Asuhan Keperawatan pada Gangguan Gastrointestine : Gastritis, Ulkus Peptikum, dan Kanker Gaster

Makalah ini disusun untuk memenuhi mata ajaran Keperawatan Medikal Bedah

Dosen : Ns. Elizabeth Ari .,S.Kep

Disusun Oleh : KELAS SANTA TERESA

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus Program Studi DIII Keperawatan Bandung 2009

Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung

1

BAB II TINJAUAN TEORITIS GASTRITIS 2.1 A.
a. b. c. d.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA GASTRITIS Konsep Dasar Penyakit
1. Definisi Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung.( Kapita Selecta Kedokteran, Edisi Gastritis adalah segala radang mukosa lambung.( Buku Ajar Ilmu Bedah ,Edisi Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau perdarahan mukosa lambung Gastritis adalah suatu proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa

Ketiga hal 492) Revisi hal 749) yang dapat bersifat akut, kronis, difus atau local.(Patofisiologi, Sylvia A Price hal 422) lambung dan secara hispatologi dapat dibuktikan dengan adanya infiltrasi sel-sel radang pada daerah tersebut.( Imu Penyakit Dalam Jilid II) Kesimpulan : Gastritis adalah inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung dan dapat dibuktikan dengan adanya infltrasi sel-sel radang. 2. Anatomi dan Fisiologi Lambung

Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung

2

Lambung merupakan sebuah kantung muskuler yang letaknya antara esophagus dan usus halus, sebelah kiri abdomen di bawah diafragma. Lambung merupakan saluran yang dapat mengembang karena adanya gerakan peristaltik, tekanan organ lain, dan postur tubuh. Struktur lambung : a. Fundus ventrikuli Bagian ini menonjol ke atas, terletak di sebelah kiri osteum kardiakum dan biasanya berisi gas. Pada batas dengan esophagus terdapat katup sfingter kardiak. b. Korpus ventrikuli Bagian ini merupakan bagian lambung yang berbentuk tabung dan mempunyai otot yang tebal membentuk sfincter pylorus. Antrum pylorus merupakan muara bagian distal dan berlanjut ke duodenum. c. Antrum pylorus Merupakan bagian lambung yang berbentuk tabung dan mempunyai otot yang tebal membentuk sfincter pylorus. Antrum pylorus merupakan muara distal yang berlanjut ke duodenum. d. Kurvantura minor. Terletak di sebelah kanan lambung dan terbentang dari osteum kardiak sampai ke pylorus. Kurvantura minor dihubungkan ke hepar oleh omentum minor. Suatu lipatan ganda dari peritoneum. e. Oesteum kariakum Merupakan tempat esophagus bagian abdomen masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pylorus yang tidak mempunyai sfincter khusus, hanya berbentuk cincin yang membuka dan menutup osteum dengan kontraksi dan relaksasi. Osteum dapat tertutup oleh lipatan membran mukosa dan serta otot pada dasar esophagus. Fungsi lambung: Lambung menampung makanan yang masuk melalui esophagus, menghancurkan makanan dengan gerakan peristaltik lambung dan getah lambung. Penghancuran makanan dilakukan dengan dua cara: a. Mekanis : menyimpan, mencampur dengan sekret lambung dan mengeluarkan kimus ke dalam usus. Pendorongan makanan terjadi secara gerakan peristaltik setiap 20 detik. b. Kimiawi : bolus dalam lambung akan dicampur dengan asam lambung dan enzim-enzim tergantung jenis makanan enzim yang dihasilkan antara lain pepsin asam garam, renin dan lapisan lambung.

Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung

3

1. Pepsin, memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan pepton) agar dapat diabsorbsi di intestinum minor. 2. Asam garam (HCl) mengasamkan makanan sebagai antiseptik dan desinfektan yang masuk ke dalam makanan. Disamping itu mengubah pepsinogen menjadi pepsin dalam suasana asam. 3. Renin, sebagai ragi pembekuan susu dan membentuk kasein dan kaseinogen dari protein. 4. Lapisan lambung memecah lemak menjadi asam lemak untuk merangsang sekresi getah lambung.

Sekresi getah lambung Sekresi getah lambung mulai terjadi pada awal orang makan apabila melihat, mencium, dan merasakan makanan maka sekresi lambung akan terangsang, karena pengaruh saraf sehingga menimbulkan rangsang kimiawi yang menyebabkan dinding lambung melepaskan hormon yang disebut sekresi getah lambung. Sekresi getah lambung mengalami 3 fase yaitu: Sekresi lambung terjadi pada 3 fase yang serupa : 1. Fase Sefalik Fase pertama ini dimulai dengan rangsangan seperti pandangan, bau atau rasa makanan yang bekerja pada reseptor kortikal serebral yang pada gilirannya merangsang saraf vagal. Intinya, makanan yang tidak menimbulkan nafsu makan menimbulkan sedikit efek pada sekresi lambung. Inilah yang menyebabkan makanan sering secara konvensional diberikan pada pasien dengan ulkus peptikum. Saat ini banyak ahli gastroenterology menyetujui bahwa diet saring mempunyai efek signifikan pada keasaman lambung atau penyembuhan ulkus. Namun, aktivitas vagal berlebihan selama malam hari saat lambung kosong adalah iritan yang signifikan. 2.Fase Lambung Pada fase ini asam lambung dilepaskan sebagai akibat dari rangsangan kimiawi dan mekanis terhadap reseptor dibanding lambung. Refleks vagal menyebabkan sekresi asam sebagai respon terhadap distensi lambung oleh makanan.

Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung

4

gastritis dapat dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan : a. dan regenerasi epitel. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 5 . a. Mukosa yang tidak dapat dimasuki disebut barier mukosa lambung.Fase usus Makanan dalam usus halus menyebabkan pelepasan hormon(dianggap menjadi gastrin) yang pada waktunya akan merangsang sekresi asam lambung. Pada manusia. Mucus ini mengabsorpsi pepsin dan melindungi mukosa terhadap asam. c. Manifestasi klinis Gambaran hispatologi Distribusi anatomi Klasifikasi gastritis kronis berdasarkan : Gambaran Hispatology · · · · Gastritis kronik superficial Gastritis kronik atropik Atrofi lambung Metaplasia intestinal Perubahan histology kalenjar mukosa lambung menjadi kelenjar-kelenjar mukosa usus halus yang mengandung sel goblet. integritas sel mukosa. hipersekresi asam pepsin 3. Barier ini adalah pertahanan untama lambung terhadap pencernaan yang dilakukan oleh sekresi lambung itu sendiri.3. Asam hidroklorida kontak hanya dengan sebagian kecil permukaan lambung. b. Oleh karena itu. Factor lain yang mempengaruhi pertahanan adalah suplai darah. Asam hidroklorida disekresikan secara kontinyu. Bila asam hidroklorida tidak dibuffer dan tidak dinetralisasi dan bila lapisan luar mukosa tidak memberikan perlindungan asam hidroklorida bersama dengan pepsin akan merusak lambung. tetapi sekresi meningkat karena mekanisme neurogenik dan hormonal yang dimulai dari rangsangan lambung dan usus. Kemudian menyebar ke dalamnya dengan lambat. keseimbangan asam basa. seseorang mungkin mengalami ulkus peptikum karena satu dari dua factor ini : 1. sekresi lambung adalah campuran mukokolisakarida dan mukoprotein yang disekresikan secara kontinyu melalui kelenjar mukosa. Klasifikasi Secara garis besar.

Respon mukosa lambung akibat penurunan sekresi mukus dapat berupa eksfeliasi (pengelupasan). Adanya HCl yang berada di dalam lambung akan menimbulkan rasa mual. makanan yang pedas. Zat kimia maupun makanan yang merangsang akan menyebabkan sel epitel kolumner. Vasodilatasi mukosa gaster akan menyebabkan produksi HCl meningkat. Perdarahan yang terjadi dapat mengancam hidup penderita. · Distribusi Anatomi Gastritis kronis korpus ( gastritis tipe A) Sering dihubungkan dengan proses autoimun dan berlanjut menjadi anemia pernisiosa karena terjadi gangguan absorpsi vitamin B12 dimana gangguan absorpsi tersebut disebabkan oleh kerusakan sel parietal yang menyebabkan sekresi asam lambung menurun. Lapisan mukosa gaster terdapat sel yang memproduksi HCl (terutama daerah fundus) dan pembuluh darah.b. yang berfungsi untuk menghasilkan mukus. Respon mukosa lambung karena penurunan sekresi mukus bervariasi diantaranya vasodilatasi sel mukosa gaster. zat kimia misalnya obat-obatan dan alkohol. mengurangi produksinya. panas maupun asam. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 6 . Anoreksia juga dapat menyebabkan rasa nyeri. Sedangkan mukus itu fungsinya untuk memproteksi mukosa lambung agar tidak ikut tercerna. Hilangnya sel mukosa akibat erosi memicu timbulnya perdarahan. · · Gastritis kronik antrum (gastritis tipe B) Paling sering dijumpai dan berhubungan dengan kuman Helicobacter pylori Gastritis tipe AB Anatominya menyebar keseluruh gaster dan penyebarannya meningkat seiring bertambahnya usia 4. Pada para yang mengalami stres akan terjadi perangsangan saraf simpatis NV (Nervus vagus) yang akan meningkatkan produksi asam klorida (HCl) di dalam lambung. Rasa nyeri ini ditimbulkan oleh karena kontak HCl dengan mukosa gaster. sehingga erosi menghilang dalam waktu 24-48 jam setelah perdarahan. Eksfeliasi sel mukosa gaster akan mengakibatkan erosi pada sel mukosa. muntah dan anoreksia. Patofisiologi Terjadinya Penyakit 1. namun dapat juga berhenti sendiri karena proses regenerasi. Gastritis Akut Gastritis akut dapat disebabkan oleh karena stres.

renjatan. cuka. gagal ginjal. luka bakar luas. Organisme ini menyerang sel permukaan gaster. yaitu dengan mengganti sel mukosa gaster. Lorraine. Gastritis Kronis Helicobacter pylori merupakan bakteri gram negatif. Penyebab / Factor predisposisi Gastritis akut · · o o o · Dapat terjadi tanpa diketahui Gastritis erosive merupakan salah satu gastritis akut yang disebabkan oleh: Trauma yang luas. Sylvia dan Wilson. obat antiinflamasi. trauma kepala. alcohol berlebih. 1999: 162). Karena sel desquamosa lebih kuat maka elastisitasnya juga berkurang. Kerusakan pembuluh darah ini akan menimbulkan perdarahan (Price. sehingga akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah lapisan mukosa. Metaplasia adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh terhadap iritasi. nonsteroid. Obat-obatan seperti aspirin. penyakit hati berat. teh panas dan merokok. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 7 . gagal nafas. 5. Kasus ini jarang ditemukan. alcohol. Pada saat mencerna makanan. · Factor lain yang juga dapat menyebabkan gastritis kronis adalah refluk kronik cairan pankreatobilier. asam empedu dan lisosetin. memperberat timbulnya desquamasi sel dan muncullah respon radang kronis pada gaster yaitu: destruksi kelenjar dan metaplasia. kafein. Aspek imunologis Dapat dilihat dari ditemukannya autoantibody terhadap factor intrinsik lambung dan sel partial pada pasien dengan anemia pernisiosa. misalnya dengan sel desquamosa yang lebih kuat.2. lambung melakukan gerakan peristaltik tetapi karena sel penggantinya tidak elastis maka akan timbul kekakuan yang pada akhirnya menimbulkan rasa nyeri. septicemia Operasi besar. Metaplasia ini juga menyebabkan hilangnya sel mukosa pada lapisan lambung. · Aspek bakteriologi Gastritis kronik Salah satu bakteri penyebab gastritis adalah “ Helicobacter pylori” dan sering dijumpai berbentuk gastritis kronis aktif autrum. lada.

dingin.4 Nyeri (akut / kronis) b.d perdarahan.d luka bakar kimia pada mukosa gaster. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 8 . Kekurangan volume cairan (kehilangan aktif) b . rongga oral. produksi HCl meningkat Nyeri Respon mukosa lambung akibat penurunan sekresi mukus dapat berupa eksfeliasi (pengelupasan) erosi pada sel mukosa pendarahan Dx1. asam) perangsangan saraf simpatis NV (Nervus vagus) meningkatkan produksi asam klorida (HCl) di dalam lambung menimbulkan rasa mual. iritasi lambung. muntah dan anoreksia. mual. makanan panas.Patoflow : Gastritis Akut Stres (Obat-obatan. sel epitel kolumner mengurangi produksinya vasodilatasi sel mukosa gaster Dx. muntah dan anoreksia. makanan pedas.

mual. rongga oral. ancaman kematian. Risiko tinggi kerusakan perfusi jaringan berhubungan dengan hipovolemia Dx3. Dx2. nyeri.d luka bakar kimia pada mukosa gaster. misalnya dengan sel desquamosa yang lebih kuat Elastisitas sel mukosa gaster(sel pengganti) berkurang hilangnya sel mukosa pada lapisan lambung timbul kekakuan ketika lambung melakukan gerakan peristaltik kerusakan pembuluh darah lapisan mukosa Dx.4 Nyeri (akut / kronis) b.Gastritis Kronis Infeksi oleh Helicobacter Pilory Menyerang sel permukaan gaster timbulnya desquamasi sel Respon radang kronis pada gaster yaitu: destruksi kelenjar dan metaplasia Metaplasia → mengganti sel mukosa gaster. muntah dan anoreksia.d perubahan status kesehatan. Ansietas / ketakutan b. Kekurangan volume cairan (kehilangan aktif) b . iritasi lambung. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 9 . pendarahan Dx1.d perdarahan.

Bervariasi dan tidak jelas Perasaan penuh. b. Gastritis akut erosive sangat bervariasi .satunya gejala. Gastritis kronis 1. 4.mual dan muntah. Epidemiologi / Insiden Kasus Gastritis merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dijumpai di klinik Penyakit Dalam. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 10 . 6) Pada pemeriksaan fisis biasanya tidak ditemukan kelainan kecuali mereka yang mengalami perdarahan yang hebat sehingga menimbulkan tanda dan gejala gangguan hemodinamik yang nyata seperti hipotensi. Pada kasus yang sangat berat.6. 2. terjadi renjatan karena kehilangan darah. takikardia sampai gangguan kesadaran. gejala yang sangat mencolok adalah : 1) 2) Hematemetis dan melena yang dapat berlangsung sangat hebat sampai Pada sebagian besar kasus. pucat. gejalanya amat ringan bahkan asimtomatis. 3) 4) 5) Kadang – kadang disertai dengan mual. Gejala klinis a. mulai dari yang sangat ringan asimtomatik sampai sangat berat yang dapat membawa kematian. 3. biasanya ringan dan tidak dapat ditunjuk dengan tepat lokasinya. Keluhan – keluhan itu misalnya nyeri timbul pada uluhati. anoreksia Distress epigastrik yang tidak nyata Cepat kenyang 7. Perdarahan saluran cerna sering merupakan satu.Gastritis akut merupakan penyakit yang sering ditemukan biasanya jinak dan dapat sembuh sendiri dan ± 80 – 90% yang dirawat di ICU menderita gastritis akut. keringat dingin. Pada kasus yang amat ringan perdarahan bermanifestasi sebagai darah samar pada tinja dan secara fisis akan dijumpai tanda – tanda anemia defisiensi dengan etiologi yang tidak jelas.

karena itu sebaiknya digunakan kontras ganda. hyperplasia rugae.pylori Pemeriksaan serologi untuk H.8. Gastritis akut Tiga cara dalam menegakkan diagnosis yaitu gambaran klinis.pylori : sebagai diagnosis awal Analisis cairan lambung : untuk memperjelas diagnosis Pemeriksaan radiologi Endoskopi : meliputi topografi dan gambaran endoskopinya dimana gambaran • • • Etiologi Topografi Morfologi Eritematous / eksudatif Erosi flat. hemoragik. Menerangkan tentang inflamasinya. erosi raised. · Pemeriksaan laboratorium Kultur : untuk membuktikan adanya infeksi Helicobacter pylori CLO ( Rapid ureum test) : untuk menegakkan diagnosis H. metaplasia intestinal. · · · · b. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 11 . Diagnosis / Kriteria Diagnosis a. aktivitas radang. Pemeriksaan Diagnostik / Penunjang a. Dengan kontras tunggal sukar untuk melihat lesi permukaan yang superficial. atrofi. Secara umum peranan endoskopi saluran cerna bagian atas lebih sensitive dan spesifik untuk diagnosis kelainan akut lambung. Helicobacter pylori. 9. Hispatologi dengan melakukan biopsy pada semua segmen lambung dimana endoskopinya meliputi : hasilnya meliputi : Menyebutkan ada tidaknya bakteri Helicobacter Pylori Meliputi gastritis kronis antrum. gambaran lesi mukosa akut di mukosa lambung berupa erosi atau ulkus dangkal dengan tepi rata pada endoskopi dan gambaran radiologi. korpus atau gastritis dengan predomonasi antrum atau korpus.

Obat-obatan ditujukan untuk mengatur sekresi asam lambung. antacid dapat berfungsi untuk mengurangi sekresi asam.pylori sebagai diagnosis awal. Perlu pula dilakukan kultur untuk membuktikan adanya infeksi Helicobacter Pylori apalagi jika ditemukan ulkus baik pada lambung ataupun pada duodenum. Diet lambung dengan porsi kecil dan sering. mengingat angka kejadian yang cukup tinggi yaitu hampir mencapai 100%. antikolinergik dan antacid. Pengkajian 1. b. takipnea / hiperventilasi (respons terhadap aktivitas) Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 12 . 10.pylori jika hasil CLO dan atau PA positif. Penatalaksanaan Medis Gastritis akut Factor utamanya adalah dengan menghilangkan etiologinya. jika keluhan diatas tidak mereda maka koreksi keseimbangan cairan dan elektrolit dengan IVFD. B. Aktivitas / Istirahat Gejala : kelemahan. Kriteria minimal untuk menegakkan diagnosis H. kolitromisin. berupa antagonis reseptor H2 . kelelahan Tanda : takikardia. Proses Keperawatan 1.b. Dilakukan pula rapid ureum test (CLO). Keluhan akan mereda bila agen-agen penyebab dapat dihilangkan. Dilakukan pula pemeriksaan serologi untuk H. amoxicillin). metronidasol. berupa sukralfat dan prostaglandin. Gastritis kronis Diagnosis gastritis kronik ditegakkan berdasarkan pemeriksaan endoskopi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan hispatologi biopsy mukosa lambung. Pemberian penghambat H2 ( ranitidine). inhibitor pompa proton. Gastritis kronis · · Pemberian vitamin B12 dengan cara parenteral pada kasus anemia pernisiosa Eradikasi Helicobacter pylori pada gastritis tipe B dengan pemberian kombinasi Pengobatannya bervariasi tergantung pada penyebab yang dicurigai penghambat pompa proton dan antibiotic ( tetrasiklin. Obat antimuntah dapat diberikan untuk meringankan mual dan muntah. Juga ditujukan sebagai sitoprotektor.

Masalah menelan : cegukan Nyeri ulu hati. Karakteristik feses : diare. merah cerah. gastritis. darah warna gelap. disritmia (hipovolemia / hipoksemia) . nyeri akut. sendawa bau asam. perasaan tak berdaya. distensi   Bunyi usus : sering hiperaktif selama perdarahan. bau busuk (steatorea). turgor kulit buruk (perdarahan kronis). suara gemetar. gemetar. dengan atau tanpa bekuan darah. Eliminasi Gejala : riwayat perawatan di rumah sakit sebelumnya karena perdarahan gastro interitis (GI) atau masalah yang berhubungan dengan GI.warna kulit : pucat. hubungan kerja). berbusa. Integritas ego Gejala : faktor stress akut atau kronis (keuangan.hipotensi (termasuk postural) .2. misal : gelisah.pengisian kapiler lambar / perlahan (vasokonstriksi) . Haluaran urine : menurun. Tanda : nyeri tekan abdomen. Tanda : tanda ansietas. Sirkulasi Gejala : . respons psikologik) 3.Membran mukosa kering. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 13 . penggunaan antasida). pekat. mual / muntah Tanda : muntah : warna kopi gelap atau merah cerah. Makanan / Cairan Gejala : Anoreksia.kelemahan kulit / membran mukosa = berkeringat (menunjukkan status syok. muntah (muntah yang memanjang diduga obstruksi pilorik bagian luar sehubungan dengan luka duodenal). misal: luka peptik / gaster. pucat. hipoaktif setelah perdarahan.takikardia.kelemahan / nadi perifer lemah . kecoklatan atau kadang-kadang Konstipasi dapat terjadi (perubahan diet. iradiasi area gaster. berkeringat. 4. Perubahan pola defekasi / karakteristik feses. sianosis (tergantung pada jumlah kehilangan darah) .   5. mual. perhatian menyempit. penurunan produksi mukosa. bedah gaster.

atau episode muntah berat. alkohol. hal: 455). 8. Tanda : wajah berkerut. eritema palmar (menunjukkan sirosis / hipertensi portal) 9.6. steroid. Spider angioma. 1999. Penyuluhan / Pembelajaran Gejala : adanya penggunaan obat resep / dijual bebas yang mengandung ASA. Nyeri epigastrum kiri sampai tengah / atau menyebar ke punggung terjadi 1-2 jam setelah makan dan hilang dengan antasida (ulus gaster). kelemahan. Keluhan saat ini dapat diterima karena (misal : anemia) atau diagnosa yang tak berhubungan (misal : trauma kepala). rentang dari agak cenderung tidur. perhatian menyempit.   Rasa ketidaknyamanan / distres samar-samar setelah makan banyak dan hilang dengan makan (gastritis akut). rokok. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 14 . ibuprofen). antibiotik. pusing / sakit kepala karena sinar. Masalah kesehatan yang lama misal : sirosis. disorientasi / bingung. stresor psikologis. gangguan makan (Doengoes. NSAID menyebabkan perdarahan GI. hepatitis. pucat. Nyeri / Kenyamanan Gejala : nyeri. Status mental : tingkat kesadaran dapat terganggu. Tak ada nyeri (varises esofegeal atau gastritis). digambarkan sebagai tajam. berhati-hati pada area yang sakit. berkeringat. dangkal. 7. alkoholisme. penggunaan obat-obatan tertentu (salisilat. Keamanan Gejala : alergi terhadap obat / sensitif misal : ASA Tanda : peningkatan suhu. rasa terbakar.   Faktor pencetus : makanan. flu usus. nyeri hebat tiba-tiba dapat disertai perforasi. reserpin. Neurosensi Gejala : rasa berdenyut. sampai pingsan dan koma (tergantung pada volume sirkulasi / oksigenasi). perih. alkohol. Nyeri epigastrum kiri sampai / atau menyebar ke punggung terjadi kurang lebih 4 jam setelah makan bila lambung kosong dan hilang dengan makanan atau antasida (ulkus duodenal).

Jadwalkan aktivitas untuk memberikan periode istirahat tanpa gangguan.  Tinggikan kepala tempat tidur selama pemberian antasida Rasional: mencegah refleks gaster pada aspirasi antasida dimana dapat menyebabkan komplikasi paru serius.  Awasi tanda vital Rasional: perubahan tekanan darah dan nadi dapat digunakan perkiraan kasar kehilangan darah (misal: TD <> 110 diduga 25% penurunan volume atau kurang lebih 1000 ml). Kandungan empedu kuning kehijauan menunjukkan bahwa pilorus terbuka. Rasional: aktivitas / muntah meningkatkan tekanan intra-abdominal dan dapat mencetuskan perdarahan lanjut. Ukur kehilangan darah / cairan melalui muntah.  Awasi masukan dan haluaran dihubungkan dengan perubahan berat badan. dan defekasi. Darah merah cerah menandakan adanya atau perdarahan arterial akut. ☺Kolaborasi  Berikan cairan / darah sesuai indikasi Rasional: penggantian cairan tergantung pada derajat hipovolemia dan lamanya perdarahan (akut atau kronis) Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 15 . mual. mencegah muntah dan tegangan pada saat defekasi. Intervensi  Catat karakteristik muntah dan / atau drainase Rasional : membantu dalam membedakan penyebab distres gaster.2. muntah dan anoreksia. Rasional: memberikan pedoman untuk penggantian cairan. penghisapan gaster / lavase.  Pertahankan tirah baring. Kandungan fekal menunjukkan obstruksi usus. Diagnosa Keperawatan Menurut Doengoes (1999: 458-466) pada pasien gastritis ditemukan diagnosa keperawatan: 1. Kekurangan volume cairan (kehilangan aktif) berhubungan dengan perdarahan.

Rasional: penghambat histamin H2 menurunkan produksi asam gaster. proklorperazine / campazine) Rasional: menghilangkan mual dan mencegah muntah.  Catat haluaran dan berat jenis urine Rasional: penurunan perfusi sistemik dapat menyebabkan iskemia / gagal ginjal dimanifestasikan dengan penurunan keluaran urine. Mylanta. 2. Maalox. nizatidin (acid). khususnya tiba-tiba. berkeringat.  Antasida (misal: Amphojel. Riopan) Rasional: dapat digunakan untuk mempertahankan pH gaster pada tingkat 4. pengisian kapiler lambat dan nadi perifer lemah.  Kaji kulit terhadap dingin.  Selidiki keluhan nyeri dada Rasional: dapat menunjukkan iskemia jantung sehubungan dengan penurunan perfusi.  Antiemetik (misal: metoklopramid / reglan. keluhan pusing / sakit kepala Rasional: perubahan dapat menunjukkan ketidakadekuatan perfusi serebral sebagai akibat tekanan darah arteria. Rasional: vasokonstriksi adalah respons simpatis terhadap penurunan volume sirkulasi dan / atau dapat terjadi sebagai efek samping pemberian vasopresin. nyeri hebat atau nyeri menyebar ke bahu Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 16 . Berikan obat sesuai indikasi: Ranitidin (zantac). pucat. Risiko tinggi kerusakan perfusi jaringan berhubungan dengan hipovolemia Intervensi  Selidiki perubahan tingkat kesadaran.5 atau lebih tinggi untuk menurunkan risiko perdarahan ulang.  Catat laporan nyeri abdomen.

dapat meningkatkan ketrampilan koping. pusing. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 17 .  Berikan cairan IV sesuai indikasi Rasional: mempertahankan volume sirkulasi dan perfusi 3. sakit kepala.Rasional: nyeri disebabkan oleh ulkus gaster sering hilang setelah perdarahan akut karena efek bufer darah. ☺Kolaborasi  Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi Rasional: mengobati hipoksemia dan asidosis laktat selama perdarahan akut. kemerahan. Ansietas / ketakutan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. sensasi kesemutan. pijat dengan minyak. Rasional: dapat menjadi indikatif derajat takut yang dialami pasien tetapi dapat juga berhubungan dengan kondisi fisik / status syok. Ubah posisi dengan sering Rasional: gangguan pada sirkulasi perifer meningkatkan risiko kerusakan kulit. Nyeri berat berlanjut atau tiba-tiba dapat menunjukkan iskemia sehubungan dengan terapi vasokinstriksi.  Observasi kulit untuk pucat. Intervensi  Awasi respons fisiologi misal: takipnea. Rasional: membuat hubungan terapeutik. nyeri. palpitasi.  Berikan informasi akurat Rasional: melibatkan pasien dalam rencana asuhan dan menurunkan ansietas yang tak perlu tentang ketidaktahuan. ancaman kematian. berikan umpan balik.  Dorong pernyataan takut dan ansietas.  Berikan lingkungan tenang untuk istirahat Rasional: memindahkan pasien dari stresor luar meningkatkan relaksasi.

♦ Berikan perawatan oral sering dan tindakan kenyamanan. meminimalkan nyeri / ketidaknyamanan. ♦ Kaji ulang faktor yang meningkatkan atau menurunkan nyeri Rasional: membantu dalam membuat diagnosa dan kebutuhan terapi. dimana dapat membantu mendiagnosa etiologi perdarahan dan terjadinya komplikasi. Dorong orang terdekat tinggal dengan pasien Rasional: membantu menurunkan takut melalui pengalaman menakutkan menjadi seorang diri. 4. Intervensi ♦ Catat keluhan nyeri. Berikan obat sesuai indikasi. termasuk lokasi. juga menghancurkan kandungan gaster. rongga oral.  Tunjukkan teknik relaksasi Rasional: belajar cara untuk rileks dapat membantu menurunkan takut dan ansietas. lamanya. misal: pijatan punggung. misal: Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 18 . Nyeri (akut / kronis) berhubungan dengan luka bakar kimia pada mukosa gaster. ♦ Berikan makanan sedikit tapi sering sesuai indikasi untuk pasien Rasional: makanan mempunyai efek penetralisir asam. Makan sedikit mencegah distensi dan haluaran gastrin. perubahan posisi Rasional: nafas bau karena tertahannya sekret mulut menimbulkan tak nafsu makan dan dapat meningkatkan mual. ☺Kolaborasi ♦ Antasida Rasional: menurunkan keasaman gaster dengan absorbsi atau dengan menetralisir kimia. iritasi lambung. intensitas (skala 0-10) Rasional: nyeri tidak selalu ada tetapi bila ada harus dibandingkan dengan gejala nyeri pasien sebelumnya. ♦ Bantu latihan rentang gerak aktif / pasif Rasional: menurunkan kekakuan sendi.

dan menghilangkan nyeri nokturnal.♦ Antikolinergik (misal : belladonna. atropin) Rasional: diberikan pada waktu tidur untuk menurunkan motilitas gaster. menekan produksi asam. memperlambat pengosongan gaster. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 19 .

gaster.ULKUS PEPTIKUM 2. dua mekanisme berbeda pada terjadinya penyakit ulkus peptikum di lambung dan duodenum telah diusulkan. Biasanya. pylori. pylorus. Ulkus ini di sebabkan oleh erosi area terbatas dari membran mukosa. duodenal atau esophageal. tetapi terjadi dalam bentuk multiple. Di lambung.2 Ulkus Peptikum 1. tergantung pada lokasinya. diperkirakan terjadi kerusakan perlindungan lapisan epitel secara normal dan menyebabkan ulkus gaster. atau esophagus. aliran asam hidroklorida dari lumen lambung dicegah oleh adanya hubungan yang sangat erat dan nonpermeabel antara sel-sel epitel dan lapisan alkalin mukus yang menyelimuti permukaan epitel lambung. Ulkus peptikum ini lebih mungkin terjadi pada duodenum dari pada lambung. Patofisiologi Penyebab ulkus peptikum duodenum dan gaster saat ini diperberat oleh H. pylori. Pada situasi normal. 2. Pengertian • Ulkus peptikum adalah putusnya kontinuitas mukosa lambung yang meluas sampai di bawah epitel. Kesimpulan : Ulkus peptikum adalah ekskavasi ( area berlubang ) yang terbentuk dalam dinding mukosa lambung. duodenum. Ulkus peptikum kronis cenderung terjadi pada kurvatura minor dari lambung. Erosi ini dapat meluas sedalam lapisan otot atau seluruh otot diperineum. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 20 . atau jejunum. ini terjadi secara tunggal. selain H. duodenum. dekat pylorus.pemberantasan organisme ini selalu menimbulkan resolusi gastritis dan akhirnya penyembuhan ulkus . Ulkus peptikum sering disebut sebagai ulkus lambung. • • Adanya lesi pada lambung. Ulkus peptikum juga dapat timbul pada esophagus bawah.pylorus.

Aktifitas saraf vagus meningkat pada individu dengan ulkus duodenum. yang menyebabkan peningkatan sekresi gastrin. hormon adrenokortikosteroid ( ACTH ). Perubahan patofisiologi yang di hubungkan dengan sindrom ini meliputi hipergastrinemia dan diare sekunder akibat malabsorpsi lemak karena penurunan lipase pankreas. dan sekresi lambung meningkat. Bila klien menunjukkan reaksi stres. Zat-zat ini dapat merangsang produksi asam. menyebabkan kerusakan mukosa lokl dan/atau menekan sekresi mukus. Sindrom Zollinger-Ellison adalah kondisi yang di karakteristikkan oleh sekresi abnormal dari gastrin melalui tumor sel islet di pankreas. atau karena cedera akibat asam pada vili. terutama selama status puasa dan pada malam hari. kafein. hyperplasia mukosa gaster diakibatkan oleh efek trifik dari gastrin. suplai darah. Pada aktifitas korteks adrenal. barier difusi ini dapat dirusak oleh adanya cedera kronis oleh aspirin. inaktivasi duodenum. Saraf vagus merangsang sel-sel antrum pilorik untuk melepaskan gastrin. Faktor lain pada penyakit ulkus peptikum adalah adanya sters emosi. Bersama-sama faktor ini mengakibatkn peningkatan kerentanan klien terhadap ulserasi. dan agen kemoterapi. produksi mukus berkurang. yang pada waktunya berjalan melalui aliran darah dan bekerja di sel pariental lambung untuk merangsang pelepasan asam hidroklorida. Zat-zat ini melepas lapisan permukaan mukus dan menyebabkan degenerasi membran sel epitel. alkohol. kortison. disamping sekresi lambung. dan kondisi lain dapat menimbulkan “ulkus sters” atau gastritis erosif stress di dalam saluran gastrointestinal. yang membuat mukosa makin rentan terhadap trauma karena asam lambung dan sekresi pepsin. sistem saraf simpatis menyebabkan konstriksi pembuluh darah di duodenum. Faktor pertama terjadinya ulkus peptikum adalah kelebihan sekresi asam. dan motilitas lambung karena stimulasi thalamus melalui hipotalamus sepanjang rute simpati shipofisis. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 21 . dan terjadi difusi masif asam kembali ke epitel dinding lambung. Stres lama karena luka bakar. Pengobatan pada sindrom Zollinger-Ellison ditujukan pada supresi sekresi asam. fenilbutason ( butazolidin ).Pada pembentukan ulkus peptikum gaster. NSAID. trauma berat.

Dx. kelemahan dan dieforesis setelah makan yang b. peningkatan permeabilitas kapiler Kerusakan mukosa dan pembentukan ulkus Dx. kortikosteroid.d efek sekresi asam lambung pada jaringan yang rusak. aspirin Peningkatan permeabilitas mukosa Peningkatan difusi balik H+ Pelepasan pepsin dari sel chief Pelepasan histamin lokal Edema.d koping dengan penyakit akut.PATOFLOW ULKUS PEPTIKUM Syok Sepsis Trauma Sirkulasi Ekstrakorporal memanjang ISKEMIA MUKOSA LAMBUNG Refluks empedu. Dx.1 Nyeri b.4 Nyeri. abdomen penuh. Dx. alcohol.3 Kurang pengetahuan tentang pencegahan gejala dan penatalaksanaan kondisi.d sindrom dumping Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 22 .2 Ansietas b.

kemungkinan sebagai akibat dari diet dan obat-obatan 4. Penyakit ini terjadi dengan frekuensi paling besar pada induvidu antara usia 40 dan 60 tahun tetapi relative jarang pada wanita menyusui. kadang-kadang disertai eruktasi asam.  Konstipasi dan perdarahan Konstipasi dapat terjadi pada pasien ulkus. nyeri kembali timbul. yang naik ke mulut. pasien dengan ulkus mengeluh nyeri tumpul. pylori telah sangat di yakini sebagai factor penyebab. seperti tetusuk atau sensasi terbakar di epigastrium tengah atau punggung. bila lambung telah kosong atau alkali tidak digunakan. Manifestasi klinis  Nyeri.Nyeri tekan lokal yang lembut pada epigastrium atau sedikit disebalah kanan garis tengah. Erutasi. Pria terkena tiga kali lebih sering dari wanita. muntah dapat menjadi gejala ulkus peptikum. namun. meskipun bakteri garam negative H. Biasanya.  Pirosis ( nyeri uluhati ) Beberapa pasien mengalami sensasi luka bakar pada esophagus dan lambung. atau dengan menggunakan alkali. Beberapa gejala menurun dangan memberikan tekanan lokal pada epgastrium. karena makanan menetralisasi asam. atau sendawa umum terjadi bila lambung pasien kosong. tetapi terdapat beberapa bukti bahwa insiden pada Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 23 . Diketahui bahwa ulkus peptikum terjadi hanya pada area saluran GI yang terpajan pada asam hidroklorida dan pepsin. Etiologi dan Insiden Etiologi ulkus peptikum kurang di pahami.3. meskipun ini telah diobservasi pada anak – anak dan bahkan pada bayi.  Muntah Meskipun jarang pada ulkus duodenal yang terkompliksi. Nyeri biasa hilang dengan makan.

Ulkus Duodenal Insiden Usia 30-60 Pria:wanita 3:1 Terjadi lebih sering daripada uklus lambung Tanda dan gejala/temuan klinis Hiperseksi asam lambung Dapat mengalami penambahan berat badan Nyeri terjadi 2-3 jam setelah makan. Setelah menopause. Faktor predisposisi untuk ulkus peptikum : • Blood type ( ulkus gaster dan gologan darah A. jarang terjadi pada malam hari. Ulkus peptikum pada korpus lambung dapat terjadi tanpa sekresi asam berlebihan. • • • Sters emosi. NSAID. sering terbangun dari tidur antara jam 1dan 2 pagi Makan makanan menghilangkan nyeri Muntah tidak umum Hemoragi jarang terjadi dibandingkan ulkus lambung.wanita meningkat. merokok. Proses penuaan. PPOM. dan gangguan hipersekresi. tetapi. Penyebab ulkus peptikum lainnya adalah sekresi bikarbonat mukosa. gagal ginjal Ulkus Lambung Insiden Biasanya 50 dan lebih Pria:wanita 2:1 Tanda dan gejala/temuan klinis Normal sampai hiposekresi asam lambung Penurunan berat badan dapat terjadi Nyeri terjadi ½ sampai 1 jam setelah makan. ciri genetik dan sters. alkohol. Trauma fisik. stres Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 24 . bila ada melena lebih umum daripada hematematis Lebih mungkin terjadi perforasi dari pada usus lambung Kemungkinan malignasi Jarang Faktor Risiko Golongan darah O. hematemesis lebih umum terjadi dari pada melena Kemungkinan malignasi Kadang-kadang Faktor Risiko Gastritis. dapat hilang dengan mudah Makan makanan tidak membantu dan kadang meningkatkan nyeri Muntah umum terjadi Hemoragi lebih mungkin tarjadi dibanding pada uklus duodenal. insiden ulkus peptikum pada wanita hampir sama dengan pria. ulkus duodenum dan golongan darah O).

dan lesi. Ini dapat meliputi :  Penetralan atau buffering asam hidroklorida  Menghambat sekresi asam  Penurunan aktifitas pepsin dan asam hidroklorida  Membasmi H. Penatalaksanaan Medis Tujuan utama intervensi pada ulkus peptikum adalah mengistirahatkan lambung. merokok. Melalui endoskopi. 6. Nyeri yang hilang dengan makan makanan atau antasida dan tidak adanya nyeri yang timbul juga mengidinfikasikan adanya ulkus. serta tes serologis terhadap antibody pada antigen H.kronis. mukosa dapat secara langsung dilihat dan biopsi didapatkan. Berikut ini batasan dan dan keberhasilan intervensi : Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 25 .pylori. stres 5. Pemeriksaan sekretori lambung merupakan nilai yang menentukan dalam mendiagnosis aklorhidria ( tidak terdapat asam hidroklorida dalam getah lambung ) dan sindrom zollingerellison. pylori dari saluran gastrointestinal. Respon terhadap program terapeutik bervariasi sesuai dengan persepsi klien tentang status kesehatannya dan derajat gaya hidup yang dipengaruhi oleh penyakit ulkus.pylori. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan adanya nyeri. meskipu hal ini merupakan tes laboratorium khusus. atau distensi abdominal. sirosis. Adanya juga tes pernapasan yang mendeteksi H. Endoskopi gastrointestinal atas digunakan untuk mengidentifikasi perubahan inflamasi.pylori dapat ditentukan dengan biopsi dan histologi melalaui kultur. Adanya H. nyeri tekan epigastrik. Bising usus mungkin tidak ada. namun endoskopi adalah prosedur diagnostik. alkohol. Pemeriksaan dengan barium terhadap saluran GI atas dapat menunjukkan adanya ulkus. ulkus.

antasida] ). Obat yang diresepkan pada klien dengan ulkus peptikum untuk empat alasan utama : 1) Untuk menghilangkan bakteri H.pembedahan untuk pencegahan kekambuhan ulkus dilakukan untuk alasan berikut : Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 26 . Klien mengalami penurunan nyeri yang akhirnya hilang.  Mengangkat keganasan atau lesi potensial keganasan. 2. juga manifestasi lainnya. Kebanyakan ulkus kronis dan berulang akhirnya diatasi melalui pembedahan. Klien mematuhi jadwal pengibatan.  Mengatasi klien yang tidak berespons terhadap terapi medikal. 4. Klien mengidentifikasi stressor dan mengembangkan cara untuk menghadapi atau mengubahnya.  Mengatasi kedaruratan bedah yang berkembang sebagai komplikasi penyakit ulkus peptikum. 2) Untuk menurunkan sekresi ( obat hiposekresi ([antagonis reseptor H2. pylori dari saluran gasrointstinal ( antibiotika ). 7. 3) Untuk menetralisasi asam ( antasida ) 4) Untuk melindungi barier mukosa ( sukrafal [carafate] ).1. Klien makan nutrisi diet dan melaporkan peningkatan toleransi terhadap makanan. analog prostaglandin. 3. Penatalaksanaan Bedah Pembedahan lambung dilakukan untuk alasan berikut :  Menurunkan kemampuan sekresi asam lambung. antikolonergik. inhibitor pompa proton.

abdomen penuh. Memudahkan regurtasi enterogastrik sekresi mukosa. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 27 . Nyeri. Proses keperawatan pasien dengan ulkus peptikum a. kelemahan dan dieforesis setelah makan yang berhubungan dengan sindrom dumping paska-gastrektomi. dan getah pankreas. Kurang pengetahuan tentang pencegahan gejala dan penatalaksanaan kondisi.  Menghilangkan mekanisme hormon gastrik dengan gastrektomi. Ansietas berhubungan dengan koping dengan penyakit akut. • • • • Diagnosa Nyeri berhubungan dengan efek sekresi asam lambung pada jaringan yang rusak. 8.  Menghilangkan rangsang sekresi asam hidroklorida dan memotong saraf vagus. empedu. • • • • • Pengkajian: Kaji adanya mual dan muntah Kaji tanda-tanda vital Kaji apakah pasien merokok? Kaji adanya stres? Adanya riwayat keluarga dengan penyakit ulkus peptikum? b.  Menurunkan kapasitas sekretorius lambung dengan mengangkat sel parietal.

Instruksikan pasien untuk makan tiga kali makanan seimbang tiap hari dan menghindari kudapan pada waktu tidur. pada saat pulang dari rumah sakit. Bantu pasien mencegah atau mengendalikan ansietas dengan mengajarkan tindakan bantuan mandiri dan anjurkan mengekspresikan perasaan Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 28 .1 : Nyeri berhubungan dengan efek sekresi asam lambung pada jaringan yang Dalam 24 jam penerimaan. DK. di buktikan dengan skala nyeri. gosokan punggung. 5. Beri tahu pasien untuk menghindari makanan dan obat yang mengiritasi. d. Masalah komplikasi/komplikasi potensial Ulkus peptikum dapat menimbulkan komplikasi berikut: • • • • Hemoragi. nyeri tidak ada. lokasi. tidak ada atau kurang. Diagnosa dan Intervensi Keperawatan • rusak. distraksi. bimbing imajinasi ). khususnya yang berkenaan dengan gejala-gejala. Intervensi keperawatan : 1. karakter. 3. Perforasi. persepsi subjektif pasien tentang nyeri hilang. Berikan metode -metode non-farmakologis untuk kontrol nyeri ( mis. 4.indikator –indikator objektif seperti meringis. 2. Obstruksi pilorik ( obstruksi jalan keluar lambung ). faktor pencetus. durasi.c. metode menghilang. Kaji dan dokumentasikan nyeri : beratnya. Penetrasi.

• DK. Waspadai terhadap indikator-indikator obstruksi perforasi dan peritonitis: nyeri abdomen atau hebat. 2 : Ansietas berhubungan dengan koping dengan penyakit akut.6. obstruksi. dan peritonitis. pasang selang gastrik sesuai program. dan normotermia. distensi. Konsul dokter tiba-tiba dengan segera tentang temuan bermakna. 2. obstruksi. napsu makan baik. dan perforasi sekunder akibat proses ulseratif. Intervensi keperawatan : 1. ketidakmampuan mengeluarkan feses atau flatus. melena). Hasil yang diharapkan : Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 29 . distensi. abdomen lunak dan tidak distensi. 5. Bila di indikasikan. Konsul dokter tentang temuan positif. Perubahan perlindungan yang berhubungan dengan potensi terhadap perdarahan. perforasi. Periksa semua fase terhadap darah samar. Pantau dan perhatikan indikator-indikator obstruksi: nyeri abdomen. Kaji terhadap indikator. Hasil yang di harapkan : Pasien bebas dari tanda dan gejala perdarahan. Jangan menggunakan selang lambung pada pasien yang mengalami atau dicurigai mengalami varises esophagus. dibuktikan dengan hasil negatif pada tes darah samar. pasase feses dan flatus. Ajarkan pasien tanda dan gejala komplikas GI dan pentingnya melaporkan hal ini dengan segera pada pemberi perawatan kesehatan bila ini terjadi. muntah. mual.indikator perdarahan (mis. mual. 4.demam. 3. muntah. 3 : Kurang pengetahuan tentang pencegahan gejala dan penatalaksanaan kondisi. dan kekauan abdomen. hematemesis. • DK. Kerusakan integritas jaringan yang berhubungan dengan pemajanan pada iritan kimia (asam gaster dan pepsin). Anjurkan pasien untuk menggunakan teknik penurunan stress.

dan NSAID lain. alcohol. Intervensi keperawatan : 1. tidak hanya untuk penghilangnya nyeri simtomatik. Instruksikan pasien untuk menghindari makanan dan obat berkenan dengan peningkatan sekresi asan dan erosi GI: kopi. rekomendasikan strategis untuk membantu pasien berhenti merokok. Bila dapat di terapkan.Selama tinggal di rumah sakit. kelemahan dan dieforesis setelah makan yang berhubungan dengan sindrom dunping paska-gastrektomi. Tekankan pentingnya menggunakan obat pada interval yang diprogramkan. pasien memenuhi rekomendasi medis untuk mengatasi ulkus peptikum: dalam 24 jam sebelum pulang dari rumah sakit. 3. kafein. Beri tahu pasien untuk menghindari minum cairan dengan makan dan berbaring setelah makan untuk mencegah pengosongan gastrik cepat yang terjadi pada sindrom dumping. respon ini sangat individual. 2. pasien mengungkapkan tindakan untuk mencegah ketidaknyamanan setelah makan. Anjurkan pasien untuk menghindari makanan yang mungkin menyebabkan nyeri atau meningkatkan sekresi asam. 5. abdomen penuh. 2. 4. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 30 . Intervensi keperawatan : 1. Beri tahu pasien untuk menghindari makanan tinggi karbohidrat. pasien mengungkapkan pengetahuan perlunya perubahan gaya hidup. 3. yang mencetuskan rasa penuh osmotik dari cairan di dalam saluran GI dan menambah gejala. Hasil yang diharapkan : Dalam 24 jam sebelim pulang dari rumah sakit. rujuk pasien pada sumber komunitas dan kelompok pendukung untuk membantu pasien berhenti merokok dan minum. dibuktikan dengan tidak adanya atau penurunan nyeri dan tidak ada perdarahan. Instruksikan pasien untuk menghindari makanan fibrosa dan mengunyah makanan secara seksama. Bila dapat di terapkan. DK. aspirin ibuprofen. Jaringan mukosa gastrik dan duodenal sembuh dan tetap utuh. 4 :Nyeri.

1997) antrum gaster dan merupakan kanker adenokarsinoma.PENYULUHAN PASIEN-KELUARGA DAN RENCANA PEMULANGAN Beri pasien dan orang terdekat informasi verbal dan tertulis tentang hal berikut : 1.4 % kematian akibat kanker. Obat-obatan. 2. 2000) Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 31 . Perawatan insisi dan teknik penggantian balutan. bila perlu. Rujuk pada kelompok pendukung komunitas. (Sjamsuhidajat & Wim De Jong. Perubahan peran gaya hidup dalam mencegah eksaserbasi atau kekambuhan ulkus. bila ada. hangat lokal.dosis. atur konsultasi dengan ahli diet. Ajarkan pasien tentang tanda infeksi luka: kemerahan menetap. dan potensil efek samping. bengkak. termasuk berhenti merokok dan mengurangi stress. demam. (Baughmen & JoAnn. bau busuk. tujuan. dan potensial komplikasi. (Price & Wilson.drainase purulen. eksaserbasi atau kekambuhan. jadwal. Tanda dan gejala eksaserbasi dan kekambuhan. Pengertian • • Karsinoma gaster merupakan tumor ganas lambung yang paling banyak Karsinoma gaster merupakan bentuk neoplasma gastrointestinal yang paling tergolong adenokarsinoma. Pentingnya mengikuti diet yang di programkan untuk memfasilitasi penyembuhan ulkus. Konsep Penyakit Ca Gaster a. Rujuk pada spesialis perawatan kesehatan untuk bantuan penurunan sters. 4. 7. 1990) sering terjadi dan menyebabkan sekitar 2. (Soeparman & Sarwono Waspadji. 6. 3. 5. termasuk nama.3 ASUHAN KEPERAWATAN PADA CA GASTER A. bila perlu. interaksi obat/obat dan makanan/obat. 1995) • • Karsinoma gaster adalah gangguan sel gaster yang dalam waktu lama terjadi Karsinoma gaster merupakan mutasi sel gaster yang kebanyakan menyerang mutasi sel gaster.Bila tepat. CA GASTER 2. atau mengontrol sindrom dumping mencegah pascapembedahan. kewaspadaan.

a. (Depressed type) Didapatkan permukaan yang iregular dan pinggir tidak rata (iregular) hiperemik / perdarahan. Bormann III. Bormann I. perdarahan dengan atau tanpa ulserasi. Tipe II (superficial type) Dapat dibagi atas 3 sub tipe: II. terdapat sedikit elevasi dan lebih meluas dan melebar. gastroskopi dan pemeriksaan histopatologis dapat dibagi atas : Tipe I (pritrured type) Tumor ganas yang menginvasi hanya terbatas pada mukosa dan sub mukosa yang berbentuk polipoid. Bentuknya ireguler permukaan tidak rata. (Flat type) Tidak terlihat elevasi atau depresi pada mukosa dan hanya terlihat perubahan pada warna mukosa. 3. Advanced gastric cancer (tumor ganas lanjut).c. tidak terlihat batas tegas pada dinding dan infiltrasi difus pada seluruh mukosa. Berdasarkan hasil pemeriksaan radiologi.Menurut klasifikasi Bormann dapat dibagi atas : 1. (Excavated type) Menyerupai Bormann II (tumor ganas lanjut) dan sering disertai kombinasi seperti II c & III atau III & II c dan II a & II c. 4. b. II. (Elevated type) Tampaknya sedikit elevasi mukosa lambung. Bormann IV Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 32 . Mukosa sekitar ulkus tampak sangat hiperemik. Hampir seperti tipe I. Klasifikasi Early gastric cancer (tumor ganas lambung dini). 2. Berupa infiltrating Carsinomatous type.b. Bormann II Merupakan Non Infiltrating Carsinomatous Ulcer dengan tepi ulkus serta mukosa sekitarnya menonjol dan disertai nodular. keabuan dan merah kehitaman. Bentuknya berupa polipoid karsinoma yang sering juga disebut sebagai fungating dan mukosa di sekitar tumor atropik dan iregular.Kesimpulan : karsinoma gaster adalah neoplasma gastrointestinal yang menyebabkan mutasi sel gaster. Dasar ulkus terlihat nekrotik dengan warna kecoklatan. Type III. II.

dan kelenjar limfe supraklavikuler kiri (Limfonodi Virchow) yang membesar menunjukkan penyakit yang lanjut dan sudah menyebar. Faktor yang mempermudah timbulnya tumor ganas gaster adalah perubahan mukosa yang abnormal antara lain seperti gastritis atropik. c. . Pada stadium lanjut bila sudah metastase ke hepar bisa mengakibatkan hepatomegali. asites. Ternyata pada orang Jepang yang telah lama meninggalkan Jepang.Berupa bentuk diffuse Infiltrating type. Patofisiologi Seperti pada umumnya tumor ganas ditempat lain penyebab tumor gaster juga belum diketahui secara pasti.6 % dari semua kematian akibat kanker. tidak terlihat batas tegas pada dinding dan infiltrasi difus pada seluruh mukosa. Gejala biasanya timbul setelah massa tumor cukup membesar sehingga bisa menimbulkan gangguan anoreksia. Selain itu faktor ulkus gastrikum adalah salah satu faktor pencetus terjadinya karsinoma gaster. Karsinoma gaster merupakan bentuk neoplasma lambung yang paling sering terjadi dan menyebabkan sekitar 2. frekuensi tumor ganas gaster lebih rendah. polip di gaster. Di samping itu juga pengaruh keadaan lingkungan mungkin memegang peran penting terutama pada penyakit gaster seperti dinegara Jepang. Rusia dan Skandinavia. Bila terdapat ikterus obstruktiva harus dicurigai adanya penyebaran di porta hepatik. dan gangguan penyerapan nutrisi di usus sehingga berpengaruh pada penurunan berat badan yang akhirnya menyebabkan kelemahan dan gangguan nutrisi. Faktor genetik memegang peranan penting. teraba massa pada rektum. Adanya nyeri perut. dan anemia pernisiosa. Laki-laki lebih sering terserang dan sebagian besar kasus timbul setelah usia 40 tahun. karsinoma gaster sering tanpa gejala karena lambung masih dapat berfungsi normal. Australia. dibuktikan karsinoma lambung lebih sering terjadi pada orang dengan golongan darah A. hepatomegali. Pada stadium awal. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 33 . Irlandia. Bila kerja usus dalam menyerap nutrisi makanan terganggu maka akan berpengaruh pada zat besi yang akan mengalami penurunan yang akhirnya menimbulkan anemia dan hal inilah yang menyebabkan gangguan pada perfusi jaringan penurunan pemenuhan kebutuhan oksigen di otak sehingga efek pusing sering terjadi. hal ini lah yang menyebabkan nyeri tekan epigastrik. Tumor yang sudah membesar akan menghimpit atau menekan saraf sekitar gaster sehingga impuls saraf akan terganggu. Chili.

paru. 5. Kabanyakan karsinoma gaster berkembang pada bagian bawah gaster. Prognosis yang baik berhubungan dengan bentuk polipoid dan kemudian berbentuk ulserasi dan yang paling jelek ada bentuk scirrhous dan bentuk infiltrasi.Karsinoma gaster berasal dari pertumbuhan epitel pada membran mukosa gaster. Sedangkan pada atrofi gaster disapatkan bagian atas gaster dan secara multicenter. Dapat juga mengenai tulang. otak dan bagian lain saluran cerna. 3. pankreas dan hilus selitar limpa. 6. Seperempatnya berbentuk tumor yang berulserasi. Penyebarannya melalui dinding yang disemari penyebaran pada permukaan. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 34 . Bentuk linisplastika. Karsinoma gaster terlihat beberapa bentuk. Seperempatnya berasal dari propria yang berbentuk fungating yang tumbuh ke lumen sebagai massa. 2. 4. arteri hepatika dan celiac. Sepertiganya karsinoma berbagai bentuk di atas. Massa yang tumbuh melalui dinding menginvasi lapisan otot. 1. Penyebaran karsinoma gaster sering ke hati.

Nyeri b. Herediter Infeksi H. polip di gaster. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. muntah dan tidak nafsu makan Massa tumor cukup membesar Gangguan anoreksia Gangguan penyerapan nutrisi pada usus Penurunan Fe → Anemia Metastase Hepar Hepatomegali Impuls saraf terganggu Nyeri tekan epigastrik Asites Penurunan kebutuhan O2 di otak Teraba massa pada rectum Kelenjar limfe suprakalvikuler kiri (Limfonodi Virchow) membesar Stadium Lanjut Tumor membesar → menekan saraf sekitar gaster Dx 1. Penyebaran telah mencapai porta hepatika Dx 2. kurang serat. Kecemasan b. pedas.d kelemahan fisik.d proses pertumbuhan sel-sel kanker Gangguan perfusi jaringan Dx 4.Karsinoma Gaster Gastritis atropik. makanan diasap.d mual.d rencana pembedahan Ikterus Obstruktif Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 35 . anemia pernisiosa Kebiasaan Hidup : Sering makanmakanan panas . Pilory Keadaan Lingkungan Perubahan mukosa yang abnormal Pertumbuhan epitel pada membran mukosa gaster Dx 3. Intoleransi beraktivitas b.

2. e. f. Pasien mengeluh rasa tidak enak pada perut terutama sehabis makan. Pylory). Etiologi Penyebab dari karsinoma Gaster sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Herediter. Nausea. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 36 . Keram abdomen m. Anoreksia. 6. j. l. Namun para penyelidik berpendapat bahwa komposisi makanan merupakan salah satu faktor penting dalam kejadian karsinoma Gaster. g. Sering makan daging hewan dengan cara dipanggang atau dibakar atau diasapkan. 5. Makan makanan yang memproduksi bahan karsinogenik dan ko-karsinogenik. e. Hematemasis. Sering makan makanan yang terlalu pedas. Penurunan Berat badan. Faktor infeksi (oleh kuman H. 4. Kurang makanan yang mengandung serat. Gastritis kronis. Faktor – faktor tersebut seperti : 1. Regurgitasi. Disfagia. k. Mudah kenyang. Nyeri b. h. Tanda dan Gejala Tanda dan gejala karsinoma kolo-rektal tergantung dari lokasi dan besarnya tumor : a. i. Kelemahan. c.d. Asites ( perut membesar). Muntah d. 7. Darah yang nyata atau samar dalam tinja n. 3.

Pemeriksaan fisis. Tengkurap. Pada tumor ganas sering didapatkan perdarahan dalam tinja (occult blood). 5. Tentu pemeriksaan ini perlu dilengkapi dengan pemeriksaan gastroskopi dan biopsi. Epidemiologi Seperti halnya dengan penyakit kanker di tempat lain kanker lambung pada umumnya timbul pada usia lanjut. h.f. Pemeriksaan Diagnosis 1. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 37 . Pemeriksaan darah pada tinja. g. oblik yang disertai dengan komprsi. Didaerah epigastrium mungkin ditemukan suatu massa dan jika telah terjadi metastasis ke hati. Hematemesis. Perforasi Dapat terjadi perforasi akut dan perforasi kronik. untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan tes Benzidin. 4. Komplikasi 1. Pemeriksaan fisis dapat membantu diagnosis berupa berat badan menurun dan anemia. Pada pemeriksaan Okuda (1969) dengan biopsi ditemukan 94 % pasien dengan tumor ganas gaster sedangkan dengan sitologi lavse hanya didapatkan 50 %. Lebih dari 60% kanker lambung ditemukan pada penderita di atas 65 tahun dengan dominasi kaum pria. Hematemesis yang masif dan melena dapat terjadi pada tumor ganas lambung sehingga dapat menimbulkan anemia. Gastroskopi dan Biopsi. Pemeriksaan Papanicolaou dari cairan lambung dapat memastikan tumor ganas lambung dengan hasil 80 – 90 %. dan kadang-kadang kelenjar limfe klavikula teraba. Pemeriksaan gastroskopi banyak sekali membantu diagnosis untuk melihat adanya tumor gaster. 2. Radiologi. 2. teraba hati yang iregular. Pemeriksaan radiologi yang penting adalah pemeriksaan kontras ganda dengan berbagai posisi seperti telentang. Kanker lambung terbanyak didapatkan pada kelompok 60-69 tahun. Sitologi. 3.

Nutrisi metabolik Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 38 . B. Bedah Jika penyakit belum menunjukkan tanda penyebaran. Persepsi kesehatan-pemeliharaan kesehatan Hal-hal yang membuat status kesehatan pasien berubah : merokok. Penatalaksanaan Medis 1. reseksi cairan sekitar yang terkena. 4. 3. Radiasi Pengobatan dengan radiasi memperlihatkan kurang berhasil. Jika tumor mengenai dinding lambung dapat terjadi perlengketan dan infiltrasi dengan organ sekitarnya dan menimbulkan keluhan nyeri perut i. Obstruksi.3. polusi. obat-obatan. b. Di antara obat yang di gunakan adalah 5 Fluoro Uracil. dari pengambilan kelenjar limfa secukupnya. lingkungan. ventilasi. hidrourea. Reaksi kuratif akan berhsil bila tidak ada tanda metastasis di tempat lain. trimetrexote. 2. pembedahan sudah dapat dilakukan sebagai tindakan paliatif. pilihan terbaik adalah pembedahan. Kemoterapi Pada tumor ganas dapat dilakukan pemberian obat secara tunggal atau kombinasi kemoterapi. Dapat terjadi pada bagian bawah lambung dekat daerah pilorus yang disertai keluhan mintah-muntah. upaya yang dilakukan Lingkungan tempat tinggal klien Tingkat pengetahuan dan kepedulian pasien a. Walaupun telah terdapat daerah sebar. Konsep Dasar Keperawatan A. Adhesi. alkohol. tidak ada sisa Ca pada irisan lambung. epirubisin dan karmisetin dengan hasil 18 – 30 %. mitonisin C. Pengkajian o o o o Apakah ada riwayat kanker pada keluarga Status kesehatan dan penyakit yang diderita.

asam. Tidur dan Istirahat o o Adanya gejala susah tidur/insomnia Kebiasaan tidur per 24 jam f. panas. bentuk feses. frekuensi dan jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi Adanya mual. masalah pengontrolan Adanya mencret bercampur darah Adanya Diare dan konstipasi Warna feses. waktu dan orang Adanya gangguan proses pikir dan daya ingat Cara klien mengatasi rasa tidak nyaman(nyeri) Adanya kesulitan dalam mempelajari sesuatu Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 39 . sehari  nutrisi  Jenis. Persepsi kognitif     Gangguan pengenalan (orientasi) terhadap tempat. karakteristik. ketidakmampuan memenuhi kebutuhan Adanya kebiasaan merokok. alkohol dan mengkonsumsi obat-obatan Ketaatan terhadap diet. Eliminasi • • • • • Pola BAK dan BAB: frekuensi. dan bau Adanya nyeri waktu BAB Kebiasaan aktivitas sehari hari Kebiasaan olah raga Rasa sakit saat melakukan aktivitas d. muntah. kaji diet khusus Jenis makanan yang disukai (pedas. dingin) Adanya makanan tambahan Napsu makan berlebih/kurang Kebersihan makanan yang dikonsumsi tertentu. Aktivitas dan latihan    e. anorexia. manis. ketidaknyamanan.      c.

Kaji karakteristik nyeri.tidak sabar ataupun marah Mekanisme koping yang biasa digunakan Respon emosional klien terhadap status saat ini Orang yang membantu dalam pemecahan masalah Mekanisme koping dan toleransi terhadap stess dengan mual. 4. Diagnosa Keperawatan Nyeri berhubungan dengan proses pertumbuhan sel-sel kanker Kecemasan berhubungan dengan rencana pembedahan Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan Intoleransi beraktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik. • • • • k.takut. 2.g. Peran dan hubungan dengan sesama Klien hidup sendiri/keluarga Klien merasa terisolasi Adanya gangguan klien dalam keluarga dan masyarakat i. muntah dan tidak nafsu makan Dx 1. Rencana Keperawatan Adanya gangguan seksualitas dan penyimpangan seksualitas Pengaruh/hubungan penyakit terhadap seksualitas Adanya perasaan cemas. 1. Kaji faktor penyebab timbul nyeri (takut . frekfensi R/ mengtahui tingkat nyeri sebagai evaluasi untuk intervensi selanjutnya 2. C. Nyeri berhubungan dengan proses pertumbuhan sel-sel kanker Tujuan : Nyeri berkurang sampai hilang setelah dilakukan tindakan keperawatan Hasil yang diharapkan : Nyeri berkurang sampai dengan hilang Rencana Tindakan: 1. Reproduksi dan seksualitas   j. cemas) Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 40 . lokasi. marah.apakah kegiatan ibadah terganggu B. 3. Persepsi dan konsep diri • o o o Penilaian klien terhadap dirinya sendiri h. Sistem kepercayaan  Agama yang dianut.

Evaluasi tingkat pemahaman pasien / orang terdekat tentang diagnosa medik R/ memberikan informasi yang perlu untuk memilih intervensi yang tepat 4. Ajarkan teknik relaksasi yaitu tarik napas dalam. muntah dan tidak nafsu makan. R/ Jenis makanan yang disukai akan membantu meningkatkan nafsu makan klien. Beri kesempatan pada pasien untuk mengungkapkan perasaan akan ketakutannya R/ untuk mengurangi kecemasan 3. Ajarkan tehnik relaksasi tarik nafas dalam R/ tehnik relaksasi dapat mengatsi rasa nyeri 4. R/ Makanan yang hangat menambah nafsu makan. Kaji kebiasaan makan klien. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. 2. Akui rasa takut/ masalah pasien dan dorong mengekspresikan perasaan R/ dukungan memampukan pasien memulai membuka/ menerima kenyataan penyakit dan pengobatan Dx 3. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 41 .R/ dengan mengetahui faktor penyebab nyeri menentukan tindakan untuk mengurangi nyeri 3. Jelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien R/ pasien kooperatif dalam segala tindakan dan mengurangi kecemasan pasien 2. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik R/ analgetik efektif untuk mengatasi nyeri Dx 2.Mual berkurang sampai dengan hilang. 3.Nutrisi klien terpenuhi . Rencana tindakan : 1. Hidangkan makanan dalam porsi kecil tapi sering dan hangat. Tujuan : Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi setelah dilakukan keperawatan Hasil yang diharapkan: . Kecemasan berhubungan dengan rencana pembedahan Tujuan : Kecemasan dapat diminimalkan setelah dilakukan tindakan keperawatan Hasil yang diharapkan : Kecemasan pasien berkurang Rencana Tindakan: 1.

R/ Untuk mengetahui kehilangan berat badan. Bantu memenuhi kebutuhan klien. R/ Mengidentifikasi kelainan beraktivitas. Rencana Tindakan : 1. R/ Istirahat akan memberikan energi yang cukup dan membantu dalam proses penyembuhan. 5. klien beraktivitas secara bertahap. Hasil yang diharapkan: Klien menunjukkan peningkatan toleransi dalam beraktivitas yang ditandai dengan: tidak mengeluh lemas. 2. Tujuan : Intoleransi aktivitas teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 42 . 4. Kaji kemampuan klien dalam beraktivitas. 3. Sediakan waktu istirahat yang cukup. Intoleransi beraktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik. R/ Terpenuhinya kebutuhan klien. R/ Menentukan aktivitas yang boleh dilakukan.R/ Tarik nafas dalam membantu untuk merelaksasikan dan mengurangi mual. 4. Timbang berat badan bila memungkinkan. Kaji keluhan klien saat beraktivitas. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian vitamin R/ Mencegah kekurangan karena penurunan absorsi vitamin larut dalam lemak Dx 4.

Ketiga penyakit ini dapat dicegah dengan mengatur pola makan yang baik dan mencegah faktor. karsinoma gaster adalah neoplasma gastrointestinal yang menyebabkan mutasi sel gaster. duodenum. Serta dalam praktek asuhan keperawatan dapat membuat diagnosa keperawatan yang tepat atas penyakit dan mampu melakukan intervensi dan implementasi keperawatan yang tepat.faktor resiko lainnya.1 Kesimpulan Penyakit gastritis. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 43 .2 Saran Diharapkan setelah membaca materi ini. pylorus. pembaca dapat menghindari faktor. Gastritis adalah inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung dan dapat dibuktikan dengan adanya infltrasi sel-sel radang. atau esophagus. ulkus peptikum dan kanker gaster. Ulkus peptikum adalah ekskavasi ( area berlubang ) yang terbentuk dalam dinding mukosa lambung.BAB III PENUTUP 3.faktor resiko yang dapat menyebabkan penyakit tersebut. 3.

Ilmu Penyakit Dalam.2008. Patofisiologis : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Perawatan Medikal Bedah Suatu Pendekatan Proses Keperawatan.Daftar Pustaka • • • • • • Brunner dan Suddart. Sylvia Anderson. 1996. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Price.2009.blogspot.html http://wayanpuja. 1987.com/2009/05/asuhan-keperawatan-pada-kliendengan_30.Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Kanker Lambung. Ed 8 Vol 2. Mubin. Bandung: YIPK Pajajaran.google. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam Diagnosis dan Terapi. Barbara C.html Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 44 .2005. Buku Ajaran Keperawatan Medikal Bedah.Ferdynandus. Jakarta : EGC. Tersedia www. Soeparman.Jakarta : EGC. Jakarta: EGC Felix.com/2009/02/askep-gastritis. 2002. Halim.com http://dezlicious. • • • http://yan-nov.blinxer. [online].blogspot.com [9 September 2009] Long.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful