2004 PT Remaja BosdaKarya, Bandung Bab 2 - Pengetahuan sain Bab 3 – Pengetahuan Filsafat

BAB 2 Bab 2 - PENGETAHUAN SAIN
Pada Bab 2 ini dibicarakan ontologi, epistemologi, dan aksiologi sain. Uraian mengenai ontologi sain membahas hakikat dan struktur sain. Uraian tentang struktur sain tidak terlalu bagus. Hal itu disebabkan oleh begitu banyak macam sain, karena banyaknya maka banyak yang tidak saya ketahui. Epistemologi sain difokuskan pada cara kerja metode ilmiah. Sedangkan pembahasan aksiologi sain diutamakan pada cara sain menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia. A. Ontologi Sain Di sini dibicarakan hakikat dan struktur sain. Hakikat sain menjawab pertanyaan apa sain itu sebenarnya. Struktur sain seharusnya menjelaskan cabangcabang sain, serta isi setiap cabang itu. Namun di sini hanya dijelaskan cabangcabang sain dan itupun tidak lengkap. 1. Hakikat Pengetahuan Sain Pada Bab 1 telah dijelaskan secara ringkas bahwa pengetahuan sain adalah pengetahuan rasional empiris. Masalah rasional dan empiris inilah yang dibahas berikut ini. Pertama, masalah rasional. Saya berjalan-jalan di beberapa kampung. Banyak hal yang menarik perhatian saya di kampung-kampung itu, satu diantaranya ialah orang-orang di kampung yang satu sehat-sehat, sedang di kampung yang lain banyak yang sakit. Secara pukul-rata penduduk kampung yang satu lebih sehat daripada penduduk kampung yang lain tadi. Ada apa ya? Demikian pertanyaan dalam hati saya. Kebetulan saya mengetahui bahwa penduduk kampung yang satu itu memelihara ayam dan mereka memakan telurnya, sedangkan penduduk kampung yang lain tadi juga memelihara ayam tetapi tidak memakan telurnya, mereka menjual telurnya. Berdasarkan kenyataan itu saya menduga, kampung yang satu itu penduduknya sehat-sehat karena banyak memakan telur, sedangkan penduduk kampung yang lain itu banyak yang sakit karena tidak makan telur. Berdasarkan

ini saya menarik hipotesis semakin banyak makan telur akan semakin sehat, atau telur berpengaruh positif terhadap kesehatan. Hipotesis harus berdasarkan rasio, dengan kata lain hipotesis harus rasional. Dalam hal hipotesis yang saya ajukan itu rasionalnya ialah: untuk sehat diperlukan gizi, telur banyak mengandung gizi, karena itu, logis bila semakin banyak makan telur akan semakin sehat. Hipotesis saya itu belum diuji kebenarannya. Kebenarannya barulah dugaan. Tetapi hipotesis itu telah mencukupi dari segi kerasionalannya. Dengan kata lain, hipotesis saya itu rasional. Kata “rasional” di sini menunjukkan adanya hubungan pengaruh atau hubungan sebab akibat.

Kedua, masalah empiris. Hipotesis saya itu saya uji (kebenarannya)
mengikuti prosedur metode ilmiah. Untuk menguji hipotesis itu saya gunakan metode eksperimen dengan cara mengambil satu atau dua kampung yang disuruh makan telur secara teratur selama setahun sebagai kelompok eksperimen, dan mengambil satu atau dua kampung yang lain yagn tidak boleh makan telur, juga selama setahun itu, sebagai kelompok kontrol. Pada akhir tahun, kesehatan kedua kelompok itu saya amati. Hasilnya, kampung yang makan telur rata-rata lebih sehat. Sekarang, hipotesis saya semakin banyak makan telur akan semakin sehat atau telur berpengaruh positif terhadap kesehatan terbukti. Setelah terbukti – sebaiknya berkali-kali – maka hipotesis saya tadi berubah menjadi teori. Teori saya bahwa “Semakin banyak makan telur akan semakin sehat” atau “Telur berpengaruh positif terhadap kesehatan,” adalah teori yang rasional-empiris. Teori seperti inilah yang disebut teori ilmiah (scientific theory). Beginilah teori dalam sain. Cara kerja saya dalam memperoleh teori itu tadi adalah cara kerja metode ilmiah. Rumus baku metode ilmiah ialah: logico-hypothetico-verificatif (buktikan bahwa itu logis, tarik hipotesis, ajukan bukti empiris). Harap dicatat bahwa istilah

logico dalam rumus itu adalah logis dalam arti rasional.
Pada dasarnya cara kerja sain adalah kerja mencari hubungan sebab-akibat atau mencari pengaruh sesuatu terhadap yang lain. Asumsi dasar sain ialah tidak ada kejadian tanpa sebab.Asumsi ini oleh Fred N. Kerlinger (Foundation of

Behavior Research, 1973:378) dirumuskan dalam ungkapan post hoc, ergo propter hoc (ini, tentu disebabkan oleh ini). Asumsi ini benar bila sebab akibat itu
memiliki hubungan rasional. Ilmu atau sain berisi teori. Teori itu pada dasarnya menerangkan hubungan sebab akibat. Sain tidak memberikan nilai baik atau buruk, halal atau haram, sopan atau tidak sopan, indah atau tidak indah; sain hanya memberikan nilai benar atau salah. Kenyataan inilah yang menyebabkan ada orang menyangka bahwa sain itu netral. Dalam konteks seperti itu memang ya, tetapi dalam konteks lain belum tentu ya. 2. Struktur Sain Dalam garis besarnya sain dibagi dua, yaitu sain kealaman dan sain sosial. Contoh berikut ini hendak menjelaskan struktur sain dalam bentuk nama-nama ilmu. Nama ilmu banyak sekali, berikut ditulis beberapa saja diantaranya: 1) Sain Kealaman
• • • •

Astronomi; Fisika: mekanika, bunyi, cahaya dan optik, fisika nuklir; Kimia: kimia organik, kimia teknik; Ilmu Bumi: paleontologi, ekologi, geofisika, geokimia, mineralogi,
geografi;

Ilmu Hayati: biofisika, botani, zoologi; Sosiologi: sosiologi komunikasi, sosiologi politik, sosiologi pendidikan Antropologi: antropologi budaya, antropologi ekonomi, entropologi
politik.

2) Sain Sosial
• •

• • •

Psikologi: psikologi pendidikan, psikologi anak, psikologi abnormal; Ekonomi: ekonomi makro, ekonomi lingkungan, ekonomi pedesaan; Politik: politik dalam negeri, politik hukum, politik internasional
Agar sekaligus tampak lengkap, berikut ditambahkan Humaniora.

3) Humaniora
• •

Seni: seni abstrak, seni grafika, seni pahat, seni tari; Hukum: hukum pidana, hukum tata usaha negara, hukum adat (mungkin
dapat dimasukkan ke sain sosial);

• • • •

Filsafat: logika, ethika, estetika; Bahasa, Sastra; Agama: Islam, Kristen, Confusius; Sejarah: sejarah Indonesia, sejarah dunia (mungkin dapat dimasukkan ke
sain sosial). Demikian sebagian kecil dari nama ilmu (sain). Ditambahkan juga

pengetahuan Humaniora (yang mungkin dapat digolongkan dalam sain sosial) dalam daftar di atas hanyalah dengan tujuan agar tampak lengkap. (Bahan diambil dari Ensiklopedi Indonesia). B. Epistemologi Sain Pada bagian ini diuraikan obyek pengetahuan sain, cara memperoleh pengetahuan sain dan cara mengukur benar-tidaknya pengetahuan sain. 1. Objek Pengetahuan Sain Objek pengetahuan sain (yaitu objek-objek yang diteliti sain) ialah semua objek yang empiris. Jujun S. Suriasumantri (Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar

Populer, 1994: 105) menyatakan bahwa objek kajian sain hanyalah objek yang
berada dalam ruang lingkup pengalaman manusia. Yang dimaksud pengalaman di sini ialah pengalaman indera. Objek kajian sain haruslah objek-objek yang empiris sebab bukti-bukti yang harus ia temukan adalah bukti-bukti yang empiris. Bukti empiris ini diperlukan untuk menguji bukti rasional yang telah dirumuskan dalam hipotesis. Apakah objek yang boleh diteliti oleh sain itu bebas? Artinya, apakah sain boleh meneliti apa saja asal empiris? Menurut sain ia boleh meneliti apa saja, ia ebas; menurut filsafat akan tergantung pada filsafat yang mana; menurut agama belum tentu bebas. Objek-objek yang dapat diteliti oleh sain banyak sekali: alam, tetumbuhan, hewan, dan manusia, serta kejadian-kejadian di sekitar alam, tetumbuhan, hewan dan manusia itu; semuanya dapat diteliti oleh sain. Dari penelitian itulah muncul teori-teori sain. Teori-teori itu berkelompok atau dikelompokkan dalam masingmasing cabang sain. Teori-teori yang telah berkelompok itulah yang saya sebut

manusia telah menginginkan adanya aturan untuk mengatur manusia. maka akan sulit sekali menghasilkan aturan yang disepakati. Humanisme mengatakan bahwa manusia mampu mengatur dirinya (manusia) dan alam. dan kedua.struktur sain. Karena itu harus ada aturan untuk mengatur alam. manusia itulah yang harus membuat aturan untuk mengatur manusia dan alam. apa sumber aturan itu? Kalau dibuat berdasarkan agama? Kesulitannya ialah agama mana? Masing-masing agama menyatakan dirinya benar. Humanisme ialah paham filsafat yang mengajarkan bahwa manusia mampu mengatur dirinya dan alam. Yang dapat dicatat dengan baik ialah sejak tahun 600-an SM. Jadi. mitos itu amat tidak mencukupi untuk dijadikan sumber membuat aturan untuk mengatur alam. Kalau begitu. mitos itu tidak mencukupi untuk dijadikan sumber membuat aturan untuk mengatur manusia. Humanisme telah muncul pada zaman Yunani Lama (Yunani Kuno). Bagaimana membuat aturan untuk mengatur manusia dalam alam? Siapa yang dapat membuat aturan itu? Orang Yunani Kuno sudah menemukan: manusia itulah yang membuat aturan itu. Bagaimana membuatnya dan apa alatnya? Bila aturan itu dibuat berdasarkan agama atau mitos. Sementara itu manusia tidak mau dipersulit oleh alam. Bahkan sebaiknya – kalau dapat – manusia ingin alam itu mempermudah kehidupannya. Jadi. Sejak zaman dahulu. Pengalaman manusia menunjukkan bila alam tidak diatur maka alam itu akan menyulitkan kehidupan manusia. Manusia juga perlu aturan untuk mengatur alam. 2. baik cabang-cabang sain maupun isi masing-masing cabang sain tersebut. Yang mula-mula timbul agaknya ialah pengetahuan filsafat dan hampir bersamaan dengan itu berkembang pula pengetahuan sain dan pengetahuan mistik. Hidup teratur itu sudah menjadi kebutuhan manusia sejak dahulu. Pertama. Tujuannya ialah agar manusia itu hidup teratur. yang lain salah. . Cara Memperoleh Pengetahuan Sain Pengalaman manusia sudah berkembang sejak lama. Perkembangan sain didorong oleh paham Muhanisme. Untuk menjamin tegaknya kehidupan yang teratur itu diperlukan aturan.

Pengetahuan dicari dengan akal. Orangorang sophis pada zaman Yunani Kuno dapat membuktikan bahwa bergerak sama dengan diam. Apa itu bergerak? Bergerak ialah bila sesuatu pindah tempat. Padahal ini dan itu itu tidak sama. Alat itu ialah akal. Akal itulah alat dan sumber yang paling dapat disepakati. Mengapa akal? Pertama. karena argumennya juga logis. Padahal aturan itu seharusnya disepakati oleh semua orang. bahkan kadang-kadang bertentangan. Padahal. salah. Alat itu ialah Empirisme. . ternyata temuan akal itu seringkali bertentangan.seandainya aturan itu dibuat berdasarkan agama maka akan banyak orang yang menolaknya. Nah. Humanisme melahirkan Rasionalisme. Jadi. Kalau begitu diperlukan alat lain. Anak panah itu setiap saat berada di suatu tempat. karena akal dianggap mampu. Jadi. Anak panah itu dapat juga dibuktikan diam. temuannya diukur dengan akal pula. bergerak sama dengan diam. Apakah anak panah yang melesat dari busurnya bergerak atau diam? Dua-duanya benar. aturan itu seharusnya disepakati. benar. Bila logis. bila tidak. Rasionalisme ialah paham yang mengatakan bahwa akal itulah alat pencari dan pengukur pengetahuan. Begitulah kira-kira mereka berpikir. sama-sama logis. Ini pun benar. Diukur dengan akal artinya diuji apakah temuan itu logis atau tidak. karena akal pada setiap roang bekerja berdasarkan aturan yang sama. Menurut mereka aturan itu harus dibuat berdasarkan dan bersumber pada sesuatu yang ada pada manusia. Apa yang diperoleh dari kenyataan itu? Yang diperoleh ialah berpikir logis tidak menjamin diperolehnya kebenaran yang disepakati. dengan aal itulah aturan untuk mengatur manusia dan alam itu dibuat. Maka. Aturan itu ialah logika alami yang ada pada akal setiap manusia. Diam ialah bila sesuatu pada sesuatu waktu berada pada suatu tempat. anak panah itu diam. Ini juga berarti bahwa kebenaran itu bersumber pada akal. Kata seseorang ini logis. kedua. Anak panah itu pindah dari busur ke sasaran. Jadi. Dalam proses pembuatan aturan itu. Dicari dengan akal ialah dicari dengan berpikir logis. kedua-duanya sama logisnya. tetapi kata orang lain itu logis juga. anak panah itu bergerak.

Sebagaimana Anda lihat. memang. Kata Empirisisme. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis. Metode Ilmiah sebenarnya tidak mengajukan sesuatu yang baru. Alat lain itu ialah Positivisme. ini satu ton beratnya. sesuatu yang diam tidak akan mampu menembus. Positivisme sudah dapat disetujui untuk memulai upaya membuat aturan untuk mengatur manusia dan mengatur alam. air kopi yang baru diseduh ini panas. kelereng ini kecil. dan seterusnya. yang terukur. Empirisisme hanya menemukan konsep yang sifatnya umum. bumi lebih besar lagi. ajukan bukti empirisnya yang terukur. Kata Empirisisme. bulan lebih besar. ini satu meter panjangnya. Alat lain itu ialah Metode Ilmiah. Kekurangan Empirisisme ialah karena ia belum terukur. besi yang mendidih ini sangat panas. besi mendidih ini 1000 derajat celcius. ini dalam kerangka ukuran kecantikan. karena belum terukur. benda yang menembus sesuatu haruslah benda yang bergerak. Dengan ukuran ini maka kontes kecantikan dapat dioperasikan. Nah. nyala api ini lebih panas. Metode Ilmiah hanya . Demikianlah seterusnya. Nah dengan Empirisisme inilah aturan (untuk mengatur manusia dan alam) itu dibuat. Jadi. menurut Empirisisme yang benar adalah bergerak. ada bukti empirisme. katanya. Ukuran-ukuran ini operasional. operasional. sebab secara empiris dapat dibuktikan bahwa anak panah itu bergerak. hal panas tadi oleh Positivisme dikatakan air kopi ini 80 derajat celcius. ternyata Empirisisme masih memiliki kekurangan. dalam hal anak panah tadi. Bahkan dada dan pinggul sekarang ini ada ukurannya. Konsep itu belum operasional. Kehidupan kita sekarang penuh oleh ukuran. Sayangnya. “Terukur” inilah sumbangan penting Positivisme. Logis juga. ajukan logikanya. matahari sangat besar. Empirisisme hanya sampai pada konsep-konsep yang umum.Empirisisme ialah paham filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar ialah yang logis dan ada bukti empiris. air mendidih ini 100 derajat celcius. Tetapi nanti dulu. Ya. tidak memungkinkan perbedaan pendapat. Coba saja perut Anda menghadang anak panah itu. Tetapi bagaimana caranya? Kita masih memerlukan alat lain. masih diperlukan alat lain. kuantitatif. Jadi. aturan untuk mengatur manusia dan aturan untuk mengatur alam yang kita miliki sekarang bersifat pasti dan rinci. perut anda akan tembus. Kata Positivisme. Jadi.

Inilah sebagian dari isi kebudayaan manusia. mula-mula buktikan bahwa itu logis. Hasil-hasil penelitian itulah yang kita warisi sekarang berupa tumpukan pengetahuan sain dalam berbagai bidang sain. tetapi lebih operasional. Dengan menggunakan Model Penelitian tertentu kita mengadakan penelitian. Urutan dalam proses terwujudnya aturan seperti yang diuraikan di atas ialah sebagai berikut: Humanisme Rasionalisme Empirisme Positivisme Metode Ilmiah Metode Riset Model-model Penelitian Aturan untuk Mengatur Manusia Aturan untuk Mengatur Alam . Metode Ilmiah mengatakan. filsafat dan mistik. Dengan rumus Metode Ilmiah inilah kita membuat aturan itu. untuk memperoleh pengetahuan yang benar lakukan langkah berikut: logico-hypothetico-verificartif. Metode Ilmiah itu secara teknis dan rinci menjelaskan dalam satu bidang ilmu yang disebut Metode Riset. Model-model Penelitian inilah yang menjadi instansi terakhir – dan memang operasional – dalam membuat aturan (untuk mengatur manusia dan alam) tadi. Isi kebudayaan yang lengkap ialah pengetahuan sain. kemudian ajukan hipotesis (berdasarkan logika itu). Nah. kemudian lakukan pembuktian hipotesis itu secara empiris.mengulangi ajaran Positivisme. Maksudnya. Metode Riset menghasilkan Model-model Penelitian.

maka harga akan naik. maka harga beras akan naik. Demikian seterusnya. kita cukup melakukan dua langkah. orang berebutan membeli beras. mesin pemanas gabah tidak diaktifkan. maka yang kita tanya ialah apa ukuran kebenaran teori-teori sain. jumlah orang yang memerlukan tetap. mesin pemanas gabah tidak diaktifkan. Jika kita bertanya apa ukuran kebenaran sain. Untuk membuktikan apakah hipotesis itu benar atau salah. . maka orang tidak dapat menjemur padi. fifty-fifty. Teori ini sangat kuat. maka Anda akan menemukan teori-teori tentang pendidikan. beras dari daerah lain tidak masuk. Jadi. yaitu jika teori itu selalu didukung bukti empiris. karena kuatnya maka ia ditingkatkan menjadi hukum. maka pada saatnya ia menjadi teori. Ada teori Sain Ekonomi: bila penawaran sedikit. dan teori itu benar. uji empiris. Jika sesuatu teori selalu benar. dengan kata lain. Agaknya banyak mahasiswa menyangka bahwa hipotesis bersifat mungkin benar mungkin salah. Pertama. Ilmu Hayat membahas teori-teori tentang makhluk hidup. logislah bila hujan terus harga beras akan naik. Apakah harga beras naik? Secara logika seharusnya naik. disebut hukum penawaran dan permintaan. Periksa pasar. kita uji apakah teori itu logis? Apakah logis jika hari hujan terus harga gabah akan naik? Jika hari hujan terus. Jika Anda mengambil buku Ilmu (sain) Pendidikan. Jika hipotesis terbukti. isi ilmu ialah teori.3. maka barangkali benar dihipotesiskan: Jika hari hujan terus. penawaran beras akan menurun. Jika didukung oleh kenyataan (beras naik) maka hipotesis itu menjadi teori. uji logika. hipotesis itu kemungkinan benar atau salahnya sama besar. maka teori itu naik tingkat keberadaannya menjadi hukum atau aksioma. karena ia logis dan empiris. Ukuran Kebenaran Pengetahuan Sain Ilmu berisi teori-teori. permintaan banyak. Ilmu Bumi membicarakan teori-teori tentang bumi. hipotesis tadi pasti didukung oleh kenyataan. maka harga beras akan naik. Adakan eksperimen. Buatlah hujan buatan selama mungkin. misalnya karena orang mengganti makannya dengan selain beras. Kedua. kesempatan itu dimanfaatkan pedagang beras untuk memperoleh untung sebesar mungkin. Jika eksperimen itu dikontrol dengan ketat. Jadi. Hipotesis itu lolos ujian pertama. Dalam kenyataan mungkin saja tidak naik. Prasangkaan itu salah. Berdasarkan hukum ini.

teori artinya pendapat yang beralasan. serta mengubah masa depan. bahwa kesimpulan ini penting. Belum atau tidak ada bukti empiris bukanlah merupakan bukti bahwa hipotesis itu salah. Aksiologi Sain Pada bagian ini dibicarakan tiga hal saja. 1993: 7-8) sain merupakan suatu sistem eksplanasi yang paling dapat diandalkan dibandingkan dengan sistem lainnya dalam memahami masa lampau. dan sebagai alat pengontrol. ini teori dalam pengetahuan mistik. Gejala ini telah memberikan dampak yang cukup luas terhadap kehidupan di Indonesia. 1) Teori Sebagai Alat Ekspalanasi Berbagai sain yang ada sampai sekarang ini secara umum berfungsi sebagai alat untuk membuat eksplanasi kenyataan. ini teori filsafat. Secara umum. sebagai alat peramal. Gejalanya ialah harga semakin tinggi. Alasan itu dapat berupa argumen logis. Sebenarnya. Ada atau tidak ada bukti empirisnya adalah soal lain. Jacob (Manusia. yang kedua itu merupakan contoh aplikasi yang pertama. cara sain menyelesaian masalah. Untuk mudahnya. Ilmu dan Teknologi. netralitas sain. Sekurang-kurangnya ada tiga kegunaan teori sain: sebagai alat membuat eksplanasi. ini teori sain. Dari sini tahulah kita bahwa kelogisan suatu hipotesis – juga teori – lebih penting ketimbang bukti empirisnya. Menurut T. teori ekonomi mengatakan . Kegunaan Pengetahuan Sain Apa guna sain? Pertanyaannya sama dengan apa guna pengetahuan ilmiah karena sain (ilmu) isinya teori (ilmiah). kedua. Hipotesis benar. tetapi belum ada bukti empirisnya. sekarang. yaitu nilai rupiah semakin murah dibandingkan dengan dolar (kurs rupiah terhadap dolar menurun). titik.Hipotesis (dalam sain) ialah pernyataan yang sudah benar secara logika. Harap dicatat. C. ketiga. 1. bila logis. berupa argumen perasaan atau keyakinan dan kadang-kadang empiris. pertama kegunaan sain. berupa argumen logis-empiris. Bagaimana menerangka gejala ini? Teori-teori ekonomi (mungkin juga politik) dapat menerangkan (mengeksplanasikan) gejala itu. Bagaimana contohnya? Akhir tahun 1997 di Indonesia terjadi gejolak moneter.

Nah. anak-anak yang orang tuanya cerai (biasanya disebut broken home). Menurut teori Sain Pendidikan. maka harga dolar naik dalam rupiah. dua laki-laki dan satu perempuan. Ramalah lain dapat pula dibuat. namun gejala itu telah dapat dipahami ala kadarnya. pindah-pindah sekolah. Misalnya. karena banyak orang membeli dolar. Dalam contoh kurs dolar tadi. ayah dan ibunya masing-masing kawin lagi dan pindah ke tempat barunya masing-masing. Dapatkah Anda membuat eksplanasi mengapa anak-anak itu nakal? Anda akan dapat menjelaskan (mengeksplanasikan) jika Anda menguasai teori yang mapu menjelaskan gejala (nakal) itu. ini baru sebagian gejala itu yang dieksplanasikan. untuk membedakannya dari ramalan dukun. Mereka ditinggal oleh kedua orang tuanya. biasanya ilmuwan telah mengetahui juga faktor penyebab terjadinya gejala itu. 2) Teori Sebagai Alat Peramal Tatkala membuat eksplanasi. sesuai dengan apa yang telah dieksplanasikan itu. maka diprediksikan kurs rupiah terhadap dolar akan semakin lemah. tidak naik kelas. ilmuwan dapat membuat ramalan. maka banyak sekali orang yang memerlukan dolar. misalnya. Mereka nakal. sering bolos sekolah. Sebenarnya saya amat tertarik membicarakan topik ini.karena banyaknya utang luar negeri jatuh tempo (harus dibayar). sering mabuk. Dalam bahasa kaum ilmuwan ramalan itu disebut prediksi. Sekalipun baru sebagian. tidak kurang. senang sekali rasanya menambahkan banyak contoh lain. hutang itu harus dibayar dengan dolar. Misalnya. membuat keonaran. Biaya hidup tiga bersaudara itu bersama pembantu mereka. Pada contoh dua tadi dapat pula dibuat ramalan. . karena bulan-bulan mendatang hutang luar negeri jatuh tempo semakin banyak. Penyebabnya ialah karena anakanak itu tidak mendapat pendidikan yang baik dari kedua orang tuanya. Padahal pendidikan dari kedua orang tua amat penting dalam pertumbuhan anak menuju dewasa. Dengan “mengutak-atik” faktor penyebab itu. Ada orang tiga bersaudara. dengan mudah orang ahli meramal. tetapi kedua contoh itu agaknya mencukupi untuk menjelaskan kegunaan teori sebagai alat membuat eksplanasi. pada umumnya akan berkembang menjadi anak nakal. harga barang dan jasa pada bulan-bulan mendatang akan naik.

misalnya akan terjadi ini. kepandaian dan kecerdasan. tatkala ada kondisi tertentu. begini atau begitu. itu. kita membuat tindakan atau tindakan-tindakan agar terjadi ini. Kontrol sebenarnya merupakan tindakan-tindakan yang diduga dapat mencegah terjadinya gejala yang tidak diharapkan atau gejala yang memang diharapkan.pada musim paceklik ini banyak pasangan suami istri yang cerai. bibinya. Cara Sain Menyelesaian Masalah . Agar kontrol lebih efektif sebaiknya kontrol tidak hanya satu macam. Tepat dan banyaknya ramalan yang dapat dibuat oleh ilmuwan akan ditentukan oleh kekuatan teori yang ia gunakan. maka diramalkan kenakalan remaja akan meningkat. Adakah upaya yang efektif agar anak-anak itu tidak nakal? Ada. Kita ambil lagi contoh tadi. Dalam kasus ini mungkin pamannya. Diprediksi: anak-anak mereka akan naik. Apa yang dikontrol? Yang dikontrol ialah kurs rupiah terhadap dolar agar tidak naik. akan semakin banyak siswa yang tiak naik kelas. Dalam kasus ekonomi ini dapat kita tambah kontrol. dan ketersediaan data di sekitar gejala itu. maka kita dapat membuat prediksi. terhadap sesuatu keadaan. Ayah dan ibu sudah cerai. 2. 3) Teori Sebagai Alat Pengontrol Eksplanasi merupakan bahan untuk membuat ramalan dan kontrol. Ilmuwan. dapat mengganti fungsi ayah dan ibunya mereka. Sedangkan kontrol bersifat aktif. perlu ditangguhkan pembayaran hutang yang jatuh tempo. itu. atau kakeknya. Perbedaan prediksi dan kontrol ialah prediksi bersifat pasif. upaya itulah yang disebut kontrol. jadi. juga dapat membuat kontrol. Ramalan lain: akan semakin banyak remaja putus sekolah. begini atau begitu. Agar kurs rupiah menguat. Kontrolnya ialah kebutuhan terhadap dolar dikurangi dengan cara menangguhkan pembayaran hutang dalam dolar. pembayaran utang diundur. selain mampu membuat ramalan berdasarkan eksplanasi gejala. umpamanya menangguhkan pembangunan proyek yang memerlukan bahan import.

orang membuat sumur. Senang sekali bermukim di kampung itu. Dahulu orang mengambil air di bawah bukit. kadang-kadang sumur amat dalam. misalnya berapa orang. siapa yang nakal. sering mencuri. anak mereka nakal. Bila kita menghadapi kesulitan (biasanya disebut masalah). orang melalui jalan menurun sambil membawa wadah air. Orang mencari teori agar air lebih mudah diambil. sering membohongi orang tuanya. Listrik dipasang. Beberapa tahun kemudian. ia mengidentifikasi masalah. Masih susah juga.Ilmu atau sain – yang isinya teori – dibuat untuk memudahkan kehidupan. penduduk mendapat listrik dengan harga murah. Ia ingin tahu lebih dahulu. Tetapi sumur masih menyusahkan karena masih harus menimba. Untuk memudahkan. Sejak kampung itu berdiri ratusan tahun yang lalu. Air dapat diambil dari sumur yang dapat dibuat dekat rumah. Tatkala akan mengambil air. tidak mabuk-mabukan. Sekarang air dengan mudah diperoleh. sering mabuk. Air tidak lagi harus diambil di lebak. Lantas orang menggunakan pompa air yang digerakkan dengan tangan. kita menghadapi dan menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan ilmu (sebenarnya menggunakan teori ilmu). Membuat sumur memerlukan ilmu. Tatkala pulang ia melalui jalan menanjak sambil membawa wadah yang berisi air. Tiba-tiba jalan raya melintas kampung itu. Itu menyulitkan kehidupan. tidak berkelahi. malam atau hari apa saja kenakalan itu . orang Sunda menyebutnya di lebak. Mereka memanggil ilmuwan. secara persis. Ia ingin tahu seperti apa kenakalan remaja yang ada di kampung itu. tidak membohongi orang tuanya. Apa yang akan dilakukan oleh ilmuwan itu? Ternyata ia melakukan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama. Penduduk senang. Penduduk sering bertanya “Mengapa keadaan begini?” Mereka menghadapi masalah. Anakanak dan remaja begitu baiknya. tidak mencuri. Ilmu memudahkan kehidupan. hanya memutar kran. Anak remaja sering berkelahi. sampai tahun-tahun belakangan ini penduduknya hidup dengan tenang. orang lantas menggunakan mesin. Tidak ada kenakalan. meminta bantuannya untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

belum tentu teori sain yang ada mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Pertama. penyebab mabuk. Biasanya ia cari dalam literatur. dan apa penyebabnya. Sekarang ia mencari teori yang menjelaskan cara memperbaiki remaja nakal. bahwa memperbaiki remaja nakal harus disesuaikan dengan penyebabnya. Kedua. Ketiga. Itu adalah cerita tentang cara sain menyelesaikan masalah. belum tentu teori itu efektif. Kedua. maka sebaiknya masalah itu dihadapkan ke filsafat. menetapkan tindakan penyelesaian. Ia menemukan ada beberapa teori yang menjelaskan sebabsebab kenakalan remaja. Ia sudah tahu penyebabnya. ia kembali membaca literatur lagi. Dalam buku ia baca. Ilmu kita ternyata tidak pernah mencukupi untuk menyelesaikan masalah demi masalah yang diharapkan kepada kita. Demikian biasanya cara ilmuwan menyelesaikan masalah yang dihadapi. organisasi pemuda. digunakan untuk menghadapi masalah yang sama pada zaman yang lain. guru. Langkah baku sain dalam menyelesaikan masalah: identifikasi masalah. Teori itu mungkin memadai pada zaman tertentu. Janganlah hendaknya terlalu mengandalkan sain tatkala timbul masalah. Sekarang ia tahu penyebab kenakalan remaja di kampung itu. ia seolah-olah tidak percaya begitu saja pada laporan orang kampung tersebut. ustadz. Ia ingin tahu sebanyak-banyaknya atau selengkap-lengkapnya tentang kenakalan yang diceritakan oleh orang kampung kepadanya. Ada dua sebab. mencari teori. maka ia usulkan tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh pemimpin. Ia mengidentifikasi masalah itu. berkelahi dengan siapa. Apabila sain gagal menyelesaikan suatu masalah yang diajukan kepadanya.dilakukan. mungkin filsafat . Diantara teori itu ia pilih teori yang diperkirakannya paling tepat untuk menyelesaikan masalah kenakalan remaja di kampung itu. Masalah selalu berkembang lebih cepat daripada perkembangan teori. ia mencari teori tentang sebab-sebab kenakalan remaja. Cara filsafat dan mistik tentu lain lagi. Hasil penelitian itu ia analisis untuk mengetahui secara persis segala sesuatu di seputar kenakalan itu tadi. Identifikasi biasanya dilakukan dengan cara mengadakan penelitian. orang tua remaja dan polisi serta penegak hukum. belum tentu setiap masalah tersedia teori untuk menyelesaikannya. dan sebagainya.

