P. 1
Model Dan Bentuk Praktik Keperawatan Profesional Metode

Model Dan Bentuk Praktik Keperawatan Profesional Metode

|Views: 308|Likes:
Published by Phin Pgn D'cYanx

More info:

Published by: Phin Pgn D'cYanx on Oct 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/05/2014

pdf

text

original

MODEL DAN BENTUK PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL METODE PENUGASAN

NAMA KELOMPOK : 1. ADI SATRIANTO (08001) 2. RIO ADITAMA (08038) 3. SELVITA SARI DEVI (08039) 4. YUDIT SETYORINI (08049) PEMBIMBING : P. ERFANDI MACAM METODE PENUGASAN DALAM KEPERAWATAN Dalam pelaksanaan praktek keperawatan, akan selalu menggunakan salah satu metode pendekatan di bawah ini : 1. Metode fungsional. Yaitu pengorganisasian tugas pelayanan keperawatan yang didasarkan kepada pembagian tugas menurut jenis pekerjaan yang dilakukan. Metode ini dibagi menjadi beberapa bagian dan tenaga ditugaskan pada bagian tersebut secara umum, sbb : a. Kepala Ruangan, tugasnya : Merencanakan pekeriaan, menentukan kebutuhan perawatan pasein, membuat penugasan, melakulan supervisi, menerima instruksi dokter. b. Perawat staf : - Melakukan askep langsung pada pasien - Membantu supervisi askep yang diberikan oleh pembantu tenaga keperawatan c. Perawat Pelaksana :. Melaksanakan askep langsung pada pasien dengan askep sedang, pasein dalam masa pemulihan kesehatan dan pasein dengan penyakit kronik dan membantu tindakan sederhana (ADL).

Kekurangan tenaga ahli dapat diganti dengan tenaga yang kurang berpengalaman untuk satu tugas yang sederhana.Kepuasan kerja keseluruhan sulit dicapai v Kelebihan dari metode fungsional : . .Pelayanan terputus-putus .Sederhana . menbenahi tempat tidur. e. mencatat pasien masuk dan pulang.Kebutuhan pasien secara individu sering terabaikan . . perawat B tugasnya mengukur suhu badan klien. membuat permintaan lab untuk obat-obatan/persediaan yang diperlukan atas instruksi kepala ruangan. . membuat duplikat rostertena ruangan. . menyampaikan pesan. v Kerugian metode fungsional: . Seorang perawat dapat melakukan dua jenis tugas atau lebih untuk semua klien yang ada di unit tersebut.Memudahkan kepala ruangan untuk mengawasi staff atau peserta didik yang praktek untuk ketrampilan tertentu.Perawat terampil untuk tugas atau pekerjaan tertentu.Mudah memperoleh kepuasan kerja bagi perawat setelah selesai tugas.d. Tenaga Admionistrasi ruangan Menjawab telpon. Metode penugasaa pasien/metode kasus Yaitu pengorganisasian pelayanan atau asuhan keperawatan untuk satu atau beberapa klien oleh satu orang perawat pada saat bertugas atau jaga selama periode waktu tertentu . dan membagikan alat tenun bersih. v Contoh metode fungsional -Perawat A tugas menyutik. mengerjakan pekerjaan administrasi ruangan.Efisien. . Pembantu Perawat : Membantu pasien dengan melaksanakan perawatan mandiri untuk mandi. memberi informasi. .Pasien mendapat banyak perawat.Pelayanan pasien secara individu sering terabaikan. Kepala ruangan bertanggung jawab dalam pembagian tugas tersebut dan menerima laporan tentang semua klien serta menjawab semua pertanyaan tentang klien 2.

Metode penugasan tim Yaitu pengorganisasian pelayanan keperawatan oleh sekelompok perawat. v Kekurangan metode kasus : .Pendelegasian perawatan klien hanya sebagian selama perawat penaggung jawab klien bertugas.Kepuasan tugas secara keseluruhan dapat dicapai. . Kelompok ini dipimpin oleh perawat yang berijazah dan berpengalaman serta memiliki pengetahuan dalam bidangnya. .Beban kerja tinggi terutama jika jumlah klien banyak sehingga tugas rutin yang sederhana terlewatkan. v Ketenagaan dari tim ini terdiri dari : . Selanjutnya pemimpin tim yang melaporkan kepada kepala ruangan tentang kemajuan pelayanan atau asuhan keperawatan klien. Kepala ruangan bertanggung jawab dalam pembagian tugas dan menerima semua laporan tentang pelayanan keperawatan klien.sampai klien pulang. Metode ini menggunkan tim yang terdiri dari anggota yang berbeda-beda dalam memberikan askep terhadap sekelompok pasien.Pasien merasa puas. v Kelebihan metode kasus: .Masalah pasien dapat dipahami oleh perawat. . .Pelakaana perawatan . Pembagian tugas di dalam kelompok dilakukan oleh pemimpin kelompok.Kebutuhan pasien terpenuhi.Ketua tim .sebelum tugas dan menerima laporan kemajuan pelayanan keperawatan klien serta membantu anggota tim dalam menyelesaikan tugas apabila mengalami kesulitan.Pembantu perawatan . . v Dalam metode ini staf perawat ditugaskan oleh kepala ruangan untuk memberi asuhan langsung kepada pasien yang ditugaskan contohnya di ruang isolasi dan ICU.Kemampuan tenga perawat pelaksana dan siswa perawat yang terbatas sehingga tidak mampu memberikan asuhan secara menyeluruh .Membutuhkan banyak tenaga. 3. selain itu pemimpin kelompok bertanggung jawab dalam mengarahkan anggota tim.

Membuat tujuan.Tercipta kerja sama yang baik . v Kelebihan metode tim: . 4. .Mengkoordinasi pelayanan .Mengkaji kebutuhan . -Perawat yang belum terampil dan belum berpengalaman selalu tergantung atau berlindung kepada anggota tim yang mampu atau ketua tim.Menerima dan menyesuaikan rencana . rencana. melakukan dan mengkoordinasikan askep selama pasien dirawat. Metode Perawatan Primer Yaitu pemberian askep yang ditandai dengan keterikatan kuat dan terus menerus antara pasien dan perawat yang ditugaskan untuk merencanakan. . .Terciptanya kaderisasi kepemimpinan .Menerima pasien .Rapat tim memerlukan waktu sehingga pada situasi sibuk rapat tim ditiadakan atau trburu-buru sehingga dapat mengakibatkan kimunikasi dan koordinasi antar anggota tim terganggu sehingga kelanncaran tugas terhambat. Ada keterlibatan pasien dan keluarganya .Pasien dilayani secara komfrehesif .Memungkinkan menyatukan anggota tim yang berbeda-beda dengan aman dan efektif. v Kekurangan metode tim: -Tim yang satu tidak mengetahui mengenai pasien yang bukan menjadi tanggung jawabnya. .Akontabilitas dalam tim kabur. Ada tanggung jawab dan tanggung gugat 2.Memberi kepuasan anggota tim dalam hubungan interpersonal . .Saling memberi pengalaman antar sesama tim. pelaksanaan dan evaluasi. Ada otonomi 3. v Tugas perawat primer adalah : .Adapun tujuan dari perawatan tim adalah : memberikan asuhan yang lebih baik dengan menggunakan tenaga yang tersedia.menyiapkan penyuluhan pulang v Konsep dasar : 1.

Perlu kualitas dan .kuantitas tenaga perawat.Model praktek keperawatan profesional dapat dilakukan atau diterapkan. 3.Memberikan kepuasan bagi klien dan keluarga menerima asuhan keperawatan. Jumlah staf yang ada harus berimbang sesuai dengan yang telah dibahas pembicaraan yang sebelumnya. Metode ini menugaskan sekelompok perawat merawat pasien dari datang sampai pulang.Hanya dapat dilakukan oleh perawat profesional. 2. v Kepala bangsal : 1.Perawatan adalah perawatan komfrehensif . 5.v Ketenagaan : 1. 4. v Kelebihan dari metode perawat primer: .Biaya relatif lebih tinggi dibandingkan metode lain. Penugasan ditentukan oleh kepala bangsal. . Perawat profesional sebagai primer d. Memberi penugasan pada perawat asisten. Beban kasus pasien maksimal 6 pasien untuk 1 perawat 3. Metode Modul (Distrik) Yaitu metode gabungan antara Metode penugasan tim dengan Metode perawatan primer.Berkomunikasi langsung dengan Dokter . v Kelemahan dari metode perawat primer: . Menyusun jadwal dinas 4. Setiap perawat primer adalah perawat bed. DAFTAR PUSTAKA .an perawat non profesional sebagai asisten. side.Ada keterikatan pasien dan perawat selama dirawat . v Keuntungan dan Kerugian Sama dengan gabungan antara metode tim dan metode perawat primer. Sebagai konsultan dan pengendali mtu perawat primer 2.Mendorong kemandirian perawat. Semua metode diatas dapat digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi ruangan.Memberikan kepuasan kerja bagi perawat . Orientasi dan merencanaka karyawan baru. . . .

com/2009/09/15/model-dan-bentuk-praktikkeperawatan-profesional-metode-penugasan/ . http://stikeskabmalang.http:model dan bentuk keperawatan profesional metode penugasan/www.com.wordpress.geogle.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->