter tulangan 35 cm Daya dukung tiang 93. Tahap Kreatif Pada tahap ini akan dimunculkan dua alternatif sebagai pembanding perencanaan awal yang sudah ada.120 2. Alternatif 1 : Penggunaan tiang pancang silinder diameter 35 cm. WIKA beton (lampiran 4) Mutu beton pile cap K225.1 ton ez.

121 Sebagai bahan pertimbangan untuk memilih alternatif pekerjaan fondasi dapat digambarkan keuntungan dan kelemahan setiap alternatif.16. Untuk memudahkan perhitungan VE dalam memilih alternatif terbaik dapat dimunculkan kriteria-kriteria dari item pekerjaan fondasi. Kriteria tersebut merupakan komponen-komponen/ aspek-aspek dalam pelaksanaan pekerjaan fondasi.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.17. seperti terdapat pada tabel 4. Dalam tabel juga dijelaskan perbandingan keuntungan dari kriteria yang diusulkan. .

pembuatannya di pabrik.Tenaga kerja yang cukup berpengalaman dan mudah didapat . 4.Perencanaannya mudah karena sudah umum banyak digunakan .Sarana yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan lebih sederhana dan mudah didapat Kelemahan .16 Keuntungan dan Kerugian Alternatif Pekerjaan Fondasi No Usulan/ Alternatif Keuntungan . karena Tiang pancang beton 1.Pelaksanaannya cepat karena adanya penggunaan alat berat 2. Penggunaan pondasi sumuran . sehingga alat.Suara bising yang ditimbulkan saat pelaksanaan pemancangan .Kualitas terjamin.Kemungkinan adanya tiang patah akibat penyambungan yang kurang sempurna - Kontrol kualitas kurang terjamin karena langsung cetak ditempat (cast in situ) Waktu pelaksanaan lama karena adanya pelaksanaan begesting dan penulangan beton Pelaksanaannya tergantung faktor cuaca .122 Tabel. silinder diameter 35 cm bahan dan pengawasan baik dan terkontrol .Keuntungan dan kelemahan dari alternatif yang diusulkan nantinya bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam perhitungan VE untuk menentukan alternatif yang dipilih. 122 .Tenaga kerja banyak mudah didapat .Panjangnya tertentu sehingga kemungkinan adanya kekurangan dan kelebihan bahan .

Kriteria-kriteria pada tabel nantinya digunakan untuk perhitungan analisis VE dalam metode zero-one dan matrik evaluasi pada tahap analisis. Fondasi Alternatif 1 dengan Tiang Pancang Diameter 35 cm Waktu Pelaksanaan Cepat karena dibantu 1.123 Tabel 4. 6. Tidak berpengaruh Berat.17 Kriteria Desain Alternatif Struktur Bawah No Kriteria Pek. 5. 8. ready mix Banyak Cukup sulit karena tenaga yang banyak Tidak terlalu ketat karena menggunakan beton ready mix Membutuhkan ruang kerja yang luas. . Membutuhkan ruang kerja yang luas. 3. 7. Berat. Fondasi Alternatif 2 dengan Fondasi Sumuran Lama karena pembuatan begesting dan penulangan Biaya bahan mahal. semakin tinggi mutu semakin mahal Biaya pelaksanaan mahal karena terkait dengan alat berat. Jumlah tenaga kerja lapangan Koordinasi pelaksanaan Pengawasan dan pengendalian Kondisi lapangan Kondisi cuaca Berat struktur Sedikit Tidak sulit. Biaya pelaksanaan mahal karena terkait dengan alat berat . . Harus diperhatikan. 4. concrete pump. Pek. alat berat 2. ready mix. Pembiayaan Biaya bahan murah karena mudah didapat. karena tenaga kerja sedikit Kontrol yang cukup ketat .

059.000 = Rp 222. Mobilisasi = Rp 2.330 m3 Harga pile cap = Rp 2.480.186.000 = Rp 1.330 = Rp 139.500.475 x 66.186 . Harga existing = Rp 222.000 = Rp 365.059.000/titik Volume = 180 titik Harga = 180 x Rp 10. a).000 b).75 + Rp 2. Pekerjaan Existing Fondasi Perhitungan existing pekerjaan fondasi diambil dari Rencana Anggaran Biaya Proyek Pembagunan Gedung Rektorat UNIMUS. Kupas tiang pancang Rp 10.75 c).000 Harga minipile = 2160 x Rp 103.000 + Rp 139.839. Perhitungan Estimasi Biaya Pekerjaan Fondasi 1).000 + Rp 1.800.000 e).500.186.800.000 d).096.124 3. Volume minipile = 2160 m’ Harga satuan minipile = Rp 103. Tahap Analisis a.480. Volume pile cap = 66.

500 @ Rp 35.000 9.500 Rp Rp Rp Rp Rp 142. batu pekerja @ Rp 365.500 32.750 Pembesian dengan besi polos atau ulir per kg SNI-03-2495-1991/SK SNI S-05-1990-F (BPIK) : 1. tk.0500 kg besi 0.000 m3 Beton K225 0.0003 0.500 @ Rp 22. yaitu dengan Menggunakan Fondasi Tiang Pancang Diameter 35 cm a).500 Rp 11.750 3.500 Rp 10.000 @ Rp 32.100 1.50 @ Rp 32.300 0.500 135. besi pekerja @ Rp 10.500 @ Rp 22.000 6.0150 kg kawat besi 0.125 2).50 227. tk.000 mandor kep. Perhitungan harga satuan Harga satuan pekerjaan beton 1m3 menurut BOW BPIK (K225 ex. batu tk.500 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 365.061.50 157. besi tk.75 .75 24.500 @ Rp 35.0007 0.000 @ Rp 9. Pekerjaan Fondasi Alternatif 1.000 545. Jati Kencana Beton bulan November 2005.000 @ Rp 32.0070 mandor kep. lampiran 4) : 1.50 9.0070 0.000 @ Rp 32.

kayu pekerja @ Rp 750.0400 m3 kayu cetakan 0.735 = 1.750 48.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp b).500 @ Rp 22.000 @ Rp 32.735 m3 x 8 = 5. (1).36 .400 162.126 1m2 Pasang bekesting untuk lantai SNI-03-3435-2002 (BPIK) : 0. kayu tk.260 0. Perhitungan harga pekerjaan pile cap Untuk desain pile cap tiap fondasi didapat dari perhitungan struktur fondasi tiang pancang (lampiran 3).5 = 0. tk.300 mandor kep.000 @ Rp 8. Type P2 ( 8 buah ) Kolom 50x50 cm 7D12 9D12 30.450 6.000 2.05 x 0.300 kg paku 0.005 0.00 35 70 35 Jumlah tiang = 8x2 = 16 buah Volume pile cap = 1.50 910 8.026 0.50 @ Rp 32.500 50 8D20 10D20 Tiang pancang D 35 cm Kedalaman -12.88 m3 Per 1m3 = 1 / 0.40 x 1.500 @ Rp 35.672.

Type P2 Canopy ( 2 buah ) Kolom Ø 30 cm 5D12 40 6D20 Tiang pancang D 35 cm Kedalaman -12.75 = Rp 910.618.40) x 2.29 kg Begesting = 1.33 m2 Harga besi = 82.51 kg = 82.079 Harga beton pile cap : Beton K225 Besi Begesting = Rp 545.13 + = 60.29 kg x Rp 11.05 + 8 x 1.05) x 0.514.33 x Rp 48.618.00 35 35 35 .89 = 17.40 + 2x1.36 x 2.38 (9 x 1.36 x 60.88 x Rp 1.100 = Rp 9.672.271 = Rp 162.271 Harga begesting = 3.5 = Rp 162.061.51 kg Vbegesting = (2x1.50 = 2.05 + 7 x 1.079 Rp 1.45 m2 = 3.100 Harga = 5.428 (2).40) x 0.750 = Rp 901.127 Vbesi = (10 x 1.46 = 53.45 m2 Besi = 1.

744.672.68 m2 = 3.81 x Rp 48.34 kg Besi = 2.05 x 2.128 Jumlah tiang = 2x1 = 2 buah Volume pile cap = 1.40) = 1.75 = Rp 1.88 m3 Per 1m3 = 1 / 0.012.05 x 1.34 kg = 91.05 x 0.57 kg x Rp 11.534.44 m3 x 2 = 0.116 Harga = 0.924 = Rp 185.924 Harga begesting = 3.4 = 0.750 = Rp 1.27 Vbesi = (12 x 1.57 kg Vbegesting = (4 x 1.05 x 2.46) = 40.88 x Rp 1.81 m2 Harga besi = 91.5 = Rp 185.012.116 = Rp 1.46) + (10 x 1.44 = 2.442 Rp 1.27 x 40.68 m2 Begesting = 2.061.822 .05 x 0.442 Harga beton pile cap : Beton K225 Besi Begesting = Rp 545.27 x 1.744.

33 x Rp 48.45 m2 Begesting = 1.51 kg Vbegesting = (2x1.129 (3).4) x 3.05) x 0.4 x 1.4) x 1.05 + 10 x 1.51 kg x Rp 11.735 m3 x 24 = 17.50 = 2.05 + 9 x 1.73 kg Besi = 1.49 + = 107.5 = Rp 162.657 Harga begesting = 3.45m2 = 3. Type P3 ( 24 buah ) Kolom 50x50 cm 9D16 11D16 50 8D25 10D25 Tiang pancang D 35 cm Kedalaman -12.735 = 1.58 = 21.079 .620.061.75 = Rp 1.00 35 Jumlah tiang = 24x2 = 48 buah 70 35 Volume pile cap = 1.36 x 2.24 (11 x 1.4 + 2x1.672.73 kg = 146.05 x 0.5 = 0.85 = 86.33 m2 Harga besi = 146.36 Vbesi = (8 x 1.64 m3 Per 1m3 = 1 / 0.36 x 107.

Type P4 ( 4 buah ) Kolom Ø 70 cm 11D16 11D16 70 14D25 14D25 Tiang pancang D 35 cm Kedalaman -12.079 = Rp 162.8 = 0.8 m3 x 4 = 11.486 Harga = 17.6 m2 Begesting = 0.357 x 269.328.493 (4).486 = Rp 41.750 = Rp 1.64 x Rp 2.2 m3 Per 1m3 = 1 / 2.72 kg = 96.7) = 5.85) + (22 x 2 x 1.074.72 kg Besi = 0.6 m2 = 2 m2 .130 Harga beton pile cap : Beton K225 Besi Begesting = Rp 545.58) = 269.620.29 kg Vbegesting = (4 x 2 x 0.00 30 70 70 30 Jumlah tiang = 4x5 = 20 buah Volume pile cap = 2 x 2 x 0.357 Vbesi = (28 x 2 x 3.328.079 Rp 2.70 = 2.357 x 5.

58) = 147.4 x 0. Type P5 ( 16 buah ) Kolom 50x50 cm 9D16 9D16 60 10D25 10D25 35 70 35 Tiang pancang D 35 cm Kedalaman -12.187 (5).5 = Rp 97.176 m3 x 16 = 18.345 Rp 1.48 kg .60 = 1.75 = Rp 1.136 Harga begesting = 2 x Rp 48.29 kg x Rp 11.4 x 1.816 m3 Per 1m3 = 1 / 1.62 kg Besi = 0.4 x 1.708.750 = Rp 1.85 Vbesi = (20 x 1.85) + (18 x 1.4 x 3.345 Harga beton pile cap : Beton K225 Besi Begesting = Rp 545.176 = 0.231 = Rp 19.065.708.065.132.62 kg = 125.00 Jumlah tiang = 16x4 = 64 buah Volume pile cap = 1.061.672.135 = Rp 97.131 Harga besi = 96.231 Harga = 11.85 x 147.2 x Rp 1.

981 = Rp 39.86 x Rp 48.028 = Rp 139.88 + 0.000/batang (lampiran 4).000/m3.64 + 11. Volume pile cap = 5.416 m3 Karena kondisi lapangan.388. Persewaan pompa untuk mengecor pile cap : Harga pemakaian pompa hanya untuk satu lokasi sekali pakai Rp 1.525.88 + 17.005.072.028 Harga begesting = 2.061.187 + Rp 39.2 + 18.306.132 Vbegesting = (4 x 1.5 = Rp 139.400. maka memerlukan tambahan 5 batang pompa Biaya sewa pompa = Rp 1.210 = Rp 110.534.75 = Rp 1.36 m2 Begesting = 0.981 Harga = 18.132.400.514.536 c).48 kg x Rp 11.428 + Rp 1. Jumlah pipa 10 batang @ 3 m kelebihannya Rp 25.072.000 + 5 x Rp 25.005.074.000 = Rp 1.000.86 m2 Harga besi = 125. maksimal volume 60m3 kelebihannya Rp 25.816 = 54.388.000 .816 x Rp 2.493 + Rp 19.85 x 3.4 x 0.203 Rp 2.36 m2 = 2.60) = 3.750 = Rp 1.672.203 Harga beton pile cap : Beton K225 Besi Begesting = Rp 545.210 Total harga pile cap = Rp 9.822 + Rp 41.

500. Paton Buana Biaya = Rp 12. maka = 2 x Rp 1.000 = Rp 21. lampiran 4) Biaya pemancangan = 1800 x Rp 12.500.500.000/m’(ex.000 + Rp 1.000 = Rp 3. lampiran 4).525. WIKA bulan November 2005.000 = Rp 216.600.000 g).000.000 + Rp 21.000 + Rp 216.536 .600. Kupas tiang pancang diperkirakan Rp 10.000 = Rp 353.000/m’ ( bulan November 2005.000.000 (lampiran 4) Biaya dilakukan 2 kali.000 = Rp 1.000 f).500.306.133 d).000/titik Biaya = 150 titik x Rp 10. Mobilisasi = Rp 1.000 e).931.000.000 + Rp 3.536 + Rp 1.000 Harga total alternatif 1 pekerjaan fondasi tiang pancang diameter 35 cm : = Rp110. Pemancangan tiang Pemancangan dilakukan oleh PT.000. Harga tiang pancang = 1800 x Rp 120. Harga tiang pancang Volume tiang pancang = P2 = 16 titik x 12 m’ = 192 m’ = 24 m’ = 576 m’ = 240 m’ = 768 m’ P2 canopy = 2 titik x 12 m’ P3 = P4 = P5 = 48 titik x 12 m’ 20 titik x 12 m’ 64 titik x 12 m’ Total volume tiang pancang = 150 titik = 1800 m’ Harga tiang pancang = Rp 120.

750 3. Perhitungan Harga Satuan Harga satuan pekerjaan beton 1m3 menurut BOW BPIK (K250 ex.000 m3 Beton K250 0. batu pekerja @ Rp 395. batu pekerja @ Rp 375.750 3.500 @ Rp 22. batu tk.000 575.500 @ Rp 35.000 @ Rp 32.500 32. Jati Kencana Beton bulan November 2005.000 m3 Beton K300 0.500 135.000 9.750 .300 0.100 1.000 mandor kep.000 @ Rp 32. batu tk.750 Harga satuan pekerjaan beton 1m3 menurut BOW BPIK (K300 ex.500 135.000 mandor kep. yaitu dengan Menggunakan Fondasi Sumuran a).500 32.500 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 365. tk.000 @ Rp 32.500 @ Rp 35.000 6. lampiran 4) : 1.000 9.000 555.500 @ Rp 22. Jati Kencana Beton bulan November 2005.000 @ Rp 32.134 3). tk. Pekerjaan Fondasi Alternatif 2.000 6. lampiran 4) : 1.500 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 395.300 0.100 1.

125 5.050 zak Portland Semen 0.000 Rp 156.000 7.000 mandor kep.300 mandor kep. batu pekerja @ Rp 31.000 @ Rp 9. kayu tk.260 0.600 4. tk.490 m3 Koral beton 0.000 @ Rp 100.150 0.000 @ Rp 8. tk.300 kg paku 0.085 0.50 910 8.000 Rp 450.320 m3 Pasir beton 0.026 0.000 @ Rp 32.500 @ Rp 32.50 @ Rp 32.625 67.000 49.000 2.500 @ Rp 22.975 27.135 1m2 Pasang bekesting untuk lantai SNI-03-3435-2002 (BPIK) : 0.500 Pekerjaan fondasi siklop 40% batu kali per m3 SNI-03-2836-2002 (BPIK) : 75 kg Besi beton @ Rp 6.500 @ Rp 35.550 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 40. batu tk.000 @ Rp 32.500 @ Rp 22.672. kayu pekerja @ Rp 750.850 3.800 kg kawat beton 0.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 30.750 48.000 @ Rp 125.875 2.400 162.0400 m3 kayu cetakan 0.500 @ Rp 35.450 6.500 806.005 0.500 .

75 b).000 9.0070 0.000 @ Rp 32.300 Rp Rp Rp Rp Rp 142.50 157.500 @ Rp 35. . tk.75 24.136 Pembesian dengan besi polos atau ulir per kg SNI-03-2495-1991/SK SNI S05-1990-F (BPIK) : 1. Pondasi Type P5 (16 buah) Kolom 50x50 cm 50 15D25 15D25 30 Panjang 5m 150 Pondasi sumuran D150 cm 30 Dalam fondasi sumuran digunakan pile cap.50 @ Rp 32. besi pekerja @ Rp @ Rp 6.500 @ Rp 22.0500 kg besi 0.0007 0. (1). Perhitungan harga pekerjaan fondasi Untuk desain fondasi sumuran didapat dari perhitungan struktur fondasi sumuran (lampiran 3).50 227.500 Rp 6861. karena untuk menahan gaya geser pons yang terjadi pada fondasi.0003 0. besi tk.0070 mandor kep.50 9.0150 kg kawat besi 0.500 Rp 6.

23 m2 Harga besi = 128.52.9 kg x Rp 6861.479 Harga begesting = 2.62 Vbesi = 30 x 1. 5) – (1/4 .9 kg = 128.407 Rp 1.8 x 3.22.18 x 16 = 50.636 Harga = 25. 1.5 = 3.88 m3 D10-25 20D12 15 120 15 .23 x Rp 48.407 Harga beton pile cap : Beton K300 Besi Begesting = Rp = Rp = Rp 575.636 = Rp 40.62 = 0.04 m2 = 2.479 113.573.137 Jumlah tiang = 16 buah Volume pile cap = 1.92 x Rp 1.62 m3 x 16 = 25.85 = 207.π .573.6 m2 Begesting = 0.92 m3 Per 1m3 = 1 / 1.9 kg Vbegesting = 4 x 1.5 = Rp 113.750 884.π . 1.788.50 = 1. 5) = 3.9 kg Besi = 0.441 x 5.8 x 0.18 m3 Beton Siklop Vtotal = 3.8 x 0.8 x 1.672.62 x 207.75 = Rp 884.645 Pondasi Sumuran : V = (1/4 .

750 = Rp 309.314 x 18.06 kg x Rp 6861.43 m3 Harga = 90.18 = 0.875 = Rp 58.809 .346.280 + Rp 72.788.14 x 1. 1.658.51 kg = 45.935 Rp 1. 5 .125 = Rp 72.935 Harga beton pile cap : Beton K250 Besi Begesting = Rp 555. π .280 Beton siklop 40% batu belah : V = 1/4 .5 = Rp 287.645 + Rp 58.43 x Rp 806.84 m2 Begesting = 0.62 = 89 = 54.899.75 = Rp 309.88 x Rp 1.884 Harga fondasi P5 = Rp 40.314 Vbesi = 20 x 5 x 0.4x 0.51 + = 143.190 Harga begesting = 5.138 Per 1m3 = 1 / 3.672.897.14 x 1.22.89 20 x 3.06 kg Vbegesting = 3. 16 = 90.2 x 5 = 18.51 kg Besi = 0.875 Harga = 50.915 m2 Harga besi = 45.915 x Rp 48.152.152.84 m2 = 5.314 x 143.658.190 = Rp 287.884 = Rp 172.

75 = Rp 969.85 = 338.34 x Rp 48.659.5 = Rp 113.750 969.34 m2 Harga besi = 141.8 kg = 141.6 m2 Begesting = 0.894 Panjang 5m 180 Pondasi sumuran D180 cm 10 Rp 1.672.4 = 0.894 Harga beton pile cap : Beton K300 Besi Begesting = Rp = Rp = Rp 575.428 113.417 x 5.6 m2 = 2.28 kg Vbegesting = 4 x 2 x 0.4 m3 x 4 = 9.417 Vbesi = 44 x 2 x 3.139 (2).428 Harga begesting = 2.28 kg x Rp 6861.417 x 338.6 m3 Per 1m3 = 1 / 2.6 = 5.60 = 2. Pondasi Type P4 (4 buah) Kolom Ø 70 cm 60 22D25 22D25 10 Jumlah tiang = 4 buah Volume pile cap = 2 x 2 x 0.8 kg Besi = 0.072 .

091 Pondasi Sumuran : V = (1/4 .35 kg Vbegesting = 3. 5) – (1/4 .927.7 = 66.88 x 4 = 15.786 = Rp 286.88 m3 Beton Siklop Vtotal = 3. 1.14 x 1.194 Harga beton pile cap : Beton K250 Besi Begesting = Rp 555.672.62 = 115.162.5 x 5 = 23.89 kg = 46.072 = Rp 15.659.88 x Rp 48.786 Harga begesting = 5.89 20 x 3.55 m2 Begesting = 0.14 x 1.750 = Rp 320.194 Rp 1.6 x Rp 1.5 = Rp 286.55 m2 = 5.88 = 0.75 = Rp 320.82.257 x 181.35 kg x Rp 6861.140 Harga = 9.88 m2 Harga besi = 46.730 .52. 1.7 x 0.π .257 Vbesi = 26 x 5 x 0.89 kg Besi = 0.52 m3 D10-25 26D12 15 150 15 Per 1m3 = 1 / 3.π .19 + = 181.257 x 23. 5) = 3.

261 (3).3 x 3.479 x 70.52.125 = Rp 28.676 m3 x 16 = 10. 5 .600 Harga fondasi P4 = Rp 15.08 m2 = 3.162.4 = 2. 1.63 kg Vbegesting = 4 x 1.816 m3 Per 1m3 = 1 / 0.045.927.141 Harga = 15.08 m2 Begesting = 1.30 = 0.045.348.091 + Rp 18.375. π .730 = Rp 18.07 kg = 103.3 x 0.570 + Rp 28.08 m2 Panjang 5m 100 Pondasi sumuran D100 cm 15 .600 = Rp 62.3 x 1.479 Vbesi = 14 x 1.479 x 2.375. Pondasi Type P3 (16 buah) Kolom 50x50 cm 40 7D25 7D25 15 Jumlah tiang = 16 buah Volume pile cap = 1. 4 = 35.2 m3 Harga = 35.52 x Rp 1.07 kg Besi = 1.2 x Rp 806.85 = 70.570 Beton siklop 40% batu belah : V = 1/4 .676 = 1.3 x 0.

75 = Rp 711.5 x 92.436. 0.5 = Rp 149.5 Vbesi = 13 x 5 x 0.99 m2 Begesting = 0.823 Pondasi Sumuran : V = (1/4 .08 x Rp 48.85 = 35.916 x Rp 1.495 m2 = 57.744 = Rp 15.5 x 10.47 kg Vbegesting = 3.89 20 x 3.083 149.083 Harga begesting = 3.911 Harga beton pile cap : Beton K300 Besi Begesting = Rp = Rp = Rp 575.09 + = 92.72.9 x 0. 5) = 2 m3 Beton Siklop Vtotal = 2 x 16 = 32 m3 D10-25 13D12 15 70 15 Per 1m3 = 1 / 2 = 0.63 kg x Rp 6861.02.62 Besi = 0.94 kg .99 m2 = 5.π . 5) – (1/4 .436.672.7 x 5 = 10.539.142 Harga besi = 103.750 711.744 Harga = 10.14 x 0. 1.π .94 kg = 46.14 x 0.911 Rp 1.

455 Rp 1. 5 .764.160 Harga fondasi P3 = Rp 15.764.546.546.539.495 x Rp 48.142.070 = Rp 36.865 = Rp 267.850.72.823 + Rp 36.5 = Rp 267. Pondasi Type P2 dan P3 sudut (16 buah) Kolom 50x50 cm 30 10D20 10D20 15 Panjang 5m 100 Pondasi sumuran D100 cm 15 .72 m3 Harga = 30.455 Harga beton pile cap : Beton K250 Besi Begesting = Rp 555.672. π .240 Beton siklop 40% batu belah : V = 1/4 .240 + Rp 24.160 = Rp 76.143 Harga besi = 46. 0.125 = Rp 24.750 = Rp 318.865 Harga begesting = 5.72 x Rp 806.75 = Rp 318. 16 = 30.47 kg x Rp 6861.142.070 Harga = 32 x Rp 1.223 (4).

672.507 m3 x 16 = 8.56 m2 Begesting = 1.424 Harga beton pile cap : Beton K300 Besi Begesting = Rp = Rp = Rp 575.02.112 x Rp 1.3 x 2.13 kg Vbegesting = 4 x 1.472 149.3 x 0.320 Pondasi Sumuran : V = (1/4 .π . 5) = 2 m3 Beton Siklop Vtotal = 2 x 16 = 32 m3 D10-25 13D12 15 70 15 .972 x 63.5 = Rp 149.30 = 1.507 = 1.315 x 2.144 Jumlah tiang = 16 buah Volume pile cap = 1.30 = 0.34 m2 = 3. 0.72. 1.13 kg x Rp 6861.07 x Rp 48.3 x 1.3 x 0.646 = Rp 12.75 = Rp 865.69 kg = 126.590.424 Rp 1.972 Vbesi = 20 x 1.750 865.903.112 m3 Per 1m3 = 1 / 0.96 kg Besi = 1. 5) – (1/4 .46 = 63.π .590.472 Harga begesting = 3.646 Harga = 8.07 m2 Harga besi = 126.

72 x Rp 806.14 x 0.455 Rp 1.495 x Rp 48.125 = Rp 24.9 x 0.14 x 0.47 kg Vbegesting = 3.99 m2 Begesting = 0.240 + Rp 24.865 = Rp 267.213.720 = 57.5 x 92.145 Per 1m3 = 1 / 2 = 0.75 = Rp 318.495 m2 Harga besi = 46.160 Harga fondasi P2 dan P3 sudut = Rp 12.47 kg x Rp 6861.672. 0.62 Besi = 0.94 kg = 46.764.865 Harga begesting = 5.142.070 Harga = 32 x Rp 1.72.320 + Rp 36. 16 = 30.09 + = 92.903.5 = Rp 267.750 = Rp 318.7 x 5 = 10.89 20 x 3.070 = Rp 36.85 = 35.240 Beton siklop 40% batu belah : V = 1/4 .72 m3 Harga = 30. π .94 kg .160 = Rp 74.455 Harga beton pile cap : Beton K250 Besi Begesting = Rp 555.546. 5 .5 Vbesi = 13 x 5 x 0.99 m2 = 5.142.5 x 10.546.764.

50 m3 Per 1m3 = 1 / 0.6 kg Besi = 4 x 31.0 x 1.4 kg Vbegesting = 4 x 1.672.690 Harga beton pile cap : Beton K300 Besi Begesting = Rp = Rp = Rp 575.750 867. Pondasi Type P2 Canopy (2 buah) 25 10D16 10D16 10 Jumlah tiang = 2 buah Volume pile cap = 1 x 1 x 0.637.58 = 31.75 = Rp 867.765 .25 = 4 Vbesi = 20 x 1.25 = 1 m2 Begesting = 4 x 1 m2 = 4 m2 Harga besi = 126.690 Panjang 5m 80 Pondasi sumuran D100 cm 10 Rp 1.325 194.25 m3 x 2 = 0.0 x 0.25 = 0.4 kg x Rp 6861.6 kg = 126.5 = Rp 194.146 (5).325 Harga begesting = 4 x Rp 48.

85 m2 Begesting = 0.690 Rp 1. 5) = 1.8 x 0.89 20 x 3.653 x 7.410 .53 m3 Beton Siklop Vtotal = 1.82.13 x Rp 48. 5) – (1/4 .15 + = 75.147 Harga = 0.π .53 x 2 = 3.970 = Rp 249.883 Pondasi Sumuran : V = (1/4 .672.40 kg Vbegesting = 3.690 Harga beton pile cap : Beton K250 Besi Begesting = Rp 555.637.40 kg x Rp 6861.5 x Rp 1. 0.750 = Rp 338.5 = 31.5 = Rp 249.765 = Rp 818. 0.970 Harga begesting = 5.65 kg Besi = 0.14 x 0.52.653 Vbesi = 10 x 5 x 0.85 m2 = 5.65 kg = 49.06 m3 D10-25 10D12 15 50 15 Per 1m3 = 1 / 1.653 x 75.62 = 44.13 m2 Harga besi = 49.5 x 5 = 7.144.14 x 0.75 = Rp 338.53 = 0.π .

261. Volume pile cap = 25. Persewaan pompa untuk mengecor fondasi : Harga pemakaian pompa hanya untuk satu lokasi sekali pakai Rp 1.170 + Rp 61.883 = Rp 85.000 + 5 x Rp 25.556.900 = Rp 305.914 Harga total pile cap = Rp 40.000.680.903.92 + 9.50 = 54.06 = 133.788.005 = Rp 6.883 + Rp 3.410 = Rp 3.005 Harga fondasi P2 canopy = Rp 818. π . maksimal volume 60m3 kelebihannya Rp 25.000 Biaya sewa sumuran = 2 x Rp 1.148 Harga = 3.895 + Rp 1.310.52 + 32 + 32 + 3.000/batang (lampiran 4).144.400 + Rp 61.500 Total = Rp 1.525.500 = Rp 4.46 m3 Biaya sewa pile cap = Rp 1.06 x Rp 1.400.927.000 = Rp 1.112 + 0.131.645 + Rp 15.580.091 + Rp 15. 0.6 + 10. 5 .501.977.000/m3.96 x Rp 806.46 x Rp 25.786.400.000 = Rp 3.261.501.948 m3 Volume sumuran = 50.081.816 + 8.400 + Rp 5.164 + Rp 46.525.320 + Rp 818.823 + Rp 12. Jumlah pipa 10 batang @ 3 m kelebihannya Rp 25.400.96 m3 Harga = 1.310.000 + Rp 3.125 = Rp 1. 2 = 1.762 Harga total fondasi = Rp 131.580.895 Beton siklop 40% batu belah : V = 1/4 .000 + 13.421.52.88 + 15.500 .000 + 5 x Rp 25.539.034 c).

PT.427 . Paton Buana.786.034 + Rp 4.000 Harga total alternatif 2 pekerjaan fondasi sumuran : = Rp 85.000/m’ (ex.417.000 = Rp 401.000 + Rp 1.000 Mobilisasi = Rp 1.762+ Rp 305.500 + Rp 3.240.680.149 4) Sewa alat bor Harga sewa alat Rp 12.500. lampiran 4) Volume = P5 = 16 x 5m’ P4 = 4 x 5 m’ P3 = 16 x 5 m’ P2 dan P3 sudut = 16 x 5 m’ P2 canopy = 2 x 5 m’ total = 80 m’ = 20 m’ = 80 m’ = 80 m’ = 10 m’ + = 270 m’ Harga sewa = 270 x Rp 12.240.000 = Rp 3.500.977.

241 Dari tabel didapat : Harga untuk pekerjaan alternatif 1.536 Rp 11.21) Matrik evaluasi (tabel 4.931. Untuk memilih alternatif terbaik tidak hanya dilihat dari segi penghematan biaya saja. yaitu dengan menggunakan fondasi sumuran. yaitu dengan menggunakan fondasi tiang pancang diameter 35 cm bila. tetapi nantinya juga dilihat dari analisis VE pada kriteria-kriteria dari pekerjaan fondasi yang diusulkan pada tahap kreatif.150 Tabel 4.650 Alternatif 2 Rp 401. Harga untuk pekerjaan alternatif 2. dibandingkan dengan pekerjaan existing memiliki penghematan biaya sebesar Rp 11.241.19) Metode zero-one mencari bobot (tabel 4.18 Perbandingan Harga Existing dan Alternatif Pekerjaan Fondasi No Item Existing Alternatif 1 Penghematan 1. sehingga penghematannya Rp -35.907.427 Penghematan Rp -35. diantaranya sebagai berikut : • • • • Analisis fungsi (tabel 4.578.578. Harga Rp 365. karena rencana biayanya lebih dari existing.186 Rp 353. Dalam perhitungan analisis VE menggunakan metode.417.20) Metode zero-one mencari indeks (tabel 4. bila dibandingkan dengan pekerjaan existing tidak memiliki penghematan biaya.22) 150 .650.839.907.

604.625.680.000.695.91 - Untuk kolom cost nilainya didapat dari biaya pekerjaan existing.00 8.804.240.800. - Nilai cost/worth1 = 376.00 1.833.000.500.25 / 412.00 305.786.306.804. Perhitungan Value Engineering Pekerjaan Plat 1).000.000.91.186.625.000.977.756.50 Jenis P = primer S= sekunder Cost/Worth =1.00 427.50 = 0.833.480.695.600.500.050.00 110.50 = 1.000.000.151 a.500.00 3.762.75 1.101. Untuk kolom worth 2 nilainya didapat dari pekerjaan alternatif 2 atau dengan menggunakan fondasi sumuran.756.050.000.00 8.50 Worth 2 85.500.25 Worth 1 216. Untuk kolom worth 1 nilainya didapat dari biaya pekerjaan alternatif 1 atau dengan menggunakan tiang pancang diameter 35 cm.000.00 21.000.525.00 427.000.00 412.050.25 / 364.00 376. Benda Beban Beban Elevasi Lubang Kegiatan Alat Tiang pancang Beban Pekerjaan Pekerjaan Pekerjaan Jenis P P S S S S S P P P P Cost 222.885.00 364.044. Analisis Fungsi Pekerjaan Fondasi Tabel 4.50 1.00 4.034.19 Analisis Fungsi Pekerjaan Fondasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Uraian Tiang pancang Pile cap Galian tanah Urugan kembali Lantai kerja Mobilisasi Kupas tiang pancang Sumuran Pompa beton Alat pemancangan Alat bor Kata Kerja Mendukung Meneruskan Menyesuaikan Menutup Meneruskan Memindahkan Memotong Mendukung Membantu Membantu Membantu Fungsi Kt.695.00 427.604.03 dan cost/worth2 = 376.00 1.885. 151 .536.885.833.044.101.00 1.03 Cost/Worth =0.059.849.604.849.00 1.625.50 2.000.00 139.756.00 1.00 8.50 3.

11 8. Metode zero-one mencari bobot Tabel 4.67 13. karena nilainya lebih dari 1.00 152 .78 5. Untuk cost/worth1 berarti menunjukkan pekerjaan alternatif 1 terdapat penghematan.44 22.22 16.33 2.89 11.152 - Nilai cost/worth berarti menunjukkan adanya penghematan atau tidak. Untuk cost/worth2 berarti menunjukkan pekerjaan alternatif 2 tidak terdapat penghematan karena nilainya dibawah 1. 2).56 100.20 Metode Zero-One Mencari Bobot Pekerjaan Fondasi Kriteria Waktu Pelaksanaan Pembiayaan Jumlah Tenaga Koordinasi Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Kondisi Lapangan Kondisi Cuaca Berat Struktur Nomor Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 8 Nomor Kriteria 1 X 1 0 0 0 0 0 0 2 0 X 0 0 0 0 0 0 3 1 1 X 0 0 0 0 0 4 1 1 1 X 0 0 0 0 5 1 1 1 1 X 0 0 0 6 1 1 1 1 1 X 0 0 7 1 1 1 1 1 1 X 1 8 1 1 1 1 1 1 0 X 6 7 5 4 3 2 0 1 Jumlah Total Ran king 7 8 6 5 4 3 1 2 36 Bobot 19.

Pemberian nilai X adalah nomor kriteria pada kolom dan baris mempunyai fungsi sama penting.Pemberian nilai 1 adalah nomor kriteria pada kolom lebih penting dari nomor kriteria pada baris. 153 . . bobot = {7 / 36}x 100 = 19. selanjutnya terus turun sampai yang total terendah mendapat angka ranking 1.Metode zero-one pada tabel digunakan untuk mencari bobot yang nantinya digunakan dalam menghitung matrik evaluasi. sebagai contoh diambil kriteria waktu pelaksanaan.Pemberian angka pada ranking sesuai dengan jumlah kriteria. .20 adalah sebagai berikut : .. Pemberian nilai 0 adalah nomor kriteria pada kolom kurang penting dari nomor kriteria pada baris. . Pemberian ranking dilakukan secara terbalik.44. yaitu yang mendapat total tertinggi angka ranking 8.Untuk bobot dihitung dengan rumus = {angka ranking yang dimiliki / jumlah angka ranking}x 100.153 Penjelasan tabel 4. yaitu rangking 1-8.

Kriteria Pembiayaan Fungsi A B C A X 1 0 B 0 X 0 C 1 1 X Jumlah 1 2 0 Indeks 1/3 2/3 0 3. Penjelasan : Fungsi A = Pekerjaan Existing Fungsi B = Alternatif 1 = menggunakan fondasi tiang pancang diameter 35 cm Fungsi C = Alternatif 2 = menggunakan fondasi sumuran Tabel 4. Untuk metode zero-one dapat dilihat pada tabel 4. Kriteria Jumlah Tenaga Kerja Fungsi A B C A X 1 0 B 0 X 0 C 1 1 X Jumlah 1 2 0 Indeks 1/3 2/3 0 .21 Metode Zero-One Mencari Indeks 1.154 3).22. pekerjaan existing dan pekerjaan alternatif juga harus dianalisis VE dengan metode zero-one untuk mendapatkan indeks yang akan digunakan dalam tabel matrik evaluasi. Metode zero-one mencari indeks Sebelum menggunakan matrik evaluasi.21 dan matrik evaluasi pada tabel 4. Kriteria Waktu Pelaksanaan Fungsi A B C A X 1 0 B 0 X 0 C 1 1 X Jumlah 1 2 0 Indeks 1/3 2/3 0 2. Dalam menganalisis VE kriteria-kriteria komponen pekerjaan fondasi yang digunakan seperti yang diusulkan pada tahap kreatif.

Kondisi Cuaca Fungsi A B C A X 1 0 B 0 X 0 C 1 1 X Jumlah 1 2 0 Indeks 1/3 2/3 0 8. Kriteria Pengawasan dan Pengendalian Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 1 2 Indeks 0 1/3 2/3 6. Berat Struktur Fungsi A B C A X 0 1 B 1 X 1 C 0 0 X Jumlah 1 0 2 Indeks 1/3 0 2/3 .155 4. Kriteria Koordinasi di Lapangan Fungsi A B C A X 1 0 B 0 X 0 C 1 1 X Jumlah 1 2 0 Indeks 1/3 2/3 0 5. Kriteria Kondisi Lapangan Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 0 C 0 1 X Jumlah 0 2 1 Indeks 0 2/3 1/3 7.

Mempunyai kebalikan dengan baris kedua.C = 1+2+0 = 3.B. Pada baris pertama : . . B = 2/3. maka diberi tanda 0. . .Untuk metode zero-one kriteria-kriteria yang lain penilaianya menggunakan cara yang sama.Untuk jumlah merupakan hasil penjumlahan pada baris. Misal total jumlah A. C = 0.21. pada baris B mempunyai jumlah 2.A pada kolom mempunyai fungsi sama dengan A pada baris maka diberi tanda X . dimana C pada kolom mempunyai fungsi lebih penting dari A pada baris dan diberi tanda 1.156 Penjelasan tabel 4. dimana B pada kolom mempunyai fungsi lebih penting dari A pada baris dan diberi tanda 1. yaitu waktu pelaksanaan.Indeks ini nantinya digunakan pada tabel matrik evaluasi. sedang untuk indeks A = 1/3. pada baris C mempunyai jumlah 0. . sebagai contoh diambil tabel kriteria nomor satu.Untuk indeks adalah perbandingan antara jumlah dengan total jumlah.A pada kolom mempunyai fungsi kurang penting dari B pada baris. Mempunyai kebalikan dengan baris ketiga. . maka diberi tanda 0. pada baris A mempunyai jumlah 1.A pada kolom mempunyai fungsi kurang penting dari C pada baris. Misal. .

78 7 2.157 Tabel 4.23 Matrik Evaluasi Struktur Bawah No Fungsi 1 Bobot 1 A 19.78 Indeks = 1/3 0.11 0 0 Kriteria 4 13.56 Indeks = 1/3 1.67 Indeks = 1/3 5.B.63 2/3 9.71 Total 26.20.26 0 0 5 11.44 Indeks = 1/3 Indeks x bobot = 1/3 x 19.86 2 3 B C 59. B adalah pekerjaan alternatif 1 dan C adalah pekerjaan alternatif 2.90 - A adalah pekerjaan existing. yaitu bagian atas diisi indeks dan bagian bawah diisi nilai bobot dikalikan indeks. - Pada baris A.11 Indeks =0 0 1/3 3. Pemberian nilai pada bobot berdasarkan kepentingan kriteria pada item pekerjaan fondasi atau didapat dari tabel 4.41 6 8. Total hasil adalah jumlah dari bobot dikali nilai.24 13.85 0 0 2/3 3.33 Indeks =0 0 2/3 5.93 2/3 1.70 2/3 7. Untuk memilih pekerjaan alternatif dilihat dari yang memiliki total nilai terbesar dan dari tabel diatas diketahui bahwa pekerjaan alternatif 1 atau menggunakan tiang pancang diameter 35 cm dapat dipilih karena memiliki total nilai terbesar.55 1/3 2.89 Indeks = 1/3 4.81 0 0 3 16.C dibagi menjadi dua bagian.41 2/3 14.44 = 6.21.96 0 0 2 22.85 0 0 8 5.22 Indeks = 1/3 7. sedangkan indeks didapat dari tabel 4. 157 .56 2/3 11.48 2/3 12.

sehingga terjadi penghematan biaya sebesar Rp 11. Tahap Rekomendasi a.931. Keuntungan yang didapat sebagai berikut : . Usulan : 1). pada tahap pengembangan ini tidak dilakukan perhitungan pekerjaan dalam siklus life cycle cost. Tahap Pengembangan Proyek : Pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang Item : Pekerjaan Fondasi Pekerjaan fondasi karena terletak didalam tanah. Untuk itu.Jumlah fondasi berkurang . Desain Awal : 1).839. Mini pile segitiga 37 x 37 x 37 cm 2). b.Waktu pengerjaan menjadi cepat . . Jumlah tiang 180 buah 3).Biaya perencanaannya sebesar Rp 353.186.Mudah dikerjakan .907.158 4.650.536. Pile cap dengan mutu beton K225 dan mutu baja fy = 320 MPa 4). maka tidak memerlukan biaya operasional dan pemeliharaan. Biaya perencanaan sebesar Rp 365. Menggunakan fondasi tiang pancang diameter 35 cm a). 5.

931.578.4.000.000.00 380. 410. sehingga tidak terjadi penghematan biaya.417.000.000.00 E xisting Alternatif 1 Item pekerjaan fondasi Alternatif 2 365.00 370. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.00 350.000.4 Grafik Hubungan Antara Pekerjaan Fondasi Dengan Biaya Perencanaannya .000.000.00 353.241.000.000.000.839.Jumlah fondasi berkurang .00 340.000.000.000.000.00 330. Menggunakan fondasi sumuran a).427.00 401. Keuntungan yang didapat sebagai berikut : .Biaya perencanaannya sebesar Rp 401.536. Dari dua alternatif yang diusulkan dapat dibuat grafik untuk menggambarkan besarnya biaya perencanaan yang terjadi.000.427.00 360.00 Gambar 4.Perencanaan dan pelaksanaannya .00 Rencana anggaran biaya 390.186.417.00 400.000.000.000.159 2). Biaya perencanaan melebihi biaya existing sebesar Rp 35.

160 Gambar 4.Penghematan biaya . sedangkan untuk alternatif 2 atau dengan fondasi sumuran tidak terdapat penghematan biaya.Penghematan waktu . Pemilihan Pekerjaan Alternatif yang Dipakai Dari analisis yang dilakukan. baik existing maupun pekerjaan alternatif yang diusulkan. c. maka dipilih pekerjaan alternatif 1 sebagai alternatif terbaik dengan dasar pertimbangan sebagai berikut : .Pengurangan jumlah pondasi .4 menjelaskan hubungan antara biaya dengan pekerjaan fondasi. Setelah dilakukan analisis VE ternyata untuk pekerjaan alternatif 1 atau dengan tiang pancang diameter 35 cm terdapat penghematan biaya.

3.407.907.199. Pekerjaan struktur bangunan gedung memiliki potensi untuk dilakukan penerapan VE karena memiliki prosentase biaya yang besar. akibat adanya perubahan desain dan bahan yang digunakan sebagai alternatif pengganti. Kesimpulan Dari analisis Value Engineering (VE) yang dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. 4. Aplikasi VE pada pekerjaan struktur bawah khusunya fondasi dengan memunculkan alternatif pengganti tiang pancang silinder diameter 35 cm dan terdapat penghematan biaya sebesar Rp 11. 161 . Aplikasi VE pada pekerjaan struktur atas khususnya plat dengan memunculkan alternatif pengganti beton precast terdapat penghematan biaya sebesar Rp 13.161 BAB V PENUTUP A.650. 2. Penerapan VE pada pekerjaan struktur selain terdapat penghematan biaya juga terdapat pengurangan volume pekerjaan.

162 B. sebaiknya pada dokumen pelelangan disebutkan secara jelas mengenai permasalahan tersebut. Untuk proyek yang sedang dan kecil penerapan VE sudah cukup efektif dilakukan pada tahap perencanaan. konsultan VE harus berkoordinasi dengan pemilik. seperti pada pekerjaan arsitektur dan mekanikal elektrikal. Saran 1. Value Engineering dapat dilibatkan pada setiap tahap proyek. Penerapan VE tidak hanya dapat dilakukan pada pekerjaan struktur (yang memiliki prosentase biaya yang besar). 2. 3. . tetapi dapat juga dilakukan pada pekerjaan yang memilki potensi untuk dilakukan VE. Dalam melakukan penerapan VE. 4. Hal ini terutama dapat dilaksanakan pada proyek yang besar dengan jumlah item pekerjaan yang banyak. Agar tidak terjadi perbedaan pendapat mengenai penerapan VE pada suatu proyek. perencana maupun pelaksana agar tercipta kesamaan persepsi mengenai keberadaan VE dalam proyek yang bersangkutan. perencanaan dan pelaksanaan. Agar mendapatkan penghematan yang optimal. yaitu mulai tahap konsep.

Semarang : Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang.. Inc.H. dan Poulson. Manajemen Konstruksi Profesional. Daftar Harga Satuan Bangunan Gedung Negara Bahan Bangunan/ Upah dan Analisa Pekerjaan. Alih Bahasa Sudinarto. Edisi Kedua. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung “SK SNI T-15-1991-03”. 1974. 1984.H. Teknik Fondasi I. 1999. 2004. Dinas Permukiman dan Tata Ruang Propinsi Jawa Tengah. Diktat Rekayasa Nilai ( Value Engineering ). 2001. . D.DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. Departemen Pekerjaan Umum. Februari 2007. Donomartono.. 1996. New York: Construction Publishing Corp. Malang : Institut Teknologi Nasional. _______________. Jakarta : Gramedia. Jakarta : Gramedia.C. Harga Satuan Pekerjaan Bahan dan Upah Pekerjaan Konstruksi. November 2005. I. Struktur Beton Betulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03 Departemen Pekerjaan Umum. Hutabarat. Jakarta : Gramedia. Semarang : Balai Pengujian dan Informasi Konstruksi (BPIK). A. Dipohusodo. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983. _____________. 1990. Hardiyatmo. Bandung : Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. J. Surabaya : Fakultas Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Diktat Perkuliahan Struktur Beton II. 1995. Teknik Fondasi II. B. Value Engineering in the Construction Industry. Dell’Isola. 1983. 1999. Apilkasi Value Engineering Guna Mengoptimalkan Biaya pada Tahap Perencanaan Kontruksi Gedung dengan Struktur Balok Beton Pratekan. Tugas Akhir JTS. Jakarta : Erlangga. Barrie. 1991. Semarang : Balai Pengujian dan Informasi Konstruksi (BPIK). Bandung : Yayasan LPMB. Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan.

K. S. dan Joko.Teknik Fondasi Bagian II. Semarang : Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. 2006 Rekayasa Fondasi II. Value Engineering Changes Proposal Pembangunan Gedung Laboratorium FP MIPA IKIP Surabaya. Muyasaroh. S. 2005.B. P. W. 1994. . C. Rencana dan Estimate Real of Cost. Vis. Bahan Ajar Struktur Beton Pracetak. Suryolelono. Jakarta : Bumi Aksara. dan Kusuma. 2003. 2001. 1993. Yogyakarta : Jurusan Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada. Surabaya : Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Sutikno. Jakarta : Ghalia Indonesia. 1994. Tugas Besar Kuliah.42. M. A. Wigroho. Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang. Jakarta : Erlangga. B. Suryanto. 1999. Yogyakarta : NAFIRI. Gideon. Yogyakarta : ANDI. Isworo. Nazir. B. Metode Penelitian. Tugas Akhir.Ibrahim. Tugino. Triwiyono. Analisis dan Perancangan Struktur Frame Menggunakan SAP 2000 versi 7. Y.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->