P. 1
Kelas XI SMK Bahasa Indonesia Mokhamad Irman

Kelas XI SMK Bahasa Indonesia Mokhamad Irman

5.0

|Views: 42,260|Likes:
Published by shandykasta

More info:

Published by: shandykasta on Oct 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2014

pdf

text

original

Puisi merupakan salah satu karya sastra yang bentuknya tidak sama
dengan prosa atau karangan biasa. Puisi terbagi ke dalam larik-larik
atau bait. Pada puisi banyak terdapat kata-kata yang bermakna kias atau
konotasi. Oleh karena itu, isi atau tema puisi biasanya tersirat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memparafrasakan puisi menjadi
prosa ialah seperti berikut.
(1) Bacalah atau dengarkan pembacaan puisi dengan seksama.
(2) Pahami isi kandungan puisi secara utuh.
(3) Jelaskan kata-kata kias atau ungkapan yang terdapat dalam puisi.
(4) Uraikan kembali isi puisi secara tertulis dalam bentuk prosa dengan
menggunakan kalimat sendiri.
(5) Sampaikan secara lisan atau dibacakan.

117

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI

Contoh parafrasa puisi

Menyesal

Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta

Ah... apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di hari pagi
Menuju ke arah padang Bakti

Puisi Baru, Ali Hasyimi

Setelah kita mendengarkan pembacaan puisi tersebut, dapat kita
parafrasa sebagai berikut.
Puisi “menyesal”, karya Ali Hasymi mengisahkan seseorang yang
menyesali masa mudanya tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ia
lalai dan lengah. Kini di hari tuanya, ia merasa miskin ilmu, miskin harta
(tidak berilmu dan tidak mempunyai harta apa-apa). Ia merasa tidak ada
guna menyesali diri. Akan tetapi, ia tidak berhenti dalam sesalnya. Ia
bangkit dan mengajak generasi muda: atur barisan di hari pagi, menuju ke
arah padang bakti.

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI

118

D. Memparafrasakan Naskah Drama Menjadi Prosa
atau Cerita

Naskah drama juga termasuk karya sastra memiliki ciri khas tersendiri.
Naskah drama terdiri atas uraian cerita dan dialog, namun lebih banyak
unsur dialognya. Dalam naskah drama, tokoh ditulis berjajar di sebelah
kiri diikuti dengan percakapan tokoh tersebut. Sesekali terdapat penjelasan
mengenai gerakan, perilaku, pikiran, atau perasaan si tokoh yang ditulis
di dalam kurung. Memparafrasa naskah drama sama dengan puisi, yaitu
kita harus membacanya untuk memahami jalan ceritanya secara utuh.
Jika dalam puisi banyak terdapat simbol, pada naskah drama, kita harus
memperhatikan unsur berikut.
(1) Pahami seting atau latar cerita.
(2) Pahami dialog dan ambil simpulannya secara menyeluruh.
(3) Pahami penjelasan tentang tokoh yang ada di dalam kurung.

Setelah mendapatkan kesan secara umum jalan cerita dalam naskah
drama, uraikan kembali cerita drama ke bentuk prosa singkat dengan
menggunakan bahasa sendiri.
Bacalah naskah drama berikut!

Kudri sedang asyik memukul-mukul meja dengan irama dangdut. Yadi menari-
nari di depan kelas. Rurin dan Mini duduk di bangku deretan paling depan. Mereka
berdua sedang belajar.
Rurin : (kesal) “Hentikan!”
Kurdi : (belagak bodoh) “Ha...?” (terus memukul-mukul meja guru lagi)
Rurin : (bangkit lalu menarik lengan Yadi seraya membentak) “Keluar
kau!”

Yadi

: (keluar sebentar dan ketika mendengar Kurdi menabui meja lagi,
lalu masuk ke kelas dan menari-nari lagi
) “Enak juga menari-nari
begini, ya Kur!”
Kurdi : “Asyi iiiiiik!”
Rurin : (membentak lagi sambil menutup kedua telinganya) “Hei....
berhenti!”
Kurdi : “Aaa ... pa! ” (makin keras menabuh meja). “Ayo kita ganti irama
jaipongan.”

119

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI

Yadi

: “Oke, oke !” (mulai menari lagi)

Kurdi : “Asy... asy...”
Yadi

: “Asy i i i i i i i k!”

Mini

: (agak terkejut) “Ooo..., rupanya kalian memang sudah
bersekongkol, ya?”
Kurdi : “Lho, kok ikut marah?”
Mini

: “Kalian memang suka mengganggu!”
Kurdi : “Mengganggu?”
Mini

: “Jangan tabuh meja itu! Kalau mau menari-nari dan tabuh-
tabuhan sana di depan toko atau di pasar!”
Kurdi : “Hei, berlagak jago ya !” (menunjuk keluar). “Kalau mereka
boleh ribut, kenapa kami tidak boleh?”

Mini

: “Sudahlah, Rin! Biarkan saja! Nanti kalau sudah bosan akan
diam sendiri!”
Rurin : “Berhenti atau tidak?” (mengancam)
Yadi

: “Teruskan, Kur! Kita kan sedang istirahat.”
Kurdi : (berhenti menabuh meja, lalu berkacak pinggang menantang Rurin)
“mau apa?”
Rurin : “Jangan pukul begitu”.
Yadi

: (memberi semangat) “Ayo, pukul saja, Kur!”
Rurin : “Heh, beraninya sama anak perempuan! Tak tau malu!”
Mini

: “Sudahlah, tak usah ribut! Kita ini teman sekelas, bukan?”

Yadi

: “Bagus Kur! Ayoh lawan saja”.

Mini

: (setelah menatap Yadi, lalu kepada Kurdi) “Mereka bermain di
luar kelas tau”
Kurdi : “Ayo, kita mulai, Yad!” (menabuh meja lagi).
Rurin : (tidak sabar lagi. Bangkit mengambil penggaris, lalu mengancam)
“Kalian mau keluar atau tidak!”

Mini juga bangkit membantu Rurin, Kurdi didorong-dorong keluar. Sebuah
pukulan mengenai punggung Kurdi. Lalu, terjadi perebutan penggaris. Yadi
bersorak-sorak sambil bertepuk tangan. Suasana di kelas makin riuh.

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI

120

Parafrasanya adalah

Kurdi sedang asyik menabuh-nabuh meja dengan irama dangdut,
sedangkan Yadi sedang menari-nari di depan kelas. Rurin dan Mini duduk
di bangku deretan depan. Mereka berdua sedang belajar. Rurin dengan
kesal berkata, “Hentikan!” Namun dengan berlagak bodoh, Kurdi berkata,
“Ha?” sambil terus memukul mukul meja guru lagi. Rurin kesal dan bangkit
lalu menarik lengan Yadi seraya membentak dan berkata, ”Keluar!”
Kemudian, Yadi keluar sebentar dan ketika mendengar Kurdi menabuhi
meja lagi, sambil berkata kepada Kurdi, “Enak juga menari-nari begini,
ya Kur!” Kurdi membalas dengan berkata, “Asyiiik.” Dengn kesal, Rurin
membentak lagi sambil menutup kedua tangannya sambil berteriak, “Hei...
berhenti!” Kurdi membalas dengan berkata “Aa...pa!” dan menabuh meja
makin keras dan kembali menabuh meja lagi sambil mengajak Yadi, “Ayo,
kita ganti irama Jaipongan,” dan terus mengajar Yadi menari, lalu Yadi
menjawab, “Oke-oke!” Sambil mulai menari lagi. Kurdi berkata, “asy.. asy..”
Yadi membalas, “Asyiiik!” Mini datang, agak terkejut dan berkata kepada
Kurdi dan Yadi, “Oo.. rupanya kalian sudah bersekongkol, ya?” Kurdi
membalas Mini dengan berkata, “Lho kok ikut marah?” ”Kalian memang
suka mengganggu?” Dengan suara keras, Mini melarang Kurdi, “Jangan
tabuh meja itu!” “Kalau mau menari-nari sana di depan toko atau di pasar!”
sambil menunjuk ke luar, Kurdi berkata, “Hei, berlagak jago ya?” “Kalau
mereka boleh ribut, kenapa kami tidak boleh?” Mini menjawab sambil
menghampiri Rurin, “Sudahlah, Ri! Biarkan saja! Kalau sudah bosen, akan
diam sendiri.” Namun, Rurin dengan nada mengancam berkata, “Berhenti
atau tidak?” Yadi malah menyuruh Kurdi untuk terus menabuh meja,
dengan berkata, “Teruskan, Kur! Kitakan sedang istirahat.”
Kurdi akhirnya berhenti menabuh meja sambil berkacak pinggang
menantang Rurin dan berkata, “Mau apa?” Rurin menjawab, “Jangan pukul
begitu.” Yadi memberi semangat kepada Kurdi dengan berkata, “Ayo, pukul
saja, Kur!” Rurin menjawab, “Heh! Beraninya sama anak perempuan! Tak
tau malu.” Mini melerai, “Sudahlah tak usah ribut. Kita ini teman sekelas,
bukan?” Yadi menjawab, “Bagus Kur, ayo lawan saja!”. Mini menatap
Yadi dan Kurdi bergantian seraya berkata, “Mereka bermain di luar kelas,
tahu!” Kurdi mengajak Yadi menabuh meja lagi. Rurin tidak sabar lagi
melihat kelakuan Kurdi dan Yadi. Ia bangkit mengambil penggaris, lalu
mengancam, “Kalian mau keluar atau tidak?” Mini bangkit membantu
Rurin dengan mendorong-dorong Kurdi keluar, sebuah pukulan mengenai
punggung Kurdi, mereka saling berebutan penggaris. Yadi bersorak-sorak

121

Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI

sambil bertepuk tangan menambah riuh suasana kelas.
Uraian parafrasa naskah drama dapat berbentuk tidak langsung, yaitu
dengan mengubah dialog atau percakapan para tokoh menjadi kalimat
tidak langsung. Ungkapkan kembali cerita drama dengan bahasa sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->