P. 1
INTOXICASI HIDROCARBON

INTOXICASI HIDROCARBON

|Views: 136|Likes:
Published by Masitoh Sahara Nst

More info:

Published by: Masitoh Sahara Nst on Oct 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2012

pdf

text

original

INTOXICASI HIDROCARBON

PAPER INI DIBUAT UNTUK MEMENUHI PERSYARATAN KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN

DISUSUN OLEH :
MARINI TRI LESTARI 07.10.01.123

PEMBIMBING
dr. BUDI ANDI F. Sp.A

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA MEDAN 2011

Dalam penulisan paper ini masih jauh dari sempurna. harapan kami agar kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan dan kelengkapan kami di kemudian hari. Terima Kasih. sebagai salah satu syarat dala melaksanakan Kepaniteraan Klinik Senior bagian Ilmu Kesehatan Anak di Rumah Sakit Haji Medan yang berjudul “ Intoxicasi Hydrocarbon”. atas rahmatNYA kami dapat menyelesaikan paper ini tepat pada waktunya.KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Medan. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada dr. Budi Affandi Sp. Juli 2011 . selaku pembimbing dalam pembuatan paper ini. Hasil yang didapat dalam paper ini sangat berguna bagi kami dan semoga dapat berguna pula bagi rekan – rekan yang akan menjalani Kepaniteraan Klinik Senior di Rumah Haji Medan.A. sehingga dapat bermanfaat bagi kami semua.

............................. Manifestasi Klinis.................. 2.........1.............................................................................. Patofisiologi......................................... 2........................................................................................................................................................ PENDAHULUAN.................................................................. BAB 2................2.......... Pengobatan... 2..... Pencegahan dan Penddikan Pasien.........................................................................8......4........................ DAFTAR ISI............ DAFTAR PUSTAKA............5....................................................... Intoxicasi Hydrocarbon........................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................ Isi..... Pemeriksaan penunjang................ 2................... 2........................................................................7....................................3..............6..... Disposisi dan prognosis....................................... 1 2 2 3 4 6 7 8 9 10 11 12 ...... 2.................................................................................. i ii BAB 1.............. Pemeriksaan Fisik..... 2...... 2.........................9...... Epidemiologi............. 2........

Dari data statistik diketahui bahwa penyebab keracunan yang banyak terjadi di Indonesia adalah akibat paparan pestisida. Intoxicasi atau keracunan adalah overdosis zat atau senyawa kimia dalam tubuh manusia yang menimbulkan efek yang merugikan pada yang menggunakannya. hydrocarbon dapat menimbulkan berbagai toksisitas sistemik dan yang paling banyak adalah depresi Susunan Saraf Sentral (SSS). gastrointestinal. mempertahankan fungsi vital. pembersih rumah tangga. alkohol dan beberapa racun alamiah termasuk bisa ular. terpentin. afeksi. Dalam kasus aspirasi hidrokarbon pada pemeriksaan fisiknya dapat ditemukan ganguan respirasi. dan mempercepat pengeluaran racun bila mungkin. inhalasi. SSS. seperti gangguan level fungsi kesadaran. asam jengkolat dan beberapa tanaman beracun lainnya. memberikan antidotum spesifik bila ada.BAB 1 PENDAHULUAN Setiap obat atau bahan kimia. Dewasa ini banyak sekali racun sehingga angka kejadian keracunan makin lama makin meningkat. Pada umumnya . baik yang alami maupun buatan manusia secara potensial merupakan racun. dan perilaku serta gangguan fungsi psikofisiologi dan responsnya. koginisi. bahan kimia korosif. dan bahan bakar lainnya. obat obatan. bahan ini terdiri dari campuran rantai alifatik (lurus) dan cincin aromatik (benzena) tanpa substitusi atau adisi kimiawi bermakna. jantung dan kulit dan untuk rencana umum penatalaksanaanya adalah pertama kali melakukan diagnosis. mencegah absorbsi atau absorbsi lebih lanjut. hidrokarbon. Hidrokarbon adalah senyawa organik yang terdiri dari atom hidrogen dan karbon. biasanya terjadi pada anak usia antara 1-5 tahun dan penyalahgunaan oleh inhalasi paling sering terjadi pada remaja dan dewasa muda. atau melalui kulit. Paparan hydrocarbon atau hidrokarbon adalah umum dalam masyarakat modren. Bila terabsorbsi melalui penelanan yang disengaja maupun tidak disengaja. persepsi. minyak tanah. . Produk hydrocarbon yang mudah diakses di masyarkat adalah bensin.

kognisi. seperti gangguan level fungsi kesadaran. 4. Adiksi obat termasuk dalam golongan meracuni diri ini. transkutan.1. yaitu oral. Meracuni diri Usaha bunuh diri dengan minum racun bukan hal yang jarang pada remaja atau bahkan anak yang lebih muda. mata terhisap. Pada anak yang paling sering adalah racun yang tertelan. Intoxicasi Hydrocarbon Intoxicasi atau keracunan adalah overdosis zat atau senyawa kimia dalam tubuh manusia yang menimbulkan efek yang merugikan pada yang menggunakannya. Keracunan Non-aksidental Keadaan ini merupakan salah bentuk penganiayaan anak dan tidak jarang dijumpai. 3. dan anak diawasi oleh pembantu atau orang tua pengganti. Hal ini terutama terjadi bila pengawasan orang tua kurang . nasal. serta gigitan ular atau serangga. persepsi. 2. baik yang alami maupun buatan manusia secara potensial merupakan racun sehingga angka kejadian kejadian keracunan makin lama makin meningkat. intravena. Keracunan Homisidal Hal ini jarang terjadi. Keracunan Aksidental Keadaan ini paling sering terjadi pada anak antara 1-5 tahun. . karenanya harus selalu dipikirkan bila terdapat petunjuk lain. dan perilaku serta gangguan fungsi psikofisiologi dan responsnya. afeksi. Terdapat 4 bentuk keracunan yaitu : 1.BAB 2 ISI 2. yang bersifat sangat aktif dan selalu ingin tahu. sehingga berusaha pengeksploasi apa saja dengan tangan dan mulutnya. Racun dapat masuk ke tubuh melalui pelbagai jalan. Setiap obat atau bahan kimia. yang kini sering kita lihat karena orang tua bekerja.

ter. .Karbon tetraklorida.Aspal.2. gemuk (grease). naftas. Aromatik Viskositas rendah . minyak mineral. kloroform.Istilah nonspesifik hidrokarbon menunjukkan senyawa organik yang terdiri dari atom hidrogen dan karbon. sedangkan hidrokarbon nondestilasi proteleum untuk yang terutama berstruktur aromatik. trichloroethylene. Hidrokarbon halogenasi 2. tetrachloroethylene. bahan ini terdiri dari campuran rantai alifatik (lurus) dan cincin aromatik (benzena) tanpa substitusi atau addisi kimiawi bermakna. minyak pelumas. Trikloroetana. Tabel hidrokarbon yang lazim ditemukan : Jenis hidrokarbon 1. tetapi hidrokarbon aromatik hanya mempunyai viskositas rendah. silen. Epidemiologi . toluen. minyak bakar. di mana salah satu molekul hidrogen digantikan oleh sebuah kelompok halogen. Nama zat . metilen klorida. Hidrokarbon yang dihalogenasi atau mempunyai zat aditif toksik merupakan subkelompok dari hidrokarbon aromatik. istilah hidrokarbon destilasi petroleum biasa digunakan untuk golongan yang terutama memiliki struktur alifatik. . dan trikloroetilen. minyak tanah. spiritus mineral. 3. Alifatik Viskositas tinggi Viskositas rendah 2. Halogenasi hidrokarbon yang paling penting adalah karbon tetraklorida. Meskipun hampir semua hidrokarbon didestilasi dari minyak bumi (petroleum) . dan klorida metilen ( misal. trikloroetana. terpentin .Benzena. Pada umumnya.Bensin. minyak diesel. arsen atau pestisida) merupakan golongan tersendiri yang harus dipikirkan secara terpisah dari hidrokarbon sederhana. Hidrokarbon alifatik dapat dibagi lebih lanjut menjadi hidrokarbon dengan viskositas tinggi atau rendah.

mislabeled Penyimpanan yang tidak benar dan kontainer dari hidrokarbon merupakan faktor yang berkontribusi umum. atrofi cerebellum.000 kasus eksposur hidrokarbon yang muda. paparan jangka panjang dapat mengakibatkan morbiditas yang signifikan. Penyalahgunaan oleh inhalasi paling sering terjadi pada remaja dan dewasa muda. biasanya terjadi pada anak-anak muda dari 5 tahun. defisit kognitif. demensia. Kebanyakan eksposur tidak sengaja dan melibatkan anak-anak • Mortalitas/ Morbiditas : Racun paru adalah penyebab utama morbiditas dan kematian. sebagian besar kematian terjadi pada anak-anak muda dari 5 tahun. dan neuropati perifer semuanya telah dilaporkan dengan penyalahgunaan hidrokarbon jangka panjang inhalan. Cardiomyopathy. dilaporkan ke pusat-pusat racun setiap tahunnya.• Frekuensi : Di Amerika Serikat terdapat 80. Sekitar 20 kematian per tahun dari hasil keracunan hidrokarbon. • Umur : Menelan tanpa sengaja. .

atau melalui kulit. Patofisiologi Potensi toksik dari hidrokarbon secara langsung berkaitan dengan sifat fisik mereka. seperti viskositas meningkat. Volatilitas mengacu pada kemampuan untuk menguapkan senyawa. neurologis dan komplikasi lain terjadi. Iritasi pernafasan primer dengan pneumonitis kimia. refrigeran. tetapi komplikasi paru kronis.2. ginjal. Kematian mendadak akibat henti jantung merupakan resiko utama. Bila terabsorbsi melalui penelanan. yang ada dalam kebanyakan potongan cat. propelen. inhalasi. yang biasanya terkait dengan karbon tetraklorida.3. cairan untuk koreksi dan nitrit menguap. Nitrobenzen atau senyawa terkait anilin menimbulkan . dan juga iritasi saluran cerna dapat terjadi. Sensitisasi miokardium dapat terjadi sesudah penelanan hidrokarbon halogenasi atau nonhalogenasi. Viskositas mengacu pada perlawanan kompleks tersebut mengalir. atau hasil sulingan yang tidak murni. meskipun sesudah penelanan hidrokarbon yang merusak. dihubungkan dengan banyak intansi. Yang paling banyak adalah depresi susunan saraf sentral (SSS) terkait dengan sifat anestetik hidrokarbon tertentu. methemoglobinemia. karbon monoksida yang menimbulkan toksisitas sistemik. semakin bertambah jumlahnya. Toksisitas ginjal dan hematologis biasanya terkait dengan pemajanan jangka panjang. hidrokarbon dapat meimbulkan berbagai toksisitas sistemik. Pada beberapa kejadian jika kadar hidrokarbon di atmosfer tinggi. Penyalahgunaan substansi menguap dari suatu kisaran luas senyawasenyawa. mengurangi potensi aspirasi. Toksisitas hati. Pada kebanyakan kasus. Karena kebanyakan produk komersial adalah campuran. termasuk adhesif.menghisap udara kurang oksigen dapat menimbulkan anoksia atau tanda lain yang tidak terkait dengan toksisitas hidrokarbon yang sebenarnya metilen klorida. merupakan contoh suatu substansi yang di metabolisasi sesudah absorbsi menajadi substansi lain. tidak mungkin setiap produk itu tepat. Senyawa yang mudah menguap dengan kekentalan rendah lebih mungkin dihirup ke dalam sistem pernapasan. kadar dalam darah tetap cukup rendah untuk menghindari depresi sistem SSS.

Tosisitas lokal termasuk pengurangan lemak kulit (defatting on skin). hiperemia (kadang-kadang dengan perdarahan). . Minyak politur perkakas rumah tangga adalah produk yang paling banyak mengandung minyak mineral tertututp ( seal oil). yang paling terkenal buruk dari bahan tersebut adalah yang menimbulkan pneumonitis aspirasi . sejumlah sangat kecil bahan ini yang masuk kedalam percabangan paru adalah semua yang diperlukan untuk menimbulkan pneumonitis yang bermakna. dan nekrosis alveolar. Akibatnya adalah radang interstisial.10. iritasi membrana mukosa dan paling penting Pneumonitis aspirasi. Selama kegiatan menelan tersebut .2 mL. Bahan kimia ini mempunyai viskositas yang amat rendah dan dengan sendirinya mampu menyebar untuk melibatkan daerah permukaan paru-paru yang luas hanya sesudah dihisap 0.

Gejala seperti batuk atau tercekik. Mengantuk pada 10% anak. sedangkan dispneu jarang terjadi dan dikaitkan terutama dengan aspirasi berat. dan sianosis. Beratnya temuan respiratorik berkorelasi dengan beratnya aspirasi. Tanda respiratorik meliputi takipneu.2. Diagnosis pada anak dengan pneumonitis hidrokarbon berat tidak sukar. dan efusi pleura kadang –kadang tampak. muntah (pada 65% kasus). Peningkatan jumlah sel darah putih ditemukan pada 80% pasien. Rata-rata jumlah leukosit pada penderita dengan diagnosis pneumonitis berdasarkan radiologi adalah 15. Gejala pernapasan yang paling lazim adalah batuk (pada 40% kasus) merupakan temuan klinis yang pertama akibat adanya pneumonia aspirasi. Mungkin dapat terjadi demam yang kemudian dapat menetap selama 10 hari sesudah penelanan serta bau ”bensin” yang dapat tercium pada mulut. atau hanya mengalami episode batuk sementara yang singkat pada saat penelanan terjadi. ronkhi. infiltrat basal kanan (30%) . Foto sinar x dada menunjukkan infiltrat basal bilateral (65% ) . Tanda pada sistem syaraf pusat (stupor dan kejang) jarang ditemukan. tetapi diagnosis sukar ditegakkan bila penyakitnya kurang berat.mungkin tidak terperhatikan oleh . walaupun sistitis hemoragik telah dilaporkan sesudah penelanan terpentin. sedangkan pada mereka yang tidak terbukti secara radiologi berjumlah 12. udara terperangkap . Diagnosis penelanan hidrokarbon didasarkan riwayat pemajanan dan terciumnya bau bensin pada anak. Gejala keracunan yang terkait dengan penelanan hidrokarbon aromatik terutama adala depresi sistem saraf pusat. mual.4. nyeri perut dan diare. Pneumatokel tanpa gejala dapat tampak 3-15 hari pascaaspirasi dan sembuh dalam 15 hari sampai 21 bulan. Keluhan umum saluran cerna yang menyertai penelanan hidrokarbon adalah rasa terbakar atau iritasi pada mulut dan tenggorokan. bersendawa. ronkhi halus. pneumotoraks dan pneumomediastinium jarang. Atelektasis.100/mm3 . atau densitas perihilar punktata halus (5%). Purpura trombositopenik telah dilaporkan terjadi sesudah minum terpentin. Manifestasi Klinis Sebagian besar anak yang menelan hidrokarbon alifatik tidak mengalami gejala yang sama sekali.900/mm3 .

60% mempunyai foto sinar X positif 1 jam setelah aspirasi. mengi : sakit kepala. Juga terdapat sejumlah racun yang dapat menyebabkan muntah ( yang dapat dikaitkan dengan aspirasi): kafein. Penentuan ada atau tidaknya aspirasi hidrokarbon mungkin memerlukan masa observasi tertentu dan pemeriksaaan ulangan. tersedak. aspirasi benda asing. sabun atau detergen. teofilin. kejang. besi produk digitalis. Seberapa besar foto sinar X dapat dipercaya dalam mendiagnosis aspirasi hidrokarbon bergantung pada jumlah aspirat dan waktu yang telah berlalu sejak terjadinya aspirasi: pada anak yang mengalami pneumonitis. koma : mual.5.sakit perut : aritmia : iritasi mukosa Gastrointestinal Jantung Kulit . muntah . Pemeriksaan fisik dapat menyesatkan : banyak penderita dengan pemeriksaan dada negatif mempunyai foto sinar x dada positif. tetapi 90% positif setelah 3 jam. takpneu. dengkur. dan bahan kausitik.orang tua anak. atau gagal jantung kongestif. produk tembakau. Diagnosis banding toksikologis meliputi pestisida (organofosfat atau karbamat) dan salisilat.. Pemeriksaan Fisik Dalam kasus aspirasi hidrokarbon. dapat ditemukan adanya: • • • • • Respiratory SSP : batuk. Diagnosis banding medis penelanan/ aspirasi hidrokarbon meliputi pneumonia viral atau bakteri. 2.

untuk melakukan penilaian : Hipoksemia pada pasien .Radiografi ulang dilakukan jika ada perubahan dalam status pernapasan akut pasien karena adanya pneumotoraks atau pneumomediastinum . Pada awalnya. EKG jika ada terdapat aritmia jantung.6.2. hasil radiografi dada mungkin normal. Analisa gas darah . tetapi temuan positif dapat berkembang selama beberapa jam pertama setelah konsumsi (lihat gambar di bawah). dan atelektasis. • Radiologi : - HIDROKARBON PNEUMONITIS • Temuan umum meliputi kekeruhan perihilar halus. .Hb. • . Hiperkarbia pada pasien dengan depresi pernapasan dan pertukaran gas menurun. • • Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan darah rutin : leukosit. infiltrat bibasilar.

Sesudah pengeluaran hidrokarbon aromatik dari lambung. nadi. Pemberian minyak yang tidak dapat diserap (misal. yang hanya dapat diberikan setelah jenis racun dipastikan. Memberikan antidotum spesiffik bila ada. Jalan nafas. Terapi antibiotik harus dicadangkan untuk mengobati infeksi bakteri yang ditemukan.7. . termasuk usaha pencegahan. dan menilai keadaan pasien Mempertahankan fungsi vital. dan tekanan darah harus dijamin adekuat. Pengobatan Pengobatan pneumonitis aspirasi hidrokarbon terutama terdiri dari pemberian oksigen tambahan dan bantuan pernafasan (intubasi dan ventilasi) sesuai dengan kebutuhan. menentukan jenis racun. Oleh karena hanya sedikit diserap saluran cerna. Oleh karena muntah dan bilas lambung dikaitkan dengan pneumonitis aspirasi. ventilasi. Penelitian klinis dan eksperimental telah gagal menunjukkan manfaat profilaksis atau terapeutik kortikosteroid. bilas lambung. Mencegah absorbsi racun lebih lanjut.2. atau arang aktif dan pencahar. minyak mineral atau parafin) secara teoritis bermanfaat. tetapi hal ini telah dikaitkan dengan peningkatan insiden pneumonitis lipid. identifikasi serta mengobati komplikasi. Penyembuhan serta perawatan. teknik ini harus dilakukan secara hati-hati dan dibawah pengawasan medis yang tepat. Perawatan lebih lanjut serta mengantisipasi. hidrokarbon ini tidak perlu dikeluarkan melalui perangsangan muntah menggunakan ipekak. Mempercepat pengeluaran racun bila mungkin. Hidrokarbon aromatik dapat menyebabkan toksisitas sistemik jika bahan ini tertelan dalam jumlah lebih dari 2ml/kg. penderita harus diawasi terhadap kemungkinan munculnya pneumonitis. Penelanan hidrokarbon alifatik tidak memerlukan terapi spesifik. Rencana umum penatalaksanaan keracunan akut terdiri dari : • • • • • • • Diagnosis : memastikan telah terjadi keracunan.

Segera alamat kecurigaan penyalahgunaan inhalasi dengan orang tua pasien atau dokter biasa. Hidrokarbon mungkin juga akan inhalasi sebagai bagian dari gerakan bunuh diri . Hidrokarbon dapat dihirup untuk rekreasi. dan merekomendasikan langkah-langkah yang mereka dapat mengambil untuk memperkecil kemungkinan terhadap eksposur disengaja. Memberikan saran kepada orang tua tentang penyimpanan dan pelabelan bahan kimia berbahaya.8. dimulai pada usia dini. Pengobatan penyebab yang mendasari perilaku ini dapat membantu dalam mencegah penggunaan hidrokarbon. Memberitahu orang tua tentang produk rumah tangga umum yang mungkin berbahaya. mirip dengan narkoba dan alkohol. o • Orang tua harus mengajar anak-anak muda tentang bahaya racun. o o .2. b. Pencegahan dan Penddikan Pasien a. Kebanyakan eksposur pada anak-anak muda tidak disengaja dan dapat dicegah. Mempertahankan indeks kecurigaan yang tinggi dengan remaja yang memiliki tanda-tanda mabuk alkohol atau penggunaan narkoba. Pendidikan pasien • Pendidikan pasien sangat penting dalam pencegahan pemaparan yang tidak perlu atau tidak disengaja. Pencegahan • Penyalahgunaan inhalant terjadi pada remaja dan orang dewasa dan harus dihalangi.

Memberikan orang tua dengan nomor telepon pusat kendali lokal mereka racun. kebanyakan pasien sembuh tanpa komplikasi sisa.9. Sesudah pengamatan selama 4-6jam. anak yang tidak menunjukkan gejala dan anak dengan foto sinar-X dada yang normal dapat dipulangkan. Serta Dengan perawatan suportif yang tepat. Pemantauan jangka panjang harus dilakukan untuk mendeteksi terjadinya penyakit paru obstruktif pada anak tanpa gejala sebelumnya menderita pneumonitis aspirasi hidrokarbon. o 2. Disposisi dan Prognosis Semua anak yang menunjukkan gejala harus dievaluasi secara klinis dan radiologi di ruang gawat darurat terhadap kemungkinan berkembangnya pneumonitis. perumahsakitan dianjurkan bagi anak yang terbukti secara klinis atau radiologis menderita pneumonitis . ruang cuci) dimana zat-zat beracun mungkin ada. . dapur.o Mendidik orang tua bahwa mereka perlu mengawasi anak-anak mereka ketika mereka berada di daerah berisiko tinggi (misalnya. garasi.

2007 .scribd.2452-3. 925-6. Buku Ajar Pediatri Rudolph edisi 20 volume 2. . Jakarta. 4. Kliegman RM. Accesed on : Juni. 2011. Binarupa Http://www. Jakarta. 4th Anak edisi 15 volume 3.2000. 3. 2. EGC. Ling WYC (editor). Jakarta. Pedoman Praktis Kedaruratan Pada Anak.com/doc/57055204/toksikologi. P. 1993 . Arvin AM (editor).DAFTAR PUSTAKA 1. Aksara. EGC. Behrman RE. 327-61. Nelson Ilmu Kesehatan Rudolph AM (editor). P. P.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->