Laporan BSNP

Tahun 2009

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, taufik, dan karunia-Nya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dapat menyelesaikan seluruh program kerja tahun 2009 tepat pada waktunya. Program strategis yang telah dilaksanakan BSNP tahun 2009 adalah: (1) Pengembangan Standar Dosen Akademik dan Profesi Pendidikan Tinggi,(2) Pengembangan Standar Isi Pendidikan Tinggi, (3) Pengembangan Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan Tinggi: Program Sarjana, (4) Pengembangan Standar Pendidikan Anak Usia Dini, (5) Updating Standar Biaya dan Pengembangan Indeks Biaya Pendidikan, (6) Pemantauan Implementasi Standar Nasional Pendidikan, (7) Pengembangan Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran, (8) Penilaian Buku Teks Pelajaran, (9) Penyelenggaraan dan Pemantauan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) serta Ujian Nasional (UN). Dalam penyusunan laporan ini, BSNP telah bekerjasama dengan penanggungjawab pengembangan standar dibantu staf professional. Untuk itu BSNP menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tulus kepada semua penanggungjawab, anggota tim pengembang, dan anggota BSNP yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan BSNP tahun 2009. Berkat bantuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak, seluruh program kerja BSNP dapat diselesaikan pada waktunya. Penerbitan buku laporan BSNP ini merupakan salah satu bentuk pertanggungajwaban serta transparansi BSNP dalam menjalankan
iii

tugas dan kewenangannya. Semoga, buku laporan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Jakarta, Januari 2010 Badan Standar Nasional Pendidikan Ketua,

Prof. Dr. Djemari Mardapi

iv

....... c............... BAB 3 PENGEMBANGAN STANDAR ISI PENDIDIKAN TINGGI ............................................................... LatarBelakang ..................... 51 v ....................................................................... e......... Fungsidan Tujuan Standar Nasional Pendidikan ................................................ g.............. Struktur Kepemimpinan . BAB 2 PENGEMBANGAN STANDAR DOSEN AKADEMIK DAN PROFESI PENDIDIKAN TINGGI .................................. i....................DAFTAR ISI LAPORAN KEGIATAN BSNP TAHUN 2009 KATA PENGANTAR ..................... Proses Penyusunan Standar ............. Lingkup Standar Nasional Pendidikan ........................................................ Administratif dan Keuangan ....... DAFTAR ISI ...................... h............................................... d.................................................................................................................... iii v 1 3 4 5 6 7 8 8 10 10 11 39 BAB 4 PENGEMBANGAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN TINGGI: PROGRAM SARJANA . f......................................................... BAB 1 PENDAHULUAN ................ Tim Ahli................ a.................. Anggota .. Tugas dan Wewenang ...... b.............................. Tenaga Profesional..........

.................................... BAB 10 PENYELENGGARAN UJIAN NASIONAL 2009: UN......................................................................................................................................................................................... BAB 7 PEMANTAUAN IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ........................................................................... BAB 8 PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN ....................BAB 5 PENGEMBANGAN STANDAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI................................... 61 71 97 125 151 165 187 215 223 vi ................................... BAB 6 UPDATING STANDAR BIAYA DAN PENGEMBANGAN INDEKS BIAYA PENDIDIKAN............................ BAB 13 EPILOG .......................................................... BAB 11 KEGIATAN RUTIN BSNP ........................... UASBN DAN UNPK ...... BAB 9 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN ............................ BAB 12 PENCAPAIAN DAN EVALUASI KEGIATAN .......................

BAB 1 PENDAHULUAN Badan Standar Nasional Pendidikan 1 .

.

dan mengendalikan standar nasional pendidikan. supaya upaya-upaya yang dilakukan menjadi terukur dan terarah. Peningkatan mutu SDM sangat diperlukan bagi keberhasilan pembangunan nasional dan bagi peningkatan daya saing bangsa untuk meraih kemajuan serta memenangi persaingan dalam percaturan global saat ini. sebagai produk pendidikan. karena hanya dengan meningkatkan mutu pendidikan. PENDAHULUAN A| Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini. terutama dalam rangka pemantauan dan pengendalian mutu lulusan. Hal ini penting. memantau. kita dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM). Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merupakan lembaga yang secara formal dibentuk dan diberi tugas untuk membantu Menteri dalam mengembangkan. Upaya peningkatan mutu pendidikan memerlukan standar nasional pendidikan. baik melalui jalur formal. sebagai dasar dan tolokukur pembangunan bidang pendidikan.PENdAHULUAN Januari 2010 © BSNP BAB 1. sebagai salah satu upaya dalam rangka pemantauan dan pengendalian standar nasional pendidikan. 3 . Termasuk pula dalam tugas BSNP tersebut adalah menyelenggarakan ujian nasional. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. pemerintah perlu melakukan berbagai upaya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan secara lebih terarah dan berkelanjutan. maupun melalui jalur nonformal dan informal. pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. pemerintah perlu melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Menyadari hal itu.

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

Sehungan dengan tugas tersebut, pada Tahun Anggaran 2009, BSNP telah merumuskan dan telah selesai melaksanakan programprogram sebagai berikut. 1. Pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi 2. Pengembangan standar isi pendidikan tinggi 3. Pengembangan standar sarana dan prasaranapendidikan tinggi: program sarjana 4. Pengembangan standar pendidikan anak usia dini 5. Updating standar biaya dan pengembangan indeks biaya pendidikan 6. Pemantauan implementasi standar nasional pendidikan 7. Pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran 8. Penilaian buku teks pelajaran 9. Penyelenggaran ujian nasional 2009: UN, UASBN, dan UNPK 10. Kegiatan rutin BSNP Naskah laporan ini memuat seluruh program kegiatan yang dilakukan oleh BSNP dalam rangka pelaksanaan program-program yang telah ditetapkan untuk Tahun Anggaran 2009, dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan program-program tersebut.

B| Tugas dan Wewenang
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, BSNP mempunyai tugas utama membantu Menteri Pendidikan Nasional dalam rangka mengembangkan, memantau dan mengendalikan standar nasional pendidikan. Dalam melakukan tugas tersebut, BSNP diberikankewenangan untuk: (1) mengembangkan standar pendidikan nasional, (2) menyelenggarakan ujian nasional, (3) memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan pemerintah daerah dalam penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan, (4) merumuskan kriteria kelulusan dari satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan
4

PENdAHULUAN

Januari 2010 © BSNP

menengah, dan (5) menilai kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran. Tentu saja, BSNP senantiasa berkoordinasi dengan berbagai unit utama di Kementerian Pendidikan Nasional dalam menjalankan tugasnya.Demikian juga, BSNP bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Tingkat provinsi, Kabupaten/Kota dan Kementeraian Agama. Semua standar yang dikembangkan oleh BSNP berlaku secara efektif dan mengikat kepada semua satuan pendidikan secara nasional setelah ditetapkannya dengan Peraturan Menteri.

C| Anggota
BSNP beranggotakan 15 orang, yang diangkat oleh Menteri Pendidikan Nasional dalam masa bakti 4 tahun. Keanggotaan BSNP yang pertama diangkat pada tahun 2005 dengan masa bakti berakhir pada bulan Agustus 2009. Sehingga program BSNP tahun 2009 ini dilaksanakan oleh anggota BSNP periode 2005-2009 dan periode 2009-2013 Keanggotaan BSNP Periode 2005-2009 (dalam urutan alfabetis) adalah sebagai berikut: 1. Anggani Sudono, Dr. M.A 2. AT. Sugito, Prof. Dr. S.H, M.M (Menggantikan almarhum Zainuddin Arief, Dr.) 3. Bambang Soehendro, Prof. Dr 4. Djaali, Prof. Dr 5. Djemari Mardapi, Prof. Dr 6. Edy Tri Baskoro, Prof. Dr 7. Fawzia Aswin Hadis, Prof. Dr 8. Furqon, Prof. Dr 9. Komaruddin Hidayat, Prof. Dr 10. M. Yunan Yusuf, Prof. Dr. 11. Mungin Eddy Wibowo, Prof. Dr. M.Pd., Kons 12. Seto Mulyadi, Dr
5

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

13. Suharsono, Dr.,MM., M.Pd 14. Weinata Sairin, Pdt, M.Th 15. Zaki Baridwan, Prof. Dr Sedangkan anggota BSNP Periode 2009-2013 (dalam urutan alfabetis) adalah sebagai berikut: 1. Prof. Dr. Abdi A. Wahab 2. Prof. Dr.Djaali 3. Prof. Dr.Djemari Mardapi 4. Prof. Dr. Edy Tri Baskoro 5. Prof.Dr.dr. Farid Anfasa Moeloek, Sp.OG 6. Prof. Dr. Furqon 7. Prof. Dr. rer.nat Gunawan Indrayanto 8. Prof. Dr.Jamaris Jamna, M.Pd. 9. Prof.Dr.Johannes Gunawan, SH 10. Prof.Dr. Ir. Moehammad Aman Wirakartakusumah, M.Sc 11. Prof. Dr. Mungin EddyWibowo, M.Pd.Kons. 12. Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit 13. Dr. Teuku Ramli Zakaria 14. Pdt.Weinata Sairin, MTh. 15. Prof. Dr. Zaki Baridwan

d| Struktur Kepemimpinan
Dalam menjalankan roda organisasinya, BSNP dipimpin oleh seorang Ketua dan Sekretaris, yang berasal dari dan dipilih oleh anggota secara demokratis berdasarkan Sidang Pleno BSNP.Mulai tahun 2009, berdasarkan kesepakatan yang diambil dalam Sidang Pleno BSNP, ketua dan sekretaris BSNP dipilih setiap 2 tahun sekali, yang semula setahun sekali. Semua keputusan organisasi ditetapkan melalui Sidang Pleno dengan korum setengah tambah 1 dan diusahakan diambil berdasarkan asas musyawarah mufakat.
6

PENdAHULUAN

Januari 2010 © BSNP

Kepemimpinan BSNP (ketua dan sekretaris) dari tahun ke tahun dapat dilihat dalam table berikut: Tabel 1-1. Ketua dan Sekretaris BSNP
No Ketua dan Sekretaris BSNP 1 Ketua : Bambang Soehendro, Prof. Dr Sekretaris : Djaali, Prof. Dr 2 Ketua : M. Yunan Yusuf, Prof. Dr Sekretaris : Suharsono, Dr., MM., M.Pd 3 Ketua : Djemari Mardapi, Prof. Dr Sekretaris : Furqon, Prof. Dr. 4 Ketua : Mungin Eddy Wibowo, Prof. Dr. M.Pd., Kons Sekretaris : Edy Tri Baskoro, Prof. Dr. 5 Ketua : Djemari Mardapi, Prof. Dr Sekretaris :Edy Tri Baskoro, Prof. Dr. Periode Mei 2005 s.d. Agustus 2006 September 2006 s.d Agustus 2007 September 2007 s.d. September 2008 September 2008 s.d. Juli 2009 Agustus 2009 s.d. Agustus 2011

E| Tenaga Profesional, Administratif dan Keuangan
BSNP, dalam menjalankan perannya, didukung oleh sekretariat dan keuangan (di bawah koordinasi Kepala Balitbang), serta tenaga administrasi, tenaga profesional (konsultan) dan tim ahli. Staf professional yang membantu BSNP dalam melaksanakan program tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. Gaguk Margono, Prof. Dr. 2. Bambang Suryadi, Ph.D 3. Kaharuddin Arafah, Drs. M.Si Selain itu, Program Kemitraan Indonesia-Australia AUSAID menyediakan staf profesional untuk BSNP, sebagai berikut: 1. Ali Saukah, Prof. Dr. 2. Sisworo, Dr. 3. Arif Rifai, S.T

7

pembiayaan. Hans Mangundap. proses. pelaksanaan. 5. 5. Renny Wulansari. menurut Pasal 35 Undang Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana.Sos. mencakup 8 aspek. dan pengawasan pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. dan berkelanjutan sesuai dengan tantangan dan tuntutan perubahan kehidupan lokal. Sugi Wahono. Tabel 1-2. SE Reyman Aryo. Staf Administratif dan Keuangan BSNP 1. S. terdiri atas 16 orang sebagaimana tertulis dalam Tabel 1-2. 7. 2. 2. yakni standar isi. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. 10. Rosmalina Joko Muhyono Soesilo Hadi Samsudin Djadja Halimi Novani Budianti Eko Haryanto F| Fungsi dan Tujuan Standar Nasional Pendidikan Fungsi pokok dari standar nasional pendidikan adalah sebagai dasar dalam perencanaan. 3. Neneng Tresnaningsih. SE 1. terarah. Standar tersebut harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Staf Keuangan BSNP Dra.Si. dan penilaian pendidikan.. pengelolaan. kompetensi lulusan. S. M. G| Lingkup Standar Nasional Pendidikan Standar Nasional Pendidikan.Kom Djuandi Ibar Warsita. 8 . 6. 9. 4. MSi. 6.Pd. 3. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005. Staf Administratif BSNP Ning Karningsih Nurul Najmah. 4. M. 8. regional dan global. nasional.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Tenaga administratif dan keuangan BSNP yang sangat membantu meningkatkan kinerja BSNP dalam menjalankan tugasnya. sarana dan prasarana.

pengetahuan. pelaksanaan. bengkel kerja. 3. Standar sarana dan prasarana adalah kriteria minimal tentang ruang belajar. 6. kerangka dasar dan struktur kurikulum. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. dan keterampilan. bermain. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang berkaitan dengan sikap. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. 4. kompetensi mata pelajaran. beribadah. beban belajar. kabupaten/kota. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. serta pendidikan dalam jabatan. 5. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pe9 . Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. operasi dan personal satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. dan berkreasi serta laboratorium. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. 1. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.PENdAHULUAN Januari 2010 © BSNP Definisi kedelapan standar tersebut adalah sebagai berikut. 2. tempat berolahraga. Standar pembiayaan adalah standar yang berkaitan dengan komponen dan besarnya biaya investasi. Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan tentang perencanaan. perpustakaaan. 8. kalender pendidikan/akademik. dan sumber belajar lain. kurikulum tingkat satuan pendidikan. provinsi. 7.

Penyusunan Desain 2. prosedur. 10 . sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Finalisasi Draf Standar I| Tim Ahli Dalam penyusunan standar nasional pendidikan. Validasi Draf Standar 6. Selain itu. BSNP mengacu serial tahapan kegiatan sebagai berikut: 1. Masa kerja tim ahli tersebut adalah 1 tahun. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik untuk lima kelompok mata pelajaran oleh pendidik. di tahun 2009. Susunan tim ahli untuk setiap standar yang dikembangkan pada tahun 2009 dapat dilihat dalam laporan masing-masing kegiatan. Uji Publik Draf Standar 9. Review Draf Standar 5. Revisi Draf Standar untuk Uji Publik 8. Penyusunan Draft Standar 4. Pembahasan Draf Standar dengan Unit Utama 7. Kajian Bahan Dasar 3. standar penilaian juga mencakup penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dan pemerintah.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 nilaian pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. H| Proses Penyusunan Standar Dalam mengembangkan setiap standar nasional pendidikan. BSNP berwewenang untuk membentuk tim ahli yang terdiri dari para pakar dari berbagai bidang keilmuan dan institusi terkait.

BAB 2 PENgEmbANgAN StANDAr DoSEN AkADEmik DAN ProfESi PENDiDikAN tiNggi Badan Standar Nasional Pendidikan 11 .

.

PENGEMBANGAN STANDAR DOSEN AKADEMIK DAN PROFESI PENDIDIKAN TINGGI 1| Pendahuluan Dalam upaya mencapai sasaran pendidikan bermutu. proses. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. peran. sarana dan prasarana. tutor. kompetensi lulusan. pendidik dan tenaga kependidikan. pamong belajar. instruktur. kompetensi profesional. Dosen sebagai pendidik perlu memiliki kompetensi yang standar sebagai agen pembelajaran yang meliputi: kompetensi pedagogik. konselor. Pendidik mempunyai fungsi. pengelolaan. dosen. dan seni melalui 13 . fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. mengembangkan. dan kompetensi sosial. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengharuskan disusunnya standar isi. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. dan kedudukan yang strategis dalam mencapai pendidikan yang bermutu untuk semua warga Indonesia melalui jalur pendidikan formal dan pendidikan nonformal. pembiayaan. widyaiswara. teknologi. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Standar Pendidik adalah kriteria kualifikasi akademik dan kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP BAB 2. dan penilaian pendidikan. kompetensi kepribadian.

Dosen mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik. sehat jasmani dan rohani. dan b) sebagai pedoman bagi para dosen pendidikan akademik dan pendidikan 14 . BSNP perlu membentuk Tim Adhoc yang bertugas untuk mengembangkan standar dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. sertifikat pendidik. pembinaan. dan pengabdian kepada masyarakat.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 pendidikan. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Manfaat standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi adalah a) sebagai acuan bagi penyusun instrumen kinerja dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi sehingga dapat diperoleh alat dan prosedur penilaian yang sahih dan handal. penghargaan. dan pengembangan karir dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. kompetensi. dan c) membantu lembaga yang bertanggungjawab dalam peningkatan mutu dosen untuk melakukan pembinaan dalam rangka pemenuhan standar kualifikasi dan kompetensi dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. 2| Tujuan dan manfaat Tujuan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi adalah: a) memberi pedoman kepada para pengelola pendidikan dalam menyusun berbagai kebijakan yang berkenaan dengan rekrutmen. Dalam pengembangan standar sesuai dengan perundangundangan. b) menyediakan acuan dalam mengembangkan program pendidikan pada lembaga yang bertanggungjawab untuk membina secara terus menerus peningkatan kemampuan dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas. penelitian. penempatan. Tim Adhoc dibantu oleh seorang supporting staff.

D Bandung Sekolah Prof. Dr. Mulyono Abdurahman (Sekretaris) Prof. Dr. M. Ir. 7. Dr. Sugito Prof. Dr. 6.Pd. I Made UNJ Jakarta Pendidikan Putrawan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Prof. Dr. 5. Dr. Dr. Furqon Prof. Kons. M. Nasikin UI Jakarta Teknik Kimia bidang Rekayasa Reaksi dan Katalis 15 . Nama Prof. Makassar Evaluasi Pendidikan Prof. 2. Djaali (Koordinator) Prof. 3. Ph. Anggota BSNP No. AT. Zamroni. Prof. Fawzia Aswin Hadis Instansi UNJ Jakarta UNNES Semarang UNY Yogyakarta UPI Bandung UIN Jakarta UNNES Semarang UI Jakarta 2. Dr.Ed.D. Dr. Ph. Bandung Perencanaan Kota Prof. Tim Ahli Pengembangan Standar Nama Prof. M. 1. UNDIP Teknik Arsitektur dan M.Sc. Mungin Eddy Wibowo. Dr.. Dr. Yunan Yusuf Prof. Sumbangan UNHAS Sistem Informasi Baja.. Muhyadi Instansi UNY Yogyakarta Keahlian Social Studies and Multicultural Education UNJ Jakarta Teknologi Pendidikan Hp 0811 255 391 0812 1335 761 0813 2839 4749 0811 806 744 0813 2021 0345 0811 279 109 0812 8606 791 08124262988 08129001645 UNY Pendidikan Yogyakarta Administrasi Prof. 3| Tim Ahli 1.Pd. Ph. Djemari Mardapi.Phil Makassar Sumberdaya Lahan Prof. Djuju Sudjana. M. Eko Budihardjo. Dr.D (Ketua) Prof. Ir. 4. Baso Intang UNM Penelitian dan Sappaile. UPI Pendidikan Luar M.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP profesi untuk selalu menyelaraskan unjuk kerjanya dengan ukuranukuran kualitas yang berlaku secara nasional. Prof.

4) reviu draf standar. draf konsep kualifikasi dan kompetensi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Nama Instansi Keahlian Hp Prof. M. Ansjar. Nyoman UNDIKSHA Penelitian dan 0811388 872 Dantes Singaraja Evaluasi Pendidikan 08191610 2738 Prof. Ir. 5) validasi draf standar.D ITB Matematika 08132113 8825 Bandung Prof. tupoksi dosen dengan target menemukan definisi-definisi yang berkaitan dengan dosen. draf-1 standar kualifikasi. SST. Peni Handyani. Ali Wibowo UGM Biokimia Nutrisi 0811269 476 Yogyakarta Dr.SU Yogyakarta Dr. rumusan final konsep standar. Ph. 7) pembahasan draf standar dengan unit utama. Sumandiyo ISI Seni Pertunjukan 0811257 967 Hadi. 2) kajian bahan dasar. Dr. dan rumusan final konsep standar kompetensi. MM UII Manajemen 08139218 5557 Yogyakarta Sumberdaya Manusia Dra. POLBAN Pendidikan Vokasi 08122101 594 MT Bandung 4| Tahapan Kegiatan Tahapan kegiatan dilakukan dengan langkah-langkah: 1) penyusunan desain. Supardi. 9) finalisasi standar. Dede Rosyada UIN Jakarta Tarbiyah 081388660034 08159220845 Prof. rumusan final konsep kualifikasi. 3) penyusunan draf standar. 8) uji publik draf standar. dan 16 . Dr. melalui internet yang berkaitan dengan dosen. Dr. rumusan final draf naskah akademik. Y. Penyusunan desain dimaksudkan menemukan konsep atau definisi-definisi yang terkait dengan dosen melalui diskusi dengan target penyamaan persepsi tentang dosen. 6) analisis hasil validasi draf standar. Kajian bahan dasar dilakukan dengan menelaah buku-buku sumber. Penyusunan draf standar dosen yaitu penyusunan draf atas hasil dari penyusunan desain dan kajian bahan yang telah diperoleh sebelumnya dengan target diperoleh draf awal tentang standar dosen.

draf-3 standar kualifikasi. dan ketua dewan pendidikan provinsi dengan target diperoleh masukan tentang fenomena-fenomena yang ada di lingkungan perguruan tinggi. Pembahasan draf standar dengan unit utama dimaksudkan menyamakan persepsi dan memperbaiki hasil analisis hasil validasi draf-4 standar dengan target ada kesamaan persepksi. UNHAS Sulsel. dan draf-4 standar kompetensi. UNTAN Kalbar. UNSRI Sumsel. yaitu UNRAM NTB. UNLAMRAT Kalsel. draf-5 standar kualifikasi. draf-6 standar kualifikasi. UNLAS Sumbar. dan draf-2 standar kompetensi. kepala dinas pendidikan provinsi. UNHALU Sultra. draf-6 standar kompetensi. draf-4 standar kualifikasi. Analisis hasil validasi draf standar adalah mengola data serta menyimpulkan hasil validasi draf standar dengan target diperoleh simpulan hasil validasi draf standar. UNIMA Sulut. UNAIR Jatim. UGM DIY. Finalisasi Standar yaitu mencermati dan mensikronisasikan antara hasil pembahasan draf-6 standar dengan unit utama dengan ha17 . koordinator kopertis. Uji publik draf standar dengan maksud mencari dan menerima informasi tentang dosen dan tupoksinya melalui pejabat perguruan tinggi dengan target diperoleh informasi tentang dosen dan tupoksinya melalui pejabat perguruan tinggi. dan draft 5 standar kompetensi. Peserta validasi terdiri dari dekan. ketua jurusan. UNMUL Katim. UNDIP Jateng. pimpinan perguruan tinggi swasta. ITB Jabar. Validasi draf standar dilakukan pada 15 (lima belas) perguruan tinggi. draf-2 standar kualifikasi. dan USU Sumut.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP draf-1 standar kompetensi Reviu draf standar dimaksudkan menelaah dan mencermati hasil penyusunan draf standar dosen yang telah dihasilkan sebelumnya dengan target diperoleh draf standar dosen yang lebih mengerucut. UDAYANA Bali. dan draf-3 standar kompetensi. Validasi draf standar dengan tujuan mencari dan menerima informasi fenomena-fenomena yang ada di lingkungan perguruan tinggi.

rumusan final konsep standar. Tahapan Kegiatan Penyusunan Desain Kajian Bahan Dasar Tempat Jakarta Tanggal Target 2. Reviu dan Perbaikan Draf Standar Validasi Draf Standar Jakarta 5. draf-1 standar kualifikasi. Bogor 3. Draf-3 standar kuali4 Juni 2009 fikasi. rumusan final konsep kualifikasi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 sil uji publik. dan draf-1 standar kompetensi 2-4 Mei 2009 Diperoleh draf standar dosen yang lebih mengerucut. dan rumusan final konsep standar kompetensi.d. draf-2 standar kualifikasi. Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut. 2 Penyamaan persepsi tentang Maret 2009 dosen. No. 11-13 April 2009 Diperoleh draf awal tentang standar dosen. 1. Penyusunan Draf Standar Jakarta 4. dan draf--3 standar 5 Juni 2009 kompetensi 5 Juni 2009 8 Juni 2009 11 Juni 2009 11 Juni 2009 10 Juni 2009 11 Juni 2009 12 Juni 2009 18 . rumusan final draf naskah akademik. draf konsep kualifikasi dan kompetensi 27-29 Maret Menemukan definisi2009 definisi yang berkaitan dengan dosen. dan draf-2 standar kompetensi 4 Juni 2009 Diperoleh masukan tentang fenomena-fenomena yang 4 Juni 2009 ada di lingkungan perguruan 4 Juni 2009 tinggi. serta memperbaiki baik dari konsep maupun dari segi bahasanya dengan target diperoleh draf Final Standar Dosen Akademik dan Profesi Pendidikan Tinggi. NTB SULSEL JABAR KALTIM JATIM BALI SULTRA SUMSEL KALSEL SULUT JATENG DI YOGYAKARTA 28 Februari s.

dan draf-4 standar kompetensi Ada kesamaan persepksi dan draf standar yang lebih rasional. dan draf-5 standar kompetensi Diperoleh informasi tentang dosen dan tupoksinya melalui pejabat perguruan tinggi. 5| Hasil yang diperoleh Hasil yang diperoleh dalam pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi terdiri dari naskah akademik dan draf standar sebagai berikut. Tahapan Kegiatan Tempat KALBAR SUMBAR SUMUT Jakarta Tanggal 13Juni 2009 15 Juni 2009 17 Juni 2009 22-24 Juli 2009 Januari 2010 © BSNP Target 6.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI No. Finalisasi Standar Jakarta 21-23 Oktober 2009 Diperoleh simpulan hasil validasi draf standar. Jakarta 8-10 Agustus 2009 8. Jakarta 5-7 September 2009 9. dan draf-6 standar kompetensi Diperoleh draf final standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi. draf-6 standar kualifikasi. 1. draf-4 standar kualifikasi. 1) Naskah Akademik Latar Belakang Salah satu penjabaran pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah diberlakukannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 19 . Analisis Hasil Validasi Draf Standar Pembahasan Draf Standar dengan Unit Utama Uji Publik Draf Standar 7. draf-5 standar kualifikasi.

Misi Pendidikan Nasional adalah: (1) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada jenjang pendidikan tinggi. sikap. Tugas pokok.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 serta tersusunnya Rencana Strategis Depdiknas yangantara lain memuat visi. 20 . sosial. serta mampu menghadapi perkembangan dan persaingan global. (4) meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. dan misi Pendidikan Nasional. serta kinestetis (gerak tubuh) dan kepiawaian. keterampilan. (3) meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. Visi Pendidikan Nasional Indonesia adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Manusia Indonesia yang dimaksud dalam visi pendidikan nasional Indonesia adalah manusia berkualitas dalam kecendekiawanan. dan (5) memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. emosional. dan memenuhi standar kualifikasi serta kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan yang dihadapi. (2) membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. kecerdasan spiritual. dosen memegang peran penting untuk mewujudkan visi pendidikan di atas. Kualitas manusia Indonesia seperti itu dapat dicapai melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu tinggi yang didukung oleh tenaga pendidik yang berkualitas tinggi pula. pengalaman.

dan standar penilaian pendidikan. dan seni melalui pendidikan. Kehadiran dosen yang profesional diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi di bidangnya masing-masing. berkeadilan. Dalam UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen [bab I ayat (2)]. kreativitas. dan makmur. standar sarana dan prasarana. Tugas Tri Dharma ini dilaksanakan secara terpadu dalam mewujudkan visi dan melaksanakan misi pendidikan nasional. di dalamnya mencakup penumbuhan sikap keilmuan. cerdas. beradab. sehingga menjadi insan profesional dan insan sosial yang senantiasa mengembangkan diri secara 21 .PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP fungsi. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam hal menyebarluaskan ilmu pengetahuan. standar pengelolaan. standar proses. teknologi. Dosen termasuk salah satu tenaga pendidik profesional dan ilmuwan yang harus memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi sebagaimana dituntut oleh PP No. standar pembiayaan. dan keterbukaan serta minat melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. dan tanggung jawab dosen adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang maju. standar kompetensi lulusan. penelitian. disebutkan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. mengembangkan. 19 Tahun 2005 tersebut. Untuk itu perlu ditetapkan standar kualifikasi dan kompetensi dosen. Pengembangan standar dosen dimaksudkan untuk memberi kepastian agardosen benar-benar mampu menjalankan misi pendidikan di perguruan tinggi dan memenuhi tuntutan kualitastenaga pendidik yang profesional. peran. dan pengabdian kepada masyarakat. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan delapan standar pendidikan yaitu standar isi.

Dosen juga wajib ikut berpartisipasi menanggulangi berbagai masalah aktual yang dihadapi masyarakat dengan memberikan alternatif-alternatif solusi dalam bentuk terobosan-terobosan yang kreatif dan inovatif. sebagai sumber kekuatan moral. sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. melalui keteladanan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 berkelanjutan. menjunjung tinggi tata nilai luhur. dosen bertanggung jawab dalam pendidikan moral dan etika. Dosen adalah pembelajar sepanjang hayat (life long learner) yang memiliki kemampuan dan kemauan membangun kreativitas dan inovasi secara berkelanjutan dengan aneka terobosan pemikiran yang bervisi jangka panjang. Dosen sebagai ilmuwan harus memberikan kontribusi orisinal pada khasanah ilmu pengetahuan antar bangsa yang bersumber dari penelitian di tanah air (home grown sciences). dosen mengemban amanah untuk memotivasi dan memberi inspirasi yang kuat agar mahasiswa tergugah untuk belajar secara mandiri dari berbagai sumber. 2) Landasan Pengembangan Standar a) Landasan Filosofis Pada hakikatnya dosen adalah pengawal dan pengembang peradaban atau the guardian of civilization. adab dan kesantunan. Dalam melaksanakan tugas utamanya sebagai pendidik profesional dan ilmuwan. intelektual dan profesional. kepemimpinan. mengasah nurani pembentuk karakter dan kepribadian yang terpuji. 22 . dengan mendayagunakan kebebasan akademik yang dimilikinya. mau dan mampu mengabdikan dirinya sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan kemanusiaan. Disamping itu.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. terarah. berakhlak mulia. dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana. kreatif. cakap. yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. sehat. (2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. mandiri. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. 23 . berilmu. (5) pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. pasal 31 menetapkan: (1) setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP b) Landasan Yuridis Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. (4) negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari angggaran pendapatan dan belanja negara serta APBD untuk memenuhi kebu-tuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. (3) pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan berkesinambungan. nasional.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1. (Pasal 46. Sertifikat pendidik untuk dosen diberikan dengan persyaratan sebagai berikut (Pasal 47. Selanjutnya Pasal 45 menyatakan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik. (2). sertifikat pendidik. penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Kualifikasi akademik dosen diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian yang diampunya. teknologi dan seni melalui pendidikan. Seseorang yang memiliki keahlian dengan prestasi luar biasa dapat diangkat menjadi dosen. (3) lulus sertifikasi yang dilakukan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tingggi yang ditetapkan pemerintah. (3) UU RI Nomor 14 Tahun 2005).sehat jasmani dan rohani. UU RI Nomor 14 Tahun 2005): (1) memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik di perguruan tinggi sekurang-kurangnya 2 tahun. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. mengembangkan. dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas. 24 . kompetensi. ayat (1). Dosen memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana. (2) memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya asisten ahli. ayat (1). dan lulusan program doktor untuk program pascasarjana. ayat (2). menyatakan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan.

c) Landasan Konseptual. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menjelaskan bahwa. Jenjang jabatan akademik dosen tetap terdiri atas asisten ahli. Pendidikan vokasi lebih menekankan pada salah satu misi pemanfaatan atau misi penyebaran ilmu 25 . Perguruan tinggi yang berupa universitas/ Institut/Sekolah Tinggi menyelenggarakan program akademik lebih menekankan misinya pada pengembangan. perguruan tinggi merupakan pusat keilmuan dan pusat budaya yang mencerminkan nilai-nilai luhur. lektor kepala. sehat jasmani dan rohani. Persyaratan untuk menduduki jabatan akademik profesor harus memiliki kualifikasi akademik doktor. Perguruan tinggi yang menyelenggarakan program profesi memberikan penekanan pada keahlian khusus yang dapat dimanfaatkan dalam lapangan kerja di masyarakat. serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. penyebaran dan pemanfaatan ilmu pengetahuan. Sebagai lembaga pendidikan formal tertinggi. ayat (1). (2)). lektor. Profesor (Pasal 49) merupakan jabatan akademik tertinggi pada satuan pendidikan tinggi yang mempunyai kewenangan membimbing calon doktor.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP Status dosen (Pasal 48) terdiri atas dosen tetap dan dosen tidak tetap. dan profesor. pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Kualifikasi akademik dimaksud adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 28.

Misi 26 . Perguruan tinggi yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Masyarakat perguruan tinggi adalah masyarakat keilmuan dan masyarakat budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan senantiasa berorientasi pada perkembangan dan pengembangan. disertai kepemilikan berbagai kompetensi lainnya yang diperlukan. Perguruan tinggi di Indonesia harus makin terdorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan yang bersifat universal untuk bersaing dan berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di seluruh dunia. hendaknya memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. demi memenuhi tuntutan kebutuhan bangsa. Dosen adalah sivitas akademika perguruan tinggi yang bertanggung jawab atas pencapaian visi dan pelaksanaan misi perguruan tingginya. Produk keilmuan perguruan tinggi Indonesia harus berkontribusi pada khazanah ilmu pengetahuan antarbangsa. Sebagai sivitas akademika perguruan tinggi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dan pada keterampilan atau kepiawaian. dan perguruan tinggi Indonesia harus pula dengan bijak mampu memanfaatkan produk keilmuan perguruan tinggi negara lain. dosen harus seorang ilmuwan yang berbudaya. Perguruan tinggi sebagai pusat budaya (center of culture) wajib menghasilkan lulusan yang berkualitas baik dan beradab yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. berkepribadian. Pelaksanaan misi pengembangan ilmu di perguruan tinggi harus seimbang antara penelitian yang berorientasi pada ilmu murni dan yang berorientasi pada penerapan ilmu. menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

bahwa keduanya sama-sama menguasai sejumlah teknik dan prosedur kerja tertentu. Dosen adalah jabatan profesional yang diperoleh me27 . but genuinly for the performance of function” McCully (1999:130) . dan pada dasarnya itulah yang membedakan sosok antara seorang teknisi dengan seorang professional. Dosen sebagai pendidik profesional merupakan suatu profesi. sedangkan implementasinya diserahkan kepada masyarakat. Kommers (1998) mengemukakan bahwa: ”The profession is a set of occupation that have developed a very special set of norms deriving from their special role in society” . ataupun untuk memenuhi tuntutan kebutuhan bangsa. makna bahwa dalam suatu pekerjaan profesional digunakan teknik serta prosedur yang bertumpu pada landasan intelektual yang secara sengaja harus dipelajari. mengemukakan profesi sebagai ”a vocation in which professed knowledge of some department of learning or science is used in its applicated upon it” Definisi ini mengandung . melainkan juga meningkatkan jumlah orang yang mampu dan mau terlibat dalam pengembangan dan penerapan ilmu di khazanah antarbangsa.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP penerapan ilmu hendaknya lebih ditekankan hanya sampai pada pembuatan blueprint(prototype). Walau diakui. Schein dan Diana W. Misi penyebaran ilmu tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah orang yang menguasai ilmu itu. namun pada seorang profesional pekerjaannya juga dilandasi oleh adanya ”informed responsiveness” yaitu suatu ketanggapan yang bijak terhadap obyek kerjanya untuk kemaslahatan orang lain. dan kemudian secara langsung dapat diabdikan bagi kemaslahatan orang lain. incompletely. Blackington (1968) mengartikan profesi sebagai: ”a vocation which is organized. Edgard H. no doubt.

Selain itu. memahami proses pembelajaran dan mempertanggungjawabkan hasilnya kepada stakeholders. Dosen dalam melakukan tugasnya melaksanakan praktik kependidikan yang intensif dan komprehensif. pelaksanaan bimbingan dan pelatihan serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen yang profesional bertugas melaksanakan pembelajaran yang mendidik melalui perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. Untuk itu. Masingmasing dharma itu diberi arti sebagai berikut. penelitian. peserta didik.Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi tugas pokok dan fungsi dosen dilakukan saling terkait antara satu dharma dengan dharma lainnya dan membentuk satu kesatuan sesuai dengan fungsi pergurusn tinggi yaitu menyelenggarakan pendidikan. Sebagai individu yang bertugas memberi layanan ahli. pendidik profesional mampu membuat keputusan-keputusan yang nonrutin (terjadi dalam konteks yang selalu berubah).dosen juga dituntut berdedikasi tinggi dalam memberikan layanan. baik secara individual maupun kelompok. mampu bekerjasama inter dan antar profesi serta menghormati kode etik profesi sebagai acuan norma yang berisi rambu-rambu tentang kepatutan bertindak dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 lalui pendidikan persiapan di perguruan tinggi yang relatif panjang untuk memenuhi kinerja yang sesuai dengan standar kompetensi dan tuntutan perkembangan zaman. dan lingkungannya. baik dalam tahap perencanaan maupun dalam tahap implementasi yang terjadi dalam setting yang wajar antara pendidik. dosen harus mampu membuat keputusan. penilaian proses dan hasil belajar. Pendidikan adalah komunikasi antara dosen dan ma28 . dan pengabdian kepada masyarakat.

PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI

Januari 2010 © BSNP

hasiswa melalui kegiatan dosen membelajarkan mahasiswa tentang ilmu, teknologi, dan seni pada mata kuliah yang diampunya sehingga mahasiswa melakukan kegiatan belajar dari berbagai sumber belajar yang tersedia dalam lingkungannya. Kegiatan belajar mahasiswa mencakup belajar untuk memecahkan masalah, belajar untuk hidup bermasyarakat dan berbangsa, dan/atau untuk kemajuan kehidupa diri, masyarakat dan bangsanya. Teori, konsep, dan/atau prosedur dalam dharma pendidikan menjadi sumber/balikan bagi dharma penelitian dan dharma pengabdian kepada masyarakat. Penelitian, baik murni atau terapan, adalah kegiatan ilmiah dosen untuk menemukan dan mengembangkan ilmu, teknologi, dan seni dalam mata kuliah yang diampunya. Dharma penelitian dapat menjadi sumber atau balikan bagi dharma pendidikan dan/atau dharma pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang relevan dengan bidangnya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memanfaatkan potensi yang terdapat dalam lingkungan. Dharma pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sumber atau balikan bagi dharma pendidikan dan/atau dharma penelitian. Selain memiliki kualifikasi akademik minimum, dosen juga harus menguasai berbagai kompetensi yang terdiri atas kompetensi (1) pedagogik; (2) kepribadian; (3) sosial; dan (4) profesional yang meliputi: (a) keahlian dan (b) pengembangan dan penerapan ilmu. d) Landasan Empirik Pada dasarnya PT memerlukan dosen yang memiliki
29

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

kemampuan atau kompetensi tertentu agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai tuntutan undang-undang yang berlaku (UU No. 14 tahun 2005). Kompetensi dosen menurut UU tersebut secara umum ditentukan dari kualifikasi yang dimilikinya, yaitu kualifikasi akademik dan kompetensi. Data kualifikasi akademik dosen tahun 2009 dapat dilihat pada Tabel-1 berikut. Tabel-1. Data Kualifikasi Akademik Dosen
PT PTN (84 PTN) PTS (2823 PTS) Jumlah Berijazah Diploma Berijazah S2, S3 dan S1 dan Keprofesian 20.221 (32.40%) 42.187 (67.60%) 59.668 (76.34%) 38.496 (23.66%) 79.889 (49.76%) 80.683 (50.24%) Jumlah 62.408 78.164 160.572

Sumber: Dirjen Dikti Depdiknas. http://www.evaluasi.or.id/recap/recap-teacher-edu.php?flag==all. (diolah 3 Mei 2009)

Tabel 1 menunjukkan bahwa sebanyak 67,60% dosen PTN telah memenuhi kualifikasi akademis, sedangkan untuk PTS baru mencapai 23,66%. Sampai saat ini data tentang kompetensi dosen belum tersedia. Dengan tidak terpenuhinya kualifikasi akademis dosen, maka sangat dimungkinkan terjadi ketimpangan kompetensi. Selain itu, sampai tahun 2009 masih merebak pembukaan program studi baru, baik untuk jenjang diploma, S1 maupun pascasarjana (S-2/S-3). Berdasarkan data yang disampaikan oleh Dirjen Dikti pada Rembug Nasional 2008 terungkap, bahwa dari tahun 2005 hingga 2007 terdapat 528 PTS baru (tidak ada pertambahan PTN); 2.247 Program Studi yang baru dari berbagai bidang studi dan jenjang pendidikan. Sebagian besar dari program studi yang baru tersebut adalah jenjang Diploma dan S1.
30

PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI

Januari 2010 © BSNP

Untuk lebih menjamin agar pendidikan tinggi di Indonesia mampu mewujudkan visi dan melaksanakan misi pendidikan nasional, serta berdasarkan landasan filosofis, yuridis, konseptual, dan empiris, maka diperlukan adanya standar kualifikasi dan kompetensi dosen. 3) Proses Pengembangan Standar Dosen Standar dosen dikembangkan melalui tahap-tahap sebagai berikut. (1) Penyusunan desain (persiapan, membuat draf awal naskah akademik dan draf standar dosen); (2) Kajian bahan dasar (pengembangan draf naskah akademik dan standar kualifikasi dan kompetensi dosen berdasarkan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Undang-undang Nomor 14 tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan dan referensi lainnya); (3) Penyusunan draf standar; (4) Reviu dan perbaikan draf standar; (5) Validasi draf standar; (6) Analisis hasil validasi draf standar; (7) Pembahasan draf standar dengan unit utama; (8) Uji publik draf standar; (9) Finalisasi standar. Tugas Pokok dan Fungsi Dosen (1) Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
31

4)

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

(2)

(3)

(4)

(5)

Tugas utama dosen dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran yang mendidik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam lingkup tugas pembelajaran yang mendidik, dosen bertanggungjawab atas pendidikan moral dan etika, adab dan kesantunan, mengasah nurani, membentuk karakter dan kepribadian terpuji melalui keteladanan. Dosen mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (Pasal 3, UU No. 14 Tahun 2005) dan berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran dosen sebagai agen pembelajaran, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdi kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional (Pasal 5, UU No. 14 Tahun 2005). Kualifikasi akademik dosen diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki dan dikuasai oleh dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.

5)

Tujuan dan Manfaat Standar Dosen Standar dosen yang mencakup standar kualifikasi akademik dan kompetensi dosen baik sebagai agen pembelajaran maupun ilmuwan, dimaksudkan sebagai acuan: (1) bagi pemerintah dalam melaksanakan sertifikasi dosen, perekrutan calon dosen, dan dalam rangka penilaian kinerja lembaga pendidikan tinggi, (2) bagi perguruan tinggi dalam perekrutan calon dosen, pembinaan dan pengembangan karir dosen,

32

http://www.id/recap/recapteacher-edu. 1) Kualifikasi Akademik dosen a) Kualifikasi akademik dosen program sarjana.or. Professional Education.evaluasi. Oemar (1985). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. New York McGraw-Hill. Schein. D. yaitu sebagai berikut. 6) • • • • • • • • daftar Pustaka Dirjen Dikti Depdiknas. NY: Harperaudio. bagi perguruan tinggi dan dosen untuk meningkatkan kemampuan berkolaborasi dan bersaing di era global.php?flag==all. Kilmer (1999). H. The Heart Revolution. draf Standar Standar dosen untuk Pendidikan Akademik dan Profesi terdiri atas Kualifikasi Akademik Dosen dan Kompetensi Dosen. & Kommers. W. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. E. Hamalik. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. PALING RENDAH berpendidikan magister dari program studi yang terakreditasi dan memiliki kewenangan mengampu mata 33 2. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2006-2009. .. (1972). McCully. Kurikulum dan Pembelajaran. New York.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP (3) (4) bagi dosen dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.

2) Kompetensi dosen No.2 Membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sistematis. kreatif. humanis. Kualifikasi akademik dosen pendidikan profesi. Kualifikasi akademik dosen program pascasarjana yang memiliki wewenang sebagai promotor disertasi adalah doktor dari program studi yang terakreditasi dan memiliki jabatan akademik profesor (guru besar) yang relevan dengan bidang kajian disertasi yang dibimbingnya. dan mencerdaskan . 1. Pengakuan atas kesesuaian latar belakang pendidikan pada butir 1 dan 2 ditentukan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan bagi perguruan tinggi yang terakreditasi.3 Mengembangkan strategi pembelajaran yang mendidik. MINIMAL berpendidikan magister dari program studi yang terakreditasi dan memiliki sertifikat profesi yang relevan. dan memiliki kewenangan mengampu matakuliah dan atau membimbing tesis mahasiswa pascasarjana sesuai dengan latar belakang pendidikan doktornya.1 Memahami karakteristik dan kebutuhan belajar Pedagogik mahasiswa 1. efektif dan efisien 1.4 Mengelola pembelajaran dengan menekankan penerapan prinsip andragogi dan meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa 1.5 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran 34 . dan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bagi perguruan tinggi yang belum terakreditasi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 b) c) d) e) kuliah sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Kualifikasi akademik dosen program pascasarjana berpendidikan doktor dari program studi yang terakreditasi. Kompetensi Sub-Kompetensi 1. Kompetensi 1.

1 Memahami filosofi .3 Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kompetensi Kepribadian 3.1 Bertindak sesuai dengan norma dan tata nilai agama yang dianut.6 Melakukan penilaian dan evaluasi pembelajaran yang valid dan reliabel 1. Kompetensi Januari 2010 © BSNP 2. dan adaptif dengan berbagai kalangan.2 Mengembangkan materi pembelajaran yang inspiratif sesuai dengan tuntutan yang selalu berkembang 4. santun. Kompetensi 4.3 Menunjukkan loyalitas terhadap institusi.5 Berperilaku kreatif. berwibawa. stabil. dan memiliki kesadaran serta kecakapan untuk berpartisipasi aktif sebagai warga negara yang demokratis dan menghargai multi budaya 3. inovatif. jujur. dan budaya Indonesia 2.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI No.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang ikhlas.3 Bersikap terbuka dan menghargai pendapat. hukum. materi. serta kritik dari pihak lain 4. dan mencari alternatif solusinya 35 . konsep.7 Melaksanakan bimbingan dalam rangka mengembangkan potensi mahasiswa 2. sosial. Kompetensi Profesional a.2 Berinteraksi dan berkomunikasi efektif.6 Menampilkan sikap kepemimpinan yang visioner 3. termasuk inter dan antar komunitas profesi 3. dan memiliki etos kerja yang tinggi 2.1 Bersikap inklusif. struktur. bertanggung jawab. berorientasi pada pengembangan berkelanjutan 2. adaptif. adil. dan produktif. tidak diskriminatif. dan Keahlian menerapkan pola pikir yang sesuai dengan bidang ilmunya 4. saran. Kompetensi Sosial Sub-Kompetensi 1. dan memiliki integritas 2.4 Berperilaku sesuai kode etik dosen dan/atau kode etik profesi 2.

teknologi. Kompetensi Sub-Kompetensi b. begitu pula anggota tim hadir minimal 85% dari jumlah anggota. Hasil tugas tersebut.9 Menggunakan bahasa asing untuk mendukung pengembangan bidang ilmu dan/atau profesinya. seni.8 Melakukan pengabdian kepada masyarakat sesuai bidang keahliannya 4. misalnya pembagian tugas baik tugas kelompok maupun tugas individual diterimanya dan diselesaikan di tempat tugas masing-masing.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No. Kompetensi 4. adanya kerja sama dan ketaatan anggota dalam hal keputusan terhadap ketua dan adanya komitmen yang selalu ditaati oleh seluruh anggota. 6| Refleksi Dalam proses pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi relatif lancar jika dibandingkan dengan proses pengembangan standar pendidik dan tenaga kependidikan yang dilakukan sebelumnya (2006-2008). dan setiap pertemuan semua yang hadir mengikuti diskusi dari awal sampai hari penutupan.id untuk disatukan dan dinarasikan serta akan diinformasikan dan didiskusikan pada pertemuan berikutnya.co.7 Menghasilkan dan mempublikasikan karya ilmiah.5 Belajar sepanjang hayat dalam rangka mengembangkan Penerapan ilmu pengetahuan. dan seni atau profesinya Ilmu 4. atau prototipe dalam bidang keahliannya 4.6 Melakukan penelitian dan/atau pengembangan serta mempresentasikan hasilnya dalam forum ilmiah dan/ atau profesi 4. Implikasinya setiap diskusi yang dikakukan pada setiap kegiatan relatif lancar. dan seni bangan dan 4. masing-masing mengirim email ke basosappaile@yahoo. Dalam hal validasi standar. Misalnya suatu konsep baru yang didiskusikan dapat dimulai dan dapat disimpulkan dengan tepat waktu. Berikut. relatif banyak peserta validasi standar yang hadir dan aktif diskusi dan memberikan masukan yang 36 .4 Memahami metodologi keilmuan dalam rangka Pengempengembangan ilmu pengetahuan. teknologi. Hal ini ditandai setiap kegiatan ketua dan sekretaris relatif hadir tepat waktu.

PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP berbobot. unsur-unsur yang terlibat dalam suatu kegiatan homogen. lagi kurang tanggap/peduli terhadap validasi tersebut. Pelajaran yang diperoleh dari proses kegiatan pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi adalah dalam memperlancar suatu proses perlu komitmen yang harus ditaati. Hambatan yang krusial dalam pengembangan standar dosen relatif tidak ada. Dalam hal uji publik. kerja sama yang baik antar individu. relatif banyak peserta uji publik yang hadir dan aktif diskusi dan memberikan masukan yang berharga. dan antar instansi. hanya ada 1 (satu) dari 15 (lima belas) perguruan tinggi yang kurang datang ke tempat validasi. sehingga hal-hal yang belum sempat dipikirkan oleh anggota tim ahli dapat menjadi pelengkap dalam pengembangan draf standar dan pada naskah akademik. antar kelompok kerja. 37 .

.

BAB 3 PENgEmbANgAN StANDAr iSi PENDiDikAN tiNggi Badan Standar Nasional Pendidikan 39 .

.

pendidikan tinggi merupakan agent of change bagi kehidupan orang-per orang. yaitu standar isi. standar sarana dan prasarana. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagai turunan Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan perlunya delapan standar bagi penyelenggaraan pendidikan pada semua jalur. kelompok. standar proses.“Puncak” pendidikan itu tidak dapat diraih oleh semua orang yang menghendakinya. Untuk itu. Dengan citranya yang sungguh tinggi itu pendidikan tinggi perlu diwujudkan dan dikelola dalam kondisi yang terstandar untuk menjamin ketinggian mutunya. orang-orang yang sempat menjalani pun banyak diantaranya yang tidak berhasil menyelesaikannya dengan baik.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP BAB 3 PENGEMBANGAN STANDAR ISI PENDIDIKAN TINGGI A| Pendahuluan Perguruan tinggi merupakan “puncak’ jenjang pendidikan setelah pendidikan dasar dan menengah. standar pembiayaan. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. masyarakat. standar pendidik. jenis dan jenjang pendidikan. Peraturan Pemerintah No. untuk menyiapkan diri bagi kehidupan yang sesuai dengan status sosial yang tinggi dan bermartabat serta dengan karir yang berhasil. bagi perkembangan kemanusiaan dari zaman ke zaman. bangsa dan negara bahkan. stan- 41 . Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang No. Demikianlah. Pendidikan tinggi dicitrakan sebagai arena untuk pengembangan potensi yang terbaik. standar kompetensi kelulusan.

Sebagai bagian integral dari pendidikan nasional. kurikulum pendidikan tinggi belum dikembangkan dengan pola yang jelas. profesi dan vokasi yang benar-benar diperlukan untuk maslahat kehidupan kemanusiaan. Kondisi nyata yang belum standar itu antara lain ditampilkan sebagai berikut. Dalam hal-hal tertentu berbagai perguruan tinggi bahkan terlalu kuat berorientasi pada dunia industri sehingga bidang-bidang yang mengarah pada pengembangan dan karya akademik secara institusional dan personal terabaikan. yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan kurikulum boleh dikatakan belum ada atau setidak-tidaknya belum tersosialisasikan. Kedua. Materi pengembangan diri melalui kegiatan pelayanan yang memandirikan dan ekstra kurikuler belum terintegrasi ke dalam kurikulum. Dalam hal ini data base nasional tentang program studi. Keempat.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dar pengelolaan. pendidikan tinggi secara langsung dituntut memenuhi ke-delapan standar tersebut. dan standar penilaian pendidikan. Dewasa ini Pemerintah Indonesia berketetapan hati dengan upaya yang sungguh-sungguh untuk menyusun dan mengimplementasikan semua standar yang dimaksudkan itu. kurikulum yang dikembangkan oleh satuan-satuan pendidikan tinggi (disebut pendidikan tinggi) belum terbagi secara proporsional ke dalam substansi untuk memenuhi kebutuhan kehidupan dalam tataran praktis dan kebutuhan kehidupan dalam tataran idealis. susunan kurikulum pendidikan tinggi cenderung masih mengarah pada rentetan mata kuliah dan belum secara terarah mengembangkan pembentukan manusia seutuhnya sesuai dengan harkat dan martabatnya serta pengembangan kemampuan akademik. Hal ini didorong pula untuk membenahi kondisi nyata pendidikan tinggi di tanah air yang belum standar. pendirian dan pengelolaan perguruan tinggi yang 42 . Pertama. Ketiga. belum adanya pola standar untuk pengembangan pendidikan tinggi.

15 tahun 2005 tentang 43 . sehat jasmani. rohani dan sosial) serta sebagai pengembang kehidupan dan karya-karya akademik yang luhur. dan peningkatan daya saing serta penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. mandiri. dan mayoritas lulusan serta produk-produk lain perguruan tinggi yang kurang memadai tampaknya akan terus berlangsung. menjadi pendorong berkembangnya bangsa secara dinamis dan modern sambil secara bijak menerima pengaruh globalisasi demi penguatan dan peningkatan budaya bangsa. Perguruan tinggi hanya sekedar menjadi lembaga transfer IPTEKS yang kurang bermakna serta tidak memberikan nilai tambah bagi pengembangan IPTEKS yang lebih membudayakan dan memberdayakan kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan. Sebagai agent of change melalui kurikulumnya yang standar. profesi yang bermartabat. dan vokasi yang benar-benar terampil dan produktif yang terwujud dalam kehidupan yang penuh dengan nilai-nilai kehidupan akhlakul karimah. Dalam konteks globalisasi pendidikan tinggi diharapkan menjadi benteng untuk mempertahan identitas budaya bangsa. penguatan.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP kurang terkendali. dan menuju ke arah pendidikan terstandar. Bertolak dari kondisi dengan warna-warni yang belum begitu jelas arah dan polanya itu. pendidikan tinggi mampu berperan sebagai wahana pembentuk manusia seutuhnya (potensi dirinya berkembang secara optimal. pendidikan tinggi menjadi pusat pengembangan kebudayaan bangsa. Dalam berkehidupan kebangsaan dan kenegaraan. bahkan berstandar tinggi dirasa perlu disusun 8 standar pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh PP No. Implementasi standar-standar yang dimaksudkan itu diharapkan mampu mengubah kondisi pendidikan tinggi dewasa ini yang kurang memadai seperti tergambar di atas menjadi perguruan tinggi yang memenuhi standar mutu yang tinggi. maju dan modern. kejayaan bangsa melalui pengoptimalan pengembangan sumber daya alam dan manusia yang melimpah.

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional terutama pasal/ayat-ayat mengenai jalur. profesi dan vokasi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. B| Landasan Penyusunan Standar Landasan legal penyusunan Standar Isi Pendidikan Tinggi adalah : 1. 4. ber-IPTEKS tinggi dan mampu bersaing dalam kehidupan global. maju dan modern.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Standar Nasional Pendidikan. Standar Isi yang dikembangkan ini berlaku untuk program-program pendidikan akademik. perlu disusun Standar Isi Pendidikan Tinggi (selanjutnya disingkat SIPT). 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan terutama pasal/ayat-ayat mengenai standar isi pendidikan tinggi. serta sekaligus memandirikan peserta didik. 5. yang mengamanatkan kepada pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah no. 74 Tahun 2008 tentang Guru terutama pasal/ayat-ayat mengenai kompetensi guru yang diperoleh 44 . program dan kurikulum pendidikan tinggi. Pancasila. khususnya yang terkait langsung dengan upaya pendidikan. Berkenaan dengan kurikulum yang menjadi materi pokok SIPT. unsurunsur budaya bangsa. sebagai salah satu komponen pokok penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu. 2. perlu dijadikan prinsip dinamik pengembangan dan implementasi kurikulum pendidikan tinggi yang berorientasi global. Kurikulum yang demikian itu diharapkan memenuhi fungsinya sebagai wahana pembudayaan dan pemberdayaan bangsa yang dinamis. Undang-Undang No. Undang-undang Dasar 1945. 3. falsafah bangsa dan dasar negara. Peraturan Pemerintah No. jenis dan jenjang pendidikan tinggi. Dalam rangka pengembangan standar-standar pendidikan yg dimaksudkan itu.

9. 7. Permendiknas No. 45 . 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor terutama mengenai pasal/ ayat-ayat tentang program pendidikan dan kompetensi yang ditempuh (calon) konselor di perguruan tinggi 11. C| Tujuan dan Fungsi Standar 1. 58 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Program Sarjana (S-1) Kependidikan Bagi Guru dalam Jabatan. sebagai referensi bagi standar isi. terutama pasal/ayat-ayat mengenai pengakuan pengalaman kerja dan hasil belajar sebagai pengurang beban belajar. 8. Tujuan disusunnya SIPT adalah : Tujuan Umum Tujuan umum SIPT adalah memberikan acuan bagi perguruan tinggi dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan diimplementasikan oleh masing-masing program studi yang ada di dalam Perguruan tinggi. 10. 6. standar kompetensi lulusan dan kurikulum pendidikan tinggi. Standar Kompetensi Lulusan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada satuan pendidikan dasar dan menengah. 60 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi terutama pasal/ayat-ayat mengenai jurusan/program studi dan kurikulum Perguruan tinggi. no. 18 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru terutama mengenai pasal/ ayat-ayat mengenai program pendidikan dan kompetensi yang ditempuh oleh (calon) guru pada pendidikan tinggi. Permendiknas No.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP melalui studi di peguruan tinggi. 22. Rencana Peraturan Pemerintah tentang Dosen. Permendiknas No. terutama tentang pasal/ayat-ayat mengenai materi/tugas yang diampu oleh dosen. Peraturan Pemerintah No. Permendiknas No. 23 dan No. 24 tahun 2006 tentang Standar Isi.

Memberikan arah pengimplementasian kurikulum yang nantinya akan dijabarkan menjadi standar proses yang akan disusun tersendiri. pelaksanaan. Memberikan acuan berupa kriteria pembentukan dan penetapan mata kuliah serta kegiatan lainnya yang menjadi muatan kurikulum. SIPT memuat pokok-pokok tentang (1) kerangka dasar dan standar kurikulum. (2) beban belajar. (3) kurikulum satuan pendidikan tinggi. (4) kalender akademik. Memberikan acuan dalam perumusan kompetensi mata kuliah dan kegitan lainnya yang menjadi muatan kurikulum. dan pengawasan dalam rangka mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu. 4. d| Hasil yang dicapai Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik dan standar isi pendidikan tinggi untuk program-program pendidikan akademik. Tujuan Khusus Tujuan khusus SIPT adalah : 1. Memberikan acuan dalam penyusunan silabus mata kuliah. 3. Memberikan acuan berupa kaidah-kaidah umum penyusunan kurikulum program studi. profesi dan vokasi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Standar isi pendidikan tinggi yang berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan. 46 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2. 5. 2. serta berlaku mengikat dan efektif untuk semua perguruan tinggi.

2.D. Ma Prof.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP E| Tim Ahli 1.Si. As’ari Djohar. Richardus Eko Indrajit Asal Institusi UNNES Al Izhar Jakarta UI UPI UIN Jakarta Komnas HAM Anak Univ. Noor Rochman Hadjam Prof. 9. M.Sc. Dr. Prof.D. Anggota BSNP No Nama 1 Mungin Eddy Wibowo. Zen.Pd. Anggani sudono. 10 Prof. Rubijanto Misman Prof. Komaruddin hidayat 6 Dr. Dr. Dr. 9 Prof. Parahyangan IPB UNP Perbanas 2. Furqon 5 Prof. 3 Prof. (Sekretaris) Prof. Dr. 5.Sc. Fawzia aswin hadis 4 Prof. Dr. Freddy P. Johannes Gunawan 8 Prof. 13. Dr. Dr. Soetarno. Kons (Koordinator) 2 Dr. Prof. Moehammad Aman Wirakartakusumah. Mohamad Sadikin. (Ketua) Prof. M. 12. Pawennari Hijjang. Ghani. MA Dr. M. Dr. Dr.Sc. Masri Mansoer. Dr. M. 16. Imam Suyudi Prof. M. Soesanto Prof.. 11. Prof. Dr. Sudharto P. M. Dr.Pd. Tim Ahli No 1. Dr. 7.Sc. Prof. Dr.Pd. Instansi UNP UNDIP UNSRI PALEMBANG UNSOED UNIMUS SEMARANG UI UNJ JAKARTA ITB BANDUNG UGM YOGYAKARTA UNHAS MAKASSAR UNESA SURABAYA ISI YOGYAKARTA POLITEKNIK UIN JAKARTA UHAMKA UPI 47 . Bambang Yulianto. Prof. Jamaris Jamna. Seto Mulyadi 7 Prof. Dr. D. 10.Pd. 15.Pd. 4. Ph. Prof. 14. Dr. 8. Ph. M.. M.D. M. Hadi. 6. Dr. Prof. Nama Prayitno. Waspodo. Syaukat Ali. Dea Ir. Dr. Dr. Abdul Rahman A. 3.

Dalam Jawa 6. seminar. Penyusunan draf Awal SIPT. melalui tahapan kegiatan sebagai berikut : No 1 2 3 4 Tahapan Kegiatan Penyusunan Design Pengkajian Dokumen dan Bahan Dasar Penyusunan Draf Awal SIPT Reviu dan Perbaikan Draf Awal SIPT Reviwer: DKI Jakarta 8. Penulisan draf awal SIPT. review. Lokakarya dengan sejumlah pakar tentang isi pendidikan tinggi 2. Uji Publik untuk menyampaikan materi draf SIPT serta memperoleh masukan dari publik untuk penyempurnaanya. Kegiatan penyusunan SIPT oleh Tim Ahli/Adhoc SIPT bersama anggota BNSP. 2. untuk memperoleh draf final SIPT berdasarkan hasil semua pemikiran dan masukan dari berbagai pihak yang telah diperoleh melalui diskusi. Validasi diperluas bersifat nasional 3. Validasi. untuk melengkapi dan menguji ketetapan arah dan substansi yang ada pada draf SIPT. melalui : 1. Diskusi dokumen dan bahan dasar. Finalisasi. 2. validasi dan uji publik. 1. 3. Review dokumen dan kajian bahan dasar berkaitan dengan substansi standar isi perguruan tinggi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 F| metode dan Tahapan Penyusunan Standar Metode dan langkah pengembangan SIPT adalah sebagai berikut. 3. Penyusunan Naskah Akademik. melalui langkah-langkah : 1. 5. dan Luar Jawa 2 Waktu 7-9 Maret 2009 18-20 Maret 2009 24-26 April 2009 22-24 Mei 2009 Tempat Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta 48 . Review dengan unit utama Depdiknas 4. Finalisasi draf SIPT dilaksanakan oleh Tim Ahli/Adhoc SIPT bersama Anggota BNSP. sebagai panduan berfikir dan langkah operasional penyusunan SIPT. lokakarya.

Dengan mengurangi beban SKS dikhawatirkan akan berdampak pada turunnya mutu lulusan. Hal lain yang sempat menjadi kendala adalah kesulitan untuk mendapatkan peserta validasi yang dapat mewakili perguruan tinggi di satu provinsi karena faktor lokasi dan biaya. Sedangkan beban SKS yang diusulkan dalam standar isi adalah 130-140 SKS. Peserta daerah: 40 orang Panitia daerah: 5 orang Anggota/Tim Ahli : 3 orang 6 Analisis Hasil Validasi dan Perbaikan Draf SIPT 7 Pembahasan Draf SIPT dengan unit utama 8 Uji Publik Draf SIPT Undangan 25 Provinsi @ 2 orang 9 Finalisasi Draf SIPT Waktu 18 Juni – 18 Juli 2009 Tempat Daerah 22-24 Juli 2009 Jakarta 10-12 September 2009 Jakarta 14-16 Oktober 2009 6-8 November 2009 Jakarta Jakarta G| Refleksi Secara umum tidak ada hambatan dan kendala yang berarti dalam penyusunan standar Isi Pendidikan Tinggi. Namun melalui uji public yang dilakukan BSNP.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP No Tahapan Kegiatan 5 Validasi Draf SIPT 15 Provinsi (4 dalam Jawa dan 11 luar Jawa). peserta uji publik menerima rentang beban studi 130-140 SKS. meskipun DIKTI mempertanyakan hal ini karena dikhawatirkan akan mengurangi mutu lulusan perguruan tinggi. Sebagai catatan. 49 . Selama ini beban SKS di perguruan tinggi adalah 144-160 SKS. dalam mendiskusikan jumlah SKS sempat mengalami diskusi yang panjang dan lama.

.

BAB 4 PENgEmbANgAN StANDAr SArANA PrASArANA PENDiDikAN tiNggi: ProgrAm SArjANA Badan Standar Nasional Pendidikan 51 .

.

Secara umum di Indonesia keempat faktor tersebut belum memadai untuk mencapai pembelajaran yang baik guna meningkatkan mutu pendidikan. Dari jumlah tersebut baru 2. sarana dan prasarana. proses. 219 Perguruan Tinggi Agama Swasta (PTAS). kualitas perguruan tinggi tersebut sangat beragam baik dari sisi penyelenggaraan. Pada tahun 2009 terjadi peningkatan perguruan tinggi di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dari 82 PTN pada tahun 2008 menjadi 83 PTN dan dari 2819 PTS menjadi 2.909 PTS.2%. Berdasarkan data dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tahun 2008. manajemen dan waktu belajar (Bank Dunia. 53 . 1989). dan 60 Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK).PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP BAB 4 PENGEMBANGAN STANDAR SARANA PRASARANA PENDIDIKAN TINGGI: PROGRAM SARJANA A| Pendahuluan Mutu pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah dosen.5% yang telah diakreditasi oleh BAN-PT. sarana dan prasarana. Sementara itu. 2819 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). 50 Perguruan Tinggi Agama negeri (PTAN). Jumlah perguruan tinggi dan program studi tersebut diperkirakan akan meningkat sesuai dengan peningkatan animo masyarakat untuk masuk perguruan tinggi. Sedangkan jumlah program studi sebanyak 17128 dan yang telah terakreditasi mencapai 54. perguruan tinggi di Indonesia berjumlah 3230 dengan perincian 82 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Keragaman kondisi sarana dan prasarana Perguruan Tinggi dapat dilihat mulai dari sarana dan prasarana yang sangat layak sampai pada yang sangat tidak layak. institut. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. tidak memiliki laboratorium. tidak memiliki ruang terbuka dan banyak lagi. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang RI Nomor 9 tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan 3. Peraturan Pemerintah No.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 serta lulusannya. Rendahnya mutu pendidikan tersebut di atas disebabkan antara lain sarana dan prasarana yang belum memadai. Atas dasar kenyataan itu. perlu disusun standar sarana dan prasarana perguruan tinggi di Indonesia. di rumah. Undang-Undang RI Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan 54 . Hal ini karena belum adanya kriteria minimal sarana dan prasarana pendidikan tinggi yang menjadi acuan dari setiap perguruan tinggi dalam penyelenggaraan program pendidikan. ada Perguruan Tinggi yang diselenggarakan di Rumah Toko (Ruko). Kondisi ini sudah barang tentu akan merugikan peserta didik karena tidak menerima layanan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. dan universitas yang menyelenggarakan pendidikan akademik pada jenjang sarjana S1. B| Landasan Penyusunan Standar 1. agar keberadaan sarana dan prasarana mampu mendukung pembelajaran dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi merupakan salah satu dari delapan standar pendidikan yang harus disiapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) berdasarkan amanat yang dituangkan dalam UU RI No. Misalnya. Undang-undang No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 4. Standar sarana dan prasarana ini disusun untuk lingkup perguruan tinggi yang berbentuk sekolah tinggi.

Prof. d| Hasil yang dicapai Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik dan standar sarana dan prasarana perguruan tinggi yang berbentuk sekolah tinggi. Dr Anggani Sudono. 2. Menentukan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana minimal yang harus dimiliki perguruan tinggi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. M. Dr (Koordinator) Suharsono. Prof.Dr Zaki Baridwan.Pd Bambang Soehendro. Pengawasan ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana. Prof. Mendukung tercapainya mutu pendidikan..Th Komaruddin Hidayat. institut. Pdt. E| Tim Ahli 1. Dr Asal Institusi ITB STIBA UGM UGM Al-Izhar LAI UIN Jakarta 55 . 2. 3. MM. dan universitas yang menyelenggarakan pendidikan akademik pada jenjang sarjana S1.. Dr. Perencanaan dan perancangan sarana dan prasarana. M. Anggota BSNP No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Edy Tri Baskoro.. Fungsi standar sarana dan prasarana adalah sebagai acuan dasar yang bersifat nasional bagi semua pihak yang berkepentingan dalam: 1.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP C| Tujuan dan Fungsi Standar Tujuan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi adalah untuk: 1. Dr Weinata Sairin. Prof.

Selain mempertimbangkan standar dan ketentuan penyediaan sarana dan prasarana minimum yang telah ada di Indonesia (yang ditetapkan oleh 56 .Psi Ari Moesriami Barmawi. 7. PhD Dr. Dr. Dr.D Drs. maka Standar kompetensi minimum dari Badan Akreditasi Nasional (BAN). 17. Gaguk Margono Prof. Yazid Bindar. 14. 9.M. Moerdiyanto.drg.Arch.Pd Prof.M. Ph. M.kes Instansi UIN Jakarta/Psikologi UNY/Ekonomi UI/Arsitek ITB/Arsitek UNY/Fisika Unesa/Teknik Unpad/Psikologi STT TELKOM UNM/Olahraga UGM/Kedokteran UPI/Teknik Unnes/MIPA ITB/Teknik Kimia ITB/Teknik Planologi) UI/Perpustakaan UNJ/Ekonomi UI UNJ/Matematika UNAIR/Kedokteran Gigi Keterangan Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota F| metode Penyusunan Standar Penyusunan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi dilakukan dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. Ir. 6. 8.. Danny Meirawan Drs. Denni Zulkaidi. MS. Munoto Dra. Nathan Hendarto. Tim Ahli No 1. 10.D Ir. 13. Ph. 16. perguruan tinggi dan asosiasi profesi terkait juga menjadi pertimbangan untuk menentukan sarana dan prasarana minimum yang harus disediakan. 11. 4. Ir. dan pengelolaan badan hukum pendidikan tinggi di Indonesia.D Dr. March. MA Prof. 12. M. Thamrin Abdullah Prof. Nama Bambang Suryadi. Dr. Indun Lestari Setyono. standar isi. MM.S Dr. Eko Purnomo. 3. 18. Anita Yuliati.Sc Ir. Dr. Standar sarana dan prasarana minimum juga mempertimbangkan perubahan paradigma pendidikan tinggi. 15. 5.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2. Untuk mencapai kompetensi minimum lulusan setiap program studi. Hamam Hadi Dr. 19. MUP Drs. MPd. Paramita Atmodiwiryo. Ahmad Rum Bismar. Johny Wahyuadi Dr. dan standar proses untuk pendidikan tinggi. Selain itu. 2. Zulfikar Zen. Dr. Ph. Suyanta Prof.

sumber literatur mengenai pedoman/standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi di negara lain juga dikaji untuk memperoleh gambaran standar yang berlaku di negara maju. Secara ringkas metode penyusunan standar tersebut dapat diilustrasikan dalam diagram berikut ini. METODE PENYUSUNAN STANDAR Paradigma Pembelajaran A turan tentang P em buk aan P T P edom an S arana & P rasarana P T K aji B anding S arana dan P rasarana P T K ondisi N yata S arana dan P rasarana P T di Indonesia A k reditasi B A N P T Fungsi Pendidikan Tinggi K erangk a S tandar K om ponen S arana dan P rasarana S pesifik asi S tandar RANCANGAN STANDAR SARANA & PRASARANA PENDIDIKAN TINGGI S tandar P endidik an: • S tandar K om petensi Lulusan • S tandar Isi • S tandar P roses • S tandar K om petensi oleh P T dan A sosiasi P rofesi K ajian Teoritis S tandar P rinsip-prinsip S tandar Validasi & Uji Publik STANDAR SARANA DAN PRASARANA PT B adan S tandar N asional P endidikan G| Tahapan Penyusunan Standar Kegiatan penyusunan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi terdiri atas sembilan tahapan. Diawali dengan penyusunan desain dimana seluruh tim ahli melakukan brainstorming untuk mendapatkan gambaran awal tentang draf standar sarana dan pra57 . serta keahlian pada disiplin ilmu masingmasing pada khususnya. Kajian teoretis akan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan tinggi dilakukan dengan memperhatikan aspek psikologis perkembangan kejiwaan peserta didik dan proses kegiatan pembelajaran pada umumya.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi).

Kegiatan ini diselenggarakan di Jakarta. tim ahli melakukan perbaikan dan penyempurnaan draf. peran. Kegiatan kedua adalah kajian bahan dasar. masukan dan saran yang telah terkumpul melalui kegiatan validasi tersebut dianalisis oleh tim ahli pada tanggal 29-31 Juli 2009 di Jakarta. wakil ketua. Pada tahapan keempat yang berlangsung dari tanggal 15-17 Mei 2009 di Jakarta. Kegiatan kelima adalah validasi draf standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi di 15 provinsi (4 dalam Jawa dan 11 luar Jawa) dari tanggal 27-29 Juni 2009. tim menyusun draf standar (tahapan ketiga) yang berlangsung dari tanggal 24-26 April 2009 di Jakarta. Kemudian ketua. Di masing-masing provinsi melibatkan 3 orang dari tim ahli dan 40 peserta dari berbagai program studi di perguruan tinggi. Pada tahapan ini.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 sarana tersebut. Tujuan kegiatan validasi ini adalah untuk mendapatkan masukan. Berdasarkan bahan dasar yang terkumpul. dan sekretaris tim ahli memaparkan draf tersebutu dalam rapat pleno BSNP (26 Mei 2009) untuk mendapatkan pandangan dan masukan dari seluruh anggota BSNP. Berdasarkan masukan dari para reviewer. fungsi dan wewenang BSNP. Ketua BSNP memaparkan standar nasional pendidikan. Tahap berikutnya adalah 58 . tim ahli mengundang 16 reviewer untuk menelaah dan member masukan terhadap draf standar tersebut. Sedangkan anggota BSNP yang menjadi koordinator kegiatan menjelaskan peran dan fungsi tim ahli dalam penyusunan panduan penilaian pendidikan kesetaraan sehingga terwujud persamaan persepsi dan langkah di kalangan tim penyusun panduan. dalam Jawa (6 orang). Pada tahapan berikutnya. kritikan dan saran guna menyempurnakan draft standar. Kajian bahan dasar meliputi kajian aspek yuridis dan empiris yang meliputi data-data dari lapangan dan intansi terkait seperti BAN-PTdan DIKTI. dari tanggal 26 sampai dengan 28 Februari 2009. diselenggarakan di Jakarta dari tanggal 14-16 Maret 2009. dan luar Jawa (2 orang). Reviewer tersebut berasal dari Jakarta (8 orang).

misalnya unsur program studi pada perguruan tinggi negeri dan swasta. Dalam Jawa 6. Tahapan ini melibatkan 16 reviewer. asosiasi profesi. tim ahli melakukan revisi dan perbaikan draf standar. Uji publik (tahapan kedelapan) yang diselenggarakan di Jakarta dari tanggal 24-26 Oktober melibatkan 50 peserta dari 25 provinsi. Berdasarkan masukan dan saran dari peserta uji public. sembilan tahapan kegiatan tersebut dipaparkan dalam matrik sebagai berikut. Biro Hukum Departemen Pendidikan Nasional. Mereka mewakili berbagai unsur. Peserta daerah: 40 orang Panitia daerah: 5 orang Anggota/Tim Ahli : 3 orang Analisis Hasil Validasi Draf Standar Waktu 26-28 Februari 2009 14-16 Maret 2009 24-26 April 2009 15-17 Mei 2009 Tempat Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta 5 26 Mei 2009 27-29 Juni 2009 BSNP Daerah 6 29-31 Juli 2009 Jakarta 59 . dan Luar Jawa 2 Presentasi draf di BSNP Validasi Draf Standar 15 Provinsi (4 dalam Jawa dan 11 luar Jawa). No 1 2 3 4 Kegiatan Penyusunan Desain Kajian Bahan Dasar Penyusunan Draf Standar Reviu dan Perbaikan Draf Standar Reviwer: DKI Jakarta 8.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP pembahasan draf standar dengan unit utama pada tanggal 11-13 September 2009. Tahapan ini merupakan tahapan terakhir yang disebut sebagai finalisasi draf standar sarana dan prasarana pada tanggal 14-16 Oktober 2009 di Jakarta. Secara singkat. dan praktisi pendidikan. dari unit terkait. Direktorat Pembinaan Agama Departemen Agama. diantaranya Direktorat Akademik (DIKTI) dan Direktorat Pendidikan Islam Departemen Agama. Ditjen DIKTI. Sebelum dilakukan uji publik draf stadar tersebut dipresentasikan dalam rapat pleno BSNP pada tanggal 13 Oktober 2009.

dan Luar Jawa 2 Presentasi di BSNP 8 Uji Publik Draf Standar Undangan 25 Provinsi @ 2 orang 9 Finalisasi Standar Waktu 11-13 September 2009 Tempat Jakarta 13 Oktober 2009 24-26 Oktober 14-16 Oktober 2009 Jakarta Jakarta Jakarta H| Hambatan dan Solusi Salah satu hambatan yang dihadapi dalam penyusunan standr sarana dan prasarana pendidikan tinggi ini adalah beragamnya program studi yang ada di perguruan tinggi sementara jumlah tim ahli sangat terbatas. keanggotaan tim ahli tidak sebanding dengan jumlah program studi yang ada. Dalam Jawa 6. 60 . dan uji publik. Akibatnya terjadi beberapa kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang sarana dan prasarana yang diperlukan untuk program studi dimaksud. pembahasan dengan unit utama. Dengan pengertian lain. Hal ini diatasi dengan mengundang representative dari program studi tersebut pada acara validasi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No Kegiatan 7 Pembahasan Draf Standar dengan Unit Utama Reviwer: DKI Jakarta 8.

BAB 5 PENgEmbANgAN StANDAr PENDiDikAN ANAk USiA DiNi Badan Standar Nasional Pendidikan 61 .

.

dan pola pembinaan PAUD masih bervariasi. Untuk memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan anak. PAUD formal adalah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) untuk anak usia 4-6 tahun. Selama ini masyarakat telah menunjukkan kepedulian terhadap masalah pengasuhan dan pendidikan anak usia dini dengan berbagai jenis layanan sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada. pelayanan. dan Satuan PAUD sejenis. yang berbentuk TK/RA. maka disusunlah Standar PAUD sebagai acuan dasar. Agar dapat dilakukan pembinaan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini. Kelompok Bermain (KB) untuk anak usia 2-4 tahun.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP BAB 5. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki persiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. 63 . PAUD non formal meliputi Taman Penitipan Anak (TPA) untuk anak usia 0-2 tahun. khususnya melalui jalur formal. PENGEMBANGAN STANDAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI A| Pendahuluan Undang-undang No. Namun demikian pengelolaan. PAUD dapat diselenggarakan dalam bentuk pendidikan formal maupun non formal.

20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Butir 14 “Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Taman Penitipan Anak (TPA). Undang Undang No. (4) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB). dan/ atau informal. 64 .” Pasal 28 (1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Naskah akademik ini bertujuan memberikan landasan yang kokoh bagi terselenggaranya pendidikan Taman Kanak-kanak yang mampu menghantarkan anak usia 4-6 tahun mencapai tingkat pencapaian perkembangan yang diharapkan. atau bentuk lain yang sederajat. a. berikut ini disajikan sejumlah landasan yuridis. (3) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). B| Landasan Penyusunan Standar Untuk memberikan landasan yang kokoh bagi penyelenggaran pendidikan Taman Kanak-kanak. nonformal. atau bentuk lain yang sederajat. Raudhatul Athfal (RA). (2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. baik yang dihasilkan pemerintah maupun kesepakatan berbagai Negara berkenaan dengan pentingnya pendidikan bagi anak.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 diperlukan adanya standar pendidikan Taman Kanak-kanak.

b. sertifikat profesi guru untuk PAUD. ayat (2). (3) Memperbaiki semua aspek kualitas pendidikan dan menjamin keunggulannya.19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 29 (1) Pendidik pada pendidikan anak usia dini memiliki: a. terutama dalam keaksaraan. kualifikasi akdemik minimum difloma empat (D-IV) atau sarjana (S1) b. latar belakang pendidikan tinggi di bidang pendidikan anak usia dini. mempunyai akses dan menyelesaikan pendidikan dasar yang bebas dan wajib dengan kualitas baik. ayat (3). dan c. sehingga hasil-hasil belajar yang diakui dan terukur dapat diraih oleh semua. dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. atau psikologi. angka dan kecakapan hidup (life skills) yang penting. kependidikan lain. Peraturan Pemerintah RI No. anak-anak dalam keadaan sulit dan mereka yang termasuk minoritas etnik. khususnya anak perempuan. . Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). deklarasi dakar Tentang Pendidikan Untuk Semua (1) Memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini. (2) Menjamin bahwa menjelang tahun 2015 semua anak.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP (5) (6) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung. 65 c.

66 . Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausa C| Tujuan dan Fungsi Standar Tujuan penyusunan standard PAUD adalah memberikan acuan bagi penyelenggara PAUD baik yang berbentuk formal (Tman KanakKanak atau TK dan Raudhatul Athfal atau RA) maupun yang nonformal (Tempat Penitipan Anak atau TPA dan Kelompok Bermain atau KB) dalam menyelenggarakan program pembelajaran di masing-masing lembaga. pelaksanaan. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku. Berstatus sebagai guru TK/RA. c. Standar Program. Masing-masing aspek dijelaskan secara singkat sebagai berikut. Standar PAUD ini berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Pasal 30 (1) Pendidik pada TK/RA sekurang-kurangnya terdiri atas guru kelas yang penugasannya ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keperluan. dan d. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. d| Hasil yang dicapai Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik dan standar PAUD yang terdisi atas empat standar. dan pengawasan dalam rangka mewujudkan PAUD yang bermutu. b. yaitu Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA. Pasal 38 (1) Kriteria untuk menjadi kepala TK/RA meliputi: a. dan Standar Layanan.

perkembangan anak berlangsung sangat pesat.< 2 tahun.< 9 bulan 9 .< 18 bulan 18 .< 6 tahun. No 1 2 3 4 5 6 1 2 1 2 Tahap Usia 0 . Menurut standar PAUD tersebut. melaksanakan. dan 4 . 67 . Secara singkat pengelompokan usia anak ini dapat dilihat dalam tabel berikut.< 6 tahun 4 .PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan berisi tentang kaidah tumbuh kembang anak.< 24 bulan Tahap Usia 2 . Tingkat perkembangan yang dicapai anak usia dini menjadi dasar pencapaian perkembangan pada tahap berikutnya.< 4 tahun Tahap Usia 4 .< 2 <3 bulan 3 .< 6 bulan 6 .< 3 tahun 3 .< 6 tahun Bentuk Pendidikan Taman Penitipan Anak Jenis Pendidikan Non Formal Kelompok Bermain Non Formal Taman Kanak-Kanan/ Raudhatul Athfal Formal Pendidik anak usia dini adalah tenaga professional yang memiliki kompetensi untuk menjalankan tugas dalam merencanakan. Secara psikologis anak tumbuh dan berkembang malalui tahapan-tahapan perkembangan yang berlangsung secara berurutan dan kerkesinambungan.< 1 tahun dilakukan dalam rentang tiga bulanan karena pada tahap usia ini. yaitu usia 0 .<2 tahun dikelompokkan dalam rentang enam bulanan karena pada tahap usia ini perkembangan anak berlangsung tidak sepesat usia sebelumnya.< 5 tahun 5 . tingkat pencapaian perkembangan disusun berdasarkan kelompok usia anak.< 4 tahun. Untuk kelompok usia selanjutnya. Pengelompokan usia 0 . pengelompokan dilakukan dalam rentang waktu pertahun. 2 .< 4 tahun 2 .< 12 bulan 12 . dan menilai program serta membimbing. Sedangkan untuk usia 1 .

memfasilitasi kegiatan pengasuhan dan pendidikan anak didik. 68 . Pelaksanaan program berisi tentang proses kegiatan pengasuhan dan pendidikan yang dirancang berdasarkan pengelompokan usia anak. dan pengolahan data perkembangan anak dengan menggunakan metode dan instrumen yang sesuai. isi. Standar layanan meliputi sarana dan prasarana. pelaksanaan/proses. dan Pengasuh PAUD. serta pembiayaan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 memotivasi. pengelolaan. Sedangkan tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini. Standar program meliputi perencanaan. Tutor PAUD. pencatatan. Perencanaan program dilakukan oleh guru/tutor PAUD yang mencakup tujuan. Standar layanan berisi tentang acuan fasilitas dan aktifitas yang mendukung terlaksananya seluruh kegiatan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini sehingga membantu anak mencapai tingkat pencapaian perkembangannya. dengan mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak dan jenis layanan PAUD yang diberikan. Pendidik PAUD terdiri atas guru PAUD. Penilaian merupakan rangkaian kegiatan pengamatan. Standar Program memuat standar tentang kegiatan pengasuhan dan pendidikan di lembaga satuan PAUD. yang disusun dalam Rencana Kegiatan Hatian/Mingguan/Tahunan. Dalam draf standar tersebut juga disebutkan kualifikasi dan kompetensi untuk masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan. dan penilaian dalam upaya melaksanakan rangsangan/stimulasi sesuai dengan kebutuhan dan usia anak untuk memperoleh tingkat pencapaian perkembangan. dan rencana pengelolaan program.

Dr.Pd Erry Utomo Dra. 11. Kons Prof. 12. Edy Tri Baskoro Prof. Anggani Sudono. 2.M.. Anggota BSNP No 1 2 3 4 5 Nama Prof. MM Dr. Masykur. 7. Tim Ahli No 1.S. Kama Abdul Hakam Drs.Pd Dr. Sudjarwo Singowidjojo.Sc Drs. Mulyadi.M. 5. 6. 10. 9.M.Si Instansi Direktorat PAUD Direktorat PAUD Direktorat PAUD Direktorat PAUD Direktorat Pembinaan TKdan SD Direktorat Pembinaan TK dan SD Direktorat Pembinaan TK dan SD Direktorat Pembinaan TK dan SD Pusat Kurikulum Pusat Kurikulum Departemen Agama Departemen Agama UNM F| Tahapan Penyusunan Standar Secara singkat tahapan penyusunan sandar PAUD dapat dilihat dalam table berikut ini. M. Kaharuddin Arafah.Pt Drs. Mungin Eddy Wibowo. Victoria Elisnah Hanah. Dr. MA (Koordinator) Prof.Pd. Hj. Enah Suminah. 3. M. 69 . Sukiman. 8. M. 4.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP E| Tim Ahli 1. Bambang Soehendro Dr. Sastra Juanda Drs.Dr. Nama Dr. 13. Yuke Indrati Ir.Pd Beryana Evridawat. M. Didik Perangbakat Drs.Pd Dra. Fawzia Aswin Hadis Instansi BSNP BSNP BSNP BSNP BSNP 2. Dr.

Inilah yang disebut dengan masa keemasan (golden age) yang sangat menentukan perkembangan anak pada masa depan. Dengan demikian akan ada kejelasan. Harapan dan keinginan masyarakat yang sudah lama menanti kehadiran standar ini dapat terpenuhi. Pada usia ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental yang sangat pesat. 70 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kegiatan Penentuan prinsip danpembuatan frame work standard PAUD Pembuatan draf I Pembuatan draft II (mengundang TK/SD dan PAUD) Persiapan pembuatan draf standar PAUD perbaikan dan persiapan draf standar PAUD Uji public standar PAUD Revisi standard PAUD finalisasi draf standar PAUD Tanggal 23 Mei 2009 9-11 Juni 2009 15-17 Juni 2009 6-7 Juli 2009 13-14 Juli 2009 22 Juli 2009 27 Juli 2009 29 Juli 209 Tempat Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta G| Refleksi Usia dini merupakan usia yang sangat penting bagi perkembangan anak. kesamaan persepsi dan langkah. serta tindakan di kalangan guru-guru PAUD. Dengan adanya standar PAUD ini akan mempermudah pada tataran implementasi PAUD di lapangana yang selama ini sangat variatif.

UPDAtiNg StANDAr PEmbiAyAAN PENgEmbANgAN iNDEkS biAyA PENDiDikAN BAB 6 Badan Standar Nasional Pendidikan 71 .

.

Kebutuhan sumber daya tersebut berimplikasi pada kebutuhan biaya. sehat. 19 Tahun 2005 Bab IX pasal 62 tentang Standar Pembiayaan. 73 . Sumber daya standar akan memiliki implikasi pada biaya pendidikan yang standar. kreatif. Memenuhi ketentuan PP No. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. UPDATING STANDAR PEMBIAYAAN PENGEMBANGAN INDEKS BIAYA PENDIDIKAN I| PENdAHULUAN Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas. sarana dan prasarana pendidikan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. bahan dan peralatan pengajaran. Pelaksanaan pendidikan nasional yang memenuhi standar kualitas membutuhkan sumber daya pendidikan yang standar yang meliputi: pendidik.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP BAB 6. berilmu. mandiri. II| TUjUAN dAN mANFAAT 1. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. tenaga kependidikan. berakhlak mulia. cakap. dan lain sebagainya.

Johannes Gunawan. S. Teuku Ramli Zakaria Prof.OG. Dr.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2.dr. Susunan Tim Standar Biaya adalah sebagai berikut ANGGOTA BSNP NO 1 2 3 4 5 NAmA Prof. dan Badan Pusat Statistik. SMA/MA.LLM Dr. Edy Tri Baskoro Prof. Dr. dan SLB yang terdiri atas anggota-anggota dari berbagai kalangan. Dr. pendidikan umum. pendidikan kejuruan. SMP/MTs. Secara umum indeks biaya pendidikan ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah pusat. dan pendidikan luar biasa. Sp.. yaitu dari kalangan akademisi yang menguasai pembiayaan pendidikan.H. pemerintah daerah. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional. Parahiyangan UIN-Hidayatullah UI ASAL Yogyakarta Bandung Bandung Jakarta Jakarta 74 . INSTANSI UGM ITB Univ. dan masyarakat dalam menentukan dan mengalokasikan sumber dana yang tersedia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. SMK.Dr. III| TIm AHLI Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0001/SK/BSNP/II/2009 tanggal 5/2/2009 tentang Tim Ahli Standar Pembiayaan telah disusun Tim Penyusun Indeks Biaya Pendidikan SD/MI. Farid Anfasa Moeloek. Zaki Baridwan (Koordinator) Prof.

MM Anggota 6 Dra. Khomsiyah Halmawati. M. M. Eddi Mashuri. SE..Kom. Msi C. Mega Iswari. Negeri Pendidikan Padang Luar Biasa Teknologi Informasi (Programmer) Univ. Sri Kusumawati Dr.Pd. Lutfi Baraja.Pd. Alip Dr. MBA Umar Alhabsyi. S.CISA Anggota Anggota Anggota Direktorat Pembinaan SMK Depdiknas Direktorat PSLB Depdiknas Biro Pusat Statistik Balitbang Depdiknas Biro Keuangan Depag BPS 085219350337 Pendidikan Luar Biasa Statistik/ Indeks Pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan 0811158194 08128926920 081310262816 0811 174 893 13 14 Anggota Anggota Statistik/ Indeks Univ.Si Anggota 7 8 9 Anggota Anggota Maryatun Sanusi. M. Ak. M. Ir.Si jABATAN Ketua Wakil Ketua Sekretaris INSTANSI Univ Negeri Yogyakarta Univ.D Fajarini. ST.Negeri Padang Udayana BIdANG KEAHLIAN Pendidikan Kejuruan Pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan Pendidikan Kejuruan NO HP 0818277331 0818892975 0815 925 2374 08123676636 5 Dr. Dr. Faizal Makhrus.Si. SE Anggota 10 11 12 Dra. Moch. Trisakti Univ. Made Gede Anggota Wirakusuma.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP TIm AHLI NO 1 2 3 4 NAmA Dr. SE. Riduan. SE. Trie Widayati. M. Drs. Trisakti Pembiayaan pendidikan PP Multi Teknologi Media Solusi Informasi Prima (Programmer) 0811957567 081322684861 08192550136 081319541588 08156223734 75 .

dan Jatim) Jakarta BSNP + Tim Ahli Jakarta Jakarta BSNP + Tim Ahli BSNP + Tim Ahli 76 . 12.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 IV| TAHAPAN KEGIATAN NO 1. Sulut. 9-11 Juli Penyusunan draft 8. Draft Indeks Biaya Pendidikan Daftar masukan untuk penyem purnaan Draft Standar Kumpulan masukan dari Unit Utama Draft final untuk direkomendasikan Draft permen 7. TANGGAL 11-13 Februari KEGIATAN TEmPAT PESERTA BSNP + Tim Ahli OUTPUT Jadwal dan rencana kegiatan Menyusun Jakarta rencana kegiatan dan mengkaji bahan dasar 11-13 Maret Menyusun Jakarta desain studi 11-13 April Menyusun instrumen/ kuesioner indeks biaya pendidikan Pengumpulan data Pengolahan data Analis data Jakarta BSNP + Tim Ahli BSNP + Tim Ahli 3. 29-31 Juli 10-15 Agustus Review draft Validasi draft Jakarta 10. 7-9 Oktober Lokakarya dengan unit utama 23-25 Finalisasi indeks Oktober 30 Okt-1Nov Rekomendasi indeks BSNP + Tim Ahli 4 Provinsi BSNP + Tim (DKI Jakarta. Ahli Kaltim. 11. 6. Outline naskah akademik dan desian studi Kisi-kisi dan Instrumen 4. 6-8 Mei 10-12 Juni 24-26 Juni 24 kota (di BSNP + Tim 24 Provinsi) Ahli Jakarta BSNP + Tim Ahli Jakarta BSNP + Tim Ahli Jakarta BSNP + Tim Ahli Data lapangan Data olahan siap dianalisis Draft Indeks biaya pendidikan per kabupaten Naskah akademik & Draft laporan penyusunan indeks biaya pendidikan. 9. 2. 5.

1 Latar Belakang Pada tahun 2006. Pada tahun 2007. Standar biaya pendidikan di luar wilayah DKI yang semula hanya menggunakan pendekatan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) ditambah dengan pendekatan Indeks Harga Konsumen (IHK). Penggunaan IKK dan IHK sebagai pendekatan penghitungan biaya pendidikan untuk kabupaten/kota di luar DKI dianggap kurang tepat. Dalam rangka melakukan penghitungan biaya pendidikan untuk kabupaten/kota di luar DKI diperlukan indeks yang bersi77 . PENdAHULUAN 1. khusus untuk DKI. Pada tahun 2008 dilakukan revisi terhadap standar biaya pendidikan SLB dan SMK yang hanya dibatasi pada biaya operasional non personalia. Khusus untuk SMK penghitungan biaya pendidikan diperluas untuk 76 program keahlian. Tim Standar Biaya Pendidikan melakukan revisi terhadap standar biaya tersebut dan melakukan penghitungan standar biaya pendidikan SLB untuk 5 jenis ketunaan dan SMK untuk 34 bidang keahlian.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP V| HASIL yANG dIPEROLEH Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik indeks biaya pendidikan sebagai berikut. IKK merupakan indeks spasial yang dihitung berdasarkan barang/jasa yang digunakan di sektor bangunan/konstruksi. Tim Standar Biaya Pendidikan telah menyelesaikan penghitungan kebutuhan biaya pendidikan yang terdiri dari biaya personalia dan non personalia untuk tingkat satuan pendidikan SD/MI. sedangkan IHK merupakan indeks yang bersifat temporal atau periodikal yang menggambarkan perkembangan harga antar waktu untuk daerah yang sama. SMP/MTS. Sedangkan untuk standar biaya pendidikan diluar wilayah DKI menggunakan pendekatan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK). 1. SMA/MA.

sedangkan indeks yang bersifat temporal atau periodikal merupakan indi78 . Indeks yang bersifat spasial merupakan indikator perbandingan antar wilayah. dan 75 Program Keahlian di SMK.3 Ruang Lingkup IBP dihitung untuk 85 kabupaten/kota di 24 provinsi di Indonesia berdasarkan biaya operasional pendidikan non personalia pada setiap tingkat satuan pendidikan yaitu SD/MI. pada Tahun 2009. SLB dan SMK untuk setiap kabupaten/kota. 3 jurusan di SMA/MA. 1. khususnya pada biaya operasional pendidikan antar daerah. 2. tim standar biaya memfokuskan kegiatannya untuk menyusun Indeks Biaya Pendidikan (IBP) di tingkat kabupaten/kota melalui pengembangan data base standar biaya pendidikan. SMP/MTS.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 fat spasial yang dapat menggambarkan perbandingan tingkat kemahalan barang/jasa yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pendidikan. Oleh karena itu. 2) Membuat data base standar biaya pendidikan untuk “up dating” IBP. SMP/ MTS.2 Tujuan 1) Memperoleh IBP tahun 2009 khususnya biaya operasional pendidikan non personalia yang didasarkan pada standar biaya pendidikan SD/MI. KERANGKA TEORI 2. 1. SMA/MA. 1. 5 jenis ketunaan di SMPLB. 4 jenis ketunaan di SMALB. 5 jenis ketunaan di SDLB.4 Manfaat IBP digunakan sebagai dasar penetapan besarnya biaya operasional pendidikan di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia.1 Pengertian Indeks Secara umum indeks dibagi dalam 2 jenis yaitu indeks yang bersifat spasial dan temporal.

4) Indeks Kemiskinan manusia (IKm) IKM merupakan kombinasi dari berbagai dimensi kemiskinan manusia yang dianggap sebagai indikator inti dari ukuran keterbelakangan (deprivasi) manusia.2. 3) Indeks Pemberdayaan jender (Idj) IDJ disusun dari tiga komponen yaitu (1) keterwakilan di parlemen. (2) ketertinggalan dalam pendidikan. dan (3) distribusi pendapatan. diukur dengan kombinasi antara angka melek huruf pada penduduk dewasa dan rata-rata lama sekolah. diukur dengan harapan hidup pada saat lahir.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP kator perbandingan antar waktu pada wilayah yang sama. (2) tingkat pendidikan. 2) Indeks Pembangunan jender (IPj) IPJ dihitung dari variabel yang sama dengan penghitungan IPM. dan (3) keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar. 2. rata-rata pencapaian usia harapan hidup. Indikator yang pertama diukur dengan 79 . Perbedaannya adalah bahwa dalam penghitungan IPJ. dan (3) tingkat kehidupan yang layak. Contoh model indeks spasial adalah sebagai berikut : 1) Indeks Pembangunan manusia (IPm) IPM merupakan indeks komposit dan disusun dari tiga komponen: (1) lamanya hidup. tingkat pendidikan dan pendapatan disesuaikan dengan mengakomodasikan perbedaan pencapaian antara perempuan dan laki-laki. diukur dengan pengeluaran per kapita yang telah disesuaikan. Indeks ini disusun dari tiga indikator yaitu (1) penduduk yang diperkirakan tidak berumur panjang. (2) pengambilan keputusan. Model Indeksing Model-model indeks yang ada di Indonesia terdiri dari beberapa contoh model yang bersifat spasial dan temporal.

(2) Persentase penduduk yang tidak memiliki akses ke sarana kesehatan. IIAP berkontribusi pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan penyerapan tenaga kerja di sektor ini yang dipercaya turut mempengaruhi tingkat industrialisasi di setiap propinsi. (3) Indikator Ketenagakerjaan. Indeks Industrialisasi Antar Propinsi (IIAP) IIAP adalah indeks komposit dari beberapa variabel input dan output perusahaan industri pengolahan. Indikator-indikator tersebut meliputi: (1) Indikator Perumahan. (3) Persentase anak berumur 5 tahun ke bawah (Balita) dengan status gizi kurang.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 5) 6) peluang suatu populasi untuk tidak bertahan hidup sampai umur 40 tahun. Variabel-variabel yang digunakan adalah sebagai berikut. (1) Persentase penduduk tanpa akses terhadap air bersih. dan (5) Indikator Kesenangan/Sosial Budaya. Produktivitas tenaga kerja yaitu nilai tambah per tenaga kerja Efisiensi. Adapun keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar terdiri dari variabel berikut ini. (4) Indikator Kesehatan. yang didefinisikan sebagai output dibagi input Persentase penggunaan bahan baku impor 80 . (2) Indikator Pendidikan. Indeks disparitas Tingkat Hidup Antar Propinsi (IdTHAP) IDTHAP adalah indeks komposit dari beberapa indikator sosial ekonomi yang mengukur posisi relatif suatu propinsi terhadap DKI Jakarta. Indikator kedua diukur dengan angka buta huruf penduduk usia dewasa (15 tahun ke atas).

terhadap daya beli daerah lain yang didasarkan pada harga 27 komoditas. IKK dapat dikategorikan sebagai indeks spasial. 8) Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) IKK adalah angka indeks yang menggambarkan perbandingan nilai barang/jasa yang tercakup dalam paket komoditas IKK pada suatu kabupaten/kota atau provinsi terhadap nilai di kabupaten/kota atau provinsi lain. Untuk saat ini di Indonesia dilakukan berdasarkan daya beli daerah Jakarta Selatan.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP Persentase produksi yang diekspor Persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang Rata-rata tenaga kerja perusahaan Rata-rata nilai tambah perusahaan Kontribusi nilai tambah sektor industri pengolahan terhadap PDRB Total nilai tambah Jumlah tenaga kerja Persentase jumlah perusahaan industri pengolahan 7) Paritas daya Beli (Purchasing Power Parity / PPP) PPP adalah ukuran daya beli suatu daerah terhadap daerah lain. Sesuai dengan pengertiannya. yaitu indeks yang menggambarkan perbandingan harga untuk wilayah yang berbeda pada periode waktu tertentu. Sementara itu contoh indeks temporal adalah sebagai berikut: 1) Indeks Tendensi Bisnis (ITB) ITB adalah indikator yang memberikan informasi mengenai keadaan bisnis dan perekonomian dalam jangka pendek. yaitu daerah yang mempunyai daya beli paling tinggi. Informasi yang dikumpulkan melalui Survei Tendensi Bisnis adalah perkembangan dunia bisnis secara umum dalam 3 bulan berjalan dibanding 3 bulan sebelum81 - .

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2) nya dan prospeknya untuk 3 bulan mendatang. Informasi yang diperoleh dipakai untuk menilai keadaan bisnis tiga bulan mendatang. Sedangkan Indeks Indikator Mendatang merupakan indeks komposit dari beberapa indeks variabel yang dapat mengidentifikasi prospek perusahaan dan bisnis pada periode tiga bulan mendatang. ITB terdiri dari dua jenis indeks yaitu Indeks Indikator Kini dan Indeks Indikator Mendatang. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Selain Survei Tendensi Bisnis. mobil. makanan. serta informasi mengenai kondisi pendapatan dan tabungan. Indeks Indikator Kini merupakan indeks komposit dari beberapa variabel yang dapat mengidentifikasi kondisi keuangan konsumen pada saat triwulan berjalan (saat survei) diban- 82 . TV. ITK juga terdiri dari dua jenis indeks yaitu (1) Indeks Indikator Kini dan (2) Indeks Indikator Mendatang. dan komoditi seperti rumah/tanah. Indeks Indikator Kini merupakan indeks komposit dari beberapa indeks variabel yang dapat mengidentifikasi secara umum tentang kondisi perusahaan dan bisnis pada saat triwulan berjalan (saat survei) dibandingkan periode triwulan sebelumnya. informasi dini mengenai keadaan dan perkembangan perekonomian juga dapat diketahui melalui Survei Tendensi Konsumen. komputer. Informasi yang dikumpulkan meliputi rencana pembelian beberapa komoditi kategori ”normal good” dan ”luxury goods” seperti daging untuk konsumsi . Survei tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai situasi bisnis dan perekonomian secara umum menurut pendapat konsumen yang didasarkan pada persepsi konsumen mengenai kondisi bisnis dan perekonomian yang disebut dengan ITK.

1. IHK menggunakan tahun dasar 2007 = 100. IBP (IBP) tersebut dapat gunakan untuk menghitung 83 . Indeks Harga Konsumen (IHK) IHK adalah indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di tingkat pedagang eceran di wilayah tertentu. dihitung di 66 kota (33 ibukota propinsi dan 33 kabupaten/kota) dan IHK Nasional merupakan komposit dari IHK 66 kota tersebut. Konsep IBP IBP dapat dikategorikan sebagai indeks spasial. yaitu indeks dari harga biaya produksi dan harga barang-barang dikonsumsi oleh petani. yaitu indeks yang menggambarkan perbandingan biaya operasional pendidikan non personalia antar wilayah untuk satu periode tertentu. Sejak bulan Juni 2008. NTP merupakan perbandingan (rasio) Indeks yang ditrima petani.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 3) 4) 5) 6) dingkan periode triwulan sebelumnya. yaitu indeks dari harga barang yang diproduksi petani. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di tingkat pedagang besar di wilayah tertentu. Indeks Harga Produsen (IHP) IHP adalah indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di tingkat produsen di wilayah tertentu. dengan Indeks yang dibayar petani. 1. Sedangkan Indeks Indikator Mendatang merupakan indeks komposit dari beberapa variabel yang dapat mengidentifikasi rencana rumahtangga untuk membeli barang-barang tahan lama pada periode tiga bulan mendatang. Nilai Tukar Petani (NTP) NTP adalah salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani.

1) Biaya Pendidikan Biaya pendidikan adalah nilai rupiah dari seluruh sumber daya pendidikan yang digunakan untuk kegiatan pendidikan. dan lain-lain). perlengkapan. serta biaya daya dan jasa. tukang kebun. pemeliharaan gedung dan peralatan. barang-barang yang usia pakainya kurang dari satu tahun.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 standar biaya pendidikan antar kabupaten/kota Beberapa konsep dan definisi yang digunakan dalam penghitungan IBP 2009 adalah sebagai berikut. dan pegawai lain (seperti penjaga sekolah. Biaya operasional pendidikan ini mencakup antara lain. administratur (kepala sekolah dan pegawai administrasi lain). atau biaya yang dikeluarkan berulang-ulang setiap tahunnya. pengeluaran-pengeluaran untuk gaji dan tunjangan. peralatan. 3) Biaya Operasional Pendidikan Personalia Biaya operasional pendidikan personalia adalah biaya yang dikeluarkan untuk kesejahteraan dan pengembangan personalia. pustakawan. 4) Biaya Operasional Pendidikan Non-Personalia Biaya operasional pendidikan non-personalia adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan segala bahan. termasuk biaya pemeliharaan sarana dan prasarana yang digunakan untuk proses pembelajaran. 2) Biaya Operasional Pendidikan Biaya operasional pendidikan adalah biaya pengadaan sumber daya pendidikan yang habis pakai dalam satu tahun atau kurang. Adapun personalia di sekolah meliputi pendidik dan tenaga kependidikan lain (laboran. dan lain-lain) yang melaksanakan atau menunjang proses pembelajaran. 5) Indeks Biaya Pendidikan (IBP) IBP adalah angka yang menggambarkan perbanding84 .

Paket komoditas dipilih berdasarkan nilai barang/jasa yang merupakan komponen biaya pendidikan dan mempunyai nilai yang relatif tinggi untuk dapat mewakili keseluruhan (representative) barang/jasa yang digunakan.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 6) 7) 8) an biaya operasional pendidikan non personalia suatu kabupaten/kota terhadap biaya operasional pendidikan non personalia di kota Jakarta. Sampling Pemilihan kabupaten/kota dilakukan secara purposive sampling dengan memperhatikan keterwakilan wilayah. Diagram Timbang jenis barang/jasa adalah volume/kuantitas setiap jenis barang yang tercakup dalam paket komoditas pada setiap jenjang pendidikan/program keahlian untuk mendapatkan IBP menurut jenjang pendidikan/program keahlian. Tim Standar Biaya Pendidikan telah menyele85 . 3. Paket Komoditas IBP Paket komoditas adalah sekelompok barang dan jasa yang digunakan dalam penghitungan IBP (khususnya biaya operasional). diagram Timbang IBP Diagram Timbang atau Bobot IBP digunakan untuk mendapatkan perkiraan total biaya operasional pendidikan non personalia yang akan diperbandingkan. KERANGKA PEmIKIRAN Pada tahun 2008. kondisi geografis dan variasi jenis tingkat pendidikan di daerah. Diagram Timbang meliputi diagram timbang jenis barang/ jasa dan Diagram Timbang umum. Diagram Timbang umum adalah nilai bobot yang didasari jumlah sekolah menurut jenjang pendidikan di kabupaten/kota untuk mendapatkan indeks gabungan /IBP.

Penggunaan IKK tersebut dianggap kurang tepat karena IKK mencerminkan tingkat kemahalan barang/jasa dari suatu nilai bangunan/konstruksi. IBP dihitung untuk beberapa kabupaten/kota di Indonesia yang didasarkan pada biaya operasional SD/MI. Sementara itu untuk menghitung Standar biaya operasional pendidikan di kabupaten/kota yang tidak mempunyai IBP dapat menggunakan IBP kabupaten/kota lainnya sebagai pendekatan. IBP tersebut dapat digunakan untuk menghitung standar biaya pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan. Data harga tersebut juga harus mempunyai keterbandingan antar kabupaten/kota (comparable) dengan cara memilih data harga barang/ jasa dari kualitas dan spesifikasi yang sama atau setara untuk semua kabupaten/kota. Penggunaan IBP kabupaten kota yang dipilih sebagai acuan adalah IBP kabupaten/kota yang dianggap sesuai yang didasarkan pada 86 . IBP tersebut menggambarkan perbandingan biaya operasional pendidikan non personalia antar daerah dengan acuan biaya Jakarta. sementara Kabupaten/kota lainnya di Indonesia menggunakan IKK (Indeks Kemahalan Konstruksi) sebagai pendekatan untuk mendapatkan besarnya biaya operasional pendidikan pada setiap kabupaten/kota. dengan kota Jakarta sebagai acuan. Oleh karena itu pengumpulan data harga yang merupakan salah satu komponen pembentukan IBP dilakukan di kabupaten/kota terpilih pada periode waktu yang sama. Standar biaya operasional pendidikan tersebut hanya untuk kota Jakarta. SLB dan program keahlian di SMK. SMP/MTS. Kota Jakarta dipilih sebagai kota acuan karena ketersediaan data yang dianggap paling lengkap dan akurat. SLB dan SMK. SMA/MA. SMP/MTS.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 saikan penghitungan standar biaya operasional pendidikan untuk SD/MI. SMA/MA. Oleh karena itu untuk mendapatkan standar biaya pendidikan antar kabupaten/kota diperlukan IBP yang merupakan suatu indeks spasial yang dapat mencerminkan tingkat kemahalan barang/jasa dari biaya operasional pendidikan non-personalia antar kabupaten/kota .

SMP/MTS. mETOdA PENyUSUNAN INdEKS 4. melalui pendekatan sebagai berikut. SMA/MA. 4. penghitungan IBP hanya dapat dilakukan pada beberapa kabupaten/kota di beberapa provinsi sampel. SLB dan SMK.2 Sampling Pemilihan kabupaten/kota dilakukan secara purposive dengan memperhatikan keterwakilan wilayah.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP kedekatan lokasi dan karakteristik geografis yang relatif sama dengan daerah bersangkutan. dan Timur 2) Pada setiap wilayah dipilih beberapa provinsi 3) P ada setiap provinsi dipilih beberapa kabupaten/kota yang memiliki tingkat satuan pendidikan dan program keahlian yang relatif lengkap. 4.3 metoda Pengumpulan data Pengumpulan data harga untuk penghitungan IBP dilakukan melalui pengisian kuesioner/instrumen. unsur sekolah dan suplier di kabupaten/kota dari provinsi yang menjadi 87 . 1) Wilayah Indonesia dibagi menjadi tiga yaitu Bagian Barat. kondisi geografis dan variasi jenis tingkat pendidikan di daerah. Tengah. IBP tersebut disusun berdasarkan kebutuhan biaya operasional pendidikan di SD/MI. Namun adanya keterbatasan sumber daya (biaya).1 Rancangan Indeks Biaya Pendidikan (IBP) akan digunakan untuk menghitung standar biaya pendidikan pada tiap kabupaten/ kota di seluruh Indonesia. 4. Dengan demikian penghitungan IBP seharusnya dilakukan pada setiap kabupaten/kota. Data harga yang dikumpulkan mencakup semua komoditas/item yang masuk dalam paket komoditas dan responden untuk pengisian kuesioner/instrumen adalah unsur dinas pendidikan.

dan SMK meliputi: 1) Paket Komoditas Beberapa kriteria pemilihan barang/jasa yang termasuk dalam paket komoditas IBP adalah sebagai berikut. SMP/MTS. Bobot setiap barang/jasa yang masuk dalam paket komoditas dapat mewakili satu komoditas/item atau lebih dari satu komoditas/item dengan melakukan imputasi atau penyesuaian kuantitas untuk komoditas yang mempunyai karakteristik harga sejenis. yaitu barang/jasa yang mempunyai besaran biaya yang relatif tinggi dalam setiap komponen biaya non personalia. c) Data harga tersedia dan memungkinkan untuk diperoleh di setiap kabupaten/kota terpilih. yaitu barang/jasa yang digunakan mempunyai keterbandingan antar daerah artinya bahwa barang/jasa tersebut ada di setiap daerah terpilih dengan menentukan spesifikasi maupun kualitas tertentu yang sama atau setara. Pendekatan ini digunakan bila 88 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 sampel. a) Representatif. SLB. 2) Diagram Timbang (Bobot) IBP Diagram timbang (Bobot) jenis barang/jasa merupakan kuantitas dari setiap barang/jasa yang masuk dalam paket komoditas IBP per jenjang pendidikan/program keahlian. b) Komparabel.4 Komponen Pembentuk IBP Komponen pembentuk IBP disusun berdasarkan biaya operasional pendidikan SD/MI. SMA/MA. Data yang diperoleh divalidasi dengan mengkonfirmasi data-data tersebut ke sekolah-sekolah di beberapa provinsi di Indonesia 4. Pemilihan barang/jasa ini dapat ditentukan dengan cara membuat prosentase biaya setiap barang/jasa terhadap total biaya non personalia.

Diagram Timbang umum yang digunakan untuk mendapatkan IBP umum atau gabungan adalah jumlah sekolah setiap jenjang pendidikan/program keahlian di setiap kabupaten/kota. Penghitungan dilakukan melalui 2 tahap dengan menggunakan formula penghitungan IBP sebagai berikut.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP tidak diperoleh satu atau beberapa harga satuan barang/ jasa dalam komponen pendidikan atau nilai barang/jasa relatif kecil. n a) IBPjk i n 1 P Qijk ijk P 0Qi i j j 0 x100 i 1 IBPjk : IBP untuk jenjang pendidikan/program keahlian j di kabupaten/kota k. Setiap tingkat satuan pendidikan dan program keahlian memiliki bobot masing-masing. 3) Data Harga Data harga diperoleh melalui workshop di kabupaten/kota di provinsi terpilih dengan mendatangkan unsur dinas yang berkompeten dalam mengelola harga barang/ jasa pendidikan. Dengan demikian perlu dilakukan validasi maupun penyesuaian-penyesuaian agar diperoleh data yang komparabel. 4. suplier dan dokumen lain sebagai referensi. Harga setiap komoditas/item mempunyai kualitas dan spesifikasi yang sama atau setara untuk setiap kabupaten/kota agar dapat diperbandingkan.5 Formula Penghitungan IBP IBP dihitung untuk beberapa kabupaten/kota di Indonesia. Validasi di lapangan juga dilakukan dengan melakukan konfirmasi data ke sekolah-sekolah. Pada kenyataannya kondisi tersebut terkadang tidak dapat dipenuhi. dengan harga di kota Jakarta sebagai acuan (IBP kota Jakarta = 100). Pijk : Harga komoditas i untuk jenjang pendidikan/pro89 .

Pij0 : Harga komoditas i untuk jenjang pendidikan/program keahlian j di Jakarta. 4. SMA/MA. SMA dibedakan menjadi 3 IBP. SLB 14 IBP dan SMK 75 IBP sesuai dengan program dan data yang tersedia. W jk Tj k m j 1 Tj k x100 = Bobot IBP jenjang pendidikan j di kabupaten/kota k. n : Banyaknya komoditas (paket komoditas) untuk jenjang pendidikan/program keahlian j. SLB maupun SMK secara umum dihitung menggunakan metode simple average karena keterbatasan data penunjang yang tersedia untuk penghitungan bobot. m b) IBP k j 1 W j IBPj k k 100 IBPk : IBP kabupaten/kota k.6 Interpretasi Hasil IBP dapat digunakan sebagai pendekatan (proxy) untuk 90 . m : banyaknya jenjang pendidikan yang meliputi 5 jenjang pendidikan yaitu SD/MI. Qij0 : Kuantitas komoditas i untuk pendidikan/program keahlian j di Jakarta. dan SMK. SMP/MTS. SLB. Qijk : Kuantitas komoditas i untuk jenjang pendidikan/program keahlian j di kabupaten/kota k. Untuk mendapatkan IBP SMA. Tjk : Jumlah sekolah pada jenjang pendidikan j di kabupaten/kota k.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 gram keahlian j di kabupaten/kota k.

7 Keterbatasan Penyusunan IBP 1) Metode Pengumpulan data Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan ”workshop”. 91 .600.400. SMA/MA. yaitu mengumpulkan ketiga unsur responden dalam satu pertemuan dalam satu hari untuk mengisi data harga pada instrumen yang telah disiapkan.x 110. akan lebih tepat bila pengumpulan data dilakukan secara langsung di sekolah.4. Terdapat kelemahan workshop dimana tidak semua responden dapat hadir dan tidak semua yang hadir membawa data harga yang dibutuhkan pada saat kegiatan workshop berlangsung. SMP/MTS. Contoh penghitungan nilai standar biaya operasional pendidikan: Nilai standar biaya operasional pendidikan jenjang pendidikan SD/MI kota Jakarta adalah Rp.000.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP menghitung nilai standar biaya operasional pendidikan untuk komponen non personalia di SD/MI.40 dapat berarti biaya operasional pendidikan di Ambon lebih tinggi 10. Sebagai contoh dapat dijelaskan sebagai berikut.. dan Program Keahlian di SMK di suatu kabupaten/kota berdasarkan nilai standar biaya operasional pendidikan nonpersonalia kota Jakarta. IBP kota Ambon sebesar 110.40 maka nilai standar biaya operasional pendidikan jenjang pendidikan SD/MI untuk kota ’X’ adalah Rp. Berdasarkan pengalaman.40 : 100 = Rp.441. sehingga instrumen tersebut tidak terisi secara lengkap.40 persen dibandingkan dengan biaya pendidikan di Jakarta.. SLB. 400. Oleh karena itu. pada umumnya responden dari unsur sekolah cenderung memiliki data harga yang lebih akurat karena sesuai dengan harga beli barang/jasa pendidikan untuk keperluan proses belajar mengajar di sekolah.000.Dari hasil penghitungan diketahui bahwa IBP kota ’X’ sebesar 110.

untuk kabupaten/kota yang memiliki lebih dari satu harga bagi setiap jenis barang/jasa akan dilakukan penghitungan rata-rata harga untuk setiap jenis barang/jasa tersebut. namun hanya diperlukan satu harga untuk setiap jenis barang/jasa di setiap kabupaten/kota. menetapkan responden. Data dari unsur Dinas Pendidikan bersumber dari daftar harga yang disusun oleh Pemda Kabupaten/kota yang pada umumnya relatif lebih tinggi dibandingkan data harga yang diperoleh dari supplier.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2) 3) Data harga tiap jenis barang/jasa Data harga yang dikumpulkan dari seluruh kabupaten/kota sampel bersumber dari responden yang terdiri atas unsur Dinas Pendidikan. Persiapan kegiatan penyusunan indeks 2. unsur sekolah. data harga dari supplier cenderung lebih rendah karena digunakan untuk kepentingan memenangkan lelang. Data harga dari Pemda menggunakan harga tertinggi dari barang/jasa di Kabupaten/kota yang bersangkutan untuk kepentingan lelang pengadaan barang/jasa tersebut. pelatihan petugas) 92 . 1. Oleh karena itu. Persiapan survei (menentukan paket komoditas. dan supplier di kabupaten/kota sehingga terdapat kecenderungan data yang diperoleh berbeda antar kabupaten/kota. Pada tiap kabupaten/kota akan diperoleh tiga kelompok harga. menetapkan wilayah sampel. sedangkan data sekolah merupakan data harga riil/pasar barang/jasa yang belum memperhitungkan pajak. Tahapan Kegiatan Penyusunan IBP Tahapan standar dalam penyusunan suatu indeks meliputi kegiatan pokok sebagai berikut. menyusun instrumen. Hal ini terjadi karena setiap kelompok responden memiliki latar belakang dan motivasi yang berbeda. Sementara itu.

VI| INdEKS BIAyA PENdIdIKAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN (IBP) KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009 NO URUT 1 2 3 4 5 6 7 8 KABUPATEN/KOTA Kab. Deli Serdang Kab. Oleh karena itu. Pidie Kota Banda Aceh Kab.95 125. Pengolahan data 5. Uji publik 9.62 112. Aceh Besar Kab.19 117. seperti: waktu. Dalam penyusunan IBP tidak semua tahapan standar tersebut dilakukan. data harga di kabupaten Asahan lebih murah daripada di Kota Medan.61 105. Seharusnya harga di kabupaten Asahan lebih mahal karena barang yang dijual di Kabupaten Asahan berasal dari Kota Medan. sehingga hasil yang diperoleh kurang menggambarkan kondisi riil harga barang/jasa di suatu daerah dibandingkan dengan daerah lain. Tanah Karo Kab. Rekonsiliasi data dasar berdasarkan hasil analisa data 8. Contohnya. Pelaksanaan survei (pengumpulan data) 4. dan tenaga. Finalisasi. Validasi 7. justifikasi dilakukan dengan menggunakan data dasar penghitungan IKK untuk beberapa barang pabrikan. Langkat Kota Medan IBP THN 2009 114.15 93 .84 114. dana. Analisa data dasar 6.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 3. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan sumber daya. Tahapan yang tidak dilakukan adalah rekonsiliasi yaitu kegiatan untuk memastikan keakuratan data berdasarkan perbandingan harga antar daerah. Asahan Kab.72 99.85 117.

Agam Kab. Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro DKI Jakarta Kab.00 107. Nganjuk Kab. Tuban Kab.98 117.15 116.53 105.58 105. Lampung Barat Kab.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 NO URUT 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 KABUPATEN/KOTA Kab.41 105.36 94 . Indragiri Hilir Kab.10 121. Majalengka Kab.69 128. Sumedang Kab. Tanah Datar Kota Padang Kab. Kampar Kab.63 126.39 103.18 143.17 129.33 113.32 149. Siak Kota Dumai Kota Pekanbaru Kab.62 140.62 113.07 106.42 100. Sanggau Kota Pontianak Kota Singkawang Kota Palangkaraya IBP THN 2009 114.80 112.31 110.63 104.13 130.89 115.73 117.95 128. Rejang Lebong Kota Bengkulu Kab.98 111.29 112.67 117.83 121.57 113.78 114.67 112. Lampung Selatan Kab. Bintan Kota Tanjung Pinang Banyuasin Musi Banyuasin Ogan Ilir Ogan Komering Ilir Kota Prabumulih Palembang Kab. Pontianak Kab. Kepahiang Kab. Bengkulu Utara Kab. Bangka Kab.14 106.76 127.55 110.

Barito Kuala Kab. Sumbawa Barat Kab. Mamuju Kab.84 104.17 120.11 113.07 111.65 112.87 114. Konawe Utara Kab.87 112.69 126. Timor Tengah Selat Kota Kupang Kab.08 111.79 114.45 111.47 95 .38 105.27 124. Pasir Kota Balikpapan Kota Bontang Kota Samarinda Kab. Minahasa Utara Kab.38 119.41 131. Lombok Tengah Kab. Minahasa Kota Bitung Kota Manado Kota Tomohon Kab.23 111. Polewali Mandar Kab.30 124. Lombok Timur Kab.94 107. Konawe Selatan Kab. Majene Kab.37 132.30 112.01 117. Tanah Laut Kota Banjar Baru Kota Banjarmasin Kab. Bone Kab. Maluku Tengah Kab.42 130.45 129. Penajam Paser Utar Kab.81 153. Soppeng Kota Makassar Kab.17 124.37 144.85 114. Kutai Timur Kab. Kolaka Kota Kendari Kab. Sumbawa Kota Mataram Kab.75 120.94 155. Maluku Tenggara IBP THN 2009 105.99 109.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN NO URUT 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 Januari 2010 © BSNP KABUPATEN/KOTA Kab.94 115. Belu Kab.96 123.69 113.13 103.69 112. Maros Kab.

Seram Bagian Barat Kab. dan suplier) dalam satu pertemuan dalam satu hari untuk mengisi data harga pada instrumen yang telah disiapkan memiliki banyak kelemahan karena tidak semua responden dapat hadir dan tidak semua yang hadir membawa data harga yang dibutuhkan pada saat kegiatan workshop berlangsung. dinas.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 NO URUT 81 82 83 84 85 KABUPATEN/KOTA Kab. akan lebih tepat bila pengumpulan data dilakukan secara langsung di sekolah dengan konsekuensi waktu pengumpulan data harus lebih lama dari yang sudah ditetapkan sebelumnya.03 119.75 VII| REFLEKSI Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan ”workshop”. Kepulauan Aru IBP THN 2009 153. Oleh karena itu. Pulau Buru Kota Ambon Kab.56 155. 96 . pada umumnya responden dari unsur sekolah cenderung memiliki data harga yang lebih akurat karena sesuai dengan harga beli barang/jasa pendidikan untuk keperluan proses belajar mengajar di sekolah. Seram Bagian Timur Kab. dengan cara mengumpulkan responden (sekolah.55 137. Berdasarkan pengalaman.87 161. sehingga instrumen tidak terisi secara lengkap.

BAB 7 PEmANtAUAN imPLEmENtASi StANDAr NASioNAL PENDiDikAN Badan Standar Nasional Pendidikan 97 .

.

Salah satu model pembagian tugas yang dianggap baik adalah 99 . pemerintah. penjaminan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (PP 19 Tahun 2005) Pasal 73 ayat (1) menyebutkan perlunya pembentukan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk mengembangkan. pemerintah daerah provinsi. Dalam pengumpulan data untuk pemantauan SNP.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP BAB 7. Terkait dengan kegiatan pemantauan SNP. dan melaporkan pencapaian SNP. pemerintah daerah provinsi. satuan pendidikan. serta pemerintah pusat di pihak lain. menurut PP 19 Tahun 2005 Pasal 78. Sehubungan dengan itu. perlu disepakati adanya pembagian tugas secara nasional antara BSNP di satu pihak dan satuan pendidikan. pemerintah daerah kabupaten/kota. PEMANTAUAN IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1| Pendahuluan Kegiatan pemantauan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang dilaksanakan Tahun 2009 ini didasarkan atas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 ayat (3) yang menyatakan bahwa pengembangan SNP serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. memantau. dan pemerintah daerah kabupaten/kota juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakannya dalam rangka melakukan evaluasi kinerja pendidikan. dan pengendalian mutu pendidikan.

Pemantauan mencakup aspek-aspek berikut: (1) ketersediaan dokumen. BSNP menganggap perlu untuk melakukan pemantauan SNP dengan mengumpulkan data secara langsung. Pemerintah Pusat atau BSNP masih bisa melakukan pemantauan secara langsung jika diperlukan. Pada Tahun 2009. standar-standar yang dipantau adalah sebagai berikut: (1) Standar Isi (SI). (2) Standar Kompetensi Lulusan (SKL). dan (5) pelaksanaan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. pemantauan pada Tahun 2009 juga mencakup ketentuan yang terkait dengan Buku Teks Pelajaran (BTP) dan Ujian Nasional (UN). (4) tingkat pencapaian standar. (3) pelaksanaan standar. (2) sosialisasi. Standar-standar yang perlu dipantau adalah yang telah diberlakukan minimal 1 tahun setelah keluarnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) yang terkait dengan standar tersebut. Unit yang menjadi fokus dalam pemantauan Standar Nasional Pendidikan adalah: 100 . Pemerintah pusat dan BSNP dapat langsung mengakses data primer yang tersimpan di pemerintah daerah kabupaten/kota untuk diolah sesuai dengan kebutuhan masing-masing. yaitu pengumpulan dan pengolahan data dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota. pada Tahun 2009.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 model terdistribusi. Oleh karena itu. dan (5) Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru (Standar Guru) Karena dianggap perlu. (3) Standar Pengawas Sekolah/Madrasah (Standar Pengawas) (4) Standar Kepala Sekolah/Madrasah (Standar Kepala Sekolah).

kantor wilayah departemen agama. 2| Tujuan dan manfaat Tujuan pemantauan Standar Nasional Pendidikan adalah untuk memperoleh: (1) informasi mengenai ketersediaan. (7) panitia sertifikasi guru di LPTK. dan (3) informasi mengenai pelaksanaan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. dan pemahaman dokumen SNP di lapangan. Ketentuan-ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait dan para pengambil kebijakan untuk mengembangkan upaya peningkatan pelaksanaan dan pencapaian SNP serta pelaksanaan ketentuan-ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (1) (2) (3) (4) (5) (6) satuan pendidikan (sekolah/madrasah). Hasil pemantauan yang dilaksanakan pada Tahun 2009 tentang SNP. dinas pendidikan provinsi. sosialisasi. 101 . dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 73 ayat (1). b. (2) informasi mengenai tingkat penerapan dan pencapaian SNP lapangan. program studi di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). 3| Landasan a. dinas pendidikan kabupaten/kota. Landasan kegiatan pemantauan ini adalah: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 ayat (3). kantor departemen agama kabupaten/kota. dan (8) Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 4| metode Pemantauan Kegiatan pemantauan Tahun 2009 dilaksanakan di 33 provinsi dan di masing-masing provinsi ditentukan 3 kabupaten/kota. responden yang diwawancarai sebanyak 3705 dengan distribusi sebagai berikut: (1) 960 kepala sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/kota. Secara keseluruhan. (6) 96 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/ kota. dan pengawas dilakukan melalui wawancara terhadap responden yang dianggap relevan. Pengumpulan data di Sumatera Barat tidak dilaksanakan karena masalah teknis. (9) 32 Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi. kepala sekolah. (3) 480 pengawas. pengumpulan data tentang kompetensi guru. Oleh karena cara yang ideal belum dapat dilaksanakan. Para surveyor tersebut mengumpulkan data dengan cara mewawancarai responden yang telah ditentukan sebelumnya. pengawas. 3 madrasah swasta. untuk pengambilan datanya. Pengumpulan data dilakukan dengan melibatkan 12 surveyor di setiap provinsi sehingga ada 4 surveyor untuk setiap kabupaten/kota. dan tidak mungkin dilaksanakan oleh BSNP secara langsung. kepala sekolah. dan pengawas. 6 sekolah swasta. Kepala Kantor Wilayah Depag Provinsi. Kepala LPMP. ketua panitia sertifikasi guru dan ketua Program Studi di LPTK. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. 102 . kepala sekolah. kepala sekolah. dan/atau alami selama berinteraksi dengan guru. yaitu guru. 4 madrasah negeri. (2) 1920 guru. Kepala Kantor Depag Kabupaten/kota. Dalam pengumpulan data yang terkait standar kompetensi guru. amati. yang ideal adalah dengan memberikan tes dan/atau pengamatan langsung di lapangan sesuai dengan karakteristik kompetensi yang akan diukur. (4) 32 ketua program studi LPTK. dan pengawas berdasarkan atas apa yang mereka rasakan. Di setiap provinsi dipilih 17 sekolah negeri. Para responden ditanya persepsi mereka yang terkait dengan kompetensi guru. dan (10) 25 Kepala LPMP. kepala sekolah. (5) 29 ketua panitia sertifikasi guru di LPTK. (8) 96 Kepala Departemen Agama Kabupaten/Kota. (7) 32 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi.

responden kepala sekolah ditanya tentang kompetensi guru dan pengawas.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP dan pengawas.1 Kesimpulan Umum (1) Faktor yang paling menghambat pencapaian standar kualifikasi akademik guru. serta responden pengawas ditanya tentang kompetensi guru dan kepala sekolah. (3) Keadaan sekolah yang terkait dengan jumlah rombongan belajar dan jumlah siswa setiap rombongan belajar masih jauh dari standar. 4. dan negeri-swasta. kualifikasi kepala sekolah. Tahapan kegiatan Pemantauan Standar tahun 2009 dapat dipaparkan dalam bentuk matriks sebagai berikut. Kepala Sekolah. 103 . sekolah-madrasah. 1. Tabel 1. 2. 5. ditarik kesimpulan berikut ini. 3. dan Pengawas. (2) Dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa. Tahapan Kegiatan Pemantauan Standar 2009 No. 5. Responden guru ditanya tentang kompetensi kepala sekolah dan pengawas. Kegiatan Pelatihan Surveyor Pengumpulan data Pengolahan data Hasil Pemantauan Analisis data Hasil Pemantauan Penyusunan Laporan Pemantauan Waktu/Tempat 17 Juni – 18 Juli/33 provinsi 31 Ags – 24 Okt/32 provinsi 4 – 6 November/Jakarta 14 – 16 November/Jakarta 21 – 23 November/Jakarta 5| Hasil yang diperoleh Berdasarkan hasil analisis data. masih ada kesenjangan dalam pencapaian Standar Kompetensi Guru. yang diperoleh melalui wawancara dengan para responden. dan kualifikasi pengawas adalah biaya.

2 Kesimpulan tentang Standar Nasional Pendidikan dan Aspek-Aspeknya 5. dan/atau tidak maksimalnya fungsi birokrasi pemerintah daerah di luar Jawa. Persentase responden guru dan kepala sekolah/madrasah dari Sekolah dan dari madrasah berimbang. dan di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di sekolah/madrasah negeri. yaitu hanya 68% responden guru dan 67% kepala sekolah yang menyatakan bahwa dokumen Standar Guru tersedia di sekolahnya.1 Ketersediaan dan Sosialisasi Dokumen Standar dan Pendukungnya (1) Pada umumnya ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di sekolah dan unit-unit kerja yang terkait masih belum maksimal. dan jika ada perbedaan. (4) Jika dipilah berdasarkan kategori Madrasah dan Sekolah.2. kondisi geografis. Semua dokumen tentang Standar Nasional Pendidikan beserta dokumen pendukungnya lebih banyak tersedia di sekolah/madrasah (berdasarkan responden kepala sekolah/ madrasah) di Jawa daripada yang tersedia di Luar Jawa. tidak tampak ada kesenjangan untuk kepemilikan dokumen secara umum. Penyebab adanya kesenjangan ini mungkin faktor sosialisasi. (2) Ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di luar Jawa lebih rendah daripada di Jawa. (3) Jika data pemantauan tentang ketersediaan dokumen dipilah berdasarkan kategori Jawa dan Luar Jawa. ketersediaan dokumen Standar Guru termasuk yang cukup memprihatinkan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 5. po104 . tampak jelas masih ada kesenjangan.

PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP lanya bervariasi. ada yang lebih tinggi persentase responden dari Sekolah tapi juga ada yang lebih tinggi persentase responden dari madrasah. Keterangan: SPN : Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional GdD : Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen SNP : Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan SI : Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standa Isi SKL : Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan PAN : Panduan Penyusunan KTSP MOD : Model KTSP SPS : Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah SKS : Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar 105 . Perbedaan tentang ketersediaan dokumen secara nasional dan Jawa-Luar Jawa dapat dilihat dalam grafik berikut ini.

42% Luar 26.03% 71.35% 1.2. muatan kurikulum. yang bisa diartikan bahwa diharapkan yang telah melaksanakan KTSP secara penuh tidak melebihi 78%.50% 72. 5. Jawa 28. Tahap Pelaksanaan KTSP Menurut Guru dan Kepala Sekolah Pelaksanaan KTSP Serentak Bertahap Belum 106 Guru Nas. dan silabus) tidak lebih dari 78%.12% Jawa 32.49% 67.2 Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan (1) Sekolah yang telah memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) secara lengkap (tujuan pendidikan.22% 71. kepala sekolah. (2) Lebih banyak sekolah yang melaksanakan KTSP secara bertahap daripada yang serentak. juga diharapkan bahwa tidak kurang dari 22% sekolah belum melaksanakan KTSP secara utuh. Tabel 2. Dengan kata lain.11% 70.32% 1. kalender pendidikan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 SG BTP Kepala Sekolah : Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Guru : Ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran DUN : Ketentuan tentang Ujian Nasional (5) Secara umum sosialisasi yang diikuti oleh guru.51% . Faktor ini mungkin yang menyebabkan kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi ketersediaan dokumen-dokumen tentang Standar Nasional Pendidikan beserta dokumen pendukungnya. (6) Sosialisasi dokumen semua Standar Nasional Pendidikan yang dilakukan di Jawa lebih banyak daripada di luar Jawa.23% Luar 24.89% 0.08% 36. 26. dan pengawas belum maksimal (kurang dari 87%).39% Kasek Nas.85% 0.35% 63.

dan Pengawas Terhadap SI dan SKL Tinggi 13. Tabel 3.49% 1.74% sampai 20.31% 17.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (3) Sebagian besar responden menganggap bahwa Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan tepat.17% 9. Tabel 4.64% 0.22% SI SKL (4) Lebih banyak guru dan kepala sekolah/madrasah di luar Jawa daripada di Jawa yang menilai tuntutan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan termasuk kategori tinggi.56% 20.53% 12. (6) Lebih banyak guru dan kepala sekolah/madrasah swasta daripada guru dan kepala sekolah/madrasah 107 .31% 17.83% 84.10% 81.15% jawa Luar Kepala Sekolah Nasional 14. dan Pengawas terhadap SI dan SKL (Terlalu Tinggi) Guru Nasional SI SKL 13. Penilaian Guru.45% 17.83% 20. Akan tetapi jika dilihat jumlah responden yang menganggap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan tinggi masih sekitar 12.08% 13. Kepala Sekolah.15% Guru Kepala Sekolah Pengawas Tepat Rendah Tinggi Tepat Rendah Tinggi Tepat Rendah 85. Penilaian Guru.49% perlu dicermati lebih lanjut mengingat standar yang ditetapkan oleh BSNP bersifat minimal.74% jawa Luar 13.74% 83. Kepala Sekolah.73% 13.49% (5) Lebih banyak guru dan kepala madrasah daripada guru dan kepala sekolah menilai Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan termasuk kategori tinggi.56% 1.29% jawa 10.29% 1.44% Luar 15.29% 78.15% 4.09% 13.56% 14.55% 20.13% 14.18% Pengawas Nasional 12.

108 . Artinya. (3) Dari empat standar kompetensi guru. (b) kelompok kompetensi kepribadian sebanyak 76%.84% 19.45% 25.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 negeri menilai Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan termasuk kategori tinggi. (2) Guru yang telah menguasai semua sub-kompetensi dalam: (a) kelompok kompetensi pedagogis sebanyak 42%. (c) dalam kelompok kompetensi sosial sebanyak 75%.12% 15.65% 15. (b) Kompetensi Sosial.73% 13.29% 18. SD 24%. Pemenuhan keprofesionalan guru masih menjadi tantangan yang besar dalam mencapai standat kompetensi guru.10% Swasta 14. Standar Guru dari segi kualifikasi akademik masih jauh untuk bisa terpenuhi secara nasional.94% Swasta 18.3 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru (1) Secara nasional.04% 17. dan (d) dalam kelompok kompetensi profesional sebanyak 39%). dan SMA 91%. SLB 51%. SMP 74%. (c) Kompetensi Pedagogis. Penilaian Guru dan Kepala Sekolah Terhadap SI dan SKL (Terlalu Tinggi) Berdasarkan Sekolah-Madrasah dan Negeri-Swasta Guru Sekolah madrasah SI SKL 12. SMK 86%.16% 21. Tabel 5. 43% guru telah memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D4. urutan dari yang paling banyak dikuasai sampai dengan yang paling sedikit dikuasai oleh guru adalah (a) Kompetensi Kepribadian. dan (d) kompetensi Profesional. Jika dilihat per jenjang pendidikan.56% 17. guru yang telah memenuhi standar kualifikasi akademik: TK 14%.71% 5.09% 21.27% Negeri 12.44% 15.39% Kepala Sekolah Sekolah madrasah Negeri 13.

dan negeri-swasta. sekolah-madrasah. sebagaimana diilustrasikan dalam grafik berikut ini. PROG : Kompetensi Profesional Guru (4) Jika dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa. ada kesenjangan dalam pencapaian semua standar kompetensi guru kecuali kompetensi sosial. 109 . PRIG : Kompetensi Kepribadian Guru. SOISG : Kompetensi Sosial Guru.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP Catatan: PEDG : Kompetensi Pedagogik Guru.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 110 .

sekolah-madrasah.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 5. kecuali kompetensi 111 . dan (e) Kompetensi Kewirausahaan (75%). (b) Kompetensi Sosial (96%).4 Standar Kepala Sekolah/Madrasah (1) Berdasarkan data yang diperoleh dari NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan per Juni 2009) 48% Pengawas sekolah/madrasah telah memenuhi standar kualifikasi akademik (S1 bagi pengawas di TK dan SD serta S2 bagi pengawas di SMP dan SMA). (2) Dari lima standar kompetensi kepala sekolah/madrasah. (d) kompetensi Manajerial (82%). urutan dari yang paling banyak dikuasai sampai dengan yang paling sedikit dikuasai oleh kepala sekolah adalah (a) Kompetensi Kepribadian (96%). dan negeri-swasta. (3) Jika dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa. tidak ada kesenjangan dalam pencapaian standar kompetensi kepala sekolah. (c) Kompetensi Supervisi (87%).

13% 96.46% 95.99% 94.96% 94.03% 92.49% 97.22% 95.14% 93.69% 92.21% 95.98% 96.48% 95.62% 96.33% 95.61% 92.97% 94.06% 90.66% 96. Tabel 6.90% 95.62% 94.69% 95.11% 93.96% 94.24% 94.53% 96.53% 98.08% 96.19% 90.76% 95.89% 92.79% 92.68% 96.04% 95.55% 91.36% 94.25% 92.94% 94.24% 91.26% 84.04% 92.03% 96.31% 95.82% madrasah Sekolah Negeri Swasta Kompetensi Kepribadian PRIK1 PRIK2 PRIK3 PRIK4 PRIK5 WIRK1 WIRK2 WIRK3 WIRK4 WIRK5 MANK1 MANK2 MANK3 MANK4 MANK5 MANK6 MANK7 MANK8 MANK9 MANK10 MANK11 MANK12 MANK13 98.27% 95.44% 95.60% 96.84% 97.10% 95.11% 94.45% 98.94% 94.00% 94.61% Kompetensi Kewirausahaan Kompetensi Supervisi manajerial 112 .22% 90.82% 88.67% 95.88% 96.47% 95.87% 96.24% 92.96% 93.70% 96.19% 75.38% 92.48% 95.20% 95.88% 96.48% 96.70% 96.27% 96.91% 95.92% 95.75% 80.76% 95.10% 94.16% 97.31% 95.25% 95.77% 96.48% 92.78% 94.29% 95.72% 82.11% 72.02% 97.52% 95.87% 85.31% 88.69% 97.62% 91.11% 74.80% 96.58% 94.11% 94.20% 99.38% 93.40% 96.15% 94.10% 74.55% 94.63% 96.68% 99.93% 94.56% 96. Pandangan Guru Terhadap Kompetensi Kepala Sekolah Nasional jawa Luar jawa 98.76% 92.19% 91.20% 95.63% 95.92% 95.69% 96.11% 93.72% 93.51% 95.71% 94.28% 95.38% 97.77% 92.07% 93.03% 93.41% 91.96% 94.71% 95.63% 95.64% 90.28% 87.87% 80.85% 96.46% 95.57% 97.93% 98.33% 95.30% 95.80% 78.73% 83.80% 95.92% 96.39% 95.82% 98.20% 94.64% 91.25% 93.71% 96.37% 94.22% 95.62% 97.12% 95.51% 96.77% 75.70% 95.36% 96.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 supervisi (dari semua kategori tersebut) dan kompetensi kewirausahaan (hanya dari kategori Jawa-luar Jawa saja).69% 95.70% 99.24% 94.61% 96.58% 95.94% 90.28% 76.45% 95.43% 96.93% 94.84% 95.

93% 93.70% 85. urutan dari yang paling banyak dikuasai sampai dengan yang paling sedikit dikuasai oleh pengawas adalah (a) Kompetensi Sosial (87%).35% 82.39% 88.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Luar jawa 88. (b) Kompetensi Kepribadian (75%).76% 94.04% 84.93% 86.67% 92.81% 97.75% 87.48% 96.40% 97.36% 91.09% 96.24% Swasta 87.00% 91.68% 93.04% 81.88% 90.33% 89.47% jawa 91.24% 86.42% 92.33% 96.93% 89.06% 84.15% 93.75% 96.31% 92.20% 88.07% 89.10% 92.42% 96. (e) Kompetensi Supervisi Akademik (44%). (c) Kompetensi Evaluasi Pendidikan (70%).55% 96.33% 92.52% 97.6 Standar Pengawas Sekolah/madrasah (1) Standar Pengawas Sekolah/Madrasah masih sangat jauh untuk bisa terpenuhi baik dari Standar Kualifikasi akademik (kurang dari 50%) maupun dari Standar Kompetensinya.44% 86.31% 97.56% 97.69% 80.25% 81.30% Kompetensi Supervisi Akademik Kompetensi Sosial 5. (d) Kompetensi Supervisi Manajerial (60%).66% 88. 113 .31% 80. (2) Dari enam standar kompetensi pengawas.29% 96.99% 97.92% madrasah Sekolah 86.13% 98.13% 88.44% 97.33% 83.61% 89.56% 81.29% 97.26% 97.49% Januari 2010 © BSNP Nasional MANK14 MANK15 MANK16 AKAK1 AKAK2 AKAK3 SOSK1 SOSK2 SOSK3 88.06% 94.78% 91.04% 82.48% 95.44% Negeri 89.65% 90. dan (f ) Kompetensi Penelitian dan Pengembangan (21%).49% 96.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 114 .

60% 88.29% jawa 73.69% 86.07% Kompetensi Kepribadian Kompetensi Sosial Kompetensi Supervisi manajerial 115 .33% 77.52% 85.39% Sekolah 79.85% 75. dan negeri-swasta.70% 60. sekolah-madrasah.26% 88.74% 92.47% 89.44% 88.33% 90.26% 84.31% 92.84% 81.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (3) Jika dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa. Tabel 7.06% 89.67% 87.39% 50.34% 84.17% 85.87% 66.67% 94.55% 85.67% 83.89% 77.12% 60.49% 84.20% 77.24% 87.10% 89.33% 87.70% 86.26% 74.19% 70.39% 59.28% 66.33% 75.51% 60.87% 83.87% 70.13% 89.19% 86.22% 94. dilihat dari kategori Jawa dan luar Jawa.87% 63.09% 87.73% 89.38% 75.40% 86.54% 72.98% 64.33% 78.84% 74.73% Swasta 68.06% 83.31% 87.92% 71.14% 81.90% 90. ada kesenjangan dalam pencapaian semua standar kompetensi pengawas kecuali kompetensi kepribadian.60% 79.11% Luar jawa 75.84% 88.51% 75.89% 93.22% 91.87% 74.26% 74.62% 89.10% madrasah 61.14% 91. Persentase Pengawas Yang Kompetensinya Baik Menurut Kepala Sekolah Nasional PRIP1 PRIP2 PRIP3 PRIP4 SOSP1 SOSP2 MANP1 MANP2 MANP3 MANP4 MANP5 MANP6 MANP7 MANP8 75.82% 75.53% 92.03% 88.74% 90.16% 72.89% 87.24% 90.43% Negeri 78.66% 92.13% 74.49% 75.02% 60.00% 66.25% 87.88% 59.17% 82.59% 93. tidak ada kesenjangan dalam pencapaian kompetensi kepribadian.22% 88.78% 82.42% 73.22% 78.62% 84.33% 88.62% 73.92% 77.65% 91.61% 60.

26% 26.60% 69.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Tabel 8.19% 67.72% LITP2 LITP3 LITP4 LITP5 LITP6 LITP7 LITP8 AKAP1 AKAP2 AKAP3 AKAP4 AKAP5 AKAP6 AKAP7 AKAP8 21.19% 54.55% 72.03% 24.64% 77.59% 34.23% 84.37% 18.74% 69.85% 29.61% 57.94% 45.06% 77.76% 56.70% 34. Persentase Pengawas Yang Kompetensinya Baik Menurut Guru Luar jawa Kompetensi Evaluasi Pendidikan Nasional jawa EVAP1 EVAP2 EVAP3 EVAP4 EVAP5 EVAP6 76.84% Kompetensi Supervisi Akademik 5.11% 61.15% 24.13% 34.71% 84.10% 29.92% 70.18% 18.13% 68.82% 47.32% 42.13% 63.51% 85.73% 15.79% 45.36% 32.71% 82.63% 44.63% 88.65% 80.88% 66.27% 74.40% 24.72% 17.60% 65.86% 80.79% 86.01% 64.62% 57.56% 79.65% 15.96% 74.76% 62.71% 31.79% 31.93% 41.52% 32.94% 69.32% 76.65% 73.93% 72.91% 74.60% 28.44% 27.95% 29.98% 79.20% 74.52% 21.31% 76.14% 24.49% 36.27% 57.29% 23.10% 22.04% 46.42% Kompetensi Penelitian dan Pengembangan LITP1 21.41% 80.86% 35.05% 70.55% 75.74% 15.99% 56.15% 65.51% 72.28% 44.64% 78.05% 37.04% 80.59% 70.53% 18.77% 78.59% 23.29% 68.31% 80.01% 63. baru 116 .67% 25.01% 75.45% 37.22% 24.55% 78.88% 74.08% 33.56% 74.76% 15.54% 83.54% 74.36% 44.17% 58.25% 44.58% 34.37% 24.88% 72.63% madrasah Sekolah Negeri Swasta 62.39% 67.54% 69.88% 23.92% 85.09% 65.15% 79.27% 22.77% 63.16% 72.90% 61.18% 78.73% 69.06% 17.04% 84.7 Buku Teks Pelajaran (1) Pelaksanaan ketentuan tentang jumlah buku teks per mata pelajaran untuk setiap siswa masih jauh dari harapan.03% 76.93% 79.05% 78.82% 70.66% 38.43% 21.59% 80.08% 40.31% 75.63% 80.67% 44.15% 27.23% 41.63% 85.45% 19.37% 40.35% 74.02% 77.80% 70.72% 15.68% 47.00% 79.62% 22.20% 77.86% 31.40% 37.59% 15.92% 69.64% 24.

yang bisa ditafsirkan bahwa proses belajar mengajar yang dilaksanakan berdasarkan kurikulum dianggap belum cukup. Persentase guru yang menggunakan buku teks pelajaran yang sudah dianggap layak melalui penilaian BSNP baru 67%. (2) Anggapan bahwa semua sekolah menggunakan Ujian Nasional sebagai satu-satunya penentu kelulusan ternyata tidak benar karena ada siswa yang tidak lulus satuan pendidikan walaupun mereka lulus Ujian Nasional. Baru 52% guru mengetahui adanya Permendiknas No. Masih banyak pengadaan buku yang langsung dilakukan oleh penerbit (41%) yang berarti tidak sesuai dengan ketentuan. atau rasa percaya diri terhadap kesiapan untuk menghadapi Ujian Nasional masih rendah. 117 . 2 Th 2008 tentang Buku Teks Pelajaran. 5. belum sesuai dengan harapan sehingga berpeluang menjadi hambatan atas pelaksanaan dan pencapaiannya. Masih banyak penetapan buku teks pelajaran yang dilakukan oleh selain dewan guru (36%) yang berarti tidak sesuai dengan ketentuan. (4) Persentase responden (12%) yang menyatakan bahwa tingkat kesukaran UN tinggi sejalan dengan tingkat kelulusan UN yang 90%.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (2) (3) (4) (5) terpenuhi 50%. (3) Kegiatan sosialisasi tentang Ujian Nasional kepada pihakpihak yang berkepentingan belum maksimal.8 Ujian Nasional (1) Sebagian besar sekolah menambah jam pelajaran mata pelajaran yang dicakup dalam Ujian Nasional dan memberikan les tambahan.

Ed Drs. Anggani Sudono. Salman dr. Samitha Djayanti Arif Rifai Dwiyanto. M. I. Nana Sudjana Dr. M. M. A. Edy Tri Baskoro Prof. Weinata Sairin. Wilarso Dr. Dr. Muchtar Abdul Karim. Sisworo Prof. M. Dr.Pd Dr. MA Prof. Tri Bagyo. Bana Kartasasmita Dr. M. Bagyo Yuono M.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 6| Tim Ahli Anggota BSNP Tabel 9. Dr. ST NAmA INSTANSI UNY ITB UI UI UM UM ITB UPI UM UPI UM UPI UNNES Dir. Mungin Eddy Wibowo Prof. Dr.. Dr. Anggota BSNP dalam Pemantauan Standar NO 1 2 3 4 5 6 7 NAmA Prof.A Pdt.Si Dr. Drs. Achmad Slamet Drs.Th INSTANSI UGM ITB UNY UNNES UI ASAL Yogyakarta Bandung Yogyakarta Semarang Jakarta Jakarta Jakarta Tim Ahli yang bersifat ad hoc adalah: Tabel 10. M. M. Ph. Martono.D Dr. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Dr. Danny Meirawan Dr. Dr. Ibrahim Bafadal. Tim Pemantauan Standar NO. Fawzia Aswin Hadis Dr. Bambang Soehendro Prof. Ali Saukah. Tendik ITB ASAL Yogyakarta Bandung Jakarta Jakarta Malang Malang Bandung Bandung Malang Bandung Malang Bandung Semarang Jakarta Bandung Jakarta Mandikdasmen Jakarta 118 . Adi Rahmat Dr. Djemari Mardapi Prof. Mukminan Dr.

Sebaiknya kegiatan pengumpulan data dilakukan sesegera mungkin setelah pelatihan surveyor. sebaiknya surveyor yang bertugas juga melibatkan pihak departemen agama. Berdasarkan hasil pemantauan implementasi Standar Isi/SKL. Hal tersebut mengakibatkan cukup banyak surveyor yang berhalangan untuk melaksanakan tugas. Surveyor pada kegiatan pemantauan ini terdiri dari pengawas. Permasalahan. namun para penggantinya tidak mendapatkan pelatihan karena tidak ada kesempatan. karena alasan non-tehnis kegiatan pengumpulan data baru dapat dilaksanakan pada akhir Agustus 2009. dosen LPTK. (1) Guru perlu diberi pelatihan dan pendampingan secara intensif tentang pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) oleh lembaga yang kompeten karena sekolah 119 . dan staf LPMP. Oleh karena itu untuk kegiatan pemantauan berikutnya perlu adanya pertemuan tim ad hoc sebelum kegiatan pelatihan surveyor. meskipun mereka yang berhalangan dapat dicarikan pengganti. jadi terdapat tenggang waktu yang cukup lama. staf dinas pendidikan. Mengingat pengambilan data pemantauan juga dilakukan di madrasah. Standar Guru. Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. dan Saran Kegiatan pemantauan ini langsung dimulai dengan pelatihan surveyor di 33 provinsi tanpa didahului dengan pertemuan koordinasi tim ad hoc pemantauan sebagai pelatih surveyor. Kegiatan pelatihan surveyor berakhir pada 18 Juli 2009.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 7| Hambatan. dan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran. Selain itu perlu ada pertemuan tim ad hoc sebelum kegiatan pengumpulan data untuk membahas permasalahan-permasalahan yang muncul pada saat kegiatan pelatihan surveyor. Hal tersebut berpotensi mengakibatkan terjadinya perbedaan metode dan fokus pelatihan surveyor. Standar Kepala Sekolah/Madrasah. dipaparkan beberapa rekomendasi sebagai berikut. ketentuan tentang Ujian Nasional.

kepala sekolah. perlu dipertimbangkan program kesetaraan S-1 berdasarkan kualitas “track-record” dan uji kompetensi oleh institusi yang kompeten sesuai dengan ketentuan yang terkait dengan Standar Guru. dan Standar Guru. Untuk meningkatkan jumlah guru yang memenuhi standar kualifikasi akademik guru sesuai dengan tahun pencapaian (2015). dan pe- 120 . khususnya Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan. Perlu ditelaah lebih lanjut substansi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena ada guru. Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan guru sekolah/madrasah negeri dan swasta dari segi aksesibilitas terhadap Standar Isi. Faktor ini mungkin yang menyebabkan kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi ketersediaan dokumen-dokumen tentang Standar Nasional Pendidikan beserta dokumen pendukungnya. dan Standar Guru karena ternyata tingkat aksesibilitasnya terhadap dokumen standar tersebut di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di sekolah/madrasah negeri. Standar Kompetensi Lulusan. Pemberian beasiswa bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik agar memenuhi standar juga perlu dilakukan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 (2) (3) (4) (5) (6) (7) yang mata pelajarannya sudah dilengkapi dengan silabus dan RPP tidak lebih dari 79%. di luar Jawa perlu diberi perhatian yang lebih besar daripada di Jawa karena ternyata sosialisasi yang dilakukan di Jawa secara konsisten dianggap lebih banyak daripada di luar Jawa. dan guru yang membuat sendiri silabus baru 38% dan RPP 67%. Sosialisasi tentang dokumen standar. Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi penyebar-luasan peraturan dan perundangan tentang pelaksanaan pendidikan pada satuan pendidikan karena ternyata tingkat ketersediaannya di luar Jawa lebih rendah daripada di Jawa.

serta sekolah/madrasah negeri dan sekolah/madrasah swasta dari segi pencapaian kompetensi guru. di sekolah.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP ngawas (antara 12. dan pengawas di luar Jawa.49%) yang menganggap standar tersebut tinggi. dan pengawas karena ada kecenderungan pencapaian kompetensi guru. kepala sekolah. (12) Perlu ditindak-lanjuti adanya data yang menunjukkan masih cukup banyak peraturan atau kebijakan pemerintah daerah yang tidak sesuai dengan Standar Guru. dan di sekolah/madrasah negeri. dan Standar Pengawas karena kalau dibiarkan akan dapat menghambat pelaksanaan dan pencapaian standar-standar tersebut. sekolah dan madrasah. setiap Program 121 . Standar Kepala Sekolah. (13) Sebagai lembaga penghasil guru bidang studi.74% sampai dengan 20. kepala sekolah. di Madrasah. (10) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara sekolah/madrasah negeri dan sekolah/madrasah swasta dari segi persepsi mereka terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena lebih banyak sekolah/madrasah swasta menilai tinggi terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan daripada sekolah/madrasah negeri. dan di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di Jawa. (9) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara sekolah dan madrasah dari segi persepsi mereka terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena lebih banyak madrasah menilai tinggi terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan daripada sekolah. (8) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi persepsi mereka terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena lebih banyak sekolah/madrasah di luar Jawa menilai tinggi terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan daripada sekolah di Jawa. (11) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa.

perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang proses belajar mengajar di kelas apakah sudah sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. bukan dengan cara menambah jam pelajaran dan memberi les tambahan. (18) Perlu dikembangkan model sistem informasi manajemen yang terpadu sehingga memungkinkan dilaksanakannya pengumpulan data yang terpadu dan serempak secara nasional. harapannya angka yang muncul adalah 100% untuk dua dokumen ini. dan mata pelajaran yang buku teks pelajarannya belum ada yang dinilai perlu segera dilakukan penilaiannya. Keadaan ini harus dianggap serius dan perlu ditindak-lanjuti di tingkat pimpinan LPTK atau di tingkat Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi. (17) Perlu dilakukan sosialisasi tentang cara yang paling dianggap tepat untuk mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Nasional.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Studi Pendidikan Bidang Studi harus mengetahui sedikitnya Undang-undang Guru dan Dosen (hanya 89% LPTK yang memiliki dokumennya) serta Standar Guru (hanya 81% Prodi LPTK yang memiliki dokumennya) karena mereka harus tahu kompetensi apa yang dimiliki para lulusannya sebagai calon guru profesional. yaitu dengan melaksanakan prinsip pembelajaran tuntas sejak awal. (14) Buku teks pelajaran yang telah dinilai layak oleh BSNP perlu didistribusikan secara memadai dan merata ke sekolah-sekolah. (19) Perlu dilakukan koordinasi di tingkat pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan Nasional dan Departemen Agama) dan 122 . (16) Untuk mengungkapkan latar belakang adanya fakta banyaknya sekolah yang menambah jam pelajaran dan memberikan les tambahan. Oleh karena itu. (15) Perlu ada program percepatan pemenuhan standar tentang jumlah rombongan belajar dan jumlah siswa setiap rombongan belajar karena akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran.

Kantor Wilayah Departmen Agama. untuk itu perlu pengumpulan data yang dilaksanakan serentak secara nasional. dan LPMP) dalam pengumpulan data karena gambaran tentang pelaksanaan dan pencapaian Standar Nasional Pendidikan secara nasional sangat tergantung pada ketersediaan data-data yang relevan di semua unit tersebut. Dinas Pendidikan Provinsi. Kantor Departement Agama Kabupaten/ kota.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP Pemerintah Daerah (Dinas Pendidikan Kabupaten/kota. 123 . (20) Perlu ditingkatkan fungsi dan peranan pusat pengumpulan data terpadu untuk mengurangi beban unit terkecil dalam memberikan data yang sama untuk kepentingan yang berbeda-beda.

.

BAB 8 PENgEmbANgAN iNStrUmEN PENiLAiAN bUkU tEkS PELAjArAN Badan Standar Nasional Pendidikan 125 .

.

dan perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Demikian juga dalam Pasal 43 ayat (5) dinyatakan bahwa buku teks pelajaran dinilai kelayakan isi. media pendidikan. buku dan sumber belajar lainnya.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP BAB 8. SmP. Sehubungan dengan ketentuan Pasal tersebut di atas maka diperlukan buku sebagai penunjang pembelajaran. SmA/SmK. 127 . dan PKn SmA/SmK 1| Pendahuluan Dalam Pasal 42 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabotan. bahan habis pakai. PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN A mata Pelajaran Agama Sd. kelayakan penyajian dan kelayakan kegrafikaannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan ditetapkan oleh Peraturan Menteri. peralatan pendidikan. Pernyataan tersebut diperkuat dengan pasal 43 ayat (4) yang menyatakan bahwa ada rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan untuk setiap peserta didik. kelayakan bahasa.

Agama Katolik. dan Agama Khonghucu. kelayakan bahasa. Agama Buddha. Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran bertujuan untuk menghasilkan instrumen yang dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran : Agama Islam. Agama Buddha. dan PKn adalah diperolehnya alat penilaian buku teks pelajaran yang terstandar dan dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran yang memenuhi kelayakan isi. dan SMA/SMK. telah dilaksanakan kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Manfaat instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Agama Islam. Buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya digunakan sebagai sumber belajar di setiap satuan pendidikan. dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajan pada satuan pendidikan adalah agar peserta didik memperoleh buku yang sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP. Agama Hindu. Agama Kristen. Agama Kristen. yaitu sesuai dengan Standar Isi. bahasa. Instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama terdiri atas: Agama Islam. SMP. kelayakan penyajian.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2| Tujuan dan manfaat Pada tahun 2009. Agama Hindu. Agama Hindu. dan kelayakan kegrafikaannya merupakan jaminan bagi peserta didik memperoleh buku yang dapat digunakan 128 . Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Proses Pendidikan. Agama Katolik. dan Agama Khonghucu untuk SD. Agama Kristen. Agama Katolik. dan buku teks pelajaran PKn SMA/SMK. Agama Buddha. kelayakan penyajian. penyajian dan kegrafikaan. kelayakan bahasa. PKn untuk SMA/SMK. Tujuan menilai kelayanan isi. Manfaat buku teks yang telah dinilai kelayakan isi. Tujuan lain adalah untuk membeli buku teks pelajaran yang dialihkan hak ciptanya dan dijadikan buku teks pelajaran elektornik. dan Agama Khonghucu pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Soegito UI UIN UNJ STBA Pertiwi LAI UNNES Instansi Asal Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Semarang 2. Urip Purwono Ketua UNPAD Bandung Dr. Weinata Sairin.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP untuk pembelajaran yang bermutu dan sarana untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. Dr. Siradjudin Zar.Si. MBA Anggota WALUBI Jakarta Prof. M.T. M. Fawzia Aswin Hadis (Koordinator) Prof. Anggota UIN Jakarta FX Adisusanto Sj. Dr. Anggadewi Moesono Wakil Ketua UI Jakarta Prof. Jakart Dr.D Anggota IHDN Bali Nama mata Pelajaran Psikometri Psikometri Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Katolik Agama Katolik Agama Kristen Agama Kristen Agama Buddha Agama Buddha Agama Hindu 129 . Matheus Beny Mite. R. M. Drs.Th. Dr.M. Yunan Yusuf Prof. Tima Ahli No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 jabatan Instansi dalam tim Dr. Buku teks pelajaran selain bermanfaat bagi peserta didik juga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar. Anggota BSNP No 1 2 3 4 5 6 Nama Prof.Ag Anggota IAIN Palembang Dr. Hamidah. A. Anggota Univ Atma Jaya Hum. M. Dr.Pd Pdt. M. baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya. I Made Titib. Tl Anggota KWI Jakarta Drs. Dr. Suharsono. Ph.. Djaali Dr. M.Th Anggota UKSW Salatiga Suhadi Sendjaja. S. SE.Psi. Anggota UII Yogyakarta Dra. M. Dr. M. Kadarmanto Harjowasito Anggota STTH Jakarta Dr.Th (Wakil Koordinator) Prof. M. MA Anggota IAIN Padang Dr. Lic. Idrus. S. Pdt Utama Anggota WALUBI Jakarta Soedjito Kusumo K. 3| Tim ahli 1. Netty Hartaty. Daniel Nuhamara.

Menetapkan tim ahli yang terdiri atas ahli materi mata pelajaran. ahli kegrafikaan dan ahli psikometri. Rustopo. ahli pembelajaran mata pelajaran.SH. b. H. SMA/SMK dan PKn SMA/SMK sebagai berikut. I Wayan Suwira Satria.Si Anggota Psikometri 4| Tahapan Kegiatan Langkah-langkah penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama SD.M. Gardjito jabatan Instansi dalam tim Anggota Jakarta Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota MATAKIN Jakarta MATAKIN Jakarta UNY Yogyakarta UNNES Semarang Perpustakaan Nasional Jakarta UNM Makassar mata Pelajaran Agama Hindu Agama Khonghucu Agama Khonghucu PKn PKn Kegrafikaan 20 Drs. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah yang ditetapkan oleh BSNP seperti berikut ini: 1) Penyusunan desain Instrumen dan Pengenalan mengenai Instrumen Kegiatan penyusunan desain instrumen dan pengenalan mengenai instrumen dilaksanakan di ruang rapat BSNP Gedung D lantai 2 Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 4 – 6 Maret 2009. Temu awal ini dihadiri oleh koordinator tim dan 5 orang anggota BSNP.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No 14 15 16 17 18 19 Nama Drs.Sc. MM WS Dr. Abdul Gafur. Drs. SMP. a. Pada awal pertemuan ini diadakan perkenalan antara 130 . Kaharuddin Arafah. Oesman Arif Prof. serta 17 orang anggota tim ahli. M. Dr. Mulyadi WS Dr. M. Dr.Hum.

131 . Untuk mencapai tujuan tersebut. Urip Purwono.13 Maret 2009. Setelah itu dilakukan pemilihan ketua dan wakil ketua tim ahli dengan hasil. serta contoh instrumen penilaian buku teks pelajaran yang telah dikembangkan BSNP pada tahun sebelumnya. Ph. Kajian Bahan dasar Kajian bahan dasar untuk penyusunan desain instrumen penilaian buku teks pelajaran agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang Bvlgari II Hotel Grand Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 11 . Pada langkah ini pula ditetapkan nama-nama anggota tim ahli dan anggota BSNP yang akan bertugas mengumpulkan data serta unsur-unsur yang akan diundang pada masing-masing provinsi. Kegiatan ini dihadiri oleh semua anggota tim ahli (19 orang). dan 7 orang anggota BSNP. M.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 2) anggota BSNP dengan anggota tim ahli. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka Naskah Akademik (NA) dan draf awal pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Agama SD. SMP.Sc. Tim ahli mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran terkait. Hasil kajian tersebut dijadikan kerangka untuk menyusun instrumen pengumpulan data di 5 provinsi pada langkah berikutnya. Anggadewi dari Universitas Indonesia sebagai wakil ketua tim. tim ahli melakukan brainstorming tentang jenis buku yang ingin diterbitkan dengan mengacu kepada Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) masing-masing mata pelajaran yang bersangkutan. SMA/SMK dan PKn SMA/SMK.D dari Universitas Padjajaran Bandung sebagai ketua tim dan Dr.

Sulawesi Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang sidang BSNP Gedung D Lantai 2 Mandikdasmen Jl. 2 orang Hindu. Pada akhir pertemuan langkah ini akan dilakukan pleno BSNP dengan anggota tim ahli masing-masing mata pelajaran. (d) tokoh agama sebanyak 6 orang yang terdiri atas: 2 orang Katolik. RS. 1 orang anggota BSNP. (c) siswa sebanyak 6 orang yang terdiri atas: 2 orang Katolik. dan 4 orang Khonghucu. Pengolahan data Data dan masukan responden dari 5 kota yang telah terkumpul melalui FGD pada langkah sebelumnya diolah dan dianalisis baik secara kualitatif maupun kuantitatif untuk dijadikan bahan pembuatan Naskah Akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 3) 4) 5) Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan melalui sistem Focused Group Discussion (FGD) dilaksanakan di lima provinsi yaitu: Sumatera Barat. Analisis data Kegiatan analisis data untuk penyusunan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dilak- 132 . dan 4 orang. 2 orang Hindu. 4 orang Hindu. (b) guru sebanyak 12 orang yang terdiri atas: 4 orang Katolik. DI Yogyakarta.21 Maret 2009. Jumlah peserta FGD tiap provinsi sebanyak 40 orang dengan rincian : (a) orang tua siswa sebanyak 12 orang yang terdiri atas: 4 orang Katolik. 4 orang Hindu. dan Jawa Timur pada tanggal 18 .3 April 2009 yang dihadiri oleh 6 orang anggota BSNP dan semua anggota tim ahli. Fatmawati Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 1 . dan 2 orang Khonghucu. dan 2 orang Khonghucu. dan (e) panitia sebanyak 4 orang. Jumlah tim pengumpul data yang bertugas pada masing-masing kota sebanyak 5 orang dengan rincian: 3 orang tim ahli. dan 1 orang staf sekretariat. Bali.

17 April 2009. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan draf naskah akademik dan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn yang telah dikembangkan pada pertemuan sebelumnya. Presentasi ke BSNP dan Reviu draf Instrumen-2 Presentasi ke BSNP dan reviu draf instrumen 2 pe133 . Reviu draf Instrumen Reviu draf instrumen penilaian buku teks pelajaran agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang Anggrek 6 lantai 7 Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada tanggal 27 . Pada bagian akhir pertemuan. Anggota BSNP yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 6 orang dan anggota tim sebanyak 19 orang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menghasilkan draf naskah akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 6) 7) 8) sanakan di ruang sidang Anggrek 6 lantai 7 Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada tanggal 15 .29 Mei 2009 yang dihadiri oleh 18 orang anggota tim dan 6 orang anggota BSNP. tim membuat bahan presentasi yang akan disampaikan kepada pleno BSNP pada pertemuan berikutnya. Penyusunan draf Instrumen Hasil analisis data pada pertemuan sebelumnya dijadikan bahan untuk menyusun Naskah akademik dan draf instrumen. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis semua masukan dari setiap daerah yang telah diolah dan dijadikan bahan untuk menyusun draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn. Kegiatan penyusunan draf instrumen ini dilaksanakan di ruang sidang BSNP Gedung D lantai 2 Mandikdasmen Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 2 – 4 Mei 2009 yang dihadiri oleh 5 orang anggota BSNP dan 17 orang anggota tim.

dan guru masing-masing mata pelajaran. kemudian pada tanggal 5 -6 Juni 2009. 134 . Selanjutnya hasil analisis ini dijadikan bahan lokakarya dengan mengundang ahli masing-masing mata pelajaran. Draf instrumen-2 ini diberi masukan oleh anggota BSNP.6 Juni 2009. Fatmawati Jakarta Selatam pada tanggal 4 . Solo. Kegiatan lokakrya draf Instrumen ini dilaksanakan pada tanggal 17 – 19 Juni 2009 di Apartemen Puri Casablanca Jakarta. Pada pertemuan ini juga dikembangkan instrumen yang dapat dijadikan bahan pengumpul masukan dari para reviewer pada pertemuan berikutnya. ahli materi. Untuk melaksanakan kegiatan validasi ini. tim ahli mengolah masukan BSNP untuk menyempurnakan draf instrumen-2 menjadi draf instrumen-3.S. dan Makassar. 2 Cipete Jl. Malang.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 nilaian buku teks pelajaran agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang BSNP Gedung Mandikdasmen Lt. 10) Lokakarya Pembahasan draf Instrumen Masukan para pakar pada saat kegiatan validasi instrumen diolah dan dianalisis oleh tim ahli. kemudian dijadikan bahan untuk menyempurnakan draf instrumen. 2 orang anggota tim. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan berupa tingkat keterbacaan masing-masing butir dan deskripsi instrumen dari para ahli pembelajaran. R. Target kegiatan ini adalah mendapatkan masukan dari para pakar masing-masing mata pelajaran untuk menyempurnakan draf instrumen. 1 orang anggota BSNP dan 1 orang staf sekretariat BSNP. Bandung. panitia pada masing-masing kota mengundang 40 orang peserta. 9) Validasi draf instrumen Validasi draf instrumen dilaksanakan di 10 – 12 Juni 2009 di lima kota yaitu : Palembang.

Bogor. Katolik. 12) Uji Coba draf Instrumen Kegiatan uji coba draf instrumen bertujuan untuk melihat sejauh mana instrumen tersebut dapat dijadikan alat untuk menilai sampel buku teks pelajaran yang beredar di masing-masing provinsi. Jakarta. 2 orang anggota tim ahli. 135 . Para undangan diberi buku untuk dinilai dengan menggunakan draf instrumen yang telah dikembangkan oleh tim ahli. Oleh karena itu pada langkah ini diundang para ahli terkait mata pelajaran Agama Islam.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 11) Finalisasi draf Instrumen untuk Uji Coba Kegiatan finalisasi draf instrumen ini dilaksanakan di hotel Golden Boutique Jakarta pada tanggal 24 – 26 Juni 2009 dengan dihadiri oleh 6 orang anggota BSNP dan 18 orang anggota tim. dan lokasi uji coba instrumen. Khonghucu. agenda uji coba. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis masukan para pakar sewaktu instrumen diujicobakan. dan PKn. Kupang. Uji coba dihadiri oleh 1 orang anggota BSNP. Hindu. nama tim uji coba. dan Surabaya. dan tim ahli. Pada akhir kegiatan dihasilkan juga panduan uji coba instrumen. guru. dan para praktisi mata pelajaran terkait di masing-masing provinsi. Kristen. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota BSNP. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan draf instrumen penilaian masing-masing mata pelajaran. dan 40 orang undangan yang terdiri atas dosen. 13) Analisis Hasil Uji Coba dan Perbaikan Instrumen Analisis data hasil uji coba dan revisi instrument penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang BSNP Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 11 – 13 Juli 2009. Kegiatan uji coba instrumen dilaksanakan pada 5 – 7 Juli 2009 secara bersamaan di 5 kota yaitu: Denpasar. Buddha.

kerangka instrumen. dan Panduan FGD Data FGD untuk penyu sunan draf instrumen Data dari 5 provinsi Hasil analisis data untuk penyusunan draf instrumen Draf instrumen 4 5 Pengolahan data Analisis data 136 . No Kegiatan 1 Temu awal untuk penyusunan desain 2 Kajian bahan dasar Jakarta 3 Pengumpulan data Padang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 Juli di ruang sidang BSNP Cipete Jakart Selatan yang dihadiri oleh anggota BSNP dan tim ahli. Surabaya Ruang sidang BSNP Jakarta 6 Penyusunan draf instrumen Ruang sidang BSNP Tempat Ruang sidang BSNP Tanggal 04 – 06 Maret 2009 11 – 13 Maret 2009 18 – 20 Maret 2009 01 – 03 April 2009 15 – 17 April 2009 02 – 04 Mei 2009 Target Kerangka naskah akademik (NA) dan kerangka instrumen Kerangka NA. Yogyakarta. Manado. Denpasar. Instrumen hasil penyempurnaan melalui pleno akan disahkan oleh BSNP sebagai tanda bahwa instrumen tersebut telah sahih untuk dipergunakan menilai buku teks pelajaran dan siap untuk disosialisasikan kepada penerbit dan calon penulis. Secara rinci kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dapat dirangkum seperti berikut ini.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Hasil analisis kemudian dirangkum dan dijadikan masukan untuk menyempurnakan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn. 14) Persiapan Sosialisasi Instrumen yang telah disempurnakan pada langkah sebelumnya kemudian diplenokan di BSNP dan difinalkan berdasarkan masukan anggota BSNP.

10 – 12 Juni Solo. Rincian instrumen yang dihasilkan dalam kegiatan ini diuraikan sebagai berikut: 137 . Surabaya Ruang sidang BSNP 12 13 14 Ruang sidang BSNP Instrumen yang telah disahkan BSNP yang siap disosialisa sikan 5| Hasil yang diperoleh Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn ini menghasilkan dokumen berupa: a. Instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan isi. dan PKn SMA/SMK. bahasa dan kegrafikaan buku teks pelajaran Agama SD. dan 2009 Makassar Jakarta 17 – 19 Juni 2009 24 – 26 Juni 2009 05 – 07 Juli 2009 11 – 13 Juli 2009 22 – 24 Juli 2009 Data hasil vali dasi dan draf instrumen Masukan dari para pakar dan draf instrumen Instrumen yang siap diujicoba kan Masukan dari para stake holder Instrumen final 10 11 Jakarta Denpasar. Kupang.SMP. Malang. b.SMP.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No Kegiatan 7 Reviu draf instrumen Tempat Jakarta 8 Presentasi ke BSNP dan reviu draf instrumen 2 Validasi draf instrumen Lokakarya pembahasan draf instrumen Finalisasi draf instrumen untuk uji coba Uji coba draf instrumen Analisis hasil uji coba dan perbaikan instrumen Persiapan sosialisasi instrumen Tanggal 27 – 29 Mei 2009 04 – 06 Juni 2009 Januari 2010 © BSNP Target Masukan para pakar untuk penyempurnaan draf instrumen Masukan dari BSNP Ruang sidang BSNP 9 Palembang. penyajian. Naskah akademik penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama SD. SMA/SMK. Bandung. Bogor. Jakarta. SMA/SMK. dan PKn SMA/SMK.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No Nama Mata Pelajaran 1 Pendidikan Agama Islam Nama Produk Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA 2 Sub total (1) Pendidikan Agama Katolik 3 Sub total (1) Pendidikan Agama Kristen Sub total (1) Jumlah 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 138 .

PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No Nama Mata Pelajaran 4 Pendidikan Agama Buddha Nama Produk Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Januari 2010 © BSNP 5 Sub total (1) Pendidikan Agama Hindu 6 Sub total (1) Pendidikan Agama Khonghucu Sub total (1) Jumlah 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 139 .

terdapat pula beberapa hal yang sangat mengagumkan antara lain terjadinya interaksi yang dinamis dan harmonis baik antara sesama pengembang instrumen maupun antara pengembang dengan tim pakar yang diundang pada saat pengumpulan data. dipilih peserta yang lebih banyak jumlahnya untuk mata pelajaran agama Khonghucu. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama ini telah tercipta suasana “bersatu dalam perbedaan dan berbeda dalam persatuan” Sejak awal dalam kelompok ini memang ditekankan oleh . Interaksi yang harmonis ini menunjukkan suasana kerukunan antar ummat beragama yang sangat baik. validasi dan uji coba draf instrumen. Buddha dan Hindu terutama untuk daerah-daerah sentra agama yang bersangkutan. Hal ini mengakibatkan kurangnya kritikan/masukan terhadap substansi butir yang dikembangkan terutama pada saat validasi. Hindu dan Buddha pada saat validasi dan ujicoba instrumen pada daerah-daerah tertentu. Untuk mengatasi hal tersebut.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No Nama Mata Pelajaran 7 PKn Nama Produk Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Sub total (1) jumlah Total Jumlah 3 3 3 3 12 300 6| Refleksi Dalam penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn ini terdapat beberapa kendala antara lain sulitnya menemukan dosen ataupun guru yang ahli dalam mata pelajaran Agama Khonghucu. BSNP agar buku teks pelajaran Agama yang dihasilkan nanti mampu membangun semangat kerukunan dan kesatuan demi memantapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks masyarakat majemuk Indonesia. Namun demikian dalam pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn ini. pada saat uji coba instrumen. 140 .

kelayakan bahasa. Manfaat instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Bahasa Jerman. buku dan sumber belajar lainnya. media pendidikan. 2| Tujuan dan manfaat Pada tahun 2009. Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin untuk SMA/SMK. Sehubungan dengan pasal tersebut di atas maka diperlukan buku sebagai penunjang pembelajaran. Bahasa Perancis. Bahasa Arab. Pernyataan tersebut diperkuat dengan pasal 43 ayat (4) yang menyatakan bahwa ada rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan untuk setiap peserta didik. Bahasa Arab. dan perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Bahasa Perancis. bahan habis pakai. Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran bertujuan untuk menghasilkan instrumen yang dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran : Bahasa Jerman. kelayakan penyajian dan kelayakan kegrafikaannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan ditetapkan oleh Peraturan Menteri. Bahasa Jepang dan 141 . Bahasa Perancis.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP B mata Pelajaran Bahasa Asing SmA/SmK 1| Pendahuluan Dalam Pasal 42 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabotan. Demikian juga dalam Pasal 43 ayat (5) dinyatakan bahwa buku teks pelajaran dinilai kelayakan isi. Bahasa Arab. telah dilaksanakan kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing SMA/SMK yang terdiri atas: Bahasa Jerman. Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin. peralatan pendidikan.

baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya. Buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya digunakan sebagai sumber belajar di setiap satuan pendidikan. kelayakan penyajian. Manfaat buku teks yang telah dinilai kelayakan isi.Dr. penyajian dan kegrafikaan.Dr.Dr. Weinata sairin. kelayakan bahasa. Fawzia Aswin Hadis (Koordinator) Pdt. Tujuan menilai kelayanan isi.Th (Wakil Koordinator) Prof. dan kelayakan kegrafikaannya merupakan jaminan bagi peserta didik memperoleh buku yang dapat digunakan untuk pembelajaran yang bermutu dan sarana untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. No 1 2 3 4 5 6 Anggota BSNP Nama Prof. kelayakan penyajian. MPd. Mungin Eddy Wibowo.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Bahasa Mandarin adalah diperolehnya alat penilaian buku teks pelajaran yang terstandar dan dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran yang memenuhi kelayakan isi. bahasa. Dr.. Furqon Instansi UI LAI UNNES UNY ITB UPI Asal Jakarta Jakarta Semarang Yogyakarta Bandung Bandung 142 . yaitu sesuai dengan Standar Isi. Tujuan lain adalah untuk membeli buku teks pelajaran yang dialihkan hak ciptanya dan dijadikan buku teks pelajaran elektornik. Edy Tri Baskoro Prof. Buku teks pelajaran selain bermanfaat bagi peserta didik juga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar. kelayakan bahasa.Kons. Prof.Dr. Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Proses Pendidikan. 3| Tim ahli 1. Djemari Mardapi Prof. M. dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajan pada satuan pendidikan adalah agar peserta didik memperoleh buku yang sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP.

Anggota M. Dr. SS. Dr.T. Matsna.Si Anggota UNM Makassar Nama 143 . Anggota MA UI Jakarta Bahasa Mandarin Anggota UNNES Prof. Moh. Kaharuddin Arafah.Dr. Afdol Tharik Wastono.. Suharsono. Syaifudin Ketua UMM Malang Psikometri Wakil Al Izhar Pondok Ir.Dr. M. Bambang Soehendro Prof. Dr. Anggani Sudono. A. Soegito Instansi UGM UIN UNJ STBA Pertiwi Al Ihzar UIN Komnas Anak UGM UNNES Januari 2010 © BSNP Asal Yogyakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Yogyakarta Semarang 2. Tri Indri Hardini. Seto Mulyadi Prof. MA Anggota Japan Foundation Bahasa Jepang Anggota Perpustakaan Dr. MA Prof.Pd Dr. Setiawati Anggota Darmojuwono. Djaali Dr. MPd Anggota UPI Bandung Bahasa Perancis Dr. Djodjok Anggota Soenardjo.Dr. MPd Anggota UNESA Surabaya Bahasa Jerman Prof. Yunan Yusuf Prof.Dr. MA Anggota UIN Jakarta Bahasa Arab Dr. M.Dr. M. M.M. Dr. Mlit UNESA Surabaya Bahasa Jepang Evi Lusiana.Hum UI Jakarta Bahasa Arab Prof. Tato Hendarto Msi Ketua Labu Psikometri Prof. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Tima Ahli jabatan Instansi mata Pelajaran dalam tim Dr. MA UI Jakarta Bahasa Jerman Dr.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No 7 8 9 10 11 12 12 14 15 Nama Prof. Gardjito Nasional Kegrafikaan Drs. Komarudin Hidayat Dr. Astini Semarang Bahasa Perancis Dr.Dr. M. Hermina Sutami Anggota UI Jakarta Bahasa Mandarin Nita Madona Sulanti. Zaki Baridwan Prof. Irene Risakotta.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 4| Tahapan Kegiatan Langkah-langkah penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama SD. Kasubbid daltuku. ahli pembelajaran mata pelajaran. c. Kabid Bangnas daltuku Pusat Perbukuan. Untuk mencapai tujuan tersebut. SMP. Kajian Bahan dasar dan Penyusunan desain Instrumen Kegiatan penyusunan desain instrumen dan pengenalan mengenai instrumen dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 10 . serta con- 144 . Syaifuddin dari Universitas Muhammadiyah Malang sebagai ketua tim dan Ir. Menetapkan tim ahli yang terdiri atas ahli materi mata pelajaran. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah yang ditetapkan oleh BSNP seperti berikut ini: 1) Temu Awal. Pada awal pertemuan ini diadakan perkenalan antara anggota BSNP dan Staf Pusbuk dengan anggota tim ahli. d. Kegiatan ini dihadiri oleh koordinator tim dan 7 orang anggota BSNP. Tato Hendarto. Dr. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka Naskah Akademik (NA) dan draf awal pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Bahasa Asing SMA/SMK. tim ahli melakukan brainstorming tentang jenis buku yang ingin diterbitkan.Si dari Al. mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran terkait. Kepala Pusat Perbukuan. M. 12 orang anggota tim ahli. ahli kegrafikaan dan ahli psikometri. Setelah itu dilakukan pemilihan ketua dan wakil ketua tim ahli dengan hasil. SMA/SMK dan PKn SMA/SMK sebagai berikut. dan staf teknis Pusbuk.12 Maret 2009.Ihzar Pondok Labu sebagai wakil ketua tim.

Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan melalui sistem Focused Group Discussion (FGD) dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 14 . Pengolahan dan Analisis data Data dan masukan para peserta FGD pada langkah sebelumnya diolah dan dianalisis. anggota BSNP. Pada langkah ini pula ditetapkan nama-nama anggota tim ahli dan anggota BSNP yang akan bertugas mengumpulkan data serta unsur-unsur yang akan diundang pada masing-masing provinsi. ahli pembelajaran. dan semua anggota tim ahli. Pada akhir pertemuan langkah ini akan dilakukan pleno BSNP dengan anggota tim ahli masing-masing mata pelajaran. Peserta FGD terdiri atas unsur : ahli materi. Peserta FGD dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 19 . baik secara kualitatif maupun kuantitatif untuk dijadikan bahan pembuatan Naskah Akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing. dan staf Pusbuk. dan orang tua siswa untuk masing-masing mata pelajaran. praktisi. siswa.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 2) 3) 4) toh instrumen penilaian buku teks pelajaran yang telah dikembangkan BSNP pada tahun sebelumnya. Kegiatan pengumpulan data dihadiri oleh seluruh anggota tim.21 Maret 2009 yang dihadiri oleh anggota BSNP.16 Maret 2009. staf Pusbuk. guru. Kegiatan penyusunan draf instrumen ini dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 2 – 4 April 2009 yang dihadiri oleh semua 145 . Penyusunan draf Instrumen-1 Hasil analisis data pada pertemuan sebelumnya dijadikan bahan untuk menyusun Naskah akademik dan draf instrumen.

tim juga melakukan presentasi dalam sidang pleno BSNP. Hasil pertemuan ini adalah draf Instrumen yang siap divalidasi. Pada pertemuan ini. Bandung. panitia pada masing-masing kota mengundang validator yang terdiri atas unsur-unsur: ahli pembelajaran dan ahli materi masing-masing mata pelajaran. Untuk melaksanakan kegiatan validasi ini. 146 . dan nama-nama calon validator di lima provinsi. dan Makassar.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 5) 6) 7) anggota tim ahli. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menghasilkan draf naskah akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan draf naskah akademik dan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing yang telah dikembangkan pada pertemuan sebelumnya. ahli materi. anggota BSNP dan staf Pusbuk. Jogjakarta. Penyusunan draf Instrumen Masukan para pakar pada saat kegiatan validasi instrumen diolah dan dianalisis oleh tim ahli. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan berupa tingkat keterbacaan masing-masing butir dan deskripsi instrumen dari para ahli pembelajaran. Medan. dan guru masing-masing mata pelajaran. Reviu draf Instrumen dan Presentasi ke BSNP Reviu draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 15 – 17 Mei 2009 yang dihadiri oleh seluruh anggota tim ahli. anggota BSNP dan staf Pusbuk. kemudian dijadikan bahan untuk menyempurnakan draf instrumen. jadwal validasi. Validasi draf instrumen Validasi draf instrumen dilaksanakan tanggal 22 – 24 Mei 2009 di lima kota yaitu : Jakarta.

Hasil analisis kemudian dirangkum dan dijadikan masukan untuk menyempurnakan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing. Target kegiatan ini adalah mendapatkan draf instrumen yang siap untuk diujicobakan pada pertemuan berikutnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis masukan para pakar sewaktu instrumen diujicobakan. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota BSNP. dan para praktisi mata pelajaran terkait di masing-masing provinsi. Oleh karena itu pada langkah ini diundang para ahli terkait mata pelajaran Bahasa Arab. Uji coba dihadiri oleh 1 orang anggota BSNP. Jakarta. dan dan staf Pusbuk serta para undangan yang terdiri atas dosen. Bahasa Perancis. Uji Coba draf Instrumen Kegiatan uji coba draf instrumen bertujuan untuk melihat sejauh mana instrumen tersebut dapat dijadikan alat untuk menilai sampel buku teks pelajaran yang beredar di masing-masing provinsi. Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin. tim ahli. guru. Bahasa Jerman. Kegiatan uji coba instrumen dilaksanakan pada 27 – 29 Juni 2009 secara bersamaan di 5 kota yaitu: Bandung. dan staf Pusbuk. Para undangan diberi buku untuk dinilai dengan menggunakan draf instrumen yang telah dikembangkan oleh tim ahli. 147 . dan Surabaya. Analisis Hasil Uji Coba dan Revisi draf Instrumen Analisis data hasil uji coba dan revisi instrument penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 9 – 11 Juli 2009. Manado. 2 orang anggota tim ahli.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 8) 9) Kegiatan penyusunan draf Instrumen ini dilaksanakan pada tanggal 31 Mei – 2 Juni 2009 di hotel Mega Anggrek Jakarta Barat. Semarang.

Jogjakarta. Secara rinci kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dapat dirangkum seperti berikut ini. Medan. Kajian Bahan Dasar dan Penyusunan Desain Instrumen 2 Pengumpulan data Tempat Jakarta Tanggal 10 . Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 . Instrumen hasil penyempurnaan melalui pleno kemudian disahkan oleh BSNP sebagai tanda bahwa instrumen tersebut telah sahih untuk dipergunakan menilai buku teks pelajaran dan siap untuk disosialisasikan kepada penerbit dan calon penulis. dan staf Pusbuk.12 Maret 2009 Jakarta Target Kerangka naskah akade mik dan kerang ka instrumen Data FGD untuk penyu sunan draf instrumen Data untuk penyusunan draf instrumen Draf Instrumen 14 – 16 Maret 2009 19 – 21 Maret 2009 2 – 4 April 2009 15 – 17 Mei 2009 22 – 24 Mei 2009 3 Pengolahan dan analisis data Penyusunan draf instrumen dan Presentasi ke BSNP Reviu draf instrumen Validasi Draf Instrumen Jakarta 4 Jakarta 5 6 Jakarta Jakarta. tim ahli.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 10) Finalisasi draf Instrumen Instrumen yang telah disempurnakan pada langkah sebelumnya kemudian diplenokan di BSNP dan difinalkan berdasarkan masukan anggota BSNP. Bandung.28 Juli 2009 di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan yang dihadiri oleh anggota BSNP. No Kegiatan 1 Temu Awal. dan Makassar Draf instrumen yang telah direviu Data validasi 148 .

29 Juni 2009 Januari 2010 © BSNP 9 10 Bandung. Rincian instrumen yang dihasilkan dalam kegiatan ini diuraikan sebagai berikut: No Nama Mata Pelajaran Nama Produk 1 Bahasa Arab Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Sub total (1) 2 Bahasa Jerman Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Sub total (1) Jumlah 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 149 . Surabaya Analisis data hasil uji Jakarta coba dan revisi draf instrumen Finalisasi instrumen Jakarta Target Penyempurnaan draf instrumen Data Uji coba 9 – 11 Juli 2009 26 – 28 Juli 2009 Revisi dan penyempurnaan draf instrumen Instrumen final 5| Hasil yang diharapkan Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan Bahasa Asing ini menghasilkan dokumen berupa: a. Naskah akademik penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing SMA/SMK. Jakarta. penyajian.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No Kegiatan 7 Penyusunan draf instrumen 8 Uji coba instrumen Tempat Jakarta Tanggal 31 Mei – 2 Juni 2009 27 . Manado. bahasa dan kegrafikaan buku teks pelajaran Bahasa Asing SMA/SMK. Instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan isi. Semarang. b.

150 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 3 Bahasa Perancis Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 4 Sub total (1) Bahasa Jepang 5 Sub total (1) Bahasa Mandarin Sub total (1) jumlah Total 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 20 6| Refleksi Dalam penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing ini terdapat beberapa kendala antara lain sulit menemukan dosen ataupun guru ahli mata pelajaran terutama Bahasa Mandarin di luar Kota Jakarta. Untuk mengatasi hal tersebut. Hal ini diduga akan berdampak pula nanti pada saat perekrutan calon penilai buku teks pelajaraan Bahasa Asing. sebaiknya para validator dan peserta uji coba instrumen diundang untuk menjadi calon penilai.

PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP BAB 9 PENiLAiAN bUkU tEkS PELAjArAN Badan Standar Nasional Pendidikan 151 .

.

Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kebijakan pemerintah mengenai buku teks pelajaran bagi peserta didik.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP BAB 9. penyajian dan kegrafikaannya oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri (PP 19 th 2005 pasal 43 ayat (5). bahasa. budi pekerti dan kepribadian. Depdik- 153 . Buku teks pelajaran berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. pemerintah menetapkan bahwa buku teks pelajaran yang akan digunakan harus dinilai terlebih dahulu kelayakan isi. potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan. pasal 42 ayat (1)). kemampuan penguasaan IPTEKS. PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN 1| Pendahuluan Buku teks pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah/madrasah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan. Buku teks pelajaran ini digunakan sebagai sumber belajar yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Sebelum diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang mengatur tentang penilaian buku teks pelajaran. sehingga buku teks pelajaran harus digunakan sebagai acuan wajib oleh guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. kepekaan dan kemampuan estetis.

serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan. 2| Tujuan dan manfaat Tujuan Penilaian kelayakan isi. Agama SD-SMP-SMA. Bahasa Inggris dan Matematika untuk SMP dan SMA. mulai tahun 2006 hingga tahun 2009 BSNP telah melakukan penilaian semua buku teks pelajaran untuk SD/MI. serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan bertujuan agar peserta didik memperoleh buku yang sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP. Dengan adanya BSNP maka kegiatan penilaian buku teks pelajaran dilimpahkan ke BSNP untuk menilai kelayakan isi. Manfaat buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakan isi. dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran Pendidikan Seni Budaya. Kerajinan. Matematika. PNPBP telah berhasil menilai buku pelajaran Bahasa Indonesia. Kerajinan. dan IPA untuk Sekolah Dasar dan Bahasa Indonesia. kelayakan bahasa. dan SMA/SMK. kelayakan bahasa. Khusus pada tahun 2009. penyajian dan kegrafikaan untuk semua mata pelajaran di setiap jenis dan jenjang pendidikan. kelayakan penyajian. buku teks pelajaran yang telah dinilai BSNP bekerjasama dengan Pusat Perbukuan (Pusbuk) adalah Pendidikan Seni Budaya. dan PKn SMA. SMP/MTs. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Teknologi Informasi dan Komputer. bahasa.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 nas melalui keputusan Menteri Pendidikan Nasional telah membentuk suatu panitia nasional yang disebut Panitia Nasional Penilaian Buku Pelajaran (PNPBP). kelayakan penyajian. Buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya digunakan sebagai sumber belajar di setiap satuan pendidikan. kecuali Bahasa Asing. Teknologi Informasi dan Komputer. Selain itu kegiatan penilaian juga dimaksudkan untuk membeli buku teks pelajaran yang dialihkan hak ciptanya dan dijadikan buku teks sekolah elektornik. dan kelayakan kegrafikaannya merupakan jaminan bagi peserta didik memperoleh buku yang 154 .

Buku teks pelajaran selain bermanfaat bagi peserta didik juga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar. Dr. M. M. Suharsono.T. Komaruddin Hidayat Dr. Mungin Eddy Wibowo Prof. Bambang Soehendro Prof. M. Weinata Sairin. Dr.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP dapat digunakan untuk pembelajaran yang bermutu dan sarana untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. Dr.M. Furqon Prof. Dr. Fawzia Aswin Hadis (Koordinator) Pdt. A. Nama-nama anggota tim ahli pengembang instrumen yang bertugas sebagai supevisor dalam penilaian buku teks pelajaran 155 . 3| Tim Ahli 1.. Djaali Dr. Anggota BSNP Tabel-1. Tima Ahli Tabel-2. Dr. Dr. baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya. Dr. Seto Mulyadi Instansi UI LAI UNY UPI UNNES ITB UIN UGM UNJ STBA Pertiwi UGM UIN Al Ihzar UNNES Komnas Anak Asal Jakarta Jakarta Yogyakarta Bandung Semarang Bandung Jakarta Yogyakarta Jakarta Jakarta Yogyakarta Jakarta Jakarta Semarang Jakarta 2. Djemari Mardapi Prof. Dr. Yunan Yusuf Prof. Nama-nama anggota BSNP yang bertugas sebagai supervisor utama dalam penilaian buku teks pelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Prof. M. Soegito Dr.Pd Prof. Dr.Th (Wakil Koordinator) Prof. Dr. Zaki Baridwan Prof. Anggani Sudono Prof. Dr. Edy Tri Baskoro Prof.

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Dr. R. Urip Purwono Dr. M. Syaifuddin Prof. Sofyan Salam, Ph.D Dra. Tri Hartiti R, M.Pd Dr. Johan Salim Dr. Rita Dra. Rahmida Setiawati, M.M Prof. Dr. Jazuli Jose Rizal Manua, S.Sn Autar Abdillah, M.Si Drs. Taswadi, M.Sn Dra. Caecilia Tridjata S, M.Sn Dr. Khomsin Prof.Wawan Suherman, M.Ed dr. Sarfiel Tafal, MPh dr. Drupadi L Dillon Dr. Djoko Supriyanto Herman Dwi Surjono, Ph.D Prof. Dr. Heru Suhartanto Dr. Samsul Hadi Gardjito Pg, DipLS, M.Sc Drs. Kaharuddin Arafah, M.Si

Jabatan dalam tim Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota

Instansi UNPAD Bandung UMM Malang UNM Makassar UNY Yogyakarta ISI Yogyakarta UNJ Jakarta UNJ Jakarta UNNES Semarang DKJ Jakarta UNESA Surabaya UPI Bandung UNJ Jakarta UNNES Semarang UNY Yogyakarta UI Jakarta UI Jakarta ITB Bandung UNY Yogyakarta UI Jakarta UNY Yogyakarta Perpustakaan Nasional UNM Makassar

Mata Pelajaran Psikometri Psikometri Seni Rupa Pembelajaran Seni Rupa Seni Musik Pembelajaran Seni Musik Seni Tari Pembelajaran Seni Tari Seni Teater Pembelajaran Seni Teater Keterampilan Pembelajaran Keterampilan Olah Raga Penjaskes Kesehatan Kesehatan TIK Pembel.TIK TIK Psikometri Grafika

4| Tahapan Kegiatan
Dalam melaksanakan penilaian buku teks pelajaran, BSNP bekerjasama dengan Pusat Perbukuan (Pusbuk) Departemen Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran pelajaran Pendidikan Seni Bu156

PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN

Januari 2010 © BSNP

daya, Kerajinan, Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dinilai oleh BSNP terdiri atas buku teks pelajaran yang diusulkan oleh penerbit dan oleh penulis perorangan. Penilaian buku teks pelajaran dilaksanakan melalui 6 (enam) tahapan yaitu: a. Pendaftaran dan Pengkodean Buku yang akan Dinilai Sebelum buku teks pelajaran didaftarkan untuk dinilai, maka terlebih dahulu Pusbuk bekerjasama dengan BSNP melakukan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Seni Budaya, Kerajinan,Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pengembangan instrumen ini dilakukan pada tahun 2008, lalu disosialisasikan kepada para penulis dan penerbit di beberapa provinsi. Selain itu, juga dilakukan pengumuman melalui media massa dan melalui internet dengan memanfaatkan website BSNP dan website Pusbuk. Setelah para penerbit dan penulis menyiapkan bukunya, maka buku tersebut didaftarkan di Pusbuk pada tanggal 23 – 25 Februari 2009. Pada tahun 2009, buku yang didaftarkan oleh berbagai penerbit dan penulis dan memenuhi persyaratan adalah sebanyak 1.087 jilid. Setelah itu dilakukan pengkodean masingmasing buku yang dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2009. b. Prapenilaian Setelah pengkodean buku teks pelajaran selesai, maka langkah selanjutnya adalah prapenilaian buku teks pelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menilai buku teks pelajaran yang memenuhi persyaratan minimal SK-KD. Sebuah buku teks pelajaran dinyatakan lengkap dan dinyatakan lulus praseleksi apabila: (1) jumlah KD sampai dengan 20, diperkenankan tidak memuat maksimal 1 KD.
157

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

c.

d.

jumlah KD 21 sampai dengan 40, diperkenankan tidak memuat maksimal 2 KD (3) jumlah KD 41 sampai dengan 60, diperkenankan tidak memuat maksimal 3 KD Kegiatan praseleksi ini dilaksanakan di hotel Pitagiri Jakarta Barat pada tanggal 2 – 4 Maret 2009 oleh tim ahli pengembang instrumen (tabel-2 di atas) yang diangkat oleh BSNP/Pusbuk. Setelah dilakukan prapenilaian maka jumlah buku yang dinyatakan lengkap dan lulus praseleksi oleh BSNP melalui rapat pleno adalah sebanyak 986 jilid dari 1.087 jilid buku yang dinilai. Pelatihan Calon Penilai Langkah selanjutnya adalah pelatihan calon penilai buku teks pelajaran pelajaran Pendidikan Seni Budaya, Kerajinan, Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmaniolahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Tujuan pkegiatan ini adalah untuk mendapatkan calon penilai yang kompeten dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan BSNP. Peserta pelatihan calon penilai ini terdiri atas dosen ahli materi, dosen ahli pembelajaran dan guru mata pelajaran yang bersangkutan dengan buku yang akan dinilai. Kegiatan ini laksanakan di hotel Grand Jaya Raya Cisarua Bogor pada tanggal 26 – 29 Maret 2009. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 202 orang dan yang dinyatakan lulus sebagai penilai sebanyak 184 orang. Penilaian Tahap I Penilaian tahap I dilaksanakan pada tanggal 4 – 8 April 2009di hotel Grand Jaya Raya Cisarua Bogor dengan tujuan untuk mendapatkan buku yang memenuhi kelayakan isi dan kelayakan penyajian yang ditetapkan BSNP.. Setiap jilid buku teks pelajaran Seni Budaya, Kerajinan, Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dinilai oleh dua orang

(2)

158

PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN

Januari 2010 © BSNP

penilai yaitu satu orang ahli materi dan satu orang ahli pembelajaran yang telah lulus seleksi calon penilai. Komponen yang dinilai pada penilaian tahap I ini adalah komponen kelayakan Isi dan komponen kelayakan penyajian. Buku yang dinyatakan lulus melalui rapat pleno BSNP sebanyak 527 jilid dari 986 jilid buku yang dinilai dengan rincian sebagai berikut: (1) Seni Budaya dan Ket.SD/MI sebanyak 48 jilid dari 174 jilid buku yang dinilai; (2) Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 8 jilid dari 23 jilid buku yang dinilai; (3) Seni Teater SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 23 jilid buku yang dinilai; (4) Seni Musik SMP/MTs sebanyak 7 jilid dari 21 jilid buku yang dinilai; (5) Seni Tari SMP/MTs sebanyak 8 jilid dari 16 jilid buku yang dinilai; (6) Seni Musik SMA/MA sebanyak 6 jilid dari 13 jilid buku yang dinilai; (7) Seni Tari SMA/MA sebanyak 6 jilid dari 7 jilid buku yang dinilai; (8) TIK SMP/MTs sebanyak 115 jilid dari 199 jilid buku yang dinilai; (9) TIK SMA/MA sebanyak 43 jilid dari 78 jilid buku yang dinilai; (10) Penjasorkes SD/MI sebanyak 193 jilid dari 304 jilid buku yang dinilai; (11) Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 63 jilid dari 97 jilid buku yang dinilai; (12) Penjasorkes SMA/MA sebanyak 25 jilid dari 31 jilid buku yang dinilai; Buku teks pelajaran yang dinyatakan lulus pada penilaian tahap I dilanjutkan untuk dinilai pada tahap II.
159

Penilaian Tahap II Buku teks pelajaran yang dinyatakan lulus pada tahap I dilanjutkan untuk dinilai pada penilaian tahap II. Seni Musik SMP/MTs sebanyak 1 jilid dari 7 jilid buku yang dinilai. Komponen yang dinilai pada penilaian tahap II ini adalah komponen kelayakan penyajian.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 e. 5. 3. Seni Musik SMA/MA sebanyak 1 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 7. Rincian buku yang dinyatakan lulus sebagai berikut: 1. Kegiatan penilaian tahap II ini dilaksanakan di hotel Grand Jaya Raya Cisarua Bogor tanggal 3 – 6 Mei 2009 yang dihadiri oleh BSNP sebagai supervisor utama. maka jumlah buku teks pelajaran yang dinyatakan lulus (L) sebanyak 24 jilid. tim pengembang instrumen sebagai supervisor. Sesuai dengan kriteria penilaian yang ditetapkan oleh BSNP dalam prosedur operasi standar. 4. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 0 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 0 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. 2. Seni Budaya dan Ket. Seni Tari SMA/MA sebanyak 1 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. dan pimpinan Pusbuk beserta staf.SD/MI sebanyak 10 jilid dari 48 jilid buku yang dinilai. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 2 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. 6. lulus dengan perbaikan (LP) sebanyak 431 jilid. 8. penilai. TIK SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 115 jilid buku 160 . keyakan bahasa dan kelayakan kegrafikaan. Penilaian tahap II ini dilakukan oleh 2 orang guru mata pelajaran dan satu orang ahli grafika untuk setiap jilid buku. dan yang dinyatakan tidak lulus (TL) sebanyak 72 jilid.

4.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP yang dinilai. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. TIK SMP/MTs sebanyak 97 jilid dari 115 jilid buku yang dinilai. 10. Seni Musik SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 7 jilid buku yang dinilai. Seni Budaya dan Ket SD/MI sebanyak 37 jilid dari 48 jilid buku yang dinilai. 11. Seni Musik SMA/MA sebanyak 5 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 9. 6. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. Penjasorkes SD/MI sebanyak 2 jilid dari 193 jilid yang dinilai. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 8 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. 5. 8. 3. buku buku buku buku Selanjutnya rincian buku yang dipertimbangkan lulus dengan perbaikan sebagai berikut: 1. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 1 jilid dari 25 jilid yang dinilai. 12. 9. TIK SMA/MA sebanyak 35 jilid dari 42 jilid buku yang dinilai. 2. 7. Seni Tari SMA/MA sebanyak 5 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Penjasorkes SD/MI sebanyak 171 jilid dari 193 jilid buku yang dinilai. 161 . TIK SMA/MA sebanyak 0 jilid dari 42 jilid yang dinilai. 10. Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 2 jilid dari 63 jilid yang dinilai.

11. lulus dengan perbaikan (LP).Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 f. Pengumuman Hasil Penilaian dan Perbaikan Setelah penilaian tahap II selesai maka. Pusat perbukuan mengundang para penulis dan penerbit yang bukunya dinyatakan LP. 162 . Seni Teater SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Setelah diadakan reviu dan penilaian terhadap 431 jilid buku. Rincian buku yang dinyatakan lulus diuraikan seperti berikut ini: 1. Buku yang dinyatakan LP masih diberi kesempatan untuk diperbaiki oleh penerbit atau penulis. 12. Seni Budaya dan Ket SD/MI sebanyak 17 jilid dari 37 jilid buku yang dinilai. 3. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 15 jilid dari 25 jilid buku yang dinilai. Kegiatan reviuw ini dilaksanakan di hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada tanggal 3 – 6 Juli 2009. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi penjelasan kepada para penulis atau penerbit tentang hal-hal yang perlu diperbaiki berdasarkan skor penilaian dan komentar kualitatif penilai. Sehubungan dengan hal tersebut. 2. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. Pusat perbukuan bekerjasama dengan BSNP mengumumkan hasil penilaian buku teks pelajaran dengan tiga kriteria yaitu lulus (L). Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 40 jilid dari 63 jilid buku yang dinilai. g. Reviu dan Penilaian Buku Yang Lulus dengan Perbaikan Setelah buku yang dinyatakan LP selesai diperbaiki oleh penulis atau penerbit maka buku tersebut diserahkan kembali kepada Pusbuk untuk dinilai. maka melalui sidang pleno BSNP bersama dengan pimpinan Pusbuk ditetapkan 352 jilid buku yang lulus dan 79 jilid buku yang dinyatakan tidak lulus. dan tidak lulus (TL).

11. 8. Seni Musik SMP/MTs sebanyak 5 jilid 5. TIK SMP/MTs sebanyak 63 jilid dari 97 jilid buku yang dinilai. TIK SMA/MA sebanyak 32 jilid dari 35 jilid buku yang dinilai. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 4 jilid 3. 10. 6. TIK SMA/MA sebanyak 32 jilid 163 .PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP Seni Musik SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 5 jilid 6. 5. Penjasorkes SD/MI sebanyak 163 jilid dari 171 jilid buku yang dinilai. Seni Musik SMA/MA sebanyak 3 jilid dari 5 jilid buku yang dinilai. 4. Seni Tari SMA/MA sebanyak 5 jilid 8. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 3 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 12. Seni Tari SMA/MA sebanyak 4 jilid dari 5 jilid buku yang dinilai. 9. TIK SMP/MTs sebanyak 67 jilid 9. maka jumlah buku yang dinyatakan lulus sebanyak 376 jilid dengan rincian sebagai berikut: 1. 7. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 15 jilid dari 15 jilid buku yang dinilai. Seni Budaya dan Ket SD/MI sebanyak 27 jilid 2. Seni Musik SMA/MA sebanyak 4 jilid 7. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 4 jilid 4. 5| Hasil yang diperoleh Berdasarkan data hasil penilaian tahap II dan penilaian buku yang dinyatakan LP pada tahap II. Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 40 jilid dari 40 jilid buku yang dinilai.

6| Refleksi Dalam pelaksanaan penilaian buku teks pelajaran Seni Budaya. 164 . Penjasorkes SMA/MA sebanyak 165 jilid sebanyak 42 jilid sebanyak 16 jilid Buku yang dinyatakan lulus tersebut selanjutnya direkomendasikan kepada Mendiknas untuk ditetapkan melalui Permendiknas tentang buku teks pelajaran yang layak dipergunakan dalam proses belajar mengajar. waktu yang diperlukan untuk menilai sebuah buku relatif lama akibatnya waktu penilaian yang ditetapkan panitia harus ditambah untuk mengakomodasi hal tersebut. Penjasorkes. Selain itu. Penjasorkes SD/MI 11. Tujuan perbaikan sistem perekrutan dan pelatihan calon penilai adalah untuk mendapatkan penilai yang tidak saja kompeten tetapi juga memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan kualitas perbukuan. dan TIK ditemuai beberapa kendala antara lain: adanya sebagian penilai yang kurang memahami filosofi penilaian buku dan juga kurang memahami instrumen walaupun telah dilatih sebelumnya. Penjasorkes SMP/MTs 12. maka untuk masa yang akan datang sistem perekrutan dan seleksi calon penilai perlu disempurnakan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Akibatnya diperlukan banyak moderasi untuk menjembatani adanya perbedaan skor antar penilai. Keterampilan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 10.

UNPk Badan Standar Nasional Pendidikan 165 .BAB 10 PENyELENggArAAN UjiAN NASioNAL 2009: UN. UASbN.

.

Penyelenggara Tingkat Provinsi. UASBN. 3. 4. UNPK A| PENdAHULUAN Salah satu tugas BSNP adalah menyelenggarakan Ujian Nasional sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dinas Pendidikan 4. 4. Penyelenggara UN Pusat Provinsi Kab/Kota 1. Seperti tahun 2008. Satuan Pendidikan Bupati/Walikota PT: Pengawas PT Satuan Pendidikan Dinas Pendidikan PT: Tim Pemantau Kandepag Idependen (TPI) Untuk UN Perguruan Tinggi (PT) ikut aktif berperan serta dalam struktur Penyelenggara. 3.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. 2. Penyelenggara Tingkat Kabupaten/Kota. BSNP Depdiknas MRPTNI Depag 1. Kanwil Depag 1. untuk tahun 2009 susunan penyelenggara UN terdiri dari: Penyelenggara Tingkat Pusat. UNPK Januari 2010 © BSNP BAB 10. Lihat Tabel 1 di bawah. 2. PTN 3. Gubernur 2. Tabel 1. UASBN. pasal 67 ayat (1) Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur nonformal kesetaraan. PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL 2009: UN. dan Penyelenggara Tingkat Satuan Pendidikan. namun untuk Ujian Akhir Sekolah Berstan167 .

c. BSNP menunjuk perguruan tinggi negeri berdasarkan rekomendasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Bupati/Walikota 3. sebagai koordinator perguruan tinggi di provinsi tertentu. Tabel 2. kerahasiaan. 3) mensosialisasikan pengawasan penyelenggaraan UN. 1) menunjuk perguruan tinggi yang bertugas pada kabupaten/ kota di provinsi yang menjadi kewenangannya. Depdiknas 3. 4. SMALB. 4. b. f. Lihat Tabel 2 di bawah. dan kejujuran pemindaian 168 . namun PT dilibatkan dalam review soal UASBN yang dilaksanakan di semua provinsi. Depag Provinsi 1. menjamin keamanan. membentuk tim kerja UN di tingkat provinsi yang bertugas.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dar Nasional (UASBN) ujian di tingkat SD/MI dan SDLB perguruan tinggi tidak ikut berperan serta secara aktif. Dinas Pend. d. PT relatif tidak ambil peran pada UASBN. e. Gubernur 2. menjaga keamanan dan kerahasiaan penggandaan dan pendistribusian naskah UN. melaksanakan pengawasan UN berkoordinasi dengan pemerintah daerah. dan SMK serta dengan SD/MI dan SDLB. Penyelenggara UASBN Pusat 1. Kandepag Satuan Pendidikan Sekolah/Madrasah Masing-masing penyelenggara memiliki tugas dan tanggungjawab yang berbeda antara SMA/MA dengan SMP/MTs. menjamin objektivitas dan kredibilitas pelaksanaan UN di wilayahnya. Perguruan tinggi tersebut bertanggung jawab untuk: a. BSNP 2. SMPLB. Kanwal Depag Kab/Kota 1. melakukan pemindaian (scanning) LJUN dengan menggunakan perangkat lunak yang ditetapkan oleh BSNP. Dinas Pend. Dalam penyelenggaraan UN tahun 2009 untuk SMA/MA. 2) menetapkan tata kerja pengawasan penyelenggaraan UN.

00 11.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. Selasa. SMPLB. B| jAdWAL UjIAN UN SMA/MA. UN Utama Senin. 30 April 2009 Sejarah Budaya/ Ilmu Kalam Antropologi Bahasa Bahasa Inggris Inggris 08. UASBN. h. 20 April 2009 UN Susulan Senin. 21 April 2009 UN Susulan Selasa. 27 April 2009 08. dan SMK tahun PELAJARAN 2008/2009 dilaksanakan dari tanggal 20 sampai dengan 24 April 2009 dengan jadwal sebagai berikut: jadwal UN SmA Tahun Pelajaran 2008/2009 No jenis UN Hari dan Tanggal jam Program IPA mata Pelajaran Program Program IPS Bahasa Program Keagamaan Bahasa Indonesia 1.00 Matematika Matematika Matematika Matematika 08. SMLB.00 – 13. 28 April 2009 UN Utama Rabu. 22 April 2009 UN Susulan Rabu . UNPK Januari 2010 © BSNP LJUN. menyerahkan hasil pemindaian (scanning) LJUN ke Penyelenggara UN Tingkat Pusat.00 Fisika Geografi Sastra Indonesia Ilmu Hadis 169 . UN Utama 3. dan SMK seperti tahun sebelumnya hanya sebagai tim pemantau independen (TPI).00 – 10.00 08. Peran PT untuk UN SMP/MTs. mengevaluasi. 23 April 2009 UN Susulan Kamis.00 – 10. SMALB.00 Bahasa Bahasa Bahasa Indonesia Indonesia Indonesia Biologi Bahasa Inggris Sosiologi Bahasa Inggris 2. 4.00 – 10. 29 April 2009 UN Utama Kamis. g. memantau.00 – 10. dan melaporkan pelaksanaan UN di wilayahnya kepada Menteri melalui BSNP.

00 – 10. UN Utama Jumat. 3. Pelaksanaan UN SMP/MTs dan SMPLB dimulai dari tanggal 27 sampai dengan 30 April 2009 dengan jadwal sebagai berikut: 170 . jenis UN UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan Hari dan Tanggal Senin.00 – 10. 20 April 2009 Senin. 1 Mei 2009 08. 24 April 2009 UN Susulan Jumat .00 Kimia Ekonomi Bahasa Asing jadwal UN SmALB Tahun Pelajaran 2008/2009 No. sebelum UN utama dilaksanakan.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris jadwal UN SmK Tahun Pelajaran 2008/2009 No. 22 April 2009 Rabu . 2. 3.00 08. Kelulusan dalam uijan teori kejuruaan merupakan syarat untuk mengikuti ujian praktik kejuruan.00 08. 28 April 2009 Rabu. 21 April 2009 Selasa.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Pada tahun 2009.00 08. Nilai ujian praktik dipergunakan untuk menentukan nilai rata-rata ujian nasional sisiwa SMK. 29 April 2009 jam 08. UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan Hari dan Tanggal Senin. 22 April 2009 Rabu . jenis UN 1.00 – 10.00 – 10.00 – 10. 27 April 2009 Selasa.00 – 10. 2.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No jenis UN Hari dan Tanggal jam Program IPA mata Pelajaran Program Program IPS Bahasa Program Keagamaan Ilmu Tafsir 5. 21 April 2009 Selasa.00 08. 1. 27 April 2009 Selasa. 29 April 2009 jam 08. untuk SMK diadakan uji kompetensi kejuruan yang meliputi ujian teori dan ujian praktik. 20 April 2009 Senin.00 – 10. 28 April 2009 Rabu.

jenis UN 1.30 – 17. 12 Mei 2009 Selasa. 27 April 2009 Senin. 6 Mei 2009 Kamis. 28 April 2009 Selasa.30 19 November 2009 13. 13 Mei 2009 Jumat . UN Utama UN Susulan 4.00 – 10. dan Paket C tahun 2009 dilaksanakan dua periode dengan jadwal sebagai berikut: jadwal Ujian Program Paket A.30 Kamis 2 Juli 2009 171 . 11 Mei 2009 Senin. jenis UASBN 1.00 08. UASBN Utama UASBN Susulan Hari dan Tanggal Senin.00 08.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Untuk UASBN tahun 2009 dilaksanakan dari tanggal 11 sampai dengan 13 Mei 2009 dengan jadwal sebagai berikut: jadwal UASBN Tahun Pelajaran 2008/2009 No. 30 April 2009 Kamis .00 15. 29 April 2009 Rabu.00 – 10.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. UN Utama UN Susulan 3. 4 Mei 2009 Selasa. UASBN Utama UASBN Susulan 2.00 08. 19 Mei 2009 Rabu. 5 Mei 2009 Rabu.30 – 17. UNPK Januari 2010 © BSNP jadwal UN SmP/mTs/SmPLB Tahun Pelajaran 2008/2009 No.00 08.00 08. 18 Mei 2009 Selasa. Paket B. Paket b.00 – 10. 7 Mei 2009 jam 08.00 – 15.00 – 10. UASBN Utama UASBN Susulan 3.00 – 10. UN Utama UN Susulan Hari dan Tanggal Senin.00 – 10.00 18 November 2009 15. dan Paket C Tahun 2009 Program Hari Tanggal Periode I Periode II 1 Juli 2009 jam mata Ujian Pendidikan Kewarganegaraan Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Bahasa Indonesia Paket A Rabu 13. UASBN. 22 Mei 2009 jam 08.00 – 10. UN Utama UN Susulan 2.00 – 15.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Untuk Ujian Program Paket A.

00 15.30 – 17.30 14.00 – 15.00 – 15. Bahasa Indonesia.00 – 16.30 – 17.30 – 17.00 2009 13.30 – 17.00 19 November Kamis 2 Juli 2009 2009 15.00 – 15.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Program Paket B Tanggal jam Periode I Periode II 20 November Jum’at 3 Juli 2009 14.30 – 17.30 14. dan Matematika.00 – 15.00 – 16.30 13.00 13.30 11 November 13.30 13.00 2009 Pada periode kedua mulai diadakan UN Program paket C Kejuruan selama dua hari pada tanggal 10 dan 11 November 2009 bersamaan dengan UN Paket C dengan 4 mata pelajaran yang diujikan yakni: Pendidikan Kewarganegaraan.30 2009 25 Juni 12 November 13.30 – 17.00 15.00 mata Ujian Matematika Pendidikan Kewarganegaraan Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Ilmu Pengetahuan Alam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Sosiologi Geografi Bahasa Indonesia Ekonomi Matematika Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Biologi Kimia Bahasa Indonesia Fisika Matematika Paket C IPS 11 November Rabu 24 Juni 2009 2009 25 Juni 12 November Kamis 2009 2009 13 November Jum’at 26 Juni 2009 2009 Selasa 23 Juni 2009 10 November 2009 Paket C IPA 15.00 – 15.30 – 18. 172 .00 – 15.30 – 17.00 Rabu 24 Juni 2009 15.00 20 November Jum’at 3 Juli 2009 16.00 2009 Hari Selasa 23 Juni 2009 10 November 2009 13.30 13 November Jum’at 26 Juni 2009 14.00 – 16. Bahasa Inggris.00 – 15.00 – 16.30 – 17.30 13.00 Kamis 2009 2009 15.00 15.00 18 November Rabu 1 Juli 2009 2009 15.00 – 15.

00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4. Untuk UASBN tidak ada kriteria kelulusannya namun menurut POS UASBN diatur sebagai berikut: 1. Hasil UN SMA/MA dan SMK diumumkan paling lambat pada minggu kedua Juni 2009. 3. Memiliki nilai rata-rata minimal 5. UASBN.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. Kelulusan UASBN digunakan sebagai salah satu pertimbangan penentuan kelulusan dari sekolah/madrasah. 2. oleh masing-masing satuan pendidikan. Kriteria kelulusan UASBN ditetapkan melalui rapat dewan guru yang mencakup: a.25 untuk mata pelajaran lainnya b. b. Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud di atas. Bagi peserta didik yang tidak lulus UN SMA/MA dan SMP/MTs dapat mengikuti UN untuk Program Paket C yang diselenggarakan 173 .00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN 2. Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut: a. Kriteria kelulusan UASBN ditetapkan oleh setiap sekolah/madrasah yang peserta didiknya mengikuti UASBN. nilai rata-rata ketiga mata pelajaran. serta hasil UN SMP/MTs dan SD/MI diumumkan pada minggu ketiga Juni juga oleh masing-masing satuan pendidikan. Khusus untuk SMK nilai ujian praktik kejuruan minimal 7. UNPK Januari 2010 © BSNP C| KRITERIA KELULUSAN Adapun kriteria kelulusan UN tahun pelajaran 2008/2009 adalah sebagai berikut: 1. nilai minimum setiap mata pelajaran yang diujikan. dengan nilai minimal 4.

d| HASIL UN TAHUN PELAjARAN 2008/2009 Hasil UN tahun pelajaran 2008/2009 adalah sebagai berikut: 1.35 0. Adapun prosentasi ketidaklulusan siswa SMP/MTs adalah 4. SMP/MTs Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 7.69 7. bila dibandingkan dua tahun terakhir hasil pencapaian UN secara nasional meningkat.15 MAT 7. Tabel berikut menyajikan nilai rata-rata pencapaian nasional siswa SMP/MTs tahun pelajaran 2008/2009.00 7.20 10.62 6.13 6.30 TOTAL 21.30 174 .46 7.20 10. SmP/mTs UN SMP/MTs diikuti oleh 3441815 siswa SMP/MTs/SMP Terbuka baik negeri maupn swasta.96 7.25 10.25 10.59 IPA 7.27 TOTAL 29.07 27.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 pada tanggal 23 – 26 Juni 2009.00 1.30 1.30 0.00 1.35 ING 6.81 7.55 IPA 7.44 MAT 7.15 0.21 21.00 1.20 ING 7.00 1. dan untuk program Paket B dari tanggal 1 – 3 Juli 2009.30 Tabel berikut menyajikan hasil UN empat tahun terakhir.00 4. Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 BIN 7. memiliki kartu tanda peserta ujian nasional pendidikan formal dan surat keterangan tidak lulus atau telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran di pendidikan formal. antara lain: harus terdaftar pada satuan pendidikan nonformal kesetaraan.910% (169010 siswa).46 29.96 6.39 6. dengan jumlah sekolah 41271.59 0.60 40. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh peseta didik yang akan pindah jalur dari formal ke nonformal.72 6.

Peserta Lls 132958 254 600479 6352 501622 33296 47593 510033 79271 235433 76446 81344 43293 105911 118437 55049 27467 42859 47541 33478 36886 120815 36937 28064 52067 76078 62555 24816 26568 17691 13956 3111 % 0.4 7.33 7.60 7.66 5.99 8.83 6.89 7.90 7.95 7.64 6.52 6.20 2.84 8.79 3.23 5.49 7.64 6.13 7.95 7.76 6.65 5.48 7.27 6.73 7.71 7.55 7.30 7.94 6.92 7.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.55 4871 4.76 7.16 7.68 0.15 12.53 28.74 6.17 7.94 7.05 7.89 7.98 2697 3948 15.54 mATA UjIAN BIN 7.40 7.75 7.95 7.25 7.55 6.28 7.84 7.32 7.98 7.26 7.19 1.65 6.74 2416 9.97 7.47 6.73 6.19 ING 6.16 1.49 6.56 6.90 6.95 6.94 7.11 8.79 7.99 2.05 6.53 7.34 7.86 7.22 12174 22.88 6.07 6.73 2829 10.66 18590 29.83 6. UNPK Januari 2010 © BSNP Selanjutnya pencapaian setiap provinsi dalam empat matapelajaran yang diujikan pada UN SMP/MTs tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG Tdk.13 2841 7600 6851 4712 1313 1646 3.21 7.92 7.22 6.95 5.49 6.57 7.99 7.99 7.48 7.24 7.58 7.99 6.50 7.76 6.98 6.82 6.51 6.66 6.72 7.64 6.11 6.17 7.13 6.23 6.62 5.69 5.08 6.21 4.59 5.71 3819 1990 1115 414 4773 7493 993 1595 217 6462 13.94 5.25 6.24 15974 3.25 7.42 8.94 6.9 6.47 7.90 6.39 8.35 7.03 1.62 7.85 6.96 5.64 IPA RATA 6.45 5.84 7.04 8.76 5.73 6.06 6.40 7.92 6.03 7.32 7.67 7.37 7.09 6.34 7.49 7.23 8.25 6.80 7.29 7.39 6.68 7.55 6.11 7.05 6.25 6.06 6.90 6.58 6. UASBN.13 7.26 mAT 6.72 6.33 8.93 7.35 7.78 8.29 7.07 7.58 3.51 6.77 7.25 7.17 6.08 175 .

218 BAHASA 43690 1342 10.50 10.25 10.63 7. jumlah sekolah.71 0.44 9.76 0. IPS Bahasa.39 6.25 10.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 jUmLAH NAmA PROPINSI GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT Tdk. Peserta Lls 14090 488 148123 2176 17484 3175 16055 1836 10416 989 % 3.80 10.47 18.59 2.45 TOTAL 45.19 6.481% (untuk program Bahasa). dan 6.30 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program IPS sebagai berikut: 176 .00 1.25 6.79 0.02 9.218% (untuk program IPS).47 6.75 58.79 mAT 7.593% (untuk program IPA). Total jumlah peserta 1523908 yang berasal dari 26214 sekolah/madrasah baik swasta maupun negeri.24 6.40 5.44 6.49 7.18 MAT 7.16 11. SmA/mA Ada empat program pada UN SMA/MA yaitu program IPA.593 IPS 854628 14718 8.69 6.51 6.00 1.00 1.80 7. 8.10 6.93 0.80 RATA 7. dan khusus MA program keagamaan.481 KEAGAMAAN 3532 132 6. Tabel berikut menyajikan jumlah peserta.47 ING 6.00 1. Program Studi Jumlah peserta Jumlah sekolah % ketidaklulusan IPA 622058 10022 3.216 TOTAL 1523908 26214 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program IPA sebagai berikut: SMA/MA IPA Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.39 7.65 2.03 ING 7.39 7. 10.46 1.64 IPA 7.60 1.52 FIS 7.10 BIO 7.19 7.216% (untuk MA program Keagamaan).68 6.83 6.94 7.01 6.50 10.51 6.30 0. dengan prosentase ketidaklulusan mulai dari 3.16 0.50 mATA UjIAN BIN 6.00 1.29 KIM 8. dan prosentase ketidaklulusan UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009.

00 1.00 1.11 ANTR 5.56 EKO 7.66 0.00 1.37 2.40 10.50 10.57 TAFSIR 8.00 7.24 7.81 7.81 1.19 8.04 B.15 7.36 5.20 10.00 10.00 1.65 18.50 5.00 1.79 0.17 0.25 9.80 1.35 7.18 ING 7.25 10.00 54.07 Pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN SMA/MA program IPA tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA Tdk.25 7.00 1.00 0.00 1.50 10.40 9.50 10.36 7. Peserta % Lls 24455 88750 64048 8789 577 242 1738 382 2.79 0.41 ING 7.76 0.26 SOS 6.14 TASAWUF 6.32 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program Keagamaan sebagai berikut: MA KEAGAMAAN Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.ASING 8.17 6.16 7.00 1.80 1.52 177 .20 9.24 TOTAL 42.85 1.25 10.40 54.25 10.87 1.65 7.85 5.04 0.27 0.75 1.00 1.36 TOTAL 41.21 7.00 10.56 7.23 7.41 MAT 7.82 6.36 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program Bahasa sebagai berikut: SMA/MA Bhs Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.68 6.83 8.74 SAS 6.50 10.00 1.20 9.69 KIm BIO RATA 7.01 HADIS 7.31 3.66 0.25 1.06 1.45 7.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.43 MAT 7.83 0.32 0. UASBN.99 ING 6.28 Januari 2010 © BSNP GEO 6.22 TOTAL 43.41 MAT 6.00 1.75 8.96 8.71 4.44 6.09 1.00 10. UNPK SMA/MA IPS Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.52 8.72 8.27 2.60 6.73 7.56 2.35 mATA UjIAN BIN 7.00 1.36 ING mAT FIS 7.40 5.36 0.75 9.60 55.88 2.00 10.00 1.

52 6.60 7.48 6.19 7.85 6.72 16.2 5.20 6.60 6.39 8.22 7.80 6.52 8.97 7.30 5.58 7.31 6.56 6.00 8.22 7.38 7.16 7.81 Pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN SMA/MA program IPS tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: 178 .78 0.99 9.96 7.04 1.09 6.78 8.39 5.77 6.09 5.98 8.82 7.50 6.70 7.17 6.34 8.20 559 373 321 344 2.14 6.46 6.48 8.55 6.01 7.61 8.78 mATA UjIAN BIN ING mAT FIS KIm BIO RATA 6.31 7.22 7.17 5.91 8.89 7.57 7.05 7.98 7.84 8.03 7.78 7.17 7.76 6.39 6.62 7.47 7.79 7.51 7.76 1.75 8.24 3.01 7.36 8.33 8.69 6.67 12.64 6.84 6.01 8.21 5.87 8.48 7.02 6.55 6.54 6.30 6.92 6.80 7.36 6.5 7.92 7.11 6.6 7.05 8.52 8.36 8.39 7.25 7.25 7. Peserta % Lls 84477 2283 2.39 7.90 6.02 0.07 1419 27.63 8.25 0.53 7.99 5.83 5.96 7.72 6.27 6.92 7.6 8.65 6.02 6.61 7.13 6.62 6.61 6.47 7.45 5.76 5.38 8.17 0.78 49 2.57 8.1 8.31 6.22 6.57 7.73 7.21 11.55 5.43 6.72 7.91 0.1 8.53 6.92 7.38 6.45 7.07 7.38 7.10 7.96 7.66 7.26 7.89 8.91 6.77 8.61 6.70 35036 65155 16528 15652 8471 22633 17978 6630 4679 6493 8472 6108 7408 30972 9662 6813 11074 13748 8055 5178 5887 5150 2553 2271 21845 2643 2484 1961 1417 856 215 196 66 172 349 1141 526 235 510 44 1197 2221 54 607 1 1149 1702 430 340 4.39 8.08 7.44 5.07 7.11 6.79 6.31 1.81 7.89 6.74 7.48 6.22 6.77 7.58 6.36 21.02 7.48 7.35 7.09 6.02 7.11 5.84 7.24 7.45 8.64 7.73 7.65 8.86 7.14 7.16 7.05 6.16 9.13 8.56 8.30 7.71 8.39 6.40 7.90 7.21 7.59 6.17 8.31 6.73 7.07 7.44 7.28 5.86 6.71 17.79 7.99 7.30 1.12 6.82 7.34 7.73 6.17 8.66 14.52 7.10 7.14 8.16 7.56 6.66 8.97 7.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 jUmLAH NAmA PROPINSI JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT Tdk.63 7.93 8.78 6.78 6.24 6.32 6.94 17.07 636 24.50 6.90 5.98 7.97 6.33 5.69 8.98 7.15 7.25 7.37 8.43 8.

35 6.41 6.52 5.52 5.78 8.35 5.07 5.55 5.68 7.97 7. Lls 1543 948 6059 856 6432 3653 2579 1466 1161 760 509 2928 3201 1759 1414 2382 165 4686 2280 750 1407 7 4671 7027 1568 941 1905 1239 78 3003 1137 716 1001 % 4.30 6.41 6.58 7.68 6.90 6.5 7.05 7.64 13.38 7.12 7.87 8.69 ING 7.60 7.68 6.73 6.54 6.99 179 .18 2.12 6.65 6.77 7.86 1.44 6.42 5.14 GEO 7.10 6.81 7.2 6.96 6.29 6.53 7.34 6.32 6.84 Januari 2010 © BSNP NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT EKO 7.42 6.03 5.82 7.09 7.19 5.30 6.26 6.46 6.48 7.87 4.80 8.52 5.41 7.11 7.78 7.69 8.54 5.61 5.72 7.91 6.15 7.49 5.03 6.53 6.00 6.91 6.37 7.95 7.95 19.09 mAT 7.12 5.35 7.06 36.95 7.74 5.04 SOS 7.41 6.27 5.93 6.25 6.01 5.99 5.14 RATA 7.1 7.26 5.32 4.11 7.92 6.48 6.91 7.93 8.10 6.05 7.64 8.26 2.55 5.06 16.76 6.20 6.99 5.8 6.63 6.65 6.20 6.35 7.15 6.70 12.20 6.36 0.62 6.72 6.64 7.90 5.72 6.10 6.19 6.71 5.95 6.45 6.10 8.61 7.84 6.36 7.54 7.08 7.35 7.40 6.14 6.67 4. UASBN.56 6.31 17.43 7.55 6.55 6.61 7.06 7.80 6.34 5.34 6.48 7.63 7.62 7.31 6.19 6.72 6.06 33.55 6.05 7.13 7.15 7.05 5.92 6.39 5.82 5.86 10.38 5.51 7.22 6.4 7.79 11.69 6.18 6.72 mATA UjIAN BIN 6.61 7.11 7.99 7.02 7.76 7.87 6. UNPK jUmLAH Peserta 36898 106565 98472 11379 114084 26339 59378 25865 26844 15627 36105 32176 18881 8887 12503 13797 7991 12823 31018 13165 11380 10673 25572 18566 7895 9354 5745 4396 3600 35651 5400 4341 3258 Tdk.53 6.83 6.49 7.41 9.99 8.42 21.12 7.6 7.21 6.7 6.27 37.82 6.78 6.24 5.65 7.85 6.17 8.11 6.44 6.58 6.65 7.81 7.10 16.27 7.89 6.66 8.85 6.79 5.42 6.27 7.12 6.89 6.32 6.07 18.33 6.34 6.19 7.38 7.23 7.61 5.26 7.54 6.38 6.47 7.11 6.40 5.88 6.36 6.59 6.99 5.89 6.39 6.44 6.42 6.47 6.79 8.05 6.06 5.18 0.59 6.89 7.02 6.21 6.49 30.54 7.88 8.69 6.34 6.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.71 5.82 5.71 7.51 7.15 7.85 19.03 6.90 7.95 6.17 5.40 6.26 6.59 6.51 7.15 7.62 7.17 7.63 6.39 7.16 28.18 6.09 6.57 5.

09 7.97 9.23 5.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Dua provinsi tidak ada program bahasa yaitu provinsi Sulawesi Barat dan Papua Barat.39 5.38 24.75 24.45 4.79 5.98 6.25 6.78 6.63 7.68 7.14 8.87 3.98 6.12 6.73 7.03 6.23 7.09 6.97 5.60 4.14 7.63 7.23 7.79 5.22 6.69 5.T d k .49 31.97 7.44 6.44 6.61 7.05 7.95 7.96 8.97 6.20 7.74 12.08 6.49 8.54 6.54 4.6 7.88 7.77 27.79 5.28 5.42 BAS RATA 7.86 6.39 6.18 6.10 7.49 6.88 6.51 6.56 7.85 6.89 6.18 5.04 44.44 ING 7.10 7.9 7.03 6.55 5.37 8.62 6.40 7.23 6.05 5.05 5.63 6.67 5.71 7.28 6.41 6.23 8.72 6.84 5.53 8.96 6.92 6.58 7.55 6.97 6.56 6.57 5.64 7.35 8.34 6.81 6.09 6.77 5.76 6.92 7.07 5.22 16.95 6.17 4.01 6.01 5.04 19.10 5.01 BIN 7.57 6.00 7.32 5.67 5.81 5.27 6.51 5.90 7.11 6.39 6.35 7.72 5.71 5.39 5.82 6.41 5.23 6.37 5.70 7.05 7.84 2.97 5.33 6.22 5.91 5.19 10.73 7.70 7.41 7.65 NAMA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG 180 .02 6.73 6.04 7.91 6.66 7.3 6.60 7.98 6.92 6.78 8.33 6.13 6.02 6.36 6.46 5.16 6.02 8.16 5.96 5.72 6.84 6.61 6.86 6.08 13.60 9.01 0.50 5.47 5.32 ATR 5.03 12.66 7.23 7.79 1.94 6.30 6.41 6. Adapun pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN SMA/MA program Bahasa tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH Peser.84 4.67 7.57 6.31 7.33 6.10 5.54 6.88 6.12 20.50 4.38 6.78 6.98 6.91 7.62 24. ta Lls 810 73 3541 19 4495 210 244 13 7073 468 299 252 341 187 470 291 157 413 957 252 1725 802 1137 199 1462 5015 5733 5256 785 196 129 520 274 72 34 107 46 46 3 20 51 171 8 82 194 171 39 189 11 924 1097 195 4 57 56 74 mATA UjIAN % 9.25 6.29 7.32 5.42 7.95 7.52 5.41 6.74 5.43 7.92 7.28 5.70 7.97 7.35 17.05 8.76 7.96 6.36 7.94 8.04 4.01 7.19 15.82 7.06 6.74 mAT SAS 5.98 5.87 24.36 6.53 7.86 7.91 7.81 7.60 12.21 6.98 6.93 0.49 7.

44 8.42 6.72 7.81 5.23 6.62 6.56 6.20 7. UNPK jUmLAH Peser.13 mATA UjIAN BIN 6.3 8.58 6.78 7. Peserta Lls 352 138 6 1189 35 38 36 7 7 1 8 16 30 10 63 % 4.18 6.01 8. ta Lls 52 308 49 315 96 mATA UjIAN % BIN ING 7.04 7.67 7.19 7.62 6.28 4.65 8.53 6.99 7.05 7.29 6.35 6.85 6.13 6.81 7.23 JAWA TIMUR 38 NEGGROE ACEH DARUSSALAM 716 SUMATERA UTARA 94 SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN 71 34 156 97 255 34 25 52 32 12 181 9 7.27 19.20 8.55 5.11 8.37 7.43 7.58 30.94 5.70 7.76 6.42 7.73 7.86 2.41 15.03 7.55 7.96 6.68 8.23 6.57 7.13 8.72 34.91 5.43 7.11 5.19 7.11 5.03 7.31 ATR 6.65 Januari 2010 © BSNP NAMA PROPINSI GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU mAT SAS 7.18 6.92 7.48 5.T d k .38 7.48 6.50 6.53 6.07 6.11 6.15 5.35 6.48 6.45 7.60 8.12 7.07 8.02 8.11 8.96 8.03 11.24 6.52 7.74 6.56 7.36 7.66 7.59 7.18 7.22 7.30 6.23 9.04 7.29 7.12 181 16.70 7.31 6.03 7.60 6. Dengan pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN MA program Keagamaan tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA Tdk.74 6.31 6.69 8.57 6.73 6.94 5.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.22 8.52 6.94 6.56 6.44 8.12 BAS RATA 7.69 7.71 7.19 6.40 8.20 ING 7.78 7.95 Untuk MA program Keagamaan baru ada di 19 provinsi seperti pada tabel.76 6.27 7.09 8.65 6.09 7.97 7.20 6.45 9.10 6.02 6.26 6.90 8.77 6.41 8.52 7.77 6.39 6.56 7.73 8.11 7.18 6.03 5.25 7.35 2.66 6.06 7.12 7.49 HAd TWF RATA 7.52 7.88 7.64 6.15 6.78 4. UASBN.39 5.28 5.42 6.73 8.11 6.49 6.09 mAT TAF 8.59 7.91 6.57 .35 7.22 6.56 4.29 5.72 7.25 7.54 6.18 5.

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

3.

SmK UN SMK diikuti oleh 707344 peserta dari 6680 SMK dengan berbagai program keahlian dan prosentase ketidaklulusan UN SMK ini adalah 3,495% (24721 peserta). Tabel berikut menyajikan nilai ratarata pencapaian nasional siswa SMK tahun pelajaran 2008/2009.
SMK Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6,73 0,40 10,00 1,12 ING 7,40 0,20 10,00 1,26 MAT 7,47 0,25 10,00 1,41 Produktif 8,36 1,12 10,00 0,61 TOTAL 19,96 0,20 40,00 3,30

Selanjutnya pencapaian setiap provinsi dalam empat matapelajaran yang diujikan pada UN SMK tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut:
NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA 182 jUmLAH Peserta Tdk. Lls % 57914 116750 127946 19458 112687 7888 53851 13159 11728 5919 14079 19581 8396 3069 6335 11799 6635 1359 1699 2041 407 1658 1687 2939 837 514 317 147 595 1606 507 429 175 178 2,35 1,46 1,60 2,09 1,47 21,39 5,46 6,36 4,38 5,36 1,04 3,04 19,13 16,52 6,77 1,48 2,68 mATA UjIAN BIN ING mAT PRO RATA 6,88 6,77 7,23 7,03 7,12 6,01 5,82 6,78 6,48 5,59 6,84 6,23 5,65 6,36 6,22 6,60 6,8 7,37 7,64 7,17 7,26 7,88 6,86 7,37 6,68 6,81 7,16 7,76 7,50 6,24 5,60 7,05 7,02 7,90 7,27 7,38 7,79 7,73 7,97 6,98 7,51 6,85 7,02 7,37 7,69 7,29 5,84 5,30 7,05 7,13 7,78 8,46 8,25 8,61 8,8 8,67 7,28 8,09 8,14 8,27 8,03 8,28 8,45 8,01 7,5 8,16 8,02 8,14 7,50 7,51 7,70 7,71 7,91 6,78 7,20 7,11 7,15 7,04 7,64 7,37 6,44 6,19 7,12 7,19 7,66

PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN, UASBN, UNPK jUmLAH Peserta 5379 18595 3264 2524 11253 7776 8097 3965 4610 1385 3515 2541 29614 3478 2283 1871 mATA UjIAN BIN ING 6,03 6,72 6,85 7,91 6,75 6,72 5,77 6,35 7,01 7,96 5,34 6,08 6,26 6,30 5,68 6,79 6,3 7,19 5,57 5,82 6,58 6,33 5,88 7,84 6,37 7,74 6,29 7,65 5,86 6,42 6,21 6,24

Januari 2010 © BSNP

NAmA PROPINSI SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT

Tdk. Lls 663 481 302 439 25 1585 959 440 412 201 750 58 304 420 335 252

% 12,33 2,59 9,25 17,39 0,22 20,38 11,84 11,10 8,94 14,51 21,34 2,28 1,03 12,08 14,67 13,47

mAT 6,19 7,49 6,87 5,69 8,39 6,13 6,18 6,66 6,82 5,19 6,14 7,48 7,67 6,70 6,45 6,25

PRO 7,75 8,14 8,06 7,78 8,46 8,09 7,99 7,56 7,96 7,56 8,13 8,01 8,27 7,97 7,86 7,87

RATA 6,67 7,60 7,10 6,40 7,96 6,41 6,68 6,67 7,07 6,04 6,80 7,30 7,51 7,15 0,00 0,00

E| KASUS-KASUS UjIAN NASIONAL TAHUN PELAjARAN 2008/2009
Kasus–kasus UN tahun pelajaran 2008/2009 muncul berdasarkan laporan dari berbagai pihak terkait. Inspektorat Jenderal (Itjen) Depdiknas mencatat 22 kasus selama pelaksanaan ujian nasional (UN) 2009 untuk tingkat SMP, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan SLTA yang meliputi SMA, Madrasah Aliyah (MA) dan SMK. Kasus-kasus yang ditemukan pada pelaksanaan UN 2009 mulai dari kategori ringan terkait pencetakan dan distribusi soal hingga dugaan kebocoran soal UN. Terkait masalah distribusi dan pencetakan soal, tim Itjen menerima laporan dari berbagai daerah antara lain kesalahan nomor pada soal, nomor soal tercetak dua kali, soal tertukar yakni soal A masuk ke amplop soal B, soal mata pelajaran X masuk ke soal mata pelajaran Y, dan kualitas kertas yang mudah rusak. Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) yang tidak sesuai klasifikasi sehingga tidak bisa dibaca opscan. Percetakan yang tidak kredibel karena berorientasi pada biaya
183

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

yang murah dan juga mengubah layout naskah UN. Beberapa kasus terkait pencetakan dan kendala dalam distribusi soal antara lain di Bangka Tengah, Magelang, Purbalingga, Mamuju Sulbar, Majene Sulsel, dan Kabupaten Padang Panjang. Terkait dugaan kebocoran soal UN, ada upaya membocorkan soal terjadi sehari menjelang pelaksanaan UN terjadi di Bengkulu Selatan yang melibatkan 16 orang, yakni 10 kepala sekolah SMA Negeri, empat kepala sekolah swasta, satu kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri dan seorang Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) Diknas setempat. Kasusnya diproses pihak kepolisian karena upaya tindak kecurangan dengan cara menyembunyikan soal cadangan saat penyerahan kepada pihak kepolisian. Kecurangan tersebut segera diketahui polisi yang langsung menangkap basah saat terjadi pembagian berkas di antara ke-16 orang tersebut sehingga jawaban soal tidak sempat dibocorkan kepada peserta didik. Itjen juga menerima laporan dari SMPN I Bengkulu tentang adanya guru yang membocorkan soal dan jual beli soal di SMP di Kendari, dugaan kebocoran jawaban soal di SMP Negeri di Bandung, guru di Banten yang membacakan jawaban soal ujian kepada siswa di dalam kelas. Sementara itu, penyelenggara UN dan tim pemantau BSNP juga memperoleh laporan adanya pungutan uang UN di sekolah swasta di Bandung Barat yang seharusnya gratis. Sedang di sejumlah daerah yang dilanda banjir juga diperoleh laporan soal UN yang rusak, siswa terlambat mengikuti UN karena banjir. Berdasarkan temuan di lapangan dan hasil evaluasi penyelenggaraan UN yang dilakukan oleh BSNP, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), dan Itjen Depdiknas, disepakati untuk diadakan ujian ulang bagi beberapa sekolah. Tercatat sebanyak 19 sekolah/madrasah setingkat SMA/MA/SMK dan juga 19 sekolah/madrasah setingkat SMP/MTs diuji ulang untuk beberapa matapelajaran. Satuan pendidikan tersebut berasal tersebar dari beberapa provinsi.
184

PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN, UASBN, UNPK

Januari 2010 © BSNP

F| REFLEKSI
Dalam pelaksanaan UN pada tahun 2009 masih menyisakan banyak sekali pro-kontra namun tidak segencar tahun sebelumnya karena pada tahun 2009 ada pemilihan umum (Pemilu) yang hampir bersamaan dengan pelaksanaan UN. Pada tahun ini juga untuk pertama kalinya diadakan ujian ulang bagi sekolah-sekolah yang patut diduga melanggar Prosedur Operasi Standar (POS). Ujian ulang diadakan karena berdasarkan evaluasi pelanggaran terhadap POS UN. Keanggotaan BSNP yang 4 tahunan mestinya sudah berakhir pada bulan Mei 2009, namun baru bulan September 2009 dilantik untuk kenggotaan baru BSNP. Ada 8 anggota baru dan salah satu mengundurkan diri, dimulailah wacana untuk mengembalikan tugas penyelenggaraan UN untuk ditinjau kembali. Secara legal formal BSNP memang sebagai penyelenggara UN, namun secara sumber daya (resources) baik biaya dan tenaga, BSNP tidak memilikinya sehingga semua tergantung pada institusi lain di luar BSNP. Hal-hal semacam inilah yang akan membebani seluruh anggota BSNP pada tahun-tahun yang akan datang, bila UN masih diselenggarakan oleh BSNP yang hanya 15 orang. Hal lain adalah pusaran politik yang melingkupi UN seperti tarik ulur eksekutif dengan legislatif dalam hal kebijakan dan pembiayaan. Ini semua sangat melelahkan dan banyak makan waktu serta tenaga dan pikiran.

185

.

BAB 11 kEgiAtAN rUtiN bSNP Badan Standar Nasional Pendidikan 187 .

.

hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan tim ahli pengembang draf standar nasional pendidikan. BSNP juga banyak menerima undangan sebagai nara sumber dari berbagai pihak untuk melakukan sosialisasi kebijakan standar pendidikan dan pelaksanaannya. Rapat pleno ini diadakan secara rutin sekali seminggu. Hasil-hasil keputusan rapat pleno BSNP didokumentasikan dalam notulen rapat BSNP yang ditandatangani oleh notulis dan diketahui/disahkan oleh ketua dan sekretaris BSNP. dan berfungsi sebagai wahana untuk pengambilan keputusan semua kebijakan yang dikeluarkan oleh BSNP. BSNP diperlengkapi dengan Rapat Pleno dalam memutuskan semua kebijakannya. ujian nasional. 1| Rapat Pleno Rapat pleno diselenggarakan sekali seminggu.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP BAB 11. Disamping itu. 189 . diantaranya. Pengambilan keputusan dilakukan bila kourum dipenuhi. setiap hari Selasa. penilaian buku teks pelajaran. membahas tentang rencana kegiatan BSNP. perihal rekomendasi standar nasional pendidikan kepada Menteri Pendidikan Nasional dan hal-hal yang bersifat strategis lainnya. memantau dan mengevaluasi standar nasional pendidikan. KEGIATAN RUTIN BSNP Dalam melaksanakan misinya: yakni mengembangkan. pengembangan standar nasional pendidikan. yakni dihadiri oleh sedikitnya 8 (dari 15) anggota BSNP. Rapat Pleno BSNP. serta menilai buku teks pelajaran dan menyelenggarakan ujian nasional.

Yunan Yusuf. Prof. Prof. Dr. Weinata Sairin. Djemari mewakili BSNP menjadi Nara Sumber Jumpa Pers tentang Pelaksanaan UN dan UASBN Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas. Prof. Anggani. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP Permohonan Menjadi narasumber Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Pendidikan. Suharsono. Bambang Soehendro menghadiri undangan Rapat Stakeholder Jasa Pendidikan Perdagangan Internasional dari Ditjen. SMA/ MA dan SMK Provinsi Sumatera Barat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Sumatera Barat.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2| menghadiri Undangan BSNP menerima banyak undangan dari berbagai pihak sebagai nara sumber tentang kebijakan standar nasional pendidikan serta pelaksanaannya. 2. Prof. Mungin dan Prof. jANUARI 1. Pdt. tgl 16 Januari 2009 Panitia Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Forum Guru Profesional Sumatera Selatan (FGP-SS) 190 . tanggal 13 Januari 2009 di Departemen Perdagangan – Jakarta. tanggal 12 Januari 2009 di Gerai Informasi dan Media (GIM) Depdiknas – Jakarta. Berikut ini beberapa undangan yang dapat dihadiri oleh BSNP. Seto Mulyadi. 4. Dr. Prof. Komaruddin. M. Djaali. Prof. Dr. Edy Tri Baskoro. Dr. tanggal 15 Januari 2009 di Gd. Prof. AT. Mungin. 5. Prof. II BPP Teknologi – Jakarta. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Pusat pada kegiatan Penulisan Naskah Soal Pra Ujian Nasional SD/MI. Fawzia. 3. Soegito menghadiri undangan Pemaparan Instrumentasi SKKD Penulisan Buku TIK dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Dr. Dr. Prof. tanggal 11-15 Januari 2009 di Hotel Rocky Plaza Padang – Sumatera Barat. Kerjasama Perdagangan Internasional. Prof.

Seto Mulyadi mewakili BSNP menjadi Pemakalah pada Rapat Kerja Nasional dan Seminar Nasional dari Asosiasi CI/BI. Djaali menghadiri undangan rapat Koordinasi Tim Nasional KTSP 2009. Prof. Dr. Djaali menghadiri undangan Pemakalah Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Peningkatan Mutu PTK-PNF dari Ditjen. PNF-I Depdiknas tanggal 30 Januari – 2 Februari 2009 di Hotel Sahid Kusuma – Surakarta. 7. tanggal 2 Februari 2009 di Wisama UNJ – Jakarta. PNF-I Depdiknas tanggal 4-6 Februari 2009 di Hotel Lor In – Solo. Prof. PMPTK. Dr. Pendidikan Kesetaraan Ditjen. 3. tanggal 11 Febru191 . 8. Mungin Eddy Wibowo menghadiri rapat Koordinasi pelaksanaan Uji Komptensi Keahlian Siswa SMK Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dit. Prof. FEBRUARI 1. Dr. tanggal 21 Januari 2009 di Hotel Santika – Jakarta. 9. Suharsono menghadiri undangan Pertemuan “Finalisasi Spektrum Pendidikan Kesetaraan” dari Dit. Mungin Eddy Wibowo. dari Ditjen. Furqon mewakili BSNP menghadiri undangan dalam rangka penyiapan bahan Rembuk Nasional Depdiknas dari Balitbang Depdiknas tanggal 10 Februari 2009 di Balitbang Depdiknas – Jakarta. Dr. Dr. Yunan Yusuf dan Dr. Depdiknas. 4. Dr. Prof. Prof. PMPTK Depdiknas. Djaali menghadiri undangan Finalisasi Pedoman/Panduan Kursus dan Kelembagaan dari Ditjen. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Ujian Nasional Tahun 2008/2009 dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua tanggal 21-24 Januari 2009 di Aula Dinas Pendidikan dan Pengajaan Provinsi Papua. Pembinaan SMK tanggal 23 Januari di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. Dr. 2. Prof.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 6.

Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri undangan Rapat Kordinasi Pelaksanaan USSN PAI Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Ditjen. 192 . Dr. Pembinaan SMK. 10. Djaali menghadiri undangan Rapat Finalisasi Materi SNP untuk Timnas KTSP tahun 2009 dari Ditjen. tanggal 25-26 Februari 2009 di ruang sidang PP ITKON Departemen Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga – Jakarta. Cipayung – Bogor. Mungin Eddy Wibowo menjadi Pembicara pada Rembuk Nasional Pendidikan Tahun 2009. tanggal 24 Februari 2009 di Hotel Batavia – Jakarta. Prof. Dr. Prof. tanggal 12 Februari 2009 di ruang siding Dit. Djaali menghadiri undangan rapat dalam rangka pelatihan Master Penguji dari Dit. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. tanggal 18-20 Februari 2009 di Hotel Purnama Putra. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Depdiknas dalam rangka menyusun Rencana Talkshow Unggulan dan Informasi Pendidikan tahun 2009 yang akan ditayangkan di Televisi Edukasi. tanggal 23 Februari 2009 di Hotel Parama CIpayung – Bogor. 7. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri undangan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Keolahragaan Cabang Olahraga dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Prof. Prof. 11.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 ari 2009 di ruang rapat Ditjen. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas – Jakarta. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas. Prof. 8. Dr. Pendidikan Islam. Prof. 6. Departemen Agama tanggal 18-20 Februari 2009 di Golden Boutique Hotel – Jakarta. Prof. 5. Dr. PMPTK Depdiknas – Jakarta. Sawangan – Depok. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pada kegiatan Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator Bimtek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dari Dit. Dr. tanggal 23 Februari 2009 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Depdiknas. PMPTK Depdiknas. 9.

Dr. Djaali menghadiri undangan rapat dalam rangka pembahasan Finalisasi draf revisi Peraturan Menteri No. 193 . Prof. Departemen Agama RI tanggal 27 Februari 2009 di Hotel Ibis Tamarind .KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 12. tanggal 27 Februari 2009 di ruang siding PMPTK Depdiknas – Jakarta. tanggal 26-28 Februari 2009 di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung – Bogor. 14. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Prof. 15. Yunan Yusuf dan Dr. Dr. PNF-I Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada rapat Koordinasi Perluasan dan Peningkatan Mutu TK 2009 dari Dit. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan sebagai Penyaji Materi pada Rapat Koordinasi dan Konsultasi Program Pembinaan TK dan SD Tahun 2009 dari Dit. Prof. Dr. Dr. Prof. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi Pendidikan Kesetaraan dan Naskah Akademik Program Paket C Kejuruan dari Ditjen. Djaali menghadiri undangan rapat Koordinasi Penyusunan Draf Permendiknas SPPMP dari Ditjen. PMPTK Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Dr. PNF-I Depdiknas – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. tanggal 27 Februari 2009 di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung – Bogor. 18. Prof. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri undangan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Keolahragaan Cabang Olahraga Panahan dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. PMPTK. Prof. 17.Jakarta. 13. tanggal 27 Februari 2009 di ruang sidang PMPTK Depdiknas – Jakarta. Suharsono mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Uji Publik RPMA Pendidikan Keagamaan Islam dari Ditjen. tanggal 26-27 Februari 2009 di ruang sidang Garaha Pemuda Departemen Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga – Jakarta. Djaali menghadiri undangan Rapat Koordinasi Penyusunan Draf Permendiknas SPPMP dari Ditjen. Dr. 16. tanggal 27 Februari 2009 di ruang sidang Ditjen. Pendidikan Islam.

7. Mungin Eddy WIbowo menghadiri undangan pertemuan tentang Pembahasan rancangan Permen Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan pada Pendidikan Nonformal dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. Fawzia Aswin Hadis menghadiri undangan dalam rangka penyediaan buku pelajaran yang memenuhi standar kelayakan pendidikan agama dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Dr. 4. 5. Djaali dan Dr. tanggal 10-13 Maret 2009 di Hotel Grand Angkasa – Medan. Yunan Yusuf dan Pdt. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. tanggal 10 Maret 2009 di Hotel Pita Giri – Jakarta. Pembinaan SMK. Prof. 6. Djemari Mardapi menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan persiapan TOT Tim Bimtek SNP/KTSP di SMA Tahun 2009 dari Dit. Suharsono menghadiri undangan Wokshop I “Preparation 194 . Dr. Prof. Pembinaan SMA.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 mARET 1. 3. tanggal 2 Maret 2009 di ruang sidang Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas – Jakarta. Prof. Prof. Bimbingan Masyarakat Kristen. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada rapat Koordinasi dan Konsultasi Program Pembinaan TK dan SD Tahun 2009 dari Dit. Prof. Weinata Sairin mewakili BSNP menghadiri undangan untuk memberikan ceramah dengan judul “Standar Pengelolaan Pendidikan Menengah Keagamaan” dari Ditjen. 2. 8. PNF-I Depdiknas dalam rangka penyiapan Standar Kompetensi Lulusan. Prof. Dr. Prof. Departemen Agama RI. tanggal 10-12 Maret 2009 di Wisma Bahtera Cipayung – Bogor. Dr. tanggal 2 Maret 2009 di Hotel Pitagiri – Jakarta. tanggal 10-13 Maret 2009 di Hotel Grand Aquila – Bandung. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator Bimtek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dari Dit. Suharsono menghadiri undangan dari Ditjen. Dr. tanggal 6 Maret 2009 di Hotel Puncak Raya Cisarua – Bogor. Dr.

Prof. Prof. Prof. 13. Prof. Prof. SD dan Pendidikan Khusus Provinsi dan Kabupaten/Kota se Jawa Timur dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Keolahragaan dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. tanggal 17 dan 31 Maret 2009 di ruang sidang PPITKON Menpora. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan Sosialisasi dan Workshop Pendataan Data Peserta UASBN dan PNF Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan TEngah. Djemari M. Suharsono dan Dr. Dr. 10. 195 . 12. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen. Mission LSE3” dari Dit. Dr. Bambang Soehendro. Zaki B dan Prof. Mungin. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan dalam rangka persiapan pengawasan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional tahun 2009 dari Inspektorat Jenderal Depdiknas. tanggal 20 Maret 2009 di Hotel Dandang Tingang – Palangkaraya. Seto Mulyadi menghadiri undangan rapat dalam rangka Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Prof. tanggal 15 Maret 2009 di Grand Quality Hotel – Yogyakarta. tanggal 16 Maret 2009 di ruang rapat Pusat Informasi dan Humas Depdiknas – Jakarta. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan rapat Koordinasi bagi Pembina Pendidikan TK.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 9. 11. PNF-I. 14. Mungin Eddy mewakili BSNP menghadiri undangan dalam rangka pelaksanaan pengawasan UN SMA/MA tahun 2009 dari Universitas Negeri Surabaya. tanggal 17 Maret 2009 di ruang sidang Inspektorat Jenderal Depdiknas – Jakarta. tanggal 18 Maret 2009 di Hotel Kartika Wijaya – Kota Batu. Dr. tanggal 13-15 Maret 2009 di Hotel Sahid Jaya – Jakarta.

tanggal 30 April 2009 di Hotel Swarna Dwipa – Palembang. PMPTK Depdiknas.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 15. tanggal 30 Maret 2009 di LPMP – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Seminar Nasional “Pendidikan Profesi Guru dan Konselor” dan Lokakarya “Pengembangan Pendidikan Profesional Konselor” dari Universitas Negeri Semarang. Dr. 16. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Talk Show Radio dengan topic Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasioanl (UASBN) Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Dr. Dr. Djaali menghadiri undangan rapat Koordinasi Tim Nasional KTSP dari Ditjen. Prof. tanggal 21-22 Maret 2009 di Auditorium Universitas Negeri Semarang dan Hotel Belle View Semarang. 22. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber dalam rangka penyamaan mekanisme kerja sosialisasi dan pelatihan 196 . Prof. tanggal 25 Maret 2009 di Depdiknas – Jakarta. tanggal 25 dan 27 Maret 2009 di Studio PIH Depdiknas – Jakarta. PNF-I Depdiknas. Prof. 20. Seto Mulyadi menjadi Pembicara dalam rangka hari Pendidikan Nasional dari BEM Universitas PGRI Palembang. 21. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Nara Sumber pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan dan Orientasi Teknis Kebijakan Pendidikan Kesetaraan dengan Organisasi Mitra dari Ditjen. Dr. Prof. Yunan Yusuf mewakili BSNP menjadi pengarah dalam penjelasan teknis pemantauan Ujian Nasional 2008/2009 untuk pemantau tingkat provinsi dari Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Ibukota Jakarta. Prof. 19. Dr. tanggal 23-25 Maret 2009 di Hotel Sahid Raya – Solo. Prof. Dr. Pembinaan SMA. tanggal 23-26 Maret 2009 di Hotel Grand Aquila – Bandung. Djemari Mardapi menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan persiapan TOT Tim Bimtek SNP/KTSP di SMA Tahun 2009 dari Dit. 18. Dr. 17. Prof.

APRIL 1. Pembinaan SLB. Dr. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat dalam rangka persiapan pelaksanaan dan pemantauan Ujian Nasional dari Dit. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Pembahasan Ujian Nasional dari Inspektorat Jenderal Depdiknas. PSMP Depdiknas – Jakarta. Dr. tanggal 8 April 2009 di Depdiknas .Jakarta. 3. Pendistribusian. 7. tanggal 7 April 2009 di Depdiknas . Pelaksanaan dan Pengumpulan Hasil Ujian Nasional” dari Inspektorat Jenderal Depdiknas. Dr. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Dr. Pelaksanaan dan pengumpulan Hasil Ujian Nasional” dari Inspektorat Jenderal. Pendistribusian. Dr. tanggal 2 April 2009 di Hotel Sahid Kusuma – Surakarta. Pencetakan. Pembinaan SMP. tanggal 31 Maret 2009 di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung – Bogor. Prof. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Prof. Dr. Dr. Prof. Prof. 4.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2009 di Pusat dan Daerah dari Ditjen. 2. PMPTK Depdiknas.Jakarta. 6. Djaali menghadiri undangan sebagai pengarahan dalam Rapat Koordinasi Penempatan Pengawas UN Tingkat Satuan Pendidikan SMA/MA dari Universitas Negeri Jakarta. Semua anggota BSNP menghadiri rapat Pembahasan Prosedur 197 . Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Depdiknas tentang Mekanisme dan Prosedur Perisapan. tanggal 2 April 2009 di Universitas Negeri Jakarta. Djemari mewakili BSNP menjadi Nara Sumber tentang “Mekanisme dan Prosedur Persiapan. tanggal 2 April 2009 di ruang sidang Dit. Prof. Pencetakan. tanggal 6 April 2009 di Depdiknas – Senayan 5. Dr. Djemari Mardapi menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Khusus dan Pelayanan Pendidikan Khusus (CI-BI) dari Dit.

Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pertemuan AQAN dan IQF dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas. tanggal 15 April 2009 di Hotel Mega Anggrek – Jakarta.Sulawesi Selatan. 13. tanggal 14 dan 15 April 2009 di Depdiknas – Jakarta. Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama. Prof. Prof. PMPTK. Edy Tri Baskoro menghadiri pertemuan dalam rangka membahas rencana/program/ kegiatan BSNP Tahun 2010 dari Balitbang Depdiknas. tanggal 13 April 2009 di Hotel Sahid – Surabaya. 12.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 8. tanggal 16 April 2009 di Depdiknas – Jakarta. tanggal 8 April 2009 di Departemen Agama – Jakarta. Dr. 14. Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pendidikan Kesetaraan dan Orientasi Teknis Kebijakan Pendidikan Kesetaraan dengan Organisasi Mitra dari Ditjen PNF-I. Prof. Dr. Furqon menghadiri undangan sebagai Panelis Kegiatan Training of Trainers Provincial Core Team (PCT) dari Ditjen. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Rapat Konsolidasi Teknis Pencapaian Standar Sarana dan 198 . Dr. 10. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Talk Show Radio dan Konferensi Pers tentang Pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian AKhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Operasi Standar (POS) Ujian Nasional Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Pondok Pesantren Salafiyah tahun 2009 dari Dit. Prof. Prof. tanggal 15-17 April 2009 di Hotel Clarion Makassar . 9. Dr. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. 11. Dr. Dr. Dr. Dr. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. tanggal 17 April 2009 di ruang sidang Balitbang Depdiknas – Jakarta. Djaali menjadi Nara Sumber dalam rangka Sosialisasi dan Pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2009 di Pusat dan Daerah dari Ditjen PMPTK Depdiknas. Prof.

17. Pembinaan SLB. tanggal 29 April 2009 di Hotel Sahid Kusuma – Solo. Pembinaan SMK. Pembinaan Diklat di Depdiknas Jakarta. 19. tanggal 22 April 2009 di Dit. 16. Dr. 21. Prof. Prof. Dr. Pembinaan SMK – Jakarta. 199 . Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Workshop Pendidikan Kecacatan dari Dit. 18. tanggal 21 April 2009 di Hotel Grand Bali Beach – Bali. Pembinaan SLB Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada workshop Penyusunan Pedoman Kompetensi Siswa dari Dit. Djaali menghadiri Undangan Sebagai Panelis Kegiatan Training of Trainers Provincial Core Team (PCT). Djaali menghadiri undangan rapat Streering Committee Reviu dan Finalisasi Draf Naskah Akademik dan Peraturan Mendiknas Tentang Sistem Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan dari Ditjen. tanggal 24 April 2009 di ruang sidang Ditjen. tanggal 21-24 April 2009 di Bukittinggi . Dr. Prof.Sumatera Barat. Dr. Pembinaan Diklat Depdiknas.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 15. Dr. Dr. PMPTK. Pengelolaan dan Pembiayaan Pendidikan se Kalimantan Tengah Tahun 2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pertemuan tentang Pembahasan Rancangan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Tentang Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. Prof. Bambang Soehendro mewakili BSNP menjadi Panelis Kegiatan Training of Trainers Provincial Core Team (PCT) dari Dit. dari Dit. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Dr. tanggal 17 -19 April 2009 di Hotel Hawai – Palangkaraya. Prof. Prasarana. tgl 28 April 2009. 20. tanggal 23 April 2009 di Depdiknas – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menghadiri rapat dalam rangka pembahasan Ujian Paket C Kejuruan dari Dit. PMPTK Depdiknas – Jakarta. Dr.

Djaali mewakili BSNP Narasumber pada TOT Tim Verifikasi/Evaluasi Pelaksanaan Program Rintisan PBKL di SMA tahun 2009 dari Ditjen. Edy Tri Baskoro mewakili BSNP menghadiri Undangan Diskusi tentang Rancangan Peraturan Mendiknas tentang Pendidikan Tinggi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. mEI 1. Dr. Suharsono menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Orientasi Teknis Peningkatan Kapasitas LKP dari Ditjen. Prof. tanggal 12 Mei 2009 di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. Mungin Eddy Wiobowo mengahadiri undangan Pembahasan Materi Rakornas Jarlitbang Tahun 2009 dari Balitbang. Prof. tanggal 5 Mei 2009 di Depdiknas Jakarta. tgl 12 Mei 2009 di Balitbang Depdiknas Jakarta. Depdiknas. tanggal 4 Mei 2009 di Depdiknas – Jakarta. 3. Djaali mengahdiri Undangan Sebagai Panelis Kegiatan Training of Trainers Core Team (PC) dari Dit. 6. Dr. Dr. Dr. Ketua BSNP menjadi Nara Sumber Jumpa Pers dalam rangka penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) SMA/MA/SMK dan SMP/ MTs Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. tanggal 30 April 2009 di ruang sidang Dikti Depdiknas – Jakarta. Dr. tanggal 4-6 Mei 2009 di Hotel Sahid Raya – Solo. Prof. Mungin Eddy Wiobowo menghadiri undangan rapat Finalisasi POS UN Program Wajar Dikdas PPS dari Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI. Mandikdasmen Depdiknas. Dr. 23. Dr. 2. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pada Workshop Pengembangan Indonesia Qualification Framework dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Depdiknas. Djaali mengahdiri Undangan Sebagai Panelis Kegiatan 200 . PNF-I Depdiknas. tgl 31 April 2009 di ruang rapat Ditjen. 5. tanggal 6 Mei 2009 di Departemen Agama – Jakarta. Prof. 7. Dr.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 22. Pembinaan Diklat. Dikti Depdiknas. Prof. Prof. 4. Prof.

Prof. tgl 12 Mei 2009 di Asrama Haji Pondok Gede. Dr. tanggal 15 Mei 2009 di Hotel Prabu Putragus – Bogor. Dr. tanggal 13 Mei 2009 di Hotel Ambhara – Jakarta. Dr. Prof. 9. tanggal 14-16 Mei 2009 di Hotel Mirah – Bogor. Yunan Yusuf menjadi Nara Sumber pada kajian “Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada SMA/ SMK” dari Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama. Zaki Baridwan menjadi Nara Sumber pada kegiatan Lokakarya Internal mengenai Hasil Implementasi Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dari USAID – DBE-1. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada per201 . 15. 10. Dr. 11. Permohonan Nara Sumber pada kegiatan Workshop Pengembangan KTSP Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantren. menjadi Narasumber pada TOT Tim Verifikasi/Evaluasi Pelaksanaan Program Rintisan PBKL di SMA tahun 2009. tanggal 12-14 Mei 2009 di Hotel Perdana Wisata – Bandung. Dr. Zaki Baridwan menjadi Nara Sumber dalam rangka Pelatihan Penyusunan Dokumen Rencana Pegembangan Kapasitas (RPK) dari Dit.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 8. tanggal 12 Mei 2009 di Hotel Parama Puncak Bogor. Prof. Topik: Standar Nasional Pendidikan. Furqon mewakili BSNP. Edy Tri Baskoro mewakili BSNP menghadiri undangan Lokakarya Persiapan Pembentukan Dewan Pendidikan Nasional dari Ditjen. Dr. tanggal 12-13 Mei 2009 di Wisma Bahtera – Bogor. Prof. 14. Pembinaan SMP Depdiknas. Pembinaan Diklat. Prof. Mungin Eddy Wibowo. Prof. Training of Trainers Provincial Core Team (PCT) dari Dit. Dr. Prof. tanggal 12-15 Mei 2009 di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. 13. Mandikdasmen Depdiknas. PNFI Depdiknas. Suharsono menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Orientasi Teknis Peningkatan Kapasitas Lembaga PKBM dari Ditjen. Dr. 12.

Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan dalam rangka pelaksanaan Program Telaah Kluster Pendidikan dengan tema Pemenuhan Hak Pendidikan Bagi Anak dalam Situasi Darurat dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Prof.Semarang. tanggal 20 Mei 209 di ruang sidang BAN S/M Depdiknas . Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat dalam rangka Persiapan Pembahasan Instrument SLB dan TK/RA dari BAN S/M Depdiknas. tanggal 18-19 Mei 2009 di Hotel Mirah Santika – Bogor. tanggal 23-25 Mei 2009 di Hotel Topas Galeria -Bandung. 17.Jakarta. Dr. Dr. Prof. 22. tanggal 14-17 Mei 2009 di Hotel Grand Jayaraya. Dr. tanggal 21 Mei 2009 di Arena Pekan Raya Jakarta. Djaali dan Prof. Dr. tanggal 17 Mei 2009 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim – Malang. temuan Pimpinan Pondok Pesantren dari Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI. 19. Prof. Prof. Makassar-Sulawesi Selatan. Dr. 18. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Review Program Pengembangan Madrasah Bertaraf Internasional dari Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI. Mungin Eddy Wibowo menghadiri rapat Koordinasi Nasional Jaringan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah dari Balitbang Depdiknas. Bogor-Jawa Barat dan tgl 1821 Mei 2009 di Hotel Yasmin. Dr. 20. Dr. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Pembukaan Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional XVII dan Pameran Kreasi Siswa SMK dari Mendiknas. tanggal 21 Mei 2009 di Padangpanjang. 202 . Mungin Eddy Wibowo dan Prof. 21. Prof. tanggal 26-28 Mei 2009 di Hotel Patra Jasa . Yunan Yusuf menjadi Pembicara pada Seminar Nasional “Membangun Harga Diri Pendidikan Nasional” dari Himpunan Mahasiswa Matematika FKIP UMSB Padangpanjang . Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Narasumber pada kegiatan Training of Trainer (TOT).Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 16.

tanggal 2 Juni 2009 di Ruang Sidang Pusat Penilaian 203 . Fawzia Aswin Hadis dan Dr.Cipete. Prof. 26. Dr. Prof. Prof. Prof. Dr. Dr. Dr. jUNI 1. tanggal 27 Mei 2009 di Ruang SIdang BAN S/M Depdiknas . Djaali dan Dr. Djemari Mardapi dan Prof. Ditjen PMPTK. Anggani Sudono. tanggal 1 Juni 2009 di Ruang Sidang Ditjen PNF-I Depdiknas Jakarta. tanggal 29 Mei 2009 di Hotel Grasia . Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Pembahasan Sertifikasi Kompetensi dari Dit Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas. tanggal 29 Mei 2009 di Ruang Rapat BAN PNF Depdiknas . Dr. Prof. Prof. Bambang Suhendro menghadiri Undangan Seminar Kepentingan Indonesia di Berbagai Perundingan Perdagangkan Internasional: Jasa Pendidikan. Suharsono menghadiri undangan rapat Reviu Instrumen Akreditasi Program PNF dari BAN PNF Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Nara Sumber Diklat TOT System Penjaminan Mutu Pendidikan (SPPMP) di Tingkat Provinsi dari Dit Pembinaan Diklat. Dr. Dr. 27. tanggal 30 Mei di Grand Hotel Preanger – Bandung. tanggal 28 Mei 2009 di Hotel Borobudur-Jakarta 25. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan untuk memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Teknis Komputerisasi UNPK Tahun 2009 dari Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas.Semarang. Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Seminar Nasional Optimalisasi Potensi Daerah dalam Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Berkualitas Nasional dan Global dari Himpunan Pengembangan Kurikulum Indonesia. 24. Prof. Suharsono menghadiri Undangan Rapat dalam rangka Penyusunan Instrumen Akreditasi Sekolah Luar Biasa (SLB) dari BAN S/M Depdiknas . 2. Dr.Jakarta.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 23.

Suharsono menghadiri undangan rapat dalam rangka mempersiapkan penyusunan Peraturan Menteri tentang Penyelenggaraan Paket C Kejuruan dan Menindaklanjuti Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan nasional No.Jakarta. Prof. 7. Dr. Prof. 5. Prof.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 3. Mungin Eddy Wibowo. tanggal 3 Juni 2009 di ruang Konferensi Pers Gerai Informasi dan Media Depdiknas Jakarta.Makassar.Yunan Yusuf dan Dr. Prof. tanggal 6 Juni 2009 di Auditorium STAIN Batusangkar. Mungin Eddy Wibowo menjadi Pemateri pada Seminar Nasional Pendidikan dengan topik “Upaya Profesionalisasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan” dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar. Pembinaan Diklat. Dr. 8. Dr. Prof. Sudibyo. tanggal 5 Juni 2009 di Depdiknas Jakarta. Pendidikan Depdiknas . Dr. M. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber Konferensi Pers mengenai hasil Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Infomasi dan Humas Depdiknas. Dr. Prof. Furqon. Djaali menghadiri undangan sebagai narasumber diklat tot system penjaminan-peningkatan mutu pendidikan (SPPMP) tingkat provinsi di Makassar dari Dit. tanggal 5 Juni 2009 di Depdiknas – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo. Edy Tri Baskoro. 4. Prof. Prof. Dr. Dr. Dr. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Retno S. Dr. 6. Djemari Mardapi. Dr. Prof. Dr. Dr. Prof. Challenges for Moslem Societies” dari the Australian National University. Bambang Soehendro menghadiri undangan rapat dalam rangka Pelaksaan Program EfSD tahun 2009 pada BSNP dan Balitbang Depdiknas dari koordinator Nasional EfSD Indonesia. tgl 8-10 juni 2009 di Hotel Imperial Aryaduta . Ditjen PMPTK Depdiknas. Dr. 14 Tahun 2007 tentang Standar 204 . Prof. Fawzia menghadiri undangan diskusi tentang Integrating Gender and Reproductive Health Issues in the Indonesian National School Curricula. Prof.

Cisarua Bogor. 11. Prof. Dr.Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) Tingkat Provinsi di Denpasar dari Dit. Anggani Sudono dan Dr. Prof. Suharosono menghadiri undangan rapat dalam rangka penyusunan Instrumen Akreditasi Sekolah Luar Biasa (SLB) dari BAN S/M Depdiknas. Dr. Suharsono mewakili BSNP menghadiri Undangan Pembahasan draft Permendiknas tentang Program Paket C Kejuruan dan draft Permendik205 . 15. tanggal 17 Juni 2009 di Wisma Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jakarta. 10. M. tanggal 16 Juni 2009 di Sahid Jaya .KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 9. 13. Isi Pendidikan Kesetaraan dari Ditjen PNFI Depdiknas. tanggal 11-13 Juni 2009 di Hotel Inna Sindhu Beach Denpasar Bali. Dr. 12. Prof. tanggal 11 Juni 2009 di ruang sidang Ditjen PNFI Depdiknas Jakarta. Prof. Edy Tri Baskoro. Dr. Fawziah Aswin Hadis dan Dr. tanggal 12-14 Juni 2009 di Hotel Safari Garden. Prof. 14. Prof. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Dr.Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Tutorial Pelaksanaan dan Aplikasi Pendataan dalam Rapat Koordinasi dan Workshop Pendataan Pendidikan Nasional Tahun 2009 dari Pusat Statistic Pendidikan Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo (Ketua BSNP) menjadi Nara Sumber pada Rakor Pembinaan TK Pedesaan dari Dit. tanggal 18 Juni 2009 di ruang Sidang Pusat Perbukuan Depdiknas – Jakarta. Prof. tanggal 15 Juni 2009 di Ruang Rapat PP Muhammadiyah – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Nara sumber Diklat TOT Sistem Penjaminan . Fawzia Aswin Hadis menghadiri undangan pertemuan “Mengidentifikasi Buku Teks Pelajaran Yang Akan Dialihbahasakan” dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Yunan Yusuf menghadiri undangan rapat dengan tema UN Pengganti dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta. Prof. Yunan Yusuf dan Dr. Pembinaan Diklat.

tangal 23 Juni 2009 di Dikti Jakarta. tanggal 22 Juni 2009 di Ruang Konferensi Pers Gerai Informasi dan Media Depdiknas Jakarta. Prof. tanggal 19 Juni 2009 di ruang Konferensi Pers Gerai Informasi dan Media Depdiknas – Jakarta. Pembinaan Diklat Depdiknas. tanggal 23 Juni 2009 di Danau Dariza Resort Hotel Cipanas – Garut. Prof. 18. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Prof. Prof. Dr. Dr. Prof. tanggal 24 Juni 2009 di Depdiknas Jakarta. 206 . 20. tanggal 18 Juni 2009 di Depdiknas Jakarta. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Dr. Dr. Mungin Edy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Diklat Terakreditasi dan Pengakuan Hasil Belajar Melalui Pengalaman Dalam Rangka Peningkatan dan Penjaminan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan dari Dit. tanggal 22 Juni 2009 di Sanur Paradise Plaza – Bali. Prof. 17. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan Rapat Koordinasi tentang Standar Nasional Pendidikan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 16. nas tentang Penyelenggaraan Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Forum Diskusi Media Analisis dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Dr. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber Konferensi Pers mengenai Hasil Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2008/2009 dari Pusat Infomasi dan Humas Depdiknas. Dr. Furqon menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan dan Tim Pemantau Independen Ujian Nasional (TPI-UN) Tingkt Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/Kota Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dr. Edy Tri Baskoro menjadi Nara Sumber pada kegiatan Diklat Pengawas Pendidikan Angkatan 1 dan 2 tentang Standar Nasional Pendidikan dari Pusdiklat Depdiknas. 21. Dr. 19.

Prof. tanggal 3 Juli 2009 di Hotel Ciputra – Surabaya. Prof. Pembinaan Diklat. Prof. 2. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Diklat TOT sistem Penjaminan-Pendidikan Mutu Pendidikan (SPPMP) Bagi Stakeholder Pendidikan tingkat Kab/Kota dari Dit. jULI 1. Dr. tanggal 7 Juli 2009 di Studio VHR Jakata. Dr. Dr. tanggal 10 Juli 2009 di Ruang Sidang Biro Hukum Depdiknas Jakarta. 5. Pembinaan Diklat Depdiknas. 4. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri Undangan dalam rangka Pembahasan draf Peraturan Menteri tentang Program Paket C Kejuruan dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. Mungin Edy Wibowo menjadi Nara Sumber Diklat TOT Sistem Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) Bagi Stake Holder Pendidikan tingkat Kab/Kota dari Dit. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Diklat TOT Sistem Penjaminan . tanggal 29 Juni 2009 di Hotel Sahid Jaya Jakarta.Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) Bagi Stake Holder Pendidikan tingkat Kab/Kota dari Dit. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Talk Show dengan topik Ujian Nasional dan Kesenjangan Mutu Sekolah dari Voice of Human Rights News Center (VHR). Prof.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 22. 23. Pembinaan Diklat Depiknas. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Djaali menjadi Nara Sumber pada Diklat KTSP Sekolah Dasar dari Dit. Djaali menjadi Nara Sumber Diklat TOT System Penjaminan Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) bagi Stake Holder Pendidikan Tingkat Kab/Kota dari Dit. 3. Dr. Pembinaan Diklat. Dr. Dr. Dr. Dr. tanggal 24 Juni 2009 di Hotel Inna Muara – Padang. tanggal 12 Juli 207 . tanggal 9 Juli 2009 di Hotel Golden View – Batam. Prof.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2009 di Hotel Golden Virgo – Batam. tanggal 14 Juli 2009 di Hotel Saphir Yogyakarta. Prof. Prof. Djaali. Koordinasi dan Sinkronisasi Program Rintisan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di SMA dari Dit. 9. Dr. Prof. Mungin Eddy Wibowo Key Note Speaker pada Seminar Nasional yang bertema “Inovasi Biologi dan Pendidikan Biologi dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia dari Universitas Pendidikan Indonesia. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Asistensi. Furqon menghadiri Undangan Workshop Penilaian Kinerja Guru dari Dit. Mungin Eddy Wibowo menjadi Penyaji Makalah pada Rapat Koordinasi Bidang Perbukuan dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Dr. Prof. 8. Dr. Paket B dan Paket C. 6. Dr. Pembinaan SMP. Dr. tanggal 17 Juli 2009 di Hotel Atlet Century Park . 7. tanggal 14 Juli 2009 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. Dr. dan Standar Penilaian dari Ditjen PNF-I Depdiknas. tanggal 12 Agustus 2009 di Hotel Safari Garden – Bogor. Mungin Eddy Wibowo menghadiri Undangan tentang Pembahasan Rancangan Permendiknas tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan dari Sekretaris Jenderal Depdiknas. Prof. 11. 12. Dr. tanggal 15 Juli 2009 di Auditorium FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. tanggal 17 Juli 2009 di Ruang Sidang Sekretaris Jenderal Depdiknas. Pembinaan SMA. Mungin Eddy Wibowo. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Evaluasi Program SMP-RSBI Angkatan Tahun 2007 (Angkatan I) dari Dit. tanggal 16 Juli 2009 di Hotel Sahid Kusumo – Solo. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber pada kegiatan Pengkajian Standar Isi Pendidikan Kesetaraan Paket A. Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Paket A. 208 .Jakarta. Prof. Prof. Paket B dan Paket C. 10. Profesi Pendidik.

Dr. Depdiknas. 16. tanggal 30 Juli 2009 di Ruang Sidang Pusat Perbukuan. tanggal 20 Juli 2009 di Hotel Jayakarta. Dr. Lombok. Prof. Prof. Fawzia Aswin Hadis menghadiri Undangan dalam rangka Pembahasan Lanjutan Hasil Kajian Spesifikasi Kertas oleh Tim Analisis Departemen Perindustrian dalam rangka Program Buku Murah dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Bambang Soehendro mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Tim Persiapan Kebijakan Strengthening Education Quality of Health Professional through Accreditation and Testing System Project (SEHAT Project) dari Ditjen. Pendidikan Tinggi. Dr. tanggal 28 Juli 2009 di Hotel Garuda Plaza – Medan. tanggal 28 Juli 2009 di Hotel Puncak Raya – Bogor. 19. Dr. 209 . 15. Dr. Dr. Prof. Yunan Yusuf menjadi Penceramah pada acara Konsultasi Pengelola Penyelenggara Pendidikan Agama dan Keagamaan Kristen se Indonesia Tahun 2009 dari Ditjen. 14.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 13. Dr. 18. Bimbingan Masyarakat Kristen Depag RI. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Peningkatan Pemahaman Teknis Program PAUD pada tenaga Kependidikan dari Ditjen. tanggal 18 Juli 2009 di Kampus Timur STAIN Kudus. Profesi Pendidik Depdiknas. Yunan Yusuf menjadi Nara Sumber pada Seminar Nasional Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Kudus dari STAIN Kudus. tanggal 30 Juli 2009 di Hotel Pitagiri Jakarta. M. Prof. tanggal 24 Juli 2009 di Hotel Millenium Sirih – Jakarta. PNF-I Depdiknas. 17. Furqon menghadiri Undangan Presentasi draft Naskah Akademik Teacher Underperformance dari Dit. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi UN dan UASBN Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB. Prof.

Prof. 2. 4. Pendidikan Islam Depag RI. Prof. PSMP Depdiknas. tanggal 2 Oktober 2009 di Hotel Ambara Jakarta. Djaali mewakili BSNP menjadi Narasumber pada kegiatan Apresiasi Program dan Seminar Hasil Akhir (PTK dan PTS) dari Ditjen. 3. Teuku Ramli Zakaria mewakili BSNP untuk menghadiri undangan Perumusan Naskah Akademik Pendidikan Pancasila dari Ditjen. 210 . 2. Pendidikan Tinggi Depdiknas. SMA/SMK. tanggal 28-29 Oktober 2009 di Depdiknas Jakarta. Pembinaan SMP. Djemari Mardapi dan Prof. Dr. Djemari Mardapi. tanggal 10 September 2009 di ruang sidang Dit. tanggal 2 Oktober 2009 di Depdiknas Jakarta. Djemari Mardapi menghadiri Rapat Koordinasi dan Sosialisasi UN Program Paket A. Dr. Teuku Ramli Zakaria mewakili BSNP menghadiri undangan rapat tentang Sistem penilaian berkesinambungan pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dari Dit. OKTOBER 1. SMP. Teuku Ramli Zakaria menghadiri Undangan Seminar Hasil Penelitian dari Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas. B. SMP. 3. Prof. Prof. Prof. tanggal 13 September 2009 di Ditjen. Edi Tri Baskoro menghadiri Undangan tentang Pembahasan draft Permendiknas tentang SPMPT dari Ditjen.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 SEPTEmBER 1. Prof. Pendidikan Islam di Hotel Santika Jakarta. Dr. tanggal 3 Oktober 2009 dari Ditjen. tanggal 13 September 2009 di Hotel Grand Cempaka Jakarta. Edy Tri Baskoro dan Dr. Dr. dan C Periode II dari Balitbang Depdiknas. Dr. Seluruh anggora BSNP menghadiri undangan rapat tentang Pembahsan Pelaksanaan USSN (Ujian Sekolah ber Standar Nasional) PAI pada SD. Pendidikan tinggi Depdiknas. Pendidikan Tinggi Depdiknas. Dr. Dr. Edy Tri Baskoro dan Dr. Dr.

tanggal 18 November 2009 di Depdiknas Jakarta. M. Dr. Dr. Djemari Mardapi menghadiri undangan Workshop dalam rangka Education Sector Support Program (ESSP) dari Balitbang Depdiknas. Prof. 3. tanggal 18 November 2009 di ruang rapat Biro KLN Depdiknas Jakarta. Djemari Mardapi dan Prof. tgl 4 November 2009 Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. Mandikdasmen. Jamaris Jamna mewakili BSNP Sebagai Pembicara pada Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Kebijakan Akreditasi Sekolah dan Madrasah. Pembinaan SMK Depdiknas. Aman mmenghadiri undangan Indikator Penjaminan dan Pengendalian Mutu dari Pusat Statistik Pendidikan Depdiknas. Djemari Mardapi dan Prof. tanggal 12 November 2009 di Depdiknas Jakarta.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP NOVEmBER 1. tanggal 11-14 November 2009 di Hotel Panghegar – Bandung. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat tentang Ujian Nasional dari Balitbang Depdiknas. Dr. 5. Dr. tanggal 8 November 2009 di Hotel Pitagiri Jakarta. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada rapat kerja Kepala SMP-RSBI dari Ditjen. Dr. 211 . Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat tentang Penyelenggaraan Ujian Nasional tahun 2010 dari Balitbang Depdiknas. Teuku Ramli Zakaria mewakili BSNP menghadiri undangan pada kegiatan Penyusunan Soal teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan dari Dit. 8. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Rapat Teknis Finalisasi ESSP-Results Framework dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Depdiknas. Prof. 6. 2. Prof. Prof. Prof. 4. 7. Dr. tanggal 5 November 2009 di Le Meredien Hotel Jakarta. Dr. tanggal 19 November 2009 di SMP K 4 Penabur Jakarta. Dr. Prof.

Semua anggota BSNP menghadiri undangan RDPU tentang Ujian Nasional dari Komisi X DPR-RI. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi USSN dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dari Ditjen. Prof. Dr. Dr. Semua anggota BSNP menghadiri Undangan pada kegiatan Finalisasi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Dit. Djemari. Mungin Eddy Wibowo dan Dr. Ramli Zakaria menghadiri undangan dalam rangka Pembahasan Sraf Peraturan Bersama menteri Agama RI dengan Menteri Pendidikan Nasional tentang Ujian Sekolah Standar nasional (USSN) dari Ditjen. Dr. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP menghadiri Undangan pada kegiatan Penyusunan Soal teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan untuk mata pelajaran Kompetensi Keahlian dari Dit. Furqon dan Prof. Djaali mewakili BSNP menghadiri Undangan Rapat dalam rangka menentukan langkah selanjutnya setelah adanya penolakan kasasi tentang UN dari Balitbang Depdiknas. Pendidikan Islam Dpeag RI. tanggal 20-22 November 2009 di Hotel Perdana Wisata – Bandung. Ramli Zakaria mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada kegiatan Penyusunan Peringkat hasil Penilaian Pendidikan Tahun 2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. 13. 10. Prof. tanggal 1 Desember 2009 di Hotel Mega Matra Jakarta. 2. tanggal 26 November 2009 di ruang rapat Komisi X-DPR RI Jakarta. tanggal 2 De212 . Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas. T. Pendidikan Islam Depag RI. Dr. Prof. Prof. tanggal 22 November 2009 di Hotel Pitagiri Jakarta. Prof. Pembinaan SMK Depdiknas. 12. 11. tanggal 25 November 2009 di Hotel Madani – Medan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 9. tanggal 30 November 2009 di ruang sidang Balitbang Depdiknas. T. dESEmBER 1.

Dr. 5. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP Permohonan Kesediaan Menjadi Pembicara Seminar Nasional. Dr. tanggal 4 Desember 2009 di Hotel The Sunan . Zaki Baridwan menghadiri undangan Diskusi Hasil Lokakarya Juknis Pengelolaan Keuangan Sekolah Berdasarkan Panduan BOS 2009 dari USAID Indoensia. Dr. 4. Prof. Prof. 6. Prof. tanggal 7 Desember 2009 di Studio Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Djaali mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Rapat koordinasi USSN PAI dengan Mapenda dari Ditjen. Dr.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP sember 2009 di Hotel Abadi – Serang. tanggal 3 Desember 2009 di Stasiun JAK TV Jakarta. Djemari Mardapi menghadiri Undangan Pemaparan Hasil Uji Kompetensi Bahasa Inggris dan TIK Siswa SMA Tahun 2009 dari Dit. 10. 3. Djaali mewakili BSNP menjadi Nara Sumber Dialog Interaktif tentang UN dari Dewan Perwakilan Daerah. Dr. Prof. Pendidikan Islam Depag RI. Dr. Dr. Prof. Dr. tanggal 9 Desember 2009 di Hotel Golden Boutique Jakarta. Teuku Ramly Zakaria mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi USSN PAI dengan Mapenda dari Ditjen.Makassar. Pendidikan Islam Depag RI. 9. Prof.Solo. Dr. 5 Desember 2009 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA Kota Palembang 7. Prof. tanggal 6 Desember 2009 di Hotel Singgasana . 8. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber Talk Show Radio tentang Penyelenggaraan UN Tahun pelajaran 2009/2010 dar Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. tanggal 4 Desember 2009 di Ruang Meeting Sesditjen Mandikdamen Depdiknas. tanggal 11-12 Desember 2009 di Hotel Saphir – Yogyakarta. Prof. 11. Djaali mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada ke213 . Mungin mewakili BNSP menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Kehumasan dari Pusat Informasi dan humas Depdiknas. Pembinaan SMA Depdiknas.

13. Prof. 214 . Prof. Djemari Mardapi.Sc. SMK/MAK dari Pusat Perbukuan Depdiknas.Bandung. Moehammad Aman Wirakartakusumah. SMA/MA. Dr. Pembinaan Kursus dan Kelambagaan Depdiknas. tanggal 17-18 Desember 2009 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. tanggal 16 Desember 2009 di Hotel Bukit Indah – Cianjur. Dr. 16. Semua anggota BSNP menghadiri Undangan dalam rangka penyiapan Standar Kompetensi Lulusan dari Dit. tanggal 29 Desember 2009 di Kampus ITHB . Prof. Ramli Zakaria menghadiri undangan dalam rangka Pembahasan Draft peraturan Bersama menteri Agama RI dengan Menteri pendidikan Nasional tentang Ujian Sekolah Standar Nasional (USSN) dari Ditjen. Prof.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 12. tanggal 14 Desember 2009 di UIN – Jakarta. 14. tanggal 21-23 Desember 2009 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. Weinata Sairin menghadiri undangan Rapat Kerja Pengendalian Mutu Buku Teks Pelajaran SD/MI. M. 15. giatan Sosialisasi dan Pembinaan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah dari Ditjen. SMP/MTs. Mungin Eddy Wibowo dan Dr. T. mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Pembinaan Kelembagaan Sekolah dan Manajemen Sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Dr. Pendidikan Islam Depag RI. Furqon mewakili BSNP menjadi Nara Sumber dalam Seminar Nasional Kepala Sekolah dari Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia. Edy Tri Baskoro dan Pdt. Dr. tanggal 11 Desember 2009 di Studio TVRI Jakarta. Prof. Dr. Pendidikan Islam Depag RI.

BAB 12 PENcAPAiAN DAN EvALUASi kEgiAtAN Badan Standar Nasional Pendidikan 215 .

.

PENCAPAIAN dAN EVALUASI KEGIATAN Januari 2010 © BSNP BAB 12. PENCAPAIAN DAN EVALUASI KEGIATAN A| Pengembangan Standar Sampai akhir tahun 2009 BSNP telah menyelesaikan penyusunan 8 standar nasional pendidikan untuk sekolah dasar dan menengah sebagaimana diamanatkan oleh PeraturanPemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. BSNP mulai menyusun standar nasional pendidikan untuk pendidikan tinggi. yaitu 1. Diantara perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Dengan selesainya standar nasional pendidikan untuk sekolah dasar dan menengah. Pada tahun ini pelaksana UN SMA/MA tingkat provinsi adalah Perguruan Tinggi Negeri yang ditunjuk oleh BSNP atas usul 217 . Ada tiga SNP untuk pendidikan tinggi yang telah selesai disusun pada tahun 2009. Pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi 2. pada tahun 2009 pula. Pengembangan standar sarana dan prasaranapendidikan tinggi: program sarjana B| Penyelenggaraan Ujian Nasional Dalam penyelenggaraan UN tahun pelajaran 2008/2009 terdapat beberapa perbedaan mendasar jika dibandingkan dengan UN tahun sebelumnya. Pengembangan standar isi pendidikan tinggi 3.

61% lebih tinggi dari hasil UN tahun pelajaran 2007/2008 yang sebesar 91. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan UN SMA/MA dan SMALB tahun ini maik sebesar 2. dengan nilai minimal 4. Demikian juga tingkat kelulusan UN SMP/MTs dan SMPLB tahun 218 . Pengawas Satuan Pendidikan diberi wewenang untuk menegur pengawas ruangan atau mencatatnya kemudian dilaporkan secara berjenjang kepada penyelenggara UN yang lebih tinggi jika disinyalir terjadi pelanggaran POS UN yang diakibatkan oleh kurang tegasnya pengawas ruangan tersebut. 3.61% jika dibandingkan tahun sebelumnya.93% jika dibandingkan tahun sebelumnya.00 dengan nilai teori kejuruan minimum 5. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan UN SMK tahun ini naik sebesar 3.25 untuk mata pelajaran lainnya. Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.00%. Pada setiap SMA/MA yang menyelenggarakan UN diawasi oleh minimal 2 orang Pengawas Satuan Pendidikan yang berasal dari perguruan tinggi.00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4.58%.51% lebih tinggi dari hasil UN tahun pelajaran 2007/2008 yang hanya sebesar 92. Ada Ujian Teori Kejuruan bagi SMK/MAK. Khusus untuk SMK nilai ujian kompetensi keahlian minimum 7.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2. nilai uji kompetensi keahlian digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN Hasil UN Tingkat kelulusan UN SMA/MA dan SMALB tahun pelajaran 2008/2009 adalah 93. Memiliki nilai rata-rata 5. Kriteria kelulusan UN tahun pelajaran 2008/2009 adalah: a.00 . b. 4. Selanjutnya tingkat kelulusan UN SMK tahun pelajaran 2008/2009 sebesar 96.

Pada tahun 2009 BSNP mengembangkan instrumen penilaian buku teks pelajaran agama. C| Penilaian buku teks pelajaran Ada dua kegiatan utama terkait dengan penilaian buku teks pelajaran. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan UN SMP/MTs dan SMPLB tahun ini naik sebesar 2. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Islam 2. Perlu dipertimbangkan untuk juga menyediakan ujian ulangan dalam ujian nasional untuk memberikan kesempatan kedua kepada peserta didik yang belum lulus. Hal ini akan dapat mengurangi beban psikologis yang dialami peserta didik. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Kristen 3. Ada lima instrument yang selesai dikembangkan yaitu: 1. 3.79%. Perlu ditingkatkan kewenangan para pengawas satuan pendidikan misalnya diberi kewenangan masuk ruang ujian apabila disinyalir terjadi pelanggaran atau penyimpangan POS UN. 2. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Buddha 219 . Perlu disampaikan kepada semua daerah (provinsi dan kabupaten/kota) hingga tingkat Sekolah/madrasah tentang hasil analisis daya serap dari soal-soal UN agar dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi kegiatan belajar-mengajar dalam rangka perbaikan mutu.PENCAPAIAN dAN EVALUASI KEGIATAN Januari 2010 © BSNP pelajaran 2008/2009 sebesar 95.099% lebih tinggi dari hasil UN tahun pelajaran 2007/2008 yang sebesar 92. Tindak Lanjut Hasil UN Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi UN serta untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan UN pada tahun yang akan datang terdapat beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti antara lain sebagai berikut: 1. yaitu pengembangan instrument penilaian buku teks pelajaran dan penilaian buku teks pelajaran.309 % jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam pelaksanaannya. faktor yang paling menghambat pencapaian standar kualifikasi akademik guru. Ada lima standar yang dipantau. kepala kantor wilayah departemen agama provinsi. d| Pemantauan implementasi standar nasional pendidikan Setelah empat tahun dibentuk. kepada dinas pendidikanprovinsi. ketua program studi LPTK. guru. mulai dari bulan Juni 2009 sampai dengan bulan November 2009. dan kualifikasi pengawas adalah biaya. Pemantauan dilaksanakan di 32 provinsi dengan melibatkan 96 kabupaten/kota dan 3. dan Pengawas. Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Dilihat dari kategori Jawa-Luar Jawa. 5. dan negeri-swasta. BSNP membentuk tim pemantauan standar nasional yang bersifat ad hoc. masih ada kesenjangan dalam pencapaian Standar Kompetensi Guru. Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Selain lima standar tersebut. kualifikasi kepala sekolah. ketua panitia sertifikasi guru di LPTK. sekolah-madrasah. kepada departemen agama kabupaten/kota. kepala dinas pendidikan kabupaten/kota. yaitu Standar Isi (SI). pengawas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai ketersediaan. dan pemahaman dokumen SNP di lapangan. Secara umum. dan kepala LPMP. Keadaan sekolah yang terkait dengan jumlah rombongan 220 . BSNP juga memantau pelaksanaan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. Kegiatan ini dilakukan selama enam bulan. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) melakukan pemantauan penerapan standar nasional pendidikan pada tahun 2009. sosialisasi. dan Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.705 responden dari unsur kepala sekolah. Kepala Sekolah. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Hindu Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Konghucu Sedangkan buku yang telah dinilai kelayakannya kurang lebih tujuh ratus buku teks pelajaran.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 4.

3. Pengembangan standar nasional pendidikan untuk pendidikan dasar dan menengah telah selesai. 221 . Pencapaian target penilaian buku teks pelajaran masih rendah karena kemampuan menulis dan mutu tulisan yang belum sesuai dengan standar yang ditetapkan. implementasi. Ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di sekolah dan unit-unit kerja yang terkait masih belum maksimal. Namun demikian. dinas pendidikan dan direktorat terkait masih dirasakan lamban. Tindak lanjut dari hasil pemantauan standar oleh satuan pendidikan. 2. Ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di luar Jawa lebih rendah daripada di Jawa. maupun kredibilitas hasilnya. Di sisi lain. penyelenggaraan UN juga masih sarat dengan kepentingan-kepentingan pihak tertentu. Berbagai hal yang dianggap menjadi hambatan atau perlu diperbaiki pada masa mendatang adalah: 1. Ujian Nasional masih menuai pro kontra dari masyarakat baik dari aspek kebijakan. secara umum dapat dikatakan berjalan cukup baik dan lancar.PENCAPAIAN dAN EVALUASI KEGIATAN Januari 2010 © BSNP belajar dan jumlah siswa setiap rombongan belajar masih jauh dari standar. E| Evaluasi Kegiatan BSNP tahun 2009 Pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pemantauan standar nasional pendidikan yang dilakukan oleh BSNP pada tahun 2009. 4. sosialisasi standar-standar tersebut kepada masyarakat dirasakan masih belum optimal sehingga pemahaman mereka terhadap standar sangat terbatas. dan di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di sekolah/madrasah negeri.

Penilaian buku teks pelajaran 8. Pengembangan paradigm pendidikan 2. Pengembantan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi program vokasi 3. BSNP akan melaksanakan beberapa kegiatan yang diamanatkan oleh peraturan pemerintah. antara lain: 1. Penyelenggaraan Rapat Pleno BSNP 10. Pengembangan Standar Biaya SMK 6. Pemantauan Implementasi Standar Dikdasmen 7. Pengembangan Standar Dosen Pendidikan Vokasi 5. Pengembangan standar proses pendidikan tinggi 4.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 F| Rencana Kegiatan BSNP tahun 2010 Pada tahun 2010. Penyelenggaraan ujian nasional 9. Pengembangan Manajemen Kesekretariatan BSNP 222 .

BAB 13 EPiLog Badan Standar Nasional Pendidikan 223 .

.

menyelenggarakan ujian nasional setiap tahunnya dan menilai buku teks pelajaran. Kami menyadari sepenuhnya bahwa semua yang dapat diraih hingga tahun 2009 bukan semata-mata hanya ditentukan oleh BSNP itu sendiri. Tugas yang tidak begitu ringan setiap tahunnya membuat BSNP semakin dewasa dalam menentukan tindakan atau kebijakan yang berkaitan dengan standar nasional pendidikan. Menghadapi tahun 2010. melainkan ditentukan/didukung pula oleh banyak pihak. izinkan kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tulus kepada semua pihak yang telah bekerjasama serta membantu BSNP dalam menunaikan tugasnya. dan independen sesuai dengan tuntutan undang-undang. Kegiatan yang belum terlaksana tersebut menjadi catatan tersendiri dan perhatian dalam melaksanakan program tahun 2010. BSNP telah menghasilkan beberapa standar nasional pendidikan. Namun ada juga program yang tidak dapat terlaksana dengan optimal karena berbagai kendala. Oleh karena itu.EPILOG Januari 2010 © BSNP BAB 13. BSNP telah mempersiapkan program 225 . EPILOG Dalam rentang waktu empat tahun. profesional. demi terwujudnya pendidikan nasional yang makin bermutu sesuai dengan amanah undang-undang. Perjalanan selama empat tahun ini memberikan arti yang luar biasa bagi BSNP untuk terus mewujudkan dirinya sebagai lembaga yang mandiri. Beberapa program telah dilaksanakan sesuai dengan target-target yang dicanangkan. Kami berharap kerjasama sinergis yang sudah terjalin baik ini dapat terus kembangkan dalam pelaksanaan program-program mendatang.

khususnya di bidang pendidikan. memantau pelaksanaan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 yang merupakan kelanjutan dari program-program yang terlaksana pada tahun 2009 dan program baru dalam rangka mengembangkan. Dan itu hanya terjadi bila semua potensi member dukungan optimal dan tangan-tanganTuhan yang ramah membimbing perjalanan kita bersama dalam mengukir karya terbaik bagi masyarakat. Semoga program yang akan dilaksanakan pada tahun 2010 akan lebih berhasil dan optimal. 226 . bangsa dan Negara. dan mengevaluasi pelaksanaan standar nasional pendidikan di Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful