15 Ibadah Unggulan di Bulan Ramadhan (bagian 1) Ibadah adalah segala aktifitas yang dicintai Allah dan diridhai-Nya

, baik yang terdiri dari ucapan atau perbuatan yang tersembunyi dan yang tampak. Allah berfirman, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
(QS-Adz Dzariyat 56).

SYAHADAT, shalat, puasa, zakat, haji adalah bagian dari ibadah. Begitu juga jujur, berkata yang baik, menunaikan amanah, berbakti kepada orangtua, menepati janji, menyambung tali silaturrahim, berjihad,mengajak orang pada kebaikan, mencegah mereka dari kemungkaran, berbuat baik kepada teman, tetangga, memberi makan sesama dan hewan, menyiram tumbuhan dan memelihara tanaman, bekerja untuk mencari rizki yang halal juga termasuk ibadah. Bersabar atas mushibah, bersyukur atas nikmat, ikhlas dalam berbuat, bertawakkal kepada Allah SWT dalam hidup, berharap pertolongan dan ridha-Nya juga bagian dari ibadah. Tidak hanya di bulan Ramadhan saja kita disuruh memperbanyak ibadah, di bulan-bulan lainnya juga kita diperintahkan untuk beribadah. Hanya saja saat bulan Ramadhan tiba, kita dianjurkan untuk meningkatkankuantitas ibadah kita, lebih giat lagi dan lebih bersemangat. Tapi kenyataannya, tak jarang kita jumpai kaum muslimin yang membaca al-Qur'an, shalat malam atau shalat sunnah, beri'tikaf dan bersedekah bila ada di bulan Ramadhan saja. Sebelum datang Ramadhan, atau setelah berlalu dari bulan Ramadhan,banyak yang lalai dan berpaling dari Allah. AlQur'an mengingatkan kita, "Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang ajal (kematian) kepadamu." (QS. Al-Hijr: 99). Abu Barzah al-Aslami berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah kedua kaki seorang hamba melangkah pada hari kiamat, kecuali ia akan ditanya; tentang umurnya, untuk apa ia habiskan. Tentang ilmunya, untuk apa ia gunakan. Tentang hartanya, dari mana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan. Tentang badannya, untuk apa ia manfaatkan." (HR. Tirmidzi, no. 2341 dan ia nyatakan hadits hasan shahih. Syekh al-Albani jugamenshahihkannya, no. 946). Bagaimana caranya agar kita bisa memanfaatkan waktu-waktu yang ada di bulan Ramadhan ini untuk meraih pahala lebih banyak daripada bulan-bulan lain? Sementara aktifitas dan kegiatan kita di bulan Ramadhan ini tidak berkurang, sama dengan bulan-bulan lainnya, bahkan bisa jadi malah bertambah.Aktifitas boleh sama padatnya, tapi semangat beribadah tidak boleh sama kendornya, antara bulan-bulan lain dengan bulan Ramadhan. Kita harus selektif dalam memilih aktifitas dan cerdik dalam mengatur waktu yang ada. Dan yang tak kalah pentingnya adalah, memilih ibadah-ibadah unggulan (utama) untuk mengisi lembaran harian kita. 1. Puasa Puasa menurut bahasa artinya menahan. Menurut istilah syari'at, puasa adalah menahan lapar, haus dan persetubuhan dari Shubuh sampai Maghrib disertai dengan niat. (Kitab at-Ta'rifat: 139). Puasa dalam bulan Ramadhan menjadi ibadah yang paling pokok, sehingga bulan Ramadhan juga disebut bulan puasa. Bagi mereka yang imannya kuat dan hatinya sehat, tidak akan merasa keberatan sama sekali untuk berpuasa Ramadhan, meskipun harus sebulan penuh. Tapi bagi mereka yang imannya lemah dan hatinya sakit, maka puasa merupakan beban hidup yang sangat berat. Abu Umamah berkata, "Aku pernah mendatangi Rasulullah dan berkata, 'Perintahlah aku untuk melaksanakan amalan yang bisa memasukkanku ke surga!' Beliau bersabda, 'Hendaklah kamu berpuasa, karena ia adalah ibadah yang tiada tandingannya'. Lalu aku mendatanginya lagi dan meminta hal yang sama. Beliau bersabda, 'Hendaklah kamu berpuasa'." (HR. Ahmad, no. 21128, Hakim dan ia menshahihkannya). Dalam riwayat lain, Abu Hurairah berkata, "Bahwasanya Rasulullah telah bersabda, “Antar shalat lima waktu, Jum'at dengan Jum'at yang lain, Ramadhan dengan Ramadhan yang lain adalah pelebur

dosa-dosa, selama para pelakunya menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim, no. 344). Pada riwayat lain, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa berpuasa sehari ikhlas karena Allah, maka Allah akan menjauhkan dirinya dari neraka selama 70 tahun." (HR. Bukhari, no. 2628 dan Muslim, no. 1949). Di riwayat lain, "Setiap amal anak Adam, pahalanya dilipatgandakan 10 hingga 700 kali lipat. Kecuali puasa, karena ia dikerjakan khusus untuk-Ku dan Akulah yang akan memberi balasan tersendiri, ia meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku." Begitulah Rasulullah menegaskan dalam hadits qudsi riwayat Imam Muslim, no. 1945. Puasa adalah ibadah yang sangat besar pahalanya, apalagi puasa di bulan Ramadhan. Bila kita laksanakan dengan ikhlas, pahalanya besar dan dosa-dosa kita yang telah berlalu diampuni. "Barangsiapa puasa di bulan Ramadhan karena iman dan ikhlas, maka dosanya yang telah berlalu diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim). Sangat disayangkan kalau kita tidak berpuasa di bulan Ramadhan, padahal tidak ada alasan ('udzur) yang dibenarkan secara syari'at. Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari menyebutkan hadits marfu' dari Abu Hurairah, "Barangsiapa tidak berpuasa sehari di bulan Ramadhan tanpa udzur syar'i dan bukan karena sakit, maka (pahala yang hilang) tidak cukup bila diganti dengan puasa setahun (di bulan lain)." (HR. Bukhari, Bab: Apabila bersetubuh di bulan Ramadhan). 2. Shalat Berjamaah "Orang yang rajin shalat dalam kesehariannya, ia tidak akan meninggalkan puasa Ramadhan. Dan banyak orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, tapi ia tidak shalat lima waktu." Begitulah gambaran nyata kondisi umat Islam dewasa ini. Itu pemandangan yang ironis, tapi realistis. Meskipun seharusnya hal itu tidak boleh terjadi. Karena puasa Ramadhan dan shalat lima waktu termasuk rukun Islam yang lima dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim mukallaf. Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Ikatan Islam dan pondasi agama ada tiga, tiga pilar itulah landasan Islam. Barangsiapa yang meninggalkan salah satunya, maka ia telah kafir dan halal darahnya. Yaitu, Syahadat, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Shalat wajib lima waktu. Dan Puasa bulan Ramadhan." (HR. Abu Ya'la, no. 2349. Imam al-Haitsami menyatakan sanadnya hasan, dan Imam adz-Dzahabi menyatakan haditsnya shahih). Perhatian kita terhadap pelaksanaan shalat lima waktu dan puasa Ramadhan harus sama besarnya. Keduanya harus kita laksanakan sebagai kewajiban seorang muslim, agar 'titel' keislaman kita tidak lepas dan tiang agama kita tetap kokoh. Dan usahakan dalam pelaksanaan shalat lima waktu bisa dilakukan secara berjamaah, apalagi dalam bulan Ramadhan. Bagi yang laki-laki berjamaah di masjid, dan bagi yang perempuan bisa berjamaah di masjid atau di rumah masing-masing. Berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah bisa mencuci dosa-dosa, bagaikan seseorang yang mandi untuk mencuci kotoran yang ada di badannya. Bila ada orang yang mandi lima kali dalam sehari, pasti badannya akan bersih dari kotoran. Begitu juga orang yang shalat berjamaah di masjid, ia akan suci dari kotoran dosa dan kesalahan. Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan shalat lima waktu seperti sungai yang mengalir deras di depan pintu kalian. Dengannya kalian akan mandi sebanyak lima kali. Jabir berkata, 'Hasan menambahkan, 'Dengan mandi seperti itu, niscaya tak ada lagi kotoran di badan'." (HR. Muslim, no. 1072). Shalat berjamaah di masjid akan bertambah nilainya jika kita laksanakan pada awal waktunya. Ketika imam mulai bertakbiratul ihram (takbir rakaat yang pertama), langsung bisa kita ikuti takbir tersebut. Kalau hal itu bisa kita lakukan setiap hari lima kali (setiap shalat lima waktu) selama 40 hari, maka diri kita akan terbebas dari sifat munafik dan terhindar dari adzab neraka. Begitulah Rasulullah SAWmengajarkan. Anas bin Malik berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang shalat berjamaah(ikhlas) karena Allah selama 40 hari dan selalu menjumpai takbir pertama (imam), maka ia akan mendapatkan dua pembebasan. Bebas dari adzab neraka dan bebas dari kemunafikan." (HR. Tirmidzi, no. 224). 3. Membaca al-Qur'an Rasulullah SAW selalu bertadarrus dengan Malaikat Jibril dalam bulan Ramadhan, dan beliau bisa mengkhatamkan sekali. Tapi di tahun akhir hayatnya, beliau mengkhatamkan hingga dua kali. Simaklah riwayat berikut, bagaimana Rasulullah SAW mendidik shahabat dan umatnya untuk aktif berinteraksi dengan al-Qur'an, terutama di bulan Ramadhan. Abdullah bin 'Amr bin 'Ash

"Kamu tidak tahu." (HR. Ibnu Khuzaimah." (Majalis Ramadhaniyyah: 23). Ahmad bin Hanbal (pelopor madzhab Hanbali). Bagaimana dengan 4 Imam madzhab? Imam Abu Hanifah (pelopor madzhab Hanafi) mengkhatamkan al-Qur'an setiap malam dalam shalatnya (biasanya di waktu sahur). sebagaimana ia sering mengkhatamkannya antara Maghrib dan Isya' pada bulan selain Ramadhan. 'Alqamah mengkhatamkannya 5 harisekali. no.pernah bertanya kepada Rasulullah. maka ia akan masuk golongan orang-orangj u j u r dan orang-orang mati syahid. 'Wahai Rasulullah. ia mengkhatamkannya setiap 6 hari sekali. (Hilyatul Auliya': 2/103). (Hilyatul Auliya': 4/273). "Dalam berapa hari saya mengkhatamkan al-Qur'an?" Rasulullah menjawab. 1266). ia menutup majlis taklim yang mengajarkan ilmu hadits dan lainnya di bulan Ramadhan. Rasulullah bersabda kepadaku. Utsman bin Affan setiap malam mengkhatamkan al-Qur'an dalam shalatnya. ia mengkhatamkannya setiap malam. maka dosa-dosanya yang telah berlalu diampuni. Imam Qatadah mengkhatamkan al-Qur'an dalam waktu 7 hari sekali. Imam Muhammad bin Idris as-Syafi'i (pelopor madzhab Syafi'i) terbiasa mengkhatamkan al-Qur'an dalamshalatnya sebanyak enam puluh kali selama Ramadhan. kemudian mengkonsentrasikan diri membaca alQur'an. Ubay bin Ka'abmengkhatamkannya setiap 8 hari sekali." (HR. j i ka aku telah bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Membaca al-Qur'an di bulan Ramadhan menjadi ibadah unggulan yang sangat istimewa nilainya di sisiAllah SWT . (Fadhailul Qur'an: 35). 'Khatamkanlah dalam sepuluh hari'. Rasulullah SAW bersabda. Bukhari dan Muslim). Tarawih dan Qiyamullail 'Amr bin Murroh al-Juhani berkata. Begitu besar keutamaan yang didapatkan oleh orang-orang yang rajin shalat tarawih. aku berpuasa di bulan Ramadhan dan melaksanakan tarawih di malamnya." (HR. dan aku tunaikan zakat. agar kita bisa memahami makna ayat-ayat dan menjadikannya sebagai petunjuk hidup. Meskipun kita belum mampu untuk mengkhatamkan al-Qur'an dalam beberapa hari seperti para ulama' pendahulu kita. Rasulullah bersabda. Dan tidak lupa kita sisihkanwaktu untuk membaca terjemah maknanya atau menghadiri kajian tafsirnya. 36 dan Muslim.' Rasulullahbersabda. aku kuat bila kurang dari itu'. aku menyesal. aku kuat bila kurang dari itu'.(Hilyatul Auliya': I/338). (Shafwatus Shafwah: 1/476). (Shafwatus Shafwah: 3/27). no. Dan bila memasuki 10 hari terakhir. 'Wahai nabi Allah. "Dan memang umurku panjang sebagaimana yang disabdakan Rasulullah. Abdullah berkata. 'Wahai nabi Allah. 'Barangsiapa yang mati dalam keadaan seperti itu. 'Khatamkanlah dalam dua puluh hari'. di luar bulan Ramadhan. Dari generasi Tabi'in. Abdullah berkata. 'Khatamkanlah al-Qur'an dalam setiap bulan'. Mari kita bercermin kepada para shahabat dan para ulama dalam interaksi bersama al-Qur'an. "Aku telah minta yang berat. Tamim ad-Dari mengkhatamkannya 7 hari sekali. dan di bulan Ramadhanmengkhatamkannya 3 hari sekali.2262). danmengkhatamkannya setiap 7 hari sekali. Dan ketika aku sudah tua. sehingga aku makin terasa beratdalam menunaikan tugas itu. dan a k u tegakkan shalat lima waktu. Karena ibadah yang satu ini sangat berat bagi mereka yang imannya masih lemah. Hasan al-Bashrimengkhatamkan al-Qur'an antara Dhuhur dan 'Ashar. kenapa dahulu tidak aku terima dispensasi yang diberikan Rasulullah. Bukhari. Abdullah berkata lagi. dan hal itu memang berat bagiku")." (Hilyatul Auliya': 9/181). Di antaranya. "Barangsiapa yang beribadah di malam Ramadhan karena iman dan ikhlas. 'Wahai nabi Allah. (Siyaru A'lamin Nubala': 6/400). Rasulullah bersabda. Rasulullah bersabda. kita bisa mengkhatamkannya dalam sebulan. Sa'id bin Jubeir mengkhatamkannya 2 malam sekali. (Hilyatul Auliya': 3/58). Banyak orang cenderung . dan pada bulan Ramadhan mengkhatamkannya antara Maghrib dan Isya'. Al-Aswad bin Yazid an-Nakha'i mengkhatamkannya pada bulan Ramadhan setiap 2 malam sekali. (Abdullah berkata. apa pendapatmu. Abdullah berkata. Ibnu Hibban dan dishahihkan Syekh al-Albani. Abu Hurairah berkata." (Siyaru A'lamin Nubala': 10/ 83)." kata anaknya. "Telah datang seorang laki-laki dari Qudho'ah ke Rasulullah dan bertanya. dan kamu adalah utusan Allah. no. 'Khatamkanlah dalam tujuh hari dan jangan kau kurangi lagi'. 4. "Setiap hari ayahku terbiasa membaca al-Qur'an sebanyak 7 kali. Imam Malik (pelopor madzhab Maliki). Banyak godaan yang harus dihadapi. bagaimana bila umurmu panjang". aku kuat bila kurang dari itu'. waktu malam adalah waktu istirahat.

Rasulullah SAW mewanti-wanti umatnya agartidak meninggalkan shalat sunnah yang satu ini. "Sopanlah dalam berbicara. yang akhirnya membahayakan keselamatan dirinya dan mengancam kesucian. "Wanita siapapun yang telah memakai wangi-wangian. no. 5. Muslim. Ramadhan adalah bulan jihad. Adapun jumlah rakaat shalat Dhuha. dua rakaat shalat sunnah Dhuha." (HR. 1845 dan Muslim. Ibnu Hibban dan dishahihkan Syekh al-Albani. Dan dalam hadits qudsi diriwayatkan. Shalat Ba'da Wudhu Bersuci diri dari hadats kecil dengan cara berwudhu ternyata punya banyak keutamaan. Abu Daud. kalau kita berat untuk meninggalkan kesenangan diri demi memenuhi panggilan Ilahi. 15 Ibadah Unggulan di Bulan Ramadhan (bagian 2) 6. maka akan Kucukupi kebutuhanmu pada hari itu. "Barangsiapaberwudhu dan ia menyempurnakan wudhunya. no. "Allah berkata. "Istiqomahlah kalian dan jangan mengendor. 361). Yaitu puasa tiga hari setiap bulan (di pertengahan bulan Hijriyah). Islam tidak melarang para wanita pergi ke masjid untuk shalat berjamaah. niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat. Dan di riwayat lain. Shalat Dhuha Waktu Dhuha adalah waktu pagi. bujukan hawa nafsu dan ajakan syetan. Bukhari. dimulai dari matahari terbit setinggi dua tombak sampai matahari hampir tepat di atas kepala kita. Di luar bulan Ramadhan saja. Abu Hurairah berkata. (Kitab Fiqhus Sunnah: I/171). Rasulullah SAW bersabda. Tirmidzi. Ingatlah sabda Rasulullah. ketahuilah bahwa termasuk amalan yang paling utama adalah shalat. no." (HR.bersantai saat itu. Capek karena lelah setelah bekerja seharian. . "Rasulullah telah berwasiat kepadaku 3 perkara. sayang kalau ditinggalkan. shalatlah kamu empat rakaat di permulaan siang (waktu Dhuha). 569). 668). sehingga kita setiap saat bisa beribadah kepada Allah SWT dengan kondisi lebih baik karena kita dalam keadaan bersuci. janganlah ia hadir bersama kami untuk berjamaah shalat Isya' di malam hari. di luar shalat pun kalau kita mau bersuci saat telah batal. Dalam waktu ini ada shalat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT. no. Tapi mengatur mereka dan mengarahkannya agar tidak menimbulkan fitnah bagi yang lain. maka dosa-dosanya akan keluar dari badannya bahkan ada yang keluar dari balik kuku-kukunya. no. 'wahai IbnuAdam." Karena Rasulullah telahbersabda. 1182). sambunglah persaudaraan dan shalatlah di waktu malam ketika manusia terlelap tidur. Dalam riwayat lain. Ibnu Majah. Malas karena perutnya kekenyangan saat berbuka puasa. sebarkanlah salam. Tidak hanya saat kita mau shalat. Muslim. no. no. "Janganlah kalian melarang wanita-wanita muslimah untuk datang ke masjid". baik itu syetanmanusia maupun syetan jin." (HR. Tapi itu merupakan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. 675). "Wanita boleh datang ke masjiduntuk shalat berjamaah dengan syarat. paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak 8 rakaat atau 12 rakaat dalam riwayat lainnya. kita harus mengobarkan peperangan melawan kemalasan. no. Apalagi kalau hal itu kita lakukan dalam bulan Ramadhan. Di riwayat lain. dijelaskan bahwa dua rakaat shalat Dhuha keutamaannya sama dengan pahala 360 shadaqah (HR. (HR." (HR. 1094). tidak berhias dan tidak memakai wangi-wangian. 437 dan dia katakan hadits hasan gharib). tidak hanya sebatas basah-basahan dengan air. Syekh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata. maka wudhu sangat dianjurkan. ia harus menjauhi hal-hal yang bisa membangkitkan syahwat atauyang bisa menimbulkan fi tnah. apalagi dalam bulan Ramadhan. Berat untuk meninggalkan sinetron favorit di layar kaca yang selama ini rutin ditonton sebelum Ramadhan." (HR. Muslim. dan shalat witir sebelum tidur. no. Bagaimana kita bisa mendapatkan gelar taqwa dalam bulan Ramadhan." (HR. 237). Termasuk keutamaan wudhu. Dan tidaklah mampu menjaga wudhu (suci dari hadats kecil) selain orang mukmin.

" (HR. kecuali ia berhak untuk masuk surga. Meskipun kita merasa perut telah kenyang. 1688). Makan sahur merupakan pembeda antara model puasa orang mukmin dengan puasa ahlul . Muslim). Hadits serupa juga diriwayatkan Bukhari. tapi kucuran atau tetesan airnya juga mampu menggelontorkandosa-dosa dan kesalahan kita. Rasulullah SAW bersabda. 'Utsman berkata. luluhlah dosa-dosa yang mengotori kaki. beliau minum beberapa teguk air. lengkapilah proses pencucian dosa itu dengan shalat dua rakaat pasca wudhu. 1798).Luar biasa. (HR." (HR. Dan masih dalam riwayat yang sama. Saat kita menyiram kaki. bersihlah dosa yang disebabkan lisan. di antaranya: ' Dzahabazh Zhoma-u. Saat kita membasuh muka. no. buah. 'Barangsiapa berwudhu dengan cara wudhuku ini. 2010). lalu ia melaksanakan shalat dua rakaat. Ibnu Majah. air es. Dan beliau juga berpesan kepada ummatnya agar tidak meninggalkan sahur." (HR. Dan di akhir-akhir malam. bersihlah dosa yang ada di muka. 1838. wabtallatil 'uruq. (lalu ia menceritakan cara wudhu Utsman). bersihlah dosa yang dilakukan tangan. no. khusyu' dengan segenap pikiran dan hatinya. dan pahala pun telah ditetapkan. Abu Daud. dan ia diberi kebebasan untuk masuk melalui pintu yang mana saja. 8. Apalagi dalam bulan Ramadhan. “Rasulullah apabila berbuka. air wudhu yang kita basuhkan pada anggota badan kita. Umar bin Khatthab menyambung lidah Rasulullah SAW. Segerakanlah berbuka. no. Itulah yang dimaksud dengan ibadah unggulan di bulan Ramadhan. air putih) menjelang Maghrib tiba. lalu ia shalat dua rakaat tidak memikirkan hal lain dalam shalatnya (khusyu'). Dan do'a yang dianjurkan untuk dibaca saat berbuka. Jika tidak ada kurma matang dan segar. kita dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk mengakhirkan sahur. "Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. beliau makan beberapa butir kurma matang dan segar sebelum shalat. dan kita lanjutkan pasca Ramadhan kelak. adz-Dzariyat: 17-18). no. Alangkah bahagianya kalau kita bisa melaksanakan hal itu dalam bulan Ramadhan ini. karena banyak manfaat dan keutamaannya. Mereka menyebutnya dengan istilah ta'jil. "Kondisi orang yang berpuasa akan senantiasa baik-baik saja. Saat kita mengusap kepala."Tidaklah seorang muslim berwudhu dan ia membaguskan wudhunya (menyempurnakannya). (Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat nadi. Dan setelah itu." (HR. Akhir-akhir malam adalah waktu sahur. Sungguh sangat beruntung bila kita berhasil menunaikan ibadah yang satu ini. no 2009)." (QS. kolak. Pada beberapa masjid di negeri kita ini disediakan makanan ringan dan minuman (kue. insya Allah). maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah berlalu. Kalau kurma biasa tidak ada. Muslim. Saat kita berkumur. Abu Daud. Menyegerakan Berbuka Mungkin kita pernah mendengar istilah 'ta'jil'." Oleh karena itulah. dosa yang mengotori kepala ikut terusap. 'Aku telah melihat Rasulullah berwudhu seperti cara wudhuku ini. selama mereka menyegerakan berbuka. Rasulullah bersabda: Humran berkata. waktu yang cocok untuk memperbanyak istighfar dan beribadah kepada Allah SWT . Allah SWT telah menyebutkan karakter orang yang berbuat baik (Muhsin) di antaranya. Mengakhirkan Sahur Dalam al-Qur'an. Saat kita membasuh tangan. no. kecuali Allah akan membukakan baginya pintupintu surga yang jumlahnya delapan.” (HR. beliau makan beberapa kurma biasa. wa tsabatal ajru insya Allah'. 7. kurma. Anas bin Malik berkata. Kemudian beliau bersabda. "Aku telah melihat Utsmanbin Affan berwudhu. Yang dimaksud di sini adalah menyegerakan berbuka puasa dengan makan makanan ringan yang manis atau sekadar minum air putih atau teh hangat. tidak hanya membersihkan kotoran luar yang melekat pada anggota badan tersebut. mereka memohon ampunan (kepada Allah). karena orang-orang Yahudi kalau berpuasa mereka suka mengakhirkan (menunda) berbuka. Subhanalloh. dan Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya'. bahwa beliau juga bersabda : "Tidaklah salah seorang dari kalian menyempurnakan wudhunya. kalimat itu lebih sering kita dengar. Dan itu merupakan tradisi yang harus dikembangkan. Bukhari. dan kita merasa mampu atau kuat berpuasa walau tanpa makan sahur. 1821 dan Muslim. yaitu sekitar satu j am sebelum Shubuh. 345). Ta'jil arti sebenarnya adalah bersegera atau menyegerakan. no. Itulah waktu yang mustajab. lalu membaca: 'Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah.

Pertama. Beliau juga menganjurkan kita untuk mengakhirkan sahur. Abdur Razaq dengan sanad shahih)." (HR. Abu Sa’id al-Khudri berkata. "Apabila Rasulullah memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan). "Sebaik-baik sahur seorang mukmin adalah beberapa butir kurma.kitab (Yahudi dan Nashrani). seperti sahurnya Rasulullah. 2008. MenurutImam Malik dan Abu Hanifah.Bukhari dan Muslim)." (HR. Berdasarkan hadits. Yang penting kita bangun pada saat itu." (HR. Abu Daud. pantas menjadi ibadah unggulan di bulan puasa. terutama di 10 hari terakhir. Ahmad. 5285). no. 1789 dan Muslim. Ahmad. Berdasarkan hadits. 10. Dan Rasulullah juga menginformasikan bahwa dalam makan sahur terdapat banyak keberkahan." (HR." (HR. Kalau kita merasa lapar. no. masjid. "Barangsiapa beri'tikaf. makanlah makanan ringan atau minum beberapa teguk. sisakan waktu 10 menit (waktu Imsak) untuk rehat sejenak dan siap-siap pergi ke Masjid terdekat untuk shalat Shubuh berjamaah. "Ummatku senantiasa baik-baik saja (saat puasa) selama mereka mengakhirkan makan sahur. Dua Rakaat Fajar Setelah makan sahur. Dalam riwayat lain. 20530)." (HR. lalu Rasulullah menyuruhnya untuk menepati nadzarnya. Rasulullah SAW bersabda. Dan usahakan sahur kita selesai sekitar 10 menit sebelum adzan Shubuh. Muslim." (HR. Orang yang i'tikaf harus berada di Masjid dengan niat taqarrub . niat. "Bahwasanya Rasulullah senantiasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat. meskipun hanya dengan seteguk air. 23108). janganlah kalian meninggalkannya. "Makan sahurlah kalian. Ketika telah mendengar adzan Shubuh. Karena Allah melimpahkan karunia-Nya kepada orang-orang yang sahur. membangunkan keluarganya. Bukhari dan Muslim). "Sahur adalah makanan yang berkah." (HR." (HR. Setelah itu kita siap-siap untuk melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Karena Rasulullah SAW sejak hijrah ke Madinah. "Shalat sunnah dua rakaat Fajar lebih baik nilainya daripada dunia secara keseluruhan. makanlah sesuai kebutuhan. Istiqamahnya Rasulullah inilah yang membuat i'tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan menjadi ibadah unggulan. Muslim. “Dua rakaat itu lebih aku cintai daripada dunia dan isinya. Muslim. Bukhari. Aisyah berkata." (HR. no. no. karena dalam sahur itu ada keberkahan. ibadah yang satu ini menjadi istimewa pada saat Ramadhan. beliau menghidupkan malamnya. no." (HR. dan para malaikat-Nya berdo'a untuk mereka. "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya. 1193). Bukhari dan Muslim)." (HR. kemudian para isterinya juga beri'tikaf sepeninggal beliau. Sedangkan Imam Syafi'i berpendapat: "Puasa bukanlah syarat sahnyai'tikaf. Rasulullah SAW bersabda. maka hendaklah ia puasa. no. Kalau tidak lapar. "Perbedaan antara puasa kita (muslim) dengan puasa ahlul kitab adalah pada makan sahur. Bukhari. no. Di riwayat lain. Bab I'tikaf). Ahmad. dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. kecuali yang mewajibkan diri dengan bernadzar. Makan sahur tidak harus makan berat. 1998). beliau menjawab. Yang utama kalau kita makan beberapa kurma saat sahur. Aisyah berkata. Berdasarkan hadits. no. Shalat sunnah satu ini sangat istimewa bagi Rasulullah SAW dan punya nilai utama di sisi Allah SWT. nilainya lebih baikdaripada dunia dan apa yang terkandung di dalamnya. tidak pernah meninggalkannya setiap Ramadhan. shalatlah dua rakaat fajar (sunnah qabliyah Shubuh) di rumah atau langsung pergi ke Masjid dan shalat di sana. ketika Rasulullah ditanya tentang shalat sunnah Fajardua rakaat. Ahmad. no. Apa nilai keutamaannya? Simaklah riwayat berikut. seperti sepiring nasi atau yang sejenisnya. mengencangkan ikat pinggangnya (meningkatkan ibadahnya dan menjauhi isterinya). 1835). "Sesungguhnya Umar bernadzar untuk i'tikaf semalam. puasa. Aisyah berkata. Dan sangattepat kalau kita jadikan sebagai amalan unggulan di bulan Ramadhan. 25083). Ketiga. no." (HR. Syarat i'tikaf. Meskipun sunnah. Sungguh ibadah yang satu inisangat istimewa dan utama. 1886)." (HR. "Dua rakaat shalat sunnah Fajar (Shubuh). 10969). I'tikaf 10 Hari Hukum asal dari i'tikaf adalah sunnah. 9. Kedua." (HR. no. karena ia termasuk ibadah yang utama. "Dan peliharalah shalat dua rakaat sunnah Fajar. Aisyah berkata. Abu Daud. 1836). no.

memperbanyak sedekah dan silaturahmi. http://www.000 bulan atau sekitar 83 tahun di luar malam Lailatul Qadar. Bahkan menurut Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya “Tafsir Ibnu Katsir” juz I halaman 380. tapi ada wanita lain yang menemaninya. wanita lebih utama i'tikaf di masjid rumahnya (menurut Abu Hanifah). Kitab Zabur kepada Nabi Daud AS. adaizin dari suaminya (bila sudah bersuami)." (Kitab Fathul Bari: 4/277). dan segala macam dorongan nafsu sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Kedua. Berikut ini adalah sebagian amalan utama dan ibadah yang diperintahkan Allah SWT dan rasul-Nya untuk kita kerjakan di bulan suci Ramadan. Ibnu Hajar berkata: "Masjid merupakan syarat sahnya i'tikaf. Keempat. maka seluruh umat Islam diperintahkan meningkatkan amal ibadahnya di bulan suci Ramadan. maka Allah SWT menurunkan rahmat dan maghfirah-Nya kepada setiap orang mukmin yang melakukan puasa dan qiyamul lail pada malam harinya. bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Kitab Taurat kepada Nabi Musa AS. Keempat. semata-mata atas dorongan iman dan mengharapkan ridha Allah SWT.com/index. Ibadah sunnah di bulan Ramadan nilai pahalanya sama dengan nilai pahala ibadah fardu di luar bulan Ramadan. karena orang-orang mukmin yang berpuasa pada siang hari dan qiyamul lail pada malam hari. Sehubungan dengan hal tersebut. Wanita boleh beri'tikaf di 10 hari Ramadhan. Ketiga. Barang siapa melaksanakan ibadah tepat pada malam Lailatul Qadar. nilai pahalanya dilipatgandakan 70 kali dibanding ibadah fardu di luar bulan Ramadan. Dan boleh baginya untuk melanjutkan jika sudah suci. serta Kitab Injil kepada Nabi Isa AS. bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Alquran dari Lauh al-Mahfuzh ke Baitul Izzah di kawasan langit yang paling bawah. pintu neraka akan tertutup serta setan-setan akan terbelenggu sehingga tidak mampu menggodanya. Dengan demikian pintu surga akan terbuka. maka nilai pahalanya lebih baik daripada melaksanakan ibadah selama 1. Kalau di masjid umum. serta bulan untuk pertama kalinya ayat-ayat Alquran diturunkan kepada Rasulullah SAW yang terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun pertama kenabian. karena dalam bulan ini Allah SWT mewajibkan kepada orang-orang yang beriman untuk beribadah puasa selama sebulan penuh. AlBaqarah: 187). Sebagaimana diperbolehkan juga i'tikaf di masjid lain. selama bulan suci Ramadan umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan berbagai macam amalan dan ibadah sebagai realisasi dari peningkatan iman dan takwa kepada Allah SWT. sedang kamu beri'tikaf. "Dan janganlah. minum. maka itu berarti bahwa mereka telah mampu menaklukkan hawa nafsu yang selalu mendorong manusia melakukan perbuatan jahat. Ibadah fardu di bulan Ramadan. maka otomatis i'tikafnya batal. hanya saja perlu diperhatikan rambu-rambu berikut ini." (QS. Allah berfirman. hubungan suami-istri. berdasarkan riwayat dari Aisyah di atas. Pertama. Selain melaksanakan ibadah puasa dengan menahan diri dari makan. Mengingat betapa mulianya bulan Ramadan ini. serta menjauhkan segala bentuk perbuatan dosa dan maksiat. Lalu apa rahasia dan hikmah yang ada di balik anjuran Rasulullah tersebut? . 1. untuk mengakhirkan waktu makan sahur. Pada dasarnya i'tikaf wanita sama dengan i'tikaf laki-laki. kamu campuri mereka itu (isteri-isteri).html Memasuki Ramadan dengan Amalan Utama HM Husain D Mahmud Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Ramadan adalah bulan yang paling mulia di antara 12 bulan yang ada dalam satu tahun. tidak mengumpuli istrinya.kepada Allah dan berdiam diri disitu. hendaklah tidak sendirian.php/Bahasan/15-Ibadah-Unggulan-di-BulanRamadhan-bagian-2. Di samping itu. Mengakhirkan waktu makan sahur Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan kepada seluruh umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. jika dia haidh atau nifas. diutamakan yang tempatnya paling dekat dengan rumahnya.ghoibruqyah. dan ada tempat khusus perempuan.

maka orang-orang berpuasa. umat Islam diperintahkan untuk lebih aktif lagi melakukan tadarus Alquran seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Di samping itu. memahami. Memperbanyak tadarus Alquran Setiap umat Islam memang diperintahkan Allah SWT untuk membaca. tanpa ada sepotong makanan ataupun seteguk air. “Saya niat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. menghayati. mempelajari serta menghayati isi Alquran. maka ibadah Salat Magrib-nya kemungkinan besar tidak khusyuk. Namun bagi mereka yang hanya mampu Salat Tarawih sebanyak 8 rakaat ditambah Salat Witir 3 rakaat. Umat Islam disunnahkan iktikaf untuk melaksanakan salat berjemaah. dan kami memohon perlindungan kepada-Mu dari siksa api neraka. umat Islam disunnahkan melaksanakan Salat Tarawih sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya. 3. Karena sebaik-baiknya orang Islam adalah orang yang mau mempelajari dan mengajarkan Alquran. Di bulan Ramadhan pahala ibadah dilipatgandakan. Adapun niat puasa adalah sebagai berikut. 5. 4. serta mengamalkan isi dan kandungan Alquran setiap harinya. . baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. yakni supaya kita tidak terjatuh dalam perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat di waktu-waktu luang yang kita miliki.” Dan jika pada malam hari kita belum niat berpuasa. 6. maka mereka dipersilakan melaksanakan Salat Tarawih 20 rakaat ditambah Salat Witir 3 rakaat. kita disunnahkan untuk membaca doa sebagai berikut. Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat Muslim sedunia. Bahkan tidurnya orang puasa itu adalah ibadah. semata-mata karena mengharapkan ridho Allah SWT. Mempercepat berbuka puasa Jika waktu magrib yang sesuai dengan jadwal imsakiah yang disusun oleh BHR (Badan Hisab dan Rukyat) Kalbar telah tiba. di bulan Ramadhan ini kita jadi terus-terusan tidur tanpa ada aktivitas lain (kayak hibernasi aja). “Ya Allah (Zat yang Melimpahkan Rezeki). Melakukan iktikaf di dalam masjid Iktikaf adalah salah satu perbuatan sunnah yang bersikap preventif. agar stamina dan konsentrasi (kekhusyukkan) orang yang berpuasa tetap terjaga dengan baik ketika mengerjakan Salat Magrib. sehingga stamina orang yang berpuasa tetap terjaga ataupun tidak terlalu lemas. maka kita harus berniat pada waktu sahur. maka disunnahkan melaksanakannya dengan tetap menjaga ketertiban dan kekhusyukan salat. Membayar zakat fitrah dan zakat mal (harta) Umat Islam yang hidup pada akhir bulan Ramadan dan menjumpai bagian awal bulan Syawal.com/kolom/20110727/memasuki-ramadan-denganamalan-utama Perbuatan-Perbuatan yang Menyempurnakan Ibadah Puasa Ramadhan Ramadhan adalah bulan yang istimewa dan penuh berkah. Sedangkan zakat mal adalah zakat yang diwajibkan atas harta benda yang kita miliki. berzikir. Karena jika orang yang berpuasa diperintahkan untuk Salat Magrib terlebih dahulu. Terlebih lagi pada bulan suci Ramadan. Melakukan Salat Tarawih dan Witir Setiap bulan Ramadan. Hal itu dimaksudkan. disunnahkan mempercepat berbuka puasa meskipun hanya dengan meminum seteguk air atau makanan kue (kurma) sebelum melaksanakan Salat Magrib. dan sebagainya. diwajibkan membayar zakat fitrah. bertobat.equator-news. Tapi jangan mentang-mentang tidur orang berpuasa itu ibadah. termasuk bayi yang baru lahir. karena pikirannya tertuju pada makanan yang dihidangkan. membaca. sesungguhnya pengakhiran makan sahur itu juga mengandung berkah. ketika akan makan sahur. Karena itulah. yang telah mencapai nishab dan haulnya. http://www.Hal itu tidak lain dimaksudkan agar rentang waktu berpuasa tidak terlalu lama.” 2. berikanlah rezeki yang telah Engkau limpahkan kepada kami. Bagi mereka yang mampu 20 rakaat dengan tetap menjaga ketertiban dan kekhusyukkan salat.

Memperbanyak shadaqah “Shadaqah yang paling utama ialah shadaqah pada bulan Ramadhan. Pada waktu berbuka dianjurkan untuk membaca doa. 7. maka ia mendapat pahala yang sama dengan orang yang berpuasa. Muslim) 6. 4. sedangkan pahala orang yang berpuasa itu sendiri tidak berkurang sedikitpun. (HR. 1. maka Rasulullah . maka kepada mereka akan diturunkan Tuhan ketenangan bathin. mari berlomba-lomba khatamkan Al-Qur'an di bulan Ramadhan. Shalat Tarawih Bisa dilakukan dengan berjama’ah atau sendiri-sendiri.” Salah satunya disebutkan dalam hadits dibawah ini : Spoiler untuk Hadits: Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani. Salah satunya buah Kurma. Turmudzi. Hapal kan doa berbuka puasa? . boleh di masjid dan boleh di rumah atau di tempat-tempat lain. lebih-lebih pada bulan Ramadhan. “Rasulullah saw selalu mengerjakan i’tikaf pada sepuluh hari yang terakhir Ramadhan. selama mereka cepat-cepat berbuka puasa”.” (HR. Melaksanakan makan sahur “Bersahurlah kamu karena makan sahur itu ada berkahnya” (HR. Memperbanyak membaca Al-Qur’an “Orang-orang yang berkumpul di masjid dan membaca al-Qur’an (dan mempelajari).. Muslim). Makan sahur yang paling baik ialah yang hampir mendekati waktu shubuh. dilimpahi dengan rahmat. I’tikaf Yaitu berdiam di masjid. Ayo. Pelaksanaannya ialah pertama-tama masuk mesjid dengan shalat tahiyyatul masjid. Muslim). sampai saat beliau wafat” (HR. 3. Ia berkata : Hadits ini hasan dan shohih) 5. “Barang siapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan. Bukhari. Berbuka yang lebih baik ialah berbuka dengan makan buah-buahan manis. Bukhari Muslim). 2.” (HR. Saran untuk yang makannya lama. minimal membaca basmalah. maka akan diampuni dosanya” (HR. Jangan sampe kebanyakan makannya ya.Berikut ini adalah perbuatan-perbuatan yang menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan. Mempercepat berbuka apabila telah tiba waktunya “Manusia senaniasa dalam kebajikan. Bukhari dan Muslim). dengan iman kepada Allah dan mengharapkan pahalanya. Nabi termasuk orang yang banyak memberi dan menolong. Meningkatkan ibadah terutama pada malam 20 Ramadhan ke atas “Apabila sudah masuk sepuluh malam yang terakhir Ramadhan. “ Rasulullah SAW bersabda : “ Barangsiapa memberi makanan untuk berbuka. Semua bacaan-bacaannya sama dengan shalat fardhu. lebih baik sahurnya di awal-awal aja. Nanti malah tumbang sebelum shalat tarawih. kemudian melaksanakan ibadah di dalamnya. Waktunya sesudah shalat Isya sebelum waktu shubuh. dengan melakukan ‘ibadah terutama pada malam 20 sampai akhir Ramadhan.

Berdoalah agar Allah swt. Banyak menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan yang mengurangi nilai dan hikmat puasa “Banyak di antara yang berpuasa. dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya. shalat. dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai. Tarbiyah Ruhiyah : Petunjuk Praktis Mencapai Derajat Taqwa Sepuluh Amalan Menyambut Ramadhan Oleh: Mochamad Bugi 1. masyarakat begitu semangat beribadah. ya Allah. Ibnu Huzaimah). bulan. ketika tarawih hanya beberapa shaf saja yang terisi. keselamatan. Salah satu fenomena yang terjadi di sekitar rumah saya adalah pada awal2 bulan Ramadhan. dan keislaman. dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. Miftah Faridl : Pokok-Pokok Ajaran Islam Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf Annawawy. Terjemah Riadhus Shalihin Tarbawi edisi 15 Th 2 Ramadhan 1421 Sa’id bin Muhammad Daib Hawwa. kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Bila telah masuk awal Ramadhan. Spoiler untuk sumber: Drs. ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur. ya Allah. Tapi begitu memasuki akhir bulan Ramadhan. kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur. bahwa Rasulullah saw. Abdullah Nashih Ulwan. Dari Anas bin Malik r. tapi hasilnya hanya lapar dan dahaga” (HR. berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban. keimanan. berkata. Al-Imam Nawawi dalam kitabAdzkar-nya berkata.a. (HR. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Ahmad dan Tabrani) Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan. tilawah. Bukhari dan Muslim). wa balighna ramadan.” Artinya. dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa. Maka. . karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan. ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat. mereka berdoa kepada Allah. Mensucikan Jiwa : Konsep Tazkiyatun nafs Terpadu Dr.sangat bersungguh-sungguh ibadah dan sepanjang malam beliau beramal serta membangunkan keluarga” (HR. Saya pun ikut-ikutan jadi korban yang tereliminasi dari shalat tarawih di Mesjid. ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban. baik puasa. terutama saat tarawih di Mesjid. Dengan keadaan sehat.” Artinya. dan dzikir. Mudah2an kali ini bisa semangat terus ibadahnya sampe akhir 8. 2. allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. ”Allahu akbar.

7. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan: · buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur. · membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa. niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. Barangsiapa jujur kepada Allah. Ramadhan sangat singkat. hukum. jika kamu tiada mengetahui.com http://sman1brebes.S. Karena itu.sch.” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. An-Nur (24): 31] 8. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. 10.” [Q. hai orang-orang yang beriman. bulan yang penuh berkah. isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan.3. Ahmad). Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. (Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat) www. 9. dengan taubatan nashuha. Kepada masyarakat. dan karib kerabat. Rasulullah saw. Pada bulan itu Allah membuka pintupintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.S. 4.” (HR. Kepada orang tua. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa.” [Q. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Ramadan adalah bulan taubat. supaya kamu beruntung. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah.html DIBACA: 506 KALI. Sebab. Muhamad (47): 21] 6. dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Kepada Rasulullah saw.dakwatuna. Kepada Allah. dan hikmah puasa. maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan.id/ruang-informasi/55-sepuluh-amalan-menyambutramadhan. . selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan. dan mendekatkan diri kepada Allah. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. istri-anak. yang bisa membersihkan diri. 5. manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu.. dengan mempererat hubungan silaturrahmi. dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnahsunnahnya.

Sesungguhnya Allah mengangkat derajat tamu ini dalam Al Qur'an dan melalui lisan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam . tentunya anda tahu -wahai saudaraku. niscaya sudah mencukupi. (demikian juga) mata mengamat-amati untuk melihat hilalnya. Tamu yang membuat hati berdebar-debar karena begitu cinta padanya. barakah dan rahmat. 05 AGUSTUS 2010 07:52 Oleh : Syaikh Muhammad Musa Nasr Sesungguhnya kita akan menyambut tamu yang mulia. Ia (tamu yang) jarang mengunjungi kita.siapakah gerangan tamu itu?! Akan diperlihatkan (dalam risalah ini insya Alloh. Tamu yang mulia dan diberkahi ini telah diketahui dengan pasti oleh orang beriman. kemudian Allah menjadikan kebaikan seluruhnya ada padanya. yang hilang dan tidak datang kepada kita melainkan sekali saja dalam setahun. pent) apa saja kekhususan dan keutamaannya!! Agar anda bersiap sedia untuk menyambut dan menyingsingkan lengan anda secara sungguh-sungguh untuk memperoleh keutamaan-keutamaannya dan agar anda memperoleh apa yang Allah janjikan padanya berupa kebaikan. . serta memuliakan utusannya secara jujur dan adil. seandainya tidak ada keutamaan pada bulan Ramadhan melainkan hanya ini saja. Allah berfirman : ِ َ ْ ُ ْ َ َ ُ ْ َ ِ ِ َ َّ َ ِ ّ ِ ً ُ ُ ْ ُ ْ ِ ْ ِ َ ِ ْ ُ ِ ّ َ َ َ ُ ْ َ ‫شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى و الفرقان‬ "Bulan Ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan Al qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil)" (QS Al-Baqarah :185) Tidak disangsikan lagi. baik di awalnya. dan jiwa-jiwa yang beriman beribadah kepada Rabbnya pada saat itu.OLEH ADMIN KAMIS. Leher-leherpun melongok untuk melihatnya. tengahnya ataupun akhirnya. hingga kita sangat merindu padanya. karena merekalah yang menunaikan haknya dan mengagungkannya dengan pengagungan yang semestinya. Di bulan inilah Allah menurunkan Al-Qur'an.

Yang kedua mengatakan : "Wahai orang yang mengharap kejahatan. Sesungguhnya. inilah penjelasan sebagian keadaan-keadaan Rasulullah dan petunjuk beliau dalam bulan Ramadhan [Hadits-hadits yang terdapat dalam makalah ini adalah hadits-hadits shahih. Sesungguhnya ikhlas dan mutaaba'ah (mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam) merupakan dua syarat esensial diterimanya amal shalih.Betapa tidak. maka alangkah jauhnya (dari realita) jika ada burung yang terbang dengan satu sayap !! Di dalam risalah ini -wahai para pembaca budiman-. dan ilmu yang bermanfaat tidak bakal dapat dicapai melainkan dengan amal yang shalih. berupa ampunan terhadap dosa-dosa. khususnya (mencukupkan diri dengan) petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam pada bulan Ramadhan. Karena amal shalih seseorang tidak diangkat kecuali jika apabila ia ikhlash karena Allah dan hanya mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. mencukupkan diri dengan petunjuk Nabi dalam setiap ketaatan adalah perkara yang sangat penting. Keduanya ibarat dua sayap burung. diangkatnya derajat orangorang yang beriman. Sesunguhnya malam itu adalah Lailatul Qodar. tahanlah!". atau salah satu dari keduanya]. Bulan Ramadhan adalah bulan dibukanya pintu-pintu surga. dan syaithan-syaithan dibelenggu. yang pertama mengatakan: "Wahai orang yang mengharap kebaikan. dan dimaafkannya segala kesalahan. datanglah!". Maka buah ilmu yang bermanfaat adalah amal yang shalih. barangsiapa diharamkan pada malam itu maka ia telah diharamkan dengan kebaikan yang banyak. yang satu malam di dalamnya lebih baik dari seribu bulan. Ketahuilah. dengan harapan agar semoga anda dapat mengetahui dengan jelas petunjuk beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam. dilipatgandakannya kebaikan-kebaikan. sebagian besar terdapat dalam shahih Bukahri dan Muslim. ditutupnya pintupintu neraka. serta Allah membebaskan hamba-hamba-Nya pada tiap malamnya dari neraka. barangsiapa yang tidak bersama Rasul di dalam mengikuti petunjuknya di dunia ini. dan hal ini tidak akan diperoleh kecuali dengan ilmu yang bermanfaat. Karena setiap kesuksesan ada pada ittiba' (mengikuti) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam baik secara zhahir maupun bathin. Ia adalah suatu malam yang diputuskan setiap perkara yang bijaksana. Pada bulan itu. agar anda dapat . kita akan mempelajari bagaimana keadaan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam di dalam bulan Ramadhan secara singkat dan ringkas. Dalam bulan itu terdapat satu malam. niscaya dia tidak akan bersama beliau di akhirat kelak. di dalamnya terdapat keutamaan yang Allahlah lebih tahu tentangnya. Wahai hamba Allah. turun dua malaikat.

Tersebut dalam hadits shahih bahwa kaum muslimin berpuasa hanya dengan ru'yah yang dilakukan oleh seorang Arab Badui yang datang dari padang pasir. atau dari berita seorang yang adil dalam penentuan awal bulan Ramadhan. sebagai pengimplementasian firman Allah : ِ ْ َ ْ َ ِ ِ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ْ ُ ُ َ ّ َ َ َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ ْ ُُ ‫كلوا و اشربوا حتى يتبين لكم الخيط البيض من الخيط السود من الفجر‬ "Dan makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam yaitu fajar" (Al Baqarah : 187) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam menerangkan pada umatnya bahwa fajar ada dua yaitu shadiq dan kadzib. Selama fajar kadzib. kecuali apabila ia merupakan kebiasaan salah seorang diantara kalian. atau menyempurnakan bilangan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melarang umatnya untuk mendahului bulan Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari (sebelumnya) dengan alasan berhati-hati. tidak diharamkan makan. oleh karena itu dilarang berpuasa pada hari yang diragukan. maka beliau memerintahkan Bilal agar mengumumkan untuk puasa. ini merupakan hujjah diterimanya khabar ahad. Berikut ini kami kemukakan beberapa keadaan dan petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam di bulan Ramadhan : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidak berpuasa hingga ru'yah (melihat) hilal dengan penglihatan yang pasti. dan hukum ini khusus untuk puasa wajib. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam merasa cukup dengan persaksian satu orang. minum dan jima'. . Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam berniat puasa pada malam hari sebelum fajar dan memerintahkan kepada umatnya (untuk berniat). kemudian ia memberitahukan kepada Nabi bahwa ia telah melihat hilal. beliau tidak pernah mensyariatkan apa yang dinamakan oleh kaum muslimin ini sebagai adzan (seruan) imsak. Adapun puasa nafilah (sunnah) maka tidak wajib. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidak menahan dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa hingga ia melihat fajar shadiq dengan penglihatan yang pasti.meneladaninya sehingga anda memperoleh kecintaan kepadanya dan dikumpulkan bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam kelak. Rasulullah tidak pernah memberatkan umatnya baik dalam bulan Ramadhan atau selainnya.

Betapa tidak. Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam menjaga keluarganya dan memperbaiki cara bergaulnya dengan mereka pada bulan Ramadhan melebihi bulan lainnya. Jarak antara sahur beliau dan shalat fajar (shubuh) adalah kurang lebih seperti membaca 50 ayat. serta memerintahkan umatnya untuk melaksanakan hal ini. Adapun tentang akhlak beliau. maka Allah tidak memerlukan ia meninggalkan makanan dan minumannya". . Beliau bersabda : َ ْ ُ ُ ْ ْ ُّ َ َ ٍ ْ َ ِ ِ ّ ُ ُ َ َ َ ‫ل تزال أمتي بخير ما عجلوا الفطور‬ "Senantiasa umatku selalu selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka". terlebih lagi bagi orang yang sedang berpuasa. Beliau telah memerintahkan umatnya supaya berakhlak baik. Namun beliau adalah seorang yang paling mampu mengendalikan syahwatnya. Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidak meninggalkan siwak baik pada bulan Ramadhan atau selain bulan Ramadhan. sebagaimana disifatkan oleh Ummul Mu'minin Aisyah radhiyallahu 'anha. padahal sungguh akhlak beliau adalah Al-Qur'an.Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. beliau bersabda : ُ َ َ َ َ ُ َ َ َ ْ َ َ ْ َ ِ ً َ َ ِ َ ْ ََ ِ ِ َ ِ َ َ ِ ْ ّ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ‫من لم يدع قول الزور وعمل به فليس ل حاجة فى أن يدع طعامه وشرابه‬ "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan melakukannya. maka ceritakanlah dan tidak mengapa. Puasa yang beliau kerjakan tidak menghalanginya mencium istri-istrinya atau menyentuh mereka. Sungguh Rasulullah adalah manusia yang paling baik akhlaknya. beliau senantiasa mensucikan mulutnya.

dikarenakan bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur'an. sebagaimana keadaan orang yang tidak takut miskin. dan beliau memberi keringanan bagi orang yang bepuasa untuk berbekam. Pada tahun dimana beliau wafat. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam adalah mujahidin yang paling agung. yaitu bagi musafir diberi keringanan untuk tidak berpuasa. Beliau seperti angin yang berhembus (membawa kebaikan). sedangkan orang yang sudah lanjut usia. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam beri'tikaf selama 20 hari. adapun hadits yang menyelisihi hal ini telah mansukh (terhapus). Jibril menemui beliau untuk mengulangi Al Qur'an dalam bulan Ramadhan. dan memerintahkan sahabatnya untuk berbuka agar kuat dalam menghadapi musuh. maka tidak ada seorangpun yang memiliki kesungguhan seperti kesungguhan beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersungguh-sungguh dalam ibadah dan shalat malam pada bulan Ramadhan melebihi kesungguhannya pada bulanbulan lainnya. Beliau tidaklah beri'tikaf melainkan dalam keadaan berpuasa. Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah mengikuti 6 peperangan dalam 9 tahun. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam beri'tikaf pada bulan Ramadhan. semuanya di bulan Ramadhan. terutama pada 10 malam terakhir. perempuan hamil atau menyusui yang khawatir terhadap diri dan bayinya. beliau mencari Lailatul Qodar. maka ia mengganti puasanya dengan memberi makan (fakir miskin). khususnya 10 hari yang terakhir. perempuan hamil dan menyusui. Diantara rahmat beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam kepada umatnya. Demikian pula beliau melakukan amalan- .Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam berbekam dalam keadaan berpuasa. Adapun kedermawanan beliau dalam bulan Ramadhan tidaklah dapat digambarkan. laki-laki dan perempuan tua (jompo). Bagi musafir harus mengganti puasanya (dihari lain). puasa tidaklah menjadi penghalang baginya dari mengikuti peperangan-peperangan. Adapun dalam hal mengulangi (bacaan) Al-Qur'an. Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam berjihad di bulan Ramadhan. demikian juga orang yang sakit.

dan wafatkan kami diatas syariatnya Shallallahu 'alaihi wa Sallam. namun setelah Ramadhan berlalu semangat kita luntur dan ibadah pun berkurang dibanding pada saat Ramadhan. Setiap kita tentu telah amat paham betapa amal yang paling disukai Allah Swt adalah aktivitas kebaikan yang kita lakukan secara kontinyu dan berkesinambungan.html MENJAGA SEMANGAT RAMADHAN Tak terasa Ramadhan telah berlalu . Alhamdulillah kita diberi nikmat dapat berjumpa dengan bulan penuh berkah.com/artikel/fiqh/319-bersama-nabi-di-bulanramadhan. dan membebaskan kota Mekkah (dari kekuasaan musyrikin) pada bulan Ramadhan. bulan jihad dan bulan pengorbanan bagi kehidupan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Tidak sebagaimana yang difahami oleh mayoritas kaum muslimin pada zaman ini. cinta kita begitu menggebu. diantaranya penghancuran Masjid Dhirar (masjid yang didirikan orang-orang munafik). Banyak fenomena yang terjadi di bulan Ramadhan kita amat sangat giat beribadah. supaya kita dapat menjadi hamba Allah yang dapat mempertahankan bahkan meningkat kualitas ibadahnya setelah Ramadhan. Allah melipatkan pahala dibanding dengan pahala ibadah yang sama diluar bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah tersebut. Ramadhan adalah bulan yang selalu disambut dengan berbagai ekspresi cinta di seluruh pelosok negeri muslim. kebanyakan kita hanya mampu mencintainya sesaat saja. Ya Allah berilah petunjuk kepada kami untuk mengikuti Nabi-Mu dan hidupkanlah kami di atas sunnahnya. menyambut utusan-utusan. (dialihbahasakan dari Majalah Al-Ashalah edisi III hal 66-69 oleh Abu Salma) http://www. kelemahan dan pengangguran. Bukhari).amalan yang besar di bulan Ramadhan. penghancuran berhala terbesar di Jazirah Arab. bulan bermalasmalasan. untuk itulah kita harus pandai mensiasati diri. Hal yang seperti ini perlu kita waspadai dan hindari. Ringkasan : Bulan Ramadhan adalah bulan kesungguhan. Namun sayang. Prinsip menjaga kesinambungan amal adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam rangkaian ibadah dalam Islam.alquran-sunnah. yaitu bulan Ramadhan. Nabi Shallallahu' alaihiwasallam pernah ditanya: "Apakah amalan yang paling dicintai Allah? Beliau menjawab: "Amalan yang dilaksanakan secara berkesinambungan (kontinyu) walaupun sedikit" (HR. bahkan ia menjadi satu ruh yang menjiwai amalan tersebut berkwalitas atau tidak. yang memahami bulan Ramadhan adalah bulan istirahat. Ketika ia menjelma. Aisyah Ummul . Tidak hanya itu setelah Ramadhan berakhir kita kembali ke kebiasaan kita sebelum Ramadhan tanpa ada peningkatan ibadah. namun kerap kali cinta itu berlalu seiring dengan berlalunya sang waktu. menikah dengan Hafshah Ummul Mu'minin.

Deretan karunia Allah yang melekat di tubuh ini. c dan seterusnya. Semuanya hanya patut kita pergunakan untuk menopang peribadatan kepada Allah. ia akan kembali ditagih suatu waktu kelak. Sebagai Umat muslim. kita harus menjaga amanah yang telah di berikan Allah kepada kita. Dengan menetapkan target. Kita sebagai umat muslim khususnya. Setelah bulan Ramadhan selesai. Ada beberapa nilai ataupun amaliah Ramadhan yang seharusnya tetap kita jaga untuk kesinambungan gerak amal kita pasca berlalunya bulan ini. Allah sangat menyukai amalan hambanya yang dilakukan atas dasar ikhlas. Menetapkan target. manusia mempunyai hati. Perasaan seperti ini akan sangat membantu untuk tetap berpegang teguh dengan rambu-rambu Allah. Layaknya sebuah titipan. bukan berarti ibadah yang kita lakukan terhenti. Kita teruskan amalan-amalan yang sudah kita lakukan selama bulan Ramadhan dan dengan bekal itu kita tetapkan lagi target yang goalnya adalah untuk persiapan bulan Ramadhan selanjutnya. Selain itu. akan tetapi dibagi untuk waktu yang lebih singkat seperti target harian atau mingguan atau per-10 harian. harus senantiasa merasa berada dalam pengawasan Allah Swt. kita dapat menjadwalkan diri kita. puasa menuntut kita untuk jujur dan mengikhlaskan semua amal hanya karena Allah. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dalam rangka menjaga kesinambungan pelaksanaan ibadah. Amanah merupakan salah satu ciri keimanan hakiki. kita evaluasi apakah kendala kita dalam mencapai target tersebut.Mukminin menjelaskan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling konsisten dalam melakukan amalan/ibadah (HR. Menyambung Silaturrahim .. Semuanya memang mesti kita jaga. bagaimana kita atasi kendala tersebut dan follow up-nya di hari selanjutnya. Muraqabatullah (Pengawasan Allah). diantaranya: a. tentunya dengan semampu kita. hari ini tugas kita adalah a. Amanah merupakan refleksi dari rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan Allah. sekaligus menebar kebaikan untuk sesama. agar diri kita pun terpacu mengejar target selanjutnya.Muslim). Mengevaluasi hasil ibadah kita. Siapapun tidak akan tahu apakah kita betul-betul berpuasa atau tidak. b. Ada kalanya hati sedang ingin berlomba-lomba untuk beribadah kepada Allah. c. Untuk itu kita harus pandai-pandai menjaga hati kita agar amal ibadah yang kita lakukan akan berlanjut secara berkesinambungan. Amanah Terhadap Nikmat Allah Swt. Jika kita perhatikan. dapat berupa pujian atau hal lain. Pantas bila Allah katakan dalam hadits qudsi: ”as-shoum li wa ana ajzi bihi. yang kondisinya berubah-ubah setiap saat. Puasa telah mendidik kita untuk selalu dalam muraqabatullah. 2. hakikatnya hanyalah titipan Allah semata. bila target tidak terpenuhi. Target disini sebaiknya bukan hanya target secara garis besar.” Alangkah indahnya jika kita tetap mempertahankan hal tersebut pasca Ramadan. Dengan target yang telah kita tentukan kita perlu mengevaluasikan ibadah yang sudah dilalui. Disamping itu muraqabatullah adalah senjata bagi seorang mukmin untuk terhindar dari hal-hal tercela yang merugikan dirinya dan orang lain. Bila kita dapat mencapai target kita bersyukur kepada Allah dan juga tak lupa berikan hadiah untuk diri sendiri. Akan tetapi sebagai individu. 1. Begitu pula sebaliknya. muraqabatullah merupakan pilar utama menuju keikhlasan amal dan ghirah untuk melakukan apapun demi mencapai keridhaan-Nya. namun ada kalanya juga hati ini ingin bersantai-santai dalam beribadah. b.

Kepada pasangan kita sampaikan pujian. Seperti yang kita ketahui. Karena dengannya kita bisa menumbuhkan motivasi dan semangat. keseharian kita sibuk dengan Dunia Pekerjaan. menjaga lidah. Suplemen semangat disini bisa kita dapat dengan mengkomunikasikan ibadah yang sedang kita lakukan kepada pasangan atau kepada anak-anak. menghindari ghibah. bahwa sebagai orang beriman kita memiliki tujuan yang jelas dalam hidup ini. Tanpa kita sadari semua itu telah merebut perhatian kita dari Al-Quran. yaitu menegakkan kalimat ”La Ilaha Illa-Allah”. lantas kenapa kita sering berat hanya untuk sekadar membaca satu atau dua halaman Al Qur’an setelah kita menyelesaikan shalat? Ketangguhan seorang pejuang dijalan Allah tidak pernah lepas dari Al-Quran. Allah Swt. Akan tetapi. Akan tetapi. kita bisa janjikan kepada mereka hadiah bila mereka dapat mencapai target mereka. Ramadan adalah madrasah ukhuwah yang paling ideal. Seharusnya membaca Al-Quran menjadi kebutuhan vital kita tanpa mengenyampingkan kewajiban-kewajiban lainnya. Perlu ada kesatuan gerak yang berkesinambungan. keluarga. Jika kita mampu menjaganya. Penting kita ingat. sudah sepantasnya kita hidupkan Al-Quran dalam ruh kita. Disinilah perlunya kebersamaan dalam berbuat. berfirman: ”Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan” (QS. insya Allah kita mampu membangun diri lebih maju untuk kejayaan Islam di muka bumi ini. bahwa eratnya jalinan persaudaraan tidak akan terbina tanpa kita mau menjaga nilai-nilai dan adab muamalah sesuai dengan tuntunan agama kita. sehingga dengan demikian rabithah ukhuwah dan silaturahim akan senantiasa terjaga. organisasi. Bila di bulan Ramadan dengan semangat menggebu kita bisa mengkhatamkan Al-Quran. Perlu kita sadari. kita tidak akan bisa berdiri sendiri untuk memajukan diri dan agama ini. e. tentunya memerlukan pengorbanan untuk meraihnya.Yusuf:53) . seperti bangunan tadi. Rasulullah sebagai qudwah kita adalah seorang yang sangat pemurah terhadap sesama dan lebih sangat pemurah disaat-saat Ramadan. juga pada teman kita. 3. yakinlah. Begitulah perumpamaan diri kita. Rasulullah ingin mengajarkan kepada kita bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang bisa memberikan yang terbaik kepada orang lain. bahkan mungkin lebih dari sekali. study. Dan pasti akan banyak cobaan dan rintangan yang menghalang. khususnya ketika dalam kondisi futur.Tidak akan berdiri sebuah bangunan kokoh menjulang tanpa ada kesatuan dari unsur bahan-bahan bangunan itu. Demikian juga halnya kita sebagai muslimah. Tidak ada kesuksesan yang mampu dirajut dalam kesendirian. maka sebagai umat muslim dan calon-calon pencetak generasi rabbani. bila nafsu diarahkan sesuai tuntutan Al-Quran dan sunnah. Menahan Nafsu Nafsu merupakan fitrah yang tidak bisa dipisahkan dari hakikat manusia. serta tuntutan-tuntutan nafsu lainnya di bulan Ramadan? Ternyata amal ibadah yang berorientasi mendekatkan diri kepada Allah dapat membantu kita dalam menjaga diri dari segala hal yang tidak sesuai dengan norma agama ini. . Kepada anak. Perlu ada jalinan ukhuwah yang erat antara sesama kita. maka ketenangan jiwa yang hakiki akan selalu mendampingi kita. layaknya barang berharga. dan sebagainya. Manusia bukanlah malaikat yang terbebas dari kungkungan syahwat. Dengan melakukan ibadah bersama-sama kita bisa saling menyemangati sehingga terpacu melakukan ibadahibadah lainnya. nafsu mengarah pada keburukan. Memberi suplemen semangat. kini apa yang terjadi setelah Ramadan berlalu? Ternyata berbagai kesibukan telah menyita waktu kita. Selalu Bersama Al-Quran Bila di bulan suci Ramadan kita dengan semangat tinggi membiasakan tilawah ayat-ayat suci Al-Quran. d. Mangapa kita lebih mampu menahan pandangan. rumah tangga. Dan yang paling besar perannya adalah melakukan ibadah ini bersama-sama.

maka pertanyaan landasan motivasi tersebut merujuk pada sumber munculnya api itu. ada yang sifatnya cepat habis terbakar. Yakni penjagaan dari dalam dirinya dan penjagaan dari lingkungan sekitarnya. misal karena landasan ikut-ikutan. karena di suruh orang tua.Sumber: 1. Maka ketika kita memiliki panas api itu dalam diri. (http://www. Naudzubillah. Yakni menjadikan keyakinan kepada Allah SWT sebagai motor kita dalam bergerak atau melakukan berbagai aktivitas (amalan) ibadah. Jika di bulan Ramadhan ini kita shaum atau melakukan berbagai aktivitas (amalan) ibadah yang lain dengan landasan yang salah bukan karena Allah.id/ TETAP SEMANGAT SAAT RAMADHAN Oleh redaksi Rabu. kayu bakar. Apakah semangat itu adalah semangat yang mudah padam atau mampu terjaga bergantung pada landasan motivasi diri kita. semoga kita bukanlah termasuk golongan di dalamnya. tanpa makna mendalam untuk menempa diri menjadi lebih baik. jika teteh tadi menganalogikan semangat itu seperti panasnya api. maka teteh yakin semangat beribadah yang kita miliki (atau api semangat dalam diri kita itu) tidak akan mampu bertahan lama. atau dalam bentuk tanya ‘motivasi apa sih yang menjadikan diri kita bersemangat beribadah di bulan Ramadhan?’. ada yang mampu terus terjaga). dll. ada yang besar. agar ia tetap menyala dan panasnya dapat tetap terasa. Lantas. landasan motivasi itu mempengaruhi panasnya semangat yang kita miliki. Bagaimana caranya agar kita mampu menjaga semangat menjalankan ibadah dan berbagai aktivitas saat Ramadhan? Izzah. semangat itu seperti panas api. gak enak sama temen. (http://muslim. Terlebih dalam momentum bulan Ramadhan ini.dakwatuna. ia berpotensi membakar yang lain atau hanya sekedar membakar dirinya sendiri. Demikianlah. atau karena ingin sekedar mendapatkan pujian dari sang guru yang menandatangani buku catatan Ramadhan kita.com/) 2. Izzah yang shalehah. Apakah misalnya dari lilin. Nah. Adapun. kita harus paham dan yakin bahwa landasan motivasi yang benar itu harus sematamata karena Allah. Dimana satu sama lain memiliki daya / kekuatan menghasilkan panas yang berbeda-beda (ada yang daya panasnya kecil. Sebagai seorang muslim. memang diperlukan penjagaan. Menurut teteh. Bogor Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Hal ini berkaitan erat dengan landasan munculnya semangat yang kita miliki. penjagaan dari dalam diri. bagaimana penampakan seseorang yang berupaya melandaskan motivasi semangat dirinya di bulan Ramadhan ini hanya karena Allah? . batu bara.or. Maka gambaran berikutnya. Ramadhan hanya akan ia jalani sebagai rutinitas orang-orang yang berpuasa. 18 Agustus 2010 15:54 Assalamu’alaikum. dengan sekedar menahan lapar dan dahaga. Karena motivasi kita bukanlah motivasi yang benar karena Allah (tidak mampu terjaga / tidak hakiki).

insyaAllah) dengan kita memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk berbagi (menyampaikan kebenaran dan melakukan kebaikan) serta mau peduli pada orang lain. Rasulullah bersabda. Ia nikmati hari dan jam-nya dengan berbagai aktivitas (amal shaleh). pahala dan kasih sayang Allah tidak akan pernah habis (bahkan akan Allah lipatgandakan. Ia akan berupaya memahami keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan. Rib’i berkata: Aku tidak tahu kecuali dia berkata: atau salah satu dari kedua orang tuanya. Tirmidzi. yang dengannya kita saling menjaga keimanan dan berlomba dalam kebaikan. ibnu Majah. bersedekah. berzakat.’Sungguh rugi seseorang ketika (nama)ku disebut disampingnya tetapi ia tidak bershalawat atasku. dan Al-Hakim) ‘Barangsiapa yang berpuasa di Bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan dengan mengharapkan ridlaNya. menjadi penebus dosa yang dilakukan diantara keduanya.’ (HR. Rasulullah SAW bersabda. mari kita jaga semangat beribadah di bulan Ramadhan ini dengan memaknainya sebagai syahrut taubat (bulan taubat). syahru ‘iffati lisan wa islahi dzati bainal muslimin (bulan penjagaan lisan dan islahnya kaum muslimin untuk bersatu menegakkan Islam). Bukhari. Dari Abu Hurairah ra. Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan. . yang kemudian ia lakukan evaluasi sebagai bentuk kesungguhannya menempa diri menjadi lebih baik (berbagai program yang tidak untuk di paraf atau ditandatangani sang guru). ia akan membuat berbagai program amalan pribadinya setiap hari. menghadiri majelis-majelis ilmu. Muslim & Ahmad) Dari Abu Hurairah ra ia berkata. mengkaji hadits dan sirah nabawiyah. dan sungguh rugi seseorang yang mendapati kedua orangtuanya dalam keadaan renta. tetapi keduanya tidak (menjadi sebab yang) memasukannya ke dalam syurga. banyak bertaubat. sebuah kesempatan untuk berkarya. untuk menanam kebaikan dan pahala yang besar di dunia.’ (HR. selama ia menjauhi dosa-dosa besar. syahru tafhimi al-hadits wa sirah (bulan memahami hadits dan sirah). Semangat yang dilandasi oleh keimanan karena Allah akan menghantarkan seseorang untuk mempersiapkan dirinya menghadapi bulan Ramadhan dengan optimal. i’tikaf pada sepuluh malam terakhir. syahru tilawati wa tafhimi qur’an (bulan membaca dan memahami al-qur’an). dll. Dan mari kita juga terus berupaya menjaga semangat itu dengan berkumpul bersama mereka yang tak kenal lelah menempa diri-dirinya menjadi agenagen kebaikan dan kebenaran di tengah-tengah umat ( untuk membangun kepekaan dan kesadaran sosial). Sungguh. maka baginya bertemu Ramadhan adalah kenikmatan tak terkira. Bagi orang-orang yang melandasi semangat dirinya hanya karena Allah. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW. berkumpul dengan orangorang shaleh dan para pemikir. dalam rangka menjaga semangatnya (untuk semakin mengkohkan keimanannya kepada Allah SWT).’Shalat yang lima waktu.Izzah yang shalehah.’ (HR. Ahmad. menjaga lisan. an-Nasa’i. dan Ibnu Hibban) Oleh karenanya. Demikianlah berbagai kegiatan atau program tersebut ia jalankan dengan sungguh-sungguh. membaca dan mengkaji Al-qur’an lebih dalam. seperti shaum di siang hari dan shalat di malam hari. mengajak orang lain memahami Islam. Ahmad. Begitupun dengan kita saat ini. Ibnu Khuzaimah. cukuplah ingatan yang disampaikan oleh Baginda yang mulia Rasulullah SAW diatas menjadi cambuk diri kita untuk bersegera memperbaiki atau memperkokoh motivasi semangat kita di bulan Ramadhan ini semata karena keimanan kita pada Allah SWT. satu jum’at ke jum’at berikutnya. maka diampunilah dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu. Yakni dengan bersama-sama berkumpul dengan jamaah orangorang yang merindui tegaknya Islam. dan satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya. lalu Ramadhan itu berlalu darinya sebelum dosa-dosa dirinya diampuni. syahrush shadaqah wa dzakat (bulan shodaqah dan zakat).

karena dengan kasih sayang dan kesempatan dari-Nya. insyaAllah. Bulan yang di dalamnya penuh berkah.’ (HR. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku. Sebuah kesempatan berharga.. dan ampunan dari Allah. insyaAllah. Allah Azza wa jalla berfirman: kecuali puasa..‘Seluruh perbuatan anak Adam akan dilipatgandakan. Kebaikannya akan menjadi sepuluh kali lipat hingga tujuhratus kali lipat.. (DIasuh Oleh Cicin Yulianty. kita bisa merasakan indahnya bulan Ramadhan.html . an-Nasa’i. BKLDK IPB) http://dakwahkampus.Al-Baqarah [2]: 183). dan al-Baihaqi) Hanya bagi Allah-lah segala puji.com/mahasiswi/konsultasi/1171-tetap-semangat-saatramadhan.. guna memenuhi seruan Allah. Wallahu’alam. dan akulah yang membalasnya. Muslim. Barakallahu lana wa lakum. ad-Darimi. rahmat. Marhaban yaa Ramadhan. menggapai kemanangan dan kemuliaan dari-Nya sebagai hamba yang bertaqwa (QS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful