LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA TUMBUHAN

ACARA II PEMBELAHAN MEIOSIS

Semester: Genap 2008/2009

Oleh: Nama NIM Rombongan : Arif Ardiawan : A1L008062 : IV

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN LABORATORIUM PEMULIAAN TANAMAN DAN BIOTEKNOLOGI PURWOKERTO 2009

2 .ACARA II PEMBELAHAN MEIOSIS Tanggal Praktikum Nama Praktikan NIM Nama Partner Rombongan Asisten : 04 Juni 2009 : Arif Ardiawan : A1L008062 : : IV : Tin Kartika Adie Ema K.S.

diawali dengan munculnya organisme uniseluler yang selanjutnya menghasilkan organisme multiseluler. Adapun pembelahan sel dibedakan menjadi dua macam. Pembelahan sel yang terjadi pada organisme euksriot m. Latar Belakang Didalam kehidupan. Tahapan pembelahan didasarkan pada perubahan letak (tingkah laku) kromosom selama berlangsungnya proses pembelahan. B. Pembelahan sel di diawali dengan adanya aktivitas pembelahan kromosom dalam beberapa tahap pembelahan. Peristiwa demikian dokenal pada teori evolusi. Reproduksi sel berlangsung melalui pembelahan. sel memiliki kemampuan memperbanyak diri atau dikenal dengan istilah reproduksi. yaitu mitosis dan meiosis. Sebagai unit fungsional. Salah satu mekanisme yang ditempuh adalah melalui proses reproduksi sel. PENDAHULUAN A.I. Tujuan Untuk mengamati lebih jelas tahapan-tahapan pembelahan sel yang terjadi secara meiosis 3 . Pada setiap tahap pembelahan mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat diamati proses-prosesnya melalui teknik atau perlakuan tertentu yang diberikan pada kromosom tersebut.elipti pembagian inti sel (kariokinesis) dan pembagian sitoplasma (sitokinesis) melalui tahapan seperti pada mitosis maupun meiosis. Pembelahan meiosis terjadi pada sel-sel germinal (gamet) dengan hasil akhir empat buah sel anak yang bersifat haploid dengan komposisi genotip yang mungkin berbeda dengan sel induknya Mitosis adalah peristiwa pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel somatis (sangat aktif pada jaringan meristem) yang menghasilkan dua sel anak yang memiliki genotip sama dan identik dengan sel induknya. Mekanisme tertentu telah ditempuh hingga menghasilkan organisme multiseluler sampai dalam wujud seperti sekarang ini.

maka meiosis menghasilkan sel anak dengan reduksi jumlah kromosom. 2000). TINJAUAN PUSTAKA Sel digolongkan menjadi 2 kelas utama. Semua sel hewan dan tumbuhan adalah eukariot dan bakteri. terjadi pemisahan kromosom dan pembelahan sel pada fase M (M=Mitotik). Proses duplikasi DNA terjadi pada fase S (S= sintesis). 2002). Selain itu. 4 . dan proses ini dapat terjadi melalui pembelahan sel dan pertumbuhan sel. Proses ini merupakan dua fase utama dari siklus sel. yang menghabiskan 10-12 jam dan merupakan separuh waktu siklus sel pada tipe sel mamalia. Organisme prokariot tidak mengalami pembelahan sel berupa mitosis atupun meiosis. Organisme eukariot membutuhkan kemampuan untuk dapat tumbuh. Organisme eukariot mengalami pembelahan sel secara mitosis pada sel somatisnya dan meiosis pada sel gametnya. yaitu sel prokariot dan sel eukariot. Meiosis adalah tipe khusus dari pembelahan nukleus yang melakukan pemisahan tiap kromosom homolog menjadi gamet yang baru.II. kemudian membelah menjadi dua sel anak yang identik. yang membutuhkan waktu lebih sedikit ( kurang dari satu jam pada sel mamalia). Fungsi utama dari siklus sel adalah menduplikat sejumlah DNA di dalam kromosom dengan tepat. tetapi sering terjadi juga bahwa pertumbuhan sel dan perkembangan sel tergabung dalam satu proses yang dinamakan siklus sel (Koning. meiosis menghasilkan sel anak yang berbeda dengan induknya(Farabee. ia hanya mengalami pembelahan sel berupa amitosis. cyanobacteria dan mycoplasma adalah prokariot. Mitosis terjadi pada fase M yang dimulai dengan kromosom yang terkondensasi. Kondensasi kromosom dan pembatasan kromosom replikan terjadi dalam mitosis(Alberts. Setelah fase S. Pertumbuhan terkadang merupakan hasil dari satu atau komponen lain saja. Organisme prokariot tidak memiliki membran inti dan eukariot memiliki membran inti. Jika mitosis menghasilkan sel anak yang identik dengan induk. Fase mitotik merupakan tempat terjadinya mitosis. salah satu contohnya adalah pembelahan biner. 1994). Perbedaan utama diantara keduanya terletak pada keberadaan membran inti yang membatasi inti sel dan sitoplasma.

seringkali terjadi peristiwa Crossing Over. Pada peristiwa sinapsis. namun hanya satu set kromosom yang berada didalam sel anak. 2000). sedangkan pada meiosis I terjadi peristiwa reduksi kromosom yang nantinya berpengaruh terhadap sifat sel anakan(Cooper. Sinapsis adalah suatu proses penghubungan kromosom yang telah mengalami replikasi. peristiwaperistiwa profase pada pembelahan mitosis juga terjadi pada fase ini. kromosom homolog akan mulai terpisah. 1. yaitu sinapsis. Adanya Crossing Over ditandai dengan struktur khusus berupa chiasmata. Metafase 1 Metafase I terjadi saat tetrad berjajar di bidang ekuatorial dan sentromer terikat pada benang-benang spindel dari setiap pasangan kromosom yang homolog. 2000): 1. tetapi ia tetap menempel pada chiasmata. Selain itu. meiosis II melakukan pembelahan sel seperti yang terjadi pada pembelahan mitosis. Pembelahan Meiosis I(Farabee. 1. Anafase 1 Fase Anafase I terjadi ketika tetrad terpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan dengan bantuan benang-benang spindel. 1. yaitu pembelahan reduksi (meiosis I) dan pembelahan sel (meiosis II). Telofase 1 Fase Telofase 1 memiliki kesamaan dengan telofase pada pmbelahan mitosis. 5 .Pada pembelahan meiosis terdapat dua macam pembelahan. beberapa sel hewan mempuyai kemungkinan untuk mengalami pemisahan sentriol. Hasil dari sinapsis tersebut adalah kromosom tetrad yang terdiri dari dua kromatid dari setiap kromosom. Jenis spesies mempengaruhi terbentuknya membrane inti baru. Sentromer pada anafase 1 masih tetap utuh. Selama peristiwa Crossing over terjadi. Profase 1 Terjadi peristiwa unik pada fase ini. Pada akhir profase I. kromatid akan patah dan menempel pada kromosom homolog yang berbeda. Pada tahapan ini.

yaitu ovarium. Kromosom adalah suatu struktur yang tersusun atas rantai panjang DNA dan tergabung dengan protein. Selain itu. Sel anak hasil pembelahan meiosis akan berkembang menjadi gamet. kromatin dapat ditemukan di nukleus sel eukariot. Kromosom homolog adalah kromosom yang membentuk pasangan dengan struktur. Kinetokor adalah protein yang terletak pada sentromer di tiap-tiap kromosom. kromatid. 6 . Telomer berhubungan dengan rantai karakteristik DNA. kemudian sel yang dihasilkan akan terdiferensiasi menjadi sperma ataupun serbuk sari pada tanaman. 1. protein histon dan protein nonhiston. Pada sel tumbuhan. 2. 7. Kromatid merupakan duplikat dari kromosom yang terbentuk dari peristiwa replikasi DNA yang tetap bersatu dengan duplikat lain pada sentromer. 2002). Telomer adalah ujung dari kromosom eukariot.Pembelahan Meiosis II memiliki kesamaan dengan tahapan pada pembelahan mitosis. telomer berasal dari bahasa yunani yaitu Telos yang berarti ujung. Kromosom membawa bagian dari informasi genetik suatu organisme. Pada sel hewan. ukuran. posisi sentromer dan pola pewarnaan yang sama(Campbell. Sister chromatid adalah dua kromatid yang bersifat identik dimana merupakan hasil proses duplikasi 4. yaitu proses pembentukan ovum yang terjadi di organ tertentu. 5. bentuk. sister chromatid. telomer dan sentrosom(Alberts. Kromatin adalah gabungan antara rantai DNA. 3. oogenesis terjadi secara mitosis pada gametofit Pembelahan sel secara mitosis maupun meiosis melibatkan kromatin. kromosom homolog. kinetokor. meiosis berperan dalam proses gametogenesis. kromosom. 6. terjadi pula peristiwa Oogenesis. Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet (n) oleh germ line (2n). 1987). Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma yang terjadi di organ tertentu pada tumbuhan dikenal dengan istilah mikrosporogenesis.

meiosisi terjadi pada kepala benang sari dan kandungan lembaga. 7 . serta ovarium pada hewan betina.8. Pada tumbuhan berbiji. 2004). Sentorosom terletak ditengah organel dari sel hewan (sentriol pada sel tumbuhan) yang menjadi pusat pengatur mikrotubulus dan bertindak sebgai kutub dari benag-benag spindel selama proses pembelahan sel. meiosis terjadi di sporogonium dan di sporangium pada tumbuhan paku(Pratiwi. Pada tumbuhan lumut. yang terjadi di testis pada hewan jantan. Meiosis memegang peran penting dalam pembentukan sel gamet dalam kelenjar kelamin (gonad).

Cawan Petridish 2. Sel telur belalang () 3. Alkohol 70% B.) Lindl) 2. Gelas preparat dan cover glass 4.III. Alat Alat yang dugunakan pada praktikum ini adalah: 1. Mikroskop 8 . Pembakar Bunsen 5. A. Bahan BAHAN DAN ALAT bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah: 1. Jarum 3. larutan farmer (1 bagian asam asetat glacial + 3 bagian alkohol absolut) 5. pewarna aceto carmine 4. Serbuk sari bunga amarilis (Eurycles amboinensis (L.

9 . lakukan peremasan terhadap preparat. iv. Ambil satu atau beberapa kantung serbuk sari dan diletakan di gelas preparat. 3.IV. i. Hitung fasemana yang jumlahnya paling banyak. B. 7. 5. 3. preparat diamati dengan menggunakan mikroskop. Gambar fase-fase yang ada di preparat. 6. Pengumpulan Bunga dan Fiksasi 1. Fiksasi dilakukan pada pagi hari. Catat perbesaran yang digunakan. 2. Serbuk sari diuraikan dengan menggunakan jarum. Malai maupun kuncup bunga dilepaskan pada cawan petridish berisi alcohol 70%. 4. iii. PROSEDUR KERJA A. Fiksasi sel telur belalang dilakukan pada pagi hari dan sore hari. Cari dan amatilah fase-fase dalam meiosis ii. 4. Fiksasi sel telur belalang dilakukan dengan mengambil sel telur belalang dan direndam dalam larutan NaCl. preparat ditutup dengan cover glass dan dipanaskan di atas api. 2. preparat ditetesi dengan pewarna aceto carmine. Penyiapan Preparat 1. Fiksasi serbuk sari bunga amarilis dilakukan dengan mengambil kantung serbuk sari lalu di rending dengan larutan farmer.

kromosom Pada sel telur belalang hijau (Sexava sp.(gambar diambil dengan menggunakan perbesaran 40x) Telofase I Metafase I 1. dinding sel Telofase II 5. sekat pembelahan Profase I 1. tidak ditemukan adanya pembelahan meiosis 10 . dinding sel 6. empat sel anakan Anafase I 7. diperoleh gambar fase meiosis sebagai berikut.V.) Lindl) dengan jumlah kromosom 11 pasang. kromosom 3. HASIL PENGAMATAN Dari pengamatan terhadap preparat serbuk sari bunga amarilis (Eurycles amboinensis (L.)yang di fiksasi sore hari. dinding sel 2. dinding sel 4. dinding sel 8.

) dengan jumlah kromosom 12 pasang.Dari pengamatan terhadap preparat sel telur belalang hijau (Sexava sp. kromosom Profase I Telofase II 1. kromosom 1. membrane sel 2. kromosom 11 . kromosom 1. sekat pembelahan 2. membrane sel 2. yang fiksasinya dilakukan pada pagi hari diperoleh gambar fase meiosis sebagai berikut (gambar diambil dengan menggunakan perbesaran 40x) Metafase Telofase I 1. sekat pembelahan 2.

Tahapannya adalah sebagai berikut : profase I. metafase II.) dan serbuksari bunga amarilis (Eurycles amboinensis (L. Dibandingkan mitosis. Hal inilah yang melatarbelakangi digunakannya sel telur belalang hijau (Sexava sp.).) pada praktikum pembelahan meiosis ini. yaitu dari jumlah kromosom diploid (2n) menjadi jumlah kromosom haploid (n).) dan serbuksari bunga amarilis (Eurycles amboinensis (L. matafase I.) Lindl. Praktikum kali ini dilakukan pengamatan terhadap pembelahan meiosis yang terjadi pada sel telur belalang hijau (Sexava sp.) dan serbuksari bunga amarilis (Eurycles amboinensis (L. daur lengkapnya memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu. Sebelum diamati. maka pembelahan meiosis disebut pembelahan reduksi (meio artinya reduksi). Alasan penggunaan sel telur belalang hijau (Sexava sp. Pada tumbuhan paku dan lumut. Sedangkan bunga amarillis digunakan karena mudah dalam pengambilan kantung sarinya. anafase I dan telofase I yang diikuti oleh profase II. Pada tumbuhan biji terjadi pada putik ketika membentuk ovum dan pada benang sari ketika membentuk serbuk sari. dan pada ovarium ketika membentuk ovum. Selain itu. begitupula bunga amarilis yang memiliki kromosom 11 pasang. Pada hewan terjadi pada testis ketika membentuk spermatozoa. Sedangkan fiksasi pada serbuksari bunga amarilis dilakukan denga 12 . meiosis merupakan proses panjang. sel telur belalang di fiksasi dengan menggunakan larutan NaCl.VI. Karena terjadi pengurangan jmlah kromosom.) Lindl. Pembelahan meiosis terjadi pada gonade atau alat reproduksi.) Lindl. yang masing-masing menghasilkan sel dengan jumlah kromososm tereduksi. PEMBAHASAN Dalam meiosis terjadi tahap meiosis I (pembelahan reduksi) dan meiosis II. hal yang lebih penting yang mendasari penggunaan bahan tersebut adalah karena belalang mempunyai jumlah kromosom yang cukup sedikit yaitu 12 pasang.) pada praktikum kali ini adalah antara lain karena belalang mudah di dapat dan mudah cara mengeluarkan telurnya. terjadi pada anteridium ketika membentuk spermatozoid dan pada arkegonium pada waktu membentuk ovum. anafase II dan telofase II.

kromatid terus memendek Nukleolus dan membran nukleus menghilang. Sentriol bergerak menuju ke kutub sel. Ketika kromososm-kromosom mula-mula mulai tampak (leptoten profase I). Pada pengamatan terhadap preparat. setiap homolog ternyata merupakan struktur tunggal. 4) Diplonema (diploten). Namun seperti halnya pada mitosis. hanya di temukan pada bunga amarilis yaitu fase Profase I. kromosom memanjang. merupakanciri khas bagi meiosis. Proses berpasangan ini (disebut sinopsis).larutran farmer yang terbuat dari 1 bagian asam asetat glacial + 3 bagian alkohol absolut yang bertujuan menghentikan aktifitas pembelahan sel tersebut. 5) Diakinesis. 2) Zygonema (zigoten). Homolog yang berpasangan itu disebut bivalen. setiap kromosom dalam sel itu berpasang-pasangan dengan homolognya menurut panjangnya. telofase I dan telofase II. Kiasmata yaitu peristiwa dimana dua kromatid di bagian tengah dari kromatid tetrad bersilangan pada satu atau beberapa tempat. metafase I. homolog sedikit tertarik berpisahan sehingga tampak kromatid dan kiasmata yang terpisah. telofase I dan telofase II. pasangan kromosom homolog. 3) Pachynema (pakiten). sehingga terjadi pertukaran segmen kromatid yang mengandung gen ‘crossingover’. membentuk pasangan disebut bivalen. 13 . anafase I. sebelum debuat preparat. tampak sebagai benang tunggal dan tidak berpilin. sehingga terbentuk empat kromatid yang disebut tetrad. Selagi profase berlanjut (zigoten dan pakiten). Profase I umumnya dibagi menjadi lima subtahap dengan ciri-ciri sebagai berikut: 1) Leptonema (leptoten). masing-masing anggota sepasang kromosom homolog menduplikasi diri. serbuk sari dimasukan ke alkohol 70% untuk menjaga kelembaban bahan. Sedangkan pada preparat sel telur belalang hanya ditemukan fase profase I. bivalen memendek. metafase I. sentromer homolog bergerak menjauh. Profase I merupakan tahapan yang lebih lamban dan sangat kompleks. khusus pada serbuksari bunga amarilis. kebanyakan daripada DNA selnya berganda selama fase S yang mendahului profase I.

Dengan demikian masing-masing kutub sel memperoleh setengah jumlah kromosom sel induk. Bersamaan dengan kejadian tersebut terjadi pula sitokinesis. Hanay saja. Benang spindel memencar dari masing-masing kutub. Pada anafase I. Membran nukleus menghilang. Kedua preparat menunjukan penampakan tahapan metafase yang cukup jelas. Tahapan ini terjadi pada kedua preparat. kromosom homolog yang bivalen dan tetrad menempatkan diri pada bidang ekuator nukleus. berhadapan dan melekat pada benang spindel pada bagian sentromer kromosom. masing-masing anggota pasangan kromosom homolog ditarik menuju ke kutub sel. metafase.Pada fase profase yang ditemukan pada preparat sel telur belalang pagi hari dan preparat bunga amarilis ditemukan fase profase dengan ciri-ciri: menebalnya benang-benag kromatin sehingga kromosom nampak jelas. anagase pada meiosis ke II. Di tandai dengan adanya sekat pembelahan dan kromosom terlihat pada masing-masing sel yang hampir terpisah. Nukleolus menghilang. Tahapan ini tidak ditemukan pada kedua preparat. Benang spindel mengikat kromosom tersebut pada bagian kromosom. Pada metafase II masing-masing kromosom yang sudah terdiri atas dua kromatid menempatkan diri pada bidang ekuator. Pada profase II kromosom pada nukleus sel anak memendek dan menebal. preparat sel telur belalang tidak cukup jelas penampakannya. Sentriol (sepasang) bergerak menuju ke kutub anakan sel. Tahapan anafase hanya terlihat pada preparat serbuk sari bunga amarilis. Pada anafase II sentromer membelah diri sehingga kedua kromatid pada satu kromosom terpisah. Pada telofase I terjadi pembentukan membran anakan nukleus pada masing-masing kutub. Selanjutnya adalah tahapan pembelahan meiosis II yang prosesnya sama seperti pembelahan mitosis. Ditandai dengan adanya kumpulan-kumpulan kromosom yang bergerak menuju kutub yang berlawanan. Pada metafase I. Masing-masing kromatid ditarik menuju ke kutub oleh benang spindel. Selain itu. terutama pada preparat serbuk sari bunga amarilis sangat nampak barisan kromosomnya. tahapantahapan yang tidak di temukan pada kedua preparat adalah: profase. 14 .

Kromosom kemudian memipih. Benag spindel lenyap. Di dalam kepala sari terdapat 4 buah kantung serbuk sari (pollen sacs). sebagai alat pembiak jantan yang disebut mikrospor. sehingga terbentuk empat anakan sel yang masing-masing sel anak memiliki setengah jumlah kromosom yang dimiliki sel induknya. Sel-sel secara genetik tidak sama. dan menghilang. Nukleus pada telofase II mengandung kromosom-kromosom yang haploid. Gametogenesis juga berlangsung pada tumbuhan tingkat tinggi atau tumbuhan berbiji. Pembentukan gamet betina berlangsung dalam gametofit betina pada embrio di dalam bakal biji (ovule). Sel-sel dari tetrad telah mengalami reduksi baik dalam jumlah kromosom maupun genomnya. Gametogenesis terutama terjadi pada hewan-hewan bertulang belakang. Di dalam serbuk sari. 1995). Gametogenesis terdiri atas spermatogenesis. memanjang. Tidak lagi tersusum atas kromatid. Beberapa peristiwa yang berhubungan dengan peristiwa meiosis adalah gametogenesis. yaitu dalam kepala sari (anther). Bunga yang lengkap mempunyai alat pembiak jantan yang disebut benang sari (stamen).Pada telofase II membran nukleus terbentuk pada masing-masing kutub. yang merupakan hasil dari peristiwa segregasi dan pengelompkan gen secara bebas(Suryo. 15 . inti yang haploid ini membelah secara mitosis menghasilkan 2 buah inti. Peristiwa pembentukan sel-sel kelamin atau sel-sel gamet disebut gametogenesis. dan menghasilkan sel telur atau ovum. yaitu proses pembentukan sperma di dalam testis dan oogenesis. Bersamaan dengan kejadian tersebut terjadi pelekukan pada membran sel. yang berlangsung di dalam gonad. yaitu inti generatif (generative nucleus) dan inti pembuluh (tube nucleus) yang kelak akan berguna dalam proses pembuahan. yaitu proses pembentukan sel telur (ovum) di dalam ovarium. Benang sari terdiri dari kepala sari (anther) dan tangkai sari (filament). termasuk manusia. Pembentukan gamet terjadi di dalam gametofit jantan. yang merupakan tempat terbentuknya serbuk sari. Pembentukan gamet terjadi secara meiosis dan berlangsung dalam alat perkembangbiakan jantan dan betina pada individu dewasa. Gametogenesis berlangsung pada sel tertentu dalam alat perkembangbiakan. hingga menghasilkan butir serbuk sari (pollen grain) yang haploid.

Selain hal itu. Sel induk serbuk sari mengalami pembelahan meiosis menghasilkan tetrad yang terdiri atas 4 buah sel mikrospor haploid yang masih bersatu. Hal ini di sebabkan karena pembelahan yang terjadi pada sel telur belalang terjadi pada pagi hari. 16 . Kantung serbuk sari berisi sejumlah sel yang rapat susunannya disebut sel induk serbuk sari (pollen mother cell) atau sel induk mikrospor yang masing-masing selnya bersifat diploid. sehingga yang nampak justru kelenjar minyaknya. 1981). Mikrospora selanjutnya matang menjadi butir-butir serbuk (pollen grains) pada kepala sari (arther). Pada preparat sel telur belalang hijau tidak terlihat secara jelas penampakan selnya. Semua gamet yang terlibat dalam reproduksi generatif dihasilkan melalui proses miosis. inti sel didalam serbuk sari membelah secara mitosis membentuk dua inti sel(Welsh. Sebelum penyerbukan.Serbuk sari memiliki tempat khusus yang dikenal dengan nama kantung sari. karena pembuatan preparatnya masih dipengaruhi oleh lemak yang menempel pada sel telur belalang. empat sel haploid dihasilkan dari setiap pembelahan meiosis yang lengkap. Sel-sel yang terlibat dinamakan mikrospora. Pada peristiwa mikrosporogenesis (pembentukan gamet jantan). Selanjutnya akan memisah diri membentuk butir serbuk sari yang haploid. tidak ditemukan tahapan meiosis. preparat belalang yang dilakukan fiksasi pada sore hari.

Assisten seharusnya membuat preparat yang dapat dijadikan sebagai sampel. 17 . Meiosis II merupakan proses proses pembelahan yang serupa mitosis atau pembelahan duplikasi. Saran Untuk lebih memperoleh hasil yang maksimal. Pada pengamatan didapat tahapan meiosis yang umumnya terjadi pada tahapan meiosis I. A. perlu dilakukan pengamatan dengan waktu yang lebih lama. Meiosis I merupakan proses pembelahan seduksi sejati yang pada proses tersebut jumlah kromosom akan menjadi setengah dari jumlah semula.VII. B. Simpulan SIMPULAN DAN SARAN Proses pembelahan meiosis melibatkan dua tahapan pembelahan yang terpisah yaitu meiosis I dan meiosis II.

Jakarta: Erlangga. 18 . ”Siklus Sel”. http://plantphys. ”Gambaran Umum dari Siklus Sel”. Penuntun Biologi. Farabee M.edu/biology/education/spring07/scalo/secure/CooperCh2 Cell. 1994.M. 1981. Koning.info/plant_physiology/cellcycle. Sel Molekuler. R. B.fcgi?rid=mboc4.ncbi. Neil A.nih.utexas. G. http://www. www. 2004. James R. “Pembentukan Sel: Meiosis dan Reproduksi Seksual”. 2000. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press Welsh. Jakarta: Erlangga Suryo H.3169. 1995.gov/books/bv.J. D.section. diakses tanggal 08 Juni 2009.DAFTAR PUSTAKA Alberts.gov/books/bv.nih. Biologi Jilid I.nlm. di akses tanggal 08 Juni 2009 Pratiwi. diakses tanggal 10 Juni 2009.E.fcgi?highlight=mitotic%2Cmeiosi s&rid=genomes%2Efiggrp%2E6244. Sitogenetika.pdf.as. Cooper. Dasar-Dasar Genetika dan Pemuliaan Tanaman.ncbi. 2000. Campbell. diakses tanggal 08 Juni 2009. 1987. Jakarta: Penerbit Erlangga.A. 2002.nlm.shtml. dkk. http://www.