P. 1
2 Syfrizal PLC

2 Syfrizal PLC

|Views: 166|Likes:
Published by Roeslanharyandi

More info:

Published by: Roeslanharyandi on Oct 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2012

pdf

text

original

APLIKASI PLC PADA PENGENDALIAN LIFT MODEL ED-4000

Syufrijal Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektro
Dalam penelitian ini dibuat suatu sistem aplikasi PLC pada pengendalian lift bertingkat 3 model ED-4000. Tipe PLC yang digunakan sebagai pengendali sistem adalah PLC Omron CQM1 dengan bahasa pemogramannya ladder diagram. Dari hasil pengujian yang dilakukan PLC dapat mengendalikan motor penggerak lift sehingga lift dapat bergerak naik/turun dengan cepat/lambat ke tempat panggilan dan juga akan mengendalikan pintu lift membuka /menutup melalui lampu indikator.

Kata Kunci: Lift, PLC A. PENDAHULUAN Banyaknya gedung bertingkat pada masa sekarang ini memerlukan suatu alat transportasi vertikal antar lantai yang tepat guna, maka untuk memudahkan menuju salah satu tempat yang lebih tinggi dengan tidak memakan waktu dan tenaga yang terlalu banyak, perlu digunakan alat bantu seperti escalator atau tangga jalan yang menghubungkan tingkat satu ketingkat lainnya. Namun jika gedung yang bertingkat lebih dari 3 tingkat, ternyata tangga jalan kurang tepat digunakan, karena membutuhkan biaya yang sangat besar dan memakan tempat yang luas. Pengangkat atau “lift” adalah jawaban dari masalah transportasi yang timbul pada gedunggedung bertingkat tinggi. Seiring dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi telah berkembang dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir. Era globalisasi selalu menuntut manusia untuk maju dan selalu berinovasi serta meningkatkan kreatifitas dalam berbagai hal sesuai dengan tuntutan zaman. Teknologi banyak memiliki cabang ilmu serta penerapannya pada masyarakat, industri, dunia pendidikan dan penerapan lainnya. Teknologi pada aplikasi industri memiliki kemajuan yang pesat sesuai dengan kebutuhan dari setiap jenis manufaktur yang berbeda, setiap industri memiliki tingkat teknologi yang berbeda untuk industri maju sudah seharusnya menerapkan system fully automation (otomatisasi penuh). Salah satu teknologi tingkat tinggi yang digunakan pada industri maju yaitu sistem kendali industri berbasis Programmable Logic Controller (PLC). PLC adalah sebuah pengendali yang dapat diprogram yang bekerja secara digital berdasarkan operasi logika menurut algoritma yang diprogramkan padanya. PLC bekerja dengan cara mengolah masukan yang diterima dari sensor dan tombol yang terhubung padanya dan memberikan keluaran untuk mengendalikan proses.

Aplikasi PLC pada Pengendalian Lift Model ED-4000 (Syufrizal)

11

Pada sektor industri, penggunaan PLC begitu penting karena selain dapat mengendalikan suatu pekerjaan spesifik yang berulang-ulang secara otomatis serta bentuk fisiknya relatif kecil sehingga praktis untuk ditempatkan di setiap sub sistem, PLC juga dapat diprogram ulang. Sistem kendali berbasis PLC dibuat ketika sistem kendali konvensional tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan dunia industri, terdapat beberapa perbedaan baik kekurangan ataupun kelebihan yang ditawarkan oleh masing-masing sistem kendali tersebut. Dalam penelitian ini akan dirancang sistem pengendalian lift dengan menggunakan PLC, dimana PLC tersebut akan mengendalikan proses naik turunnya lift secara otomatis melalui tombol permintaan panggilan dalam maupun luar lift. Dalam sistem pemakaian lift, PLC banyak menggantikan fungsi relay yang menggunakan banyak panel. Sehingga pada peralatan yang menggunakan sistem kontrol PLC, pemakaiannya akan lebih mudah dan proses kerja sistem dapat dikontrol kembali sesuai dengan keinginan. B. PERANCANGAN SISTEM Dalam penelitian ini akan dirancang algoritma pengendalian lift bertingkat tiga secara otomatis dengan menggunakan pengendali PLC Omron CQM1 CPU21 Permintaan pelayanan lift dilakukan melalui tombol panggilan luar yang ada pada setiap lantai dan tombol panggilan di dalam lift. Keberadaan lift di setiap lantai dideteksi oleh limit switch. Tombol dan limit switch tersebut dihubungkan
12

ke modul input PLC sedangkan relay dihubungkan ke modul output PLC dan relay ini digunakan untuk menghidupkan motor lift. Bila ada permintaan pelayanan dari pemakai maka lift akan menuju lantai tersebut untuk melayaninya. Setelah lift sampai dilantai tersebut, pintu lift akan terbuka dan pemakai masuk untuk menentukan lantai tujuannya. Lift kemudian akan membawa pemakai tersebut keluar. Kemudian lift akan melanjutkan pelayanannya untuk pemakai yang lain. Pengendalian lift model ED-4000 dapat dilihat pada gambar 1, sedangkan bagian dalam lift dapat dilihat pada gambar 2. Input Tombol, Limit Switch Pengendali PLC OMRON CQM1 Output Relay Motor Lift

Gambar 1. Diagram Blok Pengendalian Lift Model ED-4000

Pevote., Vol.2, No. 3, September 2007 : 11 -20

3. DLS (Down Limit Switch) Batas bawah lift turun ke lantai 1 4. DFLS (Down Final Limit Switch) Memutuskan tegangan ke motor agar lift tidak melebihi lantai 1 5. PLS (Position Limit Switch) Mendeteksi posisi lift tepat ditengah setiap lantai 6. 3-FLS (3-Floor Level Switch) Mendeteksi posisi lift di lantai 3 7. 2-FLS (3-Floor Level Switch) Mendeteksi posisi lift di lantai 2 8. 1-FLS (3-Floor Level Switch) Mendeteksi posisi lift di lantai 1 9. DCS (Door Close Switch) Mendeteksi pintu lift tertutup 1. Sistem Rangkaian Penggerak Motor Lift Rangkaian ini digunakan agar lift dapat bergerak naik/turun dengan cepat/lambat atau berhenti. Rangkaian ini menggunakan 9 buah relay seperti terlihat pada gambar 3. Relay 1 dan 2 digunakan untuk menggerakkan lift naik/turun dengan cepat secara manual yaitu dengan cara menekan tombol Up (S1) dan Down (S2). Ketika S1 ditekan maka relay 1 bekerja dan L1 mendapat tegangan +12V dan L2 mendapat tegangan -12V sehingga lift bergerak naik. Begitupun sebaliknya ketika S2 ditekan maka relay 2 bekerja dan L1 mendapat tegangan -12V dan L2 mendapat tegangan +12V sehingga lift bergerak turun.

Gambar 2. Bagian Dalam Lift Model ED-4000 Keterangan gambar: 1. UFLS (Up Final Limit Switch) Memutuskan tegangan ke motor agar lift tidak melebihi lantai 3 2. ULS (Up Limit Switch) Batas atas lift naik ke lantai 3

13

Pevote., Vol.2, No. 3, September 2007 : 11 -20

Gambar 3. Rangkaian Penggerak Motor Lift Pada gambar diatas, kontrol pengereman motor lift dilakukan melalui sinyal (CPS Off dan BC On) atau hanya sinyal CPS On. Ketika sinyal CPS Off maka relay 9 tidak bekerja sehingga kontak relay 9 mendapatkan tegangan 0V dan ketika sinyal BC On maka transistor T1 tidak bekerja sehingga relay 3 juga tidak bekerja karena koil relay 3 tidak mendapatkan tegangan +5V dan motor lift tidak mendapatkan tegangan serta rem bekerja. Selanjutnya ketika sinyal CPS On maka relay 9 bekerja sehingga kontak relay 9 tidak mendapatkan tegangan 0V. Rem akan terputus ketika relay 3 bekerja. Relay 3 akan bekerja ketika sinyal (CPS Off dan BC Off). Ketika sinyal BC Off maka transistor T1 bekerja karena tegangan emitor lebih besar dari basis. Saat transistor T1 bekerja maka relay 3 juga bekerja karena mendapatkan tegangan

Aplikasi PLC pada Pengendalian Lift Model ED-4000 (Syufrizal)

14

+5V dari kaki kolektor transistor T1 dan tegangan 0V dari kontak relay 9. Lift akan bergerak naik dengan cepat ketika sinyal (BC Off dan MC On) atau (BC Off, MC On dan MFRC On). Ketika sinyal MC On maka transistor T2 bekerja karena tegangan basis lebih besar dari emitor. Saat transistor T2 bekerja maka relay 4 juga bekerja karena mendapatkan tegangan 0V di kaki kolektor transistor T2. Jadi ketika sinyal (BC Off dan MC On) maka L1 mendapat tegangan +12V dan L2 mendapat tegangan -12V melalui kontak relay 4 dan kontak relay 3. Lift akan bergerak turun dengan cepat ketika sinyal (BC Off, MC On, MRRC On, MFRC Off). Ketika sinyal MFRC Off maka transistor T4 tidak bekerja sehingga relay 6 juga tidak bekerja. Karena relay 6 tidak bekerja maka kontak relay 6 mendapatkan tegangan 0V sehingga ketika sinyal MRRC On maka transistor T3 bekerja dan menyebabkan relay 5 bekerja. Akan tetapi ketika sinyal MFRC On maka transistor T4 bekerja sehingga relay 6 juga bekerja sehingga ketika sinyal MRRC On maka relay 5 tidak akan bekerja karena transistor T3 tidak bekerja. Transistor T3 tidak bekerja karena tidak mendapatkan tegangan 0V melalui kontak relay 6. Jadi ketika sinyal (BC Off, MC On, MRRC On, MFRC Off) maka L1 mendapat tegangan -12V dan L2 mendapat tegangan +12V melalui kontak relay 5, kontak relay 4 dan kontak relay 3. Lift akan bergerak naik dengan lambat ketika sinyal (BC Off, MC On dan DSC On) atau (BC Off, MC On, MFRC On dan DSC On). Ketika
15

sinyal DSC On maka transistor T5 bekerja karena tegangan basis lebih besar dari emitor dan menyebabkan relay 7 bekerja karena mendapatkan tegangan 0V di kaki kolektor transistor T5. Ketika relay 7 bekerja maka tegangan +12V akan dikurangi melalui resistor. Jadi ketika sinyal (BC Off, MC On dan DSC On) maka L1 mendapat tegangan kurang dari +12V dan L2 mendapat tegangan -12V melalui kontak relay 7, kontak relay 4 dan kontak relay 3. Lift akan bergerak turun dengan lambat ketika sinyal (BC Off, MC On, MRRC On dan DSC On) sehingga L1 mendapat tegangan kurang dari +12V dan L2 mendapat tegangan -12V melalui kontak relay 7, kontak relay 5, kontak relay 4, kontak relay 3. Pemutusan tegangan supplai motor lift dilakukan melalui sinyal emergency (S3). ketika input emergency (S3) ditekan maka relay 8 bekerja. Ketika relay 8 bekerja maka tegangan -12V terputus dan ketika input emergency (S3) dilepas maka relay 8 masih bekerja karena koil relay 8 masih mendapatkan tegangan +5V melalui kontak relay 8 dan tombol reset (S4). Agar relay 8 tidak bekerja maka tekan tombol reset (S4). 2. Sistem Kendali PLC Sistem kerja lift ini akan dikendalikan dengan menggunakan sebuah pengendali PLC Omron CQM1. PLC yang berfungsi sebagai pengendali otomatis ini akan mengendalikan motor penggerak lift sehingga lift dapat bergerak naik/turun dengan cepat/lambat ke tempat panggilan dan akan mengendalikan

Pevote., Vol.2, No. 3, September 2007 : 11 -20

pintu lift membuka /menutup melalui lampu indikator. Sinyal yang digunakan agar lift naik cepat adalah (MC+MFRC ON dan BC OFF), sinyal yang digunakan agar lift naik lambat adalah (MC+MFRC+DSC ON dan BC OFF), sinyal yang digunakan untuk menghentikan lift adalah (MC OFF dan BC ON), sinyal yang digunakan untuk membuka pintu lift adalah (DOCC ON), sinyal yang digunakan untuk menutup pintu lift adalah (DOCC OFF). Untuk mengendalikan sistem lift ini ada empat tahap yang harus dilakukan yaitu mengetahui deskripsi kerja sistem, menetapkan alamat input dan output PLC, instalasi input dan output ke PLC dan membuat program PLC. a. Deskripsi Kerja Sistem Pelayanan Panggilan Luar 1) Posisi awal kondisi lift diam dan berada di lantai 1.  Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan naik di lantai 1 ditekan (1-URB ON) maka pintu akan terbuka selama 2 detik.  Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan naik/turun di lantai 2 ditekan (2-URB ON atau 2-DRB ON) maka lift bergerak naik dengan cepat setelah 2 detik timer bekerja, lalu lift akan bergerak lambat ketika lift menyentuh limit switch di lantai 2 (2-FLS ON) kemudian lift akan berhenti di lantai 2 ketika posisi limit switch (PLS) ON. Selanjutnya pintu akan terbuka selama 2 detik.  Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan turun di lantai 3
16

ditekan (3-DRB ON) maka lift bergerak naik dengan cepat setelah 2 detik timer bekerja, lalu lift akan bergerak lambat ketika lift menyentuh limit switch di lantai 3 (3-FLS ON) kemudian lift akan berhenti di lantai 3 ketika posisi limit switch (PLS) ON. Selanjutnya pintu akan terbuka selama 2 detik. 2) Posisi awal kondisi lift diam dan berada di lantai 2.  Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan naik/turun di lantai 2 ditekan (2-URB ON atau 2-DRB ON) maka pintu akan terbuka selama 2 detik.  Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan turun di lantai 3 ditekan (3-DRB ON) maka lift bergerak naik dengan cepat setelah 2 detik timer bekerja, lalu lift akan bergerak lambat ketika lift menyentuh limit switch di lantai 3 (3-FLS ON) kemudian lift akan berhenti di lantai 3 ketika posisi limit switch (PLS) ON. Selanjutnya pintu akan terbuka selama 2 detik.  Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan naik di lantai 1 ditekan (1-URB ON) maka lift bergerak turun dengan cepat setelah 2 detik timer bekerja, lalu lift akan bergerak lambat ketika lift menyentuh limit switch di lantai 1 (1-FLS ON) kemudian lift akan berhenti di lantai 1 ketika posisi limit switch (PLS) ON. Selanjutnya pintu akan terbuka selama 2 detik.

Pevote., Vol.2, No. 3, September 2007 : 11 -20

3) Posisi awal kondisi lift diam dan berada di lantai 3.  Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan turun di lantai 3 ditekan (3-DRB ON) maka pintu akan terbuka selama 2 detik.  Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan naik/turun di lantai 2 ditekan (2-URB ON atau 2-DRB ON) maka lift bergerak turun dengan cepat setelah 2 detik timer bekerja, lalu lift akan bergerak lambat ketika lift menyentuh limit switch di lantai 2 (2-FLS ON) kemudian lift akan berhenti di lantai 2 ketika posisi limit switch (PLS) ON. Selanjutnya pintu akan terbuka selama 2 detik.  Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan naik di lantai 1 ditekan (1-URB ON) maka lift bergerak turun dengan cepat setelah 2 detik timer bekerja, lalu lift akan bergerak lambat ketika lift menyentuh limit switch di lantai 1 (1-FLS ON) kemudian lift akan berhenti di lantai 1 ketika posisi limit switch (PLS) ON. Lalu pintu akan terbuka selama 2 detik. 4) Kondisi lift sedang bergerak ke bawah dari lantai 3 ke lantai 1  Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan turun di lantai 2 ditekan (2-DRB ON) dan lift menyentuh limit switch di lantai 2 tetapi lift belum menyentuh PLS (2-FLS ON dan PLS OFF) maka lift akan memenuhi panggilan tersebut dengan terlebih dahulu mengurangi kecepatannya dan akan berhenti di lantai 2.
17

Selanjutnya pintu akan terbuka selama 2 detik.  Akan tetapi, ketika tombol panggilan luar untuk permintaan turun di lantai 2 ditekan (2-DRB ON) dan lift sudah menyentuh limit switch di lantai 2 dan PLS (2FLS ON dan PLS ON) maka lift tidak akan memenuhi panggilan tersebut dan akan terus melanjutkan ke lantai 1.  Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan naik di lantai 2 ditekan (2-URB ON) maka lift tidak akan berhenti di lantai 2 tetapi akan terus melanjutkan ke lantai 1, setelah panggilan di lantai 1 telah dipenuhi maka lift akan langsung bergerak keatas menuju lantai 2. 5) Kondisi lift sedang bergerak ke atas dari lantai 1 ke lantai 3  Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan naik di lantai 2 ditekan (2-URB ON) dan lift menyentuh limit switch di lantai 2 tetapi lift belum menyentuh PLS (2-FLS ON dan PLS OFF) maka lift akan memenuhi panggilan tersebut dengan terlebih dahulu mengurangi kecepatannya dan akan berhenti di lantai 2. Lalu pintu akan terbuka selama 2 detik.  Akan tetapi, ketika tombol panggilan luar untuk permintaan naik di lantai 2 ditekan (2-URB ON) dan lift sudah menyentuh limit switch di lantai 2 dan PLS (2FLS ON dan PLS ON) maka lift tidak akan memenuhi panggilan tersebut dan akan terus melanjutkan ke lantai 3.

Pevote., Vol.2, No. 3, September 2007 : 11 -20

 Ketika tombol panggilan luar untuk permintaan turun di lantai 2 ditekan (2-URB ON) maka lift tidak akan berhenti di lantai 2 tetapi akan terus melanjutkan ke lantai 3, setelah panggilan di lantai 3 telah dipenuhi maka lift akan langsung bergerak kebawah menuju lantai 2. Pelayanan Panggilan Dalam Setelah seorang pemakai lift dipenuhi panggilan luarnya maka pemakai tersebut akan memberikan panggilan dalam lift untuk menuju lantai tujuannya. 1) Untuk panggilan dalam yang sesuai dengan arah lift maka sistem kontrol langsung memenuhi panggilan dalam. 2) Untuk panggilan dalam yang berlawanan dengan arah lift, sistem kontrol akan mencek panggilan yang arahnya sesuai dengan arah lift. Bila ada, maka panggilan tersebut dipenuhi lebih dahulu. Setelah selesai maka sistem kontrol akan memenuhi panggilan dalam. 3) Bila pemakai memberikan input panggilan dalam yang sama dengan lantai tempat lift berhenti maka lift akan membuka pintu selama detik. b. Penetapan Input dan Output PLC Dalam pengendalian sistem lift ini, ada 14 buah input yang digunakan sebagai sinyal masukan ke PLC yaitu push button dan limit switch. Adapun keluaran yang akan dikendalikan oleh PLC sebanyak 6 buah output yaitu relay dan lampu indikator. Relay ini dihubungkan ke terminal training
18

panel. Dalam pemasangan kabel input dan output tersebut yang perlu diperhatikan adalah common (COM) modul input output PLC dihubungkan +24V dan common peralatan input dan output dihubungkan 0V. Tabel alamat input dan output PLC dapat dilihat pada tabel 1 dan tabel 2. Tabel 1. Alamat Input PLC

Tabel 2. Alamat Output PLC

Pevote., Vol.2, No. 3, September 2007 : 11 -20

c. Instalasi Modul Input Output PLC Input lift pada terminal training panel dari 0-13 dihubungkan ke alamat modul input PLC. Common input lift pada terminal training panel dihubungkan ke tegangan 0 VDC pada power supplai PLC. Sedangkan output lift pada terminal training panel dari 07 dihubungkan ke masing-masing kontak relay dan common koil relay dihubungkan ke tegangan +24 VDC pada power supplai PLC dan kaki koil relay yang satunya dihubungkan ke alamat modul output PLC. Selanjutnya common output lift pada terminal training panel dihubungkan ke common kontak relay. Instalasi modul input dan output PLC dapat dilihat pada gambar 4 dan 5.

d. Program PLC Bahasa pemograman PLC yang digunakan adalah ladder diagram. Program PLC tersebut adalah sebagai berikut.

Gambar 4. Instalasi Input PLC

Gambar 5. Instalasi Output PLC
19 Pevote., Vol.2, No. 3, September 2007 : 11 -20

D. KESIMPULAN 1. Programmable Logic Controller (PLC) yang digunakan sebagai pengendali sistem dapat mengendalikan lift model ED-4000 secara otomatis sesuai dengan deskripsi yang diinginkan. 2. Sinyal yang digunakan sebagai masukan PLC Omron CQM1 sebanyak 14 buah yaitu berupa tombol dan limit switch sedangkan keluaran yang dikendalikan oleh PLC sebanyak 6 buah yaitu berupa relay. Relay ini yang akan mengendalikan motor lift agar dapat naik/turun dengan cepat atau lambat dan mengendalikan lampu indikator pintu lift. Bahasa pemrograman PLC yang digunakan adalah ladder diagram. 3. Sebagai pengendali utama alat ini, PLC dapat diprogram ulang untuk mengubah cara kerja sistem tanpa harus merubah rangkaian dan wiring, tetapi hanya dengan mengubah dari ladder diagram saja. DAFTAR PUSTAKA C. HASIL PENELITIAN Data hasil pengujian lift dapat bergerak naik/turun dengan cepat atau buka pintu ketika kondisi awal lift diam dan adanya permintaan panggilan luar di setiap lantai atau adanya permintaan panggilan dalam lift untuk menuju lantai tujuannya. Ketika lift mendekati lantai yang dituju, lift akan menurunkan kecepatannya lalu lift akan berhenti dan buka pintu selama 2 detik saat lift sudah berada tepat pada lantai yang dituju.
20

ED Labotarory, Operation Manual Lift Model ED-4000. Omron, Operation Manual Sysmac CQM1 series, Edisi Revisi, Mei 2000. Webb, John W., Programmable Logic Controllers Principles and rd Application. 3 Edition. Prentice Hall Education, Career and Technology, New Jersey.1994.

Pevote., Vol.2, No. 3, September 2007 : 11 -20

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->