15 Ibadah Unggulan di Bulan Ramadhan (bagian 1) Ibadah adalah segala aktifitas yang dicintai Allah dan diridhai-Nya

, baik yang terdiri dari ucapan atau perbuatan yang tersembunyi dan yang tampak. Allah berfirman, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
(QS-Adz Dzariyat 56).

SYAHADAT, shalat, puasa, zakat, haji adalah bagian dari ibadah. Begitu juga jujur, berkata yang baik, menunaikan amanah, berbakti kepada orangtua, menepati janji, menyambung tali silaturrahim, berjihad,mengajak orang pada kebaikan, mencegah mereka dari kemungkaran, berbuat baik kepada teman, tetangga, memberi makan sesama dan hewan, menyiram tumbuhan dan memelihara tanaman, bekerja untuk mencari rizki yang halal juga termasuk ibadah. Bersabar atas mushibah, bersyukur atas nikmat, ikhlas dalam berbuat, bertawakkal kepada Allah SWT dalam hidup, berharap pertolongan dan ridha-Nya juga bagian dari ibadah. Tidak hanya di bulan Ramadhan saja kita disuruh memperbanyak ibadah, di bulan-bulan lainnya juga kita diperintahkan untuk beribadah. Hanya saja saat bulan Ramadhan tiba, kita dianjurkan untuk meningkatkankuantitas ibadah kita, lebih giat lagi dan lebih bersemangat. Tapi kenyataannya, tak jarang kita jumpai kaum muslimin yang membaca al-Qur'an, shalat malam atau shalat sunnah, beri'tikaf dan bersedekah bila ada di bulan Ramadhan saja. Sebelum datang Ramadhan, atau setelah berlalu dari bulan Ramadhan,banyak yang lalai dan berpaling dari Allah. AlQur'an mengingatkan kita, "Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang ajal (kematian) kepadamu." (QS. Al-Hijr: 99). Abu Barzah al-Aslami berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah kedua kaki seorang hamba melangkah pada hari kiamat, kecuali ia akan ditanya; tentang umurnya, untuk apa ia habiskan. Tentang ilmunya, untuk apa ia gunakan. Tentang hartanya, dari mana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan. Tentang badannya, untuk apa ia manfaatkan." (HR. Tirmidzi, no. 2341 dan ia nyatakan hadits hasan shahih. Syekh al-Albani jugamenshahihkannya, no. 946). Bagaimana caranya agar kita bisa memanfaatkan waktu-waktu yang ada di bulan Ramadhan ini untuk meraih pahala lebih banyak daripada bulan-bulan lain? Sementara aktifitas dan kegiatan kita di bulan Ramadhan ini tidak berkurang, sama dengan bulan-bulan lainnya, bahkan bisa jadi malah bertambah.Aktifitas boleh sama padatnya, tapi semangat beribadah tidak boleh sama kendornya, antara bulan-bulan lain dengan bulan Ramadhan. Kita harus selektif dalam memilih aktifitas dan cerdik dalam mengatur waktu yang ada. Dan yang tak kalah pentingnya adalah, memilih ibadah-ibadah unggulan (utama) untuk mengisi lembaran harian kita. 1. Puasa Puasa menurut bahasa artinya menahan. Menurut istilah syari'at, puasa adalah menahan lapar, haus dan persetubuhan dari Shubuh sampai Maghrib disertai dengan niat. (Kitab at-Ta'rifat: 139). Puasa dalam bulan Ramadhan menjadi ibadah yang paling pokok, sehingga bulan Ramadhan juga disebut bulan puasa. Bagi mereka yang imannya kuat dan hatinya sehat, tidak akan merasa keberatan sama sekali untuk berpuasa Ramadhan, meskipun harus sebulan penuh. Tapi bagi mereka yang imannya lemah dan hatinya sakit, maka puasa merupakan beban hidup yang sangat berat. Abu Umamah berkata, "Aku pernah mendatangi Rasulullah dan berkata, 'Perintahlah aku untuk melaksanakan amalan yang bisa memasukkanku ke surga!' Beliau bersabda, 'Hendaklah kamu berpuasa, karena ia adalah ibadah yang tiada tandingannya'. Lalu aku mendatanginya lagi dan meminta hal yang sama. Beliau bersabda, 'Hendaklah kamu berpuasa'." (HR. Ahmad, no. 21128, Hakim dan ia menshahihkannya). Dalam riwayat lain, Abu Hurairah berkata, "Bahwasanya Rasulullah telah bersabda, “Antar shalat lima waktu, Jum'at dengan Jum'at yang lain, Ramadhan dengan Ramadhan yang lain adalah pelebur

dosa-dosa, selama para pelakunya menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim, no. 344). Pada riwayat lain, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa berpuasa sehari ikhlas karena Allah, maka Allah akan menjauhkan dirinya dari neraka selama 70 tahun." (HR. Bukhari, no. 2628 dan Muslim, no. 1949). Di riwayat lain, "Setiap amal anak Adam, pahalanya dilipatgandakan 10 hingga 700 kali lipat. Kecuali puasa, karena ia dikerjakan khusus untuk-Ku dan Akulah yang akan memberi balasan tersendiri, ia meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku." Begitulah Rasulullah menegaskan dalam hadits qudsi riwayat Imam Muslim, no. 1945. Puasa adalah ibadah yang sangat besar pahalanya, apalagi puasa di bulan Ramadhan. Bila kita laksanakan dengan ikhlas, pahalanya besar dan dosa-dosa kita yang telah berlalu diampuni. "Barangsiapa puasa di bulan Ramadhan karena iman dan ikhlas, maka dosanya yang telah berlalu diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim). Sangat disayangkan kalau kita tidak berpuasa di bulan Ramadhan, padahal tidak ada alasan ('udzur) yang dibenarkan secara syari'at. Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari menyebutkan hadits marfu' dari Abu Hurairah, "Barangsiapa tidak berpuasa sehari di bulan Ramadhan tanpa udzur syar'i dan bukan karena sakit, maka (pahala yang hilang) tidak cukup bila diganti dengan puasa setahun (di bulan lain)." (HR. Bukhari, Bab: Apabila bersetubuh di bulan Ramadhan). 2. Shalat Berjamaah "Orang yang rajin shalat dalam kesehariannya, ia tidak akan meninggalkan puasa Ramadhan. Dan banyak orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, tapi ia tidak shalat lima waktu." Begitulah gambaran nyata kondisi umat Islam dewasa ini. Itu pemandangan yang ironis, tapi realistis. Meskipun seharusnya hal itu tidak boleh terjadi. Karena puasa Ramadhan dan shalat lima waktu termasuk rukun Islam yang lima dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim mukallaf. Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Ikatan Islam dan pondasi agama ada tiga, tiga pilar itulah landasan Islam. Barangsiapa yang meninggalkan salah satunya, maka ia telah kafir dan halal darahnya. Yaitu, Syahadat, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Shalat wajib lima waktu. Dan Puasa bulan Ramadhan." (HR. Abu Ya'la, no. 2349. Imam al-Haitsami menyatakan sanadnya hasan, dan Imam adz-Dzahabi menyatakan haditsnya shahih). Perhatian kita terhadap pelaksanaan shalat lima waktu dan puasa Ramadhan harus sama besarnya. Keduanya harus kita laksanakan sebagai kewajiban seorang muslim, agar 'titel' keislaman kita tidak lepas dan tiang agama kita tetap kokoh. Dan usahakan dalam pelaksanaan shalat lima waktu bisa dilakukan secara berjamaah, apalagi dalam bulan Ramadhan. Bagi yang laki-laki berjamaah di masjid, dan bagi yang perempuan bisa berjamaah di masjid atau di rumah masing-masing. Berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah bisa mencuci dosa-dosa, bagaikan seseorang yang mandi untuk mencuci kotoran yang ada di badannya. Bila ada orang yang mandi lima kali dalam sehari, pasti badannya akan bersih dari kotoran. Begitu juga orang yang shalat berjamaah di masjid, ia akan suci dari kotoran dosa dan kesalahan. Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan shalat lima waktu seperti sungai yang mengalir deras di depan pintu kalian. Dengannya kalian akan mandi sebanyak lima kali. Jabir berkata, 'Hasan menambahkan, 'Dengan mandi seperti itu, niscaya tak ada lagi kotoran di badan'." (HR. Muslim, no. 1072). Shalat berjamaah di masjid akan bertambah nilainya jika kita laksanakan pada awal waktunya. Ketika imam mulai bertakbiratul ihram (takbir rakaat yang pertama), langsung bisa kita ikuti takbir tersebut. Kalau hal itu bisa kita lakukan setiap hari lima kali (setiap shalat lima waktu) selama 40 hari, maka diri kita akan terbebas dari sifat munafik dan terhindar dari adzab neraka. Begitulah Rasulullah SAWmengajarkan. Anas bin Malik berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang shalat berjamaah(ikhlas) karena Allah selama 40 hari dan selalu menjumpai takbir pertama (imam), maka ia akan mendapatkan dua pembebasan. Bebas dari adzab neraka dan bebas dari kemunafikan." (HR. Tirmidzi, no. 224). 3. Membaca al-Qur'an Rasulullah SAW selalu bertadarrus dengan Malaikat Jibril dalam bulan Ramadhan, dan beliau bisa mengkhatamkan sekali. Tapi di tahun akhir hayatnya, beliau mengkhatamkan hingga dua kali. Simaklah riwayat berikut, bagaimana Rasulullah SAW mendidik shahabat dan umatnya untuk aktif berinteraksi dengan al-Qur'an, terutama di bulan Ramadhan. Abdullah bin 'Amr bin 'Ash

maka dosa-dosanya yang telah berlalu diampuni. dan pada bulan Ramadhan mengkhatamkannya antara Maghrib dan Isya'. sebagaimana ia sering mengkhatamkannya antara Maghrib dan Isya' pada bulan selain Ramadhan. Dan bila memasuki 10 hari terakhir. 'Khatamkanlah dalam dua puluh hari'. ia menutup majlis taklim yang mengajarkan ilmu hadits dan lainnya di bulan Ramadhan." (Majalis Ramadhaniyyah: 23). bagaimana bila umurmu panjang". 'Wahai nabi Allah. maka ia akan masuk golongan orang-orangj u j u r dan orang-orang mati syahid. 'Barangsiapa yang mati dalam keadaan seperti itu.2262). (Hilyatul Auliya': 2/103). Abdullah berkata." (Siyaru A'lamin Nubala': 10/ 83). Utsman bin Affan setiap malam mengkhatamkan al-Qur'an dalam shalatnya. danmengkhatamkannya setiap 7 hari sekali." kata anaknya. Abdullah berkata. agar kita bisa memahami makna ayat-ayat dan menjadikannya sebagai petunjuk hidup. dan kamu adalah utusan Allah.pernah bertanya kepada Rasulullah. dan hal itu memang berat bagiku"). Membaca al-Qur'an di bulan Ramadhan menjadi ibadah unggulan yang sangat istimewa nilainya di sisiAllah SWT . Rasulullah bersabda. "Dan memang umurku panjang sebagaimana yang disabdakan Rasulullah. Bagaimana dengan 4 Imam madzhab? Imam Abu Hanifah (pelopor madzhab Hanafi) mengkhatamkan al-Qur'an setiap malam dalam shalatnya (biasanya di waktu sahur)." (HR. Banyak orang cenderung . Meskipun kita belum mampu untuk mengkhatamkan al-Qur'an dalam beberapa hari seperti para ulama' pendahulu kita. Ahmad bin Hanbal (pelopor madzhab Hanbali). 'Wahai nabi Allah. (Shafwatus Shafwah: 1/476). 36 dan Muslim. 'Wahai nabi Allah. "Dalam berapa hari saya mengkhatamkan al-Qur'an?" Rasulullah menjawab. Ubay bin Ka'abmengkhatamkannya setiap 8 hari sekali. Bukhari. Abdullah berkata." (Hilyatul Auliya': 9/181).(Hilyatul Auliya': I/338). Dari generasi Tabi'in. apa pendapatmu. Sa'id bin Jubeir mengkhatamkannya 2 malam sekali. Karena ibadah yang satu ini sangat berat bagi mereka yang imannya masih lemah. aku menyesal. aku kuat bila kurang dari itu'. j i ka aku telah bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Imam Malik (pelopor madzhab Maliki). aku kuat bila kurang dari itu'. Al-Aswad bin Yazid an-Nakha'i mengkhatamkannya pada bulan Ramadhan setiap 2 malam sekali. 'Alqamah mengkhatamkannya 5 harisekali. Banyak godaan yang harus dihadapi. waktu malam adalah waktu istirahat. "Barangsiapa yang beribadah di malam Ramadhan karena iman dan ikhlas. Imam Qatadah mengkhatamkan al-Qur'an dalam waktu 7 hari sekali. Begitu besar keutamaan yang didapatkan oleh orang-orang yang rajin shalat tarawih. 'Khatamkanlah dalam sepuluh hari'. ia mengkhatamkannya setiap malam. "Telah datang seorang laki-laki dari Qudho'ah ke Rasulullah dan bertanya. ia mengkhatamkannya setiap 6 hari sekali. sehingga aku makin terasa beratdalam menunaikan tugas itu. Ibnu Hibban dan dishahihkan Syekh al-Albani. 'Khatamkanlah dalam tujuh hari dan jangan kau kurangi lagi'. kemudian mengkonsentrasikan diri membaca alQur'an. aku berpuasa di bulan Ramadhan dan melaksanakan tarawih di malamnya. 'Wahai Rasulullah. Imam Muhammad bin Idris as-Syafi'i (pelopor madzhab Syafi'i) terbiasa mengkhatamkan al-Qur'an dalamshalatnya sebanyak enam puluh kali selama Ramadhan. Abu Hurairah berkata. no. kita bisa mengkhatamkannya dalam sebulan. Dan tidak lupa kita sisihkanwaktu untuk membaca terjemah maknanya atau menghadiri kajian tafsirnya. di luar bulan Ramadhan. Rasulullah bersabda. no. Tarawih dan Qiyamullail 'Amr bin Murroh al-Juhani berkata. (Shafwatus Shafwah: 3/27). "Aku telah minta yang berat. Rasulullah SAW bersabda. Hasan al-Bashrimengkhatamkan al-Qur'an antara Dhuhur dan 'Ashar. kenapa dahulu tidak aku terima dispensasi yang diberikan Rasulullah. Rasulullah bersabda kepadaku. dan aku tunaikan zakat. no. dan di bulan Ramadhanmengkhatamkannya 3 hari sekali. (Fadhailul Qur'an: 35). Bukhari dan Muslim). dan a k u tegakkan shalat lima waktu. (Siyaru A'lamin Nubala': 6/400). Abdullah berkata lagi. Tamim ad-Dari mengkhatamkannya 7 hari sekali. 'Khatamkanlah al-Qur'an dalam setiap bulan'. "Setiap hari ayahku terbiasa membaca al-Qur'an sebanyak 7 kali. Dan ketika aku sudah tua. (Hilyatul Auliya': 3/58). Mari kita bercermin kepada para shahabat dan para ulama dalam interaksi bersama al-Qur'an. Ibnu Khuzaimah. (Abdullah berkata. 1266). 4." (HR. aku kuat bila kurang dari itu'. "Kamu tidak tahu. Di antaranya.' Rasulullahbersabda. Rasulullah bersabda." (HR. (Hilyatul Auliya': 4/273).

Malas karena perutnya kekenyangan saat berbuka puasa." Karena Rasulullah telahbersabda. dua rakaat shalat sunnah Dhuha. 361). . no. apalagi dalam bulan Ramadhan. kita harus mengobarkan peperangan melawan kemalasan. Adapun jumlah rakaat shalat Dhuha. (HR. Tapi mengatur mereka dan mengarahkannya agar tidak menimbulkan fitnah bagi yang lain. "Janganlah kalian melarang wanita-wanita muslimah untuk datang ke masjid". Dan tidaklah mampu menjaga wudhu (suci dari hadats kecil) selain orang mukmin. no. "Istiqomahlah kalian dan jangan mengendor. 437 dan dia katakan hadits hasan gharib). Muslim." (HR. ia harus menjauhi hal-hal yang bisa membangkitkan syahwat atauyang bisa menimbulkan fi tnah. shalatlah kamu empat rakaat di permulaan siang (waktu Dhuha). Abu Daud. "Wanita siapapun yang telah memakai wangi-wangian." (HR. Syekh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata. sehingga kita setiap saat bisa beribadah kepada Allah SWT dengan kondisi lebih baik karena kita dalam keadaan bersuci. ketahuilah bahwa termasuk amalan yang paling utama adalah shalat. paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak 8 rakaat atau 12 rakaat dalam riwayat lainnya. 1845 dan Muslim. (Kitab Fiqhus Sunnah: I/171). Bukhari. Berat untuk meninggalkan sinetron favorit di layar kaca yang selama ini rutin ditonton sebelum Ramadhan. "Allah berkata. dijelaskan bahwa dua rakaat shalat Dhuha keutamaannya sama dengan pahala 360 shadaqah (HR. Dalam riwayat lain. niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat. "Rasulullah telah berwasiat kepadaku 3 perkara. Muslim. di luar shalat pun kalau kita mau bersuci saat telah batal. maka akan Kucukupi kebutuhanmu pada hari itu. 1094). 237). 15 Ibadah Unggulan di Bulan Ramadhan (bagian 2) 6. Muslim." (HR. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan (di pertengahan bulan Hijriyah). Apalagi kalau hal itu kita lakukan dalam bulan Ramadhan. 569). Termasuk keutamaan wudhu. no. Tapi itu merupakan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. sayang kalau ditinggalkan. maka dosa-dosanya akan keluar dari badannya bahkan ada yang keluar dari balik kuku-kukunya. no. Tidak hanya saat kita mau shalat. dimulai dari matahari terbit setinggi dua tombak sampai matahari hampir tepat di atas kepala kita. Rasulullah SAW mewanti-wanti umatnya agartidak meninggalkan shalat sunnah yang satu ini. Bagaimana kita bisa mendapatkan gelar taqwa dalam bulan Ramadhan. Di riwayat lain. kalau kita berat untuk meninggalkan kesenangan diri demi memenuhi panggilan Ilahi. 'wahai IbnuAdam. janganlah ia hadir bersama kami untuk berjamaah shalat Isya' di malam hari. Ramadhan adalah bulan jihad. bujukan hawa nafsu dan ajakan syetan. no. Ibnu Hibban dan dishahihkan Syekh al-Albani. Capek karena lelah setelah bekerja seharian. Islam tidak melarang para wanita pergi ke masjid untuk shalat berjamaah. no. Ibnu Majah. 675). sambunglah persaudaraan dan shalatlah di waktu malam ketika manusia terlelap tidur. sebarkanlah salam. Shalat Ba'da Wudhu Bersuci diri dari hadats kecil dengan cara berwudhu ternyata punya banyak keutamaan. no. tidak berhias dan tidak memakai wangi-wangian. Di luar bulan Ramadhan saja." (HR. 5. Tirmidzi. no. "Sopanlah dalam berbicara. Rasulullah SAW bersabda. "Wanita boleh datang ke masjiduntuk shalat berjamaah dengan syarat. Dalam waktu ini ada shalat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT. "Barangsiapaberwudhu dan ia menyempurnakan wudhunya. 1182).bersantai saat itu. 668). Abu Hurairah berkata. baik itu syetanmanusia maupun syetan jin." (HR." (HR. Shalat Dhuha Waktu Dhuha adalah waktu pagi. Dan dalam hadits qudsi diriwayatkan. no. maka wudhu sangat dianjurkan. tidak hanya sebatas basah-basahan dengan air. Ingatlah sabda Rasulullah. Dan di riwayat lain. dan shalat witir sebelum tidur. yang akhirnya membahayakan keselamatan dirinya dan mengancam kesucian.

bersihlah dosa yang ada di muka." Oleh karena itulah. kecuali ia berhak untuk masuk surga. kalimat itu lebih sering kita dengar. Pada beberapa masjid di negeri kita ini disediakan makanan ringan dan minuman (kue. Dan di akhir-akhir malam. karena banyak manfaat dan keutamaannya. dan pahala pun telah ditetapkan. kecuali Allah akan membukakan baginya pintupintu surga yang jumlahnya delapan. luluhlah dosa-dosa yang mengotori kaki. 1688). Kalau kurma biasa tidak ada. Mereka menyebutnya dengan istilah ta'jil. beliau minum beberapa teguk air. bersihlah dosa yang dilakukan tangan. Saat kita berkumur. 8. Rasulullah bersabda: Humran berkata. Akhir-akhir malam adalah waktu sahur. no. adz-Dzariyat: 17-18). (HR. Bukhari. waktu yang cocok untuk memperbanyak istighfar dan beribadah kepada Allah SWT . wabtallatil 'uruq.” (HR. Saat kita membasuh tangan. 7. 345). "Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. no. Meskipun kita merasa perut telah kenyang. Yang dimaksud di sini adalah menyegerakan berbuka puasa dengan makan makanan ringan yang manis atau sekadar minum air putih atau teh hangat. Subhanalloh. Kemudian beliau bersabda. Dan setelah itu. Itulah waktu yang mustajab. Rasulullah SAW bersabda. di antaranya: ' Dzahabazh Zhoma-u. air putih) menjelang Maghrib tiba." (HR. lengkapilah proses pencucian dosa itu dengan shalat dua rakaat pasca wudhu. kita dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk mengakhirkan sahur. karena orang-orang Yahudi kalau berpuasa mereka suka mengakhirkan (menunda) berbuka. Dan beliau juga berpesan kepada ummatnya agar tidak meninggalkan sahur. Dan itu merupakan tradisi yang harus dikembangkan. Dan do'a yang dianjurkan untuk dibaca saat berbuka. (Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat nadi. beliau makan beberapa butir kurma matang dan segar sebelum shalat. Jika tidak ada kurma matang dan segar. Alangkah bahagianya kalau kita bisa melaksanakan hal itu dalam bulan Ramadhan ini. Mengakhirkan Sahur Dalam al-Qur'an. lalu ia melaksanakan shalat dua rakaat." (HR. wa tsabatal ajru insya Allah'. Saat kita mengusap kepala. (lalu ia menceritakan cara wudhu Utsman). 'Utsman berkata. 'Barangsiapa berwudhu dengan cara wudhuku ini. Apalagi dalam bulan Ramadhan. air wudhu yang kita basuhkan pada anggota badan kita. 2010).Luar biasa. Abu Daud."Tidaklah seorang muslim berwudhu dan ia membaguskan wudhunya (menyempurnakannya). dosa yang mengotori kepala ikut terusap. mereka memohon ampunan (kepada Allah). "Kondisi orang yang berpuasa akan senantiasa baik-baik saja. bahwa beliau juga bersabda : "Tidaklah salah seorang dari kalian menyempurnakan wudhunya. tidak hanya membersihkan kotoran luar yang melekat pada anggota badan tersebut. kolak. 1798). "Aku telah melihat Utsmanbin Affan berwudhu. 1821 dan Muslim. Muslim. dan Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya'. maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah berlalu. selama mereka menyegerakan berbuka. dan ia diberi kebebasan untuk masuk melalui pintu yang mana saja. buah. dan kita lanjutkan pasca Ramadhan kelak. Abu Daud. yaitu sekitar satu j am sebelum Shubuh. Ibnu Majah. dan kita merasa mampu atau kuat berpuasa walau tanpa makan sahur. Muslim). Itulah yang dimaksud dengan ibadah unggulan di bulan Ramadhan. lalu ia shalat dua rakaat tidak memikirkan hal lain dalam shalatnya (khusyu'). Menyegerakan Berbuka Mungkin kita pernah mendengar istilah 'ta'jil'. tapi kucuran atau tetesan airnya juga mampu menggelontorkandosa-dosa dan kesalahan kita." (QS. Anas bin Malik berkata." (HR. Dan masih dalam riwayat yang sama. Hadits serupa juga diriwayatkan Bukhari. Makan sahur merupakan pembeda antara model puasa orang mukmin dengan puasa ahlul . Saat kita membasuh muka. 1838. Sungguh sangat beruntung bila kita berhasil menunaikan ibadah yang satu ini. Allah SWT telah menyebutkan karakter orang yang berbuat baik (Muhsin) di antaranya. 'Aku telah melihat Rasulullah berwudhu seperti cara wudhuku ini. insya Allah). no. Segerakanlah berbuka. no. Umar bin Khatthab menyambung lidah Rasulullah SAW. no 2009). no. bersihlah dosa yang disebabkan lisan. Saat kita menyiram kaki. Ta'jil arti sebenarnya adalah bersegera atau menyegerakan. lalu membaca: 'Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. beliau makan beberapa kurma biasa. khusyu' dengan segenap pikiran dan hatinya. air es. “Rasulullah apabila berbuka. no. kurma." (HR.

Karena Allah melimpahkan karunia-Nya kepada orang-orang yang sahur. 10. 9. no. terutama di 10 hari terakhir. no. Berdasarkan hadits. 1998). kemudian para isterinya juga beri'tikaf sepeninggal beliau. Shalat sunnah satu ini sangat istimewa bagi Rasulullah SAW dan punya nilai utama di sisi Allah SWT. Bukhari. Berdasarkan hadits.kitab (Yahudi dan Nashrani). Yang penting kita bangun pada saat itu." (HR. masjid. no. Syarat i'tikaf. Meskipun sunnah." (HR. 20530). "Sesungguhnya Umar bernadzar untuk i'tikaf semalam. no. "Dan peliharalah shalat dua rakaat sunnah Fajar. 5285). pantas menjadi ibadah unggulan di bulan puasa." (HR." (HR. 10969). Bukhari dan Muslim). no. dan para malaikat-Nya berdo'a untuk mereka." (HR. MenurutImam Malik dan Abu Hanifah. tidak pernah meninggalkannya setiap Ramadhan. niat. "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya. janganlah kalian meninggalkannya. "Sebaik-baik sahur seorang mukmin adalah beberapa butir kurma. Bukhari dan Muslim). no. Setelah itu kita siap-siap untuk melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Ahmad." (HR. Ketiga. Dalam riwayat lain. beliau menjawab. Muslim. Abu Sa’id al-Khudri berkata. Ahmad." (HR." (HR. Aisyah berkata. Sedangkan Imam Syafi'i berpendapat: "Puasa bukanlah syarat sahnyai'tikaf. Aisyah berkata. "Apabila Rasulullah memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan). nilainya lebih baikdaripada dunia dan apa yang terkandung di dalamnya. Rasulullah SAW bersabda. "Bahwasanya Rasulullah senantiasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat. Dua Rakaat Fajar Setelah makan sahur. "Sahur adalah makanan yang berkah. Karena Rasulullah SAW sejak hijrah ke Madinah. no. makanlah makanan ringan atau minum beberapa teguk. dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan." (HR. "Shalat sunnah dua rakaat Fajar lebih baik nilainya daripada dunia secara keseluruhan. puasa. karena dalam sahur itu ada keberkahan. kecuali yang mewajibkan diri dengan bernadzar. Orang yang i'tikaf harus berada di Masjid dengan niat taqarrub . Istiqamahnya Rasulullah inilah yang membuat i'tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan menjadi ibadah unggulan. meskipun hanya dengan seteguk air. Dan sangattepat kalau kita jadikan sebagai amalan unggulan di bulan Ramadhan. Muslim. Ahmad. "Barangsiapa beri'tikaf. mengencangkan ikat pinggangnya (meningkatkan ibadahnya dan menjauhi isterinya). sisakan waktu 10 menit (waktu Imsak) untuk rehat sejenak dan siap-siap pergi ke Masjid terdekat untuk shalat Shubuh berjamaah. Sungguh ibadah yang satu inisangat istimewa dan utama." (HR. Kedua. "Dua rakaat shalat sunnah Fajar (Shubuh). ibadah yang satu ini menjadi istimewa pada saat Ramadhan. 2008. 25083). seperti sahurnya Rasulullah. 23108). "Makan sahurlah kalian. karena ia termasuk ibadah yang utama. Pertama. “Dua rakaat itu lebih aku cintai daripada dunia dan isinya. makanlah sesuai kebutuhan. "Ummatku senantiasa baik-baik saja (saat puasa) selama mereka mengakhirkan makan sahur. ketika Rasulullah ditanya tentang shalat sunnah Fajardua rakaat. Bab I'tikaf). Aisyah berkata. Bukhari. 1836). Di riwayat lain. Abdur Razaq dengan sanad shahih)." (HR. Berdasarkan hadits." (HR. 1193). Muslim. Apa nilai keutamaannya? Simaklah riwayat berikut. Dan usahakan sahur kita selesai sekitar 10 menit sebelum adzan Shubuh. maka hendaklah ia puasa. Yang utama kalau kita makan beberapa kurma saat sahur. 1886). Ketika telah mendengar adzan Shubuh. shalatlah dua rakaat fajar (sunnah qabliyah Shubuh) di rumah atau langsung pergi ke Masjid dan shalat di sana. 1789 dan Muslim. Kalau kita merasa lapar. no. Beliau juga menganjurkan kita untuk mengakhirkan sahur. Abu Daud. no." (HR.Bukhari dan Muslim). Kalau tidak lapar." (HR. "Perbedaan antara puasa kita (muslim) dengan puasa ahlul kitab adalah pada makan sahur. I'tikaf 10 Hari Hukum asal dari i'tikaf adalah sunnah." (HR. Dan Rasulullah juga menginformasikan bahwa dalam makan sahur terdapat banyak keberkahan. membangunkan keluarganya. no. Abu Daud. 1835). no. Aisyah berkata. no. Ahmad. Makan sahur tidak harus makan berat. lalu Rasulullah menyuruhnya untuk menepati nadzarnya. beliau menghidupkan malamnya. seperti sepiring nasi atau yang sejenisnya. Rasulullah SAW bersabda.

1." (Kitab Fathul Bari: 4/277). hubungan suami-istri. maka nilai pahalanya lebih baik daripada melaksanakan ibadah selama 1. maka seluruh umat Islam diperintahkan meningkatkan amal ibadahnya di bulan suci Ramadan.000 bulan atau sekitar 83 tahun di luar malam Lailatul Qadar. karena orang-orang mukmin yang berpuasa pada siang hari dan qiyamul lail pada malam hari. AlBaqarah: 187). nilai pahalanya dilipatgandakan 70 kali dibanding ibadah fardu di luar bulan Ramadan. Dan boleh baginya untuk melanjutkan jika sudah suci.com/index. serta bulan untuk pertama kalinya ayat-ayat Alquran diturunkan kepada Rasulullah SAW yang terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun pertama kenabian. Barang siapa melaksanakan ibadah tepat pada malam Lailatul Qadar. berdasarkan riwayat dari Aisyah di atas. serta menjauhkan segala bentuk perbuatan dosa dan maksiat. Sehubungan dengan hal tersebut. jika dia haidh atau nifas. Ibnu Hajar berkata: "Masjid merupakan syarat sahnya i'tikaf. Kedua. Kalau di masjid umum.kepada Allah dan berdiam diri disitu. hanya saja perlu diperhatikan rambu-rambu berikut ini. Keempat. Wanita boleh beri'tikaf di 10 hari Ramadhan. tapi ada wanita lain yang menemaninya. selama bulan suci Ramadan umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan berbagai macam amalan dan ibadah sebagai realisasi dari peningkatan iman dan takwa kepada Allah SWT. sedang kamu beri'tikaf.php/Bahasan/15-Ibadah-Unggulan-di-BulanRamadhan-bagian-2. serta Kitab Injil kepada Nabi Isa AS. semata-mata atas dorongan iman dan mengharapkan ridha Allah SWT. Sebagaimana diperbolehkan juga i'tikaf di masjid lain. Mengakhirkan waktu makan sahur Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan kepada seluruh umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Alquran dari Lauh al-Mahfuzh ke Baitul Izzah di kawasan langit yang paling bawah. wanita lebih utama i'tikaf di masjid rumahnya (menurut Abu Hanifah). minum. bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Kitab Taurat kepada Nabi Musa AS. Selain melaksanakan ibadah puasa dengan menahan diri dari makan. pintu neraka akan tertutup serta setan-setan akan terbelenggu sehingga tidak mampu menggodanya. Pada dasarnya i'tikaf wanita sama dengan i'tikaf laki-laki. dan ada tempat khusus perempuan. Dengan demikian pintu surga akan terbuka." (QS. Ketiga. memperbanyak sedekah dan silaturahmi. untuk mengakhirkan waktu makan sahur. Ibadah fardu di bulan Ramadan. tidak mengumpuli istrinya. Ibadah sunnah di bulan Ramadan nilai pahalanya sama dengan nilai pahala ibadah fardu di luar bulan Ramadan. Lalu apa rahasia dan hikmah yang ada di balik anjuran Rasulullah tersebut? . maka itu berarti bahwa mereka telah mampu menaklukkan hawa nafsu yang selalu mendorong manusia melakukan perbuatan jahat. "Dan janganlah. Di samping itu. kamu campuri mereka itu (isteri-isteri).ghoibruqyah. Keempat. hendaklah tidak sendirian. maka otomatis i'tikafnya batal. karena dalam bulan ini Allah SWT mewajibkan kepada orang-orang yang beriman untuk beribadah puasa selama sebulan penuh. Kitab Zabur kepada Nabi Daud AS. Allah berfirman. Mengingat betapa mulianya bulan Ramadan ini. Berikut ini adalah sebagian amalan utama dan ibadah yang diperintahkan Allah SWT dan rasul-Nya untuk kita kerjakan di bulan suci Ramadan. dan segala macam dorongan nafsu sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. maka Allah SWT menurunkan rahmat dan maghfirah-Nya kepada setiap orang mukmin yang melakukan puasa dan qiyamul lail pada malam harinya.html Memasuki Ramadan dengan Amalan Utama HM Husain D Mahmud Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Ramadan adalah bulan yang paling mulia di antara 12 bulan yang ada dalam satu tahun. Bahkan menurut Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya “Tafsir Ibnu Katsir” juz I halaman 380. adaizin dari suaminya (bila sudah bersuami). Pertama. diutamakan yang tempatnya paling dekat dengan rumahnya. http://www.

” Dan jika pada malam hari kita belum niat berpuasa. Di samping itu. memahami. baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. maka ibadah Salat Magrib-nya kemungkinan besar tidak khusyuk. maka disunnahkan melaksanakannya dengan tetap menjaga ketertiban dan kekhusyukan salat. membaca. Melakukan iktikaf di dalam masjid Iktikaf adalah salah satu perbuatan sunnah yang bersikap preventif. Bahkan tidurnya orang puasa itu adalah ibadah. termasuk bayi yang baru lahir. sehingga stamina orang yang berpuasa tetap terjaga ataupun tidak terlalu lemas. kita disunnahkan untuk membaca doa sebagai berikut. Hal itu dimaksudkan. Karena sebaik-baiknya orang Islam adalah orang yang mau mempelajari dan mengajarkan Alquran. Karena itulah. maka kita harus berniat pada waktu sahur. Membayar zakat fitrah dan zakat mal (harta) Umat Islam yang hidup pada akhir bulan Ramadan dan menjumpai bagian awal bulan Syawal. “Saya niat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.com/kolom/20110727/memasuki-ramadan-denganamalan-utama Perbuatan-Perbuatan yang Menyempurnakan Ibadah Puasa Ramadhan Ramadhan adalah bulan yang istimewa dan penuh berkah. Namun bagi mereka yang hanya mampu Salat Tarawih sebanyak 8 rakaat ditambah Salat Witir 3 rakaat. 5.equator-news. Umat Islam disunnahkan iktikaf untuk melaksanakan salat berjemaah. umat Islam disunnahkan melaksanakan Salat Tarawih sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya. serta mengamalkan isi dan kandungan Alquran setiap harinya. Terlebih lagi pada bulan suci Ramadan. mempelajari serta menghayati isi Alquran. 6. agar stamina dan konsentrasi (kekhusyukkan) orang yang berpuasa tetap terjaga dengan baik ketika mengerjakan Salat Magrib.” 2. diwajibkan membayar zakat fitrah.Hal itu tidak lain dimaksudkan agar rentang waktu berpuasa tidak terlalu lama. semata-mata karena mengharapkan ridho Allah SWT. Sedangkan zakat mal adalah zakat yang diwajibkan atas harta benda yang kita miliki. 3. Tapi jangan mentang-mentang tidur orang berpuasa itu ibadah. http://www. disunnahkan mempercepat berbuka puasa meskipun hanya dengan meminum seteguk air atau makanan kue (kurma) sebelum melaksanakan Salat Magrib. Melakukan Salat Tarawih dan Witir Setiap bulan Ramadan. maka orang-orang berpuasa. Karena jika orang yang berpuasa diperintahkan untuk Salat Magrib terlebih dahulu. maka mereka dipersilakan melaksanakan Salat Tarawih 20 rakaat ditambah Salat Witir 3 rakaat. yang telah mencapai nishab dan haulnya. Bagi mereka yang mampu 20 rakaat dengan tetap menjaga ketertiban dan kekhusyukkan salat. sesungguhnya pengakhiran makan sahur itu juga mengandung berkah. Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat Muslim sedunia. berikanlah rezeki yang telah Engkau limpahkan kepada kami. berzikir. “Ya Allah (Zat yang Melimpahkan Rezeki). Mempercepat berbuka puasa Jika waktu magrib yang sesuai dengan jadwal imsakiah yang disusun oleh BHR (Badan Hisab dan Rukyat) Kalbar telah tiba. umat Islam diperintahkan untuk lebih aktif lagi melakukan tadarus Alquran seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. ketika akan makan sahur. tanpa ada sepotong makanan ataupun seteguk air. Adapun niat puasa adalah sebagai berikut. dan sebagainya. Memperbanyak tadarus Alquran Setiap umat Islam memang diperintahkan Allah SWT untuk membaca. dan kami memohon perlindungan kepada-Mu dari siksa api neraka. . menghayati. Di bulan Ramadhan pahala ibadah dilipatgandakan. di bulan Ramadhan ini kita jadi terus-terusan tidur tanpa ada aktivitas lain (kayak hibernasi aja). 4. karena pikirannya tertuju pada makanan yang dihidangkan. yakni supaya kita tidak terjatuh dalam perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat di waktu-waktu luang yang kita miliki. bertobat.

2. I’tikaf Yaitu berdiam di masjid. Semua bacaan-bacaannya sama dengan shalat fardhu. Muslim). dengan melakukan ‘ibadah terutama pada malam 20 sampai akhir Ramadhan. Shalat Tarawih Bisa dilakukan dengan berjama’ah atau sendiri-sendiri. Memperbanyak shadaqah “Shadaqah yang paling utama ialah shadaqah pada bulan Ramadhan. Makan sahur yang paling baik ialah yang hampir mendekati waktu shubuh. kemudian melaksanakan ibadah di dalamnya. maka ia mendapat pahala yang sama dengan orang yang berpuasa. Pelaksanaannya ialah pertama-tama masuk mesjid dengan shalat tahiyyatul masjid. Nanti malah tumbang sebelum shalat tarawih. minimal membaca basmalah. Bukhari dan Muslim). Mempercepat berbuka apabila telah tiba waktunya “Manusia senaniasa dalam kebajikan. Ayo. selama mereka cepat-cepat berbuka puasa”. “ Rasulullah SAW bersabda : “ Barangsiapa memberi makanan untuk berbuka. maka kepada mereka akan diturunkan Tuhan ketenangan bathin. Jangan sampe kebanyakan makannya ya. dilimpahi dengan rahmat. Meningkatkan ibadah terutama pada malam 20 Ramadhan ke atas “Apabila sudah masuk sepuluh malam yang terakhir Ramadhan. boleh di masjid dan boleh di rumah atau di tempat-tempat lain.” (HR. lebih baik sahurnya di awal-awal aja. Waktunya sesudah shalat Isya sebelum waktu shubuh.” Salah satunya disebutkan dalam hadits dibawah ini : Spoiler untuk Hadits: Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani. Melaksanakan makan sahur “Bersahurlah kamu karena makan sahur itu ada berkahnya” (HR. Nabi termasuk orang yang banyak memberi dan menolong. Bukhari Muslim). dengan iman kepada Allah dan mengharapkan pahalanya. sedangkan pahala orang yang berpuasa itu sendiri tidak berkurang sedikitpun. (HR. Muslim) 6. maka akan diampuni dosanya” (HR. Hapal kan doa berbuka puasa? . “Barang siapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan. 4. Saran untuk yang makannya lama.. 3. Turmudzi. lebih-lebih pada bulan Ramadhan. sampai saat beliau wafat” (HR. Muslim). Memperbanyak membaca Al-Qur’an “Orang-orang yang berkumpul di masjid dan membaca al-Qur’an (dan mempelajari). maka Rasulullah .” (HR. Pada waktu berbuka dianjurkan untuk membaca doa. “Rasulullah saw selalu mengerjakan i’tikaf pada sepuluh hari yang terakhir Ramadhan. Bukhari. 7. Ia berkata : Hadits ini hasan dan shohih) 5.Berikut ini adalah perbuatan-perbuatan yang menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan. mari berlomba-lomba khatamkan Al-Qur'an di bulan Ramadhan. 1. Salah satunya buah Kurma. Berbuka yang lebih baik ialah berbuka dengan makan buah-buahan manis.

Bukhari dan Muslim). ya Allah.a. dan dzikir. terutama saat tarawih di Mesjid. 2. keselamatan. Abdullah Nashih Ulwan.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. baik puasa. mereka berdoa kepada Allah. ketika tarawih hanya beberapa shaf saja yang terisi. . Dari Anas bin Malik r. bahwa Rasulullah saw. tilawah. Berdoalah agar Allah swt. dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu. dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. Tapi begitu memasuki akhir bulan Ramadhan. Mensucikan Jiwa : Konsep Tazkiyatun nafs Terpadu Dr. Ibnu Huzaimah). wa balighna ramadan. dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.” Artinya. karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan. berkata. shalat. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Bila telah masuk awal Ramadhan. Banyak menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan yang mengurangi nilai dan hikmat puasa “Banyak di antara yang berpuasa. Miftah Faridl : Pokok-Pokok Ajaran Islam Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf Annawawy. Salah satu fenomena yang terjadi di sekitar rumah saya adalah pada awal2 bulan Ramadhan. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Ahmad dan Tabrani) Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan. ”Allahu akbar. Terjemah Riadhus Shalihin Tarbawi edisi 15 Th 2 Ramadhan 1421 Sa’id bin Muhammad Daib Hawwa. Al-Imam Nawawi dalam kitabAdzkar-nya berkata. Tarbiyah Ruhiyah : Petunjuk Praktis Mencapai Derajat Taqwa Sepuluh Amalan Menyambut Ramadhan Oleh: Mochamad Bugi 1. (HR. dan keislaman. allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha. Maka. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa. ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur. kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur. ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban. masyarakat begitu semangat beribadah. Saya pun ikut-ikutan jadi korban yang tereliminasi dari shalat tarawih di Mesjid.sangat bersungguh-sungguh ibadah dan sepanjang malam beliau beramal serta membangunkan keluarga” (HR. Dengan keadaan sehat. dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya. bulan.” Artinya. Spoiler untuk sumber: Drs. keimanan. ya Allah. Mudah2an kali ini bisa semangat terus ibadahnya sampe akhir 8. ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat. tapi hasilnya hanya lapar dan dahaga” (HR. berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban.

Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.” (HR. Ramadan adalah bulan taubat. bulan yang penuh berkah. maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. . hai orang-orang yang beriman. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat. Barangsiapa jujur kepada Allah. yang bisa membersihkan diri. jika kamu tiada mengetahui. 7. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. dan karib kerabat.com http://sman1brebes. Kepada masyarakat. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan.dakwatuna.sch. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk.” [Q.html DIBACA: 506 KALI. niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan. 10. dan mendekatkan diri kepada Allah. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah. isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga.. An-Nur (24): 31] 8. 5. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Rasulullah saw. Karena itu. · membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs.id/ruang-informasi/55-sepuluh-amalan-menyambutramadhan. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu. 4. Ahmad). Muhamad (47): 21] 6. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. Kepada orang tua. Ramadhan sangat singkat. hukum. Pada bulan itu Allah membuka pintupintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” [Q.3. dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnahsunnahnya. manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan.S. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Sebab. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kepada Allah. istri-anak. 9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan: · buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur. (Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat) www. dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. dengan mempererat hubungan silaturrahmi. dengan taubatan nashuha. dan hikmah puasa. Rasulullah saw.S.” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan. supaya kamu beruntung.

Tamu yang membuat hati berdebar-debar karena begitu cinta padanya. Leher-leherpun melongok untuk melihatnya. Ia (tamu yang) jarang mengunjungi kita. Allah berfirman : ِ َ ْ ُ ْ َ َ ُ ْ َ ِ ِ َ َّ َ ِ ّ ِ ً ُ ُ ْ ُ ْ ِ ْ ِ َ ِ ْ ُ ِ ّ َ َ َ ُ ْ َ ‫شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى و الفرقان‬ "Bulan Ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan Al qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil)" (QS Al-Baqarah :185) Tidak disangsikan lagi. hingga kita sangat merindu padanya. (demikian juga) mata mengamat-amati untuk melihat hilalnya. barakah dan rahmat. niscaya sudah mencukupi. kemudian Allah menjadikan kebaikan seluruhnya ada padanya. yang hilang dan tidak datang kepada kita melainkan sekali saja dalam setahun. seandainya tidak ada keutamaan pada bulan Ramadhan melainkan hanya ini saja. Tamu yang mulia dan diberkahi ini telah diketahui dengan pasti oleh orang beriman. tengahnya ataupun akhirnya. . Di bulan inilah Allah menurunkan Al-Qur'an. 05 AGUSTUS 2010 07:52 Oleh : Syaikh Muhammad Musa Nasr Sesungguhnya kita akan menyambut tamu yang mulia. baik di awalnya. pent) apa saja kekhususan dan keutamaannya!! Agar anda bersiap sedia untuk menyambut dan menyingsingkan lengan anda secara sungguh-sungguh untuk memperoleh keutamaan-keutamaannya dan agar anda memperoleh apa yang Allah janjikan padanya berupa kebaikan. tentunya anda tahu -wahai saudaraku.siapakah gerangan tamu itu?! Akan diperlihatkan (dalam risalah ini insya Alloh. serta memuliakan utusannya secara jujur dan adil. karena merekalah yang menunaikan haknya dan mengagungkannya dengan pengagungan yang semestinya.OLEH ADMIN KAMIS. dan jiwa-jiwa yang beriman beribadah kepada Rabbnya pada saat itu. Sesungguhnya Allah mengangkat derajat tamu ini dalam Al Qur'an dan melalui lisan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam .

Keduanya ibarat dua sayap burung. sebagian besar terdapat dalam shahih Bukahri dan Muslim. Sesungguhnya. berupa ampunan terhadap dosa-dosa. Wahai hamba Allah. Sesunguhnya malam itu adalah Lailatul Qodar. barangsiapa diharamkan pada malam itu maka ia telah diharamkan dengan kebaikan yang banyak. dan hal ini tidak akan diperoleh kecuali dengan ilmu yang bermanfaat. Yang kedua mengatakan : "Wahai orang yang mengharap kejahatan. yang pertama mengatakan: "Wahai orang yang mengharap kebaikan. Karena amal shalih seseorang tidak diangkat kecuali jika apabila ia ikhlash karena Allah dan hanya mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Dalam bulan itu terdapat satu malam. diangkatnya derajat orangorang yang beriman. ditutupnya pintupintu neraka. dan ilmu yang bermanfaat tidak bakal dapat dicapai melainkan dengan amal yang shalih. Pada bulan itu. di dalamnya terdapat keutamaan yang Allahlah lebih tahu tentangnya. tahanlah!". inilah penjelasan sebagian keadaan-keadaan Rasulullah dan petunjuk beliau dalam bulan Ramadhan [Hadits-hadits yang terdapat dalam makalah ini adalah hadits-hadits shahih. niscaya dia tidak akan bersama beliau di akhirat kelak. agar anda dapat . khususnya (mencukupkan diri dengan) petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam pada bulan Ramadhan. dan syaithan-syaithan dibelenggu. yang satu malam di dalamnya lebih baik dari seribu bulan. datanglah!". dan dimaafkannya segala kesalahan. turun dua malaikat. dilipatgandakannya kebaikan-kebaikan. mencukupkan diri dengan petunjuk Nabi dalam setiap ketaatan adalah perkara yang sangat penting. Bulan Ramadhan adalah bulan dibukanya pintu-pintu surga. Ketahuilah. barangsiapa yang tidak bersama Rasul di dalam mengikuti petunjuknya di dunia ini. dengan harapan agar semoga anda dapat mengetahui dengan jelas petunjuk beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam.Betapa tidak. Maka buah ilmu yang bermanfaat adalah amal yang shalih. Sesungguhnya ikhlas dan mutaaba'ah (mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam) merupakan dua syarat esensial diterimanya amal shalih. serta Allah membebaskan hamba-hamba-Nya pada tiap malamnya dari neraka. maka alangkah jauhnya (dari realita) jika ada burung yang terbang dengan satu sayap !! Di dalam risalah ini -wahai para pembaca budiman-. Ia adalah suatu malam yang diputuskan setiap perkara yang bijaksana. atau salah satu dari keduanya]. Karena setiap kesuksesan ada pada ittiba' (mengikuti) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam baik secara zhahir maupun bathin. kita akan mempelajari bagaimana keadaan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam di dalam bulan Ramadhan secara singkat dan ringkas.

atau dari berita seorang yang adil dalam penentuan awal bulan Ramadhan. Selama fajar kadzib. . Tersebut dalam hadits shahih bahwa kaum muslimin berpuasa hanya dengan ru'yah yang dilakukan oleh seorang Arab Badui yang datang dari padang pasir. kemudian ia memberitahukan kepada Nabi bahwa ia telah melihat hilal. kecuali apabila ia merupakan kebiasaan salah seorang diantara kalian. tidak diharamkan makan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam merasa cukup dengan persaksian satu orang. ini merupakan hujjah diterimanya khabar ahad. sebagai pengimplementasian firman Allah : ِ ْ َ ْ َ ِ ِ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ْ ُ ُ َ ّ َ َ َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ ْ ُُ ‫كلوا و اشربوا حتى يتبين لكم الخيط البيض من الخيط السود من الفجر‬ "Dan makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam yaitu fajar" (Al Baqarah : 187) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam menerangkan pada umatnya bahwa fajar ada dua yaitu shadiq dan kadzib. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melarang umatnya untuk mendahului bulan Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari (sebelumnya) dengan alasan berhati-hati. maka beliau memerintahkan Bilal agar mengumumkan untuk puasa. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidak menahan dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa hingga ia melihat fajar shadiq dengan penglihatan yang pasti. Adapun puasa nafilah (sunnah) maka tidak wajib. dan hukum ini khusus untuk puasa wajib.meneladaninya sehingga anda memperoleh kecintaan kepadanya dan dikumpulkan bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam kelak. oleh karena itu dilarang berpuasa pada hari yang diragukan. atau menyempurnakan bilangan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam berniat puasa pada malam hari sebelum fajar dan memerintahkan kepada umatnya (untuk berniat). beliau tidak pernah mensyariatkan apa yang dinamakan oleh kaum muslimin ini sebagai adzan (seruan) imsak. Berikut ini kami kemukakan beberapa keadaan dan petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam di bulan Ramadhan : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidak berpuasa hingga ru'yah (melihat) hilal dengan penglihatan yang pasti. minum dan jima'. Rasulullah tidak pernah memberatkan umatnya baik dalam bulan Ramadhan atau selainnya.

Betapa tidak. serta memerintahkan umatnya untuk melaksanakan hal ini. Beliau bersabda : َ ْ ُ ُ ْ ْ ُّ َ َ ٍ ْ َ ِ ِ ّ ُ ُ َ َ َ ‫ل تزال أمتي بخير ما عجلوا الفطور‬ "Senantiasa umatku selalu selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka". maka ceritakanlah dan tidak mengapa.Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Puasa yang beliau kerjakan tidak menghalanginya mencium istri-istrinya atau menyentuh mereka. maka Allah tidak memerlukan ia meninggalkan makanan dan minumannya". sebagaimana disifatkan oleh Ummul Mu'minin Aisyah radhiyallahu 'anha. Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam menjaga keluarganya dan memperbaiki cara bergaulnya dengan mereka pada bulan Ramadhan melebihi bulan lainnya. Sungguh Rasulullah adalah manusia yang paling baik akhlaknya. beliau senantiasa mensucikan mulutnya. Beliau telah memerintahkan umatnya supaya berakhlak baik. terlebih lagi bagi orang yang sedang berpuasa. padahal sungguh akhlak beliau adalah Al-Qur'an. Adapun tentang akhlak beliau. Namun beliau adalah seorang yang paling mampu mengendalikan syahwatnya. beliau bersabda : ُ َ َ َ َ ُ َ َ َ ْ َ َ ْ َ ِ ً َ َ ِ َ ْ ََ ِ ِ َ ِ َ َ ِ ْ ّ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ‫من لم يدع قول الزور وعمل به فليس ل حاجة فى أن يدع طعامه وشرابه‬ "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan melakukannya. . Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidak meninggalkan siwak baik pada bulan Ramadhan atau selain bulan Ramadhan. Jarak antara sahur beliau dan shalat fajar (shubuh) adalah kurang lebih seperti membaca 50 ayat.

sebagaimana keadaan orang yang tidak takut miskin. beliau mencari Lailatul Qodar. Diantara rahmat beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam kepada umatnya. dikarenakan bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur'an. Pada tahun dimana beliau wafat. demikian juga orang yang sakit. Beliau seperti angin yang berhembus (membawa kebaikan). perempuan hamil atau menyusui yang khawatir terhadap diri dan bayinya. puasa tidaklah menjadi penghalang baginya dari mengikuti peperangan-peperangan. Jibril menemui beliau untuk mengulangi Al Qur'an dalam bulan Ramadhan. sedangkan orang yang sudah lanjut usia. Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam berjihad di bulan Ramadhan. Adapun kedermawanan beliau dalam bulan Ramadhan tidaklah dapat digambarkan. dan memerintahkan sahabatnya untuk berbuka agar kuat dalam menghadapi musuh. perempuan hamil dan menyusui. yaitu bagi musafir diberi keringanan untuk tidak berpuasa. Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah mengikuti 6 peperangan dalam 9 tahun. Adapun dalam hal mengulangi (bacaan) Al-Qur'an. khususnya 10 hari yang terakhir. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam beri'tikaf selama 20 hari. adapun hadits yang menyelisihi hal ini telah mansukh (terhapus). maka tidak ada seorangpun yang memiliki kesungguhan seperti kesungguhan beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam.Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam berbekam dalam keadaan berpuasa. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam adalah mujahidin yang paling agung. laki-laki dan perempuan tua (jompo). Demikian pula beliau melakukan amalan- . Beliau tidaklah beri'tikaf melainkan dalam keadaan berpuasa. maka ia mengganti puasanya dengan memberi makan (fakir miskin). terutama pada 10 malam terakhir. semuanya di bulan Ramadhan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam beri'tikaf pada bulan Ramadhan. dan beliau memberi keringanan bagi orang yang bepuasa untuk berbekam. Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersungguh-sungguh dalam ibadah dan shalat malam pada bulan Ramadhan melebihi kesungguhannya pada bulanbulan lainnya. Bagi musafir harus mengganti puasanya (dihari lain).

untuk itulah kita harus pandai mensiasati diri. supaya kita dapat menjadi hamba Allah yang dapat mempertahankan bahkan meningkat kualitas ibadahnya setelah Ramadhan. Tidak hanya itu setelah Ramadhan berakhir kita kembali ke kebiasaan kita sebelum Ramadhan tanpa ada peningkatan ibadah. Tidak sebagaimana yang difahami oleh mayoritas kaum muslimin pada zaman ini. Allah melipatkan pahala dibanding dengan pahala ibadah yang sama diluar bulan Ramadhan. yang memahami bulan Ramadhan adalah bulan istirahat. Prinsip menjaga kesinambungan amal adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam rangkaian ibadah dalam Islam.alquran-sunnah.amalan yang besar di bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah tersebut. Ramadhan adalah bulan yang selalu disambut dengan berbagai ekspresi cinta di seluruh pelosok negeri muslim. menikah dengan Hafshah Ummul Mu'minin. menyambut utusan-utusan. cinta kita begitu menggebu. Ya Allah berilah petunjuk kepada kami untuk mengikuti Nabi-Mu dan hidupkanlah kami di atas sunnahnya. bulan jihad dan bulan pengorbanan bagi kehidupan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. bahkan ia menjadi satu ruh yang menjiwai amalan tersebut berkwalitas atau tidak. (dialihbahasakan dari Majalah Al-Ashalah edisi III hal 66-69 oleh Abu Salma) http://www. Ketika ia menjelma. dan membebaskan kota Mekkah (dari kekuasaan musyrikin) pada bulan Ramadhan. dan wafatkan kami diatas syariatnya Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Banyak fenomena yang terjadi di bulan Ramadhan kita amat sangat giat beribadah. namun kerap kali cinta itu berlalu seiring dengan berlalunya sang waktu. Ringkasan : Bulan Ramadhan adalah bulan kesungguhan. kebanyakan kita hanya mampu mencintainya sesaat saja. yaitu bulan Ramadhan. kelemahan dan pengangguran.html MENJAGA SEMANGAT RAMADHAN Tak terasa Ramadhan telah berlalu . Aisyah Ummul .com/artikel/fiqh/319-bersama-nabi-di-bulanramadhan. Alhamdulillah kita diberi nikmat dapat berjumpa dengan bulan penuh berkah. Nabi Shallallahu' alaihiwasallam pernah ditanya: "Apakah amalan yang paling dicintai Allah? Beliau menjawab: "Amalan yang dilaksanakan secara berkesinambungan (kontinyu) walaupun sedikit" (HR. Namun sayang. diantaranya penghancuran Masjid Dhirar (masjid yang didirikan orang-orang munafik). penghancuran berhala terbesar di Jazirah Arab. Hal yang seperti ini perlu kita waspadai dan hindari. Bukhari). namun setelah Ramadhan berlalu semangat kita luntur dan ibadah pun berkurang dibanding pada saat Ramadhan. Setiap kita tentu telah amat paham betapa amal yang paling disukai Allah Swt adalah aktivitas kebaikan yang kita lakukan secara kontinyu dan berkesinambungan. bulan bermalasmalasan.

Amanah merupakan salah satu ciri keimanan hakiki. diantaranya: a. sekaligus menebar kebaikan untuk sesama. Bila kita dapat mencapai target kita bersyukur kepada Allah dan juga tak lupa berikan hadiah untuk diri sendiri. Allah sangat menyukai amalan hambanya yang dilakukan atas dasar ikhlas. Disamping itu muraqabatullah adalah senjata bagi seorang mukmin untuk terhindar dari hal-hal tercela yang merugikan dirinya dan orang lain. Jika kita perhatikan. namun ada kalanya juga hati ini ingin bersantai-santai dalam beribadah. Begitu pula sebaliknya. Kita teruskan amalan-amalan yang sudah kita lakukan selama bulan Ramadhan dan dengan bekal itu kita tetapkan lagi target yang goalnya adalah untuk persiapan bulan Ramadhan selanjutnya.Mukminin menjelaskan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling konsisten dalam melakukan amalan/ibadah (HR. agar diri kita pun terpacu mengejar target selanjutnya. Ada kalanya hati sedang ingin berlomba-lomba untuk beribadah kepada Allah. c dan seterusnya. bukan berarti ibadah yang kita lakukan terhenti. Dengan menetapkan target. Deretan karunia Allah yang melekat di tubuh ini. b. hakikatnya hanyalah titipan Allah semata. Dengan target yang telah kita tentukan kita perlu mengevaluasikan ibadah yang sudah dilalui. dapat berupa pujian atau hal lain. Menetapkan target. Target disini sebaiknya bukan hanya target secara garis besar. Sebagai Umat muslim. Untuk itu kita harus pandai-pandai menjaga hati kita agar amal ibadah yang kita lakukan akan berlanjut secara berkesinambungan. Setelah bulan Ramadhan selesai. 2. Pantas bila Allah katakan dalam hadits qudsi: ”as-shoum li wa ana ajzi bihi. yang kondisinya berubah-ubah setiap saat. akan tetapi dibagi untuk waktu yang lebih singkat seperti target harian atau mingguan atau per-10 harian. Layaknya sebuah titipan. hari ini tugas kita adalah a. c. Perasaan seperti ini akan sangat membantu untuk tetap berpegang teguh dengan rambu-rambu Allah. kita evaluasi apakah kendala kita dalam mencapai target tersebut. kita dapat menjadwalkan diri kita. Menyambung Silaturrahim . Ada beberapa nilai ataupun amaliah Ramadhan yang seharusnya tetap kita jaga untuk kesinambungan gerak amal kita pasca berlalunya bulan ini. tentunya dengan semampu kita. muraqabatullah merupakan pilar utama menuju keikhlasan amal dan ghirah untuk melakukan apapun demi mencapai keridhaan-Nya. b. Semuanya hanya patut kita pergunakan untuk menopang peribadatan kepada Allah. Siapapun tidak akan tahu apakah kita betul-betul berpuasa atau tidak. Amanah Terhadap Nikmat Allah Swt. harus senantiasa merasa berada dalam pengawasan Allah Swt.” Alangkah indahnya jika kita tetap mempertahankan hal tersebut pasca Ramadan.. kita harus menjaga amanah yang telah di berikan Allah kepada kita. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dalam rangka menjaga kesinambungan pelaksanaan ibadah. Muraqabatullah (Pengawasan Allah). 1. Akan tetapi sebagai individu. bila target tidak terpenuhi. Amanah merupakan refleksi dari rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan Allah. puasa menuntut kita untuk jujur dan mengikhlaskan semua amal hanya karena Allah. Semuanya memang mesti kita jaga. ia akan kembali ditagih suatu waktu kelak. Puasa telah mendidik kita untuk selalu dalam muraqabatullah. Mengevaluasi hasil ibadah kita.Muslim). bagaimana kita atasi kendala tersebut dan follow up-nya di hari selanjutnya. Selain itu. manusia mempunyai hati. Kita sebagai umat muslim khususnya.

Seperti yang kita ketahui. tentunya memerlukan pengorbanan untuk meraihnya. rumah tangga. Begitulah perumpamaan diri kita. Perlu kita sadari. kita bisa janjikan kepada mereka hadiah bila mereka dapat mencapai target mereka. menjaga lidah. Selalu Bersama Al-Quran Bila di bulan suci Ramadan kita dengan semangat tinggi membiasakan tilawah ayat-ayat suci Al-Quran. Demikian juga halnya kita sebagai muslimah. Perlu ada jalinan ukhuwah yang erat antara sesama kita. Dan yang paling besar perannya adalah melakukan ibadah ini bersama-sama. yakinlah. Memberi suplemen semangat. Disinilah perlunya kebersamaan dalam berbuat. Kepada pasangan kita sampaikan pujian. study. sehingga dengan demikian rabithah ukhuwah dan silaturahim akan senantiasa terjaga.Tidak akan berdiri sebuah bangunan kokoh menjulang tanpa ada kesatuan dari unsur bahan-bahan bangunan itu. Ramadan adalah madrasah ukhuwah yang paling ideal. Manusia bukanlah malaikat yang terbebas dari kungkungan syahwat.Yusuf:53) . Dan pasti akan banyak cobaan dan rintangan yang menghalang. Penting kita ingat. bahkan mungkin lebih dari sekali. Allah Swt. e. Kepada anak. Dengan melakukan ibadah bersama-sama kita bisa saling menyemangati sehingga terpacu melakukan ibadahibadah lainnya. Suplemen semangat disini bisa kita dapat dengan mengkomunikasikan ibadah yang sedang kita lakukan kepada pasangan atau kepada anak-anak. maka ketenangan jiwa yang hakiki akan selalu mendampingi kita. kini apa yang terjadi setelah Ramadan berlalu? Ternyata berbagai kesibukan telah menyita waktu kita. Mangapa kita lebih mampu menahan pandangan. d. organisasi. Akan tetapi. layaknya barang berharga. Tidak ada kesuksesan yang mampu dirajut dalam kesendirian. keluarga. dan sebagainya. keseharian kita sibuk dengan Dunia Pekerjaan. Tanpa kita sadari semua itu telah merebut perhatian kita dari Al-Quran. 3. berfirman: ”Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan” (QS. juga pada teman kita. nafsu mengarah pada keburukan. Bila di bulan Ramadan dengan semangat menggebu kita bisa mengkhatamkan Al-Quran. serta tuntutan-tuntutan nafsu lainnya di bulan Ramadan? Ternyata amal ibadah yang berorientasi mendekatkan diri kepada Allah dapat membantu kita dalam menjaga diri dari segala hal yang tidak sesuai dengan norma agama ini. kita tidak akan bisa berdiri sendiri untuk memajukan diri dan agama ini. insya Allah kita mampu membangun diri lebih maju untuk kejayaan Islam di muka bumi ini. Rasulullah ingin mengajarkan kepada kita bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang bisa memberikan yang terbaik kepada orang lain. . Jika kita mampu menjaganya. bahwa eratnya jalinan persaudaraan tidak akan terbina tanpa kita mau menjaga nilai-nilai dan adab muamalah sesuai dengan tuntunan agama kita. seperti bangunan tadi. Perlu ada kesatuan gerak yang berkesinambungan. bila nafsu diarahkan sesuai tuntutan Al-Quran dan sunnah. sudah sepantasnya kita hidupkan Al-Quran dalam ruh kita. Menahan Nafsu Nafsu merupakan fitrah yang tidak bisa dipisahkan dari hakikat manusia. menghindari ghibah. Seharusnya membaca Al-Quran menjadi kebutuhan vital kita tanpa mengenyampingkan kewajiban-kewajiban lainnya. Rasulullah sebagai qudwah kita adalah seorang yang sangat pemurah terhadap sesama dan lebih sangat pemurah disaat-saat Ramadan. yaitu menegakkan kalimat ”La Ilaha Illa-Allah”. maka sebagai umat muslim dan calon-calon pencetak generasi rabbani. bahwa sebagai orang beriman kita memiliki tujuan yang jelas dalam hidup ini. khususnya ketika dalam kondisi futur. Akan tetapi. lantas kenapa kita sering berat hanya untuk sekadar membaca satu atau dua halaman Al Qur’an setelah kita menyelesaikan shalat? Ketangguhan seorang pejuang dijalan Allah tidak pernah lepas dari Al-Quran. Karena dengannya kita bisa menumbuhkan motivasi dan semangat.

