PERISTIWA-PERISTIWA KEJIWAAN

Manusia merupakan makhluk berjiwa, dan kehidupan kejiwaan tersebut direfleksikan dalam perilaku; aktivitas manusia. Kekuatan atau kemampuan jiwa manusia dibedakan menjadi dua golongan besar yaitu (dichotomi): a. Kemampuan manusia menerima stimulus dari luar. Kemampuan ini berhubungan dengan pengenalan (kognisi). b. Kemampuan manusia untuk melahirkan apa yang terjadi dalam jiwanya. Kemampuan ini berhubungan dengan motif, kemauan (konasi)

manusia masih dapat melihat efek atau akibat dari stimulus yang muncul yang terdapat dalam jiwa manusia.Kognisi.Konasi. yang berhubungan dengan pengalaman b.Emosi. Dengan demikian kemampuan jiwa dibedakan atas tiga penggolongan besar. yaitu : a.Akan tetapi sebenarnya ada satu hal lagi yaitu bahwa selain manusia mempunyai kemampuan menerima stimulus dari luar dan menyatakan apa yang diinginkan. yang berhubungan dengan motif . yang berhubungan dengan perasaan c.

Kegiatan atau proses tersebut sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme. Namun kegiatan manusia merupakan suatu kesatuan yang utuh. perilaku organisme merupakan keadaan yang integrated. dan pemecahan masalah. berpikir. . dan organisme mengadakan respon terhadap stimulus yang mengenainya. selalu saling mengkait.Aktivitas kognitif adalah berkaitan dengan persepsi. ingatan. belajar. bagian satu tidak terlepas dari bagian lainnya.

melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya disebut proses persepsi. penginterpretasian terhadap stimulus yang diinderanya sehingga merupakan sesuatu yang berarti. Dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan pengorganisasian. . yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau sisebut juga proses sensoris.PERSEPSI Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan. dan merupakan respon yang integrated dalam diri individu. Namun proses tersebut tidak berhenti begitu saja.

Pengertian Persepsi • Pandangan. tanggapan. penilaian dalam mengamati berbagai hal yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. • Proses membangun kesan atau penilaian. jadi tergantung pada individunya. Subjektif Adanya faktor pengalaman. • Proses pemberian makna atau arti terhadap informasi sensorik yang diterima manusia. Unsur Interpretasi Adanya penilaian terhadap sesuatu 2. Dalam proses persepsi terkandung 2 hal. sehingga tidak dapat disalahkan. yaitu : 1. .

PROSES PERSEPSI Stimulus Individu Reseptor Sistem Saraf Pusat Persepsi Kesan Disadari Otak (pusat kesadaran) .

Persepsi seseorang akan menghasilkan perilaku terhadap situasi tertentu Stimulus Saraf Sensorik Persepsi Pusat Kesadaran Perilaku Saraf Motorik .

Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan saraf motorik. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek. • Perhatian Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian.Faktor-faktor Yang Berperan dalam Persepsi • Objek yang dipersepsi Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera/reseptor. syaraf. yaitu langkah pertama sebagai persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. dan pusat susunan syaraf Alat indera/reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus. . Di samping itu juga harus ada saraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus ke pusat susunan saraf (otak sebagai pusat kesadara. Stimulus bisa datang dari luar diri maupun dari dalam diri individu • Alat indera.

. Hal ini berkaitan bagaimana seseorang mengorganisasikan apa yang dipersepsinya. baru kemudian keseluruhannya.Organisasi Persepsi Dalam mempersepsikan sesuatu timbul suatu masalah apa yang dipersepsi terlebih dahulu. ataukah keseluruhan dipersepsi dahulu baru kemudian bagian-bagiannya. tetapi lebih berkembang teori gestalt yang dikemukakan oleh Wertheimer. Teori elemen Menurut teori elemen dalam individu mempersepsi sesuatu maka yang dipersepsi mula-mula adalah bagianbagiannya. baru kemudian bagianbagiannya Kedua teori ini masih bertahan. Teori Gestalt Dalam mempersepsi sesuatu yang didahulukan adalah keseluruhannyaatau gestaltnya. baru kemudian keseluruhan 2. Ada 2 teori yang berbeda tentang organisasi persepsi : 1. apakah bagian merupakan hal yang dipersepsi terlebih dahulu.

yaitu figure yang merupakan bagian yang dominan dan merupakan fokus perhatian. dan ground yang melatarbelakangi atau melengkapi • Hukum Kedekatan Hukum ini menyatakan bahwa apabila stimulus itu saling berdekatan satu dengan yang lain. Contoh : xx xx xx xx xx . akan adanya kecenderungan untuk dipersepsi sebagai suatu keseluruhan/gestalt/dipersepsi sama. penuh arti/berarti. suatu kebulatan yang mempunyai arti penuh.Hukum-hukum Persepsi menurut Gestalt • Hukum Pragnanz Pragnanz berarti penting. • Hukum Figure-Ground Dalam persepsi dikemukakan adanya dua bagian dalam persepsi. Jadi apa yang dipersepsi mempunyai arti yang utuh.

. . x x x x x x x x x . .• Hukum Kesamaan (Similitary) Hukum ini menyatakan bahwa stimulus atau objek yang sama. sehingga menjadi sesuatu yang penuh arti/berarti. . . . . mempunyai kecenderungan untuk dipersepsi sebagai suatu kesatuan/suatu gestalt. . . x x x x x x x x x . . Contoh : x x x x x x x x x . . . . . . • Hukum Kontinuitas Hukum ini menyatakan bahwa stimulus yang mempunyai kontinuitas satu dengan yang lain. . . . . . . . . . . akan terlihat dari ground dan akan dipersepsi sebagai suatu kesatuan/keseluruhan • Hukum Kelengkapan/Ketertutupan (Closure) Hukum ini menyatakan bahwa dalam persepsi adanya kecenderungan orang mempersepsi sesuatu yang kurang lengkap menjadi lengkap.

yang berbeda antara satu dengan yang lain • Sifat temporer sifat yang muncul karena ada sesuatu • Aktivitasi diri seseorang • Kondisi tubuh sama dengan aktivitas diri. tetapi lebih bersifat di dalam tubuh • minat pada suatu saat persepsi dipengaruhi oleh minat seseorang pada saat itu • Pengalaman pribadi .Hal-hal yang mempengaruhi persepsi dari diri individu • Sifat-sifat struktural individu sifat yang permanen.

• • • • • Intensitas dan kekuatan stimulus Ukuran stimulus Perubahan Stimulus Ulangan dari Stimulus Pertentang atau kontras dari stimulus. .Oleh karena individu mengadakan seleksi terhadap stimulus yang mengenainya. maka problem psikologis yang timbul ialah stimulus yang bagaimana yang lebih menarik perhatian individu untuk dipersepsi.

• Halusinasi Halusinasi merupakan kelainan dalam kejiwaan seseorang.Kesalahan-kesalahan dalam melakukan persepsi : • Ilusi llusi merupakan kesalahan individu dalam melakukan interpretasi atau arti terhadap stimulus yang diterimanya. sekalipun secara objektif individu yang bersangkutan tidak dikenai stimulus. Biasanya halusinasi merupakan awal dari ketidaknormalan jiwa. dimana individu merasa mengalami sesuatu persepsi. .

Faktor-faktor penyebab Ilusi • Faktor Alam Ilusi terjadi karena faktor alam.Stimulus yang mempunyai arti lebih dari satu dapat menimbulkan ilusi.Stimulus yang dianalisis lebih lanjut. . yang memberikan gambaran secara total. . Seperti gema. • Faktor Individu Ilusi terjadi karena adanya kebiasan atau karena adanya kesiapan psikologis (mental set) dari individu (harapan). ilusi kaca • Faktor Stimulus . Misalnya : gambar yang ambigous.

• Telepati Kemampuan untuk memindahkan pikiran dari seseorang ke orang lain. .Dalam Persepsi ada yang dikenal dengan istilah ESP (Extra Sensoryc Perception). ESP adalah kemampuan seseorang untuk memperoleh informasi tentang dunia atau lingkungan dengan cara tidak melibatkan alat indera. • Clairvoyance Kemampuan untuk membaca pikiran seseorang dan apa yang akan terjadi pada jarak jauh • Precognition kemampuan untuk meramalkan atau mempersepsikan kejadian-kejadian yang akan datang.

manusia juga mempunyai kemampuan membayangkan atau menanggap kembali hal-hal yang telah diamatinya • Bayangan atau tanggapan ini merupakan representasi. yaitu membayangkan kembali atau menimbulkan kembali gambarangambaran yang terjadi pada waktu persepsi • Baik persepsi ataupun tanggapan kedua-duanya dapat membentuk gambaran tetapi pada umumnya gambaran yang yang terjadi pada persepsi lebih jelas dan lebih lengkap apabila dibandingkan dengan gambaran pada tanggapan .BAYANGAN • Istilah bayangan sering disebut pula dengan istilah tanggapan. • Selain mempunyai kemampuan untuk mengadakan persepsi.

. 3. tanggapan terlepas dari soal waktu dan tempat. Lain dengan tanggapan. 2. Orang tidak dapat mempersepsi terlepas dari tempat dan waktu. lebih terang daripada gambaran tanggapan. Ini disebabkan karena dalam tanggapan tidak dibutuhkan adanya objek lagi sehingga pada umumnya gambarnya kurang jelas. sedangkan tanggapan berlangsung selama perhatian tertuju kepada membayangkan itu. yang berarti bahwa manusia dapat menganggap atau membayangkan setiap waktu dan setiap waktu tanpa adanya objek Persepsi berlangsung selama stimulus itu bekerja dan selama perhatian tertuju kepadanya.PERBEDAAN antara TANGGAPAN dan PERSEPSI 1. Persepsi membutuhkan objek yang dipersepsi dan ini akan menimbulkan gambaran persepsi. Gambaran yang terjadi pada persepsi akan lebih jelas. Sebab waktu dan tempat mengikat objek yang dipersepsi. Persepsi terikat pada waktu dan tempat.

apabila orang tidak dapat membedakan persepsi dengan bayangan. dikemukakan oleh Urbantschnitsh . yaitu bayangan yang segera timbul mengiringi proses persepsi setelah persepsi itu berakhir.Bayangan Eidetik .banyak terjadi pada kalangan anak-anak Sehubungan dengan bayangan eidetik. Bayangan pengiring pada umumnya hanya berjalan sebentar saja.macam bayangan: 1. . dibedakan antara bayangan eidetik dengan bayangan pengiring (afterimage).merupakan bayangan yang jelas atau terang seperti gambaran yang terjadi pada waktu persepsi (seperti menghadapi objeknya sendiri). maka akan terjadi halusinasi .Macam .

bergerak. Tipe B (basedoide) bayangan pada tipe ini dapat timbul dengan sendirinya. Tipe T (tetanoide) pada tipe ini bayangan lebih meyerupai bayangan pengiring. bayangan eidetik dapat dibedakan menjadi 2 macam. dan dapat pula timbul dengan sengaja. Sesudah melihat sesuatu benda seakan-akan benda itu masih terlihat di hadapannya. Pada umumnya sifatnya hidup. dan dengan warna yang asli 2. .Menurut Erich dan Walter. yaitu: 1.

Halusinasi Pada halusinasi orang merasa bahwa ia seakan-akan menerima sesuatu stimulus yang sebenarnya secara objektif stimulus tersebut tidak ada. Berbeda dengan bayangan eidetik. Hal yang demikian tidak didapati pada orang yang menderita halusinasi. sekalipun bayangan sangat jelas. Pada halusinasi terjadi bayangan yang jelas seperti pada persepsi. Pada bayangan eidetik bayangan ini terjadi sebagai hasil persepsi. .2. pada halusinasi orang tidak menyadari bahwa itu hanya bayangan saja. Jadi individu pada waktu itu tahu dan sadar bahwa stimulus pada waktu itu tidak ada.

bila diperlukan kembali dalam alam kesadaran. berdasarkan: a. Menurut kemauan individu. yaitu apabila bayangan itu dengan sendirinya mendesak dan muncul dalam alam kesadaran Pada umumnya bayangan satu berhubungan atau bertautan dengan bayangan yang lain. Dan hasil dari persepsi tersimpan dalam jiwanya. Tidak menurut kemauan individu.3. saling menimbulkan kembali atau saling mereproduksi. Apabila ini terjadi maka terjadinya asosiasi antara bayangan satu dengan bayangan lainnya. yaitu jika tanggapan atau bayangan bayangan itu dengan sengaja ditimbulkan b. Kekuatan untuk menghubungkan disebut kekuatan untuk mengadakan asosiasi. sedangkan bayangan yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Cara menimbulkannya kembali dapat terjadi. Asosiasi dan Reproduksi Individu dapat mempersepsikan sesuatu yang ada disekitarnya. .

akan berasosiasi dan saling mereproduksi. menimbulkan bayangan yang sama waktu pula. Hukum sama waktu. Hukum berlawanan. sajak. Misalnya benda dengan namanya. Sehingga apabila salah satu bayangan timbul. Bayangan yang mempunyai persamaaan tertentu. Menurut hukum ini persepsi yang sama waktu atau serempak. huruf dengan bunyinya. maka yang lainnyapun akan ikut timbul dalam alam kesadaran. 3. gelap akan berasosiasi dengan terang. Bayangan yang berlawanan akan berasosiasi dan saling mereproduksi satu dengan yang lain. . 4. Hukum berturut-turut.Ada 4 macam hukum asosiasi-reproduksi 1. benda dengan bahannya. Misalnya melihat harimau akan berasosiasi dengan kucing. Misalnya deretan abjad. Misalnya kaya akan berasosiasi dengan miskin. hingga apabila salah satu timbul dalam kesadaran. maka yang lainnyapun akan ikut timbul pula. maka terjadilah asosiasi. Jika dua bayangan atau lebih berturut-turut masuk dalam alam kesadaran. 2. melihat serigala akan berasosiasi dengan anjing. deretan angka Hukum persamaan. besar akan berasosiasi dengan kecil.

yaitu apabila individu tidak secara sadar telah dituntun oleh fantasinya. seorang pemahat yang sedang memahat arca di atas dasar daya fantasinya. Keadaan semacam ini banyak dijumpai pada anak-anak . Secara tidak disadari. Secara disadari. yaitu apabila individu betul-betul menyadari akan fantasinya.FANTASI Fantasi ialah kemapuan kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan-bayangan baru. Fantasi sebagai kemampuan jiwa manusia dapat terjadi : 1. 2. Misalnya seorang pelukis yang sedang menciptakan lukisan dengan kemampuan fantasinya.

mendengar berita. dll .Macam-macam fantasi • Fantasi yang menciptakan yaitu bentuk atau jenis fantasi yang menciptakan sesuatu. Mis : Menonton film. pelukis. dll • Fantasi yang dituntun atau dipimpin yaitu bentuk dan jenis fantasi yang dituntun oleh pihak lain. Mis : perancang mode.

dibayangkan dengan seekor kucing tetapi lebih besar • Fantasi yang mengombinasi yaitu orang berfantasi dengan cara mengombinasikan pengertian-pengertian atau bayangan-bayangan yang ada pada individu bersangkutan. • Fantasi yang mendeterminasi yaitu cara orang berfantasi dengan cara mendeterminasikan terlebih dahulu. fantasi dibedakan atas : • Fantasi yang mengabstraksi yaitu cara orang berfantasi dengan mengabstraksikan beberapa bagian. Mis : Seseorang yang belum pernah melihat padang pasir.Dilihat dari cara orang berfantasi. sehingga ada bagian-bagian yang dihilangkan. Mis : ikan duyung . Mis : seorang anak yang belum pernah melihat harimau. kemudian dibayangkan dengan lapangan.

Tes Rorschach. Testee disuruh mencari kemustahilannya itu. Tes yang sering digunakan untuk mengetes fantasi ialah: 1. dan testee disuruh bercerita tentang gambar itu 2.Tes fantasi Untuk mengetahui sampai sejauh mana kemampuan individu untuk Berfantasi. Heilbronner Wirsma Test. 3. yaitu tes yang berwujud suatu seri gambar yang semakin lama semakin sempurna 4. pada umumnya digunakan tes fantasi. Tes kemustahilan. yaitu tes yang berwujud gambar-gambar. Tes TAT. yaitu tes yang berbentuk gambar-gambar atau ceritera-ceritera yang mustahil terjadi. yaitu tes yang berwujud gambar-gambar dan testee disuruh menginterpretasikan gambar tersebut .

2-.:2:23.9././-.5078058.55.9202-039: .502-.5..7.3 ..3907.3705708039.2-. W ..3.32025:3.33207:5.93./5. .7.: 203.3/3.5.30/:..30-03.3.25:.5. 50780580-0.302-..3.2-.:2032-:../.5.9:5078058 W .389.390.9.3.2..35078058  2.3:8.3.3:39:203.3./.3.7..9./.7.5.3 W $0../03.35. W 89.3907.3.8 .02.-.2025:3.8/.3..9: 202-..38073/80-:95:.5./5./.02.3./..3.9.3 .:.3202-.3/03.9./.9.7.3.302-.3 .3909.3.:5:39.25:.3.2-.2-.5.:9.3. /:.-.

3809.3./.. 5078058.39.3/03./.9:/.2-././..3.2..39025.9:/.3.%!/..3 9.703./.39.9: $0-.:2:23.39025.3.5.7.4-0.3-07.3:8.8 !078058907. 80/.892::89:-007.3/5078058/.3./5.3-07.!#.30-0.9:9.3809.75.73.3.3!#$!$  !078058202-:9:./.3/5078058 .39079::05.3 3/80-.9 .39/.29.5.-.5.5./.5.2-.39:   .5.5.803./.5 .30.9/./.3.3.380.39..38:380..3.7.33.507.-. .2-.3.9203.784./.35078058 .95.3.79025.5.7.5.:202-.3 9025.3907.9  7.. 507.3.8/.2.390705.3/.9.9:/.3.3.3 2032-:.79 -.39/./.:7.35.39079::05.. /-:9:.3.3.2.3  9.38:3 80.9203.7.8/.34-0.9:/.5.9 202507805890705.4-0 !078058-07.202-.94-0...3./.8 0-907.9.2-.2.9.

..5..3  2..3-.-.3..5.2 2.3.3907.78./.39/.3.. $0:-:3..:83.3.2-.3.3..47.3.3.398 .3 8007.3./5.7 .-.30.0 .3.9:-.92-:2037357480850780588090..3.7..39.350373 5.7.3-./..340&7-../.3..54-03.50780589:-07.:2:23.907. ..380-039.30/09 /-0/.:907.2-..3..8..803/7  /02:.././..3-.3.9:5078058 805079203..398.35078058/03.9202-0/..3 907.3/09 207:5.3.3805079./..9.3-./5.-07.3.3/03.3.3 0/09/03..3  ..19072..350373 .3.8 -..3. ..

3-03/.30/09/.9/.92-:/03./.350373  $08:/.3.3 . !.8 907./..992-:/03.93.80/4/0 -.30-2007:5./.8   .907 -.3803/73.3.03:7:97..9 /-0/./.73..3/03.3.3803.3203..9503/.3 /..3. %50 -.3.9808:.9503-.34/0 5.3...35.3.9:-03/...9:2./. /.5.81.33. /:5 -0707.95:.2 .-.5.9:  %50% 909.:2:23../2.5.20. /.80.5..

47.3 3907.3.8.3/02.38.7-./-.3 203072.9: ../.9:9:9.3.5.3..80.3.8 !./03.-. .90..95./:5../..5078058 07-0/.73..//.:83../.3 203/079.7-.892::85.8805079 5../..9:892::8..3207....30..3.././././.3 . .:83..80..9:9:9/../.3 8.3.39/.:/./. 80..-.7.847...:83.203.5:3-.:83.808:.380-03.3-.8 . !.../80-.3.30/09 !.4-091892::8 90780-:99/.8907./.85078058 ..3 8.30/09-.3./3/../.:83.8 5.3.847.3.-.39/.

3/80-:90:.3#0574/:8 3/./.32070574/:8 ..:/./.33/.3 - %/.8.3././2.92025078058.7.2..7.39:/03./  -07/.75078058907825..3-.9:./:/.33..3 .3803/73.9:/03.7.39. -.9:-07:-:3.38.. -.3.208.3-07:-:3.203:7:902.3 5.33/.3.3...39: /03. 0:. 848.-.3/03.8/..3.3.:-.302-.3.3.8  80/.9:..9./3. 03:7:902.3808:.3...02-.-.3.3.:2:23./: .9.:.9907./.3:39:203.3.3.73./../92-:.9:/03.38.7.9.3 -.-.5.3..3.848.32:3.907.3 !.9.3.  .3./..3803.7.2.:-079./.38.:.8/.5.9.38...8.203/08.3.208.2.3-.-.:8.9:.5.3907.3 -.5.3.32032-:./: ./809.9.3.:9.848..3  8.3/.2032-:. /.302-.3 ..33.3.3.3:39: 203:-:3./507:.

3.. :7:1/03.848.3 9079039: ./03..3..848.3..7...3:..2.2..3 .2../.2.3. 8.3-.3907.38.3-:33..8.3 8.9.3.8/03./:.9..3.5.2.9:92-:/.848.3.208.3.9:/03.2.5:3..208.3-./0709.32025:3.3 8.-.3.33..3-07.3./.2..848..8:/.38.8/03.  0.3-07..:807025.9:-. /0709.8 /.208..3-07..33...-.3.5.30..907.3 20..3283 -08.3.8/03..72.3-07.9: 03:7:9::235078058..7.2.9: ..3..848..3:992-:/.2::2.3-07./.8/03. /03./ 8.:.33.-.32070574/:8 8.-..  $03.8/03.3-07.38./.3    .2.5:3 .3..3 -07.38....33..3.8.20. -03/.3 ..392-: 2..9807.3 .9:5:.:0--079:7:9 9:7:9 2.5078.848.3.3.848.848.3.3.9 .3 -07. 2032-:..8.3 2. ::2-079:7:9 9:7:9 .8 70574/:8  ::28...32070574/:88.3:992-:5:.3. ..7.3.8/..7.3.33 ::2-07.3.../.3. ::25078...-03/.8.5..3 2.8 3.848.

8047.7..:39:202-039: 9.:-. 0..3 80/./.8.3.-.3.5.9...9.39.83.9/.5.3 9.3502.59./.3./:9/. /:25.7..3/.7 .39..3:8.5.880-..8/.3 -..83. 8047.23-.3.7 90.39.31..9.3./.3-. ./9:39:3401.7/.39.25:.7 .7.302..%$ ..5:./  $0././8.3.3.7.9./:-09: -09:203..5.7: .3203.350:8.9907.5.80.5. .1.25:.3802./.3..3/././8.83.  $0.9:.83.-./.3.2. 02.8.3202.9:./. 8.3.3 1.380/.302.7.39.3 :8.02.3..39..3/03.25:.8...

9.8.7-079...3203.39.8.3.3203.3 /9:39:3405.39.324/0 50:8  / W .39.3 808:.8.3/9:39:3..9: 8507.39.9:-039: ..9...:0381.9:-039:/.2 2.59.59.3 .21.:/5253 .8 W .39.8. / .3 80343943 12 203/03....30381.

3.3 8 $08047./.8.7.8 .320342-3.39..-897.72.3 .8 /03.3-071.8.3..8 1.39.5.3 -071.3/-..3-071.3 503079./.3203.9/.3-0:25073.203/090723.3.95.9.3.3.7.7.8 W ..8.3.3909.3-0-07.5....3/03.39.3./.3.3.8.39.8.:: 88047.8 /-0/./: -078.47.3-0:25073.3:9.3/::3 .7.3.39.3203.7.8..3.3 W .9:.39070- /.:-.20.47.9:47.3/...39.3 -071.: /-.9 .39.9.8/03.3  803...9:.3.-.3..3503079.8.7.47.380047:.3/03.20342-3..3 8.3 -.39.-897.5.3 -.3.3/.3.3203/090723..8/03.3./.-.7 W .20.8..35.87  02:/.50- -08.

%089 .8 5.: .80.39.3./::39: 071.3802.790780-:9 . .:2.7 .3-07-039:.33.9:908.9039..7 .3-07::/.%081.9:908./ %08900/8:7:203.2-.7/.  %08#478.79:  %0802:89.3.9:908.07907./.39.2-..7...39. .2.32:89.25.8 &39:20309.907.39..2-.8.3 .02.7.2-.3908900 /8:7:-07.07907../:3.2-.8 %08.33/.2-.3 908900/8:7:20339075709..:8.3:39:20309081.  %08%% .7 .7 /.2-.9:908..9.079.3-07::/8:.2-.39081.3-07::/.3.25:.9:807 .38025:73.2-.3.7 02:89.802..8.38073 /:3.:2:23.9:  0-743307782.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful