P. 1
Faktor Faktor Perkebunan Teh

Faktor Faktor Perkebunan Teh

|Views: 125|Likes:

More info:

Published by: Resty Tyagita Aprilia on Oct 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Salah satu subsektor pertanian yang berpotensi untuk dijadikan andalan adalah subsektor perkebunan. Sebagai salah satu subsektor yang penting dalam sektor pertanian, subsektor perkebunan mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Sebagai negara berkembang dimana penyediaan lapangan pekerjaan merupakan masalah yang mendesak, subsektor perkebunan mempunyai peranan yang cukup signifikan. Sampai dengan tahun 2003, jumlah tenaga kerja yang terserap oleh subsektor perkebunan diperkirakan mencapai sekitar 17 juta jiwa. Subsektor perkebunan juga mempunyai kontribusi penting dalam hal penciptaan nilai tambah yang tercermin kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). PDB perkebunan terus meningkat dari sekitar Rp 33,7 triliun pada tahun 2000 menjadi sekitar Rp 47,0 triliun pada tahun 2003, atau meningkat dengan laju sekitar 11,7 persen pertahun. Dengan peningkatan tersebut kontribusi PDB subsektor perkebunan terhadap PDB sektor pertanian adalah sekitar 16 persen. Terhadap PDB secara nasional tanpa migas, kontribusi subsektor perkebunan adalah sebesar 2,9 persen atau sekitar 2,6 persen terhadap PDB total, dengan berdasarkan atas harga berlaku. Jika menggunakan PDB dengan harga konstan tahun 1993, pangsa subsektor perkebunan terhadap PDB sektor pertanian adalah 17,6 persen sedangkan terhadap PDB non migas dan PDB nasional masing-masing adalah 3,0 persen dan 2,8 persen(Badan Pusat Statistik, 2004). Dari beberapa komoditas perkebunan yang penting di Indonesia, teh adalah merupakan salah satunya. Teh sebagai salah satu komoditas yang bertahan hingga saat ini mampu memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia melalui devisa yang dihasilkan, selain untuk menjaga fungsi hidrolis dan pengembangan agroindustri. Perkebunan teh juga menjadi sektor usaha unggulan yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Pada tahun 1999, industri ini mampu menyerap 300.000 pekerja dan menghidupi sekitar 1,2 juta jiwa. Secara nasional industri teh menyumbang PDB sekitar Rp 1,2 triliun atau 0,3 % dari total PDB non migas dan menyumbang devisa bersih sekitar 110 juta dollar AS setiap tahunnya. ( ATI, 2000). Pangsa pasar teh Indonesia juga mengalami penurunan. Bahkan beberapa pasar utama yang dikuasai Indonesia telah diambil alih oleh negara produsen teh lainnya. Pasar-pasar yang kurang dapat dipertahankan Indonesia adalah Pakistan, Inggris, Belanda, Jerman, Irlandia, Rusia, Amerika serikat, Singapura, Malaysia, Siria, Taiwan, Mesir, Maroko, dan Australia. Dari data penguasaan pangsa pasar ekspor teh pada tahun 2001, Indonesia merupakan negara pengekspor teh terbesar pada urutan ketujuh di dunia setelah India (18,9 %), Cina (17,1%), Sri Lanka (15,2%), Kenya (7,9%), Inggris (7,9%), dan Uni Emirat Arab (4%). ). Dalam beberapa tahun berikutnya pangsa pasar ekspor teh Indonesia hanya menguasai 6,3 % (2003), 6,4 % (2004), 6,6 % (2005), 6,5 % (2006), yang menurun drastis jika dibandingkan dengan pangsa pasar yang dapat dicapai pada tahun 1993 sebesar 10,8 %.(Suprihatini Rohayati, Daya Saing Ekspor Teh Indonesia) Terpuruknya produksi teh Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurang konsistennya mutu produk sehingga menyebabkan rendahnya harga teh Indonesia, penurunan luas areal, serta masih rendahnya tingkat konsumsi teh penduduk Indonesia. Faktor-faktor tersebut meyebabkan Indonesia kalah saing dengan dengan negara produsen teh lainnya. Kondisi seperti ini merupakan tantangan bagi produsen teh Indonesia untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas produknya agar mampu bersaing dengan industri teh global dunia.

