Ringkasan Mata Kuliah

LEVEL TIGA : KONSEP PENGAKUAN, PENGUKURAN DAN PENGUNGKAPAN

Kelompok 4:
       Muhammad Ahkbar Elvina Oktavia Bukit Ratih Nur Indahsari Anne Faradillah A. Fadhilah Munaqiswati Dian Pratiwi P Naslia Nurjannah A31107082 A31107702 A31108267 A31108313 A31108844 A31108849 A31108889

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS HASANUDDIN 2011

mengukur. seperti yang ditunjukkan pada skema di bawah ini: A. Konsep-konsep ini menjelaskan bagaimana perusahaan harus mengakui. dan melaporkan unsurunsur keuangan dan kejadian akuntansi. Asumsi-Asumsi Dasar Akuntansi Asumsi dasar sangat penting untuk memahami bagaimana suatu data tertentu disajikan dalam laporan keuangan. Ada 5 (lima) asumsi dasar yang menjadi struktur akuntansi keuangan. Asumsi Entitas Ekonomi (economic entity assumption) menyatakan bahwa aktivitas suatu entitas harus dipisahkan dan dibedakan dari aktivitas pemilik dan semua entitas ekonomi lainnya. antara lain: 1. Asumsi dasar menjadi struktur akuntansi keuangan. . hendaknya mencatat biaya pribadinya secara terpisah dengan pengeluaran pabriknya. Contohnya: Pemilik sebuah pabrik kertas. PENGUKURAN DAN PENGUNGKAPAN Pada level ke-3 pembahasan kerangka konseptual dalam pelaporan keuangan ini mengimplementasikan tujuan dasar yang ada pada level pertama. Entitas Ekonomi Suatu entitas ekonomi dapat berupa organisasi atau unit dalam masyarakat. maupun entitas bisnis lain yang dimilikinya.LEVEL TIGA : KONSEP PENGAKUAN.

Penyusutan dan amortisasi kebijakan dibenarkan dan tepat hanya jika kita asumsikan permanen beberapa perusahaan. 5. Prinsip biaya akan kegunaan terbatas jika kita asumsikan likuidasi akhirnya. Satuan Moneter Asumsi satuan uang berarti bahwa uang adalah denominator umum dari kegiatan ekonomi dan menyediakan dasar yang tepat untuk pengukuran akuntansi dan analisis. Artinya. Basis Akrual Akuntansi dasar akrual berarti bahwa transaksi yang mengubah laporan keuangan perusahaan apapun dicatat dalam periode di mana peristiwa terjadi. Kelangsungan Usaha “That the company will have a long live”. tetapi yang paling umum adalah bulanan.Misalnya.2. Periodisasi Periodisasi/periodisitas perusahaan dapat (atau periode waktu) menyiratkan asumsi bahwa kegiatan ekonomi ke dalam periode waktu membagi artifisial. Asumsi kelangsungan berlaku dalam situasi bisnis yang paling. unit moneter adalah cara yang paling efektif untuk mengekspresikan perubahan pihak yang berkepentingan dalam modal dan pertukaran barang dan jasa unit moneter yang relevan. Asumsi ini memiliki implikasi yang signifikan. Periode waktu ini bervariasi.. Hanya di mana likuidasi segera muncul adalah asumsi tidak berlaku. . dimengerti. 3. 4. dengan menggunakan dasar akrual berarti bahwa perusahaan mengakui pendapatan ketika kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke perusahaan dan pengukuran handal adalah mungkin (prinsip pengakuan pendapatan). tersedia secara universal. dan berguna. sederhana. triwulanan. dan tahunan. Suatu pelaporan keuangan harus disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha dimana perusahaan yang menyajikan laporan keuangan dianggap akan tetap berjalan dalam jangka waktu yang lama.

catatan. nilai wajar ukurannya berbasis pasar . dan dilaporkan. Hal ini sering disebut sebagai prinsip nilai wajar. pendapatan. banyak pengguna lebih memilih biaya historis karena menyediakan mereka dengan patokan diverifikasi untuk mengukur tren historis. Biaya memiliki keuntungan penting atas penilaian akun lainnya: sehingga biaya dianggap sebagai representasi yang tepat dari jumlah yang dibayarkan untuk item tertentu. Pengukuran Prinsip pengukuran saat ini memiliki "mixed-attribute" sistem di mana salah satu dari dua prinsip pengukuran yang digunakan. Oleh karena itu. Secara umum telah dikenal empat prinsip dasar akuntansi untuk mencatat dan melaporkan transaksi: 1. dan hutang dagang. Prinsip berkaitan secara mendasar dengan bagaimana aktiva. Pemilihan prinsip yang mana yang akan diikuti umumnya mencerminkan trade-off antara relevansi dan representasi informasi. Perusahaan menggunakan jumlah ini untuk mencatat kewajiban dalam rekening perusahaan dan melaporkannya dalam laporan keuangan. Kedua prinsip tersebut yaitu prinsip biaya dan prinsip nilai wajar. Harga ini. dan biaya diidentifikasi .diukur . Informasi nilai wajar mungkin lebih berguna daripada biaya historis untuk beberapa jenis aset dan kewajiban dan dalam industri tertentu. Prinsip Biaya. . Hal ini sering disebut sebagai prinsip biaya historis. yaitu "biaya" dari kewajiban. Nilai wajar adalah "jumlah yang diterima ketika suatu aset dapat dipertukarkan. kewajiban dapat diselesaikan. ditetapkan melalui transaksi pertukaran. kewajiban. Dengan demikian. atau instrumen ekuitas yang diberikan dapat dipertukarkan.B. IFRS telah semakin menyerukan penggunaan pengukuran nilai wajar dalam laporan keuangan. Perusahaan menciptakan kewajiban. Prinsip-Prinsip Akuntansi Prinsip dasar merupakan pedoman yang diikuti dalam pengakuan transaksi entitas bisnis. Prinsip Nilai Wajar. IFRS mensyaratkan bahwa perusahaan untuk melaporkan semua aset dan kewajiban atas dasar harga perolehan. dengan memperoleh aset (atau jasa) dengan harga yang telah disepakati. seperti obligasi.

Pendapatan diakui apabila telah dapat direalisasikan atau telah menjadi hak (earned). Batasan-Batasan (Constraints) Agar dapat memberikan informasi yang memiliki karakteristik kualitatif sehingga informasi tersebut dapat bermanfaat. Batasan ini berkaitan dengan gagasan bahwa . Pengungkapan disediakan melalui: • • • Laporan Keuangan Catatan atas Laporan Keuangan tambahan informasi C. Pengakuan Pendapatan Pendapatan akan diakui pada saat ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke perusahaan dan dapat dilakukan pengukuran yang andal dari jumlah pendapatan.2.memberikan informasi cukup penting untuk mempengaruhi penilaian dan keputusan pengguna informasi. maka perlu mempertimbangkan batasan-batasan atau kendala berupa: • Biaya Biaya menyediakan informasi yang harus dipertimbangkan terhadap manfaat yang diperoleh dari pengorbanan biaya. 4. Pengungkapan Penuh Pengungkapan penuh . Pendapatan dikatakan telah direalisasikan apabila barang dan jasa atau asset yang dipertukarkan telah diterima secara tunai atau telah timbul tuntutan atas kas (piutang).arus keluar atau penggunaan aset yang menimbulkan kewajiban (atau kombinasi keduanya) selama periode sebagai akibat dari pengiriman atau produksi barang dan / atau jasa. Pengakuan Beban Pengakuan Beban . Sedangkan pendapatan telah menjadi hak apabila suatu entitas dusah melaksanakan pekerjaan secara substansial guna mengakui manfaat masa depan (penyerahan jasa). 3.

Dalam singkat perusahaan harus membuat perbedaan atau tidak memiliki untuk menutupnya. litigasi potensial. apabila item tersebut dicantumkan atau dihilangkan akan mempengaruhi atau mengubah pertimbangan seseorang secara wajar/signifikan. Seperti disebutkan dalam konteks IASB: "Informasi adalah material jika kelalaian atau kesalahan pernyataan dapat mempengaruhi keputusan yang pengguna membuat berdasarkan informasi keuangan . Kendala materialitas mempengaruhi dampak dari unsur operasi keuangan perusahaan secara keseluruhan. pengungkapan terhadap pesaing.manfaat menyediakan informasi akuntansi harus lebih besar dari biaya yang dikeluarkan. (b) laporan laba rugi. atau tidak bebas dari kesalahan Itu. PSAK No. dan (e) catatan atas laporan keuangan. Biaya adalah dari beberapa jenis: biaya pengumpulan dan pengolahan. tidak masalah dan karena itu tidak relevan. dan analisis dan interpretasi. bias. ketika suatu entitas mempertimbangkan apakah informasi keuangan adalah representasi yang akurat dari apa klaim untuk mewakili.. Manfaat untuk mempersiapkan mungkin termasuk kontrol manajemen lebih besar dan akses ke modal dengan biaya lebih rendah. penting untuk memperhitungkan kepentingan relatif karena kelalaian material dan keliru akan mengakibatkan tidak lengkap. . • Materialitas Suatu item dikatakan material. audit. Kesulitan dalam analisis biaya-manfaat adalah bahwa biaya dan terutama keuntungan yang belum jelas atau terukur. jika tidak akan mempengaruhi pembuat keputusan. 1 (Revisi 1998) : Penyajian Laporan Keuangan dalam paragraf 07 mengatur bahwa laporan keuangan yang lengkap terdiri atas komponen-kompenen berikut ini : (a) neraca. (d) laporan arus kas.. (c) laporan perubahan ekuitas. Item material jika pencantuman atau kelalaian akan mempengaruhi atau mengubah keputusan orang yang wajar. dari dissemeneting.

Sedangkan menurut PSAK No. Adapun format laporan laba rugi komprehensif yang dimaksud adalah laporan laba rugi seperti yang disajikan dalam praktek penyajian laporan keuangan selama ini yang sesuai dengan PSAK No. kita dapat melihat adanya perbedaan untuk persyaratan laporan laba rugi dimana menurut PSAK No. entitas harus menyajikan laporan laba rugi komprehensif. atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.1 (revisi 1998) dengan PSAK No.1 (revisi 2009) adalah mencakup : (a) perubahan dalam surplus revaluasi (lihat PSAK 16 (revisi 2007) : Aset Tetap dan PSAK 19 (revisi 2009) : Aset Tidak Berwujud) (b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti yang diakui sesuai dengan PAK 24 : Imbalan Kerja (c) keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporan keuangan dari entitas asing (lihat PSAK 10 (revisi 2009) : Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing) (d) keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan yang dikategorikan sebagai „tersedia untuk dijual‟ (lihat PSAK 55 (revisi 2006) : Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran) (e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas (lihat PSAK 55 (revisi 2006) : Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran) . 1 (revisi 2009). berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lain.1 (revisi 1998) ditambah dengan pendapatan komprehensif lain yang berisikan pos-pos pendapatan dan beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak diakui dalam laporan laba rugi. Yang termasuk ke dalam komponen pendapatan komprehensif lain menurut PSAK No. 1 (revisi 2009). laporan keuangan yang lengkap harus meliputi komponen-komponen berikut ini : (a) laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode (b) laporan laba rugi komprehensif selama periode (c) laporan perubahan ekuitas selama periode (d) laporan arus kas selama periode (e) catatan atas laporan keuangan. dan (f) laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan. Jika kita bandingkan persyaratan menurut PSAK No. 1 (Revisi 2009) yang efektif mulai berlaku untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011.

penghasilan komprehensif lain. 3. pemilik. misalnya pada tahun 2009 sebuah perusahaan melakukan restatement laporan keuangan ataupun mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. yaitu laporan keuangan untuk tujuan umum. perguruan tinggi dan individu/organisasi/lembaga lain yang berminat. maka perusahaan tersebut harus menyajikan 3 (tiga) laporan posisi keuangan atau neraca yaitu masing-masing neraca per 31 Desember 2009 dengan perbandingan neraca per 31 Desember 2008 serta neraca per 1 Januari 2008 (Hrd).Penyesuaian reklasifikasi adalah jumlah yang direklasifikasi ke bagian laba rugi periode berjalan yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain pada periode berjalan atau periode sebelumnya. Secara umum perbedaan ED PSAK 1 (Revisi 2009) dengan PSAK 1 (Revisi 1998) diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Ekuitas. laba atau rugi sedangkan pada PSAK 1 (1998) tidak terdapat definisi istilah yang digunakan. ED PSAK 1 (Revisi 2009) : Penyajian Laporan Keuangan ini yang merupakan adopsi dari IAS 1 : Presentation of Financial Statements merevisi PSAK 1 (1998) : Penyajian Laporan Keuangan. Penggantian istilah “Kewajiban” pada PSAK 1 (Revisi 1998) menjadi “Liabilitas” pada ED PSAK 1 (Revisi 2009). Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik . Misalnya adalah penyesuaian reklasifikasi atas pelepasan kegiatan usaha luar negeri sesuai dengan PSAK 10 : Transaksi Dalam Mata Uang Asing ataupun penghentian pengakuan aset keuangan yang dikategorikan sebagai „tersedia untuk dijual‟ sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006) : Instrumen Keuangan – Pengakuan dan Pengukuran. tidak praktis. catatan atas laporan keuangan. Pada ED PSAK 1 (revisi 2009) terdapat definisi istilah yang digunakan. ED PSAK 1 (Revisi 2009) mengadopsi IAS 1 Presentation of Financial Statements (2009) sedangkan PSAK 1 (Revisi 1998) mengadopsi IAS 1 Disclosure of Accounting Policies (1997). Liabilitas. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian. standar akuntansi keuangan. informasi yang disajikan dalam laporan keuangan meliputi : Aset. Jika. 2. atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. Dewan Pengurus Nasional IAI. Menurut ED PSAK 1 (revisi 2009). Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI pada tanggal 21 April 2009 kemarin telah menyetujui Exposure Draft (ED) PSAK 1 (revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan untuk disebarluaskan dan ditanggapi oleh kalangan anggota IAI. material. Perbedaan lain untuk kriteria laporan keuangan yang lengkap menurut PSAK 1 (revisi 1998) dengan PSAK 1 (revisi 2009) adalah dalam butir (f) yang mengharuskan entitas untuk menyajikan laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan. 4. Dewan Konsultatif SAK.

(b) Laporan laba rugi komprehensif. informasi yang disajikan dalam laporan keuangan meliputi : Aset. 11. sedangkan PSAK 1 (1998) masih memperkenankan penggunaan istilah tersebut. 1 (Revisi 1998). sedangkan PSAK 1 (1998) mengatur mengenai komponen laporan keuangan yang lengkap meliputi : (a) Neraca. Kewajiban. . Ekuitas.serta Arus kas sedangkan menurut PSAK 1 (1998). (e) Catatan atas laporan keuangan. (c) Laporan perubahan ekuitas. 7. 1. apakah harus diklasifikasikan sebagai Aset Lancar atau Tidak Lancar ? Klasifikasi suatu aset apakah sebagai Aset Lancar atau Aset Tidak Lancar diatur dalam PSAK No. 8. Adapun PSAK No.1 yang masih berlaku sampai dengan saat ini adalah PSAK No.1 (Revisi 2009) yang sudah mengadopsi IAS 1 : Presentation of Financial Statements per 1 Januari 2009. ED PSAK 1 (revisi 2009) mengatur bahwa penyimpangan dari suatu PSAK diijinkan jika kepatuhan atas PSAK tersebut bertentangan dengan tujuan laporan keuangan dalam KDPPLK. Misalnya perusahaan memiliki saldo piutang ataupun persediaan yang belum direalisasikan setelah 12 bulan dari periode pelaporan. ED PSAK 1 (revisi 2009) tidak mengatur mengenai pihak yang bertanggung jawab atas laporan keuangan. ED PSAK 1 (revisi 2009) tidak lagi memperkenankan penggunaan istilah “Pos Luar Biasa”. dan setelah tanggal 31 Desember 2010 nanti PSAK ini akan digantikan oleh PSAK No. Hal tersebut akan diatur dalam PSAK 25. sedangkan PSAK 1 (1998) mengatur bahwa manajemen bertanggung jawab atas laporan keuangan. 10. Mengenai Kepatuhan terhadap SAK. 9. Mengenai tanggung jawab atas laporan keuangan. jika PSAK 25 sudah mengadopsi IAS 8 terkini. atau reklasifikasi pos-pos laporan keuangan. ED PSAK 1 (revisi 2009) tidak mengatur mengenai bagaiman memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam suatu PSAK. ED PSAK 1 (revisi 2009) mengatur mengenai komponen laporan keuangan yang lengkap yaitu : (a) Laporan posisi keuangan (neraca). Pendapatan dan beban serta Arus Kas. (b) Laporan laba rugi. (f) Laporan posisi keuangan awal periode komparatif sajian akibat penerapan retrospektif. sedangkan PSAK 1 (1998) mengatur bahwa entitas sebaiknya mengeluarkan laporan keuangan paling lama 4 bulan setelah tanggal neraca. ED PSAK 1 (revisi 2009) tidak mengatur kapan entitas sebaiknya mengeluarkan laporan keuangan. Sedangkan PSAK 1 (1998) mencantumkan pengaturan bagaimana memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam suatu PSAK. ED PSAK 1 (revisi 2009) mengatur bahwa entitas membuat pernyataan kepatuhan atas SAK dalam laporan keuangan. 6. 5. (d) Laporan arus kas serta (e) Catatan atas laporan keuangan. penyajian kembali. (d) Laporan arus kas. (c) Laporan perubahan ekuitas. sedangkan PSAK 1 (1998) tidak mengatur mengenai laporan keuangan yang harus memuat pernyataan kepatuhan entitas atas SAK. sedangkan PSAK 1 (1998) tidak mengatur mengenai penyimpangan dari suatu PSAK.

maka atas saldo piutang ataupun persediaan yang biarpun belum direalisasikan dalam jangka waktu lebih dari 12 bulan tetap harus diklasifikasikan sebagai Aset Lancar karena termasuk dalam aset yang akan dijual. jika aset tersebut : (a) diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan dalam jangka waktu siklus operasi normal perusahaan. beda statement of comprehensive income di PSAK 1 (2009) = setelah konvergensi dengan IAS 1 (2009) dengan PSAK sebelumnya yaitu PSAK 1 (1998).PSAK No. berikut bedanya : 1. jika : (a) entitas mengharapkan akan merealisasikan aset. Jika kita memperhatikan persyaratan pada butir (a) di atas baik pengaturan menurut PSAK 1 revisi 2009 ataupun PSAK 1 revisi 1998. atau (b) dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal neraca. dikonsumsi atau direalisasikan sebagai bagian dari siklus operasi normal perusahaan meskipun aset tersebut tidak diharapkan untuk direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan (Hrd). (b) entitas memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan. Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai aset tidak lancar. mungkin maksud agan.1 (Revisi 2009) telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI pada tanggal 15 Desember 2009 dan akan mulai berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setalah tanggal 1 Januari 2011. atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya dalam siklus operasi normal. Sedangkan PSAK 1 (Revisi 1998) yang masih berlaku sampai dengan 31 Desember 2010 nanti mengatur mengenai klasifikasi aset sebagai aset lancar. (c) entitas mengharapkan akan merealisasi aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. 2. atau (d) kas atau setara kas (seperti yang dinyatakan dalam PSAK 2 (revisi 2009) : Laporan Arus Kas). atau (c) berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi. Pengklasifikasikan suatu aset sebagai aset lancar atau tidak lancar dalam PSAK 1 (Revisi 2009) diatur dalam paragraf 63 yang menjelaskan bahwa entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar. di PSAK 1 (2008) diatur mengenai pos luar biasa (extraordinary item) sedangkan di PSAK 1 (2009) tidak diperkenankan lagi adanya pos tersebut di statement of comprehensive income. Laporan Laba rugi comprehensive (statement of comprehensive income) adalah satu laporan laba rugi dan satu laporan yang menunjukan other comprehensive income. karena pos luar biasa dianggap sebagai pos "keranjang . kecuali aset tersebut dibatasi pertukaran atau penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.

.gitu gannn.. Sedangkan pada tahun 2012. bagian bawah ada laporan OCI nya. Piecemeal Suatu negara hanya mengadopsi sebagian besar nomor IFRS yaitu nomor standar tertentu dan memilih paragraf tertentu saja. laporan laba rugi spt yang biasa. 2009). Full Adoption Suatu negara mengadopsi seluruh produk IFRS dan menerjemahkan IFRS word by word ke dalam bahasa yang negara tersebut gunakan. 3.sampah".ntar keliatan bedanya. 4... Indonesia harus mengadopsi IFRS untuk memudahkan perusahaan asing yang akan menjual saham di negara ini atau sebaliknya. standar yang diterapkan hanya mengacu pada IFRS tertentu dengan bahasa dan paragraf yang disusun sendiri oleh badan pembuat standar. Adanya pemisahan other comprehensive income (OCI) di luar laporan laba rugi (tepatnya di bagian bawah statement of comprehensive income). melainkan masih mengacu kepada standar akuntansi keuangan nasional atau PSAK. 2.hehehehe 3. Pada tahun 2009. untuk mengadopsi standar internasional itu bukan perkara mudah karena memerlukan pemahaman dan biaya sosialisasi yang mahal (Immanuela. Referenced Sebagai referensi. Begitu gann. Not adopted at all Suatu negara sama sekali tidak mengadopsi IFRS. adopsi IFRS sangat dianjurkan. Adopted Mengadopsi seluruh IFRS namun disesuaikan dengan kondisi di negara tersebut. Dewan Pengurus Nasional IAI bersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan DSAK merencanakan akan menerapkan standar akuntansi yang mendekati konvergensi penuh kepada IFRS.. tingkat pengadopsian IFRS dapat dibedakan menjadi 5 tingkat: 1.. statement of comprehensive income ada dua bagian. soalnye PSAK 1 ini berlaku efektif Per 1 Jan 2011.perusahaan listed di BEI menggunakan IFRS.kalo pengen jelasnya ntar tunggu laporan keuangan tahun 2011. bagian yang atas. 5. hanya penjelasan aja yang point satu. Indonesia belum mewajibkan perusahaan ... Namun demikian. Menurut Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK). Namun pada tahun 2010 bagi perusahaan yang memenuhi syarat. .

Membahas tentang IFRS saat ini lembaga-lembaga yang aktif dalam usaha harmonisasi standar akuntansi ini antara lain adalah IASC (International Accounting Standar Committee). organisasi perdagangan. serta IOSCO (International Organization of Securities Commissions). . kantor akuntan internasional. Beberapa pihak yang diuntungkan dengan adanya harmonisasi ini adalah perusahaan-perusahaan multinasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan OECD (Organization for Economic Cooperation and Development).

8.47.38.

3  .7 .9   !$  #0.3.80-..3  502  .3 0:.80-.3 !$  #0.907.8  5.9/013889.3/.9: .3 07:.9 /0138 89.547./..8    31472.83.547. 502 .907/.3.8     !..3  !$  #0.!$  9/.. !$ #0.943413./458 $  8.3 /:3.7.9020398 2070.3 !$  #0.3  $0.3 89. !$  #0.8   /..3/:3.3 0:.8  203.8   203.3 /..89.  .3  503.39.3 :39: 9::.5.3 3 .3 .3 /8..4:393 !4.3 -0-.8   203.8. :2:2 507-0/.:39.8     !03.7.. .3  5.38 0:.5.-9.3 205:9  809  .3 /.-9..$9.8: 0:39:3.3./.-..3 425700381 . 0..7 $  !708039./.3.8    907/.3 :2:2  9/.98  89. 57..3 /897-:8 05.3 207:5..8!$   !03.3 .547.8  :9..8    /03.3 .5.547.48:70 41 .9.8 .3 /.3.7 /.3 0:.: 7: 80/.  !$  70.3  4397-:8 /.9.3 0:. .3 9072.3.././458 /.9.9020398    80/.943 41 3.3..3    03:7:9  !$  70. 502 /.3.3 .3.3 5.39.-07:9  !$ #0./. ../458$!708039.02-.3 -0723.3 0:..9.3.-.3  2.5..3.9.3./ ..8 ./.2 .8  !03/. $9.547.08     !03.2 .

3 .203.547..3 !$   9/.3:3 .547.9:7 20303...3/.2 !$4  /.3.9.8  0  ..9: !$     !$  70.3 0:.3.2 !!  80/..3.3:.3 !$    203.547.  .3.5:3!$4 ..3 0399.30:9.35.3 02-.7.9:7 20303.8-07.3 /.3 .9:720303.!$ 4  #0.9.3:3.3. 203..3  80/./..9:720303.3.9.25. 2030:.9:!$/3.305..9.8  203. 7: 425700381  .8.30:.3/.8    203.3 0-.3205:9809 0.9:7/.303.8 /.30:.880/. 05..5 .28:.3 503.5.9:.3   !$  70. 4254303 .547.7:8..2030:.3 !$    9/.809 . -.3. 0399.:8.3.8 80-. 80/.  . $9.3.9.39:2.3.. /.3.88079.547. 0399.-.7:8202:..3.9..3.8  203.3 -0:2 /70.8    9/.38090.3507:-. 20250703.3 !$    203..7 .5.9.9.3 .     !$  70. . 0 .3 .5 $   !$  70.3 0:. 7:8.39!$3.547.3./4 5:9.7   .3 507:-.9:7 20303.3:3. 203.3.8 $ /.50325.9:  .3/.  -:. 9.2.9.3 8:/.. 202 /.0203-079.9:.30:.3 503:3. .8 !$ 90780-:9 -079039. 203.:5:3 50780/./03.7 ..9.547../.3. 809 .9: .8 8:.3.8    0303.3.8079.9:..3 .39.95073.8 .3 0:.  .3   !$ 70.9.9.3.547.9:.3...3.9: !$  .3.9.3 0:.7:8 .3 .- .9:7.81.8    ..3.3.3.3.3 0:.2 .3 307.9.8. 50325.3.8 202-:.9.547.203. ...8. 809 .547.5...9:7 /..547.9:!$   !$ 70.32.8 .8$   !$ 70.7 .3.547.547..3.3 0:.5 205:9  .3  1  .9. 80-.3 0:.3. 5074/0 425.5. 203.3.0802-07  3.3 .3 80/.3.8 !03/. 9/.8 548 548 .3 /03.880-.3 .  07.3./.9:7 /.7 .7 5074/0 50.2 .7 /.3  . 05.3 5488 0:.3 .9.3/.38090.5.3 80-.3 20307.: 809 %/..3..5.3.9.8 .3 40 !$ 4  #0.3.7 8:.3!$   203..3. 203.3 ...943 41 3.3 8090.30:.. .7.3 0:.547.3.8.7:  .3 5488 0:.2.4254303...3.9.3.820250703.307.2.7:8 /.  .38 09..-.-.3.3. 90780-:9 ..3 0:9.3 .78:.3.547.-.3 /.-:..3 .. .8.547.9:7.9:7-.30:..3 /..38079.8    9/.3503:3..3 .3..: 70.. !$  8:/.81. .. 9/.3 907.-.:%/.91 8.7.90780-:9  8.9:7 /.389...3.9:7 -.8  9/. !48 :.8  / .3.3-0-.38 09.3 .3 7097485091  503.3 03.:39.3 0-.93.9 5073..8  /  .3.3 9::.3 !$    203.3 /.-.3    0303.8    9/.2.2 8:.9 50307.2 !$   .8.3 :9.5.3  80/.3.3 202 8.3.81.547.3 20307.8.  .547.9:7 -.3 89.:39..547.9:7 20303.547.547.7:8.3 203:7:9!$   31472./458 $   !708039.9.38../458 $  9073  $0/.3.3 202 /.9.9:7-.5.3!$  2.3 -..3-079.9020398507.3 /8.30:.8 .547. 507:8.547.3 05..30399..3 80/.

7:8 /.3 .80980-.42570038.547.8.547.7.79.3.809:39:9::.07038 /03.3.     .80990780-:9 .33.5 80-.3 /.2 .8.8.:01091:39:5074/09..32070.3..: /:3.-:97 .2.809 .3.7.3 ..1  . -07:5.75:3 -0:2 /70.9: !$    -07:9 -0/. /2 :39: /507/.8 805079./.5.:..3 /70.3 8.3/. .3 2030.3 / !$     9/.3.3 .7.8.3.: .380:.8./..3 /:.9.5074/050..3  0802-07    3./.8. 0399.81.2 . :39: 203008.3  -0/.3 .8.809  .8.809 80-.81.81.9.-9.3 ..3 2085:3 ..3 !$ 80-0:23..8 -07.7.503.7   !03.8   ..9:7 /.8.9.8. 548 :.8  ...9.5074/0 50.3 .9.28:84507.3 $  5.8:/ . .!$4  #0.9.: / .3/.809 90780-:9 /-..703. 9072.8.3.7 .8..5.9:-:..9.7..547.:809.8. 43.8 203.3..: :39: 9::... /..8.:5:3!$ 70.2 .9/.420    / !$     /.809/.9.8: /.8.39203.2!$ 70.8.42570038.8 5079:..507:8.:809..0 3. ..7.8: .3./.35.-.7 . 507:8.7.2 !$  #0.3.: -072.3 /.: 203:3.8203. 548 07.9047 90780-:9 80-.3.3 4907 . 0399.  /5077.3.9.. .7 902  80/...2 .9:8:84507.8202.8  .5 .5.3 909..3.9:7 20303.8...8 203. .9.3 .902039 41 .7.8  ...8 . .:809.. 9072.3 8:.9:  -:.8.9.8.420  .809 .: 503:3.. .902039 41 .9.8   2.-07.3 /..547. .9: .809 .8 3472.3.3/.42570038.3.547.3 $     /03.3 !$  #0. 7: /. /.0399..9.809 9/.3 .3.3 /70..38090..8  90. 548 90780-:9 / 89.7 -.2 5./8.-.0 3.5074/050.03..3 .3.8 203.9.7  -:..3.809.3 -.7 -.: .902039 41 .5...3 .7 .9: .81.8  0.3. 8./.3 -.3400.3.9.9..3.3.8-./-..:5:3 50780/.9:-:.9: 0- /.3.420 / !$      8090.3 2070..47/3.32:.33.9.8.: /2 :39: /:.. 503/0 /.0802-07 /.7 8:8 4507. /.809 80-.7 .3.33.0 3..420  . 097.8    /.3 .3 8090.3:.3.:3-:: .202507.3 :7.42570038..3.9.3 :39: /70. .3 /.3. ..: 9/.3 .9.83472.3$9.3  399..8.8.3 9/..42570038. .703.3 80-.7.81..5..9.37:8 .0 89.9.3/3.3 . 548 :. .: 8.3 .9.3/2:...3.7.3 . /50703....9.33. /03.9:7.9./. -.88. 809 .3 .8/.3/507/.880:7.9.25.. 7: .307.3 /.7:39.3 203:3:.  /438:28 . .. ..9: .2.38090.83472.3 .: /70..35078.809.8:/ :39: 203:.8.-:./45:9.809 90780-:9 9/.3 .3 2.3 80-.547.9:720303. 89.7  $0/.7 /.  0399.547.3.3 7/  2:33 2..3.3503:3..9..3203:7:9!$ 70..

 89.9.3203/0.3 0:.9503.3.8 .9 /..80. -.07038503:05.3.3/.3 507:8.2.7../458 89.3 .3  :39: 203. 0000    .3/.2:/.3  $0/.547.9:-:.32025.3 . 7: 905.:3    0.9.. 8.3507..7.9  :/45943 $:.507:8.9/.3.7 ..5./93.:!$ ./45880:7:#$3.2:35.-./..83 .3./.843..2. 70107038  89.547..:39..3 4907 .90780-:9   !0.0 3.3 .7./.3 5.91$/.7 9079039:/.3 890/ /  203:3.2.989...0/ $0-.380:.7 .   #010703./45880:7: 574/: #$ /.843.3 -. -0:2 20..30 !$  3 -07..  89.3-.90780-:9:3. $:.././..3203.3#$ /././.25.3 203:.3 #$  20.8.943.3:0. /:.3. 22.0 3.3..3 2.7.30.3.7..8..3 .3 9.902039 41 ./.3-.3 !03:7:8 .3507:8.33 .3 20307.8.7 9:3: .3.7 34247 #$ .  .3/.3.3 $ 93..3/./458#$   !. 203..9: 30.3.3 2030702.020.-.547.9.3438:9.9:30.:3    84..: 05.    .848.7. $:.3 . 5028.:39. -.20207:.7.3/.3./458..3   39.7.3$ 20703.703.320203:8. 8.3/.2 / 30. 3 .9:  /.203.#$  3/4308. ..3/03.7 39073.3 3.2-...3/.19079039:8.3./03.2:3 /02.3 89. ./458#$:39: 202:/.0 3.8  .7:8203..: 80-..-. 203.3. 7: 859 .3..3/8:8:3803/740-.8..8.1.35.5.93.4 50303 0.. #$ 9079039: /03./.3 -.3 3..420   09: .38 0:.3-... / -. 9..8.9 .902039 41 .3502-:. 203.3 /907.9: 30.42570038.3 .83.7 0. 9.7. 9:.7.  -078.3/.3 -08.3502.7.3   /4590/ 03.7.2.3..3 -0/..7 .42570038.9: 34247 89. 89.420 . 39...330.3  -..3.9.3:7..333  03:7:90.: 01091 !07  .3 #$ 47/ - 47/0/.3  507:8.3 5439 8.420   / :.42570038./458 80-.843. 5030.8 203.:3    3/4308..: 5.547.9.:3  -.2:3/808:.7:39..38.3../.32.9..8.3$9./458 #$ 8./4590/.7.9/-0/.5.7   49.343/8/30.

0452039  0-07.3/ 0.3..943 . .  $  42288438    39073.7.:7908 .943 147 .3 .3 #$ 8.9.9 3 02-.843. .. 507:8.. 7... 5.38.383. /..3 /:39:3.3 2:93.2 :8.3/.38...:39.38.3  7.. 02-.8 3 .3..943.8 9039. .02-.5.4342..3  8079./.3 507:8.3.72438.3 39073.3947 .91 /.943 41 $0..3.3 /03.3 .3 .889..3/.8 507/.:39.7 4229900  !07807.39.4:393$9. .3.72438.943. 44507./.843. ...  ./..7.$ 39073.  47.