Tentu dengan cara filsafat atau mungkin pengetahuan mistik dapat membantu. Sekarang. Karena itu sebaiknya kita berhati-hati dalam menetapkan paham kita tentang ini. Begitulah teori-teori sain. Pisau itu dapat digunakan untuk membunuh (salah satu perbuatan jahat) dan dapat juga digunakan untuk perbuatan lain yang baik. manakah yang benar. Yang terbaik ialah setiap masalah diselesaikan secara bersama-sama oleh sain. digunakan untuk apa saja itu terserah penggunannya. dan (3) tatkala menggunakan produk penelitian.mampu menyelesaikannya. yaitu terikat nilai (value bound). Apa untungnya bila sain netral? Bila sain itu kita anggap netral. Mukti Ali menyatakan bahwa sain itu netral. . seperti pisau. Ia persoalan besar karena banyak sekali aspek kehidupan manusia yang diatur secara langsung oleh sain. Ternyata Mukti Ali hanya memancing. sedangkan lawannya ialah sain terikat. 3. ia tidak sungguh-sungguh berpendapat begitu. yang bekerjasama secara terpadu. Dalam ujaran Mukti Ali. Bonus Netralitas Sain Pada tahun 1970-an terjadi polemik antara Mukti Alin (IAIN Yogyakarta) dengan Sadali (ITB). sain itu netral. akan mempengaruhi kehidupan manusia secara langsung. memihak). bebas nilai (value free) itulah yang disebut sain netral. (2) cara meneliti. ia dapat digunakan untuk kebaikan dan dapat pula untuk kejahatan. waktu itu. Kira-kira begitulah pengertian sain netral itu. atau kita mengatakan bahwa sain sebaiknya netral keuntungannya ialah perkembangan sain akan cepat terjadi. Netral biasanya diartikan tidak memihak. ketahuilah bahwa persoalan ini bukanlah persoalan kecil. Dalam kata “sain netral” pengertian itu juga terpakai. Artinya: sain tidak memihak pada kebaikan dan tidak juga pada kejahatan. filsafat dan mistik. Itulah sebabnya istilah sain netral sering diganti dengan istilah sain bebas nilai. Karena tidak ada yang menghambat atau menghalangi tatkala peneliti (1) memilih dan menetapkan objek yang hendak diteliti. sementara Sadali berpendapat sain tidak netral. Nah. paham bahwa sain itu netral atau sain itu terikat (tidak netral. apakah sain seharusnya value free atau value bound? Apakah sain itu sebaiknya bebas nilai atau terikat nilai? Pembaca yang terhormat. Jadi.

Dalam contoh di atas objek dan metode penelitian adalah epistemologi. Percobaan pada manusia mungkin akan diartikan sebagai penyiksaan kepada manusia. Ontologi itu pun netral. ia tidak boleh melawan nilai yang diyakini kebenarannya oleh peneliti. misalnya keyakinan yang berasal dari agama. Sebenarnya dalam ontologi pun demikian. Orang yang beraliran sain netral akan menggunakan hasil penelitian itu secara bebas. Mereka dapat saja . Peneliti yang menganut sain tidak netral akan melakukan itu terhadap pasangan yang telah menikah. akan dibatasi oleh nilai dalam (1) memilih objek penelitian. Tatkala akan meneliti kerja jantung manusia. dalam epistemologi akan meneliti jantung itu tidak dengan menyakiti kelinci itu. maupun aksiologi sain. Ini pada aspek epistemologi. sedang penggunaan hasil penelitian adalah aksiologi. sedang orang yang bermazhab sain terikat akan menggunakan produk itu hanya untuk kebaikan saja. Untuk itu peneliti dari kalangan penganut sain netral tidak akan keberatan mengambil sepasang lelaki-perempuan yang belum nikah untuk mengadakan hubungan kelamin yang dari situ diamati bertemunya sperma dan ovum. Maka. sementara orang yang menganut sain value free tidak akan mempedulikan apakah subjek penelitian menderita atau tidak. (2) cara meneliti. Orang yang beraliran sain value bound. Ontologinya ialah teori yang ditemukan itu. Apa kerugiannya bila kita ambil paham sain netral? Bila kita paham sain netral? Bila kita pilih paham sain netral maka kerugiannya ialah ia akan melawan keyakinan. Yang paling merugikan kehidupan manusia ialah bila paham sain netral itu telah menerapkan pahamnya pada aspek aksiologi. penganut sain tidak netral akan memilih objek penelitian yang mirip dengan manusia. Jadi. Untuk melihat proses reproduksi.Orang yang menganggap sain tidak netral. Orang yang beraliran sain netral – mungkin – akan mengambil orang gelandangan untuk diambil jantungnya. tentu harus ada pertemuan antara sperma an ovum. orang yang beraliran sain tidak netral akan mengambil – mungkin – jantung kelinci atau jantung hewan lainnya yang paling mirip dengan manusia. persoalan netralitas sain itu terdapat baik pada epistemologi. dan (3) menggunakan hasil penelitian.

Sementara itu. Paham sain netral sebenarnya telah melawan atau menyimpang dari maksud penciptaan sain. Paham ini sebenarnya telah bermakna bahwa sain itu tidak netral. merupakan implikasi-implikasi logis yang tidak berkesudahan. dari sudut pandang epistemologi. Jadi. Berikut dikutipkan sebagian dari tulisan Prof. Menurutnya. sebenarnya ia telah berniat akan membantu manusia menyelesaikan masalah dalam kehidupannya. Sain Formal itu berada di pikiran kita yang berupa kontemplasi dengan menggunakan simbolsimbol.menggunakan hasil penelitian mereka untuk keperluan apapun tanpa pertimbangan nilai. Tadinya sain dibuat untuk membantu manusia dalam menghadapi kesulitan hidupnya. Paham sain tidak netral adalah paham yang sesuai dengan ajaran semua agama dan sesuai pula dengan niat ilmuwan tatkala menciptakan teori sain. paham sain netral justru akan memberikan tambahan kesulitan bagi manusia. mengapa justru temuannya menambah masalah bagi manusia? Karena ia menganut sain netral padahal seharusnya ia menganut sain tidak netral. sebenarnya tidak ada jalan bagi penganut sain netral. Sain Formal itu netral karena ia berada di dalam kepala kita dan ia diatur oleh hukumhukum logika. yaitu ini: tatkala peneliti akan membuat teori. Kutipan ini dapat digunakan untuk menambah bahan pertimbangan dalam menentukan apakah sain sebaiknya netral atau tidak netral. Herman Soewardi. guru besar Filsafat Ilmu Universitas Padjadjaran Bandung. yaitu Sain Formal dan Sain Emperikal. sain terbagi dua. Sain itu bagian dari kehidupan. Berdasarkan uraian sederhana di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa yang paling bijaksana ialah kita memihak atau memilih paham bahwa sain tidaklah netral. sain memihak pada kegunaan membantu manusia menyelesaikan kesulitan yang dihadapi oleh manusia. . sementara kehidupan itu secara keseluruhan tidaklah netral. Menurut Herman Soewardi (Orasi Ilmiah pada Dies Natalis IAIN Sunan Gunung Djati Bandung ke-36 8 April 2004). Kata kunci terletak dalam aksiologi sain.

adalah suatu jalinan sintetik yang sudah ada. Maka sifatnya tidak netral. yang bagi orang Islam jalinan sintetik itu adalah ciptaan Tuhan yang sudah ada sejak semula. Dan reasoning itu tidak mungkin. Benar bahwa Sain Emperikal itu terdiri atas logika (jalinan sebab akibat). dan pijakannya itu merupakan hasil penginderaan terhadap jagad raya. ternyata hal itu tidaklah sederhana itu. Sain Emperikal itu tidak netral karena dibangun oleh pakar berdasarkan paradigma yang menjadi pijakannya. sebab akibat itu sebenarnya tidaklah diketahui. Memang begitu. Baiklah kita periksa pandangan David Hume. Immanuel Kant membantah skeptisisme Hume itu dengan mengatakan bahwa ada pengetahuan bentuk ketiga. yaitu jagad raya ini. isinya ialah jalinan-jalinan sebab akibat. Tidak netral karena dipengaruhi oleh pijakannya itu. Suatu kejadian X → Y sebenarnya terjadi di atas medium itu. Ini menurut Herman Soewardi. Immanuel Kant dan Al-Ghazali. hanyalah kebiasaan orang saja (tidak ada dasar logikanya) untuk menyimpulkan setiap X akan diikuti Y. ia tidak netral. Karena itu. Selanjutnya Herman Soewardi menambahkan uraian berikut. Jadi. namun ia dimulai dari suatu pijakan yang bermacam-macam. Sehubungan dengan ini Kant mengatakan bahwa Tuhan lah yang menciptakan medium tersebut.Adapun Sain Emperikal. Sain Emperikal merupakan wujud konkret. Namun. Pendapat ini terkenal dengan istilah skeptisisme Hume. Tidak mungkin karena rumitnya itu. Inilah medium yang dicari oleh Hume. siapapun tidak akan mampu menunjukkan medium itu. menurut Hume. Pijakan itu tentulah nilai. yaitu a priori sintetik. David Hume mengatakan bahwa dalam alam pikiran Empiricisme tidak dapat dibenarkan adanya generalisasi sampai munculnya hukum X Y. bila diamati lebih dalam. . biasanya dirumuskan dalam bentuk proposisi X menyebabkan Y (X Y). yang keadaannya itu diterangkan oleh Kant secara transendental. Dari suatu kejadian sampai menjadi hukum (teori) diperlukan adanya medium yang berupa reasoning jalinan sebab akibat yang banyak sekali. Tampak pada kita bahwa dengan mengikuti acara Emperisisme. kejadian X → Y itulah yang selanjutnya menjadi hukum yang general. Barangkali kita menyangka bahwa kausalitas itu dimana-mana sama.

Dari kesimpulan itu akan muncul kesimpulan lain. Tentang ini Thomas Kuhn memberikan eksplanasi sebagai berikut. baiklah kita sebut faktor Z. Sekarang. adat itu dari Tuhan. Kekuatan dari atau pada Tuhan itu. yaitu kausalitas atau linkage menjadi bergeser dari tidak memperhitungkan kehendak Tuhan ke memperhitungkan kehendak Tuhan.Tentang kemahakuasaan Tuhan itu Al-Ghazali menyatakan lebih tandas lagi sehubungan dengan hukum X → Y. Tidak netral karena ia dibangun berdasarkan pijakan seseorang pakar yang mungkin berada dengan pakar lain. Adapun Sain Emperikal. Sain Formal dikatakan netral karena hukum-hukumnya bukan dibuat oleh manusia. bahwa kekuatan pada penyebab (X) adalah kekuatan Tuhan. Dari niscaya (necessary) bergeser ke berganti (sustitutable). Hukum-hukumnya itu ada di dalam kepala kita. Karena Tuhan pada waktu itu tidak memberikan kekuatan membakar pada api. ia tidak netral. namun pada kejadian khusus seperti pada Nabi Ibrahim. Hukum-hukumnya dibuat oleh Tuhan. Kata Al-Ghazali. . kekuatan X menghasilkan Y bukan pada atau milik X itu. menghasilkan suatu pengertian bahwa kausalitas itu sifatnya berubah dari cukup (sufficient) menjadi tergantung (contingent) pada faktor lain (dalam hal ini Tuhan). • • Dari cukup (sufficient) bergeser ke tergantung (contingent) pada faktor Z. Dari sini muncul beberapa pergeseran. Ini merupakan hukum kausalitas yang sangat fundamental. Terbakarnya kapas oleh api merupakan suatu regularitas atau kebiasaan atau adat. istilah yang mendunia untuk menyatakan kekuatan Tuhan itu ialah faktor Z. yaitu: • • Dari deterministik (pasti) bergeser ke stokastik (mungkin). Bila kapas diletakkan di atas api. kekuatan untuk terjadinya terbakar atau tidak terbakar kapas itu bukan pada api melainkan pada Tuhan. melainkan pada atau milik Tuhan. Dari sebab akibat terjadi pada waktu yang sama ke sebab akibat terjadi pada waktu yang berlainan. api tidak membakar.

keterbatasan. Inilah perkembangan sain. Bila manusia mengubah jagad raya (jagad raya buatannya). berubah dari paradigma yang satu ke paradigma yang lain. Karena itu Sain Normal itu tidak netral. Tetapi. yang ada di benak manusia itu bukanlah jagad raya yang sebenarnya melainkan sesuatu jagad raya ciptaan manusia itu.DULU KINI KELAK NORMAL SCIENCE 1 Netral? ANOMALI NORMAL SCIENCE 2 KRISIS Netral? ANOMALI NORMAL SCIENCE 3 KRISIS Netral? PARADIGMA 1 PARADIGMA 2 PARADIGMA 3 Sain Emperikal disebut Kuhn Sain Normal (Normal Science). pengalaman. Menurut cara berpikir Empirisisme penginderaan adalah modal fundamental bagi manusia untuk mengetahui jagad raya. Selanjutnya anomali ini menimbulkan krisis (ketidakpercayaan para pakar terhadap teori itu) sehingga akan timbul paradigma baru atau pijakan baru. seperti dikatakan Kuhn. Kini pertanyaannya ialah: Mengapa pengideraan itu ada cacatnya sehingga pendapat para pakar itu sering tidak sama dan sering berubah? Ini dijawab oleh Richard Tarnas. sama dengan Kant. sementara observasi itu sangat mengandalkan penginderaan. Dalam perkembangannya Sain Normal mengahadapi fenomena yang tidak dapat diterangkan oleh teori sain yang ada. melainkan sementara dan akan berubah setelah terjadi anomali. memang manusia akan memperoleh apa yang diharapkannya. ini disebut anomali. Padahal kita tahu bahwa metode andalan – bahkan metode satu-satunya bagi Sain Normal ialah observasi (dalam arti luas). kata Tarnas. yang orang ketahui itu tidaklah bersifat tetap. dari seseorang pakar. yaitu suatu pijakan. Maka. Masalah utama Sain Normal ialah masalah penginderaan. Tetapi pada penginderaan inilah kelemahan utama Sain Normal. Tarnas mengatakan bahwa di depan mata manusia itu ada “lensa” yang memfilter penglihatan “lensa” itu dipengaruhi oleh nilai. Sain Normal muncul dari paradigma. trauma dan harapan. akan tetapi seringkali disertai . Karena itu kausalitas yang dibangun oleh akal manusia itu menjadi kausalitas yang terlalu sederhana.

menurut Herman Soewardi. 1999. Kekurangan dalam penginderaan manusia itu. Kejadian ini (muncul akibat yang tidak diharapkan) disebut antitetikal dan akibat-akibat yang berupa antitetikal inilah yang menimbulkan kerusakan-kerusakan di planet kita seperti bolongnya lapisan ozon. terbit. Kedua. Kelima. bukanlah jagad raya yang sebenarnya. partikel-partikel sub-atomatik terbuka untuk interpretsi spiritual. Krisis Sain Modern Sain modern ialah sain empirikal. padahal tidak: tidak ada jaminan orang dapat tahu. . Tulisan ini esensinya diambil dari buku Herman Soewardi Tiba Saatnya Islam Kembali Kaffah Kuat dan Berijtihad (Suatu Kognisi Baru tentang Islam). kerusakan ekologi dan atmosfir yang menyeluruh yang disebut Tarnas planetary ecological crisis. yang dikatakan jagad raya sebenarnya menunjukkan hubungan orang dengan jagad raya itu. renggut. matter. bila Sain Normal itu netral ia akan menimbulkan 3R (resah. orang pindah ke stochastic. determinisme Newton kehilangan dasar. Menurut Herman Soewardi. Keenam. Pada tahun 1993. Menurut Tarnas. sedikitnya ada enam hal yang menarik perhatian tentang sain modern. dapat disempurnakan oleh firman Tuhan. ternyata semuanya dinyatakan tidak benar. buku Tarnas yang berjudul The Passion of the Western Mind. Ketiga. causality. postulatat dasar sain modern ialah space. Bagian Tiga Bab 14 yang berjudul Tarnas The Crisis of Modern Science. Pertama. dianutnya pendapat Kant bahwa yang orang katakan jagad raya. Kayaknya sekarang kita telah menyaksikan kebenaran thesis Herman Soewardi itu. Karena itu thesis tersebut perlu mendapat perhatian. Dari enam hal yang menarik di atas Tarnas menyimpulkan bahwa orang merasa tahu tentang jagad raya. adanya uncertainty sebagaimana ditemukan oleh Heisenberg. tetapi jagad raya sebagaimana diciptakan oleh pikiran manusia. Keempat. dan observation. yaitu sain normal menurut Kuhn.oleh akibat-akibat yang tidak diharapkannya. atau jagad raya sebagaimana diciptakan oleh orang itu. rusak). Dalam buku itu ada sebuah bab yang berjudul The Crisis of Modern Science.

tentang uncertainty dari Heisenberg. Ketiga.Tentu saja kesimpulan Tarnas itu sangat menggetarkan. atau jagad raya sebagaimana tampak menurut apa yang dipertanyakan oleh manusia. Mekanika kuantum membuktikannya. Kedua. tetapi lepas bentuknya lengkung (tidak linier) sehingga garis edar benda-benda angkasa berbentuk elips. Pertama. Pandangan sekarang yang berlaku ialah bahwa space itu terbatas (finite). kausalitas itu kompleks. memandang materi itu solid. tentang space atau jagad raya. Jagad raya yang kita ketahui bukanlah jagad raya yang sebenarnya. ia adalah jagad raya ciptaan manusia. yang dikatakan jagad raya (space) itu hanyalah hubungan manusia dengan jagad raya. Heisenberg menemukan bahwa gerakan atom tidak dapat keduanya ditetapkan sekaligus. bukan karena tertarik gravitasi ke arah matahari melainkan memang bentuknya lengkung. Ternyata observasi tdh elektron hanya dapat dilakukan terhadap salah satu posisi atau kecepatannya. Kini. Mengapa sampai demikian? Tarnas menjawab sendiri: Landasan ilmiah untuk menggambarkan jagad raya dalam sain modern adalah sangat terbatas bahkan landasan itu cukup berbahaya. Sain modern menganggap kausalitas itu sederhana. tentang kausalitas. Kini ditemukan bahwa partikel-partikel saling mempengaruhi tanpa dapat dipahami bagaimana hubungan kausalitas di antara mereka. selain itu observer tidak dapat mengobservasinya tanpa merusaknya. Sekarang. tentang matter atau materi. terbukti penemuan-penemuan pada mekanika kuantum menyokong pandangan Kant itu. Baik Democritus maupun Newton. Maka. Ini mempertanyakan tentang kelemahan observasi. berlaku pandangan empat dimensi space-time. bukan hanya tiga seperti pada geometri Eucled. Keempat. posisi atau kecepatannya. dan terutama bila landasan ilmiahnya terbatas bahkan berbahaya? Tetapi baiklah kita lihat lebih rinci mengenai kesalahan-kesalahan sain modern itu. Maka kita bertanya. Pandangan sekarang menyatakan materi itu kosong. bagaimana kelanjutan sain modern itu bila postulatpostulat dasarnya dibuktikan tidak benar. Inilah pandangan Kant. .

jika berkeluarga maka mereka tidak akan beres menjaga negara. karena perguruan tinggi pada umumnya adalah gudang ilmu. efek rumah kaca. termasuk banyak juga dari kalangan rektor yang sedang menjabat sebagai rektor. Pengembangan Ilmu Bila Anda bertemu dengan seseorang yang baru dilantik menjadi rektor sesuatu perguruan tinggi dan Anda bertanya apa program utamanya. Teori adalah pendapat (yang beralasan). Capra mendapati bahwa ada semacam kecerdasan elektron. kerusakan ekologi menyeluruh. udara. maka Anda akan mendapat jawaban bahwa program utamanya ialah pengembangan ilmu. Namun. tanah. Jika Anda membuka Ilmu Bumi. buku Ilmu Hayat isinya adalah teori tentang makhluk hidup. . kerusakan hutan. Ini teori filsafat. salah satu ujungnya ialah ekonomi dunia semakin runyam. bolongnya ozon. Berikut adalah uraian yang tepat mengenai pengembangan ilmu. Ini salah satu teori dalam agama Islam. Bila permintaan meningkat maka harga akan naik. dan begitulah selanjutnya. Ini teori dalam pengetahuan mistik. Tentu saja. isi ilmu adalah teori. Menurut Plato.Kelima. adalah teori dalam sain. penjaga negara (presiden dan menteri) haruslah filosof dan mereka tidak boleh berkeluarga. efek buruk berganda pada kehidupan tetumbuhan dan hewan. akumulasi ilmiah yang toksik. pengurasan air tanah. buku Sejarah isinya teori tentang kejadian masa lalu. tentang partikel sub-atomatik. Jin dapat disuruh melakukan sesuatu. juga adalah teori sain. ia merupakan kebalikan dari yang diharapkan dari sain. Keenam. Anda akan melihat bahwa isinya ialah teori tentang bumi. bila Anda setuju. Jika penduduk suatu negara beriman bertakwa maka Tuhan akan menurunkan berkah bagi mereka dari langit. kepunahan berbagai species. Jadi. Ini adalah tanda-tanda konkret adanya dampak buruk sain. yakinlah Anda banyak orang yang tidak memahami secara tepat apa sebenarnya pengembangan ilmu itu. Secara umum teori ialah pendapat yang beralasan. buku Filsafat isinya teori filsafat. sehingga kini fisika terbuka untuk menerima interpretasi spiritual. Dampak itu antara lain berupa kontaminasi air. erosi tanah. Semakin banyak makan telor akan semakin sehat atau telor berpengaruh positif terhadap kesehatan.

Ia hanya membatalkan. tadinya sudah ada teorinya tetapi karena teori ini sudah tidak mampu menyelesaikan masalah yang mestinya ia mampu menyelesaikannya. Itu memerlukan organisasi. tetapi tetap dikatakan ia mengembangkan ilmu. tidak juga menggantinya dengan teori baru. ada yang sebentar dari yang lama. ia membatalkan teori dan tidak menggantinya dengan teori baru. ada managernya. Ada beberapa kemungkinan dalam mengembangkan teori. lantas seseorang menemukan teori baru. Kedua. . Ini aneh: ia mengurangi jumlah teori yang sudah ada. Dalam hal peneliti atau pengembang. merevisi teori lama. menyusun teori baru. Dalam hal ini memang belum pernah dari teori yang muncul. tidak menggantinya dengan teori baru. maka mengembangkan ilmu adalah teorinya. Bagaimana prosedur serta langkah-langkah pengembangan ilmu akan amat ditentukan oleh jenis ilmunya. Itu memerlukan biaya tinggi kadang-kadang memerlukan tenaga yang sedikit atau banyak. tidak membatalkan teori lama. ia hanya merevisi. menemukan teori baru untuk mengganti teori lama. Keempat. membatalkan teori lama. memerlukan waktu. maka teori itu diganti dengan teori baru. Dalam kasus ini. ia hanya menyempurnakan teori lama itu. Pertama. bahkan ada yang sangat lama. Ketiga.Karena isi ilmu adalah teori.

Poedjawijatna (Pembimbing ke Alam Filsafat. 1966. A. Yang dimaksud struktur di sini ialah cabang-cabang filsafat serta isi (yaitu teori) dalam setiap cabang itu. Dan dari situ akan dapat ditangkap apa itu pengetahuan filsafat. 1974:11) mendefinisikan filsafat sebagai sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam- . Yang dibicarakan di sini hanyalah cabang-cabang saja. Epistemologi membahas cara memperoleh dan ukuran kebenaran pengetahuan filsafat. sekalipun belum lengkap. objek dan struktur filsafat. Pendapat Hatta dan Langeveld itu benar.I:3) Langeveld juga berpendapat seperti itu. Dibicarakan juga pada bab ini masalah netralitas filsafat yang akan membahas apakah filsafat itu sebaiknya netral (value free) atau terikar (value bound). Dari uraian ini diharapkan pembaca mengetahui apa filsafat itu. makin dalam ia berfilsafat akan semakin mengerti ia apa filsafat itu (Langeveld. Alam Pikiran Yunani. Menuju ke Pemikiran Filsafat. itupun hanya sebagian. Antologi Filsafat Ontologi filsafat membicarakan hakikat filsafat. Ontologi membicarakan hakikat. 1. barulah ia maklum apa filsafat itu.BAB 3 PENGETAHUAN FILSAFAT Pada bab ini dibicarakan antologi. setelah orang berfilsafat sendiri. Katanya. tetapi apa salahnya mencoba menjelaskan pengertian filsafat dalam bentuk suatu uraian. 1961:9). Struktur dalam arti cabang-cabang filsafat sering juga disebut sistematika filsafat. Struktur filsafat dibahas juga di sini. epistemologi dan aksiologi filsafat. Aksiologi mendiskusikan masalah kegunaan filsafat dan cara filsafat menyelesaikan masalah yang dihadapi. nanti bila orang telah banyak mempelajari filsafat orang itu akan mengerti dengan sendirinya apa filsafat itu (Hatta. yaitu apa pengetahuan filsafat itu sebenarnya. Teori dalam setiap cabang tentu sangat banyak dan itu tidak dibicarakan di sini. Hakikat Pengetahuan Filsafat Hatta mengatakan bahwa pengertian filsafat lebih baik tidak dibicarakan lebih dulu.

itulah yang disebut sistematika filsafat. karena pernyataan itu memang belum lengkap. dengan mengatakan bahwa filsafat ialah hasil pemikiran yang hanya logis. . kita telah menyebutkan inti sari filsafat. Seperti yang sudah dijelaskan pada Bab 1. Struktur Filsafat Hasil berpikir tentang yang ada dan mungkin ada itu tadi telah terkumpul banyak sekali. William James (Encyclopedia of Philosophy. sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.C. Jika Anda orang pemula dalam filsafat pegang saja ini. Definisi Poedjawijatna dan Hasbullah Bakry menjelaskan satu hal yang penting yaitu bahwa filsafat itu pengetahuan yang diperoleh dari berpikir. dalam buku tebal maupun tipis. pengetahuan filsafat ialah pengetahuan yang logis dan tidak empiris. Pada Bab 1 telah saya jelaskan (cobalah lihat kembali matrik itu) bahwa pengetahuan manusia ada tiga macam yaitu pengetahuan sain. Yang inilah yang saya maksud dengan struktur filsafat. Apa yang diingatkan oleh Hatta dan Langeveld memang ada benarnya. Selected Reading in the Philosophy of Education. 1966:10) mendefinisikan filsafat sebagai pemikiran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan. alam semesta dan manusia. Mulder (Pembimbing ke Dalam Ilmu Filsafat. D.dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan akal pikiran belaka. memang ciri khas filsafat malah ia diperoleh dengan berpikir dan hasilnya berupa pemikiran (yang logis tetapi tidak empiris). 2. pengetahuan filsafat dan pengetahuan mistik. 1967:219) menyimpulkan bahwa filsafat ialah a collective name for question which have not been answered to the satisfication of all that have asked them. 1960:3). 1971:11) mengatakan bahwa filsafat sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan. Namun. Hasbullah Bakry (Sistematik Filsafat. Kita sebenarnya tidak cukup hanya dengan mengatakan filsafat ialah hasil pemikiran yang tidak empiris. Bertnard Russel menyatakan bahwa filsafat adalah the attempt to answer ultimate question critically (Joe Park. Setelah disusun secara sistematis.

1995:1). membicarakan guna pengetahuan itu. misalnya Logika. aksiologi. mahasiswa S2 IAIN Bandung Angkatan 1997/1998 . • • epistmologi. Estetika. dalam definisi teknisnya Filsafat Perennial ialah pengetahuan filsafat tentang yang selalu ada (Budy Munawar Rahman dalam Komaruddin Hidayat dan M. Sedangkan aksiologi hanya mencakup satu cabang filsafat yaitu Aksiologi yang membicarakan guna pengetahuan filsafat. Filsafat Perennial1 Istilah perennial berasal dari bahasa Latin perennis yang kemudian diadopsi ke dalam bahasa Inggris perennial yang berarti kekal (Kommaruddin Hidayat dan Muhammad Wahyuni Nafis. Ini berlaku bagi setiap cabang filsafat. Wahyuni Nafis. Dengan demikian. Antropologi. Metafisika. cara memperoleh pengetahuan itu. filsafat itu diuraikan ala kadarnya berikut ini. menyangkut kearifan yang diperlukan dalam menjalani hidup yang benar. membicarakan hakikat (segala sesuatu) ini berupa pengetahuan tentang hakikat segala sesuatu. yang menjadi hakikat seluruh agama dan tradisi besar spiritualitas manusia (lihat Kommaruddin Hidayat dan M. Epistemologi hanya mencakup satu bidang saja yang disebut Epistemologi yang membicarakan cara memperoleh pengetahuan filsafat.Filsafat terdiri atas tiga cabang besar yaitu : antologi. Filsafat Perennial (Philosophia Perennis) adalah filsafat yang dipandang dapat menjelaskan segala kejadian yang bersifat hakiki. dan sain. xxix). Ketiga cabang itu sebenarnya merupakan satu kesatuan: • antologi. Karena baru. Teologi. 1995:xx). Filsafat Pendidikan. Etika. mungkin semua filsafat masuk di sini. yaitu adanya yang suci (The Sacred) atau yang satu (The One) dalam seluruh manifestasinya seperti dalam agama. Kosmologi. Salah satu filsafat yang masih “baru” ialah Filsafat Perennial. Antologi mencakupi banyak sekali filsafat. seni. 1 Diadopsi dari makalah Adeng Muchtar Ghazali. Agama Masa Depan : Perspektif Filsafat Perennial. Inipun berlaku bagi semua cabang filsafat. Jadi. hal xii. dan aksiologi. Inilah kerangka struktur filsafat. filsafat. Wahyuni Nafis. Hakikat itu menjadi inti pembicaraan Filsafat Perennial. epistemologi. Filsafat Hukum dan lain-lain.

Alam semesta . dan sarana-sarana yang diyakini oleh kalangan perennialis sebagai berasal dari Tuhan (lihat Komaruddin Hidayat. Psikologi adalah jalan untuk mengetahui adanya sesuatu dalam diri manusia (yaitu soul) yang identik dengan Realitas Ilahi. mind. ritus-ritus. 1995:xxix). Metafisika untuk mengetahui adanya hakikat realitas Ilahi yang merupakan substansi dunia ini baik yang material. The Trancendent Unity of Religion. Realitas pengetahuan tersebut hanya dapat dicapai melalui apa yang disebut Plotinus intelek atau soul atau spirit yang jalannya pun hanya melalui tradisi-tradisi. Mengenai psikologi sebagai hal kedua yang harus dikenali adanya karena kenyataan bahwa Tuhan sebagai tujuank merupakan sesuatu yang tidak terbatas yang hanya dapat diketahui oleh bagian dari unsur “dalam” manusia. Melalui Filsafat Perennial disadari adanya Yang Infinite dibalik kenyataan ini (level of reality). sehingga untuk memahami isi alam harus dipahami lebih dahulu wujud Tuhan. Dan etika adalah yang meletakkan tujuan kahir kehidupan manusia. biologis maupun intelektual. Pengenalan metafisika lebih dahulu sebelum pengetahuan lainnya mungkin disebabkan karena perkembangan filsafat pada awalnya adalah metafisika. dipercayai adanya yang disebut spirit (roh). Semakin tinggi eksistensi semakin real ia (Houston Smith. maka Filsafat Perennial memperlihatkan kaitan seluruh eksistensi yang ada di alam semester ini dengan Realitas Ilahi itu. dan soul. 1975:19). 1979:8). Atas dasar tersebut dapat dikemukakan bahwa pembicaraan tentang cara mengetahui (epistemologi) objek Filsafat Perennial sama artinya dengan pembicaraan tentang proses batin manusia “menangkap” Realitas Absolut itu.Berkaitan dengan itu. 1945:vii). Beyond Post- Modern. Juga dalam diri manusia (level of selfhood) yang terdiri dari body. jumlahnya meningkat ketika level-nya naik. psikologi dan etika (The Perennial Philosophy. Filsafat Perennial mengatakan bahwa eksistensi-eksistensi tertata secara hirarkis (Frithjof Schoun. Aldous Huxley yang dalam pertengahan abad 19 mempopulerkan istilah perennial melalui bukunya The Perennial Philosophy mengemukakan bahwa hakikat Filsafat Perennial. ada tiga yaitu metafisika. simbol-simbol. Metafisika. Dengan demikian. Realitas selalu saling terkait.

Di dalam alegori itu hendak digambarkan juga (oleh Plato) bahwa manusia yang tidak dilengkapi dengan “cahaya” akan terus berkutat pada bentuk tertentu dan tidak akan tiba pada dimensi yang lebih tinggi. Manusia dikelilingi oleh benda-benda. Wujud real ini dapat disamakan dengan klaim Realisme mengenai apa yang tampak nyata. Manusia mampu meningkat ke tingkat lebih tinggi itu dengan kemampuan “cahaya”. Filsafat Umum. jelaslah bahwa ada hirarki realitas. Inti alegori itu adalah untuk menggambarkan kemungkinan adanya sesuatu kehidupan yang lebih tinggi yang sekarang sulit dipahami karena manusia tidak mampu ikut serta dalam penampakannya. kesatuan. nilai penting. Tetapi real di sini adalah real dengan sendirinya. Bagi orang yang telah terbiasa dengan Rasionalisme atau Empirisme pembedaan ini agak sulit dilakukan. Melalui pencitraan itu realitas tanpa batas dapat diukur dalam enam hal yakni energi. (1990:49-50). yaitu kehidupan sehari-hari. Mengenai alegori Plato bacalah uraian Plato mengenai manusia guna (cave man) lihat misalnya dalam Ahmad Tafsir. 1995:xxxii). dan kebaikan (lihat Komaruddin . Dalam legenda Plato itu orang yang punya bayangan orang itu adalah sesuatu yang real. Hanya dengan “cahaya” itulah manusia akan mampu melihat adanya dimensi lain yang lebih real daripada ia lihat sekarang. Bukankah manusia sudah real lalu ada realitas lain yang lebih real yang tampak? Mengenai hal ini Houston Smith mengemukakan alegori Plato sebagai analognya. benda-benda itu membatasi manusia untuk meningkat ke kualitas lebih tinggi. ke tingkat yang lebih tinggi.dan manusia pada dasarnya hanyalah tajalli atau penampakan infinite atau spirit yang dalam Islam disebut al-Haqq (Komaruddin Hidayat. yaitu Tuhan melalui pengalaman mistis atau pengalaman kesatuan. Dengan demikian. Karena adanya dua level ini maka diyakini dunia ini bersifat hirarkis. Tingkat-tingkat eksistensi ini menjelaskan bahwa tradisi (agama misalnya) adalah jalan yang memberi tahu kita tentang cara menempuh “pendakian” dan tingkat eksistensi yang lebih rendah. tetapi orang yang punya bayangan adalah lebih real dibandingkan dengan bayangannya. Realitas tanpa batas hanya dapat diungkapkan melalui citra-citra. durasi. ruang lingkup.

jika ruang lingkupnya tak terbatas. Yang terbaik dalam diri manusia adalah yang paling “dalam”. Misalnya jika energi atau power tak terhingga. artinya durasinya tak terputus. merupakan suatu pengaruh yang menyebabkan yang lain memberikan respon atas keberadaannya. Sejarah Filsafat Barat Abad XX.Hidayat. jika durasi tak terhingga. Kedua kemungkinan itu akan berpengaruh pada penilaian mana yang lebih baik dalam hirarki kemanusiaan. demikian juga sebaliknya. ia Maha Kuasa. Untuk memahami lebih jauh tentang kondisi “dalam” manusia. Tuhan dan alam sesuai dengan hirarkinya masing-masing harus dibicarakan. jika kebaikannya ditonjolkan. ia Ada dimana-mana. 1971:101). Energi atau kekuatan misalnya. ia adalah basis dan dasar bagi wujud manusia. Manusia suatu saat dapat menjadi makrokosmos pada saat yang lain menjadi mikrokosmos. 1983:58). ia menjadi Mutlak. Suatu wujud dikatakan tak terhingga jika ia memasuki enam kategori di atas. yaitu Aku-Objek (me) yang bersifat terbatas dan Aku-Subyek (I) yang dalam kesadarannya tentang keterbatasan ini mampu membuktikan bahwa dalam dirinya sendiri ia bebas dari keterbatasannya. Psikologi. yang lebih atas berarti lebih real yaitu Godhead atau Yang Tak Terhingga. Manusia adalah makhluk yang mencerminkan alam raya. jika nilai pentingnya diutamakan. Some Problems of Philosophy. Pada basis yang paling dalam inilah kaum sufi menemukan suatu lokus percakapan antara mansuia dengan Tuhan (lihat K. jika kesatuannya tanpa syarat. Kesemuanya itu adalah Tuhan. ia Murni (tidak memuat apapun). Bertens. William James mengatakan bahwa dikatakan real jika sesuatu menyebabkan kita berkewajiban untuk berurusan dengannya (William James. 1995:10). maka ia Abadi. . Pembicaraan mengenai objek utama Filsafat Perennial tentu akan sulit bila tidak dihubungkan dengan alam sebagai citraan Tuhan. ia Mahasempurna. Pembicaraan ini berakibat pada penciptaan eksistensi yang hirarkis dari atas ke bawah. Filsafat Perennial melihat dua kecenderungan dalam manusia. yaitu Tuhan menyatakan adanya level lebih real bukan berarti level di bawahnya tidak real melainkan kurang real dibandingkan dengan eksistensi level di atasnya.

bukan personal. Namun dalam menghargai akal itu yang dihargai ialah orang yang menggunakannya bukan pada kemampuan akal itu. persepsi maupun pemikiran. sehingga masuk pada suatu pencapaian yang bukan jiwa. ini dapat menjadi diri yang menarik. semakin tampak ia melampaui diriku” (lihat Mathias Haryadi. Tetapi Filsafat Perennial tidak membahas itu secara rinci. jika manusia dapat beralih pada hati. Suasana batin tertentu pada tataran psikologis ternyata sanggup menembus sampai kesejatiannya. Dalam bahasa I-Me tidak ada lagi me yang tersisa. ia akan menjadi orang baik. Manusia mampu menangkap limpahan Aku-Subyek yang tak terbatas di saat sedang tenggelam dalam tugas yang tidak memberikan sedikitpun perhatian pada kepentingan pribadi. keempat. ketiga. menutup segala permukaan inderawi. memilih Aku-Subyek yang tak terhingga yang menenggelamkan diri pada pusat diri yang paling dalam. yang menjaga dari lupa diri dan mempertahankan egalitarianisme yakni kepentingan pribadi sama dengan kepentingan orang lain. Kondisi semacam itulah mungkin yang diungkapkan oleh Gabriel Marcel “Semakin dalam aku menjangkau diriku. melainkan Segala-Diri (all-self) yang melampaui segala kedirian. Metode itu ialah metode yang biasanya digunakan oleh pejalan mistik atau suluk. . ia akan menjadi orang sempurna (Houston Smith. Filsafat Perennial menggariskan bahwa di dalam manusia “menginkarnasi” Tuhan yang tak terhingga. sebuah kehidupan yang secara primer diidentikkan dengan kesenangan dan kebutuhan fisik (memberi atau menerima. kedua seseorang yang dapat mengembangkan perhatian pada akal. jika manusia mampu membuang penutup-penutup akal indrawi. Itu diperoleh melalui metode-metode tertentu. hidup sekedar menghabiskan umur) akan bersifat atau bernilai pinggiran. Filsafat Perennial bukan berarti tidak menghargai akal. Membina Hubungan antar Pribadi Berdasarkan Prinsip Partisipasi. Maqam itu dapat dicapai melalui empat level. dibungkus dalam kantung jiwa yang bersifat Ilahi. jika ia dapat melewatinya dan sampai ke roh. membuang kerangkeng materi dan terbang melampaui ruang dan waktu. Persekutuan dan Cinta Menurut Gabriel Marcel. 1979:18).Filsafat Perennial yang mencoba mencari keabadian. 1996:49-57). Pertama. Etika.

Melakukan perubahan. disebut juga The Dark Ages Philosophy (Filsafat Abad Kegelapan). paham itulah yang didekonstruksi oleh Filsafat Posmo. reformasi dan pengaturan akan membawa ke arah kondisi diri yang baru. Kerendahhatian merupakan kapasitas untuk membuat jarak diri dengan kepentingan pribadinya. filsafat Pascamodern (anak-anak sering menyebutnya Posmo) mengkritik Filsafat Modern. Nah. Karena Filsafat Modern itu didominasi Rasionalisme. Jika periode pertama didominasi rasio. . periode kedua didominasi pemikiran tokoh Kristen. maka pada periode keempat itu apa yang mendominasi? Pada intinya. mencakup bagaimana prinsip-prinsip untuk mengetahui dunia secara lebih sejati dari sekedar penampakannya apa adanya. Akhir-akhir ini agaknya telah muncul babakan keempat.Etika adalah kumpulan untuk mengefektifkan usaha transformasi diri yang akan memungkinkan untuk mengalami dunia dengan cara baru. ketulusan. kedermawanan. ketiga Filsafat Modern (Modern Philosophy) yang didominasi lagi oleh Rasionalisme. Tiga kebaikan utama ini masing-masing berkaitan dengan tatanan manusia. Kedermawanan adalah melihat orang lain seperti pada dirinya sendiri. maka yang didekonstruksi itu adalah Rasionalisme itu. Isi etika adalah bentuk-bentuk kerendahatian. menjauhkan ego sehingga ia dapat melihatnya secara objektif dan akurat. Pertama. biasanya babakan sejarah filsafat dibagi tiga. Orang-orang Posmo mengatakan Filsafat Modern itu harus didekonstruksi. sedangkan kerendahhatian adalah melihat diri sendiri seperti orang lain. kedua Filsafat Abad Tengah (Middle Ages Philosophy). yang didominasi oleh pemikiran tokoh Kristen. yaitu Filsafat Pascamodern (Post Modern Philosophy). Filsafat Yunani Kuno (Ancient Philosophy) yang didominasi Rasionalisme. Rasionalisme ialah paham filsafat yang mengatakan akal itulah alat pencari dan pengukur kebenaran. Ketulusan adalah kemampuan untuk mengetahui benda-benda secara aktual dan objektif. periode ketiga didominasi rasio lagi. Filsafat Post Modern (Post Modern Philosophy) Di dalam literature filsafat.

Sebenanrya. maka penggunaan rasio telah termasuk di dalamnya. epistemologi dan aksiologi. Objek Filsafat Tujuan berfilsafat ialah menemukan kebenaran yang sebenarnya. cara memperoleh pengetahuan filsafat dan ukuran kebenaran (pengetahuan) filsafat. Yaitu semua yang ada dan mungkin ada. memang hanya berdasarkan Rasionalisme. Jika digunakan agama. Jika ia memikirkan pengetahuan jadilah ia Filsafat Ilmu. dan seterusnya. . Pada tahun 1880-an Nietzsche telah menyatakan bahwa budaya barat (ya. itu disebabkan oleh terlalu mendewakan rasio. Seberapa luas yang mungkin dapat dipikirkan? Luas sekali. ada sumber kebenaran lain selain rasio. Orang-orang Posmo berpendapat bahwa sumber kebenaran tidak hanya rasio. budaya rasional itu) telah berada di pinggir jurang kehancuran. Sistematika atau Struktur Filsafat dalam garis besar terdiri atas antologi. Inilah objek filsafat. maka susunan itulah yang kita sebut sistematika Filsafat. yang terdalam. tokoh-tokoh Filsafat Posmo itu ingin menyelematkan budaya Barat. Sepertinya. Isi setiap cabang filsafat ditentukan oleh objek apa yang diteliti (dipikirkan)nya. Jika hasil pemikiran itu disusun. budaya Barat (yang ternyata mengglobal) adalah budaya yang secara keseluruhan dibangun berdasarkan Rasionalisme itu. itu disebabkan oleh terlalu mendewakan rasio. misalnya. Dan kata Capra. yaitu objek filsafat (yaitu yang dipikirkan). dan seterusnya. Jika ia memikirkan pendidikan maka jadilah Filsafat Pendidikan. Pada tahun 1990-an Capra menyatakan bahwa budaya Barat itu telah hancur. Epistemologi Filsafat Epistemologi filsafat membicarakan tiga hal. B. jika memikirkan etika jadilah Filsafat Etika. Jika yang dipikirkannya hukum maka hasilnya tentulah Filsafat Hukum. Menurut mereka budaya dapat diselamatkan bila budaya Barat disusun ulang tidak hanya berdasarkan Rasionalisme. Agama. Kayaknya ada baiknya budaya disusun berdasarkan ajaran agama tetapi harus dipilih agama yang benar-benar berasal dari Tuhan Yang Maha Pintar. 1.

2. Ini dibicarakan pada epistemologi filsafat. yaitu selama Abad Tengah Kristen. John Locke (Sidi Gazalba. telah digunakan sampai di luar batas kemampuan akal. Sejak Descartes. para filosof bukan orang yang gegabah. bukan cara memperoleh atau mengetahuinya. Pada umumnya orang mementingkan apa yang diperoleh atau diketahui. sedangkan filsafat meneliti objek yang ada dan mungkin ada. Sain hanya meneliti objek yang ada. II. Ia melihat. Sejak ini filsafat didominasi oleh akal. adapun yang mungkin ada. Selama 1500 tahun sesudahnya. Yang menyebabkan kita hormat kepada para filosof antara lain ialah karena ketelitian mereka. sebelum mencari pengetahuan mereka membicarakan lebih dahulu (dan mempertanggungjawabkan) cara memperoleh pengetahuan tersebut. akal di bawah. Menjadi persoalan. Cobalah lihat lagi matrik kita pada Bab 1. Cara Memperoleh Pengetahuan Filsafat Pertama-tama filosof harus membicarakan (mempertanggung jawabkan) cara mereka memperoleh pengetahuan filsafat. Sejak 650 SM sampai berakhirnya filsafat Yunani. Ini gegabah. 1973:111) mempersoalkan hal ini. akal harus tunduk pada keyakinan Kristen. sudah jelas abstrak itu pun jika ada. Berfilsafat ialah berpikir. Sedangkan filsafat meneliti objek yang ada tetapi abstrak. Sistematika Filsafat. agama (Kristen) mendominasi. Hasilnya ialah kekacauan pemikiran pada masa itu. Berpikir itu tentu menggunakan akal. pada zamannya akal telah digunakan secara terlalu bebas. Sifat itu sering kurang dipedulikan oleh kebanyakan orang. Sebenarnya masih ada objek lain yang disebut objek forma yang menjelaskan sifat kemendalaman penelitian filsafat. tokoh pertama filsafat Modern. apa sebenarnya akal itu.Objek penelitian filsafat lebih luas dari objek penelitian sain. yang ada tetapi abstrak (tidak empiris) tidak dapat diteliti oleh sain. akal mendominasi. Ia ingin akal mendominasi filsafat. Descartes (1596-1650) dengan cogito ergo sumnya berusaha melepaskan filsafat dari dominasi agama Kristen. akal kembali mendominasi filsafat. Akal menang lagi. . Perlu juga ditegaskan (lagi) bahwa saink meneliti objek-objek yang ada dan empiris.

Pengetahuan kita datang dari pengalaman. kita mengetahui apa jiwa itu. Ia berhasil tampil dengan argumennya tentang kerasionalan agama Krsiten. 1959:254). Tatkala pada tahun 1784 Lessing mengumumkan bahwa ia menjadi pengikut Spinoza. karena itu materialisme harus diterima. The Story of Philosophy. Karena itu tidaklah perlu kaget tatkala Hobbes meningkatkan kemampuan akal ini menjadi Atheisme dan Materalisme yang nonkompromis. sama . Kemudian pemikiran ini diikuti pula oleh pemikir Jerman Christian Wolff dan Lessing. David Hume seorang Uskup Irlandia berpendapat lain. Bila penginderaan adalah asal usul pemikiran. David Hume (1711-1776) tidak begitu senang pada keadaan ini. Teorinya tabula rasa menjelaskan pandangannya itu. Spinoza meningkatkan kemampuan akal tatkala ia menyimpulkan bahwa alam semester ini laksana suatu sistem matematika dan dapat dijelaskan secara a priori dengan cara mendeduksi aksiomaaksioma. Francis Bacon amat yakin pada kekuatan Sain dan Logika. begitu katanya.Voltaire telah berhasil memisahkan akal dengan iman. Apa akal itu sebenarnya? Locke (1632-1704) telah meneliti akal. Ia berkesimpulan bahwa yang dapat kita ketahui hanya materi. Tidak demikian kita Uskup George Berkeley (1684-1753) analisis Locke itu justru membuktikan materi itu sebenarnya tidak ada. Sejak Spinoza sampai Diderot kepingan-kepingan ima telah tunduk di bawah kaidah-kaidah akliah. Bahkan pemikir-pemikir Prancis mendramatisasi keadaan ini sehingga akal telah dituhankan (lihat Durant. 1959:255). itu telah cukup sebagai pertanda bahwa iman telah jatuh sampai ke titik hadirnya dan akal telah berjaya (Lihat Durant. maka akan datang waktunya manusia menantang akal. maka kesimpulannya haruslah materi adalah material jiwa. Condoret mendukung Bacon : Sain dan Logika itulah yang penting. dan La Mettrie. Sain dan Logika dianggap mampu menyelesaikan semua masalah (Will Durant. menjajakan pemikiran ini di Jerman. Helvetius dan Holbach menawarkan idea yang “edan” itu di Prancis. 1959:254). Katanya. Ia menyatakan bila akal telah menentang manusia. yang menyatakan manusia itu seperti mesin. Filsafat ini jelas memberikan dukungan kepada kepongahan manusia dalam menggunakan akalnya.

ia ingin mengetahui sedalam-dalamnya. Kapan pengetahuannya itu dikatakan mendalam? Dikatakan mendalam tatkala ia sudah berhenti sampai tanda tanya. Secara mendalam artinya ia hendak mengetahui bagian yang abstrak sesuatu itu. dan ia telah mengetahui sesuatu itu secara mendalam. Dia tidak dapat maju lagi. Seperti telah disebut di muka. agaknya kita dapat menerima kebenarannya. yaitu dengan persepsi. Sekarang tidak ada lagi yang tersisa. jiwa sekedar suatu nama yang abstrak untuk menyebut rangkaian idea. dan filsafat menemukan dirinya berada di tengah-tengah reruntuhan hasil karyanya sendiri. Sejauh akal itu bekerja menurut aturan Logika. Sebagaimana hal abstrak di belakang fakta empiris itu dapat diketahui oleh seseorang. apa sebenarnya akal itu. Akal telah digunakan melebihi kapasitasnya. Semua ini gara-gara akal. Kesimpulannya ialah bahwa jiwa itu bukan substansi. Filsafat ingin mengetahui di belakang sesuatu yang empiris itu. Aturan kerjanya disebut Logika. suatu organ yang memiliki idea-idea. Hasilnya. Sain mengetahui sebatas fakta empiris. Tetapi itupun mempunyai rentangan. Tetapi baiklah. Di lain pihak. Jadi jelas. Dus abstrak juga.dengan kita mengenal materi. memang Locke berpendapat bahwa kita belum waktunya membicarakan masalah hakikat sebelum kita mengetahui dengan jelas apa akal itu sebenarnya. dibelakangnya . tetapi yang hendak diketahuinya ialah bagian “di belakang” objek konkret itu. Mungkin juga objek pemikirannya sesuatu yang konkret. mendalam bagi seseorang belum tentu mendalam bagi orang lain. Ini tidak mendalam. Bagaimana manusia memperoleh pengetahuan filsafat? Dengan berpikir secara mendalam. Jangan kaget bila Anda mendengar kata-kata begini: No matter never mind. Oleh karena itu Locke menyelidiki lagi. jadi secara internal. kita terima saja bahwa akal itu ada dan ia bekerja berdasarkan suatu cara yang tidak begitu kita kenal. disitulah orang berhenti. Saya misalnya mengetahui bahwa gula rasanya manis (ini pengetahuan empirik). Inilah yang disebut mendalam. akan banyak tergantung pada kemampuan berpikir seseorang. tentang sesuatu yang abstrak. Hume sudah menghancurkan mind sebagaimana Barkeley menghancurkan materi.

Kelihatannya. abstrak. akal itu. Ukuran logis tidaknya tersebut akan terlihat pada argumen yang menghasilkan kesimpulan (teori) itu. Pengetahuan filsafat ialah pengetahuan yang logis dan hanya logis. yaitu berpikir mendalam. Orang lain masih dapat melangkah ke langkah ketiga. 3. itu adalah pengetahuan sain. Kerja akal. Ada hal yang patut Anda ingat. apa yang kita gunakan? Ya. Ini sudah langkah kedua. Kebenaran teori filsafat ditentukan oleh logis tidaknya teori itu. lebih mendalam daripada sekedar mengetahui adanya hukum. Pernyataan ini menjelaskan bahwa ukuran kebenaran filsafat ialah logis tidaknya pengetahuan itu.saya mengetahui bahwa itu disebabkan oleh adanya hukum yang mengatur demikian. misalnya ia mengetahui bahwa Yang Maha Pintar itu adalah Tuhan. salah. bahkan sekalipun akal amat diragukan hakikata keberadaannya. Bila logis benar. filsafat itu adalah produk akal dan akal itu belum diketahui secara jelas identitasnya. Anda tidak boleh menuntut bukti empiris untuk membuktikan kebenaran filsafat. janganlah hidup ini ditentukan seluruhnya oleh filsafat. sama dengan fungsi . bila tidak logis. ada satu hal yang penting di sini: janganlah hidup ini digantungkan pada filsafat. Apakah dengan demikian berarti teoriteori filsafat itu tidak ada gunanya atau nilai kebenarannya amat rendah? Tidak juga. Ini pengetahuan filsafat. itulah filsafat. dan itu menjelaskan kemendalaman pengetahuan filsafat seseorang. Ukuran Kebenaran Pengetahuan Filsafat Pengetahuan filsafat ialah pengetahuan yang logis tidak empiris. ia masih dapat maju lagi misalnya mengetahui di belakang fakta empiris itu dapat bertingkat-tingkat. menghasilkan filsafat. Pada uraian di atas kita mengetahui akal itu diperdebatkan oleh ahli akal dan orang-orang yang secara intensif menggunakan akalnya. Orang lain dapat mengetahui bahwa hukum itu dibuat oleh Yang Maha Pintar. toh akal telah menghasilkan apa yang disebut filsafat. Ya. Jika kita ingin mengetahui sesuatu yang tidak empirik. Untuk mudahnya mungkin dapat dikatakan begini: berpikir mendalam inilah berpikir tanpa bukti empirik. Bila logis dan empiris. tetapi baru satu langkah. Apapun kelemahan akal. Fungsi argumen dalam filsafat sangatlah penting. kadang-kadang filsafat diragukan oleh filsafat itu sendiri.

Hal ini diuraikan pada bagian lain sesudah ini. Jika Anda menyenangi ajarah Syi’ah Dua Belas di Iran. maka Anda hendaknya mengetahui filsafat Mulla Shadra. Kebenaran konklusi ditentukan 100% oleh argumennya. 1.data pada pengetahuan sain. Dan jika Anda hendak membentuk dunia. Begitulah kira-kira. bahkan pada kehebatan konklusi. Kegunaan Pengetahuan Filsafat Apa guna pengetahuan filsafat? Atau apa kegunaan filsafat? Tidak setiap orang perlu mengetahui filsafat. Bobot teori filsafat justru terletak pada kekuatan argumen. C. Aksiologi Pengetahuan Filsafat Di sini diuraikan dua hal. Di sini filsafat digunakan sebagai satu cara atau model pemecahan masalah secara mendalam dan universal. Tetapi orang yang merasa perlu berpartisipasi dalam membangun dunia perlu mengetahui filsafat. konklusi itulah yang disebut teori filsafat. kita dapat memulainya dengan melihat filsafat sebagai tiga hal. mengetahui teoriteori filsafat amatlah perlu. Mengapa? Karena dunia dibangun oleh dua kekuatan: agama dan filsafat. Yang amat penting juga ialah filsafat sebagai methodology. Untuk mengetahui kegunaan filsafat. baik dunia besar maupun dunia kecil (diri sendiri). Jika Anda tidak senang pada Komunisme maka Anda harus mengetahui Marxisme. maka Anda tidak dapat mengelak hati dari penggunaan teori filsafat. ketiga filsafat sebagai pandangan hidup (philosophy of life). Argumen itu menjadi kesatuan dengan konklusi. . Filsafat sebagai teori filsafat juga perlu dipelajari oleh orang yang akan menjadi pengajar dalam bidang filsafat. pertama kegunaan pengetahuan filsafat dan kedua cara filsafat menyelesaikan masalah. Jadi. Filsafat selalu mencari sebab terakhir dan dari sudut pandang seluas-luasnya. maka boleh juga diterima pendapat yang mengatakan bahwa filsafat itu argumen. pertama filsafat sebagai kumpulan teori filsafat. yaitu cara memecahkan masalah yang dihadapi. Mengetahui teori-teori filsafat amat perlu karena dunia dibentuk oleh teoriteori itu. Karena argumen itu menjadi kesatuan dengan konklusi. karena teori filsafat untuk Komunisme itu ada dalam Marcisme. kedua filsafat sebagai metode pemecahan masalah.

1998). Jadi. Mengapa misalnya salah seorang Presiden Amerika (Bill Clinton. Banyak orang memiliki pandangan hidup. Karena kedudukan akidah seperti itu. telah mengaku berzina. maka filsafat (sebagai pandangan hidup) berasal dari pemikiran manusia. Dapatkah filsafat memperkuat pemahaman kita tentang Tuhan? Thomas Aquinas (1225-1274) berusaha menyusun argumen logis untuk membuktikan adanya Tuhan. banyak orang yang menganggap philosophy of life itu sangat penting dalam menjalani kehidupan. kedua mempertajam pengertian ajaran Islam itu. Berikut uraian yang membahas kegunaan filsafat dalam menentukan philosophy of life.Filsafat sebagai pandangan hidup tentu perlu juga diketahui. Filsafat sebagai philosophy of life sama dengan agama. dalam hal sama mempengaruhi sikap dan tindakan penganutnya. di atas akidah itulah keseluruhan ajaran Islam berdiri dan didirikan. akidah dapat diperkuat dengan pengalaman dan pemahaman (ajaran Islam). dengan kuat akidah akan kuat pula keislamannya secara keseluruhan. Untuk memperkuat akidah perlu dilakukan sekurang-kurangnya dua hal. mahasiswa S2 IAIN Bandung Angkatan 1997/1998 . Dalam bukunya Summa Theologia ia berhasil penyusun lima argumen tentang adanya Tuhan. Bila agama dari Tuhan atau dari langit. merupakan fondasi ajaran Islam secara keseluruhan. pertama mengamalkan keseluruhan ajaran Islam secara sungguh-sungguh. dan masyarakatnya tetap banyak yang memberikan dukungan? Mungkinkah hal seperti itu untuk Indonesia? Presiden Indonesia yang mengaku berzina pasti akan dicopot oleh masyarakat Indonesia. Posisinya dalam keseluruhan ajaran Islam sangat penting. maka akidah seseorang muslim haruslah kuat. Fahrudin Kaha. Kegunaan Filsafat bagi Akidah2 Akidah adalah bagian dari ajaran Islam yang mengatur cara berkeyakinan. Pusatnya ialah keyakinan kepada Tuhan. Mengapa berbeda? Karena masyarakat Indonesia berbeda pandangan hidupnya dengan masyarakat Amerika. Keterangan seperti ini berlaku juga bagi agama selain Islam. 2 Diadopsi dari makalah M.

Diperlukan Yang Ada untuk mengubah alam dari tiada menjadi ada. Tidak ada sesuatu yang mempunyai penyebab pada dirinya sendiri. argumen gerak. Ini adalah argumen tujuan. Tuhan adalah Yang Tertinggi. . sebab tidak mungkin muncul sesuatu dari tiada ke ada secara otomatis. argumen tingkatan. lebih indah. Kenyataan ini menyimpulkan bahwa alam ini tidak mungkin selalu ada. Ia Penyebab yang di bawah-Nya. yang sempurna adalah penyebab yang kurang sempurna. Kedua. Jadi. Keempat. Gerak itu mungkin berasal dari alam itu sendiri. akhirnya rusak dan hilang atau tidak ada. Penyebab pertama adalah Tuhan yang tidak memerlukan penyebab yang lain. Akan tetapi Ada Pertama yang harus ada itu dari mana? Kembali lagi kita menghadapi rangkaian penyebab (tasalsul). Isi alam ini ternyata bertingkat-tingkat (levels). dan seterusnya. yaitu ada dan tidak ada. Alam ini selalu bergerak. begitu seterusnya. Ketiga. arguman kausalitas. padahal mereka tidak tahu tujuan itu. Ada indah. Ada sesuatu Yang Mengatur alam menuju tujuan Alam. Ada Pertama itu harus ada. gerak itu menunjukkan adanya Penggerak. lalu muncul atau ada kemudian berkembang. Alam ini bergerak menuju sesuatu. tetapi dua kemungkinan itu tidak akan muncul bersamaan pada waktu yang sama. Dalam kenyataannya ada rangkaian penyebab. Yang atas menjadi penyebab yang bawah. Ada yang dihormati. Kita harus berhenti pada Ada Pertama yaitu yang Harus Ada. Yang Maha Sempurna adalah penyebab yang sempurna. Tuhan adalah Penggerak Pertama. 1997:86-88). Kelima. Tingkat tertinggi menjadi penyebab tingkat di bawahnya. Mula-mula alam ini tidak ada.Pertama. Itu adalah Tuhan (lihat Ahmad Tafsir. sangat indah. Adanya alam ini bersifat mungkin: mungkin ada dan mungkin tidak ada. Dalam diri alam itu ada dua kemungkinan atau ada dua potensi. terhormat. lebih dihormati. argumen kemungkinan. sebab itu harus di luar dirinya. Api yang mempunyai panas yang tinggi menjadi penyebab panas yang rendah di bawahnya. argumen teologis. Filsafat Umum. lalu ada. Kesimpulan diperoleh dari kenyataan alam ini dimulai dari tidak ada.

Indera dan akal (maksudnya: rasio) hanya mampu memasuki daerah fenomena. The Story of Philosophy. suara hati atau moral itu. Kant mengemukakan contoh argumen yang sering dikemukakan theolog rasioinalis untuk membuktikan adanya Tuhan. yaitu objek-objek metarasional. bahkan menyebabkan kesulitan dan kematian. bila indera masuk ke daerah noumena maka ia akan sesat dalam antinomi. akal bila memasuki daerah noumena ia akan tersesat dalam paralogism. yang mengatur adalah Maha Pengatur. Di dalam argumen ini dikatakan bahwa alam ini teratur. hati saya kata Kant. Adanya Tuhan itu bersifat harus. terdapat perlawanan. bila akal (rasio) masuk ke daerah ini ia akan tersesat ke dalam paralogisme. Argumen akliah tentang ini lemah. kekacauan. Siapa yang memerintah? Ya.Argumen yang dikemukakan Thomas Aquinas itu sebenarnya tidak akan membawa kita memahami Tuhan secara sempurna. Banyak isi alam ini yang begitu teratur yang dapat membawa kita kepada kesimpulan adnaya Tuhan yang mengaturnya. demikian kata Kant (lihat Ahmad Tafsir. Alam teratur. Inilah pendirian Kant. juga tentang yang gaib lainnya. Inilah salah satu contoh paralogisme. itu. Daerah noumena itu hanya mungkin diarungi oleh akal praktis. Argumen-argumen akliah tentang adanya Tuhan. Akan tetapi. Karena itu Kant menyatakan bahwa Tuhan tidak dapat dipahami melalui akal (ia menyebutnya akal teoritis) Tuhan dapat dipahami melalui suara hati yang disebut moral. Roussenau benar ketika ia mengatakan bahwa di atas akal rasional di kepala ada perasaan hati: Pascal benar tatkala ia menyatakan bahwa hati mempunyai akal miliknya sendiri yang tidak pernah dapat dipahami oleh akal rasional (Will Durant. 1997:159). Argumen-argumen itu memiliki kelemahan. kesadaran moral (suara hati) kita memerintahkan untuk mempercayai-Nya. memang kata Kant. kata Kant. yaitu Tuhan. Kant mengatakan bahwa adanya Tuhan bersifat imperatif. Menurut Kant akal teoritis (akal rasional) tidak melarang kita mempercayai Tuhan. 1959:278). kita juga menyaksikan bahwa alam ini mengandung juga banyak ketidakteraturan. tidak dapat dipegang kebenarannya. Menurut Kant indera dan akal itu terbatas pada kemampuannya. yang mengatakan Tuhan harus ada. Kant mengakui bahwa keteraturan itu memang ada bila . Akal praktis adalah moral atau suara hati. Jadi. yaitu argumen pengaturan alam semesta.

zina dan sebagainya. Inilah thesis utama Kant dalam hal ini (lihat lebih jauh Ahmad Tafsir. Itulah sebabnya di kalangan ahli ushul al-fiqh konsep syariah dipahami sebagai teks syar’iy yakni Al-Qur’an dan al-Sunnah yang tetap dan tidak pernah mengalami perubahan. Suara hati itu memerintah. puasa dan sebagainya. Fikih secara bahasa berarti mengetahui. bukti-bukti akliah (dalam arti rasio) tentang adanya Tuhan sebenarnya lemah. Al-Qur’an menggunakan kata al-fiqh dalam pengertian memahami atau paham. tetapi menurut filosof lain. Dalam perkembangan terakhir fikih dipahami oleh kalangan pakar ushul al-fiqh sebagai hukum praktis hasil ijtihad. Pertama. Pada zaman Nabi Muhamamd SAW kata al-fiqh itu tidak hanya berarti paham tentang hukum tetapi paham dalam arti umum. ini menurut sebagian filosof.alam itu dilihat secara keseluruhan. 1997:162). Faqiha artinya paham. Kadang-kadang hukum islami itu diartikan syari’ah. mahasiswa S2 IAIN Bandung Angkatan 1997/1998 . seperti Thomas Aquinas. Yang dimaksud di sini ialah fikih. tahu. bukti yang kuat adalah suara hati. zakat. perintah seperti sholat. Berikut adalah uraian lain yang mengupas kegunaan filsafat bagi pengembangan hukum islami. cara puasa. kadang-kadang fikih (fiqh). Butir-butir aturan dan ketentuan hukum yang ada dalam fikih pada garis besarnya mencakup tiga unsur pokok. seperti Kant. Tuhan tidak dapat dibuktikan adanya dengan akal teoritis (maksudnya rasio). Kedua. Sementara di kalangan pakar fikih. alfiqh dipahami sebagai kumpulan hukum islami yang mencakup semua aspek syar’iy baik yang tertuang secara tekstual maupun hasil penalaran terhadap sesuatu teks. akan tetapi itupun tidak kuat untuk dijadikan bukti adanya Sang Pengatur. bahkan rasio pun tidak mampu melawannya. Ketiga. mengerti. Agaknya kita dapat menyimpulkan bahwa filsafat (dalam hal ini akal logis) dapat berguna untuk memperkuat keimanan. Filsafat Umum. larangan seperti larangan musyrik. petunjuk seperti cara sholat. 3 Diadopsi dari makalah Didi Mashudi. dan sebagainya. Kegunaan Filsafat bagi Hukum3 Istilah hukum islami sering rancu.

bersifat tetap. Prinsip lain lagi ialah al ta’assuf fi isti’mal al-haqq yakni boleh melakukan sesuatu asal tidak membahayakan yang lain (QS. logika) amat penting bagi ulama ushul al-fiqh. Hukum islami yang dijadikan aturan beramal ada di dalam fikih sebagai kumpulan hukum. Prinsip lain yang mendasari hukum islami ialah daf’ al-dlarar. pembentukan fikih itu sejalan dengan tuntutan kemaslahatan manusia.Keseluruhan unsur pokok di atas bila dilihat dari sudut sifatnya. Jelasnya. Ternyata kaidah-kaidah pembuatan hukum (ushul al- fiqh) itu dibuat berdasarkan teori-teori filsafat. 2:25. seperti sebagai aqidah dan seluruh ibadah mahdhah. Dalam menafsirkan teks wahyu atau teks hadis yang akan dijadikan sumber aturan hukum. Pertama. inilah bidang ijtihad. 2:223. 2:286. Fikih (dalam arti kumpulan hukum) itu dibuat berdasarkan kaidah-kaidah hukum (yang berfungsi sebagai teori) yang digunakan dalam menetapkan hukum tersebut. Misalnya dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dan . dalam hal ini ijtihad tidak berlaku padanya. ia dapat dibagi dua. Selain itu dalam ushul al-fiqh filsafat berguna juga dalam menafsirkan teks dan memberikan kritik ideologi. 7:157) Al-Takhlif. 4:12. tidak berpengaruh oleh kondisi tertentu. yang bersifat dapat berubah sesuai dengan kondisi tertentu. 5:87). Tujuan utama diturunkannya hukum islami (fikih) ialah untuk menciptakan kemaslahatan hidup manusia. Untuk menjamin kemaslahatan itu ditetapkan beberapa asas hukum islami. yang dimaksud kemaslahatan ialah kebaikan. 195. yaitu: Adam al-haraj. 4:28) Al-Taysir. ringan serta mampu dilaksanakan (QS. artinya tidak sulit dalam melaksanakannya (QS. menghilangkan bahaya (QS. Kedua. Dari sini lahirlah kaidah ushul al-fiqh yang berbunyi “menolak bahaya didahulukan daripada mengambil maslahat”. 22:78) Itu berarti hukum islami dibentuk atas dasar prinisp menghilangkan kesempitan karena kesempitan itu menyebakan kesulitan. 7:31. 2:231). 65:6. Karena itu manthiq (mantik. 2:185. mudah sesuai kemampuan (QS.

Pertama. Kegunaan Filsafat bagi Bahasa4 Disepakati oleh para ahli bahwa bahasa berfungsi sebagai alat untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran. dan al-Ma’rifah al-Jami’iyyah. kedua kritik terhadap hukum islami. bahasa juga mengalami persoalan. 1985:17) menggambarkan hubungan itu bagaikan satu mata uang yang mempunyai dua sisi. memperlihatkan implikasinya dan membuka kedok yang mungkin berada di belakangnya. Aristoteles. Terlihat adanya hubungan yang erat antara bahasa dan pikiran.al-Sunnah yang zhanniy yang penafsirannya kadang-kadang memerlukan ta’wil dan penafsiran metaforis. Ahmad Abdurrahman Hamad (Al-alaqah byan alLughah wa al-Fikr. misalnya mempertanyakan apakah hukum itu seperti itu. Dalam memberikan kritik ideologi. Tatkala bahasa berfungsi sebagai alat berpikir ilmiah muncul problem yang serius. Kesimpulannya. filsafat. 4 Diadopsi dari makalah Tarmana Abdul Qasim. Bahasa dalam hal ini harus mencari kata dan susunan baru untuk menggambarkan isi konsep itu. hubungan itu adalah hubungan interdependen. Cobalah renungkan uraian berikut ini. kritik terhadap ideologi saingan yang akan merusak Islam atau masyarakat Islam. sebagaimana dikutip Hamad (1985:32) menggambarkan hubungan antara bahasa dan pemikiran (logika) sebagai hubungan antara hitungan dan angka. khususnya filsafat sebagai metodologi. memang benar. apakah itu sesuai dengan esensi yang dikandung oleh teks yang dijadikan dasar hukum tersebut. Dalam hal ini filsafat itu dapat melakukan dua hal. mempertanyakan dasarnya. Pemikiran cara filsafat amat diperlukan dalam menganalisis ideologi secara kritis. ini diselesaikan antara lain dengan bantuan filsafat. yakni menggunakan fungsi kritis filsafat. mahasiswa S2 IAIN Bandung Angkatan 1997/1998 . yaitu bahasa sering kurang mampu menggambarkan isi konsep itu. berguna bagi pengembangan hukum dalam hal ini hukum islami. Bagi perkembangan bahasa pun filsafat ada gunanya. Begitu juga tatkala pemikiran (filsafat) sampai pada rumusan konsep yang rumit.

Pertama. Kedua. “Kompleks perumahan ini dibangun pada daerah yang sangat luas tentulah kamar-kamar tidurnya luas juga”. tt:18) yang mengatakan bahwa kaidah bahasa khususnya bahasa Arab. Dan pada logika pula kita temukan manfaat konkret bahasa. maka keseluruhan angkatan laut telah siap tempur” atau “Mur ini sangat ringan karena itu mesin ini sangat ringan pula.Di antara problem yang dihadapi bahasa ialah dalam pemeliharaannya. “Karena kekenyangan ia tertidur”. mereka menggunakan bahasa tanpa mengikuti kaidah yang benar. Peran logika dalam bahasa ialah memperbaiki bahasa. Kedua. Berikut beberapa contohnya (lihat Mundiri. Peran ini diakui oleh Ibrahim Madkur sebagaimana dikutip oleh Ibrahim Samirra’i (Fiqh al-Lugah al-Muqararn. bila tekanan pada kekenyangan (“karena kekenyangan ia tertidur”) maka arti kalimat itu akan berbeda dari kalimat . Ini terjadi dalam pembicaraan tatkala salah dalam memberikan tekanan dalam pengucapan. Orang bijaksana tertentu harus menggunakan bahasa yang benar. Misalnya. tepatnya Nahwu telah dipengaruhi oleh Logika Aristoteles dalam beberapa hal. hurf mungkin dipengaruhi oleh pembagian Aristoteles kata benda. 1994:194). kekeliruan karena tekanan. Filosof adalah “protoype” orang bijaksana. kekeliruan dalam pembagian atau devisi. Ketiga. Logika. menggunakan kias atau analogi sebagai kaidah dalam Nahwu sebagaimana digunakan dalam logika. Misalnya kekeliruan dalam menetapkan sifat pada bagian untuk menyifati keseluruhan. Misalnya. seperti “Setiap kapal perang suatu negara telah siap tempur. kekeliruan karena komposisi. fi’il. Bahasa yang benar itu akan mampu mewakili konsep logis yang dibawakannya. Kerusakan bahasa tersebut biasanya disebabkan oleh tidak digunakannya kaidah logika. Pembagian kata menurut Sibawayh menjadi ism. kata kerja dan adat. Orang awam sering merusak bahasa. Bahasa sering tidak mampu membebaskan diri dari gangguan pemakainya. Kekeliruan dalam berbahasa melahirkan kekeliruan dalam berpikir. Karena itu pada logikalah kita menemukan kaitan erat antara bahasa dan filsafat. Logika itu filsafat. logika dapat mengetahui kesalahan bahasa. yaitu kekeliruan karena menetapkan sifat keseluruhan maka keliru pula dalam menetapkan sifat bagian. Pertama. munculnya Nahwu Siryani pada sekolah Nashibayn pada abad ke-6 Masehi bersamaan dengan munculnya pakar Nahwu yang pertama.

maksudnya sebagai metode dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah bahkan sebagai metode dalam memandang dunia (world show). alat pengikat. Kesimpulannya ialah filsafat sangat berperan dalam menentukan kausalitas bahasa. amanah dan lain-lain. Kata al-‘aql arti awalnya ialah tali. Contohnya seperti “Mahasiswa yang duduk di kursi paling depan …” Mahasiswa yang paling depan atau kursinya. ikat untamu lalu tawakkal. kekuatan. mulai dari yang amat sederhana sampai yang rumit. I’qil dari kata al-‘aql. kita menghadapi banyak masalah. Kata al-muru’ah asalnya ialah al-mar’u yang berarti seorang lelaki tulen (al mar’u al-muktamil). dua-duanya mungkin. Ada rapat di sebuah RT. mungkin juga sebaliknya. Masalah artinya kesulitan. pemberani. tidak seperti biasanya. kekeliruan karena amfiboli. 2. Contoh-contoh itu menjelaskan bahwa filsafata berhubungan dengan bahasa. lelaki. Kata Nabi SAW i’qilha wa tawakkal. Cara Filsafat Menyelesaikan Masalah Kegunaan filsafat yang lain ialah sebagai methodology. Selain itu perkembangan berpikir atau filsafat akan diikuti oleh perkembangan bahasa. Ada banyak cara dalam menyelesaikan masalah. Pak Ketua RT menyatakan bahwa akhir-akhir di kampung kita banyak pencurian. perasaan. semangat. Hubungan itu sangat erat bahkan menjelaskan bahwa perkembangan filsafat mempengaruhi perkembangan bahasa. Jadi kata itu hanya menunjukkan pada seseorang. Menanggapi itu hampir semua orang yang hadir mengusulkan . Tanpa peran serta filsafat (logika) kekeliruan dalam bahasa tidak mungkin dapat diperbaiki. Kesimpulannya: filsafat berguna bagi bahasa. Kata akidah (aqidah) demikian juga. Dalam hidup kita.yang pertama: yang pertama biasa yang kedua mengejek. Dalam filsafat. Tetapi dalam filsafat kata itu sudah mengandung banyak arti seperti potensi. yang dibicarakan masalah keamanan. Kehidupan akan dijalani lebih enak bila masalah itu terselesaikan. Amfiboli terjadi bila kalimat itu mempunyai arti ganda. Keempat. akal memiliki pengertian jauh lebih luas daripada itu.

Penyelesaian filsafat bersifat mendalam. Lalu bagaimana? Filsafat mempelajari asal usul kebebasan seks itu. Ia pikir. Karena itu filosof ini mengatakan yang paling strategis ialah memerangi Rasionalisme itu. . Apakah rasionalisme itu penyebab pertama munculnya kebebasan seks? Untuk sementara. hal-hal lain yang merupakan turunan Rasionalisme juga akan dengan sendirinya hilang. Sedikit mendalam bila kita mengusulkan perketat masuknya informasi dari Barat terutama yang menyangkut kebebasan seks. Ia melakukan identifikasi lebih dahulu. Filosof lain belum juga puas. Penyelesaian itu juga universal. bisa-bisa peronda itu sendiri yang mencuri. karena telah menemukan penyebab yang paling asal. agaknya ya. sejak bulan apa. Universal. Pragmatisme itu bersama dengan Liberalisme lahir dari Rasionalisme. filsafat menyelesaikan masalah secara mendalam dan universal. karena yang akan diperbaiki pada akhirnya kelak bukan hanya persoalan kebebasan seks. artinya ia ingin mencari asal masalah. Penyelesaian ini mendalam. Maka kita perangi paham itu. Filsafat pun memiliki cara tersendiri dalam menyelesaikan masalah. Ditemukan.agar ronda malam dipergiat. lantas ia melihat penyebab lebih mendasar. Filsafat belum puas dengan penyelesaian itu. Maka untuk memberantas kebebasan seks kita harus menjelaskan bahwa Rasionalisme itu adalah pemikiran yang salah. Banyak orang Islam tidak menyenangi sebagian budaya Barat. itu muncul dari paham Hedonisme. Ini penyelesaian langsung. Di situ ada seorang yang berpendapat lain. Kira-kira beginilah penyelesaian Sain. Lantas ia mengusulkan selain menggiatkan ronda. bila perondanya bermoral buruk. Mereka mengatakan kebebasan seks harus diberantas. Hedonisme itu sebenarnya turunan Pragmatisme. atau kita mengusulkan sensor film diperberat. Sesuai dengan sifatnya. Orang ini ilmuwan. karena menurutnya Hedonisme itu belum penyebab paling awal. pada pukul berapa biasanya terjadi. sebaiknya digiatkan juga pengajian. Ia bertanya apa saja barang yang biasanya dicuri. artinya filsafat ingin masalah itu dilihat dalam hubungan seluas-luasnya agar nantinya penyelesaian itu cepat dan berakibat seluas mungkin. khususnya tentang kebebasan seks. Inilah kira-kira cara orang awam menyelesaikan masalah.

untuk menggunakan pendapatnya sebagai pengukur kebenaran suatu pernyataan. Orang tipe pertama langsung menyatakan “itu tidak mungkin” dan alasannya ialah memang ia tidak tahu bahwa jin dapat disuruh melakukan sesuatu. Sebenarnya bila kita tidak hanya ada dua hal yang layak dilakukan. Sebagai contoh. Ketidaktahuannya (dalam hal ini bahwa jin dapat disuruh) yang dijadikan alasan menolak pernyataan itu. Tipe kedua mengadakan studi tentang jin. Jadilah orang tipe pertama: diam. Ini merupakan konsep-konsep tercecer. diberi judul bonus. Ketiga. Cara kedua inipun masih lemah. Jadilah tipe kedua: mempelajarinya. pertama. Hasil yang ia peroleh menyatakan bahwa jin memang tidak dapat disuruh. . Mereka kumpulkan pendapat para pakar pada umumnya mereka menerima atau menolak pernyataan bahwa jin dapat disuruh. mereka mempelajari pendapat para ahli bidang jin. Pertama. Lemah. ia menilai berdasarkan ketidaktahuan tentang itu. pendapatnya inilah yang dijadikan alasan menolak pernyataan tadi (jin dapat disuruh). Dus. ada orang mengatakan bahwa jin dapat disuruh. yaitu mempelajarinya secara luas dan mendalam. karena ia sebenarnya tidak punya alasan. diam. menilai dengan menggunakan pendapatnya sebagai ukuran. lantas mengemukakan pendapat berdasarkan pendapat pakar pada umumnya dalam bidang itu. Terbaik: jadilah tipe ketiga. Kedua. mandat. Dikumpulkan di sini karena dirasa perlu. Anehkan? Menolak pendapat dengan alasan ketidaktahuan bahwa itu memang begitu. ia berpendapat berdasarkan pendapatnya. Cara Orang Umum Menilai Ada tiga cara orang menilai suatu pendapat atau pernyataan. menilai dengan menggunakan pendapat umumnya pakar sebagai alat ukur. kedua mempelajarinya. Nah. ketidaktahuannya itulah yang dijadikannya ukuran. Tipe ketiga adalah golongan yang sedikit.Bonus Tulisan berikut ini tidak lagi masuk Bab Aksiologi.

sebab masih menjadi persoalan apakah logika itu filsafat atau bukan filsafat. Seandainya Logika kita anggap netral.Netralitas Filsafat Tatkala menjelaskan netralitas sain kita berkesimpulan seharusnya sain itu tidak netral artinya sain itu seharusnya tidak bebas nilai. teori sain disusun berdasarkan data yang terkumpul bukan disusun berdasarkan pemikiran peneliti. maka Anda harus berpendapat bahwa sebagian dari filsafat adalah netral. Ketiga. Mungkin saja logika itu netral. filsafat itu adalah pemikiran orang. Karena etika membicarakan nilai maka pastilah etika itu tidak bebas nilai. Filsafat bagaimana? Ada berbagai hal yang menarik untuk diperhatikan mengenai pertanyaan itu. maka logika juga dapat netral. tetapi tetap saja ia tidak netral karena ia telah membicarakan buruk dan baik. dalam filsafat ada Filsafat Nilai atau Etika. yaitu pada logika. Peneliti sain tidak berpikir. Nah. yaitu nilai baik buruk. karena pemikiran orang maka tidaklah mungkin orang itu netral dalam berpikir. Kedua. sekurang-kurangnya hasil pemikiran itu telah berpihak pada pemikir itu. Adalah mungkin nilai yang digunakan dalam etika itu bukan nilai dari agama. masih ada kemungkinan netralnya filsafat. itu bukan berarti filsafat itu netral. Berbeda dengan sain. Jika Anda termasuk yang berpandangan bahwa logika itu adalah bagian dari filsafat. Untuk memastikan ini kita dapat menganggap logika itu esensinya sama dengan esensi matematika. . jika matematika dapat dianggap netral. Pertama. Filsafat Etika adalah cabang filsafat yang khusus membicarakan nilai.

Al-Ghazali. al-Munjid al-Lughah wa al-‘Alam. 1989. Koreksi terhadap Ajaran Tashawuf. Mesir: Dar al-Kutub al-Haditsah. New York: Harper and Row. 1996. A Leaner’s Dictionary of Current English. C. 1986. Mulder. ThePerennial Philosophy. 1968. 1996. Modern Dictionary English Arabic. London: Oxford University Press. Pustaka Firdaus. Pembimbing ke dalam Ilmu Filsafat. Badrudi Subkhi. Al-Luma. Abangan Sntri dan Priyai. Al-Aufaq: Kumpulan Ilmu Ghaib. tt. Abu Abdullah Ma’luf. al-Sihr wa al-Saharah wa al-Mashurum. 1984. 1996. Davis L. Abdul Khaliq al-Anthar. Pengantar Sejarah Sufi dan Tashawwuf. Aldous Huxley. al-‘Alaqah bayn al-Lughah wa al-Fikr. 1996. Abu Bakar Atjeh. Annemarie Schimmel. Surabaya: Mahkota. Jakarta: Hasanah. Ahmad Abdurrahman Hamad.. 1957.S. Al-Jawahir al Lama’ah. Beirut: Dar al-Masyirq. Bandung: Hidayah. Jakarta: Gema Insani Press. 1945. Ramadhani. Pustaka Jawa. Elias. Ensiklopedi Islam. Abdul Qadir Zailani. Konci Rijki. . Ali Abu Hayullah al-Marzuqy. Hornby. Abu al-Siraj al-Thusy. A. Silis.DAFTAR PUSTAKA Abdullah M. Filsafat Umum. 1985. 1983. Diterjemahkan oleh Masroh al-Khusaeni. Terjemahan. Jakarta: Badan Penerbit Kristen. Terjemahan Tarmana. Bid'ah-bid'ah di Indonesia. 1997. Clifford Geertz. Dimensi Mistik dalam Islam. Ahmad Tafsir. 1985. International Encyclopedia of the Social Sciences. 1972. 1966. Dar alMa’rifah al-Jami’iyyah. Jakarta: Gema Insani Press. 1975. Bandung: Rosdakarya. New York: MacMillan Company.E.

Tabsith al-‘Aqidah al-Islamiyah. New York : Harper and Row. 1979. Selected Reading in The Philosophy of Education. Bandung. 1971. Rinehart and Winston. 1986. Jakarta: Sinar Harapan. Frithjof Schoun. 1987. Beyond Post-Modern. Tahdzib al-Aklaq. 1980. 1981. Panitia Kamus LBSS. tt. 1975. Penerjemah Nancy Simanjuntak. New York: The MacMillan Company. Mizan. Kuwait: Dar al-Buhuts al-‘Ilmiyah. Bandung: Diterbitkan sendiri oleh Pengarangnya. 1994. Jakarta: Nurul Islam. Hatta. Jakarta: Gramedia. 1979. James Drever. Van Baal. Jauhar Salim Abbay (penerjemah). Kamus Umum Bahasa Sunda. Ibnu Mandzur Jamaluddin al-Anshari. I. (?) Ibn Khaldun.Fred N. The Trancendent Unity of Religion. Herman Soewardi. Kamus Antropologi. Jujus S. Ilmu Hudluri: Prnsip-prnsip Epistemologi dalam Islam. tt. Alam Pikiran Yunani. Ha’iri. Hasan Ayub. New York: Holt. Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer. tt. Lisan al-‘Arab Kairo: Dar al-Mishiriyyah li al-Taklif wa al-Tarjamah. Ibn Miskawaih. Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya. Hasbullah Bakry. Muqaddimah. Tasauf Perkembangan dan Kemurnian. 1999. J. Sistematika Filsafat. Foundation of Behavior Research. Ibrahim Samirra’i. Joe Park. Jakarta: Widjaja. . 1992. Al-Thibb Awasin al Kaey. Hamka. Jakarta: Bina Aksara. Houston Smith. terjemahan. 1966. 1960. Bandung: Mizan. Bandung: Tarate. Dar al-Fikr. 1994. Suriasumantri. Jakarta: Yayasan Ibnu Ruman. 1973. 1999. Beyrut: Dar al-Tsaqafah al-Islamiyyah. Jakarta: Tinta Mas. Tiba Saatnya Islam Kembali Kaffah Kuat dan Berijtihad (Suatu Kognisi Baru tentang Islam). Fiqh al-Lughah al Muqarran. Kerlinger.

Menapak Jalan Spiritual. Human Types. Djakarta: PT. Takhayyul dan Magic dalam Pandangan Islam. Sachiko Murata. Islam Aqidah wa Syari’ah. Murtadla Muthahhari. 1983. Libanon: Dar al-‘Arabiyyah. Membina Hubungan Antar Pribadi Berdasarkan Prinsip Partisipasi. Reymond Firth. Bandung: Mizan. 1994. . Louis Ma’luf. 1995. Sejarah Filsafat Barat Abad XX. 1996. Foundation of Behavior Research. Djakarta: Tintamas. Beirut: Dar al-Marsyriq. Mesir: Dar al-Qalam. 1996. Djakarta: PT. Jakarta: Paramadina. Pembimbing ke Alam Filsafat. Maria Susuei Dhavamony. PT. 1993. Pembangunan. Komaruddin Hidayat dan Muhammad Wahyuni. Agama Masa Depan: Perspektif Filsafat Perennial. 1996. 1969. Bandung: Sumur Bandung. Mohammad Hatta. 1997. New York: Holt. Terjemahan Afif Muhammad dan H. Muhammad Isa Daud. Mundiri. 1996. Logika. Mathias Haryadi. Hiwar al-Syawafy ma’a Jinniy al-Muslim. Menuju ke Pemikiran Filsafat. Jakarta: Gramedia. Yogyakarta: Kanisius. 1966. Jakarta: Kanisius. 1995. 1974. Bandung: Al-Ma’arif. Karl Jasper. Buku Pegangan Anggota. Bandung: Mizan. Rinehart and Winston. Pembangunan. Jakarta: Pustaka Hidayah. I. Bandung: LSBDHI. al-Milal wa al-Nihal. 1992. Samudi Abdullah. Dar al-Fikr. Mahmud Syaltut. Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman. 1975. 1967. Fenomenologi Agama.K. Hikayat-hikayat Mistis. Jakarta. 1960. Kerlinger. Terjemahan. 1961. Philosophical Faith and Revelation. Langeved. London: Colin. Syihabuddin Yahya al-Syuhrawadi. Muhammad bin Abdul Wahab. al-Tauhid alladzi huwa Haqqullah ‘ala al-‘Abid. tt. The Tao of Islam. al Munjid fi al-Lughah wa al-‘Alam. Abdul Adhiem. 1997. Alam Pikiran Junani. Persektuan dan Cinta Menurut Gabriel Marcel. Poedjawijatna. 1973. Bandung: Pustaka Hidayah. Raja Grafindo. Sihristany. Bertens.

Jacob. Some Problems of Philosophy. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah. Kamus Antropologi. Pekalongan: Bahagia. Bandung: Remaja Rosdakarya. The Story of Philosophy. (?) Wililam James. William James. al-Sharim al-Battar fi Tashaddi li Saharat al-Asrar. Inc. Ilmu dan Teknologi. 1959. Wiqayat al-Insan min al-Jinny wa al-Syaithan. Jakarta: Rabbani Press. Will Durant. New York: Simon and Schuster. Encyclopedia of Philosophy. Yogyakarta: Tiara Wacana. 1997. Sidi Gazalba. 1989. Wadji Muhammad al-Syahawi. White Magic. Memanggil Roh dan Menaklukkan Jin. 1973. New York: Longman.Syaikh Wahid Abdul Salam Bali. Sistematika Filsafat. Webster’s New Twentith Century Dictionary of English Language. T. Surabaya: Bina Ilmu.. Suyono Ariyono. II. Terjemahan. tt. Setan sebagai Tertuduh dalam Masalah Sihir. Djakarta: Bulan Bintang. Umar Hasyim. . 1998. 1993. Suroso Orakas. Wahid Abdul Salam. Manusia. Pedukunan dan Azimat. 1985. Takhayyul. Jakarta: Akademika Press. 1980. 1971. 1967. 1995.

lahir di Bengkulu tahun 1942. Metodologi Pendidikan Agama Islam. Rosdakarya. Akal dan Hati Sejak Thales sampai Capra. Tahun 1993. Buku lain yang sudah dipublikasikan di antaranya: Filsafat Umum. cetakan kelima (2002). Rosdakarya. Tahun 1982 mengambil Program S-2 di IAIN Jakarta. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. . Karya tulisnya tersebar pada berbagai media. Rosdakarya Bandung. Sejak tahun 1970. Akhir-akhir ini kerap juga menulis tentang tasawuf. Tahun 1975-1976 (selama 9 bulan) mengambil Kursus Filsafat di IAIN Yogyakarta. sampai sekarang. dan menyelesaikan Jurusan Pendidikan Umum tahun 1969.TENTANG PENULIS AHMAD TAFSIR. 2001. Guru Besar Ilmu Pendidikan ini mempelopori berdirinya Asosiasi Sarjana Pendidikan Islam (ASPI). melanjutkan sekolah di PGA (Pendidikan Guru Agama) 6 tahun di Yogyakarta. Selanjutnya belajar di Fakultas Tarbiyah IAIN Yogyakarta. Tafsir mengajar di Fakultas Tarbiyah IAIN Bandung. Pendidikannya diawali di Sekolah Rakyat (sekarang SD) di Bengkulu. Umumnya menulis tentang pendidikan dan filsafat. Sejak Januari 1997 diangkat menjadi Guru Besar pada Fakultas Tarbiyah IAIN Bandung. Filsafat Ilmu: Menuju Pengetahuan Mistik ialah salah satu kajian beliau tentang mistik. Bandung. sudah cetakan keenam. Buku terakhir ini. Tahun 1987 sudah menyelesaikan S-3 di IAIN Jakarta juga. Bandung cetak ulang kesembilan Februari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful