P. 1
etika-moral(tik)

etika-moral(tik)

|Views: 282|Likes:
Published by haris bima

More info:

Published by: haris bima on Oct 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2013

pdf

text

original

SIKAP (ETIKA DAN MORAL) DALAM MENGGUNAKAN TIK

A. Hak Cipta Perangkat Lunak Kata Etika berasal dari bahasa Yunani Ethos atau ta Etha yang artinya tempat tinggal, padang rumput, kebiasaan dan adat istiadat. Menurut Aristoteles etika digunakan untuk menunjukkan filsafat moral yang menjelaskan fakta moral tentang nilai dan norma moral, perintah dan suara hati. Kata Moral berasal dari bahasa Latin Mos atau Mores yang berarti : adat istiadat, kebiasaan, ahlak, tabiat, watak, kelakuan dan cara hidup. Etika adalah ilmu tentang ajaran-ajaran moral, dengan

pemikiran rasional, kritis dan sistematis. Etika menuntun ajaran moral. seseorang untuk memahami dasar-dasar

Moral adalah lebih mengacu pada baik-buruknya tingkah laku manusia mengenai yang apa dapat yang menuntunnya boleh dan pada cara ia hidup boleh apa yang tidak

dilakukannya. Etika dan moral perlu mendapat perhatian yang utama dalam penggunaan informasi dan teknologi komunikasi. Fungsi etika dan

moral tersebut perlu diterapkan, terutama terhadap perangkat

lunak atau software komputer. Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology) berorientasi pada perangkatnya, yaitu komputer sebagai hardwarenya serta perkembangan bagian Di ini dihargai dari produk lainnya. softwaredari dalam lebih

nya sebagai perangkat lunak. Perangkat lunak merupakan kekayaan yang berasal dari pemikiran dan budidaya manusia. teknologi informasi, perangkat lunak atau program komputer

Jika berbicara perangkat lunak, maka ada kaitannya dengan masalah hakikat dan kekuatan hukum kepemilikan. Dalam menciptakan suatu kepemilikan, suatu hasil karya yang baru, perlu adanya pendefinisian sifat dan hakikat kepemilikannya. Kekayaan Intelektual (Intelectual Property) yang merupakan hasil pemikiran dan budidaya manusia ini, perlu mendapat perlindungan hukum dari pembajakan maupun tindakan ilegal lainnya. Yang termasuk dalam Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) adalah: 1. Hak Cipta (Copyright) 2. Merk Dagang (Trademarks) 3. Paten (Patent) 4. Desain Produk Industri (Industrial designs) 5. Indikasi Geografi (Geographical indication) 6. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu/Layout Design

(Topography of integrated circuits) 7. Perlindungan informasi yang dirahasiakan (Protection of undis-closed Information). Buku, CD-ROM, dan tape/kaset adalah bentuk fisik yang mempunyai paten dan hak cipta. Bagaimana dengan bentuk digital atau software yang sangat mudah sekali direproduksi tanpa ongkos dan tidak diketahui secara pasti oleh penciptanya? Untuk itulah, perlunya pengaturan tentang Hak Cipta Perangkat Lunak (software). Hak Cipta Perangkat Lunak mempunyai dua unsur, yaitu hak cipta dan perangkat lunak (program komputer). Menurut UU yang mengaturnya, Hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak menurut hasil ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Program komputer adalah merupakan sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema, ataupun bentuk lain, yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer, akan mampu membuat komputer bekerja dalam melakukan fungsi-fungsinya.

Bab l Mengenal Perangkat Lunak Pengolah Angka khusus atau untuk mencapai hasil khusus, termasuk persiapan dalam merancang instruksi-instruksi tersebut. Pada pokoknya, tujuan hak cipta ini adalah untuk melindungi kreasi penulis, seniman, pengarang dan pemain musik, pengarang sandiwara, serta pembuat film dan perangkat lunak (software).

Di

Indonesia,

sekitar

90%

penggunaan

perangkat

lunak

didominasi oleh produk dari Microsoft Corp. yaitu Windows sebagai sistem operasi dan software aplikasinya. Dengan berlakunya Undang-Undang Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) maka penggunaan software dari Microsoft baik untuk sistem operasinya maupun aplikasinya harus denga.n software original (asli) atau dengan cara membeli nomor lisensi agar pengguna tidak terjerat pelanggaran UU Hak Cipta. Selain Microsoft, ada beberapa software yang bersifat operi source, yaitu software yang dapat dimiliki dengan harga murah dan Anda diperkenankan untuk mengkopinya selama digunakan dalam proses belajar atau pendidikan serta dapat dimodifikasi selama tidak menghilangkan identitas pen-ciptanya. Yang termasuk software open source adalah Linux dan Open Office yang dapat didownload melalui internet. Dengan software open source ini diharapkan sebagai alternatif para pengguna komputer untuk menghindari diri dari jeratan hukum UU Hak Cipta. Dengan harapan yang berkelanjutan software open source dapat digunakan sebagai media pembelajaran dalam dunia pendidikan teknologi informasi dan komunikasi. B. Penghargaan terhadap Kreativitas Orang Lain Sebagaimana telah diuraikan di atas, Tujuan hak cipta adalah untuk melindungi kreasi penulis, seniman, pengarang dan pemain musik, pengarang sandiwara, serta pembuat film dan perangkat lunak (software). Kreasi adalah hasil dari ide atau gagasan seseorang, yang mempunyai nilai, baik dalam bentuk konkret maupun abstrak.

Kita

perlu

menghargai

hasil

karya

kreatif

orang

lain.

Menghargai karya orang lain menunjukkan bahwa etika dan moral seseorang itu baik. terutama dalam menghargai karya dalam perangkat lunik teknologi informasi. Perlindungan terhadap karya yang sesuai UU Hak Cipta, memiliki arti bahwa pemerintah dan masyarakat telah menunjukkan itikad baik. yaitu menghargai kreasi orang yang membuat software i perangkat lunak). Penghargaan atas kreasi atau karya orang lain tersebut dapat dilakukan dengan cara: 1. Menggunakan software yang asli atau yang dengan membeli nomor lisensi. 2. Tidak melakukan duplikasi, membajak, ataupun menyalin tanpa seizin perusahaan/pemilik. 3. 4. Tidak menggunakan untuk tindak kriminal (kejahatan). Tidak memodifikasi (mengubah), mengurangi, atau menambah hasil karya tanpa seizin perusahaan/pemilik. C. Usaha Menghindari illegal Copy (Pembalakan) Dalam kehidupan masyarakat, ada sesuatu hal yang dilakukan dilakukan sesuai dengan dengan suatu ketentuan dan ada pula yang pelanggaran. Tindakan tersebut

dinamakan tindakan legal dan tindakan ilegal. Tindakan legal adalah tindakan yang sesuai dengan ketentuan negara. Sedangkan, tindakan ilegal adalah tindakan yang dilakukan dengan mengabaikan atau melanggar ketentuan atau peraturan-peraturan formal dalam suatu negara. Software dan Property Digital merupakan salah satu sasaran dari tindakan ilegal. Kebiasaan seperti meng-copy secara ilegal sering dilakukan oleh para pengguna software baik atau peraturan-peraturan formal dalam suatu

perorangan, perusahaan, atau instansi tertentu. Kebanyakan orang masih lebih lebih senang meng-copy harus software membeli karena software biayanya murah daripada

aslinya. Pada tahun 2003 kegiatan illegal copy atau membajak ini, akhirnya menempatkan Indonesia pada urutan keempat sebagai negara dengan tingkat pembajakan tinggi setelah Vietnam, China, dan Ukraina. Kehadiran perangkat teknologi, seperti CD Read Write (CD RW), yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam pengamanan data yang akan disimpan dalam CD, justru disalahgunakan sebagai media yang telah memberi kesempatan dan kemudahan untuk melakukan tindakan meng-copy secara ilegal ataupun membajak software-software. Tindakan meng-copy secara ilegal tersebut harus dihindari karena hal ini salah satu pelanggaran yang terdapat dalam UU Hak Cipta. D. Upaya Menghindari Pengubahan atau Pemodifikasian suatu Program Mengubah atau memodifikasi adalah tindakan melakukan penambahan ataupun pengurangan serta penyempurnaan suatu program. Tindakan ini sering dilakukan oleh pengguna komputer. Kegiatan membuat program atau software adalah kegiatan yang membutuhkan pemikiran tinggi. Bagaimana rasanya bila tanpa sepengetahuan Anda sebagai pembuat program ternyata, program itu diubah atau dimodifikasi oleh orang lain untuk kepentingan komersial? Untuk itu, berhati-hatilah dalam membuat suatu program pada komputer Anda, pastikan komputer atau program aman dan terlindungi dari tindakan untuk diubah atau dimodifikasi oleh orang lain. Kita juga harus

menghindari tindakan mengubah atau memodifikasi program orang lain, apalagi kalau program tersebut telah terdaftar pada hak cipta, yang berakibat kepada penjeratan UU Hak Cipta. belajar Untuk itu, kegiatan dapat menambah bukan pengetahuan untuk dengan izin atau dari pemrograman yang komersial,

pengkopiannya

dilakukan

pembuat/pemilik program tersebut. E. Undang-Undang (UU) hak Cipta melindungi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI),

Untuk

pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang Hak Cipta. Undang-Undang Hak Cipta yang berlaku adalah UU Hak Cipta Nomor 19 tahun 2002 yang disahkan tgl 29 Juli 2003. Peraturan Hak Cipta di Indonesia sebelum UU Hak Cipta No.19 tahun 2002 berlaku adalah sbb : 1. UU No.6 tahun 1982 tentang Hak Cipta ( Lembaran negara RI tahun 1982 No.15) 2. UU No.7 tahun 1987 tentang perubahan atas UU No.6 thn 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI thn 1987 No.42) 3. UU Nomor 12 thn 1997 tentang perubahan atas UU No.6 thn 1982 sebagaimana telah diubah dengan UU No.7 tahun 1987 (Lembaran RI tahun 1997 No.29) Dengan berlakunya UU Hak Cipta No.19 tahun 2002

diharapkan seluruh siswa dapat berkreasi atau berkarya dengan nyaman tanpa takut peng-copyan. F. Masa Masa berlakunya Hak Cipta berlakunya Hak Cipta atas ciptaan program

komputer dan database adalah 50 tahun sejak pertama kali

dicantumkan. Selain itu pasal 31 ayat 2 menyatakan bahwa hak cipta atas ciptaan yang dilaksanakan olen penerbit berdasarkan pasal 11 ayat 2 berlaku selama 50 tahun sejak ciptaan tersebut pertama kali diterbitkan. UU hak cipta menyatakan bahwa untuk hak cipta yang masa berlakunya belum habis, tetapi pemilik hak cipta tersebut telah meninggal dunia, maka hak cipta tersebut dapat diwariskan kepada ahli warisnya sampai masa berlakunya habis. G. Fungsi Hak Cipta penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak hasil ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi atau izin pembatasan-pembatasan hak cipta orang menurut karya tanpa untuk peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Pencipta pemegang atau atas lain sinematografi dan program komputer memiliki hak untuk memberikan persetujuan melarang ciptaan menyewakan tersebut

1. Hak cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta atau

kepentingan yang bersifat komersial

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->