Penggabungan Laporan Keuangan dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah: Perkembangan dan Permasalahan

Akhmad Solikin, SE, Ak, MA[1] Abstract: Before enactment of Government Regulation Number 8/2006, Accountability Report and Financial Report are disclosed separately. In order to implement performance budgeting, it is mandatory to combine governmental accounting system and performance management system. Since in Indonesia those systems are in early step of development, such combination still has numbes of problems. This article will elaborate problems of current system and try to offer recommendation derived from literature reviews. Kata Kunci: Laporan Keuangan, Laporan Kinerja, Laporan Tahunan, Penggabungan Laporan Keuangan dan Kinerja, Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP), Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)

A. Pendahuluan Sejalan dengan perkembangan gagasan yang terjadi di berbagai negara, peranan negara dan pemerintah bergeser dari peran sebagai pemerintah (government) menjadi kepemerintahan (governance). Pergeseran peran tersebut cenderung menggeser paradigma klasik yang serba negara menuju paradigma yang lebih memberikan peran kepada masyarakat dan swasta. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 disebutkan bahwa dalam paradigma kepemerintahan yang baik (good governance) terdapat prinsip-prinsip profesionalitas, akuntabilitas, transparansi, pelayanan prima, demokrasi, efisiensi, efektivitas, dan supremasi hukum (Suhadi & Fernanda, 2001). Dalam bahasa yang lebih sederhana, terdapat tiga prinsip utama dalam kepemrintahan yang baik yaitu partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas (Simanjuntak, 2005). Tiga prinsip itu berlaku universal. Selain tiga prinsip itu, ada ahli yang menambahkan satu unsur lagi, misalnya hak asasi manusia (human rights) atau rule of law (Seger dan Billah, 2006). Perkembangan wacana di tingkat global tentang new public management (NPM) jelas berpengaruh pada perkembangan wacana good governance di Indonesia (Solikin, 2005). Hal ini ditambah lagi dengan pelajaran yang dapat diambil dari krisis ekonomi yang dimulai dari krisis keuangan tahun 1997. Berkaitan dengan krisis tersebut, Indonesia dan negara-negara lain di kawasan, banyak diceramahi tentang kurangnya transparansi dan pentingnya tata pemerintahan yang baik. Menurut penilaian Stiglitz (2006), Indonesia sungguh-sungguh meresapi pesan-pesan tersebut dan mulai ada perubahan cara berpikir. Perubahan cara berpikir tersebut kemudian berbuah dengan penerbitan peraturan perundangan untuk melaksanakan tata pemerintahan yang baik. Sebagai contoh, dalam rangka lebih meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang lebih berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab, pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 (Inpres

Paper ini berusaha memotret masalah yang masih ada. dari administrasi keuangan (financial administration) menjadi pengelolaan keuangan (financial management). Dengan disajikan terpisah dan dilaporkan kepada pihak-pihak yang berbeda. misi dan tujuan organisasi. Lagipula. Potret kondisi sekarang tersebut kemudian diperkaya dengan studi literatur terkait dengan isi (content) dari laporan akuntabilitas. Dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 (PP 8/2006) tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah kebutuhan akan penggabungan kedua jenis laporan tersebut cukup terpenuhi. Pada praktiknya. tidak dapat dipetik manfaat maksimal dari penyusunan dua jenis laporan tersebut. Dalam rangka penerapan anggaran berbasis kinerja tersebut. UU Nomor 1 tahun 2004 (UU 1/2004) tentang Perbendaharaan Negara. kemungkinan masih ada masalah lain yang belum terpecahkan atau setidaknya untuk mengoptimalkan manfaat dari penggabungan kedua jenis tersebut. sekaligus dapat terpenuhi kebutuhan untuk anggaran berbasis pretasi kerja dan pengukuran akuntabilitas kinerja instansi yang bersangkutan (Nasution. dan sistem akuntansi pemerintahan. yaitu UndangUndang Nomor 17 tahun 2003 (UU 17/2003) tentang Keuangan Negara. LAKIP menggantikan Laporan Tahunan yang harus diterbitkan oleh instansi pemerintah. Reformasi keuangan negara ini dipelopori oleh Departemen Keuangan. pada tahap awal. sehingga tidak membahas pelaporan keuangan pada pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten/kota. tampaknya kedua jenis laporan ini berjalan sendirisendiri. Sistem yang sangat terintegrasi tersebut diharapkan dapat menggantikan Inpres 7/1999. Bahkan Penjelasan PP ini juga menyebutkan perlunya pengintegrasian sistem akuntabilita instansi pemerintah dengan sistem perencanaan strategis. terlebih dahulu dibahas mengenai perkembangan ide mengenai laporan kinerja dan laporan keuangan pemerintah. Dalam UU 17/2003 disebutkan bahwa masalah yang tidak kalah pentingnya dalam upaya memperbaiki proses penganggaran di sektor publik adalah penerapan anggaran berbasis prestasi kerja. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tersebut dipandang perlu untuk mengetahui kemampuan setiap instansi dalam pencapaian visi. gerakan ini diawali dari Badan Pengawasan keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang kemudian melibatkan Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN. Pada awalnya. 2004). sesuai dengan tugas dan fungsinya. Apabila kedua hal tersebut tidak disatukan. pemerintah dengan persetujuan DPR RI telah berhasil menetapkan paket perundang-undangan di bidang keuangan negara. perlu dilakukan penyatuan sistem akuntabilitas kinerja ke dalam sistem penganggaran. tetapi karena dikembangkan oleh instansi yang berbeda. sistem penganggaran. Uraian dalam paper ini dibatasi pada pelaporan keuangan dan kinerja pada instansi pemerintah pusat. . sistem anggaran berbasis kinerja tentu saja memerlukan informasi yang dihasilkan oleh sistem akuntabilitas kinerja. Ketiga UU tersebut menjadi dasar bagi reformasi di bidang keuangan negara. dapat terjadi duplikasi dalam penyusunan rencana kinerja dan rencana anggaran. dan UU Nomor 15 tahun 2004 (UU 15/2004) tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Dengan penyatuan rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga/perangkat daerah.7/1999) tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Meskipun berpijak dari cara berpikir dan cita-cita yang sama. Meskipun sudah menjawab sebagian masalah. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan negara. dulu Kementerian Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara) serta Lembaga Administrasi Negara (LAN). Agar potret yang disajikan lebih utuh.

indikator input yang diperlukan untuk menyelenggarakan suatu kegiatan adalah keputusan. d. Dalam Keputusan ini. dan sumber daya manusia. terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Sebagai contoh. benefit. indikator yang dapat dengan tepat diidentifikasi hanyalah input dan output. terwujudnya transparansi instansi pemerintah. Dalam hal indikator kinerja. antara kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh suatu organisasi akan dapat ditelusuri kaitannya dengan program unit atau instansi yang lebih tinggi. sasaran dan aktivitas organisasi. Dalam Inpres 7/1999 tersebut disebutkan bahwa Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan alat untuk melaksanakan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Sedangkan mulai akhir tahun anggaran 2000/2001. dan setiap sub indikator diberikan bobot tertentu. bahkan sistem ini dapat menjamin keterkaitan antara kegiatan yang dilaksanakan dengan pencapaian visi dan misi pemerintah. Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Menurut Soedarjono (1997) usaha-usaha untuk menerapkan pelaporan kinerja pemerintah dapat ditelusuri sebelum krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1997/1998 Memang secara faktual. dan impact. (dan kadang outcome) juga diberikan suatu bobot tertentu untuk mengukur kinerja suatu kegiatan. (2) tujuan. Lebih lanjut. Inpres tersebut juga menentukan bahwa setiap instansi pemerintah sampai dengan eselon 2 per tanggal 30 September 1999 sudah harus mempunyai perencanaan strategis yang berisi (1) visi. PK-2 untuk menguraikan sasaran. efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya. outcome. masing-masing indikator kinerja dipecah atau diuraikan. dan EK-3 untuk mengevaluasi kinerja program. Dengan demikian. dan PK-3 untuk menguraikan program. output.B. peraturan yang berkaitan baru ditetapkan dalam bentuk Inpres 7/1999. dipakai indikator input. dipakai sistem berjenjang untuk mengkaitkan antara visi dengan kegiatan. dalam Rencana Strategis (Renstra) dikenal adanya Perencanaan Kinerja 1 (PK-1) untuk menjelaskan kegiatan. Tujuan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya. Dalam kenyataannya. LAN kemudian menindaklanjuti Inpres tersebut dengan mengeluarkan Keputusan Kepala LAN Nomor 589/1X/6/Y/99 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. sebagai dasar untuk mengukur kinerja. b. sedangkan indikator yang lain lebih sulit diukur dan ditentukan keberhasilannya. dana. output. sarana. Sedangkan sasaran sistem tersebut adalah: a. Dengan demikian terdapat Evaluasi Kinerja 1 (EK-1) untuk mengevaluasi kinerja kegiatan. EK-2 untuk mengevaluasi kinerja sasaran. setiap instansi pemerintah sudah harus mempunyai LAKIP. dan (3) cara mencapai tujuan dan sasaran tersebut. strategi dan faktor-faktor kunci keberhasilan organisasi. juga dipakai sistem berjenjang. . misi. Misalnya. Demikian pula dalam mengevaluasi kinerja. terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional. indikator input. Selanjutnya. maka pada setiap unsur tersebut diberikan pembobotan. c. menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien.

tujuan. dalam bentuk kegiatan-kegiatan (Rencana Kinerja Tahunan/RKT). Tim Pusdiklat Pegawai. Dengan sistem berjenjang dan sistem pembobotan tersebut. dan (6) Lampiran yang meliputi Formulir PKK dan Formulir PPS serta dokumen lain yang diperlukan. Lebih lanjut. 2004. dalam hal ini tidak diberikan pembobotan pada setiap indikator kinerja kegiatan sehingga dapat diketahui angka tunggal kinerja kegiatan tertentu. pada peraturan baru disebutkan adanya dua formulir untuk mengukur kinerja. . (3) Rencana Stratejik dan Rencana Kinerja. serta Analisis Perkembangan Stratejik. Dengan demikian. tetap ada Rencana Strategis (Renstra) yang berisi visi. terbit Keputusan Kepala LAN Nomor 239/1X/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. maka nilai kinerja yang dicantumkan dalam LAKIP hanyalah merupakan hasil dari suatu proses aritmatika saja (Solikin. misi. yaitu menyempurnakan Keputusan Nomor 589/IX/6/Y/99. Tugas Pokok dan Fungsi Instansi. untuk masing-masing indikator kinerja. Kebijakan dan program tersebut kemudian setiap tahun akan dipilih kebijakan dan program mana yang akan dilaksanakan. Masih sama dengan peraturan yang lama. sasaran. (5) Penutup. dan bagaimana mencapai sasaran tersebut (dalam bentuk uraian kebijakan dan program). sehingga untuk suatu unit organisasi tertentu dapat diperoleh suatu angka tunggal (dalam persen) yang menggambarkan kinerja unit organisasi tersebut. mengakibatkan LAKIP tidak lebih hanya sebagai formalitas belaka. sebenernya masih ada kemungkinan penggunaan metode pembobotan atau indeks. maka kegiatan-kegiatan tersebut diberikan suatu bobot tersendiri untuk dapat mengetahui kinerja sasaran tersebut. keluaran (output). hasil (outcome). Di satu sisi. Menurut Sudiman dan Widjinarko (2004) data realisasi dari rencana tingkat capaian sasasarn kemungkinan dapat berasal dari data realisasi capaian kinerja kegiatan atau harus melalui suatu studi/telaah/survey secara khusus. Demikian selanjutnya. digunakan cara perbandingan antara rencana (target) dengan realisasi. meliputi Akuntabilitas Kinerja dan Akuntabilitas Keuangan. (2) Pendahuluan yang meliputi Latar Belakang. antara lain dengan kenyataan bahwa penentuan bobot suatu indikator kinerja ditetapkan secara internal (biasanya berdasarkan kesepakatan internal). Renstra meliputi waktu 5 tahun. dan uraian ini harus dilampirkan dalam bentuk lampiran PK dan EK menjadikan LAKIP sangat tebal dan tidak menarik untuk dibaca. 2005): (1) Ikhtisar Eksekutif. manfaat (benefit) dan dampak (impact). penghilangan pembobotan (indeks) tersebut dapat menghilangkan praktik ”operasi aritmatika”. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas. Untuk menetukan kinerja keguatan atau pencapaian sasaran. Berbeda dengan peraturan terdahulu yang mengenal formulir PK dan EK. Masalah lain dalam sistem ini adalah pengukuran indikator kinerja kegiatan yang harus dirinci sampai unsur-unsur indikator. (4) Akuntabilitas Kinerja. juga tidak diberikan pembobotan pada kinerja kegiatan-kegiatan untuk memperoleh kinerja sasaran. Formulir PKK dan Formulir PPS disajikan dalam Lampiran 1 dan 2. Dalam keputusan ini. Pada tahun 2003. 2005). Apalagi dengan belum mantapnya sistem pengukuran kinerja.Sistem pembobotan ini juga diterapkan untuk mengukur kinerja unit yang lebih tinggi. indikator kinerja kegiatan masih memakai masukan (input). Misalnya dalam hal suatu sasaran terdiri dari berbagai kegiatan. yaitu formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dan Formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS). Sekurang-kurangnya LAKIP terdiri dari (Sudiman & Widjinarko. Berbeda dengan peraturan sebelumnya. tetapi di pihak lain penentuan kinerja sasaran menjadi tidak berhubungan dengan kinerja kegiatan.

dan hemat. C. Pada level instansi. selain empat jenis laporan keuangan tersebut (yang disebut dengan laporan keuangan pokok). yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya. Penyampaian laporan keuangan tersebut dalam rangka mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. dan Catatan atas Laporan Keuangan. setiap instansi menyusun laporan tahunan (annual report). dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah. Neraca. Laporan Arus Kas. sarana. ternyata hanya berisi rencana dan realisasi anggaran serta analisis efisiensi penggunaan anggaran. efektif. Penjelasan pasal 31 UU 17/2003 menyatakan bahwa Laporan Realisasi Anggaran selain menyajikan realisasi pendapatan dan belanja. entitas pelaporan dapat menyajikan Laporan Kinerja Keuangan dan Laporan Perubahan Ekuitas. laporan keuangan yang disyaratkan untuk disampaikan oleh pemerintah kepada DPR atau DPRD adalah Perhitungan Anggaran Negara (PAN) dan Nota PAN atau Perhitungan APBD dan Nota Perhitungan APBD (Simanjuntak. selain memberikan sumbangan untuk penyusunan PAN atau Nota PAN. termasuk penjelasan tentang efisiensi. perubahanperubahan. dan pembiayaan. Dalam laporan tahunan. Keputusan Kepala LAN yang diterbitkan tahun 2003 tersebut sampai saat ini belum diganti atau belum ada keputusan yang baru. yang dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan negara dan badan lainnya. dalam LAKIP bagian akuntabilitas kinerja terdiri dari akuntabilitas kinerja dan akuntabilitas keuangan. Setelah adanya reformasi keuangan negara. Akuntabilitas Kinerja meliputi evaluasi dan analisis kinerja kegiatan serta evaluasi dan analisis pencapaian sasaran. prasarana maupun perkembangan dalam lingkungan eksternal. Pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 (PP 24/2005) tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. UU 17/2003 tentang Keuangan Negara mensyaratkan penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintahan. belanja. umumnya yang dilaporkan adalah rencana dan realisasi Daftar Isian Kegiatan (DIK) maupun Daftar Isian Proyek (DIP) baik dalam pengertian kegiatannya maupun dalam jumlah uangnya. pada keputusan tersebut belum tergambar adanya penggabungan antara laporan kinerja dengan laporan keuangan. alokasi. Pada PP 24/2005 pernyataan yang lebih tegas berkaitan dengan prestasi kerja atau kinerja antara lain dapat ditemukan pada: . Kemudian laporan juga mencakup sumber daya yang dimiliki pada awal tahun. Pengungkapan Kinerja dalam Pelaporan Keuangan Sebelum tiga paket UU Keuangan Negara terbit. Unsur yang dicakup dalam laporan tersebut meliputi pendapatan. Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber. Seperti yang diuraikan secara singkat di atas.Seperti disebutkan di atas. Jika dicermati uraian pada akuntabilitas keuangan. Dalam Pasal 30 disebutkan bahwa laporan keuangan tersebut setidak-tidaknya meliputi Laporan Realisasi APBN. Sumber daya yang dilaporkan umumnya meliputi sumber daya manusia. Memang dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) Nomor 02 tentang Laporan Realisasi Anggaran menyebutkan bahwa manfaat informasi realisasi anggaran antara lain adalah menyediakan informasi bagi pengguna laporan bahwa perolehan dan penggunaan sumber daya ekonomi telah dilakukan secara efisien. 2005). transfer. Sedangkan analisis keuangan berisi alokasi dan sumber pembiayaan serta realisasi anggaran untuk membiayai program dan kegiatan. juga menjelaskan prestasi kerja setiap kementerian negara/lembaga. dan saldo akhir tahun. Sedangkan pada Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan (PP 24/2005).

PSAP Nomor 04 juga mengakui bahwa pengguna laporan keuangan pemerintah tidak hanya tertarik dari segi perubahan aset bersih pemerintah (atau laba/ bottom line pada perusahaan swasta) tetapi juga sangat tertarik pada kinerja pemerintah dalam perbandingan dengan target yang telah ditetapkan. yaitu kinerja kegiatan operasional yang berdimensi keuangan. misalnya jumlah unit pembangunan sekolah dasar yang belum mencapai target. hasil. Pada PSAP Nomor 04 tentang Catatan atas Laporan Keuangan disebutkan bahwa Laporan Realisasi Anggaran merupakan laporan pokok yang mempunyai hubungan atau referensi silang dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Memperhatikan uraian di atas. dan perbedaan antara hasil dengan tujuan atau rencana. istilah-istilah dan mekanisme yang dipakai mirip dengan sistem yang ada dalam LAKIP sebagaimana diuraikan dalam bagian B makalah ini.a. beban gaji dan tunjangan pegawai. (3) membandingkan hasil dengan tujuan dan rencana. Laporan Kinerja Keuangan pada Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan disebutkan bahwa laporan ini adalah laporan realisasi pendapatan dan belanja yang disusun berdasarkan basis akrual. Pada PSAP Nomor 01 tentang Penyajian Laporan Keuangan disebutkan bahwa analisis dalam laporan ini dapat digolongkan menurut klasifikasi ekonomi (misalnya beban penyusutan. Sedangkan tingkat efektivitas diukur dengan membandingkan antara hasil (outcome) dengan target yang telah ditetapkan. ternyata dalam PSAP Nomor 04. belanja. Berkaitan dengan Laporan Kinerja Keuangan. dengan demikian tampak bahwa pelaporan kinerja disediakan tempat yang cukup dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Dalam laporan tersebut disajikan informasi tentang pendapatan operasional. Dalam PSAP Nomor 04. (2) menyajikan data historis yang relevan. yang harus mengikhtisarkan indikator dan pencapaian kinerja kegiatan operasional yang berdimensi keuangan. Meskipun . dan pengungkapan surplus atau defisit. sayang belum ada PSAP khusus yang mengatur. sehingga tidak dapat diketahui lebih jauh bagaimana hubungan antara LAKIP dengan Laporan Kinerja Keuangan. Ikhtisar pembahasan kinerja keuangan dalam Catatan ini harus (1) menguraikan startegi dan sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan. Tingkat efisiensi diukur dengan membandingkan antara keluaran (output) dengan masukan (input). dan (4) menjelaskan mengenai indikator. Lebih lanjut disebutkan bahwa Catatan ini dapat menyajikan penjelasan dan hambatan yang ditemui apabila suatu entitas belum dapat mencapai target yang ditetapkan. antara lain dapat menyajikan ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan. Meskipun istilah yang dipakai adalah kinerja keuangan. keberhasilan pencapaian kinerja dapat diketahui berdasarkan tingkat efisiensi dan tingkat efektivitas. Selanjutnya. pembahasan mengenai kinerja keuangan harus (1) meliputi hasil positif maupun negatif. Catatan atas Laporan Keuangan pada Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan disebutkan bahwa laporan ini meliputi penjelasan atau rincian dari angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan pokok. Pembahasan kinerja keuangan juga harus dikaitkan dengan tujuan dan sasaran dari rencana strategis pemerintah dan indikator yang digunakan harus sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku. (3) menguraikan prosedur yang disusun dan dijalankan oleh manajemen berkaitan dengan informasi kinerja keuangan. (2) menggambarkan dengan jelas rencana dan realisasi kinerja keuangan. dan sebagainya) atau klasifikasi fungsi (berdasarkan program). b.

