Laporan BSNP

Tahun 2009

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, taufik, dan karunia-Nya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dapat menyelesaikan seluruh program kerja tahun 2009 tepat pada waktunya. Program strategis yang telah dilaksanakan BSNP tahun 2009 adalah: (1) Pengembangan Standar Dosen Akademik dan Profesi Pendidikan Tinggi,(2) Pengembangan Standar Isi Pendidikan Tinggi, (3) Pengembangan Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan Tinggi: Program Sarjana, (4) Pengembangan Standar Pendidikan Anak Usia Dini, (5) Updating Standar Biaya dan Pengembangan Indeks Biaya Pendidikan, (6) Pemantauan Implementasi Standar Nasional Pendidikan, (7) Pengembangan Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran, (8) Penilaian Buku Teks Pelajaran, (9) Penyelenggaraan dan Pemantauan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) serta Ujian Nasional (UN). Dalam penyusunan laporan ini, BSNP telah bekerjasama dengan penanggungjawab pengembangan standar dibantu staf professional. Untuk itu BSNP menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tulus kepada semua penanggungjawab, anggota tim pengembang, dan anggota BSNP yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan BSNP tahun 2009. Berkat bantuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak, seluruh program kerja BSNP dapat diselesaikan pada waktunya. Penerbitan buku laporan BSNP ini merupakan salah satu bentuk pertanggungajwaban serta transparansi BSNP dalam menjalankan
iii

tugas dan kewenangannya. Semoga, buku laporan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Jakarta, Januari 2010 Badan Standar Nasional Pendidikan Ketua,

Prof. Dr. Djemari Mardapi

iv

....................................................... Administratif dan Keuangan ................... iii v 1 3 4 5 6 7 8 8 10 10 11 39 BAB 4 PENGEMBANGAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN TINGGI: PROGRAM SARJANA ................... c....................... Proses Penyusunan Standar ........................................... i....... 51 v ....... LatarBelakang ........................................ f......................... h........... Fungsidan Tujuan Standar Nasional Pendidikan ............ b....................................................... Struktur Kepemimpinan ................................... g....................................................... Tim Ahli............. Tugas dan Wewenang ............. Lingkup Standar Nasional Pendidikan ....... BAB 3 PENGEMBANGAN STANDAR ISI PENDIDIKAN TINGGI .................. BAB 2 PENGEMBANGAN STANDAR DOSEN AKADEMIK DAN PROFESI PENDIDIKAN TINGGI ................................... DAFTAR ISI ......................................................................... Tenaga Profesional...............................................................................DAFTAR ISI LAPORAN KEGIATAN BSNP TAHUN 2009 KATA PENGANTAR ................ Anggota .............. e.............................................. BAB 1 PENDAHULUAN ......... a....... d.....

.....................................................................................................................BAB 5 PENGEMBANGAN STANDAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI........................................... BAB 6 UPDATING STANDAR BIAYA DAN PENGEMBANGAN INDEKS BIAYA PENDIDIKAN............... BAB 7 PEMANTAUAN IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .................... BAB 8 PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN .................................................................................................................... UASBN DAN UNPK .............................. BAB 13 EPILOG ..................................................................................... 61 71 97 125 151 165 187 215 223 vi ..................... BAB 11 KEGIATAN RUTIN BSNP ....................... BAB 10 PENYELENGGARAN UJIAN NASIONAL 2009: UN................ BAB 9 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN ........... BAB 12 PENCAPAIAN DAN EVALUASI KEGIATAN ...........................................................

BAB 1 PENDAHULUAN Badan Standar Nasional Pendidikan 1 .

.

pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. baik melalui jalur formal. sebagai produk pendidikan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. maupun melalui jalur nonformal dan informal. pemerintah perlu melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. supaya upaya-upaya yang dilakukan menjadi terukur dan terarah. PENDAHULUAN A| Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini. Termasuk pula dalam tugas BSNP tersebut adalah menyelenggarakan ujian nasional. kita dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM). pemerintah perlu melakukan berbagai upaya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Hal ini penting. dan mengendalikan standar nasional pendidikan. Peningkatan mutu SDM sangat diperlukan bagi keberhasilan pembangunan nasional dan bagi peningkatan daya saing bangsa untuk meraih kemajuan serta memenangi persaingan dalam percaturan global saat ini.PENdAHULUAN Januari 2010 © BSNP BAB 1. Upaya peningkatan mutu pendidikan memerlukan standar nasional pendidikan. terutama dalam rangka pemantauan dan pengendalian mutu lulusan. Menyadari hal itu. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merupakan lembaga yang secara formal dibentuk dan diberi tugas untuk membantu Menteri dalam mengembangkan. karena hanya dengan meningkatkan mutu pendidikan. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. sebagai dasar dan tolokukur pembangunan bidang pendidikan. memantau. sebagai salah satu upaya dalam rangka pemantauan dan pengendalian standar nasional pendidikan. 3 .

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

Sehungan dengan tugas tersebut, pada Tahun Anggaran 2009, BSNP telah merumuskan dan telah selesai melaksanakan programprogram sebagai berikut. 1. Pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi 2. Pengembangan standar isi pendidikan tinggi 3. Pengembangan standar sarana dan prasaranapendidikan tinggi: program sarjana 4. Pengembangan standar pendidikan anak usia dini 5. Updating standar biaya dan pengembangan indeks biaya pendidikan 6. Pemantauan implementasi standar nasional pendidikan 7. Pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran 8. Penilaian buku teks pelajaran 9. Penyelenggaran ujian nasional 2009: UN, UASBN, dan UNPK 10. Kegiatan rutin BSNP Naskah laporan ini memuat seluruh program kegiatan yang dilakukan oleh BSNP dalam rangka pelaksanaan program-program yang telah ditetapkan untuk Tahun Anggaran 2009, dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan program-program tersebut.

B| Tugas dan Wewenang
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, BSNP mempunyai tugas utama membantu Menteri Pendidikan Nasional dalam rangka mengembangkan, memantau dan mengendalikan standar nasional pendidikan. Dalam melakukan tugas tersebut, BSNP diberikankewenangan untuk: (1) mengembangkan standar pendidikan nasional, (2) menyelenggarakan ujian nasional, (3) memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan pemerintah daerah dalam penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan, (4) merumuskan kriteria kelulusan dari satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan
4

PENdAHULUAN

Januari 2010 © BSNP

menengah, dan (5) menilai kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran. Tentu saja, BSNP senantiasa berkoordinasi dengan berbagai unit utama di Kementerian Pendidikan Nasional dalam menjalankan tugasnya.Demikian juga, BSNP bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Tingkat provinsi, Kabupaten/Kota dan Kementeraian Agama. Semua standar yang dikembangkan oleh BSNP berlaku secara efektif dan mengikat kepada semua satuan pendidikan secara nasional setelah ditetapkannya dengan Peraturan Menteri.

C| Anggota
BSNP beranggotakan 15 orang, yang diangkat oleh Menteri Pendidikan Nasional dalam masa bakti 4 tahun. Keanggotaan BSNP yang pertama diangkat pada tahun 2005 dengan masa bakti berakhir pada bulan Agustus 2009. Sehingga program BSNP tahun 2009 ini dilaksanakan oleh anggota BSNP periode 2005-2009 dan periode 2009-2013 Keanggotaan BSNP Periode 2005-2009 (dalam urutan alfabetis) adalah sebagai berikut: 1. Anggani Sudono, Dr. M.A 2. AT. Sugito, Prof. Dr. S.H, M.M (Menggantikan almarhum Zainuddin Arief, Dr.) 3. Bambang Soehendro, Prof. Dr 4. Djaali, Prof. Dr 5. Djemari Mardapi, Prof. Dr 6. Edy Tri Baskoro, Prof. Dr 7. Fawzia Aswin Hadis, Prof. Dr 8. Furqon, Prof. Dr 9. Komaruddin Hidayat, Prof. Dr 10. M. Yunan Yusuf, Prof. Dr. 11. Mungin Eddy Wibowo, Prof. Dr. M.Pd., Kons 12. Seto Mulyadi, Dr
5

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

13. Suharsono, Dr.,MM., M.Pd 14. Weinata Sairin, Pdt, M.Th 15. Zaki Baridwan, Prof. Dr Sedangkan anggota BSNP Periode 2009-2013 (dalam urutan alfabetis) adalah sebagai berikut: 1. Prof. Dr. Abdi A. Wahab 2. Prof. Dr.Djaali 3. Prof. Dr.Djemari Mardapi 4. Prof. Dr. Edy Tri Baskoro 5. Prof.Dr.dr. Farid Anfasa Moeloek, Sp.OG 6. Prof. Dr. Furqon 7. Prof. Dr. rer.nat Gunawan Indrayanto 8. Prof. Dr.Jamaris Jamna, M.Pd. 9. Prof.Dr.Johannes Gunawan, SH 10. Prof.Dr. Ir. Moehammad Aman Wirakartakusumah, M.Sc 11. Prof. Dr. Mungin EddyWibowo, M.Pd.Kons. 12. Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit 13. Dr. Teuku Ramli Zakaria 14. Pdt.Weinata Sairin, MTh. 15. Prof. Dr. Zaki Baridwan

d| Struktur Kepemimpinan
Dalam menjalankan roda organisasinya, BSNP dipimpin oleh seorang Ketua dan Sekretaris, yang berasal dari dan dipilih oleh anggota secara demokratis berdasarkan Sidang Pleno BSNP.Mulai tahun 2009, berdasarkan kesepakatan yang diambil dalam Sidang Pleno BSNP, ketua dan sekretaris BSNP dipilih setiap 2 tahun sekali, yang semula setahun sekali. Semua keputusan organisasi ditetapkan melalui Sidang Pleno dengan korum setengah tambah 1 dan diusahakan diambil berdasarkan asas musyawarah mufakat.
6

PENdAHULUAN

Januari 2010 © BSNP

Kepemimpinan BSNP (ketua dan sekretaris) dari tahun ke tahun dapat dilihat dalam table berikut: Tabel 1-1. Ketua dan Sekretaris BSNP
No Ketua dan Sekretaris BSNP 1 Ketua : Bambang Soehendro, Prof. Dr Sekretaris : Djaali, Prof. Dr 2 Ketua : M. Yunan Yusuf, Prof. Dr Sekretaris : Suharsono, Dr., MM., M.Pd 3 Ketua : Djemari Mardapi, Prof. Dr Sekretaris : Furqon, Prof. Dr. 4 Ketua : Mungin Eddy Wibowo, Prof. Dr. M.Pd., Kons Sekretaris : Edy Tri Baskoro, Prof. Dr. 5 Ketua : Djemari Mardapi, Prof. Dr Sekretaris :Edy Tri Baskoro, Prof. Dr. Periode Mei 2005 s.d. Agustus 2006 September 2006 s.d Agustus 2007 September 2007 s.d. September 2008 September 2008 s.d. Juli 2009 Agustus 2009 s.d. Agustus 2011

E| Tenaga Profesional, Administratif dan Keuangan
BSNP, dalam menjalankan perannya, didukung oleh sekretariat dan keuangan (di bawah koordinasi Kepala Balitbang), serta tenaga administrasi, tenaga profesional (konsultan) dan tim ahli. Staf professional yang membantu BSNP dalam melaksanakan program tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. Gaguk Margono, Prof. Dr. 2. Bambang Suryadi, Ph.D 3. Kaharuddin Arafah, Drs. M.Si Selain itu, Program Kemitraan Indonesia-Australia AUSAID menyediakan staf profesional untuk BSNP, sebagai berikut: 1. Ali Saukah, Prof. Dr. 2. Sisworo, Dr. 3. Arif Rifai, S.T

7

8. Renny Wulansari.Sos. dan berkelanjutan sesuai dengan tantangan dan tuntutan perubahan kehidupan lokal. G| Lingkup Standar Nasional Pendidikan Standar Nasional Pendidikan. 2. Sugi Wahono..Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Tenaga administratif dan keuangan BSNP yang sangat membantu meningkatkan kinerja BSNP dalam menjalankan tugasnya. 3. regional dan global. M. 4. 5. proses. mencakup 8 aspek. pelaksanaan. 6. Staf Administratif dan Keuangan BSNP 1. dan penilaian pendidikan.Si. S. 6. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Staf Administratif BSNP Ning Karningsih Nurul Najmah. 4. Rosmalina Joko Muhyono Soesilo Hadi Samsudin Djadja Halimi Novani Budianti Eko Haryanto F| Fungsi dan Tujuan Standar Nasional Pendidikan Fungsi pokok dari standar nasional pendidikan adalah sebagai dasar dalam perencanaan. 10. 8 . Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005. Staf Keuangan BSNP Dra. terarah. Tabel 1-2. dan pengawasan pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Neneng Tresnaningsih. S.Kom Djuandi Ibar Warsita. SE Reyman Aryo. 2. Hans Mangundap. 7. Standar tersebut harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. 5. 9. SE 1. sarana dan prasarana. M.Pd. MSi. nasional. 3. terdiri atas 16 orang sebagaimana tertulis dalam Tabel 1-2. pembiayaan. kompetensi lulusan. pengelolaan. yakni standar isi. menurut Pasal 35 Undang Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

operasi dan personal satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.PENdAHULUAN Januari 2010 © BSNP Definisi kedelapan standar tersebut adalah sebagai berikut. kerangka dasar dan struktur kurikulum. bengkel kerja. 5. kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan keterampilan. serta pendidikan dalam jabatan. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pe9 . perpustakaaan. dan sumber belajar lain. provinsi. 1. beban belajar. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. dan berkreasi serta laboratorium. 6. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. beribadah. 7. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan tentang perencanaan. kalender pendidikan/akademik. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. 3. Standar pembiayaan adalah standar yang berkaitan dengan komponen dan besarnya biaya investasi. kabupaten/kota. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. 4. bermain. pengetahuan. Standar sarana dan prasarana adalah kriteria minimal tentang ruang belajar. tempat berolahraga. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang berkaitan dengan sikap. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. 8. kompetensi mata pelajaran. 2. pelaksanaan.

Uji Publik Draf Standar 9. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik untuk lima kelompok mata pelajaran oleh pendidik. Pembahasan Draf Standar dengan Unit Utama 7. Kajian Bahan Dasar 3. Susunan tim ahli untuk setiap standar yang dikembangkan pada tahun 2009 dapat dilihat dalam laporan masing-masing kegiatan. prosedur. Selain itu. H| Proses Penyusunan Standar Dalam mengembangkan setiap standar nasional pendidikan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 nilaian pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. 10 . Validasi Draf Standar 6. Masa kerja tim ahli tersebut adalah 1 tahun. di tahun 2009. Finalisasi Draf Standar I| Tim Ahli Dalam penyusunan standar nasional pendidikan. sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. BSNP mengacu serial tahapan kegiatan sebagai berikut: 1. Penyusunan Draft Standar 4. Revisi Draf Standar untuk Uji Publik 8. Penyusunan Desain 2. BSNP berwewenang untuk membentuk tim ahli yang terdiri dari para pakar dari berbagai bidang keilmuan dan institusi terkait. Review Draf Standar 5. standar penilaian juga mencakup penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dan pemerintah.

BAB 2 PENgEmbANgAN StANDAr DoSEN AkADEmik DAN ProfESi PENDiDikAN tiNggi Badan Standar Nasional Pendidikan 11 .

.

Standar Pendidik adalah kriteria kualifikasi akademik dan kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. pengelolaan. dosen. PENGEMBANGAN STANDAR DOSEN AKADEMIK DAN PROFESI PENDIDIKAN TINGGI 1| Pendahuluan Dalam upaya mencapai sasaran pendidikan bermutu. tutor. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. pembiayaan. kompetensi kepribadian. kompetensi profesional. widyaiswara. dan kedudukan yang strategis dalam mencapai pendidikan yang bermutu untuk semua warga Indonesia melalui jalur pendidikan formal dan pendidikan nonformal. instruktur. Pendidik mempunyai fungsi. sarana dan prasarana. dan penilaian pendidikan. kompetensi lulusan. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. dan kompetensi sosial. mengembangkan. peran. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. pamong belajar. dan seni melalui 13 .PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP BAB 2. teknologi. pendidik dan tenaga kependidikan. fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. proses. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengharuskan disusunnya standar isi. Dosen sebagai pendidik perlu memiliki kompetensi yang standar sebagai agen pembelajaran yang meliputi: kompetensi pedagogik. konselor.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 pendidikan. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. pembinaan. penghargaan. Dalam pengembangan standar sesuai dengan perundangundangan. dan b) sebagai pedoman bagi para dosen pendidikan akademik dan pendidikan 14 . Dosen mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Manfaat standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi adalah a) sebagai acuan bagi penyusun instrumen kinerja dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi sehingga dapat diperoleh alat dan prosedur penilaian yang sahih dan handal. BSNP perlu membentuk Tim Adhoc yang bertugas untuk mengembangkan standar dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. dan pengembangan karir dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. b) menyediakan acuan dalam mengembangkan program pendidikan pada lembaga yang bertanggungjawab untuk membina secara terus menerus peningkatan kemampuan dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. sertifikat pendidik. dan c) membantu lembaga yang bertanggungjawab dalam peningkatan mutu dosen untuk melakukan pembinaan dalam rangka pemenuhan standar kualifikasi dan kompetensi dosen pendidikan akademik dan pendidikan profesi. Tim Adhoc dibantu oleh seorang supporting staff. sehat jasmani dan rohani. penelitian. Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik. dan pengabdian kepada masyarakat. penempatan. dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas. 2| Tujuan dan manfaat Tujuan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi adalah: a) memberi pedoman kepada para pengelola pendidikan dalam menyusun berbagai kebijakan yang berkenaan dengan rekrutmen. kompetensi.

Dr. M. Zamroni. Mungin Eddy Wibowo.Phil Makassar Sumberdaya Lahan Prof.Sc. Dr. Ph. Ph. I Made UNJ Jakarta Pendidikan Putrawan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Prof. Dr. M. Tim Ahli Pengembangan Standar Nama Prof.. Dr. 3| Tim Ahli 1. 5.D (Ketua) Prof. 1. Dr. AT.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP profesi untuk selalu menyelaraskan unjuk kerjanya dengan ukuranukuran kualitas yang berlaku secara nasional.D Bandung Sekolah Prof.Pd. Djuju Sudjana.Ed. Baso Intang UNM Penelitian dan Sappaile. Ph. 7. 3. Bandung Perencanaan Kota Prof. Dr. M. Dr. Nasikin UI Jakarta Teknik Kimia bidang Rekayasa Reaksi dan Katalis 15 . Nama Prof. Yunan Yusuf Prof. Kons. Prof. Ir. Eko Budihardjo. Sumbangan UNHAS Sistem Informasi Baja. Prof. Ir. 4. Furqon Prof. Djemari Mardapi. Djaali (Koordinator) Prof.Pd. Anggota BSNP No.D. UNDIP Teknik Arsitektur dan M. Dr. UPI Pendidikan Luar M. Makassar Evaluasi Pendidikan Prof. Dr. Fawzia Aswin Hadis Instansi UNJ Jakarta UNNES Semarang UNY Yogyakarta UPI Bandung UIN Jakarta UNNES Semarang UI Jakarta 2.. Mulyono Abdurahman (Sekretaris) Prof. Dr. Sugito Prof. Dr. M. 6. Muhyadi Instansi UNY Yogyakarta Keahlian Social Studies and Multicultural Education UNJ Jakarta Teknologi Pendidikan Hp 0811 255 391 0812 1335 761 0813 2839 4749 0811 806 744 0813 2021 0345 0811 279 109 0812 8606 791 08124262988 08129001645 UNY Pendidikan Yogyakarta Administrasi Prof. 2. Dr.

Dr. Y. Ir. M.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Nama Instansi Keahlian Hp Prof. Ph. Ansjar. 3) penyusunan draf standar. rumusan final konsep standar. Supardi. dan 16 . Ali Wibowo UGM Biokimia Nutrisi 0811269 476 Yogyakarta Dr. 6) analisis hasil validasi draf standar. melalui internet yang berkaitan dengan dosen. Dr. rumusan final konsep kualifikasi. POLBAN Pendidikan Vokasi 08122101 594 MT Bandung 4| Tahapan Kegiatan Tahapan kegiatan dilakukan dengan langkah-langkah: 1) penyusunan desain. Peni Handyani. Dede Rosyada UIN Jakarta Tarbiyah 081388660034 08159220845 Prof. 4) reviu draf standar. 5) validasi draf standar. draf konsep kualifikasi dan kompetensi. Dr. Kajian bahan dasar dilakukan dengan menelaah buku-buku sumber. SST.D ITB Matematika 08132113 8825 Bandung Prof. 7) pembahasan draf standar dengan unit utama. tupoksi dosen dengan target menemukan definisi-definisi yang berkaitan dengan dosen. Penyusunan desain dimaksudkan menemukan konsep atau definisi-definisi yang terkait dengan dosen melalui diskusi dengan target penyamaan persepsi tentang dosen. 2) kajian bahan dasar. Sumandiyo ISI Seni Pertunjukan 0811257 967 Hadi. dan rumusan final konsep standar kompetensi. 9) finalisasi standar.SU Yogyakarta Dr. draf-1 standar kualifikasi. Penyusunan draf standar dosen yaitu penyusunan draf atas hasil dari penyusunan desain dan kajian bahan yang telah diperoleh sebelumnya dengan target diperoleh draf awal tentang standar dosen. rumusan final draf naskah akademik. MM UII Manajemen 08139218 5557 Yogyakarta Sumberdaya Manusia Dra. Nyoman UNDIKSHA Penelitian dan 0811388 872 Dantes Singaraja Evaluasi Pendidikan 08191610 2738 Prof. 8) uji publik draf standar.

yaitu UNRAM NTB. kepala dinas pendidikan provinsi. draf-2 standar kualifikasi. pimpinan perguruan tinggi swasta. Peserta validasi terdiri dari dekan. draf-6 standar kualifikasi. UNIMA Sulut. dan draf-4 standar kompetensi. Uji publik draf standar dengan maksud mencari dan menerima informasi tentang dosen dan tupoksinya melalui pejabat perguruan tinggi dengan target diperoleh informasi tentang dosen dan tupoksinya melalui pejabat perguruan tinggi. UNAIR Jatim. UGM DIY. dan draf-2 standar kompetensi. UNSRI Sumsel. UNTAN Kalbar. ITB Jabar. koordinator kopertis.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP draf-1 standar kompetensi Reviu draf standar dimaksudkan menelaah dan mencermati hasil penyusunan draf standar dosen yang telah dihasilkan sebelumnya dengan target diperoleh draf standar dosen yang lebih mengerucut. Analisis hasil validasi draf standar adalah mengola data serta menyimpulkan hasil validasi draf standar dengan target diperoleh simpulan hasil validasi draf standar. dan draf-3 standar kompetensi. UNHAS Sulsel. dan USU Sumut. UNHALU Sultra. dan ketua dewan pendidikan provinsi dengan target diperoleh masukan tentang fenomena-fenomena yang ada di lingkungan perguruan tinggi. UNLAMRAT Kalsel. UDAYANA Bali. UNDIP Jateng. draf-4 standar kualifikasi. Finalisasi Standar yaitu mencermati dan mensikronisasikan antara hasil pembahasan draf-6 standar dengan unit utama dengan ha17 . draf-5 standar kualifikasi. dan draft 5 standar kompetensi. draf-6 standar kompetensi. UNMUL Katim. draf-3 standar kualifikasi. UNLAS Sumbar. Pembahasan draf standar dengan unit utama dimaksudkan menyamakan persepsi dan memperbaiki hasil analisis hasil validasi draf-4 standar dengan target ada kesamaan persepksi. ketua jurusan. Validasi draf standar dilakukan pada 15 (lima belas) perguruan tinggi. Validasi draf standar dengan tujuan mencari dan menerima informasi fenomena-fenomena yang ada di lingkungan perguruan tinggi.

Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut. 1. dan draf--3 standar 5 Juni 2009 kompetensi 5 Juni 2009 8 Juni 2009 11 Juni 2009 11 Juni 2009 10 Juni 2009 11 Juni 2009 12 Juni 2009 18 . No. Draf-3 standar kuali4 Juni 2009 fikasi.d. Reviu dan Perbaikan Draf Standar Validasi Draf Standar Jakarta 5. Penyusunan Draf Standar Jakarta 4. Tahapan Kegiatan Penyusunan Desain Kajian Bahan Dasar Tempat Jakarta Tanggal Target 2. dan draf-1 standar kompetensi 2-4 Mei 2009 Diperoleh draf standar dosen yang lebih mengerucut. dan rumusan final konsep standar kompetensi. NTB SULSEL JABAR KALTIM JATIM BALI SULTRA SUMSEL KALSEL SULUT JATENG DI YOGYAKARTA 28 Februari s.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 sil uji publik. 11-13 April 2009 Diperoleh draf awal tentang standar dosen. rumusan final draf naskah akademik. draf konsep kualifikasi dan kompetensi 27-29 Maret Menemukan definisi2009 definisi yang berkaitan dengan dosen. 2 Penyamaan persepsi tentang Maret 2009 dosen. rumusan final konsep kualifikasi. draf-1 standar kualifikasi. draf-2 standar kualifikasi. dan draf-2 standar kompetensi 4 Juni 2009 Diperoleh masukan tentang fenomena-fenomena yang 4 Juni 2009 ada di lingkungan perguruan 4 Juni 2009 tinggi. serta memperbaiki baik dari konsep maupun dari segi bahasanya dengan target diperoleh draf Final Standar Dosen Akademik dan Profesi Pendidikan Tinggi. Bogor 3. rumusan final konsep standar.

Jakarta 8-10 Agustus 2009 8. Finalisasi Standar Jakarta 21-23 Oktober 2009 Diperoleh simpulan hasil validasi draf standar. Tahapan Kegiatan Tempat KALBAR SUMBAR SUMUT Jakarta Tanggal 13Juni 2009 15 Juni 2009 17 Juni 2009 22-24 Juli 2009 Januari 2010 © BSNP Target 6. dan draf-6 standar kompetensi Diperoleh draf final standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi. draf-4 standar kualifikasi. draf-6 standar kualifikasi. 1. dan draf-5 standar kompetensi Diperoleh informasi tentang dosen dan tupoksinya melalui pejabat perguruan tinggi.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI No. draf-5 standar kualifikasi. Analisis Hasil Validasi Draf Standar Pembahasan Draf Standar dengan Unit Utama Uji Publik Draf Standar 7. dan draf-4 standar kompetensi Ada kesamaan persepksi dan draf standar yang lebih rasional. 1) Naskah Akademik Latar Belakang Salah satu penjabaran pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah diberlakukannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 19 . Jakarta 5-7 September 2009 9. 5| Hasil yang diperoleh Hasil yang diperoleh dalam pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi terdiri dari naskah akademik dan draf standar sebagai berikut.

(3) meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. serta kinestetis (gerak tubuh) dan kepiawaian. pengalaman. sosial. sikap. serta mampu menghadapi perkembangan dan persaingan global. (2) membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. 20 . (4) meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. Visi Pendidikan Nasional Indonesia adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 serta tersusunnya Rencana Strategis Depdiknas yangantara lain memuat visi. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. Tugas pokok. emosional. Manusia Indonesia yang dimaksud dalam visi pendidikan nasional Indonesia adalah manusia berkualitas dalam kecendekiawanan. dosen memegang peran penting untuk mewujudkan visi pendidikan di atas. keterampilan. kecerdasan spiritual. dan misi Pendidikan Nasional. dan memenuhi standar kualifikasi serta kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan yang dihadapi. dan (5) memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. Misi Pendidikan Nasional adalah: (1) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada jenjang pendidikan tinggi. Kualitas manusia Indonesia seperti itu dapat dicapai melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu tinggi yang didukung oleh tenaga pendidik yang berkualitas tinggi pula.

disebutkan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. Tugas Tri Dharma ini dilaksanakan secara terpadu dalam mewujudkan visi dan melaksanakan misi pendidikan nasional. cerdas. teknologi. kreativitas. Kehadiran dosen yang profesional diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi di bidangnya masing-masing. Dalam UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen [bab I ayat (2)]. standar pendidik dan tenaga kependidikan. standar pengelolaan. Dosen termasuk salah satu tenaga pendidik profesional dan ilmuwan yang harus memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi sebagaimana dituntut oleh PP No.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP fungsi. mengembangkan. dan pengabdian kepada masyarakat. dan standar penilaian pendidikan. standar pembiayaan. standar kompetensi lulusan. dan makmur. dan keterbukaan serta minat melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi. berkeadilan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan delapan standar pendidikan yaitu standar isi. di dalamnya mencakup penumbuhan sikap keilmuan. Untuk itu perlu ditetapkan standar kualifikasi dan kompetensi dosen. dan tanggung jawab dosen adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang maju. standar proses. standar sarana dan prasarana. peran. dan seni melalui pendidikan. Dalam hal menyebarluaskan ilmu pengetahuan. sehingga menjadi insan profesional dan insan sosial yang senantiasa mengembangkan diri secara 21 . penelitian. beradab. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Pengembangan standar dosen dimaksudkan untuk memberi kepastian agardosen benar-benar mampu menjalankan misi pendidikan di perguruan tinggi dan memenuhi tuntutan kualitastenaga pendidik yang profesional. 19 Tahun 2005 tersebut.

2) Landasan Pengembangan Standar a) Landasan Filosofis Pada hakikatnya dosen adalah pengawal dan pengembang peradaban atau the guardian of civilization. mau dan mampu mengabdikan dirinya sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan kemanusiaan. melalui keteladanan. 22 . mengasah nurani pembentuk karakter dan kepribadian yang terpuji. sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. sebagai sumber kekuatan moral. Dosen adalah pembelajar sepanjang hayat (life long learner) yang memiliki kemampuan dan kemauan membangun kreativitas dan inovasi secara berkelanjutan dengan aneka terobosan pemikiran yang bervisi jangka panjang. Dosen juga wajib ikut berpartisipasi menanggulangi berbagai masalah aktual yang dihadapi masyarakat dengan memberikan alternatif-alternatif solusi dalam bentuk terobosan-terobosan yang kreatif dan inovatif. Disamping itu. dengan mendayagunakan kebebasan akademik yang dimilikinya. kepemimpinan. dosen bertanggung jawab dalam pendidikan moral dan etika. adab dan kesantunan. intelektual dan profesional. Dalam melaksanakan tugas utamanya sebagai pendidik profesional dan ilmuwan. Dosen sebagai ilmuwan harus memberikan kontribusi orisinal pada khasanah ilmu pengetahuan antar bangsa yang bersumber dari penelitian di tanah air (home grown sciences). dosen mengemban amanah untuk memotivasi dan memberi inspirasi yang kuat agar mahasiswa tergugah untuk belajar secara mandiri dari berbagai sumber. menjunjung tinggi tata nilai luhur.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 berkelanjutan.

yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. (5) pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP b) Landasan Yuridis Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. sehat. pasal 31 menetapkan: (1) setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. cakap. terarah. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. (4) negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari angggaran pendapatan dan belanja negara serta APBD untuk memenuhi kebu-tuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana. mandiri. (2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. nasional. kreatif. (3) pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. berakhlak mulia. dan berkesinambungan. berilmu. 23 . Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (3) UU RI Nomor 14 Tahun 2005). (2) memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya asisten ahli. teknologi dan seni melalui pendidikan. ayat (1). Seseorang yang memiliki keahlian dengan prestasi luar biasa dapat diangkat menjadi dosen. penelitian dan pengabdian pada masyarakat. sertifikat pendidik. (Pasal 46. Sertifikat pendidik untuk dosen diberikan dengan persyaratan sebagai berikut (Pasal 47. dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas. 24 . menyatakan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan. dan lulusan program doktor untuk program pascasarjana. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1. (2). Selanjutnya Pasal 45 menyatakan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik.sehat jasmani dan rohani.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dosen memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana. ayat (2). (3) lulus sertifikasi yang dilakukan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tingggi yang ditetapkan pemerintah. kompetensi. mengembangkan. ayat (1). UU RI Nomor 14 Tahun 2005): (1) memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik di perguruan tinggi sekurang-kurangnya 2 tahun. Kualifikasi akademik dosen diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian yang diampunya. dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan.

ayat (1).PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP Status dosen (Pasal 48) terdiri atas dosen tetap dan dosen tidak tetap. lektor. Profesor (Pasal 49) merupakan jabatan akademik tertinggi pada satuan pendidikan tinggi yang mempunyai kewenangan membimbing calon doktor. Kualifikasi akademik dimaksud adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 28. pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Persyaratan untuk menduduki jabatan akademik profesor harus memiliki kualifikasi akademik doktor. Pendidikan vokasi lebih menekankan pada salah satu misi pemanfaatan atau misi penyebaran ilmu 25 . (2)). Jenjang jabatan akademik dosen tetap terdiri atas asisten ahli. perguruan tinggi merupakan pusat keilmuan dan pusat budaya yang mencerminkan nilai-nilai luhur. dan profesor. serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. penyebaran dan pemanfaatan ilmu pengetahuan. Sebagai lembaga pendidikan formal tertinggi. c) Landasan Konseptual. lektor kepala. Perguruan tinggi yang berupa universitas/ Institut/Sekolah Tinggi menyelenggarakan program akademik lebih menekankan misinya pada pengembangan. sehat jasmani dan rohani. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menjelaskan bahwa. Perguruan tinggi yang menyelenggarakan program profesi memberikan penekanan pada keahlian khusus yang dapat dimanfaatkan dalam lapangan kerja di masyarakat.

Perguruan tinggi sebagai pusat budaya (center of culture) wajib menghasilkan lulusan yang berkualitas baik dan beradab yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Masyarakat perguruan tinggi adalah masyarakat keilmuan dan masyarakat budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan senantiasa berorientasi pada perkembangan dan pengembangan. Misi 26 . disertai kepemilikan berbagai kompetensi lainnya yang diperlukan. Sebagai sivitas akademika perguruan tinggi. Perguruan tinggi di Indonesia harus makin terdorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan yang bersifat universal untuk bersaing dan berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di seluruh dunia. menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Pelaksanaan misi pengembangan ilmu di perguruan tinggi harus seimbang antara penelitian yang berorientasi pada ilmu murni dan yang berorientasi pada penerapan ilmu. demi memenuhi tuntutan kebutuhan bangsa. Dosen adalah sivitas akademika perguruan tinggi yang bertanggung jawab atas pencapaian visi dan pelaksanaan misi perguruan tingginya. dosen harus seorang ilmuwan yang berbudaya. dan perguruan tinggi Indonesia harus pula dengan bijak mampu memanfaatkan produk keilmuan perguruan tinggi negara lain. dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Produk keilmuan perguruan tinggi Indonesia harus berkontribusi pada khazanah ilmu pengetahuan antarbangsa. Perguruan tinggi yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dan pada keterampilan atau kepiawaian. hendaknya memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. berkepribadian.

Walau diakui. Misi penyebaran ilmu tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah orang yang menguasai ilmu itu. namun pada seorang profesional pekerjaannya juga dilandasi oleh adanya ”informed responsiveness” yaitu suatu ketanggapan yang bijak terhadap obyek kerjanya untuk kemaslahatan orang lain. Schein dan Diana W. mengemukakan profesi sebagai ”a vocation in which professed knowledge of some department of learning or science is used in its applicated upon it” Definisi ini mengandung . dan kemudian secara langsung dapat diabdikan bagi kemaslahatan orang lain. Dosen adalah jabatan profesional yang diperoleh me27 . sedangkan implementasinya diserahkan kepada masyarakat. makna bahwa dalam suatu pekerjaan profesional digunakan teknik serta prosedur yang bertumpu pada landasan intelektual yang secara sengaja harus dipelajari. ataupun untuk memenuhi tuntutan kebutuhan bangsa. Dosen sebagai pendidik profesional merupakan suatu profesi. melainkan juga meningkatkan jumlah orang yang mampu dan mau terlibat dalam pengembangan dan penerapan ilmu di khazanah antarbangsa. Blackington (1968) mengartikan profesi sebagai: ”a vocation which is organized. but genuinly for the performance of function” McCully (1999:130) . Edgard H. Kommers (1998) mengemukakan bahwa: ”The profession is a set of occupation that have developed a very special set of norms deriving from their special role in society” . incompletely. dan pada dasarnya itulah yang membedakan sosok antara seorang teknisi dengan seorang professional. no doubt.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP penerapan ilmu hendaknya lebih ditekankan hanya sampai pada pembuatan blueprint(prototype). bahwa keduanya sama-sama menguasai sejumlah teknik dan prosedur kerja tertentu.

pelaksanaan bimbingan dan pelatihan serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu. pendidik profesional mampu membuat keputusan-keputusan yang nonrutin (terjadi dalam konteks yang selalu berubah). Masingmasing dharma itu diberi arti sebagai berikut.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 lalui pendidikan persiapan di perguruan tinggi yang relatif panjang untuk memenuhi kinerja yang sesuai dengan standar kompetensi dan tuntutan perkembangan zaman. Sebagai individu yang bertugas memberi layanan ahli. penilaian proses dan hasil belajar. Dosen yang profesional bertugas melaksanakan pembelajaran yang mendidik melalui perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. Dosen dalam melakukan tugasnya melaksanakan praktik kependidikan yang intensif dan komprehensif. baik secara individual maupun kelompok. Pendidikan adalah komunikasi antara dosen dan ma28 .dosen juga dituntut berdedikasi tinggi dalam memberikan layanan. dosen harus mampu membuat keputusan. penelitian. Untuk itu. peserta didik. baik dalam tahap perencanaan maupun dalam tahap implementasi yang terjadi dalam setting yang wajar antara pendidik. dan pengabdian kepada masyarakat. dan lingkungannya. mampu bekerjasama inter dan antar profesi serta menghormati kode etik profesi sebagai acuan norma yang berisi rambu-rambu tentang kepatutan bertindak dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya. memahami proses pembelajaran dan mempertanggungjawabkan hasilnya kepada stakeholders.Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi tugas pokok dan fungsi dosen dilakukan saling terkait antara satu dharma dengan dharma lainnya dan membentuk satu kesatuan sesuai dengan fungsi pergurusn tinggi yaitu menyelenggarakan pendidikan.

PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI

Januari 2010 © BSNP

hasiswa melalui kegiatan dosen membelajarkan mahasiswa tentang ilmu, teknologi, dan seni pada mata kuliah yang diampunya sehingga mahasiswa melakukan kegiatan belajar dari berbagai sumber belajar yang tersedia dalam lingkungannya. Kegiatan belajar mahasiswa mencakup belajar untuk memecahkan masalah, belajar untuk hidup bermasyarakat dan berbangsa, dan/atau untuk kemajuan kehidupa diri, masyarakat dan bangsanya. Teori, konsep, dan/atau prosedur dalam dharma pendidikan menjadi sumber/balikan bagi dharma penelitian dan dharma pengabdian kepada masyarakat. Penelitian, baik murni atau terapan, adalah kegiatan ilmiah dosen untuk menemukan dan mengembangkan ilmu, teknologi, dan seni dalam mata kuliah yang diampunya. Dharma penelitian dapat menjadi sumber atau balikan bagi dharma pendidikan dan/atau dharma pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang relevan dengan bidangnya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memanfaatkan potensi yang terdapat dalam lingkungan. Dharma pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sumber atau balikan bagi dharma pendidikan dan/atau dharma penelitian. Selain memiliki kualifikasi akademik minimum, dosen juga harus menguasai berbagai kompetensi yang terdiri atas kompetensi (1) pedagogik; (2) kepribadian; (3) sosial; dan (4) profesional yang meliputi: (a) keahlian dan (b) pengembangan dan penerapan ilmu. d) Landasan Empirik Pada dasarnya PT memerlukan dosen yang memiliki
29

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

kemampuan atau kompetensi tertentu agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai tuntutan undang-undang yang berlaku (UU No. 14 tahun 2005). Kompetensi dosen menurut UU tersebut secara umum ditentukan dari kualifikasi yang dimilikinya, yaitu kualifikasi akademik dan kompetensi. Data kualifikasi akademik dosen tahun 2009 dapat dilihat pada Tabel-1 berikut. Tabel-1. Data Kualifikasi Akademik Dosen
PT PTN (84 PTN) PTS (2823 PTS) Jumlah Berijazah Diploma Berijazah S2, S3 dan S1 dan Keprofesian 20.221 (32.40%) 42.187 (67.60%) 59.668 (76.34%) 38.496 (23.66%) 79.889 (49.76%) 80.683 (50.24%) Jumlah 62.408 78.164 160.572

Sumber: Dirjen Dikti Depdiknas. http://www.evaluasi.or.id/recap/recap-teacher-edu.php?flag==all. (diolah 3 Mei 2009)

Tabel 1 menunjukkan bahwa sebanyak 67,60% dosen PTN telah memenuhi kualifikasi akademis, sedangkan untuk PTS baru mencapai 23,66%. Sampai saat ini data tentang kompetensi dosen belum tersedia. Dengan tidak terpenuhinya kualifikasi akademis dosen, maka sangat dimungkinkan terjadi ketimpangan kompetensi. Selain itu, sampai tahun 2009 masih merebak pembukaan program studi baru, baik untuk jenjang diploma, S1 maupun pascasarjana (S-2/S-3). Berdasarkan data yang disampaikan oleh Dirjen Dikti pada Rembug Nasional 2008 terungkap, bahwa dari tahun 2005 hingga 2007 terdapat 528 PTS baru (tidak ada pertambahan PTN); 2.247 Program Studi yang baru dari berbagai bidang studi dan jenjang pendidikan. Sebagian besar dari program studi yang baru tersebut adalah jenjang Diploma dan S1.
30

PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI

Januari 2010 © BSNP

Untuk lebih menjamin agar pendidikan tinggi di Indonesia mampu mewujudkan visi dan melaksanakan misi pendidikan nasional, serta berdasarkan landasan filosofis, yuridis, konseptual, dan empiris, maka diperlukan adanya standar kualifikasi dan kompetensi dosen. 3) Proses Pengembangan Standar Dosen Standar dosen dikembangkan melalui tahap-tahap sebagai berikut. (1) Penyusunan desain (persiapan, membuat draf awal naskah akademik dan draf standar dosen); (2) Kajian bahan dasar (pengembangan draf naskah akademik dan standar kualifikasi dan kompetensi dosen berdasarkan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Undang-undang Nomor 14 tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan dan referensi lainnya); (3) Penyusunan draf standar; (4) Reviu dan perbaikan draf standar; (5) Validasi draf standar; (6) Analisis hasil validasi draf standar; (7) Pembahasan draf standar dengan unit utama; (8) Uji publik draf standar; (9) Finalisasi standar. Tugas Pokok dan Fungsi Dosen (1) Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
31

4)

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

(2)

(3)

(4)

(5)

Tugas utama dosen dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran yang mendidik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam lingkup tugas pembelajaran yang mendidik, dosen bertanggungjawab atas pendidikan moral dan etika, adab dan kesantunan, mengasah nurani, membentuk karakter dan kepribadian terpuji melalui keteladanan. Dosen mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (Pasal 3, UU No. 14 Tahun 2005) dan berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran dosen sebagai agen pembelajaran, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdi kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional (Pasal 5, UU No. 14 Tahun 2005). Kualifikasi akademik dosen diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki dan dikuasai oleh dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.

5)

Tujuan dan Manfaat Standar Dosen Standar dosen yang mencakup standar kualifikasi akademik dan kompetensi dosen baik sebagai agen pembelajaran maupun ilmuwan, dimaksudkan sebagai acuan: (1) bagi pemerintah dalam melaksanakan sertifikasi dosen, perekrutan calon dosen, dan dalam rangka penilaian kinerja lembaga pendidikan tinggi, (2) bagi perguruan tinggi dalam perekrutan calon dosen, pembinaan dan pengembangan karir dosen,

32

New York. NY: Harperaudio. New York McGraw-Hill.id/recap/recapteacher-edu. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2006-2009. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 1) Kualifikasi Akademik dosen a) Kualifikasi akademik dosen program sarjana. bagi perguruan tinggi dan dosen untuk meningkatkan kemampuan berkolaborasi dan bersaing di era global. Oemar (1985).or. http://www. Professional Education. McCully. & Kommers. H.php?flag==all.evaluasi.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP (3) (4) bagi dosen dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. E. 6) • • • • • • • • daftar Pustaka Dirjen Dikti Depdiknas. yaitu sebagai berikut. . (1972). The Heart Revolution. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. draf Standar Standar dosen untuk Pendidikan Akademik dan Profesi terdiri atas Kualifikasi Akademik Dosen dan Kompetensi Dosen. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. PALING RENDAH berpendidikan magister dari program studi yang terakreditasi dan memiliki kewenangan mengampu mata 33 2. W. Kurikulum dan Pembelajaran. Schein. Jakarta: Bumi Aksara. Hamalik.. D. Kilmer (1999).

Kompetensi 1. dan mencerdaskan . kreatif.3 Mengembangkan strategi pembelajaran yang mendidik. Kualifikasi akademik dosen program pascasarjana berpendidikan doktor dari program studi yang terakreditasi.4 Mengelola pembelajaran dengan menekankan penerapan prinsip andragogi dan meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa 1.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 b) c) d) e) kuliah sesuai dengan latar belakang pendidikannya. 1. Kualifikasi akademik dosen pendidikan profesi. 2) Kompetensi dosen No. dan memiliki kewenangan mengampu matakuliah dan atau membimbing tesis mahasiswa pascasarjana sesuai dengan latar belakang pendidikan doktornya. Kualifikasi akademik dosen program pascasarjana yang memiliki wewenang sebagai promotor disertasi adalah doktor dari program studi yang terakreditasi dan memiliki jabatan akademik profesor (guru besar) yang relevan dengan bidang kajian disertasi yang dibimbingnya. Kompetensi Sub-Kompetensi 1.5 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran 34 . humanis. dan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bagi perguruan tinggi yang belum terakreditasi.1 Memahami karakteristik dan kebutuhan belajar Pedagogik mahasiswa 1. Pengakuan atas kesesuaian latar belakang pendidikan pada butir 1 dan 2 ditentukan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan bagi perguruan tinggi yang terakreditasi.2 Membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sistematis. MINIMAL berpendidikan magister dari program studi yang terakreditasi dan memiliki sertifikat profesi yang relevan. efektif dan efisien 1.

materi. Kompetensi Sosial Sub-Kompetensi 1. dan Keahlian menerapkan pola pikir yang sesuai dengan bidang ilmunya 4. dan memiliki kesadaran serta kecakapan untuk berpartisipasi aktif sebagai warga negara yang demokratis dan menghargai multi budaya 3. dan budaya Indonesia 2. dan memiliki etos kerja yang tinggi 2.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang ikhlas. Kompetensi Januari 2010 © BSNP 2.6 Menampilkan sikap kepemimpinan yang visioner 3. dan adaptif dengan berbagai kalangan.3 Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat. konsep.7 Melaksanakan bimbingan dalam rangka mengembangkan potensi mahasiswa 2. hukum. termasuk inter dan antar komunitas profesi 3. saran. jujur.1 Bertindak sesuai dengan norma dan tata nilai agama yang dianut. bertanggung jawab. berwibawa. Kompetensi 4. dan produktif. berorientasi pada pengembangan berkelanjutan 2. santun.3 Bersikap terbuka dan menghargai pendapat. adil. inovatif. Kompetensi Profesional a. Kompetensi Kepribadian 3.2 Mengembangkan materi pembelajaran yang inspiratif sesuai dengan tuntutan yang selalu berkembang 4. tidak diskriminatif.5 Berperilaku kreatif.1 Memahami filosofi . dan memiliki integritas 2.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI No.1 Bersikap inklusif. stabil.6 Melakukan penilaian dan evaluasi pembelajaran yang valid dan reliabel 1. dan mencari alternatif solusinya 35 .3 Menunjukkan loyalitas terhadap institusi.2 Berinteraksi dan berkomunikasi efektif.4 Berperilaku sesuai kode etik dosen dan/atau kode etik profesi 2. struktur. serta kritik dari pihak lain 4. sosial. adaptif.

Hasil tugas tersebut.id untuk disatukan dan dinarasikan serta akan diinformasikan dan didiskusikan pada pertemuan berikutnya. adanya kerja sama dan ketaatan anggota dalam hal keputusan terhadap ketua dan adanya komitmen yang selalu ditaati oleh seluruh anggota. begitu pula anggota tim hadir minimal 85% dari jumlah anggota. 6| Refleksi Dalam proses pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi relatif lancar jika dibandingkan dengan proses pengembangan standar pendidik dan tenaga kependidikan yang dilakukan sebelumnya (2006-2008).Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No. misalnya pembagian tugas baik tugas kelompok maupun tugas individual diterimanya dan diselesaikan di tempat tugas masing-masing. dan setiap pertemuan semua yang hadir mengikuti diskusi dari awal sampai hari penutupan.co. relatif banyak peserta validasi standar yang hadir dan aktif diskusi dan memberikan masukan yang 36 . Hal ini ditandai setiap kegiatan ketua dan sekretaris relatif hadir tepat waktu. dan seni atau profesinya Ilmu 4. Misalnya suatu konsep baru yang didiskusikan dapat dimulai dan dapat disimpulkan dengan tepat waktu. Implikasinya setiap diskusi yang dikakukan pada setiap kegiatan relatif lancar. teknologi. teknologi. Kompetensi 4. atau prototipe dalam bidang keahliannya 4.6 Melakukan penelitian dan/atau pengembangan serta mempresentasikan hasilnya dalam forum ilmiah dan/ atau profesi 4.9 Menggunakan bahasa asing untuk mendukung pengembangan bidang ilmu dan/atau profesinya. Kompetensi Sub-Kompetensi b.8 Melakukan pengabdian kepada masyarakat sesuai bidang keahliannya 4.7 Menghasilkan dan mempublikasikan karya ilmiah. Berikut. seni. Dalam hal validasi standar.5 Belajar sepanjang hayat dalam rangka mengembangkan Penerapan ilmu pengetahuan. dan seni bangan dan 4. masing-masing mengirim email ke basosappaile@yahoo.4 Memahami metodologi keilmuan dalam rangka Pengempengembangan ilmu pengetahuan.

antar kelompok kerja. Dalam hal uji publik. dan antar instansi. Hambatan yang krusial dalam pengembangan standar dosen relatif tidak ada. kerja sama yang baik antar individu. sehingga hal-hal yang belum sempat dipikirkan oleh anggota tim ahli dapat menjadi pelengkap dalam pengembangan draf standar dan pada naskah akademik.PENGEmBANGAN STANdAR dOSEN AKAdEmIK dAN PROFESI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP berbobot. relatif banyak peserta uji publik yang hadir dan aktif diskusi dan memberikan masukan yang berharga. unsur-unsur yang terlibat dalam suatu kegiatan homogen. 37 . Pelajaran yang diperoleh dari proses kegiatan pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi adalah dalam memperlancar suatu proses perlu komitmen yang harus ditaati. hanya ada 1 (satu) dari 15 (lima belas) perguruan tinggi yang kurang datang ke tempat validasi. lagi kurang tanggap/peduli terhadap validasi tersebut.

.

BAB 3 PENgEmbANgAN StANDAr iSi PENDiDikAN tiNggi Badan Standar Nasional Pendidikan 39 .

.

pendidikan tinggi merupakan agent of change bagi kehidupan orang-per orang. bagi perkembangan kemanusiaan dari zaman ke zaman. Demikianlah. untuk menyiapkan diri bagi kehidupan yang sesuai dengan status sosial yang tinggi dan bermartabat serta dengan karir yang berhasil. bangsa dan negara bahkan. kelompok.“Puncak” pendidikan itu tidak dapat diraih oleh semua orang yang menghendakinya. standar pembiayaan. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagai turunan Undang-Undang No. standar proses. orang-orang yang sempat menjalani pun banyak diantaranya yang tidak berhasil menyelesaikannya dengan baik. standar pendidik. Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang No. Pendidikan tinggi dicitrakan sebagai arena untuk pengembangan potensi yang terbaik. standar kompetensi kelulusan. standar sarana dan prasarana. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan perlunya delapan standar bagi penyelenggaraan pendidikan pada semua jalur. Peraturan Pemerintah No. Untuk itu.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP BAB 3 PENGEMBANGAN STANDAR ISI PENDIDIKAN TINGGI A| Pendahuluan Perguruan tinggi merupakan “puncak’ jenjang pendidikan setelah pendidikan dasar dan menengah. stan- 41 . yaitu standar isi. Dengan citranya yang sungguh tinggi itu pendidikan tinggi perlu diwujudkan dan dikelola dalam kondisi yang terstandar untuk menjamin ketinggian mutunya. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. masyarakat. jenis dan jenjang pendidikan.

Hal ini didorong pula untuk membenahi kondisi nyata pendidikan tinggi di tanah air yang belum standar. kurikulum yang dikembangkan oleh satuan-satuan pendidikan tinggi (disebut pendidikan tinggi) belum terbagi secara proporsional ke dalam substansi untuk memenuhi kebutuhan kehidupan dalam tataran praktis dan kebutuhan kehidupan dalam tataran idealis. pendidikan tinggi secara langsung dituntut memenuhi ke-delapan standar tersebut. kurikulum pendidikan tinggi belum dikembangkan dengan pola yang jelas. Materi pengembangan diri melalui kegiatan pelayanan yang memandirikan dan ekstra kurikuler belum terintegrasi ke dalam kurikulum. pendirian dan pengelolaan perguruan tinggi yang 42 . Kondisi nyata yang belum standar itu antara lain ditampilkan sebagai berikut. Kedua.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dar pengelolaan. susunan kurikulum pendidikan tinggi cenderung masih mengarah pada rentetan mata kuliah dan belum secara terarah mengembangkan pembentukan manusia seutuhnya sesuai dengan harkat dan martabatnya serta pengembangan kemampuan akademik. yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan kurikulum boleh dikatakan belum ada atau setidak-tidaknya belum tersosialisasikan. Pertama. Dalam hal-hal tertentu berbagai perguruan tinggi bahkan terlalu kuat berorientasi pada dunia industri sehingga bidang-bidang yang mengarah pada pengembangan dan karya akademik secara institusional dan personal terabaikan. Ketiga. profesi dan vokasi yang benar-benar diperlukan untuk maslahat kehidupan kemanusiaan. Sebagai bagian integral dari pendidikan nasional. belum adanya pola standar untuk pengembangan pendidikan tinggi. Keempat. dan standar penilaian pendidikan. Dalam hal ini data base nasional tentang program studi. Dewasa ini Pemerintah Indonesia berketetapan hati dengan upaya yang sungguh-sungguh untuk menyusun dan mengimplementasikan semua standar yang dimaksudkan itu.

pendidikan tinggi mampu berperan sebagai wahana pembentuk manusia seutuhnya (potensi dirinya berkembang secara optimal. menjadi pendorong berkembangnya bangsa secara dinamis dan modern sambil secara bijak menerima pengaruh globalisasi demi penguatan dan peningkatan budaya bangsa. rohani dan sosial) serta sebagai pengembang kehidupan dan karya-karya akademik yang luhur. profesi yang bermartabat.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP kurang terkendali. dan mayoritas lulusan serta produk-produk lain perguruan tinggi yang kurang memadai tampaknya akan terus berlangsung. 15 tahun 2005 tentang 43 . Implementasi standar-standar yang dimaksudkan itu diharapkan mampu mengubah kondisi pendidikan tinggi dewasa ini yang kurang memadai seperti tergambar di atas menjadi perguruan tinggi yang memenuhi standar mutu yang tinggi. mandiri. bahkan berstandar tinggi dirasa perlu disusun 8 standar pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh PP No. maju dan modern. kejayaan bangsa melalui pengoptimalan pengembangan sumber daya alam dan manusia yang melimpah. Dalam berkehidupan kebangsaan dan kenegaraan. Sebagai agent of change melalui kurikulumnya yang standar. dan peningkatan daya saing serta penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perguruan tinggi hanya sekedar menjadi lembaga transfer IPTEKS yang kurang bermakna serta tidak memberikan nilai tambah bagi pengembangan IPTEKS yang lebih membudayakan dan memberdayakan kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan. sehat jasmani. pendidikan tinggi menjadi pusat pengembangan kebudayaan bangsa. penguatan. Dalam konteks globalisasi pendidikan tinggi diharapkan menjadi benteng untuk mempertahan identitas budaya bangsa. dan menuju ke arah pendidikan terstandar. Bertolak dari kondisi dengan warna-warni yang belum begitu jelas arah dan polanya itu. dan vokasi yang benar-benar terampil dan produktif yang terwujud dalam kehidupan yang penuh dengan nilai-nilai kehidupan akhlakul karimah.

perlu disusun Standar Isi Pendidikan Tinggi (selanjutnya disingkat SIPT). unsurunsur budaya bangsa. 5. 3. sebagai salah satu komponen pokok penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu. B| Landasan Penyusunan Standar Landasan legal penyusunan Standar Isi Pendidikan Tinggi adalah : 1. yang mengamanatkan kepada pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional. program dan kurikulum pendidikan tinggi. Peraturan Pemerintah no. 2. perlu dijadikan prinsip dinamik pengembangan dan implementasi kurikulum pendidikan tinggi yang berorientasi global. Dalam rangka pengembangan standar-standar pendidikan yg dimaksudkan itu. profesi dan vokasi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. 74 Tahun 2008 tentang Guru terutama pasal/ayat-ayat mengenai kompetensi guru yang diperoleh 44 . Standar Isi yang dikembangkan ini berlaku untuk program-program pendidikan akademik. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan terutama pasal/ayat-ayat mengenai standar isi pendidikan tinggi. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional terutama pasal/ayat-ayat mengenai jalur. Undang-undang Dasar 1945. Undang-Undang No. Berkenaan dengan kurikulum yang menjadi materi pokok SIPT. 4. khususnya yang terkait langsung dengan upaya pendidikan. jenis dan jenjang pendidikan tinggi. maju dan modern. serta sekaligus memandirikan peserta didik. Peraturan Pemerintah No. ber-IPTEKS tinggi dan mampu bersaing dalam kehidupan global.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Standar Nasional Pendidikan. Pancasila. Kurikulum yang demikian itu diharapkan memenuhi fungsinya sebagai wahana pembudayaan dan pemberdayaan bangsa yang dinamis. falsafah bangsa dan dasar negara.

Standar Kompetensi Lulusan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada satuan pendidikan dasar dan menengah. Permendiknas No. terutama pasal/ayat-ayat mengenai pengakuan pengalaman kerja dan hasil belajar sebagai pengurang beban belajar. 24 tahun 2006 tentang Standar Isi. 9. terutama tentang pasal/ayat-ayat mengenai materi/tugas yang diampu oleh dosen. no. 6. 23 dan No. Peraturan Pemerintah No. Permendiknas No. 8. 58 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Program Sarjana (S-1) Kependidikan Bagi Guru dalam Jabatan. 60 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi terutama pasal/ayat-ayat mengenai jurusan/program studi dan kurikulum Perguruan tinggi. standar kompetensi lulusan dan kurikulum pendidikan tinggi. 10. 45 . Permendiknas No. 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor terutama mengenai pasal/ ayat-ayat tentang program pendidikan dan kompetensi yang ditempuh (calon) konselor di perguruan tinggi 11. 22. 18 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru terutama mengenai pasal/ ayat-ayat mengenai program pendidikan dan kompetensi yang ditempuh oleh (calon) guru pada pendidikan tinggi. Tujuan disusunnya SIPT adalah : Tujuan Umum Tujuan umum SIPT adalah memberikan acuan bagi perguruan tinggi dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan diimplementasikan oleh masing-masing program studi yang ada di dalam Perguruan tinggi. sebagai referensi bagi standar isi. 7. C| Tujuan dan Fungsi Standar 1. Rencana Peraturan Pemerintah tentang Dosen. Permendiknas No.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP melalui studi di peguruan tinggi.

dan pengawasan dalam rangka mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu. serta berlaku mengikat dan efektif untuk semua perguruan tinggi. (3) kurikulum satuan pendidikan tinggi. (2) beban belajar. 46 . 2. 3. Memberikan acuan dalam perumusan kompetensi mata kuliah dan kegitan lainnya yang menjadi muatan kurikulum. d| Hasil yang dicapai Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik dan standar isi pendidikan tinggi untuk program-program pendidikan akademik. Memberikan arah pengimplementasian kurikulum yang nantinya akan dijabarkan menjadi standar proses yang akan disusun tersendiri. SIPT memuat pokok-pokok tentang (1) kerangka dasar dan standar kurikulum. (4) kalender akademik. Tujuan Khusus Tujuan khusus SIPT adalah : 1. Standar isi pendidikan tinggi yang berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan. 5.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2. profesi dan vokasi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. pelaksanaan. Memberikan acuan dalam penyusunan silabus mata kuliah. 4. Memberikan acuan berupa kriteria pembentukan dan penetapan mata kuliah serta kegiatan lainnya yang menjadi muatan kurikulum. Memberikan acuan berupa kaidah-kaidah umum penyusunan kurikulum program studi.

Moehammad Aman Wirakartakusumah.Sc. M. Tim Ahli No 1. Dr. Dr. Dr. 12. Prof. 13.Pd. Imam Suyudi Prof. Prof. Sudharto P.Sc. Dr. Abdul Rahman A. Dr. Soetarno. 14. Noor Rochman Hadjam Prof. Dr. 7.. (Sekretaris) Prof. Rubijanto Misman Prof. (Ketua) Prof. 9 Prof. Masri Mansoer. Parahyangan IPB UNP Perbanas 2. Seto Mulyadi 7 Prof. 6. 2. Anggota BSNP No Nama 1 Mungin Eddy Wibowo. Dr. M. Waspodo. Nama Prayitno. Dr.D. Dr. Hadi. Zen.D. Dr. Prof. M. M. Kons (Koordinator) 2 Dr. Furqon 5 Prof. Ph. Prof. Ma Prof. Dr.. M.Pd. M. Pawennari Hijjang. 3. Anggani sudono. Richardus Eko Indrajit Asal Institusi UNNES Al Izhar Jakarta UI UPI UIN Jakarta Komnas HAM Anak Univ.Si. Dr. Jamaris Jamna. Dr. Prof. Prof.Pd. Dea Ir. Dr.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP E| Tim Ahli 1. D.Pd. Fawzia aswin hadis 4 Prof. Dr. Dr. Ghani. 3 Prof.D. Dr. Bambang Yulianto. Ph.Sc. Soesanto Prof. M. Mohamad Sadikin. 8. MA Dr. 16.Pd. Komaruddin hidayat 6 Dr. Dr. Prof. Instansi UNP UNDIP UNSRI PALEMBANG UNSOED UNIMUS SEMARANG UI UNJ JAKARTA ITB BANDUNG UGM YOGYAKARTA UNHAS MAKASSAR UNESA SURABAYA ISI YOGYAKARTA POLITEKNIK UIN JAKARTA UHAMKA UPI 47 . 9. Syaukat Ali. Dr. M.Sc. 5. 15. M. Johannes Gunawan 8 Prof. 4. 10. Freddy P. 11. As’ari Djohar. 10 Prof.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 F| metode dan Tahapan Penyusunan Standar Metode dan langkah pengembangan SIPT adalah sebagai berikut. Validasi diperluas bersifat nasional 3. Kegiatan penyusunan SIPT oleh Tim Ahli/Adhoc SIPT bersama anggota BNSP. validasi dan uji publik. Finalisasi. Review dengan unit utama Depdiknas 4. 1. melalui : 1. untuk memperoleh draf final SIPT berdasarkan hasil semua pemikiran dan masukan dari berbagai pihak yang telah diperoleh melalui diskusi. 2. Dalam Jawa 6. seminar. Uji Publik untuk menyampaikan materi draf SIPT serta memperoleh masukan dari publik untuk penyempurnaanya. 3. Diskusi dokumen dan bahan dasar. dan Luar Jawa 2 Waktu 7-9 Maret 2009 18-20 Maret 2009 24-26 April 2009 22-24 Mei 2009 Tempat Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta 48 . 2. 3. Lokakarya dengan sejumlah pakar tentang isi pendidikan tinggi 2. Finalisasi draf SIPT dilaksanakan oleh Tim Ahli/Adhoc SIPT bersama Anggota BNSP. untuk melengkapi dan menguji ketetapan arah dan substansi yang ada pada draf SIPT. 5. Penyusunan draf Awal SIPT. melalui langkah-langkah : 1. Penyusunan Naskah Akademik. lokakarya. Validasi. review. sebagai panduan berfikir dan langkah operasional penyusunan SIPT. melalui tahapan kegiatan sebagai berikut : No 1 2 3 4 Tahapan Kegiatan Penyusunan Design Pengkajian Dokumen dan Bahan Dasar Penyusunan Draf Awal SIPT Reviu dan Perbaikan Draf Awal SIPT Reviwer: DKI Jakarta 8. Review dokumen dan kajian bahan dasar berkaitan dengan substansi standar isi perguruan tinggi. Penulisan draf awal SIPT.

Hal lain yang sempat menjadi kendala adalah kesulitan untuk mendapatkan peserta validasi yang dapat mewakili perguruan tinggi di satu provinsi karena faktor lokasi dan biaya. dalam mendiskusikan jumlah SKS sempat mengalami diskusi yang panjang dan lama. Namun melalui uji public yang dilakukan BSNP. meskipun DIKTI mempertanyakan hal ini karena dikhawatirkan akan mengurangi mutu lulusan perguruan tinggi. Selama ini beban SKS di perguruan tinggi adalah 144-160 SKS. Peserta daerah: 40 orang Panitia daerah: 5 orang Anggota/Tim Ahli : 3 orang 6 Analisis Hasil Validasi dan Perbaikan Draf SIPT 7 Pembahasan Draf SIPT dengan unit utama 8 Uji Publik Draf SIPT Undangan 25 Provinsi @ 2 orang 9 Finalisasi Draf SIPT Waktu 18 Juni – 18 Juli 2009 Tempat Daerah 22-24 Juli 2009 Jakarta 10-12 September 2009 Jakarta 14-16 Oktober 2009 6-8 November 2009 Jakarta Jakarta G| Refleksi Secara umum tidak ada hambatan dan kendala yang berarti dalam penyusunan standar Isi Pendidikan Tinggi. Sebagai catatan. Sedangkan beban SKS yang diusulkan dalam standar isi adalah 130-140 SKS. 49 . Dengan mengurangi beban SKS dikhawatirkan akan berdampak pada turunnya mutu lulusan.PENGEmBANGAN STANdAR ISI PENdIdIKAN TINGGI Januari 2010 © BSNP No Tahapan Kegiatan 5 Validasi Draf SIPT 15 Provinsi (4 dalam Jawa dan 11 luar Jawa). peserta uji publik menerima rentang beban studi 130-140 SKS.

.

BAB 4 PENgEmbANgAN StANDAr SArANA PrASArANA PENDiDikAN tiNggi: ProgrAm SArjANA Badan Standar Nasional Pendidikan 51 .

.

Berdasarkan data dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tahun 2008. Secara umum di Indonesia keempat faktor tersebut belum memadai untuk mencapai pembelajaran yang baik guna meningkatkan mutu pendidikan. Pada tahun 2009 terjadi peningkatan perguruan tinggi di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dari 82 PTN pada tahun 2008 menjadi 83 PTN dan dari 2819 PTS menjadi 2. 219 Perguruan Tinggi Agama Swasta (PTAS). sarana dan prasarana. sarana dan prasarana. kualitas perguruan tinggi tersebut sangat beragam baik dari sisi penyelenggaraan. Jumlah perguruan tinggi dan program studi tersebut diperkirakan akan meningkat sesuai dengan peningkatan animo masyarakat untuk masuk perguruan tinggi. 53 . manajemen dan waktu belajar (Bank Dunia.5% yang telah diakreditasi oleh BAN-PT. 50 Perguruan Tinggi Agama negeri (PTAN). dan 60 Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK). proses. Sedangkan jumlah program studi sebanyak 17128 dan yang telah terakreditasi mencapai 54.909 PTS.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP BAB 4 PENGEMBANGAN STANDAR SARANA PRASARANA PENDIDIKAN TINGGI: PROGRAM SARJANA A| Pendahuluan Mutu pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah dosen.2%. perguruan tinggi di Indonesia berjumlah 3230 dengan perincian 82 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sementara itu. 1989). 2819 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dari jumlah tersebut baru 2.

19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 4. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi merupakan salah satu dari delapan standar pendidikan yang harus disiapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) berdasarkan amanat yang dituangkan dalam UU RI No. Undang-undang No. Undang-Undang RI Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan 54 . B| Landasan Penyusunan Standar 1. Undang-Undang RI Nomor 9 tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan 3. Rendahnya mutu pendidikan tersebut di atas disebabkan antara lain sarana dan prasarana yang belum memadai. perlu disusun standar sarana dan prasarana perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini karena belum adanya kriteria minimal sarana dan prasarana pendidikan tinggi yang menjadi acuan dari setiap perguruan tinggi dalam penyelenggaraan program pendidikan. dan universitas yang menyelenggarakan pendidikan akademik pada jenjang sarjana S1. tidak memiliki ruang terbuka dan banyak lagi. tidak memiliki laboratorium. institut. agar keberadaan sarana dan prasarana mampu mendukung pembelajaran dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Standar sarana dan prasarana ini disusun untuk lingkup perguruan tinggi yang berbentuk sekolah tinggi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 serta lulusannya. di rumah. Keragaman kondisi sarana dan prasarana Perguruan Tinggi dapat dilihat mulai dari sarana dan prasarana yang sangat layak sampai pada yang sangat tidak layak. Misalnya. Atas dasar kenyataan itu. ada Perguruan Tinggi yang diselenggarakan di Rumah Toko (Ruko). Peraturan Pemerintah No. Kondisi ini sudah barang tentu akan merugikan peserta didik karena tidak menerima layanan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

Pdt. 2. MM. E| Tim Ahli 1. Pengawasan ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana. Pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana... Dr.. Prof. Prof. Anggota BSNP No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Edy Tri Baskoro. M. Dr (Koordinator) Suharsono. Menentukan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana minimal yang harus dimiliki perguruan tinggi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Fungsi standar sarana dan prasarana adalah sebagai acuan dasar yang bersifat nasional bagi semua pihak yang berkepentingan dalam: 1. d| Hasil yang dicapai Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik dan standar sarana dan prasarana perguruan tinggi yang berbentuk sekolah tinggi. 2. Dr Weinata Sairin. Dr Asal Institusi ITB STIBA UGM UGM Al-Izhar LAI UIN Jakarta 55 .Dr Zaki Baridwan.Th Komaruddin Hidayat. M. Dr Anggani Sudono. Mendukung tercapainya mutu pendidikan. Prof. dan universitas yang menyelenggarakan pendidikan akademik pada jenjang sarjana S1. 3. institut. Prof.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP C| Tujuan dan Fungsi Standar Tujuan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi adalah untuk: 1. Perencanaan dan perancangan sarana dan prasarana.Pd Bambang Soehendro.

MM. MA Prof. Ph. Johny Wahyuadi Dr. 13. Ph. Eko Purnomo. Nathan Hendarto. 10. Dr. Untuk mencapai kompetensi minimum lulusan setiap program studi. PhD Dr.kes Instansi UIN Jakarta/Psikologi UNY/Ekonomi UI/Arsitek ITB/Arsitek UNY/Fisika Unesa/Teknik Unpad/Psikologi STT TELKOM UNM/Olahraga UGM/Kedokteran UPI/Teknik Unnes/MIPA ITB/Teknik Kimia ITB/Teknik Planologi) UI/Perpustakaan UNJ/Ekonomi UI UNJ/Matematika UNAIR/Kedokteran Gigi Keterangan Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota F| metode Penyusunan Standar Penyusunan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi dilakukan dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. Hamam Hadi Dr. maka Standar kompetensi minimum dari Badan Akreditasi Nasional (BAN). dan pengelolaan badan hukum pendidikan tinggi di Indonesia. MPd.D Drs.M. 11. M. Ph. Dr. MS. Yazid Bindar. Selain mempertimbangkan standar dan ketentuan penyediaan sarana dan prasarana minimum yang telah ada di Indonesia (yang ditetapkan oleh 56 . Denni Zulkaidi. Ir.Sc Ir. 12. 7. 3. Zulfikar Zen.D Dr. 2. Ir. Paramita Atmodiwiryo. 5. Indun Lestari Setyono. perguruan tinggi dan asosiasi profesi terkait juga menjadi pertimbangan untuk menentukan sarana dan prasarana minimum yang harus disediakan.Arch. standar isi. Ahmad Rum Bismar.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2.Psi Ari Moesriami Barmawi. Munoto Dra. Anita Yuliati. Tim Ahli No 1. 19. M. Dr. Nama Bambang Suryadi. 6. 4. 14.drg. Thamrin Abdullah Prof. Standar sarana dan prasarana minimum juga mempertimbangkan perubahan paradigma pendidikan tinggi.S Dr. 18. 9. March. MUP Drs. 17. Danny Meirawan Drs. 8. dan standar proses untuk pendidikan tinggi. Gaguk Margono Prof. Dr. Moerdiyanto.M.D Ir. Dr.Pd Prof.. 16. Selain itu. 15. Suyanta Prof.

Kajian teoretis akan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan tinggi dilakukan dengan memperhatikan aspek psikologis perkembangan kejiwaan peserta didik dan proses kegiatan pembelajaran pada umumya.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi). Diawali dengan penyusunan desain dimana seluruh tim ahli melakukan brainstorming untuk mendapatkan gambaran awal tentang draf standar sarana dan pra57 . sumber literatur mengenai pedoman/standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi di negara lain juga dikaji untuk memperoleh gambaran standar yang berlaku di negara maju. Secara ringkas metode penyusunan standar tersebut dapat diilustrasikan dalam diagram berikut ini. serta keahlian pada disiplin ilmu masingmasing pada khususnya. METODE PENYUSUNAN STANDAR Paradigma Pembelajaran A turan tentang P em buk aan P T P edom an S arana & P rasarana P T K aji B anding S arana dan P rasarana P T K ondisi N yata S arana dan P rasarana P T di Indonesia A k reditasi B A N P T Fungsi Pendidikan Tinggi K erangk a S tandar K om ponen S arana dan P rasarana S pesifik asi S tandar RANCANGAN STANDAR SARANA & PRASARANA PENDIDIKAN TINGGI S tandar P endidik an: • S tandar K om petensi Lulusan • S tandar Isi • S tandar P roses • S tandar K om petensi oleh P T dan A sosiasi P rofesi K ajian Teoritis S tandar P rinsip-prinsip S tandar Validasi & Uji Publik STANDAR SARANA DAN PRASARANA PT B adan S tandar N asional P endidikan G| Tahapan Penyusunan Standar Kegiatan penyusunan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi terdiri atas sembilan tahapan.

Tahap berikutnya adalah 58 . fungsi dan wewenang BSNP. tim menyusun draf standar (tahapan ketiga) yang berlangsung dari tanggal 24-26 April 2009 di Jakarta. kritikan dan saran guna menyempurnakan draft standar. Kegiatan kedua adalah kajian bahan dasar. diselenggarakan di Jakarta dari tanggal 14-16 Maret 2009. masukan dan saran yang telah terkumpul melalui kegiatan validasi tersebut dianalisis oleh tim ahli pada tanggal 29-31 Juli 2009 di Jakarta. dari tanggal 26 sampai dengan 28 Februari 2009. dan luar Jawa (2 orang). Tujuan kegiatan validasi ini adalah untuk mendapatkan masukan. Pada tahapan berikutnya. Berdasarkan masukan dari para reviewer. Kegiatan kelima adalah validasi draf standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi di 15 provinsi (4 dalam Jawa dan 11 luar Jawa) dari tanggal 27-29 Juni 2009. Di masing-masing provinsi melibatkan 3 orang dari tim ahli dan 40 peserta dari berbagai program studi di perguruan tinggi. Reviewer tersebut berasal dari Jakarta (8 orang). dalam Jawa (6 orang).Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 sarana tersebut. tim ahli melakukan perbaikan dan penyempurnaan draf. Pada tahapan keempat yang berlangsung dari tanggal 15-17 Mei 2009 di Jakarta. Pada tahapan ini. peran. dan sekretaris tim ahli memaparkan draf tersebutu dalam rapat pleno BSNP (26 Mei 2009) untuk mendapatkan pandangan dan masukan dari seluruh anggota BSNP. tim ahli mengundang 16 reviewer untuk menelaah dan member masukan terhadap draf standar tersebut. Kajian bahan dasar meliputi kajian aspek yuridis dan empiris yang meliputi data-data dari lapangan dan intansi terkait seperti BAN-PTdan DIKTI. Kegiatan ini diselenggarakan di Jakarta. Kemudian ketua. Ketua BSNP memaparkan standar nasional pendidikan. Sedangkan anggota BSNP yang menjadi koordinator kegiatan menjelaskan peran dan fungsi tim ahli dalam penyusunan panduan penilaian pendidikan kesetaraan sehingga terwujud persamaan persepsi dan langkah di kalangan tim penyusun panduan. wakil ketua. Berdasarkan bahan dasar yang terkumpul.

asosiasi profesi. Mereka mewakili berbagai unsur. sembilan tahapan kegiatan tersebut dipaparkan dalam matrik sebagai berikut. No 1 2 3 4 Kegiatan Penyusunan Desain Kajian Bahan Dasar Penyusunan Draf Standar Reviu dan Perbaikan Draf Standar Reviwer: DKI Jakarta 8. Sebelum dilakukan uji publik draf stadar tersebut dipresentasikan dalam rapat pleno BSNP pada tanggal 13 Oktober 2009. Biro Hukum Departemen Pendidikan Nasional. Dalam Jawa 6. Berdasarkan masukan dan saran dari peserta uji public. dan praktisi pendidikan. dan Luar Jawa 2 Presentasi draf di BSNP Validasi Draf Standar 15 Provinsi (4 dalam Jawa dan 11 luar Jawa). misalnya unsur program studi pada perguruan tinggi negeri dan swasta. diantaranya Direktorat Akademik (DIKTI) dan Direktorat Pendidikan Islam Departemen Agama. Tahapan ini merupakan tahapan terakhir yang disebut sebagai finalisasi draf standar sarana dan prasarana pada tanggal 14-16 Oktober 2009 di Jakarta. Secara singkat. Ditjen DIKTI. tim ahli melakukan revisi dan perbaikan draf standar.PENGEmBANGAN STANdAR SARANA PRASARANA PENdIdIKAN TINGGI: PROGRAm SARjANA Januari 2010 © BSNP pembahasan draf standar dengan unit utama pada tanggal 11-13 September 2009. Tahapan ini melibatkan 16 reviewer. Direktorat Pembinaan Agama Departemen Agama. Uji publik (tahapan kedelapan) yang diselenggarakan di Jakarta dari tanggal 24-26 Oktober melibatkan 50 peserta dari 25 provinsi. dari unit terkait. Peserta daerah: 40 orang Panitia daerah: 5 orang Anggota/Tim Ahli : 3 orang Analisis Hasil Validasi Draf Standar Waktu 26-28 Februari 2009 14-16 Maret 2009 24-26 April 2009 15-17 Mei 2009 Tempat Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta 5 26 Mei 2009 27-29 Juni 2009 BSNP Daerah 6 29-31 Juli 2009 Jakarta 59 .

dan Luar Jawa 2 Presentasi di BSNP 8 Uji Publik Draf Standar Undangan 25 Provinsi @ 2 orang 9 Finalisasi Standar Waktu 11-13 September 2009 Tempat Jakarta 13 Oktober 2009 24-26 Oktober 14-16 Oktober 2009 Jakarta Jakarta Jakarta H| Hambatan dan Solusi Salah satu hambatan yang dihadapi dalam penyusunan standr sarana dan prasarana pendidikan tinggi ini adalah beragamnya program studi yang ada di perguruan tinggi sementara jumlah tim ahli sangat terbatas.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No Kegiatan 7 Pembahasan Draf Standar dengan Unit Utama Reviwer: DKI Jakarta 8. pembahasan dengan unit utama. Akibatnya terjadi beberapa kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang sarana dan prasarana yang diperlukan untuk program studi dimaksud. dan uji publik. Dengan pengertian lain. 60 . Hal ini diatasi dengan mengundang representative dari program studi tersebut pada acara validasi. Dalam Jawa 6. keanggotaan tim ahli tidak sebanding dengan jumlah program studi yang ada.

BAB 5 PENgEmbANgAN StANDAr PENDiDikAN ANAk USiA DiNi Badan Standar Nasional Pendidikan 61 .

.

PAUD formal adalah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) untuk anak usia 4-6 tahun. yang berbentuk TK/RA. 63 . Kelompok Bermain (KB) untuk anak usia 2-4 tahun. PAUD dapat diselenggarakan dalam bentuk pendidikan formal maupun non formal. khususnya melalui jalur formal. PAUD non formal meliputi Taman Penitipan Anak (TPA) untuk anak usia 0-2 tahun. dan Satuan PAUD sejenis. Selama ini masyarakat telah menunjukkan kepedulian terhadap masalah pengasuhan dan pendidikan anak usia dini dengan berbagai jenis layanan sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada. pelayanan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki persiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Namun demikian pengelolaan.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP BAB 5. Untuk memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan anak. Agar dapat dilakukan pembinaan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini. dan pola pembinaan PAUD masih bervariasi. PENGEMBANGAN STANDAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI A| Pendahuluan Undang-undang No. maka disusunlah Standar PAUD sebagai acuan dasar.

B| Landasan Penyusunan Standar Untuk memberikan landasan yang kokoh bagi penyelenggaran pendidikan Taman Kanak-kanak. dan/ atau informal. Raudhatul Athfal (RA). Naskah akademik ini bertujuan memberikan landasan yang kokoh bagi terselenggaranya pendidikan Taman Kanak-kanak yang mampu menghantarkan anak usia 4-6 tahun mencapai tingkat pencapaian perkembangan yang diharapkan. baik yang dihasilkan pemerintah maupun kesepakatan berbagai Negara berkenaan dengan pentingnya pendidikan bagi anak. (3) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). (4) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB).” Pasal 28 (1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. (2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. nonformal. atau bentuk lain yang sederajat. berikut ini disajikan sejumlah landasan yuridis.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 diperlukan adanya standar pendidikan Taman Kanak-kanak. Taman Penitipan Anak (TPA). Undang Undang No. a. 64 . atau bentuk lain yang sederajat. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Butir 14 “Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

anak-anak dalam keadaan sulit dan mereka yang termasuk minoritas etnik.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP (5) (6) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. (3) Memperbaiki semua aspek kualitas pendidikan dan menjamin keunggulannya. dan c. Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). atau psikologi. terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung. b. deklarasi dakar Tentang Pendidikan Untuk Semua (1) Memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini. latar belakang pendidikan tinggi di bidang pendidikan anak usia dini. mempunyai akses dan menyelesaikan pendidikan dasar yang bebas dan wajib dengan kualitas baik. . kependidikan lain. ayat (2). sertifikat profesi guru untuk PAUD. khususnya anak perempuan.19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 29 (1) Pendidik pada pendidikan anak usia dini memiliki: a. (2) Menjamin bahwa menjelang tahun 2015 semua anak. kualifikasi akdemik minimum difloma empat (D-IV) atau sarjana (S1) b. 65 c. sehingga hasil-hasil belajar yang diakui dan terukur dapat diraih oleh semua. Peraturan Pemerintah RI No. dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. ayat (3). terutama dalam keaksaraan. angka dan kecakapan hidup (life skills) yang penting.

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausa C| Tujuan dan Fungsi Standar Tujuan penyusunan standard PAUD adalah memberikan acuan bagi penyelenggara PAUD baik yang berbentuk formal (Tman KanakKanak atau TK dan Raudhatul Athfal atau RA) maupun yang nonformal (Tempat Penitipan Anak atau TPA dan Kelompok Bermain atau KB) dalam menyelenggarakan program pembelajaran di masing-masing lembaga. dan pengawasan dalam rangka mewujudkan PAUD yang bermutu. c. Pasal 38 (1) Kriteria untuk menjadi kepala TK/RA meliputi: a. dan Standar Layanan. Standar Program. Masing-masing aspek dijelaskan secara singkat sebagai berikut. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA. yaitu Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan. Berstatus sebagai guru TK/RA. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku. dan d. 66 . b. pelaksanaan. Standar PAUD ini berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan. d| Hasil yang dicapai Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik dan standar PAUD yang terdisi atas empat standar.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Pasal 30 (1) Pendidik pada TK/RA sekurang-kurangnya terdiri atas guru kelas yang penugasannya ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keperluan.

dan menilai program serta membimbing. Untuk kelompok usia selanjutnya.< 2 tahun. 2 . 67 .< 4 tahun Tahap Usia 4 .< 9 bulan 9 .< 6 bulan 6 .< 6 tahun Bentuk Pendidikan Taman Penitipan Anak Jenis Pendidikan Non Formal Kelompok Bermain Non Formal Taman Kanak-Kanan/ Raudhatul Athfal Formal Pendidik anak usia dini adalah tenaga professional yang memiliki kompetensi untuk menjalankan tugas dalam merencanakan. dan 4 .< 5 tahun 5 .< 3 tahun 3 . tingkat pencapaian perkembangan disusun berdasarkan kelompok usia anak.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan berisi tentang kaidah tumbuh kembang anak.< 6 tahun.< 1 tahun dilakukan dalam rentang tiga bulanan karena pada tahap usia ini.< 4 tahun 2 . Secara singkat pengelompokan usia anak ini dapat dilihat dalam tabel berikut. yaitu usia 0 . melaksanakan. perkembangan anak berlangsung sangat pesat.< 12 bulan 12 .< 4 tahun. Menurut standar PAUD tersebut.< 18 bulan 18 . Tingkat perkembangan yang dicapai anak usia dini menjadi dasar pencapaian perkembangan pada tahap berikutnya. No 1 2 3 4 5 6 1 2 1 2 Tahap Usia 0 .< 2 <3 bulan 3 . pengelompokan dilakukan dalam rentang waktu pertahun.< 6 tahun 4 . Sedangkan untuk usia 1 .< 24 bulan Tahap Usia 2 . Pengelompokan usia 0 . Secara psikologis anak tumbuh dan berkembang malalui tahapan-tahapan perkembangan yang berlangsung secara berurutan dan kerkesinambungan.<2 tahun dikelompokkan dalam rentang enam bulanan karena pada tahap usia ini perkembangan anak berlangsung tidak sepesat usia sebelumnya.

Perencanaan program dilakukan oleh guru/tutor PAUD yang mencakup tujuan. yang disusun dalam Rencana Kegiatan Hatian/Mingguan/Tahunan. Penilaian merupakan rangkaian kegiatan pengamatan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 memotivasi. Standar program meliputi perencanaan. dengan mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak dan jenis layanan PAUD yang diberikan. dan pengolahan data perkembangan anak dengan menggunakan metode dan instrumen yang sesuai. memfasilitasi kegiatan pengasuhan dan pendidikan anak didik. Standar layanan meliputi sarana dan prasarana. serta pembiayaan. pelaksanaan/proses. dan penilaian dalam upaya melaksanakan rangsangan/stimulasi sesuai dengan kebutuhan dan usia anak untuk memperoleh tingkat pencapaian perkembangan. Pendidik PAUD terdiri atas guru PAUD. dan Pengasuh PAUD. dan rencana pengelolaan program. Tutor PAUD. pencatatan. Sedangkan tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini. Dalam draf standar tersebut juga disebutkan kualifikasi dan kompetensi untuk masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan. isi. Standar Program memuat standar tentang kegiatan pengasuhan dan pendidikan di lembaga satuan PAUD. 68 . pengelolaan. Pelaksanaan program berisi tentang proses kegiatan pengasuhan dan pendidikan yang dirancang berdasarkan pengelompokan usia anak. Standar layanan berisi tentang acuan fasilitas dan aktifitas yang mendukung terlaksananya seluruh kegiatan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini sehingga membantu anak mencapai tingkat pencapaian perkembangannya.

Mungin Eddy Wibowo.M. Dr. Victoria Elisnah Hanah. Enah Suminah. 69 .Pd Beryana Evridawat. M. Fawzia Aswin Hadis Instansi BSNP BSNP BSNP BSNP BSNP 2.Dr. MM Dr. Tim Ahli No 1.Pd Dr. MA (Koordinator) Prof. 9. Sukiman.M. Sastra Juanda Drs.Pd Erry Utomo Dra. Anggani Sudono. Hj. M. 6. Nama Dr. Dr.Pd Dra. Edy Tri Baskoro Prof. M. Anggota BSNP No 1 2 3 4 5 Nama Prof.S. Kama Abdul Hakam Drs. Mulyadi. 10. Yuke Indrati Ir. Didik Perangbakat Drs.Si Instansi Direktorat PAUD Direktorat PAUD Direktorat PAUD Direktorat PAUD Direktorat Pembinaan TKdan SD Direktorat Pembinaan TK dan SD Direktorat Pembinaan TK dan SD Direktorat Pembinaan TK dan SD Pusat Kurikulum Pusat Kurikulum Departemen Agama Departemen Agama UNM F| Tahapan Penyusunan Standar Secara singkat tahapan penyusunan sandar PAUD dapat dilihat dalam table berikut ini. 4. 12. 7. 13. Dr. Kons Prof.Pt Drs.Sc Drs. 8.Pd. 2. 11. 3. Kaharuddin Arafah. Sudjarwo Singowidjojo. Masykur.PENGEmBANGAN STANdAR PENdIdIKAN ANAK USIA dINI Januari 2010 © BSNP E| Tim Ahli 1. M. Bambang Soehendro Dr..M. 5.

Harapan dan keinginan masyarakat yang sudah lama menanti kehadiran standar ini dapat terpenuhi. Inilah yang disebut dengan masa keemasan (golden age) yang sangat menentukan perkembangan anak pada masa depan. Dengan demikian akan ada kejelasan. Dengan adanya standar PAUD ini akan mempermudah pada tataran implementasi PAUD di lapangana yang selama ini sangat variatif. kesamaan persepsi dan langkah. Pada usia ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental yang sangat pesat. 70 . serta tindakan di kalangan guru-guru PAUD.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kegiatan Penentuan prinsip danpembuatan frame work standard PAUD Pembuatan draf I Pembuatan draft II (mengundang TK/SD dan PAUD) Persiapan pembuatan draf standar PAUD perbaikan dan persiapan draf standar PAUD Uji public standar PAUD Revisi standard PAUD finalisasi draf standar PAUD Tanggal 23 Mei 2009 9-11 Juni 2009 15-17 Juni 2009 6-7 Juli 2009 13-14 Juli 2009 22 Juli 2009 27 Juli 2009 29 Juli 209 Tempat Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta G| Refleksi Usia dini merupakan usia yang sangat penting bagi perkembangan anak.

UPDAtiNg StANDAr PEmbiAyAAN PENgEmbANgAN iNDEkS biAyA PENDiDikAN BAB 6 Badan Standar Nasional Pendidikan 71 .

.

73 . dan lain sebagainya. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. II| TUjUAN dAN mANFAAT 1.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP BAB 6. tenaga kependidikan. sehat. mandiri. berilmu. Memenuhi ketentuan PP No. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. sarana dan prasarana pendidikan. kreatif. cakap. UPDATING STANDAR PEMBIAYAAN PENGEMBANGAN INDEKS BIAYA PENDIDIKAN I| PENdAHULUAN Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas. Kebutuhan sumber daya tersebut berimplikasi pada kebutuhan biaya. Sumber daya standar akan memiliki implikasi pada biaya pendidikan yang standar. bahan dan peralatan pengajaran. 19 Tahun 2005 Bab IX pasal 62 tentang Standar Pembiayaan. berakhlak mulia. Pelaksanaan pendidikan nasional yang memenuhi standar kualitas membutuhkan sumber daya pendidikan yang standar yang meliputi: pendidik. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

pemerintah daerah. Johannes Gunawan. Dr. SMP/MTs. INSTANSI UGM ITB Univ. S. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional. III| TIm AHLI Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0001/SK/BSNP/II/2009 tanggal 5/2/2009 tentang Tim Ahli Standar Pembiayaan telah disusun Tim Penyusun Indeks Biaya Pendidikan SD/MI. dan pendidikan luar biasa.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2. pendidikan kejuruan. SMA/MA. Dr. Sp. Zaki Baridwan (Koordinator) Prof. Teuku Ramli Zakaria Prof. Edy Tri Baskoro Prof.H. yaitu dari kalangan akademisi yang menguasai pembiayaan pendidikan.LLM Dr. Secara umum indeks biaya pendidikan ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah pusat. dan masyarakat dalam menentukan dan mengalokasikan sumber dana yang tersedia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Parahiyangan UIN-Hidayatullah UI ASAL Yogyakarta Bandung Bandung Jakarta Jakarta 74 .. dan SLB yang terdiri atas anggota-anggota dari berbagai kalangan. dan Badan Pusat Statistik. Dr. Susunan Tim Standar Biaya adalah sebagai berikut ANGGOTA BSNP NO 1 2 3 4 5 NAmA Prof. SMK. pendidikan umum.dr.OG. Farid Anfasa Moeloek.Dr.

Trie Widayati. Faizal Makhrus. Dr. Sri Kusumawati Dr. Ir. M. M. M.Negeri Padang Udayana BIdANG KEAHLIAN Pendidikan Kejuruan Pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan Pendidikan Kejuruan NO HP 0818277331 0818892975 0815 925 2374 08123676636 5 Dr. Moch.D Fajarini.Si jABATAN Ketua Wakil Ketua Sekretaris INSTANSI Univ Negeri Yogyakarta Univ. Trisakti Pembiayaan pendidikan PP Multi Teknologi Media Solusi Informasi Prima (Programmer) 0811957567 081322684861 08192550136 081319541588 08156223734 75 .CISA Anggota Anggota Anggota Direktorat Pembinaan SMK Depdiknas Direktorat PSLB Depdiknas Biro Pusat Statistik Balitbang Depdiknas Biro Keuangan Depag BPS 085219350337 Pendidikan Luar Biasa Statistik/ Indeks Pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan 0811158194 08128926920 081310262816 0811 174 893 13 14 Anggota Anggota Statistik/ Indeks Univ. Alip Dr.Pd. Negeri Pendidikan Padang Luar Biasa Teknologi Informasi (Programmer) Univ. Khomsiyah Halmawati.Si Anggota 7 8 9 Anggota Anggota Maryatun Sanusi. Mega Iswari. S.Si.Kom. Msi C. Lutfi Baraja. Trisakti Univ. Riduan. Made Gede Anggota Wirakusuma. M. Eddi Mashuri.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP TIm AHLI NO 1 2 3 4 NAmA Dr. SE..Pd. MBA Umar Alhabsyi. ST. M. SE. SE. SE Anggota 10 11 12 Dra. MM Anggota 6 Dra. Drs. Ak.

9. Outline naskah akademik dan desian studi Kisi-kisi dan Instrumen 4.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 IV| TAHAPAN KEGIATAN NO 1. 6. dan Jatim) Jakarta BSNP + Tim Ahli Jakarta Jakarta BSNP + Tim Ahli BSNP + Tim Ahli 76 . 2. 11. 6-8 Mei 10-12 Juni 24-26 Juni 24 kota (di BSNP + Tim 24 Provinsi) Ahli Jakarta BSNP + Tim Ahli Jakarta BSNP + Tim Ahli Jakarta BSNP + Tim Ahli Data lapangan Data olahan siap dianalisis Draft Indeks biaya pendidikan per kabupaten Naskah akademik & Draft laporan penyusunan indeks biaya pendidikan. 7-9 Oktober Lokakarya dengan unit utama 23-25 Finalisasi indeks Oktober 30 Okt-1Nov Rekomendasi indeks BSNP + Tim Ahli 4 Provinsi BSNP + Tim (DKI Jakarta. 12. Sulut. 29-31 Juli 10-15 Agustus Review draft Validasi draft Jakarta 10. 5. Draft Indeks Biaya Pendidikan Daftar masukan untuk penyem purnaan Draft Standar Kumpulan masukan dari Unit Utama Draft final untuk direkomendasikan Draft permen 7. 9-11 Juli Penyusunan draft 8. Ahli Kaltim. TANGGAL 11-13 Februari KEGIATAN TEmPAT PESERTA BSNP + Tim Ahli OUTPUT Jadwal dan rencana kegiatan Menyusun Jakarta rencana kegiatan dan mengkaji bahan dasar 11-13 Maret Menyusun Jakarta desain studi 11-13 April Menyusun instrumen/ kuesioner indeks biaya pendidikan Pengumpulan data Pengolahan data Analis data Jakarta BSNP + Tim Ahli BSNP + Tim Ahli 3.

Sedangkan untuk standar biaya pendidikan diluar wilayah DKI menggunakan pendekatan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK). IKK merupakan indeks spasial yang dihitung berdasarkan barang/jasa yang digunakan di sektor bangunan/konstruksi. sedangkan IHK merupakan indeks yang bersifat temporal atau periodikal yang menggambarkan perkembangan harga antar waktu untuk daerah yang sama. SMP/MTS. PENdAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada tahun 2006. khusus untuk DKI.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP V| HASIL yANG dIPEROLEH Kegiatan ini menghasilkan naskah akademik indeks biaya pendidikan sebagai berikut. Penggunaan IKK dan IHK sebagai pendekatan penghitungan biaya pendidikan untuk kabupaten/kota di luar DKI dianggap kurang tepat. SMA/MA. Dalam rangka melakukan penghitungan biaya pendidikan untuk kabupaten/kota di luar DKI diperlukan indeks yang bersi77 . Tim Standar Biaya Pendidikan telah menyelesaikan penghitungan kebutuhan biaya pendidikan yang terdiri dari biaya personalia dan non personalia untuk tingkat satuan pendidikan SD/MI. 1. Standar biaya pendidikan di luar wilayah DKI yang semula hanya menggunakan pendekatan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) ditambah dengan pendekatan Indeks Harga Konsumen (IHK). Pada tahun 2007. Khusus untuk SMK penghitungan biaya pendidikan diperluas untuk 76 program keahlian. Pada tahun 2008 dilakukan revisi terhadap standar biaya pendidikan SLB dan SMK yang hanya dibatasi pada biaya operasional non personalia. Tim Standar Biaya Pendidikan melakukan revisi terhadap standar biaya tersebut dan melakukan penghitungan standar biaya pendidikan SLB untuk 5 jenis ketunaan dan SMK untuk 34 bidang keahlian.

sedangkan indeks yang bersifat temporal atau periodikal merupakan indi78 . khususnya pada biaya operasional pendidikan antar daerah. tim standar biaya memfokuskan kegiatannya untuk menyusun Indeks Biaya Pendidikan (IBP) di tingkat kabupaten/kota melalui pengembangan data base standar biaya pendidikan. 1.3 Ruang Lingkup IBP dihitung untuk 85 kabupaten/kota di 24 provinsi di Indonesia berdasarkan biaya operasional pendidikan non personalia pada setiap tingkat satuan pendidikan yaitu SD/MI. Indeks yang bersifat spasial merupakan indikator perbandingan antar wilayah. 1. SLB dan SMK untuk setiap kabupaten/kota. 5 jenis ketunaan di SDLB.2 Tujuan 1) Memperoleh IBP tahun 2009 khususnya biaya operasional pendidikan non personalia yang didasarkan pada standar biaya pendidikan SD/MI.4 Manfaat IBP digunakan sebagai dasar penetapan besarnya biaya operasional pendidikan di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia. pada Tahun 2009. SMP/MTS. SMA/MA. Oleh karena itu. dan 75 Program Keahlian di SMK. 2. 1. 5 jenis ketunaan di SMPLB.1 Pengertian Indeks Secara umum indeks dibagi dalam 2 jenis yaitu indeks yang bersifat spasial dan temporal. 2) Membuat data base standar biaya pendidikan untuk “up dating” IBP.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 fat spasial yang dapat menggambarkan perbandingan tingkat kemahalan barang/jasa yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pendidikan. KERANGKA TEORI 2. 3 jurusan di SMA/MA. 4 jenis ketunaan di SMALB. SMP/ MTS.

2) Indeks Pembangunan jender (IPj) IPJ dihitung dari variabel yang sama dengan penghitungan IPM. Model Indeksing Model-model indeks yang ada di Indonesia terdiri dari beberapa contoh model yang bersifat spasial dan temporal. Indikator yang pertama diukur dengan 79 . (2) pengambilan keputusan. dan (3) tingkat kehidupan yang layak. (2) ketertinggalan dalam pendidikan. rata-rata pencapaian usia harapan hidup. Contoh model indeks spasial adalah sebagai berikut : 1) Indeks Pembangunan manusia (IPm) IPM merupakan indeks komposit dan disusun dari tiga komponen: (1) lamanya hidup. (2) tingkat pendidikan. diukur dengan harapan hidup pada saat lahir. dan (3) distribusi pendapatan. Indeks ini disusun dari tiga indikator yaitu (1) penduduk yang diperkirakan tidak berumur panjang. diukur dengan pengeluaran per kapita yang telah disesuaikan.2. dan (3) keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar. diukur dengan kombinasi antara angka melek huruf pada penduduk dewasa dan rata-rata lama sekolah. 3) Indeks Pemberdayaan jender (Idj) IDJ disusun dari tiga komponen yaitu (1) keterwakilan di parlemen. 2. Perbedaannya adalah bahwa dalam penghitungan IPJ.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP kator perbandingan antar waktu pada wilayah yang sama. 4) Indeks Kemiskinan manusia (IKm) IKM merupakan kombinasi dari berbagai dimensi kemiskinan manusia yang dianggap sebagai indikator inti dari ukuran keterbelakangan (deprivasi) manusia. tingkat pendidikan dan pendapatan disesuaikan dengan mengakomodasikan perbedaan pencapaian antara perempuan dan laki-laki.

dan (5) Indikator Kesenangan/Sosial Budaya. IIAP berkontribusi pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan penyerapan tenaga kerja di sektor ini yang dipercaya turut mempengaruhi tingkat industrialisasi di setiap propinsi. Indeks disparitas Tingkat Hidup Antar Propinsi (IdTHAP) IDTHAP adalah indeks komposit dari beberapa indikator sosial ekonomi yang mengukur posisi relatif suatu propinsi terhadap DKI Jakarta.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 5) 6) peluang suatu populasi untuk tidak bertahan hidup sampai umur 40 tahun. Indeks Industrialisasi Antar Propinsi (IIAP) IIAP adalah indeks komposit dari beberapa variabel input dan output perusahaan industri pengolahan. (4) Indikator Kesehatan. Variabel-variabel yang digunakan adalah sebagai berikut. (3) Persentase anak berumur 5 tahun ke bawah (Balita) dengan status gizi kurang. (1) Persentase penduduk tanpa akses terhadap air bersih. Produktivitas tenaga kerja yaitu nilai tambah per tenaga kerja Efisiensi. Adapun keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar terdiri dari variabel berikut ini. yang didefinisikan sebagai output dibagi input Persentase penggunaan bahan baku impor 80 . Indikator kedua diukur dengan angka buta huruf penduduk usia dewasa (15 tahun ke atas). Indikator-indikator tersebut meliputi: (1) Indikator Perumahan. (3) Indikator Ketenagakerjaan. (2) Persentase penduduk yang tidak memiliki akses ke sarana kesehatan. (2) Indikator Pendidikan.

terhadap daya beli daerah lain yang didasarkan pada harga 27 komoditas. Untuk saat ini di Indonesia dilakukan berdasarkan daya beli daerah Jakarta Selatan. yaitu indeks yang menggambarkan perbandingan harga untuk wilayah yang berbeda pada periode waktu tertentu. Sesuai dengan pengertiannya. Informasi yang dikumpulkan melalui Survei Tendensi Bisnis adalah perkembangan dunia bisnis secara umum dalam 3 bulan berjalan dibanding 3 bulan sebelum81 - . Sementara itu contoh indeks temporal adalah sebagai berikut: 1) Indeks Tendensi Bisnis (ITB) ITB adalah indikator yang memberikan informasi mengenai keadaan bisnis dan perekonomian dalam jangka pendek. IKK dapat dikategorikan sebagai indeks spasial.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP Persentase produksi yang diekspor Persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang Rata-rata tenaga kerja perusahaan Rata-rata nilai tambah perusahaan Kontribusi nilai tambah sektor industri pengolahan terhadap PDRB Total nilai tambah Jumlah tenaga kerja Persentase jumlah perusahaan industri pengolahan 7) Paritas daya Beli (Purchasing Power Parity / PPP) PPP adalah ukuran daya beli suatu daerah terhadap daerah lain. 8) Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) IKK adalah angka indeks yang menggambarkan perbandingan nilai barang/jasa yang tercakup dalam paket komoditas IKK pada suatu kabupaten/kota atau provinsi terhadap nilai di kabupaten/kota atau provinsi lain. yaitu daerah yang mempunyai daya beli paling tinggi.

ITB terdiri dari dua jenis indeks yaitu Indeks Indikator Kini dan Indeks Indikator Mendatang. Informasi yang diperoleh dipakai untuk menilai keadaan bisnis tiga bulan mendatang. serta informasi mengenai kondisi pendapatan dan tabungan. Survei tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai situasi bisnis dan perekonomian secara umum menurut pendapat konsumen yang didasarkan pada persepsi konsumen mengenai kondisi bisnis dan perekonomian yang disebut dengan ITK. informasi dini mengenai keadaan dan perkembangan perekonomian juga dapat diketahui melalui Survei Tendensi Konsumen. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Selain Survei Tendensi Bisnis. Sedangkan Indeks Indikator Mendatang merupakan indeks komposit dari beberapa indeks variabel yang dapat mengidentifikasi prospek perusahaan dan bisnis pada periode tiga bulan mendatang. Indeks Indikator Kini merupakan indeks komposit dari beberapa indeks variabel yang dapat mengidentifikasi secara umum tentang kondisi perusahaan dan bisnis pada saat triwulan berjalan (saat survei) dibandingkan periode triwulan sebelumnya. Informasi yang dikumpulkan meliputi rencana pembelian beberapa komoditi kategori ”normal good” dan ”luxury goods” seperti daging untuk konsumsi .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2) nya dan prospeknya untuk 3 bulan mendatang. komputer. makanan. ITK juga terdiri dari dua jenis indeks yaitu (1) Indeks Indikator Kini dan (2) Indeks Indikator Mendatang. dan komoditi seperti rumah/tanah. TV. Indeks Indikator Kini merupakan indeks komposit dari beberapa variabel yang dapat mengidentifikasi kondisi keuangan konsumen pada saat triwulan berjalan (saat survei) diban- 82 . mobil.

Indeks Harga Produsen (IHP) IHP adalah indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di tingkat produsen di wilayah tertentu. Nilai Tukar Petani (NTP) NTP adalah salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. dihitung di 66 kota (33 ibukota propinsi dan 33 kabupaten/kota) dan IHK Nasional merupakan komposit dari IHK 66 kota tersebut. 1. NTP merupakan perbandingan (rasio) Indeks yang ditrima petani. IHK menggunakan tahun dasar 2007 = 100.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 3) 4) 5) 6) dingkan periode triwulan sebelumnya. yaitu indeks dari harga barang yang diproduksi petani. Indeks Harga Konsumen (IHK) IHK adalah indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di tingkat pedagang eceran di wilayah tertentu. dengan Indeks yang dibayar petani. Konsep IBP IBP dapat dikategorikan sebagai indeks spasial. yaitu indeks dari harga biaya produksi dan harga barang-barang dikonsumsi oleh petani. Sejak bulan Juni 2008. Sedangkan Indeks Indikator Mendatang merupakan indeks komposit dari beberapa variabel yang dapat mengidentifikasi rencana rumahtangga untuk membeli barang-barang tahan lama pada periode tiga bulan mendatang. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga di tingkat pedagang besar di wilayah tertentu. IBP (IBP) tersebut dapat gunakan untuk menghitung 83 .1. yaitu indeks yang menggambarkan perbandingan biaya operasional pendidikan non personalia antar wilayah untuk satu periode tertentu.

perlengkapan. dan pegawai lain (seperti penjaga sekolah. termasuk biaya pemeliharaan sarana dan prasarana yang digunakan untuk proses pembelajaran. atau biaya yang dikeluarkan berulang-ulang setiap tahunnya. pengeluaran-pengeluaran untuk gaji dan tunjangan. 1) Biaya Pendidikan Biaya pendidikan adalah nilai rupiah dari seluruh sumber daya pendidikan yang digunakan untuk kegiatan pendidikan. pemeliharaan gedung dan peralatan. barang-barang yang usia pakainya kurang dari satu tahun. serta biaya daya dan jasa. tukang kebun. 3) Biaya Operasional Pendidikan Personalia Biaya operasional pendidikan personalia adalah biaya yang dikeluarkan untuk kesejahteraan dan pengembangan personalia. pustakawan. Biaya operasional pendidikan ini mencakup antara lain. Adapun personalia di sekolah meliputi pendidik dan tenaga kependidikan lain (laboran. peralatan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 standar biaya pendidikan antar kabupaten/kota Beberapa konsep dan definisi yang digunakan dalam penghitungan IBP 2009 adalah sebagai berikut. 4) Biaya Operasional Pendidikan Non-Personalia Biaya operasional pendidikan non-personalia adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan segala bahan. dan lain-lain). dan lain-lain) yang melaksanakan atau menunjang proses pembelajaran. 2) Biaya Operasional Pendidikan Biaya operasional pendidikan adalah biaya pengadaan sumber daya pendidikan yang habis pakai dalam satu tahun atau kurang. administratur (kepala sekolah dan pegawai administrasi lain). 5) Indeks Biaya Pendidikan (IBP) IBP adalah angka yang menggambarkan perbanding84 .

Diagram Timbang meliputi diagram timbang jenis barang/ jasa dan Diagram Timbang umum. Paket komoditas dipilih berdasarkan nilai barang/jasa yang merupakan komponen biaya pendidikan dan mempunyai nilai yang relatif tinggi untuk dapat mewakili keseluruhan (representative) barang/jasa yang digunakan. KERANGKA PEmIKIRAN Pada tahun 2008. kondisi geografis dan variasi jenis tingkat pendidikan di daerah. Paket Komoditas IBP Paket komoditas adalah sekelompok barang dan jasa yang digunakan dalam penghitungan IBP (khususnya biaya operasional). 3. Diagram Timbang umum adalah nilai bobot yang didasari jumlah sekolah menurut jenjang pendidikan di kabupaten/kota untuk mendapatkan indeks gabungan /IBP. Tim Standar Biaya Pendidikan telah menyele85 . diagram Timbang IBP Diagram Timbang atau Bobot IBP digunakan untuk mendapatkan perkiraan total biaya operasional pendidikan non personalia yang akan diperbandingkan. Sampling Pemilihan kabupaten/kota dilakukan secara purposive sampling dengan memperhatikan keterwakilan wilayah.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 6) 7) 8) an biaya operasional pendidikan non personalia suatu kabupaten/kota terhadap biaya operasional pendidikan non personalia di kota Jakarta. Diagram Timbang jenis barang/jasa adalah volume/kuantitas setiap jenis barang yang tercakup dalam paket komoditas pada setiap jenjang pendidikan/program keahlian untuk mendapatkan IBP menurut jenjang pendidikan/program keahlian.

SMA/MA. SLB dan SMK. dengan kota Jakarta sebagai acuan. Sementara itu untuk menghitung Standar biaya operasional pendidikan di kabupaten/kota yang tidak mempunyai IBP dapat menggunakan IBP kabupaten/kota lainnya sebagai pendekatan. Standar biaya operasional pendidikan tersebut hanya untuk kota Jakarta. Data harga tersebut juga harus mempunyai keterbandingan antar kabupaten/kota (comparable) dengan cara memilih data harga barang/ jasa dari kualitas dan spesifikasi yang sama atau setara untuk semua kabupaten/kota. IBP tersebut dapat digunakan untuk menghitung standar biaya pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan. Oleh karena itu untuk mendapatkan standar biaya pendidikan antar kabupaten/kota diperlukan IBP yang merupakan suatu indeks spasial yang dapat mencerminkan tingkat kemahalan barang/jasa dari biaya operasional pendidikan non-personalia antar kabupaten/kota . IBP dihitung untuk beberapa kabupaten/kota di Indonesia yang didasarkan pada biaya operasional SD/MI. Penggunaan IBP kabupaten kota yang dipilih sebagai acuan adalah IBP kabupaten/kota yang dianggap sesuai yang didasarkan pada 86 . SMP/MTS. Kota Jakarta dipilih sebagai kota acuan karena ketersediaan data yang dianggap paling lengkap dan akurat. IBP tersebut menggambarkan perbandingan biaya operasional pendidikan non personalia antar daerah dengan acuan biaya Jakarta. Penggunaan IKK tersebut dianggap kurang tepat karena IKK mencerminkan tingkat kemahalan barang/jasa dari suatu nilai bangunan/konstruksi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 saikan penghitungan standar biaya operasional pendidikan untuk SD/MI. sementara Kabupaten/kota lainnya di Indonesia menggunakan IKK (Indeks Kemahalan Konstruksi) sebagai pendekatan untuk mendapatkan besarnya biaya operasional pendidikan pada setiap kabupaten/kota. Oleh karena itu pengumpulan data harga yang merupakan salah satu komponen pembentukan IBP dilakukan di kabupaten/kota terpilih pada periode waktu yang sama. SMA/MA. SMP/MTS. SLB dan program keahlian di SMK.

4.2 Sampling Pemilihan kabupaten/kota dilakukan secara purposive dengan memperhatikan keterwakilan wilayah. unsur sekolah dan suplier di kabupaten/kota dari provinsi yang menjadi 87 . Namun adanya keterbatasan sumber daya (biaya).1 Rancangan Indeks Biaya Pendidikan (IBP) akan digunakan untuk menghitung standar biaya pendidikan pada tiap kabupaten/ kota di seluruh Indonesia. Data harga yang dikumpulkan mencakup semua komoditas/item yang masuk dalam paket komoditas dan responden untuk pengisian kuesioner/instrumen adalah unsur dinas pendidikan. mETOdA PENyUSUNAN INdEKS 4. melalui pendekatan sebagai berikut. penghitungan IBP hanya dapat dilakukan pada beberapa kabupaten/kota di beberapa provinsi sampel. 4. Tengah. kondisi geografis dan variasi jenis tingkat pendidikan di daerah. SMA/MA. IBP tersebut disusun berdasarkan kebutuhan biaya operasional pendidikan di SD/MI. dan Timur 2) Pada setiap wilayah dipilih beberapa provinsi 3) P ada setiap provinsi dipilih beberapa kabupaten/kota yang memiliki tingkat satuan pendidikan dan program keahlian yang relatif lengkap. SLB dan SMK.3 metoda Pengumpulan data Pengumpulan data harga untuk penghitungan IBP dilakukan melalui pengisian kuesioner/instrumen. Dengan demikian penghitungan IBP seharusnya dilakukan pada setiap kabupaten/kota. 1) Wilayah Indonesia dibagi menjadi tiga yaitu Bagian Barat.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP kedekatan lokasi dan karakteristik geografis yang relatif sama dengan daerah bersangkutan. 4. SMP/MTS.

yaitu barang/jasa yang digunakan mempunyai keterbandingan antar daerah artinya bahwa barang/jasa tersebut ada di setiap daerah terpilih dengan menentukan spesifikasi maupun kualitas tertentu yang sama atau setara. Bobot setiap barang/jasa yang masuk dalam paket komoditas dapat mewakili satu komoditas/item atau lebih dari satu komoditas/item dengan melakukan imputasi atau penyesuaian kuantitas untuk komoditas yang mempunyai karakteristik harga sejenis. b) Komparabel. Data yang diperoleh divalidasi dengan mengkonfirmasi data-data tersebut ke sekolah-sekolah di beberapa provinsi di Indonesia 4. c) Data harga tersedia dan memungkinkan untuk diperoleh di setiap kabupaten/kota terpilih. SMP/MTS.4 Komponen Pembentuk IBP Komponen pembentuk IBP disusun berdasarkan biaya operasional pendidikan SD/MI. Pemilihan barang/jasa ini dapat ditentukan dengan cara membuat prosentase biaya setiap barang/jasa terhadap total biaya non personalia. dan SMK meliputi: 1) Paket Komoditas Beberapa kriteria pemilihan barang/jasa yang termasuk dalam paket komoditas IBP adalah sebagai berikut. SMA/MA. a) Representatif. yaitu barang/jasa yang mempunyai besaran biaya yang relatif tinggi dalam setiap komponen biaya non personalia. SLB. Pendekatan ini digunakan bila 88 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 sampel. 2) Diagram Timbang (Bobot) IBP Diagram timbang (Bobot) jenis barang/jasa merupakan kuantitas dari setiap barang/jasa yang masuk dalam paket komoditas IBP per jenjang pendidikan/program keahlian.

suplier dan dokumen lain sebagai referensi. 3) Data Harga Data harga diperoleh melalui workshop di kabupaten/kota di provinsi terpilih dengan mendatangkan unsur dinas yang berkompeten dalam mengelola harga barang/ jasa pendidikan. Diagram Timbang umum yang digunakan untuk mendapatkan IBP umum atau gabungan adalah jumlah sekolah setiap jenjang pendidikan/program keahlian di setiap kabupaten/kota. 4. Pijk : Harga komoditas i untuk jenjang pendidikan/pro89 . Setiap tingkat satuan pendidikan dan program keahlian memiliki bobot masing-masing. n a) IBPjk i n 1 P Qijk ijk P 0Qi i j j 0 x100 i 1 IBPjk : IBP untuk jenjang pendidikan/program keahlian j di kabupaten/kota k. Dengan demikian perlu dilakukan validasi maupun penyesuaian-penyesuaian agar diperoleh data yang komparabel. Validasi di lapangan juga dilakukan dengan melakukan konfirmasi data ke sekolah-sekolah. Pada kenyataannya kondisi tersebut terkadang tidak dapat dipenuhi.5 Formula Penghitungan IBP IBP dihitung untuk beberapa kabupaten/kota di Indonesia. dengan harga di kota Jakarta sebagai acuan (IBP kota Jakarta = 100). Penghitungan dilakukan melalui 2 tahap dengan menggunakan formula penghitungan IBP sebagai berikut. Harga setiap komoditas/item mempunyai kualitas dan spesifikasi yang sama atau setara untuk setiap kabupaten/kota agar dapat diperbandingkan.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP tidak diperoleh satu atau beberapa harga satuan barang/ jasa dalam komponen pendidikan atau nilai barang/jasa relatif kecil.

6 Interpretasi Hasil IBP dapat digunakan sebagai pendekatan (proxy) untuk 90 . m : banyaknya jenjang pendidikan yang meliputi 5 jenjang pendidikan yaitu SD/MI. Pij0 : Harga komoditas i untuk jenjang pendidikan/program keahlian j di Jakarta. SLB 14 IBP dan SMK 75 IBP sesuai dengan program dan data yang tersedia. dan SMK. Untuk mendapatkan IBP SMA. Qij0 : Kuantitas komoditas i untuk pendidikan/program keahlian j di Jakarta. SMP/MTS.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 gram keahlian j di kabupaten/kota k. SLB maupun SMK secara umum dihitung menggunakan metode simple average karena keterbatasan data penunjang yang tersedia untuk penghitungan bobot. Qijk : Kuantitas komoditas i untuk jenjang pendidikan/program keahlian j di kabupaten/kota k. n : Banyaknya komoditas (paket komoditas) untuk jenjang pendidikan/program keahlian j. 4. SLB. SMA dibedakan menjadi 3 IBP. m b) IBP k j 1 W j IBPj k k 100 IBPk : IBP kabupaten/kota k. W jk Tj k m j 1 Tj k x100 = Bobot IBP jenjang pendidikan j di kabupaten/kota k. SMA/MA. Tjk : Jumlah sekolah pada jenjang pendidikan j di kabupaten/kota k.

40 dapat berarti biaya operasional pendidikan di Ambon lebih tinggi 10. 400.40 maka nilai standar biaya operasional pendidikan jenjang pendidikan SD/MI untuk kota ’X’ adalah Rp. sehingga instrumen tersebut tidak terisi secara lengkap.40 persen dibandingkan dengan biaya pendidikan di Jakarta.x 110. Contoh penghitungan nilai standar biaya operasional pendidikan: Nilai standar biaya operasional pendidikan jenjang pendidikan SD/MI kota Jakarta adalah Rp. pada umumnya responden dari unsur sekolah cenderung memiliki data harga yang lebih akurat karena sesuai dengan harga beli barang/jasa pendidikan untuk keperluan proses belajar mengajar di sekolah. 91 .. Berdasarkan pengalaman.4. IBP kota Ambon sebesar 110. Sebagai contoh dapat dijelaskan sebagai berikut.40 : 100 = Rp.600. dan Program Keahlian di SMK di suatu kabupaten/kota berdasarkan nilai standar biaya operasional pendidikan nonpersonalia kota Jakarta. SMA/MA. yaitu mengumpulkan ketiga unsur responden dalam satu pertemuan dalam satu hari untuk mengisi data harga pada instrumen yang telah disiapkan.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP menghitung nilai standar biaya operasional pendidikan untuk komponen non personalia di SD/MI.400. SLB. Oleh karena itu.000.7 Keterbatasan Penyusunan IBP 1) Metode Pengumpulan data Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan ”workshop”. SMP/MTS. akan lebih tepat bila pengumpulan data dilakukan secara langsung di sekolah.441.Dari hasil penghitungan diketahui bahwa IBP kota ’X’ sebesar 110. Terdapat kelemahan workshop dimana tidak semua responden dapat hadir dan tidak semua yang hadir membawa data harga yang dibutuhkan pada saat kegiatan workshop berlangsung..000.

dan supplier di kabupaten/kota sehingga terdapat kecenderungan data yang diperoleh berbeda antar kabupaten/kota. Pada tiap kabupaten/kota akan diperoleh tiga kelompok harga. menetapkan responden. menyusun instrumen. Data dari unsur Dinas Pendidikan bersumber dari daftar harga yang disusun oleh Pemda Kabupaten/kota yang pada umumnya relatif lebih tinggi dibandingkan data harga yang diperoleh dari supplier. unsur sekolah. untuk kabupaten/kota yang memiliki lebih dari satu harga bagi setiap jenis barang/jasa akan dilakukan penghitungan rata-rata harga untuk setiap jenis barang/jasa tersebut. Data harga dari Pemda menggunakan harga tertinggi dari barang/jasa di Kabupaten/kota yang bersangkutan untuk kepentingan lelang pengadaan barang/jasa tersebut. Tahapan Kegiatan Penyusunan IBP Tahapan standar dalam penyusunan suatu indeks meliputi kegiatan pokok sebagai berikut.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2) 3) Data harga tiap jenis barang/jasa Data harga yang dikumpulkan dari seluruh kabupaten/kota sampel bersumber dari responden yang terdiri atas unsur Dinas Pendidikan. menetapkan wilayah sampel. Persiapan kegiatan penyusunan indeks 2. pelatihan petugas) 92 . 1. sedangkan data sekolah merupakan data harga riil/pasar barang/jasa yang belum memperhitungkan pajak. namun hanya diperlukan satu harga untuk setiap jenis barang/jasa di setiap kabupaten/kota. Sementara itu. Hal ini terjadi karena setiap kelompok responden memiliki latar belakang dan motivasi yang berbeda. Oleh karena itu. Persiapan survei (menentukan paket komoditas. data harga dari supplier cenderung lebih rendah karena digunakan untuk kepentingan memenangkan lelang.

Rekonsiliasi data dasar berdasarkan hasil analisa data 8. dan tenaga. Langkat Kota Medan IBP THN 2009 114. VI| INdEKS BIAyA PENdIdIKAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN (IBP) KABUPATEN/KOTA TAHUN 2009 NO URUT 1 2 3 4 5 6 7 8 KABUPATEN/KOTA Kab. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan sumber daya. data harga di kabupaten Asahan lebih murah daripada di Kota Medan. Pengolahan data 5.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 3. Aceh Besar Kab. Deli Serdang Kab. Contohnya.19 117. Analisa data dasar 6. Seharusnya harga di kabupaten Asahan lebih mahal karena barang yang dijual di Kabupaten Asahan berasal dari Kota Medan.61 105. Pelaksanaan survei (pengumpulan data) 4. Oleh karena itu.15 93 . sehingga hasil yang diperoleh kurang menggambarkan kondisi riil harga barang/jasa di suatu daerah dibandingkan dengan daerah lain. Tahapan yang tidak dilakukan adalah rekonsiliasi yaitu kegiatan untuk memastikan keakuratan data berdasarkan perbandingan harga antar daerah.95 125. dana. Asahan Kab.62 112. justifikasi dilakukan dengan menggunakan data dasar penghitungan IKK untuk beberapa barang pabrikan.72 99. seperti: waktu. Finalisasi.85 117. Uji publik 9. Dalam penyusunan IBP tidak semua tahapan standar tersebut dilakukan.84 114. Pidie Kota Banda Aceh Kab. Validasi 7. Tanah Karo Kab.

07 106. Indragiri Hilir Kab.78 114. Bengkulu Utara Kab.58 105.32 149.29 112. Kampar Kab.18 143.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 NO URUT 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 KABUPATEN/KOTA Kab.41 105.69 128.62 113. Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro DKI Jakarta Kab.80 112.63 104. Majalengka Kab. Bintan Kota Tanjung Pinang Banyuasin Musi Banyuasin Ogan Ilir Ogan Komering Ilir Kota Prabumulih Palembang Kab. Rejang Lebong Kota Bengkulu Kab. Nganjuk Kab.31 110.36 94 .14 106.98 111.10 121. Kepahiang Kab. Agam Kab. Lampung Selatan Kab.53 105.13 130.73 117.57 113. Bangka Kab.76 127. Sanggau Kota Pontianak Kota Singkawang Kota Palangkaraya IBP THN 2009 114.00 107.67 117.63 126.15 116. Lampung Barat Kab.33 113.39 103.62 140.42 100. Tuban Kab. Pontianak Kab. Tanah Datar Kota Padang Kab.67 112.98 117.95 128. Siak Kota Dumai Kota Pekanbaru Kab.55 110.17 129.89 115. Sumedang Kab.83 121.

Majene Kab.13 103. Kutai Timur Kab.38 119.11 113.99 109.79 114.69 113.07 111.69 112. Minahasa Kota Bitung Kota Manado Kota Tomohon Kab.01 117.30 124.65 112. Minahasa Utara Kab.87 114. Maluku Tengah Kab. Maros Kab.38 105.23 111.37 132.30 112.94 107.45 129. Timor Tengah Selat Kota Kupang Kab. Konawe Selatan Kab.UPdATING STANdAR PEmBIAyAAN PENGEmBANGAN INdEKS BIAyA PENdIdIKAN NO URUT 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 Januari 2010 © BSNP KABUPATEN/KOTA Kab.96 123.87 112.85 114.75 120. Sumbawa Barat Kab. Lombok Timur Kab.45 111.81 153. Tanah Laut Kota Banjar Baru Kota Banjarmasin Kab.17 120. Maluku Tenggara IBP THN 2009 105. Bone Kab. Penajam Paser Utar Kab. Konawe Utara Kab.84 104. Lombok Tengah Kab. Pasir Kota Balikpapan Kota Bontang Kota Samarinda Kab. Kolaka Kota Kendari Kab.69 126.94 115.94 155.47 95 . Soppeng Kota Makassar Kab.41 131.37 144.42 130. Barito Kuala Kab. Sumbawa Kota Mataram Kab. Mamuju Kab.17 124.08 111. Polewali Mandar Kab.27 124. Belu Kab.

Seram Bagian Barat Kab.87 161. dengan cara mengumpulkan responden (sekolah.56 155.75 VII| REFLEKSI Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan ”workshop”. Pulau Buru Kota Ambon Kab. 96 . Oleh karena itu. Kepulauan Aru IBP THN 2009 153. Berdasarkan pengalaman.55 137.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 NO URUT 81 82 83 84 85 KABUPATEN/KOTA Kab. dan suplier) dalam satu pertemuan dalam satu hari untuk mengisi data harga pada instrumen yang telah disiapkan memiliki banyak kelemahan karena tidak semua responden dapat hadir dan tidak semua yang hadir membawa data harga yang dibutuhkan pada saat kegiatan workshop berlangsung. sehingga instrumen tidak terisi secara lengkap. akan lebih tepat bila pengumpulan data dilakukan secara langsung di sekolah dengan konsekuensi waktu pengumpulan data harus lebih lama dari yang sudah ditetapkan sebelumnya. dinas.03 119. Seram Bagian Timur Kab. pada umumnya responden dari unsur sekolah cenderung memiliki data harga yang lebih akurat karena sesuai dengan harga beli barang/jasa pendidikan untuk keperluan proses belajar mengajar di sekolah.

BAB 7 PEmANtAUAN imPLEmENtASi StANDAr NASioNAL PENDiDikAN Badan Standar Nasional Pendidikan 97 .

.

menurut PP 19 Tahun 2005 Pasal 78. dan melaporkan pencapaian SNP.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP BAB 7. PEMANTAUAN IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1| Pendahuluan Kegiatan pemantauan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang dilaksanakan Tahun 2009 ini didasarkan atas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 ayat (3) yang menyatakan bahwa pengembangan SNP serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. perlu disepakati adanya pembagian tugas secara nasional antara BSNP di satu pihak dan satuan pendidikan. penjaminan. dan pengendalian mutu pendidikan. Terkait dengan kegiatan pemantauan SNP. satuan pendidikan. Dalam pengumpulan data untuk pemantauan SNP. Salah satu model pembagian tugas yang dianggap baik adalah 99 . memantau. pemerintah daerah provinsi. Sehubungan dengan itu. dan pemerintah daerah kabupaten/kota juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakannya dalam rangka melakukan evaluasi kinerja pendidikan. pemerintah daerah kabupaten/kota. serta pemerintah pusat di pihak lain. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (PP 19 Tahun 2005) Pasal 73 ayat (1) menyebutkan perlunya pembentukan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk mengembangkan. pemerintah. pemerintah daerah provinsi.

Pada Tahun 2009. pada Tahun 2009. dan (5) pelaksanaan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. BSNP menganggap perlu untuk melakukan pemantauan SNP dengan mengumpulkan data secara langsung. Pemerintah pusat dan BSNP dapat langsung mengakses data primer yang tersimpan di pemerintah daerah kabupaten/kota untuk diolah sesuai dengan kebutuhan masing-masing. (2) sosialisasi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 model terdistribusi. pemantauan pada Tahun 2009 juga mencakup ketentuan yang terkait dengan Buku Teks Pelajaran (BTP) dan Ujian Nasional (UN). (2) Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Standar-standar yang perlu dipantau adalah yang telah diberlakukan minimal 1 tahun setelah keluarnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) yang terkait dengan standar tersebut. (4) tingkat pencapaian standar. (3) Standar Pengawas Sekolah/Madrasah (Standar Pengawas) (4) Standar Kepala Sekolah/Madrasah (Standar Kepala Sekolah). Oleh karena itu. Pemerintah Pusat atau BSNP masih bisa melakukan pemantauan secara langsung jika diperlukan. Pemantauan mencakup aspek-aspek berikut: (1) ketersediaan dokumen. dan (5) Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru (Standar Guru) Karena dianggap perlu. yaitu pengumpulan dan pengolahan data dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota. Unit yang menjadi fokus dalam pemantauan Standar Nasional Pendidikan adalah: 100 . (3) pelaksanaan standar. standar-standar yang dipantau adalah sebagai berikut: (1) Standar Isi (SI).

sosialisasi. dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 73 ayat (1). dan pemahaman dokumen SNP di lapangan. kantor wilayah departemen agama. dinas pendidikan kabupaten/kota. 3| Landasan a. dinas pendidikan provinsi. b.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (1) (2) (3) (4) (5) (6) satuan pendidikan (sekolah/madrasah). Landasan kegiatan pemantauan ini adalah: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 ayat (3). kantor departemen agama kabupaten/kota. Hasil pemantauan yang dilaksanakan pada Tahun 2009 tentang SNP. Ketentuan-ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait dan para pengambil kebijakan untuk mengembangkan upaya peningkatan pelaksanaan dan pencapaian SNP serta pelaksanaan ketentuan-ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. (7) panitia sertifikasi guru di LPTK. dan (3) informasi mengenai pelaksanaan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. 2| Tujuan dan manfaat Tujuan pemantauan Standar Nasional Pendidikan adalah untuk memperoleh: (1) informasi mengenai ketersediaan. 101 . dan (8) Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). (2) informasi mengenai tingkat penerapan dan pencapaian SNP lapangan. program studi di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

dan/atau alami selama berinteraksi dengan guru. Para surveyor tersebut mengumpulkan data dengan cara mewawancarai responden yang telah ditentukan sebelumnya. untuk pengambilan datanya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/kota. Pengumpulan data di Sumatera Barat tidak dilaksanakan karena masalah teknis. (5) 29 ketua panitia sertifikasi guru di LPTK. yaitu guru. 102 . 4 madrasah negeri. dan tidak mungkin dilaksanakan oleh BSNP secara langsung. kepala sekolah. 6 sekolah swasta. (7) 32 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. dan pengawas dilakukan melalui wawancara terhadap responden yang dianggap relevan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 4| metode Pemantauan Kegiatan pemantauan Tahun 2009 dilaksanakan di 33 provinsi dan di masing-masing provinsi ditentukan 3 kabupaten/kota. kepala sekolah. pengawas. responden yang diwawancarai sebanyak 3705 dengan distribusi sebagai berikut: (1) 960 kepala sekolah. Secara keseluruhan. ketua panitia sertifikasi guru dan ketua Program Studi di LPTK. Kepala Kantor Wilayah Depag Provinsi. dan pengawas. (4) 32 ketua program studi LPTK. dan (10) 25 Kepala LPMP. Oleh karena cara yang ideal belum dapat dilaksanakan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. kepala sekolah. (9) 32 Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi. kepala sekolah. Di setiap provinsi dipilih 17 sekolah negeri. (3) 480 pengawas. Para responden ditanya persepsi mereka yang terkait dengan kompetensi guru. 3 madrasah swasta. kepala sekolah. Kepala Kantor Depag Kabupaten/kota. dan pengawas berdasarkan atas apa yang mereka rasakan. yang ideal adalah dengan memberikan tes dan/atau pengamatan langsung di lapangan sesuai dengan karakteristik kompetensi yang akan diukur. pengumpulan data tentang kompetensi guru. (6) 96 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/ kota. Dalam pengumpulan data yang terkait standar kompetensi guru. amati. (2) 1920 guru. (8) 96 Kepala Departemen Agama Kabupaten/Kota. Kepala LPMP. Pengumpulan data dilakukan dengan melibatkan 12 surveyor di setiap provinsi sehingga ada 4 surveyor untuk setiap kabupaten/kota.

PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP dan pengawas. Kepala Sekolah. serta responden pengawas ditanya tentang kompetensi guru dan kepala sekolah. 5. 5. responden kepala sekolah ditanya tentang kompetensi guru dan pengawas. 3. yang diperoleh melalui wawancara dengan para responden. kualifikasi kepala sekolah. dan negeri-swasta. Responden guru ditanya tentang kompetensi kepala sekolah dan pengawas. Kegiatan Pelatihan Surveyor Pengumpulan data Pengolahan data Hasil Pemantauan Analisis data Hasil Pemantauan Penyusunan Laporan Pemantauan Waktu/Tempat 17 Juni – 18 Juli/33 provinsi 31 Ags – 24 Okt/32 provinsi 4 – 6 November/Jakarta 14 – 16 November/Jakarta 21 – 23 November/Jakarta 5| Hasil yang diperoleh Berdasarkan hasil analisis data. (3) Keadaan sekolah yang terkait dengan jumlah rombongan belajar dan jumlah siswa setiap rombongan belajar masih jauh dari standar. 4.1 Kesimpulan Umum (1) Faktor yang paling menghambat pencapaian standar kualifikasi akademik guru. (2) Dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa. ditarik kesimpulan berikut ini. 2. 1. masih ada kesenjangan dalam pencapaian Standar Kompetensi Guru. sekolah-madrasah. Tabel 1. dan kualifikasi pengawas adalah biaya. dan Pengawas. Tahapan kegiatan Pemantauan Standar tahun 2009 dapat dipaparkan dalam bentuk matriks sebagai berikut. 103 . Tahapan Kegiatan Pemantauan Standar 2009 No.

tidak tampak ada kesenjangan untuk kepemilikan dokumen secara umum.1 Ketersediaan dan Sosialisasi Dokumen Standar dan Pendukungnya (1) Pada umumnya ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di sekolah dan unit-unit kerja yang terkait masih belum maksimal.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 5. Persentase responden guru dan kepala sekolah/madrasah dari Sekolah dan dari madrasah berimbang. tampak jelas masih ada kesenjangan. Penyebab adanya kesenjangan ini mungkin faktor sosialisasi. yaitu hanya 68% responden guru dan 67% kepala sekolah yang menyatakan bahwa dokumen Standar Guru tersedia di sekolahnya. ketersediaan dokumen Standar Guru termasuk yang cukup memprihatinkan. dan/atau tidak maksimalnya fungsi birokrasi pemerintah daerah di luar Jawa. po104 . dan di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di sekolah/madrasah negeri. dan jika ada perbedaan. kondisi geografis. Semua dokumen tentang Standar Nasional Pendidikan beserta dokumen pendukungnya lebih banyak tersedia di sekolah/madrasah (berdasarkan responden kepala sekolah/ madrasah) di Jawa daripada yang tersedia di Luar Jawa.2. (4) Jika dipilah berdasarkan kategori Madrasah dan Sekolah. (2) Ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di luar Jawa lebih rendah daripada di Jawa.2 Kesimpulan tentang Standar Nasional Pendidikan dan Aspek-Aspeknya 5. (3) Jika data pemantauan tentang ketersediaan dokumen dipilah berdasarkan kategori Jawa dan Luar Jawa.

Keterangan: SPN : Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional GdD : Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen SNP : Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan SI : Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standa Isi SKL : Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan PAN : Panduan Penyusunan KTSP MOD : Model KTSP SPS : Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah SKS : Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar 105 . ada yang lebih tinggi persentase responden dari Sekolah tapi juga ada yang lebih tinggi persentase responden dari madrasah.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP lanya bervariasi. Perbedaan tentang ketersediaan dokumen secara nasional dan Jawa-Luar Jawa dapat dilihat dalam grafik berikut ini.

23% Luar 24. 26. (2) Lebih banyak sekolah yang melaksanakan KTSP secara bertahap daripada yang serentak.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 SG BTP Kepala Sekolah : Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Guru : Ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran DUN : Ketentuan tentang Ujian Nasional (5) Secara umum sosialisasi yang diikuti oleh guru.12% Jawa 32. kepala sekolah.08% 36. dan pengawas belum maksimal (kurang dari 87%). Dengan kata lain.2. Tabel 2.35% 63. Jawa 28.32% 1.42% Luar 26.35% 1. Faktor ini mungkin yang menyebabkan kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi ketersediaan dokumen-dokumen tentang Standar Nasional Pendidikan beserta dokumen pendukungnya.89% 0.03% 71.39% Kasek Nas. Tahap Pelaksanaan KTSP Menurut Guru dan Kepala Sekolah Pelaksanaan KTSP Serentak Bertahap Belum 106 Guru Nas. kalender pendidikan.22% 71.49% 67. 5.50% 72.2 Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan (1) Sekolah yang telah memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) secara lengkap (tujuan pendidikan. yang bisa diartikan bahwa diharapkan yang telah melaksanakan KTSP secara penuh tidak melebihi 78%. dan silabus) tidak lebih dari 78%.11% 70.85% 0. muatan kurikulum.51% . juga diharapkan bahwa tidak kurang dari 22% sekolah belum melaksanakan KTSP secara utuh. (6) Sosialisasi dokumen semua Standar Nasional Pendidikan yang dilakukan di Jawa lebih banyak daripada di luar Jawa.

(6) Lebih banyak guru dan kepala sekolah/madrasah swasta daripada guru dan kepala sekolah/madrasah 107 . Kepala Sekolah.09% 13.15% jawa Luar Kepala Sekolah Nasional 14.29% 1.49% 1.44% Luar 15. Kepala Sekolah. Tabel 3.53% 12.31% 17.15% Guru Kepala Sekolah Pengawas Tepat Rendah Tinggi Tepat Rendah Tinggi Tepat Rendah 85.64% 0.73% 13.55% 20.74% 83. Penilaian Guru.56% 14.17% 9. dan Pengawas Terhadap SI dan SKL Tinggi 13. dan Pengawas terhadap SI dan SKL (Terlalu Tinggi) Guru Nasional SI SKL 13.49% perlu dicermati lebih lanjut mengingat standar yang ditetapkan oleh BSNP bersifat minimal.49% (5) Lebih banyak guru dan kepala madrasah daripada guru dan kepala sekolah menilai Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan termasuk kategori tinggi.45% 17.29% jawa 10.31% 17.08% 13.83% 84.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (3) Sebagian besar responden menganggap bahwa Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan tepat.10% 81.13% 14.56% 1. Akan tetapi jika dilihat jumlah responden yang menganggap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan tinggi masih sekitar 12.74% sampai 20.15% 4.29% 78.83% 20.18% Pengawas Nasional 12. Tabel 4.22% SI SKL (4) Lebih banyak guru dan kepala sekolah/madrasah di luar Jawa daripada di Jawa yang menilai tuntutan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan termasuk kategori tinggi.74% jawa Luar 13. Penilaian Guru.56% 20.

04% 17. SD 24%.94% Swasta 18. dan (d) dalam kelompok kompetensi profesional sebanyak 39%).Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 negeri menilai Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan termasuk kategori tinggi.73% 13.16% 21.39% Kepala Sekolah Sekolah madrasah Negeri 13.71% 5. dan (d) kompetensi Profesional. SMK 86%. 43% guru telah memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D4. Pemenuhan keprofesionalan guru masih menjadi tantangan yang besar dalam mencapai standat kompetensi guru. SLB 51%. 108 .29% 18.12% 15. urutan dari yang paling banyak dikuasai sampai dengan yang paling sedikit dikuasai oleh guru adalah (a) Kompetensi Kepribadian.65% 15. (3) Dari empat standar kompetensi guru.45% 25.27% Negeri 12. (b) kelompok kompetensi kepribadian sebanyak 76%. Penilaian Guru dan Kepala Sekolah Terhadap SI dan SKL (Terlalu Tinggi) Berdasarkan Sekolah-Madrasah dan Negeri-Swasta Guru Sekolah madrasah SI SKL 12. (2) Guru yang telah menguasai semua sub-kompetensi dalam: (a) kelompok kompetensi pedagogis sebanyak 42%. dan SMA 91%.56% 17. Jika dilihat per jenjang pendidikan. (b) Kompetensi Sosial. (c) Kompetensi Pedagogis. Tabel 5. guru yang telah memenuhi standar kualifikasi akademik: TK 14%.09% 21. (c) dalam kelompok kompetensi sosial sebanyak 75%.44% 15. Artinya. Standar Guru dari segi kualifikasi akademik masih jauh untuk bisa terpenuhi secara nasional.10% Swasta 14.84% 19. SMP 74%.3 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru (1) Secara nasional.

dan negeri-swasta. PRIG : Kompetensi Kepribadian Guru. PROG : Kompetensi Profesional Guru (4) Jika dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa. sebagaimana diilustrasikan dalam grafik berikut ini.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP Catatan: PEDG : Kompetensi Pedagogik Guru. SOISG : Kompetensi Sosial Guru. sekolah-madrasah. 109 . ada kesenjangan dalam pencapaian semua standar kompetensi guru kecuali kompetensi sosial.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 110 .

dan negeri-swasta. (d) kompetensi Manajerial (82%). (2) Dari lima standar kompetensi kepala sekolah/madrasah. sekolah-madrasah. dan (e) Kompetensi Kewirausahaan (75%). (3) Jika dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 5. kecuali kompetensi 111 . (b) Kompetensi Sosial (96%). urutan dari yang paling banyak dikuasai sampai dengan yang paling sedikit dikuasai oleh kepala sekolah adalah (a) Kompetensi Kepribadian (96%). tidak ada kesenjangan dalam pencapaian standar kompetensi kepala sekolah. (c) Kompetensi Supervisi (87%).4 Standar Kepala Sekolah/Madrasah (1) Berdasarkan data yang diperoleh dari NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan per Juni 2009) 48% Pengawas sekolah/madrasah telah memenuhi standar kualifikasi akademik (S1 bagi pengawas di TK dan SD serta S2 bagi pengawas di SMP dan SMA).

46% 95.66% 96.14% 93.84% 97.38% 93.84% 95.94% 94.33% 95.87% 85.61% 92.96% 93.76% 95.90% 95.29% 95.93% 98.82% madrasah Sekolah Negeri Swasta Kompetensi Kepribadian PRIK1 PRIK2 PRIK3 PRIK4 PRIK5 WIRK1 WIRK2 WIRK3 WIRK4 WIRK5 MANK1 MANK2 MANK3 MANK4 MANK5 MANK6 MANK7 MANK8 MANK9 MANK10 MANK11 MANK12 MANK13 98.88% 96.96% 94.60% 96.96% 94.62% 97.25% 93.39% 95.68% 96.76% 95.11% 74.44% 95.72% 82.53% 98.78% 94.28% 76.69% 96.28% 95.26% 84.24% 94.31% 95.92% 95.22% 95.11% 93.25% 95.11% 93.20% 95.97% 94.93% 94.62% 96.85% 96.10% 74.71% 94.27% 96.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 supervisi (dari semua kategori tersebut) dan kompetensi kewirausahaan (hanya dari kategori Jawa-luar Jawa saja).96% 94.20% 99.52% 95.11% 94.72% 93.48% 96.24% 94.20% 94.46% 95.58% 95.82% 88.36% 96.55% 91.63% 95.69% 92.91% 95.62% 94.80% 78.48% 95.11% 72.51% 96.75% 80.69% 95.28% 87.11% 94.64% 91.36% 94.63% 96.49% 97.76% 92.24% 92.92% 96.80% 95.43% 96.02% 97.93% 94.58% 94.04% 92.47% 95.88% 96.31% 88.61% 96.73% 83.10% 95.80% 96.00% 94.03% 93.22% 95.24% 91.67% 95.22% 90.13% 96.70% 96.71% 96. Tabel 6.79% 92.87% 80.41% 91.19% 91.61% Kompetensi Kewirausahaan Kompetensi Supervisi manajerial 112 .40% 96. Pandangan Guru Terhadap Kompetensi Kepala Sekolah Nasional jawa Luar jawa 98.37% 94.48% 95.31% 95.03% 96.07% 93.63% 95.16% 97.68% 99.94% 90.94% 94.48% 92.45% 95.30% 95.04% 95.38% 92.38% 97.51% 95.33% 95.77% 75.69% 97.21% 95.27% 95.19% 75.03% 92.19% 90.57% 97.71% 95.12% 95.62% 91.87% 96.10% 94.77% 92.55% 94.53% 96.77% 96.82% 98.15% 94.92% 95.25% 92.08% 96.69% 95.98% 96.99% 94.06% 90.64% 90.56% 96.45% 98.70% 99.70% 95.70% 96.89% 92.20% 95.

47% jawa 91.49% Januari 2010 © BSNP Nasional MANK14 MANK15 MANK16 AKAK1 AKAK2 AKAK3 SOSK1 SOSK2 SOSK3 88.25% 81.88% 90.13% 98.24% Swasta 87.07% 89.04% 81. (c) Kompetensi Evaluasi Pendidikan (70%).20% 88.68% 93.92% madrasah Sekolah 86.29% 96.44% Negeri 89.75% 87.48% 95.24% 86.56% 97.06% 94.65% 90. urutan dari yang paling banyak dikuasai sampai dengan yang paling sedikit dikuasai oleh pengawas adalah (a) Kompetensi Sosial (87%).52% 97.66% 88.76% 94.56% 81. (2) Dari enam standar kompetensi pengawas.93% 89. dan (f ) Kompetensi Penelitian dan Pengembangan (21%).33% 89.99% 97.00% 91.33% 96.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Luar jawa 88.78% 91.09% 96.36% 91.75% 96.30% Kompetensi Supervisi Akademik Kompetensi Sosial 5.33% 83.44% 97.48% 96.13% 88.06% 84.42% 92.39% 88.93% 86.67% 92.61% 89.29% 97.35% 82.49% 96.10% 92.26% 97. (b) Kompetensi Kepribadian (75%).15% 93.40% 97.55% 96.69% 80.31% 92.44% 86. 113 .93% 93.81% 97.70% 85.31% 80.42% 96. (e) Kompetensi Supervisi Akademik (44%).6 Standar Pengawas Sekolah/madrasah (1) Standar Pengawas Sekolah/Madrasah masih sangat jauh untuk bisa terpenuhi baik dari Standar Kualifikasi akademik (kurang dari 50%) maupun dari Standar Kompetensinya.04% 82.33% 92. (d) Kompetensi Supervisi Manajerial (60%).31% 97.04% 84.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 114 .

24% 87.89% 93.02% 60.33% 75. dan negeri-swasta.22% 91. ada kesenjangan dalam pencapaian semua standar kompetensi pengawas kecuali kompetensi kepribadian.55% 85. tidak ada kesenjangan dalam pencapaian kompetensi kepribadian.65% 91.92% 77. Persentase Pengawas Yang Kompetensinya Baik Menurut Kepala Sekolah Nasional PRIP1 PRIP2 PRIP3 PRIP4 SOSP1 SOSP2 MANP1 MANP2 MANP3 MANP4 MANP5 MANP6 MANP7 MANP8 75.62% 89.85% 75.89% 87.38% 75.92% 71.87% 70.62% 84.70% 60.53% 92.13% 89.43% Negeri 78.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (3) Jika dilihat dari kategori Jawa-luar Jawa.82% 75.70% 86.10% madrasah 61.14% 81.25% 87.20% 77.49% 75.34% 84.52% 85.87% 63.28% 66.12% 60.06% 83.66% 92.39% 59.19% 70. dilihat dari kategori Jawa dan luar Jawa.98% 64.67% 87.61% 60.59% 93.26% 74.90% 90.84% 88.87% 66.44% 88.88% 59.39% 50.60% 79.54% 72.84% 74.19% 86.87% 74.33% 88.26% 84.49% 84.03% 88.17% 85.16% 72.26% 74.39% Sekolah 79.17% 82.06% 89.42% 73.33% 77.67% 94.24% 90.40% 86.33% 90.62% 73.78% 82.51% 75.47% 89.29% jawa 73.22% 88.00% 66.74% 90.74% 92.51% 60.87% 83.31% 92.22% 94.22% 78. sekolah-madrasah.33% 87.26% 88.67% 83.69% 86.33% 78.07% Kompetensi Kepribadian Kompetensi Sosial Kompetensi Supervisi manajerial 115 .73% 89.84% 81.73% Swasta 68.31% 87.09% 87.10% 89.60% 88.13% 74.89% 77. Tabel 7.11% Luar jawa 75.14% 91.

66% 38.19% 67.63% 85.93% 79.27% 57.23% 84.02% 77.15% 79.10% 22.04% 80.01% 75.76% 56.63% madrasah Sekolah Negeri Swasta 62.42% Kompetensi Penelitian dan Pengembangan LITP1 21.15% 27.64% 77.55% 72.88% 74.08% 40.72% LITP2 LITP3 LITP4 LITP5 LITP6 LITP7 LITP8 AKAP1 AKAP2 AKAP3 AKAP4 AKAP5 AKAP6 AKAP7 AKAP8 21.27% 74.10% 29.22% 24.71% 84.29% 23.13% 34.92% 69.01% 64.86% 31.55% 78.61% 57.7 Buku Teks Pelajaran (1) Pelaksanaan ketentuan tentang jumlah buku teks per mata pelajaran untuk setiap siswa masih jauh dari harapan.37% 18.43% 21.91% 74.88% 72.31% 76.11% 61.59% 34.93% 72.44% 27.56% 79.18% 78.15% 65.06% 17.54% 74.54% 83.64% 78.94% 69.06% 77.76% 15.36% 32.63% 44.27% 22.60% 65.86% 80.79% 86.41% 80.19% 54.05% 37.51% 85.65% 15.15% 24.40% 24.62% 22.93% 41.56% 74.17% 58.98% 79.04% 84.03% 76.36% 44.76% 62.14% 24.82% 70.20% 77.45% 19.31% 75.29% 68.55% 75.08% 33.95% 29.59% 80.20% 74.60% 28.71% 82.73% 69.45% 37.52% 21.65% 80. baru 116 .82% 47.60% 69. Persentase Pengawas Yang Kompetensinya Baik Menurut Guru Luar jawa Kompetensi Evaluasi Pendidikan Nasional jawa EVAP1 EVAP2 EVAP3 EVAP4 EVAP5 EVAP6 76.70% 34.65% 73.37% 24.99% 56.73% 15.67% 44.05% 70.63% 88.58% 34.64% 24.03% 24.09% 65.62% 57.96% 74.88% 66.79% 45.67% 25.13% 63.49% 36.40% 37.35% 74.37% 40.85% 29.26% 26.23% 41.77% 63.90% 61.63% 80.51% 72.59% 15.32% 42.74% 15.94% 45.01% 63.53% 18.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Tabel 8.79% 31.77% 78.31% 80.13% 68.80% 70.86% 35.00% 79.72% 15.39% 67.92% 85.84% Kompetensi Supervisi Akademik 5.18% 18.28% 44.52% 32.68% 47.16% 72.59% 70.92% 70.59% 23.04% 46.72% 17.54% 69.88% 23.25% 44.71% 31.05% 78.32% 76.74% 69.

5. (4) Persentase responden (12%) yang menyatakan bahwa tingkat kesukaran UN tinggi sejalan dengan tingkat kelulusan UN yang 90%. (2) Anggapan bahwa semua sekolah menggunakan Ujian Nasional sebagai satu-satunya penentu kelulusan ternyata tidak benar karena ada siswa yang tidak lulus satuan pendidikan walaupun mereka lulus Ujian Nasional. (3) Kegiatan sosialisasi tentang Ujian Nasional kepada pihakpihak yang berkepentingan belum maksimal. 117 .PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP (2) (3) (4) (5) terpenuhi 50%. Masih banyak pengadaan buku yang langsung dilakukan oleh penerbit (41%) yang berarti tidak sesuai dengan ketentuan. Baru 52% guru mengetahui adanya Permendiknas No. 2 Th 2008 tentang Buku Teks Pelajaran. Masih banyak penetapan buku teks pelajaran yang dilakukan oleh selain dewan guru (36%) yang berarti tidak sesuai dengan ketentuan. belum sesuai dengan harapan sehingga berpeluang menjadi hambatan atas pelaksanaan dan pencapaiannya. yang bisa ditafsirkan bahwa proses belajar mengajar yang dilaksanakan berdasarkan kurikulum dianggap belum cukup. atau rasa percaya diri terhadap kesiapan untuk menghadapi Ujian Nasional masih rendah. Persentase guru yang menggunakan buku teks pelajaran yang sudah dianggap layak melalui penilaian BSNP baru 67%.8 Ujian Nasional (1) Sebagian besar sekolah menambah jam pelajaran mata pelajaran yang dicakup dalam Ujian Nasional dan memberikan les tambahan.

M. M. Muchtar Abdul Karim.A Pdt. Ph. Ali Saukah. M. Dr. Anggota BSNP dalam Pemantauan Standar NO 1 2 3 4 5 6 7 NAmA Prof. Edy Tri Baskoro Prof. MA Prof.Th INSTANSI UGM ITB UNY UNNES UI ASAL Yogyakarta Bandung Yogyakarta Semarang Jakarta Jakarta Jakarta Tim Ahli yang bersifat ad hoc adalah: Tabel 10. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Dr. Martono. Bambang Soehendro Prof. M. Salman dr.. Anggani Sudono. Dr. Nana Sudjana Dr. Tim Pemantauan Standar NO. Tri Bagyo.Pd Dr.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 6| Tim Ahli Anggota BSNP Tabel 9. Dr. Achmad Slamet Drs. ST NAmA INSTANSI UNY ITB UI UI UM UM ITB UPI UM UPI UM UPI UNNES Dir. A. Mukminan Dr. Drs. Weinata Sairin. M. Ibrahim Bafadal.Si Dr. Tendik ITB ASAL Yogyakarta Bandung Jakarta Jakarta Malang Malang Bandung Bandung Malang Bandung Malang Bandung Semarang Jakarta Bandung Jakarta Mandikdasmen Jakarta 118 . Danny Meirawan Dr. Adi Rahmat Dr. Samitha Djayanti Arif Rifai Dwiyanto. M. Bagyo Yuono M. Fawzia Aswin Hadis Dr. Wilarso Dr. Dr. Dr. Djemari Mardapi Prof. I.Ed Drs. Mungin Eddy Wibowo Prof. Bana Kartasasmita Dr. Dr. M. Sisworo Prof.D Dr.

dipaparkan beberapa rekomendasi sebagai berikut.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP 7| Hambatan. Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. (1) Guru perlu diberi pelatihan dan pendampingan secara intensif tentang pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) oleh lembaga yang kompeten karena sekolah 119 . Permasalahan. Berdasarkan hasil pemantauan implementasi Standar Isi/SKL. dan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran. Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Hal tersebut mengakibatkan cukup banyak surveyor yang berhalangan untuk melaksanakan tugas. meskipun mereka yang berhalangan dapat dicarikan pengganti. Selain itu perlu ada pertemuan tim ad hoc sebelum kegiatan pengumpulan data untuk membahas permasalahan-permasalahan yang muncul pada saat kegiatan pelatihan surveyor. jadi terdapat tenggang waktu yang cukup lama. dan staf LPMP. Oleh karena itu untuk kegiatan pemantauan berikutnya perlu adanya pertemuan tim ad hoc sebelum kegiatan pelatihan surveyor. sebaiknya surveyor yang bertugas juga melibatkan pihak departemen agama. ketentuan tentang Ujian Nasional. Sebaiknya kegiatan pengumpulan data dilakukan sesegera mungkin setelah pelatihan surveyor. dosen LPTK. Hal tersebut berpotensi mengakibatkan terjadinya perbedaan metode dan fokus pelatihan surveyor. Surveyor pada kegiatan pemantauan ini terdiri dari pengawas. Mengingat pengambilan data pemantauan juga dilakukan di madrasah. karena alasan non-tehnis kegiatan pengumpulan data baru dapat dilaksanakan pada akhir Agustus 2009. namun para penggantinya tidak mendapatkan pelatihan karena tidak ada kesempatan. Kegiatan pelatihan surveyor berakhir pada 18 Juli 2009. dan Saran Kegiatan pemantauan ini langsung dimulai dengan pelatihan surveyor di 33 provinsi tanpa didahului dengan pertemuan koordinasi tim ad hoc pemantauan sebagai pelatih surveyor. Standar Guru. staf dinas pendidikan.

kepala sekolah. dan pe- 120 . Untuk meningkatkan jumlah guru yang memenuhi standar kualifikasi akademik guru sesuai dengan tahun pencapaian (2015). Faktor ini mungkin yang menyebabkan kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi ketersediaan dokumen-dokumen tentang Standar Nasional Pendidikan beserta dokumen pendukungnya. di luar Jawa perlu diberi perhatian yang lebih besar daripada di Jawa karena ternyata sosialisasi yang dilakukan di Jawa secara konsisten dianggap lebih banyak daripada di luar Jawa. Perlu ditelaah lebih lanjut substansi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena ada guru. Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi penyebar-luasan peraturan dan perundangan tentang pelaksanaan pendidikan pada satuan pendidikan karena ternyata tingkat ketersediaannya di luar Jawa lebih rendah daripada di Jawa. dan guru yang membuat sendiri silabus baru 38% dan RPP 67%. Sosialisasi tentang dokumen standar. Standar Kompetensi Lulusan. Standar Kompetensi Lulusan. khususnya Standar Isi. dan Standar Guru karena ternyata tingkat aksesibilitasnya terhadap dokumen standar tersebut di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di sekolah/madrasah negeri. perlu dipertimbangkan program kesetaraan S-1 berdasarkan kualitas “track-record” dan uji kompetensi oleh institusi yang kompeten sesuai dengan ketentuan yang terkait dengan Standar Guru. dan Standar Guru.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 (2) (3) (4) (5) (6) (7) yang mata pelajarannya sudah dilengkapi dengan silabus dan RPP tidak lebih dari 79%. Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan guru sekolah/madrasah negeri dan swasta dari segi aksesibilitas terhadap Standar Isi. Pemberian beasiswa bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik agar memenuhi standar juga perlu dilakukan.

setiap Program 121 . dan di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di Jawa. kepala sekolah. dan pengawas di luar Jawa.74% sampai dengan 20.49%) yang menganggap standar tersebut tinggi. (11) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa. di Madrasah. sekolah dan madrasah. Standar Kepala Sekolah.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP ngawas (antara 12. (12) Perlu ditindak-lanjuti adanya data yang menunjukkan masih cukup banyak peraturan atau kebijakan pemerintah daerah yang tidak sesuai dengan Standar Guru. (8) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa dari segi persepsi mereka terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena lebih banyak sekolah/madrasah di luar Jawa menilai tinggi terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan daripada sekolah di Jawa. (10) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara sekolah/madrasah negeri dan sekolah/madrasah swasta dari segi persepsi mereka terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena lebih banyak sekolah/madrasah swasta menilai tinggi terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan daripada sekolah/madrasah negeri. serta sekolah/madrasah negeri dan sekolah/madrasah swasta dari segi pencapaian kompetensi guru. dan Standar Pengawas karena kalau dibiarkan akan dapat menghambat pelaksanaan dan pencapaian standar-standar tersebut. (13) Sebagai lembaga penghasil guru bidang studi. (9) Perlu dilakukan upaya untuk menutupi kesenjangan antara sekolah dan madrasah dari segi persepsi mereka terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan karena lebih banyak madrasah menilai tinggi terhadap Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan daripada sekolah. dan di sekolah/madrasah negeri. dan pengawas karena ada kecenderungan pencapaian kompetensi guru. kepala sekolah. di sekolah.

(15) Perlu ada program percepatan pemenuhan standar tentang jumlah rombongan belajar dan jumlah siswa setiap rombongan belajar karena akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran. Oleh karena itu. perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang proses belajar mengajar di kelas apakah sudah sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. harapannya angka yang muncul adalah 100% untuk dua dokumen ini. (18) Perlu dikembangkan model sistem informasi manajemen yang terpadu sehingga memungkinkan dilaksanakannya pengumpulan data yang terpadu dan serempak secara nasional. (14) Buku teks pelajaran yang telah dinilai layak oleh BSNP perlu didistribusikan secara memadai dan merata ke sekolah-sekolah. (17) Perlu dilakukan sosialisasi tentang cara yang paling dianggap tepat untuk mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Nasional. (16) Untuk mengungkapkan latar belakang adanya fakta banyaknya sekolah yang menambah jam pelajaran dan memberikan les tambahan. dan mata pelajaran yang buku teks pelajarannya belum ada yang dinilai perlu segera dilakukan penilaiannya. yaitu dengan melaksanakan prinsip pembelajaran tuntas sejak awal. Keadaan ini harus dianggap serius dan perlu ditindak-lanjuti di tingkat pimpinan LPTK atau di tingkat Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi. bukan dengan cara menambah jam pelajaran dan memberi les tambahan. (19) Perlu dilakukan koordinasi di tingkat pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan Nasional dan Departemen Agama) dan 122 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Studi Pendidikan Bidang Studi harus mengetahui sedikitnya Undang-undang Guru dan Dosen (hanya 89% LPTK yang memiliki dokumennya) serta Standar Guru (hanya 81% Prodi LPTK yang memiliki dokumennya) karena mereka harus tahu kompetensi apa yang dimiliki para lulusannya sebagai calon guru profesional.

Kantor Wilayah Departmen Agama. Kantor Departement Agama Kabupaten/ kota. dan LPMP) dalam pengumpulan data karena gambaran tentang pelaksanaan dan pencapaian Standar Nasional Pendidikan secara nasional sangat tergantung pada ketersediaan data-data yang relevan di semua unit tersebut.PEmANTAUAN ImPLEmENTASI STANdAR NASIONAL PENdIdIKAN Januari 2010 © BSNP Pemerintah Daerah (Dinas Pendidikan Kabupaten/kota. 123 . untuk itu perlu pengumpulan data yang dilaksanakan serentak secara nasional. Dinas Pendidikan Provinsi. (20) Perlu ditingkatkan fungsi dan peranan pusat pengumpulan data terpadu untuk mengurangi beban unit terkecil dalam memberikan data yang sama untuk kepentingan yang berbeda-beda.

.

BAB 8 PENgEmbANgAN iNStrUmEN PENiLAiAN bUkU tEkS PELAjArAN Badan Standar Nasional Pendidikan 125 .

.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan pasal 43 ayat (4) yang menyatakan bahwa ada rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan untuk setiap peserta didik. peralatan pendidikan. Sehubungan dengan ketentuan Pasal tersebut di atas maka diperlukan buku sebagai penunjang pembelajaran. SmA/SmK.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP BAB 8. kelayakan penyajian dan kelayakan kegrafikaannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan ditetapkan oleh Peraturan Menteri. 127 . media pendidikan. dan perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. SmP. kelayakan bahasa. buku dan sumber belajar lainnya. PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN A mata Pelajaran Agama Sd. dan PKn SmA/SmK 1| Pendahuluan Dalam Pasal 42 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabotan. bahan habis pakai. Demikian juga dalam Pasal 43 ayat (5) dinyatakan bahwa buku teks pelajaran dinilai kelayakan isi.

Agama Kristen. kelayakan bahasa. Agama Hindu. Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran bertujuan untuk menghasilkan instrumen yang dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran : Agama Islam. dan PKn adalah diperolehnya alat penilaian buku teks pelajaran yang terstandar dan dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran yang memenuhi kelayakan isi. Manfaat instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Agama Islam. dan kelayakan kegrafikaannya merupakan jaminan bagi peserta didik memperoleh buku yang dapat digunakan 128 . Agama Katolik. dan Agama Khonghucu untuk SD. Tujuan lain adalah untuk membeli buku teks pelajaran yang dialihkan hak ciptanya dan dijadikan buku teks pelajaran elektornik. Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Proses Pendidikan. yaitu sesuai dengan Standar Isi. Buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya digunakan sebagai sumber belajar di setiap satuan pendidikan. Manfaat buku teks yang telah dinilai kelayakan isi. Agama Hindu. dan SMA/SMK. Instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama terdiri atas: Agama Islam. Agama Buddha. dan Agama Khonghucu pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Tujuan menilai kelayanan isi. kelayakan penyajian. dan buku teks pelajaran PKn SMA/SMK. Agama Hindu. Agama Katolik.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2| Tujuan dan manfaat Pada tahun 2009. kelayakan bahasa. Agama Kristen. Agama Buddha. dan Agama Khonghucu. SMP. Agama Buddha. Agama Kristen. Agama Katolik. penyajian dan kegrafikaan. dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajan pada satuan pendidikan adalah agar peserta didik memperoleh buku yang sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP. bahasa. PKn untuk SMA/SMK. kelayakan penyajian. telah dilaksanakan kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

M.. I Made Titib. Hamidah. SE. M. M. M. Anggota UII Yogyakarta Dra.Th Anggota UKSW Salatiga Suhadi Sendjaja. Anggota UIN Jakarta FX Adisusanto Sj. Dr.T. Soegito UI UIN UNJ STBA Pertiwi LAI UNNES Instansi Asal Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Semarang 2. Jakart Dr. Anggadewi Moesono Wakil Ketua UI Jakarta Prof. M. Daniel Nuhamara. Matheus Beny Mite.Ag Anggota IAIN Palembang Dr.Th (Wakil Koordinator) Prof. Urip Purwono Ketua UNPAD Bandung Dr. MA Anggota IAIN Padang Dr. Ph. M. Dr. Weinata Sairin.Si. M. Dr.Psi. baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya. Lic. MBA Anggota WALUBI Jakarta Prof. Netty Hartaty. Dr. Buku teks pelajaran selain bermanfaat bagi peserta didik juga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar. Yunan Yusuf Prof. Anggota BSNP No 1 2 3 4 5 6 Nama Prof. Fawzia Aswin Hadis (Koordinator) Prof.Th. Anggota Univ Atma Jaya Hum. Dr. M. S. Tl Anggota KWI Jakarta Drs. Kadarmanto Harjowasito Anggota STTH Jakarta Dr. Dr. R. Tima Ahli No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 jabatan Instansi dalam tim Dr. Pdt Utama Anggota WALUBI Jakarta Soedjito Kusumo K. Drs.Pd Pdt. M. S.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP untuk pembelajaran yang bermutu dan sarana untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. Suharsono. Siradjudin Zar.D Anggota IHDN Bali Nama mata Pelajaran Psikometri Psikometri Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Katolik Agama Katolik Agama Kristen Agama Kristen Agama Buddha Agama Buddha Agama Hindu 129 . 3| Tim ahli 1. Idrus. Djaali Dr. M. A.

Si Anggota Psikometri 4| Tahapan Kegiatan Langkah-langkah penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama SD. SMP.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No 14 15 16 17 18 19 Nama Drs. Dr. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah yang ditetapkan oleh BSNP seperti berikut ini: 1) Penyusunan desain Instrumen dan Pengenalan mengenai Instrumen Kegiatan penyusunan desain instrumen dan pengenalan mengenai instrumen dilaksanakan di ruang rapat BSNP Gedung D lantai 2 Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 4 – 6 Maret 2009. Pada awal pertemuan ini diadakan perkenalan antara 130 . Menetapkan tim ahli yang terdiri atas ahli materi mata pelajaran. Rustopo. Drs.SH. a. I Wayan Suwira Satria. ahli pembelajaran mata pelajaran.Hum. H. SMA/SMK dan PKn SMA/SMK sebagai berikut. serta 17 orang anggota tim ahli. b. Mulyadi WS Dr. Temu awal ini dihadiri oleh koordinator tim dan 5 orang anggota BSNP. Abdul Gafur. M. Oesman Arif Prof. M. Dr. ahli kegrafikaan dan ahli psikometri. MM WS Dr. Kaharuddin Arafah. Gardjito jabatan Instansi dalam tim Anggota Jakarta Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota MATAKIN Jakarta MATAKIN Jakarta UNY Yogyakarta UNNES Semarang Perpustakaan Nasional Jakarta UNM Makassar mata Pelajaran Agama Hindu Agama Khonghucu Agama Khonghucu PKn PKn Kegrafikaan 20 Drs.Sc.M.

Anggadewi dari Universitas Indonesia sebagai wakil ketua tim. SMA/SMK dan PKn SMA/SMK. Setelah itu dilakukan pemilihan ketua dan wakil ketua tim ahli dengan hasil. Tim ahli mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran terkait. serta contoh instrumen penilaian buku teks pelajaran yang telah dikembangkan BSNP pada tahun sebelumnya. dan 7 orang anggota BSNP. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka Naskah Akademik (NA) dan draf awal pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Agama SD. Urip Purwono. Hasil kajian tersebut dijadikan kerangka untuk menyusun instrumen pengumpulan data di 5 provinsi pada langkah berikutnya. Untuk mencapai tujuan tersebut.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 2) anggota BSNP dengan anggota tim ahli.D dari Universitas Padjajaran Bandung sebagai ketua tim dan Dr. Kegiatan ini dihadiri oleh semua anggota tim ahli (19 orang). Ph. 131 . Kajian Bahan dasar Kajian bahan dasar untuk penyusunan desain instrumen penilaian buku teks pelajaran agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang Bvlgari II Hotel Grand Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 11 . tim ahli melakukan brainstorming tentang jenis buku yang ingin diterbitkan dengan mengacu kepada Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) masing-masing mata pelajaran yang bersangkutan. SMP. Pada langkah ini pula ditetapkan nama-nama anggota tim ahli dan anggota BSNP yang akan bertugas mengumpulkan data serta unsur-unsur yang akan diundang pada masing-masing provinsi.13 Maret 2009. M.Sc.

21 Maret 2009. (d) tokoh agama sebanyak 6 orang yang terdiri atas: 2 orang Katolik. Fatmawati Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 1 . 1 orang anggota BSNP. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang sidang BSNP Gedung D Lantai 2 Mandikdasmen Jl. DI Yogyakarta. Pengolahan data Data dan masukan responden dari 5 kota yang telah terkumpul melalui FGD pada langkah sebelumnya diolah dan dianalisis baik secara kualitatif maupun kuantitatif untuk dijadikan bahan pembuatan Naskah Akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn. 2 orang Hindu. dan 1 orang staf sekretariat. Analisis data Kegiatan analisis data untuk penyusunan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dilak- 132 . (c) siswa sebanyak 6 orang yang terdiri atas: 2 orang Katolik.3 April 2009 yang dihadiri oleh 6 orang anggota BSNP dan semua anggota tim ahli. dan Jawa Timur pada tanggal 18 . 4 orang Hindu. dan 2 orang Khonghucu. Jumlah tim pengumpul data yang bertugas pada masing-masing kota sebanyak 5 orang dengan rincian: 3 orang tim ahli. 2 orang Hindu. RS. Jumlah peserta FGD tiap provinsi sebanyak 40 orang dengan rincian : (a) orang tua siswa sebanyak 12 orang yang terdiri atas: 4 orang Katolik. 4 orang Hindu.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 3) 4) 5) Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan melalui sistem Focused Group Discussion (FGD) dilaksanakan di lima provinsi yaitu: Sumatera Barat. dan 4 orang. (b) guru sebanyak 12 orang yang terdiri atas: 4 orang Katolik. Pada akhir pertemuan langkah ini akan dilakukan pleno BSNP dengan anggota tim ahli masing-masing mata pelajaran. Sulawesi Utara. dan (e) panitia sebanyak 4 orang. dan 2 orang Khonghucu. dan 4 orang Khonghucu. Bali.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menghasilkan draf naskah akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn.29 Mei 2009 yang dihadiri oleh 18 orang anggota tim dan 6 orang anggota BSNP. Anggota BSNP yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 6 orang dan anggota tim sebanyak 19 orang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan draf naskah akademik dan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn yang telah dikembangkan pada pertemuan sebelumnya. Penyusunan draf Instrumen Hasil analisis data pada pertemuan sebelumnya dijadikan bahan untuk menyusun Naskah akademik dan draf instrumen. Presentasi ke BSNP dan Reviu draf Instrumen-2 Presentasi ke BSNP dan reviu draf instrumen 2 pe133 . Reviu draf Instrumen Reviu draf instrumen penilaian buku teks pelajaran agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang Anggrek 6 lantai 7 Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada tanggal 27 . Kegiatan penyusunan draf instrumen ini dilaksanakan di ruang sidang BSNP Gedung D lantai 2 Mandikdasmen Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 2 – 4 Mei 2009 yang dihadiri oleh 5 orang anggota BSNP dan 17 orang anggota tim. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis semua masukan dari setiap daerah yang telah diolah dan dijadikan bahan untuk menyusun draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn.17 April 2009. Pada bagian akhir pertemuan. tim membuat bahan presentasi yang akan disampaikan kepada pleno BSNP pada pertemuan berikutnya.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 6) 7) 8) sanakan di ruang sidang Anggrek 6 lantai 7 Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada tanggal 15 .

Target kegiatan ini adalah mendapatkan masukan dari para pakar masing-masing mata pelajaran untuk menyempurnakan draf instrumen.S. Bandung. kemudian dijadikan bahan untuk menyempurnakan draf instrumen. Solo. 2 orang anggota tim. dan guru masing-masing mata pelajaran. tim ahli mengolah masukan BSNP untuk menyempurnakan draf instrumen-2 menjadi draf instrumen-3. 2 Cipete Jl. R. ahli materi. 134 . 1 orang anggota BSNP dan 1 orang staf sekretariat BSNP. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan berupa tingkat keterbacaan masing-masing butir dan deskripsi instrumen dari para ahli pembelajaran. Untuk melaksanakan kegiatan validasi ini. Pada pertemuan ini juga dikembangkan instrumen yang dapat dijadikan bahan pengumpul masukan dari para reviewer pada pertemuan berikutnya. 10) Lokakarya Pembahasan draf Instrumen Masukan para pakar pada saat kegiatan validasi instrumen diolah dan dianalisis oleh tim ahli. Draf instrumen-2 ini diberi masukan oleh anggota BSNP.6 Juni 2009. Kegiatan lokakrya draf Instrumen ini dilaksanakan pada tanggal 17 – 19 Juni 2009 di Apartemen Puri Casablanca Jakarta. 9) Validasi draf instrumen Validasi draf instrumen dilaksanakan di 10 – 12 Juni 2009 di lima kota yaitu : Palembang. panitia pada masing-masing kota mengundang 40 orang peserta. dan Makassar.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 nilaian buku teks pelajaran agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang BSNP Gedung Mandikdasmen Lt. Fatmawati Jakarta Selatam pada tanggal 4 . kemudian pada tanggal 5 -6 Juni 2009. Malang. Selanjutnya hasil analisis ini dijadikan bahan lokakarya dengan mengundang ahli masing-masing mata pelajaran.

Kristen. 12) Uji Coba draf Instrumen Kegiatan uji coba draf instrumen bertujuan untuk melihat sejauh mana instrumen tersebut dapat dijadikan alat untuk menilai sampel buku teks pelajaran yang beredar di masing-masing provinsi. agenda uji coba. Katolik. dan tim ahli.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 11) Finalisasi draf Instrumen untuk Uji Coba Kegiatan finalisasi draf instrumen ini dilaksanakan di hotel Golden Boutique Jakarta pada tanggal 24 – 26 Juni 2009 dengan dihadiri oleh 6 orang anggota BSNP dan 18 orang anggota tim. Kegiatan uji coba instrumen dilaksanakan pada 5 – 7 Juli 2009 secara bersamaan di 5 kota yaitu: Denpasar. 2 orang anggota tim ahli. guru. dan para praktisi mata pelajaran terkait di masing-masing provinsi. Buddha. Oleh karena itu pada langkah ini diundang para ahli terkait mata pelajaran Agama Islam. Kupang. Para undangan diberi buku untuk dinilai dengan menggunakan draf instrumen yang telah dikembangkan oleh tim ahli. 13) Analisis Hasil Uji Coba dan Perbaikan Instrumen Analisis data hasil uji coba dan revisi instrument penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dilaksanakan di ruang sidang BSNP Cipete Jakarta Selatan pada tanggal 11 – 13 Juli 2009. Uji coba dihadiri oleh 1 orang anggota BSNP. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota BSNP. dan Surabaya. dan PKn. 135 . Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan draf instrumen penilaian masing-masing mata pelajaran. dan lokasi uji coba instrumen. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis masukan para pakar sewaktu instrumen diujicobakan. Hindu. Pada akhir kegiatan dihasilkan juga panduan uji coba instrumen. nama tim uji coba. Jakarta. Bogor. Khonghucu. dan 40 orang undangan yang terdiri atas dosen.

Yogyakarta. Secara rinci kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dapat dirangkum seperti berikut ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 Juli di ruang sidang BSNP Cipete Jakart Selatan yang dihadiri oleh anggota BSNP dan tim ahli. Manado.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Hasil analisis kemudian dirangkum dan dijadikan masukan untuk menyempurnakan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn. 14) Persiapan Sosialisasi Instrumen yang telah disempurnakan pada langkah sebelumnya kemudian diplenokan di BSNP dan difinalkan berdasarkan masukan anggota BSNP. dan Panduan FGD Data FGD untuk penyu sunan draf instrumen Data dari 5 provinsi Hasil analisis data untuk penyusunan draf instrumen Draf instrumen 4 5 Pengolahan data Analisis data 136 . kerangka instrumen. Instrumen hasil penyempurnaan melalui pleno akan disahkan oleh BSNP sebagai tanda bahwa instrumen tersebut telah sahih untuk dipergunakan menilai buku teks pelajaran dan siap untuk disosialisasikan kepada penerbit dan calon penulis. No Kegiatan 1 Temu awal untuk penyusunan desain 2 Kajian bahan dasar Jakarta 3 Pengumpulan data Padang. Surabaya Ruang sidang BSNP Jakarta 6 Penyusunan draf instrumen Ruang sidang BSNP Tempat Ruang sidang BSNP Tanggal 04 – 06 Maret 2009 11 – 13 Maret 2009 18 – 20 Maret 2009 01 – 03 April 2009 15 – 17 April 2009 02 – 04 Mei 2009 Target Kerangka naskah akademik (NA) dan kerangka instrumen Kerangka NA. Denpasar.

SMP. bahasa dan kegrafikaan buku teks pelajaran Agama SD. dan PKn SMA/SMK. Naskah akademik penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama SD. dan PKn SMA/SMK. dan 2009 Makassar Jakarta 17 – 19 Juni 2009 24 – 26 Juni 2009 05 – 07 Juli 2009 11 – 13 Juli 2009 22 – 24 Juli 2009 Data hasil vali dasi dan draf instrumen Masukan dari para pakar dan draf instrumen Instrumen yang siap diujicoba kan Masukan dari para stake holder Instrumen final 10 11 Jakarta Denpasar. 10 – 12 Juni Solo. Rincian instrumen yang dihasilkan dalam kegiatan ini diuraikan sebagai berikut: 137 . b. Bandung.SMP. Instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan isi. Malang. SMA/SMK.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No Kegiatan 7 Reviu draf instrumen Tempat Jakarta 8 Presentasi ke BSNP dan reviu draf instrumen 2 Validasi draf instrumen Lokakarya pembahasan draf instrumen Finalisasi draf instrumen untuk uji coba Uji coba draf instrumen Analisis hasil uji coba dan perbaikan instrumen Persiapan sosialisasi instrumen Tanggal 27 – 29 Mei 2009 04 – 06 Juni 2009 Januari 2010 © BSNP Target Masukan para pakar untuk penyempurnaan draf instrumen Masukan dari BSNP Ruang sidang BSNP 9 Palembang. Bogor. Surabaya Ruang sidang BSNP 12 13 14 Ruang sidang BSNP Instrumen yang telah disahkan BSNP yang siap disosialisa sikan 5| Hasil yang diperoleh Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn ini menghasilkan dokumen berupa: a. Jakarta. penyajian. Kupang. SMA/SMK.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No Nama Mata Pelajaran 1 Pendidikan Agama Islam Nama Produk Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA 2 Sub total (1) Pendidikan Agama Katolik 3 Sub total (1) Pendidikan Agama Kristen Sub total (1) Jumlah 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 138 .

PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No Nama Mata Pelajaran 4 Pendidikan Agama Buddha Nama Produk Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Instrumen 1 SD Deskripsi Instrumen 1 SD Instrumen 2 SD Deskripsi Instrumen 2 SD Instrumen 1 SMP Deskripsi Instrumen 1 SMP Instrumen 2 SMP Deskripsi Instrumen 2 SMP Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Januari 2010 © BSNP 5 Sub total (1) Pendidikan Agama Hindu 6 Sub total (1) Pendidikan Agama Khonghucu Sub total (1) Jumlah 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 6 6 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 48 139 .

Buddha dan Hindu terutama untuk daerah-daerah sentra agama yang bersangkutan. terdapat pula beberapa hal yang sangat mengagumkan antara lain terjadinya interaksi yang dinamis dan harmonis baik antara sesama pengembang instrumen maupun antara pengembang dengan tim pakar yang diundang pada saat pengumpulan data. 140 . Hal ini menunjukkan bahwa di dalam pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama ini telah tercipta suasana “bersatu dalam perbedaan dan berbeda dalam persatuan” Sejak awal dalam kelompok ini memang ditekankan oleh . dipilih peserta yang lebih banyak jumlahnya untuk mata pelajaran agama Khonghucu. Hal ini mengakibatkan kurangnya kritikan/masukan terhadap substansi butir yang dikembangkan terutama pada saat validasi. Namun demikian dalam pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn ini.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No Nama Mata Pelajaran 7 PKn Nama Produk Instrumen 1 SMA Deskripsi Instrumen 1 SMA Instrumen 2 SMA Deskripsi Instrumen 2 SMA Sub total (1) jumlah Total Jumlah 3 3 3 3 12 300 6| Refleksi Dalam penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn ini terdapat beberapa kendala antara lain sulitnya menemukan dosen ataupun guru yang ahli dalam mata pelajaran Agama Khonghucu. BSNP agar buku teks pelajaran Agama yang dihasilkan nanti mampu membangun semangat kerukunan dan kesatuan demi memantapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks masyarakat majemuk Indonesia. pada saat uji coba instrumen. Interaksi yang harmonis ini menunjukkan suasana kerukunan antar ummat beragama yang sangat baik. Untuk mengatasi hal tersebut. Hindu dan Buddha pada saat validasi dan ujicoba instrumen pada daerah-daerah tertentu. validasi dan uji coba draf instrumen.

Demikian juga dalam Pasal 43 ayat (5) dinyatakan bahwa buku teks pelajaran dinilai kelayakan isi. Manfaat instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Bahasa Jerman. Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin untuk SMA/SMK.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP B mata Pelajaran Bahasa Asing SmA/SmK 1| Pendahuluan Dalam Pasal 42 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabotan. Pernyataan tersebut diperkuat dengan pasal 43 ayat (4) yang menyatakan bahwa ada rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan untuk setiap peserta didik. Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran bertujuan untuk menghasilkan instrumen yang dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran : Bahasa Jerman. dan perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Sehubungan dengan pasal tersebut di atas maka diperlukan buku sebagai penunjang pembelajaran. Bahasa Jepang dan 141 . bahan habis pakai. kelayakan penyajian dan kelayakan kegrafikaannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan ditetapkan oleh Peraturan Menteri. Bahasa Perancis. Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin. 2| Tujuan dan manfaat Pada tahun 2009. Bahasa Arab. Bahasa Perancis. Bahasa Arab. Bahasa Perancis. peralatan pendidikan. kelayakan bahasa. Bahasa Arab. telah dilaksanakan kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing SMA/SMK yang terdiri atas: Bahasa Jerman. media pendidikan. buku dan sumber belajar lainnya.

Mungin Eddy Wibowo. 3| Tim ahli 1. Buku teks pelajaran selain bermanfaat bagi peserta didik juga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar. Djemari Mardapi Prof.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Bahasa Mandarin adalah diperolehnya alat penilaian buku teks pelajaran yang terstandar dan dapat dipergunakan untuk menilai buku teks pelajaran yang memenuhi kelayakan isi.Dr. kelayakan penyajian. penyajian dan kegrafikaan. Tujuan lain adalah untuk membeli buku teks pelajaran yang dialihkan hak ciptanya dan dijadikan buku teks pelajaran elektornik. No 1 2 3 4 5 6 Anggota BSNP Nama Prof. Edy Tri Baskoro Prof. kelayakan penyajian. Tujuan menilai kelayanan isi. Buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya digunakan sebagai sumber belajar di setiap satuan pendidikan.Kons.Dr. Weinata sairin. Fawzia Aswin Hadis (Koordinator) Pdt.Dr. yaitu sesuai dengan Standar Isi. kelayakan bahasa. MPd. Prof.Th (Wakil Koordinator) Prof.Dr. dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajan pada satuan pendidikan adalah agar peserta didik memperoleh buku yang sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP.. Dr. Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Proses Pendidikan. kelayakan bahasa. baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya. bahasa. M. Manfaat buku teks yang telah dinilai kelayakan isi. dan kelayakan kegrafikaannya merupakan jaminan bagi peserta didik memperoleh buku yang dapat digunakan untuk pembelajaran yang bermutu dan sarana untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. Furqon Instansi UI LAI UNNES UNY ITB UPI Asal Jakarta Jakarta Semarang Yogyakarta Bandung Bandung 142 .

Syaifudin Ketua UMM Malang Psikometri Wakil Al Izhar Pondok Ir.M. Tato Hendarto Msi Ketua Labu Psikometri Prof. Kaharuddin Arafah.Dr.Dr. M. Dr. Afdol Tharik Wastono. Dr. Zaki Baridwan Prof.. M. Astini Semarang Bahasa Perancis Dr. Dr. MA Prof.Pd Dr. M.Hum UI Jakarta Bahasa Arab Prof. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Tima Ahli jabatan Instansi mata Pelajaran dalam tim Dr. Hermina Sutami Anggota UI Jakarta Bahasa Mandarin Nita Madona Sulanti. Bambang Soehendro Prof. Mlit UNESA Surabaya Bahasa Jepang Evi Lusiana.Dr.Dr. Anggani Sudono. Moh. Soegito Instansi UGM UIN UNJ STBA Pertiwi Al Ihzar UIN Komnas Anak UGM UNNES Januari 2010 © BSNP Asal Yogyakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Yogyakarta Semarang 2. MPd Anggota UNESA Surabaya Bahasa Jerman Prof.Si Anggota UNM Makassar Nama 143 . A.Dr. Dr. Anggota MA UI Jakarta Bahasa Mandarin Anggota UNNES Prof. MA UI Jakarta Bahasa Jerman Dr. Djodjok Anggota Soenardjo.T. Setiawati Anggota Darmojuwono. SS. Irene Risakotta. Seto Mulyadi Prof. Suharsono. M. Yunan Yusuf Prof. Komarudin Hidayat Dr. MPd Anggota UPI Bandung Bahasa Perancis Dr. Gardjito Nasional Kegrafikaan Drs. Anggota M. MA Anggota Japan Foundation Bahasa Jepang Anggota Perpustakaan Dr. MA Anggota UIN Jakarta Bahasa Arab Dr.Dr.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No 7 8 9 10 11 12 12 14 15 Nama Prof. Tri Indri Hardini. M. Matsna. Djaali Dr.

ahli kegrafikaan dan ahli psikometri. Kabid Bangnas daltuku Pusat Perbukuan.Si dari Al. M. Menetapkan tim ahli yang terdiri atas ahli materi mata pelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka Naskah Akademik (NA) dan draf awal pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Bahasa Asing SMA/SMK.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 4| Tahapan Kegiatan Langkah-langkah penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama SD. dan staf teknis Pusbuk. Kegiatan ini dihadiri oleh koordinator tim dan 7 orang anggota BSNP.Ihzar Pondok Labu sebagai wakil ketua tim. ahli pembelajaran mata pelajaran. Kepala Pusat Perbukuan. 12 orang anggota tim ahli. mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran terkait. SMA/SMK dan PKn SMA/SMK sebagai berikut. tim ahli melakukan brainstorming tentang jenis buku yang ingin diterbitkan. Setelah itu dilakukan pemilihan ketua dan wakil ketua tim ahli dengan hasil. Pada awal pertemuan ini diadakan perkenalan antara anggota BSNP dan Staf Pusbuk dengan anggota tim ahli.12 Maret 2009. Syaifuddin dari Universitas Muhammadiyah Malang sebagai ketua tim dan Ir. Dr. c. Kajian Bahan dasar dan Penyusunan desain Instrumen Kegiatan penyusunan desain instrumen dan pengenalan mengenai instrumen dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 10 . d. serta con- 144 . Tato Hendarto. Kasubbid daltuku. SMP. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah yang ditetapkan oleh BSNP seperti berikut ini: 1) Temu Awal. Untuk mencapai tujuan tersebut.

21 Maret 2009 yang dihadiri oleh anggota BSNP. Kegiatan pengumpulan data dihadiri oleh seluruh anggota tim. guru. Peserta FGD dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran. baik secara kualitatif maupun kuantitatif untuk dijadikan bahan pembuatan Naskah Akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing. Kegiatan penyusunan draf instrumen ini dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 2 – 4 April 2009 yang dihadiri oleh semua 145 . anggota BSNP.16 Maret 2009. dan orang tua siswa untuk masing-masing mata pelajaran.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 2) 3) 4) toh instrumen penilaian buku teks pelajaran yang telah dikembangkan BSNP pada tahun sebelumnya. Pada langkah ini pula ditetapkan nama-nama anggota tim ahli dan anggota BSNP yang akan bertugas mengumpulkan data serta unsur-unsur yang akan diundang pada masing-masing provinsi. siswa. dan staf Pusbuk. staf Pusbuk. ahli pembelajaran. Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan melalui sistem Focused Group Discussion (FGD) dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 14 . Penyusunan draf Instrumen-1 Hasil analisis data pada pertemuan sebelumnya dijadikan bahan untuk menyusun Naskah akademik dan draf instrumen. Pengolahan dan Analisis data Data dan masukan para peserta FGD pada langkah sebelumnya diolah dan dianalisis. Kegiatan ini dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 19 . Peserta FGD terdiri atas unsur : ahli materi. Pada akhir pertemuan langkah ini akan dilakukan pleno BSNP dengan anggota tim ahli masing-masing mata pelajaran. praktisi. dan semua anggota tim ahli.

Untuk melaksanakan kegiatan validasi ini. Pada pertemuan ini. dan Makassar. Reviu draf Instrumen dan Presentasi ke BSNP Reviu draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 15 – 17 Mei 2009 yang dihadiri oleh seluruh anggota tim ahli. anggota BSNP dan staf Pusbuk. jadwal validasi.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 5) 6) 7) anggota tim ahli. Bandung. ahli materi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan draf naskah akademik dan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing yang telah dikembangkan pada pertemuan sebelumnya. Penyusunan draf Instrumen Masukan para pakar pada saat kegiatan validasi instrumen diolah dan dianalisis oleh tim ahli. Validasi draf instrumen Validasi draf instrumen dilaksanakan tanggal 22 – 24 Mei 2009 di lima kota yaitu : Jakarta. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan berupa tingkat keterbacaan masing-masing butir dan deskripsi instrumen dari para ahli pembelajaran. kemudian dijadikan bahan untuk menyempurnakan draf instrumen. tim juga melakukan presentasi dalam sidang pleno BSNP. dan nama-nama calon validator di lima provinsi. anggota BSNP dan staf Pusbuk. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menghasilkan draf naskah akademik dan draf instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing. 146 . panitia pada masing-masing kota mengundang validator yang terdiri atas unsur-unsur: ahli pembelajaran dan ahli materi masing-masing mata pelajaran. Jogjakarta. Medan. Hasil pertemuan ini adalah draf Instrumen yang siap divalidasi. dan guru masing-masing mata pelajaran.

Bahasa Jerman. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis masukan para pakar sewaktu instrumen diujicobakan. dan staf Pusbuk. Uji Coba draf Instrumen Kegiatan uji coba draf instrumen bertujuan untuk melihat sejauh mana instrumen tersebut dapat dijadikan alat untuk menilai sampel buku teks pelajaran yang beredar di masing-masing provinsi. Para undangan diberi buku untuk dinilai dengan menggunakan draf instrumen yang telah dikembangkan oleh tim ahli. Semarang. 2 orang anggota tim ahli. dan Surabaya.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP 8) 9) Kegiatan penyusunan draf Instrumen ini dilaksanakan pada tanggal 31 Mei – 2 Juni 2009 di hotel Mega Anggrek Jakarta Barat. Manado. tim ahli. Hasil analisis kemudian dirangkum dan dijadikan masukan untuk menyempurnakan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing. Bahasa Perancis. Analisis Hasil Uji Coba dan Revisi draf Instrumen Analisis data hasil uji coba dan revisi instrument penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing dilaksanakan di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan pada tanggal 9 – 11 Juli 2009. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota BSNP. dan dan staf Pusbuk serta para undangan yang terdiri atas dosen. Kegiatan uji coba instrumen dilaksanakan pada 27 – 29 Juni 2009 secara bersamaan di 5 kota yaitu: Bandung. Uji coba dihadiri oleh 1 orang anggota BSNP. guru. Target kegiatan ini adalah mendapatkan draf instrumen yang siap untuk diujicobakan pada pertemuan berikutnya. Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin. dan para praktisi mata pelajaran terkait di masing-masing provinsi. Oleh karena itu pada langkah ini diundang para ahli terkait mata pelajaran Bahasa Arab. 147 . Jakarta.

Medan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 10) Finalisasi draf Instrumen Instrumen yang telah disempurnakan pada langkah sebelumnya kemudian diplenokan di BSNP dan difinalkan berdasarkan masukan anggota BSNP. Instrumen hasil penyempurnaan melalui pleno kemudian disahkan oleh BSNP sebagai tanda bahwa instrumen tersebut telah sahih untuk dipergunakan menilai buku teks pelajaran dan siap untuk disosialisasikan kepada penerbit dan calon penulis.12 Maret 2009 Jakarta Target Kerangka naskah akade mik dan kerang ka instrumen Data FGD untuk penyu sunan draf instrumen Data untuk penyusunan draf instrumen Draf Instrumen 14 – 16 Maret 2009 19 – 21 Maret 2009 2 – 4 April 2009 15 – 17 Mei 2009 22 – 24 Mei 2009 3 Pengolahan dan analisis data Penyusunan draf instrumen dan Presentasi ke BSNP Reviu draf instrumen Validasi Draf Instrumen Jakarta 4 Jakarta 5 6 Jakarta Jakarta. tim ahli. Secara rinci kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan PKn dapat dirangkum seperti berikut ini. Bandung.28 Juli 2009 di hotel Golden Boutique Melawai Jakarta Selatan yang dihadiri oleh anggota BSNP. dan Makassar Draf instrumen yang telah direviu Data validasi 148 . No Kegiatan 1 Temu Awal. Kajian Bahan Dasar dan Penyusunan Desain Instrumen 2 Pengumpulan data Tempat Jakarta Tanggal 10 . Jogjakarta. dan staf Pusbuk.

Rincian instrumen yang dihasilkan dalam kegiatan ini diuraikan sebagai berikut: No Nama Mata Pelajaran Nama Produk 1 Bahasa Arab Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Sub total (1) 2 Bahasa Jerman Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Sub total (1) Jumlah 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 149 . b. Jakarta.29 Juni 2009 Januari 2010 © BSNP 9 10 Bandung.PENGEmBANGAN INSTRUmEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN No Kegiatan 7 Penyusunan draf instrumen 8 Uji coba instrumen Tempat Jakarta Tanggal 31 Mei – 2 Juni 2009 27 . Manado. Instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan isi. penyajian. Naskah akademik penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing SMA/SMK. Semarang. Surabaya Analisis data hasil uji Jakarta coba dan revisi draf instrumen Finalisasi instrumen Jakarta Target Penyempurnaan draf instrumen Data Uji coba 9 – 11 Juli 2009 26 – 28 Juli 2009 Revisi dan penyempurnaan draf instrumen Instrumen final 5| Hasil yang diharapkan Kegiatan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Agama dan Bahasa Asing ini menghasilkan dokumen berupa: a. bahasa dan kegrafikaan buku teks pelajaran Bahasa Asing SMA/SMK.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 3 Bahasa Perancis Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 Instrumen 1 Deskripsi Instrumen 1 Instrumen 2 Deskripsi Instrumen 2 4 Sub total (1) Bahasa Jepang 5 Sub total (1) Bahasa Mandarin Sub total (1) jumlah Total 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 20 6| Refleksi Dalam penyusunan instrumen penilaian buku teks pelajaran Bahasa Asing ini terdapat beberapa kendala antara lain sulit menemukan dosen ataupun guru ahli mata pelajaran terutama Bahasa Mandarin di luar Kota Jakarta. 150 . Untuk mengatasi hal tersebut. Hal ini diduga akan berdampak pula nanti pada saat perekrutan calon penilai buku teks pelajaraan Bahasa Asing. sebaiknya para validator dan peserta uji coba instrumen diundang untuk menjadi calon penilai.

PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP BAB 9 PENiLAiAN bUkU tEkS PELAjArAN Badan Standar Nasional Pendidikan 151 .

.

Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Buku teks pelajaran ini digunakan sebagai sumber belajar yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Sebelum diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang mengatur tentang penilaian buku teks pelajaran. kemampuan penguasaan IPTEKS. bahasa. PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN 1| Pendahuluan Buku teks pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah/madrasah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP BAB 9. Depdik- 153 . pemerintah menetapkan bahwa buku teks pelajaran yang akan digunakan harus dinilai terlebih dahulu kelayakan isi. pasal 42 ayat (1)). potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan. penyajian dan kegrafikaannya oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri (PP 19 th 2005 pasal 43 ayat (5). Buku teks pelajaran berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. sehingga buku teks pelajaran harus digunakan sebagai acuan wajib oleh guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. budi pekerti dan kepribadian. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kebijakan pemerintah mengenai buku teks pelajaran bagi peserta didik. kepekaan dan kemampuan estetis.

serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan. 2| Tujuan dan manfaat Tujuan Penilaian kelayakan isi. bahasa. PNPBP telah berhasil menilai buku pelajaran Bahasa Indonesia. Kerajinan. kecuali Bahasa Asing. Kerajinan. dan PKn SMA. Manfaat buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakan isi. Khusus pada tahun 2009. kelayakan bahasa. Bahasa Inggris dan Matematika untuk SMP dan SMA. kelayakan penyajian. Selain itu kegiatan penilaian juga dimaksudkan untuk membeli buku teks pelajaran yang dialihkan hak ciptanya dan dijadikan buku teks sekolah elektornik. Dengan adanya BSNP maka kegiatan penilaian buku teks pelajaran dilimpahkan ke BSNP untuk menilai kelayakan isi. Matematika. mulai tahun 2006 hingga tahun 2009 BSNP telah melakukan penilaian semua buku teks pelajaran untuk SD/MI. Teknologi Informasi dan Komputer. dan kelayakan kegrafikaannya merupakan jaminan bagi peserta didik memperoleh buku yang 154 . Agama SD-SMP-SMA.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 nas melalui keputusan Menteri Pendidikan Nasional telah membentuk suatu panitia nasional yang disebut Panitia Nasional Penilaian Buku Pelajaran (PNPBP). SMP/MTs. kelayakan penyajian. kelayakan bahasa. serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan bertujuan agar peserta didik memperoleh buku yang sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. buku teks pelajaran yang telah dinilai BSNP bekerjasama dengan Pusat Perbukuan (Pusbuk) adalah Pendidikan Seni Budaya. Buku teks pelajaran yang telah dinilai kelayakannya digunakan sebagai sumber belajar di setiap satuan pendidikan. dan SMA/SMK. Teknologi Informasi dan Komputer. penyajian dan kegrafikaan untuk semua mata pelajaran di setiap jenis dan jenjang pendidikan. dan kelayakan kegrafikaan buku teks pelajaran Pendidikan Seni Budaya. dan IPA untuk Sekolah Dasar dan Bahasa Indonesia.

M. Dr.T. baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya. Dr. Komaruddin Hidayat Dr. Nama-nama anggota BSNP yang bertugas sebagai supervisor utama dalam penilaian buku teks pelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Prof. Anggani Sudono Prof. Mungin Eddy Wibowo Prof.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP dapat digunakan untuk pembelajaran yang bermutu dan sarana untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. Edy Tri Baskoro Prof. Dr. Soegito Dr. Nama-nama anggota tim ahli pengembang instrumen yang bertugas sebagai supevisor dalam penilaian buku teks pelajaran 155 . Dr. Yunan Yusuf Prof. Dr.Pd Prof. Suharsono.M. Buku teks pelajaran selain bermanfaat bagi peserta didik juga dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar. Furqon Prof. Djemari Mardapi Prof. Weinata Sairin. Dr. 3| Tim Ahli 1. Dr. M. Zaki Baridwan Prof. Dr. Anggota BSNP Tabel-1. Fawzia Aswin Hadis (Koordinator) Pdt. Dr. M. Dr. M. Bambang Soehendro Prof.. Seto Mulyadi Instansi UI LAI UNY UPI UNNES ITB UIN UGM UNJ STBA Pertiwi UGM UIN Al Ihzar UNNES Komnas Anak Asal Jakarta Jakarta Yogyakarta Bandung Semarang Bandung Jakarta Yogyakarta Jakarta Jakarta Yogyakarta Jakarta Jakarta Semarang Jakarta 2. Djaali Dr. A.Th (Wakil Koordinator) Prof. Tima Ahli Tabel-2. Dr.

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Dr. R. Urip Purwono Dr. M. Syaifuddin Prof. Sofyan Salam, Ph.D Dra. Tri Hartiti R, M.Pd Dr. Johan Salim Dr. Rita Dra. Rahmida Setiawati, M.M Prof. Dr. Jazuli Jose Rizal Manua, S.Sn Autar Abdillah, M.Si Drs. Taswadi, M.Sn Dra. Caecilia Tridjata S, M.Sn Dr. Khomsin Prof.Wawan Suherman, M.Ed dr. Sarfiel Tafal, MPh dr. Drupadi L Dillon Dr. Djoko Supriyanto Herman Dwi Surjono, Ph.D Prof. Dr. Heru Suhartanto Dr. Samsul Hadi Gardjito Pg, DipLS, M.Sc Drs. Kaharuddin Arafah, M.Si

Jabatan dalam tim Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota

Instansi UNPAD Bandung UMM Malang UNM Makassar UNY Yogyakarta ISI Yogyakarta UNJ Jakarta UNJ Jakarta UNNES Semarang DKJ Jakarta UNESA Surabaya UPI Bandung UNJ Jakarta UNNES Semarang UNY Yogyakarta UI Jakarta UI Jakarta ITB Bandung UNY Yogyakarta UI Jakarta UNY Yogyakarta Perpustakaan Nasional UNM Makassar

Mata Pelajaran Psikometri Psikometri Seni Rupa Pembelajaran Seni Rupa Seni Musik Pembelajaran Seni Musik Seni Tari Pembelajaran Seni Tari Seni Teater Pembelajaran Seni Teater Keterampilan Pembelajaran Keterampilan Olah Raga Penjaskes Kesehatan Kesehatan TIK Pembel.TIK TIK Psikometri Grafika

4| Tahapan Kegiatan
Dalam melaksanakan penilaian buku teks pelajaran, BSNP bekerjasama dengan Pusat Perbukuan (Pusbuk) Departemen Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran pelajaran Pendidikan Seni Bu156

PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN

Januari 2010 © BSNP

daya, Kerajinan, Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dinilai oleh BSNP terdiri atas buku teks pelajaran yang diusulkan oleh penerbit dan oleh penulis perorangan. Penilaian buku teks pelajaran dilaksanakan melalui 6 (enam) tahapan yaitu: a. Pendaftaran dan Pengkodean Buku yang akan Dinilai Sebelum buku teks pelajaran didaftarkan untuk dinilai, maka terlebih dahulu Pusbuk bekerjasama dengan BSNP melakukan pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran Pendidikan Seni Budaya, Kerajinan,Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pengembangan instrumen ini dilakukan pada tahun 2008, lalu disosialisasikan kepada para penulis dan penerbit di beberapa provinsi. Selain itu, juga dilakukan pengumuman melalui media massa dan melalui internet dengan memanfaatkan website BSNP dan website Pusbuk. Setelah para penerbit dan penulis menyiapkan bukunya, maka buku tersebut didaftarkan di Pusbuk pada tanggal 23 – 25 Februari 2009. Pada tahun 2009, buku yang didaftarkan oleh berbagai penerbit dan penulis dan memenuhi persyaratan adalah sebanyak 1.087 jilid. Setelah itu dilakukan pengkodean masingmasing buku yang dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2009. b. Prapenilaian Setelah pengkodean buku teks pelajaran selesai, maka langkah selanjutnya adalah prapenilaian buku teks pelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menilai buku teks pelajaran yang memenuhi persyaratan minimal SK-KD. Sebuah buku teks pelajaran dinyatakan lengkap dan dinyatakan lulus praseleksi apabila: (1) jumlah KD sampai dengan 20, diperkenankan tidak memuat maksimal 1 KD.
157

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

c.

d.

jumlah KD 21 sampai dengan 40, diperkenankan tidak memuat maksimal 2 KD (3) jumlah KD 41 sampai dengan 60, diperkenankan tidak memuat maksimal 3 KD Kegiatan praseleksi ini dilaksanakan di hotel Pitagiri Jakarta Barat pada tanggal 2 – 4 Maret 2009 oleh tim ahli pengembang instrumen (tabel-2 di atas) yang diangkat oleh BSNP/Pusbuk. Setelah dilakukan prapenilaian maka jumlah buku yang dinyatakan lengkap dan lulus praseleksi oleh BSNP melalui rapat pleno adalah sebanyak 986 jilid dari 1.087 jilid buku yang dinilai. Pelatihan Calon Penilai Langkah selanjutnya adalah pelatihan calon penilai buku teks pelajaran pelajaran Pendidikan Seni Budaya, Kerajinan, Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmaniolahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Tujuan pkegiatan ini adalah untuk mendapatkan calon penilai yang kompeten dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan BSNP. Peserta pelatihan calon penilai ini terdiri atas dosen ahli materi, dosen ahli pembelajaran dan guru mata pelajaran yang bersangkutan dengan buku yang akan dinilai. Kegiatan ini laksanakan di hotel Grand Jaya Raya Cisarua Bogor pada tanggal 26 – 29 Maret 2009. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 202 orang dan yang dinyatakan lulus sebagai penilai sebanyak 184 orang. Penilaian Tahap I Penilaian tahap I dilaksanakan pada tanggal 4 – 8 April 2009di hotel Grand Jaya Raya Cisarua Bogor dengan tujuan untuk mendapatkan buku yang memenuhi kelayakan isi dan kelayakan penyajian yang ditetapkan BSNP.. Setiap jilid buku teks pelajaran Seni Budaya, Kerajinan, Teknologi Informasi dan Komputer, serta Pendidikan Jasmani-olahraga dan kesehatan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dinilai oleh dua orang

(2)

158

PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN

Januari 2010 © BSNP

penilai yaitu satu orang ahli materi dan satu orang ahli pembelajaran yang telah lulus seleksi calon penilai. Komponen yang dinilai pada penilaian tahap I ini adalah komponen kelayakan Isi dan komponen kelayakan penyajian. Buku yang dinyatakan lulus melalui rapat pleno BSNP sebanyak 527 jilid dari 986 jilid buku yang dinilai dengan rincian sebagai berikut: (1) Seni Budaya dan Ket.SD/MI sebanyak 48 jilid dari 174 jilid buku yang dinilai; (2) Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 8 jilid dari 23 jilid buku yang dinilai; (3) Seni Teater SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 23 jilid buku yang dinilai; (4) Seni Musik SMP/MTs sebanyak 7 jilid dari 21 jilid buku yang dinilai; (5) Seni Tari SMP/MTs sebanyak 8 jilid dari 16 jilid buku yang dinilai; (6) Seni Musik SMA/MA sebanyak 6 jilid dari 13 jilid buku yang dinilai; (7) Seni Tari SMA/MA sebanyak 6 jilid dari 7 jilid buku yang dinilai; (8) TIK SMP/MTs sebanyak 115 jilid dari 199 jilid buku yang dinilai; (9) TIK SMA/MA sebanyak 43 jilid dari 78 jilid buku yang dinilai; (10) Penjasorkes SD/MI sebanyak 193 jilid dari 304 jilid buku yang dinilai; (11) Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 63 jilid dari 97 jilid buku yang dinilai; (12) Penjasorkes SMA/MA sebanyak 25 jilid dari 31 jilid buku yang dinilai; Buku teks pelajaran yang dinyatakan lulus pada penilaian tahap I dilanjutkan untuk dinilai pada tahap II.
159

2. Penilaian tahap II ini dilakukan oleh 2 orang guru mata pelajaran dan satu orang ahli grafika untuk setiap jilid buku. Kegiatan penilaian tahap II ini dilaksanakan di hotel Grand Jaya Raya Cisarua Bogor tanggal 3 – 6 Mei 2009 yang dihadiri oleh BSNP sebagai supervisor utama. tim pengembang instrumen sebagai supervisor. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 0 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 0 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Seni Musik SMP/MTs sebanyak 1 jilid dari 7 jilid buku yang dinilai. Penilaian Tahap II Buku teks pelajaran yang dinyatakan lulus pada tahap I dilanjutkan untuk dinilai pada penilaian tahap II. dan yang dinyatakan tidak lulus (TL) sebanyak 72 jilid.SD/MI sebanyak 10 jilid dari 48 jilid buku yang dinilai. TIK SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 115 jilid buku 160 . dan pimpinan Pusbuk beserta staf. Seni Budaya dan Ket. 3. 5. 4. Rincian buku yang dinyatakan lulus sebagai berikut: 1. Sesuai dengan kriteria penilaian yang ditetapkan oleh BSNP dalam prosedur operasi standar. 6. Seni Tari SMA/MA sebanyak 1 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 2 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. penilai. maka jumlah buku teks pelajaran yang dinyatakan lulus (L) sebanyak 24 jilid. 8. keyakan bahasa dan kelayakan kegrafikaan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 e. lulus dengan perbaikan (LP) sebanyak 431 jilid. Komponen yang dinilai pada penilaian tahap II ini adalah komponen kelayakan penyajian. Seni Musik SMA/MA sebanyak 1 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 7.

7. Penjasorkes SD/MI sebanyak 171 jilid dari 193 jilid buku yang dinilai. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. Seni Musik SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 7 jilid buku yang dinilai. 2. TIK SMA/MA sebanyak 35 jilid dari 42 jilid buku yang dinilai. Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 2 jilid dari 63 jilid yang dinilai. Seni Tari SMA/MA sebanyak 5 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Seni Budaya dan Ket SD/MI sebanyak 37 jilid dari 48 jilid buku yang dinilai. 3. 10. 12. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 6 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 6. TIK SMA/MA sebanyak 0 jilid dari 42 jilid yang dinilai. 8. 161 .PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP yang dinilai. buku buku buku buku Selanjutnya rincian buku yang dipertimbangkan lulus dengan perbaikan sebagai berikut: 1. 9. Penjasorkes SD/MI sebanyak 2 jilid dari 193 jilid yang dinilai. Seni Musik SMA/MA sebanyak 5 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. 4. 10. 11. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 1 jilid dari 25 jilid yang dinilai. 5. 9. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 8 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. TIK SMP/MTs sebanyak 97 jilid dari 115 jilid buku yang dinilai.

162 . dan tidak lulus (TL). Seni Teater SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi penjelasan kepada para penulis atau penerbit tentang hal-hal yang perlu diperbaiki berdasarkan skor penilaian dan komentar kualitatif penilai.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 f. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 8 jilid buku yang dinilai. Sehubungan dengan hal tersebut. lulus dengan perbaikan (LP). maka melalui sidang pleno BSNP bersama dengan pimpinan Pusbuk ditetapkan 352 jilid buku yang lulus dan 79 jilid buku yang dinyatakan tidak lulus. Seni Budaya dan Ket SD/MI sebanyak 17 jilid dari 37 jilid buku yang dinilai. Pusat perbukuan mengundang para penulis dan penerbit yang bukunya dinyatakan LP. 11. Rincian buku yang dinyatakan lulus diuraikan seperti berikut ini: 1. Kegiatan reviuw ini dilaksanakan di hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada tanggal 3 – 6 Juli 2009. Buku yang dinyatakan LP masih diberi kesempatan untuk diperbaiki oleh penerbit atau penulis. Setelah diadakan reviu dan penilaian terhadap 431 jilid buku. g. 12. Pusat perbukuan bekerjasama dengan BSNP mengumumkan hasil penilaian buku teks pelajaran dengan tiga kriteria yaitu lulus (L). 3. Pengumuman Hasil Penilaian dan Perbaikan Setelah penilaian tahap II selesai maka. 2. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 15 jilid dari 25 jilid buku yang dinilai. Reviu dan Penilaian Buku Yang Lulus dengan Perbaikan Setelah buku yang dinyatakan LP selesai diperbaiki oleh penulis atau penerbit maka buku tersebut diserahkan kembali kepada Pusbuk untuk dinilai. Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 40 jilid dari 63 jilid buku yang dinilai.

Seni Musik SMA/MA sebanyak 3 jilid dari 5 jilid buku yang dinilai. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 5 jilid 6. maka jumlah buku yang dinyatakan lulus sebanyak 376 jilid dengan rincian sebagai berikut: 1. 6. Seni Teater SMP/MTs sebanyak 4 jilid 4. Seni Rupa SMP/MTs sebanyak 4 jilid 3. 7. Penjasorkes SMA/MA sebanyak 15 jilid dari 15 jilid buku yang dinilai. 9. Seni Musik SMA/MA sebanyak 4 jilid 7. 4. Seni Budaya dan Ket SD/MI sebanyak 27 jilid 2. TIK SMP/MTs sebanyak 63 jilid dari 97 jilid buku yang dinilai.PENILAIAN BUKU TEKS PELAjARAN Januari 2010 © BSNP Seni Musik SMP/MTs sebanyak 4 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. TIK SMA/MA sebanyak 32 jilid dari 35 jilid buku yang dinilai. 5| Hasil yang diperoleh Berdasarkan data hasil penilaian tahap II dan penilaian buku yang dinyatakan LP pada tahap II. Penjasorkes SMP/MTs sebanyak 40 jilid dari 40 jilid buku yang dinilai. 12. 5. 8. 11. Seni Tari SMP/MTs sebanyak 3 jilid dari 6 jilid buku yang dinilai. Seni Tari SMA/MA sebanyak 4 jilid dari 5 jilid buku yang dinilai. Seni Tari SMA/MA sebanyak 5 jilid 8. TIK SMA/MA sebanyak 32 jilid 163 . TIK SMP/MTs sebanyak 67 jilid 9. Seni Musik SMP/MTs sebanyak 5 jilid 5. Penjasorkes SD/MI sebanyak 163 jilid dari 171 jilid buku yang dinilai. 10.

164 . Penjasorkes SMA/MA sebanyak 165 jilid sebanyak 42 jilid sebanyak 16 jilid Buku yang dinyatakan lulus tersebut selanjutnya direkomendasikan kepada Mendiknas untuk ditetapkan melalui Permendiknas tentang buku teks pelajaran yang layak dipergunakan dalam proses belajar mengajar. waktu yang diperlukan untuk menilai sebuah buku relatif lama akibatnya waktu penilaian yang ditetapkan panitia harus ditambah untuk mengakomodasi hal tersebut. Penjasorkes SD/MI 11. Penjasorkes. Akibatnya diperlukan banyak moderasi untuk menjembatani adanya perbedaan skor antar penilai. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. 6| Refleksi Dalam pelaksanaan penilaian buku teks pelajaran Seni Budaya. Keterampilan. Penjasorkes SMP/MTs 12. Tujuan perbaikan sistem perekrutan dan pelatihan calon penilai adalah untuk mendapatkan penilai yang tidak saja kompeten tetapi juga memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan kualitas perbukuan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 10. dan TIK ditemuai beberapa kendala antara lain: adanya sebagian penilai yang kurang memahami filosofi penilaian buku dan juga kurang memahami instrumen walaupun telah dilatih sebelumnya. Selain itu. maka untuk masa yang akan datang sistem perekrutan dan seleksi calon penilai perlu disempurnakan.

UNPk Badan Standar Nasional Pendidikan 165 .BAB 10 PENyELENggArAAN UjiAN NASioNAL 2009: UN. UASbN.

.

BSNP Depdiknas MRPTNI Depag 1. 3. UASBN. UNPK Januari 2010 © BSNP BAB 10.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. 2. 3. namun untuk Ujian Akhir Sekolah Berstan167 . UASBN. Tabel 1. Lihat Tabel 1 di bawah. Seperti tahun 2008. dan Penyelenggara Tingkat Satuan Pendidikan. 2. Kanwil Depag 1. Satuan Pendidikan Bupati/Walikota PT: Pengawas PT Satuan Pendidikan Dinas Pendidikan PT: Tim Pemantau Kandepag Idependen (TPI) Untuk UN Perguruan Tinggi (PT) ikut aktif berperan serta dalam struktur Penyelenggara. pasal 67 ayat (1) Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur nonformal kesetaraan. Penyelenggara UN Pusat Provinsi Kab/Kota 1. 4. Gubernur 2. untuk tahun 2009 susunan penyelenggara UN terdiri dari: Penyelenggara Tingkat Pusat. Penyelenggara Tingkat Kabupaten/Kota. UNPK A| PENdAHULUAN Salah satu tugas BSNP adalah menyelenggarakan Ujian Nasional sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyelenggara Tingkat Provinsi. PTN 3. 4. PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL 2009: UN. Dinas Pendidikan 4.

b. Dalam penyelenggaraan UN tahun 2009 untuk SMA/MA. Depag Provinsi 1. membentuk tim kerja UN di tingkat provinsi yang bertugas. BSNP 2. menjamin objektivitas dan kredibilitas pelaksanaan UN di wilayahnya. c. Kandepag Satuan Pendidikan Sekolah/Madrasah Masing-masing penyelenggara memiliki tugas dan tanggungjawab yang berbeda antara SMA/MA dengan SMP/MTs. f. SMALB. sebagai koordinator perguruan tinggi di provinsi tertentu. Penyelenggara UASBN Pusat 1. 1) menunjuk perguruan tinggi yang bertugas pada kabupaten/ kota di provinsi yang menjadi kewenangannya. Depdiknas 3.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 dar Nasional (UASBN) ujian di tingkat SD/MI dan SDLB perguruan tinggi tidak ikut berperan serta secara aktif. PT relatif tidak ambil peran pada UASBN. namun PT dilibatkan dalam review soal UASBN yang dilaksanakan di semua provinsi. 2) menetapkan tata kerja pengawasan penyelenggaraan UN. dan kejujuran pemindaian 168 . e. menjamin keamanan. Perguruan tinggi tersebut bertanggung jawab untuk: a. SMPLB. BSNP menunjuk perguruan tinggi negeri berdasarkan rekomendasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Bupati/Walikota 3. kerahasiaan. Gubernur 2. Kanwal Depag Kab/Kota 1. Tabel 2. 3) mensosialisasikan pengawasan penyelenggaraan UN. d. 4. 4. melaksanakan pengawasan UN berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Dinas Pend. Lihat Tabel 2 di bawah. Dinas Pend. dan SMK serta dengan SD/MI dan SDLB. menjaga keamanan dan kerahasiaan penggandaan dan pendistribusian naskah UN. melakukan pemindaian (scanning) LJUN dengan menggunakan perangkat lunak yang ditetapkan oleh BSNP.

22 April 2009 UN Susulan Rabu . dan SMK tahun PELAJARAN 2008/2009 dilaksanakan dari tanggal 20 sampai dengan 24 April 2009 dengan jadwal sebagai berikut: jadwal UN SmA Tahun Pelajaran 2008/2009 No jenis UN Hari dan Tanggal jam Program IPA mata Pelajaran Program Program IPS Bahasa Program Keagamaan Bahasa Indonesia 1. B| jAdWAL UjIAN UN SMA/MA. SMLB.00 Matematika Matematika Matematika Matematika 08.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. UN Utama 3. 4. dan melaporkan pelaksanaan UN di wilayahnya kepada Menteri melalui BSNP. 29 April 2009 UN Utama Kamis. 27 April 2009 08.00 – 10.00 – 13.00 – 10.00 – 10. dan SMK seperti tahun sebelumnya hanya sebagai tim pemantau independen (TPI). SMPLB. Selasa. SMALB. 21 April 2009 UN Susulan Selasa. menyerahkan hasil pemindaian (scanning) LJUN ke Penyelenggara UN Tingkat Pusat. g. memantau. 28 April 2009 UN Utama Rabu.00 Bahasa Bahasa Bahasa Indonesia Indonesia Indonesia Biologi Bahasa Inggris Sosiologi Bahasa Inggris 2. h. UASBN. mengevaluasi. 30 April 2009 Sejarah Budaya/ Ilmu Kalam Antropologi Bahasa Bahasa Inggris Inggris 08.00 – 10.00 11.00 08. 23 April 2009 UN Susulan Kamis. UN Utama Senin. Peran PT untuk UN SMP/MTs. 20 April 2009 UN Susulan Senin. UNPK Januari 2010 © BSNP LJUN.00 Fisika Geografi Sastra Indonesia Ilmu Hadis 169 .

22 April 2009 Rabu .00 – 10. 27 April 2009 Selasa.00 – 10.00 08. 3.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 No jenis UN Hari dan Tanggal jam Program IPA mata Pelajaran Program Program IPS Bahasa Program Keagamaan Ilmu Tafsir 5. Nilai ujian praktik dipergunakan untuk menentukan nilai rata-rata ujian nasional sisiwa SMK.00 – 10. jenis UN 1. 28 April 2009 Rabu. 29 April 2009 jam 08. 22 April 2009 Rabu . 3.00 08. 20 April 2009 Senin.00 08. sebelum UN utama dilaksanakan. 1. 24 April 2009 UN Susulan Jumat .00 – 10. 2. untuk SMK diadakan uji kompetensi kejuruan yang meliputi ujian teori dan ujian praktik.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Pada tahun 2009. UN Utama Jumat.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris jadwal UN SmK Tahun Pelajaran 2008/2009 No.00 – 10. 21 April 2009 Selasa. 27 April 2009 Selasa. 21 April 2009 Selasa.00 – 10. 20 April 2009 Senin. 29 April 2009 jam 08.00 Kimia Ekonomi Bahasa Asing jadwal UN SmALB Tahun Pelajaran 2008/2009 No. jenis UN UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan Hari dan Tanggal Senin.00 – 10. 1 Mei 2009 08. UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan UN Utama UN Susulan Hari dan Tanggal Senin. Pelaksanaan UN SMP/MTs dan SMPLB dimulai dari tanggal 27 sampai dengan 30 April 2009 dengan jadwal sebagai berikut: 170 .00 08. 28 April 2009 Rabu. 2. Kelulusan dalam uijan teori kejuruaan merupakan syarat untuk mengikuti ujian praktik kejuruan.

00 – 10.30 – 17.00 08. 13 Mei 2009 Jumat . 28 April 2009 Selasa. jenis UN 1.00 – 10. 27 April 2009 Senin. UASBN Utama UASBN Susulan 3. 22 Mei 2009 jam 08.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Untuk UASBN tahun 2009 dilaksanakan dari tanggal 11 sampai dengan 13 Mei 2009 dengan jadwal sebagai berikut: jadwal UASBN Tahun Pelajaran 2008/2009 No.00 – 15. 5 Mei 2009 Rabu.00 – 10. Paket b. 29 April 2009 Rabu. Paket B. UN Utama UN Susulan Hari dan Tanggal Senin.00 – 10.00 08.30 Kamis 2 Juli 2009 171 .00 – 10.00 08. 6 Mei 2009 Kamis.00 18 November 2009 15. UN Utama UN Susulan 3. 7 Mei 2009 jam 08. jenis UASBN 1. UN Utama UN Susulan 4.30 19 November 2009 13. 11 Mei 2009 Senin. UN Utama UN Susulan 2. UNPK Januari 2010 © BSNP jadwal UN SmP/mTs/SmPLB Tahun Pelajaran 2008/2009 No. dan Paket C Tahun 2009 Program Hari Tanggal Periode I Periode II 1 Juli 2009 jam mata Ujian Pendidikan Kewarganegaraan Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Bahasa Indonesia Paket A Rabu 13. UASBN Utama UASBN Susulan 2. dan Paket C tahun 2009 dilaksanakan dua periode dengan jadwal sebagai berikut: jadwal Ujian Program Paket A.30 – 17.00 – 10.00 mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Untuk Ujian Program Paket A.00 – 10. 19 Mei 2009 Rabu. 18 Mei 2009 Selasa. UASBN. 30 April 2009 Kamis . 4 Mei 2009 Selasa.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.00 15.00 – 15. 12 Mei 2009 Selasa.00 08.00 08. UASBN Utama UASBN Susulan Hari dan Tanggal Senin.

dan Matematika.00 2009 Pada periode kedua mulai diadakan UN Program paket C Kejuruan selama dua hari pada tanggal 10 dan 11 November 2009 bersamaan dengan UN Paket C dengan 4 mata pelajaran yang diujikan yakni: Pendidikan Kewarganegaraan.00 18 November Rabu 1 Juli 2009 2009 15.30 – 17.00 – 15. Bahasa Inggris.30 14.30 – 17.00 2009 Hari Selasa 23 Juni 2009 10 November 2009 13.00 – 16.00 19 November Kamis 2 Juli 2009 2009 15.30 13.30 – 18.00 – 15.00 13.00 mata Ujian Matematika Pendidikan Kewarganegaraan Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Ilmu Pengetahuan Alam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Sosiologi Geografi Bahasa Indonesia Ekonomi Matematika Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Inggris Biologi Kimia Bahasa Indonesia Fisika Matematika Paket C IPS 11 November Rabu 24 Juni 2009 2009 25 Juni 12 November Kamis 2009 2009 13 November Jum’at 26 Juni 2009 2009 Selasa 23 Juni 2009 10 November 2009 Paket C IPA 15. Bahasa Indonesia.00 – 15.30 – 17.00 – 15.00 – 15.00 – 16. 172 .30 13 November Jum’at 26 Juni 2009 14.00 15.30 13.00 2009 13.30 14.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Program Paket B Tanggal jam Periode I Periode II 20 November Jum’at 3 Juli 2009 14.00 Kamis 2009 2009 15.30 2009 25 Juni 12 November 13.00 – 16.30 – 17.30 – 17.30 – 17.30 13.30 11 November 13.30 – 17.30 – 17.00 – 15.00 Rabu 24 Juni 2009 15.00 – 15.00 15.00 20 November Jum’at 3 Juli 2009 16.00 15.00 – 15.00 – 16.

00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4. Khusus untuk SMK nilai ujian praktik kejuruan minimal 7. 3. dengan nilai minimal 4. 2. b. Kriteria kelulusan UASBN ditetapkan oleh setiap sekolah/madrasah yang peserta didiknya mengikuti UASBN. Untuk UASBN tidak ada kriteria kelulusannya namun menurut POS UASBN diatur sebagai berikut: 1. Kriteria kelulusan UASBN ditetapkan melalui rapat dewan guru yang mencakup: a. UASBN.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. oleh masing-masing satuan pendidikan.25 untuk mata pelajaran lainnya b. nilai rata-rata ketiga mata pelajaran. Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud di atas. Hasil UN SMA/MA dan SMK diumumkan paling lambat pada minggu kedua Juni 2009. UNPK Januari 2010 © BSNP C| KRITERIA KELULUSAN Adapun kriteria kelulusan UN tahun pelajaran 2008/2009 adalah sebagai berikut: 1. Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut: a. Bagi peserta didik yang tidak lulus UN SMA/MA dan SMP/MTs dapat mengikuti UN untuk Program Paket C yang diselenggarakan 173 . nilai minimum setiap mata pelajaran yang diujikan.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN 2.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Kelulusan UASBN digunakan sebagai salah satu pertimbangan penentuan kelulusan dari sekolah/madrasah. Memiliki nilai rata-rata minimal 5. serta hasil UN SMP/MTs dan SD/MI diumumkan pada minggu ketiga Juni juga oleh masing-masing satuan pendidikan.

25 10.46 29.35 0. dengan jumlah sekolah 41271.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 pada tanggal 23 – 26 Juni 2009.00 1.00 1.59 0.59 IPA 7.00 7.15 0. dan untuk program Paket B dari tanggal 1 – 3 Juli 2009.30 Tabel berikut menyajikan hasil UN empat tahun terakhir.25 10.96 6.00 1.30 TOTAL 21.15 MAT 7.44 MAT 7. memiliki kartu tanda peserta ujian nasional pendidikan formal dan surat keterangan tidak lulus atau telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran di pendidikan formal.20 10. SMP/MTs Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 7.07 27.00 1. Adapun prosentasi ketidaklulusan siswa SMP/MTs adalah 4.27 TOTAL 29. d| HASIL UN TAHUN PELAjARAN 2008/2009 Hasil UN tahun pelajaran 2008/2009 adalah sebagai berikut: 1. Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 BIN 7.20 10.30 0.60 40. SmP/mTs UN SMP/MTs diikuti oleh 3441815 siswa SMP/MTs/SMP Terbuka baik negeri maupn swasta. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh peseta didik yang akan pindah jalur dari formal ke nonformal.62 6.39 6.81 7. antara lain: harus terdaftar pada satuan pendidikan nonformal kesetaraan.30 1.72 6.30 174 .69 7.96 7.55 IPA 7. Tabel berikut menyajikan nilai rata-rata pencapaian nasional siswa SMP/MTs tahun pelajaran 2008/2009.21 21.910% (169010 siswa).00 4.20 ING 7.46 7.13 6. bila dibandingkan dua tahun terakhir hasil pencapaian UN secara nasional meningkat.35 ING 6.

50 7.22 6.56 6.47 6.55 4871 4.08 6.20 2.32 7.80 7.40 7.53 28.32 7.05 6.34 7.65 5.94 6.25 6.99 8.95 7.92 7.79 3.49 6.57 7. UASBN.06 6.73 2829 10.94 7.06 6.99 7.49 6.25 6.95 5.05 7.07 6.25 6.72 6.64 6.58 3. Peserta Lls 132958 254 600479 6352 501622 33296 47593 510033 79271 235433 76446 81344 43293 105911 118437 55049 27467 42859 47541 33478 36886 120815 36937 28064 52067 76078 62555 24816 26568 17691 13956 3111 % 0.84 8.26 7.88 6.82 6.99 6.11 8.25 7.35 7.98 2697 3948 15.23 8.71 3819 1990 1115 414 4773 7493 993 1595 217 6462 13.92 7.21 7.28 7.62 7.76 7.45 5.94 6.48 7.22 12174 22.07 7.69 5.17 6.13 7.83 6.72 7.42 8.90 6.04 8.92 6.90 6.93 7.30 7.89 7.19 1.79 7.78 8.95 7.23 6.86 7.29 7.26 mAT 6.84 7.33 7.96 5.17 7.47 7.4 7.74 6.48 7.65 6.29 7.60 7.99 2.51 6.68 7.39 6.66 6.95 7.64 6.73 6.03 7.25 7.66 5.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.9 6.71 7.59 5.95 6.34 7.76 5.90 7.85 6.24 15974 3.19 ING 6.09 6.77 7.11 6.84 7.94 5.62 5.98 6.39 8.58 6.76 6.13 6.35 7.15 12.83 6.23 5.21 4.64 6.55 6.49 7.24 7.73 6.68 0.66 18590 29.64 IPA RATA 6.16 1.54 mATA UjIAN BIN 7.53 7.16 7.52 6.51 6. UNPK Januari 2010 © BSNP Selanjutnya pencapaian setiap provinsi dalam empat matapelajaran yang diujikan pada UN SMP/MTs tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG Tdk.11 7.37 7.76 6.99 7.33 8.73 7.25 7.08 175 .89 7.97 7.58 7.17 7.74 2416 9.90 6.13 2841 7600 6851 4712 1313 1646 3.55 7.27 6.94 7.67 7.03 1.98 7.75 7.40 7.05 6.49 7.55 6.13 7.

93 0.65 2.18 MAT 7.00 1.10 BIO 7.69 6.75 58. Peserta Lls 14090 488 148123 2176 17484 3175 16055 1836 10416 989 % 3. dan 6.216 TOTAL 1523908 26214 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program IPA sebagai berikut: SMA/MA IPA Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6. 8.50 10.02 9.76 0. Tabel berikut menyajikan jumlah peserta.44 9.218 BAHASA 43690 1342 10.19 6. SmA/mA Ada empat program pada UN SMA/MA yaitu program IPA.00 1.47 ING 6.80 RATA 7.71 0.10 6.64 IPA 7.19 7.45 TOTAL 45.44 6.60 1.593 IPS 854628 14718 8.25 10.593% (untuk program IPA).24 6.03 ING 7.79 0.39 7.94 7.25 10.51 6.481 KEAGAMAAN 3532 132 6.00 1.30 0.16 0.39 7.50 mATA UjIAN BIN 6.30 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program IPS sebagai berikut: 176 . dengan prosentase ketidaklulusan mulai dari 3.49 7.51 6.83 6.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 jUmLAH NAmA PROPINSI GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT Tdk.00 1. 10.25 6.00 1.50 10. Program Studi Jumlah peserta Jumlah sekolah % ketidaklulusan IPA 622058 10022 3. IPS Bahasa.47 6.01 6. jumlah sekolah.40 5.59 2.68 6.29 KIM 8.52 FIS 7.46 1.63 7.218% (untuk program IPS).481% (untuk program Bahasa).80 10.39 6. dan khusus MA program keagamaan.216% (untuk MA program Keagamaan).80 7. Total jumlah peserta 1523908 yang berasal dari 26214 sekolah/madrasah baik swasta maupun negeri.47 18.16 11.79 mAT 7. dan prosentase ketidaklulusan UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009.

85 5.28 Januari 2010 © BSNP GEO 6.20 10.27 2.81 1.57 TAFSIR 8.41 ING 7.65 7.96 8.00 7.50 5.40 9.25 10.00 1.00 1.44 6.56 EKO 7.76 0.83 8.32 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program Keagamaan sebagai berikut: MA KEAGAMAAN Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.20 9.71 4.00 1.60 55.00 1.00 10.82 6.35 mATA UjIAN BIN 7.00 1.40 10.36 0.06 1.15 7.36 ING mAT FIS 7.41 MAT 6.87 1.45 7.00 10.75 9.40 54.00 0.75 1.31 3.69 KIm BIO RATA 7.00 1.00 1.56 7.85 1.35 7.50 10.24 TOTAL 42.16 7.40 5.73 7.14 TASAWUF 6.22 TOTAL 43.75 8.81 7.80 1.74 SAS 6.19 8.00 54.23 7.32 0.88 2.04 0.25 1.80 1.41 MAT 7.24 7.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN. UASBN.66 0.50 10.37 2.65 18.26 SOS 6.09 1.36 5.83 0.25 10.72 8.00 1.00 10.00 1.01 HADIS 7.11 ANTR 5.99 ING 6.36 TOTAL 41.25 10.79 0.52 8.25 7.00 1.27 0.25 9.21 7.36 7.79 0.17 6. Peserta % Lls 24455 88750 64048 8789 577 242 1738 382 2.07 Pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN SMA/MA program IPA tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA Tdk.60 6.66 0.17 0.36 Pencapaian nasional pada setiap matapelajaran UN SMA/MA tahun pelajaran 2008/2009 untuk program Bahasa sebagai berikut: SMA/MA Bhs Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.00 1.50 10.00 1.ASING 8.56 2.18 ING 7.68 6.43 MAT 7.52 177 .20 9.00 1.50 10. UNPK SMA/MA IPS Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6.00 10.04 B.

75 8.60 6.36 21.07 7.02 7.25 0.44 5.14 8.05 7.16 7.79 7.61 6.73 7.13 8.39 7. Peserta % Lls 84477 2283 2.17 8.78 49 2.89 7.39 8.72 7.70 35036 65155 16528 15652 8471 22633 17978 6630 4679 6493 8472 6108 7408 30972 9662 6813 11074 13748 8055 5178 5887 5150 2553 2271 21845 2643 2484 1961 1417 856 215 196 66 172 349 1141 526 235 510 44 1197 2221 54 607 1 1149 1702 430 340 4.52 7.92 7.01 8.47 7.14 6.01 7.34 7.61 8.33 8.58 6.58 7.04 1.28 5.45 8.24 3.22 6.76 6.5 7.48 6.97 7.31 6.25 7.50 6.17 8.54 6.56 8.14 7.53 7.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 jUmLAH NAmA PROPINSI JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT Tdk.22 7.64 7.36 8.56 6.09 5.43 8.39 5.55 6.31 6.30 1.61 6.72 6.07 7.77 8.73 6.17 0.10 7.47 7.80 6.09 6.48 8.84 7.72 16.56 6.78 mATA UjIAN BIN ING mAT FIS KIm BIO RATA 6.21 11.92 6.66 7.89 8.16 9.11 5.82 7.40 7.6 8.63 8.91 8.6 7.38 7.84 8.46 6.96 7.89 6.85 6.55 6.21 5.90 5.97 6.78 6.57 7.39 6.73 7.94 17.83 5.78 6.05 8.16 7.90 7.50 6.93 8.02 6.69 8.52 8.92 7.65 8.70 7.51 7.33 5.08 7.98 7.16 7.17 6.81 Pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN SMA/MA program IPS tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: 178 .03 7.84 6.80 7.24 6.55 5.71 17.59 6.37 8.25 7.20 6.97 7.44 7.26 7.79 7.2 5.02 0.77 6.87 8.38 7.09 6.31 6.90 6.98 7.1 8.38 8.66 8.24 7.17 7.07 1419 27.39 8.79 6.1 8.48 7.39 7.01 7.62 7.48 6.65 6.39 6.52 6.02 7.22 7.45 5.11 6.73 7.86 6.11 6.30 5.35 7.76 1.66 14.81 7.96 7.43 6.25 7.91 6.15 7.45 7.20 559 373 321 344 2.74 7.05 6.30 6.77 7.38 6.00 8.07 636 24.27 6.78 0.22 6.52 8.13 6.76 5.57 7.78 8.02 6.21 7.99 9.63 7.31 7.99 5.48 7.32 6.36 8.92 7.78 7.96 7.12 6.86 7.67 12.60 7.62 6.07 7.22 7.61 7.19 7.69 6.82 7.98 8.17 5.30 7.91 0.36 6.64 6.10 7.99 7.34 8.71 8.31 1.57 8.53 6.98 7.

34 6.05 7.26 6.58 7.39 6.03 5.35 5.59 6.29 6.61 7.51 7.6 7.85 19.53 6.49 30.52 5.32 6.09 7.67 4.91 6.64 7.90 7.49 5.79 8.12 7.47 6.55 5.37 7.55 6.41 6.99 5.27 37.06 7.25 6.71 7.63 6.99 7.42 21.79 11.99 5.05 5.18 0.21 6.55 6.54 7.11 7.26 6.88 6.15 6.18 6.27 5.99 5.12 6.53 7.1 7.86 10.35 7.07 18.58 6.85 6.20 6.55 6.52 5.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.61 5.54 6.19 6.61 7.34 5.46 6.93 6.69 6.34 6.76 7.39 7.14 GEO 7.15 7.62 7.65 7.17 5.02 7.62 6.05 7.93 8.54 5.97 7.22 6.54 6.83 6.88 8.15 7.12 5.00 6.32 6.42 6.34 6.31 17.32 4.05 6.78 6. Lls 1543 948 6059 856 6432 3653 2579 1466 1161 760 509 2928 3201 1759 1414 2382 165 4686 2280 750 1407 7 4671 7027 1568 941 1905 1239 78 3003 1137 716 1001 % 4.73 6.80 8.10 6.64 8.23 7.65 6.19 7.95 7.05 7.13 7.11 6.40 6.90 5.14 RATA 7.41 9.17 8.15 7.82 7.80 6.01 5.69 6.36 0. UASBN.70 12.38 7.96 6.65 7.49 7.82 6.42 6.43 7.64 13.10 8.11 6.62 7.27 7.95 6.10 16.39 5.87 6.51 7.38 7.26 7.20 6.59 6.82 5.79 5.82 5.54 7.71 5.63 7.57 5.07 5.89 6.35 6.26 2.16 28.90 6.41 6.42 6.65 6.44 6.95 19.89 6.63 6.30 6.24 5.03 6.68 6.38 5.71 5.35 7.55 5.06 16.81 7.84 Januari 2010 © BSNP NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT EKO 7.35 7.38 6.60 7.30 6.15 7.86 1.09 mAT 7.95 6.92 6.21 6.81 7.7 6.92 6.91 7.08 7.78 7.10 6.12 7.11 7.20 6.87 4.95 7.48 7.33 6.66 8.59 6.84 6.36 6.19 5.12 6.87 8.06 33.06 5.26 5.76 6.89 7.48 6.52 5.48 7.72 6.89 6.45 6.99 179 .99 8.44 6.17 7.91 6.02 6.41 7.69 ING 7.85 6.5 7.40 6.06 36.47 7.09 6.69 8.04 SOS 7.18 2.36 7.19 6.78 8. UNPK jUmLAH Peserta 36898 106565 98472 11379 114084 26339 59378 25865 26844 15627 36105 32176 18881 8887 12503 13797 7991 12823 31018 13165 11380 10673 25572 18566 7895 9354 5745 4396 3600 35651 5400 4341 3258 Tdk.14 6.53 6.72 mATA UjIAN BIN 6.34 6.10 6.77 7.42 5.8 6.31 6.74 5.4 7.68 7.27 7.03 6.61 5.18 6.11 7.68 6.61 7.72 6.56 6.72 6.72 7.44 6.40 5.41 6.2 6.51 7.

67 5.62 6.54 4.98 6.94 8.63 6.41 6.45 4.60 12.81 5.60 4.87 3.27 6.67 5.79 5.23 6.72 6.41 6.61 6.97 9.28 5.49 8.77 5.16 6.51 6.38 6.03 6.50 5.02 6.51 5.97 6.62 24.16 5.86 6.53 7.55 6.44 6.90 7.96 6.01 6.84 4.12 6.60 7.97 5.40 7.44 6.03 6.58 7.35 8.09 7.38 24.23 7.98 6.69 5.95 7.73 7.94 6.22 6.91 7.79 5.3 6.88 6.42 BAS RATA 7.05 5.63 7.93 0.66 7.41 5.05 7.29 7.01 5.96 6.71 7.25 6.74 12.00 7.36 6.39 5.75 24.57 6.32 5.39 6.60 9.08 13.17 4.6 7.07 5.72 6.57 5.28 5.39 6.33 6.70 7.9 7.05 8.73 7.09 6.79 1.36 6.09 6.13 6.25 6.76 7.61 7.01 0.05 7.05 5.84 2.97 6.23 6.49 6.82 6.04 7.64 7.81 6.91 7.63 7.37 5.10 5.92 6.30 6.98 5.34 6.22 5.55 5.19 10.96 8.87 24.33 6.19 15.43 7.18 5.92 7.98 6.02 8.84 5.79 5.88 7.28 6.41 6.91 6.14 8.53 8.08 6.49 7.71 5.72 5.67 7. Adapun pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN SMA/MA program Bahasa tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH Peser.68 7.47 5.23 8.95 6.77 27.74 5.49 31.70 7.97 7.97 7.37 8.56 7.32 5.88 6.06 6.97 5.23 5.78 6.31 7.84 6.54 6.04 19.10 7.86 6.36 7.98 6.12 20.23 7.22 16.78 6.T d k .92 6.92 7.23 7.42 7.33 6.54 6.73 6.76 6.89 6.14 7.82 7.52 5.10 5.50 4.98 6. ta Lls 810 73 3541 19 4495 210 244 13 7073 468 299 252 341 187 470 291 157 413 957 252 1725 802 1137 199 1462 5015 5733 5256 785 196 129 520 274 72 34 107 46 46 3 20 51 171 8 82 194 171 39 189 11 924 1097 195 4 57 56 74 mATA UjIAN % 9.86 7.02 6.78 8.91 5.74 mAT SAS 5.18 6.35 7.85 6.01 7.39 5.65 NAMA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG 180 .04 44.95 7.35 17.56 6.10 7.03 12.01 BIN 7.11 6.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 Dua provinsi tidak ada program bahasa yaitu provinsi Sulawesi Barat dan Papua Barat.57 6.66 7.04 4.96 5.81 7.46 5.70 7.41 7.32 ATR 5.44 ING 7.20 7.21 6.

59 7.13 6.42 7.39 5.41 15.18 6.24 6.57 7.37 7.48 5.29 7.23 9.41 8.09 8.67 7.73 7.64 6.62 6.02 8.94 5.07 8.95 Untuk MA program Keagamaan baru ada di 19 provinsi seperti pada tabel.11 5.12 7.PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN.15 6.13 mATA UjIAN BIN 6.42 6.31 6.19 7. UNPK jUmLAH Peser.86 2.58 30.20 ING 7.73 6.94 6.49 6.38 7.03 7.60 6.11 6.22 8.65 8.25 7.48 6.28 4.77 6.56 4.04 7.13 8.59 7.96 8.76 6.11 8.11 8.66 7.20 7.76 6.73 8.23 JAWA TIMUR 38 NEGGROE ACEH DARUSSALAM 716 SUMATERA UTARA 94 SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN 71 34 156 97 255 34 25 52 32 12 181 9 7.88 7.36 7. ta Lls 52 308 49 315 96 mATA UjIAN % BIN ING 7.29 6.52 7.72 34.52 7.56 6. Dengan pencapaian setiap provinsi dalam enam matapelajaran yang diujikan pada UN MA program Keagamaan tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut: jUmLAH NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA Tdk.48 6.11 6.45 7.78 4.72 7.11 7.91 5.35 7.07 6.03 5.91 6.15 5.52 6.65 6.18 7.04 7.97 7.27 7.19 6.49 HAd TWF RATA 7.30 6.26 6.43 7.78 7.25 7.71 7.50 6.03 11.57 .12 181 16.06 7.12 BAS RATA 7.31 ATR 6.45 9.28 5.19 7.39 6.18 6.35 6.20 8.96 6. Peserta Lls 352 138 6 1189 35 38 36 7 7 1 8 16 30 10 63 % 4.69 7.94 5.81 5.58 6.02 6.73 8.90 8.29 5.99 7.57 6.54 6.22 6.70 7.68 8.92 7.09 mAT TAF 8.55 7.69 8.65 Januari 2010 © BSNP NAMA PROPINSI GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU mAT SAS 7.72 7.23 6.3 8.35 6.18 5.43 7.62 6.11 5.52 7.55 5.22 7.56 7.70 7.74 6.03 7.18 6.10 6.35 2.78 7.05 7.44 8.12 7.66 6.56 7.03 7.56 6.42 6.01 8.20 6.77 6.27 19.23 6.53 6.60 8.85 6.81 7.09 7.74 6.40 8.T d k .53 6. UASBN.44 8.31 6.

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

3.

SmK UN SMK diikuti oleh 707344 peserta dari 6680 SMK dengan berbagai program keahlian dan prosentase ketidaklulusan UN SMK ini adalah 3,495% (24721 peserta). Tabel berikut menyajikan nilai ratarata pencapaian nasional siswa SMK tahun pelajaran 2008/2009.
SMK Rata-rata Nilai terendah Nilai tertinggi Standar deviasi BIN 6,73 0,40 10,00 1,12 ING 7,40 0,20 10,00 1,26 MAT 7,47 0,25 10,00 1,41 Produktif 8,36 1,12 10,00 0,61 TOTAL 19,96 0,20 40,00 3,30

Selanjutnya pencapaian setiap provinsi dalam empat matapelajaran yang diujikan pada UN SMK tahun pelajaran 2008/2009 dapat disajikan sebagai berikut:
NAmA PROPINSI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NEGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA 182 jUmLAH Peserta Tdk. Lls % 57914 116750 127946 19458 112687 7888 53851 13159 11728 5919 14079 19581 8396 3069 6335 11799 6635 1359 1699 2041 407 1658 1687 2939 837 514 317 147 595 1606 507 429 175 178 2,35 1,46 1,60 2,09 1,47 21,39 5,46 6,36 4,38 5,36 1,04 3,04 19,13 16,52 6,77 1,48 2,68 mATA UjIAN BIN ING mAT PRO RATA 6,88 6,77 7,23 7,03 7,12 6,01 5,82 6,78 6,48 5,59 6,84 6,23 5,65 6,36 6,22 6,60 6,8 7,37 7,64 7,17 7,26 7,88 6,86 7,37 6,68 6,81 7,16 7,76 7,50 6,24 5,60 7,05 7,02 7,90 7,27 7,38 7,79 7,73 7,97 6,98 7,51 6,85 7,02 7,37 7,69 7,29 5,84 5,30 7,05 7,13 7,78 8,46 8,25 8,61 8,8 8,67 7,28 8,09 8,14 8,27 8,03 8,28 8,45 8,01 7,5 8,16 8,02 8,14 7,50 7,51 7,70 7,71 7,91 6,78 7,20 7,11 7,15 7,04 7,64 7,37 6,44 6,19 7,12 7,19 7,66

PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN, UASBN, UNPK jUmLAH Peserta 5379 18595 3264 2524 11253 7776 8097 3965 4610 1385 3515 2541 29614 3478 2283 1871 mATA UjIAN BIN ING 6,03 6,72 6,85 7,91 6,75 6,72 5,77 6,35 7,01 7,96 5,34 6,08 6,26 6,30 5,68 6,79 6,3 7,19 5,57 5,82 6,58 6,33 5,88 7,84 6,37 7,74 6,29 7,65 5,86 6,42 6,21 6,24

Januari 2010 © BSNP

NAmA PROPINSI SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANGKA BELITUNG GORONTALO BANTEN KEPULAUAN RIAU SULAWESI BARAT PAPUA BARAT

Tdk. Lls 663 481 302 439 25 1585 959 440 412 201 750 58 304 420 335 252

% 12,33 2,59 9,25 17,39 0,22 20,38 11,84 11,10 8,94 14,51 21,34 2,28 1,03 12,08 14,67 13,47

mAT 6,19 7,49 6,87 5,69 8,39 6,13 6,18 6,66 6,82 5,19 6,14 7,48 7,67 6,70 6,45 6,25

PRO 7,75 8,14 8,06 7,78 8,46 8,09 7,99 7,56 7,96 7,56 8,13 8,01 8,27 7,97 7,86 7,87

RATA 6,67 7,60 7,10 6,40 7,96 6,41 6,68 6,67 7,07 6,04 6,80 7,30 7,51 7,15 0,00 0,00

E| KASUS-KASUS UjIAN NASIONAL TAHUN PELAjARAN 2008/2009
Kasus–kasus UN tahun pelajaran 2008/2009 muncul berdasarkan laporan dari berbagai pihak terkait. Inspektorat Jenderal (Itjen) Depdiknas mencatat 22 kasus selama pelaksanaan ujian nasional (UN) 2009 untuk tingkat SMP, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan SLTA yang meliputi SMA, Madrasah Aliyah (MA) dan SMK. Kasus-kasus yang ditemukan pada pelaksanaan UN 2009 mulai dari kategori ringan terkait pencetakan dan distribusi soal hingga dugaan kebocoran soal UN. Terkait masalah distribusi dan pencetakan soal, tim Itjen menerima laporan dari berbagai daerah antara lain kesalahan nomor pada soal, nomor soal tercetak dua kali, soal tertukar yakni soal A masuk ke amplop soal B, soal mata pelajaran X masuk ke soal mata pelajaran Y, dan kualitas kertas yang mudah rusak. Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) yang tidak sesuai klasifikasi sehingga tidak bisa dibaca opscan. Percetakan yang tidak kredibel karena berorientasi pada biaya
183

Januari 2010 © BSNP

LAPORAN BSNP TAHUN 2009

yang murah dan juga mengubah layout naskah UN. Beberapa kasus terkait pencetakan dan kendala dalam distribusi soal antara lain di Bangka Tengah, Magelang, Purbalingga, Mamuju Sulbar, Majene Sulsel, dan Kabupaten Padang Panjang. Terkait dugaan kebocoran soal UN, ada upaya membocorkan soal terjadi sehari menjelang pelaksanaan UN terjadi di Bengkulu Selatan yang melibatkan 16 orang, yakni 10 kepala sekolah SMA Negeri, empat kepala sekolah swasta, satu kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri dan seorang Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) Diknas setempat. Kasusnya diproses pihak kepolisian karena upaya tindak kecurangan dengan cara menyembunyikan soal cadangan saat penyerahan kepada pihak kepolisian. Kecurangan tersebut segera diketahui polisi yang langsung menangkap basah saat terjadi pembagian berkas di antara ke-16 orang tersebut sehingga jawaban soal tidak sempat dibocorkan kepada peserta didik. Itjen juga menerima laporan dari SMPN I Bengkulu tentang adanya guru yang membocorkan soal dan jual beli soal di SMP di Kendari, dugaan kebocoran jawaban soal di SMP Negeri di Bandung, guru di Banten yang membacakan jawaban soal ujian kepada siswa di dalam kelas. Sementara itu, penyelenggara UN dan tim pemantau BSNP juga memperoleh laporan adanya pungutan uang UN di sekolah swasta di Bandung Barat yang seharusnya gratis. Sedang di sejumlah daerah yang dilanda banjir juga diperoleh laporan soal UN yang rusak, siswa terlambat mengikuti UN karena banjir. Berdasarkan temuan di lapangan dan hasil evaluasi penyelenggaraan UN yang dilakukan oleh BSNP, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), dan Itjen Depdiknas, disepakati untuk diadakan ujian ulang bagi beberapa sekolah. Tercatat sebanyak 19 sekolah/madrasah setingkat SMA/MA/SMK dan juga 19 sekolah/madrasah setingkat SMP/MTs diuji ulang untuk beberapa matapelajaran. Satuan pendidikan tersebut berasal tersebar dari beberapa provinsi.
184

PENyELENGGARAAN UjIAN NASIONAL 2009: UN, UASBN, UNPK

Januari 2010 © BSNP

F| REFLEKSI
Dalam pelaksanaan UN pada tahun 2009 masih menyisakan banyak sekali pro-kontra namun tidak segencar tahun sebelumnya karena pada tahun 2009 ada pemilihan umum (Pemilu) yang hampir bersamaan dengan pelaksanaan UN. Pada tahun ini juga untuk pertama kalinya diadakan ujian ulang bagi sekolah-sekolah yang patut diduga melanggar Prosedur Operasi Standar (POS). Ujian ulang diadakan karena berdasarkan evaluasi pelanggaran terhadap POS UN. Keanggotaan BSNP yang 4 tahunan mestinya sudah berakhir pada bulan Mei 2009, namun baru bulan September 2009 dilantik untuk kenggotaan baru BSNP. Ada 8 anggota baru dan salah satu mengundurkan diri, dimulailah wacana untuk mengembalikan tugas penyelenggaraan UN untuk ditinjau kembali. Secara legal formal BSNP memang sebagai penyelenggara UN, namun secara sumber daya (resources) baik biaya dan tenaga, BSNP tidak memilikinya sehingga semua tergantung pada institusi lain di luar BSNP. Hal-hal semacam inilah yang akan membebani seluruh anggota BSNP pada tahun-tahun yang akan datang, bila UN masih diselenggarakan oleh BSNP yang hanya 15 orang. Hal lain adalah pusaran politik yang melingkupi UN seperti tarik ulur eksekutif dengan legislatif dalam hal kebijakan dan pembiayaan. Ini semua sangat melelahkan dan banyak makan waktu serta tenaga dan pikiran.

185

.

BAB 11 kEgiAtAN rUtiN bSNP Badan Standar Nasional Pendidikan 187 .

.

setiap hari Selasa. Pengambilan keputusan dilakukan bila kourum dipenuhi. perihal rekomendasi standar nasional pendidikan kepada Menteri Pendidikan Nasional dan hal-hal yang bersifat strategis lainnya.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP BAB 11. penilaian buku teks pelajaran. KEGIATAN RUTIN BSNP Dalam melaksanakan misinya: yakni mengembangkan. memantau dan mengevaluasi standar nasional pendidikan. membahas tentang rencana kegiatan BSNP. 1| Rapat Pleno Rapat pleno diselenggarakan sekali seminggu. Hasil-hasil keputusan rapat pleno BSNP didokumentasikan dalam notulen rapat BSNP yang ditandatangani oleh notulis dan diketahui/disahkan oleh ketua dan sekretaris BSNP. BSNP diperlengkapi dengan Rapat Pleno dalam memutuskan semua kebijakannya. pengembangan standar nasional pendidikan. hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan tim ahli pengembang draf standar nasional pendidikan. Disamping itu. dan berfungsi sebagai wahana untuk pengambilan keputusan semua kebijakan yang dikeluarkan oleh BSNP. BSNP juga banyak menerima undangan sebagai nara sumber dari berbagai pihak untuk melakukan sosialisasi kebijakan standar pendidikan dan pelaksanaannya. diantaranya. Rapat Pleno BSNP. yakni dihadiri oleh sedikitnya 8 (dari 15) anggota BSNP. ujian nasional. Rapat pleno ini diadakan secara rutin sekali seminggu. 189 . serta menilai buku teks pelajaran dan menyelenggarakan ujian nasional.

tgl 16 Januari 2009 Panitia Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Forum Guru Profesional Sumatera Selatan (FGP-SS) 190 . 4. Pdt. II BPP Teknologi – Jakarta. 3. Komaruddin. Edy Tri Baskoro. Weinata Sairin. AT. Dr. Dr. Dr. Dr. jANUARI 1. Djemari mewakili BSNP menjadi Nara Sumber Jumpa Pers tentang Pelaksanaan UN dan UASBN Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas. Prof. Mungin. Prof. SMA/ MA dan SMK Provinsi Sumatera Barat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Sumatera Barat. Dr. 2. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Pusat pada kegiatan Penulisan Naskah Soal Pra Ujian Nasional SD/MI. Fawzia. Prof. tanggal 13 Januari 2009 di Departemen Perdagangan – Jakarta. tanggal 12 Januari 2009 di Gerai Informasi dan Media (GIM) Depdiknas – Jakarta. Seto Mulyadi. Prof. Prof. Prof. Mungin dan Prof. Prof. Prof. Soegito menghadiri undangan Pemaparan Instrumentasi SKKD Penulisan Buku TIK dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi. 5. Prof. Prof. Dr. Berikut ini beberapa undangan yang dapat dihadiri oleh BSNP. Prof. Suharsono.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2| menghadiri Undangan BSNP menerima banyak undangan dari berbagai pihak sebagai nara sumber tentang kebijakan standar nasional pendidikan serta pelaksanaannya. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP Permohonan Menjadi narasumber Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Pendidikan. tanggal 15 Januari 2009 di Gd. Yunan Yusuf. Anggani. tanggal 11-15 Januari 2009 di Hotel Rocky Plaza Padang – Sumatera Barat. Kerjasama Perdagangan Internasional. Djaali. M. Bambang Soehendro menghadiri undangan Rapat Stakeholder Jasa Pendidikan Perdagangan Internasional dari Ditjen.

Djaali menghadiri undangan Finalisasi Pedoman/Panduan Kursus dan Kelembagaan dari Ditjen. Prof. Dr. Prof. Suharsono menghadiri undangan Pertemuan “Finalisasi Spektrum Pendidikan Kesetaraan” dari Dit. Depdiknas. Dr. Dr. Prof. Prof. 3. Prof. Pendidikan Kesetaraan Ditjen. PNF-I Depdiknas tanggal 4-6 Februari 2009 di Hotel Lor In – Solo. tanggal 21 Januari 2009 di Hotel Santika – Jakarta. Djaali menghadiri undangan Pemakalah Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Peningkatan Mutu PTK-PNF dari Ditjen. PMPTK Depdiknas. dari Ditjen. 7. Dr. Prof. 4. 2. Dr. Djaali menghadiri undangan rapat Koordinasi Tim Nasional KTSP 2009. FEBRUARI 1. Pembinaan SMK tanggal 23 Januari di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. Prof. PNF-I Depdiknas tanggal 30 Januari – 2 Februari 2009 di Hotel Sahid Kusuma – Surakarta. 9. Seto Mulyadi mewakili BSNP menjadi Pemakalah pada Rapat Kerja Nasional dan Seminar Nasional dari Asosiasi CI/BI.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 6. Dr. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Ujian Nasional Tahun 2008/2009 dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua tanggal 21-24 Januari 2009 di Aula Dinas Pendidikan dan Pengajaan Provinsi Papua. Mungin Eddy Wibowo. Furqon mewakili BSNP menghadiri undangan dalam rangka penyiapan bahan Rembuk Nasional Depdiknas dari Balitbang Depdiknas tanggal 10 Februari 2009 di Balitbang Depdiknas – Jakarta. tanggal 11 Febru191 . Yunan Yusuf dan Dr. 8. PMPTK. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri rapat Koordinasi pelaksanaan Uji Komptensi Keahlian Siswa SMK Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dit. tanggal 2 Februari 2009 di Wisama UNJ – Jakarta.

tanggal 24 Februari 2009 di Hotel Batavia – Jakarta. Dr. Djaali menghadiri undangan Rapat Finalisasi Materi SNP untuk Timnas KTSP tahun 2009 dari Ditjen. PMPTK Depdiknas – Jakarta. Prof. Dr. tanggal 25-26 Februari 2009 di ruang sidang PP ITKON Departemen Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga – Jakarta. Prof. 9. Prof. Prof. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas – Jakarta. Dr. Pembinaan SMK. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri undangan Rapat Kordinasi Pelaksanaan USSN PAI Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Ditjen. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri undangan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Keolahragaan Cabang Olahraga dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. PMPTK Depdiknas. 192 .Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 ari 2009 di ruang rapat Ditjen. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas. 8. Prof. tanggal 23 Februari 2009 di Hotel Parama CIpayung – Bogor. 11. Djaali menghadiri undangan rapat dalam rangka pelatihan Master Penguji dari Dit. 6. Prof. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Pembicara pada Rembuk Nasional Pendidikan Tahun 2009. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pada kegiatan Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator Bimtek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dari Dit. 10. 5. Cipayung – Bogor. Dr. Pendidikan Islam. Dr. tanggal 12 Februari 2009 di ruang siding Dit. tanggal 18-20 Februari 2009 di Hotel Purnama Putra. 7. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Depdiknas dalam rangka menyusun Rencana Talkshow Unggulan dan Informasi Pendidikan tahun 2009 yang akan ditayangkan di Televisi Edukasi. tanggal 23 Februari 2009 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Depdiknas. Departemen Agama tanggal 18-20 Februari 2009 di Golden Boutique Hotel – Jakarta. Prof. Sawangan – Depok.

Dr. Dr. 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi Pendidikan Kesetaraan dan Naskah Akademik Program Paket C Kejuruan dari Ditjen. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. tanggal 27 Februari 2009 di ruang siding PMPTK Depdiknas – Jakarta. Prof. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri undangan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Keolahragaan Cabang Olahraga Panahan dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. 193 . Pembinaan TK dan SD Depdiknas. tanggal 27 Februari 2009 di ruang sidang Ditjen. Dr. PMPTK Depdiknas. Dr. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Djaali menghadiri undangan rapat Koordinasi Penyusunan Draf Permendiknas SPPMP dari Ditjen. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada rapat Koordinasi Perluasan dan Peningkatan Mutu TK 2009 dari Dit.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 12. Dr. 15. Dr. tanggal 27 Februari 2009 di ruang sidang PMPTK Depdiknas – Jakarta. Suharsono mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Uji Publik RPMA Pendidikan Keagamaan Islam dari Ditjen. 13. Prof. Prof. 17. 14. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan sebagai Penyaji Materi pada Rapat Koordinasi dan Konsultasi Program Pembinaan TK dan SD Tahun 2009 dari Dit. 16. Prof. PNF-I Depdiknas – Jakarta. Prof. Djaali menghadiri undangan Rapat Koordinasi Penyusunan Draf Permendiknas SPPMP dari Ditjen.Jakarta. Prof. Departemen Agama RI tanggal 27 Februari 2009 di Hotel Ibis Tamarind . Djaali menghadiri undangan rapat dalam rangka pembahasan Finalisasi draf revisi Peraturan Menteri No. tanggal 26-27 Februari 2009 di ruang sidang Garaha Pemuda Departemen Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga – Jakarta. Yunan Yusuf dan Dr. tanggal 27 Februari 2009 di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung – Bogor. tanggal 26-28 Februari 2009 di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung – Bogor. Prof. 18. PMPTK. Pendidikan Islam. PNF-I Depdiknas.

Mungin Eddy WIbowo menghadiri undangan pertemuan tentang Pembahasan rancangan Permen Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan pada Pendidikan Nonformal dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. Dr. Prof. Fawzia Aswin Hadis menghadiri undangan dalam rangka penyediaan buku pelajaran yang memenuhi standar kelayakan pendidikan agama dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Dr. Prof. Suharsono menghadiri undangan Wokshop I “Preparation 194 . Djemari Mardapi menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan persiapan TOT Tim Bimtek SNP/KTSP di SMA Tahun 2009 dari Dit. Weinata Sairin mewakili BSNP menghadiri undangan untuk memberikan ceramah dengan judul “Standar Pengelolaan Pendidikan Menengah Keagamaan” dari Ditjen. 8. Suharsono menghadiri undangan dari Ditjen. 6. Pembinaan SMK. Dr. tanggal 10 Maret 2009 di Hotel Pita Giri – Jakarta. tanggal 2 Maret 2009 di Hotel Pitagiri – Jakarta. 4.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 mARET 1. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Departemen Agama RI. 7. tanggal 10-13 Maret 2009 di Hotel Grand Aquila – Bandung. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada rapat Koordinasi dan Konsultasi Program Pembinaan TK dan SD Tahun 2009 dari Dit. Dr. 2. 5. tanggal 6 Maret 2009 di Hotel Puncak Raya Cisarua – Bogor. Bimbingan Masyarakat Kristen. Prof. 3. Prof. Djaali dan Dr. tanggal 10-12 Maret 2009 di Wisma Bahtera Cipayung – Bogor. Prof. Pembinaan SMA. tanggal 10-13 Maret 2009 di Hotel Grand Angkasa – Medan. tanggal 2 Maret 2009 di ruang sidang Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas – Jakarta. Yunan Yusuf dan Pdt. PNF-I Depdiknas dalam rangka penyiapan Standar Kompetensi Lulusan. Dr. Prof. Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Training Of Trainer (TOT) Calon Fasilitator Bimtek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dari Dit.

Suharsono dan Dr. Prof. tanggal 15 Maret 2009 di Grand Quality Hotel – Yogyakarta. 11. Dr. tanggal 16 Maret 2009 di ruang rapat Pusat Informasi dan Humas Depdiknas – Jakarta. tanggal 17 dan 31 Maret 2009 di ruang sidang PPITKON Menpora. SD dan Pendidikan Khusus Provinsi dan Kabupaten/Kota se Jawa Timur dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Mission LSE3” dari Dit. tanggal 17 Maret 2009 di ruang sidang Inspektorat Jenderal Depdiknas – Jakarta. 10. Dr. Bambang Soehendro. Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan rapat Koordinasi bagi Pembina Pendidikan TK. tanggal 18 Maret 2009 di Hotel Kartika Wijaya – Kota Batu. PNF-I. Prof. Prof. Dr. Seto Mulyadi menghadiri undangan rapat dalam rangka Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 9. tanggal 13-15 Maret 2009 di Hotel Sahid Jaya – Jakarta. tanggal 20 Maret 2009 di Hotel Dandang Tingang – Palangkaraya. Prof. Prof. 13. 14. Mungin Eddy mewakili BSNP menghadiri undangan dalam rangka pelaksanaan pengawasan UN SMA/MA tahun 2009 dari Universitas Negeri Surabaya. 195 . Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan Sosialisasi dan Workshop Pendataan Data Peserta UASBN dan PNF Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan TEngah. Mungin. Prof. Djemari M. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Keolahragaan dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan dalam rangka persiapan pengawasan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional tahun 2009 dari Inspektorat Jenderal Depdiknas. Prof. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen. Zaki B dan Prof. Prof. 12. Dr.

Prof. 16. Dr. Dr. 18. tanggal 30 April 2009 di Hotel Swarna Dwipa – Palembang. tanggal 25 Maret 2009 di Depdiknas – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Seminar Nasional “Pendidikan Profesi Guru dan Konselor” dan Lokakarya “Pengembangan Pendidikan Profesional Konselor” dari Universitas Negeri Semarang. 21. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber dalam rangka penyamaan mekanisme kerja sosialisasi dan pelatihan 196 . PMPTK Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Talk Show Radio dengan topic Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasioanl (UASBN) Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. 22. Djemari Mardapi menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan persiapan TOT Tim Bimtek SNP/KTSP di SMA Tahun 2009 dari Dit. Prof. 19. tanggal 23-25 Maret 2009 di Hotel Sahid Raya – Solo. tanggal 23-26 Maret 2009 di Hotel Grand Aquila – Bandung. 20.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 15. Seto Mulyadi menjadi Pembicara dalam rangka hari Pendidikan Nasional dari BEM Universitas PGRI Palembang. Prof. tanggal 30 Maret 2009 di LPMP – Jakarta. PNF-I Depdiknas. Prof. Dr. Prof. 17. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Nara Sumber pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan dan Orientasi Teknis Kebijakan Pendidikan Kesetaraan dengan Organisasi Mitra dari Ditjen. Dr. Dr. Yunan Yusuf mewakili BSNP menjadi pengarah dalam penjelasan teknis pemantauan Ujian Nasional 2008/2009 untuk pemantau tingkat provinsi dari Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Ibukota Jakarta. tanggal 25 dan 27 Maret 2009 di Studio PIH Depdiknas – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. tanggal 21-22 Maret 2009 di Auditorium Universitas Negeri Semarang dan Hotel Belle View Semarang. Prof. Dr. Pembinaan SMA. Prof. Dr. Djaali menghadiri undangan rapat Koordinasi Tim Nasional KTSP dari Ditjen.

PMPTK Depdiknas. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Depdiknas tentang Mekanisme dan Prosedur Perisapan. Dr. Pencetakan.Jakarta. Prof. Djemari mewakili BSNP menjadi Nara Sumber tentang “Mekanisme dan Prosedur Persiapan. tanggal 6 April 2009 di Depdiknas – Senayan 5. Prof. Prof. Pembinaan SLB. Dr. Djemari Mardapi menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada kegiatan Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Khusus dan Pelayanan Pendidikan Khusus (CI-BI) dari Dit. 2. Pendistribusian. Dr. Djaali menghadiri undangan sebagai pengarahan dalam Rapat Koordinasi Penempatan Pengawas UN Tingkat Satuan Pendidikan SMA/MA dari Universitas Negeri Jakarta. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Semua anggota BSNP menghadiri rapat Pembahasan Prosedur 197 . Pencetakan. APRIL 1. tanggal 8 April 2009 di Depdiknas . Prof. tanggal 2 April 2009 di ruang sidang Dit. Pelaksanaan dan pengumpulan Hasil Ujian Nasional” dari Inspektorat Jenderal. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Pembahasan Ujian Nasional dari Inspektorat Jenderal Depdiknas. Prof. tanggal 31 Maret 2009 di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung – Bogor. Dr. Pelaksanaan dan Pengumpulan Hasil Ujian Nasional” dari Inspektorat Jenderal Depdiknas. 3. Pembinaan SMP. Dr. tanggal 7 April 2009 di Depdiknas . Dr. PSMP Depdiknas – Jakarta.Jakarta. tanggal 2 April 2009 di Universitas Negeri Jakarta. Pendistribusian. Mungin Eddy Wibowo dan Prof.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2009 di Pusat dan Daerah dari Ditjen. 4. Dr. tanggal 2 April 2009 di Hotel Sahid Kusuma – Surakarta. 7. Dr. 6. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat dalam rangka persiapan pelaksanaan dan pemantauan Ujian Nasional dari Dit.

13. Operasi Standar (POS) Ujian Nasional Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Pondok Pesantren Salafiyah tahun 2009 dari Dit. 10. tanggal 15-17 April 2009 di Hotel Clarion Makassar . Dr. Prof. Dr. Prof. Prof. Dr. tanggal 13 April 2009 di Hotel Sahid – Surabaya. Prof. 11. Dr. tanggal 17 April 2009 di ruang sidang Balitbang Depdiknas – Jakarta. 14. Dr. Dr. PMPTK. Djaali menjadi Nara Sumber dalam rangka Sosialisasi dan Pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2009 di Pusat dan Daerah dari Ditjen PMPTK Depdiknas. 12. tanggal 8 April 2009 di Departemen Agama – Jakarta. tanggal 14 dan 15 April 2009 di Depdiknas – Jakarta. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Talk Show Radio dan Konferensi Pers tentang Pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian AKhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo dan Prof.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 8. tanggal 16 April 2009 di Depdiknas – Jakarta. Prof. Prof. Dr.Sulawesi Selatan. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pendidikan Kesetaraan dan Orientasi Teknis Kebijakan Pendidikan Kesetaraan dengan Organisasi Mitra dari Ditjen PNF-I. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Rapat Konsolidasi Teknis Pencapaian Standar Sarana dan 198 . tanggal 15 April 2009 di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. 9. Furqon menghadiri undangan sebagai Panelis Kegiatan Training of Trainers Provincial Core Team (PCT) dari Ditjen. Dr. Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pertemuan AQAN dan IQF dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas. Dr. Edy Tri Baskoro menghadiri pertemuan dalam rangka membahas rencana/program/ kegiatan BSNP Tahun 2010 dari Balitbang Depdiknas.

199 . Dr. Prasarana. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada workshop Penyusunan Pedoman Kompetensi Siswa dari Dit. tanggal 24 April 2009 di ruang sidang Ditjen. 21. Prof. Pembinaan Diklat Depdiknas. tanggal 21-24 April 2009 di Bukittinggi . PMPTK. dari Dit.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 15. tanggal 23 April 2009 di Depdiknas – Jakarta. 18. Dr. 19. Dr. tgl 28 April 2009. Prof. Pengelolaan dan Pembiayaan Pendidikan se Kalimantan Tengah Tahun 2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Dr. tanggal 22 April 2009 di Dit. Pembinaan SMK – Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menghadiri rapat dalam rangka pembahasan Ujian Paket C Kejuruan dari Dit. Djaali menghadiri Undangan Sebagai Panelis Kegiatan Training of Trainers Provincial Core Team (PCT). 17. 20. tanggal 21 April 2009 di Hotel Grand Bali Beach – Bali. Prof. Djaali menghadiri undangan rapat Streering Committee Reviu dan Finalisasi Draf Naskah Akademik dan Peraturan Mendiknas Tentang Sistem Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan dari Ditjen. Pembinaan SMK. Prof. Pembinaan Diklat di Depdiknas Jakarta. Prof. Bambang Soehendro mewakili BSNP menjadi Panelis Kegiatan Training of Trainers Provincial Core Team (PCT) dari Dit. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pertemuan tentang Pembahasan Rancangan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Tentang Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. tanggal 29 April 2009 di Hotel Sahid Kusuma – Solo. Pembinaan SLB. Dr. Pembinaan SLB Depdiknas. tanggal 17 -19 April 2009 di Hotel Hawai – Palangkaraya. Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Prof. Dr. Dr.Sumatera Barat. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Workshop Pendidikan Kecacatan dari Dit. PMPTK Depdiknas – Jakarta. 16.

Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 22. Dr. PNF-I Depdiknas. 5. tanggal 4 Mei 2009 di Depdiknas – Jakarta. Prof. Dr. Djaali mewakili BSNP Narasumber pada TOT Tim Verifikasi/Evaluasi Pelaksanaan Program Rintisan PBKL di SMA tahun 2009 dari Ditjen. Djaali mengahdiri Undangan Sebagai Panelis Kegiatan 200 . Suharsono menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Orientasi Teknis Peningkatan Kapasitas LKP dari Ditjen. Prof. Dr. 7. Djaali mengahdiri Undangan Sebagai Panelis Kegiatan Training of Trainers Core Team (PC) dari Dit. Prof. Prof. 6. tanggal 30 April 2009 di ruang sidang Dikti Depdiknas – Jakarta. Mungin Eddy Wiobowo mengahadiri undangan Pembahasan Materi Rakornas Jarlitbang Tahun 2009 dari Balitbang. tgl 12 Mei 2009 di Balitbang Depdiknas Jakarta. Dr. Mandikdasmen Depdiknas. 4. Prof. tanggal 4-6 Mei 2009 di Hotel Sahid Raya – Solo. tanggal 6 Mei 2009 di Departemen Agama – Jakarta. 3. Prof. Dr. tanggal 12 Mei 2009 di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. Ketua BSNP menjadi Nara Sumber Jumpa Pers dalam rangka penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) SMA/MA/SMK dan SMP/ MTs Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. tanggal 5 Mei 2009 di Depdiknas Jakarta. Prof. Dr. Dr. Mungin Eddy Wiobowo menghadiri undangan rapat Finalisasi POS UN Program Wajar Dikdas PPS dari Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI. 23. tgl 31 April 2009 di ruang rapat Ditjen. 2. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan pada Workshop Pengembangan Indonesia Qualification Framework dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Depdiknas. Pembinaan Diklat. mEI 1. Dr. Edy Tri Baskoro mewakili BSNP menghadiri Undangan Diskusi tentang Rancangan Peraturan Mendiknas tentang Pendidikan Tinggi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Depdiknas. Dikti Depdiknas.

Furqon mewakili BSNP. tanggal 12-15 Mei 2009 di Hotel Mega Anggrek – Jakarta. Prof. tanggal 12-14 Mei 2009 di Hotel Perdana Wisata – Bandung. Yunan Yusuf menjadi Nara Sumber pada kajian “Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada SMA/ SMK” dari Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama. tgl 12 Mei 2009 di Asrama Haji Pondok Gede. Dr. tanggal 14-16 Mei 2009 di Hotel Mirah – Bogor.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 8. 14. PNFI Depdiknas. Prof. Dr. Dr. Training of Trainers Provincial Core Team (PCT) dari Dit. 9. Dr. Zaki Baridwan menjadi Nara Sumber pada kegiatan Lokakarya Internal mengenai Hasil Implementasi Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dari USAID – DBE-1. Topik: Standar Nasional Pendidikan. Prof. Prof. Edy Tri Baskoro mewakili BSNP menghadiri undangan Lokakarya Persiapan Pembentukan Dewan Pendidikan Nasional dari Ditjen. tanggal 13 Mei 2009 di Hotel Ambhara – Jakarta. Mandikdasmen Depdiknas. 11. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada per201 . 12. tanggal 12 Mei 2009 di Hotel Parama Puncak Bogor. 15. tanggal 12-13 Mei 2009 di Wisma Bahtera – Bogor. menjadi Narasumber pada TOT Tim Verifikasi/Evaluasi Pelaksanaan Program Rintisan PBKL di SMA tahun 2009. Suharsono menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Orientasi Teknis Peningkatan Kapasitas Lembaga PKBM dari Ditjen. 13. Dr. Mungin Eddy Wibowo. Pembinaan SMP Depdiknas. Pembinaan Diklat. tanggal 15 Mei 2009 di Hotel Prabu Putragus – Bogor. Permohonan Nara Sumber pada kegiatan Workshop Pengembangan KTSP Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantren. Prof. Prof. 10. Dr. Zaki Baridwan menjadi Nara Sumber dalam rangka Pelatihan Penyusunan Dokumen Rencana Pegembangan Kapasitas (RPK) dari Dit. Dr. Dr. Prof.

Mungin Eddy Wibowo menjadi Narasumber pada kegiatan Training of Trainer (TOT). Dr. tanggal 21 Mei 2009 di Arena Pekan Raya Jakarta.Jakarta. Prof. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat dalam rangka Persiapan Pembahasan Instrument SLB dan TK/RA dari BAN S/M Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Dr. tanggal 26-28 Mei 2009 di Hotel Patra Jasa . Makassar-Sulawesi Selatan. 20. Dr. Djaali dan Prof. tanggal 23-25 Mei 2009 di Hotel Topas Galeria -Bandung. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Pembukaan Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional XVII dan Pameran Kreasi Siswa SMK dari Mendiknas.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 16. Dr. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri rapat Koordinasi Nasional Jaringan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah dari Balitbang Depdiknas. Prof. Dr. 22. tanggal 21 Mei 2009 di Padangpanjang. Dr. Dr. Prof. 19. Prof. tanggal 18-19 Mei 2009 di Hotel Mirah Santika – Bogor. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan dalam rangka pelaksanaan Program Telaah Kluster Pendidikan dengan tema Pemenuhan Hak Pendidikan Bagi Anak dalam Situasi Darurat dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Prof. tanggal 17 Mei 2009 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim – Malang. 21. temuan Pimpinan Pondok Pesantren dari Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI.Semarang. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Review Program Pengembangan Madrasah Bertaraf Internasional dari Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI. Yunan Yusuf menjadi Pembicara pada Seminar Nasional “Membangun Harga Diri Pendidikan Nasional” dari Himpunan Mahasiswa Matematika FKIP UMSB Padangpanjang . Dr. 202 . Bogor-Jawa Barat dan tgl 1821 Mei 2009 di Hotel Yasmin. tanggal 20 Mei 209 di ruang sidang BAN S/M Depdiknas . tanggal 14-17 Mei 2009 di Hotel Grand Jayaraya. 17. 18. Prof.

Djemari Mardapi dan Prof. Suharsono menghadiri Undangan Rapat dalam rangka Penyusunan Instrumen Akreditasi Sekolah Luar Biasa (SLB) dari BAN S/M Depdiknas . tanggal 2 Juni 2009 di Ruang Sidang Pusat Penilaian 203 . Dr. Prof. jUNI 1. Dr.Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan untuk memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Teknis Komputerisasi UNPK Tahun 2009 dari Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas. Prof. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Nara Sumber Diklat TOT System Penjaminan Mutu Pendidikan (SPPMP) di Tingkat Provinsi dari Dit Pembinaan Diklat. Fawzia Aswin Hadis dan Dr. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Pembahasan Sertifikasi Kompetensi dari Dit Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas. Suharsono menghadiri undangan rapat Reviu Instrumen Akreditasi Program PNF dari BAN PNF Depdiknas. Dr. Dr. Anggani Sudono. Ditjen PMPTK.Semarang. tanggal 1 Juni 2009 di Ruang Sidang Ditjen PNF-I Depdiknas Jakarta. Bambang Suhendro menghadiri Undangan Seminar Kepentingan Indonesia di Berbagai Perundingan Perdagangkan Internasional: Jasa Pendidikan. Dr. Dr. tanggal 30 Mei di Grand Hotel Preanger – Bandung. Dr. tanggal 29 Mei 2009 di Hotel Grasia . tanggal 28 Mei 2009 di Hotel Borobudur-Jakarta 25. 26. 24.Cipete.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 23. Djaali dan Dr. Prof. Dr. Prof. 27. tanggal 29 Mei 2009 di Ruang Rapat BAN PNF Depdiknas . 2. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Seminar Nasional Optimalisasi Potensi Daerah dalam Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Berkualitas Nasional dan Global dari Himpunan Pengembangan Kurikulum Indonesia. Prof. tanggal 27 Mei 2009 di Ruang SIdang BAN S/M Depdiknas .

M. Prof. Prof. Dr. tanggal 5 Juni 2009 di Depdiknas Jakarta. Mungin Eddy Wibowo menjadi Pemateri pada Seminar Nasional Pendidikan dengan topik “Upaya Profesionalisasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan” dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar. Suharsono menghadiri undangan rapat dalam rangka mempersiapkan penyusunan Peraturan Menteri tentang Penyelenggaraan Paket C Kejuruan dan Menindaklanjuti Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan nasional No. 4. Prof. Dr. Fawzia menghadiri undangan diskusi tentang Integrating Gender and Reproductive Health Issues in the Indonesian National School Curricula. Pembinaan Diklat. Dr. Prof. Pendidikan Depdiknas . Dr. Ditjen PMPTK Depdiknas. Dr. 14 Tahun 2007 tentang Standar 204 . Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Edy Tri Baskoro. Mungin Eddy Wibowo. Furqon. Dr. Prof. 6. 8. Prof. Dr. Bambang Soehendro menghadiri undangan rapat dalam rangka Pelaksaan Program EfSD tahun 2009 pada BSNP dan Balitbang Depdiknas dari koordinator Nasional EfSD Indonesia.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 3. Prof. Retno S. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber Konferensi Pers mengenai hasil Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Pusat Infomasi dan Humas Depdiknas. tgl 8-10 juni 2009 di Hotel Imperial Aryaduta . Djemari Mardapi. Djaali menghadiri undangan sebagai narasumber diklat tot system penjaminan-peningkatan mutu pendidikan (SPPMP) tingkat provinsi di Makassar dari Dit. Prof. Dr.Makassar. tanggal 5 Juni 2009 di Depdiknas – Jakarta. Dr. Dr. Sudibyo. tanggal 3 Juni 2009 di ruang Konferensi Pers Gerai Informasi dan Media Depdiknas Jakarta. Prof. 7. Dr. Dr.Yunan Yusuf dan Dr.Jakarta. Challenges for Moslem Societies” dari the Australian National University. tanggal 6 Juni 2009 di Auditorium STAIN Batusangkar. Mungin Eddy Wibowo. Prof. Prof. 5.

tanggal 15 Juni 2009 di Ruang Rapat PP Muhammadiyah – Jakarta. Dr. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Nara sumber Diklat TOT Sistem Penjaminan . Prof. Suharsono mewakili BSNP menghadiri Undangan Pembahasan draft Permendiknas tentang Program Paket C Kejuruan dan draft Permendik205 . Prof. Mungin Eddy Wibowo (Ketua BSNP) menjadi Nara Sumber pada Rakor Pembinaan TK Pedesaan dari Dit. Anggani Sudono dan Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Tutorial Pelaksanaan dan Aplikasi Pendataan dalam Rapat Koordinasi dan Workshop Pendataan Pendidikan Nasional Tahun 2009 dari Pusat Statistic Pendidikan Depdiknas. Prof. 15. 12. tanggal 16 Juni 2009 di Sahid Jaya . Edy Tri Baskoro. Suharosono menghadiri undangan rapat dalam rangka penyusunan Instrumen Akreditasi Sekolah Luar Biasa (SLB) dari BAN S/M Depdiknas. Prof.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 9. Prof. Prof. Fawzia Aswin Hadis menghadiri undangan pertemuan “Mengidentifikasi Buku Teks Pelajaran Yang Akan Dialihbahasakan” dari Pusat Perbukuan Depdiknas. tanggal 18 Juni 2009 di ruang Sidang Pusat Perbukuan Depdiknas – Jakarta. M. tanggal 11 Juni 2009 di ruang sidang Ditjen PNFI Depdiknas Jakarta. Dr. Cisarua Bogor. Fawziah Aswin Hadis dan Dr. Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Prof. Dr. Yunan Yusuf menghadiri undangan rapat dengan tema UN Pengganti dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta. 13.Jakarta. 14. Yunan Yusuf dan Dr. tanggal 17 Juni 2009 di Wisma Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jakarta. Pembinaan Diklat. Isi Pendidikan Kesetaraan dari Ditjen PNFI Depdiknas. Dr. Prof. Dr. 10.Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) Tingkat Provinsi di Denpasar dari Dit. tanggal 12-14 Juni 2009 di Hotel Safari Garden. 11. tanggal 11-13 Juni 2009 di Hotel Inna Sindhu Beach Denpasar Bali.

Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Dr. 206 . Pembinaan Diklat Depdiknas. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber Konferensi Pers mengenai Hasil Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2008/2009 dari Pusat Infomasi dan Humas Depdiknas. tanggal 23 Juni 2009 di Danau Dariza Resort Hotel Cipanas – Garut. tanggal 22 Juni 2009 di Sanur Paradise Plaza – Bali. Dr. nas tentang Penyelenggaraan Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Dr. Prof. Prof. tanggal 18 Juni 2009 di Depdiknas Jakarta. tangal 23 Juni 2009 di Dikti Jakarta. Dr. Dr. 20. Prof. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan Rapat Koordinasi tentang Standar Nasional Pendidikan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas. tanggal 19 Juni 2009 di ruang Konferensi Pers Gerai Informasi dan Media Depdiknas – Jakarta. Edy Tri Baskoro menjadi Nara Sumber pada kegiatan Diklat Pengawas Pendidikan Angkatan 1 dan 2 tentang Standar Nasional Pendidikan dari Pusdiklat Depdiknas. tanggal 22 Juni 2009 di Ruang Konferensi Pers Gerai Informasi dan Media Depdiknas Jakarta. Dr. Mungin Edy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Diklat Terakreditasi dan Pengakuan Hasil Belajar Melalui Pengalaman Dalam Rangka Peningkatan dan Penjaminan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan dari Dit. Prof. 19. 18. tanggal 24 Juni 2009 di Depdiknas Jakarta. Dr. Prof.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 16. Prof. Furqon menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan dan Tim Pemantau Independen Ujian Nasional (TPI-UN) Tingkt Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/Kota Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Forum Diskusi Media Analisis dari Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. 17. Dr. 21.

Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Talk Show dengan topik Ujian Nasional dan Kesenjangan Mutu Sekolah dari Voice of Human Rights News Center (VHR). Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Diklat TOT Sistem Penjaminan . Dr. Pembinaan Diklat Depdiknas. Yunan Yusuf mewakili BSNP menghadiri Undangan dalam rangka Pembahasan draf Peraturan Menteri tentang Program Paket C Kejuruan dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas. Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber Diklat TOT sistem Penjaminan-Pendidikan Mutu Pendidikan (SPPMP) Bagi Stakeholder Pendidikan tingkat Kab/Kota dari Dit. Pembinaan Diklat Depiknas. 4. tanggal 3 Juli 2009 di Hotel Ciputra – Surabaya. tanggal 10 Juli 2009 di Ruang Sidang Biro Hukum Depdiknas Jakarta. Dr. Prof. tanggal 29 Juni 2009 di Hotel Sahid Jaya Jakarta. jULI 1. Mungin Edy Wibowo menjadi Nara Sumber Diklat TOT Sistem Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) Bagi Stake Holder Pendidikan tingkat Kab/Kota dari Dit. Prof. 2. Prof. Pembinaan Diklat. Pembinaan Diklat. Prof. tanggal 9 Juli 2009 di Hotel Golden View – Batam. 5. 3. Dr. Dr. Mungin Eddy Wibowo dan Prof. Prof.Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) Bagi Stake Holder Pendidikan tingkat Kab/Kota dari Dit. tanggal 12 Juli 207 . 23. Prof. tanggal 24 Juni 2009 di Hotel Inna Muara – Padang. Djaali menjadi Nara Sumber Diklat TOT System Penjaminan Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) bagi Stake Holder Pendidikan Tingkat Kab/Kota dari Dit. Dr.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 22. Dr. Djaali menjadi Nara Sumber pada Diklat KTSP Sekolah Dasar dari Dit. Dr. tanggal 7 Juli 2009 di Studio VHR Jakata.

208 . Dr. Prof. Profesi Pendidik. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Evaluasi Program SMP-RSBI Angkatan Tahun 2007 (Angkatan I) dari Dit. 12. Dr. Dr. Dr. Paket B dan Paket C. Dr. 11. tanggal 14 Juli 2009 di Hotel Saphir Yogyakarta. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber pada kegiatan Pengkajian Standar Isi Pendidikan Kesetaraan Paket A. Mungin Eddy Wibowo menghadiri Undangan tentang Pembahasan Rancangan Permendiknas tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan dari Sekretaris Jenderal Depdiknas. Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Paket A. Paket B dan Paket C. tanggal 15 Juli 2009 di Auditorium FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Pembinaan SMP. Prof. tanggal 17 Juli 2009 di Hotel Atlet Century Park . Dr. Dr. 10. 7. dan Standar Penilaian dari Ditjen PNF-I Depdiknas. Furqon menghadiri Undangan Workshop Penilaian Kinerja Guru dari Dit. Mungin Eddy Wibowo menjadi Penyaji Makalah pada Rapat Koordinasi Bidang Perbukuan dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Prof. Prof. Djaali. Prof. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Asistensi. tanggal 12 Agustus 2009 di Hotel Safari Garden – Bogor. Koordinasi dan Sinkronisasi Program Rintisan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di SMA dari Dit. tanggal 14 Juli 2009 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. Pembinaan SMA. Mungin Eddy Wibowo Key Note Speaker pada Seminar Nasional yang bertema “Inovasi Biologi dan Pendidikan Biologi dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia dari Universitas Pendidikan Indonesia. Prof. Prof. tanggal 16 Juli 2009 di Hotel Sahid Kusumo – Solo. Mungin Eddy Wibowo.Jakarta. 9. Prof. tanggal 17 Juli 2009 di Ruang Sidang Sekretaris Jenderal Depdiknas. 6.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2009 di Hotel Golden Virgo – Batam. 8. Prof.

Yunan Yusuf menjadi Nara Sumber pada Seminar Nasional Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Kudus dari STAIN Kudus. 19. 15. Lombok. PNF-I Depdiknas. Bimbingan Masyarakat Kristen Depag RI. 14. Dr. 16. Furqon menghadiri Undangan Presentasi draft Naskah Akademik Teacher Underperformance dari Dit. M. Prof. Bambang Soehendro mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada kegiatan Workshop Tim Persiapan Kebijakan Strengthening Education Quality of Health Professional through Accreditation and Testing System Project (SEHAT Project) dari Ditjen. Prof. Dr. Depdiknas. tanggal 18 Juli 2009 di Kampus Timur STAIN Kudus. 209 . Prof. Profesi Pendidik Depdiknas. tanggal 20 Juli 2009 di Hotel Jayakarta. tanggal 28 Juli 2009 di Hotel Puncak Raya – Bogor. Prof. Dr. Pendidikan Tinggi. Prof. tanggal 24 Juli 2009 di Hotel Millenium Sirih – Jakarta. Dr. Yunan Yusuf menjadi Penceramah pada acara Konsultasi Pengelola Penyelenggara Pendidikan Agama dan Keagamaan Kristen se Indonesia Tahun 2009 dari Ditjen. Dr. 18. Prof.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP 13. tanggal 28 Juli 2009 di Hotel Garuda Plaza – Medan. Fawzia Aswin Hadis menghadiri Undangan dalam rangka Pembahasan Lanjutan Hasil Kajian Spesifikasi Kertas oleh Tim Analisis Departemen Perindustrian dalam rangka Program Buku Murah dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Dr. tanggal 30 Juli 2009 di Ruang Sidang Pusat Perbukuan. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi UN dan UASBN Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Pelajaran 2008/2009 dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB. tanggal 30 Juli 2009 di Hotel Pitagiri Jakarta. 17. Prof. Mungin Eddy Wibowo menjadi Nara Sumber pada kegiatan Peningkatan Pemahaman Teknis Program PAUD pada tenaga Kependidikan dari Ditjen. Dr.

210 . Edi Tri Baskoro menghadiri Undangan tentang Pembahasan draft Permendiknas tentang SPMPT dari Ditjen. Dr. Teuku Ramli Zakaria menghadiri Undangan Seminar Hasil Penelitian dari Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas. SMP. B. Dr. Teuku Ramli Zakaria mewakili BSNP menghadiri undangan rapat tentang Sistem penilaian berkesinambungan pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dari Dit. SMA/SMK. Prof. Pendidikan Islam Depag RI. tanggal 10 September 2009 di ruang sidang Dit. Pembinaan SMP. Djaali mewakili BSNP menjadi Narasumber pada kegiatan Apresiasi Program dan Seminar Hasil Akhir (PTK dan PTS) dari Ditjen. Prof. Dr. Edy Tri Baskoro dan Dr. Pendidikan Tinggi Depdiknas. 2.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 SEPTEmBER 1. Prof. SMP. Pendidikan Islam di Hotel Santika Jakarta. Dr. Dr. Djemari Mardapi menghadiri Rapat Koordinasi dan Sosialisasi UN Program Paket A. Pendidikan tinggi Depdiknas. Dr. 3. Djemari Mardapi. Dr. PSMP Depdiknas. tanggal 2 Oktober 2009 di Depdiknas Jakarta. Prof. Pendidikan Tinggi Depdiknas. tanggal 28-29 Oktober 2009 di Depdiknas Jakarta. 3. tanggal 13 September 2009 di Hotel Grand Cempaka Jakarta. Teuku Ramli Zakaria mewakili BSNP untuk menghadiri undangan Perumusan Naskah Akademik Pendidikan Pancasila dari Ditjen. Prof. tanggal 3 Oktober 2009 dari Ditjen. Edy Tri Baskoro dan Dr. dan C Periode II dari Balitbang Depdiknas. tanggal 13 September 2009 di Ditjen. tanggal 2 Oktober 2009 di Hotel Ambara Jakarta. Djemari Mardapi dan Prof. 4. Prof. Seluruh anggora BSNP menghadiri undangan rapat tentang Pembahsan Pelaksanaan USSN (Ujian Sekolah ber Standar Nasional) PAI pada SD. OKTOBER 1. Dr. 2.

tanggal 18 November 2009 di Depdiknas Jakarta. 6. Aman mmenghadiri undangan Indikator Penjaminan dan Pengendalian Mutu dari Pusat Statistik Pendidikan Depdiknas. Dr. Prof. Prof. Mungin Eddy Wibowo menghadiri undangan Rapat Teknis Finalisasi ESSP-Results Framework dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Depdiknas. tanggal 18 November 2009 di ruang rapat Biro KLN Depdiknas Jakarta. Djemari Mardapi dan Prof. 211 . 5. tanggal 5 November 2009 di Le Meredien Hotel Jakarta. Dr. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat tentang Penyelenggaraan Ujian Nasional tahun 2010 dari Balitbang Depdiknas. 7. Dr. 2. Prof. Dr. Dr. tanggal 12 November 2009 di Depdiknas Jakarta. Dr. Prof. M. tgl 4 November 2009 Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. Prof. Djemari Mardapi dan Prof. Djemari Mardapi menghadiri undangan Workshop dalam rangka Education Sector Support Program (ESSP) dari Balitbang Depdiknas. Prof. Dr. Teuku Ramli Zakaria mewakili BSNP menghadiri undangan pada kegiatan Penyusunan Soal teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan dari Dit. 3. tanggal 8 November 2009 di Hotel Pitagiri Jakarta. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP menghadiri undangan sebagai Nara Sumber pada rapat kerja Kepala SMP-RSBI dari Ditjen. Prof. 4. Mandikdasmen. Pembinaan SMK Depdiknas.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP NOVEmBER 1. 8. Edy Tri Baskoro menghadiri undangan rapat tentang Ujian Nasional dari Balitbang Depdiknas. Jamaris Jamna mewakili BSNP Sebagai Pembicara pada Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Kebijakan Akreditasi Sekolah dan Madrasah. tanggal 11-14 November 2009 di Hotel Panghegar – Bandung. tanggal 19 November 2009 di SMP K 4 Penabur Jakarta. Dr.

Furqon dan Prof. Prof. 11. tanggal 22 November 2009 di Hotel Pitagiri Jakarta. Ramli Zakaria mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada kegiatan Penyusunan Peringkat hasil Penilaian Pendidikan Tahun 2009 dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi USSN dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dari Ditjen. T. 12. Djaali mewakili BSNP menghadiri Undangan Rapat dalam rangka menentukan langkah selanjutnya setelah adanya penolakan kasasi tentang UN dari Balitbang Depdiknas. dESEmBER 1. Semua anggota BSNP menghadiri Undangan pada kegiatan Finalisasi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Dit. Pendidikan Islam Depag RI. Mungin Eddy Wibowo dan Dr. Semua anggota BSNP menghadiri undangan RDPU tentang Ujian Nasional dari Komisi X DPR-RI. 13. 10. 2.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 9. Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas. Dr. Prof. tanggal 20-22 November 2009 di Hotel Perdana Wisata – Bandung. Dr. tanggal 30 November 2009 di ruang sidang Balitbang Depdiknas. tanggal 25 November 2009 di Hotel Madani – Medan. tanggal 26 November 2009 di ruang rapat Komisi X-DPR RI Jakarta. Ramli Zakaria menghadiri undangan dalam rangka Pembahasan Sraf Peraturan Bersama menteri Agama RI dengan Menteri Pendidikan Nasional tentang Ujian Sekolah Standar nasional (USSN) dari Ditjen. tanggal 2 De212 . Prof. Pembinaan SMK Depdiknas. Prof. Djemari. tanggal 1 Desember 2009 di Hotel Mega Matra Jakarta. Dr. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP menghadiri Undangan pada kegiatan Penyusunan Soal teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan untuk mata pelajaran Kompetensi Keahlian dari Dit. Pendidikan Islam Dpeag RI. Prof. T. Dr.

6. Teuku Ramly Zakaria mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Rapat Koordinasi USSN PAI dengan Mapenda dari Ditjen. Prof. Dr. Djaali mewakili BSNP menjadi Nara Sumber Dialog Interaktif tentang UN dari Dewan Perwakilan Daerah. tanggal 3 Desember 2009 di Stasiun JAK TV Jakarta. tanggal 11-12 Desember 2009 di Hotel Saphir – Yogyakarta. Mungin Eddy Wibowo mewakili BSNP Permohonan Kesediaan Menjadi Pembicara Seminar Nasional.Makassar. Dr. tanggal 9 Desember 2009 di Hotel Golden Boutique Jakarta. Mungin mewakili BNSP menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Kehumasan dari Pusat Informasi dan humas Depdiknas.Solo. Dr. Dr. Djemari Mardapi menghadiri Undangan Pemaparan Hasil Uji Kompetensi Bahasa Inggris dan TIK Siswa SMA Tahun 2009 dari Dit. Pendidikan Islam Depag RI. Dr. Dr. tanggal 6 Desember 2009 di Hotel Singgasana . Prof. Dr. Djaali mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada ke213 . 8. Prof. 5 Desember 2009 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA Kota Palembang 7. Pembinaan SMA Depdiknas. Prof. Dr. Dr. 9. 3.KEGIATAN RUTIN BSNP Januari 2010 © BSNP sember 2009 di Hotel Abadi – Serang. 4. tanggal 7 Desember 2009 di Studio Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Prof. Prof. Prof. 11. tanggal 4 Desember 2009 di Hotel The Sunan . Pendidikan Islam Depag RI. Djemari Mardapi menjadi Nara Sumber Talk Show Radio tentang Penyelenggaraan UN Tahun pelajaran 2009/2010 dar Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Djaali mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Rapat koordinasi USSN PAI dengan Mapenda dari Ditjen. Prof. 10. tanggal 4 Desember 2009 di Ruang Meeting Sesditjen Mandikdamen Depdiknas. Zaki Baridwan menghadiri undangan Diskusi Hasil Lokakarya Juknis Pengelolaan Keuangan Sekolah Berdasarkan Panduan BOS 2009 dari USAID Indoensia. 5.

Furqon mewakili BSNP menjadi Nara Sumber dalam Seminar Nasional Kepala Sekolah dari Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia. Edy Tri Baskoro dan Pdt. 15. tanggal 17-18 Desember 2009 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. Dr. tanggal 16 Desember 2009 di Hotel Bukit Indah – Cianjur. Djemari Mardapi. 16. Pendidikan Islam Depag RI. Dr. Prof. tanggal 11 Desember 2009 di Studio TVRI Jakarta. SMA/MA. 214 . SMP/MTs. 14. Prof. mewakili BSNP menjadi Nara Sumber pada Kegiatan Pembinaan Kelembagaan Sekolah dan Manajemen Sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Pembinaan Kursus dan Kelambagaan Depdiknas. Prof.Bandung. Weinata Sairin menghadiri undangan Rapat Kerja Pengendalian Mutu Buku Teks Pelajaran SD/MI. 13. Pendidikan Islam Depag RI. SMK/MAK dari Pusat Perbukuan Depdiknas. Prof. M. Prof.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 12.Sc. tanggal 29 Desember 2009 di Kampus ITHB . Dr. tanggal 21-23 Desember 2009 di Hotel Mega Anggrek Jakarta. T. Ramli Zakaria menghadiri undangan dalam rangka Pembahasan Draft peraturan Bersama menteri Agama RI dengan Menteri pendidikan Nasional tentang Ujian Sekolah Standar Nasional (USSN) dari Ditjen. Semua anggota BSNP menghadiri Undangan dalam rangka penyiapan Standar Kompetensi Lulusan dari Dit. Dr. Dr. giatan Sosialisasi dan Pembinaan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah dari Ditjen. Mungin Eddy Wibowo dan Dr. Moehammad Aman Wirakartakusumah. tanggal 14 Desember 2009 di UIN – Jakarta.

BAB 12 PENcAPAiAN DAN EvALUASi kEgiAtAN Badan Standar Nasional Pendidikan 215 .

.

Ada tiga SNP untuk pendidikan tinggi yang telah selesai disusun pada tahun 2009. Dengan selesainya standar nasional pendidikan untuk sekolah dasar dan menengah. pada tahun 2009 pula.PENCAPAIAN dAN EVALUASI KEGIATAN Januari 2010 © BSNP BAB 12. Pengembangan standar dosen akademik dan profesi pendidikan tinggi 2. Diantara perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pada tahun ini pelaksana UN SMA/MA tingkat provinsi adalah Perguruan Tinggi Negeri yang ditunjuk oleh BSNP atas usul 217 . BSNP mulai menyusun standar nasional pendidikan untuk pendidikan tinggi. Pengembangan standar sarana dan prasaranapendidikan tinggi: program sarjana B| Penyelenggaraan Ujian Nasional Dalam penyelenggaraan UN tahun pelajaran 2008/2009 terdapat beberapa perbedaan mendasar jika dibandingkan dengan UN tahun sebelumnya. yaitu 1. PENCAPAIAN DAN EVALUASI KEGIATAN A| Pengembangan Standar Sampai akhir tahun 2009 BSNP telah menyelesaikan penyusunan 8 standar nasional pendidikan untuk sekolah dasar dan menengah sebagaimana diamanatkan oleh PeraturanPemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pengembangan standar isi pendidikan tinggi 3.

61% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Selanjutnya tingkat kelulusan UN SMK tahun pelajaran 2008/2009 sebesar 96.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Pengawas Satuan Pendidikan diberi wewenang untuk menegur pengawas ruangan atau mencatatnya kemudian dilaporkan secara berjenjang kepada penyelenggara UN yang lebih tinggi jika disinyalir terjadi pelanggaran POS UN yang diakibatkan oleh kurang tegasnya pengawas ruangan tersebut. 4. b. Memiliki nilai rata-rata 5.93% jika dibandingkan tahun sebelumnya.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 2.61% lebih tinggi dari hasil UN tahun pelajaran 2007/2008 yang sebesar 91. Demikian juga tingkat kelulusan UN SMP/MTs dan SMPLB tahun 218 . Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan UN SMA/MA dan SMALB tahun ini maik sebesar 2. Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). 3.58%.00 . Pada setiap SMA/MA yang menyelenggarakan UN diawasi oleh minimal 2 orang Pengawas Satuan Pendidikan yang berasal dari perguruan tinggi.00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4.00 dengan nilai teori kejuruan minimum 5. nilai uji kompetensi keahlian digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN Hasil UN Tingkat kelulusan UN SMA/MA dan SMALB tahun pelajaran 2008/2009 adalah 93.25 untuk mata pelajaran lainnya.00%. Kriteria kelulusan UN tahun pelajaran 2008/2009 adalah: a. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan UN SMK tahun ini naik sebesar 3. dengan nilai minimal 4. Ada Ujian Teori Kejuruan bagi SMK/MAK.51% lebih tinggi dari hasil UN tahun pelajaran 2007/2008 yang hanya sebesar 92. Khusus untuk SMK nilai ujian kompetensi keahlian minimum 7.

Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Kristen 3. 2. Hal ini akan dapat mengurangi beban psikologis yang dialami peserta didik. Perlu dipertimbangkan untuk juga menyediakan ujian ulangan dalam ujian nasional untuk memberikan kesempatan kedua kepada peserta didik yang belum lulus. Perlu disampaikan kepada semua daerah (provinsi dan kabupaten/kota) hingga tingkat Sekolah/madrasah tentang hasil analisis daya serap dari soal-soal UN agar dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi kegiatan belajar-mengajar dalam rangka perbaikan mutu.099% lebih tinggi dari hasil UN tahun pelajaran 2007/2008 yang sebesar 92. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan UN SMP/MTs dan SMPLB tahun ini naik sebesar 2. Tindak Lanjut Hasil UN Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi UN serta untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan UN pada tahun yang akan datang terdapat beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti antara lain sebagai berikut: 1. Ada lima instrument yang selesai dikembangkan yaitu: 1. yaitu pengembangan instrument penilaian buku teks pelajaran dan penilaian buku teks pelajaran. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Islam 2. C| Penilaian buku teks pelajaran Ada dua kegiatan utama terkait dengan penilaian buku teks pelajaran.PENCAPAIAN dAN EVALUASI KEGIATAN Januari 2010 © BSNP pelajaran 2008/2009 sebesar 95. Perlu ditingkatkan kewenangan para pengawas satuan pendidikan misalnya diberi kewenangan masuk ruang ujian apabila disinyalir terjadi pelanggaran atau penyimpangan POS UN. 3.309 % jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2009 BSNP mengembangkan instrumen penilaian buku teks pelajaran agama. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Buddha 219 .79%.

Dilihat dari kategori Jawa-Luar Jawa. dan Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Pemantauan dilaksanakan di 32 provinsi dengan melibatkan 96 kabupaten/kota dan 3. pengawas. sekolah-madrasah. kepada departemen agama kabupaten/kota. dan pemahaman dokumen SNP di lapangan. Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Hindu Instrumen penilaian buku teks pelajaran agama Konghucu Sedangkan buku yang telah dinilai kelayakannya kurang lebih tujuh ratus buku teks pelajaran. Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. ketua panitia sertifikasi guru di LPTK. dan Pengawas. kepala kantor wilayah departemen agama provinsi. ketua program studi LPTK. dan kepala LPMP. mulai dari bulan Juni 2009 sampai dengan bulan November 2009. Selain lima standar tersebut. Kepala Sekolah. d| Pemantauan implementasi standar nasional pendidikan Setelah empat tahun dibentuk. Dalam pelaksanaannya. dan kualifikasi pengawas adalah biaya. Keadaan sekolah yang terkait dengan jumlah rombongan 220 . masih ada kesenjangan dalam pencapaian Standar Kompetensi Guru.705 responden dari unsur kepala sekolah. kualifikasi kepala sekolah.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 4. faktor yang paling menghambat pencapaian standar kualifikasi akademik guru. dan negeri-swasta. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai ketersediaan. guru. sosialisasi. kepada dinas pendidikanprovinsi. Kegiatan ini dilakukan selama enam bulan. Ada lima standar yang dipantau. Standar Kepala Sekolah/Madrasah. yaitu Standar Isi (SI). 5. Secara umum. BSNP juga memantau pelaksanaan ketentuan tentang Buku Teks Pelajaran dan Ujian Nasional. kepala dinas pendidikan kabupaten/kota. Standar Kompetensi Lulusan (SKL). BSNP membentuk tim pemantauan standar nasional yang bersifat ad hoc. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) melakukan pemantauan penerapan standar nasional pendidikan pada tahun 2009.

implementasi. Namun demikian. 2. sosialisasi standar-standar tersebut kepada masyarakat dirasakan masih belum optimal sehingga pemahaman mereka terhadap standar sangat terbatas. secara umum dapat dikatakan berjalan cukup baik dan lancar. 3.PENCAPAIAN dAN EVALUASI KEGIATAN Januari 2010 © BSNP belajar dan jumlah siswa setiap rombongan belajar masih jauh dari standar. Di sisi lain. Berbagai hal yang dianggap menjadi hambatan atau perlu diperbaiki pada masa mendatang adalah: 1. maupun kredibilitas hasilnya. dinas pendidikan dan direktorat terkait masih dirasakan lamban. Ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di sekolah dan unit-unit kerja yang terkait masih belum maksimal. Pengembangan standar nasional pendidikan untuk pendidikan dasar dan menengah telah selesai. E| Evaluasi Kegiatan BSNP tahun 2009 Pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pemantauan standar nasional pendidikan yang dilakukan oleh BSNP pada tahun 2009. 4. Ujian Nasional masih menuai pro kontra dari masyarakat baik dari aspek kebijakan. penyelenggaraan UN juga masih sarat dengan kepentingan-kepentingan pihak tertentu. dan di sekolah/madrasah swasta lebih rendah daripada di sekolah/madrasah negeri. Tindak lanjut dari hasil pemantauan standar oleh satuan pendidikan. 221 . Ketersediaan dokumen tentang standar beserta dokumen-dokumen pendukungnya di luar Jawa lebih rendah daripada di Jawa. Pencapaian target penilaian buku teks pelajaran masih rendah karena kemampuan menulis dan mutu tulisan yang belum sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Pengembangan Standar Biaya SMK 6. Penyelenggaraan ujian nasional 9. Penyelenggaraan Rapat Pleno BSNP 10. Penilaian buku teks pelajaran 8. antara lain: 1. Pengembangan standar proses pendidikan tinggi 4.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 F| Rencana Kegiatan BSNP tahun 2010 Pada tahun 2010. Pengembangan paradigm pendidikan 2. Pemantauan Implementasi Standar Dikdasmen 7. BSNP akan melaksanakan beberapa kegiatan yang diamanatkan oleh peraturan pemerintah. Pengembangan Standar Dosen Pendidikan Vokasi 5. Pengembangan Manajemen Kesekretariatan BSNP 222 . Pengembantan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi program vokasi 3.

BAB 13 EPiLog Badan Standar Nasional Pendidikan 223 .

.

dan independen sesuai dengan tuntutan undang-undang. demi terwujudnya pendidikan nasional yang makin bermutu sesuai dengan amanah undang-undang.EPILOG Januari 2010 © BSNP BAB 13. Kegiatan yang belum terlaksana tersebut menjadi catatan tersendiri dan perhatian dalam melaksanakan program tahun 2010. menyelenggarakan ujian nasional setiap tahunnya dan menilai buku teks pelajaran. Tugas yang tidak begitu ringan setiap tahunnya membuat BSNP semakin dewasa dalam menentukan tindakan atau kebijakan yang berkaitan dengan standar nasional pendidikan. Beberapa program telah dilaksanakan sesuai dengan target-target yang dicanangkan. Menghadapi tahun 2010. Oleh karena itu. BSNP telah mempersiapkan program 225 . Namun ada juga program yang tidak dapat terlaksana dengan optimal karena berbagai kendala. BSNP telah menghasilkan beberapa standar nasional pendidikan. Perjalanan selama empat tahun ini memberikan arti yang luar biasa bagi BSNP untuk terus mewujudkan dirinya sebagai lembaga yang mandiri. profesional. Kami menyadari sepenuhnya bahwa semua yang dapat diraih hingga tahun 2009 bukan semata-mata hanya ditentukan oleh BSNP itu sendiri. EPILOG Dalam rentang waktu empat tahun. melainkan ditentukan/didukung pula oleh banyak pihak. izinkan kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tulus kepada semua pihak yang telah bekerjasama serta membantu BSNP dalam menunaikan tugasnya. Kami berharap kerjasama sinergis yang sudah terjalin baik ini dapat terus kembangkan dalam pelaksanaan program-program mendatang.

226 . memantau pelaksanaan.Januari 2010 © BSNP LAPORAN BSNP TAHUN 2009 yang merupakan kelanjutan dari program-program yang terlaksana pada tahun 2009 dan program baru dalam rangka mengembangkan. dan mengevaluasi pelaksanaan standar nasional pendidikan di Indonesia. Dan itu hanya terjadi bila semua potensi member dukungan optimal dan tangan-tanganTuhan yang ramah membimbing perjalanan kita bersama dalam mengukir karya terbaik bagi masyarakat. Semoga program yang akan dilaksanakan pada tahun 2010 akan lebih berhasil dan optimal. bangsa dan Negara. khususnya di bidang pendidikan.