PENGERTIAN

Kompos (menurut Wikipedia Indonesia) berarti hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik. Pengomposan (menurut Wikipedia Indonesia) berarti proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi

Pengertian Bokashi
Bokashi adalah Bahan Organik Kaya akan Sumber Hayati. Bokashi merupakan hasil fermentasi bahan organik dari limbah pertanian (pupuk kandang, jerami, sampah, sekam serbuk gergaji, rumput dll.) dengan menggunakan EM-4. EM-4 (Efektif Microorganisme-4) merupakan bakteri pengurai dari bahan organik yang digunakan untuk proses pembuatan bokashi, yang dapat menjaga kesuburan tanah sehingga berpeluang untuk meningkatkan produksi dan menjaga kestabilan produksi. Bokashi selain dapat digunakan sebagai pupuk tanaman juga dapat digunakan sebagai pakan ternak. Pupuk Bokashi merupakan salah satu pupuk organik yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan penggunaan pupuk bokashi diharapkan dapat membantu menyuburkan tanaman, mengembalikan unsur hara dalam tanah, sehingga kesuburan tanah tetap tejaga dan ramah lingkungan. Pembuatan bokashi sangat perlu untuk diterapkan, karena merupakan teknologi baru yang tepat guna, dengan biaya murah serta mudah dilaksanakan dengan memanfaatkan limbah ternak dan limbah pertanian yang ada.

Masalah dalam Sektor Pertanian
Petani seringkali dihadapi oleh masalah tingkat penurunan kesuburan tanah secara berangsur-angsur yang dirasakan saat menjelang datangnya panen. Hal ini nampak dengan penurunan hasil panen tanaman pangan dari tahun ke tahun dan musim ke musim. Kondisi seperti itu memang wajar terjadi karena pemeliharaan kualitas tanah yang tidak terjaga dengan baik khususnya dalam pemeliharaan tanah. Salah satu faktor penyebabnya adalah pemakaian pupuk kimia yang berlebih sehingga mencemari tanah, terjadinya erosi tanah akibatnya lapisan humus tercuci, dan terjadi perubahan struktur kemunduran tanah secara bertahap. Pupuk organik yang di dalamnya terdapat bahan organik berpengaruh terhadap pasokan unsur hara tanah disamping juga menjaga sifat fisik, biologi dan kimia tanah. Peranan pupuk organik yang didalamnya terdapat bahan-bahan organik terhadap sifat fisik tanah meliputi struktur, konsistensi, porositas, daya mengikat air, dan menjaga ketahanan tanah terhadap erosi. Pupuk organik dengan bahan organik merupakan salah satu pembentuk agregat tanah yang mempunyai peran sebagai bahan perekat antar partikel tanah. Komponen asam humat dan asam fulvat sebagai sementasi partikel tanah membentuk logam-humus. Pada tanah pasir pupuk organik mampu berperan sebagai pembentuk struktur tanah dari bentuk tunggal ke gumpal yang bermanfaat untuk mencegah porositas tinggi.

Macam-Macam Bokashi
Bokashi terdiri dari beberapa macam yaitu : Bokashi sebagai pupuk tanaman  Bokashi pupuk kandang  Bokashi pupuk kandang arang  Bokashi pupuk kandang tanah  Bokashi jerami  Bokashi cair  Bokashi eksores 24 jam  Bokashi Bokashi sebagai pakan ternak

Manfaat
Manfaat Bokashi :  Untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanam.  Kandungan hara dalam pupuk bokashi lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk kompos.  Periode tumbuh pada tanaman lebih cepat.  Peningkatan aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan seperti mycorhiza, rhizobium, bakteria pelarut fosfat dll.  Menghambat pertumbuhan hama dan penyakit yang merugikan tanaman.  Bila bokashi dimasukan ke dalam tanah, bahan organiknya dapat digunakan sebagai substrat oleh mikroorganisme, efektif untuk berkembang biak dalam tanah, sekaligus sebagai tambahan persediaan unsur hara bagi tanaman. Manfaat EM-4 :  Memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah.  Meningkatkan ketersediaan unsur hara, serta menekan aktivitas hama dan mikroorganisme pathogen.  Meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi tanaman.  Mempercepat proses fermentasi pada pembuatan bokashi.

Cara Membuat Bokashi
1. Bokashi sebagai pupuk tanaman :  Bokashi pupuk kandang (untuk 1 ton) Bahan :  Pupuk kandang (kotoran hewan ternak: sapi, kambing, kerbau dll)  Sekam/katul (dedak padi kasar) 50 kg  EM-4 1 liter  Kapur pertanian 1 sak/50 kg  Tetes tebu atau larutan gula merah (gula jawa), 1 kg/1 liter air  Pasir kayu (gerajen) secukupnya  Dolomit  Jika ditambahkan Mol 0,5 liter akan lebih bagus

bila campuran dikepal. Struktur tanah nya seperti jeli. Tandanya. campurkan dan aduk hingga rata. Setelah proses pencampuran. pengahancuran bokashi dapat dilakukan dengan mesin penghancur (Crusher). 3) Siapkan bak besar untuk mencampur 1 botol EM-4 dan tetes tebu dan ditambah air secukupnya. Dapat pula ditanbahkan Febrio Powder 1 kg untuk menambah kualitas  Air secukupnya. cangkul hingga merata. Agar suhu adonan tidak terlalu panas akibat fermantasi yang terjadi adonan dibuka dan diaduk 5 jam sekali setiap hari untuk mengetahui suhunya. Proses penutupan bisa dilakukan dengan terpal atau lainnya. jika terjadi pembusukan pada pupuk maka pembuatan berarti gagal. udara dan panas.        Alat-alat : Bak besar/ember Cangkul Sekop Gayung Terpal atau karung goni Gembor sebagai alat untuk penyiraman Ayak besar atau mesin penghancur (crusher) Sebelum proses pembuatan. 5) Siramkan larutan dari campuran EM-4 dll tadi. air tidak keluar dan bila kepalan dibuka. bokashi diayak atau diselep (dihancurkan) dengan keadaan harus kering. dan jika embunnya tidak bisa hilang maka pupuk tersebut akan berair dan menjadi busuk. 2) Pasir kayu (gerajen). lakukan hingga kandungan air di adonan mencapai 30 . dan jika plastik tersebut panas dikarenakan terjadinya proses fermentasi. Setelah semuanya selesai tutup dengan terpal atau lainnya. Setelah jadi. Agar lebih cepat. Begitu pula seterusnya. sehingga suhu dapat dipertahankan pada kisaran 45-50oC. Proses fermentasi ini normal terjadi dalam jangka waktu 14-21 hari. Apabila kurang panas disemprot dengan air yang dicampur tetes gula dan EM-4. kapur dan sekam ditaburkan di atas tumpukan tanah (pupuk) tadi sedikit demi sedikit hingga merata. pada pupuk tersebut akan terjadi pengembunan. menjadi bau lalu panas. bahan baku yang berupa pupuk kandang perlu dikeringanginkan terlebih dahulu. adonan tidak buyar. diratakan ditanah kira-kira setinggi 30cm. .40%. 6) Pinggirkan sedikit yang sudah jadi. Tahapan pembuatan : 1) Pupuk kandang (yang telah dikering-anginkan) dicangkul. 4) Larutan dari pencampuran EM-4 dll tadi diletakan ke dalam gembor. lalu buat lagi menurut kebutuhan. Proses fermentasi membutuhkan air. dikarekan adanya campuran gerajen dan sekam. agar proses penyiraman lebih merata. Ciri-ciri apabila sudah menjadi pupuk adalah hangat dan hitam. asalkan jangan dengan plastik karena dapat mengakibatkan air tidak bisa menguap. sehingga bahan bokashi tidak berbau kotoran dan jika dipegang tidak panas lagi.

 Bokashi pupuk kandang arang Bahan :  Pupuk kandang : 300 kg  Dedak/katul : 10 kg  Sekam/serbuk gergajian (arang) : 200 kg  Gula pasir : 10 sendok makan  EM-4 : 200 ml/20 sendok makan  Air : 20 ltr Alat-alat :  Alat-alat pembuatan sama dengan yang di atas Tahapan pembuatan :  Cara pembuatan sama dengan yang di atas  Bokashi pupuk kandang tanah Bahan :  Pupuk kandang  Tanah  Dedak/katul  Sekam/serbuk gergajian (arang)  Gula pasir  EM-4  Air : 10 kg : 20 kg : 10 kg : 10 kg : 10 sendok makan : 100 ml/10 sendok makan : secukupnya Alat-alat :  Alat-alat pembuatan sama dengan yang di atas Tahapan pembuatan :  Cara pembuatan sama dengan yang di atas  Bokashi jerami Bahan :  Jerami/rumput : 200 kg (dipotong-potong + 10 cm)  Dedak/katul : 10 kg  Sekam padi : 100 kg  Gula pasir : 10 sendok makan  EM-4 : 200 ml  Air : 20 ltr Alat-alat :  Alat-alat pembuatan sama dengan yang di atas Tahapan pembuatan :  Cara pembuatan sama dengan yang di atas  Bokashi cair (untuk 200 liter) Bahan : .

serbuk gergajian dan bahan lainnya sebanyak 10 kg  Pupuk kandang sebanyak 5 kg (sudah jadi)  Dedak 1 kg C  Airan EM-4 dan gula Alat-alat :  Alat-alat pembuatan sama dengan yang di atas Tahapan pembuatan : Cara pembuatan bokashi ekspres sama dengan cara pembuatan bokashi cair. kanbing.  Bokashi ekspres 24 jam Bahan :  Jerami kering. tersi.  Bokashi (untuk 1 kw) Bahan :  Pupuk kandang  Katul  Sekam  Jerami/serbuk gergajian  Super Degra  Air Alat-alat : : 50 kg : 10 kg : 15 kg : 25 kg : 100 cc/ 5 tutup : secukupnya . hanya bahanbahan yang akan difermentasikan dicampur dengan bokashi yang sudah jadi dan dedak secara merata. EM-4 dan NPK kedalam air Campuran pupuk kandang dan larutan gula dimasukan ke dalam drum kemudian ditambahkan air hingga volumenya mencapai 200 liter Drum ditutup rapat. setiap hari dibuka dan diaduk selama 15 menit Bokashi cair akan siap digunakan setelah 5-7 hari. Proses fermentasi hanya berlangsung selama 24 jam dan sesudahnya bahan dapat diaplikasikan sebagai pupuk organik. daun kering. kerbau.           1) 2) 3) 4) 5) Pupuk kandang (kotoran sapi. kelinci dll) 30 kg Hijauan daun secukupnya EM-4 1 liter Gula pasir 1 kg Terasi 1 kg Air bersih 200 liter Dapat pula ditambah 2 kg pupuk NPK untuk memper kaya nutrisi Alat-alat : Bak besar/ember Drum plastik Pengaduk Penutup drum Tahapan pembuatan : Pupuk kandang dihaluskan Larutkan gula pasir.

Dapat menekan biaya pakan sampai 30%. Ember/bak : 2 buah  Pengaduk  Penutup/karung goni Tahapan pembuatan : 1) Super Degra dilarutkan dalam air 2) Semua bahan dicampur sampai rata 3) Larutan Super Degra disiramkan pada campuran bahan sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk sampai rata 4) Adonan ditutup dengan karung goni/dedaunan 5) Setelah 2 hari dikontrol suhunya.  Formula B Bahan :  Formula A : 10 kg  Dedak :5 kg  Konsentrat : 2 kg  Jagung : 2 kg Alat-alat :  Ember/bak  Pengaduk Tahapan pembuatan : Semua bahan dicampur jadi satu dan langsung dapat digunakan sebagai pakan ternak. kambing dan sapi dalam keadaan kering. Syarat : kotoran ayam. Cara penggunaan : Untuk ayam petelur dapat diberikan setelah ayam berumur 3 bulan. Bokashi sebagai pakan ternak : Manfaat : untuk pakan ternak ayam. itik dan babi. bila terlalu panas tutup bisa dikurangi. 2.  Formula A Bahan :  Kotoran ayam : 2 kg  Kotoran kambing : 1 kg  EM-4 :10 ml  Gula pasir/tetes tebu : 2 sendok makan  Tanah bubur/halus yang bersih : 1 genggam  Air : secukupnya/30% Alat-alat :  Ember/bak  Pengaduk  Penutup Tahapan pembuatan : Semua bahan dicampur jadi satu dalam ember. difermentasikan selama 2-4 hari dalam keadaan tertutup rapat tanpa oksigen. dan hanya diberikan sebagai pakan tambahan. .

Untuk mengetahuinya. wah sering merepotkan ya. 07 Mei 2007 Membuat kompos. Lantas. seperti apakah proses pembuatan bokashi dan apa saja manfaat masing-masing bahan pencampurnya. Menakar Efektifitas Kompos dan Bokashi Written by Eti Wahyuni . MedanBisnis “mendatangi” dua NGO penggiat pertanian organik yaitu Sintesa dan Yayasan . PPengaruh pada tanah antara lain :  Memperbaiki struktur dan tekstur tanah  Meningkatkan KTK (Kapasitas Tukar Kation)  Sebagai sumber unsur hara N.Medan Bisnis Monday. Padahal yang namanya kompos (baca pupuk organik) bisa dikatakan satu nyawa dengan pertanian organik. Catatan : setiap bagian berdasarkan volume (ember/kaleng). Tapi tidak perlu khawatir atau menunda rencana untuk melakukan budidaya organik karena ada bokashi yang memiliki kelebihan yang sekaligus bisa menuntaskan masalah-masalah tersebut. Meskipun sama-sama organik namun ada perbedaan yang cukup mendasar antara kompos dengan bokashi. 07 May 2007 Senin. P dan S yang berguna untuk pertumbuhan tanaman  Meningkatkan aktifitas mikroba PPengaruh pada tanaman : Untuk meningkatkan jumlah klorofil yang berguna membantu proses fotosintesis yang berpengaruh terhadap produksi. Proses pembuatan dan efek ke tanaman sering membutuhkan waktu yang lama. Dosis Pemakaian Bokashi  Pupuk bokashi yang sudah jadi dapat digunakan secara langsung pada tanaman sebanyak 3-4 genggam per m  Untuk tanah yang kering/kurang subur dapat digunakan lebih banyak  Untuk tanaman padi dapat digunakan 1-2 ton per ha  Untuk tanaman jagung dapat digunakan sebagai penutup lubang setelah tanam biji Pengaruh Pemberian Bokashi pada Tanah Bokashi berasal dari proses penguraian bahan-bahan organik yang bermanfaat untuk menyuburkan dan menyediakan unsur hara yang berguna bagi kelangsungan hidup tanaman. Bokashi merupakan teknologi untuk menghasilkan pupuk kompos yang lebih efektif melalui formulasi bahan-bahan pembuat.

maka kompos dan bokashi harus memprosesnya terlebih dahulu. membuat tanah menjadi keras. kompos dan bokashi. Nurliana mengatakan. Padahal penggunaan pupuk kimia ini juga berdampak buruk terhadap tanah yang menjadi sumber produksi bagi petani. Selain itu. Apalagi penggunaan bokashi juga ternyata efektif untuk mencegan hama dan menyuburkan tanah sehingga penggunaan pupuk alami ini semakin digiatkan. sebuah NGO yang consern di bidang pertanian juga melakukan hal yang sama di sejumlah desa di Kabupaten Asahan. bedanya kalau bokashi sama artinya dengan peragian dengan .Bitra Indonesia. Misalnya saja. Ternyata Sintesa. bokashi ini memiliki kelebihan yang terkandung di dalam pupuk kimia sekaligus juga bisa menutupikekurangan yang ada pada kompos. staf Pertanian Yayasan Bitra Indonesia sedang melakukan pendampingan kepada kelompok tani di Desa Pulau Gambar. Fenomena ini merupakan dampak lain dari tuntutan pasar terhadap produk yang sehat (bebas residu kimia). Penggunaan bokashi ini menjadi tren petani Jepang sejak 10 tahun lalu. Hama Penyakit Berbahaya Kelebihan lain dari bokashi ini. bokashi dan kompos sangat baik untuk menyuburkan tanah sedangkan pupuk kimia justru berdampak negatif. “Dengan konsentratnya yang tinggi. Selanjutnya dilakukan upaya untuk menciptakan kemandirian petani. maka bokashi cukup 10-14 hari saja. unsur yang terkandung pada pupuk bokashi sama dengan kompos. perbedaan lain untuk ketiga jenis pupuk ini adalah lama pembuatannya. Jika pupuk kimia bisa langsung didapat dengan membeli di toko. Bokashi berasal dari bahasa Jepang yang artinya adalah perubahan secara bertahap. Berikut adalah perbedaan antara pupuk kimia. Sekretaris Pelaksana Sintesa. Sedangkan kompos efeknya relatif lama. Dari sini pula akhirnya diketahui ada perbedaan yang cukup mendasar antara kompos dengan bokashi. Jika proses pembuatan kompos membutuhkan waktu antara 6-1 tahun. Serdang Bedagai. Sementara Damiri menjelaskan. Bokashi juga mengandung pengertian melalui bahan ini tanah yang telah tandus dan miskin unsur hara bisa pulih secara bertahap. Istilah bokashi pertama kali penulis dengar ketika Jumarni. Di lain pihak. Baik Sintesa maupun Bitra Indonesia melalui program pengembangan penggunaan pupuk bokashi ini dilatari pada kondisi petani yang masih memiliki ketergantungan sangat tinggi terhadap produk-produk kimia. Akhmad Sofyan yang didampingi stafnya. kandungan gizi dan vitamin pada pupuk kimia dan bokashi sama-sama konsentratnya tinggi sedangkan pada kompos rendah. dengan formulasi bahan-bahan maka sangat mudah untuk mengontrol jumlah vitamin. bokashi memiliki efek yang cepat terhadap tanaman sama seperti pupuk kimia. Istilah ini untuk menjelaskan proses pembuatan bokashi melalui peragian dan penguraian atau pembusukan.” jelas Ana. pertanian konvensional telah menyebabkan petani sangat tergantung dengan produk-produk kimia sehingga biaya operasionalnya menjadi mahal. Karena.

Agar penggunaan bokashi ini efektif sebagai pupuk dasar. fermentasi singkong menjadi tape. apabila lahan tersebut tandus maka bokasi yang di gunakan untuk lahan 1 rante (400 m2) sebanyak 100 kg. penelitian dan penerapan proses fermentasi masih terbatas pada proses fermentasi untuk pembuatan bahan makanan. Teruo Higa pada tahun 1980. tauco. apakah tanah tersebut tandus atau sebaliknya. Sementara kompos secara keseluruhan unsur yang dikandung untuk mensuplai tanah agar unsur hara yang di kandung lebih meningkat dan lebih baik walaupun pada akhirnya unsur yang terkandung juga untuk menyuplai tanaman juga. Berkaitan dengan proses pemakaian ke lahan. dan belum banyak dilakukan untuk pengolahan limbah organik serta penyuburan tanah. fermentasi . PENDAHULUAN Teknologi pengolahan bahan organik dengan cara fermentasi (peragian) pertama kali dikembangkan di Okinawa Jepang oleh Profesor Dr.sistem cepat dengan jangka waktu 3 minggu. Teknologi ini dikenal dengan teknologi EM (Effective Microorganisms). bokasi sudah dapat digunakan sedangkan kalau pembuatan kompos prosesnya pembusukan dengan jangka waktu yang lebih lama mencapai waktu 2 bulan. Perbedaan lainnya. Sebelum tahun 1980. menurut Damiri. tetapi lebih besar mensuplai mkanan tanaman. bokashi langsung untuk mensuplai makanan tanaman dan unsur hara tanah. Untuk kapasitas pemakaian pupuk bokasi atau kompos ke lahan harus melihat kondisi tanah. Sedangkan untuk media pembibitan dapat dicampurkan tana1h humus. PEMBUATAN KOMPOS DG TEKNOLOGI FERMENTASI I. termasuk pakan ternak. Di Indonesia kita sudah mengenal proses fermentasi ini melalui proses peragian kedelai dalam pembuatan tempe. kalau pupuk kompos dengan cara ditabur ke lahan langsung. Untuk penggunaan ke lahan. sedangkan kalau tanah tersebut tidak begitu tandus maka penggunaannya cukup 50 kg. sedangkan bokasi bisa dilakukan dengan cara menabur ke lahan atau dapat juga dicampur dengan air dan disiramkan ke tanaman. kecap. dengan ratio tanah humus dan bokashi 1:3. bokashi ditabur di atas bedengan kemudian ditutupi sedikit supaya tidak terbawa arus hujan. Pupuk ini juga baik untuk pupuk susulan.

melainkan campuran berbagai spesies mikroba yang terdapat dalam lingkungan alami. TEKNOLOGI EFFECTIVE MICROORGANISME Teknologi effective microorganisme bermanfaat adalah bagi suatu kultur campuran tanaman. Kultur effective microorganisme tidak mengandung mikroorganisme yang secara genetis telah dimodifikasi. yogurt. Effective microorganisme bertindak sebagai agen pengendali secara biologis dengan cara menghambat efek fitopatogenik mikroorganisme tanah dan memfasilitasi dekomposisi senyawa beracun dalam tanah.susu menjadi keju. Kondisi lingkungan yang mendukung proses fermentasi antara lain adalah (1) derajat keasaman atau pH rendah. berbagai Effective mikroorganisme yang pertumbuhan microorganisme diaplikasikan sebagai inokulan untuk meningkatkan keragaman dan populasi mikroorganisme dalam tanah. (2) kadar garam dan kandungan gula yang tinggi. Fermentasi merupakan proses penguraian atau perombakan bahan organik yang dilakukan dalam kondisi tertentu oleh mikroorganisme fermentatif. Effective microorganisme yang diaplikasikan dengan sampah organik kota dapat dikembalikan ke tanah dalam bentuk pupuk organik untuk meningkatkan kualitas tanah. II. meningkatkan kualitas air. mengurangi kontaminasi tanah dan merangsang penyehatan dan pertumbuhan tanaman yang semua itu berarti meningkatkan hasil. Beberapa keuntungan aplikasi effective microorganisme adalah bahwa EM dapat: . (4) kandungan antioksidan dari tanaman rempah dan obat. serta masih banyak lagi produk fermentasi hasil kerja mikroorganisme fermentasi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. (3) kadar air sedang antara 30-50%. Teknologi fermentasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan keanekaragaman biologi tanah. antara 3-4. serta (5) adanya mikroorganisme fermentasi.

A. sehingga dapat menurunkan populasi cacing parasit tanaman di dalam tanah. dll. Hasil fermentasi bahan organik tanah dapat menciptakan kondisi yang baik bagi pertumbuhan jamur pemangsa nematoda (cacing) parasit. Rhizobium. E. misalnya Mycorrhiza. bakteri pelarut fosfat. tetapi lebih merupakan pengendali biologis dalam menekan/mengendalikan hama/penyakit tanaman melalui proses alami dengan meningkatkan aktivitas komposisi antagonistik pada mikroorganisme dalam inokulan EM. Mengurangi kebutuhan pupuk dan pestisida kimia. Menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen yang selalu merupakan masalah pada budidaya monokultur dan budidaya tanaman senjenis secara terus-menerus (continous cropping). . Mengikat nitrogen. H. Mempercepat penguraian limbah atau sampah organik baik padat maupun cair dan sekaligus menghilangkan bau yang ditimbulkan dari proses penguraian bahan organik. G. D. Meningkatkan ketersediaan nutrisi dan senyawa organik pada tanaman. B. C. F. Menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen atau yang merugikan tanah dan tanaman. Meningkatkan aktivitas mikroorganisme indigenus yang menguntungkan. Menghilangkan panas pada tanah dasar tambak dan gas-gas beracun yang timbul akibat akumulasi sisa-sisa pakan dan udang/ikan yang telah mati melalui fermentasi. EM bukanlah merupakan pestisida.

dengan dibantu sinar matahari dan panas sebagai sumber energi. yaitu: A. tetapi dapat pula diakronimkan sebagai Bahan Organik Kaya Akan Sumber Kehidupan. zat-zat bioaktif. Hasil-hasil metabolisme yang dihasilkan oleh bakteri ini dapat diserap langsung oleh tanaman dan juga berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganisme lain sehingga jumlahnya terus dapat bertambah. Bakteri Fotosintetik Bakteri fotosintetik adalah mikroorganisme yang mandiri. Bakteri ini membentuk senyawa-senyawa yang bermanfaat dari sekresi akar tumbuh-tumbuhan. apabila muncul bau busuk menandakan bahwa mikroorganisme yang terkandung di dalamnya telah rusak atau mati. Zat-zat bermanfaat tersebut meliputi asam amino. bahan organik dan/atau gas-gas berbahaya seperti hidrogen sulfida. B.III KANDUNGAN MIKROORGANISME Kandungan mikroba dalam effective microoganisme terdiri dari mikroorganisme aerob dan anaerob yang bekerjasama menguraikan bahan organik secara terus menerus. dan gula. Bakteri asam laktat dapat menghancurkan . Bakteri Asam Laktat Bakteri asam laktat menghasilkan asam laktat dari gula. Hasil fermentasi bahan organik dengan inokulasi EM dikenal dengan istilah bokashi. yang semuanya dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Effective microorganisme mengandung beberapa jenis mikroorganisme. asam nukleat. Effective microorganisme merupakan cairan berwarna coklat dan berbau khas. Istilah bokashi sendiri berasal dari bahasa Jepang yang artinya bahan organik terfermentasi dengan EM. dan karbohidrat lain yang dihasilkan oleh bakteri fotosintetik dan ragi.

tetapi dapat hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik. Jamur Fermentasi Jamur fermentasi seperti Aspergillus dan Penicillium menguraikan bahan organik secara cepat untuk menghasilkan alkohol. Ragi Ragi dapat menghasilkan senyawa-senyawa yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dari asam amino dan gula di dalam tanah yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik atau bahan organik melalui proses fermentasi. C. dan zat-zat anti mikroba. D. Zat-zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme ini dapat menekan pertumbuhan jamur dan bakteri yang merugikan tanaman. Pertumbuhan jamur ini berfungsi dalam menghilangkan bau dan mencegah serbuan serangga serta ulat-ulat yang merugikan dengan cara menghilangkan penyediaan makanannya. ester. Dengan demikian kedua spesies ini samasama dapat meningkatkan kualitas lingkungan tanah dengan meningkatkan aktivitas anti mikroba tanah. Actinomycetes Actinomycetes merupakan suatu kelompok mikroorganisme yang strukturnya merupakan bentuk antara dari bakteri dan jamur. Kelompok ini menghasilkan zat-zat anti mikroba dari asam amino yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik dan bahan organik. Ragi juga menghasilkan senyawa bioaktif seperti hormon dan enzim. serta memfermentasikannya tanpa menimbulkan senyawa-senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan organik.bahan-bahan organik seperti lignin dan selulosa. . E.

IV. dan diamkan selama 1 minggu. BOKASHI SAMPAH KOTA Bokashi sampah kota merupakan hasil fermentasi sampah organik kota dengan menggunakan EM. Setelah 1 minggu kita mendapatkan 20 liter FM. E. Siapkan 20 liter air dalam galon/tangki. 1 lt EM + 1 lt. B. yang dapat dilakukan dengan mesin penyemprot atau sprayer. di lain pihak bakteri ini memanfaatkan zat-zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme lain.1 – 1% ke dalam tumpukan sampah sekali dalam seminggu. Molas . larutan molas difermentasikan terlebih dahulu dalam tangki fermentasi selama satu minggu. Tutup tangki/galon tersebut. namun bakteri fotosintetik adalah pelaksana kegiatan EM yang terpenting. C. Bakteri ini mendukung kegiatan mikroorganisme lain. Fermentasi bahan organik terjadi bila kita menginokulasikan EM dalam larutan gula dengan dosis 0. Untuk mendapatkan larutan 0. 10 liter FM harus dilarutkan ke dalam 1. Gambar berikut ini adalah skema pembuatan cairan FM (Fermentasi Molas).000 liter air.1% FM. D. Berdasarkan pengalaman. dibutuhkan 1 liter EM dan 1 liter gula atau molas untuk memfermentasikan 1 ton sampah organik. Larutan ini dikenal sebagai FM atau Fermentasi Molas. Cara menyiapkan Fermentasi Molas (FM) adalah sebagai berikut: A. Campurkan 1 liter EM dan 1 liter molas dengan 20 liter air.Setiap jenis effective microorganisme mempunyai fungsi masing-masing dalam proses fermentasi bahan organik. Untuk dapat menekan biaya.

Semprotkan ke dalam tumpukan sampah organik Disimpan 1 minggu di dalam tangki Fermentasi Molas 20 liter Fermentasi Molas Air 1000 liter Air 20 liter EM .

Gambar 4. sampah yang akan diolah menjadi kompos harus sampah segar dan pemilahan harus segera dilakukan. Pemotongan sampah dapat menggunakan alat pemotong/pencacah (shredder). Skema Pembuatan dan Penerapan Fermentasi Molas (FM) Cara pembuatan bokashi sampah kota adalah sebagai berikut: 1. Langkah 3 : Penumpukan Sampah Organik Pilihan Proses pengomposan dapat berjalan dengan cepat dan baik bila perbandingan antara kandungan karbon dan nitrogen dalam sampah atau rasio C/N adalah 30 : . akan lebih baik lagi bila sampah yang masuk sudah dalam keadaan terpilah (pemilahan di sumber sampah). Langkah 2 : Pemotongan Sampah Organik Pilihan Untuk mempercepat proses pengomposan. Untuk mempermudah pekerjaan. Satu hal yang harus diperhatikan adalah. Bila hal ini tidak dilaksanakan dengan baik. 3.1. maka pembusukan liar akan terjadi dan akan timbul bau yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. sebaiknya ukuran sampah diperkecil terlebih dahulu. 2. Langkah 1 : Pemilahan Sampah Sampah yang masuk ke lokasi pengomposan dipilah terlebih dahulu untuk mendapatkan bahan organik pilihan sebagai bahan baku kompos. dan dapat pula dicacah secara manual.

C/N serbuk gergaji = 500 : 1 X = bagian sisa makanan Y = bagian serbuk gergaji (X . 500)/ X + Y = 30 X = 1 (1 . misalnya karena bahan/sampah tidak mencukupi. berat sampah basah  1 ton. 15) + (Y .03 bagian serbuk gergaji untuk mencapai rasio C/N ideal 30 : 1. seperti serbuk gergaji.15 470 Y = 15 Y = 15 : 470 Y = 0.1 meter. Secara teoritis rasio C/N sampah rumah tangga adalah 15 : 1.03 Ini berarti dibutuhkan 1 bagian sisa makanan dan 0.C/N sisa makanan = 15 : 1 . maka untuk mendapatkan rasio C/N ideal sampah tersebut harus dicampur dengan material yang memiliki rasio C/N lebih tinggi. panjang tumpukan  0. . 15) + (Y . Langkah ini dapat berlangsung selama dua hari.1.75 . Perhitungannya adalah sebagai berikut: . 500)/ 1 + Y = 30 15 + 500Y = 30 + 30Y 500Y .30 Y = 30 . Kemudian campuran sampah tersebut ditumpuk dengan ketinggian 30 – 50 cm.

Tahap pematangan memerlukan waktu 5 – 7 hari dan suhu tumpukan tetap diukur. . bahan telah lapuk dan menyerupai tanah dengan warna coklat kehitaman.1% FM yang telah disiapkan disiramkan secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air mencapai  30%. Perlakuan ini berlangsung selama  2 minggu. 6. Penyemprotan dengan larutan FM dilakukan setiap seminggu sekali. Langkah 5 : Pemantauan Suhu Pada tahap ini suhu tumpukan perlahan-lahan akan meningkat mencapai 650C. Langkah 6 : Pematangan Kompos Untuk meyakinkan bahwa kompos telah matang dan dapat menjamin bahwa kompos benar-benar aman ketika dipakai oleh pengguna kompos. karena akan mematikan jasad renik yang diperlukan untuk proses pengomposan. Pemantauan suhu dilakukan setiap hari. 5. Pematangan ini ditandai dengan suhu rata-rata tumpukan semakin menurun dan stabil mendekati suhu kamar ( 27 – 300C). maka perlu dilakukan langkah pematangan kompos. Langkah 4 : Inokulasi EM Melalui Penyiraman Larutan Fermentasi Molas (FM) Larutan 0. Suhu setinggi ini selama 1-2 hari diperlukan untuk mematikan gulma dan mikroba patogen. Bila suhu mencapai lebih dari 500C. dan dipertahankan antara 40 – 500C. maka karung penutup harus dibuka dan gundukan adonan dibolak balik. Suhu tinggi ini tidak boleh dipertahankan lama (lebih dari 2 hari). Kemudian tumpukan tersebut ditutup dengan karung goni. serta membantu memperlunak bahan yang dikomposkan.4. kemudian ditutup kembali dengan karung goni. sampai suhu mendekati suhu kamar dan stabil.

2.id Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis bahan organik asal tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi hara . Karung plastik kedap air. 3. Plastik kedap air. maupun sedang seberat  40 kg. ukuran 90 cm x 60 cm untuk kompos halus. 2010 — syariffauzi Pagi hari jam 10.30 lagi asik-asik menulis proposal buat persiapan usaha yang kami jalankan terusik dengan keributan dari sahabatku yang juga asik browsing internet dengan laptopnya. Untuk mendapatkan ukuran butiran kompos yang diinginkan. ukuran 30 cm x 25 cm untuk kompos halus seberat  3 kg. adalah: 1.Kompos halus .go. PUPUK ORGANIK March 2. kasar.deptan. maka kompos tersebut harus disaring/diayak memakai saringan kawat dengan ukurang lubang saringan bervariasi. Ternyata pas ku selidiki dia lagi nyari bahan tentang pupuk organik. Plastik kedap air. ukuran 35 cm x 29 cm untuk kompos halus seberat  5 kg. Wah kayaknya asyik nih menjadi bahan penulisan di blog ku.litbang. Untuk itu kompos perlu dikemas dalam ukuran yang sesuai dengan kehendak pembeli.Kompos ukuran sedang . Langkah 7 : Pemanenan dan Pengemasan Setelah seluruh tahapan proses dilalui dan sampah sudah menjadi kompos matang. maka kompos sudah bisa dipasarkan. Kemasan yang biasa digunakan saat ini.7.Kompos kasar : lubang saringan = 1 cm x 1 cm : lubang saringan = 2 cm x 2 cm : lubang saringan = 4 cm x 4 cm Kompos yang sudah disaring dikemas ke dalam kantung/kemasan sesuai dengan kebutuhan pemasaran. yaitu: . Setelah nyari-nyari di paman Google yang saya kutip dari http//balittanah.

tersedia bagi tanaman. . Sedangkan pupuk hayati merupakan inokulan berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menambat hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman Pupuk organik bisa kita dapatkan dari hewan maupun tumbuhan. Jadi. Kemungkinan dikarenakan suhu yang mempengaruhi. Akhirnya kami mendapatkan hasil yang cukup bagus. yaitu ptoses fermentasi. yang mana proses tersebut sangat penting bagi pengolahan pupuk organik yang akan dibuat. proses pembuatan pupuk tidak lepas dari suatu proses. Kemudian limbah organik tersebut kita masukkan kedalam suatu wadah ataupun drum lalu bubuhi dengan caritan EM4 secukupnya kemudian kita aduk hingga menyebar rata. Setelah dilakukan dengan drum yang kedua yang merupakan juga drum plastik tetapi kami modifikasi dengan memasukkan drum tersebut kedalam tanah agar suhunya tetap terjaga. dll. kemudian kita biarkan beberapa hari hingga proses fermentasi terjadi secara sempurna. hal tersebut tergantung kondisi bagaimana pembuatan pupuk tersebut. Pertama kali dilakukan secara tertutup didalam drum plastik mengalami kegagalan. pupuk bokhasi dari limbah rumah tangga bisa kami hasilkan. jenis mikroorganisme. dalam penggunaan drum plastik dengan drum besi memiliki shu yang berbeda. kemungkinan kegagalannya disebabkan hal tersebut. Mikroorganisme yang digunakan dalam proses fermentasi bisa mikroorganisme aerob dan anaerob. pertama kita siapakan cairan EM4 yang bisa kita dapatkan di toko-toko alat pertanian. Kemudian tutup wadah pembuatan pupuk tersebut dan kita simpan di tempat yang sejuk dan suhu yang terjada (artinya tidak terjadi perubahan suhu secara drastis). Pembuatan pupuk bokhasi tidak terlalu sulit. tetapi juga berasal dari hewan yang sudah mati yang kemudian dijadikan pupuk. dari hewan bisa kita dapatkan dari dari bekas kotoran hewan yang disebut juga dengan pupuk kandang. Dalam pembuatan pupuk yang dilalui oleh proses fermentasi adalah proses pemanfaatan mikroorganisme yang menjadi agen yang membantu dalam proses fermentasi pada pembuatan pupuk organik. bahan. sedangkan dari tumbuhan ataupun tanaman bisa kita sebut dengan pupuk kompos. kemudian kita mencari limbah organik yang sudah kita isolasi dari limbah anorganik. Pupuk organik dari hewan tidak hanya dari kotoran hewan. Pengalaman terdahulu dalam pembuatan pupuk organik yang kami lakukan yaitu pembuatan bokhasi pada sampah organik rumah tangga pertama kali mengalami kegagalan.

9:9:5 O780.  .9 .::53..9 .

O2-07.

-.-:./: O!03:9:5. O!03.

/87./: .3.7:9.3$:50707..380/9/0280/98..5.7  $02:.   ..2-/.3  $:50707.9.9.3/9:9:5/03.3/.7:343 %.3502-:.7:343.7:9.3/.2.25./: 8.-..25.25:7./..7.3-....9.25:78.  /43./.2.35.7.

2 .7.3.5.3-./0/...7/439748::3.. -.   .3 O4947.880-...:5. .3-..20..   $.92030.2 9/.87.89:9:5-8.25.5.2-3/.3.39073.3   4.3  $090.:3./..5...31.38.5/./:7.94947.5.2-3 O  2 O:.3.9:39:5..3073  472:.2 O4947.39073..- .38.3...907.

.9090890-:803/42.3.3 O%.-:-:7.

::53.:8..3-07803.2 O780.

9 O2-07..  .9 .

-.7 /../..3 /.3 $02:.. -.9: /.35..4803   472:.3 O472:.5. .2 02-07  /1072039.3502-:.9 O. O!03.. O4380397.9 .:3 .   .3 80.2.9.  O0/./: O!03:9:5 %.25:7 .39079:9:57..9 O2-07.../ 8.8.99.5.2 0.

 O!03.3./: %.38:3/.3  /.3502-:.5.39...9 /-07.3.5..9/:3.9:/. ..5.2-.3 &39: .7.3 ./8.3 8090.... /-07.-.5.39073.2 -07:2:7  -:.  ..-.25:7.5.380-..2 5090:7 /.3 $02:..503:3.3  .3 80-...9.3/.

7. .9.4:20 02-07.8.5-.3-07/.3..9.3809.

.. 9..2.7.9 /:3. ..34.   03./ /.3073.3.3 80.8  !:5: -4.38:3 5.3.3.5.3 80-./.8 .3 8:/. ..03   488!02..25072 &39:9.

33.380-.90780-:9  085:38.. &39:9.47.703.897:9:7/./.3838 203/.9.80732070549....3 &39: 2033.3.3./03. !.3/:59.3 -4.35.34.83 2.30- 0109120.919.3:38:7.42548 -.89. 4741 .3-://.9:$3908.47.9:.9/:3.507-0/.380.8/. &39:9.:7.9.2:3.9.5:5:47.38073 202-:9:.503:9:5:-. :39:20.8274-..7.9.3.38:3.31.97.2.2.38090.9/:3.7:5.0. 2. 033.38:-:7/.2-  !03.9.9:3.3.3..3. !74808502-:.3.3% .3 -8.3./.35079.  !!03..2.3.7.25:73.-4.3.7..3 -.8 805079.5.8:2-07:38:7...942548 ..7:907.2.3.-.2. 8.33.703.:8 -8..3.:3/.3 02507-.7.3.  0/.347.:..3 -072..3..9.3 033.3-07:3.95079.390344:39:203.9.32030/.9. !/.347.574808502-:.8.:3 0/.7:5.3 -...3  !!03.8.8.3502-:./.8 4.8 -07.507:.:3.35:5:42548.3 47..710919.842548 /. 503.301009.3/.42548 /03.7 574808 503:7..39.320200-.  .9.::5203/./.943  $0-.:39:5079:2-:.3 -07503.30--.9 :39: 203:-:7..39.3.5..3.8    79903-9.3/.:1472:.8.5.7..32./.85...203:39. &39:20309.2.3-4.7.39089:79.59/./.3.3.83-.3.8.3 .3 %.3-07:3.3.3.8.34.5.//..92.5574/:8    03.5..9.%../.3.3.:203:3/..8.3 /:.7:!02-07. 202-.3 :2.2..3.3 -07:3..38./.3838 43/..3 -..8-..3503.3.9/:3. 4.3$.   $033  0  02-:.8.9. /.2.8207:5.2.2..5.3 943507. /.3.39.39.8..3 .8%:.3.31.39: 574808 1494839088 ..9 .2.

5079.393 -4.42548703/.35.9:.5:5: -4...78!0.709./.-079.20.35:5:..35.3 :38:7.803.3503:7. 9.80/././.-8.3/7.3/03..3.272030.503:3.5:5: 2.3907./.83203.3-4.  89.38.:5747.35:5: 2.042549.3.!:.75.7:8 2025748083.3:39:09.  $0.9. 5:5:2.:.. 80-:.9 -0-.574808502-:.$3908. 8. :7./03. 503:3.3425480103.0385:5:3.3 4.:.3.380.7.3.::5 .88.:39:203:-:7.-4.43/8509.59.320..8../9703509.9.8.3-4.343.3/.3/.3.3. .9.3.:...25.8.0. !.79:39:9.5.9.203.8/.3 -.507:-.33.7.2..993 907.3 /.9.39.3..32..3.80.3-4.793.3/4308.39: 507-0/.3/4308.5 89.38.7  $07/.3  -4.4507.3:..2./09.88.-:5.90.39.. 07:9.3.4380397.35079.!03.85079.-:7:907..:39: 20343974:2. $0.7.97.3.:507.93. 803.35.9907.:-.3.:./03.793.8  03.5574/: 574/:2.820.203.01091:39:203..32.507-0/.39:3.7.7.. $0/.30.3503/.907-.9073./.:3..3/:35.05.3907.2.7-4.3  4..1!079.3507.3.253.39:3/03.:-4../08.8708/:2..-4..8.3 .:2..2././.: 502-:8:.25.507-0/.3.8./.-07/.:5:397.3/:3..9-.3..8..93..3:93./.80/.5574/:.25389.2-..3.3509. 2../.8.3.3/:3503079.3/.3.3/.2.3.9.:8:.99.70.59.3.3.3/:3//.3. 00-.5  !03:3.39.509./.9.3 574/: 574/:2.3202-0/944 2.250302-.342548 -0/.235..3.339.3.91..3:..3..9907./..:39:203..3. 203:9:50:7..42548 8.:.503:3.3/.3203.9./.3/08. 5.13.7.38.3  $0709.305.3:5..23802.8.203.78. .3-4.3.502-:./$41.-..3.38.3//.8  .3.3.8:.380.25.-. 8050795:5:2.9038.5:80.3.35:5:2.2.397.  42548/.8.8.3-4.30/.3 :39:2030./8:2-07574/:8-.  9.2.9.8202010...73.: 034203./.9.9.7.9380/.3 .5:5:2.3.7.-8.25:5:2.503:8/03.-079.3/:8 /.5.7907..35:5: -4.83..3./. 42548/03.3.$3908.38:3//.438073/-/.73 89.8.3.8:.2..380.42548/..83/../2.:3 2.05.3.3  .8 %073.3-4.7-./80:2.-8.3.39.. 3/4308.59. .03843./. -4..91 202-:..3.83 /03.31472:. :897:-07/.9.  . 20.9070-/..320./.3207:5.3..3.92:/./07.3503:3.8320200-.3574808502-:.88.3./.8-07.:: .2.2030-.23 $02039.::5203/.39..342548202-:9:.305.3203:-:7..203.3.3-4.703.2..34380397./../.7835:.2.3.2..../.843.390.. .8-.302.82020907. 0.3425488.8.3 509.3283:38:7.2.$3908.9/03.

7:820.2.3.3 &39:.3.3..3:39:.8907-.390  2 80-.350307.-4.3  5079.32-..  80/.3.9./.3.7.8 8343 203..:2:8/.73.7.5.5.8502.:9.33.38:3:39:2038:5.3 -.3.:5:5:42548/03.080:7:.....37.27 ..9:.3 2.90780-:99./.30-..3 $0/.-:7/.: 80-.3/03.9/03...7:38:7.8: 5.:39:203:5.  /.0..3:39:5034.3.88902.3:38:7.8-0/03.3/03.::5   .3.8    !&% ! $%   #%$  !&&   %0344 5034.2 502-:. -09:9.8-8.2.47.8 .3.3.9.8.: 502-:.72038:5.9/.:5:35..390780-:99..2.50--08.05.. 05.:3   %03443/03..3.3.3. 574808 1072039.5 1072039../ 9. /9..3:38:7.3 -0:2-..5.7.3 -.3-4.3.5:5:/.3/87..7:8:.7 -4..-:70.4254880.3.94 9.203..7.3..2..:38:7.2...9. 9./.38:3 80/.3 02:/.9.30- -.3.9/..:3 50309.7.:425480..3.3907.907-.3 40 !7410847 7  %07:4 . 1072039.:..9.3./03..4  0.-..503:-:7.9.3.39.3 .5.3   !07-0/..9:-:..3/:30-2033.3/./.7..3828   $0-0:29.3..2..3.3 203:7:9. 8:/.38079.8 3 20.89.3.5.3/03.3/.5.3.3/:3:39:2038:5..3. /.33.3.8 507. .2.502-:8:.9.943/89.3 47...9.3.-.3 / 3.39.3 0/0.3.309..3  9072.7447. -4..  909.3.8.3/:82.82.8 :39: 502-:.3.25:7/03.3 !:5:3:.3.35748081072039.  07.3-4.:39:5:5: 8:8:.5.3 $02039.:.30.3574808502..9.380/...3425485748083. ..85.:2:8 /03.502--9.3:39:20/.3 9073..203.9.830109180-.3-4.3 90250  9.503:3. .3..37..50 1072039.7503:3.8.3/:8.35:5: -4. 5. 574808 1072039.3/.25:7.-:70. 20303./.3 /03.3.9.7/.3/:3:.9/:3.3/.9/..39.3:.8/9.2.. /02-.8.: /.9.3/ :3.3.7.3/9:9:580/98:5..390344 110.9.9:./.88:/.3 /..  3/4308..9:23: -4.: 574808 507.5.30..3..3 .39./.3/:82. &39:503:3.90780-:99/.2. 9.:.9..3.

/.-07.8 -.8 .0:39:3.8 /0425488803.39.7 9.3.3820 1072039.8     %  %'#  %0344 0110.2 9.38201072039.309.9.3.3.8 27447.  .2.9403 27447.9. 27447.39.9-.3 80.23.3-44 9.5.80110.3.3 93   .3:..3820 ./ 0:  4:79 8079.3 /.3820 /.83/.3948/.9 .38201072039.3 207.9.7. /.3.3820 .7447.7.3 /.8 . /. -448 /03.0 2.8 207:5.8:8: 203.3 2021..3802:.3.../.: 50742-.7./.3820 . 203.9.   %03441072039.3 203/::3 574808 1072039.2. 574/: 1072039. 03098 90.3 545:.3 .3.35079:2-:..31.: 5 703/.. 80.:.-.8  20.3 .3 4-.91  43/8 3:3.89.3 .792033.9.9. 47.3.0/:5. 8:.2.3 -.  .3/:3.3 /.   /07.7.0 2.7447.8.27447.7 .9.3 :.23:3.7.3 47.31.3 ..3907/.5..39.3 . ..9/.02.30./.9.9 -.9.3  110.9 0.25:7.0 #$ 2.3820.3 .5.3...9  8079.3:39:2033.8 .7 80/. .2. /24/1.2-.9.3..9:-07. 27447. .9.7447.0 2..3820 9..3 -072.9.29.7.   072039.8 9.7447..9 010 1945.3 .3820 -0793/.39.. 80-.3 :39: 2033.9-072.3 /03.3 .9 /02-.38..  110.3/:3.3./.3..9: :9:7 .8.8   0-07.30.7..3820 9/..5. 2.8./....3 8.3 07..7447.7447.  :9:7 0110.0 2.3/.3 .9..3 7025.3.3.9.3 ..3 80-./.2   110.3 439..3820 /.2 /.03 50303/.3 /.  2033.3.2.5.3/:3 27447.5.7  203:7..3820 .3 -07-.     . 5079:2-:.9.../.3 :.32.3.3 5030..2. .3:8.7.3.8.3 49. 34:..3.3:39:2033.2 43/8 9079039: 40 27447.25:7..38. /.5.89.:3/. 203.7 .9/:3.5.3-07-.       .2-039:5:5:47.850808274-.8 07.25.3 /.3 574808 503:7.9.3 9. /.

9403 .:5:3 .347.2..3.3  28.7:91481.3   033.3 -.3 27447.: .3 207:.7 574808 503:7.9397403   03:7. . 2434:9:7 /./..3 5079:2-:. 5. 207:5...3 -://./..3.5 0- 207:5. -://.3 2..3.3803.3090780/.3    02507.3 80.: 8.25.9.9 2.3.3820 5.9403 .05.3 803038 80.3..  909.9.3 9.2.3820 3/03:8 .3 -. /...8 27447.30-:9:.3.74553   -:.    030. -448 /.   030.2..3 203:39:3.90750..3 27447.7 /.33:978/.3 50303/.3820 5. 5.9.3 80.:8 203.39.3 5079:2-:.43934:8 .3 /.47..2.7.3    033.32-.8. 9.9.9.350898/..3.: .2 2030.3 50898/.9.: 207:5.477. 907:8 20307:8 .35:5:/./.3 -.35..9. #4-:2 -..3 /92-:.3 .9 503:7. 47.3.9 /   03.

3 ..2.20303/.

 /./.3.2-.-..3.3 20. 88.39.3 2033.27447.8 .7 9.8 5.3    03. /.3:/.9.3/.8..503.: 574808 ./.2 /03.3820/..3.3 5.3 .8 -07.:2:.3..3.9.3 92-:.3 .5. 9.:3 .234:.8 425488.9.2.43895.888.9.9 9.

3.302.38. -.9 203..8   .899.3 -.3//.7./.: 1072039.94/.2...8.3 47.8 -.2:7502.3 9.5.3 43/8 . /.3 545:.3 5..3.89 803.5..8 1072039.3.2.3.920.7.59.29.3. 5079:2-:.9203:7:3..35.390.. ..  .

744.03827447. 203:7.3 34:.8.9:   .0 2./.3 47.2:3.9.8 -.907 3 202-039: 803.3.95:... -4.8.27447. -4.:-:8:203..3 .3 47.3 110.8  89.7447. 803.3 .8 803/7 -07.5. 907:8 20307:8  .3.5.3/:3-0-07. &#  ..3 80.074- /...9.3 /..3 47..02. /03.7 27447.7.3.7 9:2-: 9:2-:.3-.7432.3 274-.90749483909  .3820. .5.8 1072039.3$:2-070/:5.3820 .3/:3.9 /.3 907.90.:2.3 -072.:-.3 ..7447.5/.23..-.. /.074- .02.8.31. 27447.3-07./.3/:3//..380-.9 /..3 9071072039.3 -..9   110...3  -.907 149483909 .3820 .3 7.9.3.2 0110.8  /03.3 -007.3 47.3820 907/7 /.:.7 -.3/7  .8/03.3-07-.3820207:5.3820203. ..3/..3 /03.3 89. 05. /.3 909.8 .3820 .4.2..7 80708 .3 2.793..7:8.73....9. -.7..

5.    . 805079 /7403 8:1/.8. .3.9.2 .3 #$ .8.8. 27447.39.9 -.3.8 .9 .3.3.5.9 -4.3820 .907.9 /.3 :.9 -072.3 /.9.95079:2-:. 8:2-07 0307  ..2 3:0.9 203.3 802:.3 .3 /.3 :.9  .5.2..: .340-.9203.8 80-.3.9 90780-:9 205:9 .:7.9-079.3/.5..7-4/7.2 .3 .9 202507.8.907 .-4820 .7 /.31.9 /807.9.7 2.  .8 .350702-.. 8:-897.  /03.3   . :2.3 803.9. -071:38 80-..  /.8 209..2 .8.9 .907149483909/.2-.234  .9 .3 40 -.9.5.8 -07-.9073 /.3 /.39: 83.9078.05.2.3.907:8/.9/.3 .3 /-.91  /.2.7 :. /.3.9  .8.2.38:3 40 9..8.9.3 5.37.8.

 207:5..253.2.   . /.8.8. 203.    .8. 2032-:.9180507947243/.9 -..3.3 8:.31. 803.3 .7.0908 207:5.05.9..2.33.8 3:3.9.85080838.3 .9342.3.3 -.9.9 . .3 /.3 9.3 897:9:73. / /.3 47.3 803.3 .3 47. 8079.3 -.3 5030/.9 :.-.9 203.44  08907  /.3 -.8.9 .3 -.7.8 .2 .3 /92-:.5.3 47.7 .3 .3 5079:2-:.:2 203:7.9 .3 805079 33 /.3 40 27447.3  909. 803.39 274-.3/02.0.5.9 2033. :. :.3 40 -.3 -.3  .35.9 :39: 203...3820 3 /.3.2.3 2033.9 .3 :.9. 5079:2-:.39 274-.  8079..3..3 !03. 203. 2021072039.8.33.907 .  #.3 803.3 80:48.3 /.39.2:7 3 -071:38 /.7 502-:8:.7..3 :.3.5.234 /. /.  !079:2-:.3/03. /03.3-039:.0908  .3 203..3 2.7-.3 803.9: 04254 27447.8  .3..9.2:7  042543203.5 /. /.9 2030.3 47. 8.8.907 149483909 /.9 .8. 9..39274-.8 805079 8507:8 /.9 /:5 -07/.3 -072. 807-:.907149483909 03.3 /0:.9.2:7 /..3 207:.9 .3 .3    #.3 /0:.3 /03..: /.234 ..5.3 9.3.3 207:..907/..3.907 149483909 .: 574808 1072039. -07.3032    .:3 .. .3 .-4..3 47..30/:.. .2:7 1072039.3.7.3 80.3820 .3.2 203.: -.2.9.3 9.7.2 9.3 20.7 .3 /./.3 -..3 807.8.3-.9 .2:7072039..8  #.3.2 .9342.3 40 -.

.3.907 149483909 .38..3   '  $$! %  4./-.5../. 50.25.31.ff ¯ °f¾.88.9.327447.81072039.-..35.3/03. 0.3820.9.. f° –fff¯f¾°¯ ¯€ ¯ °f¾f° °¾f¯½f–f° D° f½f¯ ° f° ff ff°¯f¾ € ¯ °f¾f°   f ff¯ f°–€ ¯ °f¾¾ f¯f¾f¯°–– ff°°  °f¾ f–f.8.3820 2025:3.80.f¾  .:.8.47.$09.2.29:25:.8 -.9 .9.3 072039./.49. 1:38 2.3/.9.349.3 / .83 /.2:3 -.3 47.8.9073203/::30.7447.34027447.20334:.3/.5 038 0110.32083503025749.9.25..3/488  0/..3 /.3  3.3.2 574808 1072039.9/..2 8023: .3.7:9.9./03./03.88.3820.3:.390750393 .0 2.207:5.25.3907.9073202.83 2.8-.:857.3..07    f¾ff°½ °–ff¯f°   f° ..347.3 203:3.9.

ff¯ °f½f° ¯ °f¾.f¾%.%f ff¾ f–f     f½f° f ff¯–f°$f°–  .

 f° ¯f¾ °–f° f  .f¯½f° .

2-.   D°¯ ° f½ff°ff°  .7.f¾  . @½f°–$–f° ¾   f° f¯f°¾ f¯f¯°––     f¯°––f¯ ° f½ff° ...84.+  .8  .802.  ./.3.7-07:93.502-:.f¾ ff°  ff¯  f   .9.3 072039.

8  7    7       .f¾    072039.84.      ¯½f°  ff¯¯½f°¾f¯½f–f°  ¾¯½f°¯°––  ff¯f°–   ¯ °f¾.

   f¯ f   ¯f9 ¯ ff° f°9 ° f½f° ¯ °f¾.%  .f¾%.

84..3..:.3-.:::39: 203/..32.3/8:2-078..3-.ff½ ¯ ff° f¾¾f¯½fff ff¾ f–f     f°–f 9 ¯ff°f¯½f  $.7:88007..    f°–f 9 ¯°–f°f¯½f–f°9f°  D° ¯ ¯½ n ½f ½¾ ¾ ½ °–¯½¾f°  ¾ f°f f° ¾f¯½f ½  n    f  9 ¯°–f° ¾f¯½f f½f ¯ °––°ff° ff ½ ¯°–$½ °nfnf %¾ %  f° f½f ½f nfnf¾ nff¯f°f    f°–f 9 °¯½f°f¯½f–f°9f°  !7480850342548..:.3 .20.73... $.3397403/.5007.3/5. 502.25.3/03.3.35..8.9:.:42548 &39: 2025072:/.9070-/.380-./.3/3.8. 80..3./.9 203.-.3502.8:04.28.25.7.5.7.7:8 /507.../.39075.25...:7.3/03. /.9.30--.7-43/.203..392-:-.5.502-:8:.7/.25.850342548..9/.25.9.3907. 2.347.3.9-07./42548...3:3:3.3 ...9.. 8.3 .3/.3/:3.8:8:/..32..3 -.507-.39/.25.-..5.3.3.3-.3/.3.3809.//.-./.39.05.3/4.7:88.3.3..

/.  ...

9047987. $0.84..7.

/.9.5.25.:39: 203/.9.7:2.84.3. 2.37..8...

32027..7:8/.84. .90780-:9.907.25:7/03./0.32.25.8.

0-93 805079807-:07.. 80-. !079:3./.-07:9 ..33..

$-¾¾f¯ff°f°   .

$-¾  – –f©   O  f–f°¾¾f¯ff°f°  f–f°¾  – –f©  %O %+% %$O+  O  % %+% %$+  + +              ° f  f° f–f°¾¾f¯ff°f° f°  f–f°¾  – –f©°¯ °nf½ff¾ .

7 28.$- f     ¯ f°nf¯½f°¾f¯½f ¾  ¯½ °–f° °––f° n¯ ½f°©f°–¯½f° I  ¯    f¾f¯½f f¾fI°   ..9-07./:...3/.703.2.3.38:380.-.3.3.5.

203.::5  .8. 9/.25.

./43..3.3809.7..380..%  .    f°–f 9 ¯f°ff°  9f f ff½ ° ¾ ¯½f° ½ ff° ff° ff° ¯ °°–f ¯ °nf½f .390780-:9/9:9:5/03./8.5.3.3.2.380.30/..2 . f9 °f¯f°ff°  ¯ °f¾..8.  f°–f °f¾.3 .7:9.3 /.9.7:9.7:343 !03025749.7203.f¾%.25.3/:3.207.3 .7..58023:80.3/87..:.390.3 9:25:.I  02:/.507.3/03.5.

  ¾ °–– ° ¾ f¯f   f ½ f° ° ¯ ¯ff° –¯f f° ¯ f ½f– °  ¾ f ¯ ¯ f° ¯ ¯½ °f ff°f°– ¯½¾f° °––° f   ½ ff°f°f¯f%  f  f%  f °f ff° ¯ ¯ff° ©f¾f   ° f°– ½ f° ° ½¾ ¾ ½ °–¯½¾f°  9 ¯f°ff° ¾ ff° ¾ f½ f  f° ½ ff°f° f°ff   .

 f ¾ ¯ °nf½f   f.

¯fff°–½ °½f¾  f f°–° f°f °f°  f f  ¯ f° ½  ¯ f °–f° f°––°  9 ff° ° f°–¾°– ¾ f¯f I  ¯°––  ¾f¯½f ¾ ¯ ° f¾f¯f f°¾f     f°–f 9 ¯ff°–f°¯½¾  D°¯ f°f° ff¯½¾ f¯ff°– f° f½f¯ °©f¯° ff¯½¾ °f °f f¯f°  f ½ff   ½ °––°f ¯½¾  ¯ff ½  ff° f°–f ½ ¯ff°–f° ¯½¾  9 ¯ff°–f°° f° f °–f°¾ff ff¯½f°¾ ¯f°¯ °° f°¾f ¯ ° f ¾f¯f% .

%  ff° ff½ f°¯ ° ½ff°f °–f°f°fnf f¯f°  @ff½½ ¯ff°–f°¯ ¯ f°f f f°¾¯½f° f½    .

9.203.502-0 &39:203/.3574808/.25.5.3808:.3::7.8/.73.9...3 42548.8:/.5.38.425488:/./5.-8.8. f°–f 9 ¯f° °f° f°9 °– ¯f¾f°  $090..3.80:7:9.3 &39:9:42548507:/02.7.2 ::7.4254890780-:9./03..3003/.3  2.:/.3-:97.7:8/8./425482.3/33.3 2.

.38:/..9:   ¯½¾f¾  f°–¾f°–f° n¯n¯ ¯½¾f°¾ f°–  f°–¾f°–f° n¯n¯ ¯½¾f¾f  f°–¾f°–f° n¯n¯  42548..3-07.8 .9/03.80/.38.2.7.39:3../8.3::7. 8.202.73/02.73.73..3:-.3./.

8.   9f¾ f½f f°n¯n¯°¯½¾f¾¾ fI–   9f¾ f½f f°n¯n¯°¯½¾f¾¾ fI–    f°– ½f¾  f½ f  f°  n¯   n¯ ° ¯½¾ f¾  f¾f  ¯f½° ¾ f°– ¾ fI–    ..3502.02.7.3.3-.38../.93 .3808:./03.8./:3.3 0-:9:..8.8.3 02.

3.8 203:8 574548. 5. .7 8.7 -.9: .3.2.38. -:.3 907:8 /03.9.3440.8 .  %073.7 ..-.8 3 203.7 3. .3 07-:9.3 :. . .3503:8..3.:95/.3 ..9 5078.3/-4:  $090.2 .5. .8 -7483 3907309 /03.fn  ¾f€€f !../-.3 5:5: 47..2    . 3..3 . ..3 9039.8 : 80/ /.3  .   .3 /.59453.7995.3 :8.7/5. .

.

3.3 4 / 9½–f°f ff°f¯f €°¾ ¯f© °¾ ff° –f°f¾ff°f¯f° f° f°f°– f½f ¯ f¯ °©f ff . 9-.99.3 /059.-.

 ¾ f f–f°f¯f°  f°–f°½½ff¯ ½ff°°f°  ff°f€–f°¾¯  ½f°– €°–¾°¯ °f¯ fff   °ff¯ ¯€f¾f¾ ¾ f°fff ff¯f°f f–f°f¯f° 9½–f° ¾ff f½ff° f f°¯f½°¯ f°  f f° ¾ff f½ff° f f f¾ f°  f° f°– ¾  ©–f °–f° ½½ f° f°–  ¾ f°–f° f ¯ f° ff½° f°f¯f° ¾f f ¾  °–f° ½½ ¯½¾  9½ –f° f  f°  f f°f f f°  f°  f½©–f f¾f f f°f°–¾ f¯ff°– ¯ f° ©f f°½½  ½¾ ¾ ½ ¯ ff° ½½  f  ½f¾ f ¾f ½¾ ¾  f ½¾ ¾ € ¯ °f¾  f°– ¯f°f ½¾ ¾  ¾  ¾f°–f ½ °°– f– ½ °–ff° ½½ –f° f°– ff°  f  ff¯ ½ ¯ ff° ½½ f°– f ½¾ ¾€ ¯ °f¾f ff½¾ ¾½ ¯f°€fff°¯–f°¾¯ f°–¯ °©f f– °f°– ¯ ¯ f° ff¯½¾ ¾€ ¯ °f¾½f f½ ¯ ff°½½–f°  .–f°¾¯ f°– –°ff° ff¯½¾ ¾€ ¯ °f¾ ¾f¯–f°¾¯ f   f°f°f  f  ¾  –f°°–° ¾ f–f¯f°f½ ¯ ff°½½ ¾   ff° © °¾¯–f°¾¯    9 °–ff¯f°   f ff¯ ½ ¯ ff° ½½ –f° f°– f¯ ff° f ½ ¯ ff° f¾ ½f f¾f¯½f–f°¯ff°––f½ f¯ff¯ °–ff¯ –f–ff° 9 f¯ff ff°¾ nff  ½  ff¯ ¯ ½f¾ ¯ °–ff¯  –f–ff°   ¯°–°f° f °ff° ¾ f°– ¯ ¯½ °–f  ff¯ ½ °––°ff° ¯ ½f¾ °–f° ¯ ¾ ¯ ¯ ¾ f°–  f  f    ¯°–°f° –f–ff°°f ¾ f f°f ¾    f ff° °–f° ¯f°– ff°– ¯ ½ff°©–f ¯½f¾ f½f¯¯ €f¾ °–f°¯ ¯f¾f° ¯ ¾  ff¯f°f f–f ¾°f  f½  ©f–f  °f f¯ ¯ ° f½ff° f¾ f°– n½ f–¾  ½½ f¾ f ¯ f¯ff°––f ¾ff¯f¾f°  9 ¯ ff°½½ f¾ f f¾ ½ f¯ff¾f½ff°nff°. ¾ n½°f  ¯ f° f f  °––f ¯ ° f ff   ¯ f° ½ f f½ ¯ ff°½½ ¾  f°f¾¯½f°  ¯½ff°–¾ © f°¾f°– ©f f%f°f  f  ©f  ½  ff° ¾ ¾ nff f¾¾%   ¯ f° f ff° f½f f °––f ½¾ ¾ € ¯ °f¾ ©f ¾ nff¾ ¯½°f   .f°– ¾ff f½ff°    ff ½ f°f°   ¯ f° f ¯ °nf ¯ f –f° f°– ¾ f f ¾f¾ f ¯ f f°–f°  ¯ f°¯ f–f° ¾ f¯f¾f° ff¯¾ff fff½° ¯f   °–f° nff° .