Kebakaran Hutan

Kebakaran Hutan

Akibat Penebangan Liar
Baca Juga:
  

Puluhan Hektar Lahan Jati Ludes Terbakar Ratusan Hektar Hutan Terbakar Riau Diselimuti Asap

Tags:
kebakaran hutan

Berita HOT:

Mulai Beroperasi Besok, Kesiapan Terkesan Dipaksakan Bandara International Lombok

Sinema Siang Adventurous of Treasure Island

Drama Asia (Taiwan) Starlit Episode 13

Mega Asia Breaking News

Sebagian Usus Terburai Bayi Tak Memiliki Dinding Perut

indosiar.com, Tapanuli Utara - Kebakaran hebat melanda hutan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Akibat ulah para penebang hutan liar.

paling parah terjadi di Kecamatan Sipaholon dan kepulan asapnya menyebabkan masyarakat di 3 desa terganggu. kerusakan hutan (deforestasi) di Indonesia akibat dari sistem politik dan ekonomi yang menganggap sumber daya hutan sebagai sumber pendapatan dan bisa dieksploitasi untuk kepentingan politik serta keuntungan pribadi.35 juta hektare kawasan hutan di Indonesia.4 milyar setiap tahun. dengan laju deforestasi dalam lima tahun terakhir mencapai 2. Penebangan liar berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan kayu di pasar internasional. lemahnya penegakan hukum.Kebakaran yang sudah berlangsung 4 hari.5 juta hektare setiap tahun dan diperkirakan sekitar 20 juta hutan produksi yang tersisa. besarnya kapasitas terpasang industri kayu dalam negeri. mengakibatkan kehancuran sumber daya hutan yang tidak ternilai harganya. Dampak pembalakan liar Data yang dikeluarkan Bank Dunia menunjukkan bahwa sejak tahun 1985-1997 Indonesia telah kehilangan hutan sekitar 1. kehancuran kehidupan masyarakat dan kehilangan kayu senilai US$ 5 milyar. Praktek pembalakan liar dan eksploitasi hutan yang tidak mengindahkan kelestarian. luas hutan yang rusak dan tidak dapat berfungsi optimal telah mencapai 59. konsumsi lokal. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai milyaran rupiah. Menurut analisis World Bank. maka hutan di Sulawesi dan Papua akan mengalami hal yang sama. Berdasarkan hasil analisis FWI dan GFW dalam kurun waktu 50 tahun. (Tim Liputan/Dv). Kerugian tersebut belum menghitung hilangnya . dan pemutihan kayu yang terjadi di luar kawasan tebangan.83 juta hektare per tahun. Aksi penebangan liar di Kabupaten Tapanuli Utara sudah berlangsung setahun dan ironisnya pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara maupun aparat kepolisian setempat terkesan tutup mata. Kebakaran hutan yang banyak ditumbuhi tanaman pinus ini terus meluas dan belum ada upaya dilakukan pemadaman. Menurut data Departemen Kehutanan tahun 2006. luas tutupan hutan Indonesia mengalami penurunan sekitar 40% dari total tutupan hutan di seluruh Indonesia. diantaranya berupa pendapatan negara kurang lebih US$1. hutan di Sulawesi diperkirakan akan hilang tahun 2010. Dan sebagian besar. dimana Sumatera dan Kalimantan sudah kehilangan hutannya. Bila keadaan seperti ini dipertahankan.6 juta hektar dari 120.

^ Indonesia-UK Tropical Forestry Management Programme (1999) Illegal Logging in Indonesia. sosial . See http://www. bila dibiarkan akan menimbulkan kemorosatan lingkungan hidup yang berlangsung terus-menerus pada akhirnya membawa implikasi pada kerugian ekonomi yang luar biasa parah disektor kehutanan. ^ Environmental Investigation Agency and Telepak (2004) Profiting from Plunder: How Malaysia Smuggles Endangered Wood. Penelitian Greenpeace mencatat tingkat kerusakan hutan di Indonesia mencapai angka 3.com 3.saveordelete. sedang menurut Sptephe Deveni dari Forest law Enforcemen Governance and trade (FLEGT) mengatakan bahwa illegal logging adalah penyebab utama kerusakan hutan di Indonesia dan menjadi masalah serius di dunia. 4.nilai keanekaragaman hayati serta jasa-jasa lingkungan yang dapat dihasilkan dari sumber daya hutan. [sunting] Referensi 1. Sedangkan data Badan Penelitian Departemen Kehutanan menunjukan angka Rp. 83 milyar perhari sebagai kerugian finansial akibat penebangan liar (Antara. yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas illegal logging atau penebangan liar (Johnston. Selama dekade terakhir ini semakin banyak terjadi penebangan liar (iIlegal logging). ^ WWF International (2002) The Timber Footprint of the G8 and China Dimensi Penebangan Liar OPINI | 23 June 2010 | 15:30 813 0 Nihil Perkembangan dalam menghadapi masalah lingkungan hidup pada sektor kehutanan yaitu penebangan liar atau dikenal dengan illegal logging. Penebangan liar (Illegal logging) telah menimbulkan masalah multidimensi yang berhubungan dengan aspek ekonomi. 2004).8 juta hektare pertahun. budaya lingkungan. Brow (1993) menegaskan bahwa kerugian ekonomi pada rusaknya ligkungan hidup yang paling menonjol adalah penggundulan liar (Ilegal logging). 2004). EC/99/03 2. ^ Greenpeace (2003) Partners in Crime: A Greenpeace investigation of the links between the UK and Indonesia’s timber barons. Hal ini merupakan konskwensi logis dari . ITFMP Report No.

Beberapa kebijakan pemerintah di bidang kehutanan baik secara nasional maupun internasional dalam rangka penanggulangan kejahatan penebangan liar (Illegal logging) dikeluarkan sejak tahun 2001 tentang pemberantasan Penebangan Kayu secara illegal di kawasan hutan dan peredarannya si seluruh wilayah Indonesia. dimana orientasi kepada upaya pengelolahan hutan secara lestari. Mekanisme Clearing House FLEG yaitu tempat transaksi cek di bank (Interim Secretariat: Depertemen kehutanan). 2. Perjanjian ini berupa perjanjian kerjasama antara Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Dirjen PHKA) Depertemen Kehutanan . Namun demikian illegal logging semakin marak dan hutan semakin mengalami tingkat kerusakan yang mengkwatirkan. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Penebangan illegall (illegal Logging ) dan Peredaran Hasil Hutan Illegal di Kawasan Ekosistem Leuser Taman Nasional Tanjung Puting. penghormatan terhadap hutan yang masih dianggap nilai magic juga ikut terpangaruh oleh praktek-praktek illegal logging yang pada akhirnya merubah perspektip dan prilaku masyarakat adat setempat terhadap hutan. penebangan liar (illegal logging) yang berdampak negatif terhadap fungsi lindung terhadap konservasi hutan. termasuk di Kaltim. Oleh karena itu pemanfatan dan pelastarian sumber daya hutan perlu dilakukan melalui suatu sistem pengelolaan yang dapat menjaga serta meningkatkan fungsi dan perananya bagi kepentingan generasi masa kini maupun generasi dimasa yang mendatang. Prinsip pelestraian hutan sebagaiman di indikasikan oleh ketiga fungsi pokok tersebut. Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi aktivitas illegal logging. merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara satu dengan lainnya. Tindakan lain untuk memberantas kejahatan penebangan liar (Illegal logging) dengan kebijakan dalam bentuk kerjaasama dengan negara lain. komplek dan bervariasi dan tidak ada penyelesian secara cepat dan instan. Yang terbaru dengan dikeluarkan Surat edaran Nomor 01 Tahun 2008 tentang petunjuk Penanganan Perkara Tindak pidana Kehutanan dan sebelumnya Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2005 tentang Pemberantasan Penebangan Kayu secara illegal di kawasan hutan dan peredarannya di seluruh wilayah Indonesia merupakan payung hukum dalam pemberantasan penebangan liar (illegal logging) yang diharapakan kelangsungan hutan di Indonesia dapat terselamatkan dan hal sampai keakar-akarnya. Politik hukum yang dilalukan pemerintah secara nasional antara lain: 1. konflik kewenangan mengelola hutan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta masyarakat setempat. 2. semuanya bermuara pada maraknya kegiatan penebangan tanpa izin. fungsi lingkungan (ekologi). Collaborative Researh on Timber Supply and demand yaitu Riset Kolaboratif atas Pemerintahan Dan Penawaran Kayu ( Interim Secretariat: CIFOR). Mekanisme Pelaporan untuk Information Sharing. 3. yaitu fungsi produksi (ekonomi). serta fungsi sosial. penebangan liar (illegal logging) menimbulkan konflik seperti konflik hak atas tanah. Dampak kerusakan ekologi (lingkungan) akibat penebangan liar (illegal logging) bagi lingkungan dan hutan adalah bencana alam. kerusakan flora dan fauna dan punahnya spesias langka. Perspektip pengelolahan hutan Indonesia. Dari laporan hasil Gugus tugas FLEG East Asia and Pasific bahwa penebangan liar (illegal logging) adalah masalah global.fungsi hutan yang pada hakekatnya adalah sebuah ekosistem yang di dalamnya mengandung fungsi dasar. Perjanjian Kerjasama antara Depertemen Kehutanan dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Aspek budaya kegantungan masyarkat terhadap hutan. Maka ada 3 (tiga) hal yang diperlukan kegiatan aksi yaitu : 1. Dilihat dari aspek sosial.

Perjanjian Kejasama antara Dirjen Perlindungan Hutan dan Kanservasi Alam (PHKA) Deperetemen Kehutanan dengan Deputi Kapolri Bidang Operasional Nomor 1342/DJIV/LH/2001 dan No/Pol:B/01/XII/2001 tentang Penyelengaraan Opearsi Wanalaga. pengedaran kayu dan hasil hutan illegal. 8. baik formal maupun informal dan mengoptimalkan upaya pemberantasan illegal logging dengan langkah. Surat Ederan Depetermen Kehutanan Nomor 406/Menhut-IV/3003 tentang Pemberhentian Sementara Waktu Penertibatan Izin Penebangan Kayu (IPK) oleh Pemerintah Daerah (Pemda). 4. 7.3. Perjanjian Kerjasama antara Depertemen Kehutanan dengan Kepolisian Negara Republik Indinesia ( POLRI).langkah operasional khusus dan rumusan-rumusan program yang jelas.1341/DJ-IV/LH2004 dan Nomor TNI: R/766/XII/01/SOPS Tentang Penyelenggaran Operassi Wanabahri. perlu didukung semua pihak yang pada akhirnya hutan diharapkan dapat memberi kesejahteran dan kemakmuran masyarakat . Kedepan dalam pemberantasan ilegal logging perlu langkah aktif dan sinergitas kerjasama seluruh pihak terkait. melalui berbagai forum dan media. Memasukan kejahatan di bidang kehutanan dan lingkungan termasuk di dalamnya penembangan liar (illegal logging) kedalam undang-undang tentang tindak pidana pencucian uang.com . Surat keputusan bersama Menteri Kehutanan Nomor 1123/KPTS-II/2001 dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan dengan Nomor 192/MPP/KEP/10/2001 Tentang Penghentian Ekspor Kayu Bulat /Bahan Baku Serpih. 6. Komitmen untuk memerangi dan memberantas penebangan liar (illegal logging) yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dan pemerintah. Artikel telah diterbitkan pada gagasanhukum. Perumusan Rencana Peraturan Pemerintah (RAPERPU) tentang pemberentasan tindak pidana penebangan. 5. dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) No.wordpress.

0   !.7438 $00995. 892-07-.03..7930783720700350.    )700350..943419038-09003 90&.3/3/4308.089.

.

  -:/. 0./809470:9.3203..3 .2.07:.8.3 -./5030-.38:3907:8 20307:85.3024748.   !741931742!:3/074 .3 438038 48 /.. 3:3.3..3/%005./.43 $0.3.52./.9.3/3.3 203:7:9 $59050 0.943.7. 8.202-.850 04342  848.7.907.7 0.8..3./2.   %0%2-0744957394190.73802.7 !:30        !0702-.8.      2038!030-./0 %  203.7./0.5030-.073.9.3:. 2:9/2038 ...0203 4.3.3.3:9.9: 5030-.2203.:/03. 2032-:.7 0.9.42   )3..07:8./.73.35.3.3/:5. 43 ..7 0..807:8//:3...3 2.809470:9.$2:083/./.3 /03.3.3070/44/    )39073.047/0090 .8.3/ 97./...94303.30. 07:.8./-..  !030-. 43  90.7:8./03./..8./.3 .3.3 -.3.3 203434 . 3 207:5.3/.5.7 47089 .43 -.3  74  2030.3.3.304342.3/3/4308./.089..2. 503:3/:.3043425.0 .3-.85.:3.3  .3 .-:9.3-07.3.3-07:-:3. 3147./0907.7432039.3.03 /.3.3.3/:5. 43  80/.3:3.7-.7 .25.3...3/:55.32032-:.3 3:3.

547.7 0.3.-47..9:/03.9: 88902 50304.3   3897:8!708/034247%.9 /.25.. 9.3-07/.3.3.3 /.3.3 5:3.703.43 .35030-.3!02-07.3/03.3.34889020:807 %..33.3!030-. 43  2032-:.8.3 /.35.5020739.39.307. 503008.51:383/:3907.089.7. 0.3405020739.3/.3 :9.9.9:   0. :9 9075.8:/.8.32. .5:9.8 ::8 9:.3 502-07.25.8 .7. / .35.3 /.8..9.81.30.-47.507.80.43.8.709....80-:.39. 1:38 544 90780-:9  207:5.3.38.90758.3/.3  /2..-. 50304.0.9.7.3.7.3 2.0 #080.3  0-07.3/ !.9.:2.3.3:.8.3 .38:3.8.3 /.3. 0-.3.3.7. 43 802.8../.3 .8.7.5.3.3:39:202-07.3 0.7 0.9 97.3.843.307.3/.0.5.3 0..3 :9.39.89 8. .3.3    4.39.3:9. 43  .3  .207:5.5.:3   9039.3  503472. !073/:3.8 !020739.. 431003.3.7 0.8  .9:08.....3:9.8/2.95030-.:3::2/.3.3!03.3.3.3%039.7..: 39072$0.. :9.3.39:3..:5.9: #809 4. /..80.9.7..8 05.3 :9.3. .3.7.91 .9.39.3 !030-.7.35070/.  .3389.7.. /.2.3820 0.547. 5030-.9907.0488902.5 3. 2.7 0.3 ..3 .7 0.25..33.7 !49::2.3.3/:3 1:38/.9 .3 .3 / 3/4308. /.38. 503.3509:3:!03. 43  .3.07:8..3.3:3!:93    !07.3 ..92 !078509550304.2033.. :.7.7 .543807. 80.3 :9.3./.3/4308. 5/.7..30.3.343807.2 7.3 9/.3 !07. .91907.39.8..709./.3./.3507.9..3.:9.  0.3044 3:3..30.843..3 907.3 203./.90507902030:9./.35020739.97..%.-072:.:3   9039.7. 0.8:9.43 /.9 907.7.900.1:38848..8:9.2502-07.5 :9.3/../. /80:7:..-..7.2 93.7.7.320304.43 -.39/.73.9/.203.  .39.3 507: /.3/..5. . .3 80.2.2  07:8.73  %3/.3 0:9.8.9  850 -:/.9.9: 502.: 8:.3/0:.07.7.7. 2.  802:.3.7.3/.:3 %039.7...3!030-.7 .2.80./.7 43 %2-07 $:55 .:..3.3 044 8079.3 0.3.7.3820!0. 2.30.3.5.3 ..33-07:5. /. -03.3 /.3 5020739.3//. 3.3.9 809025.0 / -.3 9072.3 50.: 80.:3. % !07.3203/....5:8.31.3.2 703! 0507902030:9.3!02-07..73..3.43 /03. 47039.9.:./.3  .3.39.3/ /02..:5:3 39073.23.7 . /.30-.9.8.:3 9039.2.. 8508.3:39:31472. 43 .3/4308.3 1.  !7385 500897.3.9.:5:30307.3 40 09.380./..7..8.3.39. 4-.3 80-0:23.93.9 90780.3.3.3:3.. /03.3 8:2-07 /. %3/.3.3.3..3 -07.35070/.../.7:/03.7.. /..3.3.3 / 3/.3 .39.9./.73 4:80  .903/7.3 39072 $0.9 07:8.1:38:9. 0.0..3 0307.880:7:./.2.8.:39:203:7.3203..90 57.9.3 .3 802.9: 9025..3..  5030-.3 147.3.70947. 3/4308. 8079.89.3.8..3.7 0.9/.050393.  4250 /. 3897:8 !708/03 4247  9.3.3.05.7.2..3.90/.3.8.3 5030-.843.3 30.3 20.3./.9.7.3 :9.8079.3 907-.  .0507902030:9.8.3/ .3 -.:. 43  /0:..8.3 ..8.3 80-.33/4308.7.3.7.8 .843..8.3:9.8 /.5 :9.7.3 .3!070/.9:1:38574/:8 04342 1:383:3.35030-.7: 40 57. -.8 /.0.2..3 431 805079 431 .3 2. :5.:80. 2. 9.3.35.850 848.3/507:.2:3 /02.3:9./.357.9809025.8.3 /.9 #    0.943$.33.843..89.35030-.8.3 5030-.7 0./.8./.39.2 -039: 07.3..34247 %.3 2.35.9203.35020739.31:38/.3 80.82..50785095/. 0:9.3$:7. / -/.207:-..7.9:.7 .7.

7.843.3.9..3.:9 %  4 .3/4308.3%039.            /03.

 '.

 /.3 4247%#.

.

.

.

3.2..4247.30.3 507.3/03.3807.8.2. #05:-3/308.39.0507902030:9.30.3 507.3.7  !07.3/..305:9.3!03003.843.547/.7.3.8.$ !$%039. ! #  !07.-.30548.3.39.3.703!073/:3.3:9.88.2 !  05070902030:9.7.3/03.3.7.307.8..7.

 '.

.

34. /.

!4.

.

.

 $:7.905:9:8.78.039070:9.7.3.3!03003.3..3 50.3-078. 9039..2.34247..

!%$ .

 /.34247..3.3/.3/03.3!07/.303907 !073/:897.

!!.

!.

 .

38547.9. %039.::.3 !03039.

3.9/07..30509072030:9.34247 .3.:$075  $:7..

03:9 '.

3. 507://::3802:.35. 4507.!07. 907.  .7 0.393/.73.5./. 80:7: 5..8.30:9.  02.7.843..42        .9202-07080.3. 2. :8:8/.2:3/. 503.3/..907.33!030-.:/.  429203:39:20207.:..5/.5. 43 507: . 9039.30.9.37:2:8.7.: -07-.39039.5.7.3 :5.3.91 /.3.5030-./907-9.3:.3 7:2:8..39.9  20. 1472.07.3 20/..8.3 /.95030.3 .3.3 5030/.3/. 147:2 /.3.8.3!020739.39072. /.  -.8 07.32.3#03..2.23.8:.3::2 47/57088 .:./.30.9:7.: ! 40 !020739.3 0. 50302-.3.7..::2/.:5:3 31472.2....3 40.30.35020739.7. 43 /03.33:3.3 !02-07039.9:!03079-.3/.3/.35747.3.3/. #!#!& 9039.3.9  0/05.3202-07..9.3. .43 0/.3 :3/.2:7.302.3$02039.8  79090.8.3502-07039.3.3.43 .8.3 0.. !02/.5. 5/.2 502-07.3 83079. 502-07.7 0.8.8:9.393/. :9.3.85030-.39.8://..3/.3  !07:2:8...35.3.3 2034592.3.3.3/-/.39.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful