BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Diare hingga kini masih merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian pada bayi dan anak, saat ini morbilitas ( angka kematian diare di Indonesia mencapai 195 per 1000 penduduk dan angka ini merupakan yang tertinggi diantara Negara – Negara di Asean ( Kalbe.co.id ) Diare juga merupakan masalah kesehatan yang penting di Indonesia walaupun angka mortalitasnya telah menurun tajam tetapi angka morbilitas masih cukup tinggi penanganan diare yang dilakukan secara baik selama ini membuat angka kematian akibat diare daAlam 20 tahun menurun tajam walaupun angka kematian sudah menurun, tetapi angka kesakitan masih cukup tinggi lama diare serta frekwensi diare pada penderita akut belum dapat diturunkan (Lisa Ira. 2002) Diare merupakan keadaan dimana seseorang menderita mencret – mencret tinjanya encer dapat bercampur darah dan lendir kadang disertai muntah – muntah, sehingga diare dapat menyebabkan cairan – cairan tubuh terkuras keluar melalui tinja. Bila penderita diare banyak sekali kehilangan cairan tubuh maka hal ini dapat menyebabkan kematian terutama pada bayi dan anak – anak usia dibawah 5 tahun. (Ummuduliya. 2008) Dampak negatif penyakit diare pada bayi dan anak – anak antara lain adalah menghambat proses tumbuh kembang anak yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup anak, penyakit diare di masyarakat (Indonesia)

lebih dikenal dengan “ Muntaber ” penyakit ini mempunyai konotasi yang mengerikan serta menimbulkan kecemasan dan kepanikan warga masyarakat karena bila tidak segera diobati, dalam waktu singkat (± 48 jam) penderita akan meninggal. (Triatmodjo. 2008). Diare dapat terjadi sebagai efek samping dari penggunaan obat terutama antibiotik, selain itu bahan – bahan pemanis buatan seperti sarbitol dan monitol yang ada dalam permen karet serta produk – produk bebas gula lainnya menimbulkan diare. Hal ini terjadi pada anak – anak dan dewasa muda yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, orang tua berperan besar dalam menentukan penyebab anak terkena diare. Bayi dan balita masih menyusui dengan Asi eksklusif umumnya jarang jarang terkena diare karena tidak terkontaminasi dari luar, namun susu formula dan makanan pendamping Asi dapat terkontaminasi bakteri dan virus (Medicastor 2006). Kematian bayi diIndonesia sangat tinggi bahkan seluruh dunia, Indonesia menduduki peringkat ke enam dengan angka kejadian sekitar 6 juta bayi yang meninggal pertahunnya. Kasus kematian bayi di Indonesia di sebabkan oleh penyakit diare, untuk mendiagnosis diare maka pemeriksaan antigen secara langsung dari tinja mempunyai nilai sensitifitas cukup tinggi (70 – 90%) tetapi biaya pemeriksaan semakinmahal.

Di daerah Papua khususnya Kabupaten Manokwari data yang diperoleh pada tahun 2004 sebanyak 4786 penderita diare dan pada tahun 2005 sebanyak 5057 penderita diare sedangkan data yang di peroleh di ruang anak RSUD Manokwari dari bulan Januari s/d Juni 2008 terdapat 513 anak yang menderita penyakit diare, latar belakang di atas menjadi dasar bagi peneliti untuk mengetahui gambaran kejadian penyakit diare pada anak di RSUD Manokwari bulan Juli 2008 – Juli 2009.

B. PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, maka hal yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran kejadian penyakit diare pada anak di RSUD Manokwari tahun 2009.

C. TUJUAN PENELITIAN TujuanUmum Untuk mendapatkan gambaran kejadian penyakit diare pada anak di Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari periode Juli 2008 – Juli 2009

TujuanKhusus 1. Untuk mengetahui berapa besar angka kejadian penyakit diare berdasarkan umur anak di Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari pada bulan Juli 2008 - Juli 2009. 2. Untuk mengetahui berapa besar angka kejadian penyakit diare berdasarkan jenis kelamin anak di Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari pada bulan Juli 2008 - Juli 2009.

3. Untuk mengetahui berapa besar angka kejadian penyakit diare berdasarkan tempat tinggal anak di Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari pada bulan Juli 2008 - Juli 2009.

D. MANFAAT PENELITIAN

1. Hasil penelitian ini menyediakan informasi bagi masyarakat tentang penyakit diare yang terjadi pada anak.

2. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi bahan bacaan bagi Mahasiswa /i program study D-III Keperaatan Manokwari . . 3. Sebagai bahan masukan bagi perawat rumah sakit khususnya di ruang anak dengan penyakit diare.

Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasannya ditandai dengan peningkatan volume keenceran serta frekwensi lebih dari 3 kali sehari dan pada neonatus lebih dari 4 kali sehari dengan atau tanpa lendir. Diare adalah penyakit berak – berak disertai mules kadang – kadang sampai muntah – muntah bahaya dari diare yaitu kehilangan cairan badan terlalu banyak sehingga penderita menjadi lemas (Oswari 1985). f. Diare adalah suatu keadaan yang umum terjadi pada anak berumur 6 bulah sampai 3 tahun atau lebih.BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN A. Diare juga didefenisikan sebagai suatu kondisi dimana terjadi perubahan dalam kepadatan dan karakter tinja. c. e. Diare merupakan defekasi encer lebih dari tiga kali sehari dengan tanpa darah atau lendir dalam tinja (Manjoer 2000). Diare merupakan salah satu gejala dari penyakit pada system gastrointestinal atau penyakit lain diluar saluran pencernaan (ngastiyah 2003). b. d. atau tinja cair dikeluarkan tiga kali atau lebih perhari (Ramaiah 2002). Teori dan Konsep Terkait Pengertian Diare a. mungkin dapat disamakan dengan keadaan pada orang dewasa yang dikenal dengan sindrom usus iritabel (Jhon Rendle . darah (Aziz 2006) .

misalnya makanan dimasak tanpa dicuci terlebih dahulu atau tidak menutup makanan yang telah di masak 2. misalnya tidak mencuci tangan setelah buang air Kebersihan rumah buruk. Faktor lingkungan Pasokan air tidak memadai Air terkontaminasi tinja Fasilitas kesehatan kurang Kebersihan pribadi buruk. 3. Peningkatan sekresi prostaglandin oleh usus halus . sehingga waktu transisi makanan di usus halus memendek. Kronis. Etiologi Tidak jelas tetapi ada beberapa bukti bahwa : 1.2.2000). dan kolon tidak dapat mengkonpensasinya . • Faktor – faktor predisposisi : 1. infeksi ringan usus halus. misalnya tidak membuang tinja anak di wc Metode penyiapan dan penyimpanan makanan tidak higienis. Kelainan primer pergerakan usus : ketidak mampuan untuk mensupresi migrasi Kompleks motor (dan hasilnya adalah terjadi gelombang peristaltik) selama makan. Praktik Penyampaian yang Buruk Pemberian susu ekslusif dihentikan sebelum bayi berusia 4 – 6 bulan dan melalui pemberian susu melalui botol .

Faktor Individu Kurang gizi buruk atau kurangnya mekanisme pertahanan alami tubuh misalnya diare lebih lazim terjadi pada anak – anak baik yang mengidap campak atau yang mengalami campak . Berhenti menyusui sebelum anak berusia setahun 3. Produksi asam lambung berkurang Gerakan pada usus berkurang yang mempengaruhi aliran makanan yang normal. 2. Gangguan Osmotik Akibatnya terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat di serap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus. 3. Gangguan Sekresi Akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan air elektronik ke dalam rongga usus dan selanjutnya timbul diare karena terdapat peningkatan isi rongga usus.. Patogenesis Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare adalah : 1. 4. Gangguan Motilitis Usus .

nafsu makan berkurang atau tak ada kemudian timbul diare. gelisa. hipokalernia). Tanda dan Gejala (Gambaran Klinis) Mula – mula pasien cengeng. Patofisiologi Sebagai akibat diare baik akut maupun kronik akan terjadi : 1. Hipoglikemia 4. Gejala – Gejala Dehidrasi . 3. Warna tinja makin lama berubah menjadi kehijau – hijauan karena bercampur dengan empedu. Gangguan sirkulasi darah.pengeluaran bertambah). Gangguan gizi akibat kelaparan (masukan kurang. suhu tubuh biasanya meningkat.Hiper peristaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare. anus dan darah sekitarnya lecet karena seringnya defekasi dan tinja makin lama makin asam sebagai akibat makin banyak asam laktat yang berasal dari laktosa yang tidak di absorbsi oleh usus selama diare. tinja cair. 2. mungkin disertai lendir atau darah. sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan selanjutnya timbul diare pula. Kehilangan air dan elektrolit (terjadi dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan keseimbangan asam basa (asi dosis metabolik.

tidak sadar. Dehidrasi Ringan • Meningkatnya rasa haus • Kegelisahan atau rewel • Menurunnya elastisitas kulit • Mulut dan lida yang kering • Mata yang kering karena tidak adanya air mata • Mata yang cekung 2. atau lemas • Ketidak mampuan untuk minum • Hilangnya elastisitas kulit secara sepenuhnya • Tidak ada air mata . Dehidrasi Berat • Tanga dan kaki yang dinging dan lembab • Anak yang terlihat lemah.1.

• Lapisan lendir yang sangat kering pada mulut • Pengurangan volume air seni yang parah atau tidak adanya air seni. Kehilangan cairan menurut derajat dehidrasi pada anak berumur 2 tahun Derajat Dehidrasi PWL NWL CWL Jumlah Ringan Sedang Berat 50 75 125 100 100 100 25 25 25 175 200 250 Kehilangan cairan menurut derajat dehidrasi pada anak berumur 2 – 5 tahun Derajat Dehidrasi PWL NWL CWL Jumlah Ringan Sedang Berat 30 .

Berat Badan Umur PWL NWL CWL Jumlah 0 – 3 Kg 3 – 10 Kg 10 – 15 Kg 15 – 25 Kg 0-1 Bulan 1 Bln-2 Tahun .50 80 80 80 80 25 25 25 135 155 185 Kehilangan cairan pada dehidrasi berat menurut berat badan pasien dan umur.

kulit.2-5 Tahun 5-10 Tahun 150 125 100 80 125 100 80 65 25 25 25 25 300 250 205 170 Keterangan PWL : Cairan yang hilang karena muntah : NWL : Cairan yang hilang melalui urine. pernapasan CWL : Cairan yang hilang karena muntah hebat .

Septi Semia Ini adalah suatu kondisi dimana terdapat infeksi pada seluruh bagian tubuh. kondisi ini dapat terjadi akibat pembedahan. Kelumpuhan ileus (paralytic ileus) Ini adalah suatu kondisi dimana terdapat infeksi pada seluruh bagain tubuh. 4.Komplikasi Diare Komplikasi lain yang kadang kala timbul mencakup : 1. Komplikasi Darah seperti koagulasi intravaskuler ter diseminasi jika ada penyakit atau cidera parah apapun. Faktor Penyebab Diare . kondisi ini biasanya menyusul adanya infeksi di salah satu bagian tubuh yang di sana bakteri pergi ke berbagai bagian tubuh ini melalui darah. cedera pada dinding perut. penyakit parah lainnya. darah cenderung membentuk suatu masa semi padat atau gumpalan darah di dalam pebulu darah . Gangguan pada keseimbangan elektrolit normal dalam tubuh. elektrolit adalah zat – zat kimia yang ketika mencair atau larut dalam air atau cairan lainnya memecah menjadi partikel – partikel (ion) dan mampu membawa aliran listrik 2. 3. sakit ginjal yang parah.

yersinia. oxyuris. .Infeksi Bakteri : vibrio. beracun.a. shgella. alergi terhadap makanan • Faktor psikologis rasa takut dan cemas (jarang tetapi dapat terjadi pada anak yang lebih besar). e.coli. • Hindari pemberian susu botol.Infeksi parasit : cacing. trichuris. poliomielitis) . dan sebagainya. • Faktor malabsorbsi • Malabsorbsi karbohidrat disakurida • Faktor makanan – makanan basi. salmonella. campylobacter. Pencegahan Diare • Beri asi eksklusif sampai 4 – 6 bulan dan teruskan menyusui sampai setidaknya setahun. setelah usia 4 – 6 bulan berikan makanan yang bergizi bersih dan aman untuk mulai menyapih. tonsillitis / tonsilofaringis bronkopneumonia. (ascaris. ensenfalitis dan sebagainy . aeromonas. coxsackie. strongyloides) b. Infeksi internal : infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak meliputi infeksi internal sebagai berikut : . makanan seperti : Otitis media akut (OMA). - Inveksi virus : entrovirus (virus echo. Infeksi parental ialah infeksi diluar alat pencernaan.

setelah infeksi campak. • Hindari kontak antara tangan dan air minum ketika menyajikannya. • Berikan imunisasi campak kepada anak usia 9 bulan karena resiko diare para dan malnutrisi yang mengikutinya lebih tinggi. • Cucilah tangan dengan sabun dibawah air yang mengalir sebelum memberi makan anak. cucilah mainan yang anak mainkan secara teratur. Dehidrasi Ringan . memasak setelah pergi – pergi ke wc atau membersihkan anak. • Buanglah tinja dikeluarkan anak ke dalam wc segera mungkin . Belum ada dehidrasi Peroral sebanyak anak mau minum (ad libitum) atau 1 gelas tiap defekasi b. • Bersihkan wadah yang di gunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan air minum setiap hari.• Gunakan makanan matang yang baru di masak untuk memberi makan anak – anak. Cara pemberian cairan dlam terapi dehidrasi a. • Jika anda tidak yakin tentang kualitas air bersih rebuslah selama 10 menit dan tutuplah dalam wadah yang sama. • Pastikan dibawah daerah dimana anak bermain atau merangkak tetap bersih. • Segeralah cuci baju yang terkena tinja anak dengan air hangat.

Pengobatan Untuk Diare a. Obat Spasmolitik . Dehidrasi Berat Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun berat badan 3-10 kg 1 jam pertama : 40 ml/kg BB/jam = 10 tetes /kg BB/menit (set infus berkurang 1 ml = 15 tetes) atau 13 tetes / kg BB/menit (set infus 1 ml = 20 tetes) 7 jam berikutnya : 12 ml/kg BB /jam = 3 tetes / kg /BB menit (set infus berkurang 1 ml = 15 tetes) atau 4 tetes /kg/BB/menit (set infus 1 ml= 20 tetes) 16 jam berikutnya : 125 ml/kg BB oralit peroral atau intragastrik bila anak tidak mau dapat diteruskan dengan DG II intravena 2 tetes /kg/BB/menit (1 ml = 15 tetes) atau 3 tetes /kg/BB/menit (1 ml = 20 tetes) . Obat Anti Sekresi Asetosal dosis 25 mg/tahun dengan dosis minimal 30 mg klorpromazim. dosis 0.5-1 mg/kg BB/hari b.1 jam pertama 25 – 50 ml/kg BB Peroral (intragastrik) selanjutnya 125 ml/kg BB / hari ad libitum c.

. B. bronchitis. dan tempat tinggal. umur anak.Umumnya obat spasmolitik seperti pepuerim ekstak beladora. Apabila seseorang merespon dengan baik terhadap perubahan kesehatannya. c. PENELITIAN TERKAIT KERANGKA KONSEP 1) Variabel Penelitian Berdasarkan tinjauan pustaka manfaat dan tujuan penelitian maka dapat ditemukan gambaran kejadian penyakit diare pada anak antara lain. Anti biotik juga diberikan bila terdapat penyakit penyerta seperti : OMA. Umur Status kesehatan dapat dipengaruhi oleh faktor perkembangan yang mempunyai arti bahwa perubahan status kesehatan dapat ditentukan oleh faktor usia dalam hal ini adalah pertumbuhan dan perkembangan. Anti Biotik Umumnya anti biotik tidak diberikan tetrasiklin 25-50 mg/kg/BB/hari. adapun variable yang di teliti adalah sebagai berikut : 1. jenis kelamin. maka akan memiliki kesehatan yang baik sehingga mencapai kesehatan yang optimal. mengingat proses perkembangan itu dimulai dari usia bayi sampai usia lanjut yang memiliki pemahaman dan respon terhadap perubahan kesehatan seseorang. faringitis. opium loperamid tidak digunakan untuk mengatasi diare akut lagi. atau bronkopnemunia.

maka akan mempengaruhi status kesehatan sehingga orang lanjut usia akan rentan sekali terhadap penyakit dan mudah terjadi perubahan status kesehatan. Volume urin yang dibutuhkan untuk menghindari retensi solut sering lebih besar daripada yang dibutuhkan pada anak yang berusia lebih tua.demikian sebaliknya apabila seseorang yang merespon dengan tidak baik terhadap perubahan status kesehatan bagi dirinya. mereka sering terinfeksi oleh berbagai patogen khusus yang menimbulkan diare. William Schwartz. 2002). d). Oleh karena itu. maka status kesehatannya sangat rentan terhadap berbagai penyakit. c). yang relatif besar (yaitu. maka dapat menimbulkan perubahan status kesehatan yang kurang. (A. persentase cadangan cairan dan elektrolit jauh lebih sedikit dari pada pasien yang berusia lebih tua. (M. Sebagai contoh. seseoran anak berusia 1 tahun dengan berat badan 10 kg akan menimbulkan gejala saat mengalami diare (misal air 90 % + elektrolit). kira-kira 20 miliosmol/Kg/Hari pada bayi yang minum susu botol). perubahan status kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh perkembangan kematangan. Bayi dan anak-anak mudah sekali terkena penyakit apabila dibandingkan dengan orang dewasa yang sudah memiliki perkembangan yang matang. 2002). mereka memiliki luas permukaan tubuh yang relatif besar : perbandingan berat badan. Aziz Alimul Hidayat. urine tidak dipekatkan sebaik pada anak yang lebih tua dan orang dewasa ketika disertai dengan badan solut tertentu. menyebabkan kehilangan cairan melalui evaporasi yang relatif besar. Anak kecil (yang berusia kurang dari 1 tahun) sangat rentan mengalami dehidrasi karena 4 faktor : a). Dengan penurunan berat badan 1 kg sedangkan anak berusia 4 tahun dengan berat badan 20 kg tidak akan menimbulkan gejala saat mengalami penyakit yang sama hingga anak tersebut kehilangan cairan atau elektrolit dengan jumlah dua kali lebih banyak. b). Demikian juga pada usia lanjut dimana semua daya imunitas akan menurun. jika diperhitungkan terhadap berat tubu total. .

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berdampak pada kualitas daya dukung lingkungan yang pada akhirnya akan .geogle. penyakit ini menyerang semua golongan umur dan jenis kelamin sesuai gambaran di seluruh dunia menunjukkan bahwa morbiditas dan mortalitas meningkat sesuai dengan bertambahnya umur dan ditemukan bahwa penderita laki-laki lebih banyak dari pada wanita. 3. Disamping itu masa balita merupakan dasar pembentukan kepribadian anak.com).Selain itu umur yang paling rawan adalah masa balita. sehingga diperlukan perhatian khusus (Soetjiningsih. mutu dan sebagainya tentang ciri khas betina atau jantan laki – laki atau perempuan (www. Tempat Tinggal Lingkungan tidak mungkin mampu mendukung jumlah kehidupan yang tanpa batas dengan segala aktivitasnya. karakteristik. Jenis Kelamin Macam. 1995). Selain itu dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak perempuan tetapi belum diketahui secara pasti mengapa demikian (Soetjiningsih. oleh karena itu pada masa itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kurang gizi. sosial ekonomi (Widoyono. 1995). hal ini disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor perilaku. maka manusia akan menunai berbagai kesulitan. 2005). 2. karena itu apabila lingkungan sudah tidak mampu lagi mendukung kehidupan manusia. sesuatu yang mempunyai kesamaan sifat atau bentuk kualitas.

cacingan. Kalau anak sering menderita sakit. asap kendaraan atau asap rokok dapat berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). termasuk timbulnya berbagai penyakit menular adil faktor lingkungan sangat besar. . kondisi kesehatan yang buruk. Sanitasi lingkungan memiliki peran cukup dominan dalam penyediaan lingkungan yang mendukung kesehatan anak dan tumbuh kembangnya. malaria. Sebagaimana dikemukakan Belum (1974) dalam plyning for balth. telah lama disadari bahkan telah lama pula disinyalir.merusak lingkungan itu sendiri. misalnya diare. Kebersihan. maka tumbuh kembangnya pasti terganggu (Soetjiningsih. baik kebersihan perorangan maupun lingkungan memegang peran penting dalam timbulnya penyakit. Akibat dari kebersihan yang kurang. Pengaruh lingkungan dalam menimbulkan penyakit pada manusia. tifus abdominalis. deman berdara. memiliki konstribusi yang lebih kecil dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat (Anies. Faktor perilaku. Demikian pula dengan polusi udara baik yang berasal dari pabrik. bahwa peran lingkungan dalam meningkatkan derajat kesehatan yang besar. maka anak sering sakit. bahwa faktor lingkungan berperan sangat besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. dan sebagainya. hepatitis. Sebaliknya. keturunan. pelayanan kesehatan. development aplication of social chage theory. 1995). 2006). Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan oleh sekolompok manusia untuk kepentingan sesaat telah mengurangi daya dukung lingkungan yang pada akhirnya akan melanda manusia dalam jumlah besar.

2. Tempat Penelitian 1. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif tipikal. yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang kejadian penyakit diare pada anak di RSUD Manokwari bulan Juli 2008 – Juli 2009 . Lokasi . C.485 anak. populasi pada penelitian ini adalah jumlah seluruh penderita di ruang anak RSUD Manokwari bulan Juli 2008 – Juli 2009 yang berjumlah 1. Populasi dan Sampel 1. B. Sampel Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah quota sampling yaitu sebagian yang di ambil dari keseluruhan objek yang di teliti dan dianggap mewakili populasi pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah anak yang menderita sakit diare di RSUD Manokwari bulan Juli 2008 – Juli 2009 dengan jumlah 552 penderita penyakit diare. Populasi Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.

Definisi Operasional Variabel Definisi Operasional Cara dan Alat Ukur Skala Ukur Hasil Ukur Umur Usia atau masa perjala-nan hidup dari lahir hing-ga ulang tahun terakhir . 2. 2. D. Instrumen Dan Pengumpulan Data 1. Pengumpulan Data Pengumpulan data menggunakan data sekunder berdasarkan cacatan reka medik pada RSUD Manokwari di Ruang Anak. Waktu Penelitian\ Penelitian ini akan dilaksanakan dibulan September tanggal.Penelitian akan dilakukan diwilayah RSUD Manokwari bulan Juli 2008 – Juli 2009. E. 10 – 26 September tahun 2009. Instrumen Instrumen yang di gunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah data dokumentasi atau rekam medik pada RSUD Manokwari di Ruang Anak .

Dokumentasi dan Format Ordinal Lingkungan yang bersih dan lingkungan yang tidak bersi F. Untuk melakukan persentase data dapat dihitung dengan rumus : Ket : X = jumlah yang didapat . sesuatu yang me-mpunyai kesamaan sifat atau bentuk kualitas. Analisa Data Data dianalisis secara univariat yang ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi menurut Notoatmojo. metode univariat adalah suatu data atau tabel yang menggambarkan data untuk variable . yang mendukung kesehatan anak dan tum-buh kembangnya Study. Dokumentasi dan Format Nominal Laki – laki Perempuan Tempat tinggal (lingkungan) Tempat pemukiman kelu-arga atau penduduk. Sanitasi lingkungan memi-liki peran cukup dominan dalam penyediaan lingkungan. mutu dan sebagainya tentang ciri has betina atau jantan.Study. Dokumentasi dan Format Ordinal 0 – 1 th 1 – 3 th 3 – 5 th Jenis Kelamin Macam. laki-laki atau perempuan Study.

Jadwal Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada munggu ke II bulan September 2009. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Identitas Rumah Sakit . Identitas wilayah Provinsi : Papua Barat Kabupaten : Manokwari Kota : Manokwari b. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 1. Geografis a.N = jumlah keseluruhan G. Adapun jadwal terlampir .

2 No. Telepon : (0986) 212333 c. Letak Rumah Sakit Letak administratif : Ibukota Provinsi dan Kabupaten Letak geografis : Pegunungan dan Pantai e. Luas wilayah kerja Rumah Sakit : d. Batas wilayah Utara : Kampung Ambon Selatan : Rodi . Bayangkara No.Tipe Rumah Sakit : Tipe C Nama Rumah Sakit : RSUD Manokwari Alamat Rumah Sakit Desa/ Kelurahan : Manokwari Barat Jalan : Jl.

Gambaran Rumah Sakit a. ruang kelas. ruang VIP.Barat : Kantor Gubernur (IJB) Timur : Kwawi 2. ruang UGD. b. OK (kamar operasi). polik gigi. Ruang Anak Jumlah rungan atau bansal : Anak 1 Jumlah Petugas Ruang Anak Rumah sakit Umum Daerah manokwari (tempat dilakukannya Penelitian) dengan jumlah petugas sebanyak 16 orang. Jumlah ruangan (Bangsal) : 18 Ruangan Terdiri dari :Ruang obstetri dan ginekologi. Demografi Karakteristik Wilayah kerja : Seluruh wilayah yang berada di Kabupaten Manokwari 3. ruang penyakit dalam. dengan rincian sebagai berikut : Dr. ruang fisioterapi. polik anak. polik dewasa. Spesialis • Anak : 3 Dokter . apotik. ruang radiologi . ruang bedah. laboratorium. ruang anak. ruang UTD.

Tidak Diare 933 62.1 dapat diketahui bahwa dari 1.83 Total 1.485 100 % Data sekunder ruang anak di RSUD Manokwari Juli 2008 – Juli 2009 Berdasarkan tabel 4.S1 Keperawatan : 1 orang D3 Keperawatan : 4 orang SPK : 8 orang B. Berdasarkan analisa data univariat maka hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut : Tabel 4. Diare 552 37.485 penderita diare terdapat .1 Distribusi angka kejadian penyakit diare pada anak di RSUD Manokwari bulan Juli 2008 s/d Juli 2009 No. Adapun data yang diambil disesuaikan dengan variabel yang akan diteliti dan dilakukan rekapitulasi pada format yang dibuat sendiri oleh peneliti.17 2. Hasil Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan data sekunder yang didapat dari rekam medik ruang anak (gardinea) . Anak Frekuensi Jumlah % 1.

98 % 1. dan yang terkecil pada umur 3 – 5 sebanyak 22 (3.83 %) kasus anak tidak diare di RSUD Manokwari pada periode Juli 2008 s/d Juli 2009. 3 – 5 22 Total 552 100 Data sekunder ruang anak di RSUD Manokwari Juli 2008 – Juli 2009 Berdasarkan tabel 4.3 Distribusi angka kejadian penyakit diare pada anak berdasarkan jenis kelamin di RSUD Manokwari bulan Juli 2008 s/d Juli 2009 No. Umur Penyakit Diare Pada Anak Jumlah % 58.51 Anak . Laki – Laki 323 58.2 dapat diketahui bahwa dari 552 kasus diare pada anak terdapat 321 (58. 1 – 3 209 3.552 (37.16 %) dengan umur 0 – 1.2 Distribusi angka kejadian penyakit diare pada anak berdasarkan umur di RSUD Manokwari bulan Juli 2008 s/d Juli 2009 No.86 3.98 %) kasus diare pada anak. Tabel 4. 0 – 1 321 2. Tabel 4. Jenis Kelamin Penyakit Diare Pada Jumlah % 1.17 %) kasus anak penyakit diare dan 933 (62.86 %) kasus diare pada anak.16 37. sedangakan pada umur 1 – 3 terdapat 209 (37.

Tempat Tinggal Penyakit Diare Pada Anak Jumlah % 1.3 dapat diketahui bahwa dari 552 kasus diare pada anak terdapat 323 (58.58 2.4 dapat diketahui bahwa dari 552 kasus diare pada anak terdapat 362 (65.42 Total 552 100 % Data sekunder ruang anak di RSUD Manokwari Juli 2008 – Juli 2009 Berdasarkan tabel 4.51 %) dengan jenis kelamin laki-laki.2.4 Distribusi angka kejadian penyakit diare pada anak berdasarkan tempat tinggal di RSUD Manokwari bulan Juli 2008 s/d Juli 2009 No. sedangakan pada jenis kelamin perempuan terdapat 229 (41. sedangakan pada lingkuangan bersih terdapat 190 (34.58 %) dengan lingakungan tidak bersih.49 %) kasus diare pada anak.pembahasan 1.42 %) kasus diare pada anak.49 Total 552 100 % Data sekunder ruang anak di RSUD Manokwari Juli 2008 – Juli 2009 Berdasarkan tabel 4. Tabel 4. Perempuan 229 41. Lingkungan Tidak Bersih 362 65. C. Angka Kejadian Diare Dari penelitian yang telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari . Lingkungan Bersih 190 34.

51 %). 2.16 %).2 dapat diketahui bahwa kejadian penyakit diare pada anak umur 0 1 tahun sebanyak 321 (58. 3. Disamping itu masa balita merupakan dasar pembentukan kepribadian anak. hal ini dikarekan anak kecil (yang berusia kurang dari 1 tahun) sangat rentan mengalami dehidrasi karena berbagai faktor-faktor yaitu mereka sering terinfeksi oleh berbagai fatogen khusus yang menimbulkan diare.3 dapat diketahui bahwa kejadian penyakit diare pada anak sebagaimana disebutkan pada hasil penelitian yang terlihat bahwa jumlah lakilaki lebih besar yaitu 323 (58. Dan kemungkinan penyebab lainnya yaitu tingkat sosial ekonominya yang masih rendah sehingga kurangnya asupan gizi selama tumbuh kembang anak. . 1995). karena anak paling rentan bila terkena diare.periode Juli 2008 s/d Juli 2009 didapatkan 552 (37. Selain itu umur yang paling rawan adalah masa balita.17 %) kasus diare. Angka ini menunjukkan bahwa kejadian diare lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian diare pada tahun 2007 yaitu 513 kasus diare. William Scwartz. Jenis Kelamin Pada tabel 4. perbandiangan berat badan menyebabkan kehilangan cairan melalui evaporasi. Umur Anak Pada tabel 4. yaitu umur 0 -1 tahun sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (M. sehingga diperlukan perhatian khusus (Soetjiningsih. 2002). mereka memiliki luas permukaan tubuh yang relatif besar. oleh karena itu pada masa itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kurang gizi. Tingginya angka kejadian diare di RSUD Manokwari disebabkan karena RSUD Manokwari adalah rumah sakit rujukan dan satu-satunya RSU yang ada di Manokwari. Dari data yang telah didapatkan menurut kelompok umur yang tertinggi di RSUD Manokwari bulan Juli 2008 s/d Juli 2009.

bahwa peyakit ini menyerang semua golongan umur dan jenis kelamin sesuai gambaran di seluruh dunia menunjukkan bahwa morbiditas dan mortalitas meningkat sesuai dengan bertambahnya umur dan ditemukan bahwa penderita laki-laki lebih banyak dari pada wanita. 1995).57 %). hal ini seperti ditegaskan oleh (Soetjiningsih. Tempat Tinggal Pada tebel 4. malaria. hepatitis. asap kendaraan atau asap rokok dapat berpengaruh terhadap tingginya . baik kebersihan perorangan maupun lingkungan memegang peran penting dalam timbulnya penyakit. misalnya diare. 2005). Akibat dari kebersihan yang kirang. untuk kejadian tertinggi pada jenis kelamin laki-laki belum ada teori secara pasti mengapa demikian. 1995). maka anak sering sakit. hal ini disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor perilaku. dapat disimpulkan bahwa laki-laki lebih besar jumlahnya dibandingkan perempuan yaitu 323 (58. karakteristik. bahwa anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak perempuan.Dari uraian di atas. Demikian juga dipertegas oleh (Widoyono.51 %). sosial ekonomi. hal ini sesuai dengan teori yaitu penyakit ini lebih sering menyerang pada anak laki-laki. dan sebagainya. tifus abdominalis.4 dapat diketahui bahwa kejadian penyakit diare pada anak banyak terjadi disebabkan oleh lingkungan yang tidak bersih yaitu 362 (65. Demikian pula dengan polusi udara baik yang berasal dari pabrik. Dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa data yang di dapatkan sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Soetjiningsih. Kebersihan. cacingan. 4. yaitu sanitasi lingkungan memiliki peran cukup dominan dalam penyediaan lingkungan yang mendukung kesehatan anak dan tumbuh kembangnya. deman berdara.

16 %). pelayanan kesehatan dan makanan yang sehat dan layak diterima oleh anak balita agar anak balita tumbuh kembang menjadi anak yang sehat dan terbebas dari semua penyakit . Mayoritas penyakit diare pada anak sering terjadi pada anak yang berumur 0 – 1 tahun. Kesimpulan B. 3. maka tumbuh kembangnya pasti terganggu.angka kejadian ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Kalau anak sering menderita sakit.57 %). Mayoritas penyakit diare pada anak sering terjadi pada anak berjenis kelamin laki-laki sebanyak 323 (58. BAB V PENUTUP A. Kepada ibu yang memiliki anak balita usia 0 – 5 tahun. 2. Mayoritas penyakit diare pada anak sering terjadi pada anak yang bertempat tinggal di lingkungan tidak bersih yaitu sebanyak 362 (65. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di ruangan anak (gardenia) RSUD Manokwari yaitu sebanyak 552 penderita diare yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang penyakit diare pada anak di ruang anak RSUD Manokwari bulan Juli 2008 s/d Juli 2009 didapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. yaitu sebanyak 321 (58.51 %). B. agar lebih memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan balitanya serta memberikan perlindungan. Saran 1.

Diharapkan agar mahasiswa/i lebih spesifik dalam melakukan penelitian pada penelitian selanjutnya.2. Bagi tenaga kesehatan agar dapat menyampaikan informasi atau penyuluhan terhadap ibu mengenai bagaimana makanan yang sehat dan lingkungan yang sehat itu perlu untuk kita semua dan sangat berpengaruh bagi anak-anaknya apabila hal tersebut tidak kita jalankan dengan baik. . 3.

Aleks MZ Komputindo. Betz. L. Resepto. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta. 2006. Tumbuh Kembang Anak. Manjoer. Jakarta. 2002. Edisi 2. . Perawatan Anak Sakit. Penyakit dan Penanggulangannya. 1985. EGC : Jakarta. Ikhtisar Penyakit Anak. Buku Kuliah I. William Schwartz. Arif. Dkk. Pedoman Klinis Pediatri. Jilid Satu : Jakarta.DAFTAR PUSTAKA A. 2000. PT. Edisi I : Jakarta Rendle. Jilid 2 : Jakarta Ngastiyah. 1995. 2002. 3 EGC : Jakarta. 2000. Jakarta. Kapita Selekta Kedokteran. Hasan. Konsep Dasar Keperawatan. Monica Ester Edisi 2 : Jakarta Oswari. Aziz Alimul Hidayat. Buku Saku Keperawatan Pediatri. Edisi ke Enam. Kapita Selekta Kedokteran. Jhon. David. Cecily. 2002. Anies. Buku Manajemen Berbasis Lingkungan. 2005. Edisi. EGC. 2002. 2000 . Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak : FKUI M. Media Asculapius Edisi ke Tiga. Soetjiningsih. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : Jakarta Ovedoff.

2-07:93.   2.2039 80931:82 90908   .

9.3.897 -. 2.: 397. 9/.  47. .3/03.90908.5.: /..9 /907:8.03.3397. .9 50747..

.

.

2039 290908 .9.: 90908.

.

.

939$0708  80948.70  . /488  2.9.  -.3&39:.2039 2 90908   !034-.

:3 /03.9.   2 475742.3 /488 232.2  /488  2.

.

.8249 .9$5.7  -  -.

8/.39 -49 9/.4-.   .70. /-07.8249805079505:072089. 45:24507.985. 3949  &2:23./47.83    2.2/ 9/. .3:39:203.-0.9. &2:23.:9./:3.3 9097..

.

.

 2.7  39 -49 :.3 808047.9 574808 50702-.3  5.3 .9/503. 080.94750702-.9.3 -. /-07.3 89.9 /9039:.3 9::.    !%%#%# $!   '. 507:-. 5079:2-:.3/.3 50702-.  0380. 907/.3  07/.9.705.-0..3-.-0!0309. 8.79 -.3 40 1.3.3 50309.98 . 808047.7.3.-.3 9: /2:..9.7.3 708543 907. .3 /..9:8080.31../.947 :8.2 ./..3 .7:401.5. . 805079    1.39025. 3 ./.7.3.3 4592...3.9 503079.23 /..... -07:9   &2:7 $9..9.3 2./.5507:-.9./.3 -.30. /.25. /.9 /902:.9 503. :8.  2.3 202 502..907. .5 507:-.5.5:3.8.7 :8.5. 803.32025:3.5./.3  2033..9:8 080.3.993...3 5:89.3.3 :2:7..3/909...33. -.39.3 20708543/03.3080.3 202 080.9.3503.3 080.:-74345302:3.3 /./.7.:.  . 203.5.7.9 /.7398  -743.9.3.3:9 .3 93.3 /.2-. /.2..9/..80-.

3 803.5.3 . .. /73.3 2. .. . 202 50702-.3.3 9/.5 503. /.-.3 :7.9/503. /..3. /03.91-08. 202 :.8.3 . /8079.9:8 080.3 84:9 9079039:  .9.5.. 802:./.3  $0-.9./02.9 -.3.9.3 0. 808047. 907.3 8:/.:3  8./.3 -.9. . 0. 24824.3 80.9.  2.9  .3 507:-.3. 907../.8 5072:.3 /.3:9 :8..9.3/03.3.-.89.3 2032-:.3 203. 8.91-08.9 /.5. :8.9.703./.3 20708543 /03.4394  507:-.3 202503.7  507-.3  02.3 9:-: . 2:39.3.370.503.3 89.9403 :8:8 . 7./.7: 89. /.3 0- 9:.3/.3 :.3 -07:8.3 /0.547..9:8 080. .. .. 907.7. :7.  1..3 47.9:8 080.5 -07-.3 .3:9 /2.9.33.7  9.3/3.3 89.3/3. 2:/. :7309/.8 .8. .70  .3 ./ 507:-. .3 80-.9 7039..947  . 47..91 -08.:0.3 .3     2: /.-.3 20.9     3..5 507:-. 09.5.3.3...380-.3 -07.3 89.3 .7 ..9: 7.302.3.3.347.370.3 /.90703.3 -.3 7039.7:4050702-.7 .  2070. -./50.9:8 080.3 907./.9. 5.8 . 8073 9073108 40 -07-..2 /0/7.3 203:7:3  2.9:8 080./-.5...  2070.. 5./. 503.9.3 70.3.3  2030-.9 7039.3.3 2:/.9 2032-:.8..3/0. /.80.3 89.9:8 080.3 2.

.

. 0- 9:.3 0./.3    9/.703.3 503:7:3. .79    ..3    .3.3 2032-:.3/. /:.3.5.  0 .80./.3 /-:9:.2/.7  009749 03.   .3..75.3 -07:8.75.3 -07:8.3 .3.323:2 8:8: -494  '4:20 :73 .  / 5078039.3..3 5..3.3 /-:9:. .. 0--.2 503... .3 907.3 .3 :39: 2033/..3..  9.9 9:-: 949.9203.75. ./.3 2032-:. 8.7 /.2$.3-07.7. .3 :2./.:3/03.9-. .:0-80/9/..-.7.8./.380/.. -07:8. 9:  808047.9./.9 .3. 0- 9:.3 8.-07:8.3 .9 203.9-.3009749..70 28.2.:3 /03./.803 .  .3 -07.3.: 009749 /03./. 3.7 709038 84:9 8073 0- -08.30. 90780-:9 0..3-07.9.9 -.3./.. /5079:3.5 -07.

 2.9/. .. /03..3/.3././.9..947 805079 1./507:.3  50702-.8.25: 203/::3 :2.381.9. 9039.3 2.3 :2:7 /.3 .3 5.3 909.7. :2:7 /.2:/.3 -. .:  .3 802:.3. 9: .3./. 2:33 2..: 507025:. 0/:5.5.3 .9 3 20307..  .7 5.  3:3.73.8 -093.8. 3:3.9. .23 808:. 443. /02. 9/.2539:2. 2..9. 5. . 0- -.3.9..703.8.2 808:.7.83. 04342 /4434     $0.9.8.3 90344 90. /.3 -.9.3.8 /.3 9.3/3.:.3 / 80:7: /:3. 5.3 038 0. .3 .3. 40. 207:5..:-039::.08./.  .7502-039:..9.42  503.23  .7 .947 507.-.3 .3 203:3...39..7.8 /.3 -079.3 2479.-. 3 /80-.3 8:/..3 40 -. -07/.-.3  040 .3 80-.3507.39::2:7. 0- 8073 8..9./.9%3.8 2033.9. .35./. 803.3 /.8./:7.25.9 808:.9. 9:.3.5.3 .9.3.3 .703. 08:9. . $0.39. 507025:.25: .89 203.2. .3 $409338     %025.35. 247-/9.5 -0:2 /09.907.2-.3:8. 2.-.90789  848.3 :8:8 $409338     0380..3:8.3 . 503/079.3 9: /. . -.3 80. /::3 3:3..3 9/. 203/::3 0/:5.2-.32:/. -07-.8 /03.2.9 /-.3057-.3 8.  .9:..9.37.: 80.9. . . .3 /902:. 203:3:.3 2: 50309.8 2:9:/. :.9:5.2. 1.3.32025:3.: .3.3.

.7: 3:3..3 09:7:3.8 3:3.3 -:7:  9072.3.3 /.3./03.7.3 !073..33.3.7.9-08.9.7  !03.3 503.  90.3 /07./02:.9 080. /..9.8.  0-078.. /.3 .8.3.503.3.89 907..9203:..7  -. .9 5.33.3080.3  2.3 .7 /. /.9  $0-..2 :2... .88:2-07/. /8.7.9.7...380-.3 20243897-:8.207:8.3:8.7. 1. 5:.3 0:2   /.  /02.3 507. 2.3 3:3.3 2. .3 50747. .3/..2 2033.  43/8 080.5..2 5033. 0-078.9.2.8...-07-.3-070-..9  -..7:907.9.2 2032-:.... ..::5 /423.-/423.3 2.8.3.3.75. /83.9 /.39.80738.35:.:7.1.5 933..30-0.3 .7 0-078.3 /.8. 503. 5.3 .70 ...3 5..-7 ../.9473:3.8 05./.3/07.9.947 507. 203:7.3.:.3. 507.7 -.3.3.947 3:3.3 3:3.3:8.3 2.3 .3-07/.5.3 8.2 .3 /07..8.9 /0.3 .998 2.3 20.9 28.3 203/::3 080. 2.9.9 308     $./.3 -07..9.2 92-:3.9  2.8: 92-:3.3 90.3 .:5:3 3:3.3.9./..9-07503.3:8.3.3-08. 3:3. 0.3: $409338       .: .2533 147-.09047  -.3 2020. ./1.3 202 507.3 50393 /.-..3 808.3 :7./. 9:2-: 02-.3 /.3 /..9080.503/.73.3 40 8044254 2.9.3 9:803/7  8549.2./. :39: 050393.9 -08.2 2033.. -08.3 54:8 :/.3.3  -./.0452039.9 90..2.. /..3 9:2-: 02-. 8073 203/079.7 .3 $! 3108 $... 02.3 -07507.2 5030/.5744/..7.: 50. /::3 3:3.7.3 :9  .7 $0-.9434184.38.3 91:8. 8.9 080. .

70   %025.8.9!0309.250  $..350309./.7 -:.250   !45:.   $.30.3./.9.399.2-.3/:3.9...3..:.3 /08759195./.503/079..3!0309.33.91/03.34-050309.3:.3:  :    !45:.3.3/.8/.6:49.3.7-:./. .3:  : /03.3/909 /.3/909 545:.9 /..8503.:4-0. .34.70/#$&.2-.7-:...3:39:20309.3$.34-0.34.8./.#$& .3203/079.3203:3.3503/0./.3.80:7:503/079.3/..250.3:2.50309.520.253.8 .7080:7:.:2.9: 80-.   .705.250309.3  !0309.3 503.9/.8 5.3.2-/.3:  : .8  !45:...3 3./.080:7:.9/.250/.34.3   4.39039.3-07:2../#$&.3/.33.503.7.545:..33207:5.38.@9-@-   08./7:.3.3-079::.8.3.250309.

7..3/:5/.9.843.9..33.33 .8.250309..3!03:25:.7/#:.3..8.#$&..3././.3/..3$05902-079..9.3:39:203:25:. !0309.3/.3 3.3.73 .8./4:2039.3/.3  !0309.:.#$&.843.  !03:25:..3/.9:!0309.:3907.34..8&:7 &2:7&8.3/:3.3.:2..9.   0138 507.7.9&:7$.3/-:.9.9.:70..80:3/07-07/../.7-:.:.3/.370.33.9.7 ./.-00138 507.3..3.7./..8.  './.7/#:.34.39.7..    $05902-079.34.&:7.9.3.3:  :      .9.    3897:203  3897:203.203:3. 3.   !03:25:.220/5.507.:3     3897:203.20/ 5.#$&.3/.

9.3.2 808:.3.35078039..9.  .3.::5/423.3.8/.8/.39.33:3. 3:3.3472.3203..9.3202 507.8880.3.3 %025.3.9039.: 507025:.2-039:/897-:8 170:038203:7:9494...:...:9.8:.7.  9  9   9   0380.5.3 .7.25030/.3/.9.9502:2.23..9 .30: .9.8.9/9:3/03...9..:39:..08.-0 ...9.9.3 .9:.-078    3..9.8-093.$9:/ 4:2039.9.9.39:2 -:02-..3//.3/.:503/:/:  $./.9.7.3-078/.9.380-.3/9.7.7.9244 2094/0:3.7.33. !07025:.$9:/  4:2039.9:/.80/. .:-039: :.3 %025.3203/::3080.993.9.3.:3.3.-0  &39:20.39...3472.9423.9 7/3.25. .9.83:3.37:2:8   09:2.3472././.33 :3.320 25:3..3:3.381.7.2.2-.3$9:/ 4:2039..3 9/.8 2:9:/.9 7/3./.3/.:.5.8/.

34.3  !0309./.34.7.5:.8#:2.$.8.7E  49.9 .903.!0309.38!.9E  ./.-:5../.2:3:0-:.  !74.. :2.8.3390..7  - /0399.5:3.257     ' $!$  #&& $!%  047.3    .080:7:. /0399.E.907.35./.3.3$05902-07   /.18  .

$.9E  08.2.#:2.9#:2. %50#:2.$.34.7E  .9%50E  .$.9#$&.2.

3.047.9  09.$.9.7.3/.9..8./23897...9  ..25:32-43  $0...7.903E  09.7.8.0:7.7.38/.E  0 .3!.$.!74.3.39.3  .07.3 .#:2.9  / 09.3E#4/ .18!0:3:3.34.#:2.  &9.91-:49. :.4   4 %00543     .-:5.E.

33.3184907.2-.380-.34.-47.E :2.37.90789 .3 . .34.:..903.3. -07:9  7 $508.3.$..8 54.07.2.3.9  .:-.8  W3./.8.8.$0:7:.!09:..3-0/.#:2.9E.38.7..7:.7.3.3. :2. 54 7:.3947:-073:7    %2:7E.33044 7:.3 /03.9/.3:2. 54/0.3 /03.880-.947:2 .7 9025.549   . :2.3'! .8 7:.4907 .   0247.3 &% 7:.34-89097/.2  7:.3& 7:.74507.47.8E #:.9/.509:..7:3..3. !0309.1  .07.3  %07/7/.30.33.9&2:2./44 - #:.33.9.3. #:.7  . 7:.38.3#:2.-:5.3503.7.5 7:.7#:.3-07.2. 7:.373./.3.

2-/808:.3 $!47.347.3.3/909/.92.9...3/-:.8.3/50740.9803/74050309  07/.80:3/07./.80-..5.:3.8.3 /..3.   /.3.3/03.3./.3/.3   .3.9.370./.:.3..3 : 8.3//.59:.-0.3503.9.770..9.. -07:9  %.5:3/.. .705.9.3/.2 20/7:./.././#$&...50309.3  !.1472...347.9/.85.0.$0507.3.7-:.7.9/.3 0507.7.9.7/30./.-0  897-:8.8.7.8!0309.3.34.33503:8203:3.

/.70  %49.8./.9/09.5..    .5./#$&.9 .7 503/079..70:038  :2.70907/./:  4 3.-0 /.3.3.39.7:  :   07/.7.34.70   %/.  .9.:-.80:3/077:.

34.   .8:8./.3    .70/.3./.70/#$&.503.5074/0: 8.9/.9/.75.8:8.3.

.9/.3503.3.7-:.3.705./.7.-07/.-0   897-:8.8./:    %.0./.3: 8.3:2:7 /#$&.34.

7.9.3.9/09../.-0 /.8.   %.8:8/..5././.35.30380./.39070.8.23 /#$&.7:  :   07/.70!.3.0.   . 907/.705.3..3:2:7   80/.                   %49./.3./..34.7.3./#$&.3.9..5.9   /03.8:8/..:-.8:8/.:2:7  80-.9/.3.7-:.3503.3.7.705.3: 8.705.   ./.3.5.39.3./:  4 &2:7!03.-07/.-0  897-:8.3.9     ./.34. :2.705.80:3/077:. /.:2:7 907/./.5.

 .23!03./:   4 0380. 3./.   .9.70!. :2.  .

8. !07025:.  %.3907/.9   .35. 80/.3.9/09.705..-0  897-:8.:-.39.8:8/..705./.9   /03.3.9/..5./.7.3  %49. .3.3503.23507025:.34.8.038 0.8:8/.39025.3.3./.7-:.7:  :   07/.23../.9. 907/./#$&.0.30380.7.-07/./.34.5.3.3: 8.3.. /#$&.   .-0 /./.80:3/077:.7.993.705.5.

/.8.3.3.3-078907/.!03.70 .7././:   4 %025.705.3/#:2././.3...35.8:8/.9%3.3.39.8:8/./.07.   .7.3%/.3.39/.750309.9.:3.-0 /. :2.9/09. 3:. 907/.34.33.3.:.$.078   3:3.390.9.7 .:-.9   /03.5.0.9    .34.3.3.    502-.   3:3./#$&.5..9&2:2./.7:  :   07/.80:3/077:.70!.8.5.3   3...3078   %49.3.-078 80/../.705.

5074/0: 8.

/.8.35030-. !.9.70 3././.705.:380-.380.5.3: 8.7-:.3..0.9:93.-0 /./: //.3/. 043423.:7.9/./.3 /.3-.9..390.#$& .9./.8703/.0.703..33.97::.705.9:3.3.7/.0. .9.34.3   .#$&.33...7:2./.9: 8.3./ .9/09.34.3/.7..3.:-.3.7 .:2:7  9.703.700-93/-.390793/ #$&.34.3/./.803.32.-.3/03.3.:3 ./.9:.9848.9.70  %33.7/80-.70/#$&. /.8:8/.38.5./.30.5.3-.8:5..//.37039..3/3.8:8 /.34.3.302:33.3 203:3:..70   &2:7 3.    ..90703.3.5.3203:7:904254:2:7.3503.-.9:2-: 02-.2.

:2.3203.:3 8.9:5..3  8..3/.79    .3-07. .32:/.9-.32032-:.3..85072:.3.9::2:7  9.2.91-08.3-07:8. 80-.-.39:-:.79.907.35.7.7 507-.8..30..7502-039:..:3808:.9-.8../:  .3/.8.-0 /./.3/../507:.:-..9:2070.3057-. 40.850309.9.3.2/0/7..2../.8073 907310840-07-.8  $0..3507.3 .947.2539:2./..9/.8.9.3907./ :7.3:8:8 $409338    0380.9.2..947 1.0./03.0--08.70 2070.3/.9/.0.5.-07-.9403:8:8.23 !.35.../.:7.547./.207:5.370.70.3 2030-.340  .7. ./. 9:.9:    .3.39::2:7./.9/09.3.3/02:.3.320.9 7039.3./.. 803.2$.703.8.: 0./80-:9. 202:.39047.3.703.2:/.3.-.3.8.9.1.705.3.3/.3503.37.1.-.3.

930-807320307.7.3/.3.3.3...9  28.2-.  .3503./03.70-078.9:      .8.:.3.9/09.32479.7:2..39047.  !.9:8.7.0- 80738.340 -.: .3-07.5.7:907./.3..3..90789 848.39.9478050791.850309.7.7:7.9.-0:2. /02./03.//80-.3. :39:0./..35:..-/423..203:3:..9%3.../.705.9.7.9/825:.507025:.32020.350747.3802:...3-079.3 -.9./.503.:.82033.3.9-07503.9/-. . .9 -././50790.3 0380.::5/423.. 02...39047.  /./02.3 203/::3080..443./.7./.3.7 5.23.35.3808:..3-.7.8 /./.33. 3805079/90.3:2:7/.3.3.39/.7..3/02:.25030/.23808:.947507.3.3.3.3/902:..9320307./.3-.33:3. .503/079.3-07/.1.904780.9808:.8 05.2 92-:3. /-.998 2./. 0-078.04342    %025.5.32.5..90-0 /.0--08.5.3.39.9/.2-..8.-.75.3/80-.8 3:3.3/80:7:/:3.:2:7/.9: 503.0380.3.3403:3.3:.340 $409338  -.9./03.3..503/.3 02.-.9/.3//.390793 5.0--.3/.3.3507025:.89203.3.9../. .:-.247-/9..8.3.39:2-:02-. /03.5933.3808:.3/...7.3/3.37.3 .70 ..80738././.340 $409338  .:5:33:3.3507..-078.50.3.-7 .3.3. 907. ./.3202507.5.5.3 -.840 /4434   -.9...-.0.. .3 2.-.3-.9:   .8 /.354:8:/.350393/. 0-078.8.3.3/3.380-.3 91:8.5744/.

2-.3.8.0..3:   '   !&%&!  0825:.3:9 .70 5.34..3.3 90.9:2-:02-.3.3.3 503./.7.3 :39: 20250740 ..8073 203/079. .34.3 .8.:7.1.7-:.3!073.9 /. /. / 7:./.3 / 7:.8.8 50309.:.503/079.70. #$&.33.3 . .3$! 3108$.3 .7./.3.3.3    07/.9:80-.3 9039.7/03.3 .9 2.89907. #$&.7.5.:.3-079::.3.3: 8.

3.3.8503.993.3.3.705.30825:.9.3./5..479.705.70- 202507.5././.3..3-.3-079025.3 907-0-.9/.380-.3.3-07:2:7   9.80-.9:80-.-./5.9/.3/./.3 50.3202.7..9/.      .8503./.8079.3203./3:3.23 .:8.8503./: //..32.3080.8073907.3.9 .3./.350702-.:3 ..9.9..8/.3 5073/:3.380. .  9.3  05.479.3.8073907.9.-:.479.705.380.-.9/.-070380.3..3..503.35079:2-:../9072.-./5../.3... ././...8073907.9:80-.3.3.202-07.       $.3.:3 .9.3/. 40.7802:.     .3.9/..-078.7.9.9:2-:02-.3.3.39/.9. -07:9  .

-..3 907.8.5.3.   .3.7:-.:503::..5-:20303.3.3/03.-...9.38. . .3 80./.3.99:507::39:9.3.380.2. .3.88..9/.903.5..9.2.3.9203.5.9-07503.7/.3-.9.72..802:.33:3.3./...7..080.331472.3.3..25.90780-:99/.3.

:.3:93. 50309.35.                       .350309./.380.220..0-85081/.

3 38 !0/...2 $.83/4308.5:8 /8 0 %.   2: 080.&   . $009.:.  .72:080..9   43805.9  43.33.9.0/411  . 8...     :: $. 0/4907.3 !% 08 425:93/4  .: 0507.  /8 0 3...3 &3.3  0/.59.8.020307-. 0/4907.9. #03/0  43    98.9.8 0/4907..97  /8     . /. .  .0789.3 !0/. $009..79.3 !03.  .33.883:3.  09    0.59..3 /8 ..70507.3407  71    . $.3  /8   .79.1 !03.9.79     !0/42.     !07.     ..79.79.79.2  / $.33. 8907 /8   .79..9 3.79..79.3 3.3.9 /.89. .9.3  #080594      :: :.7     !03.:9.7 !03.8.3. 8..   ..3:.79.79.  $409338  %:2-:02-.   %#!&$%   2:/.  $9.../     .3 3.97    .  308   ::..9:  .