P. 1
Laporan-BSNP-2009

Laporan-BSNP-2009

|Views: 499|Likes:
Published by Musli Adi

More info:

Published by: Musli Adi on Oct 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

pdf

text

original

Laporan BSNP

Tahun 2009

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, taufik, dan karunia-Nya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dapat menyelesaikan seluruh program kerja tahun 2009 tepat pada waktunya. Program strategis yang telah dilaksanakan BSNP tahun 2009 adalah: (1) Pengembangan Standar Dosen Akademik dan Profesi Pendidikan Tinggi,(2) Pengembangan Standar Isi Pendidikan Tinggi, (3) Pengembangan Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan Tinggi: Program Sarjana, (4) Pengembangan Standar Pendidikan Anak Usia Dini, (5) Updating Standar Biaya dan Pengembangan Indeks Biaya Pendidikan, (6) Pemantauan Implementasi Standar Nasional Pendidikan, (7) Pengembangan Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran, (8) Penilaian Buku Teks Pelajaran, (9) Penyelenggaraan dan Pemantauan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) serta Ujian Nasional (UN). Dalam penyusunan laporan ini, BSNP telah bekerjasama dengan penanggungjawab pengembangan standar dibantu staf professional. Untuk itu BSNP menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tulus kepada semua penanggungjawab, anggota tim pengembang, dan anggota BSNP yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan BSNP tahun 2009. Berkat bantuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak, seluruh program kerja BSNP dapat diselesaikan pada waktunya. Penerbitan buku laporan BSNP ini merupakan salah satu bentuk pertanggungajwaban serta transparansi BSNP dalam menjalankan
iii

tugas dan kewenangannya. Semoga, buku laporan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Jakarta, Januari 2010 Badan Standar Nasional Pendidikan Ketua,

Prof. Dr. Djemari Mardapi

iv

.................................................... Tugas dan Wewenang ................... BAB 1 PENDAHULUAN ...... Fungsidan Tujuan Standar Nasional Pendidikan ........... BAB 3 PENGEMBANGAN STANDAR ISI PENDIDIKAN TINGGI .............................................. f... Struktur Kepemimpinan ......... i..................................................................... LatarBelakang ........................... Proses Penyusunan Standar ............................................ h.......................................... DAFTAR ISI .................... Lingkup Standar Nasional Pendidikan ............................ Administratif dan Keuangan ... e.........................................................................................................DAFTAR ISI LAPORAN KEGIATAN BSNP TAHUN 2009 KATA PENGANTAR .. c. Tenaga Profesional...................... a.. g......... Tim Ahli........ d................................. Anggota ...... BAB 2 PENGEMBANGAN STANDAR DOSEN AKADEMIK DAN PROFESI PENDIDIKAN TINGGI ........................................................... b.......... iii v 1 3 4 5 6 7 8 8 10 10 11 39 BAB 4 PENGEMBANGAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN TINGGI: PROGRAM SARJANA .... 51 v .....................................................................................................

.............. BAB 12 PENCAPAIAN DAN EVALUASI KEGIATAN ..................................................................................... BAB 13 EPILOG .................................................................................................................................................................................................BAB 5 PENGEMBANGAN STANDAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI..................... UASBN DAN UNPK ........... BAB 6 UPDATING STANDAR BIAYA DAN PENGEMBANGAN INDEKS BIAYA PENDIDIKAN................................................................................. BAB 8 PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN ... 61 71 97 125 151 165 187 215 223 vi ... BAB 10 PENYELENGGARAN UJIAN NASIONAL 2009: UN....................................................... BAB 9 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN ................................. BAB 7 PEMANTAUAN IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ................................. BAB 11 KEGIATAN RUTIN BSNP ........................

BAB 1 PENDAHULUAN Badan Standar Nasional Pendidikan 1 .

.

PENdAHULUAN Januari 2010 © BSNP BAB 1. 3 . memantau. baik melalui jalur formal. Peningkatan mutu SDM sangat diperlukan bagi keberhasilan pembangunan nasional dan bagi peningkatan daya saing bangsa untuk meraih kemajuan serta memenangi persaingan dalam percaturan global saat ini. maupun melalui jalur nonformal dan informal. Termasuk pula dalam tugas BSNP tersebut adalah menyelenggarakan ujian nasional. sebagai dasar dan tolokukur pembangunan bidang pendidikan. supaya upaya-upaya yang dilakukan menjadi terukur dan terarah. kita dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM). pemerintah perlu melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Upaya peningkatan mutu pendidikan memerlukan standar nasional pendidikan. Menyadari hal itu. pemerintah perlu melakukan berbagai upaya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan secara lebih terarah dan berkelanjutan. terutama dalam rangka pemantauan dan pengendalian mutu lulusan. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan mengendalikan standar nasional pendidikan. PENDAHULUAN A| Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini. Hal ini penting. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merupakan lembaga yang secara formal dibentuk dan diberi tugas untuk membantu Menteri dalam mengembangkan. sebagai produk pendidikan. sebagai salah satu upaya dalam rangka pemantauan dan pengendalian standar nasional pendidikan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. karena hanya dengan meningkatkan mutu pendidikan. pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

Sehungan dengan tugas tersebut, pada Tahun Anggaran 2009, BSNP telah merumuskan dan telah selesai melaksanakan programprogram sebagai berikut. 1. Pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi 2. Pengembangan standar isi pendidikan tinggi 3. Pengembangan standar sarana dan prasaranapendidikan tinggi: program sarjana 4. Pengembangan standar pendidikan anak usia dini 5. Updating standar biaya dan pengembangan indeks biaya pendidikan 6. Pemantauan implementasi standar nasional pendidikan 7. Pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran 8. Penilaian buku teks pelajaran 9. Penyelenggaran ujian nasional 2009: UN, UASBN, dan UNPK 10. Kegiatan rutin BSNP Naskah laporan ini memuat seluruh program kegiatan yang dilakukan oleh BSNP dalam rangka pelaksanaan program-program yang telah ditetapkan untuk Tahun Anggaran 2009, dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan program-program tersebut.

B| Tugas dan Wewenang
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, BSNP mempunyai tugas utama membantu Menteri Pendidikan Nasional dalam rangka mengembangkan, memantau dan mengendalikan standar nasional pendidikan. Dalam melakukan tugas tersebut, BSNP diberikankewenangan untuk: (1) mengembangkan standar pendidikan nasional, (2) menyelenggarakan ujian nasional, (3) memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan pemerintah daerah dalam penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan, (4) merumuskan kriteria kelulusan dari satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan
4

PENdAHULUAN

Januari 2010 © BSNP

menengah, dan (5) menilai kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran. Tentu saja, BSNP senantiasa berkoordinasi dengan berbagai unit utama di Kementerian Pendidikan Nasional dalam menjalankan tugasnya.Demikian juga, BSNP bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Tingkat provinsi, Kabupaten/Kota dan Kementeraian Agama. Semua standar yang dikembangkan oleh BSNP berlaku secara efektif dan mengikat kepada semua satuan pendidikan secara nasional setelah ditetapkannya dengan Peraturan Menteri.

C| Anggota
BSNP beranggotakan 15 orang, yang diangkat oleh Menteri Pendidikan Nasional dalam masa bakti 4 tahun. Keanggotaan BSNP yang pertama diangkat pada tahun 2005 dengan masa bakti berakhir pada bulan Agustus 2009. Sehingga program BSNP tahun 2009 ini dilaksanakan oleh anggota BSNP periode 2005-2009 dan periode 2009-2013 Keanggotaan BSNP Periode 2005-2009 (dalam urutan alfabetis) adalah sebagai berikut: 1. Anggani Sudono, Dr. M.A 2. AT. Sugito, Prof. Dr. S.H, M.M (Menggantikan almarhum Zainuddin Arief, Dr.) 3. Bambang Soehendro, Prof. Dr 4. Djaali, Prof. Dr 5. Djemari Mardapi, Prof. Dr 6. Edy Tri Baskoro, Prof. Dr 7. Fawzia Aswin Hadis, Prof. Dr 8. Furqon, Prof. Dr 9. Komaruddin Hidayat, Prof. Dr 10. M. Yunan Yusuf, Prof. Dr. 11. Mungin Eddy Wibowo, Prof. Dr. M.Pd., Kons 12. Seto Mulyadi, Dr
5

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

13. Suharsono, Dr.,MM., M.Pd 14. Weinata Sairin, Pdt, M.Th 15. Zaki Baridwan, Prof. Dr Sedangkan anggota BSNP Periode 2009-2013 (dalam urutan alfabetis) adalah sebagai berikut: 1. Prof. Dr. Abdi A. Wahab 2. Prof. Dr.Djaali 3. Prof. Dr.Djemari Mardapi 4. Prof. Dr. Edy Tri Baskoro 5. Prof.Dr.dr. Farid Anfasa Moeloek, Sp.OG 6. Prof. Dr. Furqon 7. Prof. Dr. rer.nat Gunawan Indrayanto 8. Prof. Dr.Jamaris Jamna, M.Pd. 9. Prof.Dr.Johannes Gunawan, SH 10. Prof.Dr. Ir. Moehammad Aman Wirakartakusumah, M.Sc 11. Prof. Dr. Mungin EddyWibowo, M.Pd.Kons. 12. Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit 13. Dr. Teuku Ramli Zakaria 14. Pdt.Weinata Sairin, MTh. 15. Prof. Dr. Zaki Baridwan

d| Struktur Kepemimpinan
Dalam menjalankan roda organisasinya, BSNP dipimpin oleh seorang Ketua dan Sekretaris, yang berasal dari dan dipilih oleh anggota secara demokratis berdasarkan Sidang Pleno BSNP.Mulai tahun 2009, berdasarkan kesepakatan yang diambil dalam Sidang Pleno BSNP, ketua dan sekretaris BSNP dipilih setiap 2 tahun sekali, yang semula setahun sekali. Semua keputusan organisasi ditetapkan melalui Sidang Pleno dengan korum setengah tambah 1 dan diusahakan diambil berdasarkan asas musyawarah mufakat.
6

PENdAHULUAN

Januari 2010 © BSNP

Kepemimpinan BSNP (ketua dan sekretaris) dari tahun ke tahun dapat dilihat dalam table berikut: Tabel 1-1. Ketua dan Sekretaris BSNP
No Ketua dan Sekretaris BSNP 1 Ketua : Bambang Soehendro, Prof. Dr Sekretaris : Djaali, Prof. Dr 2 Ketua : M. Yunan Yusuf, Prof. Dr Sekretaris : Suharsono, Dr., MM., M.Pd 3 Ketua : Djemari Mardapi, Prof. Dr Sekretaris : Furqon, Prof. Dr. 4 Ketua : Mungin Eddy Wibowo, Prof. Dr. M.Pd., Kons Sekretaris : Edy Tri Baskoro, Prof. Dr. 5 Ketua : Djemari Mardapi, Prof. Dr Sekretaris :Edy Tri Baskoro, Prof. Dr. Periode Mei 2005 s.d. Agustus 2006 September 2006 s.d Agustus 2007 September 2007 s.d. September 2008 September 2008 s.d. Juli 2009 Agustus 2009 s.d. Agustus 2011

E| Tenaga Profesional, Administratif dan Keuangan
BSNP, dalam menjalankan perannya, didukung oleh sekretariat dan keuangan (di bawah koordinasi Kepala Balitbang), serta tenaga administrasi, tenaga profesional (konsultan) dan tim ahli. Staf professional yang membantu BSNP dalam melaksanakan program tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. Gaguk Margono, Prof. Dr. 2. Bambang Suryadi, Ph.D 3. Kaharuddin Arafah, Drs. M.Si Selain itu, Program Kemitraan Indonesia-Australia AUSAID menyediakan staf profesional untuk BSNP, sebagai berikut: 1. Ali Saukah, Prof. Dr. 2. Sisworo, Dr. 3. Arif Rifai, S.T

7

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005. nasional. 7. yakni standar isi. SE Reyman Aryo. terarah. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.Kom Djuandi Ibar Warsita. pembiayaan. dan berkelanjutan sesuai dengan tantangan dan tuntutan perubahan kehidupan lokal. sarana dan prasarana.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Tenaga administratif dan keuangan BSNP yang sangat membantu meningkatkan kinerja BSNP dalam menjalankan tugasnya. mencakup 8 aspek. kompetensi lulusan. G| Lingkup Standar Nasional Pendidikan Standar Nasional Pendidikan.. 3. terdiri atas 16 orang sebagaimana tertulis dalam Tabel 1-2. 6. proses. Staf Administratif dan Keuangan BSNP 1. Tabel 1-2.Si. S. SE 1. Neneng Tresnaningsih. M. Hans Mangundap. regional dan global. 4. Staf Keuangan BSNP Dra. 2. 4. Rosmalina Joko Muhyono Soesilo Hadi Samsudin Djadja Halimi Novani Budianti Eko Haryanto F| Fungsi dan Tujuan Standar Nasional Pendidikan Fungsi pokok dari standar nasional pendidikan adalah sebagai dasar dalam perencanaan.Sos. MSi. M. dan pengawasan pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. 5. 8. dan penilaian pendidikan. 9. Staf Administratif BSNP Ning Karningsih Nurul Najmah. menurut Pasal 35 Undang Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 10. Sugi Wahono. Standar tersebut harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. 5.Pd. 3. Renny Wulansari. pengelolaan. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. 8 . 2. S. 6. pelaksanaan.

yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. 4. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. bengkel kerja. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. kerangka dasar dan struktur kurikulum. operasi dan personal satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. tempat berolahraga. dan sumber belajar lain. Standar sarana dan prasarana adalah kriteria minimal tentang ruang belajar. perpustakaaan. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang berkaitan dengan sikap. kabupaten/kota. pelaksanaan. 1. beribadah. beban belajar. 6. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. 5. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pe9 . bermain. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. 3. Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan tentang perencanaan. Standar pembiayaan adalah standar yang berkaitan dengan komponen dan besarnya biaya investasi. serta pendidikan dalam jabatan. dan keterampilan. kompetensi mata pelajaran. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.PENdAHULUAN Januari 2010 © BSNP Definisi kedelapan standar tersebut adalah sebagai berikut. 2. provinsi. dan berkreasi serta laboratorium. 8. 7. kalender pendidikan/akademik. pengetahuan. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. kurikulum tingkat satuan pendidikan.

BSNP mengacu serial tahapan kegiatan sebagai berikut: 1. Revisi Draf Standar untuk Uji Publik 8. BSNP berwewenang untuk membentuk tim ahli yang terdiri dari para pakar dari berbagai bidang keilmuan dan institusi terkait. Kajian Bahan Dasar 3. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik untuk lima kelompok mata pelajaran oleh pendidik. sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. H| Proses Penyusunan Standar Dalam mengembangkan setiap standar nasional pendidikan. prosedur. Pembahasan Draf Standar dengan Unit Utama 7.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 nilaian pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. Validasi Draf Standar 6. di tahun 2009. Uji Publik Draf Standar 9. Finalisasi Draf Standar I| Tim Ahli Dalam penyusunan standar nasional pendidikan. standar penilaian juga mencakup penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dan pemerintah. Penyusunan Draft Standar 4. Penyusunan Desain 2. Susunan tim ahli untuk setiap standar yang dikembangkan pada tahun 2009 dapat dilihat dalam laporan masing-masing kegiatan. Review Draf Standar 5. Selain itu. Masa kerja tim ahli tersebut adalah 1 tahun. 10 .

BAB 2 PENgEmbANgAN StANDAr DoSEN AkADEmik DAN ProfESi PENDiDikAN tiNggi Badan Standar Nasional Pendidikan 11 .

.

pembiayaan. dan seni melalui 13 . proses. sarana dan prasarana. PENGEMBANGAN STANDAR DOSEN AKADEMIK DAN PROFESI PENDIDIKAN TINGGI 1| Pendahuluan Dalam upaya mencapai sasaran pendidikan bermutu. instruktur. Dosen sebagai pendidik perlu memiliki kompetensi yang standar sebagai agen pembelajaran yang meliputi: kompetensi pedagogik. dan penilaian pendidikan. teknologi. dan kedudukan yang strategis dalam mencapai pendidikan yang bermutu untuk semua warga Indonesia melalui jalur pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Standar Pendidik adalah kriteria kualifikasi akademik dan kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. widyaiswara. Pendidik mempunyai fungsi. tutor.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP BAB 2. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. mengembangkan. konselor. peran. pamong belajar. kompetensi profesional. pengelolaan. dosen. pendidik dan tenaga kependidikan. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. kompetensi kepribadian. fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengharuskan disusunnya standar isi. kompetensi lulusan. dan kompetensi sosial. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

dan c) membantu lembaga yang bertanggungjawab dalam peningkatan mutu dosen untuk melakukan pembinaan dalam rangka pemenuhan standar kualifikasi dan kompetensi dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. Dalam pengembangan standar sesuai dengan perundangundangan. penghargaan. sertifikat pendidik. dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. penelitian. pembinaan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 pendidikan. Tim Adhoc dibantu oleh seorang supporting staff. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik. kompetensi. sehat jasmani dan rohani. 2| Tujuan dan manfaat Tujuan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi adalah: a) memberi pedoman kepada para pengelola pendidikan dalam menyusun berbagai kebijakan yang berkenaan dengan rekrutmen. dan b) sebagai pedoman bagi para dosen pendidikan akademik dan pendidikan 14 . dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas. b) menyediakan acuan dalam mengembangkan program pendidikan pada lembaga yang bertanggungjawab untuk membina secara terus menerus peningkatan kemampuan dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. dan pengembangan karir dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. Manfaat standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi adalah a) sebagai acuan bagi penyusun instrumen kinerja dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi sehingga dapat diperoleh alat dan prosedur penilaian yang sahih dan handal. BSNP perlu membentuk Tim Adhoc yang bertugas untuk mengembangkan standar dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. penempatan.

5. Tim Ahli Pengembangan Standar Nama Prof. UNDIP Teknik Arsitektur dan M. Baso Intang UNM Penelitian dan Sappaile. M.D. Dr. Dr. Makassar Evaluasi Pendidikan Prof.Sc.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP profesi untuk selalu menyelaraskan unjuk kerjanya dengan ukuranukuran kualitas yang berlaku secara nasional. Dr. Djaali (Koordinator) Prof. M. Fawzia Aswin Hadis Instansi UNJ Jakarta UNNES Semarang UNY Yogyakarta UPI Bandung UIN Jakarta UNNES Semarang UI Jakarta 2. Djemari Mardapi. Ir. Bandung Perencanaan Kota Prof. Dr. Ph. UPI Pendidikan Luar M. 1. I Made UNJ Jakarta Pendidikan Putrawan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Prof. Djuju Sudjana. Mungin Eddy Wibowo.Pd.D Bandung Sekolah Prof. Dr.D (Ketua) Prof. Sumbangan UNHAS Sistem Informasi Baja. Muhyadi Instansi UNY Yogyakarta Keahlian Social Studies and Multicultural Education UNJ Jakarta Teknologi Pendidikan Hp 0811 255 391 0812 1335 761 0813 2839 4749 0811 806 744 0813 2021 0345 0811 279 109 0812 8606 791 08124262988 08129001645 UNY Pendidikan Yogyakarta Administrasi Prof. Nama Prof. 2. Eko Budihardjo. Zamroni. Sugito Prof. 3| Tim Ahli 1. M. Nasikin UI Jakarta Teknik Kimia bidang Rekayasa Reaksi dan Katalis 15 . M. 3. Dr. Prof. 6. Dr. Ir. Furqon Prof. Kons. Yunan Yusuf Prof. 7..Pd. Ph. Dr. Anggota BSNP No. Dr. Ph.Ed. Mulyono Abdurahman (Sekretaris) Prof. Prof. AT. Dr. Dr. Dr.Phil Makassar Sumberdaya Lahan Prof. 4..

2) kajian bahan dasar. Sumandiyo ISI Seni Pertunjukan 0811257 967 Hadi. Ali Wibowo UGM Biokimia Nutrisi 0811269 476 Yogyakarta Dr. Kajian bahan dasar dilakukan dengan menelaah buku-buku sumber. 5) validasi draf standar. Ph. Penyusunan desain dimaksudkan menemukan konsep atau definisi-definisi yang terkait dengan dosen melalui diskusi dengan target penyamaan persepsi tentang dosen. tupoksi dosen dengan target menemukan definisi-definisi yang berkaitan dengan dosen. 8) uji publik draf standar. 6) analisis hasil validasi draf standar. 9) finalisasi standar. rumusan final konsep standar. 7) pembahasan draf standar dengan unit utama. POLBAN Pendidikan Vokasi 08122101 594 MT Bandung 4| Tahapan Kegiatan Tahapan kegiatan dilakukan dengan langkah-langkah: 1) penyusunan desain. dan 16 . dan rumusan final konsep standar kompetensi. 4) reviu draf standar. MM UII Manajemen 08139218 5557 Yogyakarta Sumberdaya Manusia Dra.D ITB Matematika 08132113 8825 Bandung Prof. rumusan final konsep kualifikasi. Dr.SU Yogyakarta Dr. melalui internet yang berkaitan dengan dosen. Peni Handyani. Ansjar. Nyoman UNDIKSHA Penelitian dan 0811388 872 Dantes Singaraja Evaluasi Pendidikan 08191610 2738 Prof. SST. draf konsep kualifikasi dan kompetensi. Ir. draf-1 standar kualifikasi. Supardi. Y. Dr. 3) penyusunan draf standar. Dede Rosyada UIN Jakarta Tarbiyah 081388660034 08159220845 Prof. rumusan final draf naskah akademik. Penyusunan draf standar dosen yaitu penyusunan draf atas hasil dari penyusunan desain dan kajian bahan yang telah diperoleh sebelumnya dengan target diperoleh draf awal tentang standar dosen.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Nama Instansi Keahlian Hp Prof. M. Dr.

Validasi draf standar dengan tujuan mencari dan menerima informasi fenomena-fenomena yang ada di lingkungan perguruan tinggi. draf-5 standar kualifikasi.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP draf-1 standar kompetensi Reviu draf standar dimaksudkan menelaah dan mencermati hasil penyusunan draf standar dosen yang telah dihasilkan sebelumnya dengan target diperoleh draf standar dosen yang lebih mengerucut. koordinator kopertis. Peserta validasi terdiri dari dekan. UDAYANA Bali. UGM DIY. draf-6 standar kompetensi. dan draf-3 standar kompetensi. UNLAS Sumbar. Uji publik draf standar dengan maksud mencari dan menerima informasi tentang dosen dan tupoksinya melalui pejabat perguruan tinggi dengan target diperoleh informasi tentang dosen dan tupoksinya melalui pejabat perguruan tinggi. draf-4 standar kualifikasi. UNMUL Katim. dan ketua dewan pendidikan provinsi dengan target diperoleh masukan tentang fenomena-fenomena yang ada di lingkungan perguruan tinggi. UNTAN Kalbar. pimpinan perguruan tinggi swasta. draf-2 standar kualifikasi. dan draft 5 standar kompetensi. UNLAMRAT Kalsel. UNHAS Sulsel. dan draf-4 standar kompetensi. dan USU Sumut. Pembahasan draf standar dengan unit utama dimaksudkan menyamakan persepsi dan memperbaiki hasil analisis hasil validasi draf-4 standar dengan target ada kesamaan persepksi. ITB Jabar. dan draf-2 standar kompetensi. yaitu UNRAM NTB. ketua jurusan. kepala dinas pendidikan provinsi. UNHALU Sultra. Validasi draf standar dilakukan pada 15 (lima belas) perguruan tinggi. UNSRI Sumsel. draf-6 standar kualifikasi. UNAIR Jatim. Finalisasi Standar yaitu mencermati dan mensikronisasikan antara hasil pembahasan draf-6 standar dengan unit utama dengan ha17 . Analisis hasil validasi draf standar adalah mengola data serta menyimpulkan hasil validasi draf standar dengan target diperoleh simpulan hasil validasi draf standar. draf-3 standar kualifikasi. UNDIP Jateng. UNIMA Sulut.

Bogor 3. rumusan final draf naskah akademik. Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut.d. Penyusunan Draf Standar Jakarta 4. rumusan final konsep standar.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 sil uji publik. dan draf--3 standar 5 Juni 2009 kompetensi 5 Juni 2009 8 Juni 2009 11 Juni 2009 11 Juni 2009 10 Juni 2009 11 Juni 2009 12 Juni 2009 18 . Reviu dan Perbaikan Draf Standar Validasi Draf Standar Jakarta 5. NTB SULSEL JABAR KALTIM JATIM BALI SULTRA SUMSEL KALSEL SULUT JATENG DI YOGYAKARTA 28 Februari s. dan rumusan final konsep standar kompetensi. draf konsep kualifikasi dan kompetensi 27-29 Maret Menemukan definisi2009 definisi yang berkaitan dengan dosen. rumusan final konsep kualifikasi. 1. Draf-3 standar kuali4 Juni 2009 fikasi. dan draf-1 standar kompetensi 2-4 Mei 2009 Diperoleh draf standar dosen yang lebih mengerucut. 11-13 April 2009 Diperoleh draf awal tentang standar dosen. dan draf-2 standar kompetensi 4 Juni 2009 Diperoleh masukan tentang fenomena-fenomena yang 4 Juni 2009 ada di lingkungan perguruan 4 Juni 2009 tinggi. No. draf-1 standar kualifikasi. serta memperbaiki baik dari konsep maupun dari segi bahasanya dengan target diperoleh draf Final Standar Dosen Akademik dan Profesi Pendidikan Tinggi. 2 Penyamaan persepsi tentang Maret 2009 dosen. draf-2 standar kualifikasi. Tahapan Kegiatan Penyusunan Desain Kajian Bahan Dasar Tempat Jakarta Tanggal Target 2.

1. Analisis Hasil Validasi Draf Standar Pembahasan Draf Standar dengan Unit Utama Uji Publik Draf Standar 7. draf-4 standar kualifikasi. dan draf-4 standar kompetensi Ada kesamaan persepksi dan draf standar yang lebih rasional. dan draf-5 standar kompetensi Diperoleh informasi tentang dosen dan tupoksinya melalui pejabat perguruan tinggi. 1) Naskah Akademik Latar Belakang Salah satu penjabaran pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah diberlakukannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 19 .PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI No. 5| Hasil yang diperoleh Hasil yang diperoleh dalam pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi terdiri dari naskah akademik dan draf standar sebagai berikut. Finalisasi Standar Jakarta 21-23 Oktober 2009 Diperoleh simpulan hasil validasi draf standar. dan draf-6 standar kompetensi Diperoleh draf final standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi. draf-6 standar kualifikasi. draf-5 standar kualifikasi. Jakarta 5-7 September 2009 9. Jakarta 8-10 Agustus 2009 8. Tahapan Kegiatan Tempat KALBAR SUMBAR SUMUT Jakarta Tanggal 13Juni 2009 15 Juni 2009 17 Juni 2009 22-24 Juli 2009 Januari 2010 © BSNP Target 6.

(4) meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. emosional. Misi Pendidikan Nasional adalah: (1) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. Manusia Indonesia yang dimaksud dalam visi pendidikan nasional Indonesia adalah manusia berkualitas dalam kecendekiawanan. pengalaman. 20 . serta kinestetis (gerak tubuh) dan kepiawaian. dan memenuhi standar kualifikasi serta kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan yang dihadapi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 serta tersusunnya Rencana Strategis Depdiknas yangantara lain memuat visi. serta mampu menghadapi perkembangan dan persaingan global. Kualitas manusia Indonesia seperti itu dapat dicapai melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu tinggi yang didukung oleh tenaga pendidik yang berkualitas tinggi pula. Pada jenjang pendidikan tinggi. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. dosen memegang peran penting untuk mewujudkan visi pendidikan di atas. dan (5) memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. sosial. (3) meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. sikap. keterampilan. dan misi Pendidikan Nasional. kecerdasan spiritual. Visi Pendidikan Nasional Indonesia adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. (2) membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. Tugas pokok.

19 Tahun 2005 tersebut. standar proses.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP fungsi. berkeadilan. standar pendidik dan tenaga kependidikan. standar kompetensi lulusan. dan standar penilaian pendidikan. standar pengelolaan. dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran dosen yang profesional diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi di bidangnya masing-masing. disebutkan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. penelitian. cerdas. mengembangkan. standar sarana dan prasarana. dan makmur. Dalam UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen [bab I ayat (2)]. dan keterbukaan serta minat melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi. Tugas Tri Dharma ini dilaksanakan secara terpadu dalam mewujudkan visi dan melaksanakan misi pendidikan nasional. dan tanggung jawab dosen adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang maju. di dalamnya mencakup penumbuhan sikap keilmuan. standar pembiayaan. Dalam hal menyebarluaskan ilmu pengetahuan. dan seni melalui pendidikan. sehingga menjadi insan profesional dan insan sosial yang senantiasa mengembangkan diri secara 21 . peran. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan delapan standar pendidikan yaitu standar isi. beradab. Untuk itu perlu ditetapkan standar kualifikasi dan kompetensi dosen. Pengembangan standar dosen dimaksudkan untuk memberi kepastian agardosen benar-benar mampu menjalankan misi pendidikan di perguruan tinggi dan memenuhi tuntutan kualitastenaga pendidik yang profesional. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Dosen termasuk salah satu tenaga pendidik profesional dan ilmuwan yang harus memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi sebagaimana dituntut oleh PP No. teknologi. kreativitas.

kepemimpinan. 2) Landasan Pengembangan Standar a) Landasan Filosofis Pada hakikatnya dosen adalah pengawal dan pengembang peradaban atau the guardian of civilization. intelektual dan profesional. sebagai sumber kekuatan moral. melalui keteladanan. Dalam melaksanakan tugas utamanya sebagai pendidik profesional dan ilmuwan. dosen bertanggung jawab dalam pendidikan moral dan etika. dosen mengemban amanah untuk memotivasi dan memberi inspirasi yang kuat agar mahasiswa tergugah untuk belajar secara mandiri dari berbagai sumber. adab dan kesantunan. Dosen sebagai ilmuwan harus memberikan kontribusi orisinal pada khasanah ilmu pengetahuan antar bangsa yang bersumber dari penelitian di tanah air (home grown sciences). sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. 22 . dengan mendayagunakan kebebasan akademik yang dimilikinya. Dosen adalah pembelajar sepanjang hayat (life long learner) yang memiliki kemampuan dan kemauan membangun kreativitas dan inovasi secara berkelanjutan dengan aneka terobosan pemikiran yang bervisi jangka panjang. mengasah nurani pembentuk karakter dan kepribadian yang terpuji. menjunjung tinggi tata nilai luhur.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 berkelanjutan. mau dan mampu mengabdikan dirinya sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan kemanusiaan. Disamping itu. Dosen juga wajib ikut berpartisipasi menanggulangi berbagai masalah aktual yang dihadapi masyarakat dengan memberikan alternatif-alternatif solusi dalam bentuk terobosan-terobosan yang kreatif dan inovatif.

dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana. (3) pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. berakhlak mulia. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 23 . peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. nasional. mandiri. yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. (4) negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari angggaran pendapatan dan belanja negara serta APBD untuk memenuhi kebu-tuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP b) Landasan Yuridis Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. (2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. kreatif. sehat. cakap. dan berkesinambungan. pasal 31 menetapkan: (1) setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. berilmu. (5) pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. terarah.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1. Selanjutnya Pasal 45 menyatakan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik. menyatakan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. sertifikat pendidik. mengembangkan. (2). ayat (2). dan lulusan program doktor untuk program pascasarjana. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. penelitian dan pengabdian pada masyarakat. (3) lulus sertifikasi yang dilakukan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tingggi yang ditetapkan pemerintah.sehat jasmani dan rohani. ayat (1). Kualifikasi akademik dosen diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian yang diampunya. teknologi dan seni melalui pendidikan. 24 . (Pasal 46. Dosen memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana. ayat (1). (2) memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya asisten ahli. kompetensi. UU RI Nomor 14 Tahun 2005): (1) memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik di perguruan tinggi sekurang-kurangnya 2 tahun. (3) UU RI Nomor 14 Tahun 2005). Seseorang yang memiliki keahlian dengan prestasi luar biasa dapat diangkat menjadi dosen.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas. Sertifikat pendidik untuk dosen diberikan dengan persyaratan sebagai berikut (Pasal 47. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan.

lektor. Kualifikasi akademik dimaksud adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 28. dan profesor. c) Landasan Konseptual. sehat jasmani dan rohani. Pendidikan vokasi lebih menekankan pada salah satu misi pemanfaatan atau misi penyebaran ilmu 25 . Sebagai lembaga pendidikan formal tertinggi. Profesor (Pasal 49) merupakan jabatan akademik tertinggi pada satuan pendidikan tinggi yang mempunyai kewenangan membimbing calon doktor. penyebaran dan pemanfaatan ilmu pengetahuan. Perguruan tinggi yang menyelenggarakan program profesi memberikan penekanan pada keahlian khusus yang dapat dimanfaatkan dalam lapangan kerja di masyarakat.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP Status dosen (Pasal 48) terdiri atas dosen tetap dan dosen tidak tetap. perguruan tinggi merupakan pusat keilmuan dan pusat budaya yang mencerminkan nilai-nilai luhur. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menjelaskan bahwa. pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Persyaratan untuk menduduki jabatan akademik profesor harus memiliki kualifikasi akademik doktor. (2)). ayat (1). Jenjang jabatan akademik dosen tetap terdiri atas asisten ahli. serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. lektor kepala. Perguruan tinggi yang berupa universitas/ Institut/Sekolah Tinggi menyelenggarakan program akademik lebih menekankan misinya pada pengembangan.

Dosen adalah sivitas akademika perguruan tinggi yang bertanggung jawab atas pencapaian visi dan pelaksanaan misi perguruan tingginya. dan perguruan tinggi Indonesia harus pula dengan bijak mampu memanfaatkan produk keilmuan perguruan tinggi negara lain. menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Perguruan tinggi yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dan pada keterampilan atau kepiawaian. Misi 26 . demi memenuhi tuntutan kebutuhan bangsa. Produk keilmuan perguruan tinggi Indonesia harus berkontribusi pada khazanah ilmu pengetahuan antarbangsa. hendaknya memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. disertai kepemilikan berbagai kompetensi lainnya yang diperlukan. Sebagai sivitas akademika perguruan tinggi. dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Pelaksanaan misi pengembangan ilmu di perguruan tinggi harus seimbang antara penelitian yang berorientasi pada ilmu murni dan yang berorientasi pada penerapan ilmu. Masyarakat perguruan tinggi adalah masyarakat keilmuan dan masyarakat budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan senantiasa berorientasi pada perkembangan dan pengembangan. Perguruan tinggi di Indonesia harus makin terdorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan yang bersifat universal untuk bersaing dan berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di seluruh dunia. dosen harus seorang ilmuwan yang berbudaya. Perguruan tinggi sebagai pusat budaya (center of culture) wajib menghasilkan lulusan yang berkualitas baik dan beradab yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. berkepribadian.

melainkan juga meningkatkan jumlah orang yang mampu dan mau terlibat dalam pengembangan dan penerapan ilmu di khazanah antarbangsa. but genuinly for the performance of function” McCully (1999:130) . no doubt. ataupun untuk memenuhi tuntutan kebutuhan bangsa. Dosen sebagai pendidik profesional merupakan suatu profesi. Misi penyebaran ilmu tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah orang yang menguasai ilmu itu. dan kemudian secara langsung dapat diabdikan bagi kemaslahatan orang lain. sedangkan implementasinya diserahkan kepada masyarakat. Schein dan Diana W. Dosen adalah jabatan profesional yang diperoleh me27 .PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP penerapan ilmu hendaknya lebih ditekankan hanya sampai pada pembuatan blueprint(prototype). Kommers (1998) mengemukakan bahwa: ”The profession is a set of occupation that have developed a very special set of norms deriving from their special role in society” . Edgard H. dan pada dasarnya itulah yang membedakan sosok antara seorang teknisi dengan seorang professional. Walau diakui. incompletely. mengemukakan profesi sebagai ”a vocation in which professed knowledge of some department of learning or science is used in its applicated upon it” Definisi ini mengandung . namun pada seorang profesional pekerjaannya juga dilandasi oleh adanya ”informed responsiveness” yaitu suatu ketanggapan yang bijak terhadap obyek kerjanya untuk kemaslahatan orang lain. Blackington (1968) mengartikan profesi sebagai: ”a vocation which is organized. makna bahwa dalam suatu pekerjaan profesional digunakan teknik serta prosedur yang bertumpu pada landasan intelektual yang secara sengaja harus dipelajari. bahwa keduanya sama-sama menguasai sejumlah teknik dan prosedur kerja tertentu.

Dosen yang profesional bertugas melaksanakan pembelajaran yang mendidik melalui perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. penilaian proses dan hasil belajar. Pendidikan adalah komunikasi antara dosen dan ma28 . Masingmasing dharma itu diberi arti sebagai berikut. dosen harus mampu membuat keputusan. Untuk itu. dan lingkungannya. Dosen dalam melakukan tugasnya melaksanakan praktik kependidikan yang intensif dan komprehensif. pendidik profesional mampu membuat keputusan-keputusan yang nonrutin (terjadi dalam konteks yang selalu berubah). mampu bekerjasama inter dan antar profesi serta menghormati kode etik profesi sebagai acuan norma yang berisi rambu-rambu tentang kepatutan bertindak dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Sebagai individu yang bertugas memberi layanan ahli. dan pengabdian kepada masyarakat. penelitian. peserta didik. memahami proses pembelajaran dan mempertanggungjawabkan hasilnya kepada stakeholders.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 lalui pendidikan persiapan di perguruan tinggi yang relatif panjang untuk memenuhi kinerja yang sesuai dengan standar kompetensi dan tuntutan perkembangan zaman. baik dalam tahap perencanaan maupun dalam tahap implementasi yang terjadi dalam setting yang wajar antara pendidik.Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi tugas pokok dan fungsi dosen dilakukan saling terkait antara satu dharma dengan dharma lainnya dan membentuk satu kesatuan sesuai dengan fungsi pergurusn tinggi yaitu menyelenggarakan pendidikan. pelaksanaan bimbingan dan pelatihan serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.dosen juga dituntut berdedikasi tinggi dalam memberikan layanan. Selain itu. baik secara individual maupun kelompok.

PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI

Januari 2010 © BSNP

hasiswa melalui kegiatan dosen membelajarkan mahasiswa tentang ilmu, teknologi, dan seni pada mata kuliah yang diampunya sehingga mahasiswa melakukan kegiatan belajar dari berbagai sumber belajar yang tersedia dalam lingkungannya. Kegiatan belajar mahasiswa mencakup belajar untuk memecahkan masalah, belajar untuk hidup bermasyarakat dan berbangsa, dan/atau untuk kemajuan kehidupa diri, masyarakat dan bangsanya. Teori, konsep, dan/atau prosedur dalam dharma pendidikan menjadi sumber/balikan bagi dharma penelitian dan dharma pengabdian kepada masyarakat. Penelitian, baik murni atau terapan, adalah kegiatan ilmiah dosen untuk menemukan dan mengembangkan ilmu, teknologi, dan seni dalam mata kuliah yang diampunya. Dharma penelitian dapat menjadi sumber atau balikan bagi dharma pendidikan dan/atau dharma pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang relevan dengan bidangnya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memanfaatkan potensi yang terdapat dalam lingkungan. Dharma pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sumber atau balikan bagi dharma pendidikan dan/atau dharma penelitian. Selain memiliki kualifikasi akademik minimum, dosen juga harus menguasai berbagai kompetensi yang terdiri atas kompetensi (1) pedagogik; (2) kepribadian; (3) sosial; dan (4) profesional yang meliputi: (a) keahlian dan (b) pengembangan dan penerapan ilmu. d) Landasan Empirik Pada dasarnya PT memerlukan dosen yang memiliki
29

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

kemampuan atau kompetensi tertentu agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai tuntutan undang-undang yang berlaku (UU No. 14 tahun 2005). Kompetensi dosen menurut UU tersebut secara umum ditentukan dari kualifikasi yang dimilikinya, yaitu kualifikasi akademik dan kompetensi. Data kualifikasi akademik dosen tahun 2009 dapat dilihat pada Tabel-1 berikut. Tabel-1. Data Kualifikasi Akademik Dosen
PT PTN (84 PTN) PTS (2823 PTS) Jumlah Berijazah Diploma Berijazah S2, S3 dan S1 dan Keprofesian 20.221 (32.40%) 42.187 (67.60%) 59.668 (76.34%) 38.496 (23.66%) 79.889 (49.76%) 80.683 (50.24%) Jumlah 62.408 78.164 160.572

Sumber: Dirjen Dikti Depdiknas. http://www.evaluasi.or.id/recap/recap-teacher-edu.php?flag==all. (diolah 3 Mei 2009)

Tabel 1 menunjukkan bahwa sebanyak 67,60% dosen PTN telah memenuhi kualifikasi akademis, sedangkan untuk PTS baru mencapai 23,66%. Sampai saat ini data tentang kompetensi dosen belum tersedia. Dengan tidak terpenuhinya kualifikasi akademis dosen, maka sangat dimungkinkan terjadi ketimpangan kompetensi. Selain itu, sampai tahun 2009 masih merebak pembukaan program studi baru, baik untuk jenjang diploma, S1 maupun pascasarjana (S-2/S-3). Berdasarkan data yang disampaikan oleh Dirjen Dikti pada Rembug Nasional 2008 terungkap, bahwa dari tahun 2005 hingga 2007 terdapat 528 PTS baru (tidak ada pertambahan PTN); 2.247 Program Studi yang baru dari berbagai bidang studi dan jenjang pendidikan. Sebagian besar dari program studi yang baru tersebut adalah jenjang Diploma dan S1.
30

PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI

Januari 2010 © BSNP

Untuk lebih menjamin agar pendidikan tinggi di Indonesia mampu mewujudkan visi dan melaksanakan misi pendidikan nasional, serta berdasarkan landasan filosofis, yuridis, konseptual, dan empiris, maka diperlukan adanya standar kualifikasi dan kompetensi dosen. 3) Proses Pengembangan Standar Dosen Standar dosen dikembangkan melalui tahap-tahap sebagai berikut. (1) Penyusunan desain (persiapan, membuat draf awal naskah akademik dan draf standar dosen); (2) Kajian bahan dasar (pengembangan draf naskah akademik dan standar kualifikasi dan kompetensi dosen berdasarkan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Undang-undang Nomor 14 tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan dan referensi lainnya); (3) Penyusunan draf standar; (4) Reviu dan perbaikan draf standar; (5) Validasi draf standar; (6) Analisis hasil validasi draf standar; (7) Pembahasan draf standar dengan unit utama; (8) Uji publik draf standar; (9) Finalisasi standar. Tugas Pokok dan Fungsi Dosen (1) Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
31

4)

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

(2)

(3)

(4)

(5)

Tugas utama dosen dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran yang mendidik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam lingkup tugas pembelajaran yang mendidik, dosen bertanggungjawab atas pendidikan moral dan etika, adab dan kesantunan, mengasah nurani, membentuk karakter dan kepribadian terpuji melalui keteladanan. Dosen mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (Pasal 3, UU No. 14 Tahun 2005) dan berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran dosen sebagai agen pembelajaran, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdi kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional (Pasal 5, UU No. 14 Tahun 2005). Kualifikasi akademik dosen diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki dan dikuasai oleh dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.

5)

Tujuan dan Manfaat Standar Dosen Standar dosen yang mencakup standar kualifikasi akademik dan kompetensi dosen baik sebagai agen pembelajaran maupun ilmuwan, dimaksudkan sebagai acuan: (1) bagi pemerintah dalam melaksanakan sertifikasi dosen, perekrutan calon dosen, dan dalam rangka penilaian kinerja lembaga pendidikan tinggi, (2) bagi perguruan tinggi dalam perekrutan calon dosen, pembinaan dan pengembangan karir dosen,

32

D. E. H.or. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. 1) Kualifikasi Akademik dosen a) Kualifikasi akademik dosen program sarjana. Kurikulum dan Pembelajaran. (1972). Schein. Jakarta: Bumi Aksara. . bagi perguruan tinggi dan dosen untuk meningkatkan kemampuan berkolaborasi dan bersaing di era global. Oemar (1985). Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2006-2009. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. New York. Hamalik.php?flag==all. Professional Education. http://www.. 6) • • • • • • • • daftar Pustaka Dirjen Dikti Depdiknas. Kilmer (1999). The Heart Revolution. McCully. New York McGraw-Hill. draf Standar Standar dosen untuk Pendidikan Akademik dan Profesi terdiri atas Kualifikasi Akademik Dosen dan Kompetensi Dosen. W. PALING RENDAH berpendidikan magister dari program studi yang terakreditasi dan memiliki kewenangan mengampu mata 33 2.id/recap/recapteacher-edu. yaitu sebagai berikut.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP (3) (4) bagi dosen dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. NY: Harperaudio. & Kommers. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.evaluasi.

Kualifikasi akademik dosen pendidikan profesi. 2) Kompetensi dosen No. dan memiliki kewenangan mengampu matakuliah dan atau membimbing tesis mahasiswa pascasarjana sesuai dengan latar belakang pendidikan doktornya. 1. MINIMAL berpendidikan magister dari program studi yang terakreditasi dan memiliki sertifikat profesi yang relevan. Kompetensi 1. kreatif. dan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bagi perguruan tinggi yang belum terakreditasi. Pengakuan atas kesesuaian latar belakang pendidikan pada butir 1 dan 2 ditentukan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan bagi perguruan tinggi yang terakreditasi.1 Memahami karakteristik dan kebutuhan belajar Pedagogik mahasiswa 1.3 Mengembangkan strategi pembelajaran yang mendidik. Kompetensi Sub-Kompetensi 1. efektif dan efisien 1. Kualifikasi akademik dosen program pascasarjana berpendidikan doktor dari program studi yang terakreditasi.5 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran 34 . dan mencerdaskan .2 Membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sistematis. humanis.4 Mengelola pembelajaran dengan menekankan penerapan prinsip andragogi dan meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa 1.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 b) c) d) e) kuliah sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Kualifikasi akademik dosen program pascasarjana yang memiliki wewenang sebagai promotor disertasi adalah doktor dari program studi yang terakreditasi dan memiliki jabatan akademik profesor (guru besar) yang relevan dengan bidang kajian disertasi yang dibimbingnya.

Kompetensi 4. bertanggung jawab.3 Menunjukkan loyalitas terhadap institusi. dan memiliki integritas 2. dan budaya Indonesia 2. dan memiliki etos kerja yang tinggi 2.2 Berinteraksi dan berkomunikasi efektif. stabil. dan mencari alternatif solusinya 35 .4 Berperilaku sesuai kode etik dosen dan/atau kode etik profesi 2. konsep. materi. struktur. jujur. hukum.1 Memahami filosofi .6 Melakukan penilaian dan evaluasi pembelajaran yang valid dan reliabel 1.1 Bertindak sesuai dengan norma dan tata nilai agama yang dianut.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang ikhlas. serta kritik dari pihak lain 4.2 Mengembangkan materi pembelajaran yang inspiratif sesuai dengan tuntutan yang selalu berkembang 4. Kompetensi Profesional a. adaptif. berorientasi pada pengembangan berkelanjutan 2. santun.3 Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kompetensi Kepribadian 3. berwibawa.1 Bersikap inklusif. inovatif. Kompetensi Sosial Sub-Kompetensi 1. adil.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI No.3 Bersikap terbuka dan menghargai pendapat. saran. dan memiliki kesadaran serta kecakapan untuk berpartisipasi aktif sebagai warga negara yang demokratis dan menghargai multi budaya 3. sosial. dan adaptif dengan berbagai kalangan. Kompetensi Januari 2010 © BSNP 2.7 Melaksanakan bimbingan dalam rangka mengembangkan potensi mahasiswa 2.5 Berperilaku kreatif. dan Keahlian menerapkan pola pikir yang sesuai dengan bidang ilmunya 4. dan produktif. termasuk inter dan antar komunitas profesi 3. tidak diskriminatif.6 Menampilkan sikap kepemimpinan yang visioner 3.

7 Menghasilkan dan mempublikasikan karya ilmiah. Hasil tugas tersebut. dan seni atau profesinya Ilmu 4.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No. Kompetensi 4. Kompetensi Sub-Kompetensi b. seni. adanya kerja sama dan ketaatan anggota dalam hal keputusan terhadap ketua dan adanya komitmen yang selalu ditaati oleh seluruh anggota. misalnya pembagian tugas baik tugas kelompok maupun tugas individual diterimanya dan diselesaikan di tempat tugas masing-masing. dan setiap pertemuan semua yang hadir mengikuti diskusi dari awal sampai hari penutupan. masing-masing mengirim email ke basosappaile@yahoo.co. begitu pula anggota tim hadir minimal 85% dari jumlah anggota.6 Melakukan penelitian dan/atau pengembangan serta mempresentasikan hasilnya dalam forum ilmiah dan/ atau profesi 4. dan seni bangan dan 4. teknologi.id untuk disatukan dan dinarasikan serta akan diinformasikan dan didiskusikan pada pertemuan berikutnya. Misalnya suatu konsep baru yang didiskusikan dapat dimulai dan dapat disimpulkan dengan tepat waktu.8 Melakukan pengabdian kepada masyarakat sesuai bidang keahliannya 4. teknologi. Implikasinya setiap diskusi yang dikakukan pada setiap kegiatan relatif lancar.4 Memahami metodologi keilmuan dalam rangka Pengempengembangan ilmu pengetahuan. Berikut. 6| Refleksi Dalam proses pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi relatif lancar jika dibandingkan dengan proses pengembangan standar pendidik dan tenaga kependidikan yang dilakukan sebelumnya (2006-2008).5 Belajar sepanjang hayat dalam rangka mengembangkan Penerapan ilmu pengetahuan. Hal ini ditandai setiap kegiatan ketua dan sekretaris relatif hadir tepat waktu.9 Menggunakan bahasa asing untuk mendukung pengembangan bidang ilmu dan/atau profesinya. Dalam hal validasi standar. atau prototipe dalam bidang keahliannya 4. relatif banyak peserta validasi standar yang hadir dan aktif diskusi dan memberikan masukan yang 36 .

Dalam hal uji publik. unsur-unsur yang terlibat dalam suatu kegiatan homogen. kerja sama yang baik antar individu. relatif banyak peserta uji publik yang hadir dan aktif diskusi dan memberikan masukan yang berharga. sehingga hal-hal yang belum sempat dipikirkan oleh anggota tim ahli dapat menjadi pelengkap dalam pengembangan draf standar dan pada naskah akademik. lagi kurang tanggap/peduli terhadap validasi tersebut. Hambatan yang krusial dalam pengembangan standar dosen relatif tidak ada. 37 .PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP berbobot. Pelajaran yang diperoleh dari proses kegiatan pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi adalah dalam memperlancar suatu proses perlu komitmen yang harus ditaati. dan antar instansi. antar kelompok kerja. hanya ada 1 (satu) dari 15 (lima belas) perguruan tinggi yang kurang datang ke tempat validasi.

.

BAB 3 PENgEmbANgAN StANDAr iSi PENDiDikAN tiNggi Badan Standar Nasional Pendidikan 39 .

.

Peraturan Pemerintah No. Pendidikan tinggi dicitrakan sebagai arena untuk pengembangan potensi yang terbaik. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan perlunya delapan standar bagi penyelenggaraan pendidikan pada semua jalur. pendidikan tinggi merupakan agent of change bagi kehidupan orang-per orang. bangsa dan negara bahkan. stan- 41 . 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagai turunan Undang-Undang No. untuk menyiapkan diri bagi kehidupan yang sesuai dengan status sosial yang tinggi dan bermartabat serta dengan karir yang berhasil. jenis dan jenjang pendidikan. standar kompetensi kelulusan. yaitu standar isi. masyarakat. orang-orang yang sempat menjalani pun banyak diantaranya yang tidak berhasil menyelesaikannya dengan baik.“Puncak” pendidikan itu tidak dapat diraih oleh semua orang yang menghendakinya. standar pembiayaan. Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang No. standar proses. kelompok. Untuk itu. standar sarana dan prasarana. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan citranya yang sungguh tinggi itu pendidikan tinggi perlu diwujudkan dan dikelola dalam kondisi yang terstandar untuk menjamin ketinggian mutunya. standar pendidik. Demikianlah.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP BAB 3 PENGEMBANGAN STANDAR ISI PENDIDIKAN TINGGI A| Pendahuluan Perguruan tinggi merupakan “puncak’ jenjang pendidikan setelah pendidikan dasar dan menengah. bagi perkembangan kemanusiaan dari zaman ke zaman.

pendirian dan pengelolaan perguruan tinggi yang 42 . Dalam hal-hal tertentu berbagai perguruan tinggi bahkan terlalu kuat berorientasi pada dunia industri sehingga bidang-bidang yang mengarah pada pengembangan dan karya akademik secara institusional dan personal terabaikan. Kedua. dan standar penilaian pendidikan. yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan kurikulum boleh dikatakan belum ada atau setidak-tidaknya belum tersosialisasikan. Sebagai bagian integral dari pendidikan nasional. profesi dan vokasi yang benar-benar diperlukan untuk maslahat kehidupan kemanusiaan. Materi pengembangan diri melalui kegiatan pelayanan yang memandirikan dan ekstra kurikuler belum terintegrasi ke dalam kurikulum. susunan kurikulum pendidikan tinggi cenderung masih mengarah pada rentetan mata kuliah dan belum secara terarah mengembangkan pembentukan manusia seutuhnya sesuai dengan harkat dan martabatnya serta pengembangan kemampuan akademik. Ketiga. Dalam hal ini data base nasional tentang program studi. Kondisi nyata yang belum standar itu antara lain ditampilkan sebagai berikut. Keempat. kurikulum pendidikan tinggi belum dikembangkan dengan pola yang jelas. Dewasa ini Pemerintah Indonesia berketetapan hati dengan upaya yang sungguh-sungguh untuk menyusun dan mengimplementasikan semua standar yang dimaksudkan itu. Pertama. Hal ini didorong pula untuk membenahi kondisi nyata pendidikan tinggi di tanah air yang belum standar. kurikulum yang dikembangkan oleh satuan-satuan pendidikan tinggi (disebut pendidikan tinggi) belum terbagi secara proporsional ke dalam substansi untuk memenuhi kebutuhan kehidupan dalam tataran praktis dan kebutuhan kehidupan dalam tataran idealis. pendidikan tinggi secara langsung dituntut memenuhi ke-delapan standar tersebut.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dar pengelolaan. belum adanya pola standar untuk pengembangan pendidikan tinggi.

dan menuju ke arah pendidikan terstandar. Sebagai agent of change melalui kurikulumnya yang standar. maju dan modern. dan vokasi yang benar-benar terampil dan produktif yang terwujud dalam kehidupan yang penuh dengan nilai-nilai kehidupan akhlakul karimah. pendidikan tinggi mampu berperan sebagai wahana pembentuk manusia seutuhnya (potensi dirinya berkembang secara optimal.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP kurang terkendali. profesi yang bermartabat. pendidikan tinggi menjadi pusat pengembangan kebudayaan bangsa. bahkan berstandar tinggi dirasa perlu disusun 8 standar pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh PP No. penguatan. mandiri. kejayaan bangsa melalui pengoptimalan pengembangan sumber daya alam dan manusia yang melimpah. Bertolak dari kondisi dengan warna-warni yang belum begitu jelas arah dan polanya itu. 15 tahun 2005 tentang 43 . dan mayoritas lulusan serta produk-produk lain perguruan tinggi yang kurang memadai tampaknya akan terus berlangsung. menjadi pendorong berkembangnya bangsa secara dinamis dan modern sambil secara bijak menerima pengaruh globalisasi demi penguatan dan peningkatan budaya bangsa. Perguruan tinggi hanya sekedar menjadi lembaga transfer IPTEKS yang kurang bermakna serta tidak memberikan nilai tambah bagi pengembangan IPTEKS yang lebih membudayakan dan memberdayakan kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan. Implementasi standar-standar yang dimaksudkan itu diharapkan mampu mengubah kondisi pendidikan tinggi dewasa ini yang kurang memadai seperti tergambar di atas menjadi perguruan tinggi yang memenuhi standar mutu yang tinggi. dan peningkatan daya saing serta penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. rohani dan sosial) serta sebagai pengembang kehidupan dan karya-karya akademik yang luhur. Dalam konteks globalisasi pendidikan tinggi diharapkan menjadi benteng untuk mempertahan identitas budaya bangsa. Dalam berkehidupan kebangsaan dan kenegaraan. sehat jasmani.

Standar Isi yang dikembangkan ini berlaku untuk program-program pendidikan akademik. serta sekaligus memandirikan peserta didik. khususnya yang terkait langsung dengan upaya pendidikan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional terutama pasal/ayat-ayat mengenai jalur. 4. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan terutama pasal/ayat-ayat mengenai standar isi pendidikan tinggi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Standar Nasional Pendidikan. 5. Pancasila. Berkenaan dengan kurikulum yang menjadi materi pokok SIPT. 3. falsafah bangsa dan dasar negara. maju dan modern. sebagai salah satu komponen pokok penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu. Undang-Undang No. B| Landasan Penyusunan Standar Landasan legal penyusunan Standar Isi Pendidikan Tinggi adalah : 1. Peraturan Pemerintah no. ber-IPTEKS tinggi dan mampu bersaing dalam kehidupan global. program dan kurikulum pendidikan tinggi. 2. Dalam rangka pengembangan standar-standar pendidikan yg dimaksudkan itu. 74 Tahun 2008 tentang Guru terutama pasal/ayat-ayat mengenai kompetensi guru yang diperoleh 44 . yang mengamanatkan kepada pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional. perlu dijadikan prinsip dinamik pengembangan dan implementasi kurikulum pendidikan tinggi yang berorientasi global. perlu disusun Standar Isi Pendidikan Tinggi (selanjutnya disingkat SIPT). Kurikulum yang demikian itu diharapkan memenuhi fungsinya sebagai wahana pembudayaan dan pemberdayaan bangsa yang dinamis. jenis dan jenjang pendidikan tinggi. Peraturan Pemerintah No. Undang-undang Dasar 1945. unsurunsur budaya bangsa. profesi dan vokasi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

standar kompetensi lulusan dan kurikulum pendidikan tinggi. Tujuan disusunnya SIPT adalah : Tujuan Umum Tujuan umum SIPT adalah memberikan acuan bagi perguruan tinggi dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan diimplementasikan oleh masing-masing program studi yang ada di dalam Perguruan tinggi. no. C| Tujuan dan Fungsi Standar 1. 6. Standar Kompetensi Lulusan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada satuan pendidikan dasar dan menengah. Permendiknas No. 18 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru terutama mengenai pasal/ ayat-ayat mengenai program pendidikan dan kompetensi yang ditempuh oleh (calon) guru pada pendidikan tinggi.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP melalui studi di peguruan tinggi. Rencana Peraturan Pemerintah tentang Dosen. sebagai referensi bagi standar isi. Permendiknas No. 8. 9. 58 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Program Sarjana (S-1) Kependidikan Bagi Guru dalam Jabatan. 22. 10. 23 dan No. Permendiknas No. 45 . 7. 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor terutama mengenai pasal/ ayat-ayat tentang program pendidikan dan kompetensi yang ditempuh (calon) konselor di perguruan tinggi 11. terutama tentang pasal/ayat-ayat mengenai materi/tugas yang diampu oleh dosen. Permendiknas No. terutama pasal/ayat-ayat mengenai pengakuan pengalaman kerja dan hasil belajar sebagai pengurang beban belajar. 24 tahun 2006 tentang Standar Isi. Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi terutama pasal/ayat-ayat mengenai jurusan/program studi dan kurikulum Perguruan tinggi.

Memberikan acuan dalam perumusan kompetensi mata kuliah dan kegitan lainnya yang menjadi muatan kurikulum. 4. Memberikan acuan berupa kaidah-kaidah umum penyusunan kurikulum program studi. SIPT memuat pokok-pokok tentang (1) kerangka dasar dan standar kurikulum. profesi dan vokasi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. serta berlaku mengikat dan efektif untuk semua perguruan tinggi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2. d| Hasil yang dicapai Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik dan standar isi pendidikan tinggi untuk program-program pendidikan akademik. pelaksanaan. 2. dan pengawasan dalam rangka mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu. 46 . (3) kurikulum satuan pendidikan tinggi. Memberikan acuan berupa kriteria pembentukan dan penetapan mata kuliah serta kegiatan lainnya yang menjadi muatan kurikulum. Standar isi pendidikan tinggi yang berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan. (2) beban belajar. Memberikan acuan dalam penyusunan silabus mata kuliah. (4) kalender akademik. 3. Tujuan Khusus Tujuan khusus SIPT adalah : 1. Memberikan arah pengimplementasian kurikulum yang nantinya akan dijabarkan menjadi standar proses yang akan disusun tersendiri. 5.

Dr.Sc. Dr. 15. Furqon 5 Prof. Prof. Johannes Gunawan 8 Prof. 3 Prof.Pd. Pawennari Hijjang. 13. Anggota BSNP No Nama 1 Mungin Eddy Wibowo. Dr. M. 12. 9 Prof.D. 4. Hadi. Waspodo. (Ketua) Prof. Anggani sudono.Si. M. M.Sc. Komaruddin hidayat 6 Dr. Soesanto Prof. Dea Ir. M. Prof. Freddy P. Dr. Masri Mansoer. Dr. As’ari Djohar. 16. Dr.Pd. 10. Parahyangan IPB UNP Perbanas 2. Dr. Soetarno. Ghani. Ph. Dr. Moehammad Aman Wirakartakusumah.Pd. Dr. Ma Prof.Sc. 11.Pd. Dr. Prof. 10 Prof.. MA Dr. 7. Richardus Eko Indrajit Asal Institusi UNNES Al Izhar Jakarta UI UPI UIN Jakarta Komnas HAM Anak Univ. Ph. Rubijanto Misman Prof.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP E| Tim Ahli 1.D. M.D. Mohamad Sadikin. M. Kons (Koordinator) 2 Dr. M. Prof. Bambang Yulianto. Imam Suyudi Prof. Dr. Seto Mulyadi 7 Prof. Tim Ahli No 1.Pd. M. Zen. Fawzia aswin hadis 4 Prof. Prof. Prof. D. Dr. Dr. Prof. (Sekretaris) Prof. Dr. 6. 3. Dr. M. 5. Abdul Rahman A. Dr. Dr. 8. Instansi UNP UNDIP UNSRI PALEMBANG UNSOED UNIMUS SEMARANG UI UNJ JAKARTA ITB BANDUNG UGM YOGYAKARTA UNHAS MAKASSAR UNESA SURABAYA ISI YOGYAKARTA POLITEKNIK UIN JAKARTA UHAMKA UPI 47 .. Jamaris Jamna. Nama Prayitno. Dr.Sc. Sudharto P. Noor Rochman Hadjam Prof. Syaukat Ali. Dr. 14. 2. 9.

sebagai panduan berfikir dan langkah operasional penyusunan SIPT. Finalisasi. Uji Publik untuk menyampaikan materi draf SIPT serta memperoleh masukan dari publik untuk penyempurnaanya. melalui tahapan kegiatan sebagai berikut : No 1 2 3 4 Tahapan Kegiatan Penyusunan Design Pengkajian Dokumen dan Bahan Dasar Penyusunan Draf Awal SIPT Reviu dan Perbaikan Draf Awal SIPT Reviwer: DKI Jakarta 8. Dalam Jawa 6. validasi dan uji publik. Validasi. Diskusi dokumen dan bahan dasar. Finalisasi draf SIPT dilaksanakan oleh Tim Ahli/Adhoc SIPT bersama Anggota BNSP. 1. 3. 2. seminar. Kegiatan penyusunan SIPT oleh Tim Ahli/Adhoc SIPT bersama anggota BNSP. review. melalui langkah-langkah : 1. Review dengan unit utama Depdiknas 4. Validasi diperluas bersifat nasional 3. Penyusunan draf Awal SIPT. lokakarya. untuk memperoleh draf final SIPT berdasarkan hasil semua pemikiran dan masukan dari berbagai pihak yang telah diperoleh melalui diskusi. untuk melengkapi dan menguji ketetapan arah dan substansi yang ada pada draf SIPT. Review dokumen dan kajian bahan dasar berkaitan dengan substansi standar isi perguruan tinggi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 F| metode dan Tahapan Penyusunan Standar Metode dan langkah pengembangan SIPT adalah sebagai berikut. 5. 2. Penulisan draf awal SIPT. melalui : 1. 3. Penyusunan Naskah Akademik. dan Luar Jawa 2 Waktu 7-9 Maret 2009 18-20 Maret 2009 24-26 April 2009 22-24 Mei 2009 Tempat Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta 48 . Lokakarya dengan sejumlah pakar tentang isi pendidikan tinggi 2.

meskipun DIKTI mempertanyakan hal ini karena dikhawatirkan akan mengurangi mutu lulusan perguruan tinggi. Dengan mengurangi beban SKS dikhawatirkan akan berdampak pada turunnya mutu lulusan. Sedangkan beban SKS yang diusulkan dalam standar isi adalah 130-140 SKS. 49 . Hal lain yang sempat menjadi kendala adalah kesulitan untuk mendapatkan peserta validasi yang dapat mewakili perguruan tinggi di satu provinsi karena faktor lokasi dan biaya. Peserta daerah: 40 orang Panitia daerah: 5 orang Anggota/Tim Ahli : 3 orang 6 Analisis Hasil Validasi dan Perbaikan Draf SIPT 7 Pembahasan Draf SIPT dengan unit utama 8 Uji Publik Draf SIPT Undangan 25 Provinsi @ 2 orang 9 Finalisasi Draf SIPT Waktu 18 Juni – 18 Juli 2009 Tempat Daerah 22-24 Juli 2009 Jakarta 10-12 September 2009 Jakarta 14-16 Oktober 2009 6-8 November 2009 Jakarta Jakarta G| Refleksi Secara umum tidak ada hambatan dan kendala yang berarti dalam penyusunan standar Isi Pendidikan Tinggi. Selama ini beban SKS di perguruan tinggi adalah 144-160 SKS. Namun melalui uji public yang dilakukan BSNP. peserta uji publik menerima rentang beban studi 130-140 SKS. dalam mendiskusikan jumlah SKS sempat mengalami diskusi yang panjang dan lama. Sebagai catatan.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP No Tahapan Kegiatan 5 Validasi Draf SIPT 15 Provinsi (4 dalam Jawa dan 11 luar Jawa).

.

BAB 4 PENgEmbANgAN StANDAr SArANA PrASArANA PENDiDikAN tiNggi: ProgrAm SArjANA Badan Standar Nasional Pendidikan 51 .

.

Pada tahun 2009 terjadi peningkatan perguruan tinggi di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dari 82 PTN pada tahun 2008 menjadi 83 PTN dan dari 2819 PTS menjadi 2. kualitas perguruan tinggi tersebut sangat beragam baik dari sisi penyelenggaraan. manajemen dan waktu belajar (Bank Dunia. 2819 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). sarana dan prasarana. 53 . Jumlah perguruan tinggi dan program studi tersebut diperkirakan akan meningkat sesuai dengan peningkatan animo masyarakat untuk masuk perguruan tinggi. 1989). dan 60 Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK).5% yang telah diakreditasi oleh BAN-PT.2%. Sedangkan jumlah program studi sebanyak 17128 dan yang telah terakreditasi mencapai 54.909 PTS.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP BAB 4 PENGEMBANGAN STANDAR SARANA PRASARANA PENDIDIKAN TINGGI: PROGRAM SARJANA A| Pendahuluan Mutu pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah dosen. Sementara itu. 50 Perguruan Tinggi Agama negeri (PTAN). proses. sarana dan prasarana. Dari jumlah tersebut baru 2. perguruan tinggi di Indonesia berjumlah 3230 dengan perincian 82 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Secara umum di Indonesia keempat faktor tersebut belum memadai untuk mencapai pembelajaran yang baik guna meningkatkan mutu pendidikan. 219 Perguruan Tinggi Agama Swasta (PTAS). Berdasarkan data dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tahun 2008.

tidak memiliki ruang terbuka dan banyak lagi. institut. ada Perguruan Tinggi yang diselenggarakan di Rumah Toko (Ruko). B| Landasan Penyusunan Standar 1. Misalnya.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 serta lulusannya. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Undang-Undang RI Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan 54 . tidak memiliki laboratorium. Standar sarana dan prasarana ini disusun untuk lingkup perguruan tinggi yang berbentuk sekolah tinggi. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Rendahnya mutu pendidikan tersebut di atas disebabkan antara lain sarana dan prasarana yang belum memadai. agar keberadaan sarana dan prasarana mampu mendukung pembelajaran dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Undang-Undang RI Nomor 9 tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan 3. Hal ini karena belum adanya kriteria minimal sarana dan prasarana pendidikan tinggi yang menjadi acuan dari setiap perguruan tinggi dalam penyelenggaraan program pendidikan. Undang-undang No. perlu disusun standar sarana dan prasarana perguruan tinggi di Indonesia. Peraturan Pemerintah No. dan universitas yang menyelenggarakan pendidikan akademik pada jenjang sarjana S1. Atas dasar kenyataan itu. Standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi merupakan salah satu dari delapan standar pendidikan yang harus disiapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) berdasarkan amanat yang dituangkan dalam UU RI No. Kondisi ini sudah barang tentu akan merugikan peserta didik karena tidak menerima layanan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 4. di rumah. Keragaman kondisi sarana dan prasarana Perguruan Tinggi dapat dilihat mulai dari sarana dan prasarana yang sangat layak sampai pada yang sangat tidak layak.

Prof. Mendukung tercapainya mutu pendidikan.. Dr Asal Institusi ITB STIBA UGM UGM Al-Izhar LAI UIN Jakarta 55 . Menentukan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana minimal yang harus dimiliki perguruan tinggi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. 2. dan universitas yang menyelenggarakan pendidikan akademik pada jenjang sarjana S1. Pdt.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP C| Tujuan dan Fungsi Standar Tujuan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi adalah untuk: 1. Dr Weinata Sairin.Th Komaruddin Hidayat. Dr (Koordinator) Suharsono. M. Fungsi standar sarana dan prasarana adalah sebagai acuan dasar yang bersifat nasional bagi semua pihak yang berkepentingan dalam: 1. MM. d| Hasil yang dicapai Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik dan standar sarana dan prasarana perguruan tinggi yang berbentuk sekolah tinggi. E| Tim Ahli 1. Perencanaan dan perancangan sarana dan prasarana. 2. Pengawasan ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana. Dr Anggani Sudono. M. Prof. Prof. 3.. institut. Prof. Anggota BSNP No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Edy Tri Baskoro.Dr Zaki Baridwan.. Dr. Pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.Pd Bambang Soehendro.

Psi Ari Moesriami Barmawi.D Dr. 4. PhD Dr. 12. M. Indun Lestari Setyono. M. 19. Ph.D Drs. Munoto Dra. 10. Standar sarana dan prasarana minimum juga mempertimbangkan perubahan paradigma pendidikan tinggi.M. Ir. MUP Drs. Zulfikar Zen.Sc Ir. 9. 17. Untuk mencapai kompetensi minimum lulusan setiap program studi. Thamrin Abdullah Prof. 14. Dr. Ahmad Rum Bismar. Gaguk Margono Prof. Dr. Anita Yuliati.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2. Nama Bambang Suryadi. 2. 7. 15. Danny Meirawan Drs. Hamam Hadi Dr. Ph. 6. Denni Zulkaidi. Dr.. 8. MM.drg. Ph. Tim Ahli No 1. MA Prof. Selain mempertimbangkan standar dan ketentuan penyediaan sarana dan prasarana minimum yang telah ada di Indonesia (yang ditetapkan oleh 56 . Ir.M.Pd Prof. Yazid Bindar. 5. Selain itu. maka Standar kompetensi minimum dari Badan Akreditasi Nasional (BAN). MPd. standar isi. 18. Nathan Hendarto.Arch. Paramita Atmodiwiryo. dan pengelolaan badan hukum pendidikan tinggi di Indonesia.S Dr.kes Instansi UIN Jakarta/Psikologi UNY/Ekonomi UI/Arsitek ITB/Arsitek UNY/Fisika Unesa/Teknik Unpad/Psikologi STT TELKOM UNM/Olahraga UGM/Kedokteran UPI/Teknik Unnes/MIPA ITB/Teknik Kimia ITB/Teknik Planologi) UI/Perpustakaan UNJ/Ekonomi UI UNJ/Matematika UNAIR/Kedokteran Gigi Keterangan Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota F| metode Penyusunan Standar Penyusunan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi dilakukan dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. 3. MS. Eko Purnomo. 13.D Ir. perguruan tinggi dan asosiasi profesi terkait juga menjadi pertimbangan untuk menentukan sarana dan prasarana minimum yang harus disediakan. 11. Suyanta Prof. Moerdiyanto. Dr. Dr. dan standar proses untuk pendidikan tinggi. Johny Wahyuadi Dr. 16. March.

Kajian teoretis akan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan tinggi dilakukan dengan memperhatikan aspek psikologis perkembangan kejiwaan peserta didik dan proses kegiatan pembelajaran pada umumya. Secara ringkas metode penyusunan standar tersebut dapat diilustrasikan dalam diagram berikut ini. sumber literatur mengenai pedoman/standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi di negara lain juga dikaji untuk memperoleh gambaran standar yang berlaku di negara maju. serta keahlian pada disiplin ilmu masingmasing pada khususnya. METODE PENYUSUNAN STANDAR Paradigma Pembelajaran A turan tentang P em buk aan P T P edom an S arana & P rasarana P T K aji B anding S arana dan P rasarana P T K ondisi N yata S arana dan P rasarana P T di Indonesia A k reditasi B A N P T Fungsi Pendidikan Tinggi K erangk a S tandar K om ponen S arana dan P rasarana S pesifik asi S tandar RANCANGAN STANDAR SARANA & PRASARANA PENDIDIKAN TINGGI S tandar P endidik an: • S tandar K om petensi Lulusan • S tandar Isi • S tandar P roses • S tandar K om petensi oleh P T dan A sosiasi P rofesi K ajian Teoritis S tandar P rinsip-prinsip S tandar Validasi & Uji Publik STANDAR SARANA DAN PRASARANA PT B adan S tandar N asional P endidikan G| Tahapan Penyusunan Standar Kegiatan penyusunan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi terdiri atas sembilan tahapan.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi). Diawali dengan penyusunan desain dimana seluruh tim ahli melakukan brainstorming untuk mendapatkan gambaran awal tentang draf standar sarana dan pra57 .

Kajian bahan dasar meliputi kajian aspek yuridis dan empiris yang meliputi data-data dari lapangan dan intansi terkait seperti BAN-PTdan DIKTI. diselenggarakan di Jakarta dari tanggal 14-16 Maret 2009. Sedangkan anggota BSNP yang menjadi koordinator kegiatan menjelaskan peran dan fungsi tim ahli dalam penyusunan panduan penilaian pendidikan kesetaraan sehingga terwujud persamaan persepsi dan langkah di kalangan tim penyusun panduan. Ketua BSNP memaparkan standar nasional pendidikan. Tujuan kegiatan validasi ini adalah untuk mendapatkan masukan. dalam Jawa (6 orang). tim ahli mengundang 16 reviewer untuk menelaah dan member masukan terhadap draf standar tersebut. Reviewer tersebut berasal dari Jakarta (8 orang). wakil ketua. Berdasarkan bahan dasar yang terkumpul. Kegiatan kedua adalah kajian bahan dasar.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 sarana tersebut. fungsi dan wewenang BSNP. Kegiatan kelima adalah validasi draf standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi di 15 provinsi (4 dalam Jawa dan 11 luar Jawa) dari tanggal 27-29 Juni 2009. Berdasarkan masukan dari para reviewer. dan sekretaris tim ahli memaparkan draf tersebutu dalam rapat pleno BSNP (26 Mei 2009) untuk mendapatkan pandangan dan masukan dari seluruh anggota BSNP. Di masing-masing provinsi melibatkan 3 orang dari tim ahli dan 40 peserta dari berbagai program studi di perguruan tinggi. Pada tahapan keempat yang berlangsung dari tanggal 15-17 Mei 2009 di Jakarta. tim menyusun draf standar (tahapan ketiga) yang berlangsung dari tanggal 24-26 April 2009 di Jakarta. dari tanggal 26 sampai dengan 28 Februari 2009. dan luar Jawa (2 orang). tim ahli melakukan perbaikan dan penyempurnaan draf. masukan dan saran yang telah terkumpul melalui kegiatan validasi tersebut dianalisis oleh tim ahli pada tanggal 29-31 Juli 2009 di Jakarta. Tahap berikutnya adalah 58 . Pada tahapan ini. Pada tahapan berikutnya. peran. Kegiatan ini diselenggarakan di Jakarta. kritikan dan saran guna menyempurnakan draft standar. Kemudian ketua.

sembilan tahapan kegiatan tersebut dipaparkan dalam matrik sebagai berikut. Biro Hukum Departemen Pendidikan Nasional. Tahapan ini melibatkan 16 reviewer. asosiasi profesi. diantaranya Direktorat Akademik (DIKTI) dan Direktorat Pendidikan Islam Departemen Agama. Secara singkat. dan Luar Jawa 2 Presentasi draf di BSNP Validasi Draf Standar 15 Provinsi (4 dalam Jawa dan 11 luar Jawa). Tahapan ini merupakan tahapan terakhir yang disebut sebagai finalisasi draf standar sarana dan prasarana pada tanggal 14-16 Oktober 2009 di Jakarta. Berdasarkan masukan dan saran dari peserta uji public.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP pembahasan draf standar dengan unit utama pada tanggal 11-13 September 2009. Sebelum dilakukan uji publik draf stadar tersebut dipresentasikan dalam rapat pleno BSNP pada tanggal 13 Oktober 2009. tim ahli melakukan revisi dan perbaikan draf standar. Uji publik (tahapan kedelapan) yang diselenggarakan di Jakarta dari tanggal 24-26 Oktober melibatkan 50 peserta dari 25 provinsi. No 1 2 3 4 Kegiatan Penyusunan Desain Kajian Bahan Dasar Penyusunan Draf Standar Reviu dan Perbaikan Draf Standar Reviwer: DKI Jakarta 8. dan praktisi pendidikan. Mereka mewakili berbagai unsur. Ditjen DIKTI. Direktorat Pembinaan Agama Departemen Agama. Peserta daerah: 40 orang Panitia daerah: 5 orang Anggota/Tim Ahli : 3 orang Analisis Hasil Validasi Draf Standar Waktu 26-28 Februari 2009 14-16 Maret 2009 24-26 April 2009 15-17 Mei 2009 Tempat Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta 5 26 Mei 2009 27-29 Juni 2009 BSNP Daerah 6 29-31 Juli 2009 Jakarta 59 . Dalam Jawa 6. misalnya unsur program studi pada perguruan tinggi negeri dan swasta. dari unit terkait.

pembahasan dengan unit utama. keanggotaan tim ahli tidak sebanding dengan jumlah program studi yang ada. dan uji publik. 60 . Dengan pengertian lain. Akibatnya terjadi beberapa kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang sarana dan prasarana yang diperlukan untuk program studi dimaksud.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No Kegiatan 7 Pembahasan Draf Standar dengan Unit Utama Reviwer: DKI Jakarta 8. Dalam Jawa 6. Hal ini diatasi dengan mengundang representative dari program studi tersebut pada acara validasi. dan Luar Jawa 2 Presentasi di BSNP 8 Uji Publik Draf Standar Undangan 25 Provinsi @ 2 orang 9 Finalisasi Standar Waktu 11-13 September 2009 Tempat Jakarta 13 Oktober 2009 24-26 Oktober 14-16 Oktober 2009 Jakarta Jakarta Jakarta H| Hambatan dan Solusi Salah satu hambatan yang dihadapi dalam penyusunan standr sarana dan prasarana pendidikan tinggi ini adalah beragamnya program studi yang ada di perguruan tinggi sementara jumlah tim ahli sangat terbatas.

BAB 5 PENgEmbANgAN StANDAr PENDiDikAN ANAk USiA DiNi Badan Standar Nasional Pendidikan 61 .

.

dan pola pembinaan PAUD masih bervariasi. Namun demikian pengelolaan. PAUD formal adalah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) untuk anak usia 4-6 tahun. Agar dapat dilakukan pembinaan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini. PAUD dapat diselenggarakan dalam bentuk pendidikan formal maupun non formal. PENGEMBANGAN STANDAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI A| Pendahuluan Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki persiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. khususnya melalui jalur formal.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP BAB 5. Selama ini masyarakat telah menunjukkan kepedulian terhadap masalah pengasuhan dan pendidikan anak usia dini dengan berbagai jenis layanan sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada. PAUD non formal meliputi Taman Penitipan Anak (TPA) untuk anak usia 0-2 tahun. Kelompok Bermain (KB) untuk anak usia 2-4 tahun. maka disusunlah Standar PAUD sebagai acuan dasar. 63 . yang berbentuk TK/RA. dan Satuan PAUD sejenis. Untuk memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan anak. pelayanan.

(3) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). atau bentuk lain yang sederajat. Undang Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Butir 14 “Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. 64 . (2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal.” Pasal 28 (1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. nonformal. Raudhatul Athfal (RA). (4) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB). B| Landasan Penyusunan Standar Untuk memberikan landasan yang kokoh bagi penyelenggaran pendidikan Taman Kanak-kanak. baik yang dihasilkan pemerintah maupun kesepakatan berbagai Negara berkenaan dengan pentingnya pendidikan bagi anak. a. Naskah akademik ini bertujuan memberikan landasan yang kokoh bagi terselenggaranya pendidikan Taman Kanak-kanak yang mampu menghantarkan anak usia 4-6 tahun mencapai tingkat pencapaian perkembangan yang diharapkan. Taman Penitipan Anak (TPA). dan/ atau informal. atau bentuk lain yang sederajat. berikut ini disajikan sejumlah landasan yuridis.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 diperlukan adanya standar pendidikan Taman Kanak-kanak.

ayat (3). dan c. ayat (2). 65 c.19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 29 (1) Pendidik pada pendidikan anak usia dini memiliki: a. Peraturan Pemerintah RI No. dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. anak-anak dalam keadaan sulit dan mereka yang termasuk minoritas etnik. deklarasi dakar Tentang Pendidikan Untuk Semua (1) Memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini. terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung. atau psikologi. terutama dalam keaksaraan. . sertifikat profesi guru untuk PAUD. angka dan kecakapan hidup (life skills) yang penting. khususnya anak perempuan. sehingga hasil-hasil belajar yang diakui dan terukur dapat diraih oleh semua. kependidikan lain. (3) Memperbaiki semua aspek kualitas pendidikan dan menjamin keunggulannya. latar belakang pendidikan tinggi di bidang pendidikan anak usia dini.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP (5) (6) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. mempunyai akses dan menyelesaikan pendidikan dasar yang bebas dan wajib dengan kualitas baik. kualifikasi akdemik minimum difloma empat (D-IV) atau sarjana (S1) b. b. (2) Menjamin bahwa menjelang tahun 2015 semua anak. Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

b. c. pelaksanaan. 66 . dan d. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. yaitu Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan. Pasal 38 (1) Kriteria untuk menjadi kepala TK/RA meliputi: a. Standar Program. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA. Berstatus sebagai guru TK/RA.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Pasal 30 (1) Pendidik pada TK/RA sekurang-kurangnya terdiri atas guru kelas yang penugasannya ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keperluan. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku. Standar PAUD ini berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan. dan pengawasan dalam rangka mewujudkan PAUD yang bermutu. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausa C| Tujuan dan Fungsi Standar Tujuan penyusunan standard PAUD adalah memberikan acuan bagi penyelenggara PAUD baik yang berbentuk formal (Tman KanakKanak atau TK dan Raudhatul Athfal atau RA) maupun yang nonformal (Tempat Penitipan Anak atau TPA dan Kelompok Bermain atau KB) dalam menyelenggarakan program pembelajaran di masing-masing lembaga. dan Standar Layanan. Masing-masing aspek dijelaskan secara singkat sebagai berikut. d| Hasil yang dicapai Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik dan standar PAUD yang terdisi atas empat standar.

< 4 tahun Tahap Usia 4 . No 1 2 3 4 5 6 1 2 1 2 Tahap Usia 0 .PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan berisi tentang kaidah tumbuh kembang anak.< 1 tahun dilakukan dalam rentang tiga bulanan karena pada tahap usia ini. Untuk kelompok usia selanjutnya.< 2 tahun. melaksanakan.< 6 tahun Bentuk Pendidikan Taman Penitipan Anak Jenis Pendidikan Non Formal Kelompok Bermain Non Formal Taman Kanak-Kanan/ Raudhatul Athfal Formal Pendidik anak usia dini adalah tenaga professional yang memiliki kompetensi untuk menjalankan tugas dalam merencanakan. Pengelompokan usia 0 . dan 4 . Secara psikologis anak tumbuh dan berkembang malalui tahapan-tahapan perkembangan yang berlangsung secara berurutan dan kerkesinambungan. 67 .<2 tahun dikelompokkan dalam rentang enam bulanan karena pada tahap usia ini perkembangan anak berlangsung tidak sepesat usia sebelumnya.< 4 tahun 2 . perkembangan anak berlangsung sangat pesat. Sedangkan untuk usia 1 .< 6 bulan 6 .< 6 tahun 4 . tingkat pencapaian perkembangan disusun berdasarkan kelompok usia anak. Menurut standar PAUD tersebut.< 5 tahun 5 . Secara singkat pengelompokan usia anak ini dapat dilihat dalam tabel berikut.< 24 bulan Tahap Usia 2 .< 6 tahun. dan menilai program serta membimbing. Tingkat perkembangan yang dicapai anak usia dini menjadi dasar pencapaian perkembangan pada tahap berikutnya.< 2 <3 bulan 3 .< 9 bulan 9 .< 12 bulan 12 . yaitu usia 0 .< 4 tahun.< 18 bulan 18 . pengelompokan dilakukan dalam rentang waktu pertahun. 2 .< 3 tahun 3 .

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 memotivasi. Standar layanan berisi tentang acuan fasilitas dan aktifitas yang mendukung terlaksananya seluruh kegiatan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini sehingga membantu anak mencapai tingkat pencapaian perkembangannya. Standar layanan meliputi sarana dan prasarana. isi. pelaksanaan/proses. 68 . Perencanaan program dilakukan oleh guru/tutor PAUD yang mencakup tujuan. dan rencana pengelolaan program. Dalam draf standar tersebut juga disebutkan kualifikasi dan kompetensi untuk masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik PAUD terdiri atas guru PAUD. memfasilitasi kegiatan pengasuhan dan pendidikan anak didik. dan pengolahan data perkembangan anak dengan menggunakan metode dan instrumen yang sesuai. Pelaksanaan program berisi tentang proses kegiatan pengasuhan dan pendidikan yang dirancang berdasarkan pengelompokan usia anak. pengelolaan. Tutor PAUD. Standar Program memuat standar tentang kegiatan pengasuhan dan pendidikan di lembaga satuan PAUD. serta pembiayaan. Standar program meliputi perencanaan. dan penilaian dalam upaya melaksanakan rangsangan/stimulasi sesuai dengan kebutuhan dan usia anak untuk memperoleh tingkat pencapaian perkembangan. Penilaian merupakan rangkaian kegiatan pengamatan. dengan mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak dan jenis layanan PAUD yang diberikan. pencatatan. dan Pengasuh PAUD. Sedangkan tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini. yang disusun dalam Rencana Kegiatan Hatian/Mingguan/Tahunan.

Kama Abdul Hakam Drs. 6. 10.Si Instansi Direktorat PAUD Direktorat PAUD Direktorat PAUD Direktorat PAUD Direktorat Pembinaan TKdan SD Direktorat Pembinaan TK dan SD Direktorat Pembinaan TK dan SD Direktorat Pembinaan TK dan SD Pusat Kurikulum Pusat Kurikulum Departemen Agama Departemen Agama UNM F| Tahapan Penyusunan Standar Secara singkat tahapan penyusunan sandar PAUD dapat dilihat dalam table berikut ini. Enah Suminah. Sastra Juanda Drs.Pd Dr. 69 . Edy Tri Baskoro Prof. Dr. Sukiman. MM Dr. 11.Pd. 13. Mulyadi.Sc Drs. MA (Koordinator) Prof. Tim Ahli No 1.Dr. 2. 7.S. Kaharuddin Arafah. Anggota BSNP No 1 2 3 4 5 Nama Prof. M. Nama Dr.M. M.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP E| Tim Ahli 1. Dr. Dr. Yuke Indrati Ir. 5. 3. Sudjarwo Singowidjojo.M. 12.M. Hj. Fawzia Aswin Hadis Instansi BSNP BSNP BSNP BSNP BSNP 2. 4.Pd Beryana Evridawat. Mungin Eddy Wibowo.. 9. Bambang Soehendro Dr. 8. Kons Prof. Didik Perangbakat Drs. Anggani Sudono. Masykur. M. M.Pd Dra. Victoria Elisnah Hanah.Pt Drs.Pd Erry Utomo Dra.

Pada usia ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental yang sangat pesat. 70 . Inilah yang disebut dengan masa keemasan (golden age) yang sangat menentukan perkembangan anak pada masa depan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kegiatan Penentuan prinsip danpembuatan frame work standard PAUD Pembuatan draf I Pembuatan draft II (mengundang TK/SD dan PAUD) Persiapan pembuatan draf standar PAUD perbaikan dan persiapan draf standar PAUD Uji public standar PAUD Revisi standard PAUD finalisasi draf standar PAUD Tanggal 23 Mei 2009 9-11 Juni 2009 15-17 Juni 2009 6-7 Juli 2009 13-14 Juli 2009 22 Juli 2009 27 Juli 2009 29 Juli 209 Tempat Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta G| Refleksi Usia dini merupakan usia yang sangat penting bagi perkembangan anak. Dengan adanya standar PAUD ini akan mempermudah pada tataran implementasi PAUD di lapangana yang selama ini sangat variatif. Dengan demikian akan ada kejelasan. Harapan dan keinginan masyarakat yang sudah lama menanti kehadiran standar ini dapat terpenuhi. kesamaan persepsi dan langkah. serta tindakan di kalangan guru-guru PAUD.

UPDAtiNg StANDAr PEmbiAyAAN PENgEmbANgAN iNDEkS biAyA PENDiDikAN BAB 6 Badan Standar Nasional Pendidikan 71 .

.

UPDATING STANDAR PEMBIAYAAN PENGEMBANGAN INDEKS BIAYA PENDIDIKAN I| PENdAHULUAN Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas. mandiri. 73 . 19 Tahun 2005 Bab IX pasal 62 tentang Standar Pembiayaan. Memenuhi ketentuan PP No. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sehat. berilmu. berakhlak mulia. Kebutuhan sumber daya tersebut berimplikasi pada kebutuhan biaya. dan lain sebagainya. cakap. sarana dan prasarana pendidikan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kreatif. II| TUjUAN dAN mANFAAT 1. tenaga kependidikan. Sumber daya standar akan memiliki implikasi pada biaya pendidikan yang standar. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. bahan dan peralatan pengajaran. Pelaksanaan pendidikan nasional yang memenuhi standar kualitas membutuhkan sumber daya pendidikan yang standar yang meliputi: pendidik.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP BAB 6.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2. yaitu dari kalangan akademisi yang menguasai pembiayaan pendidikan. Teuku Ramli Zakaria Prof. INSTANSI UGM ITB Univ. Dr. Sp. dan Badan Pusat Statistik. Dr..Dr. dan pendidikan luar biasa. dan masyarakat dalam menentukan dan mengalokasikan sumber dana yang tersedia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. SMA/MA.OG. Zaki Baridwan (Koordinator) Prof. pendidikan kejuruan. Secara umum indeks biaya pendidikan ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah pusat.LLM Dr. Edy Tri Baskoro Prof. S. Parahiyangan UIN-Hidayatullah UI ASAL Yogyakarta Bandung Bandung Jakarta Jakarta 74 . Susunan Tim Standar Biaya adalah sebagai berikut ANGGOTA BSNP NO 1 2 3 4 5 NAmA Prof. SMP/MTs. III| TIm AHLI Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0001/SK/BSNP/II/2009 tanggal 5/2/2009 tentang Tim Ahli Standar Pembiayaan telah disusun Tim Penyusun Indeks Biaya Pendidikan SD/MI. SMK. dan SLB yang terdiri atas anggota-anggota dari berbagai kalangan. Dr.dr. pendidikan umum. Farid Anfasa Moeloek. pemerintah daerah.H. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional. Johannes Gunawan.

Si. Made Gede Anggota Wirakusuma. Moch. M. Trisakti Pembiayaan pendidikan PP Multi Teknologi Media Solusi Informasi Prima (Programmer) 0811957567 081322684861 08192550136 081319541588 08156223734 75 .UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP TIm AHLI NO 1 2 3 4 NAmA Dr.Kom. M.Negeri Padang Udayana BIdANG KEAHLIAN Pendidikan Kejuruan Pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan Pendidikan Kejuruan NO HP 0818277331 0818892975 0815 925 2374 08123676636 5 Dr. Mega Iswari. Sri Kusumawati Dr. SE.CISA Anggota Anggota Anggota Direktorat Pembinaan SMK Depdiknas Direktorat PSLB Depdiknas Biro Pusat Statistik Balitbang Depdiknas Biro Keuangan Depag BPS 085219350337 Pendidikan Luar Biasa Statistik/ Indeks Pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan 0811158194 08128926920 081310262816 0811 174 893 13 14 Anggota Anggota Statistik/ Indeks Univ. Ir. Dr. Riduan. Drs. SE Anggota 10 11 12 Dra. Trie Widayati. M. Eddi Mashuri. Ak. Alip Dr. Khomsiyah Halmawati. SE.Si jABATAN Ketua Wakil Ketua Sekretaris INSTANSI Univ Negeri Yogyakarta Univ. MM Anggota 6 Dra. S.. Lutfi Baraja. MBA Umar Alhabsyi.D Fajarini. SE. Trisakti Univ. ST. M. Faizal Makhrus. Msi C. Negeri Pendidikan Padang Luar Biasa Teknologi Informasi (Programmer) Univ. M.Pd.Pd.Si Anggota 7 8 9 Anggota Anggota Maryatun Sanusi.

7-9 Oktober Lokakarya dengan unit utama 23-25 Finalisasi indeks Oktober 30 Okt-1Nov Rekomendasi indeks BSNP + Tim Ahli 4 Provinsi BSNP + Tim (DKI Jakarta. TANGGAL 11-13 Februari KEGIATAN TEmPAT PESERTA BSNP + Tim Ahli OUTPUT Jadwal dan rencana kegiatan Menyusun Jakarta rencana kegiatan dan mengkaji bahan dasar 11-13 Maret Menyusun Jakarta desain studi 11-13 April Menyusun instrumen/ kuesioner indeks biaya pendidikan Pengumpulan data Pengolahan data Analis data Jakarta BSNP + Tim Ahli BSNP + Tim Ahli 3. 2. Sulut. 29-31 Juli 10-15 Agustus Review draft Validasi draft Jakarta 10. dan Jatim) Jakarta BSNP + Tim Ahli Jakarta Jakarta BSNP + Tim Ahli BSNP + Tim Ahli 76 . 11. 6-8 Mei 10-12 Juni 24-26 Juni 24 kota (di BSNP + Tim 24 Provinsi) Ahli Jakarta BSNP + Tim Ahli Jakarta BSNP + Tim Ahli Jakarta BSNP + Tim Ahli Data lapangan Data olahan siap dianalisis Draft Indeks biaya pendidikan per kabupaten Naskah akademik & Draft laporan penyusunan indeks biaya pendidikan. Ahli Kaltim.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 IV| TAHAPAN KEGIATAN NO 1. 12. 6. Draft Indeks Biaya Pendidikan Daftar masukan untuk penyem purnaan Draft Standar Kumpulan masukan dari Unit Utama Draft final untuk direkomendasikan Draft permen 7. Outline naskah akademik dan desian studi Kisi-kisi dan Instrumen 4. 9-11 Juli Penyusunan draft 8. 5. 9.

SMA/MA.1 Latar Belakang Pada tahun 2006. khusus untuk DKI. Tim Standar Biaya Pendidikan telah menyelesaikan penghitungan kebutuhan biaya pendidikan yang terdiri dari biaya personalia dan non personalia untuk tingkat satuan pendidikan SD/MI. sedangkan IHK merupakan indeks yang bersifat temporal atau periodikal yang menggambarkan perkembangan harga antar waktu untuk daerah yang sama.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP V| HASIL yANG dIPEROLEH Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik indeks biaya pendidikan sebagai berikut. IKK merupakan indeks spasial yang dihitung berdasarkan barang/jasa yang digunakan di sektor bangunan/konstruksi. Penggunaan IKK dan IHK sebagai pendekatan penghitungan biaya pendidikan untuk kabupaten/kota di luar DKI dianggap kurang tepat. 1. Khusus untuk SMK penghitungan biaya pendidikan diperluas untuk 76 program keahlian. Dalam rangka melakukan penghitungan biaya pendidikan untuk kabupaten/kota di luar DKI diperlukan indeks yang bersi77 . Sedangkan untuk standar biaya pendidikan diluar wilayah DKI menggunakan pendekatan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK). PENdAHULUAN 1. SMP/MTS. Tim Standar Biaya Pendidikan melakukan revisi terhadap standar biaya tersebut dan melakukan penghitungan standar biaya pendidikan SLB untuk 5 jenis ketunaan dan SMK untuk 34 bidang keahlian. Standar biaya pendidikan di luar wilayah DKI yang semula hanya menggunakan pendekatan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) ditambah dengan pendekatan Indeks Harga Konsumen (IHK). Pada tahun 2008 dilakukan revisi terhadap standar biaya pendidikan SLB dan SMK yang hanya dibatasi pada biaya operasional non personalia. Pada tahun 2007.

KERANGKA TEORI 2. SMP/MTS. dan 75 Program Keahlian di SMK. 4 jenis ketunaan di SMALB. 1.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 fat spasial yang dapat menggambarkan perbandingan tingkat kemahalan barang/jasa yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pendidikan. SMP/ MTS. Indeks yang bersifat spasial merupakan indikator perbandingan antar wilayah.4 Manfaat IBP digunakan sebagai dasar penetapan besarnya biaya operasional pendidikan di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia. khususnya pada biaya operasional pendidikan antar daerah. 2. SLB dan SMK untuk setiap kabupaten/kota.1 Pengertian Indeks Secara umum indeks dibagi dalam 2 jenis yaitu indeks yang bersifat spasial dan temporal. SMA/MA.3 Ruang Lingkup IBP dihitung untuk 85 kabupaten/kota di 24 provinsi di Indonesia berdasarkan biaya operasional pendidikan non personalia pada setiap tingkat satuan pendidikan yaitu SD/MI. 2) Membuat data base standar biaya pendidikan untuk “up dating” IBP. 3 jurusan di SMA/MA. sedangkan indeks yang bersifat temporal atau periodikal merupakan indi78 . pada Tahun 2009. 1. tim standar biaya memfokuskan kegiatannya untuk menyusun Indeks Biaya Pendidikan (IBP) di tingkat kabupaten/kota melalui pengembangan data base standar biaya pendidikan. Oleh karena itu. 5 jenis ketunaan di SDLB.2 Tujuan 1) Memperoleh IBP tahun 2009 khususnya biaya operasional pendidikan non personalia yang didasarkan pada standar biaya pendidikan SD/MI. 5 jenis ketunaan di SMPLB. 1.

diukur dengan pengeluaran per kapita yang telah disesuaikan. 4) Indeks Kemiskinan manusia (IKm) IKM merupakan kombinasi dari berbagai dimensi kemiskinan manusia yang dianggap sebagai indikator inti dari ukuran keterbelakangan (deprivasi) manusia. 2. Contoh model indeks spasial adalah sebagai berikut : 1) Indeks Pembangunan manusia (IPm) IPM merupakan indeks komposit dan disusun dari tiga komponen: (1) lamanya hidup. Perbedaannya adalah bahwa dalam penghitungan IPJ. diukur dengan harapan hidup pada saat lahir.2. diukur dengan kombinasi antara angka melek huruf pada penduduk dewasa dan rata-rata lama sekolah. Model Indeksing Model-model indeks yang ada di Indonesia terdiri dari beberapa contoh model yang bersifat spasial dan temporal. dan (3) tingkat kehidupan yang layak. (2) ketertinggalan dalam pendidikan. tingkat pendidikan dan pendapatan disesuaikan dengan mengakomodasikan perbedaan pencapaian antara perempuan dan laki-laki.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP kator perbandingan antar waktu pada wilayah yang sama. (2) tingkat pendidikan. Indikator yang pertama diukur dengan 79 . (2) pengambilan keputusan. 2) Indeks Pembangunan jender (IPj) IPJ dihitung dari variabel yang sama dengan penghitungan IPM. dan (3) keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar. Indeks ini disusun dari tiga indikator yaitu (1) penduduk yang diperkirakan tidak berumur panjang. dan (3) distribusi pendapatan. rata-rata pencapaian usia harapan hidup. 3) Indeks Pemberdayaan jender (Idj) IDJ disusun dari tiga komponen yaitu (1) keterwakilan di parlemen.

(1) Persentase penduduk tanpa akses terhadap air bersih. Variabel-variabel yang digunakan adalah sebagai berikut. IIAP berkontribusi pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan penyerapan tenaga kerja di sektor ini yang dipercaya turut mempengaruhi tingkat industrialisasi di setiap propinsi. (3) Persentase anak berumur 5 tahun ke bawah (Balita) dengan status gizi kurang. (2) Persentase penduduk yang tidak memiliki akses ke sarana kesehatan. Indikator-indikator tersebut meliputi: (1) Indikator Perumahan. dan (5) Indikator Kesenangan/Sosial Budaya. Indikator kedua diukur dengan angka buta huruf penduduk usia dewasa (15 tahun ke atas). Indeks disparitas Tingkat Hidup Antar Propinsi (IdTHAP) IDTHAP adalah indeks komposit dari beberapa indikator sosial ekonomi yang mengukur posisi relatif suatu propinsi terhadap DKI Jakarta. yang didefinisikan sebagai output dibagi input Persentase penggunaan bahan baku impor 80 . (2) Indikator Pendidikan. Indeks Industrialisasi Antar Propinsi (IIAP) IIAP adalah indeks komposit dari beberapa variabel input dan output perusahaan industri pengolahan. Produktivitas tenaga kerja yaitu nilai tambah per tenaga kerja Efisiensi. (3) Indikator Ketenagakerjaan. (4) Indikator Kesehatan. Adapun keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar terdiri dari variabel berikut ini.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 5) 6) peluang suatu populasi untuk tidak bertahan hidup sampai umur 40 tahun.

yaitu indeks yang menggambarkan perbandingan harga untuk wilayah yang berbeda pada periode waktu tertentu. Informasi yang dikumpulkan melalui Survei Tendensi Bisnis adalah perkembangan dunia bisnis secara umum dalam 3 bulan berjalan dibanding 3 bulan sebelum81 - . Sesuai dengan pengertiannya. terhadap daya beli daerah lain yang didasarkan pada harga 27 komoditas.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP Persentase produksi yang diekspor Persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang Rata-rata tenaga kerja perusahaan Rata-rata nilai tambah perusahaan Kontribusi nilai tambah sektor industri pengolahan terhadap PDRB Total nilai tambah Jumlah tenaga kerja Persentase jumlah perusahaan industri pengolahan 7) Paritas daya Beli (Purchasing Power Parity / PPP) PPP adalah ukuran daya beli suatu daerah terhadap daerah lain. Untuk saat ini di Indonesia dilakukan berdasarkan daya beli daerah Jakarta Selatan. Sementara itu contoh indeks temporal adalah sebagai berikut: 1) Indeks Tendensi Bisnis (ITB) ITB adalah indikator yang memberikan informasi mengenai keadaan bisnis dan perekonomian dalam jangka pendek. IKK dapat dikategorikan sebagai indeks spasial. 8) Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) IKK adalah angka indeks yang menggambarkan perbandingan nilai barang/jasa yang tercakup dalam paket komoditas IKK pada suatu kabupaten/kota atau provinsi terhadap nilai di kabupaten/kota atau provinsi lain. yaitu daerah yang mempunyai daya beli paling tinggi.

serta informasi mengenai kondisi pendapatan dan tabungan. Survei tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai situasi bisnis dan perekonomian secara umum menurut pendapat konsumen yang didasarkan pada persepsi konsumen mengenai kondisi bisnis dan perekonomian yang disebut dengan ITK. Informasi yang diperoleh dipakai untuk menilai keadaan bisnis tiga bulan mendatang. mobil. ITB terdiri dari dua jenis indeks yaitu Indeks Indikator Kini dan Indeks Indikator Mendatang. dan komoditi seperti rumah/tanah. TV.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2) nya dan prospeknya untuk 3 bulan mendatang. Indeks Indikator Kini merupakan indeks komposit dari beberapa indeks variabel yang dapat mengidentifikasi secara umum tentang kondisi perusahaan dan bisnis pada saat triwulan berjalan (saat survei) dibandingkan periode triwulan sebelumnya. makanan. ITK juga terdiri dari dua jenis indeks yaitu (1) Indeks Indikator Kini dan (2) Indeks Indikator Mendatang. Indeks Indikator Kini merupakan indeks komposit dari beberapa variabel yang dapat mengidentifikasi kondisi keuangan konsumen pada saat triwulan berjalan (saat survei) diban- 82 . Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Selain Survei Tendensi Bisnis. informasi dini mengenai keadaan dan perkembangan perekonomian juga dapat diketahui melalui Survei Tendensi Konsumen. Sedangkan Indeks Indikator Mendatang merupakan indeks komposit dari beberapa indeks variabel yang dapat mengidentifikasi prospek perusahaan dan bisnis pada periode tiga bulan mendatang. komputer. Informasi yang dikumpulkan meliputi rencana pembelian beberapa komoditi kategori ”normal good” dan ”luxury goods” seperti daging untuk konsumsi .

1. Konsep IBP IBP dapat dikategorikan sebagai indeks spasial.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 3) 4) 5) 6) dingkan periode triwulan sebelumnya. 1. dihitung di 66 kota (33 ibukota propinsi dan 33 kabupaten/kota) dan IHK Nasional merupakan komposit dari IHK 66 kota tersebut. Nilai Tukar Petani (NTP) NTP adalah salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. IBP (IBP) tersebut dapat gunakan untuk menghitung 83 . Sejak bulan Juni 2008. yaitu indeks yang menggambarkan perbandingan biaya operasional pendidikan non personalia antar wilayah untuk satu periode tertentu. Sedangkan Indeks Indikator Mendatang merupakan indeks komposit dari beberapa variabel yang dapat mengidentifikasi rencana rumahtangga untuk membeli barang-barang tahan lama pada periode tiga bulan mendatang. yaitu indeks dari harga barang yang diproduksi petani. Indeks Harga Konsumen (IHK) IHK adalah indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di tingkat pedagang eceran di wilayah tertentu. dengan Indeks yang dibayar petani. yaitu indeks dari harga biaya produksi dan harga barang-barang dikonsumsi oleh petani. Indeks Harga Produsen (IHP) IHP adalah indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di tingkat produsen di wilayah tertentu. IHK menggunakan tahun dasar 2007 = 100. NTP merupakan perbandingan (rasio) Indeks yang ditrima petani. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di tingkat pedagang besar di wilayah tertentu.

pengeluaran-pengeluaran untuk gaji dan tunjangan. Adapun personalia di sekolah meliputi pendidik dan tenaga kependidikan lain (laboran. pemeliharaan gedung dan peralatan. dan lain-lain). administratur (kepala sekolah dan pegawai administrasi lain). peralatan. 3) Biaya Operasional Pendidikan Personalia Biaya operasional pendidikan personalia adalah biaya yang dikeluarkan untuk kesejahteraan dan pengembangan personalia. Biaya operasional pendidikan ini mencakup antara lain. 5) Indeks Biaya Pendidikan (IBP) IBP adalah angka yang menggambarkan perbanding84 . termasuk biaya pemeliharaan sarana dan prasarana yang digunakan untuk proses pembelajaran. perlengkapan. pustakawan. tukang kebun. atau biaya yang dikeluarkan berulang-ulang setiap tahunnya. 2) Biaya Operasional Pendidikan Biaya operasional pendidikan adalah biaya pengadaan sumber daya pendidikan yang habis pakai dalam satu tahun atau kurang. dan pegawai lain (seperti penjaga sekolah. 4) Biaya Operasional Pendidikan Non-Personalia Biaya operasional pendidikan non-personalia adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan segala bahan. 1) Biaya Pendidikan Biaya pendidikan adalah nilai rupiah dari seluruh sumber daya pendidikan yang digunakan untuk kegiatan pendidikan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 standar biaya pendidikan antar kabupaten/kota Beberapa konsep dan definisi yang digunakan dalam penghitungan IBP 2009 adalah sebagai berikut. dan lain-lain) yang melaksanakan atau menunjang proses pembelajaran. barang-barang yang usia pakainya kurang dari satu tahun. serta biaya daya dan jasa.

UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 6) 7) 8) an biaya operasional pendidikan non personalia suatu kabupaten/kota terhadap biaya operasional pendidikan non personalia di kota Jakarta. Diagram Timbang jenis barang/jasa adalah volume/kuantitas setiap jenis barang yang tercakup dalam paket komoditas pada setiap jenjang pendidikan/program keahlian untuk mendapatkan IBP menurut jenjang pendidikan/program keahlian. Tim Standar Biaya Pendidikan telah menyele85 . KERANGKA PEmIKIRAN Pada tahun 2008. Paket Komoditas IBP Paket komoditas adalah sekelompok barang dan jasa yang digunakan dalam penghitungan IBP (khususnya biaya operasional). Diagram Timbang meliputi diagram timbang jenis barang/ jasa dan Diagram Timbang umum. Paket komoditas dipilih berdasarkan nilai barang/jasa yang merupakan komponen biaya pendidikan dan mempunyai nilai yang relatif tinggi untuk dapat mewakili keseluruhan (representative) barang/jasa yang digunakan. Sampling Pemilihan kabupaten/kota dilakukan secara purposive sampling dengan memperhatikan keterwakilan wilayah. Diagram Timbang umum adalah nilai bobot yang didasari jumlah sekolah menurut jenjang pendidikan di kabupaten/kota untuk mendapatkan indeks gabungan /IBP. 3. diagram Timbang IBP Diagram Timbang atau Bobot IBP digunakan untuk mendapatkan perkiraan total biaya operasional pendidikan non personalia yang akan diperbandingkan. kondisi geografis dan variasi jenis tingkat pendidikan di daerah.

SMA/MA. SMP/MTS. Oleh karena itu pengumpulan data harga yang merupakan salah satu komponen pembentukan IBP dilakukan di kabupaten/kota terpilih pada periode waktu yang sama. Kota Jakarta dipilih sebagai kota acuan karena ketersediaan data yang dianggap paling lengkap dan akurat. sementara Kabupaten/kota lainnya di Indonesia menggunakan IKK (Indeks Kemahalan Konstruksi) sebagai pendekatan untuk mendapatkan besarnya biaya operasional pendidikan pada setiap kabupaten/kota. dengan kota Jakarta sebagai acuan. Data harga tersebut juga harus mempunyai keterbandingan antar kabupaten/kota (comparable) dengan cara memilih data harga barang/ jasa dari kualitas dan spesifikasi yang sama atau setara untuk semua kabupaten/kota. Standar biaya operasional pendidikan tersebut hanya untuk kota Jakarta. Penggunaan IBP kabupaten kota yang dipilih sebagai acuan adalah IBP kabupaten/kota yang dianggap sesuai yang didasarkan pada 86 . IBP tersebut dapat digunakan untuk menghitung standar biaya pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan. SLB dan SMK. SMP/MTS. SLB dan program keahlian di SMK. IBP dihitung untuk beberapa kabupaten/kota di Indonesia yang didasarkan pada biaya operasional SD/MI. Penggunaan IKK tersebut dianggap kurang tepat karena IKK mencerminkan tingkat kemahalan barang/jasa dari suatu nilai bangunan/konstruksi. SMA/MA. IBP tersebut menggambarkan perbandingan biaya operasional pendidikan non personalia antar daerah dengan acuan biaya Jakarta.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 saikan penghitungan standar biaya operasional pendidikan untuk SD/MI. Oleh karena itu untuk mendapatkan standar biaya pendidikan antar kabupaten/kota diperlukan IBP yang merupakan suatu indeks spasial yang dapat mencerminkan tingkat kemahalan barang/jasa dari biaya operasional pendidikan non-personalia antar kabupaten/kota . Sementara itu untuk menghitung Standar biaya operasional pendidikan di kabupaten/kota yang tidak mempunyai IBP dapat menggunakan IBP kabupaten/kota lainnya sebagai pendekatan.

4. penghitungan IBP hanya dapat dilakukan pada beberapa kabupaten/kota di beberapa provinsi sampel. SMA/MA. 1) Wilayah Indonesia dibagi menjadi tiga yaitu Bagian Barat. melalui pendekatan sebagai berikut. mETOdA PENyUSUNAN INdEKS 4. Namun adanya keterbatasan sumber daya (biaya).3 metoda Pengumpulan data Pengumpulan data harga untuk penghitungan IBP dilakukan melalui pengisian kuesioner/instrumen. kondisi geografis dan variasi jenis tingkat pendidikan di daerah. SMP/MTS. unsur sekolah dan suplier di kabupaten/kota dari provinsi yang menjadi 87 . Data harga yang dikumpulkan mencakup semua komoditas/item yang masuk dalam paket komoditas dan responden untuk pengisian kuesioner/instrumen adalah unsur dinas pendidikan. Dengan demikian penghitungan IBP seharusnya dilakukan pada setiap kabupaten/kota. Tengah. 4.2 Sampling Pemilihan kabupaten/kota dilakukan secara purposive dengan memperhatikan keterwakilan wilayah. dan Timur 2) Pada setiap wilayah dipilih beberapa provinsi 3) P ada setiap provinsi dipilih beberapa kabupaten/kota yang memiliki tingkat satuan pendidikan dan program keahlian yang relatif lengkap. IBP tersebut disusun berdasarkan kebutuhan biaya operasional pendidikan di SD/MI. SLB dan SMK.1 Rancangan Indeks Biaya Pendidikan (IBP) akan digunakan untuk menghitung standar biaya pendidikan pada tiap kabupaten/ kota di seluruh Indonesia. 4.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP kedekatan lokasi dan karakteristik geografis yang relatif sama dengan daerah bersangkutan.

Pemilihan barang/jasa ini dapat ditentukan dengan cara membuat prosentase biaya setiap barang/jasa terhadap total biaya non personalia. Pendekatan ini digunakan bila 88 .4 Komponen Pembentuk IBP Komponen pembentuk IBP disusun berdasarkan biaya operasional pendidikan SD/MI. yaitu barang/jasa yang digunakan mempunyai keterbandingan antar daerah artinya bahwa barang/jasa tersebut ada di setiap daerah terpilih dengan menentukan spesifikasi maupun kualitas tertentu yang sama atau setara.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 sampel. c) Data harga tersedia dan memungkinkan untuk diperoleh di setiap kabupaten/kota terpilih. b) Komparabel. SMA/MA. yaitu barang/jasa yang mempunyai besaran biaya yang relatif tinggi dalam setiap komponen biaya non personalia. a) Representatif. SLB. SMP/MTS. 2) Diagram Timbang (Bobot) IBP Diagram timbang (Bobot) jenis barang/jasa merupakan kuantitas dari setiap barang/jasa yang masuk dalam paket komoditas IBP per jenjang pendidikan/program keahlian. Bobot setiap barang/jasa yang masuk dalam paket komoditas dapat mewakili satu komoditas/item atau lebih dari satu komoditas/item dengan melakukan imputasi atau penyesuaian kuantitas untuk komoditas yang mempunyai karakteristik harga sejenis. Data yang diperoleh divalidasi dengan mengkonfirmasi data-data tersebut ke sekolah-sekolah di beberapa provinsi di Indonesia 4. dan SMK meliputi: 1) Paket Komoditas Beberapa kriteria pemilihan barang/jasa yang termasuk dalam paket komoditas IBP adalah sebagai berikut.

Setiap tingkat satuan pendidikan dan program keahlian memiliki bobot masing-masing. Validasi di lapangan juga dilakukan dengan melakukan konfirmasi data ke sekolah-sekolah. Diagram Timbang umum yang digunakan untuk mendapatkan IBP umum atau gabungan adalah jumlah sekolah setiap jenjang pendidikan/program keahlian di setiap kabupaten/kota.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP tidak diperoleh satu atau beberapa harga satuan barang/ jasa dalam komponen pendidikan atau nilai barang/jasa relatif kecil. Dengan demikian perlu dilakukan validasi maupun penyesuaian-penyesuaian agar diperoleh data yang komparabel. Pada kenyataannya kondisi tersebut terkadang tidak dapat dipenuhi. suplier dan dokumen lain sebagai referensi. Pijk : Harga komoditas i untuk jenjang pendidikan/pro89 . 4. dengan harga di kota Jakarta sebagai acuan (IBP kota Jakarta = 100).5 Formula Penghitungan IBP IBP dihitung untuk beberapa kabupaten/kota di Indonesia. 3) Data Harga Data harga diperoleh melalui workshop di kabupaten/kota di provinsi terpilih dengan mendatangkan unsur dinas yang berkompeten dalam mengelola harga barang/ jasa pendidikan. n a) IBPjk i n 1 P Qijk ijk P 0Qi i j j 0 x100 i 1 IBPjk : IBP untuk jenjang pendidikan/program keahlian j di kabupaten/kota k. Penghitungan dilakukan melalui 2 tahap dengan menggunakan formula penghitungan IBP sebagai berikut. Harga setiap komoditas/item mempunyai kualitas dan spesifikasi yang sama atau setara untuk setiap kabupaten/kota agar dapat diperbandingkan.

SMA/MA.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 gram keahlian j di kabupaten/kota k. m b) IBP k j 1 W j IBPj k k 100 IBPk : IBP kabupaten/kota k. dan SMK. SLB 14 IBP dan SMK 75 IBP sesuai dengan program dan data yang tersedia. Tjk : Jumlah sekolah pada jenjang pendidikan j di kabupaten/kota k. Untuk mendapatkan IBP SMA. SLB. m : banyaknya jenjang pendidikan yang meliputi 5 jenjang pendidikan yaitu SD/MI. SMA dibedakan menjadi 3 IBP. Pij0 : Harga komoditas i untuk jenjang pendidikan/program keahlian j di Jakarta. W jk Tj k m j 1 Tj k x100 = Bobot IBP jenjang pendidikan j di kabupaten/kota k. SMP/MTS. Qijk : Kuantitas komoditas i untuk jenjang pendidikan/program keahlian j di kabupaten/kota k. SLB maupun SMK secara umum dihitung menggunakan metode simple average karena keterbatasan data penunjang yang tersedia untuk penghitungan bobot. 4. Qij0 : Kuantitas komoditas i untuk pendidikan/program keahlian j di Jakarta.6 Interpretasi Hasil IBP dapat digunakan sebagai pendekatan (proxy) untuk 90 . n : Banyaknya komoditas (paket komoditas) untuk jenjang pendidikan/program keahlian j.

40 : 100 = Rp.40 persen dibandingkan dengan biaya pendidikan di Jakarta. sehingga instrumen tersebut tidak terisi secara lengkap.000. SLB. 400.40 dapat berarti biaya operasional pendidikan di Ambon lebih tinggi 10.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP menghitung nilai standar biaya operasional pendidikan untuk komponen non personalia di SD/MI. 91 . SMP/MTS.441.40 maka nilai standar biaya operasional pendidikan jenjang pendidikan SD/MI untuk kota ’X’ adalah Rp.4.600. yaitu mengumpulkan ketiga unsur responden dalam satu pertemuan dalam satu hari untuk mengisi data harga pada instrumen yang telah disiapkan. akan lebih tepat bila pengumpulan data dilakukan secara langsung di sekolah.x 110. Contoh penghitungan nilai standar biaya operasional pendidikan: Nilai standar biaya operasional pendidikan jenjang pendidikan SD/MI kota Jakarta adalah Rp. Oleh karena itu.Dari hasil penghitungan diketahui bahwa IBP kota ’X’ sebesar 110. dan Program Keahlian di SMK di suatu kabupaten/kota berdasarkan nilai standar biaya operasional pendidikan nonpersonalia kota Jakarta...400. Berdasarkan pengalaman. pada umumnya responden dari unsur sekolah cenderung memiliki data harga yang lebih akurat karena sesuai dengan harga beli barang/jasa pendidikan untuk keperluan proses belajar mengajar di sekolah.000. Sebagai contoh dapat dijelaskan sebagai berikut. Terdapat kelemahan workshop dimana tidak semua responden dapat hadir dan tidak semua yang hadir membawa data harga yang dibutuhkan pada saat kegiatan workshop berlangsung. SMA/MA. IBP kota Ambon sebesar 110.7 Keterbatasan Penyusunan IBP 1) Metode Pengumpulan data Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan ”workshop”.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2) 3) Data harga tiap jenis barang/jasa Data harga yang dikumpulkan dari seluruh kabupaten/kota sampel bersumber dari responden yang terdiri atas unsur Dinas Pendidikan. Data harga dari Pemda menggunakan harga tertinggi dari barang/jasa di Kabupaten/kota yang bersangkutan untuk kepentingan lelang pengadaan barang/jasa tersebut. sedangkan data sekolah merupakan data harga riil/pasar barang/jasa yang belum memperhitungkan pajak. pelatihan petugas) 92 . data harga dari supplier cenderung lebih rendah karena digunakan untuk kepentingan memenangkan lelang. namun hanya diperlukan satu harga untuk setiap jenis barang/jasa di setiap kabupaten/kota. Oleh karena itu. unsur sekolah. dan supplier di kabupaten/kota sehingga terdapat kecenderungan data yang diperoleh berbeda antar kabupaten/kota. Tahapan Kegiatan Penyusunan IBP Tahapan standar dalam penyusunan suatu indeks meliputi kegiatan pokok sebagai berikut. menetapkan wilayah sampel. untuk kabupaten/kota yang memiliki lebih dari satu harga bagi setiap jenis barang/jasa akan dilakukan penghitungan rata-rata harga untuk setiap jenis barang/jasa tersebut. menetapkan responden. Persiapan survei (menentukan paket komoditas. Persiapan kegiatan penyusunan indeks 2. Sementara itu. Data dari unsur Dinas Pendidikan bersumber dari daftar harga yang disusun oleh Pemda Kabupaten/kota yang pada umumnya relatif lebih tinggi dibandingkan data harga yang diperoleh dari supplier. Pada tiap kabupaten/kota akan diperoleh tiga kelompok harga. menyusun instrumen. 1. Hal ini terjadi karena setiap kelompok responden memiliki latar belakang dan motivasi yang berbeda.

Dalam penyusunan IBP tidak semua tahapan standar tersebut dilakukan. Analisa data dasar 6. Tahapan yang tidak dilakukan adalah rekonsiliasi yaitu kegiatan untuk memastikan keakuratan data berdasarkan perbandingan harga antar daerah. dan tenaga. Pengolahan data 5. dana.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 3. Oleh karena itu.15 93 . justifikasi dilakukan dengan menggunakan data dasar penghitungan IKK untuk beberapa barang pabrikan. Deli Serdang Kab.19 117. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan sumber daya. Tanah Karo Kab. Finalisasi. VI| INdEKS BIAyA PENdIdIKAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN (IBP) KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009 NO URUT 1 2 3 4 5 6 7 8 KABUPATEN/KOTA Kab.62 112. data harga di kabupaten Asahan lebih murah daripada di Kota Medan. Rekonsiliasi data dasar berdasarkan hasil analisa data 8. Contohnya.72 99. Aceh Besar Kab.61 105. Asahan Kab.84 114. Langkat Kota Medan IBP THN 2009 114. Pelaksanaan survei (pengumpulan data) 4. Validasi 7.85 117. Seharusnya harga di kabupaten Asahan lebih mahal karena barang yang dijual di Kabupaten Asahan berasal dari Kota Medan. Pidie Kota Banda Aceh Kab. Uji publik 9.95 125. seperti: waktu. sehingga hasil yang diperoleh kurang menggambarkan kondisi riil harga barang/jasa di suatu daerah dibandingkan dengan daerah lain.

76 127.63 104. Bangka Kab.62 140.73 117. Nganjuk Kab. Lampung Barat Kab.41 105.62 113.58 105.80 112. Sanggau Kota Pontianak Kota Singkawang Kota Palangkaraya IBP THN 2009 114.17 129.67 117.39 103. Siak Kota Dumai Kota Pekanbaru Kab.53 105. Bintan Kota Tanjung Pinang Banyuasin Musi Banyuasin Ogan Ilir Ogan Komering Ilir Kota Prabumulih Palembang Kab. Indragiri Hilir Kab.14 106.36 94 .10 121.98 111.13 130. Agam Kab. Lampung Selatan Kab.42 100.83 121.29 112.33 113.55 110.69 128.89 115.15 116. Majalengka Kab.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 NO URUT 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 KABUPATEN/KOTA Kab.00 107.18 143. Rejang Lebong Kota Bengkulu Kab. Kampar Kab.67 112. Tanah Datar Kota Padang Kab. Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro DKI Jakarta Kab.98 117.57 113. Sumedang Kab.32 149. Pontianak Kab.78 114.07 106. Tuban Kab.63 126.95 128. Bengkulu Utara Kab. Kepahiang Kab.31 110.

Timor Tengah Selat Kota Kupang Kab. Konawe Selatan Kab.17 124.37 144.69 126.27 124.94 155. Pasir Kota Balikpapan Kota Bontang Kota Samarinda Kab.99 109.41 131.37 132. Sumbawa Kota Mataram Kab. Belu Kab. Mamuju Kab. Sumbawa Barat Kab. Kutai Timur Kab.13 103.87 114.79 114. Minahasa Utara Kab.94 107. Maros Kab. Konawe Utara Kab.85 114.17 120.81 153.01 117.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN NO URUT 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 Januari 2010 © BSNP KABUPATEN/KOTA Kab.96 123.94 115.23 111. Barito Kuala Kab.07 111. Minahasa Kota Bitung Kota Manado Kota Tomohon Kab.30 124. Majene Kab. Tanah Laut Kota Banjar Baru Kota Banjarmasin Kab.38 105.45 111.87 112. Polewali Mandar Kab.30 112. Kolaka Kota Kendari Kab. Lombok Timur Kab. Maluku Tenggara IBP THN 2009 105. Lombok Tengah Kab.84 104. Penajam Paser Utar Kab.42 130.65 112.11 113.69 113.38 119.08 111. Soppeng Kota Makassar Kab. Bone Kab.69 112.75 120.45 129. Maluku Tengah Kab.47 95 .

dengan cara mengumpulkan responden (sekolah. Oleh karena itu. Seram Bagian Barat Kab. dinas. Berdasarkan pengalaman. akan lebih tepat bila pengumpulan data dilakukan secara langsung di sekolah dengan konsekuensi waktu pengumpulan data harus lebih lama dari yang sudah ditetapkan sebelumnya. dan suplier) dalam satu pertemuan dalam satu hari untuk mengisi data harga pada instrumen yang telah disiapkan memiliki banyak kelemahan karena tidak semua responden dapat hadir dan tidak semua yang hadir membawa data harga yang dibutuhkan pada saat kegiatan workshop berlangsung.87 161.55 137.75 VII| REFLEKSI Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan ”workshop”. Pulau Buru Kota Ambon Kab. pada umumnya responden dari unsur sekolah cenderung memiliki data harga yang lebih akurat karena sesuai dengan harga beli barang/jasa pendidikan untuk keperluan proses belajar mengajar di sekolah.03 119. Kepulauan Aru IBP THN 2009 153.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 NO URUT 81 82 83 84 85 KABUPATEN/KOTA Kab. 96 . sehingga instrumen tidak terisi secara lengkap.56 155. Seram Bagian Timur Kab.

BAB 7 PEmANtAUAN imPLEmENtASi StANDAr NASioNAL PENDiDikAN Badan Standar Nasional Pendidikan 97 .

.

PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP BAB 7. serta pemerintah pusat di pihak lain. pemerintah daerah provinsi. dan pemerintah daerah kabupaten/kota juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakannya dalam rangka melakukan evaluasi kinerja pendidikan. satuan pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (PP 19 Tahun 2005) Pasal 73 ayat (1) menyebutkan perlunya pembentukan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk mengembangkan. PEMANTAUAN IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1| Pendahuluan Kegiatan pemantauan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang dilaksanakan Tahun 2009 ini didasarkan atas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 ayat (3) yang menyatakan bahwa pengembangan SNP serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. memantau. Salah satu model pembagian tugas yang dianggap baik adalah 99 . Sehubungan dengan itu. dan pengendalian mutu pendidikan. Terkait dengan kegiatan pemantauan SNP. Dalam pengumpulan data untuk pemantauan SNP. perlu disepakati adanya pembagian tugas secara nasional antara BSNP di satu pihak dan satuan pendidikan. penjaminan. menurut PP 19 Tahun 2005 Pasal 78. dan melaporkan pencapaian SNP. pemerintah daerah provinsi. pemerintah daerah kabupaten/kota. pemerintah.

pada Tahun 2009. Pemerintah pusat dan BSNP dapat langsung mengakses data primer yang tersimpan di pemerintah daerah kabupaten/kota untuk diolah sesuai dengan kebutuhan masing-masing. (2) sosialisasi. (4) tingkat pencapaian standar.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 model terdistribusi. Pemerintah Pusat atau BSNP masih bisa melakukan pemantauan secara langsung jika diperlukan. Pemantauan mencakup aspek-aspek berikut: (1) ketersediaan dokumen. yaitu pengumpulan dan pengolahan data dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota. dan (5) Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru (Standar Guru) Karena dianggap perlu. Unit yang menjadi fokus dalam pemantauan Standar Nasional Pendidikan adalah: 100 . BSNP menganggap perlu untuk melakukan pemantauan SNP dengan mengumpulkan data secara langsung. (3) pelaksanaan standar. Pada Tahun 2009. (3) Standar Pengawas Sekolah/Madrasah (Standar Pengawas) (4) Standar Kepala Sekolah/Madrasah (Standar Kepala Sekolah). Oleh karena itu. Standar-standar yang perlu dipantau adalah yang telah diberlakukan minimal 1 tahun setelah keluarnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) yang terkait dengan standar tersebut. (2) Standar Kompetensi Lulusan (SKL). dan (5) pelaksanaan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. standar-standar yang dipantau adalah sebagai berikut: (1) Standar Isi (SI). pemantauan pada Tahun 2009 juga mencakup ketentuan yang terkait dengan Buku Teks Pelajaran (BTP) dan Ujian Nasional (UN).

Ketentuan-ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait dan para pengambil kebijakan untuk mengembangkan upaya peningkatan pelaksanaan dan pencapaian SNP serta pelaksanaan ketentuan-ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. 101 . Hasil pemantauan yang dilaksanakan pada Tahun 2009 tentang SNP. kantor departemen agama kabupaten/kota. dan pemahaman dokumen SNP di lapangan.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (1) (2) (3) (4) (5) (6) satuan pendidikan (sekolah/madrasah). dinas pendidikan kabupaten/kota. dan (8) Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). dan (3) informasi mengenai pelaksanaan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. kantor wilayah departemen agama. program studi di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 73 ayat (1). Landasan kegiatan pemantauan ini adalah: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 ayat (3). b. (7) panitia sertifikasi guru di LPTK. 3| Landasan a. (2) informasi mengenai tingkat penerapan dan pencapaian SNP lapangan. sosialisasi. 2| Tujuan dan manfaat Tujuan pemantauan Standar Nasional Pendidikan adalah untuk memperoleh: (1) informasi mengenai ketersediaan. dinas pendidikan provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. untuk pengambilan datanya. dan pengawas berdasarkan atas apa yang mereka rasakan. dan (10) 25 Kepala LPMP. Para surveyor tersebut mengumpulkan data dengan cara mewawancarai responden yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam pengumpulan data yang terkait standar kompetensi guru. responden yang diwawancarai sebanyak 3705 dengan distribusi sebagai berikut: (1) 960 kepala sekolah. (2) 1920 guru. 4 madrasah negeri. kepala sekolah. 102 . kepala sekolah. (6) 96 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/ kota. amati. (4) 32 ketua program studi LPTK. pengawas. dan/atau alami selama berinteraksi dengan guru. Kepala LPMP. Pengumpulan data di Sumatera Barat tidak dilaksanakan karena masalah teknis. (3) 480 pengawas. kepala sekolah. Kepala Kantor Depag Kabupaten/kota. dan pengawas dilakukan melalui wawancara terhadap responden yang dianggap relevan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/kota. Di setiap provinsi dipilih 17 sekolah negeri. (8) 96 Kepala Departemen Agama Kabupaten/Kota. (5) 29 ketua panitia sertifikasi guru di LPTK. ketua panitia sertifikasi guru dan ketua Program Studi di LPTK. 6 sekolah swasta. dan pengawas. (7) 32 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. Kepala Kantor Wilayah Depag Provinsi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 4| metode Pemantauan Kegiatan pemantauan Tahun 2009 dilaksanakan di 33 provinsi dan di masing-masing provinsi ditentukan 3 kabupaten/kota. dan tidak mungkin dilaksanakan oleh BSNP secara langsung. Para responden ditanya persepsi mereka yang terkait dengan kompetensi guru. Secara keseluruhan. yaitu guru. Pengumpulan data dilakukan dengan melibatkan 12 surveyor di setiap provinsi sehingga ada 4 surveyor untuk setiap kabupaten/kota. pengumpulan data tentang kompetensi guru. kepala sekolah. (9) 32 Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi. Oleh karena cara yang ideal belum dapat dilaksanakan. 3 madrasah swasta. yang ideal adalah dengan memberikan tes dan/atau pengamatan langsung di lapangan sesuai dengan karakteristik kompetensi yang akan diukur. kepala sekolah.

dan negeri-swasta. masih ada kesenjangan dalam pencapaian Standar Kompetensi Guru. 4. dan kualifikasi pengawas adalah biaya. (2) Dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa. Responden guru ditanya tentang kompetensi kepala sekolah dan pengawas. Tabel 1. serta responden pengawas ditanya tentang kompetensi guru dan kepala sekolah. (3) Keadaan sekolah yang terkait dengan jumlah rombongan belajar dan jumlah siswa setiap rombongan belajar masih jauh dari standar. 3. yang diperoleh melalui wawancara dengan para responden. Kegiatan Pelatihan Surveyor Pengumpulan data Pengolahan data Hasil Pemantauan Analisis data Hasil Pemantauan Penyusunan Laporan Pemantauan Waktu/Tempat 17 Juni – 18 Juli/33 provinsi 31 Ags – 24 Okt/32 provinsi 4 – 6 November/Jakarta 14 – 16 November/Jakarta 21 – 23 November/Jakarta 5| Hasil yang diperoleh Berdasarkan hasil analisis data. 2. Kepala Sekolah. sekolah-madrasah. Tahapan kegiatan Pemantauan Standar tahun 2009 dapat dipaparkan dalam bentuk matriks sebagai berikut. 5.1 Kesimpulan Umum (1) Faktor yang paling menghambat pencapaian standar kualifikasi akademik guru. dan Pengawas. 103 . kualifikasi kepala sekolah. 5. ditarik kesimpulan berikut ini. responden kepala sekolah ditanya tentang kompetensi guru dan pengawas. Tahapan Kegiatan Pemantauan Standar 2009 No. 1.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP dan pengawas.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 5. Penyebab adanya kesenjangan ini mungkin faktor sosialisasi.1 Ketersediaan dan Sosialisasi Dokumen Standar dan Pendukungnya (1) Pada umumnya ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di sekolah dan unit-unit kerja yang terkait masih belum maksimal. tampak jelas masih ada kesenjangan.2. Semua dokumen tentang Standar Nasional Pendidikan beserta dokumen pendukungnya lebih banyak tersedia di sekolah/madrasah (berdasarkan responden kepala sekolah/ madrasah) di Jawa daripada yang tersedia di Luar Jawa. dan/atau tidak maksimalnya fungsi birokrasi pemerintah daerah di luar Jawa. tidak tampak ada kesenjangan untuk kepemilikan dokumen secara umum. ketersediaan dokumen Standar Guru termasuk yang cukup memprihatinkan. Persentase responden guru dan kepala sekolah/madrasah dari Sekolah dan dari madrasah berimbang. kondisi geografis. (2) Ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di luar Jawa lebih rendah daripada di Jawa. (4) Jika dipilah berdasarkan kategori Madrasah dan Sekolah. yaitu hanya 68% responden guru dan 67% kepala sekolah yang menyatakan bahwa dokumen Standar Guru tersedia di sekolahnya. (3) Jika data pemantauan tentang ketersediaan dokumen dipilah berdasarkan kategori Jawa dan Luar Jawa. dan di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di sekolah/madrasah negeri.2 Kesimpulan tentang Standar Nasional Pendidikan dan Aspek-Aspeknya 5. po104 . dan jika ada perbedaan.

ada yang lebih tinggi persentase responden dari Sekolah tapi juga ada yang lebih tinggi persentase responden dari madrasah.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP lanya bervariasi. Perbedaan tentang ketersediaan dokumen secara nasional dan Jawa-Luar Jawa dapat dilihat dalam grafik berikut ini. Keterangan: SPN : Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional GdD : Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen SNP : Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan SI : Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standa Isi SKL : Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan PAN : Panduan Penyusunan KTSP MOD : Model KTSP SPS : Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah SKS : Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar 105 .

32% 1. (6) Sosialisasi dokumen semua Standar Nasional Pendidikan yang dilakukan di Jawa lebih banyak daripada di luar Jawa. kepala sekolah.22% 71.49% 67. dan pengawas belum maksimal (kurang dari 87%).50% 72.2 Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan (1) Sekolah yang telah memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) secara lengkap (tujuan pendidikan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 SG BTP Kepala Sekolah : Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Guru : Ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran DUN : Ketentuan tentang Ujian Nasional (5) Secara umum sosialisasi yang diikuti oleh guru. dan silabus) tidak lebih dari 78%. kalender pendidikan.51% . Tabel 2. 26.08% 36. 5. (2) Lebih banyak sekolah yang melaksanakan KTSP secara bertahap daripada yang serentak.39% Kasek Nas.89% 0.11% 70. yang bisa diartikan bahwa diharapkan yang telah melaksanakan KTSP secara penuh tidak melebihi 78%. Jawa 28.42% Luar 26. juga diharapkan bahwa tidak kurang dari 22% sekolah belum melaksanakan KTSP secara utuh.35% 63. Faktor ini mungkin yang menyebabkan kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi ketersediaan dokumen-dokumen tentang Standar Nasional Pendidikan beserta dokumen pendukungnya. Dengan kata lain.03% 71. Tahap Pelaksanaan KTSP Menurut Guru dan Kepala Sekolah Pelaksanaan KTSP Serentak Bertahap Belum 106 Guru Nas. muatan kurikulum.35% 1.85% 0.2.23% Luar 24.12% Jawa 32.

55% 20.83% 84. dan Pengawas terhadap SI dan SKL (Terlalu Tinggi) Guru Nasional SI SKL 13.45% 17.74% sampai 20.44% Luar 15. (6) Lebih banyak guru dan kepala sekolah/madrasah swasta daripada guru dan kepala sekolah/madrasah 107 .09% 13.18% Pengawas Nasional 12.29% 1.83% 20.53% 12. Akan tetapi jika dilihat jumlah responden yang menganggap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan tinggi masih sekitar 12.15% Guru Kepala Sekolah Pengawas Tepat Rendah Tinggi Tepat Rendah Tinggi Tepat Rendah 85. Penilaian Guru.49% 1.74% jawa Luar 13.10% 81.31% 17.29% 78.56% 1.15% 4. Tabel 3.13% 14.31% 17. Kepala Sekolah.08% 13.73% 13. dan Pengawas Terhadap SI dan SKL Tinggi 13.56% 14.74% 83.17% 9. Kepala Sekolah.49% (5) Lebih banyak guru dan kepala madrasah daripada guru dan kepala sekolah menilai Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan termasuk kategori tinggi.15% jawa Luar Kepala Sekolah Nasional 14.64% 0.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (3) Sebagian besar responden menganggap bahwa Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan tepat.22% SI SKL (4) Lebih banyak guru dan kepala sekolah/madrasah di luar Jawa daripada di Jawa yang menilai tuntutan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan termasuk kategori tinggi. Tabel 4. Penilaian Guru.49% perlu dicermati lebih lanjut mengingat standar yang ditetapkan oleh BSNP bersifat minimal.29% jawa 10.56% 20.

84% 19.09% 21. 108 . (3) Dari empat standar kompetensi guru. SMK 86%. SD 24%. Standar Guru dari segi kualifikasi akademik masih jauh untuk bisa terpenuhi secara nasional. (c) dalam kelompok kompetensi sosial sebanyak 75%. Pemenuhan keprofesionalan guru masih menjadi tantangan yang besar dalam mencapai standat kompetensi guru. dan (d) dalam kelompok kompetensi profesional sebanyak 39%). (c) Kompetensi Pedagogis. SMP 74%. dan SMA 91%.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 negeri menilai Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan termasuk kategori tinggi.71% 5.65% 15.94% Swasta 18. (2) Guru yang telah menguasai semua sub-kompetensi dalam: (a) kelompok kompetensi pedagogis sebanyak 42%.56% 17. SLB 51%. urutan dari yang paling banyak dikuasai sampai dengan yang paling sedikit dikuasai oleh guru adalah (a) Kompetensi Kepribadian.12% 15. (b) Kompetensi Sosial. dan (d) kompetensi Profesional.10% Swasta 14.16% 21.39% Kepala Sekolah Sekolah madrasah Negeri 13.04% 17.29% 18.27% Negeri 12. Tabel 5. Artinya. 43% guru telah memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D4. guru yang telah memenuhi standar kualifikasi akademik: TK 14%.45% 25. Jika dilihat per jenjang pendidikan.73% 13.44% 15.3 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru (1) Secara nasional. Penilaian Guru dan Kepala Sekolah Terhadap SI dan SKL (Terlalu Tinggi) Berdasarkan Sekolah-Madrasah dan Negeri-Swasta Guru Sekolah madrasah SI SKL 12. (b) kelompok kompetensi kepribadian sebanyak 76%.

PROG : Kompetensi Profesional Guru (4) Jika dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa. PRIG : Kompetensi Kepribadian Guru. 109 . sebagaimana diilustrasikan dalam grafik berikut ini. SOISG : Kompetensi Sosial Guru. sekolah-madrasah. ada kesenjangan dalam pencapaian semua standar kompetensi guru kecuali kompetensi sosial. dan negeri-swasta.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP Catatan: PEDG : Kompetensi Pedagogik Guru.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 110 .

tidak ada kesenjangan dalam pencapaian standar kompetensi kepala sekolah. sekolah-madrasah.4 Standar Kepala Sekolah/Madrasah (1) Berdasarkan data yang diperoleh dari NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan per Juni 2009) 48% Pengawas sekolah/madrasah telah memenuhi standar kualifikasi akademik (S1 bagi pengawas di TK dan SD serta S2 bagi pengawas di SMP dan SMA). (3) Jika dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa. dan negeri-swasta. (2) Dari lima standar kompetensi kepala sekolah/madrasah. kecuali kompetensi 111 . urutan dari yang paling banyak dikuasai sampai dengan yang paling sedikit dikuasai oleh kepala sekolah adalah (a) Kompetensi Kepribadian (96%). dan (e) Kompetensi Kewirausahaan (75%). (c) Kompetensi Supervisi (87%). (b) Kompetensi Sosial (96%).PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 5. (d) kompetensi Manajerial (82%).

89% 92.14% 93.15% 94.10% 74.11% 74.76% 92.51% 95.20% 99.03% 96.70% 99.11% 93.87% 80.53% 96.20% 95.69% 97.08% 96.11% 93.45% 95.93% 94.84% 97.38% 92.72% 93.68% 96.70% 96.62% 96.55% 91.64% 90.45% 98.28% 76.31% 88.24% 94.70% 95.77% 96.92% 95.63% 95.31% 95.40% 96.77% 92.22% 90.04% 92.80% 96.94% 94.27% 96.41% 91.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 supervisi (dari semua kategori tersebut) dan kompetensi kewirausahaan (hanya dari kategori Jawa-luar Jawa saja).33% 95.67% 95.96% 94.10% 94. Pandangan Guru Terhadap Kompetensi Kepala Sekolah Nasional jawa Luar jawa 98.10% 95.00% 94.56% 96.24% 92.78% 94.64% 91.30% 95. Tabel 6.25% 95.76% 95.69% 95.58% 94.39% 95.07% 93.11% 72.94% 94.94% 90.73% 83.03% 92.19% 90.96% 93.99% 94.69% 96.79% 92.97% 94.87% 96.25% 93.28% 87.11% 94.48% 95.44% 95.71% 95.82% 98.43% 96.96% 94.26% 84.98% 96.90% 95.61% 92.19% 91.49% 97.06% 90.37% 94.75% 80.72% 82.48% 96.88% 96.22% 95.25% 92.12% 95.04% 95.55% 94.96% 94.87% 85.21% 95.85% 96.03% 93.57% 97.36% 94.61% 96.02% 97.58% 95.36% 96.24% 91.52% 95.19% 75.69% 92.33% 95.28% 95.88% 96.70% 96.31% 95.11% 94.92% 95.82% 88.51% 96.48% 95.38% 97.62% 91.63% 96.48% 92.62% 94.13% 96.93% 94.47% 95.80% 95.20% 95.29% 95.46% 95.16% 97.46% 95.24% 94.71% 94.69% 95.63% 95.68% 99.71% 96.84% 95.20% 94.38% 93.27% 95.80% 78.77% 75.22% 95.66% 96.53% 98.82% madrasah Sekolah Negeri Swasta Kompetensi Kepribadian PRIK1 PRIK2 PRIK3 PRIK4 PRIK5 WIRK1 WIRK2 WIRK3 WIRK4 WIRK5 MANK1 MANK2 MANK3 MANK4 MANK5 MANK6 MANK7 MANK8 MANK9 MANK10 MANK11 MANK12 MANK13 98.62% 97.60% 96.92% 96.91% 95.93% 98.61% Kompetensi Kewirausahaan Kompetensi Supervisi manajerial 112 .76% 95.

61% 89.29% 97.48% 95.55% 96.81% 97.75% 87.24% Swasta 87.68% 93.35% 82.13% 88.44% 86.31% 80. (c) Kompetensi Evaluasi Pendidikan (70%).66% 88.36% 91.76% 94.42% 96. dan (f ) Kompetensi Penelitian dan Pengembangan (21%).33% 96.04% 81.06% 94.13% 98.07% 89.88% 90.25% 81.78% 91.10% 92.04% 82.92% madrasah Sekolah 86.20% 88.44% Negeri 89.67% 92. (2) Dari enam standar kompetensi pengawas.39% 88.26% 97.00% 91.47% jawa 91.31% 97.44% 97.56% 97.15% 93.65% 90.09% 96.52% 97.93% 93. (d) Kompetensi Supervisi Manajerial (60%). (e) Kompetensi Supervisi Akademik (44%).31% 92.49% 96.33% 89. (b) Kompetensi Kepribadian (75%).48% 96.33% 92.24% 86.33% 83.06% 84.42% 92.99% 97.93% 86.30% Kompetensi Supervisi Akademik Kompetensi Sosial 5.40% 97. 113 .75% 96.04% 84.69% 80.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Luar jawa 88.49% Januari 2010 © BSNP Nasional MANK14 MANK15 MANK16 AKAK1 AKAK2 AKAK3 SOSK1 SOSK2 SOSK3 88.56% 81.70% 85.93% 89. urutan dari yang paling banyak dikuasai sampai dengan yang paling sedikit dikuasai oleh pengawas adalah (a) Kompetensi Sosial (87%).29% 96.6 Standar Pengawas Sekolah/madrasah (1) Standar Pengawas Sekolah/Madrasah masih sangat jauh untuk bisa terpenuhi baik dari Standar Kualifikasi akademik (kurang dari 50%) maupun dari Standar Kompetensinya.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 114 .

29% jawa 73.67% 83.25% 87. Tabel 7.74% 90.10% madrasah 61. sekolah-madrasah.47% 89.60% 88. tidak ada kesenjangan dalam pencapaian kompetensi kepribadian.26% 84.52% 85. ada kesenjangan dalam pencapaian semua standar kompetensi pengawas kecuali kompetensi kepribadian.92% 71.43% Negeri 78.19% 86.39% Sekolah 79.26% 74.87% 66.26% 88.87% 63.10% 89.65% 91.24% 87.69% 86.55% 85.17% 82. Persentase Pengawas Yang Kompetensinya Baik Menurut Kepala Sekolah Nasional PRIP1 PRIP2 PRIP3 PRIP4 SOSP1 SOSP2 MANP1 MANP2 MANP3 MANP4 MANP5 MANP6 MANP7 MANP8 75.87% 83.09% 87.33% 75.92% 77.33% 77.22% 94.06% 89.78% 82.31% 92.54% 72.49% 75.13% 74.62% 73.82% 75.87% 70.89% 77.39% 59.51% 60.62% 89.14% 81.61% 60.07% Kompetensi Kepribadian Kompetensi Sosial Kompetensi Supervisi manajerial 115 .17% 85.33% 78.51% 75.73% 89.70% 60.70% 86.49% 84.22% 91.84% 88.33% 88.33% 90.84% 81.62% 84.24% 90.84% 74.31% 87. dan negeri-swasta.53% 92.06% 83.73% Swasta 68.02% 60.66% 92.74% 92.67% 94.40% 86.89% 87.44% 88.90% 90.13% 89.14% 91.67% 87.16% 72. dilihat dari kategori Jawa dan luar Jawa.39% 50.26% 74.03% 88.42% 73.22% 78.87% 74.38% 75.20% 77.98% 64.12% 60.60% 79.19% 70.22% 88.88% 59.59% 93.33% 87.85% 75.00% 66.11% Luar jawa 75.28% 66.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (3) Jika dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa.34% 84.89% 93.

79% 86.40% 24.16% 72.64% 24.31% 76.08% 33.86% 80.52% 32.52% 21.26% 26.65% 80.51% 85.66% 38.94% 45.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Tabel 8.64% 77.92% 70.42% Kompetensi Penelitian dan Pengembangan LITP1 21.55% 75.72% 17.37% 24.11% 61.13% 34.56% 79.36% 32.32% 42.88% 74.93% 41.54% 74.82% 47.56% 74. baru 116 .62% 57.31% 80.84% Kompetensi Supervisi Akademik 5.15% 24.60% 69.93% 72.19% 54.23% 41.71% 31.74% 69.08% 40.71% 82.41% 80.61% 57.06% 77.35% 74.59% 70.40% 37.15% 79.22% 24.13% 68.60% 28.73% 69.92% 69.39% 67.15% 27.91% 74.65% 15. Persentase Pengawas Yang Kompetensinya Baik Menurut Guru Luar jawa Kompetensi Evaluasi Pendidikan Nasional jawa EVAP1 EVAP2 EVAP3 EVAP4 EVAP5 EVAP6 76.37% 18.68% 47.45% 19.59% 34.79% 31.63% 44.72% 15.13% 63.44% 27.65% 73.27% 22.88% 72.59% 15.29% 68.63% madrasah Sekolah Negeri Swasta 62.96% 74.23% 84.64% 78.82% 70.85% 29.63% 80.01% 64.18% 18.31% 75.09% 65.29% 23.28% 44.60% 65.76% 15.04% 80.76% 62.73% 15.88% 66.77% 78.06% 17.7 Buku Teks Pelajaran (1) Pelaksanaan ketentuan tentang jumlah buku teks per mata pelajaran untuk setiap siswa masih jauh dari harapan.90% 61.67% 44.59% 80.77% 63.14% 24.58% 34.59% 23.55% 72.17% 58.10% 29.20% 74.49% 36.54% 69.76% 56.37% 40.04% 46.79% 45.99% 56.00% 79.53% 18.25% 44.05% 70.94% 69.27% 57.45% 37.43% 21.88% 23.20% 77.18% 78.72% LITP2 LITP3 LITP4 LITP5 LITP6 LITP7 LITP8 AKAP1 AKAP2 AKAP3 AKAP4 AKAP5 AKAP6 AKAP7 AKAP8 21.63% 85.27% 74.86% 31.98% 79.15% 65.03% 76.67% 25.93% 79.80% 70.19% 67.70% 34.71% 84.74% 15.63% 88.55% 78.86% 35.05% 78.95% 29.92% 85.04% 84.62% 22.05% 37.32% 76.01% 75.02% 77.51% 72.01% 63.36% 44.03% 24.54% 83.10% 22.

Persentase guru yang menggunakan buku teks pelajaran yang sudah dianggap layak melalui penilaian BSNP baru 67%. 2 Th 2008 tentang Buku Teks Pelajaran. 117 . (4) Persentase responden (12%) yang menyatakan bahwa tingkat kesukaran UN tinggi sejalan dengan tingkat kelulusan UN yang 90%. yang bisa ditafsirkan bahwa proses belajar mengajar yang dilaksanakan berdasarkan kurikulum dianggap belum cukup. atau rasa percaya diri terhadap kesiapan untuk menghadapi Ujian Nasional masih rendah. Masih banyak penetapan buku teks pelajaran yang dilakukan oleh selain dewan guru (36%) yang berarti tidak sesuai dengan ketentuan. (2) Anggapan bahwa semua sekolah menggunakan Ujian Nasional sebagai satu-satunya penentu kelulusan ternyata tidak benar karena ada siswa yang tidak lulus satuan pendidikan walaupun mereka lulus Ujian Nasional. Baru 52% guru mengetahui adanya Permendiknas No. Masih banyak pengadaan buku yang langsung dilakukan oleh penerbit (41%) yang berarti tidak sesuai dengan ketentuan. belum sesuai dengan harapan sehingga berpeluang menjadi hambatan atas pelaksanaan dan pencapaiannya. 5. (3) Kegiatan sosialisasi tentang Ujian Nasional kepada pihakpihak yang berkepentingan belum maksimal.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (2) (3) (4) (5) terpenuhi 50%.8 Ujian Nasional (1) Sebagian besar sekolah menambah jam pelajaran mata pelajaran yang dicakup dalam Ujian Nasional dan memberikan les tambahan.

A Pdt. Tendik ITB ASAL Yogyakarta Bandung Jakarta Jakarta Malang Malang Bandung Bandung Malang Bandung Malang Bandung Semarang Jakarta Bandung Jakarta Mandikdasmen Jakarta 118 . Ali Saukah. Wilarso Dr. Tim Pemantauan Standar NO. Tri Bagyo. M. M.D Dr. A. Danny Meirawan Dr. Edy Tri Baskoro Prof. Muchtar Abdul Karim. Achmad Slamet Drs. Sisworo Prof. Anggani Sudono. Bambang Soehendro Prof. Djemari Mardapi Prof. Martono.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 6| Tim Ahli Anggota BSNP Tabel 9. M. Drs. M. Dr. Anggota BSNP dalam Pemantauan Standar NO 1 2 3 4 5 6 7 NAmA Prof.Ed Drs. M.Si Dr. M. Dr. I. Dr.Pd Dr. Bagyo Yuono M. Dr. Dr. Mungin Eddy Wibowo Prof. Dr. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Dr.Th INSTANSI UGM ITB UNY UNNES UI ASAL Yogyakarta Bandung Yogyakarta Semarang Jakarta Jakarta Jakarta Tim Ahli yang bersifat ad hoc adalah: Tabel 10. Mukminan Dr. Fawzia Aswin Hadis Dr. Adi Rahmat Dr. Bana Kartasasmita Dr. MA Prof. Salman dr. Samitha Djayanti Arif Rifai Dwiyanto. Ibrahim Bafadal.. Nana Sudjana Dr. Weinata Sairin. ST NAmA INSTANSI UNY ITB UI UI UM UM ITB UPI UM UPI UM UPI UNNES Dir. Ph. M.

PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 7| Hambatan. Surveyor pada kegiatan pemantauan ini terdiri dari pengawas. Mengingat pengambilan data pemantauan juga dilakukan di madrasah. ketentuan tentang Ujian Nasional. dipaparkan beberapa rekomendasi sebagai berikut. sebaiknya surveyor yang bertugas juga melibatkan pihak departemen agama. jadi terdapat tenggang waktu yang cukup lama. Hal tersebut mengakibatkan cukup banyak surveyor yang berhalangan untuk melaksanakan tugas. Sebaiknya kegiatan pengumpulan data dilakukan sesegera mungkin setelah pelatihan surveyor. dan Saran Kegiatan pemantauan ini langsung dimulai dengan pelatihan surveyor di 33 provinsi tanpa didahului dengan pertemuan koordinasi tim ad hoc pemantauan sebagai pelatih surveyor. Selain itu perlu ada pertemuan tim ad hoc sebelum kegiatan pengumpulan data untuk membahas permasalahan-permasalahan yang muncul pada saat kegiatan pelatihan surveyor. Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Kegiatan pelatihan surveyor berakhir pada 18 Juli 2009. dan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran. karena alasan non-tehnis kegiatan pengumpulan data baru dapat dilaksanakan pada akhir Agustus 2009. Standar Guru. Hal tersebut berpotensi mengakibatkan terjadinya perbedaan metode dan fokus pelatihan surveyor. meskipun mereka yang berhalangan dapat dicarikan pengganti. Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Berdasarkan hasil pemantauan implementasi Standar Isi/SKL. dosen LPTK. staf dinas pendidikan. (1) Guru perlu diberi pelatihan dan pendampingan secara intensif tentang pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) oleh lembaga yang kompeten karena sekolah 119 . dan staf LPMP. Oleh karena itu untuk kegiatan pemantauan berikutnya perlu adanya pertemuan tim ad hoc sebelum kegiatan pelatihan surveyor. Permasalahan. namun para penggantinya tidak mendapatkan pelatihan karena tidak ada kesempatan.

Standar Kompetensi Lulusan. Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan guru sekolah/madrasah negeri dan swasta dari segi aksesibilitas terhadap Standar Isi. Pemberian beasiswa bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik agar memenuhi standar juga perlu dilakukan. dan Standar Guru. Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi penyebar-luasan peraturan dan perundangan tentang pelaksanaan pendidikan pada satuan pendidikan karena ternyata tingkat ketersediaannya di luar Jawa lebih rendah daripada di Jawa. Sosialisasi tentang dokumen standar. kepala sekolah. di luar Jawa perlu diberi perhatian yang lebih besar daripada di Jawa karena ternyata sosialisasi yang dilakukan di Jawa secara konsisten dianggap lebih banyak daripada di luar Jawa. dan pe- 120 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 (2) (3) (4) (5) (6) (7) yang mata pelajarannya sudah dilengkapi dengan silabus dan RPP tidak lebih dari 79%. dan Standar Guru karena ternyata tingkat aksesibilitasnya terhadap dokumen standar tersebut di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di sekolah/madrasah negeri. Faktor ini mungkin yang menyebabkan kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi ketersediaan dokumen-dokumen tentang Standar Nasional Pendidikan beserta dokumen pendukungnya. khususnya Standar Isi. Perlu ditelaah lebih lanjut substansi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena ada guru. perlu dipertimbangkan program kesetaraan S-1 berdasarkan kualitas “track-record” dan uji kompetensi oleh institusi yang kompeten sesuai dengan ketentuan yang terkait dengan Standar Guru. dan guru yang membuat sendiri silabus baru 38% dan RPP 67%. Standar Kompetensi Lulusan. Untuk meningkatkan jumlah guru yang memenuhi standar kualifikasi akademik guru sesuai dengan tahun pencapaian (2015).

setiap Program 121 . kepala sekolah. dan di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di Jawa. (9) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara sekolah dan madrasah dari segi persepsi mereka terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena lebih banyak madrasah menilai tinggi terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan daripada sekolah. serta sekolah/madrasah negeri dan sekolah/madrasah swasta dari segi pencapaian kompetensi guru. (10) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara sekolah/madrasah negeri dan sekolah/madrasah swasta dari segi persepsi mereka terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena lebih banyak sekolah/madrasah swasta menilai tinggi terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan daripada sekolah/madrasah negeri. (11) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa. (12) Perlu ditindak-lanjuti adanya data yang menunjukkan masih cukup banyak peraturan atau kebijakan pemerintah daerah yang tidak sesuai dengan Standar Guru.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP ngawas (antara 12. dan di sekolah/madrasah negeri.74% sampai dengan 20. (13) Sebagai lembaga penghasil guru bidang studi. dan Standar Pengawas karena kalau dibiarkan akan dapat menghambat pelaksanaan dan pencapaian standar-standar tersebut. dan pengawas karena ada kecenderungan pencapaian kompetensi guru. di sekolah. (8) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi persepsi mereka terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena lebih banyak sekolah/madrasah di luar Jawa menilai tinggi terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan daripada sekolah di Jawa. di Madrasah. Standar Kepala Sekolah. dan pengawas di luar Jawa. kepala sekolah.49%) yang menganggap standar tersebut tinggi. sekolah dan madrasah.

dan mata pelajaran yang buku teks pelajarannya belum ada yang dinilai perlu segera dilakukan penilaiannya.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Studi Pendidikan Bidang Studi harus mengetahui sedikitnya Undang-undang Guru dan Dosen (hanya 89% LPTK yang memiliki dokumennya) serta Standar Guru (hanya 81% Prodi LPTK yang memiliki dokumennya) karena mereka harus tahu kompetensi apa yang dimiliki para lulusannya sebagai calon guru profesional. bukan dengan cara menambah jam pelajaran dan memberi les tambahan. (16) Untuk mengungkapkan latar belakang adanya fakta banyaknya sekolah yang menambah jam pelajaran dan memberikan les tambahan. harapannya angka yang muncul adalah 100% untuk dua dokumen ini. Keadaan ini harus dianggap serius dan perlu ditindak-lanjuti di tingkat pimpinan LPTK atau di tingkat Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi. (14) Buku teks pelajaran yang telah dinilai layak oleh BSNP perlu didistribusikan secara memadai dan merata ke sekolah-sekolah. (19) Perlu dilakukan koordinasi di tingkat pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan Nasional dan Departemen Agama) dan 122 . Oleh karena itu. perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang proses belajar mengajar di kelas apakah sudah sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. (18) Perlu dikembangkan model sistem informasi manajemen yang terpadu sehingga memungkinkan dilaksanakannya pengumpulan data yang terpadu dan serempak secara nasional. (17) Perlu dilakukan sosialisasi tentang cara yang paling dianggap tepat untuk mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Nasional. yaitu dengan melaksanakan prinsip pembelajaran tuntas sejak awal. (15) Perlu ada program percepatan pemenuhan standar tentang jumlah rombongan belajar dan jumlah siswa setiap rombongan belajar karena akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran.

untuk itu perlu pengumpulan data yang dilaksanakan serentak secara nasional.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP Pemerintah Daerah (Dinas Pendidikan Kabupaten/kota. Dinas Pendidikan Provinsi. (20) Perlu ditingkatkan fungsi dan peranan pusat pengumpulan data terpadu untuk mengurangi beban unit terkecil dalam memberikan data yang sama untuk kepentingan yang berbeda-beda. dan LPMP) dalam pengumpulan data karena gambaran tentang pelaksanaan dan pencapaian Standar Nasional Pendidikan secara nasional sangat tergantung pada ketersediaan data-data yang relevan di semua unit tersebut. Kantor Wilayah Departmen Agama. 123 . Kantor Departement Agama Kabupaten/ kota.

.

BAB 8 PENgEmbANgAN iNStrUmEN PENiLAiAN bUkU tEkS PELAjArAN Badan Standar Nasional Pendidikan 125 .

.

SmP. kelayakan bahasa. Pernyataan tersebut diperkuat dengan pasal 43 ayat (4) yang menyatakan bahwa ada rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan untuk setiap peserta didik. Demikian juga dalam Pasal 43 ayat (5) dinyatakan bahwa buku teks pelajaran dinilai kelayakan isi. PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN A mata Pelajaran Agama Sd. peralatan pendidikan. buku dan sumber belajar lainnya.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP BAB 8. Sehubungan dengan ketentuan Pasal tersebut di atas maka diperlukan buku sebagai penunjang pembelajaran. 127 . kelayakan penyajian dan kelayakan kegrafikaannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan ditetapkan oleh Peraturan Menteri. SmA/SmK. bahan habis pakai. media pendidikan. dan perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. dan PKn SmA/SmK 1| Pendahuluan Dalam Pasal 42 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabotan.

dan Agama Khonghucu. Instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama terdiri atas: Agama Islam. kelayakan bahasa. dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajan pada satuan pendidikan adalah agar peserta didik memperoleh buku yang sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP. Tujuan menilai kelayanan isi. Agama Katolik. yaitu sesuai dengan Standar Isi. kelayakan penyajian. PKn untuk SMA/SMK. Buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya digunakan sebagai sumber belajar di setiap satuan pendidikan. dan kelayakan kegrafikaannya merupakan jaminan bagi peserta didik memperoleh buku yang dapat digunakan 128 . Agama Kristen. Tujuan lain adalah untuk membeli buku teks pelajaran yang dialihkan hak ciptanya dan dijadikan buku teks pelajaran elektornik. Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran bertujuan untuk menghasilkan instrumen yang dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran : Agama Islam. Agama Buddha. penyajian dan kegrafikaan. bahasa. Agama Kristen. Agama Katolik. Agama Hindu. Agama Katolik. telah dilaksanakan kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. dan PKn adalah diperolehnya alat penilaian buku teks pelajaran yang terstandar dan dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran yang memenuhi kelayakan isi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2| Tujuan dan manfaat Pada tahun 2009. Manfaat instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Agama Islam. Agama Hindu. Agama Hindu. dan Agama Khonghucu pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Agama Buddha. Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Proses Pendidikan. kelayakan penyajian. Agama Buddha. kelayakan bahasa. dan Agama Khonghucu untuk SD. dan SMA/SMK. Agama Kristen. SMP. Manfaat buku teks yang telah dinilai kelayakan isi. dan buku teks pelajaran PKn SMA/SMK.

Anggota UII Yogyakarta Dra.Th. M. Lic. MA Anggota IAIN Padang Dr. Hamidah. Tl Anggota KWI Jakarta Drs.T.D Anggota IHDN Bali Nama mata Pelajaran Psikometri Psikometri Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Katolik Agama Katolik Agama Kristen Agama Kristen Agama Buddha Agama Buddha Agama Hindu 129 . Drs. A. Anggadewi Moesono Wakil Ketua UI Jakarta Prof.Th Anggota UKSW Salatiga Suhadi Sendjaja. Kadarmanto Harjowasito Anggota STTH Jakarta Dr.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP untuk pembelajaran yang bermutu dan sarana untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. MBA Anggota WALUBI Jakarta Prof. baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya. M. Pdt Utama Anggota WALUBI Jakarta Soedjito Kusumo K. Siradjudin Zar. M. M. Tima Ahli No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 jabatan Instansi dalam tim Dr.Psi. Jakart Dr. M. S. I Made Titib. Fawzia Aswin Hadis (Koordinator) Prof. M. Anggota BSNP No 1 2 3 4 5 6 Nama Prof. Soegito UI UIN UNJ STBA Pertiwi LAI UNNES Instansi Asal Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Semarang 2. Djaali Dr. Weinata Sairin. Daniel Nuhamara.M. Dr. M.Th (Wakil Koordinator) Prof. Urip Purwono Ketua UNPAD Bandung Dr. Suharsono. 3| Tim ahli 1.. Yunan Yusuf Prof. Anggota Univ Atma Jaya Hum. Netty Hartaty. Dr. Dr. SE. S.Ag Anggota IAIN Palembang Dr. Anggota UIN Jakarta FX Adisusanto Sj. Buku teks pelajaran selain bermanfaat bagi peserta didik juga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar. Ph. Dr. Dr. Idrus. Dr. M. M.Pd Pdt. R.Si. Matheus Beny Mite.

MM WS Dr. Mulyadi WS Dr.Si Anggota Psikometri 4| Tahapan Kegiatan Langkah-langkah penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama SD. ahli pembelajaran mata pelajaran.SH. Kaharuddin Arafah. SMP. Menetapkan tim ahli yang terdiri atas ahli materi mata pelajaran. Abdul Gafur. Dr. serta 17 orang anggota tim ahli. Temu awal ini dihadiri oleh koordinator tim dan 5 orang anggota BSNP. SMA/SMK dan PKn SMA/SMK sebagai berikut. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah yang ditetapkan oleh BSNP seperti berikut ini: 1) Penyusunan desain Instrumen dan Pengenalan mengenai Instrumen Kegiatan penyusunan desain instrumen dan pengenalan mengenai instrumen dilaksanakan di ruang rapat BSNP Gedung D lantai 2 Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 4 – 6 Maret 2009. M. Drs. b.Sc. Pada awal pertemuan ini diadakan perkenalan antara 130 . Dr. Gardjito jabatan Instansi dalam tim Anggota Jakarta Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota MATAKIN Jakarta MATAKIN Jakarta UNY Yogyakarta UNNES Semarang Perpustakaan Nasional Jakarta UNM Makassar mata Pelajaran Agama Hindu Agama Khonghucu Agama Khonghucu PKn PKn Kegrafikaan 20 Drs. I Wayan Suwira Satria.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No 14 15 16 17 18 19 Nama Drs.Hum. H. ahli kegrafikaan dan ahli psikometri. M. Rustopo.M. Oesman Arif Prof. a.

Pada langkah ini pula ditetapkan nama-nama anggota tim ahli dan anggota BSNP yang akan bertugas mengumpulkan data serta unsur-unsur yang akan diundang pada masing-masing provinsi. SMP.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 2) anggota BSNP dengan anggota tim ahli.Sc. Ph. Hasil kajian tersebut dijadikan kerangka untuk menyusun instrumen pengumpulan data di 5 provinsi pada langkah berikutnya. Tim ahli mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran terkait. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka Naskah Akademik (NA) dan draf awal pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Agama SD. Kajian Bahan dasar Kajian bahan dasar untuk penyusunan desain instrumen penilaian buku teks pelajaran agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang Bvlgari II Hotel Grand Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 11 .13 Maret 2009.D dari Universitas Padjajaran Bandung sebagai ketua tim dan Dr. Setelah itu dilakukan pemilihan ketua dan wakil ketua tim ahli dengan hasil. Urip Purwono. tim ahli melakukan brainstorming tentang jenis buku yang ingin diterbitkan dengan mengacu kepada Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) masing-masing mata pelajaran yang bersangkutan. 131 . serta contoh instrumen penilaian buku teks pelajaran yang telah dikembangkan BSNP pada tahun sebelumnya. Anggadewi dari Universitas Indonesia sebagai wakil ketua tim. M. SMA/SMK dan PKn SMA/SMK. Kegiatan ini dihadiri oleh semua anggota tim ahli (19 orang). Untuk mencapai tujuan tersebut. dan 7 orang anggota BSNP.

Jumlah tim pengumpul data yang bertugas pada masing-masing kota sebanyak 5 orang dengan rincian: 3 orang tim ahli.3 April 2009 yang dihadiri oleh 6 orang anggota BSNP dan semua anggota tim ahli. dan (e) panitia sebanyak 4 orang. 2 orang Hindu. Fatmawati Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 1 . dan 1 orang staf sekretariat. Pada akhir pertemuan langkah ini akan dilakukan pleno BSNP dengan anggota tim ahli masing-masing mata pelajaran. Bali. (d) tokoh agama sebanyak 6 orang yang terdiri atas: 2 orang Katolik. 2 orang Hindu. Sulawesi Utara. (b) guru sebanyak 12 orang yang terdiri atas: 4 orang Katolik. dan Jawa Timur pada tanggal 18 . dan 4 orang Khonghucu. RS. Jumlah peserta FGD tiap provinsi sebanyak 40 orang dengan rincian : (a) orang tua siswa sebanyak 12 orang yang terdiri atas: 4 orang Katolik. dan 2 orang Khonghucu.21 Maret 2009. 1 orang anggota BSNP. dan 4 orang. 4 orang Hindu. Pengolahan data Data dan masukan responden dari 5 kota yang telah terkumpul melalui FGD pada langkah sebelumnya diolah dan dianalisis baik secara kualitatif maupun kuantitatif untuk dijadikan bahan pembuatan Naskah Akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn. Analisis data Kegiatan analisis data untuk penyusunan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dilak- 132 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 3) 4) 5) Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan melalui sistem Focused Group Discussion (FGD) dilaksanakan di lima provinsi yaitu: Sumatera Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang sidang BSNP Gedung D Lantai 2 Mandikdasmen Jl. DI Yogyakarta. dan 2 orang Khonghucu. (c) siswa sebanyak 6 orang yang terdiri atas: 2 orang Katolik. 4 orang Hindu.

Penyusunan draf Instrumen Hasil analisis data pada pertemuan sebelumnya dijadikan bahan untuk menyusun Naskah akademik dan draf instrumen. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menghasilkan draf naskah akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn.17 April 2009. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis semua masukan dari setiap daerah yang telah diolah dan dijadikan bahan untuk menyusun draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn. Kegiatan penyusunan draf instrumen ini dilaksanakan di ruang sidang BSNP Gedung D lantai 2 Mandikdasmen Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 2 – 4 Mei 2009 yang dihadiri oleh 5 orang anggota BSNP dan 17 orang anggota tim. tim membuat bahan presentasi yang akan disampaikan kepada pleno BSNP pada pertemuan berikutnya. Pada bagian akhir pertemuan. Presentasi ke BSNP dan Reviu draf Instrumen-2 Presentasi ke BSNP dan reviu draf instrumen 2 pe133 .PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 6) 7) 8) sanakan di ruang sidang Anggrek 6 lantai 7 Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada tanggal 15 . Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan draf naskah akademik dan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn yang telah dikembangkan pada pertemuan sebelumnya. Reviu draf Instrumen Reviu draf instrumen penilaian buku teks pelajaran agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang Anggrek 6 lantai 7 Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada tanggal 27 .29 Mei 2009 yang dihadiri oleh 18 orang anggota tim dan 6 orang anggota BSNP. Anggota BSNP yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 6 orang dan anggota tim sebanyak 19 orang.

S. 2 Cipete Jl. kemudian pada tanggal 5 -6 Juni 2009.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 nilaian buku teks pelajaran agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang BSNP Gedung Mandikdasmen Lt. 1 orang anggota BSNP dan 1 orang staf sekretariat BSNP. Pada pertemuan ini juga dikembangkan instrumen yang dapat dijadikan bahan pengumpul masukan dari para reviewer pada pertemuan berikutnya. Untuk melaksanakan kegiatan validasi ini. dan Makassar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan berupa tingkat keterbacaan masing-masing butir dan deskripsi instrumen dari para ahli pembelajaran. dan guru masing-masing mata pelajaran. 10) Lokakarya Pembahasan draf Instrumen Masukan para pakar pada saat kegiatan validasi instrumen diolah dan dianalisis oleh tim ahli. 134 . Kegiatan lokakrya draf Instrumen ini dilaksanakan pada tanggal 17 – 19 Juni 2009 di Apartemen Puri Casablanca Jakarta. Draf instrumen-2 ini diberi masukan oleh anggota BSNP. panitia pada masing-masing kota mengundang 40 orang peserta. R. 9) Validasi draf instrumen Validasi draf instrumen dilaksanakan di 10 – 12 Juni 2009 di lima kota yaitu : Palembang. ahli materi. Malang. kemudian dijadikan bahan untuk menyempurnakan draf instrumen. Selanjutnya hasil analisis ini dijadikan bahan lokakarya dengan mengundang ahli masing-masing mata pelajaran. Bandung. Solo. tim ahli mengolah masukan BSNP untuk menyempurnakan draf instrumen-2 menjadi draf instrumen-3.6 Juni 2009. 2 orang anggota tim. Target kegiatan ini adalah mendapatkan masukan dari para pakar masing-masing mata pelajaran untuk menyempurnakan draf instrumen. Fatmawati Jakarta Selatam pada tanggal 4 .

Hindu. 13) Analisis Hasil Uji Coba dan Perbaikan Instrumen Analisis data hasil uji coba dan revisi instrument penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang BSNP Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 11 – 13 Juli 2009. 2 orang anggota tim ahli. Kupang. nama tim uji coba. 135 . Kristen. dan tim ahli. Oleh karena itu pada langkah ini diundang para ahli terkait mata pelajaran Agama Islam. 12) Uji Coba draf Instrumen Kegiatan uji coba draf instrumen bertujuan untuk melihat sejauh mana instrumen tersebut dapat dijadikan alat untuk menilai sampel buku teks pelajaran yang beredar di masing-masing provinsi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis masukan para pakar sewaktu instrumen diujicobakan. Buddha. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan draf instrumen penilaian masing-masing mata pelajaran. Katolik. dan Surabaya. dan para praktisi mata pelajaran terkait di masing-masing provinsi. Khonghucu. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota BSNP. agenda uji coba. dan lokasi uji coba instrumen. Jakarta. guru. Para undangan diberi buku untuk dinilai dengan menggunakan draf instrumen yang telah dikembangkan oleh tim ahli. Kegiatan uji coba instrumen dilaksanakan pada 5 – 7 Juli 2009 secara bersamaan di 5 kota yaitu: Denpasar. Uji coba dihadiri oleh 1 orang anggota BSNP. Bogor. Pada akhir kegiatan dihasilkan juga panduan uji coba instrumen.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 11) Finalisasi draf Instrumen untuk Uji Coba Kegiatan finalisasi draf instrumen ini dilaksanakan di hotel Golden Boutique Jakarta pada tanggal 24 – 26 Juni 2009 dengan dihadiri oleh 6 orang anggota BSNP dan 18 orang anggota tim. dan 40 orang undangan yang terdiri atas dosen. dan PKn.

14) Persiapan Sosialisasi Instrumen yang telah disempurnakan pada langkah sebelumnya kemudian diplenokan di BSNP dan difinalkan berdasarkan masukan anggota BSNP. kerangka instrumen. Instrumen hasil penyempurnaan melalui pleno akan disahkan oleh BSNP sebagai tanda bahwa instrumen tersebut telah sahih untuk dipergunakan menilai buku teks pelajaran dan siap untuk disosialisasikan kepada penerbit dan calon penulis. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 Juli di ruang sidang BSNP Cipete Jakart Selatan yang dihadiri oleh anggota BSNP dan tim ahli. Manado.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Hasil analisis kemudian dirangkum dan dijadikan masukan untuk menyempurnakan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn. Surabaya Ruang sidang BSNP Jakarta 6 Penyusunan draf instrumen Ruang sidang BSNP Tempat Ruang sidang BSNP Tanggal 04 – 06 Maret 2009 11 – 13 Maret 2009 18 – 20 Maret 2009 01 – 03 April 2009 15 – 17 April 2009 02 – 04 Mei 2009 Target Kerangka naskah akademik (NA) dan kerangka instrumen Kerangka NA. Yogyakarta. dan Panduan FGD Data FGD untuk penyu sunan draf instrumen Data dari 5 provinsi Hasil analisis data untuk penyusunan draf instrumen Draf instrumen 4 5 Pengolahan data Analisis data 136 . Secara rinci kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dapat dirangkum seperti berikut ini. No Kegiatan 1 Temu awal untuk penyusunan desain 2 Kajian bahan dasar Jakarta 3 Pengumpulan data Padang. Denpasar.

Malang. 10 – 12 Juni Solo. Kupang. Naskah akademik penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama SD. Bogor. Rincian instrumen yang dihasilkan dalam kegiatan ini diuraikan sebagai berikut: 137 . dan 2009 Makassar Jakarta 17 – 19 Juni 2009 24 – 26 Juni 2009 05 – 07 Juli 2009 11 – 13 Juli 2009 22 – 24 Juli 2009 Data hasil vali dasi dan draf instrumen Masukan dari para pakar dan draf instrumen Instrumen yang siap diujicoba kan Masukan dari para stake holder Instrumen final 10 11 Jakarta Denpasar. b. dan PKn SMA/SMK.SMP. SMA/SMK.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No Kegiatan 7 Reviu draf instrumen Tempat Jakarta 8 Presentasi ke BSNP dan reviu draf instrumen 2 Validasi draf instrumen Lokakarya pembahasan draf instrumen Finalisasi draf instrumen untuk uji coba Uji coba draf instrumen Analisis hasil uji coba dan perbaikan instrumen Persiapan sosialisasi instrumen Tanggal 27 – 29 Mei 2009 04 – 06 Juni 2009 Januari 2010 © BSNP Target Masukan para pakar untuk penyempurnaan draf instrumen Masukan dari BSNP Ruang sidang BSNP 9 Palembang.SMP. Surabaya Ruang sidang BSNP 12 13 14 Ruang sidang BSNP Instrumen yang telah disahkan BSNP yang siap disosialisa sikan 5| Hasil yang diperoleh Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn ini menghasilkan dokumen berupa: a. Bandung. dan PKn SMA/SMK. penyajian. bahasa dan kegrafikaan buku teks pelajaran Agama SD. SMA/SMK. Jakarta. Instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan isi.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No Nama Mata Pelajaran 1 Pendidikan Agama Islam Nama Produk Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA 2 Sub total (1) Pendidikan Agama Katolik 3 Sub total (1) Pendidikan Agama Kristen Sub total (1) Jumlah 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 138 .

PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No Nama Mata Pelajaran 4 Pendidikan Agama Buddha Nama Produk Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Januari 2010 © BSNP 5 Sub total (1) Pendidikan Agama Hindu 6 Sub total (1) Pendidikan Agama Khonghucu Sub total (1) Jumlah 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 139 .

pada saat uji coba instrumen. Namun demikian dalam pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn ini. Hindu dan Buddha pada saat validasi dan ujicoba instrumen pada daerah-daerah tertentu. Interaksi yang harmonis ini menunjukkan suasana kerukunan antar ummat beragama yang sangat baik. BSNP agar buku teks pelajaran Agama yang dihasilkan nanti mampu membangun semangat kerukunan dan kesatuan demi memantapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks masyarakat majemuk Indonesia. dipilih peserta yang lebih banyak jumlahnya untuk mata pelajaran agama Khonghucu. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama ini telah tercipta suasana “bersatu dalam perbedaan dan berbeda dalam persatuan” Sejak awal dalam kelompok ini memang ditekankan oleh .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No Nama Mata Pelajaran 7 PKn Nama Produk Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Sub total (1) jumlah Total Jumlah 3 3 3 3 12 300 6| Refleksi Dalam penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn ini terdapat beberapa kendala antara lain sulitnya menemukan dosen ataupun guru yang ahli dalam mata pelajaran Agama Khonghucu. validasi dan uji coba draf instrumen. Untuk mengatasi hal tersebut. 140 . Buddha dan Hindu terutama untuk daerah-daerah sentra agama yang bersangkutan. terdapat pula beberapa hal yang sangat mengagumkan antara lain terjadinya interaksi yang dinamis dan harmonis baik antara sesama pengembang instrumen maupun antara pengembang dengan tim pakar yang diundang pada saat pengumpulan data. Hal ini mengakibatkan kurangnya kritikan/masukan terhadap substansi butir yang dikembangkan terutama pada saat validasi.

Bahasa Arab. Bahasa Perancis. bahan habis pakai. kelayakan bahasa. kelayakan penyajian dan kelayakan kegrafikaannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan ditetapkan oleh Peraturan Menteri. Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin. Bahasa Perancis. Bahasa Arab. Manfaat instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Bahasa Jerman. telah dilaksanakan kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing SMA/SMK yang terdiri atas: Bahasa Jerman. Bahasa Jepang dan 141 . peralatan pendidikan.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP B mata Pelajaran Bahasa Asing SmA/SmK 1| Pendahuluan Dalam Pasal 42 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabotan. 2| Tujuan dan manfaat Pada tahun 2009. Bahasa Perancis. Pernyataan tersebut diperkuat dengan pasal 43 ayat (4) yang menyatakan bahwa ada rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan untuk setiap peserta didik. Sehubungan dengan pasal tersebut di atas maka diperlukan buku sebagai penunjang pembelajaran. Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran bertujuan untuk menghasilkan instrumen yang dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran : Bahasa Jerman. dan perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. media pendidikan. Bahasa Arab. buku dan sumber belajar lainnya. Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin untuk SMA/SMK. Demikian juga dalam Pasal 43 ayat (5) dinyatakan bahwa buku teks pelajaran dinilai kelayakan isi.

Dr. Manfaat buku teks yang telah dinilai kelayakan isi.Dr. kelayakan bahasa. Prof. dan kelayakan kegrafikaannya merupakan jaminan bagi peserta didik memperoleh buku yang dapat digunakan untuk pembelajaran yang bermutu dan sarana untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajan pada satuan pendidikan adalah agar peserta didik memperoleh buku yang sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Bahasa Mandarin adalah diperolehnya alat penilaian buku teks pelajaran yang terstandar dan dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran yang memenuhi kelayakan isi. M. Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Proses Pendidikan. Buku teks pelajaran selain bermanfaat bagi peserta didik juga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar. Fawzia Aswin Hadis (Koordinator) Pdt. yaitu sesuai dengan Standar Isi.. bahasa. kelayakan penyajian. Mungin Eddy Wibowo. kelayakan bahasa. MPd.Dr.Kons. Edy Tri Baskoro Prof. Tujuan lain adalah untuk membeli buku teks pelajaran yang dialihkan hak ciptanya dan dijadikan buku teks pelajaran elektornik. kelayakan penyajian. Furqon Instansi UI LAI UNNES UNY ITB UPI Asal Jakarta Jakarta Semarang Yogyakarta Bandung Bandung 142 . Tujuan menilai kelayanan isi. Djemari Mardapi Prof. Buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya digunakan sebagai sumber belajar di setiap satuan pendidikan. baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya.Th (Wakil Koordinator) Prof. penyajian dan kegrafikaan. Dr. No 1 2 3 4 5 6 Anggota BSNP Nama Prof. 3| Tim ahli 1. Weinata sairin.Dr.

M. Kaharuddin Arafah. Tato Hendarto Msi Ketua Labu Psikometri Prof. MA UI Jakarta Bahasa Jerman Dr. A. Seto Mulyadi Prof. Syaifudin Ketua UMM Malang Psikometri Wakil Al Izhar Pondok Ir. Hermina Sutami Anggota UI Jakarta Bahasa Mandarin Nita Madona Sulanti. Afdol Tharik Wastono. MA Prof. M. MA Anggota Japan Foundation Bahasa Jepang Anggota Perpustakaan Dr. MPd Anggota UNESA Surabaya Bahasa Jerman Prof.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No 7 8 9 10 11 12 12 14 15 Nama Prof. Komarudin Hidayat Dr. Yunan Yusuf Prof.Dr. Dr.Dr. Zaki Baridwan Prof. M.T. MA Anggota UIN Jakarta Bahasa Arab Dr. Soegito Instansi UGM UIN UNJ STBA Pertiwi Al Ihzar UIN Komnas Anak UGM UNNES Januari 2010 © BSNP Asal Yogyakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Yogyakarta Semarang 2. Astini Semarang Bahasa Perancis Dr.Hum UI Jakarta Bahasa Arab Prof. M. Gardjito Nasional Kegrafikaan Drs. Dr. MPd Anggota UPI Bandung Bahasa Perancis Dr.. Dr.Si Anggota UNM Makassar Nama 143 . Anggota MA UI Jakarta Bahasa Mandarin Anggota UNNES Prof. Moh. Dr. Djaali Dr. Djodjok Anggota Soenardjo. Irene Risakotta. Anggani Sudono.Pd Dr. Mlit UNESA Surabaya Bahasa Jepang Evi Lusiana.Dr. Bambang Soehendro Prof. Suharsono.Dr. Setiawati Anggota Darmojuwono. M. Matsna.M. Anggota M.Dr.Dr. Tri Indri Hardini. SS. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Tima Ahli jabatan Instansi mata Pelajaran dalam tim Dr.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 4| Tahapan Kegiatan Langkah-langkah penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama SD. Pada awal pertemuan ini diadakan perkenalan antara anggota BSNP dan Staf Pusbuk dengan anggota tim ahli. Menetapkan tim ahli yang terdiri atas ahli materi mata pelajaran. 12 orang anggota tim ahli. SMP. c.Si dari Al. dan staf teknis Pusbuk. Kajian Bahan dasar dan Penyusunan desain Instrumen Kegiatan penyusunan desain instrumen dan pengenalan mengenai instrumen dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 10 . Melaksanakan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah yang ditetapkan oleh BSNP seperti berikut ini: 1) Temu Awal. ahli kegrafikaan dan ahli psikometri. ahli pembelajaran mata pelajaran. M. SMA/SMK dan PKn SMA/SMK sebagai berikut. d. Syaifuddin dari Universitas Muhammadiyah Malang sebagai ketua tim dan Ir.Ihzar Pondok Labu sebagai wakil ketua tim. mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran terkait. Dr. Untuk mencapai tujuan tersebut. Setelah itu dilakukan pemilihan ketua dan wakil ketua tim ahli dengan hasil. tim ahli melakukan brainstorming tentang jenis buku yang ingin diterbitkan. Kabid Bangnas daltuku Pusat Perbukuan. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka Naskah Akademik (NA) dan draf awal pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Bahasa Asing SMA/SMK. Kasubbid daltuku.12 Maret 2009. serta con- 144 . Kegiatan ini dihadiri oleh koordinator tim dan 7 orang anggota BSNP. Kepala Pusat Perbukuan. Tato Hendarto.

ahli pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 19 . Pada akhir pertemuan langkah ini akan dilakukan pleno BSNP dengan anggota tim ahli masing-masing mata pelajaran.16 Maret 2009. Peserta FGD terdiri atas unsur : ahli materi. anggota BSNP. Kegiatan pengumpulan data dihadiri oleh seluruh anggota tim. Kegiatan penyusunan draf instrumen ini dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 2 – 4 April 2009 yang dihadiri oleh semua 145 . Peserta FGD dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran. staf Pusbuk. dan staf Pusbuk.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 2) 3) 4) toh instrumen penilaian buku teks pelajaran yang telah dikembangkan BSNP pada tahun sebelumnya.21 Maret 2009 yang dihadiri oleh anggota BSNP. siswa. praktisi. Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan melalui sistem Focused Group Discussion (FGD) dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 14 . dan semua anggota tim ahli. Pengolahan dan Analisis data Data dan masukan para peserta FGD pada langkah sebelumnya diolah dan dianalisis. dan orang tua siswa untuk masing-masing mata pelajaran. guru. baik secara kualitatif maupun kuantitatif untuk dijadikan bahan pembuatan Naskah Akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing. Penyusunan draf Instrumen-1 Hasil analisis data pada pertemuan sebelumnya dijadikan bahan untuk menyusun Naskah akademik dan draf instrumen. Pada langkah ini pula ditetapkan nama-nama anggota tim ahli dan anggota BSNP yang akan bertugas mengumpulkan data serta unsur-unsur yang akan diundang pada masing-masing provinsi.

Penyusunan draf Instrumen Masukan para pakar pada saat kegiatan validasi instrumen diolah dan dianalisis oleh tim ahli. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menghasilkan draf naskah akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing. dan Makassar. Pada pertemuan ini. Jogjakarta.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 5) 6) 7) anggota tim ahli. panitia pada masing-masing kota mengundang validator yang terdiri atas unsur-unsur: ahli pembelajaran dan ahli materi masing-masing mata pelajaran. tim juga melakukan presentasi dalam sidang pleno BSNP. anggota BSNP dan staf Pusbuk. ahli materi. jadwal validasi. Medan. dan guru masing-masing mata pelajaran. dan nama-nama calon validator di lima provinsi. Hasil pertemuan ini adalah draf Instrumen yang siap divalidasi. Reviu draf Instrumen dan Presentasi ke BSNP Reviu draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 15 – 17 Mei 2009 yang dihadiri oleh seluruh anggota tim ahli. Untuk melaksanakan kegiatan validasi ini. 146 . anggota BSNP dan staf Pusbuk. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan draf naskah akademik dan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing yang telah dikembangkan pada pertemuan sebelumnya. Validasi draf instrumen Validasi draf instrumen dilaksanakan tanggal 22 – 24 Mei 2009 di lima kota yaitu : Jakarta. kemudian dijadikan bahan untuk menyempurnakan draf instrumen. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan berupa tingkat keterbacaan masing-masing butir dan deskripsi instrumen dari para ahli pembelajaran. Bandung.

tim ahli. 2 orang anggota tim ahli. dan Surabaya. Analisis Hasil Uji Coba dan Revisi draf Instrumen Analisis data hasil uji coba dan revisi instrument penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 9 – 11 Juli 2009. guru. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis masukan para pakar sewaktu instrumen diujicobakan. Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota BSNP. Hasil analisis kemudian dirangkum dan dijadikan masukan untuk menyempurnakan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing. 147 .PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 8) 9) Kegiatan penyusunan draf Instrumen ini dilaksanakan pada tanggal 31 Mei – 2 Juni 2009 di hotel Mega Anggrek Jakarta Barat. Para undangan diberi buku untuk dinilai dengan menggunakan draf instrumen yang telah dikembangkan oleh tim ahli. Manado. Uji coba dihadiri oleh 1 orang anggota BSNP. Target kegiatan ini adalah mendapatkan draf instrumen yang siap untuk diujicobakan pada pertemuan berikutnya. dan dan staf Pusbuk serta para undangan yang terdiri atas dosen. dan para praktisi mata pelajaran terkait di masing-masing provinsi. Bahasa Jerman. Kegiatan uji coba instrumen dilaksanakan pada 27 – 29 Juni 2009 secara bersamaan di 5 kota yaitu: Bandung. dan staf Pusbuk. Jakarta. Uji Coba draf Instrumen Kegiatan uji coba draf instrumen bertujuan untuk melihat sejauh mana instrumen tersebut dapat dijadikan alat untuk menilai sampel buku teks pelajaran yang beredar di masing-masing provinsi. Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin. Oleh karena itu pada langkah ini diundang para ahli terkait mata pelajaran Bahasa Arab. Bahasa Perancis.

tim ahli. Bandung.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 10) Finalisasi draf Instrumen Instrumen yang telah disempurnakan pada langkah sebelumnya kemudian diplenokan di BSNP dan difinalkan berdasarkan masukan anggota BSNP.12 Maret 2009 Jakarta Target Kerangka naskah akade mik dan kerang ka instrumen Data FGD untuk penyu sunan draf instrumen Data untuk penyusunan draf instrumen Draf Instrumen 14 – 16 Maret 2009 19 – 21 Maret 2009 2 – 4 April 2009 15 – 17 Mei 2009 22 – 24 Mei 2009 3 Pengolahan dan analisis data Penyusunan draf instrumen dan Presentasi ke BSNP Reviu draf instrumen Validasi Draf Instrumen Jakarta 4 Jakarta 5 6 Jakarta Jakarta. dan Makassar Draf instrumen yang telah direviu Data validasi 148 . Instrumen hasil penyempurnaan melalui pleno kemudian disahkan oleh BSNP sebagai tanda bahwa instrumen tersebut telah sahih untuk dipergunakan menilai buku teks pelajaran dan siap untuk disosialisasikan kepada penerbit dan calon penulis. Secara rinci kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dapat dirangkum seperti berikut ini. dan staf Pusbuk. Medan.28 Juli 2009 di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan yang dihadiri oleh anggota BSNP. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 . Jogjakarta. Kajian Bahan Dasar dan Penyusunan Desain Instrumen 2 Pengumpulan data Tempat Jakarta Tanggal 10 . No Kegiatan 1 Temu Awal.

Jakarta. bahasa dan kegrafikaan buku teks pelajaran Bahasa Asing SMA/SMK. Manado. Naskah akademik penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing SMA/SMK. Instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan isi. b. Rincian instrumen yang dihasilkan dalam kegiatan ini diuraikan sebagai berikut: No Nama Mata Pelajaran Nama Produk 1 Bahasa Arab Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Sub total (1) 2 Bahasa Jerman Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Sub total (1) Jumlah 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 149 .PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No Kegiatan 7 Penyusunan draf instrumen 8 Uji coba instrumen Tempat Jakarta Tanggal 31 Mei – 2 Juni 2009 27 . Surabaya Analisis data hasil uji Jakarta coba dan revisi draf instrumen Finalisasi instrumen Jakarta Target Penyempurnaan draf instrumen Data Uji coba 9 – 11 Juli 2009 26 – 28 Juli 2009 Revisi dan penyempurnaan draf instrumen Instrumen final 5| Hasil yang diharapkan Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan Bahasa Asing ini menghasilkan dokumen berupa: a. penyajian. Semarang.29 Juni 2009 Januari 2010 © BSNP 9 10 Bandung.

sebaiknya para validator dan peserta uji coba instrumen diundang untuk menjadi calon penilai. Untuk mengatasi hal tersebut. 150 . Hal ini diduga akan berdampak pula nanti pada saat perekrutan calon penilai buku teks pelajaraan Bahasa Asing.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 3 Bahasa Perancis Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 4 Sub total (1) Bahasa Jepang 5 Sub total (1) Bahasa Mandarin Sub total (1) jumlah Total 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 20 6| Refleksi Dalam penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing ini terdapat beberapa kendala antara lain sulit menemukan dosen ataupun guru ahli mata pelajaran terutama Bahasa Mandarin di luar Kota Jakarta.

PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP BAB 9 PENiLAiAN bUkU tEkS PELAjArAN Badan Standar Nasional Pendidikan 151 .

.

Sebelum diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang mengatur tentang penilaian buku teks pelajaran. sehingga buku teks pelajaran harus digunakan sebagai acuan wajib oleh guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. kepekaan dan kemampuan estetis. kemampuan penguasaan IPTEKS. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. penyajian dan kegrafikaannya oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri (PP 19 th 2005 pasal 43 ayat (5). bahasa. Buku teks pelajaran berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN 1| Pendahuluan Buku teks pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah/madrasah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kebijakan pemerintah mengenai buku teks pelajaran bagi peserta didik. budi pekerti dan kepribadian. potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan. pemerintah menetapkan bahwa buku teks pelajaran yang akan digunakan harus dinilai terlebih dahulu kelayakan isi.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP BAB 9. Depdik- 153 . Buku teks pelajaran ini digunakan sebagai sumber belajar yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. pasal 42 ayat (1)).

Teknologi Informasi dan Komputer. dan SMA/SMK. dan PKn SMA. kelayakan penyajian. dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran Pendidikan Seni Budaya. Selain itu kegiatan penilaian juga dimaksudkan untuk membeli buku teks pelajaran yang dialihkan hak ciptanya dan dijadikan buku teks sekolah elektornik. PNPBP telah berhasil menilai buku pelajaran Bahasa Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. dan IPA untuk Sekolah Dasar dan Bahasa Indonesia. kelayakan bahasa. penyajian dan kegrafikaan untuk semua mata pelajaran di setiap jenis dan jenjang pendidikan. Khusus pada tahun 2009. Dengan adanya BSNP maka kegiatan penilaian buku teks pelajaran dilimpahkan ke BSNP untuk menilai kelayakan isi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 nas melalui keputusan Menteri Pendidikan Nasional telah membentuk suatu panitia nasional yang disebut Panitia Nasional Penilaian Buku Pelajaran (PNPBP). kelayakan bahasa. kecuali Bahasa Asing. 2| Tujuan dan manfaat Tujuan Penilaian kelayakan isi. serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan. Bahasa Inggris dan Matematika untuk SMP dan SMA. Teknologi Informasi dan Komputer. bahasa. Manfaat buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakan isi. Matematika. mulai tahun 2006 hingga tahun 2009 BSNP telah melakukan penilaian semua buku teks pelajaran untuk SD/MI. buku teks pelajaran yang telah dinilai BSNP bekerjasama dengan Pusat Perbukuan (Pusbuk) adalah Pendidikan Seni Budaya. serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan bertujuan agar peserta didik memperoleh buku yang sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP. SMP/MTs. Agama SD-SMP-SMA. Buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya digunakan sebagai sumber belajar di setiap satuan pendidikan. dan kelayakan kegrafikaannya merupakan jaminan bagi peserta didik memperoleh buku yang 154 . kelayakan penyajian. Kerajinan. Kerajinan.

Anggani Sudono Prof..T. Soegito Dr. Seto Mulyadi Instansi UI LAI UNY UPI UNNES ITB UIN UGM UNJ STBA Pertiwi UGM UIN Al Ihzar UNNES Komnas Anak Asal Jakarta Jakarta Yogyakarta Bandung Semarang Bandung Jakarta Yogyakarta Jakarta Jakarta Yogyakarta Jakarta Jakarta Semarang Jakarta 2. M. Tima Ahli Tabel-2.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP dapat digunakan untuk pembelajaran yang bermutu dan sarana untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. Komaruddin Hidayat Dr. Dr. Buku teks pelajaran selain bermanfaat bagi peserta didik juga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar. Dr. Weinata Sairin. Dr. Dr. Dr.Th (Wakil Koordinator) Prof. M. Anggota BSNP Tabel-1. Dr.M. Dr. Furqon Prof. Djemari Mardapi Prof. Dr. Bambang Soehendro Prof. Yunan Yusuf Prof. Djaali Dr. Mungin Eddy Wibowo Prof. Nama-nama anggota BSNP yang bertugas sebagai supervisor utama dalam penilaian buku teks pelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Prof. baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya. 3| Tim Ahli 1. M. Dr. Zaki Baridwan Prof. A.Pd Prof. Edy Tri Baskoro Prof. Dr. Dr. M. Nama-nama anggota tim ahli pengembang instrumen yang bertugas sebagai supevisor dalam penilaian buku teks pelajaran 155 . Fawzia Aswin Hadis (Koordinator) Pdt. Suharsono.

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Dr. R. Urip Purwono Dr. M. Syaifuddin Prof. Sofyan Salam, Ph.D Dra. Tri Hartiti R, M.Pd Dr. Johan Salim Dr. Rita Dra. Rahmida Setiawati, M.M Prof. Dr. Jazuli Jose Rizal Manua, S.Sn Autar Abdillah, M.Si Drs. Taswadi, M.Sn Dra. Caecilia Tridjata S, M.Sn Dr. Khomsin Prof.Wawan Suherman, M.Ed dr. Sarfiel Tafal, MPh dr. Drupadi L Dillon Dr. Djoko Supriyanto Herman Dwi Surjono, Ph.D Prof. Dr. Heru Suhartanto Dr. Samsul Hadi Gardjito Pg, DipLS, M.Sc Drs. Kaharuddin Arafah, M.Si

Jabatan dalam tim Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota

Instansi UNPAD Bandung UMM Malang UNM Makassar UNY Yogyakarta ISI Yogyakarta UNJ Jakarta UNJ Jakarta UNNES Semarang DKJ Jakarta UNESA Surabaya UPI Bandung UNJ Jakarta UNNES Semarang UNY Yogyakarta UI Jakarta UI Jakarta ITB Bandung UNY Yogyakarta UI Jakarta UNY Yogyakarta Perpustakaan Nasional UNM Makassar

Mata Pelajaran Psikometri Psikometri Seni Rupa Pembelajaran Seni Rupa Seni Musik Pembelajaran Seni Musik Seni Tari Pembelajaran Seni Tari Seni Teater Pembelajaran Seni Teater Keterampilan Pembelajaran Keterampilan Olah Raga Penjaskes Kesehatan Kesehatan TIK Pembel.TIK TIK Psikometri Grafika

4| Tahapan Kegiatan
Dalam melaksanakan penilaian buku teks pelajaran, BSNP bekerjasama dengan Pusat Perbukuan (Pusbuk) Departemen Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran pelajaran Pendidikan Seni Bu156

PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN

Januari 2010 © BSNP

daya, Kerajinan, Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dinilai oleh BSNP terdiri atas buku teks pelajaran yang diusulkan oleh penerbit dan oleh penulis perorangan. Penilaian buku teks pelajaran dilaksanakan melalui 6 (enam) tahapan yaitu: a. Pendaftaran dan Pengkodean Buku yang akan Dinilai Sebelum buku teks pelajaran didaftarkan untuk dinilai, maka terlebih dahulu Pusbuk bekerjasama dengan BSNP melakukan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Seni Budaya, Kerajinan,Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pengembangan instrumen ini dilakukan pada tahun 2008, lalu disosialisasikan kepada para penulis dan penerbit di beberapa provinsi. Selain itu, juga dilakukan pengumuman melalui media massa dan melalui internet dengan memanfaatkan website BSNP dan website Pusbuk. Setelah para penerbit dan penulis menyiapkan bukunya, maka buku tersebut didaftarkan di Pusbuk pada tanggal 23 – 25 Februari 2009. Pada tahun 2009, buku yang didaftarkan oleh berbagai penerbit dan penulis dan memenuhi persyaratan adalah sebanyak 1.087 jilid. Setelah itu dilakukan pengkodean masingmasing buku yang dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2009. b. Prapenilaian Setelah pengkodean buku teks pelajaran selesai, maka langkah selanjutnya adalah prapenilaian buku teks pelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menilai buku teks pelajaran yang memenuhi persyaratan minimal SK-KD. Sebuah buku teks pelajaran dinyatakan lengkap dan dinyatakan lulus praseleksi apabila: (1) jumlah KD sampai dengan 20, diperkenankan tidak memuat maksimal 1 KD.
157

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

c.

d.

jumlah KD 21 sampai dengan 40, diperkenankan tidak memuat maksimal 2 KD (3) jumlah KD 41 sampai dengan 60, diperkenankan tidak memuat maksimal 3 KD Kegiatan praseleksi ini dilaksanakan di hotel Pitagiri Jakarta Barat pada tanggal 2 – 4 Maret 2009 oleh tim ahli pengembang instrumen (tabel-2 di atas) yang diangkat oleh BSNP/Pusbuk. Setelah dilakukan prapenilaian maka jumlah buku yang dinyatakan lengkap dan lulus praseleksi oleh BSNP melalui rapat pleno adalah sebanyak 986 jilid dari 1.087 jilid buku yang dinilai. Pelatihan Calon Penilai Langkah selanjutnya adalah pelatihan calon penilai buku teks pelajaran pelajaran Pendidikan Seni Budaya, Kerajinan, Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmaniolahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Tujuan pkegiatan ini adalah untuk mendapatkan calon penilai yang kompeten dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan BSNP. Peserta pelatihan calon penilai ini terdiri atas dosen ahli materi, dosen ahli pembelajaran dan guru mata pelajaran yang bersangkutan dengan buku yang akan dinilai. Kegiatan ini laksanakan di hotel Grand Jaya Raya Cisarua Bogor pada tanggal 26 – 29 Maret 2009. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 202 orang dan yang dinyatakan lulus sebagai penilai sebanyak 184 orang. Penilaian Tahap I Penilaian tahap I dilaksanakan pada tanggal 4 – 8 April 2009di hotel Grand Jaya Raya Cisarua Bogor dengan tujuan untuk mendapatkan buku yang memenuhi kelayakan isi dan kelayakan penyajian yang ditetapkan BSNP.. Setiap jilid buku teks pelajaran Seni Budaya, Kerajinan, Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dinilai oleh dua orang

(2)

158

PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN

Januari 2010 © BSNP

penilai yaitu satu orang ahli materi dan satu orang ahli pembelajaran yang telah lulus seleksi calon penilai. Komponen yang dinilai pada penilaian tahap I ini adalah komponen kelayakan Isi dan komponen kelayakan penyajian. Buku yang dinyatakan lulus melalui rapat pleno BSNP sebanyak 527 jilid dari 986 jilid buku yang dinilai dengan rincian sebagai berikut: (1) Seni Budaya dan Ket.SD/MI sebanyak 48 jilid dari 174 jilid buku yang dinilai; (2) Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 8 jilid dari 23 jilid buku yang dinilai; (3) Seni Teater SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 23 jilid buku yang dinilai; (4) Seni Musik SMP/MTs sebanyak 7 jilid dari 21 jilid buku yang dinilai; (5) Seni Tari SMP/MTs sebanyak 8 jilid dari 16 jilid buku yang dinilai; (6) Seni Musik SMA/MA sebanyak 6 jilid dari 13 jilid buku yang dinilai; (7) Seni Tari SMA/MA sebanyak 6 jilid dari 7 jilid buku yang dinilai; (8) TIK SMP/MTs sebanyak 115 jilid dari 199 jilid buku yang dinilai; (9) TIK SMA/MA sebanyak 43 jilid dari 78 jilid buku yang dinilai; (10) Penjasorkes SD/MI sebanyak 193 jilid dari 304 jilid buku yang dinilai; (11) Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 63 jilid dari 97 jilid buku yang dinilai; (12) Penjasorkes SMA/MA sebanyak 25 jilid dari 31 jilid buku yang dinilai; Buku teks pelajaran yang dinyatakan lulus pada penilaian tahap I dilanjutkan untuk dinilai pada tahap II.
159

2. keyakan bahasa dan kelayakan kegrafikaan. Penilaian Tahap II Buku teks pelajaran yang dinyatakan lulus pada tahap I dilanjutkan untuk dinilai pada penilaian tahap II. Rincian buku yang dinyatakan lulus sebagai berikut: 1. 8.SD/MI sebanyak 10 jilid dari 48 jilid buku yang dinilai. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 2 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. 7. 4. Seni Budaya dan Ket. Komponen yang dinilai pada penilaian tahap II ini adalah komponen kelayakan penyajian. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 0 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 3. dan yang dinyatakan tidak lulus (TL) sebanyak 72 jilid. Penilaian tahap II ini dilakukan oleh 2 orang guru mata pelajaran dan satu orang ahli grafika untuk setiap jilid buku. tim pengembang instrumen sebagai supervisor. Sesuai dengan kriteria penilaian yang ditetapkan oleh BSNP dalam prosedur operasi standar. TIK SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 115 jilid buku 160 . 6. dan pimpinan Pusbuk beserta staf. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 0 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. Seni Musik SMA/MA sebanyak 1 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 5.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 e. Kegiatan penilaian tahap II ini dilaksanakan di hotel Grand Jaya Raya Cisarua Bogor tanggal 3 – 6 Mei 2009 yang dihadiri oleh BSNP sebagai supervisor utama. maka jumlah buku teks pelajaran yang dinyatakan lulus (L) sebanyak 24 jilid. lulus dengan perbaikan (LP) sebanyak 431 jilid. penilai. Seni Tari SMA/MA sebanyak 1 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Seni Musik SMP/MTs sebanyak 1 jilid dari 7 jilid buku yang dinilai.

Seni Tari SMA/MA sebanyak 5 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 1 jilid dari 25 jilid yang dinilai. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 8 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 2 jilid dari 63 jilid yang dinilai. 6. Seni Musik SMA/MA sebanyak 5 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 161 . 11. TIK SMA/MA sebanyak 0 jilid dari 42 jilid yang dinilai. 9. 10. TIK SMP/MTs sebanyak 97 jilid dari 115 jilid buku yang dinilai. buku buku buku buku Selanjutnya rincian buku yang dipertimbangkan lulus dengan perbaikan sebagai berikut: 1.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP yang dinilai. 7. 10. 8. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. Seni Budaya dan Ket SD/MI sebanyak 37 jilid dari 48 jilid buku yang dinilai. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Penjasorkes SD/MI sebanyak 2 jilid dari 193 jilid yang dinilai. 9. 12. 3. 4. Seni Musik SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 7 jilid buku yang dinilai. TIK SMA/MA sebanyak 35 jilid dari 42 jilid buku yang dinilai. 2. Penjasorkes SD/MI sebanyak 171 jilid dari 193 jilid buku yang dinilai. 5.

dan tidak lulus (TL). 12. Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 40 jilid dari 63 jilid buku yang dinilai. Setelah diadakan reviu dan penilaian terhadap 431 jilid buku. 2. 3. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 15 jilid dari 25 jilid buku yang dinilai. Reviu dan Penilaian Buku Yang Lulus dengan Perbaikan Setelah buku yang dinyatakan LP selesai diperbaiki oleh penulis atau penerbit maka buku tersebut diserahkan kembali kepada Pusbuk untuk dinilai. Seni Budaya dan Ket SD/MI sebanyak 17 jilid dari 37 jilid buku yang dinilai. Pusat perbukuan bekerjasama dengan BSNP mengumumkan hasil penilaian buku teks pelajaran dengan tiga kriteria yaitu lulus (L). lulus dengan perbaikan (LP). Seni Teater SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Rincian buku yang dinyatakan lulus diuraikan seperti berikut ini: 1. maka melalui sidang pleno BSNP bersama dengan pimpinan Pusbuk ditetapkan 352 jilid buku yang lulus dan 79 jilid buku yang dinyatakan tidak lulus. Kegiatan reviuw ini dilaksanakan di hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada tanggal 3 – 6 Juli 2009. 11. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi penjelasan kepada para penulis atau penerbit tentang hal-hal yang perlu diperbaiki berdasarkan skor penilaian dan komentar kualitatif penilai. 162 . Pusat perbukuan mengundang para penulis dan penerbit yang bukunya dinyatakan LP. Buku yang dinyatakan LP masih diberi kesempatan untuk diperbaiki oleh penerbit atau penulis. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. Sehubungan dengan hal tersebut. g.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 f. Pengumuman Hasil Penilaian dan Perbaikan Setelah penilaian tahap II selesai maka.

Seni Tari SMP/MTs sebanyak 5 jilid 6. Seni Musik SMA/MA sebanyak 3 jilid dari 5 jilid buku yang dinilai. TIK SMA/MA sebanyak 32 jilid 163 . Seni Tari SMA/MA sebanyak 4 jilid dari 5 jilid buku yang dinilai. 12. 4. Seni Budaya dan Ket SD/MI sebanyak 27 jilid 2. 5. 11. 10. maka jumlah buku yang dinyatakan lulus sebanyak 376 jilid dengan rincian sebagai berikut: 1. TIK SMA/MA sebanyak 32 jilid dari 35 jilid buku yang dinilai.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP Seni Musik SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Seni Tari SMA/MA sebanyak 5 jilid 8. 9. 7. 8. TIK SMP/MTs sebanyak 63 jilid dari 97 jilid buku yang dinilai. Penjasorkes SD/MI sebanyak 163 jilid dari 171 jilid buku yang dinilai. Seni Musik SMA/MA sebanyak 4 jilid 7. 6. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 15 jilid dari 15 jilid buku yang dinilai. TIK SMP/MTs sebanyak 67 jilid 9. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 3 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 4 jilid 3. Seni Musik SMP/MTs sebanyak 5 jilid 5. Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 40 jilid dari 40 jilid buku yang dinilai. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 4 jilid 4. 5| Hasil yang diperoleh Berdasarkan data hasil penilaian tahap II dan penilaian buku yang dinyatakan LP pada tahap II.

164 . maka untuk masa yang akan datang sistem perekrutan dan seleksi calon penilai perlu disempurnakan. waktu yang diperlukan untuk menilai sebuah buku relatif lama akibatnya waktu penilaian yang ditetapkan panitia harus ditambah untuk mengakomodasi hal tersebut. Keterampilan. Penjasorkes SMP/MTs 12. Penjasorkes. dan TIK ditemuai beberapa kendala antara lain: adanya sebagian penilai yang kurang memahami filosofi penilaian buku dan juga kurang memahami instrumen walaupun telah dilatih sebelumnya. Selain itu. Akibatnya diperlukan banyak moderasi untuk menjembatani adanya perbedaan skor antar penilai. Tujuan perbaikan sistem perekrutan dan pelatihan calon penilai adalah untuk mendapatkan penilai yang tidak saja kompeten tetapi juga memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan kualitas perbukuan. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 165 jilid sebanyak 42 jilid sebanyak 16 jilid Buku yang dinyatakan lulus tersebut selanjutnya direkomendasikan kepada Mendiknas untuk ditetapkan melalui Permendiknas tentang buku teks pelajaran yang layak dipergunakan dalam proses belajar mengajar. Penjasorkes SD/MI 11. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. 6| Refleksi Dalam pelaksanaan penilaian buku teks pelajaran Seni Budaya.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 10.

BAB 10 PENyELENggArAAN UjiAN NASioNAL 2009: UN. UNPk Badan Standar Nasional Pendidikan 165 . UASbN.

.

PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. Dinas Pendidikan 4. Tabel 1. 4. Penyelenggara Tingkat Provinsi. dan Penyelenggara Tingkat Satuan Pendidikan. UASBN. PTN 3. 3. untuk tahun 2009 susunan penyelenggara UN terdiri dari: Penyelenggara Tingkat Pusat. 2. Gubernur 2. Kanwil Depag 1. Satuan Pendidikan Bupati/Walikota PT: Pengawas PT Satuan Pendidikan Dinas Pendidikan PT: Tim Pemantau Kandepag Idependen (TPI) Untuk UN Perguruan Tinggi (PT) ikut aktif berperan serta dalam struktur Penyelenggara. UNPK A| PENdAHULUAN Salah satu tugas BSNP adalah menyelenggarakan Ujian Nasional sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tentang Standar Nasional Pendidikan. BSNP Depdiknas MRPTNI Depag 1. Penyelenggara Tingkat Kabupaten/Kota. 2. Penyelenggara UN Pusat Provinsi Kab/Kota 1. 3. Seperti tahun 2008. Lihat Tabel 1 di bawah. 4. pasal 67 ayat (1) Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur nonformal kesetaraan. UNPK Januari 2010 © BSNP BAB 10. namun untuk Ujian Akhir Sekolah Berstan167 . PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL 2009: UN. UASBN.

b. d. Bupati/Walikota 3. 4. Penyelenggara UASBN Pusat 1. Tabel 2. Dinas Pend. membentuk tim kerja UN di tingkat provinsi yang bertugas. Kanwal Depag Kab/Kota 1. BSNP 2. Depdiknas 3. Lihat Tabel 2 di bawah. kerahasiaan. 3) mensosialisasikan pengawasan penyelenggaraan UN. 1) menunjuk perguruan tinggi yang bertugas pada kabupaten/ kota di provinsi yang menjadi kewenangannya. Depag Provinsi 1. dan SMK serta dengan SD/MI dan SDLB. Kandepag Satuan Pendidikan Sekolah/Madrasah Masing-masing penyelenggara memiliki tugas dan tanggungjawab yang berbeda antara SMA/MA dengan SMP/MTs. menjamin keamanan. melakukan pemindaian (scanning) LJUN dengan menggunakan perangkat lunak yang ditetapkan oleh BSNP. SMPLB. 4. BSNP menunjuk perguruan tinggi negeri berdasarkan rekomendasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). f. 2) menetapkan tata kerja pengawasan penyelenggaraan UN. sebagai koordinator perguruan tinggi di provinsi tertentu. dan kejujuran pemindaian 168 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dar Nasional (UASBN) ujian di tingkat SD/MI dan SDLB perguruan tinggi tidak ikut berperan serta secara aktif. menjaga keamanan dan kerahasiaan penggandaan dan pendistribusian naskah UN. namun PT dilibatkan dalam review soal UASBN yang dilaksanakan di semua provinsi. melaksanakan pengawasan UN berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Dalam penyelenggaraan UN tahun 2009 untuk SMA/MA. Gubernur 2. e. SMALB. Perguruan tinggi tersebut bertanggung jawab untuk: a. PT relatif tidak ambil peran pada UASBN. c. menjamin objektivitas dan kredibilitas pelaksanaan UN di wilayahnya. Dinas Pend.

h. UN Utama Senin. 29 April 2009 UN Utama Kamis. 27 April 2009 08.00 – 10.00 – 10.00 Bahasa Bahasa Bahasa Indonesia Indonesia Indonesia Biologi Bahasa Inggris Sosiologi Bahasa Inggris 2. 30 April 2009 Sejarah Budaya/ Ilmu Kalam Antropologi Bahasa Bahasa Inggris Inggris 08. memantau. 23 April 2009 UN Susulan Kamis. SMPLB. mengevaluasi.00 Matematika Matematika Matematika Matematika 08. dan SMK seperti tahun sebelumnya hanya sebagai tim pemantau independen (TPI).00 – 10. Peran PT untuk UN SMP/MTs. dan melaporkan pelaksanaan UN di wilayahnya kepada Menteri melalui BSNP. 20 April 2009 UN Susulan Senin.00 08. B| jAdWAL UjIAN UN SMA/MA. SMALB. 21 April 2009 UN Susulan Selasa. UASBN. UNPK Januari 2010 © BSNP LJUN.00 – 10. 4. Selasa.00 11.00 Fisika Geografi Sastra Indonesia Ilmu Hadis 169 . SMLB. UN Utama 3. 28 April 2009 UN Utama Rabu.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. g. 22 April 2009 UN Susulan Rabu . dan SMK tahun PELAJARAN 2008/2009 dilaksanakan dari tanggal 20 sampai dengan 24 April 2009 dengan jadwal sebagai berikut: jadwal UN SmA Tahun Pelajaran 2008/2009 No jenis UN Hari dan Tanggal jam Program IPA mata Pelajaran Program Program IPS Bahasa Program Keagamaan Bahasa Indonesia 1. menyerahkan hasil pemindaian (scanning) LJUN ke Penyelenggara UN Tingkat Pusat.00 – 13.

29 April 2009 jam 08.00 – 10.00 08.00 – 10. 22 April 2009 Rabu . 2.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No jenis UN Hari dan Tanggal jam Program IPA mata Pelajaran Program Program IPS Bahasa Program Keagamaan Ilmu Tafsir 5. 21 April 2009 Selasa.00 Kimia Ekonomi Bahasa Asing jadwal UN SmALB Tahun Pelajaran 2008/2009 No. 27 April 2009 Selasa. UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan Hari dan Tanggal Senin. 28 April 2009 Rabu. 21 April 2009 Selasa.00 08. 20 April 2009 Senin.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris jadwal UN SmK Tahun Pelajaran 2008/2009 No. untuk SMK diadakan uji kompetensi kejuruan yang meliputi ujian teori dan ujian praktik.00 – 10. 20 April 2009 Senin. 29 April 2009 jam 08. 1. sebelum UN utama dilaksanakan.00 – 10. Kelulusan dalam uijan teori kejuruaan merupakan syarat untuk mengikuti ujian praktik kejuruan.00 – 10. 22 April 2009 Rabu .00 – 10. 3. 28 April 2009 Rabu. 2. Nilai ujian praktik dipergunakan untuk menentukan nilai rata-rata ujian nasional sisiwa SMK. 3. 1 Mei 2009 08.00 08. 24 April 2009 UN Susulan Jumat .00 08. Pelaksanaan UN SMP/MTs dan SMPLB dimulai dari tanggal 27 sampai dengan 30 April 2009 dengan jadwal sebagai berikut: 170 . jenis UN UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan Hari dan Tanggal Senin. 27 April 2009 Selasa.00 – 10. UN Utama Jumat. jenis UN 1.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Pada tahun 2009.

00 – 10.00 – 10. 5 Mei 2009 Rabu. 27 April 2009 Senin.00 08. dan Paket C Tahun 2009 Program Hari Tanggal Periode I Periode II 1 Juli 2009 jam mata Ujian Pendidikan Kewarganegaraan Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Bahasa Indonesia Paket A Rabu 13.00 – 10.00 08.30 – 17. UASBN Utama UASBN Susulan 3.00 – 10. UASBN.00 – 15.00 – 15.00 08. 12 Mei 2009 Selasa.00 – 10. UN Utama UN Susulan 3.00 08.00 18 November 2009 15. dan Paket C tahun 2009 dilaksanakan dua periode dengan jadwal sebagai berikut: jadwal Ujian Program Paket A. UN Utama UN Susulan Hari dan Tanggal Senin.00 08. jenis UN 1. UN Utama UN Susulan 2.30 19 November 2009 13.30 Kamis 2 Juli 2009 171 . UASBN Utama UASBN Susulan Hari dan Tanggal Senin. 29 April 2009 Rabu.00 15. UNPK Januari 2010 © BSNP jadwal UN SmP/mTs/SmPLB Tahun Pelajaran 2008/2009 No. 4 Mei 2009 Selasa. Paket b. UN Utama UN Susulan 4. 28 April 2009 Selasa. 6 Mei 2009 Kamis. jenis UASBN 1. 11 Mei 2009 Senin. 18 Mei 2009 Selasa.30 – 17. 30 April 2009 Kamis . UASBN Utama UASBN Susulan 2. 19 Mei 2009 Rabu. 22 Mei 2009 jam 08. 7 Mei 2009 jam 08.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Untuk UASBN tahun 2009 dilaksanakan dari tanggal 11 sampai dengan 13 Mei 2009 dengan jadwal sebagai berikut: jadwal UASBN Tahun Pelajaran 2008/2009 No.00 – 10.00 – 10. Paket B.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Untuk Ujian Program Paket A.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. 13 Mei 2009 Jumat .

00 15.30 – 17.30 – 17.30 – 17.00 – 15.30 – 17. dan Matematika. Bahasa Inggris.00 – 15.00 – 16.30 14.30 14.00 – 16.00 20 November Jum’at 3 Juli 2009 16.30 13.00 18 November Rabu 1 Juli 2009 2009 15.00 15.30 13.00 2009 13.00 – 15.30 13 November Jum’at 26 Juni 2009 14.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Program Paket B Tanggal jam Periode I Periode II 20 November Jum’at 3 Juli 2009 14.00 – 15.00 13.00 2009 Pada periode kedua mulai diadakan UN Program paket C Kejuruan selama dua hari pada tanggal 10 dan 11 November 2009 bersamaan dengan UN Paket C dengan 4 mata pelajaran yang diujikan yakni: Pendidikan Kewarganegaraan.00 – 15.30 – 17.30 – 17.30 – 17.00 15.00 Kamis 2009 2009 15.00 – 15.30 – 17. 172 .00 19 November Kamis 2 Juli 2009 2009 15. Bahasa Indonesia.30 13.30 2009 25 Juni 12 November 13.30 11 November 13.00 – 15.00 Rabu 24 Juni 2009 15.00 mata Ujian Matematika Pendidikan Kewarganegaraan Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Ilmu Pengetahuan Alam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Sosiologi Geografi Bahasa Indonesia Ekonomi Matematika Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Biologi Kimia Bahasa Indonesia Fisika Matematika Paket C IPS 11 November Rabu 24 Juni 2009 2009 25 Juni 12 November Kamis 2009 2009 13 November Jum’at 26 Juni 2009 2009 Selasa 23 Juni 2009 10 November 2009 Paket C IPA 15.30 – 18.00 – 15.00 – 16.00 – 16.00 2009 Hari Selasa 23 Juni 2009 10 November 2009 13.

00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4. Kelulusan UASBN digunakan sebagai salah satu pertimbangan penentuan kelulusan dari sekolah/madrasah. Untuk UASBN tidak ada kriteria kelulusannya namun menurut POS UASBN diatur sebagai berikut: 1. Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut: a. Kriteria kelulusan UASBN ditetapkan melalui rapat dewan guru yang mencakup: a. nilai rata-rata ketiga mata pelajaran. b. dengan nilai minimal 4. Hasil UN SMA/MA dan SMK diumumkan paling lambat pada minggu kedua Juni 2009. serta hasil UN SMP/MTs dan SD/MI diumumkan pada minggu ketiga Juni juga oleh masing-masing satuan pendidikan. 2. Bagi peserta didik yang tidak lulus UN SMA/MA dan SMP/MTs dapat mengikuti UN untuk Program Paket C yang diselenggarakan 173 .25 untuk mata pelajaran lainnya b.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Kriteria kelulusan UASBN ditetapkan oleh setiap sekolah/madrasah yang peserta didiknya mengikuti UASBN. Khusus untuk SMK nilai ujian praktik kejuruan minimal 7. oleh masing-masing satuan pendidikan. 3.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud di atas. UNPK Januari 2010 © BSNP C| KRITERIA KELULUSAN Adapun kriteria kelulusan UN tahun pelajaran 2008/2009 adalah sebagai berikut: 1. UASBN.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN 2. nilai minimum setiap mata pelajaran yang diujikan. Memiliki nilai rata-rata minimal 5.

20 ING 7.60 40.55 IPA 7.13 6.15 MAT 7.96 7. dengan jumlah sekolah 41271. bila dibandingkan dua tahun terakhir hasil pencapaian UN secara nasional meningkat.00 7.96 6.39 6. SMP/MTs Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 7.00 1.21 21.69 7. antara lain: harus terdaftar pada satuan pendidikan nonformal kesetaraan.00 1.25 10.07 27.35 ING 6.30 174 .59 0. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh peseta didik yang akan pindah jalur dari formal ke nonformal. d| HASIL UN TAHUN PELAjARAN 2008/2009 Hasil UN tahun pelajaran 2008/2009 adalah sebagai berikut: 1.20 10.46 7.27 TOTAL 29.00 4.30 0. dan untuk program Paket B dari tanggal 1 – 3 Juli 2009.72 6.81 7.30 TOTAL 21. SmP/mTs UN SMP/MTs diikuti oleh 3441815 siswa SMP/MTs/SMP Terbuka baik negeri maupn swasta.00 1.910% (169010 siswa). memiliki kartu tanda peserta ujian nasional pendidikan formal dan surat keterangan tidak lulus atau telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran di pendidikan formal.30 Tabel berikut menyajikan hasil UN empat tahun terakhir.35 0.15 0.46 29.20 10.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 pada tanggal 23 – 26 Juni 2009. Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 BIN 7.25 10.00 1.30 1.62 6.59 IPA 7. Tabel berikut menyajikan nilai rata-rata pencapaian nasional siswa SMP/MTs tahun pelajaran 2008/2009. Adapun prosentasi ketidaklulusan siswa SMP/MTs adalah 4.44 MAT 7.

94 6.07 6.99 7.11 7.05 6.96 5.74 6.53 28.94 6.95 6.39 6.55 6.62 7.45 5.05 6.34 7.50 7.66 5.79 7.99 6.37 7.88 6.49 7.76 6.04 8.16 7.99 8.55 6.95 7.55 4871 4.84 7.58 7. UNPK Januari 2010 © BSNP Selanjutnya pencapaian setiap provinsi dalam empat matapelajaran yang diujikan pada UN SMP/MTs tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG Tdk.21 4.25 7.89 7.42 8.92 7.21 7.60 7.92 6.25 6.79 3.34 7.25 6.73 6.54 mATA UjIAN BIN 7.22 6.65 5.98 6. UASBN.35 7.99 7.72 6.83 6.25 7.40 7.39 8.55 7.64 6.49 7.76 7.48 7.98 2697 3948 15.17 7.86 7.25 6.95 7.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.49 6.32 7.23 8.51 6.99 2.66 6.26 7.73 7.19 1.30 7.26 mAT 6.73 6.13 6.13 2841 7600 6851 4712 1313 1646 3.24 7.24 15974 3.90 7.57 7.65 6.40 7.05 7.84 7.13 7. Peserta Lls 132958 254 600479 6352 501622 33296 47593 510033 79271 235433 76446 81344 43293 105911 118437 55049 27467 42859 47541 33478 36886 120815 36937 28064 52067 76078 62555 24816 26568 17691 13956 3111 % 0.68 0.03 1.72 7.49 6.35 7.67 7.48 7.32 7.90 6.58 3.68 7.29 7.59 5.95 7.98 7.08 6.74 2416 9.94 7.06 6.22 12174 22.23 5.64 IPA RATA 6.94 7.33 8.76 5.25 7.23 6.85 6.92 7.17 7.90 6.82 6.77 7.62 5.93 7.52 6.13 7.78 8.33 7.64 6.27 6.97 7.11 6.58 6.89 7.90 6.20 2.83 6.66 18590 29.09 6.64 6.94 5.76 6.84 8.29 7.73 2829 10.80 7.95 5.17 6.75 7.51 6.03 7.9 6.06 6.16 1.53 7.15 12.08 175 .56 6.47 7.71 7.11 8.07 7.69 5.19 ING 6.47 6.28 7.71 3819 1990 1115 414 4773 7493 993 1595 217 6462 13.4 7.

45 TOTAL 45.52 FIS 7. Program Studi Jumlah peserta Jumlah sekolah % ketidaklulusan IPA 622058 10022 3.51 6.47 18.50 10.29 KIM 8.10 BIO 7.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 jUmLAH NAmA PROPINSI GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT Tdk.39 7.30 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program IPS sebagai berikut: 176 . IPS Bahasa.46 1.24 6.44 9.68 6.71 0.65 2.39 6. 10.01 6.50 mATA UjIAN BIN 6.80 7.216 TOTAL 1523908 26214 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program IPA sebagai berikut: SMA/MA IPA Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.00 1. SmA/mA Ada empat program pada UN SMA/MA yaitu program IPA.80 RATA 7.218 BAHASA 43690 1342 10. jumlah sekolah.593 IPS 854628 14718 8.93 0.60 1.16 0.00 1.64 IPA 7. Peserta Lls 14090 488 148123 2176 17484 3175 16055 1836 10416 989 % 3.00 1.25 6.593% (untuk program IPA).25 10.10 6.481 KEAGAMAAN 3532 132 6.03 ING 7.25 10.75 58.59 2.40 5.02 9.19 7.30 0.83 6. 8.50 10.79 0.16 11.94 7.44 6. dengan prosentase ketidaklulusan mulai dari 3.69 6.49 7.79 mAT 7. Tabel berikut menyajikan jumlah peserta.47 6.76 0.51 6.00 1.00 1.218% (untuk program IPS).63 7. Total jumlah peserta 1523908 yang berasal dari 26214 sekolah/madrasah baik swasta maupun negeri.481% (untuk program Bahasa).18 MAT 7. dan 6.19 6. dan prosentase ketidaklulusan UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009.80 10.39 7. dan khusus MA program keagamaan.216% (untuk MA program Keagamaan).47 ING 6.

20 10.00 10.80 1.24 7.41 ING 7.56 2.82 6.87 1.65 7.52 177 .72 8.57 TAFSIR 8.73 7.28 Januari 2010 © BSNP GEO 6. UNPK SMA/MA IPS Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.00 10.27 2.00 1.25 10.56 EKO 7.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.00 1.ASING 8.83 8.00 1.36 0.50 5.25 10.79 0.22 TOTAL 43.20 9.00 1.17 6.01 HADIS 7.75 1.00 7.21 7.37 2.00 10.26 SOS 6.50 10.00 10.19 8.09 1.25 10.35 7.85 1.96 8.00 1.04 B.20 9.44 6.00 1.00 1.25 1.45 7.60 55.83 0.00 1.14 TASAWUF 6.74 SAS 6. UASBN.15 7.85 5.43 MAT 7.50 10.04 0.25 9.36 TOTAL 41.35 mATA UjIAN BIN 7.81 7.00 1.60 6.56 7.71 4. Peserta % Lls 24455 88750 64048 8789 577 242 1738 382 2.27 0.75 9.11 ANTR 5.36 7.79 0.07 Pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN SMA/MA program IPA tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA Tdk.00 1.36 5.00 1.00 1.00 54.80 1.32 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program Keagamaan sebagai berikut: MA KEAGAMAAN Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.76 0.66 0.75 8.65 18.41 MAT 6.00 0.18 ING 7.16 7.00 1.69 KIm BIO RATA 7.88 2.36 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program Bahasa sebagai berikut: SMA/MA Bhs Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.06 1.40 9.99 ING 6.36 ING mAT FIS 7.40 10.68 6.40 54.31 3.66 0.41 MAT 7.23 7.32 0.24 TOTAL 42.50 10.40 5.52 8.81 1.25 7.17 0.50 10.

72 16.50 6.67 12.52 7.44 5.51 7.31 1.98 7.91 6.12 6.09 6.07 7.52 6.10 7.50 6.30 1.90 7.58 7.02 6.14 8.64 6.31 6.91 8.75 8.09 6.17 6.61 6.45 7.82 7.78 7.24 7.65 6.1 8.73 7.24 3.22 6.34 7.56 6.69 8.14 6.99 7.09 5.66 7.38 8.89 6.78 49 2.76 1.64 7.92 6.22 7.78 0.46 6.97 6.77 8.31 6.71 8.57 8.16 7.36 8.56 8.77 6.40 7.11 6.32 6.80 6.11 6.17 0.22 6.78 6.01 8.61 7.72 7.13 6.36 21.63 8.86 7.02 6.05 8.63 7.92 7.25 7.59 6.79 7.39 8.07 636 24.77 7.16 9.17 7.11 5.56 6.31 7.94 17.62 7.52 8.38 7.71 17.98 7.55 5.53 6.70 7.92 7.05 6.60 7.01 7.53 7.26 7.27 6.19 7.34 8.44 7.22 7.15 7.48 6.84 8.20 559 373 321 344 2.38 6.14 7.24 6.43 6.48 7.48 6.76 6.08 7.92 7.61 8.98 8.03 7.61 6.36 6.85 6.17 8.02 0.02 7.45 5.07 1419 27.33 8.99 5.57 7.79 7.21 5.93 8.22 7.96 7.81 7.84 6.16 7.83 5.55 6.39 7.07 7.2 5.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 jUmLAH NAmA PROPINSI JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT Tdk.00 8.66 14.25 7.30 5.91 0.62 6.72 6.48 8.70 35036 65155 16528 15652 8471 22633 17978 6630 4679 6493 8472 6108 7408 30972 9662 6813 11074 13748 8055 5178 5887 5150 2553 2271 21845 2643 2484 1961 1417 856 215 196 66 172 349 1141 526 235 510 44 1197 2221 54 607 1 1149 1702 430 340 4.28 5.73 6.05 7.10 7.65 8.66 8.13 8.54 6.97 7.39 6.87 8.76 5.30 7.21 7.01 7.21 11.39 6. Peserta % Lls 84477 2283 2.90 5.99 9.81 Pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN SMA/MA program IPS tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: 178 .45 8.38 7.48 7.16 7.74 7.78 mATA UjIAN BIN ING mAT FIS KIm BIO RATA 6.89 7.78 8.55 6.07 7.58 6.47 7.47 7.57 7.69 6.25 7.73 7.97 7.30 6.33 5.6 7.79 6.60 6.17 5.39 8.96 7.20 6.86 6.39 5.31 6.36 8.17 8.37 8.52 8.84 7.04 1.78 6.1 8.80 7.6 8.35 7.82 7.5 7.98 7.02 7.90 6.25 0.43 8.39 7.73 7.89 8.96 7.

63 6.27 5.19 7.23 7.99 5.69 ING 7.64 8.20 6.41 7.19 6.55 6.53 6.46 6.49 7.95 7.7 6.12 7.82 5.05 7.59 6.03 6.99 5.26 6.41 6.68 7.78 6.70 12.59 6.34 6.86 1.35 6.79 11. UASBN.21 6.81 7.42 6.26 2.85 6.30 6.06 33.27 7. UNPK jUmLAH Peserta 36898 106565 98472 11379 114084 26339 59378 25865 26844 15627 36105 32176 18881 8887 12503 13797 7991 12823 31018 13165 11380 10673 25572 18566 7895 9354 5745 4396 3600 35651 5400 4341 3258 Tdk.10 6.79 8.52 5.48 6.87 6.89 7.27 37.1 7.92 6.71 5.42 21.76 6.26 7.12 5.17 5.32 6.42 6.54 7.42 5.79 5.22 6.06 5.91 6.52 5.21 6.38 7.02 7.82 5.90 5.35 7.19 6.30 6.88 8.39 6.91 6.34 5.71 5.33 6.6 7.54 5.10 6.34 6.14 GEO 7.37 7.93 6.53 6.12 6.55 5.44 6.66 8.19 5.06 16.65 7.05 7.07 18.38 7.4 7.35 5.47 6.74 5.72 mATA UjIAN BIN 6.51 7.15 7.73 6.69 6.14 6.40 5.99 7.68 6.42 6.72 7.2 6.85 6.80 8.54 7.54 6.63 6.05 6.61 5.44 6.54 6.5 7.04 SOS 7.16 28.92 6.11 6.13 7.18 6.99 5.90 7.80 6.29 6.58 6.24 5.17 7.95 6.65 7.61 7.49 30.53 7.10 8.78 7.71 7.61 7.11 7.15 6.38 6.76 7.32 6.03 5.40 6.89 6.49 5.36 7.15 7.67 4.51 7.44 6.38 5.06 36.64 13.31 6.35 7.72 6.11 7.57 5.60 7.09 7.27 7.15 7.20 6.62 7.72 6.95 6.84 Januari 2010 © BSNP NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT EKO 7. Lls 1543 948 6059 856 6432 3653 2579 1466 1161 760 509 2928 3201 1759 1414 2382 165 4686 2280 750 1407 7 4671 7027 1568 941 1905 1239 78 3003 1137 716 1001 % 4.82 7.32 4.89 6.14 RATA 7.36 6.95 19.10 6.59 6.34 6.58 7.63 7.69 8.95 7.87 8.41 6.52 5.51 7.39 5.39 7.36 0.41 9.55 6.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.18 6.20 6.88 6.12 6.09 mAT 7.85 19.05 5.65 6.47 7.61 7.35 7.69 6.81 7.09 6.26 5.65 6.56 6.55 5.89 6.40 6.77 7.97 7.68 6.07 5.34 6.17 8.61 5.82 6.26 6.12 7.64 7.05 7.55 6.8 6.99 179 .48 7.00 6.01 5.62 6.45 6.48 7.41 6.06 7.31 17.18 2.87 4.96 6.43 7.10 16.11 6.86 10.91 7.03 6.18 0.90 6.93 8.08 7.15 7.83 6.25 6.84 6.62 7.78 8.72 6.99 8.02 6.11 7.

35 7.T d k .79 5.88 6.70 7.12 20.97 7.36 6.81 5.47 5.33 6.54 6.78 6.04 4.76 6.21 6.82 6.38 6.39 5.29 7.37 5.41 6.71 7.98 6.88 6.42 7.97 6.09 6.40 7.41 6.96 6.81 6.91 6.74 mAT SAS 5.22 5.20 7.72 6.62 24.18 5.03 6.95 6.17 4.51 6.57 6.86 6.86 7.52 5.53 8.84 2.06 6.66 7.19 15.09 6.82 7.39 6.55 6.88 7.53 7.90 7.22 6.39 6.42 BAS RATA 7.92 6.70 7.09 7.30 6.84 6.23 6.72 6.34 6.71 5.92 6.31 7.28 5.63 7.49 6.87 24.35 17.9 7.68 7.56 7.18 6.98 6.97 7.04 44.05 8.85 6.44 ING 7.19 10.78 6.08 13.98 6.01 5.07 5.45 4.65 NAMA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG 180 .61 6.23 8.86 6. Adapun pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN SMA/MA program Bahasa tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH Peser.23 7.64 7.98 6.94 6.10 5.50 5.92 7.25 6.36 7.97 5.13 6.00 7.78 8.98 5.35 8.98 6.01 BIN 7.66 7. ta Lls 810 73 3541 19 4495 210 244 13 7073 468 299 252 341 187 470 291 157 413 957 252 1725 802 1137 199 1462 5015 5733 5256 785 196 129 520 274 72 34 107 46 46 3 20 51 171 8 82 194 171 39 189 11 924 1097 195 4 57 56 74 mATA UjIAN % 9.3 6.39 5.16 5.96 5.05 5.97 5.67 7.49 31.6 7.67 5.03 12.58 7.60 4.08 6.89 6.41 7.37 8.14 7.33 6.02 6.96 8.11 6.36 6.16 6.75 24.28 5.10 7.51 5.91 7.79 5.96 6.61 7.72 5.56 6.44 6.81 7.91 5.04 7.50 4.95 7.76 7.84 4.63 6.22 16.57 6.74 12.12 6.93 0.05 7.10 5.87 3.33 6.10 7.41 5.01 7.73 7.43 7.70 7.14 8.54 6.54 4.23 6.79 5.79 1.28 6.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Dua provinsi tidak ada program bahasa yaitu provinsi Sulawesi Barat dan Papua Barat.77 27.23 7.94 8.38 24.57 5.02 6.67 5.27 6.92 7.02 8.01 6.49 7.05 5.32 ATR 5.03 6.05 7.23 7.01 0.55 5.49 8.97 6.84 5.44 6.32 5.60 12.73 7.74 5.63 7.32 5.46 5.60 7.04 19.73 6.60 9.25 6.62 6.95 7.97 9.69 5.23 5.41 6.91 7.77 5.

69 8.96 6.11 7.03 7.94 5.88 7.42 6.09 7.27 7.36 7.91 5.49 6.68 8.41 8.24 6.72 34.52 7.72 7.30 6.65 8.55 7.76 6.95 Untuk MA program Keagamaan baru ada di 19 provinsi seperti pada tabel.35 7.11 5.73 8.13 mATA UjIAN BIN 6.97 7.20 ING 7.52 7.39 6. ta Lls 52 308 49 315 96 mATA UjIAN % BIN ING 7.94 6.96 8.28 4.12 7.78 4.29 6.45 9.81 7.66 7.90 8.18 5.78 7.04 7.56 6.12 181 16.66 6.38 7.26 6.06 7.18 6.56 6.57 6.29 5.35 2.44 8.13 8.64 6.15 6.20 8.11 8.27 19.31 6.09 8.43 7.57 7.53 6.37 7.35 6.48 6.77 6.01 8.55 5.18 6.65 Januari 2010 © BSNP NAMA PROPINSI GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU mAT SAS 7.91 6.22 6.56 4.78 7.25 7.62 6.03 11.20 6.02 8.23 JAWA TIMUR 38 NEGGROE ACEH DARUSSALAM 716 SUMATERA UTARA 94 SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN 71 34 156 97 255 34 25 52 32 12 181 9 7.72 7.3 8.48 6.74 6.19 6.03 7.81 5.92 7.73 8.11 8.31 6.49 HAd TWF RATA 7.12 7.23 9.35 6.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.10 6.59 7.42 6.04 7.25 7.19 7.56 7.15 5.41 15.77 6.44 8.22 8.85 6.73 7.09 mAT TAF 8.31 ATR 6.56 7. UNPK jUmLAH Peser.42 7.22 7.11 5.11 6.48 5.58 30.12 BAS RATA 7.23 6.40 8.07 8.62 6.19 7.59 7.03 7.39 5.54 6.86 2. UASBN.18 6. Peserta Lls 352 138 6 1189 35 38 36 7 7 1 8 16 30 10 63 % 4.03 5.65 6.53 6.52 7.18 7.13 6.45 7.58 6.29 7.07 6.28 5.11 6.50 6.70 7.23 6.52 6.76 6.94 5.60 6.71 7.60 8.67 7.43 7.20 7.05 7.T d k .69 7.73 6.74 6.99 7.70 7.57 . Dengan pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN MA program Keagamaan tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA Tdk.02 6.

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

3.

SmK UN SMK diikuti oleh 707344 peserta dari 6680 SMK dengan berbagai program keahlian dan prosentase ketidaklulusan UN SMK ini adalah 3,495% (24721 peserta). Tabel berikut menyajikan nilai ratarata pencapaian nasional siswa SMK tahun pelajaran 2008/2009.
SMK Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6,73 0,40 10,00 1,12 ING 7,40 0,20 10,00 1,26 MAT 7,47 0,25 10,00 1,41 Produktif 8,36 1,12 10,00 0,61 TOTAL 19,96 0,20 40,00 3,30

Selanjutnya pencapaian setiap provinsi dalam empat matapelajaran yang diujikan pada UN SMK tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut:
NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA 182 jUmLAH Peserta Tdk. Lls % 57914 116750 127946 19458 112687 7888 53851 13159 11728 5919 14079 19581 8396 3069 6335 11799 6635 1359 1699 2041 407 1658 1687 2939 837 514 317 147 595 1606 507 429 175 178 2,35 1,46 1,60 2,09 1,47 21,39 5,46 6,36 4,38 5,36 1,04 3,04 19,13 16,52 6,77 1,48 2,68 mATA UjIAN BIN ING mAT PRO RATA 6,88 6,77 7,23 7,03 7,12 6,01 5,82 6,78 6,48 5,59 6,84 6,23 5,65 6,36 6,22 6,60 6,8 7,37 7,64 7,17 7,26 7,88 6,86 7,37 6,68 6,81 7,16 7,76 7,50 6,24 5,60 7,05 7,02 7,90 7,27 7,38 7,79 7,73 7,97 6,98 7,51 6,85 7,02 7,37 7,69 7,29 5,84 5,30 7,05 7,13 7,78 8,46 8,25 8,61 8,8 8,67 7,28 8,09 8,14 8,27 8,03 8,28 8,45 8,01 7,5 8,16 8,02 8,14 7,50 7,51 7,70 7,71 7,91 6,78 7,20 7,11 7,15 7,04 7,64 7,37 6,44 6,19 7,12 7,19 7,66

PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN, UASBN, UNPK jUmLAH Peserta 5379 18595 3264 2524 11253 7776 8097 3965 4610 1385 3515 2541 29614 3478 2283 1871 mATA UjIAN BIN ING 6,03 6,72 6,85 7,91 6,75 6,72 5,77 6,35 7,01 7,96 5,34 6,08 6,26 6,30 5,68 6,79 6,3 7,19 5,57 5,82 6,58 6,33 5,88 7,84 6,37 7,74 6,29 7,65 5,86 6,42 6,21 6,24

Januari 2010 © BSNP

NAmA PROPINSI SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT

Tdk. Lls 663 481 302 439 25 1585 959 440 412 201 750 58 304 420 335 252

% 12,33 2,59 9,25 17,39 0,22 20,38 11,84 11,10 8,94 14,51 21,34 2,28 1,03 12,08 14,67 13,47

mAT 6,19 7,49 6,87 5,69 8,39 6,13 6,18 6,66 6,82 5,19 6,14 7,48 7,67 6,70 6,45 6,25

PRO 7,75 8,14 8,06 7,78 8,46 8,09 7,99 7,56 7,96 7,56 8,13 8,01 8,27 7,97 7,86 7,87

RATA 6,67 7,60 7,10 6,40 7,96 6,41 6,68 6,67 7,07 6,04 6,80 7,30 7,51 7,15 0,00 0,00

E| KASUS-KASUS UjIAN NASIONAL TAHUN PELAjARAN 2008/2009
Kasus–kasus UN tahun pelajaran 2008/2009 muncul berdasarkan laporan dari berbagai pihak terkait. Inspektorat Jenderal (Itjen) Depdiknas mencatat 22 kasus selama pelaksanaan ujian nasional (UN) 2009 untuk tingkat SMP, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan SLTA yang meliputi SMA, Madrasah Aliyah (MA) dan SMK. Kasus-kasus yang ditemukan pada pelaksanaan UN 2009 mulai dari kategori ringan terkait pencetakan dan distribusi soal hingga dugaan kebocoran soal UN. Terkait masalah distribusi dan pencetakan soal, tim Itjen menerima laporan dari berbagai daerah antara lain kesalahan nomor pada soal, nomor soal tercetak dua kali, soal tertukar yakni soal A masuk ke amplop soal B, soal mata pelajaran X masuk ke soal mata pelajaran Y, dan kualitas kertas yang mudah rusak. Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) yang tidak sesuai klasifikasi sehingga tidak bisa dibaca opscan. Percetakan yang tidak kredibel karena berorientasi pada biaya
183

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

yang murah dan juga mengubah layout naskah UN. Beberapa kasus terkait pencetakan dan kendala dalam distribusi soal antara lain di Bangka Tengah, Magelang, Purbalingga, Mamuju Sulbar, Majene Sulsel, dan Kabupaten Padang Panjang. Terkait dugaan kebocoran soal UN, ada upaya membocorkan soal terjadi sehari menjelang pelaksanaan UN terjadi di Bengkulu Selatan yang melibatkan 16 orang, yakni 10 kepala sekolah SMA Negeri, empat kepala sekolah swasta, satu kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri dan seorang Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) Diknas setempat. Kasusnya diproses pihak kepolisian karena upaya tindak kecurangan dengan cara menyembunyikan soal cadangan saat penyerahan kepada pihak kepolisian. Kecurangan tersebut segera diketahui polisi yang langsung menangkap basah saat terjadi pembagian berkas di antara ke-16 orang tersebut sehingga jawaban soal tidak sempat dibocorkan kepada peserta didik. Itjen juga menerima laporan dari SMPN I Bengkulu tentang adanya guru yang membocorkan soal dan jual beli soal di SMP di Kendari, dugaan kebocoran jawaban soal di SMP Negeri di Bandung, guru di Banten yang membacakan jawaban soal ujian kepada siswa di dalam kelas. Sementara itu, penyelenggara UN dan tim pemantau BSNP juga memperoleh laporan adanya pungutan uang UN di sekolah swasta di Bandung Barat yang seharusnya gratis. Sedang di sejumlah daerah yang dilanda banjir juga diperoleh laporan soal UN yang rusak, siswa terlambat mengikuti UN karena banjir. Berdasarkan temuan di lapangan dan hasil evaluasi penyelenggaraan UN yang dilakukan oleh BSNP, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), dan Itjen Depdiknas, disepakati untuk diadakan ujian ulang bagi beberapa sekolah. Tercatat sebanyak 19 sekolah/madrasah setingkat SMA/MA/SMK dan juga 19 sekolah/madrasah setingkat SMP/MTs diuji ulang untuk beberapa matapelajaran. Satuan pendidikan tersebut berasal tersebar dari beberapa provinsi.
184

PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN, UASBN, UNPK

Januari 2010 © BSNP

F| REFLEKSI
Dalam pelaksanaan UN pada tahun 2009 masih menyisakan banyak sekali pro-kontra namun tidak segencar tahun sebelumnya karena pada tahun 2009 ada pemilihan umum (Pemilu) yang hampir bersamaan dengan pelaksanaan UN. Pada tahun ini juga untuk pertama kalinya diadakan ujian ulang bagi sekolah-sekolah yang patut diduga melanggar Prosedur Operasi Standar (POS). Ujian ulang diadakan karena berdasarkan evaluasi pelanggaran terhadap POS UN. Keanggotaan BSNP yang 4 tahunan mestinya sudah berakhir pada bulan Mei 2009, namun baru bulan September 2009 dilantik untuk kenggotaan baru BSNP. Ada 8 anggota baru dan salah satu mengundurkan diri, dimulailah wacana untuk mengembalikan tugas penyelenggaraan UN untuk ditinjau kembali. Secara legal formal BSNP memang sebagai penyelenggara UN, namun secara sumber daya (resources) baik biaya dan tenaga, BSNP tidak memilikinya sehingga semua tergantung pada institusi lain di luar BSNP. Hal-hal semacam inilah yang akan membebani seluruh anggota BSNP pada tahun-tahun yang akan datang, bila UN masih diselenggarakan oleh BSNP yang hanya 15 orang. Hal lain adalah pusaran politik yang melingkupi UN seperti tarik ulur eksekutif dengan legislatif dalam hal kebijakan dan pembiayaan. Ini semua sangat melelahkan dan banyak makan waktu serta tenaga dan pikiran.

185

.

BAB 11 kEgiAtAN rUtiN bSNP Badan Standar Nasional Pendidikan 187 .

.

BSNP juga banyak menerima undangan sebagai nara sumber dari berbagai pihak untuk melakukan sosialisasi kebijakan standar pendidikan dan pelaksanaannya. Rapat pleno ini diadakan secara rutin sekali seminggu. ujian nasional. Pengambilan keputusan dilakukan bila kourum dipenuhi. KEGIATAN RUTIN BSNP Dalam melaksanakan misinya: yakni mengembangkan. Disamping itu. serta menilai buku teks pelajaran dan menyelenggarakan ujian nasional. dan berfungsi sebagai wahana untuk pengambilan keputusan semua kebijakan yang dikeluarkan oleh BSNP. perihal rekomendasi standar nasional pendidikan kepada Menteri Pendidikan Nasional dan hal-hal yang bersifat strategis lainnya. membahas tentang rencana kegiatan BSNP. yakni dihadiri oleh sedikitnya 8 (dari 15) anggota BSNP. pengembangan standar nasional pendidikan. setiap hari Selasa. Rapat Pleno BSNP. diantaranya.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP BAB 11. memantau dan mengevaluasi standar nasional pendidikan. penilaian buku teks pelajaran. Hasil-hasil keputusan rapat pleno BSNP didokumentasikan dalam notulen rapat BSNP yang ditandatangani oleh notulis dan diketahui/disahkan oleh ketua dan sekretaris BSNP. hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan tim ahli pengembang draf standar nasional pendidikan. 1| Rapat Pleno Rapat pleno diselenggarakan sekali seminggu. 189 . BSNP diperlengkapi dengan Rapat Pleno dalam memutuskan semua kebijakannya.

Prof. tanggal 12 Januari 2009 di Gerai Informasi dan Media (GIM) Depdiknas – Jakarta. Prof. 5. Prof. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP Permohonan Menjadi narasumber Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Pendidikan. Mungin. Dr. 4. Prof.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2| menghadiri Undangan BSNP menerima banyak undangan dari berbagai pihak sebagai nara sumber tentang kebijakan standar nasional pendidikan serta pelaksanaannya. Anggani. Fawzia. Kerjasama Perdagangan Internasional. Berikut ini beberapa undangan yang dapat dihadiri oleh BSNP. Prof. Yunan Yusuf. 2. jANUARI 1. M. Dr. Dr. tgl 16 Januari 2009 Panitia Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Forum Guru Profesional Sumatera Selatan (FGP-SS) 190 . Dr. Bambang Soehendro menghadiri undangan Rapat Stakeholder Jasa Pendidikan Perdagangan Internasional dari Ditjen. Weinata Sairin. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Pusat pada kegiatan Penulisan Naskah Soal Pra Ujian Nasional SD/MI. AT. Prof. Dr. Edy Tri Baskoro. Prof. Mungin dan Prof. Djaali. SMA/ MA dan SMK Provinsi Sumatera Barat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Sumatera Barat. Prof. Prof. Prof. Prof. Seto Mulyadi. tanggal 15 Januari 2009 di Gd. 3. Pdt. Komaruddin. Soegito menghadiri undangan Pemaparan Instrumentasi SKKD Penulisan Buku TIK dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi. II BPP Teknologi – Jakarta. tanggal 13 Januari 2009 di Departemen Perdagangan – Jakarta. tanggal 11-15 Januari 2009 di Hotel Rocky Plaza Padang – Sumatera Barat. Dr. Djemari mewakili BSNP menjadi Nara Sumber Jumpa Pers tentang Pelaksanaan UN dan UASBN Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas. Suharsono.

8. Prof. Prof. Dr. tanggal 21 Januari 2009 di Hotel Santika – Jakarta. 2. Mungin Eddy Wibowo menghadiri rapat Koordinasi pelaksanaan Uji Komptensi Keahlian Siswa SMK Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dit. Djaali menghadiri undangan Pemakalah Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Peningkatan Mutu PTK-PNF dari Ditjen. FEBRUARI 1. PNF-I Depdiknas tanggal 30 Januari – 2 Februari 2009 di Hotel Sahid Kusuma – Surakarta. Prof. Mungin Eddy Wibowo. PMPTK Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Ujian Nasional Tahun 2008/2009 dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua tanggal 21-24 Januari 2009 di Aula Dinas Pendidikan dan Pengajaan Provinsi Papua. Dr. Pembinaan SMK tanggal 23 Januari di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. Dr. Dr. Prof. 4. 9. Djaali menghadiri undangan Finalisasi Pedoman/Panduan Kursus dan Kelembagaan dari Ditjen. Suharsono menghadiri undangan Pertemuan “Finalisasi Spektrum Pendidikan Kesetaraan” dari Dit. Depdiknas. Prof. Djaali menghadiri undangan rapat Koordinasi Tim Nasional KTSP 2009. Prof. dari Ditjen. tanggal 11 Febru191 . Pendidikan Kesetaraan Ditjen. Dr. Prof. PMPTK. Furqon mewakili BSNP menghadiri undangan dalam rangka penyiapan bahan Rembuk Nasional Depdiknas dari Balitbang Depdiknas tanggal 10 Februari 2009 di Balitbang Depdiknas – Jakarta. Dr. Seto Mulyadi mewakili BSNP menjadi Pemakalah pada Rapat Kerja Nasional dan Seminar Nasional dari Asosiasi CI/BI. Yunan Yusuf dan Dr. PNF-I Depdiknas tanggal 4-6 Februari 2009 di Hotel Lor In – Solo.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 6. 7. 3. Dr. Prof. tanggal 2 Februari 2009 di Wisama UNJ – Jakarta.

tanggal 25-26 Februari 2009 di ruang sidang PP ITKON Departemen Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga – Jakarta. 9. PMPTK Depdiknas – Jakarta. 10. tanggal 18-20 Februari 2009 di Hotel Purnama Putra. tanggal 23 Februari 2009 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Depdiknas. Departemen Agama tanggal 18-20 Februari 2009 di Golden Boutique Hotel – Jakarta. 6. Sawangan – Depok. Dr. Cipayung – Bogor. 5. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas. Prof. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Prof. Dr. tanggal 24 Februari 2009 di Hotel Batavia – Jakarta. Prof. Pembinaan SMK. tanggal 23 Februari 2009 di Hotel Parama CIpayung – Bogor. Prof. Prof. Prof. 192 . 11. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas – Jakarta. Djaali menghadiri undangan Rapat Finalisasi Materi SNP untuk Timnas KTSP tahun 2009 dari Ditjen. Mungin Eddy Wibowo menjadi Pembicara pada Rembuk Nasional Pendidikan Tahun 2009.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 ari 2009 di ruang rapat Ditjen. Prof. Pendidikan Islam. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pada kegiatan Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator Bimtek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dari Dit. Djaali menghadiri undangan rapat dalam rangka pelatihan Master Penguji dari Dit. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Depdiknas dalam rangka menyusun Rencana Talkshow Unggulan dan Informasi Pendidikan tahun 2009 yang akan ditayangkan di Televisi Edukasi. 7. PMPTK Depdiknas. Dr. 8. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri undangan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Keolahragaan Cabang Olahraga dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. tanggal 12 Februari 2009 di ruang siding Dit. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri undangan Rapat Kordinasi Pelaksanaan USSN PAI Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Ditjen. Dr.

Dr. Dr. Prof. Pendidikan Islam. 193 . Suharsono mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Uji Publik RPMA Pendidikan Keagamaan Islam dari Ditjen. Prof. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Yunan Yusuf dan Dr. 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi Pendidikan Kesetaraan dan Naskah Akademik Program Paket C Kejuruan dari Ditjen. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri undangan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Keolahragaan Cabang Olahraga Panahan dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. 16. tanggal 26-28 Februari 2009 di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung – Bogor. Dr. tanggal 27 Februari 2009 di ruang sidang PMPTK Depdiknas – Jakarta. Prof. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. PMPTK Depdiknas. tanggal 27 Februari 2009 di ruang sidang Ditjen. Djaali menghadiri undangan rapat dalam rangka pembahasan Finalisasi draf revisi Peraturan Menteri No. tanggal 26-27 Februari 2009 di ruang sidang Garaha Pemuda Departemen Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan sebagai Penyaji Materi pada Rapat Koordinasi dan Konsultasi Program Pembinaan TK dan SD Tahun 2009 dari Dit. tanggal 27 Februari 2009 di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung – Bogor. PMPTK. Prof. Dr. tanggal 27 Februari 2009 di ruang siding PMPTK Depdiknas – Jakarta. Djaali menghadiri undangan rapat Koordinasi Penyusunan Draf Permendiknas SPPMP dari Ditjen. Dr. PNF-I Depdiknas. Dr. 17. PNF-I Depdiknas – Jakarta.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 12. Prof. 14. Prof.Jakarta. Prof. Djaali menghadiri undangan Rapat Koordinasi Penyusunan Draf Permendiknas SPPMP dari Ditjen. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada rapat Koordinasi Perluasan dan Peningkatan Mutu TK 2009 dari Dit. 13. 15. Departemen Agama RI tanggal 27 Februari 2009 di Hotel Ibis Tamarind . 18.

tanggal 2 Maret 2009 di ruang sidang Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas – Jakarta. Bimbingan Masyarakat Kristen. Dr. Pembinaan SMK. Prof. Suharsono menghadiri undangan dari Ditjen. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Mungin Eddy WIbowo menghadiri undangan pertemuan tentang Pembahasan rancangan Permen Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan pada Pendidikan Nonformal dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. 5. PNF-I Depdiknas dalam rangka penyiapan Standar Kompetensi Lulusan. tanggal 10-13 Maret 2009 di Hotel Grand Angkasa – Medan. Prof. Prof. 2. Prof. Prof. Dr. 8. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada rapat Koordinasi dan Konsultasi Program Pembinaan TK dan SD Tahun 2009 dari Dit. Weinata Sairin mewakili BSNP menghadiri undangan untuk memberikan ceramah dengan judul “Standar Pengelolaan Pendidikan Menengah Keagamaan” dari Ditjen. 4. tanggal 10-13 Maret 2009 di Hotel Grand Aquila – Bandung. Fawzia Aswin Hadis menghadiri undangan dalam rangka penyediaan buku pelajaran yang memenuhi standar kelayakan pendidikan agama dari Pusat Perbukuan Depdiknas. 7. Departemen Agama RI. Dr. Pembinaan SMA. tanggal 10 Maret 2009 di Hotel Pita Giri – Jakarta. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator Bimtek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dari Dit. tanggal 10-12 Maret 2009 di Wisma Bahtera Cipayung – Bogor. Yunan Yusuf dan Pdt. Dr. tanggal 6 Maret 2009 di Hotel Puncak Raya Cisarua – Bogor. tanggal 2 Maret 2009 di Hotel Pitagiri – Jakarta. Djemari Mardapi menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan persiapan TOT Tim Bimtek SNP/KTSP di SMA Tahun 2009 dari Dit. Dr. 6. 3. Dr. Djaali dan Dr. Prof.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 mARET 1. Suharsono menghadiri undangan Wokshop I “Preparation 194 .

Dr. tanggal 15 Maret 2009 di Grand Quality Hotel – Yogyakarta. Suharsono dan Dr. Prof. tanggal 17 dan 31 Maret 2009 di ruang sidang PPITKON Menpora. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan dalam rangka persiapan pengawasan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional tahun 2009 dari Inspektorat Jenderal Depdiknas. Seto Mulyadi menghadiri undangan rapat dalam rangka Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Mungin. Mungin Eddy mewakili BSNP menghadiri undangan dalam rangka pelaksanaan pengawasan UN SMA/MA tahun 2009 dari Universitas Negeri Surabaya. Dr. tanggal 20 Maret 2009 di Hotel Dandang Tingang – Palangkaraya. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan rapat Koordinasi bagi Pembina Pendidikan TK. Prof. Prof. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen. PNF-I. Zaki B dan Prof. 12. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan Sosialisasi dan Workshop Pendataan Data Peserta UASBN dan PNF Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan TEngah. Prof. Dr. 14. 10. Dr. tanggal 13-15 Maret 2009 di Hotel Sahid Jaya – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Keolahragaan dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Prof. tanggal 16 Maret 2009 di ruang rapat Pusat Informasi dan Humas Depdiknas – Jakarta. Prof. Mission LSE3” dari Dit. Djemari M. Prof.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 9. 13. tanggal 17 Maret 2009 di ruang sidang Inspektorat Jenderal Depdiknas – Jakarta. 11. Bambang Soehendro. Dr. 195 . SD dan Pendidikan Khusus Provinsi dan Kabupaten/Kota se Jawa Timur dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. tanggal 18 Maret 2009 di Hotel Kartika Wijaya – Kota Batu. Prof.

Dr. Dr. Dr.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 15. 19. Dr. Prof. 17. Prof. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. 21. Yunan Yusuf mewakili BSNP menjadi pengarah dalam penjelasan teknis pemantauan Ujian Nasional 2008/2009 untuk pemantau tingkat provinsi dari Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Ibukota Jakarta. tanggal 30 Maret 2009 di LPMP – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Talk Show Radio dengan topic Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasioanl (UASBN) Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber dalam rangka penyamaan mekanisme kerja sosialisasi dan pelatihan 196 . tanggal 23-26 Maret 2009 di Hotel Grand Aquila – Bandung. tanggal 23-25 Maret 2009 di Hotel Sahid Raya – Solo. Dr. Dr. Dr. Djemari Mardapi menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan persiapan TOT Tim Bimtek SNP/KTSP di SMA Tahun 2009 dari Dit. Pembinaan SMA. Prof. tanggal 21-22 Maret 2009 di Auditorium Universitas Negeri Semarang dan Hotel Belle View Semarang. Prof. PNF-I Depdiknas. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Seminar Nasional “Pendidikan Profesi Guru dan Konselor” dan Lokakarya “Pengembangan Pendidikan Profesional Konselor” dari Universitas Negeri Semarang. Prof. tanggal 30 April 2009 di Hotel Swarna Dwipa – Palembang. 22. PMPTK Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Nara Sumber pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan dan Orientasi Teknis Kebijakan Pendidikan Kesetaraan dengan Organisasi Mitra dari Ditjen. tanggal 25 Maret 2009 di Depdiknas – Jakarta. tanggal 25 dan 27 Maret 2009 di Studio PIH Depdiknas – Jakarta. 16. 20. 18. Seto Mulyadi menjadi Pembicara dalam rangka hari Pendidikan Nasional dari BEM Universitas PGRI Palembang. Prof. Djaali menghadiri undangan rapat Koordinasi Tim Nasional KTSP dari Ditjen.

tanggal 31 Maret 2009 di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung – Bogor. Pendistribusian. Dr. Pelaksanaan dan Pengumpulan Hasil Ujian Nasional” dari Inspektorat Jenderal Depdiknas. Pembinaan SMP. Pembinaan SLB. Dr. tanggal 6 April 2009 di Depdiknas – Senayan 5. Prof. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Dr. Dr. Dr. Prof. PMPTK Depdiknas. 7. Dr. 6.Jakarta. Semua anggota BSNP menghadiri rapat Pembahasan Prosedur 197 . Pelaksanaan dan pengumpulan Hasil Ujian Nasional” dari Inspektorat Jenderal.Jakarta. Djemari mewakili BSNP menjadi Nara Sumber tentang “Mekanisme dan Prosedur Persiapan. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Prof. tanggal 2 April 2009 di ruang sidang Dit. Prof. Dr. 4. tanggal 2 April 2009 di Universitas Negeri Jakarta. Djemari Mardapi menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Khusus dan Pelayanan Pendidikan Khusus (CI-BI) dari Dit. tanggal 2 April 2009 di Hotel Sahid Kusuma – Surakarta. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Pembahasan Ujian Nasional dari Inspektorat Jenderal Depdiknas. PSMP Depdiknas – Jakarta. Pendistribusian. APRIL 1. Prof. Prof. tanggal 8 April 2009 di Depdiknas . Pencetakan.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2009 di Pusat dan Daerah dari Ditjen. 3. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Depdiknas tentang Mekanisme dan Prosedur Perisapan. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat dalam rangka persiapan pelaksanaan dan pemantauan Ujian Nasional dari Dit. Dr. 2. tanggal 7 April 2009 di Depdiknas . Pencetakan. Djaali menghadiri undangan sebagai pengarahan dalam Rapat Koordinasi Penempatan Pengawas UN Tingkat Satuan Pendidikan SMA/MA dari Universitas Negeri Jakarta.

10. Dr. Prof. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Edy Tri Baskoro menghadiri pertemuan dalam rangka membahas rencana/program/ kegiatan BSNP Tahun 2010 dari Balitbang Depdiknas. Prof. Dr. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Rapat Konsolidasi Teknis Pencapaian Standar Sarana dan 198 . tanggal 14 dan 15 April 2009 di Depdiknas – Jakarta. Dr. Dr. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pertemuan AQAN dan IQF dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas. Djaali menjadi Nara Sumber dalam rangka Sosialisasi dan Pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2009 di Pusat dan Daerah dari Ditjen PMPTK Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pendidikan Kesetaraan dan Orientasi Teknis Kebijakan Pendidikan Kesetaraan dengan Organisasi Mitra dari Ditjen PNF-I.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 8. Dr. Dr. 12. Operasi Standar (POS) Ujian Nasional Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Pondok Pesantren Salafiyah tahun 2009 dari Dit. PMPTK. Dr. Prof. tanggal 15-17 April 2009 di Hotel Clarion Makassar . tanggal 13 April 2009 di Hotel Sahid – Surabaya. 14.Sulawesi Selatan. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Talk Show Radio dan Konferensi Pers tentang Pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian AKhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Prof. Prof. tanggal 15 April 2009 di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. tanggal 16 April 2009 di Depdiknas – Jakarta. Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama. 9. tanggal 17 April 2009 di ruang sidang Balitbang Depdiknas – Jakarta. Furqon menghadiri undangan sebagai Panelis Kegiatan Training of Trainers Provincial Core Team (PCT) dari Ditjen. Dr. Prof. 13. tanggal 8 April 2009 di Departemen Agama – Jakarta. 11.

Pembinaan Diklat Depdiknas. 199 . 19. Dr. Pembinaan SLB. tanggal 22 April 2009 di Dit. Pembinaan SLB Depdiknas. tanggal 29 April 2009 di Hotel Sahid Kusuma – Solo. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. PMPTK. 20. tgl 28 April 2009. Prof. Prof. Dr. tanggal 21 April 2009 di Hotel Grand Bali Beach – Bali. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pertemuan tentang Pembahasan Rancangan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Tentang Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. dari Dit. Mungin Eddy Wibowo menghadiri rapat dalam rangka pembahasan Ujian Paket C Kejuruan dari Dit.Sumatera Barat. 16. Pengelolaan dan Pembiayaan Pendidikan se Kalimantan Tengah Tahun 2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Djaali menghadiri Undangan Sebagai Panelis Kegiatan Training of Trainers Provincial Core Team (PCT). Bambang Soehendro mewakili BSNP menjadi Panelis Kegiatan Training of Trainers Provincial Core Team (PCT) dari Dit. Djaali menghadiri undangan rapat Streering Committee Reviu dan Finalisasi Draf Naskah Akademik dan Peraturan Mendiknas Tentang Sistem Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan dari Ditjen. Prof. Dr. 17. tanggal 23 April 2009 di Depdiknas – Jakarta. Dr. tanggal 24 April 2009 di ruang sidang Ditjen. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada workshop Penyusunan Pedoman Kompetensi Siswa dari Dit. tanggal 21-24 April 2009 di Bukittinggi . Pembinaan SMK. Prof. tanggal 17 -19 April 2009 di Hotel Hawai – Palangkaraya. 18.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 15. Prof. PMPTK Depdiknas – Jakarta. Prof. 21. Dr. Prof. Dr. Prasarana. Pembinaan Diklat di Depdiknas Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Workshop Pendidikan Kecacatan dari Dit. Pembinaan SMK – Jakarta.

Dr. 3. Dr. Dr. tgl 31 April 2009 di ruang rapat Ditjen. Prof. PNF-I Depdiknas. Edy Tri Baskoro mewakili BSNP menghadiri Undangan Diskusi tentang Rancangan Peraturan Mendiknas tentang Pendidikan Tinggi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 7. 6. 5. Dr. Dr. tanggal 4 Mei 2009 di Depdiknas – Jakarta. tgl 12 Mei 2009 di Balitbang Depdiknas Jakarta. tanggal 12 Mei 2009 di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. tanggal 4-6 Mei 2009 di Hotel Sahid Raya – Solo. Ketua BSNP menjadi Nara Sumber Jumpa Pers dalam rangka penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) SMA/MA/SMK dan SMP/ MTs Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Depdiknas. Mungin Eddy Wiobowo menghadiri undangan rapat Finalisasi POS UN Program Wajar Dikdas PPS dari Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pada Workshop Pengembangan Indonesia Qualification Framework dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Depdiknas. 2. Prof. Dr. Dr. Pembinaan Diklat. 4. tanggal 5 Mei 2009 di Depdiknas Jakarta. Dr.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 22. Djaali mengahdiri Undangan Sebagai Panelis Kegiatan Training of Trainers Core Team (PC) dari Dit. Prof. Djaali mengahdiri Undangan Sebagai Panelis Kegiatan 200 . 23. Prof. tanggal 6 Mei 2009 di Departemen Agama – Jakarta. Suharsono menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Orientasi Teknis Peningkatan Kapasitas LKP dari Ditjen. Mungin Eddy Wiobowo mengahadiri undangan Pembahasan Materi Rakornas Jarlitbang Tahun 2009 dari Balitbang. Mandikdasmen Depdiknas. tanggal 30 April 2009 di ruang sidang Dikti Depdiknas – Jakarta. Djaali mewakili BSNP Narasumber pada TOT Tim Verifikasi/Evaluasi Pelaksanaan Program Rintisan PBKL di SMA tahun 2009 dari Ditjen. Dikti Depdiknas. mEI 1. Prof.

Dr. Mandikdasmen Depdiknas. Prof. Zaki Baridwan menjadi Nara Sumber dalam rangka Pelatihan Penyusunan Dokumen Rencana Pegembangan Kapasitas (RPK) dari Dit. Prof. tanggal 14-16 Mei 2009 di Hotel Mirah – Bogor. Yunan Yusuf menjadi Nara Sumber pada kajian “Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada SMA/ SMK” dari Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama. Pembinaan Diklat. Pembinaan SMP Depdiknas. Dr. Dr. Permohonan Nara Sumber pada kegiatan Workshop Pengembangan KTSP Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantren. 14. 13. tanggal 12 Mei 2009 di Hotel Parama Puncak Bogor. Prof. Prof. PNFI Depdiknas. Dr. Zaki Baridwan menjadi Nara Sumber pada kegiatan Lokakarya Internal mengenai Hasil Implementasi Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dari USAID – DBE-1. Edy Tri Baskoro mewakili BSNP menghadiri undangan Lokakarya Persiapan Pembentukan Dewan Pendidikan Nasional dari Ditjen. tanggal 12-14 Mei 2009 di Hotel Perdana Wisata – Bandung. 9. Suharsono menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Orientasi Teknis Peningkatan Kapasitas Lembaga PKBM dari Ditjen. Furqon mewakili BSNP. tanggal 15 Mei 2009 di Hotel Prabu Putragus – Bogor. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada per201 . Training of Trainers Provincial Core Team (PCT) dari Dit. 10. tanggal 12-13 Mei 2009 di Wisma Bahtera – Bogor. 11. Mungin Eddy Wibowo. Prof. 15. menjadi Narasumber pada TOT Tim Verifikasi/Evaluasi Pelaksanaan Program Rintisan PBKL di SMA tahun 2009. Prof. Dr. Dr. Prof. tanggal 13 Mei 2009 di Hotel Ambhara – Jakarta. tanggal 12-15 Mei 2009 di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. tgl 12 Mei 2009 di Asrama Haji Pondok Gede. 12. Dr. Dr.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 8. Topik: Standar Nasional Pendidikan.

Yunan Yusuf menjadi Pembicara pada Seminar Nasional “Membangun Harga Diri Pendidikan Nasional” dari Himpunan Mahasiswa Matematika FKIP UMSB Padangpanjang . Djaali dan Prof. tanggal 14-17 Mei 2009 di Hotel Grand Jayaraya. 202 . 18.Semarang. Mungin Eddy Wibowo menghadiri rapat Koordinasi Nasional Jaringan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah dari Balitbang Depdiknas. tanggal 23-25 Mei 2009 di Hotel Topas Galeria -Bandung. 21. Dr. 17. Prof. Dr. Dr. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan dalam rangka pelaksanaan Program Telaah Kluster Pendidikan dengan tema Pemenuhan Hak Pendidikan Bagi Anak dalam Situasi Darurat dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia.Jakarta. Prof. tanggal 20 Mei 209 di ruang sidang BAN S/M Depdiknas . Makassar-Sulawesi Selatan. Prof. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat dalam rangka Persiapan Pembahasan Instrument SLB dan TK/RA dari BAN S/M Depdiknas. tanggal 18-19 Mei 2009 di Hotel Mirah Santika – Bogor. Prof. tanggal 21 Mei 2009 di Padangpanjang. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Pembukaan Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional XVII dan Pameran Kreasi Siswa SMK dari Mendiknas. tanggal 21 Mei 2009 di Arena Pekan Raya Jakarta. Dr. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. 19. Dr. Bogor-Jawa Barat dan tgl 1821 Mei 2009 di Hotel Yasmin. 20. Prof. Dr.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 16. tanggal 17 Mei 2009 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim – Malang. temuan Pimpinan Pondok Pesantren dari Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Review Program Pengembangan Madrasah Bertaraf Internasional dari Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Narasumber pada kegiatan Training of Trainer (TOT). Dr. 22. tanggal 26-28 Mei 2009 di Hotel Patra Jasa .

Prof. tanggal 29 Mei 2009 di Hotel Grasia . 26. Prof. 27. 24. Ditjen PMPTK. Dr. Anggani Sudono. Prof. Prof. Suharsono menghadiri undangan rapat Reviu Instrumen Akreditasi Program PNF dari BAN PNF Depdiknas. Dr. Fawzia Aswin Hadis dan Dr. tanggal 2 Juni 2009 di Ruang Sidang Pusat Penilaian 203 . Prof. Dr.Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Pembahasan Sertifikasi Kompetensi dari Dit Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Nara Sumber Diklat TOT System Penjaminan Mutu Pendidikan (SPPMP) di Tingkat Provinsi dari Dit Pembinaan Diklat. Djemari Mardapi dan Prof. 2. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan untuk memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Teknis Komputerisasi UNPK Tahun 2009 dari Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Seminar Nasional Optimalisasi Potensi Daerah dalam Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Berkualitas Nasional dan Global dari Himpunan Pengembangan Kurikulum Indonesia. Dr.Cipete. Prof. tanggal 27 Mei 2009 di Ruang SIdang BAN S/M Depdiknas . Dr.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 23. tanggal 1 Juni 2009 di Ruang Sidang Ditjen PNF-I Depdiknas Jakarta. jUNI 1. Bambang Suhendro menghadiri Undangan Seminar Kepentingan Indonesia di Berbagai Perundingan Perdagangkan Internasional: Jasa Pendidikan. Dr. tanggal 29 Mei 2009 di Ruang Rapat BAN PNF Depdiknas . Dr. Dr. tanggal 28 Mei 2009 di Hotel Borobudur-Jakarta 25. Djaali dan Dr. Dr. tanggal 30 Mei di Grand Hotel Preanger – Bandung.Semarang. Suharsono menghadiri Undangan Rapat dalam rangka Penyusunan Instrumen Akreditasi Sekolah Luar Biasa (SLB) dari BAN S/M Depdiknas . Prof.

Dr. Dr.Jakarta. Prof. Suharsono menghadiri undangan rapat dalam rangka mempersiapkan penyusunan Peraturan Menteri tentang Penyelenggaraan Paket C Kejuruan dan Menindaklanjuti Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan nasional No. Dr. Prof. 7. Mungin Eddy Wibowo. 6. Dr. Prof.Makassar. Dr. tanggal 5 Juni 2009 di Depdiknas – Jakarta. Edy Tri Baskoro. Pembinaan Diklat. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Prof. 5. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber Konferensi Pers mengenai hasil Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Infomasi dan Humas Depdiknas. tanggal 5 Juni 2009 di Depdiknas Jakarta. Dr. Prof. tgl 8-10 juni 2009 di Hotel Imperial Aryaduta . Djaali menghadiri undangan sebagai narasumber diklat tot system penjaminan-peningkatan mutu pendidikan (SPPMP) tingkat provinsi di Makassar dari Dit. Pendidikan Depdiknas . Challenges for Moslem Societies” dari the Australian National University. Prof. Dr. Fawzia menghadiri undangan diskusi tentang Integrating Gender and Reproductive Health Issues in the Indonesian National School Curricula. Djemari Mardapi. Dr. Retno S. Prof. M. 8. tanggal 6 Juni 2009 di Auditorium STAIN Batusangkar. Prof. Ditjen PMPTK Depdiknas. Furqon. Dr.Yunan Yusuf dan Dr. Dr. Prof. Bambang Soehendro menghadiri undangan rapat dalam rangka Pelaksaan Program EfSD tahun 2009 pada BSNP dan Balitbang Depdiknas dari koordinator Nasional EfSD Indonesia. Dr. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Pemateri pada Seminar Nasional Pendidikan dengan topik “Upaya Profesionalisasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan” dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar. tanggal 3 Juni 2009 di ruang Konferensi Pers Gerai Informasi dan Media Depdiknas Jakarta. Prof. 14 Tahun 2007 tentang Standar 204 . 4.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 3. Dr. Sudibyo. Dr. Mungin Eddy Wibowo.

tanggal 15 Juni 2009 di Ruang Rapat PP Muhammadiyah – Jakarta.Jakarta. Isi Pendidikan Kesetaraan dari Ditjen PNFI Depdiknas. Dr. Yunan Yusuf menghadiri undangan rapat dengan tema UN Pengganti dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Nara sumber Diklat TOT Sistem Penjaminan . Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Suharosono menghadiri undangan rapat dalam rangka penyusunan Instrumen Akreditasi Sekolah Luar Biasa (SLB) dari BAN S/M Depdiknas. Dr. tanggal 16 Juni 2009 di Sahid Jaya . 13. Anggani Sudono dan Dr. Prof. tanggal 12-14 Juni 2009 di Hotel Safari Garden. tanggal 18 Juni 2009 di ruang Sidang Pusat Perbukuan Depdiknas – Jakarta. Yunan Yusuf dan Dr. Suharsono mewakili BSNP menghadiri Undangan Pembahasan draft Permendiknas tentang Program Paket C Kejuruan dan draft Permendik205 . Fawziah Aswin Hadis dan Dr.Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) Tingkat Provinsi di Denpasar dari Dit. tanggal 17 Juni 2009 di Wisma Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jakarta. Prof. 15. M. Prof. 10. Cisarua Bogor. Prof. Edy Tri Baskoro. Prof. 12. Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Tutorial Pelaksanaan dan Aplikasi Pendataan dalam Rapat Koordinasi dan Workshop Pendataan Pendidikan Nasional Tahun 2009 dari Pusat Statistic Pendidikan Depdiknas. 14. tanggal 11-13 Juni 2009 di Hotel Inna Sindhu Beach Denpasar Bali. Dr. Fawzia Aswin Hadis menghadiri undangan pertemuan “Mengidentifikasi Buku Teks Pelajaran Yang Akan Dialihbahasakan” dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Prof. 11. Prof. Pembinaan Diklat. tanggal 11 Juni 2009 di ruang sidang Ditjen PNFI Depdiknas Jakarta.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 9. Dr. Mungin Eddy Wibowo (Ketua BSNP) menjadi Nara Sumber pada Rakor Pembinaan TK Pedesaan dari Dit.

Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber Konferensi Pers mengenai Hasil Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2008/2009 dari Pusat Infomasi dan Humas Depdiknas. tangal 23 Juni 2009 di Dikti Jakarta. Dr. Dr.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 16. 18. 21. Pembinaan Diklat Depdiknas. Dr. Prof. tanggal 22 Juni 2009 di Ruang Konferensi Pers Gerai Informasi dan Media Depdiknas Jakarta. 19. nas tentang Penyelenggaraan Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. 206 . Mungin Eddy Wibowo dan Prof. 20. tanggal 18 Juni 2009 di Depdiknas Jakarta. tanggal 23 Juni 2009 di Danau Dariza Resort Hotel Cipanas – Garut. Prof. Mungin Edy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Diklat Terakreditasi dan Pengakuan Hasil Belajar Melalui Pengalaman Dalam Rangka Peningkatan dan Penjaminan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan dari Dit. Dr. tanggal 22 Juni 2009 di Sanur Paradise Plaza – Bali. tanggal 24 Juni 2009 di Depdiknas Jakarta. 17. Prof. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan Rapat Koordinasi tentang Standar Nasional Pendidikan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas. Edy Tri Baskoro menjadi Nara Sumber pada kegiatan Diklat Pengawas Pendidikan Angkatan 1 dan 2 tentang Standar Nasional Pendidikan dari Pusdiklat Depdiknas. Dr. Dr. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Forum Diskusi Media Analisis dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. tanggal 19 Juni 2009 di ruang Konferensi Pers Gerai Informasi dan Media Depdiknas – Jakarta. Prof. Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Furqon menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan dan Tim Pemantau Independen Ujian Nasional (TPI-UN) Tingkt Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/Kota Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dr.

tanggal 12 Juli 207 . Mungin Eddy Wibowo dan Prof. tanggal 9 Juli 2009 di Hotel Golden View – Batam. Djaali menjadi Nara Sumber pada Diklat KTSP Sekolah Dasar dari Dit. Pembinaan Diklat. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Talk Show dengan topik Ujian Nasional dan Kesenjangan Mutu Sekolah dari Voice of Human Rights News Center (VHR). Dr. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Pembinaan Diklat. Dr. 5. Prof. Pembinaan Diklat Depdiknas. Mungin Edy Wibowo menjadi Nara Sumber Diklat TOT Sistem Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) Bagi Stake Holder Pendidikan tingkat Kab/Kota dari Dit. tanggal 29 Juni 2009 di Hotel Sahid Jaya Jakarta.Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) Bagi Stake Holder Pendidikan tingkat Kab/Kota dari Dit. Dr. Prof. 2. Dr. tanggal 3 Juli 2009 di Hotel Ciputra – Surabaya. Dr. 23. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Diklat TOT Sistem Penjaminan . tanggal 10 Juli 2009 di Ruang Sidang Biro Hukum Depdiknas Jakarta. tanggal 7 Juli 2009 di Studio VHR Jakata. Dr. Prof. Prof. Djaali menjadi Nara Sumber Diklat TOT System Penjaminan Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) bagi Stake Holder Pendidikan Tingkat Kab/Kota dari Dit. 4. Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Diklat TOT sistem Penjaminan-Pendidikan Mutu Pendidikan (SPPMP) Bagi Stakeholder Pendidikan tingkat Kab/Kota dari Dit. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri Undangan dalam rangka Pembahasan draf Peraturan Menteri tentang Program Paket C Kejuruan dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. jULI 1. Prof.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 22. Prof. 3. Prof. tanggal 24 Juni 2009 di Hotel Inna Muara – Padang. Dr. Pembinaan Diklat Depiknas.

Prof. Profesi Pendidik. Djaali. Pembinaan SMA. Prof. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Asistensi. Prof. 8. Prof. Dr. Dr. 11. 10. Prof. Prof. Furqon menghadiri Undangan Workshop Penilaian Kinerja Guru dari Dit. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Evaluasi Program SMP-RSBI Angkatan Tahun 2007 (Angkatan I) dari Dit. Mungin Eddy Wibowo Key Note Speaker pada Seminar Nasional yang bertema “Inovasi Biologi dan Pendidikan Biologi dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia dari Universitas Pendidikan Indonesia. 9. dan Standar Penilaian dari Ditjen PNF-I Depdiknas. 208 . Prof. Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Penyaji Makalah pada Rapat Koordinasi Bidang Perbukuan dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Dr. 7. Dr. Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Paket A.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2009 di Hotel Golden Virgo – Batam. tanggal 14 Juli 2009 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. Paket B dan Paket C. Mungin Eddy Wibowo menghadiri Undangan tentang Pembahasan Rancangan Permendiknas tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan dari Sekretaris Jenderal Depdiknas.Jakarta. Dr. 6. 12. Paket B dan Paket C. Koordinasi dan Sinkronisasi Program Rintisan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di SMA dari Dit. tanggal 15 Juli 2009 di Auditorium FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Dr. tanggal 14 Juli 2009 di Hotel Saphir Yogyakarta. Prof. tanggal 12 Agustus 2009 di Hotel Safari Garden – Bogor. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber pada kegiatan Pengkajian Standar Isi Pendidikan Kesetaraan Paket A. tanggal 17 Juli 2009 di Ruang Sidang Sekretaris Jenderal Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo. Pembinaan SMP. tanggal 16 Juli 2009 di Hotel Sahid Kusumo – Solo. tanggal 17 Juli 2009 di Hotel Atlet Century Park .

Lombok. 18. M. 16. Prof. 17. Depdiknas. Profesi Pendidik Depdiknas. 14. Prof. Dr. Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Peningkatan Pemahaman Teknis Program PAUD pada tenaga Kependidikan dari Ditjen. 19. tanggal 18 Juli 2009 di Kampus Timur STAIN Kudus. tanggal 20 Juli 2009 di Hotel Jayakarta. Dr. Prof. Furqon menghadiri Undangan Presentasi draft Naskah Akademik Teacher Underperformance dari Dit. Dr. Yunan Yusuf menjadi Nara Sumber pada Seminar Nasional Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Kudus dari STAIN Kudus. Bimbingan Masyarakat Kristen Depag RI. PNF-I Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi UN dan UASBN Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB. Prof. Yunan Yusuf menjadi Penceramah pada acara Konsultasi Pengelola Penyelenggara Pendidikan Agama dan Keagamaan Kristen se Indonesia Tahun 2009 dari Ditjen. tanggal 28 Juli 2009 di Hotel Puncak Raya – Bogor. Bambang Soehendro mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Tim Persiapan Kebijakan Strengthening Education Quality of Health Professional through Accreditation and Testing System Project (SEHAT Project) dari Ditjen. tanggal 28 Juli 2009 di Hotel Garuda Plaza – Medan. 15. Fawzia Aswin Hadis menghadiri Undangan dalam rangka Pembahasan Lanjutan Hasil Kajian Spesifikasi Kertas oleh Tim Analisis Departemen Perindustrian dalam rangka Program Buku Murah dari Pusat Perbukuan Depdiknas. tanggal 24 Juli 2009 di Hotel Millenium Sirih – Jakarta. Prof. Pendidikan Tinggi. Dr. 209 . tanggal 30 Juli 2009 di Hotel Pitagiri Jakarta. Prof. Dr. tanggal 30 Juli 2009 di Ruang Sidang Pusat Perbukuan.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 13. Dr.

Prof. Edy Tri Baskoro dan Dr. Teuku Ramli Zakaria menghadiri Undangan Seminar Hasil Penelitian dari Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas. Prof. Dr. dan C Periode II dari Balitbang Depdiknas. 3. tanggal 2 Oktober 2009 di Hotel Ambara Jakarta. SMP. Prof. 2. Djemari Mardapi. 4. SMP. Dr. Djaali mewakili BSNP menjadi Narasumber pada kegiatan Apresiasi Program dan Seminar Hasil Akhir (PTK dan PTS) dari Ditjen. Dr. Edy Tri Baskoro dan Dr. Dr. Dr. Seluruh anggora BSNP menghadiri undangan rapat tentang Pembahsan Pelaksanaan USSN (Ujian Sekolah ber Standar Nasional) PAI pada SD. Dr. Pendidikan Tinggi Depdiknas. SMA/SMK. Djemari Mardapi dan Prof. Pendidikan Tinggi Depdiknas. B. Teuku Ramli Zakaria mewakili BSNP untuk menghadiri undangan Perumusan Naskah Akademik Pendidikan Pancasila dari Ditjen. PSMP Depdiknas. tanggal 13 September 2009 di Ditjen. Pendidikan Islam di Hotel Santika Jakarta. tanggal 13 September 2009 di Hotel Grand Cempaka Jakarta. Dr. tanggal 28-29 Oktober 2009 di Depdiknas Jakarta. Pendidikan tinggi Depdiknas. Djemari Mardapi menghadiri Rapat Koordinasi dan Sosialisasi UN Program Paket A.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 SEPTEmBER 1. OKTOBER 1. Pembinaan SMP. 210 . Prof. Edi Tri Baskoro menghadiri Undangan tentang Pembahasan draft Permendiknas tentang SPMPT dari Ditjen. 2. Teuku Ramli Zakaria mewakili BSNP menghadiri undangan rapat tentang Sistem penilaian berkesinambungan pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dari Dit. 3. tanggal 10 September 2009 di ruang sidang Dit. Dr. Pendidikan Islam Depag RI. Prof. tanggal 2 Oktober 2009 di Depdiknas Jakarta. Prof. tanggal 3 Oktober 2009 dari Ditjen.

Dr. Prof. Mandikdasmen. 7. tanggal 8 November 2009 di Hotel Pitagiri Jakarta. Djemari Mardapi dan Prof. 2. Djemari Mardapi menghadiri undangan Workshop dalam rangka Education Sector Support Program (ESSP) dari Balitbang Depdiknas. 3. Prof. Prof. tanggal 12 November 2009 di Depdiknas Jakarta. tanggal 11-14 November 2009 di Hotel Panghegar – Bandung. tanggal 5 November 2009 di Le Meredien Hotel Jakarta. Prof.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP NOVEmBER 1. tanggal 18 November 2009 di Depdiknas Jakarta. Dr. Dr. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat tentang Ujian Nasional dari Balitbang Depdiknas. 6. tgl 4 November 2009 Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. Dr. Dr. Pembinaan SMK Depdiknas. Dr. Prof. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada rapat kerja Kepala SMP-RSBI dari Ditjen. Prof. 211 . Dr. M. 4. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat tentang Penyelenggaraan Ujian Nasional tahun 2010 dari Balitbang Depdiknas. Djemari Mardapi dan Prof. 5. 8. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Rapat Teknis Finalisasi ESSP-Results Framework dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Depdiknas. tanggal 18 November 2009 di ruang rapat Biro KLN Depdiknas Jakarta. Teuku Ramli Zakaria mewakili BSNP menghadiri undangan pada kegiatan Penyusunan Soal teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan dari Dit. Dr. tanggal 19 November 2009 di SMP K 4 Penabur Jakarta. Jamaris Jamna mewakili BSNP Sebagai Pembicara pada Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Kebijakan Akreditasi Sekolah dan Madrasah. Aman mmenghadiri undangan Indikator Penjaminan dan Pengendalian Mutu dari Pusat Statistik Pendidikan Depdiknas.

Djaali mewakili BSNP menghadiri Undangan Rapat dalam rangka menentukan langkah selanjutnya setelah adanya penolakan kasasi tentang UN dari Balitbang Depdiknas. 2. Pembinaan SMK Depdiknas. Dr. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi USSN dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dari Ditjen. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas. Prof. Semua anggota BSNP menghadiri Undangan pada kegiatan Finalisasi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Dit. T. Ramli Zakaria mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada kegiatan Penyusunan Peringkat hasil Penilaian Pendidikan Tahun 2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. tanggal 26 November 2009 di ruang rapat Komisi X-DPR RI Jakarta. 12. Prof. Dr. Furqon dan Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP menghadiri Undangan pada kegiatan Penyusunan Soal teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan untuk mata pelajaran Kompetensi Keahlian dari Dit. Dr. Prof. Djemari. tanggal 1 Desember 2009 di Hotel Mega Matra Jakarta. tanggal 20-22 November 2009 di Hotel Perdana Wisata – Bandung. 11. tanggal 2 De212 . Pendidikan Islam Dpeag RI. tanggal 25 November 2009 di Hotel Madani – Medan. tanggal 30 November 2009 di ruang sidang Balitbang Depdiknas. Semua anggota BSNP menghadiri undangan RDPU tentang Ujian Nasional dari Komisi X DPR-RI. Mungin Eddy Wibowo dan Dr.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 9. 10. 13. Prof. tanggal 22 November 2009 di Hotel Pitagiri Jakarta. T. Ramli Zakaria menghadiri undangan dalam rangka Pembahasan Sraf Peraturan Bersama menteri Agama RI dengan Menteri Pendidikan Nasional tentang Ujian Sekolah Standar nasional (USSN) dari Ditjen. Prof. Pendidikan Islam Depag RI. dESEmBER 1.

tanggal 7 Desember 2009 di Studio Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Dr. 8. tanggal 3 Desember 2009 di Stasiun JAK TV Jakarta. 6. Prof. Djaali mewakili BSNP menjadi Nara Sumber Dialog Interaktif tentang UN dari Dewan Perwakilan Daerah. Pembinaan SMA Depdiknas. Dr. Dr. Dr. tanggal 6 Desember 2009 di Hotel Singgasana . Teuku Ramly Zakaria mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi USSN PAI dengan Mapenda dari Ditjen. Pendidikan Islam Depag RI. 3. 5. Prof. Djaali mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Rapat koordinasi USSN PAI dengan Mapenda dari Ditjen. Prof. Djaali mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada ke213 . Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber Talk Show Radio tentang Penyelenggaraan UN Tahun pelajaran 2009/2010 dar Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Zaki Baridwan menghadiri undangan Diskusi Hasil Lokakarya Juknis Pengelolaan Keuangan Sekolah Berdasarkan Panduan BOS 2009 dari USAID Indoensia. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP Permohonan Kesediaan Menjadi Pembicara Seminar Nasional. Pendidikan Islam Depag RI. Prof. tanggal 11-12 Desember 2009 di Hotel Saphir – Yogyakarta.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP sember 2009 di Hotel Abadi – Serang.Makassar. Dr. tanggal 9 Desember 2009 di Hotel Golden Boutique Jakarta. Prof. 5 Desember 2009 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA Kota Palembang 7. tanggal 4 Desember 2009 di Hotel The Sunan . tanggal 4 Desember 2009 di Ruang Meeting Sesditjen Mandikdamen Depdiknas. Dr.Solo. Dr. Dr. Dr. Mungin mewakili BNSP menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Kehumasan dari Pusat Informasi dan humas Depdiknas. 4. 10. Prof. 11. Prof. Djemari Mardapi menghadiri Undangan Pemaparan Hasil Uji Kompetensi Bahasa Inggris dan TIK Siswa SMA Tahun 2009 dari Dit. Prof. 9.

Pendidikan Islam Depag RI. Pendidikan Islam Depag RI. Dr. mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Pembinaan Kelembagaan Sekolah dan Manajemen Sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Moehammad Aman Wirakartakusumah.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 12. SMP/MTs. Prof. Prof. 14. Dr.Sc. 16. tanggal 17-18 Desember 2009 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. Pembinaan Kursus dan Kelambagaan Depdiknas. Dr. Prof. 15. SMK/MAK dari Pusat Perbukuan Depdiknas. tanggal 16 Desember 2009 di Hotel Bukit Indah – Cianjur. Prof. tanggal 21-23 Desember 2009 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. tanggal 29 Desember 2009 di Kampus ITHB . 13. Mungin Eddy Wibowo dan Dr. Prof. Furqon mewakili BSNP menjadi Nara Sumber dalam Seminar Nasional Kepala Sekolah dari Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia. 214 . T. Djemari Mardapi. Dr. tanggal 11 Desember 2009 di Studio TVRI Jakarta. Dr. M. Ramli Zakaria menghadiri undangan dalam rangka Pembahasan Draft peraturan Bersama menteri Agama RI dengan Menteri pendidikan Nasional tentang Ujian Sekolah Standar Nasional (USSN) dari Ditjen. SMA/MA. tanggal 14 Desember 2009 di UIN – Jakarta. Semua anggota BSNP menghadiri Undangan dalam rangka penyiapan Standar Kompetensi Lulusan dari Dit. giatan Sosialisasi dan Pembinaan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah dari Ditjen. Weinata Sairin menghadiri undangan Rapat Kerja Pengendalian Mutu Buku Teks Pelajaran SD/MI. Edy Tri Baskoro dan Pdt.Bandung.

BAB 12 PENcAPAiAN DAN EvALUASi kEgiAtAN Badan Standar Nasional Pendidikan 215 .

.

Pengembangan standar sarana dan prasaranapendidikan tinggi: program sarjana B| Penyelenggaraan Ujian Nasional Dalam penyelenggaraan UN tahun pelajaran 2008/2009 terdapat beberapa perbedaan mendasar jika dibandingkan dengan UN tahun sebelumnya. Dengan selesainya standar nasional pendidikan untuk sekolah dasar dan menengah. BSNP mulai menyusun standar nasional pendidikan untuk pendidikan tinggi. Pengembangan standar isi pendidikan tinggi 3. Pada tahun ini pelaksana UN SMA/MA tingkat provinsi adalah Perguruan Tinggi Negeri yang ditunjuk oleh BSNP atas usul 217 . Ada tiga SNP untuk pendidikan tinggi yang telah selesai disusun pada tahun 2009. Pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi 2. Diantara perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: 1. PENCAPAIAN DAN EVALUASI KEGIATAN A| Pengembangan Standar Sampai akhir tahun 2009 BSNP telah menyelesaikan penyusunan 8 standar nasional pendidikan untuk sekolah dasar dan menengah sebagaimana diamanatkan oleh PeraturanPemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. pada tahun 2009 pula. yaitu 1.PENCAPAIAN dAN EVALUASI KEGIATAN Januari 2010 © BSNP BAB 12.

3. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan UN SMA/MA dan SMALB tahun ini maik sebesar 2. Demikian juga tingkat kelulusan UN SMP/MTs dan SMPLB tahun 218 .00 . Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Ada Ujian Teori Kejuruan bagi SMK/MAK. Pengawas Satuan Pendidikan diberi wewenang untuk menegur pengawas ruangan atau mencatatnya kemudian dilaporkan secara berjenjang kepada penyelenggara UN yang lebih tinggi jika disinyalir terjadi pelanggaran POS UN yang diakibatkan oleh kurang tegasnya pengawas ruangan tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan UN SMK tahun ini naik sebesar 3. nilai uji kompetensi keahlian digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN Hasil UN Tingkat kelulusan UN SMA/MA dan SMALB tahun pelajaran 2008/2009 adalah 93.61% jika dibandingkan tahun sebelumnya.93% jika dibandingkan tahun sebelumnya.51% lebih tinggi dari hasil UN tahun pelajaran 2007/2008 yang hanya sebesar 92.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2.61% lebih tinggi dari hasil UN tahun pelajaran 2007/2008 yang sebesar 91. dengan nilai minimal 4.25 untuk mata pelajaran lainnya. Kriteria kelulusan UN tahun pelajaran 2008/2009 adalah: a. Selanjutnya tingkat kelulusan UN SMK tahun pelajaran 2008/2009 sebesar 96. 4.00%. Pada setiap SMA/MA yang menyelenggarakan UN diawasi oleh minimal 2 orang Pengawas Satuan Pendidikan yang berasal dari perguruan tinggi. b.00 dengan nilai teori kejuruan minimum 5. Memiliki nilai rata-rata 5. Khusus untuk SMK nilai ujian kompetensi keahlian minimum 7.58%.00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4.

309 % jika dibandingkan tahun sebelumnya. C| Penilaian buku teks pelajaran Ada dua kegiatan utama terkait dengan penilaian buku teks pelajaran. Hal ini akan dapat mengurangi beban psikologis yang dialami peserta didik. 2.79%. yaitu pengembangan instrument penilaian buku teks pelajaran dan penilaian buku teks pelajaran. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Buddha 219 .PENCAPAIAN dAN EVALUASI KEGIATAN Januari 2010 © BSNP pelajaran 2008/2009 sebesar 95. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan UN SMP/MTs dan SMPLB tahun ini naik sebesar 2. Pada tahun 2009 BSNP mengembangkan instrumen penilaian buku teks pelajaran agama. Ada lima instrument yang selesai dikembangkan yaitu: 1. Perlu ditingkatkan kewenangan para pengawas satuan pendidikan misalnya diberi kewenangan masuk ruang ujian apabila disinyalir terjadi pelanggaran atau penyimpangan POS UN. Perlu dipertimbangkan untuk juga menyediakan ujian ulangan dalam ujian nasional untuk memberikan kesempatan kedua kepada peserta didik yang belum lulus. Perlu disampaikan kepada semua daerah (provinsi dan kabupaten/kota) hingga tingkat Sekolah/madrasah tentang hasil analisis daya serap dari soal-soal UN agar dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi kegiatan belajar-mengajar dalam rangka perbaikan mutu. 3.099% lebih tinggi dari hasil UN tahun pelajaran 2007/2008 yang sebesar 92. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Kristen 3. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Islam 2. Tindak Lanjut Hasil UN Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi UN serta untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan UN pada tahun yang akan datang terdapat beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti antara lain sebagai berikut: 1.

yaitu Standar Isi (SI). kepala dinas pendidikan kabupaten/kota. Ada lima standar yang dipantau. Dalam pelaksanaannya. BSNP juga memantau pelaksanaan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. Dilihat dari kategori Jawa-Luar Jawa. kualifikasi kepala sekolah. BSNP membentuk tim pemantauan standar nasional yang bersifat ad hoc. pengawas. dan negeri-swasta. dan pemahaman dokumen SNP di lapangan. Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. sekolah-madrasah. masih ada kesenjangan dalam pencapaian Standar Kompetensi Guru.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 4. Kegiatan ini dilakukan selama enam bulan. dan Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. sosialisasi. dan kepala LPMP. guru. mulai dari bulan Juni 2009 sampai dengan bulan November 2009. Keadaan sekolah yang terkait dengan jumlah rombongan 220 . d| Pemantauan implementasi standar nasional pendidikan Setelah empat tahun dibentuk. Pemantauan dilaksanakan di 32 provinsi dengan melibatkan 96 kabupaten/kota dan 3. Secara umum. Selain lima standar tersebut. faktor yang paling menghambat pencapaian standar kualifikasi akademik guru. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) melakukan pemantauan penerapan standar nasional pendidikan pada tahun 2009. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai ketersediaan. 5. kepada departemen agama kabupaten/kota. Kepala Sekolah. kepada dinas pendidikanprovinsi. ketua panitia sertifikasi guru di LPTK. Standar Kepala Sekolah/Madrasah. kepala kantor wilayah departemen agama provinsi. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Hindu Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Konghucu Sedangkan buku yang telah dinilai kelayakannya kurang lebih tujuh ratus buku teks pelajaran. dan kualifikasi pengawas adalah biaya. ketua program studi LPTK.705 responden dari unsur kepala sekolah. Standar Kompetensi Lulusan (SKL). dan Pengawas.

dinas pendidikan dan direktorat terkait masih dirasakan lamban. Namun demikian. Tindak lanjut dari hasil pemantauan standar oleh satuan pendidikan. Berbagai hal yang dianggap menjadi hambatan atau perlu diperbaiki pada masa mendatang adalah: 1. penyelenggaraan UN juga masih sarat dengan kepentingan-kepentingan pihak tertentu. maupun kredibilitas hasilnya. Ujian Nasional masih menuai pro kontra dari masyarakat baik dari aspek kebijakan. Pengembangan standar nasional pendidikan untuk pendidikan dasar dan menengah telah selesai. Ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di luar Jawa lebih rendah daripada di Jawa. Pencapaian target penilaian buku teks pelajaran masih rendah karena kemampuan menulis dan mutu tulisan yang belum sesuai dengan standar yang ditetapkan. 4. 2. secara umum dapat dikatakan berjalan cukup baik dan lancar. 221 . 3. implementasi. Ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di sekolah dan unit-unit kerja yang terkait masih belum maksimal. E| Evaluasi Kegiatan BSNP tahun 2009 Pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pemantauan standar nasional pendidikan yang dilakukan oleh BSNP pada tahun 2009. dan di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di sekolah/madrasah negeri. sosialisasi standar-standar tersebut kepada masyarakat dirasakan masih belum optimal sehingga pemahaman mereka terhadap standar sangat terbatas. Di sisi lain.PENCAPAIAN dAN EVALUASI KEGIATAN Januari 2010 © BSNP belajar dan jumlah siswa setiap rombongan belajar masih jauh dari standar.

Pengembangan paradigm pendidikan 2. BSNP akan melaksanakan beberapa kegiatan yang diamanatkan oleh peraturan pemerintah. Pemantauan Implementasi Standar Dikdasmen 7. Penyelenggaraan ujian nasional 9. Penilaian buku teks pelajaran 8. Pengembangan Manajemen Kesekretariatan BSNP 222 . Pengembangan Standar Dosen Pendidikan Vokasi 5. Pengembangan Standar Biaya SMK 6.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 F| Rencana Kegiatan BSNP tahun 2010 Pada tahun 2010. Pengembangan standar proses pendidikan tinggi 4. antara lain: 1. Pengembantan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi program vokasi 3. Penyelenggaraan Rapat Pleno BSNP 10.

BAB 13 EPiLog Badan Standar Nasional Pendidikan 223 .

.

EPILOG Dalam rentang waktu empat tahun. Kami menyadari sepenuhnya bahwa semua yang dapat diraih hingga tahun 2009 bukan semata-mata hanya ditentukan oleh BSNP itu sendiri. Kami berharap kerjasama sinergis yang sudah terjalin baik ini dapat terus kembangkan dalam pelaksanaan program-program mendatang. demi terwujudnya pendidikan nasional yang makin bermutu sesuai dengan amanah undang-undang. Kegiatan yang belum terlaksana tersebut menjadi catatan tersendiri dan perhatian dalam melaksanakan program tahun 2010. Menghadapi tahun 2010. Perjalanan selama empat tahun ini memberikan arti yang luar biasa bagi BSNP untuk terus mewujudkan dirinya sebagai lembaga yang mandiri. izinkan kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tulus kepada semua pihak yang telah bekerjasama serta membantu BSNP dalam menunaikan tugasnya. menyelenggarakan ujian nasional setiap tahunnya dan menilai buku teks pelajaran. BSNP telah menghasilkan beberapa standar nasional pendidikan. Tugas yang tidak begitu ringan setiap tahunnya membuat BSNP semakin dewasa dalam menentukan tindakan atau kebijakan yang berkaitan dengan standar nasional pendidikan. melainkan ditentukan/didukung pula oleh banyak pihak.EPILOG Januari 2010 © BSNP BAB 13. BSNP telah mempersiapkan program 225 . Namun ada juga program yang tidak dapat terlaksana dengan optimal karena berbagai kendala. dan independen sesuai dengan tuntutan undang-undang. Oleh karena itu. profesional. Beberapa program telah dilaksanakan sesuai dengan target-target yang dicanangkan.

dan mengevaluasi pelaksanaan standar nasional pendidikan di Indonesia. 226 . khususnya di bidang pendidikan. Semoga program yang akan dilaksanakan pada tahun 2010 akan lebih berhasil dan optimal. Dan itu hanya terjadi bila semua potensi member dukungan optimal dan tangan-tanganTuhan yang ramah membimbing perjalanan kita bersama dalam mengukir karya terbaik bagi masyarakat. memantau pelaksanaan. bangsa dan Negara.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 yang merupakan kelanjutan dari program-program yang terlaksana pada tahun 2009 dan program baru dalam rangka mengembangkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->