Pemanfaatan Energi Biomassa sebagai Biofuel : Konsep Sinergi dengan Ketahanan Pangan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Nike Triwahyuningsih1), Rahmat Adiprasetya2)
1)

Staf Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian UMY, 2) Staf Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik UMY

Pendahuluan
Menipisnya cadangan bahan bakar fosil dan meningkatnya populasi manusia sangat kontradiktif dengan kebutuhan energi bagi kelangsungan hidup manusia beserta aktivitas ekonomi dan sosialnya. Sejak lima tahun terakhir Indonesia mengalami penurunan produksi minyak nasional akibat menurunnya secara alamiah cadangan minyak pada sumur-sumur produksi. Padahal dengan pertambahan jumlah penduduk meningkat pula kebutuhan akan sarana transportasi dan aktivitas industri yang berakibat pada peningkatan kebutuhan dan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk memenuhi kebutuhan BBM tersebut, pemerintah mengimpor sebagian BBM. Melihat kondisi tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti BBM. Walaupun kebijakan tersebut menekankan penggunaan batu bara dan gas sebagai pengganti BBM, tetapi juga menetapkan sumber daya yang dapat diperbaharui seperti bahan bakar nabati sebagai alternatif pengganti BBM. Selain itu pemerintah juga telah memberikan perhatian serius untuk pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) ini dengan menerbitkan Instruksi Presiden No 1 Tahun 2006 tanggal 25 Januari 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai bahan bakar lain. Oleh karena itu eksplorasi dan eksploitasi terhadap sumber-sumber alternatif saat ini menjadi sebuah kebutuhan. Saat ini melalui kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemerintah sedang gencar memasyaratkan penggunaan biofuel untuk penghematan energi dan penyelamatan lingkungan. Biomassa adalah bagian yang dapat didegradasi secara biologis dari produk, limbah dan residu pertanian, kehutanan, industri dan limbah rumah tangga. Jika kita berbicara biomassa, maka akan meliputi juga hewan, sisa-sisa binatang dan bagian tumbuhan yang dapat dimakan (edible). Oleh karenanya, jika akan memanfaatkan biomassa sebagai sumber energi kadang-kadang harus berhadapan dengan sumber bahan pangan juga. Sebagai contoh, banyak tumbuhan yang diharapkan dapat menjadi bahan baku pembuatan biofuel ternyata diperlukan untuk bahan pangan, misalnya jagung, ketela pohon, kelapa sawit, dll. Dalam hal seperti ini kemudian muncul kekhawatiran akan kekurangan bahan pangan jika biofuel akan dikembangkan. Apa yang harus dilakukan ?

Energi Biomassa
Berbicara tentang sumber energi, biomassa merupakan salah satu alternatif. Biomassa mengandung energi tersimpan dalam jumlah cukup banyak Kenyataannya,

Biodiesel . tubuh kita mampu mengubah energi yang tersimpan di dalam makanan menjadi energi atau tenaga untuk tumbuh dan berkembang.000-25. jarak pagar. kapuk : sebagai sumber bahan bakar alternatif pengganti solar (minyak diesel) Tebu. a. kelapa. Nyamplung.700 Saccharum officinarum (tebu) 2. bioetanol bahkan biopower (untuk listrik). ubi jalar. Pada saat kita bergerak.100-2.800-2. sagu. azolla : kemungkinan besar dapat dijadikan sebagai sumber pengganti kerosene. algae.600 Biomassa adalah satu-satunya sumber energi terbarukan yang dapat diubah menjadi bahan bakar cair . bus. dan ubi-ubian yang lain : sebagai sumber bahan bakar alternatif pengganti premium. singkong.200-2. srikaya. biodiesel dan bioethanol.700 19.000 11.300-18.400 17. bahkan ketika kita berpikir pun. sirsak.900-37.000 Manihot esculenta (ubi kayu) 1. Jenis Tumbuhan Penghasil Energi Jenis Tumbuhan Produksi Minyak (Liter per Ha) Elaeis guineensis (kelapa sawit) 3. Di antara jenis biofuel yang banyak dikenal adalah biogas.900 6.450 Ricinus communis (jarak kepyar) 1.020 Sumber : Business Week edisi 15 Maret 2006 Ekivalen Energi (kWh per Ha) 33. jagung. Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk menghasilkan biofuel mengingat begitu besarnya sumber daya hayati yang ada baik di darat maupun di perairan. biodiesel.800-26. jambu mete. minyak bakar atau bensin penerbangan.600-4.biofuel – untuk keperluan transportasi (mobil.500 16. Menurut hasil riset Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). pesawat terbang dan kereta api).pada saat kita makan. Indonesia memiliki banyak jenis tanaman yang berpotensi menjadi energi bahan bakar alternatif. Beberapa diantara tumbuhan penghasil energi dengan potensi produksi minyak dalam liter per hektar dan ekivalen energi yang dihasilkan adalah sebagai berikut : Tabel 1. energi dalam makanan akan terbakar.800 Aleurites fordii (biji kemiri) 1. Dari latar belakang itulah kini mulai digali banyak kemungkinan pemanfaatan biomassa sebagai sumber bahan bakar nabati (biofuel).000 Jatropha curcas (jarak pagar) 2. antara lain : Kelapa sawit. truk. Dari bahan bakar nabati dapat dikembangkan biokerosene (minyak tanah).

Tidak mengandung sulfur dan benzene yang mempunyai sifat karsinogen. hingga menjadi sebesar 4. yakni angka yang menunjukan ukuran baik tidaknya kualitas Solar berdasarkan sifaf kecepatan bakar dalm ruang bakar mesin.7 juta kiloliter pada tahun 2025 untuk mengganti 5% konsumsi solar yang membutuhkan . memiliki sifat pelumasan terhadap piston mesin. Dapat dengan mudah dicampur dengan solar biasa dalam berbagai komposisi dan tidak memerlukan modifikasi mesin apapun 6. Semakin tinggi bilangan Cetane. Tanaman jarak pagar juga prospektif sebagai bahan baku biodiesel mengingat tanaman ini dapat tumbuh di lahan kritis dan karakteristik minyaknya yang sesuai untuk biodiesel. Sementara kemampuan produksi biodiesel pada tahun 2006 baru 110 ribu kiloliter per tahun.Biodiesel merupakan bahan bakar dari minyak nabati yang memiliki sifat menyerupai minyak diesel atau solar. Titik kilat (flash point) tinggi. Menambah pelumasan mesin yang lebih baik daripada solar sehingga akan memperpanjang umur pemakaian mesin 5. Angka Cetane tinggi (>50). Bahan bakar ini ramah lingkungan karena menghasilkan emisi gas buang yang jauh lebih baik dibandingkan dengan diesel/solar. biodiesel bisa langsung digunakan 100% sebagai bahan bakar pada mesin diesel tanpa memodifikasi mesin dieselnya atau dalam bentuk campuran dengan solar pada berbagai konsentrasi mulai dari 5%. yakni temperatur terendah yang dapat menyebabkan uap Biodiesel menyala. serta dapat diuraikan secara alami 4. 2. Produsen-produsen lain merencanakan juga akan beroperasi pada 2008 sehingga kapasitas produksi akan mencapai sekitar 400 ribu kiloliter per tahun. kapuk. Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Mengurangi asap hitam dari gas asap buang mesin diesel secara signifikan walaupun penambahan hanya 5% . mengingat produksi CPO Indonesia cukup besar dan meningkat tiap tahunnya. 1. dll. 3. semakin cepat pembakaran semakin baik efisiensi termodinamisnya.10% volume biodiesel kedalam solar biodiesel membutuhkan bahan baku minyak nabati yang dapat dihasilkan dari tanaman yang mengandung asam lemak seperti kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO). dan dapat terurai (biodegradabe) sehingga tidak menghasilkan racun (non toxic). Pada tahun 2007 kemampuan produksi diperkirakan mencapai 200 ribu kiloliter per tahun. sirsak.72 juta kiloliter pada tahun 2010 untuk menggantikan 2% konsumsi solar yang membutuhkan 200 ribu hektar kebun sawit dan 25 unit pengolahan berkapasitas 30 ribu ton per tahun dengan nilai investasi sebesar Rp.12 juta kiloliter per tahun. memiliki cetane number yang lebih tinggi sehingga pembakaran lebih sempurna (clear burning). Keuanggulan biodiesel diantaranya : 1. Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian. Menurut hasil penelitian BBPT. kelapa (Crude Coconut Oil/CCO). yaitu bebas sulfur. Cetak biru (blueprint) Pengelolaan Energi Nasional mentargetkan produksi biodiesel sebesar 0. bilangan asap (smoke number) yang rendah. total kebutuhan biodiesel saat ini mencapai 4. sehingga Biodiesel lebih aman dari bahaya kebakaran pada saat disimpan maupun pada saat didistribusikan dari pada solar. srikaya. Kelapa sawit merupakan salah satu sumber bahan baku minyak nabati yang prospektif dikembangkan sebagai bahan baku biodiesel di Indonesia.32 triliun. jarak pagar (Crude Jatropha Oil/CJO).

nira aren. Bioetanol Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan biokimia dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme.6 6.000 600-700 400 2. singkong/ gaplek. bagas. cantel. nira nipah. Tabel 2 Konversi biomasa menjadi bioethanol Jumlah hasil Biomasa : bioethanol Bioethanol (Liter) Ubi kayu 1. ganyong. sagu. umbi dahlia. terdapat alternatif gasohol yang merupakan campuran antara bensin dan bioetanol. mengurangi impor BBM.5 : 1 Ubi jalar 1.000 150-200 125 8:1 Jagung 1. b. dll.000 500 250 4:1 Sumber data : Balai Besar Teknologi Pati-BPPT.000 250-300 166. garut. Untuk pengganti premium. . meningkatkan kemampuan nasional dalam teknologi pertanian dan industri. sari-buah mete • Bahan berpati : tepung-tepung sorgum biji. digunakan dalam bentuk neat 100% (B100) atau diblending dengan premium (EXX) Gasohol s/d E10 bisa digunakan langsung pada mobil bensin biasa (tanpa mengharuskan mesin dimodifikasi). mengurangi kecenderungan pemanasan global dan pencemaran udara (bahan bakar ramah lingkungan) dan berpotensi mendorong ekspor komoditi baru.34 juta hektar kebun sawit dan 45 unit pengolahan berkapasitas 100 ribu ton per tahun dengan investasi mencapai Rp. 9 triliun. Untuk pengembangan bioetanol diperlukan bahan baku diantaranya : • Nira bergula (sukrosa): nira tebu. Adapun konversi biomasa sebagian tanaman tersebut menjadi bioethanol adalah seperti pada tabel dibawah ini. batang pisang. ubi jalar. jerami. nira sorgum manis. suweg. menguatkan security of supply bahan bakar. meningkatkan kesempatan kerja. nira siwalan. • Bahan berselulosa (lignoselulosa):kayu.1. Adapun manfaat pemakaian gasohol di Indonesia yaitu : memperbesar basis sumber daya bahan bakar cair.5 : 1 Sagu 1. Bioetanol merupakan bahan bakar dari minyak nabati yang memiliki sifat menyerupai minyak premium.2006 Pemanfaatan Bioetanol : • Biomasa (kg) Kandungan gula (Kg) • Sebagai bahan bakar substitusi BBM pada motor berbahan bakar bensin. jagung. berpotensi mengurangi ketimpangan pendapatan antar individu dan antar daerah. nira kelapa.000 120-160 90 12 : 1 Tetes 1.

Penggunaan biodigester dapat membantu pengembangan sistem pertanian dengan mendaur ulang kotoran ternak untuk memproduksi gas bio dan diperoleh hasil samping (by-product) berupa pupuk organik. Selain itu. bersama dengan gas karbon dioksida (CO2) memberikan efek rumah kaca yang menyebabkan terjadinya fenomena pemanasan global. (efek rumah kaca).30%) dan beberapa gas lain dalam jumlah lebih kecil. Gas metan termasuk gas rumah kaca (greenhouse gas). c. Potensi kotoran sapi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan gas bio sebenarnya cukup besar. Serum darah sapi dari tempat-tempat pemotongan hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. banyak hal harus dipertimbangkan antara lain : 1. namun belum banyak dimanfaatkan. dengan pemanfaatan biodigester dapat mengurangi emisi gas metan (CH4) yang dihasilkan pada dekomposisi bahan organik yang diproduksi dari sektor pertanian dan peternakan.Pengujian pada kendaraan roda empat di laboratorium BPPT menunjukkan bahwa tingkat emisi karbon dan hidrokarbon Gasohol E-10 yang merupakan campuran bensin dan etanol 10% lebih rendah dibandingkan dengan premium dan pertamax. Pengurangan gas metan secara lokal ini dapat berperan positif dalam upaya penyelesaian permasalahan global. biomassa sebenarnya relatif melimpah di Indonesia dan masyarakat dapat memanfaatkannya secara langsung. Bahkan selama ini telah menimbulkan masalah pencemaran dan kesehatan lingkungan. misalnya untuk kompor gas atau listrik. selain itu dari limbah jeroan sapi dapat juga dihasilkan aktivator sebagai alternatif sumber dekomposer. Energi gas bio didominasi gas metan (60% . Etanol mengandung 35% oksigen sehingga meningkatkan efisiensi pembakaran. Pengujian karakteristik unjuk kerja yaitu daya dan torsi menunjukkan bahwa etanol 10% identik atau cenderung lebih baik daripada pertamax. Permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan teknologi. . Dalam waktu tertentu gas bio akan terbentuk yang selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber energi. sehingga upaya ini dapat diusulkan sebagai bagian dari program Tantangan ke Depan : Biofuel vs Ketahanan Pangan Untuk pengembangan biofuel. keterbatasan lahan dan keterbatasan pasar atau penggunanya. Pada prinsipnya.70%). Sebagai contoh pupuk organik cair yang diperoleh dari urine mengandung auksin cukup tinggi sehingga baik untuk pupuk sumber zat tumbuh. hanya dengan memasukkan substrat (kotoran ternak) ke dalam digester yang anaerob. Biogas Biogas dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik dengan bantuan bakteri anaerob pada lingkungan tanpa oksigen bebas. Umumnya para peternak membuang kotoran sapi tersebut ke sungai atau langsung menjualnya ke pengepul dengan harga sangat murah. pembuatan gas bio sangat sederhana. Selain itu. Padahal dari kotoran sapi saja dapat diperoleh produkproduk sampingan (by-product) yang cukup banyak. karbondioksida (40% . Dibandingkan dengan minyak bumi dan gas yang ketersediaannya terbatas dan pengelolaannya dikuasai oleh pihak-pihak yang sangat terbatas. karena kotoran sapi tidak dibiarkan terdekomposisi secara terbuka melainkan difermentasi menjadi energi gas bio.

Melalui kerjasama dengan berbagai pihak. tapi belum semua pihak menyadari potensi tersebut. kacang-kacangan. cantel. pupuk maupun obat-obatan. b. Meningkatkan produktivitas lahan melalui program intensifikasi yang meliputi pemilihan bibit. yang harus dilakukan adalah : a. Perlu segera dilakukan diversifikasi untuk menemukan jenis-jenis tumbuhan baru penghasil energi. Oleh karena itu untuk penanaman diusahakan agar jangan sampai menggeser peruntukan tanaman pangan. Fakultas Pertanian. penelitian dan pengembangan yang telah. dan dapat meningkatkan pendapatan petani.belum adanya aturan hukum yang jelas dalam industri ini dan standar penggunaan bahan-bahan untuk biodiesel dan bioetanol menyulitkan masyarakat dan produsen biodiesel dan bioetanol untuk memperoleh pembiayaan dan menjalankan bisnisnya. sehingga tidak ada lagi kekhawatiran akan kekurangan bahan pangan. 2. Sebagai konsekuensi. Terkait dengan isu ketahanan pangan (food security). Meningkatkan produksi melalui ekstensifikasi atau perluasan lahan dengan memanfaatkan lahan-lahan kritis / marjinal. Meskipun tanaman jarak sangat potensial dikembangkan sebagai energi terbarukan dengan harga murah. dapat ditanam di lahan kritis. tanah karst. algae dan masih banyak lagi. widuri. Beberapa tumbuhan yang sedang diteliti dan dikembangkan di Indonesia antara lain : jambu mete. Melalui aktivitas diharapkan produktivitas tanaman meningkat signifikan. c. Perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dibidang pertanian dan perkebunan diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi usaha budi daya ini karena besarnya biaya budidaya dan pengembangan. atau lahan berkemiringan curam. Kurangnya jaringan distribusi dan infrastruktur menyulitkan pemasaran biodiesel dan bioetanol di pasar domestik. Dibutuhkan motor penggerak dan modal yang besar untuk membiayai budi daya bahan baku baik dari segi pengadaan lahan. jagung dan jambu mete. nyamplung. harus segera ditangani untuk membangun rasa saling percaya antara petani jarak dengan pengusaha sebagai pengolah biji jarak. peningkatan kualitas kultur teknis hingga pengelolaan pasca panen. 3. Road Map Penelitian dan Pengembangan Energi di UMY Penelitian dan pengembangan bidang energi di UMY sudah dimulai tahun 2000 di Fakultas Teknik. merupakan tanaman yang cukup tahan kering dan mampu beradaptasi pada lingkungan yang kurang menguntungkan. kerandang. Beberapa tanaman sumber energi. sedang dan akan dilakukan antara lain : . bantaran sungai. misalnya tanaman jarak. misalnya jarak. Adanya hambatan sosial dalam pengembangan beberapa komoditas tanaman sumber energi. sebagian besar biodiesel dan bioetanol yang diproduksi di Indonesia sekarang digunakan untuk pasar ekspor. Berbagai lahan marjinal yang dapat dimanfaatkan antara lain : lahan pantai. bibit. PUSPER (Pusat Studi Pengelolaan Energi Regional). 4.

algae.Pengujian solar cell untuk generator pembangkit listrik Pemurnian etanol Pengujian kualitas Scaling up produksi Produksi dan pengujian mesin pemroses Pengujian bahan baku (kelapa. karakterisasi dan multiplikasi dekomposer dari berbagai sumber Pemanfaatan dekomposer untuk digesti limbah pada proses produksi bioetanol dan pupuk Pemanfaatan limbah - Biodiesel Bio-avtur (bensin penerbangan) Biogas Belum signifikan Kualitas bio-avtur yang dihasilkan Biogas skala rumah tangga Reaktor biogas portable Isolat bakteri dan jamur dekomposer Pupuk organik padat Pupuk organik cair By-product - Identifikasi. sayuran. ubi-ubian yang lain. perkantoran dan perorangan - Pengembangan lanjutan Sertifikasi auditor energi Micro Hydro Power Hydro Power . sisa sayuran dan buahbuahan) untuk produksi .Peta potensi untuk pengembangan energi (termasuk MHPP) : CAREPI Belum signifikan .deter minasi dan scaling up produksi isolat dekomposer Pemanfaatan limbah (tapioka.Bidang Audit energi Penelitian & Pengembangan Audit energi untuk berbagai stakeholders Pelatihan audit energi bagi staf dan mahasiswa Fakultas Teknik Survei potensi dan lokasi untuk MHPP (Micro Hidro Power Plant) Belum signifikan - Hasil (s/d saat ini) Hasil audit energi industri.Belum signifikan Nira Syrup - Sakarifikasi ketela pohon. dll) Pengujian bio-avtur berbasis bio-kerosene dan bioetanol Pengujian limbah lain untuk produksi biogas - Wind energy - Pengembangan windmill di lahan pantai Bugel KP dan pantai Samas Bantul - - Berhasil menghidupkan generator Peralatan rusak karena korosi dan sedimentasi garam Solar energi Bioethanol Belum signifikan .kerandang. air. buahbuahan Fermentasi bahan baku dengan yeast Pengujian bahan baku Pengujian bio-avtur berbasis bio-kerosene Teknologi proses produksi biogas dari berbagai limbah (waste) Pengujian reaktor biogas Isolasi. ubi jalar.Pengembangan stasiun MHPP Pemanfaatan generator berbasis air dan air laut untuk produksi bio-kerosene dan bio-premium Pengujian bahan baku Pengujian pelapis logam anti karat Pengujian generator untuk menaikkan air pengairan .

penelitian dan pengembangan bidang energi di Indonesia masih belum memenuhi kebutuhan untuk pengembangan produksi skala industri.Y. hingga mengembangkan produkproduk samping (by-product) sangat diperlukan. Oleh karena itu. Okinawa.. Astuti. Hal ini dimaksudkan agar kelangsungan produksi dapat terjaga. Abimayu. Pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif. Tiara-Putri dan S. Acuan : Amaru. dll) Hasil (s/d saat ini) Pengembangan lanjutan aktivator dan ZPT Penutup Untuk dapat melakukan diversifikasi energi dalam hal ini pengembangan bahan bakar nabati dibutuhkan beberapa hal : Pertama. Keempat. Teknologi ”digester”gas bio skala rumah tangga. 2005. diperlukan keterlibatan perusahaan-perusahaan besar di bidang pertanian dan perkebunan untuk menjadi pelopor dalam usaha budidaya tanaman penghasil biodiesel dan bioetanol serta menjadi motor untuk menggerakkan perusahaan-perusahaan skala kecil-menengah melalui bantuan dana dan manajemen. Bali Post. keterlibatan peneliti untuk mengembangkan bahan baku. Makalah Seminar Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Zymogenic and Synthetic Soil Crop. T. A. Selain itu juga untuk mengantisipasi keterbatasan dan kontinuitas pasokan bahan baku. mengeksplorasi sumber-sumber bahan baku. Senin. dan insentif bagi produsen dan pengguna biodiesel. terutama karena teknologi pengolahan bahan baku menjadi produk biodiesel dan bioetanol dapat menjamin tertampungnya produk hasil panen dari petani. Media Indonesia. Isolasi dan Karakterisasi Mikrobia Pendegradasi dari Kotoran Gajah sebagai Sumber Inokulum untuk Pengolahan Sampah. Fakultas Pertanian. P. diperlukan keterlibatan pengusaha dan pihak swasta dalam menerapkan dan mengembangkan industri pengolahan biodiesel dan bioetanol pada skala pabrik.Bidang Penelitian & Pengembangan untuk produksi bahan pangan (Nata de Cassava. University of The Ryukyus. 02 Juni 2003. Nata de Pina. jaminan pasokan bahan baku dan distribusi produk biodiesel. Fakultas Pertanian UMY (tidak dipublikasikan) . I. Kedua. Sampah organik. Universitas`Padjadjaran.. Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penerapan Teknologi XVII. D. pemerintah perlu mengeluarkan standar mutu penggunaan bahan-bahan untuk biodiesel dan bioetanol. Hal ini dimaksudkan agar pemanfaatan sumberdaya tidak sia-sia dan agar lebih tepat sasaran. Kamelia. 1992. 2003. Yunita-Sari. Dahuri. M. Aktivitas Proses Dekomposisi Berbagai Bahan Organik Dengan Aktivator Alami dan Buatan.E. kotoran kerbau sumber energi alternatif. 2002. Higa. 2004. 10 Juli 2005. Bandung. Yogyakarta. D.M.. Ketiga. selai. Khoiriyah. mengembangkan teknologi produksi. Japan. 133p Nike-Triwahyuningsih. 2006a. Kh. sirup. dan I. Arsana.

p. 2005. Erika. dan SS.) Setiawan. Tasikmalaya. D.H. D.N. Seminar Nasional Penerapan Teknologi Pertanian Organik... A. Wididana. Skripsi Fakultas Pertanian UMY. Fakultas Pertanian UMY (tidak dipublikasikan. Dewi.I. Pertanian Akrab Lingkungan Kyunsei dengan Teknologi EM4. G. dan Wibisono. Nike-Triwahyuningsih. Supriyadi. 2006b.Nike-Triwahyuningsih.1-16 . Kajian Pengaruh Macam Aktivator Alami dan Buatan Terhadap Kualitas dan Kecepatan Pengomposan Limbah Padat Kelapa Sawit. Pengomposan Bahan Organik Jerami Padi dengan Isolat Jamur dari Kotoran Gajah . 1996. Nurhasyahna.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful