P. 1
an Teori Pembangunan Ekonomi

an Teori Pembangunan Ekonomi

|Views: 4,420|Likes:
Published by younastya

More info:

Published by: younastya on Oct 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

Sections

  • A.PENGANTAR
  • B.RUANG LINGKUP DAN TUJUAN INSTRUKSIONAL
  • E.TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI NEO-KLASIK
  • F.TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI MAZHAB HISTORISMUS
  • G.TEORI PEMBANGUNAN JOSEPH SCHUMPETER
  • J.TEORI PEMBANGUNAN WALT WHITMAN ROSTOW
  • K.TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SIMON KUZNETS
  • N.TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI KELEMBAGAAN
  • O.EKONOMI PENGETAHUAN
  • P.RINGKASAN

A. PENGANTAR Teori pembangunan ekonomi tercipta melalui proses dialektika.

Teori ini dicipta dengan tujuan untuk menjelaskan berbagai fenomena dan perilaku ekonomi yang telah dan sedang terjadi, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Dalam proses dialektika itu diintegrasikan secara padu dan sistematis berbagai hasil kontemplasi, petualangan dan pergulatan akademik serta berbagai dimensi, seperti logika, sistem, dan sejarah1 perkembangan kemajuan ekonomi ataupun keterbelakangan ekonomi suatu masyarakat. Selain melalui proses dialektika, teori pembangunan ekonomi juga tercipta dari adanya revolusi dalam ilmu pengetahuan (science) dan pengetahuan (knowledge) sebagai akibat dari pergeseran paradigma pembangunan ekonomi yang berlangsung secara tidak beraturan. Dalam hal ini, revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi inti dari proses perubahan teori pembangunan ekonomi. Ini berarti, perkembangan dan perubahan teori pembangunan ekonomi tidak berlangsung secara evolusioner dan tidak pula melalui sejumlah proses penilaian yang rasional. Dari literatur ilmu ekonomi dijumpai begitu banyak teori pembangunan ekonomi. Sebagai karya akademik, teori-teori pembangunan ekonomi itu memiliki pencirinya sendiri-sendiri, baik yang menyangkut konten dan konteksnya, maupun yang menyangkut kekuatan dan kelemahannya. Kehandalan dari masing-masing teori itu sangat ditentukan oleh keakuratan data yang dipergunakan sebagai basis, serta argumentasi dan postulat yang diajukan sebagai fondasi dari bangunan teori itu. Keberlakuan teori pembangunan ekonomi dapat dipertahankan manakala teori itu masih mampu menjelaskan berbagai dinamika dan perkembangan pembangunan ekonomi serta perubahan perilaku ekonominya. Teori pembangunan ekonomi tidak secara otomatis berlaku pada semua zaman. Misalnya, teori pembangunan ekonomi klasik ternyata gagal dalam mengatasi depresi besar tahun 1930-an karena ketidakmampuan pasar dalam merespons gejolak di pasar saham. Akibat dari gejolak itu, maka muncullah teori pembangunan ekonomi Keynes yang menekankan pentingnya

Sejarah yang dimaksudkan disini adalah sebuah rekam jejak tentang peristiwa pemikiran, peristiwa masalah, dan upaya-upaya pemecahan masalah dalam konteks dan kurun waktu tertentu seperti tidak adanya penghargaan terhadap subyek ekonomi, ketidakadilan, kemiskinan dan lain sebagainya.

1

intervensi pemerintah dalam perekonomian agar alokasi dan distribusi sumberdaya mencapai sasarannya secara optimal serta pasar selalu mampu menciptakan momentum keseimbangannya. Dalam mengkaji perkembangan dan perubahan mendasar teori pembangunan ekonomi yang melatari tingkat kemajuan pembangunan ekonomi di banyak negara ataupun sebaliknya secara lebih mendalam maka sangat diperlukan upaya penelusuran terhadap berbagai peristiwa masalah ekonomi, peristiwa pemikiran ekonomi, dinamika dan perkembangan peradaban umat manusia serta geliat pembangunan ekonomi yang terjadi pada zamannya, mulai dari teori pembangunan ekonomi klasik hingga ke teori pembangunan ekonomi kontemporer dengan segala variannya. Dalam kaitan ini, ada beberapa landasan teoritis yang dinilai cukup ampuh dan dapat dipergunakan, diantaranya: Pertama, landasan teori fungsionalis atau normatif yang diprakarsai oleh Hegel, seorang filosof dan sejarahwan Jerman terkemuka pada abad ke-19, tentang proses dialektika yang menjadi penggerak dari perubahan-perubahan pemikiran di berbagai bidang kehidupan dalam masyarakat. Dalam hal ini, Hegel memulainya dengan metode analisis these-antithese-senthese untuk memahami mengapa sebuah gagasan (these) yang mendominasi pada suatu periode waktu tertentu mendapat tantangan (antithese), dan kemudian menciptakan sebuah gagasan baru (sinthese) yang selanjutnya menjelma menjadi sebuah these baru yang mendominasi pada periode waktu berikutnya2. Kedua, landasan teoritis yang dibangun Thomas Kuhn pada tahun 1960-an mengenai paradigma dari himpunan segala hal yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pada periode waktu tertentu, turut menentukan wujud ilmu pengetahuan (science) dan pengetahuan (knowledge) yang ada pada periode itu. Kuhn menjelaskan bahwa revolusi ilmu pengetahuan dan pengetahuan sebenarnya terjadi sebagai akibat dari pergeseran paradigma yang berlangsung secara mendadak. Sebagaimana halnya dilakukan Hegel, tampaknya Khun juga memanfaatkan pengetahuannya yang luas sebagai sejarahwan dan filosof untuk sampai kepada analisisnya tentang proses perubahan konsepsi yang terjadi dari masa ke masa. Namun berbeda dengan Hegel, analisis Khun menggunakan revolusi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sebagai inti dari proses perubahan yang terjadi dalam masyarakat pada periode waktu tertentu.
Pandangan Hegelian tersebut menurut kelompok pakar yang sealiran faham dengan Karl Marx-Engels (kelompok Marxian, Pasca Marxian atau Neo-Marxian) dianggap merupakan kekeliruan yang fatal. Karena, peristiwa yang terjadi dalam masyarakat merupakan perubahan-perubahan pada kehidupan materialisme yang menyangkut hubungan diantara faktor-faktor produksi, yang menimbulkan perubahan cara berpikir dan bukan sebaliknya. Dan adalah keliru jika dikatakan perubahan cara pikir itu terjadi karena pergelutan these-antithese-sinthese pada tataran ide yang murni. Tampaknya, faham dialektika materialisme dari Karl Marx ini juga digunakan oleh Khun, namun hanya sejauh kenyataan kehidupan meterialisme pada tataran IPTEK saja, tidak pada keseluruhan struktur kehidupan masyarakat, seperti yang dijumpai pada analisis Karl Marx.
2

179

Pemanfaatan kedua landasan teoritis tersebut sebagai alat analisis untuk memahami berbagai dinamika pemikiran ekonomi, konsepsi pembangunan ekonomi, dan berbagai pergulatan akademik di seputar teori pembangunan ekonomi akan sangat membantu dalam memecahkan masalah-masalah nyata pembangunan ekonomi jangka panjang, dan akan diperoleh hasil analisis yang lebih tajam dan mendalam manakala ada upaya untuk selalu mengikuti perdebatan yang terus berlangsung hingga kini mengenai berbagai permasalahan mendasar, apakah konsepsi yang menggerakkan proses perubahan nyata di masyarakat ataupun sebaliknya, yaitu perubahan-perubahan nyata yang mendesak dibangunnya konsepsi baru. Paling tidak, pemanfaatan kedua landasan teoritis tersebut akan memudahkan dalam memilah-milah di antara konsep yang valid dan relevan dengan keadaan nyata yang dihadapi, dengan yang tidak. Selain kedua landasan teoritis tersebut di atas terdapat landasan teoritis lain yang dapat dipergunakan, terutama untuk mengkaji masalah-masalah fundamental ekonomi yang bersentuhan dengan masalah kesejahteraan dan kebaikan bersama serta keadilan. Landasan teoritis itu dikenal dengan ekonomi moralitas. Dalam perspektif ini, ekonomi moralitas menawarkan pemecahan masalah keadilan ekonomi dalam berbagai macam relasi antara manusia dengan alam, masyarakat, dan diri sendiri. Ini berarti ekonomi moralitas selalu berusaha memberi pertimbangan kongkrit bagaimana menciptakan ekonomi yang adil sesuai dengan kondisi yang dihadapi dalam masyarakat. Dalam pembahasan selanjutnya, penggunaan istilah teori ekonomi diidentikkan atau dipersamakan dengan istilah teori pembangunan eknomi. Hal ini perlu dikemukakan di sini agar dapat dibangun sebuah persepsi yang sama terhadap pengertian dari kedua istilah tersebut. Karena pada dasarnya, teori ekonomi itu dibangun berdasarkan praktik-praktik pembangunan ekonomi ataupun fakta-fakta di lapangan mengenai perilaku ekonomi yang ada dan hidup di masyarakat. B. RUANG LINGKUP DAN TUJUAN INSTRUKSIONAL Secara garis besar, materi yang disajikan pada bagian ini mencakup hasil penelusuran terhadap perkembangan teori pembangunan ekonomi yang dikonstruksi berdasarkan hasil kerja keras membongkar kliping, mengakses berbagai literatur, menyusun kembali mozaik-mozaik yang berserakan, dan dokumentasi dari berbagai sumber resmi tentang pembangunan ekonomi. Di awal bagian ini, disajikan hasil penelusuran terhadap perkembangan teori pembangunan ekonomi, mulai dari teori pembangunan ekonomi klasik hingga munculnya berbagai teori pembangunan ekonomi kontemporer. Pada bagian ini juga dibahas mengenai kegagalan teori

179

munculnya teori pembangunan eknomi Keynes dan teori pembangunan ekonomi historimus. 8) teori pembangunan ekonomi Rostow.pembangunan ekonomi klasik yang diindikasikan oleh ketidakmampuan pasar merespons gejolak di pasar saham. 3) perkembangan teori pembangunan ekonomi neo-klasik. 12) teori pembangunan ekonomi kelembagaan baru. khususnya para mahasiswa. dan 13) teori pembangunan ekonomi pengetahuan dan perkembangannya. serta berbagai varian yang muncul akibat dari pertentangan kedua teori tersebut. para pembaca. seperti teori pertentangan kelas dari Karl Heindrich Marx dan Friedrich Engels. diharapkan mampu memahami alur perkembangan teori pembangunan ekonomi secara lebih sistematis dan komprehensif. Bahkan. 9) teori pembangunan ekonomi Max Weber. di akhir bagian ini akan ditutup dengan rangkuman atau ikhtisar dari keseluruhan materi yang telah dibahas dan beberapa latihan mandiri sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut. C. 10) teori pembangunan ekonomi dari perspektif modernisasi dan dependensi. 2) perkembangan teori pembangunan ekonomi mazhab klasik sosialisme. teori pembangunan ekonomi kelembagaan yang dikembangkan oleh Thorstein Veblen dan Douglass C. 6) teori pembangunan ekonomi John Maynard Keynes. menjelaskan dan menganalisis: 1) perkembangan teori pembangunan ekonomi mazhab klasik kapitalisme. Teori pembangunan ekonomi klasik mempercayakan sepenuhnya kepada kekuatan invisible hand dalam mengatur alokasi dan distribusi sumberdaya sehingga peran pemerintah menjadi sangat terbatasi. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI: mazhab klasik kapitalisme Secara garis besar. 7) teori pembangunan ekonomi Post Keynesian. 179 . Konsep invisble hand kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya. Setelah membaca dan mencermati seluruh materi yang disajikan pada bagian ini. North serta berbagai pandangan dari teori pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan. kehadiran dan peran dari para tokoh pemikir ekonomi dalam serangkaian proses perbandingan dan perdebatan beberapa teori pembangunan ekonomi juga turut disajikan disini. melalui kemampuan memahami. 5) teori pembangunan ekonomi Joseph Schumpeter. 11) perdebatan dan perbandingan di seputar teori modernisasi dan teori dependensi. Selanjutnya. perkembangan teori pembangunan ekonomi diawali dengan apa yang disebut sebagai teori pembangunan ekonomi klasik yang dimotori oleh Adam Smith. 4) perkembangan teori pembangunan ekonomi mazhab historismus atau aliran etis.

North. serta teori pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan(knowledge based economy) yang dikembangkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). dimana kemajuan teknologi tidak mampu lagi mengimbangi percepatan pertambahan jumlah penduduk. 1. muncullah teori pembangunan eknomi Keynes. dimana sistem ekonomi liberal di saat itu sedang berkembang pesat. Pembahasan mengenai teori pembangunan ekonomi Keynes ini akan disajikan tersendiri pada uraian selanjutnya. Perkembangan ini menurut aliran teori pembangunan ekonomi klasik disebabkan oleh berpacunya kemajuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk. Teori pembangunan ekonomi klasik beraliran kapitalisme muncul pada akhir abad ke-18 dan permulaan abad ke-19. teori ini berkembang ke arah yang lain seperti teori pertentangan kelas dari Karl Heindrich Marx dan Friedrich Engels. atau dengan kata lain kemajuan teknologi tergantung pada pertumbuhan modal. Hal ini ditunjukkan oleh ketidakmampuan pasar dalam merespons gejolak di pasar saham. sedangkan tingkat keuntungan ini akan menurun setelah berlakunya hukum tambahan hasil yang semakin berkurang (the law of diminishing returns) karena keterbatasan sumberdaya alam. Berikut ini dijelaskan beberapa teori pembangunan ekonomi dari para ekonom klasik beraliran kapitalisme sebagai dasar untuk melihat perkembangan teori-teori pembangunan ekonomi. yaitu di masa revolusi industri sedang berlangsung dan memperlihatkan kemajuannya. Kemajuan teknologi tersebut pada mulanya disebabkan oleh akumulasi modal (fisik). sehingga menyebabkan perekonomian mengalami kemacetan. Pada awalnya. Teori ini menyatakan pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan. Akibat dari gejolak itu. kemajuan teknologi bergerak lebih cepat dari gerakan pertambahan jumlah penduduk. teori pembangunan ekonomi kelembagaan yang dikembangkan oleh Thorstein Veblen dan oleh peraih Hadiah Nobel Douglass C. bahkan dalam perkembangan selanjutnya. Kecepatan pertumbuhan modal tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keuntungan. Teori Pembangunan Ekonomi Adam Smith 179 . dan oleh karena itu intervensi pemerintah perlu dilakukan agar alokasi dan distribusi sumberdaya mencapai sasarannya. Kondisi ini kemudian berbalik arah. Suasana di waktu itu sering disebut-sebut sebagai awal dari adanya perkembangan ekonomi.Kehandalan teori pembangunan ekonomi klasik ternyata gagal dalam mengatasi depresi besar tahun 1930-an. Pertentangan kedua teori ini kemudian justeru memunculkan banyak variannya.

merkantilisme. yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Oleh karena gagasan-gagasan Smith banyak yang sudah klasik. mainstream vs heterodox. Karena kegigihannya. teori lingkaran ekonomi. sehingga oleh kalangan masyarakat ekonomi Adam Smith dinobatkan sebagai bapak ilmu ekonomi. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Faham individualisme misalnya. Ia berpandangan bahwa dengan pembagian kerja yang lebih spesifik akan dapat meningkatkan ketrampilan pekerja dan penghematan waktu 3 179 . Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Secara umum. sudah dibicarakan oleh Francis Quesnay sebelumnya. ilmu ekonomi mulai berkembang sejak Tahun 1776. Agar kepentingan mereka terjaga. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas. invisble hand. seperti misalnya penelitian perilaku kriminal. menjadikan kekuasaan terkonsentrasi pada sekelompok perusahaan dagang raksasa tertentu (misalnya The East India Company). aliran yang dikembangkan oleh Smith ini disebut sebagai Mazhab Klasik. Logikanya sederhana bahwa setiap terjadi peningkatan produksi maka akan disertai dengan pembagian kerja (division of labor)4 dan munculnya spesialisasi yang selanjutnya terjadi Sebagai satu bidang ilmu pengetahuan. mengembangkan pemikirannya dan mengabdikan diri untuk kemajuan ilmu ekonomi. pendidikan. Selain itu.Adam Smith adalah seorang pemikir dan ahli ekonomi berkebangsaan Inggris. Smith selalu berusaha mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Beberapa pandangan Adam Smith hingga kini masih tetap mendapat perhatian dalam pemikiran ahli-ahli ekonomi. Adam Smith tidak disangsikan lagi sebagai tokoh utama dari aliran ilmu ekonomi 3 yang kemudian dikenal sebagai aliran klasik. sosok yang selalu kontra dengan pemikiran Smith. tidak banyak berbeda dengan faham hedonisme yang dikembangkan oleh Epicurus pada masa Yunani Kuno. subyek ilmu ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif. Ilmu ekonomi juga dapat difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga. Sebagai seorang ekonom. Hal ini membuat harga barang produksi dalam negeri lebih murah. politik. Menurut Adam Smith. dan pemerintah. ditetapkanlah kebijakan proteksionisme (berupa penetapan tarif tinggi untuk barang impor) yang menyebabkan kompetisi menjadi sangat terbatas. keluarga dan lainnya. Akibat dari begitu besarnya peran perdagangan dalam perekomian. maka oleh Karl Marx. bisnis. penelitian ilmiah. informatic economy. briton woods. daya tahan ekonomi. kematian. kesehatan. 4 Pembagian kerja ini merupakan pemikiran awal dari teori pertumbuhan ekonomi Adam Smith. mestinya perhatian ditujukan pada produksi. Ia merespons kebijakan perdagangan di Eropa Barat yang saat itu peran sektor perdagangan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. setelah Adam Smith menerbitkan buku yang berjudul: An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Begitu juga pendapatnya agar pemerintah melakukan campur tangan seminimal mungkin dalam perekonomian (laissez faire laissez passer). Disebut aliran klasik karena konsepsi pemikiran yang ia tulis sebetulnya sudah banyak dibahas dan dibicarakan oleh pakar-pakar ekonomi jauh sebelumnya. dan sebagainya. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter. Selama hidupnya (1729-1790). dan lainnya. subyek ilmu ekonomi dibagi dalam beberapa cara.

Dalam pembangunan ekonomi. Dalam pembangunan ekonomi. bagi warga masyarakat yang mampu menabung pada dasarnya adalah kelompok masyarakat yang menguasai dan mengusahakan sumber-sumber ekonomi. perdagangan internasional merupakan salah satu cara yang efektif. karena melalui perdagangan internasional itulah akan terbuka lebar jejaring bisnis yang akan menambah luasnya pasar. dan setiap ada perbaikan produktivitas maka ada perbaikan pertumbuhan ekonomi. 179 . dan mereka itulah yang selanjutnya disebut para pengusaha dan tuan tanah. manakala gaji terlalu rendah. Untuk memperluas pasar. perdagangan dapat mencakup pasar dalam negeri (pasar domestik) dan pasar luar negeri (pasar ekspor). Perkembangan ekonomi. Dengan demikian. tahapan perkembangan ekonomi dibagi menjadi lima tahap secara berurutan. Adanya akumulasi modal yang dihasilkan dari tabungan. sehingga produktivitas tenaga kerja dapat meningkat secara signifikan. pendekatan seperti ini disebut sebagai pendekatan pasar atau yang sering diistilahkan dengan laissez-faire economics. apabila suatu produk terlalu mahal harganya maka tidak ada yang membelinya dan penjual akan mengurangi harga atau menjual sesuatu yang lain. dimulai dari: 1) tahap perburuan. Perlu dicatat bahwa akumulasi modal dan investasi di satu sisi sangat bergantung pada perilaku menabung masyarakat. Modal tersebut diperoleh dari tabungan yang dilakukan masyarakat. Sistem ekonomi akan diatur oleh the invisible hand of market. Demikian halnya pada gaji atau upah. maka pelaku ekonomi dapat menginvestasikannya ke sektorsektor produktif untuk meningkatkan penerimaannya. Akumulasi modal akan menentukan cepat atau lambatnya pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sedangkan kelompok masyarakat yang lainnya tergolong sebagai pekerja. Artinya. pegawai akan mencari pekerjaan yang lain. Aktivitas ekonomi yang terus meningkat seiring dengan kebutuhan hidup masyarakat yang makin beragam. Pembagian kerja ini dimulai dari adanya akumulasi modal yang fokus untuk memperluas pasar sebagai penampung hasil produksi. modal memegang peranan penting. Smith percaya individu bertindak mengikuti kepentingan pribadi. Dengan ditemukan dan digunakannya mesin-mesin dalam proses produksi barang tersebut akan sangat menghemat tenaga dan pada gilirannya akan dapat meningkatkan daya produktivitas tenaga kerja. 2) berternak. Dalam teori pembangunan ekonomi Adam Smith.perbaikan/peningkatan produktivitas. menuntut masyarakat untuk melakukan semua aktivitas ekonominya secara kolektif dengan pembagian kerja sesuai spesialisasinya. menurut Adam Smith dapat terjadi karena adanya spesialisasi atau pembagian kerja secara lebih spesifik. 3) bercocok dalam memproduksi barang. sedangkan di sisi lain kemampuan menabung masyarakat ditentukan oleh kemampuan menguasai dan mengeksploitasi sumberdaya yang ada.

Masyarakat bersahabat terbentuk atas dasar simpati dimana setiap anggota masyarakat dapat saling berbagi perasaan (fellow sharing) satu sama lain. bahkan dalam perkembangannya dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi. yaitu masyarakat bersahabat dan masyarakat pasar (modern).tanam. Meningkatnya kinerja pada suatu sektor ekonomi misalnya. Jika hal itu terjadi berarti laju investasi juga akan rendah dan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Menurut Adam Smith. Proses pertumbuhan ekonomi sebagai suatu fungsi tujuan pada akhirnya harus tunduk kepada (subject to) fungsi kendala yaitu keterbatasan sumberdaya ekonomi. Sedangkan masyarakat pasar atau modern yaitu masyarakat yang lebih rasional ketimbang masyarakat bersahabat. pertumbuhan ekonomi sebagai sebuah proses akan terjadi secara simultan dan memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi yang lain. Keterbatasan sumberdaya merupakan faktor penghambat pertumbuhan ekonomi. Penurunan pertumbuhan ekonomi akan terus berlangsung manakala matarantai tabungan. mendorong kemajuan teknologi. 2) produk yang diperjualbelikan bersifat homogen. yaitu bahwa pasar yang dihadapi adalah pasar persaingan sempurna. Menurut teori ini. maka kemampuan menabung akan turun. 179 . dan 5) tahap perindustrian. 4) semua sumberdaya memiliki mobilitas sempurna. Jika investasi rendah. akumulasi modal. Dalam literatur ekonomi diketahui bahwa pasar dinyatakan dalam kondisi persaingan sempurna jika memenuhi beberapa asumsi:1) jumlah penjual dan pembeli di pasar sangat banyak. Semua tahap pembangunan di atas tidak lepas dari kondisi pasar. masyarakat ini terbentuk karena kondisi pasar dan pembagian kerja yang mendasarkan pada spesialisasi atas dasar pengetahuan teknis dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam bekerja. pertumbuhan ekonomi akan berada pada kondisi stasioner. 4) perdagangan. masyarakat akan bergerak dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang kapitalis. Dan akhirnya. dan 5) baik pembeli maupun penjual memiliki informasi sempurna mengenai kondisi pasar. tetapi perasaan yang dimiliki oleh setiap individu untuk membagi perasaannya kepada orang lain. Dalam konteks ini. dan memperluas pasar. akan meningkatkan daya tarik bagi pemupukan modal. meningkatkan spesialisasi. Smith menggagas pentingnya masyarakat yang ideal. sehingga akumulasi modal akan mengalami penurunan pula. dan investasi tetap terjalin dan berkaitan erat satu sama lain. 3) tidak ada kolusi antara penjual maupun pembeli. Fellow sharing ini bukan perasaan kolektif. Pertumbuhan ekonomi akan mulai mengalami perlambatan jika daya dukung alam tidak mampu lagi mengimbangi aktivitas ekonomi . Proses ini secara berantai akan mendorong pertumbuhan ekonomi semakin pesat.

Karena dalam kenyataannya. dalam sistem ekonomi kapitalis posisi tawar pekerja terhadap pengusaha relatif kecil. 179 . Adam Smith mengasumsikan hanya para tuan tanah dan para pengusaha yang mampu menabung. Pada titik inilah selanjutnya dinyatakan sebagai batas akhir dari kapitalisme. laju pertumbuhan akan terjadi sampai titik optimal tertentu dan akan menurun hingga mencapai titik nol. Berdasarkan fakta di lapangan dan kecenderungan umum yang terjadi.Penetapan asumsi-asumsi tersebut sangat tidak realistis. Suatu hal yang menyakitkan bahwa dalam suatu sistem yang diciptakan manusia terjadi eksploitasi manusia atas manusia yang lain. Adam Smith sama sekali mengabaikan peran perbankan sebagai badan penghimpun dan penyalur dana masyarakat. dan hal ini merupakan salah satu kelemahan dari teori pembangunan ekonomi Adam Smith. Dalam hal ini. dan suatu hal yang mustahil bagi perekonomian untuk berada pada kondisi di mana semua asumsi pasar persaingan sempurna berlaku. Asumsi ini menunjukkan kekejaman teori Adam Smith dengan sistem ekonomi kapitalisnya. yang berkaitan erat dengan diskriminasi kemampuan penguasaan faktor produksi dan konsumsi sumberdaya. Celakanya. maka selanjutnya pembagian kerja akan terjadi dan akan menaikkan tingkat produktivitas tenaga kerja. sementara di sisi lain laba pengusaha demikian besarnya sehingga mereka mampu mengakumulasikan modalnya. Jika hal ini terjadi maka konsekuensinya adalah terjadi ekploitasi terhadap para pekerja oleh para pengusaha. dan juga mengabaikan adanya kecenderungan orang untuk menabung meski pendapatannya relatif sedikit. Kelemahan lain dari teori pembangunan ekonomi Adam Smith adalah pembagian kelompok masyarakat yang secara eksplisit dapat menabung dan tidak dapat menabung hanya didasarkan pada jenis usaha yang digelutinya. untuk kemudian modal tersebut diinvestasikan ke sektor riil. Artinya. artinya bila ada pasar dan ada akumulasi modal. sekali pertumbuhan itu dapat dimulai maka ia akan bersifat kumulatif. dan kemungkinan terjadinya gelombang konjungtur dalam perekonomian sangat kecil. Adam Smith secara implisit menyatakan bahwa gaji pekerja demikian kecilnya. Teori pembangunan ekonomi Adam Smith tidak dapat dilepaskan dari evolusi pentahapan proses pembangunan yang terjadi secara berjenjang. Letak ketidakadilan sistem tersebut adalah pada diskriminasi kesempatan untuk menabung. Demikian halnya dengan tingkat pertumbuhan. Adalah sangat tidak realistis jika para pekerja diasumsikan tidak memiliki kemampuan menabung. dimulai dari suatu titik tertentu hingga secara perlahan mulai meningkat. pasar persaingan sempurna itu tidak akan pernah ada di dunia ini.

Pada poros kemajuan itulah kehadiran dan peran modal nir fisik akan sangat dibutuhkan. 256. dan seterusnya. prinsip ini terjadi pada setiap generasi. Keterkaitan antara pertumbuhan penduduk dengan kemiskinan dijelaskan dengan logika: batas tertinggi ekspansi penduduk adalah ketika lahan sudah tidak mampu lagi untuk menghasilkan pangan dalam jumlah yang cukup. Jika pendapatan dan pasokan pangan melebihi apa yang disyaratkan untuk kegiatan subsisten maka tambahan anak akan tetap ada. Cepat atau lambat. 2. bahkan penurunan populasi. ketika upah meningkat di atas tingkat subsisten merupakan faktor utama untuk memahami mengapa kelas yang lebih miskin tetap miskin. Teori Pembangunan Ekonomi Thomas Robert Malthus Thomas Robert Malthus5 adalah salah seorang pengikut utama mazhab pembangunan ekonomi klasik. 6. dan paradigma baru pembangunan ekonomi harus dapat dirumuskan dan diimplementasikan. 4. Manakala hal ini terjadi maka akan menyebabkan kelaparan. Selain itu. 1.Namun perlu dipahami bahwa kecenderungan perkembangan ekonomi itu tidak bersifat otomatis. 32. 8. Ketika lahan semakin sering ditanam maka produktivitas lahan akan menurun. bahkan lebih dari itu. Dalam formula Malthus. 4. buku-buku lain yang ditulis Malthus cukup banyak. 128. 8. 64. 9. Pemikiran-pemikirannya tentang ekonomi politik dapat diikuti dari buku: Principles of Political Economy (1820) dan Definitions of Political Economy (1827). pertumbuhan penduduk terjadi manakala pendapatan melebihi tingkat subsisten. 16. dan tentunya produksi pangan tidak dapat dijaga sesuai dengan ledakan penduduk. Dalam hal ini Malthus mempercayai bahwa output pertanian hanya dapat meningkat dalam arithmetic progression. yakni jumlah penduduk tumbuh menurut angka 2. 5 179 .024. Diantara buku-buku yang disebutkan di atas. pendapatan per orang akan jatuh di bawah tingkat subsisten. 2. agaknya buku Principles of Population yang dikenal paling luas. pertambahan penduduk mengikuti geometric progression. Bukan hanya tidak meningkat. 7. 10 dan seterusnya. Menurut Malthus. 5. populasi yang kian meningkat akan diperhadapkan dengan lebih lambatnya pertumbuhan produksi pangan. dan An Inquiry Into The Nature and Progress of Rent (1815). 512. ia berproses dalam poros kemajuan yang disangga kuat oleh kepemilikan pengetahuan dan etos kerja yang tinggi. 3. antara lain : Essay on The Principle of Population As It Affects The Future Improvement of Society (1818). Bagi Malthus. Keterkaitan antara pendapatan dan pertumbuhan penduduk dijelaskan dengan logika: jika rata-rata pendapatan per orang naik maka kebutuhan akan pangan dan kebutuhan lainnya harus tersedia dalam jumlah yang lebih banyak. Titik keseimbangan (equilibrium) akan Thomas Robert Malthus selama hidupnya (1766-1834) banyak menghabiskan waktu untuk mengembangkan pemikiran-pemikirannya mengenai ekonomi. yakni menurut angka 1. sehingga pertumbuhan output total akan lambat.

Perkembangan ekonomi itu akan sangat ditentukan oleh adanya kenaikan jumlah modal untuk investasi secara terus menerus. maka upaya memperkuat kepemilikan modal nir-fisik (seperti menguasai pengetahuan. Karena. akan tetapi kenaikan jumlah penduduk saja tanpa dibarengi dengan peningkatan mutunya dan kemajuan faktor-faktor atau unsur-unsur perkembangan yang lain sudah barang tentu tidak akan menaikan pendapatan dan tidak akan menaikkan permintaan. maka persoalan rendahnya mutu modal manusia juga harus disegerakan upaya penangannya.terjaga manakala pertumbuhan populasi berjalan konsisten dengan peningkatan produksi pangan. Sebaliknya. kepemilikan modal nir-fisik itu akan mampu mensubtitusi modal fisik yang makin terbatas adanya. 3. Setiap faktor yang mengurangi angka kelahiran dan/atau meningkatkan angka kematian akan cenderung memperlambat angka pertumbuhan penduduk. kenaikan jumlah penduduk yang terus menerus merupakan unsur penting yang diperlukan untuk meningkatkan tambahan permintaan. manakala jumlah penduduk bertambah tanpa kendali maka akan menciptakan bencana kelaparan dan kematian. Kondisi dan perkembangan demografi yang terus meningkat secara kuantitatif itulah yang dikhawatirkan oleh para pemikir ekonomi akan menjadi kendala utama dalam menciptakan dan mempertahankan keberlanjutan pembangunan ekonomi. mengembangkan kreativitas dan mendorong inovasi) menjadi sangat diperlukan. Menurut Malthus. Selain pengendalian jumlah penduduk yang semakin mendesak untuk diprioritaskan. Penanganan masalah rendahnya mutu modal manusia dalam konteks upaya mempertahankan dan meningkatkan kinerja pembangunan ekonomi secara berkelanjutan. Malthus tidak menyadari kalau angka pertumbuhan populasi tergantung pada perbedaan antara angka kelahiran dan kematian. Teori Pembangunan Ekonomi David Ricardo 179 .

yaitu 1) masyarakat pemilik modal. membuatnya paham tentang dunia ekonomi. Buku ini pada Tahun 1817 diubah judulnya menjadi The Principles of Political Economy and Taxation. disamping biaya modal. karena pada golongan masyarakat inilah yang selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi modal. 2) masyarakat tuan tanah. kemampuan memproduksi meningkat dan alokasi summberdaya dapat dilakukan secara lebih efektif. sedangkan Ricardo lebih memperhatikan masalah pemerataan pendapatan di antara berbagai golongan dalam masyarakat. teori upah alami. Pengaruh ajaran Ricardo sampai ke Jerman. Selanjutnya. teori nilai kerja. Ia sepaham dengan pandangan Smith bahwa tenaga kerja memegang peranan penting dalam perekonomian. David Ricardo juga termasuk pendukung perdagangan bebas dan pengembang teori keunggulan komparatif . Smith lebih menekankan masalah kemakmuran bangsa dan pertumbuhan. Dalam masyarakat ekonomi terdapat tiga golongan masyarakat. setiap negara fokus pada persoalan produksi sehingga spesialisasi sangat diperlukan agar produksi menjadi lebih efisien. ayah dari John Stuat Mill. seperti The High Price of Billion (1810) dan A Proof of the Deppreciation of the Bank Notes (1811).David Ricardo6 adalah salah seorang pendukung utama mazhab ekonomi klasik. hanya dalam hal fokus dan penekanan. setelah pensiun kemudian ia memulai karirnya sebagai ekonom. Ketika itu Ricardo baru berusia 42 tahun. akan tetapi juga berperan penting dalam mempercepat proses produksi sehingga hasil produksi dapat dengan cepat dinikmati atau dikonsumsi. Melalui Principles of Political Economy and Taxation (1817) keraguan terhadap kemungkinan terjaganya pertumbuhan ekonomi dapat direduksi. Ricardo menerbitkan Essay On the Influence of The Low Price of Corn on The Profit of Stock. terdiri dari mereka yang memimpin produksi dan memegang peranan penting dalam perekonomian. David Ricardo tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi yang memadai. Menurut teori ini. baik dari pemerintah maupun swasta. antara lain teori sewa tanah. 6 179 . dan 3) masyarakat buruh. Kalaupun ada perbedaan antara Smith dan Ricardo. Dalam analisis Ricardo. Dorongan Mill tersebut diwujudkan Ricardo setelah ia memutuskan pensiun dini dari bisnis di pasar modal. Dalam buku The Principles of Political Economy and Taxation (1817) Ricardo mengemukakan beberapa teori. teori uang dan satu lagi yang paling terkenal adalah teori keuntungan komparatif dari perdagangan internasionalBuku ini ternyata hampir setengah abad lamanya mendominasi teori-teori ekonomi klasik. James Mill. namun pertumbuhan ekonomi tetap terbatasi oleh kelangkaan lahan. Aktivitas ini pada Dalam riwayat hidupnya (1772-1823). modal mendapat perhatian yang cukup besar sebab modal tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Pada golongan masyarakat pemilik modal. Mereka yang percaya bahwa perdagangan itu harus dibebaskan tanpa campur tangan dari pihak manapun. Dengan bermodalkan pengalaman bekerja di pasar modal. karena pengalaman menekuni profesi di pasar modal yang digelutinya sejak berusia 14 tahun. Tahun 1815. dimana biaya tenaga kerja menjadi unsur utama. Pandangan dari Smith ini kemudian oleh Ricardo dikembangkan menjadi teori harga-harga relatif berdasarkan biaya produksi. adalah sosok yang paling berjasa mendorong Ricardo untuk menulis tentang masalah-masalah ekonomi. Namun. tidak heran jika buku-bukunya banyak membahas tentang keuangan dan perbankan.

Selain itu. Kontribusi pemikiran ekonomi yang paling besar diberikan oleh Say dalam perkembangan teori pembangunan ekonomi klasik adalah pandangannya bahwa setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri (Supply Creates Its Own Demand). bukan dari kalangan akademis. maka untuk menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi perlu memperkuat kepemilikan pengetahuan. Hukum ini mengasumsikan bahwa nilai produksi selalu sama dengan pendapatan. Dan disanalah seninya mengelola keterbatasan itu dan disana pulalah peran modal nir fisik menjadi sangat penting dan dibutuhkan kehadirannya. mengembangkan kreativitas dan mendorong inovasi agar masalah keterbatasan tadi dapat dikelola dengan baik. yang selanjutnya disebut sebagai Hukum Say (Say’s Law). Pandangan-pandangan yang dikemukakan oleh Say sangat membantu dalam memahami pemikiran-pemikiran Smith sebagaimana tertuang dalam buku The Wealth Of Nations. Sosok yang satu ini berkebangsaan Perancis dan berasal dari kalangan pengusaha. Selanjutnya. yang besarnya persis sama dengan nilai produksi tadi. Dalam situasi demikian. Sedangkan pada golongan masyarakat buruh. 4. Tiap produksi akan menciptakan pendapatan. Peningkatan Jean Baptiste Say adalah sosok pemikir ekonomi yang termasuk dalam aliran klasik. Ia sangat mengagumi pemikiran-pemikiran Smith. Manakala kondisi tersebut berlangsung dalam kurun waktu yang lama pada perekonomian maka kinerja dan keberlanjutan pembangunan ekonomi menjadi sangat rentan. Kelompok masyarakat ini merupakan yang terbesar dalam struktur masyarakat. maka tanah yang subur menjadi kurang jumlahnya atau semakin terbatas. yaitu tanah. Selama hidupnya (1767-1832). terdiri dari mereka yang hidupnya selalu bergantung pada golongan masyarakat pemilik modal. tenaga kerja. Beragam karya-karyanya terangkum secara runut dalam bukunya yang berjudul Trade D’economie Politique (terbit 1903). manakala jumlah penduduk terus bertambah dan akumulasi modal terus menerus terjadi. yang bahasanya relatif sulit dicerna oleh orang kebanyakan. 7 179 . Kondisi inilah yang sedang terjadi di Indonesia. dan modal. Sementara.gilirannya akan dapat mendorong naiknya kapasitas produksi dan pendapatan nasional. dimana keterbatasan faktor produksi tanah semakin tak terhindarkan. pada golongan masyarakat tuan tanah adalah mereka yang hanya memikirkan sewa atas areal tanahnya yang disewakan kepada kelompok pemilik modal. dan keberlanjutan industri manufaktur yang berbasis hasil-hasil pertanian menjadi semakin rentan. sebagai pendukung yang loyal Jean Baptiste Say sangat berjasa dalam menyusun dan melakukan kodifikasi terhadap pemikiran-pemikiran Smith secara sistematis. Dalam kondisi keseimbangan produksi cenderung menciptakan permintaannya sendiri. Ia juga orang pertama yang berjasa mengklasifikasikan faktor-faktor produksi menjadi tiga bagian. Teori Pembangunan Ekonomi Jean Baptiste Say Jean Baptiste Say7 adalah seorang tokoh pemikir ekonomi aliran klasik yang pertama kali berbicara tentang pentingnya entrepreneur dalam sebuah perekonomian. kapasitas memproduksi hasil-hasil pertanian sebagai pendukung utama kegiatan produksi manufaktur merosot tajam.

perkembangan ekonomi itu akan terjadi sesuai dengan keberlakuan hukum pasar. dan meningkatnya kesadaran masyarakat (internasional) terhadap masalah-masalah di luar aspek perdagangan yang dikaitkan dengan perdagangan internsional suatu negara seperti HAM. Dalam pasar persaingan sempurna. karena pada hakekatnya kebutuhan manusia tidak terbatas. dan kelestarian lingkungan (sanitary dan phytosanitary). telah menjadikan tantangan dan hambatan yang dihadapi dunia ekonomi semakin berat dan kompleks. kesehatan. sebuah perekonomian tidak akan pernah terjadi kelebihan penawaran. Say. Misalnya. Hal ini cukup beralasan karena faktor permintaan dan variasinya seperti meningkatnya interaksi. meningkatnya aspirasi dan meluasnya pilihan-pilihan akan produk barang dan jasa yang makin beragam dan kompleks di sisi yang lain. maka stock barang akan naik. Supply Creates Its Own Demand. B. tuntutan akan mutu barang dan jasa berstandar internasional.produksi akan selalu diiringi oleh peningkatan pendapatan. kinerja pembangunan ekonomi dan keberlanjutannya menjadi sangat rentan. yang berarti setiap terjadi kenaikan jumlah produksi maka secara otomatis akan diikuti oleh kenaikan permintaannya. Menurut J. sehingga pada gilirannya jumlah barang yang ditawarkan kembali sama dengan jumlah barang yang diminta. dan harga-harga di pasar pun akan turun. Begitulah bekerjanya Hukum Say dalam perekonomian. 5. Disanalah peran modal nir fisik menjadi sangat penting dan menentukan serta dibutuhkan kehadirannya untuk merangsang munculnya ide-ide cerdas yang inovatif. ketika penawaran terlalu besar dibanding permintaan. Keberlakuan hukum ini kemudian dikritik habis-habisan oleh kelompok penentangnya yang dianggap sebagai biang keladi terjadinya depresi besar pada tahun 1930-an. Say tersebut semakin diragukan. Turunnya harga ini mendorong produsen untuk mengurangi produksi. Dalam dunia ekonomi yang makin maju dan modern. kalaupun terjadi sifatnya hanya sementara. Dalam kondisi yang demikian itu. pandangan J. Kolaborasi antar pelaku ekonomi untuk memperkuat kepemilikan pengetahuan dalam rangka mendorong proses inovasi sangat dianjurkan. integrasi. Teori Pembangunan Ekonomi John Stuart Mill 179 . dan regionalisasi ekonomi di satu sisi. termasuk keamanan. Implementasi dari Hukum Say sebagai pedoman dasar dalam kebijakan-kebijakan ekonomi berlangsung hampir seratus tahun lamanya. B. dan pada gilirannya akan disertai oleh peningkatan permintaan. bahkan diharuskan. Melalui mekanisme pasar yang dikendalikan oleh tangan-tangan tak kentara (invisible hand) akan mengatur dirinya kembali pada keseimbangan.

Tidak berlebihan jika di tangan Mill Jr. peran negara. terbit Tahun 1859. Kehadiran buku ini dimaksudkan untuk menyarikan teori-teori ekonomi pada masanya. Ia memiliki talenta menulis yang sangat luar biasa. sebab buku Mill inilah yang kemudian menjadi pegangan utama mahasiswa yang ingin belajar ilmu ekonomi hingga abad ke–19. Tokoh yang satu ini sering disebut sebagai pengembang ilmu ekonomi politik. pendekatan ekonomi politik ini semakin jarang dipergunakan dan digantikan dengan pendekatan ilmu ekonomi murni sebagai alat analisis untuk mengenali gejala dan persoalan-persoalan kemasyarakatan. utang negara. meski sebetulnya sudah siap terbit pada Tahun 1829.Pendukung ajaran klasik lainnya adalah John Stuart Mill (atau Mill Junior/Jr) 8. Pada usia 12 tahun ia sudah mahir menulis tentang sejarah. bahwa Mill Jr. ajaran klasik mencapai puncak ketenarannya. dan 2) Principles of Political Economy With Some of Their Applications to Social Philosophy (1848). Namun dalam kenyataannya. produksi. Jadi. pajak. dan sosialisme. Dalam bukunya yang berjudul Principles of Political Economy. Thomas Robert Malthus. Mill Jr. seperti teori nilai dan distribusi. ia dididik dengan disiplin tinggi. baik yang menyangkut aspek dan proses maupun kelembagaan dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat atau yang diintroduksi oleh pemerintah. sebuah pengakuan tulus dari hati nurani tetapi berbeda dengan pengakuan banyak orang yang mengaguminya. Perlu juga dipahami bahwa pendekatan ini menempatkan bidang politik sebagai subordinat terhadap bidang ekonomi. Dengan demikian. konsep return to scale adalah orisinil dari pemikirannya. Pada usia 13 tahun ia sudah bisa mengoreksi buku Elements of Political Economy yang ditulis oleh ayahnya sendiri. James MilL. sementara ilmu ekonomi politik itu sendiri merupakan bagian dari ilmu filsafat. buku itu populer sebagai versi modern dari The Wealth of Nations dari Adam Smith. Pada usia 16 tahun ia telah mengorganisir sebuah perkumpulan yang disebut Utilitarian Society. meski di akhir hayatnya Mill Jr menyebut dirinya sebagai sosialis. belajar ilmu ekonomi dari ayahnya sendiri. Ia mulai belajar bahasa latin pada saat berusia tiga tahun. karena dalam pendekatan ini berusaha mengintegrasikan seluruh penyelenggaraan politik. David Ricardo dan Jean Baptiste Say. Buku ini dianggap sebagai apogee dari mazhab klasik. selalu dikelompokkan ke dalam aliran klasik. Buku ini terbit pada Tahun 1844. mulai dari pandangan Adam Smith. Pada pendekatan ilmu ekonomi politik meyakini bahwa struktur kekuasaan akan mempengaruhi pencapaian ekonomi. dan investasi dianalisis dengan mempergunakan setting sistem politik ketika kebijakan atau peristiwa ekonomi itu terjadi. Bukunya yang terakhir berjudul Principles of Political Economy. sesungguhnya ilmu ekonomi berinduk pada ilmu ekonomi politik (political economy). Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Pembeda dari kedua pendekatan tersebut terletak pada perspektifnya terhadap struktur kekuasaan yang ada dalam masyarakat. mengkonstruksikan berbagai ide dan hasil petualangan intelektualnya ke dalam banyak buku. Buku keduanya berjudul On the Liberty. yang dikenal lebih luas adalah: 1) Essay on Some Unsettled Questions of Political Economy. Sebelum ilmu ekonomi berkembang seperti saat ini. Terakhir. Padahal. Karya-karya orisinilnya dinyatakan bukan dari pemikirannya sendiri. Reputasinya diakui ketika ia menerbitkan buku pertamanya: A System of Logic Tahun 1843. harga. Dalam berbagai pernyataannya. Ia tak pernah berhenti berkarya. Mill Jr. pendekatan ini melihat ekonomi sebagai cara untuk Selama hidupnya (1806-1873). Namun sayangnya. Oleh ayahnya. juga yang pertama kali mengemukakan ide tentang konsep elastisitas permintaan yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Marshall. tenaga kerja. laizzes faire. John Stuart Mill (atau Mill Junior/Jr) menghabiskan waktunya melakukan petualangan intelektual. pertukaran. sewaktu ia berusia 23 tahun. Mill Jr mengangkat berbagai isu yang menjadi pijakan penting bagi perkembangan teori pembangunan ekonomi. instrumen-instrumen ekonomi seperti mekanisme pasar. Dua bukunya yang lain. 8 179 .

Dalam model kebijakan ekonomi. Struktur ekonomi terdiri atas dua bagian yang saling terkait: pertama. Sungguhpun demikian. pendekatan yang didasarkan pada asumsi ekonomi politik atau yang sering disebut dengan ekonomi politik baru. pendekatan ekonomi politik mempertemukan bidang ekonomi dan bidang politik dalam hal alokasi sumberdaya ekonomi dan politik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. dan tenaga kerja dapat dialokasikan secara proporsional dengan biaya yang minimum. 179 . setiap implementasi kebijakan ekonomi politik selalu mempertimbangkan struktur kekuasaan dan sosial yang hidup dalam masyarakat. kekuatan produksi material pabrik dan perlengkapannya (modal). Sedangkan pada pendekatan ekonomi murni menganggap struktur kekuasaan itu dalam masyarakat bersifat given. Maka dari itu. Pendekatan ini berasumsi bahwa pemerintah/negara bersifat otonom dan eksogen terhadap sistem ekonomi sehingga setiap kebijakan yang diciptakan selalu berorientasi kepada kepentingan publik. pendekatan ini menganggap pemerintah/negara sebagai aktor yang memiliki nilai-nilai kebijakan untuk memakmurkan masyarakat. Padahal. Dari uraian di atas.melakukan tindakan. Teknologi menentukan hubungan produksi yang sifatnya teknis sehingga pemaanfaatan bahan mentah. pendekatan ini justeru berargumentasi bahwa negara sendiri sangat berpotensi untuk mengalami kegagalan. relasi produksi –manusia. antara analisis ekonomi dan politik tidak dapat dicampur karena keduanya memiliki landasan dan logika yang berbeda. khususnya terhadap masyarakat yang menjadi sasaran kebijakan. antara ekonomi dan politik dapat disandingkan dengan pertimbangan keduanya memiliki proses yang sama. 1998). pendekatan yang berbasis pada maksimalisasi kesejahteraan konvensional. dan teknologi. Pendekatan ini menolak ide pendekatan pertama yang menempatkan pemerintah/negara sebagai aktor yang paling tahu sehingga dapat mengatasi kegagalan pasar. seperti hubungan antara para pekerja dan pemilik modal atau antara para pekerja dan manajer. setidaknya dikenal dua perspektif yang digunakan untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan: pertama. dan pemenuhan kebutuhan manusia (Clark. mesin. sedangkan politik menyediakan ruang bagi tindakan tersebut. Sebaliknya. Pemahaman seperti ini penting untuk mengakhiri kesalahan dalam menafsir makna pendekatan tersebut bahwa pendekatan ekonomi politik berupaya mencampur aduk analisis ekonomi dan politik untuk mengkaji suatu persoalan. Pendeknya. Berdasarkan pemahaman ini. Kedua pendekatan ini memiliki perhatian yang sama terhadap isu-isu seperti alokasi sumberdaya. sumberdaya manusia. organisasi dan koordinasi kegiatan manusia. pengelolaan konflik. kedua. kedua. sesungguhnya pendekatan ekonomi politik semakin relevan untuk dipakai karena struktur ekonomi tidak semata-mata ditentukan secara teknis. Begitulah struktur ekonomi tersusun dari elemen material-teknis dan hubungan manusia. sumberdaya alam.

Dalam posisi itu. dan dukungan politik. Ringkasnya. mazhab klasik kapitalisme telah mengundang berbagai reaksi. pendekatan ekonomi politik dipandang lebih mampu menangkap kondisi riil yang hidup di masyarakat. sementara kelompok masyarakat yang lain justeru mendukungnya. Mill Jr memberikan fokus pada kekayaan (wealth) yang didefinisikan sebagai nilai tukar obyek atau yang sekarang disebut dengan harga. kedua. penggunaan kerangka kerja ekonomi politik berupaya untuk menerima eksistensi dan validitas dari perbedaan budaya politik. kemunculan kelompok masyarakat baru dan kaum borjuis dengan semangat kapitalismenya. ketiga. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI: mazhab klasik sosialisme Sejak awal kemunculannya. Bahkan ia memperbolehkan campur tangan pemerintah berupa regulasi yang mampu mendorong produktivitas. keempat. Selanjutnya. kesejahteraan pemilih. Reaksi itu tidak hanya dalam bentuk perdebatan akademik. khususnya dinamika sosial politik antarkelompok masyarakat. Ia pun tidak terlalu kaku mengenai intervensi pemerintah. analisis kebijakan lebih mampu menjelaskan interakasi manusia. oleh Mill Jr. tidak dibenarkan membiarkan pemerintah/negara menguasai seluruh perangkat kebijakan karena hal itu berpotensi menimbulkan misalokasi sumberdaya ekonomi dan politik. Perilaku dari agen-agen tersebut diasumsikan rasional dan berusaha untuk memaksimalkan keuntungan pribadi melalui lobi. setidaknya terdapat lima hal yang memperkuat dalam aplikasinya: pertama. melainkan juga dalam bentuk gerakan politik yang mengarah ke tindakan anarkis. Dalam pendekatan ekonomi politik. Bahkan dengan pendekatan ini pula dapat dimengerti mengapa satu kelompok masyarakat menolak suatu kebijakan. kelompok penekan. analisis kebijakan yang berfokus ke negara-negara berkembang tidak dapat mengadopsi secara penuh orientasi teoritis statis. baik formal maupun informal. analisis kebijakan mencegah pengambilan kesimpulan terhadap beberapa alternatif tidakan berdasarkan kepada perspektif waktu yang sempit. peningkatan efisiensi dan penciptaan iklim yang lebih baik sehingga setiap aktivitas ekonomi menjadi lebih produktif dan bernilai tambah lebih besar. dan kelima. Jika pakar-pakar sebelumnya menganggap tabu campur tangan pemerintah. pemilih.Pendekatan ekonomi politik baru memfokuskan kepada alokasi sumberdaya publik dalam pasar politik dan menekankan kepada perilaku mementingkan diri sendiri dari politisi. memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan ekonomi dan sosial 179 . Khususnya di Eropa. analisis kebijakan akan memperkuat efektivitas sebuah rekomendasi karena mencegah pemikiran yang deterministik. dan birokrat. sedikit diperlonggar. D.

Tindakan yang dilakukan oleh kaum borjuis itu tentu tidak semua orang bisa menerimanya. ialah kegiatan menolong orang-orang yang tak beruntung dan tertindas. dengan sesedikit mungkin bergantung dari bantuan pemerintah. dirasakan dan diharapkan oleh masyarakat kebanyakan dalam bukunya yang berjudul England Green and Pleasant Land .masyarakat. termasuk didalamnya tanah-tanah pertanian oleh negara. dimana setiap warga negara bisa hidup harmonis di daerah-daerah pertanian yang hijau dan subur. Mereka yang menolak tindakan kaum borjuis. bahkan saling mematikan. dimana ajaran kapitalisme itu telah membawa masyarakat pada kondisi kehidupan yang sarat dengan persaingan tidak sehat. serta cabang-cabang produksi lain yang menyangkut hajad hidup orang banyak. Kaum borjuis ini kemudian mulai menguasai dan menjadikan negara sebagai kekuatan dan alat pemaksa untuk mengatur organisasi ekonomi-politik dan kemasyarakatan guna memenuhi berbagai kepentingan mereka. Semasa hidupnya (1775-1827). memuat kecaman yang sangat pedas tentang akibat-akibat yang ditimbulkan oleh penerapan ajaran klasik kapitalisme bagi masyarakat Inggris. dan tidak peduli dengan nasib kaum proletar. sungguhpun dalam berbagai bukunya mengenai perkembangan pemikiran ekonomi selalu dimasukkan ke dalam mazhab klasik kapitalisme. William Blake9 adalah salah seorang pendukung mazhab klasik sosialisme. Di banyak pabrik para pekerja mengamuk dan melakukan pengrusakan terhadap pabrik dan kelengkapannya. Mereka melampiaskan amarahnya karena ditindas kaum borjuis yang hanya mementingkan diri mereka. Kemudian kondisi berubah seratus delapan puluh derajad setelah diterapkannya ajaran kapitalisme oleh pemikir-pemikir klasik. kemudian melakukan aksi balas dendam dengan tindakan anarkis. kereta api. 1. William Blake memberikan perhatian yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat setelah diimplementasikannya ajaran klasik kapitalisme dalam perekonomian di Inggris. Sosialisme merupakan bentuk perekonomian dimana pemerintah sebagai pihak yang dipercayai oleh seluruh warga masyarakat dalam menguasai (menasionalisasi) industri-industri besar seperti pertambangan. Ia mengkonstruksikan apa yang dilihat. Blake juga mengisahkan kondisi masa lalu Inggris yang indah dan damai. dan menghilangkan milik swasta (Brinton. Dalam bentuk yang paling lengkap sosialisme melibatkan pemilikan semua alat-alat produksi. Teori Pembangunan Ekonomi Karl Heindrich Marx Pada uraian sebelumnya telah disinggung bahwa Mill Jr. 1981). jalan-jalan dan jembatan. 9 179 . Dalam bukunya yang berjudul England Green and Pleasant Land. Mengapa dia menyebut dirinya sebagai sosialis? Ternyata yang dimaksudkan sebagai sosialisme oleh Mill Jr. tetapi pada akhir hayatnya ia menyebut dirinya sendiri sebagai seorang sosialis.

politik. negara-negara seperti Uni Soviet (sekarang sudah menjadi kenangan sejarah) dan juga Inggris yang dikuasai oleh partai buruh dapat dimasukkan ke dalam sistem sosialis. Teori-teorinya tidak hanya didasarkan atas pandangan ekonomi semata. sosial. falsafah dan sebagainya. sesuatu yang pasti akan terjadi. Bagi Karl Marx.Dari uraian di atas. ia mengalihkan studinya ke bidang filsafat. Dengan definisi ini maka sosialisme bisa mencakup asosiasi-asosiasi kooperatif maupun pemilikan dan pengoperasian oleh pemerintah. yang kemudian ternyata banyak mempengaruhi pikiran-pikiran Marx. Yang menonjol dari teori Karl Marx adalah hampir seluruh pandangannya dikemas dalam nuansa konflik. Karl Heindrich Marx atau yang populer dengan panggilan Karl Marx10. dialektika sejarah merupakan keniscayaan. kekayaan yang dimiliki kaum kapitalis pada hakekatnya merupakan hasil rampokan dari kaum buruh. 1960). Karl Marx di usia mudanya sangat tertarik untuk mempelajari bidang hukum karena ingin meniti karir di pemerintahan. Proudhon sangat membenci kaum kapitalis. sejarah. dengan harapan memperoleh karir di dunia kampus. manakala kaum proletar sudah tidak tahan lagi. Proses ini berbasis pada pengelompokan masyarakat atas kaum pekerja dan kapitalis. mereka akan melancarkan revolusi. jelas bahwa pada awalnya sosialisme dimaksudkan untuk menunjukkan sistem-sistem pemilikan dan pemanfaatan faktor-faktor produksi (selain tenaga kerja) secara kolektif (Whittaker. Ajaran Karl Marx yang penuh dengan konflik ini boleh jadi sangat dipengaruhi oleh kehidupan pribadinya yang penuh dengan pertentangan. Salah seorang diantaranya adalah Joseph Proudhon (1808-1865). 10 179 . Ia mempertanyakan: apakah yang dimaksud dengan kekayaan? Pertanyaan itu dijawabnya sendiri bahwa kekayaan itu adalah hasil curian. Bagi Karl Marx. Agar revolusi berjalan sukses. Akan tetapi sikap oposisinya terhadap pemerintah Jerman. Marx bergaul dan bersahabat dengan banyak kalangan. Yang jelas. yaitu dengan menggaji mereka dengan tingkat upah yang sangat rendah. Dengan definisi ini. adalah salah seorang pakar sosialis yang dianggap paling berpengaruh. Maksudnya. Karl Heindrich Marx mengawini anak seorang baron (gelar kaum bangsawan Jerman) yang memungkinkan ia bisa bergaul dengan banyak kalangan. Menurutnya. proses pembangunan ekonomi melalui konflik merupakan proses dialektika. akan tetapi menyebabkan pemiskinan di kalangan buruh. pangkal dari smua perubahan adalah karena eksploitasi dari para kapitalis terhadap kaum buruh. Eksploitasi terhadap buruh tersebut telah memungkinkan terjadinya akumulasi kapital di pihak pemilik modal. Karena alasan itu. terutama para penganut sosialis. etika. Dalam riwayat hidupnya (1818-1883). melainkan juga melibatkan moral. Argumentasi teoritis yang dikemukakan Karl Marx dalam berbagai tulisannya memang sangat dalam dan luas. Pandangan Proudhon inilah yang sesungguhnya merupakan dasar pemikiran Marx tentang kapitalis. Karl Marx menganjurkan kepada kaum komunis untuk mendukung setiap gerakan melawan tatanan sosial politik sistem kapitalis. Hal ini dapat dilihat dari tulisan-tulisannya. membuatnya mustahil untuk memperoleh kedudukan di pemerintahan.

Demikian akrabnya persahabatan mereka sehingga sulit untuk menelusuri mana yang merupakan karya Marx yang asli dan mana yang sebenarnya ditulis atau diedit oleh Engels. dua tahun setelah kematian Marx. Hampir sebagian besar karya-karya Karl Marx merupakan hasil kerja sama dengan Engels. Dalam bukunya Das Kapital. sedangkan volume kedua tidak berhasil diselesaikan oleh Marx karena ia meninggal dunia Tahun 1883. Interaksi antara kekuatan dan relasi produksi membentuk politik. oleh Engels naskah tulisan-tulisan Marx yang berserakan diedit kembali sehingga akhirnya volume kedua dari Das Kapital bisa diterbitkan Tahun 1885. karena ternyata mereka sehaluan dalam berbagai pandangan. Karena itu. Pertemuannya dengan Engels menjadikan mereka sangat akrab. kapitalisme tidak selamanya ada dalam sebuah masyarakat. Menurut Karl Marx. di saat Karl Marx dalam pembuangan karena banyak mengkritik pemerintahan Jerman. moralitas. Marx mengkritik pendekatan pembangunan yang bersifat ahistoris. baik dalam bidang filsafat. Kapitalisme hanya merupakan satu tahap perkembangan historis masyarakat. Sebagai pelarian. yang tulisan-tulisannya lebih banyak mengkritik pemerintah ketimbang memberikan saran-saran perbaikan. politik maupun ekonomi. dan gagasan-gagasan. hukum. Volume pertama dari Das Kapital terbit Tahun 1867. Pendekatan ini memandang proses pembangunan sebagai suatu gambar bergerak: mengamati fenomena sosial dengan cara mengkaji tempat dan proses perubahannya. Dua diantara buku yang ditulis oleh Marx dan Engels yang sangat berpengaruh adalah Manifesto Komunis (The Communist Manifesto) yang terbit pada Tahun 1848. menyebabkan ia tersingkir dari dunia kampus. sejarah bergerak dari satu tahap ke tahap yang lain berdasarkan perubahan cara mengatur kelas-kelas sosial dan relasi antar kelas tersebut. budaya. 179 .Dalam perjalanan studinya. Konflik antara kekuatan produksi dan relasi produksi yang ada memberikan pergerakan yang dinamis dalam interpretasi materialis. ia memutuskan menekuni profesi wartawan. Karl Marx menulis disertasi doktoralnya tentang akar doktrin Stoic dan Epicurus sehingga membentuknya pada paham atheis. Mereka bertemu untuk pertama kalinya pada Tahun 1840 di Paris. agama. Sahabat karib yang sangat dekat dengan Karl Marx adalah Friedrich Engels. Sebagaimana diketahui. Namun. pembangunan sebaiknya didekati dengan pendekatan dialektikal. dan Das Kapital. Para analis ekonomi klasik memandang proses pembangunan diibaratkan sebagai fotografi: hanya menggambar realitas pada waktu tertentu. Sebab topik yang sama sering muncul dalam tulisan-tulisan mereka. sejarah.

meskipun hal ini tidak dialami oleh semua negara pada saat yang sama. Marx percaya kapitalisme pada akhirnya akan menciptakan suatu sistem ekonomi sosialis, atau identik dengan komunis. Karl Marx mengagumi kekuatan kapitalisme sebagai suatu sistem yang telah berhasil menciptakan kesejahteraan dalam ratusan tahun. Namun yang mengganjal pemikiran Marx adalah faktor human cost dalam menghasilkan kesejahteraan dan distribusi. Marx percaya bahwa sebenarnya hanya kelas pekerja – proletariat – yang menghasilkan kesejahteraan melalui kekuatan buruhnya. Sedangkan kaum kapitalis memberikan kontribusinya semata-mata dari posisi sebagai pemilik sarana produksi. Atas pemikiran itu, Marx berkesimpulan bahwa ketidakmerataan distribusi kepemilikan faktor produksi adalah hasil dari suatu proses historis dimana petani kehilangan akses lahan dan dipaksa untuk masuk ke kota dan menjadi pekerja. Karenanya ia berkesimpulan bahwa distribusi pendapatan dalam masyarakat kapitalis tidak adil. Menurut Karl Marx, transisi menuju sosialisme dapat dicapai bila kapitalisme telah mencapai tahap perkembangan yang cukup tinggi. Tingkat pendapatan per kapita yang tinggi dalam ekonomi kapitalis merupakan prakondisi bagi masa depan ekonomi sosialis, dan sistem ekonomi komunis akan mengikutinya.
1) Sejarah Perkembangan Masyarakat

Perkembangan teori Karl Marx dapat dilihat dari pentingnya perubahan teknologi dan hubungan produksi dalam mempengaruhi kehidupan masyarakat, bukan kesadaran manusia yang menentukan keadaan tetapi sebaliknya justru keadaanlah yang menentukan kesadaran manusia. Untuk memahami dan mendalami teori Karl marx lebih lanjut, perlu terlebih dahulu mempelajari sejarah peradaban masyarakat, baik dari aspek perkembangan dan kemajuannya maupun dari aspek kemunduran dan kehancurannya. Dalam bukunya berjudul Das Kapital, Karl Marx menyatakan bahwa berdasarkan sejarah perkembangan suatu masyarakat, dikenal adanya kelompok-kelompok dalam masyarakat, yang sekaligus mencirikan tingkat peradabannya, yaitu 1) masyarakat primitif; 2) masyarakat perbudakan; 3) masyarakat feodal; 4) masyarakat kapitalis; dan 5) masyarakat sosial. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat tentang bagaimana proses perkembangan itu terjadi:
(1)

Pada masyarakat primitif, kehidupan masyarakat di era itu menggunakan alat-alat untuk bekerja yang masih sangat sederhana. Alat-alat ini bukan milik perseorangan tetapi milik komunal. Dalam masyarakat ini tidak ada surplus produksi, karena orang melakukan aktivitas

179

produktifnya hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, akan tetapi secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama, masyarakat semakin mengetahui alat-alat produksi yang lebih baik. Perbaikan dalam alat-alat produksi menyebabkan adanya perubahan-perubahan sosial dan kemudian terjadi pembagian kerja dalam produksi; (2) Pada masyarakat perbudakan, hubungan produksi antara orang-orang yang memiliki alat-alat produksi dengan orang-orang yang hanya bekerja untuk mereka merupakan dasar terbentuknya masyarakat perbudakan. Bentuk hubungan kerja seperti ini cenderung eksploitatif dan menyebabkan keuntungan para pemilik alat produksi semakin besar karena budak-budak hanya diberi nafkah sekedar cukup untuk dapat bekerja;
(3)

Pada masyarakat feodal, kepemilikan alat-alat produksi yang paling utama adalah tanah, dan pada umumnya tanah-tanah itu dikuasai oleh para kaum bangsawan, sedangkan para petani pada umumnya terdiri dari bekas budak yang dibebaskan. Para petani mengerjakan tanah itu untuk kaum feodal dan setelah itu baru tanah miliknya sendiri dapat dikerjakan. Perbaikan-perbaikan alat dan cara produksi banyak terjadi dalam sistem ini, dengan demikian ada dua golongan kelas: pertama, kelas feodal yang terdiri dari tuan-tuan tanah yang lebih berkuasa dalam hubungan sosial; dan kedua, kelas buruh yang bertugas melayani mereka. Kepentingan kedua kelas ini berbeda-beda. Kelas feodal lebih memikirkan keuntungan untuk mendirikan pabrik-pabrik, sedangkan kelas buruh yang memiliki alat-alat produksi menghendaki pasar yang lebih bebas serta hapusnya tarif dan rintangan lainnya dalam perdagangan yang diciptakan kaum feodal;

(4) Pada masyarakat kapitalis, kelompok masyarakat ini mempekerjakan kelas buruh yang tidak

memiliki alat produksi. Dalam proses ini, seringkali terjadi pertentangan karena perbedaan kepentingan antara kelompok masyarakat kapitalis dengan kepentingan kelompok masyarakat buruh, sehingga menyebabkan inferioritas di pihak buruh;
(5) Pada masyarakat sosial, pemilikan alat-alat produksi didasarkan atas hak milik sosial (social

ownership). Hubungan produksi merupakan hubungan kerjasama dan saling membantu di antara buruh yang bebas dari unsur eksploitasi. Sistem ini memberi kesempatan kepada manusia untuk maju, baik di lapangan produksi maupun di dalam kehidupan masyrakat. Evolusi perkembangan kehidupan masyarakat tersebut sejalan dengan proses pembangunan yang sedang berlangsung. Pada kehidupan masyarakat feodalisme, mencerminkan kondisi perekonomian yang ada masih bersifat tradisional. Para tuan tanah dan pemilik modal merupakan

179

kelompok pelaku ekonomi yang memiliki posisi tawar relatif tinggi terhadap pelaku ekonomi lain. Perkembangan teknologi menyebabkan terjadinya pergeseran di sektor ekonomi, masyarakat yang semula agraris-feodal kemudian mulai beralih menjadi masyarakat industri yang kapitalis. Seperti halnya dalam kehidupan masyarakat feodalisme, pada masyarakat kapitalisme para pengusaha merupakan pihak yang memiliki tingkat posisi tawar menawar yang relatif tinggi terhadap pihak lain khususnya kaum buruh. Marx menyesuaikan asumsinya terhadap cara pandang ekonomi klasik bahwa buruh merupakan salah satu input dalam proses produksi. Artinya buruh tidak memiliki posisi tawar menawar sama sekali terhadap para majikannya yang merupakan kaum kapitalis itu. Konsekuensi logis dari penggunaan asumsi tersebut adalah kemungkinan terjadinya eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh para pengusaha terhadap buruh. Bersamaan dengan itu, pemupukan modal oleh para pemilik modal berlangsung secara cepat karena diyakini akumulasi modal menjadi kata kunci bagi upaya peningkatan pendapatan (nilai tambah) yang lebih besar di masa mendatang. Sejalan dengan perkembangan teknologi, para pengusaha yang menguasai faktor produksi berusaha memaksimalkan keuntungannya dengan menginvestasikan akumulasi modal yang diperolehnya pada input produksi yang bersifat padat modal. Secara sederhana dapat dipahami bahwa faktor kunci yang memegang peranan penting dalam mendorong perkembangan ekonomi ialah adanya nilai lebih (surplus value). Atau dengan kata lain, perkembangan ekonomi dapat terjadi manakala ada aktivitas ekonomi produktif yang memberikan nilai lebih. Dalam hal ini, nilai lebih selain merupakan ekspektasi juga sekaligus merupakan insentif bagi semua pelaku ekonomi yang mendorong mereka mau melakukan aktivitas ekonomi produktif atau melakukan aktivitas penanaman modal. Dan insentif inilah yang pada gilirannya akan mendorong mereka untuk secara optimal memanfaatkan potensi dan kapasitas yang mereka miliki, termasuk tenaga kerja yang sudah mampu bekerja tetapi belum memdapatkan pekerjaan. 2) Runtuhnya Sistem Kapitalis Sepanjang teori pembangunan yang dikemukakannya, Marx selalu mendasarkan argumennya pada asumsi bahwa masyarakat pada dasarnya terbagi menjadi dua golongan, yaitu masyarakat pemilik tanah dan masyarakat bukan pemilik tanah, masyarakat pemilik modal dan masyarakat bukan pemilik modal. Asumsi lain yang mendukung adalah bahwa diantara kedua kelompok masyarakat tersebut sebenarnya menghadapi atau terjadi konflik kepentingan. Oleh karena itu, Karl Marx selalu mendasarkan teorinya pada kondisi pertentangan antar kelas dalam masyarakat. Menurut Karl Marx,

179

Akibat dari penggunaan mesin-mesin tersebut tingkat pengangguran akan semakin meningkat. Untuk itu. Selisih antara nilai produktivitas buruh dan nilai tenaga buruh yang dinyatakan dalam bentuk upah inilah yang kemudian disebut dengan nilai lebih. Penurunan upah buruh nampaknya sulit untuk dilakukan mengingat tingkat upah yang terjadi pada masa kapitalisme semata-mata diberikan agar buruh tetap hidup dan dapat bekerja. Nilai lebih merupakan keuntungan yang diperoleh para pengusaha. Hal ini dapat diwujudkan melalui investasi pada peralatan-peralatan yang padat teknologi untuk meningkatkan produktivitas kerja.kemampuan para pengusaha untuk melakukan akumulasi modal terletak pada kemampuan mereka dalam memanfaatkan nilai lebih dari produktivitas buruh yang dipekerjakan. Upaya untuk memaksimalkan keuntungan yang nantinya akan diakumulasikan dalam bentuk modal melalui aktivitas investasi. hanya dapat dilakukan dengan cara meningkatkan produktivitas kerja. Upaya ini tidak terlepas dari kondisi pasar yang kian kompetitif. dan daya beli masyarakat akan semakin menurun akibat semakin banyaknya tingkat pengangguran yang terjadi. Nilai buruh yang dinyatakan dalam bentuk upah merupakan jumlah tenaga yang diperlukan untuk menghasilkan tenaga buruh tersebut. 179 . Nilai lebih akan meningkat jika upah diturunkan atau produktivitas dinaikkan dengan asumsi semua faktor lain tidak berubah. Karena tingkat keuntungan yang diperoleh para pengusaha adalah fungsi dari nilai lebih. Pada kenyataannya nilai upah yang diberikan jauh lebih kecil dibandingkan dengan produktivitas buruh tersebut dalam suatu proses produksi. menuntut sistem produksi yang efisien dan produktif. maka untuk memaksimalkannya para pengusaha tidak akan segan-segan mengeksploitasi pekerja. peningkatan produktivitas kerja dan efisiensi produksi menjadi keharusan. maka produsen hanya dapat melaksanakan strategi penurunan harga output sebagai upaya menguasai pasar. Konsekuensinya. Dengan kata lain. Jika diasumsikan bahwa kualitas barang yang diperdagangkan adalah homogen. Artinya penetapan upah tidak lebih besar dari pada kebutuhan hidup pada tingkat subsisten. Artinya upah akan sama dengan nilai sarana kehidupan yang diperlukan seorang buruh untuk mempertahankan kehidupannya. pengusaha akan menurunkan penggunaan tenaga buruh dan diganti dengan penggunaan mesin-mesin yang lebih produktif dan efisien. Hal ini merupakan dampak dari asumsi bahwa buruh dipandang seperti input yang lain. semakin sengitnya persaingan antar para pemilik modal akan menjurus pada upaya merebut pangsa pasar sebesar-besarnya.

karena memang di dunia nyata kita berkutat dengan harga yang terwujud dan nyata. sebagai alternatif dari sistem kapitalis yang saat itu merupakan satu-satunya sistem perekonomian yang dikenal. terutama pada sistem produksi dan pemilikan sumberdaya. dan ditambah konflik antar kelas masyarakat yang terus terjadi. Kritik terhadap teori Karl Marx terutama tertuju pada asumsi adanya nilai lebih dalam suatu perekonomian. pada akhirnya akan menyebabkan revolusi sosial yang dilakukan oleh kaum buruh. nampaknya sangat diwarnai subyektivitas dan kebencian Karl Marx terhadap sistem kapitalis. Dalam dunia nyata tidak dikenal adanya istilah nilai lebih ini. Kritik lain adalah adanya keharusan perubahan dari masyarakat kapitalis menuju sosialis hanya dapat dilakukan dengan jalan revolusi. maka Karl Marx kemudian menyimpulkan bahwa kapitalisme akan berakhir dengan timbulnya revolusi sosial yang dilakukan oleh kaum buruh. 1988). Pada tahap ini. meningkatnya pengangguran. Jadi Karl Marx dalam hal ini telah menciptakan dunia nilai yang abstrak yang membuat teorinya agak sukar dan kaku untuk memahami bekerjanya kapitalisme (Jhingan. Itulah sebabnya mengapa Karl Marx mendeskripsikan kehancuran kapitalis yang akan digantikan oleh sosialis harus melalui suatu revolusi. Karl Marx menawarkan suatu sistem baru yaitu sistem perekonomian sosialis. yaitu tata masyarakat sosialis. individualis dalam masyarakat kapitalis akan berubah menjadi sistem kemasyarakatan yang sosialis. Revolusi ini akan membawa perubahan mendasar pada segala bidang.Menurut Karl Marx . Fase ini merupakan tonggak baru bagi munculnya suatu tatanan sosial alternatif di samping tata masyarakat kapitalis. Haruskah suatu upaya untuk menuju kepada suatu kondisi yang dianggap baik harus dilakukan dengan revolusi yang tentunya akan membawa korban yang besar? Apakah sudah tidak ada lagi kejernihan berpikir dari kedua belah pihak untuk berdialog satu dengan yang lain? Kekakuan Karl Marx dalam mendeskripsikan proses perubahan dari masyarakat agraris-feodal menuju masyarakat kapitalis dan terakhir adalah masyarakat sosialis. Akumulasi modal dalam sistem kapitalis akan diganti dengan pemerataan kesempatan pemilikan sumberdaya. eksploitasi terhadap kaum buruh dan peningkatan pengangguran yang terjadi akibat subtitusi tenaga manusia dengan input modal yang padat modal. Akumulasi ketertindasan kaum buruh dalam perekonomian kapitalis yang terus dieksploitasi. Artinya Karl Marx tidak menginginkan 179 .

hanya pemikiran-pemikiran kaum reformis yang mendekati kenyataan. Termasuk juga teori perjuangan kelas Karl Marx. tidak ada perlakuan pengusaha yang berlebihan mengeksploitir kaum buruh sebagaimana dikhawatirkan Karl Marx. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI NEO-KLASIK 179 . mengingat revolusi kaum buruh jelas-jelas melawan kaum pengusaha tersebut. Di negara-negara kapitalis. seperti di Inggris.keberadaan para pengusaha yang berjaya di masa kapitalis untuk menghirup udara sosialisme. dapat diringkaskan bahwa secara teoritis pemikiran-pemikiran Karl Marx memang sangat menarik. Akhirnya. Kualitas kehidupan kaum buruh di negara kapitalis jauh lebih baik ketimbang pendapatan rata-rata masyarakat manapun. Teori Karl Marx tentang depresi ekonomi inilah yang pada akhirnya justru memperkuat argumentasi Keynes yang merekomendasikan peningkatan peran pemerintah bagi upaya mengatasi depresi ekonomi yang ada. maka hal tersebut justru menjadi masukan bagi ekonom kapitalis untuk menyempurnakan sistem yang ada hingga dampak negatif yang digambarkan Karl Marx dapat dihindari. Dari berbagai aliran soialisme. terutama terhadap buruh. begitu juga dengan ramalannya tentang negara sosialis pertama akan muncul di negara kapitalis paling maju. ternyata Karl Marx justru banyak menyumbang terhadap kelanggengan kehidupan ekonomi kapitalis. Untuk mencapai perekonomian sosialis. Dengan adanya kritik dan sinyalemen terhadap perkiraan dampak negatif sistem kapitalis. E. Amerika dan Jerman tidak terbukti. terlebih dahulu harus melewati tahap depresi ekonomi akibat kapitalisme yang merajalela tanpa kendali. Ramalannya tentang tidak terelakkannya kejatuhan kapitalisme tidak pernah jadi kenyataan. dinilai kurang solid. Karl Marx merupakan orang pertama yang memberikan gambaran sisi negatif dari sistem kapitalisme jika sistem tersebut diterapkan berdasarkan perhitungan ekonomi semata tanpa mempertimbangkan unsur kemanusiaan dan nilai sosial kemasyarakatan. Karl Marx menunjukkan kepada dunia bahwa tahap pembangunan ekonomi tidaklah semulus yang diperkirakan sebelumnya. Ramalan dan pemikiran-pemikiran dari aliran-aliran lain banyak yang tidak terbukti dalam kenyataan. Ini berarti menuntut perlunya revisi substansial terhadap teori-teori Karl Marx. akan tetapi dalam aplikasinya banyak mengalami perubahan dan modifikasi. Kendati demikian.

baik dari kaum sosialis sendiri maupun dari pendukung mazhab kapitalisme. maka oleh para pakar ekonomi Neo-Klasik teori-teori tersebut dipelajari kembali secara mendalam.Pada tahun 1870-an telah terjadi pengeseran dalam teori pembangunan ekonomi. Ia adalah salah seorang yang pertama dan terkuat dalam mendukung individualisme metodologis. Teori-teori yang dikembangkan oleh ketiga tokoh utama mazhab ini memiliki pencirinya sendiri dengan menerapkan kalkulus sebagai peralatan utamanya. fokus kajian. Bersama dengan Jevon dan Menger. Pertama. Tokoh pemikir ekonomi yang dianggap menonjol dan sekaligus sebagai pendiri dari mazhab ini adalah Leon Walras11. Ia adalah salah seorang dari beberapa penemu independen mengenai gagasan kepuasan marjinal. masing-masing memiliki pencirinya sendirisendiri. Karya monumentalnya berjudul Elements of Pure Economics yang Dalam riwayat hidupnya (1834-1910). khususnya dalam hal cara pandang. Mazhab Austria. teori-teori yang dikembangkan oleh kelompok ini analisisnya lebih komprehensif. kemudian oleh banyak kalangan dikelompokkan kedalam beberapa aliran atau mazhab. utamanya tentang teori keseimbangan umum yang dijelaskan dengan pendekatan matematis. dan kerangka analisisnya. serta kemampuannya dalam mengembangkan lebih lanjut sumber-sumber produksi baru itu. Friedrich von Weiser (1851-1920). Perancis. Mazhab Lausanne. Akan tetapi Warlas lebih terkenal karena membangun sebuah model keseimbangan ekonomi yang memandang sistem ekonomi sebagai rangkaian persamaan matematika yang saling berhubungan. Leon Walras yang lahir pada Tahun 1834 di Eveux. yakni keyakinan bahwa semua penjelasan fenomena ekonomi seharusnya berdasarkan tindakan individu dalam memilih. dan Friedrich August von Hayek (1899-1978). Aliran teori pembangunan ekonomi baru ini kemudian dikenal sebagai mazhab teori pembangunan ekonomi Neo-Klasik. Pergeseran ini disebabkan oleh kemajuan teknologi yang peranannya begitu dominan dalam pencarian dan penemuan sumber-sumber produksi baru. Kemunculan mazhab teori pembangunan ekonomi Neo-Klasik tidak terlepas dari banyaknya kritik dari para pakar ekonomi terhadap teori-teori yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Engels. Hal ini terjadi karena analisis yang dipergunakan oleh Karl Marx untuk meramal kejatuhan sistem kapitalis bertitik tolak dari teori nilai kerja dan tingkat upah. Ia juga yang selalu mendorong para ahli ekonomi untuk memfokuskan diri pada 11 179 . Semua itu terlihat jelas dan tertuang dalam karya-karyanya. Kedua. Dengan pencirinya itu. Ludwig Edler von Mises (1881-1973). Kelompok penerus dari mazhab ini adalah Knut Wicksell (1851-1926). Dari sekian banyak pakar ekonomi Neo-Klasik. selalu berusaha memberikan sumbangan penting bagi perkembangan ilmu ekonomi. dan Eugen von Bohm Bawerk (1851-1914). mereka yang tergabung dalam mazhab ini adalah tokoh-tokoh pemikir ekonomi handal seperti Carl Menger (1840-1921). Warlas kemudian menjelaskan bagaimana memecahkan rangkaian persamaan ini untuk semua harga dan kuantitas.

Menurut kaum neo-klasik.terbit pada Tahun 1878. kemudian memformalkan gagasan keseimbangan umum dan menunjukkan kepada para ahli ekonomi bahwa adalah mungkin untuk mempelajari ekonomi yang saling berhubungan sebagai suatu rangkaian persamaan matematika. Dengan demikian. Ketiga. hubungan timbal balik antara pasar-pasar yang berbeda. Mazhab Cambridge. dan kira-kira 60 tahun kemudian dikembangkan oleh Frisch dan Tinbergen menjadi ilmu ekonometrika. yang menentukan harga adalah sisi penawaran. dalam menjelaskan paradoks antara intan dan air. dan oleh Wassily Leontief kemudian dikembangkan konsep analisis input-output atas dasar matematika yang dikembangkan Walras. Model keseimbangan umum Walras ini ternyata tidak dikembangkan oleh para pakar ekonomi pada zamannya. Karena itu orang mau menghargai intan lebih tinggi daripada air. termasuk bukunya yang berjudul Principles of Economics. Smith menjelaskan bahwa air sangat berfaedah tetapi mempunyai harga yang murah karena biaya yang diperlukan untuk memperoleh air kecil atau rendah sekali. utilitas marjinal. dan berusaha menjelaskan bagaimana ekonomi dapat mencapai keseimbangan umum. Alfred Marshall adalah sosok ilmuwan dari Cambridge University yang sangat menghargai model matematika yang menjadikan pemikiran-pemikiran Walras kemudian dihargai. sehingga buku tersebut baru diterbitkan dua puluh tahun kemudian. 12 Semasa hidupnya (1842-1924). Ia mengangkat isu-isu tentang konvergensi penting ke arah keseimbangan dan stabilitas keseimbangan ekonomi. Sebaliknya intan yang kurang berfaedah bagi manusia nilainya sangat tinggi karena untuk memperolehnya dibutuhkan biaya yang besar. tetapi ia termasuk orang yang sangat hat-hati dalam memberikan pendapat barunya. Pendapat ini dengan tegas ditentang oleh kelompok neo-klasik lain seperti Jevons. Pemikiran-pemikiran Walras ini kemudian diteruskan dan dikembangkan oleh Vilfredo Pareto. tingginya harga intan ketimbang harga air bukan karena biaya untuk mendapatkan intan lebih besar dibanding biaya untuk mendapatkan air. Buku ini sebetulnya sudah ditulis pada awal tahun 1870-an. Ia dianggap sebagai pendiri dan pengembang ilmu ekonomi matematika. 179 . Menger. Mereka sepakat bahwa yang menentukan harga adalah kondisi permintaan. Mereka juga mengkritik para pakar ekonomi klasik yang gagal membedakan antara utilitas total. harga barang menurut kaum klasik ditentukan oleh besarnya pengorbanan untuk menghasilkan barang tersebut. terutama dalam menjelaskan kondisi-kondisi yang harus dipenuhi agar sumberdaya-sumberdaya dapat dialokasikan dan memberikan hasil yang optimum dalam suatu model keseimbangan umum. dan Walras. dan utilitas rata-rata. Ia dianggap sangat berjasa dalam memperbaharui azas dan postulat pandangan-pandangan ekonomi yang dikemukakan pakar klasik dan pakar neoklasik sebelumnya. yaitu pada Tahun 1891. Misalnya. Alfred Marshall aktif menulis. tokoh pemikir ekonomi yang menonjol karya-karyanya dalam kelompok mazhab ini adalah Alfred Marshall12. melainkan karena utilitas marjinal yang besar. Sebagaimana diuraikan oleh Marshall dalam bukunya.

Konsep marjinal ini diakui sebagai kontribusi utama dari mazhab Austria. dalam Hukum Gossen II Ia menjelaskan bahwa sumberdaya dan dana yang tersedia selalu terbatas secara relatif untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang relatif tak terbatas. Sejak terjadinya marjinal revolution analisis ekonomi makin bersifat makro. Sayang pada masanya teori Gossen di atas tidak mendapat perhatian dari pakar ekonomi. Analisis ini pada intinya merupakan aplikasi dari kalkulus differensial terhadap tingkah laku konsumen dan produsen serta penentuan harga-harga di pasar. Menger dan Walras13. yaitu oleh Heindrich Gossen (1810-1858). teori tentang harga yang dikembangkan oleh kaum marjinalis sangat berbeda dengan teori yang dikembangkan oleh kaum klasik. 13 179 . Baru sekitar empat puluh tahun kemudian. faedah tambahan (marginal utility) dari mengkonsumsi suatu macam barang akan semakin berkurang jika barang yang sama dikonsumsi semakin banyak. sebab hasil penelitian mereka telah menciptakan aura baru bagi pengembangan teori ekonomi modern. Ia telah lama menggunakan konsep marjinal dalam menjelaskan kepuasan atau faedah (utility) dari mengkonsumsi suatu barang. Para pakar ekonomi neo-klasik sebagaimana disebutkan di atas dalam menganalisis ramalan Karl Marx mempergunakan konsep analisis marjinal. oleh Jevons Stanley Jevons dari University of Manchester (Inggris) menulis Theory of Political Economy Tahun 1871. Menurut Gossen. Pernyataannya ini kemudian dijadikan semacam dalil yang lebih dikenal sebagai Hukum Gossen I. yaitu kepuasan marjinal dari mengkonsumsi satu unit barang terakhir.Bagi Jevons. Karl Menger dari Austria menulis Principles of Economics in Germany pada Tahun yang sama. Tetapi jika ditelusuri ke belakang ternyata teori ini telah cukup lama dikembangkan oleh penulis terdahulu. sesuai dengan teori utilitas marjinal adalah utilitas yang diterima dari mengkonsumsi satu unit terakhir dari barang tersebut. sedangkan kaum marjinalis melihatnya dari sisi konsumen. Yang paling menentukan harga. dengan syarat semua sumberdaya dan sumber dana terpakai habis seluruhnya. Selanjutnya. Ini berarti. Analisis dengan konsep ini memiliki makna khusus bagi pengembangan ilmu ekonomi. Kaum klasik melihat harga hanya dari sisi produsen (jumlah pengorbanan yang dikeluarkan). Leon Walras dari sekolah Lausanne (Swiss) menulis Elements of Pure Economics pada Tahun 1874. Beberapa penulis ekonomi menyebut apa yang sudah dilakukan oleh para pakar ekonomi neoklasik tersebut sebagai marginal revolution. karena telah ditemukan suatau analisis baru yaitu pendekatan marjinal. biaya bukan satu-satunya faktor yang menentukan harga. Dengan keterbatasan ini maka kepuasan maksimum yang bisa diperoleh terjadi pada saat faedah marjinal sama untuk setiap barang yang dikonsumsi.

Bohm Bawerk dan Von Weiser memberi pengakuan dan penghargaan atas karya Gossen tersebut. Perkembangan ekonomi yang demikian itu berproses secara gradual dan berkelanjutan. Dalam hal ini. Sementara 179 . dan begitu juga sebaliknya. dalam teori ekonomi Neo-Klasik dipelajari tingkat bunga. Teori ekonomi Neo-Klasik mengenai perkembangan ekonomi menganggap: 1) akumulasi modal merupakan faktor penting dalam perkembangan ekonomi. Mengapa? Karena. Dengan sendirinya. internal economies timbul karena adanya kenaikan skala produksi yang tergantung pada sumber-sumber dan efisiensi dari para pelaku ekonomi itu sendiri. sekaligus menyelamatkan sistem kapitalis dari kemungkinan tekanan depresi berat sebagaimana diramalkan Karl Marx. 3) perkembangan merupakan proses yang harmonis dan kumulatif. Dalam perspektif teori ekonomi Neo-Klasik. Kemudian. Dengan demikian. Hal ini sejalan dengan pandangan Alfred Marshall. dan oleh karena itu dapat diabaikan. yaitu harga modal yang menghubungkan nilai pada saat ini dan saat yang akan datang.bwesama dengan Menger. dan 5) adanya aspek internasional dalam perkembangan tersebut. Bahkan perkembangan itu sering disebut sebagai proses yang harmonis dan kumulatif. yang pada gilitannya akan mampu meningkatkan pendapatan. jika tingkat bunga rendah maka investasi akan tinggi dan pendapatan meningkat. Dengan tingkat bunga yang rendah. Hasil penelitian dan pemikiran-pemikiran mereka menyimpulkan bahwa teori nilai lebih (surplus value) dari Karl Marx tidak mampu menjelaskan secara tepat tentang nilai komoditas sehingga teori tersebut dianggap tidak berkontribusi apa-apa dalam perkembangan teori ekonomi. kesimpulan ini telah meruntuhkan seluruh bangunan teori sosialis yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Engels. perkembangan itu berproses meliputi berbagai faktor yang tumbuh secara bersama-sama. Marshall menggambarkan bahwa harmonisnya perkembangan itu karena adanya internal economies dan external economies. Sedangkan external economies timbul karena kenaikan produksi pada umumnya dan kenaikan ini berhubungan dengan tingkat perkembangan pengetahuan dan kebudayaan. bahwa perekonomian itu merupakan sebuah kehidupan organik yang tumbuh dan berkembang perlahan-lahan sebagai proses yang gradual. 2) perkembangan itu merupakan proses yang gradual. maka akan menentukan tingginya tingkat investasi dan mendorong aktivitas ekonomi produktif meningkat. 4) aliran teori ekonomi Neo-Klasik optimis terhadap perkembangan. akumulasi modal berkaitan dengan tingkat bunga dan tingkat pendapatan.

dan Daniel Reymond. Hal ini dapat dijelaskan melalui lima aspek yang mempengaruhi tingkat perkembangan ekonomi suatu negara: 1) mula-mula negara itu meminjam modal. pada proses kumulatif. Bagaimanapun. diantaranya: Friedrich List. karena bersamaan dengan itu berkembang suatu aliran ilmu ekonomi yang disebut mazhab historismus atau sering juga disebut sebagai aliran etis. dan 5) akhirnya negara itu menjadi kreditur mapan karena telah menerima dividend dan bunga dari negara lain. negara dan bangsa. Negara ini berada dalam tingkat debitur yang sudah mapan. mereka berasal dari beragam latar belakang disiplin. Dari perspektif yang lain. 3) setelah pendapatan nasional negara itu meningkat maka sebagian dari pendapatannya digunakan untuk melunasi utang dan sebagian lagi dipinjamkan ke negara lain yang membutuhkan.itu. menjadikan sistem kapitalis kembali berkibar. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI MAZHAB HISTORISMUS Keberhasilan pemikir-pemikir ekonomi neo-klasik dalam memberikan argumentasi terhadap kritik pedas dari para pemikir sosialis/marxis. teori ekonomi Neo-Klasik optimis bahwa pertumbuhan ekonomi tidak akan berhenti karena terbatasnya sumberdaya alam. diantaranya Henry Carey. Bruno Hildebrand. negara itu dapat meningkatkan pendapatan nasionalnya dan dapat membayar dividend dan bunga atas pinjaman tersebut. Max Weber. Teori ini meyakini ada kemampuan manusia untuk mengatasi terbatasnya pertumbuhan itu. Wilhelm Roscher. sebagaimana dinyatakan oleh Allen Young bahwa perkembangan industri itu tergantung pada baiknya pembagian kerja di antara para buruh. perkembangan ekonomi suatu negara tidak terlepas dari pengaruh dunia internasional. 179 . F. Ashley.W. 4) kemudian negara itu mengalami surplus karena telah dapat menerima dividend dan bunga yang lebih besar dari pada beban bunga yang harus ditanggung atau dibayarkan. sebuah penamaan yang mengindikasikan ketidaksenangan kelompok pendukung mazhab ini terhadap hedonisme klasik. Simon Nelson Patten. Dari Amerika serikat pendukung aliran ini juga ada. Karl Bucher. Kelompok pendukung mazhab historismus ini cukup banyak. Sebagian besar dari mereka berasal dari Jerman. 2) kemudian. dan Werner Sombart. sehingga berbeda dengan pandangan teori ekonomi klasik bahwa pertumbuhan ekonomi akan terhenti karena terbatasnya sumber daya alam. Namun keberhasilan ini tidak secara otomatis menjadikan sistem kapitalis dianut oleh semua negara di Eropa. yang selanjutnya disebut sebagai debitur belum mapan. Sedangkan tokoh pemikir ekonomi aliran ini yang berasal dari Inggris adalah William Cunningham dan J.

dimana peran pedagang menjadi semakin penting. Karl Bucher (1952) mencoba mensintesakan pendapat List dan Bruno ke dalam pentahapan perkembangan ekonomi sebagai berikut: 1) produksi bersifat subsistence. ia adalah salah satu dari sekian banyak eksponen nasionalisme ekonomi. ia mempelajari dokumen-dokumen negara untuk mendemontrasikan kemurahan hati birokrasi yang mampu membimbing dan menyatukan kekuatan-kekuatan masyarakat dan menjamin diberlakukannya keadilan yang diyakininya tidak akan pernah terwujud dalam sistem perekonomian yang mengandalkan mekanisme pasar. dan tidak memberi sumbangan yang berarti terhadap peralatan analitis di bidang ilmu ekonomi. dan 5) penggabungan dari tahap pertanian. yaitu 1) perekonomian barter. 179 . List (1840) menyatakan bahwa tahap perkembangan ekonomi dapat dilihat dari tingkat perkembangan dan kemajuan dalam cara berproduksi. Pandangan List tersebut kemudian dikritisi oleh Bruno Hildebrand (1848). dan 3) perekonomian kredit. dan 3) perekonomian nasional. 2) perekonomian kota ditandai oleh tingkat pertukaran yang sudah meluas. Dalam hal ini. 2) perekonomian uang. Sama halnya dengan tokoh mazhab historimus lainnya. akan tetapi merupakan cara mendistribusikan. bahwa sejarah perkembangan pembangunan ekonomi telah terjadi evolusi dalam masyarakat. dan pola pendekatan pembangunan ekonomi yang dipergunakan dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi berpangkal pada perspektif historis-induktif empirisdengan mendasarkan pada fenomena ekonomi menyeluruh dan tahapan perkembangannya. Ia menjadi terkenal karena keterlibatannya dalam perdebatan sengit dengan para pakar klasik tentang metodologi dalam pengembangan ilmu ekonomi. Friedrich List (1840) adalah salah seorang pelopor Historismus. Tokoh pemikir lain yang mendukung mazhab historismus adalah Gustav Von Schmoler. 2) tahap beternak. yaitu hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Ia dianggap sebagai pendukung mazhab historimus yang paling gigih menyarankan agar metode deduktif klasik digantikan dengan metode induktif empirik. Berdasarkan kelemahan-kelemahan dari teori Bruno tersebut. 3) tahap pertanian.Dalam sejarah perkembangan pembangunan ekonomi diketahui bahwa mazhab historismus ini dimulai di Jerman pada abad ke-19 hingga abad ke-20. 4) tahap industri pengolahan (manufacturing). Schmoler juga menekankan perlunya fleksibilitas dalam perekonomian dan memberi ruang yang lebih leluasa kepada pemerintah untuk memperbaiki keadaan ekonomi. Mazhab ini kerangka teoritisnya dibangun berdasarkan pada perspektif historis. meliputi: 1) tahap primitif. industri pengolahan dan perdagangan. Bruno (1848) mengkritik pandangan List (1840) bahwa pembangunan ekonomi bukanlah cara berproduksi atau cara mengkonsumsi. Kelemahan yang menonjol dari pandangan Bruno adalah tidak jelas bagaimana proses perkembangan dari tahap tertentu ke tahap berikutnya.

Schmoler beserta rekan-rekannya mendirikan sebuah forum menghimpun pemikiran-pemikiran untuk menghadapi berbagai masalah ekonomi dan sosial. Lebih jauh dari itu. bisa dilihat bahwa banyak peradaban dalam sejarah mengenal apa artinya mencari laba. Weber bertolak dari asumsi dasar bahwa rasionalitas adalah unsur pokok peradaban Barat yang mempunyai nilai dan pengaruh universal. Ia juga cukup intens dalam melihat pengaruh ajaran-ajaran agama tertentu. yaitu Protestan. yang mewujudkan diri dalam perilaku ekonomi tertentu. dan inilah akar utama sistem perekonomian kapitalisme. Tetapi hanya di barat lah aktivitas mencari laba tersebut diselenggarakan secara lebih terorganisir secara rasional. 179 . Pelopor mazhab Historismus yang lain adalah Max Weber. Dalam bukunya yang sangat terkenal The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958) ia menjelaskan pengaruh nyata dari ajaran agama Protestan terhadap perilaku dan kemajuan ekonomi. Namun dalam berbagai tulisannya. Untuk mencapai tujuannya. terhadap kemajuan ekonomi. Schmoler menganjurkan perlunya didirikan dan dibinanya organisasi-organisasi serikat pekerja. Jaminan sosial yang diberikan kepada kaum buruh sesuai undang-undang tersebut dianggap sangat maju untuk zamannya. Schmoler menghendaki agar kebijaksanaan juga menyangkut sosial dan politik. Ia banyak membahas aspek sosiologi ekonomi dan sejarah pemikiran ekonomi. Jika tokoh-tokoh dari mazhab historimus menghendaki berbagai kebijaksanaan di bidang ekonomi. Dalam kegiatan ekonomi. Dalam riwayat hidupnya (18641920) Ia dikenal sebagai ahli sosiologi. sebab di negara-negara Eropa pada umumnya belum ada undang-undang perlindungan kaum buruh seperti yang dibuat di Jerman. dan hasil kesimpulan dari pertemuan dalam forum disampaikan pada pemerintah sebagai bahan masukan. Untuk hal ini. juga kebijaksaan untuk meningkatkan kesejahteraan kaum buruh.Pandangan Schmoler di atas agak berbeda dengan pandangan para tokoh dari mazhab historimus lainnya. Salah satu keberhasilan dari pertemuan-pertemuan untuk menghimpun masukan bagi pemerintah ini adalah diberlakukannya undang-undang perlindungan kaum buruh dari penindasan kaum pengusaha. Misalnya untuk meningkatkan posisi tawar-menawar kaum buruh.

14 179 . Sebaliknya. Dalam kerangka pemikiran teologis seperti itu semangat kapitalisme yang bersandar pada cinta ketekunan. Beberapa pakar mempertanyakan atau bahkan menentangnya. Sebagian besar dari pemimpin-pemimpin perusahaan. dan sanggup menahan diri. manakala dalam sebuah masyarakat terdapat begitu banyak warga yang memiliki dorongan berprestasi tinggi. Dorongan berprestasi ini bukanlah sesuatu yang lekat sejak seseorang dilahirkan. terutama kaum Calvinis. menduduki tempat teratas. dengan demikian menjadi sangat penting. dan tentu saja dari pakar-pakar lain yang pernah meneliti dampak ajaran agama lain terhadap kehidupan ekonomi. R. Bagi penganut Calvinis kerja adalah panggilan atau tugas suci. Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi. Robert N. bukan orang katolik. McClelland menyatakan bahwa selain nilai-nilai agama dan budaya. hemat. tetapi tidak Memperkuat pandangan Max weber. akan menemukan pasangannya. pemilik modal. Luar biasa. kegagalan adalah sebuah aib besar. Turner. Kritikan-kritikan tersebut antara lain dapat dibaca dalam buku yang diedit oleh Taufik Abdulah (1979): Agama. misalnya Bryan S. Tidak semua orang dapat menerima tesis Weber yang diuraikan di atas. Mereka tidak mengembangkan sebuah sistem melainkan lebih merupakan reaksi terhadap konsepsi klasik dan neo-klasik yang menghendaki tidak adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian.Menurut Weber14. melainkan merupakan nilai-nilai keutamaan yang bisa ditularkan dan ditumbuhkembangkan.H. Tawney. Andrew Greely. yaitu dorongan berprestasi (Need Achievement). Kurt Samuelson. masih terdapat nilai-nilai lain yang cukup efektif mengantar sukses seseorang. Hasil pengamatan Weber menunjukkan bahwa golongan penganut agama protestan. misalnya penelitian tentang masyarakat Islam dan penganut-penganut agama Tokugawa di Jepang. Ajaran Calvin tentang takdir dan nasib manusia. maka diharapkan masyarakat tersebut akan dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. dan oleh karena itu upaya pengembangan anak dan kreativitasnya harus diarahkan pada nilai-nilai yang melekat pada dorongan berprestasi yang tinggi. menurut Weber adalah kunci utama dalam menentukan sikap hidup seseoran. keberhasilan adalah sebuah kehormatan diri ataupun kebanggaan bangsa (pride) yang sangat di hargai dan dijunjung tinggi oleh warga masyarakat. Menurut McClelland. ternyata dorongan berprestasi yang tinggi merupakan kunci sukses bagi Bangsa Jepang untuk mampu membangun negaranya menjadi negara maju dengan akselerasi yang lebih tinggi. adanya motif berprestasi yang tinggi akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. serta kondisi lingkungan sekitar yang oleh Max Weber dianggap sangat berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku seseorang. perilaku ekonomi kapitalis berharap akan memperoleh keuntungan dengan melakukan aktivitas tukar menukar yang didasarkan pada kesempatan mendapatkan untung secara damai. Menurut ajaran Calvin keselamatan hanya diberikan kepada orang-orang terpilih. Bagi masyarakat Jepang. Keberlakuan dari teori ini banyak penulis yang mencontohkan pada kehidupan masyarakat dan bangsa Jepang. rasional. Dalam lingkup masyarakat yang lebih luas. Inilah yang mendorong mereka bekerja keras agar menjadi golongan orang-orang yang terpilih. Dari uraian ini. pimpinan teknis dan komersial yang diamatinya di Jerman adalah orang-orang protestan. Pendidikan anak. Tempat yang paling baik untuk memupuk dorongan berprestasi adalah dalam keluarga melalui peran para orang tua. Para pemikir dari mazhab historimus lebih banyak hanya mengkritik metode deduksi klasik. dapat disimpulkan bahwa doktrin mazhab historimus kurang jelas. Bellah.

yang umumnya sulit untuk maju. namun tidak boleh dipungkiri bahwa jasa dan sumbangan mereka dalam melakukan berbagai penelitian empiris tentaang masalah ekonomi cukup bermanfaat dan bermakna. Hal ini terlihat jelas dalam pemikiran-pemmikiran List dan Schmoler. rinci dan terarah. tetapi dari berbagai pengamatan dan penelitian deskriptif yang dilakukan secara terpencar-pencar ke segala arah tersebut sulit diramu dan dirangkum menjadi suatu perpaduan kerangka susunan atau struktur pemikiran ekonomi yang kokoh. termasuk Indonesia? Perekonomian kebanyakan negara berkembang didominasi oleh sektor pertanian. Dengan demikian aliran pemikiran ssejarah tidak mampu membangun suatu sistem ekonomi tersendiri sebagaimana yang dilakukan oleh para pemikir klasik atau sosialis. bahwa dalam melakukan penelitian ekonomi sebaiknya dilakukan metode deduksi (reasoning from the general to the particular) dan induksi (reasoning from the particular to the general) secara timbal balik. Setelah mencermati secara lebih seksama terhadap pemikiran-pemikiran para tokoh aliran sejarah. bagaimanakah implikasi dari ajaran para pemikir sejarah bagi negara-negara berkembang. misalnya melindungi industri dalam negeri dari serbuan produk-produk luar negeri. Oleh karena itu. jika ingin maju maka langkah awal yang perlu dilakukan ialah memacu industrialisasi. Terhadap penilaian Sshumpeter ini tentu tidak semua orang sependapat karena sebagaimana yang terbukti dari perdebatan ini lahir suatu kesadaran bagi para pemikir-pemikir ekonomi di kemudian hari. Dengan metode induksi empiris kita hanya bisa menggambarkan berbagai persoalan ekonomi secara deskriptif. maka negara mereka akan kalah dalam bersaing dan perekonomian Jerman bisa hancur. yang kemudian dikenal sebagai metode reflektive thinking. Kemudian. Kondisi negara mereka pada waktu itu masih tertinggal dibelakang Inggris yang sudah lebih maju industrialisasinya. 179 . Sungguhpun karya-karya dari para pemikir aliran sejarah masih memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Adapun kelemahan utama metode induksi-empiris itu ialah sulitnya mencapai suatu kesimpulan yang padu tentang ekonomi masyarakat. Mereka berpandangan bahwa manakala perekonomian diserahkan pada mekanisme pasar bebas sebagaimana digagas oleh kaum klasik. maka yang menonjol dari pemikiran-pemikiran mereka adalah semangat nasionalismenya. Salah satu manfaat yang bisa dipetik dari kritik para pemikir aliran sejarah terhadap kaum klasik ialah dalam pengembangan metode penelitian ekonomi. Olehnya itu.melihat kelemahan dari metode induksi-empiris mereka sendiri. Namun perdebatan tentang metode induksi dan deduksi itu oleh Schumpeter dinilainya sia-sia belaka. mereka mendesak agar pemerintah melakukan intervensi dalam perekonomian.

179 . Akan tetapi dalam praktiknya terdapat beberapa negara berkembang.Sebagaimana dianjurkan oleh List. Sebagai catatan akhir. Kondisi ini pada akhirnya hanya akan menjadi pemicu kecemburuan sosial. Akan tetapi di masa-masa mendatang hal ini akan sulit dilaksanakan. Padahal List telah mengingatkan bahwa proteksi yang tidak bijaksana seperti ini hanya akan menjadi sumber pemborosan keuangan negara. dimaksudkan agar industri dalam negeri menjadi lebih mapan sehingga lebih kompetitif dalam bersaing. mengingat telah ditandanganinya perjanjian GATT akhir Tahun 1993. List juga menganjurkan agar proteksi hanya diberikan pada tahap-tahap awal pembangunan ekonomi suatu negara. pada tahap awal negara-negara itu boleh melakukan kebijakan proteksi untuk melindungi industri dalam negerinya. maka industri yang diberikan proteksi tersebut cenderung tidak efisien. Perjanjian GATT mmenghendaki perdagangan global yang lebih bebas tanpa mendapat halangan dan rintangan dari semua negara anggota. Jauh dari yang diharapkan. sedangkan industrinya sendiri keropos dan tidak efisien. Beban import dan tarif secara berangsur-angsur harus dikurangi. Pengembangan industri ini lebih lanjut diharapkan untuk mampu mengangkat perekonomian masyarakat lebih luas ke berbagai bidang. yang terjadi adalah meluasnya distorsi dan perekonomian beroperasi dengan biaya tinggi (hight cost economy). proteksi tersebut harus dihentikan. melainkan harus mengarah pada usaha-usaha yang dapat meningkatkan efisiensi produksi. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebagaimana diuraikan diatas. di beberapa negara berkembang kebijakan proteksi hanya dinikmati oleh segelintir pengusaha yang berkolaborasi dengan penguasa. Tindakan proteksi ini setelah melalui beberapa tahapan waktu tertentu. perlu ditambahkan bahwa pada masa-masa yang lalu kebijakan proteksi bisa dilakukan untuk melindungi industri dalam negeri. Dengan demikian untuk memajukan industri dalam negeri tidak bisa lagi dilakukan dengan menggunakan kebijakan proteksi. dan sesudah sekian lamanya waktu yang diberikan. Jika tidak ditempuh mekanisme seperti itu. dalam upaya meningkatkan pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang. khususnya di negara-negara yang tingkat konspirasi antara pengusaha dengan penguasanya cukup tinggi. proteksi tersebut diberikan secara terus menerus. Hasil produksi mereka tidak bisa bersaing dengan produk-produk luar negeri. Yang lebih parah lagi. bagi negaranegara berkembang yang ingin memberikan proteksi harus diiringi dengan suatu mekanisme yang mampu mengatur agar proteksi secara bertahap dapat dikurangi.

Implikasi kebijakan yang menarik untuk disimak dari pemikiran mazhab hirtorimus ini, terutama dari pemikiraan Schmoler, ialah perlunya negara memberikan perlindungan bagi kaum buruh. Banyak negara sedang berkembang mengabaikan hal ini, padahal masalah perlindungan kaum buruh perlu diperhatikan karena posisi tawar mereka sangat rendah dihadapan kaum pengusaha. Kalaupun ada organisasi serikat pekerja, kaum buruh belum mendapat perlindungan yang sewajarnya. H.TEORI PEMBANGUNAN KEYNES John Maynard Keynes15 adalah salah satu tokoh pemikir ekonomi dunia yang sangat tersohor. Karya-karya cerdas Keynes mengenai ekonomi dan keuangan begitu banyak. Diantara hasil karyanya: Indian Currency and Finance (1913); The Economic Consequences of the Peace (1919); A Treatise on Probability (1921), A Revision of Treaty (1922), A Tract on Monetaty Reform (1923); American ed., Monetary Reform (1924); A Short View of Russia (1925); The Economic Consequences of Mr Churchill (1925); The End of Laissez Fair (1926); dan Essays in Biography (1933).
15

Nama John Maynard Keynes adalah sebuah nama Inggris kuno. Dari hasil penelusuran mengenai asal usul tokoh pemikir ekonomi ini, sampai pada nama William de Cahagnes yang hidup pada Tahun 1066, ternyata Keynes ialah seorang tradisionalis. Kecakapan serta sifat-sifat baiknya diperoleh secara turun temurun. John Maynard Keynes yang lahir di Cambridge Inggris pada tanggal 5 Juni 1883, adalah salah satu tokoh pemikir ekonomi dunia yang sangat tersohor. Secara kebetulan tahun kelahiran Keynes bertepatan dengan tahun wafatnya Karl Marx yang juga sangat terkenal. Sungguhpun kedua tokoh pemikir ekonomi yang waktunya bersinggungan ini sangat berbeda pemikirannya, namun keduanya banyak mempengaruhi filsafat sistem kapitalis. Dilihat dari sifat hidupnya, Karl Marx adalah seorang pendendam, banyak mengalami kesulitan dalam hidupnya, pemurung dan kecewa. Ia adalah perencana hancurnya Kapitalisme. Sebaliknya Keynes, Ia sangat mencintai kehidupan, cara hidupnya selalu mewah, dan sering berbuat seenaknya. Ia benar-benar tokoh pemikir ekonomi yang kaya dengan pengalaman hidup, cerdas dalam berkarya, dan berhasil menjadi arsitek kapitalisme yang tahan hidup. Dalam perjalanan kariernya, Keynes tercatat sebagai dosen dalam mata kuliah ilmu ekonomi dan keuangan di Cambridge University, dan menjadi bendaharawan King’s College sejak Tahun 1908. Di samping itu Keynes juga menjadi anggota Royal Cominision, sebagai Treasury (1915-1919) dan pada bulan Januari 1919 Ia menjadi utusan utama Inggris ke Konferensi Perdamaian Paris. Sebagai utusan konferensi itu, Ia mengundurkan diri pada bulan Juni 1919. Kemudian Ia menjabat sebagai presiden komisaris dan National Mutual Life Assurance Society dan memimpin suatu perusahaan investasi dari Tahun 1921 sampai Tahun 1938. Pengunduran Keynes itu sebagai tindakan protesnya terhadap pasal perampasan dalam Perjanjian Versailles. Karena, menurut Keynes bahwa dalam Perjanjian Versailles itu terdapat rangsangan yang tidak disadari untuk kebangkitan yang lebih hebat lagi dari militerisme dan autarki Jerman. Ternyata apa yang diutarakan Keynes menjadi kenyataan, karena dalam kurun waktu 20 tahun ramalan Keynes itu benar-benar menjadi kenyataan. Munculnya Gerakan Nazi Fasis di bawah Hitler menjadi dominan di Jerman sejak tahun 1933, dan pada akhir tahun 1939 meletuslah Perang Dunia II yang jauh lebih dahsyat dari peperangan-peperangan sebelumnya. Keynes waktu itu berpendapat bahwa Konferensi Versailles itu sebagai suatu penyelesaian dendam politik tanpa perhitungan yang tidak mempedulikan masalah yang mendesak pada waktu itu, dan hanya akan menghidupkan kembali Eropa menjadi sebuah kesatuan yang lengkap serta berfungsi. Pada Tahun 1941 Keynes diangkat menjadi direktur Bank of England (Bank Sentral Inggris) dan pada Tahun 1942 Ia menjadi The First Baron Keynes of Tilton, yakni suatu gelar kerajaan yang sangat terhormat berkat sumbangan pikirannya yang sangat besar itu. Kemudian pada bulan Juli 1944, Keynes dipercayakan memimpin delegasi Inggris ke Konferensi Moneter dan Keuangan PBB di Bretton Woods, Amerika. Dari konferensi itu lahirlah apa yang dikenal dengan Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia (ZBRD yakni International Bank for Reconstruction and Development). Keynes juga pernah menjadi perunding utama dari Anglo-American Loan pada Tahun 1945.

179

Pada Tahun 1936, Keynes menerbitkan lagi buku hasil pemikirannya yang terpenting dan terkenal hingga sekarang, yakni The General Theory of Employment, Interest, and Money. Dalam buku itu diungkapkan bahwa pendapatan dan kesempatan kerja ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta dan negara. Pendapat ini dinilai para ahli ekonomi dunia sebagai sebuah penyimpangan dari tradisi Neo-Klasik dan akhirnya menciptakan mazhab baru, mazhab ekonomi modern yang biasa dikenal dengan sebutan mazbab Keynesian. Selain buku-buku tersebut, Keynes juga menerbitkan buku hasil pemikirannya tentang cara untuk menghindari terjadinya inflasi. Buku itu berjudul How to Pay for the War. Ia menawarkan suatu cara untuk menghindari terjadinya inflasi pada zaman perang yakni dengan jalan tabungan paksa atau tabungan penangguhan. Pengaruh dari segala pemikiran Keynes sangat terasa di dalam pembuatan anggaran pada zaman perang Inggris. Dalam tradisi klasik ataupun neo-klasik, analisis-analisis ekonomi lebih banyak bersifat mikro. Namun ketika John Maynard Keynes pada tahun 1920-an, mulai memisahkan ilmu ekonomi makro (macroeconomics) dari ilmu ekonomi mikro (microeconomics). Sejak saat itu tradisi klasik ataupun neo-klasik mulai ditinggalkan dalam berbagai analisis ekonomi. Kemudian pada tahun 1930an, pemisahan itu menjadi semakin jelas ketika muncul kesepakatan bersama antara Keynes dan para ekonom lain, terutama John Hicks. Dalam hal ini, analisis ekonomi makro dilakukan dengan melihat hubungan di antara variabel-variabel ekonomi secara agregat. Mereka menjadi begitu terkenal karena gagasan-gagasannya mengatasi great depression, dan Keynes adalah tokoh kunci yang mengusung gagasan mengenai pentingnya keberadaaan dan peran Bank Sentral serta campur tangan pemerintah dalam perekonomian. Ketika itu Keynes mengkritik ekonomi klasik dan mengusulkan sebuah metode untuk management of aggregate demand. Pada tahun 1930-an, sesudah great depression, negara semakin memainkan peranan pentingnya pada sistem kapitalism di sebagian besar kawasan dunia. Sistem ekonomi ini sering disebut dengan mixed economies. Sebagai contoh, pada Tahun 1929 total pengeluaran pemerintah Amerika Serikat kurang dari 10% terhadap GNP; pada tahun 1970-an jumlah itu telah mencapai lebih dari 30%. Peningkatan yang sama juga terjadi pada industrialized capitalist economies. Perancis misalnya, telah mencapai ratios of government expenditures dari GNP yang lebih tinggi ketimbang Amerika Serikat. Pandangan Keynes sering dianggap sebagai awal dari pemikiran ekonomi modern. Keynes banyak melakukan pembaharuan dan perumusan ulang doktrin-doktrin klasik dan neo-klasik. Karena Keynes menganggap pentingnya peran pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, sehingga

179

Keynes sering disebut sebagai Bapak Ekonomi Pembangunan, dan sering juga disebut sebagai Bapak Ekonomi Makro. Untuk memperkuat pemikiran ekonominya, Keynes berpendapat bahwa pengeluaran masyarakat untuk konsumsi dipengaruhi oleh pendapatannya. Semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat mengakibatkan semakin tinggi pula tingkat konsumsinya. Selain itu, pendapatan masyarakat juga berpengaruh terhadap tabungan. Semakin tinggi pendapatan masyarakat, semakin besar pula tabungannya karena tabungan merupakan bagian pendapatan yang tidak dikonsumsi. Walaupun pendapatan penting peranannya dalam menentukan konsumsi, peranan faktor-faktor lain tidak boleh diabaikan. Di bawah ini dijelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi dan tabungan: Pertama, kekayaan yang terkumpul: Seseorang yang memperoleh harta warisan/tabungan yang banyak dari usaha di masa lalu, menjadikan seseorang itu memiliki kekayaan yang mencukupi. Dalam keadaan seperti itu, ia sudah tidak terdorong lagi untuk menabung lebih banyak, sebagian besar dari pendapatannya digunakan untuk konsumsi di masa sekarang. Sebaliknya, bagi kebanyakan orang yang tidak memperoleh warisan mereka memiliki hasrat menabung yang lebih besar dan lebih banyak di masa mendatang; Kedua,Tingkat bunga: tingkat bunga dapat dipandang sebagai pendapatan yang diperoleh dari menabung. Rumahtangga dan masyarakat pada umumnya akan menabung dalam jumlah yang lebih banyak apabila tingkat bunga tinggi, karena lebih banyak bunga yang akan diperoleh; Ketiga, Sikap berhemat: pada umumnya, masyarakat mempunyai sikap dan perilaku yang berbeda dalam menabung dan berbelanja. Ada masyarakat yang tidak suka berbelanja berlebih-lebihan dan lebih mementingkan tabungan. Dalam masyarakat seperti itu Average Propensity to Consume (APC) dan Marginal Propensity to Consume (MPC)-nya lebih rendah, namun ada pula masyarakat yang mempunyai kecenderungan mengkonsumsi yang tinggi, ini berarti APC dan MPC-nya adalah tinggi; Keempat, Keadaan Perekonomian: dalam perekonomian yang tumbuh dengan stabil dan tidak banyak pengangguran, pada umumnya masyarakat cenderung melakukan perbelanjaan lebih aktif. Mereka mempunyai kecenderungan berbelanja lebih tinggi pada masa kini dan kurang menabung. Sedangkan dalam keadaan perekonomian yang lambat perkembangannya, maka tingkat pengangguran menunjukkan tendensi meningkat, dan sikap masyarakat dalam menggunakan uang dan pendapatannnya makin berhati-hati; dan Kelima, Distribusi Pendapatan: dalam perekonomian yang distribusi pendapatan masyarakatnya tidak merata, maka akan lebih banyak tabungan yang dapat diperoleh. Dalam kondisi yang demikian, sebagian besar pendapatan nasional dinikmati oleh sekelompok kecil penduduk yang sangat kaya,

179

Moravia (bagian dari AustriaHungaria. ide Schumpeter mengenai siklus bisnis dan perkembangan ekonomi memang tidak ditangkap oleh ilmu matematika pada masa itu. ia tidak dianggap sebagai guru yang sangat baik. di mana ia menetap hingga Perang Dunia I. sekarang Trest di Republik Ceko). TEORI PEMBANGUNAN JOSEPH SCHUMPETER Joseph Schumpeter 16 adalah tokoh pembaharu dan pemikir ekonomi yang pertama memberi perhatian serius dalam mengembangkan teori pertumbuhan ekonomi. Keynes berhasil melakukan escape dari masa lalu. Ia termasuk pionir dan pemikir pembangunan ekonomi yang pertama meletakkan dasar pengembangan teori pertumbuhan ekonomi. 16 179 . Pada Tahun 1919 hingga Tahun 1920. melainkan merupakan Tokoh ini nama lengkapnya Joseph Alois Schumpeter. Berdasarkan pemikiran ekonomi dan berbagai pendapat yang melatarinya. Menurut catatan. dia menjadi Menteri Keuangan Austria yang sukses. begitu pula di Universitas Graz pada Tahun 1911. yaitu dari tradisi laissez faire yang dianut para pakar ekonomi masa silam seperti Adam Smith. Keynes kemudian berhasil membentuk suatu bangunan rumah utuh dalam struktur teori-teori ekonomi baru. Sedangkan sebagian besar penduduk lainnya mempunyai pendapatan yang hanya cukup untuk membiayai konsumsi. Ia memulai karirnya dengan mempelajari ilmu hukum di Universitas Vienna di bawah asuhan Eugen Von BohmBawerk di mana ia memperoleh gelar doctoral pada Tahun 1906. Ia kemudian menjadi presiden bank swasta Biederman pada periode 1920-1924. Sayangnya bank itu bangkrut pada Tahun 1924. Pada kelompok masyarakat ini tabungannya kecil. dan kembali mengajar dari Tahun 1932 hingga Tahun 1950. ia menjadi professor ilmu ekonomi dan pemerintahan di Universitas Czernowitz pada Tahun 1909. sehingga terjadi revolusi baik dalam teori bahkan kebijakan ekonomi. Karena harus meninggalkan Eropa Tengah akibat kemunculan kaum Nazi. Dalam usianya yang relatif muda. G. Dalam konteks kekinian. melainkan seorang ekonom yang mencoba mengintegrasikan pengertian sosiologi pada teori ekonominya. dia memutuskan untuk berangkat ke Harvard (dimana ia telah mengajar pada Tahun 1927-1928 dan 1930). Di saat meninggal dunia. ia telah berhasil menunjukkan karya monumentalnya dengan judul The Theory of Economic Development. ia menjabat pada posisi penting di Universitas Bonn. Schumpeter menginspirasi beberapa ekonom matematika pada masanya dan bahkan menjadi presiden Econometric Society (1940-1941). Tidak beberapa lama kemudian. Ia merupakan murid yang luar biasa pintar dan sering dipuji oleh para gurunya.dan golongan masyarakat ini mempunyai kecenderungan menabung yang tinggi. Sebaliknya. Jerman. maka tingkat tabungannya relatif sedikit karena mereka mempunyai kecondongan mengkonsumsi yang tinggi. sedangkan Schumpeter memiliki pandangan yang lain bahwa perkembangan ekonomi itu bukan merupakan proses yang harmonis ataupun gradual. dalam masyarakat yang distribusi pendapatannya lebih seimbang. Dari Tahun 1925 hingga 1932. Pandangan tokoh yang satu ini memang berbeda dengan pemikiran Keynes ataupun Alfred Marshall bahwa perekonomian itu merupakan sebuah kehidupan organik yang tumbuh dan berkembang secara perlahan-lahan sebagai proses yang gradual. kurang dari 30 tahun. Setidaknya diperlukan sistem dinamik yang non-linear yang telah dibakukan untuk menangkapnya. David Richardo dan gurunya sendiri Alfred Marshall. Padahal. setelah menjalani profesinya. Schumpeter tidak begitu diakui di kalangan teman sejawatnya. Selama bertahun-tahun di Harvard. Ia dilahirkan di Triesch. Karena jasa-jasanya yang besar terhadap pemikiran ekonomi. Hal ini disebabkan karena pemikirannya kurang sesuai dengan pemikiran Keynes yang sedang naik daun pada masa itu. menjadikannya sebagai salah satu ekonom paling berpengaruh di abad ke-20. namun dia memiliki pengikut yang setia terhadap pemikirannya. Schumpeter bukan seorang ahli matematika. ia berusia 67 tahun.

3) pembukaan pasar baru bagi perusahaan. Bahkan. maka ekonomi tersebut akan jatuh dan hancur ( for an established company which in an age demanding innovation is not capable of innovation is doomed to decline and extinction). Berbagai inovasi yang diprakarsai oleh imitator dan speculator akan membuat gerakan siklus. Dalam kehidupan ekonomi yang makin modern. 2) memperkenalkan metode produksi baru. ii) keuntungan lebih. tapi telah menjadi keharusan.perubahan yang spontan dan terputus-putus dengan munculnya ide-ide baru yang kreatif dan inovatif. yaitu aplikasi dari ide-ide baru dalam tehnik dan organisasi yang akan membawa perubahan-perubahan dalam fungsi produksi. iii) akumulasi modal. 4) penemuan sumber-sumber ekonomi baru. jika tidak mampu memenuhi tuntutan inovasi. Itulah sebabnya mengapa inovasi ini membutuhkan proses yang lama dan berkelanjutan dalam pendayagunaan kreativitas individu dan transformasi proses kreativitas individu ke dalam kreativitas bersama. sehingga seolah-olah menjelma menjadi faktor pengganggu terhadap keseimbangan yang telah ada. kemudian berlanjut menjadi inovasi dalam output (barang dan jasa yang diproduksi) dan inovasi pada sumberdaya yang dimiliki. politik dan teknologi untuk merangsang semangat inovasi dan pelaksanaan ide-ide untuk berinovasi. jenis inovasi itu akan muncul bunga. kreasi dan inovasi ini lahir dari proses yang panjang. inovasi berpengaruh terhadap: i) temuan teknologi. inovasi bukan sekedar jargon. mulai dari tranformasi pengetahuan ke dalam invensi. Tentunya. inovasi dapat berbentuk: 1) memperkenalkan barang-barang baru atau barang-barang berkualitas baru yang belum dikenal konsumen. faster and cheaper. bahwa dalam ekonomi yang telah maju sekalipun. dan 5) menjalankan organisasi baru dalam industri yang mampu menciptakan efisiensi. Dalam perekonomian yang dinamis. Faktor utama penyebab perkembangan ekonomi adalah kualitas dari proses inovasi yang dilakukan oleh para entrepreuner. 3) tersedianya cadangan ide-ide baru secara 179 . dan segalanya menuntut do it better. Peter Drucker pernah mengingatkan. yang diintrepretasikan Schumpeter sebagai bagian dari pajak yang dibebankan pada entrepreneur oleh bankir sebagai gantinya inflasi. Kesemuanya itu dapat diwujudkan manakala dipenuhinya syarat-syarat seperti: 1) adanya calon pelaku inovasi dalam masyarakat. dan iv) proses peniruan (imitasi) teknologi. Inovasi akan mengerem siklus melingkar dari ekonomi stationer dan menghasilkan perkembangan ekonomi dengan posisi ekuilibrium baru pada tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Dalam hal ini. Unsur strategis dalam aktivitas entrepreneur adalah inovasi. Ini sesuai dengan ragam dan sifat pekerjaan yang terus berubah. 2) adanya lingkungan sosial. Menurut Schumpeter.

namun dalam jangka panjang sistem kapitalisme itu akan mengalami stagnasi. Schumpeter juga melepaskan 179 . menurut Schumpeter perusahan besar inilah yang akan mendorong perkembangan ekonomi yang lebih cepat.memadai. dia melepaskan pengaruh gurunya dengan mengembangkan teori bunga yang berbeda dengan Bohm-Bawerk. Ketika berumur dua puluhan. Memang. 2) runtuhnya rangka kehidupan masyarakat kapitalis. Tidak sekadar mengembangkan dan memperkuat beberapa kecenderungan dalam tulisan pendahulunya. industri dan perdagangan ini secara ekonomis membantu rajaraja tadi. dan besarnya perusahaan itu akan melemahkan kepemilikan swasta. melainkan lebih terbuka pada pengaruh-pengaruh di luar Austria. Dalam hal ini. tetapi dalam kapitalisme yang sudah maju kaum industrialis dan pedagang meruntuhkan kekuatan feodal karena mereka tidak mampu untuk mengatur atau memerintah karena memang mereka itu bukan ahli di bidang pemerintahan. dan 3) runtuhnya golongan-golongan politikus. Lebih jauh lagi. Jika ekonom Austrian School seperti Hayek dan Mises merubah warisan dari guru mereka dengan cara mereka sendiri. Sementara runtuhnya golongan politikus dapat ditelusuri melalui sejarah perkembangannya. Schumpeter menyatakan bahwa kemajuan teknologi itu dilakukan oleh para ahli dalam industri yang besar. dalam ekonomi liberal sistem kapitalisme merupakan sistem yang paling baik dalam menciptakan pembangunan ekonomi. Wiraswasta dalam arti pemimpin individual tak lagi berhak menaikan peranannya dalam perekonomian. dimana ia memiliki kontak pribadi secara langsung. Joseph Schumpeter pernah berpendapat bahwa dasar-dasar ekonomi dan sosial sistem kapitalisme itu akan runtuh. Bahkan. Schumpeter sangat terbuka pada pemikiran Walras yang dia kagumi sebagai seorang ekonom teoritis terbaik. Kemudian. Demikian halnya dengan runtuhnya rangka kehidupan masyarakat kapitalis. maka Schumpeter mencoba lebih jauh dengan melepaskan diri dari batasan-batasan yang dibuat dalam hasil karya pendahulunya. Dalam konteks dimana usaha sebagai fungsi wiraswasta. bahwa pada mulanya raja-raja feodal membantu tumbuhnya industri dan perdagangan secara politis melalui aturan-aturan yang menguntungkan mereka. dan 4) adanya sistem perkreditan yang menyediakan dana entrepreneur untuk merealisir ide tersebut menjadi kenyataan. atau dengan kata lain fungsi wiraswasta sudah usang. inovasi tidak lagi dilakukan oleh orang per orang tertentu ataupun merupakan pekerjaan rutin yang dipimpin oleh manejer yang ahli dalam perusahaan besar. Ia mendasarkan pendapatnya itu kepada tiga hal: 1) bahwa usaha itu adalah fungsi wiraswasta. Ia juga menyukai beberapa pengikut tradisi Anglo-Amerika.

siklus bisnis. kemudian menganalisis bagaimana kejadian dari krisis-krisis itu dapat dipisahkan dan dihubungkan dengan struktur ekonomi yang berubah. 17 179 . keunggulan bersaing.tradisi Austria dengan membentuk pendekatannya sendiri. inflasi. Pekerjaanya tidak hanya menyangkut pada jenis teori murni yang dibentuk oleh orang Austria sebelumnya. komponen penting yang perlu diantisipasi adalah tingkat permintaan dan persaingan industri. Socialism and Democracy (1942) yang menggambarkan tentang pentingnya elite entrepreneur untuk perubahan dan pertumbuhan. sedangkan faktor inflasi dan tingkat bunga dapat menentukan besaran biaya operasional dan biaya bunga. Sedangkan perubahan lingkungan global meliputi: kondisi ekonomi di beberapa negara mitra. lingkungan pekerja. permintaan asing terhadap produk perusahaan. dan untuk keberlangsungan kapitalisme. penguasaan pangsa pasar. dan perubahan faktor lingkungan global. Dalam hal ini. Pada abad ke-19. dan karakteristik persaingan. yang disebut sebagai salah satu toleransi metodologi. kebutuhan akan ketrampilan. nilai tukar dan pergerakannya. Sedangkan pada tingkat persaingan industri dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi industri. kondisi ekonomi di beberapa negara mitra dan nilai tukar berikut pergerakannya secara tidak langsung dapat berpengaruh pada penerimaan perusahaan. dan biaya penggunaan pemasok atau sumberdaya asing. Pada lingkungan pekerja. Dalam hal perubahan faktor lingkungan ekonomi. mulai dari The Theory of Economic Development (1912) hingga Business Cycles (1939) dan Capitalism. Teori siklus bisnis memiliki peranan penting karena banyak orang yang mempercayai keberadaanya. siklus bisnis dikonsepsikan sebagai krisis-krisis yang menganggu perkembangan ekonomi. sedangkan faktor permintaan asing terhadap produk perusahaan dan biaya penggunaan sumberdaya Pandangan Schumpeter mengenai pengaruh entrepreneur dalam perekonomian dapat ditelusuri melalui ideide cerdasnya yang dituangkan dalam berbagai buku yang pernah ditulis. Pada perubahan lingkungan industri. Perubahan lingkungan bisnis tersebut meliputi: perubahan faktor lingkungan ekonomi. Dalam hal ini. Dalam perkembangannya. ada beberapa komponen kritis yang perlu diantisipasi. lingkungan industri. hal-hal yang perlu dicermati adalah: upah pekerja. perubahan lingkungan bisnis tampaknya menjadi faktor dominan yang menentukan perubahan struktur eknomi. Dalam hubungan ini. dan serikat kerja. tetapi lebih luas dan merefleksikan harapan yang tinggi yang diletakannya pada ilmu ekonomi matematika dan studi empiris berorientasi kuantitatif17. dan tingkat bunga. pertumbuhan ekonomi secara tidak langsung mempengaruhi tingkat revenue perusahaan. Dalam konteks ini. kependudukan. para ekonom mulai mempercayai berulangnya krisis-krisis tersebut. permintaan industri dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. dan selera pelanggan. yaitu pertumbuhan ekonomi. dan lingkungan regulator.

akan semakin berfluktuasi besaran transaksi bisnis yang dihasilkan. 4) Siklus Kuznets – 15-20 tahunan. serta investasi. 3) Siklus Juglar – 9-10 tahunan. dan 4) fase ekspansi. kapasitas industri terpasang tidak dapat digunakan. Pola dari tren bisnis tersebut kemudian populer disebut sebagai siklus bisnis. 2) Siklus Kitchin – tiga tahunan. serta kembalinya kepercayaan dunia bisnis. Dalam periode kontraksi atau resesi. Menurut Nellis dan Parker (2000). Ketika permintaan konsumen dan profitabilitas mengalami pertumbuhan yang menurun. karena semua pelaku bisnis ingin secepatnya bangkit dari keterpurukan. dan kepercayaan bisnis merosot tajam. dan 5) Siklus Kondratiev – 48-60 tahunan. Sampai kapan periode depresi ini akan bertahan? Dalam kenyataannya. secara tidak langsung dapat mempengaruhi biaya-biaya perusahaan. harga-harga yang stabil bahkan menurun. Dengan demikian. 3) fase depresi. praktik-praktik bisnis itu tidak akan berlangsung stabil dalam jangka panjang melainkan akan mengalami pasang surut karena berkaitan dengan dan ditentukan oleh perubahan faktor lingkungan bisnisnya. produksi dan kesempatan kerja juga berkurang. yaitu 1) fase puncak. 18 179 . Kondisi ini merupakan kondisi terburuk dalam suatu perekonomian atau yang kemudian disebut sebagai periode trough atau depresi. Semisal. Semakin intensif gelombang pasang surut perubahan lingkungan bisnis itu berlangsung. masing-masing siklus bisnis tersebut bertalian dengan suatu periode puncak yang menunjukkan permintaan konsumen meningkat dengan cepat serta investasi dan laba bisnis adalah tinggi. akumulasi nilai dari transaksi bisnis tersebut dalam jangka panjang akan membentuk sebuah tren bisnis yang terpola secara fluktuatif seiring dengan perubahan faktor-faktor lingkungan bisnis. maka aktivitas bisnis akan terus merosot dan berimbas pada meluasnya pengangguran yang semakin berat. perubahan lingkungan bisnis memiliki implikasi praktis terhadap penyelenggaraan praktik-praktik bisnis. yang pada awalnya diciptakan Schumpeter (1939). Gelombang pasang surut perubahan lingkungan bisnis ini pada gilirannya akan menentukan besaran transaksi bisnis yang dihasilkan. dapat dibedakan berdasarkan durasi waktu kejadiannya: 1) Siklus musiman – satu tahunan. 2) fase kontraksi. maka kemudian periode puncak berubah menjadi periode kontraksi. Semangat itulah yang kemudian mendorong upaya pemulihan ekonomi seiring dengan tumbuhnya investasi dan kesempatan kerja. siklus bisnis merupakan fluktuasi tingkat aktivitas bisnis dalam perekonomian yang disebabkan oleh adanya perubahan pada kondisi permintaan. Sejak itu periode depresi segera berakhir dan kondisi Secara alami. Klasifikasi berikut. periode depresi tidak akan dapat bertahan lama. Secara agregat. khususnya naik turunnya investasi. tidak semua siklus ekonomi beroperasi dalam ukuran yang sama (the same yardstick). jika tidak dapat dilakukan perbaikan ekonomi. Dalam hal ini. Siklus bisnis18 tersebut berproses melalui empat fase.asing.

Faktor-faktor penentu stabilitas seperti: (1) semakin sempurnanya aliran modal. ketika bisnis telah memasuki dunianya yang berbeda dengan sebelumnya. dan dengan skala yang besar itu. Socialism and Democracy tidak sama dengan skema Karl Marx. faktor yang menentukan di sini adalah kebangkitan rasionalisme. akan dapat mengantarkan para pelaku bisnis mengetahui tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana bertindak. sehingga resesi dapat ditekan terjadinya. creative destruction dan evolusi ekonomi juga menjadi perhatian Schumpeter. seperti yang dinyatakan oleh Schumpeter dalam bukunya Capitalism. Hingga pada dekade 1990. maka bisnis pun secara organisasional dan operasional telah berubah serta semakin menunjukkan identitas dan karakter sistemnya. Tentang kejatuhan kapitalisme. Ringkasnya. Kecenderungan umum yang terjadi menunjukkan bahwa ketika perusahaan berkembang semakin besar maka perasaan kemanusiaan semakin tak dimiliki. Hal ini ditunjukkan oleh pujian Schumpeter terhadap entrepreneur. tetapi di negara lain siklus bisnis masih muncul. Seperti yang dikatakan dalam analisis Karl Max. dan (3) pemahaman pemerintah yang semakin baik terhadap kondisi perekonomian dapat mencegah perekonomian menuju resesi. namun ia juga 179 .perekonomian kembali mengalami pertumbuhan atau yang disebut sebagai periode ekspansi. dimana aktivitas inovasi ditransformasi menjadi kegiatan administrasi rutin yang dilakukan oleh orang-orang bergaji dan para pemegang saham. siklus bisnis tampaknya semakin berkurang kualitasnya. Namun dalam perkembangan selanjutnya. apakah siklus bisnis dapat dihindari? Seiring dengan berjalannya waktu. Dalam hal ini. inovasi seakan merupakan hak dari pemimpin-pemimpin industri. banyak dari kalangan ekonom menilai bahwa siklus bisnis telah mati. namun tidak akan ada kekuatan yang mampu menghadang terjadinya resesi itu. yaitu suatu dunia kehidupan yang penuh dengan dinamika dan ketidakpastian. Di Amerika Serikat siklus bisnis sudah tidak terjadi. (2) kebijakan pemerintah semakin terbuka dan dapat diprediksi. Sungguhpun penyebab resesi sudah dikenali. menurut Schumpeter akan muncul sebagai hasil (bukan dari kegagalan) dari kesuksesan kapitalisme yang dikaitkan dengan takdir dari elite entrepreneur. hingga pada gilirannya kondisi itu akan kembali menuntun pada suatu periode puncak yang baru dengan siklusnya yang akan berulang kembali. Mengenai monopoli. Kejatuhan kapitalisme. yang membuat kapitalisme berkembang tetapi dihancurkan oleh sekat-sekat sosial yang terbentuk di dalamnya. kemudian muncul pertanyaan. dengan memahami secara komprehensif tentang siklus bisnis dengan segala implikasinya. Di saat itulah berlangsung proses depersonalized.

cenderung terspesialisasi dalam rutinitas ekonomi dan transformasi inovatif. Sebaliknya. oleh perusahaan-perusahaan lain tidak dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan bahkan 179 . Dalam konsep creative destruction. dan Capitalism. Socialism. Ia melihat kekuatan monopoli sebagai insentif yang pas dan reward yang tepat bagi entrepreneur yang berinovasi. dan Democracy. atau dalam koevolusi antara kehidupan ekonomi dan sosio-politis (capitalism). Dalam ilustrasi ini. Untuk alasan-alasan penolakannya terhadap follow the crowd. Bahkan. kemunculan perusahaan-perusahaan baru yang jumlahnya cukup banyak. dan untuk pertama kalinya dia menunjukkan konsep ini secara eksplisit dalam bukunya Capitalism: Butir penting untuk dimengerti ketika menghadapi kapitalisme yaitu kita berhadapan dengan proses evolusioner…(hal itu merupakan proses) yang terus menerus merevolusi struktur ekonomi dari dalam (from within) yang senantiasa menghancurkan bagian lama dan senantiasa menghasilkan bagian baru. telah dituangkan dalam bukunya yang berjudul Evolutionary Trilogy: The Theory of Economic Development. Selanjutnya. Namun dalam perkembangannya. Upaya Schumpeter membahas evolusi sosial dan ekonomi. dalam analisis kuantitatif mengenai evolusi gelombang ekonomi. evolusi ekonomi ditandai oleh kreasi baru dan penghancuran terhadap produk dan proses lama. Hal itu terkandung dalam kapitalisme dan harus dihadapi kapitalis yang ingin berlanjut (Schumpeter 1942: 82-83). Kekuatan dari analisis yang dilakukan Schumpeter sesungguhnya bisa diperoleh dengan mengkombinasikan ranah studi secara lebih sistematis. Schumpeter mengilustrasikan proses ekonomi yang tertuang dalam konsep creative destruction atau penghancuran kreatif. yaitu inisiatif swasta daripada kebijakan publik. Schumpeter dengan mudah menunjukkan bahwa konsep tersebut menyebar pada seluruh trilogi evolusi. Dalam hal ini. Ia tetap menentang implikasi kebijakan dari ide-ide Keynes yang dianggapnya sebagai ancaman bagi tumbuhnya inovasi yang merupakan faktor pendorong dalam ekonomi. analisis-analisis yang ditemukan dalam buku-buku tersebut belum diintegrasikan dengan berbagai penelitian terkini. Business Cycles. yang akan menikmati kekuatan tersebut hanya pada jangka waktu yang terbatas. evolusi ekonomi itu bukan merupakan proses pertumbuhan sederhana dimana seluruh sektor dalam kehidupan ekonomi berekspansi secara seimbang. Pertama. hingga kemudian dipatahkan dan digantikan dalam rantai creative destruction oleh monopoli dari inovator yang menyusul berikutnya. Schumpeter berusaha menjelaskan mengenai perubahan ekonomi dengan cara-cara di luar pola yang umum.meminta kepada ekonomika Keynesian untuk memakluminya bahwa ia sangat menentangnya. Proses penghancuran kreatif merupakan fakta penting mengenai kapitalisme.

Hal ini terlihat jelas pada keuntungan jangka panjang para kapitalis dari evolusi tersebut. Dia memakai konsep itu pada buku War and Capitalism. bahwa: Dari penghancuran. Schumpeter menekankan respons kreatif karena dia terlibat dalam pendirian Harvard Research Center dalam Sejarah Entrepreneur. yang selanjutnya menjadi tantangan permanen bagi lembaga kapitalisme. jiwa kreasi muncul. Kurang dari dua bulan sebelum ia meninggal. Oleh sebab itu.mengganti bidang spesialisasinya. dan para pekerja yang kehilangan pekerjaannya menghadapi tekanan yang berat karena kehilangan kesejahteraan (welfare loss). kurangnya kayu dan keperluan hidup sehari-hari… mendorong penemuan substitutis terhadap kayu. Istilah creative destruction 19 menjadi ambigu jika dipertimbangkan dalam konteks dimana Schumpeter menggambarkannya secara terpisah-pisah. 19 179 . namun masih terlalu umum untuk berbicara mengenai creative destruction dalam literatur strategi bisnis dan perubahan struktural. Akibatnya. dan Schumpeter. Oleh sebab itu. Sekalipun konsep creative destruction dari Schumpeter telah menggambarkan secara efektif mengenai evoulusi capitalis. sehingga masalah destruction menjadi jelas. dan saat itu ia harus kembali pada keseluruhan proses yang menghasilkan evolusi berbentuk gelombang. proses creative destruction merupakan konsep yang merefleksikan perjuangan kompetitif dan fokus terhadap reaksi-reaksi atas hilangnya kesejahteraan sementara pada tingkat mikro dan makro. perusahaan-perusahaan itu tereliminasi dan lenyap dalam proses evolusioner. memaksa penemuan substitusi dari kayu. anggota terkemuka dari German Historical School. ada sedikit keraguan bahwa ia akan terus berfokus pada “proses destruksi kreatif” yang kita lihat sebagai inti dari kapitalisme (Schumpeter 1942:104). Oleh sebab itu. Pemaknaan ini muncul dari Werner Sombar. Dalam hubungan tersebut. Dia mengilustrasikan mengenai ini dengan mengambil contoh tentang destruction masal dari hutan Eropa. Helmstadter dan Perlman (1996:1) menyatakan bahwa konsep creative destruction merupakan suatu slogan yang asal-asalan (careless) yang tidak perlu diperhitungkan. inovasi enterepreneur muncul pertama kali melalui bekerjanya sistem ekonomi yang menyebabkan destruksi terhadap cara-cara lama. karena masih merupakan pertanyaan terbuka apakah hal itu merupakan konsep yang operasional. memaksa penggunaan batu bara untuk memanaskan. Karena paling sedikit ada tiga konsep creative destruction yang dapat saling menghubungkan konsep-konsep ini atas penemuan Sombart. Simon. Secara harafiah konsep creative destruction dalam beberapa aspek memiliki sifat creative. Dalam tulisan pada Tahun 1947. proses industri sebenarnya yang menghasilkannya dan dalam melakukannya merevolusi struktur ekonomi yang ada”. di menjawab isu makroskopik mengenai siklus bisnis. Oleh sebab itu. namun pada Tahun 1947 dia memikirkan kembali konsep tersebut dan menggantinya dengan response kreatif. Schumpeter (1949: 326) menyatakan: “kita harus meneliti berdasarkan sejarah. Dalam pandangan Schumpeter. kreasi merupakan kejadian yang relatif independen dan bukan merupakan respons adaptif terhadap kekurangan atau tekanan lainnya. memaksa penemuan koka untuk Schumpeter pada Tahun 1942 menulis konsep creative destruction sebagai bagian utama dari kemajuan. tetapi ia masih mempertimbangkannya sebagai suatu akspek terbatas dari keseluruhan proses destruksi kreatif. Hal ini mengindahkan fakta bahwa Schumpeter tidak pernah membuang visinya mengenai destruksi kreatif.

Namun. maka perusahaan-perusahaan itu akan membuang cara-cara kerja yang lama dan menghindari destruksi organisasi. maka perusahaan-perusahaan itu mulai mencari inovasi atau imitasi cara-cara yang lebih baik. Jika berhasil. Dari kejadian ini. misalkan karena tekanan kompetitif. 1913: 207). tampaknya tidak cukup hanya dengan berinovasi. Herbert Simon (1982) berpendapat bahwa destruction itu bukan destruksi sumberdaya yang sesungguhnya. 179 . karena proses kompetitif dalam creative destruction ini mengalami penurunan yang cukup tajam. Bahwa peristiwa-peristiwa ini memungkinkan perkembangan yang luar biasa dari kapitalisme pada abad 19. perusahaan-perusahaan tua dipilih dan yang lain bertahan dari cara-cara lama yang merusak. perusahaan-perusahaan akan tetap mengikuti cara-cara kerja yang rutin manakala masih mampu mempertahankan kinerja yang memuaskan. Mengenai konsep creative destruction ini oleh Schumpeter diformulasikan dengan skema analitis evolusi dalam pembangunan dan siklus ekonomi. dan tidaklah diragukan lagi oleh orang-orang yang berpengalaman (Sombart. inovasi enterepreneur muncul pertama kali melalui bekerjanya sistem ekonomi yang menyebabkan destruksi terhadap cara-cara lama. Menurut skema ini. Pada akhirnya. ketika hal tersebut tidak lagi terjadi. Dalam pandangan Schumpeter. Sistem ini diasumsikan memiliki equilibrium yang membiarkan beroperasinya agen-agen ekonomi dalam cara-cara kerja yang biasa dilakukan. creative merupakan kejadian yang relatif independen dan bukan merupakan respons adaptif terhadap kekurangan atau tekanan lainnya.menghasilkan besi. akan tetapi ancaman potensial bagi keberlangsungan perusahaan hingga menyebabkan munculnya perubahan dalam cara-cara kerja yang rutin. hanya cara-cara lama yang dibaharui yang dapat bertahan dan eksis dalam perekonomian. (2) Inovation: kondisi equilibrium awal akan hancur ketika inovator-inovator memulai usahanya. Pandangan ini sesuai dengan transformasi mengenai cara bercocok tanam di masyarakat Belanda pada abad ke -19. Hal ini akan meningkatkan perekonomian. Menurut model Simon. Oleh sebab itu. evolusi dari cara-cara kerja dalam perekonomian akan terjadi melalui rangkaian kejadian-kejadian berikut: (1) Initial equilibrium: bahwa titik equilibrium awal dari suatu sistem ekonomi didasarkan pada cara-cara kerja yang solid. namun secara perlahan arus inovasi menghilang karena terbatasnya kemampuan berinovasi dalam kondisi di luar equilibrium awal. Terkait dengan creative destruction ini. (3) Ekuilibrium yang diperbarui melalui creative destruction: untuk dapat mempertahankan suatu perekonomian yang terus meningkat.

Teori Post Keynesian mendasarkan teorinya pada keadaan waktu sekarang seperti tingkat bunga. Ringkasnya. dan 2) analisis mengenai perubahan struktural. dari skema Schumpeter mengenai evolusi ekonomi hanya terdapat dua konsep yang saling berhubungan. Dalam teori ini. bahwa sungguhpun konsekuensi dari evolusioner adalah kenaikan dalam standar umum kehidupan. R. I. tenaga kerja. W. Mereka yang tergabung dalam kelompok ini diantaranya: Alvin Hrvey Hansen (1887-1975). Reaksi sejenis itu mendorong tindak kekerasan yang terus meningkat terhadap setiap pencapaian dari evolusi kapitalis dari para pekerja yang didukung oleh kaum intelektual. Menghadapi dua persoalan tersebut. dan 2) Apakah pendapatan itu benar-benar bertambah pada tingkat sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terjadinya inflasi secara terus menerus. konsep destruksi kreatif dapat dipandang sebagai alat utama untuk menghubungkan ilmu ekonomi dan sosiologi dalam masyarakat kapitalis. berbagai teori yang mereka kembangkan disebut dengan Teori Post Keynesian. Zchenery dan Moises Syrquin. dan selera dalam perspektif jangka pendek. TEORI POST-KEYNESIAN Sebutan Neo-Keynesian atau Post Keynesian sebenarnya dialamatkan kepada para pemikir ekonomi yang tergabung dalam kelompok penerus ajaran Keynes. teknologi. dalam aliran Post Keynesian dikenal beberapa teknik/ model analisis yang relevan untuk digunakan. Harrod dan Evsey Domar. Proses ini menciptakan reaksi sosio-politis yang dapat mengubah fungsi masa depan secara radikal. namun reaksi sosiopolitis tetap ada. yaitu koevolusi perekonomian dan sistem sosio-politik. John R. Reaksi-reaksi ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa kapitalisme masih mengandung instabilitas dari creative destruction.B. Menurut Schumpeter. Orang-orang yang merasa kehilangan akan cenderung bereaksi dengan kebencian dan melupakan isu penerimaan kaum kapitalis jangka panjang.E. Kedua model analisis ini akan dijelaskan secara komprehensif sebagai berikut: 179 . H. persoalan penting yang dihadapi adalah: 1) Syarat-syarat apakah yang diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan yang mantap pada tingkat kesempatan kerja penuh tanpa mengalami deflasi ataupun inflasi. Hicks (1904-1984). Wassily Leontief (1906-1981). Argumentasinya jelas. Simon Kuznets (1901-1985). diantaranya adalah 1) analisis mengenai pertumbuhan yang mantap. Oleh karena itu. dan masih banyak lagi tokoh pemikir lainnya.(4) Evolusi ekonomi sebagai proses creative destruction: evolusi ekonomi dan cara-cara lama dalam sistem perekonomian pada kondisi equilibrium dapat merusak daya inovatif. Arthur Lewis.

karena tidak mengatasi masalah-masalah ekonomi dalam jangka panjang. bahwa bertambahnya barang-barang modal yang terdapat dalam masyarakat akan dengan sendirinya menciptakan pertambahan produksi nasional dan pembangunan ekonomi. Menurut mereka. analisis Keynes dianggap kurang lengkap. Harrod-Domar memberikan perhatian yang serius terhadap pembentukan modal dalam kegiatan ekonomi. Pandangan inilah yang membedakan pandangan kaum Klasik dan Keynes yang memberikan perhatian hanya pada satu aspek saja dari pembentukan modal.1) Analisis Pertumbuhan yang Mantap (Steady Growth) Dalam pandangan kaum klasik. yaitu akan mempertinggi tingkat pengeluaran masyarakat. pembentukan modal merupakan pengeluaran yang akan meningkatkan jumlah barang-barang modal dalam masyarakat. Keadaan ini bisa terjadi karena berlakunya hukum supply creates its own demand. Harrod mengemukakan teori tersebut pada Tahun 1939 dalam Economic .E. yaitu mengabaikan sama sekali peranan pembentukan modal sebagai pengeluaran yang akan mempertinggi kesanggupan sektor perusahaan untuk menghasilkan barang-barang yang diperlukan masyarakat. yaitu R.Journal. Manakala barang-barang modal tersebut bertambah. Kondisi yang sebaliknya terdapat dalam analisis Keynes. Sebenarnya teori tersebut dikembangkan oleh kedua ahli ekonomi itu secara terpisah. maka dengan sendirinya produksi dan pendapatan nasional akan meningkat dan pembangunan ekonomi akan tercipta. Dengan anggapan ini. Dalam analisisnya. Harrod dan Evsey Domar. 20 179 . Oleh karena itu dalam menganalisis penanaman modal. maka selanjutnya dikenal sebagai teori Harrod-Domar. Dalam analisis Keynes perhatian lebih ditekankan pada masalah kekurangan pengeluaran masyarakat. Akan tetapi karena inti dari teori tersebut sama. pembentukan modal dipandang sebagai pengeluaran yang akan menambah kesanggupan suatu perekonomian untuk menghasilkan barang. karena ia menganggap tingkat kegiatan ekonomi ditentukan oleh tingkat pengeluaran seluruh masyarakat dan bukan pada kesanggupan barang-barang modal dalam memproduksikan barang-barang dan jasa. ataupun sebagai pengeluaran yang akan menambah permintaan efektif masyarakat. maka kaum klasik tidak memberikan perhatian kepada fungsi kedua dari pembentukan modal dalam perekonomian. Model analisis Harrod-Domar20 merupakan perluasan dari model analisis Keynes mengenai kegiatan ekonomi secara nasional. Dalam hal ini. Tujuan dari analisis Harrod-Domar adalah untuk menutup kelemahan tersebut. kemudian menyusul Domar pada Tahun 1947 dengan mengemukakan teorinya dalam American Economic Review. Teori Harrod-Domar untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh dua orang ahli ekonomi sesudah Keynes. kegiatan tersebut terutama dipandang sebagai tindakan untuk memperbesar pengeluaran masyarakat.

Dengan demikian. Sifat eksogen mengandung arti bahwa pertumbuhan tenaga kerja tidak dipengaruhi oleh variabel-variabel yang lainnya dalam suatu perekonomian. hal-hal yang diketahui sekarang sebagai pangkal tolak dalam kerangka pemikiran Harrod adalah bahwa selama periode t. sehingga (Sa = Sp). Dalam konteks ini. baik tabungan ex-ante maupun ex-post akan sama dengan investasi ex-post ( atau Sa=Sp=Ip). Selanjutnya. maka pada masa berikutnya perekonomian tersebut mempunyai kesanggupan yang lebih besar untuk menghasilkan barang dan jasa. (5) Dalam Model Harrod. tabungan ex-post selalu sama dengan investasi ex-post. bahwa apabila pada suatu waktu tertentu dilakukan sejumlah pembentukan modal. pertumbuhan tenaga kerja dengan laju yang konstan itu dinyatakan dengan huruf n. tabungan ex-ante (Sa) seluruhnya dapat dicapai dan kemudian menjadi tabungan ex-post (Sp) pada akhir periode t. Dengan kata lain. Model analisis Harrod-Domar dibangun berdasarkan beberapa postulat. Hal ini berarti bahwa hasrat menabung itu berlangsung dengan laju yang konstan. begitupun dengan teknologi. S=∫(Y) dan S = sY. keduanya terwujud dalam periode t itu.Analisis ini mampu menunjukkan suatu kenyataan yang diabaikan dalam analisis Klasik ataupun dalam analisis Keynes. sehingga n = ΔL/L. Permasalahan yang muncul kemudian adalah bagaimana investasi ex-ante (Ia) yang semula direncanakan pada awal periode t. tidak megalami perubahan. dibandingkan dengan investasi ex-post (Ip) yang terlaksana selama periode t itu juga? (3) Dalam model Harrod. (4) Tenaga kerja atau faktor L dianggap sebagai faktor eksogen. s mencerminkan hasrat menabung (propensity to save) baik dalam arti rata-rata maupun dalam arti tambahan (incremental or marginal propensity to save). Dalam hal ini. sepadan dengan laju pertumbuhan pendapatan. Postulat ini digunakan oleh Harrod untuk menyederhanakan kerangka pemikiran selanjutnya. Bagian proporsional yang dimaksud dapat dinyatakan sebagai nisbah tabungan terhadap pendapatan nasional (ratio of saving to national income. cadangan modal atau faktor C dianggap tidak mengalami depresiasi. tabungan yang direncanakan (tabungan ex-ante) seluruhnya dapat terealisasi. (2) Selama periode tertentu t. jumlah C dan L yang diperlukan untuk menghasilkan tingkat produksi tertentu (O=Y) dianggap telah berada dalam kondisi keseimbangan yang ajeg. 179 . Dengan kata lain. diantara adalah: (1) Tabungan (S) sebagai fungsi dan bagian proporsional yang konstan dari pendapatan nasional (Y). savings-ratio) yang bersifat konstan: s = S/Y.

(6) Dalam model analisis Harrod. Dalam hal ini. maka setiap tingkat produksi senantiasa digunakan tenaga kerja dengan jumlah L/u. ΔCat = Iat dan ICOR adalah ΔCat/ΔYat atau Iat/ΔYat. ICOR. dengan mengacu dalil LOR yang konstan. maka tingkat produksi maksimal masih bisa meningkat. Namun. Artinya ΔC = Iat dan ICOR adalah Iat/Yat. Maka dari itu. Dengan memperhatikan serangkaian postulat dalam model Harrod. dan (ii) tambahan cadangan modal (ΔC) atau investasi neto dalam arti ex-ante (Ia) dikaitkan dengan tambahan pendapatan yang diharapkan dan dianggap memadai oleh para usahawan/calon investor. maka kini dapat disimak kesimpulan-kesimpulan pokok yang menonjol dari gagasan teoritisnya. Hal itu telepas sama sekali dari besar kecilnya stock modal. Oleh karena nisbah tersebut sifatnya konstan. maka hasil produksi maksimal adalah L/u. average capital-output ratio dianggap sama dengan incremental capital-output ratio. Artinya. (7) Labour-output ratio (LOR) yang bersifat konstan dinyatakan dengan huruf u dan mencerminkan nisbah penggunaan jumlah tenaga kerja terhadap hasil produksi total. walaupun hal itu tidak dinyatakan secara eksplisit. maka laju maksimal dari pertumbuhan produksi dan pendapatan ditentukan oleh laju pertambahan tenaga kerja (yang bersifat eksogen). jika semua tenaga kerja digunakan secara penuh. Perbedaan antara dua pengertian mengenai ICOR tersebut penting untuk diperhatikan karena menjadi pertimbangan dalam menentukan tingkat investasi (ex-ante). ICOR ditafsirkan dalam dua pengertian: (i) sebagai nisbah tambahan modal (ΔCt) yang terlaksana dalam periode t ( Ipt=investasi ex-post) terhadap tambahan pendapatan yang diperoleh dalam periode t itu juga (ΔYt). gagasan Harrod didasarkan atas capital-output ratio (C/Y) dan labour-output ratio (L/Y) yang konstan. 179 . Jika pada awal suatu periode semua tenaga kerja digunakan secara penuh.fungsi produksi dalam Model Harrod mengacu kepada pola produksi dengan koefisien tetap (fixed coefficients). Sebab. maka laju pertumbuhan produksi dan pendapatan Y/Y tidak mungkin melebihi laju pertambahan tenaga kerja n yang sifatnya konstan. hal yang penting bagi para investor adalah agar mereka puas dan dapat mempertanggungjawabkan tambahan investasi yang dilakukannya selama periode t. Pada saat jumlah tenaga kerja bertambah dengan laju n. karena hal itu telah membawa tambahan pendapatan pada tingkat yang memang diperkirakan semula. akan tetapi hanya untuk sementara waktu dan tidak secara permanen. Dengan kata lain ΔCt = Ipt dibagi ΔYt atau Ipt/ΔYt. dalam pemikiran Harrod ternyata lebih mengutamakan peranan ICOR (ΔC/ΔL). Dalam hal ini. yaitu ΔC/ΔL. Pada akhir periode t.

khususnya berkenaan dengan ekonomi pembangunan dan kebijaksanaan pembangunan negara-negara berkembang. Penjelasan mengenai hubungan antara laju pertumbuhan. Cara-cara semacam ini mengandung ramifikasi penting. sehingga laju pertumbuhan g = s/k. Dalam model Harrod. atau secara kuantitatif dinyatakan bahwa laju pertumbuhan adalah sama dengan savings ratio dibagi COR. S = ΔC = I. Satu sama lain memiliki arti bahwa laju pertumbuhan adalah sama dengan hasrat menabung dibagi COR. maka laju pertumbuhan produksi dan pendapatan juga konstan. Persamaan dasar ini menunjukkan suatu perimbangan yang diperlukan untuk mempertahankan equilibrium antara tabungan dan investasi dalam perkembangan waktu. dan COR seperti diuraikan di atas merupakan penafsiran pokok yang paling sederhana dalam kesimpulan teori Harrod. yaitu meningkatkan savings ratio disertai dengan penurunan COR. hal itu satu sama lain memiliki arti peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumberdaya dan dana secara efektif dalam produksi nasional. sehingga s = S/Y = I/Y. dan seluruh tabungan yang ada tersalur sebagai investasi neto. bahwa g = s/k. tabungan-investasi. Tabungan dan Capital-Output Ratio Dalam pembahasan ini. capital coefficient atau Incremental Capital-Output Ratio (ICOR) disimbolkan dengan k (Istilah capital coefficient atau Incremental Capital-Output Ratio menunjuk pada hubungan antara penggunaan modal dan tambahan pendapatan yang diperoleh dari penggunaan modal itu). Sebab. k = C/Y ataupun k = I/ΔY (karena C = I). hasrat menabung sebagai bagian proporsional dari pendapatan nasional. pertumbuhan dapat ditingkatkan dengan menambah tabungan sebagai bagian dari pendapatan nasional (meningkatkan savings ratio) atau dengan menurunkan COR ataupun dengan kedua-keduanya. savings ratio. Dalam hal ini. investasi yang terlaksana dalam suatu periode tertentu (investasi ex-post) dianggap sama dengan tabungan ex-ante maupun tabungan ex-post dalam periode yang bersangkutan sehingga Sa = Sp = Ip. Perlu diingat disini bahwa perhatian Harrod berkisar pada pertumbuhan produksi dan pendapatan yang berproses dalam perkembangan dan perubahan keadaan equilibrium. Dalam suatu perekonomian. 179 . Seperti diketahui.2) Laju Pertumbuhan. ΔY/Y = I/Y: I ΔY. Karena s dan k dianggap konstan. disimbolkan dengan huruf s dan s = S/Y. laju pertumbuhan disimbolkan dengan huruf g dan g = ΔY/Y. dan selanjutnya rumus g = s/k ini menjadi persamaan dasar dalam model analisis Harrod. Tabungan tergantung dari pendapatan dan bagaimana mengenai investasi? Investasi dilakukan oleh pihak golongan yang lain berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sendiri. Dalam pembahasan selanjutnya.

dimana kr mencerminkan COR yang dianggap perlu (required COR). 179 . Dengan begitu. sehingga Y/C = 1/k. baik dalam arti rata-rata (average propensity to save) maupun dalam arti tambahan (marginal propensity to save). Selanjutnya. laju pertumbuhan pendapatan di masa datang mengandung berbagai kemungkinan untuk tambahan balas jasa yang memadai atas tambahan investasi yang hendak direalisasikan. Keduanya dianggap sebagai besaran yang konstan. hasrat menabung. Dalam hubungan inilah muncul arti dan relevansi konsepsi Harrod mengenai warranted rate of growth dan natural rate of growth maupun mengenai azas acceleration. k. Sebab. sebagai berikut: Y= Y= s= I= Q= tingkat produksi dan pendapatan aktual (yang secara nyata ada). dalam model analisis Domar dibentuk susunan formal dengan mempergunakan formula yang penggunaannya mirip dengan model Harrod. Laju pertumbuhan itu menambah investasi melalui azas akselerasi. q = 1/kr. dan q = 1/kr dianggap sebagai besaran konstan. produksi dan pendapatan potensial yang dapat dicapai secara maksimal (maximum potensial level of national income). Arus investasi produktivitas investasi potensial. dan 2) investasi menambah persediaan stock modal sehingga akumulasi modal yang bersangkutan meningkatkan potensial kemampuan berproduksi di masa datang untuk mencapai tingkat pendapatan secara maksimal. besar kecilnya tambahan investasi sangat terkait dengan peningkatan pendapatan nasional yang dianggap memadai. para investor dapat mempertanggungjawabkan pelaksanaan dari tambahan investasi itu. pengertian ini mencerminkan produktivitas modal Y/C. perihal peranan investasi. Pengertian ini merupakan kebalikan dari COR. Azas ini menunjuk pada hubungan (relation) antara kenaikan pendapatan dan kenaikan investasi: jumlah investasi yang dikehendaki atau dianggap perlu dalam suatu periode tertentu tergantung dari tingkat kenaikan produksi (atau laju pertumbuhan pendapatan). yaitu 1) investasi menentukan tingkat pendapatan secara aktual melalui proses multiplier. yaitu produksi atau pendapatan dibagi jumlah modal yang terkait dengan hasil produksi per unit modal. Memadai disini dimaknai bahwa laju pertumbuhan di masa datang harus memberi imbalan jasa yang memuaskan bagi tambahan investasi.Bagaimana dengan investasi ex-post yang sudah terlaksana dibandingkan dengan investasi ex-ante pada awal periode? Investasi ex-ante mencerminkan pertimbangan dan harapan para investor mengenai laju pertumbuhan pendapatan yang dianggap memadai dari sudut investasi yang hendak dilaksanakan. Pengertian ini analog dengan natural rate of growth versi Harrod. Dalam pandangan para investor. Laju pertumbuhanh pendapatan yang memadai sebagaimana dimaksud oleh Harrod disebut sebagai warranted of growth. Sedangkan pada model analisis Domar berkisar pada peran ganda dari investasi dalam proses ekonomi. Dalam kondisi ini. Dalam konteks model analisis Domar hal itu ditafsirkan sebagai produktivitas potensial (dan maksimal).

. ataupun dengan Dalam analisisnya. Maksud utama kajian Domar adalah untuk menentukan laju pertumbuhan investasi yang diperlukan agar dapat dipertahankan kondisi Y = Ϋ itu.. equilibrium memerlukan laju pertumbuhan investasi Ϊ/I harus sama denga q/s. Dengan cara mensubtitusi satu identitas dengan identitas yang lain. dan 2) COR adalah besaran yang konstan. (2) Tingkat pendapatan aktual ditentukan melalui proses multiplier adalah Y = I/s * I.. (Domar) (Harrod) 179 .. (1) . 3) Persamaan dan Perbedaan dari Model Harrod dan Model Domar Analogi hasil pemikiran Harrod dan hasil pemikiran Domar menyebabkan kepustakaan internasional mengenal pertumbuhan mengacu kepada model Harrod-Domar... maka Ϋ = qL adanya perubahan pendapatan dalam perkembangan waktu: Ϋ = I/s*I .. yaitu q = Ϋ/L. Domar mendasarkan pada kondisi ekonomi yang equilibrium dengan kesempatan kerja penuh. atau Ϊ/I = sq . sehingga Y = Ϋ.... Dalam model Domar. sehingga q = 1/k.. yang lebih penting adalah bagaimana agar ΔI/I=sr/kr. Dari persamaan (3). kini tampak adanya identifikasi formal antara dua persamaan dasar yang dimaksud di atas. Dalam hal ini.Tingkat perubahan pada kapasitas produksi yang potensial bersangkut paut dengan tingkat investasi tertentu. Dari ulasan ini juga nampak analogi persamaan (3): Ϊ/I = sq dengan persamaan dasar dalam model Harrod: g =s/k ataupun dengan memandang pada perubahan dalam perkembangan waktu g = Y/Y = s/k. Laju pertumbuhan investasi yang dimaksud terletak pada tingkat sq yang proporsional dan konstan. (3).. laju pertumbuhan investasi sangat diperlukan agar tingkat pendapatan aktual tetap sama dengan tingkat pendapatan potensial dan maksimal. bagi Harrod memerlukan persyaratan agar ΔY/Y = gr = sr/kr (required growth = required saving ratio dibagi required capital output ratio). Oleh karena q adalah besaran konstan. Equilibrium dalam pertumbuhan. maka implikasinya ialah bawa Ϋ = Ϋ. Jika Y = Y hendak dipertahankan. Nilai q merupakan produktivitas investasi atau nilai kebalikan dari capital output ratio (k). yaitu : g = ΔY/Y = s/k Dalam hal ini: ΔI/I = s/k ΔI/I = s*q Dalam hal ini q = 1/k Postulat yang mendasari model Harrod dan model Domar adalah: 1) kondisi equilibrium ditandai oleh laju pertumbuhan yang proporsional dan konstan dalam perkembangan ekonomi. Dengan memperhatikan persamaan (1) dan (2) diperoleh qΪ = 1/s*I.

Perkiraan itu bisa tepat. pendapatan nasional baru akan bertambah —dan pertumbuhan ekonomi tercipta— jika pengeluaran masyarakat mengalami kenaikan dibandingkan dengan masa sebelumnya. ia berpendapat bahwa investasi yang dilakukan cenderung berada di bawah tingkat yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan pendapatan yang potensial dan maksimal. walaupun kapasitas produksi bertambah.Dalam model Harrod hal itu dikaitkan dengan tingkat bunga yang bersifat kaku dalam jangka pendek. 5) hasrat menabung marjinal (marginal propensity to save) dan capital coefficient (rasio antara capital dan output) adalah tetap. Harrod-Domar menyatakan bahwa investasi dapat menaikan kapasitas produksi dan pendapatan. 2) tidak ada pemerintah dan perdagangan luar negeri. melainkan oleh kenaikan pengeluaran masyarakat. Tidak ada dasar yang kuat untuk menganggap investasi yang dilakukan secara nyata akan selalu sama jumlahnya dengan investasi yang dianggap memadai. hal itu terkait dengan kesulitan mencapai persamaan antara laju pertumbuhan yang memadai (warranted rate of growth) dengan laju pertumbuhan yang ditentukan oleh keadaan obyektif-struktural (natural rate of growth). 3) tidak ada keterlambatan penyesuaian (lag of adjustment) atau ada penyesuaian yang cepat. sedangkan dalam model Domar menganggap teknologi tetap konstan dalam jangka waktu tertentu (jangka pendek). sehingga tingkat kenaikan investasi harus dipertahankan agar supaya kenaikan pendapatan sama dengan kenaikan kapasitas produksi. Dengan demikian. Dalam model Domar diulas masalah yang serupa. Sesuai dengan pendapat Keynes. 4) hasrat menabung marjinal (marginal propensity to save) sama nilainya dengan hasrat menabung rata-rata (average propensity to save). akan tetapi sering juga meleset. Kedua model ini mengungkapkan kesulitan dan kendala terhadap berlangsungnya pertumbuhan dalam keadaan equilibrium yang ditandai oleh kestabilan pendapatan dan kesempatan kerja penuh. Pertumbuhan yang dianggap memadai secara inheren mengandung faktor ketidakstabilan yang berkaitan dengan fungsi investasi. dan kesempatan kerja penuh dapat dipertahankan. 179 . Asumsi-asumsi yang digunakan dalam analisisnya adalah 1) perekonomian sudah berada dalam kondisi tingkat kesempatan kerja penuh (full employment income). Dalam model Harrod. Hal terakhir ini tergantung dari perkiraan dan ekspektasi para investor mengenai laju pertumbuhan pendapatan di masa datang. teori Harrod-Domar juga menganggap bahwa pertambahan roduksi ini tidak secara otomatis menciptakan pertambahan produksi dan kenaikan pendapatan nasional. Harrod-Domar sependapat dengan Keynes bahwa pertambahan produksi dan pendapatan nasional bukan ditentukan oleh pertambahan kapasitas produksi. Dalam analisisnya.

Perbedaan diantara kedua model tersebut terletak pada postulat dalam pendekatan masingmasing pemikir.Inti dari analisis Harrod-Domar adalah bahwa penanaman modal yang dilakukan masyarakat dalam satu periode waktu tertentu digunakan untuk dua tujuan. Faktor ketidakstabilan itu menyebabkan terjadinya penyimpangan dari jalur equilibrium. yaitu sejauh mana laju pertumbuhan itu dianggap memadai investasi yang — dapat meningkatkan pendapatan guna mencapai keadaan equilibrium (Y = Ϋ). yaitu 1) nilai perbandingan antara seluruh tambahan produksi yang diciptakan oleh sejumlah penanaman modal dalam satu periode waktu tertentu dengan jumlah modal yang ditanamkan tersebut. Walaupun Domar mengandalkan berlakunya azas multiplier. dan 2) nilai perbandingan antara jumlah pertambahan produksi dengan penanaman modal yang dilakukan atau yang merupakan kebalikan dari rasio modal produksi (capital output ratio). hendak dilaksanakan. Dalam kerangka analisis Domar tidak tercakup peranan fungsi investasi. Kesimpulan pokok dari analisis dalam kedua model tersebut berkaitan dengan unsur ketidakstabilan yang secara inheren melekat pada proses pertumbuhan. yaitu untuk mengganti barang-barang modal yang tidak dapat dipergunakan lagi dan untuk memperbesar jumlah barang-barang modal yang tersedia dalam masyarakat. dapat dikatakan bahwa pendekatan Domar menekankan pada konsistensi internal mengenai peranan dinamika dan dampaknya terhadap interaksi diantara variabel-variabel yang terkandung di dalam modelnya. akan diperoleh dua nilai penting. Oleh sebab itu. sedangkan di pihak lain Harrod di dalam kerangka analisisnya memasukkan secara spesifik peranan fungsi investasi yang dikaitkannya dengan azas akselerasi. Harrod mengarahkan perhatiannya kepada pertumbuhan produksi dan pendapatan yang lajunya dapat mendorong —melalui azas akselerasi— para investor untuk melaksanakan investasi yang diperlukan guna memelihara equilibeium. Nilai inilah yang menunjukkan pertambahan efektif kapasitas memproduksi suatu negara dalam satu tahun tertentu. Dalam hubungan ini. Kecenderungan itu menjadi pertimbangan dasar bagi Harrod dan Domar agar dilakukan intervensi kebijaksanaan dalam proses ekonomi masyarakat. tidak diungkapkan tentang faktor-faktor determinan yang mempengaruhi tingkat investasi. Dalam pemikirannya equilibrium pertumbuhan ada berkaitan dengan laju pertumbuhan investasi yang dapat membawa pendapatan aktual pada tingkat yang sama dengan pendapatan potensial. dalam memperbandingkan jumlah pertambahan produksi dengan penanaman modal yang dilakukan. Berbagai penyimpangan cenderung berlangsung secara kumulatif ke arah yang sama. Tingkat investasi yang diperlukan tergantung dari perkiraan/ekspektasi para investor tentang laju pertumbuhan pendapatan di masa datang. Sedangkan Domar memandang laju pertumbuhan investasi — melalui azas multiplier 179 .

5) perencanaan pembangunan ekonomi untuk penetapan sasaran perekonomian secara keseluruhan.4) Analisis Perubahan Struktural Analisis mengenai perubahan struktural menitikberatkan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh negara sedang berkembang. dan Hollis-Chenery dengan teori transformasi struktural. Artinya. teori ini lebih memfokuskan pada proses pembangunan antara daerah kota dan desa. 4) perencanaan pembangunan ekonomi untuk penentuan sasaran produksi pemerintah. Kondisi kehidupan masyarakat pada umumnya masih berada pada taraf kesejahteraan yang rendah sebagai akibat dari perekonomian yang masih bersifat subsisten. Kondisi ini menunjukkan bahwa setiap penambahan tenaga kerja justru akan mengurangi Dalam bukunya yang berjudul Development Planning. dan sebagainya. Ekonomi seperti itu terjadi pada negara yang berpenduduk padat dibandingkan dengan ketersediaan sumberdaya alam dan sumber daya modalnya sehingga produktivitas marginal tenaga kerjanya tidak berarti. 2) perencanaan pembangunan ekonomi untuk penggunaan dana pemerintah di masa datang. Surplus ini erat kaitannya dengan basis utama ekonomi tradisional. dan perencanaan kota & daerah (Urban & Regional Planning). bahkan negatif. dan 6) perencanaan pembangunan ekonomi untuk menggambarkan sarana pemerintah. fungsi produksi pada sektor pertanian telah sampai pada tingkat berlakunya hukum the law of diminishing return . Teori utama yang memakai pendekatan perubahan struktural yang akan dibahas disini adalah teori pembangunan ekonomi yang dikemukakan oleh Arthur Lewis dengan teori migrasi. 3) perencanaan pembangunan ekonomi untuk ekonomi berencana. Arthur Lewis (1966) membagi perencanaan pembangunan ekonomi ke dalam 6 (enam) kategori peruntukan. bangunan. Selain dari pada itu. Di NSB. perekonomian tradisional: dalam perekonomian ini Lewis mengasumsikan di daerah perdesaan dengan ekonomi tradisionalnya mengalami surplus tenaga kerja. 21 179 . diikuti proses urbanisasi antara kedua daerah tersebut. Hal ini ditandai oleh nilai produk marginal tenaga kerja yang bernilai nol. perencanaan tata guna tanah (Land-use Planning). (1) Teori Arthur Lewis Profesor W. Arthur Lewis atau yang akrab dipanggil Lewis dalam mengawali teorinya menegaskan bahwa teori klasik mengenai penawaran tenaga kerja yang elastis dengan upah subsisten benar-benar terjadi di sejumlah negara terbelakang. yang semula lebih bersifat subsisten dan fokus pada sektor pertanian menuju ke struktur ekonomi yang lebih modern. Dalam pembahasan selanjutnya. 1991: 68). yaitu 1) perencanaan pembangunan ekonomi untuk faktor geografis. bioskop. perencanaan fisik (Physical Planning). tempat tinggal. dan sangat didominasi oleh sektor industri dan jasa (Todaro. Lewis21 mengasumsikan bahwa perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi: Pertama. teori ini juga mengulas model investasi dan sistem penetapan upah pada sistem modern yang juga berpengaruh pada arus urbanisasi yang ada. perencanaan pembangunan mencakup perencanaan kota dan negara (Town & Country Planning).

teknologi. sektor industri di perkotaan masih menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduk desa. Selain menyediakan lapangan kerja dalam jumlah yang cukup besar juga memberi upah yang lebih tinggi (mencapai 30%) dibandingkan dengan tingkat upah di perdesaan. sehingga daerah perkotaan dimana sebagian besar sektor ini beroperasi. Sungguhpun ubanisasi itu merupakan dampak ikutan dari proses pembangunan ekonomi. Nilai marginal tenaga kerja bernilai positif. Selain itu. merupakan daerah tujuan bagi para pencari kerja dari daerah perdesaan. Dengan demikian. juga terjadi proses intensifikasi pada beragam etnis. Dalam proses modernisasi. namun urbanisasi itu sendiri pada gilirannya akan menimbulkan dampak (baik dampak negatif maupun dampak positif) secara berantai terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. agama dan mata pencaharian. urbanisasi dipandang sebagai perubahan dari orientasi tradisional ke orientasi modern. bahkan kecenderungan migrasi ke perkotaan terus meningkat. Produktivitas sektor ini sangat tinggi termasuk input dan tenaga kerja yang digunakan. Berdasarkan uraian di atas. dalam rangka meningkatkan pendapatan nasional. Keban. Hampir sebagian besar dari kegiatan di sektor ini beroperasi di daerah perkotaan. dan bukan oleh produk marginal dari tenaga kerja itu sendiri. Dengan demikian. Dalam teori migrasi klasik. sektor modern yang terdapat di daerah perkotaan jauh lebih produktif dari pada sektor tradisional yang biasanya terdapat di perdesaan. khususnya bagi perekonomian Indonesia yang saat ini sedang bergerak dari perekonomian tradisonal menuju ke perekonomian industri. nilai upah riil ditentukan oleh nilai rata-rata produk marginal. Lewis menyarankan agar tenaga kerja 179 . kecenderungan urbanisasi itu sulit dihindari.total produksi. Karena alasan itu maka kemudian kota menjadi daya tarik bagi penduduk desa dalam melakukan urbanisasi. dan Kedua. Dalam kondisi perekonomian seperti itu. nilai-nilai. Setiap penambahan tenaga kerja pada sektor industri akan diikuti oleh peningkatan output yang diproduksi. pangsa semua pekerja terhadap output yang dihasilkan adalah sama. Menurut Lewis. perekonomian industri: sektor industri dalam sebuah perekonomian memegang peranan penting. suku. perpindahan ini disebabkan oleh dua faktor utama yaitu faktor pendorong (push factor) dari daerah asal dan faktor penarik (pull factor) dari daerah tujuan. Untuk kepentingan makro. (1995) mencoba menjelaskan pandangan Arthur Lewis dan Myrdal tentang dampak yang bertolak belakang tersebut. pengelolaan kelembagaan dan orientasi politik dari dunia modern ke masyarakat yang lebih tradisional. sebaliknya dengan mengurangi tenaga kerja justru tidak mengurangi total produksi (hal ini terjadi sebagai akibat dari proporsi input variabel tenaga kerja yang terlalu besar). Dalam proses itu terjadi difusi modal.

Sebaliknya. Indonesia dalam menghadapi masalah urbanisasi sebagaimana diuraikan di atas. dan lain-lain. Dampak yang lebih luas. Konsekuensinya adalah tenaga kerja pertanian akan beralih ke sektor industri dan sektor jasa. Hal ini sejalan dengan istilah wisata pantai atau kota pantai. Faktor yang paling besar kontribusinya dalam hal ini adalah konversi lahan pertanian produktif menjadi lahan pemukiman. 179 . Pada kenyataannya sektor jasa menjadi sektor yang cukup diminati dibandingkan dengan sektor industri. dengan demikian sektor pertanian akan terhambat. Perubahan tingkat urbanisasi tersebut diharapkan akan memacu tingkat pertumbuhan ekonomi. menerapkan kebijaksanaan urbanisasi melalui dua pendekatan: 1) mengembangkan daerah-daerah perdesaan agar lebih maju dengan memiliki ciri-ciri sebagai daerah perkotaan yang dikenal dengan urbanisasi perdesaan. Kedua pendapat ini penting sehingga urbanisasi harus dikendalikan. Myrdal memberikan pemahaman tentang dampak negatif yang ditimbulkan oleh urbanisasi bahwa daerah perdesaan (daerah belakang) akan kehilangan tenaga kerja. Secara agregat. maka pertumbuhan GNP akan menurun. Kondisi ini akan mempengaruhi produktivitas pertanian yang semakin menurun. dan 2) mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dikenal dengan daerah penyangga pusat pertumbuhan. urbanisasi akan mendatangkan masalah besar yang menghambat jalannya proses pembangunan. maka penyerapan angkatan kerja di sektor pertanian pun mengalami penurunan. Jika pengaruhnya besar bagi industri. industri dan rekreasi. yaitu dengan melakukan beberapa terobosan yang bersifat non-ekonomi. Jika tidak. semua tenaga kerja ini akan mampu menyumbang terhadap total pendapatan nasional. karena kesulitan mencari tenaga kerja di perdesaan. desa wisata agribisnis. juga akan mempengaruhi industri yang berkembang di kota yang membutuhkan produk pertanian perdesaan. Pendekatan kedua berupaya mengembangkan kota-kota kecil dan sedang yang selama ini telah ada untuk mengimbangi pertumbuhan kota-kota besar dan metropolitan. Penduduk desa tersebut dapat dikategorikan sebagai orang kota walaupun sebenarnya mereka masih tinggal di suatu daerah yang berciri perdesaan. Pendekatan pertama berupaya untuk mempercepat tingkat urbanisasi tanpa menunggu pertumbuhan ekonomi.yang kurang atau tidak produktif di perdesaan harus pindah ke kota dan bekerja pada sektor modern. Dengan demikian daerah-daerah perdesaan didorong pertumbuhannya agar memiliki ciri-ciri kekotaan. Sejalan dengan makin berkembangnya proses pengkotaan daerah sekitar kota. Akan tetapi sektor formal dan informal menunjukkan angka yang tidak mencolok.

Di sisi lain. Kepadatan penduduk di daerah perkotaan yang semakin 179 . kebijakan pembangunan yang mengabaikan sektor pertanian telah menimbulkan tidak memadainya pertumbuhan pendapatan di daerah perdesaan. Bagi banyak negara berkembang. Arus urbanisasi yang pesat juga merupakan kelemahan masyarakat yang tidak mampu menciptakan prasarana dalam negeri yang memadai untuk mendorong produksi (baik pertanian maupun industri). Misalnya. (2) Analisis Chenery dan Syrquin Mengenai Transformasi Struktur Ekonomi Chenery dan Syrquin (1975) mendefinisikan pembangunan sebagai proses pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan variasi perubahan dalam struktur sosial dan ekonomi. yang pada tahap selanjutnya hal ini akan mendorong terjadinya proses urbanisasi. Ini terjadi sebagai akibat dari praktik pembangunan ekonomi yang terlalu mementingkan modernisasi industri di kota dan telalu mengutamakan sektor modern di kota. Industrialisasi akan membawa akibat pada perbedaan dalam tingkat pendapatan masyarakat yang bertempattinggal di kota dan di desa. termasuk Indonesia.Masalah klasik yang dihadapi dalam pembangunan ekonomi selalu pada urbanisasi tidak terkendali. salah satu transformasi yang terjadi pada saat pertumbuhan ekonomi adalah meningkatnya pangsa sektor industri pengolahan dalam perekonomian. Permasalahan teknis yang timbul pada tahap selanjutnya akan mengikuti gerak perubahan ini. hanya beberapa perubahan yang bersifat struktural dalam kerangka makro dan sifatnya mendasar. Ribuan petani di perdesaan kehilangan tanah karena mekanisasi pertanian yang belum waktunya. tetapi apa yang diharapkan mereka ternyata tidak terwujud. berjangka panjang. berada dalam suatu keteraturan yang membentuk pola yang normal dan bersifat umum. akan tetapi dari sekian banyak perubahan itu. Dapat dijelaskan lebih lanjut bahwa pola pembangunan yang terjadi pada saat pertumbuhan ekonomi akan memiliki dua ciri khas sebagai berikut: 1) transformasi struktur sosial ekonomi yang terjadi meliputi banyak hal. Proses pertumbuhan ekonomi tersebut pada tahap selanjutnya akan mempengaruhi aspek-aspek yang secara langsung berkaitan dengan kehidupan masyarakat. alih fungsi lahan yang terus meningkat menimbulkan gejala baru yang menyebabkan petani harus berpindah ke kota-kota yang tumbuh dengan pesat. Akibatnya tidak mampu menyediakan pemenuhan kebutuhan dasar bagi penduduk kota maupun penduduk desa. kebijakan mengimpor teknologi padat modal secara besar-besaran untuk mencapai industrialisasi dengan segera telah menyebabkan pertumbuhan kesempatan kerja di kota tidak sesuai dengan jumlah orang yang mencari pekerjaan. Variasi perubahan ini dapat diamati sebagai suatu transformasi yang sistematis.

Perubahan-perubahan tersebut memang bervariasi antara satu negara dengan negara lain. pembangunan pertanian. maka akan tampak pola yang teratur dan sistematis. secara tegas menyatakan kritiknya terhadap teori-teori yang berasal dari negara-negara Barat. Ini berarti perubahan yang terjadi dapat digeneralisasikan sebagai suatu gejala dan kecenderungan umum dengan pola yang normal. pada kenyataannya pola pembangunan yang terjadi di negera-negara sedang berkembang secara umum memiliki kesamaan-kesamaan dengan pengalaman negara-negara maju. karena ada pendapat yang menyangsikan relevansi penggunaan model-model makro yang dibuat oleh ahli-ahli dari barat. Kritik ini tampaknya lebih ditujukan pada asumsi-asumsi yang melandasi teori-teori barat tersebut. terutama pada saat mereka mulai tumbuh. seperti pengadaan perumahan. 179 . Generalisasi suatu variasi akan sangat membantu dalam analisis berbagai permasalahan yang terjadi. dan 2) variasi perubahan yang terjadi merupakan gejala yang sistematis. transportasi perkotaan. Pendapat yang sama sebenarnya juga telah banyak dilontarkan oleh para ahli ekonomi pembangunan lainnya. Penyesuaian-penyesuaian semacam itu sebenarnya bukan merupakan hal yang harus dipersoalkan. urbanisasi dan lain-lain juga pernah dihadapi oleh negara maju. baik dilihat dari suatu rentang waktu tertentu atau dilihat dari perbandingan antarnegara dalam suatu perjalanan waktu tertentu. pengangguran. Walaupun demikian. kriminalitas dan lain-lain. Bertolak dari dua pernyataan di atas. akan tetapi bila dihubungkkan dengan kondisi kemakmuran masing-masing negara. tampaknya ada benang emas yang menghubungkan keduanya bahwa pada prinsipnya perubahan struktural yang terjadi pada masa pembangunan bisa digeneralisasi untuk semua negara. Todaro (1989) dalam bukunya berjudul Economic Development in the Third World. distribusi pendapatan. Sungguhpun dalam mengatasi masalah yang ada menjadi suatu hal yang spesifik untuk masing-masing negara. yang oleh Todaro dianggap terlampau menekankan pada proses pemupukan modal dan tidak memperhatikan aspek kultur yang membedakan masyarakat barat dan timur.meningkat pada gilirannya akan menimbulkan masalah-masalah yang langsung berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. bantuan peralatan yang berciri seperti di atas sangat diperlukan. sehubungan dengan penjelasan dari permasalahan pembangunan yang terjadi di negara-negara sedang berkembang. kesehatan. Masalah-masalah yang berkaitan dengan masalah kependudukan. kebersihan dan tata-tertib kota. Akan tetapi. penanggulangan masalah teknis sebagai akibat perubahan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi objektif pada masing-masing negara. Justeru hal ini perlu mendapat perhatian. namun dalam suatu kerangka makro.

.Dalam hal pertumbuhan ekonomi. suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan jika jumlah produksi barang dan jasa-jasa mengalami peningkatan. peningkatan nilai dari input menjadi output disebut sebagai nilai tambah (value added).. Perbedaan penting lainnya adalah dalam pembangunan ekonomi tingkat pendapatan per kapita terus-menerus meningkat.. Sebagian ahli ekonomi mengartikan pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi.. oleh Harrod-Growth diformulasikan sebagai berikut: s g = c dalam hal ini: g = laju pertumbuhan pendapatan s = Average Propensity to Save (APS) c = Incremental Capital Output Ratio (ICOR) . Istilah pertumbuhan ekonomi mengukur prestasi perkembangan perekonomian. Dalam kegiatan perekonomian yang sebenarnya pertumbuham ekonomi berarti perkembangan fisikal produk barang dan jasa yang berlaku di suatu negara. sementara untuk level daerah provinsi dan atau kabupaten/kota digunakan ukuran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu negara atau daerah. atau dengan kata lain peningkatan nilai tambah dari suatu bahan baku menjadi produk atau dari input menjadi output menunjukkan adanya perkembangan perekonomian suatu wilayah. (04) 179 . Konsep pertumbuhan ekonomi sebagaimana dimaksudkan di atas. PDB atau PDRB terbagi menjadi dua ukuran yaitu PDB atau PDRB atas dasar harga berlaku dan PDB atau PDRB atas dasar harga konstan (harga tahun dasar). Istilah pembangunan ekonomi biasanya dikaitkan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara berkembang. PDB atau PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha (sektor-sektor ekonomi) dalam suatu negara atau daerah tertentu. Dalam terminologi ekonomi. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. dapat dihitung dengan menggunakan ukuran Produk Domestik Bruto (PDB) untuk level nasional. Dalam analisis ekonomi perlu dibedakan arti pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi.. 2000: 422-423). sedangkan pertumbuhan ekonomi belum tentu diikuti oleh kenaikan pendapatan per kapita (Sukirno. Kedua konsep ini mempunyai pengertian yang sedikit berbeda.

ICOR yang tinggi bisa disebabkan oleh: 1) .. 2) besarnya ICOR per sektor. Berapa besar peningkatan pendapatan nasional itu akan sangat tergantung kepada: 1) besarnya investasi...... (07) . formula di atas dapat dirumuskan sebagai berikut: PMTDBt.+ PMTDB 2009 ICOR 2004-2009 = PDB 2009 . besarnya Investasi yang dibutuhkan oleh sesuatu negara pada suatu tahun tertentu tertentu tergantung kepada: 1) berapa besar laju pertumbuhan pendapatan nasional yang diinginkan secara rasional. (06) 179 . oleh karena tidak semua investasi memiliki grace period satu tahun.... Untuk menghitung ICOR pada tenggang waktu tertentu. Sementara itu. semua data harus menggunakan harga konstan pada tahun tertentu..1 Cara di atas sangat sensitif dalam menghitung ICOR Nasional. dan 4) NTB setiap sektor.1 ICORt = PDB t – PDB t.. 3) alokasi investasi kepada setiap sektor.. Dari formula di atas dapat digambarkan bahwa dengan investasi —baik oleh pihak swasta maupun pihak pemerintah— pendapatan nasional dapat ditingkatkan... namun dengan suatu jangka waktu tertentu. (08) . (05) Untuk lebih operasionalnya...PDB 2004 Formula yang direkomendasikan untuk menghitung ICOR multi year dengan grace period 1 tahun adalah dengan persamaan regresi sebagai berikut : Yt = a + b I t-1 Dalam hal ini: Y = Pendapatn Nasional I t-1 = Investasi tahun t-1 b = 1/ICOR Perlu diingat dalam menghitung ICOR..... 2) berapa besar laju pertumbuhan sektoral yang diinginkan sehubungan dengan butir 1) di atas.Sedangkan ICOR dapat dihitung dengan formula : ∂K ICOR = ∂Y I = ∂Y ..... maka dapat digunakan formula berikut (contoh untuk menghitung ICOR selama RPJMN 2004-2009): PMTDB 2004 + PMTDB 2005+ . dan 3) besarnya ICOR per sektor.

Oleh karena itu. Dalam model makro ekonomi dua sektor. 3) melakukan investasi dengan perkiraan permintaan akan meningkat. bila K naik karena adanya I. dari sisi demand dimana Y = C + I. ICOR menurun. 3) jenis teknologi yang akan dipakai. Hal ini harus dilakukan. pada saat pertumbuhan ekonomi lambat. akan tetapi juga diupayakan penggunaan potensi yang ada di luar negeri baik dalam bentuk bantuan luar negeri maupun penanaman modal asing (PMA). 2) penggunaan teknologi yang capital intensive. ICOR tinggi karena belum menghasilkan nilai tambah (karenanya. Artinya. dan 4) pemanfaatan kapasitas produksi yang ada. ICOR meningkat. tabungan yang tersedia tidak cukup. sebaliknya pada saat pertumbuhan ekonomi cepat. maka pendapatan nasional naik dan atau bila pendapatan nasional naik maka tabungan akan naik. Jadi salah satu fungsi bantuan luar negeri dan PMA tersebut adalah untuk menutupi resources gap. antara Investasi dan pendapatan nasional. terdapat hubungan sebab akibat dan hubungan tersebut bersifat positif.penggunaan kapasitas produksi yang terlalu rendah. dimana Y = C + S. ada yang tinggi dan ada yang rendah). pendapatan nasional dapat dilihat dari dua sisi: Pertama. 2) investasi masa lalu yang tidak memiliki daya saing. dan Kedua. Dengan demikian. untuk mencukupi kebutuhan bagi pembiayaan laju pertumbuhan pendapatan nasional tertentu maka bukan saja digunakan potensi yang ada di dalam negeri. diantaranya: 1) investasi belum tuntas. akan tetapi apakah investasi tersebut digunakan atau tidak untuk meningkatkan kapasitas produksi. untuk membiayai suatu laju pertumbuhan pendapatan tertentu. sementara investasi adalah fungsi dari pendapatan atau I = f (Y). 3) time lag (tenggang waktu) yang terlalu lama. Dalam hal ini tidak hanya tergantung pada investasinya. yang berarti terdapat resources gap. dan 4) arah investasi yang banyak ke sektor-sektor yang memang ICOR normalnya sudah tinggi. 2) komposisi investasi dalam berbagai kegiatan (karena ICOR pada berbagai kegiatan berbeda-beda. Dalam hal terjadinya unfull utilized investment. ada beberapa faktor yang menyebabkannya. Dimensi kedua dari investasi adalah bahwa investasi dapat dilihat dalam bentuk mata uang dalam negeri (Rp) dan dalam bentuk devisa. prioritas harus pada investasi yang telah ada). Perkiraan ICOR di masa depan sangat dipengaruhi oleh: 1) komposisi sektoral GDP yang direncanakan. Masalahnya adalah. 4) pertumbuhan ekonomi. namun hal itu tidak terwujud. Menurut Keynes. tabungan (s) adalah fungsi dari pendapatan (Y) atau s = f (Y). dari sisi supply. Devisa dibutuhkan untuk mengimpor barang modal dan bahan pembantu dalam rangka peningkatan pendapatan nasional. karena 179 . demikian halnya dengan investasi juga akan naik.

Didalam buku tersebut proses ketiga dan keempat disatukan. 3) proses demografi. kenaikan dalam pendapatan akan mengakibatkan kenaikan konsumsi dalam jumlah yang lebih kecil daripada kenaikan pendapatan tersebut. lebih baik keduanya dipisahkan. 2) proses alokasi.B. Patterns of Development 1950-1970. Berdasarkan hipotesis Keynes. 1975). akan disertai berbagai proses perubahan struktural dalam perekonomian. Oleh karena investasi itu sebagian besar berwujud fisik seperti gedung. Adapun proses22 perubahan struktural tersebut adalah 1) proses akumulasi. dan 4) proses distribusi. Dalam peningkatan tersebut. Setelah investasi berproduksi. repayments dan lain-lain. Oxford University Press. H. 22 179 . Seiring dengan terjadinya pertumbuhan PDB atau PNB per kapita dalam jangka panjang. maka pendapatan nasional meningkat. jalan. Kenaikan pendapatan nasional selanjutnya mengakibatkan kenaikan konsumsi swasta (Ks) dan konsumsi pemerintah (Kp). profit.seperti diketahui masih sangat banyak ragam dan jenis barang modal dan bahan pembantu yang belum dapat dihasilkan di dalam negeri sedangkan keberadaan barang dan bahan tersebut sangat dibutuhkan. yaitu 1) model elastisitas pertumbuhan. baik terhadap konsumsi barang dan jasa dalam negeri maupun konsumsi barang dan jasa produksi luar negeri. paling sedikit ada tiga model yang lazim dipergunakan dalam membahas model pertumbuhan ekonomi menurut sektor produksi. terdapat kebocoran karena sebagian dibiayai oleh bantuan luar negeri dan PMA. 2) pola perubahan struktur produksi menurut Chenery dan Taylor. Kebocoran tersebut dalam bentuk interest. Untuk itu. maka berarti kenaikan pendapatan nasional memperbesar kebutuhan akan devisa dan hal ini terutama ditutupi oleh ekspor. jembatan dan lain-lain. Chenery dan Moises Syrquin. wages. Dengan adanya kenaikan konsumsi swasta dan konsumsi pemerintah terhadap barang luar negeri. (London. dan 3) pola perubahan struktur produksi menurut Chenery dan Syrquin. namun untuk lebih mempertajam analisis. Keempat proses tersebut akan dibahas setelah pembahasan mengenai model-model pertumbuhan ekonomi menurut sektor produksi yang mendasari pembentukan model untuk menganalisis keempat proses tersebut. Pengertian disertai disini dimaksudkan bukan karena sebab akibat atau timbulnya proses perubahan tersebut bukan karena kenaikan pendapatan per kapita. sehingga investasi juga mempengaruhi secara langsung lapangan usaha bangunan (konstruksi) dalam pendapatan nasional.

. akan tetapi juga mewakili variabel keadaan penawaran faktor produksi dan tingginya tingkat teknologi yang ada di suatu negara.. Itulah sebabnya. pengangkutan dan jasa) Konstan untuk sektor i Elastisitas pertumbuhan (growth elasticity) sektor i. koefisien dalam model ini disebut sebagai koefisien elastisitas pertumbuhan dan bukan sebagai elastisitas pendapatan. Model ini kemudian oleh ECAFE digunakan sebagai model untuk melakukan proyeksi pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan ke jangka panjang berdasarkan sektor produksi... Di dalam model tersebut. Y ßi. pertambangan. model ini adalah yang paling sederhana. khususnya bagi negara-negara yang data statistik pendapatan nasionalnya dianggap masih sederhana. Jumlah penduduk pertengahan tahun.Dalam hal model elastisitas pertumbuhan.. 179 . (10) α ßi : : Y γ i : : Pop : NTB sektor i (i = terdiri atas pertanian.. yang menunjukkan berapa persen NTB sektor i akan meningkat kalau PNB per kapita naik dengan satu persen. Model elastisitas pertumbuhan ini adalah: Vi = α i. yang menunjukkan berapa persen NTB sektor i akan meningkat bilamana jumlah penduduk naik dengan satu persen... tingkat pendapatan per kapita tidak saja mewakili variabel tingkat permintaan dan variabel komposisi permintaan. Untuk pertama kalinya model elastisitas pertumbuhan ini diperkenalkan oleh Chenery pada Tahun 1960.. PNB per kapita Elastisitas besarnya pasar (size elasticity) diwakili oleh jumlah penduduk untuk sektor i. Pop atau Ln Vi = Ln α i + ßi Ln Y + γ Dalam hal ini: Vi : i i α i . industri pengolahan bangunan. ia menunjukkan bagaimana hubungan antara pola pertumbuhan ekonomi menurut sektor produksi dengan perubahan yang terjadi dalam penawaran faktor-faktor produksi dan pola permintaan terhadap barang dan jasa. serta pertumbuhan jumlah penduduk selama berlangsungnya pertumbuhan ekonomi. (09) Ln Pop ..

. (14) 179 .. model persamaan regresinya adalah formula (10) dengan menghilangkan variabel penduduk sebagai variabel yang menjelaskan perubahan dalam struktur produksinya... meliputi LU industri manufaktur dan bangunan. Chenery dan Syrquin memilah struktur produksi ke dalam empat sektor.. dimaksudkan untuk mengatasi kemungkinan penurunan elastistas pendapatan atau pertumbuhan secara kontinu dengan semakin tingginya pendapatan per kapita.. meliputi lapangan usaha (LU) pertanian dan pertambangan. perbedaan lain antara model Chenery dan Taylor dengan model Chenery dan Syrquin ini terletak pada jumlah dan jenis variabel yang menjelaskan tentang pola perubahan struktur produksi serta fungsi yang menghubungkan struktur produksi dengan variabel yang mempengaruhinya... .Mengenai pola perubahan struktur produksi..(11) Ln xi = α i + ß1i Ln Y + ß2i (Ln Y)2 + γ Ln xi = α i + ßi Ln Y + γ i Ln Pop .. Chenery dan Taylor membagi struktur produksi menjadi tiga sektor.. yakni : Ln xi = α i+ß1i LnY+ß2i (LnY)2+γ i Ln Pop +δ i Ln k +ϕ 1iLn θ p+ϕ i 2i Lnθ m .. diformulasikan sebagai berikut : Ln xi = α i + ßi Ln Y Dalam hal ini: xi Y k θ : Peranan NTB sektor i dalam PDB : PNB per kapita. Mengenai pola perubahan struktur produksi.. sektor industri.. atau untuk lebih jelasnya. meliputi LU sisanya... Selain itu.(13) Ln Pop Khusus untuk data deret berkala (time series). dan sektor jasa. Mengenai pola perubahan struktur produksi..(12) ... oleh Chenery dan Taylor dikedepankan tiga macam persamaan regresi untuk data penampang silang antarnegara.. yang terdiri atas sektor primer. US $ 1960 : Peranan pembentukan modal tetap domestik bruto dalam PDB : Peranan ekspor bahan mentah dalam PDB p : Peranan ekspor industri pengolahan dalam PDB θ m Po : Jumlah penduduk pertengahan tahun (dalam juta jiwa) p Digunakannya variabel (Ln Y)2 sebagai salah satu variabel untuk menjelaskan perubahan struktur produksi selama pertumbuhan ekonomi.

.... 2..... Fokus utama analisis mobilisasi dan alokasi sumberdaya. 3. Dengan memperhatikan pemasukan modal asing untuk keperluan : 1) mengisi kekurangan dana tabungan bagi investasi. Y :GNP perkapita ( dalam US $ 1964 ).. F :Net resources inflow (impor dikurangi ekspor dari pada barang-barang dan jasa non-faktor produksi) atau pemasukan modal dari luar negeri. 26 negara diantaranya berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa. dan 2) membiayai impor yang tidak bisa ditanggulangi oleh penerimaan devisa dari ekspor. Studi Chenery dan Syrquin ini berusaha menganalisis perubahan mendasar dalam struktur ekonomi yang lazimnya menyertai pertumbuhan ekonomi. khususnya aspek yang memungkinkan pertumbuhan yang berkelanjutan. (17) dalam hal ini: X :Variabel bebas merupakan variabel-variabel yang ingin dianalisis perubahannya sesuai dengan keempat proses di atas..dalam hal ini rasionya terhadap GDP Tj : Periode waktu ( j = 1. 4 )...Untuk menganalisis data penampang silang antar negara. N = Populasi (juta jiwa). yang mereka teliti dalam kurun waktu 1950-1970.. digunakan formula : xi = α i + ß1i Ln Y + ß2i (Ln Y) + Σ ε jiTj 2 j=1 4 . maka diperkirakan pemasukan modal asing lebih banyak digunakan di luar sektor primer. 179 .(16) Sedangkan untuk data deret berkala... xi =α i +ß1i LnY +ß2i (LnY)2 + γ 1i LnPop +γ 2i j=1 (Ln Pop)2 + Σ δ jiTj 4 4 .(15) xi = α i +ß1i LnY + ß2i (LnY)2 +γ 1i LnPop +γ 2i (Ln Pop)2 +Σ δ jiTj + ε j=1 i F .. Yang menarik dari hasil regresi ini adalah tanda negatif untuk koefisien regresi variabel pemasukan modal asing bagi sektor primer dan tanda positif untuk sektor industri. digunakan dua buah model regresi seperti di bawah ini. Identifikasi dan pengukuran pola pembangunan dimaksud mencakup 10 proses pokok dari 27 variabel untuk menggambarkan berbagai dimensi transformasi struktur yang terjadi pada 101 negara.

Dalam golongan yang ketiga. Studi Chenery dan Syrquin memisahkan pengaruh dari faktor universal yang mempengaruhi semua negara dari corak khusus. 179 . dan distribusi pendapatan. dan 3) pengaruh sejarah. Perubahan-perubahan tersebut dibedakan menjadi tiga golongan. urbanisasi. tingkat kelahiran dan kematian. 2) pengaruh faktor umum seperti luas pasar dan sumber yang berada di luar penguasaan pemerintah. maka setiap aspek pola pembangunan suatu negara dapat digambarkan sebagai akibat dari beberapa faktor yang terdiri atas tiga komponen. dua komponen pertama merupakan perhatian utama dari studi Chenery dan Syrquin. dan 3) perubahan dalam struktur ekonomi sebagai perubahan dalam proses demografi dan distribusi. tujuan sosial politik pemerintahan. Sejauh sasaran itu tercapai. dan struktur perdagangan. termasuklah proses perubahan dalam faktor-faktor berikut: alokasi tenaga kerja dalam berbagai sektor. pengumpulan tabungan pemerintah dan kegiatan menyediakan pendidikan kepada masyarakat. Sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 2. harus diusahakan melebihi tingkat pertumbuhan angkatan kerja. 2) perubahan dalam struktur ekonomi sebagai perubahan dalam proses alokasi sumberdaya. dibangun berdasarkan asumsi-asumsi: 1) variasi dalam komposisi permintaan konsumen yang mengiringi peningkatan pendapatan per kapita. Pilihan strategis suatu negara tidak hanya dipengaruhi oleh corak dari struktur ekonomi. Yang tergolong sebagai alokasi sumberdaya adalah struktur permintaan domestik (pengeluaran masyarakat atas produksi dalam negeri). struktur produksi. yaitu proses demografi dan distribusi. yaitu 1) perubahan dalam struktur ekonomi sebagai perubahan dalam proses akumulasi. didominasi oleh penurunan pangsa pangan dan peningkatan pangsa barang manufaktur. baik berupa modal fisik maupun modal manusia. 3) Akses teknologi serupa untuk semua negara. Dari keseluruhan analisis Chenery dan Syrquin menunjukkan corak dari sepuluh jenis perubahan dalam struktur ekonomi yang berlaku dalam proses pembangunan di negara-negara berkembang. 2) akumulasi modal. Dari ketiga komponen tersebut. Kegiatan-kegiatan ekonomi yang termasuk sebagai proses akumulasi meliputi kegiatan pembentukan modal.1. faktor-faktor yang dianalisis oleh Chenery dan Syrquin dimaksudkan untuk menggambarkan perubahan-perubahan struktur ekonomi dalam proses pembangunan. yaitu 1) pengaruh normal dari faktor universal yang berhubungan dengan tingkat pendapatan. dan kebijaksanaan yang ditempuh (kesediaan untuk menggunakan berbagai peralatan kebijaksanaan) masing-masing negara.Model umum mengenai perubahan struktural yang diterapkan pada semua negara. dan 4) akses pada perdagangan internasional dan pemasukan modal.

Melihat jumlahnya dan dinyatakan sebagai persentase dari keseluruhan jumlah penduduk Dengan melihat perubahan jumlahnya dan dinyatakan sebagai persentase dari keseluruhan jumlah penduduk Dengan melihat perubahan persentase PDB yang diterima oleh masing-massing golongan pendapatan tersebut. penduduk daerah urban 3 Transisi Demografis a. Pembentukan modal domestik bruto c. Konsumsi atas bahan makanan 2 Struktur Produksi a. Aliran masuk modal (di luar impor brg & jasa) 2 Pendapatan Pemerintah a. Dalam sektor industri c. Konsumsi rumahtangga c. Ekspor bahaan mentah c. Pendapatan dari pajak 3 Pendidikan a.Tabel 2. Tingkat kematian 4 Distribusi Pendapatan a. Dalam sektor jasa 2 Urbanisasi a.1 Cara-cara Untuk Menunjukkan Corak Perubahan Struktur Ekonomi Dalam Proses Pembangunan FAKTOR-FAKTOR YANG DIANALISIS I PROSES AKUMULASI 1 Pembentukan ModaL a. Ekspor b. Pembentukan modal domestik bruto b. Bagian dari 20 persen penduduk yang menerima pendapatan paling tinggi b. Dalam sektor primer b. Produksi sektor jasa 3 Struktur Perdagangan a. Konsumsi pemerintah d. 179 . Bagian dari 40 persen penduduk yang menerima pendapatan paling rendah CARA-CARA UNTUK MENUNJUKKAN PERUBAHAN YANG TERJADI Melihat perubahan pada nilai-nilainya dan dinyatakan sebagai persentase dari PDB Menunjukkan perubahan persentase GDP untuk pendidikan. Produksi sektor industri c. Produksi sektor primer b. Impor II PROSES DEMOGRAFIS DAN DISTRIBUSI I 1 Alokasi tenaga kerja a. Produksi sektor utilities d. Tabungan domestik bruto b. Pengeluaran untuk pendidikan b. dan perubahan persentase anakanak yang bersekolah di sekolah dasar dan sekolah menengah Melihat perubahan nilai-nilainya dan dinyatakan sebagai persentase dari PDB Melihat perubahan jumlahnya dan dinyatakan sebagai persentase dari keseluruhan jumlah tenaga kerja. Tingkat kelahiran b. Tingkat pemasukan anak-anak ke sekolah dasar dan sekolah menengah II PROSES ALOKASI SUMBERDAYA 1 Struktur Permintaan Domestik a. Ekspor barang-barang industri d. Pendapatan pemerintah b.

549 0.220 0.202 0.694 0. Oxford University Press.009 0. Patterns of Development 1950-1970. Syrquin. dan 3) perubahan pengeluaran pemerintah untuk membiayai sektor pendidikan yang akan mempengaruhi tingkat pendidikan penduduk.213 0.033 0.171 0. Proses Akumulasi Dalam proses akumulasi.226 0.181 0. 2) perubahan struktur penerimaan negara yang berasal dari pajak yang berpengaruh terhadap kemampuan penerimaan pemerintah.037 0.9 Selanjutnya.287 0.006 0.016 0.158 0. London.2 Struktur Ekonomi Pada Berbagai Tingkat Pembangunan Dalam Proses Akumulasi Deskripsi Faktor No 1 Pembentukan Modal a.043 0.234 0.035 0.173 0.023 0.190 0. yaitu 1) perubahan struktur tabungan dan investasi akan berpengaruh terhadap kemampuan menabung dan investasi. dimana sebagian dari pendapatan itu dialokasikan bukan untuk tujuan konsumsi akhir. Syrquin.203 0.153 0. Dua hal yang pertama merupakan indikator dari peningkatan kapasitas 179 . hasil analisis Chenery dan Syrquin mengenai corak perubahan dari berbagai faktor yang terdapat dalam Tabel 2. 1975.842 Sumber : Hollis B.2. Tabel 2.219 0. Proses ini disebut sebagai proses akumulasi yang selanjutnya didefinisikan sebagai proses penggunaan sumberdaya dan dana untuk meningkatkan kapasitas produksi masyarakat di masa yang akan datang dalam suatu perekonomian. Pendapatan Pemerintah b.810 0.240 0. terdapat investasi fisik dan investasi nir-fisik (Human Investment).203 0.010 0.135 0.203 0.153 0.254 0. yang menggambarkan bentuk-bentuk perubahan yang diharapkan akan terjadi dalam perekonomian suatu negara berkembang yang mengalami proses peningkatan pendapatan per kapitanya sebesar US$ 100 menjadi US$ 1000. Tabungan b. Pendapatan dari Pajak 3 Pendidikan a. Aliran Modal Masuk 2 Penerimaan Pemerintah a.202 0. hlm.735 0. Terjadinya proses ini dapat dilihat dari tiga hal. 1975. Chenery dan M. Chenery & M. London.006 0. perubahan struktur ekonomi dapat ditinjau melalui pertumbuhan pendapatan masyarakat.637 0.234 0.188 0. Pembentukan Modal c. Patterns of Development 1950-1970.375 0.012 0.233 0.000 0.033 0.034 0.236 0.Sumber: H.Pengeluaran Pendidikan b.1 dalam proses pembangunan ekonomi di negara berkembang ditunjukkan pada Tabel 2. melainkan digunakan untuk investasi. a.041 0.210 0.129 0. Dalam proses akumulasi. Persentase anak-anak yang bersekolah Nilai tiap faktor pada berbagai tingkat Pembangunan $100 $200 $300 $400 $500 $800 $1. published by Oxford University Press for the World Bank.189 0.B.

lokasi dan berbagai komposisi struktural lainnya. Chenery dan Syrquin telah membuktikan validitas dari teori ini. Dari hasil penelitian mereka. maka ketika pendapatannya meningkat. Kemudian. sehingga kemungkinan untuk melakukan reinvestasi dari pendapatan menjadi besar. Pergeseran komposisi ini akan terlihat dari komposisi barang yang diproduksi. Karena proporsi tabungan dalam PDB (S/PDB) akan meningkat maka proporsi investasi dalam PDB (I/PDB) pun diharapkan akan meningkat. Pola yang terbentuk dari hubungan tersebut direpresentasikan oleh nisbah rata-rata tabungan terhadap pendapatan akan meningkat. Hal ini disebabkan karena kenaikan pendapatan nasional yang tidak digunakan untuk konsumsi masa sekarang (melainkan untuk ditabung). ditunjukkan bahwa dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat maka tabungan masyarakat dalam bentuk proporsi terhadap pendapatan nasional akan mengalami peningkatan yang 179 . Gejala semacam ini dapat dijelaskan melalui logika berpikir sebagai berikut: 1) bahwa sesuai dengan Hukum Engel. mengenai pengaruh peningkatan PDB per kapita terhadap kemampuan menabung dapat ditelusuri melalui terbentuknya pola perubahan struktur tabungan masyarakat sebagai akibat dari peningkatan pendapatan. bagian dari pendapatan yang digunakan untuk tujuan konsumsi (δ C/δ Y) akan lebih kecil daripada kenaikan pendapatan itu (0<MPC<1). Menurut Hekcsher-Ohlin dan Samuelson. Artinya.produksi dari sumberdaya-sumberdaya berbentuk piranti keras (physical instrument). dimana dengan adanya kenaikan pendapatan masyarakat. sedangkan satu hal yang terakhir merupakan indikator peningkatan kapasitas produksi dari sumberdaya dalam bentuk piranti lunak. pada kelompok masyarakat yang telah mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. Dalam hal ini. kenaikan PDB per kapita menaikkan kemampuan menabung dan atau kemampuan investasi. tabungan akan berhubungan positif dengan kenaikan pendapatan. Ini merupakan efek langsung dari peningkatan pendapatan nasional ditinjau dari sisi rumah tangga. dan (2) efek tak langsung yang terjadi pada sektor produksi. lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan pendapatan nasional itu sendiri. Atau dengan kata lain. maka pola produksi yang mengikuti arus permintaan akan mengalami pergeseran komposisi. Pergeseran semacam ini memungkinkan efisiensi yang semakin meningkat. semakin makmur suatu masyarakat (manakala kebutuhan pokoknya terpenuhi) maka bagian dari pendapatan yang ditabung (δ S/δ Y) akan semakin meningkat. yang dalam hal ini menyangkut kemampuan manusianya (human instrument). sebaliknya nisbah rata-rata konsumsi terhadap pendapatan akan menurun jika pendapatan nasional menjadi semakin besar secara riel. komposisi resources endowment akan mengalami perubahan yang pada gilirannya dapat mengubah keunggulan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa. perdagangan.

Artinya. Kenaikan PDB perkapita mengakibatkan kenaikan permintaan atas barang dan jasa. mereka mengasumsikan pergeseran pendapatan perkapita dari US$ 100 menjadi US$ 1. Spesialisasi mengakibatkan unit usaha menghasilkan barang dan jasa.cukup besar. akan mengakibatkan kenaikan pajak langsung sebesar lebih dari 1%.000 menunjukkan pendugaan konkrit dari adanya peningkatan hasil pembangunan.3% pada pendapatan perkapita masyarakat sebesar US$ 1. Hal ini wajar. Seperti diketahui. karena dana pembentukan modal domestik bruto pada dasarnya berasal dari tabungan masyarakat. pada dasarnya dapat ditelusuri melalui bentuk dan ciri-ciri dari penerimaan pemerintah. Dengan meluasnya perdagangan dan volume perdagangan. Hal lain yang memperkuat adalah bahwa pembentukan modal domestik bruto juga meningkat dari 15. Seperti diketahui bahwa indirect tax atau pajak tidak langsung itu sangat dipengaruhi oleh volume perdagangan. peranan modal yang berasal dari luar negeri terhadap pembentukan modal domestik menurun dari 2. maka elastisitas pajak langsung terhadap perubahan pendapatan adalah lebih besar dari 1 (satu). Dalam konteks ini. Proses ini selanjutnya akan diikuti oleh semakin besarnya unit usaha di dalam perekonomian yang menjurus kepada timbulnya spesialisasi. yaitu: 1) adanya batas minimum pendapatan yang dikenai pajak. Dalam hal pengaruh peningkatan PDB per kapita terhadap penerimaan pemerintah. Selain itu.000. bentuk penerimaan pemerintah dapat dibedakan menjadi: 1) pajak langsung. Indirect tax elasticity of income adalah lebih 179 .8% pada saat pendapatan per kapita US$ 100 menjadi 24. yaitu persentase pengenaan pajak yang semakin tinggi dengan semakin tingginya pendapatan seseorang. 2) pajak tidak langsung. menjadi 23.0 % pada saat pendapatan per kapita US$ 1. bukan hanya untuk dirinya melainkan untuk melayani pihak lain dalam jumlah yang lebih banyak (besar).000.5% untuk masyarakat dengan pendapatan perkapita US $ 100.000. dan 2) pada umumnya pajak-pajak itu bersifat progresif. maka pajak tidak langsungpun meningkat. Pada pajak langsung terdapat dua ciri utama. dan 3) penerimaan bukan pajak. Dengan kenaikan PDB perkapita maka akan semakin banyak wajib pajak dan akan semakin banyak orang yang dikenai pajak dengan persentase pengenaan yang lebih tinggi. Proses ini meningkatkan volume perdagangan.3% pada saat pendapatan per kapita US$ 100 menjadi 0. untuk melakukan analisis terhadap beberapa perubahan struktur ekonomi. setiap kenaikan sebesar 1% pada PDB perkapita. yaitu dari 13.6% ketika pendapatan per kapita US$ 1. Oleh karena itu.

Potensi pajak dipengaruhi oleh determinan 1. sifatnya lebih sensitif terhadap pemerataan. maka persentase penerimaan pemerintah (secara keseluruhannya) naik dari 15. 2) ketimpangan dalam distribusi pendapatan.2). Oleh karena orang cenderung menghindari pajak. Ciri-ciri yang menonjol pada pajak tidak langsung ini adalah 1) biasanya hanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang diperdagangkan. dan 4) biasanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang diperdagangkan melalui batas nasional/ internasional dan pelabuhan. diban dingkan dengan pemungutan jenis pajak tidak langsung. maka potensi pajaknya ditentukan oleh berat tidaknya hukuman (determinan 4). maka ada alasan bagi pemerintah untuk memetik bayaran. 3) struktur perekonomian bagi negara dengan volume perdagangan luar negeri yang besar. dan peranan sektor industri manufaktur yang besar maka pajak juga akan besar. setiap kenaikan PDB perkapita sebesar 1% akan mengakibatkan kenaikan pajak tidak langsung sebesar lebih dari 1%. dan 3) demi pertimbangan praktis. menjadi 25.besar dari satu.000. Dalam hal penyediaan infrastruktur oleh pemerintah. Perluasan dan peningkatan volume perdagangan memerlukan berbagai infrastruktur yang pada umumnya disediakan oleh pemerintah dalam bentuk jalan. yaitu pada masing-masing pendapatan perkapita US$ 100 dan US$ 1. ada empat determinan yang berkaitan dengan pajak.9% pada pendapatan perkapita sebesar US$ 100. jembatan. Hasil penelitian mereka ini belum sampai pada pembuktian mengenai perubahan struktur pajak. sementara khusus untuk penerimaan dari pajak.000 (lihat Tabel 2. biasanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang diproduksi dengan satuan ekonomi (kapasitas produksi) yang relatif besar. Argumen yang diberikan adalah bahwa perubahan struktur pajak tersebut lebih merupakan refleksi komitmen politik. 2 dan 3. dan 4) baik buruknya administrasi perpajakan serta dilaksanakan tidaknya hukuman terhadap para pelanggar pajak (law enformcement). sekolah dan lain-lain. dan berarti pula meningkatnya pemerimaan pemerintah dalam bentuk bukan pajak. Menurut Meier (1980). pelabuhan. hal-hal yang menyangkut mengenai tata-cara pemungutan pajak langsung. jelaslah 179 . yaitu tergantung apakah pemerintah telah memiliki cukup kekuatan untuk melakukan pemungutan secara paksa. 2) biasanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang dianggap bukan kebutuhan pokok. yaitu 1) pendapatan perkapita. Dengan demikian.7%. untuk jenis-jenis pajak langsung. Peningkatan volume perdagangan mengakibatkan meningkatnya penggunaan berbagai infrastruktur publik.4% pada pendapatan perkapita sebesar US$ 1. Artinya.3% menjadi 28. naik dari 12. Seperti diketahui. Hasil penelitian Chenery dan Syrquin menunjukkan bahwa dengan meningkatnya pendapatan perkapita masyarakat.

Akibat dari peningkatan PDB/kapita juga dapat ditelusuri perngaruhnya terhadap pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan. Dari sisi demand. sangat diharapkan untuk memenuhi tuntutan ini. ini berarti dengan semakin bertumbuhnya perekonomian. menyebabkan kebutuhan investasi di bidang pendidikan semakin besar. Hal ini diakibatkan oleh peningkatan akan kebutuhan buruh yang terampil. Sebagaimana diketahui. adalah sejalan dengan kemampuan anggaran pemerintah. Pemerintah yang dalam hal ini sebagai pengemban misi pembangunan. Semakin besar perbedaan ini maka permintaan terhadap pendidikan akan semakin tinggi. yaitu adanya intervensi pemerintah di bidang pendidikan yang akan mengakibatkan private cost of education cenderung menjadi rendah. Sedangkan dari sisi supply. peningkatan PDB perkapita akan meningkatkan penerimaan negara lebih besar dari pada peningkatan PDB perkapita itu sendiri. ada yang menghawatirkan. Sedangkan permintaan riil pendidikan lebih ditentukan oleh besar-kecilnya perbedaan antara expected private benefit pendidikan dan cost of education. Selama komitmen untuk terus memenuhi keinginan masyarakat terhadap pendidikan masih kuat maka pengeluaran pemerintah untuk pendidikan di tahun-tahun awal pembangunan akan mengakibatkan semakin tingginya permintaan akan pendidikan. pada kondisi awal pembangunan. Akan tetapi.sudah bahwa melalui proses akumulasi. Bagi masyarakat keseluruhan. Ini merupakan variabel dari besarnya permintaan masyarakat terhadap pendidikan. Tuntutan masyarakat untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas.educated) lebih memiliki kesempatan untuk mendapat pekerjaan dengan upah yang tinggi. besarnya daya tampung murid di sekolah adalah lebih tergantung pada kemampuan anggaran pemerintah dan yang lebih penting lagi adalah ditentukan oleh pressure politik. Komitmen untuk memenuhi permintaan pendidikan yang semakin tinggi. ditunjukkan oleh besarnya pengeluaran di bidang pendidikan. Ini berarti bahwa intervensi pemerintah di bidang pendidikan yang mengiringi perkembangan ekonomi merupakan penyebab dari semakin tingginya permintaan masyarakat terhadap pendidikan. Peningkatan ini pada gilirannya akan menciptakan keharusan untuk meningkatkan pengeluaran di bidang pendidikan yang lebih besar lagi pada tahun-tahun selanjutnya sehingga dapatlah 179 . Hal ini dapat dijelaskan baik dari tinjauan sisi demand maupun dari tinjauan sisi supply. expected private benefit untuk pendidikan semakin tinggi. Kelompok masyarakat terdidik (well. dapat dijelaskan sebagai berikut: bahwa permintaan yang tinggi terhadap pendidikan merupakan derived demand dari peningkatan upah di sektor modern. Bagi pemerintah sendiri akan menerima akibat berganda. perkembangan pengeluaran pemerintah bidang pendidikan yang diiringi oleh peningkatan PDB/kapita.

Tentang school enrollment ratio ini dapat diberikan contoh sebagai berikut: jumlah penduduk berusia 7-12 tahun adalah 1. oleh karena dengan semakin meningkatnya pendapatan masyarakat (yang mengiringi peningkatan pendapatan nasional tersebut). maka secara berangsur-angsur mengakibatkan terjadi perbaikan dan peningkatan daya tampung fasilitas pendidikan yang pada gilirannya akan terefleksi pada peningkatan secara tajam pada nisbah partisipasi sekolah atau school enrollment ratio. School Enrollment Ratio-nya masing .000 orang. Hal ini bisa dimengerti.masing diukur dengan membandingkan jumlah siswa atau mahasiswa pada tiap jenjang pendidikan itu terhadap jumlah penduduk berusia 13-15 tahun (untuk SMTP). Chenery dan Syrquin dalam penelitiannya membuktikan lain bahwa dengan meningkatnya pendapatan per kapita. sedangkan jumlah murid Sekolah Dasar (SD) adalah 940 orang. yaitu 940/1000 x 100% = 94%. bahwa besarnya pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan ini pada dasarnya lebih tergantung pada komitmen politik.3% (masing-masing untuk pendapatan perkapita US$ 100 dan US$ 1. setelah sebelumnya mengalami kenaikan. Di satu pihak permintaan sudah tidak begitu besar dan di lain pihak peranan swasta sudah bisa diandalkan. seperti yang telah disebutkan sebelumnya.000. dengan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan disamping adanya ketentuan tentang batas minimal pendidikan yang ditamatkan. 16-18 tahun (untuk SMTA) dan 19-24 tahun (untuk Perguruan Tinggi). Diduga.5% pada saat pendapatan perkapita US$ 100 menjadi 84. Walaupun demikian. SMTA dan Perguruan Tinggi. kemampuan pihak swasta untuk turut serta dalam bisnis pendidikan juga semakin tinggi.2% pada saat pendapatan perkapita menjadi US$ 1. Demikianlah alur pikir dari 179 . Dengan masuknya pihak swasta yang mendukung (sebagian) pembiayaan di bidang pendidikan. maka pengeluaran pemerintah untuk bidang pendidikan pada titik tertentu justeru akan menurun. Sementara itu. kemungkinan rendahnya angka ini adalah karena menyurutnya komitmen yang diharapkan setelah terjadi peningkatan pendapatan nasional. maka penyediaan sarana dan prasarana pendidikan semakin banyak. Tentu saja hal ini akan mengembalikan besarnya cost of education pada proporsi semula dan sebagai dampaknya.dimengerti mengapa dengan semakin tingginya pendapatan nasional. pengeluaran pemerintah untuk pendidikan hanya meningkat dari 3.000) terhadap PDB.3% menjadi 4. Untuk tingkat SMTP. Hasil penelitian Chenery dan Syrquin mengenai School Enrollment Ratio memperlihatkan suatu peningkatan yang sangat tajam yaitu dari 37. Argumen yang dikedepankan atas hasil tersebut. pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan juga mengalami kenaikan dengan tajam. permintaan pendidikan tidak sebesar yang dibayangkan. maka School Enrollment Ratio untuk tingkat SD adalah sebesar 94%.

dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. Sektor yang dipilih atau menjadi sektor kunci adalah sektor yang mempunyai kaitan ke depan (forward linkage) dan kaitan ke belakang (backward linkage) yang kuat.peningkatan PDB/kapita melalui proses akumulasi yang mengakibatkan peningkatan kemampuan menabung. Proses ini selanjutnya disebut sebagai proses alokasi sumberdaya. 2) struktur produksi dalam negeri. terjadi pergeseran di dalam penggunaan sumber-sumber daya. terutama dari aspek produksi dan kewilayahan. Proses Alokasi Perubahan struktur ekonomi dapat juga ditinjau dari proses alokasi. Permintaan lebih dipengaruhi oleh perkembangan pendapatan masyarakat yaitu perubahan dalam pola konsumsi. Sebagai akibat dari adanya interaksi tersebut maka proses peningkatan pendapatan per kapita dalam kurun waktu yang lama biasanya akan disertai dengan berubahnya struktur produksi dan struktur barang dan jasa yang diperdagangkan melalui batas-batas nasional. Hal ini dapat pula didefinisikan sebagai proses yang terjadi karena adanya interaksi antara proses akumulasi yang pada gilirannya merubah keunggulan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa di satu pihak serta berubahnya pola konsumsi yang biasanya menyertai proses peningkatan pendapatan per kapita di lain pihak. Untuk memperkuat sisi penawaran dalam konteks pembangunan ekonomi. Hirschman mengusulkan perlunya strategi pembangunan ekonomi yang mengkonsentrasikan pada sektor-sektor yang relatif sedikit ketimbang ke sektor-sektor yang banyak tetapi tersebar. b. Dalam hal ini. di lain pihak penawaran dipengaruhi oleh perubahan proporsi penggunaan sumberdaya dan perubahan teknologi. yaitu bertambahnya keuntungan komparatif yang timbul sebagai akibat dari proses akumulasi yang menyertai peningkatan pendapatan perkapita. kemampuan penerimaan pemerintah dan peningkatan taraf pendidikan masyarakat. dan 3) pola perdagangan luar negeri. maka proses ini secara sistematis akan mengakibatkan perubahan pada: 1) struktur permintaan dalam negeri (domestic). Oleh karenanya. baik sumber daya fisik maupun sumber daya manusia. Perubahan ini pada dasarnya merupakan hasil akhir dari interaksi antara permintaan dan penawaran. Pertumbuhan di sektor tersebut akan mendorong pertumbuhan sektor lain sehingga sektor tersebut 179 .

akan menjadi sektor unggulan bagi sektor lainnya. sebaliknya di dalam hal keterkaitan menyangkut kegiatan industri di tahap yang mendahului (industri hulu) maka hal tersebut disebut backward linkage. Selanjutnya kemajuan wilayah akan tercapai jika terdapat konsentrasi Menurut Myrdall (1969) terdapat dua kekuatan yang bekerja pada pertumbuhan ekonomi yaitu bachwash effect dan spread effect. mekanisme pendorong pembangunan (inducement mechanism) yang tercipta akibat dari adanya hubungan berbagai industri dalam penyediaan input yang digunakan sebagai bahan mentah dalam industri lainnya dibedakan menjadi dua macam: 1) kaitan ke belakang (backward linkage effects) dan 2) kaitan ke depan (forward linkage effects). Setiap proyek investasi di suatu industri tertentu selalu terkait dengan kegiatan di tahap menyusul dan atau di tahap yang mendahuluinya. yang nantinya akan meningkatkan produksi tenaga kerja dan pendapatan per kapita dengan terserapnya pengangguran tersembunyi di daerah belakang. Menurut Hirschman hubungan antara pusat pertumbuhan dengan daerah belakangnya tergantung pada keseimbangan antara dampak positif dengan negatif bagi daerah belakang. Hirschman mengembangkan konsep polarisasi dan efek penetesan (trickle down effect) yang pengertiannya hampir sama dengan backwsh effect dan efek penyebaran (spread effect) yang dikembangkan oleh Myrdal. Kekuatan spread effect mencakup penyebaran pasar hasil industri bagi wilayah yang belum berkembang. Dalam hal keterkaitan itu dengan kegiatan industri di tahap menyusul (indusri hilir) maka keterkaitan tersebut bersifat forward linkage. Konsep Hirschman hampir sama dengan konsep Myrdal23. Selanjutnya Hirschman juga mengemukakan bahwa dalam sektor produktif. menyebabkan sumber daya di daerah belakang terserap oleh daerah pusat pertumbuhan dan hal ini akan menghabat kemajuan di daerah belakangnya. Jika komplementaris kuat akan terjadi proses penyebaran pembangunan ke arah belakang dan sebaliknya bila komplementaris lemah akan terjadi proses polarisasi. Dampak yang paling penting dari penetesan ke bawah dari pusat pertumbuhan menuju daerah belakangnya adalah meningkatnya proses pembelian dan investasi di belakangnya oleh adanya kutub pertumbuhan. Hirschman selanjutnya mengungkapkan segi keterkaitan diantara berbagai ragam kegiatan ekonomi. kekuatan efek balik negatif (backwash effect) biasanya melampau efek penyebaran dengan ketidakseimbangan aliran modal dan tenaga kerja dari daerah tidak berkembang ke daerah berkembang. Teori Hirschman lebih optimis dalam memandang dampak di masa depan daripada teori Myrdal. 23 179 . Dari proses ini. Perbedaannya adalah cara pandang setiap teori dalam memandang dampak pembangunan dari suatu pusat pertumbuhan terhadap wilayah di belakangnya pada masa-masa sesudahnya. Hal ini menyangkut keterkaitan antarsektor (misalnya antara sektor pertanian dan sektor industri) maupun kerterkaitan yang berlaku di lingkungan satu sektor tertentu (intrasector).

Menurut mereka. Terjadinya perbedaan dalam keuntungan komparatif ini akan mendorong spesialisasi produksi dan pada gilirannya akan mempengaruhi struktur dari produk-produk yang diperdagangkan ke luar negeri. dari segi perubahan dalam struktur permintaan dalam negeri (domestik): sama halnya dengan proses akumulasi. baik sebagai akibat dari adanya interaksi antara permintaan dan penawaran dari sumberdaya-sumberdaya yang bersangkutan. semakin tinggi PDB perkapita maka relatif makin kecil yang digunakan untuk mengkonsumsi makanan. δ C/δ Y dari kebutuhan pokok (makanan) akan menurun dan sebaliknya δ C/δ Y untuk bukan kebutuhan pokok tersebut akan meningkat. Kemajuan teknologi akan menghasilkan peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya. Hal ini sebagai konsekuensi dari proses akumulasi dimana peningkatan PDB/kapita akan 179 . Dampaknya. terdapat kecenderungan menurunnya pengeluaran konsumsi swasta secara relatif terhadap PDB. yang lazimnya bersifat parsial pada produk tertentu saja. melalui mekanisme yang telah dikemukakan oleh Heckser-Ohlin. Ini berarti. latar belakang teoritis dari perubahan pola permintaan. Efek penetesan yang diharapkan terjadi karena adanya pertukaran investasi di wilayah hinterland. Kondisi ini berjalan secara dinamis. Akibat dari penguatan sisi permintaan dan sisi penawaran sebagaimana diuraikan di atas maka struktur produksi dan struktur perdagangan mengalami perubahan. maupun sebagai akibat dari pengaruh perkembangan teknologi. di masing-masing negara akan terjadi comparative advantage pada produk-produk yang spesifik. Hal lain yang dapat menjelaskan tentang perubahan strktur permintaan domestik ini adalah : pertama.pembangunan pada sektor-sektor kunci yang ditentukan bacward linkage dan forward linkage. Sedangkan dari segi penawaran. dapat dijelaskan melalui mekanisme hukum Engel bahwa income elasticity of demand pada kelompok makanan adalah lebih kecil dari satu (inelastis). latar belakang teoritis dari perubahan penawaran sebagai akibat adanya perubahan proporsi penggunaan sumber daya dan teknologi. sejalan dengan terjadinya kenaikan pendapatan perkapita. atau dengan lain perkataan. sehingga akan mempengaruhi terjadinya comparative advantage pada masing-masing negara. maka dari itu konsumsi untuk makanan dihitung secara relatif terhadap PDB akan menurun. dimana harga relatif dari sumberdaya-sumberdaya yang dimiliki juga akan berubah. Pola perubahan struktural tersebut selanjutnya akan dijelaskan sebagai berikut: Pertama. terjadinya perbedaan proporsi sumberdaya yang dimiliki oleh suatu negara akan mempengaruhi harga relatif dari sumberdaya tersebut.

dapat dilihat dari adanya kecenderungan penurunan pangsa sektor pertanian terhadap PDB dan sebaliknya pangsa sektor di luar pertanian. Bila dibandingkan dengan kenaikan penerimaan pemerintah yang cukup tinggi (dari 15. terutama proporsi sektor industri terhadap PDB cenderung meningkat dengan pesat.144 0.617 Tangga b.251 0.686 0.056 0.645 0. menurun dari 72.102 d.156 0. published by Oxford University Press for the World Bank.136 0.260 b.331 0.046 0.255 0.720 0.8%.105 0.234 0.072 0.415 0.416 0.7% .138 0.065 0.120 0. 1975.Konsumsi pemerintah 0. Syrquin. Hal ini juga menunjukkan adanya alokasi pendapatan masyarakat untuk aktivitas produktif. Chenery & M.5% (persentase terhadap PDB). yaitu dari 13.0% menjadi 61. Patterns of Development 1950-1970.097 d. Sementara itu konsumsi rumah tangga (swasta).202 0.403 0.254 0.654 0.3. Berdasarkan kenyataan di atas. Sektor Industri 0.135 0.Konsumsi rumah 0.menaikkan pangsa tabungan dalam PDB (S/PDB). Sektor Jasa-jasa 0. Dari segi perubahan struktur produksi.228 0. Ekspor 0.625 0.218 0. Ekspor Barang Industri 0.667 0. Tabel 2.2% menjadi 17.lihat proses akumulasi). akan terjadi alokasi dana ke arah yang lebih produktif.7% menjadi 14.137 0. kedua.061 0.3% menjadi 28.218 0. Ekspor Jasa-jasa 0.137 0.327 0.266 0.195 0.086 0.134 0. maka hal ini menunjukan bahwa alokasi penerimaan pemerintah lebih diarahkan untuk tujuan-tujuan produktif. Sektor Primer 0.098 0.034 0.452 0.042 0.000 Struktur permintaan Domestik a. Bila NTBag/PDB cenderung menurun maka berarti laju 179 . Impor 0.057 e.125 0. dapat dinyatakkan bahwa dengan meningkatnya pendapatan nasional.136 0.149 0.089 0. Ekspor Bahan Mentah 0. mengungkapkan bahwa dengan meningkatnya pendapatan nasional maka konsumsi pemerintah secara relatif menunjukkan peningkatan.3 Struktur Ekonomi Pada Berbagai Tingkat Pembangunan Pada Proses Alokasi Nilai Tiap Faktor Pada Berbagai Tingkat Pembangunan Deskripsi Faktor $100 $200 $300 $400 $500 $800 $1.243 0.249 0. Sektor Utilitis 0.263 0.079 0.131 0.048 0. pengeluaran konsumsi pemerintah terhadap PDB secara relatif cenderung meningkat sampai pada batas tertentu.247 c.096 c.148 Struktur Produksi b.138 b.294 0.031 0.411 0.267 No 1 2 3 Sumber : Hollis B.230 0.276 0.238 0. Hasil studi Chenery dan Syrquin sebagaimana disajikan pada Tabel 2. London.413 Struktur Perdagangan a.053 0.056 0.051 0.085 0.7% dan konsumsi untuk bahan makanan juga menurun dari 39.338 0.215 0.385 0.019 0.244 0.

pertumbuhan NTB sektor pertanian lebih kecil daripada laju pertumbuhan PDB. Mengapa demikian? Jawabannya dapat diperoleh baik dari sisi permintaan maupun dari sisi penawaran. Dari sisi permintaan; seperti diketahui bahwa sektor pertanian menghasilkan bahan makanan dengan income elasticity of demand terhadap makanan yang lebih kecil dari satu (inelastic) sehingga peningkatan pendapatan (PDB/kapita) secara relatif menurunkan permintaan terhadap makanan (perlu hati-hati, sebab yang menurun adalah marginal propensity to consume untuk makanan dan bukan permintaan absolutnya). Disamping itu, makin banyak komponen dari makanan yang jatuh ke sektor di luar pertanian, misalnya ke sektor jasa dan sektor industri. Untuk sektor pertanian yang menghasilkan bukan makanan, sebagai akibat perubahan teknologi, maka: (a). penggunaan bahan baku cenderung semakin efisien; dan (b). cenderung menghasilkan barang subsitusi (karet alam ---> karet sintetis, arang ----> listrik, kuda ----> mobil), sebagai dampaknya adalah permintaan hasil sektor pertanian bukan bahan makanan relatif semakin kecil (income inelastic). Berbeda dengan permintaan terhadap hasil pertanian, permintaan terhadap hasil industri manufaktur secera keseluruhan elastik. Dari sisi penawaran; dilihat dari segi keuntungan komparatif maka ada pergeseran dari sektor pertanian kepada sektor pengolahan karena keuntungan komparatif sektor pertanian lebih rendah daripada sektor industri pengolahan. Mengapa proporsi sektor non-pertanian meningkat dengan meningkatnya PDB perkapita? Ada tiga faktor penyebabnya; (i). Income elasticit of demand terhadap hasil industri pengolahan adalah lebih besar dari satu (>1), (ii). Berubahnya keuntungan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa, umumnya lebih menguntungkan memproduksi hasil industri pengolahan; dan (iii). Bergesernya kegiatan yang tadinya masuk sebagai kegiatan sektor pertanian dan rumah tangga menjadi masuk ke sektor industri pengolahan. Hasil penelitian Chenery (tahun 1960-an) menunjukkan bahwa ternyata meningkatnya proporsi industri pengolahan dalam PDB karena meningkatnya PDB/kapita, 50% bisa diterangkan karena perubahan keuntungan komparatif, dan 32% karenakeuntungan permintaan, sedangkan 18% bisa diterangkan karena pergeseran proses produksi. Keuntungan komparartif tercermin pada hasil produksi pengolahan yang sifatnya subsitusi impor. Gejala ini sering disalah artikan di negara-negara berkembang, mereka mengira bahwa dalam rangka industrialisasi perlu dikembangkan industri subsitusi impor. Sebenarnya subsitusi impor yang dimaksud oleh Chenery berbeda dengan pengertian subsitusi impor di negara sedang berkembang. Subsitusi impor yang dimaksud Chenery adalah subsitusi impor karena adanya keuntungan komparatif, jadi sifatnya alamiah, sedangkan subsitusi

179

impor yang dipahami di negara-negara sedang berkembang adalah industri subsitusi impor dengan proteksi. Sebagai akibat dari perubahan struktur produksi, khususnya dengan makin membesarnya peran industri pengolahan dalam PDB di negara-negara yang belum maju yang pangsa sektor industri pengolahannya relatif kecil. Sedangkan studi Chenery dan Syrquin yang menyangkut pola perubahan struktur produksi ini menunjukkan penurunan pada produksi sektor primer dari 45,2% menjadi 13,8%; sektor industri meningkat dari 14,9% menjadi 34,7%; sektor utilities meningkat dari 6,1% menjadi 10,2% dan sektor jasa meningkat dari 33,8% menjadi 41,3%. Fakta ini mengindikasikan alokasi penggunaan sumber daya yang digunakan untuk produksi, telah dialokasikan seperti pola di atas, yaitu untuk sektor pertanian menurun, sementara untuk sektor-sektor lainnya di luar sektor pertanian meningkat, terutama sektor industri. Ini berarti penggunaan sumberdaya-sumberdaya bergeser dari sektor pertanian ke sektor lain dan yang paling banyak menyerap penggunaan sumberdaya akibat dari pergeseran tersebut adalah sektor industri. Terkait dengan meningkatnya pangsa industri pengolahan dalam PDB, seperti yang telah diuraikan di atas, oleh United Nation Industrial Organization (UNIDO) dikenal empat tahapan industrialisasi dalam suatu negara:
a. Non industrial, disebut demikian bagi negara yang NTB sektor industri pengolahannya dalam

PDB sebesar lebih kecil dari 10%.
b. Industrilizing, disebut demikian bagi negara yang NTB sektor industri pengolahannya dalam

PDB sebesar 10-20%.
c. Semi industrilized, disebut demikian bagi negara yang NTB sektor industri pengolahannya dalam

PDB sebesar 20-30%.
d. Industrilized, disebut demikian bagi negara yang NTB sektor industri pengolahannya dalam

PDB lebih besar 30%. Oleh karena di sebagian negara sektor jasa membesar maka sekarang ini sulit menggunakan kriteria di atas, sehingga ada negara yang pada mulanya sudah masuk kategori Industrialized (pangsa sektor industri terhadap PDB lebih besar dari 30%), turun menjadi Semi industriliazed (pangsa sektor industrinya terhadap PDB antara 20 - 30%). Olehnya adalah penting memeprhatikan struktur Nilai Tambah Bruto sektor Industri berdasarkan klasifikasi International Standard Industrial Classification (ISIC) seperti yang telah diuraikan pada bagian pertama.

179

Berdasarkan klasifikasi ISIC tersebut, UNIDO membagi sektor industri manufaktur ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok industri ringan dan kelompok industri berat. Kelompok industri ringan meliputi industri-industri yang produksinya untuk kebutuhan pokok dan barang yang tidak tahan lama, dalam hal ini secara rinci adalah industri makanan, minuman dan tembakau (ISIC 31); industri tekstil, pakaian, kulit dan barang dari kulit (ISIC 32); industri kayu, barang dari kayu serta perabot rumahtangga dari kayu, rotan dan bambu (ISIC 33) industri percetakan dan penerbitan (ISIC 342); industri barang dari karet (ISIC 355); industri barang dari plastik (ISIC 356) dan industri yang menghasilkan barang yang tidak dikelompokkan dimana-mana (ISIC 39). Adapun yang masuk dalam klasifikasi industri berat adalah industri yang memproduksi bahan baku, barang konsumsi tahan lama dan peralatan bagi profesional, dalam hal ini secara rinci adalah, industri kertas dan barang dari kertas (ISIC 341); Industri kimia dan kimia dasar (ISIC 351 dan 352); Industri pengilangan minyak bumi, gas alam cair, pengolahan lebih lanjut dari hasil pengilangan minyak bumi dan Industri yang mengolah batubara (ISIC 353 dan 354); Industri keramik, kaca dan barang dari mineral bukan logam dan bukan migas (ISIC 36); Industri logam dasar besi dan baja serta logam dasar bukan besi (ISIC 37); Industri barang dari logam, mesin, alat pengangkutan, peralatan untuk tenaga profesional dan ilmu pengetahuan, peralatan fotografi, dan barang optik dan alat pengukur waktu (ISIC 38). Ditinjau dari pola konsumsi, permintaan produk industri ringan meningkat pada waktu pendapatan masih relatif rendah, sebaliknya untuk hasil produk industri berat, permintaannya meningkat ketika pendapatan relatif tinggi. Dari sisi intensitas penggunaan faktor produksi, industri ringan adalah industri yang padat tenaga kerja dan kurang menggunakan energi, keadaan sebaliknya pada industri berat umumnya padat modal, banyak menggunakan energi dan umumnya menghasilkan bahan baku. Ditinjau dari sisi pengaruh economic of scale, industri ringan tidak terlalu sensitif sedangkan industri berat sangat sensitif terhadap economic of scale. Pada umumnya hasil produk industri ringan adalah untuk konsumen akhir, sedangkan industri berat adalah konsumen untuk industri hilir. Tentu saja tingkat teknologi pada industri berat lebih tinggi dan cepat berubah ketimbang pada industri ringan. Memperhatikan sifat-sifat tersebut di atas, maka dapat diduga bahwa kontribusi industri ringan dalam industri manufaktur menurun dengan makin tingginya tingkat pendapatan, dan tentu saja sebaliknya, industri mengalami peningkatan. Struktur di negara berkembang, umumnya didominasi oleh ISIC 31 dan 32, sedangkan di negara maju didominasi oleh ISIC 38.

179

Dari segi penawaran.Dari segi perubahan struktur perdagangan luar negeri. dapat dilihat dari dua sisi yaitu. Kurang peka terhadap skala produksi. Mbm mempunyai ciri: umumnya padat modal. Sementara itu. Permintaan impor barang konsumsi adalah konsumen akhir sehingga multiplier effect -nya tidak besar. serta konsumennya hampir semua kegiatan ekonomi. b). bisa dilihat dari dalam negeri maupun luar negeri. Mbb) dan impor bahan penolong (auxiliary goods. Tingkat teknologinya tidak terlalu tinggi dan perkembangan teknologinyapun tidak terlalu cepat. dan c). Karena laju pertumbuhan NTB industri pengolahan lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan PDB maka Mbb dan Mbp mempunyai laju pertumbuhan yang lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan PDB. biasanya dibedakan kedalam ekspor ekspor bahan mentah (primary product. impor barang modal (capital good. Xj). dari sisi penawaran. sisi ekspor dan sisi impor. Mbp) disamping impor jasa-jasa (Mj). tingkat teknologinya relatif tinggi dan perubahan teknologinya cepat. Impor bahan baku (Mbb) dan bahan penolong (Mbp) dari segi permintaan erat kaitannya dengan peran NTB industri pengolahan dalam PDB. sedangkan pada sisi impor. besarnya impor barang modal (Mbm) dari segi permintaan dipengaruhi oleh Investasi (I). terutama bila kenaikan pendapatan golongan ini lebih tinggi dari pada kenaikan pendapatan golongan berpendapatan rendah. maka kedua sisi tersebut perlu diuraikan secara rinci. artinya kalau 179 . bisa dilihat dari dalam negeri dan bisa pula dilihat dari luar negeri. Mbk). impor bahan baku/mentah (raw material goods. Xbm). Dilihat dari sisi impor. padat modal dan teknologi tinggi. sehingga industri semacam ini dikembangkan setelah PDB relatif besar. serta konsumen pemakainya adalah industri hilir. Suatu negara yang melakukan subsitusi impor bahan baku dan bahan penolong disebut sebagai subsitusi impor tahap kedua. Pada sisi ekspor. Impor barang konsumsi (Mbk) dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat berpendapatan tinggi. Xip). dan ekspor jasa-jasa (services. Barang-barang konsumsi ini (lebih-lebih yang bukan barang konsumsi tahan lama) memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a). biasanya dibedakan kedalam impor barang yang dirinci menurut: impor barang komsumsi (consumption goods. Dari proses akumulasi telah diketahui bahwa kenaikan I lebih tinggi daripada kenaikan PDB sehingga kenaikan Mbm lebih tinggi dari pada kenaikan PDB. ekspor hasil industri pengolahan (manufacturing product. skala produksinya relatif besar. Dalam menganalisis perubahan struktur perdagangan luar negeri sebagai akibat dari adanya peningkatan PDB perkapita. skala produksinya besar dan sangat peka (biaya per satuannya relatif mahal). Mbb dan Mbp mempunyai ciri. artinya perbedaan produksi per unit antara skala besar dan kecil tidaklah terlalu besar. artinya kemungkinan untuk di produksi di dalam negeri jauh lebih sulit.s Mbm).

Berdasarkan SITC satu digit barang ekspor dan impor dikelompokkan menjadi: 179 .9% menjadi 9. peranan ekspor jasa meningkat dari 3. oleh karena keterbatasan persediaan barang-barang modal dan produksi barang modal di dalam negeri pada negara sedang berkembang. mulai dari suatu batas tertentu diperuntukan ekspor.7%. kemudian landai dan ada kemungkinan turun. Dengan adanya peningkatan devisa sebagai dampak dari adanya peningkatan penerimaan ekspor. Dengan cara ini maka proses pertumbuhan ekspor (Xip) dapat dimulai. akan mempengaruhi pola perdagaangan luar negeri. maka kemampuan impor juga semakin besar.1% menjadi 5. dari sisi impor telah dapat diketahui bahwa laju pertumbuhan impor lebih cepat dari pada laju pertumbuhan PDB. Perubahan struktur ekspor dan impor sering dikaitkan dengan perubahan struktur ekspor dan impor barang dalam perdagangan luar negeri menurut Standard International Trade Classification (SITC).0%. Pangsa ekspor bahan mentah terhadap PDB cenderung turun.5% menjadi 26. Hasil studi Chenery dan Syrquin memperlihatkan bahwa total ekspor meningkat dari 19. Dari sisi ekspor. Disini terlihat bahwa perdagangan luar negeri akan bergeser dari eksportir bahan mentah berangsur menjadi eksportir barang industri dan jasa.7% sedangkan ekspor bahan mentah menurun dari 13.seandainya di produksi dalam negeri biayanya lebih tinggi dan yang harus membayar adalah konsumen akhir. baik dalam bentuk barang setengah jadi maupun barang jadi.8 % menjadi 26. Itulah sebabnya dalam proses subsitusi impor yang mula-mula dikembangkan adalah impor subsitusi untuk barang konsumsi yang sering disebut sebagai Subsitusi impor tahap I. sebagai akibat adanya alokasi sumber daya. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa dengan adanya perubahan Comparatif Advantage. Peningkatan lebih lanjut investasi akan lebih memperluas dan memperkokoh struktur produksi industri pengolahan di dalam negeri sehingga dengan keuntungan komparatif yang dimiliki sebagian dari hasil industri pengolahan. di ekspor keluar negeri.6%. Secara keseluruhan. Ekspor barang-barang industri meningkat dari 1. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan impor dari 21. mula-mula pangsa ekspor terhadap PDB menaik.7% menjadi 9. Dalam keadaan normal. maka dari sisi penawaran lebih besar atau menghampiri keseluruhan dari total ekspor negara tersebut. mengakibatkan investasi makin meluas sehingga persediaan barang-barang modal di dalam negeri bertambah pesat dan hal ini meningkatkan kemampuan dalam negeri untuk mengolah lebih banyak bahan-bahan mentah menjadi barang setengah jadi.7 %. Ini merupakan salah satu alasan mengapa dalam perencanaan pembangunan sasaran ekspor harus lebih tinggi (besar) daripada impor. Dengan meningkatnya PDB/kapita. sebaliknya pangsa ekspor barang hasil manufaktur dan jasa-jasa terhadap PDB cenderung naik.

timah dan aluminium). SITC 34 (gas alam cair).SITC 0 : Bahan makanan dan binatang hidup SITC 1 : Minuman dan tembakau SITC 2 : Bahan mentah SITC 3 : Bahan bakar dan minyak pelumas SITC 4 : Minyak/lemak nabati dan hewani SITC 5 : Bahan kimia SITC 6 : Hasil industri menurut bahan SITC 7 : Mesin dan alat pengangkut SITC 8 : Hasil industri lain SITC 9 : Barang dan transaksi khusus lainnya Dalam perdagangan luar negeri yang dianggap sebagai hasil industri manufaktur adalah SITC 5 sampai dengan SITC 9 kecuali 68 (logam yang tidak mengandung besi. kain tekstil dan hasilnya). 335. SITC 662 (barang konstruksi). akan tetapi ada pula yang menganggap SITC 251 (pulp dan sisa kertas). 334. SITC 691 (bangunan dan bahan bangunan dari logam). seperti nikel. SITC 63 (barang dari kayu dan gabus). dan SITC 68. 4 dan 61 (kulit disamak dan barang dari kulit). Berdasarkan intensitas penggunaan faktor produksi. 3) Differentiated goods (industri manufaktur dengan tingkat keterampilan tinggi) yang meliputi: SITC 71 (mesin pembangkit tenaga). dan 899 (barang buatan pabrik lainnya). SITC 692 (tangki untuk penyimpanan dan pengangkutan barang). ISIC 354 (gas alam cair) dan ISIC 371 (industri dasar besi dan baja) tidak dianggap sebagai hasil industri manufaktur. SITC 334 (hasil pengilangan minyak bumi). SITC 641 (kertas dan kertas karton). SITC 73 (mesin untuk 179 . SITC 661 (semen kapur dan bahan bangunan). 34. Ini terdiri atas SITC 251. tetapi ada pula yang menganggap bahwa hanya sebagian dari ISIC 31 yang bukan hasil industri manufaktur. ISIC 353 (pengilangan minyak bumi). SITC 898 (alat musik dan kelengkapannya). yaitu : 1) Resources intensive (industri manufaktur yang padat kekayaan alam). SITC 696 (pisau dan alat potong lainnya). SITC 72 (mesin industri khusus). SITC 4 dan SITC 68 masuk dalam hasil industri manufaktur. SITC 663 (produk dari bahan mineral). ekspor barang hasil industri manufaktur menurut tahapan pembangunan diperbedakan menjadi lima kelompok. Ini memberi pengertian bahwa umumnya hasil produksi industri dari ISIC 31 (makanan). SITC 695 (perkakas pertukangan tangan). SITC 335 (sisa hasil pengilangan minyak bumi). 2) Labor intensive (industri manufaktur padat karya) yang meliputi SITC 65 (barang tenun. SITC 697 (perabot rumahtangga dari logam). SITC 699 (produk logam tidak mulia lainnya).

dan SITC 88 (aparat fotografi dan perlengkapannya). c. dan SITC 894 (kereta bayi. pipa dan selang dari bahan plastik). SITC 52 (kimia an-organik). Dengan begitu dapat dihindarkan 179 . 4) Scale intensive (industri manufaktur yang skala ekonominya relatif besar dan padat modal). SITC 666 (barang porselen dan pecah belah lainnya). dalam uraian ini dilihat dalam satu kerangka acuan analisis dengan proses akumulasi dan proses alokasi. SITC 76 (telekomunikasi). Proses Distribusi dan Proses Demografi Proses distribusi dan proses demografi. SITC 54 (bahan obat-obatan dan hasilnya). SITC 893 (barang plastik buatan). kecuali alat peng angkutan udara). SITC 53 kecuali 533 (bahan celup). aparat dan alatnya). 5) Science based (industri manufaktur yang padat ilmu pengetahuan dan teknologi). SITC 665 (barang dari kaca). Atau dengan kata lain. SITC 664 (kaca atau gelas). mur. SITC 621 (bahan-bahan dari karet). SITC 792 (alat pengangkutan udara dan perlengkapannya). distribusi dan proses demografi dilihat dalam kerangka acuan yang mencakup dinamika proses transformasi secara menyeluruh selama masa transisi. SITC 892 (barang cetakan). kemudian secara bertahap berubah dan didominasi oleh hasil ekspor industri manufaktur berketerampilan tinggi. dan ini tercermin dari adanya perubahan komposisi ekspor hasil industri manufaktur yang pada awalnya didominasi oleh ekspor hasil produksi industri manufaktur yang padat kekayaan alam dan padat karya.mengerjakan logam). baut dan semacamnya). SITC 74 (mesin industri dan perlengkapannya). SITC 693 (kawat dan produk ikutannya). Seiring dengan terjadinya perubahan komposisi faktor produksi selama pembangunan berlangsung maka keunggulan komparatif berubah. SITC 629 (barang dari karet lainnya). SITC 77 (mesin listrik. SITC 625 (ban luar dan ban dalam untuk segala jenis roda). Yang masuk dalam kelompok ini: SITC 533 (bahan pewarna lainnya). SITC 581 (tabung. SITC 75 (mesin kantor dan pengolah data). SITC 694 (paku. SITC 55 (bahan wangi-wangian dan parfum). berskala besar dan padat modal serta pada akhirnya didominasi oleh ekspor hasil industri manufaktur yang padat ilmu pengetahuan dan teknologi. SITC 79 kecuali 792 (alat pengangkutan lainnya. kedokteran dan sebagainya). alokasi. dan 87 (instrumen ilmu pengetahuan. SITC 67 (besi dan baja). proses akumulasi. mainan anak dan lain-lain). SITC 78 (kendaraan bermotor jalan raya). Ini terdiri atas: SITC 51 (kimia organik). SITC 642 (barang kertas lainnya).

Dalam hal ini. Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor. Ditinjau dari proses distribusi. pihak yang memiliki barang modal lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula dibandingkan dengan pihak yang memiliki sedikit barang modal. Hal ini diartikan sebagai adanya gangguan yang mengakibatkan persaingan dalam pasar tidak dapat bekerja secara sempurna. perubahan struktur ekonomi dapat dijelaskan bahwa pada tahap awal pembangunan. 2) mengarahkan investasi pada masyarakat miskin dalam bentuk pendidikan dan atau akses pada kredit yang lebih mudah. distribusi pendapatan dapat dibedakan atas: 1) distribusi antargolongan pendapatan. maka masalah ini dapat dipecahkan dengan mempergunakan beberapa pendekatan. terdiri atas distribusi absolut dan relatif. Gangguan-gangguan tersebut selain berupa perbedaan dalam kepemilikan sumberdaya juga dalam bentuk perbedaan dalam kepemilikan informasi. sementara distribusi pendapatan absolut menganalisis batas pendapatan minimum yang layak diterima seseorang. Manakala setelah proses tersebut masih ada perbedaan pendapatan yang cukup timpang. dan 4) pengalihan aset yang tersedia kepada kelompok miskin seperti halnya dengan kebijakan land-reform. Perbedaan pendapatan karena perbedaan kepemilikan awal faktor produksi tersebut menurut teori pembangunan ekonomi neo-klasik akan dapat dihilangkan atau dikurangi melalui suatu proses penyesuaian otomatis. Dalam hal ini. terutama kepemilikan barang modal (capital stock). dan (2) disparitas antardaerah di nergara sedang berkembang lebih tinggi daripada disparitas antardaerah di negara maju. Dengan proses tersebut hasil pembangunan akan menetes dan menyebar sehingga menimbulkan keseimbangan baru.pandangan yang menganggap seolah-olah proses distribusi dan proses distribusi ini merupakan proses yang berdiri sendiri. terlepas dari segi-segi pokok lainnya dalam proses pembangunan. lazimnya distribusi pendapatan24 secara relatif cenderung memburuk. Ketidakmerataan dalam pembagian pendapatan dapat terjadi karena ketidaksempurnaan pasar. diantaranya: 1) memaksimumkan pertumbuhan pdb melalui peningkatan tabungan dan alokasi sumberdaya yang lebih efisien yang mampu memberikan manfaat pada semua kelompok masyarakat. 24 179 . diantaranya oleh perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi. dan 2) distribusi antardaerah. 3) melalui sistem pajak atau alokasi langsung barangbarang konsumen. dan adanya konspirasi negatif antara beberapa pelaku ekonomi dengan pemerintah (hal ini sering ditemui atau seringkali terjadi di negara sedang berkembang). adanya intervensi pemerintah melalui berbagai peraturannya. Hasil penelitian williamson menunjukkan bahwa: (1) disparitas pendapatan antardaerah akan berkurang dengan meningkatnya perekonomian nasional. Distribusi pendapatan relatif membandingkan pendapatan antar kelompok golongan pendapatan.

Fenomena ini oleh Johnston & Kilby (1975) yang pernah mengkaji transformasi struktural di amerika. migrasi/urbanisasi. manakala terjadi penurunan cepat dari jumlah angkatan kerja dalam sektor pertanian. semakin banyak unit-unit usaha berskala besar maka semakin banyak diperlukan tenaga spesialis dan manajer. jenis pekerjaan. gizi serta pendidikan yang timbul seiring dengan pertumbuhan pendapatan per kapita. pada gilirannya akan terjadi penurunan rasio penduduk yang bekerja di sektor pertanian terhadap keseluruhan angkatan kerja. serta beberapa hal yang terkait dengan ketenagakerjaan seperti pengangguran. Dalam sektor ketenagakerjaan. adalah tokoh pemikir ekonomi yang cukup dikenal pemikiran-pemikirannya. akan tetapi juga ditandai oleh perubahan yang terjadi dalam struktur penduduk dan ketenagakerjaan. Dengan bertambahnya sektor formal. struktur produksi dan perbaikan fasilitas kesehatan. Proses perubahan ini oleh chenery dan syrquin diistilahkan sebagai proses demografi. kemudian mengubah proses fundamental dan memberi nilai tambah pada setiap tahap dalam memproduksi barang atau jasa. Teori pertumbuhan ekonomi yang dikemukakan oleh Rostow merupakan garda depan dari linear stage of growth theory. dan percepatan perubahan itu menuntut dunia pendidikan dapat mempersiapkan dan menghasilkan lulusannya yang berdaya saing. J. Hal ini memungkinkan terjadinya peningkatan produktivitas tenaga kerja dan upah riil di sektor tersebut. Terakhir adalah peningkatan rasio tenaga spesialis dan manajer terhadap seluruh angkatan kerja. yang selanjutnya disebut sebagai rantai nilai pekerjaan. tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat upah. Seiring dengan perubahan itu. TEORI PEMBANGUNAN WALT WHITMAN ROSTOW Walt Whitman Rostow atau yang lebih populer dengan panggilan Rostow. Indikator yang terakhir ini berhubungan erat dengan skala unit usaha. maka transformasi ekonomi dan pekerjaan pun ikut bergerak dengan sangat cepat. Yang menarik dari perubahan dan pergerakan ekonomi serta ragam pekerjaan baru itu adalah adanya peran yang begitu penting dari teknologi informasi dan modal intelektual sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi. jepang dan taiwan disebut sebagai structural turning point. Proses ini terjadi sebagai akibat dari perubahan pada struktur permintaan. Berawal dari structural turning point.Proses pembangunan ekonomi biasanya tidak hanya ditandai oleh perubahan atau pergeseran pada struktur permintaan dan penawaran barang dan jasa. Proses ini juga mencakup peralihan berbagai hal yang terkait dengan tempat tinggal penduduk. rasio pekerja dengan upah dan gaji terhadap seluruh angkatan kerja akan meningkat pula. Pada dekade 179 . angka kelahiran dan kematian.

Rostow memformulasikan pola pembangunan menjadi tahap-tahp evolusi dari suatu pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara tersebut. Rostow (1960) menyatakan bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan: 1) perubahan orientasi ekonomi.negara Eropa. Dengan mengamati proses pembangunan di negara. Masing-masing tahapan tersebut kemudian dijelaskan sebagai berikut: 1. Dalam bukunya yang berjudul The Stages of Economics Growth. seperti kurang menghargai waktu kerja dan orang lain. politik dan sosial yang pada mulanya berorientasi kepada suatu daerah menjadi berorientasi keluar. Dalam masyarakat tradisional seperti itu. Struktur sosial kemasyarakatan dalam sistem masyarakat seperti ini bersifat berjenjang. Dalam perekonomian semacam ini sektor pertanian memegang peranan penting. teori Rostow banyak mempengaruhi pandangan dan persepsi para ahli ekonomi mengenai strategi pembangunan yang harus dilakukan. dan oleh kebiasaan yang telah berlaku secara turun temurun. Rostow membagi proses pembangunan ekonomi suatu negara menjadi lima tahap: 1) tahap perekonomian tradisional. Kemudian. ciri yang menonjol adalah 1) tingkat produksi per kapita dan tingkat produktivitas per pekerja masih sangat rendah. 2) perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga yaitu kesadaran untuk membina keluarga kecil. Masih rendahnya pemanfaatan teknologi dalam proses produksi menyebabkan barang-barang yang diproduksi sebagian besar adalah komoditas pertanian dan bahan mentah lainnya.1950-1960. dan 4) perubahan sikap hidup dari adat istiadat yang kurang merangsang pembangunan ekonomi. karena sebagian besar sumberdaya 179 . 2) prakondisi tinggal landas. mulai dari abad pertengahan hingga abad modern. dan 5) tahap konsumsi massa tinggi. Teori Rostow didasarkan pada pengalaman pembangunan yang telah dialami oleh negara-negara maju terutama di Eropa. Tahap Perekonomian Tradisional Pada tahap masyarakat tradisional (the traditional society) ditunjukkan oleh suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di arus kehidupan ekonomi yang masih menggunakan cara-cara berproduksi relatif primitif dan cara-cara hidup masyarakat masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dicetuskan oleh cara berpikir yang tidak rasional. Kemampuan penguasaan sumberdaya yang ada sangat dipengaruhi oleh hubungan darah dan keluarga. 3) perubahan dalam kegiatan investasi masyarakat dari melakukan investasi yang tidak produktif menjadi investasi yg produktif. 3) tinggal landas. Bentuk perekonomian pada masyarakat ini cenderung bersifat subsisten dimana pemanfaatan teknologi dalam sistem produksi masih sangat terbatas. 4) menuju kedewasaan.

yaitu perubahan dalam sistem politiknya. dan 2) tahap prasyarat tinggal landas yg dialami negara born free (daerah imigran seperti Amerika Serikat.masyarakat masih digunakan untuk kegiatan sektor pertanian. dan lembaga keuangan resmi sebagai penggerak dana masyarakat mulai bermunculan. Australia dan Selandia Baru). Sebagai tahapan yang berfungsi mempersiapkan dan memenuhi prasyaratprasyarat pertumbuhan swadaya. dan perubahan struktur ekonomi yang bersifat multidimensi. Untuk mencapai perubahan-perubahan tersebut. 2. Kanada. Timur Tengah dan Afrika. Menurut pengamatan Rostow. serta terjadi investasi besar-besaran terutama pada industri manufaktur. negara-negara di Eropa mengalami tahap kedua ini kira-kira pada abad ke-15 sampai ke-16. perekonomian mulai bergerak dinamis. Tahap kedua dari proses pertumbuhan Rostow ini pada dasarnya merupakan proses transisi dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri. dan 3) kegiatan politik dan pemerintahan di daerah-daerah didominasi oleh para tuan tanah. 179 . dan tanpa harus merubah sistem masyarakat tradisional yg sudah ada. 2) struktur sosial masyarakat bersifat sangat hirarkis dengan tingkat mobilitas vertikal masyarakat sangat kecil. Tahap kedua ini merupakan tahap yang menentukan bagi persiapan menuju tahap-tahap pembangunan berikutnya. pembangunan ekonomi sebagai sebuah proses telah menyebabkan perubahan ciri-ciri penting dari suatu masyarakat. Pada saat itu terjadi perubahan radikal dalam masyarakat Eropa dengan munculnya semangat Renaissance. yaitu tahap tinggal landas. masyarakat diperhadapkan kepada suatu masa transisi tertentu untuk mempersiapkan diri mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self sustained growth). Tahapan ini memiliki dua corak yang amat berbeda: 1) tahap prasyarat tinggal landas yang dialami oleh negara-negara Eropa. Tahap Prakondisi Tinggal Landas Pada tahap prakondisi tinggal landas. nilai-nilai masyarakatnya. dan kedudukan masyarakat tidak berbeda dengan nenek moyang. struktur sosialnya. diperlukan adanya semangat baru dari masyarakat. perkembangan teknologi cukup pesat. Kondisi ini selanjutnya disebut sebagai tonggak dimulainya industrialisasi. Asia. industri-industri bermunculan. Pada tahap ini. Semangat ini telah membalikkan semua tatanan nilai masyarakat Eropa saat itu yang cenderung statis menjadi sangat dinamis. Sektor industri mulai berkembang di samping sektor pertanian yang masih memegang peranan penting dalam perekonomian. yaitu perombakan terhadap masyarakat tradisional yg sudah ada untuk mencapai tahap tersebut. Perubahan paradigma berfikir nampaknya merupakan istilah yang lebih tepat untuk menilai fenomena itu.

Dalam hubungan itu. terjadinya revolusi politik dan kehidupan demokrasi secara luas. Akibat dari perubahan-perubahan tersebut maka secara teratur akan tercipta pembaharuan-pembaharuan dan peningkatan penanaman modal. Tahap Tinggal Landas Awal dari tahap tinggal landas pada umumnya ditandai oleh perubahan-perubahan yang sangat dramatis dalam kehidupan masyarakat suatu bangsa. 2) terjadi revolusi teknologi di bidang pertanian untuk memenuhi peningkatan permintaan penduduk kota yang semakin besar. Tahap ini merupakan tahap yang menentukan dalam keseluruhan proses pembangunan bagi kehidupan masyarakat. Proses pembangunan dan industrialisasi yang berkelanjutan akan terjadi jika keuntungan yang diperoleh diinvestasikan kembali pada sektor yang menguntungkan. seperti terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi. Sektor 179 . dan revolusi industri yang berhubungan erat dengan revolusi metode produksi dan lain sebagainya. 2) perkembangan salah satu atau beberapa sektor manufaktur penting dengan laju pertumbuhan tinggi. Faktor –faktor penyebab dimulainya tahap tinggal landas itu amat beragam dan berbeda-beda satu sama lainnya. yang dibiayai oleh produksi yang efisien dan pemasaran sumber alam untuk ekspor. sosial. serta semangat dan etos kerja yang kuat untuk maju dari suatu bangsa. namun yang jelas perubahan-perubahan itu muncul dan terus berkembang karena disangga oleh kekuatan nilai-nilai dan budaya yang luhur. sekitar dua dasawarsa. dan institusional yang menimbulkan hasrat ekspansi di sektor modern. Prasyarat pertama dan kedua sangat berkaitan erat satu sama lain. Dan pada gilirannya penanaman modal yang makin bertambah tinggi akan berdampak pada pertambahan yang cepat pada pendapatan nasional melebihi pertambahan pada jumlah penduduk.Industrialisasi dapat dipertahankan jika dipenuhi prasyarat sebagai berikut: 1) peningkatan investasi disektor infrastruktur/prasarana terutama prasarana transportasi. terbukanya pasar-pasar baru. 3. Pengalaman negara-negara Eropa menunjukkan bahwa tahap ini berlaku dalam waktu yang relatif pendek. khususnya sektor manufaktur. termasuk impor modal. dan 3) hadirnya secara cepat kerangka politik. dan dampak eksternalnya akan memberikan daya dorong pada pertumbuhan ekonomi. Kenaikan laju investasi produktif antara 5-10 persen dari GNP pada akhirnya akan menyebabkan pertumbuhan yang tinggi pada sektor-sektor dalam perekonomian. tinggal landas didefinisikan sebagai tiga kondisi yang saling berkaitan sebagai berikut: 1) kenaikan laju investasi produktif antara 5-10 persen dari pendapatan nasional. tingkat pendapatan per kapita makin lama akan menjadi makin bertambah besar. Dengan demikian. dan 3) perluasan impor.

Dalam studinya. dan 4) pembangunan dan transformasi teknologi sektor pemimpin harus bisa diciptakan kebutuhan akan adanya perluasan kapasitas dan modernisasi sektor-sektor lain. sektor manufaktur adalah sektor yang memiliki keterkaitan terbesar dengan sektor-sektor lain. Swedia pada Tahun 1930. Rostow menyatakan negara-negara yang telah mencapai tahapan lepas landas ini adalah: Inggris pada Tahun 1850. Di samping itu. Selama masa tinggal landas. 3) harus tercipta tabungan dalam masyarakat dan para pengusaha harus menanamkan kembali keuntungannya untuk membiayai pembangunan sektor pemimpin.173). 179 . 2) dalam sektor tersebut harus dikembangkan teknik produksi yang modern dan kapasitas produksi harus bisa diperluas. USA pada Tahun 1900. berkembangnya sektor industri pemimpin dengan tingkat pertumbuhan tinggi (leading sector). yaitu 1) harus ada kemungkinan perluasan pasar bagi barang-barang yg diproduksi yang mempunyai kemungkinan untuk berkembang dengan cepat. paling tidak ada empat faktor yang perlu dicermati.4 Urutan Negara Tinggal Landas & Leading Sector Menurut Perkiraan Walt Whitman Rostow No Urut Negara Tahun 1783-1802 1830-1860 1833-1860 1843-1860 1850-1873 1868-1890 1878-1900 1890-1914 1896-1914 1935 1937 1952 1952 Leading Sector Industri Tekstil Jaringan KA Jaringan KA Jaringan Jalan KA Jaringan Jalan KA Industri Kayu Industri Sutera Jaringan Jalan KA Jaringan Jalan KA Industri Subst Impor - 1 Inggris 2 Perancis 3 Belgia 4 USA 5 Jerman 6 Swedia 7 Jepang 8 Rusia 9 Kanada 10 Argentina 11 Turki 12 India 13 RRC Sumber: Sadono Sakirno (2006. Jepang pada Tahun 1940. Tabel 2. Rusia dan Kanada pada Tahun 1950. Jika sektor manufaktur berkembang pesat. maka sektor-sektor lain pun akan terpengaruh untuk berkembang pesat pula. Jerman dan Perancis pada Tahun 1910.manufaktur diharapkan memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi karena sektor tersebut merupakan indikator bagi perkembangan industrialisasi yang yang dilakukan. Pada akhirnya pertumbuhan yang tinggi pada semua sektor akan berakibat pada perkembangan GNP yang lebih tinggi dari kondisi semula.

kepandaian dan keahlian pekerja bertambah tinggi.Seperti ditunjukkan pada Tabel 2. Pada saat itu tenaga kerja telah berubah dari tidak terdidik menjadi tenaga kerja terdidik. Tahap Menuju Kedewasaan Pada tahap menuju kedewasaan (the drive to maturity). lklim kondusif tersebut adalah perubahan faktor-faktor non ekonomi dari masyarakat yang sejalan dengan proses pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Pada saat negara berada pada tahap kedewasaan teknologi. Tanpa terpenuhinya prasyarat ketiga. praktis prasyarat pertama dan kedua tidak akan terpenuhi. yaitu 1) struktur dan keahlian tenaga kerja berubah. Artinya perubahan ekonomi dalam skala besar tidak akan terjadi selama tidak ada iklim kondusif yang memungkinkan perubahan tersebut. dan sektor pertanian menurun peranannya. Prasyarat ketiga merupakan kondisi yang harus dipenuhi agar prasyarat pertama dan kedua dapat terpenuhi dengan baik. 4. Tahap ini merupakan tahapan jangka panjang di mana produksi dilakukan secara swadaya. 5. dan 3) masyarakat telah jenuh terhadap industrialisasi dan menginginkan perubahan lebih jauh. dan peranan manajer professional semakin penting dan menggantikan kedudukan pengusaha pemilik. sektor indusri bertambah penting peranannya. beretika dan sopan. terdapat tiga perubahan penting yang terjadi. 2) sifat kepemimpinan dalam perusahaan mengalami perubahan. Sektor pemimpin baru akan bermunculan menggantikan sektor pemimpin yang mengalami kemunduran. kecuali Inggris yang sudah mencapainya pada akhir abad sebelumnya dengan masa tinggal landas berkisar antara 20 sampai 30 tahun. yang ditandai dengan munculnya beberapa sektor penting yang baru. Tahap Konsumsi Massa Tinggi 179 . Prasyarat ketiga merupakan iklim yang memungkinkan terpenuhinya prasyarat pertama dan kedua terpenuhi. penerapan teknologi modern secara efektif sudah merambah di hampir semua kegiatan produksi dan pemanfaatan kekayaan alam.4 bahwa pada umumnya negara-negara barat mencapai tahap tinggal landas pada abad ke-19. Prasyarat ketiga ini menunjukkan kesadaran Rostow bahwa perubahan perekonomian pada dasarnya merupakan konsekuensi dari perubahan motif dan inspirasi non ekonomi dari seluruh lapisan masyarakat. atau dengan kata lain telah terjadi perubahan watak pengusaha dari pekerja keras dan kasar berubah menjadi manager yang cerdas.

makin tinggi pendapatan makin besar pula tingkat pajak atas pendapatan itu.Tahap konsumsi massa tinggi (the age of high mass consumption) merupakan akhir dari tahapan pembangunan yang dikemukakan oleh Rostow25. akibat pembangunan pusat kota sebagai sentral bagi tempat bekerja. 2) ingin memiliki satu negara kesejahteraan (welfare state) dengan pemerataan pendapatan nasional yang lebih adil melalui peningkatan jaminan sosial. Ketika Rostow diundang Bank Dunia (1984) untuk dimintai tanggapannya mengenai hal ini. rumah murah. 3) keputusan untuk membangun pusat perdagangan dan sektor penting seperti mobil. papan) menjadi konsumsi terhadap barang tahan lama dan barang-barang mewah. Amerika merupakan satu-satunya negara yang pertama kali mencapai era konsumsi massa tinggi ini. 1988: h. Cara ini berbeda dengan di negara-negara persemakmuran (comment wealth). 26 Dalam sistem perpajakan seperti ini. ia menilai bahwa bantuan luar negeri merupakan salah satu faktor kritis dalam pembangunan negara sedang berkembang. yaitu 1) penerapan kebijakan nasional guna meningkatkan kekuasaan dan pengaruh melampaui batas-batas nasional. Penggunaan alat transportasi pribadi maupun yang bersifat transportasi umum seperti halnya kereta api merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan. pangan. jaringan rel kereta api. 25 179 . kini beralih ke sisi konsumsi. masyarakat mulai berpikir bahwa kesejahteraan bukanlah permasalahan individu. dan berbagai peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik dan sebagainya. Pada saat itu.188). Hal ini sejalan dengan makin meningkatnya konsumsi masyarakat melebihi kebutuhan pokok (sandang. ditempuh dengan cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yang telah merata melalui sistem pajak progresif (semakin banyak semakin besar). Pada tahap ini akan ditandai dengan terjadinya migrasi besar-besaran dari masyarakat pusat perkotaan ke pinggiran kota. Hal yang sama kemudian diikuti oleh beberapa negara Eropa Salah satu aspek yang terlupakan dalam teori Rostow adalah peran sentral bantuan luar negeri yang berfungsi sebagai penutup kesenjangan tabungan-investasi dan kesenjangan devisa. Sementara itu terjadi pula pergeseran perilaku ekonomi yang semula lebih banyak menitikberatkan pada sisi produksi. yaitu sekitar Tahun 1920. Tidak mengherankan bila ia menambahkan syarat tinggal landas bagi negara sedang berkembang sebagai berikut (Rostow dalam Meier dan Seers. namun lebih dari itu mereka memandang kesejahteraan dalam cakupan yang lebih luas yaitu kesejahteraan masyarakat bersama dalam arti luas. Pada fase ini terjadi perubahan orientasi dari pendekatan penawaran (supply side) menuju ke pendekatan permintaan (demand side) dalam sistem produksi yang dianut. Terlepas dari permasalahan di atas terdapat tiga kekuatan utama yang cenderung meningkatkan kesejahteraan dalam tahap konsumsi besar-besaran ini (Jhingan. fasilitas hiburan bagi para pekerja dan sistem pajak progresif26. 1984:239): The concept of take-off suggested the possibility that developing countries would eventually move to self-sustained growth when soft loan would no longer berequired. yang hanya dipecahkan dengan mengkonsumsi barang secara individu sebanyak mungkin.

Ketiga. akibat kolonialisme. Kedua. Misalnya. Konsep dan pola pertumbuhan ini semacam ini dibangun berdasarkan sejarah pembangunan yang dilakukan di negara-negara di Eropa yang memiliki struktur sosial dan budaya yang mapan. Hal ini terjadi karena keduanya merupakan benua temuan orang-orang Eropa. bahkan lebih tinggi lagi. Amerika Serikat dan Australia merupakan negara yang mengalami pola pertumbuhan ini. teori pembangunan Rostow masih terus diperdebatkan dan menuai kritik. Interaksi kebudayaan Barat.Barat. Satu-satunya negara di Asia yang telah mencapai tahap tersebut adalah Jepang. ada negara-negara di dunia ini yang tidak pernah melewati tahap pertama dari pertumbuhan ekonomi Rostow. Pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan antara teori Karl Marx dan Rostow. Sampai sejauh ini. Pertanyaan kritisnya adalah: bagaimana mungkin suatu desain sederhana dapat menjadi suatu rangkuman deskriptif atau klasifikasi analitik dari suatu perubahan historis yang beragam dan bervariasi? Kusnetz juga mencatat kemiripan dan perbedaan antara teori Rostow dengan Karl Marx. tahap ketiga tidak akan terjadi tanpa tahap kedua dan seterusnya. sementara itu di daerah perdesaan sistem perekonomian dan kemasyarakatan masih berada pada tahap tradisional. tahap kedua tidak dapat terjadi tanpa tahap pertama. Kondisi tersebut tentu sulit terjadi pada negara-negara di Asia dan Afrika yang belum memiliki sistem sosial yang teratur. Negara yang pertama mencapai tahap ini adalah USA (Tahun 1920). namun langsung menginjak tahap kedua. Bahkan dalam kenyataannya. Simon Kuznets (1979) telah melancarkan suatu kritik tajam terhadap teori Rostow. dalam kebudayaan Timur (negara sedang berkembang di Asia dan Afrika). Inggris (Tahun 1930). Teori Rostow pada dasarnya merupakan alternatif bagi teori Karl Marx. Tahap-tahap pembangunan yang dijelaskan oleh Rostow merupakan sistem pentahapan yang berfifat prosedural bersyarat. baik Karl Marx maupun Rostow telah mencoba mengeksplorasi permasalahan dan konsekuensi dari pembangunan sosial yang dilakukan. pada kedua teori tersebut dengan berani menginterpretasikan evolusi sosial khususnya di sektor ekonomi. Karl Marx dan Rostow menyadari bahwa perubahan sistem ekonomi pada dasarnya merupakan konsekuensi logis dari perubahan yang 179 . menyebabkan tahapan dalam teori Rostow terjadi secara simultan. di mana penduduknya adalah orang-orang Eropa yang kemudian mentransfer ilmu dan pengetahuannya ke benua tersebut. Pertama. Jepang dan Eropa Barat (Tahun 1950) Rusia (Pasca Stalin). di mana Rostow menawarkan Communism Manifesto. Ketika di daerah perkotaan modern di negara sedang berkembang sudah berada pada tahap tinggal landas.

sehingga tidak berlebihan bila dikatakan kritik-kritik tersebut melebihi teori Rostow itu sendiri. Sementara di sisi lain perubahan sistem ekonomi akan berpengaruh juga terhadap kehidupan politik.terjadi di bidang politik. yaitu 1) Karl Marx memandang bahwa manusia bersifat sangat kompleks yang memiliki berbagai dimensi kebutuhan dari ekonomi sampai budaya. K. 2) Karl Marx mendasarkan teorinya pada sistem konflik antar kelas masyarakat. eksploitasi satu kelompok manusia terhadap kelompok yang lain. termasuk di Indonesia. dan sosial. Meski demikian Rostow sadar bahwa perubahan ekonomi yang sangat besar harus dipandang sebagai konsekuensi dari perubahan motif dan inspirasi dimensi non ekonomi dari manusia. namun satu sama lain tetap memiliki perbedaan. Di sisi lain. kondisi budaya dan sosial masyarakat. Demikian banyaknya kritik terhadap teori Rostow. harus diakui bahwa pola pemikiran maupun istilah-istilah Rostow telah mempengaruhi pola pemikiran di banyak negara sedang berkembang. dan adanya tekanan-tekanan semacam itu yang melekat pada sistem kapitalis. kebudayaan. sedangkan Rostow lebih implisit dalam memandang interaksi kelas masyarakat dalam sistem kapitalis mengingat Rostow sendiri adalah ekonom yang berkiblat ke kapitalis. sedangkan Rostow memandang perubahan ekonomi pada dasarnya merupakan konsekuensi logis dari perubahan motif dan inspirasi non-ekonomi yang terjadi pada seluruh lapisan masyarakat. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SIMON KUZNETS 179 . Rostow mempersempit dimensi manusia menjadi satu yaitu sebagai homo economicus. Meski kedua teori tersebut memiliki banyak kesamaan. Sungguhpun demikian. 3) Karl Marx mengasumsikan bahwa keputusan yang diambil oleh masyarakat semata-mata hanyalah fungsi dari siapa pemilik sumberdaya. Artinya perubahan ekonomi hanyalah merupakan fenomena yang hanya dipengaruhi oleh perubahan motif dan inspirasi ekonomis kelas masyarakat penguasa sumberdaya saja.

sekarang masuk wilayah Belarusia) pada Tahun 1901. 27 179 . Population. National Income. Selama hidupnya (1901-19855). keluarga Kuznets meninggalkan Rusia. dan pada Tahun 1926 ia berhasil menamatkan studi doktoralnya. ia bekerja selama tiga tahun lamanya sebagai peneliti ekonomi di Biro Penelitian Ekonomi Nasional. Sebagaimana diketahui. berusaha memahami konsekuensi dari pertumbuhan ekonomi terhadap distribusi pendapatan. Population and Income Distribution: Selected Essays (1979). Mungkin itu sebabnya. dan menggunakan perbedaan ini untuk menghindari persoalan perhitungan ganda. dalam setiap kali menjelaskan metodologi yang dipakai menyusun pengukuran kegiatan ekonomi nasional dan beberapa masalah yang dihadapi dalam membuat estimasi. berbagai karya yang dihasilkan banyak ditemui di hampir semua perpustakaan. a summary of findings (1946). mempelajari lingkaran pertumbuhan yang dilewati ekonomi. Kuznets mendaftar di Universitas Kharkov. bersama orang tuan dan keluargaya ia pindah ke KHarkov. Ketika revolusi Rusia menutup universitas dan mengakibatkan perang sipil. kemudian ia menggeluti profesi sebagai dosen di Universitas Pennsylvania dengan berbagai jabatan yang dilakoninya. Dalam hal ini Kuznets menyederhanakan pemahaman tentang pendapatan nasional itu sebagai penjumlahan dari nilai barang dan jasa (product) yang dihasilkan oleh keseluruhan perusahaan dalam ekonomi selama periode tertentu. Setelah memperoleh gelar doktor. Economic Growth and Income Inequality (1955). karya Kuznets tidak hanya mengukur gejala ekonomi. khususnya perpustakaan di universitas-universitas yang menyelenggarakan pendidikan ekonomi. Di sanalah ia mempelajari ekonomi dan mengenal teori inovasi dan siklus bisnis dari Joseph Schumpeter. National Income: Encylopedia of The Social Science (1933). Sejal awal Perang Dunia I. melainkan juga berusaha mencari tahu akar penyebab pertumbuhan ekonomi dan perubahan kesenjangan pendapatan. namun sebenarnya kontribusi terpenting dari karya Kuznets adalah dalam mengembangkan sistem akuntansi pandapatan nasional yang diterapkan semua negara untuk mengukur kegiatan ekonomi. Demikian halnnya ketika Kuznets membedakan barang akhir (final good) dengan barang perantara (intermediate good). Growth. Propotion of Capital Formation to National Product (1952). National Income and Its Composition (1941). Misalnya sebuah Kuznets lahir di Pinsk (waktu itu menjadi bagian dari Uni Soviet. Meskipun komite hadiah Nobel memberinya penghargaan karena karyanya di bidang pertumbuhan ekonomi dan struktur perubahan sosial. dan masih banyak lagi karya-karya lainnya. sebuah kota yang terkenal karena kehidupan intelektualnya. ia kemudian pindah ke Turki dan akhirnya menetap di Amerika Serikat. Setelah lulus dari sekolah umum lokal. Di tempat inilah Kuznets melanjutkan studinya di Columbia University. Capital and Growth (1973). Scular Movements In Production and Prices (1930). Kuznets selalu melakukannya dengan sangat hati-hati. Ia terkenal karena karya-karyanya telah memberikan kontribusi yang sangat positip bagi perkembangan teori pembangunan ekonomi.Simon Kuznets27 adalah salah seorang penerima hadiah Nobel di bidang ekonomi. banyak buku dan karya-karya akademik yang telah dihasilkan Kuznets: Cyclical Fluctuation and Variable Trade (1926). Kuznets sangat memahami bahwa pendapatan sebagai indikator kekayaan atau kesejahteraan memiliki keterbatasan. Economic Growth and Structure: Selected Essays (1965). dan masih banyak lagi temuan-temuan yang lainnya. Sosok yang satu ini sangat produktif.

Dengan mengambil perbedaan ini. berperan daam mempercepat pertumbuhan produktivitas. Saat upah jatuh. 1955) menguji dampak pertumbuhan ekonomi terhadap distribusi pendapatan dan mempelopori pengukuran distribusi pendapatan. 1961). dan membersihkan rumah. Dengan menggunakan data pajak pendapatan IRS dan data survei Biro Sensus Amerika Serikat. 179 .mobil. pada akhirnya dapat ditetapkan standar pengukuran pendapatan nasional yang sampai sekarang prosedur ini masih dipakai dan terus dikembangkan28. mesin. maka sulit atau tidak mungkin diukur sehingga tidak dapat dimasukkan dalam estimasi aktivitas ekonomi keseluruhan. pengeluaran dan investasi juga turun. kaca. menyiangi rumput. Kuznets (1930) menemukan siklus menengah dari pertumbuhan dan penurunan yang bertahan sekitar 20 tahun. Tambahan permintaan mendorong investasi usaha tambahan. Hal ini. Peningkatan populasi dapat berasal dari gelombang imigrasi atau dari angka pertumbuhan kelahiran karena adanya keadaan ekonomi yang mendukung. dan hal ini membawa pada tekanan penurunan upah. Siklus ini kemudian dinamakan “siklus Kuznets” untuk menghormati penemuannya (Abramovitz. Kuznets berpendapat bahwa perubahan demografi dapat menjelaskan siklus 20 tahun ini. sesungguhnya rumahtangga ini telah memproduksi barang dan jasa. Apapun penyebabnya. jelas bahwa mobil itu adalah barang jadi yang dijual ke konsumen. dan fase penurunaan siklus ekonomi dimulai. Salah satu karya Kuznets mengenai pengukuran pendapatan nasional telah membawanya pada studi siklus bisnis. mobil itu dirakit dari barang-barang perantara seperti ban. Misalnya. tetapi barang dan jasa ini tidak dihitung dalam angka aktivitas ekonomi pemerintah. dan peralatan-peralatan lainnya. ketika rumahtangga memasak daging. Untuk menghitung nilai ban yang dijual kepada pabrik otomotif dan juga nilai dari mobil keseluruhan. pertumbuhan populasi akan mengakibatkan permintaan yang lebih besar untuk barangbarang konsumen. Kuznets (1953. atau ekspansi dan kontraksi periodik dari aktivitas ekonomi. ditambah kemampuan untuk mengambil keuntungan dari ekonomi skala. tentu nilai ban yang diproduksi akan terhitung dua kali. Dalam studi fluktuasi ekonominya. Demikian halnya dengan kegiatan illegal seperti prostitusi dan perdagangan obat bius. rem. Akibatnya. Untuk mendapatkan ukuran aktivitas ekonomi yang lebih akurat maka perlu mengurangi nilai semua bagian dari harga akhir mobil yang dijual kepada konsumen. 10% penerima 28 Kuznets sangat menyadari bahwa estimasi pendapatan nasional tidak memasukkan barang dan jasa yang tidak dipasarkan dan dijual. Tetapi warga yang baru ini segera menjadi bagian dari angkatan kerja yang besar. atau menghitung nilai yang ditambahkan oleh pembuat mobil. khususnya perumahan. standar hidup naik ketika populasi tumbuh. ia meneliti bagian dari total pendapatan yang diterima oleh setiap sepuluh kelompok pendapatan (10% penerima pendapatan teratas.

Kuznets (1953) 29 menemukan bahwa dalam masa perang. Dari kedua faktor ini pertumbuhan produktivitas jelas lebih penting. Ia (Kuznets. Kuznets sangat menekankan pada perubahan dan inovasi teknologi sebagai cara meningkatkan pertumbuhan produktivitas. mencatat bahwa eksistensi perputaran jangka panjang berlangsung antara 45-60 tahun. seorang ahli ekonomi Rusia. dengan 1% teratas hanya mendapat 8. pola itu menurun pada tahap awal perkembangan ekonomi yang membuat keadaan orang miskin bertambah buruk. Dengan mempelajari pertumbuhan produktivitas. 179 . 1% populasi teratas dari penduduk Amerika menerima 15% dari seluruh pendapatan nasional dan 5% teratas dari penduduk Amerika menerima antara 25-30% dari semua pendapatan. pada pembuatan estimasi empiris yang tepat. dan produk-produk lain di seluruh dunia). Kuznets (1955) menemukan bahwa pemerataan pendapatan mengikuti pola bentuk U. pertumbuhan produktivitas inilah yang akan menghasilkan peningkatan dalam standar kehidupan. Perputaran yang lebih singkat sekitar 10 tahun. Kuznets bisa menggabungkan minatnya pada perubahan dalam populasi. dan seterusnya) untuk setiap tahun antara 1913 -1948. Pengangguran yang rendah pada masa dan setelah perang dunia II meningkatkan bagian dari pendapatan total yang jatuh ke tangan kelompok berpendapatan rendah. Hal ini merupakan perluasan dari fokusnya pada pertumbuhan ekonomi karena pertumbuhan ini bertkaitan dengan perpaduan efek dari produktivitas yang tinggi dan populasi yang besar. Karena teknologi merupakan faktor yang lebih penting 29 Sebelum Kuznets. 1946) memperkirakan bahwa selama lebih dari 50 tahun tiga perlima keuntungan dalam produktivitas Amerika terkait dengan kemajuan teknologi dan dua perlimanya terkait dengan redistribusi tenaga kerja dari sektor yang kurang produktif ke sektor yang lebih produktif. 10% penerima ketiga. Ia juga menemukan penurunan dalam kesenjangan pendapatan di Amerika pada masa dan setelah perang dunia II. dihubungkan dengan perubahan dalam investasi bisnis. namun pola itu kemudian naik lagi pada tahap perkembangan selanjutnya dan karena itu menguntungkan mereka yang berpendapatan rendah. Kuznets mencurahkan perhatiannya pada faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan produktivitas. Perubahan ekonomi jangka panjang ini dinamakan “gelombang kondratieff”. Kondratieff memperhatikan bahwa ada periode reguler sepanjang 20-30 saat harga naik dan periode 20-30 tahun saat harga turun. Nikolai Kondratieff (1925). dapat menjelaskan perubahan ini. Siklus bisnis. menurut Kuznets.5% dari seluruh pendapatan dan 5% teratas menerima 18% dari total pendapatan. karena seperti yang ditunjukkan oleh adam smith. Pada saat yang sama suku bunga yang rendah dan pajak pendapatan yang tinggi mengurangi bagian pendapatan yang jatuh ke tangan kelompok yang paling kaya. Dengan melihat data selama jangka waktu yang panjang dan data dari berbagai negara. Dengan menguji beberapa ratus tahun dari data harga untuk Amerika. Perancis dan Jerman (ditambah data produksi besi. dan pada peningkatan standar hidup.kedua. batu bara.

TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SOLOW Robert M. w menunjukkan produktivitas marjinal tenaga kerja dan Y’ mencerminkan peningkatan produksi yang berkaitan dengan perkembangan teknologi.secara historis. Dalam model ini dioperasikan beberapa faktor produksi seperti modal (Capital=C). maka ia berpendapat bahwa usaha untuk meningkatkan produktivitas harus difokuskan pada terobosan dan kemajuan teknologi.. perubahan hasil produksi terjadi bisa disebabkan oleh adanya perubahan pada semua faktor produksi. maka perubahan pada hasil produksi (pendapatan) dapat dinyatakan dalam rumus perubahan faktor-faktor sebagai berikut... sumberdaya alam (Natural Resources=N). ini berbeda pengertiannya dengan incremental capital-output ratio (ΔC/Δ Y). jika diasumsikan sumberdaya alam (N) adalah konstan. Y= v. T) . Kondisi seperti ini tidak berlaku dalam hal incremental capital-output ratio (ICOR).. menyederhanakan teori pembangunan ekonomi sebagai sebuah model fungsi produksi. Terakhir. yang selanjutnya diformulasikan sebagai berikut: Y= ∫(C. v menunjukkan produktivitas marjinal modal. (19) Dari model persamaan (19).. L. masing-masing dan atau secara bersamaan. N.ΔC + w.. sedangkan di pihak lain modal dan tenaga kerja bertambah disertai oleh kemajuan teknologi.. Dari karyanya. Perbedaan yang serupa juga berlaku antara produktivitas marjinal dari tenaga kerja denga labour output ratio... Mengenai produktivitas marjinal modal v. (18) Dari model persamaan (18). 179 . Dan karya tersebut juga membuat pemerintah dapat menyusun dan melaporkan data ekonomi makro berdasar basis reguler. L. Ketika orang Amerika yang bekerja di pertanian semakin kurang. dan karena redistribusi tenaga kerja menjadi kurang penting. dengan semua faktor produksi lainnya dalam kondisi ceterus peribus. Kuznets juga telah menghasilkan jumlah data yang sangat besar yang dapat diuji oleh para ahli ekonomi. seperti tanah menjadi terbatas adanya dalam keadaan tertentu dan selama beberapa waktu. Sebab v menunjukkan peningkatan hasil produksi berkenaan dengan tambahan satuan (unit) modal. dan perkembangan teknologi dalam perjalanan waktu (Technology=T). bagaimanapun Kuznets telah mengembangkan cabang pengetahuan substansial tentang pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. tenaga kerja (Labour=L). Karena.Δ L + Y’ .. Solow (1956) dalam tulisannya yang berjudul Contribution to the Theory of Economic Growth.

Tidak ada fungsi investasi secara tersendiri dan tabungan secara otomatis menjadi tambahan pada cadangan modal. dibeberkan beberapa postulat yang mendasari model Solow. 179 . fleksibilitas dan mobilitas faktor-faktor produksi serta kemungkinan substitusi diantara faktor-faktor produksi yang bersangkutan seperti yang telah disinggung di atas. dan w. tidak akan ada penyimpangan investasi ex-post (yang sama dengan tabungan ex-post) dari investasi ex-ante. Δ L/L. Dalam model Neo-Klasik. v C/Y mencerminkan elastisitas produksi terhadap modal.. Keputusan untuk menabung dianggap identik dengan keputusan untuk investasi. ΔC/C + w. ataupun sebaliknya. (20) Dalam hal ini.L/Y. tanpa adanya fungsi investasi yang terlepas dari fungsi tabungan. modal..L/Y menunjukkan elastisitas produksi terhadap perubahan tenaga kerja. tenaga kerja dan kemajuan teknologi. akumulasi cadangan modal dengan adanya investasi baru dalam konsep Neo-Klasik tidak tergantung dari keputusan investasi secara tersendiri.. Artinya dalam model Neo-Klasik tidak dimasukkan fungsi investasi dimana investasi ditentukan oleh serangkaian faktor determinan seperti tingkat bunga. Berbeda halnya dengan investasi. Dalam kerangka pemikiran ini. Δ L/L + ΔY’/Y . dan lain sebagainya. perkiraan tingkat laba di masa depan. Hal yang penting ialah adanya hasrat untuk menabung.. Selain itu. ΔY/Y. Lebih lanjut. maka begitu pula dalam model Solow. Pendapat ini adalah sama seperti dalam model Harrod dan model Domar.. angkatan kerja bertambah dengan laju yang konstan dan ditentukan oleh kekuatan-kekuatan yang bersifat eksogen. baik postulat itu terungkap secara tersurat ataupun secara tersirat. ΔC/C. dan ΔY’/Y mewakili laju pertumbuhan secara proporsional pada pendapatan. Dengan kata lain penduduk dan angkatan kerja yang bertambah dengan tingkat yang konstan itu tidak peka terhadap dan tidak dipengaruhi oleh faktorfaktor kekuatan ekonomis. 1) Tabungan dianggap identik dengan investasi. Tabungan dianggap akan tersalur secara otomatis dan seluruhnya sebagai investasi. terdapat perbedaan mengenai serangkaian postulat yang menyangkut persaingan bebas. Perbedaan yang bersifat mendasar antara pendekatan Neo-Keynes (Harrod-Domar) dan pendekatan Neo-Klasik terletak pada saran pendapat bahwa tabungan akan tersalur secara otomatis dan seluruhnya sebagai investasi. Sejalan dengan pemikiran Harrod-Domar sebagaimana dijelaskan di atas.Laju pertumbuhan produksi dan pendapatan dalam kerangka analisis Neo-Klasik dapat dinyatakan sebagai laju pertumbuhan seluruh faktor produksi yang terlibat dalam proses produksi: g = ΔY/Y = v C/Y.

S=sY dan s (saving ratio) = S/Y. Pendapat mengenai constant return to scale itu berimplikasi terhadap hasil produksi per tenaga kerja menjadi fungsi dari jumlah modal per tenaga kerja. Selain itu. 5) Perkembangan ekonomi berdasarkan fungsi produksi yang kontinu dan ditandai oleh imbalan jasa yang konstan dan sepadan dengan skala produksi (canstant returns to scale): Y=∫(C. maka: I = ΔC = S = sY.2) Tabungan dianggap bagian proporsional dari pendapatan. kini ditonjolkan salah satu kesimpulan pokok dalam gagasan Solow bahwa proses pertumbuhan pada hakekatnya adalah stabil dan berlangsung dalam keadaan equilibrium. 3) Investasi neto adalah sama dengan tingkat pertambahan pada cadangan modal: I=ΔC. Dalam modelnya sama sekali tidak ada peranan bagi perilaku investor dengan ekspektasinya tentang masa depan sehingga juga tidak ada fungsi investasi secara independen. Dari pemikiran Solow di atas beserta persamaan dasarnya dan dengan latar belakang sejumlah postulat yang diungkapkan sebelumnya. Dalam struktur ekonomi sendiri terkandung kekuatan-kekuatan yang masingmasing dan secara bersamaan bergerak secara konvergen ke arah laju pertumbuhan yang memadai equilibrium dengan kestabilan dalam perkembangan ekonomi. 4) Angkatan kerja bertambah dengan laju yang konstan dan proporsional.L). Y/L = ∫(C. C/L. Masalah mendasar di sekitar peranan capital-labour ratio dalam perkembangan waktu: meningkat atau menurun ataukah tetap konstan? Hal itu satu sama lain menjadi penting untuk menunjukkan ciri-ciri pokok pada laju pertumbuhan semua variabel dalam proses ekonomi. Jelas di sini bahwa postulat mengenai fungsi produksi yang kontinu berdasarkan constant returns itu berbeda sekali secara mendasar dari konsep perimbangan-perimbangan tetap (fixed coefficients) di antara faktorfaktor produksi sebagaimana hal itu digunakan dalam Model Harrod dan Model Domar. Perhatian Solow sebenarnya berkisar pada capital-labour ratio. Persamaan dasar model Neo-klasik berbeda dari apa yang terkandung dalam model Harrod.L).L). Oleh karena investasi identik dengan tabungan. Solow juga menyederhanakan gagasan Harrod dan Domar dengan menghindarkan permasalahan yang terkait dengan kemungkinan ketimpangan antara tabungan ex-ante dan investasi ex-ante. Solow berpangkal pada pendapat bahwa segenap tabungan secara otomatis akan tersalurkan sebagai investasi. 179 . Hasil produksi per tenaga kerja dianggap sebagai fungsi dari modal per tenaga kerja: Y/L = ∫(C. nisbah pertambahan modal terhadap bertambahnya tenaga kerja. yaitu n yang bersifat eksogen: L/L = n. Dalam hal ini persamaan dengan Model Harrod.

Melalui proses interaksi antara tingkat tabungan (investasi) per tenaga kerja dengan tingkat capital labour ratio dan berdasarkan postulat tentang mobilitas faktor-faktor produksi beserta substitusi di antara faktor-faktor produksi. berbagai bantuan dari negaranegara maju di Barat. Fakta sejarah menunjukkan bahwa syahwat ekonomi 179 . pertumbuhan yang stabil seperti diungkapkan oleh Solow dan para pengikutnya. Dalam konteks ekonomi. oleh para pakar Neo-Klasik ditekankan adanya mekanisme dalam proses ekonomi yang memungkinkan konvergensi kekuatan-kekuatan ekonomi pada laju pertumbuhan dalam keadaan equilibrium.TEORI DEPENDENSI Teori dependensi merupakan antitesis dari teori modernisasi. perhatikan lagi postulatnya mengenai fungsi produksi yang berdasarkan constant return to scale. Teori ini juga mencermati keterkaitan negara terbelakang dengan negara-negara maju di Barat sebagai bentuk hubungan yang tak berimbang dan karenanya hanya menghasilkan akibat yang merugikan negara terbelakang. Teori ini memberikan perhatian pada persoalan keterbelakangan. khususnya di Amerika Latin. Dalam pada itu. Hal yang konstan adalah capital-labour ratio. dianggap telah turut menciptakan berbagai ketergantungan baru bagi negara-negara terbelakang kepada negara-negara maju di Barat. melainkan ada berbagai tingkat capital-output ratio. Misalnya. Teori ini memberi kritik tajam terhadap arus pemikiran utama persoalan pembangunan yang didominasi oleh teori modernisasi. Teori dependensi muncul setelah teori modernisasi diterapkan di banyak negara terbelakang. Pengamatan yang dilakukan oleh para ahli sejarah telah memberikan gambaran penting serta bukti empirik terhadap kegagalan teori modernisasi. Hal ini berlainan sekali dengan postulat dalam Model Harrod mengenai fungsi produksi berdasarkan fixed coeficients. memandang konsep capital-labour ratio sebagai besaran yang konstan. konsep capital-output ratio tidak mengandung ciri besaran yang konstan. Dalam model Neo-Klasik. diakui oleh sementara kalangan NeoKlasik sendiri bahwa proses demikian memang bisa memakan waktu yang cukup lama. apapun bentuk dan tujuannya serta berapapun jumlahnya. Satu sama lain membawa ramifikasi yang berbeda bagi perkembangan pemikiran dalam masing-masing model (sebagai konsekuensi dari konsistensi logika internal). M. lambannya pembangunan dan ketergantungan dari negara terbelakang. berbeda dengan kerangka analisis Neo–Keynes berdasarkan fungsi produksi dengan fixed coefficients.Teori dependensi dengan tegas menyatakan bahwa hambatan pembangunan justru disebabkan oleh intervensi dari negara-negara maju di Barat.

terutama kesuksesan ekonomi beberapa negara berkembang dengan menggunakan strategi yang berorientasi pada pasar dunia. sampai sekarang tetap tidak mampu berkembang. hampir bersamaan waktunya muncul masalah-masalah yang akut pada neraca pembayaran di hampir semua negara terbelakang. meyakinkan negara-negara terbelakang bahwa negara-negara maju di Barat akan selalu menindasnya dengan berusaha menjaga aliran surplus ekonomi dari negara-negara terbelakang ke negara-negara maju di Barat. Dalam konteks pembangunan. struktur patrimonial dan eksploitasi di negara-negara berkembang sendiri (Servaes. Salah satu kelemahan dari kebijaksaan ISI ini adalah tidak efektifnya mengurangi ketergantungan terhadap impor. Menurut skema IDL. stagnasi ekonomi tak dapat dihindari dan represi politik muncul secara meluas kepermukaan pada tahun 1960-an. Ketika Prebisch menjabat ketua KEPBBAL. teori ini dengan tegas menantang hegemoni ekonomi. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Amerika Latin (KEPBBAL) yang selanjutnya dikenal sebagai Manifesto KEPBBAL. Namun karena kebijaksanaan KEPPBBAL ini kurang mendapat respons dan dukungan dari Pemerintah Amerika Latin. Oleh karena itu. 1995). Amerika Latin akan memperoleh banyak keuntungan apabila di satu pihak lebih memfokuskan pada upaya memproduksi bahan pangan dan bahan mentah yang diperlukan oleh Konsep hegemoni yang dikembangkan oleh Antonio Gramsci menyimpulkan bahwa budaya Barat sangat dominan terhadap budaya di negara-negara berkembang. Kerangka teori dependensi pada mulanya merupakan paradigma pembangunan yang khas di Amerika Latin. sehingga negara berkembang terpaksa mengadopsi budaya Barat. dan 4) Referensi historis yang mengarah kepada masa penjajahan dan hegemoni ekonomi global sebagai sebab kemacetan perkembangan di sebagian Dunia Ketiga harus dilihat sebagai hal yang sangat problematis. Akibatnya. dan optimisme pertumbuhan berganti dengan depresi yang mendalam.Model-model pembangunan tersebut gagal karena empat faktor: 1) Proses diferensiasi di dunia ketiga sendiri. Ia pernah memberikan kritik tajam tentang keusangan konsep pembagian kerja internasional (international division of labour/IDL). Perlu kita ingat bahwa Afghanistan misalnya. termasuk imperialisme struktural (Johan Galtung) dan imperialisme kultural (Herbert Schiller). budaya dan intelektual dari negara–negara maju di Barat30. konsep Gramsci memang sangat dekat dengan dasar pemikiran teori dependensi (Cardoso). menyebabkan program-program KEPBBAL tidak berhasil dan tidak mampu merealisasikan beberapa gagasan lainnya yang lebih radikal. 2) Teori-teori tersebut memanfaatkan sebuah perspektif global dan dengan demikian tidak menyadari adanya ketidakseimbangan sosial. justru menentang kesimpulan-kesimpulan utama teori hegemoni dan dependensi (Rullmann 1996).yang begitu besar dari negara-negara maju di Barat untuk menguasai sumberdaya-sumberdaya ekonomi. 3) Teori hegemoni dan dependensi ternyata gagal dalam mengusulkan solusi-solusi yang bermanfaat dalam konteks global (ibid). Sementara. politik. Akibatnya. barang-barang ekspor konvensional tidak terperhatikan lagi dalam suasana hiruk pikuk industrialisasi. yang tidak pernah dijajah oleh negara Barat. 30 179 . dilihat tidak hanya dari perspektif model demokrasi Barat. karena impor terhadap barang-barang modal tak dapat dihadiri. Ketika itu ditunjukkan dan dijelaskan berbagai kelemahan dari kebijaksanaan industralisasi subsitusi impor (ISI) yang dijalankan oleh Amerika Latin. termasuk diantaranya program pembagian tanah.

pemahaman terhadap sejarah ekonomi. dan pendekatan pembangunan yang ditempuh oleh banyak negara terbelakang hingga saat ini tidak terlepas dari pengalaman sejarah negara maju yang kapitalis seperti negara-negara Eropa dan Amerika Utara. Di lain pihak. dan v) kondisi ketergantungan dilihat sebagai suatu hal yang mutlak bertolak belakang dengan pembangunan. Prebisch mengajukan gagasan dasar bahwa pembagian kerja internasional yang hanya menguntungkan negara industri harus dihentikan. berlaku bagi seluruh negara Dunia Ketiga. disamping tetap memperhatikan dan menjaga. Dalam konteks ini. Sebagaimana diketahui. sosial dan politik menjadi suatu hal yang penting untuk menentukan kebijakan pembangunan suatu negara. dan menurunnya kepercayaan terhadap teori modernisasi di Amerika Serikat. para penganut aliran teori dependensi cenderung menggunakan asumsi dasar: i) kondisi ketergantungan dilihat sebagai suatu gejala yang sangat umum. Dalam hal ini penciri (karakteristik) suatu negara dapat dikaji dari perspektif historis. iv) ketergantungan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses polarisasi regional ekonomi global. kemampuan ekspor bahan pangan dan bahan mentahnya. ii) ketergantungan dilihat sebagai kondisi yang di akibatkan oleh faktor luar. dan Amerika Latin harus melakukan pembangunan industri untuk menjamin kebutuhan dalam negeri. Pada garis besarnya. teori dependensi lahir sebagai paradigma baru untuk memberikan jawaban atas kegagalan program KEPBBAL. Kehadiran teori dependensi tentunya harus dapat menguraikan berbagai kelemahan teori modernisasi dan menawarkan pendapat baru yang mampu menutup berbagai kelemahan tersebut.negara-negara industri. Ringkanya. disimpulkan ada enam inti pembahasan: 179 . krisis teori marxis ortodoks. Dari perdebatan panjang mengenai teori dependensi. Namun perbedaan sejarah antara negara maju dan negara bekas koloni atau daerah jajahan tetap ada dan bahkan sangat mendasar sehingga menyebabkan struktur sosial masyarakatnya juga berbeda. iii) ketergantungan lebih dilihat sebagai masalah ekonomi yang terjadi akibat mengalirnya surplus ekonomi dari negara dunia ketiga ke negara maju. negara-negara industrri tersebut menyediakan keperluan barang-barang industri yang dibutuhkan Amerika Latin. paling tidak untuk sementara. meskipun barang-barang kebutuhan dalam negeri telah tersedia dalam jumlah yang cukup. Namun faktor rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pasar domestik tidak mampu menunjukkan ekspansinya. Gagasan Prebisch ini tampaknya disambut baik oleh pemerintah Amerika latin dan diimplementasikan melalui serangkaian kebijakan-kebijakan ekonominya.

Analisis sosiopolitik menekankan pada analisis kelas. yang menempatkan negara pinggiran hanya sebagai pelengkap. Penganut Neo Marxis seperti Frank kemudian mengubahnya melalui teori dependensi. Para pemikir teori dependensi seperti Dos Santos. Dengan demikian teori dependensi dimulai sebagai masalah ekonomi kemudian berkembang menjadi analisis sosial politik dimana analisis ekonomi hanya merupakan bagian dari pendekatan yang multidisipliner dan interdisipliner. Cardoso. dan Evans menyatakan bahwa ketergantungan dan pembangunan bisa berjalan seiring. kelompok sosial dan peran pemerintah di negara pinggiran. Tokoh yang banyak bergulat dalam pembahasan ini adalah Andre Gunder Frank.(1) pembahasan menyeluruh melalui pendekatan kasus: gejala ketergantungan dianalisis dengan pendekatan menyeluruh yang memberi tekanan pada sistem dunia. (2) faktor eksternal versus faktor internal: para pengikut teori dependensi tidak sependapat dalam penekanan terhadap kedua faktor ini. (3) analisis ekonomi versus analisis sosio politik: Raul Plebiech memulai analisisnya dengan menggunakan analisis ekonomi dan penyelesaian yang ditawarkannya juga bersifat ekonomi. Yang perlu dijelaskan adalah sebab. sifat dan keterbatasan dari pembangunan yang terjadi dalam konteks ketergantungan. Menurutnya kapitalisme negara-negara pusat berbeda dengan kapitalisme negara pinggiran. 179 . Andre Gunder Frank seorang ekonom. seperti Cardoso. Dalam pendekatan ini. dalam analisisnya memakai disiplin ilmu sosial. seperti Frank Des Santos. Dalam hal ini Frank adalah penganut teori voluntaristik. (5) keterbelakangan versus pembangunan: teori dependensi sering disamakan dengan teori tentang keterbelakangan dunia ketiga. seperti Cordosa dan Faletto. ketergantungan adalah akibat dari proses kapitalisme global. terutama sosiologi dan politik. Kapitalisme negara pinggiran adalah keterbelakangan karena itu perlu di ubah menjadi negara sosialis melalui sebuah revolusi. Masyarakat akan berkembang sesuai tahapan dari feodalisme ke kapitalisme dan akan menuju ke sosialisme. Sebaliknya ada yang menekankan faktor internal sebagai penyebab munculnya ketergantungan. Sedangkan kelompok lainya menekankan analisis kelas. Ada yang beranggapan faktor eksternal lebih ditekankan. dan (6) voluntarisme versus determinisme: penganut marxis klasik melihat perkembangan sejarah sebagai suatu yang deterministik. (4) analisis kontradiksi regional: salah satu kelompok penganut teori dependensi sangat menekankan analisisnya tentang hubungan negara-negara pusat dengan pinggiran.

Masing-masing teori ini memiliki latar belakang pemikiran serta pendekatan analisis yang berbeda sebagai berikut: 1. Teori Dependensi Klasik Sejak tahun 1970-an. dan teori dependensi baru. teori dependensi telah secara tegas dan detail menguraikan akibat buruk dari kolonialisme dan pembagian kerja internasional. bahwa para penguasa yang telah mapan. Sejak dari awal penjelasannya. pemimpin informal msayarakat. pembahasan mengenai teori dependensi akan difokuskan pada teori dependensi klasik. Teori Dependensi Baru 179 . dan implikasi kebijakan yang selama ini dimiliki oleh teori dependensi klasik. teori dependensi klasik telah demikian banyak menerima kritik. Pada dasarnya kritik tersebut dialamatkan kepada kelemahan-kelemahan yang terkandung dalam metode kajian. Namun tidak serta merta para pendukung teori dependensi klasik menerima kritik tersebut.Selanjutnya. petani kaya dan tuan tanah. teori ini mengajukan usulan yang radikal untuk mengubah situasi ketimpangan ini. Teori ini berpendapat. sebagai akibat dari telah demikian erat keterkaitan kepentingan politik-ekonomi mereka dengan kepentingan negara maju. Justeru sebaliknya. 2. teori dependensi menuduh ajaran teori modernisasi tidak lebih dari sekadar akrobat akademik yang berusaha memberikan pembenaran ilmiah dari ideologi negara-negara maju untuk mengeksploitasi negara-negara terbelakang. maka ketergantungan negara dunia ketiga tetap tak terselesaikan. serta para elit yang lain kemungkinan besar tidak akan menyetujui kebijakan pembangunan yang mencoba untuk memutuskan hubungan dengan negara maju yang selama ini telah terbina dengan baik. yakni dengan revolusi sosialis. dan pengambil keputusan untuk mengikuti tesis-tesis yang diajukan. selama hubungan pertukaran yang tidak berimbang tetap bertahan sebagai landasan hubungan internasional. para pemimpin organisasi keagamaan. menghendaki untuk meninjau kembali pengertian pembangunan. Ketergantungan dan keterbelakangan Indonesia mencerminkan kerakteristik yang khas teori dependensi dalam usahanya menguji persoalan pembangunan Dunia Ketiga. Maka dari itu. Teori dependensi menyadari sepenuhnya. pemilik modal besar. Implikasi kebijakan teori dependensi klasik secra filosofis. Dari padanya diharapkan dapat dilihat secara lebih jelas dan oleh karena itu dapat dicari kekuatan teori dependensi dalam mengarahkan pola pikir peneliti. para perencana kebijaksanaan. konsep.

Ketergantungan. Teori ini tidak lagi menganggap situasi ketergantungan sebagai suatu keadaan yang berlaku umum dan memilki karakteristik yang serupa tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Dari uraian di atas dapat distrukturkan beberapa persamaan dan perbedaan dari kedua teori tersebut sebagai berikut: Tabel 2. 5 Persamaan dan Perbedaan Teori Dependensi Klasik dengan Teori Dependensi Baru 1 Persamaan pokok perhatian 2 Level analisis 3 Konsep pokok implikasi 4 Kebijakan 5 Perbedaan metode 6 Faktor pokok TEORI DEPENDENSI KLASIK Negara dunia ketiga Nasional Sentral-pinggiran Ketergantungan Ketergantungan bertolak belakang dengan pembangunan Abstrak pola umum ketergantungan TEORI DEPENDENSI BARU Sama Sama Sama Sama Historis-struktural situasi konkrit ketergantungan Internal negara dan konflik kelas Fenomena sosial Koeksistensi Pembangunan yang bergantung Eksternal kolonialisme dan ketidakseimbangan nilai tukar 7 Ciri-ciri politik ketergantungan Fenomena ekonomis 8 Pembangunan dan Bertolak-belakang ketergantungan Hanya menuju pada keterbelakangan Dengan perubahan pendekatan seperti yang telah diuraikan. tidak heran jika teori dependensi baru telah melahirkan berbagai kategori ilmiah baru yang sebelumnya tidak dimiliki oleh teori dependensi klasik seperti misalnya pembangunan yang bergantung. menurut teori yang telah diperbaharui ini lebih dikonsepkan sebagai sesuatu yang memiliki batas ruang dan waktu. dan oleh karenanya ketergantungan juga merupakan persoalan politik sosial. lebih dari itu. Dengan kata lain. negara birokratik otoriter. Situasi ketergantungan juga tidak lagi semata disebabkan oleh faktor eksternal. yang 179 . faktor internal memilki andil lahirnya suasana ketergantungan. Karenanya selalu memiliki ciri yang unik. situasi ketergantungan merupakan situasi yang memiliki nilai kesejarahan yang khas. atau paling tidak dengan pisau analisis baru. Lebih dari itu. pemaknaan baru ini telah mampu membuka jendela untuk melihat persoalan baru.Teori dependensi baru telah mengubah berbagai asumsi dasar yang dimiliki oleh teori dependensi klasik. aliansi tiga kelompok pembangunan yang dinamis. Sebagai akibatnya. teori dependensi baru ini tidak memberlakukan lagi situasi ketergantungan sebagai persoalan ekonomi yang akan mengakibatkan adanya polarisasi regional dan keterbelakangan.

Indonesia adalah salah satu contoh negara yang menjadi korban atas pembagian kerja internasional dan adanya keuntungan komparatif tersebut. 31 179 . Antara kedua kelompok negara tersebut kemudian melakukan hubungan dagang. politik dan sosial sebagai implikasi dari Kesimpulan ini dibangun berdasarkan teori pembagian kerja secara tradisional. Menurutnya negara-negara di dunia ini terbagi menjadi dua. Akibatnya terjadi defisit pada neraca perdagangan di negara-negara terbelakang. dan teori keuntungan komparatif yang dimiliki oleh masing-masing Negara. dan menjalin kerjasama yang saling menguntungkan31. Namun yang terjadi negara–negara terbelakang semakin tertinggal bila dibanding dengan negara-negara maju. di dunia ini terdapat dua kelompok negara. dan Theotonia Dos Santos. 2) Teori Andre Gunder Frank tentang Pembangunan Keterbelakangan Menurut Gunder Frank. dan (ii) negara yang memproduksi barang industri. ketertinggalan dan kemiskinan di negara-negara terbelakang bukanlah sebuah gejala alamiah dan bukan pula karena kekurangan modal. Sebagaimana diketahui bahwa teori dependensi berpangkal pada teori-teori imperialisme dan kolonialisme yang dipelopori oleh Raul Presbich. sehingga semakin tertinggal dibanding dengan Jepang dan negara-negara lain yang telah lebih maju industrinya. Presbich menentang pandangan mengenai pembagian kerja internasional dan adanya keuntungan komparatif. Hal ini disebabkan oleh menurunnya nilai tukar barang-barang hasil pertanian terhadap barang hasil produksi.pada gilirannya telah menghasilkan tidak sedikit karya penelitian baru yang menguji secra lebih teliti persoalan pembangunan dan ketergantungan di negara-negara terbelakang. 1) Teori Raul Presbich tentang industri substitusi import Dalam konteks teori pembangunan ekonomi. Dua negara ini saling berhubungan dan seharusnya saling diuntungkan. Pandangan dari masing-masing teori tersebut diuraikan sebagai berikut. yaitu negara maju yang menghasilkan barang-barang produksi dan negara terbelakang yang memproduksi hasil pertanian. Ketertinggalan dan kemiskinan merupakan akibat dari proses ekonomi. yaitu (i) negara yang memproduksi hasil pertanian. Andre Gunder Frank.

dan (v) eksploitasi yang menjadi ciri khas kapitalisme menyebabkan menurunnya kemampuan berproduksi pertanian di negara satelit. Negara metropolis bekerjasama dengan elit lokal negara satelit untuk melakukan dominasi di negara satelit. Ciri pertanian subsisten pada negara satelit menjadi hilang dan diganti menjadi pertanian yang kapitalis. Brasil dan Chili. Meksiko. Tesis ini juga dapat dijelaskan dengan menggunakan dua pendekatan. kemunduran ekonomi pada Tahun 1930 dan perang dunia kedua telah menyebabkan pembangunan industri yang pesat di Argentina.globalisasi dan sistem kapitalis. Frank menjelaskan. sumberdaya alam dan tenaga kerja negara satelit. (iv) kemunculan perkebunan besar di negara satelit sebagai usaha pemenuhan kebutuhan dan peningkatan keuntungan ekonomi negara metropolis. Pengertian isolasi yang kedua adalah isolasi secara geografis dan ekonomi yang menyebabkan ikatan antara metropolis-satelit menjadi melemah dan kurang dapat menyatukan diri pada sistem perdagangan dan ekonomi kapitalis. pada negara satelit yang memiliki hubungan sangat erat telah menjadi sapi perah bagi negara metropolis. (ii) kemampuan negara satelit dalam pembangunan ekonomi terutama pembangunan industri kapitalis meningkat pada saat ikatan terhadap negara metropolis sedang melemah. kemiskinan di negara-negara terbelakang disebabkan oleh adanya pembangunan di negara-negara maju. yaitu isolasi temporer yang disebabkan oleh krisis perang atau melemahnya ekonomi dan politik negara metropolis. perang Napoleon. Gunder Frank membagi negara–negara menjadi dua yaitu negara metropolis dan negara satelit. Frank megajukan bukti empirik untuk mendukung tesisnya ini yaitu pada saat Spanyol mengalami kemunduran ekonomi pada abad 17. perang dunia pertama. Negara satelit tersebut hanya sebatas sebagai penghasil produk primer yang sangat dibutuhkan sebagai modal dalam sebuah industri kapitalis di negara metropolis. Selanjutnya. Tesis ini merupakan antitesis dari teori modernisasi yang menyatakan bahwa kemajuan negara satelit hanya dapat dilakukan melalui hubungan dan difusi dengan negara metropolis. Gunder Frank menyajikan lima tesis tentang dependensi: (i) terdapat kesenjangan pembangunan antara negara metropolis dan satelitnya. 179 . Perkebunan yang dirintis oleh negara pusat ini menjadi cikal bakal munculnya industri kapitalis yang sangat besar yang berdampak pada eksploitasi lahan. pembangunan pada negara satelit sangat terkendala oleh status negara satelit. Dalam hal ini. (iii) negara terbelakang dan terlihat feodal saat ini merupakan negara yang memiliki kedekatan ikatan dengan negara metropolis pada masa lalu.

tetapi dari negara induknya.Beberapa pendapat yang disampaikan Frank sangat kental dengan nuansa pemikiran Marx tentang kapitalisme dan eksploitasi. khususnya industrialisasi. atau perkembangan ikutan. Begitu juga sebaliknya ketika negara metropolis mengalami krisis maka negara satelit akan terkena dampaknya. Dalam teori dependensi. Simpul dan dinamika perkembangan ini tidak datang dari negara satelit. Bagaimanapun juga negara satelit tetap tenggelam dalam ketergantungan terhadap negara metropolis. karena hal itu hanyalah refleksi dari negara metropolis saja. Pandangan ini bertentangan dengan pendapat Frank yang menyatakan hubungan negara satelit dengan negara metropolis selalu bersifat parasitisme atau merugikan negara satelit. Namun menurut Santos. Ditegaskan lebih lanjut bahwa bentuk dasar ekonomi dunia memiliki aturan-aturan perkembangannya sendiri. terdapat dua pendapat yang berbeda: 1) struktur ketergantungan yang ada di negara satelit tidak akan memungkinkan negara ini melakukan pembangunan. ketika negara metropolis mengalami kemajuan maka negara satelit akan maju pula. Walaupun hanya sebagai refleksi negara metropolis. hubungan tersebut tidak selamanya besifat negatif. dan 2) pembangunan dan industrialisasi yang terjadi merupakan bayangan dari apa yang terjadi di negara-negara metropolis. Bukti empirik yang dikumpulkan Frank berupa hasil penelitian sejarah perkembangan sosial dan ekonomi negara-negara Amerika Latin. Contoh konkritnya adalah negara–negara persemakmuran Inggris yang berkembang menjadi negara maju. meskipun perkembangan ini merupakan perkembangan yang tergantung. Akan tetapi kemajuan dan atau kemiskinan tersebut bukanlah indikator pembangunan di negara satelit. Pola ekpansi yang dilakukan memberikan dampak negatif berupa 179 . Santos juga menyatakan bahwa negara satelit bisa juga berkembang. Frank memperkuat pendapatnya dengan menunjukkan buktibukti empirik dan menggunakan metode historis struktural. 3) Teori Theotonia Dos Santos tentang Struktur Ketergantungan Menurut Dos Santos bahwa negara-negara satelit itu merupakan negara bayangan dari negara metropolis. tipe hubungan ekonomi yang dominan di negara-negara metropolis adalah kapitalisme sehingga menyebabkan munculnya usaha melakukan ekspansi keluar dan tipe hubungan ekonomi pada negara satelit merupakan bentuk ketergantungan yang dihasilkan oleh ekspansi kapitalisme oleh negara-negara metropolis. Dalam hal ini. Sebagaimana diketahui bahwa keterbatasan sumber daya pada negara-negara maju mendorong mereka untuk melakukan ekspansi besar-besaran ke negara-negara terbelakang yang melimpah kekayaan alamnya.

Dalam hubungan ini. Santos mengajukan tesis tentang pembagian ketergantungan menjadi tiga jenis yaitu ketergantungan kolonial. Dari berbagai perbedaan yang berhasil dikaji. Perbandingan Teori Modernisasi dengan Teori Dependensi Kedua teori ini berbeda dalam memberikan jalan keluar terhadap persoalan pembangunan dan ketertinggalan negara-negara terbelakang.periferi. sementara nilai tambah yang diperoleh kecil. Ketergantungan kolonial merupakan bentuk ketergantungan yang dialami oleh negara jajahan. menjadikan ekonomi negara tergantung. Ekspor bahan mentah menyebabkan terkurasnya sumber daya negara. sedemikian rupa sehingga kemampuan bersaing dari industri dalam negeri meningkat dan dianggap telah mampu untuk bersaing. Strategi industrialisasi ini pada awalnya ditempuh dengan memberikan proteksi kepada industri dalam negeri dan mengenakan tarif yang tinggi terhadap barang-barang luar negeri (import).adanya ketergantungan yang dialami oleh negara-negara terbelakang. Negara-negara ini akan selalu menjadi negara yang terbelakang dalam pembangunan karena tidak dapat mandiri serta selalu tergantung dengan negara maju. Negara maju identik menjadi negara pusat. ketergantungan industri keuangan dan ketergantungan teknologi industri. Teori modernisasi berpandangan bahwa industrialisasi perlu dipercepat dengan cara memproduksi sendiri kebutuhan barang-barang dalam negeri untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali beban penyediaan devisa negara yang selama ini diperlukan untuk membayar impor barang-barang tersebut. maka dapat distrukturkan perbandingan teori modernisasi dengan teori dependensi sebagai berikut: Tabel 2. ketimpangan kekayaan. 3. sedangkan negara terbelakang menjadi satelitnya. dan terbatasnya perkembangan pasar domestik negara terbelakang itu sendiri. Pada saat itulah industri dalam negeri sudah saatnya beroperasi dan bersaing tanpa adanya proteksi. eksploitasi tenaga kerja. Ketergantungan kolonial merupakan bentuk ketergantungan yang paling awal dan kini telah dihapuskan. Sedangkan ketergantungan industri keuangan yang lahir pada akhir abad 19. 6 Perbandingan Teori Modernisasi dengan Teori Dependensi 179 . Sumbangan pemikiran Santos terhadap teori dependensi sebenarnya berada pada bentuk ketergantungan teknologi industri. Dampak dari ketergantungan ini terhadap negara terbelakang adalah ketimpangan pembangunan. lebih terpusat pada ekspor bahan mentah dan produk pertanian. Konsep inilah yang lebih dikenal dengan istilah pusat .

N. namun pecahnya Perang Dunia II. selama hidupnya (1920-1989) telah banyak berkontribusi penting dalam pengembangan bidang ilmu ekonomi melalui beberapa kegiatan risetnya. Karena itu. Douglas Cecil North32. Dia masuk di perguruan tinggi di Universitas California. Ketika North sedang tumbuh remaja. North mengambil tiga bidang yaitu ilmu politik. Karena perasaan North yang kuat untuk tidak (ingin) membunuh orang. membuat ia membatalkan rencana ini. North bergabung dengan armada niaga. New York City. Teori Dependensi Sama Sama Sama Sentral (metropolis) Pinggiran (satelit) Program KEPBALL Marxis Ortodoks Merugikan negara dunia ketiga Pesimis Mengurangi keterkaitan dengan negara sentral revolusi sosialis. dan di Long Island. 32 179 . TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI KELEMBAGAAN Pemikir ekonomi yang satu ini. Ia secara serius mempertimbangkan untuk melanjutkan ke jurusan hukum setelah lulus nanti. Berkeley. diantaranya: 1) mengintroduksi metode statistik untuk studi sejarah ekonomi. sekolah North juga berpindah-pindah dari satu kota ke kota yang lain. teori modernisasi menganjurkan untuk lebih mempererat keterkaitan hubungan kerjasama negara-negara terbelakang dengan negara-negara maju melalui bantuan modal. Sedangkan teori dependensi memberikan anjuran yang sama sekali berbeda. dan filsafat. Ketiga rangkaian penelitian ini berusaha Douglas Cecil North lahir di Cambridge Massachusetts pada Tahun 1920. Lausanne. dan dia memutuskan untuk menjadi seorang ahli ekonomi ketimbang menjadi seorang pengacara. dan 3) memahami kekuatan historis yang membuat ekonomi menjadi kaya atau miskin. Tiga tahun di lautan memberikan North kesempatan untuk mengisi waktunya dengan membaca dan merenung. North pernah sekolah di Connecticut. sekalipun proses dan pencapaian tujuan ini mungkin memerlukan revolusi sosialis. 2) menguji dan menjelaskan peran institusi dalam mengatur tingkah laku manusia. Keterangan: KEPBALL = Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Amerika Latin Selanjutnya. karena ayahnya dipindahkan ke San Francisco dan North tidak ingin berada jauh-jauh dari keluarganya. Di Berkeley.Elemen Perbandingan Persamaan fokus perhatian (keprihatinan) Metode Dwi-Kutub struktur ekonomi Perbedaan warisan teoritis Hubungan Internasional Masa depan Dunia Ketiga Kebijakan Pembangunan (Pemecahan Masalah) Teori Modernisasi Pembangunan Dunia Ketiga Sangat Abstrak Perumusan Model-model Tradisional dan Modern (Maju) Teori Evolusi Teori Fungsionalisme Saling menguntungkan Optimis Lebih mendekatkan keterkaitan negara maju. ekonomi. peralihan teknologi. Ottawa. yaitu mengupayakan secara terus menerus mengurangi ketergantungan negara–negara terbelakang dari negara-negara maju sehingga memungkinkan tercapainya pembangunan yang dinamis dan otonom. pertukaran budaya dan lain sebagainya. hidupnya sering berpindah-pindah karena mengikuti Ayahnya yang seorang manajer dari perusahaan asuransi Metropolitan Life.

Ia menyatakan bahwa sumber utama kemakmuran bukan terletak dalam domain ekonomi itu sendiri. serta aturan informal berupa norma. Lebih jelas lagi. kesepakatan. institusi dimaknai sebagai the rules of the game. institusi adalah peraturan perundang-undangan berikut sifat-sifat pemaksaan dari peraturan-peraturan tersebut serta norma-norma perilaku yang membentuk interaksi antara manusia Beberapa pemikir ekonomi yang masuk kedalam kelompok mazhab ekonomi kelembagaan ini diantaranya: (1)Thorstein Bunde Veblen (1857-1929). North juga membedakan institusi dengan organisasi. sumber kemakmuran terletak dalam jiwa entrepreneurship para pelaku ekonomi yang merancang pembangunan. sedangkan organisasi bermakna sebagai their entrepreneurs are the players. Jika tidak dilakukan struktur-struktur teoritis ilmu ekonomi akan menjadi tidak realistis. keputusan ekonomi tidak bisa menyandarkan sepenuhnya pada kekuatan rasionalitas. Pemikir ekonomi kelembagaan baru pada umumnya menolak sebagian asumsi ajaran ekonomi klasik/neoklasik karena dianggap tidak realistis. Itulah sebabnya. 33 179 . (2) Wesley Clair Mitchel (1874-1948). Dalam hal ini diperlukan kelembagaan non pasar (NonMarket Institution) untuk melindungi agar pasar tidak terjebak pada kegagalan yang tidak berujung pangkal. laws dan constitutions. yakni dengan jalan mendesain aturan main/kelembagaan. North menyatakan bahwa kelembagaan ekonomi dibentuk oleh aturan-aturan formal berupa rules. Hadiah Nobel yang diperolehnya itu kemudian menjadi pemicu perkembangan ilmu ekonomi kelembagaan baru saat ini. Ia menilai pengaruh keadaan dan lingkungan sangat besar terhadap tingkah laku ekonomi masyarakat. Oleh karena itu asumsi-asumsi tersebut harus dibatalkan. yaitu dalam lingkungan dan institusi masyarakat. Seluruhnya merupakan penentu terbentuknya karakter dan struktur masyarakat serta kinerja ekonominya.menjelaskan pertumbuhan ekonomi dari segi institusi dengan mempergunakan teknik statistik untuk menguji teori institusionalnya tentang penyebab pertumbuhan ekonomi. ekonomi dan politik yang mempengaruhi individu dalam keputusan ekonominya. seperti tidak adanya biaya transaksi (Zero Transaction Cost) dan rasionalitas instrumental (Instrumental Rationality). dan lain-lain. melainkan berada di luarnya. (4) Joseph A. kalau tidak mau disebut fatal. Ia berjasa dalam mengembangkan metode-metode kuantitatif dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa ekonomi. Salah satu pesan Myrdal kepada para ahli ekonomi ialah agar ikut membuat value judgement. Dalam hal ini. Intinya. North adalah tokoh pemikir dan pengembang ekonomi kelembagaan baru (New Institutional Economics)33 yang memperoleh hadiah Nobel Ekonomi pada Tahun 1993. dengan menggunakan bermacam data statistik ia kemudian menjelaskan masalah fluktuasi ekonomi. dan selalu ada insentif bagi individu untuk berperilaku menyimpang sehingga sistem ekonomi tidak bisa dibiarkan hanya dipandu oleh pasar. (3) Gunnar Karl Myrdal (1898-1987) dari Swedia. Ekonomi klasik yang mengasumsikan semua manusia adalah rasional dan bekerja berdasarkan insentif ekonomi ternyata dalam praktiknya banyak faktor-faktor sosial. ekonomi kelembagaan sejak diploklamirkan bekerja di luar mekenisme dan cara pandang pemikiran ekonomi klasik/neoklasik. Schumpeter (1883-1950). Bagi North. Sebagai tokoh ekonomi kelembagaan baru (New Institutional Economics). Salah satu karyanya adalah Business Cycle and Their Causes (1913).

studi tentang ekonomi kelembagaan begitu menarik dan bahkan memperoleh tempat di kalangan pemikir ekonomi dan sosiologi. universitas. maka dibutuhkan dukungan seperangkat institusi yang mampu memberikan insentif yang tepat kepada setiap pelaku ekonomi. maka sejak itu pula muncul berbagai pandangan yang pro dan kontra. norma dan keyakinan suatu individu/ komunitas (teori modal sosial). ketika Adam Smith telah berhasil membumikan teori ekonominya dalam kehidupan masyarakat. dan 179 . dan organisasi pendidikan (sekolah. hukum kontrak dan pemilikan tanah. kooperasi dan sebagainya). kehadiran ekonomi kelembagaan dimaksudkan untuk mewartakan bahwa kegiatan ekonomi sangat dipengaruhi oleh tata letak antarpelaku ekonomi (teori ekonomi politik). budaya. termasuk di Indonesia. Perkembangan studi ekonomi kelembagaan yang demikian dinamis memunculkan pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai konsep ekonomi kelembagaan dan falsafah keilmuannya serta mengapa akhir-akhir ini ilmu ekonomi kelembagaan banyak diminati? Di dunia Barat. dan DPRD). Dalam perkembangannya. Ekonomi kelembagaan adalah cabang ilmu ekonomi yang percaya adanya peran besar dari lembaga-lembaga dalam kinerja ekonomi suatu masyarakat. karena batasan dan aturan yang dibuat masyarakat yang bersangkutan dipatuhi atau dipaksakan pemenuhannya. political and social interactions. dan organisasi-organisasi penyelenggara pelatihan).secara berulang-ulang. DPR. Para penganut ekonomi kelembagaan percaya bahwa pendekatan multidisipliner sangat penting untuk memotret masalah-masalah ekonomi. Institusi ini merupakan wadah atau lingkungan dimana organisasi-organisasi sosial hidup dan berkembang (Institutions determine social organization). kelompok yang kontra terhadap teorinya Adam Smith itu lazim dikenal dengan ekonomi kelembagaan lama (Old Institutional Economics). Di masa lampau. hukum. desain aturan main (teori ekonomi biaya transaksi). Agar reformasi berhasil. Beberapa contoh institusi yang mampu memberikan insentif tersebut adalah hukum paten dan hak cipta. dan lain-lain. klub-klub). Sedangkan yang dimaksud sebagai organisasi disini adalah organisasi politik (misalnya partai politik. baik di Barat maupun di dunia Timur. insentif untuk melakukan kolaborasi (teori tindakan kolektif). pilihan atas kepemilikan aset fisik maupun non fisik (teori hak kepemilikan). seperti aspek sosial. Definisi yang hampir sama juga diberikan oleh Robin (2005) bahwa institusi merupakan the rules of the game in economic. politik. organisasi ekonomi (perusahaan. Menurut Yustika (2008). satuan-satuan perdagangan. Dalam khazanah ilmu ekonomi. model kesepakatan yang dibuat (teori kontrak). organisasi sosial (gereja. North (1993) menyatakan bahwa reformasi yang dilakukan tidak akan memberikan hasil nyata hanya dengan memperbaiki kebijakan ekonomi makro belaka. kajian mengenai kelembagaan sebenarnya bukan merupakan hal yang baru.

nonprediktif. Lewat premis partikularitas tersebut. definisi. Kedua. karakteristik. sebetulnya penelitian kualitatif langsung berbicara dua hal: 1) keyakinan bahwa fenomena sosial tidaklah tunggal. Ilmu ekonomi kelembagaan terus berkembang semakin dalam karena ditekuni oleh banyak ahli ilmu ekonomi dan ilmu sosial lainnya. dengan berusaha menempatkan diri serta berpikir dari sudut pandang orang dalam atau yang dalam ranah antropologi disebut dengan emic. Artinya setiap fenomena sosial selalu spesifik merujuk pada kondisi sosial tertentu (dan tidak berlaku untuk kondisi sosial yang lain). dan 2) penelitian kualitatif secara rendah hati telah memproklamasikan keterbatasannya (Yustika. ekonomi kelembagaan berusaha mempelajari dan memahami peranan kelembagaan dalam sistem dan organisasi ekonomi atau sistem terkait yang lebih luas. Pertama. metafora. Kelembagaan yang dipelajari biasanya tumbuh spontan seiring dengan perjalanan waktu atau kelembagaan yang sengaja dibuat oleh manusia. Ketiga. untuk mendekati gejala ekonomi maka pendekatan ekonomi kelembagaan menggunakan metode kualitatif yang dibangun dari tiga premis penting yaitu: partikular. Karena itu lebih mendekatkan diri pada situasi dan kondisi yang ada pada sumber data. Maka dari itu. yang dimaksud nonprediktif ialah bahwa dalam paradigma penelitian kualitatif sama sekali tidak masuk ke wilayah prediksi ke depan. Penghargaan 179 . 2008: 69). budaya dan terutama ekonomi politik. Oleh karena itu.yang lain sebagai satu kesatuan analisis (Yustika. konsep. simbol. Dengan demikian. Peranan kelembagaan bersifat penting dan strategis karena ternyata ada dan berfungsi di segala bidang kehidupan. yang dimaksud dengan subyektif sesungguhnya bukan berarti peneliti melakukan penelitian secara subyektif tetapi realitas atau fenomena sosial. termasuk beberapa diantaranya memenangkan hadiah nobel. ilmu ekonomi kelembagaan kemudian menjadi bagian dari ilmu ekonomi yang cukup penting peranannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan sosial humaniora. ekonomi. maka ekonomi kelembagaan mencari kemungkinan-kemungkinan tindakan bersama (collective action) dan kerjasama antarmanusia (human cooperation) untuk mengatasi konflik ekonomi sosial yang ada. tetapi yang ditekankan ialah bagaimana pemaknaan. Dalam ekonomi kelembagaan menekankan bahwa manusia menciptakan dan menggunakan lembaga-lembaga tertentu untuk memecahkan berbagai konflik ekonomi dalam masyarakat. dan deskripsi atas sesuatu. Jadi titik tekannya adalah menjelaskan secara utuh proses dibalik sebuah fenomena. partikular dimaknai sebagai heterogenitas karakteristik dalam masyarakat. Jika ekonomi ortodoks percaya bahwa persaingan bebas akan menghasilkan harmoni dan efisiensi. subyektif dan. 2008: 55).

dalam hal ini investor asing. yakni ilmu ekonomi kelembagaan (Rachbini. titik pijak atau landasan filosofisnya sangat berbeda. North menegaskan tiga komponen lembaga yaitu 1) batasan-batasan informal (informal constrain). 2) aturan-aturan formal (formal rule). Kepercayaan (trust) yang merupakan pilar utama modal sosial menjadi variabel penting dalam aturan non-formal. Misalnya. bukan kepada masayarakat kecil. Budaya suatu bangsa akan sangat mempengaruhi dan merupakan faktor utama pembentuk lembaga yaitu aturan yang mengatur segala tindakan seseorang. Oleh karena itu. selain membangun institusi formal yang kredibel. dalam memenuhi target pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak bisa hanya dengan mengutak-atik indikator makro ekonomi. Selain harus merancang aturan formal yang memadai. oleh karena itu studi ekonomi kelembagaan semakin memperoleh tempat sebagai pendekatan alternatif bagi ekonomi dunia saat ini. Sebenarnya sudah cukup lama hadir aliran baru teori ekonomi yang lebih mengandalkan upaya koperatif (kerjasama). misalnya aturan adat yang telah disepakati oleh masayarakat. tetapi juga pada bidang keilmuannya. menjadikan mainstream ekonomi yang berpijak pada pendekatan ekonomi klasik semakin dipertanyakan eksistensinya. 179 . Walaupun kedua kubu sama-sama memiliki kelembagaan yang kuat. dibandingkan teori ekonomi konvensional yang lebih mengandalkan kompetisi. Memang. dan 3) paksaan pematuhan terhadap keduanya (enforcement of both). Hanya saja dari ketiga komponen tersebut praktis hanya satu komponen yang memadai yaitu aturan non-formal yang berlaku didalam masyarakat. Hal ini disebabkan oleh aturan formal yang dikeluarkan pemerintah saat ini lebih berpihak kepada pasar. Demikian juga dengan krisis keuangan global yang menerpa dunia saat ini. masyarakat tampaknya lebih mengutamakan aturan-aturan informal ketimbang regulasi formal yang dibuat pemerintah. namun dengan “wajah kemanusiaan” cukup kontras. kedua kubu tersebut menghasilkan tingkat kemakmuran yang tinggi. kasus Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001 tentang liberalisasi sektor perminyakan terbukti hanya akan menguntungkan pihak investor asing dalam mengeksplorasi minyak di Indonesia.tersebut tidak hanya tertuju langsung kepada ahli dan orangnya. Faktor terpenting yang membedakan negara-negara Eropa yang menganut welfare state dengan Amerika Serikat yang menganut pasar bebas adalah kerangka kelembagaan (institutional framework). Teori ekonomi konvensional yang bertumpu pada paradigma persaingan bebas kini terbukti tidak mampu untuk menyelesaikan masalah perekonomian karena mekanisme dan praktik-praktik ekonomi telah mereduksi hak-hak rakyat. Di tengah-tengah dehumanisasi teknologi dan arus informasi saat ini. 2002).

Misalnya dalam membuat aturan formal dan aturan non-formal serta dalam penyaluran jaring pengaman sosial.kebijakan pemerintah juga harus mempengaruhi tindakan para aktor ekonomi. kebijakan pemerintah masih berhenti pada formalitas aturan dan belum sampai memengaruhi tindakan para aktor ekonomi. karena di era desentralisasi saat ini. pemerintah daerah-lah yang lebih mengetahui kondisi masyarakatnya. segala lapisan masyarakat memperoleh ruang gerak yang luas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. maka Grameen Bank mampu mengatasi masalah kemiskinan di Bangladesh. kedua. Hanya dengan bermodalkan kepercayaan Muhammad Yunus kepada nasabah. teknologi informasi berkembang begitu cepat sehingga berbagai produk teknologi informasi dapat diperoleh dengan mudah dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. EKONOMI PENGETAHUAN Kini kita telah memasuki era ekonomi baru. Banyak bukti empirik menunjukkan bahwa kelembagaan merupakan penentu utama kesejahteraan dan pertumbuhan jangka panjang. Korupsi yang masih terus terjadi merupakan bukti. seperti untuk 179 . para elite. akan membantu mendisiplinkan para aktor ekonomi dan modal sosial lah yang merupakan variabel utama dalam membangun perekonomian yang berdasarkan ekonomi kelembagaan. Memang terbukti bahwa negara yang memiliki landasan kelembagaan lebih baik pada masa lalu adalah negara yang sekarang lebih makmur. Praktik-praktik ekonomi yang memberikan peran kepada lembaga-lembaga keuangan mikro secara lebih proporsional seperti yang ditempuh oleh Muhammad Yunus (peraih Hadiah Nobel perdamaian Tahun 2009) menjadikan trust sebagai modal utama dalam membangun Grameen Bank. paling tidak menghasilkan dua hal: pertama. pemerintah daerah seharusnya lebih banyak terlibat dan membuat formulasi khusus untuk itu. Hukuman berat bagi para koruptor. Berbagai gagasan mengenai alternatif pembangunan ekonomi saat ini lagi-lagi membutuhkan keseriusan dari pihak pemerintah dan dukungan dari berbagai stakeholder yang ada. politisi. Di era ini. dan kelompok-kelompok kekuatan lain tak bisa leluasa mengambil alih pendapatan dan investasi pihak lain. termasuk para menteri yang terlibat korupsi. Kelembagaan yang lebih baik. yaitu suatu perekonomian yang benar-benar telah berubah dari sebelumnya. O. Dukungan yang paling dibutuhkan untuk konteks ke-Indonesiaan sekarang adalah dari pihak pemerintah daerah. yaitu era ekonomi pengetahuan (knowledge economy). Hal tersebut terbukti di negara-negara eropa yang menganut welfare state.

akibatnya. Sehingga produk barang dan jasa yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari condong padat pengetahuan. dan 5) berdampak terhadap aktivitas sosial di setiap negara termasuk sistem institusi dan inovasi serta pengembangan sumberdaya manusia. dan semacamnya yang tumbuh dan berkembang. dan bahkan lintas negara dengan lebih cepat dan efektif. memberikan definisi ekonomi pengetahuan sangat beragam. 2) telekomunikasi dan networking distimulir oleh pertumbuhan ICT yang cepat. Dalam ekonomi seperti itu. teknologi informasi dan knowledge akan menjadi sumberdaya yang sangat vital. tetapi juga telah memungkinkan dilakukannya kegiatan networking dan partnership antarpelaku bisnis secara lintas industri. Setiap negara akan memperoleh manfaat dari pembangunan knowledge economy dan meraih kemajuan menuju kesejajaran dalam proses pembangunan global. 4) dimungkinkan dilakukannya integrasi dan pooling intellectual untuk memacu pembangunan suatu negara. ia merupakan sesuatu yang sangat kompleks dan merupakan fenomena yang terus merambah luas ke semua aspek kehidupan. et al. diantaranya: 1) dikendalikan oleh teknologi. Dan disanalah peran ekonomi pengetahuan itu ada. Berbagai software dan resources lain yang diperlukan dapat juga diakses secara bebas bahkan gratis melalui internet. World Bank. virtulal shopping/ business. ekonomi. 3) pengetahuan yang berbasis informasi didukung oleh budaya dan nilai-nilai spiritual telah menjadi kekuatan independen dan faktor penting dalam transformasi sosial. apa yang dimaksudkan dengan ekonomi pengetahuan itu? Para pakar maupun institusi global seperti OECD. Lalu. dan proses ekonomi akan banyak dihela oleh peran dari digitalisasi. kaya fungsi. lintas kawasan. maka akan makin besar peluang inovasi yang dapat dilakukan dan ditumbuhkembangkan. tidak hanya peluang-peluang bisnis baru seperti electronic banking. dan penggunaan 179 . Pada perekonomian yang senantiasa memperluas jaringan ekonominya dan teguh mentaati segala norma-norma yang berlaku serta meningkatkan kapasitas aset nir fisiknya. Dahlman. terutama teknologi informasi dan komunikasi (ICT). dan sangat fleksibel. mobilitas modal. dan APEC. Secara lebih spesifik lagi. dan liberalisasi. Knowledge economy bukan semata digital economy. teknologi dan budaya. dan menetrasi ke semua aspek kehidupan manusia dan menciptakan masyarakat informasi. ekonomi pengetahuan didefinisikan sebagai suatu ekonomi yang secara langsung didasarkan pada produksi. distribusi. (2006) menyebutkan beberapa dimensi knowledge economy. pendidikan dan sosial-budaya. Perkembangan internet yang demikian marak saat ini telah menjangkau jutaan pemakai.kepentingan studi. namun pada intinya ekonomi pengetahuan itu ditandai oleh penciptaan dan eksploitasi pengetahuan yang memainkan peran dominan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

diantaranya dapat dielaborasi sebagai berikut: Aktivitas Ekonomi Pengetahuan: 1. serta adanya siklus memperluas pengetahuan yang terus-menerus untuk penciptaan kesejahteraan. 179 . Definisi ini diperkuat lagi oleh Hossain dan Cheng Ming (2004) bahwa ekonomi pengetahuan merupakan kegiatan ekonomi di mana proses produksi. brain power. mengelola. skill. Knowledge Service: Produk jasa yang memiliki muatan kreativitas. reputasi. mesin. Knowledge Worker: kemampuan kreatif dan inovatif orang untuk menggunakan Knowledge Goods: Barang-barang yang berisi pengetahuan.know-what. kemampuan inovatif. Implementasi dan peningkatan keunggulan dalam ekonomi pengetahuan melibatkan beberapa aktivitas dan komponen. Tanpa pengetahuan. dan konsumsi pengetahuan berlangsung secara berkelanjutan. Uang misalnya. know-why. serta know how. pengetahuan. Sedangkan modal yang lain seperti uang. 3. menerima. dan memanfaatkan pengetahuan. dan Knowledge Asset: mencakup kreativitas. ketrampilan baru. Knowledge Organization:membuat. smart leadership. bahwa pengetahuan itu adalah bentuk primer dari modal. 4. Knowledge Production: aktivitas produksi didasarkan pengetahuan dan ide baru. dan gedung hanyalah sekumpulan material bahan bangunan. gedung dan lainnya hanyalah derivasi dari pengetahuan. ide-ide dan pemikiran baru. Knowledge Consumption: penggunaan pengetahuan untuk menciptakan nilai dan membuat pengetahuan baru dari pengetahuan yang ada. Tingkat kebermaknaan dari setiap bentuk modal tersebut bagaimanapun akan sangat ditentukan oleh kepemilikan pengetahuan. Terkait dengan hasil elaborasi di atas perlu diketahui. 2. dan know-who (know 1 h. 2. Dengan demikian. Knowledge Distribution: aktivitas penyebaran pengetahuan di antara anggota masyarakat. Mesin hanyalah sekumpulan besi-besi. 5. ide baru. pengakuan. 3. Komponen Ekonomi Pengetahuan: 1. hanyalah selembar kertas yang hampir-hampir tidak ada nilainya. pengetahuan dapat memberikan kehidupan dan makna bagi semua bentuk modal itu sehingga bernilai dan berguna bagi manusia. menyebarkan. kemampuan kewirausahaan. semua bentuk modal tersebut nyaris tak berarti apaapa. hak cipta.knowledge dan informasi. 3w). distribusi. brand.

Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) sebagaimana dirujuk oleh Lee dan Gibson (2002) membedakan pengetahuan dengan informasi. Dua komponen yang terakhir ini merupakan tacit knowledge yang diperoleh dari pengalaman yang sulit untuk dikodifikasi. Kow-how sulit untuk dikodifikasi dan ditiru oleh pesaing karena menyatu pada individu dan perusahaan. pengetahuan mencakup komponen: knowwhat. Kow-who sangat penting dalam ekonomi karena informasi dapat terdispersi secara luas dan tidak seimbang karena pembagian kerja yang luas dan adanya perubahan teknologi yang cepat. dan intuitif yang 179 . Pengetahuan. 4) Kow-who: merujuk pada informasi tentang “siapa tahu apa” dan “siapa tahu bagaimana melakukan apa”. dan know-who. tingkat inflasi. Untuk memperoleh akses pada knowledge jenis ini. Pengetahuan adalah suatu konsep yang lebih luas dari pada informasi. Kow-how adalah tipikal knowledge yang dikembangkan berdasarkan pengalaman pelaku ekonomi atau perusahaan secara spesifik. wawasan/ pengetahuan yang mendalam. Aplikasi knowledge jenis ini terutama pada pilihan dan pengembangan teknologi. yaitu: 1) Know-what: merujuk pada knowledge tentang fakta yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang relatif sederhana. dan 2) pengetahuan yang bersifat sebagai pengetahuan organisasional (explicit knowledge). Pengtahuan ini terdiri dari ketrampilan teknis yang bersifat subyektif. kemudian dikelompokkan menjadi dua. jumlah pekerja menurut sektor ekonomi. know-why. Dalam hal ini. 3) Know-how: merujuk pada skill atau kapabilitas dalam melakukan sesuatu. diukur dan disebarluaskan. pelaku ekonomi harus berinteraksi atau mempekerjakan tenaga spesialis yang terlatih baik atau pelaku ekonomi membeli pengetahuan tertentu. Masing-masing dari komponen pengetahuan tersebut memiliki makna dan kegunaannya sendiri. Sedangkan informasi hanya mencakup komponen know-what dan know-why. seperti pertanyaan tentang jumlah rumah tangga miskin. Jadi knowledge jenis ini lebih dekat dengan apa yang disebut dengan informasi. tingkat pengangguran dan sebagainya. know-how. 2) Know-why: merujuk pada scientific knowledge dari principles and laws of nature. produk atau proses pada area industri atau organisasi yang spesialistik seperti riset di laboratorium. tingkat pertumbuhan ekonomi. yaitu 1) pengetahuan yang bersifat individual dan subyektif (tacit knowledge). Tacit knowledge dimaksudkan sebagai pengetahuan personal yang sulit untuk diformalisasikan atau dikomunikasikan pada orang lain.

sehingga setiap individu bisa menukar dan mengkombinasi pengetahuan explicit nya. dari pengetahuan explicit ke pengetahuan explicit melalui kombinasi.terjadi pada seseorang karena telah terlibat dalam suatu aktivitas untuk suatu periode yang lama. dari pengetahuan tacit ke pengetahuan explicit melalui eksternalisasi. tetapi dengan memelihara dan melatih benih-benih tacit knowledge yang telah dimiliki. Hal ini penting dilakukan karena tanpa inovasi kehidupan organisasi akan berhenti. Lalu. Eksternalisasi dipicu melalui dialog atau pemikiran bersama. Eksternalisasi pengetahuan tacit merupakan intisari dari aktivitas penciptaan pengetahuan dan yang paling banyak terlihat dalam fase penciptaan konsep pengembangan produk baru. Informasi yang sudah ada kemudian dikategorikan. harus dapat menjadikan knowledge creating company yang bermanfaat bagi organisasi. Keempat. Ketiga. yaitu terampil dalam mengubah tacit knowledge menjadi explicit knowledge sehingga dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk baru. dari pengetahuan eksplicit ke pengetahuan explicit melalui internalisasi. organisasi ekonomi. Sedangkan explicit knowledge adalah pengetahuan formal yang mudah untuk disebarkan kepada pihak lain. Oleh karena itu. yaitu suatu proses mengubah pengetahuan tacit menjadi konsep yang explicit melalui penggunaan analogi-analogi dan modelmodel. transformasi pengetahuan itu berproses melalui tahapan sebagai berikut: Pertama. Pengetahuan ini seringkali ditandai dalam bentuk rumus matematis. yaitu proses penciptaan pengetahuan explicit dengan cara mengajukan pengetahuan explicit dari sejumlah sumberdaya secara bersamaan. Misalnya karyawan suatu perusahaan yang mempelajari keahlian baru melalui kegiatan on-the-job training. spesifikasi-spesifikasi dan sebagainya. Kedua kategori pengetahuan tersebut bersifat saling melengkapi. yaitu suatu proses menanamkan pengetahuan explicit menjadi pengetahuan tacit. explicit knowledge tidak akan muncul secara spontan. Sepanjang tetap bersifat pengetahuan individu maka bagi organisasi tacit knowledge hanya akan menjadi nilai yang terbatas. dari tacit knowledge ke explicit knowledge melalui proses sosialisasi. 179 . apapun bentuknya. bagaimana caranya? Menurut Choo (1998). yaitu suatu proses mendapatkan tacit knowledge melalui berbagai pengalaman. dibandingkan dan dipilih dengan cara tertentu sehingga bisa menghasilkan pengetahuan explicit baru. Dinamika interaksi kedua bentuk pengetahuan tersebut akan menghasilkan inovasi dan selanjutnya akan menjadi organizational knowledge. Sebaliknya. peraturan-peraturan. Kedua.

Dalam perspektif ekonomi pengetahuan. Negara-negara seperti Swedia. Dan tentunya. Alur ilmu pengetahuan (knowledge flows) bertalian erat dengat proses inovasi. Denmark. Karena itu. maka akan menjadikan perekonomian itu lebih inovatif. akan memiliki platform yang tangguh dalam melakukan inovasi secara terus menerus sehingga menghasilkan proses dan produk baru yang lebih berninilai dan demanding. peran aset nir-fisik atau sumberdaya unik dan sulit ditiru ini dalam meningkatkan daya saing semakin penting dan menentukan. Karena itu. keberhasilan ekonomi atau bisnis menghadapi persaingan lebih tergantung pada strategi manajemen pengetahuan daripada strategi alokasi aset fisik dan keuangan. Menurut OECD ada empat bentuk alur pengetahuan. aset tersebut harus ditingkatkan kualitasnya. yaitu 1) interaksi diantara perusahaan melalui aktivitas kerjasama riset (joint research activities). lebih dari 40% tenaga kerja di Eropa bekerja pada industri-industri yang berbasis pengetahuan. inovasi ini lahir dari proses yang panjang. Integrasi pengetahuan dan informasi dalam aktivitas ekonomi dan bisnis telah sedemikian besar sehingga mempengaruhi perubahan-perubahan struktural dan operasional ekonomi dan bisnis. ekonomi dan industri di negara-negara tersebut dapat tumbuh dan berkembang pesat serta berkelanjutan karena ditopang oleh knowledge society dan knowledge worker yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam menghadapi globalisasi yang bergerak sangat cepat. industriindustri semacam ini akan mendominasi pasar global. 3) difusi knowledge dan teknologi 179 . Dengan demikian. Inggris. dan Finlandia merupakan negara yang sebagian besar tenaga kerjanya (lebih dari 50%) bekerja pada industri-industri yang berbasis pengetahuan. Realitas ini kemudian mendorong terjadinya transformasi yang mempengaruhi basis keunggulan kompetitif. pada industri-industri yang memiliki basis pengetahuan yang kuat. Manakala proses transformasi pengetahuan itu dapat dibudayakan melalui praktik-praktik manajemen pengetahuan secara optimal. dioptimalkan pengelolaan dan pemanfaatannya secara terus menerus agar menjadi sumber utama pembaharuan dan inovasi dalam sebuah perekonomian.Internalisasi suatu pengalaman diperoleh melalui model penciptaan pengetahuan ke dalam basis pengetahuan tacit dalam bentuk penyebaran mental model atau latihan. 2) kerjasama riset diantara perusahaan. Sebuah studi di Amerika Serikat dan di negara-negara maju menunjukkan bahwa kontribusi teknologi maju pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang hampir mendekati 50%. Bersamaan dengan itu. Implikasinya. universitas dan institusi riset publik termasuk co-patenting dan co-publishing. Pada Tahun 2005.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa inovasi bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. diadaptasi. Inovasi akan tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan jika ditopang dan mengakarkan dirinya pada kekuatan mutu aset nir fisik. investasi dan teknologi membuat keduanya lebih bernilai yang menyebabkan tingkat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan berkelanjutan.kepada perusahaan melalui adopsi mesin dan peralatan baru. 3) informasi memainkan peran penting dalam sistem ekonomi. Dalam hubungannya 179 . knowledge didiseminasikan. ekonomi pengetahuan pada awalnya dikembangkan melalui networking antara dunia kampus dengan dunia bisnis dan pemerintah. Invesrtasi pada R & D untuk inovasi teknologi dapat menciptakan peluang yang lebih besar dalam memperoleh return karena dicapai monopoli teknologi yang sulit ditiru oleh pesaing. 3) teknologi dapat meningkatkan nilai pengembalian investasi yang tidak dapat dilakukan bila hanya menambah tenaga kerja dan sumberdaya material. termasuk didalamnya mutu modal manusia. Aktivitas ini berlangsung di sekitar kawasan universitas-universitas dan pusat-pusat riset terkemuka pada sebagian besar negara maju di dunia. Siklus dalam memproduksi pengetahuan berlangsung secara terus menerus sehingga terjadi akumulasi kapabilitas pengetahuan sebagai sumber keunggulan daya saing yang berkelanjutan (sustainable competitive advantage). ada lima megatrend dalam ekonomi pengetahuan: 1) industri menjadi lebih padat pengetahuan (knowledge intensive). 4) intangible assets yang dimiliki jauh lebih besar nilainya dibandingkan dengan tangible assets. Sebagaimana diidentifikasi oleh Skyrme (1999) dalam Sampurno 2007. Makin besar akumulasi pengetahuan di suatu negara maka ekonominya akan tumbuh berkelanjutan. diantaranya: 1) pengetahuan adalah bentuk dasar dari kapital. Pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada akumulasi pengetahuan. dan 4) mobilitas personal yang membawa tacit knowledge khususnya antara sektor publik dan privat. 2) upaya pengembangan teknologi baru dapat menciptakan technical platform untuk inovasi lebih lanjut yang memainkan peran kunci dalam pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks ekonomi pengetahuan. Dalam proses aplikasi ini diperoleh feedback yang menghasilkan knowledge baru yang dapat menciptakan nilai yang lebih besar. 4) berbeda dengan ekonomi tradisional. 2) penggunaan informasi dan knowledge pada produk dengan fungsi dan kemanfaatan yang lebih baik sehingga dapat membentuk harga premium. 5) perdagangan intangible assets berkembang pesat dalam ekonomi pengetahuan. dan kemudian diaplikasikan dalam berbagai industri yang menghasilkan produk-produk inovatif dengan nilai tambah yang besar. mengapa pengetahuan memiliki peran dominan? Ada beberapa alasan yang mendasari. Sebagaimana dinyatakan oleh Lee dan Gibson (2002). Melalui networking itulah.

seperangkat peralatan analisis ekonomi. Pendekatan teoritis yang dipergunakan untuk mengetahui proses perkembangan teori pembangunan ekonomi itu bersifat elektis-selektif sehingga hal-hal yang dianggap terbaik dari berbagai mazhab pemikiran ekonomi dapat dipilih secara selektif. terlebih karena kajian ini didukung dan diperkuat oleh serangkaian postulat. Upaya-upaya tersebut sangat strategis dan bahkan mendesak karena saat ini kita tengah memasuki era ekonomi pengetahuan yang mengandalkan olah pikir. Akan tetapi. dan modal spiritual. akan menjadi amat disayangkan karena bangsa Indonesia hanya menjadi bangsa pemakai dan bukan bangsa penghasil.dengan pengembangan inovasi. modal intelektual. kajian tersebut telah memberi manfaat bagi upaya memahami secara lebih komprehensif mengenai teori pembangunan ekonomi. dan stylized facts. yaitu modal sosial. melainkan oleh tingkat pengetahuan yang tertanam di dalam produk dan jasa itu. manakala pembangunan infrastruktur teknologi informasi itu tidak dibarengi dengan upaya-upaya penyadaran dan penanaman nilai-nilai penting teknologi informasi kepada anak bangsa sejak sekarang. menurut hemat saya ada beberapa komponen aset nir fisik yang perlu mendapat perhatian dan perlakuan lebih. 179 . khususnya dalam hal mentransformasikan diri dari hanya sekadar pengguna menjadi penghasil informasi dan ilmu pengetahuan. mereka telah menyadari lebih awal terhadap nilai penting teknologi informasi bagi anak bangsa di masa depan terkait dengan akselerasi kemajuan bangsa Indoneisa sendiri untuk dapat maju dan bersaing dengan negara-negara lain. kini mulai terjadi pergeseran pola produksi dari padat modal ke padat pengetahuan. Karena. teknologi dan kualitas SDM sebagai faktor kunci sukses dalam bersaing. sehingga faktor-faktor kekuatan dinamika dengan berjalannya waktu tetap dapat berperan secara bersamaan dalam interaksinya satu dengan yang lain. Bagaimanapun. nilai tambah suatu barang dan jasa bukan hanya semata ditentukan oleh besarnya modal yang tertanam dalam produksinya. Inisiatif dari berbagai pihak yang telah membangun dan memperkuat ekonomi pengetahuan yang diarahkan melalui pembangunan infrastruktur teknologi informasi di Indonesia perlu diberikan apresiasi secara khusus. ilmu pengetahuan. Selain daripada itu. RINGKASAN Kajian terhadap perkembangan teori pembangunan ekonomi sebagaimana diuraikan di atas berpangkal pada kondisi keseimbangan umum (general equilibrium). P. Olehnya itu.

landasan teori fungsionalis atau normatif tentang proses dialektika yang menjadi penggerak dari perubahan-perubahan pemikiran di berbagai bidang kehidupan dalam masyarakat. landasan teoritis mengenai paradigma dari himpunan segala hal yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pada periode waktu tertentu. turut menentukan wujud ilmu pengetahuan (science) dan pengetahuan (knowledge) yang ada pada periode itu.Kombinasi antara postulat. dan ketiga. diperlukan penelusuran terhadap berbagai peristiwa masalah. landasan teoritis ini selalu berusaha memberi pertimbangan kongkrit bagaimana menciptakan ekonomi yang adil sesuai dengan kondisi yang dihadapi masyarakat. Dalam hal ini. peralatan analisis ekonomi. menawarkan berbagai pendekatan namun tetap dijaga konsistensi dalam analisisnya. dan satu sama lain merupakan komponen-komponen penting yang saling melengkapi dalam kerangka analisis masalah-masalah pembangunan ekonomi. Untuk memahami proses perubahan itu. Untuk mengkaji berbagai perubahan yang melatari munculnya teori pembangunan ekonomi dan kemajuan pembangunan ekonomi di banyak negara. perubahan teori pembangunan ekonomi berproses dalam batas ruang dan waktu. terjadinya revolusi ilmu pengetahuan dan pengetahuan itu sebagai akibat dari pergeseran paradigma yang berlangsung secara cepat dan mendadak. Strategi pembangunan ekonomi didasarkan pada sasaran-sasaran selektif yang ingin dicapai berdasarkan skala prioritas dalam pentahapan waktu dan perkembangan keadaan. Penggunaan konsep fungsi produksi yang menunjukkan hasil produksi dari kombinasi faktor-faktor produksi yang terlibat dalam proses produksi dianggap relevan sebagai dasar kajian. kedua. landasan ekonomi moralitas. berlangsung di tengah-tengah arus dinamika dan pergulatan ekonomi sesuai dengan tuntutan kebutuhan pada zamannya. pemikiran dan pembangunan ekonomi. Kombinasi ini satu sama lain menjadi semakin jelas manakala diperhatikan lingkup dan sifat permasalahan dalam proses perubahan struktural. ada beberapa landasan teoritis yang dinilai cukup ampuh dan dapat dipergunakan: pertama. Demikian pula dalam lingkup yang lebih terbatas. sehingga penggunaan fungsi produksi sebagai peralatan analisis pembangunan ekonomi sebagaimana dipaparkan dalam mazhab pembangunan ekonomi klasik masih dianjurkan. Dalam konteks perubahan struktural. dan stylized facts dengan hasil vertifikasi empiris dan kuantifikasi yang terkandung dalam gagasan dari setiap pakar ekonomi. mulai dari pemikiran dan teori pembangunan ekonomi mazhab klasik hingga ke pemikiran dan teori pembangunan ekonomi mazhab kontemporer berikut segala variannya. Kombinasi tersebut menjadi tolok ukur kuantitatif. 179 .

Leontief. COR dan beban tanggungan. perlunya kebijakan negara memberi perlindungan bagi kaum buruh. maka hal itu satu sama lain mengindikasikan penggunaan faktor-faktor produksi telah optimal dan efisiensi ekonomi secara menyeluruh masih tinggi. Namun. dan Kuznets yang dilengkapi dengan teknik analisis statistikmatematis dan peralatan analisis lainnya dalam hubungannya dengan kajian di atas sangat dianjurkan untuk dipergunakan. doktrin dari mazhab historimus ini disimpulkan kurang jelas. padahal 179 . Efisiensi ekonomi berdasarkan efektivitas dalam penggunaan faktor-faktor produksi mengandung relevansi terhadap upaya pemerataan dan perwujudan keadilan sosial. mengenai penggunaan konsep capital output rasio (COR) yang bersumber dari model Harrod-Domar dianggap sangat bermanfaat untuk menjaga konsistensi dalam analisis pembangunan ekonomi dan sebagai tolok ukur produktivitas investasi modal sehingga perlu ditopang oleh analisis input-output (Leontief) dan analisis berdasarkan time series (Kuznets). karena tidak mengembangkan sebuah sistem melainkan lebih merupakan reaksi terhadap konsepsi klasik dan neo-klasik yang menghendaki tidak adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian. Implikasi dari pemikiran mazhab hirtorimus: pertama. karena di dataran ini telah berkembang suatu aliran pemikiran ekonomi yang disebut mazhab historismus atau yang dikenal sebagai aliran etis. Mazhab ini kerangka teoritisnya dibangun berdasarkan perspektif historis. sehingga fungsi produksi juga mengandung fungsi kesejahteraan masyarakat. manakala keduanya dan masing-masing masih berada pada tingkatan yang tinggi. Untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif dan rinci. karena pemakaian alat analisis ini sangat bermanfaat untuk menilai sampai seberapa jauh telah diupayakan kombinasi yang optimal dalam pola penggunaan faktor-faktor produksi. Kombinasi peralatan analisis ekonomi yang mencakup unsur-unsur pokok kerangka pemikiran Harrod-Domar.pemikiran mazhab Neo-Klasik dan pemikiran mazhab Neo-Keynes mengenai teori pertumbuhan ekonomi dianggap masih relevan. Banyak negara sedang berkembang mengabaikan hal ini. Keberhasilan teori pembangunan ekonomi neo-klasik tidak secara otomatis menjadikan sistem kapitalis dianut oleh semua negara di Eropa. dan pola pendekatan pembangunan ekonomi yang dipergunakan dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi berpangkal pada perspektif historis —induktif empiris— dengan mendasarkan pada fenomena ekonomi menyeluruh dan tahapan perkembangannya.

dan 3) perubahan pengeluaran pemerintah untuk membiayai sektor pendidikan yang akan mempengaruhi tingkat pendidikan penduduk. kedua. melainkan digunakan untuk investasi. terdapat investasi fisik dan investasi nir-fisik (Human Investment). Dengan kata lain. termasuk di Indonesia. Studi empiris terhadap perubahan struktur ekonomi dan berbagai proses yang menyertai akibat dari pertumbuhan pendapatan per kapita menyimpulkan bahwa seiring dengan pertumbuhan pendapatan per kapita dalam jangka panjang. Jika ingin maju maka langkah awal yang perlu dilakukan ialah memacu industrialisasi. akan disertai berbagai proses perubahan struktural dalam perekonomian. Kalaupun ada organisasi serikat pekerja. yaitu proses yang terjadi karena adanya interaksi antara proses akumulasi yang pada gilirannya merubah keunggulan 179 . sedangkan satu hal yang terakhir merupakan indikator peningkatan kapasitas produksi dari sumberdaya dalam bentuk piranti lunak. Terjadinya proses akumulasi dapat dilihat dari tiga hal. yaitu 1) perubahan struktur tabungan dan investasi akan berpengaruh terhadap kemampuan menabung dan investasi. 2) perubahan struktur penerimaan negara yang berasal dari pajak berpengaruh terhadap kemampuan penerimaan pemerintah. yang dalam hal ini menyangkut kemampuan manusianya. Dalam proses akumulasi atau yang selanjutnya didefinisikan sebagai proses penggunaan sumberdaya dan dana untuk meningkatkan kapasitas produksi masyarakat di masa depan. 3) proses demografi. Dua hal yang pertama merupakan indikator dari peningkatan kapasitas produksi dari sumberdaya-sumberdaya berbentuk piranti keras. Pengertian disertai disini dimaksudkan bahwa timbulnya proses perubahan tersebut bukan karena kenaikan pendapatan per kapita. yang umumnya sulit untuk maju. Menurut Samuelson dan Hekcsher-Ohlin. Adapun proses perubahan struktural tersebut adalah 1) proses akumulasi. sangat didominasi oleh sektor pertanian. kenaikan pendapatann per kapita dapat menaikkan kemampuan menabung dan atau kemampuan investasi. kaum buruh belum mendapat perlindungan yang sewajarnya. Perubahan struktur ekonomi dapat juga ditinjau dari proses alokasi.masalah perlindungan kaum buruh perlu diperhatikan karena posisi tawar mereka sangat rendah dihadapan kaum pengusaha. dimana sebagian dialokasikan bukan untuk tujuan konsumsi akhir. perekonomian di kebanyakan negara sedang berkembang. perubahan struktur ekonomi dapat ditinjau melalui pertumbuhan pendapatan masyarakat. dan 4) proses distribusi. Dalam proses ini. 2) proses alokasi. komposisi resources endowment akan mengalami perubahan yang pada gilirannya dapat mengubah keunggulan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa.

diantaranya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi. Pada proses distribusi dan proses demografi. Ketidakmerataan dalam pembagian pendapatan juga dapat terjadi karena ketidaksempurnaan pasar dan adanya gangguan yang menyebabkan persaingan dalam pasar tidak bisa bekerja secara sempurna. Pihak yang memiliki barang modal lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula dibandingkan dengan pihak yang memiliki sedikit barang modal. Manakala setelah proses tersebut masih ada perbedaan pendapatan yang cukup timpang. Perubahan ini pada dasarnya merupakan hasil akhir dari interaksi antara permintaan dan penawaran. Melalui proses ini penetrasi hasil pembangunan akan menyebar secara alamiah sehingga menimbulkan keseimbangan baru. 2) struktur produksi dalam negeri. Dengan begitu dapat dihindarkan pandangan yang menganggap seolah-olah proses distribusi dan proses distribusi ini merupakan proses yang berdiri sendiri. yaitu bertambahnya keuntungan komparatif yang timbul sebagai akibat dari proses akumulasi yang menyertai peningkatan pendapatan per kapita. Menurut teori pembangunan ekonomi neo-klasik perbedaan pendapatan dapat dihilangkan atau dikurangi melalui suatu proses penyesuaian otomatis. baik sumber daya fisik maupun sumber daya manusia. Ditinjau dari proses distribusi. dapat dilihat dalam satu kerangka acuan analisis dengan proses akumulasi dan proses alokasi. Proses ini selanjutnya disebut sebagai proses alokasi sumberdaya. Sebagai akibat dari adanya interaksi tersebut maka proses peningkatan pendapatan per kapita dalam kurun waktu yang lama biasanya disertai dengan berubahnya struktur produksi dan struktur barang dan jasa yang diperdagangkan melalui batas-batas nasional. Proses alokasi sumberdaya ini secara sistematis akan mengakibatkan perubahan pada: 1) struktur permintaan dalam negeri (domestic). Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. Permintaan lebih dipengaruhi oleh perkembangan pendapatan masyarakat yaitu perubahan dalam pola konsumsi. terutama kepemilikan barang modal (capital stock). Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. maka masalah ini dapat 179 . terlepas dari segi-segi pokok lainnya dalam proses pembangunan. terjadi pergeseran di dalam penggunaan sumber-sumber daya. pada tahap awal pembangunan lazimnya distribusi pendapatan secara relatif cenderung memburuk. dan 3) pola perdagangan luar negeri.komparatif dalam memproduksi barang dan jasa di satu pihak serta berubahnya pola konsumsi yang biasanya menyertai proses peningkatan pendapatan per kapita di lain pihak. di lain pihak penawaran dipengaruhi oleh perubahan proporsi penggunaan sumberdaya dan perubahan teknologi.

dipecahkan dengan mempergunakan beberapa pendekatan. Seiring dengan perubahan itu. 3) melalui sistem pajak atau alokasi langsung barang-barang konsumen. 2) mengarahkan investasi pada masyarakat miskin dalam bentuk pendidikan dan atau akses pada kredit yang lebih mudah. Yang menarik dari perubahan dan pergerakan ekonomi serta ragam pekerjaan baru itu adalah adanya peran yang begitu penting dari teknologi informasi dan modal intelektual sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi. rasio pekerja dengan upah dan gaji terhadap seluruh angkatan kerja akan meningkat pula. kemudian mengubah proses fundamental dan memberi nilai tambah pada setiap tahap dalam memproduksi barang atau jasa. Terakhir adalah peningkatan rasio tenaga spesialis dan manajer terhadap seluruh angkatan kerja. struktur produksi dan perbaikan fasilitas kesehatan. maka transformasi ekonomi dan pekerjaan pun ikut bergerak dengan sangat cepat. Proses pembangunan ekonomi biasanya tidak hanya ditandai oleh perubahan atau pergeseran struktur permintaan dan penawaran barang dan jasa. Dengan bertambahnya sektor formal. Proses ini terjadi sebagai akibat dari perubahan struktur permintaan. Proses perubahan ini diistilahkan sebagai proses demografi. pada gilirannya akan terjadi penurunan rasio penduduk yang bekerja di sektor pertanian terhadap keseluruhan angkatan kerja. Dalam sektor ketenagakerjaan. akan tetapi juga ditandai oleh perubahan yang terjadi dalam struktur penduduk dan ketenagakerjaan. diantaranya: 1) memaksimumkan pertumbuhan PDB melalui peningkatan tabungan dan alokasi sumberdaya yang lebih efisien yang mampu memberikan manfaat pada semua kelompok masyarakat. dan 4) pengalihan aset yang tersedia kepada kelompok miskin seperti halnya dengan kebijakan land-reform. Berawal dari structural turning point. tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat upah. 179 . semakin banyak unit-unit usaha berskala besar maka semakin banyak diperlukan tenaga spesialis dan manajer. Indikator yang terakhir ini berhubungan erat dengan skala usaha. angka kelahiran dan kematian. Proses ini juga mencakup peralihan berbagai hal yang terkait dengan tempat tinggal penduduk. gizi serta pendidikan seiring dengan pertumbuhan pendapatan per kapita. Fenomena ini disebut sebagai structural turning point. serta hal-hal yang terkait dengan ketenagakerjaan seperti pengangguran. dan percepatan perubahan itu menuntut dunia pendidikan mempersiapkan dan menghasilkan lulusannya yang lebih berdaya juang dan berdaya saing. manakala terjadi penurunan cepat dari jumlah angkatan kerja dalam sektor pertanian maka akan memungkinkan terjadinya peningkatan produktivitas tenaga kerja dan upah riil di sektor tersebut. yang selanjutnya disebut sebagai rantai nilai pekerjaan. urbanisasi.

sehingga seolah-olah menjelma menjadi faktor pengganggu terhadap keseimbangan yang telah ada. ide-ide baru yang kreatif dan inovatif ini lahir dari proses yang panjang. Kesemuanya itu dapat diwujudkan manakala dipenuhinya syarat-syarat: adanya calon pelaku inovasi dalam masyarakat. inovasi bukan sekedar jargon. Dalam hal ini. sebagai unsur strategis dalam aktivitas entrepreneur. jenis inovasi itu akan muncul bunga. Inovasi dapat berbentuk: 1) memperkenalkan barang-barang baru atau barang-barang berkualitas baru yang belum dikenal konsumen. mulai dari tranformasi pengetahuan ke dalam invensi. melainkan merupakan perubahan yang spontan dan terputus-putus dengan munculnya ide-ide baru yang kreatif dan inovatif. yang oleh Schumpeter diintrepretasikan sebagai bagian dari pajak yang dibebankan kepada entrepreneur. Itulah alasan yang melatari pendapatnya Peter Drucker bahwa dalam ekonomi yang telah maju sekalipun. 2) keuntungan lebih. jika tidak mampu memenuhi tuntutan inovasi. Dalam perekonomian yang dinamis. Inovasi akan menghentikan siklus melingkar dari ekonomi stationer dan menghasilkan perkembangan ekonomi dengan posisi equilibrium baru pada tingkat pendapatan yang lebih tinggi. tapi telah menjadi keharusan. Faktor utama penyebab perkembangan ekonomi adalah kualitas dari proses inovasi yang dilakukan oleh para entrepreuner. 3) pembukaan pasar baru bagi perusahaan. Ini sesuai dengan ragam dan sifat pekerjaan yang terus berubah.Dalam hubungannya dengan pembahasan dan pendalaman tentang teori pertumbuhan ekonomi. dimaksudkan sebagai aplikasi dari ide-ide baru dalam tehnik produksi dan organisasi yang akan membawa perubahan-perubahan dalam fungsi produksi. Ia berpandangan bahwa perkembangan ekonomi itu bukan merupakan proses yang harmonis ataupun gradual. tidak terlepas dari peran dan kontribusi pemikiran Joseph Schumpeter. tersedianya cadangan ide-ide 179 . kemudian berlanjut menjadi inovasi dalam output dan inovasi pada sumberdaya yang dimiliki. dan 5) mengoperasikan model atau struktur organisasi baru dalam industri yang mampu menciptakan efisiensi. dan 4) proses peniruan (imitation) teknologi. inovasi berpengaruh terhadap: 1) temuan teknologi. adanya lingkungan sosial. 3) akumulasi modal. Dalam kehidupan ekonomi yang makin modern. politik dan teknologi yang kondusif untuk merangsang tumbuhnya ide-ide cerdas yang kreatif dan semangat untuk berinovasi. Tentunya. maka ekonomi tersebut akan jatuh dan hancur. 4) penemuan sumber-sumber ekonomi baru. 2) memperkenalkan metode produksi baru. Inovasi. dan menuntut agar produk dari pekerjaan-pekerjaan itu serba lebih bagus. lebih cepat dan lebih murah.

Dalam kenyataannya. Kecenderungan umum yang terjadi menunjukkan bahwa ketika perusahaan berkembang semakin besar maka perasaan kemanusiaan semakin tak dimiliki. hingga pada gilirannya kondisi itu akan kembali menuntun pada suatu periode puncak yang baru dengan siklusnya yang akan berulang kembali. melainkan merupakan pekerjaan rutin yang dipimpin oleh manejer yang ahli dalam perusahaan besar. dan dengan skala yang besar itu. Semangat itulah yang kemudian mendorong upaya pemulihan ekonomi seiring dengan tumbuhnya investasi dan kesempatan kerja. inovasi tidak lagi dilakukan oleh orang per orang. Dalam periode kontraksi atau resesi. 2) fase kontraksi. Masing-masing siklus bisnis tersebut bertalian dengan suatu periode puncak yang menunjukkan permintaan konsumen meningkat dengan cepat serta investasi dan laba bisnis adalah tinggi. karena teori ini memiliki peranan penting dalam mengelola perekonomian. periode depresi tidak akan dapat bertahan lama. Kondisi ini merupakan kondisi terburuk dalam suatu perekonomian atau yang kemudian disebut sebagai periode trough atau depresi. Schumpeter juga memberi perhatian terhadap teori siklus bisnis. yaitu 1) fase puncak. Dalam pada itu. Siklus bisnis tersebut berproses melalui empat fase. karena fungsi wiraswasta sudah usang. dan kepercayaan bisnis merosot tajam. harga-harga yang stabil bahkan menurun. serta kembalinya kepercayaan dunia bisnis. maka kemudian periode puncak berubah menjadi periode kontraksi. dan 4) fase ekspansi. serta investasi. Dalam konteks usaha sebagai fungsi wiraswasta. Ketika permintaan konsumen dan profitabilitas mengalami pertumbuhan yang menurun. karena semua pelaku bisnis ingin secepatnya bangkit dari keterpurukan. Di saat itulah berlangsung proses 179 . dan adanya sistem perkreditan yang menyediakan dana bagi entrepreneur untuk merealisir ide tersebut menjadi kenyataan. produksi dan kesempatan kerja juga berkurang.baru secara memadai. Siklus bisnis dikonsepsikan sebagai krisis-krisis yang mengganggu perkembangan ekonomi. Sejak itu periode depresi berakhir dan kondisi ekonomi kembali mengalami pertumbuhan atau yang disebut sebagai periode ekspansi. 3) fase depresi. kemajuan teknologi yang dilakukan oleh para ahli dalam industri besar. kapasitas industri terpasang tidak dapat digunakan. maka aktivitas bisnis akan terus merosot dan berimbas pada meluasnya pengangguran yang semakin berat. jika tidak dapat dilakukan perbaikan ekonomi. inovasi seakan merupakan hak dari pemimpin-pemimpin industri. maka wiraswasta dalam arti pemimpin individual tak lagi berhak memainkan peranannya dalam perekonomian.

dimana aktivitas inovasi ditransformasi menjadi kegiatan administrasi rutin yang dilakukan oleh orang-orang bergaji dan para pemegang saham. akan tetapi ancaman potensial bagi keberlangsungan perusahaan hingga menyebabkan munculnya perubahan dalam cara-cara kerja yang rutin. Ia melihat kekuatan monopoli sangat ditentukan oleh para entrepreneur yang berinovasi. dan para pekerja yang kehilangan pekerjaannya menghadapi tekanan yang berat karena kehilangan kesejahteraan. maka perusahaan-perusahaan itu mulai mencari inovasi atau imitasi cara-cara yang lebih baik. maka perusahaan-perusahaan itu akan membuang cara-cara kerja yang lama dan menghindari destruksi organisasi. 179 . Akibatnya.depersonalized. perusahaan-perusahaan akan tetap mengikuti cara-cara kerja yang rutin manakala masih mampu mempertahankan kinerja yang memuaskan. Jika berhasil. hingga kemudian pemberian insentif yang sesuai dan reward yang tepat itu beralih dan digantikan melalui rantai creative destruction oleh monopoli dari inovator baru yang menyusul berikutnya. evolusi ekonomi ditandai oleh kreasi baru dan penghancuran terhadap produk dan proses lama. Mengenai monopoli. Oleh sebab itu. Herbert Simon (1982) berpendapat bahwa destruksi itu bukan destruksi sumberdaya yang sesungguhnya. proses creative destruction merupakan konsep yang merefleksikan perjuangan kompetitif dan fokus terhadap reaksi-reaksi atas hilangnya kesejahteraan sementara pada tingkat mikro dan makro. yaitu inisiatif swasta. oleh perusahaan-perusahaan lain tidak dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan bahkan mengganti bidang spesialisasinya. evolusi ekonomi itu bukan merupakan proses pertumbuhan sederhana dimana seluruh sektor dalam kehidupan ekonomi berekspansi secara seimbang. perihal creative destruction dan economic evolution juga menjadi perhatian Schumpeter. Upaya Schumpeter membahas economic evolution. Namun. Untuk alasan-alasan penolakannya terhadap follow the crowd. ketika hal tersebut tidak lagi terjadi. misalkan karena tekanan kompetitif. Schumpeter tetap menentang implikasi kebijakan dari ide-ide Keynes yang dianggapnya sebagai ancaman bagi tumbuhnya inovasi yang merupakan faktor pendorong dalam ekonomi. Menurut model Simon. Pertama. ditempuh dengan menjelaskan perubahan ekonomi dengan cara-cara di luar pola yang umum. kemunculan perusahaan-perusahaan baru yang jumlahnya cukup banyak. perusahaan-perusahaan itu tereliminasi dan lenyap dalam proses evolusioner. Selanjutnya. maka dari itu kepada mereka perlu diberi insentif yang sesuai dan reward yang tepat. Terkait dengan konsep creative destruction ini. Sebaliknya.

ketika John Maynard Keynes mengemukakan gagasan-gagasannya mengatasi great depression. Oleh sebab itu. 3) bahwa untuk mempertahankan suatu perekonomian yang terus meningkat. Orang-orang yang merasa kehilangan akan cenderung bereaksi dengan kebencian dan melupakan isu penerimaan kaum kapitalis jangka panjang. Selanjutnya. namun secara perlahan arus inovasi menghilang karena terbatasnya kemampuan berinovasi dalam kondisi di luar equilibrium awal. Reaksi sejenis itu mendorong tindak kekerasan yang terus meningkat terhadap setiap pencapaian dari evolusi kapitalis dari para pekerja yang didukung oleh kaum intelektual. Proses ini menciptakan reaksi sosio-politis yang dapat mengubah fungsi masa depan secara radikal.Dalam pandangan Schumpeter. bahwa sungguhpun konsekuensi dari evolusioner adalah kenaikan dalam standar umum kehidupan. Menurut Schumpeter. evolusi dari cara-cara kerja dalam perekonomian akan terjadi melalui rangkaian kejadian-kejadian: 1) bahwa titik equilibrium awal dari suatu sistem ekonomi didasarkan pada cara-cara kerja yang solid. hanya cara-cara lama yang dibaharui yang dapat bertahan dan eksis dalam perekonomian. 2) bahwa kondisi equilibrium awal akan hancur ketika inovator-inovator memulai usahanya. Argumentasinya jelas. dan 4) bahwa evolusi ekonomi dan cara-cara lama dalam sistem perekonomian pada kondisi equilibrium dapat merusak daya inovatif. Adalah sebuah penyimpangan dari tradisi Klasik ataupun Neo-Klasik. Dari skema Schumpeter mengenai evolusi ekonomi hanya terdapat dua konsep yang saling berhubungan. inovasi enterepreneur muncul pertama kali melalui bekerjanya sistem ekonomi yang menyebabkan destruksi terhadap cara-cara lama. karena proses kompetitif dalam destruksi kreatif ini mengalami penurunan yang cukup tajam. Pada akhirnya. Ketika itu Keynes 179 . yaitu koevolusi perekonomian dan sistem sosio-politik. Reaksi-reaksi ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa kapitalisme masih mengandung instabilitas dari creative destruction. tidak cukup hanya dengan berinovasi. Sistem ini diasumsikan memiliki equilibrium yang membiarkan beroperasinya agen-agen ekonomi dalam cara-cara kerja yang biasa dilakukan. Dari kejadian ini. konsep creative destruction dapat dipandang sebagai alat utama untuk menghubungkan ilmu ekonomi dan sosiologi dalam masyarakat kapitalis. kreasi merupakan kejadian yang relatif independen dan bukan merupakan respons adaptif terhadap kekurangan atau tekanan lainnya. namun reaksi sosiopolitis tetap ada. Hal ini akan meningkatkan perekonomian. Menurut skema ini. creative destruction ini oleh Schumpeter diformulasikan dengan skema analitis evolusi dalam pembangunan dan siklus ekonomi. perusahaan-perusahaan tua dipilih dan yang lain bertahan dari cara-cara lama yang merusak.

Pada tahun 1930-an. yaitu dari tradisi laissez faire yang dianut para pakar ekonomi masa silam seperti Adam Smith. Semakin tinggi pendapatan masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat mengakibatkan semakin tinggi pula tingkat konsumsinya. semakin besar pula tabungannya karena tabungan merupakan bagian pendapatan yang tidak dikonsumsi. Ketika itu Keynes menyampaikan kritiknya terhadap ekonomi klasik dan mengusulkan sebuah metode untuk management of aggregate demand. diantaranya kekayaan yang terkumpul. Selain itu. dan sering juga disebut sebagai Bapak Ekonomi Makro. pemisahan itu menjadi semakin jelas ketika muncul kesepakatan bersama antara Keynes 179 . Namun ketika John Maynard Keynes pada tahun 1920-an. Keynes berpendapat bahwa pengeluaran masyarakat untuk konsumsi dipengaruhi oleh pendapatannya. David Richardo dan gurunya sendiri Alfred Marshall. dan distribusi pendapatan. tingkat bunga. Begitu juga pandangannya mengenai pendapatan dan kesempatan kerja ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta dan Negara. pendapatan masyarakat juga berpengaruh terhadap tabungan. mulai memisahkan ilmu ekonomi makro (macroeconomics) dari ilmu ekonomi mikro (microeconomics). Walaupun pendapatan penting peranannya dalam menentukan konsumsi. Dalam tradisi ekonomi klasik ataupun neo-klasik. sehingga Keynes sering disebut sebagai Bapak Ekonomi Pembangunan. Sistem ekonomi ini sering disebut dengan mixed economies. Kemudian pada tahun 1930-an. Berdasarkan pemikiran ekonomi dan berbagai pendapat yang melatarinya. Karena Keynes menganggap pentingnya peran pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Pandangan Keynes ini sering dianggap sebagai awal dari pemikiran ekonomi modern. mazhab ekonomi modern yang biasa dikenal dengan sebutan mazbab Keynesian.mengusung gagasan mengenai pentingnya keberadaaan dan peran Bank Sentral serta campur tangan pemerintah dalam perekonomian. sehingga terjadi revolusi baik dalam teori maupun pada kebijakan ekonomi. Sejak saat itu tradisi klasik ataupun neo-klasik mulai ditinggalkan dalam berbagai analisis ekonomi. sikap berhemat. Untuk memperkuat pemikiran ekonominya. analisis-analisis ekonomi lebih banyak bersifat mikro. Keynes berhasil melakukan escape dari masa lalu. sesudah great depression. keadaan perekonomian. Keynes kemudian berhasil membentuk suatu bangunan rumah utuh dalam struktur teori-teori ekonomi baru. peranan faktor-faktor lain tidak boleh diabaikan. negara semakin memainkan peranan pentingnya pada sistem kapitalism di sebagian besar kawasan dunia. Karena pandangan itu berbeda dengan aliran ekonomi Klasik ataupun Neo-Klasik maka akhirnya pandangan-pandangan itu menjadi mazhab baru.

dengan berusaha menempatkan diri serta berpikir dari sudut pandang orang dalam atau yang dalam ranah antropologi disebut dengan emic. hukum. nonprediktif. simbol. sebetulnya penelitian kualitatif langsung berbicara dua hal: 1) fenomena sosial tidak bersifat tunggal.dan para ekonom lain. Ketiga. Oleh karena itu studi ekonomi kelembagaan semakin memperoleh tempat sebagai pendekatan alternatif bagi ekonomi dunia saat ini. Para penganut ekonomi kelembagaan percaya bahwa pendekatan multidicipliner sangat penting untuk memotret masalah-masalah ekonomi. yang dimaksud nonprediktif ialah bahwa dalam paradigma penelitian kualitatif sama sekali tidak masuk ke wilayah prediksi ke depan. subyektif dan. pendekatan ekonomi kelembagaan menggunakan metode kualitatif yang dibangun dari tiga premis penting yaitu: partikular. partikular dimaknai sebagai heterogenitas karakteristik dalam masyarakat. Karena itu lebih mendekatkan diri pada situasi dan kondisi yang ada pada sumber data. Kedua. Ekonomi kelembagaan yang dimaksudkan adalah cabang ilmu ekonomi yang percaya adanya peran besar dari lembaga-lembaga dalam kinerja ekonomi suatu masyarakat. Dalam hal ekonomi kelembagaan. analisis ekonomi makro dilakukan dengan melihat hubungan di antara variabel-variabel ekonomi secara agregat. Dalam hal ini. Untuk mendekati gejala ekonomi. ketika teori ekonomi konvensional terbukti tidak mampu lagi menyelesaikan masalah perekonomian karena mekanisme dan praktik-praktik ekonomi telah mereduksi hak-hak rakyat. karakteristik. dan deskripsi atas sesuatu. dan 2) penelitian kualitatif telah memproklamasikan keterbatasannya. konsep. Artinya setiap fenomena sosial selalu spesifik dan merujuk pada kondisi sosial tertentu. politik. Pertama. metafora. menjadikan mainstream ekonomi yang berpijak pada pendekatan ekonomi klasik semakin dipertanyakan eksistensinya. dan yang lain sebagai satu kesatuan analisis. dan ketika krisis keuangan global yang menerpa dunia saat ini telah memporakporandakan tatanan ekonomi. tetapi yang ditekankan ialah bagaimana pemaknaan. seperti aspek sosial. yang dimaksud dengan subyektif sesungguhnya bukan berarti peneliti melakukan penelitian secara subyektif tetapi realitas atau fenomena sosial. Jadi titik tekannya adalah menjelaskan secara utuh proses dibalik sebuah fenomena. 179 . budaya. Lewat premis partikularitas. karena batasan dan aturan yang dibuat masyarakat yang bersangkutan dipatuhi atau dapat dipaksakan pemenuhannya. definisi.

dan pilihan atas kepemilikan aset fisik atau non fisik (teori hak kepemilikan). Dalam hal ini diperlukan kelembagaan non pasar untuk melindungi agar pasar tidak terjebak pada kegagalan yang tidak berujung pangkal. Sebagai tokoh ekonomi kelembagaan baru. keputusan ekonomi tidak bisa menyandarkan sepenuhnya pada kekuatan rasionalitas. North menyatakan bahwa kelembagaan ekonomi dibentuk oleh aturan-aturan formal berupa rules. Hanya dengan bermodalkan kepercayaan itulah maka Grameen Bank mampu mengatasi masalah kemiskinan di Bangladesh. Praktik-praktik ekonomi yang memberikan peran kepada lembaga-lembaga keuangan mikro secara lebih proporsional seperti yang ditempuh oleh Muhammad Yunus (peraih Nobel perdamaian Tahun 2009) menjadikan trust sebagai modal utama dalam membangun Grameen Bank. Intinya. institusi adalah peraturan perundang-undangan berikut sifat-sifat pemaksaan dari peraturan-peraturan tersebut serta norma-norma perilaku yang membentuk interaksi antara manusia secara berulang-ulang. Sedangkan yang dimaksud sebagai organisasi disini adalah organisasi politik (misalnya partai politik. laws dan constitutions. kesepakatan. yakni dengan jalan mendesain aturan main/kelembagaan. institusi dimaknai sebagai the rules of the game. dan organisasi pendidikan. insentif untuk berkolaborasi. sedangkan organisasi bermakna sebagai their entrepreneurs are the players. Dalam hal ini. dan DPRD). dan selalu ada insentif bagi individu untuk berperilaku menyimpang sehingga sistem ekonomi tidak bisa dibiarkan hanya dipandu oleh pasar. Bagi North. model kesepakatan yang dibuat (teori kontrak). hukum kontrak dan pemilikan tanah. Seluruhnya merupakan penentu terbentuknya karakter dan struktur masyarakat serta kinerja ekonominya. desain aturan main. DPR. organisasi sosial. Jika ekonomi ortodoks percaya bahwa persaingan bebas akan menghasilkan harmoni dan efisiensi. dan lain-lain. maka ekonomi kelembagaan mencari kemungkinan-kemungkinan tindakan bersama dan kerjasama antar manusia untuk mengatasi konflik ekonomi sosial yang ada. Kehadiran ekonomi kelembagaan ini salah satunya dimaksudkan untuk mewartakan bahwa kegiatan ekonomi sangat dipengaruhi oleh tata letak antarpelaku ekonomi. norma dan keyakinan individu/komunitas. North juga membedakan institusi dengan organisasi. organisasi ekonomi. serta aturan informal berupa norma.Dalam ekonomi kelembagaan menekankan bahwa manusia menciptakan dan menggunakan lembaga-lembaga tertentu untuk memecahkan berbagai konflik ekonomi dalam masyarakat. Beberapa contoh institusi yang mampu memberikan insentif tersebut adalah hukum paten dan hak cipta. 179 .

segala lapisan masyarakat memperoleh ruang gerak yang luas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Para pakar maupun institusi global seperti OECD. 179 . paradigma pembangunan ekonomi telah menjurus kepada munculnya kesadaran baru tentang peran pengetahuan. knowledge didiseminasikan. Dalam proses aplikasi ini diperoleh feedback yang menghasilkan knowledge baru yang dapat menciptakan nilai yang lebih besar. memberikan definisi knowledge economy sangat beragam. dan kemudian diaplikasikan dalam berbagai industri yang menghasilkan produk-produk inovatif dengan nilai tambah yang besar. para elite. Kelembagaan yang lebih baik. politisi. diadaptasi. Melalui networking itulah. Dari pemahaman dan kesadaran itulah kemudian muncul istilah knowledge economy. Mesin hanyalah sekumpulan besi-besi. World Bank. Aktivitas ini berlangsung di sekitar kawasan universitasuniversitas dan pusat-pusat riset terkemuka pada sebagian besar negara maju di dunia. dan kelompok-kelompok kekuatan lain tak bisa leluasa mengambil alih pendapatan dan investasi pihak lain. paling tidak menghasilkan dua hal: pertama.Banyak bukti empirik menunjukkan bahwa kelembagaan merupakan penentu utama kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. semua bentuk modal tersebut nyaris tak berarti apa-apa. Dengan demikian. hanyalah selembar kertas yang hampir-hampir tidak ada nilainya. kedua. gedung dan lainnya hanyalah derivasi dari pengetahuan. Knowledge economy pada awalnya dikembangkan melalui networking antara dunia kampus dengan dunia bisnis dan pemerintah. Perlu ditegaskan disini bahwa pengetahuan itu adalah bentuk primer dari modal. mesin. Kini. dan gedung hanyalah sekumpulan material bahan bangunan. Uang misalnya. sehingga keberadaannya makin mendapat perhatian oleh banyak kalangan dan dipandang menjadi faktor penggerak yang utama dalam pembangunan ekonomi. namun pada intinya knowledge economy itu ditandai dengan penciptaan dan eksploitasi pengetahuan yang memainkan peran dominan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. pengetahuan dapat memberikan kehidupan dan makna bagi semua bentuk modal itu sehingga bernilai dan berguna bagi manusia. dan APEC. Tanpa pengetahuan. Tingkat kebermaknaan dari setiap bentuk modal tersebut bagaimanapun akan sangat ditentukan oleh kepemilikan pengetahuan. Sedangkan modal yang lain seperti uang. Memang terbukti bahwa negara yang memiliki landasan kelembagaan lebih baik pada masa lalu adalah negara yang sekarang lebih makmur.

dan 4) berbeda dengan ekonomi tradisional. Akhir-akhir ini. Makin besar akumulasi pengetahuan di suatu negara maka ekonominya akan tumbuh berkelanjutan. ia merupakan sesuatu yang sangat kompleks dan merupakan fenomena yang terus merambah luas ke semua aspek kehidupan. 2) telekomunikasi dan networking distimulir oleh pertumbuhan ICT yang cepat. Setiap negara akan memperoleh manfaat dari pembangunan knowledge based economy dan meraih kemajuan menuju kesejajaran dalam proses pembangunan global. 3) teknologi dapat meningkatkan nilai pengembalian investasi yang tidak dapat dilakukan bila hanya menambah tenaga kerja dan sumberdaya material. dan menetrasi ke semua aspek kehidupan manusia dan menciptakan masyarakat informasi. terutama teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Investasi pada R & D untuk inovasi teknologi dapat menciptakan peluang yang lebih besar dalam memperoleh return karena dicapai monopoli teknologi yang sulit ditiru oleh pesaing. 2) upaya pengembangan teknologi baru dapat menciptakan technical platform untuk inovasi lebih lanjut yang memainkan peran kunci dalam pertumbuhan ekonomi. 3) pengetahuan yang berbasis informasi didukung oleh budaya dan nilai-nilai spiritual telah menjadi kekuatan independen dan faktor penting dalam transformasi sosial.Siklus dalam memproduksi pengetahuan berlangsung secara terus menerus sehingga terjadi akumulasi kapabilitas pengetahuan sebagai sumber keunggulan daya saing yang berkelanjutan. keberhasilan ekonomi atau bisnis menghadapi persaingan lebih ditentukan oleh strategi manajemen pengetahuan daripada strategi alokasi aset fisik dan keuangan. Dalam perpektif knowledge economy. diantaranya: 1) pengetahuan adalah bentuk dasar dari kapital. integrasi pengetahuan dan informasi dalam aktivitas ekonomi dan bisnis telah sedemikian besar sehingga mempengaruhi perubahan-perubahan struktural dan operasional ekonomi dan bisnis. 4) dimungkinkan dilakukannya integrasi dan pooling intellectual untuk memacu pembangunan suatu negara. Knowledge economy bukan semata digital economy. dan 5) berdampak terhadap aktivitas sosial di setiap negara termasuk sistem institusi dan inovasi serta pengembangan sumberdaya manusia. diantaranya: 1) dikendalikan oleh teknologi. Realitas ini kemudian mendorong terjadinya transformasi yang mempengaruhi 179 . teknologi dan budaya. Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa pengetahuan memiliki peran dominan. Pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada akumulasi pengetahuan. ekonomi. investasi dan teknologi membuat keduanya lebih bernilai yang menyebabkan tingkat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan berkelanjutan. Beberapa dimensi dari Knowledge economy.

pada industri-industri yang memiliki basis pengetahuan yang kuat. dan 4) mobilitas personal yang membawa tacit knowledge khususnya antara sektor publik dan privat. 5) perdagangan intangible assets berkembang pesat dalam knowledge economy. dan modal spiritual. Dari pemahaman ini dapat disimpulkan bahwa inovasi bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. 3) difusi knowledge dan teknologi kepada perusahaan melalui adopsi mesin dan peralatan baru. yaitu 1) interaksi diantara perusahaan melalui aktivitas kerjasama riset. 3) informasi memainkan peran yang sangat penting dalam sistem ekonomi. Implikasinya. Alur ilmu pengetahuan bertalian erat dengat proses inovasi. industri-industri semacam ini akan mendominasi pasar global. menurut hemat saya ada beberapa komponen aset nir fisik yang perlu mendapat perhatian dan perlakuan lebih. Karena itu. dioptimalkan pengelolaan dan pemanfaatannya secara terus menerus agar menjadi sumber utama pembaharuan dan inovasi dalam sebuah perekonomian. universitas dan institusi riset publik termasuk co-patenting dan co-publishing. pengetahuan dan aset tersebut harus ditingkatkan kualitasnya. modal intelektual. 2) penggunaan informasi dan knowledge pada produk dengan fungsi dan kemanfaatan yang lebih baik (smart products) sehingga dapat membentuk harga premium. 2) kerjasama riset diantara perusahaan. penguasaan pengetahuan yang disertai dengan kepemilikan aset nir-fisik atau sumberdaya unik dan sulit ditiru menjadi sangat diperlukan dalam meningkatkan daya saing dan daya juang. pada suatu perekonomian yang senantiasa meningkatkan kapasitas aset nir fisiknya. Karena itu.basis keunggulan kompetitif. Ringkasnya. 4) intangible assets yang dimiliki perusahaan jauh lebih besar nilainya dibandingkan dengan tangible assets. Dengan demikian. Kajian mutakhir terhadap berbagai dimensi dan peran pengetahuan menyimpulkan lima megatrend yang sedang mengemuka dalam pembangunan ekonomi: 1) industri menjadi lebih padat pengetahuan (knowledge intensive). yaitu modal sosial. Dalam hubungannya dengan pengembangan inovasi. Menurut OECD ada empat bentuk alur pengetahuan. akan memiliki platform yang tangguh dalam melakukan inovasi secara terus menerus sehingga menghasilkan proses dan produk baru yang lebih berninilai dan demanding. memperluas jaringan ekonomi dan bisnisnya serta teguh mentaati prinsip-prinsip etika bisnis 179 . Inovasi akan tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan jika ditopang dan mengakarkan dirinya pada kekuatan mutu aset nir fisik.

maka akan makin besar peluang inovasi yang dapat dilakukan dan ditumbuhkembangkan dalam perekonomian tersebut. Bedakanlah modal fisik dan modal nir fisik menurut karakteristiknya! 6. Apa yang saudara ketahui tentang variabel-variabel utama pembangunan ekonomi? 5. Jelaskan keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan pembangunan ekonomi! 9. konstruksikanlah pengetahuan saudara dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1. Jelaskanlah konsep dan dimensi pembangunan ekonomi! 4. Dan disanalah peran ekonomi pengetahuan itu dapat dibuktikan. Kemukakanlah pendapat saudara tentang paradigma baru pembangunan ekonomi? 2. faktor-faktor apa saja yang menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi? 8. LATIHAN Setelah mempelajari keseluruhan materi pada bab ini. Kemukakanlah pendapat saudara tentang praktik-praktik pembangunan ekonomi di Indonesia dari perspektif paradigna baru pembangunan ekonomi! 179 . Menurut saudara. Konstruksikan kembali konsep pembangunan ekonomi yang saudara anggap paling ideal untuk kasus Indonesia! 3. Telusurilah hambatan-hambatan dalam pembangunan berkelanjutan dan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk kasus di Indonesia! 10. Sebutkan dan jelaskan sumber-sumber baru pertumbuhan ekonomi untuk kasus pembangunan ekonomi di Indonesia! 7.dalam kegiatan bisnis yang dilakukannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->