dalam PP 8/2006 secara jelas disandingkan antara belanja (baik anggaran maupun realisasi) dengan hasil/keluaran (baik rencana. dari segi prinsip pelaporan. Meskipun demikian. mendahului pelaporan keuangan yang diundangkan tahun 2003 (efektif berlaku tahun 2006). ternyata ’rezim’ pelaporan keuangan lebih berkembang dibanding ’rezim” LAKIP. Penjelasan PP 8/2006 juga mengakui belum terintegrasinya LAKIP dengan laporan keuangan sehingga menetapkan perlunya penyusunan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) yang terintegrasi dengan sistem perencanaan strategis. fungsi. Pencantuman atau penambahan tersebut sejalan dengan paradigma penganggaran yang harus dapat mengidentifikasikan keluaran (output) dari setiap kegiatan dan hasil (outcome) dari setiap program yang didanai dengan APBN/APBD. Sistem yang terintegrasi tersebut akan diwujudkan dalam Peraturan Presiden yang diharapkan dapat menggantikan Inpres 7/1999. SAKIP juga perlu terintegrasi dengan sistem perbendaharaan. Dalam Pasal 20 PP 8/2006 ada tambahan. dan sistem akuntansi pemerintahan (SAP). bahwa selain terintegrasi dengan ketiga sistem tersebut. negara bagian New South Wales (NSW) di Australia dalam pelaporan kinerjanya menghubungkan antara laporan kinerja dengan siklus anggaran dengan menggunakan pelaporan SEA (service efforts andaccomplishments). Sebagaimana dijelaskan pada bagian B dan C. NSW Treasury menggunakan data SEA sebagai dasar melakukan perencanaan (Christensen & Yoshimi. dan rencana penarikan dana tiap-tiap satuan kerja. secara umum sama. dari Catatan atas Laporan Keuangan dapat diindikasikan bahwa Laporan Kinerja Keuangan tampaknya juga memberikan informasi kinerja sebagaimana dimaksud dalam LAKIP. Penggabungan Laporan Keuangan dan Laporan Kinerja Pelaporan kinerja dalam bentuk LAKIP diperkenalkan pada tahun 1999 (efektif berlaku mulai 2000/2001). serta pendapatan yang diperkirakan. Dalam perkembangannya. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut. Oleh karena itu pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 (PP 8/2006) tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Apabila dibandingkan antara PP 8/2006 (Lampiran 3) dengan Keputusan Kepala LAN Nomor 239/1X/6/8/2003 (lampiran 1 dan 2) dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. program dan rincian kegiatan. D. sumber daya yang digunakan (inputs) dan efisiensi (diukur dalam biaya per unit keluaran dan hasil). ternyata masing-masing LAKIP atau Laporan Keuangan belum diintegrasikan dengan baik. Dalam PP 8/2006 disebutkan bahwa SAKIP tersebut setidaknya dapat menginformasikan perkembangan keluaran dari setiap kegiatan dan hasil dari setiap program sebagaimana yang telah ditetapkan dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Sebagai perbandingan. diuraikan sasaran yang hendak dicapai. Dalam Penjelasan PP ini disebutkan bahwa UU 17/2003 merupakan langkah maju dimana mengharuskan pencantuman informasi tambahan tentang kinerja pengguna anggaran dalam laporan keuangannya. Teknologi pelaporan dengan SEA mencakup pelaporan pencapaian (outcomes). belanja juga termasuk yang . PP 8/2006 memberikan ilustrasi bentuk dan isi Laporan Kinerja seperti yang dicantumkan dalam Lampiran 3. maupun satuan yang dipakai). sistem penganggaran. realisasi. Dalam hal ini. Dalam Keputusan Kepala LAN Nomor 239/1X/6/8/2003. 2001). dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Berdasarkan UU 1/2004. yaitu membandingkan antara rencana dan realisasi. yang disusun oleh menteri/pimpinan lembaga.demikian.

Dalam PP 8/2006 disebutkan bahwa laporan keuangan yang harus disusun dan disajikan oleh pemerintah pusat/daerah setidak-tidaknya terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran. b. dari segi teknik pengukuran. c. Neraca. dalam Keputusan Kepala LAN Nomor 239/1X/6/8/2003 dikenal adanya indikator kinerja kegiatan (dalam inputs. Diakui bahwa pengukuran kinerja level manfaat dan dampak mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi dan memerlukan biaya yang besar untuk melakukan survey (Sudiman & Widjinarko. berdasarkan PP 8/2006 diharapkan dapat terbit tahun 2007 (satu tahun setelah penerbitan PP 8/2006). pengukuran kinerja kegiatan sulit untuk dilakukan karena umumnya unit instansi hanya dapat mengukur sampai level outcomes (Solikin. Sistem Sumber Data Laporan Kinerja . Jadi dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan dan laporan kinerja merupakan jenis-jenis laporan yang terpisah. dan impacts) dan indikator sasaran. Menurut pendapat penulis. dari segi penyajian laporan. Berdasarkan PP 8/2006. sistem penganggaran. ketentuan mengenai indikator kinerja ini lebih baik dari ketentuan LAN yang mengunakan indikator kinerja input sampai impacts untuk mengukur kinerja kegiatan. 2004). Dengan terpisahnya laporan-laporan tersebut. penggabungan tersebut dilakukan sebagai berikut: a. Sedangkan Laporan Kinerja merupakan laporan tambahan yang terpisah dengan laporan keuangan tersebut. benefits. Laporan Arus Kas. 2005). outputs. seperti dijelaskan dimuka. Dalam mengisi Laporan Kinerja seperti tercantum dalam Lampiran 3. d. Pada PP 8/2006. meskipun diharapkan penyusunannya dihasilkan dari sistem yang terintegrasi. dan sistem akuntansi pemerintahan (SAP). Jenis laporan ini sama yang ditetapkan dalam UU 17/2003 sebagaimana dijelaskan dalam bagian C. maka diperlukan data dari sistem-sistem lain sebagai berikut: Tabel 1. dalam Keputusan Kepala LAN Nomor 239/1X/6/8/2003 terdapat kolom khusus yang berisi persentase (%) pencapaian target. Sedangkan dalam PP 8/2006 pembagian tersebut tampaknya tidak ada. indikator kinerja yang dipakai hanyalah hasil (output) atau keluaran (outcome). kemudian timbul pertanyaan: dimanakah sisi penggabungan dari kedua laporan tersebut. dari segi pengukuran kinerja. dalam Keputusan Kepala LAN Nomor 239/1X/6/8/2003 untuk melakukan pengukuran kinerja dikenal adanya Formulir PKK untuk mengukur kinerja kegiatan dan Formulir PPS untuk mengukur kinerja program. Jika menggunakan ketentuan LAN. sebagai hasil perbandingan antara target dengan realisasi. Peraturan Presiden yang mengatur tentang hal tersebut. Laporan Kinerja diharapkan didasarkan pada SAKIP yang terintegrasi dengan sistem perencanaan strategis. kolom tersebut tidak ada. tetapi masuk dalam salah satu indikator kinerja input. Hal ini kelihatannya sepele. tetapi angka persentase tersebut dapat membantu pembaca laporan untuk memperoleh informasi pencapaian kinerja lebih mudah dibaca. dan sistem perbendaharaan. Perlu dicatat juga bahwa penggunaan indikator kinerja hasil dipakai untuk kegiatan dan indikator keluaran untuk mengukur kinerja program.harus dilaporkan (terutama dalam Pengukuran Kinerja Kegiatan). outcomes. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Dalam PP 8/2006. berdasarkan Lampiran III: Petunjuk Pengisian Formulir.

perencanaan kinerja. meskipun kemudian diintegrasikan dalam RUU APBN. Sedangkan Laporan Keuangan dikompilasi oleh Menteri Keuangan kemudian disampaikan kepada Presiden dalam bentuk Laporan Keuangan yang belum diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam PP 8/2006 dijelaskan bahwa Laporan Kinerja disampaikan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga selaku pengguna anggaran disampaikan kepada Menteri Keuangan. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan. Jelaslah bahwa fungsi Laporan Kinerja adalah semacam laporan internal atau laporan manajemen. . Pada Lampiran IV PP 8/2006 digambarkan tentang diagram hubungan antara Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan untuk pemerintah pusat. Sistem Penganggaran Hasil/Keluaran 4 Realisasi SAP. Dari diagram tersebut dapat disimak bahwa penggabungan antara Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan yang telah diaudit. Kedua. dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. dan pemerintah kabupaten/kota. antara lain dengan mengintegrasikan secara penuh Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan dalam suatu bentuk Laporan Akuntabilitas. Pertama. Laporan Keuangan merupakan laporan untuk tujuan umum. Dengan memperhatikan isi dan alur penyampaian Laporan Kinerja. Dengan terintegrasinya SAKIP dengan tiga atau empat sistem yang lain. dan evaluasi kinerja yang membentuk suatu siklus (Sudiman & Widjinarko. pemerintah propinsi. menjadi kurang tercapai. 2004. Tim Studi. SAKIP terdiri dari berbagai komponen yang merupakan satu kesatuan. Laporan Keuangan tersebut kemudian disampaikan bersama RUU P2 APBN kepada DPR. terdapat kekhawatiran bahwa tujuan mengkomunikasikan secara periodik pencapaian tujuan dan sasaran stratejik organisasi pemerintah kepada para stakeholders. Sistem Penganggaran Belanja 2 Realisasi Belanja SAP. Dengan demikian.No Item Sistem Sumber 1 Anggaran Sistem Perencanaan. informasi kinerja ini disampaikan kepada publik sebagai bagian dari pertanggungjawaban penerima amanat kepada pemberi amanat. Tujuan akuntabilitas akan tercapai apabila laporan tersebut dapat diakses secara luas oleh para stakeholders. yaitu perencanaan stratejik. baru dilaksanakan dalam penyusunan Rancangan Undang-undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN (RUU P2 APBN). Sistem Perbendaharaan Hasil/Keluaran 5 Satuan Sistem Perencanaan. pengukuran kinerja. berarti siklus yang lengkap dan indpenden sebagaimana dinyatakan dalam SAKIP yang lama menjadi tidak diperlukan lagi. SAKIP pada pokoknya adalah instrumen yang digunakan instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi. b. pelaporan kinerja. Sistem Perbendaharaan 3 Rencana Sistem Perencanaan. informasi kinerja yang dihasilkan dapat digunakan oleh publik maupun penerima amanat untuk memicu perbaikan kinerja pemerintah. Setelah dikoreksi dengan temuan BPK. Menurut Tim Studi Pengembangan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (2005) informasi kinerja yang dikandung dalam laporan akuntabilitas kinerja memiliki dua fungsi utama. 2005). Sistem Penganggaran Hasil/Keluaran Menurut Keputusan Kepala LAN Nomor 239/1X/6/8/2003.

& Kennedy. Yang dimaksud dengan pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan aspek efektivitas. Apabila Laporan Keuangan dapat diakses oleh publik (setidaknya lewat lembaga perwakilan). Penggabungan Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan tidak seharusnya terlalu menekankan pada hal-hal keuangan saja. E. tidak ada pengaruhnya bagi perbaikan kinerja internal dalam pengambilan keputusan yang berkualitas. Hal ini karena berdasarkan UU 15/2004 disebutkan bahwa BPK melakukan tiga jenis pemeriksaan. bukan pada peningkatan kesejahteraan warga negara. perlu juga diperhatikan hak publik untuk dapat mengakses laporan tersebut untuk mengoptimalkan manfaat sistem pelaporan. sebenarnya dalam hal pemeriksaan oleh BPK tidak ada masalah. Dengan demikian. Pengalaman India dengan gagasan akuntabilitas memberikan pelajaran betapa pentingnya umpan balik dari masyarakat dan aktivis sebagai kekuatan pendorong tercapainya akuntabilitas publik (Paul. Dalam kaitan dengan penggabungan tersebut. Ellison. kesimpulan. berdasarkan Government and Results ACT of 1993 (GPRA) terdapat satu saja Laporan Akuntabilitas. dalam penggabungan tersebut dapat mengambil bentuk suatu laporan terpisah atau suatu laporan lengkap. dan Bill Kennedy. Dalam kasus Indonesia. Sebagaimana hasil penelitian dari Cavaluzzo dan Ittner (2003) pengembangan ukuran-ukuran kinerja saja tanpa meningkatkan akuntabilitas pelaporan hanya akan berfungsi simbolis. The Performance-Based Management Handbook. ternyata penelitian Cavaluzzo dan Ittner di Amerika Serikat membuktikan relatif rendahnya persepsi manajer terhadap kegunaan pelaporan yang sesuai dengan standar. pemeriksaan atas kinerja memuat temuan. Penutup Menurut pendapat penulis. Will. 2002). DJ Ellison.Apabila Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan diintegrasikan secara penuh. selama ini model pelaporan pemerintah terlalu menitikberatkan pada jasa-jasa yang dibutuhkan. pengukuran kinerja kuantitatif yang bersifat nonkeuangan menjadi sangat penting. penting untuk mendesain suatu sistem yang sederhana dan mudah diterapkan. Washongton: Performance-Based Management Special Interest Group (PBM SIG) . meskipun pengembangan ukuran kinerja dan pengungkapan akuntabilitas sangat bermanfaat dalam pengambilan keputusan. yang mencakup informasi program dan informasi keuangan (termasuk laporan keuangan yang sudah diaudit) serta ukuranukuran kinerja yang dapat menggambarkan kinerja dalam mencapai tujuan organisasi (Artely. Daftar Pustaka Artley. diharapkan penggabungan Laporan Kinerja sebagai hasil integrasi dengan sistem-sistem yang lain tidak hanya menonjolkan kinerja keuangan saja. Dalam hal ini. (2001). Selanjutnya. Penyusunan laporan yang terpisah. dan rekomendasi. yaitu pemeriksaan keuangan. sebaiknya Laporan Kinerja juga dapat diakses oleh publik dengan mudah. Menurut Mosso (1999). 2001). di Amerika Serikat. Dengan demikian. dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. pemeriksaan kinerja. pengintegrasian Laporan Kinerja dengan Laporan Keuangan merupakan hal yang sangat penting untuk dilaksanakan di Indonesia. yang berasal dari sistem yang berbeda dan tidak terkait akan menyulitkann para penyusun laporan keuangan. Volume 1: Establishing and Maintaining a Performance-Based Management Program. Apabila pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah menghasilkan opini. Lebih lanjut.

Dasar-dasar Administrasi Publik. Bahan Ajar Diklatpim Tingkat III. Ittner. 17 (3) Mosso. Ken S. 1. Jakarta. dan Implementasi. Magelang: Pusdiklat Pegawai Simanjuntak. (2005). 4 Desember 1997 Solikin. (2006). Konsep. No. Bahan Ajar Diklatpim Tingkat IV. Akhmad. Implementing Performance Measurement Innovations: Evidenc from Government.undp. Jurnal Akuntansi Pemerintah. Dalam Subiyantoro. Accounting for the Business of Government: New Goals. (1999). Vol. Dasar-dasar Kepemerintahan yang Baik. Bahan Ajar Diklatpim Tingkat III. No. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Sudiman dan Teguh Widjinarko. (2002). Modul Pelatihan: Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah (SAKIP) dalam Konstelasi Peraturan Perundangan Manajemen Sektor Publik. (2005). 1. AKIP dan Pengukuran Kinerja. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Peraturan Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara . (2001). Jakarta: Pusdiklat Pegawai Tim Studi Pengembangan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Mark dan Hiroshi Yoshimi. New Mechanism for Public Accountability: The Indian Experience. Kebijakan Fiskal: Pemikiran. Accountability Reporting in Indonesia: When Self-serving Attributions Exaggerate Perceived Performance.Cavaluzzo. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Tim Pusdiklat Pegawai. Mulia P. (2005). AKIP dan Pengukuran Kinerja.pdf Seger dan Mutasim Billah. Cetakan 2. 1. Accounting. Old Myths. David. (2003).org/governance/docsaccount/new-mechanism-accountability. Serpong: Marjin Kiri Suhady. Public Budgeting and Finance. Makalah disajikan pada Seminar Nasional Akuntabilitas pada Sektor Publik. Akuntabilitas Kinerja Mengarahkan Pencapaian Misi Instansi Pemerintah. Idup dan Desi Fernanda. (2005). (2004). Menyongsong Era Baru Akuntansi Pemerintahan di Indonesia. Reformasi Manajemen Keuangan Negara. Jurnal Akuntansi Pemerintah. Diakses dari http://www. Mei Soedarjono. and Society Christensen. Jakarta: Deputi Bidang Akuntabilitas Aparatur. A Two-country Comparison of Public Sector Performance Reporting: The Tortoise and Hare? Financial Accountability and Management. Mei Stiglitz. Era 90’an dan Awal Mula Petaka Ekonomi Dunia. Heru dan Singgih Riphat (Editor). Organization. (2001). 1. Vol. Binsar H. Jakarta: Kompas Paul. (2006). Samuel. Winter Nasution. dan Christopher D. Joseph E. Dekade Keserakahan. (2004). Modul Diklatpim Tingkat IV.

Undang-undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Undang-undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/1X/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah .

 .49.

547. 5.3/. !0.3:39.9 /90:8:7 80-0:2 788 04342 20.-9.5. 3/4308..5020739.:3 . /. 03:7:9$40/./.7434  :8. 9.:39: 20307..350.8307.5.547. :8.3307.

.3/.7.9:7.3. 1.9.3 80.7:/909..2-039:35708.3-07.3-. 02.9:. 507.5.

.2 35708 .  .

 /03... 8.3 389.25.3..9/.-9. . 203.38389.8.7.947 1.8.8. .7.7 9.7.7.3 8.547.9 :39: 907...3 /.3..7.:39.8.9: 57.38 5020739.3.-0 803.38. 8.. 50703.7.7.9 -074507.8.3 -078   .3. %::.843.7:8 2025:3.9..3 90780-:9  $0/.8 307.59. 9::.38890290780-:9.. 80-./.5.8  28  897./.8 307.3. 389.9.3   .3 08043  507 9..  35708 90780-:9 :.8.8 307.5. :39: 203/4743 907.-9. .3 897.32.207:5.3 47.:3 ..38 !020739..7. .8307..3 . 389..38. .3.0507.38 !020739. 01803  01091/.3 :39.3:3.7.3.97.:39.3.3 .7985.90 /.8 47./.3. 5020739..3.385020739.389.3 2:.8..8../.-9.250..38. / 90750.7..:39.38 5020739.9:39:20.38 5020739./.385.3 1.8 80. .7.5020739.857. 203039:.7./.3 -. 90780-:9 /80-:9.3.8   9::.33. 809.947 :3.908 .5 389.59.. .82.8.3 /.905.9/.3. 389.8.3  8. - 907::/3.33. /.33:3. 8. 0-07.. ..385020739..3 .8 /.5.3 -.3-..3907507.370854381907.5.82. 907::/3.-9. $0/..3502-.  203.3 $8902 :39.   $05902-07  8:/.

!   02:/.3:9 35708 90780-:9 /03.3 2030:.  809.7:82025:3..8:/.3 2033/.385020739.7..  4247 .5389.3 05.3 05:9:8..

.

.

.

3-4-499079039: 8.  02.3/507:.8.8.3.3 /03./-07. !  :39:2030.3 503.  8.3:9 3/.947 .2 2030.3/02.5./..  3/.3.3 /.3.3:8..7.5.3 0-. $0.2 :39 .7.3 /02..5.5. /.3 :39. 05:9:8.3 28 5020739.8.8:.94735:9 4:95:9  /.3 .8 /.7.947307.: 389.9. 2.3! :39: 203:7.3 /.3:39: 203003.3/.39. 35:9 /.3 .3 0.3 !03:8:3.9  .3.94735:9.39.:.33.8.9: 47.3 /9039:.8..3 8:2-07 /.5:38:790780-:9/-07. 88902 -0703.9. 3/....  /5.908 #03897.  ..9..3 :39: 203.3 25.3 $0-.. 389.. 5747..3 .:.33.3 /.3 /.3  /.3  03.58:-3/.3. /. /5.8 307.8 .8.9.420 :.420  -03019  /.38...947 307.7 :39: 203::7 307.3809.3:93.2 05:9:8.809..3 907/.8 307.38:.9.833/.3.3408:.3 .23 0907.3 .9.  80-..2  .2 03.3.3 ..4394 /.3 5:.30-07.9 /90:8:7 .9 /03.9.9.3 0- 93  -.7.35747...7.8307./...8 307.9 //0391. 3/./.. /03.39.:.$97.30.9.3 .3  /..3 ! :39:203:7.3 :39:2030.947/-07. /03..3 ..2 03.5.9:0.83 2..9..38 .3 307.34:9.!0703.9 203.8307.9.2#03.547...2 .3 8:.3  .3.3.3 4:95:9  80/.     :39: 2030.9:-4-499079039::39:203::7307.3  :39:2030.8..... 0. .3.8 307.3502-4-49.:.33..9.3 /.8.3..:.3 905.3 3  /5.3 88902 3 /.9: 0./. 2.947 .  /.9.-9.7.8 /03.:/:7.3 3/. 88902 -0703.3 5747.7.30.3 0- 8:9 /::7 /. 9039..8 .0..3 !0./50.38 !020739.3 !0/42.0.. 2.5.947 35:9  4:95:9  4:9.9 .38.  :.9. 3/.

3 3 .257.3 0..3 05.390780-:9/-07.3/.3907/7/.. 0. 39073.7-07-.30-93 8.3 ! 9/..30805.9.9/507408:.5.-.3.3!8. .38...307..$8902502-4-49.792. 2. /03.2 -039: .  803.339073. 1472.8:.3..7:39:/-.3 90780-:9  02.2.3 -0:2 2./907. -.:39.7.9:.9: 3/. 80-. 9. 8..7:8 /.: 307.2 !.3 80.2507803  .3 03.3 90780-:9  203..9 20309.3 ! /.7.8/.3 -.3 88902 -0703.257.3 203.947  /.. /.947 307.78:.3 :7.25.9.9.990-.9:8.9./. 88902 503::7.203.3 2.5.3. :38:7 :38:7 3/.3...39..8.3 8:..9.3.2-.3.7..9.8.2 88902 3 .3 /. .947 307.  .9::3947. 8..0.9:3.  !..9.38.3 88902 502-4-49.. 503::7.8. 0- .9.39/.0.890780-:9  03.3:93.3 /.3203.8.  4247 . $43    .89079039:/.7.3307. /909.8.5.9: -4-49 907803/7 :39: /. /./.  5.8.3 307.-07/.7.../.:3947.3 .3/.7:8 /73..39:2.3.3:39:203::7307..8 -0./.9.3.:3    907-9 05:9:8.5.3 3/...39.:39:8:..3 -4-49 8:.3 /03.3 80..53.7. 503039:.33:.9:574808.3 /.3 .207:5.

.

.

.

3 05:9:8.3 :39.3 !03:8:3.  9039.8 389.3 !0.3 !07-.3 4247 .3 !0/42.-9..  .547.38 !020739.9: 203025:73..

.

.

.

.3.307.390780-:9 /.3.7. $97.35747.2 -039: 0.30-.7.2-039: :7.3/.3.3 8.9.3 3  909.8  28 9::.3..9...3..3 /.3.2.5 .3-.5.9:9.2 05:9:8.3/.3/50-.35747../..8.8.35747.  .3/..:3.3 #03.290780-:9 02:/..3-078 .8.. #03..22.3809.3.2 #03897..  .:3 0-.908 #03897..59.%.8.3 /.205:9.3/.. 203.:3..3 0.

 703. 2.  07-0/.7 /..3 4:95:9  ..  3/.8 4:9.3307.792.5. 507-.3 !!$ &39:20309:./.83 3/..9 .3 ! /.9..9 4507.3$. 70.9: 1472:7 !03::7.8.9. 1472:7 ! /.3 8.  /.5.947 307.3 35:9  0:..9: 88  503.3 5.3 8.8.#% .3 . /.3.3 307.5./.3 203..3 70.83 2..9. 0.74    /.8 202. 25.5.3472:7!!$/8.8..9/.3 /.3 80-0:23.3 307.7.947 307.9:89:/.3 307.7.9.8  :39: 2.3 5.3 /03.:: .3 507.9.2.5 / 5..3 0..9. /-07.30-0.7.8..8. 0:..7.2.3 . 9.8.3 307. 1472:7 :39: 203::7 307.3 .0.9.  .39./03.3  /:3.3/3.25. 70.: 503.3 ..9 203. .947 307.:.9.8.3.3507.7 703.9.3 &39:202-07.307.3 907/.7: /80-:9. /:.3 57.3 3/08  90780-:9 /.8 472:7!/.3 -.8:.3 502-4-49.3!03. /03.9:7.5./ 9/.3502-4-49.. 0.8 .5.709  /03.9:7.3  03:7:9 $:/2./-07././.5.3:39:20250740307.7.8. 93.0..3.9.9 /09.3 20303.9. -07:-:3.9:7.73 02:33. 0.9  07-0/.3   5.420 2.8.3 2.3 . 8.3 803.3:9 :.3 /3.9.3 503039:.9.3 /.3 507.9 -03019 /..8.5 3/.  909.9:7.8.3.3/.31.3 .3/.3 502-4-49.2-.307.8 /.9.7.3.3 . 809.7..257.9 -07.3/.2.8 .:8:. 507. /.7:820.3472:7!03::7.9:3.3.2 . /03.. 3 9/.3.39079039: 0-. 0.3. 0.: .88.3   8.7.

90...

3.7.8 0:.3 :38 389.    :39.. $97.3.:3/08  $0:7./.32094/0502-4-49.3 205:9 472:7 ! /.-9.3 $97.3 /3. 2.3 .3 .080.3    !03:9:5  /.8:7.9!0.257.3  .3/507:.:8:8 03.9.38  8079...780:91   !03/.!907/7/.3 472:7 !!$ 8079.74  %2!:8/.9.3.3   .-9.::. 3.3. 307.3. /4:203 .3 :7.8!44 /.  205:9 :39..-9.33.3 #03.90 /.88 !0702-.8 307.3 205:9..8. 02:33.      98.3503:3.3..3 /02.7 $:/2.8 307. /.3 %:.70.3 80-03073.90    #03.3 :39.

2 .3 /. ! .38079.9.25. 0..9.7.3307.. 0. 203. 05:9:8. -078 703.3 49. 907/7 /.3 ! .9.80:.7.8. 703.3 .3. /..3  .39039.7 8..:5:3 /.3 -.3:39.:..3.547.3.3 /2 5.:39.-9..5.-9. .30.9.:3 $:2-07/.3 90780-:9-0:2907.7.:3..3 0.7. 2.5747..25.. 57. .19.3 0.:39. 8.3 /..38 203:8:3 .38.072. /.7.8 307..3/.3 40 5020739.88 307.3 8:2-.3:39:202-.3./.547.:3 90780-:98.8 307. /.$05079 /80-:9.8 /.3. &&.3 80.3/907-9.:5:350702-.: -0:2 ..70.3  9073.7.3 202-07.547..30:.3  :2:23.3.:3  507:-.8.547.3 .2..3.3   2..3 0:.8 307.33.3 70.:3.3 .3/.0 389. 05:9:8.09 && 0:.2!0.3. 9. .9.5.3 ..7.-9.547./.88018038503:3.3 .3 .3.9.8  /.2 ! -.9.3 ! /.3..4.3.547../.3../.8.39./.547.3.3:2:23.3 .3 8079.3 :.305.3 :39: /8.3.8/.3 8.: !079:3.205:98:2-07/..3.79.7.3307.3 / .3 ..8 0:.3 $0-0:2 9.8 0:.39.8 ./.3. 2./.3018038  05:9:8./.7.3 !740 !  -. 705479  . 83.2/. !# .88 503.8 . .39.19.7.7:  $05079 .8 /. !079:3.88 0:.38079.: !# .8  5.3 0.3.3 .701472..:39.3 5..3 /:7.9 / . 05.-:3.3 ! $2..3  $0/.. !  809.2 503079.8.8..:5:3 .     !.9 :7.. 907-9  .7.9. /.9.:39.3.3 0.3. 205:9 0.3  :39.3.3 .7..3 70.. /.3 507:-.3  9072.-9.-9.7.503.330.3.7 .8:5030.3.3.3 3..  02:/.9.33:.7 8./.93-0:2/.:...3 /8.3.2-.3   !03:3. 5.  $090.33./4.8.7..3.3:8.8.5 389.3 49..3. ./.8.3 9.38:2-07502-.3089073. !  /..: 49..547.9.2 :2.547.3 :39: 503:8:3.30:./. 0.3.23:3./03.38  80.3 9.. :.:5 8:2-07 /.3 -078 .3.9. !079:3.

7.3.9..3 .3 30. 9039.30:.547.3 .8..30.9.3.3#0.3.2 !.3/.547.547.3 503.205:9.3 97.3.37:8.3 30. 4247  9. 20::/.3203:9 89.3..:39.3 ..38 /..3.547. 9/. .  !.7.3/8:8:3/03.2 7..3.3.-9.-...390780-:9809/.   /80-:9..:39.547.9:7.3.385.35079.257/03.7.547.3.3  !03.8 /.8!  07.30:.2038.3 -.547.9.3.7..30:.  .25.7 ..3 507:8.3 0:. !07.7.3 90780-:9 /.3 !020739.8.3-.3 . /.3 0:.8 50304.3/.9.33.:3   !!.3.3.3 0:.38 5020739../.8.25./...3:3.35020739.30:.

3 544  0399.3:9.3.547.8.3.7:39.547.3 5.9 203.3 /80-:9 /03.38!020739.9038.  && .3 80.3 /.3!07:-.547.3 .3/.3025.30:.3$9.547.3/.3.8  !030..8.8 50.3 0:.3.  9039...547.3 90780-:9 .5.3 .0:.3307.

7.3/.3 203.7.9.809.8.3-0..3 -. ..357089.8 3.  203.8.3 30. :.3 80.8503/.2030.5.50203907.8.3.9.547.807.3 #0.370..

3 5.02-.3. :39. 438059:. 07.3 !! ../.38 !020739.3..  $0/.

3 .3/.7:39.7.3/.7..3507-. 2.0434290.83.01803 01091 /.3 31472.3 /.8.3/3. ./. &38:7.. .8 -.3/.3502-..!!.3/04.405020739.3 2030-:9.9 31472..38!020739.3 70.3. 04342..3$9.7.3 /..3 503:3.3 -0..8.3 -.. 2030/.3.9  !.4.8 3.   .3 02.547.8.3203.38107  /.:5 /..9.2-.39.. ..38:2-07/.3 502.8 3.3 203.9. 97.7.7./.7 8:2-07  .390780-:9 205:9503/..302. 50740.3 98.7.3 .5..../.547.39.7.31.3.3 !$! 4247  9039...3 8:2-07 /.:..3.3 #0.8 .3 #0.3 .8.380.3 -.547.2.8  /. 503:3.547.2!073.8 70...7.

357089.8-07.9.39..3/.807..7. .9..:307./. .3.9/902:.5. 5073.35.9.30-90.3/03.

5. .2 . 438059:.9.0:.3 /80-:9.3 307..!$! 4247  9039.-.3 3/...9.3 /.3 207:5..3 5020739.3 .7 80 507:-.547.3 .547.7 /.9.3 -.: 70107038 8..547.: .7. .547.547.3/.8 3. 9079.3 .9.3 .3 0:.3544 .2.5.3 0:.809 -078 5020739. .39.9.3 544 .9.9.9.3.9.3..380..547.3..3..3.9. .3/8.3 2025:3.3 503.7:8 20398. 0.8 ..3 -07/2038 0:.3 .38 !020739. 07. .3 .547.9.3..8.7503.3 /.3 0:.:350.3 5.5.7.3 3 205:9 5030.3 -.3.2 .8 .9.. :39.3307. ..3.3  . :-:3. 9/.3 /80-:9.9203.547.3  !$! 4247  :.9.8.3 /. .3./.7.3 #0.8.3.3 0:.3 . 203.3.547.3 !.398./.. .30:.7.3.3.843.9. ... 503:3.:73.3 4507. .: -.947 /.

8:./...3 70.3.804342 28.9/443.8:. ./909..3-07/2038 0:.. 0:.9.2 !80-. . :-:3.. 8.8503/..3 35:9 $0/.843.8307.39::.3/03.3 3 . 0:.547.3 085:389.2  02507.9.3:39: 203.3.3/909.90109. 307../..3/.3.3 /03.3804.3/.3 9025.9:7 803.3 :.39:3.5020739.3202-.9.3 90.:39.3.:.. 0:.3 / .3.3 /02./.38.3.3.3    203:7.3 0.3 307.3.3.709.0:.3 .5.39::.3 .3 /.3 -.3   202-. !$! 4247  9039../03.-0-./.3.8 54891 2.5.3 307.07.3.9.0203-07.8 4:9.3 /.390.8 /03.3/3.9/09.393..25..  0- .9.: -07/.3/80-:9./.3/3./.5.709. 89.3.3. /.3 /8:8:3 /..3203.7 502-.8.3  ./.388902.0:.3..3.8 %3.39.9085020739..3/./:7..7:8   205:9 .8.:5:3 30.897.7.: /0189  !.547.3 20303. 0:.9.2.790 /.3..9.2 .3.547..90109. ./..9.7703.3.33/.7 5.5.-.3 8:2-07 /.3 /902:.33 /.547.3 57480/:7 .3 4507.: -.3/3.3 28..8.3 203:7:9.3  -0-./...9:0399.3 8:75:8 .7:8/.547.331472.3 70.390780-:9 /8.350.0.35747.9.9 018038/.3 9.3:3.3 ..547. ! /03..8 9039.:0- .3 .8..3 .8/03./.3.3/5.3 /.7.275/03.9018038/::7/03.3.3:93. 507:8.3 4:95:9 /03./.3  2.3.8.3  085:3 .9.5 :./..8  /03.9.7..2.3 /.9.3503:8:9.3307.9.3.3.5.3-.  909.947..39..9/.2-.9:7.3/03.3 .8.3.8.9.9203./.3700.3 .89.2.39.3 0:.2-.3-0:2203.3 503.5.438059:.9.33.38!020739..3-0:2.39::.3  5.2.320.547.3507-0/. /80/.5.3. /.9.2 !$! 4247   0-07..3.3 /.3.3  !02-.3 40 2...3507.7:8   203:7.3 202-.9.3 8. .9.39.81.3-.5.9 /09.3    203.2 !$!4247  89.3..9..3 /:3.380-.3 /80-:9.3.320303.3.3 2.3/3.3 4507.3507:3/. 307. /..8/::7/03.3 307.3 :7.3/8:8:3-07/./.9.843..8.3-07.3-0.9..8 307.2-.81:38 -07/.9....30:.7.7.3.9.3.709  - .3 703.8.3/03.91    203.947 .8-0:2/.3 503/.5.8.9 9079.9.3.3 307.5.3 89...9: 307..89478 .3 07..:703..3..3307.8 /.3/.8.9::.:2. 0:.547.!$!:8:8.5..0:.3  $0.5..8703. -49942 30 5.5.3 5030.9 203.9.7.3 -.7:8808:. /909.3 .3:9 /80-:9.2 .  -0.8./.3.3 9...88 /.3.7.7.7.5.39. /.81.9.88. .. .3  2030.5.3 :3/. 50..5.0:.3 /03...7.709 .8.3 307.3 3 /.3 31472.  502-.7:.3 93.420  /03..3820.3 9073.3...7.3.3.393.  /.3.3 8.3 /:3.:  98.8. 0:.547.3 503:3. .2507-.::5/.547...3 /.3/5.3./.:39 502-. 307..3 !03..3 . -.3 .

80-.3. 0:.547..8 .25.3.8307... /.7 .3/.30:.3 0:.8://.8. 9.3.3.9.547.202-07.3 307.3 -.547.3 307.:.547.39.-:3./../2.9.3  /.3.9 /3/.3307.331472.547.:3  01091 -07.2!   !03.3.2 -039: ! /50703.: 2:.3.3 5..3 /.  . !0.9.3 .5. ./02.2.

547.83 ! .3 5.3.3.  0.9.  9073.8..9:5020739.3.83 2.3-.3 /:3/.547. 702  50.8.3/3 702 !  $0-.3 .2. -.9:7.33.3 0:.3 0:.3!07.9.3/03. 2.: ..42479.3  /..3   9073. /0.:3    ./.547.3.: 9.:: 50.3 !020739.:3   01091 -07.20307-9.3 0:.3 /-.9.2 50702-.   203/.703.3 0- -0702-.3-0:2/3907.3 9.3.3.:3  !!.

3307.  .38 !020739.3/.389.3.3 !0.  9039. && .8.30:..3 -.547.2 !030.3 !! 3 /80-:9..

3 4:95:9  /.7 809. .9 203/0391.2-.7.3 /03.8.35.7. !03.3.7:8.3!.2 .:503.5 0.8 4:9.30:.547.3..3 .3 0:..3./03.3.3 .3 /.8 9.7.3 31472./2.9.3 9039.5.2.39:2..: /2.3//.. 203.3.7:8 /. 503..55747.390780-:980.3.7809.3.3 503.3 307.3 /.3 ..33. 503:3.39:2..9.7. 2.2-.  207:5.3 .420 /.

!  !030.8.3 !! .

3 0:. 203..8/03.3897.908 88902503.3 .3 /.3 88902 .2 !. 389.3.. ! /03.  :.   !! . $! .3 803.8.547.3 $!  .83.. 503:8:3.3.5.7.38 5020739.: -0:2 9073907.39073907. 20309.3 507:3.388902 ..38 5020739.38890250703.8 307.:39.:39.3.-9.

8 /03.3  -../...9203..8 90780-:9 .7.. 88902 90780-:9  $! :.5. 507: 9073907.3/.2 !07. 80.3 09.5.3  $8902 .3/.7.8 /03..  .3 /::/.9:7.3 88902 507-03/.2-.3 !708/03 .3 /.39.3 9073907. 9.335708.3 9073907.

547.4208 8:2-07/...3...7. 3  $ %70..3 0 $4:9 . -.8  .720.3.2 -.2 .7.3203:3..3/.203:-:3.7. 507-.3 78903803 482    .3 4:9.3 $ 807.$80-.8..547.3/:3.3 35:98 /..2 !! . /...5.3503.2 50.7.3  30.9.3/3../.3018038 /::7 /..3 50./03.547.:.3..3/03. 507 :39 0:..3 307.0 0114798 ..08 $  / :897...3 /.3 /.547.3 /03.3 $ 203.38:8.350703...3 ..547..:550.3307.8:7 203:3.  $0-.39..425820398  %0344 50..3.

.3.7..3.7809. $! 90780-:9 809/.3/.30:.2.3/.3 .5.7.390.3.3 50702-.3 -.280-.3.7. /.7809.8.3..9.  /80-:9.8/.3.50.8.3 /.55747.8..9 20331472.3  07/. /909.3 && .2 /4:203 50.5..

7.3.3  .   /.3 ...3 /8:8:3 40 203907.3.2 /4:203 50.8.

 8.5..3. 503.3/80/.  /:7.5253.8.3 .7.3 02-.7./.5..373.3 07. 503/.8.3 703.2/.3:39:203.3..7.9.3  !!. 1:38 5747.3.5 8.3 .5 9.3 /..3 03/.3 8.9...  8079.3 90780-:9  /. 9.3..3 /5077.3 .30.7..9:.5.

38. /-.3307..805079.3/.-.. 202-07.3 .2 .257. !! .39:2.547.39.3:897.3/3.3   5.8-039:/.7.3/.

257.3   /03.3 05..  . 4247.3 05:9:8.

.

.

.

-07:9 .8. :2:2 8.547.80-.3 .9: 202-.3 70..3  80.  /.8  085:3 /02.9/02:.257.7. .3.  .3.2..3  /.7 80 57385 50. 703..3/.2 !! . /..5..7.  .39.3 /.3/3.

:5:3 70.  80.39. -0.7.8 /8.3 .7. .3 2..7.8.8  /03. -.3/3. 0.3.3.8.3 .

 703..3 -.8  2.  4247 .7.2 05:9:8.3 /5...3 .8.  70.3.9:.:5:3 8.0:.3 05.  ..

.

.

.

 9072.3.3 .8: . :.   -0.

.3 909.947307.0.9.8:/..2 05:9:8.3 907:9..7:8/.3307.3 05.2!03::7./.7 80 903 503::7.  4247 ..35:9  -  /.3  /.8..52..547.2.9: 3/.28.

.

.

.

3.3 /.2  $0/..472:7!:39: 203::7 307.3 307.  :39: 20.3 472:7 !!$ :39: 203::7 307.2 !! .3..0.3 /.:./03.3503::7.9./. 5747.

9/.205:9:8.  .3..  502-.305.4247.3307.780503::7.../. /.  /.3 90780-:99..25.

.

.

.

9. !! .3../.947 307..7.3 25.4208  -030198  /.8. 3/.947 8. /03.98  /./.3  !. .3 3/.3 /.2 35:98  4:95:98  4:9. 0.

93.947307.:..3-08.3 /.   -07/..3 0- -. 503:3.4208 $43   . 0.9.31.25.9.947 0:.3 203:3..205:9:8.3 3/. :39: 0.. /.7:39:20.3/5.0.5747.3/.780503.25. :39 389.3 4:9.:0:.320207:.3 .3 3/..3 20303.7.3 503::7.25.3307.257.3.0 4:9..74    /  /.::593/..3 /3.3  .5.420 !07:/.947307.9 08:9.8 /5.305.503::7.203:3.3 .947 307.7 09039:.0 $:/2.3/.3 472:7  3/..38:9 :39: /.8.9/..9.3  !09:3: !038.5. 25..9 203::7 8.3-.3 :39: 203::7307.8 4:95:9 .3 3/.7.2025:3.7.703.3..38:7.:-. 35:9 8.4247.547.3 . ....3.98 :39: 203::7307..9503:8 09039:.947 307.3307. -..:.3 /. :2:23.. /.0.3.38 .2 03:7:9503/.02.309039:.9.9:.3 ..0.9..

.

.

.

 9.3 9..709  80-.5. 907/...3 .7.3/3.709/03.80   503.8 .9 442 :8:8 .3 -078 5078039. .2!!.8 507-.8..39.5.370.

80500  909..8 503.. .  ..547..30..33.  44290780-:99/...39:502-.5.3:39:2025074031472.3307.8090780-:9/./.5.2 !! .9..0-2:/.5.3../-.9202-.5078039.

3 -.9. 5:8..3.3 40 5020739.3 0:. .547.  /80-:9.3 .7:8 /8:8:3 /.3 /8.3 ..

5.3.07.7 .9.547..  .3  07. 809/.8.3 038.30:.9.3 #0..37:8.3.2..8.3.547..338.3 /. 9/.547.7./.9.2 && . 907/7 /.3.3/909.8 3.547.8 /.

3503:8:3.547. 207:5.3 .2 -.8.788902.3 90758.-:3.9 /825:.3 /.. .3 .547./.3/.3 92-: 5079. /0.33.3 0:.3 ..7.3 0:.3 .3.547./ /.547.547. .7.8.3 90758.3   $0/.3 038 038 .3 -.3 /.3 .3 307.3 307..3.3..2-.3 .3 90780-:9  02:/.3 !! ..3.547. .3 /.3 90780-:9  07/.2.3 . 88 503. 207:5...3 9. 2085:3/.547.8..39073907..5.3 /2.3.3 90758.7 0/:.  80-. /03.8  03.3.547.5.547.3 90780-:9  .3.

380-.8.7.3.3 !07.3 /2:.-:3./.5.   503.3 5.-07:9 . 90780-:9 -07/.388902507-03/.9:7.3 88902 50703.3.7.:.3 90780-:9 /.3 897. $! .3 307.7.9:79039.3. /.547.38 5020739..3 //.  805079 /0.7..908  88902 503.  .3  /...:39.3!!.7..3203.8.3 88902 .8 /03.8.3!708/03.3 9073907.3 $! /..

3/.:38090.9:9.3 !! .5. /.:3  8.50307-9.5.7.9907-99.

.3307.380-.2 2038 ...9.3   2.547.-0 $8902$:2-07.9.-07:9  %.   . . 805079 907..2 ./.257..3/..39:2 /.547.3 307. /507:.788902 88902.

4 902 $8902$:2-07  3.7.$! $8902!07-03/.80.3.8.8.3.7...3 $8902!0703.3 $8902!03.3.. $8902!0703.3.3.  #0..3  #03.7..3.3 0.3 $8902!03.3 ...3.7.

8.8 $! $8902!07-03/.7.3  #0.7.3 ...8.0:.

.3  $.3.7.3 $8902!03.3 $8902!0703.3 .3.8.9:.7..0:.

3 05.7.3 03:7:9 05:9:8.0:..  4247 .

.

.

.

8 307.:.3.9.3.3 28 47..   $! 5./3.83.3 207:5.8.3 307./.3'!!.38 5020739.3.3 /:3.$!/03.3 307.3 307.....3 389..303.5/.9.203.2. 4254303 .3 0-07..:025.38.39.988902.3 :39: 2025079.  /..90  50703..3  . /.547.3 50.2.257./9/.3  /3.2$!..8.  503::7.3 9073907. 3897:203 ..3 /.9: 50703.3 -07./.3. .3 897.  -  !./507:.9:...3 202-039: 8:.7 -07-.. .74    %2 $9:/     03.3.  50.3 3/503/0380-..2 20203: 0.3 8.9: 08.-.3.3 0.8  $! 907/7 /...-.9: 8:8 $:/2.3 0..3/. 5443.3:3.798:8../.3.

3.3/. 574538  /.2:-:3.3 :39: 5020739. 5:8.3 0:..7.903.7.39039. /.547.3 . /.9  5020739.39.2-.3 5020739.7.3307. .-:5.547.3.

 503. /.3!079.-:3.3&3/.8....-.3:3.3.39039.49.3 0:..3 90.3 .547.3 .7 /.3.5..7.3. -.3 /.39.2 !! .3 307.  .8.2 90780-:9 /.3 :3/.3 .3.9 /82.3.7: /.3 #. /.:/9  -..547.3! #&&!!  . ..2 503:8:3.7.3!0.

8...3 307. /8. 03907./.3 05. .25.547.  /0.3 -.

3 02:/.3/8.8 5020739.25.3 05. ..7.8307.04/078  .8.3 80./..3.3 /8.:507-.3$8902 :39.25...3./.8 307..3 ..5.3 207:5.3.8.39..3 /./.2.3 /.5.547..3 307.38.2 ..3 80.3 20342:3.3307.3902:.3-078.7.8 307. 802. 03907 0:.  03:7:9 %2 $9:/ !0302-..3 /.3 .:5:3503072. !708/03 /.3 03907 0. 907/..7.25.8307. .3503072./.8 307.90 47./ :7.3 405:- 2. /4708/03.!253.3202507.7. 31472.30:.547.547. 80.3-.3 !02078.3.3  03907 0.2 -039: .3.3307.9:39:202.5.3.3:3.3  /.547.75079.7.: .3 !02-./.    31472.3.808 80..97..9: -039:.30:.04/078  203. !03/.8 40 03907 0:. /.8  ..:7503.7.5:-80-.3.9:7 0.9.. .3:3.5020739.3 0:.: 503:3.3/:3 /.7.3. 5074/ 503..38/. :.547.2 ..2 #&& !  $0/./.547. 503: .8..547. 1:38 :9.3/. -.-. 5.5.3 ..2.3.3 /02.2.3 /..5..547.3 9::.3 2033907.3 307. ...9.3.3! .547./.3.547.-9.3 /3907. .3 . 9::... 0:.2 8:..2.3 907. !0703.7.3/8.3 2.:3.3 !  $090.9 /.3 897.3 -0:2 /.3 0:.:/9 40 .-9.-9.3 /425.3 /./.3 02-.9 05.25.2.3:39:9::.!# 03.-...7.8. .547.90. .8.3 /03.502-07.5.390780-:902:/.0203  2085:3 02:/.8 40 5.3. 202 /:.3 .25.3.3.3 39073.3 0:.547.8.547.3 /8...7. 1:38 ..3 907.-. %::.3 90780-:9 /..7.3.3:39.#&& !! 05.3.8.3 05.3 .-9. 89. 89. 05.3.547.  31472.7..389.  !079.:39.5..3 /...  0.9/:3.:39.3 :2:2  03.38 !020739.3 5.3.305..2.3 8.9 0/:.

3&&.2 ./..380. .3307..703.3.-07/.340!9/..547..8.-.2.30:.3.547./.73.503: 80-03../.3.5.7.8.8..502078.7.3/3907.

9902:. /.3704203/.8 50...9.3.547.5..38.9 /.3.5.7. /80-:9.5.3  $0-.2.8307.350.-9.91 703/.02039$50.203.9.3 307.3 /2.9 203.5.3 5020739.902-.8 50304.-9.390708974:5 !$  . 5:- :39: /.9.3 2.:.547.3 9.3 .::7.-:3./.2503.808405:- 809/.9 50393  . 30.:5 31472.. 9::.  03....3 /207.3.547.8.3 307.80/ .547.3 207:5..380/07.3 307.: 8:.07 907.3 8. ...3 90758.3 /. !03:8:3.3 ./..390780-:9 /.. 502078.3-09..8/03.3 .0.7.2.3 203.3503/4743907.$07.85:- !.3::7.7:83.9.02039 .-9.38. /507.2.3 808:.35020739.3 018038 8079.850 0109.9: 8.3.3.3 307.9/.3 0:. 907. :. 502078..850 04342 /.3 8. 39073.0 .8 8.3.3 80-.3 0:. /.9.988902 50. 5078058 2. ! 20.8 790  843  0330/     !03:9:5 03:7:9 503/.5.3. /.-:3.3.3  ..7 .. .3.547.0:..203434..34.: 2039-07.3.2. 80. /. 8. 80-.3 ::7.3.:4 /.8.3 3/.7.3 .3 503.-9.9.5 0:3.3 /02.39. .3.507.547.5.3 2:/..503933.9 203./ 8.3 .38:.3  503::7.331472.808 40 5:- /03.:25.547.:4 /.3 9079039:  .3.-83 .35.3 307./.3  502078.3.  .3 .547.3.8 202-07.3 0:.3  .. !071472. /03. .3:9 2085:350302-.3 99307 / 207.3 .3 /.399.:39.3 /3/4308.388902 88902.5. 2033.2 .3 /03.5.8 0- .8. /.3 9/.9 202-:9.3.3 0:.3 .3 5.3453 502078.303.. 907.9:.3 -.80/./.19.5.3/-44  '4:20  89. 503:8:3 .3 ::7..547.9.9.3..2/.  $0.3.3.  /.3 5.3 .5.3 -0781. .7 88902 .:    . 502078.5 .80/ .3 503:3.7.8 502078.7:3.305:9:8.7.547..3.3.0 .3 307..3 907/7 .8. /03.33 5.3:93.3 .3/.3 47.7.:39.3.2 203.3 0825:./.3 0:..7. /.83907.8 50309.2-..8  5. 9.3. ..843943!071472.3 70.390758.8.0:.3 307..9.7 2.3. $07.39/.3 307....3 -07-0/.9 503:8  5033907.3 /02.3 307.3 0:.547.9.3-.3.9:88902.547.3.. .3.3 080..3 . /03.91 .3 .7  03..9.32:/.3 .3.3 9/.9 -07/....3 .  03:7:9 4884   80. .8 5747.202:.3 99307    50302-.9 3430:.3.3 .0732039..3.3 90780-:9  507: :.. 0:..-:3. 3 24/0 50. 5033.9.5.33 .31.5.3 307.2--039:8:.8:. .3 203.9.  !03.8  .38:/.9 8.3 .8 80-.3.3 ..8:8 3/4308.3 .950393:39:/.2-.3 9::.9.3 .8. 50309.3307.2 .7. 038 502078.547./907.3 .5.3 ::7.8:/ /03.02039 !747.9: 502078. ..3.3 /03. /.3 9072.8.3.547.9:./.0 .3  0330/     %0 !071472./.3 89.3  50393 :39:203/08.3 30.3 -071:38 82-48  9/.3 502078.3-07:..3.3 90780-:9 :39: 2034592.7!:89.3.-.547.808 . /..9. 907.547.3/ . /.3  /.30:.3 05:9:8.:39.3 503..3.3 50.8  !03. -.2 . .907..3 502078.3 :39.9 ....547...3 307.3 203:9..8.2-. 503.. .9 /.7.3 307.3 ..-..3 /-:9:.:39. :.2 503..3 -07.547.:/9 8079.547.8 .3/./.2 503.80:. .3  9073.8.3/#08:98 % 41  !#  907/.-9.3 5. 507-.: 2030. .3  5.  /.3.3 0:.-:3.3. 790    843  /.3  -:.3.31.9203.9/.9 -072.

3/.:  $.:4  03 $  /./    .3.39474 07: /./03.943 ..3.17424.!    #01472.7 /.2$:-.70 3.3$3#5..7843 41 !:-..32502039.0732039 0 4. .8:943 :.9438.3 43805 /.3.3  .30.9 /947 0-.0732039 .7995.3/$4.8:702039 334.79..4:39.0#054793%0%479480. ..4:39.3...3.3/.3 7894507   99307     25020393 !071472. $0.-9 %0 3/..!027.3.:/093..3..4:393  7.3.3 50703..02030:.8 09...0  .4:393 147 90 :83088 41 4.4:397 425.-9.8 !..425.3 748 482      %4 .808/.0 3907 .7.09 78903803  .8.3/3..0 0..38.947 !071472.8  / 98  !:-.2:0     0 0.382 147 !:-.02039   4884  .

.

 :3/5 47.

0.073.4.3.

.8.4:39./4..

3.3.35.30.3 307.8.3/.8.9' ..9:7../23897..3997-:9438 .7.    .03$01 807.7 /23897..:3..3 .82 .7. . /8.3!03/.9  .3.0203 $0947 !:-  ..3 . '4  4  0 $40/.8.$023.9.38!020739.  38.38 !020739.80. %2 !:8/.3 :39. %2 $9:/ !0302-.79.  :73.8 389.3%0:/3./..8.8 !:- ..:39.90!07.35.38!020739.3.-9.-9.342479.79. .3/./23897.9:70./    ..3!03.$0947!:- .0/!071472.79. 389.705020739.3..7 .9!0.  .4:39.3:39.9!0.03.  ..-9 5/1 $007 /.952 %3.3 / 3/4308. :.-9.952%3.02-.!:8/.7.79... 05:9 /.3 :9..3.80.30:.3!:8/.7 /.9 .7 . $:/2.9:7  0203907..     4/: !0.8 5.7. ..-9.38 !020739.07.74    !/.38 !020739.0.../0 0807.2 43890.3 :3/.38!020739. $2.3  7.3 &3/.3!03::7.7. '4  4  0 $99  4805      0.3.:39.7 /. .. !09.843.-9. $!  /.952 %3. .9 !0.8 307...7.7. 0802-07 $43 2. !07.4:39.737 $:.3307..7: :39.02-. 4342 :3.3.     4/: .382 ../ /:5 /. $07543.3 $8902 :39.:3 9039.308073..3.7      0343843 7..:39.9:7.8 !07.0..952%3..7434 :39..85.5.3 .8307.7...3 /.3 $8902 :39.7.-9#05479333/4308.3 !07:3/..38389.79.9 '  .0 :73.3 !03::7.     ! /./.30 20.

 05:9:8.9:7.:39039..9:7.7.3/.- 0:.3!0.3%.3:39.-9.:3 9039.7.3$9.30.3 05.342479. /23897.8307.38!020739.3.3!07-03/.. !07. 4247 .&3/.3:3. 3897:8!708/0342479.389.3!02078..3!020739.3/.342479.3!020739.3307.:3 9039.7.3 !07..547.30.8 0..30:.7.42479..:3 9039.3 :3/.38 !020739.7:39.42479..:3 9039. 02-..38!020739.3 :3/.3!0304.389. &3/.3/.3.

.

.

.

547.38!020739.3!0.  9039.3 !07-.3:39.  .3!03:8:3.3 !0/42.8389.-9..