P. 1
PERISTIWA-PERISTIWA KEJIWAAN

PERISTIWA-PERISTIWA KEJIWAAN

|Views: 631|Likes:
Published by Ika Lestari

More info:

Published by: Ika Lestari on Oct 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

PERISTIWA-PERISTIWA KEJIWAAN

Manusia merupakan makhluk berjiwa, dan kehidupan kejiwaan tersebut direfleksikan dalam perilaku; aktivitas manusia. Kekuatan atau kemampuan jiwa manusia dibedakan menjadi dua golongan besar yaitu (dichotomi): a. Kemampuan manusia menerima stimulus dari luar. Kemampuan ini berhubungan dengan pengenalan (kognisi). b. Kemampuan manusia untuk melahirkan apa yang terjadi dalam jiwanya. Kemampuan ini berhubungan dengan motif, kemauan (konasi)

Emosi. yang berhubungan dengan motif . yang berhubungan dengan perasaan c. yaitu : a. Dengan demikian kemampuan jiwa dibedakan atas tiga penggolongan besar. manusia masih dapat melihat efek atau akibat dari stimulus yang muncul yang terdapat dalam jiwa manusia.Konasi.Kognisi. yang berhubungan dengan pengalaman b.Akan tetapi sebenarnya ada satu hal lagi yaitu bahwa selain manusia mempunyai kemampuan menerima stimulus dari luar dan menyatakan apa yang diinginkan.

ingatan. belajar. bagian satu tidak terlepas dari bagian lainnya. dan organisme mengadakan respon terhadap stimulus yang mengenainya. Namun kegiatan manusia merupakan suatu kesatuan yang utuh.Aktivitas kognitif adalah berkaitan dengan persepsi. dan pemecahan masalah. perilaku organisme merupakan keadaan yang integrated. . selalu saling mengkait. Kegiatan atau proses tersebut sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme. berpikir.

yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau sisebut juga proses sensoris. dan merupakan respon yang integrated dalam diri individu. melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya disebut proses persepsi.PERSEPSI Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan. . Namun proses tersebut tidak berhenti begitu saja. Dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan pengorganisasian. penginterpretasian terhadap stimulus yang diinderanya sehingga merupakan sesuatu yang berarti.

Dalam proses persepsi terkandung 2 hal. sehingga tidak dapat disalahkan. • Proses membangun kesan atau penilaian.Pengertian Persepsi • Pandangan. . jadi tergantung pada individunya. yaitu : 1. • Proses pemberian makna atau arti terhadap informasi sensorik yang diterima manusia. Unsur Interpretasi Adanya penilaian terhadap sesuatu 2. penilaian dalam mengamati berbagai hal yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Subjektif Adanya faktor pengalaman. tanggapan.

PROSES PERSEPSI Stimulus Individu Reseptor Sistem Saraf Pusat Persepsi Kesan Disadari Otak (pusat kesadaran) .

Persepsi seseorang akan menghasilkan perilaku terhadap situasi tertentu Stimulus Saraf Sensorik Persepsi Pusat Kesadaran Perilaku Saraf Motorik .

Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan saraf motorik.Faktor-faktor Yang Berperan dalam Persepsi • Objek yang dipersepsi Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera/reseptor. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek. yaitu langkah pertama sebagai persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. syaraf. dan pusat susunan syaraf Alat indera/reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus. • Perhatian Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian. . Di samping itu juga harus ada saraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus ke pusat susunan saraf (otak sebagai pusat kesadara. Stimulus bisa datang dari luar diri maupun dari dalam diri individu • Alat indera.

. baru kemudian bagianbagiannya Kedua teori ini masih bertahan. tetapi lebih berkembang teori gestalt yang dikemukakan oleh Wertheimer. Ada 2 teori yang berbeda tentang organisasi persepsi : 1. Hal ini berkaitan bagaimana seseorang mengorganisasikan apa yang dipersepsinya. Teori Gestalt Dalam mempersepsi sesuatu yang didahulukan adalah keseluruhannyaatau gestaltnya. Teori elemen Menurut teori elemen dalam individu mempersepsi sesuatu maka yang dipersepsi mula-mula adalah bagianbagiannya. ataukah keseluruhan dipersepsi dahulu baru kemudian bagian-bagiannya. baru kemudian keseluruhannya. baru kemudian keseluruhan 2. apakah bagian merupakan hal yang dipersepsi terlebih dahulu.Organisasi Persepsi Dalam mempersepsikan sesuatu timbul suatu masalah apa yang dipersepsi terlebih dahulu.

yaitu figure yang merupakan bagian yang dominan dan merupakan fokus perhatian. Jadi apa yang dipersepsi mempunyai arti yang utuh. penuh arti/berarti. • Hukum Figure-Ground Dalam persepsi dikemukakan adanya dua bagian dalam persepsi. suatu kebulatan yang mempunyai arti penuh.Hukum-hukum Persepsi menurut Gestalt • Hukum Pragnanz Pragnanz berarti penting. akan adanya kecenderungan untuk dipersepsi sebagai suatu keseluruhan/gestalt/dipersepsi sama. Contoh : xx xx xx xx xx . dan ground yang melatarbelakangi atau melengkapi • Hukum Kedekatan Hukum ini menyatakan bahwa apabila stimulus itu saling berdekatan satu dengan yang lain.

akan terlihat dari ground dan akan dipersepsi sebagai suatu kesatuan/keseluruhan • Hukum Kelengkapan/Ketertutupan (Closure) Hukum ini menyatakan bahwa dalam persepsi adanya kecenderungan orang mempersepsi sesuatu yang kurang lengkap menjadi lengkap. Contoh : x x x x x x x x x . . . . . sehingga menjadi sesuatu yang penuh arti/berarti. mempunyai kecenderungan untuk dipersepsi sebagai suatu kesatuan/suatu gestalt. . . . . . . . . . .• Hukum Kesamaan (Similitary) Hukum ini menyatakan bahwa stimulus atau objek yang sama. . . . . . . x x x x x x x x x . . . x x x x x x x x x . • Hukum Kontinuitas Hukum ini menyatakan bahwa stimulus yang mempunyai kontinuitas satu dengan yang lain. . . .

Hal-hal yang mempengaruhi persepsi dari diri individu • Sifat-sifat struktural individu sifat yang permanen. yang berbeda antara satu dengan yang lain • Sifat temporer sifat yang muncul karena ada sesuatu • Aktivitasi diri seseorang • Kondisi tubuh sama dengan aktivitas diri. tetapi lebih bersifat di dalam tubuh • minat pada suatu saat persepsi dipengaruhi oleh minat seseorang pada saat itu • Pengalaman pribadi .

• • • • • Intensitas dan kekuatan stimulus Ukuran stimulus Perubahan Stimulus Ulangan dari Stimulus Pertentang atau kontras dari stimulus. maka problem psikologis yang timbul ialah stimulus yang bagaimana yang lebih menarik perhatian individu untuk dipersepsi.Oleh karena individu mengadakan seleksi terhadap stimulus yang mengenainya. .

Biasanya halusinasi merupakan awal dari ketidaknormalan jiwa. . • Halusinasi Halusinasi merupakan kelainan dalam kejiwaan seseorang.Kesalahan-kesalahan dalam melakukan persepsi : • Ilusi llusi merupakan kesalahan individu dalam melakukan interpretasi atau arti terhadap stimulus yang diterimanya. sekalipun secara objektif individu yang bersangkutan tidak dikenai stimulus. dimana individu merasa mengalami sesuatu persepsi.

ilusi kaca • Faktor Stimulus . Misalnya : gambar yang ambigous.Faktor-faktor penyebab Ilusi • Faktor Alam Ilusi terjadi karena faktor alam. . • Faktor Individu Ilusi terjadi karena adanya kebiasan atau karena adanya kesiapan psikologis (mental set) dari individu (harapan).Stimulus yang mempunyai arti lebih dari satu dapat menimbulkan ilusi. yang memberikan gambaran secara total. Seperti gema. .Stimulus yang dianalisis lebih lanjut.

ESP adalah kemampuan seseorang untuk memperoleh informasi tentang dunia atau lingkungan dengan cara tidak melibatkan alat indera. • Telepati Kemampuan untuk memindahkan pikiran dari seseorang ke orang lain. .Dalam Persepsi ada yang dikenal dengan istilah ESP (Extra Sensoryc Perception). • Clairvoyance Kemampuan untuk membaca pikiran seseorang dan apa yang akan terjadi pada jarak jauh • Precognition kemampuan untuk meramalkan atau mempersepsikan kejadian-kejadian yang akan datang.

• Selain mempunyai kemampuan untuk mengadakan persepsi. manusia juga mempunyai kemampuan membayangkan atau menanggap kembali hal-hal yang telah diamatinya • Bayangan atau tanggapan ini merupakan representasi.BAYANGAN • Istilah bayangan sering disebut pula dengan istilah tanggapan. yaitu membayangkan kembali atau menimbulkan kembali gambarangambaran yang terjadi pada waktu persepsi • Baik persepsi ataupun tanggapan kedua-duanya dapat membentuk gambaran tetapi pada umumnya gambaran yang yang terjadi pada persepsi lebih jelas dan lebih lengkap apabila dibandingkan dengan gambaran pada tanggapan .

Lain dengan tanggapan. yang berarti bahwa manusia dapat menganggap atau membayangkan setiap waktu dan setiap waktu tanpa adanya objek Persepsi berlangsung selama stimulus itu bekerja dan selama perhatian tertuju kepadanya. Persepsi terikat pada waktu dan tempat. 2.PERBEDAAN antara TANGGAPAN dan PERSEPSI 1. tanggapan terlepas dari soal waktu dan tempat. lebih terang daripada gambaran tanggapan. 3. Persepsi membutuhkan objek yang dipersepsi dan ini akan menimbulkan gambaran persepsi. Ini disebabkan karena dalam tanggapan tidak dibutuhkan adanya objek lagi sehingga pada umumnya gambarnya kurang jelas. Gambaran yang terjadi pada persepsi akan lebih jelas. . Orang tidak dapat mempersepsi terlepas dari tempat dan waktu. sedangkan tanggapan berlangsung selama perhatian tertuju kepada membayangkan itu. Sebab waktu dan tempat mengikat objek yang dipersepsi.

apabila orang tidak dapat membedakan persepsi dengan bayangan. .macam bayangan: 1. dibedakan antara bayangan eidetik dengan bayangan pengiring (afterimage). Bayangan pengiring pada umumnya hanya berjalan sebentar saja. maka akan terjadi halusinasi . dikemukakan oleh Urbantschnitsh .banyak terjadi pada kalangan anak-anak Sehubungan dengan bayangan eidetik.merupakan bayangan yang jelas atau terang seperti gambaran yang terjadi pada waktu persepsi (seperti menghadapi objeknya sendiri).Macam . yaitu bayangan yang segera timbul mengiringi proses persepsi setelah persepsi itu berakhir.Bayangan Eidetik .

bergerak. Tipe T (tetanoide) pada tipe ini bayangan lebih meyerupai bayangan pengiring. dan dengan warna yang asli 2. Tipe B (basedoide) bayangan pada tipe ini dapat timbul dengan sendirinya. . bayangan eidetik dapat dibedakan menjadi 2 macam. Pada umumnya sifatnya hidup. Sesudah melihat sesuatu benda seakan-akan benda itu masih terlihat di hadapannya. dan dapat pula timbul dengan sengaja.Menurut Erich dan Walter. yaitu: 1.

Pada bayangan eidetik bayangan ini terjadi sebagai hasil persepsi.2. Pada halusinasi terjadi bayangan yang jelas seperti pada persepsi. Halusinasi Pada halusinasi orang merasa bahwa ia seakan-akan menerima sesuatu stimulus yang sebenarnya secara objektif stimulus tersebut tidak ada. pada halusinasi orang tidak menyadari bahwa itu hanya bayangan saja. Hal yang demikian tidak didapati pada orang yang menderita halusinasi. Berbeda dengan bayangan eidetik. . sekalipun bayangan sangat jelas. Jadi individu pada waktu itu tahu dan sadar bahwa stimulus pada waktu itu tidak ada.

. Tidak menurut kemauan individu. Asosiasi dan Reproduksi Individu dapat mempersepsikan sesuatu yang ada disekitarnya. Cara menimbulkannya kembali dapat terjadi. sedangkan bayangan yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Dan hasil dari persepsi tersimpan dalam jiwanya. Apabila ini terjadi maka terjadinya asosiasi antara bayangan satu dengan bayangan lainnya. saling menimbulkan kembali atau saling mereproduksi. yaitu jika tanggapan atau bayangan bayangan itu dengan sengaja ditimbulkan b. yaitu apabila bayangan itu dengan sendirinya mendesak dan muncul dalam alam kesadaran Pada umumnya bayangan satu berhubungan atau bertautan dengan bayangan yang lain. bila diperlukan kembali dalam alam kesadaran.3. berdasarkan: a. Kekuatan untuk menghubungkan disebut kekuatan untuk mengadakan asosiasi. Menurut kemauan individu.

deretan angka Hukum persamaan. . besar akan berasosiasi dengan kecil. Sehingga apabila salah satu bayangan timbul. 2. Misalnya kaya akan berasosiasi dengan miskin. Bayangan yang mempunyai persamaaan tertentu. Bayangan yang berlawanan akan berasosiasi dan saling mereproduksi satu dengan yang lain. sajak. Misalnya benda dengan namanya. Hukum berlawanan. benda dengan bahannya. Hukum berturut-turut. melihat serigala akan berasosiasi dengan anjing. maka yang lainnyapun akan ikut timbul pula. 3. gelap akan berasosiasi dengan terang. hingga apabila salah satu timbul dalam kesadaran. maka terjadilah asosiasi. akan berasosiasi dan saling mereproduksi. Jika dua bayangan atau lebih berturut-turut masuk dalam alam kesadaran. Menurut hukum ini persepsi yang sama waktu atau serempak. Misalnya deretan abjad. Hukum sama waktu. huruf dengan bunyinya. maka yang lainnyapun akan ikut timbul dalam alam kesadaran. menimbulkan bayangan yang sama waktu pula.Ada 4 macam hukum asosiasi-reproduksi 1. Misalnya melihat harimau akan berasosiasi dengan kucing. 4.

Secara disadari. 2.FANTASI Fantasi ialah kemapuan kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan-bayangan baru. yaitu apabila individu tidak secara sadar telah dituntun oleh fantasinya. seorang pemahat yang sedang memahat arca di atas dasar daya fantasinya. Secara tidak disadari. Misalnya seorang pelukis yang sedang menciptakan lukisan dengan kemampuan fantasinya. yaitu apabila individu betul-betul menyadari akan fantasinya. Keadaan semacam ini banyak dijumpai pada anak-anak . Fantasi sebagai kemampuan jiwa manusia dapat terjadi : 1.

Mis : perancang mode. mendengar berita.Macam-macam fantasi • Fantasi yang menciptakan yaitu bentuk atau jenis fantasi yang menciptakan sesuatu. Mis : Menonton film. dll • Fantasi yang dituntun atau dipimpin yaitu bentuk dan jenis fantasi yang dituntun oleh pihak lain. pelukis. dll .

dibayangkan dengan seekor kucing tetapi lebih besar • Fantasi yang mengombinasi yaitu orang berfantasi dengan cara mengombinasikan pengertian-pengertian atau bayangan-bayangan yang ada pada individu bersangkutan. Mis : seorang anak yang belum pernah melihat harimau. • Fantasi yang mendeterminasi yaitu cara orang berfantasi dengan cara mendeterminasikan terlebih dahulu.Dilihat dari cara orang berfantasi. Mis : ikan duyung . fantasi dibedakan atas : • Fantasi yang mengabstraksi yaitu cara orang berfantasi dengan mengabstraksikan beberapa bagian. kemudian dibayangkan dengan lapangan. Mis : Seseorang yang belum pernah melihat padang pasir. sehingga ada bagian-bagian yang dihilangkan.

yaitu tes yang berwujud gambar-gambar dan testee disuruh menginterpretasikan gambar tersebut . Heilbronner Wirsma Test. dan testee disuruh bercerita tentang gambar itu 2. pada umumnya digunakan tes fantasi. Tes kemustahilan. yaitu tes yang berbentuk gambar-gambar atau ceritera-ceritera yang mustahil terjadi. Testee disuruh mencari kemustahilannya itu.Tes fantasi Untuk mengetahui sampai sejauh mana kemampuan individu untuk Berfantasi. 3. yaitu tes yang berwujud gambar-gambar. Tes Rorschach. Tes yang sering digunakan untuk mengetes fantasi ialah: 1. yaitu tes yang berwujud suatu seri gambar yang semakin lama semakin sempurna 4. Tes TAT.

2-.3 W $0.5...3:8.8/.02.: 203../5.7.3.3..502-. W 89.2025:3.:5:39. .302-.3/3.9./..9.30/:..9:5078058 W .2.-.93.3202-..3 .7.5.3907..9: 202-.35.25:.2-./.9.3.302-.35078058  2.3.02.3705708039.3.5078058.5.30-03.3 ./5.3.7.:.2-.2-.7.9.390..3. 50780580-0./. /:./.3.8 .389..5.3909../.33207:5.3.3.3907./.55.3./03.32025:3.9.3 .:2:23.5.9202-039: .-.9.38073/80-:95:.5.3. W .7../.3.25:.3.5.:2032-:.3/03./-.:9.3.3:39:203.2-.

39./. /-:9:.3../.9:/.3.9203.3.33.3-07.30-0.5.9  7.3.3.30.5.5..2.9:/.7. .5.35.5 .3.3/.79 -.39.7.39025.38:380.3.3/03./.3./.3/5078058 ..5.2.39.5././.3.9..9:9.2-.507.5.75.8 0-907.892::89:-007.3.3..:202-.202-.9203..9/./.39/.38:3 80.35078058 .3/5078058/.-.3.3.8/.7.3 3/80-.7.3907.390705.9.9:/.3809.:7.2-.2.73.803.79025.:2:23. 507.3./.!#.-.9 202507805890705.5.39079::05.3.4-0 !078058-07.3:8.34-0.3.95.703.94-0. 80/./.39025.9: $0-.3..3 9.3809./.5.3!#$!$  !078058202-:9:./5...8/..39/.3 9025.5.3-07.4-0.%!/.9 .9:/.8 !078058907.3  9.3 2032-:./.2-.380.9.39:   .2-.29./.2. 5078058.784.39079::05.

3/09 207:5.2-.8.7.9:5078058 805079203.3.3..39.3  .9202-0/.3..30/09 /-0/.2-..3.3.7.54-03.3-..5../5.92-:2037357480850780588090.3.9:-.-07. $0:-:3...3 0/09/03..350373 .907..3..3.2 2.3 8007./.-..5.-.398 .3.3.50780589:-07.78.3/03..398.8 -.350373 5.3.. ./5.3.3805079....803/7  /02:.340&7-.47.3907..0 .3.3..3-. ..39/.9.7 .3-./.3-..:83.19072./..:2:23.380-039.3././../.30.3.3..3  2.35078058/03..3.3 907....3.:907.

3203.-.8 907..350373  $08:/.73.5.33.95:.9:2..3.35.30/09/.92-:/03. /.03:7:97.9:-03/.3..5.8   ..2 .3 /./.93.3/03.:2:23.5./2.80.3.3-03/..3.. /:5 -0707.30-2007:5.. !.3 .81.9503/.3803/73. %50 -.3803./.9:  %50% 909./..20. /..9503-.9 /-0/.3.5./../.3.3.992-:/03.9/.34/0 5..907 -.9808:.80/4/0 -.

9: .8 !.3207.3.8 5.9:9:9.380-03.3 8.5.3....:83.4-091892::8 90780-:99/.5078058 07-0/.//.808:.95.5:3-./.847. 80.30/09 !.3..3.3 8.3../.7-./:5./-.:/. !.3.892::85../...30/09-./.80..39/.8 .9:892::8.73./.-.847../.7.3-./.:83./. ..3./03.203.3..85078058 . .8907.8805079 5..-./80-./3/.9:9:9/.....:83.:83./..90...3 3907.:83..3 203/079.80.3./...-..38.7-.30.3.8./.3 ./.3 203072..3/02.39/.47.

:/.9:/03.208.3-.5..9:. 848../.3/80-:90:.3.3.2.3907.:-.9.3  8../2..3././: ./.3 .3.:-079.:.3 .33.3.39.3 - %/.9:.3.33/.3.92025078058./.:9.3. /.38.208.02-.3-.38./:/.3././: .75078058907825.7.3.5.3.:.3803/73.7..38..3.3:39: 203:-:3.32:3.907.3 -.39: /03.3 -.3.3803.848..8/..3-07:-:3.3.3/.7./  -07/.5.:8.33. 0:.9.3:39:203.9:/03. -.3 !./.-. 03:7:902.8.203/08.7...302-.3#0574/:8 3/.9:.38.3.. -.8.73.9:-07:-:3.3.3.9.3.3.848.32070574/:8 .-..203:7:902.9..3/03./3.2032-:./809.-.39:/03.-..3.3.8/.5.3./507:.302-.2.33/.8  80/./...9.32032-:.3 5.9../92-:.7..:2:23.9907.2.  .3808:.

8/03.848.-.3.3.9807.3.3 8../.  $03.848..3.848..2.7.38..392-: 2.2..3-.72...32070574/:8 8.3.3.3./.3-07.7.5.. ::2-079:7:9 9:7:9 ...848.3-07.32025:3.3:..20.8/03...3-07.-.208./03.8.33.3.3.. 8.33.3.9.8/03.3 .3-07.9: ./0709.3907.3...38.8/03.3.2..3 2.8 /.3 ...8 70574/:8  ::28.3-:33.3.8.2.848.3    . /0709.5.-03/.3.8:/.3 .3 -07. /03.5078.7.3-.3283 -08.3.3.9: 03:7:9::235078058..3 2././ 8..-.....3-07.7.3 9079039: .38.907.-.3:992-:/.33 ::2-07.3.8. .3.3..3-07.9:5:.  0.3.33.3 20.848.3..2..848..2..32070574/:88.33.848../...5:3.30.8/.38.:0--079:7:9 9:7:9 2.3:992-:5:.8/03...5:3 .9:/03. ::25078.848.5./:..3 8.2...9.9 .2.8..:807025.208.... 2032-:..9:92-:/.208..3.3 -07. -03/.2.3.2::2..8 3. :7:1/03.:.9:-./.3.

/.39.3203.39.380/. . /:25..3/..8.3 9./..7 .7 90.5./.  $0.5.7.02.83.1.25:..8047..3502./:9/.3./8.7: .3.39./  $0./8.3/.../.39.5:.3.5./:-09: -09:203.3:8.7.7/.7.39.3 1./.9.3-.302.-./9:39:3401.80.5.83.%$ .3 :8..3.3/03.8./.3.9.3 80/..9.9:.2.8/.25:.9:..3202.:-.3. 8. . 8047.25:.8./...59.3.7. 0./.3.3.3802.9907. 02.31.3..83.-..23-.7.880-.3.7 ..302.5.5.350:8.39.9.83.9/.:39:202-039: 9..3 -..

9:-039:/.2 2.9: 8507..3 80343943 12 203/03.59.3 808:..:/5253 ..8 W .39.59.3 .3...30381.21.9:-039: .39.3203.7-079.8.324/0 50:8  / W .8.3203.3/9:39:3..8.:0381.3 /9:39:3405..9.39.8.. / .39.9.39..

3-0-07.39070- /.50- -08.39.47...8..3 503079.3 -..47.3.: /-.-897.3 -071.8 /03.7 W .3  803.7./.3 W .3.3 .9:.-.39.3-071.39.8.8.3.3.20.87  02:/.3.47.3/-.3503079.8.8 W .8.8..5.7..7.5.3.9:47.3203/090723.3/03.7.3 8 $08047.3.3..3-071.9.39.39./.7.72.3.3.3-0:25073...3:9..39.8/03..3909.3/03.8 /-0/.3 -..3203.35.9 .3 -071.3.-./.3 8././: -078.39.8 .9.3203.3.20342-3.9/.8/03.3-0:25073.3/.8.3.-897.3/.95.20.39.8 1.380047:.:: 88047.:-...3.3.320342-3.203/090723.8.5..9:.3.3/::3 .7..

07907.9:908.3./:3.3908900 /8:7:-07..802.907.8..2-.7 ..3-07::/8:.3..2-.7 /..9./ %08900/8:7:203.79:  %0802:89./.2-.02.:8.8 5.790780-:9 .2-.7 .:2:23.9:908.39081.38073 /:3.7/.39.8 %08. .8.7.079.39.3-07::/.2-.%081.9:  0-743307782.33/.9:807 .2-.3:39:20309081.7..9039.39.  %08#478.3-07-039:.2.3-07::/.7 .9:908.  %08%% .33.%089 .25.32:89.7 02:89.:2.9:908.07907.80.3.: .3 .3 908900/8:7:20339075709.2-.2-.3802.38025:73.8 &39:20309.39..3.25:./::39: 071.2-. ...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->