Laporan BSNP

Tahun 2009

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, taufik, dan karunia-Nya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dapat menyelesaikan seluruh program kerja tahun 2009 tepat pada waktunya. Program strategis yang telah dilaksanakan BSNP tahun 2009 adalah: (1) Pengembangan Standar Dosen Akademik dan Profesi Pendidikan Tinggi,(2) Pengembangan Standar Isi Pendidikan Tinggi, (3) Pengembangan Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan Tinggi: Program Sarjana, (4) Pengembangan Standar Pendidikan Anak Usia Dini, (5) Updating Standar Biaya dan Pengembangan Indeks Biaya Pendidikan, (6) Pemantauan Implementasi Standar Nasional Pendidikan, (7) Pengembangan Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran, (8) Penilaian Buku Teks Pelajaran, (9) Penyelenggaraan dan Pemantauan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) serta Ujian Nasional (UN). Dalam penyusunan laporan ini, BSNP telah bekerjasama dengan penanggungjawab pengembangan standar dibantu staf professional. Untuk itu BSNP menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tulus kepada semua penanggungjawab, anggota tim pengembang, dan anggota BSNP yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan BSNP tahun 2009. Berkat bantuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak, seluruh program kerja BSNP dapat diselesaikan pada waktunya. Penerbitan buku laporan BSNP ini merupakan salah satu bentuk pertanggungajwaban serta transparansi BSNP dalam menjalankan
iii

tugas dan kewenangannya. Semoga, buku laporan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Jakarta, Januari 2010 Badan Standar Nasional Pendidikan Ketua,

Prof. Dr. Djemari Mardapi

iv

.DAFTAR ISI LAPORAN KEGIATAN BSNP TAHUN 2009 KATA PENGANTAR . g................................... b. Fungsidan Tujuan Standar Nasional Pendidikan .......................... BAB 1 PENDAHULUAN ......................................................................................... e..................... Anggota ... i......... Tugas dan Wewenang . f................................. h................... Struktur Kepemimpinan ....................... Tim Ahli.............................. Proses Penyusunan Standar ................................ d. Tenaga Profesional.............................. BAB 2 PENGEMBANGAN STANDAR DOSEN AKADEMIK DAN PROFESI PENDIDIKAN TINGGI ....................... iii v 1 3 4 5 6 7 8 8 10 10 11 39 BAB 4 PENGEMBANGAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN TINGGI: PROGRAM SARJANA ................................................... Lingkup Standar Nasional Pendidikan ........................................................................................................... Administratif dan Keuangan ................. BAB 3 PENGEMBANGAN STANDAR ISI PENDIDIKAN TINGGI ......................................................................... LatarBelakang .......................... a............... 51 v ............................................. c.............. DAFTAR ISI ...............

........................................................................................................................................................................................................................................ BAB 10 PENYELENGGARAN UJIAN NASIONAL 2009: UN. BAB 9 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN ................................... 61 71 97 125 151 165 187 215 223 vi ................................. UASBN DAN UNPK ............... BAB 12 PENCAPAIAN DAN EVALUASI KEGIATAN ................................................. BAB 7 PEMANTAUAN IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .......... BAB 13 EPILOG ..................... BAB 11 KEGIATAN RUTIN BSNP ...... BAB 6 UPDATING STANDAR BIAYA DAN PENGEMBANGAN INDEKS BIAYA PENDIDIKAN......BAB 5 PENGEMBANGAN STANDAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI.................................................................................................................... BAB 8 PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN ................................

BAB 1 PENDAHULUAN Badan Standar Nasional Pendidikan 1 .

.

memantau. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merupakan lembaga yang secara formal dibentuk dan diberi tugas untuk membantu Menteri dalam mengembangkan. Termasuk pula dalam tugas BSNP tersebut adalah menyelenggarakan ujian nasional. baik melalui jalur formal. sebagai produk pendidikan. supaya upaya-upaya yang dilakukan menjadi terukur dan terarah. pemerintah perlu melakukan berbagai upaya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Peningkatan mutu SDM sangat diperlukan bagi keberhasilan pembangunan nasional dan bagi peningkatan daya saing bangsa untuk meraih kemajuan serta memenangi persaingan dalam percaturan global saat ini. maupun melalui jalur nonformal dan informal. sebagai dasar dan tolokukur pembangunan bidang pendidikan. Hal ini penting.PENdAHULUAN Januari 2010 © BSNP BAB 1. dan mengendalikan standar nasional pendidikan. 3 . karena hanya dengan meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. pemerintah perlu melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. PENDAHULUAN A| Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini. sebagai salah satu upaya dalam rangka pemantauan dan pengendalian standar nasional pendidikan. Upaya peningkatan mutu pendidikan memerlukan standar nasional pendidikan. kita dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM). Menyadari hal itu. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. terutama dalam rangka pemantauan dan pengendalian mutu lulusan.

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

Sehungan dengan tugas tersebut, pada Tahun Anggaran 2009, BSNP telah merumuskan dan telah selesai melaksanakan programprogram sebagai berikut. 1. Pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi 2. Pengembangan standar isi pendidikan tinggi 3. Pengembangan standar sarana dan prasaranapendidikan tinggi: program sarjana 4. Pengembangan standar pendidikan anak usia dini 5. Updating standar biaya dan pengembangan indeks biaya pendidikan 6. Pemantauan implementasi standar nasional pendidikan 7. Pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran 8. Penilaian buku teks pelajaran 9. Penyelenggaran ujian nasional 2009: UN, UASBN, dan UNPK 10. Kegiatan rutin BSNP Naskah laporan ini memuat seluruh program kegiatan yang dilakukan oleh BSNP dalam rangka pelaksanaan program-program yang telah ditetapkan untuk Tahun Anggaran 2009, dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan program-program tersebut.

B| Tugas dan Wewenang
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, BSNP mempunyai tugas utama membantu Menteri Pendidikan Nasional dalam rangka mengembangkan, memantau dan mengendalikan standar nasional pendidikan. Dalam melakukan tugas tersebut, BSNP diberikankewenangan untuk: (1) mengembangkan standar pendidikan nasional, (2) menyelenggarakan ujian nasional, (3) memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan pemerintah daerah dalam penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan, (4) merumuskan kriteria kelulusan dari satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan
4

PENdAHULUAN

Januari 2010 © BSNP

menengah, dan (5) menilai kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran. Tentu saja, BSNP senantiasa berkoordinasi dengan berbagai unit utama di Kementerian Pendidikan Nasional dalam menjalankan tugasnya.Demikian juga, BSNP bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Tingkat provinsi, Kabupaten/Kota dan Kementeraian Agama. Semua standar yang dikembangkan oleh BSNP berlaku secara efektif dan mengikat kepada semua satuan pendidikan secara nasional setelah ditetapkannya dengan Peraturan Menteri.

C| Anggota
BSNP beranggotakan 15 orang, yang diangkat oleh Menteri Pendidikan Nasional dalam masa bakti 4 tahun. Keanggotaan BSNP yang pertama diangkat pada tahun 2005 dengan masa bakti berakhir pada bulan Agustus 2009. Sehingga program BSNP tahun 2009 ini dilaksanakan oleh anggota BSNP periode 2005-2009 dan periode 2009-2013 Keanggotaan BSNP Periode 2005-2009 (dalam urutan alfabetis) adalah sebagai berikut: 1. Anggani Sudono, Dr. M.A 2. AT. Sugito, Prof. Dr. S.H, M.M (Menggantikan almarhum Zainuddin Arief, Dr.) 3. Bambang Soehendro, Prof. Dr 4. Djaali, Prof. Dr 5. Djemari Mardapi, Prof. Dr 6. Edy Tri Baskoro, Prof. Dr 7. Fawzia Aswin Hadis, Prof. Dr 8. Furqon, Prof. Dr 9. Komaruddin Hidayat, Prof. Dr 10. M. Yunan Yusuf, Prof. Dr. 11. Mungin Eddy Wibowo, Prof. Dr. M.Pd., Kons 12. Seto Mulyadi, Dr
5

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

13. Suharsono, Dr.,MM., M.Pd 14. Weinata Sairin, Pdt, M.Th 15. Zaki Baridwan, Prof. Dr Sedangkan anggota BSNP Periode 2009-2013 (dalam urutan alfabetis) adalah sebagai berikut: 1. Prof. Dr. Abdi A. Wahab 2. Prof. Dr.Djaali 3. Prof. Dr.Djemari Mardapi 4. Prof. Dr. Edy Tri Baskoro 5. Prof.Dr.dr. Farid Anfasa Moeloek, Sp.OG 6. Prof. Dr. Furqon 7. Prof. Dr. rer.nat Gunawan Indrayanto 8. Prof. Dr.Jamaris Jamna, M.Pd. 9. Prof.Dr.Johannes Gunawan, SH 10. Prof.Dr. Ir. Moehammad Aman Wirakartakusumah, M.Sc 11. Prof. Dr. Mungin EddyWibowo, M.Pd.Kons. 12. Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit 13. Dr. Teuku Ramli Zakaria 14. Pdt.Weinata Sairin, MTh. 15. Prof. Dr. Zaki Baridwan

d| Struktur Kepemimpinan
Dalam menjalankan roda organisasinya, BSNP dipimpin oleh seorang Ketua dan Sekretaris, yang berasal dari dan dipilih oleh anggota secara demokratis berdasarkan Sidang Pleno BSNP.Mulai tahun 2009, berdasarkan kesepakatan yang diambil dalam Sidang Pleno BSNP, ketua dan sekretaris BSNP dipilih setiap 2 tahun sekali, yang semula setahun sekali. Semua keputusan organisasi ditetapkan melalui Sidang Pleno dengan korum setengah tambah 1 dan diusahakan diambil berdasarkan asas musyawarah mufakat.
6

PENdAHULUAN

Januari 2010 © BSNP

Kepemimpinan BSNP (ketua dan sekretaris) dari tahun ke tahun dapat dilihat dalam table berikut: Tabel 1-1. Ketua dan Sekretaris BSNP
No Ketua dan Sekretaris BSNP 1 Ketua : Bambang Soehendro, Prof. Dr Sekretaris : Djaali, Prof. Dr 2 Ketua : M. Yunan Yusuf, Prof. Dr Sekretaris : Suharsono, Dr., MM., M.Pd 3 Ketua : Djemari Mardapi, Prof. Dr Sekretaris : Furqon, Prof. Dr. 4 Ketua : Mungin Eddy Wibowo, Prof. Dr. M.Pd., Kons Sekretaris : Edy Tri Baskoro, Prof. Dr. 5 Ketua : Djemari Mardapi, Prof. Dr Sekretaris :Edy Tri Baskoro, Prof. Dr. Periode Mei 2005 s.d. Agustus 2006 September 2006 s.d Agustus 2007 September 2007 s.d. September 2008 September 2008 s.d. Juli 2009 Agustus 2009 s.d. Agustus 2011

E| Tenaga Profesional, Administratif dan Keuangan
BSNP, dalam menjalankan perannya, didukung oleh sekretariat dan keuangan (di bawah koordinasi Kepala Balitbang), serta tenaga administrasi, tenaga profesional (konsultan) dan tim ahli. Staf professional yang membantu BSNP dalam melaksanakan program tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. Gaguk Margono, Prof. Dr. 2. Bambang Suryadi, Ph.D 3. Kaharuddin Arafah, Drs. M.Si Selain itu, Program Kemitraan Indonesia-Australia AUSAID menyediakan staf profesional untuk BSNP, sebagai berikut: 1. Ali Saukah, Prof. Dr. 2. Sisworo, Dr. 3. Arif Rifai, S.T

7

SE Reyman Aryo. mencakup 8 aspek. 4. kompetensi lulusan. menurut Pasal 35 Undang Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. terdiri atas 16 orang sebagaimana tertulis dalam Tabel 1-2. Tabel 1-2. proses. S. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. 2. MSi. S. 10.Pd. 7. M. dan penilaian pendidikan. 5. pelaksanaan. M. 6. 3. Rosmalina Joko Muhyono Soesilo Hadi Samsudin Djadja Halimi Novani Budianti Eko Haryanto F| Fungsi dan Tujuan Standar Nasional Pendidikan Fungsi pokok dari standar nasional pendidikan adalah sebagai dasar dalam perencanaan. 5.. G| Lingkup Standar Nasional Pendidikan Standar Nasional Pendidikan. Renny Wulansari. Staf Administratif BSNP Ning Karningsih Nurul Najmah. sarana dan prasarana. dan berkelanjutan sesuai dengan tantangan dan tuntutan perubahan kehidupan lokal. SE 1. 8 . Standar tersebut harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.Sos. regional dan global. pengelolaan. terarah. Sugi Wahono. Hans Mangundap. 4. yakni standar isi. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005. Staf Keuangan BSNP Dra. 8. 2. Neneng Tresnaningsih.Si. 9. dan pengawasan pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Staf Administratif dan Keuangan BSNP 1.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Tenaga administratif dan keuangan BSNP yang sangat membantu meningkatkan kinerja BSNP dalam menjalankan tugasnya. 6. nasional.Kom Djuandi Ibar Warsita. pembiayaan. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. 3.

provinsi. tempat berolahraga. kurikulum tingkat satuan pendidikan. kabupaten/kota. operasi dan personal satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. 3. Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Standar sarana dan prasarana adalah kriteria minimal tentang ruang belajar. kompetensi mata pelajaran. 1. beribadah. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. dan berkreasi serta laboratorium. 8. 2. Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan tentang perencanaan. perpustakaaan. 4. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. Standar pembiayaan adalah standar yang berkaitan dengan komponen dan besarnya biaya investasi. dan keterampilan.PENdAHULUAN Januari 2010 © BSNP Definisi kedelapan standar tersebut adalah sebagai berikut. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. bengkel kerja. 6. pelaksanaan. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang berkaitan dengan sikap. kalender pendidikan/akademik. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pe9 . beban belajar. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. serta pendidikan dalam jabatan. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. 5. kerangka dasar dan struktur kurikulum. pengetahuan. 7. bermain. dan sumber belajar lain.

Validasi Draf Standar 6. Susunan tim ahli untuk setiap standar yang dikembangkan pada tahun 2009 dapat dilihat dalam laporan masing-masing kegiatan. Finalisasi Draf Standar I| Tim Ahli Dalam penyusunan standar nasional pendidikan. sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan Desain 2. Penyusunan Draft Standar 4. Pembahasan Draf Standar dengan Unit Utama 7. BSNP mengacu serial tahapan kegiatan sebagai berikut: 1. standar penilaian juga mencakup penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dan pemerintah. Kajian Bahan Dasar 3. BSNP berwewenang untuk membentuk tim ahli yang terdiri dari para pakar dari berbagai bidang keilmuan dan institusi terkait. di tahun 2009. Masa kerja tim ahli tersebut adalah 1 tahun. 10 . Selain itu. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik untuk lima kelompok mata pelajaran oleh pendidik. prosedur.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 nilaian pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. H| Proses Penyusunan Standar Dalam mengembangkan setiap standar nasional pendidikan. Uji Publik Draf Standar 9. Review Draf Standar 5. Revisi Draf Standar untuk Uji Publik 8.

BAB 2 PENgEmbANgAN StANDAr DoSEN AkADEmik DAN ProfESi PENDiDikAN tiNggi Badan Standar Nasional Pendidikan 11 .

.

sarana dan prasarana. Dosen sebagai pendidik perlu memiliki kompetensi yang standar sebagai agen pembelajaran yang meliputi: kompetensi pedagogik. Pendidik mempunyai fungsi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengharuskan disusunnya standar isi. kompetensi profesional. kompetensi lulusan. PENGEMBANGAN STANDAR DOSEN AKADEMIK DAN PROFESI PENDIDIKAN TINGGI 1| Pendahuluan Dalam upaya mencapai sasaran pendidikan bermutu.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP BAB 2. teknologi. instruktur. dan kedudukan yang strategis dalam mencapai pendidikan yang bermutu untuk semua warga Indonesia melalui jalur pendidikan formal dan pendidikan nonformal. kompetensi kepribadian. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. pengelolaan. pamong belajar. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. pendidik dan tenaga kependidikan. pembiayaan. tutor. proses. dan kompetensi sosial. fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. dosen. peran. dan penilaian pendidikan. Standar Pendidik adalah kriteria kualifikasi akademik dan kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. dan seni melalui 13 . widyaiswara. konselor. mengembangkan.

dan b) sebagai pedoman bagi para dosen pendidikan akademik dan pendidikan 14 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 pendidikan. 2| Tujuan dan manfaat Tujuan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi adalah: a) memberi pedoman kepada para pengelola pendidikan dalam menyusun berbagai kebijakan yang berkenaan dengan rekrutmen. Dosen mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. b) menyediakan acuan dalam mengembangkan program pendidikan pada lembaga yang bertanggungjawab untuk membina secara terus menerus peningkatan kemampuan dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. dan pengembangan karir dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. kompetensi. dan c) membantu lembaga yang bertanggungjawab dalam peningkatan mutu dosen untuk melakukan pembinaan dalam rangka pemenuhan standar kualifikasi dan kompetensi dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. dan pengabdian kepada masyarakat. penelitian. Dalam pengembangan standar sesuai dengan perundangundangan. penempatan. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. BSNP perlu membentuk Tim Adhoc yang bertugas untuk mengembangkan standar dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. sehat jasmani dan rohani. dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas. penghargaan. Tim Adhoc dibantu oleh seorang supporting staff. Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik. sertifikat pendidik. Manfaat standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi adalah a) sebagai acuan bagi penyusun instrumen kinerja dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi sehingga dapat diperoleh alat dan prosedur penilaian yang sahih dan handal. pembinaan.

Eko Budihardjo. Dr. M. UPI Pendidikan Luar M. Dr.Phil Makassar Sumberdaya Lahan Prof. Djuju Sudjana. Muhyadi Instansi UNY Yogyakarta Keahlian Social Studies and Multicultural Education UNJ Jakarta Teknologi Pendidikan Hp 0811 255 391 0812 1335 761 0813 2839 4749 0811 806 744 0813 2021 0345 0811 279 109 0812 8606 791 08124262988 08129001645 UNY Pendidikan Yogyakarta Administrasi Prof.. Djemari Mardapi. M. Anggota BSNP No. Ph. Dr. Ir.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP profesi untuk selalu menyelaraskan unjuk kerjanya dengan ukuranukuran kualitas yang berlaku secara nasional. Dr. 6. Baso Intang UNM Penelitian dan Sappaile. Fawzia Aswin Hadis Instansi UNJ Jakarta UNNES Semarang UNY Yogyakarta UPI Bandung UIN Jakarta UNNES Semarang UI Jakarta 2.Ed. 7. Nasikin UI Jakarta Teknik Kimia bidang Rekayasa Reaksi dan Katalis 15 . Bandung Perencanaan Kota Prof. 1.D (Ketua) Prof. 3. Ir. Dr. Yunan Yusuf Prof. Nama Prof.D Bandung Sekolah Prof. Furqon Prof. Tim Ahli Pengembangan Standar Nama Prof. Prof. Dr. Makassar Evaluasi Pendidikan Prof. 5. Dr. Sumbangan UNHAS Sistem Informasi Baja. Kons. Mungin Eddy Wibowo..D. Sugito Prof. Zamroni. 4. M. M.Sc. 3| Tim Ahli 1.Pd. 2. Ph. Prof. UNDIP Teknik Arsitektur dan M. Mulyono Abdurahman (Sekretaris) Prof. Dr. Dr. Ph.Pd. Dr. Djaali (Koordinator) Prof. Dr. I Made UNJ Jakarta Pendidikan Putrawan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Prof. Dr. AT.

6) analisis hasil validasi draf standar.SU Yogyakarta Dr. Ir. Dr. SST. Ph. rumusan final konsep standar. rumusan final konsep kualifikasi. Nyoman UNDIKSHA Penelitian dan 0811388 872 Dantes Singaraja Evaluasi Pendidikan 08191610 2738 Prof. 8) uji publik draf standar. 3) penyusunan draf standar. MM UII Manajemen 08139218 5557 Yogyakarta Sumberdaya Manusia Dra. Sumandiyo ISI Seni Pertunjukan 0811257 967 Hadi. Dede Rosyada UIN Jakarta Tarbiyah 081388660034 08159220845 Prof. draf konsep kualifikasi dan kompetensi. draf-1 standar kualifikasi. Peni Handyani. Penyusunan desain dimaksudkan menemukan konsep atau definisi-definisi yang terkait dengan dosen melalui diskusi dengan target penyamaan persepsi tentang dosen. Supardi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Nama Instansi Keahlian Hp Prof. Ali Wibowo UGM Biokimia Nutrisi 0811269 476 Yogyakarta Dr. 2) kajian bahan dasar. rumusan final draf naskah akademik.D ITB Matematika 08132113 8825 Bandung Prof. Dr. 9) finalisasi standar. 5) validasi draf standar. Kajian bahan dasar dilakukan dengan menelaah buku-buku sumber. Dr. dan 16 . Ansjar. dan rumusan final konsep standar kompetensi. POLBAN Pendidikan Vokasi 08122101 594 MT Bandung 4| Tahapan Kegiatan Tahapan kegiatan dilakukan dengan langkah-langkah: 1) penyusunan desain. 7) pembahasan draf standar dengan unit utama. melalui internet yang berkaitan dengan dosen. M. Penyusunan draf standar dosen yaitu penyusunan draf atas hasil dari penyusunan desain dan kajian bahan yang telah diperoleh sebelumnya dengan target diperoleh draf awal tentang standar dosen. Y. tupoksi dosen dengan target menemukan definisi-definisi yang berkaitan dengan dosen. 4) reviu draf standar.

draf-3 standar kualifikasi. Peserta validasi terdiri dari dekan. Validasi draf standar dengan tujuan mencari dan menerima informasi fenomena-fenomena yang ada di lingkungan perguruan tinggi. UNDIP Jateng. UNLAMRAT Kalsel. draf-6 standar kualifikasi. Pembahasan draf standar dengan unit utama dimaksudkan menyamakan persepsi dan memperbaiki hasil analisis hasil validasi draf-4 standar dengan target ada kesamaan persepksi. dan draf-4 standar kompetensi. pimpinan perguruan tinggi swasta. kepala dinas pendidikan provinsi. dan ketua dewan pendidikan provinsi dengan target diperoleh masukan tentang fenomena-fenomena yang ada di lingkungan perguruan tinggi. ketua jurusan. draf-4 standar kualifikasi. draf-2 standar kualifikasi. Validasi draf standar dilakukan pada 15 (lima belas) perguruan tinggi. koordinator kopertis. UNSRI Sumsel. UDAYANA Bali. UGM DIY. ITB Jabar. UNTAN Kalbar. UNLAS Sumbar. dan draf-3 standar kompetensi. yaitu UNRAM NTB. draf-6 standar kompetensi. UNAIR Jatim. UNHALU Sultra. dan draf-2 standar kompetensi. Uji publik draf standar dengan maksud mencari dan menerima informasi tentang dosen dan tupoksinya melalui pejabat perguruan tinggi dengan target diperoleh informasi tentang dosen dan tupoksinya melalui pejabat perguruan tinggi.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP draf-1 standar kompetensi Reviu draf standar dimaksudkan menelaah dan mencermati hasil penyusunan draf standar dosen yang telah dihasilkan sebelumnya dengan target diperoleh draf standar dosen yang lebih mengerucut. dan draft 5 standar kompetensi. UNHAS Sulsel. Analisis hasil validasi draf standar adalah mengola data serta menyimpulkan hasil validasi draf standar dengan target diperoleh simpulan hasil validasi draf standar. UNIMA Sulut. Finalisasi Standar yaitu mencermati dan mensikronisasikan antara hasil pembahasan draf-6 standar dengan unit utama dengan ha17 . dan USU Sumut. draf-5 standar kualifikasi. UNMUL Katim.

serta memperbaiki baik dari konsep maupun dari segi bahasanya dengan target diperoleh draf Final Standar Dosen Akademik dan Profesi Pendidikan Tinggi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 sil uji publik. Tahapan Kegiatan Penyusunan Desain Kajian Bahan Dasar Tempat Jakarta Tanggal Target 2. draf konsep kualifikasi dan kompetensi 27-29 Maret Menemukan definisi2009 definisi yang berkaitan dengan dosen. Draf-3 standar kuali4 Juni 2009 fikasi. 2 Penyamaan persepsi tentang Maret 2009 dosen.d. Bogor 3. NTB SULSEL JABAR KALTIM JATIM BALI SULTRA SUMSEL KALSEL SULUT JATENG DI YOGYAKARTA 28 Februari s. draf-2 standar kualifikasi. dan draf-2 standar kompetensi 4 Juni 2009 Diperoleh masukan tentang fenomena-fenomena yang 4 Juni 2009 ada di lingkungan perguruan 4 Juni 2009 tinggi. 1. rumusan final draf naskah akademik. rumusan final konsep standar. rumusan final konsep kualifikasi. Reviu dan Perbaikan Draf Standar Validasi Draf Standar Jakarta 5. 11-13 April 2009 Diperoleh draf awal tentang standar dosen. draf-1 standar kualifikasi. dan draf--3 standar 5 Juni 2009 kompetensi 5 Juni 2009 8 Juni 2009 11 Juni 2009 11 Juni 2009 10 Juni 2009 11 Juni 2009 12 Juni 2009 18 . Penyusunan Draf Standar Jakarta 4. dan draf-1 standar kompetensi 2-4 Mei 2009 Diperoleh draf standar dosen yang lebih mengerucut. No. Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut. dan rumusan final konsep standar kompetensi.

draf-4 standar kualifikasi.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI No. 1. dan draf-6 standar kompetensi Diperoleh draf final standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi. Jakarta 8-10 Agustus 2009 8. Finalisasi Standar Jakarta 21-23 Oktober 2009 Diperoleh simpulan hasil validasi draf standar. Tahapan Kegiatan Tempat KALBAR SUMBAR SUMUT Jakarta Tanggal 13Juni 2009 15 Juni 2009 17 Juni 2009 22-24 Juli 2009 Januari 2010 © BSNP Target 6. Analisis Hasil Validasi Draf Standar Pembahasan Draf Standar dengan Unit Utama Uji Publik Draf Standar 7. dan draf-4 standar kompetensi Ada kesamaan persepksi dan draf standar yang lebih rasional. 5| Hasil yang diperoleh Hasil yang diperoleh dalam pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi terdiri dari naskah akademik dan draf standar sebagai berikut. Jakarta 5-7 September 2009 9. dan draf-5 standar kompetensi Diperoleh informasi tentang dosen dan tupoksinya melalui pejabat perguruan tinggi. 1) Naskah Akademik Latar Belakang Salah satu penjabaran pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah diberlakukannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 19 . draf-6 standar kualifikasi. draf-5 standar kualifikasi.

sosial. Tugas pokok. Kualitas manusia Indonesia seperti itu dapat dicapai melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu tinggi yang didukung oleh tenaga pendidik yang berkualitas tinggi pula. pengalaman. 20 . dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. Pada jenjang pendidikan tinggi. serta mampu menghadapi perkembangan dan persaingan global. Visi Pendidikan Nasional Indonesia adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. dan memenuhi standar kualifikasi serta kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan yang dihadapi. (4) meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. serta kinestetis (gerak tubuh) dan kepiawaian. dan misi Pendidikan Nasional. keterampilan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 serta tersusunnya Rencana Strategis Depdiknas yangantara lain memuat visi. kecerdasan spiritual. Misi Pendidikan Nasional adalah: (1) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. sikap. emosional. (3) meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. dosen memegang peran penting untuk mewujudkan visi pendidikan di atas. (2) membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. Manusia Indonesia yang dimaksud dalam visi pendidikan nasional Indonesia adalah manusia berkualitas dalam kecendekiawanan. dan (5) memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI.

Tugas Tri Dharma ini dilaksanakan secara terpadu dalam mewujudkan visi dan melaksanakan misi pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan delapan standar pendidikan yaitu standar isi. dan standar penilaian pendidikan. di dalamnya mencakup penumbuhan sikap keilmuan. sehingga menjadi insan profesional dan insan sosial yang senantiasa mengembangkan diri secara 21 . standar pengelolaan.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP fungsi. cerdas. Untuk itu perlu ditetapkan standar kualifikasi dan kompetensi dosen. 19 Tahun 2005 tersebut. Dalam UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen [bab I ayat (2)]. penelitian. standar pembiayaan. standar sarana dan prasarana. beradab. dan tanggung jawab dosen adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang maju. dan makmur. mengembangkan. disebutkan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Dosen termasuk salah satu tenaga pendidik profesional dan ilmuwan yang harus memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi sebagaimana dituntut oleh PP No. peran. dan pengabdian kepada masyarakat. dan keterbukaan serta minat melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi. kreativitas. Dalam hal menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Pengembangan standar dosen dimaksudkan untuk memberi kepastian agardosen benar-benar mampu menjalankan misi pendidikan di perguruan tinggi dan memenuhi tuntutan kualitastenaga pendidik yang profesional. teknologi. Kehadiran dosen yang profesional diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi di bidangnya masing-masing. standar proses. berkeadilan. dan seni melalui pendidikan. standar kompetensi lulusan. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan.

adab dan kesantunan. mau dan mampu mengabdikan dirinya sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan kemanusiaan. mengasah nurani pembentuk karakter dan kepribadian yang terpuji. Dosen adalah pembelajar sepanjang hayat (life long learner) yang memiliki kemampuan dan kemauan membangun kreativitas dan inovasi secara berkelanjutan dengan aneka terobosan pemikiran yang bervisi jangka panjang. Disamping itu. Dosen sebagai ilmuwan harus memberikan kontribusi orisinal pada khasanah ilmu pengetahuan antar bangsa yang bersumber dari penelitian di tanah air (home grown sciences). 2) Landasan Pengembangan Standar a) Landasan Filosofis Pada hakikatnya dosen adalah pengawal dan pengembang peradaban atau the guardian of civilization. sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. menjunjung tinggi tata nilai luhur. intelektual dan profesional.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 berkelanjutan. kepemimpinan. melalui keteladanan. sebagai sumber kekuatan moral. dosen mengemban amanah untuk memotivasi dan memberi inspirasi yang kuat agar mahasiswa tergugah untuk belajar secara mandiri dari berbagai sumber. Dalam melaksanakan tugas utamanya sebagai pendidik profesional dan ilmuwan. dengan mendayagunakan kebebasan akademik yang dimilikinya. dosen bertanggung jawab dalam pendidikan moral dan etika. 22 . Dosen juga wajib ikut berpartisipasi menanggulangi berbagai masalah aktual yang dihadapi masyarakat dengan memberikan alternatif-alternatif solusi dalam bentuk terobosan-terobosan yang kreatif dan inovatif.

pasal 31 menetapkan: (1) setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. berakhlak mulia. (4) negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari angggaran pendapatan dan belanja negara serta APBD untuk memenuhi kebu-tuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. nasional. dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana. kreatif. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. berilmu. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP b) Landasan Yuridis Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. cakap. 23 . terarah. mandiri. sehat. (3) pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. (5) pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. dan berkesinambungan.

menyatakan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Seseorang yang memiliki keahlian dengan prestasi luar biasa dapat diangkat menjadi dosen. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1. (2) memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya asisten ahli. ayat (2). ayat (1). dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas. (2). mengembangkan. UU RI Nomor 14 Tahun 2005): (1) memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik di perguruan tinggi sekurang-kurangnya 2 tahun. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. teknologi dan seni melalui pendidikan. (Pasal 46. Kualifikasi akademik dosen diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian yang diampunya. Dosen memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana. (3) UU RI Nomor 14 Tahun 2005). serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.sehat jasmani dan rohani. (3) lulus sertifikasi yang dilakukan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tingggi yang ditetapkan pemerintah. Selanjutnya Pasal 45 menyatakan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik. dan lulusan program doktor untuk program pascasarjana. 24 . sertifikat pendidik. ayat (1). Sertifikat pendidik untuk dosen diberikan dengan persyaratan sebagai berikut (Pasal 47. kompetensi. penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

penyebaran dan pemanfaatan ilmu pengetahuan. ayat (1). Kualifikasi akademik dimaksud adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 28. c) Landasan Konseptual. pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sebagai lembaga pendidikan formal tertinggi. (2)). Jenjang jabatan akademik dosen tetap terdiri atas asisten ahli. Perguruan tinggi yang berupa universitas/ Institut/Sekolah Tinggi menyelenggarakan program akademik lebih menekankan misinya pada pengembangan. dan profesor. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menjelaskan bahwa. Persyaratan untuk menduduki jabatan akademik profesor harus memiliki kualifikasi akademik doktor. Pendidikan vokasi lebih menekankan pada salah satu misi pemanfaatan atau misi penyebaran ilmu 25 . perguruan tinggi merupakan pusat keilmuan dan pusat budaya yang mencerminkan nilai-nilai luhur. lektor kepala. Perguruan tinggi yang menyelenggarakan program profesi memberikan penekanan pada keahlian khusus yang dapat dimanfaatkan dalam lapangan kerja di masyarakat.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP Status dosen (Pasal 48) terdiri atas dosen tetap dan dosen tidak tetap. lektor. serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. sehat jasmani dan rohani. Profesor (Pasal 49) merupakan jabatan akademik tertinggi pada satuan pendidikan tinggi yang mempunyai kewenangan membimbing calon doktor.

disertai kepemilikan berbagai kompetensi lainnya yang diperlukan. dan perguruan tinggi Indonesia harus pula dengan bijak mampu memanfaatkan produk keilmuan perguruan tinggi negara lain. Perguruan tinggi di Indonesia harus makin terdorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan yang bersifat universal untuk bersaing dan berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di seluruh dunia. berkepribadian.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dan pada keterampilan atau kepiawaian. Produk keilmuan perguruan tinggi Indonesia harus berkontribusi pada khazanah ilmu pengetahuan antarbangsa. Dosen adalah sivitas akademika perguruan tinggi yang bertanggung jawab atas pencapaian visi dan pelaksanaan misi perguruan tingginya. Perguruan tinggi sebagai pusat budaya (center of culture) wajib menghasilkan lulusan yang berkualitas baik dan beradab yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Masyarakat perguruan tinggi adalah masyarakat keilmuan dan masyarakat budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan senantiasa berorientasi pada perkembangan dan pengembangan. dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. hendaknya memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. demi memenuhi tuntutan kebutuhan bangsa. Pelaksanaan misi pengembangan ilmu di perguruan tinggi harus seimbang antara penelitian yang berorientasi pada ilmu murni dan yang berorientasi pada penerapan ilmu. Perguruan tinggi yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. dosen harus seorang ilmuwan yang berbudaya. Misi 26 . Sebagai sivitas akademika perguruan tinggi.

ataupun untuk memenuhi tuntutan kebutuhan bangsa. Walau diakui. dan kemudian secara langsung dapat diabdikan bagi kemaslahatan orang lain. but genuinly for the performance of function” McCully (1999:130) .PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP penerapan ilmu hendaknya lebih ditekankan hanya sampai pada pembuatan blueprint(prototype). makna bahwa dalam suatu pekerjaan profesional digunakan teknik serta prosedur yang bertumpu pada landasan intelektual yang secara sengaja harus dipelajari. Kommers (1998) mengemukakan bahwa: ”The profession is a set of occupation that have developed a very special set of norms deriving from their special role in society” . namun pada seorang profesional pekerjaannya juga dilandasi oleh adanya ”informed responsiveness” yaitu suatu ketanggapan yang bijak terhadap obyek kerjanya untuk kemaslahatan orang lain. no doubt. Schein dan Diana W. Dosen sebagai pendidik profesional merupakan suatu profesi. Misi penyebaran ilmu tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah orang yang menguasai ilmu itu. Edgard H. Dosen adalah jabatan profesional yang diperoleh me27 . melainkan juga meningkatkan jumlah orang yang mampu dan mau terlibat dalam pengembangan dan penerapan ilmu di khazanah antarbangsa. sedangkan implementasinya diserahkan kepada masyarakat. mengemukakan profesi sebagai ”a vocation in which professed knowledge of some department of learning or science is used in its applicated upon it” Definisi ini mengandung . incompletely. bahwa keduanya sama-sama menguasai sejumlah teknik dan prosedur kerja tertentu. dan pada dasarnya itulah yang membedakan sosok antara seorang teknisi dengan seorang professional. Blackington (1968) mengartikan profesi sebagai: ”a vocation which is organized.

mampu bekerjasama inter dan antar profesi serta menghormati kode etik profesi sebagai acuan norma yang berisi rambu-rambu tentang kepatutan bertindak dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya. dosen harus mampu membuat keputusan. pelaksanaan bimbingan dan pelatihan serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 lalui pendidikan persiapan di perguruan tinggi yang relatif panjang untuk memenuhi kinerja yang sesuai dengan standar kompetensi dan tuntutan perkembangan zaman. baik dalam tahap perencanaan maupun dalam tahap implementasi yang terjadi dalam setting yang wajar antara pendidik. penilaian proses dan hasil belajar. memahami proses pembelajaran dan mempertanggungjawabkan hasilnya kepada stakeholders. Pendidikan adalah komunikasi antara dosen dan ma28 . peserta didik. Sebagai individu yang bertugas memberi layanan ahli. Selain itu. pendidik profesional mampu membuat keputusan-keputusan yang nonrutin (terjadi dalam konteks yang selalu berubah). Dosen dalam melakukan tugasnya melaksanakan praktik kependidikan yang intensif dan komprehensif. Masingmasing dharma itu diberi arti sebagai berikut. Dosen yang profesional bertugas melaksanakan pembelajaran yang mendidik melalui perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. Untuk itu. baik secara individual maupun kelompok. dan pengabdian kepada masyarakat. dan lingkungannya. penelitian.Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi tugas pokok dan fungsi dosen dilakukan saling terkait antara satu dharma dengan dharma lainnya dan membentuk satu kesatuan sesuai dengan fungsi pergurusn tinggi yaitu menyelenggarakan pendidikan.dosen juga dituntut berdedikasi tinggi dalam memberikan layanan.

PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI

Januari 2010 © BSNP

hasiswa melalui kegiatan dosen membelajarkan mahasiswa tentang ilmu, teknologi, dan seni pada mata kuliah yang diampunya sehingga mahasiswa melakukan kegiatan belajar dari berbagai sumber belajar yang tersedia dalam lingkungannya. Kegiatan belajar mahasiswa mencakup belajar untuk memecahkan masalah, belajar untuk hidup bermasyarakat dan berbangsa, dan/atau untuk kemajuan kehidupa diri, masyarakat dan bangsanya. Teori, konsep, dan/atau prosedur dalam dharma pendidikan menjadi sumber/balikan bagi dharma penelitian dan dharma pengabdian kepada masyarakat. Penelitian, baik murni atau terapan, adalah kegiatan ilmiah dosen untuk menemukan dan mengembangkan ilmu, teknologi, dan seni dalam mata kuliah yang diampunya. Dharma penelitian dapat menjadi sumber atau balikan bagi dharma pendidikan dan/atau dharma pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang relevan dengan bidangnya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memanfaatkan potensi yang terdapat dalam lingkungan. Dharma pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sumber atau balikan bagi dharma pendidikan dan/atau dharma penelitian. Selain memiliki kualifikasi akademik minimum, dosen juga harus menguasai berbagai kompetensi yang terdiri atas kompetensi (1) pedagogik; (2) kepribadian; (3) sosial; dan (4) profesional yang meliputi: (a) keahlian dan (b) pengembangan dan penerapan ilmu. d) Landasan Empirik Pada dasarnya PT memerlukan dosen yang memiliki
29

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

kemampuan atau kompetensi tertentu agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai tuntutan undang-undang yang berlaku (UU No. 14 tahun 2005). Kompetensi dosen menurut UU tersebut secara umum ditentukan dari kualifikasi yang dimilikinya, yaitu kualifikasi akademik dan kompetensi. Data kualifikasi akademik dosen tahun 2009 dapat dilihat pada Tabel-1 berikut. Tabel-1. Data Kualifikasi Akademik Dosen
PT PTN (84 PTN) PTS (2823 PTS) Jumlah Berijazah Diploma Berijazah S2, S3 dan S1 dan Keprofesian 20.221 (32.40%) 42.187 (67.60%) 59.668 (76.34%) 38.496 (23.66%) 79.889 (49.76%) 80.683 (50.24%) Jumlah 62.408 78.164 160.572

Sumber: Dirjen Dikti Depdiknas. http://www.evaluasi.or.id/recap/recap-teacher-edu.php?flag==all. (diolah 3 Mei 2009)

Tabel 1 menunjukkan bahwa sebanyak 67,60% dosen PTN telah memenuhi kualifikasi akademis, sedangkan untuk PTS baru mencapai 23,66%. Sampai saat ini data tentang kompetensi dosen belum tersedia. Dengan tidak terpenuhinya kualifikasi akademis dosen, maka sangat dimungkinkan terjadi ketimpangan kompetensi. Selain itu, sampai tahun 2009 masih merebak pembukaan program studi baru, baik untuk jenjang diploma, S1 maupun pascasarjana (S-2/S-3). Berdasarkan data yang disampaikan oleh Dirjen Dikti pada Rembug Nasional 2008 terungkap, bahwa dari tahun 2005 hingga 2007 terdapat 528 PTS baru (tidak ada pertambahan PTN); 2.247 Program Studi yang baru dari berbagai bidang studi dan jenjang pendidikan. Sebagian besar dari program studi yang baru tersebut adalah jenjang Diploma dan S1.
30

PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI

Januari 2010 © BSNP

Untuk lebih menjamin agar pendidikan tinggi di Indonesia mampu mewujudkan visi dan melaksanakan misi pendidikan nasional, serta berdasarkan landasan filosofis, yuridis, konseptual, dan empiris, maka diperlukan adanya standar kualifikasi dan kompetensi dosen. 3) Proses Pengembangan Standar Dosen Standar dosen dikembangkan melalui tahap-tahap sebagai berikut. (1) Penyusunan desain (persiapan, membuat draf awal naskah akademik dan draf standar dosen); (2) Kajian bahan dasar (pengembangan draf naskah akademik dan standar kualifikasi dan kompetensi dosen berdasarkan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Undang-undang Nomor 14 tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan dan referensi lainnya); (3) Penyusunan draf standar; (4) Reviu dan perbaikan draf standar; (5) Validasi draf standar; (6) Analisis hasil validasi draf standar; (7) Pembahasan draf standar dengan unit utama; (8) Uji publik draf standar; (9) Finalisasi standar. Tugas Pokok dan Fungsi Dosen (1) Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
31

4)

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

(2)

(3)

(4)

(5)

Tugas utama dosen dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran yang mendidik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam lingkup tugas pembelajaran yang mendidik, dosen bertanggungjawab atas pendidikan moral dan etika, adab dan kesantunan, mengasah nurani, membentuk karakter dan kepribadian terpuji melalui keteladanan. Dosen mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (Pasal 3, UU No. 14 Tahun 2005) dan berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran dosen sebagai agen pembelajaran, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdi kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional (Pasal 5, UU No. 14 Tahun 2005). Kualifikasi akademik dosen diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki dan dikuasai oleh dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.

5)

Tujuan dan Manfaat Standar Dosen Standar dosen yang mencakup standar kualifikasi akademik dan kompetensi dosen baik sebagai agen pembelajaran maupun ilmuwan, dimaksudkan sebagai acuan: (1) bagi pemerintah dalam melaksanakan sertifikasi dosen, perekrutan calon dosen, dan dalam rangka penilaian kinerja lembaga pendidikan tinggi, (2) bagi perguruan tinggi dalam perekrutan calon dosen, pembinaan dan pengembangan karir dosen,

32

id/recap/recapteacher-edu. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. http://www. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. W. . PALING RENDAH berpendidikan magister dari program studi yang terakreditasi dan memiliki kewenangan mengampu mata 33 2. The Heart Revolution.or. yaitu sebagai berikut. & Kommers. Jakarta: Bumi Aksara. bagi perguruan tinggi dan dosen untuk meningkatkan kemampuan berkolaborasi dan bersaing di era global. 1) Kualifikasi Akademik dosen a) Kualifikasi akademik dosen program sarjana. D. (1972). Kilmer (1999). 6) • • • • • • • • daftar Pustaka Dirjen Dikti Depdiknas. Schein. McCully. New York. Professional Education. NY: Harperaudio.evaluasi. E. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.php?flag==all. Oemar (1985)..PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP (3) (4) bagi dosen dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Hamalik. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2006-2009. Kurikulum dan Pembelajaran. New York McGraw-Hill. H. draf Standar Standar dosen untuk Pendidikan Akademik dan Profesi terdiri atas Kualifikasi Akademik Dosen dan Kompetensi Dosen.

MINIMAL berpendidikan magister dari program studi yang terakreditasi dan memiliki sertifikat profesi yang relevan. Pengakuan atas kesesuaian latar belakang pendidikan pada butir 1 dan 2 ditentukan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan bagi perguruan tinggi yang terakreditasi. Kompetensi Sub-Kompetensi 1. dan memiliki kewenangan mengampu matakuliah dan atau membimbing tesis mahasiswa pascasarjana sesuai dengan latar belakang pendidikan doktornya. dan mencerdaskan . efektif dan efisien 1. dan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bagi perguruan tinggi yang belum terakreditasi.1 Memahami karakteristik dan kebutuhan belajar Pedagogik mahasiswa 1.3 Mengembangkan strategi pembelajaran yang mendidik.5 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran 34 . 1.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 b) c) d) e) kuliah sesuai dengan latar belakang pendidikannya.4 Mengelola pembelajaran dengan menekankan penerapan prinsip andragogi dan meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa 1. kreatif. 2) Kompetensi dosen No. Kualifikasi akademik dosen program pascasarjana yang memiliki wewenang sebagai promotor disertasi adalah doktor dari program studi yang terakreditasi dan memiliki jabatan akademik profesor (guru besar) yang relevan dengan bidang kajian disertasi yang dibimbingnya. Kualifikasi akademik dosen program pascasarjana berpendidikan doktor dari program studi yang terakreditasi. Kompetensi 1.2 Membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sistematis. humanis. Kualifikasi akademik dosen pendidikan profesi.

dan memiliki kesadaran serta kecakapan untuk berpartisipasi aktif sebagai warga negara yang demokratis dan menghargai multi budaya 3. saran.1 Bertindak sesuai dengan norma dan tata nilai agama yang dianut. konsep. adil. Kompetensi Januari 2010 © BSNP 2. materi. dan budaya Indonesia 2. berorientasi pada pengembangan berkelanjutan 2. dan adaptif dengan berbagai kalangan. stabil. struktur.3 Bersikap terbuka dan menghargai pendapat. dan Keahlian menerapkan pola pikir yang sesuai dengan bidang ilmunya 4. bertanggung jawab. berwibawa.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang ikhlas.5 Berperilaku kreatif.6 Menampilkan sikap kepemimpinan yang visioner 3.4 Berperilaku sesuai kode etik dosen dan/atau kode etik profesi 2. Kompetensi 4.2 Berinteraksi dan berkomunikasi efektif. Kompetensi Sosial Sub-Kompetensi 1. sosial. dan memiliki etos kerja yang tinggi 2. santun.1 Bersikap inklusif. dan memiliki integritas 2.3 Menunjukkan loyalitas terhadap institusi.2 Mengembangkan materi pembelajaran yang inspiratif sesuai dengan tuntutan yang selalu berkembang 4. adaptif.6 Melakukan penilaian dan evaluasi pembelajaran yang valid dan reliabel 1. tidak diskriminatif. dan mencari alternatif solusinya 35 . dan produktif.7 Melaksanakan bimbingan dalam rangka mengembangkan potensi mahasiswa 2.1 Memahami filosofi .PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI No. Kompetensi Kepribadian 3.3 Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat. jujur. Kompetensi Profesional a. hukum. termasuk inter dan antar komunitas profesi 3. serta kritik dari pihak lain 4. inovatif.

Kompetensi Sub-Kompetensi b.5 Belajar sepanjang hayat dalam rangka mengembangkan Penerapan ilmu pengetahuan. Implikasinya setiap diskusi yang dikakukan pada setiap kegiatan relatif lancar. teknologi. atau prototipe dalam bidang keahliannya 4. misalnya pembagian tugas baik tugas kelompok maupun tugas individual diterimanya dan diselesaikan di tempat tugas masing-masing. 6| Refleksi Dalam proses pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi relatif lancar jika dibandingkan dengan proses pengembangan standar pendidik dan tenaga kependidikan yang dilakukan sebelumnya (2006-2008).9 Menggunakan bahasa asing untuk mendukung pengembangan bidang ilmu dan/atau profesinya. Hasil tugas tersebut.id untuk disatukan dan dinarasikan serta akan diinformasikan dan didiskusikan pada pertemuan berikutnya. dan seni bangan dan 4.7 Menghasilkan dan mempublikasikan karya ilmiah. Dalam hal validasi standar. seni. teknologi. masing-masing mengirim email ke basosappaile@yahoo. relatif banyak peserta validasi standar yang hadir dan aktif diskusi dan memberikan masukan yang 36 .8 Melakukan pengabdian kepada masyarakat sesuai bidang keahliannya 4. Misalnya suatu konsep baru yang didiskusikan dapat dimulai dan dapat disimpulkan dengan tepat waktu. begitu pula anggota tim hadir minimal 85% dari jumlah anggota. Kompetensi 4.co.6 Melakukan penelitian dan/atau pengembangan serta mempresentasikan hasilnya dalam forum ilmiah dan/ atau profesi 4. Hal ini ditandai setiap kegiatan ketua dan sekretaris relatif hadir tepat waktu.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No. dan setiap pertemuan semua yang hadir mengikuti diskusi dari awal sampai hari penutupan.4 Memahami metodologi keilmuan dalam rangka Pengempengembangan ilmu pengetahuan. Berikut. adanya kerja sama dan ketaatan anggota dalam hal keputusan terhadap ketua dan adanya komitmen yang selalu ditaati oleh seluruh anggota. dan seni atau profesinya Ilmu 4.

PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP berbobot. Dalam hal uji publik. sehingga hal-hal yang belum sempat dipikirkan oleh anggota tim ahli dapat menjadi pelengkap dalam pengembangan draf standar dan pada naskah akademik. Pelajaran yang diperoleh dari proses kegiatan pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi adalah dalam memperlancar suatu proses perlu komitmen yang harus ditaati. Hambatan yang krusial dalam pengembangan standar dosen relatif tidak ada. dan antar instansi. lagi kurang tanggap/peduli terhadap validasi tersebut. hanya ada 1 (satu) dari 15 (lima belas) perguruan tinggi yang kurang datang ke tempat validasi. 37 . unsur-unsur yang terlibat dalam suatu kegiatan homogen. relatif banyak peserta uji publik yang hadir dan aktif diskusi dan memberikan masukan yang berharga. antar kelompok kerja. kerja sama yang baik antar individu.

.

BAB 3 PENgEmbANgAN StANDAr iSi PENDiDikAN tiNggi Badan Standar Nasional Pendidikan 39 .

.

masyarakat. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan tinggi dicitrakan sebagai arena untuk pengembangan potensi yang terbaik.“Puncak” pendidikan itu tidak dapat diraih oleh semua orang yang menghendakinya. Dengan citranya yang sungguh tinggi itu pendidikan tinggi perlu diwujudkan dan dikelola dalam kondisi yang terstandar untuk menjamin ketinggian mutunya. standar pendidik. Peraturan Pemerintah No. pendidikan tinggi merupakan agent of change bagi kehidupan orang-per orang. kelompok.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP BAB 3 PENGEMBANGAN STANDAR ISI PENDIDIKAN TINGGI A| Pendahuluan Perguruan tinggi merupakan “puncak’ jenjang pendidikan setelah pendidikan dasar dan menengah. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan perlunya delapan standar bagi penyelenggaraan pendidikan pada semua jalur. Demikianlah. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagai turunan Undang-Undang No. untuk menyiapkan diri bagi kehidupan yang sesuai dengan status sosial yang tinggi dan bermartabat serta dengan karir yang berhasil. bangsa dan negara bahkan. orang-orang yang sempat menjalani pun banyak diantaranya yang tidak berhasil menyelesaikannya dengan baik. standar proses. yaitu standar isi. stan- 41 . bagi perkembangan kemanusiaan dari zaman ke zaman. standar kompetensi kelulusan. jenis dan jenjang pendidikan. standar sarana dan prasarana. Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang No. Untuk itu. standar pembiayaan.

susunan kurikulum pendidikan tinggi cenderung masih mengarah pada rentetan mata kuliah dan belum secara terarah mengembangkan pembentukan manusia seutuhnya sesuai dengan harkat dan martabatnya serta pengembangan kemampuan akademik. kurikulum yang dikembangkan oleh satuan-satuan pendidikan tinggi (disebut pendidikan tinggi) belum terbagi secara proporsional ke dalam substansi untuk memenuhi kebutuhan kehidupan dalam tataran praktis dan kebutuhan kehidupan dalam tataran idealis. Hal ini didorong pula untuk membenahi kondisi nyata pendidikan tinggi di tanah air yang belum standar. Pertama. kurikulum pendidikan tinggi belum dikembangkan dengan pola yang jelas. Ketiga. pendidikan tinggi secara langsung dituntut memenuhi ke-delapan standar tersebut. Kedua. Kondisi nyata yang belum standar itu antara lain ditampilkan sebagai berikut. belum adanya pola standar untuk pengembangan pendidikan tinggi. Dalam hal-hal tertentu berbagai perguruan tinggi bahkan terlalu kuat berorientasi pada dunia industri sehingga bidang-bidang yang mengarah pada pengembangan dan karya akademik secara institusional dan personal terabaikan. Materi pengembangan diri melalui kegiatan pelayanan yang memandirikan dan ekstra kurikuler belum terintegrasi ke dalam kurikulum. Dewasa ini Pemerintah Indonesia berketetapan hati dengan upaya yang sungguh-sungguh untuk menyusun dan mengimplementasikan semua standar yang dimaksudkan itu. dan standar penilaian pendidikan. Dalam hal ini data base nasional tentang program studi. profesi dan vokasi yang benar-benar diperlukan untuk maslahat kehidupan kemanusiaan. pendirian dan pengelolaan perguruan tinggi yang 42 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dar pengelolaan. yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan kurikulum boleh dikatakan belum ada atau setidak-tidaknya belum tersosialisasikan. Keempat. Sebagai bagian integral dari pendidikan nasional.

pendidikan tinggi menjadi pusat pengembangan kebudayaan bangsa. rohani dan sosial) serta sebagai pengembang kehidupan dan karya-karya akademik yang luhur. maju dan modern. Bertolak dari kondisi dengan warna-warni yang belum begitu jelas arah dan polanya itu. Dalam berkehidupan kebangsaan dan kenegaraan. menjadi pendorong berkembangnya bangsa secara dinamis dan modern sambil secara bijak menerima pengaruh globalisasi demi penguatan dan peningkatan budaya bangsa. bahkan berstandar tinggi dirasa perlu disusun 8 standar pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh PP No. dan vokasi yang benar-benar terampil dan produktif yang terwujud dalam kehidupan yang penuh dengan nilai-nilai kehidupan akhlakul karimah. Sebagai agent of change melalui kurikulumnya yang standar. pendidikan tinggi mampu berperan sebagai wahana pembentuk manusia seutuhnya (potensi dirinya berkembang secara optimal. mandiri. dan menuju ke arah pendidikan terstandar. Perguruan tinggi hanya sekedar menjadi lembaga transfer IPTEKS yang kurang bermakna serta tidak memberikan nilai tambah bagi pengembangan IPTEKS yang lebih membudayakan dan memberdayakan kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan. penguatan. dan peningkatan daya saing serta penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 15 tahun 2005 tentang 43 . profesi yang bermartabat. sehat jasmani. dan mayoritas lulusan serta produk-produk lain perguruan tinggi yang kurang memadai tampaknya akan terus berlangsung.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP kurang terkendali. Dalam konteks globalisasi pendidikan tinggi diharapkan menjadi benteng untuk mempertahan identitas budaya bangsa. kejayaan bangsa melalui pengoptimalan pengembangan sumber daya alam dan manusia yang melimpah. Implementasi standar-standar yang dimaksudkan itu diharapkan mampu mengubah kondisi pendidikan tinggi dewasa ini yang kurang memadai seperti tergambar di atas menjadi perguruan tinggi yang memenuhi standar mutu yang tinggi.

3. Undang-Undang No. perlu dijadikan prinsip dinamik pengembangan dan implementasi kurikulum pendidikan tinggi yang berorientasi global. program dan kurikulum pendidikan tinggi. perlu disusun Standar Isi Pendidikan Tinggi (selanjutnya disingkat SIPT). jenis dan jenjang pendidikan tinggi. 4. Kurikulum yang demikian itu diharapkan memenuhi fungsinya sebagai wahana pembudayaan dan pemberdayaan bangsa yang dinamis. Peraturan Pemerintah No. Pancasila. Berkenaan dengan kurikulum yang menjadi materi pokok SIPT. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional terutama pasal/ayat-ayat mengenai jalur. unsurunsur budaya bangsa. yang mengamanatkan kepada pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional. 5. serta sekaligus memandirikan peserta didik. khususnya yang terkait langsung dengan upaya pendidikan. profesi dan vokasi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. 74 Tahun 2008 tentang Guru terutama pasal/ayat-ayat mengenai kompetensi guru yang diperoleh 44 . falsafah bangsa dan dasar negara. Undang-undang Dasar 1945. Dalam rangka pengembangan standar-standar pendidikan yg dimaksudkan itu. B| Landasan Penyusunan Standar Landasan legal penyusunan Standar Isi Pendidikan Tinggi adalah : 1. ber-IPTEKS tinggi dan mampu bersaing dalam kehidupan global. maju dan modern. 2. Peraturan Pemerintah no. Standar Isi yang dikembangkan ini berlaku untuk program-program pendidikan akademik.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Standar Nasional Pendidikan. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan terutama pasal/ayat-ayat mengenai standar isi pendidikan tinggi. sebagai salah satu komponen pokok penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu.

Standar Kompetensi Lulusan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada satuan pendidikan dasar dan menengah. 22. Tujuan disusunnya SIPT adalah : Tujuan Umum Tujuan umum SIPT adalah memberikan acuan bagi perguruan tinggi dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan diimplementasikan oleh masing-masing program studi yang ada di dalam Perguruan tinggi. 58 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Program Sarjana (S-1) Kependidikan Bagi Guru dalam Jabatan. 18 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru terutama mengenai pasal/ ayat-ayat mengenai program pendidikan dan kompetensi yang ditempuh oleh (calon) guru pada pendidikan tinggi. 7. Permendiknas No.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP melalui studi di peguruan tinggi. 60 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi terutama pasal/ayat-ayat mengenai jurusan/program studi dan kurikulum Perguruan tinggi. 8. sebagai referensi bagi standar isi. 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor terutama mengenai pasal/ ayat-ayat tentang program pendidikan dan kompetensi yang ditempuh (calon) konselor di perguruan tinggi 11. Permendiknas No. 9. 10. 6. 23 dan No. Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 2006 tentang Standar Isi. terutama tentang pasal/ayat-ayat mengenai materi/tugas yang diampu oleh dosen. no. Rencana Peraturan Pemerintah tentang Dosen. C| Tujuan dan Fungsi Standar 1. Permendiknas No. terutama pasal/ayat-ayat mengenai pengakuan pengalaman kerja dan hasil belajar sebagai pengurang beban belajar. standar kompetensi lulusan dan kurikulum pendidikan tinggi. 45 . Permendiknas No.

profesi dan vokasi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Memberikan acuan berupa kriteria pembentukan dan penetapan mata kuliah serta kegiatan lainnya yang menjadi muatan kurikulum. 2. 4. (4) kalender akademik. Memberikan acuan dalam penyusunan silabus mata kuliah. dan pengawasan dalam rangka mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu. 3. Memberikan acuan berupa kaidah-kaidah umum penyusunan kurikulum program studi. Memberikan arah pengimplementasian kurikulum yang nantinya akan dijabarkan menjadi standar proses yang akan disusun tersendiri. SIPT memuat pokok-pokok tentang (1) kerangka dasar dan standar kurikulum. Standar isi pendidikan tinggi yang berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan. Memberikan acuan dalam perumusan kompetensi mata kuliah dan kegitan lainnya yang menjadi muatan kurikulum. pelaksanaan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2. (3) kurikulum satuan pendidikan tinggi. (2) beban belajar. d| Hasil yang dicapai Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik dan standar isi pendidikan tinggi untuk program-program pendidikan akademik. 46 . serta berlaku mengikat dan efektif untuk semua perguruan tinggi. 5. Tujuan Khusus Tujuan khusus SIPT adalah : 1.

15. Dea Ir. Dr. Zen. Hadi. Dr. Dr.. M. Soesanto Prof. 9. Kons (Koordinator) 2 Dr. Rubijanto Misman Prof. (Ketua) Prof. Ph. Sudharto P. Dr. Prof.D. Instansi UNP UNDIP UNSRI PALEMBANG UNSOED UNIMUS SEMARANG UI UNJ JAKARTA ITB BANDUNG UGM YOGYAKARTA UNHAS MAKASSAR UNESA SURABAYA ISI YOGYAKARTA POLITEKNIK UIN JAKARTA UHAMKA UPI 47 . Anggota BSNP No Nama 1 Mungin Eddy Wibowo. Freddy P. Ma Prof. Anggani sudono.Pd. M. Noor Rochman Hadjam Prof.Sc. Furqon 5 Prof. 2. 3. Prof. Prof. Nama Prayitno. 5. Prof. (Sekretaris) Prof. Abdul Rahman A. M. Dr. Prof. Seto Mulyadi 7 Prof. 14. M. Prof. M. Dr.Pd. 12.Pd. M. Dr. Parahyangan IPB UNP Perbanas 2. Tim Ahli No 1. 6. Johannes Gunawan 8 Prof. 9 Prof. 7. Dr. Waspodo. Prof. Dr. Dr.Sc.D. 16. 3 Prof. Dr. M. Moehammad Aman Wirakartakusumah. Pawennari Hijjang. 8.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP E| Tim Ahli 1. D.Pd.Sc. 13. Dr. Ghani.Pd. M.. Mohamad Sadikin. 11. Bambang Yulianto. M. MA Dr. Jamaris Jamna. Imam Suyudi Prof. Dr.D. Richardus Eko Indrajit Asal Institusi UNNES Al Izhar Jakarta UI UPI UIN Jakarta Komnas HAM Anak Univ. Soetarno. As’ari Djohar. 10. Dr. 4. 10 Prof. Komaruddin hidayat 6 Dr. Dr. Masri Mansoer.Si. Dr. Dr. Ph. Dr. Fawzia aswin hadis 4 Prof. Syaukat Ali. Dr.Sc.

Penulisan draf awal SIPT. validasi dan uji publik. untuk melengkapi dan menguji ketetapan arah dan substansi yang ada pada draf SIPT. Dalam Jawa 6. 2.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 F| metode dan Tahapan Penyusunan Standar Metode dan langkah pengembangan SIPT adalah sebagai berikut. Kegiatan penyusunan SIPT oleh Tim Ahli/Adhoc SIPT bersama anggota BNSP. 5. Penyusunan Naskah Akademik. Penyusunan draf Awal SIPT. Finalisasi. lokakarya. Finalisasi draf SIPT dilaksanakan oleh Tim Ahli/Adhoc SIPT bersama Anggota BNSP. melalui tahapan kegiatan sebagai berikut : No 1 2 3 4 Tahapan Kegiatan Penyusunan Design Pengkajian Dokumen dan Bahan Dasar Penyusunan Draf Awal SIPT Reviu dan Perbaikan Draf Awal SIPT Reviwer: DKI Jakarta 8. Uji Publik untuk menyampaikan materi draf SIPT serta memperoleh masukan dari publik untuk penyempurnaanya. review. seminar. 2. melalui : 1. 3. melalui langkah-langkah : 1. Diskusi dokumen dan bahan dasar. Validasi. untuk memperoleh draf final SIPT berdasarkan hasil semua pemikiran dan masukan dari berbagai pihak yang telah diperoleh melalui diskusi. Validasi diperluas bersifat nasional 3. Lokakarya dengan sejumlah pakar tentang isi pendidikan tinggi 2. dan Luar Jawa 2 Waktu 7-9 Maret 2009 18-20 Maret 2009 24-26 April 2009 22-24 Mei 2009 Tempat Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta 48 . Review dengan unit utama Depdiknas 4. 3. Review dokumen dan kajian bahan dasar berkaitan dengan substansi standar isi perguruan tinggi. 1. sebagai panduan berfikir dan langkah operasional penyusunan SIPT.

Peserta daerah: 40 orang Panitia daerah: 5 orang Anggota/Tim Ahli : 3 orang 6 Analisis Hasil Validasi dan Perbaikan Draf SIPT 7 Pembahasan Draf SIPT dengan unit utama 8 Uji Publik Draf SIPT Undangan 25 Provinsi @ 2 orang 9 Finalisasi Draf SIPT Waktu 18 Juni – 18 Juli 2009 Tempat Daerah 22-24 Juli 2009 Jakarta 10-12 September 2009 Jakarta 14-16 Oktober 2009 6-8 November 2009 Jakarta Jakarta G| Refleksi Secara umum tidak ada hambatan dan kendala yang berarti dalam penyusunan standar Isi Pendidikan Tinggi. Dengan mengurangi beban SKS dikhawatirkan akan berdampak pada turunnya mutu lulusan. Hal lain yang sempat menjadi kendala adalah kesulitan untuk mendapatkan peserta validasi yang dapat mewakili perguruan tinggi di satu provinsi karena faktor lokasi dan biaya.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP No Tahapan Kegiatan 5 Validasi Draf SIPT 15 Provinsi (4 dalam Jawa dan 11 luar Jawa). Sedangkan beban SKS yang diusulkan dalam standar isi adalah 130-140 SKS. Sebagai catatan. Namun melalui uji public yang dilakukan BSNP. Selama ini beban SKS di perguruan tinggi adalah 144-160 SKS. 49 . meskipun DIKTI mempertanyakan hal ini karena dikhawatirkan akan mengurangi mutu lulusan perguruan tinggi. dalam mendiskusikan jumlah SKS sempat mengalami diskusi yang panjang dan lama. peserta uji publik menerima rentang beban studi 130-140 SKS.

.

BAB 4 PENgEmbANgAN StANDAr SArANA PrASArANA PENDiDikAN tiNggi: ProgrAm SArjANA Badan Standar Nasional Pendidikan 51 .

.

2819 Perguruan Tinggi Swasta (PTS).5% yang telah diakreditasi oleh BAN-PT. kualitas perguruan tinggi tersebut sangat beragam baik dari sisi penyelenggaraan. proses.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP BAB 4 PENGEMBANGAN STANDAR SARANA PRASARANA PENDIDIKAN TINGGI: PROGRAM SARJANA A| Pendahuluan Mutu pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah dosen. Secara umum di Indonesia keempat faktor tersebut belum memadai untuk mencapai pembelajaran yang baik guna meningkatkan mutu pendidikan. Sementara itu. dan 60 Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK). 219 Perguruan Tinggi Agama Swasta (PTAS). Jumlah perguruan tinggi dan program studi tersebut diperkirakan akan meningkat sesuai dengan peningkatan animo masyarakat untuk masuk perguruan tinggi. perguruan tinggi di Indonesia berjumlah 3230 dengan perincian 82 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). manajemen dan waktu belajar (Bank Dunia. Sedangkan jumlah program studi sebanyak 17128 dan yang telah terakreditasi mencapai 54. sarana dan prasarana. Dari jumlah tersebut baru 2. 50 Perguruan Tinggi Agama negeri (PTAN). Berdasarkan data dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tahun 2008. Pada tahun 2009 terjadi peningkatan perguruan tinggi di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dari 82 PTN pada tahun 2008 menjadi 83 PTN dan dari 2819 PTS menjadi 2. 53 .909 PTS. 1989).2%. sarana dan prasarana.

B| Landasan Penyusunan Standar 1. dan universitas yang menyelenggarakan pendidikan akademik pada jenjang sarjana S1. Standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi merupakan salah satu dari delapan standar pendidikan yang harus disiapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) berdasarkan amanat yang dituangkan dalam UU RI No. Kondisi ini sudah barang tentu akan merugikan peserta didik karena tidak menerima layanan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Standar sarana dan prasarana ini disusun untuk lingkup perguruan tinggi yang berbentuk sekolah tinggi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 serta lulusannya. Keragaman kondisi sarana dan prasarana Perguruan Tinggi dapat dilihat mulai dari sarana dan prasarana yang sangat layak sampai pada yang sangat tidak layak. tidak memiliki laboratorium. Rendahnya mutu pendidikan tersebut di atas disebabkan antara lain sarana dan prasarana yang belum memadai. ada Perguruan Tinggi yang diselenggarakan di Rumah Toko (Ruko). Atas dasar kenyataan itu. Peraturan Pemerintah No. perlu disusun standar sarana dan prasarana perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini karena belum adanya kriteria minimal sarana dan prasarana pendidikan tinggi yang menjadi acuan dari setiap perguruan tinggi dalam penyelenggaraan program pendidikan. tidak memiliki ruang terbuka dan banyak lagi. Undang-Undang RI Nomor 9 tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan 3. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 4. institut. agar keberadaan sarana dan prasarana mampu mendukung pembelajaran dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. di rumah. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Misalnya. Undang-Undang RI Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan 54 . Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2.

d| Hasil yang dicapai Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik dan standar sarana dan prasarana perguruan tinggi yang berbentuk sekolah tinggi. Prof. Pengawasan ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana. 2.Th Komaruddin Hidayat. M..PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP C| Tujuan dan Fungsi Standar Tujuan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi adalah untuk: 1. institut. Perencanaan dan perancangan sarana dan prasarana. Dr Asal Institusi ITB STIBA UGM UGM Al-Izhar LAI UIN Jakarta 55 .Pd Bambang Soehendro. Prof. Pdt.. Dr. Dr Anggani Sudono. Menentukan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana minimal yang harus dimiliki perguruan tinggi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Mendukung tercapainya mutu pendidikan. Pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. M. Dr (Koordinator) Suharsono. E| Tim Ahli 1. Prof. MM. 2. 3. Fungsi standar sarana dan prasarana adalah sebagai acuan dasar yang bersifat nasional bagi semua pihak yang berkepentingan dalam: 1. Dr Weinata Sairin. dan universitas yang menyelenggarakan pendidikan akademik pada jenjang sarjana S1.Dr Zaki Baridwan. Prof. Anggota BSNP No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Edy Tri Baskoro..

March. Danny Meirawan Drs. Untuk mencapai kompetensi minimum lulusan setiap program studi. Dr. Ph.drg. maka Standar kompetensi minimum dari Badan Akreditasi Nasional (BAN). 12.Psi Ari Moesriami Barmawi. Selain itu. 5. Zulfikar Zen. Paramita Atmodiwiryo. Denni Zulkaidi.Pd Prof. MM.S Dr. Moerdiyanto. 2. 17. Nathan Hendarto. 18.M.Sc Ir. MPd.kes Instansi UIN Jakarta/Psikologi UNY/Ekonomi UI/Arsitek ITB/Arsitek UNY/Fisika Unesa/Teknik Unpad/Psikologi STT TELKOM UNM/Olahraga UGM/Kedokteran UPI/Teknik Unnes/MIPA ITB/Teknik Kimia ITB/Teknik Planologi) UI/Perpustakaan UNJ/Ekonomi UI UNJ/Matematika UNAIR/Kedokteran Gigi Keterangan Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota F| metode Penyusunan Standar Penyusunan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi dilakukan dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. Suyanta Prof. 13. Yazid Bindar. MUP Drs. dan standar proses untuk pendidikan tinggi. Standar sarana dan prasarana minimum juga mempertimbangkan perubahan paradigma pendidikan tinggi. 11. Dr. 15. dan pengelolaan badan hukum pendidikan tinggi di Indonesia. Johny Wahyuadi Dr. Nama Bambang Suryadi. 19. 14. Selain mempertimbangkan standar dan ketentuan penyediaan sarana dan prasarana minimum yang telah ada di Indonesia (yang ditetapkan oleh 56 . Hamam Hadi Dr. Ph. Anita Yuliati.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2. 3. Ahmad Rum Bismar. M. Tim Ahli No 1. Dr. Dr.D Drs. 10. MS.Arch.D Dr.M.D Ir. 4. 6. MA Prof. Indun Lestari Setyono. perguruan tinggi dan asosiasi profesi terkait juga menjadi pertimbangan untuk menentukan sarana dan prasarana minimum yang harus disediakan. 8.. 9. Thamrin Abdullah Prof. Munoto Dra. 7. Eko Purnomo. Gaguk Margono Prof. standar isi. M. Dr. Ph. PhD Dr. 16. Ir. Ir.

METODE PENYUSUNAN STANDAR Paradigma Pembelajaran A turan tentang P em buk aan P T P edom an S arana & P rasarana P T K aji B anding S arana dan P rasarana P T K ondisi N yata S arana dan P rasarana P T di Indonesia A k reditasi B A N P T Fungsi Pendidikan Tinggi K erangk a S tandar K om ponen S arana dan P rasarana S pesifik asi S tandar RANCANGAN STANDAR SARANA & PRASARANA PENDIDIKAN TINGGI S tandar P endidik an: • S tandar K om petensi Lulusan • S tandar Isi • S tandar P roses • S tandar K om petensi oleh P T dan A sosiasi P rofesi K ajian Teoritis S tandar P rinsip-prinsip S tandar Validasi & Uji Publik STANDAR SARANA DAN PRASARANA PT B adan S tandar N asional P endidikan G| Tahapan Penyusunan Standar Kegiatan penyusunan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi terdiri atas sembilan tahapan. Kajian teoretis akan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan tinggi dilakukan dengan memperhatikan aspek psikologis perkembangan kejiwaan peserta didik dan proses kegiatan pembelajaran pada umumya. Diawali dengan penyusunan desain dimana seluruh tim ahli melakukan brainstorming untuk mendapatkan gambaran awal tentang draf standar sarana dan pra57 . sumber literatur mengenai pedoman/standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi di negara lain juga dikaji untuk memperoleh gambaran standar yang berlaku di negara maju. Secara ringkas metode penyusunan standar tersebut dapat diilustrasikan dalam diagram berikut ini. serta keahlian pada disiplin ilmu masingmasing pada khususnya.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi).

Di masing-masing provinsi melibatkan 3 orang dari tim ahli dan 40 peserta dari berbagai program studi di perguruan tinggi. Sedangkan anggota BSNP yang menjadi koordinator kegiatan menjelaskan peran dan fungsi tim ahli dalam penyusunan panduan penilaian pendidikan kesetaraan sehingga terwujud persamaan persepsi dan langkah di kalangan tim penyusun panduan. Kegiatan kelima adalah validasi draf standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi di 15 provinsi (4 dalam Jawa dan 11 luar Jawa) dari tanggal 27-29 Juni 2009. tim menyusun draf standar (tahapan ketiga) yang berlangsung dari tanggal 24-26 April 2009 di Jakarta. Berdasarkan masukan dari para reviewer. tim ahli mengundang 16 reviewer untuk menelaah dan member masukan terhadap draf standar tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan di Jakarta. Pada tahapan berikutnya. Ketua BSNP memaparkan standar nasional pendidikan. masukan dan saran yang telah terkumpul melalui kegiatan validasi tersebut dianalisis oleh tim ahli pada tanggal 29-31 Juli 2009 di Jakarta. dan luar Jawa (2 orang).Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 sarana tersebut. Kajian bahan dasar meliputi kajian aspek yuridis dan empiris yang meliputi data-data dari lapangan dan intansi terkait seperti BAN-PTdan DIKTI. fungsi dan wewenang BSNP. diselenggarakan di Jakarta dari tanggal 14-16 Maret 2009. dalam Jawa (6 orang). kritikan dan saran guna menyempurnakan draft standar. peran. Berdasarkan bahan dasar yang terkumpul. dari tanggal 26 sampai dengan 28 Februari 2009. Kegiatan kedua adalah kajian bahan dasar. Pada tahapan keempat yang berlangsung dari tanggal 15-17 Mei 2009 di Jakarta. tim ahli melakukan perbaikan dan penyempurnaan draf. dan sekretaris tim ahli memaparkan draf tersebutu dalam rapat pleno BSNP (26 Mei 2009) untuk mendapatkan pandangan dan masukan dari seluruh anggota BSNP. Reviewer tersebut berasal dari Jakarta (8 orang). Pada tahapan ini. Tujuan kegiatan validasi ini adalah untuk mendapatkan masukan. Kemudian ketua. wakil ketua. Tahap berikutnya adalah 58 .

dari unit terkait. Direktorat Pembinaan Agama Departemen Agama. Tahapan ini melibatkan 16 reviewer. Sebelum dilakukan uji publik draf stadar tersebut dipresentasikan dalam rapat pleno BSNP pada tanggal 13 Oktober 2009. Mereka mewakili berbagai unsur.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP pembahasan draf standar dengan unit utama pada tanggal 11-13 September 2009. misalnya unsur program studi pada perguruan tinggi negeri dan swasta. No 1 2 3 4 Kegiatan Penyusunan Desain Kajian Bahan Dasar Penyusunan Draf Standar Reviu dan Perbaikan Draf Standar Reviwer: DKI Jakarta 8. tim ahli melakukan revisi dan perbaikan draf standar. Secara singkat. Biro Hukum Departemen Pendidikan Nasional. asosiasi profesi. diantaranya Direktorat Akademik (DIKTI) dan Direktorat Pendidikan Islam Departemen Agama. Dalam Jawa 6. sembilan tahapan kegiatan tersebut dipaparkan dalam matrik sebagai berikut. Tahapan ini merupakan tahapan terakhir yang disebut sebagai finalisasi draf standar sarana dan prasarana pada tanggal 14-16 Oktober 2009 di Jakarta. dan praktisi pendidikan. Berdasarkan masukan dan saran dari peserta uji public. dan Luar Jawa 2 Presentasi draf di BSNP Validasi Draf Standar 15 Provinsi (4 dalam Jawa dan 11 luar Jawa). Ditjen DIKTI. Uji publik (tahapan kedelapan) yang diselenggarakan di Jakarta dari tanggal 24-26 Oktober melibatkan 50 peserta dari 25 provinsi. Peserta daerah: 40 orang Panitia daerah: 5 orang Anggota/Tim Ahli : 3 orang Analisis Hasil Validasi Draf Standar Waktu 26-28 Februari 2009 14-16 Maret 2009 24-26 April 2009 15-17 Mei 2009 Tempat Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta 5 26 Mei 2009 27-29 Juni 2009 BSNP Daerah 6 29-31 Juli 2009 Jakarta 59 .

Dalam Jawa 6. dan Luar Jawa 2 Presentasi di BSNP 8 Uji Publik Draf Standar Undangan 25 Provinsi @ 2 orang 9 Finalisasi Standar Waktu 11-13 September 2009 Tempat Jakarta 13 Oktober 2009 24-26 Oktober 14-16 Oktober 2009 Jakarta Jakarta Jakarta H| Hambatan dan Solusi Salah satu hambatan yang dihadapi dalam penyusunan standr sarana dan prasarana pendidikan tinggi ini adalah beragamnya program studi yang ada di perguruan tinggi sementara jumlah tim ahli sangat terbatas.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No Kegiatan 7 Pembahasan Draf Standar dengan Unit Utama Reviwer: DKI Jakarta 8. dan uji publik. keanggotaan tim ahli tidak sebanding dengan jumlah program studi yang ada. 60 . Dengan pengertian lain. pembahasan dengan unit utama. Akibatnya terjadi beberapa kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang sarana dan prasarana yang diperlukan untuk program studi dimaksud. Hal ini diatasi dengan mengundang representative dari program studi tersebut pada acara validasi.

BAB 5 PENgEmbANgAN StANDAr PENDiDikAN ANAk USiA DiNi Badan Standar Nasional Pendidikan 61 .

.

Untuk memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan anak. PAUD non formal meliputi Taman Penitipan Anak (TPA) untuk anak usia 0-2 tahun. khususnya melalui jalur formal. PAUD formal adalah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) untuk anak usia 4-6 tahun. Agar dapat dilakukan pembinaan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki persiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Kelompok Bermain (KB) untuk anak usia 2-4 tahun. dan pola pembinaan PAUD masih bervariasi. maka disusunlah Standar PAUD sebagai acuan dasar. PENGEMBANGAN STANDAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI A| Pendahuluan Undang-undang No. Namun demikian pengelolaan. PAUD dapat diselenggarakan dalam bentuk pendidikan formal maupun non formal. pelayanan. 63 . Selama ini masyarakat telah menunjukkan kepedulian terhadap masalah pengasuhan dan pendidikan anak usia dini dengan berbagai jenis layanan sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada. dan Satuan PAUD sejenis.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP BAB 5. yang berbentuk TK/RA.

Taman Penitipan Anak (TPA). (3) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Butir 14 “Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. berikut ini disajikan sejumlah landasan yuridis. dan/ atau informal. atau bentuk lain yang sederajat. (4) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB). B| Landasan Penyusunan Standar Untuk memberikan landasan yang kokoh bagi penyelenggaran pendidikan Taman Kanak-kanak. atau bentuk lain yang sederajat. a. Naskah akademik ini bertujuan memberikan landasan yang kokoh bagi terselenggaranya pendidikan Taman Kanak-kanak yang mampu menghantarkan anak usia 4-6 tahun mencapai tingkat pencapaian perkembangan yang diharapkan. baik yang dihasilkan pemerintah maupun kesepakatan berbagai Negara berkenaan dengan pentingnya pendidikan bagi anak. Undang Undang No.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 diperlukan adanya standar pendidikan Taman Kanak-kanak. Raudhatul Athfal (RA). (2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal.” Pasal 28 (1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. 64 . nonformal.

ayat (2). mempunyai akses dan menyelesaikan pendidikan dasar yang bebas dan wajib dengan kualitas baik. Peraturan Pemerintah RI No.19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 29 (1) Pendidik pada pendidikan anak usia dini memiliki: a. terutama dalam keaksaraan. anak-anak dalam keadaan sulit dan mereka yang termasuk minoritas etnik. sehingga hasil-hasil belajar yang diakui dan terukur dapat diraih oleh semua. terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP (5) (6) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. angka dan kecakapan hidup (life skills) yang penting. b. kualifikasi akdemik minimum difloma empat (D-IV) atau sarjana (S1) b. dan c. latar belakang pendidikan tinggi di bidang pendidikan anak usia dini. Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). atau psikologi. (2) Menjamin bahwa menjelang tahun 2015 semua anak. sertifikat profesi guru untuk PAUD. dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. 65 c. deklarasi dakar Tentang Pendidikan Untuk Semua (1) Memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini. kependidikan lain. khususnya anak perempuan. (3) Memperbaiki semua aspek kualitas pendidikan dan menjamin keunggulannya. . ayat (3).

Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku. dan pengawasan dalam rangka mewujudkan PAUD yang bermutu. d| Hasil yang dicapai Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik dan standar PAUD yang terdisi atas empat standar. 66 . Pasal 38 (1) Kriteria untuk menjadi kepala TK/RA meliputi: a. Standar PAUD ini berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan. b. dan Standar Layanan. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausa C| Tujuan dan Fungsi Standar Tujuan penyusunan standard PAUD adalah memberikan acuan bagi penyelenggara PAUD baik yang berbentuk formal (Tman KanakKanak atau TK dan Raudhatul Athfal atau RA) maupun yang nonformal (Tempat Penitipan Anak atau TPA dan Kelompok Bermain atau KB) dalam menyelenggarakan program pembelajaran di masing-masing lembaga. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. pelaksanaan. Masing-masing aspek dijelaskan secara singkat sebagai berikut. Standar Program. dan d. c.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Pasal 30 (1) Pendidik pada TK/RA sekurang-kurangnya terdiri atas guru kelas yang penugasannya ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keperluan. yaitu Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan. Berstatus sebagai guru TK/RA.

dan menilai program serta membimbing.< 4 tahun Tahap Usia 4 .< 18 bulan 18 . pengelompokan dilakukan dalam rentang waktu pertahun.< 4 tahun.< 12 bulan 12 .<2 tahun dikelompokkan dalam rentang enam bulanan karena pada tahap usia ini perkembangan anak berlangsung tidak sepesat usia sebelumnya.< 4 tahun 2 . tingkat pencapaian perkembangan disusun berdasarkan kelompok usia anak.< 2 <3 bulan 3 . Pengelompokan usia 0 .< 1 tahun dilakukan dalam rentang tiga bulanan karena pada tahap usia ini.< 24 bulan Tahap Usia 2 . Untuk kelompok usia selanjutnya. Menurut standar PAUD tersebut. 67 .< 9 bulan 9 . No 1 2 3 4 5 6 1 2 1 2 Tahap Usia 0 . dan 4 . Sedangkan untuk usia 1 . perkembangan anak berlangsung sangat pesat. yaitu usia 0 . Secara singkat pengelompokan usia anak ini dapat dilihat dalam tabel berikut.< 2 tahun.< 6 tahun 4 .< 6 tahun. Tingkat perkembangan yang dicapai anak usia dini menjadi dasar pencapaian perkembangan pada tahap berikutnya.< 3 tahun 3 . Secara psikologis anak tumbuh dan berkembang malalui tahapan-tahapan perkembangan yang berlangsung secara berurutan dan kerkesinambungan. 2 .< 6 tahun Bentuk Pendidikan Taman Penitipan Anak Jenis Pendidikan Non Formal Kelompok Bermain Non Formal Taman Kanak-Kanan/ Raudhatul Athfal Formal Pendidik anak usia dini adalah tenaga professional yang memiliki kompetensi untuk menjalankan tugas dalam merencanakan.< 6 bulan 6 .PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan berisi tentang kaidah tumbuh kembang anak. melaksanakan.< 5 tahun 5 .

Penilaian merupakan rangkaian kegiatan pengamatan. Dalam draf standar tersebut juga disebutkan kualifikasi dan kompetensi untuk masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan. dengan mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak dan jenis layanan PAUD yang diberikan. Tutor PAUD. isi. serta pembiayaan. pencatatan. Standar layanan meliputi sarana dan prasarana. memfasilitasi kegiatan pengasuhan dan pendidikan anak didik. dan pengolahan data perkembangan anak dengan menggunakan metode dan instrumen yang sesuai. Standar program meliputi perencanaan. 68 . dan rencana pengelolaan program. pelaksanaan/proses. Standar Program memuat standar tentang kegiatan pengasuhan dan pendidikan di lembaga satuan PAUD. Standar layanan berisi tentang acuan fasilitas dan aktifitas yang mendukung terlaksananya seluruh kegiatan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini sehingga membantu anak mencapai tingkat pencapaian perkembangannya. Perencanaan program dilakukan oleh guru/tutor PAUD yang mencakup tujuan. pengelolaan. Sedangkan tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini. dan Pengasuh PAUD. Pelaksanaan program berisi tentang proses kegiatan pengasuhan dan pendidikan yang dirancang berdasarkan pengelompokan usia anak. Pendidik PAUD terdiri atas guru PAUD. dan penilaian dalam upaya melaksanakan rangsangan/stimulasi sesuai dengan kebutuhan dan usia anak untuk memperoleh tingkat pencapaian perkembangan. yang disusun dalam Rencana Kegiatan Hatian/Mingguan/Tahunan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 memotivasi.

13. M.M. MA (Koordinator) Prof. Didik Perangbakat Drs. Dr.Pd Erry Utomo Dra. Mulyadi.Pd Beryana Evridawat. Nama Dr. Dr. 6. 11. 8.M.S.M.. Yuke Indrati Ir. Kons Prof. Bambang Soehendro Dr. Sukiman. 10.Si Instansi Direktorat PAUD Direktorat PAUD Direktorat PAUD Direktorat PAUD Direktorat Pembinaan TKdan SD Direktorat Pembinaan TK dan SD Direktorat Pembinaan TK dan SD Direktorat Pembinaan TK dan SD Pusat Kurikulum Pusat Kurikulum Departemen Agama Departemen Agama UNM F| Tahapan Penyusunan Standar Secara singkat tahapan penyusunan sandar PAUD dapat dilihat dalam table berikut ini. Edy Tri Baskoro Prof. Kama Abdul Hakam Drs. 7. Tim Ahli No 1.Pd Dra. M. Enah Suminah. Sastra Juanda Drs. Victoria Elisnah Hanah. Dr. Fawzia Aswin Hadis Instansi BSNP BSNP BSNP BSNP BSNP 2. Kaharuddin Arafah. M.Dr. Sudjarwo Singowidjojo. 12. Hj.Pd. MM Dr. M. 2. Anggota BSNP No 1 2 3 4 5 Nama Prof.Pd Dr.Pt Drs. Masykur. 4. Anggani Sudono. Mungin Eddy Wibowo. 69 . 9.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP E| Tim Ahli 1. 5.Sc Drs. 3.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kegiatan Penentuan prinsip danpembuatan frame work standard PAUD Pembuatan draf I Pembuatan draft II (mengundang TK/SD dan PAUD) Persiapan pembuatan draf standar PAUD perbaikan dan persiapan draf standar PAUD Uji public standar PAUD Revisi standard PAUD finalisasi draf standar PAUD Tanggal 23 Mei 2009 9-11 Juni 2009 15-17 Juni 2009 6-7 Juli 2009 13-14 Juli 2009 22 Juli 2009 27 Juli 2009 29 Juli 209 Tempat Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta G| Refleksi Usia dini merupakan usia yang sangat penting bagi perkembangan anak. Dengan adanya standar PAUD ini akan mempermudah pada tataran implementasi PAUD di lapangana yang selama ini sangat variatif. Harapan dan keinginan masyarakat yang sudah lama menanti kehadiran standar ini dapat terpenuhi. Dengan demikian akan ada kejelasan. serta tindakan di kalangan guru-guru PAUD. kesamaan persepsi dan langkah. Pada usia ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental yang sangat pesat. 70 . Inilah yang disebut dengan masa keemasan (golden age) yang sangat menentukan perkembangan anak pada masa depan.

UPDAtiNg StANDAr PEmbiAyAAN PENgEmbANgAN iNDEkS biAyA PENDiDikAN BAB 6 Badan Standar Nasional Pendidikan 71 .

.

berilmu. cakap. Sumber daya standar akan memiliki implikasi pada biaya pendidikan yang standar. sehat. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. berakhlak mulia. kreatif. Memenuhi ketentuan PP No. 19 Tahun 2005 Bab IX pasal 62 tentang Standar Pembiayaan.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP BAB 6. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. UPDATING STANDAR PEMBIAYAAN PENGEMBANGAN INDEKS BIAYA PENDIDIKAN I| PENdAHULUAN Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas. bahan dan peralatan pengajaran. sarana dan prasarana pendidikan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan lain sebagainya. mandiri. Kebutuhan sumber daya tersebut berimplikasi pada kebutuhan biaya. Pelaksanaan pendidikan nasional yang memenuhi standar kualitas membutuhkan sumber daya pendidikan yang standar yang meliputi: pendidik. tenaga kependidikan. 73 . II| TUjUAN dAN mANFAAT 1.

yaitu dari kalangan akademisi yang menguasai pembiayaan pendidikan. SMP/MTs.H. Teuku Ramli Zakaria Prof. Sp. dan SLB yang terdiri atas anggota-anggota dari berbagai kalangan. SMA/MA.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional. SMK. pemerintah daerah. Dr. Farid Anfasa Moeloek. Dr. dan Badan Pusat Statistik.dr. dan pendidikan luar biasa. Parahiyangan UIN-Hidayatullah UI ASAL Yogyakarta Bandung Bandung Jakarta Jakarta 74 . pendidikan kejuruan. S. Zaki Baridwan (Koordinator) Prof. INSTANSI UGM ITB Univ.Dr. III| TIm AHLI Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0001/SK/BSNP/II/2009 tanggal 5/2/2009 tentang Tim Ahli Standar Pembiayaan telah disusun Tim Penyusun Indeks Biaya Pendidikan SD/MI.. Edy Tri Baskoro Prof.LLM Dr. pendidikan umum. dan masyarakat dalam menentukan dan mengalokasikan sumber dana yang tersedia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Secara umum indeks biaya pendidikan ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah pusat.OG. Johannes Gunawan. Susunan Tim Standar Biaya adalah sebagai berikut ANGGOTA BSNP NO 1 2 3 4 5 NAmA Prof. Dr.

Drs.Si Anggota 7 8 9 Anggota Anggota Maryatun Sanusi. Eddi Mashuri.D Fajarini. M.Si.Pd. Msi C.Negeri Padang Udayana BIdANG KEAHLIAN Pendidikan Kejuruan Pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan Pendidikan Kejuruan NO HP 0818277331 0818892975 0815 925 2374 08123676636 5 Dr.Si jABATAN Ketua Wakil Ketua Sekretaris INSTANSI Univ Negeri Yogyakarta Univ.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP TIm AHLI NO 1 2 3 4 NAmA Dr. SE. Ak. Dr. S. Ir. Mega Iswari. MBA Umar Alhabsyi. SE Anggota 10 11 12 Dra. Trie Widayati. SE. Riduan. M. M. Alip Dr. SE. Lutfi Baraja. M. Negeri Pendidikan Padang Luar Biasa Teknologi Informasi (Programmer) Univ. ST. Faizal Makhrus. Khomsiyah Halmawati. MM Anggota 6 Dra. Sri Kusumawati Dr. Moch.Kom.CISA Anggota Anggota Anggota Direktorat Pembinaan SMK Depdiknas Direktorat PSLB Depdiknas Biro Pusat Statistik Balitbang Depdiknas Biro Keuangan Depag BPS 085219350337 Pendidikan Luar Biasa Statistik/ Indeks Pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan 0811158194 08128926920 081310262816 0811 174 893 13 14 Anggota Anggota Statistik/ Indeks Univ. Made Gede Anggota Wirakusuma. Trisakti Univ. M.Pd. Trisakti Pembiayaan pendidikan PP Multi Teknologi Media Solusi Informasi Prima (Programmer) 0811957567 081322684861 08192550136 081319541588 08156223734 75 ..

9-11 Juli Penyusunan draft 8. Outline naskah akademik dan desian studi Kisi-kisi dan Instrumen 4. Draft Indeks Biaya Pendidikan Daftar masukan untuk penyem purnaan Draft Standar Kumpulan masukan dari Unit Utama Draft final untuk direkomendasikan Draft permen 7. 6-8 Mei 10-12 Juni 24-26 Juni 24 kota (di BSNP + Tim 24 Provinsi) Ahli Jakarta BSNP + Tim Ahli Jakarta BSNP + Tim Ahli Jakarta BSNP + Tim Ahli Data lapangan Data olahan siap dianalisis Draft Indeks biaya pendidikan per kabupaten Naskah akademik & Draft laporan penyusunan indeks biaya pendidikan. Ahli Kaltim. 6. 12. 5. dan Jatim) Jakarta BSNP + Tim Ahli Jakarta Jakarta BSNP + Tim Ahli BSNP + Tim Ahli 76 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 IV| TAHAPAN KEGIATAN NO 1. 2. 9. TANGGAL 11-13 Februari KEGIATAN TEmPAT PESERTA BSNP + Tim Ahli OUTPUT Jadwal dan rencana kegiatan Menyusun Jakarta rencana kegiatan dan mengkaji bahan dasar 11-13 Maret Menyusun Jakarta desain studi 11-13 April Menyusun instrumen/ kuesioner indeks biaya pendidikan Pengumpulan data Pengolahan data Analis data Jakarta BSNP + Tim Ahli BSNP + Tim Ahli 3. 11. 7-9 Oktober Lokakarya dengan unit utama 23-25 Finalisasi indeks Oktober 30 Okt-1Nov Rekomendasi indeks BSNP + Tim Ahli 4 Provinsi BSNP + Tim (DKI Jakarta. 29-31 Juli 10-15 Agustus Review draft Validasi draft Jakarta 10. Sulut.

PENdAHULUAN 1. 1. Sedangkan untuk standar biaya pendidikan diluar wilayah DKI menggunakan pendekatan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK).UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP V| HASIL yANG dIPEROLEH Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik indeks biaya pendidikan sebagai berikut. khusus untuk DKI. SMP/MTS. Pada tahun 2008 dilakukan revisi terhadap standar biaya pendidikan SLB dan SMK yang hanya dibatasi pada biaya operasional non personalia. Tim Standar Biaya Pendidikan melakukan revisi terhadap standar biaya tersebut dan melakukan penghitungan standar biaya pendidikan SLB untuk 5 jenis ketunaan dan SMK untuk 34 bidang keahlian. Dalam rangka melakukan penghitungan biaya pendidikan untuk kabupaten/kota di luar DKI diperlukan indeks yang bersi77 . Penggunaan IKK dan IHK sebagai pendekatan penghitungan biaya pendidikan untuk kabupaten/kota di luar DKI dianggap kurang tepat. Pada tahun 2007. SMA/MA. Standar biaya pendidikan di luar wilayah DKI yang semula hanya menggunakan pendekatan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) ditambah dengan pendekatan Indeks Harga Konsumen (IHK). sedangkan IHK merupakan indeks yang bersifat temporal atau periodikal yang menggambarkan perkembangan harga antar waktu untuk daerah yang sama. IKK merupakan indeks spasial yang dihitung berdasarkan barang/jasa yang digunakan di sektor bangunan/konstruksi. Khusus untuk SMK penghitungan biaya pendidikan diperluas untuk 76 program keahlian.1 Latar Belakang Pada tahun 2006. Tim Standar Biaya Pendidikan telah menyelesaikan penghitungan kebutuhan biaya pendidikan yang terdiri dari biaya personalia dan non personalia untuk tingkat satuan pendidikan SD/MI.

5 jenis ketunaan di SDLB. sedangkan indeks yang bersifat temporal atau periodikal merupakan indi78 . SMA/MA. SMP/MTS. pada Tahun 2009. 5 jenis ketunaan di SMPLB. Oleh karena itu. 2) Membuat data base standar biaya pendidikan untuk “up dating” IBP. 1. SLB dan SMK untuk setiap kabupaten/kota. tim standar biaya memfokuskan kegiatannya untuk menyusun Indeks Biaya Pendidikan (IBP) di tingkat kabupaten/kota melalui pengembangan data base standar biaya pendidikan. dan 75 Program Keahlian di SMK. khususnya pada biaya operasional pendidikan antar daerah.2 Tujuan 1) Memperoleh IBP tahun 2009 khususnya biaya operasional pendidikan non personalia yang didasarkan pada standar biaya pendidikan SD/MI. 3 jurusan di SMA/MA. 1.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 fat spasial yang dapat menggambarkan perbandingan tingkat kemahalan barang/jasa yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pendidikan. KERANGKA TEORI 2.1 Pengertian Indeks Secara umum indeks dibagi dalam 2 jenis yaitu indeks yang bersifat spasial dan temporal. 4 jenis ketunaan di SMALB.3 Ruang Lingkup IBP dihitung untuk 85 kabupaten/kota di 24 provinsi di Indonesia berdasarkan biaya operasional pendidikan non personalia pada setiap tingkat satuan pendidikan yaitu SD/MI. Indeks yang bersifat spasial merupakan indikator perbandingan antar wilayah. SMP/ MTS. 2. 1.4 Manfaat IBP digunakan sebagai dasar penetapan besarnya biaya operasional pendidikan di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

dan (3) tingkat kehidupan yang layak. 2. 3) Indeks Pemberdayaan jender (Idj) IDJ disusun dari tiga komponen yaitu (1) keterwakilan di parlemen.2. (2) tingkat pendidikan. Indeks ini disusun dari tiga indikator yaitu (1) penduduk yang diperkirakan tidak berumur panjang. diukur dengan pengeluaran per kapita yang telah disesuaikan. 2) Indeks Pembangunan jender (IPj) IPJ dihitung dari variabel yang sama dengan penghitungan IPM. tingkat pendidikan dan pendapatan disesuaikan dengan mengakomodasikan perbedaan pencapaian antara perempuan dan laki-laki. rata-rata pencapaian usia harapan hidup. diukur dengan harapan hidup pada saat lahir. Contoh model indeks spasial adalah sebagai berikut : 1) Indeks Pembangunan manusia (IPm) IPM merupakan indeks komposit dan disusun dari tiga komponen: (1) lamanya hidup. dan (3) keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar. Model Indeksing Model-model indeks yang ada di Indonesia terdiri dari beberapa contoh model yang bersifat spasial dan temporal. 4) Indeks Kemiskinan manusia (IKm) IKM merupakan kombinasi dari berbagai dimensi kemiskinan manusia yang dianggap sebagai indikator inti dari ukuran keterbelakangan (deprivasi) manusia. dan (3) distribusi pendapatan. (2) pengambilan keputusan. diukur dengan kombinasi antara angka melek huruf pada penduduk dewasa dan rata-rata lama sekolah. (2) ketertinggalan dalam pendidikan. Indikator yang pertama diukur dengan 79 . Perbedaannya adalah bahwa dalam penghitungan IPJ.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP kator perbandingan antar waktu pada wilayah yang sama.

Indeks disparitas Tingkat Hidup Antar Propinsi (IdTHAP) IDTHAP adalah indeks komposit dari beberapa indikator sosial ekonomi yang mengukur posisi relatif suatu propinsi terhadap DKI Jakarta. yang didefinisikan sebagai output dibagi input Persentase penggunaan bahan baku impor 80 . (4) Indikator Kesehatan. IIAP berkontribusi pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan penyerapan tenaga kerja di sektor ini yang dipercaya turut mempengaruhi tingkat industrialisasi di setiap propinsi. Produktivitas tenaga kerja yaitu nilai tambah per tenaga kerja Efisiensi. Variabel-variabel yang digunakan adalah sebagai berikut. Indikator kedua diukur dengan angka buta huruf penduduk usia dewasa (15 tahun ke atas). (1) Persentase penduduk tanpa akses terhadap air bersih. (2) Persentase penduduk yang tidak memiliki akses ke sarana kesehatan. (3) Persentase anak berumur 5 tahun ke bawah (Balita) dengan status gizi kurang.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 5) 6) peluang suatu populasi untuk tidak bertahan hidup sampai umur 40 tahun. Adapun keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar terdiri dari variabel berikut ini. dan (5) Indikator Kesenangan/Sosial Budaya. Indeks Industrialisasi Antar Propinsi (IIAP) IIAP adalah indeks komposit dari beberapa variabel input dan output perusahaan industri pengolahan. (2) Indikator Pendidikan. (3) Indikator Ketenagakerjaan. Indikator-indikator tersebut meliputi: (1) Indikator Perumahan.

Sesuai dengan pengertiannya. IKK dapat dikategorikan sebagai indeks spasial. yaitu daerah yang mempunyai daya beli paling tinggi. terhadap daya beli daerah lain yang didasarkan pada harga 27 komoditas. yaitu indeks yang menggambarkan perbandingan harga untuk wilayah yang berbeda pada periode waktu tertentu. Informasi yang dikumpulkan melalui Survei Tendensi Bisnis adalah perkembangan dunia bisnis secara umum dalam 3 bulan berjalan dibanding 3 bulan sebelum81 - . Untuk saat ini di Indonesia dilakukan berdasarkan daya beli daerah Jakarta Selatan. Sementara itu contoh indeks temporal adalah sebagai berikut: 1) Indeks Tendensi Bisnis (ITB) ITB adalah indikator yang memberikan informasi mengenai keadaan bisnis dan perekonomian dalam jangka pendek.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP Persentase produksi yang diekspor Persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang Rata-rata tenaga kerja perusahaan Rata-rata nilai tambah perusahaan Kontribusi nilai tambah sektor industri pengolahan terhadap PDRB Total nilai tambah Jumlah tenaga kerja Persentase jumlah perusahaan industri pengolahan 7) Paritas daya Beli (Purchasing Power Parity / PPP) PPP adalah ukuran daya beli suatu daerah terhadap daerah lain. 8) Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) IKK adalah angka indeks yang menggambarkan perbandingan nilai barang/jasa yang tercakup dalam paket komoditas IKK pada suatu kabupaten/kota atau provinsi terhadap nilai di kabupaten/kota atau provinsi lain.

Sedangkan Indeks Indikator Mendatang merupakan indeks komposit dari beberapa indeks variabel yang dapat mengidentifikasi prospek perusahaan dan bisnis pada periode tiga bulan mendatang. serta informasi mengenai kondisi pendapatan dan tabungan. Indeks Indikator Kini merupakan indeks komposit dari beberapa indeks variabel yang dapat mengidentifikasi secara umum tentang kondisi perusahaan dan bisnis pada saat triwulan berjalan (saat survei) dibandingkan periode triwulan sebelumnya. informasi dini mengenai keadaan dan perkembangan perekonomian juga dapat diketahui melalui Survei Tendensi Konsumen.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2) nya dan prospeknya untuk 3 bulan mendatang. dan komoditi seperti rumah/tanah. Indeks Indikator Kini merupakan indeks komposit dari beberapa variabel yang dapat mengidentifikasi kondisi keuangan konsumen pada saat triwulan berjalan (saat survei) diban- 82 . mobil. ITB terdiri dari dua jenis indeks yaitu Indeks Indikator Kini dan Indeks Indikator Mendatang. komputer. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Selain Survei Tendensi Bisnis. ITK juga terdiri dari dua jenis indeks yaitu (1) Indeks Indikator Kini dan (2) Indeks Indikator Mendatang. Informasi yang dikumpulkan meliputi rencana pembelian beberapa komoditi kategori ”normal good” dan ”luxury goods” seperti daging untuk konsumsi . TV. Survei tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai situasi bisnis dan perekonomian secara umum menurut pendapat konsumen yang didasarkan pada persepsi konsumen mengenai kondisi bisnis dan perekonomian yang disebut dengan ITK. makanan. Informasi yang diperoleh dipakai untuk menilai keadaan bisnis tiga bulan mendatang.

dengan Indeks yang dibayar petani. yaitu indeks dari harga barang yang diproduksi petani. Konsep IBP IBP dapat dikategorikan sebagai indeks spasial. yaitu indeks dari harga biaya produksi dan harga barang-barang dikonsumsi oleh petani.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 3) 4) 5) 6) dingkan periode triwulan sebelumnya. Sejak bulan Juni 2008. NTP merupakan perbandingan (rasio) Indeks yang ditrima petani. IHK menggunakan tahun dasar 2007 = 100. Indeks Harga Produsen (IHP) IHP adalah indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di tingkat produsen di wilayah tertentu. IBP (IBP) tersebut dapat gunakan untuk menghitung 83 . 1. yaitu indeks yang menggambarkan perbandingan biaya operasional pendidikan non personalia antar wilayah untuk satu periode tertentu. dihitung di 66 kota (33 ibukota propinsi dan 33 kabupaten/kota) dan IHK Nasional merupakan komposit dari IHK 66 kota tersebut. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di tingkat pedagang besar di wilayah tertentu. Indeks Harga Konsumen (IHK) IHK adalah indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di tingkat pedagang eceran di wilayah tertentu. Nilai Tukar Petani (NTP) NTP adalah salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. Sedangkan Indeks Indikator Mendatang merupakan indeks komposit dari beberapa variabel yang dapat mengidentifikasi rencana rumahtangga untuk membeli barang-barang tahan lama pada periode tiga bulan mendatang.1.

administratur (kepala sekolah dan pegawai administrasi lain). 3) Biaya Operasional Pendidikan Personalia Biaya operasional pendidikan personalia adalah biaya yang dikeluarkan untuk kesejahteraan dan pengembangan personalia. 4) Biaya Operasional Pendidikan Non-Personalia Biaya operasional pendidikan non-personalia adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan segala bahan. Adapun personalia di sekolah meliputi pendidik dan tenaga kependidikan lain (laboran.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 standar biaya pendidikan antar kabupaten/kota Beberapa konsep dan definisi yang digunakan dalam penghitungan IBP 2009 adalah sebagai berikut. 1) Biaya Pendidikan Biaya pendidikan adalah nilai rupiah dari seluruh sumber daya pendidikan yang digunakan untuk kegiatan pendidikan. tukang kebun. pemeliharaan gedung dan peralatan. Biaya operasional pendidikan ini mencakup antara lain. serta biaya daya dan jasa. barang-barang yang usia pakainya kurang dari satu tahun. peralatan. pustakawan. 5) Indeks Biaya Pendidikan (IBP) IBP adalah angka yang menggambarkan perbanding84 . dan lain-lain). 2) Biaya Operasional Pendidikan Biaya operasional pendidikan adalah biaya pengadaan sumber daya pendidikan yang habis pakai dalam satu tahun atau kurang. perlengkapan. termasuk biaya pemeliharaan sarana dan prasarana yang digunakan untuk proses pembelajaran. atau biaya yang dikeluarkan berulang-ulang setiap tahunnya. dan lain-lain) yang melaksanakan atau menunjang proses pembelajaran. dan pegawai lain (seperti penjaga sekolah. pengeluaran-pengeluaran untuk gaji dan tunjangan.

diagram Timbang IBP Diagram Timbang atau Bobot IBP digunakan untuk mendapatkan perkiraan total biaya operasional pendidikan non personalia yang akan diperbandingkan. Diagram Timbang umum adalah nilai bobot yang didasari jumlah sekolah menurut jenjang pendidikan di kabupaten/kota untuk mendapatkan indeks gabungan /IBP. Paket Komoditas IBP Paket komoditas adalah sekelompok barang dan jasa yang digunakan dalam penghitungan IBP (khususnya biaya operasional). Diagram Timbang jenis barang/jasa adalah volume/kuantitas setiap jenis barang yang tercakup dalam paket komoditas pada setiap jenjang pendidikan/program keahlian untuk mendapatkan IBP menurut jenjang pendidikan/program keahlian. 3. KERANGKA PEmIKIRAN Pada tahun 2008.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 6) 7) 8) an biaya operasional pendidikan non personalia suatu kabupaten/kota terhadap biaya operasional pendidikan non personalia di kota Jakarta. Diagram Timbang meliputi diagram timbang jenis barang/ jasa dan Diagram Timbang umum. Tim Standar Biaya Pendidikan telah menyele85 . kondisi geografis dan variasi jenis tingkat pendidikan di daerah. Sampling Pemilihan kabupaten/kota dilakukan secara purposive sampling dengan memperhatikan keterwakilan wilayah. Paket komoditas dipilih berdasarkan nilai barang/jasa yang merupakan komponen biaya pendidikan dan mempunyai nilai yang relatif tinggi untuk dapat mewakili keseluruhan (representative) barang/jasa yang digunakan.

Oleh karena itu pengumpulan data harga yang merupakan salah satu komponen pembentukan IBP dilakukan di kabupaten/kota terpilih pada periode waktu yang sama. SMP/MTS. dengan kota Jakarta sebagai acuan. Oleh karena itu untuk mendapatkan standar biaya pendidikan antar kabupaten/kota diperlukan IBP yang merupakan suatu indeks spasial yang dapat mencerminkan tingkat kemahalan barang/jasa dari biaya operasional pendidikan non-personalia antar kabupaten/kota . Standar biaya operasional pendidikan tersebut hanya untuk kota Jakarta.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 saikan penghitungan standar biaya operasional pendidikan untuk SD/MI. IBP dihitung untuk beberapa kabupaten/kota di Indonesia yang didasarkan pada biaya operasional SD/MI. SMA/MA. SLB dan SMK. SMP/MTS. sementara Kabupaten/kota lainnya di Indonesia menggunakan IKK (Indeks Kemahalan Konstruksi) sebagai pendekatan untuk mendapatkan besarnya biaya operasional pendidikan pada setiap kabupaten/kota. Data harga tersebut juga harus mempunyai keterbandingan antar kabupaten/kota (comparable) dengan cara memilih data harga barang/ jasa dari kualitas dan spesifikasi yang sama atau setara untuk semua kabupaten/kota. SLB dan program keahlian di SMK. SMA/MA. Sementara itu untuk menghitung Standar biaya operasional pendidikan di kabupaten/kota yang tidak mempunyai IBP dapat menggunakan IBP kabupaten/kota lainnya sebagai pendekatan. Penggunaan IKK tersebut dianggap kurang tepat karena IKK mencerminkan tingkat kemahalan barang/jasa dari suatu nilai bangunan/konstruksi. IBP tersebut menggambarkan perbandingan biaya operasional pendidikan non personalia antar daerah dengan acuan biaya Jakarta. Kota Jakarta dipilih sebagai kota acuan karena ketersediaan data yang dianggap paling lengkap dan akurat. IBP tersebut dapat digunakan untuk menghitung standar biaya pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan. Penggunaan IBP kabupaten kota yang dipilih sebagai acuan adalah IBP kabupaten/kota yang dianggap sesuai yang didasarkan pada 86 .

4. mETOdA PENyUSUNAN INdEKS 4.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP kedekatan lokasi dan karakteristik geografis yang relatif sama dengan daerah bersangkutan. SMP/MTS. Namun adanya keterbatasan sumber daya (biaya).3 metoda Pengumpulan data Pengumpulan data harga untuk penghitungan IBP dilakukan melalui pengisian kuesioner/instrumen. penghitungan IBP hanya dapat dilakukan pada beberapa kabupaten/kota di beberapa provinsi sampel. SMA/MA. IBP tersebut disusun berdasarkan kebutuhan biaya operasional pendidikan di SD/MI. melalui pendekatan sebagai berikut. dan Timur 2) Pada setiap wilayah dipilih beberapa provinsi 3) P ada setiap provinsi dipilih beberapa kabupaten/kota yang memiliki tingkat satuan pendidikan dan program keahlian yang relatif lengkap. Data harga yang dikumpulkan mencakup semua komoditas/item yang masuk dalam paket komoditas dan responden untuk pengisian kuesioner/instrumen adalah unsur dinas pendidikan. SLB dan SMK.1 Rancangan Indeks Biaya Pendidikan (IBP) akan digunakan untuk menghitung standar biaya pendidikan pada tiap kabupaten/ kota di seluruh Indonesia. kondisi geografis dan variasi jenis tingkat pendidikan di daerah. unsur sekolah dan suplier di kabupaten/kota dari provinsi yang menjadi 87 . 1) Wilayah Indonesia dibagi menjadi tiga yaitu Bagian Barat. Tengah. 4.2 Sampling Pemilihan kabupaten/kota dilakukan secara purposive dengan memperhatikan keterwakilan wilayah. Dengan demikian penghitungan IBP seharusnya dilakukan pada setiap kabupaten/kota. 4.

Pendekatan ini digunakan bila 88 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 sampel. Bobot setiap barang/jasa yang masuk dalam paket komoditas dapat mewakili satu komoditas/item atau lebih dari satu komoditas/item dengan melakukan imputasi atau penyesuaian kuantitas untuk komoditas yang mempunyai karakteristik harga sejenis. dan SMK meliputi: 1) Paket Komoditas Beberapa kriteria pemilihan barang/jasa yang termasuk dalam paket komoditas IBP adalah sebagai berikut. a) Representatif. SLB. yaitu barang/jasa yang digunakan mempunyai keterbandingan antar daerah artinya bahwa barang/jasa tersebut ada di setiap daerah terpilih dengan menentukan spesifikasi maupun kualitas tertentu yang sama atau setara. SMA/MA. b) Komparabel. SMP/MTS. Pemilihan barang/jasa ini dapat ditentukan dengan cara membuat prosentase biaya setiap barang/jasa terhadap total biaya non personalia. Data yang diperoleh divalidasi dengan mengkonfirmasi data-data tersebut ke sekolah-sekolah di beberapa provinsi di Indonesia 4.4 Komponen Pembentuk IBP Komponen pembentuk IBP disusun berdasarkan biaya operasional pendidikan SD/MI. c) Data harga tersedia dan memungkinkan untuk diperoleh di setiap kabupaten/kota terpilih. yaitu barang/jasa yang mempunyai besaran biaya yang relatif tinggi dalam setiap komponen biaya non personalia. 2) Diagram Timbang (Bobot) IBP Diagram timbang (Bobot) jenis barang/jasa merupakan kuantitas dari setiap barang/jasa yang masuk dalam paket komoditas IBP per jenjang pendidikan/program keahlian.

n a) IBPjk i n 1 P Qijk ijk P 0Qi i j j 0 x100 i 1 IBPjk : IBP untuk jenjang pendidikan/program keahlian j di kabupaten/kota k.5 Formula Penghitungan IBP IBP dihitung untuk beberapa kabupaten/kota di Indonesia. dengan harga di kota Jakarta sebagai acuan (IBP kota Jakarta = 100). Validasi di lapangan juga dilakukan dengan melakukan konfirmasi data ke sekolah-sekolah.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP tidak diperoleh satu atau beberapa harga satuan barang/ jasa dalam komponen pendidikan atau nilai barang/jasa relatif kecil. 3) Data Harga Data harga diperoleh melalui workshop di kabupaten/kota di provinsi terpilih dengan mendatangkan unsur dinas yang berkompeten dalam mengelola harga barang/ jasa pendidikan. Harga setiap komoditas/item mempunyai kualitas dan spesifikasi yang sama atau setara untuk setiap kabupaten/kota agar dapat diperbandingkan. Dengan demikian perlu dilakukan validasi maupun penyesuaian-penyesuaian agar diperoleh data yang komparabel. Penghitungan dilakukan melalui 2 tahap dengan menggunakan formula penghitungan IBP sebagai berikut. Setiap tingkat satuan pendidikan dan program keahlian memiliki bobot masing-masing. Pada kenyataannya kondisi tersebut terkadang tidak dapat dipenuhi. suplier dan dokumen lain sebagai referensi. 4. Pijk : Harga komoditas i untuk jenjang pendidikan/pro89 . Diagram Timbang umum yang digunakan untuk mendapatkan IBP umum atau gabungan adalah jumlah sekolah setiap jenjang pendidikan/program keahlian di setiap kabupaten/kota.

SLB. dan SMK. W jk Tj k m j 1 Tj k x100 = Bobot IBP jenjang pendidikan j di kabupaten/kota k. Qijk : Kuantitas komoditas i untuk jenjang pendidikan/program keahlian j di kabupaten/kota k. SMA dibedakan menjadi 3 IBP. SLB maupun SMK secara umum dihitung menggunakan metode simple average karena keterbatasan data penunjang yang tersedia untuk penghitungan bobot.6 Interpretasi Hasil IBP dapat digunakan sebagai pendekatan (proxy) untuk 90 . Pij0 : Harga komoditas i untuk jenjang pendidikan/program keahlian j di Jakarta. SMP/MTS.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 gram keahlian j di kabupaten/kota k. m b) IBP k j 1 W j IBPj k k 100 IBPk : IBP kabupaten/kota k. m : banyaknya jenjang pendidikan yang meliputi 5 jenjang pendidikan yaitu SD/MI. Tjk : Jumlah sekolah pada jenjang pendidikan j di kabupaten/kota k. Untuk mendapatkan IBP SMA. 4. Qij0 : Kuantitas komoditas i untuk pendidikan/program keahlian j di Jakarta. SMA/MA. n : Banyaknya komoditas (paket komoditas) untuk jenjang pendidikan/program keahlian j. SLB 14 IBP dan SMK 75 IBP sesuai dengan program dan data yang tersedia.

7 Keterbatasan Penyusunan IBP 1) Metode Pengumpulan data Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan ”workshop”.000. dan Program Keahlian di SMK di suatu kabupaten/kota berdasarkan nilai standar biaya operasional pendidikan nonpersonalia kota Jakarta. SMA/MA.x 110. Oleh karena itu.Dari hasil penghitungan diketahui bahwa IBP kota ’X’ sebesar 110. akan lebih tepat bila pengumpulan data dilakukan secara langsung di sekolah..400. Berdasarkan pengalaman. 400.40 dapat berarti biaya operasional pendidikan di Ambon lebih tinggi 10. Contoh penghitungan nilai standar biaya operasional pendidikan: Nilai standar biaya operasional pendidikan jenjang pendidikan SD/MI kota Jakarta adalah Rp.40 : 100 = Rp.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP menghitung nilai standar biaya operasional pendidikan untuk komponen non personalia di SD/MI. SMP/MTS.000. Sebagai contoh dapat dijelaskan sebagai berikut. sehingga instrumen tersebut tidak terisi secara lengkap. 91 . Terdapat kelemahan workshop dimana tidak semua responden dapat hadir dan tidak semua yang hadir membawa data harga yang dibutuhkan pada saat kegiatan workshop berlangsung. SLB.40 maka nilai standar biaya operasional pendidikan jenjang pendidikan SD/MI untuk kota ’X’ adalah Rp.600. pada umumnya responden dari unsur sekolah cenderung memiliki data harga yang lebih akurat karena sesuai dengan harga beli barang/jasa pendidikan untuk keperluan proses belajar mengajar di sekolah. yaitu mengumpulkan ketiga unsur responden dalam satu pertemuan dalam satu hari untuk mengisi data harga pada instrumen yang telah disiapkan.441..40 persen dibandingkan dengan biaya pendidikan di Jakarta. IBP kota Ambon sebesar 110.4.

Data dari unsur Dinas Pendidikan bersumber dari daftar harga yang disusun oleh Pemda Kabupaten/kota yang pada umumnya relatif lebih tinggi dibandingkan data harga yang diperoleh dari supplier. sedangkan data sekolah merupakan data harga riil/pasar barang/jasa yang belum memperhitungkan pajak. data harga dari supplier cenderung lebih rendah karena digunakan untuk kepentingan memenangkan lelang. menyusun instrumen. menetapkan wilayah sampel. Data harga dari Pemda menggunakan harga tertinggi dari barang/jasa di Kabupaten/kota yang bersangkutan untuk kepentingan lelang pengadaan barang/jasa tersebut. Tahapan Kegiatan Penyusunan IBP Tahapan standar dalam penyusunan suatu indeks meliputi kegiatan pokok sebagai berikut. Hal ini terjadi karena setiap kelompok responden memiliki latar belakang dan motivasi yang berbeda. Persiapan kegiatan penyusunan indeks 2. Sementara itu. unsur sekolah. menetapkan responden. dan supplier di kabupaten/kota sehingga terdapat kecenderungan data yang diperoleh berbeda antar kabupaten/kota.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2) 3) Data harga tiap jenis barang/jasa Data harga yang dikumpulkan dari seluruh kabupaten/kota sampel bersumber dari responden yang terdiri atas unsur Dinas Pendidikan. untuk kabupaten/kota yang memiliki lebih dari satu harga bagi setiap jenis barang/jasa akan dilakukan penghitungan rata-rata harga untuk setiap jenis barang/jasa tersebut. namun hanya diperlukan satu harga untuk setiap jenis barang/jasa di setiap kabupaten/kota. Pada tiap kabupaten/kota akan diperoleh tiga kelompok harga. 1. pelatihan petugas) 92 . Oleh karena itu. Persiapan survei (menentukan paket komoditas.

84 114. Pelaksanaan survei (pengumpulan data) 4. data harga di kabupaten Asahan lebih murah daripada di Kota Medan. Uji publik 9. Contohnya. VI| INdEKS BIAyA PENdIdIKAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN (IBP) KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009 NO URUT 1 2 3 4 5 6 7 8 KABUPATEN/KOTA Kab. seperti: waktu.15 93 .72 99. Analisa data dasar 6.85 117.61 105. Langkat Kota Medan IBP THN 2009 114. dan tenaga. Asahan Kab. Aceh Besar Kab. Tanah Karo Kab. Oleh karena itu. justifikasi dilakukan dengan menggunakan data dasar penghitungan IKK untuk beberapa barang pabrikan.62 112. Rekonsiliasi data dasar berdasarkan hasil analisa data 8. Pengolahan data 5. Deli Serdang Kab.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 3. Validasi 7. Seharusnya harga di kabupaten Asahan lebih mahal karena barang yang dijual di Kabupaten Asahan berasal dari Kota Medan. sehingga hasil yang diperoleh kurang menggambarkan kondisi riil harga barang/jasa di suatu daerah dibandingkan dengan daerah lain. Finalisasi. Pidie Kota Banda Aceh Kab. Tahapan yang tidak dilakukan adalah rekonsiliasi yaitu kegiatan untuk memastikan keakuratan data berdasarkan perbandingan harga antar daerah.95 125. dana. Dalam penyusunan IBP tidak semua tahapan standar tersebut dilakukan. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan sumber daya.19 117.

Siak Kota Dumai Kota Pekanbaru Kab. Lampung Selatan Kab. Lampung Barat Kab. Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro DKI Jakarta Kab.58 105.00 107.89 115.80 112. Tanah Datar Kota Padang Kab.83 121. Rejang Lebong Kota Bengkulu Kab.67 112.32 149. Kampar Kab.95 128.29 112.63 126. Majalengka Kab. Sanggau Kota Pontianak Kota Singkawang Kota Palangkaraya IBP THN 2009 114.15 116.76 127.17 129.36 94 .98 111. Pontianak Kab. Tuban Kab.42 100.67 117.98 117. Nganjuk Kab.14 106.39 103.73 117.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 NO URUT 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 KABUPATEN/KOTA Kab.53 105.57 113.33 113.13 130. Bengkulu Utara Kab. Indragiri Hilir Kab.31 110. Kepahiang Kab. Bintan Kota Tanjung Pinang Banyuasin Musi Banyuasin Ogan Ilir Ogan Komering Ilir Kota Prabumulih Palembang Kab. Sumedang Kab.07 106.41 105. Bangka Kab.55 110.18 143.62 140. Agam Kab.62 113.69 128.10 121.78 114.63 104.

07 111.45 111.42 130.45 129. Sumbawa Barat Kab. Mamuju Kab.96 123.47 95 .37 144.87 114.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN NO URUT 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 Januari 2010 © BSNP KABUPATEN/KOTA Kab.01 117.41 131.17 124. Minahasa Utara Kab.65 112. Penajam Paser Utar Kab. Bone Kab. Pasir Kota Balikpapan Kota Bontang Kota Samarinda Kab.38 105.23 111. Majene Kab.30 112.38 119.30 124.94 115. Polewali Mandar Kab.84 104.85 114.79 114.75 120. Konawe Selatan Kab.69 112. Maros Kab. Timor Tengah Selat Kota Kupang Kab.81 153. Kutai Timur Kab. Minahasa Kota Bitung Kota Manado Kota Tomohon Kab. Sumbawa Kota Mataram Kab. Belu Kab. Tanah Laut Kota Banjar Baru Kota Banjarmasin Kab.37 132.17 120. Konawe Utara Kab. Barito Kuala Kab.08 111. Lombok Timur Kab.13 103. Kolaka Kota Kendari Kab. Maluku Tenggara IBP THN 2009 105.87 112.11 113. Lombok Tengah Kab.94 155.27 124.69 113. Soppeng Kota Makassar Kab.94 107.69 126. Maluku Tengah Kab.99 109.

pada umumnya responden dari unsur sekolah cenderung memiliki data harga yang lebih akurat karena sesuai dengan harga beli barang/jasa pendidikan untuk keperluan proses belajar mengajar di sekolah. dengan cara mengumpulkan responden (sekolah. Oleh karena itu. Pulau Buru Kota Ambon Kab. Kepulauan Aru IBP THN 2009 153. akan lebih tepat bila pengumpulan data dilakukan secara langsung di sekolah dengan konsekuensi waktu pengumpulan data harus lebih lama dari yang sudah ditetapkan sebelumnya.55 137. Seram Bagian Timur Kab. Seram Bagian Barat Kab.87 161.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 NO URUT 81 82 83 84 85 KABUPATEN/KOTA Kab. dinas.03 119. sehingga instrumen tidak terisi secara lengkap. Berdasarkan pengalaman.56 155.75 VII| REFLEKSI Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan ”workshop”. dan suplier) dalam satu pertemuan dalam satu hari untuk mengisi data harga pada instrumen yang telah disiapkan memiliki banyak kelemahan karena tidak semua responden dapat hadir dan tidak semua yang hadir membawa data harga yang dibutuhkan pada saat kegiatan workshop berlangsung. 96 .

BAB 7 PEmANtAUAN imPLEmENtASi StANDAr NASioNAL PENDiDikAN Badan Standar Nasional Pendidikan 97 .

.

PEMANTAUAN IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1| Pendahuluan Kegiatan pemantauan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang dilaksanakan Tahun 2009 ini didasarkan atas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 ayat (3) yang menyatakan bahwa pengembangan SNP serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. menurut PP 19 Tahun 2005 Pasal 78.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP BAB 7. pemerintah daerah provinsi. dan pengendalian mutu pendidikan. serta pemerintah pusat di pihak lain. Terkait dengan kegiatan pemantauan SNP. Sehubungan dengan itu. memantau. pemerintah daerah kabupaten/kota. perlu disepakati adanya pembagian tugas secara nasional antara BSNP di satu pihak dan satuan pendidikan. satuan pendidikan. Salah satu model pembagian tugas yang dianggap baik adalah 99 . pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (PP 19 Tahun 2005) Pasal 73 ayat (1) menyebutkan perlunya pembentukan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk mengembangkan. pemerintah daerah provinsi. Dalam pengumpulan data untuk pemantauan SNP. penjaminan. dan melaporkan pencapaian SNP. dan pemerintah daerah kabupaten/kota juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakannya dalam rangka melakukan evaluasi kinerja pendidikan.

(4) tingkat pencapaian standar. BSNP menganggap perlu untuk melakukan pemantauan SNP dengan mengumpulkan data secara langsung. Oleh karena itu. pemantauan pada Tahun 2009 juga mencakup ketentuan yang terkait dengan Buku Teks Pelajaran (BTP) dan Ujian Nasional (UN). (2) sosialisasi. Pemantauan mencakup aspek-aspek berikut: (1) ketersediaan dokumen. Pemerintah Pusat atau BSNP masih bisa melakukan pemantauan secara langsung jika diperlukan. Standar-standar yang perlu dipantau adalah yang telah diberlakukan minimal 1 tahun setelah keluarnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) yang terkait dengan standar tersebut. yaitu pengumpulan dan pengolahan data dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 model terdistribusi. dan (5) Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru (Standar Guru) Karena dianggap perlu. pada Tahun 2009. Unit yang menjadi fokus dalam pemantauan Standar Nasional Pendidikan adalah: 100 . (3) Standar Pengawas Sekolah/Madrasah (Standar Pengawas) (4) Standar Kepala Sekolah/Madrasah (Standar Kepala Sekolah). dan (5) pelaksanaan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. (3) pelaksanaan standar. Pada Tahun 2009. standar-standar yang dipantau adalah sebagai berikut: (1) Standar Isi (SI). (2) Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Pemerintah pusat dan BSNP dapat langsung mengakses data primer yang tersimpan di pemerintah daerah kabupaten/kota untuk diolah sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

dinas pendidikan provinsi. program studi di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Hasil pemantauan yang dilaksanakan pada Tahun 2009 tentang SNP.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (1) (2) (3) (4) (5) (6) satuan pendidikan (sekolah/madrasah). kantor departemen agama kabupaten/kota. Landasan kegiatan pemantauan ini adalah: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 ayat (3). b. dan pemahaman dokumen SNP di lapangan. dan (3) informasi mengenai pelaksanaan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. (7) panitia sertifikasi guru di LPTK. kantor wilayah departemen agama. 3| Landasan a. dinas pendidikan kabupaten/kota. dan (8) Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 73 ayat (1). Ketentuan-ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait dan para pengambil kebijakan untuk mengembangkan upaya peningkatan pelaksanaan dan pencapaian SNP serta pelaksanaan ketentuan-ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. 101 . 2| Tujuan dan manfaat Tujuan pemantauan Standar Nasional Pendidikan adalah untuk memperoleh: (1) informasi mengenai ketersediaan. (2) informasi mengenai tingkat penerapan dan pencapaian SNP lapangan. sosialisasi.

yang ideal adalah dengan memberikan tes dan/atau pengamatan langsung di lapangan sesuai dengan karakteristik kompetensi yang akan diukur. Kepala LPMP. Para surveyor tersebut mengumpulkan data dengan cara mewawancarai responden yang telah ditentukan sebelumnya. yaitu guru. (5) 29 ketua panitia sertifikasi guru di LPTK. 102 . pengumpulan data tentang kompetensi guru. ketua panitia sertifikasi guru dan ketua Program Studi di LPTK. 4 madrasah negeri. dan pengawas berdasarkan atas apa yang mereka rasakan. pengawas. (4) 32 ketua program studi LPTK. kepala sekolah. Para responden ditanya persepsi mereka yang terkait dengan kompetensi guru. kepala sekolah. dan pengawas dilakukan melalui wawancara terhadap responden yang dianggap relevan. kepala sekolah. Kepala Kantor Wilayah Depag Provinsi. (3) 480 pengawas. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/kota. responden yang diwawancarai sebanyak 3705 dengan distribusi sebagai berikut: (1) 960 kepala sekolah. kepala sekolah. Dalam pengumpulan data yang terkait standar kompetensi guru. kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan melibatkan 12 surveyor di setiap provinsi sehingga ada 4 surveyor untuk setiap kabupaten/kota. Kepala Kantor Depag Kabupaten/kota. dan pengawas. amati. 6 sekolah swasta. (6) 96 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/ kota. (7) 32 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. (8) 96 Kepala Departemen Agama Kabupaten/Kota. dan tidak mungkin dilaksanakan oleh BSNP secara langsung. (2) 1920 guru.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 4| metode Pemantauan Kegiatan pemantauan Tahun 2009 dilaksanakan di 33 provinsi dan di masing-masing provinsi ditentukan 3 kabupaten/kota. dan/atau alami selama berinteraksi dengan guru. Pengumpulan data di Sumatera Barat tidak dilaksanakan karena masalah teknis. 3 madrasah swasta. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. Secara keseluruhan. Di setiap provinsi dipilih 17 sekolah negeri. dan (10) 25 Kepala LPMP. (9) 32 Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi. Oleh karena cara yang ideal belum dapat dilaksanakan. untuk pengambilan datanya.

kualifikasi kepala sekolah. Tahapan Kegiatan Pemantauan Standar 2009 No. 3. Tahapan kegiatan Pemantauan Standar tahun 2009 dapat dipaparkan dalam bentuk matriks sebagai berikut.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP dan pengawas. ditarik kesimpulan berikut ini. Kegiatan Pelatihan Surveyor Pengumpulan data Pengolahan data Hasil Pemantauan Analisis data Hasil Pemantauan Penyusunan Laporan Pemantauan Waktu/Tempat 17 Juni – 18 Juli/33 provinsi 31 Ags – 24 Okt/32 provinsi 4 – 6 November/Jakarta 14 – 16 November/Jakarta 21 – 23 November/Jakarta 5| Hasil yang diperoleh Berdasarkan hasil analisis data. (2) Dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa. (3) Keadaan sekolah yang terkait dengan jumlah rombongan belajar dan jumlah siswa setiap rombongan belajar masih jauh dari standar. dan negeri-swasta. 5.1 Kesimpulan Umum (1) Faktor yang paling menghambat pencapaian standar kualifikasi akademik guru. dan kualifikasi pengawas adalah biaya. Tabel 1. serta responden pengawas ditanya tentang kompetensi guru dan kepala sekolah. responden kepala sekolah ditanya tentang kompetensi guru dan pengawas. 4. 5. 2. dan Pengawas. Responden guru ditanya tentang kompetensi kepala sekolah dan pengawas. yang diperoleh melalui wawancara dengan para responden. Kepala Sekolah. masih ada kesenjangan dalam pencapaian Standar Kompetensi Guru. 103 . sekolah-madrasah. 1.

kondisi geografis. Persentase responden guru dan kepala sekolah/madrasah dari Sekolah dan dari madrasah berimbang. tampak jelas masih ada kesenjangan. ketersediaan dokumen Standar Guru termasuk yang cukup memprihatinkan. po104 .1 Ketersediaan dan Sosialisasi Dokumen Standar dan Pendukungnya (1) Pada umumnya ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di sekolah dan unit-unit kerja yang terkait masih belum maksimal. Penyebab adanya kesenjangan ini mungkin faktor sosialisasi. dan di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di sekolah/madrasah negeri. yaitu hanya 68% responden guru dan 67% kepala sekolah yang menyatakan bahwa dokumen Standar Guru tersedia di sekolahnya.2. tidak tampak ada kesenjangan untuk kepemilikan dokumen secara umum. (3) Jika data pemantauan tentang ketersediaan dokumen dipilah berdasarkan kategori Jawa dan Luar Jawa. dan jika ada perbedaan.2 Kesimpulan tentang Standar Nasional Pendidikan dan Aspek-Aspeknya 5. dan/atau tidak maksimalnya fungsi birokrasi pemerintah daerah di luar Jawa. Semua dokumen tentang Standar Nasional Pendidikan beserta dokumen pendukungnya lebih banyak tersedia di sekolah/madrasah (berdasarkan responden kepala sekolah/ madrasah) di Jawa daripada yang tersedia di Luar Jawa.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 5. (2) Ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di luar Jawa lebih rendah daripada di Jawa. (4) Jika dipilah berdasarkan kategori Madrasah dan Sekolah.

Keterangan: SPN : Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional GdD : Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen SNP : Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan SI : Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standa Isi SKL : Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan PAN : Panduan Penyusunan KTSP MOD : Model KTSP SPS : Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah SKS : Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar 105 . ada yang lebih tinggi persentase responden dari Sekolah tapi juga ada yang lebih tinggi persentase responden dari madrasah. Perbedaan tentang ketersediaan dokumen secara nasional dan Jawa-Luar Jawa dapat dilihat dalam grafik berikut ini.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP lanya bervariasi.

85% 0.22% 71.12% Jawa 32.23% Luar 24.03% 71.32% 1. Tahap Pelaksanaan KTSP Menurut Guru dan Kepala Sekolah Pelaksanaan KTSP Serentak Bertahap Belum 106 Guru Nas. 26. kepala sekolah. juga diharapkan bahwa tidak kurang dari 22% sekolah belum melaksanakan KTSP secara utuh.2 Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan (1) Sekolah yang telah memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) secara lengkap (tujuan pendidikan. dan pengawas belum maksimal (kurang dari 87%).35% 1.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 SG BTP Kepala Sekolah : Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Guru : Ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran DUN : Ketentuan tentang Ujian Nasional (5) Secara umum sosialisasi yang diikuti oleh guru.42% Luar 26. Dengan kata lain. muatan kurikulum. Faktor ini mungkin yang menyebabkan kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi ketersediaan dokumen-dokumen tentang Standar Nasional Pendidikan beserta dokumen pendukungnya. dan silabus) tidak lebih dari 78%.2. (2) Lebih banyak sekolah yang melaksanakan KTSP secara bertahap daripada yang serentak.08% 36.11% 70.35% 63.89% 0. 5. Jawa 28.51% . kalender pendidikan. (6) Sosialisasi dokumen semua Standar Nasional Pendidikan yang dilakukan di Jawa lebih banyak daripada di luar Jawa.49% 67.50% 72.39% Kasek Nas. yang bisa diartikan bahwa diharapkan yang telah melaksanakan KTSP secara penuh tidak melebihi 78%. Tabel 2.

74% 83.44% Luar 15.29% jawa 10. Tabel 4.17% 9.09% 13.56% 20.15% jawa Luar Kepala Sekolah Nasional 14.56% 14.74% sampai 20.31% 17.13% 14. Tabel 3.49% (5) Lebih banyak guru dan kepala madrasah daripada guru dan kepala sekolah menilai Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan termasuk kategori tinggi.15% Guru Kepala Sekolah Pengawas Tepat Rendah Tinggi Tepat Rendah Tinggi Tepat Rendah 85.83% 20.29% 78.53% 12. Penilaian Guru.31% 17.73% 13.29% 1. Akan tetapi jika dilihat jumlah responden yang menganggap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan tinggi masih sekitar 12.49% perlu dicermati lebih lanjut mengingat standar yang ditetapkan oleh BSNP bersifat minimal.83% 84.74% jawa Luar 13.56% 1.55% 20.10% 81.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (3) Sebagian besar responden menganggap bahwa Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan tepat. Penilaian Guru. (6) Lebih banyak guru dan kepala sekolah/madrasah swasta daripada guru dan kepala sekolah/madrasah 107 .49% 1.18% Pengawas Nasional 12. Kepala Sekolah.22% SI SKL (4) Lebih banyak guru dan kepala sekolah/madrasah di luar Jawa daripada di Jawa yang menilai tuntutan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan termasuk kategori tinggi. dan Pengawas Terhadap SI dan SKL Tinggi 13. Kepala Sekolah.08% 13.15% 4.64% 0. dan Pengawas terhadap SI dan SKL (Terlalu Tinggi) Guru Nasional SI SKL 13.45% 17.

Tabel 5. (c) Kompetensi Pedagogis. dan (d) dalam kelompok kompetensi profesional sebanyak 39%).10% Swasta 14.29% 18.3 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru (1) Secara nasional. Standar Guru dari segi kualifikasi akademik masih jauh untuk bisa terpenuhi secara nasional. SMP 74%. Jika dilihat per jenjang pendidikan.45% 25.16% 21. Penilaian Guru dan Kepala Sekolah Terhadap SI dan SKL (Terlalu Tinggi) Berdasarkan Sekolah-Madrasah dan Negeri-Swasta Guru Sekolah madrasah SI SKL 12.27% Negeri 12.84% 19.39% Kepala Sekolah Sekolah madrasah Negeri 13. (2) Guru yang telah menguasai semua sub-kompetensi dalam: (a) kelompok kompetensi pedagogis sebanyak 42%. urutan dari yang paling banyak dikuasai sampai dengan yang paling sedikit dikuasai oleh guru adalah (a) Kompetensi Kepribadian. 43% guru telah memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D4. SLB 51%. dan SMA 91%.04% 17. SD 24%. Artinya. 108 .56% 17.12% 15. (c) dalam kelompok kompetensi sosial sebanyak 75%.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 negeri menilai Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan termasuk kategori tinggi.71% 5. (b) kelompok kompetensi kepribadian sebanyak 76%. guru yang telah memenuhi standar kualifikasi akademik: TK 14%.73% 13. dan (d) kompetensi Profesional.65% 15. SMK 86%. Pemenuhan keprofesionalan guru masih menjadi tantangan yang besar dalam mencapai standat kompetensi guru. (3) Dari empat standar kompetensi guru.44% 15.09% 21. (b) Kompetensi Sosial.94% Swasta 18.

SOISG : Kompetensi Sosial Guru. PRIG : Kompetensi Kepribadian Guru. ada kesenjangan dalam pencapaian semua standar kompetensi guru kecuali kompetensi sosial. dan negeri-swasta.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP Catatan: PEDG : Kompetensi Pedagogik Guru. PROG : Kompetensi Profesional Guru (4) Jika dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa. sebagaimana diilustrasikan dalam grafik berikut ini. sekolah-madrasah. 109 .

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 110 .

kecuali kompetensi 111 . tidak ada kesenjangan dalam pencapaian standar kompetensi kepala sekolah. dan negeri-swasta. (c) Kompetensi Supervisi (87%).4 Standar Kepala Sekolah/Madrasah (1) Berdasarkan data yang diperoleh dari NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan per Juni 2009) 48% Pengawas sekolah/madrasah telah memenuhi standar kualifikasi akademik (S1 bagi pengawas di TK dan SD serta S2 bagi pengawas di SMP dan SMA). (2) Dari lima standar kompetensi kepala sekolah/madrasah. (3) Jika dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa. (d) kompetensi Manajerial (82%).PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 5. sekolah-madrasah. dan (e) Kompetensi Kewirausahaan (75%). (b) Kompetensi Sosial (96%). urutan dari yang paling banyak dikuasai sampai dengan yang paling sedikit dikuasai oleh kepala sekolah adalah (a) Kompetensi Kepribadian (96%).

51% 95.20% 95.10% 95.68% 99.14% 93.46% 95.96% 94.38% 93.93% 98.62% 94.10% 74.73% 83.96% 93.63% 95.15% 94.02% 97.89% 92.71% 95.16% 97.33% 95.99% 94.70% 95.92% 95.03% 93.82% 98.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 supervisi (dari semua kategori tersebut) dan kompetensi kewirausahaan (hanya dari kategori Jawa-luar Jawa saja).49% 97.80% 78.61% Kompetensi Kewirausahaan Kompetensi Supervisi manajerial 112 .92% 95.25% 95.80% 95.79% 92.94% 94.22% 90.53% 96.07% 93.41% 91.48% 92.68% 96.11% 94.38% 92.93% 94.24% 92.28% 95.55% 91.10% 94.66% 96.57% 97.64% 90.00% 94.48% 95.22% 95.62% 96.77% 96.48% 96.82% 88.45% 95.84% 97.60% 96.36% 94.04% 95.67% 95.13% 96.96% 94.25% 92.61% 96.27% 95.70% 99.11% 72.22% 95.87% 80.08% 96.87% 85.46% 95.87% 96.24% 94.55% 94.77% 92.28% 76.43% 96.71% 94.96% 94.69% 95.52% 95.82% madrasah Sekolah Negeri Swasta Kompetensi Kepribadian PRIK1 PRIK2 PRIK3 PRIK4 PRIK5 WIRK1 WIRK2 WIRK3 WIRK4 WIRK5 MANK1 MANK2 MANK3 MANK4 MANK5 MANK6 MANK7 MANK8 MANK9 MANK10 MANK11 MANK12 MANK13 98.98% 96.29% 95.63% 95.25% 93.19% 91.51% 96.92% 96.53% 98.76% 92.37% 94.69% 97.76% 95.78% 94.19% 75.63% 96.84% 95.03% 96.38% 97.62% 97.24% 91.69% 96.11% 74.36% 96. Tabel 6.39% 95.76% 95.88% 96.75% 80.80% 96.11% 94.20% 99.19% 90. Pandangan Guru Terhadap Kompetensi Kepala Sekolah Nasional jawa Luar jawa 98.26% 84.31% 88.69% 92.72% 93.20% 94.88% 96.97% 94.94% 94.58% 94.70% 96.30% 95.24% 94.45% 98.06% 90.48% 95.58% 95.44% 95.90% 95.47% 95.31% 95.11% 93.93% 94.11% 93.64% 91.21% 95.33% 95.91% 95.94% 90.31% 95.56% 96.03% 92.04% 92.71% 96.27% 96.40% 96.12% 95.77% 75.85% 96.70% 96.72% 82.20% 95.69% 95.61% 92.28% 87.62% 91.

dan (f ) Kompetensi Penelitian dan Pengembangan (21%).25% 81.31% 97.33% 89. 113 .06% 84.56% 97.99% 97. (e) Kompetensi Supervisi Akademik (44%).33% 83.24% Swasta 87. (c) Kompetensi Evaluasi Pendidikan (70%).36% 91.67% 92.39% 88.93% 86.15% 93.92% madrasah Sekolah 86.44% Negeri 89.04% 84.49% 96.33% 96.78% 91.33% 92.68% 93.81% 97.40% 97.04% 82.30% Kompetensi Supervisi Akademik Kompetensi Sosial 5.70% 85.04% 81.93% 93.61% 89.48% 95.29% 97.42% 96.10% 92.00% 91. (2) Dari enam standar kompetensi pengawas.52% 97.76% 94.24% 86.42% 92.56% 81. (d) Kompetensi Supervisi Manajerial (60%).31% 80.66% 88.88% 90.29% 96.69% 80.75% 96.06% 94. urutan dari yang paling banyak dikuasai sampai dengan yang paling sedikit dikuasai oleh pengawas adalah (a) Kompetensi Sosial (87%).49% Januari 2010 © BSNP Nasional MANK14 MANK15 MANK16 AKAK1 AKAK2 AKAK3 SOSK1 SOSK2 SOSK3 88.13% 98.07% 89.75% 87.44% 86.31% 92.48% 96.26% 97. (b) Kompetensi Kepribadian (75%).47% jawa 91.65% 90.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Luar jawa 88.55% 96.09% 96.20% 88.35% 82.93% 89.44% 97.13% 88.6 Standar Pengawas Sekolah/madrasah (1) Standar Pengawas Sekolah/Madrasah masih sangat jauh untuk bisa terpenuhi baik dari Standar Kualifikasi akademik (kurang dari 50%) maupun dari Standar Kompetensinya.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 114 .

Persentase Pengawas Yang Kompetensinya Baik Menurut Kepala Sekolah Nasional PRIP1 PRIP2 PRIP3 PRIP4 SOSP1 SOSP2 MANP1 MANP2 MANP3 MANP4 MANP5 MANP6 MANP7 MANP8 75.67% 94.62% 89.33% 90.84% 88.34% 84.74% 92.73% 89.55% 85.19% 70.24% 90.62% 84.78% 82. dan negeri-swasta.53% 92.60% 88.19% 86.20% 77.09% 87.82% 75.44% 88.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (3) Jika dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa.22% 88.13% 74.00% 66. ada kesenjangan dalam pencapaian semua standar kompetensi pengawas kecuali kompetensi kepribadian.24% 87.25% 87.92% 71. tidak ada kesenjangan dalam pencapaian kompetensi kepribadian.85% 75.12% 60.22% 91.70% 60.65% 91.87% 66.14% 91.22% 78.61% 60.88% 59.89% 87.10% madrasah 61.89% 77.60% 79.69% 86.87% 83. Tabel 7.26% 88. sekolah-madrasah.51% 60.51% 75.31% 87.22% 94.14% 81.33% 78.43% Negeri 78.26% 84.66% 92.87% 74.17% 82.70% 86.40% 86.84% 74.07% Kompetensi Kepribadian Kompetensi Sosial Kompetensi Supervisi manajerial 115 .39% Sekolah 79.28% 66.62% 73.98% 64.17% 85.38% 75.03% 88.16% 72.74% 90.02% 60.49% 84.31% 92.29% jawa 73.92% 77.67% 83.54% 72.42% 73.33% 77.89% 93.13% 89.11% Luar jawa 75.59% 93.67% 87.73% Swasta 68.33% 88.39% 59.47% 89.33% 87.87% 70.52% 85.26% 74.39% 50.90% 90.26% 74.84% 81.06% 89.33% 75.06% 83. dilihat dari kategori Jawa dan luar Jawa.10% 89.49% 75.87% 63.

51% 72.04% 80.88% 72.67% 25.7 Buku Teks Pelajaran (1) Pelaksanaan ketentuan tentang jumlah buku teks per mata pelajaran untuk setiap siswa masih jauh dari harapan.92% 70.79% 31.79% 45.77% 63.06% 17.23% 84.01% 63.28% 44.70% 34.72% 15.05% 70.63% madrasah Sekolah Negeri Swasta 62.71% 82.27% 22.39% 67.52% 32.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Tabel 8.73% 69.76% 62.56% 74.55% 78.55% 72.88% 74.45% 19.37% 18.86% 80.20% 77.41% 80.29% 68.31% 76.92% 85.05% 78.13% 68.63% 80.29% 23.04% 46.04% 84. baru 116 .80% 70.62% 57.64% 78.15% 27.54% 83.60% 28.99% 56.06% 77.74% 69.65% 73.42% Kompetensi Penelitian dan Pengembangan LITP1 21.88% 66.18% 78.59% 34.90% 61.13% 34.53% 18.45% 37.08% 33.93% 79.91% 74.82% 47.64% 24. Persentase Pengawas Yang Kompetensinya Baik Menurut Guru Luar jawa Kompetensi Evaluasi Pendidikan Nasional jawa EVAP1 EVAP2 EVAP3 EVAP4 EVAP5 EVAP6 76.71% 31.60% 69.37% 24.59% 15.98% 79.05% 37.86% 31.19% 54.18% 18.88% 23.65% 80.15% 65.51% 85.27% 57.01% 75.68% 47.09% 65.92% 69.58% 34.76% 56.94% 45.10% 29.20% 74.93% 72.54% 69.10% 22.93% 41.37% 40.17% 58.25% 44.54% 74.62% 22.36% 44.27% 74.96% 74.66% 38.72% 17.16% 72.95% 29.32% 76.63% 85.32% 42.44% 27.59% 23.77% 78.31% 80.74% 15.40% 24.02% 77.85% 29.15% 24.65% 15.56% 79.82% 70.64% 77.72% LITP2 LITP3 LITP4 LITP5 LITP6 LITP7 LITP8 AKAP1 AKAP2 AKAP3 AKAP4 AKAP5 AKAP6 AKAP7 AKAP8 21.26% 26.15% 79.59% 80.79% 86.59% 70.08% 40.23% 41.35% 74.84% Kompetensi Supervisi Akademik 5.03% 24.61% 57.03% 76.63% 44.60% 65.14% 24.94% 69.86% 35.19% 67.63% 88.55% 75.52% 21.67% 44.71% 84.01% 64.11% 61.00% 79.43% 21.22% 24.36% 32.49% 36.73% 15.13% 63.31% 75.40% 37.76% 15.

8 Ujian Nasional (1) Sebagian besar sekolah menambah jam pelajaran mata pelajaran yang dicakup dalam Ujian Nasional dan memberikan les tambahan.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (2) (3) (4) (5) terpenuhi 50%. belum sesuai dengan harapan sehingga berpeluang menjadi hambatan atas pelaksanaan dan pencapaiannya. (2) Anggapan bahwa semua sekolah menggunakan Ujian Nasional sebagai satu-satunya penentu kelulusan ternyata tidak benar karena ada siswa yang tidak lulus satuan pendidikan walaupun mereka lulus Ujian Nasional. 5. atau rasa percaya diri terhadap kesiapan untuk menghadapi Ujian Nasional masih rendah. Masih banyak pengadaan buku yang langsung dilakukan oleh penerbit (41%) yang berarti tidak sesuai dengan ketentuan. 117 . (4) Persentase responden (12%) yang menyatakan bahwa tingkat kesukaran UN tinggi sejalan dengan tingkat kelulusan UN yang 90%. (3) Kegiatan sosialisasi tentang Ujian Nasional kepada pihakpihak yang berkepentingan belum maksimal. 2 Th 2008 tentang Buku Teks Pelajaran. yang bisa ditafsirkan bahwa proses belajar mengajar yang dilaksanakan berdasarkan kurikulum dianggap belum cukup. Baru 52% guru mengetahui adanya Permendiknas No. Persentase guru yang menggunakan buku teks pelajaran yang sudah dianggap layak melalui penilaian BSNP baru 67%. Masih banyak penetapan buku teks pelajaran yang dilakukan oleh selain dewan guru (36%) yang berarti tidak sesuai dengan ketentuan.

Salman dr. Muchtar Abdul Karim. Ali Saukah. ST NAmA INSTANSI UNY ITB UI UI UM UM ITB UPI UM UPI UM UPI UNNES Dir. Dr. Dr. Drs. Tri Bagyo.Th INSTANSI UGM ITB UNY UNNES UI ASAL Yogyakarta Bandung Yogyakarta Semarang Jakarta Jakarta Jakarta Tim Ahli yang bersifat ad hoc adalah: Tabel 10. Fawzia Aswin Hadis Dr. Mungin Eddy Wibowo Prof. M. Tendik ITB ASAL Yogyakarta Bandung Jakarta Jakarta Malang Malang Bandung Bandung Malang Bandung Malang Bandung Semarang Jakarta Bandung Jakarta Mandikdasmen Jakarta 118 . Nana Sudjana Dr. Weinata Sairin. Danny Meirawan Dr. M. M. Wilarso Dr. Dr. Dr. A. Dr. I. Samitha Djayanti Arif Rifai Dwiyanto. Edy Tri Baskoro Prof. M. Mukminan Dr. Sisworo Prof. Ibrahim Bafadal. Anggani Sudono. Bana Kartasasmita Dr. M. Achmad Slamet Drs.Si Dr. Adi Rahmat Dr. Bagyo Yuono M. Ph.A Pdt..Ed Drs. Dr. Djemari Mardapi Prof. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Dr. Martono.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 6| Tim Ahli Anggota BSNP Tabel 9. Tim Pemantauan Standar NO. MA Prof.Pd Dr. Bambang Soehendro Prof. Anggota BSNP dalam Pemantauan Standar NO 1 2 3 4 5 6 7 NAmA Prof. M.D Dr. M.

Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Mengingat pengambilan data pemantauan juga dilakukan di madrasah. karena alasan non-tehnis kegiatan pengumpulan data baru dapat dilaksanakan pada akhir Agustus 2009. Surveyor pada kegiatan pemantauan ini terdiri dari pengawas. staf dinas pendidikan. ketentuan tentang Ujian Nasional. Permasalahan. Kegiatan pelatihan surveyor berakhir pada 18 Juli 2009. dan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran. jadi terdapat tenggang waktu yang cukup lama. (1) Guru perlu diberi pelatihan dan pendampingan secara intensif tentang pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) oleh lembaga yang kompeten karena sekolah 119 . dan staf LPMP. sebaiknya surveyor yang bertugas juga melibatkan pihak departemen agama. Standar Guru.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 7| Hambatan. Sebaiknya kegiatan pengumpulan data dilakukan sesegera mungkin setelah pelatihan surveyor. Oleh karena itu untuk kegiatan pemantauan berikutnya perlu adanya pertemuan tim ad hoc sebelum kegiatan pelatihan surveyor. Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Berdasarkan hasil pemantauan implementasi Standar Isi/SKL. meskipun mereka yang berhalangan dapat dicarikan pengganti. Hal tersebut berpotensi mengakibatkan terjadinya perbedaan metode dan fokus pelatihan surveyor. dosen LPTK. dipaparkan beberapa rekomendasi sebagai berikut. Selain itu perlu ada pertemuan tim ad hoc sebelum kegiatan pengumpulan data untuk membahas permasalahan-permasalahan yang muncul pada saat kegiatan pelatihan surveyor. dan Saran Kegiatan pemantauan ini langsung dimulai dengan pelatihan surveyor di 33 provinsi tanpa didahului dengan pertemuan koordinasi tim ad hoc pemantauan sebagai pelatih surveyor. namun para penggantinya tidak mendapatkan pelatihan karena tidak ada kesempatan. Hal tersebut mengakibatkan cukup banyak surveyor yang berhalangan untuk melaksanakan tugas.

Standar Kompetensi Lulusan. dan Standar Guru karena ternyata tingkat aksesibilitasnya terhadap dokumen standar tersebut di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di sekolah/madrasah negeri. Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan guru sekolah/madrasah negeri dan swasta dari segi aksesibilitas terhadap Standar Isi. Pemberian beasiswa bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik agar memenuhi standar juga perlu dilakukan. Untuk meningkatkan jumlah guru yang memenuhi standar kualifikasi akademik guru sesuai dengan tahun pencapaian (2015). Standar Kompetensi Lulusan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 (2) (3) (4) (5) (6) (7) yang mata pelajarannya sudah dilengkapi dengan silabus dan RPP tidak lebih dari 79%. Faktor ini mungkin yang menyebabkan kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi ketersediaan dokumen-dokumen tentang Standar Nasional Pendidikan beserta dokumen pendukungnya. dan Standar Guru. kepala sekolah. perlu dipertimbangkan program kesetaraan S-1 berdasarkan kualitas “track-record” dan uji kompetensi oleh institusi yang kompeten sesuai dengan ketentuan yang terkait dengan Standar Guru. Perlu ditelaah lebih lanjut substansi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena ada guru. di luar Jawa perlu diberi perhatian yang lebih besar daripada di Jawa karena ternyata sosialisasi yang dilakukan di Jawa secara konsisten dianggap lebih banyak daripada di luar Jawa. Sosialisasi tentang dokumen standar. Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi penyebar-luasan peraturan dan perundangan tentang pelaksanaan pendidikan pada satuan pendidikan karena ternyata tingkat ketersediaannya di luar Jawa lebih rendah daripada di Jawa. khususnya Standar Isi. dan guru yang membuat sendiri silabus baru 38% dan RPP 67%. dan pe- 120 .

dan pengawas di luar Jawa.49%) yang menganggap standar tersebut tinggi. (9) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara sekolah dan madrasah dari segi persepsi mereka terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena lebih banyak madrasah menilai tinggi terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan daripada sekolah. sekolah dan madrasah. di Madrasah. (12) Perlu ditindak-lanjuti adanya data yang menunjukkan masih cukup banyak peraturan atau kebijakan pemerintah daerah yang tidak sesuai dengan Standar Guru. kepala sekolah. serta sekolah/madrasah negeri dan sekolah/madrasah swasta dari segi pencapaian kompetensi guru. (10) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara sekolah/madrasah negeri dan sekolah/madrasah swasta dari segi persepsi mereka terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena lebih banyak sekolah/madrasah swasta menilai tinggi terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan daripada sekolah/madrasah negeri. Standar Kepala Sekolah. dan pengawas karena ada kecenderungan pencapaian kompetensi guru. (13) Sebagai lembaga penghasil guru bidang studi. dan Standar Pengawas karena kalau dibiarkan akan dapat menghambat pelaksanaan dan pencapaian standar-standar tersebut. setiap Program 121 . di sekolah.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP ngawas (antara 12. kepala sekolah. dan di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di Jawa. (8) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi persepsi mereka terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena lebih banyak sekolah/madrasah di luar Jawa menilai tinggi terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan daripada sekolah di Jawa. dan di sekolah/madrasah negeri.74% sampai dengan 20. (11) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa.

(19) Perlu dilakukan koordinasi di tingkat pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan Nasional dan Departemen Agama) dan 122 . (15) Perlu ada program percepatan pemenuhan standar tentang jumlah rombongan belajar dan jumlah siswa setiap rombongan belajar karena akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran. perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang proses belajar mengajar di kelas apakah sudah sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. (16) Untuk mengungkapkan latar belakang adanya fakta banyaknya sekolah yang menambah jam pelajaran dan memberikan les tambahan. dan mata pelajaran yang buku teks pelajarannya belum ada yang dinilai perlu segera dilakukan penilaiannya. (18) Perlu dikembangkan model sistem informasi manajemen yang terpadu sehingga memungkinkan dilaksanakannya pengumpulan data yang terpadu dan serempak secara nasional.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Studi Pendidikan Bidang Studi harus mengetahui sedikitnya Undang-undang Guru dan Dosen (hanya 89% LPTK yang memiliki dokumennya) serta Standar Guru (hanya 81% Prodi LPTK yang memiliki dokumennya) karena mereka harus tahu kompetensi apa yang dimiliki para lulusannya sebagai calon guru profesional. bukan dengan cara menambah jam pelajaran dan memberi les tambahan. Keadaan ini harus dianggap serius dan perlu ditindak-lanjuti di tingkat pimpinan LPTK atau di tingkat Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi. yaitu dengan melaksanakan prinsip pembelajaran tuntas sejak awal. harapannya angka yang muncul adalah 100% untuk dua dokumen ini. (17) Perlu dilakukan sosialisasi tentang cara yang paling dianggap tepat untuk mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Nasional. (14) Buku teks pelajaran yang telah dinilai layak oleh BSNP perlu didistribusikan secara memadai dan merata ke sekolah-sekolah. Oleh karena itu.

123 . dan LPMP) dalam pengumpulan data karena gambaran tentang pelaksanaan dan pencapaian Standar Nasional Pendidikan secara nasional sangat tergantung pada ketersediaan data-data yang relevan di semua unit tersebut. Kantor Wilayah Departmen Agama. untuk itu perlu pengumpulan data yang dilaksanakan serentak secara nasional. (20) Perlu ditingkatkan fungsi dan peranan pusat pengumpulan data terpadu untuk mengurangi beban unit terkecil dalam memberikan data yang sama untuk kepentingan yang berbeda-beda.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP Pemerintah Daerah (Dinas Pendidikan Kabupaten/kota. Dinas Pendidikan Provinsi. Kantor Departement Agama Kabupaten/ kota.

.

BAB 8 PENgEmbANgAN iNStrUmEN PENiLAiAN bUkU tEkS PELAjArAN Badan Standar Nasional Pendidikan 125 .

.

bahan habis pakai. kelayakan bahasa. 127 . Demikian juga dalam Pasal 43 ayat (5) dinyatakan bahwa buku teks pelajaran dinilai kelayakan isi. peralatan pendidikan. dan PKn SmA/SmK 1| Pendahuluan Dalam Pasal 42 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabotan. PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN A mata Pelajaran Agama Sd. SmP.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP BAB 8. kelayakan penyajian dan kelayakan kegrafikaannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan ditetapkan oleh Peraturan Menteri. media pendidikan. buku dan sumber belajar lainnya. dan perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. SmA/SmK. Sehubungan dengan ketentuan Pasal tersebut di atas maka diperlukan buku sebagai penunjang pembelajaran. Pernyataan tersebut diperkuat dengan pasal 43 ayat (4) yang menyatakan bahwa ada rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan untuk setiap peserta didik.

Agama Hindu. Agama Buddha. Tujuan lain adalah untuk membeli buku teks pelajaran yang dialihkan hak ciptanya dan dijadikan buku teks pelajaran elektornik.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2| Tujuan dan manfaat Pada tahun 2009. Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran bertujuan untuk menghasilkan instrumen yang dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran : Agama Islam. bahasa. kelayakan penyajian. telah dilaksanakan kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Agama Kristen. yaitu sesuai dengan Standar Isi. Buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya digunakan sebagai sumber belajar di setiap satuan pendidikan. Agama Hindu. Agama Buddha. PKn untuk SMA/SMK. Instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama terdiri atas: Agama Islam. Manfaat buku teks yang telah dinilai kelayakan isi. dan Agama Khonghucu. Agama Katolik. Agama Katolik. dan Agama Khonghucu untuk SD. penyajian dan kegrafikaan. kelayakan bahasa. Agama Hindu. dan Agama Khonghucu pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Agama Kristen. Agama Kristen. dan kelayakan kegrafikaannya merupakan jaminan bagi peserta didik memperoleh buku yang dapat digunakan 128 . Agama Katolik. dan SMA/SMK. dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajan pada satuan pendidikan adalah agar peserta didik memperoleh buku yang sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP. Manfaat instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Agama Islam. Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Proses Pendidikan. Tujuan menilai kelayanan isi. dan buku teks pelajaran PKn SMA/SMK. Agama Buddha. SMP. kelayakan bahasa. dan PKn adalah diperolehnya alat penilaian buku teks pelajaran yang terstandar dan dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran yang memenuhi kelayakan isi. kelayakan penyajian.

I Made Titib. Hamidah. Siradjudin Zar. Dr. Anggota UIN Jakarta FX Adisusanto Sj.Th. Dr. Lic. Dr. M.Ag Anggota IAIN Palembang Dr. Ph. Jakart Dr. Daniel Nuhamara. Matheus Beny Mite. MBA Anggota WALUBI Jakarta Prof. Kadarmanto Harjowasito Anggota STTH Jakarta Dr. M. Anggota Univ Atma Jaya Hum.Si. Anggota UII Yogyakarta Dra. R. SE. Anggota BSNP No 1 2 3 4 5 6 Nama Prof. Weinata Sairin. Idrus. Tima Ahli No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 jabatan Instansi dalam tim Dr.Th Anggota UKSW Salatiga Suhadi Sendjaja. Soegito UI UIN UNJ STBA Pertiwi LAI UNNES Instansi Asal Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Semarang 2. Fawzia Aswin Hadis (Koordinator) Prof. baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya.T. Djaali Dr. Suharsono.M. M.Pd Pdt. Drs. 3| Tim ahli 1.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP untuk pembelajaran yang bermutu dan sarana untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. Dr. M. Dr.Psi. Yunan Yusuf Prof.D Anggota IHDN Bali Nama mata Pelajaran Psikometri Psikometri Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Katolik Agama Katolik Agama Kristen Agama Kristen Agama Buddha Agama Buddha Agama Hindu 129 . MA Anggota IAIN Padang Dr. M.. M. M. Dr. Anggadewi Moesono Wakil Ketua UI Jakarta Prof. Urip Purwono Ketua UNPAD Bandung Dr.Th (Wakil Koordinator) Prof. Netty Hartaty. Buku teks pelajaran selain bermanfaat bagi peserta didik juga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar. Tl Anggota KWI Jakarta Drs. A. M. M. Pdt Utama Anggota WALUBI Jakarta Soedjito Kusumo K. S. S.

Hum.M. Dr. ahli pembelajaran mata pelajaran. Dr. H. b.Si Anggota Psikometri 4| Tahapan Kegiatan Langkah-langkah penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama SD. I Wayan Suwira Satria.Sc. ahli kegrafikaan dan ahli psikometri. Abdul Gafur. Oesman Arif Prof. Drs. M.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No 14 15 16 17 18 19 Nama Drs. Temu awal ini dihadiri oleh koordinator tim dan 5 orang anggota BSNP. a. Pada awal pertemuan ini diadakan perkenalan antara 130 . Menetapkan tim ahli yang terdiri atas ahli materi mata pelajaran. Rustopo. Gardjito jabatan Instansi dalam tim Anggota Jakarta Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota MATAKIN Jakarta MATAKIN Jakarta UNY Yogyakarta UNNES Semarang Perpustakaan Nasional Jakarta UNM Makassar mata Pelajaran Agama Hindu Agama Khonghucu Agama Khonghucu PKn PKn Kegrafikaan 20 Drs. Kaharuddin Arafah. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah yang ditetapkan oleh BSNP seperti berikut ini: 1) Penyusunan desain Instrumen dan Pengenalan mengenai Instrumen Kegiatan penyusunan desain instrumen dan pengenalan mengenai instrumen dilaksanakan di ruang rapat BSNP Gedung D lantai 2 Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 4 – 6 Maret 2009. SMP.SH. serta 17 orang anggota tim ahli. SMA/SMK dan PKn SMA/SMK sebagai berikut. M. Mulyadi WS Dr. MM WS Dr.

tim ahli melakukan brainstorming tentang jenis buku yang ingin diterbitkan dengan mengacu kepada Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) masing-masing mata pelajaran yang bersangkutan. Tim ahli mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran terkait. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka Naskah Akademik (NA) dan draf awal pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Agama SD.Sc.13 Maret 2009. Untuk mencapai tujuan tersebut.D dari Universitas Padjajaran Bandung sebagai ketua tim dan Dr. Setelah itu dilakukan pemilihan ketua dan wakil ketua tim ahli dengan hasil. 131 . Pada langkah ini pula ditetapkan nama-nama anggota tim ahli dan anggota BSNP yang akan bertugas mengumpulkan data serta unsur-unsur yang akan diundang pada masing-masing provinsi. dan 7 orang anggota BSNP. M. SMA/SMK dan PKn SMA/SMK. SMP. Anggadewi dari Universitas Indonesia sebagai wakil ketua tim. Ph.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 2) anggota BSNP dengan anggota tim ahli. serta contoh instrumen penilaian buku teks pelajaran yang telah dikembangkan BSNP pada tahun sebelumnya. Hasil kajian tersebut dijadikan kerangka untuk menyusun instrumen pengumpulan data di 5 provinsi pada langkah berikutnya. Kajian Bahan dasar Kajian bahan dasar untuk penyusunan desain instrumen penilaian buku teks pelajaran agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang Bvlgari II Hotel Grand Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 11 . Kegiatan ini dihadiri oleh semua anggota tim ahli (19 orang). Urip Purwono.

Pada akhir pertemuan langkah ini akan dilakukan pleno BSNP dengan anggota tim ahli masing-masing mata pelajaran. 4 orang Hindu. Fatmawati Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 1 . Jumlah peserta FGD tiap provinsi sebanyak 40 orang dengan rincian : (a) orang tua siswa sebanyak 12 orang yang terdiri atas: 4 orang Katolik.3 April 2009 yang dihadiri oleh 6 orang anggota BSNP dan semua anggota tim ahli. 2 orang Hindu. RS. dan 4 orang Khonghucu. Analisis data Kegiatan analisis data untuk penyusunan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dilak- 132 . Pengolahan data Data dan masukan responden dari 5 kota yang telah terkumpul melalui FGD pada langkah sebelumnya diolah dan dianalisis baik secara kualitatif maupun kuantitatif untuk dijadikan bahan pembuatan Naskah Akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn. (b) guru sebanyak 12 orang yang terdiri atas: 4 orang Katolik.21 Maret 2009. (d) tokoh agama sebanyak 6 orang yang terdiri atas: 2 orang Katolik.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 3) 4) 5) Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan melalui sistem Focused Group Discussion (FGD) dilaksanakan di lima provinsi yaitu: Sumatera Barat. (c) siswa sebanyak 6 orang yang terdiri atas: 2 orang Katolik. 2 orang Hindu. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang sidang BSNP Gedung D Lantai 2 Mandikdasmen Jl. 1 orang anggota BSNP. dan 1 orang staf sekretariat. Bali. dan Jawa Timur pada tanggal 18 . dan 2 orang Khonghucu. Sulawesi Utara. dan (e) panitia sebanyak 4 orang. Jumlah tim pengumpul data yang bertugas pada masing-masing kota sebanyak 5 orang dengan rincian: 3 orang tim ahli. DI Yogyakarta. dan 2 orang Khonghucu. dan 4 orang. 4 orang Hindu.

Anggota BSNP yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 6 orang dan anggota tim sebanyak 19 orang.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 6) 7) 8) sanakan di ruang sidang Anggrek 6 lantai 7 Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada tanggal 15 . Penyusunan draf Instrumen Hasil analisis data pada pertemuan sebelumnya dijadikan bahan untuk menyusun Naskah akademik dan draf instrumen. Presentasi ke BSNP dan Reviu draf Instrumen-2 Presentasi ke BSNP dan reviu draf instrumen 2 pe133 .29 Mei 2009 yang dihadiri oleh 18 orang anggota tim dan 6 orang anggota BSNP. tim membuat bahan presentasi yang akan disampaikan kepada pleno BSNP pada pertemuan berikutnya. Pada bagian akhir pertemuan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menghasilkan draf naskah akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan draf naskah akademik dan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn yang telah dikembangkan pada pertemuan sebelumnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis semua masukan dari setiap daerah yang telah diolah dan dijadikan bahan untuk menyusun draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn. Reviu draf Instrumen Reviu draf instrumen penilaian buku teks pelajaran agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang Anggrek 6 lantai 7 Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada tanggal 27 . Kegiatan penyusunan draf instrumen ini dilaksanakan di ruang sidang BSNP Gedung D lantai 2 Mandikdasmen Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 2 – 4 Mei 2009 yang dihadiri oleh 5 orang anggota BSNP dan 17 orang anggota tim.17 April 2009.

R. Pada pertemuan ini juga dikembangkan instrumen yang dapat dijadikan bahan pengumpul masukan dari para reviewer pada pertemuan berikutnya. kemudian pada tanggal 5 -6 Juni 2009. 1 orang anggota BSNP dan 1 orang staf sekretariat BSNP. Malang. Kegiatan lokakrya draf Instrumen ini dilaksanakan pada tanggal 17 – 19 Juni 2009 di Apartemen Puri Casablanca Jakarta. 10) Lokakarya Pembahasan draf Instrumen Masukan para pakar pada saat kegiatan validasi instrumen diolah dan dianalisis oleh tim ahli. dan Makassar. Selanjutnya hasil analisis ini dijadikan bahan lokakarya dengan mengundang ahli masing-masing mata pelajaran. Untuk melaksanakan kegiatan validasi ini.6 Juni 2009. Target kegiatan ini adalah mendapatkan masukan dari para pakar masing-masing mata pelajaran untuk menyempurnakan draf instrumen. 2 Cipete Jl. dan guru masing-masing mata pelajaran. tim ahli mengolah masukan BSNP untuk menyempurnakan draf instrumen-2 menjadi draf instrumen-3.S. 134 . 2 orang anggota tim. 9) Validasi draf instrumen Validasi draf instrumen dilaksanakan di 10 – 12 Juni 2009 di lima kota yaitu : Palembang.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 nilaian buku teks pelajaran agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang BSNP Gedung Mandikdasmen Lt. panitia pada masing-masing kota mengundang 40 orang peserta. Bandung. kemudian dijadikan bahan untuk menyempurnakan draf instrumen. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan berupa tingkat keterbacaan masing-masing butir dan deskripsi instrumen dari para ahli pembelajaran. ahli materi. Solo. Draf instrumen-2 ini diberi masukan oleh anggota BSNP. Fatmawati Jakarta Selatam pada tanggal 4 .

Kegiatan uji coba instrumen dilaksanakan pada 5 – 7 Juli 2009 secara bersamaan di 5 kota yaitu: Denpasar. dan Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota BSNP. 135 . guru. Kristen. Bogor. Para undangan diberi buku untuk dinilai dengan menggunakan draf instrumen yang telah dikembangkan oleh tim ahli. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan draf instrumen penilaian masing-masing mata pelajaran. nama tim uji coba. Jakarta. 12) Uji Coba draf Instrumen Kegiatan uji coba draf instrumen bertujuan untuk melihat sejauh mana instrumen tersebut dapat dijadikan alat untuk menilai sampel buku teks pelajaran yang beredar di masing-masing provinsi.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 11) Finalisasi draf Instrumen untuk Uji Coba Kegiatan finalisasi draf instrumen ini dilaksanakan di hotel Golden Boutique Jakarta pada tanggal 24 – 26 Juni 2009 dengan dihadiri oleh 6 orang anggota BSNP dan 18 orang anggota tim. dan lokasi uji coba instrumen. 2 orang anggota tim ahli. dan tim ahli. Uji coba dihadiri oleh 1 orang anggota BSNP. Katolik. dan PKn. Oleh karena itu pada langkah ini diundang para ahli terkait mata pelajaran Agama Islam. dan para praktisi mata pelajaran terkait di masing-masing provinsi. Pada akhir kegiatan dihasilkan juga panduan uji coba instrumen. Buddha. Kupang. dan 40 orang undangan yang terdiri atas dosen. Khonghucu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis masukan para pakar sewaktu instrumen diujicobakan. agenda uji coba. Hindu. 13) Analisis Hasil Uji Coba dan Perbaikan Instrumen Analisis data hasil uji coba dan revisi instrument penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang BSNP Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 11 – 13 Juli 2009.

14) Persiapan Sosialisasi Instrumen yang telah disempurnakan pada langkah sebelumnya kemudian diplenokan di BSNP dan difinalkan berdasarkan masukan anggota BSNP. Yogyakarta. Manado. Instrumen hasil penyempurnaan melalui pleno akan disahkan oleh BSNP sebagai tanda bahwa instrumen tersebut telah sahih untuk dipergunakan menilai buku teks pelajaran dan siap untuk disosialisasikan kepada penerbit dan calon penulis. dan Panduan FGD Data FGD untuk penyu sunan draf instrumen Data dari 5 provinsi Hasil analisis data untuk penyusunan draf instrumen Draf instrumen 4 5 Pengolahan data Analisis data 136 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Hasil analisis kemudian dirangkum dan dijadikan masukan untuk menyempurnakan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn. Surabaya Ruang sidang BSNP Jakarta 6 Penyusunan draf instrumen Ruang sidang BSNP Tempat Ruang sidang BSNP Tanggal 04 – 06 Maret 2009 11 – 13 Maret 2009 18 – 20 Maret 2009 01 – 03 April 2009 15 – 17 April 2009 02 – 04 Mei 2009 Target Kerangka naskah akademik (NA) dan kerangka instrumen Kerangka NA. Secara rinci kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dapat dirangkum seperti berikut ini. kerangka instrumen. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 Juli di ruang sidang BSNP Cipete Jakart Selatan yang dihadiri oleh anggota BSNP dan tim ahli. No Kegiatan 1 Temu awal untuk penyusunan desain 2 Kajian bahan dasar Jakarta 3 Pengumpulan data Padang. Denpasar.

Surabaya Ruang sidang BSNP 12 13 14 Ruang sidang BSNP Instrumen yang telah disahkan BSNP yang siap disosialisa sikan 5| Hasil yang diperoleh Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn ini menghasilkan dokumen berupa: a. Malang. bahasa dan kegrafikaan buku teks pelajaran Agama SD. Instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan isi. SMA/SMK. dan 2009 Makassar Jakarta 17 – 19 Juni 2009 24 – 26 Juni 2009 05 – 07 Juli 2009 11 – 13 Juli 2009 22 – 24 Juli 2009 Data hasil vali dasi dan draf instrumen Masukan dari para pakar dan draf instrumen Instrumen yang siap diujicoba kan Masukan dari para stake holder Instrumen final 10 11 Jakarta Denpasar.SMP. Rincian instrumen yang dihasilkan dalam kegiatan ini diuraikan sebagai berikut: 137 . penyajian. Naskah akademik penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama SD. b. 10 – 12 Juni Solo. Bogor.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No Kegiatan 7 Reviu draf instrumen Tempat Jakarta 8 Presentasi ke BSNP dan reviu draf instrumen 2 Validasi draf instrumen Lokakarya pembahasan draf instrumen Finalisasi draf instrumen untuk uji coba Uji coba draf instrumen Analisis hasil uji coba dan perbaikan instrumen Persiapan sosialisasi instrumen Tanggal 27 – 29 Mei 2009 04 – 06 Juni 2009 Januari 2010 © BSNP Target Masukan para pakar untuk penyempurnaan draf instrumen Masukan dari BSNP Ruang sidang BSNP 9 Palembang. Jakarta. Bandung. dan PKn SMA/SMK. Kupang. dan PKn SMA/SMK.SMP. SMA/SMK.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No Nama Mata Pelajaran 1 Pendidikan Agama Islam Nama Produk Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA 2 Sub total (1) Pendidikan Agama Katolik 3 Sub total (1) Pendidikan Agama Kristen Sub total (1) Jumlah 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 138 .

PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No Nama Mata Pelajaran 4 Pendidikan Agama Buddha Nama Produk Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Januari 2010 © BSNP 5 Sub total (1) Pendidikan Agama Hindu 6 Sub total (1) Pendidikan Agama Khonghucu Sub total (1) Jumlah 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 139 .

validasi dan uji coba draf instrumen. pada saat uji coba instrumen. BSNP agar buku teks pelajaran Agama yang dihasilkan nanti mampu membangun semangat kerukunan dan kesatuan demi memantapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks masyarakat majemuk Indonesia. Hindu dan Buddha pada saat validasi dan ujicoba instrumen pada daerah-daerah tertentu. Interaksi yang harmonis ini menunjukkan suasana kerukunan antar ummat beragama yang sangat baik. dipilih peserta yang lebih banyak jumlahnya untuk mata pelajaran agama Khonghucu. Namun demikian dalam pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn ini. 140 . Hal ini mengakibatkan kurangnya kritikan/masukan terhadap substansi butir yang dikembangkan terutama pada saat validasi. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama ini telah tercipta suasana “bersatu dalam perbedaan dan berbeda dalam persatuan” Sejak awal dalam kelompok ini memang ditekankan oleh .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No Nama Mata Pelajaran 7 PKn Nama Produk Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Sub total (1) jumlah Total Jumlah 3 3 3 3 12 300 6| Refleksi Dalam penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn ini terdapat beberapa kendala antara lain sulitnya menemukan dosen ataupun guru yang ahli dalam mata pelajaran Agama Khonghucu. Untuk mengatasi hal tersebut. Buddha dan Hindu terutama untuk daerah-daerah sentra agama yang bersangkutan. terdapat pula beberapa hal yang sangat mengagumkan antara lain terjadinya interaksi yang dinamis dan harmonis baik antara sesama pengembang instrumen maupun antara pengembang dengan tim pakar yang diundang pada saat pengumpulan data.

media pendidikan. Demikian juga dalam Pasal 43 ayat (5) dinyatakan bahwa buku teks pelajaran dinilai kelayakan isi. Bahasa Arab. Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran bertujuan untuk menghasilkan instrumen yang dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran : Bahasa Jerman. Pernyataan tersebut diperkuat dengan pasal 43 ayat (4) yang menyatakan bahwa ada rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan untuk setiap peserta didik. Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin untuk SMA/SMK. Manfaat instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Bahasa Jerman. telah dilaksanakan kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing SMA/SMK yang terdiri atas: Bahasa Jerman.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP B mata Pelajaran Bahasa Asing SmA/SmK 1| Pendahuluan Dalam Pasal 42 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabotan. 2| Tujuan dan manfaat Pada tahun 2009. peralatan pendidikan. buku dan sumber belajar lainnya. Bahasa Arab. Bahasa Arab. Sehubungan dengan pasal tersebut di atas maka diperlukan buku sebagai penunjang pembelajaran. kelayakan bahasa. Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin. dan perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Bahasa Perancis. Bahasa Perancis. Bahasa Jepang dan 141 . kelayakan penyajian dan kelayakan kegrafikaannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan ditetapkan oleh Peraturan Menteri. bahan habis pakai. Bahasa Perancis.

kelayakan bahasa. Weinata sairin. Djemari Mardapi Prof.Dr.Dr. Tujuan lain adalah untuk membeli buku teks pelajaran yang dialihkan hak ciptanya dan dijadikan buku teks pelajaran elektornik. dan kelayakan kegrafikaannya merupakan jaminan bagi peserta didik memperoleh buku yang dapat digunakan untuk pembelajaran yang bermutu dan sarana untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. M. Fawzia Aswin Hadis (Koordinator) Pdt. baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya. penyajian dan kegrafikaan. Prof.. Mungin Eddy Wibowo. Buku teks pelajaran selain bermanfaat bagi peserta didik juga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar. Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Proses Pendidikan. kelayakan penyajian. kelayakan penyajian. dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajan pada satuan pendidikan adalah agar peserta didik memperoleh buku yang sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP.Dr.Th (Wakil Koordinator) Prof. bahasa.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Bahasa Mandarin adalah diperolehnya alat penilaian buku teks pelajaran yang terstandar dan dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran yang memenuhi kelayakan isi.Dr.Kons. Dr. MPd. yaitu sesuai dengan Standar Isi. Tujuan menilai kelayanan isi. Buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya digunakan sebagai sumber belajar di setiap satuan pendidikan. No 1 2 3 4 5 6 Anggota BSNP Nama Prof. kelayakan bahasa. Edy Tri Baskoro Prof. Furqon Instansi UI LAI UNNES UNY ITB UPI Asal Jakarta Jakarta Semarang Yogyakarta Bandung Bandung 142 . 3| Tim ahli 1. Manfaat buku teks yang telah dinilai kelayakan isi.

M.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No 7 8 9 10 11 12 12 14 15 Nama Prof. Irene Risakotta. MPd Anggota UPI Bandung Bahasa Perancis Dr.Dr. Seto Mulyadi Prof. Djodjok Anggota Soenardjo.Dr. Zaki Baridwan Prof. Yunan Yusuf Prof. M. Setiawati Anggota Darmojuwono. MA UI Jakarta Bahasa Jerman Dr.Pd Dr.T. MA Prof. Astini Semarang Bahasa Perancis Dr. M. Syaifudin Ketua UMM Malang Psikometri Wakil Al Izhar Pondok Ir.Dr.Hum UI Jakarta Bahasa Arab Prof.Dr. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Tima Ahli jabatan Instansi mata Pelajaran dalam tim Dr. Bambang Soehendro Prof. Dr. Dr. M. Anggani Sudono. Tato Hendarto Msi Ketua Labu Psikometri Prof. Djaali Dr. M. M. Dr. Dr. MA Anggota Japan Foundation Bahasa Jepang Anggota Perpustakaan Dr..Dr.Si Anggota UNM Makassar Nama 143 . Suharsono. SS. Kaharuddin Arafah. A. Afdol Tharik Wastono. Matsna. Gardjito Nasional Kegrafikaan Drs. Moh. Anggota M. Hermina Sutami Anggota UI Jakarta Bahasa Mandarin Nita Madona Sulanti. MA Anggota UIN Jakarta Bahasa Arab Dr. Anggota MA UI Jakarta Bahasa Mandarin Anggota UNNES Prof. Tri Indri Hardini. Soegito Instansi UGM UIN UNJ STBA Pertiwi Al Ihzar UIN Komnas Anak UGM UNNES Januari 2010 © BSNP Asal Yogyakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Yogyakarta Semarang 2. MPd Anggota UNESA Surabaya Bahasa Jerman Prof.Dr. Mlit UNESA Surabaya Bahasa Jepang Evi Lusiana. Komarudin Hidayat Dr.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 4| Tahapan Kegiatan Langkah-langkah penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama SD. SMP. Syaifuddin dari Universitas Muhammadiyah Malang sebagai ketua tim dan Ir. Kasubbid daltuku. ahli kegrafikaan dan ahli psikometri. c. Pada awal pertemuan ini diadakan perkenalan antara anggota BSNP dan Staf Pusbuk dengan anggota tim ahli. 12 orang anggota tim ahli. Menetapkan tim ahli yang terdiri atas ahli materi mata pelajaran.Ihzar Pondok Labu sebagai wakil ketua tim. SMA/SMK dan PKn SMA/SMK sebagai berikut. dan staf teknis Pusbuk. Untuk mencapai tujuan tersebut. mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran terkait. Kepala Pusat Perbukuan. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka Naskah Akademik (NA) dan draf awal pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Bahasa Asing SMA/SMK. tim ahli melakukan brainstorming tentang jenis buku yang ingin diterbitkan. Tato Hendarto. Dr. d. M. Kegiatan ini dihadiri oleh koordinator tim dan 7 orang anggota BSNP. Kabid Bangnas daltuku Pusat Perbukuan. Setelah itu dilakukan pemilihan ketua dan wakil ketua tim ahli dengan hasil.12 Maret 2009. Kajian Bahan dasar dan Penyusunan desain Instrumen Kegiatan penyusunan desain instrumen dan pengenalan mengenai instrumen dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 10 . serta con- 144 . ahli pembelajaran mata pelajaran. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah yang ditetapkan oleh BSNP seperti berikut ini: 1) Temu Awal.Si dari Al.

Kegiatan ini dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 19 . siswa. ahli pembelajaran. Pengolahan dan Analisis data Data dan masukan para peserta FGD pada langkah sebelumnya diolah dan dianalisis. Kegiatan pengumpulan data dihadiri oleh seluruh anggota tim. dan orang tua siswa untuk masing-masing mata pelajaran. Pada langkah ini pula ditetapkan nama-nama anggota tim ahli dan anggota BSNP yang akan bertugas mengumpulkan data serta unsur-unsur yang akan diundang pada masing-masing provinsi. Penyusunan draf Instrumen-1 Hasil analisis data pada pertemuan sebelumnya dijadikan bahan untuk menyusun Naskah akademik dan draf instrumen. staf Pusbuk.16 Maret 2009. baik secara kualitatif maupun kuantitatif untuk dijadikan bahan pembuatan Naskah Akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 2) 3) 4) toh instrumen penilaian buku teks pelajaran yang telah dikembangkan BSNP pada tahun sebelumnya. dan staf Pusbuk. guru. dan semua anggota tim ahli. Peserta FGD terdiri atas unsur : ahli materi. Kegiatan penyusunan draf instrumen ini dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 2 – 4 April 2009 yang dihadiri oleh semua 145 . anggota BSNP.21 Maret 2009 yang dihadiri oleh anggota BSNP. Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan melalui sistem Focused Group Discussion (FGD) dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 14 . Pada akhir pertemuan langkah ini akan dilakukan pleno BSNP dengan anggota tim ahli masing-masing mata pelajaran. praktisi. Peserta FGD dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran.

Pada pertemuan ini. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan berupa tingkat keterbacaan masing-masing butir dan deskripsi instrumen dari para ahli pembelajaran. jadwal validasi. Hasil pertemuan ini adalah draf Instrumen yang siap divalidasi. Jogjakarta. Medan. panitia pada masing-masing kota mengundang validator yang terdiri atas unsur-unsur: ahli pembelajaran dan ahli materi masing-masing mata pelajaran. dan Makassar. anggota BSNP dan staf Pusbuk. tim juga melakukan presentasi dalam sidang pleno BSNP. Penyusunan draf Instrumen Masukan para pakar pada saat kegiatan validasi instrumen diolah dan dianalisis oleh tim ahli. anggota BSNP dan staf Pusbuk.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 5) 6) 7) anggota tim ahli. Untuk melaksanakan kegiatan validasi ini. ahli materi. dan nama-nama calon validator di lima provinsi. kemudian dijadikan bahan untuk menyempurnakan draf instrumen. 146 . Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan draf naskah akademik dan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing yang telah dikembangkan pada pertemuan sebelumnya. Reviu draf Instrumen dan Presentasi ke BSNP Reviu draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 15 – 17 Mei 2009 yang dihadiri oleh seluruh anggota tim ahli. Validasi draf instrumen Validasi draf instrumen dilaksanakan tanggal 22 – 24 Mei 2009 di lima kota yaitu : Jakarta. dan guru masing-masing mata pelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menghasilkan draf naskah akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing. Bandung.

guru. tim ahli. Manado. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota BSNP. 147 . 2 orang anggota tim ahli.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 8) 9) Kegiatan penyusunan draf Instrumen ini dilaksanakan pada tanggal 31 Mei – 2 Juni 2009 di hotel Mega Anggrek Jakarta Barat. Bahasa Perancis. Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin. Oleh karena itu pada langkah ini diundang para ahli terkait mata pelajaran Bahasa Arab. Target kegiatan ini adalah mendapatkan draf instrumen yang siap untuk diujicobakan pada pertemuan berikutnya. Kegiatan uji coba instrumen dilaksanakan pada 27 – 29 Juni 2009 secara bersamaan di 5 kota yaitu: Bandung. Uji coba dihadiri oleh 1 orang anggota BSNP. Jakarta. dan para praktisi mata pelajaran terkait di masing-masing provinsi. Uji Coba draf Instrumen Kegiatan uji coba draf instrumen bertujuan untuk melihat sejauh mana instrumen tersebut dapat dijadikan alat untuk menilai sampel buku teks pelajaran yang beredar di masing-masing provinsi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis masukan para pakar sewaktu instrumen diujicobakan. dan Surabaya. Bahasa Jerman. Analisis Hasil Uji Coba dan Revisi draf Instrumen Analisis data hasil uji coba dan revisi instrument penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 9 – 11 Juli 2009. dan staf Pusbuk. Hasil analisis kemudian dirangkum dan dijadikan masukan untuk menyempurnakan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing. Para undangan diberi buku untuk dinilai dengan menggunakan draf instrumen yang telah dikembangkan oleh tim ahli. dan dan staf Pusbuk serta para undangan yang terdiri atas dosen. Semarang.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 10) Finalisasi draf Instrumen Instrumen yang telah disempurnakan pada langkah sebelumnya kemudian diplenokan di BSNP dan difinalkan berdasarkan masukan anggota BSNP. No Kegiatan 1 Temu Awal. Jogjakarta. dan Makassar Draf instrumen yang telah direviu Data validasi 148 . dan staf Pusbuk. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 .12 Maret 2009 Jakarta Target Kerangka naskah akade mik dan kerang ka instrumen Data FGD untuk penyu sunan draf instrumen Data untuk penyusunan draf instrumen Draf Instrumen 14 – 16 Maret 2009 19 – 21 Maret 2009 2 – 4 April 2009 15 – 17 Mei 2009 22 – 24 Mei 2009 3 Pengolahan dan analisis data Penyusunan draf instrumen dan Presentasi ke BSNP Reviu draf instrumen Validasi Draf Instrumen Jakarta 4 Jakarta 5 6 Jakarta Jakarta. Secara rinci kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dapat dirangkum seperti berikut ini. Bandung.28 Juli 2009 di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan yang dihadiri oleh anggota BSNP. Instrumen hasil penyempurnaan melalui pleno kemudian disahkan oleh BSNP sebagai tanda bahwa instrumen tersebut telah sahih untuk dipergunakan menilai buku teks pelajaran dan siap untuk disosialisasikan kepada penerbit dan calon penulis. Kajian Bahan Dasar dan Penyusunan Desain Instrumen 2 Pengumpulan data Tempat Jakarta Tanggal 10 . tim ahli. Medan.

b.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No Kegiatan 7 Penyusunan draf instrumen 8 Uji coba instrumen Tempat Jakarta Tanggal 31 Mei – 2 Juni 2009 27 . Semarang. penyajian. Manado. Surabaya Analisis data hasil uji Jakarta coba dan revisi draf instrumen Finalisasi instrumen Jakarta Target Penyempurnaan draf instrumen Data Uji coba 9 – 11 Juli 2009 26 – 28 Juli 2009 Revisi dan penyempurnaan draf instrumen Instrumen final 5| Hasil yang diharapkan Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan Bahasa Asing ini menghasilkan dokumen berupa: a. Naskah akademik penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing SMA/SMK. Jakarta. Instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan isi. Rincian instrumen yang dihasilkan dalam kegiatan ini diuraikan sebagai berikut: No Nama Mata Pelajaran Nama Produk 1 Bahasa Arab Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Sub total (1) 2 Bahasa Jerman Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Sub total (1) Jumlah 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 149 . bahasa dan kegrafikaan buku teks pelajaran Bahasa Asing SMA/SMK.29 Juni 2009 Januari 2010 © BSNP 9 10 Bandung.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 3 Bahasa Perancis Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 4 Sub total (1) Bahasa Jepang 5 Sub total (1) Bahasa Mandarin Sub total (1) jumlah Total 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 20 6| Refleksi Dalam penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing ini terdapat beberapa kendala antara lain sulit menemukan dosen ataupun guru ahli mata pelajaran terutama Bahasa Mandarin di luar Kota Jakarta. sebaiknya para validator dan peserta uji coba instrumen diundang untuk menjadi calon penilai. Untuk mengatasi hal tersebut. Hal ini diduga akan berdampak pula nanti pada saat perekrutan calon penilai buku teks pelajaraan Bahasa Asing. 150 .

PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP BAB 9 PENiLAiAN bUkU tEkS PELAjArAN Badan Standar Nasional Pendidikan 151 .

.

PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN 1| Pendahuluan Buku teks pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah/madrasah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kebijakan pemerintah mengenai buku teks pelajaran bagi peserta didik. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. penyajian dan kegrafikaannya oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri (PP 19 th 2005 pasal 43 ayat (5). budi pekerti dan kepribadian.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP BAB 9. potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan. kepekaan dan kemampuan estetis. Buku teks pelajaran ini digunakan sebagai sumber belajar yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. pemerintah menetapkan bahwa buku teks pelajaran yang akan digunakan harus dinilai terlebih dahulu kelayakan isi. Buku teks pelajaran berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. Sebelum diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang mengatur tentang penilaian buku teks pelajaran. sehingga buku teks pelajaran harus digunakan sebagai acuan wajib oleh guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. pasal 42 ayat (1)). Depdik- 153 . kemampuan penguasaan IPTEKS. bahasa.

2| Tujuan dan manfaat Tujuan Penilaian kelayakan isi. kelayakan penyajian. kelayakan penyajian. PNPBP telah berhasil menilai buku pelajaran Bahasa Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya digunakan sebagai sumber belajar di setiap satuan pendidikan. Kerajinan. bahasa. Teknologi Informasi dan Komputer. serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan. dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran Pendidikan Seni Budaya. dan kelayakan kegrafikaannya merupakan jaminan bagi peserta didik memperoleh buku yang 154 . kecuali Bahasa Asing. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan bertujuan agar peserta didik memperoleh buku yang sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP. SMP/MTs. kelayakan bahasa. Selain itu kegiatan penilaian juga dimaksudkan untuk membeli buku teks pelajaran yang dialihkan hak ciptanya dan dijadikan buku teks sekolah elektornik. dan IPA untuk Sekolah Dasar dan Bahasa Indonesia. Agama SD-SMP-SMA. Manfaat buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakan isi. Matematika. kelayakan bahasa. Bahasa Inggris dan Matematika untuk SMP dan SMA. buku teks pelajaran yang telah dinilai BSNP bekerjasama dengan Pusat Perbukuan (Pusbuk) adalah Pendidikan Seni Budaya. penyajian dan kegrafikaan untuk semua mata pelajaran di setiap jenis dan jenjang pendidikan. Khusus pada tahun 2009. Kerajinan. dan PKn SMA. mulai tahun 2006 hingga tahun 2009 BSNP telah melakukan penilaian semua buku teks pelajaran untuk SD/MI. Dengan adanya BSNP maka kegiatan penilaian buku teks pelajaran dilimpahkan ke BSNP untuk menilai kelayakan isi. Teknologi Informasi dan Komputer.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 nas melalui keputusan Menteri Pendidikan Nasional telah membentuk suatu panitia nasional yang disebut Panitia Nasional Penilaian Buku Pelajaran (PNPBP). dan SMA/SMK.

Nama-nama anggota tim ahli pengembang instrumen yang bertugas sebagai supevisor dalam penilaian buku teks pelajaran 155 . Soegito Dr. Dr. Edy Tri Baskoro Prof.Th (Wakil Koordinator) Prof. M. Buku teks pelajaran selain bermanfaat bagi peserta didik juga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar. Anggani Sudono Prof. Suharsono.T.Pd Prof. Dr. Zaki Baridwan Prof. Dr. Komaruddin Hidayat Dr. Mungin Eddy Wibowo Prof. Djaali Dr. Dr. Dr.. A. Weinata Sairin. Seto Mulyadi Instansi UI LAI UNY UPI UNNES ITB UIN UGM UNJ STBA Pertiwi UGM UIN Al Ihzar UNNES Komnas Anak Asal Jakarta Jakarta Yogyakarta Bandung Semarang Bandung Jakarta Yogyakarta Jakarta Jakarta Yogyakarta Jakarta Jakarta Semarang Jakarta 2. Tima Ahli Tabel-2. Nama-nama anggota BSNP yang bertugas sebagai supervisor utama dalam penilaian buku teks pelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Prof. M. Dr.M. Dr. Djemari Mardapi Prof.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP dapat digunakan untuk pembelajaran yang bermutu dan sarana untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. Dr. Furqon Prof. Fawzia Aswin Hadis (Koordinator) Pdt. Yunan Yusuf Prof. Bambang Soehendro Prof. Dr. M. Dr. M. Dr. 3| Tim Ahli 1. baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya. Anggota BSNP Tabel-1.

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Dr. R. Urip Purwono Dr. M. Syaifuddin Prof. Sofyan Salam, Ph.D Dra. Tri Hartiti R, M.Pd Dr. Johan Salim Dr. Rita Dra. Rahmida Setiawati, M.M Prof. Dr. Jazuli Jose Rizal Manua, S.Sn Autar Abdillah, M.Si Drs. Taswadi, M.Sn Dra. Caecilia Tridjata S, M.Sn Dr. Khomsin Prof.Wawan Suherman, M.Ed dr. Sarfiel Tafal, MPh dr. Drupadi L Dillon Dr. Djoko Supriyanto Herman Dwi Surjono, Ph.D Prof. Dr. Heru Suhartanto Dr. Samsul Hadi Gardjito Pg, DipLS, M.Sc Drs. Kaharuddin Arafah, M.Si

Jabatan dalam tim Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota

Instansi UNPAD Bandung UMM Malang UNM Makassar UNY Yogyakarta ISI Yogyakarta UNJ Jakarta UNJ Jakarta UNNES Semarang DKJ Jakarta UNESA Surabaya UPI Bandung UNJ Jakarta UNNES Semarang UNY Yogyakarta UI Jakarta UI Jakarta ITB Bandung UNY Yogyakarta UI Jakarta UNY Yogyakarta Perpustakaan Nasional UNM Makassar

Mata Pelajaran Psikometri Psikometri Seni Rupa Pembelajaran Seni Rupa Seni Musik Pembelajaran Seni Musik Seni Tari Pembelajaran Seni Tari Seni Teater Pembelajaran Seni Teater Keterampilan Pembelajaran Keterampilan Olah Raga Penjaskes Kesehatan Kesehatan TIK Pembel.TIK TIK Psikometri Grafika

4| Tahapan Kegiatan
Dalam melaksanakan penilaian buku teks pelajaran, BSNP bekerjasama dengan Pusat Perbukuan (Pusbuk) Departemen Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran pelajaran Pendidikan Seni Bu156

PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN

Januari 2010 © BSNP

daya, Kerajinan, Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dinilai oleh BSNP terdiri atas buku teks pelajaran yang diusulkan oleh penerbit dan oleh penulis perorangan. Penilaian buku teks pelajaran dilaksanakan melalui 6 (enam) tahapan yaitu: a. Pendaftaran dan Pengkodean Buku yang akan Dinilai Sebelum buku teks pelajaran didaftarkan untuk dinilai, maka terlebih dahulu Pusbuk bekerjasama dengan BSNP melakukan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Seni Budaya, Kerajinan,Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pengembangan instrumen ini dilakukan pada tahun 2008, lalu disosialisasikan kepada para penulis dan penerbit di beberapa provinsi. Selain itu, juga dilakukan pengumuman melalui media massa dan melalui internet dengan memanfaatkan website BSNP dan website Pusbuk. Setelah para penerbit dan penulis menyiapkan bukunya, maka buku tersebut didaftarkan di Pusbuk pada tanggal 23 – 25 Februari 2009. Pada tahun 2009, buku yang didaftarkan oleh berbagai penerbit dan penulis dan memenuhi persyaratan adalah sebanyak 1.087 jilid. Setelah itu dilakukan pengkodean masingmasing buku yang dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2009. b. Prapenilaian Setelah pengkodean buku teks pelajaran selesai, maka langkah selanjutnya adalah prapenilaian buku teks pelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menilai buku teks pelajaran yang memenuhi persyaratan minimal SK-KD. Sebuah buku teks pelajaran dinyatakan lengkap dan dinyatakan lulus praseleksi apabila: (1) jumlah KD sampai dengan 20, diperkenankan tidak memuat maksimal 1 KD.
157

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

c.

d.

jumlah KD 21 sampai dengan 40, diperkenankan tidak memuat maksimal 2 KD (3) jumlah KD 41 sampai dengan 60, diperkenankan tidak memuat maksimal 3 KD Kegiatan praseleksi ini dilaksanakan di hotel Pitagiri Jakarta Barat pada tanggal 2 – 4 Maret 2009 oleh tim ahli pengembang instrumen (tabel-2 di atas) yang diangkat oleh BSNP/Pusbuk. Setelah dilakukan prapenilaian maka jumlah buku yang dinyatakan lengkap dan lulus praseleksi oleh BSNP melalui rapat pleno adalah sebanyak 986 jilid dari 1.087 jilid buku yang dinilai. Pelatihan Calon Penilai Langkah selanjutnya adalah pelatihan calon penilai buku teks pelajaran pelajaran Pendidikan Seni Budaya, Kerajinan, Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmaniolahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Tujuan pkegiatan ini adalah untuk mendapatkan calon penilai yang kompeten dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan BSNP. Peserta pelatihan calon penilai ini terdiri atas dosen ahli materi, dosen ahli pembelajaran dan guru mata pelajaran yang bersangkutan dengan buku yang akan dinilai. Kegiatan ini laksanakan di hotel Grand Jaya Raya Cisarua Bogor pada tanggal 26 – 29 Maret 2009. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 202 orang dan yang dinyatakan lulus sebagai penilai sebanyak 184 orang. Penilaian Tahap I Penilaian tahap I dilaksanakan pada tanggal 4 – 8 April 2009di hotel Grand Jaya Raya Cisarua Bogor dengan tujuan untuk mendapatkan buku yang memenuhi kelayakan isi dan kelayakan penyajian yang ditetapkan BSNP.. Setiap jilid buku teks pelajaran Seni Budaya, Kerajinan, Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dinilai oleh dua orang

(2)

158

PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN

Januari 2010 © BSNP

penilai yaitu satu orang ahli materi dan satu orang ahli pembelajaran yang telah lulus seleksi calon penilai. Komponen yang dinilai pada penilaian tahap I ini adalah komponen kelayakan Isi dan komponen kelayakan penyajian. Buku yang dinyatakan lulus melalui rapat pleno BSNP sebanyak 527 jilid dari 986 jilid buku yang dinilai dengan rincian sebagai berikut: (1) Seni Budaya dan Ket.SD/MI sebanyak 48 jilid dari 174 jilid buku yang dinilai; (2) Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 8 jilid dari 23 jilid buku yang dinilai; (3) Seni Teater SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 23 jilid buku yang dinilai; (4) Seni Musik SMP/MTs sebanyak 7 jilid dari 21 jilid buku yang dinilai; (5) Seni Tari SMP/MTs sebanyak 8 jilid dari 16 jilid buku yang dinilai; (6) Seni Musik SMA/MA sebanyak 6 jilid dari 13 jilid buku yang dinilai; (7) Seni Tari SMA/MA sebanyak 6 jilid dari 7 jilid buku yang dinilai; (8) TIK SMP/MTs sebanyak 115 jilid dari 199 jilid buku yang dinilai; (9) TIK SMA/MA sebanyak 43 jilid dari 78 jilid buku yang dinilai; (10) Penjasorkes SD/MI sebanyak 193 jilid dari 304 jilid buku yang dinilai; (11) Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 63 jilid dari 97 jilid buku yang dinilai; (12) Penjasorkes SMA/MA sebanyak 25 jilid dari 31 jilid buku yang dinilai; Buku teks pelajaran yang dinyatakan lulus pada penilaian tahap I dilanjutkan untuk dinilai pada tahap II.
159

keyakan bahasa dan kelayakan kegrafikaan. dan pimpinan Pusbuk beserta staf. 5. 8. TIK SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 115 jilid buku 160 . Seni Tari SMP/MTs sebanyak 2 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 0 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Rincian buku yang dinyatakan lulus sebagai berikut: 1. maka jumlah buku teks pelajaran yang dinyatakan lulus (L) sebanyak 24 jilid. Seni Tari SMA/MA sebanyak 1 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 e. 6. Penilaian Tahap II Buku teks pelajaran yang dinyatakan lulus pada tahap I dilanjutkan untuk dinilai pada penilaian tahap II. dan yang dinyatakan tidak lulus (TL) sebanyak 72 jilid. penilai. 3. tim pengembang instrumen sebagai supervisor. Seni Musik SMP/MTs sebanyak 1 jilid dari 7 jilid buku yang dinilai. Sesuai dengan kriteria penilaian yang ditetapkan oleh BSNP dalam prosedur operasi standar. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 0 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. Seni Musik SMA/MA sebanyak 1 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai.SD/MI sebanyak 10 jilid dari 48 jilid buku yang dinilai. 4. Kegiatan penilaian tahap II ini dilaksanakan di hotel Grand Jaya Raya Cisarua Bogor tanggal 3 – 6 Mei 2009 yang dihadiri oleh BSNP sebagai supervisor utama. 7. Penilaian tahap II ini dilakukan oleh 2 orang guru mata pelajaran dan satu orang ahli grafika untuk setiap jilid buku. Komponen yang dinilai pada penilaian tahap II ini adalah komponen kelayakan penyajian. 2. lulus dengan perbaikan (LP) sebanyak 431 jilid. Seni Budaya dan Ket.

Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 2 jilid dari 63 jilid yang dinilai. Seni Budaya dan Ket SD/MI sebanyak 37 jilid dari 48 jilid buku yang dinilai. 8. Seni Musik SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 7 jilid buku yang dinilai. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 8 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. buku buku buku buku Selanjutnya rincian buku yang dipertimbangkan lulus dengan perbaikan sebagai berikut: 1. 3. TIK SMA/MA sebanyak 0 jilid dari 42 jilid yang dinilai. Seni Tari SMA/MA sebanyak 5 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 161 . 2. Penjasorkes SD/MI sebanyak 171 jilid dari 193 jilid buku yang dinilai. 11. TIK SMA/MA sebanyak 35 jilid dari 42 jilid buku yang dinilai. 10. Penjasorkes SD/MI sebanyak 2 jilid dari 193 jilid yang dinilai. Seni Musik SMA/MA sebanyak 5 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 1 jilid dari 25 jilid yang dinilai. 9. 6. 7. 12.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP yang dinilai. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 9. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. 4. 5. TIK SMP/MTs sebanyak 97 jilid dari 115 jilid buku yang dinilai. 10.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 f. lulus dengan perbaikan (LP). Setelah diadakan reviu dan penilaian terhadap 431 jilid buku. Buku yang dinyatakan LP masih diberi kesempatan untuk diperbaiki oleh penerbit atau penulis. 3. Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 40 jilid dari 63 jilid buku yang dinilai. Rincian buku yang dinyatakan lulus diuraikan seperti berikut ini: 1. Reviu dan Penilaian Buku Yang Lulus dengan Perbaikan Setelah buku yang dinyatakan LP selesai diperbaiki oleh penulis atau penerbit maka buku tersebut diserahkan kembali kepada Pusbuk untuk dinilai. maka melalui sidang pleno BSNP bersama dengan pimpinan Pusbuk ditetapkan 352 jilid buku yang lulus dan 79 jilid buku yang dinyatakan tidak lulus. 2. Kegiatan reviuw ini dilaksanakan di hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada tanggal 3 – 6 Juli 2009. dan tidak lulus (TL). Penjasorkes SMA/MA sebanyak 15 jilid dari 25 jilid buku yang dinilai. Sehubungan dengan hal tersebut. Pusat perbukuan bekerjasama dengan BSNP mengumumkan hasil penilaian buku teks pelajaran dengan tiga kriteria yaitu lulus (L). Pusat perbukuan mengundang para penulis dan penerbit yang bukunya dinyatakan LP. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi penjelasan kepada para penulis atau penerbit tentang hal-hal yang perlu diperbaiki berdasarkan skor penilaian dan komentar kualitatif penilai. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. 12. g. Pengumuman Hasil Penilaian dan Perbaikan Setelah penilaian tahap II selesai maka. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 11. 162 . Seni Budaya dan Ket SD/MI sebanyak 17 jilid dari 37 jilid buku yang dinilai.

TIK SMA/MA sebanyak 32 jilid 163 . Seni Tari SMP/MTs sebanyak 3 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 4 jilid 4. 5. 10. Penjasorkes SD/MI sebanyak 163 jilid dari 171 jilid buku yang dinilai. 4. 8. Seni Musik SMA/MA sebanyak 4 jilid 7. Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 40 jilid dari 40 jilid buku yang dinilai. Seni Tari SMA/MA sebanyak 5 jilid 8. Seni Tari SMA/MA sebanyak 4 jilid dari 5 jilid buku yang dinilai.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP Seni Musik SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 9. Seni Budaya dan Ket SD/MI sebanyak 27 jilid 2. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 4 jilid 3. 11. Seni Musik SMP/MTs sebanyak 5 jilid 5. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 15 jilid dari 15 jilid buku yang dinilai. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 5 jilid 6. 7. TIK SMA/MA sebanyak 32 jilid dari 35 jilid buku yang dinilai. maka jumlah buku yang dinyatakan lulus sebanyak 376 jilid dengan rincian sebagai berikut: 1. 6. 5| Hasil yang diperoleh Berdasarkan data hasil penilaian tahap II dan penilaian buku yang dinyatakan LP pada tahap II. 12. TIK SMP/MTs sebanyak 67 jilid 9. Seni Musik SMA/MA sebanyak 3 jilid dari 5 jilid buku yang dinilai. TIK SMP/MTs sebanyak 63 jilid dari 97 jilid buku yang dinilai.

Keterampilan. 6| Refleksi Dalam pelaksanaan penilaian buku teks pelajaran Seni Budaya. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 165 jilid sebanyak 42 jilid sebanyak 16 jilid Buku yang dinyatakan lulus tersebut selanjutnya direkomendasikan kepada Mendiknas untuk ditetapkan melalui Permendiknas tentang buku teks pelajaran yang layak dipergunakan dalam proses belajar mengajar. Selain itu. maka untuk masa yang akan datang sistem perekrutan dan seleksi calon penilai perlu disempurnakan. Penjasorkes SMP/MTs 12. 164 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 10. Penjasorkes SD/MI 11. Tujuan perbaikan sistem perekrutan dan pelatihan calon penilai adalah untuk mendapatkan penilai yang tidak saja kompeten tetapi juga memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan kualitas perbukuan. Akibatnya diperlukan banyak moderasi untuk menjembatani adanya perbedaan skor antar penilai. dan TIK ditemuai beberapa kendala antara lain: adanya sebagian penilai yang kurang memahami filosofi penilaian buku dan juga kurang memahami instrumen walaupun telah dilatih sebelumnya. waktu yang diperlukan untuk menilai sebuah buku relatif lama akibatnya waktu penilaian yang ditetapkan panitia harus ditambah untuk mengakomodasi hal tersebut. Penjasorkes. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.

BAB 10 PENyELENggArAAN UjiAN NASioNAL 2009: UN. UASbN. UNPk Badan Standar Nasional Pendidikan 165 .

.

UASBN. pasal 67 ayat (1) Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur nonformal kesetaraan. untuk tahun 2009 susunan penyelenggara UN terdiri dari: Penyelenggara Tingkat Pusat. Penyelenggara UN Pusat Provinsi Kab/Kota 1. 3. Gubernur 2. Satuan Pendidikan Bupati/Walikota PT: Pengawas PT Satuan Pendidikan Dinas Pendidikan PT: Tim Pemantau Kandepag Idependen (TPI) Untuk UN Perguruan Tinggi (PT) ikut aktif berperan serta dalam struktur Penyelenggara. namun untuk Ujian Akhir Sekolah Berstan167 . 3. Penyelenggara Tingkat Provinsi. UNPK A| PENdAHULUAN Salah satu tugas BSNP adalah menyelenggarakan Ujian Nasional sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tentang Standar Nasional Pendidikan. BSNP Depdiknas MRPTNI Depag 1. Tabel 1. Lihat Tabel 1 di bawah. UASBN. Seperti tahun 2008. 2. dan Penyelenggara Tingkat Satuan Pendidikan. Penyelenggara Tingkat Kabupaten/Kota. UNPK Januari 2010 © BSNP BAB 10. 4. 2. Dinas Pendidikan 4. PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL 2009: UN. Kanwil Depag 1. PTN 3. 4.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.

e. melaksanakan pengawasan UN berkoordinasi dengan pemerintah daerah. menjamin keamanan. Dalam penyelenggaraan UN tahun 2009 untuk SMA/MA. dan kejujuran pemindaian 168 . f. namun PT dilibatkan dalam review soal UASBN yang dilaksanakan di semua provinsi. BSNP 2. 4. Kanwal Depag Kab/Kota 1. d. PT relatif tidak ambil peran pada UASBN. SMALB. 4. melakukan pemindaian (scanning) LJUN dengan menggunakan perangkat lunak yang ditetapkan oleh BSNP. Dinas Pend. Perguruan tinggi tersebut bertanggung jawab untuk: a. Depag Provinsi 1. Tabel 2. Dinas Pend. 1) menunjuk perguruan tinggi yang bertugas pada kabupaten/ kota di provinsi yang menjadi kewenangannya. c. Kandepag Satuan Pendidikan Sekolah/Madrasah Masing-masing penyelenggara memiliki tugas dan tanggungjawab yang berbeda antara SMA/MA dengan SMP/MTs. SMPLB.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dar Nasional (UASBN) ujian di tingkat SD/MI dan SDLB perguruan tinggi tidak ikut berperan serta secara aktif. Gubernur 2. Penyelenggara UASBN Pusat 1. Depdiknas 3. dan SMK serta dengan SD/MI dan SDLB. 2) menetapkan tata kerja pengawasan penyelenggaraan UN. sebagai koordinator perguruan tinggi di provinsi tertentu. membentuk tim kerja UN di tingkat provinsi yang bertugas. menjaga keamanan dan kerahasiaan penggandaan dan pendistribusian naskah UN. Lihat Tabel 2 di bawah. 3) mensosialisasikan pengawasan penyelenggaraan UN. BSNP menunjuk perguruan tinggi negeri berdasarkan rekomendasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). b. kerahasiaan. Bupati/Walikota 3. menjamin objektivitas dan kredibilitas pelaksanaan UN di wilayahnya.

PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. 28 April 2009 UN Utama Rabu. 4. B| jAdWAL UjIAN UN SMA/MA. 30 April 2009 Sejarah Budaya/ Ilmu Kalam Antropologi Bahasa Bahasa Inggris Inggris 08. memantau.00 Bahasa Bahasa Bahasa Indonesia Indonesia Indonesia Biologi Bahasa Inggris Sosiologi Bahasa Inggris 2.00 Fisika Geografi Sastra Indonesia Ilmu Hadis 169 .00 – 13.00 Matematika Matematika Matematika Matematika 08.00 11. Selasa. dan SMK seperti tahun sebelumnya hanya sebagai tim pemantau independen (TPI). SMPLB. h.00 – 10. 23 April 2009 UN Susulan Kamis.00 – 10. Peran PT untuk UN SMP/MTs. SMLB. menyerahkan hasil pemindaian (scanning) LJUN ke Penyelenggara UN Tingkat Pusat. dan SMK tahun PELAJARAN 2008/2009 dilaksanakan dari tanggal 20 sampai dengan 24 April 2009 dengan jadwal sebagai berikut: jadwal UN SmA Tahun Pelajaran 2008/2009 No jenis UN Hari dan Tanggal jam Program IPA mata Pelajaran Program Program IPS Bahasa Program Keagamaan Bahasa Indonesia 1. 21 April 2009 UN Susulan Selasa. SMALB. 22 April 2009 UN Susulan Rabu . UN Utama Senin. 27 April 2009 08. dan melaporkan pelaksanaan UN di wilayahnya kepada Menteri melalui BSNP. 20 April 2009 UN Susulan Senin. g. mengevaluasi. 29 April 2009 UN Utama Kamis. UASBN. UN Utama 3. UNPK Januari 2010 © BSNP LJUN.00 – 10.00 – 10.00 08.

00 08. 3.00 – 10.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris jadwal UN SmK Tahun Pelajaran 2008/2009 No. Pelaksanaan UN SMP/MTs dan SMPLB dimulai dari tanggal 27 sampai dengan 30 April 2009 dengan jadwal sebagai berikut: 170 .00 – 10. 22 April 2009 Rabu . 21 April 2009 Selasa. 20 April 2009 Senin. 20 April 2009 Senin. 2. 2.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No jenis UN Hari dan Tanggal jam Program IPA mata Pelajaran Program Program IPS Bahasa Program Keagamaan Ilmu Tafsir 5. Nilai ujian praktik dipergunakan untuk menentukan nilai rata-rata ujian nasional sisiwa SMK. jenis UN UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan Hari dan Tanggal Senin. 24 April 2009 UN Susulan Jumat . 1 Mei 2009 08. 3. 29 April 2009 jam 08. Kelulusan dalam uijan teori kejuruaan merupakan syarat untuk mengikuti ujian praktik kejuruan. 27 April 2009 Selasa.00 08.00 – 10. 28 April 2009 Rabu.00 – 10.00 – 10. 21 April 2009 Selasa. untuk SMK diadakan uji kompetensi kejuruan yang meliputi ujian teori dan ujian praktik.00 Kimia Ekonomi Bahasa Asing jadwal UN SmALB Tahun Pelajaran 2008/2009 No. 22 April 2009 Rabu . 27 April 2009 Selasa. sebelum UN utama dilaksanakan.00 08. jenis UN 1.00 – 10. UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan Hari dan Tanggal Senin. 29 April 2009 jam 08.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Pada tahun 2009. 28 April 2009 Rabu. UN Utama Jumat. 1.00 08.00 – 10.

00 08. UASBN Utama UASBN Susulan 2.30 19 November 2009 13. UASBN. 4 Mei 2009 Selasa. jenis UASBN 1. UN Utama UN Susulan 4.00 – 10.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Untuk Ujian Program Paket A.00 08. UN Utama UN Susulan 3.00 – 10. dan Paket C Tahun 2009 Program Hari Tanggal Periode I Periode II 1 Juli 2009 jam mata Ujian Pendidikan Kewarganegaraan Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Bahasa Indonesia Paket A Rabu 13. UASBN Utama UASBN Susulan Hari dan Tanggal Senin. 19 Mei 2009 Rabu.00 18 November 2009 15. Paket b.00 08.00 – 10.00 08. UNPK Januari 2010 © BSNP jadwal UN SmP/mTs/SmPLB Tahun Pelajaran 2008/2009 No. UN Utama UN Susulan Hari dan Tanggal Senin.00 15.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Untuk UASBN tahun 2009 dilaksanakan dari tanggal 11 sampai dengan 13 Mei 2009 dengan jadwal sebagai berikut: jadwal UASBN Tahun Pelajaran 2008/2009 No.00 – 10. 7 Mei 2009 jam 08.00 – 10. 27 April 2009 Senin. 12 Mei 2009 Selasa. dan Paket C tahun 2009 dilaksanakan dua periode dengan jadwal sebagai berikut: jadwal Ujian Program Paket A. 18 Mei 2009 Selasa. UASBN Utama UASBN Susulan 3. 29 April 2009 Rabu. Paket B.30 – 17.00 – 10.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. 6 Mei 2009 Kamis. 22 Mei 2009 jam 08.00 08.30 Kamis 2 Juli 2009 171 . 11 Mei 2009 Senin. 5 Mei 2009 Rabu. 13 Mei 2009 Jumat .00 – 15. 30 April 2009 Kamis .00 – 10. jenis UN 1. 28 April 2009 Selasa.00 – 15. UN Utama UN Susulan 2.30 – 17.

30 – 17.00 mata Ujian Matematika Pendidikan Kewarganegaraan Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Ilmu Pengetahuan Alam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Sosiologi Geografi Bahasa Indonesia Ekonomi Matematika Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Biologi Kimia Bahasa Indonesia Fisika Matematika Paket C IPS 11 November Rabu 24 Juni 2009 2009 25 Juni 12 November Kamis 2009 2009 13 November Jum’at 26 Juni 2009 2009 Selasa 23 Juni 2009 10 November 2009 Paket C IPA 15.30 – 17.00 – 15.00 – 15.00 15.00 13. 172 .30 – 17.00 2009 Pada periode kedua mulai diadakan UN Program paket C Kejuruan selama dua hari pada tanggal 10 dan 11 November 2009 bersamaan dengan UN Paket C dengan 4 mata pelajaran yang diujikan yakni: Pendidikan Kewarganegaraan.30 – 17.30 – 17.00 – 15.00 2009 Hari Selasa 23 Juni 2009 10 November 2009 13.00 Rabu 24 Juni 2009 15.30 13. Bahasa Indonesia.00 – 15.00 20 November Jum’at 3 Juli 2009 16.30 13 November Jum’at 26 Juni 2009 14.00 15.00 – 15.00 – 16.00 Kamis 2009 2009 15.00 18 November Rabu 1 Juli 2009 2009 15.00 – 15.30 11 November 13.30 13.30 – 17.00 – 16.00 – 15.00 15. dan Matematika.00 – 16.30 2009 25 Juni 12 November 13.30 – 17.00 19 November Kamis 2 Juli 2009 2009 15.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Program Paket B Tanggal jam Periode I Periode II 20 November Jum’at 3 Juli 2009 14.00 2009 13.00 – 16.30 14.30 – 18.30 – 17.00 – 15.30 13. Bahasa Inggris.30 14.

dengan nilai minimal 4. Khusus untuk SMK nilai ujian praktik kejuruan minimal 7. 3. 2.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.25 untuk mata pelajaran lainnya b. Kriteria kelulusan UASBN ditetapkan oleh setiap sekolah/madrasah yang peserta didiknya mengikuti UASBN. nilai rata-rata ketiga mata pelajaran. Untuk UASBN tidak ada kriteria kelulusannya namun menurut POS UASBN diatur sebagai berikut: 1. serta hasil UN SMP/MTs dan SD/MI diumumkan pada minggu ketiga Juni juga oleh masing-masing satuan pendidikan. UNPK Januari 2010 © BSNP C| KRITERIA KELULUSAN Adapun kriteria kelulusan UN tahun pelajaran 2008/2009 adalah sebagai berikut: 1. Kriteria kelulusan UASBN ditetapkan melalui rapat dewan guru yang mencakup: a.00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4. Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud di atas. Hasil UN SMA/MA dan SMK diumumkan paling lambat pada minggu kedua Juni 2009.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. oleh masing-masing satuan pendidikan. Memiliki nilai rata-rata minimal 5. nilai minimum setiap mata pelajaran yang diujikan. UASBN. Bagi peserta didik yang tidak lulus UN SMA/MA dan SMP/MTs dapat mengikuti UN untuk Program Paket C yang diselenggarakan 173 . Kelulusan UASBN digunakan sebagai salah satu pertimbangan penentuan kelulusan dari sekolah/madrasah.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN 2. b. Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut: a.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 pada tanggal 23 – 26 Juni 2009.00 4.15 0. bila dibandingkan dua tahun terakhir hasil pencapaian UN secara nasional meningkat.96 7.13 6. SMP/MTs Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 7.60 40.00 7.72 6.35 ING 6.39 6.21 21.25 10.30 TOTAL 21.910% (169010 siswa). Tabel berikut menyajikan nilai rata-rata pencapaian nasional siswa SMP/MTs tahun pelajaran 2008/2009. d| HASIL UN TAHUN PELAjARAN 2008/2009 Hasil UN tahun pelajaran 2008/2009 adalah sebagai berikut: 1.55 IPA 7.20 ING 7. dengan jumlah sekolah 41271. dan untuk program Paket B dari tanggal 1 – 3 Juli 2009.00 1.27 TOTAL 29.46 29.30 1. SmP/mTs UN SMP/MTs diikuti oleh 3441815 siswa SMP/MTs/SMP Terbuka baik negeri maupn swasta.07 27. Adapun prosentasi ketidaklulusan siswa SMP/MTs adalah 4.30 Tabel berikut menyajikan hasil UN empat tahun terakhir.59 IPA 7. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh peseta didik yang akan pindah jalur dari formal ke nonformal. memiliki kartu tanda peserta ujian nasional pendidikan formal dan surat keterangan tidak lulus atau telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran di pendidikan formal. Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 BIN 7.96 6.44 MAT 7.30 174 .59 0. antara lain: harus terdaftar pada satuan pendidikan nonformal kesetaraan.25 10.15 MAT 7.35 0.20 10.69 7.00 1.00 1.00 1.46 7.30 0.20 10.62 6.81 7.

21 4.92 6.72 6.88 6.22 12174 22.55 6.95 7.07 6.69 5.40 7.71 3819 1990 1115 414 4773 7493 993 1595 217 6462 13.24 7.49 7.90 6.48 7.30 7.94 6.50 7.51 6.24 15974 3.79 7.47 7.76 6.76 6.76 7.98 7.03 7.89 7.96 5.95 7.52 6.65 6.99 7. Peserta Lls 132958 254 600479 6352 501622 33296 47593 510033 79271 235433 76446 81344 43293 105911 118437 55049 27467 42859 47541 33478 36886 120815 36937 28064 52067 76078 62555 24816 26568 17691 13956 3111 % 0.23 5.95 7.28 7.19 1.11 6.04 8.25 6.76 5.25 6.94 7.39 8.23 6.64 IPA RATA 6.07 7.49 7.47 6.25 6.20 2.86 7.32 7.13 6.66 5.94 6.23 8.16 1.94 5.99 2.56 6.60 7.55 6.74 2416 9.82 6.48 7.34 7.17 6.68 7.33 8.21 7.25 7.57 7.58 3.49 6.08 175 .84 8.94 7.67 7.09 6.32 7.05 6.53 28.66 6.58 6.90 6.99 6.89 7.29 7.13 7.85 6.58 7.35 7.66 18590 29.77 7.42 8.40 7.68 0.62 5.74 6.95 6.73 2829 10.26 7.51 6.13 2841 7600 6851 4712 1313 1646 3.13 7.98 6.64 6.11 7.33 7. UNPK Januari 2010 © BSNP Selanjutnya pencapaian setiap provinsi dalam empat matapelajaran yang diujikan pada UN SMP/MTs tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG Tdk.80 7.9 6.06 6.73 6.49 6.26 mAT 6.83 6.45 5.97 7.83 6.25 7.98 2697 3948 15.62 7.37 7.99 8.25 7.34 7.22 6.90 6.27 6.95 5.90 7.78 8.11 8.72 7.99 7.39 6.65 5.05 6.79 3.15 12.84 7.92 7.4 7.17 7.93 7.17 7.71 7.35 7.92 7.55 4871 4.75 7.03 1.55 7. UASBN.64 6.59 5.84 7.53 7.08 6.06 6.16 7.73 7.19 ING 6.54 mATA UjIAN BIN 7.64 6.73 6.05 7.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.29 7.

10 6.47 6.63 7.94 7.18 MAT 7.71 0.25 10.47 18. Peserta Lls 14090 488 148123 2176 17484 3175 16055 1836 10416 989 % 3.79 mAT 7.60 1.93 0.39 7.44 6.00 1.25 10.50 10.80 RATA 7.593 IPS 854628 14718 8.218% (untuk program IPS).79 0.68 6.30 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program IPS sebagai berikut: 176 .16 0. Total jumlah peserta 1523908 yang berasal dari 26214 sekolah/madrasah baik swasta maupun negeri.69 6.25 6.47 ING 6. 10.64 IPA 7.80 7.00 1. dan prosentase ketidaklulusan UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009.59 2.29 KIM 8.30 0.216 TOTAL 1523908 26214 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program IPA sebagai berikut: SMA/MA IPA Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.39 7.75 58.00 1.76 0.19 7.19 6.593% (untuk program IPA). dan 6. dengan prosentase ketidaklulusan mulai dari 3. Program Studi Jumlah peserta Jumlah sekolah % ketidaklulusan IPA 622058 10022 3.80 10.481 KEAGAMAAN 3532 132 6.10 BIO 7.50 10.03 ING 7.481% (untuk program Bahasa).44 9. 8.218 BAHASA 43690 1342 10.52 FIS 7.02 9.01 6.00 1.24 6.39 6.83 6.00 1.40 5.51 6. dan khusus MA program keagamaan.46 1.50 mATA UjIAN BIN 6.16 11.45 TOTAL 45.49 7. IPS Bahasa.65 2. SmA/mA Ada empat program pada UN SMA/MA yaitu program IPA. Tabel berikut menyajikan jumlah peserta.51 6.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 jUmLAH NAmA PROPINSI GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT Tdk. jumlah sekolah.216% (untuk MA program Keagamaan).

28 Januari 2010 © BSNP GEO 6.17 6.00 1.50 10.20 9.41 MAT 6.87 1.22 TOTAL 43.85 1.00 1.15 7.00 1.00 1.07 Pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN SMA/MA program IPA tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA Tdk.36 TOTAL 41.00 7.00 1.24 7.79 0.45 7.36 0.43 MAT 7.35 7.00 1.00 1.04 B.80 1.17 0.35 mATA UjIAN BIN 7.41 ING 7.75 8.25 9.74 SAS 6.65 18.25 10.83 0.56 EKO 7.11 ANTR 5. Peserta % Lls 24455 88750 64048 8789 577 242 1738 382 2.83 8.32 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program Keagamaan sebagai berikut: MA KEAGAMAAN Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.99 ING 6.00 1.36 7.00 10.21 7.36 ING mAT FIS 7.27 2.60 6.00 1.50 10.18 ING 7.71 4.81 1.41 MAT 7.ASING 8.04 0.82 6.06 1.88 2.68 6.23 7. UASBN.25 1.09 1.24 TOTAL 42.52 8.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.96 8.50 10.26 SOS 6.65 7.56 2. UNPK SMA/MA IPS Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.25 7.75 1.69 KIm BIO RATA 7.20 10.27 0.32 0.31 3.00 1.20 9.00 1.00 10.85 5.73 7.44 6.00 0.50 10.00 1.25 10.40 10.00 1.00 10.81 7.66 0.40 54.79 0.66 0.00 54.50 5.80 1.01 HADIS 7.36 5.60 55.25 10.72 8.40 5.16 7.00 10.37 2.36 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program Bahasa sebagai berikut: SMA/MA Bhs Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.40 9.75 9.56 7.14 TASAWUF 6.57 TAFSIR 8.76 0.52 177 .19 8.

1 8.75 8.17 5.02 0.56 6.53 7.84 7.69 6.92 7.56 8.50 6.77 7.44 5.58 7.73 6.64 7.36 8.36 21.26 7.16 9.96 7.15 7.61 6.11 6.78 7.53 6.30 1.60 6.20 559 373 321 344 2.79 7.5 7.32 6.31 7.90 7.87 8.38 8.57 7.98 7.91 6.52 8.97 7.20 6.81 7.51 7.36 6.46 6.02 7.01 7.17 7.83 5.17 0.31 1.92 7.22 7.54 6.07 7.48 7.82 7.97 6.47 7.86 7.65 8.17 6.43 8.28 5.6 7.73 7.39 8.43 6.21 7.72 16.39 8.00 8.78 0.86 6.39 6.85 6.70 7.71 8.96 7.10 7.77 6.6 8.69 8.58 6.94 17.66 8.07 7.81 Pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN SMA/MA program IPS tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: 178 .07 7.98 7.05 6.02 6.1 8.31 6.39 7.01 8.77 8.22 6.14 7.78 49 2.38 7.61 8.84 8.70 35036 65155 16528 15652 8471 22633 17978 6630 4679 6493 8472 6108 7408 30972 9662 6813 11074 13748 8055 5178 5887 5150 2553 2271 21845 2643 2484 1961 1417 856 215 196 66 172 349 1141 526 235 510 44 1197 2221 54 607 1 1149 1702 430 340 4.63 7.17 8.01 7.22 7.73 7.12 6.17 8.66 14.98 8.27 6.60 7.71 17.57 7.33 8.80 7.91 8.67 12.16 7.79 6.59 6.24 3.72 6.36 8.99 9.13 6.93 8.48 6.92 6.89 6.25 7.14 8.02 6.99 7.80 6.61 7.11 5.40 7.76 5.97 7.90 5.16 7.05 8.14 6.48 8.84 6.55 5.02 7.30 7.13 8.24 6.30 5.76 1.73 7.90 6.22 7.61 6.21 11.25 7.56 6.98 7. Peserta % Lls 84477 2283 2.48 7.45 7.07 1419 27.30 6.45 8.22 6.62 6.07 636 24.39 5.38 7.39 6.64 6.66 7.38 6.09 6.03 7.78 6.78 mATA UjIAN BIN ING mAT FIS KIm BIO RATA 6.09 6.25 7.79 7.62 7.76 6.24 7.34 7.05 7.47 7.78 8.45 5.52 8.31 6.74 7.10 7.35 7.52 7.57 8.92 7.31 6.19 7.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 jUmLAH NAmA PROPINSI JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT Tdk.91 0.65 6.21 5.48 6.89 8.09 5.63 8.25 0.34 8.55 6.39 7.33 5.37 8.04 1.78 6.52 6.16 7.96 7.08 7.44 7.55 6.89 7.99 5.82 7.2 5.72 7.50 6.11 6.

10 8.92 6.06 16.99 5.64 8.91 6.44 6.89 6.48 7.24 5.05 7.69 ING 7.82 5.31 6.42 5.85 6.37 7.54 7.87 6.48 7.47 6.59 6.05 6.20 6.36 7.06 33.39 6.78 8.09 6.41 6.7 6.55 5.34 6.05 5.36 6.80 6.70 12.62 6.62 7.90 5.53 6.06 5.96 6.23 7.42 6.04 SOS 7.79 11.12 6.42 6.07 18.53 7.59 6.80 8.76 7.90 6.30 6.40 6.8 6.61 5.27 37.20 6.48 6.32 6.15 7.44 6.17 7.49 5.99 5.95 6.72 6.27 7.06 36.76 6.41 6.14 RATA 7.89 6.79 8.38 7.30 6.03 5.41 9.34 6.12 6.08 7.12 5.27 5.57 5. UASBN.18 6.11 6.34 6.78 7.61 7.61 7.88 6.42 21.17 8.95 7.74 5.69 8.32 6.83 6.82 6.78 6.51 7.35 5.67 4.72 6.44 6.11 7.97 7.69 6.35 7.45 6.35 6.69 6.72 6.53 6.86 1.39 7.93 6.42 6.10 16.87 8.00 6.34 5.63 6.6 7.16 28.10 6.81 7.21 6.58 7.43 7.27 7.11 7.61 5.72 mATA UjIAN BIN 6.13 7.01 5.14 GEO 7.55 6.09 7.36 0.26 5.10 6.73 6.66 8.02 7.22 6.68 6.84 Januari 2010 © BSNP NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT EKO 7.82 5.49 30.56 6.03 6.40 5.95 19.91 7.26 2.82 7.19 5.51 7.93 8.12 7.85 6.29 6. UNPK jUmLAH Peserta 36898 106565 98472 11379 114084 26339 59378 25865 26844 15627 36105 32176 18881 8887 12503 13797 7991 12823 31018 13165 11380 10673 25572 18566 7895 9354 5745 4396 3600 35651 5400 4341 3258 Tdk.17 5.10 6.38 7.19 7.32 4.33 6.05 7.64 7.2 6.95 7.11 7.63 7.19 6.99 179 .07 5.54 6.63 6.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.38 5.18 6.99 7.59 6.02 6.54 6.92 6.54 5.05 7.12 7.84 6.15 7.35 7.40 6.52 5.5 7.19 6.60 7.46 6.79 5.90 7.35 7.99 5.87 4.26 7.15 6.34 6.89 6.41 7.18 0.95 6.39 5.52 5. Lls 1543 948 6059 856 6432 3653 2579 1466 1161 760 509 2928 3201 1759 1414 2382 165 4686 2280 750 1407 7 4671 7027 1568 941 1905 1239 78 3003 1137 716 1001 % 4.47 7.65 7.18 2.51 7.26 6.11 6.26 6.64 13.49 7.09 mAT 7.68 7.65 6.88 8.71 5.20 6.1 7.61 7.38 6.65 7.86 10.65 6.91 6.58 6.41 6.4 7.71 5.85 19.55 5.15 7.55 6.14 6.71 7.68 6.89 7.54 7.21 6.06 7.03 6.55 6.77 7.15 7.62 7.81 7.52 5.99 8.72 7.31 17.25 6.

20 7.37 5.86 7.16 5.05 8.18 6.72 6.95 7.50 4.47 5.10 5.39 5.71 5.13 6.32 5.70 7.01 7.98 6.16 6.09 6.85 6.41 5.42 BAS RATA 7. ta Lls 810 73 3541 19 4495 210 244 13 7073 468 299 252 341 187 470 291 157 413 957 252 1725 802 1137 199 1462 5015 5733 5256 785 196 129 520 274 72 34 107 46 46 3 20 51 171 8 82 194 171 39 189 11 924 1097 195 4 57 56 74 mATA UjIAN % 9.76 7.65 NAMA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG 180 .53 7.29 7.74 12.49 6.79 5.01 0.23 7.23 6.84 6.49 31.78 8.36 6.25 6.92 7.02 6.62 24.03 6.32 5.97 5.98 6.01 BIN 7.92 6.10 7.44 6.82 6.28 5.57 6.92 6.01 5.51 5.04 19.02 6.61 6.49 7.86 6.28 6.66 7.81 5.86 6.35 7.33 6.60 9.28 5.68 7.23 6.87 24.94 6.74 5.69 5.9 7.41 6.60 4.79 1.36 6.T d k .35 17.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Dua provinsi tidak ada program bahasa yaitu provinsi Sulawesi Barat dan Papua Barat.23 8.97 5.02 8.88 6.09 6.04 7.92 7.55 6.6 7.04 4.82 7.91 5.93 0.3 6.51 6.81 7.84 4.41 7.84 5.96 6.10 7.10 5.60 12.19 15.49 8.25 6.41 6.01 6.54 6.38 6.17 4.88 7.05 5.60 7. Adapun pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN SMA/MA program Bahasa tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH Peser.22 16.03 12.31 7.96 8.43 7.06 6.70 7.35 8.09 7.53 8.95 7.23 7.90 7.23 5.97 6.62 6.94 8.08 13.67 7.66 7.91 7.38 24.27 6.46 5.67 5.42 7.44 ING 7.97 7.50 5.23 7.77 5.63 6.39 5.57 6.21 6.75 24.57 5.22 5.78 6.89 6.73 7.88 6.95 6.14 8.54 6.72 5.98 6.67 5.74 mAT SAS 5.63 7.98 6.30 6.04 44.40 7.00 7.07 5.97 9.18 5.58 7.14 7.56 7.91 6.08 6.52 5.11 6.12 6.19 10.05 5.79 5.39 6.72 6.45 4.33 6.70 7.41 6.39 6.12 20.54 4.05 7.05 7.33 6.77 27.98 5.97 6.76 6.96 6.56 6.81 6.32 ATR 5.34 6.64 7.03 6.87 3.96 5.97 7.79 5.78 6.61 7.37 8.73 7.84 2.63 7.36 7.98 6.44 6.91 7.55 5.22 6.71 7.73 6.

57 6.52 7.23 JAWA TIMUR 38 NEGGROE ACEH DARUSSALAM 716 SUMATERA UTARA 94 SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN 71 34 156 97 255 34 25 52 32 12 181 9 7.53 6.11 7.3 8. Peserta Lls 352 138 6 1189 35 38 36 7 7 1 8 16 30 10 63 % 4.74 6.90 8.13 6.94 5.73 6.24 6.26 6.99 7.45 9.91 6.22 7.22 8.77 6.44 8.42 7.77 6.T d k .73 8.78 7.78 7.06 7.43 7. UNPK jUmLAH Peser.20 8.74 6.35 6.69 8.39 5.76 6.55 5.02 8.57 7.78 4.56 7.18 5. Dengan pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN MA program Keagamaan tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA Tdk.09 8.86 2.85 6.07 6.20 7.03 7.15 5.19 7.50 6.09 mAT TAF 8.56 6.60 8.35 6.58 6.02 6.42 6.59 7.25 7.20 6.70 7.73 7.67 7.12 BAS RATA 7.95 Untuk MA program Keagamaan baru ada di 19 provinsi seperti pada tabel.25 7.40 8.30 6.23 6.66 6.39 6.19 6.28 5.59 7.20 ING 7.29 5.56 7.28 4.92 7.11 5.48 5.48 6.52 7.03 5.88 7.81 5.44 8.45 7.96 6.71 7.11 6.81 7.65 8.56 6.55 7.29 6.10 6.11 8.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.52 7.69 7.35 2.96 8.91 5.68 8.18 6.29 7.62 6. ta Lls 52 308 49 315 96 mATA UjIAN % BIN ING 7.13 8.05 7.48 6.31 6.65 Januari 2010 © BSNP NAMA PROPINSI GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU mAT SAS 7.27 19.13 mATA UjIAN BIN 6.42 6.09 7.72 7.57 .65 6.18 7.22 6.03 7.15 6.72 34.72 7.12 181 16.49 HAd TWF RATA 7.04 7.11 8.76 6.11 6.94 6.94 5.64 6.12 7. UASBN.43 7.73 8.49 6.41 15.58 30.31 6.23 9.60 6.37 7.41 8.66 7.18 6.56 4.62 6.18 6.52 6.23 6.97 7.19 7.70 7.03 7.12 7.27 7.11 5.07 8.35 7.04 7.36 7.03 11.38 7.54 6.01 8.31 ATR 6.53 6.

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

3.

SmK UN SMK diikuti oleh 707344 peserta dari 6680 SMK dengan berbagai program keahlian dan prosentase ketidaklulusan UN SMK ini adalah 3,495% (24721 peserta). Tabel berikut menyajikan nilai ratarata pencapaian nasional siswa SMK tahun pelajaran 2008/2009.
SMK Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6,73 0,40 10,00 1,12 ING 7,40 0,20 10,00 1,26 MAT 7,47 0,25 10,00 1,41 Produktif 8,36 1,12 10,00 0,61 TOTAL 19,96 0,20 40,00 3,30

Selanjutnya pencapaian setiap provinsi dalam empat matapelajaran yang diujikan pada UN SMK tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut:
NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA 182 jUmLAH Peserta Tdk. Lls % 57914 116750 127946 19458 112687 7888 53851 13159 11728 5919 14079 19581 8396 3069 6335 11799 6635 1359 1699 2041 407 1658 1687 2939 837 514 317 147 595 1606 507 429 175 178 2,35 1,46 1,60 2,09 1,47 21,39 5,46 6,36 4,38 5,36 1,04 3,04 19,13 16,52 6,77 1,48 2,68 mATA UjIAN BIN ING mAT PRO RATA 6,88 6,77 7,23 7,03 7,12 6,01 5,82 6,78 6,48 5,59 6,84 6,23 5,65 6,36 6,22 6,60 6,8 7,37 7,64 7,17 7,26 7,88 6,86 7,37 6,68 6,81 7,16 7,76 7,50 6,24 5,60 7,05 7,02 7,90 7,27 7,38 7,79 7,73 7,97 6,98 7,51 6,85 7,02 7,37 7,69 7,29 5,84 5,30 7,05 7,13 7,78 8,46 8,25 8,61 8,8 8,67 7,28 8,09 8,14 8,27 8,03 8,28 8,45 8,01 7,5 8,16 8,02 8,14 7,50 7,51 7,70 7,71 7,91 6,78 7,20 7,11 7,15 7,04 7,64 7,37 6,44 6,19 7,12 7,19 7,66

PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN, UASBN, UNPK jUmLAH Peserta 5379 18595 3264 2524 11253 7776 8097 3965 4610 1385 3515 2541 29614 3478 2283 1871 mATA UjIAN BIN ING 6,03 6,72 6,85 7,91 6,75 6,72 5,77 6,35 7,01 7,96 5,34 6,08 6,26 6,30 5,68 6,79 6,3 7,19 5,57 5,82 6,58 6,33 5,88 7,84 6,37 7,74 6,29 7,65 5,86 6,42 6,21 6,24

Januari 2010 © BSNP

NAmA PROPINSI SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT

Tdk. Lls 663 481 302 439 25 1585 959 440 412 201 750 58 304 420 335 252

% 12,33 2,59 9,25 17,39 0,22 20,38 11,84 11,10 8,94 14,51 21,34 2,28 1,03 12,08 14,67 13,47

mAT 6,19 7,49 6,87 5,69 8,39 6,13 6,18 6,66 6,82 5,19 6,14 7,48 7,67 6,70 6,45 6,25

PRO 7,75 8,14 8,06 7,78 8,46 8,09 7,99 7,56 7,96 7,56 8,13 8,01 8,27 7,97 7,86 7,87

RATA 6,67 7,60 7,10 6,40 7,96 6,41 6,68 6,67 7,07 6,04 6,80 7,30 7,51 7,15 0,00 0,00

E| KASUS-KASUS UjIAN NASIONAL TAHUN PELAjARAN 2008/2009
Kasus–kasus UN tahun pelajaran 2008/2009 muncul berdasarkan laporan dari berbagai pihak terkait. Inspektorat Jenderal (Itjen) Depdiknas mencatat 22 kasus selama pelaksanaan ujian nasional (UN) 2009 untuk tingkat SMP, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan SLTA yang meliputi SMA, Madrasah Aliyah (MA) dan SMK. Kasus-kasus yang ditemukan pada pelaksanaan UN 2009 mulai dari kategori ringan terkait pencetakan dan distribusi soal hingga dugaan kebocoran soal UN. Terkait masalah distribusi dan pencetakan soal, tim Itjen menerima laporan dari berbagai daerah antara lain kesalahan nomor pada soal, nomor soal tercetak dua kali, soal tertukar yakni soal A masuk ke amplop soal B, soal mata pelajaran X masuk ke soal mata pelajaran Y, dan kualitas kertas yang mudah rusak. Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) yang tidak sesuai klasifikasi sehingga tidak bisa dibaca opscan. Percetakan yang tidak kredibel karena berorientasi pada biaya
183

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

yang murah dan juga mengubah layout naskah UN. Beberapa kasus terkait pencetakan dan kendala dalam distribusi soal antara lain di Bangka Tengah, Magelang, Purbalingga, Mamuju Sulbar, Majene Sulsel, dan Kabupaten Padang Panjang. Terkait dugaan kebocoran soal UN, ada upaya membocorkan soal terjadi sehari menjelang pelaksanaan UN terjadi di Bengkulu Selatan yang melibatkan 16 orang, yakni 10 kepala sekolah SMA Negeri, empat kepala sekolah swasta, satu kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri dan seorang Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) Diknas setempat. Kasusnya diproses pihak kepolisian karena upaya tindak kecurangan dengan cara menyembunyikan soal cadangan saat penyerahan kepada pihak kepolisian. Kecurangan tersebut segera diketahui polisi yang langsung menangkap basah saat terjadi pembagian berkas di antara ke-16 orang tersebut sehingga jawaban soal tidak sempat dibocorkan kepada peserta didik. Itjen juga menerima laporan dari SMPN I Bengkulu tentang adanya guru yang membocorkan soal dan jual beli soal di SMP di Kendari, dugaan kebocoran jawaban soal di SMP Negeri di Bandung, guru di Banten yang membacakan jawaban soal ujian kepada siswa di dalam kelas. Sementara itu, penyelenggara UN dan tim pemantau BSNP juga memperoleh laporan adanya pungutan uang UN di sekolah swasta di Bandung Barat yang seharusnya gratis. Sedang di sejumlah daerah yang dilanda banjir juga diperoleh laporan soal UN yang rusak, siswa terlambat mengikuti UN karena banjir. Berdasarkan temuan di lapangan dan hasil evaluasi penyelenggaraan UN yang dilakukan oleh BSNP, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), dan Itjen Depdiknas, disepakati untuk diadakan ujian ulang bagi beberapa sekolah. Tercatat sebanyak 19 sekolah/madrasah setingkat SMA/MA/SMK dan juga 19 sekolah/madrasah setingkat SMP/MTs diuji ulang untuk beberapa matapelajaran. Satuan pendidikan tersebut berasal tersebar dari beberapa provinsi.
184

PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN, UASBN, UNPK

Januari 2010 © BSNP

F| REFLEKSI
Dalam pelaksanaan UN pada tahun 2009 masih menyisakan banyak sekali pro-kontra namun tidak segencar tahun sebelumnya karena pada tahun 2009 ada pemilihan umum (Pemilu) yang hampir bersamaan dengan pelaksanaan UN. Pada tahun ini juga untuk pertama kalinya diadakan ujian ulang bagi sekolah-sekolah yang patut diduga melanggar Prosedur Operasi Standar (POS). Ujian ulang diadakan karena berdasarkan evaluasi pelanggaran terhadap POS UN. Keanggotaan BSNP yang 4 tahunan mestinya sudah berakhir pada bulan Mei 2009, namun baru bulan September 2009 dilantik untuk kenggotaan baru BSNP. Ada 8 anggota baru dan salah satu mengundurkan diri, dimulailah wacana untuk mengembalikan tugas penyelenggaraan UN untuk ditinjau kembali. Secara legal formal BSNP memang sebagai penyelenggara UN, namun secara sumber daya (resources) baik biaya dan tenaga, BSNP tidak memilikinya sehingga semua tergantung pada institusi lain di luar BSNP. Hal-hal semacam inilah yang akan membebani seluruh anggota BSNP pada tahun-tahun yang akan datang, bila UN masih diselenggarakan oleh BSNP yang hanya 15 orang. Hal lain adalah pusaran politik yang melingkupi UN seperti tarik ulur eksekutif dengan legislatif dalam hal kebijakan dan pembiayaan. Ini semua sangat melelahkan dan banyak makan waktu serta tenaga dan pikiran.

185

.

BAB 11 kEgiAtAN rUtiN bSNP Badan Standar Nasional Pendidikan 187 .

.

Rapat Pleno BSNP. 1| Rapat Pleno Rapat pleno diselenggarakan sekali seminggu. memantau dan mengevaluasi standar nasional pendidikan.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP BAB 11. dan berfungsi sebagai wahana untuk pengambilan keputusan semua kebijakan yang dikeluarkan oleh BSNP. Pengambilan keputusan dilakukan bila kourum dipenuhi. 189 . membahas tentang rencana kegiatan BSNP. Rapat pleno ini diadakan secara rutin sekali seminggu. ujian nasional. perihal rekomendasi standar nasional pendidikan kepada Menteri Pendidikan Nasional dan hal-hal yang bersifat strategis lainnya. penilaian buku teks pelajaran. BSNP juga banyak menerima undangan sebagai nara sumber dari berbagai pihak untuk melakukan sosialisasi kebijakan standar pendidikan dan pelaksanaannya. setiap hari Selasa. hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan tim ahli pengembang draf standar nasional pendidikan. serta menilai buku teks pelajaran dan menyelenggarakan ujian nasional. KEGIATAN RUTIN BSNP Dalam melaksanakan misinya: yakni mengembangkan. Disamping itu. BSNP diperlengkapi dengan Rapat Pleno dalam memutuskan semua kebijakannya. yakni dihadiri oleh sedikitnya 8 (dari 15) anggota BSNP. diantaranya. Hasil-hasil keputusan rapat pleno BSNP didokumentasikan dalam notulen rapat BSNP yang ditandatangani oleh notulis dan diketahui/disahkan oleh ketua dan sekretaris BSNP. pengembangan standar nasional pendidikan.

Edy Tri Baskoro. jANUARI 1. Anggani. Yunan Yusuf.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2| menghadiri Undangan BSNP menerima banyak undangan dari berbagai pihak sebagai nara sumber tentang kebijakan standar nasional pendidikan serta pelaksanaannya. Dr. 3. Berikut ini beberapa undangan yang dapat dihadiri oleh BSNP. Dr. tanggal 11-15 Januari 2009 di Hotel Rocky Plaza Padang – Sumatera Barat. Prof. Dr. 2. Dr. Kerjasama Perdagangan Internasional. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP Permohonan Menjadi narasumber Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Pendidikan. Komaruddin. tanggal 13 Januari 2009 di Departemen Perdagangan – Jakarta. 5. II BPP Teknologi – Jakarta. Prof. AT. tanggal 12 Januari 2009 di Gerai Informasi dan Media (GIM) Depdiknas – Jakarta. Prof. Fawzia. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Pusat pada kegiatan Penulisan Naskah Soal Pra Ujian Nasional SD/MI. Prof. Dr. Prof. SMA/ MA dan SMK Provinsi Sumatera Barat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Sumatera Barat. 4. Mungin. Prof. Suharsono. Dr. Seto Mulyadi. M. Soegito menghadiri undangan Pemaparan Instrumentasi SKKD Penulisan Buku TIK dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Bambang Soehendro menghadiri undangan Rapat Stakeholder Jasa Pendidikan Perdagangan Internasional dari Ditjen. Prof. Prof. Djemari mewakili BSNP menjadi Nara Sumber Jumpa Pers tentang Pelaksanaan UN dan UASBN Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas. Pdt. Prof. Mungin dan Prof. tanggal 15 Januari 2009 di Gd. Djaali. tgl 16 Januari 2009 Panitia Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Forum Guru Profesional Sumatera Selatan (FGP-SS) 190 . Weinata Sairin.

Prof. Dr. Pendidikan Kesetaraan Ditjen. Mungin Eddy Wibowo menghadiri rapat Koordinasi pelaksanaan Uji Komptensi Keahlian Siswa SMK Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dit. Dr. Prof. Djaali menghadiri undangan Finalisasi Pedoman/Panduan Kursus dan Kelembagaan dari Ditjen. Dr. 9. Suharsono menghadiri undangan Pertemuan “Finalisasi Spektrum Pendidikan Kesetaraan” dari Dit. PNF-I Depdiknas tanggal 4-6 Februari 2009 di Hotel Lor In – Solo. Prof. tanggal 11 Febru191 . 4. Djaali menghadiri undangan rapat Koordinasi Tim Nasional KTSP 2009. Prof. Pembinaan SMK tanggal 23 Januari di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. Prof. tanggal 2 Februari 2009 di Wisama UNJ – Jakarta. 8. FEBRUARI 1. 2. Yunan Yusuf dan Dr. Djaali menghadiri undangan Pemakalah Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Peningkatan Mutu PTK-PNF dari Ditjen.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 6. Depdiknas. PNF-I Depdiknas tanggal 30 Januari – 2 Februari 2009 di Hotel Sahid Kusuma – Surakarta. Dr. Furqon mewakili BSNP menghadiri undangan dalam rangka penyiapan bahan Rembuk Nasional Depdiknas dari Balitbang Depdiknas tanggal 10 Februari 2009 di Balitbang Depdiknas – Jakarta. PMPTK Depdiknas. 7. Dr. Prof. dari Ditjen. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Ujian Nasional Tahun 2008/2009 dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua tanggal 21-24 Januari 2009 di Aula Dinas Pendidikan dan Pengajaan Provinsi Papua. Prof. PMPTK. Seto Mulyadi mewakili BSNP menjadi Pemakalah pada Rapat Kerja Nasional dan Seminar Nasional dari Asosiasi CI/BI. Dr. Mungin Eddy Wibowo. 3. Prof. Dr. tanggal 21 Januari 2009 di Hotel Santika – Jakarta.

Dr. Prof. 6. 7. Departemen Agama tanggal 18-20 Februari 2009 di Golden Boutique Hotel – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Dr. Prof. 192 . Prof. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas. Prof. Cipayung – Bogor. Djaali menghadiri undangan rapat dalam rangka pelatihan Master Penguji dari Dit. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pada kegiatan Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator Bimtek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dari Dit. tanggal 23 Februari 2009 di Hotel Parama CIpayung – Bogor. PMPTK Depdiknas. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri undangan Rapat Kordinasi Pelaksanaan USSN PAI Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Ditjen.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 ari 2009 di ruang rapat Ditjen. Djaali menghadiri undangan Rapat Finalisasi Materi SNP untuk Timnas KTSP tahun 2009 dari Ditjen. tanggal 18-20 Februari 2009 di Hotel Purnama Putra. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri undangan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Keolahragaan Cabang Olahraga dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. tanggal 23 Februari 2009 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Depdiknas. Dr. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas – Jakarta. 11. Dr. 5. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Depdiknas dalam rangka menyusun Rencana Talkshow Unggulan dan Informasi Pendidikan tahun 2009 yang akan ditayangkan di Televisi Edukasi. 8. Prof. tanggal 24 Februari 2009 di Hotel Batavia – Jakarta. 9. Mungin Eddy Wibowo menjadi Pembicara pada Rembuk Nasional Pendidikan Tahun 2009. Prof. tanggal 25-26 Februari 2009 di ruang sidang PP ITKON Departemen Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga – Jakarta. 10. Sawangan – Depok. PMPTK Depdiknas – Jakarta. Dr. Pendidikan Islam. tanggal 12 Februari 2009 di ruang siding Dit. Pembinaan SMK. Prof.

Djaali menghadiri undangan Rapat Koordinasi Penyusunan Draf Permendiknas SPPMP dari Ditjen. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri undangan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Keolahragaan Cabang Olahraga Panahan dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Dr. Prof. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada rapat Koordinasi Perluasan dan Peningkatan Mutu TK 2009 dari Dit. 15. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan sebagai Penyaji Materi pada Rapat Koordinasi dan Konsultasi Program Pembinaan TK dan SD Tahun 2009 dari Dit. Prof. tanggal 26-27 Februari 2009 di ruang sidang Garaha Pemuda Departemen Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga – Jakarta. Prof. tanggal 26-28 Februari 2009 di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung – Bogor. tanggal 27 Februari 2009 di ruang sidang PMPTK Depdiknas – Jakarta. 14. 18. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. PNF-I Depdiknas. Dr. Prof. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Prof. 13. Suharsono mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Uji Publik RPMA Pendidikan Keagamaan Islam dari Ditjen. Dr. Prof. tanggal 27 Februari 2009 di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung – Bogor.Jakarta. PMPTK Depdiknas.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 12. PMPTK. Departemen Agama RI tanggal 27 Februari 2009 di Hotel Ibis Tamarind . 16. Dr. 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi Pendidikan Kesetaraan dan Naskah Akademik Program Paket C Kejuruan dari Ditjen. Djaali menghadiri undangan rapat dalam rangka pembahasan Finalisasi draf revisi Peraturan Menteri No. PNF-I Depdiknas – Jakarta. Pendidikan Islam. Yunan Yusuf dan Dr. 193 . tanggal 27 Februari 2009 di ruang sidang Ditjen. Djaali menghadiri undangan rapat Koordinasi Penyusunan Draf Permendiknas SPPMP dari Ditjen. Dr. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. 17. tanggal 27 Februari 2009 di ruang siding PMPTK Depdiknas – Jakarta.

tanggal 2 Maret 2009 di Hotel Pitagiri – Jakarta. tanggal 10-13 Maret 2009 di Hotel Grand Angkasa – Medan. 4. Prof. Suharsono menghadiri undangan Wokshop I “Preparation 194 . Djaali dan Dr. tanggal 6 Maret 2009 di Hotel Puncak Raya Cisarua – Bogor. 3. Weinata Sairin mewakili BSNP menghadiri undangan untuk memberikan ceramah dengan judul “Standar Pengelolaan Pendidikan Menengah Keagamaan” dari Ditjen. 5. 7.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 mARET 1. Pembinaan SMK. Dr. Prof. Dr. Departemen Agama RI. Djemari Mardapi menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan persiapan TOT Tim Bimtek SNP/KTSP di SMA Tahun 2009 dari Dit. Prof. 6. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Fawzia Aswin Hadis menghadiri undangan dalam rangka penyediaan buku pelajaran yang memenuhi standar kelayakan pendidikan agama dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada rapat Koordinasi dan Konsultasi Program Pembinaan TK dan SD Tahun 2009 dari Dit. tanggal 10-12 Maret 2009 di Wisma Bahtera Cipayung – Bogor. Dr. Mungin Eddy WIbowo menghadiri undangan pertemuan tentang Pembahasan rancangan Permen Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan pada Pendidikan Nonformal dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. tanggal 2 Maret 2009 di ruang sidang Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas – Jakarta. Suharsono menghadiri undangan dari Ditjen. tanggal 10-13 Maret 2009 di Hotel Grand Aquila – Bandung. Dr. Prof. PNF-I Depdiknas dalam rangka penyiapan Standar Kompetensi Lulusan. Dr. Prof. Dr. Yunan Yusuf dan Pdt. 2. tanggal 10 Maret 2009 di Hotel Pita Giri – Jakarta. Bimbingan Masyarakat Kristen. 8. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator Bimtek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dari Dit. Pembinaan SMA. Prof.

KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 9. Seto Mulyadi menghadiri undangan rapat dalam rangka Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Suharsono dan Dr. Mungin. Prof. tanggal 18 Maret 2009 di Hotel Kartika Wijaya – Kota Batu. tanggal 15 Maret 2009 di Grand Quality Hotel – Yogyakarta. Mungin Eddy mewakili BSNP menghadiri undangan dalam rangka pelaksanaan pengawasan UN SMA/MA tahun 2009 dari Universitas Negeri Surabaya. 12. tanggal 20 Maret 2009 di Hotel Dandang Tingang – Palangkaraya. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan Sosialisasi dan Workshop Pendataan Data Peserta UASBN dan PNF Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan TEngah. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen. 11. Zaki B dan Prof. 10. Prof. PNF-I. tanggal 17 dan 31 Maret 2009 di ruang sidang PPITKON Menpora. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Keolahragaan dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Dr. Dr. tanggal 17 Maret 2009 di ruang sidang Inspektorat Jenderal Depdiknas – Jakarta. Prof. 14. Mission LSE3” dari Dit. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan rapat Koordinasi bagi Pembina Pendidikan TK. Dr. tanggal 13-15 Maret 2009 di Hotel Sahid Jaya – Jakarta. 195 . tanggal 16 Maret 2009 di ruang rapat Pusat Informasi dan Humas Depdiknas – Jakarta. Bambang Soehendro. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan dalam rangka persiapan pengawasan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional tahun 2009 dari Inspektorat Jenderal Depdiknas. Prof. Dr. SD dan Pendidikan Khusus Provinsi dan Kabupaten/Kota se Jawa Timur dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Djemari M. Dr. Prof. 13. Prof.

20. PNF-I Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Seminar Nasional “Pendidikan Profesi Guru dan Konselor” dan Lokakarya “Pengembangan Pendidikan Profesional Konselor” dari Universitas Negeri Semarang. tanggal 30 April 2009 di Hotel Swarna Dwipa – Palembang. Prof. 21. 17. Djaali menghadiri undangan rapat Koordinasi Tim Nasional KTSP dari Ditjen. Dr. tanggal 25 Maret 2009 di Depdiknas – Jakarta. Djemari Mardapi menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan persiapan TOT Tim Bimtek SNP/KTSP di SMA Tahun 2009 dari Dit. PMPTK Depdiknas. Prof.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 15. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber dalam rangka penyamaan mekanisme kerja sosialisasi dan pelatihan 196 . Prof. Seto Mulyadi menjadi Pembicara dalam rangka hari Pendidikan Nasional dari BEM Universitas PGRI Palembang. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. tanggal 21-22 Maret 2009 di Auditorium Universitas Negeri Semarang dan Hotel Belle View Semarang. Prof. tanggal 23-25 Maret 2009 di Hotel Sahid Raya – Solo. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Nara Sumber pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan dan Orientasi Teknis Kebijakan Pendidikan Kesetaraan dengan Organisasi Mitra dari Ditjen. Prof. Yunan Yusuf mewakili BSNP menjadi pengarah dalam penjelasan teknis pemantauan Ujian Nasional 2008/2009 untuk pemantau tingkat provinsi dari Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Ibukota Jakarta. Dr. 19. tanggal 25 dan 27 Maret 2009 di Studio PIH Depdiknas – Jakarta. Dr. Dr. 22. 16. tanggal 23-26 Maret 2009 di Hotel Grand Aquila – Bandung. Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Talk Show Radio dengan topic Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasioanl (UASBN) Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Dr. tanggal 30 Maret 2009 di LPMP – Jakarta. 18. Pembinaan SMA. Prof. Dr.

KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2009 di Pusat dan Daerah dari Ditjen. Prof. tanggal 2 April 2009 di Hotel Sahid Kusuma – Surakarta. tanggal 8 April 2009 di Depdiknas . 2. tanggal 2 April 2009 di ruang sidang Dit. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat dalam rangka persiapan pelaksanaan dan pemantauan Ujian Nasional dari Dit. Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Depdiknas tentang Mekanisme dan Prosedur Perisapan. Dr. Dr. Dr. Pendistribusian. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Prof. Pendistribusian. tanggal 2 April 2009 di Universitas Negeri Jakarta. Pembinaan SMP. Dr. tanggal 6 April 2009 di Depdiknas – Senayan 5. Djaali menghadiri undangan sebagai pengarahan dalam Rapat Koordinasi Penempatan Pengawas UN Tingkat Satuan Pendidikan SMA/MA dari Universitas Negeri Jakarta. tanggal 7 April 2009 di Depdiknas . Dr. 4. Pelaksanaan dan pengumpulan Hasil Ujian Nasional” dari Inspektorat Jenderal. Semua anggota BSNP menghadiri rapat Pembahasan Prosedur 197 . PSMP Depdiknas – Jakarta. Djemari Mardapi menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Khusus dan Pelayanan Pendidikan Khusus (CI-BI) dari Dit. PMPTK Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. 7. Pencetakan. Pencetakan. tanggal 31 Maret 2009 di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung – Bogor. Prof.Jakarta.Jakarta. Pembinaan SLB. 3. Pelaksanaan dan Pengumpulan Hasil Ujian Nasional” dari Inspektorat Jenderal Depdiknas. Prof. APRIL 1. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Pembahasan Ujian Nasional dari Inspektorat Jenderal Depdiknas. Dr. 6. Prof. Dr. Djemari mewakili BSNP menjadi Nara Sumber tentang “Mekanisme dan Prosedur Persiapan.

Mungin Eddy Wibowo dan Prof. tanggal 14 dan 15 April 2009 di Depdiknas – Jakarta. 10.Sulawesi Selatan. Prof. Dr. Dr. Dr. Prof. Dr. Dr. tanggal 17 April 2009 di ruang sidang Balitbang Depdiknas – Jakarta. Djaali menjadi Nara Sumber dalam rangka Sosialisasi dan Pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2009 di Pusat dan Daerah dari Ditjen PMPTK Depdiknas. Prof.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 8. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Rapat Konsolidasi Teknis Pencapaian Standar Sarana dan 198 . Dr. tanggal 16 April 2009 di Depdiknas – Jakarta. Edy Tri Baskoro menghadiri pertemuan dalam rangka membahas rencana/program/ kegiatan BSNP Tahun 2010 dari Balitbang Depdiknas. 14. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pendidikan Kesetaraan dan Orientasi Teknis Kebijakan Pendidikan Kesetaraan dengan Organisasi Mitra dari Ditjen PNF-I. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Talk Show Radio dan Konferensi Pers tentang Pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian AKhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. 9. tanggal 13 April 2009 di Hotel Sahid – Surabaya. Dr. 13. 12. PMPTK. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pertemuan AQAN dan IQF dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas. tanggal 15-17 April 2009 di Hotel Clarion Makassar . Dr. Dr. Prof. Operasi Standar (POS) Ujian Nasional Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Pondok Pesantren Salafiyah tahun 2009 dari Dit. tanggal 8 April 2009 di Departemen Agama – Jakarta. Prof. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama. tanggal 15 April 2009 di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. 11. Furqon menghadiri undangan sebagai Panelis Kegiatan Training of Trainers Provincial Core Team (PCT) dari Ditjen.

Mungin Eddy Wibowo dan Prof. tanggal 21-24 April 2009 di Bukittinggi . dari Dit. Prof. PMPTK Depdiknas – Jakarta. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada workshop Penyusunan Pedoman Kompetensi Siswa dari Dit. tanggal 23 April 2009 di Depdiknas – Jakarta. Prof. Dr. Dr. Djaali menghadiri undangan rapat Streering Committee Reviu dan Finalisasi Draf Naskah Akademik dan Peraturan Mendiknas Tentang Sistem Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan dari Ditjen. tanggal 17 -19 April 2009 di Hotel Hawai – Palangkaraya. Prof. Dr. Prof. PMPTK. Mungin Eddy Wibowo menghadiri rapat dalam rangka pembahasan Ujian Paket C Kejuruan dari Dit. Dr.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 15. Pengelolaan dan Pembiayaan Pendidikan se Kalimantan Tengah Tahun 2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Prasarana. tanggal 24 April 2009 di ruang sidang Ditjen. 18. tanggal 22 April 2009 di Dit. Bambang Soehendro mewakili BSNP menjadi Panelis Kegiatan Training of Trainers Provincial Core Team (PCT) dari Dit. Prof. Dr. 17. Dr. Prof. Pembinaan SLB Depdiknas. Dr. Dr. Pembinaan SLB. 19. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Workshop Pendidikan Kecacatan dari Dit. 199 . 16. Pembinaan SMK – Jakarta. Pembinaan Diklat Depdiknas. tgl 28 April 2009. Pembinaan Diklat di Depdiknas Jakarta. tanggal 21 April 2009 di Hotel Grand Bali Beach – Bali. tanggal 29 April 2009 di Hotel Sahid Kusuma – Solo. 20. 21. Djaali menghadiri Undangan Sebagai Panelis Kegiatan Training of Trainers Provincial Core Team (PCT). Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pertemuan tentang Pembahasan Rancangan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Tentang Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas.Sumatera Barat. Pembinaan SMK.

Dr. Dr. PNF-I Depdiknas. tanggal 4 Mei 2009 di Depdiknas – Jakarta. tanggal 5 Mei 2009 di Depdiknas Jakarta. Dikti Depdiknas. Djaali mengahdiri Undangan Sebagai Panelis Kegiatan Training of Trainers Core Team (PC) dari Dit. Suharsono menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Orientasi Teknis Peningkatan Kapasitas LKP dari Ditjen. tanggal 12 Mei 2009 di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. Dr. 3. tanggal 4-6 Mei 2009 di Hotel Sahid Raya – Solo. Ketua BSNP menjadi Nara Sumber Jumpa Pers dalam rangka penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) SMA/MA/SMK dan SMP/ MTs Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Prof. Prof. Prof. Djaali mengahdiri Undangan Sebagai Panelis Kegiatan 200 . Dr. Prof.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 22. Dr. 7. Mungin Eddy Wiobowo menghadiri undangan rapat Finalisasi POS UN Program Wajar Dikdas PPS dari Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI. Dr. Djaali mewakili BSNP Narasumber pada TOT Tim Verifikasi/Evaluasi Pelaksanaan Program Rintisan PBKL di SMA tahun 2009 dari Ditjen. Pembinaan Diklat. Mungin Eddy Wiobowo mengahadiri undangan Pembahasan Materi Rakornas Jarlitbang Tahun 2009 dari Balitbang. Prof. Depdiknas. 5. tgl 31 April 2009 di ruang rapat Ditjen. Dr. Prof. 23. tgl 12 Mei 2009 di Balitbang Depdiknas Jakarta. Dr. 4. tanggal 30 April 2009 di ruang sidang Dikti Depdiknas – Jakarta. Mandikdasmen Depdiknas. tanggal 6 Mei 2009 di Departemen Agama – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pada Workshop Pengembangan Indonesia Qualification Framework dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Depdiknas. Edy Tri Baskoro mewakili BSNP menghadiri Undangan Diskusi tentang Rancangan Peraturan Mendiknas tentang Pendidikan Tinggi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 2. 6. mEI 1. Prof.

Yunan Yusuf menjadi Nara Sumber pada kajian “Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada SMA/ SMK” dari Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama. PNFI Depdiknas. Suharsono menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Orientasi Teknis Peningkatan Kapasitas Lembaga PKBM dari Ditjen. Prof. Dr. 12. Pembinaan Diklat. 10. Permohonan Nara Sumber pada kegiatan Workshop Pengembangan KTSP Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantren. Zaki Baridwan menjadi Nara Sumber pada kegiatan Lokakarya Internal mengenai Hasil Implementasi Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dari USAID – DBE-1. Prof. 13. Prof. Training of Trainers Provincial Core Team (PCT) dari Dit. 11. Dr. Dr. tgl 12 Mei 2009 di Asrama Haji Pondok Gede. menjadi Narasumber pada TOT Tim Verifikasi/Evaluasi Pelaksanaan Program Rintisan PBKL di SMA tahun 2009. Pembinaan SMP Depdiknas. 14. Dr. Dr. Topik: Standar Nasional Pendidikan. Mungin Eddy Wibowo. Mandikdasmen Depdiknas.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 8. tanggal 13 Mei 2009 di Hotel Ambhara – Jakarta. tanggal 15 Mei 2009 di Hotel Prabu Putragus – Bogor. Dr. tanggal 12-15 Mei 2009 di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. 15. Dr. Prof. Furqon mewakili BSNP. Dr. Edy Tri Baskoro mewakili BSNP menghadiri undangan Lokakarya Persiapan Pembentukan Dewan Pendidikan Nasional dari Ditjen. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada per201 . tanggal 14-16 Mei 2009 di Hotel Mirah – Bogor. tanggal 12-14 Mei 2009 di Hotel Perdana Wisata – Bandung. tanggal 12-13 Mei 2009 di Wisma Bahtera – Bogor. Prof. Prof. Zaki Baridwan menjadi Nara Sumber dalam rangka Pelatihan Penyusunan Dokumen Rencana Pegembangan Kapasitas (RPK) dari Dit. 9. tanggal 12 Mei 2009 di Hotel Parama Puncak Bogor.

Mungin Eddy Wibowo menghadiri rapat Koordinasi Nasional Jaringan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah dari Balitbang Depdiknas. 22.Jakarta. tanggal 23-25 Mei 2009 di Hotel Topas Galeria -Bandung.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 16. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Narasumber pada kegiatan Training of Trainer (TOT). Dr. Prof. 19. Dr. Dr. 17. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan dalam rangka pelaksanaan Program Telaah Kluster Pendidikan dengan tema Pemenuhan Hak Pendidikan Bagi Anak dalam Situasi Darurat dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Prof.Semarang. tanggal 20 Mei 209 di ruang sidang BAN S/M Depdiknas . tanggal 18-19 Mei 2009 di Hotel Mirah Santika – Bogor. Dr. temuan Pimpinan Pondok Pesantren dari Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI. tanggal 26-28 Mei 2009 di Hotel Patra Jasa . Prof. 202 . Dr. Dr. 18. Prof. tanggal 21 Mei 2009 di Padangpanjang. tanggal 21 Mei 2009 di Arena Pekan Raya Jakarta. tanggal 14-17 Mei 2009 di Hotel Grand Jayaraya. Bogor-Jawa Barat dan tgl 1821 Mei 2009 di Hotel Yasmin. Prof. tanggal 17 Mei 2009 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim – Malang. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Pembukaan Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional XVII dan Pameran Kreasi Siswa SMK dari Mendiknas. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat dalam rangka Persiapan Pembahasan Instrument SLB dan TK/RA dari BAN S/M Depdiknas. Makassar-Sulawesi Selatan. Yunan Yusuf menjadi Pembicara pada Seminar Nasional “Membangun Harga Diri Pendidikan Nasional” dari Himpunan Mahasiswa Matematika FKIP UMSB Padangpanjang . Dr. Djaali dan Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Review Program Pengembangan Madrasah Bertaraf Internasional dari Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI. 21. Dr. 20.

tanggal 30 Mei di Grand Hotel Preanger – Bandung. tanggal 29 Mei 2009 di Hotel Grasia . Suharsono menghadiri Undangan Rapat dalam rangka Penyusunan Instrumen Akreditasi Sekolah Luar Biasa (SLB) dari BAN S/M Depdiknas . Fawzia Aswin Hadis dan Dr. 2. Prof. tanggal 28 Mei 2009 di Hotel Borobudur-Jakarta 25. Prof. Prof. Dr. Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Seminar Nasional Optimalisasi Potensi Daerah dalam Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Berkualitas Nasional dan Global dari Himpunan Pengembangan Kurikulum Indonesia. Prof. Anggani Sudono. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan untuk memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Teknis Komputerisasi UNPK Tahun 2009 dari Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas.Jakarta. 24. Suharsono menghadiri undangan rapat Reviu Instrumen Akreditasi Program PNF dari BAN PNF Depdiknas. Bambang Suhendro menghadiri Undangan Seminar Kepentingan Indonesia di Berbagai Perundingan Perdagangkan Internasional: Jasa Pendidikan. Prof. Djaali dan Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Pembahasan Sertifikasi Kompetensi dari Dit Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas. 26. tanggal 29 Mei 2009 di Ruang Rapat BAN PNF Depdiknas . Dr. Prof. tanggal 2 Juni 2009 di Ruang Sidang Pusat Penilaian 203 . Ditjen PMPTK. tanggal 1 Juni 2009 di Ruang Sidang Ditjen PNF-I Depdiknas Jakarta. Dr. Dr. Dr. jUNI 1. Dr.Cipete.Semarang. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Nara Sumber Diklat TOT System Penjaminan Mutu Pendidikan (SPPMP) di Tingkat Provinsi dari Dit Pembinaan Diklat. Dr.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 23. tanggal 27 Mei 2009 di Ruang SIdang BAN S/M Depdiknas . Djemari Mardapi dan Prof. Dr. 27.

Ditjen PMPTK Depdiknas. Prof. Dr. Retno S. Pendidikan Depdiknas . 14 Tahun 2007 tentang Standar 204 . Suharsono menghadiri undangan rapat dalam rangka mempersiapkan penyusunan Peraturan Menteri tentang Penyelenggaraan Paket C Kejuruan dan Menindaklanjuti Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan nasional No. tanggal 5 Juni 2009 di Depdiknas – Jakarta. Prof. Edy Tri Baskoro. 4. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber Konferensi Pers mengenai hasil Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Infomasi dan Humas Depdiknas. Djaali menghadiri undangan sebagai narasumber diklat tot system penjaminan-peningkatan mutu pendidikan (SPPMP) tingkat provinsi di Makassar dari Dit. Prof. tanggal 5 Juni 2009 di Depdiknas Jakarta. Dr. Furqon. Mungin Eddy Wibowo. Prof.Yunan Yusuf dan Dr. Prof. 6. Bambang Soehendro menghadiri undangan rapat dalam rangka Pelaksaan Program EfSD tahun 2009 pada BSNP dan Balitbang Depdiknas dari koordinator Nasional EfSD Indonesia. tanggal 6 Juni 2009 di Auditorium STAIN Batusangkar. Dr. Dr. 7. Prof. Prof. M. Djemari Mardapi. 8. Dr. Mungin Eddy Wibowo. Dr. Dr. Prof. Pembinaan Diklat. Dr. Prof. Challenges for Moslem Societies” dari the Australian National University. Prof. Dr. Sudibyo. Dr. Dr.Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menjadi Pemateri pada Seminar Nasional Pendidikan dengan topik “Upaya Profesionalisasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan” dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar. Dr. Prof. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Fawzia menghadiri undangan diskusi tentang Integrating Gender and Reproductive Health Issues in the Indonesian National School Curricula. tgl 8-10 juni 2009 di Hotel Imperial Aryaduta .Makassar.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 3. 5. tanggal 3 Juni 2009 di ruang Konferensi Pers Gerai Informasi dan Media Depdiknas Jakarta. Prof. Dr.

KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 9. 11. 13. 14. Prof. Edy Tri Baskoro. Mungin Eddy Wibowo (Ketua BSNP) menjadi Nara Sumber pada Rakor Pembinaan TK Pedesaan dari Dit. tanggal 16 Juni 2009 di Sahid Jaya . tanggal 11 Juni 2009 di ruang sidang Ditjen PNFI Depdiknas Jakarta. Dr. Prof. Prof. Prof. 10. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Dr. Fawzia Aswin Hadis menghadiri undangan pertemuan “Mengidentifikasi Buku Teks Pelajaran Yang Akan Dialihbahasakan” dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Anggani Sudono dan Dr. Yunan Yusuf dan Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Tutorial Pelaksanaan dan Aplikasi Pendataan dalam Rapat Koordinasi dan Workshop Pendataan Pendidikan Nasional Tahun 2009 dari Pusat Statistic Pendidikan Depdiknas. Cisarua Bogor. Prof. tanggal 17 Juni 2009 di Wisma Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jakarta. Dr.Jakarta. Suharsono mewakili BSNP menghadiri Undangan Pembahasan draft Permendiknas tentang Program Paket C Kejuruan dan draft Permendik205 . 15. Prof. Suharosono menghadiri undangan rapat dalam rangka penyusunan Instrumen Akreditasi Sekolah Luar Biasa (SLB) dari BAN S/M Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Nara sumber Diklat TOT Sistem Penjaminan . Dr. Yunan Yusuf menghadiri undangan rapat dengan tema UN Pengganti dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta. Prof.Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) Tingkat Provinsi di Denpasar dari Dit. tanggal 11-13 Juni 2009 di Hotel Inna Sindhu Beach Denpasar Bali. tanggal 12-14 Juni 2009 di Hotel Safari Garden. Dr. Prof. tanggal 18 Juni 2009 di ruang Sidang Pusat Perbukuan Depdiknas – Jakarta. Pembinaan Diklat. Fawziah Aswin Hadis dan Dr. Isi Pendidikan Kesetaraan dari Ditjen PNFI Depdiknas. 12. tanggal 15 Juni 2009 di Ruang Rapat PP Muhammadiyah – Jakarta. M.

206 . 17. tanggal 18 Juni 2009 di Depdiknas Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Forum Diskusi Media Analisis dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. tanggal 19 Juni 2009 di ruang Konferensi Pers Gerai Informasi dan Media Depdiknas – Jakarta. tanggal 24 Juni 2009 di Depdiknas Jakarta. Edy Tri Baskoro menjadi Nara Sumber pada kegiatan Diklat Pengawas Pendidikan Angkatan 1 dan 2 tentang Standar Nasional Pendidikan dari Pusdiklat Depdiknas. tanggal 23 Juni 2009 di Danau Dariza Resort Hotel Cipanas – Garut. nas tentang Penyelenggaraan Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. Dr. 21. Prof. tanggal 22 Juni 2009 di Sanur Paradise Plaza – Bali. Dr. 19. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan Rapat Koordinasi tentang Standar Nasional Pendidikan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas. Prof. Dr. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber Konferensi Pers mengenai Hasil Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2008/2009 dari Pusat Infomasi dan Humas Depdiknas. Mungin Edy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Diklat Terakreditasi dan Pengakuan Hasil Belajar Melalui Pengalaman Dalam Rangka Peningkatan dan Penjaminan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan dari Dit. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Dr. tangal 23 Juni 2009 di Dikti Jakarta.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 16. Dr. Dr. Dr. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. 20. Prof. Furqon menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan dan Tim Pemantau Independen Ujian Nasional (TPI-UN) Tingkt Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/Kota Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. tanggal 22 Juni 2009 di Ruang Konferensi Pers Gerai Informasi dan Media Depdiknas Jakarta. Prof. Prof. 18. Prof. Pembinaan Diklat Depdiknas. Dr.

Dr. 4. Prof. 3. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. tanggal 9 Juli 2009 di Hotel Golden View – Batam. Dr. Prof. Prof. Pembinaan Diklat Depdiknas. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Prof. Djaali menjadi Nara Sumber Diklat TOT System Penjaminan Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) bagi Stake Holder Pendidikan Tingkat Kab/Kota dari Dit. Pembinaan Diklat. 5. 23. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Talk Show dengan topik Ujian Nasional dan Kesenjangan Mutu Sekolah dari Voice of Human Rights News Center (VHR). Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri Undangan dalam rangka Pembahasan draf Peraturan Menteri tentang Program Paket C Kejuruan dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Diklat TOT Sistem Penjaminan . Dr. Dr. tanggal 10 Juli 2009 di Ruang Sidang Biro Hukum Depdiknas Jakarta.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 22. Prof. Djaali menjadi Nara Sumber pada Diklat KTSP Sekolah Dasar dari Dit. tanggal 3 Juli 2009 di Hotel Ciputra – Surabaya. tanggal 12 Juli 207 . Dr. Mungin Edy Wibowo menjadi Nara Sumber Diklat TOT Sistem Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) Bagi Stake Holder Pendidikan tingkat Kab/Kota dari Dit. Prof. jULI 1.Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) Bagi Stake Holder Pendidikan tingkat Kab/Kota dari Dit. Dr. tanggal 7 Juli 2009 di Studio VHR Jakata. tanggal 29 Juni 2009 di Hotel Sahid Jaya Jakarta. Dr. tanggal 24 Juni 2009 di Hotel Inna Muara – Padang. Pembinaan Diklat. Pembinaan Diklat Depiknas. Dr. Prof. 2. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Diklat TOT sistem Penjaminan-Pendidikan Mutu Pendidikan (SPPMP) Bagi Stakeholder Pendidikan tingkat Kab/Kota dari Dit.

Prof. Dr. Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Evaluasi Program SMP-RSBI Angkatan Tahun 2007 (Angkatan I) dari Dit. Paket B dan Paket C. 9. Dr. Paket B dan Paket C. 8. Prof. 208 . tanggal 17 Juli 2009 di Ruang Sidang Sekretaris Jenderal Depdiknas. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri Undangan tentang Pembahasan Rancangan Permendiknas tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan dari Sekretaris Jenderal Depdiknas. Prof. 11.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2009 di Hotel Golden Virgo – Batam. tanggal 12 Agustus 2009 di Hotel Safari Garden – Bogor. tanggal 16 Juli 2009 di Hotel Sahid Kusumo – Solo. Djaali. Dr. Furqon menghadiri Undangan Workshop Penilaian Kinerja Guru dari Dit. Prof. tanggal 15 Juli 2009 di Auditorium FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Prof. Mungin Eddy Wibowo Key Note Speaker pada Seminar Nasional yang bertema “Inovasi Biologi dan Pendidikan Biologi dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia dari Universitas Pendidikan Indonesia. Dr. tanggal 14 Juli 2009 di Hotel Saphir Yogyakarta. Prof. 6. Mungin Eddy Wibowo menjadi Penyaji Makalah pada Rapat Koordinasi Bidang Perbukuan dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Koordinasi dan Sinkronisasi Program Rintisan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di SMA dari Dit. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber pada kegiatan Pengkajian Standar Isi Pendidikan Kesetaraan Paket A. Dr. Mungin Eddy Wibowo. Pembinaan SMA. Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Paket A.Jakarta. Pembinaan SMP. tanggal 17 Juli 2009 di Hotel Atlet Century Park . tanggal 14 Juli 2009 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. 12. Profesi Pendidik. 10. Prof. dan Standar Penilaian dari Ditjen PNF-I Depdiknas. 7. Prof. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Asistensi. Prof.

19. 209 . Furqon menghadiri Undangan Presentasi draft Naskah Akademik Teacher Underperformance dari Dit. Depdiknas. 15. Prof. 16. Fawzia Aswin Hadis menghadiri Undangan dalam rangka Pembahasan Lanjutan Hasil Kajian Spesifikasi Kertas oleh Tim Analisis Departemen Perindustrian dalam rangka Program Buku Murah dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Bambang Soehendro mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Tim Persiapan Kebijakan Strengthening Education Quality of Health Professional through Accreditation and Testing System Project (SEHAT Project) dari Ditjen. M. Prof. tanggal 20 Juli 2009 di Hotel Jayakarta. Dr. tanggal 28 Juli 2009 di Hotel Garuda Plaza – Medan. Dr. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi UN dan UASBN Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB. Dr. tanggal 18 Juli 2009 di Kampus Timur STAIN Kudus. Dr.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 13. Prof. Prof. Pendidikan Tinggi. Yunan Yusuf menjadi Nara Sumber pada Seminar Nasional Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Kudus dari STAIN Kudus. 17. tanggal 30 Juli 2009 di Ruang Sidang Pusat Perbukuan. tanggal 28 Juli 2009 di Hotel Puncak Raya – Bogor. Profesi Pendidik Depdiknas. Lombok. 14. Prof. Dr. tanggal 30 Juli 2009 di Hotel Pitagiri Jakarta. Bimbingan Masyarakat Kristen Depag RI. Yunan Yusuf menjadi Penceramah pada acara Konsultasi Pengelola Penyelenggara Pendidikan Agama dan Keagamaan Kristen se Indonesia Tahun 2009 dari Ditjen. Prof. Dr. tanggal 24 Juli 2009 di Hotel Millenium Sirih – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Peningkatan Pemahaman Teknis Program PAUD pada tenaga Kependidikan dari Ditjen. 18. PNF-I Depdiknas. Dr.

2. Pendidikan Tinggi Depdiknas. Seluruh anggora BSNP menghadiri undangan rapat tentang Pembahsan Pelaksanaan USSN (Ujian Sekolah ber Standar Nasional) PAI pada SD. Dr. Teuku Ramli Zakaria mewakili BSNP menghadiri undangan rapat tentang Sistem penilaian berkesinambungan pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dari Dit. Prof. SMA/SMK. tanggal 10 September 2009 di ruang sidang Dit. B. Pendidikan Tinggi Depdiknas. Dr. Pendidikan Islam Depag RI. OKTOBER 1. 3. tanggal 13 September 2009 di Ditjen. Pembinaan SMP. Dr. 4. tanggal 28-29 Oktober 2009 di Depdiknas Jakarta. 2. Dr. Dr. SMP. Prof. tanggal 3 Oktober 2009 dari Ditjen. Edy Tri Baskoro dan Dr. Djaali mewakili BSNP menjadi Narasumber pada kegiatan Apresiasi Program dan Seminar Hasil Akhir (PTK dan PTS) dari Ditjen. Pendidikan tinggi Depdiknas. Prof. SMP. Djemari Mardapi dan Prof. Teuku Ramli Zakaria menghadiri Undangan Seminar Hasil Penelitian dari Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas. tanggal 13 September 2009 di Hotel Grand Cempaka Jakarta. Prof. Teuku Ramli Zakaria mewakili BSNP untuk menghadiri undangan Perumusan Naskah Akademik Pendidikan Pancasila dari Ditjen. Edi Tri Baskoro menghadiri Undangan tentang Pembahasan draft Permendiknas tentang SPMPT dari Ditjen. tanggal 2 Oktober 2009 di Hotel Ambara Jakarta. Edy Tri Baskoro dan Dr. Prof. tanggal 2 Oktober 2009 di Depdiknas Jakarta. Dr. 210 . 3. Djemari Mardapi. Dr. PSMP Depdiknas. Djemari Mardapi menghadiri Rapat Koordinasi dan Sosialisasi UN Program Paket A. Prof. Dr.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 SEPTEmBER 1. dan C Periode II dari Balitbang Depdiknas. Pendidikan Islam di Hotel Santika Jakarta.

5. Jamaris Jamna mewakili BSNP Sebagai Pembicara pada Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Kebijakan Akreditasi Sekolah dan Madrasah. Djemari Mardapi dan Prof. Dr. Prof. tgl 4 November 2009 Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. tanggal 18 November 2009 di Depdiknas Jakarta. tanggal 12 November 2009 di Depdiknas Jakarta. Dr. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat tentang Ujian Nasional dari Balitbang Depdiknas. Dr. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada rapat kerja Kepala SMP-RSBI dari Ditjen. Teuku Ramli Zakaria mewakili BSNP menghadiri undangan pada kegiatan Penyusunan Soal teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan dari Dit. Pembinaan SMK Depdiknas. 8. Dr. 6. Prof. Prof. Prof. tanggal 5 November 2009 di Le Meredien Hotel Jakarta.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP NOVEmBER 1. Prof. tanggal 8 November 2009 di Hotel Pitagiri Jakarta. 2. tanggal 11-14 November 2009 di Hotel Panghegar – Bandung. Dr. 3. Djemari Mardapi dan Prof. Mandikdasmen. 4. Aman mmenghadiri undangan Indikator Penjaminan dan Pengendalian Mutu dari Pusat Statistik Pendidikan Depdiknas. tanggal 18 November 2009 di ruang rapat Biro KLN Depdiknas Jakarta. M. Prof. Prof. Dr. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat tentang Penyelenggaraan Ujian Nasional tahun 2010 dari Balitbang Depdiknas. 7. Dr. tanggal 19 November 2009 di SMP K 4 Penabur Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Rapat Teknis Finalisasi ESSP-Results Framework dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Depdiknas. Dr. Djemari Mardapi menghadiri undangan Workshop dalam rangka Education Sector Support Program (ESSP) dari Balitbang Depdiknas. 211 .

Prof. tanggal 2 De212 . Pendidikan Islam Depag RI. 10. Prof. Dr. tanggal 1 Desember 2009 di Hotel Mega Matra Jakarta. tanggal 22 November 2009 di Hotel Pitagiri Jakarta. Ramli Zakaria mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada kegiatan Penyusunan Peringkat hasil Penilaian Pendidikan Tahun 2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas. Prof. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi USSN dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dari Ditjen. 11.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 9. tanggal 26 November 2009 di ruang rapat Komisi X-DPR RI Jakarta. Pembinaan SMK Depdiknas. Ramli Zakaria menghadiri undangan dalam rangka Pembahasan Sraf Peraturan Bersama menteri Agama RI dengan Menteri Pendidikan Nasional tentang Ujian Sekolah Standar nasional (USSN) dari Ditjen. Djaali mewakili BSNP menghadiri Undangan Rapat dalam rangka menentukan langkah selanjutnya setelah adanya penolakan kasasi tentang UN dari Balitbang Depdiknas. Semua anggota BSNP menghadiri undangan RDPU tentang Ujian Nasional dari Komisi X DPR-RI. 2. Dr. Prof. Prof. Furqon dan Prof. 12. Dr. Dr. Semua anggota BSNP menghadiri Undangan pada kegiatan Finalisasi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Dit. T. tanggal 30 November 2009 di ruang sidang Balitbang Depdiknas. Djemari. T. tanggal 25 November 2009 di Hotel Madani – Medan. 13. Pendidikan Islam Dpeag RI. Mungin Eddy Wibowo dan Dr. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP menghadiri Undangan pada kegiatan Penyusunan Soal teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan untuk mata pelajaran Kompetensi Keahlian dari Dit. dESEmBER 1. tanggal 20-22 November 2009 di Hotel Perdana Wisata – Bandung.

tanggal 11-12 Desember 2009 di Hotel Saphir – Yogyakarta. Djaali mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Rapat koordinasi USSN PAI dengan Mapenda dari Ditjen. Pendidikan Islam Depag RI. tanggal 9 Desember 2009 di Hotel Golden Boutique Jakarta.Makassar. Dr. 9. 8. 11. Dr. Dr. tanggal 6 Desember 2009 di Hotel Singgasana . Pendidikan Islam Depag RI. 5. tanggal 4 Desember 2009 di Hotel The Sunan . 6. Teuku Ramly Zakaria mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi USSN PAI dengan Mapenda dari Ditjen. Djaali mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada ke213 . Zaki Baridwan menghadiri undangan Diskusi Hasil Lokakarya Juknis Pengelolaan Keuangan Sekolah Berdasarkan Panduan BOS 2009 dari USAID Indoensia. 10.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP sember 2009 di Hotel Abadi – Serang. 4. Dr. Dr. Prof. 5 Desember 2009 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA Kota Palembang 7. Dr. Mungin mewakili BNSP menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Kehumasan dari Pusat Informasi dan humas Depdiknas. Pembinaan SMA Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP Permohonan Kesediaan Menjadi Pembicara Seminar Nasional. tanggal 3 Desember 2009 di Stasiun JAK TV Jakarta. Djemari Mardapi menghadiri Undangan Pemaparan Hasil Uji Kompetensi Bahasa Inggris dan TIK Siswa SMA Tahun 2009 dari Dit. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber Talk Show Radio tentang Penyelenggaraan UN Tahun pelajaran 2009/2010 dar Pusat Informasi dan Humas Depdiknas.Solo. 3. Prof. Prof. tanggal 7 Desember 2009 di Studio Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Dr. Prof. tanggal 4 Desember 2009 di Ruang Meeting Sesditjen Mandikdamen Depdiknas. Dr. Prof. Dr. Djaali mewakili BSNP menjadi Nara Sumber Dialog Interaktif tentang UN dari Dewan Perwakilan Daerah. Prof. Prof. Prof.

214 .Sc. Djemari Mardapi. tanggal 14 Desember 2009 di UIN – Jakarta. Semua anggota BSNP menghadiri Undangan dalam rangka penyiapan Standar Kompetensi Lulusan dari Dit. Dr. giatan Sosialisasi dan Pembinaan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah dari Ditjen.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 12. tanggal 16 Desember 2009 di Hotel Bukit Indah – Cianjur. Furqon mewakili BSNP menjadi Nara Sumber dalam Seminar Nasional Kepala Sekolah dari Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia. Prof. 16. tanggal 11 Desember 2009 di Studio TVRI Jakarta. Prof. 14. tanggal 17-18 Desember 2009 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. Dr.Bandung. 15. Ramli Zakaria menghadiri undangan dalam rangka Pembahasan Draft peraturan Bersama menteri Agama RI dengan Menteri pendidikan Nasional tentang Ujian Sekolah Standar Nasional (USSN) dari Ditjen. M. Weinata Sairin menghadiri undangan Rapat Kerja Pengendalian Mutu Buku Teks Pelajaran SD/MI. Pendidikan Islam Depag RI. Mungin Eddy Wibowo dan Dr. T. tanggal 29 Desember 2009 di Kampus ITHB . Dr. Prof. Pendidikan Islam Depag RI. Moehammad Aman Wirakartakusumah. SMA/MA. 13. Prof. Pembinaan Kursus dan Kelambagaan Depdiknas. mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Pembinaan Kelembagaan Sekolah dan Manajemen Sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Dr. Edy Tri Baskoro dan Pdt. SMP/MTs. Dr. SMK/MAK dari Pusat Perbukuan Depdiknas. tanggal 21-23 Desember 2009 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. Prof.

BAB 12 PENcAPAiAN DAN EvALUASi kEgiAtAN Badan Standar Nasional Pendidikan 215 .

.

Pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi 2. Diantara perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Ada tiga SNP untuk pendidikan tinggi yang telah selesai disusun pada tahun 2009. BSNP mulai menyusun standar nasional pendidikan untuk pendidikan tinggi. pada tahun 2009 pula. Pengembangan standar isi pendidikan tinggi 3. Pada tahun ini pelaksana UN SMA/MA tingkat provinsi adalah Perguruan Tinggi Negeri yang ditunjuk oleh BSNP atas usul 217 .PENCAPAIAN dAN EVALUASI KEGIATAN Januari 2010 © BSNP BAB 12. Pengembangan standar sarana dan prasaranapendidikan tinggi: program sarjana B| Penyelenggaraan Ujian Nasional Dalam penyelenggaraan UN tahun pelajaran 2008/2009 terdapat beberapa perbedaan mendasar jika dibandingkan dengan UN tahun sebelumnya. Dengan selesainya standar nasional pendidikan untuk sekolah dasar dan menengah. PENCAPAIAN DAN EVALUASI KEGIATAN A| Pengembangan Standar Sampai akhir tahun 2009 BSNP telah menyelesaikan penyusunan 8 standar nasional pendidikan untuk sekolah dasar dan menengah sebagaimana diamanatkan oleh PeraturanPemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. yaitu 1.

Demikian juga tingkat kelulusan UN SMP/MTs dan SMPLB tahun 218 . nilai uji kompetensi keahlian digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN Hasil UN Tingkat kelulusan UN SMA/MA dan SMALB tahun pelajaran 2008/2009 adalah 93. Memiliki nilai rata-rata 5. b. Selanjutnya tingkat kelulusan UN SMK tahun pelajaran 2008/2009 sebesar 96. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan UN SMA/MA dan SMALB tahun ini maik sebesar 2.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2.58%. Pengawas Satuan Pendidikan diberi wewenang untuk menegur pengawas ruangan atau mencatatnya kemudian dilaporkan secara berjenjang kepada penyelenggara UN yang lebih tinggi jika disinyalir terjadi pelanggaran POS UN yang diakibatkan oleh kurang tegasnya pengawas ruangan tersebut. Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan UN SMK tahun ini naik sebesar 3. Khusus untuk SMK nilai ujian kompetensi keahlian minimum 7. Kriteria kelulusan UN tahun pelajaran 2008/2009 adalah: a.00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4.93% jika dibandingkan tahun sebelumnya. 3.00%. Pada setiap SMA/MA yang menyelenggarakan UN diawasi oleh minimal 2 orang Pengawas Satuan Pendidikan yang berasal dari perguruan tinggi. 4.61% lebih tinggi dari hasil UN tahun pelajaran 2007/2008 yang sebesar 91.25 untuk mata pelajaran lainnya.51% lebih tinggi dari hasil UN tahun pelajaran 2007/2008 yang hanya sebesar 92. dengan nilai minimal 4. Ada Ujian Teori Kejuruan bagi SMK/MAK.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.00 dengan nilai teori kejuruan minimum 5.00 .61% jika dibandingkan tahun sebelumnya.

309 % jika dibandingkan tahun sebelumnya. 2. Perlu ditingkatkan kewenangan para pengawas satuan pendidikan misalnya diberi kewenangan masuk ruang ujian apabila disinyalir terjadi pelanggaran atau penyimpangan POS UN.79%. 3. Perlu disampaikan kepada semua daerah (provinsi dan kabupaten/kota) hingga tingkat Sekolah/madrasah tentang hasil analisis daya serap dari soal-soal UN agar dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi kegiatan belajar-mengajar dalam rangka perbaikan mutu. Perlu dipertimbangkan untuk juga menyediakan ujian ulangan dalam ujian nasional untuk memberikan kesempatan kedua kepada peserta didik yang belum lulus.099% lebih tinggi dari hasil UN tahun pelajaran 2007/2008 yang sebesar 92. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Buddha 219 . Tindak Lanjut Hasil UN Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi UN serta untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan UN pada tahun yang akan datang terdapat beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti antara lain sebagai berikut: 1. Ada lima instrument yang selesai dikembangkan yaitu: 1. yaitu pengembangan instrument penilaian buku teks pelajaran dan penilaian buku teks pelajaran. Hal ini akan dapat mengurangi beban psikologis yang dialami peserta didik. C| Penilaian buku teks pelajaran Ada dua kegiatan utama terkait dengan penilaian buku teks pelajaran. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Kristen 3. Pada tahun 2009 BSNP mengembangkan instrumen penilaian buku teks pelajaran agama. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan UN SMP/MTs dan SMPLB tahun ini naik sebesar 2. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Islam 2.PENCAPAIAN dAN EVALUASI KEGIATAN Januari 2010 © BSNP pelajaran 2008/2009 sebesar 95.

kualifikasi kepala sekolah.705 responden dari unsur kepala sekolah. Standar Kepala Sekolah/Madrasah. yaitu Standar Isi (SI). Selain lima standar tersebut. pengawas. masih ada kesenjangan dalam pencapaian Standar Kompetensi Guru.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 4. dan kualifikasi pengawas adalah biaya. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) melakukan pemantauan penerapan standar nasional pendidikan pada tahun 2009. Dilihat dari kategori Jawa-Luar Jawa. sosialisasi. mulai dari bulan Juni 2009 sampai dengan bulan November 2009. kepala dinas pendidikan kabupaten/kota. faktor yang paling menghambat pencapaian standar kualifikasi akademik guru. Kepala Sekolah. Secara umum. Ada lima standar yang dipantau. dan Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. dan Pengawas. kepala kantor wilayah departemen agama provinsi. guru. ketua panitia sertifikasi guru di LPTK. Standar Kompetensi Lulusan (SKL). dan kepala LPMP. Kegiatan ini dilakukan selama enam bulan. ketua program studi LPTK. Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. 5. dan negeri-swasta. dan pemahaman dokumen SNP di lapangan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai ketersediaan. kepada departemen agama kabupaten/kota. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Hindu Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Konghucu Sedangkan buku yang telah dinilai kelayakannya kurang lebih tujuh ratus buku teks pelajaran. Pemantauan dilaksanakan di 32 provinsi dengan melibatkan 96 kabupaten/kota dan 3. d| Pemantauan implementasi standar nasional pendidikan Setelah empat tahun dibentuk. BSNP membentuk tim pemantauan standar nasional yang bersifat ad hoc. sekolah-madrasah. Keadaan sekolah yang terkait dengan jumlah rombongan 220 . BSNP juga memantau pelaksanaan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. Dalam pelaksanaannya. kepada dinas pendidikanprovinsi.

Tindak lanjut dari hasil pemantauan standar oleh satuan pendidikan. dan di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di sekolah/madrasah negeri. penyelenggaraan UN juga masih sarat dengan kepentingan-kepentingan pihak tertentu. Ujian Nasional masih menuai pro kontra dari masyarakat baik dari aspek kebijakan. Berbagai hal yang dianggap menjadi hambatan atau perlu diperbaiki pada masa mendatang adalah: 1. 221 . sosialisasi standar-standar tersebut kepada masyarakat dirasakan masih belum optimal sehingga pemahaman mereka terhadap standar sangat terbatas. Di sisi lain. E| Evaluasi Kegiatan BSNP tahun 2009 Pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pemantauan standar nasional pendidikan yang dilakukan oleh BSNP pada tahun 2009. dinas pendidikan dan direktorat terkait masih dirasakan lamban. 2. 3. implementasi.PENCAPAIAN dAN EVALUASI KEGIATAN Januari 2010 © BSNP belajar dan jumlah siswa setiap rombongan belajar masih jauh dari standar. secara umum dapat dikatakan berjalan cukup baik dan lancar. Namun demikian. Pencapaian target penilaian buku teks pelajaran masih rendah karena kemampuan menulis dan mutu tulisan yang belum sesuai dengan standar yang ditetapkan. Ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di sekolah dan unit-unit kerja yang terkait masih belum maksimal. 4. Pengembangan standar nasional pendidikan untuk pendidikan dasar dan menengah telah selesai. maupun kredibilitas hasilnya. Ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di luar Jawa lebih rendah daripada di Jawa.

antara lain: 1. Penyelenggaraan ujian nasional 9. Pengembangan paradigm pendidikan 2. Pengembangan Standar Biaya SMK 6. Penilaian buku teks pelajaran 8. Pengembangan Standar Dosen Pendidikan Vokasi 5.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 F| Rencana Kegiatan BSNP tahun 2010 Pada tahun 2010. Pemantauan Implementasi Standar Dikdasmen 7. Pengembangan standar proses pendidikan tinggi 4. Pengembantan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi program vokasi 3. Pengembangan Manajemen Kesekretariatan BSNP 222 . Penyelenggaraan Rapat Pleno BSNP 10. BSNP akan melaksanakan beberapa kegiatan yang diamanatkan oleh peraturan pemerintah.

BAB 13 EPiLog Badan Standar Nasional Pendidikan 223 .

.

dan independen sesuai dengan tuntutan undang-undang. melainkan ditentukan/didukung pula oleh banyak pihak.EPILOG Januari 2010 © BSNP BAB 13. menyelenggarakan ujian nasional setiap tahunnya dan menilai buku teks pelajaran. izinkan kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tulus kepada semua pihak yang telah bekerjasama serta membantu BSNP dalam menunaikan tugasnya. Tugas yang tidak begitu ringan setiap tahunnya membuat BSNP semakin dewasa dalam menentukan tindakan atau kebijakan yang berkaitan dengan standar nasional pendidikan. demi terwujudnya pendidikan nasional yang makin bermutu sesuai dengan amanah undang-undang. EPILOG Dalam rentang waktu empat tahun. BSNP telah menghasilkan beberapa standar nasional pendidikan. Perjalanan selama empat tahun ini memberikan arti yang luar biasa bagi BSNP untuk terus mewujudkan dirinya sebagai lembaga yang mandiri. Oleh karena itu. Kegiatan yang belum terlaksana tersebut menjadi catatan tersendiri dan perhatian dalam melaksanakan program tahun 2010. Namun ada juga program yang tidak dapat terlaksana dengan optimal karena berbagai kendala. Beberapa program telah dilaksanakan sesuai dengan target-target yang dicanangkan. Kami berharap kerjasama sinergis yang sudah terjalin baik ini dapat terus kembangkan dalam pelaksanaan program-program mendatang. Menghadapi tahun 2010. BSNP telah mempersiapkan program 225 . Kami menyadari sepenuhnya bahwa semua yang dapat diraih hingga tahun 2009 bukan semata-mata hanya ditentukan oleh BSNP itu sendiri. profesional.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 yang merupakan kelanjutan dari program-program yang terlaksana pada tahun 2009 dan program baru dalam rangka mengembangkan. dan mengevaluasi pelaksanaan standar nasional pendidikan di Indonesia. 226 . bangsa dan Negara. memantau pelaksanaan. khususnya di bidang pendidikan. Dan itu hanya terjadi bila semua potensi member dukungan optimal dan tangan-tanganTuhan yang ramah membimbing perjalanan kita bersama dalam mengukir karya terbaik bagi masyarakat. Semoga program yang akan dilaksanakan pada tahun 2010 akan lebih berhasil dan optimal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful