Kebakaran Hutan

Akibat Penebangan Liar
Baca Juga:
  

Puluhan Hektar Lahan Jati Ludes Terbakar Ratusan Hektar Hutan Terbakar Riau Diselimuti Asap

Tags:
kebakaran hutan

Berita HOT:

Mulai Beroperasi Besok, Kesiapan Terkesan Dipaksakan Bandara International Lombok

Sinema Siang Adventurous of Treasure Island

Drama Asia (Taiwan) Starlit Episode 13

Mega Asia Breaking News

Sebagian Usus Terburai Bayi Tak Memiliki Dinding Perut

indosiar.com, Tapanuli Utara - Kebakaran hebat melanda hutan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Akibat ulah para penebang hutan liar.

Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai milyaran rupiah. lemahnya penegakan hukum. Penebangan liar berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan kayu di pasar internasional. kerusakan hutan (deforestasi) di Indonesia akibat dari sistem politik dan ekonomi yang menganggap sumber daya hutan sebagai sumber pendapatan dan bisa dieksploitasi untuk kepentingan politik serta keuntungan pribadi. Praktek pembalakan liar dan eksploitasi hutan yang tidak mengindahkan kelestarian. Menurut analisis World Bank. Menurut data Departemen Kehutanan tahun 2006. (Tim Liputan/Dv).35 juta hektare kawasan hutan di Indonesia. Kebakaran hutan yang banyak ditumbuhi tanaman pinus ini terus meluas dan belum ada upaya dilakukan pemadaman. hutan di Sulawesi diperkirakan akan hilang tahun 2010. mengakibatkan kehancuran sumber daya hutan yang tidak ternilai harganya.Kebakaran yang sudah berlangsung 4 hari. Aksi penebangan liar di Kabupaten Tapanuli Utara sudah berlangsung setahun dan ironisnya pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara maupun aparat kepolisian setempat terkesan tutup mata. diantaranya berupa pendapatan negara kurang lebih US$1. paling parah terjadi di Kecamatan Sipaholon dan kepulan asapnya menyebabkan masyarakat di 3 desa terganggu. dengan laju deforestasi dalam lima tahun terakhir mencapai 2.4 milyar setiap tahun. luas hutan yang rusak dan tidak dapat berfungsi optimal telah mencapai 59. Dampak pembalakan liar Data yang dikeluarkan Bank Dunia menunjukkan bahwa sejak tahun 1985-1997 Indonesia telah kehilangan hutan sekitar 1. dimana Sumatera dan Kalimantan sudah kehilangan hutannya. Bila keadaan seperti ini dipertahankan.5 juta hektare setiap tahun dan diperkirakan sekitar 20 juta hutan produksi yang tersisa. dan pemutihan kayu yang terjadi di luar kawasan tebangan. Kerugian tersebut belum menghitung hilangnya . konsumsi lokal. Berdasarkan hasil analisis FWI dan GFW dalam kurun waktu 50 tahun. besarnya kapasitas terpasang industri kayu dalam negeri.83 juta hektare per tahun. kehancuran kehidupan masyarakat dan kehilangan kayu senilai US$ 5 milyar.6 juta hektar dari 120. Dan sebagian besar. luas tutupan hutan Indonesia mengalami penurunan sekitar 40% dari total tutupan hutan di seluruh Indonesia. maka hutan di Sulawesi dan Papua akan mengalami hal yang sama.

sosial . bila dibiarkan akan menimbulkan kemorosatan lingkungan hidup yang berlangsung terus-menerus pada akhirnya membawa implikasi pada kerugian ekonomi yang luar biasa parah disektor kehutanan. ITFMP Report No. Sedangkan data Badan Penelitian Departemen Kehutanan menunjukan angka Rp. 2004). Hal ini merupakan konskwensi logis dari . yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas illegal logging atau penebangan liar (Johnston. 4. sedang menurut Sptephe Deveni dari Forest law Enforcemen Governance and trade (FLEGT) mengatakan bahwa illegal logging adalah penyebab utama kerusakan hutan di Indonesia dan menjadi masalah serius di dunia. Brow (1993) menegaskan bahwa kerugian ekonomi pada rusaknya ligkungan hidup yang paling menonjol adalah penggundulan liar (Ilegal logging). ^ WWF International (2002) The Timber Footprint of the G8 and China Dimensi Penebangan Liar OPINI | 23 June 2010 | 15:30 813 0 Nihil Perkembangan dalam menghadapi masalah lingkungan hidup pada sektor kehutanan yaitu penebangan liar atau dikenal dengan illegal logging. [sunting] Referensi 1.saveordelete. 2004). budaya lingkungan. ^ Environmental Investigation Agency and Telepak (2004) Profiting from Plunder: How Malaysia Smuggles Endangered Wood. Penebangan liar (Illegal logging) telah menimbulkan masalah multidimensi yang berhubungan dengan aspek ekonomi.com 3. 83 milyar perhari sebagai kerugian finansial akibat penebangan liar (Antara. See http://www.nilai keanekaragaman hayati serta jasa-jasa lingkungan yang dapat dihasilkan dari sumber daya hutan. EC/99/03 2. Selama dekade terakhir ini semakin banyak terjadi penebangan liar (iIlegal logging). ^ Greenpeace (2003) Partners in Crime: A Greenpeace investigation of the links between the UK and Indonesia’s timber barons.8 juta hektare pertahun. Penelitian Greenpeace mencatat tingkat kerusakan hutan di Indonesia mencapai angka 3. ^ Indonesia-UK Tropical Forestry Management Programme (1999) Illegal Logging in Indonesia.

Namun demikian illegal logging semakin marak dan hutan semakin mengalami tingkat kerusakan yang mengkwatirkan. termasuk di Kaltim. Mekanisme Clearing House FLEG yaitu tempat transaksi cek di bank (Interim Secretariat: Depertemen kehutanan). penebangan liar (illegal logging) yang berdampak negatif terhadap fungsi lindung terhadap konservasi hutan. Dari laporan hasil Gugus tugas FLEG East Asia and Pasific bahwa penebangan liar (illegal logging) adalah masalah global. Tindakan lain untuk memberantas kejahatan penebangan liar (Illegal logging) dengan kebijakan dalam bentuk kerjaasama dengan negara lain. 3. Perjanjian ini berupa perjanjian kerjasama antara Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Dirjen PHKA) Depertemen Kehutanan . merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara satu dengan lainnya. Politik hukum yang dilalukan pemerintah secara nasional antara lain: 1. Dilihat dari aspek sosial. Perjanjian Kerjasama antara Depertemen Kehutanan dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). dimana orientasi kepada upaya pengelolahan hutan secara lestari. Dampak kerusakan ekologi (lingkungan) akibat penebangan liar (illegal logging) bagi lingkungan dan hutan adalah bencana alam. Yang terbaru dengan dikeluarkan Surat edaran Nomor 01 Tahun 2008 tentang petunjuk Penanganan Perkara Tindak pidana Kehutanan dan sebelumnya Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2005 tentang Pemberantasan Penebangan Kayu secara illegal di kawasan hutan dan peredarannya di seluruh wilayah Indonesia merupakan payung hukum dalam pemberantasan penebangan liar (illegal logging) yang diharapakan kelangsungan hutan di Indonesia dapat terselamatkan dan hal sampai keakar-akarnya. fungsi lingkungan (ekologi). Aspek budaya kegantungan masyarkat terhadap hutan. komplek dan bervariasi dan tidak ada penyelesian secara cepat dan instan. Perspektip pengelolahan hutan Indonesia. penghormatan terhadap hutan yang masih dianggap nilai magic juga ikut terpangaruh oleh praktek-praktek illegal logging yang pada akhirnya merubah perspektip dan prilaku masyarakat adat setempat terhadap hutan. Oleh karena itu pemanfatan dan pelastarian sumber daya hutan perlu dilakukan melalui suatu sistem pengelolaan yang dapat menjaga serta meningkatkan fungsi dan perananya bagi kepentingan generasi masa kini maupun generasi dimasa yang mendatang. semuanya bermuara pada maraknya kegiatan penebangan tanpa izin. 2. Maka ada 3 (tiga) hal yang diperlukan kegiatan aksi yaitu : 1.fungsi hutan yang pada hakekatnya adalah sebuah ekosistem yang di dalamnya mengandung fungsi dasar. penebangan liar (illegal logging) menimbulkan konflik seperti konflik hak atas tanah. 2. serta fungsi sosial. konflik kewenangan mengelola hutan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta masyarakat setempat. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Penebangan illegall (illegal Logging ) dan Peredaran Hasil Hutan Illegal di Kawasan Ekosistem Leuser Taman Nasional Tanjung Puting. kerusakan flora dan fauna dan punahnya spesias langka. Mekanisme Pelaporan untuk Information Sharing. Beberapa kebijakan pemerintah di bidang kehutanan baik secara nasional maupun internasional dalam rangka penanggulangan kejahatan penebangan liar (Illegal logging) dikeluarkan sejak tahun 2001 tentang pemberantasan Penebangan Kayu secara illegal di kawasan hutan dan peredarannya si seluruh wilayah Indonesia. Prinsip pelestraian hutan sebagaiman di indikasikan oleh ketiga fungsi pokok tersebut. Collaborative Researh on Timber Supply and demand yaitu Riset Kolaboratif atas Pemerintahan Dan Penawaran Kayu ( Interim Secretariat: CIFOR). yaitu fungsi produksi (ekonomi). Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi aktivitas illegal logging.

Perjanjian Kejasama antara Dirjen Perlindungan Hutan dan Kanservasi Alam (PHKA) Deperetemen Kehutanan dengan Deputi Kapolri Bidang Operasional Nomor 1342/DJIV/LH/2001 dan No/Pol:B/01/XII/2001 tentang Penyelengaraan Opearsi Wanalaga.wordpress. Artikel telah diterbitkan pada gagasanhukum. baik formal maupun informal dan mengoptimalkan upaya pemberantasan illegal logging dengan langkah.1341/DJ-IV/LH2004 dan Nomor TNI: R/766/XII/01/SOPS Tentang Penyelenggaran Operassi Wanabahri. melalui berbagai forum dan media. 8. 4.com . 7. Memasukan kejahatan di bidang kehutanan dan lingkungan termasuk di dalamnya penembangan liar (illegal logging) kedalam undang-undang tentang tindak pidana pencucian uang. Surat Ederan Depetermen Kehutanan Nomor 406/Menhut-IV/3003 tentang Pemberhentian Sementara Waktu Penertibatan Izin Penebangan Kayu (IPK) oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Perjanjian Kerjasama antara Depertemen Kehutanan dengan Kepolisian Negara Republik Indinesia ( POLRI). pengedaran kayu dan hasil hutan illegal. 5.3.langkah operasional khusus dan rumusan-rumusan program yang jelas. dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) No. Surat keputusan bersama Menteri Kehutanan Nomor 1123/KPTS-II/2001 dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan dengan Nomor 192/MPP/KEP/10/2001 Tentang Penghentian Ekspor Kayu Bulat /Bahan Baku Serpih. Komitmen untuk memerangi dan memberantas penebangan liar (illegal logging) yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dan pemerintah. perlu didukung semua pihak yang pada akhirnya hutan diharapkan dapat memberi kesejahteran dan kemakmuran masyarakat . Kedepan dalam pemberantasan ilegal logging perlu langkah aktif dan sinergitas kerjasama seluruh pihak terkait. Perumusan Rencana Peraturan Pemerintah (RAPERPU) tentang pemberentasan tindak pidana penebangan. 6.

089.7930783720700350.03.943419038-09003 90&.7438 $00995.    )700350...0   !. 892-07-.3/3/4308.

.

3203.3 2. 3 207:5.9../.3 203:7:9 $59050 0./5030-.3.7.3/:55.$2:083/.943.-:9..3 203434 .35.807:8//:3. 3:3.047/0090 .73..8.3 /03./.3:9. 43  80/.3  74  2030./0907.7:8.3.809470:9.85. 43  90.3  ...3/:5.0 .3:. 43 .. 0.8.3./-./0.3.304342.7.9.30.3-07.25.0203 4.43 -.8.7 47089 ./0 %  203.94303.3 -. 2:9/2038 ..073.3.7 ./.73802.      2038!030-..3/3.3024748.3./.7 !:30        !0702-.202-.07:.3070/44/    )39073.3..3-07:-:3.43 $0.2.7 0.3-.32032-:.7.3 3:3.7 0.8.07:8...8.3.3:3.850 04342  848.3.3/ 97..42   )3.3 ./809470:9.7 0.7-.3.3.5030-.3 ...3.3/:5. 503:3/:.3.. 3147.089. 8.3./.3 438038 48 /.5.907.3/.3 -./.. 07:.9.3.   %0%2-0744957394190.9: 5030-. 2032-:.3043425.3/3/4308.:/03.7432039./03.3/%005./..   !741931742!:3/074 .2203.  -:/.52.03 /.3 .38:3907:8 20307:85.  !030-.:3..8.2./2./.3.

9.30-.8 !020739.3 907-.3..7. 2.33-07:5.3!02-07.7 0..:.3.8 05.35.3...2  07:8.7.7.0.25.3.7.:2.:9.8:9..8:9.3.2./.7 !49::2.307.. 2.9/.3509:3:!03. 0-.3.39:3.:39:203:7.92 !078509550304.80-:.5.3.81.38:3..3.3 2.7.9 97. !073/:3.3 /.9 .2033.  !7385 500897.43 -.3 /.3.. 47039.5. .9..3 .9.:5:3 39073. 503008.7..2 -039: 07.3.9.3.3.3405020739.3.9./.9907.35020739./.3%039.3 30..3  503472.9/.3 80.35020739.050393.3.3 802.3 /.9:/03.3.3:3.3/ !.3 .3:9..  0.3:9.203.3.5:9.. 3/4308.3!030-.. -03.3203.9:08.880:7:.3 1.8 /.30..35.3.3 .-. 1:38 544 90780-:9  207:5.3. 43  /0:.3/ ..3!070/. .1:38:9.8.3/03..0488902.9 907.. 43  ..8.7.43 .5:8..7./.0 #080.547.3..3./.0507902030:9.. /.3:9.3 !07.3 5030-.3/507:.0.35./.:3::2/.39..: 39072$0.9.3 .3   3897:8!708/034247%. :5.%.2.89.3 ../.:80.207:5..3..33.3 / 3/4308.3/.:.3.3 .39.8 ::8 9:.91 .8079.:3   9039.709.8.43 /. 5030-.:.3.  4250 /.7: 40 57...3.3.3 431 805079 431 .3/..8.8. .5.2:3 /02.9: #809 4.8  . 3. 3897:8 !708/03 4247  9..2.25.3 80-.543807./.7 .90507902030:9. 2. 43 .8 .7 43 %2-07 $:55 .:3 9039.3 50./.3 0:9.5 :9. 0.:5:30307.709.2502-07. .3.3..9: 9025.843.2.3.34247 %. -..3 -.3.307.3.3  .8.3 0. 0.5 :9.9.23.903/7.3.3:3!:93    !07.34889020:807 %.2.7 ..3. 0:9. 4-.. /.3 8:2-07 /.97.9809025.7 0.3 .380.8:/.7.3:39:202-07..  . / .3!03.3.8.3 .  5030-..9 90780.7 0. 431003.8.9:1:38574/:8 04342 1:383:3. 503.8.7.843.8.3.90758.80.3..3 0. :9 9075...35030-.73.3 0307.3 5020739.80.3:39:31472.31.3. % !07.3 -07.703.39.547. 9.3.3 / 3/.3 203.3 39072 $0.9.9.39.900.089.39..3/4308.3/4308.39.3/:3 1:38/..:3./. 0.89 8. /./. :9.39.3. :.3    4.5 3.3 :9.31:38/.3 80..3 147.3820!0.3.8.7.50785095/.3.95030-./. 8079.3!02-07.7 .43.0.3 40 09.3/..2 7.7 0.1:38848. 43 802..3389.3-07/..3..8.3.3.51:383/:3907.7 .38.2 93.3.8 /.9  850 -:/.-47.3//.7 0..7.8.3:.:3 %039.: 8:.3 .35030-.33..8.3.0.3 . 5/. 2. 9.3 :9.843..8.35030-.-.05./.3 5:3.  .8.38.35070/.2 703! 0507902030:9..7.3507..9.9.7 0.9.7.8.7.0 / -.8.3 !030-.507. / -/.7.8.3 907.357.9: 502.8 .3203/.90/.9:./.3.80.30.7.82..3820 0.07:8. /.39/.9203.. %3/.  802:. /03. 43  .3 :9./.943$.5020739.39.8.32.70947.9 #    0.3 5030-.3 507: /.5.3 2. 80.3/..8.  .2.3 :9.3/0:.43 /03.30.7.9.7.07.73 4:80  .89.:5..9 809025.7.7 0.:3   9039.3.3 20.35070/.7.3.33/4308. /.8/2..850 848..343807.. 50304..7.3 /.3:9.39..8.7.3 044 8079.3 :9.: 80.7.7.3/.-47.3. .9: 88902 50304.3 2.7.. 8508.3 502-07.3  0-07.33.3!030-.7.73  %3/.843..7:/03.3/.7. /80:7:.9.39.3044 3:3.207:-.3  .3/ /02.3.3..7..3.90 57.320304.. /....9 07:8..5.843.9:   0.3 /. .3 80-0:23.25..2.7.7.35.3$:7.7.3./.3 /.3 0.3.3  /2.93.73.3.3 .3 9072.3.30.3 9/.91907.9 /. 43  2032-:.39.3.-072:./.

.3.:9 %  4 .3%039.843.3.3/4308.9.            /03.7.

 '.

 /.3 4247%#.

.

.

.

547/.39.3.3 507.3.0507902030:9. ! #  !07.7  !07.30548.7.$ !$%039.8.7.8.2.307.2.3.3 507.30.843.39.30.8.3.7.3/03.2 !  05070902030:9.-.3/03.4247.3!03003.88.3.3/..3:9..7.305:9.3807..3. #05:-3/308.703!073/:3.

 '.

.

34. /.

!4.

.

.

.34247.78..2.3..3.905:9:8.039070:9.3 50.3-078.3!03003. 9039.  $:7.7.

!%$ .

 /.303907 !073/:897.34247.3.3!07/..3/.3/03.

!!.

!.

 .

3 !03039.::.9. %039.38547.

.3.3.30509072030:9.9/07.:$075  $:7.34247 ..

03:9 '.

 50302-.3.30. 9039.7 0.3.3 0.33:3. :9.35747.95030.. /.3.42        .35.3/.: -07-.39.8:.3 0.3/.:/.23.3 7:2:8.3/.7.8.91 /.8:9.9202-07080. .3 /.39039.37:2:8.5/.3 ..2 502-07. 502-07.3!020739.39072.3 2034592.3.43 0/..7.3 !02-07039.3 83079..5.... 43 507: .9..5.3::2 47/57088 .3 20/.2:3/.9:!03079-.3..3.30.3.39.3./907-9.5030-.3/..33!030-..2...8.35020739.::2/.39.3.30:9.5.8  79090. 43 /03.3.8. !02/. 5/.3.8 07.5. 4507.3/../.3 :3/.73.3#03.!07.3.8.3.8://.7.3.7.3/-/. 80:7: 5.7.9:7. :8:8/.35. 2.43 .3 :5.907.:5:3 31472.3:.9  20. 503.:.9  0/05.3  !07:2:8.. 147:2 /.302.393/. 1472.3$02039.  -.3 5030/.:.9.07.3.3/. 507://::3802:.3.: ! 40 !020739.2.3 40.2:7.843./.30.32. #!#!& 9039.7 0.  429203:39:20207.  02.8.  .3502-07039..3202-07. 907.8.85030-.393/.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful