Las titik itu menggunakan trafo tegangan yang rendah tapi dgn ampere yg tinggi (kalo arc welding

tegangannya sampe 40V dan amperenya cuma sekitar 100 utk elektroda 2,6. Cara kerjanya : dua benda yang mau digabungin dijepit diantara dua elektroda yang bertegangan.jadi yang meleleh itu adalah daerah persinggungan antara 2 benda kerja tsb. Kalo dulu mesin yang ane pake mirip dgn gambar dibawah ini.di bawahnya ada pedal utk gerakin elektroda bagian atas supaya turun naik.di dalam elektroda itu mengalir cairan pendingin. coba jawab gan... las titik itu carane dengan nempelin dua buah plat besi yg akan disambung secara rapat n kemudian dijepit pake holder yg buat ngelas...jadi las titik itu tidak menggunakan pakan seperti las listrik butuh elektrode n karbit butuh besi gitu,las titik sama sekali gag butuh soale setelah proses pengelasan dua buah plat tadi saling nempel kedalam dengan sendirinya n bentuknya kyak titik gitu gan makane disebut las titik...contohnya kyak di bagian pintu mobil gan...disitu platnya tersambung rapi bgt n cuma ada bekas titik2 hasil las2an... setau ane las yg underwater tu pake las karbit gan...

TIPE-TIPE PROSES PENGELASAN Ada banyak macam dan tipe proses pengelasan yang dikenal, namun dibawah ini hanya akan dijelaskan beberapa tipe-tipe pengelasan yang masih lazim digunakan.

14.1. PENGELASAN TEMPA Mula-mula logam induk dipanaskan dan kemudian di tempa (tekan), sehingga terjadi penyambungan logam. Pemanasan berlangsung di dalam dapur kokas atau dapur minyak maupun gas. Sebelum di sambung, ke-2 (dua) ujung logam induk dibentuk terlebih dahulu sedemikian rupa, sehingga ketika proses penyambungan terjadi, ke dua nya akan bersambung di tengah-tengah terlebih dahulu. Penempaan kemudian dilakukan mulai dari tengah menuju sisi luar, dengan demikian oksida-oksida dan kotoran-kotoran lain nya akan tertekan/ terbawa keluar, proses ini disebut: “scarfing”. Mengingat cara ini sangat sederhana dan proses nya agak lambat, maka ada dan bahkan besar kemungkinan terbentuk oksida-oksida, untuk itu biasanya digunakan bahan bakar yang berlebih (ekstra) atau menggunakan fluks untuk melarutkan oksida tersebut. Fluks yang sering digunakan adalah: campuran “boraks” dengan “salmiak”.

Pemanasan logam induk harus dilakukan secara berlahan-lahan.2. · NYALA OKSIASETILEN Las nyala oksiasetilen (sering juga disebut dengan “las karbid”). benda kerja diletakkan di atas meja kerja (paron). 14. dapat mencapai suhu ± 1980 ° C. Reaksi kimia yang terjadi di dalam tabung asetilen adalah sbb: dengan: · disebut: “Kalsium Karbida” . Sedangkan nyala asetilen. menggunakan nyala dari gas campuran antara oksigen dengan asetilen. hidrogen dihasilkan melalui proses elektrolisa air atau dengan mengalirkan uap diatas kokas. campuran gas digunakan sebagai sumber panas untuk pengelasan nya. PENGELASAN DENGAN GAS Pada proses pengelasan dengan gas. · GAS ASETILEN Gas ini dihasilkan dari reaksi kimia antara Kalsium Karbida dengan Air.hidrogen + oksigen (oksihidrogen) Nyala gas oksihidrogen.gas alam . Gelembunggelembung gas akan naik ke udara bebas dan endapan nya disebut: “kapur tohar”. setelah logam induk mencapai suhu yang tepat. sebab suhu operasi pengelasan nya cukup tinggi. dapat mencapai suhu ± 3500 ° C ( untuk jelasnya lihat keterangan berikut ini). Oksigen berasal dari proses elektrolisa atau proses pencairan udara. sampai logam induk mencair dan pengelasan dapat dilakukan dengan atau tanpa logam pengisi. Oksigen komersial umumnya berasal dari proses pencairan udara. baru nkemudian di tempa. Nyala gas yang umum digunakan adalah: . Material-material yang cocok untuk diproses dengan las tempa ini adalah: Baja Karbon rendah dan Besi tempa.asetilen . dimana oksigen dipisahkan dari nitrogen yang kemudian disimpan di dalam tabung silinder baja bertekanan sekitar 14 MPa.

sebab dengan demikian sifat nyala api akan dapat diatur. Hasil reaksi ini dibersihkan dan diseleksi untuk kemudian disimpan didalam drum baja yang tertutup rapat. adalah sangat penting. Umum nya nyala ini digunakan pada: . adalah keras.pengerjaan pengelasan . yakni: · NYALA NETRAL Dibagian ujung nyala kerucut. maka diantara nyala kerucut dan selubung luar (lihat: nyala netral). tetapi berwarna ke putihputih an yang panjang nya tergantung dari jumlah kelebihan asetilen nya. terjadi perbandingan Oksigen : Asetilen = 1 : 1 Selubung luar nya berwarna ke biru-biru an dan Oksigen yang dibutuhkan dambil dari udara disekitar nya. akan timbul nyala seperti nyala kerucut. Gas Asetilen bisa diperoleh dari: . Pengaturan perbandingan persentase campuran gas.generator asetilen.· 2 disebut: “Air” · disebut: “Kapur Tohor” · disebut: “Gas Asetilen” secara fisik.pemotongan logam · NYALA REDUKSI (Nyala Karburasi) Bila terdapat kelebihan Asetilen. yakni mencampur karbid dengan air . berwarna cokelat dan terbentuk sebagai hasil reaksi kimia anatara Kalsium dengan Kokas (batu bara) di dalam dapur listrik.pasar bebas dalam bentuk tabung-tabung yang sudah siap pakai dan sudah tercampur dengan aseton (tekanan tabung £ 100 kPa). Secara umum ada 3 (tiga) macam sifat nyala las asetilen. .

beberapa baja lunak dan beberapa bahan non-ferrous dengan pengerasan permukaan. 14. Sebab.mudah di bawa-bawa untuk digunakan hampir disetiap tempat . yakni untuk bahan-bahan seperti: kuningan dan perunggu. . dapat digunakan untuk pemotongan dan pengelasan hampir semua jenis logam. tetapi warna nyala nya tetap. hanya saja nyala kerucutnya lebih pendek dan selubung luar nya lebih jelas (nyata/tegas) warna nya.maintenance nya sederhana dan murah . 14. walaupun perbandingan gas nya berbeda. Proses ini juga sangat cocok untuk pematrian. Nyala ini hanya dapat digunakan untuk pengelasan fusion.nikel . Walaupun peralatan nya sama persis dengan peralatan las oksiasetilen. · NYALA OKSIDASI Bila terdapat Oksigen yang berlebih.peralatan nya relatif murah .dengan teknik yang tepat. tetapi pada pengelasan oksihidrogen agak lebih rumit.logam monel . Keunggulan utama dari pengelasan ini adalah: tidak ada terbentuk lapisan oksida. PENGELASAN NYALA UDARA-ASETILEN Nyala atau panas yang dibutuhkan pada proses ini di hasilkan dari pembakaran udara + asetilen. sebagai mana lazim nya pada pengelasan-pengelasan lain nya. maka akan diperoleh nyala yang mirip nyala netral. sehingga pembakaran nya mirip dengan pembakaran Bunsen. · BEBERAPA KEUTUNGAN (KEUNGGULAN) LAS OKSIASETILEN: . PENGELASAN OKSIHIDROGEN Campuran Oksigen dengan Hidrogen (Oksihidrogen).4. Karena itu nyala ini digunakan untuk pengelasan lembaran-lembaran tipis dan logam paduan dengan titik cair yang relatif rendah. mempunyai suhu operasi pengelasan sekitar 2000 ° C (lebih kecil dari suhu operasi oksiasetilen).Nyala ini biasanya digunakan untuk pengelasan: . tidak ada perubahan warna.3.

sehingga pada temperatur tertentu (baja memijar). sumber nyala dilepaskan dan pada kedua ujung lain dari logam induk si aplikasi kan gaya tekan dengan besaran tertentu. PENGELASAN GAS BERTEKANAN Ujung batang logam induk yang akan di las. 14. Suhu nyala pengelasan relatif rendah. di gerak-gerak kan (keatas . Untuk mesin yang lebih maju. . sehingga dalam hal ini pola dari logam tidak diperlukan lagi. reaksi afinitas ini berlangsung lambat. Model atau pola terbuat. PEMOTONGAN DENGAN NYALA OKSIASETILEN Di sekitar ujung selang tabung utama yang dialiri oksigen murni. dipanaskan hingga mencapai suhu sekitar 1200 ° C dengan menggunakan nyala oksiasetilen. sehingga pengelasan ini hanya baik digunakan untuk: patri timah atau patri ber suhu rendah. 5. Prinsip dasar pemotongan dengan nyala adalah: memanfaatkan sifat afinitas (bercampurnya) oksigen dengan besi dan baja. Setelah mencair.kebawah) untuk menghindarkan terjadi panas lokal yang berlebihan. diperlukan sekitar 0.00225 oksigen untuk meng-oksidasi 1 besi. dapat menggunakan CNC-machine. Setelah kedua ujung benda mulai mencair. sebelum pemotongan dimulai.tekanan mula-mula = 10 MPa . digunakan tangan untuk menggerakan alat pencacah 4. terdapat beberapa lubang-lubang kecil (orifices) yang dimaksudkan untuk saluran nyala pemanas mula. Alat pencacah mengatur pergerakan nyala yang di sesuaikan dengan alur dari pola 3. terbentuklah: oksida besi. biasanya terbuat dari logam yang keras 2. pemanas dicabut. sesuai dengan kebutuhan dari nyala itu sendiri. Pada suhu relatif rendah. Sebagai contoh.6. 14. Nyala oksiasetilen ini dapat memotong benda dengan ketebalan = 760 mm.Jumlah udara yang terhisap ke dalam nyala. Untuk mesin-mesin yang lebih canggih. Sumber nyala berbentuk bulat.5. 1.tekanan akhir = 28 MPa Keunggulan proses ini: tidak memerlukan logam tambahan pengisi (filler). kemudian ke-2 (dua) ujung yang lain dari logam induk di ber gaya tekan. bisa menggunakan “mata elektrik” yang dapat meng-indera garis-garis gambar (pola) yang dimaksud. tetapi dengan meningkatnya suhu. Pada mesin konvensional. Untuk bahan Baja Karbon Rendah: . maka reaksi berlangsung cepat dan terbentuk oksida.

Jumlah panas = . .7. asetilen kurang aman) . Pada pengelasan resistensi listrik. t Besar nya arus pengelasan. . terbentuklah sambungan las. sehingga menimbulkan panas pada benda kerja yang akan disambung dan dibawah pengaruh tekanan. paduan bukan besi dan paduan dengan % Mn yang tinggi.satu selang untuk udara bertekanan Udara bertekanan dimaksudkan untuk menghasilkan gelembung-gelembung udara di sekitar ujung nyala pemotong. berfungsi untuk merubah tegangan arus bolakbalik (AC) dari 110 V/220V menjadi (4 s/d 12) Volt dan arus nya menjadi cukup besar sehingga dapat menghasilkan panas yang diperlukan. Alat transformator pada mesin las ini.satu selang untuk gas pemanas mula (biasanya hidrogen. ada 3-variabel penting yang perlu diperhatikan: . ¨ Catatan: Untuk aplikasi dibawah permukaan air.Hampir semua jenis logam dapat dipotong dengan nyala ini.Tahanan listrik. dibatasi oleh kemampuan transformator. LAS RESISTENSI LISTRIK Las resistensi listri atau disebut juga las tahanan listrik. namun agak sulit untu bahan-bahan yang terbuat dari: timah putih.satu selang untuk saluran Oksigen . sehingga nyala tersebut bisa stabil dan air tidak membasahi ujung nyala. Besar nya arus yang diperlukan pada daerah sambungan berkisar antara (50 s/d 60) untuk selama 10 detik dan tekanan yang diperlukan antara: (30 s/d 55)MPa.Arus listrik pengelasan. biasanya digunakan untuk lembaran-lembaran yang relatif tipis. Arus yang cukup besar dialirkan melalui logam induk. yang penggunaan nya sebagai berikut: .Waktu. tetapi agak sulit untuk: besi cor. maka alat nya harus dilengkapi oleh 3 (tiga) buah selang. seng dan timbal. dimana arus sekunder nya di atur dengan cara mengendalikan jumlah lilitan kumparan primer nya. 14.

Proses pengelasan mulai terjadi pada saat elektroda bersinggungan dengan logam dibawah pengaruh tekanan sebelum arus listrik dialirkan (periode ini disebut: “waktu tekan”).luas nya permukaan benda kerja .ukuran elektroda. LOKASI PANAS PADA LAS TITIK Tahanan terbesar terdapat pada batas kontak permukaan antara kedua lembaran benda kerja. 14.besar nya gaya tekan elektroda . maka pada daerah tersebut. Bila terjadi panas lokal yang berlebihan.a. LAS TITIK Las titik digunakan untuk melas dua atau lebih lembaran logam yang dijepit diantara elektroda logam. arus listrik mengalir dengan voltase rendah. yakni: a. d. b. Setela waktu tekan selesai. akan memberikan hasil yang cukup memuaskan. bukan pengelasan yang terjadi seperti yang diharapkan. c. Las Titik Las Proyeksi Las Kampuh Las Tumpul Las Nyala Las Perkusi. sehingga logam induk yang bersinggungan menjadi panas. namun tekanan tetap ada (periode ini disebut: “waktu tenggang”). e. asalkan permukaan lembaran baja yang akan dilas bersih dan bebas dari kotoran lain nya. namun demikian bila digunakan untuk pengelasan lembaran baja biasa. arus listrik dihentikan. Setelah logam-logam induk menyatu.7. karena logam induk nya bisa mencair pada temperatur tertentu (suhu titik didih logam induk). Syarat las listrik yang baik adalah permukaan logam induk harus bebas dari karat dan kotoran (karat dan kotoran dapat meningkatkan nilai tekanan permukaan dan menimbulkan panas lokal yang berlebihan). tetapi “pengecoran”. yang tergantung kepada: . Las titik merupakan salah satu jenis las resistensi listrik yang paling sederhana. . f. hingga mencapai suhu pengelasan.¨ Ada 6 (enam) macam/jenis/tipe pengelasan resistensi listrik.

¨ Jenis Mesin Las Titik ada 3 (tiga) macam. LAS PROYEKSI Las proyeksi ini agak mirip dengan las titik (lihat gambar ilustrasi). sehingga tidak diperlukan pengerjaan lanjut. Mesin Las Titik Majemuk: sekali operasi. Las proyeksi dibuat pada titk-titik tertentu dibawah pengaruh tekanan 2. terlebih dahulu dipres. Diameter sembulan = tebal dari logam induk. sebab disini hanya digunakan permukaan yang rata serta pemeliharaan elektrodanya pun lebih mudah. akan tepat berada di tengah-tengah. sehingga timbul sembulan-sembulan logam induk (proyeksi) 3. Mesin Las Titik Tunggal Portable: dihubungkan ke transformator dengan kabel yang panjang. Logam tersebut menyembul sebesar kira-kira 60% dari ketebalan logam induk 4. agar mesin bisa bergerak bebas. dll. maka gumpalan las. Keterangan: 1. “ bila ke-2 logam induk mempunyai tebal dan material yang sama. yakni: 1. .Dari pengalaman dan teori Keseimbangan Energi.. seperti: grinda. Hasil pengelasan umumnya mempunyai penampilan yang lebih baik dibandingkan dengan las titik pada umum nya. mampu menghasilkan 2 atau lebih titik titik pengelasan (gumpalan las).b. 3. Umur elektrodanya akan lebih awet. . maka perlu elektroda yang berbeda pula agar gumpalan las bisa tepat berada di tengah-tengah. Pada titik-titik dimana akan dilas. dapat juga dibuat zig-zag sesuai kebutuhan. Mesin Las Titik Tunggal Stasioner : .lengan ayun (sederhana): elektroda atas bisa diangkat-turun kan untuk mengatur tekanan.tekanan langsung 2. 14. Namun bila bahan atau ketebalan benda berbeda. Hal yang sangat menentukan adalah: distribusi arus listrik dan gaya tekan yg tepat Sembulan-sembulan pengelasan. sehingga dengan cara ini dapat dihasilkan beberapa sambungan las sekaligus.7. amplas.

Las kampuh banyak digunakan untuk pembuatan: . . Panas yang dihasilkan pada permukaan kontak adalah minimal. Ada beberapa keuntungan pengelasan ini. antara lain: . karena disini digunakan elektroda tembaga dan penyerapan panas hanya berlangsung singkat dan elektroda serta daerah las dialiri air pendingin.sambungan nya cukup rapat dan biaya relatif murah.wadah logam . ¨ Ada 3 jenis las kampuh.penghematan bahan .spatboard .14. yakni: . Hal lain yang mempengaruhi jumlah panas yang dihasilkan adalah waktu pengelasan yang diatur oleh kecepatan putar elektroda. LAS KAMPUH Hasil las-las an nya adalah kontinue disepanjang logam induk yang berimpit. Jumlah panas yang dihasilkan akan berkurang dengan meningkatnya putaran elektroda. Arus mengalir melalui logam induk (lembaran logam) yang di tekan di antara dua buah elektroda bulat (lihat gambar ilustrasi) dan mengalirnya secara diskret yang diatur oleh adanya timer.lemari es dan tangki bahan bakar.knalpot kendaraan bermotor .las kampuh tumpang (banyak digunakan di industri).c.las kampuh tindih .7.las kampuh mulus . Sambungan terjadi oleh panas yang di timbulkan karena adanya tahanan listrik.design nya yang rapih .

e. Catatan: 1. sehingga perlu pengerjaan lanjut. terjadi karena adanya resistensi listrik. hingga mencapai suhu tempa nya.struktur-struktur yang kecil .besarnya gaya tekan . LAS NYALA Las ini mirip dengan las tumpul. maka tekanan awal biasanya rendah (kecil). digunakan pengelasan kombinasi antara las tumpul nyala.batang/poros . perbedaan nya hanya terletak pada cara pemanasan logam induk yang akan dilas. Tekanan yang dipergunakan antara (35 s/d 170)MPa. Las tumpul ini sering digunakan untuk pengelasan: . tergantung kepada: . sampai sambungan las dapat terbentuk. bila penampangnya tidak sama. dll. 4. sedang kan untuk yang berpenampan relatif besar. dan hal ini berlangsung terus menerus.pipa logam . tekanan tetap ada. misal: menggerinda. sementara logam induk maju ber lahan-lahan. Bila logam induk berlainan jenis. Laju aliran panas.7.d. Luas penampang maximum yang mampu di las adalah = 450 mm² karena alasan pembatasan besarnya arus listrik 14.7. Tegangan tinggi yang di aplikasikan. Sementara terjadi pemanasan.jenis material logam induk . baru kemudian di tingkatkan secara bertahap. Hasil laslasan biasanya menonjol. 2. akan menimbulkan loncatan-loncatan bunga api diantara kedua permukaan logam induk. atau juga.keadaan permukaan logam induk. LAS TUMPUL Benda kerja berdimensi sama saling menekan dan panas yang timbul pada permukaan kontak. arus listrik nya lebih kecil jika dibandingkan dengan las tumpul.dll. Karena alasan bahwa: tahanan kontak berbanding terbalik dengan tekanan. . namun panas tersebut tidak sampai mencairkan logam induk. maka tahanan logam las-lasan harus sebanding dengan tahanan jenis masingmasing logam induk. digunaka las tumpul.14. Biasanya untuk pengelasan benda dengan penampan yang kecil. Tekanan berkisar antara (15 s/d 55) MPa 3.

baja tahan karat (stainless steel) . tetapi terbatas hanya untuk logam-logam induk yang berpenampang relatif kecil. 14. Proses ini terjadi/berlangsung sangat cepat. karena terbalut las-las an.7. diperoleh dari busur listrik dan benda yang akan dilas harus dijepit terlebih dahulu. maka ada tekanan yang kuat.yang mengandung unsur timah hitam dan putih .paduan tembaga dengan aluminium . Busur listrik akan hilang saat kedua benda bertabrakan (impact force) dengan gaya yang cukup besar. dan yang lain nya dapat bergerak (ada mekanisme pegas). pengejaan lebih mudah Kekurangan: Tidak baik digunakan untuk bahan-bahan atau paduan-paduan. Energi pembentuk busur listrik berasal dari energi elektrostatik berupa energi terakumulasi di dalam kondensator atau dari induksi di dalam kumparan. sekitar 0.Kelebihan: 1. yakni satu ujungnya tetap (fixed).benda-benda dengan daya hantar panas atau massa jenis nya berbeda .1 detik dan panas hanya terjadi persis didaerah las-lasan saja. logam induk nya sendiri. Bila penjepit bebas dilepas. Sambungan las terbentuk segera setelah terjadi busur listrik antara kedua ujung logam induk disusul kemudian oleh impact force tadi.suku cadang-suku cadang yang sudah mendapatkan proses heat treatment .f. proses lebih cepat 3. sehingga terjadi sambungan las.seng . sehingga benda kerja akan ikut bergerak. LAS PERKUSI Panas yang dibutuhkan. yakni maksimum 650 mm² saja. Pengelasan Perkusi biasanya digunakan untuk: . akibat nya permukaan benda menjadi panas (lihat gambar ilustrasi pada las tumpul). praktis tidak mengalami kenaikan suhu. Keunggulan proses ini adalah: bentuk las-lasan nya mulus. timbul busur listrik. Pada saat jarak benda mencapai 1. seperti: .6 mm. 2. hasil las-lasan akan terlindung dari kontaminasi udara.non-ferrous .tembaga.

14.paduan seng dengan baja. Oksida-oksida yang merugikan. Pada awal terjadi kontak antara elektroda dengan benda kerja. dimana suhunya dapat mencapai sekitar 5500 ° C.000) Hz untuk tujuan khusus.9. Keuntungan las induksi antara lain: 1. sebab arus induksi berfrekwensi tinggi tersebut. 14. LAS INDUKSI Panas yang timbul adalah disebabkan oleh arus induksi didalam logam yang akan dilas. tegangan kembali menjadi (18 s/d 40) Volts.paduan perak dengan tembaga . sehingga dapat menghasilkan busur yang stabil. kadang-kadang dibutuhkan tekanan untuk membentuk sambungan. Mesin ini dapat menghasilkan arus listrik DC sebesar 1000 Amp dengan tegangan terbuka (40 s/d 95) Volts. Arus yang digunakan adalah searah (AC) maupun DC. sehingga terbentuk sambungan las. Pada pengelasan ini.lembaran logam 3. timbul secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat. Arus induksi yang tinggi. dimana kumparan unduksi nya sendiri tidak menyentuh benda kerja.pipa logam . dapat melas hampir seluruh jenis logam dengan bentuk: . tidak terbentuk lapisan oksida yang merugikan.. banyak menggunakan arus listrik searah (DC). pada las induksi praktis tidak timbul. dan sekitar (400 s/d 450) Hz untuk keperluan standard. kemudian dengan memisahkan penghantar. timbul lah busur. untuk tujuan khusus misalnya.8.000 s/d 500. .. Alat las DC. dapat menyambung dua buah logam yang berlainan jenis 2. terdiri dari generator arus DC jenis energi tetap dengan karakteristik tertentu. arus listrik mengalir. tetapi pada saat pengelasan terjadi. LAS BUSUR Sambungan terjadi oleh adanya panas yang ditimbulkan oleh busur listrik yang terjadi antara benda kerja dengan elektroda nya.paduan besi cor dengan baja . dimana frekwensi yang digunakan antara (200. timbul di ke-2 (dua) ujung benda kerja. Elektroda (logam pengisi) dipanaskan sampai mencair dan di endapkan pada sambungan.wadah logam .

Untuk penerjaan biasa (standard). digunakan arus listrik sebesar 100 A atau lebih dari mesin arus bolak-balik (AC) . harga dan biaya pemeliharaan relatif rendah. maka akhir-akhir ini. 14. dan bila diperlukan dapat juga menggunakan logam pengisi. Dengan menggerakkan elektroda secara teratur. elektroda cair akan menyatu dengan logam induk dan terbentukla sambungan las. energi losses (ketika tanpa beban) hampir tidak ada . pada tahun 1889. baik arus AC maupun DC menghasilkan las-las an yang hampir tidak berbeda satu sama lain nya. Mengingat jenis las ini merupakan jenis las busur yang pertama dikembangkan dimana metode penggunaan nya relatif rumit.11. karena memang hampir tidak ada bagiannya yang bergerak). memperoleh hak paten. maka elektroda nya dihubungkan pada terminal yang negatif. 500. namun polaritas sangat berpengaruh terhadap hasil las-las an. maka elektroda nya di hubungkan pada terminal positif. maka elektroda logam tersebut dapat mencair. untuk penemuan ini Charles Coffin. maka ditemukan bahwa bila menggunakan elektroda logam dengan karakteristik tertentu dan arus listrik yang tepat. Untuk keperluan pengelasan kecil (menggunakan tangan). hal ini mengikuti standard NEMA (National Electrical Manufacturers Association). maka akan terbentuk busur yang merata. sehingga dapat berfungsi sebagai logam pengisi (filler). mesin las elektroda karbon sudah mulai jarang dipakai. 300. Mesin yang lebih sering digunakan adalah: mesin AC yang terdiri dari transformator statik (disebut statik. yakni: 150. sebalik nya untuk menghasilkan polaritas terbalik. LAS ELEKTRODA LOGAM Belajar dari mesin las elektoda karbon. 200.Untuk menghasilkan polaritas langsung.10. Karena panas. maka akan terbentuk busur. ujung elektroda akan mencair (sebagian kecil dari cairan nya menguap) dan tersebar sebagai percikan-percikan halus disekitar las-lasan. 14. Mesin las jenis ini mempunyai 6 (enam) jenis ukuran kapasitas teruji. Mesin ini efisiensi nya tinggi. LAS ELEKTRODA KARBON Busur karbon nya merupakan sumber panas yang dapat di gerak-gerak kan seperti hal nya pada pengelasan gas bertekanan. Karena terdesak oleh penemuan-penemuan mesin las lain yang lebih seserhana namun memberikan hasil yang lebih efisien. Prinsip las elektroda logam adalah: bila sebuah elektroda mengenai benda kerja. kemudian di tarik dengan cepat. 750 dan 1000 Amp.

Selain itu. Tetapi untuk benda kerja yang berbentuk pelat tebal. akan lebih baik bila dilas dengan menggunakan mesin AC. untuk dapat melarutkan dan mencegah terbentuk nya oksida-oksida merugikan tersebut. Bila arusnya AC. Ada 3 jenis elektroda logam. polaritasnya dapat berubah-ubah untuk setiap siklus. karena memang keterbatasan kapasitas elektroda nya (elektroda memang tidak dikembangkan untuk itu). sebab polaritas nya dapat diganti-ganti sesuai dengan elektroda yang digunakan. Dibawah ini dapat dilihat skema kerjanya sebuah elektroda pada proses pengelasan. lapisan terak akan memberi perlindungan pada benda kerja dari oksidasi selama proses pengelasan. yakni: 1. tetapi perlu ekstra hati-hati karena voltase nya yang sangat tinggi. digunakan terbatas untuk besi tempa dan baja lunak. tidak dapat di las dengan peralatan mesin AC. Mesin dengan arus DC. Penggunaan elektroda berlapis tebal. ¨ Untuk pengelasan logam dan paduan (unsur paduan biasanya tidak stabil. 2. . yakni elektroda yang dapat berperasi pada dua polaritas tersebut · ELEKTRODA. akibatnya sambungan las memiliki sifat-sifat yang unggul. baik dari jenis logam.Umumnya logam non-besi dan berbagai paduan lain nya. elektroda fluks mutu las-lasan nya dapat ditingkatkan agar lebih baik. biasanya menggunakan elektroda yang di lapisi bahan dari campuran terak dan fluks. elektoda polos. maupun dari jenis karbon. dapat menggunakan elektroda. akan memungkinkan penggunaan arus listrik yang lebih tinggi dan kecepatan pengelasan pun akan menjadi lebih tinggi pula. dimana elektrodanya berdiameter besar. elektroda yang akan digunakan pun harus dipilih dengan cermat. elektoda berlapis tebal. oleh karena itu. ¨ Lapisan luar elektroda membentuk selubung gas disekeliling busur untuk mencegah terjadinya lapisan oksida atau nitrida logam. sehingga mudah teroksidasi) bukan besi. paling banyak (hampir 95 %) digunakan untuk keperluan pengelasan komersial. yakni dengancara menambahkan fluks yang tipis pada ujung kawat las. biasanya digunakan polaritas langsung. 3.

Sesium. menambah logam las yang berasal dari serbuk logam dalam lapisan pelindung. fungsi-fungsi diatas tidaklah berlaku umum. memurnikan logam secara metalurgi 7. C2O. 4. MnO2. membentuk terak dengan sifat-sifat tertentu untuk melindungi logam cair 3. campuran organik dan anorganik ¨ Unsur-unsur utama pembentuk lapisan adalah: S1O2. Kobalt Molibdenum.Sc Source : http://teorikuliah. menambah unsur paduan pada logam induk 6. mengurangi loncatan-loncatan logam pengisi 8. sebab panggunaan lapisan elektroda sangat ditentukan oleh jenis pengelasan nya. ¨ Komposisi lapisan dapat dibagi atas: 1. menghilangkan oksida dan ketidak murnian 10.¨ Fungsi Lapisan Pelindung Elektroda. bahan organik 2. MgO. Perlu di ingat. menstabilkan nyala busur 5. dll utk memperkuat las-lasan. sedangka komposisi lapisan akan juga menentukan polaritas elektroda nya. meningkatkan efisiensi pengendapan 9. mempengaruhi kedalaman penetrasi dari nyala busur 11. bahan anorganik: . Sirkonium.campuran fluk dan campuran pembentuk terak 3. memperlambat laju pendinginan sambungan las 12. Aluminium dan serbuk kayu ntuk pembentuk unsur di-oksida Natrium Silikat. Kalium Silikat dan Asbes ntuk unsur pengikatVanadium.blogspot. Oleh : Ir. antara lain adalah: 1. memungkinkan pengelasan posisi sulit. membentuk lingkungan pelindung 2. dan TiO2 untuk meningkatkan sifat nyala busur Grafit. M. FeO dan Al2O3 untuk pembntuk kerak N2O. Ganda Samosir. termasuk yang tegak lurus.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful