P. 1
2. BUKU SUPERKONDUKTOR

2. BUKU SUPERKONDUKTOR

|Views: 4,800|Likes:
Published by maryati_eds
superkonduktor
superkonduktor

More info:

Published by: maryati_eds on Oct 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2013

pdf

text

original

Teori dasar Quantum untuk superkonduktor dirumuskan melalui tulisan Bardeen,
Cooper dan Schriefer pada tahun 1957. Teori dinamakan teori BCS. Fungsi gelombang
BCS menyusun pasangan partikel dan . Ini adalah bentuk lain dari pasangan partikel yang
mungkin dengan Teori BCS. Teori BCS menjelaskan bahwa :
a. Interaksi tarik menarik antara elektron dapat menyebabkan keadaan dasar terpisah
dengan keadaan tereksitasi oleh energi gap.
b. Interaksi antara elektron, elektron dan kisi menyebabkan adanyaenergi gap yang
diamati. Mekanisme interaksi yang tidak langsung ini terjadi ketika satu elektron
berinteraksi dengan kisi dan merusaknya. Elektron kedua memanfaatkan keuntungan dari
deformasi kisi. Kedua elektron ini beronteraksi melalui deformasi kisi.
c. London Penetration Depthmerupakan konsekuensi dari Teori BCS.

3.6 Efek Meissner

8

Sifat kemagnetan superkonduktor diamati oleh Meissner dan Ochsenfeld pada
tahun 1933, ternyata superkonduktor berkelakuan seperti bahan diamagnetiksempurna, ia
menolak medan magnet sehingga ia pun dapat mengambang di atas sebuah magnet tetap.
Jadi kerentanan magnetnya (susceptibility) c = -1, bandingkan dengan konduktor biasa
yang c = -10-5. Fenomena ini disebut efek Meissner yang tersohor itu. Jadi satu
keunggulan lagi bagi superkonduktor terhadap konduktor biasa. Ia tidak saja menjadi
perisai terhadap medan listrik, tapi juga terhadap medan magnet, artinya medan listik dan
magnet sama dengan nol di dalam bahan superkonduktor. Tetapi pada tahun 1935
London bersaudara melalui penelitian sifat elektrodinamik superkonduktor mendapatkan
bahwa intensitas medan magnet masih dapat menembus bahan superkonduktor walaupun
hanya sebatas permukaan saja, ordenya hanya beberapa ratus angstrom. Sifat rembesan
ini dinyatakan oleh parameter l yang disebut kedalaman rembesan London. Medan
magnet ternyata berkurang secara eksponensial terhadap kedalaman sesuai dengannya.

Bo adalah medan di luar dan x adalah kedalamannya. λ membesar dengan naiknya suhu,
di Tc harga λ tak berhingga besar, sehingga medan magnet mampu menerobos ke
seluruh bagian bahan tersebut atau dengan perkataan lain sifat superkonduktor telah
hilang digantikan dengan keadaan normalnya. Teori London ini juga memberikan
kesimpulan bahwa dalam bahan supekonduktor arus listrik akan mengalir di bagian
permukaannya saja. Hal ini berbeda dengan arus listrik dalam konduktor biasa yang
mengalir secara merata di seluruh bagian konduktor. Perbandingan watak magnetik pada
keadaan normal, superkonduktor tipe I dan tipe II adalah seperti pada gambar

9

Pada tipe ii terdapat daerah peralihan yaitu antara Hcl dan Hc , pada saat itu struktur
bahan terjadi dari daerah normal yang berupa silinder-silinder kecil, disebut fluksoid
karena bias diterobos fluks magnet, yang dikelilingi sepenuhnya oleh daerah
superkonduktor.

Efek meissner adalah fenomena yang sejauh ini, hanya berlaku di superkonduktor
dimana eksternal medan magnet itu hanya dapat menembus superkonduktor untuk jarak
yang sangat pendek, tidak seperti konduktor-konduktor yang biasa. Jarak ini, dinamakan
London Penetration Depth, mempunyai inisial lambda (λ) dan untuk kebanyakan
superkonduktor, jarak ini berukur sekitar 100 nm. Dari penjelasan diatas, kita bisa
mengambil kesimpulan bahwa semakin dalam eksternal medan magnet mencoba untuk
“menembus” superkonduktor, kekuatan medan magnet tersebut akan berkurang secara
eksponensial. Jadi, apakah bukti bahwa Meissner Effect ini benar-benar ada? Salah
satunya adalah, kita bisa menaruh magnet diatas superkonduktor dan magnet itu akan
melayang (kalau magnet itu tidak melayang, itu menunjukkan bahwa medan dari magnet
tersebut menembus superkonduktor). Tentu saja kalau magnet itu terlalu berat, gaya
gravitasi dari magnet tersebut akan lebih besar dan magnet itu tidak melayang. Jadi
kerentanan magnetnya (susceptibility) c = -1, bandingkan dengan konduktor biasa yang c
= -10-5.

Fenomena ini disebut efek Meissner yang tersohor itu. Jadi satu keunggulan lagi
bagi superkonduktor terhadap konduktor biasa. Ia tidak saja menjadi perisai terhadap
medan listrik, tapi juga terhadap medan magnet, artinya medan listik dan magnet sama
dengan nol di dalam bahan superkonduktor. Tetapi pada tahun 1935 London bersaudara
melalui penelitian sifat elektrodinamik superkonduktor mendapatkan bahwa intensitas
medan magnet masih dapat menembus bahan superkonduktor walaupun hanya sebatas
permukaan saja, ordenya hanya beberapa ratus angstrom. Sifat rembesan ini dinyatakan
oleh parameter l yang disebut kedalaman rembesan London. Medan magnet ternyata
berkurang secara eksponensial terhadap kedalaman sesuai dengannya. Bo adalah medan
di luar dan x adalah kedalamannya. l membesar dengan naiknya suhu, di Tc harga l tak
berhingga besar, sehingga medan magnet mampu menerobos ke seluruh bagian bahan

10

tersebut atau dengan perkataan lain sifat superkonduktor telah hilang digantikan dengan
keadaan normalnya.

Teori London ini juga memberikan kesimpulan bahwa dalam bahan
supekonduktor arus listrik akan mengalir di bagian permukaannya saja. Hal ini berbeda
dengan arus listrik dalam konduktor biasa yang mengalir secara merata di seluruh bagian
konduktor. Perbandingan watak magnetik pada keadaan normal, superkonduktor tipe I
dan tipe II Tetapi, fenomena ini tidak akan terjadi kalau medan magnet disekitar
superkonduktor itu terlalu besar dan superkonduktor ini akan menjadi konduktor biasa.
Karena ini, superkonduktor bisa dibedakan menjadi dua kategori. Katergori pertama,
medan magnet akan dapat menembus superkonduktor jika eksternal medan magnet ini
mencapai nilai tertentu yang dinamakan, critical field. Bukan hanya itu, superkonduktor
ini akan mempunyai hambatan setelah ini.

Tetapi, untuk superkonduktor dari kategori kedua, yang biasanya merupakan
material-material kompleks seperti Vanadium, Niobium ataupun Technetium, mereka
mempunyai dua critical field. Setelah kekuatan eksternal medan magnet telah mencapai
critical field yang pertama, medan magnet akan dapat menembus superkonduktor itu
meskipun superkonduktor itu tidak mempunyai hambatan sama sekali. Setelah medan
magnet ini mencapai critical field yang kedua, barulah superkonduktor ini mempunyai
hambatan. Efek Meissner ini sangat kuat sehingga sebuah magnet dapat melayang karena
ditolak oleh superkonduktor. Medan magnet ini juga tidak boleh terlalu besar. Apabila
medan magnetnya terlalu besar, maka efek Meissner ini akan hilang dan material akan
kehilangan sifat superkonduktivitasnya.

11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->