tanah. Dalam melakukan produksi. dan lain-lain. Namun yang paling utama dianalisa adalah mengenai luasnya yang sangat berpengaruh terhadap produksi yang akan dihasilkan. . Fakto rproduksi tenaga kerja memiliki peranan yang sangat penting sebagai pelaksana kegiatan produksi. faktor-faktor produksi yang mempunyai peranan besar terhadap produksi teh adalah tenaga kerja. Variable Input yaitu faktor-faktor produksi yang dapat dirubah dengan segera sesuai dengan perubahn produksi yang diminta oleh pasar. Pemupukan pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan produksi. Namun pada dasarnya faktor produksi dapat dibagi ke dalam dua jenis yaitu: 1. gedung mesin dan sebagainya. teknologi dan sebagainya. Peranannya sangat ditentukan terutama oleh kualitas (mutu) disamping kuantitas (jumlah) yang tersedia. karena pupuk dianggap sebagai vitamin bagi tanah sehingga akan mempengaruhi hasil yang diperoleh. kuantitas dan kontinuitas yang tepat sesuai dengan permintaan konsumen menjadi suatu keharusan dalam bisnis teh global. 2. tenaga kerja. luas lahan dan penggunaan pupuk. Semakin besar sebuah perusahaan. biasanya akan mempergunakan tenaga kerja dalam jumlah yang relatif banyak bila dibandingkan dengan perusahaan dengan skala kecil. Misalnya : tanah. Penggunaan pupuk secara tepat dan teratur akan dapat mempertinggi hasil produksi baik secara kualitas maupun kuantitasnya.Kemampuan untuk menciptakan produk dengan kualitas. hal 90) Dalam prakteknya. Misalnya: bahan mentah. (Simbolon. Fixed Input yaitu faktor-faktor yang tidak dapat dirubah dengan segera untuk memenuhi faktor-faktor produksi yang diminta oleh pasar. 2007. tentunya perusahaan dihadapkan dengan berbagai masalah produksi. Semakin luas lahan yang dimiliki akan memberikan hasil yang semakin tinggi pula. Dalam proses produksi yang bertujuan untuk menghasilkan output harus menggunakan dari berbagai faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja. Masalah utama yakni berkaitan dengan faktor-faktor produksinya. Selanjutnya faktor produksi pupuk juga tidak kalah pentingnya dibanding kedua faktor produksi yang telah disebutkan terlebih dahulu. Sementara untuk masalah lahan (tanah) terutama ditinjau dari sudut luas lahan dan tingkat kesuburannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Proses produksi daun teh kering ini diharapakan dapat memberikan hasil seduhan teh yang memiliki aroma yang harum. Pencapain hasil produksi tanaman teh yang maksimal yang pernah dicapai adalah 2800-3000 kg/ha daun teh kering. Ketersedian akan sarana. Daun teh basah yang . Hasil produksi yang maksimal. Di Indonesia produksi rata-rata teh yang diperoleh adalah sekitar 2300-2500 kg/ha daun teh kering (Setiawati dan Nasikun. 1992). daun dan ranting mudanya. Pucuk teh yang baru dipetik belum bisa dikatakan siap dikonsumsi atau diperdagangkan. Pemanfaatan faktor-faktor produksi seperti lahan. modal dan keahlian harus digunakan secara efesien dan semaksimal mungkin.1. Pemetikan yang tidak teratur menyebabkan tanaman teh cepat tinggi. Semakin tinggi letak daerahnya maka semakin baik mutu teh yang dihasilkan. rasanya enak dan warnanya menarik (Tim penulis Penebar Swadaya. Akan tetapi ketinggian tanaman teh dipertahankan hanya sekitar 1 meter. Tanaman ini dapat tumbuh dengan tinggi 6-9 meter.2. Tanaman ini dapat tumbuh subur dan berkembang baik di daerah dengan ketinggian 200-2. Dalam hal ini peranan petani dalam pemanfaatan faktor-faktor produksi sangat berperan penting. Dikarenakan pucuk muda memiliki usia yang singkat untuk dipanen. dimana pucuk teh yang dipetik merupakan kuncup. 1991). Daun teh basah yang mengalami suatu proses pengolahan akan menjadi hasil yang lebih baik dalam bentuk daun teh kering. Daun teh yang diproduksi dari tanaman ini merupakan pucuk muda dari tanaman teh ini sendiri. Pemanfaatan faktor-faktor produksi ini bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dari usaha taninya yang sangat menunjang bagi tingkat pendapatan petani itu sendiri.000 meter diatas permukaan laut. dapat diperoleh dengan melakukan pemeliharaan dan perawatan tanaman yang baik. Landasan Teori Faktor-faktor produksi yang tersusun dalam suatu kombinasi disebut sebagai usahatani. Hal ini bertujuan agar tanaman teh dapat dirawat dan dipanen menjadi lebih mudah. Petani harus mampu Pucuk teh yang baru dipetik belum bisa dikatakan siap dikonsumsi atau diperdagangkan. Akibatnya tentu saja akan berpengaruh pada tingkat ekonomisnya (Tim penulis Penebar Swadaya. 1993). Pada umumnya pucuk teh yang belum melalui proses pengolahan disebut sebagai daun teh basah. atau faktor produksi atau input dalam usaha tani belum menunjukkan produktivitas yang diperoleh petani itu tinggi. Tanaman ini dapat hidup dan memproduksi daun teh lebih dari 40 tahun lamanya. Daun teh kering yang telah diolah merupakan proses produksi yang telah dapat dikonsumsi dan diperdagangkan. melainkan harus melaui suatu proses pengolahan. melainkan harus melaui suatu proses pengolahan. Tinjauan Pustaka Tanaman teh merupakan tanaman tahunan yang menghasilkan daun sebagai hasil produksinya. 2. tenaga kerja. Proses permanenan pucuk muda umumnya dilakukan dengan pemetikan. maka pemetikan mempunyai aturan tersendiri untuk menjaga agar produksi teh tetap tinggi. Pada umumnya pucuk teh yang belum melalui proses pengolahan disebut sebagai daun teh basah. Tanaman teh dapat memproduksi hasil yang maksimal selama 40 tahun (Spillane. bidang petik tidak rata dan jumlah petikan tidak banyak. Pada umumnya tanaman ini dapat mulai dipetik atau diproduksi daunnya setelah berumur 5 tahun. 1993).

1994). 1994).2. harus dapat mengalokasiakan faktor produksi sedemikian rupa sehingga produksi yang tinggi dapat dicapai. modal dan keahlian harus digunakan secara efesien dan semaksimal mungkin. Efisiensi teknik (technical efficiency) adalah besaran yang menunjukkan perbandingan antara produksi sebernarnya dengan produksi maksimum. 1993).mengalami suatu proses pengolahan akan menjadi hasil yang lebih baik dalam bentuk daun teh kering. 1987). Pemanfaatan faktor-faktor produksi seperti lahan. Hasil produksi yang maksimal. atau faktor produksi atau input dalam usaha tani belum menunjukkan produktivitas yang diperoleh petani itu tinggi. Ketersedian akan sarana. efisiensi harga (price efficiency atau allocative efficiency). rasanya enak dan warnanya menarik (Tim penulis Penebar Swadaya. Bila petani atau perusahaan mendapatkan keuntungan yang besar dari usahataninya. Dalam hal ini peranan petani dalam pemanfaatan faktor-faktor produksi sangat berperan penting. 1984). Dengan kata lain. Petani harus mampu memanfaatkan faktor produksi dan kesempatan yang ada seefisien mungkin (Mosher. Pemanfaatan faktor-faktor produksi ini bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dari usaha taninya yang sangat menunjang bagi tingkat pendapatan petani itu sendiri. Situasi demikian sering disebut dengan efisiensi ekonomi. Dalam menganalisa efisiensi. maka hal ini dapat dikatakan mengalokasikan faktor produksinya secara efisiensi harga (price efficiency). efisiensi harga dengan efisiensi ekonomi adalah efisiensi ekonomi (EE) = efisiensi teknik (ET) x efisiensi harga (EH) (Soekartawi. 2. Efisiensi ekonomi (economice efficiency) adalah besaran yang menunjukkan perbandingan antara keuntungan yang sebenarnya dengan keuntungan maksimum. Efisiensi merupakan suatu cara yang digunakan dalam proses produksi dengan menghasilkan output yang maksimal dengan menekan pengeluaran produksi serendah-rendahnya terutama bahan baku atau dapat menghasilkan output produksi yang maksimal dengan sumberdaya yang terbatas. Dalam kaitannya dengan konsep efisiensi ini. tenaga kerja. misalnya karena pengaruh harga. Secara matematik. Proses produksi daun teh kering ini diharapakan dapat memberikan hasil seduhan teh yang memiliki aroma yang harum. hal ini dapat dilakukan dengan cara membeli faktor produksi dengan harga yang murah lalu menjual hasil produksi pada saat harga reltif tinggi. Contohnya saja. Daun teh kering yang telah diolah merupakan proses produksi yang telah dapat dikonsumsi dan diperdagangkan. 1991). maka variable baru yang harus dipertimbangkan dalam model analisanya adalah variable harga. dikenal adanya konsep efisiensi teknis (technical efficiency). dan efisiensi ekonomi (ecomomic efficiency) (Doll. hubungan antara efisiensi teknik. Dalam pencapaian efesiensi teknis. yaitu: . Pencapain hasil produksi tanaman teh yang maksimal yang pernah dicapai adalah 2800-3000 kg/ha daun teh kering. Di Indonesia produksi rata-rata teh yang diperoleh adalah sekitar 2300-2500 kg/ha daun teh kering (Setiawati dan Nasikun. efisiensi teknik dan efisiensi harga dapat dilakukan secara bersamaan dengan cara jika perusahaan atau petani mampu meningkatkan produksinya dengan tinggi dengan harga faktor produksi yang dapat ditekan tapi mampu menjual hasil produksinya dengan harga tinggi. ”Oleh karena itu ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum analisa efesiensi ini dilakukan. petani atau perusahaan mampu menjalankan efisiensi teknik. Efisiensi harga (price efficiency or allovcative efficiency) adalah kemampuan untuk menggunakan input secara optimal dan proporsi pada tingkat harga input tertentu. efisiensi harga dan efisiensi ekonomi secara bersamaan (Soekartawi. Landasan Teori Faktor-faktor produksi yang tersusun dalam suatu kombinasi disebut sebagai usahatani. dapat diperoleh dengan melakukan pemeliharaan dan perawatan tanaman yang baik.

Pekebunan teh diartikan sebagai suatu usahatani yang dapat memberikan keuntungan dimasa yang akan datang. dan b. upah tenaga kerja dan besarnya produksi usahatani. Tahap pertama : produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat. petani atau perusahaan akan mengeluarkan biaya produksi yang besarnya. maka produktivitas usaha pertanian semakin tinggi bila produsen mengalokasikan faktor produksi secara efisiensi teknis dan efisiensi harga yang efisien (Soekartawi. Kerangka Pemikiran Usahatani dilakukan secara efektif dan efesien yang bertujuan untuk memperoleh hasil yang maksimum pada waktu tertentu. tenaga kerja. Hukum tersebut menjelaskan sifat pokok dari perkaitan diantra tingkat produksi dan input produksi yang digunakan untuk mewujudkan produksi tersebut. Tingkat transformasi antara input dan output dalam fungsi produksi. Dengan demikian pada hakekatnya law of diminishing return menyatakan bahwa perkaitan diantara tingkat produksi dan jumlah satu input produksi yang digunakan dapat dibedakan dalam tiga tahap yaitu: a.3. Tahap ketiga : produksi total semakin lama semakin berkurang 2. Perbandingan (nisbah) antara harga input dengan harga output sebagai upaya untuk mencapai indicator efisiensi” Dengan pengertian yang seperti ini. Law of diminishing return menyatakan bahwa apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya terus menerus ditambah sebanyak 1 unit. dan dapat memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki menghasilkan keluaran yang melebihi masukan sehingga dapat dikatakan efisien. Dikatakan efektif bila petani dapat mengalokasikan sumber daya yang mereka miliki sebaik-baiknya. dalam menghitung tingkat efisiensi suatu usaha sangat diperlukan data mengenai biaya-biaya produksi suatu usaha dan tingkat produktivitas usahanya. pengelolaan usahatani teh pada dasarnya terdiri dari penggunaan sumber daya dan faktor-faktor produksi yang terdiri dari modal. biaya produksi tersebut tergantung kepada komponen biaya yang dikeluarkan petani atau perusahaan seperti harga input produksi. b. (Soekartawi. Tahap kedua : produksi total pertambahannya semakin lama semakin kecil. 2000). bahan . 1994). 2000). Dari segi pengelola. dan c. 1995). pada mulanya produksi total akan semkin banyak pertambahannya. tanah dan teknologi dianggap tidak mengalami perubahan (Sukirno. Hasil lebih yang semakin berkurang (law of diminishing return) merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari teori produksi. Teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang perkaitan diantara tingkat produksi sesuatu barang dengan jumlah input produksi yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negative dan ini menyebabkan pertambahan produksi total semakin lambat dan akhirnya ia mencapai tingkat yang maksimum kemudian menurun (Sukirno. Dalam usahatani.a. Oleh karenanya. Dalam analisis tersebut dimisalkan bahwa 1 input produksi seperti tenaga kerja merupakan satu-satunya faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya sedangkan faktor-faktor produksi lainnya seperti modal.

Hipotesis Penelitian Tenaga kerja tanaman. maka efisiensi ekonomi dapat kita hitung dengan mengalikan efisiensi teknik dan efisiensi harga agar mengetahui perbandingan antara keuntungan sebernarnya dengan keuntungan maksimum dari pengelolaan usahatani teh. Hal ini merupakan penerapan efisiensi harga. Dalam kondisi ini. Perkebunan memperoleh penerimaan usahatani dari hasil penjualan output tanaman teh. . Adanya analisis efisiensi teknik. pupuk Urea. Obat Kleenup. maka perkebunan telah melakukan perinsip efisiensi. cangkang dan listrik berpengaruh terhadap tingkat hasil produksi daun teh kering di PT Perkebunan Nusantara IV Sidamanik. Dengan menekan biaya produksi sekecil-kecilya untuk medapatkan keuntungan sebesar-besarnya. obat-obatan. memberikan solusi yang tepat dalam pemanfaatan faktor-faktor produksi yang lebih berguna. Input produksi akan berpengaruh pada proses produksi dan juga dapat mempengaruhi tingkat biaya produksi dan mempengaruhi keberhasilan usaha tani. pupuk. dapat dilihat apakah efisiensi harga dalam usahatani teh tersebut sudah baik atau tidak. Untuk mengetahui pendapatan bersih maka perlu diketahui biaya produksi. Melalui uji efesiensi ekonomis maka dapat dianalisa besaran tingkat efisiensi biaya produksi pada produksi usahatani tanaman teh. obat Repcord. tenaga kerja pabrik. Pupuk NPK Mutiar 25-7-7. Efisiensi teknik harus diterapakan sebaik mungkin agar biaya faktor-faktor produksi dalam proses produksinya dapat ditekan seminimal mungkin. Faktor-faktor produksi pada pengelolaan tanaman teh terdiri dari tenaga kerja. Pendapatan produksi didapat setelah mengurangkan dengan biaya produksi. bahan bakar dan pelumas serta listrik dan air. Dari perbandingan antara penerimaan dan biaya produksi.baku dan teknologi. Penerimaan usahatani diperoleh dari hasil perkalian antara produksi usahtani dan harga jual pada saat itu yang dinilai dengan rupiah. Sehingga output yang dihasilkan tidak memerlukan biaya yang tinggi.

7..809..9. /./. 90 .7  .9.:3 90 073   3/4308. 574/:8 7.3 /50740 .

9.  4    18038 903 90.5.5.3 .31. 57.9.9..25:.3/.7.1./. 07.2 574808 574/:8 /03.3 9078:8:3 /.7. 43805 018038 9038 90./.3.3 1.9.3 :39: 203:3.3 ..8.8.9 203. ..3 .3 2.. .2 203.4.3203.. 574/:8 .9 /...25:203:.8. 3 /. 8.7..7.947 574/:8.39./.82.5.2.33.80.7.3 . 02.7.: 509.3 2.../.33./..703. -.3 018038 903  018038 .3 35:9 80..  28.3 80.7 /.8 574/:8 5.03.9.25: 203.3 .947 574/:8 8.3..3 509.3 0:39:3.0 011..3.7: .  .2...   .3. /03.3 50393 !09.7 :8.3 7:5. /.9 /.:.3 203:3:.947 574/:8 805079 ./03.3 2.3 1.0:39:3. 018038 903  018038 ....3./. .2 502./:.3/03.9 203.2 .82. 507:8.7.9 503/.39. 8.9.3  509.3 507-..  .2 8:.3 2..947 574/:8 3 -079::.5. 011.7.7.3.7. /.7.9.380-0:2 ..  .3 /.7.3.7.. 703/../03.0 011.03.9..3.9.9/..5. /03. .01803804342  018038903 % 018038.9/90.3 :39: 20250740 0:39:3.3.39: 93  . ..7.: 507:8.7.4242.. 9..202-01...7:8/507./03.3 5745478 5. 4592.  /. 43943..9.: 1.31.7.: 203:.32.03.3 -.30180380434280.. .3.011.2:8.3/.:390073 $09.2 503.380-03.9.79..7.7. ..703..8.9. 35:9 9079039:  18038 04342 0.9..03. .902.3 ...3/50740509.8.3 018038 04342 0.9 203:3.3 0108038 9038  . .3.39..2 .9.3 203/.8.    . 57.9. -08.3 ..3 574/:83.31.3.3 1.3 /03.7:82.3 0. .  018038 .947 1..3 -08.25: 202. 509.947 1.9../.-078.3. 503. /03./. :8.4.947574/:83.3.  .  0.9.0 011.7. .947574/:8/.7.2 24/0 .3 2.73.3.3.03.3 80.:.3.3 907-. 3 507. 574/:880-073.9.25: 2033.7:8 /.947 1.7.8:3      . 57.   $40.3%047 ..9  :-:3.9/.3  903.3 08025./.7: .31. /.9:  .03..3 .0011.-0 -../.7.3 93 /.3 /.8.8001803 2:33 4807    18038 207:5.3 -.7.8/02. 907:9.3 574/:8 80703/..3 8.7.4.3 018038 .947574/:8.  2.4. -078. 803.3574/:9. 018038  2.52.9.3 .32:7.3 ./. /03.3 5030:.33..947 574/:8 .947 574/:8 80/02..31.3.82.7..8.9.9 ...3 /..9.5.3 1.9. /.31.5. .3 /:3.5. .30:39:3..3.9 -07507...7:8 /50792-.: 507:8.5.3.38073/80-:9/03.3 018038 04342 .5.8 /80-:9 80-.7.. -08.3 802.3 9: 803/7  090780/.3 .947574/:8/03..3 .03.7...82:2 18038.82:2  $0.  24/..7.3 4:95:9574/:8 .3 .3.:35:9/.3507-.018038. 011. 010803 /.01080383/.9 .47.3 203:3:.3  !02.8  .2. /.7.. 93.03.3 .3 8.39.:.3.3 .. 93.9:.3.7.9.9.0011.: .3 43805 018038 3  /03.73. 2..3/3.3.3 4:95:9 ..: /.3 8:2-07/..3 203.9. .8.7. 2:33  !02.9: 42-3.7:8 /:3.3.8574/:83...3 8:.393/03.3 ...: .3/.3574/:82.7 :8.4342.93 $9:.-0.3 509.3-0:2203:3:.3 $40.3/3.03...9 /.79../03.947 1.5.7..9: .82.9. 7091 93  018038 903 /.  .0 011.3 2030.301803804342  03.

 909.3 . 1..8.3-08..38:2-07/.3 2070.3 .8 .  /.9: .3018038.947 1.3.05.3 509.9:  .3 90 5. 574/:9.3. 2 80-.3..7.3-07:7..3 .2-.947018038   03.3 /:3.802.   %047 574/:8 .93.9.2 2039:3 93.. .25079.5.5. 2 203. 80-.3803.3 .3 /.0 /...3 8023 -.3.. .3 .9 574/:8 /.3 574/:8 90780-:9  .3 90 /.9.-.3. 2:. 574/:88:.3 90344 /.9.0. 5079../.3 9/...2-.07.3 38-. 574/:8 90780-:9 907.9: :8..3  &8./.0180389038/.9 9079039: 574/:8 9..9/-0/.3 2.32030:.9..39:3 05.4.8. /. .5.3 /.7.3 -079::.3 9039.: 507:8.73.79.73.802. 203.. .. .5.3.9..3 -. 20303.:.3-08..397..3.3 /:3. 207:5.3 574/:8 949..2507:-.9:3. /.3. 93.7.2-. 07.9 202-07. 507.9.9. 41 /2383 709:73 203. 93.8.!027.7 80 50304. 574/:803 203.3 /.30.8.724/..9.3 81.3-..947574/:8.4:95:980-.509.31.5.  35:9 574/:8 805079 903.3 -07:7.9. %.3 ..9 /:-.3 . .7. 8..3907/7/.3 -.3 5079.203....3 3 2030-.9:9079039: .3.3 .. %3.3 -07:7.9 /:-.574/:8:8...3  .9 018038 8:. 203.301803 $40. 907/7 /. 574/:8 949.574/:8.3.:507:8.8.3 5.9574/:9./.3 /03./. .3 8.9.3200-2.73.73. 203.  :39  5.5.88 90780-:9 /28.2-. 35:9 574/:8 .33..3 :39: 20::/.31.2-.3802.3 802..3 /2.8. 903.9.9 574/:8 808:.3 0:39:3.7. 3/.3.9  - %.9.7 9047 574/:8  ::2 90780-:9 2030.  /.3 /.3 80-.5079. 8:..3 /.... -.3 808:..903. 93.9 544 /. 8:.3  0.9. /.3 /.2-.9 574/:8 -.  50304.3.2.55079.3 93 -...947 1.35:9/.802..82:2 02:/.3/:3.9::8.3 507..3 ..5.3.574/:8949.3 /.2-.301803   !00-:3. .  $40.3 010803 ..39...3 $:734    .2-.3 805079 3  2..50/:. -.3 2..79.9.7.8.3 /02.3 90780-:9  .3 :39: 20250740 .3 /.. 80/. -.07.3..7.9203.574/:8949.9: :8.947 574/:8 . /.38:2-07/. %. .21:38574/:8/.3 -.79.9 ...5.947 574/:8 ..3.39...7.5.393.9..8.33..2 .8:.9 /507:./.3 /.3 802..3. :2.7.9: 93.3 /.3 . -.    .3 503079..93. 41 /2383 709:73  207:5.947574/:880.7 503:3. 907:8 20307:8 /9.3 :2.3 . 4254303 -. 01091 /.8.9.30:..8 0- .703./..3.9: -./.947 574/:8 .3 509.3.574/:8949.8:8.381472..7. 203.3 /. 805079 24/.3.5 808:/.39.802. 5079.301091-.3 :8...9.-. :2.  9.5.2 9.7. -..7.31.7.4.35:9/03.3 1..:39:203.3 805079.5.9 /.3/.2.3203:7:3 $:734    03.3.9 202.3 80.7. 1.9 /58.35:9574/:8 :5.9. 3..9/.3 - !07-.7 507.3 8:2-07 /.39...509.7.3 80/07. 93.. 30./.3 2070..3    07.2..3 /.5.3/3.9:35:9574/:8.5 9/.34:95:9/....9..3 -07-.7.3 /0:.3.8 :8.9: 8. 802.9.5.3/./..9574/:8/.9.3. 41 /2383 709:73 203.3 :39: 203.3 35:9 574/:8 .5.82:25. . 58.. 203.3/..3:2.2:8.3.33..73.:5.3. .3 802.997..

 50304.7 20309.73..947574/:8/..574/:8:8./..9. 20207:.3 018038 .39... 8.9018038-.3 20250740 503072.3 -.574/:8 !03/.3...3  -.:3 90073/!%!070-:3.5.7:0-07.7 903. 07.3 897 -07503.5.01803804342/..3 50307. .7.3 202503.7: 93.9.31.5070-:3.-08.574/:8:8.2. .390.39090780-:98:/..2.9 #05. 0:39:3.99.3 /3..3            .3.39./.2..7. 0.3.9 /.3 /.3:8.32.7.  &39: 20309..  !:5: ! :9.3:8.3 9/. 574808 574/:8 /. 574/:8 /..390   549088!0309..947 1.8.3 /.1.3. 3 207:5.9 202503.2..380-08..3  903. 5.7 /.20.  5:5:  4-.380-.:. /.9.  .3/3.82:2/.3507385018038 0.7-.947 1.3-.3:8.7 507-.....9...8 8079.: 507-.2:8.5..9.30:39:3.9.3:8.9/.5.7:8/907.2:33.3 80232..5./. /.5.9 /90.3 90 907/7 /.8 503:.9.5.8.3 90344  .39.7.3 7:5.3..:.3.3/3.574/:8800.30--07:3..88 018038 903  202-07. 503072.947574/:8.3.3 .3-.: /.3/50740/..'$/. 2:33  $03.   !070-:3. /03.3 -07503./.3203.8.3018038903 /.947 1.3574/:8//..3 4:95:9 9./.9.3 84:8 .7.8507.7: 5.3.3  %03.5.2502.243/83 2.7..2.7  35:9 574/:8 .7 -08.947 574/:8 5.3 905.393.3/.9 .3 /../.::0108038043428 2.9 003:5  .3/03..7.-7  5:5: &70.3 80-073. 07.3.3 :.3 018038 .7 .98090.-.390   03..3 93  /.9.39...750304..3 9.5.  .5 93.9 4-.9.: 503/.3 90  !03072.3...8 574/:8 /.  2..39.3 :8.9...: -. 07..574/:85.9 /..7.47/  -.9 9: .7: 907. 4:95:9 .5.5.3   18038903.7     4-.3 50:2.:9/.32030...3.3 -.9. 9.5.3 . 203:7.-. .3 -078 2.3 -. 507: /09.7.2574808 574/:83.9./. 574/:8 /. /03...018038.73.3 /.9:3/03.5.3 0:39:3. 897 /.7.9.574/:8 .:39:20/.3 .31.9 -.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->