P. 1
An 1009

An 1009

5.0

|Views: 11,897|Likes:

More info:

Published by: ghklgjklghiofiuofdgh on Oct 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

Arti dari lafadz maf’ulbih ( و ) adalah
yang diperbuat dengan dia kalau
Dalam bahsa Indonesia sama dengan objek
penderita atau sasaran dari perbuatan.
Contoh : ( ا ر ) ( saya memukul anjing )
Kalimat ( ا ) disini mempunyai kedudukan
sebagai maf’ublih ( sasaran dari pukulan )
Maf’lbih itu hukumnya mansub tidak lain
Undang – undang maf’ulbih adalah ( ا
و ىذ ا ا )
Artinya : Isim yang terjadi atas dia perbuatan
sifa’ul ( pelaku perbuatan ) yang dimaksud
dengan terjadi perbuatan adalah ta’liq
perbuatan, maka termasuk maf’ulbih ( ا )
dalam contoh (ا ) ( tidak memukul aku
akan siZaid sekalipun pukulan tidal terjadi pada
siZaid ).

Maf’ul bih ada dua pembagian

173

1. Zhohir ( jelas )
2. Mudmar ( isim dhomir )
Contoh : ( ث ا ا ا ) ( telah menurunkan Allah
akan hujan )
I’rabnya ( ا ) fiil madhi hukumnya dibina atas
fathah
( ا ) Fail hukum nya marfu’ tanda rofa’nya
dhomah
(ث ا ) maf’ulbih hukumnya mansub tanda
nasabnya fathah
Zhohir terbagi kepada 8 sebagaimana pada
fail dan naib fail mudhmar terbgai dua:
1. Muttasil ( ) artinya bersambung
2. unfasil ( ) artinya terpisah
- Muttasil ialah ( ر ا ( إ ) و
)
( Sesuatu tidak bisa terdahulu dari amilnya dan
tidak bisa mengiringi huruf ( إ ), pada ketika
ikhtiar )
Yang dimaksud dengan amil adalah fiil

174

Yang dimaksud ikhtiar adalah bukan karena
terpaksa seperti dharurat syi’ir

Contoh : ( رآا ) ( telah memuliakan dia
akannya )
- I’rabnya ( ر أ ) fiil madhi failnya adalah ( ه )
yang ditakdirkan. Dan ( )
Muf’ulbih dia dhomir muttasil tidak bisa
terdahulu dari amilnya, amilnya adalah( ر أ )
Maka tidak sah dibaca ( ر أ )
- Munfasil ialah : (ر ا ( إ )
)
Terdahulu atas amilnya dan bisa mengiringi
huruf ( إ ) pada ketika ikhtiar )
Contoh : (مر أ ي ا ) ( akan memuliakan dia )
I’rabnya (ي ا ) maf’ulbih hukumnya dibina
atas fathah karena isim dhomir
(مر أ ) fiil madhi failnya adalah ( وه ) yang
ditrakdirkan dia adalah amil dari
(ي ا ) boleh mendahulukan dari ( ي إ ) amilnya
yaitu ( مر أ )

175

Muttasil dan munfasil masing – masing ada 12
yaitu :
Contoh muttasil yaitu :

أ

أ

ر أ

أ

أ

أ

أ

أ

أ

أ

ن أ

أ

أ

أ

I’rabnya : sama dengan contoh muttasil
Contoh munfasil yaitu :

ب

أي إ أ إ

أ إ

أ ه إ

أ إ

أ إ أ إ أ إ أ ه إ أ ه إ

أن إ أ إ أنه إ أ ه إ

I’rabnya sama dengan contoh munfasil diatas.
Pada asal susunan kalimat adalah fiil dahulu,
kemudian fail dan setelah itu maf’ul. Tapi ada

176

empat ( 4 ) wajib dahulu maf’ul bih dari fiil dan
failnya, yaitu :
1. Kalau maf’ul bih itu isim isyarat contoh : ( د ه
ن ا )
“ Akan orang yang menyesatkan Allah
maka tidak ada bagi dia petunjuk “
( ) Maf’ul bih dari ( ) wajib
mendahulukannya karena isim isyarat.
2. Kalau maf’ul bih isim istifham contoh : ( ر
ا ت اي

)
“ maka akan mana ayat Allah-kah yan
kamu ingkari “
( يا ) jadi maf’ul bih dari ( ر ) wajib
mendahulukannya karena isim istifham,
3. Kalau maf’ul bih itu ( ) atau ( ن )
khobariyah ( yang berma’na amat banyak )
atau diidhofatkan kepada ( ) khobariyah,
contoh ( تآ ) Amat banyak telah aku
miliki.
Lafadz ( ) jadi maful bih dari (تآ ) wajib
mendahulukannya karena dia ( )

177

Khobariyah. Contoh selengkapnya lihat (
Jami’usddurus halaman 13 juz3 )
4. Kalau maf’ul itu dinasabkan oleh jawab ( أ )
contoh ( ر ا )
“ Maka adapun akan anak yatim maka
janganlah kamu menghardiknya “
Lafadz ( ا ) dinasabkan oleh (ر ) dia
menjawab dari ( أ )

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->