PENGGUNAAN SISTEM “ERP” (Enterprise Resource Planning) PADA PERUSAHAAN

Disusun Oleh: M. Tommy Rizqi Ayu Amalia Rita Istyana 09.3862.A 09.3869.A 09.3823.A

Manajemen Ganjil kelas Pagi

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEKALONGAN 2011
Jl. Sriwijaya No. 3 Pekalongan Telp. (0285) 421096, 426800, 421464

Hal inilah yang merupakan modal dasar dalam penerapan sistem informasi.BAB I PENDAHULUAN 1. . yang memiliki visi misi perusahaan untuk terus berkembang. yang bisa menerima perkembangan teknologi. Biasanya dalam penerapan suatu sistem informasi. terutama pada perusahaan keluarga dimana hampir seluruh keputusan diambil oleh satu orang saja. Latar belakang Penerapan sistem informasi terintegrasi di suatu perusahaan tidaklah semudah yang dibayangkan. tanpa adanya hal tersebut. Masih banyak terjadi. Oleh karena itu diperlukan seorang pimpinan perusahaan yang open minded. dimana satu karyawan memiliki pekerjaan rangkap di beberapa divisi yang berbeda. hal ini menyebabkan sistem informasi tidak bisa diterapkan. Selain itu masih banyak perusahaan-perusahaan. Oleh karena itu jika suatu perusahaan ingin membuat suatu sistem informasi terintegrasi biasanya mereka akan terkejut dengan harganya yang dianggap terlalu mahal dan segera membatalkan rencana tersebut. tidak memiliki bisnis proses yang baku. walaupun sebenarnya tingkat efisiensi yang akan diperoleh akan jauh lebih tinggi dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan sebuah sistem. terlebih di Indonesia dengan tingkat pembajakan software yang begitu tinggi menyebabkan orang memandang software adalah suatu produk yang sangat murah. langkah pertama adalah menganalisa ataupun memperbaiki bisnis proses yang sudah ada agar menjadi lebih baik. terutama yang belum menerapkan ISO. hasil terbaik tidak akan bisa didapat walaupun banyak biaya yang sudah dikeluarkan dan banyak hal yang sudah dikorbankan.

dll. waktu. material dan kapasitas. Untuk mengetahui bagaimana sistem ERP dapat membantu sistem operasi bisnis kita.biaya operasional yang tidak efisien seperti biaya inventory (slow moving part. Sistem ERP akan membantu kita menghitung berapa yang dapat diproduksi berdasarkan segala keterbatasan sumber daya yang ada pada kita saat ini. Pada prinsipnya.BAB II PEMBAHASAN Sistem ERP adalah sebuah terminologi yang secara de facto adalah aplikasi yang dapat mendukung transaksi atau operasi sehari-hari yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya sebuah perusahaan. mari kita perhatikan suatu kasus kecil seperti di bawah ini: Katakanlah kita menerima order untuk 100 unit Produk A. bagian gudang. suku cadang. unsur 'integrasi' itu sangat penting dan merupakan tantangan besar bagi vendor vendor sistem ERP. seperti dana. . tentunya segala aspek yang berhubungan dengan keuangan akan tercatat dalam sistem ERP tersebut termasuk menghitung berapa biaya produksi dari 100 unit tersebut. Dalam proses ini. sistem Manufaktur. Oleh karena itu. mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT (Just-In-Time). Sistem ERP dibagi atas beberapa sub-sistem yaitu sistem Financial. mesin. sistem Maintenance dan sistem Human Resource. manusia. dengan sistem ERP sebuah industri dapat dijalankan secara optimal dan dapat mengurangi biaya. Misalnya daftar produk bisa dipakai oleh bagian pembelian. sistem ERP dapat menghitung berapa lagi sumberdaya yang diperlukan. Dinegara-negara maju yang sudah didukung oleh infrastruktur yang memadaipun. bagian produksi. sistem ERP juga dapat menentukan cara pemuatan dan pengangkutan yang optimal kepada tujuan yang ditentukan pelanggan. Dapat kita lihat bahwa data atau transaksi yang dicatat pada satu fungsi/bagian sering digunakan oleh fungsi/bagian yang lain. bagian pengangkutan. sistem Distribusi. sekaligus membantu kita dalam proses pengadaannya. biaya kerugian akibat'machine fault' dll. bagian keuangan dan sebagainya. Apabila sumber daya tersebut tidak mencukupi.). bagian perbekalan. Ketika hendak mendistribusikan hasil produksi.

sistem ERP dapat juga dilengkapi dengan Sales Configuration System (SCS). Misalnya. Misalnya saja seorang calon pelanggan menelpon untuk mendapatkan tawaran sebuah mobil dengan berbagai kombinasi yang mencakup warna biru. bagaimana merubah proses kerja kita menjadi sesuai dengan proses kerja yang dihendaki oleh sistem ERP. Khusus untuk industri yang bersifat assemble-to-order atau make-to-order seperti industri pesawat. Sistem ERP dirancang berdasarkan proses bisnis yang dianggap 'best practice' proses umum yang paling layak di tiru. PLM dan juga Project Management. spesifikasi. waktu.harga berdasarkan keinginan/pesanan pelanggan. Untuk lebih meningkatkan kemapuan Sistem ERP perlu ditambah modul CRM.Di sini. atau merubah sistem ERP untuk menyesuaikan proses kerja kita. automobil. mesin V6 dengan spoiler sport dan lain-lain.´Proses penyesuaian itu sering disebut sebagai proses Implementasi.roda racing. Sales dapat memberikan penawaran serta proposal yang dilengkapi dengan gambar. material dan kapasitas. Jika dalam kegiatan implementasi diperlukan perubahan proses kerja yang cukup mendasar. bagaimana proses umum yang sebenarnya berlaku untuk pembelian (purchasing). Sistem ini merupakan suatu bagian penting dari suatu rantai pengadaan (Supply Chain) ERP. maka industri kita juga haurs mengikuti 'best practice process' (proses umum terbaik) yang berlaku. manusia. Sebagai kesimpulan. dsb. Sales yang dilengkapi dengan SFA dapat bekerja lebih efisien karena semua informasi mengenai suatu pelanggan atau produk yang dipasarkan ada di databasenya. Secara de facto. perkapalan. maka perusahaan ini harus melakukan Business Process Reengineering (BPR) yang dapat memakan waktu berbulan bulan. Karena sistem ERP dirancang dengan suatu . Untuk mendapatkan manfaat yang sebesarbesarnya dari sistem ERP. Dengan SCS. segala sumberdaya untuk produksi benar-benar disediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving). maka ada tambahan bagi konsep ERP yang bernama Sales Force Automation (SFA). Dengan SCS. sistem ERP adalah paket software yang sangat dibutuhkan untuk mengelola sebuah industri secara efisien dan produktif. penyusunan stok di gudang dan sebagainya. truk dan industri berat lainnya. Bagi industri yang memerlukan efisiensi dan komputerisasi dari segi penjualan. Disini banyak timbul masalah dan tantangan bagi industri kita di Indonesia. Tantangannya misalnya. Pada dasarnya. SRM. inventory. Sales dapat menberikan harga mobil dengan kombinasi tersebut pada saat itu juga. jadwal perbaikan(service) untuk mencegah terjadinya machine fault. Termasuk juga penyedian suku cadang untuk maintenance. sistem ERP harus menyentuh segala aspek sumber daya perusahaan yaitu dana.

Inventory Mangement (INV) 9. Item Master Management (IMM) 2. ERP merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan untuk: • • • • Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis Membagi database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise Menghasilkan informasi yang real-time Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan TAHAPAN EVOLUSI ERP • Tahap I : Material Requirement Planning (MRP) Merupakan cikal bakal dari ERP. Account Receivable (AR) 14. Shop Floor Control (SFC) 10. Cost Control (CO) 15. maka hal ini merupakan tantangan implementor ERP untuk melakukan implementasi sistem ERP di suatu perusahaan. Demand Management (DM) 4.dengan konsep perencanaan kebutuhan material . Sales and Order Management (SOM) 5. Financial Reporting Tujuan dan Peranan ERP dalam Organisasi Tujuan sistem ERP adalah untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan. General Ledger (GL) 12. Account Payable (AP) 13. Capacity Requirement Planning 8. Bill Of Material (BOM) 3. Material Requirements Planning(MRP) 7. Master Production Scheduling (MPS) 6. Modul-modul Enterprise Resource Planning (ERP) Systems : 1.proses kerja 'best practice'. Purchasing Management (PUR) 11.

terdiri atas alat bantu penyelesaian masalah prioritas dan adanya rencana yang dapat diubah atau diganti jika diperlukan • Tahap III: Manufakturing Resource Planning (MRP II) Merupakan pengembangan dari close-loop MRP yang ditambahkan 3 elemen yaitu: perencanaan penjualan dan operasi. serta lebih konflek dari ERP sebelumnya. penerimaan inventori. rantai pasok dan meliputi lintas batas fungsi organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara mudah • Tahap V: Extended ERP (ERP II) Merupakan perkembangan dari ERP yang diluncurkan tahun 2000. antarmuka keuangan dan simulasi analisis dari kebutuhan yang diperlukan • Tahap IV: Enterprise Resource Planning Merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa proses bisnis diantaranya integrasi keuangan. dan pembiayaan Akuntasi untuk keseluruhan tugas: Melacak pemasukan.• Tahap II: Close-Loop MRP Merupakan sederetan fungsi dan tidak hanya terbatas pada MRP. biaya dan keuntungan pada level inti Kelemahan ERP    Terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP Sistem ERP sangat mahal Perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industri yang telah dideskripsikan oleh sistem ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif . produktifitas dan efisiensi yang tepat. Rancangan Perekayasaan Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan material yang kompleks Pelacakan 3 cara yang bersesuaian antara pemesanan pembelian. Kelebihan ERP • • • • • • Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk meyakinkan komunikasi.

akhirnya diputuskan untuk menggunakan solusi dari Microsoft. Dari sisi efisiensi. Secara keseluruhan. contohnya : pelanggan. Awalnya sistem yang dibangun sendiri merupakan sistem yang sederhana dan hubungan antar cabangnya belum tersambung secara online. PT Kokoh Inti Arebama mengganti sistem TI inti buatan sendiri dengan aplikasi dari vendor besar. kantor pusat dapat memantau jenis barang yang dijual. Setelah melakukan benchmarking dengan perusahaan lain yang sejenis. data keuangan. Karena solusi dari Microsoft ini dinilai cukup sesuai dengan kebutuhan dan sistem ini user-friendly. . Melalui pola tersentralisasi ini. Dalam pengimplementasiannya tidak ada masalah dari para karyawan karena sistemnya yang sudah user-friendly. serta informasi yang cepat dan akurat bagi manajemen. pemasaran dan keuangan dan mengintegrasikan cabang-cabangnya. mengadakan prapelatihan bagi kepala cabang dan administrasi sebelum dilakukan pelatihan untuk enduser. Implementasi sistem ERP ini mempunyai sasaran yaitu pengintegrasian antara sistem logistik dengan sistem manajemen penjualan. Karena segala sesuatunya dapat dimonitor dari pusat secara online dan real time melalui layar komputer. ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan dari pelanggan Data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat. maka mereka memutuskan untuk mencari suatu sistem yang bisa memenuhi kebutuhan dari sisi kontrol internal. serta pembuatan laporan keuangan menjadi lebih cepat. melalui implementasi sistem ERP ini diharapkan tercipta suatu sistem kontrol yang baik dari pusat ke cabang. serta melakukan demo aplikasi ke seluruh user di cabang melalui kepala cabang.jika terdapat pembobolan sistem keamanan   Contoh kasus (PT Kokoh Inti Arebama) : Guna mendukung ambisi menjadi distributor bahan bangunan terbesar di Indonesia. Hal ini dapat meningkatkan resiko kehilangan informasi sensitif. kondisi stok barang hingga pemberian kredit ke pelanggan. lagipula mereka juga telah mengantisipasi kemungkinan yang dapat menghambat seperti melakukan pendekatan antara lain dengan pemberian dukungan secara top-down ke semua jajaran operasional. Tetapi seiring dengan kebutuhan yang semakin besar. dan mengundang vendor solusi IT (SAP. Oracle dan Microsoft).

Hal ini akan menyebabkan ketakutan pada diri mereka jika sistem informasi diterapkan. Peran user terbesar adalah ketika sistem informasi selesai dibuat dan akan disosialiasikan. Kebanyakan perusahaan hanya memikirkan biaya pembuatan sistem informasi saja. Faktor Dominan Penghalang ERP: Faktor dominan yang menjadi penghalang adalah user. Oleh karena itu diperlukan tindakan tegas dan teladan dari segenap direksi dan pimpinan manajerial untuk menerapkan sistem informasi secara menyeluruh. . tidak mengerti. padahal biaya untuk sosialisasi sistem biasa jauh lebih besar daripada biaya pembuatannya. nanti saja dll. bahkan banyak perusahaan yang menerapkan ”jika tidak mau menggunakan sistem baru. mereka tidak dapat berbuat apa-apa dan menjadi tersingkir. karena sebaik-baiknya suatu sistem informasi. Mereka sangat sulit menerima sistem baru yang akan diterapkan. Terlebih banyak diantara mereka yang “gaptek” dimana hampir tidak pernah bersentuhan dengan komputer. silahkan mengundurkan diri”.adanya peningkatan seperti waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan keputusan menjadi lebih cepat karena pelaporan dari cabang/gudang lebih cepat dan dapat dipantau secara langsung dari layar komputer. Mayoritas user pada saat sosialisasi akan mencoba menghindar dan menolak dengan berbagai alasan seperti sibuk. para karyawan. terutama generasi tua yang sudah terbiasa melakukan pekerjaan secara manual secara bertahun-tahun. Dengan adanya dorongan seperti ini maka mau tidak mau user akan menggunakan sistem informasi tersebut dan sistem informasi akan menjadi berguna bagi perusahaan. jika tidak dipakai akan sia-sia belaka.

SRM.BAB III PENUTUP Kesimpulan Sistem ERP adalah paket software yang sangat dibutuhkan untuk mengelola sebuah industri secara efisien dan produktif. material dan kapasitas. Karena sistem ERP dirancang dengan suatu proses kerja 'best practice'. waktu. sistem ERP harus menyentuh segala aspek sumber daya perusahaan yaitu dana. maka hal ini merupakan tantangan implementor ERP untuk melakukan implementasi sistem ERP di suatu perusahaan. manusia. Secara de facto. . Untuk lebih meningkatkan kemapuan Sistem ERP perlu ditambah modul CRM. PLM dan juga Project Management.

com/2010/05/kelebihankalemahan-dan-tahapanerp.pdf www.informatika/Jurnal/Juni2007/artikel/artikelpdf/j uni07_9.html?m=1 blog Martin Hn .blogspot.erpweaver.DAFTAR PUSTAKA www.org/jurnal/jurnal.com/index.itmaranatha.php? option=com_content&task=view&id=19&ltemid=27 handzmentallist.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful