P. 1
An 1009

An 1009

5.0

|Views: 11,886|Likes:

More info:

Published by: ghklgjklghiofiuofdgh on Oct 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

Istisna artinya pengecualian
Artinya mengeluarkan sesuatu dari hukum
yang ditetapkan sebelumnya
Contoh : ( ا إ ام ) ( telah berdiri kaum
kecuali siZaid )
Menetapkan hukum berdiri pada kaum
keudian mengeluarkan siZaid dari hukum
berdiri, keluarnya siZaid dari berdiri itu namanya
istisna, yang dikeluarkan atau dikecualikan dari
hukum sebelumnya namanya adalah
mustasna.
Alat yan dipakai untuk mengeluarkan atau
mengecualikan namanya adat istisn sesuatu
yang dari dia itu dikeluarkan mustasna
namanya mustasna minhu, dalam contoh

206

( م ا ا ا ) ( telah berdiri kaum kecuali siZaid )
lafadz ( م ا ) adalah mustasna minhu ( إ )
adalah adat istisna ( ا ) mustasna.
Adat istisna ada 8 yaitu :
1. ( إ )
2. ( )
3. ( ى )
4. ( )
5. ( )
6. ( )
7. ( اد )
8. ( )
Termasuk didalm lafadz ( ى ) yaitu lafadz (ى
) dan ( ا )

Mustasna denan ( إ ) wajib nasob kalau
kalam ( pembicaran ) yang sebelum ( إ ) itu
tam lagi maujab ( )
Yang dimaksud dengan kalam tam adalah
mustasna minhu disebutkan sebelum yang
dimaksud dengan maujab adalah tidak

207

didahului oleh nafi atau sabah nafi ( yang
menyerupai nafi ) yang sabah nafi yaitu nahi
dan istifham.
Contoh : ( إ اا ) ( maka telah sujud
malaikat keseluruhannya kecuali iblis )
I’rabnya : ( ) isti’nafiah
( ) fiil madhi
( اا) fail dia mustasna minhu
( ل ) taukid
( ه ) mudhafun ilaih
( إ ) adat istisna
( إ ) mustasna dia mansub karena
kalam sebelumnya tam lagi maujab.

Mustasna terbagi dua :
1. Musttasil yaitu sejenis mustasna dengan
mustasna minhu,
Contoh : ( ا ز إ ا ) mustasna minhunya
kaum mereka manusia dan
Mustasnanya siZaid juga manusia.

208

2. Munqoti’ tidak sejenis mustasna dengan
mustasna minhu
Cotoh : ( ا إ ا ) ( telah berdiri kaum
kecuali keledai ), mustasna
Minhu kaum manusia, mustasna leledai jenis

manusia.

Bila kalam yang sebelum ( إ ) itu tidak
maujab ( ddahului leh nafi atau sabah nafi
), kalau mustasnanya muttasil boleh dua
cara.

1. Mengikut kepada mustasna minhu jadi
badal ba’da minkul ( ن )
2. Mansub menurut hukum ashal yaitu

mustasna

Contoh : ( ل إ ا ) ( tidak
memperbuat mereka kecuali sedikit
dari mereka )
I’rabnya ( ) huruf nafi
(ا ) fi’il madhi fa’ilnya waw (
ا ) dia mustasna minhu
( إ ) adat istisna

209

( ل ) kalau dibaca ( ل ) rofa’
I’rabnya jadi badal dari fa’il
( ا ) dan kalau dibaca ( )
nasab I’rabnya jadi mustasna
( ) jar dan majrur
Kalau mustasnanya muntaqi’
- Menurut ahli Hijaz wajib nasab contoh (
ار إ أ ) ( tidak ada didalamnya
salah seorang kecuali keledai )
- Menurut banu tamim boleh nasab dan
boleh mengikut jadi badal dan boleh
juga ( ا ) jadi mustasna, dan boleh
juga ( ) jadi badal.

Kalau kalam sebelumnya tidak tam artinya
terdahulu mustasna dari mustasna minhu wajib
nasab baik muttasil maupun munqati’
Contoh ( اا إ ) dan ( م اا إ ) tidak
boleh disini mengikut jadi badal karena yang
mengikut tidak boleh terdahulu dari yang diikut

210

Kalau yang sebelum ( إ ) itu didahului oleh nafi
dan mustasna tidak disebutkan sebelumnya
maka yang sesudah( إ ) diberikan kepadanya
apa yang menjadi hak sebelum ( إ ) kalau
yang sebelum ( إ ) berkehendak kepada yang
marfu’ dirofa’kan yang sesudah ( إ )
Contoh ( إ ) diberikan rofa’ pada ( )
karena yang sebelum ( )
Berkehendak pada yang marfu’ yaitu fa’il
Kalau yang sebelum ( إ ) berkehendak
kepada yang mansub maka dinasabkan yng
sesudah ( إ ) contoh ( ا إيا ) diberikan
nasab kepada ( ا ) karena yang sebelum ( إ )
berkehendak kepada yang mansub yaitu
maf’ul bih
Mustasna yang seperti ini disebut mustasna
mufariq ( menyelesaikan )
Karena yang sesudah ( إ ) menyelesaikan
kehendak yang sebelum ( إ )

211

Hukum mustasna dengan selain ( إ ) ada

3 macam :
1. Dikhofadkan selama – lamanya yaitu
mustasna dengan ( ) dan ( ىو )
Contoh : ( ام ) dan ( ا )
sedangkan bacaan lafadz
( )
Dan ( ىو ) itu sama dengan bacaan
mustasna yang sesudah ( إ ) keseluruhannya.
3. Dinasabkan selama – lamanya yaitu
mustasna dengan ( ) – ( ) –
( )
( اد )

Contoh ( ز ا ) dan ( ا
زن

) dan

( ز ا ) dan
( زاد ا )

- Nasab yan sessudah ( ) dan ( )
adalah jadi khabar dari keduanya dan isim
dhomir mustatir

212

Nasab yang sesudah ( ) dan ( ا )
adalah jadi maf’ul dari keduanya dan failnya
domir mustatir yang kembali pada masdar
amilnya dalam contoh diatas amilnya ( )
masdarnya ( ا )
3. Boleh nasab dan boleh khofad yaitu yang
sesudah ( ) - ( ا ) – ( ش ) kalau kita
menginginkan dia huruf adalah huruf khofad
maka yang sesudahnya dikhofadkan jadi jar
dan majrur.
Kalau kita menginginkan dia sebagai fi’il yaitu
fi’il madhi maka yang sesudahnya
dinasabkan jadi maf’ul failnya dhomir mustatir
contoh : (

د ز

م ا

) dan ( زا ا ) dan
( ز ا ) boleh nasab boleh jar
Boleh nosab dan jar ini selama tidak didahului
oleh ( ) kalau ada ( ) yang
mendahuluinya wajib nasab karena dia
sudah pasti fi’il sebab ( ) tidak pernah
masuk pada huruf jar

213

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->