Maka gambaran berikutnya. Terlebih dalam momentum bulan Ramadhan ini.Sumber: 1. Bagaimana caranya agar kita mampu menjaga semangat menjalankan ibadah dan berbagai aktivitas saat Ramadhan? Izzah.id/ TETAP SEMANGAT SAAT RAMADHAN Oleh redaksi Rabu. misal karena landasan ikut-ikutan.or. agar ia tetap menyala dan panasnya dapat tetap terasa. Lantas. dll. tanpa makna mendalam untuk menempa diri menjadi lebih baik. semangat itu seperti panas api. karena di suruh orang tua. Izzah yang shalehah.dakwatuna. atau karena ingin sekedar mendapatkan pujian dari sang guru yang menandatangani buku catatan Ramadhan kita. Demikianlah. gak enak sama temen. (http://muslim. kayu bakar. (http://www. Dimana satu sama lain memiliki daya / kekuatan menghasilkan panas yang berbeda-beda (ada yang daya panasnya kecil. batu bara. Maka ketika kita memiliki panas api itu dalam diri. Jika di bulan Ramadhan ini kita shaum atau melakukan berbagai aktivitas (amalan) ibadah yang lain dengan landasan yang salah bukan karena Allah. penjagaan dari dalam diri. ia berpotensi membakar yang lain atau hanya sekedar membakar dirinya sendiri. maka pertanyaan landasan motivasi tersebut merujuk pada sumber munculnya api itu. semoga kita bukanlah termasuk golongan di dalamnya. jika teteh tadi menganalogikan semangat itu seperti panasnya api. bagaimana penampakan seseorang yang berupaya melandaskan motivasi semangat dirinya di bulan Ramadhan ini hanya karena Allah? . 18 Agustus 2010 15:54 Assalamu’alaikum. Adapun. Apakah semangat itu adalah semangat yang mudah padam atau mampu terjaga bergantung pada landasan motivasi diri kita. Hal ini berkaitan erat dengan landasan munculnya semangat yang kita miliki. landasan motivasi itu mempengaruhi panasnya semangat yang kita miliki. kita harus paham dan yakin bahwa landasan motivasi yang benar itu harus sematamata karena Allah. ada yang besar. Yakni penjagaan dari dalam dirinya dan penjagaan dari lingkungan sekitarnya. Bogor Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Apakah misalnya dari lilin. Naudzubillah.com/) 2. atau dalam bentuk tanya ‘motivasi apa sih yang menjadikan diri kita bersemangat beribadah di bulan Ramadhan?’. ada yang mampu terus terjaga). memang diperlukan penjagaan. Menurut teteh. Yakni menjadikan keyakinan kepada Allah SWT sebagai motor kita dalam bergerak atau melakukan berbagai aktivitas (amalan) ibadah. maka teteh yakin semangat beribadah yang kita miliki (atau api semangat dalam diri kita itu) tidak akan mampu bertahan lama. Nah. Karena motivasi kita bukanlah motivasi yang benar karena Allah (tidak mampu terjaga / tidak hakiki). Ramadhan hanya akan ia jalani sebagai rutinitas orang-orang yang berpuasa. ada yang sifatnya cepat habis terbakar. Sebagai seorang muslim. dengan sekedar menahan lapar dan dahaga.

Muslim & Ahmad) Dari Abu Hurairah ra ia berkata. Begitupun dengan kita saat ini. tetapi keduanya tidak (menjadi sebab yang) memasukannya ke dalam syurga.’Sungguh rugi seseorang ketika (nama)ku disebut disampingnya tetapi ia tidak bershalawat atasku. . berzakat. satu jum’at ke jum’at berikutnya. sebuah kesempatan untuk berkarya.’Shalat yang lima waktu. Demikianlah berbagai kegiatan atau program tersebut ia jalankan dengan sungguh-sungguh.’ (HR. dan Ibnu Hibban) Oleh karenanya. insyaAllah) dengan kita memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk berbagi (menyampaikan kebenaran dan melakukan kebaikan) serta mau peduli pada orang lain. dan sungguh rugi seseorang yang mendapati kedua orangtuanya dalam keadaan renta.’ (HR. Ahmad. Ahmad. ia akan membuat berbagai program amalan pribadinya setiap hari. maka diampunilah dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu. menjaga lisan. Dari Abu Hurairah ra. seperti shaum di siang hari dan shalat di malam hari. Dan mari kita juga terus berupaya menjaga semangat itu dengan berkumpul bersama mereka yang tak kenal lelah menempa diri-dirinya menjadi agenagen kebaikan dan kebenaran di tengah-tengah umat ( untuk membangun kepekaan dan kesadaran sosial). Tirmidzi. mengkaji hadits dan sirah nabawiyah. Bagi orang-orang yang melandasi semangat dirinya hanya karena Allah. membaca dan mengkaji Al-qur’an lebih dalam. mari kita jaga semangat beribadah di bulan Ramadhan ini dengan memaknainya sebagai syahrut taubat (bulan taubat). Rasulullah bersabda. Yakni dengan bersama-sama berkumpul dengan jamaah orangorang yang merindui tegaknya Islam. Ia nikmati hari dan jam-nya dengan berbagai aktivitas (amal shaleh). selama ia menjauhi dosa-dosa besar. cukuplah ingatan yang disampaikan oleh Baginda yang mulia Rasulullah SAW diatas menjadi cambuk diri kita untuk bersegera memperbaiki atau memperkokoh motivasi semangat kita di bulan Ramadhan ini semata karena keimanan kita pada Allah SWT. dan Al-Hakim) ‘Barangsiapa yang berpuasa di Bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan dengan mengharapkan ridlaNya. banyak bertaubat. berkumpul dengan orangorang shaleh dan para pemikir. dalam rangka menjaga semangatnya (untuk semakin mengkohkan keimanannya kepada Allah SWT). maka baginya bertemu Ramadhan adalah kenikmatan tak terkira. syahrush shadaqah wa dzakat (bulan shodaqah dan zakat). yang dengannya kita saling menjaga keimanan dan berlomba dalam kebaikan. Ia akan berupaya memahami keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda. Ibnu Khuzaimah. pahala dan kasih sayang Allah tidak akan pernah habis (bahkan akan Allah lipatgandakan. yang kemudian ia lakukan evaluasi sebagai bentuk kesungguhannya menempa diri menjadi lebih baik (berbagai program yang tidak untuk di paraf atau ditandatangani sang guru). ibnu Majah. menghadiri majelis-majelis ilmu. untuk menanam kebaikan dan pahala yang besar di dunia. Bukhari. i’tikaf pada sepuluh malam terakhir. Rib’i berkata: Aku tidak tahu kecuali dia berkata: atau salah satu dari kedua orang tuanya. an-Nasa’i. syahru tafhimi al-hadits wa sirah (bulan memahami hadits dan sirah). Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW.Izzah yang shalehah. lalu Ramadhan itu berlalu darinya sebelum dosa-dosa dirinya diampuni. dll. syahru tilawati wa tafhimi qur’an (bulan membaca dan memahami al-qur’an). mengajak orang lain memahami Islam. syahru ‘iffati lisan wa islahi dzati bainal muslimin (bulan penjagaan lisan dan islahnya kaum muslimin untuk bersatu menegakkan Islam).’ (HR. Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan. Semangat yang dilandasi oleh keimanan karena Allah akan menghantarkan seseorang untuk mempersiapkan dirinya menghadapi bulan Ramadhan dengan optimal. dan satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya. menjadi penebus dosa yang dilakukan diantara keduanya. bersedekah. Sungguh.

html . ad-Darimi.. Wallahu’alam.com/mahasiswi/konsultasi/1171-tetap-semangat-saatramadhan. rahmat. Barakallahu lana wa lakum. Sebuah kesempatan berharga.Al-Baqarah [2]: 183). (DIasuh Oleh Cicin Yulianty.. menggapai kemanangan dan kemuliaan dari-Nya sebagai hamba yang bertaqwa (QS. insyaAllah.’ (HR. kita bisa merasakan indahnya bulan Ramadhan. karena dengan kasih sayang dan kesempatan dari-Nya. insyaAllah. an-Nasa’i. Marhaban yaa Ramadhan. dan ampunan dari Allah. dan al-Baihaqi) Hanya bagi Allah-lah segala puji... Allah Azza wa jalla berfirman: kecuali puasa. Kebaikannya akan menjadi sepuluh kali lipat hingga tujuhratus kali lipat.‘Seluruh perbuatan anak Adam akan dilipatgandakan. dan akulah yang membalasnya. guna memenuhi seruan Allah. BKLDK IPB) http://dakwahkampus. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku. Bulan yang di dalamnya penuh berkah. Muslim.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful