P. 1
Bhn Gastritis,Tukak Peptik,CA Gaster

Bhn Gastritis,Tukak Peptik,CA Gaster

|Views: 456|Likes:
Published by Armita Manika Ashar

More info:

Published by: Armita Manika Ashar on Oct 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2013

pdf

text

original

Asuhan Keperawatan pada Gangguan Gastrointestine : Gastritis, Ulkus Peptikum, dan Kanker Gaster

Makalah ini disusun untuk memenuhi mata ajaran Keperawatan Medikal Bedah

Dosen : Ns. Elizabeth Ari .,S.Kep

Disusun Oleh : KELAS SANTA TERESA

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus Program Studi DIII Keperawatan Bandung 2009

Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung

1

BAB II TINJAUAN TEORITIS GASTRITIS 2.1 A.
a. b. c. d.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA GASTRITIS Konsep Dasar Penyakit
1. Definisi Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung.( Kapita Selecta Kedokteran, Edisi Gastritis adalah segala radang mukosa lambung.( Buku Ajar Ilmu Bedah ,Edisi Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau perdarahan mukosa lambung Gastritis adalah suatu proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa

Ketiga hal 492) Revisi hal 749) yang dapat bersifat akut, kronis, difus atau local.(Patofisiologi, Sylvia A Price hal 422) lambung dan secara hispatologi dapat dibuktikan dengan adanya infiltrasi sel-sel radang pada daerah tersebut.( Imu Penyakit Dalam Jilid II) Kesimpulan : Gastritis adalah inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung dan dapat dibuktikan dengan adanya infltrasi sel-sel radang. 2. Anatomi dan Fisiologi Lambung

Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung

2

Lambung merupakan sebuah kantung muskuler yang letaknya antara esophagus dan usus halus, sebelah kiri abdomen di bawah diafragma. Lambung merupakan saluran yang dapat mengembang karena adanya gerakan peristaltik, tekanan organ lain, dan postur tubuh. Struktur lambung : a. Fundus ventrikuli Bagian ini menonjol ke atas, terletak di sebelah kiri osteum kardiakum dan biasanya berisi gas. Pada batas dengan esophagus terdapat katup sfingter kardiak. b. Korpus ventrikuli Bagian ini merupakan bagian lambung yang berbentuk tabung dan mempunyai otot yang tebal membentuk sfincter pylorus. Antrum pylorus merupakan muara bagian distal dan berlanjut ke duodenum. c. Antrum pylorus Merupakan bagian lambung yang berbentuk tabung dan mempunyai otot yang tebal membentuk sfincter pylorus. Antrum pylorus merupakan muara distal yang berlanjut ke duodenum. d. Kurvantura minor. Terletak di sebelah kanan lambung dan terbentang dari osteum kardiak sampai ke pylorus. Kurvantura minor dihubungkan ke hepar oleh omentum minor. Suatu lipatan ganda dari peritoneum. e. Oesteum kariakum Merupakan tempat esophagus bagian abdomen masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pylorus yang tidak mempunyai sfincter khusus, hanya berbentuk cincin yang membuka dan menutup osteum dengan kontraksi dan relaksasi. Osteum dapat tertutup oleh lipatan membran mukosa dan serta otot pada dasar esophagus. Fungsi lambung: Lambung menampung makanan yang masuk melalui esophagus, menghancurkan makanan dengan gerakan peristaltik lambung dan getah lambung. Penghancuran makanan dilakukan dengan dua cara: a. Mekanis : menyimpan, mencampur dengan sekret lambung dan mengeluarkan kimus ke dalam usus. Pendorongan makanan terjadi secara gerakan peristaltik setiap 20 detik. b. Kimiawi : bolus dalam lambung akan dicampur dengan asam lambung dan enzim-enzim tergantung jenis makanan enzim yang dihasilkan antara lain pepsin asam garam, renin dan lapisan lambung.

Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung

3

1. Pepsin, memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan pepton) agar dapat diabsorbsi di intestinum minor. 2. Asam garam (HCl) mengasamkan makanan sebagai antiseptik dan desinfektan yang masuk ke dalam makanan. Disamping itu mengubah pepsinogen menjadi pepsin dalam suasana asam. 3. Renin, sebagai ragi pembekuan susu dan membentuk kasein dan kaseinogen dari protein. 4. Lapisan lambung memecah lemak menjadi asam lemak untuk merangsang sekresi getah lambung.

Sekresi getah lambung Sekresi getah lambung mulai terjadi pada awal orang makan apabila melihat, mencium, dan merasakan makanan maka sekresi lambung akan terangsang, karena pengaruh saraf sehingga menimbulkan rangsang kimiawi yang menyebabkan dinding lambung melepaskan hormon yang disebut sekresi getah lambung. Sekresi getah lambung mengalami 3 fase yaitu: Sekresi lambung terjadi pada 3 fase yang serupa : 1. Fase Sefalik Fase pertama ini dimulai dengan rangsangan seperti pandangan, bau atau rasa makanan yang bekerja pada reseptor kortikal serebral yang pada gilirannya merangsang saraf vagal. Intinya, makanan yang tidak menimbulkan nafsu makan menimbulkan sedikit efek pada sekresi lambung. Inilah yang menyebabkan makanan sering secara konvensional diberikan pada pasien dengan ulkus peptikum. Saat ini banyak ahli gastroenterology menyetujui bahwa diet saring mempunyai efek signifikan pada keasaman lambung atau penyembuhan ulkus. Namun, aktivitas vagal berlebihan selama malam hari saat lambung kosong adalah iritan yang signifikan. 2.Fase Lambung Pada fase ini asam lambung dilepaskan sebagai akibat dari rangsangan kimiawi dan mekanis terhadap reseptor dibanding lambung. Refleks vagal menyebabkan sekresi asam sebagai respon terhadap distensi lambung oleh makanan.

Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung

4

Pada manusia. integritas sel mukosa. keseimbangan asam basa. Kemudian menyebar ke dalamnya dengan lambat. Mukosa yang tidak dapat dimasuki disebut barier mukosa lambung. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 5 . Bila asam hidroklorida tidak dibuffer dan tidak dinetralisasi dan bila lapisan luar mukosa tidak memberikan perlindungan asam hidroklorida bersama dengan pepsin akan merusak lambung. a. Asam hidroklorida kontak hanya dengan sebagian kecil permukaan lambung. hipersekresi asam pepsin 3. Oleh karena itu. gastritis dapat dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan : a. sekresi lambung adalah campuran mukokolisakarida dan mukoprotein yang disekresikan secara kontinyu melalui kelenjar mukosa.3. Asam hidroklorida disekresikan secara kontinyu. Mucus ini mengabsorpsi pepsin dan melindungi mukosa terhadap asam. seseorang mungkin mengalami ulkus peptikum karena satu dari dua factor ini : 1.Fase usus Makanan dalam usus halus menyebabkan pelepasan hormon(dianggap menjadi gastrin) yang pada waktunya akan merangsang sekresi asam lambung. tetapi sekresi meningkat karena mekanisme neurogenik dan hormonal yang dimulai dari rangsangan lambung dan usus. Klasifikasi Secara garis besar. Barier ini adalah pertahanan untama lambung terhadap pencernaan yang dilakukan oleh sekresi lambung itu sendiri. b. dan regenerasi epitel. c. Manifestasi klinis Gambaran hispatologi Distribusi anatomi Klasifikasi gastritis kronis berdasarkan : Gambaran Hispatology · · · · Gastritis kronik superficial Gastritis kronik atropik Atrofi lambung Metaplasia intestinal Perubahan histology kalenjar mukosa lambung menjadi kelenjar-kelenjar mukosa usus halus yang mengandung sel goblet. Factor lain yang mempengaruhi pertahanan adalah suplai darah.

Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 6 . Sedangkan mukus itu fungsinya untuk memproteksi mukosa lambung agar tidak ikut tercerna. Perdarahan yang terjadi dapat mengancam hidup penderita. Pada para yang mengalami stres akan terjadi perangsangan saraf simpatis NV (Nervus vagus) yang akan meningkatkan produksi asam klorida (HCl) di dalam lambung. Vasodilatasi mukosa gaster akan menyebabkan produksi HCl meningkat.b. yang berfungsi untuk menghasilkan mukus. panas maupun asam. Hilangnya sel mukosa akibat erosi memicu timbulnya perdarahan. makanan yang pedas. mengurangi produksinya. · · Gastritis kronik antrum (gastritis tipe B) Paling sering dijumpai dan berhubungan dengan kuman Helicobacter pylori Gastritis tipe AB Anatominya menyebar keseluruh gaster dan penyebarannya meningkat seiring bertambahnya usia 4. Rasa nyeri ini ditimbulkan oleh karena kontak HCl dengan mukosa gaster. Gastritis Akut Gastritis akut dapat disebabkan oleh karena stres. Eksfeliasi sel mukosa gaster akan mengakibatkan erosi pada sel mukosa. Patofisiologi Terjadinya Penyakit 1. Zat kimia maupun makanan yang merangsang akan menyebabkan sel epitel kolumner. · Distribusi Anatomi Gastritis kronis korpus ( gastritis tipe A) Sering dihubungkan dengan proses autoimun dan berlanjut menjadi anemia pernisiosa karena terjadi gangguan absorpsi vitamin B12 dimana gangguan absorpsi tersebut disebabkan oleh kerusakan sel parietal yang menyebabkan sekresi asam lambung menurun. Respon mukosa lambung karena penurunan sekresi mukus bervariasi diantaranya vasodilatasi sel mukosa gaster. Lapisan mukosa gaster terdapat sel yang memproduksi HCl (terutama daerah fundus) dan pembuluh darah. namun dapat juga berhenti sendiri karena proses regenerasi. Anoreksia juga dapat menyebabkan rasa nyeri. zat kimia misalnya obat-obatan dan alkohol. sehingga erosi menghilang dalam waktu 24-48 jam setelah perdarahan. muntah dan anoreksia. Respon mukosa lambung akibat penurunan sekresi mukus dapat berupa eksfeliasi (pengelupasan). Adanya HCl yang berada di dalam lambung akan menimbulkan rasa mual.

alcohol berlebih. asam empedu dan lisosetin. sehingga akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah lapisan mukosa. lambung melakukan gerakan peristaltik tetapi karena sel penggantinya tidak elastis maka akan timbul kekakuan yang pada akhirnya menimbulkan rasa nyeri. gagal nafas. Pada saat mencerna makanan. lada. · Aspek bakteriologi Gastritis kronik Salah satu bakteri penyebab gastritis adalah “ Helicobacter pylori” dan sering dijumpai berbentuk gastritis kronis aktif autrum. Obat-obatan seperti aspirin. nonsteroid.2. luka bakar luas. Kasus ini jarang ditemukan. Aspek imunologis Dapat dilihat dari ditemukannya autoantibody terhadap factor intrinsik lambung dan sel partial pada pasien dengan anemia pernisiosa. Metaplasia ini juga menyebabkan hilangnya sel mukosa pada lapisan lambung. Penyebab / Factor predisposisi Gastritis akut · · o o o · Dapat terjadi tanpa diketahui Gastritis erosive merupakan salah satu gastritis akut yang disebabkan oleh: Trauma yang luas. 5. obat antiinflamasi. Gastritis Kronis Helicobacter pylori merupakan bakteri gram negatif. penyakit hati berat. Lorraine. gagal ginjal. Karena sel desquamosa lebih kuat maka elastisitasnya juga berkurang. yaitu dengan mengganti sel mukosa gaster. renjatan. misalnya dengan sel desquamosa yang lebih kuat. · Factor lain yang juga dapat menyebabkan gastritis kronis adalah refluk kronik cairan pankreatobilier. kafein. Sylvia dan Wilson. trauma kepala. 1999: 162). septicemia Operasi besar. teh panas dan merokok. Metaplasia adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh terhadap iritasi. Organisme ini menyerang sel permukaan gaster. alcohol. memperberat timbulnya desquamasi sel dan muncullah respon radang kronis pada gaster yaitu: destruksi kelenjar dan metaplasia. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 7 . cuka. Kerusakan pembuluh darah ini akan menimbulkan perdarahan (Price.

dingin.4 Nyeri (akut / kronis) b. produksi HCl meningkat Nyeri Respon mukosa lambung akibat penurunan sekresi mukus dapat berupa eksfeliasi (pengelupasan) erosi pada sel mukosa pendarahan Dx1. muntah dan anoreksia. iritasi lambung. muntah dan anoreksia. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 8 . asam) perangsangan saraf simpatis NV (Nervus vagus) meningkatkan produksi asam klorida (HCl) di dalam lambung menimbulkan rasa mual. rongga oral. mual.d luka bakar kimia pada mukosa gaster.Patoflow : Gastritis Akut Stres (Obat-obatan. Kekurangan volume cairan (kehilangan aktif) b . sel epitel kolumner mengurangi produksinya vasodilatasi sel mukosa gaster Dx.d perdarahan. makanan panas. makanan pedas.

Kekurangan volume cairan (kehilangan aktif) b .4 Nyeri (akut / kronis) b. Risiko tinggi kerusakan perfusi jaringan berhubungan dengan hipovolemia Dx3. iritasi lambung.Gastritis Kronis Infeksi oleh Helicobacter Pilory Menyerang sel permukaan gaster timbulnya desquamasi sel Respon radang kronis pada gaster yaitu: destruksi kelenjar dan metaplasia Metaplasia → mengganti sel mukosa gaster. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 9 .d perdarahan. ancaman kematian. rongga oral. nyeri. mual. muntah dan anoreksia. misalnya dengan sel desquamosa yang lebih kuat Elastisitas sel mukosa gaster(sel pengganti) berkurang hilangnya sel mukosa pada lapisan lambung timbul kekakuan ketika lambung melakukan gerakan peristaltik kerusakan pembuluh darah lapisan mukosa Dx. Dx2.d perubahan status kesehatan.d luka bakar kimia pada mukosa gaster. pendarahan Dx1. Ansietas / ketakutan b.

Bervariasi dan tidak jelas Perasaan penuh. Gastritis kronis 1. takikardia sampai gangguan kesadaran.satunya gejala. Keluhan – keluhan itu misalnya nyeri timbul pada uluhati. pucat. 3.Gastritis akut merupakan penyakit yang sering ditemukan biasanya jinak dan dapat sembuh sendiri dan ± 80 – 90% yang dirawat di ICU menderita gastritis akut. b. terjadi renjatan karena kehilangan darah. Perdarahan saluran cerna sering merupakan satu.6. mulai dari yang sangat ringan asimtomatik sampai sangat berat yang dapat membawa kematian. Pada kasus yang amat ringan perdarahan bermanifestasi sebagai darah samar pada tinja dan secara fisis akan dijumpai tanda – tanda anemia defisiensi dengan etiologi yang tidak jelas. Gastritis akut erosive sangat bervariasi . Gejala klinis a. Epidemiologi / Insiden Kasus Gastritis merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dijumpai di klinik Penyakit Dalam. keringat dingin. gejalanya amat ringan bahkan asimtomatis. 4. 3) 4) 5) Kadang – kadang disertai dengan mual. 2. Pada kasus yang sangat berat. anoreksia Distress epigastrik yang tidak nyata Cepat kenyang 7. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 10 . biasanya ringan dan tidak dapat ditunjuk dengan tepat lokasinya.mual dan muntah. gejala yang sangat mencolok adalah : 1) 2) Hematemetis dan melena yang dapat berlangsung sangat hebat sampai Pada sebagian besar kasus. 6) Pada pemeriksaan fisis biasanya tidak ditemukan kelainan kecuali mereka yang mengalami perdarahan yang hebat sehingga menimbulkan tanda dan gejala gangguan hemodinamik yang nyata seperti hipotensi.

aktivitas radang. hemoragik. Gastritis akut Tiga cara dalam menegakkan diagnosis yaitu gambaran klinis. 9. erosi raised. Diagnosis / Kriteria Diagnosis a. Menerangkan tentang inflamasinya. · Pemeriksaan laboratorium Kultur : untuk membuktikan adanya infeksi Helicobacter pylori CLO ( Rapid ureum test) : untuk menegakkan diagnosis H. metaplasia intestinal.8. Dengan kontras tunggal sukar untuk melihat lesi permukaan yang superficial. Helicobacter pylori. hyperplasia rugae. atrofi. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 11 .pylori : sebagai diagnosis awal Analisis cairan lambung : untuk memperjelas diagnosis Pemeriksaan radiologi Endoskopi : meliputi topografi dan gambaran endoskopinya dimana gambaran • • • Etiologi Topografi Morfologi Eritematous / eksudatif Erosi flat. Pemeriksaan Diagnostik / Penunjang a. Hispatologi dengan melakukan biopsy pada semua segmen lambung dimana endoskopinya meliputi : hasilnya meliputi : Menyebutkan ada tidaknya bakteri Helicobacter Pylori Meliputi gastritis kronis antrum. Secara umum peranan endoskopi saluran cerna bagian atas lebih sensitive dan spesifik untuk diagnosis kelainan akut lambung. karena itu sebaiknya digunakan kontras ganda. gambaran lesi mukosa akut di mukosa lambung berupa erosi atau ulkus dangkal dengan tepi rata pada endoskopi dan gambaran radiologi. · · · · b. korpus atau gastritis dengan predomonasi antrum atau korpus.pylori Pemeriksaan serologi untuk H.

jika keluhan diatas tidak mereda maka koreksi keseimbangan cairan dan elektrolit dengan IVFD. Penatalaksanaan Medis Gastritis akut Factor utamanya adalah dengan menghilangkan etiologinya. berupa antagonis reseptor H2 . Obat-obatan ditujukan untuk mengatur sekresi asam lambung. Perlu pula dilakukan kultur untuk membuktikan adanya infeksi Helicobacter Pylori apalagi jika ditemukan ulkus baik pada lambung ataupun pada duodenum.pylori sebagai diagnosis awal. Aktivitas / Istirahat Gejala : kelemahan. Diet lambung dengan porsi kecil dan sering. Obat antimuntah dapat diberikan untuk meringankan mual dan muntah. Pengkajian 1.pylori jika hasil CLO dan atau PA positif.b. Gastritis kronis Diagnosis gastritis kronik ditegakkan berdasarkan pemeriksaan endoskopi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan hispatologi biopsy mukosa lambung. b. Dilakukan pula pemeriksaan serologi untuk H. Proses Keperawatan 1. kolitromisin. mengingat angka kejadian yang cukup tinggi yaitu hampir mencapai 100%. 10. takipnea / hiperventilasi (respons terhadap aktivitas) Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 12 . Keluhan akan mereda bila agen-agen penyebab dapat dihilangkan. Kriteria minimal untuk menegakkan diagnosis H. amoxicillin). Pemberian penghambat H2 ( ranitidine). berupa sukralfat dan prostaglandin. antacid dapat berfungsi untuk mengurangi sekresi asam. inhibitor pompa proton. metronidasol. B. Dilakukan pula rapid ureum test (CLO). Gastritis kronis · · Pemberian vitamin B12 dengan cara parenteral pada kasus anemia pernisiosa Eradikasi Helicobacter pylori pada gastritis tipe B dengan pemberian kombinasi Pengobatannya bervariasi tergantung pada penyebab yang dicurigai penghambat pompa proton dan antibiotic ( tetrasiklin. antikolinergik dan antacid. Juga ditujukan sebagai sitoprotektor. kelelahan Tanda : takikardia.

Masalah menelan : cegukan Nyeri ulu hati. turgor kulit buruk (perdarahan kronis). Perubahan pola defekasi / karakteristik feses. pekat. gemetar.takikardia. suara gemetar. penurunan produksi mukosa. darah warna gelap. merah cerah.kelemahan kulit / membran mukosa = berkeringat (menunjukkan status syok. berkeringat. perhatian menyempit. nyeri akut. mual. perasaan tak berdaya. muntah (muntah yang memanjang diduga obstruksi pilorik bagian luar sehubungan dengan luka duodenal). bau busuk (steatorea). Eliminasi Gejala : riwayat perawatan di rumah sakit sebelumnya karena perdarahan gastro interitis (GI) atau masalah yang berhubungan dengan GI. hubungan kerja). berbusa.pengisian kapiler lambar / perlahan (vasokonstriksi) . dengan atau tanpa bekuan darah. disritmia (hipovolemia / hipoksemia) . pucat. 4. Tanda : nyeri tekan abdomen.Membran mukosa kering. bedah gaster. misal : gelisah. Sirkulasi Gejala : . Integritas ego Gejala : faktor stress akut atau kronis (keuangan.   5. misal: luka peptik / gaster. hipoaktif setelah perdarahan.hipotensi (termasuk postural) . kecoklatan atau kadang-kadang Konstipasi dapat terjadi (perubahan diet. Karakteristik feses : diare. sendawa bau asam. mual / muntah Tanda : muntah : warna kopi gelap atau merah cerah. respons psikologik) 3. iradiasi area gaster. Makanan / Cairan Gejala : Anoreksia. distensi   Bunyi usus : sering hiperaktif selama perdarahan. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 13 .kelemahan / nadi perifer lemah .2. Haluaran urine : menurun.warna kulit : pucat. gastritis. Tanda : tanda ansietas. penggunaan antasida). sianosis (tergantung pada jumlah kehilangan darah) .

  Rasa ketidaknyamanan / distres samar-samar setelah makan banyak dan hilang dengan makan (gastritis akut). steroid. Spider angioma. Masalah kesehatan yang lama misal : sirosis. Nyeri epigastrum kiri sampai tengah / atau menyebar ke punggung terjadi 1-2 jam setelah makan dan hilang dengan antasida (ulus gaster). hal: 455). Tak ada nyeri (varises esofegeal atau gastritis). kelemahan. dangkal. Keluhan saat ini dapat diterima karena (misal : anemia) atau diagnosa yang tak berhubungan (misal : trauma kepala). rasa terbakar. perih. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 14 .   Faktor pencetus : makanan. Tanda : wajah berkerut. atau episode muntah berat. eritema palmar (menunjukkan sirosis / hipertensi portal) 9. alkohol. Keamanan Gejala : alergi terhadap obat / sensitif misal : ASA Tanda : peningkatan suhu. rokok. Nyeri / Kenyamanan Gejala : nyeri. berkeringat. sampai pingsan dan koma (tergantung pada volume sirkulasi / oksigenasi). alkohol. Neurosensi Gejala : rasa berdenyut. reserpin. gangguan makan (Doengoes. Penyuluhan / Pembelajaran Gejala : adanya penggunaan obat resep / dijual bebas yang mengandung ASA. 1999. ibuprofen). 8. disorientasi / bingung. hepatitis. nyeri hebat tiba-tiba dapat disertai perforasi. digambarkan sebagai tajam. penggunaan obat-obatan tertentu (salisilat. stresor psikologis. NSAID menyebabkan perdarahan GI. pucat. Nyeri epigastrum kiri sampai / atau menyebar ke punggung terjadi kurang lebih 4 jam setelah makan bila lambung kosong dan hilang dengan makanan atau antasida (ulkus duodenal). Status mental : tingkat kesadaran dapat terganggu. pusing / sakit kepala karena sinar.6. alkoholisme. 7. rentang dari agak cenderung tidur. berhati-hati pada area yang sakit. antibiotik. flu usus. perhatian menyempit.

mual. Ukur kehilangan darah / cairan melalui muntah.  Awasi masukan dan haluaran dihubungkan dengan perubahan berat badan. Diagnosa Keperawatan Menurut Doengoes (1999: 458-466) pada pasien gastritis ditemukan diagnosa keperawatan: 1. Darah merah cerah menandakan adanya atau perdarahan arterial akut.  Pertahankan tirah baring.2. Rasional: memberikan pedoman untuk penggantian cairan. Kandungan fekal menunjukkan obstruksi usus. Kekurangan volume cairan (kehilangan aktif) berhubungan dengan perdarahan. Kandungan empedu kuning kehijauan menunjukkan bahwa pilorus terbuka. penghisapan gaster / lavase.  Tinggikan kepala tempat tidur selama pemberian antasida Rasional: mencegah refleks gaster pada aspirasi antasida dimana dapat menyebabkan komplikasi paru serius. ☺Kolaborasi  Berikan cairan / darah sesuai indikasi Rasional: penggantian cairan tergantung pada derajat hipovolemia dan lamanya perdarahan (akut atau kronis) Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 15 . dan defekasi. Intervensi  Catat karakteristik muntah dan / atau drainase Rasional : membantu dalam membedakan penyebab distres gaster. Rasional: aktivitas / muntah meningkatkan tekanan intra-abdominal dan dapat mencetuskan perdarahan lanjut.  Awasi tanda vital Rasional: perubahan tekanan darah dan nadi dapat digunakan perkiraan kasar kehilangan darah (misal: TD <> 110 diduga 25% penurunan volume atau kurang lebih 1000 ml). Jadwalkan aktivitas untuk memberikan periode istirahat tanpa gangguan. mencegah muntah dan tegangan pada saat defekasi. muntah dan anoreksia.

Risiko tinggi kerusakan perfusi jaringan berhubungan dengan hipovolemia Intervensi  Selidiki perubahan tingkat kesadaran. nyeri hebat atau nyeri menyebar ke bahu Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 16 . Maalox. Berikan obat sesuai indikasi: Ranitidin (zantac). 2. Riopan) Rasional: dapat digunakan untuk mempertahankan pH gaster pada tingkat 4. keluhan pusing / sakit kepala Rasional: perubahan dapat menunjukkan ketidakadekuatan perfusi serebral sebagai akibat tekanan darah arteria.  Antiemetik (misal: metoklopramid / reglan. proklorperazine / campazine) Rasional: menghilangkan mual dan mencegah muntah. Rasional: vasokonstriksi adalah respons simpatis terhadap penurunan volume sirkulasi dan / atau dapat terjadi sebagai efek samping pemberian vasopresin. nizatidin (acid). Rasional: penghambat histamin H2 menurunkan produksi asam gaster. berkeringat. pucat. pengisian kapiler lambat dan nadi perifer lemah.  Selidiki keluhan nyeri dada Rasional: dapat menunjukkan iskemia jantung sehubungan dengan penurunan perfusi.  Kaji kulit terhadap dingin. Mylanta.  Catat laporan nyeri abdomen.  Catat haluaran dan berat jenis urine Rasional: penurunan perfusi sistemik dapat menyebabkan iskemia / gagal ginjal dimanifestasikan dengan penurunan keluaran urine.5 atau lebih tinggi untuk menurunkan risiko perdarahan ulang.  Antasida (misal: Amphojel. khususnya tiba-tiba.

 Berikan cairan IV sesuai indikasi Rasional: mempertahankan volume sirkulasi dan perfusi 3. palpitasi. ☺Kolaborasi  Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi Rasional: mengobati hipoksemia dan asidosis laktat selama perdarahan akut.Rasional: nyeri disebabkan oleh ulkus gaster sering hilang setelah perdarahan akut karena efek bufer darah. dapat meningkatkan ketrampilan koping. Nyeri berat berlanjut atau tiba-tiba dapat menunjukkan iskemia sehubungan dengan terapi vasokinstriksi. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 17 . kemerahan. ancaman kematian.  Dorong pernyataan takut dan ansietas. Ubah posisi dengan sering Rasional: gangguan pada sirkulasi perifer meningkatkan risiko kerusakan kulit. Rasional: membuat hubungan terapeutik. Rasional: dapat menjadi indikatif derajat takut yang dialami pasien tetapi dapat juga berhubungan dengan kondisi fisik / status syok. nyeri. berikan umpan balik. Intervensi  Awasi respons fisiologi misal: takipnea. Ansietas / ketakutan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. pijat dengan minyak. pusing.  Berikan informasi akurat Rasional: melibatkan pasien dalam rencana asuhan dan menurunkan ansietas yang tak perlu tentang ketidaktahuan. sensasi kesemutan. sakit kepala.  Berikan lingkungan tenang untuk istirahat Rasional: memindahkan pasien dari stresor luar meningkatkan relaksasi.  Observasi kulit untuk pucat.

rongga oral. meminimalkan nyeri / ketidaknyamanan. Nyeri (akut / kronis) berhubungan dengan luka bakar kimia pada mukosa gaster. Dorong orang terdekat tinggal dengan pasien Rasional: membantu menurunkan takut melalui pengalaman menakutkan menjadi seorang diri. Berikan obat sesuai indikasi. termasuk lokasi. ♦ Kaji ulang faktor yang meningkatkan atau menurunkan nyeri Rasional: membantu dalam membuat diagnosa dan kebutuhan terapi. 4. lamanya. ☺Kolaborasi ♦ Antasida Rasional: menurunkan keasaman gaster dengan absorbsi atau dengan menetralisir kimia. Makan sedikit mencegah distensi dan haluaran gastrin. perubahan posisi Rasional: nafas bau karena tertahannya sekret mulut menimbulkan tak nafsu makan dan dapat meningkatkan mual. dimana dapat membantu mendiagnosa etiologi perdarahan dan terjadinya komplikasi. misal: pijatan punggung. juga menghancurkan kandungan gaster. Intervensi ♦ Catat keluhan nyeri.  Tunjukkan teknik relaksasi Rasional: belajar cara untuk rileks dapat membantu menurunkan takut dan ansietas. ♦ Berikan makanan sedikit tapi sering sesuai indikasi untuk pasien Rasional: makanan mempunyai efek penetralisir asam. ♦ Berikan perawatan oral sering dan tindakan kenyamanan. iritasi lambung. ♦ Bantu latihan rentang gerak aktif / pasif Rasional: menurunkan kekakuan sendi. misal: Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 18 . intensitas (skala 0-10) Rasional: nyeri tidak selalu ada tetapi bila ada harus dibandingkan dengan gejala nyeri pasien sebelumnya.

♦ Antikolinergik (misal : belladonna. menekan produksi asam. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 19 . memperlambat pengosongan gaster. atropin) Rasional: diberikan pada waktu tidur untuk menurunkan motilitas gaster. dan menghilangkan nyeri nokturnal.

Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 20 . atau esophagus. Di lambung. pylorus. duodenal atau esophageal. dua mekanisme berbeda pada terjadinya penyakit ulkus peptikum di lambung dan duodenum telah diusulkan. Pada situasi normal. Biasanya. duodenum.pylorus. Ulkus peptikum ini lebih mungkin terjadi pada duodenum dari pada lambung. 2. Pengertian • Ulkus peptikum adalah putusnya kontinuitas mukosa lambung yang meluas sampai di bawah epitel. ini terjadi secara tunggal. Ulkus ini di sebabkan oleh erosi area terbatas dari membran mukosa. Erosi ini dapat meluas sedalam lapisan otot atau seluruh otot diperineum. tetapi terjadi dalam bentuk multiple. dekat pylorus. Kesimpulan : Ulkus peptikum adalah ekskavasi ( area berlubang ) yang terbentuk dalam dinding mukosa lambung. Ulkus peptikum juga dapat timbul pada esophagus bawah. Ulkus peptikum kronis cenderung terjadi pada kurvatura minor dari lambung. aliran asam hidroklorida dari lumen lambung dicegah oleh adanya hubungan yang sangat erat dan nonpermeabel antara sel-sel epitel dan lapisan alkalin mukus yang menyelimuti permukaan epitel lambung.ULKUS PEPTIKUM 2. pylori. diperkirakan terjadi kerusakan perlindungan lapisan epitel secara normal dan menyebabkan ulkus gaster.pemberantasan organisme ini selalu menimbulkan resolusi gastritis dan akhirnya penyembuhan ulkus . atau jejunum. tergantung pada lokasinya. gaster. selain H.2 Ulkus Peptikum 1. duodenum. pylori. Patofisiologi Penyebab ulkus peptikum duodenum dan gaster saat ini diperberat oleh H. Ulkus peptikum sering disebut sebagai ulkus lambung. • • Adanya lesi pada lambung.

dan sekresi lambung meningkat. yang pada waktunya berjalan melalui aliran darah dan bekerja di sel pariental lambung untuk merangsang pelepasan asam hidroklorida. disamping sekresi lambung. inaktivasi duodenum. menyebabkan kerusakan mukosa lokl dan/atau menekan sekresi mukus. Aktifitas saraf vagus meningkat pada individu dengan ulkus duodenum. NSAID. Sindrom Zollinger-Ellison adalah kondisi yang di karakteristikkan oleh sekresi abnormal dari gastrin melalui tumor sel islet di pankreas. yang menyebabkan peningkatan sekresi gastrin. kortison. Bila klien menunjukkan reaksi stres. Faktor lain pada penyakit ulkus peptikum adalah adanya sters emosi. alkohol. kafein. yang membuat mukosa makin rentan terhadap trauma karena asam lambung dan sekresi pepsin. terutama selama status puasa dan pada malam hari. atau karena cedera akibat asam pada vili. fenilbutason ( butazolidin ). sistem saraf simpatis menyebabkan konstriksi pembuluh darah di duodenum. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 21 . produksi mukus berkurang. Stres lama karena luka bakar. barier difusi ini dapat dirusak oleh adanya cedera kronis oleh aspirin. Bersama-sama faktor ini mengakibatkn peningkatan kerentanan klien terhadap ulserasi. Pengobatan pada sindrom Zollinger-Ellison ditujukan pada supresi sekresi asam. dan terjadi difusi masif asam kembali ke epitel dinding lambung. Faktor pertama terjadinya ulkus peptikum adalah kelebihan sekresi asam.Pada pembentukan ulkus peptikum gaster. Saraf vagus merangsang sel-sel antrum pilorik untuk melepaskan gastrin. hormon adrenokortikosteroid ( ACTH ). dan kondisi lain dapat menimbulkan “ulkus sters” atau gastritis erosif stress di dalam saluran gastrointestinal. Zat-zat ini melepas lapisan permukaan mukus dan menyebabkan degenerasi membran sel epitel. Perubahan patofisiologi yang di hubungkan dengan sindrom ini meliputi hipergastrinemia dan diare sekunder akibat malabsorpsi lemak karena penurunan lipase pankreas. dan agen kemoterapi. Pada aktifitas korteks adrenal. dan motilitas lambung karena stimulasi thalamus melalui hipotalamus sepanjang rute simpati shipofisis. suplai darah. hyperplasia mukosa gaster diakibatkan oleh efek trifik dari gastrin. Zat-zat ini dapat merangsang produksi asam. trauma berat.

kortikosteroid. kelemahan dan dieforesis setelah makan yang b.3 Kurang pengetahuan tentang pencegahan gejala dan penatalaksanaan kondisi. abdomen penuh. alcohol.PATOFLOW ULKUS PEPTIKUM Syok Sepsis Trauma Sirkulasi Ekstrakorporal memanjang ISKEMIA MUKOSA LAMBUNG Refluks empedu. Dx.2 Ansietas b.d koping dengan penyakit akut. Dx.d efek sekresi asam lambung pada jaringan yang rusak.4 Nyeri. peningkatan permeabilitas kapiler Kerusakan mukosa dan pembentukan ulkus Dx.d sindrom dumping Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 22 . Dx. aspirin Peningkatan permeabilitas mukosa Peningkatan difusi balik H+ Pelepasan pepsin dari sel chief Pelepasan histamin lokal Edema.1 Nyeri b.

 Konstipasi dan perdarahan Konstipasi dapat terjadi pada pasien ulkus.3. Pria terkena tiga kali lebih sering dari wanita. namun. nyeri kembali timbul. Nyeri biasa hilang dengan makan. pylori telah sangat di yakini sebagai factor penyebab. Manifestasi klinis  Nyeri. kadang-kadang disertai eruktasi asam. atau dengan menggunakan alkali. Diketahui bahwa ulkus peptikum terjadi hanya pada area saluran GI yang terpajan pada asam hidroklorida dan pepsin.Nyeri tekan lokal yang lembut pada epigastrium atau sedikit disebalah kanan garis tengah.  Pirosis ( nyeri uluhati ) Beberapa pasien mengalami sensasi luka bakar pada esophagus dan lambung. yang naik ke mulut. Biasanya. tetapi terdapat beberapa bukti bahwa insiden pada Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 23 . kemungkinan sebagai akibat dari diet dan obat-obatan 4. bila lambung telah kosong atau alkali tidak digunakan. Etiologi dan Insiden Etiologi ulkus peptikum kurang di pahami. Beberapa gejala menurun dangan memberikan tekanan lokal pada epgastrium. Penyakit ini terjadi dengan frekuensi paling besar pada induvidu antara usia 40 dan 60 tahun tetapi relative jarang pada wanita menyusui. meskipun ini telah diobservasi pada anak – anak dan bahkan pada bayi. atau sendawa umum terjadi bila lambung pasien kosong. seperti tetusuk atau sensasi terbakar di epigastrium tengah atau punggung. karena makanan menetralisasi asam.  Muntah Meskipun jarang pada ulkus duodenal yang terkompliksi. meskipun bakteri garam negative H. Erutasi. muntah dapat menjadi gejala ulkus peptikum. pasien dengan ulkus mengeluh nyeri tumpul.

jarang terjadi pada malam hari. Trauma fisik. stres Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 24 . tetapi. Setelah menopause.wanita meningkat. ulkus duodenum dan golongan darah O). dapat hilang dengan mudah Makan makanan tidak membantu dan kadang meningkatkan nyeri Muntah umum terjadi Hemoragi lebih mungkin tarjadi dibanding pada uklus duodenal. gagal ginjal Ulkus Lambung Insiden Biasanya 50 dan lebih Pria:wanita 2:1 Tanda dan gejala/temuan klinis Normal sampai hiposekresi asam lambung Penurunan berat badan dapat terjadi Nyeri terjadi ½ sampai 1 jam setelah makan. merokok. PPOM. Ulkus peptikum pada korpus lambung dapat terjadi tanpa sekresi asam berlebihan. Proses penuaan. Ulkus Duodenal Insiden Usia 30-60 Pria:wanita 3:1 Terjadi lebih sering daripada uklus lambung Tanda dan gejala/temuan klinis Hiperseksi asam lambung Dapat mengalami penambahan berat badan Nyeri terjadi 2-3 jam setelah makan. hematemesis lebih umum terjadi dari pada melena Kemungkinan malignasi Kadang-kadang Faktor Risiko Gastritis. alkohol. dan gangguan hipersekresi. • • • Sters emosi. NSAID. Penyebab ulkus peptikum lainnya adalah sekresi bikarbonat mukosa. ciri genetik dan sters. sering terbangun dari tidur antara jam 1dan 2 pagi Makan makanan menghilangkan nyeri Muntah tidak umum Hemoragi jarang terjadi dibandingkan ulkus lambung. bila ada melena lebih umum daripada hematematis Lebih mungkin terjadi perforasi dari pada usus lambung Kemungkinan malignasi Jarang Faktor Risiko Golongan darah O. insiden ulkus peptikum pada wanita hampir sama dengan pria. Faktor predisposisi untuk ulkus peptikum : • Blood type ( ulkus gaster dan gologan darah A.

nyeri tekan epigastrik. Melalui endoskopi. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan adanya nyeri. serta tes serologis terhadap antibody pada antigen H. Bising usus mungkin tidak ada. Pemeriksaan dengan barium terhadap saluran GI atas dapat menunjukkan adanya ulkus. dan lesi. meskipu hal ini merupakan tes laboratorium khusus. mukosa dapat secara langsung dilihat dan biopsi didapatkan.kronis. alkohol. 6. Penatalaksanaan Medis Tujuan utama intervensi pada ulkus peptikum adalah mengistirahatkan lambung.pylori dapat ditentukan dengan biopsi dan histologi melalaui kultur. pylori dari saluran gastrointestinal. atau distensi abdominal. Berikut ini batasan dan dan keberhasilan intervensi : Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 25 . stres 5. Respon terhadap program terapeutik bervariasi sesuai dengan persepsi klien tentang status kesehatannya dan derajat gaya hidup yang dipengaruhi oleh penyakit ulkus. Endoskopi gastrointestinal atas digunakan untuk mengidentifikasi perubahan inflamasi. ulkus. namun endoskopi adalah prosedur diagnostik. Adanya juga tes pernapasan yang mendeteksi H. Ini dapat meliputi :  Penetralan atau buffering asam hidroklorida  Menghambat sekresi asam  Penurunan aktifitas pepsin dan asam hidroklorida  Membasmi H. Adanya H.pylori.pylori. merokok. Pemeriksaan sekretori lambung merupakan nilai yang menentukan dalam mendiagnosis aklorhidria ( tidak terdapat asam hidroklorida dalam getah lambung ) dan sindrom zollingerellison. Nyeri yang hilang dengan makan makanan atau antasida dan tidak adanya nyeri yang timbul juga mengidinfikasikan adanya ulkus. sirosis.

Kebanyakan ulkus kronis dan berulang akhirnya diatasi melalui pembedahan. Klien mengalami penurunan nyeri yang akhirnya hilang. inhibitor pompa proton.  Mengatasi kedaruratan bedah yang berkembang sebagai komplikasi penyakit ulkus peptikum.  Mengangkat keganasan atau lesi potensial keganasan. pylori dari saluran gasrointstinal ( antibiotika ). Obat yang diresepkan pada klien dengan ulkus peptikum untuk empat alasan utama : 1) Untuk menghilangkan bakteri H. 4.  Mengatasi klien yang tidak berespons terhadap terapi medikal. 3. Klien mematuhi jadwal pengibatan. antikolonergik. analog prostaglandin. juga manifestasi lainnya. antasida] ). 2. 3) Untuk menetralisasi asam ( antasida ) 4) Untuk melindungi barier mukosa ( sukrafal [carafate] ). 2) Untuk menurunkan sekresi ( obat hiposekresi ([antagonis reseptor H2. Klien mengidentifikasi stressor dan mengembangkan cara untuk menghadapi atau mengubahnya.pembedahan untuk pencegahan kekambuhan ulkus dilakukan untuk alasan berikut : Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 26 . 7. Penatalaksanaan Bedah Pembedahan lambung dilakukan untuk alasan berikut :  Menurunkan kemampuan sekresi asam lambung.1. Klien makan nutrisi diet dan melaporkan peningkatan toleransi terhadap makanan.

kelemahan dan dieforesis setelah makan yang berhubungan dengan sindrom dumping paska-gastrektomi. 8. • • • • Diagnosa Nyeri berhubungan dengan efek sekresi asam lambung pada jaringan yang rusak. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 27 . Ansietas berhubungan dengan koping dengan penyakit akut. • • • • • Pengkajian: Kaji adanya mual dan muntah Kaji tanda-tanda vital Kaji apakah pasien merokok? Kaji adanya stres? Adanya riwayat keluarga dengan penyakit ulkus peptikum? b.  Menghilangkan mekanisme hormon gastrik dengan gastrektomi. abdomen penuh. Memudahkan regurtasi enterogastrik sekresi mukosa. Proses keperawatan pasien dengan ulkus peptikum a. empedu. Kurang pengetahuan tentang pencegahan gejala dan penatalaksanaan kondisi.  Menurunkan kapasitas sekretorius lambung dengan mengangkat sel parietal. Nyeri. dan getah pankreas.  Menghilangkan rangsang sekresi asam hidroklorida dan memotong saraf vagus.

Kaji dan dokumentasikan nyeri : beratnya. Beri tahu pasien untuk menghindari makanan dan obat yang mengiritasi. durasi. nyeri tidak ada. DK.1 : Nyeri berhubungan dengan efek sekresi asam lambung pada jaringan yang Dalam 24 jam penerimaan. Obstruksi pilorik ( obstruksi jalan keluar lambung ). pada saat pulang dari rumah sakit. persepsi subjektif pasien tentang nyeri hilang. Diagnosa dan Intervensi Keperawatan • rusak. 2. 5.indikator –indikator objektif seperti meringis. khususnya yang berkenaan dengan gejala-gejala. Berikan metode -metode non-farmakologis untuk kontrol nyeri ( mis. Bantu pasien mencegah atau mengendalikan ansietas dengan mengajarkan tindakan bantuan mandiri dan anjurkan mengekspresikan perasaan Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 28 . 4. bimbing imajinasi ). gosokan punggung. d. di buktikan dengan skala nyeri. 3. karakter. Masalah komplikasi/komplikasi potensial Ulkus peptikum dapat menimbulkan komplikasi berikut: • • • • Hemoragi. Penetrasi. Perforasi. lokasi. Instruksikan pasien untuk makan tiga kali makanan seimbang tiap hari dan menghindari kudapan pada waktu tidur. Intervensi keperawatan : 1.c. distraksi. faktor pencetus. tidak ada atau kurang. metode menghilang.

demam. Kaji terhadap indikator. Intervensi keperawatan : 1. obstruksi. napsu makan baik. melena). Waspadai terhadap indikator-indikator obstruksi perforasi dan peritonitis: nyeri abdomen atau hebat. Ajarkan pasien tanda dan gejala komplikas GI dan pentingnya melaporkan hal ini dengan segera pada pemberi perawatan kesehatan bila ini terjadi. pasase feses dan flatus. Kerusakan integritas jaringan yang berhubungan dengan pemajanan pada iritan kimia (asam gaster dan pepsin). • DK. Periksa semua fase terhadap darah samar. muntah. 2. Perubahan perlindungan yang berhubungan dengan potensi terhadap perdarahan. 3. distensi. Hasil yang di harapkan : Pasien bebas dari tanda dan gejala perdarahan. Konsul dokter tiba-tiba dengan segera tentang temuan bermakna. mual. mual.6. pasang selang gastrik sesuai program. abdomen lunak dan tidak distensi. dibuktikan dengan hasil negatif pada tes darah samar. 2 : Ansietas berhubungan dengan koping dengan penyakit akut. dan normotermia. ketidakmampuan mengeluarkan feses atau flatus. Anjurkan pasien untuk menggunakan teknik penurunan stress. distensi. dan kekauan abdomen.indikator perdarahan (mis. perforasi. 5. Pantau dan perhatikan indikator-indikator obstruksi: nyeri abdomen. Bila di indikasikan. hematemesis. • DK. 3 : Kurang pengetahuan tentang pencegahan gejala dan penatalaksanaan kondisi. muntah. Hasil yang diharapkan : Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 29 . obstruksi. dan peritonitis. Jangan menggunakan selang lambung pada pasien yang mengalami atau dicurigai mengalami varises esophagus. dan perforasi sekunder akibat proses ulseratif. Konsul dokter tentang temuan positif. 4.

5. kafein.Selama tinggal di rumah sakit. Intervensi keperawatan : 1. 3. Jaringan mukosa gastrik dan duodenal sembuh dan tetap utuh. DK. kelemahan dan dieforesis setelah makan yang berhubungan dengan sindrom dunping paska-gastrektomi. Tekankan pentingnya menggunakan obat pada interval yang diprogramkan. Anjurkan pasien untuk menghindari makanan yang mungkin menyebabkan nyeri atau meningkatkan sekresi asam. Bila dapat di terapkan. Instruksikan pasien untuk menghindari makanan fibrosa dan mengunyah makanan secara seksama. dibuktikan dengan tidak adanya atau penurunan nyeri dan tidak ada perdarahan. alcohol. Bila dapat di terapkan. rujuk pasien pada sumber komunitas dan kelompok pendukung untuk membantu pasien berhenti merokok dan minum. yang mencetuskan rasa penuh osmotik dari cairan di dalam saluran GI dan menambah gejala. 4 :Nyeri. Intervensi keperawatan : 1. 2. Hasil yang diharapkan : Dalam 24 jam sebelim pulang dari rumah sakit. pasien memenuhi rekomendasi medis untuk mengatasi ulkus peptikum: dalam 24 jam sebelum pulang dari rumah sakit. tidak hanya untuk penghilangnya nyeri simtomatik. abdomen penuh. dan NSAID lain. respon ini sangat individual. aspirin ibuprofen. 3. 2. rekomendasikan strategis untuk membantu pasien berhenti merokok. Instruksikan pasien untuk menghindari makanan dan obat berkenan dengan peningkatan sekresi asan dan erosi GI: kopi. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 30 . Beri tahu pasien untuk menghindari minum cairan dengan makan dan berbaring setelah makan untuk mencegah pengosongan gastrik cepat yang terjadi pada sindrom dumping. Beri tahu pasien untuk menghindari makanan tinggi karbohidrat. pasien mengungkapkan pengetahuan perlunya perubahan gaya hidup. 4. pasien mengungkapkan tindakan untuk mencegah ketidaknyamanan setelah makan.

bengkak. eksaserbasi atau kekambuhan. bau busuk. tujuan. atau mengontrol sindrom dumping mencegah pascapembedahan. 1995) • • Karsinoma gaster adalah gangguan sel gaster yang dalam waktu lama terjadi Karsinoma gaster merupakan mutasi sel gaster yang kebanyakan menyerang mutasi sel gaster. Rujuk pada spesialis perawatan kesehatan untuk bantuan penurunan sters. Pentingnya mengikuti diet yang di programkan untuk memfasilitasi penyembuhan ulkus. hangat lokal.4 % kematian akibat kanker. Perawatan insisi dan teknik penggantian balutan. CA GASTER 2. Ajarkan pasien tentang tanda infeksi luka: kemerahan menetap. 4. dan potensil efek samping. kewaspadaan. Obat-obatan. Perubahan peran gaya hidup dalam mencegah eksaserbasi atau kekambuhan ulkus.3 ASUHAN KEPERAWATAN PADA CA GASTER A. 1997) antrum gaster dan merupakan kanker adenokarsinoma. 2000) Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 31 . (Price & Wilson. bila perlu. termasuk nama. Konsep Penyakit Ca Gaster a. demam. dan potensial komplikasi. Rujuk pada kelompok pendukung komunitas. (Baughmen & JoAnn. (Soeparman & Sarwono Waspadji. bila perlu. 7. 5.Bila tepat. 6. (Sjamsuhidajat & Wim De Jong. bila ada. 1990) sering terjadi dan menyebabkan sekitar 2. termasuk berhenti merokok dan mengurangi stress. jadwal. Pengertian • • Karsinoma gaster merupakan tumor ganas lambung yang paling banyak Karsinoma gaster merupakan bentuk neoplasma gastrointestinal yang paling tergolong adenokarsinoma.dosis. 2.PENYULUHAN PASIEN-KELUARGA DAN RENCANA PEMULANGAN Beri pasien dan orang terdekat informasi verbal dan tertulis tentang hal berikut : 1.drainase purulen. interaksi obat/obat dan makanan/obat. atur konsultasi dengan ahli diet. Tanda dan gejala eksaserbasi dan kekambuhan. 3.

b. gastroskopi dan pemeriksaan histopatologis dapat dibagi atas : Tipe I (pritrured type) Tumor ganas yang menginvasi hanya terbatas pada mukosa dan sub mukosa yang berbentuk polipoid. keabuan dan merah kehitaman.Kesimpulan : karsinoma gaster adalah neoplasma gastrointestinal yang menyebabkan mutasi sel gaster. terdapat sedikit elevasi dan lebih meluas dan melebar. II. Dasar ulkus terlihat nekrotik dengan warna kecoklatan. tidak terlihat batas tegas pada dinding dan infiltrasi difus pada seluruh mukosa. 4. (Flat type) Tidak terlihat elevasi atau depresi pada mukosa dan hanya terlihat perubahan pada warna mukosa. (Depressed type) Didapatkan permukaan yang iregular dan pinggir tidak rata (iregular) hiperemik / perdarahan. Bormann II Merupakan Non Infiltrating Carsinomatous Ulcer dengan tepi ulkus serta mukosa sekitarnya menonjol dan disertai nodular.a. Klasifikasi Early gastric cancer (tumor ganas lambung dini). Bentuknya berupa polipoid karsinoma yang sering juga disebut sebagai fungating dan mukosa di sekitar tumor atropik dan iregular. Berdasarkan hasil pemeriksaan radiologi. Advanced gastric cancer (tumor ganas lanjut). (Excavated type) Menyerupai Bormann II (tumor ganas lanjut) dan sering disertai kombinasi seperti II c & III atau III & II c dan II a & II c.c. Bentuknya ireguler permukaan tidak rata. Berupa infiltrating Carsinomatous type.b. Hampir seperti tipe I. Tipe II (superficial type) Dapat dibagi atas 3 sub tipe: II. Bormann I. perdarahan dengan atau tanpa ulserasi. 2. Type III. Bormann III. Bormann IV Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 32 .Menurut klasifikasi Bormann dapat dibagi atas : 1. Mukosa sekitar ulkus tampak sangat hiperemik. (Elevated type) Tampaknya sedikit elevasi mukosa lambung. II. 3.

frekuensi tumor ganas gaster lebih rendah. Patofisiologi Seperti pada umumnya tumor ganas ditempat lain penyebab tumor gaster juga belum diketahui secara pasti. Di samping itu juga pengaruh keadaan lingkungan mungkin memegang peran penting terutama pada penyakit gaster seperti dinegara Jepang. Chili. Ternyata pada orang Jepang yang telah lama meninggalkan Jepang. c. dan kelenjar limfe supraklavikuler kiri (Limfonodi Virchow) yang membesar menunjukkan penyakit yang lanjut dan sudah menyebar. Faktor yang mempermudah timbulnya tumor ganas gaster adalah perubahan mukosa yang abnormal antara lain seperti gastritis atropik. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 33 . teraba massa pada rektum. Selain itu faktor ulkus gastrikum adalah salah satu faktor pencetus terjadinya karsinoma gaster. polip di gaster. Australia. Pada stadium awal. asites. karsinoma gaster sering tanpa gejala karena lambung masih dapat berfungsi normal. dan gangguan penyerapan nutrisi di usus sehingga berpengaruh pada penurunan berat badan yang akhirnya menyebabkan kelemahan dan gangguan nutrisi.Berupa bentuk diffuse Infiltrating type. Rusia dan Skandinavia. Bila terdapat ikterus obstruktiva harus dicurigai adanya penyebaran di porta hepatik. Laki-laki lebih sering terserang dan sebagian besar kasus timbul setelah usia 40 tahun. Karsinoma gaster merupakan bentuk neoplasma lambung yang paling sering terjadi dan menyebabkan sekitar 2. hal ini lah yang menyebabkan nyeri tekan epigastrik. . dibuktikan karsinoma lambung lebih sering terjadi pada orang dengan golongan darah A. Bila kerja usus dalam menyerap nutrisi makanan terganggu maka akan berpengaruh pada zat besi yang akan mengalami penurunan yang akhirnya menimbulkan anemia dan hal inilah yang menyebabkan gangguan pada perfusi jaringan penurunan pemenuhan kebutuhan oksigen di otak sehingga efek pusing sering terjadi. Faktor genetik memegang peranan penting. Adanya nyeri perut. tidak terlihat batas tegas pada dinding dan infiltrasi difus pada seluruh mukosa. dan anemia pernisiosa. Tumor yang sudah membesar akan menghimpit atau menekan saraf sekitar gaster sehingga impuls saraf akan terganggu. Irlandia. Gejala biasanya timbul setelah massa tumor cukup membesar sehingga bisa menimbulkan gangguan anoreksia.6 % dari semua kematian akibat kanker. Pada stadium lanjut bila sudah metastase ke hepar bisa mengakibatkan hepatomegali. hepatomegali.

paru. 4. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 34 . Karsinoma gaster terlihat beberapa bentuk. 2. 1. Sedangkan pada atrofi gaster disapatkan bagian atas gaster dan secara multicenter. otak dan bagian lain saluran cerna. arteri hepatika dan celiac. Penyebarannya melalui dinding yang disemari penyebaran pada permukaan. 5. pankreas dan hilus selitar limpa. 6. Sepertiganya karsinoma berbagai bentuk di atas. Seperempatnya berbentuk tumor yang berulserasi. 3. Prognosis yang baik berhubungan dengan bentuk polipoid dan kemudian berbentuk ulserasi dan yang paling jelek ada bentuk scirrhous dan bentuk infiltrasi. Dapat juga mengenai tulang. Bentuk linisplastika. Massa yang tumbuh melalui dinding menginvasi lapisan otot.Karsinoma gaster berasal dari pertumbuhan epitel pada membran mukosa gaster. Penyebaran karsinoma gaster sering ke hati. Seperempatnya berasal dari propria yang berbentuk fungating yang tumbuh ke lumen sebagai massa. Kabanyakan karsinoma gaster berkembang pada bagian bawah gaster.

polip di gaster.d kelemahan fisik. Pilory Keadaan Lingkungan Perubahan mukosa yang abnormal Pertumbuhan epitel pada membran mukosa gaster Dx 3. makanan diasap.d mual. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. kurang serat. Kecemasan b.d rencana pembedahan Ikterus Obstruktif Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 35 . Intoleransi beraktivitas b. muntah dan tidak nafsu makan Massa tumor cukup membesar Gangguan anoreksia Gangguan penyerapan nutrisi pada usus Penurunan Fe → Anemia Metastase Hepar Hepatomegali Impuls saraf terganggu Nyeri tekan epigastrik Asites Penurunan kebutuhan O2 di otak Teraba massa pada rectum Kelenjar limfe suprakalvikuler kiri (Limfonodi Virchow) membesar Stadium Lanjut Tumor membesar → menekan saraf sekitar gaster Dx 1. anemia pernisiosa Kebiasaan Hidup : Sering makanmakanan panas .Karsinoma Gaster Gastritis atropik. Penyebaran telah mencapai porta hepatika Dx 2. Nyeri b. pedas. Herediter Infeksi H.d proses pertumbuhan sel-sel kanker Gangguan perfusi jaringan Dx 4.

Hematemasis. Etiologi Penyebab dari karsinoma Gaster sampai saat ini belum diketahui secara pasti. f. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 36 . 6. g. Disfagia. c. Keram abdomen m. Sering makan daging hewan dengan cara dipanggang atau dibakar atau diasapkan. 4. Faktor infeksi (oleh kuman H. Muntah d. k. i. Kelemahan. Nyeri b. Gastritis kronis. Mudah kenyang. l. Darah yang nyata atau samar dalam tinja n. Pylory). Asites ( perut membesar). Faktor – faktor tersebut seperti : 1. Anoreksia. 7. Pasien mengeluh rasa tidak enak pada perut terutama sehabis makan. Namun para penyelidik berpendapat bahwa komposisi makanan merupakan salah satu faktor penting dalam kejadian karsinoma Gaster. Makan makanan yang memproduksi bahan karsinogenik dan ko-karsinogenik. Nausea. Tanda dan Gejala Tanda dan gejala karsinoma kolo-rektal tergantung dari lokasi dan besarnya tumor : a. Kurang makanan yang mengandung serat. e. j. Sering makan makanan yang terlalu pedas. 5. 3. e. Herediter.d. Penurunan Berat badan. Regurgitasi. 2. h.

4. Pemeriksaan fisis dapat membantu diagnosis berupa berat badan menurun dan anemia. oblik yang disertai dengan komprsi. Pemeriksaan fisis. Sitologi. 2. Radiologi. h. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 37 . Tengkurap. Pada tumor ganas sering didapatkan perdarahan dalam tinja (occult blood). Pada pemeriksaan Okuda (1969) dengan biopsi ditemukan 94 % pasien dengan tumor ganas gaster sedangkan dengan sitologi lavse hanya didapatkan 50 %. Epidemiologi Seperti halnya dengan penyakit kanker di tempat lain kanker lambung pada umumnya timbul pada usia lanjut.f. Komplikasi 1. dan kadang-kadang kelenjar limfe klavikula teraba. Hematemesis yang masif dan melena dapat terjadi pada tumor ganas lambung sehingga dapat menimbulkan anemia. teraba hati yang iregular. Pemeriksaan gastroskopi banyak sekali membantu diagnosis untuk melihat adanya tumor gaster. Pemeriksaan darah pada tinja. untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan tes Benzidin. Lebih dari 60% kanker lambung ditemukan pada penderita di atas 65 tahun dengan dominasi kaum pria. Kanker lambung terbanyak didapatkan pada kelompok 60-69 tahun. Perforasi Dapat terjadi perforasi akut dan perforasi kronik. 5. Pemeriksaan Papanicolaou dari cairan lambung dapat memastikan tumor ganas lambung dengan hasil 80 – 90 %. 2. Didaerah epigastrium mungkin ditemukan suatu massa dan jika telah terjadi metastasis ke hati. Gastroskopi dan Biopsi. Hematemesis. Pemeriksaan radiologi yang penting adalah pemeriksaan kontras ganda dengan berbagai posisi seperti telentang. Pemeriksaan Diagnosis 1. 3. Tentu pemeriksaan ini perlu dilengkapi dengan pemeriksaan gastroskopi dan biopsi. g.

Obstruksi. alkohol. B. ventilasi. Walaupun telah terdapat daerah sebar. upaya yang dilakukan Lingkungan tempat tinggal klien Tingkat pengetahuan dan kepedulian pasien a. hidrourea. b. Di antara obat yang di gunakan adalah 5 Fluoro Uracil. tidak ada sisa Ca pada irisan lambung. trimetrexote. Nutrisi metabolik Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 38 . Konsep Dasar Keperawatan A. mitonisin C. reseksi cairan sekitar yang terkena. obat-obatan. lingkungan. Penatalaksanaan Medis 1. Kemoterapi Pada tumor ganas dapat dilakukan pemberian obat secara tunggal atau kombinasi kemoterapi. Adhesi. Bedah Jika penyakit belum menunjukkan tanda penyebaran. Dapat terjadi pada bagian bawah lambung dekat daerah pilorus yang disertai keluhan mintah-muntah. Reaksi kuratif akan berhsil bila tidak ada tanda metastasis di tempat lain. pembedahan sudah dapat dilakukan sebagai tindakan paliatif. dari pengambilan kelenjar limfa secukupnya. Persepsi kesehatan-pemeliharaan kesehatan Hal-hal yang membuat status kesehatan pasien berubah : merokok. pilihan terbaik adalah pembedahan. polusi. Pengkajian o o o o Apakah ada riwayat kanker pada keluarga Status kesehatan dan penyakit yang diderita.3. Radiasi Pengobatan dengan radiasi memperlihatkan kurang berhasil. epirubisin dan karmisetin dengan hasil 18 – 30 %. 2. 4. Jika tumor mengenai dinding lambung dapat terjadi perlengketan dan infiltrasi dengan organ sekitarnya dan menimbulkan keluhan nyeri perut i. 3.

Persepsi kognitif     Gangguan pengenalan (orientasi) terhadap tempat. manis.      c. ketidaknyamanan. dingin) Adanya makanan tambahan Napsu makan berlebih/kurang Kebersihan makanan yang dikonsumsi tertentu. anorexia. panas. sehari  nutrisi  Jenis. Eliminasi • • • • • Pola BAK dan BAB: frekuensi. karakteristik. kaji diet khusus Jenis makanan yang disukai (pedas. Aktivitas dan latihan    e. masalah pengontrolan Adanya mencret bercampur darah Adanya Diare dan konstipasi Warna feses. alkohol dan mengkonsumsi obat-obatan Ketaatan terhadap diet. ketidakmampuan memenuhi kebutuhan Adanya kebiasaan merokok. frekuensi dan jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi Adanya mual. Tidur dan Istirahat o o Adanya gejala susah tidur/insomnia Kebiasaan tidur per 24 jam f. muntah. dan bau Adanya nyeri waktu BAB Kebiasaan aktivitas sehari hari Kebiasaan olah raga Rasa sakit saat melakukan aktivitas d. waktu dan orang Adanya gangguan proses pikir dan daya ingat Cara klien mengatasi rasa tidak nyaman(nyeri) Adanya kesulitan dalam mempelajari sesuatu Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 39 . asam. bentuk feses.

cemas) Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 40 .apakah kegiatan ibadah terganggu B. marah. Rencana Keperawatan Adanya gangguan seksualitas dan penyimpangan seksualitas Pengaruh/hubungan penyakit terhadap seksualitas Adanya perasaan cemas.tidak sabar ataupun marah Mekanisme koping yang biasa digunakan Respon emosional klien terhadap status saat ini Orang yang membantu dalam pemecahan masalah Mekanisme koping dan toleransi terhadap stess dengan mual. 3. Reproduksi dan seksualitas   j. Peran dan hubungan dengan sesama Klien hidup sendiri/keluarga Klien merasa terisolasi Adanya gangguan klien dalam keluarga dan masyarakat i. • • • • k. Persepsi dan konsep diri • o o o Penilaian klien terhadap dirinya sendiri h. 2. Nyeri berhubungan dengan proses pertumbuhan sel-sel kanker Tujuan : Nyeri berkurang sampai hilang setelah dilakukan tindakan keperawatan Hasil yang diharapkan : Nyeri berkurang sampai dengan hilang Rencana Tindakan: 1. Diagnosa Keperawatan Nyeri berhubungan dengan proses pertumbuhan sel-sel kanker Kecemasan berhubungan dengan rencana pembedahan Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan Intoleransi beraktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik. Sistem kepercayaan  Agama yang dianut.g. Kaji faktor penyebab timbul nyeri (takut . lokasi. muntah dan tidak nafsu makan Dx 1. 4.takut. Kaji karakteristik nyeri. C. frekfensi R/ mengtahui tingkat nyeri sebagai evaluasi untuk intervensi selanjutnya 2. 1.

Evaluasi tingkat pemahaman pasien / orang terdekat tentang diagnosa medik R/ memberikan informasi yang perlu untuk memilih intervensi yang tepat 4. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 41 . Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik R/ analgetik efektif untuk mengatasi nyeri Dx 2. muntah dan tidak nafsu makan. Jelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien R/ pasien kooperatif dalam segala tindakan dan mengurangi kecemasan pasien 2.Mual berkurang sampai dengan hilang. Hidangkan makanan dalam porsi kecil tapi sering dan hangat. Kaji kebiasaan makan klien.R/ dengan mengetahui faktor penyebab nyeri menentukan tindakan untuk mengurangi nyeri 3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. R/ Jenis makanan yang disukai akan membantu meningkatkan nafsu makan klien.Nutrisi klien terpenuhi . Tujuan : Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi setelah dilakukan keperawatan Hasil yang diharapkan: . Kecemasan berhubungan dengan rencana pembedahan Tujuan : Kecemasan dapat diminimalkan setelah dilakukan tindakan keperawatan Hasil yang diharapkan : Kecemasan pasien berkurang Rencana Tindakan: 1. Rencana tindakan : 1. Beri kesempatan pada pasien untuk mengungkapkan perasaan akan ketakutannya R/ untuk mengurangi kecemasan 3. R/ Makanan yang hangat menambah nafsu makan. Ajarkan tehnik relaksasi tarik nafas dalam R/ tehnik relaksasi dapat mengatsi rasa nyeri 4. Akui rasa takut/ masalah pasien dan dorong mengekspresikan perasaan R/ dukungan memampukan pasien memulai membuka/ menerima kenyataan penyakit dan pengobatan Dx 3. 2. 3. Ajarkan teknik relaksasi yaitu tarik napas dalam.

Timbang berat badan bila memungkinkan. Sediakan waktu istirahat yang cukup. R/ Menentukan aktivitas yang boleh dilakukan. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian vitamin R/ Mencegah kekurangan karena penurunan absorsi vitamin larut dalam lemak Dx 4. Tujuan : Intoleransi aktivitas teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan. Kaji keluhan klien saat beraktivitas. R/ Terpenuhinya kebutuhan klien. Kaji kemampuan klien dalam beraktivitas. klien beraktivitas secara bertahap. R/ Istirahat akan memberikan energi yang cukup dan membantu dalam proses penyembuhan. Hasil yang diharapkan: Klien menunjukkan peningkatan toleransi dalam beraktivitas yang ditandai dengan: tidak mengeluh lemas. 2. 5. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 42 . Intoleransi beraktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik. Rencana Tindakan : 1. Bantu memenuhi kebutuhan klien. R/ Untuk mengetahui kehilangan berat badan. 4.R/ Tarik nafas dalam membantu untuk merelaksasikan dan mengurangi mual. 3. 4. R/ Mengidentifikasi kelainan beraktivitas.

2 Saran Diharapkan setelah membaca materi ini. Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 43 . pylorus.BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Penyakit gastritis. 3. pembaca dapat menghindari faktor. ulkus peptikum dan kanker gaster. Gastritis adalah inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung dan dapat dibuktikan dengan adanya infltrasi sel-sel radang.faktor resiko yang dapat menyebabkan penyakit tersebut.faktor resiko lainnya. Ketiga penyakit ini dapat dicegah dengan mengatur pola makan yang baik dan mencegah faktor. atau esophagus. Serta dalam praktek asuhan keperawatan dapat membuat diagnosa keperawatan yang tepat atas penyakit dan mampu melakukan intervensi dan implementasi keperawatan yang tepat. Ulkus peptikum adalah ekskavasi ( area berlubang ) yang terbentuk dalam dinding mukosa lambung. duodenum. karsinoma gaster adalah neoplasma gastrointestinal yang menyebabkan mutasi sel gaster.

1996. Jakarta: EGC Felix.2005. Jakarta : EGC. Soeparman.google.Ferdynandus. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.2009.html Keperawatan Medikal Bedah :Askep pada Klien dengan Gangguan Lambung 44 . • • • http://yan-nov. Sylvia Anderson.Daftar Pustaka • • • • • • Brunner dan Suddart. Bandung: YIPK Pajajaran. Tersedia www. Mubin.2008.Jakarta : EGC.blogspot.blogspot. Ed 8 Vol 2. Ilmu Penyakit Dalam.com [9 September 2009] Long. 2002. 1987.blinxer.html http://wayanpuja. Patofisiologis : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.com/2009/05/asuhan-keperawatan-pada-kliendengan_30. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam Diagnosis dan Terapi.com/2009/02/askep-gastritis. [online]. Halim.com http://dezlicious. Perawatan Medikal Bedah Suatu Pendekatan Proses Keperawatan. Price. Barbara C.Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Kanker Lambung. Buku Ajaran Keperawatan Medikal Bedah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->