Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan benda akan bergerak

. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan. Benda-benda yang dimaksud di sini tidak harus berbentuk padat, melainkan dapat pula berbentuk cair, ataupun gas. Gaya gesek antara dua buah benda padat misalnya adalah gaya gesek statis dan kinetis, sedangkan gaya antara benda padat dan cairan serta gas adalah gaya Stokes. Secara umum gaya gesek dapat dituliskan sebagai suatu ekspansi deret, yaitu

, di mana suku pertama adalah gaya gesek yang dikenal sebagai gaya gesek statis dan kinetis, sedangkan suku kedua dan ketiga adalah gaya gesek pada benda dalam fluida. Gaya gesek dapat merugikan atau bermanfaat. Panas pada poros yang berputar, engsel pintu yang berderit, dan sepatu yang aus adalah contoh kerugian yang disebabkan oleh gaya gesek. Akan tetapi tanpa gaya gesek manusia tidak dapat berpindah tempat karena gerakan kakinya hanya akan menggelincir di atas lantai. Tanpa adanya gaya gesek antara ban mobil dengan jalan, mobil hanya akan slip dan tidak membuat mobil dapat bergerak. Tanpa adanya gaya gesek juga tidak dapat tercipta parasut.
o

Asal gaya gesek
Gaya gesek merupakan akumulasi interaksi mikro antar kedua permukaan yang saling bersentuhan. Gaya-gaya yang bekerja antara lain adalah gaya elektrostatik pada masing-masing permukaan. Dulu diyakini bahwa permukaan yang halus akan menyebabkan gaya gesek (atau tepatnya koefisien gaya gesek) menjadi lebih kecil nilainya dibandingkan dengan permukaan yang kasar, akan tetapi dewasa ini tidak lagi demikian. Konstruksi mikro (nano tepatnya) pada permukaan benda dapat menyebabkan gesekan menjadi minimum, bahkan cairan tidak lagi dapat membasahinya (efek lotus).

Jenis-jenis gaya gesek
Terdapat dua jenis gaya gesek antara dua buah benda yang padat saling bergerak lurus, yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis, yang dibedakan antara titik-titik sentuh antara kedua permukaan yang tetap atau saling berganti (menggeser). Untuk benda yang dapat menggelinding, terdapat pula jenis gaya gesek lain yang disebut gaya gesek menggelinding (rolling friction). Untuk benda yang berputar tegak lurus pada permukaan atau ber-spin, terdapat pula gaya gesek spin (spin friction). Gaya gesek antara benda padat dan fluida disebut sebagai gaya CoriolisStokes atau gaya viskos (viscous force).

Gaya gesek statis
Gaya gesek statis adalah gesekan antara dua benda padat yang tidak bergerak relatif satu sama lainnya. Seperti contoh, gesekan statis dapat mencegah benda meluncur ke bawah pada bidang miring. Koefisien gesek statis umumnya dinotasikan dengan μs, dan pada umumnya lebih besar dari koefisien gesek kinetis. Gaya gesek statis dihasilkan dari sebuah gaya yang diaplikasikan tepat sebelum benda tersebut bergerak. Gaya gesekan maksimum antara dua permukaan sebelum gerakan terjadi adalah hasil dari koefisien gesek statis dikalikan dengan gaya normal f = μs Fn. Ketika tidak ada gerakan yang terjadi, gaya gesek dapat memiliki nilai dari nol hingga gaya gesek maksimum. Setiap gaya yang lebih kecil dari gaya gesek maksimum yang berusaha untuk menggerakkan salah satu benda akan dilawan oleh gaya gesekan yang setara dengan besar gaya tersebut namun berlawanan arah. Setiap gaya yang lebih besar dari gaya gesek maksimum akan menyebabkan gerakan terjadi. Setelah gerakan terjadi, gaya gesekan statis tidak lagi dapat digunakan untuk menggambarkan kinetika benda, sehingga digunakan gaya gesek kinetis.

Gaya gesek kinetis
Gaya gesek kinetis (atau dinamis) terjadi ketika dua benda bergerak relatif satu sama lainnya dan saling bergesekan. Koefisien gesek kinetis umumnya dinotasikan dengan μk dan pada umumnya selalu lebih kecil dari gaya gesek statis untuk material yang sama.

GAYA GESEKAN
Pengertian Gaya Gesekan Pernahkah Anda memperhatikan alas kaki Anda yaitu sepatu atau sandal Anda. Pada saat sepatu atau sandal Anda baru, Anda pasti merasakan betapa nyamannya Anda berjalan. Bandingkan dengan sepatu atau sandal Anda yang lama, dimana alasnya tipis dan aus (gundul). Anda tentu merasa kurang nyaman berjalan, karena Anda khawatir tergelincir atau terpeleset.Mungkin Anda bertanya mengapa alas sepatu atau sandal yang Anda pakai semakin lama semakin tipis (aus). Hal ini terjadi akibat adanya gesekan antara alas sepatu atau sandal dengan lantai saat Anda berjalan. Gesekan yang terjadi antara alas sepatu atau sandal pada akhirnya menimbulkan gaya yang disebut dengan gaya gesekan.

Meskipun secara mikrokopis akan terasa bahwa bagaimanapun halusnya permukaan benda, pasti akan timbul gaya gesekan karena adanya keterbatasan dalam membuat permukaan benda menjadi licin sempurna. Beberapa contoh gaya gesekan dapat Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya gaya gesekan yang terjadi antara ban mobil atau sepeda motor dengan jalan, gaya gesekan antara head radio tape dengan pita kaset yang menghasilkan bunyi yang merdu hingga gaya gesekan antara pena dengan kertas

betul lemari yang didorong dengan gaya F akan bergerak apabila gaya yang diberikannya lebih besar dari gaya penghambat atau gaya gesekannya. Asal gaya gesek Edit Gaya gesek merupakan akumulasi interaksi mikro antar kedua permukaan yang saling bersentuhan. Letakkan sebuah balok kayu di atas sebuah meja atau lantai. Gaya gesek mengubah energi kinetis menjadi panas atau suara. . Dulu diyakini bahwa permukaan yang halus akan menyebabkan gaya gesek (atau tepatnya koefisien gaya gesek) menjadi lebih kecil nilainya dibandingkan dengan permukaan yang kasar. adalah gaya gesek. . di mana adalah koefisien gesekan. perhatikan apa yang terjadi.Untuk membuktikan adanya gaya gesekan di sekitar Anda. Tentu balok kayu tersebut mula-mula akan bergerak. Kekasaran lantai atau permukaan suatu benda din yatakan dengan koefisien gesekan. Selain itu gaya penghambat atau gaya gesekan juga bergantung terhadap gaya normal yang bekerja pada suatu benda. Konstruksi mikro (nano tepatnya) pada permukaan benda dapat menyebabkan gesekan menjadi minimum. Cobalah Anda dorong sebuah lemari di rumah Anda. Doronglah balok kayu tersebut dengan tangan Anda. lakukanlah kegiatan berikut ini. Pernahkah Anda bertanya faktor atau besaran apa saja yang mempengaruhi besarnya gaya gesekan itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. bahkan cairan tidak lagi dapat membasahinya (efek lotus). adalah gaya normal pada benda yang ditinjau gaya geseknya. Besarnya koefisien gesekan sangat tergantung pada kekasaran dari permukaan kedua benda yang saling bersentuhan. namun sesaat kemudian balok kayu berhenti. akan tetapi dewasa ini tidak lagi demikian. Gaya yang menghambat gerak lemari akan semakin besar apabila permukaan lantainya lebih kasar sehingga akan diperlukan gaya dorong F lebih besar lagi agar lemari dapat bergerak. silahkan Anda lakukan kegiatan berikut ini. Gaya-gaya yang bekerja antara lain adalah gaya elektrostatik pada masing-masing permukaan. Gaya gesek adalah gaya yang melawan gerakan dari dua permukaan yang bersentuhan. Dapatkah lemari tersebut bergerak? Tentu tidak bukan? Mengapa lemari tersebut tidak bergerak? Ya.saat Anda menulis. Besarnya gaya normal yang bekerja pada suatu benda sebanding dengan gaya berat benda tersebut. Gaya ini memiliki arah yang berlawanan dengan arah gerak benda.

Setiap gaya yang lebih besar dari gaya gesek maksimum akan menyebabkan gerakan terjadi. Untuk benda yang berputar tegak lurus pada permukaan atau ber-spin. Setiap gaya yang lebih kecil dari gaya gesek maksimum yang berusaha untuk menggerakkan salah satu benda akan dilawan oleh gaya gesekan yang setara dengan besar gaya tersebut namun berlawanan arah. gaya gesekan statis tidak lagi dapat digunakan untuk menggambarkan kinetika benda. Untuk benda yang dapat menggelinding. gaya gesek dapat memiliki nilai dari nol hingga gaya gesek maksimum. Ketika tidak ada gerakan yang terjadi. Koefisien gesek statis umumnya dinotasikan dengan μs. yaitu. Gaya gesek kinetis Gaya gesek kinetis (atau dinamis) terjadi ketika dua benda bergerak relatif satu sama lainnya dan saling bergesekan. 2011 by pekanfisika004 Terdapat dua jenis gaya gesek antara dua buah benda yang padat saling bergerak lurus. Seperti contoh. dan pada umumnya lebih besar dari koefisien gesek kinetis. yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis. sehingga digunakan gaya gesek kinetis. Setelah gerakan terjadi. Gaya gesek statis dihasilkan dari sebuah gaya yang diaplikasikan tepat sebelum benda tersebut bergerak. Gaya gesekan maksimum antara dua permukaan sebelum gerakan terjadi adalah hasil dari koefisien gesek statis dikalikan dengan gaya normal f = μs Fn. yang dibedakan antara titik-titik sentuh antara kedua permukaan yang tetap atau saling berganti (menggeser). Koefisien gesek kinetis umumnya dinotasikan dengan μk dan pada umumnya selalu lebih kecil dari gaya gesek statis untuk material yang sama.   gaya gesek statis gaya gesek kinetis yang dibedakan antara titik-titik sentuh antara kedua permukaan yang tetap atau saling berganti Gaya Gesek Statis & Kinetis Posted on Maret 8. Gaya gesek antara benda padat dan fluida disebut sebagai gaya Coriolis-Stokes atau gaya viskos (viscous force).Jenis-jenis gaya gesek Terdapat dua jenis gaya gesek. terdapat pula gaya gesek spin (spin friction). gesekan statis dapat mencegah benda meluncur ke bawah pada bidang miring. Gaya gesek statis Gaya gesek statis adalah gesekan antara dua benda padat yang tidak bergerak relatif satu sama lainnya. terdapat pula jenis gaya gesek lain yang disebut gaya gesek menggelinding (rolling friction). .

Hal ini dapat kita amati pada mesin kendaraan. Sedangkan gaya gesekan yang bekerja pada permukaan benda yang meluncur di atas permukaan benda lain (misalnya buku yang didorong di atas permukaan meja) disebut sebagai gaya gesekan translasi. Alas sepatu atau sandal biasanya kasar / bergerigi alias tidak licin. Para pembuat sepatu dan sandal membuatnya demikian karena mereka sudah mengetahui konsep gaya gesekan. Jika anda tidak biasa menggunakan alas kaki gaya gesek tersebut bekerja antara permukaan bawah kaki dengan permukaan tanah atau lantai. gaya gesekan tetap ada walaupun lebih kecil dibandingkan dengan ketika benda tersebut meluncur di atas permukaan benda lain. Ketika sebuah benda berguling di atas suatu permukaan (misalnya roda kendaraan yang berputar atau bola yang berguling di tanah). sebuah tonjolan pada permukaan menyebabkan atom-atom sangat dekat dengan permukaan lainnya. Jika permukaan suatu benda bergeseran dengan permukaan benda lain. Gaya gesekan pada benda yang bergerak selalu berlawanan arah dengan arah gerakan benda tersebut. Ketika sebuah benda bergerak di udara. sehingga gaya-gaya listrik di antara atom dapat membentuk ikatan kimia. gerakan buku tersebut mengalami hambatan dan akhirnya berhenti. karena terjadi gesekan antara permukaan bawah buku dengan permukaan meja serta gesekan antara permukaan buku dengan udara. Selain menghambat gerak benda. Ketika kita mencoba menggerakan sebuah benda. Gaya gesekan juga selalu terjadi antara permukaan benda padat yang bersentuhan. sekalipun benda tersebut sangat licin. Jika tidak diberi minyak pelumas maka mesin kendaraan kita cepat rusak. tonjolan-tonjolan miskroskopis ini mengganggu gerak tersebut. Gaya gesekan yang bekerja pada benda yang berguling di atas permukaan benda lainnya dikenal dengan gaya gesekan rotasi. gesekan dapat menimbulkan aus dan kerusakan. maka anda akan terpeleset ketika berjalan di atas lantai yang licin atau gaya gesek yang bekerja sangat kecil sehingga akan mempersulit gerakan anda. Ketika sebuah benda bergerak. sebagai penyatu kecil di antara dua permukaan benda yang bergerak. Contoh ini merupakan salah satu kerugian yang disebabkan oleh gaya gesek. Apabila alas sepatu atau sandal sangat licin. yang terdiri dari tonjolan-tonjolan kecil. air atau benda padat. masing-masing benda tersebut melakukan gaya gesekan antara satu dengan yang lain. Permukaan benda yang sangat licin pun sebenarnya sangat kasar dalam skala mikroskopis. Demikian juga ketika bergerak di dalam air. baik terhadap udara.KONSEP GAYA GESEKAN Gesekan biasanya terjadi di antara dua permukaan benda yang bersentuhan. Ini merupakan contoh gaya gesek yang menguntungkan. Pada kesempatan ini kita hanya membahas gaya . Misalnya ketika kita memberikan minyak pelumas pada mesin sepeda motor. di mana dalam skala miskropis. sebenarnya kita ingin mengurangi gaya gesekan yang terjadi di dalam mesin. misalnya ketika kita mendorong sebuah buku pada permukaan meja. pada tingkat atom (ingat bahwa semua materi tersusun dari atom-atom). permukaan benda tersebut akan bersentuhan dengan udara sehingga terjadi gesekan antara benda tersebut dengan udara. Sebagai tambahan. Kita dapat berjalan karena terdapat gaya gesek antara permukaan sandal atau sepatu dengan permukaan tanah. Demikian juga alas sepatu bola yang dipakai oleh pemain sepak bola. hal ini terjadi akibat pembentukan dan pelepasan ikatan tersebut.

w adalah gaya berat. sebagaimana diperlihatkan pada gambar di bawah ini. g adalah percepatan gravitasi. Gaya gesekan yang bekerja pada dua permukaan benda yang bersentuhan. Ketika balok belum bergerak. Berikut ini keterangan untuk gambar di bawah : fk adalah gaya gesekan kinetik. Sekarang. Jika tarikan kita semakin kuat. gaya gesekan bekerja berlawanan arah terhadap kecepatan benda. Balok belum bergerak karena gaya tarik yang kita berikan pada balok diimbangi oleh gaya gesekan antara alas balok dengan permukaan meja. Pada saat balok mulai bergerak. Tampak bahwa balok tidak bergerak jika diberikan gaya yang kecil. kita dapat menjaga agar balok bergerak dengan laju tetap. Dengan memperkecil kembali gaya tarik tersebut. fs adalah gaya gesekan statik.gesekan translasi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pada permukaan benda yang kering tanpa pelumas. ketika benda tersebut belum bergerak disebut gaya gesek statik (lambangnya fs). Letakanlah sebuah balok pada permukaan meja. GAYA GESEKAN STATIK DAN KINETIK Lakukanlah percobaan berikut ini untuk menambah pemahaman anda. Ketika benda telah bergerak. Arah kedua gaya tersebut selalu saling tegak lurus satu dengan yang lain. gaya gesekan masih bekerja pada permukaan benda yang bersentuhan tersebut. Ketika benda telah bergerak. KOOFISIEN GESEKAN STATIK DAN Perhatikan bahwa hubungan antara gaya normal dan gaya gesekan pada persamaan di atas hanya untuk besarnya saja. . N adalah gaya normal. tanpa percepatan. gaya yang sama menghasilkan gaya dipercepat. Kita juga bisa mempercepat gerak balok tersebut dengan menambah gaya tarik. Gaya gesek statis yang maksimum sama dengan gaya terkecil yang dibutuhkan agar benda mulai bergerak. gaya gesekan antara dua permukaan biasanya berkurang sehingga diperlukan gaya yang lebih kecil agar benda bergerak dengan laju tetap. yaitu gaya gesekan yang bekerja pada benda padat yang meluncur di atas benda padat lainnya. terlihat bahwa pada suatu harga tertentu balok mulai bergerak. m adalah massa. Ketika sebuah benda bergerak pada permukaan benda lain. Ikatlah sebuah neraca pegas (alat untuk mengukur besar gaya) pada sisi depan balok tersebut. besar gaya gesekan sebanding dengan Gaya Normal. tarik pegas perlahan-lahan sambil mengamati perubahan skala pada neraca pegas. Gaya gesekan yang bekerja ketika benda bergerak disebut gaya gesekan kinetik (lambangnya fk) (kinetik berasal dari bahasa yunani yang berarti “bergerak”). besarnya gaya gesekan sama dengan gaya tarik yang kita berikan. F adalah gaya tarik.

logam Kalium kehilangan satu elektron yang kemudian akan digunakan oleh klorin. yaitu oksidasi (kehilangan elektron) dan reduksi (memperoleh elektron). Reaksi Redoks adalah reaksi yang didalamnya terjadi perpindahan elektron secara berurutan dari satu spesies kimia ke spesies kimia lainnya. sebab diperlukan dua setengah reaksi ini untuk membentuk sebuah reaksi dan reaksi keseluruhannya disebut reaksi redoks. Reaksi ini merupakan pasangan. yang sesungguhnya terdiri atas dua reaksi yang berbeda. ada tiga definisi yang dapat digunakan untuk menjelaskan reduksi. kita akan mempelajari dasar-dasar reaksi redoks. kation perak direduksi menjadi logam perak dengan cara memperoleh elektron. atau kehilangan hidrogen. para kimiawan mengatakan bahwa logam Kalium itu telah teroksidasi menjadi kation Kalium. Ada tiga definisi yang dapat digunakan untuk oksidasi. Dalam pembahasan ini. serta mempelajari seluk-beluk tentang sel volta dan aplikasinya dalam kehidupan seharihari. atau memperoleh hidrogen. yaitu kehilangan elektron. pada proses penyepuhan perak pada perabot rumah tangga. mempelajari cara menyetarakan reaksi redoks dengan metode perubahan bilangan oksidasi dan metode setengah reaksi. para kimiawan mengatakan bahwa kation perak telah tereduksi menjadi logam perak. Seperti halnya oksidasi. Reduksi sering dilihat sebagai proses memperoleh elektron. kita menggunakan definisi kehilangan elektron. Sebagai contoh.Elektrokimia I : Penyetaraan Reaksi Redoks dan Sel Volta Oleh Andy Adom Dalam tulisan ini. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : K —–> K+ + eKetika Kalium kehilangan elektron.——> Ag Ketika mendapatkan elektron. Sementara definisi lainnya berguna saat menjelaskan proses fotosintesis dan pembakaran. sesuatu harus mendapatkannya. yaitu memperoleh elektron. Baik oksidasi maupun reduksi tidak dapat terjadi sendiri. harus keduanya. sebab elektron yang hilang pada reaksi oksidasi sama dengan elektron yang diperoleh pada reaksi reduksi. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Ag+ + e. ketika logam Kalium bereaksi dengan gas Klorin membentuk garam Kalium Klorida (KCl). Sebagai contoh. kehilangan oksigen. Oksidasi adalah reaksi dimana suatu senyawa kimia kehilangan elektron selama perubahan dari reaktan menjadi produk. reaksi yang terjadi antara logam seng dengan larutan tembaga (II) sulfat dapat dinyatakan dalam persamaan reaksi berikut : . memperoleh oksigen. Masing-masing reaksi (oksidasi dan reduksi) disebut reaksi paruh (setengah reaksi). Sebagai contoh. Ketika elektron tersebut hilang.

yaitu sel volta dan sel elektrolisis. saya akan menjelaskan langkah-langkah untuk menyetarakan persamaan redoks berikut : . tanpa adanya kation tembaga (II). Sebagai contoh. setiap reaksi paruh ini disetarakan dengan terpisah dan kemudian digabungkan untuk menghasilkan ion yang telah disetarakan. Spesies yang memberikan elektron disebut zat pereduksi (reduktor). Salah satu metode disebut metode perubahan bilangan oksidasi (PBO). yaitu reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. kita terlebih dahulu akan mempelajari metode penyetaraan reaksi redoks. reaksi keseluruhannya terdiri atas dua reaksi paruh : Zn(s) ——> Zn2+(aq) + 2eCu2+(aq) + 2e. tidak akan terjadi suatu apa pun. Kation tembaga (II) disebut zat pengoksidasi (oksidator). yang berdasarkan pada perubahan bilangan oksidasi yang terjadi selama reaksi. para kimiawan mengembangkan dua metode untuk menyetarakan persamaan redoks. sedangkan kation tembaga (II) mendapatkan dua elektron yang sama. disebut metode setengah reaksi (metode ion-elektron). yang kemudian digabungkan menjadi reaksi redoks keseluruhan. Tetapi. Proses transfer elektron akan menghasilkan sejumlah energi listrik. Logam seng teroksidasi.——> Cu(s) Logam seng kehilangan dua elektron. reduktornya adalah logam seng. akhirnya. Sementara kation tembaga (II) tereduksi karena mendapatkan elektron. Aplikasi elektrokimia dapat diterapkan dalam dua jenis sel. Berikut ini penjelasan sekilas tentang metode setengah reaksi : persamaan redoks yang belum setara diubah menjadi persamaan ion dan kemudian dipecah menjadi dua reaksi paruh. sehingga metode penyeteraan reaksi kimia biasa tidak dapat diterapkan dengan baik. Dengan demikian. Metode lain. Baik oksidator maupun reduktor berada di ruas kiri (reaktan) persamaan redoks. Elektrokimia adalah salah satu dari cabang ilmu kimia yang mengkaji tentang perubahan bentuk energi listrik menjadi energi kimia dan sebaliknya. Persamaan reaksi redoks biasanya sangat kompleks. ion-ion pengamat kembali dimasukkan ke persamaan ion yang telah disetarakan. oksidator adalah spesies yang tereduksi dan reduktor adalah spesies yang teroksidasi. Sebelum membahas kedua jenis sel tersebut.Zn(s) + CuSO4(aq) ——> ZnSO4(aq) + Cu(s) Zn(s) + Cu2+(aq) ——> Zn2+(aq) + Cu(s) (persamaan ion bersih) Sebenarnya. Metode ini melibatkan dua buah reaksi paruh. Dalam hal ini. Proses elektrokimia melibatkan reaksi redoks. Oksidator menerima elektron yang berasal dari spesies kimia yang telah teroksidasi. mengubah reaksi menjadi bentuk molekulnya. Dengan demikian.

dalam suasana asam. elektron pada kedua sisi harus saling meniadakan.dalam jumlah yang sama dengan ion H+ pada masing-masing ruas untuk menghilangkan ion H+.——> 6 Fe3+ + 2 Cr3+ + 7 H2O + 14 OH6 Fe2+ + 14 H2O + Cr2O72. serta memiliki muatan yang sama pada kedua ruas persamaan reaksi Untuk reaksi yang berlangsung dalam suasana basa.——> 6 Fe3+ + 2 Cr3+ + 7 H2O ………………… [(1) + (2)] 5.+ 14 H+ + Cr2O72.Fe2+(aq) + Cr2O72-(aq) ——> Fe3+(aq) + Cr3+(aq) 1. maka harus disamakan terlebih dahulu 6 Fe2+ ——> 6 Fe3+ + 6 e.+ Cr2O72.……………… (1) 6 e.——> 6 Fe3+ + 2 Cr3+ + 7 H2O + 14 OH6 Fe2+ + 7 H2O + Cr2O72. Persamaan reaksi tersebut berubah menjadi sebagai berikut : 6 Fe2+ + 14 H+ + 14 OH.——> Cr3+ 3. Menjumlahkan kedua setengah reaksi.——> 2 Cr3+ + 7 H2O ……………… (2) 6 Fe2+ + 14 H+ + Cr2O72. Menuliskan persamaan reaksi keseluruhan Fe2+ + Cr2O72. jika oksidasi dan reduksi memiliki jumlah elektron yang berbeda.——> 6 Fe3+ + 2 Cr3+ + 14 OHBerikut ini adalah contoh lain penyelesaian penyetaraan persamaan reaksi redoks : Cu(s) + HNO3(aq) ——> Cu(NO3)2(aq) + NO(g) + H2O(l) . tambahkan ion OH.——> 2 Cr3+ + 7 H2O 4. tambahkan H2O untuk menyetarakan atom O dan H+ untuk menyetarakan atom H Fe2+ ——> Fe3+ + e6 e.——> Fe3+ + Cr3+ 2.+ 14 H+ + Cr2O72. Menyetarakan jenis atom dan jumlah atom dan muatan pada masing-masing setengah reaksi. Membagi reaksi menjadi dua reaksi paruh Fe2+ ——> Fe3+ Cr2O72. Mengecek kembali dan yakin bahwa kedua ruas memiliki jenis atom dan jumlah atom yang sama.

——> NO + 2 H2O 5. Menentukan bilangan oksidasi dan menuliskan dua setengah reaksi (oksidasi dan reduksi) yang menunjukkan spesies kimia yang telah mengalami perubahan bilangan oksidasi Cu ——> Cu2+ NO3. Menyetarakan kehilangan elektron dengan perolehan elektron antara kedua setengah reaksi 3 Cu ——> 3 Cu2+ + 6 e6 e.…………………….+ 8 H+ + 2 NO3. elektron selalu harus dihilangkan (jumlah elektron di kedua sisi harus sama) 3 Cu ——> 3 Cu2+ + 6 e.——> Cu2+ + 2 NO3.——> 2 NO + 4 H2O 8.1. Menggabungkan kedua reaksi paruh tersebut dan menghilangkan spesi yang sama di kedua sisi.. (1) .——> NO + 2 H2O 6.+ NO + H2O 2. Mengubah reaksi redoks yang belum disetarakan menjadi bentuk ion Cu + H+ + NO3.+ 4 H+ + NO3.——> NO + 2 H2O 7.——> NO 3.——> NO 4. Menyetarakan muatan ion pada setiap ruas setengah reaksi dengan menambahkan elektron Cu ——> Cu2+ + 2 e3 e. dengan pengecualian untuk oksigen dan hidrogen Cu ——> Cu2+ NO3. Menyetarakan atom oksigen dengan menambahkan H2O pada ruas yang kekurangan oksigen Cu ——> Cu2+ NO3. Menyetarakan semua atom. Menyetarakan atom hidrogen dengan menambahkan H+ pada ruas yang kekurangan hidrogen Cu ——> Cu2+ 4 H+ + NO3.

dan semua koefisiennya ada dalam bentuk bilangan bulat terkecil Metode lain yang digunakan dalam menyetarakan persamaan reaksi redoks adalah metode perubahan bilangan oksidasi (PBO). Menyamakan jumlah atom yang mengalami perubahan bilangan oksidasi pada masing-masing ruas .——> 3 Cu2+ + 2 NO + 4 H2O + 6 NO33 Cu + 8 HNO3 ——> 3 Cu(NO3)2 + 2 NO + 4 H2O 10.——> 3 Cu2+ + 2 NO + 4 H2O ……………………………. (2) 3 Cu + 8 H+ + 2 NO3. besarnya perubahan bilangan oksidasi (Δ) sebesar 5 C mengalami perubahan bilangan oksidasi dari +3 menjadi +4.——> Mn2+ + CO2 +7 -2 +3 -2 +2 +4 -2 2. Memeriksa kembali untuk meyakinkan bahwa semua atomnya telah setara.+ C2O42.. besarnya perubahan bilangan okisdasi (Δ) sebesar 1 3. Menentukan unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi serta besarnya perubahan bilangan oksidasi Mn mengalami perubahan bilangan oksidasi dari +7 menjadi +2.+ 6 NO3. semua muatannya telah setara. Mengubah persamaan reaksi kembali ke bentuk molekulnya dengan menambahkan ion pengamat 3 Cu + 8 H+ + 2 NO3. Menentukan bilangan oksidasi masing-masing unsur MnO4. [(1) + (2)] 9.6 e.+ 8 H+ + 2 NO3 ——> 2 NO + 4 H2O ……………………. Mengalikan perubahan bilangan oksidasi (Δ) dengan jumlah atom yang mengalami perubahan bilangan oksidasi Mn : Δ = 5 x 1 = 5 C :Δ=1x2=2 4. Saya akan menjelaskan langkah-langkah penyetaraan reaksi redoks dengan metode PBO melalu contoh berikut : MnO4-(aq) + C2O42-(aq) ——> Mn2+(aq) + CO2(g) 1..

Menyamakan perubahan bilangan oksidasi (Δ).+ 5 C2O42. Persamaan reaksi tersebut berubah menjadi sebagai berikut : 16 OH. selanjutnya atom O dapat disetarakan dengan menambahkan H2O pada ruas yang kekurangan atom O.+ 16 H+ + 2 MnO4.MnO4.+ C2O42. tambahkan ion OH. Menentukan bilangan oksidasi masing-masing unsur MnO + PbO2 + H+ + NO3. dan semua koefisiennya ada dalam bentuk bilangan bulat terkecil Untuk reaksi yang berlangsung dalam suasana basa.dalam jumlah yang sama dengan ion H+ pada masing-masing ruas untuk menghilangkan ion H+.——> 2 Mn2+ + 10 CO2 6.——> H+ + MnO4. Menuliskan kembali semua unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.+ H2O +2 -2 +4 -2 + 1 +5 -2 +1 +7 -2 +2 +5 -2 +1 -2 3. sementara untuk menyetarakan atom H. ion pengamat tidak disertakan . sehingga Δ kedua unsur sama.+ 5 C2O42. semua muatannya telah setara. bilangan pengali dijadikan sebagai koefisien reaksi baru Mn dikalikan 2 dan C dikalikan 5.——> 2 Mn2+ + 10 CO2 + 8 H2O + 16 OH8 H2O + 2 MnO4.+ 5 C2O42. Mengubah reaksi redoks yang belum disetarakan menjadi bentuk ion MnO + PbO2 + H+ + NO3. gunakan H+ 16 H+ + 2 MnO4. saya akan kembali memberikan sebuah contoh penyelesaian persamaan reaksi redoks dengan metode PBO : MnO(s) + PbO2(s) + HNO3(aq) ——> HMnO4(aq) + Pb(NO3)2(aq) + H2O(l) 1.——> H+ + MnO4.——> 2 Mn2+ + 10 CO2 + 8 H2O 7.——> 2 Mn2+ + 10 CO2 + 8 H2O + 16 OH16 H2O + 2 MnO4.——> 2 Mn2+ + 10 CO2 + 16 OHSelanjutnya.+ Pb2+ + 2 NO3. Memeriksa kembali untuk meyakinkan bahwa semua atomnya telah setara. reaksi hampir selesai disetarakan. Dalam tahap ini.+ H2O 2.+ Pb2+ + 2 NO3.——> Mn2+ + 2 CO2 5.+ 5 C2O42.+ 5 C2O42. yaitu sebesar 10 2 MnO4.

besarnya perubahan bilangan oksidasi (Δ) sebesar 5 Pb mengalami perubahan bilangan oksidasi dari +4 menjadi +2. gunakan H+ 8 H+ + 2 MnO + 5 PbO2 ——> 2 MnO4. sementara untuk menyetarakan atom H.+ 5 Pb2+ 8. Menyamakan perubahan bilangan oksidasi (Δ). Dalam tahap ini. Mengubah persamaan reaksi kembali ke be ntuk molekulnya dengan menambahkan ion pengamat 10 NO3.+ 2 H+ + 8 H+ + 2 MnO + 5 PbO2 ——> 2 MnO4. besarnya perubahan bilangan okisdasi (Δ) sebesar 2 5. sehingga Δ kedua unsur sama. bilangan pengali dijadikan sebagai koefisien reaksi baru Mn dikalikan 2 dan Pb dikalikan 5. Menentukan unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi serta besarnya perubahan bilangan oksidasi Mn mengalami perubahan bilangan oksidasi dari +2 menjadi +7.MnO + PbO2 ——> MnO4. reaksi hampir selesai disetarakan.+ 5 Pb2+ + 4 H2O 9. Mengalikan perubahan bilangan oksidasi (Δ) dengan jumlah atom yang mengalami perubahan bilangan oksidasi Mn : Δ = 5 x 1 = 5 Pb : Δ = 2 x 1 = 2 6. Menyamakan jumlah atom yang mengalami perubahan bilangan oksidasi pada masing-masing ruas MnO + PbO2 ——> MnO4.+ Pb2+ 7. selanjutnya atom O dapat disetarakan dengan menambahkan H2O pada ruas yang kekurangan atom O.+ 5 Pb2+ + 4 H2O + 2 H+ + 10 NO32 MnO + 5 PbO2 + 10 HNO3 ——> 2 HMnO4 + 5 Pb(NO3)2 + 4 H2O .+ Pb2+ +2 -2 +4 -2 +7 -2 +2 4. yaitu sebesar 10 2 MnO + 5 PbO2 ——> 2 MnO4.

Pada Sel Daniell. Logam seng memberikan dua elektron (menjadi teroksidasi) ke ion Cu2+ yang menerima kedua elektron tersebut (mereduksinya menjadi logam tembaga). seorang kimiawan Inggris yang menemukannya pada tahun 1836). sementara ion Cu2+ akan tereduksi menjadi logam tembaga yang menutupi permukaan logam seng. Logam seng teroksidasi dan membebaskan elektron yang mengalir melalui kawat menuju elektroda tembaga. Logam tembaga akan melapisi permukaan logam seng. Sel Daniell diberi nama menurut penemunya. elektron akan dilepaskan dan dialirkan melalui kawat penghantar untuk mencapai ion Cu2+ (perpindahan elektron tidak langsung). Ion Cu2+ dari larutan tembaga (II) sulfat akan melapisi elektroda tembaga. anion-anion pada jembatan garam berpindah ke sisi elektroda seng. elektron tersebut digunakan oleh ion Cu2+ yang mengalami reduksi membentuk logam tembaga. ZnSO4(aq). Memeriksa kembali untuk meyakinkan bahwa semua atomnya telah setara. Oleh karena anoda melepaskan elektron. sepotong logam tembaga juga dimasukkan ke dalam larutan tembaga (II) sulfat.10. akan terjadi reaksi redoks. Selanjutnya. Kation-kation di dalam jembatan garam berpindah ke wadah yang mengandung elektroda tembaga untuk menggantikan ion tembaga yang semakin habis. Potongan logam tersebut disebut elektroda yang berfungsi sebagai ujung akhir atau penampung elektron. kita akan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Kawat penghantar akan menghubungkan elektroda-elektrodanya. Sel volta ini menggunakan reaksi antara logam Zn dan ion Cu2+ untuk menghasilkan listrik. Jembatan garam. yaitu elektroda yang menjadi tempat terjadinya reaksi oksidasi. pada wadah lainnya. Logam seng akan teroksidasi menjadi ion Zn2+. Salah satu contoh sel volta yang sering digunakan para kimiawan adalah Sel Daniell. Selanjutnya. rangkaian sel dilengkapi pula dengan jembatan garam. Seandainya kedua reaksi paruh tersebut dapat dipisahkan. semua muatannya telah setara. akan terjadi aliran elektron yang menghasilkan energi listrik. dan semua koefisiennya ada dalam bentuk bilangan bulat terkecil Pada pembahasan sebelumnya. Sebaliknya. kita telah mengetahui bahwa saat sepotong logam seng dicelupkan ke dalam larutan tembaga (II) sulfat. biasanya berupa tabung berbentuk U yang terisi penuh dengan larutan garam pekat. Peralatan yang dapat mengubah energi kimia (reaksi redoks) menjadi arus listrik (aliran elektron = energi listrik) dikenal dengan Sel Volta atau Sel Galvani. sepotong logam seng dimasukkan ke dalam larutan seng (II) sulfat. Selama reaksi kimia berlangsung. Sel Daniell bekerja atas dasar prinsip reaksi redoks. Sementara. memberikan jalan bagi ion untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menjaga larutan agar muatan listriknya tetap netral. yang menjaga agar larutan yang mengandung ion Zn2+ tetap bermuatan listrik netral. sedangkan elektroda seng semakin berkurang (habis). sehingga ketika logam seng teroksidasi. CuSO4(aq). pada satu wadah. John Frederic Daniell. maka anoda kaya akan elektron sehingga diberi tanda . Elektroda seng disebut anoda. Persamaan untuk reaksi ini adalah sebagai berikut : Zn(s) + Cu2+(aq) ——> Zn2+(aq) + Cu(s) Ini merupakan contoh perpindahan elektron langsung.

maka potensial standar sel merupakan hasil penjumlahan dari dua potensial standar setengah sel. (2) Zn(s) + Cu2+(aq) ——> Zn2+(aq) + Cu(s) …………………………… [(1) + (2)] Munculnya arus listrik (aliran elektron) yang terjadi dari anoda menuju katoda disebabkan oleh perbedaan potensial elektrik antara kedua elektroda tersebut. terlihat pada voltmeter bahwa besarnya potensial standar sel (E°sel) bagi Sel Daniell adalah 1. perbedaan potensial elektrik antara katoda dan anoda dapat diukur dengan voltmeter dan hasilnya berupa potensial standar sel (E°sel). Reaksi yang terjadi pada sel volta dapat dinyatakan dalam bentuk yang lebih ringkas. Potensial standar reduksi masing-masing elektroda dapat ditentukan dengan membandingkannya terhadap elektroda standar (acuan).negatif (kutub negatif). dari yang terkecil (paling negatif) hingga yang terbesar (paling positif).……………………. reaksi oksidasi dinyatakan di sisi kiri. Semakin besar perbedaan potensial elektrik.——> Cu(s) ……………………. Sesuai dengan kesepakatan. Dengan demikian. kita dapat menentukan besarnya potensial standar sel lain yang terbentuk. konsentrasi larutan ion H+ sebesar 1 M. Pada Sel Daniell. dan dan pengukuran dilakukan pada suhu 25°C. sementara reaksi reduksi dinyatakan di sisi kanan. semakin besar pula arus listrik dan potensial standar sel yang dihasilkan. yaitu notasi sel. SHE memiliki potensial standar reduksi sebesar nol (E°red SHE = 0). Notasi sel untuk Sel Daniell adalah sebagai berikut : Zn(s) / Zn2+(aq) // Cu2+(aq) / Cu(s) Saat konsentrasi ion Cu2+ dan Zn2+ masing-masing 1 M. Dengan mengetahui potensial standar dari masing-masing elektroda. potensial standar sel merupakan hasil penjumlahan potensial elektroda Cu dan Zn.10 V pada suhu 25°C. Sementara. Keadaan standar yang dimaksud adalah saat tekanan gas H2 sebesar 1 atm. Oleh karena katoda menerima elektron. maka katoda kekurangan elektron sehingga diberi tanda positif (kutub positif). yaitu elektroda yang menjadi tempat terjadinya reaksi reduksi. elektroda tembaga disebut katoda. Reaksi yang terjadi pada masing-masing elektroda (reaksi setengah sel) adalah sebagai berikut : Anoda (-) : Katoda (+) : Reaksi Sel : Zn(s) ——> Zn2+(aq) + 2e. Oleh karena reaksi sel merupakan hasil penjumlahan dari dua reaksi setengah sel. yaitu elektroda hidrogen standar (SHE = Standard Hydrogen Electrode). Potensial yang digunakan dalam pemahasan ini adalah potensial standar reduksi. Melalui percobaan. (1) Cu2+(aq) + 2e. 2 H+ (1 M) + 2 e.——> H2 (1 atm) E°red = 0 V SHE dapat digunakan untuk menentukan besarnya potensial standar reduksi (E°red) elektroda lainnya. kita dapat menyusun suatu daftar yang berisi urutan nilai E°red elektroda-elektroda. Sesuai dengan kesepakatan. .

logam yang terletak di sebelah kanan relatif terhadap logam lainnya mampu mengoksidasi logam menjadi ion logam (melarutkan logam menjadi ion dalam larutannya). Oleh sebab itu. sedangkan elektroda Fe berfungsi sebagai anoda. logam yang terletak di sebelah kiri relatif terhadap logam lainnya. Logam yang terletak disebelah kiri relatif terhadap logam lainnya mampu mereduksi ion logam menjadi logam (mendesak ion dari larutannya menjadi logam).Susunan elektroda-elektroda tersebut di kenal dengan istilah Deret Volta (deret kereaktifan logam). Hal ini menandakan bahwa logam Ni lebih mudah tereduksi dibandingkan logam Fe. Berdasarkan susunan logam pada deret volta. nilai E°sel Fe/Ni adalah sebagai berikut : E°sel = -0.44 V.19 V . Singkat kata.25 – (-0. Sebaliknya. (2) : Fe + Ni2+ ——> Fe2+ + Ni …………………………………… [(1) + (2)] : Fe / Fe2+ // Ni2+ / Ni Sesuai dengan kesepakatan. Semakin ke kiri. Dari tabel. logam-logam yang terletak di sisi kanan H+ memiliki E°red bertanda positif. Dengan demikian. Sementara. potensial sel (E°sel) merupakan kombinasi dari E°red katoda dan E°red anoda. Oleh sebab itu. Hal ini berarti bahwa logam-logam tersebut semakin mudah mengalami reduksi dan sulit mengalami oksidasi. Li – K – Ba – Sr – Ca – Na – Mg – Al – Mn – Zn – Cr – Fe – Cd – Co – Ni – Sn – Pb – H+ – Cu – Ag – Hg – Pt – Au Logam-logam yang terletak di sisi kiri H+ memiliki E°red bertanda negatif. kekuatan reduktor akan meningkat dari kanan ke kiri. (1) : Fe ——> Fe2+ + 2 e. Semakin ke kanan. yang ditunjukkan melalui persamaan berikut : E°sel = E° katoda – E° anoda Potensial reduksi standar (E°red) masing-masing elektroda dapat dilihat pada Tabel Potensial Standar Reduksi.——> Ni ……………………. Sementara nilai E°red Ni adalah sebesar -0. Sebaliknya. dalam sel volta. Hal ini menandakan bahwa logam-logam tersebut semakin sulit mengalami reduksi dan cenderung mengalami oksidasi.…………………….25 V. elektroda Ni berfungsi sebagai katoda. terlihat bahwa nilai E°red Fe adalah sebesar -0. akan mengalami reduksi. Reaksi yang terjadi pada sel volta adalah sebagai berikut : Katoda (+) Anoda (-) Reaksi Sel Notasi Sel : Ni2+ + 2 e. nilai E°red semakin kecil (semakin negatif). kita ingin merangkai sebuah sel volta dengan menggunakan elektroda Fe dan Ni. Akibatnya. Sebagai contoh. kekuatan oksidator akan meningkat dari kiri ke kanan. logam yang terletak disebelah kanan relatif terhadap logam lainnya. akan mengalami oksidasi. nilai E°red semakin besar (semakin positif).44) = +0. logam Fe terletak di sebelah kiri relatif terhadap logam Ni.

sebaliknya konsentrasi ion produk akan bertambah. sel konsentrasi dengan elektroda Zn. Pada saat reaksi mencapai kesetimbangan. Dengan demikian. elektron akan mengalir dari anoda menuju katoda.0 M dan 0. Dengan demikian. Reaksi yang dapat berlangsung spontan justru adalah reaksi kebalikannya.314 J/mol. Akibatnya. persamaan Nerst berubah menjadi sebagai berikut : E sel = E°sel – (0.0592/n) log Q Esel = potensial sel pada keadaan tidak standar E°sel = potensial sel pada keadaan standar R = konstanta gas ideal = 8. Sebagai contoh. Akibatnya. konstanta kesetimbangan kimia (K) dapat ditentukan melalui sel volta. Larutan yang relatif pekat akan mengalami reduksi. Nilai Q akan meningkat. Potensial standar sel (E°sel) untuk sel konsentrasi adalah nol (0). Melalui pembahasan persamaan Nerst. Reaksi yang terjadi pada sel konsentrasi Zn adalah sebagai berikut : .K T = suhu mutlak (K) [dalam hal ini. sementara larutan yang lebih encer mengalami oksidasi. Apabila larutan tidak dalam keadaan standar. kita menggunakan temperatur kamar.1 M. yang menandakan bahwa nilai Esel akan menurun. Sel seperti ini dikenal dengan istilah Sel Konsentrasi. masing-masing memiliki konsentrasi ion seng sebesar 1. aliran elektron akan terhenti. 25°C atau 298 K] n = jumlah mol elektron yang terlibat dalam redoks F = konstanta Faraday = 96500 C/F Q = rasio konsentrasi ion produk terhadap konsentrasi ion reaktan Selama proses reaksi redoks berlangsung. maka hubungan antara potensial sel (Esel) dengan potensial sel standar (E°sel) dapat dinyatakan dalam persamaan Nerst berikut ini : E sel = E°sel – (RT/nF) ln Q Pada suhu 298 K (25°C).0257/n) ln Q E sel = E°sel – (0. konsentrasi ion reaktan akan berkurang. Esel = 0 dan Q = K (K= konstanta kesetimbangan kimia). dapat terlihat bahwa besarnya potensial sel dipengaruhi oleh konsentrasi. tetapi masing-masing memiliki konsentrasi ion yang berbeda. kita dapat merakit sel volta yang tersusun dari dua elektroda yang identik.Suatu reaksi redoks dapat berlangsung spontan apabila nilai E°sel positif. Reaksi tidak dapat berlangsung spontan apabila nilai E°sel negatif.

1 M) …………………………….0 M) + 2 e. The Dry Cell Battery Dikenal dengan istilah sel Leclanche atau batu baterai kering. [(1) + (2)] . Esel = 0 dan aliran elektron terhenti. [(1) + (2)] : Zn / Zn2+ (0.0]) E sel = 0. logam seng berfungsi sebagai anoda.5 volt. (2) ……………… (1) Reaksi Sel : 2 NH4+(aq) + 2 MnO2(s) + Zn(s) ——> Mn2O3(s) + 2 NH3(aq) + H2O(l) + Zn2+(aq) ……………. atau gabungan dari beberapa sel galvani . Terdapat satu lapis mangan dioksida dan karbon hitam mengelilingi batang grafit dan pasta kental yang terbuat dari amonium klorida dan seng (II) klorida yang berfungsi sebagai elektrolit. Beberapa jenis baterai yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.0 M) ——> Zn2+ (0. Salah satu contoh aplikasi sel volta adalah penggunaan batu baterai..1 M) + 2 e. Aplikasi pengetahuan sel volta dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.0296 volt Potensial sel konsentrasi umumnya relatif kecil dan semakin berkurang selama proses reaksi berlangsung.0257/2) ln ([Zn2+] encer / [Zn2+] pekat) E sel = 0 – (0. Reaksi selnya adalah sebagai berikut : Katoda (+) : 2 NH4+(aq) + 2 MnO2(s) + 2 e.1 M) // Zn2+ (1... Potensial yang dihasilkan sekitar 1. antara lain : 1. (1) : Zn ——> Zn2+ (0.0 M) / Zn Potensial sel konsentrasi dapat diperoleh melalui persamaan Nerst berikut : E sel = E°sel – (0..0257/2) ln [(0.——> Mn2O3(s) + 2 NH3(aq) + H2O(l) Anoda (-) : Zn(s) ——> Zn2+(aq) + 2 e.1] / [1. yang dapat digunakan sebagai sumber arus listrik. Pada batu baterai kering.…………….……………………. Apabila konsentrasi ion kedua wadah telah sama. Reaksi akan terus berlangsung hingga kedua wadah mencapai keadaan konsentrasi ion sama.——> Zn …………………….. (2) : Zn2+ (1. Baterai adalah sel galvani. Katodanya berupa batang grafit yang berada di tengah sel.Katoda (+) Anoda (-) Reaksi Sel Notasi Sel : Zn2+ (1.

HgO. (2) : Zn(Hg) + HgO(s) ——> ZnO(s) + Hg(l) ………………………. kedua elektroda menjadi terlapisi oleh padatan plumbum (II) sulfat. Semua sel galvani menghasilkan listrik sampai semua reaktannya habis.35 volt. anodanya adalah logam seng (membentuk amalgama dengan merkuri). masing-masing sel menghasilkan potensial sebesar 2 volt. sel aki dapat diisi ulang (rechargeable). Pada kondisi normal. . 2. Elektroda dicelupkan ke dalam larutan asam sulfat (H2SO4). Dalam baterai ini. Dengan demikian. amonium klorida yang bersifat asam pada sel kering diganti dengan kalium hidroksida yang bersifat basa (alkalin). Ketika reaksi diatas terjadi. sementara katodanya adalah baja (stainless steel cylinder). Namun. Reaksi selnya adalah sebagai berikut : Katoda (+) : HgO(s) + H2O(l) + 2 e. sedangkan katodanya adalah plumbum dioksida (PbO2). The Lead Storage Battery Dikenal dengan sebutan baterai mobil atau aki/accu. Sel merkuri mempunyai struktur menyerupai sel kering.——> Hg(l) + 2 OH-(aq) Anoda (-) Reaksi sel …………………… (1) : Zn(Hg) + 2 OH-(aq) ——> ZnO(s) + H2O(l) + 2 e.Pada batu baterai kering alkalin (baterai alkalin). sebab reaksi redoksnya dapat dibalik untuk menghasilkan reaktan awalnya. Potensial yang dihasilkan sebesar 1.…………………. sebuah aki dapat menghasilkan potensial sebesar 12 volt..——> PbSO4(s) + 2 H2O(l) Anoda (-) Reaksi sel [(1) + (2)] ………………… (1) : Pb(s) + SO42-(aq) ——> PbSO4(s) + 2 e. korosi pada bungkus logam seng dapat dikurangi. kemudian harus dibuang. dan asam sulfatnya semakin habis. Reaksi yang terjadi saat pengisian aki merupakan kebalikan dari reaksi yang terjadi saat pemakaian aki. Elektrolit yang digunakan dalam baterai ini adalah merkuri (II) Oksida. Anoda pada setiap sel adalah plumbum (Pb). The Mercury Battery Sering digunakan pada dunia kedokteran dan industri elektronik. Reaksi selnya pada saat pemakaian aki adalah sebagai berikut : Katoda (+) : PbO2(s) + 4 H+(aq) + SO42-(aq) + 2 e.…………………………… (2) : PbO2(s) + Pb(s) + 4 H+(aq) + 2 SO42-(aq) ——> 2 PbSO4(s) + 2 H2O(l) ……………………. Baterai penyimpan plumbum (timbal) terdiri dari enam sel yang terhubung secara seri. Hal ini terjadi pada sel kering dan sel merkuri. [(1) + (2)] 3. PbSO4. Dengan bahan kimia ini.

………………. (2) : 2 Fe(s) + O2(g) + 4 H+(aq) ——> 2 Fe2+(aq) + 2 H2O(l) ……………. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Katoda (+) : O2(g) + 2 H2O(l) +4 e. [(1) + (2)] E°sel = +1. Baterai ini memiliki massa yang ringan sehingga bersifat portable. Elektrolit yang digunakan adalah pelarut organik dan sejumlah garam organik. yaitu sekitar 3. sementara katodanya adalah oksida logam transisi (seperti CoO2). Potensial yang dihasilkan adalah sebesar 1. korosi besi harus dicegah. Reaksi yang terjadi selama proses korosi adalah sebagai berikut : Katoda (+) Anoda (-) Reaksi sel : O2(g) + 4 H+(aq) + 4 e. kamera digital. Potensial yang dihasilkan cukup besar.4 volt.xH2O). Korosi merupakan salah satu reaksi redoks yang tidak diharapkan.………………. The Lithium-Ion Battery Digunakan pada peralatan elektronik.——> LiCoO2(s) Anoda Reaksi sel 5. Sebuah sel bahan bakar hidrogen-oksigen yang sederhana tersusun atas dua elektroda inert dan larutan elektrolit.——> 2 H2O(l) ……………………… (1) : 2 Fe(s) ——> 2 Fe2+(aq) + 4 e. (2) : Li(s) + CoO2(s) ——> LiCoO2(s) ……………………. Oleh karena itu.——> 4 OH-(aq) Anoda (-) Reaksi sel ………………. Gelembung gas hidrogen dan oksigen dialirkan pada masing-masing elektroda. seperti adanya air. [(1) + (2)] Korosi adalah persitiwa teroksidasinya besi membentuk karat besi (Fe2O3.. seperti kalium hidroksida.23 volt.……………………… (2) : O2(g) + 2 H2(g) ——> 2 H2O(l) ………………. Karat besi dapat mengurangi kekuatan besi.(1) ……………….. gas oksigen. Fuel Cell Dikenal pula dengan istilah sel bahan bakar.67 volt . Korosi besi disebabkan oleh beberapa faktor.4. seperti komputer. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Katoda (+) : Li+(aq) + CoO2(s) + e. (1) : Li(s) ——> Li+ (aq) + e. [(1) + (2)] : 2 H2(g) + 4 OH-(aq) ——> 4 H2O(l) + 4 e. dan asam. Anodanya adalah Li dalam grafit. dan telepon seluler.

dalam larutan asam sulfat yang berfungsi sebagai elektrolit.Ion Fe2+ akan teroksidasi kembali oleh sejumlah gas oksigen menghasilkan ion Fe3+ (karat besi). Pada aki. Sehingga ada dua mekanisme reaksi yang terjadi. Pelapisan secara sempurna logam inert pada permukaan logam besi dapat mencegah kontak besi dengan agen penyebab korosi (air. Melapisi permukaan logam besi dengan lapisan cat 2. maka logam tersebut harus diganti secara berkala. asam. Proteksi Katodik (Pengorbanan Anoda) Suatu metode proteksi logam besi dengan menggunakan logam-logam yang lebih reaktif dibandingkan besi (logam-logam dengan E°red lebih kecil dari besi). dan gas oksigen). sehingga logam besi terhindar dari peristiwa oksidasi. dan reaksi pengisian menggunakan arus listrik dari luar seperti peristiwa elektrolisa. Melapisi permukaan logam besi dengan logam lain yang inert terhadap korosi Metode ini menggunakan logam-logam yang kurang reaktif dibandingkan besi (logam-logam dengan E°red lebih besar dari besi). Aki umumnya kita temui memiliki potensial sebesar 6 Volt (kecil) sebagai sumber arus sepeda motor dan 12 V (besar) untuk mobil. Aki atau accumulator merupakan sel volta yang tersusun atas elektroda Pb dan PbO. dalam hal ini ―mengorbankan diri‖ untuk melindungi besi. Dengan metode ini. Reaksi penggunaan aki merupakan sel volta.xH2O(s) + 8 H+(aq) Untuk melindung logam besi dari proses korosi. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : 4 Fe2+(aq) + O2(g) + (4+2x) H2O(l) ——> 2 Fe2O3. seperti seng dan magnesium. seperti timah dan tembaga. Oleh karena logam pelindung. Mekanisme reaksi ditampilkan pada Bagan reaksi 7. Akan tetapi. Melapisi permukaan logam besi dengan lapisan minyak (gemuk) 3. . akan terjadi percepatan korosi.9. sel disusun dalam beberapa pasang dan setiap pasang menghasilkan 2 Volt. apabila terdapat cacat atau terkelupas (tergores). beberapa metode proteksi dapat diterapkan. 5. sehingga aki dapat dipergunakan secara terus menerus. Melapisi permukaan logam besi dengan oksida inert (seperti Cr2O3 atau Al2O3) 4. Aki merupakan sel yang dapat diisi kembali. logam-logam yang lebih reaktif tersebut akan teroksidasi. antara lain : 1.

Reaksi yang terjadi pada sel kering adalah : .9. batere tidak dapat diisi kembali. berbeda dengan aki. Batere disusun oleh Seng sebagai anoda. Reaksi penggunaan dan pengisian aki Batere atau sel kering merupakan salah satu sel volta. NH4Cl dan air bertindak sebagai katoda (lihat Gambar 7.10). Sehingga batere juga disebut dengan sel primer dan aki dikenal dengan sel sekunder. dan grafit dalam elektrolit MnO2.Bagan 7. yaitu sel yang menghasilkan arus listrik.

Dalam sel tersebut terjadi perubahan dari reaksi redoks menghasilkan arus listrik. dimana bahan bakarnya diisi secara terus menerus. Model sel Kering komersial Sel bahan bakar merupakan bagian dari sel volta yang mirip dengan aki atau batere. Rangkaian Sel Volta : . sehingga dapat dipergunakan secara terus menerus juga.Gambar 7. Bahan baku dari sel bahan bakar adalah gas hidrogen dan oksigen. sel ini digunakan dalam pesawat ruang angkasa.10. reaksi yang terjadi pada sel bahan bakar adalah : Sel Volta adalah rangkaian sel yang dapat menghasilkan arus listrik.

Terdiri dari katode yang berasal dari karbon(grafit) dan anode logam zink. Persamaan reaksinya : Katode : 2MnO2 + 2H+ + 2e " Mn2O3 + H2O Anode : Zn " Zn2+ + 2e Reaksi sel : 2MnO2 + 2H+ + Zn " Mn2O3 + H2O + Zn2 .Sel Volta dalam kehidupan sehari – hari : 1. Sel Kering (Sel Leclanche) Dikenal sebagai batu baterai. serbuk karbon dan NH4Cl. Elektrolit yang dipakai berupa pasta campuran MnO2.

Reaksi penggunaan aki : Anode : Pb + SO4 2. Anodenya terbuat dari logam timbal (Pb) dan katodenya terbuat dari logam timbal yang dilapisi PbO2. Sel Aki Sel aki disebut juga sebagai sel penyimpan. kalkulator dan alat elektronik. Sel Bahan Bakar .+ PbO2 + 4H+ " 2PbSO4 + 2H2O Reaksi Pengisian aki : 2PbSO4 + 2H2O " Pb + 2SO4 2.yH2O + Cd(OH)2 5. Reaksinya dapat balik : NiO(OH). Reaksi yang terjadi : Anoda : Zn(s) + 2OH-(l) " Zn(OH)2(s) + 2e Katoda : Ag2O(s) + H2O(l) + 2e " 2Ag(s) + 2OH-(aq) Reaksi Sel : Zn(s) + Ag2O(s) + H2O(l) " Zn(OH)2(s) + 2Ag(s) Potensial sel yang dihasilkan adalah 1.+ PbO2 + 4H+ 3. Sel Nikel Cadmium (Nikad) Sel Nicad merupakan sel kering yang dapat diisi kembali (rechargable).29 V.2.34 V 4. Anodenya terbuat dari Cd dan katodenya berupa Ni2O3 (pasta).xH2O + Cd + 2H2O → 2Ni(OH)2. karena dapat berfungsi penyimpan listrik dan pada setiap saat dapat dikeluarkan . Beda potensial yang dihasilkan sebesar 1." PbSO4 + 2e Katode : PbO2 + SO42-+ 4H++ 2e " PbSO4 + 2H2O Reaksi sel : Pb + 2SO4 2. Sel Perak Oksida Sel ini banyak digunakan untuk alroji.

yaitu karat besi. atau perbedaan rapatan logam itu. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode. di mana besi mengalami oksidasi. Fe(s) <--> Fe2+(aq) + 2e Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang bertindak sebagai katode. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3. katode dari nikel oksida dan elektrolit KOH. suatu zat padat yang berwarna coklat-merah. sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode. logam mengalami oksidasi. Dalam bahasa sehari-hari. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. misalnya zat pengotor.Sel Bahan bakar merupakan sel Galvani dengan pereaksi – pereaksinya (oksigen dan hidrogen) dialirkan secara kontinyu ke dalam elektrode berpori. Korosi merupakan proses elektrokimia. di mana oksigen tereduksi. Pada korosi besi. Reaksi yang terjadi : Anode : 2H2(g) + 4OH-(aq) → 4H2O(l) + 4e Katode : O2(g) + 2H2O(l) + 4e → 4OH-(aq) Reaksi sel : 2H2(g) + O2 → 2H2O(l) Korosi Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Pada peristiwa korosi. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi. Sel ini terdiri atas anode dari nikel. korosi disebut perkaratan.nH2O. bergantung pada berbagai faktor. O2(g) + 4H+(aq) + 4e <--> 2H2O(l) atau O2(g) + 2H2O(l) + 4e <--> 4OH-(aq) Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi. .

setelah diekstraksi dan diolah. baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida). bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida. Contohnya. Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor. Selama pemakaian. karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektroda lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida. . akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Deret Volta dan hukum Nernst akan membantu untuk dapat mengetahui kemungkinan terjadinya korosi. seperti ada atau tidaknya lapisan oksida.Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful