MAKALAH BIROKRASI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Birokrasi adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan. Fenomena birokrasi selalu ada bersama kita dalam kehidupan kita sehari-hari dan setiap orang seringkali mengeluhkan cara berfungsinya birokrasi sehingga pada akhirnya orang akan mengambil kesimpulan bahwa birokrasi tidak ada manfaatnya karena banyak disalahgunakan oleh pejabat pemerintah (birokratisme) yang merugikan masyarakat. Birokrasi bukanlah suatu fenomena yang baru bagi kita karena sebenarnya telah ada dalam bentuknya yang sederhana sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Namun demikian kecenderungan mengenai konsep dan praktek birokrasi telah mengalami perubahan yang berarti sejak seratus tahun terakhir ini. Dalam Masyarakat yang modern, birokrasi telah menjadi suatu organisasi atau institusi yang penting. Pada masa sebelumnya ukuran negara pada umumnya sangat kecil, namun pada masa kini negara-negara modern memiliki luas wilayah, ruang lingkup organisasi, dan administrasi yang cukup besar dengan berjuta-juta penduduk. Kajian birokrasi sangat penting dipelajari, karena secara umum dipahami bahwa salah satu institusi atau lembaga, yang paling penting sebagai personifikasi negara adalah pemerintah, sedangkan personifikasi pemerintah itu sendiri adalah perangkat birokrasinya (birokrat). Membicarakan tentang birokrasi tentunya sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana sejarah birokrasi. Birokrasi memiliki asal kata dari Burcau, digunakan pada awal abad ke 13 di Eropa Barat bukan hanya untuk menunjuk pada meja tulis saja, akan tetapi lebih pada kantor, semisal tempat kerja dimana pegawai bekerja. Makna asli dari birokrasi berasal dari Prancis yang artinya pelapis meja. Bentuk birokrasi paling awal terdiri dari tingkatan kasta rohaniawan / tokoh agama. Negara memformulasikan,memaksakan dan menegakkan peraturan dan memungut pajak, memberikan kenaikan kepada sekelompok pegawai yang bertindak untuk menyelenggarakan fungsi tersebut. Sangat menarik membicarakan tentang birokrasi, karena dalam realita kehidupan birokrasi terkesan negatif dan menyulitkan dalam melayani masyarakat, padahal para pegawai birokrasi itu dibayar dari duit masyarakat. Dan terkadang wewenang yang diberikan kepada pegawai dari birokrasi disalahgunakan. Misalnya seperti masalah tentang korupsi di dirjen pajak yang hangat-hangatnya dibicarakan akhir-akhir ini. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya reformasi birokrasi 1.2 Rumusan Masalah Untuk mempermudah dalam penyusunan makalah ini, maka penulisan dibatasi sebagai berikut : 1.2.1 Bagaimana reformasi birokrasi di Dirjen Pajak ? 1.2.2 Apa tujuan reformasi birokrasi ? 1.2.3 Apa masalah, kelemahan, dan prasyarat reformasi birokrasi ? 1.3 Tujuan Penulisan Ada beberapa alasan mengapa tulisan ini dibuat penulis, yaitu : 1.3.1 Memenuhi tugas mata kuliah Birokrasi Indonesia.

1.3.2 Menjelaskan bagaimana reformasi birokrasi di Dirjen Pajak 1.3.3 Memaparkan tujuan reformasi birokrasi 1.3.4 Menjelaskan masalah, kelemahan, dan prasyarat reformasi birokrasi   BAB II PEMBAHASAN 2.1 Reformasi Birokrasi Dirjen Pajak Reformasi adalah mengubah atau membuat sesuatu menjadi lebih baik daripada yang sudah ada. Reformasi ini diarahkan pada perubahan masyarakat yang termasuk didalamnya masyarakat birokrasi, dalam pengertian perubahan ke arah kemajuan. Dalam pengertian ini perubahan masyarakat diarahkan pada development (Susanto, 180). Karl Mannheim sebagaimana disitir oleh Susanto menjelaskan bahwa perubahan masyarakat adalah berkaitan dengan norma-normanya. Development adalah perkembangan yang tertuju pada kemajuan keadaan dan hidup anggota masyarakat, dimana kemajuan kehidupan ini akhirnya juga dinikmati oleh masyarakat. Dengan demikian maka perubahan masyarakat dijadikan sebagai peningkatan martabat manusia, sehingga hakekatnya perubahan masyarakat berkait erat dengan kemajuan masyarakat. Dilihat dari aspek perkembangan masyarakat tersebut maka terjadilah keseimbangan antara tuntutan ekonomi, politik, sosial dan hukum, keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta konsensus antara prinsip-prinsip dalam masyarakat (Susanto: 185-186). Khan (1981) memberi pengertian reformasi sebagai suatu usaha perubahan pokok dalam suatu sistem birokrasi yang bertujuan mengubah struktur, tingkah laku, dan keberadaan atau kebiasaan yang telah lama. Sedangkan Quah (1976) mendefinisikan reformasi sebagai suatu proses untuk mengubah proses, prosedur birokrasi publik dan sikap serta tingkah laku birokrat untuk mencapai efektivitas birokrasi dan tujuan pembangunan nasional. Aktivitas reformasi sebagai padanan lain dari change, improvement, atau modernization. Dari pengertian ini, maka reformasi ruang lingkupnya tidak hanya terbatas pada proses dan prosedur, tetapi juga mengaitkan perubahan pada tingkat struktur dan sikap tingkah laku (the ethics being). Arah yang akan dicapai reformasi antara lain adalah tercapainya pelayanan masyarakat secara efektif dan efisien. Reformasi bertujuan mengoreksi dan membaharui terus-menerus arah pembangunan bangsa yang selama ini jauh menyimpang, kembali ke cita-cita proklamasi. Reformasi birokrasi penting dilakukan agar bangsa ini tidak termarginalisasi oleh arus globalisasi. Reformasi ini harus dilakukan oleh pejabat tertinggi, seperti presiden dalam suatu negara atau menteri/kepala lembaga pada suatu departemen dan kementerian negara/lembaga negara, sebagai motor penggerak utama. Reformasi birokrasi di Indonesia belum berjalan dengan maksimal. Indikasinya adalah buruknya pelayanan publik dan masih maraknya perkara korupsi. Yang hangat-hangat dibicarakan akhir-akhir ini seperti tentang kasus makelar pajak. Aparat Direktorat Jenderal Pajak tergolong sebagai aparat paling banyak melakukan pelanggaran di internal Departemen Keuangan. Direktorat ini menjadi juara sebagai instansi terbanyak kena sanksi akibat pelanggaran disiplin dan integritas. Berdasarkan catatan Departemen Keuangan pada periode 2006 - 2009 yang dipublikasikan di situs Depkeu, pegawai Ditjen Pajak menjuarai atau mendominasi pelanggaran dari 12 instansi di Depkeu. Dari total 1.961 pegawai Departemen Keuangan yang melanggar dan dikenai sanksi, lebih dari separoh atau 1.036 berasal dari Ditjen Pajak. Dari jumlah itu, 546 orang

bersih. penyerahan daftar kekayaan dan pemeriksaan surat pemberitahuan (SPT) beberapa tahun terakhir dari jajaran pejabat sampai level eselon empat dan pelaksana di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang rawan berhubungan dengan wajib pajak (WP) dan melakukan pemeriksaan mendetail.dikenai sanksi karena pelanggaran disiplin kehadiran dan 482 dikenai sanksi karena melanggar integritas. selama empat tahun tersebut. mempercepat pelaksanaan penilaian indikator kinerja individu. Sanksi itu berupa penurunan pangkat kepada 149 pegawai. Ketujuh. sehingga pengaduan merasa aman dan berani. Serta kedelapan. kebijakan dan administrasi pajak dan bea cukai yang rawan korupsi. Beberapa yang dilakukannya terkait hal ini adalah Kementerian Keuangan dalam jangka pendek akan membebastugaskan seluruh jajaran yang bekerja di Unit Keberatan bersama Gayus Tambunan. Sanksi ini diterapkan oleh Depkeu sebagai bagian dari reformasi birokrasi. pemberhentian dengan hormat kepada 36 pegawai dan sebanyak 184 orang dipecat secara tidak hormat. melakukan pemeriksaan menyeluruh bidang pemeriksaan pajak. Kementerian Keuangan akan meminta Komite Pengawas Perpajakan untuk memeriksa proses. dan berwibawa Memperbaiki kinerja birokrasi agar lebih efektif dan efisien .Terciptanya birokrasi yang profesional. Bagi pegawai Depkeu tidak ada pilihan lain untuk menyesuaikan diri dan mengikuti gerak langkah reformasi atau mundur dari pegawai. sebanyak 417 orang telah dikenai sanksi berat. membentuk whistle blower dan membentuk mekanisme pengaduan yang mudah dan kredibel. Adapun delapan langkah yang ditegaskan oleh Menkeu untuk mengawal reformasi birokrasi meliputi. pembebasan jabatan kepada 48 pegawai. termasuk indikator integritas secara lebih detail dan tegas. Kelima. Depkeu telah mengenakan sanksi berat kepada para aparat yang melanggar integritas. yaitu tata pemerintahan yang baik.Meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat . terbuka. Kedua. mandiri. wajib pajak. Keempat. demikian disebutkan dalam laporan Departemen Keuangan. mengevaluasi unit Kepatuhan Internal dan Inspektorat Jenderal. melakukan kerja sama dengan Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial dalam perbaikan peradilan perpajakan. begitu pula semua kasus kekalahan di Pengadilan Pajak akan diperlakukan hal yang serupa. Menurut Depkeu. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 30/1980. Kementerian akan meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengusut transaksi para aparat pajak.Terciptanya good governance. Keenam. kasus-kasus keberatan yang terjadi antara 2006-2009 akan diperiksa semuanya. dan aduan ditangani dengan sungguhsungguh. Selain itu. dan hakim pajak yang berhubungan dengan kasus keberatan. Ketiga. pertama. netral. serta memiliki integritas dan kompetensi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya selaku abdi masyarakat dan abdi negara Pemerintah yang bersih (clean government) Bebas KKN . agar makin mampu mendeteksi pelanggaran secara lebih dini. agar efek pencegahan dapat terbangun.2 Tujuan Reformasi Birokrasi . demokratis. 2.

sampai Susilo Bambang Yudhoyono belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. information technology) dalam pemberantasan KKN. taspen. (2) belum ada data awal yang pasti dan sama.2. asuransi kesehatan. (3) penerapan dan pemanfaatan Single Identification/Identity Number (SIN) untuk setiap urusan masyarakat yang diharapkan mampu mengurangi peluang penyalahgunaan. (2) belum ada kesamaan persepsi dan pemahaman tentang visi. (5) masih banyak duplikasi. preventif (prevention without punishment).3 Empat Masalah. dan criminal policy belum dituangkan secara jelas dalam bentuk represif (criminal justice system). terdiri atas (1) berbagai keluhan masyarakat kurang direspons aparatur. e-procurement. Tujuh kelemahan. dan ketidakwajaran peraturan perundangundangan (ambivalen dan multi-interpreted). . e-business. e-procurement. dan Megawati Soekarnoputri. (3) kurang memanfaatkan teknologi informasi (egovernment. (4) belum ada kesepakatan menerapkan SIN (single identification/identity number) tentang data kepegawaian. dan (7) belum ada konsistensi yang didukung kesungguhan atau keseriusan pemerintah dalam pemberantasan KKN. (6) kelemahan dalam criminal justice system (sistem penanggulangan kejahatan). Habibie. pertentangan. bea-cukai. dan Lima Prasyarat Empat masalah. dan yang terkait lainnya. pajak. tanah.1 Kesimpulan Fenomena birokrasi selalu ada bersama kita dalam kehidupan kita sehari-hari dan setiap orang seringkali mengeluhkan cara berfungsinya birokrasi sehingga pada akhirnya orang akan beranggapan bahwa birokrasi tidak ada manfaatnya karena banyak disalahgunakan oleh pejabat pemerintah (birokratisme) yang merugikan masyarakat. Abdurrahman Wahid. imigrasi. Tujuh kelemahan yang menonjol: (1) lemahnya kehendak pemerintah atau political will/government will. Reformasi bertujuan mengoreksi dan membaharui terus-menerus arah pembangunan bangsa yang selama ini jauh menyimpang. sanksi terlalu ringan dan tidak konsisten. Oleh karena itu diperlukan adanya reformasi birokrasi Reformasi adalah mengubah atau membuat sesuatu menjadi lebih baik daripada yang sudah ada. Soeharto. tujuan dan rencana tindak tidak jelas. dan pencegahan dini (detektif). dan (4) belum ada analisis yang jelas mengapa pemberantasan korupsi sejak era Presiden Soekarno. (4) peraturan perundang-undangan yang saling menunjang dan memperkuat. misi. penanggulangan kejahatan (criminal policy) belum efektif menggunakan media masa dan media elektronika.   BAB III PENUTUP 3. (2) sistem dan mekanisme pelayanan publik yang memanfaatkan teknologi informasi (TI): egovernment. Lima prasyarat keberhasilan pemberantasan korupsi: (1) deregulasi peraturan perundangundangan yang memberi peluang KKN dan ada kehendak yang sungguh-sungguh dan serius untuk memberantas korupsi (Inpres 5/2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi merupakan salah satu komitmen yang harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata). (3) tolok ukur keberhasilan belum jelas. e-office. Reformasi birokrasi penting dilakukan agar bangsa ini tidak termarginalisasi oleh arus globalisasi. kembali ke cita-cita proklamasi. dan (5) penataan atau pembaharuan Criminal Justice System (CJS) yang memadai. kurangnya partisipasi masyarakat.

1997. Heri. Terciptanya good governance.Pramusinto Agus dan Erwan Agus Purwanto. dan pemerintahan menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa. 2009.Reformasi ini harus dilakukan oleh pejabat tertinggi. Oleh karena itu. yang berarti segenap proses penyelenggaraan dari setiap usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. MBA. 2003. Pembangunan merupakan suatu proses. negara. sebagai motor penggerak utama. 1. . bebas KKN. dan berwibawa. harus dilaksanakan . yaitu (1) administrasi. “Reformasi Birokrasi Sebagai syarat Pemberantasan KKN”. diakses dari situs http://heri. Pemerintah yang bersih (clean government).Dr. yaitu tata pemerintahan yang baik.Drs. bersih. Mei 2007 Rizky Argama Mei 2007 1 PENDAHULUAN Administrasi pembangunan merupakan gabungan dua pengertian.1 Gabungan kedua pengertian tersebut mengandung beberapa pokok pikiran sebagai berikut.susanto@vivanews. Makalah REFORMASI BIROKRASI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ADMINISTRASI PEMBANGUNAN Disusun oleh RIZKY ARGAMA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA Depok. Tujuan reformasi birokrasi: Memperbaiki kinerja birokrasi. seperti presiden dalam suatu negara atau menteri/kepala lembaga pada suatu departemen dan kementerian negara/lembaga negara. dan (2) pembangunan. Birokrasi. Guy.Susanto. yang merupakan rangkaian usaha perubahan dan pertumbuhan yang berencana yang dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa.Prof. Taufiq Effendi.Jakarta: PT Raja GrafindoPersada .Benveniste. “Agenda Strategis Reformasi Birokrasi Menuju Good Governance”. “Ditjen Pajak Juara Kena Sanksi Pelanggaran”. Reformasi Birokrasi.Mostopadidjaja AR. Kepemimpinan dan Pelayanan Publik .com . meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat   DAFTAR PUSTAKA .

lebih maju. (Surakarta: Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. 2. Hukum administrasi pembangunan merupakan hukum administrasi negara yang diarahkan untuk mendukung proses pembangunan. pelaksanaan. hal. Pembangunan ditujukan untuk membina bangsa. 4. 5. 2. x.secara terus-menerus. yang meliputi: hukum untuk perencanaan. Hukum administrasi pembangunan merupakan hukum administrasi negara yang diarahkan untuk penyempurnaan administrasi negara agar berkemampuan mendukung proses pembangunan. 2005). 6. pengertian hukum administrasi pembangunan menurut Prof. pengendalian. pentahapan. serta pertahanan dan keamanan. ekonomi. Bahan Ajar Administrasi Pembangunan. pembiayaan. sosial-budaya. terutama aspek politik. yaitu administrasi dan pembangunan. administrasi 1Pradja Suminta. dan evaluasi. Rizky Argama Mei 2007 2 pembangunan merangkum dua kegiatan besar dalam satu pengertian. 2Ibid. dalam arti untuk keperluan keberhasilan pembangunan. Pembangunan dilaksanakan secara berencana. jangka waktu. Sementara dari sudut praktis. Pembangunan mempunyai tujuan yang bersifat multidimensional. 1.2 Secara umum. meliputi berbagai aspek kehidupan bangsa dan negara. 3. Prajudi Atmosudirdjo adalah sebagai berikut. dan hasil tertentu yang diharapkan. berkesinambungan. biaya. Pembangunan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan merupakan hasil pemikiran sampai pada tingkat rasionalitas tertentu. Pembangunan mengarah pada modernitas dan bertujuan untuk menemukan cara hidup yang lebih baik dari sebelumnya. 4 . serta dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi atau iptek. administrasi pembangunan diartikan sebagai bidang studi yang memelajari sistem administrasi negara di negara yang sedang membangun serta upaya untuk meningkatkan kemampuannya.3 Selanjutnya.

Hal ini karena administrasi pembangunan lahir dan merupakan penyempurnaan dari administrasi negara untuk dapat diterapkan di negara berkembang. yang dimulai dari perumusan 3Ginandjar Kartasasmita. juga ditelaah tentang bagaimana keputusan diambil. Administrasi negara memberikan tekanan kepada ekologi sosial dan kultural. (Jakarta: LP3ES. (Depok: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia. serta berbagai masalah hubungan manusia. . Selain itu. dan pengetahuan dikembangkan. hal. Harsanto Nursadi. 1. Atau dapat pula dikatakan bahwa administrasi negara adalah ditujukan bagi negara maju. Administrasi negara mengembangkan penelaahan mengenai sikap dan peranan birokrasi (behavioral approach). tujuan diterapkannya administrasi pembangunan adalah untuk mencapai kemajuan pembangunan yang menuju modernisasi. dan Andhika Danesjvara. 1. Kecenderungan-kecenderungan tersebut adalah sebagai berikut. 2005). 1997). hal. Setidaknya terdapat empat kecenderungan yang mengarahkan administrasi negara kepada administrasi pembangunan. 18. Administrasi Pembangunan: Perkembangan dan Praktiknya di Indonesia. 4Tri Hayati. Perhatian administrasi negara mengarah kepada masalah-masalah pelaksanaan dan pencapaian tujuan pembangunan. 3. 4. 2. Administrasi Pembangunan: Suatu Pendekatan Hukum dan Pernecanaannya.Definisi yang diberikan oleh Prof. sedangkan administrasi pembangunan ditujukan untuk negara berkembang. penggunaan teknik-teknik kuantitatif dan analitis dalam administrasi negara. Di sini dikembangkan sistem analisis administrasi negara terhadap administrasi pembangunan. seseorang atau kelompok dalam birokrasi tersebut. Kecenderungan melakukan pendekatan manajemen dalam administrasi negara. Rizky Argama Mei 2007 3 kebijaksanaan. instrumen pelaksananya hingga pelaksanaan pembangunan itu sendiri. Prajudi ini adalah pengertian yang paling dapat mengakomodasi berbagai pendapat yang diberikan oleh para ahli bidang ilmu administrasi.

Tjokroamidjojo. 1. hal.Di sini ditekankan telaah terhadap hubungan dan sikap administratif dengan ekologi sosial dan budaya masyarakat tertentu. yaitu: 1. Harus pula tetap dipahami bahwa administrasi pembangunan masih mendasarkan diri pada administrasi negara dan peralatan analisis administrasi negara sehingga administrasi pembangunan belum dapat dipisahkan dari administrasi negara. 2. Riggs memandang bahwa administrasi negara untuk negara berkembang mempunyai pola perilaku yang berbeda dengan negara maju. yang menyangkut sistem. b. struktur. Fred W. Administrasi pembangunan dikembangkan sebagai konsekuensi dari adanya ketimpangan antara administrasi pemerintahan di negara maju dengan administrasi pemerintahan di negara berkembang. Pengantar Administrasi Pembangunan. Kecenderungan administrasi pembangunan berorientasi untuk mendukung pembangunan. Dari segi politik: a. 2. Rizky Argama Mei 2007 4 3. kesadaran bernegara sebagian rakyatnya masih rendah dan lebih mengutamakan hak daripada kewajibannya dalam kehidupan bernegara. Dari segi ekonomi: .5 Keempat kecenderungan tersebut saling terkait satu sama lain dan kecenderungan tersebut mengarah kepada administrasi pembangunan. 1995). pergeseran dari pendekatan ideologis ke arah pendekatan nomotetis. dan c. sebagian besar rakyatnya belum mempunyai kesadaran berpolitik serta lebih mengutamakan kepentingan pribadi. dan usahausaha ke arah modernisasi guna mencapai kehidupan yang sejahtera secara sosial dan ekonomi. dan 5Bintoro 7. tidak adanya stabilitas di bidang politik. pergeseran dari semua pendekatan tersebut ke pendekatan ekologis. (Jakarta: LP3ES. dan fungsi. Riggs mencatat setidaknya ada tiga kecenderungan dalam administrasi pembangunan. pergeseran dari pendekatan normatif ke pendekatan empiris.6 Negara berkembang sendiri memiliki ciri-ciri yang dapat ditinjau dari tiga aspek sebagai berikut.

Sementara pada negara berkembang. cit. pendapat nasional perkapitanya rendah. 18. hal..a. Nursadi. diferesiansi fungsi dalam administrasi pemerintahan . Hasil studi banding antara negara maju dan negara berkembang tersebut mengungkap adanya perbedaan-perbedaan antara keduanya dalam hal administrasi pemerintahan. b. berlaku prinsip legal rational impersonal. Rizky Argama Mei 2007 5 PERMASALAHAN Fred W. Pada negara maju. dan Danesjvara. dan Edward W. membentuk kelompok studi perbandingan administrasi (Comparative Study Administration Group/CAG). Pada negara maju. xiii. Milton Esman. dan c. op. Pada negara maju. Riggs bersama para ahli administrasi negara. persentase pertambahan penduduk lebih besar dibandingkan pertumbuhan ekonomi.7 6Hayati. William J. pengangkatan dan pemberhentian pegawai didasarkan pada suatu standar tertentu atau dikenal dengan istilah meryt system. d. Weidner. op. mayoritas penduduk tergolong kaum tradisional. Montgomery.. c. sebagian besar masyarakat tergolong tenaga kerja tidak terdidik. di mana setiap persoalan diselesaikan dalam kantor/kedinasan serta berdasarkan hukum yang berlaku. antara lain John D. 3. dan e. 1. struktur perekonomiannya agraris. Sebaliknya. 3. cit. kurangnya manajerial dan keahlian teknologi. hubungan satu sama lain dalam pemerintahan di negara berkembang didominasi oleh praktik yang dikenal dengan istilah bureaucratic click dan patron client relationship. yaitu penyelesaian persoalan di dalam dan di luar kantor melalui cara-cara yang tidak legal-formal. pengangkatan dan pemberhentian pegawai terjadi karena birokrasi atau nepotisme. 2. Ralph Braibanti. hal. 7Suminta. mayoritas tingkat pendidikan masyarakat rendah. Dari segi sosial budaya: a. b. mobilitas sosial rendah serta tantangan untuk melihat dunia luar sangat minim. Smith. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut.

9 Dalam segala aspek yang berhubungan dengan pemerintahan. 4. 6 Birokrasi menjadi suatu permasalahan tersendiri dalam kaitannya dengan hukum administrasi negara pembangunan. Tidak demikian halnya pada negara berkembang. op. Hal ini tercermin dari masih tingginya penyalahgunaan kewenangan dalam bentuk korupsi. 19. tidak efisiennya organisasi pemerintahan di pusat dan daerah.8 8Hayati. efektivitas dalam hal administrasi tidak diikuti oleh efisiensi. Selain efektif. hingga memasuki tahun kesembilan sejak reformasi digulirkan. perbaikan birokrasi pemerintah belum memperlihatkan tandatanda kemajuan yang berarti. Administrasi pemerintahan maupun pelayanan publik yang birokratis seolah telah menjadi karakteristik yang melekat di berbagai negara berkembang. Rizky Argama Mei 2007 Nursadi. rendahnya kualitas pelayanan publik. administrasi pada negara maju juga berjalan efisien. cit.. Berbagai macam penawaran dan permintaan yang berkaitan dengan urusan administrasi pemerintahan di negara maju dilakukan dalam mekanisme formal market. kolusi. Terlebih lagi. Birokrasi yang telah dibangun oleh pemerintah sebelum era reformasi telah membangun . dan Danesjvara. reformasi birokrasi menjadi isu yang sangat kuat untuk direalisasikan. birokrasi pemerintah Indonesia telah memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap kondisi keterpurukan bangsa Indonesia dalam krisis multidimensi yang berkepanjangan. semua penawaran dan permintaan terjadi melalui mekanisme informal market. sementara hal ini tidak terjadi pada administrasi pemerintahan di negara berkembang. hal.terlihat dengan jelas dan tegas. 5. Demikian pula halnya di Indonesia. dan lemahnya fungsi lembaga pengawasan sehingga banyak kelemahan birokrasi yang belum menampakkan tanda-tanda dilakukannya perbaikan. Sementara di negara berkembang. dan nepotisme (KKN).

Upaya tersebut sangat perlu . justru merindukan pemerintahan Orde Baru yang dinggap dapat 9Kwik Kian Gie. berbagai upaya yang serius dan tegas diperlukan untuk memperbaiki birokrasi negara ini.go. Kurangnya komitmen pemerintah pascareformasi terhadap reformasi birokrasi ini cenderung berbanding lurus dengan kurangnya komitmen pemerintah terhadap pemberantasan KKN yang sudah menjadi penyakit akut dalam birokrasi pemerintahan Indonesia selama ini. Oleh karena itu. <http://www. Sebagian masyarakat memberikan cap negatif terhadap komitmen pemerintah pascareformasi terhadap reformasi birokrasi. diakses pada 16 Mei 2007.id_index. “Reformasi Birokrasi dalam Mengefektifkan Kinerja Pegawai Pemerintah. hak. hal.php_module=File manager&func=download&pathext=ContentExpress_&view=167_Reformasi%20Kinerja>. diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta.budaya birokrasi yang kental dengan (KKN). 5 Januari 2003). walaupun hanya kemapanan yang bersifat semu.10 Pascareformasi. Ketidakseimbangan ini pada akhirnya mengakibatkan kecenderungan yang tinggi di kalangan pegawai pemerintah untuk menyalahgunakan kewenangan dan bersikap apatis atau tidak termotivasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. serta tanggung jawab.1.” (makalah disampaikan dalam Workshop Gerakan Pemberantasan Korupsi. Akan tetapi. yang mampu menciptakan kondisi yang kondusif dan mendukung terpenuhinya kebutuhan masyarakat agar masyarakat mampu melakukan kegiatan lainnya secara mandiri. sebagian masyarakat Indonesia saat ini. belum pula terlihat peran birokrasi yang profesional.bappenas. Ironisnya. Salah satu penyebab ketidakprofesionalan tersebut adalah adanya ketidakseimbangan antara kewenangan. Rizky Argama Mei 2007 7 memberikan kemapanan kepada masyarakat. pemerintahan pascareformasi pun tidak menjamin keberlangsungan reformasi birokrasi terealisasi dengan baik.

atau (2) sebaliknya. keluar dari keterpurukan. transparansi.11 10Fauziah Rasad. Gambaran ini juga sedikit banyak menyiratkan betapa agenda reformasi birokrasi tidak pernah secara serius menjadi prioritas utama dari pemerintah. 2. hal. sudah sampai ke tingkat yang cukup tinggi sebagai prasarana pembangunan ekonomi. Hasil serupa juga ditunjukkan The World Competitiveness Yearbook yang dikeluarkan oleh Institute for Management Development (IMD) yang menggolongkan indeks kompetitif birokrasi Indonesia di kelompok terendah sebelum India dan Vietnam. dan Indonesia bahkan menjadi negara yang paling lambat.” <http://www. Max Weber. “Reformasi Birokrasi dalam Perspektif Pemberantasan Korupsi.dilakukan agar birokrasi mampu keluar dari problematika KKN yang kian pelik dalam semua tingkatan pemerintahan. loc.. Teori birokratisasi Weber ini menimbulkan pertanyaan yang berkaitan dengan administrasi pembangunan. sosiolog Jerman yang merumuskan konsep birokrasi untuk pertama kali. dan pada hampir semua aktivitas.id>. 11Gie. cit. apakah birokratisasi yang terlalu berlebihan . Tanpa birokrasi tidak mungkin dicapai ekonomi modern yang berkelanjutan dan industrialisasi yang cepat. Dampak dari sikap itu tercermin dari ketidakmampuan Indonesia untuk keluar dari krisis yang mendera. yaitu: (1) apakah birokratisasi di negaranegara berkembang. Januari 2006. mempunyai pemikiran bahwa birokratisasi adalah prasyarat bagi pembangunan ekonomi dan upaya penciptaan industri modern. bahkan hingga saat ini belum mampu. termasuk Indonesia.12 Terkait dengan birokrasi itu sendiri sebagai bagian dari perkembangan administrasi pembangunan.or. Rizky Argama Mei 2007 8 DATA Hasil survei Political and Economic Risk Consultancy menunjukkan bahwa kualitas birokrasi di Indonesia termasuk yang terburuk bersama Vietnam dan India. pada hampir semua lini lembaga.

Pola semacam ini disebut “birokratisasi Parkinson”. tokoh ilmu sosial dari Universitas Singapura yang menjadi terkenal karena “Parkinson's Law” yang telah diciptakannya.ugm. Birokratisasi sebagai proses rasionalisasi prosedur pemerintahan dan aparat administrasi negara. Proses birokratisasi dalam bentuk peningkatan jumlah pegawai negeri dan pembesaran organisasi pemerintah. sosial. diakses pada 16 Mei 2007. regulasi. 13Sofian Rizky Argama Mei 2007 9 1.id/data/pubdata/sofiane/perspektifkualitasmanusia. hal. Terdapat tiga pola birokratisasi yang diterapkan di kawasan ini yang dapat dibedakan sebagai berikut. dan (2) tiap pegawai akan selalu menciptakan tugas baru bagi dirinya sendiri yang sering diragukan manfaat dan artinya.. Proses ini menjadi fokus dan dibahas secara luas dalam teori Weber dan dinamakan “birokratisasi ala Weber” atau “Weberisasi”.pdf>. dan bila perlu pemaksaan.ac. Karena itu. Dalam literatur ilmu sosial sering disebut nama Parkinson. Proses ini disebut dengan istilah “birokratisasi Orwell” atau “Orwellisasi” sesuai dengan gambaran masyarakat . dan politik masyarakat dengan peraturan.(overbureaucratization) justru telah menjadi beban yang menghambat kemajuan ekonomi negara ini. 12Ibid.13 Untuk menjawab dua hal tersebut di atas perlu dibahas proses birokratisasi secara lebih mendalam agar dapat ditemukan perbandingan tingkat birokratisasi di Indonesia dengan di beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara. Hukum Parkinson ini menyatakan: (1) tiap pegawai negeri akan berusaha sekuat tenaga meningkatkan jumlah pegawai bawahannya. 3. Birokratisasi sebagai proses perluasan kekuasaan pemerintah dengan maksud mengontrol kegiatan ekonomi. 2. laju birokratisasi akan meningkat dan jumlah pegawai negeri akan naik secara otomatis tidak tergantung dari beban tugas yang diperlukan. “Perspektif Administrasi Pembangunan Kualitas Manusia dan Kualitas Masyarakat. Effendi. 2-3.” <http://lib.

Menurutnya. Rizky Argama Mei 2007 10 tercepat karena antara 1950 dan 1988 jumlah pegawai negeri telah meningkat sebanyak lebih dari sepuluh kali lipat. Tingkat birokratisasi yang tertinggi adalah di Malaysia dengan empat puluh pegawai per seribu penduduk pada tahun 1986 diikuti oleh Indonesia dengan sembilan belas pegawai per seribu penduduk dan Thailand dengan sepuluh pegawai per seribu penduduk. Dengan kondisi . proses ini dapat dibandingkan dengan inflasi mata uang. Evers menamakan pertumbuhan yang cepat ini sebagai “runaway bureaucratization”.400. dari 303. Bila peredaran mata uang ditambah terus maka nilainya akan merosot. tingkat birokratisasi di Indonesia dapat diukur serta dibandingkan dengan tingkat yang sama di beberapa negara Asia Tenggara. Evers. Walaupun Indonesia mempunyai tingkat birokratisasi yang terendah namun pertumbuhannya adalah yang 14Ibid.yang digambarkan oleh penulis George Orwell dalam novelnya yang berjudul “1984”. dalam bidang kelembagaan dan ketatalaksanaan. Dia menyimpulkan bahwa proses birokratisasi relatif berjalan dengan cepat di negara Asia Tenggara. maka “nilai” pegawai negeri akan semakin menurun dan terjadilah inefisiensi. Dengan kata lain. mengukur tingkat birokratisasi tersebut dengan memakai rasio pegawai negeri dan penduduk sebagai tolok ukur. inflasi pegawai negeri tadi akan menghambat tercapainya birokratisasi seperti yang diinginkan oleh Weber. birokrasi di tingkat pusat maupun daerah cenderung semakin banyak. menggunakan pola Parkinson.15 Selain permasalahan KKN.14 Melalui ketiga pola tersebut. Bila jumlah pegawai negeri ditambah terus secara cepat tanpa mengingat keseimbangannya dengan beban tugas pemerintahan.000 menjadi 3.000.

597 orang atau hampir 60%) berpendidikan sekolah lanjutan .yang demikian. Salah satu indikasinya adalah tingginya ketidaksesuaian antara jenjang pendidikan yang ditempuh dengan tempat/posisi kerja. 3-4. bagian terbesar (2.. maka organisasi akan cenderung kaku dan lambat dalam mengantisipasi permasalahan yang timbul. (3) masih rendahnya penegakan sistem ganjaran dan hukuman. Pendekatan ini lebih dikenal dengan strategy follows structure. dari jumlah pegawai sebesar 3. (2) ketidakjelasan fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan pemerintah dengan yang harus menjadi bagian dari tugas masyarakat. hal.932. Berdasarkan data kepegawaian. cit. loc.766 orang.17 Permasalahan lain dalam birokrasi adalah secara nasional sumber daya aparatur belum memiliki kualifikasi sebagaimana yang diharapkan. Demikian pula di bidang manajemen birokrasi publik masih dihadapkan pada permasalahan antara lain: (1) rencana kerja dan penugasan yang tidak jelas. sistem pengambilan keputusan. (2) sistem rekrutmen tidak sesuai dengan prosedur dan kebutuhan.16 Berbagai permasalahan di bidang kelembagaan dapat dikelompokkan ke dalam tiga hal yang meliputi: (1) masalah kondisi struktur birokrasi yang tumpang tindih. Struktur organisasi birokrasi yang demikian akan menyempitkan strategi yang dapat dipilih atau digunakan. Kecenderungan yang terjadi saat ini adalah bahwa dalam penyusunan suatu organisasi cenderung lebih ditekankan pada bagan strukturnya saja. sistem komunikasi serta rentang kendali organisasi (span of control). Rizky Argama Mei 2007 11 dan (4) tidak adanya transparansi atas kinerja birokrasi pemerintah sehingga tidak ada umpan balik untuk perbaikan kinerja. 16Gie. dan (3) belum adanya proses politik yang transparan dalam perumusan dan penetapan kebijakan publik. 15Ibid. dan melupakan jumlah dan kualifikasi personel.330.

18 17Ibid.. 18Ibid. 4-5. Demikian pula kesejahteraan aparatur yang terkait langsung dengan gaji pegawai.. birokrasi sebagai ujung tombak pelaksana pelayanan publik mencakup berbagai program pembangunan dan kebijaksanaan pemerintah.6%). Akibatnya. Akan tetapi dalam kenyataannya. hal.247 orang (15. hal. serta fasilitas hidup lainnya yang sangat jauh dari memuaskan. 4. Rizky Argama Mei 2007 12 ANALISIS Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan. sedangkan yang berpendidikan perguruan tinggi hanya 614. Inilah salah satu faktor penting yang menyebabkan pelaksanaan pelayanan publik selama ini tidak sesuai dengan harapan dan tuntutan masyarakat. birokrasi yang dimaksudkan untuk melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan tersebut. birokrasi selalu mendapatkan citra negatif yang tidak menguntungkan bagi perkembangan birokrasi itu sendiri (khususnya dalam hal pelayanan . jaminan sosial. Birokrasi di dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan (termasuk di dalamnya penyelenggaraan pelayanan publik) diberi kesan adanya proses panjang dan berbelit-belit apabila masyarakat menyelesaikan urusannya berkaitan dengan pelayanan aparatur pemerintahan. secara langsung dapat berpengaruh terhadap kinerja birokrasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. misalnya lamban dan kurang mampu melahirkan inovasi yang dapat menunjang pekerjaan secara lebih efektif dan efisien. Rendahnya tingkat kesejahteraan PNS diyakini telah mendorong mereka ke arah perbuatan tercela dengan melakukan penyelewengan dan KKN. Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang masih didominasi oleh pegawai berpendidikan SLTA. seringkali mendapatkan kesan berbeda dari pandangan masyarakat.tingkat atas (SLTA).

5. Rizky Argama Mei 2007 13 5. Birokrasi harus memosisikan diri sebagai fasilitator pelayan publik alihalih sebagai agen pembaharu (agent of change) pembangunan. untuk menanggulangi kesan buruk birokrasi yang telah ada selama ini. fleksibel. 19Agus Suryono.id/simple/ us/jurnal/pdffile/7Budaya%20Birokrasi%20Pelayanan%20Publik-Agus%20Suryono. antara lain seperti di bawah ini. akurat. Birokrasi harus mampu dan mau melakukan perubahan sistem dan prosedur kerjanya yang lebih berorientasi pada ciri-ciri organisasi modern. Struktur yang desentralistis diharapkan akan lebih mudah mengantisipasi kebutuhan dan kepentingan yang diperlukan oleh masyarakat. serta menghindarkan kesan pendekatan kekuasaan dan kewenangan. yaitu pelayanan cepat.pdf>.19 Oleh karena itu. inovatif.” <http://publik.ac.20 Dari pandangan tersebut di atas. 1.publik). Birokrasi harus mampu dan mau melakukan transformasi diri dari birokrasi yang kinerjanya kaku (rigid) menjadi organisasi birokrasi yang strukturnya lebih desentralistis. Birokrasi perlu melakukan penyempurnaan organisasi yang bercirikan organisasi modern. tepat. ramping. efektif. sehingga dengan cepat birokrasi dapat . dan efesien yang mampu membedakan antara tugas-tugas yang perlu ditangani dan yang tidak perlu ditangani (termasuk membagi tugas-tugas yang dapat diserahkan kepada masyarakat). 3. salah satunya jika strukturnya lebih terdesentralisasi daripada tersentralisasi. 2. dapat disimpulkan bahwa organisasi birokrasi yang mampu memberikan pelayanan publik secara efektif dan efesien kepada masyarakat. terbuka dengan tetap mempertahankan kualitas. dan ketepatan waktu.brawijaya. Birokrasi harus lebih mengutamakan sifat pendekatan tugas yang diarahkan pada hal pengayoman dan pelayanan masyarakat. efesiensi biaya. 4. hal. “Budaya Birokrasi Pelayanan Publik. perlu dilakukan beberapa perubahan sikap dan perilaku berkaitan dengan birokrasi dan pelakunya (birokrat). dan responsif. diakses pada 16 Mei 2007.

baik di pusat maupun di daerah.menyediakan pelayanannya sesuai yang diharapkan masyarakat pelanggannya. 21Ibid. Penyusunan organisasi yang didasarkan pada analisis jabatan ini harus terus diupayakan. Rizky Argama Mei 2007 14 PENUTUP Reformasi birokrasi dibutuhkan untuk menjamin terlaksananya reformasi di bidang lain dalam suatu pemerintahan yang mengaplikasikan konsep administrasi pembangunan. tanpa mengabaikan reformasi di bidang lain rekomendasi yang pertama harus dilakukan adalah reformasi birokrasi yang meliputi kelembagaan dan ketatalaksanaan. 5-6. Oleh karena adanya tuntutan yang mendesak dan harus dilakukan untuk mendorong proses percepatan reformasi birokrasi. sumber daya manusia. 2.23 Selanjutnya. 3. sebagai wujud profesionalisme dalam . Di bidang ketatalaksanaan perlu dipertimbangkan sistem rekrutmen dan promosi pegawai sesuai dengan kecakapan dan kemampuannya dan dapat diberhentikan jika bekerja secara buruk sebagaimana yang berlaku di lingkungan swasta.21 20Ibid. dan pengawasan dalam melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan. hal. upaya-upaya khusus di bidang kelembagaan adalah sebagai berikut. Melakukan penerapan audit institusi..22 Reformasi kelembagaan dilakukan melalui perampingan struktur organisasi birokrasi pemerintah di pusat dan daerah untuk menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas dan fungsinya. 6. 1. Oleh karena itu.. dan memiliki keterkaitan kepentingan (consistency atau coherency). memiliki loyalitas kepentingan (competency). Melakukan redefenisi kelembagaan birokrasi termasuk melakukan penataan kelembagaan sesuai dengan standard operating procedure atau SOP. usaha untuk mendorong peningkatan kompetensi aparat birokrasi pemerintah. Sedangkan dalam konteks persyaratan budaya organisasi birokrasi. hal. perlu dipersiapkan tenaga kerja atau aparat yang benar-benar memiliki kemampuan (capability).

dan Andhika Danesjvara. 7. 7-8. Depok: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Hayati.” (Makalah disampaikan dalam Workshop Gerakan Pemberantasan Korupsi. 2. hal.ugm. 9-12. Kartasasmita. 12-13. <http://www. Administrasi Pembangunan: Perkembangan dan Praktiknya di Indonesia. Sofian. Rizky Argama Mei 2007 15 Dan yang terakhir. “Perspektif Administrasi Pembangunan Kualitas Manusia dan Kualitas Masyarakat. 3. Harsanto Nursadi. hal. 2005. Kwik Kian.. Peningkatan profesionalisme birokrasi pemerintah.ac.25 25Ibid.id_index.pelaksanaan tugas dan fungsinya.bappenas. Tri. 1. pdf>. 23Ibid. Administrasi Pembangunan: Suatu Pendekatan Hukum dan Pernecanaannya. hal. Ginandjar. 24Ibid. hal. untuk mendorong perwujudan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN dapat pula diupayakan kepada peningkatan pengawasan terhadap aparatur negara.go. 1997. harus memerhatikan tiga hal pokok di bawah ini.. Peningkatan etika dan moral birokrasi pemerintah.id/data/pubdata/sofiane/perspektifkualitasmanusia. diakses pada 16 Mei 2007. “Reformasi Birokrasi dalam Mengefektifkan Kinerja Pegawai Pemerintah. loc. diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta. Pengawasan ini dapat dilakukan melalui audit internal maupun audit eksternal. Jakarta: LP3ES. Peningkatan kesejahteraan aparat birokrasi pemerintah. Gie.” <http://lib. Rizky Argama Mei 2007 16 DAFTAR PUSTAKA Effendi. 5 Januari 2003). .php_module=Filemanager& func=download&pathext=ContentExpress_&view=167_Reformasi %20Kinerja>. diakses pada 16 Mei 2007. cit.24 22Gie...

pdf>.id>.id/ simple/us/jurnal/pdffile/7Budaya%20Birokrasi%20Pelayanan%20PublikAgus% 20Suryono. Administrasi Pembangunan: Konsep. Bintoro. Januari 2006. Pengantar Administrasi Pembangunan. Jakarta: LP3ES.” <http://www. 2003. . Surakarta: Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Dimensi. diakses pada 16 Mei 2007. Siagian.ac. Pradja. Jakarta: Bumi Aksara. Fauziah.” <http://publik. transparansi.Rasad. dan Strateginya. Suryono.or. “Budaya Birokrasi Pelayanan Publik. 2005.brawijaya. “Reformasi Birokrasi dalam Perspektif Pemberantasan Korupsi. Agus. Suminta. Bahan Ajar Administrasi Pembangunan. 1995. Tjokroamidjojo. Sondang P.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful