PERISTIWA-PERISTIWA KEJIWAAN

Manusia merupakan makhluk berjiwa, dan kehidupan kejiwaan tersebut direfleksikan dalam perilaku; aktivitas manusia. Kekuatan atau kemampuan jiwa manusia dibedakan menjadi dua golongan besar yaitu (dichotomi): a. Kemampuan manusia menerima stimulus dari luar. Kemampuan ini berhubungan dengan pengenalan (kognisi). b. Kemampuan manusia untuk melahirkan apa yang terjadi dalam jiwanya. Kemampuan ini berhubungan dengan motif, kemauan (konasi)

Akan tetapi sebenarnya ada satu hal lagi yaitu bahwa selain manusia mempunyai kemampuan menerima stimulus dari luar dan menyatakan apa yang diinginkan.Kognisi. yaitu : a. Dengan demikian kemampuan jiwa dibedakan atas tiga penggolongan besar. yang berhubungan dengan perasaan c. manusia masih dapat melihat efek atau akibat dari stimulus yang muncul yang terdapat dalam jiwa manusia. yang berhubungan dengan motif . yang berhubungan dengan pengalaman b.Emosi.Konasi.

dan pemecahan masalah.Aktivitas kognitif adalah berkaitan dengan persepsi. dan organisme mengadakan respon terhadap stimulus yang mengenainya. belajar. Kegiatan atau proses tersebut sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme. Namun kegiatan manusia merupakan suatu kesatuan yang utuh. ingatan. perilaku organisme merupakan keadaan yang integrated. selalu saling mengkait. . berpikir. bagian satu tidak terlepas dari bagian lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan pengorganisasian.PERSEPSI Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan. penginterpretasian terhadap stimulus yang diinderanya sehingga merupakan sesuatu yang berarti. Namun proses tersebut tidak berhenti begitu saja. . dan merupakan respon yang integrated dalam diri individu. yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau sisebut juga proses sensoris. melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya disebut proses persepsi.

• Proses membangun kesan atau penilaian. yaitu : 1. tanggapan. Unsur Interpretasi Adanya penilaian terhadap sesuatu 2. • Proses pemberian makna atau arti terhadap informasi sensorik yang diterima manusia. . jadi tergantung pada individunya.Pengertian Persepsi • Pandangan. Dalam proses persepsi terkandung 2 hal. penilaian dalam mengamati berbagai hal yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. sehingga tidak dapat disalahkan. Subjektif Adanya faktor pengalaman.

PROSES PERSEPSI Stimulus Individu Reseptor Sistem Saraf Pusat Persepsi Kesan Disadari Otak (pusat kesadaran) .

Persepsi seseorang akan menghasilkan perilaku terhadap situasi tertentu Stimulus Saraf Sensorik Persepsi Pusat Kesadaran Perilaku Saraf Motorik .

dan pusat susunan syaraf Alat indera/reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus. . Di samping itu juga harus ada saraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus ke pusat susunan saraf (otak sebagai pusat kesadara. syaraf. Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan saraf motorik. Stimulus bisa datang dari luar diri maupun dari dalam diri individu • Alat indera. • Perhatian Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian. yaitu langkah pertama sebagai persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek.Faktor-faktor Yang Berperan dalam Persepsi • Objek yang dipersepsi Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera/reseptor.

baru kemudian keseluruhan 2. . Hal ini berkaitan bagaimana seseorang mengorganisasikan apa yang dipersepsinya. Ada 2 teori yang berbeda tentang organisasi persepsi : 1. apakah bagian merupakan hal yang dipersepsi terlebih dahulu. ataukah keseluruhan dipersepsi dahulu baru kemudian bagian-bagiannya. tetapi lebih berkembang teori gestalt yang dikemukakan oleh Wertheimer. baru kemudian keseluruhannya. Teori elemen Menurut teori elemen dalam individu mempersepsi sesuatu maka yang dipersepsi mula-mula adalah bagianbagiannya. baru kemudian bagianbagiannya Kedua teori ini masih bertahan.Organisasi Persepsi Dalam mempersepsikan sesuatu timbul suatu masalah apa yang dipersepsi terlebih dahulu. Teori Gestalt Dalam mempersepsi sesuatu yang didahulukan adalah keseluruhannyaatau gestaltnya.

Jadi apa yang dipersepsi mempunyai arti yang utuh. akan adanya kecenderungan untuk dipersepsi sebagai suatu keseluruhan/gestalt/dipersepsi sama. Contoh : xx xx xx xx xx . • Hukum Figure-Ground Dalam persepsi dikemukakan adanya dua bagian dalam persepsi. suatu kebulatan yang mempunyai arti penuh. dan ground yang melatarbelakangi atau melengkapi • Hukum Kedekatan Hukum ini menyatakan bahwa apabila stimulus itu saling berdekatan satu dengan yang lain. penuh arti/berarti.Hukum-hukum Persepsi menurut Gestalt • Hukum Pragnanz Pragnanz berarti penting. yaitu figure yang merupakan bagian yang dominan dan merupakan fokus perhatian.

. . . . . . sehingga menjadi sesuatu yang penuh arti/berarti. . . . . . x x x x x x x x x . . . akan terlihat dari ground dan akan dipersepsi sebagai suatu kesatuan/keseluruhan • Hukum Kelengkapan/Ketertutupan (Closure) Hukum ini menyatakan bahwa dalam persepsi adanya kecenderungan orang mempersepsi sesuatu yang kurang lengkap menjadi lengkap. . . . • Hukum Kontinuitas Hukum ini menyatakan bahwa stimulus yang mempunyai kontinuitas satu dengan yang lain. . . Contoh : x x x x x x x x x . x x x x x x x x x . .• Hukum Kesamaan (Similitary) Hukum ini menyatakan bahwa stimulus atau objek yang sama. . . . . mempunyai kecenderungan untuk dipersepsi sebagai suatu kesatuan/suatu gestalt. . .

Hal-hal yang mempengaruhi persepsi dari diri individu • Sifat-sifat struktural individu sifat yang permanen. tetapi lebih bersifat di dalam tubuh • minat pada suatu saat persepsi dipengaruhi oleh minat seseorang pada saat itu • Pengalaman pribadi . yang berbeda antara satu dengan yang lain • Sifat temporer sifat yang muncul karena ada sesuatu • Aktivitasi diri seseorang • Kondisi tubuh sama dengan aktivitas diri.

• • • • • Intensitas dan kekuatan stimulus Ukuran stimulus Perubahan Stimulus Ulangan dari Stimulus Pertentang atau kontras dari stimulus.Oleh karena individu mengadakan seleksi terhadap stimulus yang mengenainya. maka problem psikologis yang timbul ialah stimulus yang bagaimana yang lebih menarik perhatian individu untuk dipersepsi. .

Biasanya halusinasi merupakan awal dari ketidaknormalan jiwa. dimana individu merasa mengalami sesuatu persepsi. . • Halusinasi Halusinasi merupakan kelainan dalam kejiwaan seseorang.Kesalahan-kesalahan dalam melakukan persepsi : • Ilusi llusi merupakan kesalahan individu dalam melakukan interpretasi atau arti terhadap stimulus yang diterimanya. sekalipun secara objektif individu yang bersangkutan tidak dikenai stimulus.

. ilusi kaca • Faktor Stimulus .Stimulus yang dianalisis lebih lanjut.Stimulus yang mempunyai arti lebih dari satu dapat menimbulkan ilusi. Misalnya : gambar yang ambigous. • Faktor Individu Ilusi terjadi karena adanya kebiasan atau karena adanya kesiapan psikologis (mental set) dari individu (harapan). Seperti gema. yang memberikan gambaran secara total.Faktor-faktor penyebab Ilusi • Faktor Alam Ilusi terjadi karena faktor alam. .

Dalam Persepsi ada yang dikenal dengan istilah ESP (Extra Sensoryc Perception). • Telepati Kemampuan untuk memindahkan pikiran dari seseorang ke orang lain. ESP adalah kemampuan seseorang untuk memperoleh informasi tentang dunia atau lingkungan dengan cara tidak melibatkan alat indera. . • Clairvoyance Kemampuan untuk membaca pikiran seseorang dan apa yang akan terjadi pada jarak jauh • Precognition kemampuan untuk meramalkan atau mempersepsikan kejadian-kejadian yang akan datang.

yaitu membayangkan kembali atau menimbulkan kembali gambarangambaran yang terjadi pada waktu persepsi • Baik persepsi ataupun tanggapan kedua-duanya dapat membentuk gambaran tetapi pada umumnya gambaran yang yang terjadi pada persepsi lebih jelas dan lebih lengkap apabila dibandingkan dengan gambaran pada tanggapan . manusia juga mempunyai kemampuan membayangkan atau menanggap kembali hal-hal yang telah diamatinya • Bayangan atau tanggapan ini merupakan representasi. • Selain mempunyai kemampuan untuk mengadakan persepsi.BAYANGAN • Istilah bayangan sering disebut pula dengan istilah tanggapan.

3. lebih terang daripada gambaran tanggapan. sedangkan tanggapan berlangsung selama perhatian tertuju kepada membayangkan itu. Gambaran yang terjadi pada persepsi akan lebih jelas. . tanggapan terlepas dari soal waktu dan tempat.PERBEDAAN antara TANGGAPAN dan PERSEPSI 1. Persepsi membutuhkan objek yang dipersepsi dan ini akan menimbulkan gambaran persepsi. Ini disebabkan karena dalam tanggapan tidak dibutuhkan adanya objek lagi sehingga pada umumnya gambarnya kurang jelas. 2. Sebab waktu dan tempat mengikat objek yang dipersepsi. yang berarti bahwa manusia dapat menganggap atau membayangkan setiap waktu dan setiap waktu tanpa adanya objek Persepsi berlangsung selama stimulus itu bekerja dan selama perhatian tertuju kepadanya. Persepsi terikat pada waktu dan tempat. Lain dengan tanggapan. Orang tidak dapat mempersepsi terlepas dari tempat dan waktu.

macam bayangan: 1. maka akan terjadi halusinasi .apabila orang tidak dapat membedakan persepsi dengan bayangan. dibedakan antara bayangan eidetik dengan bayangan pengiring (afterimage).merupakan bayangan yang jelas atau terang seperti gambaran yang terjadi pada waktu persepsi (seperti menghadapi objeknya sendiri).Macam . yaitu bayangan yang segera timbul mengiringi proses persepsi setelah persepsi itu berakhir.Bayangan Eidetik . dikemukakan oleh Urbantschnitsh . . Bayangan pengiring pada umumnya hanya berjalan sebentar saja.banyak terjadi pada kalangan anak-anak Sehubungan dengan bayangan eidetik.

Pada umumnya sifatnya hidup. bergerak. Sesudah melihat sesuatu benda seakan-akan benda itu masih terlihat di hadapannya. bayangan eidetik dapat dibedakan menjadi 2 macam.Menurut Erich dan Walter. dan dengan warna yang asli 2. Tipe T (tetanoide) pada tipe ini bayangan lebih meyerupai bayangan pengiring. dan dapat pula timbul dengan sengaja. . Tipe B (basedoide) bayangan pada tipe ini dapat timbul dengan sendirinya. yaitu: 1.

Hal yang demikian tidak didapati pada orang yang menderita halusinasi. . Pada halusinasi terjadi bayangan yang jelas seperti pada persepsi. Pada bayangan eidetik bayangan ini terjadi sebagai hasil persepsi. sekalipun bayangan sangat jelas.2. Halusinasi Pada halusinasi orang merasa bahwa ia seakan-akan menerima sesuatu stimulus yang sebenarnya secara objektif stimulus tersebut tidak ada. Berbeda dengan bayangan eidetik. pada halusinasi orang tidak menyadari bahwa itu hanya bayangan saja. Jadi individu pada waktu itu tahu dan sadar bahwa stimulus pada waktu itu tidak ada.

Apabila ini terjadi maka terjadinya asosiasi antara bayangan satu dengan bayangan lainnya. yaitu jika tanggapan atau bayangan bayangan itu dengan sengaja ditimbulkan b. berdasarkan: a. Menurut kemauan individu. . Kekuatan untuk menghubungkan disebut kekuatan untuk mengadakan asosiasi. Asosiasi dan Reproduksi Individu dapat mempersepsikan sesuatu yang ada disekitarnya. Tidak menurut kemauan individu. Dan hasil dari persepsi tersimpan dalam jiwanya.3. sedangkan bayangan yang saling berhubungan satu dengan yang lain. bila diperlukan kembali dalam alam kesadaran. yaitu apabila bayangan itu dengan sendirinya mendesak dan muncul dalam alam kesadaran Pada umumnya bayangan satu berhubungan atau bertautan dengan bayangan yang lain. Cara menimbulkannya kembali dapat terjadi. saling menimbulkan kembali atau saling mereproduksi.

Misalnya deretan abjad. maka terjadilah asosiasi. huruf dengan bunyinya. Bayangan yang mempunyai persamaaan tertentu.Ada 4 macam hukum asosiasi-reproduksi 1. akan berasosiasi dan saling mereproduksi. sajak. melihat serigala akan berasosiasi dengan anjing. besar akan berasosiasi dengan kecil. menimbulkan bayangan yang sama waktu pula. Misalnya kaya akan berasosiasi dengan miskin. 2. 3. benda dengan bahannya. maka yang lainnyapun akan ikut timbul dalam alam kesadaran. Hukum berlawanan. Misalnya melihat harimau akan berasosiasi dengan kucing. gelap akan berasosiasi dengan terang. 4. Sehingga apabila salah satu bayangan timbul. . Menurut hukum ini persepsi yang sama waktu atau serempak. maka yang lainnyapun akan ikut timbul pula. hingga apabila salah satu timbul dalam kesadaran. deretan angka Hukum persamaan. Jika dua bayangan atau lebih berturut-turut masuk dalam alam kesadaran. Hukum berturut-turut. Hukum sama waktu. Misalnya benda dengan namanya. Bayangan yang berlawanan akan berasosiasi dan saling mereproduksi satu dengan yang lain.

Secara disadari. seorang pemahat yang sedang memahat arca di atas dasar daya fantasinya. Secara tidak disadari. 2. yaitu apabila individu betul-betul menyadari akan fantasinya. Keadaan semacam ini banyak dijumpai pada anak-anak . Fantasi sebagai kemampuan jiwa manusia dapat terjadi : 1. Misalnya seorang pelukis yang sedang menciptakan lukisan dengan kemampuan fantasinya. yaitu apabila individu tidak secara sadar telah dituntun oleh fantasinya.FANTASI Fantasi ialah kemapuan kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan-bayangan baru.

dll . Mis : perancang mode. dll • Fantasi yang dituntun atau dipimpin yaitu bentuk dan jenis fantasi yang dituntun oleh pihak lain. Mis : Menonton film. pelukis.Macam-macam fantasi • Fantasi yang menciptakan yaitu bentuk atau jenis fantasi yang menciptakan sesuatu. mendengar berita.

Mis : ikan duyung .Dilihat dari cara orang berfantasi. kemudian dibayangkan dengan lapangan. sehingga ada bagian-bagian yang dihilangkan. • Fantasi yang mendeterminasi yaitu cara orang berfantasi dengan cara mendeterminasikan terlebih dahulu. fantasi dibedakan atas : • Fantasi yang mengabstraksi yaitu cara orang berfantasi dengan mengabstraksikan beberapa bagian. dibayangkan dengan seekor kucing tetapi lebih besar • Fantasi yang mengombinasi yaitu orang berfantasi dengan cara mengombinasikan pengertian-pengertian atau bayangan-bayangan yang ada pada individu bersangkutan. Mis : Seseorang yang belum pernah melihat padang pasir. Mis : seorang anak yang belum pernah melihat harimau.

Tes kemustahilan. dan testee disuruh bercerita tentang gambar itu 2. Tes Rorschach. pada umumnya digunakan tes fantasi. Tes yang sering digunakan untuk mengetes fantasi ialah: 1. 3. yaitu tes yang berwujud gambar-gambar dan testee disuruh menginterpretasikan gambar tersebut . yaitu tes yang berbentuk gambar-gambar atau ceritera-ceritera yang mustahil terjadi. yaitu tes yang berwujud suatu seri gambar yang semakin lama semakin sempurna 4. Testee disuruh mencari kemustahilannya itu. Tes TAT.Tes fantasi Untuk mengetahui sampai sejauh mana kemampuan individu untuk Berfantasi. Heilbronner Wirsma Test. yaitu tes yang berwujud gambar-gambar.

 50780580-0.:..-.93.3.3.389.9.3.3705708039.7.3.390.55.5.9:5078058 W .3.3907.25:.3../.3.3:8.8 .5.9202-039: ./.7.5.35.: 203.. .25:.3/03.3.3./5.5.502-./.3202-.2-.9.3.9.2-.7.02.32025:3../5. W ..3:39:203.9.3.3909.3.3..3907.5. W 89./03.:2032-:.30-03.9..2025:3.3./-.2-.-./.5078058.38073/80-:95:.2-..:2:23.35078058  2./. /:.3/3.2.302-./..7.5.3 .3 .8/.30/:.9: 202-.3.9.:5:39.02.7.302-.:9.3 W $0../..33207:5.2-.3 .5..

9.%!/.3/5078058 .3!#$!$  !078058202-:9:.38:3 80.7.7.7.:2:23.8/.8/..2-..5..3.29.703./.784..3.75.4-0.95.3.202-.39025.9 202507805890705.9 ./.9/.3.7.3 3/80-.8 0-907.39.9.:202-.3./.3.8 !078058907.2.3.39079::05.3:8.9.380.9:/./.39.5.9203.5.35078058 .507./.5.3809.3907.3-07.9203.5.-.39/.3 9. 5078058.34-0.3.!#.79 -.3/5078058/.9:9./.3 9025.3-07.892::89:-007../5.3./..2.3/.5. /-:9:.30-0.33..3809.5.30.803.9  7.9:/.3  9.39:   ..2-.-.2-. .3.39./.5 .5.3..35.9:/. 80/.3/03.2.39079::05.3.:7.5.9: $0-.3 2032-:.2-.3.3./.94-0.390705.3.39/.38:380.4-0 !078058-07.39025.73./..9:/./.3.3./.5.79025. 507.2.

54-03.5.. $0:-:3.-..3../5.398 .3.907.3./5.3 8007./.9:5078058 805079203..3/09 207:5.:907..5..3.35078058/03.9202-0/.3.3.39/./.8..3.3  2...7 ..3.3.3.3-..398...3.7.50780589:-07.3.92-:2037357480850780588090.0 .350373 . .8 -.7../.3.2-.3  .2 2..3805079.9.350373 5.3.:2:23..340&7-..3 907.30/09 /-0/.803/7  /02:..380-039.-07.78.....3.3.3..3-..3./.9:-.3-.39..19072.3907.:83..3/03..30.47./.3 0/09/03.3-.-./. .3.2-.

3803/73.2 .9:2.3.3.20./2.95:.5.8   ..3.350373  $08:/.9 /-0/. %50 -..9503/./..35.3/03.73.03:7:97.80.5.80/4/0 -.3. /./. /:5 -0707.5.9503-.907 -..33.:2:23.3-03/.-.3803.8 907.3.9:  %50% 909.3.93./. /.81.9808:.92-:/03.9/.992-:/03.5.3. !...34/0 5.9:-03/..30-2007:5.3 /.3 ../.3203./..30/09/...

.:83.:83.:/.3..7-.-.3 3907.3.8.4-091892::8 90780-:99/.847./.80.8 5......47.9:9:9/.3 8.808:../..7.3. 80.39/./80-.9:9:9.203.85078058 .95./././.3 8.847.38.380-03..3 203072..//.8805079 5.3.3207.3 .8907./..3 203/079..30/09-.../.9:892::8.3../.30/09 !./-. !./.9: .. .-..3/02.39/.3././.3..:83..5.892::85..3.7-.8 ./..8 !. ./:5.90.30./3/.3.80./03.5078058 07-0/.:83..5:3-.:83..3..3-.-.73.

/./3.9.2. 0:.:/.3 ..3-07:-:3.3.39.3:39: 203:-:3.3../: .39: /03.5.3.848./2.208..3:39:203./.3803/73. 03:7:902.5.33./.9:.38.2.7../92-:.9:/03.9:/03.3.8/.7./  -07/.3.9907.33.7.9.8.3/.3.302-.3 - %/..302-..38. -.3-.203/08.33/.3.-.9.39:/03./.  .848..3.38./:/..8/. 848.3-.73.3.3.3.9:.3803.9.3  8.2032-:.8.3907..5./..7./.75078058907825.3 !.3/80-:90:.3.32:3.92025078058.-.02-.3.3#0574/:8 3/./809.3/03.9.38.32070574/:8 .3808:.8  80/./: ....-.203:7:902.3 -..3./507:.7.907.9:.3./.3.32032-:.3.-.:-.3 5. -.2.208.3.3.:2:23.:9..3.3 -.33/. /.5.3 ...:8.9:-07:-:3.3.:.:.3.:-079.9..

5078.7.208.3:992-:5:.3-07.3 8.8.5.38.3.....72.3.-03/.3:.3 .3.7.3..32070574/:88..3.3.392-: 2..3283 -08.3 .3-07. -03/.9./0709..3-07.2. /0709.8:/.2.2.8/03..-.3907.33.3 -07.8. 8./03.848./.8/03.3 20.2::2....3.3.32025:3.3.38.3-.8/03..3 2./.8/./.3.....38...3    .848..2..3-.-. ::2-079:7:9 9:7:9 ./.3-07.:0--079:7:9 9:7:9 2.3 9079039: .848.3..9:92-:/.848.2./:..9807.2.5.2..3-07.7..907.5.5:3.33.3:992-:/.3..9: .3 -07..208..  $03..3-:33..3.38.8 /.33 ::2-07.3.848. 2032-:. /03.3-07...30. :7:1/03.3.33..3 8. ::25078.7.8/03...:807025.-.9 .9:-.3.9:5:.9: 03:7:9::235078058.3.3 2..-.:.848.9:/03./ 8.33.3.3.. .20.  0./.8/03..8 70574/:8  ::28.32070574/:8 8.848.3.3..8.208..5:3 .3.9.3.3.848.8..3 .2.8 3.848.2.....

3:8./  $0.:-.31./.7.3.3502.3 1.  $0.5.2.39.3203.23-.9:..5:.9907.3..39.25:.3..9.9.380/.5.7 .7./.80.25:.3/./9:39:3401..7.59.3202.880-.8047.39../.9..8.7. /:25.3802.3./.02.3 9.9/..3.83.302.7/.7..39.9:.3-..3/03.39.302.8/.9.83./. 0.:39:202-039: 9.350:8.5.83.1.5./..3. ./... . 02../:-09: -09:203.83./:9/. 8.3/.8.25:.3.8.5.3.3 80/.39./8./.5.%$ .7 90.3 :8..3..7: ./8.-. 8047.-...7 .3.3 -.3.

..39.59.324/0 50:8  / W .:/5253 .8..3203.. / .3 808:.3 .8.3 80343943 12 203/03.59.8.9:-039: .21..39.8 W .9:-039:/.9.3.9: 8507.2 2.:0381..39..8.3 /9:39:3405.39.7-079.3203.9..3/9:39:3..30381.39.

8 W .3.3./.3/.3.9:47.3.8.3/-.3.203/090723.20342-3./..-.8 /03.20.3 -071.5.3 8 $08047.39.7.3/03...47.../.7.3.3.8.39.8/03.-..3/::3 .3.3.5.:-..380047:.87  02:/..7...3.3-0:25073.7.3503079.39.39.50- -08.:: 88047.3203/090723.7 W .3909.8.3:9.39.35.47..39070- /.20.8.3/03.3/.9/.5.3203.7.320342-3.8 /-0/.3-071.-897..3.3-0:25073.3.8.3..9:.3-0-07.3 -071.3 503079.3.3 -.8 1.3 W .39.8.8/03.3.3-071.9.3 .39.8 .-897.3 -.9...3203..8./.39.7.9:./: -078.72.95.: /-.3.8.3  803.47.9 .3 8.

3.7/.9:908.%081.79:  %0802:89.9:  0-743307782./ %08900/8:7:203.:2.3-07::/.2-.2-..8 5.2-.39.9039.33.2-.39.25:.07907.39.7 .8 &39:20309.3-07::/8:.38073 /:3..39.02.9:908.%089 .907.3 908900/8:7:20339075709.3.2-.7.3.:8.: .2-.33/.32:89.7 02:89.  %08#478.3.8..3-07-039:.2-./::39: 071.9.07907.3:39:20309081.80.2-./.7 /..802.  %08%% .9:908./:3.3 .3-07::/..38025:73..9:908.790780-:9 .8. .079.:2:23.3908900 /8:7:-07.9:807 .7 ..7.8 %08.2-.7 ..2.3802. .39081.25..