P. 1
Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Asi Eksklusif

Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Asi Eksklusif

|Views: 356|Likes:
Published by Nurdiansyah

More info:

Published by: Nurdiansyah on Oct 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/23/2014

pdf

text

original

PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN DI PUSKESMAS GRAJAGAN KECAMATAN PURWOHARJO BANYUWANGI

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bila setiap orang tua mampu menyadari akan pentingnya ASI eksklusif bagi bayi yang dilahirkan, maka masa depan generasi mendatang akan lebih baik dan berguna bagi orang tua, bangsa dan negera. Salah satunya untuk mewujudkan hal itu adalah dengan memberikan ASI eksklusif sejak dini. ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain, dan tanpa tambahan makanan lain yang diberikan pada bayi sampai umur 6 bulan (Dinkes, 2008). ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi dan di produksi khusus oleh tubuh ibu untuk bayinya. Agar ASI cepat keluar maka dianjurkan bayi disusui dalam 30 menit pertama setelah dilahirkan. Komposisi ASI yang sesuai untuk kebutuhan bayi dan mengandung Zat pelindung dengan kandungan terbanyak ada pada kolustrum. Kolustrum adalah ASI yang berwarna kekuningan yang dihasilkan tiga hari pertama setelah bayi lahir.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik dan utama bagi bayi, karena didalam ASI terkandung antibodi yang diperlukan bayi

untuk melawan penyakit-penyakit yang menyerangnya. Pada dasarnya ASI adalah imunisasi pertama karena ASI mengandung berbagai zat kekebalan antara lain imunoglobin. Bayi yang tidak mendapat ASI beresiko terhadap infeksi saluran pernafasan (seperti batuk, pilek) diare dan alergi (Soekirman, 2006: 48-51). Namun saat ini pemberian ASI eksklusif semakin menurun, penyebab menurunnya pemberian ASI eksklusif adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingya pemberian ASI eksklusif, pemasaran susu formula, faktor sosial, ekonomi. Selain itu juga masih banyak masyarakat yang suka memberi MP-ASI terlalu dini (Agnes, 2007).

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatana Indonesia (SDKI) tahun 2007-2008 pemberian ASI eksklusif pada bayi berumur 2 bulan hanya 64%. Prosentase ini menurun dengan jelas menjadi 45% pada bayi berumur 2-3 bulan dan 14% pada bayi berumur 4-5 bulan. Hanya 40% bayi mendapatkan ASI dalam satu jam kelahiran sedangkan pemberian ASI eksklusif di kota Surabaya dari 15.983 bayi berusia 6 bulan, hanya 3.302 bayi diantaranya yang mendapat ASI. Baru sekitar 20,66% bayi mendapat ASI secara eksklusif (Ririn Nur Febriani, 2009).

Dari data Dinas Kesehatan Banyuwangi bagian Kesehatan Keluarga didapatkan data cakupan ASI eksklusif sebesar 61,93%, dan Puskesmas Grajagan terdapat 50 bayi yang berumur 0-6 bulan hingga saat ini ibu yang menerapkan ASI eksklusif hanya 40% dari target yang sudah ditentukan.

Pada dasarnya saat ini banyak ibu yang memberikan pengganti ASI sebelum bayi berumur 6 bulan. Seharusnya pemberian ASI paling baik diberikan sampai umur 6 bulan tanpa tambahan makanan apapun. Jika dipaksa untuk mengonsumsi selain ASI tidak menutup kemungkinan bayi bisa sakit. Hal ini dikarenakan dapat mengakibatkan kekebalan bayi menurun. Padahal pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama terbukti menurunkan angka kematian

bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) yang merupakan indikator kesehatan (Kompas, 2007).

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah membuat program-program yang dapat mendukung penggunaan ASI eksklusif antara lain melalui pemberian pendidikan kesehatan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif pada masyarakat. Penelitian-penelitian yang dapat menunjang program pemberian ASI eksklusif seperti tentang komposisi ASI juga terus dilakukan. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang ”Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Umur 0-6 bulan di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi”.

B. Pembatasan Dan Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas banyak sekali faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu, maka dari itu peneliti membatasi pada tingkat tahu.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi?

C. Tujuan Penelitian

Dari uraian pembatasan dan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.

D. Manfaat Penelitian

1. Secara Teoritis

Penelitian ini sangat bermanfaat untuk mengetahui secara spesifik mengenai pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif.

2. Secara Praktis

Meningkatkan kualitas pengetahuan kesehatan khususnya tentang pemberian ASI eksklusif.

3. Bagi Peneliti

Penelitian ini sebagai sarana untuk belajar menerapkan teori yang telah diperoleh dalam bentuk nyata dan meningkatkan daya berpikir dalam menganalisa suatu masalah.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Konsep Dasar Pengetahuan

a. Arti Pengetahuan

1) Pengetahuan adalah hasil atau dan dini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap satu obyek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba sehingga sebagian besar pengetahuan

manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Jadi pengetahuan merupakan hasil pengindraan kita. (Notoadmojo, 2003 : 127-128)

2) Pengetahuan adalah hasil tahu dari manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” misalnya : apa air, apa manusia, apa alam, dan sebagainya.(Notoadmojo, 2005 : 3).

Pengetahuan mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru didalam diri orang tersebut terjadi proses sebagai berikut:

1) Awareness (Kesadaran) dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulasi (Obyek)

2) Interest (Merasa tertarik) terhadap stimulasi atau obyek tersebut disini sikap obyek mulai timbul

3) Evaluation (Menimbang-nimbang) terhadap baik dan tidaknya stimulasi tersebut bagi dirinya, hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.

4) Trial, dimana subyek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang di kehendaki.

5) Adaption, dimana subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikap terhadap stimulasi.

Namun demikian dari penelitian selanjutnya Rogers menyimpulkan bahwa perubahan perilaku tidak selalu melewati tahap diatas. (Notoadmojo, 2003:128)

metode. prinsip dan sebagainya dalam kontak atau situasi yang lain. Oleh sebab itu tingkatan ini adalah yang paling rendah. Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum. 2) Memahami (Comprehension) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang di ketahui dan dapat menginter prestasikan materi tersebut secara benar tentang objek yang dilakukan dengan menjelaskan. pada tingkatan ini reccal (mengingat kembali) terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsang yang diterima. rumus. Tingkat Pengetahuan Pengetahuan yang di cakup dalam demain kognitif menurut Soekijo Notoadmojo (2003) mempunyai 6 tingkatan yaitu : 1) Tahu (know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah di pelajari sebelumnya. menyebutkan contoh dan lain-lain. 3) Aplikasi (Application) Aplikasi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi riil (sebenarnya). 4) Analisis (Analysis) .b.

media elektrotik. Cara Memperoleh Pengetahuan Pengetahuan seseorang biasanya diperoleh dari pengalaman yang berasal dari berbagai macam sumber. buku petunjuk. membedakan. menyesuaikan terhadap suatu teori atau rumusan yang telah ada. memisahkan. misalnya : media massa.Analisis adalah kemampuan untuk menjabarkan suatu materi atau objek ke dalam komponen-komponen tetapi masih didalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitan satu sama lain. 5) Sintesis (synthesis) Sintesis menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. media poster. c. Dengan kata lain sintesis ini suatu kemampuan untuk menyusun. kemampuan analisis ini dapa dilihat dari penggunaan kata kerja dapat menggambarkan. petugas kesehatan. kerabat dekat dan sebagainya . mengelompokkan dan sebagainya. meringkas. dapat merencanakan. 6) Evaluasi (Evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau objek penilaian-penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.

penalaran. dan tradisi-tradisi yang dilakukan itu baik atau tidak. dapat dikelompokkan menjadi dua yakni : cara tradisional atau non ilmiah dan cara modern atau yang disebut dengan cara ilmiah 1) Cara Tradisional Atau Non Ilmiah Cara tradisional terdiri dari empat cara yaitu : a) Trial and Error Cara ini dipakai orang sebelum adanya kebudayaan. bahkan mungkin sebelum adanya peradaban. . banyak sekali kebiasaan dan tradisi yang dilakukan oleh orang. upaya yang dilakukan hanya dengan mencoba-coba saja.Menurut Notoadmojo (2002) dari berbagai macam cara yang telah di gunakan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan sepanjang sejarah. b) Kekuasaaan Atau Otoritas Dalam kehidupan manusia sehari-hari. Pada waktu itu bila seseorang menghadapi persoalan atau masalah. dan apabila kemungkinan tersebut tidak berhasil maka di coba kemungkinan yang lain sampai berhasil. Oleh karena itu cara ini disebut dengan metode Trial (coba) dan Error (gagal atau salah atau metode coba salah adalah coba-coba). Kebiasaan ini tidak hanya terjadi pada masyarakat tradisional saja. melainkan juga terjadi pada masyakat modern. Cara coba-coba ini dilakukan dengan menggunakan kemungkinan dalam memecahkan masalah.

Sumber pengetahuan ini dapat berupa pemimpinpemimpin masyarakat baik formal maupun informal. d) Jalan Pikiran Sejalan perkembangan kebudayaan umat kebudayaan umat manusia cara berpikir umat manuasiapun ikut berkembang. Induksi dan deduksi pada dasarnya adalah cara melahirkan pemikiran secara tidak langsung melalui pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan. 2) Cara Modern Atau Cara Ilmiah Cara baru memperoleh pengetahuan pada dewasa ini lebih sistematis. baik melalui induksi maupun deduksi. pemegang pemerintahan dan sebagainya. logis dan ilmiah yang disebut metode ilmiah. Dengan kata lain. c) Berdasarkan Pengalaman Pribadi Adapun pepatah mengatakan “Pengalaman adalah guru terbaik“. Kemudian metode berfikir induktif . Pepatah ini mengandung maksud bahwa pengalaman itu merupakan sumber pengetahuan atau pengalaman itu merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Dari sini manusia telah mampu menggunakan penalarannya dalam memperoleh pengetahuan. ahli agama.Kebiasaan-kebiasaan ini seolah-olah diterima dari sumbernya berbagai kebenaran yang mutlak. dalam memperoleh kebenaran pengetahuan manusia telah menjalankan jalan pikirannya.

. membuat catatan terhadap semua fakta sehubungan dengan objek yang diamati. semakin mudah menerima Informasi. (Notoatmodjo. b) Pendidikan Semakin tinggi pendidikan seseorang. 2002: 11-18). sehingga semakin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Ada 3 faktor yang mempengaruhi kehidupan ibu : 1) Faktor predisposisi a) Umur Umur adalah usia individu yang terhitung mulai saaat dilahirkan sampai berulang tahun. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Pengetahuan ini dapat membentuk keyakinan sehingga seorang berperilaku sesuai tertentu keyakinan tersebut. tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. semakin cukup umur. Sebaiknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang di perkenalkan. d.bahwa dalam memperoleh kesimpulan dilakukan dengan mengadakan observasi langsung.

maka hal ini dapat meningkatkan pengetahuan orang tersebut.c) Pengalaman Pengalaman merupakan guru yang terbaik. b) Lingkungan . Informasi memberikan pengaruh kepada seseorang meskipun orang tersebut mempunyai tingkat pendidikan rendah tetapi jika ia mendapatkan Informasi yang baik dari berbagai media. Oleh sebab itu pengalaman pribadipun dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan. bekerja bagi ibu-ibu akan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan keluarga. pemberitahuan. atau pengalaman itu merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. kabar atau berita tentang suatu keseluruhan makna yang menunjang amanat. Pepatah tersebut dapat diartikan bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan. 2) Faktor Pendukung a) Informasi Informasi adalah penerangan. d) Pekerjaan Menurut Markum (1991) bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu.

2001: 133) 3) Faktor Pendorong a) Sikap Petugas Tatalaksana yang menunjang keberhasilan menyusui harus di laksanakan seperti : (a) Bayi baru lahir segera di berikan pada ibu untuk segera disusui (b) Merawat bayi bersama ibunya (c) Mengajarkan teknik menyusui yang benar (d) Mengajarkan cara pengeluaran ASI secara manual (e) Jangan menjadualkan pemberian ASI (f) Jangan memberikan kempeng atau dot pada bayi b) Dari Keluarga .Lingkungan adalah Seluruh kondisi yang ada di sekitar manusia dan pengaruhnya dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku orang atau kelompok. Menurut Ann Manner (1998) lingkungan memberikan pengaruh sosial pertama bagi seseorang dimana seseorang dapat mempelajari hal-hal yang baik dan juga hal-hal yang buruk tergantung pada sifat kelompok dalam lingkungan alam.(Nursalam.

Pengukuran Pengetahuan Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau kuesioner yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subyek penelitian atau responden. mencuci. 2003 : 130) Skala ini menggunakan data kuantitatif yang berbentuk angka-angka yang menggunakan alternatif jawaban serta menggunakan peningkatan yaitu kolom menunjukkan letak ini maka sebagai konsekuensinya setiap centangan pada kolom jawaban menunjukkan nilai tertentu. bibik dan sebagainya) perlu di Informasikan bahwa seorang ibu perlu dukungan dan bantuan keluarga agar ibu berhasil menyusui misalnya dengan menggantikan sementaratugas rumah tangga ibu (seperti memasak. Dengan demikian analisa data dilakukan dengan mencermati banyaknya centangan dalam setiap kolom yang berbeda nilainya lalu mengalihkan frekuensi pada masing-masing kolom yang bersangkutan. e. membersihkan rumah) ibu dan bayi membutuhkan waktu berkenalan.Keluarga (suami. Disini peneliti hanya menggunakan 2 pilihan yaitu : 1) “Benar” (B) 2) “Salah” (S) Prosedur berskala atau (scaling) yaitu penentu pemberian angka atau skor yang harus diberikan pada setiap kategori respon perskalaan. nenek. (Notoadmodjo. .

100% Cukup baik : 56 .75% Kurang baik : 40 . Bayi adalah seorang anak yang belum dapat berjalan sehingga sangat perlu diberikan ASI eksklusif. Di harapkan bahwa pertumbuhan maupun perkembangan bayi . kemudian hasilnya di interprestasikan dalam beberapa kategori yaitu: Baik : 76 . 2006:246) 2. Konsep Dasar Bayi ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna karena di dalamnya mengandung semua nutrien yang di perlukan bayi serta dalam komposisi (Perbandingan) yang ideal.Untuk mengukur pengetahuan menggunakan rumus : Keterangan : P : Prosentase f : Jumlah jawaban yang benar h : Jumlah skor maksimal jika semua pertanyaan di jawab benar Berdasarkan hasil perhitungan.55% Tidak baik : <40% (Arikunto.

demikian juga pertambahan panjang badan. manfaat masukan makanan atau gizi yang berkualitas maupun kuantitasnya baik selain untuk tumbuh kembang bayi adalah untuk menjaga kesehatan bayi atau mencegah timbulnya berbagai penyakit. dengan berat badan sekitar 3 kg dan panjang badan 50 cm. Kejadian ini bisa disebabkan oleh dua hal yaitu karena asupan makanan yang salah atau tidak memenuhi gizi seimbang karena penyakit infeksi dan yang kedua penyebab langsung kurang gizi. Konsep Dasar ASI Eksklusif . Faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi normal adalah masukan makanan yang kualitas maupun kuantitasnya baik. 2005:102-104) Apa yang dimakan bayi sejak usia dini merupakan pondasi penting bagi kesehatan dan kesejahteraannya di masa depan. Pada minggu pertama berat badan akan menurun. (Soekirman.akan berlangsung lebih baik. kemudian naik terus-menerus sesuai bertambahnya umur. perkembangan kecerdasan serta perkembangan psikologis yakni kasih sayang timbal balik antara bayi dan ibu yang mencerminkan akhlak yang luhur.(Erna Francin Paath. Hal itu meliputi pertumbuhan jasmani. Keadaan gizi ibu pada kehamilan merupakan penentu utama bagi kelangsungan hidup anaknya menurunnya pertumbuhan pada bayi usia 4 bulan merupakan tanda terjadinya keadaan gizi yang tidak baik. Manfaat Gizi bagi bayi Pada umumnya bayi dilahirkan setelah dikandung selama kurang lebih 40 minggu. 2006: 62) 3. kecepatan kenaikan berat badan pada setiap triwulan tidak sama.

ASI ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan bayi hingga enam bulan. c. (Siswono. . Manfaat Pemberian ASI 1) Bagi Bayi a) ASI sebagai nutrisi Air susu seorang ibu juga secara khusus disesuaikan untuk bayinya sendiri. yang mudah untuk di cerna. misalnya ASI dari seorang ibu yang melahirkan bayi prematur komposisinya akan berbeda dengan ibu yang melahirkan bayi cukup bulan.6 bulan (Dinkes. 2008) Riset media mengatakan bahwa ASI eksklusif membuat bayi berkembang dengan baik pada enam bulan pertama bahkan pada usia lebih dari enam bulan.a. (Bunda. dan tanpa tambahan makanan lain yang diberikan pada bayi berumur 0 . 2005) ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain. ASI Eksklusif ASI eksklusif atau lebih tepat pemberian ASI secara eksklusif adalah Bayi hanya diberikan air susu tanpa makanan tambahan lain dianjurkan sampai enam bulan dan di susui sedini mungkin. ASI adalah makanan bernutrisi dan berenergi tinggi. 2008) b.

ASI juga mengandung nutren-nutren khusus yang diperlukan otak agar tumbuh optimal. Ia juga akan merasa aman tentram terutama . c) ASI eksklusif meningkatkan kecerdasan Dengan memberikan ASI secara eksklusif sampai bayi berusia enam bulan akan menjamin tercapainya perkembangan potensi kecerdasan anak secara optimal. Badan bayi sendiri baru membuat zat kekebalan cukup banyak sehingga mencapai kadar propektif pada waktu berusia 9 sampai 12 bulan. serta disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Namun kadar zat ini akan cepat sekali menurun segera setelah bayi lahir. d) ASI eksklusif meningkatkan jalinan kasih sayang Bayi yang sering berada dalam dekapan ibu karena menyusui akan merasakan kasih sayang ibunya. b) ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi Bayi yang baru lahir secara alamiah mendapat imunoglobulin (zat kekebalan tubuh) dari ibunya melalui ari-ari. Hal ini karena selain sebagai nutren yang lokal dengan komposisi yang tepat.ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan disesuaikan dengan pertumbuhan kebutuhan bayi yang paling sempurna baik kualitas maupun kuantitasnya.

2) Bagi Ibu a) Menjarangkan kehamilan Menyusui merupakan cara kontrasepsi yang aman murah dan cukup berhasil b) Lebih ekonomis / murah Dengan memberikan ASI berarti menghemat untuk pengeluaran susu formula perlengkapan menyusui dan persiapan pembuatan minum susu formula. f) Mencegah Perdarahan Post Partum Hisapan bayi menghasilkan hormon progesteron yang merangsang kontraksi rahim untuk mencegah perdarahan g) Mengecilkan rahim . juga tanpa harus mencuci botol dan tanpa menunggu d) Halal e) Mudah di cerna dan lain-lain. c) Tidak merepotkan dan hemat waktu ASI dapat segera diberikan pada bayi tanpa harus menyiapkan atau memasak air.karena masih dapat mendengar detak jantung ibunya yang sudah ia kenal sejak dalam kandungan.

rahim dan ovarium l) Mengurangi kemungkinan oesteoporosis dan rematik Resiko terkena oesteoporosis 4 kali lebih kecil dibandingkan dengan wanita yang tidak menyusui. membantu rahim kembali keukuran semula. h) Mengurangi terjadinya anemia Resiko anemia karena kekurangan zat besi dapat dihindari dengan penundaan kembalinya masa haid dan pengurangan perdarahan. j) Menimbulkan ikatan batin yang kuat antara ibu dan anak k) Mengurangi kemungkinan kanker payudara. Tanda ASI cukup pada bayi . d.Dengan meningkatnya hormon oksitosin. m) Portabel dan praktis Mudah dibawa. siap minum dengan suhu yang selalu tepat. kapan dan dimana saja. i) Lebih cepat langsing kembali Di perlukan energi untuk menyusui dan pembentukan ASI diambil dari cadangan lemak yang tertimbun.

3) Karbohidrat – Laktosa . Komposisi yang terkandung dalam ASI 1) Protein Protein dalam ASI mencapai kadar yang lebih dari cukup untuk pertumbuhan optimal.1) Bayi buang air kecil 5-6 x sehari 2) Bayi buang air besar 2x atau lebh sehari 3) Mengakhiri menyusu sendiri 4) Bayi rileks dan puas setelah minum 5) Bayi bertambah berat badan sekitra 750 gram – 1 kilogram setiap bulannya. 2) Lemak Seperti halnya substansi protein dalam ASI dapat membantu absorsi lemak. Fungsi kolesterol dengan kadar tinggi dalam ASI tidak sepenuhnya dipahami tetapi di perkirakan bahwa kadar awal ini dapat mempengaruhi tubuh dalam menangani suatu substansi di kemudian hari. sementara ASI juga mengandung muatan yang mudah larut yang sesuai untuk ginjal bayi yang belum matang. 2007) e. (March.

4) Vitamin ASI memberi vitamin yang cukup bagi bayi. walaupun kadarnya bervariasi sesuai dengan alat maternal. Penting bagi bidan untuk memperhatikan manfaat ASI dalam diet dan istilah anti infeksi.Perkembangan sistem saraf pusat merupakan bagian dari fungsi laktosa dalam ASI. gelisah dan konsistensi feces encer. yang bersifat mudah marah.(Christine Henderson. 2006 : 443445) f. laktosa juga memberi sekitar 40% kebutuhan energi bayi. Penting bagi bayi untuk mendapatkan kolustrum dan kemudian susu awal untuk memastikan bahwa vitamin yang larut diperoleh bayi pemancaran sinar matahari selama 30 menit setiap minggu ke kepala dan tangan menghasilkan vitamin D yang cukup. 5) Mineral Zat besi di dalam ASI berikatan dengan protein yang tidak terkait jika terdapat kadar seng dan tembaga. Tiga bentuk ASI dengan karakteristik dan Komposisi berbeda diantaranya : 1) Kolustrum a) Pengertian . Asupan laktosa yang berlebihan kadang-kadang dicurigai terjadi pada bayi yang mendapat ASI.

sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran. . . vitamin (A. K. Fe).Mengandung : imunoglobin.K) lemak dan rendah laktosa. laktoferin. ion-ion (Na. .Kolustrum mengandung protein. Ca. Oleh karena itu kolustrum diberikan pada bayi.Kolustrum mengadung zat kekebalan terutama IGA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.E. Zn.Berwarna kuning jernih dengan protein berkadar tinggi .Kolostrum adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar payudara setelah melahirkan (4-7 hari) yang berbeda karakteristik fisik dan komposisinya dengan ASI matang dengan volume 150-300 ml/hari .Jumlah kolustrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.D.Pengeluaran kolustrum berlansung sekitar dua tiga hari dan diikuti ASI yang mulai berwarna putih. b) Manfaat . . vitamin A yang tinggi dan mengadung karbohidrat dan lemak rendah.

sehingga dapat menerima susunan ASI sempurna g. ASI antara. Faktor-Faktor yang mempengaruhih produksi ASI : .Volume juga meningkat 3) ASI sempurna (ASI matang) ASI sempurna adalah ASI yang dihasilkan 21 hari setelah melahirkan dengan volume bervariasi yaitu 300-850 ml/hari tergantung pada besarnya stimulasi saat laktasi.Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan. mineral lebih rendah.. b) Komposisi .Kadar protein rendah sedangkan kadar lemak dan karbohidrat tinggi . mulai berwarna bening dengan susunan yang disesuaikan kebutuhan bayi dan kemampuan mencerna usus bayi. Pengeluaran ASI penuh sesuai dengan perkembangan usus bayi. 2) ASI Transisi (peralihan/antara) a) Pengertian ASI transisi adalah ASI yang dihasilkan setelah kolustrum (8-20 hari) dimana kadar lemak dan laktosa lebih tinggi dan kadar protein.

Studi lain yang dilakukan pada ibu dengan bayi cukup bulan menunjukkan bahwa frekuensi penyusuan 10 ± 3 kali per hari selama 2 minggu pertama setelah melahirkan beruhubungan dengan produksi ASI yang cukup. Berat bayi pada hari ke dua dan usia satu bulan sangat erat berhubungan dengan kekuatan menghisap yang mengakibatkan perbedaan yang besar dibanding bayi yang mendapat formula. Bayi berat lahir rendah (BBLR) mempunyai kemampuan menghisap ASI yang lebih rendah dibanding dengan bayi yang berat lahir normal ( > 2500 gr). Hal ini berkaitan dengan kekuatan untuk menghisap. Berdasarkan hal ini direkomendasikan penyusuan paling sedikit 8 kali perhari pada periode awal setelah melahirkan. dan lama penyusuan dibanding bayi yang lebih besar. Pemompaan dilakukan karena bayi prematur belum dapat menyusu. frekuensi. Kemampuan . Frekuensi penyusuan ini berkaitan dengan kemampuan stimulasi hormon dalam kelenjar payudara.1) Frekuensi penyusuan Pada studi 32 ibu dengan bayi prematur disimpulkan bawa produksi ASI akan optimal dengan pemompaan ASI lebih dari 5 kali per hari selama bulan pertama setelah melahirkan. De Carvalho (1982) menemukan hubungan positif berat lahir bayi dengan frekuensi dan lama menyusui selama 14 hari pertama setelah melahirkan. 2) Berat lahir Prentice (1984) mengamati hubungan berat lahir bayi dengan volume ASI.

Lipsman et al (1985) dalam ACC/SCN (1991) menemukan bahwa pada ibu menyusui usia remaja dengan gizi baik. Pada ibu yang melahirkan lebih dari satu kali. 3) Umur kehamilan saat melahirkan Umur kehamilan dan berat lahir mempengaruhi ASI.menghisap bayi lebih rendah ini meliputi frekuensi dan lama penyusuan yang lebih rendah dibanding bayi berat lahir normal yang akan mempengaruhi stimulasi hormon prolaktif dan oksitosin dalam memproduksi ASI. produksi ASI pada hari keempat setelah melahirkan lebih tinggi dibanding ibu yang melahirkan pertama kali. 4) Umur dan parintas Umur parintas tidak berhubungan atau kecil hubungannya dengan produksi ASI yang diukur sebagai intik bayi terhadap ASI. intik ASI mencukupi berdasarkan pengukuran pertumbuhan 22 bayi dari 15 bayi. 5) Stres dan penyakit akut . Hal ini disebabkan bayi yang lahir prematur (umur kehamilan kurang dari 34 minggu) sangat lemah dan tidak mampu menghisap secara efektif sehingga produksi ASI lebih rendah daripada bayi yang lahir tidak prematur. Lemahnya kemampuan menghisap pada bayi prematur dapat disebabkan berat badan yang rendah dan belum sempurnanya fungsi organ.

dan bayi dari ibu perokok mempunyai insiden sakit perut yang lebih tinggi. Meskipun demikian pada studi ini dilaporkan bahwa prevalensi ibu perokok yang masih menyusui 0-6 minggu setelah melahirkan lebih sedikit daripada ibu yang tidak perokok dari kelompok sosial ekonomi sama. (1989) menunjukkan adanya hubungan antara merokok dan penyapihan dini meskipun volume ASI tidak diukur secara langsung. Merokok akan mentsimulasi pelepasan adrenalin dimana adrenalin akan menghambat pelepasan oksitosin. 7) Konsumsi alkohol Meskipun minuman alkohol dosis rendah di satu sisi dapat membuat ibu merasa lebih rileks sehingga membantu proses pengeluaran ASI namun di sisi lain . Matheson. 6) Konsumsi rokok Merokok dapat mengurangi volume ASI karena akan mengganggu horman prolaktin dan oksitosin untuk produksi ASI. Studi Lyon (1983). Anderson et at (1982) mengemukakan bahwa ibu yang merokok lebih dari 15 batang rokok per hari mempunyai prolaktin 30 – 50% lebih rendah pada hari pertama dan hari ke 21 setelah melahirkan dibanding dengan yang tidak merokok. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji dampak dari berbagai tipe stres ibu khususnya kecemasan dan tekanan darah terhadap produksi ASI.Ibu yang cemas dan stres dapat mengganggu laktasi sehingga mengganggu produksi ASI karena menghambat pengeluaran ASI akan berlangsung baik pada ibu yang merasa rileks dan nyaman.

etanol dapat menghambat produksi oksitosin. sebaiknya bila pihal hanya mengandung progestin maka tidak ada dampak terhadap volume ASI (WHO : 1988). 8) Pil kontrasepsi Penggunaan pil kontrasepsi kombinasi estrogen dan progestin berkaitan dengan penurunan volume dan durasi ASI (Koetsawang. tetangga atau orang terkemuka yang memberikan susu botol. Kontraksi rahim saat penyusuan merupakan indikator produksi oksitosin. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan ASI 1) Perubahan sosial budaya a) Ibu-ibu bekerja atau kesibukan sosial lainnya b) Meniru teman. 1986). 1987 dan Lonerdal. c) Merasa ketinggalan jaman jika menyusui bayinya 2) Faktor psikologis a) Takut kehilangan daya tarik sebagi seorang wanita b) Tekanan batin 3) Faktor Fisik Ibu . (Suhariyono. 2008) h. Berdasarkan hal ini WHO merekomendasikan pil progestin untuk ibu menyusui yang menggunakan pil kontrasepsi.

Faktor-faktor pendukukung keberhasilan pemberian ASI 1) Ibu harus yakin bahwa mampu menyusui bayinya. 2) Ibu cukup minum (8-12 gelas/hari) 3) Ibu dalam keadaan pikiran tenang dan damai . 5) Memilih tenaga kesehatan yang mendukung pemberian ASI secara eksklusif 6) Mencari ahli persoalan menyusui seperti klinik laktasi atau konsultasi untuk persiapan apabila kita menemui kesukaran 7) Menciptakan suatu sikap yang positif tentang ASI dan menyusui. j. teman dan sebagainya 4) Memilih tempat melahirkan yang “sayang bayi” seperti “Rumah sakit sayang bayi “ atau “ Rumah bersalin yang sayang bayi”. i.4) Faktor kurangnya Informasi dari petugas kesehatan di masyarakat kurang mendapat penerangan tentang manfaat pemberian ASI. Tujuh Langkah Keberhasilan ASI Eksklusif 1) Mempersiapkan payudara ibu jika diperlukan 2) Mempelajari ASI dan tata laksana menyusui 3) Menciptakan dukungan keluarga.

makin banyak produksi susu untuk bayi.Umur . 2004) B.Keluarga Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan .Masyarakat Faktor .Pendidikan .Pekerjaan Faktor pendukung .Sikap Petugas .Lingkungan .4) Perhatian cara meletakkan bayi dan cara meletakkan puting pada mulut bayi dan benar 5) Makin sering payudara dihisap bayi. terutama dari suami sangat penting. 6) Pengertian dan dukungan keluarga. (Siregar Arifin. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Faktor predisposisi .Pengalaman .

Pengertian ASI eksklusif . pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan di 2.1 Puskesmas Grajagan. Keterangan : : diteliti : tidak diteliti ..Manfaat pemberian ASI terhadap ibu Baik : 76-100% Cukup baik: 56-75% Kurang baik: 40-55% Tidak baik: <40% Gambar : Kerangka Konseptual.Manfaat pemberian ASI terhadap bayi .

BAB III METODE PENELITIAN A. 2006) Berdasarkan pengetahuan dari kerangka konsep di atas dapat dijelaskan bahwa pengetahuan ibu dapat dipengaruhi oleh faktor dari umur pendidikan. Jenis dan Rancang Bangun Penelitian Desain yang digunakan penulis adalah deskriptif yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif (Notoatmodjo. 2006 : 246) B. manfaat pemberian ASI pada ibu. 2005:138). sedangkan pada tingkat pengetahuan yang diteliti sebatas tahu saja tentang pengertian ASI eksklusif. Sedangkan jenis penelitian ini adalah kuantitatif yaitu berbentuk angka-angka hasil perhitungan atau pengukuran (Arikunto.(Sumber Arikunto. pekerjaan. manfaat pemberian ASI pada bayi. Jenis Variabel Variabel dalam penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan . pengalaman. Faktor-faktor tersebut semuanya tidak diteliti. Variabel 1.

manfaat pemberian ASI pada bayi .75% Kurang baik : 40 .55% Tidak baik : <40% Arikunto.1 Definisi operasional variabel pengetahuan ibu tentang pemberian ASI ekslusif pada bayi umur 0-6 bulan di Puskesmas Grajagan. Populasi Skala Ordinal .100% Cukup baik : 56 . Definisi Operasional Definisi operasional adalah pembatasan ruang lingkup atau pengertian variabel – variabel yang diamati atau diteliti (Notoadmojo : 2002) Tabel 3. Definisi Variabel Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan Operasional Hasil tahu.manfaat pemberian ASI bagi ibu Kriterian Jawaban Benar : 1 Salah : 0 Pernyataan: Baik : 76 .pengertian ASI eksklusif . 2006:246 C. atau pemahaman ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan meliputi: .2.

(Arikunto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan yang berada di Puskesmas Grajagan yang berjumlah 30 responden. . 2. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling yaitu cara pegambilan sampel dengan mengambil seluruh anggota popuasi menjadi sampel (Alimul Aziz. 2003) Besar sampel yang diambil sebanyak 30 responden.Populasi adalah kesuluruhan obyek penelitian atau obyek penelitian yang diteliti (Notoadmojo. 2005:79). Sampel 1.2006: 131) Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah semua ibu yang mempunyai bayi umur 0-6 bulan yang memberikan ASI eksklusif di Puskesmas Grajagan. 2) Ibu yang mempunyai bayi umur 0-6 bulan dapat membaca dan menulis. Kriteria Sampel a. Kriteria Inklusi Kriteria inklusi adalah karakteriktis yang dapat di masukkan atau layak untuk diketahui yaitu : 1) Ibu yang mempunyai bayi umur 0-6 bulan dan bersedia dilakukan penelitian. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. D.

2003:96-97) E . 2. Pemilihan daerah tersebut didasarkan pada jumlah bayi yang diberi ASI eksklusif masih rendah. Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu setelah lembar kuesioner dibagikan kepada responden lembar tersebut akan diambil pada hari itu juga untuk kemudian diolah. Lokasi yang digunakan untuk penelitian adalah Puskesmas Grajagan. Kriteria eksklusi Kriteria eksklusi adalah ibu yang tidak layak untuk di teliti menjadi responden yaitu : 1) Ibu yang tidak bersedia menjadi responden.b. 2) Ibu yang buta huruf. Instrumen pengumpulan data . Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan mulai bulan 21 Juli sampai 5 Agustus 2009. 2. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. F. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. (Nursalam.

G. setelah responden bersedia/setuju kemudian lembar kuesioner dibagikan. 2. Teknik Analisa Data 1. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah menjumlah dan melakukan korelasi.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan lembar persetujuan (informed consent) sebelum membagikan kuesioner terlebih dahulu peneliti memberikan/membagikan lembar persetujuan menjadi responden yang diisi langsung oleh responden. Coding Merupakan tahap kedua setelah editing dimana peneliti memberikan setiap kuesioner yang disebarkan untuk memudahkan dalam pengolahan data. Scoring Peneliti memberikan skor untuk tiap-tiap pertanyaan nilai 1 untuk jawaban benar dan nilai 0 untuk jawaban salah. 3. Tabulating . 4. Editing Peneliti mengumpulkan dan memeriksa kembali pembenaran yang telah diperoleh dari responden.

Tabulasi adalah pengorganisasian data sedemikain rupa agar dengan mudah dapat dijumlahkan. Etika Penelitian .75% (7-9 jawaban yang benar) Kurang baik : 40 . Untuk mengukur pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif. Dimana peneliti memasukkan data yang telah terkumpul ke dalam tabel distribusi frekuensi. kemudian hasilnya di interprestasikan dalam beberapa kategori yaitu : Baik : 76 . disusun dan ditata untuk disajikan dan dianalisis. menggunakan rumus : Keterangan : P : Prosentase f : Jumlah jawaban yang benar h : Skor maksimal jika semua pertanyaan dijawab benar Berdasarkan hasil perhitungan.55% (4-6 jawaban yang benar) Tidak baik : <40% (1-13 jawaban yang benar) (Arikunto. 2006:246) H.100% (10-12 jawaban yang benar) Cukup baik : 56 .

2003) Sebelum mengadakan penelitian.Penelitian yang menggunakan manusia sebagai subyek tidak boleh bertentangan dengan etika. 2. Anominity Subyek tidak perlu mencantumkan nama dalam kuesioner untuk menjaga privasi. (Nursalam. Keterbatasan Penelitian Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang peneliti buat sendiri dan belum pernah diujicobakan sehingga reabilitas dan validitasnya perlu disempurnakan. Tujuan penelitian ini harus etis dalam arti hak-hak responden harus dilindungi. peneliti mengadakan observasi dan kemudian mengajukan ijin permohonan melalui surat ijin dari Politeknik Kesehatan Majapahit Mojokerto mengadakan penelitian dengan etika : 1. 3. Confidentiality Kerahasiaan Informasi yang telah dikumpulkan dijamin oleh peneliti I. . untuk mengetahui keikutsertaan responden menulis nama (inisial) pada masing-masing lembar pengumpulan data. Lembar persetujuan menjadi responden/Informed consent Diberikan kepada responden dengan pemberian penjelasan mengenai tujuan penelitian dan proses pengambilan data.

1 : Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tanggal 21 Juli – 5 Agustus 2009. Disebelah utara perbatasan dengan Desa Galagahagung.000 Ha yang berjarak 1 km dari pasar Curahjati. Gambaran lokasi tempat pnelitian Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 21 Juli – 5 Agustus 2009 dengan jumlah sampel 30 responden. sebelah timur berbatasan dengan Desa Sumberasri. sebelah barat berbatasan dengan Desa Bangorejo. 2. 1 dokter gigi dan 3 staff.BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Luas wilayah Puskesmas Grajagan adalah 1. Umur Frekuensi Prosentase . Data Umum a. Karakteristik Umur Responden Umur responden disajikan dalam bentuk tabel berikut: Tabel 4. Hasil Penelitian 1. Di Puskesmas Grjaagan dipimpin oleh 1 orang Kepala Desa yaitu Dokter. 9 perawat. terdapat 11 bidan.

Karakteristik Pekerjaan Responden Pekerjaan responden disajikan dalam bentuk tabel berikut: . Pendidikan SD SMP SMA PT Jumlah Frekuensi 12 14 4 30 Prosentase 40% 46.3%) berpendidikan SMA.7% 100% Dari data di atas dapat dijelaskan bahwa dari 30 responden sebagian besar 19 orang (63.3% 26. Karakteristik Pendidikan Responden Pendidikan responden disajikan dalam bentuk tabel berikut: Tabel 4.7%) berpendidikan SMP dan sebagian kecil 4 orang (13.<> > 30 Tahun > 30 tahun Jumlah 3 19 8 30 10% 63.7% 13.3%) dalam umur 20 – 30 tahun dan sebagian kecil 3 orang (10%) memiliki umur <> b.2 : Distribusi frekuensi responden berdasarkan pendidikan di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tanggal 21 Juli – 5 Agustus 2009.3% 100% Dari data di atas dapat dijelaskan bahwa dari 30 responden sebagian besar 14 orang (46. c.

3% 46.3%) mempunyai 1 anak dan sebagian kecil 1 orang (3.7% 100% h 16 14 30 Dari data di atas dapat dijelaskan bahwa dari 30 responden sebagian besar 16 orang (53.3% 100% h 16 11 2 1 30 Dari data di atas dapat dijelaskan bahwa dari 30 responden sebagian besar 16 orang (53. Data Khusus . Karakteristik Jumlah Anak Responden/Paritas Paritas responden disajikan dalam bentuk tabel berikut: Tabel 4.7% 6.3% 36. Pendidikan IRT Tani PNS Jumlah Frekuensi Prosentase (%) 53.7%) tani.4 : Distribusi frekuensi responden menurut paritas/jumlah anak di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tanggal 21 Juli – 5 Agustus 2009.Tabel 4.3 : Distribusi frekuensi responden menurut pekerjaan di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tanggal 21 Juli – 5 Agustus 2009.3%) IRT dan sebagian kecil 14 orang (46. Jumlah Anak 1 orang 2 orang 3 orang > 3 orang Jumlah Frekuensi Prosentase (%) 53. 3.7% 3. d.3%) mempunyai anak lebih dari 3 anak.

3% 6. b.5 : Distribusi frekuensi pengetahuan ibu tentang pengertian ASI di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tanggal 21 Juli – 5 Agustus 2009.7% 100% h 6 12 10 2 30 Berdasarkan tabel di atas dari 30 responden sebagian besar memiliki pengetahuan cukup baik tentang pengertian ASI eksklusif yaitu sebanyak 12 orang (40%) dan sebagia kecil memiliki pengetahuan tidak baik tentang pengertian ASI eksklusif yaitu sebanyak 2 orang (6. Pengetahuan Ibu Tentang Manfaat ASI pada Bayi Pengetahuan ibu tentang manfaat ASI pada bayi ibu disajikan dalam bentuk tabel berikut: Tabel 4.6 : Distribusi frekuensi pengetahuan ibu tentang manfaat ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tanggal 21 Juli – 5 Agustus 2009. Pengertian ASI Eksklusif Baik Cukup baik Kurang baik Tidak baik Jumlah Frekuensi Prosentase (%) 20% 40% 33. Manfaat ASI Pada Bayi Frekuensi Prosentase (%) h . Pengetahuan Ibu Tentang Pengertian ASI Eksklusif Pengetahuan ibu tentang pengertian ASI eksklusif disajikan dalam bentuk tabel berikut: Tabel 4.7%).a.

4% 3. c. Pengetahuan Ibu Tentang Manfaat ASI pada Ibu Pengetahuan ibu tentang manfaat ASI pada bayi ibu disajikan dalam bentuk tabel berikut: Tabel 4.3% 100% Berdasarkan tabel di aas dari 30 responden sebagian besar memiliki pengetahuan kurang baik tentang manfaat ASI pada ibu yaitu sebanyak 13 orang (43. .4%) dan sebagian kecil memiliki pengetahuan tidak baik tentang manfaat ASI pada ibu yaitu sebanyak 1 orang (3.3%).3% 43.7 : Distribusi frekuensi pengetahuan ibu tentang manfaat ASI pada ibu di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tanggal 21 Juli – 5 Agustus 2009. Manfaat ASI Pada Ibu Baik Cukup baik Kurang baik Tidak baik Jumlah Frekuensi h 6 10 13 1 30 Prosentase (%) 20% 33.Baik Cukup baik Kurang baik Tidak baik Jumlah 12 15 3 30 40% 50% 10% 100% Berdasarkan tabel di aas dari 30 responden sebagian besar memiliki pengetahuan cukup baik tentang manfaat ASI pada bayi yaitu sebanyak 15 orang (50%) dan sebagian kecil memiliki pengetahuan kurang baik tentang manfaat ASI pada bayi yaitu sebanyak 3 orang (10%).

7% Cukup baik 15 50% Kurang baik 4 13. Baik 11 36.d. dan sebagian kecil 4 orang (13.8 : Distribusi frekuensi pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tanggal 21 Juli – 5 Agustus 2009. .3%) mempunyai pengetahuan kurang baik.3% Tidak baik Jumlah 30 100% Berdasarkan tabel di atas dijelaskan bahwa 30 responden sebagian besar 15 orang (50%) mempunyai pengetahuan cukup baik. Tabel 4. Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo.

3%) berpendidikan SMA). 16.1 dapat diketahui bahwa dari 30 responden yang ada di Puskesmas Grajagan sebagian besar 19 orang (63. Berdasarkan tabel 4. dimana 35. 57.7% berpengetahuan cukup baik. Pembahasan 1.3%) dalam umur 20 – 30 tahun dan sebagian kecil 3 orang (10%) memiliki umur <> Berdasarkan tabulasi silang antara umur dengan pengetahuan dapat diketahui bahwa responden yang memiliki umur 20 – 30 tahun sebanyak 19 orang. Berdasarkan tabulasi silang antara pendidkan dengan pengetahuan dapat diketahui bahwa responden yang memiliki tingkat pendidikan SMP sebanyak 14 orang. sebaliknya .17% berpengetahuan baik.1% berpengetahuan cukup baik.4% berpengetahuan baik. Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo.2 dapat diketahui bahwa dari 30 responden yang ada di Puskesmas Grajagan sebagian besar 14 orang (46.7% berpengetahuan kurang baik.7%) memiliki tingkat pendidikan SMP dan sebagian kecil 4 orang (13. seperti yang telah dijelaskan oleh Koencoroningrat (1997) menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka maskin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pengetahuan yang dimiliki. Sedangkan responden yang memiliki umur <> Berdasarkan tabel 4.7% berpengetahuan baik dan 41.6% berpengetahuan cukup baik. 52. 7.B. dimana 47. Sedangkan responden yang memiliki tingkat pendidikan SD sebanyak 12 orang dimana 41.2% berpengetahuan kurang baik.

7%) bekerja sebagai tani.5% berpengetahuan kurang baik sedangkan responden yang bekerja sebagai tani sebanyak 14 orang dimana 42.3 dapat diketahui bahwa dari 20 responden yang ada di Puskesmas Grajagan sebagian besar 16 orang (35. Agar seseorang dapat melakukan sesuatu prosedur dengan baik maka seseorang harus sudah ada pada tingkat pengetahuan aplikasi (Bloom dalam Notoatmodjo. ibu yang berpendidikan tinggi akan lebih baik dibandingkan dengan ibu yang berpendidikan rendah dalam merawat bayinya terutama dalam pemberian ASI eksklusif. 56.3% berpengetahuan baik. Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya.2% berpengetahuan cukup baik.pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilainilai yang baru diperkenalkan (Nursalam dan Siti Pariani. semakin banyatinggi tingkat pendidikan seseorang maka semkain baik pula dalam mengaplikasikan materi.3%) bekerja sebagai IRT dan sebagian kecil 14 orang (46. Di Puskesmas Grajagan sudah memiliki pendidikan cukup baik yaitu SMP. Berdasarkan tabulasi silang antara pekerjaan dengan pengetahuan dapat diketahui bahwa responden yang bekerja sebagai IRT sebanyak 16 orang dimana 31. Mantra yang dikutip oleh Notoatmodjo (1997( bahwa pendidikan dapat mempengaruhi seseorang termasuk juga perilaku seseorang dalam pola hidup terutama dalam memotivasi untuk sikap berperan serta dalam pembangunan kesehatan. 12.9% . 2001). 1996:129). Berdasarkan uraian di atas. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Berdasarkan tabel 4. Hal ini juga diungkapkan oleh YB.

dimana 18. dimana 50% mempunyai pengetahuan baik. dan tenaga (Nursalam dan Siti Pariani. Seperti yang telah dijelaskan oleh Markum (1991) bahwa bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu. Sedangkan responden yang memiliki jumlah anak 2 orang sebanyak 11 orang. 42.4 dapat diketahui bahwa dari 30 responden yang ada di Puskesmas Grajagan sebagian memiliki jumlah anak 1 orang yaitu sebanyak 16 orang (53.3% mempunyai pengetahuan kurang baik. 43.2% mempunyai pengetahuan kurang baik. 2001:133) ibu-ibu yang ada di Puskesmas Grajagan 53. 6. Seperti yang telah dijelaskan oleh Notoatmodjo (2003) bahwa pengalaman merupakan sumber .9% berpengetahuan cukup baik. Meskipun demikian ada sebagian dari responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang pemberian ASI eksklusif secara tepat.3%).2% mempunyai pengetahuan baik. pikiran.2% berpengetahuan kurang baik. 18.berpengetahuan baik. 63. Berdasarkan tabulasi silang antara jumlah anak dengan pengetahuan dapat diketahui bahwa responden yang memiliki jumlah anak 1 orang sebanyak 16 orang.3% adalah ibu yang bekerja sebagai IRT sehingga sebagian besar waktunya digunakan untuk mendapatkan informasi tentang gizi terutama dalam pemberian ASI eksklusif bisa melalui media massa atau media elektronik.6% mempunyai pengetahua cukup baik. Berdasarkan tabel 4. 14.3%) dan sebagian kecil responden yang memiliki jumlah anak > 3 yaitu sebanyak 1 orang (3. bekerja bagi ibu-ibu akan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan keluarga yang pada kenyataannya bahwa rutinitas dan aktivitas pekerjaan secara umm memang lebih banyak menyita waktu.7% mempunyai pengetahuan cukup baik.

Dimana pengetahuan ini akan mendasari perilaku seseorang dari pengetahuan yang didapat oleh ibu tersebut tentang pemberian ASI eksklusif maka akan mempengaruhi sikap dalam penerapan secara langsung. Kurang dari 50% responden memiliki pengetahuan kurang 3 responden (5. yang bermakna bahwa pengalaman itu merupakan sumber pengetahuan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Meskipun latar belakang pendidikan mereka hanya SMP namun mereka pernah mendapat informasi dari media atau penyuluhan dan mempunyai pengalaman tentang pemberian ASI ekslusif. Hal ini disebabkan oleh informasi yang didapat menurut Notoatmodjo (2005) mengatakan pengalaman merupakan guru yang baik.pengetahuan atau pengalaman ini merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan.3%) berpengetahuan baik yaitu 6 responden (20%). Hal ini dapat diperkuat oleh Notoatmodjo (2005) bahwa penalaman merupakan sumber pengetahuan. 2. Hal ini dapat dilihat lagi dari latar belakang pendidikan mereka yaitu SMP. dan pengalaman pribadipun dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan.5%). Disamping itu juga mereka pernah mendapatkan infromasi dan pengalaman. Hal ini dapat dilihat dari jawaban yang ebnar pada kuisioner tentang pengertian ASI ekslusif. Pengetahuan ibu tentang pengertian ASI ekslusif Berdasarkan analisa dan interprestasi data yang didapat bahwa kurang dari 50% berpengetahuan cukup yaitu 30 responden (40%) berpengetahuan kurang yaitu 10 responden (33. Hal ini dapat dilatarbelakangi pendidikan SD dan SMP disamping itu juga tidak pernah .

Pengetahuann cukup di atas mungkin disebabkan pendidikan responden yang cukup dan pernah mendapat informasi tentang manfaat pemberian ASI pada bayi dan adanya pengalaman dalam pemberian ASI ekslusif. berpengetahuan kurang yaitu 3 responden (10%). Disamping itu juga responden yang tidak bekerja yaitu 16 responden (53. Pendidikan berhubungan dengan transmisi pengetahuan. Hal ini dapat dilihat dari latar belajar pendidikan yang cukup yaitu SMP. kurang dari 50% berpengetahuan baik yaitu 12 responden (40%). Pengetahuan ibu tentang manfaat pemberian ASI ekslusif pada bayi Berdasarkan analisa dan interpretasi data yang didapat diketahui bahwa dari 30 responden kurang dari 50% berpengetahuan cukup yaitu 15 responden (50%). dan merupakan proses belajar dan mengajar. 2003).3%) sehingga mempunyai banyak waktu luang untuk memperoleh informasi tentang pemberian ASI . Pola kelakuan manusia menurut apa yang diharapkan (Notoatmodjo. Pendapat Notoatmodjo (2003) bahwa pengetahuan dapat dipengaruhi oleh pengalaman. Sebagian besar responden menjawab pada item soal yang benar tentang manfaat pemberian ASI ekslusif pada bayi yaitu bayi yang sering disusui oleh ibunya akan lebih meningkatkan jalinan kasih sayang antar ibu dan bayi. ketrampilan dan aspek kelakukan yang lain. sikap.mendapatkan informasi dan tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam pemberian ASI ekslusif. Hal ini dapat diperkuat oleh Notoatmodjo (2005) bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan. kepercayaan. dan sosial budaya. 3. fasilitas.

3%).3%). Hal ini dapat dilihat dari jawaban yang benar tentang manfaat pemberian ASI pada bayi.4%). Pengetahuan ibu tentang manfaat pemberian ASI ekslusif pada ibu Berdasarkan analisa dan interpretasi data dapat diketahui bahwa sebagian besar berpengetahuan kurang yaitu 13 responden (43. Pada item yaitu meningkatkan daya tahan tubuh bayi. 4. Hal ini dimungkinkan karena bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu. Kurang dari 50% responden memiliki pengetahuan cukup yaitu 10 responden (33. Kurang dari 50% berpengetahun baik yaitu 12 responden (40%). Hal ini dapat dilihat dari jawaban item soal yang benar dan dapat diperkuat dengan jawaban responden tentang pemberian ASI pada bayi dapat menimbulkan ikatan . ibu yang lebih sering menyusui bayinya akan terkena kanker payudara.3%).ekslusif. Hal ini diperkuat oleh Notoatmodjo (2005) bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan. Sebagian besar responden berpengetahuan kurang yaitu 13 responden (43. Hal ini dilihat dari jawaban yang salah pada item soal. Hal dapat dilihat dari latar belakang pendidikan yang cukup disamping mereka pernah mendapatkan informasi tentang manfaat pemberian ASI pada ibu dan mempunyai pengalaman. Hal ini dapat dilatar belakangi pendidikan yang cukup pernah mendapatkan informasi tentang pemberian ASI. kurang dari 50% berpengetahuan cukup yaitu 10 responden (33.4%). berpengetahuan baik yaitu 6 respoden (20%) dan berpengetahuan tidak baik yaitu 1 responden (3.

Saran 1. dan sebagian besar responden berpendidikan cukup yaitu SMP. Kurang dari 50% berpengetahuan baik yaitu 6 responden (20%). Responden pernah mendapatkan informasi dari media dan penyuluhan. Bagi Masyarakat . Hal ini diperkuat oleh Notoatmodjo (2003) bahwa pengalaman merupakan guru yang baik untuk memperoleh pengetahuan. B.batin yang kuat antara ibu dan anak. Hal ini dilihat dari item soal tentang menfaat pemberian ASI pada ibu. Pencapaian pengetahuan baik hal ini disebabkan pendidikan yang cukup. BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN A. Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam kategori cukup yaitu sebanyak 15 orang (50%). mempunyai pengalaman dan pernah mendapatkan informasi. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di Puskesmas Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 21 Juli – 5 Agustus 2009 yang telah ditabulasi dan dibahas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.

”Pentingnya ASI Eksklsif”.org). (2003). ”Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia”.org). ”Buku Panduan Manajemen Laktasi”. ”ASI Eksklsif Modal Pembangunan”. . (2006). dan stiker. diakses 3 Juni 2008. March. (http://www. (2001). (www. Bagi peneliti Bagi peneliti selanjutnya diharapkan hasil penelitian ini dapat dikembangkan lagi. (2008). hendaknya tenaga kesehatan pada khususnya bidan lebih sering memberikan penyuluhan tentang pemberian ASI eksklusif dengan media dan bahasa yang mudah diterima masyarakat melalui leaflet. Suara Merdeka (www. 3. Henderson. 2. Rineka Cipta: Jakarta.kelymom. Bunda. di akses 25 Mei 2008.com). diakses 27 Oktober 2007. Bagi Petugas Kesehatan Dari data yang diperoleh di Puskesmas Grajagan. Christine. (2007). EGC: Jakarta. (http://www.Dengan adanya penelitian ini diharapkan masyarakat khususnya ibu-ibu yang mempunyai bayi dapat memberikan ASI ekslusif dan mengerti tentang pentingnya ASI eksklusif. Depkes RI. poster. S. diakses 23 Agustus 2003. (2008).com/new man/risk of formula).Mc spotlinght. Konsep Kebidanan.kelyman. Depkes-Bonbol. Prosedur Penelitian.aimi-asi. DAFTAR PUSTAKA Arikunto.

(2008). Soekirman. diakses 28 Maret 2005. Siswono. Soekidjo. Salemba Medika: Jakarta.id). (2009). Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah. ”hidup ASI Eksklusif” (On line). Erna Francin. (http:\\www.Moedjianto.dinkesjatim. (http://www. (2003). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. diakses 8 Mei 2008.id). Notoadmojo. (2005). EGC: Jakarta. Ilmu Kesehatan Masyarakat.republika. (2003). Soekidjo. (2006). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Notoadmojo. Suhariyono. Hidup Sehat. Rineka Cipta: Jakarta. Rineka Cipta: Jakarta. Metodologi Penelitian Kesehatan. Sarmini. ”Manajemen Laktasi”. Paath. Majalah Nirmala . Primamedia Pustaka: Jakarta. Nursalam. Metodologi Penelitan Kesehatan. Rineke Cipta: Jakarta. (2002). (2004). Poltekes Majapahit: Mojokerto.co.go. Notoadmojo. Soekidjo. (2005).

3..8 /.7   708543/03 80-.903 .3 /.9: 80-./.3 80-.8 /.3.9$5. -: /8../.3 9.7 202 50309. 9039.32.31..-0-07:9 %.3    /. :2.9 $ 5. -.3-:%039.                07/.:.3 2.3 0.3 .3 -. . :2./.:.  47./.3 -08.7 202 50309.3 9.3 -: 9039.2..9 $ 5..3 2. :7.3-:9039. 9039.:. -.3 -08.3 2./.2 -039: 9..31.31.3 2.3.3:./.7.-.3 !:74../. !0309.3 2.7   708543/03 80-.7.-: !0309. -: ..3 :7.-: .::5 -..3 0. -. ::5-.3 :7. %/../.. %/.47.3-. :7.8 7.-.-:5.3.9 $ 5.9$5.3    .31..31.  47.47.-..-0 / .3-.8.80             07/. 202 50309.74 .:..3    /.31.8.9: 80-.3 9/.3 80-.:.9:80-. 9039.3.:.-:..3 -.:.-0 / . 202 50309.31.-: / !:8082..3    .-0 897-:8170:03850309.9 $ 5.39..9.31...9$ !. 70:038         !748039. 9039..3.: :89:8   .9 $ 5.9:80-. ::5-..3 0.

9.8...-:5..3 0.3:7.3 9. 50309.:.    ::5-.   708543/03 80-.3-:%039.3 $ 08:81 / !:8082.903.-0    897-:8 170:038 50309..50309..    %/.3 -: 9039..  /.30.2..:.3 .-0 / .-.3-.74 .7.: :89:8   .3   2025:3.74  %.8 /0.     07/.39.3    2025:3.   :2.3 !:74.    :7.  .2.3$08:81/!:8082./  !0309..3 -.87.:.8 7.3!02-07.3 502-07.::5 -.9.3 !:74..9.  47.3 -08.:.3 0.3.3-.3:.3 80-.8.7  47.

3. !02-.5.39.9 /09.    -0750309.3!:74.3.3 202 93.5. 2.3./.3 -.3-.3   !0309.3 . 50309.8 803./.3.7.3 !02-07.:.3 9.3 2.  47.30.8.88.. 31472. 2.9   203.8.9503//.3/03.3 .  -0750309. / !:8082... / !:8082..3 93 93.3 $ 8:81 / !:8082.3 -: %039.::5 -.7. -0750309.3 /.3 /2.:. 203072.3 .747.. /0.3 :7.350309.5.3 $! 80-.2 :2:7      9.9 /09.:.: -.3.3 90.3.3/2. /..3   20293. ..9 503//.7.:.:..3 $ 80-.3    /.83 2:/.3 708543/03 .380-.7.9/09.47.3-08.3  /2.47..8.3 .8.3 808047.30.3 -0750309..  47.    -0750309.  $0/.39.3 -08.3 708543/03 .3 9.:380-.-:.:.3 202 93.3 -.7   708543/03 .: -.9 503//. :2:7 /03.3 9.7.:.708543/03. 708543/03 .3..2.-0   /.3   -07503//.3 50309.3 -..3$! /.:.503//.3   202:2:7 07/.7.8 7.8..3 . 802.:3 /.39.3$  07/.8.:.87.3 .3 80-.5.3/..7   708543/03 .3.3 -./...74  07/..-0   /.9 503//.3 -.3 0.9.: -.9.47.::5 -..8 8.7  47.3.  805079 .   -0750309. /.3 40 403.   -0750309.3 202:2:7 07/.::5-.3 -.474337.-:.3..3.3202:2:7   9.:.3 80-.3.  $0/.380-.    -0750309.9 /09.3 /2  80-.:.8 7.: -.:.3 :7..

.950702-.503//.3 0.: -.3 9.3 080.5..3 80-.3 /.8 803.5.3 -.9 -./50.::5-.3 9072.8  802.2 494..7   708543/03 .3 :7.2 502-.. #% 80-.. 80-.2 /.3 :78.3 -: . 5:.8 /.75.3.2.8./. 203072.3:7.907  -: .924/4  -.3907.3  07/.907.3:3.:.9.8.8: :.9.2 207.3/..3 -07503//.. 2.7.3 -.7..3 /2.7:88:/.5.3 -..7.3.. 907:9.9/09.920.: 808047..50309.  -0750309.3   -007.8. /:5 907:9.3.2 203.:..-0   /.9 503//..350309.3.3 703/..73.2 20249.: -./.:.5:.3203.#%/.3 -.79..87. 802.340 .3 93 .3 -.380-.47.:43/880-03.3-08.9 /09. 9.380-.:. 3 :. 507.2.7.89:.2 502-07.3 /.3..38.3 808047.3/.25:.950309.32.8 7./. 80/./.3 $ 08:81   !:8082..503//.3/03..747..   . /.  07/.3 -07503//.5..3..93.88.5./. 202503//.5.3 708543/03 . 80-.  47.8 442 /.::5-. 3. 31472.53.80-.3  .3..3..3..8.3 2.3 93 93.5808047..3-.3.5007..8 :39: 8.80-.3 :39: 203:3.2 54.3 8079..3     .39..7: /50703.3 -007..808047.  -0750309.9 503//.3 80-.. /:3.7.3:7. 708543/03 .7: 808047.:.3 $9 !.3.39.3.3 2:/. /.9...3 2.:.3/2 .. /.3 -007.5 -07507.3 .2.397.:.9:$!  07/.3 8:/.3 /03. /.3/3.3-. 02. /.3/:9540494.8.3 0- -.3.9.9: 57480/:7/03.   -0750309.3.390.924/4    5.3 / .3.3. /-. / !:8082.7808047.-:.. .93 93.2-.3.3 2.9 202503..3   -007.5.3 /2.  47.3808:.3 808047. /.5..

39.. 2025:3.708543/03.3:7.3-./.3 502-07.3  /2.3 40 .3 $ 08:81 -8.:.7. .::5-.   2025:3.  2025:3.  -0750309.   2025:3.3-007.::5-./. /0.3   .3 .380.380-.3 2039.:.. 7:939.9. 503.8.5.3 0:..9.2 /. /03..-0   /. 503.3    07/.3202:2.  47.3-.    2025:3.3 .3.33.2 502-07./.8 /.9 /09..3 /.: 20/.3 /./:3.:.50309. 2.3 :7.3.3 8:2-07 .8 7.  47.3:7.3 80-. 207:5.3.  47.8.  -0750309.: -.9. 03.:. ..:22202.7.3 80-.50309.3:39: 203/.3.7.3 90.3 207:5.8 7.:.3 80-.7: 907.::5-.50309. :78.50309. ..3 202 :2.3 2025:3. 905..3. 708543/03 .. 50309.8 9039.  47.7..9  07/.3.3. 20.3 . 009743  085:3 /02.7.3  /2.3     -: -: .3   /.3 0. /0..-:.  47.9 /09.7.3 . / !:8082. -: -: .3 -.3 .9:  -007.3 ... $05079 .3202:2.9:3.3..7 708543/03 . $0/..3.7   708543/03 .3708543/03.3 50309.3-.3:7.85007.3.3 -.3903..:.80-.8.5..-:.8.88.3 31472.3 90. -...:.  2025:3..: -.. . 80-.3 202 :2.:.:.3.3 -.3 5..9: 80-.9:80-.3 . :2. / !:8082.5 0/:5.3 40 494.8 8.2.7.3..30. . /...50309.5.3./.3.#%803.  $05079 .30--.2..7:2   -. -.2039.3 9..3 9039. ./.3 $ 08:81 80.3.9./.924/4    -.-0750309.9. -007.. :2:23. 47...:.  47. ..:.9.3 202 50309.3-08.9: 57.7. /.80-.3 /.3 $9 !.: 20/.3  907:9.3 9.

3 9039.3$08:812. 3/.3  708543/03    .7 507.3.3 .. 503.9 31472.:7.5.38:2-0750309.:..3 202503.:..3.:.5.3 503//.3-:9039.3 390757089..3 57-.5.: 503.3 .8 .3502-07.:. 503..-.380.9:   708543/03    -0750309.2.5..:.:.7   708543/03 202 50309. 3 /..9:$!  085:3 .5.7.5.::5 .2.3 0-3.3 8:.924/4    -.9 40 494. -.9 /..9.3 /.3 31742.2.3 502-07. :5..3 :7.3 //. 5073. $! 3.: 503::.940-:90780-:99039.7:8.3 503079.9/..7 20/..38:3   !0309.3 3 207:5.3 9: 207:5.3 3 .3.3.3 2025:3. .:.3 $ 08:81  . 20250740 50309./.3$/.3/..:.8..9.9 203:7:9 494..3503079.3//. :39: 20250740 0-03.7.:. 50309...3  2.2:3 2070.3 :7./5:3 /.3 .2.8 /.3 8:2-07 50309. 2070.8/..7.5...:.3 /.8.8.3 :39: 20250740 0-03..7 -0.5/.9..250307.3 503.3 :7: .253 9: :.3  :7.3  .924/4    203.3$!/8.: 808047.. 203/.2..9. 5073.9.9: ./.7-0.5.7 .9.3  8.3 203/.7-0.3 $ 08:81  . . 3 /80-.9.9 /:3..:.5.3 2070..3503//.2.. 3 /.9.7 50309. ..3 .8 /.5.3 40 31472.3 503.9 /. .9:   708543/03    -0750309.7 5.253 9: :.:.3.2.9.3//.7.7  -0750309.3 -.9/. 503.7.3$08:81 07/. 203/. 3 /.3 207:5.:.50309.5073.-.3 80-.9:  708543/03    ..3 -072.3 /..  .3 50309.5..3  /.3 503.3.9-..3 -.9 /507:.32070.9 /.3 207:5. :84307 9039./.7.3503//..3 50309.

3-./.9:  708543/03    :7.9/09./.../.8 2:33 /80-.5..3$08:815.7   -0750309.9 /503..9 /507:.9:708543/03   803.9..9 40 494.3 -.90284.3.-.0.8 9039.3/. 07/.3 494.2.2 502-07.3  8.3 /.: -./.9: 708543/03    $0-..3203.:.:.924/4    -.3 /. -.9 31472.3-08. -..31.3:8.-.32. 203/.3. 503.3 97.3 .3$08:815..3 503//.3828 50309.3.3 -07:-:3.9:-.-.39..3  1.3//.3 5073.3:7. 80.8 /.3 $ 5..3 31472..7 -0750309.2 502-07.3 502-07..9 494.9.7.:.:.3  097.:.30- 2033.3 . 50309.3.3574808-0.5.3 .9.9 /.:.9..8500.3-03.3.79039.7  708543/03 :7.3 .9:708543/03   -0750309.8/.32. .::5 .38073/8:8:40-:3... /.5..3  !03//./.7708543/03203.3 848..3.25.5.9: :.3 $ 08:81  .39/.5.9. 2025:3..3.3 /.3 207:5.:.7 . 503.3..7..7/.. -:/..3 9/.5.3.2.3 $ 08:81  !03/./.8 8..8.::5.203/.9502-07.2539::.8  /..89.9 502-07.33 .3-:9039.3/.7 -0.3207:5.7 -: /.3.. 202 503...3 /03.  .9 /.31.:.7503//.3 2.3.3 39075709.:.203:7:9... 3 /.7  !4.5..3 8.5  0507.2.5.38:2-0750309.-007.8.3 $ .3 .-5.  8./.::5 /.7: 40 503. .3 708543/03 .8 9039.3 /.3 :39: 20250740 31472.32.:.2. /.5.9 502-07.3 /..::5 / .924/4     !0309.9:$!  !0309.924/4    -. 3 /.2.708543/03.31..3 .

7 9039.3$08:815.3 31472.3.3502-07..3 902 84.  !.  -: .3...3 2. ./.9 /.9 /03...7 .80-.9:  708543/03    :7..3207:5.7.703.7 . 90284..2.9 /.: -... 207:5. .:. 203/.3 .7 -0.3 2.9:708543/03    $0-.:./.9 /.3 503//.390703./.32025:3.3 .38:2-0750309.5.9/. 9.3 .:.-:/.:/.5..3 31472..7   -0750309.::5 .3 0- 8073 203:8: -.9.3 . 3 /.7 -0750309.3 -0750309.9 502-07.3 /. -.3 -08.9: 2033.9/09.::5 .9.9 502-07..3 .9:  70854/03    /.9.9 /507:.5.3 -03.3 .7. ./.7   -0750309.5.8.32...3$5..8.3 2039. 3/.9502-07.503.5.9/..3 :7.253 2070.2.5.5.3..-.8 9039./.:.3 :7.3708543/039039.9:   708543/03    .-.3 -.31.3 -08... 902 ./.7-0.31.3.08:81  .9:   708543/03    -0750309.924/4   -.3 502-07.3 /.9.39/.503.5.3 $ 5.3$5.92032-:.9.  .3 .:.3 .:3 -.::5 5073.3 0..9...7.9/. 3 /.-./.9:  708543/03    .38.3075.:.9. ./.3 /. 203/.3 9:-: -.-: 07/.9 /.9 /.8/.3..3503//.3 .::5 /8.-.3 /. -007.5.3 ..8 9039.:.3   !0309./..5.9:  :7.3 .9.7 /.9 40494.3  :7.-.7   708543/03 202 50309./.3 .9:  708543/03    .3 -03.7 . 5073.7 708543/03 -0750309. 3 /507:.3 .3-:9039.-.3 $  .:. 3 /2:33. 3 /.31.3 /. :2:23.3 39075709.

..2..-.::5  2025:3.93 .3 50309..3.-:.3 . 9.3 5073.3/-. .3 0.9:708543/03   .8 7.8..3:.:..3 503//.8 .  47.3  .7.3 502-07./.331472..9.8.3 0..3 .:.3/.5.3 /.3     $.3    $!&$#  $25:.. -: /.:.9. 3 /80-.924/4   -.3 31472..::5.  :   :89:8   .9 502-07. 9039.9 .3 /.9: 80-.503...7708543/03-07503//..3 !:74.3 .7 902 84.3.7  -0750309.3 /.3 90.8.2..9/825:.380-.7 20/.3 5.3.7.3 .3:.940494.5.3 -: 9039. -:  !03. 503.:.-07:9   !0309.3 $ 08:81 / !:8082.7.3 .8 50309.3-08.903 .3 !:74.3-.3 07/.82.-:5.3 -..3.9.3 / !:8082.2.9 /.3 207:5..5.3 $ 5./.3.3 2031.8/.9:$!  :7..  #08543/03 5073.8 /./.9047 . .3 -.380-.-. /9.3 :.3 /.9 .3:7:.3/507:.2./. 3/...::5 .903 .:39:2025074050309..39. 203/. 203/.7.8 7.3503::.9.5.74 ..74 .-:5.2 .

.8 7. 2.3 3 /.79.3 . $ 881  995. 903.3 2:/.850309.!09:..9.3 503933.3 $ 08:81 /.03.   .3 2. /.33/..3:93.9/02-. /9072.3 -.3./.3. /.39039.3 0-8073 202-07.5030980. -.109  548907  /.3502-07.. .3.5. -/..3 /50740 / !:8082.  :3/.8.7.3 $08:81 /03.8080.3 8907  %#!&$% 7:394 $    !7480/:7!0309.3.5. $ 08:81   .: 0.3 2025:3.7 /. .7.3 ./.9.50309 .9 202-07..8.9 20. 50309. :8:83..3503::. -: -: .9 :8:83.3  03/.7.59. 080./..3 5.7.     !03933.3 20/.3 #30.9.3.8.3 203079 9039.5.5.

.

 0242 .42.

30 2.3.

8080   0508 43-4     $8814/.3:3. /.!02-.3  995.78 41 1472:.

.

3 .7.3 .   .3. 07/0.79.2 .     848.  . 02..808:3   0508 #     :: !.8 47 /.7.42 /.9.8-:03:8:3/4308.808 94-07    .3/:.808:89:8   03/07843 78930    438050-/. 854939 47 /.3.3 .8  $:.0203 .  .

79..9./244 $40/4    2:080..79.7434     .79.3    .02-.0203 ...808...3 #30059.9.9.709   $:.9.2     43805 /.9440794  494.9 #30.3 !0307.59.8  995.3 2: 0507.3.  494.9 73.3  $.5.7.3 .2080.  494.3.79.394  $..3 !03:8:3../244 $40/4    094/44!0309.3 094/44 !0309.0/.8.723     !0/42..40/..5..3..  !49008 .  :78..9.3080.7.3080.79.59./244 $40/4    094/44!0309.  !.7.3#0574/:8 .9.  $8434     /:5$8:81  330  995 705:-. .4 / /.3 #30.. %:8 2..

.

9 !72..!:89.   ..3    /:5$0.20/. . /308. 72...92 4 / /.8080   $4072..79..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->