P. 1
Membuat Jenis Jenis Tusuk Hias

Membuat Jenis Jenis Tusuk Hias

|Views: 13,947|Likes:
Published by Rendra Drago

More info:

Published by: Rendra Drago on Oct 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

Menyulam atau membordir dari bahasa Belanda “Borduur”. Menghias

kain adalah seni untuk membuat suatu bahan kain menjadi lebih indah.

Menghias kain ini dapat dilakukan dengan memberi warna dan dapat pula

dengan memberi motif-motif hias dengan menggunakan jahitan.

1.Jenis-jenis sulaman.

a.Menyulam bebas.

b.Menyulam Inggris.

c.Menyulam Perancis.

d.Menyulam Richelien.

e.Menyulam bayangan.

2. Alat dan bahan untuk menghias.

a.Jarum tangan berbagai ukuran.

b.Jarum pentul.

Kode Modul: TS. 43. G.1 : Jenis-jenis Tusuk Hias

SMK- Seni dan Kriya_PK Kriya Tekstil.

11

c.Gunting besar dan gunting kecil.

d.Tudung jari.

e.Pendedel.

f.Pamindangan.

g.Rader.

h.Karbon jahit atau “tracing paper”.

i.Benang.

3.Pengetahuan bahan dan alat.

Dapat dikatakan bahwa jenis kain (bahan tekstil) dapat dihias.

Jenis sulaman yang digunakan tergantung dari jenis tenunan dan corak

kain misalnya.

a.Belacu, popelin, terkolin dan sejenis tenunan yang rapat tenunannya,

sulaman fantasi (sulaman bebas) aplikasi.

Kode Modul: TS. 43. G.1 : Jenis-jenis Tusuk Hias

SMK- Seni dan Kriya_PK Kriya Tekstil.

12

b.Bahan serupa dengan corak kotak, bintik dapat diubah corak, aplikasi,

smock.

c.Bahan yang dapat dihitung benangnya seperti strimin, mating,

terawang, tusuk silang, holbein.

d.Bahan yang tipis dan bening, sulam bayangan, inkrustasi, lekapan

renda, mote dan lain-lain.

e.Bahan lemas berkilau seperti satin, sulaman bebas lekapan quilt dan

lain-lain.

·Benang

Untuk sulaman tangan digunakan benang sulam mouline atau benang

mutiara.

Untuk bahan halus dan tipis benang mouline, untuk bahan yang titik

tebal dengan pori-pori yang besar, digunakan benang mutiara.

Untuk bahan yang jarang tenunannya, seperti net dan kasah dapat

digunakan benang wol atau cashinilon.

Cara membuka benang dari untaiannya.

Sifat kain dan benang

1.Sifat tenunan kain dasar yang kita kerjakan. Apakah kainini kasar

atau halus, kasar atau licin, rapat atau jarang, kusam atau

mengkilap. Pekerjaan menyulam membutuhkan waktu yang lama

Kode Modul: TS. 43. G.1 : Jenis-jenis Tusuk Hias

SMK- Seni dan Kriya_PK Kriya Tekstil.

13

untuk menyelesaikannya. Benang yang digunakan adalah benang

katun. Benang sulam memiliki banyak sekali warna dan variasi.

Sulaman digunakan sangat beragam antara lain untuk penghias

kebutuhan rumah tangga, seperti taplak meja, sarung bantal,

seprei, serbet pakaian, baju anak-anak dan dewasa.

Selain bahan diatas kita dapat juga menggunakan bahan Yute

(karung) yang kasar, kain strimin, Kaos linen, tula batis, sutera

halus dan bahan lainnya yang terdiri dari berbagai jenis variasi

tenunan.

2.Benang yang akan dipakainya pun bermacam-macam , mulai dari

yang tebal sampai yang halus, kasar sampai halus, kusam sampai

mengkilap, selanjutnya dapat juga memakai benang tunggal atau

lebih yang dengan sedikit pilihan akan lebih kuat, dengan atau

tanpa penebalan, sengkelit, keriting dan sebagainya.

3.Warna benang harus sesuai dengan bahan tenunan yang dipakai,

perlu juga kita pikirkan bahwa warna benang dapat menjadi lebih

muda atau tua disebabkan struktur (susunan) tusuk hias.

·Jarum sulam.

Didalam perdagangan terdapat macam-macam bentuk jarum

sulam antara lain jarum sulam yang dibuat dari logam dan jarum

sulam yang dibuat dari kayu. Jarum sulam dibuat dari logam ada yang

bentuknya kecil panjang runcing, kecil panjang tumpul, besar panjang

tumpul dan besar panjang dengan disain tersendiri. Pemakaian jarum

sulam sangat trgantung ada teknik hiasan yang sedang dibuat.

Umpamanya : untuk teknik sulaman fantasi pada bahan dasar

tenunan rapat, harus memakai jarum yang agak panjang kecil dan

runcing. Untuk membuat sulaman dengan tusuk silang pada bahan

yang bisa dihitung tenunannya, dapat memakai jarum sulam yang

Kode Modul: TS. 43. G.1 : Jenis-jenis Tusuk Hias

SMK- Seni dan Kriya_PK Kriya Tekstil.

14

ujungnya tumpul. Untuk membuat sulaman dengan teknik tambur,

diperlukan jarum sulam khusus. Pemakaian benang yang tebal seperti

benang flanel atau benag wol, harus memakai jarum yang tebal dan

lubangnya besar, agar mudah memasukkan benang.

·Memulai dan mengakhiri jahitan.

Dalam teknik jahit menjahit dengan tangan, biasanya diperoleh

hasil yang rapi dan halus. Dari depan tampak indah dari belakang

tampak rapi. Selain untuk kerapian juga untuk kekuatan jahitan perlu

diperhatikan cara memulai dan mengakhiri jahitan.

a.Sebelum tusukan pertama, jarum dijelujurkan halus dari bagian

buruk hanya mengambil sedikit saja dari tenunan tiga sampai

empat langkah kemudian jarum ditusukkan ke bagian yang baik

untuk memulai sulaman.

b.Cara lain adalah dengan memasukkan jarum dari bagian buruk

ke bagian baik, tinggalkan ½ - 2 cm ujung benang. Pada waktu

membuat tusuk-tusuk sulaman, ujung benang tersebut ikut

dijepit hingga ujung benang itu tidak dapat dicabut.

Mengakhiri jahitan ialah dengan cara menusukkan jarum ke

bagian buruk, jahitkan beberapa tusuk balut pada bagian

belakang tusuk sulam sebelum benang digantung.

Kode Modul: TS. 43. G.1 : Jenis-jenis Tusuk Hias

SMK- Seni dan Kriya_PK Kriya Tekstil.

15

Gambar 1. Memulai dan mengakhiri jahitan

·Terawang (Opennaiwork).

Dengan menarik satu helai benang atau lebih dari tenunan,

maka kan terdapat benang lepas. Bila dicabut benang langsing maka

akan terdapat lubang pada titik persilangan benang yang dicabut.

Pada teknik terawang biasa, benang lepas tersebut diikat

dengan tusuk terawang sehingga terdapat hiasan terawang.

Pada teknik terawang yang disebut krawang (seperti di Padang

dan di Sulawesi Utara), pada bagian tertentu dekat sekali kemudian

dijahit dengan tusuk terawang. Untuk mengisi bidang tersebut dengan

motif hias digunakan semacam tusuk jelujur (door stopsteek).

Ragam hias tusuk terawang.

Ragam hias ini terdiri dari :

-Tusuk terawang biasa.

-Tusuk terawang tangga.

-Tusuk terawang biku-biku.

Kode Modul: TS. 43. G.1 : Jenis-jenis Tusuk Hias

SMK- Seni dan Kriya_PK Kriya Tekstil.

16

Contoh tusuk terawang biasa.

Contoh tusuk terawang tangga.

Contoh tusuk terawang biku-biku.

Cara membuat tusuk terawang.

1.Memulai membuat tusuk terawang biasa yang juga menyelesaikan

kelim, dimulai dari sebelah kiri.

2.Tarik benang-benang dari bahan menurut lebar kain yang

dikehendaki. Benang-benang yang dikukuhkan adalah sebelah

kanan teruskan jarum itu ke belakang ambil 3 helai benang itu

tusukkan pada bahan untuk membuat tusukan selanjutnya.

Kode Modul: TS. 43. G.1 : Jenis-jenis Tusuk Hias

SMK- Seni dan Kriya_PK Kriya Tekstil.

17

Tusuk terawang biku-biku.

Buat 1 baris tusuk terawang biasa pada bagian atas dengan

mengambil 6 helai benang, pada waktu mengerjakan bagian bawah,

mengambil ½ lagi dari kumpulan benang yang ke satu dan ½ dari

kumpulan benang yang kedua.

Cara mengerjakan teknik terawang biku-biku

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->